KELEBIHAN IDEOLOGI PANCASILA di BANDING IDEOLOGI LAIN – Menurut Soekarno, Pancasila memiliki kelebihan dari dua ideologi besar

yang telah ada. Ia lebih baik (sempurna) dari Declaration of Independence danManifesto Komunis. Pancasila sebagai ideologi memiliki karakter utama sebagai ideologi nasional. Ia adalah cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mencapai cita-citanya, yaitu masyarakat yang adil dan makmur. Pancasila adalah ideologi kebangsaan karena ia digali dan dirumuskan untuk kepentingan membangun negara bangsa Indonesia. Pancasila yang memberi pedoman dan pegangan bagi tercapainya persatuan dan kesatuan di kalangan warga bangsa dan membangun pertalian batin antara warga negara dengan tanah airnya Pandangan Soekarno yang demikian ini merupakan pengulangan dari apa yang pernah ia ucapkan pada Pidato 1 Juni, Hari Lahirnya Pancasila. Bukti bahwa ideologi pancasila lebih baik dari dua ideologi itu karena Pancasila memuat pokok-pokok pikiran sedemikian rupa : Pertama, sila Ketuhanan memuat pokok-pokok pikiran bahwa manusia Indonesia menganut berbagai agama, dengan kata lain ada kebebasan untuk beragama dan tidak beragama, serta ada kebebasan untuk berpindah agama (keyakinan)nya. Bahkan mereka yang tidak percaya kepada Tuhan-pun, karena toleransinya yang sudah menjadi sifat bangsa Indonesia, mengakui bahwa kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa merupakan karakteristik dari bangsanya, sehingga mereka menerima sila Pertama ini. Kedua, Nasionalisme Indonesia (maksudnya sila ke-3 dari Pancasila) bukanlah chauvinisme. Bangsa Indonesia tidak menganggap diri lebih unggul dari bangsa lain. Ia tidak pula berusaha untuk memaksakan kehendaknya kepada bangsa-bangsa lain (bandingkan dengan ideologi imperialisme dan kapitalisme). Di Barat, Nasionalisme berkembang sebagai kekuatan agresif yang mencari daerah jajahan demi keuntungan ekonomi nasionalnya. Di Asia, Afrika, dan Amerika Latin nasionalisme adalah gerakan pembebasan, gerakan protes terhadap penjajah akibat penindasan Barat. Ketiga, Internasionalisme (maksudnya sila Kemanusiaan yang adil dan beradab) menghendaki setiap bangsa mempunyai kedudukan yang sederajat, setiap bangsa menghargai dan menjaga hak-hak semua bangsa. Keempat, demokrasi (maksudnya sila ke-4 dari Pancasila) telah ada sejak dahulu di bumi Indonesia meskipun bentuknya beda dengan demokrasi yang ada di Barat. Demokrasi di Indonesia mengenal tiga prinsip: mufakat, perwakilan, dan musyawarah. Kelima, Keadilan Sosial. Pada sila ini terkandung maksud untuk keadilan dan kemakmuran sosial, jadi bukan keadilan dan kemakmuran individu. Hanya dalam suatu masyarakat yang makmur berlangsung keadilan sosial. Sebagai bukti bahwa (ideologi) Pancasila mendapat dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, Soekarno mengajak semua unsur (golongan) yang ada di Indonesia dalam pidatonya itu. Mereka yang ikut di belakang Soekarno pada waktu itu adalah: para pejabat tinggi dan para politisi. Mereka terdiri atas para panglima militer, ulama besar dari berbagai agama yang ada di Indonesia. Ada pimpinan Partai Komunis Indonesia, ada perwakilan dari golongan Katolik dan Protestan, dan ada pula sejumlah pimpinan dari golongan nasionalis (PNI dan lain-lain). Diikutsertakan dalam delegasi ke SU PBB itu adalah wakil buruh, tani, wakil golongan perempuan, dan wakil golongan cendekiawan. Mengingat Pancasila, terutama demokrasi yang menitikberatkan musyawarah-mufakat, yang tidak ada dalam demokrasi Barat, maka Soekarno mengajak supaya bangsa-bangsa di dunia mengikuti ideologi Pancasila. Demikianlah kata Soekarno dalam sidang itu, ‘Cara musyawarah ini dapat dijalankan, karena wakil-wakil bangsa kami berkeinginan agar cara-cara itu dapat berjalan….. semua menginginkannya, karena semuanya menginginkannya tercapainya tujuan jelas dari Pancasila, dan tujuannya yang jelas itu ialah masyarakat adil dan makmur.’ Dewasa ini, alih-alih Pancasila bisa diterima bangsa-bangsa di dunia, nasib ideologi Pancasila pun di dalam negeri masih dalam pertaruhan. Penyelewengan terhadap Pancasila mulai kentara di era Orde Baru. Pancasila telah dijadikan instrumen politik

Oleh karena itu sebagai umat yang berTuhan. Tuhan sebagai kausaprima. Selain itu negara kita terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan adat istiadat yang berbeda. Pancasila yang ditawarkan ke Sidang Umum PBB 30 September 1960. Alternatif cara penanggulangannya terhadap ATHG yang dapat dilakukan adalah: 1.untuk menjaga status quo. bermasyarakat. adalah dengan sendirinya harus taat kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan menanggulangi krimintalitas. KARAKTERISTIK PANCASILA Karakteristik yang dimaksud di sini adalah ciri khas yang dimiliki oleh Pancasila sebagai deologi egara. sudah dicengkram oleh kekuatan Neoliberalisme (penjajah baru yang lebih masif dan canggih dibandingkan dengan nenek moyangnya. jadi diperlukan sebuah pemersatu bangsa. dan berorientasi ‘menghukum’ lawan-lawan politik pemerintah. Adapun karakteristik tersebut dalah: Pertama: Tuhan Yang Maha Esa. 2. dan kriminalitas. Pancasila adalah ideologi bangsa indonesia dan berbeda dengan ideologi bangsa lain. kondisi sekarang sudah berbeda dengan kondisi ketika Soekarno masih berkuasa. Ada usaha. Nentuk-bentuk ATHG antara lain adalah ATHG terhadap keamanan. melemahkan/ menghalangi dan tak konsepsional 4. Pancasila yang dikehendaki Soekarno. Operasi intelijen dalam hal deteksi dini untuk meningkatkan keamanan. Karakteristik ini berhubungan engan sikap positif bangsa Indonesia yang memiliki Pancasila. Pengadaan sarana dan prasarana operasional intelijen di pusat dan daerah. Pancasila telah dijadikan asas tunggal. analisis intelijen perkembangan lingkungan strategis. dan beradab berarti perlakuan yang sama itu sesuai dengan derajat kemanusiaan. Ini berarti pengakuan bangsa Indonesia akan eksistensi Tuhan sebagai pencipta dunia dengan segala isinya. serta 4. Sebagaiumat manusia kita adalah sama dihadapan Tuhan Yang Maha Esa. sesuai dengan semangat para pejuang kemerdekaan. Jadi sangat cocok bagi bangsa Indonesia. ketertiban. Yaitu satu-satunya asas yang menjadi dasar untuk hidup berbangsa. kriminal & politis Tantangan: Hal / usaha yang bersifat menggugah kemampuan Hambatan : Hal / usaha yg berasal dr diri sendiri. bernegara. Indonesia sekarang. 1. Tetapi. kelebihan ideologi pancasila adalah sesuai dengan kebudayaan dan pola pikir bangsa indonesia sehingga dalam pengaplikasiannya tidak diperlukan lagi proses pengadaptasian sebagaimana yang terjadi ketika ideologi NASAKOM (nasionalis. memang. ketertiban. yaitu Pancasila. 3. dan menanggulangi krimintalitas. untuk mengembalikan Pancasila berikut tafsirnya. Seperti kebiasaan gotong royong. termasuk dalam asas Politik. Kelebihan Lainya : pancasila sebagai ideologi memberi kedudukan seimbang kepada manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. 3. Adil dan beradab berarti bahwa adil adalah perlakuan yang sama terhadap sesama manusia. komunis) dikemukakan oleh presiden Sukarno Pancasila adalah ideologi yang merupakan kristalisasi dari nilai nilai yang tertanam dalam diri bangsa Indonesia. Pancasila kemudian dijadikan tafsir yang bersifat monolitik. ATHG . yang membedakannya dengan ideologi-ideologi yang lain. kaku. Imperialisme dan Kapitalisme). ketertiban. Koordinasi seluruh badan-badan intelijen pusat dan daerah di seluruh wilayah NKRI dalam hal deteksi dini untuk meningkatkan keamanan. Pengkajian. Penjelasan AGHT Ancaman : Hal / usaha yg bersifat mengubah kebijakan dan dilakukan scr konsepsional. agama. ketertiban. Kedua ialah penghargaan kepada sesama umatmanusia apapun suku bangsa dan bahasanya. melemahkan/menghalangi dan tak konsepsional Gangguan : Hal/usaha yg berasal dr luar. 2. bahkan mulai Orba berkuasa. Hal ini sesuai dengan Kemanusiaan yang Adil dan eradab. pengolahan dan penyusunan produk intelijen dalam hal deteksi dini untuk meningkatkan keamanan. Atas . direktif.3 Persatuan Indonesia. dan menanggulangi kriminalitas. yang mengandung sila ke .

Di dalam persatuan itulah dapat dibina kerja sama yang harmonis. Keempat adalah bahwa kehidupan kita dalam kemasyarakatan dan bernegara berdasarkan atas sistem demokrasi. nilai kerakyatan. Namun demikian tidak berarti bahwa demi kepentingan pribadi itu kepentingan bangsa dikorbankan. Adanya dua macam nilai tersebut sejalan dengan penegasan pancasila sebagai ideologi terbuka. Adil dalam hal ini adalah seimbang antara hak dan kewajiban. bermutu. Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental.Kelima adalah Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pengorbanan untuk kepentingan bangsa. tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antarumat beragama. maka kehidupan pribadi adalah utama. Dapat dikatakan hak timbul karena adanya kewajiban. Penjabaran itu jelas tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. nilai kemanusiaan. dan nilai keadilan. landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. bangsa Indonesia menjunjung tinggi persatuan bangsa. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. Nilai-nilai dasar dari pancasila tersebut adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. menunjukkan kualitas. Dengan pernyataan secara singkat bahwa nilai dasar Pancasila adalah nilai ketuhanan. dan berguna bagi manusia. lebih ditempatkan daripada pengorbanan untuk kepentingan pribadi. c.keutuhan yang saling berkaitan. Artinya kita belum dapat menjabarkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Nilai Persatuan . Ini idak berarti kehidupan pribadi itu diingkari. Karakteristik yang satu tidak dapat dipisahkan dari yang lain. Hal ini sesuai dengan sila ke empat yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh nikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Demokrasi yang dianut adalah demokrasi Pancasila. Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama. Keadilan dalam kemakmuran adalah cita-cita bangsa kita sejak masa lampau. nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalan permusyawaratan/perwakilan. Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Nilai Ketuhanan Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. Betapapun pentingnya nilai dasar yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 itu. nilai persatuan. menghormati kemerdekaan beragama. Penjabaran itu kemudian dinamakan Nilai Instrumental. dan nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Ketiga. sifatnya belum operasional. karena Pancasila itu merupakan suatu kesatuan. PANCASILA SEBAGAI SUMBER NILAI Diterimanya pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai pancasila dijadikan landasan pokok. Demikian secara pokok karakteristik dari Pancasila. Alinea 4 dinyatakan sebagai nilai dasar dan penjabarannya sebagai nilai instrumental. Nilai Kemanusiaan Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya. Nilai dasar tidak berubah dan tidak boleh diubah lagi. PENGERTIAN NILAI Nilai adalah sesuatu yang berharga. Dengan demikian harmoni antara hak dan kewajiban adalah penjelmaan dari kemanusaiaan yang adil dan beradab. Sebagai umat yang takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Perumusan pancasila sebagai dalam pembukaan UUD 1945. Penjabaran itu sebagai arahan untuk kehidupan nyata. NILAI NILAI PANCASILA A. &.Sistem pemerintahan yang kita anut bertujuan untuk tercapainya masyarakat yang adil dan makmur. Penjelasan UUD 1945 sendiri menunjuk adanya undang-undang sebagai pelaksanaan hukum dasar tertulis itu. Nilai Instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkannya Penjabaran itu bisa dilakukan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan semangat yang sama dan dalam batas-batas yang dimungkinkan oleh nilai dasar itu. b. nilai Persatuan Indonesia. Makna Nilai dalam Pancasila a. itulah sebabnya disarankan agar seluruh masyarakat kita bekerja keras dan menghargai prestasi kerja sebagai suatu sikap hidup yang diutamakan. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 itu memerlukan penjabaran lebih lanjut. B. maka persatuan Indonesia kita tempatkan di atas kepentingan sendiri.dasar perlakuan ini maka kita menghargai akan hak-hak asasi manusia seimbang dengan kewajiban-kewajibannya. Dalam hubungan ini.

. Karena sifatnya abstrak dan normatif. Pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan ekonomi lebih berorientasi pasar. Terhitung sejak reformasi. GENERASI MUDA PANCASILA Akhir-akhir ini mulai banyak dibicarakan atau dipertanyakan wawasan kebangsaan generasi muda. dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. Atas nama HAM. Globalisasi ekonomi (termasuk politik. Ada tiga faktor penting mengapa tatanan baru tidak segera stabil. Artinya. Itulah mengapa sebagian orang menyebut reformasi masih belum selesai. ada kebutuhan untuk mengaktulisasikan. kecenderungannya merubah tatanan dan mencari keseimbangan baru yang belum teruji. e. Keduademokratisasi. Tiga faktor tersebut secara bersama-sama mempengaruhi tatanan kehidupan nasional. sekedar berbeda. merevitalisasi. muncul organisasi-organisasi baru untuk melawan institusi masyarakat dan negara. modernisasi) sangat mempengaruhi kehidupan ekonomi nasional dan menciptakan ketergantungan. Saat ini. dan memantapkan nilai-nilai Pancasila. modal iptek nasional belum kuat sehingga ekonomi nasional hanya menjadi manut ekonomi dunia (transaksi berjalan mengarah defisit). Salah satu rumusan hasil kongres Pancasila ke III di Surabaya 31 Mei – 1 Juni 2011 adalah dengan melibatkan generasi muda sebagai subyek pengembang nilai-nilai Pancasila. Mereka ini yang akan mengawal berfungsinya tatanan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan sekaligus mengendalikan tiga faktor di atas. Kalaupun ada tatanan yang tidak berfungsi. Agar dapat bersifat operasional dan eksplisit. Pertamaglobalisasi. Potensi itu mendasari manusia untuk mengalami pembelajaran. primordialisme berlatar agama. Isyu HAM telah berkembang dan dimanfaatkan melebihi kewajiban asasi manusia (KAM). masa transisi belum usai. Kepentingan politik ekonomi global mempengaruhi dan mempercepat dinamika kebijakan ekonomi nasional. Ketiga hak asasi manusia (HAM). Generasi muda diharapkan memberikan peran dan kontribusinya yang kelak juga akan menjadi aktor pembangunan nasional di masanya.. IT. Mampukah ini terjadi? Tentu saja mampu dan bisa. yang disertai kearifan untuk mengelola isi dan potensi geografi. Demokratisasi telah memberi ruang yang lebar bagi saluran aspirasi. 9. dengan bersumber pada kelima nilai dasar diatas dapat dibuat dan dijabarkan nilai-nilai instrumental penyelenggaraan negara Indonesia. nilai-nilai tersebut menjadi sumber nilai. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa indonesia. Pancasila tidak terdengung seperti saat pemerintahan orde baru berkuasa. Saat ini. Nilai Keadilan Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan. atau mismanajemen konflik di DPR. Saat orde baru. perubahan masih terus terjadi. Celakanya.Nilai persatuan indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. berbangsa dan bernegara. Menurut Hasibuan (2003). Peran media massa sangat bebas dan melanggar nilai-nilai luhur bangsa. maka mekanisme mengembalikannya segera berjalan dan tatanan kembali berfungsi. Nilai Kerakyatan Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat. Pancasila mulai didengungkan kembali sejalan dengan ‘hilangnya’ nilai-nilai perekat kehidupan bermasyarakat. Munculah fenomena kecenderungan disintegrasi. demografi dan sumber kekayaan alam (SKA). oleh rakyat. nilai-nilai perekat itu berfungsi mengendalikan kehidupan. Pembelajaran ini yang akan menghasilkan ketahanan nasional sekaligus menghasilkan manusia Indonesia yang berkualitas. manusia Indonesia memiliki potensi ²illahiyah². Ironisnya hal ini dimanfaatkan secara bebas tanpa melihat kepentingan nasional yang lebih besar. isinya belum dapat dioperasionalkan. Yang diperlukan saat ini adalah lahirnya manusia Indonesia yang berkualitas. perlu dijabarkan ke dalam nilai instrumental. Sebagai nilai dasar. yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atauun batiniah. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 dan peraturan perundangundangan lainnya. Banyak momentum mengangkat hal tersebut. Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif. Saat peringatan hari Pancasila 1 Juni 2011. d. mekanisme pengembalian agak kesulitan berjalan.

serta terlibat dalam proses pembelajaran dalam pengembangan karakter positif bangsa sesuai perkembangan jaman. sebab sebagaimana keyakinan integralisme. pembinaan nasionalisme atau wawasan kebangsaan. dengan berinisiatif membangun kesadaran kolektif dengan kohesivitas tinggi. Ketiga. berbangsa dan bernegara. mengapa ada anggapan bahwa Pancasila tidak relevan. pemberdaya karakter (character enabler). budaya dan religi kehidupan bangsa Indonesia. Tidak boleh ada pandangan yang . manusia Indonesia membina hubungan secara harmonis antar manusia. Nilai-nilai itu tertanam dalam hati. yang telah mewariskan gagasan tentang Pancasila sebagai dasar negara. finansial. Generasi muda berperan membangun karakter positif bangsa melalui kemauan keras. Doktrin Orde Baru mengatakan bahwa demokrasi Pancasila tidak mengenal oposisi. menciptakan ide-ide baru (inovator) dan berani mengambil resiko (calculated risk taker). Byham. Generasi muda berperan dan berprestasi dalam ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Vila Bukit Sengkaling. Generasi muda adalah tumpuan upaya implementasi dan pemantapan nilai-nilai Pancasila. Generasi muda berperan dalam ilmu pengetahuan dan kebudayaan (Rajasa. daya saing daerah.Nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa telah membudaya di dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. dan (iii) dukungan berwirausaha (business setup) (Vallini and Simoni. dan besar kemungkinan dapat membantu bangsa yang majemuk ini tetap bertahan dan berkembang sampai waktu yang lama. norma dan hukum yang tertulis maupun tidak tertulis dari Pancasila. 2006). untuk menjunjung nilai-nilai moral serta menginternalisasikannya pada kehidupan nyata. (ii) peningkatan ketrampilan (transfer knowledge) dalam aspek pemasaran. tercermin dalam sikap dan perilaku serta kegiatan lembaga-lembaga masyarakat (Poespowardojo dan Hardjatno. Nilai-nilai itu tumbuh dan berkembang serta diyakini kebenarannya. Generasi muda adalah juga andalan bagi tumbuhnya nasionalisme melaluientrepreneurhip. Generasi muda mampu menyerap proses transformasi nasionalisme sesuai perkembangan jiwa dan idealisme (Pokja Padnas. pembangun karakter (character builder). 2003). terutama Bung Karno. Pengetahuan sejarah dapat menyadarkan generasi sekarang tentang besarnya jasa para pendiri negara. Generasi muda menjadi role model dari pengembangan karakter bangsa yang positif. 2007). Pancasila sebagai landasan ideologi negara diangkat dari nilai-nilai luhur adat istiadat. generasi muda mengembangkan karakter nasionalisme melalui tiga proses. Pancasila sebagai dasar negara merupakan sumber dari segala sumber hukum yang melandasi kehidupan bermasyarakat. perekayasa karakter (character engineer). Dalam kehidupannya. jawabannya bisa dijelaskan dengan kalimat negatif. sekaligus memperkokoh ketahanan nasional dalam seluruh gatra. Pancasila juga membuat Indonesia ada. Nasionalisme generasi muda Cina berhasil tumbuh dan menggerakkan perekonomian (MLSS-ILO. Peran mereka dalam lingkungan masyarakat madani akan menjadi penggerak utama prime mover pembangunan ekonomi di daerah. misalnya menyerukan penyelesaian konflik. berbangsa dan bernegara. dan teknologi. Menurut Rajasa (2007). Seluruh pelaksanaan penyelenggaraan negara dilandasi dan menggunakan sumber nilai. Kini. Peran lembaga perguruan tinggi adalah: (i) internalisasi nilai-nilai kewirausahaan. dengan lingkungan dan Tuhan. kembali pada pertanyaan awal kita. Secara umum. yaitu karena makna Pancasila yang paling mendasar dan sangat penting sebagai nalar publik sudah semakin sulit dikenali. 2006. meningkatnya nasionalisme melalui peran entrepreneurdari generasi muda sangat diharapkan untuk membangun perekonomian nasional. kompetensi kewirausahaan bukanlah ilmu magic. 2010). 21 Juli 2011 TAMBAHAN Pancasila sudah menjadi bagian dari sejarah Indonesia. Hal ini pada gilirannya menghasilkan akselerasi peningkatan pembangunan. Kedua. pemerintah pada dasarnya akan selalu baik hati. Generasi muda dapat mempelajarinya. dan tidak pernah menyengsarakan rakyatnya. Generasi muda yang berkualitas akan menjadi pengawal berjalannya fungsi-fungsi tatanan kehidupan masyarakat. dan proses pembelajaran kompetensi kewirausahaan. 2009) dan menciptakan konstelasi geopolitik regional (Bosworth. Orang melihat banyak ajaran yang baik dan luhur dari Pancasila tetapi semua itu tidak ada hubungannya . 2010). Menurut Ciputra. Generasi muda Singapura bahkan telah menunjukkan nasionalisme ‘berkarakter global’ sehingga dapat berperan dalam ekonomi global (Kluver and Weber. dengan memberi kesempatan (opportunity creator). 2010) sehingga membawa Cina menjadi kekuatan ekonomi dunia baru (Garnaut. Lebih dari itu. 2007). Pertama.

dan besar kemungkinan dapat membantu bangsa yang majemuk ini tetap bertahan dan berkembang sampai waktu yang lama. Karena itu salah satu masalah yang terkait dengan pertanyaan tentang apakah Pancasila masih relevan. Ke depan. tetapi juga kehidupan privat. Pancasila sebagai nalar publik lebih dekat dengan demokrasi konstitusional. Pengetahuan sejarah dapat menyadarkan generasi sekarang tentang besarnya jasa para pendiri negara. Sebagian sebabnya tentu saja karena fakta bahwa Pancasila sudah menjadi bagian dari sejarah Indonesia. banyak kalangan selalu bertanya “apakah Pancasila masih relevan?” Ini adalah pertanyaan yang tidak sederhana. tetapi Indonesia juga menolak ekonomi pasar bebas yang pada intinya menyerahkan semua transaksi ekonomi pada pihak swasta dan negara hanya menjadi semacam wasit. mengatur bukan hanya kehidupan publik dan politik. persoalan politik akhirnya juga berhubungan dengan masalah ekonomi. tempat tidak cukup) Apakah Pancasila Masih Relevan? Setiap tahun di saat datang peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni. Kalau setiap orang diminta membuat uraian dari sudut pandang dan pengalaman masing-masing. Pancasila juga dikembangkan dalam bentuk usaha menjabarkan nilai-nilai yang terdapat dalam masing-masing sila Pancasila (dengan cara mencongkel-congkelnya. Cara kita menterjemahkan keadilan dan martabat dalam kehidupan kongkrit politik dan ekonomi menentukan seperti apa bentuk negara Pancasila yang kita bayangkan. seperti yang pernah kita temui dalam butir-butir P4. Ada indikasi untuk percaya bahwa banyak orang Indonesia tidak memiliki pandangan negatif terhadap Pancasila. pemahaman tentang moral Pancasila semacam ini perlu dikaji ulang. situasinya sangat berbeda. Dalam praktek. juga terletak pada kemampuan kita menafsirkan kembali arti Pancasila dan terutama menterjemahkan dengan lebih baik hubungan antara negara dan masyarakat sipil atau rakyatnya. Maka tentu saja sangat berbahaya jika satu orang diberi kekuasaan sekaligus untuk membuat hukum. Benar. dan karena itu sistem politik harus dikembangkan sedemikian rupa untuk memastikan masyarakat sipil di bawah kontrol negara. kenapa pidato Pancasila . Para pendukung demokrasi konstitusional meyakini bahwa kekuasaan cenderung korup. Nilai-nilai inilah yang kemudian dicoba disosialisasikan ke masyarakat oleh negara. Kenapa Pancasila dianggap tidak relevan? Jangan salah! Ini tidak ada hubungannya dengan sikap anti-Pancasila. ketimbang dengan ajaran organisisme atau integralisme. Bukan pada tempatnya di sini untuk menjelaskan secara panjang lebar kenapa ada perbedaan antara yang ideal dan kenyataan yang dihadapi. sebagian orang Indonesia ada yang terang-terangan menolak Pancasila. yang sesungguhnya lebih baik diserahkan pada pilihan privat dan menjadi hak warga negara untuk menentukannya sendiri secara bebas. Lebih dari itu. yang telah mewariskan gagasan tentang Pancasila sebagai dasar negara. yang menentukan bahwa negara mengontrol baik produksi maupun distribusi. Di telinga.membedakan antara pemerintah dan rakyat. dan mengadili pelaksanaan hukum. Di bawah Orde Baru. melaksanakan hukum. mengingat kenyataan bahwa negara sering tidak mampu. terutama Bung Karno. Pancasila. atau murni menganut sistem ekonomi komando. dan kalaupun mampu biasanya menuntut harga dan resiko mahal yang harus dibayar ketika mencoba menentukan berbagai kebenaran metafisik (misalnya apakah dibalik realitas ini sesungguhnya roh atau materi). Indonesia menolak sistem ekonomi komando. Tetapi apa makna yang lebih dalam dari sejarah Pancasila? Masih menjadi pertanyaan menarik. Pancasila juga membuat Indonesia ada. Pandangan dasar tentang negara dalam demokrasi konstitusional adalah bahwa kekuasaan di manapun bisa bersalah guna. Di masa Orde Baru diajarkan secara luas baik dalam penataran P4 maupun dalam buku-buku pelajaran di sekolah bahwa bahwa ekonomi Pancasila adalah khas. dan kekuasaan yang absolut akan korup secara absolut pula. materi referensi: Tags: Agus Wahyudi (diedit sebagian. Dalam praktek. dan juga banyak masyarakat di seluruh dunia sama-sama mendambakan tatanan kehidupan yang lebih adil dan bermartabat. Kecenderungan globalisasi dan interdependensi dunia dewasa ini juga memperlihatkan beragam aktor dan kekuatan saling berinteraksi dengan cara yang sangat cepat dan tak dapat dikendalikan. Tetapi saya akan menduga bentuk jawabannya hanya ada dua. lengkap dan menyeluruh. menurut Almarhum Profesor Umar Kayam). Tetapi. Poin yang ingin saya katakan adalah bahwa anggapan tentang Pancasila yang tidak relevan kemungkinan juga terkait dengan ketidakjelasan pemahaman banyak pemimpin kita menyangkut hubungan antara Pancasila dengan masalah ekonomi. Ya dan Tidak! Baiklah saya mulai dengan kemungkinan penjelasan kenapa Tidak. ini terdengar seperti rumusan yang ideal. Pancasila diyakini sebagai sistem ideologi dan sistem nilai yang komprehensif. Akibatnya. mungkin saja. tetapi orang-orang ini tidak mewakili pandangan mayoritas. penjelasan yang muncul mungkin akan sebanyak jumlah kepala orang. tidak ada negara yang murni menganut ekonomi pasar bebas.

ada kriteria kesetaraan dan kebebasan yang sama. Tidak boleh ada pandangan yang membedakan antara pemerintah dan rakyat. dan juga menolak doktrin politik modern seperti pemisahan kekuasaan (separation of power) dan pengawasan dan keseimbangan (check and balances) dalam kekuasaan. Bung Karno tidak hanya berbicara Pancasila dalam pengertian sebagai lima sila. dan menganggap orang lain juga bebas dan setara. patuh pada perintah Tuhan dan tidak pernah lupa. Kini. dan bukan dikembangkan berdasarkan Pancasila sesuai dengan makna awalnya. artinya ketika si pelaku mengajukan usulan kepada pihak lain dalam rangka menentukan persyaratan untuk kerjasama (yang dalam konteks sejarah BPUPK adalah kerjasama dalam membentuk sebuah negara merdeka yang baru) yang pertama-tama dipertimbangkan adalah bahwa usulannya akan masuk akal di mata orang lain. sebab sebagaimana keyakinan integralisme. yang memang menarik. resiprositas. Kita tahu. ada kriteria kebaikan bersama. baik BPUPK maupun PPKI. Kedua. yang berkuasa hampir selama 32 tahun. yaitu eka sila. Pertama. sehingga mereka menerima kesepakatan bukan karena dominasi atau manipulasi. Maka tentu saja sangat berbahaya jika satu orang diberi kekuasaan sekaligus untuk membuat hukum. Implikasi dari Pancasila yang dipahami dalam pengertian integralisme sangat jelas. dan juga bukan malaikat yang selalu baik. telah terjadi pertarungan antara berbagai pengaruh pemikiran ini. jangan lupa. yang mempermasalahkan dua hal. resiprositas. dan dia nyaris menjalankan fungsi seperti yang dijalankan Tuhan atau Dewa. Karena itu demokrasi konstitusional . meskipun dalam konstitusi rumusan itu kemudian mengalami perubahan urutan dan modifikasi. yaitu sebagai nalar publik. negara Pancasila yang dikembangkan oleh regim Orde Baru lebih bertitik tolak dari ajaran Integralisme atau Organisisme yang sesungguhnya berasal dari usulan Supomo pada sidang BPUPK tahun 1945. menurut Bung Karno. Padahal manusia bukan Tuhan atau Dewa. yang juga merupakan warga negara yang bebas dan setara. dan mengadili pelaksanaan hukum. atau karena tekanan paksa akibat posisi sosial dan politik yang lebih rendah (inferior). atau karena ketrampilan berpidato Bung Karno. Integralisme mengajarkan konsepsi tentang negara yang menolak pemisahan negara dan masyarakat sipil. trisila itu juga bisa diperas menjadi satu saja. pemerintah pada dasarnya akan selalu baik hati. Namun. telah dilakukan usaha untuk menempa identitas ideologis yang secara historis otentik sekaligus berbeda dengan identitas ideologis regim Sukarno. kembali pada pertanyaan awal kita. yaitu inti penting konstitusi (constitutional essentials) dan masalah keadilan dasar. artinya pokok masalah (subject) yang dibicarakan dalam usulan kerjasama itu adalah tentang kebaikan bersama (public good) atau keadilan politik fundamental. Orang melihat banyak ajaran yang baik dan luhur dari Pancasila tetapi semua itu tidak ada hubungannya dengan realitas hidup mereka sehari-hari. jika masih dipandang terlalu banyak. Di masa pemerintah Orde Baru. ada kriteria resiprositas. artinya pelakunya menyadari bahwa dirinya adalah anggota dari warga negara yang bebas (free) dan setara (equal). Karena itu. Pancasila Soekarno merupakan sintesis dari berbagai pengaruh pemikiran yang disajikan sedemikian rupa. yaitu dengan cara mengklaim kembali dan membentuk ulang Pancasila.Sukarno 1 Juni 1945 dan bukan alternatif lain yang waktu itu juga ditawarkan dalam sidang BPUPK yang akhirnya diterima dan bahkan mendapat sambutan tepuk tangan sangat meriah dari para anggota sidang? Pada hemat saya itu terjadi bukan terutama karena lima sila dari Pancasila. penjelasan paling masuk akal dari pertanyaan mengapa usulan Pancasila Bung Karno yang akhirnya diterima adalah karena waktu itu Bung Karno mempraktekkan dengan sempurna apa yang dalam istilah filsafat politik kontemporer disebut sebagai nalar-publik (public reason). Praktek nalar publik selalu mengandung sedikitnya tiga pengertian (bandingkan Rawls. 2002). Inilah rahasianya mengapa Pancasila Sukarno yang akhirnya diterima dengan suara bulat. dan orientasi pada kebaikan bersama. Pandangan dasar tentang negara dalam demokrasi konstitusional adalah bahwa kekuasaan di manapun bisa bersalah guna. yang diakui sangat memukau. Orang semacam ini memiliki kekuasaan absolut. Doktrin Orde Baru mengatakan bahwa demokrasi Pancasila tidak mengenal oposisi. melaksanakan hukum. Para pendukung demokrasi konstitusional meyakini bahwa kekuasaan cenderung korup. yaitu karena makna Pancasila yang paling mendasar dan sangat penting sebagai nalar publik sudah semakin sulit dikenali. mengapa ada anggapan bahwa Pancasila tidak relevan. dan bahkan. dan kebaikan bersama. yang disebutnya sebagai trisila. ketimbang dengan ajaran organisisme atau integralisme. Sejarah lahirnya Pancasila adalah contoh sempurna dari penerapan nalar publik itu. berupa Gotong Royong. Sebab berbeda dengan proposal lain yang juga diusulkan dalam sidang BPUPK pada 1945. dan kekuasaan yang absolut akan korup secara absolut pula. tetapi bukannya dengan menafikan. Pancasila sebagai nalar publik lebih dekat dengan demokrasi konstitusional. dan karena itu sistem politik harus dikembangkan sedemikian rupa untuk memastikan masyarakat sipil di bawah kontrol negara. dan tidak pernah menyengsarakan rakyatnya. Dia juga menawarkan kepada para anggota sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) pada 1 Juni 1945 bahwa kelima sila bisa diperas menjadi tiga sila. usulannya dirumuskan dalam pengertian yang menjunjung tinggi pengertian kebebasan dan kesetaraan. jawabannya bisa dijelaskan dengan kalimat negatif. Sebab. Sementara nalar publik pada dasarnya sejalan dengan demokrasi konstitusional dengan kriteria berupa persamaan dan kesetaraan. ajaran integralism memiliki konsepsi tentang negara yang hampir bertolak belakang dengan konsepsi yang dikenal dalam pengertian demokrasi konstitusional. Dan ketiga. dalam perdebatan pembentukan negara.

situasinya sangat berbeda. Di telinga. Poin yang ingin saya katakan adalah bahwa anggapan tentang Pancasila yang tidak relevan kemungkinan juga terkait dengan ketidakjelasan pemahaman banyak pemimpin kita menyangkut hubungan antara Pancasila dengan masalah ekonomi. tetapi juga kehidupan privat. Karena itu salah satu masalah yang terkait dengan pertanyaan tentang apakah Pancasila masih relevan. Ke depan. Kembali pada pertanyaan tentang apakah Pancasila masih relevan. dan juga banyak masyarakat di seluruh dunia sama-sama mendambakan tatanan kehidupan yang lebih adil dan bermartabat. dan kalaupun mampu biasanya menuntut harga dan resiko mahal yang harus dibayar ketika mencoba menentukan berbagai kebenaran metafisik (misalnya apakah dibalik realitas ini sesungguhnya roh atau materi). karena kita memang harus menyelesaikan berbagai masalah mendasar politik. Di masa Orde Baru diajarkan secara luas baik dalam penataran P4 maupun dalam buku-buku pelajaran di sekolah bahwa bahwa ekonomi Pancasila adalah khas. Dalam praktek. menurut Almarhum Profesor Umar Kayam). Jadi. atau murni menganut sistem ekonomi komando. persoalan politik akhirnya juga berhubungan dengan masalah ekonomi. ekonomi. Pancasila. pertama. kemungkinan cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan Pancasila sebagai nalar-publik yang merupakan makna penting dan mendasar dari sejarah lahirnya Pancasila yang sudah lama terlupakan. tidak banyak memperhatikan persyaratan untuk membatasi kekuasaan pemerintah agar bisa mengontrol dirinya sendiri. namun pendekatannya bukan dengan mengulang Pancasila seperti yang pernah dikembangkan oleh regim Orde Baru. Kecenderungan globalisasi dan interdependensi dunia dewasa ini juga memperlihatkan beragam aktor dan kekuatan saling berinteraksi dengan cara yang sangat cepat dan tak dapat dikendalikan. dan moral Orde Baru nampaknya tidak memadai untuk menjawab relevansi Pancasila untuk masa kini. karena itu orang juga bisa dengan sangat optimis memberikan jawaban Ya. Bukan pada tempatnya di sini untuk menjelaskan secara panjang lebar kenapa ada perbedaan antara yang ideal dan kenyataan yang dihadapi. karena visi politik. pemahaman tentang moral Pancasila semacam ini perlu dikaji ulang. Tetapi. Di bawah Orde Baru. yang menentukan bahwa negara mengontrol baik produksi maupun distribusi. ini terdengar seperti rumusan yang ideal. dalam negara yang mengakui berdasarkan Pancasila. tidak ada negara yang murni menganut ekonomi pasar bebas. lengkap dan menyeluruh. . bagaimana menentukan kewajiban pemerintah untuk mengontrol dirinya sendiri. ekonomi dan moral yang sedang kita hadapi dengan cara yang lebih cerdas. Nilai-nilai inilah yang kemudian dicoba disosialisasikan ke masyarakat oleh negara. maka hal ini pasti menimbulkan skeptisisme dan bahkan sinisme yang meluas tentang relevansi Pancasila untuk mengatur kehidupan bersama. mengingat kenyataan bahwa negara sering tidak mampu. Ketika praktek bernegara. dan kedua. yang sesungguhnya lebih baik diserahkan pada pilihan privat dan menjadi hak warga negara untuk menentukannya sendiri secara bebas. seperti yang pernah kita temui dalam butir-butir P4. kesulitan terbesar akan terletak dalam dua hal. Cara kita menterjemahkan keadilan dan martabat dalam kehidupan kongkrit politik dan ekonomi menentukan seperti apa bentuk negara Pancasila yang kita bayangkan. juga terletak pada kemampuan kita menafsirkan kembali arti Pancasila dan terutama menterjemahkan dengan lebih baik hubungan antara negara dan masyarakat sipil atau rakyatnya. Pancasila diyakini sebagai sistem ideologi dan sistem nilai yang komprehensif. Akibatnya. tetapi Indonesia juga menolak ekonomi pasar bebas yang pada intinya menyerahkan semua transaksi ekonomi pada pihak swasta dan negara hanya menjadi semacam wasit. Pancasila juga dikembangkan dalam bentuk usaha menjabarkan nilai-nilai yang terdapat dalam masing-masing sila Pancasila (dengan cara mencongkel-congkelnya. mengatur bukan hanya kehidupan publik dan politik.menyarankan bahwa dalam merancang sebuah pemerintahan yang diatur oleh manusia terhadap manusia. Indonesia menolak sistem ekonomi komando. bagaimana memberikan kemungkinan pemerintah mengontrol yang diperintah. Dalam praktek.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful