P. 1
Produktivitas Ekonomi

Produktivitas Ekonomi

|Views: 14|Likes:
Published by Meylinda Mulyati

More info:

Published by: Meylinda Mulyati on Apr 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/08/2013

pdf

text

original

Modul ke- 9 Perekonomian Indonesia Dosen : Agus Arijanto,SE,MM

Produktivitas Usaha dan Tenaga Kerja Indonesia Produktivitas yang tinggi adalah sasaran manajemen, bukan tenaga kerja secara individu oleh karena itu perlu dibangun hubungan timbal balik antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan para pekerja. Dalam situasi kerja sehari-hari diharapkan bahwa tenaga kerja (karyawan) akan menghasilkan produktivitas sesuai dengan harapan perusahaan sebaliknya karyawan mengharapkan agar perusahaan mampu memberikan dan mempertahankan motivasi kerja yang cukup tinggi. Dengan kata lain produktivitas merupakan titik temu antara harapan perusahaan dengan harapan karyawan, dimana setiap pekerja harus menyadari bahwa mereka adalah anggota (bagian) dari sebuah tim kerja yang secara bersama-sama melakukan kegiatan untuk mencapai sasaran perusahaan. Keberhasilan kerja sering dinilai dari produktivitas yang dihasilkan oleh perusahaan mereka. Peningkatan produktivitas secara essensial adalah misi para manajer produksi dan operasi. Produktivitas tidak terlepas dari sumber daya manusia, modal dan teknologi yang mmpengaruhinya karena ketiga hal ini secara langsung mempengaruhi kegiatan produksi. Produktivitas mengandung arti perbaikan dalam pencapaian produksi. Dari kata produktivitas kerja mengandung arti keinginan dan usaha dari setiap manusia untuk selalu meningkatkan mutu kehidupan dan penghidupannya. Pandangan itu lebih mengutamakan bekerja dengan mengacu kepada unsur dan efektivitas. Didalam ilmu ekonomi, produktivitas kerja merupakan hasil kegiatan (output, keluaran) dan segala biaya untuk mewujudkan hasil (input, masukan). Sampai saat ini tenaga kerjalah yang lazim dijadikan faktor pengukur produktivitas. Hal ini disebabkan, karena besarnya biaya yang dikorbankan untuk tenaga kerja sebagai bagian dari biaya yang besar untuk pengadaan produk atau jasa. Dalam konsep manajemen manusia diharapkan mau memanfaatkan tenaga sepenuhnya atau seoptimum mungkin untuk meningkatkan produktivitas kerja, yang diikuti dengan terciptanya hubungan kerja yang bermutu dengan konotasi

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Agus Arijanto SE

PEREKONOMIAN INDONESIA

Produktivitas merupakan sikap mental. Konsep Produktivitas kerja dalam pandangan ilmu ekonomi biasanya dikaitkan dengan jumlah luaran dan harga luaran. Melalui pendekatan produktivitas suatu organisasi akan timbul dan berkembang sehingga dapat bersaing baik dalam lingkup domestik maupun dalam lingkungan internasional serta dapat memberikan kontribusi sosial yang layak kepada masyarakat. Pengertian Produktivitas Kerja Produktivitas merupakan faktor yang sangat penting dalam mempertahankan dan mengembangkan suatu organisasi atau perusahaan. Satu keyakinan bahwa seseorang dapat melakukan pekerjaan lebih baik dari hari ini daripada hari kemarin dan hari esok lebih baik daripada hari ini. Oleh karena itu banyak ditemukan konsep produktivitas kerja yang hanya mengacu kepada aspek luaran (produktivitas fisik). menyatakan bahwa produktivitas merupakan kunci pendorong vitalitas dan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. 2.1. sikap mental yang selalu mencari perbaikan terhadap apa yang telah ada. Ravianto (1990) dalam bukunya Produktivitas dan Tenaga Kerja Indonesia. Menurut Siagian (1995) yang dimaksud produktivitas adalah ” kemampuan memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari sarana dan prasarana yang tersedia dengan menghasilkan keluaran (output) yang optimal bahkan kalau mungkin yang maksimal ”. 2.UMB Agus Arijanto SE PEREKONOMIAN INDONESIA .menyenangkan. lalu berperan serta. Selanjutnya dikatakan bahwa produktivitas adalah sikap mental yang mementingkan usaha terus menerus untuk menyesuaikan aktivitas ekonomi terhadap kondisi yang berubah. Pengertian produktivitas seperti yang dikutip Ravianto (1990) dari ” Rome Conference European Productivity Agency ” tahun 1958 disebutkan : 1. Usaha ini menuntut keterlibatan seluruh perusahaan dimana setiap orang dapat merasakan pentingnya produktivitas yang meningkat. melainkan oleh tingginya tingkat produktivitas masyarakatnya. penuh tenggang rasa dan saling membangun. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . dan mutu kehidupan suatu bangsa tidak ditentukan oleh kekayaan sumber daya alamnya. Sikap mental untuk menerapkan teori-teori serta metode-metode baru dan kepercayaan yang teguh akan kemajuan umat manusia. Produktivitas adalah tingkat efisiensi dan efektivitas dari penggunaan elemen produksi.

jika personel hanya menuntut haknya tanpa menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagaimana seharusnya. karena banyak segi dari pekerjaan dan kegiatan perusahaan yang mempunyai dampak terhadap produktivitas tenaga kerja. selanjutnya keterkaitan antara efisiensi. Peran serta karyawan dapat tercermin melalui keterlibatannya. Namun demikian meningkatkan produktivitas tidak akan dapat tercapai secara langsung. efektivitas. teknik atau metode tanggal yang merupakan satu-satunya landasan bagi peningkatan produktivitas. Pada kebanyakan perusahaan. pada umumnya sejumlah kombinasi dan teknik dan metode dianggap merupakan sarana yang paling efisien untuk meningkatkan produktivitas. jarang ditemui adanya kegiatan. loyalitas moral.Nawawi dan Martini (1990) mengemukakan bahwa produktivitas kerja tidak dapat terwujud jika personel hanya dituntut menunaikan kewajiban atau tanggung jawabnya tanpa memenuhi hak yang seharusnya diterima. kondisi ini memungkinkan timbulnya kepuasan kerja yang berpengaruh kepada dedikasi. kecakapannya dan kemampuannya dalam melaksanakan pekerjaan untuk tujuan yang telah ditetapkan.UMB Agus Arijanto SE PEREKONOMIAN INDONESIA . Peningkatan produktivitas merupakan masalah sistem dalam arti tertentu. Meningkatkan produktivitas adalah penting sekali. melainkan hanya bisa dicapai melalui perubahan perilaku faktor-faktor produksinya. dan semangat kerja yang tinggi akan membentuk disiplin kerja yang tinggi pula dan hal ini tercermin dalam kesediaan dan kesungguhan karyawan menunaikan pekerjaannya yang akan bermuara pada peningkatan produktivitas kerja. Dari kedua definisi diatas dapat disimpulkan jika karyawan telah melaksanakan tugas kewajiban dan tanggung jawabnya maka selayaknyalah kepentingan pribadinya sebagai tenaga kerja dan secara manusiawi mendapat pelayanan yang baik dan lancar. Menurut Nawawi dan Martini (1990). Produktivitas kerja juga mengandung pengertian sebagai suatu perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran serta karyawan persatuan waktu. karena dengan demikian kesejahteraan dapat ditingkatkan sampai pada tingkat penggunaan faktor-faktor produksi yang jumlahnya sama. Sebaliknya produktivitas kerja juga tidak akan terwujud. kualitas dan produktivitas dapat dirangkai dalam skema sebagai berikut : Gambar : Skema Produktivitas Pusat Pengembangan Bahan Ajar .

2.Input Proses Produksi Hasil Kualitas Kualitas dan Efisiensi Produktivitas Kualitas dan Efektivitas Jadi sebenarnya bahwa pengertian produktivitas kerja identik dengan prestasi kerja yang dicapai oleh para karyawan sehingga apabila prestasi kerja setiap karyawan baik dan tinggi maka produktivitas perusahaan secara keseluruhan juga tinggi.UMB Agus Arijanto SE PEREKONOMIAN INDONESIA . Tingkat pendidikan yang lebih tinggi motivasi yang lebih tinggi. Pendidikan dan penelitian yang ditambah dengan praktek terus-menerus akan menambah kecakapan seseorang. Faktor Motivasi Tinggi rendahnya produktivitas kerja karyawan sangat dipengaruhi oleh motivasi kerjanya. Faktor Kecakapan Tenaga Kerja Kemampuan seseorang untuk berawal dari pendidikan (dalam arti luas) dan pelatihan yang dialaminya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja menurut Ravianto (1990) adalah : 1. Jika motivasi kerja tinggi maka akan menunjukkan produktivitas kerja yang tinggi. sikap etika dan disiplin kerja yang lebih baik akan meningkatkan produktivitas kerja. Secara teori. sehingga pekerjaannya akan makin bermutu dan makin cepat selesai. Hal ini terbukti dari tingginya rata-rata pendidikan penduduk negara-negara maju maka produktivitasnya tinggi pula. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . motivasi kerja menunjuk pada dorongan untuk bekerja yaitu besar kecilnya upaya yang dikerahkan seseorang guna mencapai sasaran pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Pendidikan dan penelitian pada dasarnya merupakan sarana penambahan bagi pengetahuan dan keterampilan manusia serta memberikan kemungkinan perubahan sikap dan motivasi berprestasi.

sehingga produktivitas kerjanya juga meningkat dan tinjauan organisasi akan mudah dicapai jadi setiap pimpinan harus dapat memberikan motivasi kerja terhadap bawahannya agar para karyawan tersebut mempunyai semangat dan gairah kerja yang tinggi. Faktor Kepribadian Gaya hidup atau kepribadian seseorang mempunyai hubungan erat dengan tingkat ketegangan. 4. Pengertian Motivasi Menurut Manullang (1985) motivasi dapat diartikan sebagai suatu tindakan seseorang yang ingin mempengaruhi orang lain untuk berprilaku secara tertentu dalam suatu organisasi. Bila kelompok kerja dalam suatu organisasi kita pandang sebagai suatu sistem maka tenaga kerja individual akan menjadi sub sistem. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .3. Faktor ketegangan ini berpengaruh kuat pada daya tahan seseorang dalam bekerja atau berkaitan dengan kepenatan kerja. Motivasi adalah bagian terpenting di dalam proses manajemen karena objek dari pelaksanaan fungsi ini adalah manusianya yang merupakan unsur terpenting dan penggerak di dalam organisasi. Jika interaksi antar tenaga kerja secara umum akan tinggi kepuasan yang tinggi akan mendorong semangat kerja yang tinggi pula semua itu akan mendukung tingkat produktivitas yang tinggi.2. Diharapkan dengan adanya motivasi pimpinan kepada bawahan. Menurut pendapat Siagian (1985) motivasi adalah ”Keseluruhan proses pemberian motivasi bekerja kepada bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis”. 2. Makin positif gaya hidup (kepribadian) seseorang makin kecil tingkat ketegangan yang dialaminya. Maka motivasi menjelaskan suatu aktivitas manajemen atau sesuatu yang dilakukan oleh seorang manajer untuk membujuk dan mempengaruhi bawahan agar bertindak dalam organisasi atau perusahaan dalam rangka mencapai tujuan. Tenaga kerja ini berinteraksi dengan tenaga kerja lainnya. semangat dan kegairahan kerja para karyawan akan meningkat.UMB Agus Arijanto SE PEREKONOMIAN INDONESIA .

c. organisasi. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . d. b. Kepemimpinan atasan dalam arti perilaku atasan terhadap bawahan. Prestasi dan produktivitas kerja. Adanya jaminan keamanan dan keselamatan dalam bekerja misalnya tidak begitu saja mudah dan tanpa alasan digeser atau diberhentikan dari jabatan. berbagai rencana dan program kerja.UMB Agus Arijanto SE PEREKONOMIAN INDONESIA . Motivasi juga sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan kerja dalam kehidupan organisasi tidak lain adalah faktor pimpinan dan bawahan dan dari pihak pimpinan ada beberapa unsur yang sangat berpengaruh terhadap motivasi antara lain : a. c. sebab dalam diri karyawan dapat dilihat adanya berbagai gejolak karakteristik sebagai berikut : a. bawahan juga memiliki peranan penting dalam motivasi. d. Keinginan-keinginan yang sebagaimana tersebut di atas menurut Terry yang dikutip oleh Zainun (1996) berupa hal-hal berikut : a. lingkungan dan masyarakat. Salah satu faktor yang penting dalam diri seorang pimpinan yang sangat berpengaruh didalam memotivasi karyawan ialah kewibawaan pimpinan. Keberhasilan pimpinan memotivasi karyawannya sangat ditentukan oleh pandangan karyawan apakah motivasi yang diberikan telah memenuhi keinginan-keinginan baik secara lahiriah maupun batiniah. c. Tersedianya alat-alat dan sarana yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan kerja termasuk kenyamanan tempat bekerja. Rasa kebersamaan dan kehidupan kelompok. Kemampuan kerja. b. Semangat atau moral kerja. sehingga berhasil tidaknya seorang pemimpin dalam menampilkan kewibawaannya terhadap karyawannya.Menurut Handoko (1993) motivasi diartikan sebagai keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan. Kebijaksanaan-kebijaksanaan yang telah ditetapkan termasuk di dalamnya prosedur kerja. Haknya sebagai individu dijamin dan dilindungi selama hak itu tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat. Selain pimpinan. Kesempatan yang cukup untuk memperoleh kemajuan bagi diri dan karier. b. Persyaratan kerja yang perlu dipenuhi para karyawan.

UMB Agus Arijanto SE PEREKONOMIAN INDONESIA . Seseorang diharapkan untuk memberi perhatian lebih besar kepada pekerjaan yang ditugaskan maka kepadanya lebih baik diberikan pekerjaan yang cukup menarik namun diberi pekerjaan lebih baik daripada menganggur. 2. Bekerja dalam satu lingkungan fisik dan sosial yang menyenangkan diperlukan oleh seorang anggota organisasi untuk berprestasi lebih tinggi. Pengurangan sedikit sumber daya untuk memperoleh jumlah produksi yang sama. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 3. Menghilangkan praktek-praktek yang tidak produktif. Imbalan jasa yang diterima hendaknya dapat mengimbangi besar dan beratnya kewajiban yang harus dipikul dan dipertanggung jawabkan. yang biasanya menghambat produktivitas. 3. berbuat dan bekerja. 4. Pengurangan sumber daya sekedarnya untuk memperoleh jumlah produksi yang lebih besar. Upaya yang diarahkan pada penentuan dan penerapan metode kerja yang paling cocok. 4.d. Pengakuan bahwa seseorang merupakan anggota suatu organisasi oleh anggota lain dan lingkungan masyarakatnya memberi pengaruh cukup besar terhadap semangat dan kepuasan orang tersebut. Metode-metode personalia yang dapat digunakan oleh manajemen untuk memanfaatkan secara lebih efektif sumber daya manusia dari suatu perusahaan. Penggunaan jumlah sumber daya yang lebih besar untuk memperoleh jumlah produksi yang lebih besar lagi. Orang lebih senang bilamana dipimpin oleh seseorang yang lebih berhasil guna dalam bersikap berpikir. g. 2. Sedangkan dalam suato teknik metode dan bidang pekerjaannya yang secara efektif meningkatkan produktivitas adalah sebagai berikut : 1. Investasi mesin untuk mengganti tenaga manusia. Penggunaan jumlah sumber daya yang sama untuk memperoleh jumlah produksi yang lebih besar. e. f. h. Dalam peningkatan produktivitas pada dasarnya dapat dikelompokan dalam empat bentuk : 1.

karena pimpinan merupakan panutan bagi setiap karyawannya. dari pihak karyawan harus nampak bahwa bagi mereka peningkatan produktivitas bukan sekedar cerita saja. dimana penggunaan alat yang lebih baik dapat menuntut pengembangan metode kerjanya yang lebih baik dalam upaya meningkatkan produktivitas. dan lain-lain. Produktivitas tanah Adalah peningkatan penghasilan barang atau jasa disektor tanah yang digunakan untuk maksud perindustrian. Usaha yang menuntut keterlibatan seluruh anggota perusahaan dimana setiap orang dapat merasakan pentingnya produktivitas yang meningkat. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . lalu berperan serta. khususnya perindustrian yang berkaitan dengan bercocok tanam. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja adalah sebagai berikut : • • • • • • • • • • Angkatan Kerja Keterampilan Disiplin Motivasi Sikap dan etika kerja Tingkat penghasilan Teknologi Sasaran produksi Kesempatan berprestasi Kebijaksanaan pemerintah di bidang produksi.Di dalam setiap bidang pekerjaan. Jenis-Jenis Produktivitas Jenis-jenis produktivitas yang ada disetiap perusahaan adalah sebagai berikut : 1. tetapi harus didukung oleh tindakan disamping komunikasi dan propaganda. Bahwa peran serta atasan atau pimpinan akan sangat berarti bagi karyawannya. tercakup keragaman teknik-teknik yang lebih spesifik.UMB Agus Arijanto SE PEREKONOMIAN INDONESIA . Jadi. Kaitan yang paling erat dengan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja tersebut bagi setiap perusahaan adalah tergantung dari bagaimana fungsi manajemen sumber daya manusia dalam pelaksanaan dan penerapannya di lingkungan perusahaan tersebut.

tetapi diperlukan ”strategi peningkatan produktivitas”. Meningkatnya produksi tidak selalu disebabkan oleh peningkatan produktivitas. Arahan yang jelas dan tegas akan memberikan gambaran mengenai harapan kinerja manajemen. Sehingga program peningkatan produktivitas harus dimasukkan dalam strategi perusahaan. yang mengintegrasikan keseluruhan usaha untuk meningkatkan nilai tambah pada produk dan jasa perusahaan. 2. karyawan dan produk yang dihasilkan setelah program peningkatan dilaksanakan. yang digunakan untuk perindustrian. keuangan dan ketenagakerjaan.UMB Agus Arijanto SE PEREKONOMIAN INDONESIA .2. Tahapan-tahapan dalam Menuju Peningkatan Produktivitas Langkah-langkah yang tepat agar peningkatan produktivitas dapat berjalan dengan baik adalah sebagai berikut : 1. ternyata tidak cukup juga hanya meletakkan strategi pada produk. Program produktivitas Pemikiran strategi perusahaan biasanya berkisar pada produk. keuangan dan ketenagakerjaan. Produktivitas manusia Adalah peningkatan barang atau jasa dibidang tenaga kerja yang digunakan untuk perindustrian. Produktivitas bahan baku ini berkaitan dengan tata cara kerja sehingga menghasilkan jumlah produk yang diinginkan. Produktivitas bahan baku Adalah peningkatan barang atau jasa di bidang bahan baku yang digunakan untuk perindustrian. sebagai pilar kelima. Arahan tersebut harus diformalisasikan kedalam rumusan kebijaksanaan. Namun didalam suatu bisnis yang penuh dengan tantangan dan persaingan yang semakin tajam. pemasaran. Produktivitas kerja manusia ini juga berkaitan erat dengan tata cara yang dilakukan untuk menghasilkan jumlah produksi yang diinginkan. pemasaran. karena produksi dapat meningkat walaupun produktivitas tetap atau menurun. Produktivitas mesin ini berkaitan dengan kapasitas kemampuan dari mesin itu sendiri. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Menentukan arah peningkatan Manajemen harus menentukan arah tujuan peningkatan produktivitas yang akan dilaksanakan yang diselaraskan dengan arah jangka panjang perusahaan. Produktivitas mesin Adalah peningkatan barang dan jasa dibidang mesin. 4. 3.

tetapi harus dilaksanakan secara komprehensif dan harus melibatkan partisipasi aktif dari seluruhnya.3. Melaksanakan program pendidikan dan pelatihan Upaya perbaikan internal ini sebaiknya dilaksanakan melalui program pendidikan dan pelatihan. mendorong. dan keteladanan para manajer. Pendidikan dan pelatihan ini tidak dapat ditujukan hanya kepada sejumlah karyawan atau manajer tertentu saja. yang dapat membantu karyawan mencapai potensi yang optimal. Seluruh karyawan program pendidikan ini yang memberikan pengetahuan untuk melaksanakan peningkatan produktivitas. kejujuran. 5. orientasi berpikir.UMB Agus Arijanto SE PEREKONOMIAN INDONESIA . khususnya manajer puncak. memberikan penghargaan yang layak kepada karyawan yang berprestasi. 6. Pembentukan komite Untuk dapat merencanakan. keterbukaan. Perubahan sikap dan kepribadian Manajemen harus dapat mendorong terbentuknya perubahan sikap dan kepribadian para eksekutif dan karyawan yang dapat menopang peningkatan produktivitas. Komite ini harus dipimpin oleh manajer puncak yang telah yakin betapa pentingnya program peningkatan produktivitas. dan motivasi. menghargai kreativitas. melaksanakan dan mengevaluasi. Kepemimpinan yang paternalistik adalah suatu jenis kepemimpinan yang menggambarkan hubungan atasan dan bawahan seperti ayah kepada anak. Oleh karena itu salah satu cara yang baik untuk mensukseskan program peningkatan produktivitas adalah keterlibatan komitmen. saran dan kritik yang membangun. Kesediaan manajer yang dapat dijadikan taulan/figur Masyarakat Indonesia pada umumnya masih bersifat paternalistik. 4. perubahan sikap. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Dalam kaitan ini manajemen seyogyanya memasyarakatkan upaya peningkatan produktivitas melalui penentuan standar kinerja yang tinggi. program peningkatan produktivitas diperlukan suatu organisasi pelaksana yang biasanya diwujudkan dalam bentuk komite.

sumber daya yang kurang. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .7. c. Jumlah produksi meningkat dengan menggunakan sumber daya yang Jumlah produk yang sama atau meningkat dengan menggunakan Jumlah produksi yang jauh lebih besar diperoleh dengan penambahan sama. sumber daya yang relatif kecil.UMB Agus Arijanto SE PEREKONOMIAN INDONESIA . b. Keberhasilan program peningkatan produktivitas Keberhasilan dari program peningkatan produktivitas ini dapat dilihat dari : a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->