P. 1
Makalah Belajar Dan Pembelajaran

Makalah Belajar Dan Pembelajaran

|Views: 1,651|Likes:
Published by Tyaz Zzty

More info:

Published by: Tyaz Zzty on Apr 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2013

pdf

text

original

Makalah Belajar dan Pembelajaran

BAB I

PENDAHULUAN

apa saja alat atau fasilitas pembelajaran itu? 6. Teori belajar behavioristik. pada pembahasan makalah kali ini kami akan membahas dua teori belajar yakni Teori Behavioristik dan Teori Kognivistik. yaitu: 1. Para ahli yang mendasarkan teori belajarnya terhadap hasil penelitian mencoba merumuskan konsep belajar dengan tujuan agar dapat mencerdaskan manusia mulai dikenal dengan konsepkonsep yang dikemukakannya. dan bergerak untuk memahami setiap kenyataan yang diinginkannya untuk menghasilkan sebuah perilaku. Mengetahui teori belajar menurut pandangan teori behavioristik dan teori kognivistik. apa yang terjadi ada saat pembelajaran? 5. Delapan faktor di atas harus ditentukan dalam sebuah rencana pembelajaran agar pembelajaran menjadi sebuah aktifitas yang komplit dan efektif. serta evaluasi. Sehingga perencanaan pembelajaran adalah sebuah alat menuju pelaksanaan pembelajaran di masa depan yang kita inginkan agar pembelajaran itu terjadi sesuai dengan keinginan perencana atau pendidik. yaitu: 1). Kemudian. apa isi pembelajaran? 3. dan lainnya 7. bagaimana prosedur (tatacara) pembelajaran itu? 4. Situasi. Belajar berarti sebuah pembaharuan menuju pengembangan diri individu agar kehidupannya bisa lebih baik dari sebelumnya. atau teknologi atau apapun yang berupa karya dan karsa manusia tersebut. fasilitator. Latar Belakang Masalah Belajar adalah sebuah proses yang terjadi pada manusia dengan berpikir. pengetahuan. anak didik. guru. peserta didik. Tujuan Pembahasan 1. Dalam dunia pendidikan dikenal beberapa jenis teori belajar yang dirancang sebagai model untuk pembelajaran yang berasal dari temuan beberapa ahli psikologi dan pendidikan. Pentingnya perencanaan pembelajaran dapat kita simak dengan melihat pernyatanan Nana Sudjana (1989) sebagai berikut: Mengingat pelaksanaan Pembelajaran adalah mengkoordinasikan komponen-komponen pengajaran. Berikut adalah tiga teori belajar yang terkenal. tentunya dengan argumentasi ilmiah mereka dalam hal yang mereka temukan tersebut. Belajar pula bisa berarti adaptasi terhadap lingkungan dan interaksi seorang manusia dengan lingkungan tersebut. maka isi perencanaan pun pada hakekatnya mengatur dan menetapkan komponenkomponen tersebut. dan program yang akan diwujudkan dalam sebuah proses pembelajaran. merasa. B. Sedangkan makna perencanaan pembelajaran dapat diartikan sebagai upaya menentukan tujuan. Tujuan. mentor. Teori belajar konstruktivistik. Teori manakah yang cocok untuk belajar MIPA atau biologi? C. 3). pernyataan Slameto (1988:95) bahwa: “…. Pendidik. 8. . metoda. Guru akan mengajar efektif bila selalu membuat perencanaan sebelum mengajar”. isi. Lalu. penilaian hasil pembelajaran. dan lainnya. Teori-teori belajar apa saja yang dilahirkan dari masing-masing aliran atau pandangan tersebut? 3. Metoda. Media. apakah teori belajar yang demikian terkenal itu merupakan teori belajar yang baik. Namun. Komponen yang dimaksud antara lain tujuan. murid. bahan. Bagaimana pandangan belajar menurut teori behavioristik dan teori kognivistik? 2. Meteri.A. Peserta didik. 2). Teori belajar kognivistik. dalam perencanaan pembelajaran perlu diperhatikan delapan factor penting. Rumusan Masalah 1. Evaluasi. untuk apa pembelajaran itu? 2. metoda dan alat. terutama jika indikasinya untuk mempengaruhi pembelajaran dan proses sebelumnya yang disebut perencanaan pembelajaran dapat berhasil efektif membelajarkan manusia.

BAB II PEMBAHASAN . 3. Mengetahui teori mana yang cocok dalam belajar MIPA khususnya biologi. Mengetahui teori-teori belajar dari kedua teori belajar tersebut.2.

atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur. namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. (5) Stimulus Control in Operant Learning. 1. menurut Thorndike yakni (1) hukum efek. pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama (Bell. Teori Conditioning Edwin Guthrie Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Beberapa prinsip dalam teori belajar behavioristik.A. karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperi Fisika atau Biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata. Teori Conditioning Watson Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon. B. Sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus dan respon dianggap tidak penting diperhatikan karena tidak bisa diamati. Gredler. (2) Primary and Secondary Reinforcement. perasaan. belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Ada tiga hukum belajar yang utama. belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. Berikut akan dibahas karya-karya para tokoh aliran behavioristik dan analisis serta peranannya dalam pembelajaran. (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan (Bell. Dengan kata lain. tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. 1991). Edwin Guthrie. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. (4) Contingency Management. Begitu juga bila penguatan dikurangi (negative reinforcement) respon pun akan tetap dikuatkan. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan. Watson adalah seorang behavioris murni. 3. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran. dan Skinner. Berliner. 2. Teori Koneksionisme Thorndike Menurut Thorndike. 1984). Clark Hull. (3) Schedules of Reinforcement. Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme (Slavin. namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. yaitu yang dapat diamati. yang dapat pula berupa pikiran. Faktor lain yang juga dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement) penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon. atau gerakan/tindakan. Pengertian Belajar Menurut Teori Behavioristik Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Gredler. Menurut teori behavioristik. 2000). Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit. Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon . 1991). Teori-Teori Belajar Behavioristik Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah Thorndike. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar. Watson. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran. Menurut teori ini yang terpenting adalah masuk atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respon. meliputi: (1) Reinforcement and Punishment. atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. (6) The Elimination of Responses (Gage. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar. perasaan.

semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap bertahan hidup. Namun dia sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. Penguatan sekedar hanya melindungi hasil belajar yang baru agar tidak hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru. Pengertian Belajar Menurut Teori Kogntivistik Psikologi kognitif dianggap sebagai perpaduan antara Psikologi Gestalt dan psikologi behaviorisme. Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak ada respon lain yang dapat terjadi. Saran utama dari teori ini adalah guru harus dapat mengasosiasi stimulus respon secara tepat. oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap. walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat berwujud macam-macam. 5. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya. serta memahami konsep yang mungkin dimunculkan dan berbagai konsekuensi yang mungkin timbul akibat respon tersebut. Gredler. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang. Gredler. namun lebih komprehensif. Pengertian belajar menurut teori kognitif adalah perubahan persepsi dan pemahaman. Oleh sebab itu Hull mengatakan kebutuhan biologis (drive) dan pemuasan kebutuhan biologis (drive reduction) adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia. Dari sejarahnya diketahui bahwa perkembangan psikologi kognitif berawal dari hijrahnya Kurt Lewin ke Amerika Serikat karena kejaran NAZI Jerman menjelang Perang Dunia II. tetapi juga dikaitkan dengan kondisi biologis (Bell. C. Konsekuensi-konsekuensi inilah yang nantinya mempengaruhi munculnya perilaku (Slavin. Pebelajar harus dibimbing melakukan apa yang harus dipelajari. keinginan kognitivisme. 1991). Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana. yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku. Skinner juga mengemukakan bahwa dengan menggunakan perubahan-perubahan mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan menambah rumitnya masalah.dari universitas-universitas tempatnya bekerja di Iowa dan Massachussets.untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan mempengaruhi respon yang dihasilkan. Sehingga. Penguatan tingkah laku juga masuk dalam teori ini. Oleh karena itu dalam memahami tingkah laku seseorang secara benar harus memahami hubungan antara stimulus yang satu dengan lainnya. Teori Operant Conditioning Skinner Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. sehingga stimulus (stimulus dorongan) dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis. Di Amerika Serikat. Dalam mengelola kelas guru tidak boleh memberikan tugas yang mungkin diabaikan oleh anak (Bell. seperti halnya teori evolusi. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi. manakala diberikan pengetahuan oleh orang lain dan harus dihapal agar pengetahuan itu bisa dimiliki olehnya. Proses belajar akan berjalan dengan baik jika materi pelajaran atau informasi baru beradaptasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki seseorang. yang tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. bahwa manusia harus berpengetahuan. Lewin menyebarkan teori-teori Gestalt yang telah dikembangkannya menjadi teori lapangan. Bagi Hull. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu. Sebab setiap alat yang digunakan perlu penjelasan lagi. 2000). 4. tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. Dengan kata lain teori belajar ini mengemukakan konsep dimana seorang manusia yang memiliki otak dengan dilengkapi akal pikirannya dapat diberikan kemampuan berpengetahuan dengan pembiasaan menghapal dan mengingat apa yang harus diketahui. 1991). Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara. Teori Systematic Behavior Clark Hull Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. .

teori kognitif Brunner dan Teori bermakna Ausubel. Memperhatikan stimulus yang diberikan b. Ekonik (visual verbal) c. Perubahan persepsi dan pemahaman tidak selalu berbentuk perubahan tingkah laku yang bisa diamati. Ketiga teori ini dijabarkan sebagai berikut: No Piaget Brunner Ausubel 1 2 Proses belajar terjadi menurut pola tahap-tahap perkembangan tertentu sesuai dengan umur siswa Proses belajar terjadi melalui tahap-tahap: a. Akomodasi c. Memahami makna stimulus menyimpan dan menggunakan informasi yang sudah dipahami. Asumsi dasar teori ini adalah setiap orang telah mempunyai pengalaman dan pengetahuan dalam dirinya. Teori Yang Cocok Untuk Belajar MIPA Khsusnya Biologi Untuk mengetahui manakah teori yang cocok untuk proses belajar mengajar MIPA dalam hal ini mata pelajaran biologi perlu kiranya kita menganalisa kedua teori tersebut. prinsip-prinsip tersebut antara lain: 1.Transformasi pengetahuan sering menjadi andalan dalam teori belajar kognitivisme D. 1978 dalam Toeti. Simbolik Proses belajar terjadi jika siswa mampu mengasimilasikan pengetahuan yang dimilikinya dengan pengetahuan baru Proses belajar terjadi melaui tahap-tahap: a. Penyusunan materi pelajaran harus dari sederhana ke kompleks 3. Menurut teori ini proses belajar akan berjalan baik bila materi pelajaran yang baru beradaptasi secara klop dengan struktur kognitif yang telah dimiliki oleh siswa. Prinsip kognitivisme banyak dipakai di dunia pendidikan. Pengalaman dan pengetahuan ini tertata dalam bentuk struktur kognitif. Dalam perkembangan setidaknya ada tiga teori belajar yang bertitik tolak dari teori kognitivisme ini yaitu: Teori perkembangan piaget. Teori-Teori Belajar Kognitivistik Menurut teori ini. belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman. Prinsip-prinsip teori behaviorisme yang banyak dipakai didunia pendidikan ialah (Harley & Davies. 1997): . khususnya terlihat pada perancangan suatu sistem instruksional. Enaktif (aktivitas) b. Belajar dengan memahami akan jauh lebih baik daripada dengan hanya menghafal tanpa pengertian penyajian E. Si belajar akan lebih mampu mengingat dan memahami sesuatu apabila pelajaran tersebut disusun berdasarkan pola dan logika tertentu 2. Equilibrasi Proses belajar lebih ditentukan oleh karena cara kita mengatur materi pelajaran dan bukan ditentukan oleh umur siswa Proses belajar terjadi melalui tahap-tahap: a. Asimilasi b.

Belajar dan Membelajarkan.D. Boston: Allyn and Bacon . R. dan Guthrie. Slavin. o Teori ini tidak mampu menjelaskan proses belajar yang kompleks Aplikasi teori belajar behaviorisme dalam pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti tujuan pembelajaran.. R. Third Edition. khususnya terlihat pada perancangan suatu sistem instruksional. Jakarta: Kerjasama IPTPI LPTK UNJ. paling tidak dalam tempo seketika. memperhatian perbedaan individual siswa untuk mencapai keberhasilan siswa. Jakarta: CV. Watson. Teknologi Pembelajaran: Definisi dan Kawasannya. Setelah kita coba untuk menganalisa kedua teori di atas kedua-duanya meiliki kelebihan dan kelemahan. Penguatan positif ternyata memberikan pengaruh yang lebih baik daripada penguatan negatif Adapun kritik terhadap teori behaviorisme adalah: o Asumsi pokoknya bahwa semua hasil belajar yang berupa perubahan tingkah laku yang bisa diamati. Learning and Teaching ini Higher Education. Educational Psychology. London: Paul Chapman Publising Seels. Barbara B. The Cognitive Psychology of School Learning. G. Thorndike. sehingga aplikasinya dalam proses belajar mengajar tidaklah mudah  Sukar dipraktekkan secara murni sebab seringkali kita tidak mungkin memahami “struktur kognitif” yang ada dalam benak setiap siswa. Vygotsky and Education: Instructional Implications and Application of Sociohistorycal Psychology. sehingga si belajar dapat mengetahui apakah respons yang diberikan telah benar atau belum • Setiap kali si belajar memberikan respons yang benar maka ia perlu diberi penguatan. Jakarta: Depdikbud Gagne. Prawiradilaga dkk.E. guru harus memahami bahwa siswa bukan sebagai orang dewasa yang mudah dalam proses berpikirnya. Toronto: Little. keaktifan siswa sangat dipentingkan. DAFTAR PUSTAKA Bell Gredler. 2001. Penerjemah Dewi S. sifat materi pelajaran. E. 1991. (1985). & Richey. prinsip-prinsip tersebut antara lain:  Si belajar akan lebih mampu mengingat dan memahami sesuatu apabila pelajaran tersebut disusun berdasarkan pola dan logika tertentu  Penyusunan materi pelajaran harus dari sederhana ke kompleks  Belajar dengan memahami akan jauh lebih baik daripada dengan hanya menghafal tanpa pengertian penyajian Adapun kritik terhadap teori kognitivisme adalah:  Teori kognitif lebih dekat kepada psikologi daripada kepada teori belajar. 1989. 1991. juga dianggap terlalu menyederhanakan masalah belajar yang sesungguhnya. Tidak semua hasil belajar bisa diamati dan diukur. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variable.• Proses belajar dapat berhasil dengan baik apabila si belajar ikut berpartisipasi secara aktif didalamnya • Materi pelajaran dibentuk dalam bentu unit-unit kecil dan diatur berdasarkan urutan yang logis sehingga si belajar mudah mempelajarinya • Tiap-tiap respons perlu diberi umpan balik secara langsung. 1994. E. (Ed. Prinsip kognitivisme banyak dipakai di dunia pendidikan. I Nyoman Sudana. media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Rita C. Hull. L. sehingga teori manapun yang di pakai oleh seorang pendidika yang terpenting adalah tujuan yang ingin di capai dari suatu pembelajaran tercapai dengan baik. Margaret. karakteristik siswa. anak usia pra sekolah dan awal sekolah dasar belajar menggunakan benda-benda konkret. Brown and Company Light. Cambridge: Univerity Press Degeng. guru menyusun materi dengan menggunakan pola atau logika tertentu dari sederhana kekompleks. guru menciptakan pembelajaran yang bermakna. Aplikasi teori belajar kognitivisme dalam pembelajaran. Pelopor terpenting teori ini antara lain adalah : Pavlov. Skinner. C. Rajawali Moll. Boston. and Cox. 1994.).

com http://penchenk. Athabasca University. Psikologi Pendidikan. Boston: Allyn and Bacon Syah. Psikologi Pendidikan.html http://ebookkuliah.com/2009/12/makalah-belajar-danpembelajaran. Sixth Edition. Canada. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.blogspot.com/pdf/makalah-teori-belajar-kognitivisme.blogspot. 2004. Suryabrata. http://asnaldi.blogspot.E.com http://madziatul.com http://fawz-oxygen. Muhibbin. Sumadi. Terry Anderson & Fathi Elloumi (Eds. Theory and Practice of Online Learning. 2000.Slavin. Jakarta : Rajawali. R.multiply. 1990.). Educational Psychology: Theory and Practice. 2003.html .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->