P. 1
Sejarah Perkembangan Tanaman Kelapa Sawit Di Indonesia

Sejarah Perkembangan Tanaman Kelapa Sawit Di Indonesia

|Views: 322|Likes:
Published by Derry Aulia Barus

More info:

Published by: Derry Aulia Barus on Apr 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2014

pdf

text

original

Sejarah Perkembangan Tanaman Kelapa Sawit di Indonesia

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis) berasal dari Afrika barat, merupakan tanaman penghasil utama minyak nabati yang mempunyai produktivitas lebih tinggi dibandingkan tanaman penghasil minyak nabati lainnya. Kelapa sawit pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh pemerintah Belanda pada tahun 1848. Saat itu ada 4 batang bibit kelapa sawit yang ditanam di Kebun Raya bogor (Botanical Garden) Bogor, dua berasal dari Bourbon (Mauritius) dan dua lainnya dari Hortus Botanicus, Amsterdam (Belanda). Awalnya tanaman kelapa sawit dibudidayakan sebagai tanaman hias, sedangkan pembudidayaan tanaman untuk tujuan komersial baru dimulai pada tahun 1911.

Perintis usaha perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah Adrien Hallet (orang Belgia ), kemudian budidaya yang dilakukannya diikuti oleh K.Schadt yang menandai lahirnya perkebunan kelapa sawit di Indonesia mulai berkembang. Perkebunan kelapa sawit pertama berlokasi di Pantai Timur Sumatera (Deli) dan Aceh. Luas areal perkebunan mencapai 5.123 Ha.

Pada masa pendudukan Belanda, perkebunan kelapa sawit maju pesat sampai bisa menggeser dominasi ekspor Negara Afrika waktu itu. Memasuki masa pendudukan Jepang, perkembangan kelapa sawit mengalami kemunduran. Lahan perkebunan mengalami penyusutan sebesar 16% dari total luas lahan yang ada sehingga produksi minyak sawitpun di Indonesia hanya mencapai 56.000 ton pada tahun 1948 / 1949, pada hal pada tahun 1940 Indonesia mengekspor 250.000 ton minyak sawit.

Pada tahun 1957, setelah Belanda dan Jepang meninggalkan Indonesia, pemerintah mengambil alih perkebunan (dengan alasan politik dan keamanan). Untuk mengamankan jalannya produksi, pemerintah meletakkan perwira militer di setiap jenjang manejemen perkebunan. Pemerintah juga membentuk BUMIL (Buruh Militer) yang merupakan kerja sama antara buruh perkebunan dan militer. Perubahan manejemen dalam perkebunan dan kondisi social politik serta keamanan dalam negeri yang tidak kondusif, menyebabkan produksi kelapa sawit menurun dan posisi Indonesia sebagai pemasok minyak sawit dunia terbesar tergeser oleh Malaysia.

Pada masa pemerintahan Orde Baru, pembangunan perkebunan diarahkan dalam rangka menciptakan kesempatan keja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sektor penghasil devisa Negara. Pemerintah terus mendorong pembukaan lahan baru untuk perkebunan. Sampai pada tahun 1980, luas lahan mencapai 294.560 Ha dengan produksi CPO (Crude Palm Oil) sebesar 721.172 ton. Sejak itu lahan perkebunan kelapa sawit Indonesia berkembang pesat terutama perkebunan rakyat. Hal ini didukung

sebagai bahan baku pembuatan pulp dan pelarut organik. Malaysia dan Jerman.oleh kebijakan Pemerintah yang melaksanakan program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR – BUN). Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng. kebutuhan ini akan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan meningkatnya konsimsi per kapita. Kelapa sawit juga merupakan tanaman yang paling tahan hama dan penyakit dibandingkan tanaman penghasil minyak nabati lainnya. sehingga pasokan yang kontinyu ikut menjaga kestabilan harga dari minyak goreng tersebut. dan tempurung kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan pembuatan arang aktif. Minyak sawit juga dapat diolah menjadi bahan baku minyak alkohol. sehingga harga produksi menjadi lebih ringan. komoditi ini mempunyai prospek yang baik sebagai sumber dalam perolehan devisa maupun . Luas areal tanaman kelapa sawit terus berkembang dengan pesat di Indonesia. lilin. rendah kolesterol. Ini penting sebab minyak goreng merupakan salah satu dari 9 bahan pokok kebutuhan masyarakat sehinga harganya harus terjangkau oleh seluruh lapisan masarakat. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah. Hal ini menunjukkan meningkatnya permintaan akan produk olahannya. dan industri kosmetika. Peranan Kelapa Sawit dalam Perekonomian Indonesia Dalam perekonomian Indonesia. kacang tanah dan lain-lain). sedangkan untuk produk minyak inti sawit (PKO) lebih banyak diekspor ke Belanda. (2) Sebagai salah satu komoditas pertanian andalan ekspor non migas. sabun. dan memiliki kandungan karoten tinggi. Jika dilihat dari konsumsi per kapita minyak nabati dunia mencapai angka rata-rata 25 kg / th setiap orangnya. Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos. Manfaat dan Keunggulan Tanaman Kelapa Sawit Bagian yang paling utama untuk diolah dari kelapa sawit adalah buahnya. Cina. Masa produksi kelapa sawit yang cukup panjang (22 tahun) juga akan turut mempengaruhi ringannya biaya produksi yang dikeluarkan oleh pengusaha kelapa sawit. Kelapa sawit mempunyai produktivitas lebih tinggi dibandingkan tanaman penghasil minyak nabati lainnya (seperti kacang kedele. Ekspor minyak sawit (CPO) Indonesia antara lain ke Belanda. India. karena : (1) Minyak sawit merupakan bahan baku utama minyak goreng. Amerika Serikat dan Brasil. kelapa sawit (dalam hal ini minyaknya) mempunyai peran yang cukup strategis. Tandan kosong dapat dimanfaatkan untuk mulsa tanaman kelapa sawit.

Sampai pertengahan tahun 1970 an minyak kelapa merupakan pemasok utama dalam kebutuhan minyak nabati dalam negeri. terutama dalam industri minyak goreng. sehingga timbul krisis minyak kelapa pada awal tahun 1970. Daun berwarna hijau tua dan pelapah berwarna sedikit lebih muda. Hal ini terjdi karena adanya fluktuasi harga di pasaran Internasional. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga menjadi mirip dengan tanaman kelapa. akan tetapi peningkatannya tidak selalu diikuti oleh peningkatan dalam nilainya. Baik minyak goreng maupun industri pangan lainnya lebih banyak menggunakan minyak kelapa dari pada minyak sawit. Akar Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Volume ekspor selama dekade terakhir ini memang selalu meningkat. Bunga . selama beberapa tahun terkhir ini kondisinya kurang baik. Dari segi perolehan devisa. Di sisi lain. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi. hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. (3) Dalam proses produksi maupun pengolahan juga mampu menciptakan kesempatan kerja dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penampilannya sangat mirip dengan tanaman salak. Ciri-ciri Fisiologi Kelapa Sawit Daun Daun kelapa sawit merupakan daun majemuk. produksi minyak kelapa sawit cenderung meningkat sehingga kedudukan minyak kelapa digantikan oleh kelapa sawit. Batang Batang tanaman kelapa sawit diselimuti bekas pelapah hingga umur 12 tahun.pajak. Produksi kelapa yang cenderung menurun selam 20 tahun terakhir ini menyebabkan pasokannya tidak terjamin.

Buah Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam. Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah.500-4. Buah terdiri dari tiga lapisan: a) Eksoskarp. Kelembaban optimum yang ideal sekitar 80-90 %. Curah hujan tahunan 1. subur.Bunga jantan dan betina terpisah dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. ungu. Kelapa sawit dapat tumbuh pada jenis tanah Podzolik. Hidromorfik Kelabu.000 mm. b) Mesoskarp. cangkang pelindung inti Inti sawit merupakan endosperm dan embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi. BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT Persyaratan tumbuh tanaman kelapa sawit Daerah pengembangan tanaman kelapa sawit yang sesuai berada pada 15 °LU-15 °LS. Nilai pH yang optimum adalah 5. Alluvial atau Regosol. Latosol. serabut buah c) Endoskarp. bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin. Ketinggian pertanaman kelapa sawit yang ideal berkisar antara 1-500 m dpl. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar.0–5. Lama penyinaran matahari rata-rata 57 jam/hari. Kelapa sawit menghendaki tanah yang gembur. berdrainase baik dan memiliki lapisan solum yang dalam tanpa lapisan padas. hingga merah tergantung bibit yang digunakan. datar.5. Kondisi topografi pertanaman kelapa sawit sebaiknya tidak lebih dari 15o. Temperatur optimal 24-280C. .

Amati bunga sampai mencapai tingkat matang reseptif. sedangkan sebagai pohon induk bunga jantan digunakan tipe Pisifera yang juga tersedia di Marihat Research Station. Ciri-ciri bunga betina yang telah matang adalah : warna kepala putik menjadi kemerahmerahan dan telah terbuka dan berlendir. Empat hari kemudian penutup dibuka dan tandan bunga betina dibiarkan untuk pertumbuhannya lebih lanjut. tandan buah umumnya telah masak. Untuk maksud tersebut.Penyediaan benih 1) Diperoleh Sumber Benih Kelapa Sawit Sumber benih yang baik dapat diperoleh dari balai-balai penelitian kelapa sawit. 2) Penyediaan benih sendiri Untuk memperoleh buah / benih yang baik. Serbuk sari ini dimasukkan ke dalam tube dengan mencampurkan 0. Pengecambahan benih kelapa sawit 1) Tangkai tandan buah dilepaskan dari spikeletnya. lalu dipotong dan dibawa ke laboratorium untuk dipisahkan dari tandannya. pohon induk untuk bunga betina yang digunakan adalah tipe Dura atau Delidura terpilih seperti terdapat di Marihat research Station. tandan bunga betina ditutup dengan kantung plastik transparan dan diberi label. penyerbukan harus dilaksanakan secara buatan. Setelah bunga jantan tersebut matang. . Pada pohon induk untuk bunga betina terpilih. Beberapa saat sebelum bunga matang. Bunga betina yang telah diserbuki diberi label dan ditutup dengan plastik transparan. Sambil menunggu saat penggunaannya botol serbuk sari harus disimpan di dalam almari pendingin (freezer). Dalam penyediaan benih kelapa sawit. Setelah bunga betina reseptif. Penyerbukan buatan diawali dengan penyediaan serbuk sari.25 gram serbuk sari + 1 gram talk) cukup untuk menyerbuki satu tandan bunga betina. Satu tube campuran serbuk sari (0. kemudian diangin-anginkan.25 gram serbuk sari dengan 1 gram talk. serbukilah dengan serbuk sari yang telah disiapkan. Setelah 6 bulan. bunga jantan dari pohon induk terpilih dibungkus dengan kantung plastik transparan. Panen buah dan benih dilakukan bila pada satu tandan telah terdapat paling sedikit satu buah telah lepas dari tandannya. Dalam penyerbukan secara buatan. terutama oleh Marihat Research Station dan Balai Penelitian Perkebunan Medan (RISPA). balai-balai penelitian tersebut mempunyai kebun induk yang baik dan terjamin dengan pohon induk tipe Delidura dan pohon bapak tipe Pisifera terpilih. penyerbukan yang terjadi pada bunga betina dari pohon induk harus dilakukan secara terkontrol. Tube yang telah berisi serbuk sari dimasukkan ke dalam sebuah botol kemudian divakumkan.

keluarkan kantong dari peti di ruang pengecambahan dan letakkan di tempat yang dingin. Benih direndam dalam ember berisi air bersih selama 5 hari dan setiap hari air harus diganti dengan air yang baru. 3) Masukkan buah ke mesin pengaduk untuk memisahkan daging buah dari biji. Pisahkan buah dari tandannya dan peram lagi selama 3 hari.2) Tandan buah diperam selama tiga hari dan sekali-kali disiram air. Cuci biji dengan air dan masukkan ke dalam larutan Dithane M-45 0. Semua benih disimpan di dalam ruangan bersuhu 22 derajat C dan kelembaban 60-70% sebelum dikecambahkan. 8) Setelah melewati masa 80 hari. Pembibitan Kelapa Sawit . Simpanlah kantong-kantong plastik tersebut dalam peti berukuran 30 x 20 x 10 cm. dilakukan perendaman terlebih dahulu. kemudian letakkan dalam ruang pengecambahan yang suhunya 39 0C. Selama 15 – 20 hari kemudian sebagian besar benih telah berkecambah dan siap dipindahkan ke pesemaian perkecambahan (prenursery ataupun nursery). 6) Selanjutnya benih disimpan di dalam kantong plastik berukuran panjang 65 cm yang dapat memuat sekitar 500 sampai 700 benih.2% selama 3 menit. Kadar air dalam biji harus diusahakan agar tetap sebesar 17 %. Kantong plastik ditutup rapat-rapat dengan melipat ujungnya dan merekatnya. Dalam beberapa hari benih akan mengeluarkan tunas kecambahnya. 5) Setelah benih direndam. Keringanginkan dan seleksi untuk memberoleh biji yang berukuran seragam. 7) Benih diperiksa setiap 3 hari sekali ( 2 kali per minggu ) dengan membuka kantong plastiknya dan semprotlah dengan air (gunakan hand mist sprayer) agar kelembaban sesuai dengan yang diperlukan yaitu antara 21 – 22 % untuk benih Dura dan 28 – 30 % untuk Tenera. Benih yang tidak berkecambah dalam waktu tersebut di atas sebaiknya tidak digunakan untuk bibit. Kandungan air harus diusahakan tetap seperti semula. benih diangkat dan dikering anginkan di tempat teduh selama 24 jam dengan menghamparkannya setebal satu lapis biji saja. 4) Untuk mengecambahkan benih.

Luas kompleks pembibitan harus sesuai dengan kebutuhan. dekat dengan sumber air. kemudia diletakkan pada bedenganbedengan yang lebarnya 120 cm dan panjang bedengan secukupnya. serta dilengkapi dengan jalan-jalan dan parit-parit drainase. yaitu melalui dederan/pembibitan awal (prenursery) selama 3 bulan dan pembibitan utama(nursery)selama 9 bulan. . Ukuran polybag yng digunakan adalah 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm (lay flat). Lahan pembibitan harus diratakan dan dibersihkan dari segala macam gulma dan dilengkapi dengan instalasi penyiraman (misalnya tersedia springkle irrigation). a) Cara langsung Kecambah langsung ditanam di dalam polibag ukuran besar seperti pada cara pembibitan. dan letaknya sedapat mungkin di tengah-tengah areal yang akan ditanami dan mudah diawasi. Polybag diisi dengan 1. yaitu melalui dederan/pembibitan awal (prenursery) selama 3 bulan dan persemaian bibit(nursery)selama 9 bulan.0 kg tanah atas yang telah diayak. Terdapat dua teknik pembibitan yaitu: (a) cara langsung tanpa dederan dan (b) cara tak langsung dengan 2 tahap (double stages system). Tahap pendederan (prenursery) Benih yang sudah berkecambah di deder dalam polybag kecil. (b) Cara tak langsung Cara tak langsung dilakukan dengan 2 tahap (double stages system).5 – 2.Lokasi/areal untuk pelaksanaan pembibitan dengan pesyaratan : harus datar dan rata. Cara ini menghemat tenaga dan biaya. Tiap polybag diberi lubang untuk drainase.

Bibit dederan ditanam sedemikian rupa sehingga leher akar berada pada permukaan tanah polybag besar dan tanahsekitar bibit dipadatkan agar bibit berdiri tegak. bibit dederan sudah dapat dipindahkan ke pesemaian bibit (nursery).11 mm dan diberi lubang pada bagian bawahnya untuk drainase. . Penyiraman dengan sistem springkel irrigation sangat membantu dalam usaha memperoleh kelembaban yang diinginkan dan dapat melindungi bibit terhadap kerusakan karena siraman. Keadaan tanah di polybag harus selalu dijaga agar tetap lembab tapi tidak becek. Kegiatan pemeliharaan bibit Kelapa Sawit di pembibitan 1) Penyiraman. tebal 0. Setelah bibit dederan yang berada di prenursery telah berumur 3 – 4 bulan dan berdaun 4 – 5 helai. Pesemaian bibit (nursery) Untuk penanaman bibit pindahan dari dederan dibutuhkan polybag yang lebih besar. kegiatan penyiraman di pembibitan utama dilakukan dua kali dalam sehari. disesuaikan dengan lamanya bibit yang akan dipelihara (sebelum dipindahkan) dipesemaian bibit. Jumlah air yang diperlukan sekitar 9–18 liter per minggu untuk setiap bibit. Bibit pada polybag besar kemudian disusun di atas lahan yang telah diratakan. Polybag diisi dengan tanah atas yang telah diayak sebanyak 15 – 30 kg per polybag. dibersihkan dan diatur dengan hubungan sistem segitiga sama sisi dengan jarak misalnya 100 cm x 100 cm x 100 cm. berukuran 40 cm x 50 cm atau 45 cm x 60 cm (lay flat). Pemberian air pada lapisan atas tanah polybag dapt menjaga kelembaban yang dibutuhkan oleh bibit. yaitu pada pagi dan sore hari.Kecambah ditanam sedalam ± 2 cm dari permukaan tanah dan berjarak 2 cm.

untuk pemupukan dapat digunakan berupa pupuk tunggal atau pupuk majemuk (N. setelah kering lalu dibakar. yaitu mengumpulkan dan menumpuk hasil tebangan untuk memudahkan pembakaran. kemudian ditutup dengan bekas potongan lubang. yaitu memotong pohon besar dan kecil dengan mengusahakan agar tanahnya terlepas dari tanah. Seleksi kedua dilakukan setelah bibit berumur empat bulan di pembibitan utama. c) membongkar.P. Pembukaan lahan secara mekanis pada tanah bukaan ulangan terdiri dari pekerjaan. 3) Seleksi bibit. b) meracun batang pokok kelapa sawit dengan cara membuat lubang sedalam 20 cm pada ketinggian 1 meter pada pokok tua. memotong dan membakar. dengan ciri-ciri: a) bibit tumbuh meninggi dan kaku. Pembukaan lahan secara mekanis pada areal bukaan baru dan konversi terdiri dari beberapa pekerjaan. b) bibit terkulai. bekas perkebunan karet atau lainnya ( konversi). bekas tanaman kelapa sawit (bukaan ulangan. yaitu memotong dahan dan ranting kayu yang telah ditumpuk agar dapat disusun sepadat mungkin. new planting). Penanaman Kelapa Sawit 1) Persiapan lahan Tanaman kelapa sawit sering ditanam pada areal / lahan : bekas hutan (bukaan baru. Bibit dapat dipindahkan ke lapangan setelah berumur 12-14 bulan. batang pokok kelapa sawit dibongkar sampai akarnya dan swetelah kering lalu dibakar. seleksi dilakukan sebanyak tiga kali. Lubang diisi dengan Natrium arsenit 20 cc per pokok. Dua minggu setelah peracunan. Seleksi terakhir dilakukan sebelum bibit dipindahkan ke lapangan. yakni: a) pengolahan tanah secara mekanis dengan menggunakan traktor. d) pengolahan tanah secara mekanis. c) anak daun tidak membelah sempurna.K dan Mg) dengan komposisi 15:15:6:4 atau 12:12:7:2. replanting). b) merumpuk. . Tanaman yang bentuknya abnormal dibuang. Seleksi pertama dilakukan pada waktu pemindahan bibit ke pembibitan utama. d) terkena penyakit. yakni: a) menumbang. d) pada bukaan ulangan pembersihan bekas-bekas batang harus diperhatikan dengan serius karena sisa batang.2) Pemupukan. akar dan pelepah daun dapat menjadi tempat berkembangnya hama (misalnya kumbang Oryctes) atau penyakit ( misalnya cendawan Ganoderma). c) merencek dan membakar. e) anak daun tidak sempurna.

2) Pengajiran ( memancang) Maksud pengajiran adalah untuk menentukan tempat yang akan ditanami kelapa sawit sesuai dengann jarak tanam yang dipakai. sehingga lurus bila dilihat dari segala arah. Ukuran lubang.Sebelum penanaman dilakukan pupuklah dasar lubang dengan menaburkan secara merata pupuk fosfat seperti Agrophos dan Rock Phosphate sebanyak 250 gram per lubang. masingmasing di sebelah Utara dan Selatan lubang. Populasi (kerapatan) tanaman per hektar adalah 143 pohon.Sediakan bibit yang berasal dari main nursery pada masing-masing lubang tanam yang sudah dibuat.82 m dan jarak untuk setiap tanaman adalah 9 m. Pada waktu menggali lubang. . dengan jarak 9 m x 9 m x 9 m. Ajir harus tepat letaknya. 4) Menanam Cara menanam bibit yang ada pada polybag. yaitu: . pada arah Utara – Selatan tanaman berjarak 8. Dengan system segi tiga sama sisi ini. System jarak yang digunakan adalah segitiga sama sisi. . panjang x lebar x dalam adalah 50 cm x 40 cm x 40 cm. 3) Pembuatan lubang tanaman Lubang tanaman dibuat beberapa hari sebelum menanam. .Siramlah bibit yang ada pada polybag sehari sebelum ditanam agar kelembaban tanah dan persediaan air cukup untuk bibit. kecuali di daerah teras dan kontur.Buatlah keratin vertical pada sisi polybag dan lepaskan polybag dari bibit dengan hati-hati. tanah atas dan bawah dipisahkan. kemudian masukkan ke dalam lubang. .

lubang tidak akan tergenang air.Pemberian mulsa sekitar tempat tanam bibit sangat dianjurkan.. Penanaman tanaman penutup tanah .Bibit yang digunakan harus seumur dengan tanaman yang disulam yaitu bibit berumur 10 – 14 bulan.Saat menyulam yang baik adalah pada musim hujan. . . .Penanaman bibit harus diatur sedemikian rupa sehingga permukaan tanah polybag sama ratanya dengan permukaan lubang yang selesai ditimbun.Timbunlah bibit dengan tanah galian bagian atas (top soil) dengan memasukkan tanah ke sekeliling bibit secara berangsur-angsur dan padatkan dengan tangan agar bibit dapat berdiri tegak. Penyulaman . .Saat menanam yang tepat adalah pada awal musim hujan.Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman yang mati atau tumbuh kurang baik. b. . Pemeliharaan tanaman kelapa sawit a. . dengan demikian bila hujan.Cara melaksanakan penyulaman sama dengan cara menanam bibit.Banyaknya sulaman biasanya sekitar 3 – 5 % setiap hektarnya. .

Mg dan B (Urea. . karena kekurangan Borax (Boron deficiency) yang berat dapat mematikan tanaman kelapa sawit.Pemupukan ekstra dengan pupuk Borax pada tanaman muda sangat penting. .Piringan di sekitar pokok (pohon kelapa sawit) harus tetap bersih. Kiserit dan Borax). Kcl. c.. Oleh karena itu tanah di sekitar pokok dengan jari-jari 1 – 2 meter dari pokok harus selalu bersih dan gulma yang tumbuh harus dibabat. disemprot dengan herbisida. Legume Cover Crop atau LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika. . Membentuk piringan (bokoran.Jenis-jenis tanaman kacangan yang umum di perkebunan kelapa sawit adalh Centrosema pubescens. . mencegah erosi dan mempertahankan kelembaban tanah. TSP.Penanaman tanaman kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.Tanaman penutup tanah (tanaman kacangan.Biasanya penanaman tanaman kacangan ini dilakukan tercampur (tidak hanya satu jenis).Untuk tanaman menghasilkan dosis yang digunakan berdasarkan analisis daun. Pemupukan . .K.Jenis pupuk yang diberikan adalah pupuk N. Colopogonium mucunoides dan Pueraria javanica. menekan pertumbuhan gulma.Dosis pupuk yang digunakan disesuaikan dengan anjuran Balai Penelitian untuk TBM (Tanaman Belum Menghasilkan). d.P. kimia dan biologi tanah. . . circle weeding) .

40 – 0.05 – 0.10 – 0.5 kg/ph/th → diberikan 2 x aplikasi KCl : 2.5 kg/ph/th → diberikan 2 x aplikasi TSP : 0.25 – 0.0 kg/ph/th → diberikan 1 x aplikasi Borax : 0. dosis pemupukan per pohon per tahunnya adalah sebagai berikut : Urea : 0..75 – 1.30 kg KCl : 0.Contoh dosis pemupukan pada tanaman yang sudah menghasilkan adalah sebagai berikut : Urea : 2.5 – 3.60 kg TSP : 0. yang berumur 0 – 3 tahun.50 kg Kiserit : 0.0 – 1.20 – 0.20 kg .0 – 2. .1 kg/ph/th → diberikan 2 x aplikasi Untuk tanaman yang belum menghasilkan.Dosis pemupukan tergantung pada umur tanaman.0 kg/ph/th → diberikan 2 x aplikasi Kiserit : 1.

.P.Pemangkasan pasir. Alat yang digunakan adalah dodos seperti pada pemangkasan pasir.Pada tanaman yang sudah menghasilkan: pupuk N ditaburkan merata mulai jarak 50 cm dari pokok sampai di pinggir luar piringan. yaitu pemangkasan yang dilakukan pada umur 20 – 28 bulan dengan memotong daun-daun tertentu sebagai persiapan pelaksanaan panen.K.Pada tanaman belum menghasilkan pupuk N.02 – 0. jumlah daun yang optimal dalam satu pohon dan memudahkan panenan. Macam-macam pemangkasan : .Pemangkasan produksi. untuk pemupukan yang pertama dan paada akhir musim hujan (Maret – April) untuk pemupukan yang kedua. .B ditaburkan merata dalam piringan mulai jarak 20 cm dari pokok sampai ujung tajuk daun. Daun yang dipangkas dalah songgo dua (yaitu daun yang tumbuhnya saling menumpuk satu sama lain).Borax : 0. Pupuk P. Pemangkasan daun Maksud pemangkasan daun adalah untuk memperoleh pokok yang bersih.K dan Mg harus ditaburkan merata pada jarak 1 – 3 meter dari pokok. .Mg. juga buah-buah yang busuk. . e. yaitu pemangkasan yang dilakukan terhadap tanaman yang berumur 16 – 20 bulan dengan maksud untuk membuang daun-daun kering dan buah-buah pertama yang busuk. Alat yang digunakan adalah jenis linggis bermata lebar dan tajam yang disebut dodos.05 kg . Memangkas daun dilaksanakan sesuai dengan umur / tingkat pertumbuhan tanaman.Waktu pemberian pupuk sebaiknya dilaksanakan pada awal musim hujan (September – Oktober). Pupuk B ditaburkan merata pada jarak 30 – 50 cm dari pokok.

Sisa daun pada pemangkasan ini harus sependek mungkin (mepet). Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona. Bagian diserang adalah daun. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz.. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO. agar tidak mengganggu dalam pelaksanaan panenan. Garis Kuning . Hama dan Penyakit Kelapa Sawit Hama a. b. penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. pemberian air irigasi di musim kemarau. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja. Hama Tungau Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Ulat Setora Penyebab: Setora nitens. Penyakit a. Bagian diserang akar. Root Blast Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Gejala: bibit di persemaian mati mendadak. Bagian yang diserang adalah daun. adalah pemangkasan yang dilakukan setelah tanaman berproduksi dengan maksud membuang daun-daun songgo dua sehingga setiap saat pada pokok hanya terdapat daun sejumlah 28 – 54 helai. terjadi pembusukan akar.Pemangkasan pemeliharaan. b. tanaman dewasa layu dan mati. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR.

Bagian diserang batang. dari 5 pohon kelapa sawit rata-rata terdapat 1 tandan buah matang panen. Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810. c. Gejala: pelepah mudah patah. daun membusuk dan kering. daun mengering. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810.5 tahun dan proses pemasakan buah berkisar 5 . dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Panen Tanaman kelapa sawit mulai berbuah setelah berumur 2. daun muda mati dan kering. sedikitnya 60% buah telah matang panen.com/budidaya-tanaman/kelapa-sawit" . Benediktus sihotang 2010 http://www. Buah kelapa sawit dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan. Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun. Dry Basal Rot Penyebab: Ceratocyctis paradoxa.ideelok. dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki . Ciri tandan buah matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih. Bagian diserang daun. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal.6 bulan setelah terjadinya penyerbukan.Penyebab: Fusarium oxysporum. Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->