MAKALAH PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH (PLTSa)
Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas semester empat mata kuliah pembangkit energy listrik

Disusun oleh: Destario Adi Nugroho (5301409070)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2011

Minyak bumi dan gas alam akan terus menipis persediaannya padahal manusia terus membutuhkan energi untuk kelangsungan hidup. biomasa kering (limbah kayu. jerami atau sekam) dan biomassa basah ( kotoran ternak dan sampah rumah tangga). seperti Finlandia. Di samping itu dapat juga dimanfaatkan limbah peternakan dan limbah rumah tangga. Dari kedua jenis bahan penyusun biomassa tersebut dapat dua bagian besar yaitu. Terlebih lagi saat kelompok hijau makin keras menyuarakan penghematan energi. Itupun selama perencanaan dan pelaksanaannya berjalan dengan baik. Dalam makalah ini secara umum akan digambarkan perubahan biomasa menjadi bioenergi dengan menggunakan sampah sebagai bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) untuk menghasilkan panas. seperti Finlandia. Dalam artikel ini secara umum akan digambarkan perubahan biomasa menjadi bioenergi.BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Ketika bahan bakar yang berupa minyak bumi dan gas alam semakin menipis maka biomasa mulai diperhitungkan menjadi solusi alternatif. limbah industri pengolahan kayu atau dari tanaman yang memang ditanam secara khusus untuk menghasilkan energi bagi mesin bakar. meskipun potensinya besar. penggunaannya baru dalam skala kecil. Biomasa dapat diambil dari bahan tanaman yang berupa limbah pertanian. Belanda. Jerman dan Inggris telah memanfaatkan bioenergi dalam skala besar untuk pembangkit listrik. Untuk menghasilkan panas. Dan secara khusus akan dilihat penerapannya untuk menghasilkan listrik. Biomasa kemudian menjadi salah satu pilihan karena relatif mudah dikelola dan dapat diperbarui. Selanjutnya bioenergi tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan. Beberapa negara maju. Belanda. atau untuk menghasilkan listrik. Sehingga setelah diubah menjadi energi kerap juga disebut dengan bioenergi. gerak. atau untuk menghasilkan listrik. Sedangkan di Indonesia. Jerman dan Inggris telah memanfaatkan . gerak. Beberapa negara maju. Istilah biomasa di sini digunakan untuk mengelompokkan bahan organik baik dari tumbuhan ataupun hewan yang kaya akan cadangan energi.

. B. Tujuan Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memberi pengetahuan tambahan mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). meskipun potensinya besar. PERMASAHAN • • • Pengertian PLTSa dan prinsip kerja Proses pengolahan sampah menjadi energy Dampak positif maupun negatif pada PLTSa Cara-cara pengolahan limbah PLTSa • C.bioenergi dalam skala besar untuk pembangkit listrik. penggunaannya baru dalam skala kecil. Sedangkan di Indonesia.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah adalah sebuah fasilitas pembangkitan listrik yang menggunakan sampah sebagai bahan bakarnya. Upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut adalah dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).BAB II PEMBAHASAN A. maka volume sampah yang dihasilkan setiap harinya juga akan bertambah. B. efektif dan berkesinambungan atau jangka panjang (sustain). Semakin banyak jumlah penduduk suatu wilayah. Sedangkan beberapa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah umumnya memiliki keterbatasan baik lahan maupun daya tampung. panas yang dihasilkan dapat dijadikan sumber energi. semakin banyak pula tingkat konsumsi akan barang/material yang digunakan sehari-hari. Pengertian PLTSa Sampah adalah problem yang akan selalu menghantui selama kita masih tinggal di atas bumi ini. Apalagi dengan kondisi rawan longsor pada musim penghujan. maka diperlukan penerapan teknologi yang dapat mereduksi sampah dengan cara-cara yang efisien. Akibat keterbatasan lahan dan adanya musibah tersebut. Seiring dengan peningkatan konsumsi. Proses Pengolahan sampah di PLTSa . Selain dapat mengurangi volume sampah yang tertumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah yang kemudian dapat menimbulkan bahaya yang tak terduga.

yaitu proses biologis yang menghasilkan gas-bio dan proses thermal yang menghasilkan panas. pirolisa. dan fluidized bed incinerator. Proses Konversi Thermal Proses konversi thermal dapat dicapai melalui beberapa cara. single chamber. NOx) yang terbawa di gas produk. open pit. rotary kiln. Unsur-unsur penyusun sampah lainnya seperti belerang (S) dan nitrogen (N) akan dioksidasi menjadi oksida-oksida dalam fasa gas (SOx. hasil proses dapat langsung dimanfaatkan untuk menggerakkan generator listrik. Beberapa contoh insinerator ialah open burning. yaitu insinerasi.Pada dasarnya ada dua alternatif proses pengolahan sampah menjadi energi. kandungan bahan organik (H dan C) dalam sampah akan dikonversi menjadi gas karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O). PLTSa yang sedang diperdebatkan untuk dibangun di Bandung menggunakan proses thermal sebagai proses konversinya. ilustrasi bagian-bagian dalam sebuah incinerator . Prosesnya sendiri merupakan reaksi oksidasi cepat antara bahan organik dengan oksigen. multiple chamber. Insinerasi pada dasarnya ialah proses oksidasi bahan-bahan organik menjadi bahan anorganik. Perbedaan mendasar di antara keduanya ialah proses biologis menghasilkan gas-bio yang kemudian dibarak untuk menghasilkan tenaga yang akan menggerakkan motor yang dihubungkan dengan generator listrik sedangkan proses thermal menghasilkan panas yang dapat digunakan untuk membangkitkan steam yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang dihubungkan dengan generator listrik. starved air unit. Pada kedua proses tersebut. dan gasifikasi. Apabila berlangsung secara sempurna.

Jika landfill tidak didesain dengan baik. Gasifikasi melibatkan proses perengkahan dan pembakaran tidak sempurna pada temperatur yang relatif tinggi (sekitar 900-1100 C). Produk dari digester tersebut berupa gas methane yang dapat dibakar dengan nilai kalor sekitar 6500 kJ/Nm3. Gas landfill tersebut mempunyai nilai kalor sekitar 450-540 Btu/scf. Proses biogas menghasilkan gas yang kaya akan methane dan slurry. Proses Konversi Biologis Proses konversi biologis dapat dicapai dengan cara digestion secara anaerobik (biogas) atau tanah urug (landfill). padatan char. larutan asam asetat. Biogas adalah teknologi konversi biomassa (sampah) menjadi gas dengan bantuan mikroba anaerob. Karena itu. . Dengan adanya proses pemanasan dengan temperatur tinggi. Aktifias mikroba dalam landfill menghasilkan gas CH4 dan CO2 (pada tahap awal – proses aerobik) dan menghasilkan gas methane (pada proses anaerobiknya). leachate akan mencemari tanah dan masuk ke dalam badan-badan air di dalam tanah. Seperti halnya pirolisa. Landfill ialah pengelolaan sampah dengan cara menimbunnya di dalam tanah. Senyawa-senyawa ini berinteraksi dengan air yang dikandung oleh limbah dan air hujan yang masuk ke dalam tanah dan membentuk bahan cair yang disebut lindi (leachate). molekulmolekul organik yang berukuran besar akan terurai menjadi molekul organik yang kecil dan lebih sederhana. dan produk gas. Hasil pirolisa dapat berupa tar. methanol. Gas methane dapat digunakan untuk berbagai sistem pembangkitan energi sedangkan slurry dapat digunakan sebagai kompos. Di dalam lahan landfill. Gasifikasi merupakan proses konversi termokimia padatan organik menjadi gas. tanah di landfill harus mempunya permeabilitas yang rendah. Sistem pengambilan gas hasil biasanya terdiri dari sejumlah sumur-sumur dalam pipa-pipa yang dipasang lateral dan dihubungkan dengan pompa vakum sentral.Pirolisa merupakan proses konversi bahan organik padat melalui pemanasan tanpa kehadiran oksigen. Selain itu terdapat juga sistem pengambilan gas dengan pompa desentralisasi. proses gasifikasi menghasilkan gas yang dapat dibakar dengan nilai kalor sekitar 4000 kJ/Nm3. limbah organik akan didekomposisi oleh mikroba dalam tanah menjadi senyawa-senyawa gas dan cair.

O2. . Hasil pembakaran limbah sampah akan menghasilkan gas buangan yang mengandung CO. dan Sox. 2. dalam proses tersebut juga terjadi penurunan kadar O2. Proses kerja tersebut dilakukan dalam beberapa tahap yaitu: 1. Pemilahan sampah sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan PLTSa. Pemilahan dan penyimpanan sampah Limbah sampah kota Bandung yang berjumlah ± 500-700 ton akan dikumpulkan pada suatu tempat yang dinamakan Tempat Pengolahan Akhir (TPA). Teknologi RDF ini berguna dalam mengubah limbah sampah kota menjadi limbah padatan sehingga mempunyai nilai kalor yang tinggi. Penyimpanan dilakukan selama lima hari hingga kadar air tinggal 45 % yang kemudian dilanjutkan dengan pembakaran. Pembakaran sampah PLTSa memiliki dua tungku yang dapat digilir dimana pada awal pengoperasiannya akan digunakan bahan bakar minyak. sampah akan dimasukkan dalam tungku pembakaran (Insenerator) yang berjalan 7800 jam. Hanya saja.Gambar Modern Landfill Langkah kerja menggunakan proses konversi Thermal dalam mengolah sampah menjadi energy. sampah ini kemudian disimpan didalam bunker yang menggunakan teknologi RDF (Refused Derived Fuel). NOx. CO2. Setelah suhu mencapai 850oC – 900oC. Kelebihan sistem pembakaran ini adalah: a) Membutuhkan lahan yang relatif kecil dibanding sanitary landfill. Penurunan kadar O2 pada keluaran tungku bakar menyebabkan panas yang terbawa keluar menjadi berkurang dan hal tersebut sangat berpengaruh pada efisiensi pembangkit listrik.

Volume dan berat abu yang dihasilkan diperkirakan hanya kurang 5% dari berat atau volume sampah semula sebelum di bakar. . Panas ini akan memanaskan boiler dan mengubah air didalam boiler menjadi uap. c) Hasil pembakaran berupa abu.b) Dapat dibangun di dekat lokasi industri. baik untuk pembangkit uap. Secara umum proses pembakaran di dalam incinerator adalah: a) Sampah yang dibakar dimasukkan di dalam tempat penyimpanan atau penyuplai. sampah diatur sehingga rata lalu dimasukkan ke dalam tungku pembakaran. Abu ini akan dimanfaatkan untuk menjadi bahan baku batako atau bahan bangunan lainnya setelah diproses dan memiliki kualitas sesuai dengan bahan bangunan. Dari proses diatas dengan jumlah sampah yang berkisar 500-700 ton tiap harinya dapat diolah menjadi sumber energi berupa listrik sebesar 7 Megawatt 4. Uap yang tercipta akan disalurkan ke turbin uap sehingga turbin akan berputar. Karena turbin dihubungkan dengan generator maka ketika turbin berputar generator juga akan berputar. air panas. 3. Pemanfaatan abu sisa pembakaran Sisa dari proses pembakaran sampah adalah abu. Generator yang berputar akan mengahsilkan tenaga listrik yang kan disalurkan ke jaringan listrik milik PLN. Pemanasan boiler Panas yang dipakai dalam memanaskan boiler berasal dari pembakaran sampah. b) Berikutnya. c) Residu hasil pembakaran relatif stabil dan hampir semuanya bersifat anorganik. d) Dapat digunakan sebagai sumber energi. d) Sedangkan hasil berupa gas akan dialirkan melalui cerobong yang dilengkapi dengan scrubber atau ditampung untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit energi. selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai penutup sampah pada landfill. listrik dan pencarian logam.

Abu sisa pembakaran pun bisa dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan batu bata dan batako. Abu yang dihasilkan dari proses pembakaran sampah mengandung senyawa-senyawa berbahaya seperti : . Dampak 1. Dampak negatif yaitu : Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sangat mungkin mengakibatkan pencemaran lingkungan di sekitar area PLTSa oleh abu.700 ton sampah atau 2. asap dan material lain hasil dari proses pembakaran sampah.C. 2. sisa pembakaran akan menjadi abu dan arang dan volumenya 5% dari jumlah sampah sebelumnya. Dari pembakaran itu. juga memperkecil volume sampah kiriman. Dampak positif Diperkirakan dari 500 .000 m3 sampah per hari akan menghasilkan listrik dengan kekuatan 7 Megawatt.000 -3. selain menghasilkan energi listrik. Jika telah dibakar dengan temperatur tinggi . Sampah sebesar itu sama dengan sampah yang dibuang ke TPA.

Ari Darmawan. 2007). misalnya plastik pada sampah. namun hasil-hasil studi dan pengujian untuk pemanfaatan abu PLTSa sudah banyak dilakukan di negaranegara lain. dan tidak mencemari lingkungan. Logam berat Logam berat yang mencemari lingkungan umumnya berukuran kecil namun tetap berbahaya bagi kelangsungan makhluk hidup di wilayah pencemaran. D. Limbah padat .Dioxin Dioxin adalah senyawa organik berbahaya yang merupakan hasil sampingan dari sintesa kimia pada proses pembakaran zat organik yang bercampur dengan bahan yang mengandung unsur halogen pada temperatur tinggi. PLTSa sudah dilengkapi dengan sistem pengolahan emisi dan efluen. Pengolahan Limbah 1. dapat menghasilkan dioksin pada temperatur yang relatif rendah seperti pembakaran di tempat pembuangan akhir sampah (TPA). Residu Hasil dari pembakaran sampah yang lainnya adalah berupa residu atau abu bawah (bottom ash) dan abu terbang (fly ash) yang termasuk limbah B3. dan pada tahun 2029 Singapura akan memiliki sebuah pulau baru seluas 350 Ha (Pasek. Bau Setiap sampah yang belum mengalami proses akan mengeluarkan bau yang tidak sedap baik saat pengangkutan maupun penumpukkan dan akan mengganggu kenyamanan bagi masyarakat umum. sehingga polutan yang dikeluarkan berada di bawah baku mutu yang berlaku di Indonesia. Di Singapura saat ini digunakan untuk membuat pulau.

di lokasi PLTSa akan dibuat penampungan abu dengan kapasitas 1. dapat dijadikan sebagai bahan baku bangunan seperti batako. Untuk menghindari bau yang berasal dari sampah akan dibuat jalan tersendiri ke lokasi PLTSa melalui jalan Tol. pada gas akan disemburkan karbon aktif sebanyak 1 kg/ton sampah. 3. Sox< HCL. . dioksin. Limbah cair Pada kegiatan penirisan sampah akan menghasilkan lindi dan bau. Namun jika mengandung B3. Limbah gas Setiap sampah yang belum mengalami proses akan mengeluarkan bau yang tidak sedap baik saat pengangkutan maupun penumpukkan dan akan mengganggu kenyamanan bagi masyarakat umum.400 M3. bertujuan menyerap uap merkuri. Tujuannya menghilangkan gas-gas asam. akan diproses dengan teknologi tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.Sisa pembakaran abu dan debu terbang sebesar 20% dari berat semula akan diuji kandungannya apakah mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) atau tidak. dan partikulat. HCL. 2. Jika tidak mengandung B3. yang mampu menampung abu selama 14 hari beroperasi. • Pada saat gas keluar dari reaktor. di laboratorium. HAP. • Kemudian gas yang akan dilakukan pada reaktor akan ditambahkan CaO sebanyak 12 kg/ton sampah. VOC. abu. CO. Lindi akan ditampung kemudian diolah sampai pada tingkat tertentu. debu. Sedangkan sisa gas buang akan diproses melalui pengolahan yang terdiri dari : • Gas buang hasil pembakaran akan dilakukan pada squenching chamber. Untuk menampung abu ini. di sekeliling bagunan PLTSa akan ditanami pohon sehingga membentuk greenbelt (sabuk hijau) seluas 7 hektar. Dari sini gas buang disemprot dengan air untuk menurunkan temperatur gas dengan cepat guna mencegah dioxin terbentuk kembali dan menangkap zat pencemar udara yang larut dalam air seperti NOx. Sedangkan bau yang ditimbulkan berada dalam bunker bertekanan negatif sehingga tidak akan keluar tetapi tersedot dalam tungku pembakaran sehingga tidak menimbulkan bau sampah di luar bangunan. H2S. Sox. debu dan partikulat.

.5. gas buang akan dilepaskan ke udara melalui cerobong dengan ketinggian sekitar 70 meter. • Terakhir.• Kemudian gas akan dialirkan ke Bag Filler dengan tujuan menyaring partikel PM10 dan PM 2.

Salah satunya ialah penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) merupakan upaya paling ideal yang dapat dilakukan untuk mengganti bahan bakar. selain itu juga mampu mengurangi volume sampah yang ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah dan mengkonversi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran sampah untuk menggerakan turbin dan kemudian menghasilkan energi berupa listrik. Dalam penerapannya. .BAB III PENUTUP Kesimpulan Ketika bahan bakar yang berupa minyak bumi dan gas alam semakin menipis maka biomasa mulai diperhitungkan menjadi solusi alternatif. Biomasa kemudian menjadi salah satu pilihan karena relatif mudah dikelola dan dapat diperbarui. harus diperhatikan upaya pengolahan limbah yang dihasilkan selama proses pengubahan sampah menjadi energi listrik. Terlebih lagi saat kelompok hijau makin keras menyuarakan penghematan energi. Minyak bumi dan gas alam akan terus menipis persediaannya padahal manusia terus membutuhkan energi untuk kelangsungan hidup. itupun selama perencanaan dan pelaksanaannya berjalan dengan baik.

com/doc/25969880/Pembangkit-Listrik-Tenaga-Sampah-PLTSKontek-Clara .alpensteel.DAFTAR PUSTAKA http://www.com/pembangkit-listrik-bio-massa.html http://www.com/article/56-110-energi-sampah--pltsa/2594--pltsapembangkit-listrik-tenaga-sampah.docs-finder.scribd.com/document_downloads/direct/47531650?extension=doc&ft=130838 http://www.html http://www.scribd.