BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Sejak awal kehidupan manusia, secara terus menerus mereka dituntut untuk selalu mampu menyesuaikan diri atau bersosialisasi dengan lingkungannya. Lingkungan dimana manusia/individu hidup secara terus menerus berubah. Keluarga adalah lingkungan yang pertama yang “menuntut individu” mampu menyesuaikan diri dengan baik. Dengan meningkatnya usia dan kematangan individu, lingkungan mereka makin luas dan individu diharapkan makin mampu menyesuaikan diri dengan baik. Setelah mereka berada diluar lingkungan keluarga, lingkungannya makin beragam sifatnya dan makin tinggi tuntutan lingkungan terhadap kemampuan penyesuaian diri individu. Berbagai perubahan dapat terjadi pada berbagai lapisan lingkungan yang keberadaannya merupakan suatu sistem ekologi. Dari lingkungan individu yang berlapis-lapis itu secara jelas akan mempengaruhi kepribadian individu. Dengan demikian, setiap individu harus diusahakan agar mampu berkembang secara optimal sehingga mereka berhasil dengan baik dalam menghadapi segala tantangan zaman yang bermula dari lingkungan keluarga yang membentuk kepribadiannya. B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah sebagai berikut :  Apa definisi kepribadian ?  Bagaimana teori-teori kepribadian ?  Bagaimana proses perkembangan kepribadian ?  Bagaimana tipe-tipe kepribadian ?  Bagaimana pengukuran-pengukuran kepribadian ?  Bagaimna kepribadian yang sehat ?  Bagaimana kepribadian abnormal ? C. Batasan Masalah Makalah ini hanya membahas :  Definisi kepribadian  Teori-teori kepribadian  Proses perkembangan kepribadian  Tipe-tipe kepribadian  Pengukuran-pengukuran kepribadian  Kepribadian yang sehat  Kepribadian abnormal

Kepribadian itu merupakan organisasi yang dinamis. yang dipergunakan juga oleh pemain-pemain drama bangsa Romawi kurang dari 100 sebelum Masehi. yang menurut Allport meliputi. Konflik dasar dari tiga sistem kepribadian tersebut menciptakan energi psikis individu. Definisi kepribadian tersebut diakuinya sendiri sangat kasar sifatnya dan tidak banyak berbeda dengan arti yang diberikan pada konsep itu dalam bahasa sehari-hari. Corak dan keunikan keribadian individu ditentukan atau dipengaruhi oleh faktorfaktor bawaan dan lingkungan. Organisasi itu menentukan corak penyesuaian diri yang unik dari tiap individu terhadap lingkungannya. Lambat laun. 4. Definisi kepribadian Allport memiliki arti bahwa setiap individu bertingkah laku dalam caranya sendiri. B. Definisi Kepribadian Kata “kepribadian “ (personality) sesungguhnya berasal dari kata latin persona. 3. ia tidak statis. tidak meliputi hal-hal yang berada diluar diri individu. serta sistem fisik (anggota dan organ-organ tubuh) yang saling terkait. Organisasi itu berdiri atas sistem psikis. sehingga tidak akan ada dua orang yang bertingkah laku sama. yakni sebagai berikut : 1. Pada saat itu. Tidak ada dua orang yang memiliki kepribadian sama. Diantara berbagai perbedaan. khususnya oleh para teoretisi kepribadian. Kepribadian sebagai sesuatu yang unik atau khas pada diri setiap orang. 2. Organisasi tersebut terdapat dalam diri individu. yaitu : 1. 2. memiliki beberapa persamaan yang mendasar.BAB II PEMBAHASAN A. Kepribadian memiliki beberapa unsur. Jadi. Koenjaraningrat (1980) menyebut “kepribadian” atau personality sebagai “susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia”. Energi dasar ini menjadi kebutuhan individu . kata persona (personality) berubah menjadi satu istilah yang mengacu pada gambaran sosial tertentu yang diterima oleh individu dari kelompok atau masyarakatnya. Dengan kata lain. 1991 : 10). Persona berarti topeng (mask) yng dipakai didalam sandiwara/drama Yunani. sifat dan bakat. Jadi. setiap pemain sandiwara memainkan peranannya masing-masing sesuai dengan topeng yang dikenakannya. Teori kepribadian psikoanalis Freud membangun model kepribadian yang saling berhubungan dan menimbulkan konflik satu sama lain. Teori-teori Kepribadian 1. kemudian individu itu diharapkan bertingkah laku sesuai dengan gambaran sosial (peran) yang diterimanya (Koswara. tetapi senantiasa berubah setiap saat. definisi kepribadian adalah keseluruhan cara dimana seseorang/individu bereaksi dengan individu lain atau sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan seseorang. Kepribadian dipandang sebagai “organisasi” yang menjadi penentu atau pengaruh tingkah laku. karena setiap individu memiliki kepribadian sendiri. sebagian besar definisi yang dirumuskan oleh para psikolog. 3.

kurang menentukan dalam deskripsi kepribadian. Sifat-sifat ini merupakan karakteristik periferal dalam individu. Bagi Erikson. Id bekerja menggunakan prinsip kesenangan. dan “teori faktor” Raymond Cattell (Hall & Lindzey. Allport membedakan antara sifat umum (general trait) dan kecenderungan pribadi (personal disposition).yang menuntut pemuasan. 3) Sifat-sifat sekunder (secondary traits). Sifat ini tampaknya berfungsi lebih terbatas.1977). namun tidak terlihat. mencari pemuasan segera impuls biologis. sementara Freud mengutamakan faktor psikoseksual dalam menganalisis kepribadian. ego mematuhi prinsip realita. Teori Sheldon sering digolongkan sebagai teori tipologi (Yuniarni. Sifat-sifat ini merupakan karakteristik yang kurang mengontrol atau memotivasi perilaku individu. teori-teori ini menyatakan bahwa manusia memiliki sifat tertentu. ego. Jadi. Jadi. Teoriteori sifat ini juga dikenal sebagai teori-teori tipe (type theories) yang menekankan aspek kepribadian yang bersifat relatif stabil atau menetap. dan superego. manusia adalah mahluk rasional yang pikiran. Allport membagi sejumlah perbedaan di antara berbagai jenis sifat . ego itu aktif. dan superego yang saling bekerja sama dalam mempengaruhi perilaku manusia. suara hati) memilki standar moral pada individu. dan super ego ( hati nurani . kita bisa merasakan kehadirannya dengan mengamati konsistensi dari perilaku seseorang. Bagi Erikson. menunda pemuasan sampai bisa dicapai dengan cara yang diterima masyarakat. yaitu : 1) Sifat-sifat kardinal (cardinal traits). dan perilakunya dikendalikan oleh ego. 2. perasaan. Kecenderungan pribadi dimaksudkan sebagai pola atau konfigurasi unik sifat-sifat yang ada dalam diri individu. Menurut Sheldon. sifat ini tidak mendorong atau menekan dengan kuat seperti sifat-sifat kardinal. Ia sebenarnya menolak pengotakkan menurut tipe ini. “psikologi konstitusi” Wlliam Sheldon. sifat adalah sesuatu yang sesungguhnya eksis. jelas bahwa dalam teori psikoanalis Freud. 1993:9). namun tidak kalah penting meskipun mengontrol perilaku dalam berbagai situasi . yakni pola kecenderungan untuk bertingkah laku dengan cara tertentu. Tepatnya. ego ini harus menghadapi konflik antara id (yang berisi naluri seksual dan agresif yang selalu minta disalurkan) dan superego (yang berisi larangan yang menghambat naluri-naluri itu). dan merupaka unsur utama dari kepribadiam yang lebih mementingkan faktor psikososial. ego. Meskipun tidak melihat. 2) Sifat-sifat sentral (central traits). Sifat-sifat yang stabil ini menyebabkan manusia bertingkah laku relatif tetap dari situasi ke situasi. Bagi Allport. Selanjutnya. Seseorang . karena variabel yang diajukannya bukan satu pembedaan secara kategorial. misalnya meskipun ia mengakui adanya id. Selanjutnya ego masih harus mempertimbangkan realitas di dunia luar sebelum menampilkan perilaku tertentu. Tiga sistem tersebut adalah id. Sifat umum adalah dimensi definisi sifat yang dapat membandingkan individu satu sama lain. dan lebih terpusat (khusus) pada respons-respons yang didasarinya serta perangsangperangsang yang disukainya. Sifat-sifat ini merupakan karakteristik yang meresap dan dominan dalam kehidupan seseorang dan bisa dikatakan sebagai motif utama. menurutnya yang terpenting bukannya dorongan seks dan bukan pula konflik antara id dan superego. Itu terletak pada bagian tertentu sistem saraf. Teori-teori sifat (Trait Theories) Yang dimaksud dengan teori-teori sifat (trait theories) pada dasarnya meliputi “psikologi individu” Gordon Williard Allport. bukan pasif seperti pada teori Freud.

Teori kepribadian behaviorisme Menurut Skinner. antara lain suka makan enak. Kombinasi ketiga komponen ini menimbulkan berbagai kemungkinan tipe fisik yang disebut somatotipe. 6) Menguatkan diri secara positif (positive self-reinforcement) Kita menghadiahi diri sendiri atas perilaku yang patut dihargai. toleran. memiliki sifat-sifat. pandai bergaul. agresif. Individu yang memiliki nilai viscerotonia yang tinggi. Kadang-kadang orang menggunakan obat-obatan untuk mengontrol perilaku yang tidak diinginkan. 2) Somatonia. kurang peka dengan perasaan orang lain.memiliki tiga komponen fisik yang berbeda menurut derajat dan tingkatannya. Skinner telah menguraikan sejumlah teknik yang digunakan untuk mengontrol perilaku. santai. baik faktor genetis maupun pengaruh lingkungan dalam kendungan. 7) Menghukum diri sendiri (self punishment) Seseorang mungkin menghukum diri sendiri karena gagal mencapai tujuan diri sendiri. membutuhkan aktivitas fisik yang menentang. tidak menyukai keramaian dan takut kepada orang lain. 2) Bantuan fisik (physical aids) Bantuan fisik dapat digunakan untuk mengontrok perilaku. serta memiliki kesadaran diri yang tinggi. lamban. Menurut Sheldon. tenang. 1977) : 1) Pengakuan fisik (physical restrains) mengontrol perilaku melalui pengekangan fisik. 3) Mengubah kondisi stimulus (changing the stimulus conditions) Kita tidak hanya menyingkirkan stimulus tertentu pada situasi tertentu. Pribadi yang mempunyai nilai cerebretonia dikatakan bersifat tertutup dan senang menyendiri. . 3. Teknik tersebut adalah sebagai berikut (Wulansari & Sujatno. 5) Melakukan respons-respons lain (performing alternative respons) Kita juga sering menahan diri dari melakukan perilaku yang membawa hukuman dengan melakukan hal lain. psikologi konstitusi adalah suatu studi mengenai aspek-aspek psikologi dari perilaku manusia yang berkaitan dengan morfologi dan fisiologi tubuh. cenderung menguasai dan bersifat gaduh. individu adalah organisme yang memperoleh perbendaharaan tingkah lakunya melalui belajar. Bila sedang dirundung masalah. Ada tiga komponen atau dimensi temperamental yang dikelompokkan ke dalam sifat kepribadian : 1) Viscerotonia. pengejar kenikmatan. Istilah “konstitusional” sebenarnya sering digunakan dalam psikologi untuk menunjukkan faktor-faktor yang muncul pada saat kelahiran. ia memiliki reaksi yang cepat dan sulit tidur. Individu dengan sifat somatonia yang tinggi memiliki sifat-sifat seperti suka berpetualang dan berani mengambil resiko yang tinggi. Kita tidak juga menghadirkan stimulus untuk melakukan suatu perilaku tertentu. 3) Cerebretonia. 4) Memanipulasi kondisi emosional (manipulating emotional conditions) Terkadang kita mengadakan perubahan emosional dalam diri kita untuk mengontrol diri. Selanjutnya.

D. perkembangan berlangsung menurut tiga dimensi kepribadian. kepribadian dapat dikatakan mencakup semua aspek perkembangan. yang menyebabkan adanya kesatuan dalam tingkah laku dan tindakan seseorang. Ini disebut integrasi. Dalam dimensi progresif. Kedua. sehingga orang-orang tipe ini selalu bersikap murung atau muram. Freud menegaskan bahwa pada manusia terdapat empat fase atau tahapan perkembangan psikoseksual yang kesemuanya menentukan pembentukan kepribadian dan masing-masing fase berkaitan dengan daerah erogen tertentu. Dalam dimensi transvers. mental. Ia mencapai tujuannya dengan cara yang lebih langsung dan lebih sedikit gerakan yang sia-sia. tetapi melebihi penjumlahan semua aspek perkembangan tersebut. C. Dalam dimensi vertikal. Pandangan teori kognitif menyatakan bahwaorganisasi kepribadian manusia tidak lain adalah elemen-elemen kesadaran yang satu sama lain saling terkait dalam lapangan kesadaran (kognisi). yaitu : 1). alat pembuangan atau dubur (anal). Teori psikologi kognitif Menurut para ahli. dan selalu menaruh rasa curiga. saling dihubungkan dan diorganisasikan untuk diberi makna. Tipe-tipe Kepribadian Hippocrates dan Gelenus (400 SM dan 175 M) mengemukakan bahwa manusia dibagi menjadi empat golongan menurut keadaan zat cair yang ada dalm tubuhnya. energi seksual (libido) ada sejak lahir.4. dengan pengaruh-pengaruh dari lingkungan luar. Pembentukan pola kepribadian ini terjadi melalui proses interaksi dalam dirinya sendiri. Kepribadian merupakan satu kesatuan aspek jiwa dan badan. Yang disebut daerah erogen adalah bagian tubuh tertentu yang peka dan bisa mendatangkan kenikmatan seksual apabila dikenai rangsangan. Pertama. dan fase genital. Proses Perkembangan Kepribadian Pada hakikatnya. moral. Daerah-daerah erogen itu adalah mulut atau bibir (oral). Menurut Hall & Lindzey (1993). fase falik. Melancholikus (melankolisi). manusia tidak sekedar mengandalkan diri pada apa yang diterima dari penginderaannya. dan kemudian berkembang melalui serangkaian tahapan psikoseksual yang bersumber pada proses-proses naluriah organisme. dan berkembang di Amerika Serikat menjadi psikologi kognitif. dan alat kelamin (genital). fase anal. selanjutnya dijadikan awal dari suatu perilaku. Mereka berpendapat bahwa dalam memersepsi lingkungannya. Adapun perkembangan psikoseksual adalah fase oral. yaitu orang-orang yang banyak empedu hitamnya. Teori psikologi Gestalt Christian von Ehrenfels kemudian dikembangkan oleh Kurt Lewin (1936) dengan teori lapangny. pesimistis. sosial. orang berkembang dari posisi tengah pada skala ke arah luar dan juga dalam untuk memuaskan kebutuhannya. pertumbuhan mengakibatkan koordinasi yang lebih baik dan keluwesan bertingkah laku yang lebih besar. 1991). seperti perkembangan fisik. perkembangan berarti meningkatkan efisiensi dan produktivitas. teori psikologi kognitif berawal dari pandangan psikologi Gestalt Christian von Ehrenfels di Jerman beberapa saat sebelum perang Dunia II. tetapi masukan dari penginderaan itu diatur. Teori psikoanalis mengenai perkembangan kepribadian berlandaskan dua premis (Koswara. motorik. . premis bahwa kepribadian individu dibentuk oleh berbagai jenis pengalaman masa kanak-kanak awal.

canggung. ahli ilmu jiwa dari Jerman membagi kepribadian manusia menjadi enam golongan atau tipe. suka pada hal-hal yang faktual. C. senang terhadap kehidupan alam. 1998) : 1). Manusia politik. dan mengabdi pada ilmu. berpegang teguh pada pendiriannya. 6) Sangunici (orang kekanak-kanakan) : orang tipe ini sukar mengambil keputusan. Orang tipe ini sifatnya lembam dan pemalas. 4). aktivitas. Orang tipe ini bertubuh besar dan kuat. selalu membeo. picik. sehingga orang-orang tipe ini selalu menunjukkan wajah yang berseri-seri. Manusia sosial. 3). optimis. pintar bicara sehingga mudah mempengaruhi orang lain. agresif. Jiwa orang yang bertipe seni selalu dipengaruhi oleh nilai-nilai keindahan. pendendam. Manusia teori. 4). Bagi mereka. 2) Cholerici (orang garang) : orang ini lincah. 4) Nerveuzen (orang penggugup) : orang ini sifatnya emosional (mudah naik darah tetapi mudah menjadi dingin). membagi tipe manusia menjadi dua golongan besar. yaitu orang-orang yang perhatiannya lebih diarahkan keluar dirinya. gila kuasa. . yang lebih penting dalam hidup ialah mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa. namun penaik darah dan sukar mengendalikan diri. berfilsafat. Orang bertipe politik memiliki sifat suka menguasai orang lain. dan dalam bidang politik selalu berpandangan konservatif. kepada orang-orang lain dan kepada masyarakat. egois. peembawaannya tenang. tidak praktis. sifatnya garang dan agresif. pada “aku”-nya. yakni orang-orang yang banyak darahnya. 6). rajin bekerja. tidak gila hormat dan kuasa. Sifat-sifat tipe manusia ini. orang-orang yang perhatiannya lebih mengaraah pada dirinya. 5) Flegmaciti (orang tenang) : orang tipe ini selalu bersikap tenang. Cholericus (kolerisi). Sangunicus (sanguinisi). yaitu orang-orang yang banyak lendirnya. Gerart Heymans membagi tipe kepribadian manusia berdasarkan sifat psikis (emosionalitas. dan menjauhkan diri dari kebisingan dan keramaian. 3) Sentimentil (orang perayu) : orang ini suka bersikap emosional. kurang berani/ragu-ragu bertindak. tidak mau berfikir panjang. Orang yang bertipe sosial memiliki sifat-sifat suka mengabdi dan berkorban untuk orang lain. Flegmaticus (flegmatisi). pemurung. Suka bekerja dan mencari untung merupakan sifat-sifat yang paling dominan pada tipe orang ini. tetapi tidak pendendam. Tipe extrovert.G. 2). yakni yang banyak empedu kuningnya. emosional. sering impulsif (menurutkan kata hati). suka memprotes/mengecam orang lain. Manusia seni. Tipe introvert. Manusia agama. dan ingatannya buruk. sabar. periang atau selalu gembira. pemberani. yaitu (Purwanto. tekun bekerja secara teratur. dan bersikap optimis. yaitu : 1). pendiriannya tidak mudah berubah. wajahnya selalu pucat. Manusia ekonomi. suka berpikir. 7) Amorfem (orang tak berbentuk) : orang tipe ini intelektualnya kurang. berbicara singkat. pendiam. 3). Eduard Spanger. periang. yaitu : 1) Gapasioneerden (orang hebat) : orang ini selalu bersikap keras. tetapi mantap. 5). tidak sabar. dan sekunder-fungsi) menjadi tujuh tipe. suka menyendiri.2). tidak lekas putus asa. Jung seorang ahli penyakit jiwa dari Swiss. 2). pesimis. suka mengecam.

mudah berubah-ubah stemming-nya. merupakan bentuk tubuh campuran dari ketiga tipe diatas. tidak kuat. atau tipe wataknya sering disebut siklithim. dan tidak konsekuen. pendek. pengelana. sukar menyesuaikan diri dengan situasi baru. Nampak dari luar: jangkung. Seperti : olahragawan. berotot kuat. gemuk. 3) Piknis. leher pejal. 2) Astenis. maka bagian-bagian tubuhnya yang berasal dari mesoderm relatif berkembang lebih baik daripada yang lain: otot-otot. Faktor-faktor genetis dan biologis juga berperan dalam perkembangan kepribadian seseorang. dengan ciri-ciri tubuh: besar. Teori kepribadian Sheldon dibagi menjadi 2 : stuktur fisis dan analisa kepribadian. Individu yang komponen endomorphy-nya tinggi sedangkan kedua komponen lainnya . suka humor. kurus. mudah menyesuaikan diri dengan situasi yang baru. lekas memaafkan kesalahan orang lain. bahu sempit. (3) Ectomorph (komponen ectomorphy dominan) Pada golongan ini organ-organ yang berasal dari ectoderm yang dominan (kulit dan sistem syaraf berperan terpenting). yang mempengaruhi kepribadian seseorang. antara lain : sulit bergaul. Menurut William H. Endomorphy b. William Herbert Sheldon (1898-1977) adalah seorang psikolog Amerika. Nampak dari luar: lembut. Struktur jasmani merupakan hal yang utama. Struktur Fisis Sheldon membagi aspek jasmani individu menjadi 2 komponen : 1) Komponen jasmani primer Menurut Sheldon terdapat 3 komponen atau dimensi jasmaniah : a. pembuluh darah. kadang-kadang optimis. Mesomorphy c. Ectomorphy Penggunaan ketiga istilah itu dihubungkan dengan 3 lapisan pada proses pembentukan foetus (janin) manusia (endoderm. dan tentara. . Maka menurut Sheldon ada 3 tipe pokok jasmani manusia : (1) Endomorph (komponen endomorphy dominan). Sifat orang-orang ini adalah mudah bergaul. kepribadian dengan keadaam jasmani yang nampak. lengan. Sheldon sebagaimana dikutip pula oleh Agus Sujanto. tahan sakit. 4) Displastis. mesoderm. dan kaki kecil. Lain halnya dengan orang yang memiliki bentuk tubuh piknis. berdada lebar. egoistis dan bersifat ingin berkuasa.Kretschmer. dada kecil dan pipih. dengan ciri-ciri: tinggi. ahli penyakit jiwa berkebangsaan Jerman mengemukakan adanya hubungan yang erat antara tipe tubuh dengan sifat dan wataknya dan membagi manusia dalam empat golongan menurut tipe. dengan ciri-ciri: bulat. mempunyai kebiasaan yang tetap. muka bulat. A. otot-otot hampir tidak nampak berkembang. ditandai oleh: alat-alat dalam dan seluruh sistem digestif (yang berasal dari endoderm) berperan terpenting. tetapi kurang setia. Nampak dari luar: kokoh. yang menurut Kretschmer mempunyai sifat-sifat. jantung dominan. lemah. keras. (2) Mesomorph (komponen mesomorphy dominan). selalu berpikir terlebih dahulu masak-masak sebelum bertindak. kekar dan tegap. Tipe watak orang yang berbentuk atletis dan astenis adalah schizothim. gemuk. otot kelihatan bersegi-segi. Dominasi alat-alat yang berasal dari lapisan tertentu yang menentukan dominasi daripada komponen tertentu. Individu yang komponen mesomorphy-nya tinggi sedangkan kedua komponen lainnya rendah. kelihatan sombong. ectoderm). kadang pula pesimis. tinggi badan relatif rendah. yaitu : 1) Atletis.

Suka berterus terang e. Sifat-sifat temperamen komponen ini ialah: a. Orang ini nampak tampan seakan serba berkeseimbangan dalam tubuh. Sheldon menyimpulkan bahwa ada 3 komponen primer dari pada temperamen: 1) Viscerotonia. suka mengerjakan sesuatu yang menggunakan otot. Orang yang viscerotonis itu mempunyai alat pencernaan yang relatif besar dan panjang. Komponen ini kelompok sifat-sifatnya berhubungan dengan dominasi dan anatomi struktur somatis. Kebutuhan bergerak besar d. Sikapnya kurang gagah. Gemar makan-makan d. Kurang berani bergaul dengan orang banyak (sociophobia) d. Besar kebutuhannya akan resonansi dari orang lain e. Suka hiburan c. Nampaknya lebih dewasa dari sebenarnya g. b. Sifat-sifat komponen ini ialah : a. Sifat-sifat temperamen komponen ini ialah : a. Suara lantang f. Orang yang somatotonis aktivitas otototot sekehendaknya dominan. Dengan meminjam istilah Kretschmer. Tidurnya nyenyak f. Orang yang termasuk golongan ini gemar akan ekspresi muskuler. Inilah komponen sekunder yang terpenting. Dysplasia. Sebenarnya Sheldon belum pasti benar tentang penamaan ini. Reaksinya cepat c. Dysplasia itu banyak hubungannya dengan ectomorphy. menunjukkan sejauh mana jasmani memiliki sifatsifat yang biasanya terdapat pada jenis kelamin lawannya. dan ditandai dengan huruf g. yang ditandai dengan huruf t. ragu-ragu b. Gynandromorphy. Bila menghadapi kesukaran tubuh melakukan gerakan-gerakan 3) Cerebrotonia. Bila menghadapi kesukaran membutuhkan orang lain 2) Somatotonia. Perkasa (energetic) c. Analisa Kepribadian Dari penelitiannya. artinya orang laki-laki yang mempunyai komponen ini berciri-ciri : 1) Bertubuh lembut 2) Pinggul besar 3) Sifat-sifat kewanitaan lainnya c. suka mendapat pengalaman fisik. Kurang berani berbicara di depan banyak orang . Tipe ini lebih banyak terdapat pada kaum wanita daripada kaum pria. dengan hati besar. Jadi dysplasia itu menunjukkan ketidakselarasan. B. Komponen ini kelompok sifat-sifatnya berhubungan dengan fungsi dan anatomi alat-alat visceral/digestif (sistem pencernaan). Dinamakan demikian karena dikirakan bahwa aktivitas pokok adalah perhatian dengan sadar. serta inhibisi terhadap gerakan-gerakan jasmaniah. Texture (tampan). komponen ini menunjukkan setiap ketidaktetapan dan ketidaklengkapan campuran.2) Komponen jasmani sekunder a. Sikapnya gagah b. ketiga komponen primer pada berbagai bagian tubuh. Sikapnya tidak tegang (relaxed) b.

i. Analisis dari sifat jawaban e. sebagian lagi hitam putih. Sheldon mengemukakan perihal gangguan kejiwaan terdiri dari 3 dimensi primer. suatu bentuk dari schizophrenia (sosian. (b) exhaustive interview (cara interview yang berlangsung lama dan diselenggarakan nonstop). Berikut ini adalah beberapa diantaranya : 1) Observasi Direk Observasi direk memilih situasi tertentu. atau dapat dibuat replikasinya. anti sosial) E. yaitu (a) stress interview (untuk mengetahui sejauh mana seseorang dapat bertahan terhadap hal-hal yang dapat mengganggu emosinya dan juga untuk mengetahui seberapa lama seseorang dapat kembali menyeimbangkan emosinya setelah tekanan-tekanan ditiadakan). Mereka ditugaskan untuk menceritakan hal apa yang dilihatnya tergambar dalam noda-noda tinta itu. Ada tiga tipe metode dalam observasi direk. Hermann Rorschach. f. terdapat pada psikosis jenis manis-depresif (antara ekstrem gembira dan ekstrem sedih. terdapat pada para penderita hebephrenia. Ini menunjukkan bahwa mereka yang mengalami percobaan itu memproyeksikan sesuatu dalam noda-noda itu. jawaban yang mereka berikan berbeda satu sama lain. Ketiganya berhubungan dengan kategori-kategori yang biasa digunakan dalam diagnosis psikiatris. Sebagian bercak itu berwarna. pikiran yang sangat jauh dari kenyataan : merasa diancam. yaitu saat dapat diperkirakan munculnya indikator ciri-ciri yang hendak diteliti. depresif) 2) Paranoid. terdiri atas sepuluh kartu yang masingmasing menampilkan bercak tintan yang agak kompleks. (c) metode buku harian terkontrol. h. g. yaitu (a) tipe sampling. Ada beberapa macam cara untuk mengukur atau menyelidi kepribadian. 2) Wawancara (Interview) Menilai kepribadian dengan wawancara berarti mengadakan tatap muka dan berbicara dari hati ke hati dengan orang yang dinilai. Pengukuran-pengukuran Kepribadian Sifat kepribadian biasanya diukur melalui angka rata-rata pelaporan diri (self-report) kuesioner kepribadian (untuk sifat khusus) atau penelusuran kepribadian seutuhnya (personality inventory). Kartu-kartu tersebut diperlihatkan kepada mereka yang mengalami percobaan dalam urutan yang sama. merasa diri terlalu besar. Adapun komponen-komponen psikiatris itu ialah : 1) Affektive. Observasi direk diadakan dalam situasi yang dikontrol. Ada dua jenis wawancara (Muhadjir. . dan sebagainya) 3) Heboid. pada tahun 1920-an. 1992). hidup teratur Suara kurang bebas Tidur kurang nyenyak (sukar) Nampak lebih muda dari yang sebenarnya Bila menghadapi kesukaran tubuh mengasingkan diri Hubungan antara jasmani dan gangguan-gangguan kejiwaan. (b) incident sampling. 3) Tes Proyektif a) Tes Rorschach Tes yang dikembangkan oleh seorang dokter psikiatrik Swiss. Meskipun noda-noda itu secara objektif sama bagi semua peserta.Kebiasaan-kebiasaannya tetap. terdapat pada para penderita psikosis jenis paranoid (banyak angan-angan.

dan jawaban biasanya diberikan dalam bentuk yang mudah dinilai. dikembangkan di Harvard University oleh Hendry Murray pada tahun 1930-an. Dalam menganalisis respon terhadap kartu TAT. emosinya tak stabil dengan retardasi dan pesimisme. b) Tes Apersepsi Tematik (Thematic Apperception Test/TAT) Tes apersepsi tematik atau Thematic Apperception Test (TAT). Subjek menjawab tiap pertanyaan dengan menjawab “benar”. serta pengalaman masa lalu. gejala fisik dan psikologis. yang lebih banyak bertolak dari keragaman abnomal. Investori kepribadian yang terkenal dan banyak digunakan untuk menilai kepribadian seseorang ialah: 1) Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) Terdiri atas kira-kira 550 pernyataan tentag sikap. atau karakteristik cara seseorang melakukan hubungan antarpribadinya. motif. Kuesioner ini mirip wawancara terstruktur dan ia menanyakan pertanyaan yang sama untuk setiap orang. 3) Humm-Wadsworth Temperament Scale (H-W Temperament Scale). Suatu tes dikatakan volunter bila subjek dapat memilih pilihan yang lebih disukai. seringkali dengan bantuan komputer.  Cycloid Depress. dengan angan bahwa dirinya penting. Para peserta diminta mengarang sebuah cerita mengena tiaptiap gambar yang diperlihatkan kepadanya.  Hysteroid. Menurut teori ini.yang diberikan peserta itu memberikan petunjuk mengenai susunan kepribadiannya.  Schizoid Paranoid. kepribadian memiliki enam komponen. yaitu:  Schizoid Autistik. tidak ada yang salah (Muhadjir. berpikirnya lebih mengarah pada khayalan.  Cycloid Manik. sebagian lagi kelihatan sebagai ilustrasi buku. investori kepribadian mungkin dirancang untuk menilai dimensi tunggal kepribadian (misalnya. ketunaan watak berbatasan dengan tendensi kriminal. mengenai pikiran dan perasaan yang dialami oleh orang-orang didalam gambar itu. mempunyai tendensi tak konsisten. Mereka diminta membuat sebuah cerita mengenai latar belakang dari kejadian yang menghasilkan adegan pada setiap gambar. TAT mempergunakan suatu seri gambar-gambar. reaksi emosional. Menurut Atkinson dan kawan-kawan. Sebagian adalah reproduksi lukisan-lukisan. dan tahu bahwa semua pilihan itu benar.1992). c) Inventori Kepribadian Inventori kepribadian adalah kuesioner yang mendorong individu untuk melaporkan reaksi atau perasaannya dalam situasi tertentu. dan bagaimana episode itu akan berakhir. . mempunyai tendensi tak konsisten. emosinya tidak stabil dengan semangat berkobar. “salah”. atau majalah. tingkat kecemasan) atau beberapa sifat kepribadian secara keseluruhan. 2) Rorced-Choice Inventories Rorced-Choice Inventories atau Inventori Pilihan-Paksa termasuk klasifikasi tes yang volunter. ahli psikologi melihat tema yang berulang yang bisa mengungkapkan kebutuhan.

Secara singkat. Epileptoid. dan koordinasinya sudah cukup. sesuai dengan umur seseorang. Ia mampu memenuhi keperluan-keperluannya yang wajar dan mampu memenuhi tuntutan masyarakat. F. ia dapat memecahkan dengan tepat dan benar secara moril. propium. Allport dalam teorinya mengenai dorongan dari kepribadian yang sehat. berorientasi pada persoalan/problem oriented dan bukan orientasi pada diri sendiri/ego eriented) . dan menyadari tanggung jawab terhadap orang lain supaya dapat hidup bersama secara harmonis) Allport meneorikan ciri-ciri orang yang mempunyai kepribadian matang dalam fokus perhatian mengenai pertumbuhan. sedapat mungkin mencapai tingkat penguasaan dan kemampuan yang tinggi dalam usaha memuaskan motif-motif mereka. sesuai dengan umur dan jenisnya). mempunyai pertimbangan tepat. berat. Pada umumnya dewasa berarti tumbuh atau besar. dalam situasi yang tepat dan terhadap hal serta orang yang semestinya. pembentukan dan pertumbuhan kepribadian yang sehat dan matang dipengaruhi oleh motivasi. memasukkan prinsip penguasaan dan kemampuan (principle of mastery and competence).  Kedewasaan intelektual (seseorang dapat dikatakan dewasa secara intelektual apabila ia mampu berpikir secara matang dan logis. Kepribadian yang Sehat Pada dasarnya. kekuatan. dan kepribadian yang matang berarti kepribadian dewasa. Mereka didorong untuk melakukan. ambil bagian dalam kegiatan bersama yang beragam mempelajari keahliannya untuk setiap kegiatan itu. menjauhi sikap overact)  Realistic perception of reality (memiliki persepsi akurat terhadap kejadian. Segi negatif yaitu kita wajib mengukur perasaan. atau suatu cara pengaturan perbuatan manusia. yakni : tahu memilih apa yang harus diperbuat atau apa yang tidak boleh diperbuat dalam situasi yang berlainan. yakni : segi positif yaitu mampu mengungkapkan perasaan secara tepat. Kepribadian yang sehat berarti juga kepribadian yang matang. bahwa orang-orang matang dan sehat. arti kedewasaan adalah sebagai berikut :  Kedewasaan jasmani (orang sudah dewasa secara jasmani bila ukuran. yaitu :  Extension of the sense of self (ada perluasan rasa untuk memperhatikan sesuatu diluar dirinya)  Warm relatedness to other (orang ini mampu menjalin relasi yang hangat dengan orang lain)  Self acceptance (ada kemampuan untuk mengontrol emosi. dan pengertian mengenai dunia serta diri sendiri)  Kedewasaan emosional (kedewasaan emosional mempunyai segi rangkap. dan otonomi fungsional. tidak cukup puas dengan melaksanakan atau tingkattingkat yang hanya memadai. keterampilan. dengan antusiasme dan aspirasi yang bergerak terus. Motivasi merupakan kekuatan-kekuatan yang mendorong dan menarik. sehingga pengungkapannya tidak mengganggu perkembangan kita atau melukai orang lain)  Kedewasaan sosial (kedewasaan sosial mencakup tiga segi.

Karena itu.  Senang kontak (berhubungan) dengan sesama. yaitu setiap hal yang luar biasa. a) Pelanggaran norma sosial. 1983). Soedjono. Kepribadian Abnormal 1) Definisi perilaku abnormal Orang yang tingkah lakunya sangat berbeda dari norma yang berlaku dalam suatu masyarakat disebut “abnormal”.  Penyangkalan terhadap nama. menurut Calhoun & Accella abnormal diartikan sebagai nonkonformitas. oportunis. yaitu : 1) Tanda-tanda kepribadian yang sehat  Kepercayaan mendalam pada diri sendiri dan orang lain.  Sifat ingin membalas dendam. tidak lazim. tetapi mempunyai semangat kerja. c) Ketidaksenangan pribadi (personal discomfort). suku bangsa.  Tak mampu memperjuangkan diri. . tidak malu. (2) kesanggupan untuk memperjuangkan nilai-nilai hidup yang nyata. berani menanggung resiko. mengisolasikan diri. mempunyai jiwa kepemimpinan. 2) Tanda-tanda kepribadian yang kurang sehat  Tak mampu malakukan persahabatan. abnormal diartikan sebagai ukuran yang lebih bebas ketimbang pelanggaran norma sosial atau penyimpangan dari norma statistik. karena memperbolehkan orang menilai kenormalannya sendiri. atau secara harfiah menyimpang dari hal-hal yang biasa.  Inisiatif berkembang dan tidak selalu merasa dirinya bersalah atau berdosa. 1990.  Mampu berdedikasi – penyelidikan diri sendiri. 1995. penghianat. tetapi berani. satu kriteria terkenal untuk mendefinisikan perilaku abnormal adalah pelanggaran norma soaial (Calhoun & Accella. dan sebagainya. tt.  Integritas. yakni : (1) mempunyai kontinuitas dalam hidupnya. Self objectification (paham akan diri mereka sendiri)  Unifying philosophy of life (filsafat hidup yang mempersatukan) Dahler (1983) mengemukakan pandangan tentang tanda-tanda kepribadian orang yang sehat dan kurang sehat. asal usul. bukan seorang penjual diri. perilaku maladaptif. yaitu sifat tidak patuh atau tidak sejalan dengan norma sosial dan disebut relativisme budaya. terlalu banyak melamun. disamping penyimpangan norma-norma statistik. dan ketidakmatangan. b) Penyimpangan dari norma statistik. masa lampau tak disangkal. bahkan kadang-kadang timbul keinginan mengakhiri hidup. masa lampau. (3) berani memimpin/bertanggung jawab. ketidaksenangan pribadi. tidak mengakui dan tidak menerima masa lampaunya. G. Supratiknya. ketekunan dalam pekerjaan hancur. dan dengan gairah memandang masa depan. menurut kriteria ini “abnormal” berarti menyimpang dari normal. Atkinson dkk.  Bersikap jujur terhadap diri sendiri. hidup dianggapnya sebagai tantangan. tekanan batin. bertalian dengan kebosanan hidup.  Generatifitas (kebapak-ibuan).  Tidak merasa minder.  Daya konsentrasi buyar. bereaksi terlalu radikal terhadap orang lain maupun dirinya sendiri.  Tidak ragu-ragu. gejala “salah suai”. lalu mau mengubah diri secara sangat radikal (identitas negatif).

depresi atau orang sedih.  Reaksi paranoid. takut berada di tempat tertutup (4) Hematofobia. dia akan “menyerang” terlebih dahulu. atau rasa bersalah yang mendalam. takut pada binatang pada umumnya atau hanya jenis binatang tertentu. seseorang merasakan adanya depresi yang sangat kuat.  Reaksi afektif dan involutional. dorongan kompulsif atau keduanya. takut melihat darah (5) Monofobia. yaitu gangguan yang selalu dicampuradukkan dengan rasa takut. Supratiknya mengemukakan beberapa contoh fobia yang penting sebagai berikut : (1) Akrofobia. kegagalan dan devaluasi diri. takut berada sendiri di suatu tempat (6) Niktofobia. seseorang disebut abnormal bila perilakunya tidak sesuai dengan tingkat usianya. atau melaksanakan tuntutan-tuntutan dari lingkungan fisik dan sosialnya maupun yang bersumber dari berbagai kebutuhan sendiri.  Gangguan fobia. penderita berulang-ulang memikirkan pemikiran yang mengganggu atau merasa terpaksa berulang-ulang melakukan beberapa tindakan yang tidak penting. menangani. c) Bunuh diri Pada umumnya. Oleh karena itu. tidak selaras dengan situasinya. konflik batin. 1983:97):  Reaksi “schizophrenic” yang menyangkut proses emosional dan intelektual. . berupa tingkah laku yang bersifat defensif dengan tujuan menghindari atau mengurangi rasa cemas (Supratiknya. takut pada kegelapan (7) Pirofobia. krisis dalam hubungan interpersonal. Selanjutnya. f) Ketidakmatangan. e) Gejala “salah suai” (maladjustment). yakni ketakutan pada suatu objek atau keadaan yang tidak dapat dikendalikan. Terdapat pola gangguan neurosis sebagai berikut :  Gangguan kecemasan. b) Gangguan psikosis Gangguan psikosis merupakan suatu gejala terjadinya”denial of major aspects of reality” dengan gejala dan pola-pola berikut (Soedjono. abnormal dipandang sebagai ketidakefektifan individu dalam menghadapi.  Gangguan kompulsif-obsesif. takut berada di ketinggian (2) Agorafobia. kasus bunuh diri dilakukan karena stres yang ditimbulkan oleh berbagai sebab. 1995) : depresi. seseorang selalu dibayangi oleh hal-hal yang seolah-olah mengancam dirinya. perilaku dianggap abnormal jika memiliki pengaruh buruk pada individu atau kelompok sosial. abnormal dipandang berwujud perasaan cemas. g) Tekanan batin. antara lain (Supratiknya. 2) Bentuk-bentuk kepribadian abnormal a) Neurosis Menurut kacamata behavioristik inti neurosis adalah gaya hidup maladaptif. kehilangan makna dan harapan hidup. takut melihat api (8) Zoofobia. takut berada di tempat terbuka (3) Klaustrofobia. 1995:36-37).d) Perilaku maladaptif.

Penggolongan ini ada yang berdasarkan faktor eksternal dan internal. Sehingga terbentuklah beberapa jenis kepribadian unik dari setiap individu. Untuk mengetahui kepribadian seseorang kita perlu mempelajari struktur kepribadiannya. B. Oleh karena itu. Ada beberapa hal yang mempengaruhi pembentukan kepribadian yaitu pengetahuan umum dan pengetahuan khusus. Saran Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca. . Untuk itu pemakalah membuka diri atas kritik dan saran yang membangun untuk penulisan makalah selanjutnya. Pemakalah menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya. Kesimpulan Kepribadian setiap individu berbeda-beda satu sama lain. sejak dini kepribadian harus dibentuk dengan baik sehingga tidak mengalami gangguan kepribadian pada masing-masing individu.BAB III PENUTUP A. Individu yang tidak dapat menghadapi masalah pribadi dan sosial yang timbul saat ia masih kanak-kanak sampai dewasa dapat menimbulkan gangguan kepribadian.

html (22-3-2012) 6. “Psikologi Perkembangan”. Drs. M. “Psikologi Umum”.Si.wikipedia. http://fatimatuzzahrofadhil. Jakarta : Bumi Aksara 3.blogspot. H. Drs.Daftar Pustaka : 1. Jaharta : Universitas Indonesia (UI-Press) 4. http://www.2005. Alex Sobur. “Psikologi Perkembangan Pribadian”. 2003.org/wiki/Kepribadian (23-3-2012) . Bandung : Pustaka Setia 5.1995. “Psikologi Umum”. Drs. Jakarta : PT Rineka Cipta 2. Drs. Abu Ahmadi. 2001. Munawar Sholeh.slideshare. Agus Sujanto.net/bocahbancar/psikologi-kepribadian (23-3-2012) 7. Dr. http://id.com/2011/09/tipologi-kepribadian-william-hsheldon. Soemiarti Patmojodewo.