BAB I SEJARAH PERADABAN ISLAM

1.1 Latar Belakang Masalah Dalam sejarah kebudayaan ummat manusia proses tukar-menukar dan interaksi (intermingling) atau pinjam meminjam konsep antara satu kebudayaan dengan kebudayaan lain memang senantiasa terjadi, seperti yang terjadi antara kebudayaan Barat dan peradaban Islam. Dalam proses ini selalu terdapat sikap resistensi dan akseptansi. Namun dalam kondisi dimana suatu kebudayaan itu lebih kuat dibanding yang lain yang tejadi adalah dominasi yang kuat terhadap yang lemah. Istilah Ibn Khaldun, "masyarakat yang ditaklukkan, cenderung meniru budaya penakluknya". Ketika peradaban Islam menjadi sangat kuat dan dominan pada abad pertengahan, masyarakat Eropa cenderung meniru atau "berkiblat ke Islam". Kini ketika giliran kebudayaan Barat yang kuat dan dominan maka proses peniruan itu juga terjadi. Terbukti sejak kebangkitan Barat dan lemahnya kekuasaan politik Islam, para ilmuwan Muslim belajar berbagai disiplin ilmu termasuk Islam ke Barat dalam rangka meminjam. Hanya saja karena peradaban Islam dalam kondisi terhegemoni maka kemampuan menfilter konsep-konsep dalam pemikiran dan kebudayaan Barat juga lemah.

1.2 Perumusan Masalah Adapun masalah yang akan dibahas adalah seputar pengertian peradaban islam dan juga peradaban islam sebagai ilmu pengetahuan dan dasar-dasar peradaban islam serta sedikit menyinggung tentang perekembangan perdaban islam 1.3 Pembatasan Masalah Adapun didalam pembahasan yang akan didiskusikan tidak keluar dan menyimpang dari semua yang ada tertulis didalam makalah ini yang ruang lingkupnya hanya seputar pengantar peradaban islam.

1

kata Hadharah (kemajuan). Menurut Ibnu Khaldun. karsa. kedua. mis. Adapun kebudayaan diartikan bersifat sosiologis di satu sisi dan antropologis di sisi lain. Demikian pula dalam B. Tetapi dalam B. ketiga. Pertama. dan terdidik dalam kesenian yang indah-indah. pertambangan. kemajuan politik atau kekuasaan Islam yang berperan melindungi pandangan hidup Islam terutama dalam hubungannya dengan ibadahibadah. dan kebiasaan hidup kemasyarakatan. Arab dibedakan antara kata Tsaqafah (kebudayaan). Istilah Civilization untuk peradaban dan Culture untuk kebudayaan. Jadi kemampuan berfikir merupakan elemen asas suatu peradaban. kemampuan berorganisasi dalam bentuk kekuatan politik dan militer. Suatu bangsa akan beradab (berbudaya) hanya jika bangsa itu telah mencapai tingkat kemapuan intelektual tertentu. Tanpa ini. penggunaan bahasa. Dalam hal ini peradaban diartikan dalam dua cara: 1) proses menjadi berkeadaban. pembangunan. diartikan pula melatih jiwa dan raga manusia. kemampuan manusia untuk berfikir yang menghasilkan sains dan teknologi. ilmu pengetahuan dan kesenian. Sebab kesempurnaan manusia ditentukan oleh ketinggian pemikirannya. Dalam latihan ini memerlukan proses dan mengembangkan cipta. hasil-hasil yang dicapai oleh umat Islam dalam lapangan kesusasteraan. Memiliki kota-kota besar. wujud suatu peradaban merupakan produk dari akumulasi tiga elemen penting yaitu. Peradaban Islam memiliki tiga pengertian yang berbeda. pengangkutan dsb). kemajuan dan tingkat kecerdasan akal yang dihasilkan dalam suatu periode kekuasaan Islam mulai dari periode Nabi Muhammad Saw. Maka culture adalah civilization dalam arti perkembangan jiwa. 2. sampai perkembangan kekuasaan sekarang.BAB II PEMBAHASAN 2. masyarakat telah memiliki keahlian di dalam industri (pertanian.A. dan kesanggupan berjuang untuk hidup. dan rasa manusia. memelihara tumbuh2an. Istilah kebudayan (culture) pada dasarnya diartikan sebagai cara mengerjakan tanah. jika umat Islam ingin membangun kembali peradabannya. Suatu peradaban ditunjukkan dalam gejala-gejala lahir. mereka harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi¹.2 Meraih Kejayaan Islam dengan Iptek Berdasarkan penjelasan Ibnu Khaldun tentang kebangkitan suatu peradaban. dan Tamaddun (peradaban) Menurut A. Inggris terdapat perbedaan pengertian antara kedua istilah tersebut. memiliki tertib politik dan kekuasaan. Fyzee. dan 2) suatu masyarakat manusia yang sudah berkembang atau maju. peradaban (civilization) dapat diartikan dalam hubungannya dengan kewarganegaraan karena berasal dari kata civies (Latin) atau civil (Inggris) yang berarti seorang warganegara yang berkemajuan. kebangkitan Islam hanya akan menjadi utopia belaka. 2 .1 Pengertian Peradaban Kata Peradaban seringkali diberi arti yang sama dengan kebudayaan.

