BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan untuk tujuan tertentu dan konteks ini akan menentukan ragam bahasa Indonesia yang harus digunakan. Oleh karena itu mahasiswa didasarkan bahwa dalam dunia akademi/ilmiah, ragam bahasa Indonesia yang digunakan adalah ragam ilmiah, yang memliki ciri khas, yaitu: cendekia, lugas dan jelas, menghindari kalimat fragmentasi, bertolak dari gagasan, formal dan objektif, ringkas dan padat, dan konsisten. Bahasa Indonesia ilmiah merupakan bahasa yang digunakan dalam menulis karya ilmiah. Hal itu dikarenakan bahwa karya ilmiah memiliki tujuan dan khalayak sasaran yang jelas. Meskipun demikian, dalam karya ilmiah, aspek komunikasi tetap memegang peranan utama. Untuk itu perlu adanya pemahaman tentang karakteristik ragam ilmiah itu sendiri.

B. Rumusan Masalah Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah-masalah dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Apa pengertian dan karakteristik dari ragam ilmiah ? 2. Apa saja yang termasuk dalam ragam ilmiah? 3. Bagaimana penggunaan ragam ilmiah dalam menulis dan presentasi ilmiah? 4. C. Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk dapat memahami definisi serta karakteristik ragam ilmiah, berbagai macam ragam ilmiah, dan penggunaannya dalam menulis dan presentasi ilmiah.

1|Ragam Ilmiah

1. Karya ilmiah disusun secara sistematis. 4. Dalam pengertian jujur terkandung sikap etik penulisan ilmiah. jujur. 3. sebuah karya ilmiah tetap harus dapat secara jelas menyampaikan pesan kepada pembacanya. Hal itu dikarenakan bahwa karya ilmiah memiliki tujuan dan khalayak sasaran yang jelas. 2. Oleh karenanya. dalam karya ilmiah. Penulisan karya ilmiah bukan hanya untuk mengekspresikan pikiran tetapi untuk menyampaikan hasil penelitian.BAB II PEMBAHASAN A. kita menumbangkan sebuah teori berdasarkan hasil penelitian kita. yakni penyebutan rujukan dan kutipan yang jelas. berbagai kemungkinan untuk penyampaian yang komunikatif tetap harus dipikirkan. setiap langkah direncanakan secara terkendali. aspek komunikasi tetap memegang peranan utama. Pengertian dan Karakteristik Bahasa Indonesia Ragam ilmiah Bahasa Indonesia ilmiah merupakan bahasa yang digunakan dalam menulis karya ilmiah. Dapat pula. Karya ilmiah ditulis secara cermat. konseptual. 5. benar. Jadi. Karya ilmiah mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis. dan tidak bersifat terkaan. Meskipun demikian. Kita harus dapat meyakinkan pembaca akan kebenaran hasil yang kita temukan di lapangan. dan prosedural. 6. Karya ilmiah ditulis secara tulus. Persyaratan bagi sebuah tulisan untuk dianggap sebagai karya ilmiah adalah sebagai berikut. Karya ilmiah menyajikan fakta objektif secara sistematis atau menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi spesifik. Hal itu berarti bahwa karya ilmiah hanya mengandung kebenaran faktual sehingga tidak akan memancing pertanyaan 2|Ragam Ilmiah . Karya ilmiah menyajikan rangkaian sebab-akibat dengan pemahaman dan alasan yang indusif yang mendorong pembaca untuk menarik kesimpulan. tepat.

2. Bahasa Indonesia bersifat lugas artinya paparan bahasa yang lugas akan menghindari kesalah-pahaman dan kesalahan menafsirkan isi kalimat dapat dihindarkan. tidak bersifat ambisius dan berprasangka. 1. hal itu ditimbulkan oleh penyusunan kerangka karangan yang cermat. Contoh : Infeksi cendawan pembentuk mikoriza (CPM) akan mempengaruhi serapan hara fosfor oleh tanaman inang melalui akar terutama tanaman yang tumbuh pada tanah yang kekurangan fosfor yang dimungkinkan oleh adanya hifa eksternal.Penulisan yang bernada sastra perlu dihindari. fakta dan hukum alam yang diterapkan pada situasi spesifik itu dibiarkan berbicara sendiri. yakni mampu membentuk pernyataan yang tepat dan seksama. Karya ilmiah pada dasarnya bersifat ekspositoris. Mahasiswa sering mendapatkan tugas yang tidak dapat dikatakan ringan sehingga kemampuan berfikirnya menjadi berada di awingawang. Pembaca dibiarkan mengambil kesimpulan sendiri berupa pembenaran dan keyakinan akan kebenaran karya ilmiah tersebut. Mahasiswa sering mendapatkan tugas yang berat sehingga kemampuan berfikirnya menjadimenurun. Contoh : a. b. Penulis karya ilmiah tidak boleh memanipulasi fakta. Penyajiannya tidak boleh bersifat emotif. 7. Bahasa Indonesia bersifat cendekia artinya bahasa Indonesia itu mampu digunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasil berpikir logis. Jika pada akhirnya timbul kesan argumentatif dan persuasif.yang bernada keraguan. 3|Ragam Ilmiah . Dengan demikian. Adapun beberapa ciri-ciri atau karakteristik dari bahasa Indonesia ragam ilmiah ini adalah sebagai berikut.

Tingkat keformalan bahasa dalam tulisan ilmiah dapat dilihat pada lapis kosa kata. 5. 4. Contoh : Kata Formal : Kata Non-formal Wanita Daripada Hanya Membuat Dipikirkan Bagaimana Matahari : Cewek : Ketimbang : Cuma : Bikin : Dipikirin : Gimana : Mentari Tulisan ilmiah termasuk kategori paparan yang bersifat teknis.3. Bahasa Indonesia bersifat menghindari kalimat fragmentasi artinya kalimat yang belum selesai. umumnya akan muncul pada kalimat yang sangat panjang. dan kalimat. misalnya dalam kompetisidalam memanfaatkan karbohidrat. bentukan kata. karena cendawan pembentuk mikorisa sangat tergantung kepada kandungan karbon tanaman inang sebagai sumber energinya serta kapasitas dan mekanisme CPM dalam menyerap hara hanya akan dievaluasi dari asosiasinya dengan tanaman inang. Contoh : Struktur cendawan pembentuk mikoriza (CPM) pada apikal akar berbentuk bebas dan berpengaruh tidak langsung terhadap kapasitas serapan hara oleh akar. 4|Ragam Ilmiah . Kalimat yang seperti ini terjadi karena adanya keinginan tanpa menyadari kesatuan gagasan dalam beberapa kalimat tanpa menyadari kesatuan yang diungkapkan. Bahasa Indonesia bersifat jelas artinya Gagasan akan mudah dipahami apabila dituangkan dalam bahasa yang jelas dan hubungan antara gagasan yang satu dengan yang lain juga jelas. Bahasa Indonesia bersifat Formal artinya Bahasa yang digunakan dalam komunikasi ilmiah bersifat formal. Kalimat yang tidak jelas.

8. tetapi juga diwujudkan dalam penggunaan kata. Contoh : Tri dharma perguruan tinggi menjadi ukuran kinerja setiap sivitas akademika. Implikasinya. Kata yang menunjukkan sikap ekstrem dapat memberi kesan subyektif dan emosional. kalimat-kalimat yang digunakan didominasi oleh kalimat pasif. Contoh : Penulis menyimpulkan bahwa hifa cendawan pembentuk mikoriza yang berasosiasi dengan akar tanaman mampu membantu tanaman untuk menyerap unsur hara fosfor dan nitrogen. Bahasa Indonesia ragam ilmiah bersifat konsisten artinya sifat yang ditampakkan pada penggunaan unsur bahasa. Bahasa Indonesia ragam ilmiah bersifat ringkas dan padat direalisasikan dengan tidak adanya unsur-unsur bahasa yang hemat. Bahasa Indonesia ragam ilmiah bersifat objektif artinya Sifat objektif tidak cukup dengan hanya menempatkan gagasan sebagai pangkal tolak. 7. Contoh : Untuk mengatasi bahaya kelaparan pada musim kemarau 2001. Kata seperti harus. tanda baca. tidak mungkin tidak. 5|Ragam Ilmiah . wajib. Contoh : Daun tanaman kedelai yang mengalami khlorosis disebabkan oleh kekurangan unsur nitrogen.6. selalu perlu dihindari. tanda-tanda lain dan istilah yang sesuai dengan kaidah dan semuanya digunakan secara konsisten. 9. masyarakat dihimbau untuk menghemat penggunaan beras dengan sistem diversifikasi pangan dan menggalakan kembali lumbung desa. pasti. Bahasa Indonesia ragam ilmiah bersifat bertolak dari gagasan artinya penonjolan diadakan pada gagasan atau hal yang diungkapkan dan tidak pada penulis.

Brenmstein menanmkan kedua ragam bahasa yang terakhir ini masing-masing sebagai ragam ringkas (restricted code) dan ragam lengkap (elaborate code). kita berurusan dengan tata bahasa. b. Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi).B. di dalam suasana resmi. serta menurut medium pembicara. yang biasa digunakan di kalangan terdidik. Terikat ruang dan waktu. Dalam ragam bahasa lisan ini. dan Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara. orang yang dibicarakan. Ragam bahasa yang digunakan dalam suasana akrab (santai) biasanya mempunyai kelainan jika dibandingkan dengan bahasa yang dipakai dalam suasana resmi. air muka. Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap. kawan bicara. Ciri-ciri ragam bahasa lisan: a. Berbagai Ragam Bahasa Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian. Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Memerlukan kehadiran orang lain. menurut hubungan pembicara. kosakata. c. atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi. dan lafal. d. Dalam ragam lisan. di dalam karya ilmiah (karangan teknis. perundang-undangan). Sedangkan ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf 6|Ragam Ilmiah . yang berbedabeda menurut topik yang dibicarakan. 1. Kelebihan ragam bahasa lisan adalah dapat menatap langsung ekspresi orang sebagai lawan pembicara. pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan. Ragam Lisan dan Ragam Tulisan Ragam suatu bahasa dapat juga dibedakan berdasarkan jenis kesatuan dasarnya. gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.

Hubungan perlambangan antara kedua ragam bahasa itu tidak jarang menimbulkan kesan bahwa struktur ragam tulisan. Kekurangan ragam bahasa tulis adalah sering terjadi kesalahan tanggapan antara pembaca dan penulis. kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Tidak memerlukan kehadiran orang lain. Dalam ragam tulis. kedua ragam bahasa pada dasarnya berkembang pada dasarnya berkembang menjadi dua sistem bahasa yang terdiri atas perangkat kaidah yang tidak seluruhnya sama. sesuai dengan perkembangannya sebagai bahasa perhubungan antardaerah dan antar suku selama berabad-abad di seluruh Indonesia. Tidak terikat ruang dan waktu. Dalam hubungan antara bahasa indonesia. kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis. ketepatan pilihan kata. kebenaran penggunaan ejaan. dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide. Dalam kenyataan. c. perbedaan antara kaidah ragam lisan dan kaidah ragam tulisan telah berkembang sedemikian rupa. Tata Bahasa. Hubungan antara lisan dan ragam tulisan adalah timbal balik. Struktur Kalimat. Adapun beberapa contoh perbedaan ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis (berdasarkan tata bahasa dan kosa kata) adalah sebagai berikut. dan Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan. a. Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap. sehingga kedua ragam itu memerlukan pembakuan yang berbeda. Selain itu. b. Kosa Kata) 1.sebagai unsur dasarnya.) Ragam bahasa lisan : Nia sedang baca surat kabar 7|Ragam Ilmiah . ragam bahasa tulis dapat menyebabkan kurang jelasnya penyampaian makna yang dimaksud. Tata Bahasa (Bentuk kata. d. Ciri-ciri ragam bahasa tulis: a.

8|Ragam Ilmiah . Kosa Kata Contoh ragam lisan dan tulis berdasarkan kosa kata : 1. Pak.) Ragam Tulis Ariani mengatakan bahwa kita harus belajar Kita harus membuat karya tulis. Pak 2. tentang masalah apa.- Ari mau nulis surat Tapi kau tak boleh nolak lamaran itu. b. Mereka tinggal di Menteng. engkau tidak boleh menolak lamaran itu. Akan saya tanyakan soal itu. dan dalam suasana bagaimana. Dengan adanya pertimbangan tersebut. Jalan layang itu untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. timbullah ragam pemakaian bahasa sesuai dengan fungsi dan situasinya. kapan. Saya akan tanyakan soal itu 2. Ragam Baku dan Ragam Nonbaku Dalam pembicaraan seseorang penutur selalu mempertimbangkan kepada siapa ia berbicara. dimana. 2. Rasanya masih terlalu muda bagi saya. Mereka bertempat tinggal di Menteng Jalan layang itu dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.) Ragam Lisan Ariani bilang kalau kita harus belajar Kita harus bikin karya tulis Rasanya masih terlalu pagi buat saya.) Ragam bahasa Tulis : Nia sedangmembaca surat kabar Ari hendak menulis surat Namun.

di depan kelas. di lapangan dan sebagainyamerupakan situasi/suasana yang tak resmi (informal). Ragam bahasa ini lazim digunakan dalam: a. penamaan dan peristilahan resmi. pidato dan sebagainya. Ragam bahasa baku dapat ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut: a. yakni dalam surat menyurat resmi. seperti dalam ceramah. di pinggir jalan. Pembicaraan didepan umum. kuliah. di warung-warung. d. Penggunaan Kaidah Tata Bahasa Kaidah tata bahasa normatif selalu digunakan secara ekspilisit dan konsisten. perundang-undangan. b. buku pelajaran. surat menyurat dinas. dan sebagainya. dalam berdiskusi. karang ilmiah. sedangkan pemakaian (3) dan (4) didukung oleh ragam bahasa lisan. Pemakaian (1) dan (2) didukung oleh bahasa baku tertulis. yang diajukan dasar ukuran atau yang dijadikan standar. Sebaliknya. Komunikasi resmi. memimpin rapat resmi dan sebagainya merupakan situasi/suasana resmi(formal). Pembicaraan dengan orang yang dihormati dan sebagainya. Dalam situasi seperti ini hendaknya dipakai ragam resmi atau formal yang biasa disebut dengan istilah ragam bahasa baku atau dengan singkat ragam baku. situasi di dalam rumah tangga. dalam ruangan rapat resmi. berpidato. Yang dimaksud dengan bahasa baku adalah salah satu ragam bahasa yang dijadikan pokok. c. pengumuman-pengumuman yang dikeluarkan oleh instansi resmi. Dalam suasana seperti ini hendaknya kita menggunakan ragam bahasa tak resmi (informal) yang biasanya disebut dengan istilah ragam bahasa tak baku (nonbaku) atau dengan singkat ragam tak baku (nonbaku). Wacana teknis seperti dalam laporan resmi. dan sebagainya. di pasar. 9|Ragam Ilmiah .Situasi di kantor.

kosa kata. Penggunaan Lafal Baku Dalam Ragam Lisan Hingga saat ini lafal yang benar atau baku dalam bahasa Indonesia belum pernah ditetapkan. Penggunaan Kalimat Secara Efektif Kalimat-kalimat yang digunakan dapat dengan tepat menyampaikan pesan denganlisan atau tulisan kepada pendengar atau pembaca.pertimbangan khusus. Tetapi ada pendapat umum bahwa lafal baku dalam bahasa Indonesia adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau lafal daerah. Penggunaan Ejaan Resmi Dalam Ragam Tulisan Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan (EYD). c. sehingga penulisan yang tidak sesuai dengan EYD adalah ejaan nonbaku. Dalam BI ejaan yang diakui baku adalah EYD. kecuali dengan pertimbangan. dan tata kalimat. sampai pada penggunaan tanda baca. penulisan partikel. EYD mengatur mulai dari penggunaan huruf. Dari sudut kebahasaan. dengan kata lain ragam-ragam selebihnya (termasuk dialek) merupakan ragam nonbaku. d. penulisan angka penulisan unsur serapan. persis seperti yang di maksud pembicara atau penulis. Secara keseluruhan ragam baku itu hanya ada satu dalam sebuah bahasa. penulisan kata. Penggunaan Kata-Kata Baku Kata-kata yang dipakai adalah kata-kata umum dan sudah lazim digunakan atau yang frekuensi penggunaanya cukup tinggi. Kata-kata yang belum lazim atau masih bersifat kedaerahan sebaiknya tidak digunakan. e. tata bentukan. terdapat perbedaan antara ragam baku dan nonbaku antara lain tata bunyi. Sayangnya dalam BI belum ada pengaturan yang tuntas mengenai pelafalan. 10 | R a g a m I l m i a h .b. sehingga batas antara baku dan nonbaku masih agak kabur meski tetap ada batas-batas tertentu yang memisahkan keduanya.

Selain itu. 3) Menghindari bentuk bahasa yang bermakna ganda.Kalau diperhatikan pemakaian kedua ragam bahasa itu. c. ragam baku berisi rujukan yang menentukan benar tidaknya pemakaian bahasa. 5) Menghindari penonjolan persona dengan tujuan menjaga objektivitas isi tulisan. baik ragam lisan maupun ragam tulisan. dan berkalimat menarik. dan 6) Adanya keselarasan dan keruntutan antarproposisi dan Antaralinea. Sebagai kerangka rujukan. sedangkan ragam tak baku selalu ada kecenderungan untuk menyalahi norma/kaidah bahasa yang berlaku. b. ciri-ciri ragam bahasa iklan. 11 | R a g a m I l m i a h . Ragam Bahasa Ilmiah Ciri bahasa indonesia ragam ilmiah: 1) Bahasa Indonesia ragam baku. Ragam Bahasa Sastra Berbeda dengan ragam bahasa ilmiah. 2) Pengunaan kalimat efektif. ragam baku adalah ragam bahasa yang dilambangakan dan diakui oleh sebagian besar warga masyarakat pemakaiannya. Hal ini dilakukan agar tercipta pencitraan di dalam imajinasi pembaca. 4) Pengunaan kata dan istilah yang bermakna lugas dan menghindari pemakaian kata dan istilah yang bermakna kias. Ragam Bahasa Iklan Bergaya bahasa hiperbola. berpersuasif. ragam bahasa sastra banyak mengunakan kalimat yang tidak efektif. 3. Pengambaran yang sejels-jelasnya melalui rangkaian kata bermakna konotasi sering dipakai dalam ragam bahasa sastra. Ragam Bahasa Berdasarkan Bidang Fungsional a. ragam bahasa iklan bernada sugestif dan propogandis.

dan USG adalah contoh istilah dalam bidang kedokteran. pada saat menulis tulisan ilmiah penulis harus berusaha keras agar bahasa Indonesia yang digunakan benar-benar menunjukkan sifat yang cendikia. dan psikologi. teori. secara tertulis.diagnosis. formal dan objektif. infus. atau gabungan dari keempat hal tersebut secara hasil penelitian. kecermatan dalam penggunaan ejaan. Sifat-sifat bahasa Indonesia yang demikian ditampakkan pada pilihan kata. pengembangan paragraf. a. lugas dan jelas. Ragam Bahasa Bidang-bidang Tertentu Ragam bahasa ini digunakan pada bidang-bidang tertentu seperti transportasi. pengembangan kalimat. hukum. dan aspek-aspek mekanik lainnya. komputer. prinsip. 1. dan lisan. Makalah Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan permasalahan dan pembahasannya berdasarkan data di lapangan atau kepustakaan yang bersifat empiris dan objektif. tanda baca. Kertas kerja Kertas kerja adalah karya tulis ilmiah yang bersifat lebih mendalam daripada makalah dengan menyajikan data di lapangan atau kepustakaan yang bersifat empiris dan objektif. ekonomi. menghindari kalimat fragmentaris. ringkas dan padat. C.d. Makalah sering ditulis untuk disajikan dalam kegiatan penelitian dan tidak untuk 12 | R a g a m I l m i a h . Penggunaan Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah dalam Menulis dan Presentasi Ilmiah Menggunakan bahasa Indonesia ragam ilmiah dalam menulis dan presentasi ilmiah berarti memanfaatkan potensi bahasa Indonesia untuk memaparkan fakta. Menulis Karya Ilmiah Jenis-jenis karya ilmiah dapat dibedakan atas berikut. bertolak dari gagasan. konsep. dan konsisten. Itu berarti. b.

dan unsur suprasegmental lainnya. 13 | R a g a m I l m i a h . jeda. misalnya adanya kesempatan untuk mengulang-ulang. c. Disertasi Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan teori atau dalil baru yang dapat dibuktikan berdasarkan fakta secara empiris dan objektif (karya ilmiah S3). e.didiskusikan. Tesis Tesis adalah karya tulis ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan baru dengan melakukan pengujian terhadap suatu hipotesis. Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar doktor. Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar sarjana. beberapa fasilitas dalam penggunaan bahasa lisan tetap bisa dimanfaatkan. Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar magister. Sementara itu. presenter dituntut agar bahasa Indonesia lisan yang digunakan diwarnai oleh sifat-sifat ragam bahasa Indonesia ilmiah sebagaiana dikemukakan di atas. f. Bagaimana halnya dalam presentasi ilmiah? Ketika melakukan presentasi ilmiah. menekankan dengan menggunakan intonasi. Laporan Praktik Kerja Laporan praktik kerja adalah karya tulis ilmiah yang memaparkan data hasil temuan di lapangan atau instansi perusahaan tempat kita bekerja. Skripsi Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain (karya ilmiah S1). Tesis ini sifatnya lebih mendalam dari skripsi (karya ilmiah S2). d. sedangkan kertas kerja ditulis untuk disajikan dalam seminar atau lokakarya. Jenis karya ilmiah ini merupakan karya ilmiah untuk jenjang diploma III (DIII).

Kegiatan itu berfungsi untuk menyebarkan informasi ilmiah. seorang penyaji dapat menggunakan media yang menarik (media visual seperti gambar dengan warna yang menarik. Presentasi Ilmiah Presentasi ilmiah merupakan kegiatan yang lazim dilakukan dalam dunia ilmiah.). penyaji harus menaati bahan yang telah disiapkan dan memberi penjelasan singkat dan padat terhadap butirbutir inti. Untuk itu. Kedua. baik bahan lengkap maupun bahasan presentasi powerpoint. Untuk menjaga etika dapat dilakukan dengan cara menghindari hal-hal yang dapat merugikan (menyinggung perasaan) orang lain. Menjaga agar presentasi tetap fokus pada masalah yang dibahas. Tata Cara dan Etika Presentasi Ilmiah Presentasi ilmiah akan berhasil jika penyaji menaati tata cara yang lazim.2. 14 | R a g a m I l m i a h . Pertama. Agar presentasi ilmiah dapat berjalan dengan efektif. Jika diperlukan. dan menjaga suara agar tidak monoton serta terdengar jelas oleh seluruh peserta yang berada di suatu ruangan. Untuk menarik minat dan perhatian pada topik/masalah yang dibahas. b. penyaji menyajikan bahan dalam waktu yang tersedia. dan c. ada kiat-kiat yang perlu diterapkan. dll. penyaji perlu memberi informasi kepada peserta secara memadai. bahan dapat dilengkapi dengan ilustrasi yang relevan. mengetahui latar belakang peserta. Menarik minat dan perhatian peserta. Apabila bahan ditayangkan. yakni: a. Informasi tersebut akan dipahami dengan baik jika peserta memperoleh bahan tertulis. Untuk menjaga agar presentasi tetap fokus pada masalah yang dibahas. Menjaga etika ketika tampil di depan forum ilmiah. ilustrasi. harus dipastikan bahwa semua peserta dapat melihat layar dan dapat membaca tulisan yang disajikan.

c. tetapi juga tidak boleh terlalu elabratif karena elaborasi akan dilakukan secara lisan oleh penyaji. 1) 2) Memastikan kecukupan pencahayaan dan ruang gerak. Memperhatikan tingkat kapasitas peserta ketika memilih bahasa dan media. Dalam menyiapkan presentasi. peserta. pemandu (moderator). penyaji menaati etika yang berlaku di forum ilmiah karena forum ilmiah merupakan wahana bagi ilmuwan dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu saling asah otak dan hati serta bertukar berbagai informasi akademik. Melaksanakan Presentasi Ilmiah Presentasi ilmiah pada dasarnya adalah mengomunikasikan bahan ilmiah kepada peserta forum ilmiah. Kerangka pikir perlu diungkapkan/disajikan dalam diagram atau bagan alir untuk menunjukkan alur penalarannya. yakni penyaji. Semua pihak wajib melakukan tugasnya dan menjaga agar jalannya presentasi ilmiah dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan. Tentukan butir-butir terpenting bahan yang dibahas. Atur butir-butir tersebut agar alur penyajian runtut dan runut (koheren dan kohesif). dan teknisi. Mengurangi gangguan komunikasi secara antisipatif. baik sebagai hasil pemikiran maupun hasil penelitian. langkah-langkah yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut. ada beberapa peran yang dimainkan oleh aktor yang berbeda. Dalam forum tersebut. 15 | R a g a m I l m i a h .penyaji perlu merencanakan penggunaan waktu dan menaati panduan yang diberikan oleh moderator.yaitu: a. dalam presentasi ilmiah berlaku prinsip-prinsip komunikasi. Ketiga. Penyebutan butir hendaknya tidak boleh terlalu singkat. Beberapa prinsip komunikasi. notulis. b. a. Oleh karena itu.

2) 3) Memastikan bahwa penyaji dapat melihat semua peserta. Mempertimbangkan budaya peserta. Membuat peserta dihormati dan dihargai. Memaksimalkan efektivitas dalam proses presentasi. 4) 5) 6) 7) Berpikir positif tentang peserta. Menjadi penyimak/pendengar yang baik jika ada peserta yang bertanya. Mendorong peserta untuk aktif terlibat. 4) 5) Memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya. b. Bersikap terbuka terhadap perbedaan sikap dan pendapat orang lain. 16 | R a g a m I l m i a h . 8) Memastikan bahwa pakaian yang akan dipakai tepat pilihan dari segi situasi formal dan budaya setempat. 1) Memastikan bahwa suaranya dapat didengar oleh semua peserta. Menggunakan media yang menarik dan tepat guna.3) Menghindari kemungkinan multitafsir ungkapan yang dipilih.

Saran Ragam ilmiah merupakan suatu bahasa untuk menuliskan sebuah karya ilmiah. Meskipun demikian. secara tertulis. berbagai kemungkinan untuk penyampaian yang komunikatif tetap harus dipikirkan. Menggunakan bahasa Indonesia ragam ilmiah dalam menulis dan presentasi ilmiah berarti memanfaatkan potensi bahasa Indonesia untuk memaparkan fakta. dalam karya ilmiah. prinsip. Ragam ilmiah dapat berupa ragam lisan dan tulisan. Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi). konsep. Kesimpulan Bahasa Indonesia ilmiah merupakan bahasa yang digunakan dalam menulis karya ilmiah. serta ragam baku dan non baku. di dalam suasana resmi. B.BAB III PENUTUP A. di dalam karya ilmiah (karangan teknis. Itu berarti. 17 | R a g a m I l m i a h . Untuk itu sebaiknya perlu diberikan pemahaman yang lebih baik kepada mahasiswa agar dapat membuat dan menulis karya ilmiah sesuai dengan sifat-sifat dari ragam ilmiah. dan lisan. perundang-undangan). Oleh karenanya. atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi. Hal itu dikarenakan bahwa karya ilmiah memiliki tujuan dan khalayak sasaran yang jelas. pada saat menulis tulisan ilmiah penulis harus berusaha keras agar bahasa Indonesia yang digunakan benar-benar menunjukkan sifat-sifat ragam ilmiah. teori. Penulisan karya ilmiah bukan hanya untuk mengekspresikan pikiran tetapi untuk menyampaikan hasil penelitian. aspek komunikasi tetap memegang peranan utama. atau gabungan dari keempat hal tersebut secara hasil penelitian. yang biasa digunakan di kalangan terdidik.

DAFTAR PUSTAKA Salim.com/bahasa-indonesia-ragam-ilmiah. Lugas dan Jelas Dalam Ragam Ilmiah. Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah. 2011. Diakses melalui http://somasalims. Aulia. Diakses melalui http://kafegue.html pada tanggal 04 Maret 2012 pada 18 | R a g a m I l m i a h .com/lugas-dan-jelas-dalam-ragam-ilmiah. 2010.blogspot. Soma.html tanggal 04 Maret 2012 Rachmah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful