P. 1
Sesuai Tugas Dan Fungsinya

Sesuai Tugas Dan Fungsinya

|Views: 11|Likes:
Published by Ariza Cloudy

More info:

Published by: Ariza Cloudy on Apr 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2014

pdf

text

original

Sesuai tugas dan fungsinya, Badan Anggaran (Banggar) merupakan alat kelengkapan yang cukup vital di parlemen khususnya

DPRD Kabupaten Maros. Tugasnya dalam mengkaji Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pokok maupun Perubahan harus betul-betul berpihak pada masyarakat banyak dan sesuai kebutuhan rakyat. Karena itu, kinerja Banggar tidak boleh asal-asalan dan harus bebas dari kepentingan pribadi dan golongan. Wakil Ketua DPRD Maros yang juga Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Maros, AS Chaidir Syam memaparkan tugas-tugas Banggar adalah memberikan saran dan pendapat berupa pokok-pokok pikiran DPRD kepada Bupati dalam mempersiapkan rancangan APBD-nya. Kemudian juga memberikan saran dalam mempersiapkan penetapan perubahan dan perhitungan sebelum ditetapkan dalam rapat paripurna. “Selain itu juga memberikan saran atau pendapat mengenai pra R-APBD baik pokok maupun perubahan. Semua itu dilakukan oleh Banggar dalam rangka pembahasan R-APBD tersebut. Banggar juga akan meneliti dan memberikan saran terhadap penyusunan anggaran di internal sekretariat DPRD. Itulah tugas-tugas dari Banggar,” papar Chaidir. Chaidir menilai, selama ini Banggar telah maksimal melakukan kegiatannya dalam rangka menjalankan fungsi-fungsinya. Namun diakuinya, memang kadangkala dalam schedule atau jadwal terjadi keterlambatan dalam pembahasan karena pihaknya menunggu rancangan yang dibuat oleh tim eksekutif atau Tim Penyusun Anggaran Daerah (TPAD).Dia melihat dan menilai kinerja Badan Anggaran (Banggar) saat ini cukup bagus. Hal ini dibuktikan karena Banggar melakukan sebuah proses pembahasan APBD terutama terkait persoalan keuangan betul-betul melakukan sesuai dengan prosedur dan perencanaan. Misalnya ketika pemerintah atau eksekutif membawa aspirasi atau memberikan APBD untuk dibahas, maka Banggar melakukan proses asistensi dan proses penyerapan aspirasi yang sesuai dengan perencanaan. Namun pihak DPRD kata Chaidir, tidak dapat memaksakan jika rancangannya belum siap dari eksekutif. Sehingga dapat dipastikan DPRD juga mengalami hambatan dalam rangka mempercepat pembahasan APBD baik pokok maupun perubahan tersebut. Meski begitu, pihaknya dapat memaklumi eksekutif dalam menetapkan dan membuat rancangan ABPD itu terlambat karena harus memperhitungkan dengan matang nilai-nilai yang akan dituangkan dalam APBD tersebut. “Atau keterlambatan itu bisa juga disebabkan karena TPAD menunggu keputusan dari pusat mengenai nilai-nilai pendapatan yang kira-kira bisa didapatkan oleh kabupaten Maros. Baik itu nilai Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) ataupun anggaran pembantuan dan lain-lainnya. Sehingga kami di Banggar sangat memaklumi jika ada keterlambatan pembahasan anggaran daerah,” jelas Chaidir. Dia menambahkan DPRD Maros sangat berharap, sinergi Banggar dan Tim Penyusun Anggaran Daerah (TPAD) di bawah koordinator Sekretaris Daerah (Sekda) betul-betul dimaksimalkan. Harapannya, APBD ini dapat dibuat dan disusun yang pro poor atau berpihak pada kemiskinan dan responsif gender. Sehingga hasil dari APBD ini ujung-ujungnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Meskipun Banggar maupun TPAD menyadari tidak semua kebutuhan dan masalah dimasyarakat bisa diselesaikan melalui APBD ini. Selain itu tugas Banggar juga memilah-milah apakah ada program atau kegiatan yang bisa dibiayai oleh APBD saja, program yang bisa diajukan ke pusat untuk mendapatkan dana tugas pembantuan atau program yang dapat diajukan ke propinsi untuk mendapatkan bantuan dari propinsi serta program atau kegiatan yang dapat dipihak ketigakan atau bersifat investasi. “Itu semua adalah kewenangan Banggar untuk memilah. Sehingga proses pembangunan di kabupaten Maros bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.Namun tak dapat dipungkiri, kadang kala dalam proses pembahasan itu biasa terjadi tarik ulur atau pembahasan secara mendetail pihak legislatif dan eksekutif. Pasalnya, Banggar

tidak bersifat sepihak.” ucapnya. ” ungkapnya.Banggar juga menilai realistis tidaknya anggaran yang disusun TPAD tersebut. “Jangan sampai belanja sangat banyak.“ Kita juga di Banggar memberi masukan pada eksekutif mengenai program yang dibuat. Banggar ingin memastikan bahwa pendapatan atau anggaran yang disusun itu betul-betul realistis. Hal-hal seperti itulah yang membuat sebuah pembahasan anggaran menjadi alot dan panjang karena Banggar tidak menginginkan APBD disusun secara amburadul yang mengakibatkan kerugian pada daerah dan akhirnya masyarakat Maros. Diharapkan program yang dibuat tidak bersifat instan. sedangkan pendapatan kurang. tidak berlebihan dalam menggunakan anggaran sehingga terjadi sifat efisien dan efektif terhadap anggaran tersebut. Harapannya pemerintah selalu menyusun anggaran dengan sangat realistis. (*) . Kemudian program tersebut bisa dinikmati banyak orang. jangan sampai hanya berupa perkiraan sehingga nanti tidak tercapai secara maksimal yang bisa membebani belanja daerah yang pada akhirnya malah merugikan. Akibatnya bisa membuat defisit terhadap APBD.meminta kejelasan kepada eksekutif mengenai peenggunaan anggaran maupun pendapatan tersebut. melainkan untuk kesejahteraan masyarakat meningkat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->