Suatu peradaban hanya akan wujud jika manusia di dalamnya memiliki pemikiran yang tinggi sehingga mampu meningkatkan taraf kehidupannya. umat Islam harus giat belajar. sebab ekonomi akan berperan meningkatkan taraf kehidupan. pembangunan ilmu pengetahuan Islam hendaknya dijadikan prioritas bagi seluruh gerakan Islam. John Dewey. Dari sini.21: 107). meskipun tidak berarti kita berhenti membangun bidang-bidang lain. pemikiran para ulama seperti Imam Syafii. adalah intelektual. mengkaji. al Anbiya.3 Dasar-dasar Peradaban Islam Analisis Historis Dan Konstektual Dalam Kajian Literatur Islam Klasik. Hegel. Namun. Dan ini bukan hanya bagi manusia tetapi juga bagi alam semesta. Demikian pula dalam sejarah peradaban Islam. pembangunan kembali peradaban Islam harus dimulai dari pembangunan ilmu pengetahuan Islam.(Q. namun yang lebih mendasar lagi dari pemikiran adalah struktur ilmu pengetahuan yang berasal dari pandangan hidup. Bahkan perubahan di masyarakat ditentukan oleh ide dan pemikiran para intelektual. Di Barat ide-ide para pemikir. Jadi membangun peradaban Islam harus dimulai dengan membangun pemikiran umat Islam. Karl Marx. Imam al-Ghazzali. Orang mungkin memprioritaskan pembangunan ekonomi dari pada ilmu. kita melihat peran vital pendidikan sebagai jalan kebangkitan peradaban Islam. dan mengembangkan ilmu pengetahuan. kebangsaan. Dan jenis kelaim. Berdasarkan teks al Qur-an tersebut. Maka dari itu. Dalam hal ini pendidikan merupakan sarana penting bagi tumbuhnya pemikiran. Guna memuluskan jalan menuju kebangkitan peradaban Islam ini. Suatu pemikiran tidak dapat tumbuh begitu saja tanpa sarana dan prasarana ataupun supra-struktur dan infra-struktur yang tersedia. dan lain sebagainya mempengaruhi cara berfikir masyarakat dan bahkan kehidupan mereka. dan hal itu tidak sepenuhnya salah. Ini bukan sekedar teori tapi telah merupakan fakta yang Terdapat dalam sejarah kebudayaan Barat dan Islam. sejatinya faktor materi dan ekonomi menentukan setting kehidupan manusia. Ibn Khaldun. Adam Smith dan sebagainya adalah pemikirpemikir yang menjadi rujukan dan merubah pemikiran masyarakat. Sehingga umat Islam akan menjadi khairu ummah sebagaimana yang disinyalir QS Ali Imran [3]: 110. Hanbali. Lebih penting dari ilmu dan pemikiran yang berfungsi dalam kehidupan masyarakat. sedangkan yang mengarahkan seseorang untuk memberi respon seseorang terhadap situasi yang sedang dihadapinya adalah faktor ilmu pengetahuan. 2. Ia berfungsi sebagai individu yang bertanggung jawab terhadap ide dan pemikiran tersebut. 3 . Emmanuel Kant. menempati posisi yang sama di hadapan-Nya.S. Adalah kesepakatan keimanan seluruh kaum muslimin bahwa Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw adalah agama yang dihadirkan untuk menjadi petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia. seperti Descartes. Demi kemajuan para pemimpin dan umat Islam berada di atas nilai-nilai Islami. Pandangan ini didasarkan pada teks al Qur-an : Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad) melainkan kepada seluruh umat manusia sebagai pembawa berita gembir Dan sebagai pemberi peringatan tetapi kebanyakan manusia tidakmengetahui”. maka seluruh manusia merupakan ciptaan Tuhan Dan semuanya meski memiliki latarbelakang kultural. Ia adalah agama yang merahmati alam semesta. etnis. warna kulit. Artinya. Dalam teks lain dikemukakan bahwa visi atau tujuan akhir yang dibawa oleh agama ini adalah kerahmatan (kasih sayang).

