P. 1
Al Mukminun

Al Mukminun

|Views: 26|Likes:
Published by Meilia Manies Dewe

More info:

Published by: Meilia Manies Dewe on Apr 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2012

pdf

text

original

Al Mukminun Dalam suatu ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan orang-orang musyrikin yang ingkar dan sombong

tentang dari apa mereka diciptakan. Ayat-ayat Al Qur’an lainnya menunjukkan bahwasanya asal kejadian manusia dari tanah. Barangsiapa yang mengingkari hal ini, sungguh ia telah kufur terhadap pengkabaran dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri. Berkaitan dengan hal di atas, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menentukan tahapan-tahapan penciptaan itu dan begitu pula Rasul-Nya Shallallahu ‘AlaihiWaSallam telah memberikan kabar kepada kita akan hal tersebut dalam hadits-haditsnya. Di dalam suart Al mukminun yang akan dijelaskan kali ini menerangkan tahap-tahap penciptaan manusia dari suatu keadaan kepada keadaan lain, yang menunjukkan akan kesempurnaan kekuasaan-Nya sehingga Dia Jalla wa ‘Alaa saja yang berhak untuk diibadahi. Begitu pula penggambaran penciptaan Adam ‘Alaihis Salam yang Dia ciptakan dari suatu saripati yang berasal dari tanah berwarna hitam yang berbau busuk dan diberi bentuk. Isi dari surat Al-Mukminun ayat 12-14 adalah: ْ َ ََ ‫ولقد‬ ُ ََْ َ ّ ُ ‫خلقنا النسان من سللة من طين )21( ثم جعلناه‬ ٍ ِ ْ ِ ٍ ََ ُ ْ ِ َ َ ْ ِْ َ ْ ََ ً َ ََ َ َ ْ ّ َ ْ ََ ّ ُ ‫نطفة في قرار مكين )31( ثم خلقنا النطفة علقة‬ ٍ ِ َ ٍ َ َ ِ ً َْ ُ ‫َخلقنا العلقة مضغة فخلقنا المضغة عظاما فكسونا‬ َ ْ َ َ َ ً َ ِ َ َ ْ ُ ْ َ ْ ََ َ ً َ ْ ُ َ َ ََ ْ َ ْ ََ ‫ف‬ ُ ّ َ َ َََ َ َ َ ً َْ ‫ْ ِ َ َ َ ْ ً ُ ّ َ ْ َ َْ ه‬ ‫العظام لحما ثم أنشأنا ُ خلقا آخر فتبارك ال‬ َ ِِ َ ْ ُ َ ْ َ ‫أحسن الخالقين‬ 2.2 Terjemah Terjemahan dari ayat tersebut adalah: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. [QS. al-Mukminun (23):12-14] 2.3 Tafsir Ayat-ayat di atas menerangkan tahap-tahap penciptaan manusia dari suatu keadaan kepada keadaan lain, yang menunjukkan akan kesempurnaan kekuasaan-Nya sehingga Dia Jalla wa ‘Alaa saja yang berhak untuk diibadahi.

dua tangan. ada yang berperangai buruk (kafir) dan ada yang baik (Mukmin). Maka datanglah anak Adam (memenuhi penjuru bumi dengan beragam warna kulit dan tabiat). Dia Yang Maha Kuasa menjadikan rahim itu sebagai tempat yang aman dan kokoh untuk menyimpan calon manusia. Di antara mereka ada yang bertabiat lembut. Dia ciptakan pula Hawa ‘Alaihas Salam dari Adam. (Lihat Tafsir Ath Thabari juz 9 halaman 202) Allah Subhanahu wa Ta’ala menempatkan nuthfah (yakni air mani yang terpancar dari laki-laki dan perempuan dan bertemu ketika terjadi jima’) dalam rahim seorang ibu sampai waktu tertentu.Begitu pula penggambaran penciptaan Adam ‘Alaihis Salam yang Dia ciptakan dari suatu saripati yang berasal dari tanah berwarna hitam yang berbau busuk dan diberi bentuk. dan ada pula yang keras. putih. Dari ‘alaqah menjadi mudhghah yakni sepotong daging kecil yang belum memiliki bentuk. sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘AlaihiWaSallam : “Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari segenggam (sepenuh telapak tangan) tanah yang diambil dari seluruh bagiannya. hitam. Imam Ahmad.” (HR. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 3 halaman 457) Imam Thabari rahimahullah dan selainnya mengatakan bahwa diciptakan anak Adam dari mani Adam dan Adam sendiri diciptakan dari tanah. dua kaki . dan Tirmidzi. Dan ke saripati itulah semua manusia akan kembali. Setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan Adam ‘Alaihis Salam dari tanah. Dishahihkan oleh Asy Syaikh Nashiruddin Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi juz 3 hadits 2355 dan Shahih Sunan Abu Daud juz 3 hadits 3925) Semoga Allah merahmati orang yang berkata dalam bait syi’irnya : Diciptakan manusia dari saripati yang berbau busuk. Tanah tersebut diambil dari seluruh bagiannya. berkata Tirmidzi : ‘Hasan shahih’. Setelah itu dari sepotong daging bakal anak manusia tersebut. Abu Daud. Dari nuthfah. Di antara mereka ada yang berkulit merah. Allah jadikan ‘alaqah yakni segumpal darah beku yang bergantung di dinding rahim. Dari Adam dan Hawa ‘Alaihimas Salam inilah terlahir anak-anak manusia di muka bumi dan berketurunan dari air mani yang keluar dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan hingga hari kiamat nanti. Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian membentuknya memiliki kepala. dan di antara yang demikian.

Abi ‘Abdurrahman ‘Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata : Telah menceritakan kepada kami Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan beliau adalah yang selalu benar (jujur) dan dibenarkan. Demikian yang dikatakan Ibnu ‘Abbas. Kemudian diutus kepadanya seorang Malaikat maka ia meniupkan ruh kepadanya dan ditetapkan empat perkara. Qatadah. Semoga Allah meridhai ‘Umar Ibnul Khaththab. (Bisa dilihat keterangan tentang hal ini dalam kitab-kitab tafsir. Yang dimaksud “tiga kegelapan” dalam ayat di atas adalah kegelapan dalam selaput yang menutup bayi dalam rahim. ditentukan rezkinya. dan Aysarut Tafasir Abu Bakar Jabir Al Jazairi juz 3 halaman 507-508) Maha Kuasa Allah Tabaraka wa Ta’ala. sungguh dapat mengundang kekaguman dan ketakjuban manusia yang mau menggunakan akal sehatnya. kegelapan dalam rahim. ajalnya. dan meraba. dan kegelapan dalam perut. antara lain dalam Tafsir Ath Thabari. ketika turun awal ayat di atas (tentang penciptaan manusia) terucap dari lisannya pujian : “Fatabarakallahu ahsanul khaliqin” Maha Suci Allah. Lalu Dia menciptakan daging untuk menyelubungi tulang-tulang tersebut agar menjadi kokoh dan kuat. ‘Ikrimah. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 4 halaman 46 dan keterangan dalam Adlwaul Bayan juz 5 halaman 778) Sekarang kita lihat keterangan tentang kejadian manusia dari hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘AlaihiWaSallam. lalu bergeraklah makhluk tersebut menjadi makhluk baru yang dapat melihat. Dia memindahkan calon manusia dari nuthfah menjadi ‘alaqah. Mujahid. sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli Surga sehingga tidak ada di antara dia dan Surga melainkan . Tafsir Ibnu Katsir. Dari ‘alaqah menjadi mudhghah dan seterusnya tanpa membelah perut sang ibu bahkan calon manusia tersebut tersembunyi dalam tiga kegelapan.dengan tulang-tulang dan urat-uratnya. dan lain-lain) Demikianlah kemahakuasaan Rabb Pencipta segala sesuatu. mendengar. amalnya. Demi Allah yang tiada illah selain Dia. Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (40 hari). sengsara atau bahagia. dan Ibnu Zaid. Abu Malik. Tafsir Ibnu Katsir juz 3 halaman 241. Beliau bersabda : “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan kejadiannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nuthfah. Ditiupkanlah ruh. Pencipa Yang Paling Baik Lalu Allah turunkan firman-Nya : “Fatabarakallahu ahsanul khaliqin” untuk melengkapi ayat di atas. (Lihat Asbabun Nuzul oleh Imam Suyuthi. As Sudy. Adh Dhahhak. Kemudian menjadi gumpalan seperti sekerat daging selama itu pula.

kulit. dan 40 hari ketiga dalam bentuk segumpal daging. dan sengsara atau bahagianya. Perubahan nuthfah itu terjadi pada waktu 40 hari yang pertama dan saat itulah ditulis rezki. Adapun Malaikat yang ditugasi. ulama menggabungkannya sehingga dipahami bahwasanya Malaikat yang ditugasi menjaga rahim terus memperhatikan keadaan nuthfah dan ia berkata : “Wahai Rabbku! Ini ‘alaqah. Kemudian pada waktu yang lain. Malaikat tersebut menjalankan tugas yang lain yakni membentuk calon manusia tersebut dan membentuk pendengaran. Wahai Rabbku! Segumpal darah. Maka telah mendahuluinya ketetapan takdir. penglihatan. dan rezkinya. shahih) Berita Nubuwwah di atas mengabarkan bahwa proses perubahan janin anak manusia berlangsung selama 120 hari dalam tiga bentuk yang tiap-tiap bentuk berlangsung selama 40 hari. daging. ini mudhghah” pada waktu-waktu tertentu saat terjadinya perubahan dengan perintah Allah dan Dia Subhanahu wa Ta’ala Maha Tahu. lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka sehingga ia memasukinya. wahai Rabbku! Segumpal daging. ia baru mengetahui setelah terjadinya perubahan tersebut karena tidaklah semua nuthfah akan menjadi anak. Dan sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli neraka sehingga tidak ada antara dia dan neraka melainkan hanya tinggal sehasta. (HR. Malaikat itu berkata : “Wahai Rabbku! Nuthfah. maka telah mendahuluinya ketetapan takdir. amal. Yakni 40 hari pertama sebagai nuthfah.” Maka apabila Allah menghendaki untuk menetapkan penciptaannya. ajal. dan tulang. apakah calon . (HR. lalu ia beramal dengan amalan ahli Surga sehingga ia memasukinya.” (HR. Bukhari `11/477 -Fathul Bari dan Muslim 2646 riwayat dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu) Dari beberapa riwayat di atas. atsarnya[1]. maka Malaikat itu berkata : “Wahai Rabbku! Apakah (nasibnya) sengsara atau bahagia?” Lalu ia menulisnya. kemudian digulung lembaran catatan tidak ditambah padanya dan tidak dikurangi.hanya tinggal sehasta. Dalam riwayat lain : Malaikat masuk menuju nuthfah setelah nuthfah itu menetap dalam rahim selama 40 atau 45 malam. 40 hari kedua dalam bentuk segumpal darah. Bukhari 6/303 -Fathul Bari dan Muslim 2643. Kemudian berkata lagi : “Wahai Rabbku! Laki-laki atau perempuan?” Lalu ia menulisnya dan ditulis (pula) amalnya. Malaikat itu berkata : “Wahai Rabbku! Laki-laki atau perempuan? Apakah (nasibnya) sengsara atau bahagia? Bagaimana dengan rezkinya? Bagaimana ajalnya?” Maka ditulis yang demikian dalam perut ibunya. Setelah berlalu 120 hari. Allah perintahkan seorang Malaikat untuk meniupkan ruh dan menuliskan untuknya 4 perkara di atas. shahih) Dalam Ash Shahihain dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : Allah mewakilkan seorang Malaikat untuk menjaga rahim. ajalnya. Muslim dan Hudzaifah bin Usaid radhiallahu ‘anhu.

dan tulangnya. Adapun sabda beliau Shallallahu ‘ Alaihi Wa Sallam : Apabila telah melewati nuthfah waktu 42 malam. penglihatannya … dan seterusnya adalah bahwasanya Malaikat itu menulis yang demikian. tidaklah bertentangan . yakni pada masa itu disebutkan bagaimana pembentukan calon anak manusia dan Malaikat yang ditugasi menuliskannya. Akan tetapi yang dimaksudkan maka dia membentuknya dan membentuk pendengarannya. Kemudian Malaikat itu berkata : “Wahai Rabbku! Laki-laki atau perempuan … . halaman 189-191) Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (II/484) membawakan secara ringkas perkataan Ibnu Ash Shalah : “Adapun sabda beliau Shallallahu ‘AlaihiWaSallam dalam hadits Hudzaifah bahwasanya pembentukan terjadi pada awal waktu 40 hari yang kedua. Urutan perubahan tersebut sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Mukminun ayat 12 sampai 14. Allah mengutus padanya seorang Malaikat. (Lihat keterangan hal ini dalam Shahih Muslim Syarah Imam An Nawawi. maka dia membentuknya dan membentuk pendengarannya. kemudian pelaksanaannya pada waktu yang lain (pada waktu 40 hari yang ketiga) dan tidak mungkin pada waktu 40 hari yang pertama. Yang demikian itu terjadi pada waktu 40 hari yang ketiga saat janin berbentuk mudhghah dan sebelum ditiupkannya ruh karena ruh baru ditiup setelah sempurna bentuknya. Sedangkan dalam dhahir hadits Ibnu Mas’ud dikatakan bahwa pembentukan baru terjadi setelah calon anak manusia menjadi mudhghah (segumpal daging).manusia itu laki-laki ataukah perempuan. panglihatannya.” Dalam ta’liq kitab Tuhfatul Wadud halaman 203-204 disebutkan bahwasanya hadits yang menyatakan Malaikat membentuk nuthfah setelah berada di rahim selama 40 malam.” Al Qadhi ‘Iyadl dan selainnya mengatakan bahwasanya sabda beliau Shallallahu ‘ Alaihi Wa Sallam di atas tidak menunjukkan dhahirnya dan tidak benar pendapat yang membawakan hadits ini pada makna dhahirnya. Maka hadits yang pertama (hadits Hudzaifah) dibawa pengertiannya kepada pembentukan secara lafadh dan secara penulisan saja belum ada perbuatan. kulitnya. dagingnya.

sedikit demi sedikit hingga berubah menjadi mudhghah. Kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga. Diriwayatkan yang demikian juga dari Sa’id Ibnul Musayyib dan merupakan salah satu dari pendapatnya Imam Syafi’i dan Ishaq. Imam An Nawawi rahimahullah menerangkan dalam Syarah Muslim (juz 5 halaman 191) setelah membawakan lafadh hadits dari Imam Bukhari berikut ini : ‘Sesungguhnya penciptaan setiap kalian dikumpulkan dalam rahim ibunya selama 40 hari (sebagai nuthfah). Kemudian ‘alaqah bercampur dengan daging. Karena itu bila janin seorang wanita gugur setelah sempurna 4 bulan. ditiupkanlah ruh dan hal ini telah disepakati oleh ulama. dan sebelum itu tidaklah ia dinamakan ‘alaqah. Karena pembentukan Malaikat atas nuthfah terjadi setelah nuthfah tersebut bergantung di dinding rahim selama 40 hari yakni ketika telah berubah menjadi mudhghah. terus bercampur sedikit demi sedikit hingga sempurna menjadi ‘alaqah pada 40 hari yang kedua. Pada waktu 40 hari yang pertama. Dinukilkan dari Imam Ahmad bahwasanya ia berkata : “Apabila janin telah mencapai umur 4 bulan 10 hari. darah masih bercampur dengan nuthfah. Kemudian Allah mengutus seorang Malaikat dan diperintah (untuk menuliskan) empat perkara. sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dari Abdullah bin ‘Amr radhiallahu ‘anhuma : “Sesungguhnya Allah menetapkan . Kemudian ditiupkan ruh padanya … . Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah membangun madzhabnya yang masyhur berdasarkan dhahir hadits Ibnu Mas’ud bahwasanya anak ditiupkan ruh padanya setelah berlalu waktu 4 bulan.” (Lihat Iqadzul Himam Al Muntaqa min Jami’ Al ‘Ulum wa Al Hikam halaman 88-89 oleh Abi Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali) Kita lihat dalam hadits Ibnu Mas’ud di atas bahwasanya penulisan Malaikat terjadi setelah berlalu waktu 40 hari yang ketiga.dengan hadits-hadits yang lain. maka pada waktu yang 10 hari itu ditiupkan padanya ruh dan dishalatkan atasnya (bila janin tersebut gugur). (Lihat Fathul Bari) Tatkala telah sempurna waktu 4 bulan. Riwayat-riwayat tersebut tidaklah bertentangan. rezkinya dan ajalnya. janin tersebut dishalatkan (telah memiliki ruh kemudian meninggal). Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga. Karena takdir yang demikian telah ditetapkan 50. Sedangkan pada riwayat-riwayat di atas.000 tahun sebelumnya.’ Yang jelas penulisan takdir untuk janin di perut ibunya bukanlah penulisan takdir yang ditetapkan untuk semua makhluk sebelum makhluk itu dicipta. penulisan Malaikat terjadi setelah waktu 40 hari yang pertama. Perubahan janin dari nuthfah menjadi ‘alaqah dan seterusnya itu berlangsung setahap demi setahap (tidak sekaligus). Wallahu A’lam. sengsara atau bahagianya.

(HR. Abu Daud 4700. Lalu Dia berfirman kepadanya : “Tulislah!” Maka pena menuliskan segala apa yang akan terjadi hingga hari kiamat.” Kemudian beliau membaca : “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (Surga). Adapun orang yang bahagia akan dimudahkan baginya untuk beramal dengan amalan orang yang bahagia. Dishahihkan oleh Syaikh Salim Al Hilali dalam Iqadzul Himam) Banyak nash yang menyebutkan bahwa penetapan takdir seseorang apakah ia termasuk orang yang bahagia atau sengsara telah ditulis terdahulu.takdir-takdir makhluknya lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit-langit dan bumi. dan selain keduanya. beliau bersabda : “Sesungguhnya hanyalah amal-amal ditentukan pada akhirnya (penutupnya).” Maka seorang laki-laki berkata : “Wahai Rasulullah! Mengapa kita tidak mengikuti (saja) ketentuan kita (yang telah ditulis) dan kita tinggalkan amal?” Maka beliau bersabda : “Beramal-lah. [2] Ma’thuf merupakan istilah dalam ilmu nahwu yang bermakna kurang lebih lafadh yang mengikuti . Tirmidzi 2100. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Al Lail : 5-7) [HR. Bukhari 3/225 -Fathul Bari dan Muslim 2647] Bahagia atau sengsara seseorang ditentukan oleh akhir amalnya. dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘AlaihiWaSallam. Muslim 2653. Demikian pula dalam hadits berikut. Bukhari 11/330 -Fathul Bari). Catatan: [1] Artinya : Jejak kehidupannya.” (QS. sebagaimana diisyaratkan dalam hadits Ibnu Mas’ud di atas.” (HR. Antara lain dalam Shahihain dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘AlaihiWaSallam bersabda : “Tidak ada satu jiwa melainkan Allah telah menulis tempatnya di Surga atau di neraka dan telah ditulis sengsara atau bahagia. shahih) Dalam hadits ‘Ubadah bin Shamit radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘AlaihiWaSallam.” (HR. maka setiap orang akan dimudahkan terhadap apa yang ditetapkan baginya. Adapun orang yang sengsara akan dimudahkan baginya untuk beramal dengan amalan orang yang sengsara. beliau bersabda : Pertama kali yang Allah ciptakan adalah pena (Al Qalam).

Kata alaqah dalam bahasa Arab memiliki tiga arti. [3] Ma’thuf ‘alaih bermakna lafadh yang diikuti oleh lafadh tertentu yang terletak sesudahnya 2. berarti pacet atau lintah. Wa la qad khlaqal insane min sulalatim main thin (Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah) (Q. Profesor Moore menempatkan gambar sisi embrio dengan sisi gambar seekor lintah.” Maka turunlah akhir ayat tersebut (Q. Arti ketiga kata alaqah adalah segumpal darah.S Al-Mu’minun: 14) yang sejalan dengan ucapan umar itu.4 Asbabun Nuzul Dalam suatu riwayat dikemukaan bahwa pandangan Umar sejalan dengan kehendak dalam empat hal. Pertimbangan yang terkenal dan dihormati ilmuwan embriologi ini dinyatakan atas pembelajaran ayat al-Quran sesuai dengan disiplinnya.S 23 Al-Mu’minun: 14). Umar berkata:Fa tabarakallahu ahsanul khaliqin (Maka Maha Sucilah Allah Pencipta yang Paling Baik). Pada waktu mendengar ayat tersebut. Dia menyimpulkan bahwa embrio selama tingkatan alaqah kenampakannya mirip dengan lintah itu. artinya asal mulanya manusia itu dijadikan Allah dari tanah. Dia memperlihatkan gambar gambar ini kepada para ilmuwan di beberapa konferensi. berarti sesuatu yang tertutup. … Khalqan Akhar … (… mahluk berbentuk lain…) (Q. sedang isinya yang didalam masih panas juga.5 Pengkajian Berdasarkan keilmuan masing-masing Allah menjadikan manusia dari khulasah (sari) tanah. antara lain mengenai turunnya ayat.lafadh tertentu yang terletak sebelumnya. Tetapi lama kelamaan menjadi dinginlah kulitnya yang terbelah keluar. berarti segumpal darah. dan ketiga. sebab ia pada mula-mulanya sangat panas dan bermyala-nyala. Gambar Embrio Manusia Arti kedua dari kata alaqah adalah sesuatu yang tergantung. kedua. Pertama. Profesor Moore menemukan persamaan yang besar di antara keduanya.S 23 Al-Mu’minun:12) sampai. Dalam perbandingan lintah air tawar dengan em-brio pada tingkat alaqah. Menurut pendapat ahli pengetahuan bahwa bumi ini sebagian dari matahari. Hal ini . Hal ini dapat kita lihat dalam penggabungan embrio dengan uterus dalam rahim ibu selarna masa alaqah. sebagaimana matahari itu. Dan kesimpulannya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. 2.

bahwa embrio selama selama fase alaqah melalui kejadian di dalam. sebagaimana yang diungkapkan Profesor Moore.berarti. mentaati perintah-Nya dan . “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:’Sesungguhnya aku hendak menjadikan seseorang Di muka bumi. Dia mengambil lempengan tanah liat yang kasar dan mengunyahnya ke dalam mulut.’” Kesimpulan isi atau kandungan Al-Qur’an Surah Al Bar\qarah ayat 30 adalah : Allah SWT memberitahukan kepada para malaikat tentang rencananya akan menciptakan adam (manusia) yang kedudukanya sebagai khalifah di muka bumi.’Mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi itu. Padahal mereka (para malaikat) merupakan mahluk yang senantiasa bertasbih. dia menjelaskan dalam tiga Perkembangan embrio manusia acara TV di mana dia menyoroti kesesuaian ilmu pengetahuan modern dengan apa yang tersebut di dalam al-Quran selama 1400 tahun." Dengan demikian. orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah." Profesor Moore juga ditanya: "Bagaimana Anda percaya dengan Nabi Muhammad SAW jika Anda masih percaya dengan Yesus Kristus?" Dia menjawab: "Saya percaya keduanya. apa yang akan diperbuat manusia setelah rencana Allah SWT terwujud. karena keduanya dari sekolah yang sama. Kedua deskripsi itu dijelaskan secara menakjubkan dengan kata alaqah di dalam al-Quran. Kemudian membandingkan lempengan itu dengan sebuah gambar embrio saat fase mudghah. Surah Al-Baqarah. menucikan Allah. Akibatnya. Profesor Moore juga mempelajari embrio saat fase mudghah (gumpalan seperti zat/ substansi). Bahwa umat manusia (keturunan Adam) nantinya akan berbuat kerusakan di muka bumi dan berbunuh-bunuhan antar sesama. Profesor Moore me-nyimpullkan bahwa embrio saat fase mudghah tampak jelas seperti gumpalan zat. semua ilmuwan modern yang ada di dunia sekarang ini datang untuk mengetahui bahwa al-Quran itu adalah pengetahuan yang diturunkan dari Allah. Para malaikat merasa khawatir. Lagipula. Beberapa majalah di Kanada menerbitkan beberapa pernyataan Profesor Moore. Bagaimana Nabi Muhammad SAW kemungkinan telah mengetahui dirinya. sampai putaran metabolisme yang dilengkapi dengan plasenta. Profesor Moore ditanya dengan pertanyaan seperti berikut: "Apakah hal ini berarti kamu percaya bahwa al-Quran itu firman Allah?" Kemudian beliau menjawab: "Saya tidak menemukan kesulitan dalam penemuan hal ini. Selama fase alaqah. 2:30 Tentang Peranan Manusia Sebagai Khalifah Terjemahan Ayat. darah ditarik di dalam pembuluh darah tertutup dan itulah mengapa embrio tampak seperti segumpal darah. tampak juga seperti lintah. Para malaikat belum mengetahui secara pasti. padahal kami senantiasa bertasbih dengan bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?’ tuhan berfirman: sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. seperti formasi darah di dalam pembuluh darah tertutup.

Ketidaktahuan para malaikat dan kekhawatiran para malaikat menjadi hilang setelah mendapat penjelasan dari Allah. Karena itu. Surah Al-Mumin Ayat 12-14 Tentang Kejadian Manusia Terjemahan ayat. Maka Mahasucilah Allah. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati yang(berasal) dari tanah. lalu tulang belulang itu Kami balut dengan daging. Pencipta Yang Paling Baik.mengajukan pertanyaan kepada Allah SWT sebagaimana tercantum dalam ayat tersebut. Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah.” (Q. 23: 12-14) .S. Kemudian Kami jadikan dia mahluk yang (berbentuk) lain. lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). mereka .tidak mendurhakai-Nya. dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Al-Mu’minun. lalu tulang belulang. Kedudukan manusia di dunia adalah sebagai khalifah Allah atau pengganti Allah. bahwa Allah lebih mengetahui dari apa yang telah diketahui para malaikat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->