1. INSULIN,GLUKAGON DAN OKSITOSIN 1.1.KIMIA DAN SINTESIS Insulin ialah polipeptida dengan BM kira-kira 6000.

Polipeptida ini terdiri dari 51 asam amoino tersusun dalam 2 rantai; rantai A yang terdiri 21 asam amino dan rantai B terdiri dari 30 asam amino. Antara rantai A dan B terdapat 2 jembatan disulfida yaitu atara A-7 dengan B-7 dan A-20 dengan B-10. Selain itu masih terdapat jembatan disulfida antara asam amino ke-6 dan ke-11 pada rantai A. Insulin yang diekstraksi dari pankreas babi atau sapi berupa kristal putih tidak berbau. Kristalisasi terjadi dibawah pengaruh Zn. Kristal ini tidak larut dalam PH netral tetapi larut dalam asam mineral encer atau alkali. Berbagai proses yang disebut dibawah ini dapat menghilangkan aktivitas insulin: 1. Esterifikasi gugus karboksil 2. Oksidasi atau reduksi gugus disulfida 3. Pengrusakan oleh enzim proteolitik misalnya kimotripsin, pepsin dan papain; dan 4. Modifikasi pada gugus amino bebas atau gugus hidroksil alifatik. Umumnya modifikasi struktur sekunder atau tersier menyebabkan hilangnya aktivitas biologik. Pemasukan satu atom yodium tidak mengubah aktivitas tetapi bertambah banyak atom yodium dimasukkan semakin kurang aktivitas biologiknya. Struktur insulin berbagai spesies berbeda dalam susunan asam aminonya. Perbedaan tersebut tidak menyebabkan perbedaan aktivitas biologik tetapi menyebabkan perbedaan imunologik. Insulin disintesis oleh sel β pulau langerhans dari proinsulin. Proinsulin berupa polipeptida yang berbentuk rantai tunggal dengan 86 asam amino. Proinsulin berubah menjadi insulin dengan kehilangan 1 asam amino (31,32,61,65) dan dengan rantai asam amino dari ke 33 sampai ke 63 yang menjadi peptida penghubung (C-peptida atau Connecting peptida). Rantai A mempunyai residu amino terminal glisin sedang rantai B fenilalanin. Karena insulin babi paling mirip insulin insani maka dengan bahan insulin babi mudah dibuat insulin insani semisintetik. Disamping itu juga dapat disintesis insulin manusia dengan teknik rekombinan DNA. 1.2.SEKRESI DAN METABOLISME Proinsulin disintesis dalam elemen poliribosom retikulum endoplasmik sel β pankreas. Prohormon tersebut ditransfer ke sisterna retikulum endoplasmik dan kemudian ke kompleks golgi. Ditempat terakhir ini terjadi perubahan proinsulin menjadi insulin. Granula yang mengandung insulin, proinsulin dalam jumlah kecil dan peptida-C kemudian terlepas dari aparatus golgi. Pengaturan sekresi insulin. Sekresi insulin diatur dengan ketat untuk mendapatka kadar gula darah stabil baik sesudah makan maupun dalam keadaan puasa.

Mekanisme yang tepat dalam proses perangsangan penglepasan insulin belum jelas. asam lemak dan benda keton dan merangsang sekresi insulin. Secara umum. peptida yang merangsang penglepasan gastrin dan enteroglukagon. sekretin. di samping itu juga merupakan faktor esensial untuk bekerjanya stimulan yang lain. Pada keadaan tersebut kadar glukosa yang tinggi dalam darah tidak mampu merangsang sekresi insulin. Glukosa merupakan stimulan utama untuk sekresi insulin. hipotermia. Stimulasi reseptor α₂ adrenergik menghambat sekresi insulin. . kolesistokinin. perangsangan sekresi insulin oleh glukosa juga terhambat. hormon saluran cerna. asam amino. Berdasarkan perangsangan adrenoseptor α maka latiha fisik peningkatan aktivitas simpatik pada keadaan patologis misalnya pembedahan. Bila dirangsang oleh glukosa terjadi sekresi insulin yang bifasik: fase 1 mencapai puncak sesudah 1-2 menit dan masa kerja pendek. Obat yang dapat meningkatkan kadar siklik AMP dalam sel misalnya aminofilin juga dapat merangsang sekresi insulin. setiap keadaan yang mengaktivas saraf adrenergik (seperti hipoksia. peptida vasoaktif saluran cerna. Dalam keadaan stres ini otot terutama menggunakan asam lemak sebagai sumber energi dan epinefrin memang menyebabkan mobilisasi sam lemak dari jaringan. hipotermia.Faktor yang terutama berperan dalam pangaturan ini ialah: bermacam nutrien. hal ini disebabkan adanya penglepasan hormon saluran cerna dan perangsangan aktivitas vagal pada penceranaan glukosa (atau makanan). diduga terdapat glukoreseptor pada sel β pankreas dan glukosa harus lebih dulu masuk ke dalam sel b serta ikut dalam metabolisme sel. luka bakar. Bila terdapat hambatan metabolisme glukosa di dalam sel. epinerfin bukan hanya meninggikan kadar glukosa darah dengan glikogenolisis. tetapi juga menghambat penggunaan glukosa di otot. Dalam keadaan stres. kolinomimetik dan stimulasi vagal menyebabkan peningkatan sekresi insulin. operasi. akan menyebabkan hiposekresi insulin. Glukosa. luka bakar berat) menekan sekresi insulin melalui perangsangan reseptor α₂ adrenergik. hipoksia. sedang β₂ adrenergik agonis da stimulasi saraf vagal akan merangsang sekresi. dan perangsagan baru terjadi setelah pemberian tolbutamid. Perangsangan sekresi insulin juga dapat terjadi dengan pemberian sulfonilure. Sebaliknya. fase 2 mula kerja lambat tapi masa kerja lama. jaringan lemak dan sel-sel lain yang penyerapan glukosanya dipengaruhi insulin. Dengan demikian glukosa lebih banyak tersedia untuk metabolisme otak yang penyerapan glukosanya tidak dipengaruhi oleh insulin. Beberapa hormon saluran cernah yang merangsang penglepasan insulin antara lain gastrin. Sel-sel pulau langerhans dipersarafi oleh saraf adrenergik dan kolinergik. yaitu saat terjadi perangsangan simpatoadrenal. hormon pankreas dan neurotransmiter otonom. Glukosa akan lebih efektif dalam meprovokasi sekres insulin bila diberikan per oral daripada diberikan intravena.

glikogen dalam hati . Ginjal dan hati merupakan organ penting untuk eliminasi insulin. sedangkan fosfodiesterase dirangsang. Pengaruh insulin terhadap siklik nukleotida tidak jelas. Dari eksperimen invitro diduga ada dua sistem yang bertalian dengan degradasi insulin 1. pangkreas.4. Insulin meningkatkan ambilan K+ ke dalam sel. Setelah absorpsi selesai. Pada saat itu kadar glukosa dalam vena porta lebih tinggi daripada kadarnya dalam vena hepatic.3. Akibat pemecahan jembatan disulfida maka rantai A bebas dapat ditemukan dalam plasma dan urin. Sebagian dari glukosa tersebut di simpan sebagai glukogen. penurunan kadar siklik AMP tidak jelas. Sintesis glikogen dan glikogenolisis tergantung dari rangkaian reaksi fosforilasi protein. Enzim glutation insulin transhidrogenase yang menggunakan glutation pereduksi untuk mencegah jembatan disulfida 2. selain itu masih ada pengaruh-pengaruh dari tiroid. Masa paru insulin yang disuntikan IV dalam plasma kurang dari 9 menit. 1. kerja fisik dan factor lain seperti imunologi dan herediter. Secara tersendiri. Dalam hal ini sangat penting ialah hati. dan diduga ionion tersebut bertindak sebagai second messenger yang memperantarai kerja insulin. Hal tersebut dapat menerangkan penurunan kadar siklik AMP pada beberapa keadaan.Mekanisme kerja Hasil penelitian Cuatrecasas dan kono menunjukkan bahwa tempat kerja insulin ialah pada permukaan luar membrane sel. Inaktivasi di jaringan lemak dan oto tidak berarti. Insulin bekerja sebaliknya yaitu arah sintesis glikogen. 1. adenohipofisis dan adrenal. penting sekali diketahui pengatur kadar glukosa darah. Hati. Beberapa peneliti mendapat beberapa adenilsiklase dihambat. Gangguan vaal ginjal yang berat lebih berpengaruh terhadap eliminasi insulin daripada gangguan vaal hati karna agaknya hati telah berfungsi secara maksimal sehingga tidak dapat meningkatkan eliminasi pada gagal ginjal. Insulin mendefosforilasi enzim-enzim tertentu dengan akibat terjadinya penghambatan glikogenolisis dan lipolisis. efek serupa terjadi pada Mg++. Enzim-enzim proteolitik yang memecah rantai asam amino. Setelah makanan diabsorpsi usus. glukosa dialirkan ke hati melalui vena porta.Insulin yang masuk kedalam peredaran darah didistribusikan keseluruh tubuh melalui cairan ekstra sel.Faal Pengaturan kadar glukosa dalam darah Sebelum menguraikan peran insulin. Siklik AMP mengaktivasikan proteinkinase dengan akibat perangsangan glikogenolisis dan hambatan glukoneogenesis. Penurunan kadar siklik AMP pada beberapa jaringan hanya nyata bila sebelumnya telah dirangsang oleh hormon lain.

jaringan lemak. semua dapat menyebabnkan diabetes mellitus. lemak dan protein (gambar). kontraksi otot dapat menyebabkan glukosa lebih banyak masuk ke dalam sel. Karena efek insulin yang luas ini. Tanpa insulin. Peran pada transport beberapa zat melalui membran sel 2. Penurunan cadangan glikogen hepar menyebabkan bertambahnya deaminasi dan transaminasi asam amino. terdapatnya zat-zat yang bersifat anti-insulin dalam darah serta keadaan yang menghambat efek insulin pada reseptornya. Beberapa jaringan tubuh memperlihatkan sifat yang berbeda-beda terhadap insulin. EFEK INSULIN TERHADAP METABOLISME Insulin berperan penting tidak hanya dalam metabolisme karbohidrat. demikian pula halnya dengan sindrom diabetes mellitus. Bila terganggu fungsinya mudah terjadi hipoglikemia maupun hiperglikemia. Jadi jelaskan bahwa hati dalam hal ini berperan sebagai glukostat (gambar). Dalam keadaan biasa. Secara singkat dapat dikatakan bahwa semua keadaan yang menghambat produksi dan sekresi insulin. hormone pangkreas yang penting ikut mengatur metabolisme karbohidrat ialah glucagon. sehingga glukoneogenesis di hati jadi lebih aktif. Pangkreas. Jadi suatu kerja fisik akan mengurangi kebutuhan insulin. Enzim fosforilase berperan dalam glikogenolisis. Itulah sebabnya maka seorang penderita diabetes mellitus yang bekerja lebih berat daripada biasanya . Glukagon menyebabkan glikogenolisis dengan jalan merangsang adenilsiklase suatu enzim yang penting untuk mengaktifkan enzim fosforilase. serta asam amino. maka sangatlah sulit untuk menerangkan berbagai efeknya hanya berdasarkan atas satu mekanisme kerja saja. Tambahan pula beberapa jaringan tubuh menunjukkan sifat yang berbeda terhadap insulin.dipecah lagi menjadi glukosa. yaitu: 1.dan 3 yang sama dengan D-glukosa. persediaan glikogen dalam hepar cukup untuk mempertahankan kadar glukosa dalam darah selama beberapa jam. Selain insulin. maka peran insulin dibagi dalam 2 golongan. Pengaruh terhadap enzim Peran pada transport beberapa zat melalui membran sel struktur kimia pada atom C ke 1. dalam metabolisme karbohidrat. sehingga semakin sulit untuk mencari mekanisme kerja insulin yang sebenarnya. Sedangkan jaringan-jaringan yang penyerapan . Jadi hipoglikemia dapat disebakan oleh berbagai keadaan. lensa mata. sehingga mudah terjadi hipoglikemia. otot jantung. Pada saat ini kadar glukosa dalam vena hepatik lebih tinggi daripada kadarnya dalam vena porta. otot polos. tetapi juga transport berbagai zat melalui membran sel. harus mendapatkan ekstra kalori atau dosis insulin yang lebih rendah. Insulin dibutuhkan untuk penyerapan glukosa pada otot skelet. Untuk menyederhanakan pembahasan. humor akuosa dan hipofisis. Kerja Fisik. nukleosida dan fosfat anorganik. ion kalium. leukosit.2.

glukosanya tidak dipenuhi oleh insulin ialah otak. Pengaruh terhadap enzim. Insulin mengaktifkan enzim piruvat dehidrogenase dengan akibat meningkatkan oksidasi piruvat dan perubahan menjadi lemak. Jadi insulin merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi mekanisme penyerapan zat melalui membran. memang terdapat peninggian asam lemak bebas dalam darah. dan kadar asam lemak bebas tersebut paralel dengan naik turun kadar glukosa darah. Perangsangan aktivitas oleh insulin antara lain pada enzim yang penting untuk proses glikolisis. yaitu glukosa-6-fosfatase. Dalam jaringan lemak. Enzim yang dihambat aktivitasnya oleh insulin ialah enzim yang penting untuk glukoneogenesis. Hiperglikemia timbul karena penyerapan glukosa ke dalam sel terhambat serta metabolismenya diganggu. tubuli ginjal. Mula-mula disangkah bahwa hal ini hanya disebabkan oleh bertambahnya glikolisis. eritrosit dan mungkin juga hati. Jadi mudahlah difahami bahwa dalam keadaan yang defisiensi insulin. Pada pengukuran aktivitas insulin. Selain berpengaruh terhadap metabolism karbohidrat. (kecuali mungkin bagian hipotalamus). Perangsangan aktivitas dipengaruhi oleh insulin. Pada penderita diabetes. Gambar . sehingga glisefosfat yang terbentuk untuk sintesis asam lemak bertambah. Banyak sekali enzim yang perangsangan atau penghambatan aktivitasnya dipengaruhi oleh insulin. fosfofruktokinase dan piruvatkinase. mukosa intestinal.5. yaitu glukokinase. ternyata insulin menghambat pembebasan asam lemak yang disebabkan oleh pemberian epinefrin ataupun glukagon. untuk sel.Patofisiologis Defisiensi Insulin Diabetes Melitus ialah suatu keadaan yang timbul karena defisiensi insulin relatif maupun absolut. insulin juga mempengaruhi metabolisme lemak. Sehingga kadar asam lemak tersebut dapat dipakai sebagai parameter kamajuan terapi diabetes mellitus disamping kadar glukosa 1. fruktosa-difosfatase. fosfoenolpiruvatkinase dan piruvatkarbolsilase. Enzim lain yang juga diaktifkan oleh insulin ialah glikogen sintetase. Tetapi ternyata penghambatan lipolisis tersebut juga terjadi pada adanya glukosa. suatu enzim yang penting untuk sintesis glikogen. sehingga piruvat kurang tersedia untuk glukoneogenesis Insulin meningkatkan aktivitas lipoprotein lipase yang terikat membran sehingga tersedia asam lemak yang berasal dari lipoprotein. penambahan jumlah glikogen dalam jaringan merupakan suatu parameter yang sangat spesifik. Semua enzim tersebut ialah enzim-enzim yang berguna untuk reaksi yang sebaliknya dari glikolisis. proses glukoneogenesis menjadi lebih aktif.

jumlah natrium dan kalium total dalam badan menurun. Hal ini terjadi karena dalam keadaan dalam keadaan normal kadar K intrasel lebih tinggi daripada ekstrasel. maka di dalam jaringan banyak tertimbun asetil KoA. terutama pada waktu puasa. Pada pengobatan koma diabetik tersebut. kehamilan serta keadaan-keadaan lain yang disertai dengan peninggian metabolisme basal. Itulah sebabnya kadar K+ darah bukan ukuran jumlah kalium total di dalam badan. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya dehidrasi dan hilangnya elektrolit pada penderita diabetes yang tidak diobati. termasuk juga kalium. terutama natrium dan kalium. yang disertai adanya bau aseton. yang dapat menyebabkan kematian dengan cepat. Sebenarnya hiperglikemia sendiri relatif tidak berbahaya kecuali bila hebat sekali hingga darah menjadi hiperosmotik terhadap cairan intrasel. Pada diabetes melitus semua proses tersebut terganggu. glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel. Pada umumnya ketoasidosis lebih mudah terjadi pada anak. Dalam keadaan tersebut. Urin menjadi asam dan bila kemampuan ginjal untuk mengganti kation tetap dengan H+ atau NH4+ terlampaui. karena bersama dengan masuknya glukosa ke dalam sel ikut juga masuk K+. 5 % diubah menjadi glikogen dan kira-kira 30-40 % diubah menjadi lemak. infeksi. Kehilangan cairan dan elektorlit akan mengakibatkan dehidrasi. Karena adanya dehidrasi. Zat keton sebenarnya merupakan sumber energi yang sangat berguna. Lipolisis bertambah dan lipogenesis terhambat. Faktor-faktor lain yang memudahkan terjadinya ketoasidosis adalah demam. Mungkin hal ini berhubungan dengan pertumbuhan badan yang sangat aktif. Pada keadaan-keadaan tersebut. hipovolemia dan penurunan tekanan darah. sehingga bila tidak diberi garam kaliumakan mudah sekali timbul hipo-kalemia yang dapat menyebabkan kematian. kebutuhan akan insulin bertambah. sehingga diuresis sangat meningkat disertai hilangnya berbagai elektrolit. Metabolisme zat keton tersebut pada penderita diabetes meningkat. selain diberikan insulin dan glukosa juga diberikan elektrolit. Kesadaran penderita menurun sampai terjadi koma.Dalam keadaan normal. Keadaan ini di klinik ditandai dengan napas yang cepat dan dalam yang disebut pernapasan Kussmaul. Kadar natrium darah menurun tetapi kadar kalium dalam dalam cairan ekstrasel dapat normal ata meninggi. maka badan berusaha mengatasinya dengan banyak minum (polidipsia). tetapi bila ketosis yang timbul terlalu hebat maka pH darah akhirnya menurun juga. Sistem buffer di badan berusaha menetralkan perubahan pH yang ditimbulkan oleh zat-zat keton tersebut. Yang nyata berbahaya adalah ialah glikosuria yang timbul. karena terhambatnya siklus TCA (Tricarboxylic Acid Kreb’s Cycle). Polifagia timbul karena perangsangan pusat nafsu makan di hipotalamus oleh kurangnya pemakaian glukosa di kelenjar itu. sehingga kebutuhan badan akan insulin lebih besar. tetapi dalam keadaan tersebut di atas banyak ion kalium yang keluar sel(kadar K intrasel menurun). Asetil KoA tersebut lebih banyak diubah menjadi zat keton. maka badan akan semakin banyak kehilangan kation tetap tersebut. karena jumlah zat keton yang terbentuk lebih daripada yang dimetabolisme. Badan kehilangan 4 kalori untuk setiap gram glukosa yang diekskresi. sehingga energi terutama diperoleh dari metabolisme protein dan lemak. karena glukosa bersifat diuretik osmotik. Terjadinya ketoasidosis juga . Hal ini penting sekali. kira-kira 50 % glukosa yang dimakan mengalami metabolisme sempurna menjadi CO2 dan air.

Hal inilah yang menyebabkan timbulnya diabetes pada penyakit tersebut. Kelainannya mungkin sekali terletak pada lipogenesis yang terganggu. yang dapat dimetabolisme. Pada hipoglikemia fungsional atau reaktif. maka jumlah keton yang terbentuk akan mudah sekali mencapai taraf yang menimbulkan ketoasidosis. Pada DM. Tumor fungsional dari sel β pulau Langerhans. Hal inilah yang mengakibatkan mudahnya timbul infeksi serta susahnya penyembuhan infeksi pada penderita diabetes. Dalam keadaan normal sebenarnya sulit sekali untuk menimbulkan kelelahan pada sel Langerhans tersebut. Di klinik terdapat suatu bentuk diabetes yang disebut diabetes lipoatropik. Pada diabetes dewasa dan obesitas. 3. mungkin karena sensitivitas reseptor terhadap insulin berkurang sedangkan produksi insulin terus-menerus dirangsang oleh adanya hiperglikemia. karena daya cadangan pankreas besar sekali. Jika enzim lipolitik cukup tersedia serta lemak tersedia banya.tergantung dari jumlah lemak yang tersedia. Penyebab hiperkolesterolemia karena degradasi kolestrol yang berkurang dalam hati. inilah yang menyebabkan darah dan urin menjadi medium sangat baik untuk pertumbuhan kuman. gejala-gejala hipoglikemia terjadi 1-2 jam sesudah makan karbohidrat banyak. Hal ini memperhebat penurunan berat badan penderita diabetes yang tidak diobati. Hal ini berhubungan erat dengan kenyataan bahwa arteriosklerosis lebih cepat timbul pada DM. sehingga 30-40% glukosa yang dalam keadaan normal diubah menjadi lemak tetap dalam bentuk glukosa hingga sesudah makan selalu terjadi hiperglikemia yang hebat. Karena takar lajak insulin atau derivat sulfonilurea. dengan gejala berupa trias Whipple. dalam hal ini tidak ddapati gejala hipoglikemia. 2. mungkin sekali karena simpanan lemak yang sangat kurang. Penderita diabetes lipoatropik pada umumnya jarang sekali mengalami ketoasidosis. Perangsangan terus-menerus terhadap sel β pulau Langerhans oleh hiperglikemia tersebut menyebabkan kelelahan. Hal ini disebabkan insulin terlalu banyak disekresi. Pada penyakit ini simpanan lemak di bawah kulit sedikit sekali. Selain itu glukoneogenesis bertambah. sehingga produksi insulin makin lama makin berkurang. Pada penderita DM. Kelelahan sel ini mudah sekali terjadi bila sebelumnya telah ada kerusakan atau penyakit pada pankreas. Kelebihan Insulin Insulin yang berlebihan dalam tubuh dapat disebabkan oleh beberapa hal : 1. defisiensi insulin menyebabkan hambatan transport asam amino ke dalam sel serta hambatan inkorporasi asam amino menjadi molekul protein. sehingga terjadi imbangan nitrogen negatif. Selain itu daya tahan tubuh juga sangat menurun karena pembentukan zat anti ikut terhambat. Keadaan hiperglikemia glukosuria. sehingga . sering didapati kadar kolestrol yang tinggi dalam darah.

Prednison 40-80 mg sehari diberikan sampai kebutuhan insulin menurun atau maksimal sampai 1 bulan. glukagon dan epinefrin. Mengganti jenis sediaan insulin sapi dengan insulin babi atau manusia mungkin dapat mengatasi masalah resistensi. tanpa komplikasi atau ketoasidosis.melampaui kebutuhan. Keadaan lain jua menyebabkan kebutuhan insulin bertambah ialah infeksi. ACTH. membutuhkan kira-kira 30 unit insulin setiap hari untuk metabolisme normal. Gejala hipoglikemia pada syok insulin umunya berupa gejala saluran cerna. afasia. koma dan kejang-kejang.6. Keadaan ini kan membaik dengan sendirinya dengan latihan fisik dan penurunan berat badan. Penderita diabetes dengan kerja fisik berat harus mendapat asupan kalori yang lebih besar dari biasanya serta dosis insulin yang lebih rendah. Gangguan ikatan insulin dengan reseptor diduga merupakan penyebab hambatan efek insulin paa penderita obesitas. Yang akut biasanya berhubungan dengan dengan adanya trauma. Dikenal 2 macam resistensi terhadap insulin. gelisah. kesadaran penderita makin menurun dan timbul ataksia. Pada umumnya dalam keadaan hipoglikemia badan berusaha mengatasinya dengan berbaga cara antara lain : dengan memperbanyak sekresi hormon yang menyebabkan hiperglikemia. Jika badan tidak berhasil mengatasi hipoglikemia tersebut maka gejala-gejala makin hebat. demam atau adanya zat anti terhadap insulin dalam sirkulasi. misalnya pada penderita akromegali dan sindrom Cushing. Kadang-kadang ini disebabkan oleh kadar IgG antibodi tehadap insulin yang tinggi. misalnya hormon pertumbuhan. Kebutuhan insulin berkurang bila penderita banyak melakukan kerja fisik. Bila ini sudah dilakukan dan kebutuhan penderita masih 300-500 unit sehari perlu pemberian glukokortikoid. Seorang dewasa yang telah mengalami pankreatektomi. Penurunan titer IgG antibodi dan penglepasan ikatan insulin menyebabkan penurunan kebutuhan insulin dengan cepat. infeksi terutama infeksi stafilokok) dan ketoasidosis. Kortikosteroid ini menurunkan produksi IgG atau mengurangi ikatan insulin dan antibodi. seakan-akan perutnya kosong. Berkeringat banyak.yang bentuk akut dan kronik. sedangkan bentuk kronik berhubungan dengan adanya zat anti insulin atau diabetes melitus lipoatropik. mental dan saraf.Kebutuhan dan Resistensi Kebutuhan insulin pada penderita diabetes sangat berbeda-beda. takikardi dan tekanan darah agak meninggi serta rasa lemah. Gejala-gejala tersebut tidak ada hubungannya dengan rendahnya kadar glukosa darah pada pagi hari ataupun padawaktu puasa. kemudian karena aktivitas saraf simpatis yang meningkat timbulnya tremor. Mula-mula penderita lapar. Resistensi insulin didefinisikan sebagai kebutuhan insulin lebih dari 200 unit sehari untuk beberapa hari atau lebih. 1. Efek samping yang biasa terjadi pada pemberian kortikosteroid dosis tinggi . emosi. Kebuthan badan akan insulin meninggi pada hiperfungsi hormon yang menyebabkan hiperglikemia.

tetapi memang banyak pasien DM yang enggan disuntik. serta aktivitas hormonal masing-masing penderita. dalam larutan yang cair lebih larut dari porcine insulin. meningkatkan efektivitas insulin subkutan. Human insulin yang merupakan hasil teknologi rekombinan DNA. tergantung dari aktivitas fisik.mungkin akan timbul. agar pasien sadar akan perlunya terapi insulin meski diberikan secara suntikan. Untuk orang dewasa yang kurus: 8-10 unit insulin kerja sedang diberikan 20-30 menit sebelum makan malam. Terapi Insulin Insulin masih merupakan obat utama untuk DM tipe 1 dan beberapa jenis DM tipe 2. karenanya efek langsung hormon ini pada hepar menjadi kurang. Untuk dewasa gemuk 20 unit pagi hari dan 10 unit sebelum makan malam. 1. setelah asupan makanan kinetiknya tidak menunjukkan peningkatan dan penurunan insulin yang cepat. karena adanya treonin dan mempunyai ekstra gugus hidroksil. Cara pemberian ini berbeda dengan keadaan sekresi insulin secara fisiologik. kecuali dalam keadaan terpaksa. Preparat insulin dapat dibedakan berdasarkan lama kerja. Suntikan insulin dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu intravena. Sekarang ini . pada pada pemberian subkutan insulin berdifusi kesirkulasi perifer yang seharusnya langsung masuk ke sirkulasi portal. Meski demikian kalau ara pemberian ini dilakukan dengan cermat. yang dicampur dengan insulin.dosis ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan hasil pemeriksaan gula darah dan urin. tujuan terapi akan tercapai.7 Posologi Penatalaksanaan penderita DM Dosis inisial untuk penderita DM muda 0. Pasien IDDM (Insulin Dependent Diabetes Melitus) yang baru belum perlu diberi insulin karena kadang-kadang terjadi remisi dan pada periode ini insulin tak dibutuhkan. asupan kalori. yang akan meningkatkan degradasi insulin di tempat suntikan. dan juga dari ada tidaknya infeksi atau resistensi insulin. Untuk pengobatan inisial regular insulin dan insulin kerja sedang merupakan pilihan dan diberikan dua kali sehari. Aprotinin. suatu protease inhibitor. Bentuk resistensi lain adalah penderita yag responsif terhadap insulin IV tetapi insensitif terhadap pemberian subkutan. dan umum nya pada penggunaan jangka panjang lebih disukai pemberian subkuttan (SK). Jadi besarnya dosis insulin pada setiap penderita diabetes sangatlah berbeda-beda. Karenanya terapi edukasi pasien DM sangatlah penting . Mungkin penyebabnya ialah meningkatnya aktivita protease di jaringan subkutan. Pengobatan dengan kortikosteroid sebaiknya dilakukan di rumah sakit karena kebutuhan insulin mungkin meningkat akibat efek hiperglikemia kortikosteroid. berdasarkan asal spesiesnya.7-1. intramuskuler.5 unit/kg berat badan.

Reaksi alergi dan resisitensi Penggunaan insulin rekombinan dan insulin yang lebih murni. misalnya insufisiensi adrenal atau pituitary. Dosis dan konsentrasi insulin dinyatakan dengan unit (U). fenol. Pemberian infus insulin IV bermanfaat pada ketoasidosis atau pada keadaan dimana kebutuhan insulin dapat berubah dengan cepay (missal: sebelum operasi.6mg insulin per milliliter (0.5mM) pada kelinci. Satuan Dosis. Tetapi pada pasien yang tidak mempunyai mekanisme respon counter-regulatory ini. secara subkutan. Reaksi alergi lokal pada kulit yang sering terjadi akibat IgE . Pada keadaan stabil umumnya dapat diberikan insulin regular bersama preparat yang kerjanya panjang atau sedang.15 U/kg. hormon ini akan segera menghilang.8 Efek samping Insulin a. Jenis ini mula kerjanya paling cepat dan lama kerjanya juga paling singkat. Setelah pemberian IV glukosa darah akan cepat menurun mencapai nadir dalam 20-30 menit. b. kortisol dan hormon pertumbuhan) akan mengembalikan kadar glukosa ke keadaan basal dalam waktu 2-3 jam. selama proses partus. Hipoglikemia Merupakan efek samping yang paling sering terjadi akibat dosis insulin yang terlalu besar. Pemberian subkutaneos infusion pumps hanya dapat dilakukan untuk insulin dengan massa kerja singkat. protamin. karena kerja insulin pada tingkat sel menjadi lebih lama dari klirens plasmanya. Bila tidak ada infus insulin. atau akibat pasien sensitive terhadap senyawa yang ditambahkan pada proses formulasi preparat insulin (misal: Zn2+. atau kontaminan. hampir semua preparat komersial insulin dipasarkan dalam bentuk solusio atau suspense dengan kadar 100 U/mL atau sekitar 3. atau pada situasi gawat darurat).sebagian besar preparat insulin berada pada pH netral sehingga lebih stabil dan dapat disimpan untuk beberapa hari pada suhu ruangan. Satu unit insulin kirakira sama dengan insulin yang dibutuhkan untuk menurunkan glukosa puasa 45 mg/dL (2. dll). 1. dan counter-regulatory hormones (glucagon. tidak tepatnya waktu makan dan waktu tercapainya kadar puncak insulin. atau karena adanya faktor yang dapat meningkatkan sensitivitas terhadap insulin. telah dapat menurunkan insiden reaksi alergi dan resistensi. glukosa plasma akan tetap rendah untuk beberapa jam setelah pemberian bolus 0. preparat human insulin yang homogeny mengandung 25 dan 30 U/mg. kombinasi bovine dan porcine insulin degan kadar 24 U/mg. epinefrin. Standar internasional yang berlaku sekarang.6 mM) Klasifikasi Insulin Preparat dengan mula kerja cepat dan lama kerja singkat adalah solusio regular atau crystalline zinc insulin dalam buffer dengan pH netral. Meski demikian kadang-kadang reaksi tersebut masih dapat terjadi akibat adanya bekuan atau terjadinya denaturasi preparat insulin. ataupun akibat kerja fisik yang berlebihan. Umumnya disuntikkan (IV atau IM) 30-45 menit sebelum makan.

reaksi alergi kulit umumnya dapat diatasi dengan antihistamin sedangkan bila reaksi tersebut hebat atau terjadi resistensi. Edema ini terjadi akibat retensi Na+ atau peningkatan permiabilitas kapiler akibat control metabolic yang tidak adekuat. Pada kenyataan lipohipertropi lebih sering terjadi dengan human insulin apabila pasien yang menyuntikkan sendiri pada tempat yang sama. glukokortikoid. timbul pada banyak pasien DM dengan hiperglikemia hebat atau ketoasidosis yang sedang diterapi dengan insulin. Adrenalin menghambat sekresi insulin dan merangsang glikogenolisis. Hipoglikemia cenderung terjadi pada pasien dengan penghambat adrenoseptor β akibat penghambatan efek katekolamin pada glikoneogenesis dan glikogenolisis. dianjurkan untuk menyuntikkannya pada tempat berbeda terutama di sekitanya dimana terdapat atrofi atau tempat terjadinya lekukan. Hal ini diduga akibat adanya kontaminant dalam preparat insulin. mungkin menyebabkan hipoglikemi. rasa kembung di abdomen dengan gangguan visus.5 – 2. Lipoatrofi dan Lipohipertropi Lipoatrifi jaringan lemak subkutan ditempat suntikan dapat timbul akibat variant respon imun terhadap insulin. sedangkan lipohipertropi dimana terjadi penumpukkan lemak subkutan terjadi efek lipogenik insulin yang kadarnya tinggi pada daerah tempat suntikan. Sebaiknya bila terjadi dilakukan pemeriksaan kadar antibody insulin-specific IgG dan IgE. dan ini berhubungan dengan peningkatan berat badan sekitar 0. untuk mengetahui penyebab reaksi yang terjadi . tiroid. Peningkatan kadar hormon ini perlu diperhitungkan dalam terapi insulin. Hal ini dapat disebabkan karena terjadinya absorpsi insulin yang kurang baik atau tidak teratur. Salisilat meningkatkan sekresi insulin . kortikotropin. dan reaksi lebih jarang terjadi pada penggunaan insulin yang lebih murni. meski banyak pasien yang menunjukkan tes insulin intradermal ping dari insulin yang diberikan subkutan.9 Interaksi Insulin Beberapa hormon bersifat antagonis terhadap efek hipoglikemik insulin. Efek Samping Lain Edema. d. steroid anabolic dan fenfluramin . progestin dan glucagon. c. adalah hormon pertumbuhan. 1. Untuk mengatasi hal ini. tes kulit juga dapat dilakukan . obat ini juga mengaburkan takikardi akibat hipoglikemia. dapat diberikan glukokortikoid. Bila pasien alergi terhadap porcine insulin dapat digantikan dengan human insulin . Potensiasi efek hipoglikemik insulin terjadi dengan penghambat MAO.atau resistensi akibat timbulnya antibody IgG. estrogen. Tetapi tentu kortikosteroid ini tidak dapat diberikan terlalu lama karena efek hiperglisemianya.5 kg. Umumnya edema akan menghilang dalam beberapa hari atau minggu kecuali bila ada gangguan fungsi jantung atau ginjal.

dosis awal 10-20 unit diberikan 30-60 menit sebelum makan pagi. dipilih untuk penderita yang cenderung menderita ketoasidosis. Bila tidak ada komplikasi. Pengobatan diabetes labil Diabetes labil sukar dikendalikan dengan dosis tunggal insulin kerja lama atau insulin kerja panjang. Dosis terbagi insulin diindikasikan pada 1. PENGOBATAN DIABETES MELITUS Dalam penanggulangan diabetes. Pada beberapa penderita. dosis boleh ditambahkan 2-10 unit per hari sampai dicapai dosis optimal.2. Penurunan berat badan merupakan tindakan yang sangat penting dalam pengendalian diabetes. Dosis malam hari jangan melebihi 25 unit dan diberikan pada saat yang sama setiap malam. Insulin Pengobatan penderita yang pertama kali Insulin kerja sedang. obat hanya merupakan pelengkap dari diet. Cara kedua ini memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai efek optimal tetapi pengendalian penderita yang cenderung mendapat ketoasidosis lebih mungkin dilaksanakan. Bila pengendalian gula darah dengan insulin kerja cepat telah tercapai. Cara lain ialah pemberian 5-10 unit insulin kerja cepat 15-30 menit sebelum makan dan dosis disesuaikan menurut petunjuk pemeriksaan urin. Apabila gejala hipoglikemia timbul sebelum makan malam tetapi urin sebelum makan siang masih jelas positif maka ditambahkan 4-10 unit insulin kerja cepat sebelum makan pagi dan dosis insulin kerja malam dikurangi. Obat diberikan. b.bila pengaturan diet secara maksimal tidak berhasil mengendalikan kadar gula darah. Pada penderita lain control lebih mudah dicapai dengan pemberian 2/3-3/4 kebutuhan perhari sebelum makan pagi dan sisanya sebelum makan malam. Tergantung dari respons yang didapat. Glukosuria sebelum makan malam dapat diatasi dengan penambahan dosis insulin kerja sedang glukosuria dipagi hari dengan mengurangi kalori makan malam dan bila perlu penambahan insulin kerja sedang sebelum makan malam. Diabetes labil yang susah dikontrol 2. a. Usaha penurunan berat badan harus dilakukan secara intensif terlepas dari obat apa yg diberikan. pengobatan dapat diganti dengan pengobatan insulin kerja sedang sebanyak duapertiga dosis total semula. control dapat dicapai dengan pemberian kombinasi insulin semilente dan ultralente. Penderita dengan kadar gula yang lebih dari 300 mg/ml di pagi hari yang tidak dapat diatasi dengan insulin sekali sehari .

Pada penderita yang membutuhkan lebih dari 70 unit per hari yang umumnya mendapat makanan per hari di bagi dalam 6-7 porsi. suatu enzim penting untuk glikogenolisis. Penderita dengan gagal jantung sebaiknya tidak menggunakan klorpropamid yang bersifat meretensi air. OBAT HIPERGLIKEMIK 3.1 Glukagon Sediaan insulin komersial yang pertama digunakan menyebabkan hiperglikemia sebelum terjadinya hipoglikemia. c. insulin diberikan lagi. dengan cara merangsang enzim adenilsiklase dalam pembentukan siklik AMP. Bila hiperglikemia sudah terkontrol dengan ADO dosis rendah maka dapat dicoba pengaturan diet saja dan kerja fisik. Kontrol yang kadang kadang sudah dapat dicapai hanya dengan diet dan kerja fisik. Pemberian sediaan kerja lama pada penderita tua perlu berhati-hati. bila 12-24 jam sesudah insulin dihentikan. penggunaan preparat kerja cepat dapat mencegah hipoglikemia malam hari. 3. Pemilihan ADO Bila kontrol telah didapat.3. Jadi berbeda dengan epinefrin yang efeknya sangat luas serta dapat diblok dengan obat-obat penghambat adrenoseptor β. ketonuria sedang atau berat terjadi. Bila akan dilakukan penggantian insulin dengan ADO perlu interval bebas insulin dibawah pengawasan untuk mengetahui apakah pengaturan diet saja efektif. Glukagon menyebabkan glikogenolisis di hepar. oleh glukagon yang tercampur didalamnya. Antidiabetik oral tidak diindikasikan tapi pada penderita yang cenderung mendapat ketoasidosis. kemudian siklik AMP ini mengaktifkan fosforilase. suatu zat yang mempunyai sifat biologis mirip glukagon telah berhasil diisolasi dari jaringan saluran cerna. Efek glukagon ini hanya terbatas pada hepar saja tidak dapat dihambat dengan pemberian penghambat adrenoseptor. Obat ini terutama berguna untuk penderita yang hidup sendiri dan penglihatannya terganggu sehingga cenderung terjadi kesalahan dosis. Glukagon ialah suatu polipeptida yang terdiri dari 29 asam amino. Hormon ini dihasilkan oleh sel α pulau langerhans. Penderita yang membutuhkan dosis ADO yang makin meningkat untuk mengontrol peninggian gula darahnya mungkin menunjukkan kegagalan sekunder. Potensi relative tidak merupakan dasar pemilihan obat karena efektivitas maksimal untuk obat-obat ini sama. . sediaan kerja cepat dapat diganti dengan sediaan kerja lama untuk memperbaiki kepatuhan. Pada penderita yang sensitive terhadap ADO. Antidiabetik oral Antidiabetik oral mungkin berguna untuk penderita alergi insulin atau yang tidak mau menggunakan suntikan insulin.

bila dalam 20 menit setelah pemberian glukagon SK penderita koma hipoglikemik tetap tidak sadar. diperlukan pengamatan jangka panjang. obat ini meretensi air dan natrium diuretik tiazid meningkatkan efek hiperglikemi dan hiperurisemi obat ini.2 Diazoksid Obat ini memperlihatkan efek hiperglikemia bila diberikan oral dan efek antihipertensi bila diberikan IV. Obat ini diberikan dalam dosis terbagi 2-3 x sehari . Mungkin dengan menghambat penggunaan glukosa di perifer dan merangsang pembentukan glukosa dalam hepar. tetapi mungkin memanjang pada takar lajak atau pada penderita dengan kerusakan fungsi ginjal. sedangkan pada anak kecil 8-15 mg/kgBB/hari. Takar lajak dapat menyebabkan hiperglikemia berat. Efek ini mungkin sekali disebabkan oleh menyusutnya simpanan glikogen dalam hepar.Glukgon juga meningkatkan glukoneogenesis. Meskipun diazoksid termasuk golongan tiazid. Sediaan ini meningkatkan kadar glukosa sesuai besarnya dosis dengan menghambat langsung sekresi insulin. Ternyata efek kalorigenik glukagon hanya dapat timbul bila ada tiroksin dan adrenokortikosteroid. Glukagon terutama digunakan pada pengobatan hipoglikemia yang ditimbulkan oleh insulin. Diazoksid digunakan pada hiperinsulinisme misalnya pada insulinoma atau hipoglikemia yang sensitive terhadap leusin. Indikasi. trombositopeni dan netropeni. Dosis pada orang dewasa ialah 3-8 mg/kgBB/hari. Diazoksid bersifat teratogenik pada hewan (kelainan kardiovaskuler dan tulang). Diazoksid dapat menimbulkan iritasi saluran cerna. Masa paruh bentuk oral 24-36 jam. Diazoksid 90% terikat plasma protein dalam darah. Dengan meningkatnya proses tersebut maka pembentukan kalori juga makin besar. maka glukagon IV harus diberikan karena mungkin sekali glikogen dalam hepar telah habis atau telah terjadi kerusakan otak yang menetap. Karena masa paruh yang panjang. Efek hiperglikemik diazoksid dilawan oleh obat penghambat adrenoseptor β. karena dengan berkurangnya glikogen dalam hepar proses deaminasi dan transminasi menjadi lebih aktif.IM atau SK dengan dosis 1 mg. Glukagon HCL tersedia dalam ampul berisi bubuk 1 dan 10 mg. kadang-kadang disertai ketoasidosis atau koma hiperosmolar tanpa ketosis. Hormon tersebut dapat diberikan secara IV. Diazoksid oral menimbulkan potensiasi efek obat anti hipertensi lain. juga menyebabkan degenerasi sel β pankreas fetus sehingga obat ini tidak boleh diberikan pada wanita hamil. 3. meskipun bila obat ini digunakan sendiri efeknya tidak kuat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful