P. 1
bacaan solat apaan

bacaan solat apaan

|Views: 13|Likes:
Published by mugiezst

More info:

Published by: mugiezst on Apr 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2012

pdf

text

original

A.

Doa-Doa Iftitah Rasulullah SAW membuka bacaan dengan doa-doa yang banyak dan bermacam-macam. Beliau SAW memuji Alloh, mengagungkanNya dan menyanjungNya. Rasulullah telah memerintahkan demikian kepada orang yang tidak benar sholatnya. Beliau bersabda ”Tidak sempurna sholat seseorang sehingga ia bertakbir, bertahmid dan menyanjungNya serta membaca ayat-ayat alQur’an yang dihapal.” (HR Bukhari dan Muslim). Dalam bacaan iftitah (pembukaan), terkadang Beliau SAW membaca doa sebagai berikut: ً‫وب ٍه خطاٌ اي ك ما ب اعدت ب ٍه ال م شزق وال م غزب،ال لهم و ق ىً مه خطاٌ اي ك ما ٌ ى قى ال لهم ب اعد ب ٍ ى‬ ‫ال ثىب األب ٍض مه ال دو س،ال لهم اغ س ل ىً مه خطاٌ اي ب ال ماء وال ث لج وال بزد‬ 1. Allahumma ba’id baini wa baina khotoyaya kama ba’adta bainal masyriki wal maghribi, Allahumma naqqini min khotoyaya kama yunaqqo atstsaubul abyadu minad danas, Allahummaghsilni min khotoyaya bil ma’i was tsalji wal barodi. ‫هللا أك بز ك ب ٍزا وال حمد هلل ك ث ٍزا و س بحان هللا ب كزة وا ص ٍ ال إو ً وجهت وجهً ل لذي ف طز ال سمىات‬ ‫ي وممات ً هلل رب ال عال م ٍه، ال واالرض ح ى ٍ فا م س لما وما أو ا مه ال م شزك ٍه، إن ص الت ً وو س كً ومح ٍا‬ ‫شزٌ ك ل ه وب ذل ك أمزت وأو ا مه ال م س لم ٍه‬ 2. Allahu akbar kabiiraa wal-hamdulillahi katsiiraa wa subhaanallahi bukrotan wa atsiilaa. Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawati wal ardha haniifan muslimaan wa maa ana minalmusyrikiin. Inna shalaati wa nusukii wa mahyaaya wa mamaati lillaahi robbil’aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimin. 3. Subhaanaka Allohumma wabihamdika wa tabaarakasmuka wadduka walaa ilaha ghoiruka. yang artinya ”Mahasuci Engkau ya Alloh, Maha Terpuji Engkau, Mahamulia Engkau serta Mahatinggi kehormatanMu dan tiada tuhan selain Engkau (HR Ibnu Mundih dan Nasa’i) 4. Dan lain-lain. B. Tata Cara Bacaan Dalam Sholat 1. Membaca Ta’awwudz. Kemudian Rasulullah SAW membaca ta’awwudz dengan mengucapkan ”A’udzubillah minasyaithonirrojim min hamazihi wanafkhihi wanafatsihi” (Aku berlindung kepada Alloh darigodaan setan yang terkutuk dari semburannya, kesombongannya, dan embusannya) (HR Abu Daud, Ibnu Majah, Daruquthni & Hakim). Terkadang Beliau SAW menambahinya dengan ”A’udzubillahis-samii’il’alim minasysyaithoonirrojim” (Aku berlindung kepada Alloh Yang Mahamendengan lagi Mahamengetahui dari godaan setan yang terkutuk) (HR Abu Daud, Tirmidzi & Ahmad).

Mengeraskan Bacaan Bagi Makmum Sebelumnya Rasulullah SAW membolehkan makmum membaca al-Fatihah dengan keras. (HR Bukhari. Rasulullah SAW bersabda ”Sesungguhnya dijadikannya imam itu agar diikuti oleh makmum. Yaitu ketika Rasulullah SAW kembali dari sholat jahr (sholat yang dibolehkan membaca al-Qur’an dengan keras). diam dan dengarkanlah. Beliau bersabda ”Adakah tadi kalian mengikutiku membaca al-Qur’an dengan suara keras?” Seseorang menjawab ”Aku wahai Rasulullah” Nabi SAW berkata ”Kenapa ada yang membaca demikian sehingga mengganggu bacaanku?” Abu Hurairah berkata ”Maka para sahabat berhenti membaca alQur’an dengan keras dalam sholat dimana Rasulullah mengeraskan bacaannya ketika mereka mendengar teguran dari Rasulullah. Demikian Rasulullah SAW membaca al-Fatihah sampai akhir surah. (Mereka membaca tanpa suara pada sholat dimana imam tidak mengeraskan bacaan)” (HR Malik. c. Membaca Surat al-Faatihah. Beliau SAW tidak menyambung ayat dengan ayat berikutnya. . b. Demikian yang diriwayatkan Abu Daud dan Sahmi. Setelah selesai sholat Beliau SAW bersabda ”Apakah kalian tadi ikut membaca bacaan imam?” Mereka menjawab “Benar.” (HR Abu Daud. (HR Bukhari. Tetapi kemudian membaca cara ini dilarang oleh Nabi SAW. Abu Daud dan Bukhari). Muslim dan Baihaqi) 4. Membaca al-Faatihah Sebagi Rukun Dan Keutamaannya Beliau selalu mengagunggkan surat ini dengan sabdanya ”Tidak sah sholat seseorang apabila belum membaca surah al-Faatihah (dan seterusnya). Bismillaahir-rahmanir-rahim. Akan tetapi pada suatu sholat Subuh Beliau SAW merasa terganggu oleh bacaan seorang makmum. Janganlah membaca al-Qur’an. Dalam sebuah riwayat dikatakan pertisiwa itu terjadi pada sholat Subuh.” (HR Bukhari. Humaidi. Maka berdiam saat imam membaca al-Qur’an menjadi syarat kesempurnaan bermakmum.maka apabila mengucapkan takbir. Abu Daud & Ahmad). Sampai dengan akhir ayat. akan tetapi dengan cepat wahai Rasulullah” Rasulullah berkata “Janganlah kalian lakukan kecuali kalian membaca al-Fatihah. Muslim & Ahmad) 2. Ayat per Ayat Kemudian Rasulullah SAW membaca surat al-Faatihah dengan memotong setiap ayat : a. Alhamdulillaahirab-bil’aalamiin. 3. Sesungguhnya tidak sah sholat seseorang kecuali membacanya. ikutilah mengucapkan takbir. Muslim & Abu Uwanah).Setelah itu Beliau SAW membaca ”Bismillahir-rahman-nirrahim” (Dengan nama Alloh Yang Mahapengasih dan Mahapenyayang) (dengan tanpa mengangkat/mengeraskan suara).

Setelah membaca al-Faatihah. Muslim & Nasa’i). Terkadang membaca surah panjang dan kadang surah pendek karena suatu penyebab seperti sedang dalam perjalanan. Kewajiban Membaca Tanpa Suara Adapun pada sholat-sholat yang harus membaca tanpa suara. Imam Mengucapkan Amin Dengan Mengangkat Suara Dalam hadits riwayat Bukhari dan Abu Daud disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW selesai membaca al-Faatihah. (Dalam lafal lain disebutkan : Apabila seseorang mengucapkan amin dalam sholat.Oleh karena itu makmum yang mendengarkan bacaan imam tidak perlu lagi turut membacanya. Rasulullah SAW juga bersabda ”Tidak ada suatu yang paling menjadikan orang-orang Yahudi iri kepada kalian kecuali ucapan salam dan amin (dibelakang imam). Orangorang yang bermakmumpun dianjurkan untuk mengucapkannya.” (HR Daruquthni. Ibnu Majah dan Ahmad). sakit batuk atau sakit lainnya. Ini untuk sholat-sholat yang jahr (imam mengeraskan bacaannya). 5. Bacaan Setelah Membaca al-Faatihah. Boleh Hanya Membaca al-Faatihah Mu’adz pernah sholat Isya berjamaah dengan Rasulullah SAW di akhir waktu. Dalam jamaah itu terdapat seorang anak muda bernama Sulaim dari bani Salamah. sedangkan pada dua rakaat berikutnya membaca al-Faatihah (saja). Apabila ucapan amin itu bersama dengan ucapan malaikat. dan para malaikat di langit mengucapkan amin dengan bersamaan) niscaya dosa-dosanya akan diampuni. Ibnu Majah & Ahmad). Anak muda itu merasakan sholatnya terlalu lama. Usai sholat ia bergegas keluar masjid dan menunggang untanya langsung meninggalkan tempat itu. Disana ia sholat lagi bersama sahabat-sahabatnya sebagai imam.Dalam lafal lain disebutkan bahwa jika seorang imam sholat mengucapkan amin. 8. 6. . Sabda Beliau SAW ”Apabila imam sholat mengucapkan ”Ghoiril maghdhuubi’alaihim waladhaaliin” maka katakanlah ”Amin”. Rasulullah SAW telah menetapkan kehaursan membaca al-Qur’an padanya. maka ia keluar dan sholat sendiri di pojok masjid. Atau mendengar tangis anak kecil sebagaimana yang disebutkan oleh Anas bin Malik ra. Beliau SAW mengucapkan amin dengan suara jelas dan panjang.”(Riwayat Ibnu Majah). Jabir berkata ”Kami membaca al-Faatihah dan surah al-Qur’an pada sholat Dzuhur dan Ashar dibelakang imam pada dua rakaat pertama. makaikutilah dengan mengucapkan amin. Rasulullah SAW membaca surah lainnya.” (HR Bukhari. 7.” (HR Bukhari. Sabda Rasulullah SAW ”Barang siapa yang sholat bermakmum maka bacaan imam adalah menjadi bacaannya juga. lalu pulang. (Sesungguhnya malaikiat berkata ”Amin” dan imampun mengucapkan ”Amin”).

Para sahabat mengetahui apa yang dibaca oleh Rasulullah SAW dalam sholat-sholat yang tanpa suara dari gerakan jenggotnya dan terkadang Nabi SAW sendiri memperdengarkan bacaannya. Anak muda itu telah gugur sebagai syahid. Sesungguhnya kedudukanmu adalah diakhir ayat yang engkau baca. ’Idul Fitri. kadang ash-Shaffat (182 ayat). ’Idul Adha. dan berlindung dari siksa neraka. Demikian penjelasan Bukhari dan Abu Daud. Ahmad. Beliau SAW juga membaca dengan mengangkat (mengeraskan) suara pada sholat Jum’at . dan sholat Kusuf (gerhana). C. Kadang Nabi SAW membaca surat ar-Rum (60 ayat).” (HR Ibnu Khuzaimah. Tetapi dibaca kalimat per kalimat sehingga bacaan satu surah lebih lama daripada dibaca dengan biasa. dan anak muda itupun melaporkan apa yang diperbuat oleh Mu’adz. Bacaan Tartil dan Memerdukan Suara Perintah Allah terhadap Rasulullah SAW adalah agar membaca al-Qur’an dengan tartil.” Anak muda itu juga berkata ”Aku juga akan adukan apa yang dilakukan kepada Rasulullah. Allah Mahabenar dan saya keliru. kadang surat Zalzalah (7 ayat) dan lain-lain. Bacaan-Bacaan Sholat Nabi SAW Bacaan sholat Rasulullah SAW bermacam-macam. Bukhari & Muslim) 9. Ia berkata ”Sungguh hal ini perbuatan munafik!. lalu berdoa memohon surga kepada Allah. Aku akan laporkan apa yang diperbuatnya kepada Rasulullah. . Abu Daud. Mu’adz mengadukan apa yang dilakukan anak muda itu.” Keesokan harinya mereka datang kepada Rasulullah.Setelah sholat Mu’adz diberitahu akan kejadian ini. Aku tidak tahu apa yang engaku baca dengan suara lirih dan yang dibaca Mu’adz” Nabi menyahut ”Aku dan Mu’adz seperti ini (telunjuk dan jari tengah). tidak pelan. Lalu ia pulang dan mengimami kami dengan lama”. Istisqa’ (sholat meminta hujan). D.” Anak muda itu berkata ”Akan tetapi Mu’adz akan tahu kalau musuh datang. sedangkan mereka telah diberitahu bahwa musuh telah datang di tempat mereka. Sedangkan pada sholat Dzuhur dan Ashar Beliau SAW membacanya dengan tanpa suara. Membaca al-Faatihah Dengan Suara Keras dan Tanpa Suara Pada Sholat Lima Waktu Dan Sholat Lainnya. Beliau SAW bersabda ”Kelak akan dikatakan kepada orang yang membaca al-Qur’an ”Bacalah. Lalu Rasulullah SAW bersabda kepada Mu’adz ”Setelah peristiwa itu bagaimana kamu dengan orang yang mengadukanmu kepadaku?” Mu’adz menjawab ”Wahai Rasulullah.” Orang yang meriwayatkan hadits ini berkata ”Kaum tersebut kemudian datang menyerang dan anak muda itu gugur sebagai syahid. Baihaqi. Ia berkata ”Wahai Rasulullah dia telah sholat yang lama denganmu.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi). dan tidak terlalu cepat. Pada sholat Subuh dan pada rakaat pertama dan kedua pada sholat Maghrib dan ’Isya Rasulullah SAW membaca al-Faatihah dan surah lainnya dengan suara keras. telitilah dan tartillah sebagaimana engkau mentartilkannya di dunia. Rasulullah menjawab ”Wahai Mu’adz akankah engaku membuat fitnah?” Rasulullah bertanya kepada anak muda itu ”Apa yang engkau lakukan dalam sholatmu?” Ia menjawab ”Aku membaca al-Faatihah.

” (HR Thabrani. Ibnu Mubarak & Abu Nu’aim). Abu Daud & Hakim).” Rasulullah SAW bersabda ”Itulah setan yang bernama Khinzib. Usai sholat Beliau bertanya kepada Ubay. Beliau pernah melakukan sholat dan salah dalam membaca al-Qur’an. sesungguhnya setan telah menggangguku ketika aku membaca al-Qur’an saat sholat sehingga sholatku kacau. bacalah ta’awwudz dan meludahlah ke sebelah kirimu tiga kali. Membetulkan Bacaan Imam Yang Salah Abu Daud. Sesungguhnya suara yang bagus dapat menjadikan al-Qur’an bertambah indah.” Utsman berkata ”Aku kemudian melakukannya sehingga Allah mengeyahkan setan dariku. E. Beliau juga bersabda ”Sesungguhnya orang yang bagus suaranya adalah apabila engkau mendengarkan suara bacaan al-Qur’an sedangkan kamu mengira bahwa dia adalah orang yang takut kepada Allah.” (HR Bukhari.Beliau menyuruh para sahabatnya untuk membaca al-Qur’an dengan suara merdu dalam sabdanya ”Hiasilah al-Qur’an dengan suaramu. Jika engkau merasakan keahdirannya. Ibnu Hibban dan Thabrani meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menyuruh membetulkan imam yang salah membaca al-Qur’an.” . ”Apakah engkau sholat bermakmum dengan saya?” Ubay menjawab ”Benar” Beliau menimpali ” Kenapa tidak membetulkan bacaanku yang salah?” F. Berta’awwudz Dan Meludah Saat Sholat Untuk Menghilangkan Gangguan Dalam hadits riwayat Muslim dan Ahmad disebutkan bahwa Utsman bin Abi ’Ash berkata kepada Rasulullah SAW ”Wahai Rasulullah.

Allah memberikan kehormatan pada umat ini (Islam) bahwa tidak seorang pun akan memimpin mereka kecuali Rasulullah SAW dan orang-orang mereka sendiri. 'Millah ini akan terbagi ke dalam 73 golongan. pimpinlah jamaa’ah (sholat). “Tidak. sampai hawa nafsunya itu tidak menyisakan anggota tubuh. kecuali satu.” HR. satu golongan di surga dan 72 golongan di neraka. AlJamaa’ah. dan kemudian Isa bin Maryam akan datang.” HR. dalam khutbahnya beliau berkata.” Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya: “Siapakah yang satu itu Ya Rasulullah?” Nabi menjawab: ” . 71 golongan di neraka dan satu di surga. Dan Nashara telah berpecah belah menjadi 72 golongan. seluruhnya akan masuk neraka. dan orang-orang akan berkata. Dalam sebuah kesempatan. Bukhari dan Muslim. Sunan Ibnu Majah. “Rasulullah SAW bangkit dan memberikan khutbah. Dan dari kalangan umatku akan ada golongan yang mengikuti hawa nafsunya.” Hadis tentang sejumlah 73 golongan yang terpecah dalam Islam Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Orang-orang Yahudi terpecah kedalam 71 atau 72 golongan. kamu akan mengetahui mereka nanti pada hari kiamat. ia akan berkata. (hanya) satu yang masuk surga. mereka itu Al-Jamaa’ah. satu golongan di surga dan 70 golongan di neraka. urat nadi (pembuluh darah) maupun tulang kecuali semua mengikuti hawa nafsunya. Rasulullah Saw lewat riwayat Jabir Ibnu Abdullah bersabda : “ Akan ada generasi penerus dari umatku yang akan memperjuangkan yang haq.” HR." HR Sunan Ibnu Majah. Dan demi Allah yang jiwa Muhammad ada dalam tangan-Nya umatku ini pasti akan berpecah belah menjadi 73 golongan. Dari Auf bin Malik. yaitu Al-Jamaa’ah. seluruhnya akan masuk neraka. Muawiyah bin Abu Sofyan berdiri dan memberikan khutbah dan dalam khutbahnya diriwayatkan bahwa dia berkata. semuanya akan masuk Neraka kecuali satu." Lalu beliau ditanya: "Wahai Rasulullah siapakah mereka ?" Beliau menjawab: "Al Jamaah. “Wahai Isa. “Bahwasannya bani Israel telah berfirqah sebanyak 72 firqah dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah. Sunan Abu Daud. demikian juga orang-orang Nasrani. dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:"Yahudi telah berpecah menjadi 71 golongan. Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Orang-orang Bani Israil akan terpecah menjadi 71 golongan dan umatku akan terpecah kedalam 73 golongan.Tentang Islam akan terpecah menjadi banyak golongan “Akan ada segolongan umatku yang tetap atas Kebenaran sampai Hari Kiamat dan mereka tetap atas Kebenaran itu. seperti anjing mengikuti tuannya. dan umatku akan terbagi kedalam 73 golongan. daging. Sunan Abu Daud. kamu memimpin satu sama lain.” HR.

Mu'tazilah. Kaum Bani Israil terpecah menjadi 72 golongan. yaitu kaum yang mengagungkan akal pikiran dan bersifat filosofis.” HR Imam Tirmizi.” Kami (para shahabat) bertanya. . “ Yang mengikutiku dan para shahabatku. Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. seluruhnya akan masuk neraka. aliran ini dicetuskan oleh Washil bin Atho (700-750 M) salah seorang murid Hasan Al Basri.Musnad Imam Ahmad. pembuluh darah. yakni : 1. Yang terjangkau mata manusia bukanlah Ia.” Bertanya para Sahabat: “Siapakah (yang tidak masuk Neraka) itu Ya Rasulullah?” Nabi menjawab: “Ahlussunnah wal Jamaah.” HR Imam Tirmizi. maupun tulang kecuali semua mengikuti hawa nafsunya. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Orang-orang Yahudi terbagi dalam 71 golongan atau 72 golongan dan Nasrani pun demikian. seluruhnya masuk neraka. hanya satu yang masuk surga. Diriwayatkan oleh Imam Thabrani. Abdullah Ibnu Amru meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Umatku akan menyerupai Bani Israil selangkah demi selangkah. 2. mereka itu Al-Jamaa’ah. Tauhid. satu golongan yang akan masuk surga.Yang satu itu ialah orang yang berpegang sebagai peganganku dan pegangan sahabatsahabatku. o al-Qur'an ialah makhluk.” Mu’awiyah Ibnu Abu Sofyan meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) dalam masalah agamanya terbagi menjadi 72 golongan dan dari umat ini (Islam) akan terbagi menjadi 73 golongan. sampai hawa nafsunya itu tidak menyisakan anggota tubuh.” HR Imam Tirmizi. Mereka berpendapat : o Sifat Allah ialah dzatNya itu sendiri. daging. Keadilan-Nya. o Allah di alam akhirat kelak tak terlihat mata manusia. seseorang dari umatku juga akan mengikutinya. Umat Islam terpecah menjadi 7 golongan besar yaitu: 1. Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. yang satu masuk Syurga dan yang lain masuk Neraka. “Yang mana yang selamat ?” Rasulullah Saw menjawab. Dan akan ada dari umatku yang mengikuti hawa nasfsunya seperti anjing mengikuti tuannya. Wahai orang Arab! Jika kamu tidak bangkit dan mengikuti apa yang dibawa Nabimu…” HR. Mereka berpendapat bahwa Allah SWT akan memberi imbalan pada manusia sesuai perbuatannya. Bahkan jika seseorang dari mereka menyetubuhi ibunya secara terang-terangan. akan berpecah umatku sebanyak 73 firqah. ”Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad di tanganNya. Mu’tazilah memiliki 5 ajaran utama. Al-Jamaa’ah.

sebab ia sendirilah yang menciptakannya. 4. Khawarij. 2. Manusia dihisab berdasarkan perbuatannya. Mereka berpendapat Allah takkan ingkar janji: memberi pahala pada muslimin yang baik dan memberi siksa pada muslimin yang jahat. pertama pengharaman secara mutlak dan ini bagi orang yang mengucapkan “Laailahaillallah” dengan mendatangkan seluruh syarat-syaratnya. seorang pendeta yahudi dari Yaman yang masuk islam. 3. Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah bahwasanya pengharaman api neraka membakar orang-orang yang mengucapkan “Laailahaillallah” itu ada dua. Al-Mu’tazilah dan Al-Khawarij meyakini bahwa seorang yang melakukan dosa-dosa besar kekal didalam api neraka. yaitu kaum yang sangat membenci Sayyidina Ali Kw. syirik kecil dan perbuatan-perbuatan dosa besar. statusnya di antara mukmin dan kafir. dan ini terbantah dengan sabda Rasulullah “sesungguhnya Allah mengharamkan atas api neraka orang yang mengucapkan Laailahaillallah”. 5. bahkan mereka mengkafirkannya. yaitu kaum yang mengagung-agungkan Sayyidina Ali Kw. Golongan Syiah pecah menjadi 22 golongan dan yang paling parah adalah Syi'ah Sabi'iyah. Sayidina Umar dan Sayyidina Usman bahkan membencinya. Salah satu ajarannya Siapa orang yang melakukan dosa besar maka di anggap kafir. Amar ma’ruf (tuntutan berbuat baik) dan nahi munkar (mencegah perbuatan yang tercela). Golongan Mu'tazilah pecah menjadi 20 golongan. maka ini jelas bertentangan dengan hadits “dia mencari dengan itu wajah Allah”.   Al-Murji’ah meyakini bahwa seorang mukmin cukup hanya mengucapkan “Laailahaillallah” saja dan ini terbantah dengan pernyataan hadits bahwa dia harus mencari dengan hal itu wajah Allah. Posisi di antara 2 posisi. dan orang yang mencari tentunya melakukan segala sarananya dan konsekuensi-konsekuensi pencariannya sehingga dia mendapatkan apa yang dia cari dan tidak cukup hanya mengucapkan saja. yakni dia tidak . Murjiah. Golongan Khawarij Pecah menjadi 20 golongan. Aliran Mu’tazilah berpendapat dalam masalah qada dan qadar. yakni fasik. Jadi menurut al-murji’ah bahwa cukup mengucapkan “Laailahaillallah” dan setelah itu dia berbuat amal apa saja tidak akan mempengaruhi keimanannya. Janji dan ancaman. Syiah. mereka tidak mengakui khalifah Rasyidin yang lain seperti Khlifah Sayyidina Abu Bakar.3. maka orang yang sempurna tauhidnya seperti ini diharamkan api neraka untuk membakarnya secara mutlak. maka ini adalah bentuk kesesatan al-murji’ah. bahwa manusia sendirilah yang menciptakan perbuatannya. kalaupun dia terjatuh kepada perbuatan dosa maka dia bertaubat dan tidak terus menerus diatasnya. konsekuensi-konsekuensinya dan kandungan-kendungannya sehingga dia terlepas dari syirik besar. Ini lebih banyak berkaitan dengan hukum/fikih. Ini dicetuskan Wasil bin Atha yang membuatnya berpisah dari gurunya. Kaum ini di sulut oleh Abdullah bin Saba. Ketika ia datang ke Madinah tidak mendapat perhatian dari khalifah dan umat islam lainnya sehingga ia menjadi jengkel. 4. bahwa mukmin berdosa besar.

Kaum yang berpendapat bahwa seorang hamba adalah tidak berdaya apa-apa (terpaksa). Tidak ada dzikir yang lebih utama didunia ini kecuali “Laailahaillallah”. Golongan Murjiah pecah menjadi 5 golongan. yang dimaksud yaitu pengharaman untuk kekal didalam api neraka. Dan satu golongan yang selamat adalah Ahli Sunah Wal Jama'ah. ini bagi orang-orang yang kurang tauhidnya sehingga dia terjatuh kedalam syirik kecil atau dosa-dosa besar yang dia terus menerus didalamnya. yaitu pengharaman yang tidak mutlak dan bersifat kurang. Salah satu sebab dikabulkannya doa adalah dengan menggunakan sifat Allah dan namaNya. Ahli Sunah wal Jama'ah. misal bertangan. Pengertian. Golongan Najariyah pecah menjadi 3 golongan. Secara etimologi Ahli adalah kelompok/keluarga/pengikut. meminta dan berdoa kepada Allah dengan menyebutkan rububiyah-Nya. “Laailahaillallah” merupakan dzikir dan doa. Kemudian yang kedua. Al Jama'ah yaitu Al Ummah ( Al Munjid) yaitu sekumpulan orang-orang beriman yang di pimpin oleh imam untuk saling bekerjasama dalam hal urusan yang penting.  disentuh oleh api neraka sama sekali. 5. kaum yang menserupakan pencipta yaitu Allah dengan manusia. maka orang yang demikian ini diharamkan atas api neraka untuk membakarnya dalam jangka waktu yang kekal selama dia belum mengugurkan tauhidnya ketika didunia. disebut dengan doa karena orang yang mengucapkan “Laailahaillallah” mengharapkan ridha Allah dan ingin sampai kepada surga-Nya. 6. 7. duduk di kursi. 1. . Al Jabbariyah. Oleh karena itu pendapat al-mu’tazilah dan al-khawarij yang menyatakan bahwa pelaku dosa besar kekal didalam api neraka. Sunah adalah perbuatan-perbuatan Rasulullah yang diperagakan beliau untuk menjelaskan hukum-hukum Al Qur'an yang dituangkan dalam bentuk amalan. yaitu dijadikan Tuhan dan tidak percaya pada sifat Allah yang 20. Al Musyabbihah / Mujasimah. Kaum yang menyatakan perbuatan manusia adalah mahluk. Najariyah. berkaki. Golongan Al Musyabbihah / Mujasimah pecah menjadi 1 golongan. secara khusus memanggil Allah dengan uluhiyah-Nya. ini adalah pendapat yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah. Golongan Al Jabbariyah pecah menjadi 1 golongan. ia melakukan maksiyat semata-mata Allah yang melakukan.

Menurut istilah Ahli Sunah wal Jama'ah adalah sekelompok orang yang mentaati sunah Rasulullah secara berjama'ah. 2. dan apalagi dengan pengkafiran diluar kelompok tersebut. Tidak ada imam kecuali dengan Bai'at. . 3. Secara singkat telah diterangkan oleh Sayyidina Umar RA: " Tidak ada islam kecuali dengan jama'ah. atau satu golongan umat islam di bawah satu komando untuk urusan agama islam sesuai dengan ajaran Rasulullah dan para sahabatnya. Tidak ada jama'ah kecuali dengan imam. Dalam masa-masa kerusakan islam Allah menunjukkan kasih sayangnya dengan membangkitkan para mujadidnya setiap 100 tahun sekali yang meluruskan kembali pemahaman ajaran Rasul sesuai dengan kebutuhan pemahaman mereka saat itu hingga turunnya masa imam Mahdi. Dari berbagai sumber.Syarat terbentuknya Al Jama'ah. Dan bai'at bukanlah syahadat. Tidak ada bai'at kalau tidak ada taat. sebagaimana yang diyakini oleh mereka yang salah. Terpeliharanya Islam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->