P. 1
SKOM4204_TEORIKOMUNIKASI_AdeSri

SKOM4204_TEORIKOMUNIKASI_AdeSri

|Views: 413|Likes:
tugas
tugas

More info:

Published by: evi enitari napitupulu on Apr 14, 2012
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved
List Price: $1.00 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/26/2013

$1.00

USD

pdf

SKOM4204 - TEORI KOMUNIKASI

(S. Djuarsa Sendjaja, Ph.D., Dkk.)

Modul 1: MEMAHAMI TEORI KOMUNIKASI: PENDEKATAN PENGERTIAN, KERANGKA ANALISIS DAN PERSPEKTIF 3 Pendekatan-pendekatan dalam keilmuan 3 Pengertian tentang Ilmu dan Teori dalam Komunikasi 4 Komponen Konseptual dan Jenis-jenis Teori Komunikasi 6 Empat Perspektif dalam Ilmu Komunikasi 10 Modul 2 : TEORI KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI, DIMENSI-DIMENSI PRIBADI DAN RELASIONAL 15 Individu dalam Komunikasi Antar Pribadi 15 Memahami Diri Pribadi dalam Komunikasi 15 Memahami Orang Lain dalam Komunikasi 17 Memahami Hubungan Antarpribadi 18 Modul 3: TEORI KOMUNIKASI KELOMPOK 20 Prinsip Dasar Komunikasi dalam Kelompok 20 Memahami Komunikasi dalam Kelompok 20 Komunikasi Kelompok dalam Perpektif Teorities 23 Beberapa Perpektif dalam Penelitian Komunikasi Kelompok 24 Modul 4: TEORI-TEORI KOMUNIKASI ORGANISASI 25 Pentingnya Komunikasi dalam Organisasi 25 Memahami Komunikasi dalam Organisasi 27 Beberapa Pendekatan dalam Komunikasi Organisasi 28 Teori Integratif dalam Komunikasi Organisasi 30 Modul 5: TEORI KOMUNIKASI MASSA, MEDIA, EFEK dan AUDIENCE 32 Teori-teori Dasar Komunikasi Massa 32 Pengaruh Komunikasi Massa terhadap Individu 32 Pengaruh Komunikasi Massa ter hadap Masyarakat dan Budaya 33 Audience dan Pengaruh terhadap Komunikasi Massa 35 Modul 6: TEORI KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL 36 Pemahaman Mengenai Komunikasi Verbal dan Nonverbal 36 Komunikasi Nonverbal 37 Beberapa Pendekatan dalam Teori Komunikasi Nonverbal 38 Teori-teori Komunikasi Verbal 41

SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099)

1

Modul 7: KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA 43 Latar Belakang, Pengertian dan Dimensi Komunikasi 43 Kaitan Antara Komunikasi dan Kebudayaan 43 Kebudayaan Sebagai Penyaring 43 Persepsi, Perilaku, Stereotip dan Prasangka 44 Modul 8: REALITAS SOSIAL, BUDAYA DAN KOMUNIKASI 46 Komunikasi dan Konstruksi Sosial Realita 46 Pendekatan “Rules” dalam Studi Komunikasi 46 Beberapa Teori “Rules” dalam Studi Komunikasi 47 Teori-teori Komunikasi tentang Bahasa dan Budaya 48 Modul 9: TEORI-TEORI KOMUNIKASI INTERPRETATIF DAN KRITIS 49 Fenomenologi dan Hermeneutika 49 Teori-Teori Interpretasi 49 Teori-Teori Feminis dan “Muted Group” 50 Teori-Teori Komunikasi Kritis 50

SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099)

2

Modul 1: MEMAHAMI TEORI KOMUNIKASI: PENDEKATAN PENGERTIAN, KERANGKA ANALISIS DAN PERSPEKTIF
Pendekatan-pendekatan dalam keilmuan
(Littlejohn dalam buku Theories of Human Communications, 1989): Pendekatanpendekatan keilmuan dalam masyarakat ilmiah menurut cara pandang serta objek pokok pengamatannya, dapat dibagi dalam 3 (tiga) kelompok atau aliran pendekatan, yaitu: 1. Pendekatan SCIENTIFIC (ilmiah empiris) Pendekatan ini menekankan pentingnya objektivitas yang didasarkan atas standarisasi observasi dan konsistensi yang lazim dipergunakan dalam ilmu-ilmu eksakta (fisika, biologi, kedokteran, matematika, dll). Landasan filosofisnya adalah bahwa dunia ini pada dasarnya mempunyai bentuk dan struktur. Metode dg penelitian yg sama akan menghasilkan temuan yg sama, ini merupakan hakikat dari objektivitas dalam konteks standarisasi observasi dan konsistensi. Kelompok ini juga membuat pemisahan yang tegas antara know (objek atau hal yg ingin diketahui dan diteliti) dan knower (subjek pelaku atau pengamat). Metode yg lazim dilakukan adalah eksperimen (peneliti secara sengaja melakukan percobaan thd objek yg ditelitinya) yang tujuan penelitiannya diarahkan pd upaya mengukur ada tidaknya pengaruh atau hubungan sebab akibat diantara dua variable atau lebih dengan mengontrol pengaruh dari variable lain. 2. Pendekatan HUMANISTIC (humaniora interpretatif) Pendekatan ini mengasosiasikan ilmu dg prinsip “subjektivitas” yang lazim dipergunakan dalam ilmu-ilmu yang mempelajari sejarah, kebudayaan, sistem nilai, keseniandan pengalaman pribadi. Ilmu menurut kelompok ini merupakan suatu hasil interpretasi subjektif yang berada dalam diri peneliti (in here). Menurut aliran ini, pihak peneliti (knower) tidak bleh memisahkan diri dari objek yang ditelitinya (known). Metode yg lazim digunakan adalah partisipasi observasi (si peneliti membaur dan melibatkan diri secara aktif dalam kehidupan dari orangorang yg ditelitinya dalam mengamati sikap dan perilaku dari orang-orang yg ditelitinya tsb.—misal: bergaul). Perbedaan pendekatan Humanistic dengan Scientific: Pendekatan SCIENTIFIC Ilmu bertujuan utk menstandarisasikan observasi. Pendekatan HUMANISTIC Mengutamakan kreatifitas individual.

Tujuan ilmu adalah mengurangi perbedaan- Ilmu bertujuan untuk memahami tanggapan perbedaan pandangan tentang hasil dan hasil subjectif individual. pengamatan

SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099)

3

mengutamakan interpretasi-interpretasi alternative Cenderung tidak memisahkan antara kedua hal tsb. di luar diri pengamat/peneliti.Ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang berada disana (out there). Membuat pemisahan yang tegas antara known dan knower 3. 1987): Penjelasan dalam teori didasarkan atas 3 (tiga) prinsip keperluan—the principle of necessity. menekankan kajian pada interaksi antar manusia. sifatnya terbatas (2) semua teori adalah konstruksi ciptaan individual manusia. yaitu suatu penjelasan yg menerangkan variable2 apa yg kemungkinan diperlukan utk menghasilkan sesuatu: SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 4 . yaitu dalam diri (pemikiran. proses dan pengaruhnya yang dilakukan secara rasional dan sistematik. ilmu pengetahuan tingkah laku (behavioral science). serta kebenarannya dapat diuji dan digeneralisasikan. Ciri-ciri: (1) abstraksi. Pengertian tentang Ilmu dan Teori dalam Komunikasi Ilmu komunikasi (Berger dan Chaffee dalam bukuHandbook of Communication Science. kebudayan sejaran dan pengalaman pribadi. Teori komunikasi menunjuk pada konseptualisasi atau penjelasan logis mengenai fenomena peristiwa komunikasi dalam kehidupan manusia. ilmu pengetahuan sosial (social science). yang terbagi menjadi: a. kesenian. Pendekatan SOCIAL SCIENCES (ilmu-ilmu sosial) Pendekatan ini merupakan kombinasi antara pendekatan Scientific dan Humanistic yang diterapkan dalam ilmu pengetahuan sosial termasuk ilmu komunikasi yang lazim diterapkan utk mengkaji persoalan yg menyangkut sistem nilai. menekankan pengkajian pada tingkah laku individual manusia b. 1987) adalah pengetahuan tentang peristiwa komunikasi yang diperoleh melalui suatu penelitian tentang sistem. Perhatian difokuskan pada dunia hasil penemuan (discovered world) Berupaya memperoleh “consensus” Ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang berada disini (in here). Ciri-ciri: (1) Ilmu hrs mrpk suatu pengetahuan yg disadarkan pd logika (2) ilmu hrs teroganisasikan secara sitematik (3) ilmu hrs berlaku umum. Perhatian dititikberatkan pada dunia para penemunya (discovering person). (Littlejohn. interpretasi) pengamat/peneliti.

mengembangkan pertanyaan (developing questions) 2. Pola dan hubungan hrs dpt dicari dan ditemukan dimana pengetahuan kita ttg hal tsb kemudian diorganisasikan dan disimpulkan yg hasilnya berupa teori yg dpt dipakai sebagai rujukan dikemudian hari. Person centered. mengorganisasikan dan menyimpulkan Bahwa dalam mengamati realitas. tidak boleh dilakukan sepotong2. penjelasan dalam teori terdiri atas dua kategori: 1. membentuk hipotesis (forming hypotheses) SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 5 . bukan saja utk memahami pola. heuristic Teori yg diciptakan dpt merangsang timbulnya upaya penelitian selantjutnya. 8. keperluan logis. hubungan tp juga menginterpretasikan peristiwa tertentu. mengamati Teori tdk saja menjelaskan ttg apa yg sebaiknya diamati tp juga memberikan petunjuk bgmana cara mengamatinya. artinya ada konsep operasional yg bisa dijadikan patokan. berdasarkan asas hubungan sebab akibat. keperluan kausal. komunikasi Teori hrs dpt dipublikasikan. Berdasarkan fokusnya. 3. 2. keperluan praktis. 4. penjelasan yg memfokuskan pd orang/pelaku menunjuk pd faktor2 internal yg ada dalam diri seseorang (pelaku). jadi konsep hrs jelas utk dijadikan pegangan. generatif Teori berfungsi sebagai sarana perubahan sosial dan cultural serta sarana untuk menciptakan pola dan kehidupan yg baru. control/mengawasi Teori dapat berfungsi sbg sarana pengendali atai pengontrol tingkah laku kehidupan manusia. Contoh: studi kasus. memfokuskan Hal atau aspek dari suatu objek yg diamati harus jelas fokusnya. tapi juga suatu cara utk melihat fakta. Pengembangan teori meliput 4 tahapan yg disebut hyphothetic-deductive method: 1. menjelaskan Teori hrs mampu membuat suatu penjelasan ttg hal yg diamatinya. Sifat dan tujuan teori menurut Abraham Kaplan (1964): bukan semata utk menemukan fakta yg tersembunyi. menunjuk pada kondisi hubungan tindakan. (Littlejohn): Secara umum teori punya 9 fungsi: 1. 2.1. 2. 9. Situation centered. penjelasan yg memfokuskan pada situasi menunjuk pd faktor2 eksternal. 3.konsekuensi. didiskusikan dan terbuka thd kritikan utk penyempurnaan. mengorganisasikan serta mempresentasikan fakta tsb. berdasarkan asas konsistensi logis. 7. 5. membuat prediksi 6.

gagasan. Simbol/verbal/ujaran Hoben. 2. memformulasikan teori (formulating theory) Untuk menguji kesahihan teori. Komponen Konseptual dan Jenis-jenis Teori Komunikasi Frank E. krn tanpa komunikasi tindakan2 kebersamaan tidak akan terjadi. Pengertian/Pemahaman Anderson. 5. apakah suatu teori yg dibangun memiliki prinsip “generality” atau keberlakuan umum. gambar2. 5. 6. melalui penggunaan symbol-simbol spt kata-kata. ada 5 patokan yang dapat dipergunakan: 1. apakah isi teori sesuai dengan pertanyaan/permasalahan teoritis yang diteliti. emosi. dll. angka2. 1954: Komunikasi adalah pertukaran pikiran atau gagasan secara verbal. 3.3. Kesesuaian (appropriateness). Proses Brelson dan Steiner. Cakupan teoritis. Pengurangan rasa ketidakpastian Barnlund. 3. dll. 1976: Secara umum terdapat 15 komponen konseptual yg dapat dijadikan sebagai focus dalam menganalisis fenomena komunikasi. 4.X. Validitas atau konsistensi internal dan eksternal. 1964: Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan2 utk mengurangi rasa ketidapastian. Parsimony (kesederhanaan). Komunikasi mrpk suatu proses yg dinamis dan secara konstan berubah sesuai situasi yg berlaku. keahlian. apakah suatu teori yang dibentuk punya potensi utk menghasilkan penelitian atau teori lainnya yg berkaitan. mempertahankan atau memperkuat ego. 2. yaitu: 1. teori yang baik adalah teori yg berisikan penjelasan yang sederhana. bertindak secara efektif. apakah konsep dan penjelasan teori konsisten dengan pengamatan (internal) atau apakah teori yg dibentuk didukung oleh teori lainnya yg telah ada (eksternal). 1964: Komunikasi adalah proses penyampaian informasi. 4. Penyampaian/pengalihan/pertukaran Ayer. menguji hipotesis (testing the hypotheses) 4. Heuristic. alat SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 6 . 1955: Kata komunikasi kadang2 menunjuk kpd apa yang dialihkan. 1963: adalah salah satu perwujudan komunikasi. Dance. Interaksi/hubungan/proses sosial Mead. 1959: Komunikasi adalah suatu proses dimana kita bisa memahami dan dipahami.

1953: Komunikasi adalah proses yg mengarahkan seseorang dengan tujuan mereplikasi memori 11. 1966: Setiap tindakan komunikasi dipandang sbg penyampaian informasi yg berisikan stimuli diskriminatif. 9. Replikasi memori Cartier dan Harwood.apa yg dipakai sebagai saluran pengalihan. apa yang dialihkan itu kemudian menjadi milik atau bagian bersama. teori-teori komunikasi terdiri atas 2 kelompok: SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 7 . Stimuli Newcomb. 7. 1957: Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dalam kehidupan dengan bagian lainnya. Menghubungkan/menggabungkan. dari suatu sumber thd penerima 13. 10. Tanggapan diskriminatif Stevens. 1959: Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari semula dimiliki seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. 1951: Komunikasi adalah suatu mekanisme yg menimbulkan kekuatan/kekuasaan Menurut Littlejohn: Berdasarkan metode penjelasan dan cakupan objek pengamatannya.dll. Waktu/situasi Sondel. 1950: Komunikasi adalah tanggapan diskriminatif dari suatu organisme thd suatu stimulus 12. Kebersamaan Gode. telepon. radio. dll. 8. Saluran/alat/jalur American College Dictionary: Komunikasi adalah alat pengiriman pesan2 kemiliteran/order. Dalam banyak kasus. spt telegraf. Kekuatan/kekuasaan Schacter. Tujuan/kesengajaan Miller. 1956: Proses komunikasi merupakan suatu transisi dari suatu keseluruhan struktur situasi key g lain sesuai pola yg diinginkan 15. kurir. Ruesch. Oleh karena itu komunikasi juga menuntut adanya partisipasi. atau menunjuk kpd keseluruhan proses upaya pengalihan. 1966: Komunikasi pd dasarnya penyampaian pesan yg disengaja dari sumber thd penerima dg tujuan mempengaruhi tingkah laku pihak penerima 14.