(Q.Al An’am. Mereka meyakini bahwa beragam jenis ilmu pengetahuan adalah ilmu Allah yang mahakaya.Aspek Hukum Islam Pada tataran pengetahuan keagamaan.al Ghaibiyyat” (metafisika). Trilogi ini merupakan ajaran yang mewadahi dimensi-dimensi manusia. Dimensi ini biasanya juga dikenal dengan istilah “aqidah”. Mereka bekerja keras untuk mengeksploitasi Dan mengembangkan hukum Islam bagi keperluan masyarakat yang senantiasa berkembang. Muhammad bin Idris al Syafi’i Dan Ahmad bin Hanbal. Sesungguhnya yang paling unggul di antara kamu adalah yang paling bertaqwa (kepada Allah. Ekplorasi Dan pengembangan tersebut dilakukan melalui alat Analisis yang bernama Ijtihad. Dan aturan mu’amalat atau pergaulan antar manusia Dalam ruang publik dengan segala persoalannya. Maka sampai abad ke IV H.Menelusuri aktifitas intelektual kaum muslimin pada tiga abad pertama Islam kita menemukan bahwa para sarjana Klasik Islam Klasik ternyata tidak melakukan dikotomisasi antara ilmu pengetahuan Agama Dan pengetahuan umum (sekuler).S. dasar-dasar normatif. Dari sini para ulama kemudian mengeksplorasi Dan mengembangkan kandungannya untuk menjawab kebutuhan manusia Dalam ruang Dan waktu yang berbeda-beda Dan berubah-ubah. 13). Masing-masing dengan metodanya Dan kecenderungannya sendiri-sendiri. bidang paling hidup Dan produktif adalah bidang hukum. Inilah yang kemudian menciptakan peradaban Islam yang gemilang.. aturan hukum keluarga (al ahwal al syakhshiyyah). Abu Hanifah. Istinbat atau Ilhaq al Masail bi Nazha-iriha atau sebutan lain yang identik dengan aktifitas intelektual. Kedua adalah dimensi aktualisasi keyakinan tersebut yang bersifat eksoterik (hal-hal yang dapat dilihat.Seluruh dimensi ajaran Islam tersebut diambil dari sumber-sumber otoritatif Islam yakni al Qur-an Dan Hadits Nabi. Malik bin Anas. peradaban Islam telah menghasilan ratusan para ahli hukum Islam terkemuka (mujtahidin) selain empat Imam mujtahid.Hal ini dinyatakan secara eksplisit Dalam al Qur-an :. tingkah laku interpersonal yakni antar suami-isteri Dan bertingkahlaku antar personal. senantiasa memiliki relevansi dengan 4 . Al Hujurat. Ini biasanya disebut juga dimensi “tasawuf/akhlaq”. hikmah-hikmah Dan petunjuk-petunjuk yang diperlukan bagi hidup Dan kehidupan manusia. Pertama.6:38). Dimensi ini biasanya disebut “syari’ah”. Q. Kami ciptakan kamu sekalian terdiri dari laki-laki Dan perempuan Dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa Dan bersuku-suku agar saling mengenal. dimensi keimanan. Ini sungguh merupakan pernyataan paling tegas mengenal universalitas Islam Totalitas Islam pada sisi lain muncul Dalam konsep “Trilogi Islam”. Dimensi ini berpusat pada keyakinan personal manusia terhadap. (kenabian dan kitab-kitab suci) Dan. Produk-produk hukum mereka yang dikemudian hari dikenal dengan sebutan “fiqh”. Aktifitas intelektual kaum muslim paling produktif Dalam sejarah Islam lahir pada tiga abad pertama Islam.Kemahaesaan Tuhan.. Alatalat Analisis inilah yang kemudian melahirkan khazanah intelektual Islam yang maha kaya Dalam beragam disiplin ilmu pengetahuan Dan teknologi. Ketiga aturan ini kemudian dirumuskan oleh para ulama Islam sebagai : aturan ibadah. yang lahiriyah).Wahai manusia.S. Al Qur-an menyatakan : “Kami tidak melupakan sesuatupun di Dalam al Kitab”. Kedua sumber utama Islam ini mengandung prinsip-prinsip. Dimensi ketiga adalah aturan-aturan yang mengarahkan gerak hati (dimensi esoterik) yang diharapkan akan teraktualisasi Dalam sikapsikap moral luhur atau al Akhlaq al Karimah. Dimensi ini berisi aturan-aturan bertingkahlaku baik tingkah laku personal dengan Tuhannya. Ini memang wajar karena tingkahlaku manusia senantiasa bergerak Dan ruang Dan waktu yang semakin meluas Dan cepat disamping ini paling mudah dipahami banyak orang. pada.al Nubuwwat. Bahkan pergulatan intelektual mereka dilakukan dengan mengadopsi secara selektif produk-produk ilmu pengetahuan Helenistik Dan Persia terutama Dalam bidang filsafat Dan fisika.

Perubahan hukum tersebut harus selalu mengacu pada empat hal : Keadilan. kausalita. Kepada Khalifah beliau mengatakan :. Maka. 5 . Beberapa hal yang bisa dijadikan dasar kontekstualisasi adalah :Mengkaji substansi. Cara ini sejalan dengan kaedah fiqh:   Mengkaji sosio-kultural Dan Politik yang melatarbelakangi teks-teks fiqh Klasik. pemilihan khalifah (pada masa khulafaur rasyidin) dilakukan dengan tiga model pemilihan: aklamasi.² Menjadikan realitas sosial baru sebagai bahan Analisis bagi kemungkinan dilakukannya perubahan hukum. Dan Hanbali . hukum yang terdapat Dalam teks. produk para ulama sebelumnya. hasyiyah. Falsafah al Tasyri. yang sudah jadi. maka dapat kita kemukakan : Mazhab Hanafi adalah mazhab ahl al Ra’y (rasionalis). sebagai rujukan hukum bagi seluruh masyarakat muslim.(Baca : Subhi Mahmasani. dan (prinsip ketiga) harta tersebut harus disalurkan kepada fakir miskin atau yang lebih membutuhkan. Sebab tidak ada seorangpun yang berhak mengklaim kebenaran atas nama Tuhan sekalipun”. Nabi SAW mewariskan prinsip: mengakui hak individu berikut penggunaannya.konteks sosio-kulturalnya masing-masing. syarh.Al Muwattha. penunjukan. Pembagian pola atau katagorisasi ini tentu saja tidak bersifat absolut. kepemilikan pribadi itu harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT. atau (ketiga) melalui tim formatur (dewan syura). matan Dan nazhm. Jika kita harus memetakan pola fiqh ke mpat mazhab paling terkenal di atas. fi al Islam. Abu Ja. Pemikiran mereka direproduksi Dalam beragam pola . Sementara di bidang ekonomi. mazhab “mutasyaddidin”. mazhab “muhafizhin” (menjaga tradisi). Kecenderungan umum keberagaman umat Islam adalah mengikuti apa yang sudah ada. Ke Kerahmatan Dan Kebijaksanaan. melainkan sebagai kecenderungan utama atau umum. Kemaslahatan.anda tahu bahwa di berbagai wilayah negeri ini telah berkembang berbagai tradisi hukum sesuai dengan kemaslahatan setempat. Upaya-upaya ke arah pengembangan hukum Islam sesudah abad IV H.produk Islam tidak lagi cukup memadai untuk menjawab berbagai problem baru produk modernitas.  2. Biarkan masyarakat memilih sendiri panutannya. Maka saya kira tidak ada alasan untuk menyeragamkannya. sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak dilakukan oleh umat Islam. Satu hal yang sangat menarik adalah bahwa mereka Dan para pengikutnya yang awal senantiasa saling menghargai pendapat lainnya. Syafi’i mazhab al Tawassuth. 89). Kebutuhan Menghidupkan Teks Dewasa ini sangat disadari bahwa produk.far al Manshur yang menghendaki kitab.upaya menghidupkan teks-teks fiqh. zaman Dan tempat). mazhab Maliki. Karena itu upaya.4 Periodesasi perkembangan peradaban islam Sejak awal. Rasulullah SAW tidak pernah mengajar sistem feodal atau monarki. Ini sejalan Dengan kaedah “Taghayyur al Ahkam bi Taghayyur al Ahwal wa al Azminah wa al Amkinah”(hukum bisa Berubah karena perubahan keadaan. Satu pernyataan yang sering dikemukakan mereka adalah “Ra’yuna Shawab Yahtamil al Khatha’ wa Ra’yu Ghairina Khatha Yahtamil al Shawab” Sikap menghargai pandangan orang lain yang berbeda ditunjukkan oleh Imam Malik bin Anas melalui penolakannya terhadap Khalifah dinasti Abbasiyah.(Inna likulli qawmin Salafan wa Aimmah). memang kemudian mengalami proses stagnasi atau tidak berjalan secara progresif.

Sedang sistem sosial Islam merangkul semua lapisan masyarakat. Tangiers dan Spanyol. pembukuan dan pencatatan dari hafalan para sahabat. Khusus di bidang hadits. dan raja dengan rakyat. kebodohan dan kemiskinan. Kimiawan Muslim lainnya ketika itu adalah Al Razi dan Al Tuqrai (abad ke-12M). bahkan sistem perdamaian. Ketika Bani Umayyah digantikan Bani Abbasiyah (750-1258M). dhaif. dewan menteri. misalnya undang-undang pemerintahan. sistem pertanian maupun pengairan Wilayah kekuasaan Umayyah berkembang di sebelah Timur sampai ke Oxus. dan kesamaan hubungan dalam hukum__ merupakan daulat yang dibangun dengan sistem suksesi turun temurun. Sementara di bidang kimia. badan urusan logistik. maudhu. dinasti ini telah mampu menciptakan senjata-senjata perang yang canggih pada masanya. universal. Kerja sama dan kontak ekonomi dibolehkan dengan pihak lain. dan dakwah. Islamlah yang mencetuskan sistem perjanjian. Justru Baratlah yang kemudian mencomot apa-apa yang terbaik dari peradaban Islam. Sedang ahli ilmu bumi termasyhur Ibnu Khurdazabah (820-913M). Sedang dalam tatanan teknologi. lembaga sejenis perbankan. suaka politik. Aljazair. sampai Konstantinopel. seperti Yahudi. astronom pertama Muslim Muhammad ibnu Ibrahim Al-Farazi (777M) membuat astrolobe atau alat ukur ketinggian bintang. bagian barat India sampai Punjab dan Lahore. kehidupan sosial. Pecahnya kekhalifahan Umayyah adalah penguasa pertama yang mengubah sistem pemerintahan Islam. Mulailah dilakukan pengklasifikasian secara sistematis dan krologis. Sementara di Barat. Tidak ada kasta-kasta dalam Islam. Bahkan dikemukakan pula kritik sanad dan matan. Politik dan Budaya Umat Islam terbitan Rajawali Pers (PT Raja Grafindo Perkasa) ini membuktikan argumentasi reformis Islam asal Mesir Muhammad Abduh bahwa sangat tidak benar (persangkaan Barat selama ini) mengaitkan Islam dengan keterbelakangan. Semasa Dinasti Umayyah (Amawiyah) berkuasa (661-770M). perekonomian. dan badan pertanahan negara. moderat. muncul Jabir ibn Hayyan sebagai Bapak Ilmu Kimia Islam. Gerakan keilmuan lebih bersifat spesifik. Dalam tatanan ekonomi dan keuangan juga dibentuk jawatan ekspor dan impor. banyak institusi politik dibentuk. ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang lebih pesat. Islam menyajikan sistem tolong menolong antarumat dalam lapangan politik. Di bidang astronomi. mempertalikan si kaya dengan si miskin. Apa yang disajikan Ajid Thohir dalam bukunya Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam: Melacak Akar-akar Sosial. dari yang bersifat demokrasi menjadi monarki absolut Demikian pula Bani Abbasiyah __meski berdasarkan nilai kebersatuan. dilakukan penyempurnaan. sarana transportasi darat maupun laut. Muncul pula sejarawan seperti Ahmad al-Yakubi dan Abu Jafar Muhammad bin Jafar bin Jarir Al-Tabari. Persia dan Romawi. dikuasainya Pulau Rhodes. Tokoh kedokteran lainnya adalah Ibnu Sina. Ketika terjadi konflik internal 6 . jawatan pos dan giro serta penasihat khusus di bidang politik. Di Utara. sehingga muncul apa yang kita kenal sebagai hadits shahih. Al Razi dan Al Farabi. Lalu ada Ali ibn Rabban Al-Tabari (850M) sebagai dokter pertama yang mengarang buku Firdaus Al Hikmah. konsulat. Cretta. sehingga terlihat jarah dan takdil rawi sebuah hadits . lembaga sekretariat negara. dinasti ini menguasai seluruh Afrika Utara.

Ajid Thohir secara sistematis menyajikan bagaimana prosesi sejarah peradaban di kawasan dunia Islam ini berjaya dan jatuh bangun. 7 .keluarga dan pada saat mereka kehilangan kendali terhadap daulat-daulat kecil. berdiri Bani Buwaihi. Syiah Amaliah membentuk Dinasti Fatimiah. seperti yang terjadi di Indonesia pada masa pemerintahan Ir Soekarno. Di Afrika Utara. Juga ia hadirkan keinginan-keinginan untuk mendirikan negara Islam. Sedang Daulat Abbasiyah dihancurkan pasukan Tartar dari Mongolia. maka pecahlah kekuasaan kekhalifahan. Sementara di Mesir muncul Muhammad Ikhsyid sebagai penguasa dari Bani Abbas. Dinasti Umayyah bangkit lagi dengan mengangkat Abdurahman Nasr menjadi khalifah/Amir Al-Mukminin. Kekuasaan Umayyah dihancurkan Abbasiyah. Andalusia. Di Baghdad pusat kekuasaan Abbasiyah sendiri. Di wilayah Barat. karena ketidakadilan dalam kebijakan land reform serta konflik berkepanjangan dengan kaum Syiah. ketika kejayaannya juga terus merosot dan lemah. Yaman dan Tunisia pun bangkit.

Islamlah yang mencetuskan sistem perjanjian. Kerja sama dan kontak ekonomi dibolehkan dengan pihak lain. kehidupan sosial. perekonomian. 8 . Persia dan Romawi. dan dakwah. suaka politik.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. Agar lebih belajar dengan giat tentang sejarah peradaban islam karena agar kita lebih mengenal bagaimana sebuah peradaban tejadi yang pada makalah ini dititikberatkan pada peradaban islam. seperti Yahudi. Suatu pemikiran tidak dapat tumbuh begitu saja tanpa sarana dan prasarana ataupun supra-struktur dan infra-struktur yang tersedia. B.a. bahkan sistem perdamaian. Kesimpulan Peradaban seringkali diartikan sama dengan kebudayaan menurut a. konsulat. Fyzee. Dalam hal ini pendidikan merupakan sarana penting bagi tumbuhnya pemikiran. namun yang lebih mendasar lagi dari pemikiran adalah struktur ilmu pengetahuan yang berasal dari pandangan hidup. Saran Diharapkan kepada seluruh mahasiswa pada umumnya. peradaban (civilization) dapat diartikan dalam hubungannya dengan kewarganegaraan karena berasal dari kata civies (latin) atau civil (inggris) yang berarti seorang warganegara yang berkemajuan Suatu peradaban hanya akan wujud jika manusia di dalamnya memiliki pemikiran yang tinggi sehingga mampu meningkatkan taraf kehidupannya. Islam menyajikan sistem tolong menolong antarumat dalam lapangan politik.

mei 2006 3. Politik dan Budaya Umat Islam Penerbit: Rajawali Pers Penulis: Ajid Thohir Cetakan I: September 2004. dalam bukunya Al Muwafaqat fi Ushul al Syari’ah. State University of New York dialih bahasakan oleh DR. Mukhsin dkk diterbitkan oleh yayasan UIN Jakarta. penerbit : Barnes & Noble Books. pengarang : seyyed Hossein nasr. 9 . Abu Ishaq al Syathibi. Kairo diterjemahlkan oleh. Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam: Melacak Akar-akar Sosial. Maktabah Tijariyah Kubra. yazid penerbit Press.DAFTAR PUSTAKA 1. Science And Civilization in islam. 1993 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful