P. 1
Makalah Ukm jamur tiram putih

Makalah Ukm jamur tiram putih

|Views: 1,165|Likes:
Published by Ronnie Arthana

More info:

Published by: Ronnie Arthana on Apr 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

LATAR BELAKANG
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis, serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis ekonomi. Selain menjadi sektor usaha yang paling besar kontribusinya terhadap pembangunan nasional, UMKM juga menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga sangat membantu upaya mengurangi pengangguran. Indonesia sebagai negara agraris memiliki jenis komoditas pertanian yang beragam. Keberagaman tersebut merupakan aset yang mempunyai potensi untuk dikembangkan, salah satu subsektor yang mempunyai potensi tersebut adalah subsektor hortikultura. Salah satu yang masuk dalam jenis hortikultura adalah “jamur” yang identik dengan makna yang kurang baik (juga di Indonesia) dapat dijadikan makanan yang lezat bahkan dapat juga menjadi obat. Anehnya lagi, jamur dapat dijual dengan harga relatif mahal. Harga jamur sangat beragam, sesuai dengan jenis dan manfaat dari jamur itu sendiri. Indonesia dikenal sebagai gudangnya jamur, karena jenis jamur yang hidup di Indonesia banyak dan beragam. Pada umumnya jamur di Indonesia digunakan untuk bahan makanan atau sayuran. Namun, tingkat konsumsi jamur masyarakat Indonesia secara kesuluruhan masih rendah jika dibandingkan dengan negara seperti China dan Thailand. Baru akhir–akhir ini, masyarakat kita mulai menyadari manfaat dari jamur pangan. Hal tersebut disebabkan adanya peningkatan kesadaran dan tingkat pendidikan yang tinggi sehingga mampu mengubah pola pikir dan gaya hidup masyarakat. Akibatnya, kebutuhan konsumsi akan jamur terus menerus naik. Tingginya permintaan dalam negeri dan pasar ekspor membuka peluang bisnis jamur. Peluang bisnis jamur bahkan dapat dilakukan dalam skala rumah tangga, sehingga dapat dilakukan di dalam rumah sendiri. Penyebaran daerah penghasil jamur di Indonesia masih didominasi wilayah jawa barat dan jawa tengah. Beberapa komoditas jamur yang dibudidayakan di jawa barat antara lain jamur tiram, jamur kuping, jamur merang, jamur shitake, dsb. Sentra jamur di

KELOMPOK IV

Page 1

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

jawa barat tersebar di beberapa daerah seperti Lembang, Cisarua, Pangalengan, dan Cipanas yang merupakan lokasi ideal untuk budidaya jamur tiram. Salah satu jamur yang cukup dikenal dan banyak digemari masyarakat adalah jamur tiram. Jamur tiram termasuk jamur serbaguna. Selain dapat dikonsumsi dalam bentuk masakan, jamur tiram juga dapat dikonsumsi dalam keadaan mentah dan segar, baik dalam campuran salad maupan lalapan. Bahkan dapat diolah menjadi crispy, nugget, burger, kripik, krupuk, permen jely, hingga puding jamur. Jamur tiram yang sering dikonsumsi dan dibudidayakan oleh masyarakat adalah jamur tiram putih. Jamur tiram ini memiliki tekstur daging yang lembiut dan lezat rasanya, sehingga sangat digemari. Kelezatanya hampir menyamai dengan daging ayam. Tidak diragukan lagi, bila para vegetarian menjadikan jamur tiram sebagai salah satu menu favorite. Ditambah lagi jamur tiram memiliki kandungan gizi yang tinggi dan banyak mengandung berbagai macam asam amino esential, protein, lemak, mineral, dan vitamin. Seiring dengan popularitas dan memasyarakatnya jamur tiram, maka permintaan konsumen dan pasar jamur tiram di berbagai daerah terus meningkat. Kebutuhan konsumsi jamur tiram sebanding dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan pendapatan serta perubahan pola konsumsi makanan penduduk. Ditinjau dari aspek biologinya, jamur tiram relatif lebih mudah dibudidayakan. Pengembangan jamur tiram tidak memerlukan lahan yang luas. Masa produksi jamur tiram relatif lebih cepat sehingga periode dan waktu panen lebih singkat dan dapat berlanjurt sepanjang tahun. Pengerjaanya menggunakan media serbuk kayu yang dikemas dalam plastik dalam bentuk “baglog” dan ditumbuhkan dalam kumbung jamur. Penanganan hama dan penyakit yang tergolong mudah, modal yang tidak terlalu besar dengan pengembalian modal (untung) yang relatif besar dan singkat membuat bisnis jamur tiram ini layak untuk dipertimbangakan. Karena pertimbangan diataslah yang membuat Ibu Voni akhirnya memutuskan untuk memulai usaha budi daya jamur tiram. Walaupun masih tergolong usaha mikro, namun usaha ini memiliki prospek kedepan yang baik dan

KELOMPOK IV

Page 2

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

masih dapat dikembangkan kembali menjadi usaha yang berskala kecil dan menengah.