Sama2 memegang prinsip the correspondence theory of truth (teori kebenaran yg sesuai). c. . Teori-teori umum (general theories) yang mencakup: (1) teori-teori fungsional dan structural. Sama2 mementingkan synchrony (stabilitas dalam kurun wkt tertentu) daripada diachrony (perubahan dalam kurun wkt tertentu). Sama2 mempunyai kecenderungan memusatkan perhatian pd “akibat2 yg yg tidak diinginkan” (unintended consequences) drpd pada hasil2 yg sesuai tujuan.berasal dari biologi. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 8 . Menurut pandangan ini.menekankan pengkajiannya ttg cara2 mengorganisasikan dan mempertahankan sistem sbg struktur yg berfungsi . proses berpikir dan fungsi “bio-neural” dari individu.1. Sama2 punya kepercayaan bhw realitas itu pd dasarnya objektif dan independent (bebas) d. Perbedaan dg teori structural dan fungsional terletak pd focus pengamatan dan sejarahnya yg berpusat pd diri manusia secara individual (psikologis) dg model ‘S-R’ (stimulis-response) yg menggambarkan proses informasi antara stimulus (rangsangan) dengan response (tanggapan). (3) teori-teori konvensional dan interaksional. Perbedaan pendekatan teori Fungsional & Struktural Fungsional Struktural . b. Oleh karenanya. variable2 penentu yg memegang peranan penting thd sarana kognisi seseorang (tmsk bahasa) biasanya berada di luar control dan kesadaran org tsb.berasal dari linguistic . (2) teori-teori behavioral dan kognitif.menekankan pengkajiannya pd hal2 yg menyangkut pengorganisaan bahasa dan sistem sosial sbg struktur yg berfungsi Persamaan karakteristik teori Fungsional & Struktural: a. pengetahuan dpt ditemukan melalui metode pengamatan (observasi) empiris yg cermat. yaitu bahasa hrs sesuai dg realitas dan simbol2 hrs merepresentasikan sesuatu secara akurat. e. yang menganggap komunikasi sebagai manifestasi dari tingkah laku. dimana si pengamat mrpk bagian dari struktur (sosial dan budaya). Komunikasi dianggap sebagai alat perekat masyarakat (the glue of society) yang berkembang dari aliran pendekatan interaksionisme simbolis sosiologi dan filsafat bahsa ordiner dimana pengetahuan dapat ditemukan melalui metode interpretasi. Pendekatannya sama2 bersifat dualistic krn memisahkan bahasa dan lambang dari pemikiran2 dan objek2 yang disimbolkan dalam komunikasi.

percakapan (discourse). 3. (4) teori-teori kritis dan interpretif Gagasan dalam teori ini byk berasal dari berbagai tradisi spt sosiologi interpretif. Makna atau meaning merupakan konsep kunci dalam teori ini. (2) komunikasi antar pribadi. dimana pengalaman dipandang sbg dasar pemahaman makna. ingatan dan interpretasi thd simbol2 yg ditangkap panca indera. interaksi di antara orang2 dalam kelompok2 kecil yang membahas ttg dinamika kelompok. efiseiensi dan efektivitas penyampaian informasi dalan kelompok. (3) komunikasi kelompok. Penekanan thd peran subjektifitas yg didasarkan pd pengalaman individual 2.Pengamatannya berfokus pd bagaimana bahasa dan symbol direproduksi. terjadi dalam konteks dan jaringan organisasi yg membahas struktur dan fungsi organisasi. Marxisme dan aliran ‘Frankfurt School’ dan berbagai pendekatan tekstual: teori2 retorika. melalui telepon dan surat menyurat yg berfokus pd hubungan. pemikiran Max Weber. seseorang akan menjadi sadar akan kehidupan dirinya. komunikasi melalui media masa yg ditujukan kpd SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 9 . Teori-teori kontekstual (contextual theories) yang meliputi 5 konteks/tingkatan: (1) komunikasi intra-pribadi. Dg memahami makna. phenomenology dan hermeneutic. hubungan antar manusia. Perbedaan: Teori Kritis Cenderung menggunakan keputusan2 absolut. interaksi dan karakteristik komunikasi. komunikasi dan proses pengorganisasian dan kebudayaan organisasi. (5) komunikasi massa. preskriptif dan sifatnya politis Teori Interpretif Cenderung menghindarkan sifat2 preskriptif dan keputusan absolute ttg fenomena yang diamati. proses komunikasi antar perorangan yg bersifat pribadi baik secara langsung ataupun tidak spt percakapan tatap muka. Pengamatan menurut teori ini hanya sesuatu yg bersifat tentative dan relative. biblical dan kesusasteraan. (4) komunikasi organisasi. dlm hal ini bahasa dipandang sebagai kekuatan yg mengemudikan pengalaman manusia. pola dan bentuk informasi dan pembuatan keputusan. dipelihara serta diubah dalam penggunaannya dimana makna bersifat relative dan temporer krn berubah dari waktu ke waktu/ konteks/ kelompok sosial ke lainnya. Persamaan: 1. proses komunikasi terjadi dalam diri seseorang yaitu pemahaman.

Keberlakuan prinsip universalitas bersifat relative 2. Sifat kehidupan manusia bisa berubah2. Manusia dalam kehidupannya jg terikat oleh ikatan2 kultur spesifik 4. dimana asas dasarnya: (1) teori berisikan penjelasan yg berlaku umum (2) penjelasan teori berdasarkan analisis keberaturan. aspek2 budaya dari komunikasi massa dan dampak /hasil komunikasi massa thd individu. Aturan yg menentukan tingkah laku 4. Penjelasan covering laws menurut Hempel: 1. 1. Deductive-Nomological. terdapat 4 (empat) perspektif yang mendasari pengembangan teori komunikasi. belum tentu sesuai realitas. Kehidupan manusia penuh keragaman dan kompleks 5. Fokus pd aturan yg menerapkan tingkah laku SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 10 . (2) aturan menunjukkan sifat2 keberaturan yg berbeda dari sebab akibat. 2. 6. Keterbatasan Covering Laws. Tujuh kelompok pemikiran Teori Aturan: 1. atau hubungan kausal yg diperkenalkan oleh Dray. hukum ini mendasar pd kemungkinan dalam statistic dimana objek penjelasan hrs didukung oleh hukum statistic sbg bagian dari subjek penjelasan. Covering laws (hukum) Berlandaskan pada prinsip “sebab-akibat”. hubungan media dg masyarakat. 3. hukum ini jg mendasar pd prinsip probabilitas dalam statistic dimana subjek penjelasan dijadikan pendukung induktif utk menerangkan objek penjelasan. dalam konteks ilmu sosial: 1. Formula statistic sulit diterapkan dalam mengamati tingkah laku manusia yg pd dasarnya suka berubah2 dan sulit diterka 3. Fokus pd pengamatan tingkah laku sebagai aturan 2. Inductive-Statistical. Ciri2: (1) merefleksikan fungsi2 perilaku dan kognitif yg kompleks dari kehidupan manusia. 2. hubungan antara media dan khalayak. Deductive-Statistical.sejumlah khalayak besar yg fokusnya menyangkut struktur media. Empat Perspektif dalam Ilmu Komunikasi Dilihat dari metode dan logika penjelasannya. Mengamati aturan yg menyesuaikan diri dg tingkah laku 5. Rules (aturan) theories Berlandaskan prinsip praktis bhw manusia aktif memilih dan mengubah aturan yg menyangkut kehidupannya. yg terbagi (a) objek penjelasan (b) subjek penjelasan. Mengamati tingkah laku yg menjadi kebiasaan. Analisis covering laws terlalu statistic. 3.

sistem merupakan koordinasi dan hierarki Tiga alternatif model: General System Theory – teori sistem umum (sistem terbuka dan tertutup).6. Penerapan Teori Aturan dalam Komunikasi Antarpribadi: 1. dan penerima sesuai aturan komunikasi yg disepakati 4. 2. Memperhatikan tingkah laku yg merefleksikan aturan.Adanya spesifikasi hubungan antar komponen . Aturan2 komunikasi ini mencakup pola2 umum dan khusus. sistem adalah suatu keseluruhan yg terdiri atas bagian/unsur dg karakteristik masing2. Karakteristik: . Mengamati aturan yg menerapkan tingkah laku 7.Adanya interaksi dg lingkungan di luar sistem yg menghasilkan input dan output . ciri perilaku: . 3. sistem hadir sbg reaksi atas lingkungan 4.keaadan tetap ini dpt dicapai dg sendirinya berdasarkan kondisi tertentu tergantung pd parameter sistem (equifinality) dan .sistem sepenuhnya ditentukan oleh kondisi awal . kombinasi dan asosiasi merupakan ciri2 perilaku manusia. Terbuka. .keadaan entropy (ketidakpastian atau situasi yg tdk menentu) dalam sistem cenderung akan menurun. Penyampaian informasi simbolis menuntut adanya interaksi antar sumber. Tindakan2 diatas disampaikan melalui pertukaran informasi simbolis 3.Adanya proses evolusi sistem b. Systems theories (teori sistem) Perpektif ini mempunyai ciri: 1. a.dalam kondisi tertentu ada dalam keadaan tetap. Tindakan2 yg bersifat gabungan. 3.proses selalu terjadi dalam sistem terbuka. 2.terisolasi dr lingkungan . sistem berada secara tetap dalam lingkungan yang berubah.keadaan entropy cenderung meningkat SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 11 .Adanya perilaku sistem . Tertutup.Adanya komponen bagian dari sistem . pesan. . ciri perilakunya: .tetap berada pd titik keseimbangan semula .

I.tes pembanding dilakukan oleh pusat control menghasilkan tanda error.adanya ciri. orang adalah pelaku dlm masyarakat. nyata atau tersembunyi SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 12 .adanya feedback ke pusat control .aksi korektif dilakukan oleh pusat kontrol Structural Functionalism Theory Ciri: .parameter tujuan diatur oleh pusat control . Tindakan sosial mencakup: (1) initial gesture (gerak isyarat awal) dari seorang individu (2) response atas gerak dari individu lainnya. Dasar pemikiran simbolik interaksionalisme menurut Jerome Manis & Bernard Meltzer: (1) tingkah laku dan interaksi dilakukan melalui perantara lambang yg berarti.adanya spesifikasi factor external yg mempengaruhi sistem . Ciri: . sifat yg dipandang penting utk kelangsungan sistem .adanya komponen bagian .adanya spesifikasi jarak yg menentukan perbedaan nilai .adanya aturan ttg bgmana bagian2 secara kolektif beroperasi sesuai cirinya utk menjaga eksistensi sistem 4. Pokok-pokok pikiran Herbert Mead 1.pusat control mempengaruhi dan mengendalikan bagian2 dari sistem .Karakteristik: . John Dewey. tindakan sosial merupakan payungnya. PERIODE TRADISI ORAL. Teori ini menekankan pada interaksi melalui symbol. tokoh2nya: Charles Cooley.tiap komponen bisa berubah krn prose transformasi Cybernetics Theory.A.tiap komponen mrpk konfigurasi nilai pd suatu wkt tertentu . Symbolic interactionism (simbolik interaksionalisme) Berasal dari disiplin sosiologi. . Thomas dan George Herbert Mead.dipandang sbg satu kesatuan yg terdiri dr unsur2 yg saling berkaitan . (2) orang jadi manusiawi setelah saling berinteraksi (3) bahwa masyarakat mrpk himpunan dari org2 yg berinteraksi (4) bahwa manusia secara sukarela membentuk tingkah lakunya sendiri (5) bahwa manusia membangun tingkah laku dlm melakukan tindakan (6) untuk memahami tingkah laku manusia diperlukan penelaahan ttg tingkah laku Manford Kuhn: Periode perkembangan simbolik interaksionalisme: 1. bukan reactor 2.

Manford Kuhn. orang adalah pelaku. Pokok-pokok pikiran Herbert Blumer (pencetus symbolic interactionism) 1. memainkan peran orang lain dlm lingkungannya (3) Fase praktek pola permainan (game stage). Kenneth Burke. bertindak sesuai cara atau kebiasan umum 2. tujuan. rencana tindakan 3. yg dipengaruhi oleh orang lain disekitar: • • • • pengaruh emosi dan psikologis pengaruh dalam pembendaharaan umum. Variabel konsep diri: • the ordering variable. melakukan kegiatan/proses imitasi (2) Fase permainan (play stage). orientasi pada orang lain. mengukur hal2 yg menonjol atau ciri2 kepentingan yg dimiliki individu (misal Baptist dlm konteks agama). manusia bertindak thd sesuatu berdasarkan pemahaman arti sesuatu tsb 2. bukan reactor 5. Ideas/Abstracts. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 13 . pemahaman arti ini adalah hasil interaksi 3. objek sasaran 2. MASA PENGKAJIAN/PENYELIDIKAN. pemahaman arti ini juga adalah hasil proses interpretasi 4. tindakan sosial merupakan perluasan dari tindakan individu Bentuk suatu obyek: Things. konsep pokok dan kategori pengaruh dalam pembedaan peran diri sendiri dan peran orang lain pengaruh orang lain yg menopang konsep diri seseorang 4. Metode penelitian: Tahap eksplorasi dan tahap inspeksi. Pokok-pokok pikiran Manford Kuhn: Secara umum bersifat mikro dan empiris/kuantitatif: 1. minat dan aversion (keengganan). Social things. ideologi serta evaluasi diri. tokoh2nya: Herbert Blumer. konsep diri: dipandang sebagai rencana tindakan individu thd dirinya sbg objek dan konsep diri mencakup identitas (peran dan status).(3) hasil dari tindakan yg dipersepsikan oleh kedua belah pihak. Pengembangan diri meliputi tiga fase: (1) Fase persiapan (preparatory stage).

consubstatiality. tindakan sebagai konsep dasar dramatisasi yaitu konsep action dan motion. Scene. Purpose.• thelocus variable. Konsep komunikasi: persuasion. menunjuk pd suatu keadaan dimana subyek cenderung mengidentifikasi diri melalui pengelompokkan berdasarkan consensus. remaja. Agent. orang Chicago. tindakan orang dalam kehidupan sehari2 spt dalam panggung sandiwara 2. suami. communication dan rhetoric. Agency. tdk berdasarkan cirri yg menonjolkan keistimewaan (misal: perempuan. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 14 . indentification. dll) Pokok-pokok pikiran Kenneth Burke: The Dramatism 1. Unsur analisis komunikasi: Act.

pandangan kita mengenai diri org lain 3. Menurut Fisher. pandangan kita mengenai pandangan orang lain tentang kita Ketiga tataran ini akan saling mempengaruhi sepanjang proses komunikasi. diri orang lain dan hubungan yang terjadi. Persepsi. pandangan kita mengenai diri kita sendiri 2. Individu sering mencampuradukkan hubungan antarpribadi dengan respons. masing-masing individu secara simultan akan menggunakan tiga tataran komunikasi berbeda yaitu 1. kita akan lebih memahami komunikasi yang kita lakukan. Ingatan atau persepsi individu dapat berubah setelah suatu tindakan komunikasi 3. Pengalaman Pengalaman merupakan landasan sebagai pembanding untuk mempersepsikan SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 15 . komunikasi antarpribadi merupakan kegiatan yg melibatkan antara dua orang atau lebih yang memiliki tingkat kesamaan diri. memahami diri pribadi merupakan suatu hal yg mendasar. Hal ini terjadi karena dalam komunikasi antarpribadi kita mencoba menginterpretasikan makna yang menyangkut diri kita sendiri. Dalam Lokus (letak) psikologis. Dalam komunikasi antar pribadi. Metametapersepsi. DIMENSI-DIMENSI PRIBADI DAN RELASIONAL Individu dalam Komunikasi Antar Pribadi Proses psikologis merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam komunikasi antar pribadi. emosional mereka. Sifat-sifat Persepsi: 1. Diri pribadi biasanya menjadi pusat dari proses komunikasi dan dengan memahami diri pribadi. Memahami Diri Pribadi dalam Komunikasi Dalam komunikasi antarpribadi. Munculnya respons individu terbatas setelah kegiatan komunikasi 2. Metapersepsi. proses pemahaman oleh individu diantaranya: 1.Modul 2 : TEORI KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI. Kesemuanya terjadi melalui suatu proses pikir yang melibatkan penarikan kesimpulan. Melalui alat pikiran dan logika kita mempresentasikan informasi yg telah kita peroleh melalui penginderaan. Proses ini memiliki subyektivitas tinggi dan kelemahan. Persepsi merupakan upaya untuk memahami diri pribadi yang dilakukan melalui panca indera.

5. dan keyakinan pribadi yang digunakan untuk memberi makna pada objek persepsi. 2. nilai. Tidak akurat Setiap persepsi yang kita lakukan akan mengandung kesalahan dalam kadar tertentu namun tidak selalu menimbulkan masalah dalam komunikasi antarpribadi. Perbandingan Cara yang biasa digunakan untuk menentukan kevalid-an persepsi kita adalah membandingkan dengan sesuatu. meskipun adakalanya bertentangan dengan rasio. Elemen-elemen Persepsi: Dari elemen-elemen ini kita akan menemukan pola yaitu bentuk pengorganisasian yang menciptakan satu kesatuan yang utuh. Sensasi/penginderaan Ketika kita menangkap sesuatu melalui panca indera maka secara simultan dia akan menginterpretasikan makna dari penginderaannya. Evaluatif Persepsi tidak pernah objektif karena kita melakukan interpretasi berdasarkan pengalaman dan merefleksikan sikap. 3. Membedakan antara yg baik/tidak.suatu makna supaya komunikasi tidak membingungkan. Penyimpulan Melalui penyimpulan ini kita berusaha untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai objek yang kita persepsikan atas dasar sebagin karakteristik dari objek tsb. 2. 4. 5. Selektif Kita mempersepsikan apa yg kita inginkan hanya dari bagian-bagian tertentu dari objek/orang atas dasar skap. 1. Konteks Konteks dan pola merupakan komponen penting yang mendasari seluruh pemahaman kita tentang komunikasi antarpribadi karena interpretasi tidak akan SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 16 . relevan/tidak. Harapan Harapan dapat menjadi kekuatan yang sangat berarti dalam mengarahkan persepsi. nilai dan keyakinan yg ada dalam diri kita. Bentuk dan latar belakang (figure and ground) Persepsi mencakup perbedaan antara informasi yang menjadi ‘figur’ dan informasi yang menjadi ‘background’. 4. 3.

2. Response set yang sangat umum digunakan adalah halo effect (menggeneralisasi perilaku orang dalam situasi tertentu kpd situasi lainyang sama sekali belum kita ketahui) dan leniency effect (membiarkan hubungan kita dg seseorang mempengaruhi persepsi kita terhadap orang tsb). 3. Langkah pertama dalam persepsi adalah menyadari diri kita sendiri yaitu pengungkapan dan siapa kita ini. Social Self. Upaya untuk mempengaruhi persepsi orang lain terhadap diri kita telah membuat kita menerapkan sejumlah strategi: SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 17 . mengevaluasi diri kita sendiri. Response sets Proses ini adalah predisposisi tertentu yang dilakukan untuk menanggapi orang lain. 3. adalah: 1. dll berbeda.terjadi tanpa menempatkannya dalam suatu konteks dan mengenali pola-pola (makna) dalam interaksi. Implicit personality theory Proses ini mengasumsikan kita sebagai psikolog amatir yang menggunakan perangkat psikologis untuk mempersepsi orang lain 2. suami-istri. perubahan konsep diri tidak terjadi secara mendadak atau drastic melainkan secara gradual melalui aktivitasi sehari-hari. Kesadaran diri juga merupakan proses yang akan terus berubah dan berkembang sepanjang hidup. Becoming self. 2. ketika kita mempersepsikan diri kita. kita mempersepsikan bahwa diri kita terlibat dalam persepsi diri. Memahami Orang Lain dalam Komunikasi Komunikasi antarpribadi yang efektif juga mensyaratkan kita utk lebih memahami orang lain yang ditujukan untuk mengurangi ketidakpastian (uncertainty reduction) dan perbandingan sosial (social comparison). memiliki berbagai indentitas diri yang berbeda. Multiple selves. Proses mempersepsi orang lain mencakup: 1. Konsep-konsep yang mempengaruhi perkembangan kesadaran diri sendiri adalah: 1. Reflexive self. Cara komunikasi dg orang terpelajar dan tidak. Self esteem. Elemen yang membentuk kesadaran diri menurut Fisher. Proses atribusi Proses ini mencoba untuk mengenali penyebab atau pengendali atas suatu peristiwa kepada seseorang atau sesuatu. Konsep diri. terutama bagi orang yang baru saling kenal. bagaimana kita memandang diri kita sendiri. 3. bagaimana kita mengembangkan konsep diri melalui interaksi.

Konfirmasi antarpribadi Adalah tanggapan atau reaksi atas perilaku orang lain. mencakup percakapan singkat dan saling memberi salam. 3. Memahami Hubungan Antarpribadi Hubungan antarpribadi memainkan peran penting dalam membentuk kehidupan kita. ketergantungan mengacu pada instrument perilaku antarpribadi spt membutuhkan bantuan/persetujuan dan mencari kedekatan. Social exchange Teori ini menjelaskan bahwa orang sebenarnya menggunakan prinsip ekonomi dalam suatu hubungan yaitu dg mempertimbangkan kontribusi dan pengaruhnya terhadap kontribusi orang lain dalam hubungan tsb. Ketergantungan (dependency).1. 3. perasaan mengacu pada hubungan yang secara emosional intensif. Process view Steve Duck dg pendekatan process view menyatakan bahwa hubungan tidak berkembang secara linier. tidak semua hubungan berkembang dan hubungan dapat sekaligus stabil dan memuaskan. Orang memerlukan hubungan antarpribadi untuk dua hal: 1. Impression management Erving Goffman: mengungkapkan bahwa orang cenderung sensitive. mengajarkan orang untuk peka terhadap diri sendiri. masing-masing akan mengungkap informasi mengenai partnernya. 2. Self disclosure Proses penetration mengemukakan bhw orang saling mengenal atau memahami melalui tahap mengungkapkan informasi superficial sampai yg bersifat pribadi. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 18 . Inisiasi. Ekperimen. 2. 3. Menurutnya hubungan bia berkembang melalui lima tahap yaitu: 1. situasi dan orang lain. Teori-teori yang menjelaskan berkembangnya suatu hubungan antara lain: 1. tidak semua hubungan akrab. Knap merumuskan model tahapan hubungan yang menunjukkan bahwa orang mempertimbangkan untuk menuju hubungan yang lebih akrab dengan orang lain. Perasaan (attachment). Attributional responses Cara lain dari penggunaan proses atribusi melalui perilaku sebagai reaksi atas tindakan orang lain. Intensifikasi. 2. melibatkan penyelidikan yang lebih mendalam pada kepribadian masing-masing. 2.

menciptakan rasa ‘bersama’. terjadi setelah pemutusan hubungan dimana masingmasing pihak akan memberikan alasannya sendiri dan dengan cara sendiriakan mengatasi dan menyembuhkan diri dari kedukaan atas berakhirnya hubungan. Tahap Dyadic.4. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 19 . Komunikasi akan bersifat langsung dan eksplisit dan dinamika dari hubungan mereka juga dibicarakan. focus pada hubungan itu sendiri. 5. 2. Akhirnya Duck kembali mengemukaan bahwa hubungan antarpribadi dapat berakhir dan biasanya melalui tahap-tahap: 1. Ikatan. Tahap Sosial. Intrapsikis. focus pada kelompok yang lebih besar spt keluarga atau temanteman dimana pendapat mereka jadi bahan pertimbangan. Integrasi. Tahap Grave Dressing. terjadi ketika keduanya masuk kepada suatu ritual yang secara formal mengakui hubungan jangka panjangnya. orang akan memusatkan perhatian pda partnernya dan menilai adanya ketidakpuasan di dalam hubungan. 4. rasa ‘kami/kita’ dimana keduanya bertindak sebagai suatu unit dan bukan sebagai individu terpisah. 3.

Jumlah anggota kelompok. Peran Merupakan pola-pola perilaku yang diharapkan dari setiap anggota kelompok. B. Kita mengenal dua funsgi prean dalam kelompok: FUNGSI TUGAS Pemberi informasi Pemberi pendapat Pencari informasi Pemberi aturan FUNGSI PEMELIHARAAN Pendorong partisipasi Penyelaras Penurun ketegangan Penengah persoalan pribadi Memahami Komunikasi dalam Kelompok Dalam bahasan mengenai tipe-tipe kelompok kita mengenal: 1. Growth group. waktu dan tujuan yang akan dicapai. Kategori norma: A. Norma Sosial: mengatur hubungan antara para anggota kelompok. namun tanpa komunikasi satu sama lain. Norma Tugas: bagaimana suatu pekerjaan harus dilakukan.Modul 3: TEORI KOMUNIKASI KELOMPOK Prinsip Dasar Komunikasi dalam Kelompok Secara operasional komunikasi kelompok melibatkan beberapa elemen menurut Adler dn Rodman. Norma Merupakan persetujuan tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berperilaku. Elemen-elemen ini merupakan karakteristik yang membedakan kelompok dengan apa yang dikenal dengan coact yaitu sekumpulan orang yang secara serentak terikat dalam aktivitas yang sama. 2. Kelompok primer maupun sekunder dalam keberadaannya memiliki dua ciri: 1. yaitu: Interaksi tatap muka. Learning growth. orang-orang dalam kelompok ini bekerja bersama-sama untuk mengatasi persoalan bersama yang mereka hadapi. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 20 . 2. Problem solving group. diarahkan pada peningkatan pengetahuan atau kemampuan masing-masing anggotanya. 3. Norma Prosedural: menguraikan dg lebih rinci bagaimana kelompok harus beroperasi C. ditujukan untuk membantu para anggota kelompok mengidentifikasi dan peduli terhadap permasalahan persoalan bersama yang dihadapi suatu kelompok.

Representasi. hasil dari tujuan kelompok dan keselarasan dalam kelompok. memastikan bahwa dirinya juga merupakan salah seorang anggota kelompok. Organisasi. Namun. Keanggotaan. Integrasi. 2. 5. Inisiasi. Kepemimpinan merupakan salah satu peran yang penting dalam interaksi kelompok. Kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion) Metode ini mempertimbangkan pendapat lebih dari satu anggota kelompok. Kesepakatan (cosensus) Metode in iterjadi bila semua anggota mendukung keputusan yang diambil. mempunyai kemampuan untuk memecahkan atau mengelola dengan baik konflik yang ada dan muncul di kelompoknya sehingga memberi kepuasan SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 21 . Heston dan McCroskey: 1. Delapan fungsi kepemimpinan menurut Burgoon. 2. Cepat dan dapat diterima secara sempurna merupakan keuntungannya. anggota kelompok akan bersaing untuk mempengaruhi pengambil keputusan. namun bila terlalu sering digunakan akan menimbulkan persoalan spt muncul ketidakpercayaan. 4.Ada empat metode pengambilan keputusan dalam kelompok untuk memahami tinadk komunikasi: 1. Kewenangan tanpa diskusi (authority rule without discussion) Metode ini sering digunakan oleh pemimpin otokratik atau militer. Keputusan yang diambil melalui metode ini akan meningkatkan kualitas dan tanggungjawab para anggotanya and muncul aspek kecepatan sebagai hasil dari usaha menghindari proses diskusi yg terlalu luas. 3. karena kepemimpinan ini akan menentukan kuantitas dan kualitas komunikasi dalam kelompok. seorang pemimpin perlu mengambil prakarsa untuk menciptakan gagasan2 baru namun sebaliknya tugas pemimpin juga memberi pengarahan atau menolak gagasan2 dari anggota kelompoknya yang dinilai tidak layak. Tidak ada metode yang lebih unggul dari keempat metode tsb. pentingnya keputusan yang akan dibuat dan kemampuan yang dimiliki pemimpin kelompok. pengambilan keputusan yang paling efektif bergantung pada jumlah waktu yang tersedia. Pendapat ahli (expert opinion) Metode ini akan bekerja baik apabila seorang anggota kelompok yang dianggap ahli tsb memang benar-benar tidak diragukan lagi kemampuannya dalam hal tertentu oleh anggota kelompok lainnya. memiliki kemampuan mengelola organisasi. 4. 3. harus melindungi dan mempertahankan para anggotanya dari ‘ancaman’ yg berasal dari luar dengan menjadi wakil atau juru bicara kelompok dihadapan kelompok lain.

