BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Komunikasi menyampaikan informasi, dan merupakan suatu aksi saling berbagi. Komunikasi adalah sebuah faktor yang paling penting, yang digunakan untuk menetapkan hubungan terapeutik antara perawat dan klien. Dalam komunikasi lisan, informasi disampaikan secara lisan atau verbal melalui kata-kata. Penyampaikan informasi seperti ini dinamakan berbicara. Komunikasi lisan akan menjadi lebih efektif apabila diikuti dengan tinggi rendah, lemah lembut, dan perubahan nada suara yang disesuaikan. Retardasi mental adalah gangguan yang telah tampak sejak masa anak -anak dalam bentuk fungsi intelektual dan adaptif yang secara signifikan berada dibawah rata-rata. Komunikasi yang dilakukan sangatlah mudah namun sukar dilakukan karena faktor klien atau pasien yang iq dibawah rata-rata.

B.

Tujuan 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui cara Penerapan Prinsip dan Teknik Komunikasi dalam Pengkajian Komunikasi Keperawatan Khusus: Retardasi Mental 2. Tujuan Khusus Agar mahasiswa mengetahui dan memahami: a. Konsep Komunikasi Keperawatan b. Konsep Retardasi Mental c. Teknik Komunikasi

1

Konsep Komunikasi Keperawatan B. Saran DAFTAR PUSTAKA 2 .C. Latar Belakang B. Sitematika Penulisan BAB II PEMBAHASAN A. Konsep Retardasi Mental C. Kesimpulan B. Sitematika Penulisan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan Penulisan C. Teknik Komunikasi BAB III PENUTUP A.

301) Seringkali komunikasi antara dua orang atau lebih tidak berjalan dengan baik karena mereka dapat saja menggunakan satu istilah atau kata yang sama. akan tetapi mempunyai arti yang berbeda atau menggunakan kata yang berbeda dengan arti yang sama.BAB II PEMBAHASAN A. fax. Konsep Komunikasi Keperawatan 1. Definisi Komunikasi Komunikasi menyampaikan informasi. Pengirim pesan atau sering juga disebut sebagai komunikator (sender) Pengirim pesan harus dapat menuliskan atau menyandikan pesan dengan baik dan jelas. E-mail . Media atau saluran yang digunakan sebagai alat untuk mengirimkan pesan Media ini dapat berupa telepon. Ketahui mitra bicara (audience) b. telecopier. (Fundamental Keperawatan Jilid 1. Unsur Komunikasi Tiga unsur komunikasi yaitu: a. dan merupakan suatu aksi saling berbagi. Komunikasi adalah sebuah faktor yang paling penting. SMS. yang digunakan untuk menetapkan hubungan terapeutik antara perawat dan klien. dan lain lain 3. Penerima pesan atau sering disebut sebagai reciever atau komunikan Penerima pesan harus mendengarkan atau berkonsentrasi agar pesan dapat diterima dengan benar. b. televisi. c. dan memberikan umpan balik. Strategi Komunikasi Efektif Strategi dalam membangun komunikasi efektif: a. sandi morse. semapore. 2. Ketahui tujuan 3 .

sarana yang digunakan. 4. Komunikasi lisan akan menjadi lebih efektif apabila diikuti dengan tinggi rendah.c. Konsep Retardasi Mental 1. pengetahuan membuat sesuatu berkenaan dengan seni. Pelajari kultur. serta isi pembicaraan. pengambilan keputusan. lemah lembut. Berbicara dapat digolongkan dalam berbagai segi yaitu segi jarak. dan faktor biologis. dan pertumbuhan bicara.1992. Perhatikan konteks d. isi. dan perasaan yang lebih tajam. informasi disampaikan secara lisan atau verbal melalui kata-kata. Mendengarkan dengan aktif berarti mengerti apa yang dikatakan di balik pesan yang diterima. Pahami bahasa Dalam komunikasi lisan. Sedangkan teknik adalah kepandaian. pengetahuan. Dalam berbicara yang baik harus memperhatikan prinsip dan teknik komunikasi. dalam Durand 2007) 4 . Keterampilan dalam berbicara merupakan kemampuan mengekspresikan pembicaraan dalam bahasa kata-kata. daya upaya dan kemahiran yang terjadi karena pikiran yang lebih luas. faktor intelegensia. panjang dan pendeknya pembicaraan. faktor kepribadian. B. Teknik disebut juga metode. kedinasan. mengumpulkan informasi. Penyampaikan informasi seperti ini dinamakan berbicara. Semuanya tergantung pada pengalaman. pemecahan masalah dan penjualan informasi). faktor pengalaman. Faktor dalam Komunikasi Faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran dan kelainan dalam komunikasi yaitu faktor pengetahuan. dan perubahan nada suara yang disesuaikan. Definisi Retardasi Mental Retardasi mental adalah gangguan yang telah tampak sejak masa anak anak dalam bentuk fungsi intelektual dan adaptif yang secara signifikan berada dibawah rata-rata (Luckasson. dan e. Mendengarkan merupakan hal yang penting dalam komunikasi. lawan bicara. tujuan (menyampaikan informasi.

misalnya sering tidak naik kelas. ADL. angka kejadian sekitar 12% dari seluruh kasus RM. Berikut ini adalah klasifikasi retardasi mental yang ditunjukkan dengan bagan (Dr. pada umumnya tidak mampu menyelesaikan pendidikan dasarnya. penggunaan sarana masyarakat. RM ringan (IQ 55-70) : mulai tampak gejalanya pada usia sekolah dasar. akademik fungsional. selalu memerlukan bantuan untuk mengerjakan pekerjaan rumah atau mengerjakan hal-hal yang berkaitan pekerjaan rumah atau mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan pribadi. RM Sedang (IQ 40-55) : sudah tampak sejak anak masih kecil dengan adanya keterlambatan dalam perkembangan. keterampilan sosial.Menurut American Association on Mental Retardation (AAMR) 1992 Retardasi mental yaitu : Kelemahan atau ketidakmampuan kognitif muncul pada masa kanak-kanak (sebelum 18 tahun) ditandai dengan fase kecerdasan dibawah normal ( IQ 70-75 atau kurang). keterampilan merawat diri. bekerja dan rileks. Ciri-cirinya tampak lamban dan membutuhkan bantuan tentang masalah kehidupannya. 2005) : RM Ringan RM Sedang RM Berat RM Sangat Berat a. Anak pada golongan ini membutuhkan pelayanan pendidikan yang khusus dan dukungan pelayanan.wiguna & ika. b. 5 . dan lain-lain. misalnya perkembangan wicara atau perkembangan fisik lainnya. 80 % dari anak RM termasuk pada golongan ini. Anak ini hanya mampu dilatih untuk merawat dirinya sendiri. kesehatan dan keamanan. dan disertai keterbatasan lain pada sedikitnya dua area berikut : berbicara dan berbahasa. Dapat menempuh pendidikan Sekolah Dasar kelas VI hingga tamat SMA.

RM Berat (IQ 25-40) : sudah tampak sejak lahir. dan herpes genital. BAK. angka kejadian 8% dari seluruh RM. d. Infeksi otak. Anak-anak yang terkena racun. 2003) 6 . karena pada tahap ini pasien benar-benar tidak mampu mengurus dirinya sendiri. dan nutrisi yang buruk. 2007). 2. BAB. Penyebab Retardasi Mental a. Mengalami gangguan fungsi motorik dan sensorik sejak awal masa kanak-kanak. individu pada tahap ini memerlukan latihan yang ekstensif untuk melakukan ³self care´ yang sangat mendasar seperti makan. Komplikasi kelahiran. Faktor Prenatal Penggunaan berat alkohol pada perempuan hamil dapat menimbulkan gangguan pada anak yang mereka lahirkan yang disebut dengan fetal alcohol syndrome. Penyakit ibu yang juga menyebabkan retardasi mental adalah sifilis. juga dapat terkena retardasi mental. seperti encephalitis dan meningitis juga dapat menyebabkan retardasi mental. seperti cat yang mengandung timah. Faktor-faktor prenatal lain yang memproduksi retardasi mental adalah ibu hamil yang menggunakan bahan-bahan kimia. seperti kekurangan oksigen dan cidera kepala. dan komunikasi yang pervasif. anak ini hanya mampu untuk dilatih belajar bicara dan keterampilan untuk pemeliharaan tubuh dasar. (Nevid. menempatkan anak pada resiko lebih besar terhadap gangguan retardasi mental.c. Memiliki lebih dari 1 gangguan organik yang menyebabkan keterlambatannya. RM Sangat Berat (IQ < 25) : sudah tampak sejak lahir yaitu gangguan kognitif. Kelahiran premature juga menimbulkan resiko retardasi mental dan gangguan perkembangan lainnya. motorik. memerlukan supervisi yang ketat dan pelayanan khusus. yaitu perkembangan motorik yang buruk dan kemampuan bicara yang sangat minim. cytomegalovirus. Selain itu memerlukan supervisi total dan perawatan sepanjang hidupnya. (Durand.

atau kesempatan untuk berinteraksi dengan orang dewasa melalui cara-cara yang menstimulasi secara intelektual akibatnya mereka gagal mengembangkan keterampilan bahasa yang tepat atau menjadi tidak termotivasi untuk belajar keterampilan-keterampilan yang penting dalam masyarakat kontemporer. (Nevid. yang relatif jarang. Beban-beban ekonomi seperti keharusan memiliki lebih dari satu pekerjaan dapat menghambat orang tua untuk meluangkan waktu membacakan buku anak-anak. 2007) c. 7 . 2002). dan deprivasi sosial. Sekitar 60% penderita gangguan ini memiliki retardasi mental (Vinken dan Bruyn. 1972. penelantaran. penderita retardasi mental mungkin dipengaruhi oleh gangguan gen majemuk (lebih dari satu gen) (Abuelo. 2007) Salah satu gangguan gen dominan yang disebut tuberous sclerosis. muncul pada 1 diantara 30. Kasus yang berhubungan dengan aspek psikososial disebut sebagai retardasi budaya-keluarga (cultural-familial retardation). dalam Durand 2007). Faktor Biologis 1) Pengaruh genetik Kebanyakan peneliti percaya bahwa di samping pengaruh-pengaruh lingkungan. Lingkaran kemiskinan dan buruknya perkembangan intelektual dapat berulang dari generasi ke generasi (Nevid.b. dalam Durand.000 kelahiran. 2002) Anak-anak dalam keluarga yang miskin mungkin kekurangan mainan. Faktor Psikososial Seperti lingkungan rumah atau sosial yang miskin. (Durand. atau kekerasan dari orang tua dapat menjadi penyebab atau memberi kontribusi dalam perkembangan retardasi mental. penelantaran. 1991. Pengaruh cultural yang mungkin memberikan kontribusi terhadap gangguan ini termasuk penganiayaan. yaitu yang tidak memberikan stimulasi intelektual. dan memperkenalkan mereka pada permainan kreatif. mengobrol panjang lebar. buku.

Perspektif Aliran-Aliran a. Hal ini dikarenakan karena ibu yang mementingkan id dengan cara menerapkan lifestyle yaitu mengkonsumsi alkohol dan tidak mengkonsumsi nutrisi (malnutrisi). b. dalam Durand. dalam Nevid. para peneliti menemukan bahwa penderita Sindroma Down memiliki sebuah kromosom kecil tambahan. Asam Phenylpyruvic. dkk.000 kelahiran (Plomin.Phenyltokeltonuria (PKU) merupakan gangguan genetis yang terjadi pada 1 diantara 10. Orang tua 8 . 2007). Gangguan ini disebabkan metabolisme asam amino Phenylalanine yang terdapat pada banyak makanan. Orang tua yang memiliki anak retaradasi mental terkadang tidak mengakui bahwa anaknya termasuk ke dalam anak yang mengalami keterbelakangan mental. hal ini disebabkan karena ibu terlalu mementingkan id nya dan tidak dapat menyeimbangan superegonya sehingga janin yang ada di dalam dinding rahim tumbuh dan berkembang secara tidak sehat. Aliran Psikoanalis : sebab retardasi mental adalah salah satunya dikarenakan oleh prenatal yaitu ibu yang mengkonsumsi akohol. Tiga tahun berikutnya. 1956. 2002). 1994. 2) Pengaruh kromosomal Jumlah kromosom dalam sel-sel manusia yang berjumlah 46 baru diketahui 50 tahun yang lalu (Tjio dan Levan. Semenjak itu sejumlah penyimpangan kromosom lain menimbulkan retardasi mental telah teridentifikasi yaitu Down syndrome dan Fragile X syndrome. sehingga tindakan orang tua yang pertama kali dalam menanggapi keadaan ini adalah denial (penolakan akan realitas) yang terjadi pada anak mereka. Aliran Behavorisme : karena pola asuh yang salah yaitu memodeling dengan cara yang keliru. 3. menumpuk dalam tubuh menyebabkan kerusakan pada sistem saraf pusat yang mengakibatkan retardasi mental dan gangguan emosional.

contoh : konsep atau cara pandang orang tua yang salah akan kehadiran anak retardasi mental yang terkadang tidak diakui atau tidak adanya rasa penerimaan diri sehingga dari sini timbul proses belajar dan kerangka berpikir yang salah. e. Bentuk tubuh inilah yang mencerminkan keunikan tersendiri pada anak retardasi mental.tidak menyekolahkan anak tersebut ke dalam sekolah berkebutuhan khusus tetapi tetap memasukkan anaknya ke sekolah formal. Sebagian orang tua meniru perilaku orang tua lain bahwa setiap anak dapat dimasukkan dan di didik ke dalam sekolah formal. yaitu dari bentuk wajah (muka oval. 9 . Rotter) : berfokus pada peran dari proses kognitif atau kognisi dan dari belajar melalui pengamatan (modeling) dalam perilaku manusia. mata berbentuk kacang almond. Bentuk tubuh mereka juga unik yaitu jari-jari tangan dan kaki cenderung memadat dan tubuh memendek. d. Aliran Psikologi Transpersonal : menekankan pada konsep transendental yaitu hubungan antara seorang individu dengan TuhanNYA. Karena proses memodeling yang salah ini lah dapat merugikan masa depan anak retardasi mental. sedangkan di sekolah formal sangat minim sekali dalam pemenuhan kebutuhan untuk anak retardasi mental. Mereka memiliki tubuh yang unik. harga diri rendah di dalam lingkungan keluarganya. Aliran Kognitif (Bandura. disini ditekankan bahwa anak-anak retardasi mental memiliki keunikan tersendiri. Hal ini yang menyebabkan anak retardasi menjadi semakin terpuruk dalam mengembangkan proses intelektualnya. disini di jelaskan bahwa seseorang individu harus menghargai setiap ciptaan Allah SWT. kesehatan mental dan proses kognitif. c. Aliran Humanistik (Maslow) : menekankan bahwa seseorang itu memiliki keunikan. sesama manusia harus saling menjaga. muka mirip antara satu anak dengan anak lain). tentang keberadaan anak retardasi mental yang berdampak pada sisi psikologis sehingga si anak akan merasa tertekan. memanusiakan manusia pada umumnya walaupun terdapat perbedaan baik dari segi fisik.

dkk 1991 dalam Sekar. interpersonal. merawat diri sendiri. Mereka lambat dalam mengerjakan tugas-tugas yang sangat sederhana. makan. e. Kemampuan bicaranya sangat kurang bagi anak retardasi mental berat. Kriteria Ketiga. Kebanyakan anak dengan retardasi mental berat mempunyai ketebatasan dalam gerak fisik. Tingkah laku dan interaksi yang tidak lazim. Dengan cutoff score yang oleh DSM-IV-TR ditetapkan sebesar 70 atau kurang. tetapi anak yang 10 . adanya defisit atau hendaya dalam fungsi adaptif yang muncul beragam setidaknya dua bidang yakni. kesehatan. pekerjaan. Mereka selalu memerlukan latihan khusus untuk mempelajari kemampuan dasar. 2007) menyatakan: a. ada yang tidak dapat berjalan. dan selalu cepat lupa apa yang dia pelajari tanpa latihan yang terus menerus. seseorang harus memiliki intelektual yang secara signifikan berada di tingkatan sub average (dibawah rata-rata). keterampilan social. sulit menjangkau sesuatu. Sebagian dari anak retardasi mental berat sangat sulit untuk mengurus diri sendiri. dan keselamatan. komunikasi. Kriteria Kedua.4. c. dan mendongakkan kepala. mengurus rumah. Kurang dalam kemampuan menolong diri sendiri. d. Cacat fisik dan perkembangan gerak. f. pemanfaatan sumber daya di masyarakat. mempunyai kesulitan dalam mempelajari pengetahuan abstrak atau yang berkaitan. anak dengan retardasi mental ciri intelektual dan kemampuan adaptif itu harus muncul sebelum mencapai 18 tahun. keterampilan akademis. Gejala anak retardasi mental menurut (Brown. dan mengurus kebersihan diri. b. Gejala Retardasi Mental Menurut kriteria DSM-IV-TR untuk gejala anak retardasi mental terbagi dalam tiga kelompok yaitu : Kriteria pertama. seperti : berpakaian. Anak tunagrah ringan ita dapat bermain bersama dengan anak reguler. yang ditetapkan berdasarkan satu tes IQ atau lebih. Kesulitan dalam menggeneralisasi dan mempelajari hal-hal yang baru. Lamban dalam mempelajari hal-hal yang baru. tidak dapat berdiri atau bangun tanpa bantuan.

g. misalnya: menggigit diri sendiri. Terapi bicara Konselor memberikan contoh perilaku bicara yang baik. Terapi baca (dengan pendekatan montesoori) Guru atau orang tua tidak secara langsung mengubah anak tetapi sebaliknya guru mencoba memberi peluang pada anak menyelesaikan tugas dengan usaha sendiri. 11 . Terapi perilaku Konselor memberikan pengetahuan tentang cara pandang si anak tersebut. tanpa bantuan orang dewasa. misalnya tidak mau bermain games. Banyak anak retardasi mental berat bertingkah laku tanpa tujuan yang jelas.mempunyai retardasi mental berat tidak melakukan hal tersebut. Pilihan bebas (anak diberi kebebasan untu memilih kebutuhan yang sesuai dengan minatnya) Dengan cara ini. dan lain-lain. Tingkah laku kurang wajar yang terus menerus. Terapi Pengobatan Terapi yang digunakan adalah mengunakan beberapa cara. yaitu diantaranya sebagai berikut : a. anak retardasi mental akan terlihat dalam mengucapkan sebuah kata-kata. Kegiatan mereka seperti ritual. membentur-beturkan kepala. Tujuan ini bertujuan untuk memberikan edukasi secara dini kepada pasien. 5. Hal itu mungkin disebabkan kesulitan bagi anak retardasi mental dalam memberikan perhatian terhadap lawan main. c. aktivitas kehidupan sehari-hari pasien menjadi bagian dari kurikulum yang diberikan. Terapi ini bertujuan untuk mengubah perilaku yang cenderung agresif dan menciptakan self injury. b. misalnya : memutar-mutar jari di depan wajahnya dan melakukan hal-hal yang membahayakan diri sendiri. cara pandang terhadap sesuatu dan lain-lain. karena pada dasarnya. d.

bentuk yang berbeda-beda sehingga pasien mempunyai pengetahuan. h. pola. Terapi sosialisasi Pasien diajak untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain. yaitu tetap menjalin komunikasi dengan orang lain atau individu di sekitarnya dengan cara bersosialisasi. melakukan interaksi secara verbal sehingga disini akan menumbuhkan rasa percaya diri.e. f. g. karena pada masa muda sendi-sendi dalam tubuh pasien masih bersifat 12 . Terapi bermain Pasien dibimbing untuk dapat mengerjakan sesutu hal berupa hasil karya. Terapi okupasi Terapi ini dilakukan dengan cara memijat-mijat bagian syaraf anak tersebut seperti pada bagian pergelangan tangan. perasaan diterima oleh lingkungan. Terapi ini bertujuan untuk dapat mengasah kemampuan pasien di bidang kognitif yaitu dengan cara merangsang proses berpikir pasien tentang pola sebuah bentuk sehingga disini pasien diajak untuk dapat merangkai sebuah konstruksi bangunan. dan motivasi pada diri pasien agar tetap survive dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. yaitu dengan cara meningkatkan dan mengolah kreatifitas pasien dengan paduan warna. Terapi ini dilakukan pada saat pasien berusia muda. kemudian dapat meningkatkan imanjinasi dengan cara merangsang kemampuan imajinasi tentang sesuatu hal yang berada di pikirannya. atau sebuah permainan. pemahaman dan keanekaragaman tentang macam-macam jenis permainan atau hasil karya yang dia temui. selain itu dalam segi kreatifitas. kaki dan daerah tubuh lainnya. Tujuan daripada terapi ini adalah untuk melemaskan otot atau syarat tangan dalam beraktivitas sehingga tubuh pasien tidak kaku dan lebih fleksibel dalam menanggapi respon atau stimulus yang berada di sampingnya. Terapi menulis Cara ini digunakan untuk dapat mempermudah proses berjalannya terapi yaitu dengan cara pasien diajak untuk menulis di selembar kertas berupa serangkaian kata-kata.

Pelayanan yang dibutuhkan oleh anak-anak dengan retardasi mental untuk memenuhi tuntunan perkembangan sebagian tergantung pada derajat keparahan dengan tipe retardasi (Dykens dkk.elastis dan dapat menyesuaikan dengan bentuk perlakuan yang diberikan. Banyak anakanak seperti ini dapat bersekolah di sekolah regular. Terapi ini bertujuan untuk dapat mengasah fungsi auditory pasien akan stimulus suara yang di dengarkannya. Program ini mengkombinasikan dukungan pendidikan. Saat ini sudah banyak beberapa pendekatan yang digunakan untuk mendeteksi gangguan perkembangan ini sejak awal. 13 . Program head start nasional adalah salah satu bentuk upaya intervensi dini. dan sosial untuk anak-anak dan keluarganya. Mereka dapat menguasai keterampilan-keterampilan vokasional yang memungkinkan mereka untuk membiayai dirinya sendiri melalui pekerjaan yang bermakna. 6. bukan karena parahnya gangguan intelektual. sejak dalam kandungan. Terapi music Terapi ini dilakukan dengan cara pasien diarahkan untuk dapat mendengarkan dan memaknai sebuah alunan musik. Salah satu proyeknya mengidentifikasi sekelompok anak tidak lama setelah mereka lahir dan memberikan program pra sekolah intensive serta dukungan nutrisi mereka. anak-anak dengan retardasi mental dapat mencapai kemampuan setara dengan anak kelas 6 SD. dalam Gunarsa 2002). Dengan pelatihan yang tepat. medis. Intervensi ini berlanjut sampai mereka mulai memasuki pendidikan formal di taman kanak-kanak. Sebaliknya anak-anak dengan retardasi mental berat atau parah membutuhkan penanganan institusi atau ditempatkan pada pusat pelayanan residensial. 1997 dalam Gunarsa 2002 ). beresiko mengembangkan retardasi cultural familial (Fewell dkk. Penempatan di institusi sering kali didasarkan pada kebutuhan untuk mengontrol perilaku destruktif atau agresif. i. Prevensi Salah satu usaha intervensi dini dapat membidik dan membantu anak anak yang karena lingkunganya yang tidak dapat adekuat.

Prevensi ini meliputi: a. yang dapat menyebabkan kondisi yang menghambat perkembangan bayi. membuat urutan. Amniocentesis yaitu mengambil sampel cairan amnion melalui dinding perut ibu yang sedang hamil. Scanning dengan menggunakan ultrasound. sebagian bergantung pada derajat keparahan dan tipe retardasi (Dykens dkk. Mendorong anak agar bereksplorasi. Mengajarkan kemampuan dasar. Merayakan setiap kemajuan perkembangan yang sudah dicapai misalnya dengan memberikan reinforcement yang berupa reward yang disenangi anak. Chorionic Villus Sampling yaitu mengambil sampel jaringan chorion melalui vagina ibu yang sedang hamil. melibatkan juga pribadi-pribadi lain dalam keluarga. b. Ini tidak hanya melibatkan orang tua. c. Kemampuan dasar dalam bidang kognitif pada umumnya diberikan. Pelayanan yang dibutuhkan oleh anak-anak dengan retardasi mental untuk memenuhi tuntutan perkembangan. 1997 dalam Gunarsa 2002). 2002). Biasanya dilakukan pada usia kandungan 16 hingga 18 minggu. dan perbandingan. Genetic Screening merupakan pendekatan yang paling mutakhir saat ini dikarenakan memiliki tingkat ketepatan yang tinggi (Gunarsa. anak-anak dengan retardasi mental ringan dapat mencapai kemampuan setara dengan anak-anak kelas 6 SD. d. Prevensi yang diberikan kepada anak dengan retardasi mental akan lebih efekif apabila dilakukan sejak awal bahkan pada usia pra sekolah. c. antara lain: bagaimana memberi nama pada suatu hal. 14 . Adapun pendekatan yang sering dilakukan adalah : a. b. Hal ini dapat mendeteksi kemungkinan adanya abnormalitas kromosom dan penyakit-penyakit genetik. Anak memperoleh banyak hal melalui eksplorasi terhadap lingkungannya.Tujuannya agar dapat diketahui apakah si calon bayi memiliki abnormalitas genetik seperti retardasi mental. Biasanya cara ini dapat mendeteksi kondisi-kondisi yang berhubungan dengan cacat fisik melalui gelombang suara. Dengan pelatihan yang tepat.

Jangan menyinggung kata-kata yang klien ucapkan 6. Lindungi anak dari kondisi-kondisi yang membahayakan. Perjelas kata-kata yang diucapkan klien dengan mengulang kembali.2006). mereka sama seperti kita. 2002 ) 7. biasanya orang yang terkena retardasi mental berbicara kurang jelas 2. Melakukan interaksi secara verbal sehingga disini akan menumbuhkan rasa percaya diri 3. namun mereka memiliki kekurangan yang tidak dapat berkomunikasi layaknya orang normal. Berikan klien kesempatan jika ingin berbicara sesuatu 15 . 2006). teknik komunikasi yang dilakukan sangat sederhana namun sukar untuk dilakukan. namun secara umum mereka berkembang seperti anak normal (Gunarsa. Bimbing anak dalam mengulang kembali apa yang sudah dipelajari dan kemudian arahkan anak untuk mempelajari ketrampilan baru. Kualitas Hidup Anak yang mengalami keterbelakangan mental ringan biasanya terlihat tidak berbeda dalam perkembangannya dibandingkan dengan anak normal. Berikut beberapa teknik yang dapat diterapkan. Ciptakan lingkungan yang respondif dan kaya akan bahasa sehingga memungkinkan anak untuk berkomunikasi 5. Jangan menganggap pasien sebagai orang yang rendah. Batasi topik dan buat topik tentang hal yang disukainya 4. C.d. Meskipun anak dengan keterbelakangan mental mengalami hambatan dalam segala macam bentuk perkembangan yang berhubungan dengan kemampuan kognitifnya. atau punishment (hukuman) (Gunarsa. tidak menyenangkan. Biasanya hal ini baru disadari ketika anak mulai masuk sekolah dasar dan menemui kesulitan dalam belajar dibandingkan dengan teman-temannya. Anakanak yang mengalami down syndrome biasanya diketahui sejak lahir karena memiliki ciri fisik tertentu yang khas (Gunarsa. e. 1. Teknik Komunikasi Dapat disimpulkan dari konsep di atas.

Saran Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan para pembaca. Seringkali komunikasi antara dua orang atau lebih tidak berjalan dengan baik karena mereka dapat saja menggunakan satu istilah atau kata yang sama. jika ada kekurangan hendaknya ditambahkan dipenelitian selanjutnya 16 . akan tetapi mempunyai arti yang berbeda atau menggunakan kata yang berbeda dengan arti yang sama. Retardasi mental disebabkan oleh karena beberapa faktor sehingga tidak semua orang dapat memenuhi atau memiliki faktor tersebut. yang digunakan untuk menetapkan hubungan terapeutik antara perawat dan klien. Kesimpulan Komunikasi adalah sebuah faktor yang paling penting. Retardasi mental adalah gangguan yang telah tampak sejak masa anak -anak dalam bentuk fungsi intelektual dan adaptif yang secara signifikan berada dibawah rata-rata. B.BAB III PENUTUP A.