LANDASAN TEORI
Definisi UKM Menurut Hubeis (2009), UKM didefinisikan dengan berbagai cara yang berbeda tergantung pada negara dan aspek-aspek lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan tinjauan khusus terhadap definisi-definisi tersebut agar diperoleh pengertian yang sesuai tentang UKM, yaitu menganut ukuran kuantitatif yang sesuai dengan kemajuan ekonomi. Hubeis (2009) yaitu: 1. Di Indonesia, terdapat berbagai definisi yang berbeda mengenai UKM berdasarkan kepentingan lembaga yang memberi definisi. a. Badan Pusat Statistik (BPS): UKM adalah perusahaan atau industri dengan pekerja antara 5-19 orang. b. Bank Indonesia (BI): UKM adalah perusahaan atau industri dengan karakteristik berupa: (a) modalnya kurang dari Rp. 20 juta; (b) untuk satu putaran dari usahanya hanya membutuhkan dana Rp 5 juta; (c) memiliki aset maksimum Rp 600 juta di luar tanah dan bangunan; dan (d) omzet tahunan ≤ Rp 1 miliar. c. Departemen (Sekarang Kantor Menteri Negara) Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UU No. 9 Tahun 1995): UKM adalah kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil dan bersifat tradisional, dengan kekayaan bersih RP 50 juta – Rp 200 Juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) dan omzet tahunan ≤ Rp 1 miliar; dalam UU UMKM/ 2008 dengan kekayaan bersih Rp 50 juta – Rp 500 juta dan penjualan bersih tahunan Rp 300 juta – Rp 2,5 miliar. d. Keppres No. 16/ 1994: UKM adalah perusahaan yang memiliki kekayaan bersih maksimal Rp. 400 juta. Berbagai definisi mengenai UKM dalam

KELOMPOK IV

Page 3

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

e. Departemen Keuangan: UKM adalah perusahaan yang memiliki omset maksimal Rp 600 juta per tahun dan atau aset maksimum Rp 600 juta di luar tanah dan bangunan. 2. Di negara lain atau tingkat dunia, terdapat berbagai definisi yang berbeda mengenai UKM yang sesuai menurut karakteristik masing-masing negara, yaitu : a. World Bank : UKM adalah usaha dengan jumlah tenaga kerja ± 30 orang, pendapatan per tahun US$ 3 juta dan jumlah aset tidak melebihi US$ 3 juta. b. Di Amerika : UKM adalah industri yang tidak dominan di sektornya dan mempunyai pekerja kurang dari 500 orang. c. Di Eropa : UKM adalah usaha dengan jumlah tenaga kerja 10-40 orang dan pendapatan per tahun 1-2 juta Euro, atau jika kurang dari 10 orang, dikategorikan usaha rumah tangga. d. Di Jepang : UKM adalah industri yang bergerak di bidang manufakturing dan retail/ service dengan jumlah tenaga kerja 54-300 orang dan modal ¥ 50 juta – 300 juta. e. Dik Korea Selatan : UKM adalah usaha dengan jumlah tenaga kerja ≤ 300 orang dan aset ≤ US$ 60 juta. f. Di beberapa Asia Tenggara : UKM adalah usaha dengan jumlah tenaga kerja 10-15 orang (Thailand), atau 5 – 10 orang (Malaysia), atau 10 -99 orang (Singapura), dengan modal ± US$ 6 juta. Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan diantara definisi UKM di Indonesia dan negara lain, bila di negara lain klasifikasi UKM juga didasari oleh banyaknya tenaga kerja, di Indonesia hanya dari asset yang dimiliki (diluar tanah dan bangunan) dan omset per tahunnya. Lebih jelasnya Usaha Mikro adalah usaha berskala kecil dengan kekayaan dari Rp 50 juta – Rp 500 juta dan penjualan bersih tahunan Rp 300 juta – Rp 2,5 miliar. Usaha kecil memiliki asset lebih dari Rp. 50 juta dan tidak lebih dari Rp. 500 juta, dan omset lebih dari Rp. 300 juta dan tidak lebih dari Rp. 2,5 Miliar. Dan usaha menengah memiliki asset lebih dari Rp. 500 juta dan tidak lebih dari Rp. 10 miliar, dan omset pertahun lebih dari Rp. 2,5 miliar dan tidak lebih dari Rp. 50 miliar.

KELOMPOK IV

Page 4

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

No. 1 2 3

Usaha Usaha Mikro Usaha Kecil Usaha Menengah

Kriteria Asset Maks Rp 50 Juta > Rp 50 - Rp 500 Juta Omzet Maks Rp 300 Juta > 300 Juta – Rp 2,5 Miliar

> Rp 500 – Rp 10 > Rp 2,5 Miliar – Rp 50 Miliar Miliar

Selain dari jumlah asset dan omset per-tahunnya, UKM juga dapat diklasifikasikan melalui perkembangannya, berikut klasifikasinya: a. Livelihood Activities, merupakan Usaha Kecil Menengah yang digunakan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal sebagai sektor informal. Contohnya adalah pedagang kaki lima. b. Micro Enterprise, merupakan Usaha Kecil Menengah yang memiliki sifat pengrajin tetapi belum memiliki sifat kewirausahaan. c. Small Dynamic Enterprise, merupakan Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor d. Fast Moving Enterprise, merupakam Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan akan melakukan transformasi menjadi Usaha Besar (UB).

Undang-Undang Dan Peraturan Mengenai UKM Di Indonesia terdapat beberapa peraturan dan undang-undang yang mengatur UKM dalam segi kemitraan, klasifikasi, pembinaan dan

perkembangannya, undand-undang tersebut adalah sebagai berikut: a. UU No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil b. PP No. 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan c. PP No. 32 Tahun 1998 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil d. Inpres No. 10 Tahun 1999 tentang Pemberdayaan Usaha Menengah

KELOMPOK IV

Page 5

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

e. Keppres No. 127 Tahun 2001 tentang Bidang/Jenis Usaha Yang Dicadangkan Untuk Usaha Kecil dan Bidang/Jenis Usaha Yang Terbuka Untuk Usaha Menengah atau Besar Dengan Syarat Kemitraan f. Keppres No. 56 Tahun 2002 tentang Restrukturisasi Kredit Usaha Kecil dan Menengah g. Permenneg BUMN Per-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan h. Permenneg BUMN Per-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara i. Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

PROFIL USAHA
PROFIL PEMILIKI USAHA Nama Pemilik Nama Usaha Alamat Usaha : Ibu Voni Teresa : Kirana Pembibitan dan Budi Daya Jamur Tiram : Jalan Dakota Blok B No.58 Sumber Gondo Bumiaji, Batu, Malang, Jatim. Jenis Usaha Skala usaha Tahun Berdiri Modal Awal Usaha : Pembudidayaan Jamur Tiram Putih : Usaha Mikro : 2007 : Rp.50 Juta (Pembuatan Tempat Berkembangnya Jamur + Bibit Jamur) Omset (/tahun) : ±Rp 81 juta

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN USAHA Singkat cerita bahwa usaha pembudidayaan jamur ini bermula ketika Ibu Voni dan suami mendengar bahwa terdapat seorang pengusaha jamur (pengepul) yang sedang mencari pengusaha jamur yang dapat dijadikan sebagai pemasok jamur untuk dijual kedirinya. Suatu ketika ibu vony memiliki pemikiran kenapa

KELOMPOK IV

Page 6

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

tidak kalau beliau dan suami saja yang memanfaatkan peluang tersebut, dalam arti bahwa merekalah yang kelak akan menjadi pemasok bagi pengepul tersebut. Berdasarkan pemikiran tersebut dan serta adanya dukungan oleh sang suami yang merupakan lulusan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya tersebut ahkirnya pada tahun 2007 usaha budidaya jamur ini mulai dirintis dengan jenis budidaya jamur tiram. Beliau membuka usaha budi daya jamur tiram putih ini dengan nama Kirana Pembibitan dan Budi Daya Jamur Tiram.

LOKASI USAHA Pusat kegiatan usaha Kirana Pembibitan dan Budi Daya Jamur Tiram berada di Jln. Dakota blok B no.58 Sumber Gondo Bumiaji, Batu, Malang, Jatim. Secara geografis, tempat usaha ini berada di daerah berbukit-bukit dengan kondisi udara yang cukup sejuk yaitu berkisar antara 250 - 300 Celcius sehingga merupaka suatu tempat usaha yang cocok dalam pembudidayaan, serta melakukan produksi bibit dan media tanam jamur tiram putih. Adapun keuntungan yang diperoleh dari pemilihan lokasi tersebut antara lain: (1) Kemudahan dalam transportasi, komunikasi dan kelancaran bahan baku, (2) mengurangi pengangguran disekitar lokasi akibat penyerapan tenaga kerja yang dikukan perusahaan, (3) mendapatkan kondisi lingkungan yang sangat mendukung untuk kegiatan usaha budidaya dan produksi bibit serta media tanam yang dilakukan perusahaan.

STRUKTUR ORGANISASI USAHA Organisasi merupakan proses kerjasama antara orang-orang yang tergabung dalam suatu wadah tertentu untuk mencapai tujuan bersama. Proses pencapaian tujuan bersama tersebut dilakukan melalui proses manajemen perusahaan. Fungsi manajemen dimulai dari proses perencanaan, proses pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan. Agar fungsi manajemen berjalan, maka suatu organisasi haruslah menggambarkan secara jelas pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab. Dalam menjalankan usahanya ini, beliau masih menggunakan susunan struktur organisasi tradisional yang sangat sederhana, yaitu Ibu Voni sebagai

KELOMPOK IV

Page 7

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

pemimpin sekaligus pemilik yang memantau pelaksanaan kegiatan usaha serta merangkap sebagai bendahara yang dibantu oleh dua orang tenaga kerja yang membantu beliau dalam menjalankan aktifitas operasional usahanya setiap hari. Struktur Organisasi Kirana Pembibitan dan Budi Daya Jamur Tiram

Pemimpin Karyawan
SUMBER DAYA USAHA Kirana memiliki berbagai sumberdaya yang dapat dimanfaatkan guna mendukung proses produksi. Sumberdaya yang dimiliki oleh Kirana meliputi:  Sumber Daya Fisik Sumberdaya fisik yang dimiliki oleh Kirana meliputi tanah, bangunan, serta peralatan produksi dan kantor. 1. Tanah Kirana memiliki sebidang tanah yang dimanfaatkan dalam usaha pembibitan dan pembuatan media tanam Jamur Tiram Putih. Tanah ini memiliki luas sekitar 200 m2 yang merupakan pusat kegiatan produksi. Pada tanah ini terdapat bangunan rumah, kantor, dan ruangan-ruangan yang mendukung kegiatan produksi. 2. Bangunan Pada lahan yang dijadikan pusat kegiatan usaha jamur tiram putih dengan luas sekitar 200 m2 terdapat berbagai ruangan yang mendukung aktivitas usaha. Sekitar 100 m2 dari lahan tersebut dimanfaatkan sebagai tempat pembudidayaan jamur dengan

Karyawan

menggunakan satu buah kumbung dengan kapasitas ideal isi sebanyak 8.000 buah baglog/bibit jamur. Dan sisa lahan yang lain digunakan untuk tempat pembuatan baglog dan pembibitan serta pembuatan media tanam jamur tiram putih.

KELOMPOK IV

Page 8

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

 Sumber Daya Manusia Sumberdaya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam menunjang kegiatan usaha Kirana. Hal ini disebabkan sumberdaya manusia masih memegang peranan yang sangat dominan dalam setiap aspek kegiatan perusahaan mulai dari kegiatan produksi sampai dengan pemasaran. Setiap proses kegiatan perusahaan tidak terlepas dari peran serta dan campur tangan tenaga manusia. Oleh karana itu dapat disimpulkan bahwa maju mundurnya sebuah organisasi atau perusahaan sangat tergantung pada kemampuan sumberdaya manusia yang dimilikinya. Sumberdaya yang dapat diandalkan adalah sumberdaya yang produktif dan mampu menjalankan setiap tugas dan tanggung jawabnya.  Sumber Daya Keuangan Sumberdaya keuangan merupakan faktor yang memiliki peranan penting dalam mendukung jalannya kegiatan bisnis perusahaan. Sumberdaya ini merupakan bahan pertimbangan perusahaan dalam menyusun perencanaan produksi terkait besarnya jumlah alokasi biaya yang diperlukan untuk kegiatan operasional perusahaan. Penggunaan sumberdaya keuangan oleh perusahaan harus dapat dikendalikan agar kegiatan bisnis perusahan dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan perencanaan yang telah disusun. Modal awal yang digunakan berasal dari dana pribadi pemilik sebesar ±Rp 50 juta yang digunakan untuk membeli tanah, membangun kumbung, pembelian bibit jamur tiram putih, alat-alat untuk membuat baglog dan juga alat-alat lain yang digunakan untuk memulai usaha pembudidayaan jamur tiram putih ini.

OPERASIONAL KEGIATAN Kegiatan usaha produksi bibit dan media tanam yang dilakukan oleh Kirana berjalan dengan baik. Hal ini didukung antara lain karena wilayah dan iklim yang mendukung untuk kegiatan produksi, input yang dibutuhkan mudah diperoleh, sarana transportasi yang memadai, serta letak geografis yang sangat strategis. Tempat untuk melakukan kegiatan usaha merupakan sebuah lahan

KELOMPOK IV

Page 9

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

dengan luas 200 m2. Dengan lahan yang tidak terlalu luas tersebut, Kirana dapat memanfaatkannya menjadi sebuah usaha yang menghasilkan sekaligus dapat memberdayakan masyarakat setempat. Lokasi kegiatan bisnis Kirana yang berada dikawasan perbukitan sangat cocok dengan syarat tumbuh jamur tiram putih yang meliputi beberapa parameter, terutama temperatur, kelembaban dan kandungan C02. Untuk ketinggian lokasi yang baik untuk tumbuh dan berkembangnya jamur tiram putih diperkirakan berada pada ketinggian antara 700 – 1.200 m dpl dengan temperatur berkisar 240– 300 Celcius dengan kandungan C02 lebih kecil dari 1.000 ppm.

ASPEK-ASPEK USAHA
1. ASPEK PRODUKSI DAN OPERASIONAL  Tenaga Kerja Dalam menjalankan usaha ini, Ibu Voni memperkerjakan dua orang tenaga kerja yang mempunyai yang mempunyai tugas setiap harinya memelihara, menjaga, membersihkan, dan memanen jamur tiram.  Modal Dalam memulai usahanya Ibu Voni menggunakan modal awal sebesar ±Rp 50 juta yang berasal dari modal pribadi yang digunakan untuk membeli tanah, membangun kumbung, pembelian bibit jamur tiram putih, alat-alat untuk membuat baglog dan juga alat-alat lain yang digunakan untuk memulai usaha pembudidayaan jamur tiram putih ini. Beliau memilih menggunakan modal pribadi dikarenakan dengan menggunakan modal pribadi beliau dapat menjual produknya dengan harga yang lebih murah dan lebih praktis karena tidak harus bergelut dengan bank yang mengharuskan adanya jaminan dalam peminjaman kredit serta survei terlebih dahulu dalam persyaratan pengajuan kredit tersebut.  Manajemen Manajemen merupakan suatu proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilaksanakan KELOMPOK IV
Page 10

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Secara garis besar, fungsi manajemen yang telah diterapkan oleh Kirana adalah sebagai berikut:  Perencanaan Penyusunan perencanaan dilakukan oleh pemimpin perusahaan untuk mempermudah memahami dan memberikan komitmen pada tujuan yang ingin dicapai.  Pengorganisasian Dalam menjalankan usahanya ini, beliau masih menggunakan susunan struktur organisasi tradisional yaitu Ibu Voni sebagai pemimpin sekaligus pemilik dan tenaga kerja ahli dibantu oleh istrinya yang menjabat sebagai bendahara serta dibantu juga oleh dua orang tenaga kerja yang membantu beliau dalam menjalankan aktifitas usahanya setiap hari.

Pemimpin Karyawan
 Pergerakan Penerapan fungsi penggerakan dalam manajemen meliputi kegiatan dalam memimpin, memberi petunjuk, memberi instruksi dan memotivasi karyawan. Untuk fungsi penggerakan ini sepenuhnya dilakukan oleh Ibu Voni secara langsung.  Pengendalian/Pengawasan Pengawasan yang dilakukan perusahaan selama ini adalah pengawasan terhadap hasil produksi baik dalam ketepatan waktu, kualitas, maupun kuantitas yang diinginkan pembeli serta pencapaian target penjualan. Pengawasan juga dilakukan terhadap kinerja karyawan yang dilakukan pimpinan kepada karyawannya.

Karyawan

KELOMPOK IV

Page 11

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

2. ASPEK PEMASARAN  Produk Jangka Pendek: mengembangkan usaha budi daya jamur tiram dalam skala usaha mikro dan berusaha mencukupi permintaan pasar akan jamur tiram dalam skala lokal. Jangka Panjang: mengembangkan usaha budi daya jamur tiram menjadi usaha berskala kecil atau menengah agar dapat memenuhi skala permintaan pasar yang lebih besar, mengembangkan usaha dalam hal pembibitan dan pembuatan baglog siap mengembangkan berbagai variasi membuat berbagai olahan jamur.  Harga Beliau menetapkan harga jual per-Kg nya sebesar Rp 7.500,- karena harga tersebut merupakan harga pasar yang terdapat di daerah Batu, Malang. Dan menurut beliau penetapan sebesar itu telah sesuai dengan kualitas produk yang mereka berikan dan beliau telah dapat mendapatkan laba yang cukup sepadan. Namun harga tersebut dapat berubah, baik naik atau turun sesuai dengan jumlah produksi yang dihasilkan, jumlah permintaan konsumen akan jamur tiram dan juga karena pengaruh musim.  Promosi Dalam mempromosikan usahanya ini, beliau hanya mempromosikan produknya secara mulut ke mulut karena menurut beliau cara tersebut sudah cukup untuk memasarkan produknya yang masih tergolong usaha mikro dengan hasil produksi per-hari yang masih relatif kecil. jamur, pakai,

KELOMPOK IV

Page 12

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

3. ASPEK PERSONALIA  Tenaga Kerja Dalam usahanya, Ibu Voni menggunakan jumlah tenaga kerja yang tidak terlalu banyak karena usaha yang dijalankannya ini merupakan usaha berskala mikro. Beliau memperkerjakan dua orang pekerja yang bekerja setiap harinya dari jam 09.00-16.00 dengan waktu istirahat selama 1 jam yaitu pada saat 12.00-13.00. Dalam menjalankan usahanya, tingkat pendidikan tidak menjadi tolak ukur bagi pihak Kirana dalam merekrut karyawannya. Hal ini disebabkan tenaga kerja yang dimiliki adalah dari kalangan masyarakat kurang mampu dan putus sekolah dengan yang ada tujuan disekitar sosial, yaitu

memberdayakan

masyarakat

perusahaan.

Perusahaan melihat calon tenaga kerja lebih kepada kemampuan atau keterampilan, bukan dari tingkat pendidikan. Untuk masalah perekrutan karyawan, perusahaan belum memiliki kualifikasi yang khusus sebelum menerima tenaga kerja. Perekrutan tenaga kerja disesuaikan dengan kebutuhan. Saat ini perusahaan tidak memilki pembagian kerja yang jelas dalam kegiatan produksinya, karena semua kegiatan memanen jamur yang sudah siap panen, membersihkan kumbung, melakukan penyiraman secara teratur pada pagi dan sore hari, melakukan pemeriksaan tentang kelembapan kumbung, pencegahan terhadap hama atau penyakit yang mungkin menyerang bibit jamur, dll semuanya dikerjakan oleh tenaga kerja yang sama.  Jenis Tenaga Kerja Dalam menjalankan usaha ini, Ibu Voni menggunakan 2 macam tenaga kerja yang mempunyai pembagian tugas sebagai berikut: Jenis Tenaga Kerja  Tugas Strategi pemasaran Strategi operasional Strategi keuangan  

Skill

KELOMPOK IV

Page 13

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

 

Melakukan penyiraman baglog setiap pagi dan sore hari Melakukan penyiraman total/pembasahan kumbung setiap seminggu sekali

Unskill

   

Pengecekan keadaan jamur setiap hari Pembersihan baglog Pemanenan Pengaturan sirkulasi udara

Tenaga kerja skill berjumlah satu orang, yaitu Ibu Voni sebagai pemilik usaha yang menjalankan fungsi pemasaran, strategi operasional dan juga pemegang serta pengatur keuangan. Sedangkan tenaga kerja unskill berjumlah dua orang pekerja yang menjalankan tugasnya seperti yang sudah disebutkan diatas.  Sumber Tenaga Kerja Sumber tenaga kerja beliau ambil dari daerah sekitar tempat beliau mendirikan usaha budi daya jamurnya. Hal ini beliau pilih karena alasan ke praktisan dalam menuju tempat kerja, keefisiensian biaya dalam mencapai tempat tersebut dan berusaha membantu mendaya gunakan penduduk lokal dengan tujuan untuk mengurangi tingkat pengangguran serta meningkatkan kemampuan ekonomi mereka.  Upah Tenaga Kerja Dalam perhitungan upahnya, beliau menggunakan sistem

perhitungan kerja harian yang mana upah mereka akan dibayarkan setiap minggunya pada hari senin. Dan beliau juga menawarkan sistem kerja lembur pada saat panen raya dan pada saat awal penggantian bag log baru pada saat awal periode produksi.  Cara Mempertahankan Tenaga Kerja Dalam upaya mempertahankan tenaga kerjanya, beliau

menggunakan cara memberikan tunjangan kepada mereka seperti tunjangan kesehatan (AsKes), memberikan bonus pada saat hari raya besar kepada mereka, kenaikan gaji bila mereka setelah bekerja

KELOMPOK IV

Page 14

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

dalam periode waktu tertentu dan memberikan pelatiahan dalam pengembangan keterampilan mereka yang berhubungan dengan budi daya jamur pada waktu-waktu tertentu serta memberikan mereka minuman soda gembira setiap minggunya untuk menjaga kesehatan paru-paru mereka.

4. ASPEK KEUANGAN  Neraca Dalam pencatatan laporan keuangannya, Ibu Voni masih

menggunakan sistem pencatatan laporan keuangan yang cukup sederhana seperti yang telah kami tulis ulang sama seperti aslinya sebagai berikut: Tanggal 30-01-2012 31-01-2012 Total Produksi 3 4 Jumlah (Rp) 22.500 30.000 Keterangan Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,-

01-02-2012 02-02-2012 03-02-2012 04-02-2012 05-02-2012 06-02-2012 07-02-2012 08-02-2012 09-02-2012 10-02-2012 11-02-2012 12-02-2012 13-02-2012 14-02-2012 15-02-2012

5 6 5 5 6 9 12 21 36 32 130 152 98 85 70

37.500 45.000 37.500 37.500 45.000 67.500 90.000 157.500 270.000 763.000 932.000 1.064.000 686.000 637.500 525.000

Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.000,Harga Rp 7.000,Harga Rp 7.000,Harga Rp 7.000,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,-

KELOMPOK IV

Page 15

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012
Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,-

16-02-2012 17-02-2012 18-02-2012 19-02-2012 20-02-2012 21-02-2012 22-02-2012 23-02-2012 24-02-2012 25-02-2012 26-02-2012 27-02-2012 28-02-2012 29-02-2012

50 56 58 42 30 52 39 36 35 40 30 23 24 24

375.000 420.000 435.000 315.000 225.000 390.000 292.500 270.000 262.500 300.000 225.000 172.500 180.000 180.000

01-03-2012 02-03-2012 03-03-2012 04-03-2012 05-03-2012 06-03-2012 07-03-2012 08-03-2012 09-03-2012 10-03-2012 11-03-2012 12-03-2012 13-03-2012 14-03-2012 15-03-2012 16-03-2012

39 38 50 43 42 60 62 59 50 58 60 58 53 41 37 25

292.500 285.000 375.000 322.500 315.000 450.000 465.000 442.500 375.000 435.000 450.000 435.000 397.500 307.500 277.500 187.500

Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,-

KELOMPOK IV

Page 16

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012
Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,Harga Rp 7.500,-

17-03-2012 18-03-2012 19-03-2012 20-03-2012 21-03-2012 22-03-2012 23-03-2012 24-03-2012 25-03-2012 26-03-2012 27-03-2012 28-03-2012 29-03-2012 30-03-2012 31-03-2012 *sumber data:

22 30 24 24 37 44 42 39 44 43 41 54 33 43 39

165.000 225.000 180.000 180.000 277.500 330.000 315.000 292.500 330.000 322.500 307.500 405.000 247.500 322.500 292.500

Kirana Pembibitan dan Budi Daya Jamur Tiram Jln. Dakota blok B no.58 Sumber Gondo Bumiaji, Batu, Malang, Jatim.

ANALISIS INTERNAL
Kekuatan: 1. Letak perusahaan yang strategis Letak/lokasi perusahaan yang dekat dengan sumber dalam mencari bibit dan tempat pengepul jamur tiram, yaitu CV. Surya Mojopahit dalam memasarkan hasil produksi. 2. Kualitas produk yang baik Kirana memiliki kualitas produk yang unggul. Penggunaan teknologi autoclave yang diterapkan dalam membuat bibit dan media tanam jamur tiram putih oleh Kirana menjadikan produk yang dihasilkannya sangat baik

KELOMPOK IV

Page 17

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

untuk pertumbuhan miselium jamur karena dengan penggunaan teknologi ini bibit yang dihasilkan tidak mudah terkontaminasi oleh zat atau bahan-bahan yang nantinya menghambat pertumbuhan jamur itu sendiri. Disamping itu, teknologi autoclave yang digunakan pada proses sterilisasi akan

menghasilkan jamur dengan tubuh buah besar yang umumnya lebih disukai dipasaran. 3. Komunikasi antara pemimpin dan karyawan yang terjalin dengan baik Pemimpin perusahaan selalu berkomunikasi dan berkordinasi dengan karyawannya. Komunikasi yang baik ini tidak hanya dalam hal pekerjaan. Hal ini akan menciptakan hubungan kekeluargaan yang baik antar pemimpin dan karywannya. Selain itu, Ibu Voni juga sering memberikan bonus kepada karyawannya ketika hari raya dan juga ketika terjadi peningkatan penjualan. Hal ini menciptakan kenyamanan karyawan dalam bekerja dan tentunya juga akan meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan. 4. Harga jual produk yang bersaing dengan kompetitornya Beliau menetapkan harga jual per-Kg nya sebesar Rp 7.500,- karena harga tersebut merupakan harga pasar yang terdapat di daerah Batu, Malang. Dan menurut beliau penetapan sebesar itu telah sesuai dengan kualitas produk yang mereka berikan dan beliau telah dapat mendapatkan laba yang cukup sepadan. Namun harga tersebut dapat berubah, baik naik atau turun sesuai dengan jumlah produksi yang dihasilkan, jumlah permintaan konsumen akan jamur tiram dan juga karena pengaruh musim. 5. Adanya saluran distribusi langsung perusahaan Kirana melakukan proses pendistribusian produknya secara mandiri atau langsung. Selain dapat meningkatkan pelayanan karena dapat mengantar barang dengan cepat, distribusi langsung ini memperkecil kemungkinan kerusakan barang sebelum sampai ketangan pengepul, karena distribusi langsung sangat memperhatikan segi keamanan proses pengantaran barang yang lebih terjamin.

KELOMPOK IV

Page 18

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

Kelemahan: 1. Kualitas keterampilan karyawan yang kurang terampil Salah satu kelemahan yang dihadapi oleh Kirana adalah ketrampilan karyawan masih rendah. Rendahnya keterampilan karywan lebih disebabkan karna tingkat pendidikan karyawan yang rendah yang pada akhirnya menyebabkan karyawan sulit untuk mengatasi berbagai masalah terutama yang berhubungan dengan kegiatan operasional. Selama ini karyawan hanya mengandalkan pengalaman dan pengetahuan apa adanya saja. 2. Masih belum adanya pembagian tugas yang spesifik bagi pegawai Kirana merupakan organisasi yang bersifat lini, sehingga dalam melakukan kegiatan bisnisnya karyawan atau pekerja seringkali terbebani dengan adanya tugas ganda yang harus ditanggungnya. Adanya tugas ganda yang harus dihadapi ini membuat karyawan atau pekerja kurang fokus dalam melaksanakan pekerjaannya. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap kinerja karyawan atau pekerja dalam melaksanakan tanggung jawab dan tugasnya. 3. Kegiatan promosi dan pembukuan keuangan yang masi sederhana Dalam mempromosikan usahanya ini, beliau hanya mempromosikan produknya secara mulut ke mulut karena menurut beliau cara tersebut sudah cukup untuk memasarkan produknya yang masih tergolong usaha mikro dengan hasil produksi per-hari yang masih relatif kecil. 4. Masih belum adanya labelisasi atau merek dagang Selama memasarkan produknya, Kirana belum melakukan labelisasi atau penggunaan merek dagang pada produknya. Akan tetapi Kirana memberikan kuitansi transaksi penjualan kepada pelanggan dengan menyertakan nama perusahaan serta nomor telepon perusahaan untuk pemesanan lebih lanjut. 5. Modal usaha yang masih terbatas Keterbatasan modal merupakan masalah klasik yang sering dihadapi oleh usaha kecil dan menengah. Kondisi ini juga terjadi pada Kirana dimana keterbatasan modal ini menghambat perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksinya untuk memenuhi permintaan yang ada.

KELOMPOK IV

Page 19

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

ANALISIS EKSTERNAL
Peluang: 1. Pertumbuhan ekonomi yang positif Keadaan perekonomian secara agregat berimplikasi terhadap perkembangan suatu kelompok usaha yang sedang beroperasi di suatu negara dan juga berimplikasi terhadap daya beli masyarakat. Jika perekonomian suatu negara relatif stabil maka akan mendukung kelancaran dan kinerja kelompokkelompok usaha tersebut, begitu pula sebaliknya faktor ekonomi mempunyai dampak langsung terhadap potensi daya tarik berbagai strategi. 2. Pertumbuhan penduduk Pertumbuhan penduduk ini mengindikasikan adanya kepastian tersedianya pasar bagi komoditas jamur tiram putih yang memerlukan bibit dan media tanam untuk proses budidayanya. 3. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan Semakin berkembangnya pola hidup sehat yang menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat tentunya akan menjadi peluang bagi Kirana untuk memasarkan produknya, mengingat semakin banyak pelaku usaha yang tertarik untuk melakukan usaha budidaya jamur tiram putih yang tentunya membutuhkan bibit dan media tanam sabagai faktor utama produksinya. 4. Perkembangan teknologi Perkembangan teknologi yang sangat cepat memberikan kemudahan bagi siapa saja termasuk para pelaku usaha dalam upaya mengembangkan bisnisnya. Dalam hal ini, teknologi yang digunakan Kirana adalah dalam hal membuat bibit dan media tanam jamur tiram putih dengan menggunakan teknologi autoclave. 5. Permintaan produk yang semakin meningkat Permintaan akan komoditas jamur tiram putih yang semakin meningkat menjadikan usaha budidaya terhadap komoditas ini pun semakin banyak untuk lirik oleh sebagian besar masyarakat untuk diusahakan.

Berkembangnya industri budidaya jamur tiram putih ini tentunya juga berpengaruh terhadap permintaan bibit dan media tanam yang semakin tinggi.

KELOMPOK IV

Page 20

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

6. Ketersediaan bahan baku Dalam memenuhi kebutuhan bahan baku untuk proses produksinya, Kirana dengan mudah memperolehnya disekitar lingkungan perusahaan. Untuk benih bibitan (F1), Kirana memperolehnya dari pemasok tetap dari dari Pacet dan Trawas.

Ancaman: 1. Perubahan cuaca yang tidak menentu Cuaca merupakan salah satu faktor yang harus sangat diperhatikan tidak hanya untuk menunjang keberhasilan budidaya jamur tiram putih tetapi juga keberhasilan pembibitan jamur tiram putih. Dalam memproduksi bibit dan media tanam jamur tiram putih diperlukan suhu dan kelembapan yang relatif tetap atau stabil. Cuaca yang terlalu panas akan mengakibatkan pertumbuhan miselium terhambat yang bila tidak ditangani dengan cepat akan mengakibatkan kegagalan dalam mempoduksi bibit jamur tiram putih. Perubahan cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini merupakan ancaman yang harus dihadapi oleh Kirana dalam melakukan kegiatan bisnisnya. 2. Adanya persaingan industri Tingginya persaingan industri dapat dilihat dengan semakin banyaknya pemasok atau penyedia bibit dan media tanam jamur tiram putih. Pesaing tersebut berasal dari daerah sekitar batu, selain itu juga berasal dari daerah Pacet dan juga Trawas. 3. Ancaman pendatang baru Besarnya permintaan akan komoditas jamur tiram putih tentunya berpengaruh positif terhadap perkembangan usaha pembibitan dan pembuatan media tanam jamur tiram putih. Hal ini dikarenakan bibit dan media tanam merupakan faktor kunci keberhasilan budidaya jamur tiram putih. Disamping itu, dalam menjalankan usaha pembibitan dan pembuatan media tanam jamur tiram putih pada dasarnya tidak membutuhkan modal yang besar serta lahan yang dibutuhkan juga tidak luas. Berdasarkan uraian diatas, usaha pembibitan dan pembuatan media tanam jamur tiram putih menjadikan bisnis ini menarik

KELOMPOK IV

Page 21

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

untuk diusahakan sehingga membuka peluang yang besar terhadap ancaman masuknya pendatang baru. 4. Situasi keamanan sekitar Situasi keamanan lingkungan sekitar merupakan faktor ancaman yang cukup penting untuk diperhatikan agar tidak berdampak merugikan bagi perusahaan. Untuk menghindari pencurian terhadap aset perusahaan, Kirana melakukan pencatatan terhadap aset dan menyimpan aset yang rawan pencurian digudang khusus penyimpanan dan menguncinya dengan baik setiap kali aset/ alat tersebut selesai digunakan.

SWOT MATRIX
Strengths (S) SO Strategies 1. Opportunities (O) Mempertahankan/ meningkatkan kualitas produk 2. Mempertahankan harga Weaknesses (W) WO Strategies 1. Menerapkan teknologi 2. Meningkatkan jumlah produksi 3. Memberikan dagang labelisasi/merek pengembangan

produk yang bersaing dengan competitor

ST Strategies 1. Memperbaiki bangunan Threats (T) operasional 2. Meningkatkan dalam operasi komunikasi untuk struktur kegiatan

WT Strategies 1. Meningkatkan kualitas SDM

KELOMPOK IV

Page 22

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

PERMASALAHAN & PEMECAHAN MASALAH
Permasalahan dan pemecahan dalam budidaya jamur tiram  Permasalahan Dalam melakukan suatu kegiatan usaha pasti didalamnya selalu terdapat masalah yang menjadi kendala dalam kegiatan tersebut masalah yang dihadapi di lapangan dalam budidaya jamur tiram putih diantaranya : 1. Adanya media jamur yang terkontaminasi ,sehingga miselium tidak dapat tumbuh menjadi bakal jamur (pin head), ini disebabkan karena kurang sterilnya alat – alat yang digunakan pada saat inokulasi. 2. Adanya gangguan dari hama dan penyakit pada jamur yang memakan dan merusak miselium ataupun pada daun jamur. 3. Media jamur bibit produksi (F3) yang di sterilkan tidak merata, sebagian masih terlihat kering dikarenakan suhu pembakaran tidak optimal. 4. Jamur yang siap dipanen, fisiknya tidak sempurna, sisi – sisi bagian jamur mengering seperti terbakar, karena suhu kubung terlalu panas karena menggunakan atap berupa asbes.  Pemecahan Untuk setiap masalah pasti ada pemecahannya, untuk permasalahan diatas pemecahannya sebagai berikut: 1. Sebaiknya alat–alat yang di gunakan dipersiapkan dahulu, harus benar – benar steril untuk menghindari adanya kontaminasi. 2. Kumbung jamur hendaknya setelah masa periode tanam habis di sterilkan sampai benar–benar steril supaya hama dan penyakit tidak mudah menyerang jamur tiram yang di budidayakan. 3. Untuk pensterilisasian secara tradisional (tidak menggunakan autoclap), harus benar–benar di perhatikan suhu pembakarannya, agar hasil pensterilisasian sempurna.

KELOMPOK IV

Page 23

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

4. Kumbung jamur harus beratapkan genteng karena kubung jamur yang bagus adalah kubung jamur yang menggunakan atap berupa genteng, karena kelembaban suhu lebih terjaga dan jamur tiram yang dibudidayakan tidak akan mengering seperti terbakar.

Permasalahan dan pemecahan dalam usaha UKM  Permasalahan 1. Kurang permodalan 2. Kesulitan dalam pemasaran 3. Persaingan usaha ketat 4. Kesulitan bahan baku 5. Kurang teknis produksi dan keahlian 6. Keterampilan manajerial kurang 7. Kurang pengetahuan manajemen keuangan  Pemecahan 1. Mengajukan kredit ke koperasi setempat atau BPR 2. Melakukan kerja sama dengan CV dalam memasarkan produknya 3. Mempertahankan kualitas produk dan melakukan pengembangan

teknologi untuk meningkatkan kualitas produk 4. Menjalin kerjasama dengan CV atau tempat budidaya jamur lain di daerah sekitar untuk salaing bertukar informasi dan menjalin iklim usaha yang sehat dan adil 5. Melakukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan SDM

IMPLEMENTASI
Dari rumusan strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT ada delapan alternatif strategi yang muncul, dalam hal ini menyarankan agar kirana memulai menerapkan strategi yang paling murah dan layak untuk dijalankan misalnya dimulai dengan: mempertahankan/ meningkatkan kualitas produk dan

mempertahankan harga produk yang bersaing dengan competitor yang dapat
Page 24

KELOMPOK IV

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

diikuti dengan meningkatkan komunikasi dalam operasi, meningkatkan jumlah produksi, memberikan labelisasi/merek dagang dan meningkatkan kualitas SDM. Setelah kiranya sudah memiliki modal yang cukup melakukan implementasi dalam pengembangan usaha yang lebih luas lagi, kirana dapat melanjutkan pengembangan usahanya dengan melakukan pengembangan teknologi dan memperbaiki struktur bangunan untuk kegiatan operasional.

LAMPIRAN FOTO

KELOMPOK IV

Page 25

STRATEGI UKM KIRANA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

2012

KELOMPOK IV

Page 26

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->