Gaya kepemimpinan: 1. Bureucratic. Imbalan.kepada semua anggota kelompok. kelompok jadi tidak terorganisasi. Penyaringan (gatekeeping). tidak produktif dan anggotanya akan apatis sebab seperti tanpa tujuan dan maksud yg hendak dicapai. memberi sarana bagi berlangsungnya pertukaran informasi diantara para angotanya dan mencari masukan ttg bagaimana sebaiknya kelompoknya harus merencanakan. gaya ini menuntut seluruh anggotanya berpartisipasi tanpa memaksakan atau menuntut kewenangan yang dimilikinya. Democratic. kenaikan pangkat. melaksanakan kepemimpinannya supaya menjadi pusat perhatian para anggotanya. 2. 7. Diplomatic (manipulator). penghargaan. Gaya ini cenderung berkomunikasi melalui saluran tertulis secara resmi. Gaya ini cocok untuk kelompok terapi. pemimpin adalah mengendali. gaya ini punya kemungkinan produktif dan terorganisasi dg baik namun hubungan antar pribadi cenderung renggang dan antagonistic. 3. Kelompoknya cenderung terorganisasi dg baik namun anggotanya jadi bersikap apatis. Walau terlihat kurang terorganisasi namun gaya ini berjalan dalam suasana rileks dan cenderung produktif dan kreatif krn mampu memaksimalkan kemampuan yang dimiliki anggota. bertindak sebagai pengawas dalam mengkordinasikan aktivitas kelompok. jabatan. bertindak sebagai penyaring sekaligus manager bagi informasi yang masuk dan keluar dari kelompok yang dipimpinnya sebagai usaha untuk mengurangi terjadinya konflik di dalam/luar kelompok. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 22 . melaksanakan dan mengevaluasi program kerjanya. Authoritarian. Jika tidak ada yang mengendalikannya. Gaya ini cenderung menggunakan lebih halus dan luwes dari otokratik namun anggotanya dapat terbuka memberi saran dan umpan baik yg demokratis. pujian. melakukan evaluasi dan menyatakan setuju/tidak terhadap kegiatankegiatan yag telah dilakukan oleh para anggotanya melalui imbalan gaji. tidak banyak menggunakan control. Laissez-faire (group centered). 4. Manajemen informasi internal. 5. 8. 6.

Produktivitas dari suatu kelompok dapat dijelaskan lewat konsekuensi perilaku. tingkat atau derajat energi dari setiap individu yang dibawa dalam kelompok untuk digunakan dalam melaksanakan tujuan-tujuan kelompok. pendapat dan kemampuan yang dimiliki oleh anggota kelompok lainnya. Dengan kata lain. 4. interaksi dan harapan2 sebagai input variables mengarah pada struktur formal dan struktur peran sebagai mediating variables yg pada akhirnya menuju kepada produktivitas. kita dapat mengukur dan menentukan bagaiman asebuah kelompok akan mempunyai keterpaduan dan produktif. Banyak dari synergy atau energi kelompok harus dicurahkan kearah pemeliharaan keselarasan dan keterpaduan kelompok. interaksi dan harapan-harapan melalui struktur kelompok. Dengan menggunakan teori ini. Teori pertukaran sosial (social exchange theory) Landasan pemikiran dari teori ini adalah seseorang dapat mencapai satu pengertian mengenai sifat kompleks dari kelompok dengan mengkaji hubungan di antara dua orang. dimana masing2 mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pihak lainnya. hanya sedikit atau kurang dalam melaksanakan tindak komunikasi. Teori sosiometrik (sociometric theory) Teori ini mengasumsikan bahwa individu2 dalam kelompok yang merasa mempunyai ketertarikan satu sama lain. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 23 . Sebaliknya individu2 yang saling bertentangan (tidak mempunya ketertarikan antarpribadi). Teori perbandingan sosial (social comparison theory) Memusatkan perhatiannya pada tindak komunikasi dalam kelompok yang dilandasi oleh adanya kebutuhan-kebutuhan individu untuk membandingkan sikap. bahwa kelompok merupakan suatu mekanisme mendasar dari sosialisasi dan sumber utama dari tatanan sosial. mediating variables dan group input. pendapat dan kemampuannya dengan sikap. Teori kepribadian kelompok (group syntality theory) Konsep kunci dari teori ini adalah synergy. Sementara Clovis Sheperd menjelaskan. semangat dan keterpaduan sebagai group achievement. Teory percakapan kelompok (group achievement theory) Teori ini memiliki keterkaitan dengan produktivitas kelompok melalui memberi inputs.Komunikasi Kelompok dalam Perpektif Teorities Marvin Shaw mengemukakan kelompok dalam perpektif interaksional adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi satu sama lain dengan suatu cara tertentu. 3. 2. 5. akan lebih banyak melakukan tindak komunikasi. Lima Perspektif Teoritis dalam komunikasi kelompok: 1. karena suatu kelompok dipertimbangkan sebagai sebuah kumpulan dari hubungan antara dua partisipan.

Sherif dengan studi eksperimen berhasil menunjukkan bahwa kelompok membentuk dan memiliki norma2 tertentu yang berpengaruh pada individu anggotanya. Dalam hal pembentukan sikap dan perilaku politik. Kurt Lewin. Konsep yang mereka sebut sebagai ‘homogenitas politik dari kelompok primer’ ini bahkan berhasil menyangkal pemikiran yang sedang dominan membentuk sikap dan perilaku politik. Penelitian Lewin mengenai pengaruh kelompok dalam pengambilan keputusan menunjukkan bahwa persoalan yang dikemukakan dan didiskusikan dalam kelompok memiliki pengaruh yang lebih besar dalam mendorong pengambilan keputusan oleh para anggotanya. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 24 . Solomon Asch.Beberapa Perpektif dalam Penelitian Komunikasi Kelompok Teori-teori tentang komunikasi kelompok berangkat dari sejumlah penelitian yang dilakukan mulai decade 40-an. Lazarsfeld dan Berelson menemukan bahwa kelompok primer (keluarga. Beberapa penelitian komunikasi kelompok terpenting yang dikemudian hari memberikan warna/cirri tersendiri bagi studi2 tentang komunikasi kelompok. Paul Lazarsfeld dan Bernard Berelson. teman dekat. rekan sekerja) sangat berpengaruh. Sementara eksperimen yang dilakukan Asch terhadap kekuatan dari tekanan kelompok menunjukkan bahwa tekanan dari kelompok yang bersifat longgar sekalipun dapat mempengaruhi penilain pribadi anggotanya. dilakukan oleh Muzafer Sherif.

penyampain instruksi kerja b. penyampaian keluhan dari bawahan ttg dirinya sendiri maupun pekerjaannya. Model Komunikasi Linier. Komunikasi yang berlangsung ketika bawahan mengirim pesan kepada atasannya dimana fungsinya adalah: a. d. Model komunikasi menurut Steward L. Arus vertical (downward communication). 2. komunikasi adalah usaha untuk mencapai kesamaan makna ‘commonness’. penyampaian informasi mengenai peraturan yang berlaku. Dalam tindakan yang nyata. karena melalui komunikasi kita mencoba berbagi informasi.Modul 4: TEORI-TEORI KOMUNIKASI ORGANISASI Pentingnya Komunikasi dalam Organisasi Komunikasi merupakan bidang kajian yang menarik untuk dipelajari. Komunikasi yang berlangsung ketika orang-orang yang berada pada tataran manajemen mengirimkan pesan kepada bawahannya. 3. Tubbs dan Sylvia Moss dalam buku Human Communication: 1. Fungsinya: a. yaitu pandangan satu arah (one way view of communication) dimana komunikator memberikan satu stimuli dan komunikan melakukan respons atau tanggapan yg diharapkan tanpa mengadakan seleski dan interpretasi. penjelasan ttg untuk apa tugas dilaksanakan c. Komunikasi Interaksional. komunikasi organisasi mengenal dua arus komunikasi: 1. pemberian. pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 25 . interpretasi dan memberikan respons terhadap pesan dari pengirim. penyampaian informasi ttg persoalan tugas yg tidak dpt diselesaikan c. Komunikasi Transaksional. yaitu komunikasi proses dua arah dimana penerima melakukan seleksi. tidak ada satupun yang tidak dapat dikomunikasikan. penyampaian saran perbaikan dari bawahan d. (upward communication). yaitu pandangan komunikasi yang hanya dapat dipahami dalam konteks hubungan diantara dua orang atau lebih dimana semua perilaku adalah komunikaitif. gagasan atau sikap kita dengan partisipan lain dalam organisasi. Pengertian komunikasi organisasi Menurut Kathleen K Reardon (1987). karena pengetahuan mengernai prinsip-prinsip dasar dan keahlian komunikasi akan memudahkan setiap orang yang ada dalam suatu organisasi dapat melaksanakan tujuan yang sudah ditetapkan dengan lebih efektif dan efisien. penyampaian informasi ttg tugas yg sudah dilaksanakan b.

tertulis ataupun perilaku nonverbal spt bahasa insyarat. Persuasif Bawahan dipersuasi untuk melakukan pekerjaannya untuk menghasilkan kepedulian yang lebih besar. Perhatian dialihkan kepada penerima pesan untuk menjadi pendengar. sumber menyampaikan pesan dg berbicara. kaset.2.: 1. upaya memecahkan konflik e. Fungsi komunikasi organisasi: 1. Proses Komunikasi Proses komunikasi diawali oleh sumber baik individu maupun kelompok yang berusaha berkomunikasi melalui langkah-langkah sbb. Feedback atau umpan balik yang memungkinkan sumber mempertimbangkan kembali pesan yang telah disampaikan kpd penerima. 2. 5. saling berbagi informasi d. Encoding (penyampaian pesan yang telah disandi). ekspresi wajah atau gambar-gambar. Informatif Seluruh anggota dalam suatu organisasi dapat memperoleh informasi yang lebih banyak. radio. memperbaiki koordinasi tugas b. 3. 4. upaya pemecahan masalah c. Decoding (penciptaan pesan): sumber menerjemahkan informasi atau gagasan dalam wujud kata-kata. tanda/lambang yg diharapkan mempunyai efek terhadap orang lain. Pesan: adalah alat-alat dimana sumber mengekspresikan gagasannya dalam bentuk bahasa lisan. Arus horizontal Komunikasi yang berlangsung di antara para karyawan/bagian yang berkedudukan setara. 3. Fungsinya: a. video atau overheadprojector). pembaca dan pengamat yang baik terhadap suatu pesan yang diterima. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 26 . membina hubungan melalui kegiatan bersama. lebih baik dan tepat waktu. Regulatif Fungsi ini berkaitan dg peraturan-peraturan yg berlaku dalam suatu organisasi yang dipengaruhi oleh atasan yang berada dalam tataran manajemen dan pesan yang berorientasi pada kerja. telepon dan tertulis: televise. menggambar atau melalui tindakan tertentu dengan menggunakan channel (saluran) yaitu alat untuk menyampaikan pesan (lisan: tatap muka. menulis. Ideation: penciptaan suatu gagasan atau pemiihan seperangkat informasi utk dikomunikasikan 2.

aturan yang dipakai Equalitarian style Menstimulasi orang lain Mensistemasi lingkungan kerja. Karl W. Anatol. Pengertian kekuasaan adalah kualitas yang melekat ketika dua atau lebih individu melakukan interaksi. Dalam dataran teoritis kita mengenal enam gaya komunikasi yang bersumber dari Jerry W. Applbaum: Gaya Controlling style Komunikator Memberi perintah. tidak memihak Dynamic style Mengendalikan. memantapkan struktur Menumbuhkan sikap untuk bertindak Mengalihkan tanggungjawab kepada orang lain Menghindari komunikasi Structuring style Objektif. Relinguishing style Bersedia menerima gagasan orang lain Mendukung pandangan orang lain Mengalihkan persoalan Withdrawal style Independen/berdiri sendiri Gaya komunikasi yang bermakna adanya kesamaan (equalitarian style) adalah gaya yang ideal. Reward.E. Ronald L. memusatkan perhatian pada kemampuan untuk memberi ganjaran atau imbalan atas pekerjaan/tugas yang dilakukan oleh orang lain melalui suatu kejadian atau situasi yang memungkinkan orang lain menemukan kepuasan. Memahami Komunikasi dalam Organisasi Gaya komunikasi adalah perilaku komunikasi yang dilakukan seseorang dalam suatu organisasi yang bertujuan untuk mendapatkan respons dari orang lain terhadapa pesan organisasional yang disampaikan. butuh perhatian orang lain Akrab. agresif Ringkas dan singkat. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 27 . prosedur.4. Menurut French dan Raven. Integratif Menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik yaitu saluran formal dan informal. ada lima tipe kekuasaan: 1. Koehler. hangat Maksud Mempersuasi orang lain Tujuan Menggunakan kekuasaan dan wewenang Menekankan pengertian bersama Menegaskan ukuran.

pimpinan diangkat berdasarkan kemampuan dan pendidikan mereka e. b. kita diperkenalkan dengan toeri Max Webber mengenai birokrasi yang terangkum dalam enam prinsip: a.. Bagaimana memilih audiens yang terbaik 3. Bagaimana menggunakan saluran yang terbaik Beberapa Pendekatan dalam Komunikasi Organisasi Empat pendekatan dalam komunikasi organisasi: 1. memusatkan pandangan pada kemampuan untuk memberi hukuman kepada orang lain. Pendekatan struktur dan fungsi organisasi Melalui pendekatan ini. Guna mengurangi efek yang tidak diharapkan tsb maka diperlukan adanya pemahaman mengenai prinsip-prinsip umum berkomunikasi dalam organisasi yang mencakup: 1. karena dua cara tsb tidak akan efektif. Tindak komunikasi yang dilakukan dalam suatu organisasi tidak selalu memunculkan efek seperti yang dikehendaki. Ligitimate power. Mendefinisikan tujuan berkomunikasi 2. Coercive. kekuasaan yang berdasarkan pada keahlian ini memfokuskan pada suatu keyakinan bahwa seseorang yang mempunyai kekuasaan. 3. tipe ini didasarkan pada suatu hubungan ‘kesukaan’ atau ‘liking’. birokrasi didasarkan pada aturan2 yang memungkinkan diselesaikannya suatu persoalan. Expert. esensi dari birokrasi adalah penjenjangan d.2. ketika seseorang melalui suatu persetujuan dan kesepakatan diberi hak untuk mengatur dan menentukan perilaku orang lain dalam suatu organisasi (misal org yang dituakan dan memiliki senioritas dalam organisasi) Yang terpenting untuk diperhatikan tentang kekuasaan adalah bahwa orang-orang yang berada dalam tataran manajemen perlu menyadari untuk sesedikit mungkin menggunakan cara-cara koersif (paksaan) dan pemberian insentif (rangsangan) kepada bawahan. 4. birokrasi mengenal pembagian secara sistematis thd tenaga kerja dimana tnaga kerja memiliki hak dan kekuasaan yang terdefinisikan secara jelas. birokrasi harus memiliki kebebasan untuk mengalokasikan sumber2 yang ada dalam lingkup pengaruhnya SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 28 . Referent. keahlian dan informasi yang lebih banyak dalan suatu persoalan tertentu. c. pastilah ia memiliki pengetahuan. yaitu ketika seseorang mengidentifikasi orang lain yang mempunyai kualitas atau persyaratan seperti yang diinginkan. 5.

Hasrat. pimpinan masih memegang kendali namun mereka juga mencari masukan-masukan dari bawahan. 2. 2. Sosialitas. pimpinan menggunakan kekuasaan dengan tangan besi dimana keputusannya tidak memanfaatkan atau memperhatikan umpan balik dari bawahannya. Selain itu kita juga mempelajari teori sistem dari Chester Barnard yang pada esensiinya menjelaskan bahwa organisasi hanya dapat berlangsung melalui kerjasama antar manusia. Exploitative Authoritative. hampir sama dg sistem yang pertama. Ritual. Pendekatan komunikasi sebagai suatu proses pengorganisasian Dalam pendekatan ini dibahas teori pengorganisasian dan teori strukturisasi. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 29 . Pada teori strukturisasi dijelaskan bahwa struktur organisasi diciptakan ketika sekelompok orang saling berkomunikasi melalui saluran tertentu. 4. Benevolent Authoritative. 3.f. yaitu bagaimana para karyawan dapat mengubah pekerjaan2 rutin dan membosankan menjadi menarik dan merangsang minat. 3. 4. memberi kesempatan pada karyawan untuk berpartsipasi penuh dalam proses pengambilan keputusan yang efeknya mengarahkan peningkatan tanggungjawab dan motivasi bekerja yang lebih baik. Teori pengorganisasian memandang organisasi sebagai suatu aktivitas sebab organisasi adalah sesuatu yang akan dicapai oleh sekelompok orang melalui proses yang berkesinambungan. Consultative. Pendekatan human relations Kita diajak untuk mengkaji factor manusia sebagai objek yang penting dalam organisasi sebagaimana yang dikemukakan oleh Rensis Likert dengan Empat Sistem Likertnya: 1. merupakan penampilan yang diulang-ulang secara teratur yaitu suatu aktivitas yang dianggap oleh suatu kelompok sebagai sesuatu yang sudah biasa dan rutin. Pacanowsky dan Trujillo menjelaskan lima bentuk penampilan organisasi. 3. Pendekatan organisasi sebagai kultur Dalam pendekatan ini. 2. yaitu bentuk yang memperkuat suatu pengertian bersama mengenai kebenaran ataupun norma2 dan penggunaan aturan-aturan dalam organisasi (tata susila dan sopan santun). hanya pada sistem ini pimpinan cukup memiliki kepekaan terhadap kebutuhan para karyawan. kultur organisasi merupakan pandangan hidup bagi para anggotanya. Participate Management. yaitu: 1. birokrasi mensyaratkan pengelolaan arsip yang rapi.

5. yang terdiri dari keseluruhan kepingan pengetahuan yang ada dalam sistem. • Informasi yang didistribusikan adalah informasi yang telah disebarkan melalui organisasi. Keseluruhan informasi yang dikomunikasikan dalam suatu organisasi adalah komunikasi absolute. Kelompok memiliki struktur internal yang menurut Richard Farace dapat dibagi menjadi tiga: SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 30 . Inovasi membangkitkan atau mendorong perubahan dan gagasan baru dalam sistem. Kerangka structural fungsional bagi komunikasi organisasi terletak pada dimensi analisis: 1.4. informasi ini untuk mengurangi ketidakpastian. dyadic. Teori Integratif dalam Komunikasi Organisasi Organisasi adalah struktur yang diciptakan melalui komunikasi.beberapa dyadic berkerumun bersama2 ke dalam kelompok. Politik organisasi. Komunikasi. sebagian merupakan pengurai ketidakpastian melalui informasi. oleh karena itu komunikasi digunakan untuk mencapai fungsi-fungsi penting dalam organisasi. koordinasi control terhadap aktivitas organisasi. Produksi mengacu pada pengarahan. Salah satu sumber penting dalam organisasi adalah informasi. Jika fungsi berkaitan dengan isi pesan. 3. yaitu bentuk yang menciptakan dan memperkuat minat terhadap kekuasaan dan pengaruh. Enkulturisasi. Fungsi-fungsi komunikasi. kelompok dan organisasional dalam suatu prinsip hierarki sistem. Sistem level dari kerangka structural fungsional bagi komunikasi organisasi terdiri atas empat sub level: individual. Sedangkan pemeliharaan diartikan untuk melindungi nilai-nilai individual dan hubungan antarpribadi yang dibutuhkan untuk mempertahankan sistem. Struktur. Farace menekankan tiga fungsi yaitu produksi. Dua bentuk komunikasi yang berkaitan dengan dua bentuk informasi: • Informasi absolute. maka struktur berkaitan dengan timbulnya pola-pola atau aturan dalam penyampaian pesan. Organisasi sebagai keseluruhanadalah suatu sistemdari kelompok2 yang saling berhubungan dan membentuk suatu jaringan kerja makro. inovasi dan pemeliharaan. 2. Individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam dyadic. karena komunikasi mencakup penggunaan ‘bentuk2 simbolis’ umum yang saling dimengerti oleh para partisipannya. yaitu proses mengajarkan budaya kpd para anggota organisasi. Orang berkomunikasi untuk mencapai tujuan individu dan tujuan bersama.

Dalam pengertian jaringan. kelompok tidak akan hancur oleh keluarnya satu orang atau rusaknya satu rantai hubungan 4. kelompok harus memiliki minimal tiga anggota. Pertanyaan yg muncul disini: siapa berkomunikasi dengan siapa di dlm kelompok? Jaringan kerja makro adalah suatu pola yang berulang2 dari transmisi informasi di dantara kelompok2 dalam suatu organisasi. Struktur kepemimpinan berkaitan dengan distribusi peran di dalam kelompok. Jaringan kerja yang biasanya mudah dipahami adalah table atau diagram susunan organisasi formal yang mejabarkan jaringan tugas. Dua peran penting dalam struktur jaringan adalah peran: 1. Orang yang lebih sering berkomunikasi akan memiliki rantai yang lebih kuat daripada orang yg jarang berkomunikasi. lebih dari separuh aktivitas komunikasi yang dilakukan kelompok berada di dalam kelompok. kita dapat mengenali fungsi keseluruhan dari jaringan. Struktur komunikasi atau jaringan kerja makro. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 31 . 2. Adapula jaringan tidak resmi yang terdiri dari dua bagian pokok yaitu: para anggota dan rantai.1. meskipun dia menghubungkan dua kelompok atau lebih. Simetri atau tingkat yg menghubungkan pada anggota. 2. bukan anggota dari kelompok manapun. jembatan (bridge). setiap individu harus dikaitkan dengan individu lain dalam kelompok 3. 2. penghubung (liaison). terutama distribusi dari peran2 yg berhubungan dengan pengaruh antarpribadi dari para anggota kelompok. 2. Cara (mode) yaitu bagaimana komunikasi dapat dicapai dan melalui saluran apa. Struktur kekuasan: siapa memiliki kekuasaan atas siapa? 3. anggota kelompok yg juga berhubungan dengan kelompok lain.tetapi orang lain menyangkalnya makan rantai hubungannya tidak resiprokal. 3. umumnya berupa suatu rantai interaksi atas dasar keseimbangan/kesejajaran. kelompok ditandai oleh empat criteria yang membuatnya relative stabil: 1. Isi (content) yang merupakan esensi dari interaksi. Jika seseorang merasa yakin bahwa dia sering berkomunikasi dengan orang lain. Resiprositas (timbal balik) yaitu tingkat kesepakatan para anggota mengenai hubungan mereka. 4. Rantai (links) ditandai oleh lima sifat: 1. Jadi suatu jaringan adalah suatu rangkaian kelompok-kelompok dan anggota-anggota yang saling berkaitan. Dengan mengamati isi dari berbagai rantai dalam suatu jaringan. 5. Kekuatan yang mengacu pada frekuensi interaksi. yaitu pola-pola interaksi di dalam kelompok.

Riley dan Mathilda White Riley mengemukakan teori yang lebih sosiologis dengan menyatakan bahwa dalam proses komunikasi (massa). Mewakili aliran ini adalah teori stimulus-respons yang pada gilirannya telah memberi inspirasi pada teori jarum hipodemik yang sangat terkenal. yang kemudian diasumsikan akan bereaksi seperti yang diharapkan. secondary group dan sistem sosial secara menyeluruh.Modul 5: TEORI KOMUNIKASI MASSA. Akhirnya John W. Teori berikutnya yang dikemukakan oleh Shannon dan Weaver menggambarkan proses komunikasi secara sistematis dengan mengadopsi proses telekomunikasi untuk diterapkan dalam konteks komunikasi manusia. Model yang mereka ciptakan adalah: Sumber Informasi Transmitter Sumber gangguan Penerima Tujuan. Komunikasi mereka digambarkan sebagai suatu proses yang linier and searah. Dalam teori ini isi media dipandang sebagai obat yang disuntikkan kedalam pembuluh darah audience. public dan media massa dalam menanggapi suatu peristiwa tertentu. Kepada Siapa dan Dengan Efek Apa? untuk mengenali komponen dalam proses komunikasi masa dan jenis-jenis studi pada tiap komponen. nilai dan perilakunya. Pendekatan yang lebih memperhitungkan variable lain dalam proses komunikasi massa dikemukakan oleh McLeod dan Chaffee. Dimulai dari Laswell yang memperkenalkan formula Siapa. Konsep Shannon Weaver ini kemudian dikembangkan oleh DeFluer yang memperkenalkan dimensi umpan balik dalam proses komunikasi. Dalam hal ini terdapat dua aliran yang banyak mewarnai teori-teori komunikasi massa berikutnya. Berkata Apa. pihak-pihak yang terlibat di dalamnya mempengaruhi dan dipengaruhi oleh primary group. MEDIA. Struktur sosial seringkali dikenal sebagai secondary group (organisasi politik. Asumsi stimulus-respons mengacu kepada elemen: isi SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 32 . Primary Group ditandai dengan hubungan yang intim antaraanggotanya (misal: keluarga). telah memperkenalkan norma dan menjadi panutan dalam berperilaku. Melalui Saluran Apa. yaitu proses dimana pesan diibaratkan mengalir dari sumber dengan melalui beberapa komponen menuju tujuan (komunikan). yang acapkali berfungsi sebagai reference group. EFEK dan AUDIENCE Teori-teori Dasar Komunikasi Massa Teori-teori komunikasi pada awalnya didominasi oleh pendekatan yang linier dan mekanistis. perusahaan atau serikat pekerja) dimana seperti halnya primary group. Pengaruh Komunikasi Massa terhadap Individu Studi tentang komunikasi massa pada umumnya membahas tentang efek. Teori koorientasi mereka menjelaskan adanya hubungan yang saling mempengaruhi atara kekuatan politik. Aliran yang pertama beranggapan bahwa media massa memiliki efek yang langsung dapat mempengaruhi individu sebagai audience. Reference group adalah kelompok dimana seseorang belajar untuk mengenal sikap.

DeFleur.media massa sebagai stimuli yang disebarkan dan menerpa individu (organisme) akan menghasilkan respons tertentu yang berkaitan dengan stimuli yang diberikan Sementara aliran kedua beranggapan bahwa proses pengaruh dari media massa tidak terjadi secara langsung. proses komunikasi juga melibatkan jaringan antarpribadi yang akan memperkuat tingkat adopsi seseorang atas sesuatu inovasi. 3. Dengan menyusun agenda pemberitaannya media akan mempengaruhi agenda audience meskipun hanya sampai pada tataran kognitif. Efek SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 33 . Ada 4 teori yang dibahas: 1. Pengetahuan: kesadaran individu akan adanya inovasi dan adanya pemahaman tertentu tentang bagaimana inovasi tsb berfungsi. namun merupakan hasil dari keseluruhan sistem pesan. melainkan melalui perantaraan hubungan komunikasi antar pribadi. Dependency Teori ini dikembangkan oleh: Sandra Ball-Rokeach dan Melvin L. Mewakili aliran ini adalah teori komunikasi dua tahap yang mengemukakan bahwa media tidak membuat orang langsung terpengaruh oleh muatan informasi yang dibawanya. Rogers dan Floyd G. Efek dalam pengertian ini umumnya mengacu pada suatu efek jangka panjang yang tidak langsung. media massa juga menghasilkan efek terhadap masyarakat dan budayanya. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa proses pengaruh yang biasanya diartikan sebagai perubahan sikap dan perilaku terjadi justru melalui perantaraan orangorang yang dikenal dengan sebutan pemuka pendapat. Persuasi: individu membentuk/memiliki sikap yang menyetujui atau tidak menyetujui inovasi tsb. Dalam hal ini proses yang terjadi adalah pemuka pendapat memperoleh informasi dari media dan kemudia dapat menyebarluaskannya kepada orang2 disekitarnya. 2. Konfirmasi: individu akan mencari pendapat yang menguatkan keputusan yang telah diambilnya. Agenda Setting (Maxwell McCombs dan Donald Shaw) Media dengan menyusun prioritas topic akan mempengaruhi perhatian audience terhadap topic mana yang dianggap lebih penting dari lainnya. Pengaruh Komunikasi Massa ter hadap Masyarakat dan Budaya Selain memiliki efek terhadap individu. Everett M. Keputusan: individu terlibat dalam aktivitas yang membawa pada suatu pilihan untuk mengadopsi atau menolak inovasi. dan keputusan tsb dpt berubah jika pesan berlawanan. Pemuka pendapat ini pula yang berperan dalam merekomendasikan dan mekonfirmasi perubahan sikap dan perilaku masyarakat di sekitarnya. Teori difusi inovasi. Shoemaker memberikan asumsi bahwa 4 tahap dalam suatu proses difusi inovasi mencakup: 1. Efek juga bukan hanya merupakan pengaruh suatu pesan tertentu. 2. Artinya dengan memanfaatkan kekuatan media massa sampai pada taraf tertentu. 4. yang dibahas berikutnya merupakan gabungan dari prinsip-prinsip teori diatas.

Melalui pengaruh media masa dan komunikasi antarpribadi. pendapat yang dominant akan semakin meluas dan lainnya akan berangsur melemah. 3. (a) Kognitif: Menciptakan atau menghilangkan ambiguitas. dan yang membantu proses komunikasi bagi dirinya. Perluasan sistem keyakinan masyarakat. afektif dan behavioral merupakan hasil dari hubungan antara sistem sosial. ada model gaps yang memiliki “ceiling effects”. Menurut Thunberg. sistem media dan audience. 4. Orang cenderung tidak mengungkapkan pendapat yang berbeda dari mayoritas. Spiral of Silence Dikemukakan oleh Elizabeth Noelle-Neuman.dari suatu proses komunikasi massa merupakan hasil interaksi berbagai subsistem dalam suatu sistem sosial tertentu. Efek yang memiliki tiga tataran yaitu kognitif. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 34 . Konsep ini dipandang sebagai alat untuk mencapai/mendapatkan nilai-nilai tertentu dalam hidupnya dimana ukuran dan bentuknya tergantung pada tiga karakteristik: • Karakterisyik pribadi • Karakteristik seseorang tergantung pada posisi sosialnya. Agenda setting. Teori ini berkaitan dengan proses terbentuknya pendapat yang dominant dalam masyarakat. Penegasan/penjelasan nilai-nilai. Menjangkau atau menyediakan strategi untuk suatu aktivitas. Pembentukan issue tertentu atau penyelesaiannya. Konsep lain yaitu “potensi komunikasi” menjelaskan tentang karakteristik dan sumber-sumber yang memungkinkan seseorang untuk memberi dan menerima informasi. Pembentukan sikap. • Karakteristik dari struktur sosial diamana seseorang berada. artinya ada plafon atau batas tertentu dalam penyerapan informasi. Meningkatkan atau menurunkan dukungan moral. (c) Behavioral Mengaktifkan/menggerakkan atau meredakan. (b) Afektif Menciptakan ketakutan atau kecemasan. Menyebabkan perilaku dermawan (menyumbangkan uang). Information Gaps/Knowledge Gap Phillip Tichenor mengawali pemikiran teori ini yang muncul karena potensi komunikasi yang dimiliki oleh berbagai orang atau kelompok dalam masyarakat adalah tidak sama dalam menyerap informasi dari lingkungannya yang ditentukan oleh factor status sosial ekonomi seseorang.

Salah satu asumsi utamanya adalah bahwa ketika mencari/memperoleh informasi. dan pemrosesan informasi. 3. yang menghasilkan (7) Perbedaan pola konsumsi dan (8) Perbedaan pola perilaku lainnya yang menyebabkan (9) Perbedaan pola pemenuhan yang mempengaruhi (10) Kombinasi karakteristik intra dan ekstraindividu. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 35 . cultural dan ekonomi dalam masyarakat. yang menciptakan harapan-harapan terhadap media massa atau sumber-sumber lain yang membawa kepada perbedaan pola penggunaan media (atau keterlibatan dalam aktivitas lainnya) yang akhirnya akan menghasilkan pemenuhan kebutuhan. kombinasi persoalan dan solusinya menunjukkan (6) Berbagai motif untuk mencari pemenuhan atau penyelesaian persoalan. Pendekatan Uses and Gratifications Menurut Katz.Audience dan Pengaruh terhadap Komunikasi Massa Audience menjadi pusat dan titik awal dalam memahami proses komunikasi massa. harapan dan persepsi terhadap media dan tingkat akses kepada media akan membawa individu kepada keputusan untuk menggunakan atau tidak menggunakan isi media massa. orang cenderung untuk menghindari informasi yang tidak sesuai dengan image of reality-nya karena akan dianggap mengganggu dan mengancam keseluruhan sistem yang telah ada pada dirinya. Tiga teori yang membahas audience sebagai focus: 1. Pendekatan lain dikemukakan oleh Karl Erik Rosengren yang memodifikasi elemennya menjadi 11: (1) Kebutuhan mendasar tertentu dalam interaksinya dengan (2) Berbagai kombinasi antara karakteristik intra dan ekstra individu dan juga dengan (3) Struktur masyarakat. Teori Uses and Effects Kebutuhan hanya salah satu dari factor-faktor yang menyebabkan terjadinya penggunaan media. maka penggunaan media akan menghasilkan konsekuensi tertentu pula dan keduanya terjadi seca simultan. Karakteristik individu. penghindaran. yang sekaligus akan mempengaruhi pula (11) Struktur media dan berbagai struktur politik. disebut memiliki akar dari pemikiran psikologi sosial tentang kesesuaian sikap. pendekatan ini menjelaskan suatu proses dimana kondisi sosial psikologis seseorang akan menyebabkan adanya kebutuhan. Information Seeking Teori ini dikemukakan oleh Donohew dan Tipton yang menjelaskan tentang pencarian. termasuk struktur media menghasilkan (4) Berbagai kombinasi personal individu dan (5) Persepsi mengenai solusi bagi persoalan tsb. 2. Jika isi media akan menghasilkan efek tertentu.

Misal dalam suatu lelang. 2. Bahasa nonverbal dipakai untuk mengubah pesan verbal melalui enam fungsi yaitu: 1. ketidaksamaan tsb. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 36 . Dalam bahasa Malandro dan Barker. kita mengacungkan jari untuk menunjukkan jumlah tawaran. Mekanisme Pemrosesan (processing mechanism) Semua informasi termasuk komunikasi diproses melalui otak. Michael Burgoon dan Michael Ruffner menegaskan bahwa pesan verbal adalah komunikasi jika dikirimkan dan diterima secara sengaja. 3. Kontradiksi. Pengulangan. linguistic dan nonlinguistic. Fungsi dari lambang-lambang verbal maupun noverbal adalah memproduksi makna yang komunikatif. pesan nonverbal menegaskan pesan verbal spt dalam sarkasme atau sindiran-sindiran tajam. Keberadaan komunikasi verbal dan nonverbal dapat dipahami melalui funsgi-fungsi yang dilakukan keduanya. Sedangkan bahasa nonverbal lebih mengarah pada reaksi-reaksi alami seperti perasaan atau emosi. yaitu antara struktur dan nonstruktur. dalam arti. pesan nonverbal akan mengulang atau meneguhkan pesan verbal. ia dapat dipakai untuk membedakan hal-hal yang sama dalam sebuah cara yang berubahubah. masing-masing bekerja bersama-sama untuk menciptakan suatu makna. Walaupun keduanya memiliki sifat holistic. namun keberadaannya menurut Don Stack dkk dapat dibedakan menjadi tiga bagian: 1. Artinya keduanya saling membutuhkan guna tercapainya komunikasi yang efektif. Paul Ekman menjelaskan. 2. sinambung dan tidak sinambung. kemudian otak menafsirkan informasi lewat pikiran yang berfungsi mengendalikan perilaku2 fisiologis (refleks) dan sosiologi (perilaku yang dipelajari dan perilaku sosial). Perbedaan-perbedaan simbolik (symbolic differences) Komunikasi verbal lebih spesifik dari bahasa noverbal. dipelajari dan diperoleh secara alamiah serta pemrosesan informasi otak sebelah kiri dan kanan. Kesengajaan (intentionality) Perbedaan utama antara komunikasi verbal dan non verbal adalah persepsi mengenai niat (intent).Modul 6: TEORI KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL Pemahaman Mengenai Komunikasi Verbal dan Nonverbal Komunikasi verbal dan non verbal merupakan dua bentuk dari tindak komunikasi (communication act) yang tidak dapat dipisahkan.

Dalam perkembangannya sekarang. Penekanan. kebencian. berfungsi mengendalikan sebuah interaksi dalam suatu cara yang sesuai dan halus.Intimate distance. kebahagiaan. 2. menguap) 2. 8. berlangsung dg bisikan atau suara pelan diantara pribadi yang memiliki emosional sangat akrab. kemarahan. vocalics atau paralanguange (mendesah. 4. Keberadaannya. 4. ketakutan. Komunikasi Nonverbal Menurut Ronald Adler dan George Rodman. maksudnya perilaku yang memiliki makna khusus dalam satu budaya akan mengekspresikan pesan yang berbeda dalam ikatan kultur yang lain.Public distance. menang cukup mengacungkan dua jari bentuk “V” untuk victory yang bermakna kemenangan.Personal distance. Kemampuannya menyampaikan pesan tanpa bahasa verbal 3. lingkungan yang mencakup objek benda dan artifak. komunikasi yang terjadi di dalam kelas atau ruang tertentu. terjadi dalam situasi bisnis . kinesik yang mencakup gerakan tubuh. komunikasi nonverbal akan selalu muncul. Hall mendefinisikan empat jarak dalam percakapan: . 5. Pelengkap. Edward T. misal tersenyum untuk menunjukkan rasa bahagia. 6. Komunikasi nonverbal dalah beragam cara yang digunakan untuk berkomunikasi secara noverbal yaitu 1. penampilan fisik (tubuh dan cara berpakaian). 4. komunikasi nonverbal dipandang berfungsi sebagai pesan-pesan yang holistic dimana dia melakukan fungsi supaya orang lain melakukan sesuatu seperti yang kita perintahkan. haptics (sentuhan/kontak tubuh) 6. lengan dan kaki serta ekspresi wajah. kesedihan. 7. komunikasi berlangsung tertutup namun percakapannya tidak bersifat pribadi. Misal. menjerit. menelan. kadang komunikasi nonverbal mengganti pesan verbal. misal anggukan kepala selama percakapan berlangsung. chronemics (waktu). orang yang tepat atau tidak tepat waktu yang ingin menunjukkan pesan suka/tidak atas apa yang dilakukannya. Pengaturan. kejijikan) 3. perilaku mata (keheranan. proxemics yang merupakan ruang dan teori pribadi.3. Keterikatannya dalan suatu kultur tertentu. . 5. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 37 . komunikasi nonverbal memiliki empat karakteristik: 1. Pengganti. olfaction (bau). merintih. .Social distance. disadari atau tidak. Sifatnya Ambiguitas yaitu ada banyak kemungkinan penafsiran terhadap setiap perilaku. seperti mengacungkan kepalan tangan.

yang disengaja.Kajian pertama mengenai komunikasi nonverbal ditermukan pada zaman Aristoteles (400-600 SM). acungan jempol dan lambaian tangan. baru dilakukan pada zaman Yunani dan Romawi Kuno. • Francois Delserte yang menggabungkan suara dan gerakan2 badan sekaligus yang merupakan agents of heart. Contoh: setuju. pujian. dapat berdiri sendiri tanpa bantuan pesan verbal. Contoh etologis: senyuman dan ekspresi wajah. Teori komunikasi nonverbal kontemporer dapat digolongkan ke dalam tiga pendekatan yaitu: 1. ucapan selamat Jalan yang digantikan dengan anggukan kepala. Contoh: raut muka serius ketika memberikan penjelasan utk menunjukkan bhw yang dibicarakan adalah persolan serius. Dengan demikian komunikasi nonverbal merupakan suatu fungsi alamiah. yang disebut sebagai ELOCUTIONARY SYSTEM (seni deklamasi). dikemukakan pula bahwa ekspresi emosi melalui komunikasi nonverbal adalah sama antara manusia dan hewan lainnya. Namun studi ilmiahnya yang berkaitan dengan retorika. Dalam perkembangan berikutnya dikenal tokohtokoh seperti • Cicero dengan karyanya PRONUNTIATIO atau cara berpidato dengan memanfaatkan elemen-elemen nonverbal (public speaking). Sebagai tambahan. Teori Struktur Kumulatif Dalam teori ini Ekman dan Friesen memfokuskan analisisnya pada makna yang diasosiasikan dengan kinesic yang disebut cumulative structure atau meaning centered karena lebih banyak membahas makna yang berkaitan dengan gerak tubuh dan ekspresi wajah ketimbang struktur perilaku yang kemudian disebut sbg expressive behaviour yang terdiri dari lima kategori: • Emblem: gerakan tubuh atau ekspresi wajah yang memiliki nilai sama dengan pesan verbal. Beberapa Pendekatan dalam Teori Komunikasi Nonverbal Permulaan dari studi komunikasi nonverbal modern seringkali diidentifikasikan dengan karya Darwin: The Expression of Emotions in Man and Animals. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 38 . • Ilustrator: gerakan tubuh/ekspresi wajah yang mendukung dan melengkapi pesan verbal. Pendekatan Etologi Teori ini mendukung asumsi dasar Darwin bahwa komunikasi nonverbal bersifat universal dan memiliki kesamaan dalam berbagai kultur yang berbeda. • Joshua Steele dengan studi ttg komunikasi nonverbal pada suara sebagai suatu instrument yang disebut PROSODY (bahasa dalam drama atau puisi dapat dibaca hampir spt notasi musik). • Gilbert Austin dengan studi tentang gerakan-gerakan badan yang dihubungkan dengan bahasa.

SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 39 . mengangkat alis. misalnya mengenai giliran berbicara. • Mixed (campuran): diperoleh melalui berbagai macam cara diatas. dan luasnya gerakan. takut.Affect display yang berbeda dapat diungkapkan secara bersamaan disebut Affect Blend. memainkan kunci). durasi dari gerakan yang tampak. dalam komunikasi nonverbal terdapat bunyi nonverbal yang disebut allokines yaitu satuan gerakan tubuh terkecil yang seringkali tidak dapat terdeteksi. Terdapat dua sub kategori adaptor. orientasi tubuh. dapat menyertai pesan verbal maupun berdiri sendiri yang bentuknya: marah. • Absorved (diserap): diperoleh secara tidak sadar melalui interaksi dengan orang lain (teman) spt meniru ekspresi atau gerakan seseorang. Adaptor: tindakan yang disengaja. Teori Tindakan Morris mengemukakan suatu pandangan kinesic yang lebih didasarkan pada tindakan dimana perilaku tidak terbentuk dengan sendirinya. spt perilaku menyusu. anggukan kepala. yaitu: SELF (menggaruk kepala. mengetik. Struktur ini mencakup tiga factor: intensitas dari tegangan yang tampak dari otot.• • • atau gerakan tangan yang menggambarkan sesuatu yang sedang dibicarakan. • Trained (dilatih): diperoleh dengan belajar spt berjalan. Birdwhistell juga menjelaskan bahwa fenomena parakinesic (yaitu kombinasi gerakan yang dihubungkan dengan komunikasi verbal) dapat dipelajari melalui struktur gerakan. menghina. tangan yg menunjuk. Regulator: tindakan yang disengaja yang biasanya digunakan dalam percakapan. melainkan terbagi ke dalam suatu rangkaian panjang peristiwa yang terpisah-pisah yaitu: • Inborn (pembawaan): inting yang dimiliki sejak lahir. malu. sedih dan terkejut. dimana kombinasinya akan membentuk kines dalam suatu bentuk serupa dengan bahasa verbal yang disebut Analogi Linguistik. Emosi atau affect display: yang dapat disengaja atau tidak. • Discovered (ditemukan): diperoleh secara sadar dan terbatas pada struktur genetic tubuh spt menyilangkan kaki. Perilaku ini biasanya dipandang sbg refleksi kecemasan atau perilaku negative. menyentuh dagu/hidung) dan OBJECT (menggigit pinsil. yang digunakan untuk menyesuaikan tubuh dan menciptakan kenyamanan bagi tubuh dan emosi. gembira. Hall ini menempatkan kultur sebagai bagian penting dalam studi komunikasi nonverbal dipelajari melalui aturan-aturan sosial yang berbeda antara kultur 1 dengan lainnya dan subkultur 1 dengan lainnya. Analogi Linguistik Menurut Birdwhistell. 2. Contoh: senyuman. Pendekatan Antropologis Pendekatan yang dikemukakan oleh Birdwhistell dan Edward T. dll.

sentuhan dan jarak/ruang. (3) technical time—menggambarkan penggunaan secara lbh spesifik spt kilometer per jam. memiliki nilai. (2) informal time— ungkapan: sebentar lagi. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 40 . tembok. Hall membahas komunikasi nonverbal dari aspek proxemics dan chronemics. (2) fixedfeature space (benda di lingkungan kita yang relative sulit bergerak/dipindahkan spt rumah.Analogi Kultural Analogi cultural yang dikemukakan oleh Edward T. Pendekatan Fungsional Teori ini tidak menaruh perhatian pada apakah penandaan nonverbal merupakan pembawaan yang bersifat universal dan alamiah. tahun matahari atau meter per detik. ditemukan dalam berbagai kultur dalam bentuknya yang berbeda-beda dan memiliki (1) formal time—mencakup susunan dan siklus. Tiap kontinum dianalisis melalui tiga metafora: (1) kekuasan dan status (2) kesukaan (3) tingkat responsif. Teori Equilibrium Michael Argyle dan Lanet Dean mengemukakan suatu teori komunikasi nonverbal yang didasarkan pada suatu metafora keintiman-equilibrium. dan suatu perubahan dalam suatu saluran nonverbal akan menghasilkan perubahan pada saluran lainnya sebagai kompensasi. memilki durasi dan kedalaman. bahwa setiap kita berinteraksi. kita mengalami atau menggunakan seluruh saluran komunikasi yang ada. misalnya pendekatan dan penghindaran. Proxemics mengacu kepada penggunaan ruang sebagai ekpresi spesifik dari kultur yang terdiri dari tiga jenis: (1) informal space (ruang terdekat yang mengitari kita/personal space). Chronemics atau waktu menurut Hall. Teori Metaforis dari Mehrabian Teori Mehrabian menempatkan perilaku nonverbal ke dalam pengelompokkan fungsi dalam tiga kontinum: (1) dominan submisif (2) menyenangkan tidak menyenangkan (3) menggairahkan tidak menggairahkan. Teori-teori fungsional lebih menekankan pada fungsi. meskipun paling sesuai untuk diterapkan pada penandaan kinesic paralanguage. nanti atau sekarang. 3. atau diperoleh melalui belajar dan dipengaruhi oleh spesifikasi cultural. peran dan hasil yang diperoleh dari penggunaan perilaku nonverbal dalam situasi komunikasi. Teori Mehrabian dapat diterapkan pada semua komunikasi nonverbal. dll) dan (3) semifixed-feature space (barang2 yang dapat dipindahkan yg berada dalam fixed-feature space).

ada empat prinsip yang bekerja pada semua bahasa: • Memperhatikan susunan kata • Menghindari pengecualian • Menghindari interupsi atau penataan kembali unit-unit bahasa • Memperhatikan kata yang ada pada bagian terakhir kalimat. Teori Fungsional Komunikatif Teori yang dikemukakan oleh Burgoon ini memfokuskan kepada kegunaan. Nature Approach (Pendekatan Natural) Teori Noam Chomsky yang disebut “struktur dalam (deep structure)” mengasumsikan bahwa suatu tata bahasa atau struktur bawaan (imate grammar) yang ada pada diri manusia sejak dia lahir. serta kultur harus menjadi pertimbangan penting dalam studi mengenai bahasa. Sehingga ada relativitas cultural dalam bahasa. 2. Nurture Approach (Pendekatan Nurtural) Edward Sapir dan Benyamin Whorf memusatkan kajiannya pada semantic (makna dari kata). Teori-teori Komunikasi Verbal 1. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 41 . merupakan landasan bagi semua bahasa. tetapi juga pada hubungan antara perilaku tersebut dengan tujuan-tujuan yang ada dibaliknya. Menurutnya. (2) mengekspresikan keintiman. (3) mengatur interaksi/giliran berbicara. Dengan demikian kemampuan berbahasa merupakan pembawaan yang bersifat alamiah dan universal. Teori Dan I. yang bukan sekedar pada apa yang ditampilkan oleh perilaku nonverbal. Slobin mengemukakan bahwa perkembangan kognitif mendahului perkembangan bahasa. motif atau hasil komunikasi. Ada tiga struktur dalam semua bahasa: • Adanya hubungan antara subjek predikat • Hubungan antara kata kerja (verb) dengan objek yang mengekspresikan hubungan logis sebab dan akibat. Kelompok ini menganggap bahwa bahasa diperoleh melalui pembelajaran sosial dan kultur.Teori Fungsional dari Patterson Patterson mengemukakan bahwa komunikasi nonverbal memiliki lima fungsi: (1) memberikan informasi. (4) melaksanakan control sosial—digunakan ketika kita mengekspresikan pandangan dan (5) membantu pencapaian tujuan—misalnya sentuhan. bukan merupakan sesuatu yang alamiah atau universal. mrk mengembangkan suatu teori cultural mengenai bahasa. • Modifikasi yang menunjukkan adanya pertautan kelas (intersection of classes).

• Orientasi intensional dan ekstensional: menjelaskan bagaimana orientasi orang ketika merespons suatu hal. • Multiordinalitas: menjelaskan mengenai peryataan yang bertingkat2. symbol adalah representasi ide. • Keterikatan waktu dan ruang: segala sesuatu dalam lingkungan fisik akan terus menerus berubah. dsb yang mengabaikan observasi. Orang dpt dg mudah dipaksa utk bereaksi pd slogan. 4. dimana mereka berasumsi bahwa bahasa harus dapat merefleksikan dunia dimana kita hidup. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 42 . Penggunaan symbol Menurut Ogden dan Richards. nama. dan ide adalah representasi objek. • Identitas: Alasan utama mengapa kita cenderung utk bereaksi drpd merespons adl krn kita melihat kesamaan absolute atau identitas. pendekatan general semantics berupaya untuk mengubah sifat bahasa. kita harus mempelajari sifat-sifat symbol dan bagaimana menggunakannya.3. Teori Fungsional tentang Bahasa (General Semantics) General Semantics berusaha mengungkapkan hubungan antara bahasa dengan realitas. Melalui berbagai konstruksi dibawah ini. agar lebih mampu merefleksikan objek. dbs terlebih dahulu sblm membicarakannya. melalui apa yang disebut dengan kognisi sosial. • Reaksi/respons: konstruksi ini diawali oleh asumsi bhw manusia bereaksi spt yang dilakukan hewan melalui apa yang disebut respons yang dikondisikan. asosiasi. Dengan kognisi sosial ini orang menyusun atau membentuk kesan untuk kepentingan strategi pesan. investigasi. general semantics mengajarkan kita untuk diam. Konstruktivisme: perpektif pesan dalam bahasa Kontruktivisme mengemukakan bahwa bahasa telah distrukturkan sealum disampaikan. hasrat dsb dlm bentuk yang hampir sama spt ketika hewan dikondisikan utk bereaksi thd suatu tanda tertentu. Intensional didasarkan pd defines verbal. benda atau hal yang dideskripsikannya yaitu: • Silent assumptions: untuk memahami tataran objektif. dan kondisi ini memungkinkan kita untuk merespons kata sebagai manusia daripada berekasi terhadapnya sebagaimana dilakukan hewan. Ekstensional: didasarkan pd susunan observasi. Untuk memahami apa yang menjadi kajian general semantics.

Seringkali perilaku seseorang dipengaruhi oleh cara SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 43 . Proses seleksi yang dipengaruhi oleh kebudayaan ini disebut persepsi. Kesadaran internasional 2. Adanya saling ketergantungan antara kebudayaan dan komunikasi ini akan terlihat dari kesimpulan sbb. Kebudayaan dimiliki oleh sekelompok orang atau masyarakat dalam suatu periode tertentu. Kesadaran domestic 3. yaitu: 1. Saluran komunikasi yang dipergunakan Kaitan Antara Komunikasi dan Kebudayaan Unsur-unsur pokok yang mendasari proses komunikasi budaya adalah adanya konsepkonsep tentang kebudayaan dan komunikasi.Modul 7: KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA Latar Belakang. Kesadaran pribadi Untuk mendapatkan kejelasan tentang berbagai konseptualisasi tentang kebudayaan dalam konteks komunikasi antar budaya. ditransmisikan serta dipelajari melalui komunikasi. b. serta adanya saling ketergantungan antara keduanya. Tingkat masyarakat kelompok budaya dari para pelaku komunikasi 2. yang kemudian menentukan tingkah laku termasuk komunikasi. Kebudayaan Sebagai Penyaring Salah satu fungsi kebudayaan ialah sebagai penyaring berbagai informasi yang masuk ke lingkungan masyarakat yang sangat selektif dalam menghadapi dunia luar. Melalui komunikasi kita membentuk kebudayaan dan sebaliknya melalui kebudayaan ditentukan aturan dan pola-pola komunikasi. yaitu: 1. Konteks sosial tempat terjadinya komunikasi antarbudaya 3. Kebudayaan merupakan dasar atau landasan bagi komunikasi kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan komunikasi yang berbeda pula. Adanya komunikasi diantara individu tergantung pada kebudayaannya.: a. Pengertian dan Dimensi Komunikasi Komunikasi antar budaya pada dasarnya merupakan komunikasi yang terjadi diantara orang atau kelompok orang yang berbeda latar belakang kebudayaannya. Dengan kata lain kebudayaan dirumuskanm dibentuk. ada tiga dimensi yang perlu diperhatikan. Ada tiga factor yang mendorong perkembangan studi komunikasi antarbudaya. Untuk mewariskan kepada generasi berikutnya serta dikembangkan ke berbagai tempat diperlukan jasa komunikasi.

yaitu: 1. semakin besar persamaan persepsi. Selective exposure (seleksi thd pengenaan pesan/stimulus) 2. Stereotip dan Prasangka Untuk menciptakan stabilitas struktur dan makna bagi lingkungan di sekitar dari pengaruh luar diperlukan adanya persepsi. Perilaku. intensitas. tidaklah mudah. aspek makna. Selectibe attention (seleksi dalam hal perhatian) 3. 2. Semakin sama latarbelakang biologis atau pandangan. diperlukan adanya persepsi. Melalui persepsi. Dengan adanya persamaan persepsi dan lancarnya komunikasi maka semakin besar terbentuknya identitas kelompok dan ini menimbulkan kebudayaan tersendiri yang kemungkinan terjadi perubahan secara terus menerus. tekstur. warna. aspek struktur. hidung.seseorang tsb mengenal lingkungan dan apa yang telah diajarkan oleh semua kebudayaannya. Proses seleksi dalam persepsi mengenai suatu objek dan lingkungan sekelilingnya menurut Samovar (1981) melibatkan tiga hal yang saling berkaitan. dll. Selective retention (seleksi yang menyangkut retensi/ingatan). telinga.struktur dan makna bagi lingkungan di sekitarnya. 3. Untuk menciptakan stabilitas struktur dan makna bagi lingkungan di sekitar kita. tidak dapat dilepaskan dari kemampuan bahasa tergantung pada penggunaan atas kata-kata yang dpt memberi gambaran secara tepat. keadaan individu menentukan persepsi mengenai lingkungan dan perilaku. aspek stabilitas. Perbedaan-perbedaan ini disebabkan perbedaan biologis dan pandangan seseorang. dipergunakan stereotip (keyakinan—menurut Samovar. ada tiga aspek yang perlu diketahui: 1. Namun untuk mendapatkan persepsi yang sama. yang keduanya mempunyai hubungan erat dan saling mempengaruhi dengan komunikasi antar budaya. Persepsi. ada dua dimensi pokok yang mendukung. Dimensi psikologis. Untuk mengenal dan memberikan nama benda dan berbagai peristiwa di sekitar kita agar cocok dengan struktur dan makna yang ada pada kelompok individu dan pengembangannya. menggambarkan perolehan kita akan informasi tentang dunia luar melalui mata. dunia persepsi yang terstruktur tai mempunyai kelanggengan (tdk berubah-ubah). Porter dan Jain) dan prasangka (sikap). Dimensi fisik. Untuk memahami bagaimana proses persepsi tsb. ukuran. yaitu: 1. mulut dan kulit serta transmisi dat melalui syaraf menuju otak utk kemudian diubah kedalam bentuk yang bermakna. 2. apa yang kita hadapi mempunyai bentuk. masyarakat menciptakan stabilitas. Untuk mendalami proses persepsi. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 44 .

Prasangka Prasangka menurut Samovar. dkk. maka orang akan terlibat dalam perilaku antilokusi dan diskriminasi aktif thd kelompok orang yg tdk disukai yang akan membawa pada konfrontasi dan konflik terbuka. Asal mula timbulnya stereotip dan prasangka • Dari orang tua • Dari pengalaman pribadi • Dari media massa. Ketepatan. Diskriminasi 4. misal: menghukum mati tanpa proses. Isi khusus. Terdapat lima macam manifestasi akibat dari prasangka yang realisasinya tergantung dari intensitasnya: 1. merupakan bentuk manifestasi prasangka yg intensitasnya paling keras. misal: disenangi atau dibenci. 2. pendapat2 dan stereotip ttg kelompok tertentu. berdasarkan keyakinan ata prakonsepsi yang salah.Beberapa dimensi STEREOTIP: 1. adalah suatu sikap kaku terhadap suatu kelompok orang. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 45 . yaitu menunjuk pada seberapa kuat keyakinan dari suatu stereotip. 2. Pengaruh stereotip dan prasangka terhadap KAB • Dapat menyebabkan tidak terjadinya KAB • Cenderung menghasilkan hal-hal yang negative selama terjadinya proses KAB. artinya ada stereotip yang betul2 tidak menggambarkan kebenaran atau sebagian tdk benar. sehingga mempengaruhi kualitas dan intensitas interaksi • Sangat mendalam. Intensitas. Arah (direction): penunjuk pada arah penilaian. 3. 4. perasaan2. yaitu berbicara dg teman sendiri/org lain mengenai sikap2. Antilokusi. Serangan fisik 5. Penghindaran diri 3. yaitu sifat2 khusus mengenai suatu kelompok. Pemusnahan.

situasi sosial acapkali bersifat kompleks. yang dipandang sbg pengatur perilaku. yang dipandang sebagai apa yang seharusnya atau tidak seharusnya dilakukan utk mencapai suatu tujuan dalam situasi tertentu. salah satu persoalan penting komunikasi adalah untuk menjalin atau mengkoordinasikan aturan2 dengan individu2 lainnya dalam berbagai situasi. Budaya memiliki ukuran yang tegas mengenai apa artinya sebagai seseorang dan individu menggolongkan dirinya sebagai seseorang sesuai dengan teori-teori diri yang dibentuk secara sosial. yang mirip dengan rule governed. Pendekatan “Rules” dalam Studi Komunikasi Realitas sosial lebih sebagai suatu hal yang berkaitan dengan aturan-aturan yang merupakan pemandu untuk memahami peristiwa dan menanggapinya. Beberapa pendekatan RULES: 1. Penjelasan yang diberikan oleh para anggota budaya atas perilaku mereka menjadi sangat penting dalam mengekspresikan dan menghasilkan kembali realitas kelompok.Modul 8: REALITAS SOSIAL. Rule using. Meskipun demikian. dan pertanggunjawaban sosial (social accountability). Realitas suatu budaya dicerminkan dalam bentuk ujaran yang dihasilkan oleh para anggota budaya tsb. Dua teori yang menekankan pada peranan komunikasi dalam definisi diri adalah: eksistensi sosial dan personal. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 46 . dan rules theory yang memberikan bentuk dan subtansi pada hubungan interaksi makna ini. Orang berbicara dan bertindak untuk mencapai tujuan dan pencapaian diri dipandu oleh aturan-aturan yang ada dalam masyarakat. BUDAYA DAN KOMUNIKASI Komunikasi dan Konstruksi Sosial Realita Realitas adalah suatu konstruksi sosial. Di antara berbagai aspek terpenting dari kehidupan sosial adalah definisi mengenai diri (self) yang terkait dengan orang lain. 3. 2. dan mungkin terdapat banyak makna dan tindakan yang dpt diasosiasikan dengan suatu peristiwa. Oleh karenanya. hanya saja situasi sosial yg dihadapi lebih kompleks. Rule governed. Susan Shimanoff menjelaskan pentingnya symbolic interaction yang menunjukkan arti penting dari interaksi dan makna dalam kehidupan manusia. Rule following.

Dengan adanya suatu tujuan. Orang biasanya akan memiliki sejumlah pilihan. Teori Tindak Ujaran (speech acts). SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 47 . orang tsb tidak akan pernah tahu secara persis aturan-aturan apa yang akan dipakai oleh pasangan interaksinya. dicetuskan oleh filsuf Jerman Ludwig Wittgenstein yang mengajarkan bahwa makna dari bahasa tergantung pada konteks penggunaannya. expressive dan declaration) yang ditujukan untuk memenuhi tujuan dengan menggunakan tidak ujaran untuk mengundang atau membangkitkan tanggapan. Teori kontingensi menjelaskan bahwa aturan bersifat kontigensi. yaitu tergantung pada situasi dimana komunikasi berlangsung. suatu perkataan yang mengekspresikan suatu tujuan dimana bentuknya terbagi menjadi empat. Tindak ujaran merupakan satuan terkecil dari bahasa untuk mengekspresikan makna. Beberapa Teori “Rules” dalam Studi Komunikasi Teori rule-governing dari Shimanoff mengasumsikan bhw setiap fenomena komunikasi dipandu oleh aturan-aturan yang bekerja didalamnya. atau konteks-spesifik.Teori dibalik pendekatan RULES: 1. directives. dikembangkan oleh John Searle. Aturan dipelajari melalui interaksi dalam kelompok sosial. orang mengedepankan (internalize) sebagian dari aturan tsb dan menggunakannya sebagai panduan dalam bertindak. dan satu kata yang berdiri sendiri jarang memiliki makna. Ini adalah esensi dari koordinasi yang dijelaskan melalui teori CMM (Coordinate Management Meaning) yang dikembangkan oleh W. Barnett Pearce dan Cernon Cronen. orang akan menganggap bhw tindakan2 tertentu lebih dapat diterima atau lebih efektif dalam suatu konteks daripada tindakan lainnya. yaitu: • Pengucapan yg mrpk pengucapan kata2 termasuk intonasinya • Proposisi yang mengacu pada gaya bicara • Illocutionary act (assertives. Suatu aturan adalah ketentuan yang dapat diikuti/ditaati yang memberikan indikasi mengenai perilaku mana yang diwajibkan. bahwa apa yang terjadi adalah masuk akal. dan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mencapai tujuan. Koordinasi adalah menjalin tindakan seseorang dengan seseorang lainnya sampai pada suatu titik perasaan dimana suatu rangkaian tindakan dianggap logis. lebih disukai atau dilarang dalam konteks tertentu. tidak sama dalam menginterpretasikan peristiwa tsb. Orang2 akan berkomunikasi dalam suatu pertukaran kebutuhan/keinginan/tujuan. • Perlocutionary act yg ditujukan utk menghasilkan efek atau konsekuensi pada perilaku orang lain. Seiring dengan waktu. Persoalan mendasar dalam komunikasi adalah ketika seseorang hendak berinteraksi. Oleh karenanya. commissives. 2. tugas utama dalam setiap komunikasi adalah untuk mencapai dan kemudian mempertahankan beberapa bentuk koordinasi. tetapi masing2 harus merasa. konteks. Filsafat Bahasa Sehari-hari (ordinary language philosphy). dari sistem aturan yang ada dalam dirinya.

Hipotesis Sapir-Whorf.” Pd bahasa2 yang termasuk standard average European (SAE). tmsk dalam bahasa Inggris. studi mengenai hubungan antara bahsa dan budaya disebut sociolinguistic. yg dikenal sbg teori relativitas bahasa merupaka karya Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf. Bahasa yang terus berkembang melalui interaksi dalam suatu budaya memiliki: kekuatan yang besar terhadap realitas dari budaya tsb. cara-cara. tdk pula hidup sendiri dalam dunia aktivitas sosial. Sociolinguistic adalah suatu pengertian yang sangat luas dan mencakup setiap studi tentang bahasa yang menggunakan data sosial atau sebaliknya. Dua kontribusi teoretis terhadap bahasa dan budaya: 1. Etnografi komunikasi Etnografi adalah semacam studi budaya dimana pengamat dari luar budaya tsb berusaha utk mengartikan perilaku kelompok yang dipelajari. waktu dipandang sebagi suatu garis (past. Selanjutnya budaya kaya akan bentuk2 ujaran yang terdiri dari idealisme. yaitu setiap studi mengenai kehidupan sosial yang menggunakan bahasa sebagai salah satu data.” Sapir mengungkapkan “manusia tdk hidup sendiri dalam dunia objektif. Hipotesis Whorf menyatakan bahwa “struktur bahasa suatu budaya menentukan perilaku dan pola pikir dalam budaya tsb. dan jenis2jenis ujaran yang digunakan di dalam budaya tsb. Bentuk2 ujran ini mencerminkan dan mereproduksi realitas dari budaya tsb. tetapi berkat bahasa tertentu yg telah menjadi medium ekspresi bagi masyarakatnya. Relativitas linguistic. present. HOPI memiliki konsepsi yg lbh kompleks. Whorf terkenal dengan analisisnya thd HOPI. 2.Teori-teori Komunikasi tentang Bahasa dan Budaya Budaya ditentukan oleh pengungkapan makna melalui bahasa. future). Secara umum. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 48 .

hermeneutika yang mempelajari persoalan2 pemahaman itu sendiri. Hermeneutika (yang diperkenalkan oleh Friedrich Schleiermacher. Ketika orang bertindak dalam kehidupan sehari2nya. pengetahuan haruslah sadar 2. hermeneutika terbagi menjadi tiga kelompok utama: 1. yang pada gilirannya membentuk realita bagi kita. Secara umum. adalah studi mengenai pengetahuan yang muncul dalam pengalaman yang diperoleh secara sadar. adalah studi mengenai pemahaman (the study of understanding). makna diberikan atas dasar potensinya bagi tindakan seseorang 3. mereka berasumsi bhw realitas dan struktur kehidupan adalah konstan. Fenomenologi adalah studi mengenai bagaimana manusia mengalami kehidupan di dunia. bagi banyak orang. Stanley Deetz mengemukaan tiga prinsip fenomenologi: 1. namun Edmund Husserl disebut sbg bpk fenomenologi krn berkarya sepanjang paruh pertama abad 20). Karena kategori2 linguistik mrpk bagian terpenting dari setiap pemahaman. bahasa merupakan perantara bagi munculnya makna. hermeneutika untuk memahami teks terlepas dari konteks dimana teks tsb diciptakan dan dikonsumsi 3. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 49 . hermeneutika telah menjadi hampir sama dengan interprestasi itu sendiri.Modul 9: TEORI-TEORI KOMUNIKASI INTERPRETATIF DAN KRITIS Fenomenologi dan Hermeneutika Hermeneutika menunjuk pada interpretasi tekstual dan masih banyak yang menggunakannya utk kepentingan tsb. Dengan demikian. terutama dengan meninterprestasikan tindakan dan teks. mereka membuat tiga asumsi dasar: 1. hermeneutika sebagai alat utk menginterprestasikan tindakan dalam konteks 2. Teori-Teori Interpretasi Teori interprestasi mengasumsikan bhw makna dapat berarti lebih dari apa yang dijelaskan oleh pelaku. Realitas dalam fenomenologi mrpk bagian dari pengalaman sadar seseorang. interprestasi adalah suatu tindakan kreatif dalam mengungkap kemungkinan2 makna. Fenomenologi dikemukakan oleh Stanley Deetz. Bagian dimana hermeneutika dan fenomenologi sepakat adalah bhw interprestasi mrpk suatu proses tak terpisahkan dari bahasa. yaitu bhw kehidupan akan tetap tampak spt semula. Studi ini melihat objek dan peristiwa dari perspektif orang yang mengalami. namun. Alfred Schuzt mengemukakan bhw orang melakukan interprestasi sosial dalam kehidupannya.

masa lalu berada dalam diri kita sekarang di masa kini dan mempengaruhi konsepsi kita thd masa mendatang. Bahasa dari budaya kita menentukan pengalaman kita dan menciptakan suatu biasa atau cara untuk SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 50 . 3. sejarah tdk boleh dipisahkan dari keadaan saat ini. meskipun perlu. perhatian kita pd realitas masa kini mempengaruhi bagaimana pandangan kita thd masa lalu. dan pemahaman tdk akan pernah objektif murni. membawa kepada ketidakmampuan perempuan utk dengan lantang mengekspresikan dirinya dalam dunia yang didominasi laki-laki. Pengalaman itu sendiri adalah bahasa. Gender adalah suatu konstruksi sosial yang.2. dan bahwa suara perempuan ditindas atau dibungkam. Lebih lanjut. sehingga orang menganggap bhw persepsi mereka thd peristiwa adalah akurat. dapat dipahami secara linguistic yaitu dg menganalisis kata. dalam pengamatan Ardener. maka percakapan menuntut interprestasi. sebagai produk dari ujaran. Kita selalu merupakan bagian yang simultan dari masa lalu. telah didominasi oleh laki-laki dan menindas perempuan. dan kita tidak dpt memisahkan diri dari tradisi tsb. masa kini. Pada saat yg sama. Teori-Teori Feminis dan “Muted Group” Teori Feminis dimulai dengan asumsi bahwa gender adalah kategori yang luas utk memahami pengalaman manusia. Ardener melalui “muted group theory” melanjutkan perspektif feminis dengan mengemukakan bhw bahasa dari suatu budaya memiliki bias laki-laki yang melekat di dalamnya. Paul Ricoeur menggunakan hermeneutika dan fenomenologi utk menjelaskan teori interprestasi tekstualnya. mereka beranggapan bhw pengalaman mereka thd kehidupan adalah valid. Dengan kata lain. Ricoeur mengemukakan bhw percakapan. Pengamatan. yaitu bhw laki-laki menciptakan makna bagi suatu kelompok. dan antisipasi masa mendatang. Teori ini ditujukan untuk menantang asumsi2 gender yang berlaku luas dalam masyarakat dan untuk mencapai cara-cara yang membebaskan perempuan dan laki-laki utk eksis di dunia. Tradisi memberi kita cara untuk memahami sesuatu. Kita tidak dapat eksis di luar suatu tradisi histories. penalaran. Perempuan yang dibungkam ini. orang melihat dirinya sbg memiliki kekuatan utk bertindak dan mencapai sesuatu dan mempengaruhi kehidupan. Karena kata memiliki banyak makna (polysemy). Teori-Teori Komunikasi Kritis Teoritas kritis menganggap bhw pengalaman manusia tidak terpisahkan dari percakapan dan teks yang tertanam didalamnya. atau secara personal yaitu dengan menemukan makna dari pembicara itu sendiri atas apa yang dikatakannya. Prinsip utama teori Gadamer adalah bhw orang selalu memahami pengalaman dari perpektif praduga. semuanya akan diwarnai oleh sejarah dan komunitas.

Bentuk-bentuk bahasa yang dominan dan media komunikasi dapat mencegah kelompok tertentu dari partisipasi dalam struktur2 kendali masyarakat. beberapa orang beranggapan. Dalam masa kita skrg ini. media komunikasi. tetapi kita selalu membaca teks dari sudut pandang lingkungan histories dimana kita hidup dan berpikir.memahami. dan hubungan gender. SKOM4204 – TEORI KOMUNIKASI | Sri Purwaningsih (014859099) 51 . Teks memang berbicara kpd kita. penindasan ini dapat dilihat dalam struktur ekonomi. Seringkali lingkungan tsb terdiri dari kekuatan2 yang menghancurkan dan menindas manusia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->