BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan untuk tujuan tertentu dan konteks ini akan menentukan ragam bahasa Indonesia yang harus digunakan. Oleh karena itu mahasiswa didasarkan bahwa dalam dunia akademi/ilmiah, ragam bahasa Indonesia yang digunakan adalah ragam ilmiah, yang memliki ciri khas, yaitu: cendekia, lugas dan jelas, menghindari kalimat fragmentasi, bertolak dari gagasan, formal dan objektif, ringkas dan padat, dan konsisten. Bahasa Indonesia ilmiah merupakan bahasa yang digunakan dalam menulis karya ilmiah. Hal itu dikarenakan bahwa karya ilmiah memiliki tujuan dan khalayak sasaran yang jelas. Meskipun demikian, dalam karya ilmiah, aspek komunikasi tetap memegang peranan utama. Untuk itu perlu adanya pemahaman tentang karakteristik ragam ilmiah itu sendiri.

B. Rumusan Masalah Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah-masalah dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Apa pengertian dan karakteristik dari ragam ilmiah ? 2. Apa saja yang termasuk dalam ragam ilmiah? 3. Bagaimana penggunaan ragam ilmiah dalam menulis dan presentasi ilmiah? 4. C. Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk dapat memahami definisi serta karakteristik ragam ilmiah, berbagai macam ragam ilmiah, dan penggunaannya dalam menulis dan presentasi ilmiah.

1|Ragam Ilmiah

2. Persyaratan bagi sebuah tulisan untuk dianggap sebagai karya ilmiah adalah sebagai berikut. aspek komunikasi tetap memegang peranan utama. Karya ilmiah mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis. Dapat pula. Penulisan karya ilmiah bukan hanya untuk mengekspresikan pikiran tetapi untuk menyampaikan hasil penelitian. benar. Hal itu dikarenakan bahwa karya ilmiah memiliki tujuan dan khalayak sasaran yang jelas. 4. Pengertian dan Karakteristik Bahasa Indonesia Ragam ilmiah Bahasa Indonesia ilmiah merupakan bahasa yang digunakan dalam menulis karya ilmiah. berbagai kemungkinan untuk penyampaian yang komunikatif tetap harus dipikirkan. dan prosedural. sebuah karya ilmiah tetap harus dapat secara jelas menyampaikan pesan kepada pembacanya. Jadi. Kita harus dapat meyakinkan pembaca akan kebenaran hasil yang kita temukan di lapangan. Karya ilmiah ditulis secara tulus. dalam karya ilmiah. 6. yakni penyebutan rujukan dan kutipan yang jelas. Karya ilmiah menyajikan rangkaian sebab-akibat dengan pemahaman dan alasan yang indusif yang mendorong pembaca untuk menarik kesimpulan. Karya ilmiah menyajikan fakta objektif secara sistematis atau menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi spesifik. Dalam pengertian jujur terkandung sikap etik penulisan ilmiah. 1. konseptual. Karya ilmiah disusun secara sistematis.BAB II PEMBAHASAN A. Hal itu berarti bahwa karya ilmiah hanya mengandung kebenaran faktual sehingga tidak akan memancing pertanyaan 2|Ragam Ilmiah . setiap langkah direncanakan secara terkendali. 3. Karya ilmiah ditulis secara cermat. kita menumbangkan sebuah teori berdasarkan hasil penelitian kita. Meskipun demikian. tepat. jujur. 5. Oleh karenanya. dan tidak bersifat terkaan.

Penulisan yang bernada sastra perlu dihindari. tidak bersifat ambisius dan berprasangka. Bahasa Indonesia bersifat cendekia artinya bahasa Indonesia itu mampu digunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasil berpikir logis. 1. Karya ilmiah pada dasarnya bersifat ekspositoris. Adapun beberapa ciri-ciri atau karakteristik dari bahasa Indonesia ragam ilmiah ini adalah sebagai berikut. Jika pada akhirnya timbul kesan argumentatif dan persuasif. 7. Dengan demikian. Penyajiannya tidak boleh bersifat emotif. Contoh : a. 2. yakni mampu membentuk pernyataan yang tepat dan seksama. Mahasiswa sering mendapatkan tugas yang tidak dapat dikatakan ringan sehingga kemampuan berfikirnya menjadi berada di awingawang. Penulis karya ilmiah tidak boleh memanipulasi fakta. Pembaca dibiarkan mengambil kesimpulan sendiri berupa pembenaran dan keyakinan akan kebenaran karya ilmiah tersebut. Mahasiswa sering mendapatkan tugas yang berat sehingga kemampuan berfikirnya menjadimenurun. Contoh : Infeksi cendawan pembentuk mikoriza (CPM) akan mempengaruhi serapan hara fosfor oleh tanaman inang melalui akar terutama tanaman yang tumbuh pada tanah yang kekurangan fosfor yang dimungkinkan oleh adanya hifa eksternal. b. hal itu ditimbulkan oleh penyusunan kerangka karangan yang cermat. Bahasa Indonesia bersifat lugas artinya paparan bahasa yang lugas akan menghindari kesalah-pahaman dan kesalahan menafsirkan isi kalimat dapat dihindarkan. 3|Ragam Ilmiah . fakta dan hukum alam yang diterapkan pada situasi spesifik itu dibiarkan berbicara sendiri.yang bernada keraguan.

4|Ragam Ilmiah . karena cendawan pembentuk mikorisa sangat tergantung kepada kandungan karbon tanaman inang sebagai sumber energinya serta kapasitas dan mekanisme CPM dalam menyerap hara hanya akan dievaluasi dari asosiasinya dengan tanaman inang. dan kalimat. Bahasa Indonesia bersifat menghindari kalimat fragmentasi artinya kalimat yang belum selesai. Bahasa Indonesia bersifat jelas artinya Gagasan akan mudah dipahami apabila dituangkan dalam bahasa yang jelas dan hubungan antara gagasan yang satu dengan yang lain juga jelas. Contoh : Kata Formal : Kata Non-formal Wanita Daripada Hanya Membuat Dipikirkan Bagaimana Matahari : Cewek : Ketimbang : Cuma : Bikin : Dipikirin : Gimana : Mentari Tulisan ilmiah termasuk kategori paparan yang bersifat teknis. Kalimat yang seperti ini terjadi karena adanya keinginan tanpa menyadari kesatuan gagasan dalam beberapa kalimat tanpa menyadari kesatuan yang diungkapkan. Kalimat yang tidak jelas. umumnya akan muncul pada kalimat yang sangat panjang. 4.3. misalnya dalam kompetisidalam memanfaatkan karbohidrat. Contoh : Struktur cendawan pembentuk mikoriza (CPM) pada apikal akar berbentuk bebas dan berpengaruh tidak langsung terhadap kapasitas serapan hara oleh akar. 5. bentukan kata. Tingkat keformalan bahasa dalam tulisan ilmiah dapat dilihat pada lapis kosa kata. Bahasa Indonesia bersifat Formal artinya Bahasa yang digunakan dalam komunikasi ilmiah bersifat formal.

pasti. Bahasa Indonesia ragam ilmiah bersifat ringkas dan padat direalisasikan dengan tidak adanya unsur-unsur bahasa yang hemat. tetapi juga diwujudkan dalam penggunaan kata. tanda-tanda lain dan istilah yang sesuai dengan kaidah dan semuanya digunakan secara konsisten. wajib. Contoh : Daun tanaman kedelai yang mengalami khlorosis disebabkan oleh kekurangan unsur nitrogen. Kata seperti harus. masyarakat dihimbau untuk menghemat penggunaan beras dengan sistem diversifikasi pangan dan menggalakan kembali lumbung desa. 9. kalimat-kalimat yang digunakan didominasi oleh kalimat pasif. Bahasa Indonesia ragam ilmiah bersifat bertolak dari gagasan artinya penonjolan diadakan pada gagasan atau hal yang diungkapkan dan tidak pada penulis. tidak mungkin tidak. Bahasa Indonesia ragam ilmiah bersifat konsisten artinya sifat yang ditampakkan pada penggunaan unsur bahasa. tanda baca. 8. Kata yang menunjukkan sikap ekstrem dapat memberi kesan subyektif dan emosional. selalu perlu dihindari.6. 5|Ragam Ilmiah . Contoh : Tri dharma perguruan tinggi menjadi ukuran kinerja setiap sivitas akademika. Bahasa Indonesia ragam ilmiah bersifat objektif artinya Sifat objektif tidak cukup dengan hanya menempatkan gagasan sebagai pangkal tolak. Contoh : Untuk mengatasi bahaya kelaparan pada musim kemarau 2001. 7. Implikasinya. Contoh : Penulis menyimpulkan bahwa hifa cendawan pembentuk mikoriza yang berasosiasi dengan akar tanaman mampu membantu tanaman untuk menyerap unsur hara fosfor dan nitrogen.

perundang-undangan). Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan. atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi. gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide. Ragam bahasa yang digunakan dalam suasana akrab (santai) biasanya mempunyai kelainan jika dibandingkan dengan bahasa yang dipakai dalam suasana resmi. Terikat ruang dan waktu. b. Dalam ragam bahasa lisan ini. Kelebihan ragam bahasa lisan adalah dapat menatap langsung ekspresi orang sebagai lawan pembicara. Berbagai Ragam Bahasa Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian. menurut hubungan pembicara. air muka. serta menurut medium pembicara. di dalam karya ilmiah (karangan teknis. Memerlukan kehadiran orang lain. yang biasa digunakan di kalangan terdidik. Sedangkan ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf 6|Ragam Ilmiah . Brenmstein menanmkan kedua ragam bahasa yang terakhir ini masing-masing sebagai ragam ringkas (restricted code) dan ragam lengkap (elaborate code). 1. di dalam suasana resmi. dan lafal. Ciri-ciri ragam bahasa lisan: a. kawan bicara. kosakata. Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi). yang berbedabeda menurut topik yang dibicarakan. Ragam Lisan dan Ragam Tulisan Ragam suatu bahasa dapat juga dibedakan berdasarkan jenis kesatuan dasarnya. Dalam ragam lisan. d. dan Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara. orang yang dibicarakan. c.B. Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap. kita berurusan dengan tata bahasa.

kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis. perbedaan antara kaidah ragam lisan dan kaidah ragam tulisan telah berkembang sedemikian rupa. ragam bahasa tulis dapat menyebabkan kurang jelasnya penyampaian makna yang dimaksud. Kekurangan ragam bahasa tulis adalah sering terjadi kesalahan tanggapan antara pembaca dan penulis. Tata Bahasa (Bentuk kata. c. Struktur Kalimat. Tata Bahasa. ketepatan pilihan kata. sehingga kedua ragam itu memerlukan pembakuan yang berbeda. a. Hubungan perlambangan antara kedua ragam bahasa itu tidak jarang menimbulkan kesan bahwa struktur ragam tulisan.sebagai unsur dasarnya. Dalam hubungan antara bahasa indonesia. dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide. Kosa Kata) 1. dan Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan. Ciri-ciri ragam bahasa tulis: a. Dalam ragam tulis. Tidak terikat ruang dan waktu. kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat. Tidak memerlukan kehadiran orang lain. Adapun beberapa contoh perbedaan ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis (berdasarkan tata bahasa dan kosa kata) adalah sebagai berikut. sesuai dengan perkembangannya sebagai bahasa perhubungan antardaerah dan antar suku selama berabad-abad di seluruh Indonesia. kedua ragam bahasa pada dasarnya berkembang pada dasarnya berkembang menjadi dua sistem bahasa yang terdiri atas perangkat kaidah yang tidak seluruhnya sama. Hubungan antara lisan dan ragam tulisan adalah timbal balik. d. Selain itu. Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap. kebenaran penggunaan ejaan. b. Dalam kenyataan.) Ragam bahasa lisan : Nia sedang baca surat kabar 7|Ragam Ilmiah .

kapan. Rasanya masih terlalu muda bagi saya. Kosa Kata Contoh ragam lisan dan tulis berdasarkan kosa kata : 1. Mereka bertempat tinggal di Menteng Jalan layang itu dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Ragam Baku dan Ragam Nonbaku Dalam pembicaraan seseorang penutur selalu mempertimbangkan kepada siapa ia berbicara. b. Akan saya tanyakan soal itu. 8|Ragam Ilmiah .- Ari mau nulis surat Tapi kau tak boleh nolak lamaran itu. Saya akan tanyakan soal itu 2. Jalan layang itu untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. dan dalam suasana bagaimana. Pak. tentang masalah apa.) Ragam Lisan Ariani bilang kalau kita harus belajar Kita harus bikin karya tulis Rasanya masih terlalu pagi buat saya. Mereka tinggal di Menteng. engkau tidak boleh menolak lamaran itu. dimana.) Ragam Tulis Ariani mengatakan bahwa kita harus belajar Kita harus membuat karya tulis. Pak 2. 2.) Ragam bahasa Tulis : Nia sedangmembaca surat kabar Ari hendak menulis surat Namun. Dengan adanya pertimbangan tersebut. timbullah ragam pemakaian bahasa sesuai dengan fungsi dan situasinya.

Pembicaraan dengan orang yang dihormati dan sebagainya. Dalam suasana seperti ini hendaknya kita menggunakan ragam bahasa tak resmi (informal) yang biasanya disebut dengan istilah ragam bahasa tak baku (nonbaku) atau dengan singkat ragam tak baku (nonbaku). 9|Ragam Ilmiah . di pinggir jalan. kuliah. Yang dimaksud dengan bahasa baku adalah salah satu ragam bahasa yang dijadikan pokok. di warung-warung. situasi di dalam rumah tangga. perundang-undangan. Dalam situasi seperti ini hendaknya dipakai ragam resmi atau formal yang biasa disebut dengan istilah ragam bahasa baku atau dengan singkat ragam baku. Pemakaian (1) dan (2) didukung oleh bahasa baku tertulis. penamaan dan peristilahan resmi. dalam ruangan rapat resmi. dalam berdiskusi. surat menyurat dinas. berpidato. dan sebagainya. c. buku pelajaran. pengumuman-pengumuman yang dikeluarkan oleh instansi resmi. b. d. seperti dalam ceramah. memimpin rapat resmi dan sebagainya merupakan situasi/suasana resmi(formal). Pembicaraan didepan umum. Komunikasi resmi. Ragam bahasa ini lazim digunakan dalam: a. dan sebagainya. yakni dalam surat menyurat resmi.Situasi di kantor. sedangkan pemakaian (3) dan (4) didukung oleh ragam bahasa lisan. pidato dan sebagainya. Sebaliknya. yang diajukan dasar ukuran atau yang dijadikan standar. di depan kelas. di pasar. Wacana teknis seperti dalam laporan resmi. karang ilmiah. Penggunaan Kaidah Tata Bahasa Kaidah tata bahasa normatif selalu digunakan secara ekspilisit dan konsisten. di lapangan dan sebagainyamerupakan situasi/suasana yang tak resmi (informal). Ragam bahasa baku dapat ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut: a.

Sayangnya dalam BI belum ada pengaturan yang tuntas mengenai pelafalan. kecuali dengan pertimbangan. 10 | R a g a m I l m i a h . penulisan angka penulisan unsur serapan. Penggunaan Kata-Kata Baku Kata-kata yang dipakai adalah kata-kata umum dan sudah lazim digunakan atau yang frekuensi penggunaanya cukup tinggi. Dari sudut kebahasaan. penulisan partikel. Tetapi ada pendapat umum bahwa lafal baku dalam bahasa Indonesia adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau lafal daerah. d. c. sehingga batas antara baku dan nonbaku masih agak kabur meski tetap ada batas-batas tertentu yang memisahkan keduanya. Penggunaan Ejaan Resmi Dalam Ragam Tulisan Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan (EYD). dengan kata lain ragam-ragam selebihnya (termasuk dialek) merupakan ragam nonbaku. sehingga penulisan yang tidak sesuai dengan EYD adalah ejaan nonbaku. Secara keseluruhan ragam baku itu hanya ada satu dalam sebuah bahasa. e. dan tata kalimat. EYD mengatur mulai dari penggunaan huruf. Kata-kata yang belum lazim atau masih bersifat kedaerahan sebaiknya tidak digunakan. Penggunaan Lafal Baku Dalam Ragam Lisan Hingga saat ini lafal yang benar atau baku dalam bahasa Indonesia belum pernah ditetapkan. Penggunaan Kalimat Secara Efektif Kalimat-kalimat yang digunakan dapat dengan tepat menyampaikan pesan denganlisan atau tulisan kepada pendengar atau pembaca. tata bentukan. Dalam BI ejaan yang diakui baku adalah EYD. persis seperti yang di maksud pembicara atau penulis.b.pertimbangan khusus. kosa kata. sampai pada penggunaan tanda baca. penulisan kata. terdapat perbedaan antara ragam baku dan nonbaku antara lain tata bunyi.

Ragam Bahasa Berdasarkan Bidang Fungsional a. dan berkalimat menarik. Selain itu. berpersuasif. dan 6) Adanya keselarasan dan keruntutan antarproposisi dan Antaralinea. ciri-ciri ragam bahasa iklan. sedangkan ragam tak baku selalu ada kecenderungan untuk menyalahi norma/kaidah bahasa yang berlaku. 5) Menghindari penonjolan persona dengan tujuan menjaga objektivitas isi tulisan. 11 | R a g a m I l m i a h . ragam baku berisi rujukan yang menentukan benar tidaknya pemakaian bahasa. ragam baku adalah ragam bahasa yang dilambangakan dan diakui oleh sebagian besar warga masyarakat pemakaiannya. baik ragam lisan maupun ragam tulisan. ragam bahasa iklan bernada sugestif dan propogandis. 3. Ragam Bahasa Ilmiah Ciri bahasa indonesia ragam ilmiah: 1) Bahasa Indonesia ragam baku. 2) Pengunaan kalimat efektif. Sebagai kerangka rujukan. Hal ini dilakukan agar tercipta pencitraan di dalam imajinasi pembaca. b. 4) Pengunaan kata dan istilah yang bermakna lugas dan menghindari pemakaian kata dan istilah yang bermakna kias.Kalau diperhatikan pemakaian kedua ragam bahasa itu. c. Ragam Bahasa Sastra Berbeda dengan ragam bahasa ilmiah. Pengambaran yang sejels-jelasnya melalui rangkaian kata bermakna konotasi sering dipakai dalam ragam bahasa sastra. Ragam Bahasa Iklan Bergaya bahasa hiperbola. 3) Menghindari bentuk bahasa yang bermakna ganda. ragam bahasa sastra banyak mengunakan kalimat yang tidak efektif.

infus. secara tertulis. Makalah Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan permasalahan dan pembahasannya berdasarkan data di lapangan atau kepustakaan yang bersifat empiris dan objektif. komputer. konsep. Penggunaan Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah dalam Menulis dan Presentasi Ilmiah Menggunakan bahasa Indonesia ragam ilmiah dalam menulis dan presentasi ilmiah berarti memanfaatkan potensi bahasa Indonesia untuk memaparkan fakta. Makalah sering ditulis untuk disajikan dalam kegiatan penelitian dan tidak untuk 12 | R a g a m I l m i a h . ringkas dan padat. dan konsisten. a. bertolak dari gagasan. b. dan psikologi. C. dan lisan. Sifat-sifat bahasa Indonesia yang demikian ditampakkan pada pilihan kata. Ragam Bahasa Bidang-bidang Tertentu Ragam bahasa ini digunakan pada bidang-bidang tertentu seperti transportasi. Kertas kerja Kertas kerja adalah karya tulis ilmiah yang bersifat lebih mendalam daripada makalah dengan menyajikan data di lapangan atau kepustakaan yang bersifat empiris dan objektif. formal dan objektif. lugas dan jelas. teori. 1. dan USG adalah contoh istilah dalam bidang kedokteran.d. kecermatan dalam penggunaan ejaan. Itu berarti. pada saat menulis tulisan ilmiah penulis harus berusaha keras agar bahasa Indonesia yang digunakan benar-benar menunjukkan sifat yang cendikia. dan aspek-aspek mekanik lainnya. prinsip. ekonomi. tanda baca.diagnosis. menghindari kalimat fragmentaris. pengembangan paragraf. pengembangan kalimat. atau gabungan dari keempat hal tersebut secara hasil penelitian. hukum. Menulis Karya Ilmiah Jenis-jenis karya ilmiah dapat dibedakan atas berikut.

13 | R a g a m I l m i a h . Skripsi Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain (karya ilmiah S1). beberapa fasilitas dalam penggunaan bahasa lisan tetap bisa dimanfaatkan. presenter dituntut agar bahasa Indonesia lisan yang digunakan diwarnai oleh sifat-sifat ragam bahasa Indonesia ilmiah sebagaiana dikemukakan di atas. dan unsur suprasegmental lainnya. f. Laporan Praktik Kerja Laporan praktik kerja adalah karya tulis ilmiah yang memaparkan data hasil temuan di lapangan atau instansi perusahaan tempat kita bekerja. Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar magister. Jenis karya ilmiah ini merupakan karya ilmiah untuk jenjang diploma III (DIII). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar sarjana. c. Tesis Tesis adalah karya tulis ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan baru dengan melakukan pengujian terhadap suatu hipotesis. Disertasi Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan teori atau dalil baru yang dapat dibuktikan berdasarkan fakta secara empiris dan objektif (karya ilmiah S3). Bagaimana halnya dalam presentasi ilmiah? Ketika melakukan presentasi ilmiah. sedangkan kertas kerja ditulis untuk disajikan dalam seminar atau lokakarya. misalnya adanya kesempatan untuk mengulang-ulang. menekankan dengan menggunakan intonasi. Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar doktor.didiskusikan. Sementara itu. e. d. jeda. Tesis ini sifatnya lebih mendalam dari skripsi (karya ilmiah S2).

mengetahui latar belakang peserta. ada kiat-kiat yang perlu diterapkan. Jika diperlukan. dll. 14 | R a g a m I l m i a h . ilustrasi. baik bahan lengkap maupun bahasan presentasi powerpoint. Untuk menjaga agar presentasi tetap fokus pada masalah yang dibahas. penyaji perlu memberi informasi kepada peserta secara memadai. Tata Cara dan Etika Presentasi Ilmiah Presentasi ilmiah akan berhasil jika penyaji menaati tata cara yang lazim. Untuk itu. Agar presentasi ilmiah dapat berjalan dengan efektif. Pertama. b.2. Untuk menjaga etika dapat dilakukan dengan cara menghindari hal-hal yang dapat merugikan (menyinggung perasaan) orang lain. Kedua. penyaji harus menaati bahan yang telah disiapkan dan memberi penjelasan singkat dan padat terhadap butirbutir inti. Presentasi Ilmiah Presentasi ilmiah merupakan kegiatan yang lazim dilakukan dalam dunia ilmiah. harus dipastikan bahwa semua peserta dapat melihat layar dan dapat membaca tulisan yang disajikan. Menjaga agar presentasi tetap fokus pada masalah yang dibahas. Menjaga etika ketika tampil di depan forum ilmiah.). dan c. yakni: a. penyaji menyajikan bahan dalam waktu yang tersedia. seorang penyaji dapat menggunakan media yang menarik (media visual seperti gambar dengan warna yang menarik. Kegiatan itu berfungsi untuk menyebarkan informasi ilmiah. Informasi tersebut akan dipahami dengan baik jika peserta memperoleh bahan tertulis. dan menjaga suara agar tidak monoton serta terdengar jelas oleh seluruh peserta yang berada di suatu ruangan. bahan dapat dilengkapi dengan ilustrasi yang relevan. Apabila bahan ditayangkan. Untuk menarik minat dan perhatian pada topik/masalah yang dibahas. Menarik minat dan perhatian peserta.

Penyebutan butir hendaknya tidak boleh terlalu singkat. Dalam forum tersebut.penyaji perlu merencanakan penggunaan waktu dan menaati panduan yang diberikan oleh moderator. 15 | R a g a m I l m i a h . a. dan teknisi. c. Dalam menyiapkan presentasi. Semua pihak wajib melakukan tugasnya dan menjaga agar jalannya presentasi ilmiah dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan. 1) 2) Memastikan kecukupan pencahayaan dan ruang gerak. Beberapa prinsip komunikasi. penyaji menaati etika yang berlaku di forum ilmiah karena forum ilmiah merupakan wahana bagi ilmuwan dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu saling asah otak dan hati serta bertukar berbagai informasi akademik. Oleh karena itu. yakni penyaji. Memperhatikan tingkat kapasitas peserta ketika memilih bahasa dan media. Tentukan butir-butir terpenting bahan yang dibahas. tetapi juga tidak boleh terlalu elabratif karena elaborasi akan dilakukan secara lisan oleh penyaji. pemandu (moderator). Ketiga. Kerangka pikir perlu diungkapkan/disajikan dalam diagram atau bagan alir untuk menunjukkan alur penalarannya.yaitu: a. notulis. Mengurangi gangguan komunikasi secara antisipatif. Melaksanakan Presentasi Ilmiah Presentasi ilmiah pada dasarnya adalah mengomunikasikan bahan ilmiah kepada peserta forum ilmiah. b. baik sebagai hasil pemikiran maupun hasil penelitian. peserta. ada beberapa peran yang dimainkan oleh aktor yang berbeda. dalam presentasi ilmiah berlaku prinsip-prinsip komunikasi. Atur butir-butir tersebut agar alur penyajian runtut dan runut (koheren dan kohesif). langkah-langkah yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut.

b. 16 | R a g a m I l m i a h . 2) 3) Memastikan bahwa penyaji dapat melihat semua peserta. Memaksimalkan efektivitas dalam proses presentasi. Membuat peserta dihormati dan dihargai. 8) Memastikan bahwa pakaian yang akan dipakai tepat pilihan dari segi situasi formal dan budaya setempat. Mempertimbangkan budaya peserta.3) Menghindari kemungkinan multitafsir ungkapan yang dipilih. 4) 5) Memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya. Menjadi penyimak/pendengar yang baik jika ada peserta yang bertanya. Bersikap terbuka terhadap perbedaan sikap dan pendapat orang lain. Mendorong peserta untuk aktif terlibat. 4) 5) 6) 7) Berpikir positif tentang peserta. 1) Memastikan bahwa suaranya dapat didengar oleh semua peserta. Menggunakan media yang menarik dan tepat guna.

di dalam suasana resmi. secara tertulis. di dalam karya ilmiah (karangan teknis. Itu berarti. Hal itu dikarenakan bahwa karya ilmiah memiliki tujuan dan khalayak sasaran yang jelas. Ragam ilmiah dapat berupa ragam lisan dan tulisan. serta ragam baku dan non baku. Untuk itu sebaiknya perlu diberikan pemahaman yang lebih baik kepada mahasiswa agar dapat membuat dan menulis karya ilmiah sesuai dengan sifat-sifat dari ragam ilmiah. berbagai kemungkinan untuk penyampaian yang komunikatif tetap harus dipikirkan. Meskipun demikian. pada saat menulis tulisan ilmiah penulis harus berusaha keras agar bahasa Indonesia yang digunakan benar-benar menunjukkan sifat-sifat ragam ilmiah. Penulisan karya ilmiah bukan hanya untuk mengekspresikan pikiran tetapi untuk menyampaikan hasil penelitian. Saran Ragam ilmiah merupakan suatu bahasa untuk menuliskan sebuah karya ilmiah. yang biasa digunakan di kalangan terdidik. Menggunakan bahasa Indonesia ragam ilmiah dalam menulis dan presentasi ilmiah berarti memanfaatkan potensi bahasa Indonesia untuk memaparkan fakta. Kesimpulan Bahasa Indonesia ilmiah merupakan bahasa yang digunakan dalam menulis karya ilmiah.BAB III PENUTUP A. 17 | R a g a m I l m i a h . aspek komunikasi tetap memegang peranan utama. konsep. atau gabungan dari keempat hal tersebut secara hasil penelitian. atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi. Oleh karenanya. B. perundang-undangan). teori. prinsip. dan lisan. Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi). dalam karya ilmiah.

html pada tanggal 04 Maret 2012 pada 18 | R a g a m I l m i a h . 2011.DAFTAR PUSTAKA Salim. Aulia. Diakses melalui http://somasalims.html tanggal 04 Maret 2012 Rachmah.blogspot. Soma. 2010. Diakses melalui http://kafegue. Lugas dan Jelas Dalam Ragam Ilmiah.com/bahasa-indonesia-ragam-ilmiah. Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah.com/lugas-dan-jelas-dalam-ragam-ilmiah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful