SNI 07-0722-1989 Baja canai panas untuk konstruksi umum

Review Secara Umum: SNI 07-0722-1989 Baja untuk konstruksi umum mempunyai ruang lingkup meliputi syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara uji dan syarat penandaan baja canai panas untuk konstruksi umum, seperti konstruksi bangunan gedung, jembatan, kapal, alat-alat yang bergerak di atas rel (rolling stock) dan konstruksi lainnya. Syarat mutu yang digunakan dalam standar SNI ini adalah sebagai berikut: 1. Tampak luar Permukaan baja harus tampak rata dan bebas dari cacat-cacat seperti retak-retak, pitting, pengelupasan permukaan dan cacat lain yang merugikan dalam pemakaian selanhutnya. 2. Bentuk, ukuran, berat dan toleransi Bentuk, ukuran, berat dan toleransi baja canai panas konstruksi umum sesuai dengan • • • • • • • SII 0136-1980, Baja Tulangan Beton SII 0163-1980, Baja Siku Samakaki Bertepi Bulat Canai Panas SNI 0052-1989-A, Baja Kanal Bertepi Bilat Canai Panas SNI 0392-1989-A, Baja Bentuk I Bertepi Bulat Canai Panas SNI 0065-1987-A, Baja Tulangan Beton Hasil Rerolling SNI 0070-1989-A, Baja Siku Samakaki Bertepi Bulat Canai Panas Hasil Rerolling SNI 0601-1989-A, Baja Lembaran Canai Panas

3. Komposisi kimia • • Untuk konstruksi umum Untuk lambung kapal

4. Sifat Mekanis • • Untuk konstruksi umum Untuk lambung kapal

Jumlah batang uji untuk uji sifat mekanik 3. Setiap produk jadi yang telah memenuhi syarat standar ini diberi tanda di tempat yang mudah dilihat dan tidak boleh menunjukkan: a. Kelebihan: . Pembuat baja harus menentukan suatu sistem penandaan mulai dari ingot. Khusus untuk baja lambung kapal harus memuat: a. Posisi pengambilan batang uji untuk sifat mekanik Sedangkan cara uji dijelaskan sebagai berikut: 1. 2. penandaan dapat ditulis pada label yang tidak mudah hilang dan tahan lama f. Label diikatkan dengan kuat dan aman pada ikat profil. Tanda atau merek pabrik pembuat c. Mutu (Grade) b. Tanda atau merek pabrik pembuat c. Simbol kelas b. Nomor peleburan d. Sifat Mekanik 3. Untuk profil kecil. Analisa Kimia 2.Cara pengambilan contoh pada SNI 07-0722-1989 ini dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut: 1. Laporan Hasil Uji Syarat penandaan yang dilakukan pada standard ini adalah sebagai berikut: 1. slab sampai produk jadi. Pengambilan contoh dilkaukan oleh petugas yang berwenang 2. Dimensi 3. Stempel Badan yang berwenang e. yang memungkinkan dapat diikuti riwayar bahan mulai dari peleburannya. billet. Uji Ulang 4.

flat. sebaiknya dipisahkan menjadi dua standar yang berbeda yaitu Baja Canai Panas Untuk Konstruksi Umum dan Baja Canai Panas untuk Lambung Kapal. Syarat-syarat komposisi kimia dan sifat mekanis dicantumkan dengan tabel dan isi yang mudah dipahami dengan juga menyertakan keteranganketerangan dari tabel tersebut. Kekurangan: 1. Masih terdapat bahasa yang tidak baku dalam KBBI seperti: sistim. standar SNI ini masih kalah kualitasnya. Tidak adanya pembahasan istilah dan definisi yang dapat digunakan pembaca untuk memahami kata-kata yang terdapat dalam standar ini. Acuan yang digunakan untuk menentukan standar bentuk. Standar ini juga mencantumkan gambar batang uji proporsional yang digunakan pada pengujian sifat mekanik 3. Dibagian akhir standar ini juga diberikan gambar posisi pengambilan batang uji untuk konstruksi umum dan batang uji baja untuk lambung kapal. acuannya masih mencantumkan tahun diterbitkannya. tidak ada standar baru pengganti standar ini. 3. dsb. ukuran. . Berdasarkan isi dari standar ini. 2. 4. Selain itu.1. Kerevelansian dengan situasi saat ini: SNI 07-0722-1989 merupakan standard yang sudah lama digunakan sebagai standar yang berlaku di Indonesia. 2. Sebaiknya standar ini segera direvisi atau digantikan dengan standar baru agar semakin relevan dengan perkembangan dan penggunaaan baja hasil canai panas secara umum. Jadi kita tidak bisa menggunakan acuan edisi terakhir atau hasil amandemen. Selama 12 tahun setelah terbitnya standard ini. 5. Standar ini standar yang sudah tua tapi masih berlaku. Jika dibandingkan dengan standarstandar besar lainnya. berat dan toleransi baja canai panas konstruksi umum pada standard ini kebanyakan adalah standar lama dan tidak digunakan lagi sebagai standar yang masih berlaku.