NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif) I.

PENDAHULUAN : Narkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang ( pikiran, perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA adalah : Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. NARKOTIKA :

Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Narkotika terdiri dari 3 golongan : 1. Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Heroin, Kokain, Ganja. 2. Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin. 3. Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Codein. PSIKOTROPIKA :

Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Psikotropika terdiri dari 4 golongan : 1. Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Ekstasi. 2. Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Amphetamine.

3. Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Phenobarbital. 4. Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Diazepam, Nitrazepam ( BK, DUM ). ZAT ADIKTIF LAINNYA : Yang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah : bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika, meliputi : 1. Minuman Alkohol : mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari – hari dalam kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Ada 3 golongan minuman beralkohol : a. Golongan A : kadar etanol 1 – 5 % ( Bir ). b. Golongan B : kadar etanol 5 – 20 % ( Berbagai minuman anggur ) c. Golongan C : kadar etanol 20 – 45 % ( Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker ). 2. Inhalasi ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah menguap berupa senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin. Yang sering disalahgunakan adalah : Lem, Tiner, Penghapus Cat Kuku, Bensin. 3. Tembakau : pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat. Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya. Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan : 1. Golongan Depresan ( Downer ). Adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakainya menjadi tenang dan bahkan membuat tertidur bahkan tak sadarkan diri. Contohnya: Opioda ( Morfin, Heroin, Codein ), sedative ( penenang ), Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti cemas ). 2. Golongan Stimulan ( Upper ). Adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini menbuat pemakainnya menjadi aktif, segar dan bersemangat. Contoh: Amphetamine (Shabu, Ekstasi), Kokain.

3. Golongan Halusinogen. Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Contoh: Kanabis ( ganja ). II. PENYALAHGUNAAN NAPZA : Di dalam masyarakat NAPZA / NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah : 1. Opiada, terdapat 3 golonagan besar : a. Opioda alamiah ( Opiat ) : Morfin, Opium, Codein. b. Opioda semisintetik : Heroin / putauw, Hidromorfin. c. Opioda sintetik : Metadon. Nama jalanan dari Putauw : ptw, black heroin, brown sugar. Heroin yang murni berbentuk bubuk putih, sedangkan yang tidak murni berwarna putih keabuan. Dihasilkan dari getah Opium poppy diolah menjadi morfin dengan proses tertentu dihasilkan putauw, yang kekuatannya 10 kali melebihi morfin.Sedangkan opioda sintetik mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin. Morfin, Codein, Methadon adalah zat yang digunakan oleh dokter sebagai penghilang sakit yang sangat kuat, misalnya pada opreasi, penderita cancer. Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian menimbulkan perasaan ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan pemakai akan kehilangan percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Pemakai akan membentuk dunianya sendiri, mereka merasa bahwa lingkungannya menjadi musuh. 2. KOKAIN :

Kokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut Nama jalanan : koka, coke, happy dust, chalie, srepet, snow / salju. Cara pemakainnya : membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau alas yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau. Penggunaan dengan cara dihirup akan beresiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. Efek pemakain kokain : pemakai akan merasa segar, kehilangan nafsu makan, menambah percaya diri, dan dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah. 3. KANABIS :

Nama jalanan : cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, grass, bhang.

Berasal dari tanaman kanabis sativa atau kanabis indica. aktif berkomunikasi. tabs. Cara penggunaan : dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. SEDATIF – HIPNOTIK ( BENZODIAZEPIN ) : . Cara penggunaan : dengan cara dihirup. Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air. 5. dan bereaksi setelah 30 – 60 menit kemudian. Cara penggunaan : meletakan LSD pada permukaan lidah. sering berfantasi / menghayal. Termasuk dalam golongan halusinogen. dan waktu sehingga timbul obsesi yang sangat indah dan bahkan menyeramkan dan lama – lama menjadikan penggunaanya paranoid. meth. Ada juga yang berbentuk pil dan kapsul. trips. kertas. 6. SS. pemakai cenderung merasa lebih santai. b. MDMA ( methylene dioxy methamphetamine ) Nama jalanan : Inex. rasa gembira berlebihan ( euphoria ). crystal. Dikemas dalam bentuk tablet dan capsul. Efek rasa dari kanabis tergolong cepat. LSD ( Lysergic Acid ). selera makan tinggi. Ada 2 jenis Amphetamine : a. 4. whiz. sensitive. Cara pengunaan dibakar dengan mengunakan alumunium foil dan asapnya dihisap atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus ( boong ). Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan keabuan dan juga tablet. menghilang setelah 8 – 12 jam. AMPHETAMINE : Nama jalanan : seed. Bentuk : biasa didapatkan dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar. Efek rasa : terjadi halusinasi tempat. Metamphetamine ice Nama jalanan : SHABU. xtc. ice. warna. kering pada mulut dan tenggorokan. Nama jalanan : acid.

atau dimasukan lewat anus. 8. bahkan 100 %. 7. Tiner. Dum. sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik. kepala berputar. psikis dan gangguan fungsi sosial. serta sebagai obat tidur. Nama jalanan : Benzodiazepin : BK. halusinasi ringan. mual. MG. Lem. Digunakan di bidang medis untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan. Contohnya : Aerosol. Rohyp. Nama jalanan : booze. PENYALAHGUNAAN DAN KETERGANTUNGAN Penyalahguanaan adalah : penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala atau teratur diluar indikasi medis. gula. Cairan untuk dry cleaning. Efek yang ditimbulkan : euphoria. Lexo. Isi korek api gas. setelah itu dilakukan proses penyulingan sehingga dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi. Uap bensin. kejang. sehingga tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang makin bertambah ( toleransi ). Ketergatungan adalah : keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis. # PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor : . disuntikan. muntah gangguan fungsi paru. Biasanya digunakan dengan cara coba – coba oleh anak di bawah umur.Termasuk golongan zat sedative ( obat penenang ) dan hipnotika ( obat tidur ). pada golongan yang kurang mampu. apabila pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus obat ( withdrawal symptom ). drink. SOLVENT / INHALASI : Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. ALKOHOL : Merupakan zat psikoaktif yang sering digunakan manusia Diperoleh dari proses fermentasi madu. sari buah dan umbi – umbian yang mengahasilkan kadar alkohol tidak lebih dari 15 %. stress. Cara pemakaian : dengan diminum. Efek yang ditimbulkan : pusing. jantung dan hati. bahkan penurunan kesadaran III.

Cenderung memberontak b. Kurang menghayati iman dan kepercayaan. Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada d. teman sebaya. Memiliki gangguan jiwa lain. pendiam g. Kurang percaya diri e. Ciri – ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA : a. sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi. Keinginan untuk mencaoba yang sedang mode j. Kemampuan komunikasi yang rendah l. Merasa bosan dan jenuh h. pemalu. Faktor Lingkungan : Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah. acuh . Orang tua yang bercerai. misalnya : depresi. Murung. Komunikasi orang tua dan anak kurang baik b. Faktor individual : Kebanyakan dimulai pada saat remaja. c. sekolah. psikologi maupun sosial yang pesat. Hubungan kurang harmonis c.1. Lingkungan Keluarga : a. Identitas diri kabur k. agresif dan destruktif f. Mudah kecewa. Putus sekolah m. maupun masyarakat. kawin lagi d. Keinginan untuk bersenang – senang yang berlebihan i. 2. cemas. Orang tua terlampau sibuk.

apatis ( acuh tak acuh ). agresif. Berteman dengan penyalahguna b. menguap terus. rasa sakit seluruh tubuh. Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif d. kesadaran menurun. kulit teraba dingin. Faktor – faktor tersebut diatas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Lingkungan Teman Sebaya : a. mengantuk. Orang tua otoriter f. # GEJALA KLINIS PENYALAHGUNAAN NAPZA : 1. – Saat sedang ketagihan ( Sakau ) : mata merah. Tekanan atau ancaman dari teman. Sekolah terletak dekat tempat hiburan c. Perubahan Fisik : . Lingkungan Sekolah : a. Sekolah yang kurang disiplin b.e. malas mandi. bicara pelo ( cadel ). . sosial dan ekonomi yang kurang mendukung. bahkan meninggal. – Bila terjadi kelebihan dosis ( Overdosis ) : nafas sesak. kejang. Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnya g. Situasi politik. diare. Kurangnya kehidupan beragama. denyut jantung dan nadi lambat. hidung berair.Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan. Lemahnya penegak hukum b. semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA. Adanya murid pengguna NAPZA. Akan tetapi makin banyak faktor – faktor diatas. Lingkungan Masyrakat / Sosial : a.

begadang.– Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat. menghidar bertemu dengan anggota keluarga yang lain. mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga.gagguan perserpsi sehingga menimbulkan halusinasi .gangguan perhatian / konsentrasi . Jantung : peradangan otot jantung. # PENGARUH PENYALAHGUNAAN NAPZA NAPZA berpengaruh pada tubuh manusia dan lingkungannya : 1. hubungan seksual. Pengaruhnya pada : a. sehingga sulit membedakan baik / buruk. mudah tersinggung. sering membolos. minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tidak jelas penggunaannya. kasar. sulit dibangunkan pagi hari. bermusuhan pencurigaan. b. Pada saluran napas : dapat terjadi radang paru ( Bronchopnemonia ). pemarah. – Sering mengurung diri. 2. pemalas. mencuri. – Sering berpergian sampai larut malam. – Sering bersikap emosional.gangguan pengendalian diri. . tidak mengerjakan tugas sekolah.gangguan bertindak rasional . – Sering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota keluarga yang lain. Komplikasi Medik : biasanya digunakan dalam jumlah yang banyak dan cukup lama. bekas suntikan pada lengan. kurang bertanggung jawab. sehingga malas sekolah atau bekerja .Prestasi di sekolah menurun. mengantuk di kelas atau tempat kerja. Penyakit Menular Seksual ( PMS ) dan HIV / AIDS. d.gangguan motivasi. e. Hati : terjadi Hepatitis B dan C yang menular melalui jarum suntik. penyempitan pembuluh darah jantung. gigi keropos. tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan. – Sering berbohong. pembengkakan paru ( Oedema Paru ) c. tertutup dan penuh rahasia. – Pola tidur berubah. Perubahan sikap dan perilaku : . terkadang tidak pulang tanpa ijin.gangguan daya ingat . terlibat kekerasan dan sering berurusan dengan polisi. Otak dan susunan saraf pusat : . berlama – lama di kamar mandi.

tidak tertib. Perilaku menyimpang / asosial anak ( berbohong. b. karena dikeluarkan dari sekolah atau pekerjaan. Dan juga pengguna NAPZA yang mengunakan jarum suntik secara bersama – sama membuat angka penularan HIV / AIDS semakin meningkat. berat bayi rendah.Janin : pertumbuhan terhambat. Orang tua menjadi putus asa karena pengeluaran uang meningkat untuk biaya pengobatan dan rehabilitasi. keracunan kehamilan. AIDS. . 2. raja singa ( Siphilis ) dll. Putus sekolah atau menganggur. premature. Sistem Reproduksi : sering terjadi kemandulan. sehingga mereka sering menggunakan baju lengan panjang. mereka mau melakukan hubungan seksual demi mendapatkan zat atau uang untuk membeli zat. .Kandungan : abortus. Penyakit HIV / AIDS menular melalui jarum suntik dan hubungan seksual. sering terjadi pertengkaran. Orang tua resah karena barang berharga sering hilang. hidup bebas) dan menjadi aib keluarga. Kulit : terdapat bekas suntikan bagi pengguna yang menggunakan jarum suntik. Penyakit Menular Seksual yang terjadi adalah : kencing nanah ( GO ). tawuran pelajar. Di Lingkungan Sekolah : Merusak disiplin dan motivasi belajar. c. Komplikasi pada kehamilan : . hepatitis. Dampak Sosial : a. sehingga merusak kehidupan keluarga. membolos. infeksi vagina. g. f. h. Di Lingkungan Keluarga : Suasana nyaman dan tentram dalam keluarga terganggu. Mempengaruhi peningkatan penyalahguanaan diantara sesama teman sebaya. mudah tersinggung. mencuri. Meningkatnya tindak kenakalan. Di Lingkungan Masyarakat : Tercipta pasar gelap antara pengedar dan bandar yang mencari pengguna / mangsanya.Para pengguna NAPZA dikenal dengan perilaku seks resiko tinggi. selain melalui tranfusi darah dan penularan dari ibu ke janin. bayi lahir mati .Ibu : anemia. kesulitan keuangan.

agar faktor yang dapat menghabat proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik. mendengarkan dan menghormati pendapat anak. Orang tua menjadi contoh yang baik. pembunuhan sehingga masyarkat menjadi resah. 3. 3.mengembangkan harga diri anak. 4.penanaman disiplin yang baik . Mengasuh anak dengan baik. 7. Yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA : 1. menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi tertentu. Memperkuat kehidupan beragama. . 2. Pencegahan Tersier : merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA. 5.Pengedar atau bandar menggunakan perantara remaja atau siswa yang telah menjadi ketergantungan. Pencegahan primer : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat Hal ini membuat anak rindu untuk pulang ke rumah.penuh kasih sayang . 6. setelah itu melakukan intervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA. Pencegahan Sekunder : mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA. Meningkatnya kecelakaan. pencurian. Meluangkan waktu untuk kebersamaan. Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini. Orang tua yang merokok akan menjadi contoh yang tidak baik bagi anak. Meningkatnya kejahatan di masyarakat : perampokan. Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anak .mengembangkan kemandirian.ajarkan membedakan yang baik dan buruk . 2. Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang mempunyai resiko tinggi untuk menyalahgunakan NAPZA. # UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA : Upaya pencegahan meliputi 3 hal : 1. bersikap terbuka dan jujur. memberi kebebasan bertanggung jawab . Kembangkan komunikasi yang baik Komunikasi dua arah. melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari.

3. sehingga masalah yang terjadi di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama. Upaya untuk membina lingkungan sekolah : Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina huibungan yang harmonis antara pendidik dan anak didik. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyalahguanaan NAPZA sehingga masyarakat dapat menyadarinya.sama. 2.Yang dilakukan di lingkungan sekolah untuk pencegahan penyalahgunaan NAPZA : 1. 2. Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan ketrampilan yang positif untuk tetap menghidari dari pemakaian NAPZA dan merokok. Penerapan kehidupan beragama dalam kegiatan sehari – hari. Upaya terhadap siswa : Memberikan pendidikan kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan NAPZA. Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling. Meningkatkan pengawasan sejak anak itu datang sampai dengan pulang sekolah. Yang dilakukan di lingkungan masyarakat untuk mencegah penyalahguanaan NAPZA: 1. Upaya untuk mencegah peredaran NAPZA di sekolah : Razia dengan cara sidak Melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah Melarang siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru Membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak.Membantu siswa yang telah menyalahgunakan NAPZA untuk bisa menghentikannya. Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal. Melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA di sekolah. . Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa ( ekstrakurikuler ). Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah Sikap keteladanan guru amat penting Meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang sekolah.

baik dari segi kesehatan pribadinya. KESIMPULAN Masalah penyalahguanaan NARKOBA / NAPZA khususnya pada remaja adalah ancaman yang sangat mencemaskan bagi keluarga khususnya dan suatu bangsa pada umumnya. karena permintaan dari narasumber. 4. 10 Orang bukan Pemakai. Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyalahguanaan NAPZA. http://zenc. maupun dampak sosial yang ditimbulkannya. Memberikan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan dengan NAPZA. Pengaruh NAPZA sangatlah buruk. Tempat survey tidak kami tulis dalam makalah ini. b. SUMBER Sumber kami dalam menyusun makalah ini adalah : Survey di Internet. antara lain : a. c. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA yang dilakukan sejak dini sangatlah baik.or.wordpress. (www.anti. Masalah pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukanlah menjadi tugas dari sekelompok orang saja. Survey kepada beberapa Narasumber. IV. Peran orang tua dalam keluarga dan juga peran pendidik di sekolah sangatlah besar bagi pencegahan penaggulangan terhadap NAPZA. 5 Anggota Polri. melainkan menjadi tugas kita bersama. 3 Orang Pemakai.com/2007/06/13/napza-narkotika-psikotropika-dan-zat-aditif/ Mengenal Napza dan Penyalahgunaannya .3. V. tentunya dengan pengetahuan yang cukup tentang penanggulangan tersebut.id).

Dari data yang ada. Oleh karena itu kita semua perlu mewaspadai bahaya dan pengaruhnya terhadap ancaman kelangsungan pembinaan generasi muda. Meskipun dalam bidang kedokteran. Peran penting sektor kesehatan sering tidak disadari oleh petugas kesehatan itu sendiri. Sektor kesehatan memegang peranan penting dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan NAPZA. Tampaknya generasi muda adalah sasaran strategis perdagangan gelap NAPZA. Dari hasil identifikasi masalah NAPZA di lapangan melalui diskusi kelompok terarah yang dilakukan Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat bekerja sama dengan Direktorat Promosi Kesehatan – Ditjen . Psikotropika dan Zat Adiktif lainya (NAPZA) atau istilah yang populer dikenal masyarakat sebagai NARKOBA (Narkotika dan Bahan / Obat Berbahaya) merupakan masalah yang sangat kompleks. Kondisi diatas mengharuskan pula puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dapat berperan lebih proaktif dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan NAPZA di masyarakat. sehingga menjadi salah satu pilar yang kokoh dari upaya penanggulangan penyalahgunaan NAPZA. dan peran serta masyarakat secara aktif yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Maraknya penyalahgunaan NAPZA tidak hanya di kota-kota besar saja. yang memerlukan upaya penanggulangan secara komprehensif dengan melibatkan kerja sama multidispliner. penyalahgunaan NAPZA paling banyak berumur antara 15–24 tahun. sebagian besar golongan narkotika. bahkan para pengambil keputusan. akan berakibat sangat merugikan bagi individu maupun masyarakat luas khususnya generasi muda. khususnya penyalahgunaan NAPZA. Bidang ini perlu dikembangkan secara lebih profesional. kecuali mereka yang berminat di bidang kesehatan jiwa. psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) masih bermanfaat bagi pengobatan. Promotif. tapi sudah sampai ke kota-kota kecil di seluruh wilayah Republik Indonesia. preventif. multisektor.Masalah penyalahgunaan Narkotika. namun bila disalahgunakan atau digunakan tidak menurut indikasi medis atau standar pengobatan terlebih lagi bila disertai peredaran dijalur ilegal. konsekuen dan konsisten. terapi dan rehabilitasi. mulai dari tingkat sosial ekonomi menengah bawah sampai tingkat sosial ekonomi atas.

Narkotika dibedakan ke dalam golongan-golongan : . yaitu zat yang bekerja pada otak. dan tidak ditujukan untuk terapi serta mempunyai potensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. Banten. perasaan.Kesehatan Masyarakat Depkes-Kesos RI dengan petugas-petugas puskesmas di beberapa propinsi yaitu DKI Jakarta. kokain. yaitu turunan opium. dan dapat menimbulkan ketergantungan. hilangnya rasa. dan pikiran. A. Ada juga menggunakan istilah madat untuk NAPZA Tetapi istilah madat tidak disarankan karena hanya berkaitan dengan satu jenis narkotika saja. BATASAN DAN PENGERTIAN 1. Psikotropika dan Zat Adiktif lain) adalah bahan / zat / obat yang bila masuk ke dalam tubuh manusia akan mempengaruhi tubuh terutama otak / susunan saraf pusat. Bali ternyata pengetahuan petugas puskesmas mengenai masalah NAPZA sangat minim sekali serta masih kurangnya buku yang dapat dijadikan pedoman. NARKOTIKA Menurut Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika. 2. psikis. sehingga menimbulkan perubahan perilaku. . ketagihan (adiksi) serta ketergantungan (dependensi) terhadap NAPZA. sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik. B. ganja). NARKOBA NARKOBA adalah singkatan Narkotika dan Obat / Bahan berbahaya. NAPZA NAPZA (Narkotika. psikis. dan fungsi sosialnya karena terjadi kebiasaan. NAPZA sering disebut juga sebagai zat psikoaktif. Narkotika : adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. yang menitikberatkan pada upaya penanggulangan dari sudut kesehatan fisik.Narkotika Golongan I Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan. (Contoh : heroin / putauw. Jawa Timur. Istilah NAPZA umumnya digunakan oleh sektor pelayanan kesehatan. Jawa Barat. JENIS NAPZA YANG SERING DISALAHGUNAKAN 1. dan sosial. Istilah ini sangat populer di masyarakat termasuk media massa dan aparat penegak hukum yang sebetulnya mempunyai makna yang sama dengan NAPZA.

Psikotropika Golongan II Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi. Kokain. Psikotropika dibedakan dalam golongan-golongan sebagai berikut. herion (putauw). daun koka. PSIKOTROPIKA Menurut Undang-undang RI No. shabu..Psikotropika Golongan III Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan (Contoh : pentobarbital. yang dimaksud dengan Psikotropika adalah zat atau obat. petidin). petidin.Narkotika Golongan III Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan (Contoh : kodein). dan / atau tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. marihuana. .5 tahun 1997 tentang Psikotropika. dan lain-lain. hashis. yaitu serbuk kokain. metilfenidat atau ritalin). pasta kokain. . baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Narkotika yang sering disalahgunakan adalah Narkotika Golongan I : Opiat : morfin. Ganja atau kanabis. candu. Flunitrazepam).Psikotropika Golongan I Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta mempunyai potensi amat kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. . . (Contoh : ekstasi. 2. (Contoh amfetamin. .Narkotika Golongan II Narkotika yang berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan (Contoh : morfin. LSD).

seperti pil BK. shabu. meliputi : . MG). Dum. TKW. ekstasi. antara lain : Lem. Psikotropika yang sering disalahgunakan antara lain : Psikostimulansia : amfetamin. yang berpengaruh menekan susunan syaraf pusat. kantor dan sebagai pelumas mesin. Manson House. bensin. penghapus cat kuku.Minuman berakohol Mengandung etanol etil alkohol. Sedatif & Hipnotika (obat penenang.Inhalansia (gas yang dihirup) dan solven (zat pelarut) mudah menguap berupa senyawa organik. Halusinogenika : Iysergic acid dyethylamide (LSD).. memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. (misalnya: berbagai jenis minuman anggur) Golongan C : kadar etanol 20-45 %. nitrazepam. obat tidur): MG. thinner. Ada 3 golongan minuman berakohol. -Tembakau : Pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat. yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga. Vodca. pil Koplo. Jika digunakan sebagai campuran dengan narkotika atau psikotropika. yaitu : Golongan A: kadar etanol 1-5%. bromazepam.) . Yang sering disalahgunakan. Johny Walker. Fenobarbital. DUM. Rohip. (misalnya: Whiskey. BK. (misalnya: bir) Golongan B : kadar etanol 5-20%. klordiazepoxide. 3. Pada upaya . Kamput. dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari dalam kebudayaan tertentu. klonazepam. ZAT ADIKTIF LAIN Yang dimaksud disini adalah bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar yang disebut narkotika dan psikotropika. mushroom. Pil koplo dan lain-lain.Psikotropika Golongan IV Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindrom ketergantungan (Contoh : diazepam.

Golongan ini termasuk : kanabis (ganja). thinner. Golongan ini termasuk opioida (morfin. kodein). Golongan ini tidak digunakan dalam terapi medis. mescalin. hipnotik (otot tidur). Golongan Stimulan (Upper) Adalah jenis NAPZA yang dapat merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. pendiam dan bahkan membuatnya tertidur dan tidak sadarkan diri. dan tranquilizer (anti cemas) dan lain-lain. Jenis ini membuat pemakaiannya merasa tenang. Penggunaan dengan resep dokter: amfetamin. segar dan bersemangat. kokain. Macam-macam bahan Narkotika dan Psikotropika yang terdapat di masyarakat serta akibat pemakaiannya : 1. rokok. 2. karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang lebih berbahaya. pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja.penanggulangan NAPZA di masyarakat. Golongan Halusinogen Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh perasaan dapat terganggu. Zat yang termasuk golongan ini adalah : Amfetamin (shabu. sedatif (penenang). Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan NAPZA dapat digolongkan menjadi tiga golongan : 1. Diperjualbelikan secara bebas : lem. sedatif hipnotika. harus menjadi bagian dari upaya pencegahan. OPIOIDA Opioida dibagi dalam tiga golongan besar yaitu : . heroin/putauw. Jenis ini membuat pemakainya menjadi aktif. Golongan Depresan (Downer) Adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. bensin dan lain-lain. Ada batas umur dalam penggunannya : alkohol. kafein. Bahan / obat / zat yang disalahgunakan dapat juga diklasifikasikan sebagai berikut : Sama sekali dilarang : Narkotika golongan I dan Psikotropika Golongan I. LSD. 3. esktasi).

Opioida semi sintetik : heroin/putauw. propoksipen. sedangkan heroin yang tidak murni berwarna putih keabuan. Ada juga yang melalui suatu proses menjadi bentuk padat untuk dihirup asapnya yang populer disebut freebasing. Mereka merasa bahwa lingkungannya adalah musuh. Opioid sintetik yang mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin.coke. Penggunaan dengan cara dihirup akan berisiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. putih. ptw. Ganja . Kokain berupa kristal putih. dimana putauw mempunyai kekuatan 10 kali melebihi morfin. tidak berbau dan rasanya pahit. gelek. Free base tidak berwarna / putih. Rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut dari free base. hasish. Nama jalannya putauw. Opioida sintetik : meperidin. Dihasilkan dari cairan getah opium poppy yang diolah menjadi morfin kemudian dengan proses tertentu menghasil putauw. bhang. opium. metadon. brown sugar. Biasanya dalam bentuk bubuk putih. kehilangan nafsu makan. kodein dan lain-lain. cimeng. Heroin yang murni berbentuk bubuk putih. snow salju. ganja. juga dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah. Nama jalanan dari kokain adalah koka. 3. charlie. hidromorfin. methadon. Atau dengan cara dibakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff. Opiat atau opioid biasanya digunakan dokter untuk menghilangkan rasa sakit yang sangat (analgetika kuat). Berupa pethidin. srepet. black heroin. kodein. Cara pemakaiannya : dengan membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau benda-benda yang mempunyai permukaan datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan.Opioida alamiah (opiat): morfin. talwin. marijuana. Mulai sering melakukan manipulasi dan akhirnya menderita kesulitan keuangan yang mengakibatkan mereka melakukan pencurian atau tindak kriminal lainnya. Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian timbul rasa ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan sipemakai akan kehilangan rasa percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Efek rasa dari pemakaian kokain ini membuat pemakai merasa segar. 2. KANABIS Nama jalanan yang sering digunakan ialah : grass. Mereka mulai membentuk dunia mereka sendiri. happy dust. menambah rasa percaya diri. KOKAIN Kokain mempunyai dua bentuk yaitu : kokain hidroklorid dan free base.

pink heart. cece. ada juga yang berbentuk pil. meth. Cara penggunaan : dibakar dengan menggunakan kertas alumunium foil dan asapnya dihisap. kertas. dengan nama jalanan : acid. Efek rasa dari kanabis tergolong cepat. SS. dan dipasarkan tahun 1932 sebagai obat. Nama jalanan dari Benzodiazepin : . kapsul. 5. 6. menjadi sangat indah atau bahkan menyeramkan dan lama-lama membuat paranoid. whizz dan sulphate. petir yang dikemas dalam bentuk pil atau kapsul. snow white. crank. dikenal sebagai shabu. Ada dua jenis amfetamin : MDMA (methylene dioxy methamphetamin). crystal. Cara menggunakannya dengan meletakkan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit sejak pemakaian dan hilang setelah 8-12 jam. cein. Terdiri dari berbagai macam jenis antara lain : white doft. fantacy pils. Nama jalannya : seed. si pemakai : cenderung merasa lebih santai. ice. atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus (bong). inex. Aktif berkomunikasi. selera makan tinggi. Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan keabuan. sensitif.kanabinol dan kanabidiol. uppers. Yang bisa digambarkan seperti halusinasi terhadap tempat. AMPHETAMINES Nama generik amfetamin adalah D-pseudo epinefrin berhasil disintesa tahun 1887. Methamfetamin ice. tabs. Sedangkan yang berbentuk tablet biasanya diminum dengan air. Biasanya halusinasi ini digabung menjadi satu. digunakan dengan cara dihirup. SEDATIF-HIPNOTIK (BENZODIAZEPIN) Digolongkan zat sedatif (obat penenang) dan hipnotika (obat tidur). rasa gembira berlebih (euforia). trips. Bentuk yang bisa didapatkan seperti kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar. Hingga timbul obsesi terhadap halusinasi yang ia rasakan dan keinginan untuk hanyut di dalamnya. kering pada mulut dan tenggorokan 4. Nama lainnya shabu-shabu. Warna dan waktu. crystal. Nama lain : xtc. Cara penggunaannya adalah dihisap dengan cara dipadatkan mempunyai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. Efek rasa ini bisa disebut tripping.berasal dari tanaman canabis sativa dan canabis indica. sering berfantasi. LSD (Lysergic acid) Termasuk dalam golongan halusinogen. mulai dikenal sekitar tahun 1980 dengan nama Ekstasi atau Ecstacy. Pada tanaman ganja terkandung tiga zat utama yaitu tetrehidro kanabinol.

PENYALAHGUNAAN NAPZA adalah penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala atau teratur diluar indikasi medis. Dum. Pemakaian benzodiazepin dapat melalui : oral. Sekali diabsorbsi. Efek yang ditimbulkan : pusing. mual. Sebagian pemakai berhenti pada tahap ini. isi korek api gas. tiner. Sering dengan peningkatan kadar alkohol dalam darah maka orang akan menjadi euforia. etanol didistribisikan keseluruh jaringan tubuh dan cairan tubuh. psikis dan gangguan fungsi sosial. halusinasi ringan. Konsentrasi maksimum alkohol dicapai 30-90 menit setelah tegukan terakhir. gula. drink. liver dan jantung. C. 7. apabila pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus zat (withdrawal syamptom). muntah. agar dapat melakukan kegiatannya sehari-hari secara “normal”.untuk memenuhi rasa ingin tahu. Rohyp. ALKOHOL Merupakan salah satu zat psikoaktif yang sering digunakan manusia. TINGKAT PEMAKAIAN NAPZA Pemakaian coba-coba (experimental use). dan sebagian lain berlanjut pada . 8. Oleh karena itu ia selalu berusaha memperoleh NAPZA yang dibutuhkannya dengan cara apapun. Biasanya digunakan secara coba-coba oleh anak di bawah umur golongan kurang mampu/ anak jalanan. MG. yaitu pemakaian NAPZA yang tujuannya ingin mencoba. Dari proses fermentasi diperoleh alkohol dengan kadar tidak lebih dari 15%. dengan proses penyulingan di pabrik dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai 100%. 3. Diperoleh dari proses fermentasi madu.BK.Contohnya :Aerosol. PENYALAHGUNAAN DAN KETERGANTUNGAN Penyalahgunaan dan Ketergantungan adalah istilah klinis / medik-psikiatrik yang menunjukan ciri pemekaian yang bersifat patologik yang perlu di bedakan dengan tingkat pemakaianpsikologik-sosial. gangguan fungsi paru. aica aibon. sehingga tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang makin bertambah (toleransi). Penggunaan dibidang medis untuk pengobatan kecemasan dan stres serta sebagai hipnotik (obat tidur). SOLVENT / INHALANSIA Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. 2. mamun sering dengan penurunannya pula orang menjadi depresi. Nama jalanan alkohol : booze.uap bensin. yang belum bersifat patologik.sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik. Lexo. kepala terasa berputar. cairan untuk dry cleaning.intra vena dan rectal. KETERGANTUNGAN NAPZA adalah keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis. 1. sari buah dan umbi-umbian.

Ciri-ciri tersebut antara lain : Cenderung memberontak dan menolak otoritas. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penyalagunaan NAPZA adalah sebagian berikut : 1. dengan maksud menghilangkan perasaan-perasaan tersebut. Ketergantungan (dependence use) : yaitu telah terjadi toleransi dan gejala putus zat. Penyalahgunaan (abuse): yaitu pemakaian sebagai suatu pola penggunaan yang bersifat patologik/klinis (menyimpang) yang ditandai oleh intoksikasi sepanjang hari.perilaku agresif dan tak wajar. hubungan dengan kawan terganggu. maka sebaiknya tingkat-tingkat pemakaian tersebut memerlukan perhatian dan kewaspadaan keluarga dan masyarakat. .namun sebagian lagi meningkat pada tahap yang lebih berat. Tidak terdapat adanya penyebab tunggal (single cause) dalam hal penyalahgunaan napza. Pemakaian Situasional (situasional use) : yaitu pemakaian pada saat mengalami keadaan tertentu seperti ketegangan. kesedihan. faktor lingkungan dan faktor tersedianya zat (NAPZA). kekecewaaqn. sering bolos sekolah atau kerja. Pemakaian sosial/rekreasi (social/recreational use) : yaitu pemakaian NAPZA dengan tujuan bersenangsenang. Sebagian pemakai tetap bertahan pada tahap ini.tahap lebih berat. dan sebagainnya. Untuk itu perlu dilakukan penyuluhan pada keluarga dan masyarakat. tak mapu mengurangi atau menghentikan. psikologik maupun sosial yang pesat merupakan individu yang rentan untuk menyalahgunakan NAPZA. PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA Penyebab penyalahgunaan NAPZA sangat kompleks akibat interaksi antara faktor yang terkait dengan individu. Agar tidak berlanjut pada tingkat yang lebih berat (ketergantungan). terus menggunakan walaupun sakit fisiknya kambuh. Anak atau remaja dengan ciri-ciri tertentu mempunyai risiko lebih besar untuk menjadi penyalahguna NAPZA. pada saat rekreasi atau santai. berusaha berulang kali mengendalikan. melanggar hukum atau kriminal dan tak mampu berfungsi secara efektif. sebab remaja yang sedang mengalami perubahan biologik. Faktor Individu Kebanyakan penyalahgunaan NAPZA dimulai atau terdapat pada masa remaja. Keadaan ini akan menimbulkan gangguan fungsional atau okupasional yang ditandai oleh : tugas dan relasi dalam keluarga tak terpenuhi dengan baik. bila pemakaian NAPZA dihentikan atau dikurangi dosisnya.

tidak bersosialisasi. cenderung agresif dan destruktif.Cenderung memiliki gangguan jiwa lain (komorbiditas) seperti depresi. kekecewaan. sekolah. Mudah murung. Faktor lingkungan yang ikut menjadi penyebab seorang anak atau remaja menjadi penyalahguna NAPZA antara lain adalah : a. kesepian dan kegetiran hidup. ketidakmampuan. Melarikan diri sesuatu (kebosanan. sehingga merasa diri kurang “jantan”. Mudah mertsa bosan dan jenuh. karena dianggap sebagai lambang keperkasaan dan kehidupan modern. Kemampuan komunikasi rendah. Keinginan untuk mengikuti mode. pemalu. kegagalan. teman sebaya maupun masyarakat. Identitas diri yang kabur. Rasa kurang percaya diri (low self-confidence). Keingintahuan yang besar untuk mencoba atau penasaran. pendiam. malu dan lain-lain). . Sifat mudah kecewa. 2. Kurang menghayati iman kepercayaannya. rendah diri dan memiliki citra diri negatif (low selfesteem). Putus sekolah. psikotik. Lingkungan Keluarga Kominikasi orang tua-anak kurang baik/efektif. Keinginan untuk bersenang-senang (just for fun). Perilaku menyimpang dari aturan atau norma yang berlaku. cemas. Faktor Lingkungan Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik di sekitar rumah. Keinginan untuk diterima dalam pergaulan. Tidak siap mental untuk menghadapi tekanan pergaulan sehingga sulit mengambil keputusan untuk menolak tawaran NAPZA dengan tegas.

Kurangnya orang yang dapat dijadikan model atau teladan. c. Orang tua kurang peduli dan tidak tahu dengan masalah NAPZA. Tekanan atau ancaman teman kelompok atau pengedar. . Lingkungan Sekolah Sekolah yang kurang disiplin. berselingkuh atau kawin lagi. Adanya murid pengguna NAPZA. Kurangnya kehidupan beragama atau menjalankan ibadah dalam keluarga. d. Orang tua otoriter atau serba melarang. Lingkungan masyarakat / sosial Lemahnya penegakan hukum. Orang tua atau anggota keluarga yang menjadi penyalahguna NAPZA.Hubungan dalam keluarga kurang harmonis/disfungsi dalam keluarga. Orang tua yang serba membolehkan (permisif). Sekolah yang terletak dekat tempat hiburan dan penjual NAPZA. b. Orang tua terlalu sibuk atau tidak acuh. Orang tua bercerai. Lingkungan Teman Pergaulan Berteman dengan penyalahguna. Tata tertib atau disiplin keluarga yang selalu berubah (tidak konsisten). Situasi politik. sosial dan ekonomi yang kurang mendukung. Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif.

semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA. Anak yang sering sakit. Banyaknya iklan minuman beralkohol dan rokok yang menarik untuk dicoba. .3. Khasiat farakologik NAPZA yang menenangkan. Faktor individu. golongan rentan). mereka disebut juga Potential User (calon pemakai. Penyalahguna NAPZA harus dipelajari kasus demi kasus. Faktor Napza Mudahnya NAPZA didapat di mana-mana dengan harga “terjangkau”. DETEKSI DINI PENYALAHGUNAAN NAPZA Deteksi dini penyalahgunaan NAPZA bukanlah hal yang mudah. ANAK Ciri-ciri pada anak yang mempunyai risiko tinggi menyalahgunakan NAPZA antara lain : Anak yang sulit memusatkan perhatian pada suatu kegiatan (tidak tekun). menidurkan. menghilangkan nyeri. faktor lingkungan keluarga dan teman sebaya/pergaulan tidak selalu sama besar perannya dalam menyebabkan seseorang menyalahgunakan NAPZA. Beberapa keadaan yang patut dikenali atau diwaspadai adalah : A. KELOMPOK RISIKO TINGGI Kelompok Risiko Tinggi adalah orang yang belum menjadi pemakai atau terlibat dalam penggunaan NAPZA tetapi mempunyai risiko untuk terlibat hal tersebut. Karena faktor pergaulan. Sekalipun tidak mudah untuk mengenalinya. membuat euforia / fly / stone / high / teler dan lain-lain. namun seseorang dengan ciri tertentu (kelompok risiko tinggi) mempunyai potensi lebih besar untuk menjadi penyalahguna NAPZA dibandingkan dengan yang tidak mempunyai ciri kelompok risiko tinggi. Faktor-faktor tersebut di atas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA.tapi sangat penting artinya untuk mencegah berlanjutnya masalah tersebut. Akan tetapi makin banyak faktor-faktor di atas. Mereka mempunyai karakteristik sebagai berikut : 1. bisa saja seorang anak yang berasal dari keluarga yang harmonis dan cukup kominikatif menjadi penyalahguna NAPZA.

Remaja yang cenderung memberontak. Remaja yang tidak mau mengikuti peraturan/tata nilai yang berlaku. Remaja yang mudah menjadi bosan. 3. sulit bergaul. jenuh. Remaja yang cenderung melakukan sesuatu yang mengandung risiko tinggi/bahaya. Anak yang sering berbohong. Remaja dengan motivasi belajar rendah. KELUARGA Ciri-ciri keluarga yang mempunyai risiko tinggi. antara lain : Orang tua kurang komunikatif dengan anak. Anak yang sudah merokok sejak sekolah dasar. murung. . REMAJA Ciri-ciri remaja yang mempunyai risiko tinggi menyalahgunakan NAPZA : Remaja yang mempunyai rasa rendah diri. Anak yang mudah murung.Anak yang mudah kecewa. sering masturbasi. Remaja yang diliputi rasa sedih (depresi) atau cemas (ansietas). Remaja yang kurang taat beragama. kurang percaya diri dan mempunyai citra diri negatif. 2. Remaja yang mempunyai sifat sangat tidak sabar. Remaja yang berkawan dengan penyalahguna NAPZA. Anak dengan IQ taraf perbatasan (IQ 70-90). suka menyendiri.mencari atau melawan tata-tertib. Remaja dengan hambatan atau penyimpangan dalam perkembangan psikoseksual (pelupa. kurang bergaul dengan lawan jenis). Remaja yang cenderung merusak diri sendiri. Remaja yang tidak suka kegiatan ekstrakurikuler.

Sering bepergian sampai larut malam. bicara cadel. terhadap bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain (pada pengguna dengan jarum suntik). rasa sakit di seluruh tubuh. Perubahan Fisik Gejala fisik yang terjadi tergantung jenis zat yang digunakan.Orang tua yang terlalu mengatur anak. Bila sedang ketagihan (putus zat / sakau) : mata dan hidung berair.kurang bertanggung jawab. agresif. nafas lambat / berhenti. Orang tua yang kurang harmonis. Orang tua yang tidak memiliki standar norma baik-buruk atau benar-salah yang jelas. kesadaran menurun. Bila kelebihan dosis (overdosis) : nafas sesak. sering membolos.curiga. gigi tidak terawat dan kropos. takut air sehingga malas mandi. orang tua berselingkuh atau menikah lagi. menghindar bertemu dengan anggota keluarga lain di rumah. Pengaruh jangka panjang. Orang tua menjadi penyalahgunaan NAPZA. meninggal. sulit dibangunkan pagi hari. . menguap terus menerus. mengantuk. denyut jantung dan nadi lambat. Orang tua yang terlalu menuntut anaknya secara berlebihan agar berprestasi di luar kemampuannya. kulit terasa dingin. 2. Orang tua yang tidak dapat menjadikan dirinya teladan. tapi secara umum dapat digolongkan sebagai berikut : Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan. mengantuk di kelas atau tampat kerja. penampilan tidak sehat. sering tidak mengerjakan tugas sekolah. kadang tidak pulang tanpa memberi tahu lebih dulu. sering bertengkar. Sering mengurung diri. apatis (acuh tak acuh). kejang. Perubahan Sikap dan Perilaku Prestasi sekolah menurun. berlama-lama di kamar mandi. tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan. Pola tidur berubah. pemalas. GEJALA KLINIS PENYALAHGUNAAN NAPZA 1. begadang. diare. Orang tua yang kurang memberi perhatian pada anak karena terlalu sibuk. B.

mencuri. untuk tempat heroin dibakar. Bila pasien pernah menggunakan satu kali saja setelah “clean” maka ia disebut “slip”. mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau milik keluarga. pada dirinya. Pengurangan frekuensi dan keparahan relaps. Botol air mineral bekas yang berlubang di dindingnya. dalam kamarnya. mudah tersinggung. Kartu telepon. kasar sikap bermusuhan. TERAPI DAN REHABILITASI 1. Sedotan minuman dari plastik. Pasien tersebut dapat ditolong dengan meminimasi efek-efek yang langsung atau tidak langsung dari NAPZA. Gulungan uang kertas. pencuriga. dan ia memang telah dibekali ketrampilan untuk mencegah pengulangan penggunaan kembali. Sering bersikap emosional. terutama kalau ia baru menggunakan NAPZA pada fase-fase awal. Sasaran utamanya adalah pencegahan relaps. Misalnya pada pengguna heroin. mengompas.Sering mendapat telepon dan didatangi orang tidak dikenal oleh keluarga. Sering berbohong dan minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tak jelas penggunaannya. pasien akan tetap mencoba bertahan . namun banyak orang tidak mampu atau mempunyai motivasi untuk mencapai tujuan ini. Kertas timah bekas bungkus rokok atau permen karet. Bila ia menyadari kekeliruannya. Abstinensia atau menghentikan sama sekali penggunaan NAPZA. C. Botol-botol kecil sebesar jempol. marah. yang digulung untuk menyedot heroin atau kokain. PERALATAN YANG DIGUNAKAN Ada beberapa peralatan yang dapat menjadi petunjuk bahwa seseorang mempunyai kebiasaan menggunakan jenis NAPZA tertentu. tertutup dan penuh rahasia. kemudian menghilang. untuk memilah bubuk heroin. tasnya atau laci meja terdapat antara lain : Jarum suntik insulin ukuran 1 ml. kadang-kadang dibuang pada saluran air di kamar mandi. terlibat tindak kekerasan atau berurusan dengan polisi. dengan pipa pada dindingnya. Sebagian pasien memang telah abstinesia terhadap salah satu NAPZA tetapi kemudian beralih untuk menggunakan jenis NAPZA yang lain. D. 2. Tujuan ini tergolong sangat ideal.

ekstasi. serta meningkatnya daya khayal. Memperbaiki fungsi psikologi dan fungsi adaptasi sosial. MG dan sebagainya. 2008 Stefanus Akim Borneo Tribune. sosial by pencintabuku on Februari 8. cara berpikir. Namun ada pula narkoba yang memacu kerja otak. Semua zat psikoaktif (narkotika. Contoh LSD. Kemudian obat penenang atau obat tidur (sedativa dan hipnotika) seperti pil BK. Beberapa di antara neurotransmitter itu mirip dengan beberapa jenis narkoba. stefanus akim Narkoba Mempengaruhi Kerja Otak Posted in Narkoba. Ada yang menghambat kerja otak. Karena bekerja pada otak. kesadaran dan perilaku pemakainya. Pemakaian narkoba sangat mempengaruhi kerja otak yang berfungsi sebagai pusat kendali tubuh dan mempengaruhi seluruh fungsi tubuh. SKM. Dosen Akper Darma Insan Pontianak. ada beberapa macam pengaruh narkoba pada kerja otak. disebut stimulansia.untuk selalu abstinensia. morfin. serta alkohol. hubungan dengan orang lain menjadi akrab. Pelatihan relapse prevention programe. Itulah sebabnya narkoba disebut zat psikoaktif. jantung berdebar lebih cepat dan tekanan darah meningkat. Contohnya adalah amfetamin. Agen mengatakan. Contoh golongan ini adalah opioida yang di masyarakat awan dikenal dengan candu. disebut depresansia. gelisah. dalam sel otak terdapat bermacam-macam zat kimia yang disebut neurotransmitter. Zat kimia ini bekerja pada sambungan sel saraf yang satu dengan sel saraf lainnya (sinaps). abstinensia bukan merupakan sasaran utama. heroin dan petidin. program terapi kognitif. narkoba mengubah suasana perasaan. http://www.smallcrab. sehingga timbul rasa segar dan semangat. Lexo. Ada pula narkoba yang menyebabkan khayal. sehingga ganja dapat digolongkan sebagai halusinogenika. opiate antagonist maintenance therapy dengan naltreson merupakan beberapa alternatif untuk mencegah relaps. percaya diri meningkat. sehingga kesadaran menurun dan timbul kantuk. Rohyp. Ganja menimbulkan berbagai pengaruh. disebut halusinogenika. Terapi rumatan (maintence) metadon merupakan pilihan untuk mencapai sasaran terapi golongan ini. Akan tetapi menyebabkan tidak bisa tidur.com/anak-anak/547-mengenal-napza-dan-penyalahgunaannya tabik. seperti berubahnya persepsi waktu dan ruang. Dalam kelompok ini. shabu. psikotropika dan bahan adiktif lain) dapat mengubah perilaku. dan nikotin yang terdapat dalam tembakau. Pontianak Salah satu akibat narkotika adalah mempengaruhi kerja otak. Menurut Laurensius Daniel Agen. kokain. perasaan dan pikiran seseorang melalui . 3. Pendidikan.

sehingga mudah terserang infeksi. Seperti ketergantungan. dan serangan jantung. seperti jantung. maka narkoba mengubah susunan biokimiawi neurotransmitter pada sistem limbus. Otak akan merekamnya sebagai sesuatu yang harus dicari sebagai prioritas sebab menyenangkan. Jika mengonsumsi narkoba. rasa nyaman. dan impotensi. . paru-paru. Jika merasa nyaman. diare. produksi dalam tubuh terhenti atau terganggu. otak mengeluarkan neurotransmitter dopamin dan akan memberikan kesan menyenangkan. Jika narkoba masuk ke dalam tubuh. harus dibayar sangat mahal oleh dampak buruknya. Jika memakai jarum suntik bergantian berisiko tertular virus hepatitis B/C (penyakit radang hati). rusaknya kehidupan moral.pengaruhnya terhadap salah satu atau beberapa neurotransmitter. pengangguran. sebagai pusat kenikmatan. atau disuntikkan. Juga berisiko tertular HIV/AIDS yang menurunkan kekebalan tubuh. bulu badan berdiri. nyeri otot. dihirup. berbagai macam penyakit. Hipotalamus adalah bagian dari sistem limbus. seolah-olah orang itu memerlukannya sebagai kebutuhan pokok. Jadi. Sedangkan kokain dapat menyebabkan tulang sekat hidung menipis atau berlubang. sehingga ia akan selalu membutuhkan narkoba dari luar. jika pemakaiannya dihentikan atau jumlahnya dikurangi. gangguan menstruasi. kerja jantung meningkat. daya ingat terganggu. otak membuat program salah. dan sulit tidur. “Yang terjadi pada ketergantungan adalah semacam pembelajaran sel-sel otak pada pusat kenikmatan. Narkoba juga mengganggu fungsi organ-organ tubuh lain. Akibatnya. dengan cara ditelan.” kata dia. orang harus senantiasa memakai narkoba. Jika memakai narkoba lagi. Terjadi kecanduan atau ketergantungan. Bagian otak yang bertanggung jawab atas kehidupan perasaan adalah sistem limbus. serta hancurnya masa depan dirinya. sebagai pelarian dari masalah. perasaan nikmat. hilangnya memori. Belakangan ini penyalahgunaannya semakin luas di kalangan masyarakat. putus sekolah. Dari sebagai gaya hidup. dan dapat menyebabkan kematian. Banyak alasan dikemukakan. yaitu hidung berair. serta menurunnya kesuburan. Contoh: opioida menyebabkan sembelit. bingung. Gejalanya bergantung jenis narkoba yang digunakan. dan belakangan popular anggapan narkoba bisa meningkatkan fungsi seksual. otak membaca tanggapan orang itu. jika tidak. dibujuk orang lain agar tergantung dan penjadi kemudian pelanggan tetap. Gejala putus opioida (heroin) mirip orang sakit flu berat. rusaknya hubungan dengan keluarga dan temanteman. baik muda maupun tua. rongrongan bahkan kebangkrutan keuangan. gangguan jiwa. mual. Akibat lain menurut dia adalah terancam disfungsi seksual. sebaliknya dapat merusak fungsi seksual dan organ tubuh yang lain. kerusakan berbagai organ tubuh. gangguan jiwa. Neurotransmitter yang paling berperan dalam terjadinya ketergantungan adalah dopamin. tenang atau rasa gembira yang dicari mula-mula oleh pemakai narkoba. muntah. depresi. keluar air mata. hati dan sistem reproduksi. timbul gejala putus zat. Pada ketergantungan. Ganja menyebabkan hilangnya minat. Karena ada asupan narkoba dari luar. orang kembali merasa nikmat seolah-olah kebutuhan batinnya terpuaskan. Anggapan itu tidak terbukti. Dalam hal ini narkoba mengakibatkan kecanduan yang sulit diatasi karena adanya withdrawal syndrome yang dikenal sebagai “sakauw”. sehingga dapat timbul berbagai penyakit.

tremor. juga mengganggu fungsi seksual reproduksi. dorongan seksual menurun. Semua tergantung jenis narkoba yang dipakai. Heroin. gangguan neurologis. terhambatnya menstruasi. Sementara zat stimulant (ecstasy. otot terasa lemah. kata Agen. emosi labil. Akibat fisik dan psikis adalah kurang bisa berhubungan sosial dengan orang lain. Penyalahgunaan narkoba mengakibatkan gangguan fisik dan psikis. ingin gerak terus. tetapi berpengaruh buruk bagi fungsi seksual. halusinogenik (ganja atau mariyuana). kecelakaan lalu lintas. Ganja atau mariyuana (kelompok halusinogenik) akibatkan timbulnya halusinasi. kelainan hormon. gangguan kesuburan. jantung dan pembuluh darah. kecurigaan yang tanpa dasar. kelumpuhan otot. selalu gembira. sakit kepala. kerusakan otak. pembesaran payudara pria. Masing-masing memiliki efek sendirisendiri terhadap penggunanya. Opiat yang menghasilkan heroin atau putauw membuat perasaan pengguna seperti melayang. shabu-shabu). merugikan orang lain. disfungsi ereksi dan hambatan ejakulasi. sampai tak ingin tidur dan makan. disfungsi ereksi. enak atau senang luar biasa (euforia). Narkoba. paru/pernafasan. Sementara gangguan psikisnya adalah. narkotika (opiat. gangguan hati. sebagai pengguna tampak senang berkhayal. penularan HIV/AIDS melalui jarum suntik yang dipakai bergantian. Pada wanita menurunnya dorongan seksual. stimulan (ecstasy. bingung. Menurunnya kadar hormon testosteron. depresi. yang kemudian merangsang perilaku seksual dan bisa mengakibatkan hilangnya kemampuan untuk mengontrol perilaku seksual. tetapi tidak timbulkan efek positif bagi fungsi seksual. shabu-shabu). ingin bunuh diri dan lain-lain. Ecstasy meningkatkan pelepasan neurotransmitter dopamin di dalam otak. Penggunaan barbiturat menyebabkan gangguan metabolisme testosteron dan estrogen. euforia. Gangguan itu yang terjadi antara lain. Sementara Depresan atau obat penenang dapat pula berakibat buruk terhadap fungsi seksual. depresan (obat penenang). Ecstasy sendiri sifat stimulannya membuat pengguna terus bersemangat tinggi. ingin bergerak terus. cemas. ginjal. Pengguna jadi berani melakukan hubungan seks tanpa pikirkan resiko yang mungkin terjadi. zat terkandung di dalamnya merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan rangsangan fisik dan psikis. Sedangkan Mariyuana selain menimbukan halusinasi berakibat buruk pula bagi fungsi seksual. kehamilan. hambatan menjadi hamil/ terhambatnya proses kelahiran. Pada pria bisa menurunkan kadar hormon testosteron. kehilangan kontrol perilaku sampai mengalami sakit jiwa. dan kanker. bisa membuat ukuran testis atau buah pelir mengecil.Ada beberapa golongan Narkoba. gangguan pada sperma. Sementara pada wanita bias mengakibatkan gangguan pada sel telur. gembira. lambung. candu). mengecilnya payudara dan keluarnya cairan dari payudara. cara penggunaan dan lamanya penggunaan. sikap yang apatis.Pada pria. kegagalan orgasme. Pengguna ecstasy bersemangat tinggi. Pada pria bisa . walaupun menimbulkan euforia. dorongan seksual menurun. 40 – 60% pengguna melaporkan efek samping yang tidak menyenangkan seperti muntah. menurunnya dorongan seks. Meskipun menimbulkan pengaruh merangsang. contoh: perkelahian.

”Banyak hal positif yang bisa kita buat. Jenis Obat Yang Berzat Adiktif Sesuai dengan Undang-Undang No. Flunitrazepam 3.” tegas dia. . Narkoba akan membunuh penggunanya pelan-pelan.com/2008/02/08/narkoba-mempengaruhi-kerja-otak/ A. lem.5 Tahun 1997 tentang Psikotropika menyebutkan beberapa obat yang mengandung zat adiktif di antaranya adalah : 1. Pada wanita mengakibarkan gangguan menstruasi. Fenobarbital 4. tiner. Bromazepam.menurunkan dorongan seksual dan disfungsi ereksi. Dampak / Efek yang Dapat Ditimbulkan Zat Adiktif 1. dll C. Amobarbital. Diahepam.wordpress. Jangan sekali pun mencoba jika tak ingin terjerumus lebih dalam. Efek/Dampak Penyalahgunaan Halusinogen Halusinogen dalam tubuh manusia dapat mengakibatkan pendarahan otak. Agen mengingatkan agar generasi muda menjauhi narkoba. Halusinogen 7. Oleh sebab itu lah. impoten serta gangguan seks lainnya. 2. Pengertian Zat Adiktiv Zat adiktif adalah obat serta bahan-bahan aktif yang apabila dikonsumsi oleh organisme hidup dapat menyebabkan kerja biologi serta menimbulkan ketergantungan atau adiksi yang sulit dihentikan dan berefek ingin menggunakannya secara terus-menerus yang jika dihentikan dapat memberi efek lelah luar biasa atau rasa sakit luar biasa. Amfetamin 2. solvent. Efek/Dampak Penyalahgunaan Ganja Zat kandungan dalam ganja yang berbahaya dapat menyebabkan daya tahan tubuh berkurang dan melemah sehingga mudah terserang penyakit dan infeksi serta memperburuk aliran darah koroner. 3. Minuman Beralkohol / Minuman Keras / Miras 5.■ *Edisi Borneo Tribune 8 Februari 2008 http://stefanusakim. B. mengganggu metabolisme tubuh. Tembakau / Rokok / Lisong 6. Efek/Dampak Penyalahgunaan Minuman Alkohol Alkohol dalam minuman keras dapat menyebabkan gangguan jantung dan otot syaraf. cat. dorongan seksual menurun dan sukar mencapai orgasme. membuat janis menjadi cacat. Bahan Pelarut seperti bensin.

---- http://organisasi. Efek/Dampak Penyalahgunaan Inhalasia Inhalasia memiliki dampak buruk bagi kesehatan kita seperti gangguan pada fungsi jantung. Efek/Dampak Penyalahgunaan Kokain Zat adiktif kokain jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kekurangan sel darah putih atau anemia sehingga dapat membuat badan kurus kering.4. thiner. lem aica aibon. Efek/Dampak Penyalahgunaan Non Obat Dalam kehidupan sehari-hari sering kita temui benda-benda yang disalahgunakan oleh banyak orang untuk mendapatkan efek tertentu yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. lem uhu. dan lever. Efek dari penggunaan yang salah pada tubuh manusia adalah dapat menimbulkan infeksi emboli. 5. Contoh barang yang dijadikan candu antara lain seperti bensin. racun serangga. otak. Efek/Dampak Penyalahgunaan Opiat / Opioda Zat opioda atau opiat yang masuk ke dalam badan manusia dapat mengganggu menstruasi pada perempuan / wanita serta impotensi dan konstipasi khronuk pada pria / laki-laki. Selain itu kokain menimbulkan perforesi sekat hidung (ulkus) dan aritma pada jantung. 6. 7.org/arti-definisi-pengertian-zat-adiktif-jenis-macam-dampak-efek-ketergantunganpada-organisme-hidup .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful