A.

Doa-Doa Iftitah Rasulullah SAW membuka bacaan dengan doa-doa yang banyak dan bermacam-macam. Beliau SAW memuji Alloh, mengagungkanNya dan menyanjungNya. Rasulullah telah memerintahkan demikian kepada orang yang tidak benar sholatnya. Beliau bersabda ”Tidak sempurna sholat seseorang sehingga ia bertakbir, bertahmid dan menyanjungNya serta membaca ayat-ayat alQur’an yang dihapal.” (HR Bukhari dan Muslim). Dalam bacaan iftitah (pembukaan), terkadang Beliau SAW membaca doa sebagai berikut: ً‫وب ٍه خطاٌ اي ك ما ب اعدت ب ٍه ال م شزق وال م غزب،ال لهم و ق ىً مه خطاٌ اي ك ما ٌ ى قى ال لهم ب اعد ب ٍ ى‬ ‫ال ثىب األب ٍض مه ال دو س،ال لهم اغ س ل ىً مه خطاٌ اي ب ال ماء وال ث لج وال بزد‬ 1. Allahumma ba’id baini wa baina khotoyaya kama ba’adta bainal masyriki wal maghribi, Allahumma naqqini min khotoyaya kama yunaqqo atstsaubul abyadu minad danas, Allahummaghsilni min khotoyaya bil ma’i was tsalji wal barodi. ‫هللا أك بز ك ب ٍزا وال حمد هلل ك ث ٍزا و س بحان هللا ب كزة وا ص ٍ ال إو ً وجهت وجهً ل لذي ف طز ال سمىات‬ ‫ي وممات ً هلل رب ال عال م ٍه، ال واالرض ح ى ٍ فا م س لما وما أو ا مه ال م شزك ٍه، إن ص الت ً وو س كً ومح ٍا‬ ‫شزٌ ك ل ه وب ذل ك أمزت وأو ا مه ال م س لم ٍه‬ 2. Allahu akbar kabiiraa wal-hamdulillahi katsiiraa wa subhaanallahi bukrotan wa atsiilaa. Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawati wal ardha haniifan muslimaan wa maa ana minalmusyrikiin. Inna shalaati wa nusukii wa mahyaaya wa mamaati lillaahi robbil’aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimin. 3. Subhaanaka Allohumma wabihamdika wa tabaarakasmuka wadduka walaa ilaha ghoiruka. yang artinya ”Mahasuci Engkau ya Alloh, Maha Terpuji Engkau, Mahamulia Engkau serta Mahatinggi kehormatanMu dan tiada tuhan selain Engkau (HR Ibnu Mundih dan Nasa’i) 4. Dan lain-lain. B. Tata Cara Bacaan Dalam Sholat 1. Membaca Ta’awwudz. Kemudian Rasulullah SAW membaca ta’awwudz dengan mengucapkan ”A’udzubillah minasyaithonirrojim min hamazihi wanafkhihi wanafatsihi” (Aku berlindung kepada Alloh darigodaan setan yang terkutuk dari semburannya, kesombongannya, dan embusannya) (HR Abu Daud, Ibnu Majah, Daruquthni & Hakim). Terkadang Beliau SAW menambahinya dengan ”A’udzubillahis-samii’il’alim minasysyaithoonirrojim” (Aku berlindung kepada Alloh Yang Mahamendengan lagi Mahamengetahui dari godaan setan yang terkutuk) (HR Abu Daud, Tirmidzi & Ahmad).

Rasulullah SAW bersabda ”Sesungguhnya dijadikannya imam itu agar diikuti oleh makmum. Muslim dan Baihaqi) 4. Abu Daud dan Bukhari). Maka berdiam saat imam membaca al-Qur’an menjadi syarat kesempurnaan bermakmum. Muslim & Abu Uwanah).Setelah itu Beliau SAW membaca ”Bismillahir-rahman-nirrahim” (Dengan nama Alloh Yang Mahapengasih dan Mahapenyayang) (dengan tanpa mengangkat/mengeraskan suara). Sesungguhnya tidak sah sholat seseorang kecuali membacanya. Beliau bersabda ”Adakah tadi kalian mengikutiku membaca al-Qur’an dengan suara keras?” Seseorang menjawab ”Aku wahai Rasulullah” Nabi SAW berkata ”Kenapa ada yang membaca demikian sehingga mengganggu bacaanku?” Abu Hurairah berkata ”Maka para sahabat berhenti membaca alQur’an dengan keras dalam sholat dimana Rasulullah mengeraskan bacaannya ketika mereka mendengar teguran dari Rasulullah. Sampai dengan akhir ayat. diam dan dengarkanlah. Yaitu ketika Rasulullah SAW kembali dari sholat jahr (sholat yang dibolehkan membaca al-Qur’an dengan keras).” (HR Bukhari. Bismillaahir-rahmanir-rahim. Tetapi kemudian membaca cara ini dilarang oleh Nabi SAW. Demikian yang diriwayatkan Abu Daud dan Sahmi. Membaca Surat al-Faatihah. Setelah selesai sholat Beliau SAW bersabda ”Apakah kalian tadi ikut membaca bacaan imam?” Mereka menjawab “Benar. ikutilah mengucapkan takbir.” (HR Abu Daud. b. Ayat per Ayat Kemudian Rasulullah SAW membaca surat al-Faatihah dengan memotong setiap ayat : a. (HR Bukhari. Janganlah membaca al-Qur’an. . Beliau SAW tidak menyambung ayat dengan ayat berikutnya. akan tetapi dengan cepat wahai Rasulullah” Rasulullah berkata “Janganlah kalian lakukan kecuali kalian membaca al-Fatihah. c. Humaidi. (Mereka membaca tanpa suara pada sholat dimana imam tidak mengeraskan bacaan)” (HR Malik. Mengeraskan Bacaan Bagi Makmum Sebelumnya Rasulullah SAW membolehkan makmum membaca al-Fatihah dengan keras. Dalam sebuah riwayat dikatakan pertisiwa itu terjadi pada sholat Subuh. Akan tetapi pada suatu sholat Subuh Beliau SAW merasa terganggu oleh bacaan seorang makmum.maka apabila mengucapkan takbir. Muslim & Ahmad) 2. (HR Bukhari. Membaca al-Faatihah Sebagi Rukun Dan Keutamaannya Beliau selalu mengagunggkan surat ini dengan sabdanya ”Tidak sah sholat seseorang apabila belum membaca surah al-Faatihah (dan seterusnya). Alhamdulillaahirab-bil’aalamiin. Abu Daud & Ahmad). Demikian Rasulullah SAW membaca al-Fatihah sampai akhir surah. 3.

” (HR Bukhari. Disana ia sholat lagi bersama sahabat-sahabatnya sebagai imam. Ibnu Majah & Ahmad).”(Riwayat Ibnu Majah). Setelah membaca al-Faatihah. . 6. Beliau SAW mengucapkan amin dengan suara jelas dan panjang. Jabir berkata ”Kami membaca al-Faatihah dan surah al-Qur’an pada sholat Dzuhur dan Ashar dibelakang imam pada dua rakaat pertama. lalu pulang. Rasulullah SAW membaca surah lainnya. Boleh Hanya Membaca al-Faatihah Mu’adz pernah sholat Isya berjamaah dengan Rasulullah SAW di akhir waktu. makaikutilah dengan mengucapkan amin. 8.” (HR Bukhari. sedangkan pada dua rakaat berikutnya membaca al-Faatihah (saja). Ini untuk sholat-sholat yang jahr (imam mengeraskan bacaannya). Orangorang yang bermakmumpun dianjurkan untuk mengucapkannya. 7. maka ia keluar dan sholat sendiri di pojok masjid. Usai sholat ia bergegas keluar masjid dan menunggang untanya langsung meninggalkan tempat itu. Rasulullah SAW telah menetapkan kehaursan membaca al-Qur’an padanya.Oleh karena itu makmum yang mendengarkan bacaan imam tidak perlu lagi turut membacanya. Kewajiban Membaca Tanpa Suara Adapun pada sholat-sholat yang harus membaca tanpa suara. Ibnu Majah dan Ahmad). Atau mendengar tangis anak kecil sebagaimana yang disebutkan oleh Anas bin Malik ra. dan para malaikat di langit mengucapkan amin dengan bersamaan) niscaya dosa-dosanya akan diampuni. Dalam jamaah itu terdapat seorang anak muda bernama Sulaim dari bani Salamah.” (HR Daruquthni. Muslim & Nasa’i). Imam Mengucapkan Amin Dengan Mengangkat Suara Dalam hadits riwayat Bukhari dan Abu Daud disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW selesai membaca al-Faatihah.Dalam lafal lain disebutkan bahwa jika seorang imam sholat mengucapkan amin. (Sesungguhnya malaikiat berkata ”Amin” dan imampun mengucapkan ”Amin”). Sabda Beliau SAW ”Apabila imam sholat mengucapkan ”Ghoiril maghdhuubi’alaihim waladhaaliin” maka katakanlah ”Amin”. Anak muda itu merasakan sholatnya terlalu lama. Rasulullah SAW juga bersabda ”Tidak ada suatu yang paling menjadikan orang-orang Yahudi iri kepada kalian kecuali ucapan salam dan amin (dibelakang imam). (Dalam lafal lain disebutkan : Apabila seseorang mengucapkan amin dalam sholat. sakit batuk atau sakit lainnya. Sabda Rasulullah SAW ”Barang siapa yang sholat bermakmum maka bacaan imam adalah menjadi bacaannya juga. Terkadang membaca surah panjang dan kadang surah pendek karena suatu penyebab seperti sedang dalam perjalanan. Apabila ucapan amin itu bersama dengan ucapan malaikat. 5. Bacaan Setelah Membaca al-Faatihah.

” Orang yang meriwayatkan hadits ini berkata ”Kaum tersebut kemudian datang menyerang dan anak muda itu gugur sebagai syahid. Beliau SAW bersabda ”Kelak akan dikatakan kepada orang yang membaca al-Qur’an ”Bacalah. Ia berkata ”Sungguh hal ini perbuatan munafik!. Bacaan-Bacaan Sholat Nabi SAW Bacaan sholat Rasulullah SAW bermacam-macam. Istisqa’ (sholat meminta hujan). Baihaqi. ’Idul Adha. dan berlindung dari siksa neraka. telitilah dan tartillah sebagaimana engkau mentartilkannya di dunia.Setelah sholat Mu’adz diberitahu akan kejadian ini. Beliau SAW juga membaca dengan mengangkat (mengeraskan) suara pada sholat Jum’at . Anak muda itu telah gugur sebagai syahid. C. Aku akan laporkan apa yang diperbuatnya kepada Rasulullah.” Anak muda itu juga berkata ”Aku juga akan adukan apa yang dilakukan kepada Rasulullah. Allah Mahabenar dan saya keliru. sedangkan mereka telah diberitahu bahwa musuh telah datang di tempat mereka. kadang ash-Shaffat (182 ayat). Membaca al-Faatihah Dengan Suara Keras dan Tanpa Suara Pada Sholat Lima Waktu Dan Sholat Lainnya.” (HR Ibnu Khuzaimah. Demikian penjelasan Bukhari dan Abu Daud. lalu berdoa memohon surga kepada Allah. tidak pelan. Para sahabat mengetahui apa yang dibaca oleh Rasulullah SAW dalam sholat-sholat yang tanpa suara dari gerakan jenggotnya dan terkadang Nabi SAW sendiri memperdengarkan bacaannya.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi). Sedangkan pada sholat Dzuhur dan Ashar Beliau SAW membacanya dengan tanpa suara. D. Kadang Nabi SAW membaca surat ar-Rum (60 ayat). Bukhari & Muslim) 9. Sesungguhnya kedudukanmu adalah diakhir ayat yang engkau baca. . Mu’adz mengadukan apa yang dilakukan anak muda itu. ’Idul Fitri. dan anak muda itupun melaporkan apa yang diperbuat oleh Mu’adz. Aku tidak tahu apa yang engaku baca dengan suara lirih dan yang dibaca Mu’adz” Nabi menyahut ”Aku dan Mu’adz seperti ini (telunjuk dan jari tengah).” Keesokan harinya mereka datang kepada Rasulullah.” Anak muda itu berkata ”Akan tetapi Mu’adz akan tahu kalau musuh datang. Bacaan Tartil dan Memerdukan Suara Perintah Allah terhadap Rasulullah SAW adalah agar membaca al-Qur’an dengan tartil. dan sholat Kusuf (gerhana). Tetapi dibaca kalimat per kalimat sehingga bacaan satu surah lebih lama daripada dibaca dengan biasa. Lalu Rasulullah SAW bersabda kepada Mu’adz ”Setelah peristiwa itu bagaimana kamu dengan orang yang mengadukanmu kepadaku?” Mu’adz menjawab ”Wahai Rasulullah. Ia berkata ”Wahai Rasulullah dia telah sholat yang lama denganmu. Rasulullah menjawab ”Wahai Mu’adz akankah engaku membuat fitnah?” Rasulullah bertanya kepada anak muda itu ”Apa yang engkau lakukan dalam sholatmu?” Ia menjawab ”Aku membaca al-Faatihah. Lalu ia pulang dan mengimami kami dengan lama”. Abu Daud. Ahmad. dan tidak terlalu cepat. Pada sholat Subuh dan pada rakaat pertama dan kedua pada sholat Maghrib dan ’Isya Rasulullah SAW membaca al-Faatihah dan surah lainnya dengan suara keras. kadang surat Zalzalah (7 ayat) dan lain-lain.

Ibnu Hibban dan Thabrani meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menyuruh membetulkan imam yang salah membaca al-Qur’an. Ibnu Mubarak & Abu Nu’aim). bacalah ta’awwudz dan meludahlah ke sebelah kirimu tiga kali.” (HR Bukhari.” Utsman berkata ”Aku kemudian melakukannya sehingga Allah mengeyahkan setan dariku. Abu Daud & Hakim).” (HR Thabrani. Jika engkau merasakan keahdirannya.” . Usai sholat Beliau bertanya kepada Ubay.Beliau menyuruh para sahabatnya untuk membaca al-Qur’an dengan suara merdu dalam sabdanya ”Hiasilah al-Qur’an dengan suaramu. Sesungguhnya suara yang bagus dapat menjadikan al-Qur’an bertambah indah. Beliau juga bersabda ”Sesungguhnya orang yang bagus suaranya adalah apabila engkau mendengarkan suara bacaan al-Qur’an sedangkan kamu mengira bahwa dia adalah orang yang takut kepada Allah. sesungguhnya setan telah menggangguku ketika aku membaca al-Qur’an saat sholat sehingga sholatku kacau. E. ”Apakah engkau sholat bermakmum dengan saya?” Ubay menjawab ”Benar” Beliau menimpali ” Kenapa tidak membetulkan bacaanku yang salah?” F.” Rasulullah SAW bersabda ”Itulah setan yang bernama Khinzib. Beliau pernah melakukan sholat dan salah dalam membaca al-Qur’an. Membetulkan Bacaan Imam Yang Salah Abu Daud. Berta’awwudz Dan Meludah Saat Sholat Untuk Menghilangkan Gangguan Dalam hadits riwayat Muslim dan Ahmad disebutkan bahwa Utsman bin Abi ’Ash berkata kepada Rasulullah SAW ”Wahai Rasulullah.

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Orang-orang Bani Israil akan terpecah menjadi 71 golongan dan umatku akan terpecah kedalam 73 golongan. satu golongan di surga dan 72 golongan di neraka. Sunan Ibnu Majah. Allah memberikan kehormatan pada umat ini (Islam) bahwa tidak seorang pun akan memimpin mereka kecuali Rasulullah SAW dan orang-orang mereka sendiri. Dan Nashara telah berpecah belah menjadi 72 golongan.” Hadis tentang sejumlah 73 golongan yang terpecah dalam Islam Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Orang-orang Yahudi terpecah kedalam 71 atau 72 golongan. dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:"Yahudi telah berpecah menjadi 71 golongan. Muawiyah bin Abu Sofyan berdiri dan memberikan khutbah dan dalam khutbahnya diriwayatkan bahwa dia berkata. AlJamaa’ah. “Wahai Isa. semuanya akan masuk Neraka kecuali satu. dan umatku akan terbagi kedalam 73 golongan. ia akan berkata. Dalam sebuah kesempatan. satu golongan di surga dan 70 golongan di neraka. kamu memimpin satu sama lain. “Rasulullah SAW bangkit dan memberikan khutbah.” HR.” Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya: “Siapakah yang satu itu Ya Rasulullah?” Nabi menjawab: ” . daging. “Tidak. urat nadi (pembuluh darah) maupun tulang kecuali semua mengikuti hawa nafsunya." Lalu beliau ditanya: "Wahai Rasulullah siapakah mereka ?" Beliau menjawab: "Al Jamaah. Rasulullah Saw lewat riwayat Jabir Ibnu Abdullah bersabda : “ Akan ada generasi penerus dari umatku yang akan memperjuangkan yang haq.” HR. dalam khutbahnya beliau berkata. (hanya) satu yang masuk surga. kecuali satu. mereka itu Al-Jamaa’ah. demikian juga orang-orang Nasrani. Bukhari dan Muslim.” HR. pimpinlah jamaa’ah (sholat)." HR Sunan Ibnu Majah. Dan demi Allah yang jiwa Muhammad ada dalam tangan-Nya umatku ini pasti akan berpecah belah menjadi 73 golongan. “Bahwasannya bani Israel telah berfirqah sebanyak 72 firqah dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah. sampai hawa nafsunya itu tidak menyisakan anggota tubuh. Dari Auf bin Malik. dan orang-orang akan berkata. yaitu Al-Jamaa’ah.” HR. seluruhnya akan masuk neraka. 71 golongan di neraka dan satu di surga. dan kemudian Isa bin Maryam akan datang. seperti anjing mengikuti tuannya. Sunan Abu Daud. Sunan Abu Daud.Tentang Islam akan terpecah menjadi banyak golongan “Akan ada segolongan umatku yang tetap atas Kebenaran sampai Hari Kiamat dan mereka tetap atas Kebenaran itu. Dan dari kalangan umatku akan ada golongan yang mengikuti hawa nafsunya. seluruhnya akan masuk neraka. 'Millah ini akan terbagi ke dalam 73 golongan. kamu akan mengetahui mereka nanti pada hari kiamat.

seluruhnya masuk neraka. “Yang mana yang selamat ?” Rasulullah Saw menjawab. seseorang dari umatku juga akan mengikutinya. Kaum Bani Israil terpecah menjadi 72 golongan. Umat Islam terpecah menjadi 7 golongan besar yaitu: 1. Mereka berpendapat : o Sifat Allah ialah dzatNya itu sendiri. Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. o al-Qur'an ialah makhluk. yakni : 1. Abdullah Ibnu Amru meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Umatku akan menyerupai Bani Israil selangkah demi selangkah. Mereka berpendapat bahwa Allah SWT akan memberi imbalan pada manusia sesuai perbuatannya.” HR Imam Tirmizi.” HR Imam Tirmizi.” Kami (para shahabat) bertanya. satu golongan yang akan masuk surga. ”Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad di tanganNya.” Bertanya para Sahabat: “Siapakah (yang tidak masuk Neraka) itu Ya Rasulullah?” Nabi menjawab: “Ahlussunnah wal Jamaah. aliran ini dicetuskan oleh Washil bin Atho (700-750 M) salah seorang murid Hasan Al Basri. “ Yang mengikutiku dan para shahabatku. maupun tulang kecuali semua mengikuti hawa nafsunya.” HR Imam Tirmizi. . daging. seluruhnya akan masuk neraka. o Allah di alam akhirat kelak tak terlihat mata manusia. Bahkan jika seseorang dari mereka menyetubuhi ibunya secara terang-terangan. Wahai orang Arab! Jika kamu tidak bangkit dan mengikuti apa yang dibawa Nabimu…” HR. hanya satu yang masuk surga. Dan akan ada dari umatku yang mengikuti hawa nasfsunya seperti anjing mengikuti tuannya. Mu'tazilah.Yang satu itu ialah orang yang berpegang sebagai peganganku dan pegangan sahabatsahabatku. Yang terjangkau mata manusia bukanlah Ia. sampai hawa nafsunya itu tidak menyisakan anggota tubuh. pembuluh darah. Diriwayatkan oleh Imam Thabrani. Mu’tazilah memiliki 5 ajaran utama.” Mu’awiyah Ibnu Abu Sofyan meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) dalam masalah agamanya terbagi menjadi 72 golongan dan dari umat ini (Islam) akan terbagi menjadi 73 golongan. mereka itu Al-Jamaa’ah. 2. yang satu masuk Syurga dan yang lain masuk Neraka. Tauhid. Keadilan-Nya. Al-Jamaa’ah.Musnad Imam Ahmad. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Orang-orang Yahudi terbagi dalam 71 golongan atau 72 golongan dan Nasrani pun demikian. akan berpecah umatku sebanyak 73 firqah. yaitu kaum yang mengagungkan akal pikiran dan bersifat filosofis. Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan.

mereka tidak mengakui khalifah Rasyidin yang lain seperti Khlifah Sayyidina Abu Bakar. bahkan mereka mengkafirkannya. pertama pengharaman secara mutlak dan ini bagi orang yang mengucapkan “Laailahaillallah” dengan mendatangkan seluruh syarat-syaratnya. Jadi menurut al-murji’ah bahwa cukup mengucapkan “Laailahaillallah” dan setelah itu dia berbuat amal apa saja tidak akan mempengaruhi keimanannya. maka ini adalah bentuk kesesatan al-murji’ah. maka orang yang sempurna tauhidnya seperti ini diharamkan api neraka untuk membakarnya secara mutlak. bahwa mukmin berdosa besar. Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah bahwasanya pengharaman api neraka membakar orang-orang yang mengucapkan “Laailahaillallah” itu ada dua. Golongan Mu'tazilah pecah menjadi 20 golongan. Posisi di antara 2 posisi. yaitu kaum yang mengagung-agungkan Sayyidina Ali Kw. seorang pendeta yahudi dari Yaman yang masuk islam. yaitu kaum yang sangat membenci Sayyidina Ali Kw. dan ini terbantah dengan sabda Rasulullah “sesungguhnya Allah mengharamkan atas api neraka orang yang mengucapkan Laailahaillallah”. konsekuensi-konsekuensinya dan kandungan-kendungannya sehingga dia terlepas dari syirik besar. Golongan Syiah pecah menjadi 22 golongan dan yang paling parah adalah Syi'ah Sabi'iyah. syirik kecil dan perbuatan-perbuatan dosa besar. 5. kalaupun dia terjatuh kepada perbuatan dosa maka dia bertaubat dan tidak terus menerus diatasnya. yakni fasik. Al-Mu’tazilah dan Al-Khawarij meyakini bahwa seorang yang melakukan dosa-dosa besar kekal didalam api neraka. 2. 3. Khawarij. Aliran Mu’tazilah berpendapat dalam masalah qada dan qadar. Murjiah. Ini dicetuskan Wasil bin Atha yang membuatnya berpisah dari gurunya. Golongan Khawarij Pecah menjadi 20 golongan. Kaum ini di sulut oleh Abdullah bin Saba.   Al-Murji’ah meyakini bahwa seorang mukmin cukup hanya mengucapkan “Laailahaillallah” saja dan ini terbantah dengan pernyataan hadits bahwa dia harus mencari dengan hal itu wajah Allah. Mereka berpendapat Allah takkan ingkar janji: memberi pahala pada muslimin yang baik dan memberi siksa pada muslimin yang jahat. maka ini jelas bertentangan dengan hadits “dia mencari dengan itu wajah Allah”. Sayidina Umar dan Sayyidina Usman bahkan membencinya. Ketika ia datang ke Madinah tidak mendapat perhatian dari khalifah dan umat islam lainnya sehingga ia menjadi jengkel. Manusia dihisab berdasarkan perbuatannya. sebab ia sendirilah yang menciptakannya. bahwa manusia sendirilah yang menciptakan perbuatannya. Janji dan ancaman. Ini lebih banyak berkaitan dengan hukum/fikih.3. Salah satu ajarannya Siapa orang yang melakukan dosa besar maka di anggap kafir. 4. yakni dia tidak . statusnya di antara mukmin dan kafir. Amar ma’ruf (tuntutan berbuat baik) dan nahi munkar (mencegah perbuatan yang tercela). Syiah. 4. dan orang yang mencari tentunya melakukan segala sarananya dan konsekuensi-konsekuensi pencariannya sehingga dia mendapatkan apa yang dia cari dan tidak cukup hanya mengucapkan saja.

yaitu pengharaman yang tidak mutlak dan bersifat kurang. Dan satu golongan yang selamat adalah Ahli Sunah Wal Jama'ah. duduk di kursi. 1. kaum yang menserupakan pencipta yaitu Allah dengan manusia. Golongan Najariyah pecah menjadi 3 golongan. Al Jabbariyah. 5. Al Jama'ah yaitu Al Ummah ( Al Munjid) yaitu sekumpulan orang-orang beriman yang di pimpin oleh imam untuk saling bekerjasama dalam hal urusan yang penting. misal bertangan. ia melakukan maksiyat semata-mata Allah yang melakukan. Pengertian. yang dimaksud yaitu pengharaman untuk kekal didalam api neraka. Tidak ada dzikir yang lebih utama didunia ini kecuali “Laailahaillallah”. meminta dan berdoa kepada Allah dengan menyebutkan rububiyah-Nya. Golongan Murjiah pecah menjadi 5 golongan. Kaum yang menyatakan perbuatan manusia adalah mahluk. 7. ini adalah pendapat yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah. “Laailahaillallah” merupakan dzikir dan doa. Golongan Al Jabbariyah pecah menjadi 1 golongan. . Sunah adalah perbuatan-perbuatan Rasulullah yang diperagakan beliau untuk menjelaskan hukum-hukum Al Qur'an yang dituangkan dalam bentuk amalan. maka orang yang demikian ini diharamkan atas api neraka untuk membakarnya dalam jangka waktu yang kekal selama dia belum mengugurkan tauhidnya ketika didunia. Secara etimologi Ahli adalah kelompok/keluarga/pengikut. Oleh karena itu pendapat al-mu’tazilah dan al-khawarij yang menyatakan bahwa pelaku dosa besar kekal didalam api neraka. Kemudian yang kedua. 6. Ahli Sunah wal Jama'ah. ini bagi orang-orang yang kurang tauhidnya sehingga dia terjatuh kedalam syirik kecil atau dosa-dosa besar yang dia terus menerus didalamnya. Kaum yang berpendapat bahwa seorang hamba adalah tidak berdaya apa-apa (terpaksa). yaitu dijadikan Tuhan dan tidak percaya pada sifat Allah yang 20. secara khusus memanggil Allah dengan uluhiyah-Nya. Najariyah. disebut dengan doa karena orang yang mengucapkan “Laailahaillallah” mengharapkan ridha Allah dan ingin sampai kepada surga-Nya. berkaki. Golongan Al Musyabbihah / Mujasimah pecah menjadi 1 golongan.  disentuh oleh api neraka sama sekali. Salah satu sebab dikabulkannya doa adalah dengan menggunakan sifat Allah dan namaNya. Al Musyabbihah / Mujasimah.

2. Dari berbagai sumber. Secara singkat telah diterangkan oleh Sayyidina Umar RA: " Tidak ada islam kecuali dengan jama'ah. Terpeliharanya Islam.Syarat terbentuknya Al Jama'ah. . Tidak ada jama'ah kecuali dengan imam. Tidak ada imam kecuali dengan Bai'at.Menurut istilah Ahli Sunah wal Jama'ah adalah sekelompok orang yang mentaati sunah Rasulullah secara berjama'ah. sebagaimana yang diyakini oleh mereka yang salah. Dan bai'at bukanlah syahadat. 3. dan apalagi dengan pengkafiran diluar kelompok tersebut. Dalam masa-masa kerusakan islam Allah menunjukkan kasih sayangnya dengan membangkitkan para mujadidnya setiap 100 tahun sekali yang meluruskan kembali pemahaman ajaran Rasul sesuai dengan kebutuhan pemahaman mereka saat itu hingga turunnya masa imam Mahdi. Tidak ada bai'at kalau tidak ada taat. atau satu golongan umat islam di bawah satu komando untuk urusan agama islam sesuai dengan ajaran Rasulullah dan para sahabatnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful