8/21/2009

PENGERTIAN

DIKLAT WASGANIS PHPL

1. Pembebasan Tahap I adalah pemeliharaan tegakan tinggal dengan cara membebaskan tajuk dari 200 batang pohon binaan jenis niagawi (pohon inti dan permudaan ) per hektar dari desakan dan naungan pohon atau tumbuhan penyaing. 2. Pembebasan Tahap II dan III adalah merupakan pengulangan seperlunya dari Pembebasan Tahap I dan lebih memfokuskan pada tingkat tiang dan pohon, agar tajuk pohon binaan selalu tumbuh bebas dari naungan dan desakan, sehingga pohon-pohon binaan mempunyai riap yang maksimum. 3. Penjarangan adalah lanjutan dari kegiatan pembebasan yaitu menyingkirkan penyaing pohon binaan, bilamana pohon binaan telah berupa tingkat tiang dan pohon atau mempunyai diameter lebih dari 10 cm

PEMELIHARAAN HUTAN

PENGERTIAN

PENGERTIAN

4. Tegakan Tinggal adalah tegakan hutan yang telah dipilih, yang menjadi modal pengusahaan hutan berikutnya. 5. Jenis pohon niagawi adalah jenis-jenis pohon yang menghasilkan kayu perdagangan, atau bernilai ekonomis tinggi. 6. Pohon binaan adalah pohon inti dan permudaan dari jenis-jenis niagawi yang bersam-sama menyusun struktur tegakan hutan yang produktif. 7. Pohon Inti adalah pohon dari jenis niagawi berdiameter 20-49 cm, yang diharapkan membentuk tegakan utama pada rotasi berikutnya.

8.

Pengganti pohon inti adalah pohon dari jenis niagawi lain yang ditunjuk sebagai pohon inti, apabila pohon inti dari jenis niagawi bernilai tinggi kurang dari 25 pohon/ Ha.

9.

Peneresan adalah pekerjaan membunuh pohon penyaing atau pohon yang tidak diinginkan dengan cara membuang kulit sepanjang 20 cm termasuk kayu gubal sedalam 1 cm secara bersih sehingga tidak ada kambium yang tertinggal.

10. Peracunan adalah pekerjaan membunuh pohon penyaing yang berdiameter 10 – 50 cm dengan menggunakan arborisida.

1

Penjarangan dilaksanakan pada tahun ke 5 dan tahun ke 10. pohonMemusatkan riap tegakan kepada pohon-pohon binaan FUNGSI PEMBEBASAN DAN PENJARANGAN PETUNJUK TEKNIS KEGIATAN PEMBEBASAN DAN PENJARANGAN 151/Kpts KptsBerdasarkan Pedoman Teknis TPTI (SK.226/VISK.8/21/2009 JENIS KEGIATAN PEMELIHARAAN TUJUAN PEMBEBASAN & PENJARANGAN Pembebasan Penyiangan Pendangiran Pemupukan Pembebasan Penjarangan 1. Penjarangan dilaksanakan pada tahun ke 10. 15 dan 20 setelah penebangan dengan jalan membebaskan pohon binaan yang telah mencapai tingkat tiang dari pohon penyaing yang mempunyai diameter > 10 cm. 2 . Untuk mempertahankan riap yang besar dari pohon binaan. Dirjen PH No. Meningkatkan riap pohon binaan produktiv Memperbesar produktivitas tegakan tinggal Penjarangan 1. Pembebasan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan penyiangan. Berdasarkan Pedoman Teknis TPTII (SK. Memberikan peluang keberhasilan yang lebih besar dalam berinvestasi di bidang kehutanan pada hutan alam. pembebasan tajuk dilaksanakan setelah tanaman pokok (meranti) berumur 2 tahun dan 4 tahun. Memberikan ruang tumbuh yang optimal terhadap pohon-pohon binaan. keempat dan keenam setelah penebangan dengan jalan membebaskan pohon binaan dari desakan atau naungan pohon-pohon penyaing. 2. SK. Dirjen BPK No.226/VI-/BPHA/2005 1. Untuk menciptakan ruang tumbuh yang optimal terhadap pohonpohonbinaan. 2. Meningkatkan atau mempertahankan riap yang tinggi. binaan. 2. 3. Pembebasan dilaksanakan pada tahun ke dua. 151/KptsIV/BPHH/1993 1. pohon binaan. Mendapatkan proyeksi struktur tegakan tinggal yang akan menjadi potensi pada rotasi tebang berikutnya. 2.

4.5 – T (Merek Kuron) 5% campuran 2.4. 2004) I. tepi lapangan terbuka. Pohon-pohon yang menggesek batang pohon unggulan. Trubusan dari tonggak tidak akan terjadi.5T(2:1) 6% 2.5 .8/21/2009 KRITERIA POHON YANG DIBUANG Pohon yang sangat mendesak/menaungi tajuk pohon binaan. 2004) Arborisida 8% 2. tepi jalan raya.D dan 2. Pohon yang diteres kadang-kadang bertunas dibawah teresan.4.T(Garam amin) 2% (Merek Gramoxon) 4% 2. Dipterokarpa cacat dan diduga tidak akan hidup sampai rotasi berikutnya. pembuangan kambium sering tidak bersih. sehingga daun pohon yang dibebaskan sempat menyesuaikan diri. Pohon-pohon yang menghasilkan makanan hewan. Minyak Diesel Minyak Diesel Minyak Diesel Minyak Diesel Air Air 3 .4 . PERACUNAN Tubrukan akibat penebangan pohon dapat dihindari atau dikurangi. Perambat harus selalu dipotong dimanapun ditemukan. Semua pohon non dipterokarpa berbentuk jelek atau cacat. PENERESAN Pohon yang diteres kehilangan sebagian kayunya. sehingga mudah patah. Pembebasan dengan peracunan menggunakan tenaga kerja lebih sedikit. Pada pohon yang berbatang tidak bundar. Pohon yang diracun mati perlahan dalam beberapa bulan. Tidak ada pohon yang diganggu sepanjang sungai dan mata air.4-D (Merek Esteron WS) 4% 2. Pohon unggulan lunglai yang dibebaskan sempat menjadi kekar dan punya tempat bersandar. Semua pohon ditepi hutan. sehingga pohon tidak mati. tepi ladang. Pohon-pohon yang statusnya meragukan. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 JENIS-JENIS ARBORISIDA (Sutisna. Pohon besar non dipterokarpa berbatang baik PENERESAN DAN PERACUNAN (Sutisna. tepi sungai. walau tidak berdekatan dengan pohon unggulan. POHON NON POHON BINAAN yang tidak di buang Semua pohon-pohon yang berada dibawah tajuk pohon binaan.5-T(Inverton) 6% 2.4-D (butylester) 2% Diquat (Merek Reglone) 20% Natrium Arsenit Air Air Air Pelarut II.4.

membebaskan 200 pohon binaan per Ha tetap memprioritaskan pada : 200 Pohon / Ha 2 4 1 3 5 6 : : : : : : : BatasPetak Batas Jalur ( 20 Meter ) Ketua Regu + Pencatat Penebas semak belukar disekitar pohon binaan Peneres pohon penyaing Pembantu Umum Patok Jalur ( Tiap 20 Meter) 4 .8/21/2009 JENIS-JENIS ARBORISIDA (Sutisna. membebaskan 200 pohon binaan per Ha tetap memprioritaskan pada : 25 Pohon /Ha 175 Tingkat Tiang / Ha III Pembebasan III Pada kegiatan pembebasan III. membebaskan 200 pohon binaan per Ha tetap memprioritaskan pada : 25 Pohon / Ha 75 Tingkat tiang / Ha 100 Tingkat Pancang / Ha PELAKSANAAN KEGIATAN PENJARANGAN UTARA 1 2 4 3 5 6 20 Meter 100 Meter Keterangan : Pembebasan II Pada kegiatan pembebasan 1I. 2004) PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBEBASAN UTARA Nomor 1 Arborisida Roundup Bahan Aktif dan Konsentrasinya 48% Isoproylaminglyphosat 2 3 4 6 1 5 7 2 Garlon 62% Triclopyr-butoxyethylester 20 Meter 100 Meter Keterangan : 3 Asam semut 90% Asam formiat : : : : 1 2 4 6 3 5 7 BatasPetak Batas Jalur ( 20 Meter ) Ketua Regu + Pencatat Pengenal Jenis Pohon + Penanda Pohon Binaan &penyaing : Penebas pohon diameter < 7 Cm : Peneres pohon dimater > 7 Cm : Patok Jalur ( Tiap 20 Meter) FOKUS PEMBEBASAN POHON BINAAN Pembebasan I Pada kegiatan pembebasan 1.

Pengawas Dibuat Oleh.Badge Sistim kerja Rekanan : : : : Kegiatan Petak Luas Tahun Tebang Thn Pelaksanaan Ket : : : : : Pohon Binaan Tiang Pancang No. Pelaksana NPK :_______ NPK:______ 5 . ITCI KARTIKA UTAMA BAGIAN PEMBINAAN HUTAN Kegiatan : Perapihan Town . Pengawas Dibuat Oleh. Pelaksana Catatan : NPK :_______ NPK:______ Diperiksa Oleh. ITCI KARTIKA UTAMA BAGIAN PEMBINAAN HUTAN Kegiatan : Pembebasan PT.8/21/2009 FOKUS PENJARANGAN PENJARANGAN I Dilaksanakan 10 tahun setelah kegiatan penebangan ( Et + 10) Membebaskan tajuk paling sedikit 200 pohon binaan PENGOLAHAN DATA DAN PELAPORAN Pengisian Register Pembebasan Nomor dan jumlah jalur Jumlah pohon binaan yang dibebaskan Penggunan hari dan tenaga kerja Register pembebasan di tanda tangani oleh penanggung jawab pekerjaan pembebasan Register pembebasan dijadikan dasar penyusunan laporan ke instansi kehutanan PENJARANGAN II Dilaksanakan 15 tahun setelah kegiatan penebangan ( Et + 15) Membebaskan tajuk paling sedikit 150 pohon binaan Pengisian Register Penjarangan PENJARANGAN III Dilaksanakan 20 tahun setelah kegiatan penebangan ( Et + 20) Membebaskan tajuk paling sedikit 100 pohon binaan Nomor petak.Ship Petak Luas Tahun Tebang Thn Pelaksanaan : : : : : Jumlah Letak PU PU Jalan Rawa Sungai Quarry Pelaksana No. Jalur Pelaksana Sistim kerja Rekanan : : : : No Tanggal Jalur LL Normal Prod Harian ( Ha ) HOK No PU Jenis Inti Semai Jumlah Diameter Phn Binaan Pohon Ket Total Catatan : Diperiksa Oleh. nomor jalur dan volume pekejaan setiap hari Jumlah pohon binaan yang dibebaskan dan penyaing yang di matikan Penggunan hari dan tenaga kerja Penggunaan bahan kimia (arborisida) bila ada REGISTER PEMBEBASAN CONTOH TALLYSHEET PERAPIHAN F-PHA-03d F-PHA-03f PT.

merambat. Pelaksana NPK :_______ NPK:______ Membebaskan PATOK BATAS DI LAPANGAN pohon binaan dari tanaman penganggu dengan cara Penebasan PLANG KEGIATAN PEMBEBASAN I Disekitar pohon binaan terbebas dari tanaman penganggu atau tanaman yang merambat. 6 . Pengawas Dibuat Oleh.8/21/2009 REGISTER PENJARANGAN F-PHA-03f FOTO KEGIATAN PERAPIHAN : : : : PT. Jalur Pelaksana Sistim kerja Rekanan Jenis Inti Semai Jumlah Diameter Phn Binaan Pohon Ket Hasil Kegiatan Perapihan Catatan : Papan Nama Perapihan Diperiksa Oleh. ITCI KARTIKA UTAMA BAGIAN PEMBINAAN HUTAN Kegiatan : Penjarangan Kegiatan Petak Luas Tahun Tebang Thn Pelaksanaan No PU : : : : : Pohon Binaan Tiang Pancang No.

000 per hari. Apa saja keuntungan dan kerugian kegiatan peneresan dan peracunan? 4. Apa perbedaan kegiatan pembebasan secara singkat ! 3. 2.40. sebutkan dan jelaskan dengan singkat dan jelas. harga herbisida Rp.8/21/2009 QUIS PEMELIHARAAN HUTAN 1. Berapa dana yang harus disediakan untuk melakukan pembebasan pada areal 800 Ha tersebut.5 liter/ha.5 HOK per Ha. Kebutuhan herbisida 1. Kegiatan pembebasan dilaksanakan dengan menggunakan herbisida. upah pekerja termasuk sarana kerja dan bahan makan Rp. dan penjarangan? Jelaskan 7 . Prestasi kerja pembebasan 6. 50. Kegiatan apa saja yang termasuk dalam pemeliharaan hutan.000 per liter.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful