DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

| DTSS Teknik Pemeriksaan

i

.......) Persiapan Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Secara Umum .......1........... 3........... dan Spesifikasi jenis alat berat 1.) Pengertian alat-alat berat.....3....... Latihan……………………………………………………………………..................1..........................................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL PETA KONSEP MODUL A................2....................) 1...........) Penjelasan design dan Pengenalan alat berat/komponen Alat Berat di Lokasi Pabrik.................................3.............. | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 58 61 69 71 75 76 2.....) 2.. dan Spesifikasi jenis alat berat 2...............................4.....................................................2................... Latihan……………………………………………………………………......................2..................... 4...1...................................................... Fungsi.... Rangkuman .........) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor.......................... 2............. 2......5.......1...) 1... Tes Formatif 1................................... Fungsi..................................... KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR 1 Pengertian... 2.............................) ii ..............1....................2..) Uraian dan Contoh 1..........3............ Standar Kompetensi............................................. Rangkuman ....... Kompetensi Dasar .................... Klasifikasi......................3..............) Spesifikasi jenis alat berat........................................................................) 1................................. Klasifikasi......................... PENDAHULUAN 1............ Umpan Balik dan Tindak Lanjut ..... 1.......................) Fungsi alat-alat berat ..................1...................5..............................................1............................................... 2................................) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor...1.............) Klasifikasi alat-alat berat ........................1.....................................1...................................4........................ 3 8 10 17 25 47 47 50 52 1...1..... 53 2..........4.. 2.................... Prasyarat Kompetensi...........1............................................. 1........) Uraian dan Contoh... 1 1 2 2 B......) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat ...................) KEGIATAN BELAJAR 2 Pengertian.1................................ halaman i ii iv vi vii viii Deskripsi Singkat . 1.......

............. 87 88 92 93 98 | DTSS Teknik Pemeriksaan iii ......................................... DAFTAR ISTILAH ........................................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2..............................................5...........................................4.............. KUNCI JAWABAN (TES FORMATIF DAN TES SUMATIF).................................) Tes Formatif 2 ...................................................... 82 2........... 86 PENUTUP………………………………………………………………………….......................) Umpan Balik dan Tindak Lanjut ...................... TES SUMATIF ……………………………………………………………………........ DAFTAR PUSTAKA ......

1.15.. Dozer ……………………………. 1.26...….…………18 Skid Steer Loader ……………………………….………………………… 13 Loader ……………………………………..……… 24 Telehandler ……………………………………………. 1.9.13. 1. 0 2 Wheel Tractor Scrapper …………………………………… 20 Articuled Dump Truck ……………………………………… 21 Off Highway Truck ……………………………………………22 Wheel Dozer …………………………………………………... 1... 25 Komponen Excavator …………………………………..………… 19 Skidder …………………………………………….14.24.…… 26 Operasional Unit Excavator …………………………. 1.. 1.7. 1..1.17. 1.23 Track Type Tractor …………………………………. 16 Tower Crane ………………………………………………… 16 Alat Berat Kehutanan ……………………………………… 17 Backhoe Loader ……………………………………….……… 23 Wheel Loader …………………………………………….………….11. 1.…………………… 13 Tandem Roller ………………………………………………...5..23.22 Track Type Loader …………………………………. 1. 1.. 1.10.21.……… 15 Aspalt Paver ………………………………………………. 1.20. 15 Crawlercrane ……………………………………. 1.…………………….16.. 1. 14 Concrete Mixer Truck ………………………………. 1. 17 Excavator Hidrolic ……………………………………………18 Motor Grader ……………………………………….3... 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1..22.18. 12 Kendaraan Truck …………………. 1.…….…… 27 Skema Under Carriage ………………………………. 1.6..8.…….…………………………. 1.19.12.…… 27 | DTSS Teknik Pemeriksaan iv . 1. 1 1 Backhoe …………………………. 1. 1..4..…………... 1.25.2.

37.32. 1. 1. 1..29.… 35 | DTSS Teknik Pemeriksaan v .31. 1. 1.39. 29 Operasional Unit Buldozer ………………………………… 30 Komponen Buldozer ……………………………….…… 34 Light Material U Blade ……………………………………… 34 Melakukan Slot Dozing …………………………………. 1.38.30.34.. 1.28 Excavator (2) ………………………………………………… 29 Excavator (3) ………………………………………………… 29 Alat Pengangkut ……………………………………………. 33 Cushion Blade ……………………………………………….. Excavator (1) ………………………………………………….36. 1. 1. 1.35.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1.33.27.28. 1.. 34 Bowldozer Blade ………………………………………..…….……… 31 Universal Blade ……………………………………………… 32 Straight Blade ………………………………………. 1.……… 33 Angling Blade ………………………………………….

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR TABEL Tabel 1. Perbandingan antara Crawel Tractor dan Wheel Tractor Dozer ………………………………………… 12 | DTSS Teknik Pemeriksaan vi .1.

5. apabila ternyata hasil tes sumatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. 2. 3. maka peserta diklat dapat dinyatakan lulus dari kegiatan belajar | DTSS Teknik Pemeriksaan vii . 8. maka kegiatan belajar dapat dilanjutkan pada kegiatan belajar berikutnya. Cocokkan hasil tes formatif dengan kunci jawaban tersebut. 4. Cocokkan hasil tes sumatif dengan kunci jawaban tes sumatif. namun apabila diperoleh angka di bawah 80. Lihat apa yang menjadi target indikator dari kegiatan belajar tersebut. Kerjakanlah Tes Formatif pada kegiatan belajar yang sedang dipelajari. Cara mempelajari setiap kegiatan belajar adalah mengikuti tahap-tahap berikut ini: 1. apabila ternyata hasil Tes Formatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. maka peserta diklat diharuskan mempelajari kembali kegiatan belajar tersebut agar selanjutnya dapat diperoleh angka minimal 80. Lihat kunci jawaban Tes Formatif dari kegiatan belajar tersebut yang terletak pada bagian akhir modul ini. Kerjakan Tes Sumatif apabila semua Tes Formatif dari seluruh kegiatan belajar telah dilakukan. Lihat kunci jawaban Tes Sumatif yang terletak pada bagian akhir modul ini 9. dengan cara membaca kembali ringkasan materi untuk mendapatkan hal-hal penting yang menjadi fokus perhatian pada kegiatan belajar ini. 6. Pelajari materi yang menjadi isi dari setiap kegiatan belajar (dengan cara membaca materi minimal 3 kali membaca isi materi kegiatan belajar tersebut). Lakukan review materi secara umum. 7. maka peserta diklat diharapkan mempelajari modul ini secara urut mulai dari Kegiatan Belajar 1 sampai dengan Kegiatan Belajar 2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Untuk dapat memahami modul ini secara benar.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

PETA KONSEP
ii Dalam mempelajari modul ini, agar lebih mudah dipahami maka disarankan kepada peserta diklat untuk mempelajari peta konsep modul. Dengan demikian pola pikir yang sistematik dalam mempelajari modul dapat terjaga secara berkesinambungan selama mempelajari modul.

KEGIATAN BELAJAR – 1

Pengertian, Klasifikasi, Fungsi, dan

KEGIATAN BELAJAR – 2

Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik

• • • •

Pemeriksaan fisik ekspor alat berat Pemeriksaan fisik impor alat berat Klasifikasi Barang Dalam Pemeriksaan Fisik Barang Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)

| DTSS Teknik Pemeriksaan

viii

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

A. PENDAHULUAN

1.

Deskripsi Singkat Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat disusun untuk digunakan oleh para Teknis Substantif Spesialis

secara khusus peserta Diklat

Pemeriksaan Barang (DTSS-Pemeriksaan Barang). Dalam kurikulum diklat dijelaskan bahwa mata

pelajaran Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat merupakan mata pelajaran pendukung dengan jumlah jam pelajaran (JP) sebanyak 14 JP. Pada kegiatan belajar 1, pokok bahasan yang diuraikan adalah pengertian dan fungsi alat berat, spesifikasi jenis alat berat, suku cadang alat berat dan dilanjutkan dengan kegiatan belajar 2 dalam bentuk kunjungan ke lokasi pabrik untuk membandingkan antara teori dan praktek 2. Prasyarat Kompetensi

Sebelum mempelajari modul ini peserta diklat harus telah memiliki kompetensi awal dan minimal kualifikasi sebagai berikut : a. Lulusan DTSS, DTSD Kepabeanan dan Cukai, dan Prodip I dan III Kepabeanan Bea dan Cukai b. Memiliki pangkat minimal Pengatur Muda Tk.I (Gol. II/b) dengan usia maksimal 50 Tahun c. d. e. f. g. Sehat jasmani dan Rohani Memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti Diklat Tidak sedang menjalani atau dalam proses penjatuhan hukuman disiplin Tidak sedang ditunjuk mengikuti Diklat lain Ditunjuk oleh sekretaris DJBC

| DTSS Teknik Pemeriksaan

1

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

3

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)

Standar Kompetensi : Setelah mempelajari materi modul ini peserta diharapkan mampu melaksanakan teknik pemeriksaan barang alat besar dengan baik dan benar 3. Kompetensi Dasar : Kompetensi dasar yang diharapkan kepada peserta setelah mempelajari modul ini, adalah sebagai berikut : a. b. c. 4. Peserta mampu menjelaskan mengenai pengertian dan fungsi alat berat; Peserta mampu menspesifikasikan jenis alat berat Peserta mampu mengidentifikasi suku cadang alat-alat berat. Relevansi Modul

Relevansi modul terhadap tugas pekerjaan yang akan dijalankan peserta diklat adalah materi modul ini memberikan wawasan dan sudut pandang mengenai teknik pemeriksaan barang alat berat sehingga akan semakin melengkapi pengetahuan dan kemampuan calon Pemeriksa Barang khususnya yang berkaitan dengan tugas pelayanan pemeriksaan barang alat berat.

| DTSS Teknik Pemeriksaan

2

| DTSS Teknik Pemeriksaan 3 .1. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Di sisi lain. ekspor itu sebagian diduga merupakan re-ekspor. Amerika Serikat. dan Cina. Indonesia pun mengekspor alat berat. Menurut BPS. Namun. nilai ekspor alat berat tercatat US$46. Menjelaskan klasifikasi jenis alat berat 3. baik volume (naik 48%) maupun nilainya (66%).1 Pengertian. impor alat berat selama dua tahun terakhir paling banyak datang dari Jepang.9 juta. dan Suku Cadang Alat Berat Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti mata pelajaran ini peserta diharapkan dapat: 1. menurut Indocommercial.6 juta.) Uraian dan contoh Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). nilai impor alat berat tercatat US$167 juta. terutama sejak pemerintah mengizinkan impor alat berat bekas (rekondisi). KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR .3%. nilai ekspor alat berat Indonesia sepanjang 2003–2008 tumbuh cukup tinggi. Spesifikasi. per Agustus 2008 sudah US$107. Thailand. Jika dilihat dari negara asalnya. laju pertumbuhan impor alat berat Indonesia selama 2003–2008 cukup tinggi. Pada 2003.7 juta. Pada 2003.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar B. dan terus meningkat sehingga per Agustus 2008 sudah mencapai US$833. Menjelaskan pengertian alat-alat berat 2. Singapura. yaitu 27. Mengidentifikasi suku cadang alat berat 1.

Akan halnya peningkatan permintaan alat berat pada sektor konstruksi dipicu oleh dimulainya pembangunan proyek-proyek skala kecil di beberapa daerah.datacon. Produsen utama alat berat | DTSS Teknik Pemeriksaan 4 . serta PT Tatindo Hexaprima dengan Sumitomo. Bobcat. disusul PT Trakindo Utama (25%). Pada 2008.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Cerahnya bisnis pertambangan. dan kehutanan 8%. Pada 2008 lalu. khususnya batu bara.id/Alatberat-2010Excavator. Adapun 10% sisanya diperebutkan oleh 24 perusahaan lainnya. sektor ini menyerap 54% dari total penjualan alat berat atau setara dengan 5.co. Sementara itu. Hexindo yang berafiliasi dengan Hitachi. Sektor pertambangan masih paling banyak menyerap alat berat. United Tractors dengan Komatsu. PT Intraco Penta dengan Volvo. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Permintaan alat berat dari sektor pertanian/perkebunan juga cukup baik seiring perluasan lahan perkebunan kelapa sawit di beberapa wilayah. sektor konstruksi 14%. Perusahaan alat berat rata-rata merupakan agen atau kepanjangan tangan dari prinsipalnya di luar negeri.230 unit. Trakindo Utama dengan Caterpillar. dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. United Tractors diperkirakan menguasai 45% pangsa pasar. dan pertumbuhan sektor kehutanan karena penambahan area HTI di sentra kehutanan. (http://www.320 unit). seperti PT United Tractors Tbk. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Industri alat berat pada tahun 2010 telah mampu kembali bangkit setelah terpuruk tahun 2009 yang lalu sebagai imbas krisis finansial dunia yang menyebabkan banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda dan sulitnya memperoleh pembiayaan untuk pembelian alat berat karena sektor keuangan saat itu sedang terkena imbas krisis finansial dunia sehingga kucuran kredit dari lembaga pembiayaan sulit didapat.html) Industri alat berat sempat mengalami pukulan yang hebat akibat krisis finansial global pada tahun 2009. sektor perkebunan menyerap 24% (2. Produksi alat berat nasional menurun dari 5914 unit tahun 2008 menjadi hanya 1814 unit tahun 2009. Ingersol Rand. Misalnya. seperti Sumatera dan Kalimantan. (20%). mendongkrak kinerja pelaku bisnis alat berat. Kobelco.

Ketiga perusahaan itu adalah PT Komatsu Indonesia yang memproduksi lat berat dengan merk Komatsu. PT Hitachi Construction Machinery dengan merk Hitachi. baterai. PT Caterpillar Indonesia (dahulu PT Natra Raya) dengan merk Caterpillar.id/Alatberat-2010Excavator. Local content untuk alat berat jenis ekskavator pada tahun lalu mencapai 50%.html) Jenis produk dan type alat berat yang diproduksi oleh tiga produsen alat berat di Indonesia.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di Indonesia yaitu Komatsu. Misalnya excavator yang type 320 C yang bersaing dengan Komatsu type PC-200 yang berkapasitas sekitar 20 ton. Angka itu di targetkan meningkat pada tahun 2010 menjadi 50-60%. (http://www. mesin. buldoser 45%. memproduksi excavator. Komatsu meluncurkan produk excavator terbaru yaitu excavator seri PC 200-8. dan under carriage part sudah mampu dipasok industri penunjang dalam negeri. dan komponen hidrolis (hydrautic part). Komatsu telah membangun fasilitas pengecoran yang kedua miliknya untuk memproduksi suku cadang yang berupa besi cor dengan kapasitas 1. motor graders dan dump trucks. Dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin ketat. buldozer dan motor grader untuk type yang paling banyak dipakai di Indoesia. PC 400-8 dan PC 130-8 pada bulan Maret 2010. Buldozer. Komatsu paling banyak jenis produksinya yang meliputi excavator.datacon. Caterpillar dan Hitachi sempat mengalami penurunan penjualan.co. monitor panel.datacon. Caterpillar Indonesia (Natra Raya) yang memproduksi merk Caterpillar. selama ini berupa center bracket. Ada produsen lain yaitu | DTSS Teknik Pemeriksaan 5 . Indonesia memiliki tiga produsen alat berat yang memproduksi excavator. ban. dump truck 30%. motor grader 40%.co. Sedangkan komponen alat berat seperti cutting plate. bulldozers. Tingkat kandungan dalam negeri industri alat berat pada tahun 2009 lalu berkisar antara 30% sampai 50%. Motor Grader dan dump truck. dan forklift 40%. (http://www.id/Alatberat-2010Excavator.html) Impor bahan baku alat berat.800 ton untuk meningkatkan local content dari ondustri alat beratnya di Indonesia.

Sementara itu PT Caterpillar Indonesia (PT Natra Raya) memproduksi alat berat merk Catgerpillar dirakit di Indonesia oleh PT Caterpillar Indonesia yang sebelumnya bernama PT Natra Raya yang berlokasi di Cileungsi. Semula perusahaan ini hanya mengerjakan perakitan alatb berat Kopmatsu yang komponennya diimpor dari Jepang. Di lain pihak PT Hitachi Construction Machinery Indonesia (HCMI) yang berlokasi di Cibitung. 15. PT Anggaputra Dhananjaya dan Hitachi Construction Machinery | DTSS Teknik Pemeriksaan 6 . Ltd of Japan . Pada tahun 1995 PT Komatsu Indonesia menjadi perusahaan publik. Itochu Corporation dari Jepang. PT Caterpillar Indonesia sahamnya 80% dimiliki oleh Caterpillar dari amerika Serikat dan sisanya dimiliki oleh PT Marga Tiara Trakindo.000 m2 foundry plant 2 and 3. Perusahaan ini memililik fasilitas produksi yang terintegrasi disatu tempat meliputi area seluas 18. Bekasi.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PT United Tractors Pandu Engineering yang memproduksi forklift dengan merk Patria. Komatsu Indonesia membangun fasilitas foundry untuk membuat komponen alat berat yang juga digunakan oleh pabrik Komatsu di seluruh dunia. namun kemudian kembali menjadi go private tahun 2006 setelah saham publik dibeli kembali oleh Komatsu Ltd termasuk membeli sebagian saham yang dimiliki oleh PT United Tractor sehingga saham UT tinggal 5%. PT Murinda Iron Steel. Kemudian pada tahun 1987 perusahaan mulai membangun fasilitas pembuatan komponen. Kapasitas prodksi Komatsu mencapai 3600 unit alat berat per tahun termasuk dump truck sebesar 240 unit per tahun. Jakarta Utara. Agen tunggal Caterpillar di indonmesia adalah PT Trakindo Nusantara. Sejak itu Komatsu Indonesia berhasil meningkatkan local content-nya dan mulai mengekspor komponen alat berat ke Jepang untuk digunakan oleh Komatsu Ltd. adalah joint venture antara Hitachi Construction Machinery Co.390 m2 untuk fasilitas pabrikasi 11.2 ha terdiri dari 15. Jawa Barat.876 m2 untuk fasilitas perakitan.800 m2 fasiltas foundry plant 1 dan 10. PT Komatsu Indonesia berdiri tahun 1982 di Cakung. Bogor. Selanjutnya pada tahun 1991.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

Singapore, Pte. Ltd. Dari Singapore. Perusahaan ini berdiri bulan ei 1991 dan beroperasi semenjak Oktober tahun yang sama. HCMI memproduksi excavator yang memiliki pasar yang besar di Indonesia. Sejak tahun 2000 permintaan terhadap excavator meningkat sehingga HCMI meningkatkan kapasitas produksi dari 700 unit/tahun menjadi 1000 unit pertahun. HCMI menginvestasikan US$ 10 juta untuk perluasan kapasitas tersebut. Pada tahun 2007 kapasitas produksi HCMI meningkat kembali menjadi 1200 unit/tahun. Akibat krisis finansial global yang terjadi pada tahun 2009 yang lalu maka industri alat berat mengalami pukulan yang cukup berat. Menurut data Himpunan Industri Alat-alat Berat Indonsia (Hinabi) sepanjang 2009 produksi alat-alat berat di Indonesia hanya mencapai 1.814 unit, atau turun 69% dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya sebanyak 5.914 unit.

(http://www.datacon.co.id/Alatberat-2010Excavator.html) Penjualan alat berat masih mengandalkan sektor pertambangan dengan kontribusi 70%, perkebunan dan kehutanan sekitar 10%, dan konstruksi 20%. Namun memasuki tahun 2010, industri alat berat mampu bangkit kembali sejalan dengan pemulihan ekonomi yang terjadi di Indonesia dan kenyataan bahwa ekonomi Indonesia mampu menghindari dampak buruk krisis finansial global dengan terus tumbuh perekonomiannya sekitar 4,5% tahun 2009 dan diperkirakan bisa mencapai 6% tahun 2010. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Penurunan produksi tahun 2009 terutama terjadi pada sektor kontruksi karena banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda pelaksanaanya. Sementara pembelian oleh sektor pertambangan dan perkebunan terhambat karena sulitnya pendanaan karena sektor keuangan sempat terganggu akibat krisis finansial. Sebenarnya sektor pertambangan terutama batubara tidak banyak terpengaruh oleh krisis finansial karena permintaan pasar batu bara tetap tinggi. Tahun 2010 ini, Hinabi memprediksikan produksi alat berat meningkat menjadi sekitar 4.000 - 5000 unit karena selama semester I tahun 2010 produksi

| DTSS Teknik Pemeriksaan

7

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

alat berat telah mencapai 2495 unit. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Namun, angka produksi sebesar itu, baru menyamai pencapaian produksi tahun 2007 sebanyak 4.785 unit. Sementara itu, realisasi 2008 yang tercatat tertinggi sepanjang masa sebesar 5.914 unit. Kemerosotan produksi pada tahun 2009 membuat tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) menurun tajam dari 90% pada 2008 menjadi 34% pada tahun 2009 dari total kapasitas terpasang 6.500 unit per tahun. Dengan kaspasitas terpasang yang sama, berarti utilisasi industri alat berat tahun 2010 akan naik ke kisaran 70%. (http://www.datacon.co.id/Alatberat-

2010Excavator.html) Beberapa jenis alat berat yang sudah dirakit di dalam negeri antara.lain excavator, bulldozer, motor grader, dump truck, serta forklift. Excavator masih mendominasi produksi alat berat di Indonesia. Selama semester I tahun 2010 dari produksi alat berat sebanyak 2495 unit, sebanyak 1324 unit atau 53% adalah produksi excavator. Baru disusul oleh buldozer sekitar 23 %. Produsen terbesar alat berat di Indoneswia adalah Komatsu. Pada tahun 2007 produksi Komatsu mencapai 2400 unit termasuk 1530 unit excavator.

1.1.1.) Pengertian Alat-alat berat Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Rostiyanti (2009) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. Alat berat yang umum dipakai dalam proyek kostruksi antara lain :

| DTSS Teknik Pemeriksaan

8

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

- dozer, - alat gali (excavator) seperti backhoe, front shovel, clamshell; - alat pengangkut seperti loader, truck dan conveyor belt; - alat pemadat tanah seperti roller dan compactor, dan lain lain. Sedangkan pengertian alat berat dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84,30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku, mutatis mutandis, untuk mesin mendorong diri dari pos ini, yang mencakup sebagai berikut:

a. Buldoser dan angledozers. Alat ini terdiri dari basis mendorong, dengan pisau
besar dipasang di depan, dan membentuk unit mekanik terpisahkan. Mereka digunakan, khususnya, untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan.

b. Grader dan Leveller. Alat ini adalah mesin yang dirancang untuk meratakan
bumi atau smoothing (pada permukaan datar atau bank) dengan cara grading sebuah pisau dapat diatur, biasanya dipasang di dasar roda.

c. Pencakar. Alat ini ini menggabungkan pisau bermata tajam yang dirancang
untuk mengiris lapisan tanah atas yang kemudian masuk ke tubuh scraper atau dibuang oleh konveyor. Perlu dicatat bahwa pos ini hanya mencakup pencakar di mana penggerak motor dan craper bentuk unit mekanik terpisahkan, misalnya, lagu-pencakar meletakkan di mana tubuh scraper menggabungkan terletak canggih di antara dua rel. Pos ini juga termasuk pencakar diartikulasikan yang terdiri dari unit penggerak motor (bahkan dengan hanya poros tunggal) dan sebuah scraper tepat dilengkapi dengan pisau tetap atau lampiran mobile dengan beberapa blades.

d. Mekanikal sekop yang menggali ke dalam tanah, di atas atau di bawah
tingkat mesin, dengan cara penggalian sebuah ember, mengambil, dan lainlain, dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator, tarik sekop, dll) atau, untuk meningkatkan jangkauan kerja, di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). Dalam jangka panjang excavator (draglines slackline), ember dioperasikan

| DTSS Teknik Pemeriksaan

9

yang mampu diturunkan di bawah tingkat satu roda atau track. g. Model khusus dirancang untuk menggali atau membersihkan parit. transportasi dan pembuangan itu. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. Shovel loader. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka ke dalam tubuh mesin. Hal ini dicapai dengan ember.30 mengenai terpasang pada mesin kendaraan dari Bab 86). Beberapa "sekop-loader" mampu menggali ke dalam tanah. i. e. Rostiyanti (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 10 . h. untuk meratakan tanah atau rolling permukaan jalan).2.) Klasifikasi alat-alat berat Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pada kabel berjalan di antara dua struktur bergerak mengatur jarak beberapa terpisah.1. Mesin giling jalan sebagaimana digunakan dalam pembangunan jalan atau pekerjaan umum lainnya (misalnya. selokan untuk digunakan di-cor terbuka (open-pit) pertambangan. Mesin pemadat. 1. Multi-ember ekskavator di mana ember penggali dipasang pada rantai tanpa ujung atau di roda berputar. digunakan dalam pembuatan jalan. ketika dalam posisi horisontal. untuk kemasan ballast rel-jalan. Loader-transporter yang digunakan di pertambangan. Alat ini adalah roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin. dan mereka sudah terpasang pada roda. dll (tapi lihat ayat (a) pendahuluan Penjelasan Catatan untuk pos 84. 1. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. Mesin ini. Klasifikasi Fungsional Alat Berat Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. dll f. saluran drainase. Mesin ini sering menggabungkan konveyor untuk pemakaian tanah digali.

Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a.1. | DTSS Teknik Pemeriksaan 11 . Untuk pekerjaan di rawa digunakan jenis Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer. Buldoser digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping.1 Dozer Sumber: http://www. Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html Buldoser dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer).senyawa. Gambar. tergantung pada sumbu kendaraannya. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah. Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah.

backhoe. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. karena jika berjalan di aspal dapat merusak aspal Memiliki jarak angkut yang pendek (maksumum 30 feet) Operator cepat lelah Jalan proyek tak perlu dipelihara Wheel Tractor Dozer Daya dorongnya lebih kecil tapi kecepatannya lebih besar Tak dapat digunakan pada tanah lumpur. | DTSS Teknik Pemeriksaan 12 . 1. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. jika digunakan pada tanah berbatu usia ban menjadi lebih pendek Dapat dibawa ke lokasi tanpa diangkut Jarak angkutnya bisa jauh Enak dikendarai Jalan proyek harus dipelihara Sumber: Wedhanto (2009) b. dragline. karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil.1 Perbandingan antara Crawler Tractor Dozer dan Wheel Tractor Dozer Crawler Tractor Dozer Punya daya dorong besar.html c.senyawa. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya.2 Backhoe Sumber: http://www. alat yang digunakan dapat berupa belt. dan clamshell.1. terutama pada tanah lunak karena bidang geser besar Dapat digunakan pada tanah lumpur maupun berbatu tajam Untuk membawa ke lokasi harus diangkut. Gambar. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tabel. truck dan wagon.

jalan raya.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.1. tanggul sungai dan sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin.4 Loader Sumber: http://www. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material.3 Kendaraan Truk Sumber: http://www.senyawa. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku.1. Gambar.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller.senyawa.html d. compactor. Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang. Pekerjaan pemadatan tanah dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan | DTSS Teknik Pemeriksaan 13 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. pneumatictired roller.html e. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan. dan lain-lain.

beton. namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya.html f.senyawa. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. dan Three Axle Tandem Roller. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Berdasarkan bahan roda penggilasnya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 14 . agar tanah benar-benar mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Alat pemadat yang menggunakan penggetar (vibrator). tapi ada juga yang harus ditarik traktor. klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah: • • • • • Berdasarkan cara geraknya. ada yang terbuat dari baja (Steel Wheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic). dan aspal.5 Tandem Roller Sumber: http://www. semen. ada yang punya permukaan halus (plain). berbentuk grid. dan sebagainya. berbentuk kaki domba. Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas (Roller). Dilihat dari bentuk permukaan roda. ada yang dengan roda tiga (Three Wheel). bersegmen. Dilihat dari susunan roda gilasnya. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. Gambar. ada yang bergerak sendiri.1. roda dua (Tandem Roller).

1.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. asphalt paver.senyawa.html | DTSS Teknik Pemeriksaan 15 .7 Asphalt Paver Sumber: http://www.6. 1.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Gambar. motor grader. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader.html g.senyawa. dan alat pemadat. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Concrete Mixer Truck Sumber: http://www.

html b.senyawa. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. a. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja.9 Tower Crane Sumber: http://www.8 Crawlercrane Sumber: http://www.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane.html | DTSS Teknik Pemeriksaan 16 . 1. baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant.senyawa. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. 1. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. Gambar. Gambar.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. batching plant. Klasifikasi operasional Alat Berat Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis.

1. crane kolom putar. Beberapa jenis Crane banyak digunakan dalam proyek-proyek bangunan sipil yang berkaitan dengan pemindahan tanah adalah mobile crane.11 BACKHOE LOADER Sumber: Wedhanto (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 17 . Bagian depan dilengkapi dengan bucket dan berfungsi sebagaimana loader dan bagian belakang dilengkapi dengan perlengkapan yang sama dengan yang digunakan pada excavator Gambar. dan Road Builder.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Crane (alat pengangkat) jenisnya ada bermacam-macam: Crane gelegar. crane menara. sebab crane ini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan.3. Harvester/Processor. 1. 1. karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi.) Fungsi alat berat Dirancang untuk melakukan berbagai aplikasi kehutanan dengan konfigurasi Log Loader.10 Alat Berat Kehutanan Sumber: Wedhanto (2009) Backhoe Loader merupakan gabungan dari dua alat berat yang berbeda fungsinya. Gambar. dan mobil crane. crane portal. crane kabel. crane putar.

ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator).13 MOTOR GRADER Sumber: Wedhanto (2009) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. dan lain sebagainya Perbedaan mendasar antara Excavator dan Mass Excavator terdapat pada kapasitas implement yang digunakan Gambar. 1. 1. dusamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain | DTSS Teknik Pemeriksaan 18 . Excavator digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan seperti : • Excavating (menggali) • Loading (memuat material) • Lifting (mengangkat beban) • Hammering (menghancurkan batuan) • Drilling (mengebor).12 EXCAVATOR HIDROLIC Sumber: Wedhanto (2009) Alat penggali sering juga disebut Excavator.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.

1. disingkat SSL. dan sebagainya. Dozing. Pencampuran tanah maupun pencampuran material (Side cast/mixing). Leveling. meratakan tanggul. Beberapa pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Grader antara lain adalah: • • • • • Perataan tanah (Spreading). • Clamping. | DTSS Teknik Pemeriksaan 19 . pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar misalnya untuk penggusuran tanah. dapat digunakan untuk berbagai keperluan. diantaranya : • Loading. • Digging. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. Pembuatan parit (Crowning Ditching) Pemberaian butiran tanah (scarifying) Pada umumnya Grader digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan dan pemeliharaan jalan. diantaranya : • Grading. Ditching • Scarifying • Side Sloping • Dozing • Ripping Gambar. Spreading.14 Skid Steer Loader Sumber: Wedhanto (2009) Tergantung attachment (perlengkapan kerja)nya. • Grading. Pekerjaan tahap akhir (finishing) pada “pekerjaan tanah”. Skid Steer Loader. pencampuran tanah.

memindahkan.15 Skidder Sumber: Wedhanto (2009) Ada dua jenis Skidder yang digunakan yaitu : • Wheel Skidder • Track Skidder Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. disingkat WTS. Scrapper mampu menggali/ mengupas permukaan tanah sampai | DTSS Teknik Pemeriksaan 20 .16 Wheel Tractor Scrapper Sumber: Wedhanto (2009) Wheel Tractor Scrapper. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging) Gambar. kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan. Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri. digunakan untuk memuat. 1. 1. lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.

5 mm atau menimbun suatu tempat sampai tebal minimum + 2. dan (3) operator yang bekerja. Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno. Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada: (1) kedalaman tanah yang digali. (2) kondisi mesin. Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan. jika digunakan untuk mengangkut jarak yang sedang (+ 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar setebal + 2. jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). Gambar 1. sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban. meratakan jalan raya atau lapangan terbang.5 mm pula. dan jarak angkut yang ekonomis kurang dari 67 m. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. | DTSS Teknik Pemeriksaan 21 . Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah.17 Articulated Dump Truck Sumber: Wedhanto (2009) Articulated Dump Truck. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. disingkat ADT. baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya. Jika ditinjau dari penggeraknya. Produksi Self Propelled Scrappers dapat tinggi. Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil.

dimana kegunaanya hampir sama dengan dozer.1-19. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T Gambar. Wheel Dozer Sumber: Wedhanto (2009) Machine ini merupakan wheel loader yang dilengkapi dengan blade.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar 1. | DTSS Teknik Pemeriksaan 22 .18 Off Highway Truck Sumber: Wedhanto (2009) Sama halnya dengan ADT.

Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Grader dan sejenisnya. untuk menggusur bongkaran. hanya saja menggunakan track dan kapasitasnya lebih kecil. Wheel Loader Sumber: Wedhanto (2009) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. menggali pondasi basement dan lain-lain. | DTSS Teknik Pemeriksaan 23 .1.21. menggusur tonggaktonggak kayu kecil. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain.20 Track Type Loader Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Loader digunakan untuk memuat material. sama halnya dengan wheel loader. Gambar 1.

bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan. yaitu : • Ripping. Kegunaan dari Wheel Loader adalah untuk memuat material ke dalam ADT atau OHT. bila dilengkapi dengan Ripper • Skidding. Gambar. tergantung dari attachment yang dipasangkan. Pada wheel loader kecil dan menengah. Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut. Forklift dan sebagainya. Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. 1. hal yang perlu diperhitungkan adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari loader itu sendiri.22 Track Type Tractor Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. lebihlebih jika digunakan Wheel Loader. dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). bila dilengkapi dengan Winch | DTSS Teknik Pemeriksaan 24 . Disamping itu ada kegunaan lainnya yang bisa dilakukan oleh machine ini. meratakan atau menyebarkan material.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. bisa juga digunakan untuk aplikasi lainnya (tergantung dari attachment yang digunakan) seperti : WHA (Waste Handling Arrangement) Integrated Toolcarrier.

1.4.23 Telehandler Sumber: Wedhanto (2009) Penggunaan Telehandler tergantung dari attachment yang dipasangkan pada machine tersebut. dan Clam shell. Dragline.1.) Spesifikasi Jenis Alat Berat Dalam prakteknya petugas bea dan cukai juga perlu mengetahui spesifikasi dari alat-alat berat yang ada. Back Hoe. Hal ini dimaksudkan agar memperoleh ketepatan dalam menentukan HS dan tariffnya.1. Shovel. Bagian-bagian tambahan yang penting diketahui adalah: Crane. Misalnya bisa digunakan sebagai forklift dengan daya jangkau yang lebih jauh. | DTSS Teknik Pemeriksaan 25 . Bagian bawah Excavator ada yang menggunakan roda rantai (Crawler truck) ada yang dipasang di atas truck (mounted truck). 1. Excavator Bagian-bagian utama dari Excavator antara lain: • • • Bagian atas yang dapat berputar (Revolving unit) Bagian bawah untuk berpindah tempat (Travelling unit) Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.

1.26 Komponen Excavator 7 inc TFT liquid Crystal display Kabin Hydraulic control valve Bucket Radiator dan Oil Cooler Under carriage Engine Main Pump Sumber: Hinabi Unit Operasional Excavator • • Operasional kerja menggunakan sistem hidrolik Pergerakan arm bucket dan perputaran body kabin (swing) dapat dikontrol melalui dua tuas utama yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • Travelling dikontrol oleh dua tuas yang dilengkapi dengan dua pedal didepan sheat operator • Penyetelan operasi mesin ( RPM) dapat melalui display panel di depan sheat operator | DTSS Teknik Pemeriksaan 26 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar..1.24 Komponen Excavator Gambar.

5 Km/ jam : 0. swing dan travel : 439 Lt/ menit : dua lever ( tuas ) yang dilengkapi pedal : 5.25 Operasional Unit Excavator Tuas penggerak bucket dan swing (putaran) Display panel control Tuas penggerak roda Tuas penggerak arm (hidrolik) Gambar.2 M 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 27 .5 – 1.1. arm. bucket.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.1.26 Ske ma Unde r Carriag e Car r ie r Ro lle r F in al d riv e Id le r T r ac k s h o e T r ack Ro lle r Sp ro c ke t Sumber: Hinabi Spesifikasi Excavator Komatsu tipe PC 200 (contoh) • • • • • • • • Model Engine Horse power Rated RPM Main pump Max oil flow Steering control Max travel speed Kapasitas Bucket : komatsu SAA6D107E-1 : 110 Kw 148 HP (net) : 2000 rpm : untuk Boom.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Tanki solar Oli mesin Final drive Swing drive Oli hidrolik Greasing : 400 lt (full tanki) : 23 lt : 3.3 lt tiap sisi : 6.1.6 lt : 135 lt : Under carriage. bucket Pembagian Excavator : • Alat kendali attachment – – • Roda – – Roda Rantai Roda Karet Gambar. swing. arm.27 Excavator Hydraulic Controlled Cable Controlled Sumber: hinabi Jenis-jenis attachment yang dapat digabungkan : • • • Back Hoe Power Shovel Dragline | DTSS Teknik Pemeriksaan 28 .

Alat utama berupa blade dan ripper. yang ditambahkan dengan dozer tambahan (blade. Buldozer Pada dasarnya merupakan traktor sebagai penggerak utama . sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o Memiliki gigi track shoe yang lebih panjang dibanding excavator untuk memperkuat cengkraman ke tanah.1. | DTSS Teknik Pemeriksaan 29 .1. Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar • • Clamshell Loader Gambar. Bisa memanfaatkan bebannya sendiri untuk mendorong (menyeret) sesuatu yang sangat berat.28 Excavator Gambar.30 Alat Pengangkut Sumber: Hinabi 2.1. ripper dll ).29 Excavator Sumber: Hinabi Gambar.

31 Operasional Unit Bulldozer Panel control Pedal gas Travel control joystick Blade control joystick Sumber: Hinabi Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 30 .1.benda berat Menggaruk material ( stock pile) di quarry Pertambangan Perkebunan : – – – – Land Clearing/ replanting Pembuatan jalan Pembuatan teras kontur Pembuatan tapak bangunan Operasional Kerja • Operasional unit dikendalikan oleh tuas control yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • • Travelling control dikendalikan oleh tuas sebelah kiri sheat operator Blade control dikendalikan oleh tuas yang ada disebelah kanan sheat operator Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Penggunaan Umum • • • • • Pembuatan rintis jalan Mendorong dan menarik benda .

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Spesifiakasi Bulldozer Komatsu D65 (contoh) • • • • • Model enggine Jumlah Silinder Tenaga Rated RPM Undercarriage – – – – – Jumlah Track Roller : 8 Un tiap sisi Jumlah Shoe Lebar shoe : 45 Un tiap sisi : 915 mm : komatsu SAA6D114E-3 : 6 Cyl : Net 153 KW 205 HP : 1950 RPM Ground contact area : 60115 cm 2 Ground pressure area: 29.8 Kpa atau 4.32 Komponen Buldozer Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 31 . 1.32 Psi Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Bahan bakar Oil mesin Oil final drive Oil transmisi Oil hidrolik Grease : 514 lt (full tanki) : 28 lt : 27 lt : 48 lt : 55 lt : untuk under carriage dan nipple Gambar.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. c.1. blade ini merupakan modifikasi dari U-blade. Blade ini digunakan untuk pembuangan kesamping. hydraulic controlled 3. Bulldozer dapat dibedakan : a.Blade ) Universal Blade (U-Blade).. Swamp Bulldozer [ untuk daerah rawa ] 2. Manuver lebih mudah dan dapat menghandel material dengan mudah. b. Angling Blade ( A – Blade ) Angling blade (A-blade) : dibuat sedemikian rupa agar dapat berposisi lurus maupun menyudut. Universal Blade ( U . Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan: a. paling cocok untuk segala jenis lapangan.33 Universal Blade Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 32 . cable controlled b. karena kehilangan muatan relatif kecil dalam jarak yang sangat jauh. Blade ini memungkinkan bulldozer membawa muatan lebih banyak. Wheel tractor Dozer [ roda karet ] c. Jenis blade ini digunakan untuk reklamasi tanah dan penyediaan tanah. Crawler tractor Dozer [ roda rantai ] b. Gambar. Straight Blade ( S – Blade ) Straigt blade (S-Blade). pembukaan jalan (pionering road). Berdasarkan blade / pisau a. Berdasarkan alat geraknya / mounted.

Cushion Blade ( C – Blade ) Blade ini dilengkapi dengan rubber cushion/bantalan karet untuk meredam tumbukan.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.34. Bowl dozer Blade dibentuk sedemikian rupa untuk membawa/mendorong material untuk jumlah kehilangan yang sesedikit mungkin dalam jarak yang cukup jauh. dalam hal ini memungkinkan karena blade dilengkapi dinding-dinding besi.1. c. Light material U Blade ( U – Blade .35 Angling Blade Sumber: Hinabi 4. Straight Blade Sumber: Hinabi Gambar. Berdasarkan blade / pisau a. material ringan ) | DTSS Teknik Pemeriksaan 33 . Selain untuk mendorong muatan juga dipakai untuk perawatan jalan b.

Bowl Blade Sumber: Hinabi Gambar. dengan : a.1.36 Cushion Blade Gambar. Operasi Bulldozer : Pengoperasian bulldozer dapat dilakukan . Side by side dozing atau blade to bladedozing 20 % | DTSS Teknik Pemeriksaan 34 .15b.38 Light Material U Blade Sumber: Hinabi 4.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. 20% menaikkan prod.. Slot Dozing menaikkan prod.1.37 Bowldozer Blade Sumber: Hinabi Gambar.1.

Membuka jalan kerja & penggususran ( 100 m ) g. Side Hill cut d. Dozing Rock e. Down Hill Slot Dozing f.1. Stripping ( pengelupasan top soil ) c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Scrapper Pembagian Scrapper berdasarkan : • Mesin penggerak – – • Type – – • – – • Roda Semi trailler Full trailler Hydraulic Controlled Cable Controlled Scraper bermesin tunggal Scraper bermesin ganda Alat kendali | DTSS Teknik Pemeriksaan 35 .41 Melakukan Slot Dozing Sumber: Hinabi Bulldozer digunakan untuk : a. dll 3. Meratakan timbunan tanah h. Land Clearing b.

atau dari jenis yang cocok untuk kopling ke dalam kereta berjalan pada jaringan kereta api apapun. mempercepat gerakan pindah gigi. Produksi Scraper : 1. membuang muatan. mesin diklasifikasikan dalam pos 86. bagian dari mesin dari pos ini. dll). tidak hanya mencakup pos tetap atau mesin stasioner.31. Pengecualian dalam hal ini adalah mesin yang dipasang di kendaraan yang tepat untuk Bab 86.04 jika mereka sudah terpasang pada kereta atau truk. mengelupaskan lapisan tanah permukaan yang jelek Meratakan kontur sekeliling bangunan Menggali saluran Menggali dan mengurug badan jalan Jarak angkut 100 m . Produksi scraper dinyatakan dalam jumlah tanah yang dapat dipindahkan tiap jamnya. yang dilengkapi atau tidak dilengkapi dengan booming dan pneumatik atau hidrolik silinder. Waktu tidak tetap waktu untuk berjalan menuju tempat membuang dan kembali mengambil muatan Komponen-komponen Alat Berat Berdasarkan ketentuan umum mengenai klasifikasi bagian (lihat Penjelasan Umum Catatan untuk Bagian XVI). atau yang tidak bergerak otomatis. dan untuk menghitung cycle time-nya. secara khusus. bekerja alat (pisau. Penggalian. Secara umum.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar – – Roda Rantai Roda Karet Fungsi Scraper : • • • • • Stripping top soil. tanah yang dimuat ini dalam kondisi loose. mempersiapkan utnuk mengambil muatan 2.1000 m merupan jarak ekonomis untuk scraper . memutar balik. Waktu tetap waktu yang dibutuhkan untuk muat . ada 2 hal yang harus diperhatikan adalah: 1. Kapasitas scraper ditentukan oleh volume material yang dimuat dalam bowl [m3]. | DTSS Teknik Pemeriksaan 36 . cocok untuk pemasangan langsung untuk dasar mendorong. ember. dll. diklasifikasikan dalam pos 84. tetapi juga pada mesin mobile. 2.

8708.21. mesin yang dipasang di truk atau platform yang tidak memenuhi spesifikasi dari rollingstock kereta api.9000 4 5. Platform untuk Deck Komponen pelat dengan proses stamping dipermukaannya. Untuk lantai disamping Kabin kemudi. Silinder Penggerak Bak Silinder penggerak dengan sumber daya oli hidrolik HS No. 7326. Pompa Hidrolik Relief Pressure 20.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Railroad pemberat mesin penggali-screening sering dipasang di gerobak atau truk sesuai dengan kondisi ini.0000) 1 2. Kompresor Untuk sistem pendingin udara HS No. Contoh Komponen-komponennya 1.80.30.9190 5 6.1900 3 4. Gerak sendiri kendaraan untuk pelayanan dan pemeliharaan kereta api rel terdapat dalam pos 86. Pos 84.31 merupakan bagian yang cocok untuk digunakan semata-mata atau terutama dengan mesin dari pos 84.80. tetap diklasifikasikan dalam pos ini.90.1400 2 3. Suspensi Belakang Suspensi dengan isi Oli Hidrolik & Gas Nitrogen HS No. Di sisi lain. penggalian.6 Mpa Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak 6 | DTSS Teknik Pemeriksaan 37 .49.04. Propeller Shaft Penerus daya dari mesin ke gardan (axle) HS No. dan lain-lain. HS No. 8414.50.25 sampai dengan 84.0000 (8431.8412.8708.

Operator Seat Dilengkapi dengan sabuk pengaman 2 titik 9. Platform RH Platfrom untuk peletakan Filter Udara 10.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 7. Vessel Bak penampung material angkut | DTSS Teknik Pemeriksaan 38 . Front Support Konstruksi penahan kabin 12. Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 11. Pompa Injeksi BBM Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail 7 8.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponenkomponen Buldozer 1 1 Komponenkomponen Excavator Komponenkomponen Dump Truck 1 Komponenkomponen Motor Grader 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 Komponen-komponen Utama (Impor) | DTSS Teknik Pemeriksaan 39 .

9000 7 8.49.8431.8431.9000 1 2. Hs | DTSS Teknik Pemeriksaan 40 .Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak.9000 4 5.8431.8431.9000 4. Kabin Kabin operator dengan Tuas kendali hidrolik HS No.8408.9000 2 3. Transmisi Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft.49. HS No. Engine Tipe Diesel dg Turbocharger Daya: 135 HP (nett) HS No. Rear Axle Axle dengan penggerak No.0000 (8431. Pompa Hidrolik Pompa hidrolik tandem tipe gear pump.8431.49.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1.90.49.49. Pompa Injeksi BBM Pompa injeksi langsung Hs No.8412.21.9000 8 akhir Sprocket.49.5090 5 6. Silinder Hidrolik Penggerak alat kerja (attachment) No. HS No. HS No.49.8431.9000 HS 6 7. Drive Shaft 3 Untuk meneruskan daya dari mesin ke penggerak akhir.

49. Hydraulic Cylinder Penggerak dengan tekanan oli hidrolik HS 8431.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 41 .00-24-10PR 11 12. Front Counter weight Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan 9 10. Tandem case 12 Komponen-komponen Utama (Impor) 1. Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli sistem hidrolik silinder 10 11. Tire Ban performa offroad dengan ukuran 3.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 9.

Travel Motor Motor penggerak track link HS 8431.9000 3 4.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 42 .49. Control Valve Komponen pengontrol aliran oli hidrolik yang menggerakkan Silinder dan Travel Motor HS . Teeth & Adapter Komponen yang berfungsi sebagai pengurai material yang akan diangkat HS No.9000 5 6. Upper Roller & Lower Roller Platform dari rantai HS 8431. 8431.49.9000 7 8.49. Engine Mesin dengan bahan bakar solar HS No.49.1010 4 5. Cabin Parts Kabin operator HS 8431. 8431.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.49.9000 2 3.49.9000 Note: imported on un-assemble condition 6 7. 8408.90. Track Link / Shoe Plate Rantai penggerak pengganti ban HS 8431.

Case & Frame HS 8431. Track Frame Rangka bawah sebagai platform dari rantai penggerak dan motor penggerak 9 10. Arm Bagian dari mekanisme penggerak bucket 11 12.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 43 . Main Frame Rangka atas sebagai platform mesin.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 8 9.49. Boom Bagian dari mekanisme penggerak Arm 10 11. Bucket komponen pengeruk material 13 Komponen-komponen Utama (Impor) 1. kabin dan komponen lainnya 12 13.

Radiator HS 8431.5090 2 3.49.9000 3 Komponen-komponen Utama (Impor) Track HS 8431.49.9000 2 Roller HS 8431.9000 1 Track Roller Frame HS 8431.9000 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 44 .49.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.49.90. Engine HS 8408.

90.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.20.16.9000 R ADIATOR Radiator 7318.000 2 Front Axle 8431.000 1 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.20.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) Rear Axle 8431.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 45 .20.

20.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) 1 Rear Axle 8431.16.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 46 .000 2 Front Axle 8431.20.90.000 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.20.9000 R ADIATOR Radiator 7318.

Mesin giling | DTSS Teknik Pemeriksaan 47 . seperti perkebunan dan pertambangan. yang mencakup sebagai berikut: Buldoser dan angledozers. mutatis mutandis. terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar.) Rangkuman 1) Pertumbuhan industri spare part alat berat nasional pada tahun 2010 diproyeksikan mengalami peningkatan hingga 100 persen menjadi 4. Mesin pemadat. 3) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya. sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. Saudara diminta untuk me-review kembali pemahaman Saudara dengan cara menjawab soal-soal latihan berikut. Multi-ember ekskavator. Peningkatan produksi ini didukung oleh bergairahnya beberapa sektor ekonomi.3.) Latihan Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini. untuk mesin mendorong diri dari pos ini. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek. Pencakar. Namun demikian. Loader-transporter. Shovel loader.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1.914 unit dan 2007 yang mencapai 4. peningkatan produksi tersebut belum mampu melewati produksi pada 2008 yang mencapai 5.700 unit. 2) Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Mekanikal sekop. 4) Pengertian alat berat dalam BTBMI adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84.2.30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku. Grader dan Leveller. 1) 2) 3) Jelaskan mengapa Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek! Jelaskan apa itu Buldozer dan Excavator! Mengapa daya saing suatu negara menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan kemajuan perdagangan ? Jelaskan ! 4) 5) Jelaskan alat berat berdasarkan fungsinya ! Jelaskan klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya! 1.400 unit.

Alat Penggali c. | DTSS Teknik Pemeriksaan 48 . Alat Pengangkut Material d. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. 9) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. Alat dengan Penggerak b. Alat Penempatan Akhir Material 7) Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. a. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). Alat Pemroses Material g. Alat Statis 8) Alat penggali sering juga disebut Excavator. a. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. Alat Pengolah Lahan b. Alat Pemadat f. 6) Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Alat Pemindahan Material e. pencampuran tanah.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 5) Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah. 10) Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. meratakan tanggul. ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator).

untuk menggusur bongkaran. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). | DTSS Teknik Pemeriksaan 49 . bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o 20) Berdasarkan alat geraknya/mounted. digunakan untuk memuat. menggali pondasi basement dan lain-lain.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 11) Wheel Tractor Scrapper. 19) Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. 15) Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. disingkat ADT. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. 17) Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai]. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. 14) Articulated Dump Truck. Grader dan sejenisnya. 12) Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. meratakan atau menyebarkan material. 18) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. Wheel tractor Dozer [roda karet]. memindahkan. disingkat WTS. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). 13) Jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. 16) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser.

di atas atau di bawah tingkat mesin. b. Bowl dozer. Pemadat mesin 5) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. dengan pisau besar dipasang di depan. khususnya. Pencakar d. a. dan lain-lain. a. a. Angling Blade (A – Blade). di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). dengan cara penggalian sebuah ember. digunakan di pertambangan. sering lagu-bertelur. Dozer c. Grader dan Leveller Buldoser dan angledozers c. Loader-transporter d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 21) Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c.4. transportasi dan pembuangan itu.. dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator. Cushion Blade (C – Blade). dll) atau. dan membentuk unit mekanik terpisahkan. dozer dibedakan menjadi: Universal Blade (U Blade). Light material U Blade ( U – Blade . 22) Berdasarkan blade/pisau. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan…. b. Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. Mekanikal sekop Mesin yang menggali ke dalam tanah. ambil. Loader-transporter d. Mereka digunakan. Straight Blade (S – Blade). Mekanikal sekop 3) Roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka intothe tubuh mesin. a. untuk meningkatkan jangkauan kerja.. b. buldoser dan angledozers 2) c. Backhoe | DTSS Teknik Pemeriksaan 50 .) Tes Formatif 1 1) Mesin yang terdiri dari basis mendorong. Pemadat mesin 4) Fungsi utama yang menangani dan tidak transportasi. material ringan) 1. Grader dan Leveller b. tarik sekop. pencakar d. a.

Clamshell 7) Crane termasuk dikategorikan kedalam. a. Alat Pengangkut Material d. Pneumatic-tired roller d. b.. Alat Pengolah Lahan 8) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. b. Alat Pemadat Alat Penggali c. a. Alat Pemadat 11) Concrete spreader termasuk kedalam alat. Excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. Alat Penempatan Akhir Material d. Crawler Wheel c. 45o 13) Angle Bulldozer dapat bergerak serong pada sudut … a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. b. kecuali… a. a. Trowel | DTSS Teknik Pemeriksaan 51 . Alat Pemadat. c. a. d. b. c. Compactor 9) Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. b. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material c. 30o d. Alat Pemindahan Material 10) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. merupakan c. Scraper D. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material Dump Truck.. Kapasitas terbatas dan jalan berlumpur Kapasitas terbatas dan jalan berlobang-lobang Kapasitas menengah dan jalan berlumpur Kapasitas menengah dan jalan berlobang-lobang 20o 25o c. 14) Di bawah ini adalah macam-macam jenis Bulldozer berdasarkan alat geraknya. Shovel. Alat Pemadat d. Swamp d. Dragline. b. 6) Scraper d. Alat Pemindahan Material alat yang digunakan untuk 12) Articulated memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. b. Alat Statis b. d. Loader Tamping roller c. a. a. b. kecuali. Alat dengan Penggerak c. a.

20T – 100T 40T – 360T c. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan pada kegiatan belajar 2. maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 1 ini. Hitunglah persentase tingkat pemahaman (TP) anda. disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan. b. 40T – 100T d. Selanjutnya. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruha n Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %... a. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 52 . 100T – 360T 1.5.) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap kegiatan belajar 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Off Highway Truck dapat digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas mulai dari.

) Uraian dan contoh Pemeriksaan fisik adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa. c. mendapat fasilitas KITE.2 Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti kegiatan belajar ini peserta diharapkan dapat melakukan pemeriksaan fisik alat berat dan dapat membandingkan antara teori dan praktek tentang alat berat. gudang Eksportir.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar KEGIATAN BELAJAR . atau | DTSS Teknik Pemeriksaan 53 . 2. Untuk pemeriksaan barang ekspor didasarkan pada Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P. berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan.27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali.1. Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. akan diimpor kembali. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. e. d. b. b. Pada pasal 10 dinyatakan bahwa pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a. Kawasan Pabean pelabuhan muat. dikenai Bea Keluar. atau f.

atau b. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. 139/PMK. Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan. Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan. dikenai Bea Keluar. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer. memastikan dan bahwa pemberitahuan pelengkap pabean. mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. Terhadap barang impor dilakukan pemeriksaan pabean berdasarkan pemberitahuan pabean yang disampaikan oleh importir. Sedangkan pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: a. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh | DTSS Teknik Pemeriksaan 54 . Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan.04/2007 tentang Pemeriksaan Pabean di Bidang Impor. Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. yang diberitahukan dokumen pabean diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan. Kegiatan pemeriksaan ini mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor. Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan dengan untuk benar.

Buku pengetahuan barang. dan d. 2. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. dan pajak. cukai. Hasil pemeriksaan agar mengacu ke BTBMI sehingga pemeriksaan dapat digunakan secara efektif oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen. c. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 . Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). Terhadap eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importir lain yang mendapat status yang dipersamakan dengan importir jalur prioritas diperlakukan sebagai Eksportir tertentu. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau terdapat bukti permulaan yang cukup telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan yang dilakukan oleh Eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importer yang mendapat status dipersamakan dengan importer jalur prioritas.1. 2. Bea Keluar. Pemeriksa barang hendaknya memperhatikan barang apa yang akan diperiksa dan menghubungkannya dengan pos-pos pada BTBMI. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar eksportir yang merangkap sebagai importir dengan kategori low risk dapat tidak dilakukan pemeriksaan fisik. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan.) Persiapan pemeriksaan alat berat/komponen alat berat secara umum Untuk keperluan kepustakaan maka seharusnya pemeriksa alat berat memiliki: 1. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit.1.

Menggali informasi lain dari situs internet. berfungsi untuk melakukan penghitungan jumlah barang atau konversi satuan barang. macrometer dan sejenisnya) berfungsi untuk mengukur panjang barang / carton / kemasan. atau barang/kemasan tertentu dalam kontainer. Alat tulis kantor berupa: • • Spidol (permanent marker) untuk menandai barang Ballpoint untuk menulis Laporan Hasil Pemeriksaan 4. Tas kecil (untuk menyimpan peralatan kerja selama proses pemeriksaan) Untuk melakukan identifikasi alat berat dalam rangka pemeriksaan dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : | DTSS Teknik Pemeriksaan 56 . 2. 5. Senter kecil. Kalkulator. 7. misalnya untuk melihat plate. Cutter / pisau saku. Pemeriksa barang haruslah kreatif dalam menggali sumber informasi tentang barang dalam hal ini alat berat yang akan diperiksa. berfungsi untuk membuka karton / pengemas barang (sebagai cadangan apabila pengurus/buruh tidak membawa cutter). Perlengkapan dimaksud yaitu: 1. Kacamata / sarung tangan / Topi / Helm pengaman (bila perlu).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pemeriksa barang perlu melengkapi diri dengan literatur yang berkaitan dengan identifikasi barang 3.com juga sangat membantu pemeriksa barang dalam melakukan pengayaan informasi tentang barang yang akan diperiksa Selain yang bersifat soft skill maka pemeriksa barang juga harus melengkapi dirinya dengan hard skill atau hard tools. Situs yang diddapat dari search engine seperti www. 6. 3. berfungsi sebagai alat penerangan apabila barang tidak dikeluarkan dari kontainer. diperlukan apabila menghadapi barang yang perlu penanganan khusus.google. Alat pengukur (meteran.

Memperhatikan gambar yang tertera di masing-masing penjelasan identifikasi pengertian alat berat untuk mengenali dan membedakan macam alat berat. 2. Salah satu tanda-tanda mesin dalam keadaan baru atau bekas dapat dilihat dari konsdisi pengemas barang. leaflet. alat yang ukurannya besar. Informasi Name plate bisa jadi lebih berharga di banding dengan brosur. Merk c. Krat/crate yang berisi lepasan-lepasan alat berat pengangkutannya dapat dimasukkan kedalam kontainer atau tidak. manual books atau sejenisnya 5. Juga diperhatikan apakah terdapat pengecatan ulang (recolour) untuk mengelabui petugas sehingga tidak bias dibedakan antara yang baru dengan bekas. Pabrik pembuat | DTSS Teknik Pemeriksaan 57 . melebihi ukuran kontainer yang ada. Pada knalpot 4. Name plate dibuat dari selembar logam yang ditempel pada body mesin yang bersangkutan. tergantung dari ukuran krat/mesin yang bersangkutan. 3. Perhatikan bentuk fisik barang: Ketahui mesin diimpor dalam keadaan baru atau bekas: Salah satunya dengan melihat apakah terdapat ceceran atau rembesan oli yang keluar dari seal mesin. Perhatikan brosur. leaflet. lihat gambar di bawah ini. Pengemas yang dimaksud yaitu mesin dimasukkan kedalam kemasan terbuat dari kayu (semacam krat) dan dibungkus plastik rapi. Setelah pengemas dibuka maka pada mesin dalam keadaan baru akan ditemukan adanya brosur. Negara asal d. Temukan/cari name plate barang bersangkutan Berbeda dengan brosur. Nama barang b. Perhatikan pengemas.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. leaflet dan manual books maka posisi name plate pasti melekat pada fisik barang tersebut. biasanya tidak dimasukkan kedalam kontainer. manual books atau sejenisnya. Informasi di name plate menggambarkan informasi sebagai berikut: a. (silencer) tidak terdapat jelaga yang berlebihan.

spesifikasi teknis barang. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. d. Jika terdapat kecocokan antara ketiganya maka dapat dikatakan bahwa pengimporan barang impoir tersebut sesuai dengan pemberitahuan yang disampaikan importir 2. b. jenis dan jumlah kemasan. atau kemampuan menghisap atau mengisi udara (untuk pompa udara atau kompresor) ii. Spesifikasi barang bersangkutan (voltage/watt/ampere/RPM/PK/Horse Power) i. jenis barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar e. | DTSS Teknik Pemeriksaan 58 . Kemampuan hisap serta kemampuan melontarkan air (untuk pompa air). Kemampuan menuai/menebah (untuk mesin tebah) padi per satuan waktu iii.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. c. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. name plate dengan fisik barang yang bersangkutan. Pemeriksaan fisik barang yang mendapat kemudahan ekspor yang akan dikonsolidasi dapat dilakukan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir atau di tempat konsolidasi barang ekspor. merk. Konsumsi bahan bakar yang dipergunakan per satuan waktu 6.2. nomor. Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB.1. jumlah barang. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. Perhatikan antara brosur.

pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). ditandatangani Pemeriksa. Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : • • eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. | DTSS Teknik Pemeriksaan 59 . Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan.

Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. NPPD. Mekanisme Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor 1. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas. Formulir PM. Pejabat di Kantor Pemeriksaan i. Menerbitkan Surat Tugas. Pemasukan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean dilakukan dengan menggunakan PEB. Menerima PPB dan PEB melalui faksimili atau melalui sarana komunikasi lainnya dari Kantor Pemuatan. nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. Menyerahkan kepada Pemeriksa : a. jenis. iv. Surat Tugas. dan setelah mendapat izin dari Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya dan telah mendapat keterangan tertulis dari surveyor tentang telah selesainya pemeriksaan atas barang ekspor yang akan dimasukkan ke Kawasan Pabean. Untuk dapat memasukkan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1). PPB. ii. menghitung kemasan yang di-stuffing. c. | DTSS Teknik Pemeriksaan 60 . b. iii. Eksportir mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya sesuai contoh sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IV Peraturan Direktur Jenderal ini (P30/BC/2009 tentang perubahan kedua atas peraturan Dirjen Bea dan Cukai nomor P-40/BC/2008 tentang tata laksana kepabeanan di bidang ekspor). Mencantumkan nama Pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan dan menetapkan tingkat pemeriksaan pada PPB. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : • • meneliti kemasan barang dan TPPBC.

Mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada bagian belakang PEB dan menandatangani PM. b. Menerima dari Pejabat Kantor Pemeriksaan : a. | DTSS Teknik Pemeriksaan 61 . vii. c. Menerima dari eksportir/kuasanya : • • • • PEB yang telah mendapat Nomor Pendaftaran dan telah ditandatangani serta dibubuhi cap perusahaan. Invoice dan packing list.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor Ketentuan impor barang modal bukan-baru (bekas) diperpanjang masa berlakunya menyusul diterbitkannya Permendag Nomor 63/M- DAG/PER/12/2009. 2. Menyerahkan PPB kepada Pejabat Kantor Pemeriksaan. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. Meneliti pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. 2. Pemeriksa : i. Menerima dari Pemeriksa PPB dan menatausahakannya. Permendag ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2010 dan merupakan perpanjangan dari ketentuan sebelumnya yaitu Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/12/2008 tanggal 24 Desember 2008. Formulir PM. c. Invoice dan Packing list.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar v.3. Melakukan pemeriksaan fisik barang sesuai instruksi pemeriksaan yang tercantum pada PPB. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. b. PPB. v. PPB. Surat Tugas. ii. Menyerahkan kepada eksportir/kuasanya : a. vi.1. iii. PEB yang telah berisi hasil pemeriksaan fisik barang. iv.

2. Perusahaan rekondisi/remanufakturing. Dalam hal tarif bea masuk yang tercantum dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) 5 % (lima persen) atau kurang. spesifikasi barang yang tercantum dalam daftar barang. apabila pada saat pengimporannya tidak memenuhi ketentuan tentang jumlah. Perusahaan yang melanggar ketentuan yang berlaku akan dikenakan sanksi. dipungut bea masuk dan pungutan impor lainnya dan tidak dikenakan denda. yaitu pencabutan Angka Pengenal Importir (API) dan/atau pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.05/2000 tanggal 31 Maret 2000 oleh industri alat-alat besar diberikan fasilitas keringanan bea masuk dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah | DTSS Teknik Pemeriksaan 62 . Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk. selain mengimpor untuk kebutuhan di dalam negeri juga dapat mengekspor hasil proses rekondisi/remanufakturingnya dan memenuhi pesanan pemakai langsung. Atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar diberikan keringanan bea masuk sehingga tarif akhir bea masuknya menjadi 5 % (lima persen). jenis. maka yang berlaku adalah tarif bea masuk dalam BTBMI. terdapat ketentuan bahwa atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alatalat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 99/KMK.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kebijakan memperpanjang masa berlaku Ketentuan Impor Barang Modal Bukan Baru ditujukan untuk mengimbangi daya beli sektor industri di tanah air yang masih lemah akibat belum kondusifnya perekonomian Indonesia. Berkaitan dengan impor alat berat.

agar dapat digunakan untuk: a. Pejabat Pemeriksa Dokumen dapat menunjuk Pejabat Pemeriksa Barang lebih dari satu orang. maka di bawah ini digambarkan bagan alur pemeriksaan barang. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. sehingga apabila diperiksa oleh satu orang Pejabat Pemeriksa Barang membutuhkan waktu yang cukup lama. e. Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar Untuk mempermudah pemahaman peserta akan pekerjaan pemeriksaan fisik yang dilakukannya dan bagaimana keterkaitannya dengan bagian lain. | DTSS Teknik Pemeriksaan 63 . dan menghambat kecepatan penyelesaian suatu importasi.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk hanya dapat digunakan untuk kepentingan industri yang bersangkutan. d. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). c. Penyalahgunaan bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar akan mengakibatkan batalnya fasilitas bea masuk yang diberikan. b. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. dalam hal jumlah dan atau jenis barang yang akan diperiksa mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. sehingga bea masuk yang terhutang harus dibayar dan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 100 % (seratus persen) dari kekurangan bea masuk. Pemeriksaan fisik Barang untuk setiap PIB dilakukan oleh 1 (satu) orang Pejabat Pemeriksa Barang yang ditunjuk secara langsung melalui Sistem Aplikasi atau oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen.

| DTSS Teknik Pemeriksaan 64 .2. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir.1 Bagan Alur Penetapan Tarif Impor dan Posisi Pekerjaan Pemeriksaan Barang PIB Tidak masuk analyzing point dan payment verification /jalur prioritas Download P I B Mandatory check/ Content Check Tidak masuk payment verification Payment Verification Di sini pekerjaan pemeriksaan fisik barang Analyzing Point Nomor Pendaft. Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang. PIB Jalur Hijau Penetapan Jalur Jalur Merah SPPB Berkas PIB Pendok PFPD INP / DNP 7 Hr Penetapan Keberatan Hi Co Scan SPJM Pendok Periksa Fisik LHP PFPD BPIB INP/DNP 7 Hr Penetapan SPPB SPKPBM SSPCP/Jaminan Sumber: Modul Pemeriksaan Dokumen Dengan Komputer SPPB SPJM NIK : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang : Surat Pemberitahuan Jalur Merah : Nomor Identitas Kepabeanan Dalam hal PIB mendapat jalur merah.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB.

Tempat Penimbunan Pabean (TPP). Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang. Dalam hal dilakukan pemeriksaan fisik. membuka setiap bungkusan. Importir atau kuasanya wajib menyiapkan dan menyerahkan barang impor untuk diperiksa. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. pejabat bea dan cukai dapat meminta bantuan pihak lain yang memiliki pengetahuan teknis tersebut. kemasan. Kewajiban tersebut harus dilaksanakan paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pemberitahuan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : a. c.atau c. Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. b. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 65 . Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. atau peti kemas yang akan diperiksa serta menyaksikan pemeriksaan tersebut. importir atau kuasanya mendapat pemberitahuan pemeriksaan fisik dari pejabat bea dan cukai atau dari sistem komputer pelayanan. Pemeriksaan fisik barang impor dilakukan oleh pejabat pemeriksa fisik berdasarkan instruksi pemeriksaan yang diterbitkan oleh pejabat bea dan cukai atau system komputer pelayanan. Apabila dalam pemeriksaan fisik barang impor dibutuhkan pengetahuan teknis tertentu. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : a. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. Tempat Penimbunan Berikat (TPB).

atau b. Pejabat Pemeriksa Barang : 1) mencocokkan nomor. Tingkat Pemeriksaan 10 (sepuluh) %. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dalam hal berdasarkan pemeriksaan pabean terdapat : a. ukuran. maka pejabat pemeriksa dokumen menyerahkan pemberitahuan pabean beserta dokumen pelengkap pabeannya tersebut kepada pejabat bea dan cukai yang bertanggung jawab dibidang pengawasan untuk dilakukan penyelidikan. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. c. Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Alat berat/komponen alat berat impor yang diangkut dalam petikemas (container). Tingkat Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat : a. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. Barang impor yang tidak diberitahukan. Barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor. b. Mekanisme Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat Impor a. Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang | DTSS Teknik Pemeriksaan 66 . adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: i. Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. 2) 3) 4) memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa.

kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. Dalam hal jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). Pejabat Pemeriksa Barang: 1) Mencocokkan nomor. (4) Terhadap jenis barang yang memerlukan penanganan khusus (diangkut dengan reefer container) pemeriksaan dapat dilakukan di gudang/tempat penimbunan milik importir. Alat berat/komponen alat berat impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. b. (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang. 2) Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : a) Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan barang impor yang akan diperiksa. pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang akan diperiksa. (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. merek. ii. | DTSS Teknik Pemeriksaan 67 . (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen).

| DTSS Teknik Pemeriksaan 68 . kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. e. disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. b) Apabila jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. f. Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). tipe. maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). 4) dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai. 2) merk. ukuran. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). 3) memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. c. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). 5) dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang.

b. Meminta kepada importir atau kuasanya untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor. i. b) merek dan tipe barang. misalnya : 2. scrap). Memberikan paraf dan mencantumkan tanggal pemeriksaan pada contoh barang. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut.1. d. e. h. 3. Mengisi dan menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor g. Menyerahkan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat bersama dengan lembar ke-1 Berita Acara Pengambilan Contoh Barang kepada staf Seksi Kepabeanan dan Cukai bersama-sama dengan packing list dan LHP. f. | DTSS Teknik Pemeriksaan 69 .4. Menerima contoh dan foto alat berat/komponen alat berat dari importir atau kuasanya. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. Menyerahkan lembar ke-2 Berita Acara Pengambilan Contoh alat berat/komponen alat berat kepada importir atau kuasanya. 2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tata Kerja Pengambilan Contoh dan/atau Foto Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Alat Berat/Komponen Alat Berat: a. bekas. c. yang meliputi : a) uraian barang. kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). apabila ada. c) spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. Memberitahu importir atau kuasanya tentang pengambilan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat.) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : 1. kondisi barang (baru. Memperhatikan dan memastikan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat yang diajukan sudah memenuhi syarat dan kualifikasi untuk dapat digunakan dalam penetapan klasifikasi dan penetapan nilai pabean. Menunjuk kemasan dimana barang contoh dan foto alat berat/komponen alat berat harus diambil.

nomor petikemas/kemasan. Dalam hal hasil pemeriksaan merupakan hasil pemeriksaan bersama.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. Jenis kemasan barang. jam dan tanggal) mulai dan akhir pemeriksaan fisik serta kalau terdapat jeda waktu pemerikaan fisik karena kendala teknis seperti hujan atau sebab lainnya. iii. yang meliputi : i. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. e) Tingkat pemeriksaan. h) Uraian jumlah dan jenis barang secara lengkap dan jelas. Laporan Hasil Pemeriksaan fisik (LHP) secara umum memuat isian beberapa unsur sebagai berikut : a) Nomor dan Tanggal PIB b) Tempat dan tanggal dilakukannya pemeriksan fisik c) nama importir atau kuasanya yang menyaksikan pemeriksan fisik. jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. nomor dan jenis kemasan barang impor yang diperiksa. 5. tanggal pemeriksaan dan mencantumkan nama dan NIP serta membubuhkan tanda tangan pada contoh barang dan atau foto barang. g) Jumlah. Memberikan catatan nomor PIB. termasuk perubahan tingkat pemeriksaan menjadi 100% beserta alasannya. 7. uraian barang. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. f) Nomor dan ukuran petikemas (container) yang diperiksa dalam hal barang dimuat dalam petikemas (container). | DTSS Teknik Pemeriksaan 70 . Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. 10. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan keterangan dari instansi terkait. 6. ii. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. d) Waktu (menit. sesuai dengan penyebutan umum barang bersangkutan. 9. 4. Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. merk dan tipe barang (apabila ada). 8. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP.

Pengenalan akan di arahkan pada komponen-komponen seperti di bawah ini: 1. yaitu fuel injection pump. Komponen Engine yang terdiri dari : a. starting motor. alternator. vi. 2. power steering pump. dll. turbocharger. iii.) Penjelasan design dan pengenalan alat berat/komponen alat berat di lokasi pabrik Dalam kunjungan ke lokasi pabrik alat-alat berat akan dijelaskan mengenai rancangan macam-macam alat berat. k) Nama dan NIP Pejabat Pemeriksa Barang. Komponen yang ada di Engine. oil pump. | DTSS Teknik Pemeriksaan 71 . pemeriksaan fisik memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. Dalam hal Kantor Pelayanan telah menerapkan PDE Kepabeanan. j) Kesimpulan tentang jumlah dan jenis barang yang diperiksa sesuai dengan perintah pemeriksaan sebagaimana dituangkan dalam istruksi pemeriksaan.keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang dalam rangka pengklasifikasian dan peneletian nilai pabean. v.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar iv. pemeriksaan fisik merupakan hasil pemeriksaan bersama. ii. pemeriksaan fisik tidak dapat dilakukan berserta alasannya. pemeriksaan fisik memerlukan keterangan dari instansi terkait. water pump. v. i) Keterangan tambahan dalam hal : i. iv. sehingga peserta akan dapat memperluas cakrawala pemahamannya mengenai teori-teori yang pada kegiatan belajar satu telah didapatkannya.5. compressor. kondisi barang (baru atau bukan baru). Pejabat Pemeriksa barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik (LHP) kedalam sistem aplikasi pelayanan. Dengan demikian peserta akan memperoleh pengetahuan yang lebih rinci berkaitan dengan alat-alat berat guna mereka melakukan pemeriksaan. Engine Assy (Assembly / komplit) b. pengambilan contoh barang dan/atau foto barang dan/atau dokumen tentang spesifikasi produk yang menyertai barang.

Ripper Pada prinsipnya komponen di atas tidak dirancang untuk rusak dan mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen tersebut. Transmission b. Misalkan bucket pada excavator dipergunakan untuk memecah batu yang besar maka dapat mengakibatkan kerusakan di bucket. Mis-application (salah aplikasi dari alat berat). Hydraulic Winch b. Komponen Chasis terdiri dari : a. misalkan Excavator sebelumnya berfungsi untuk mengeruk tanah menjadi pemecah batu. Log Clamp e. Hydraulic Breaker c. 2. Coupling d. Cylinder Assy (Arm. Bucket. Axle e. Torque Converter c. boom dan cylinder. dll) Dll 3.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Boom. Hydraulic Pump i. Bucket d. Komponen Work Equipment / Attachment terdiri dari : a. Final Drive f. Misalkan excavator seharusnya bekerjanya lebih banyak statis dipergunakan untuk banyak jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 72 . maka harus dilakukan penggantian work equipment / attachment dari bucket menjadi hydraulic breaker. 3. hal ini sering terjadi dikarenakan kecerobohan dari operator atau pimpinan lapangan. Fungsi dari alat berat tersebut berubah. Travel Motor g. Main Pump h. Blade. arm. sama halnya misapplication kejadiannya dikarenakan kecerobohan. j. Beberapa alasan yang mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen. Mis-operation (salah pengoperasian dari alat berat). antara lain : 1.

Tidak jarang pula kebutuhan akan komponen tidak dipenuhi. tidak sedikit kejadian engine block pecah terkena connecting rod. Kemudian dilakukan pengenalan pada bentuk fisik alat-alat berat. tetapi itulah kenyataan sebenarnya yang terjadi. exhaust manifold. Contohnya apabila palu tertinggal di axle atau kunci tertinggal di final drive. hal ini umumnya kecerobohan baik dari pihak mekanik maupun operator. tetapi tidak perlu khawatir bahwa banyak mekanik yang dapat dan sering melakukannya. maka pemahaman peserta akan semakin meningkat mengenai komponen-komponen alat berat. kejadian kecelakaan atas alat berat di Indonesia sudah menjadi sesuatu yang biasa karena keselamatan karyawan maupun alat berat bukan merupakan perhatian utama. Kelihatannya sesuatu yang tidak masuk akal dan sesuatu yang keterlaluan. Sebagai contoh. maka dapat mengakibatkan kerusakan di final drive atau travel motor. atau mengubah dudukan engine mounting. Misalkan engine yang tersedia harus dilakukan modifikasi dengan memakai suku cadang dari engine yang rusak yaitu dengan cara mengganti housing flywheel. 4. yang dapat dibagi ke dalam macam-macam alat sebagai berikut: a. dll. terbenam di lumpur.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (travelling). 5. akan mengakibatkan terjadinya kehancuran gigi – gigi dari gear. bukan hanya terjadi di lapangan saja tetapi workshop / bengkel. Diharapkan dengan penjelasan-penjelasan rancangan alat berat oleh pengelola pabrik kepada peserta. intake manifold. terguling dari tebing. namun komponen yang tersedia dapat dipergunakan dengan sedikit ataupun banyak modifikasi. Salah satu contoh kecerobohan yang terjadi tetapi berakibat fatal. Disinilah perlunya technical knowledge dalam melakukan modifikasi. Misalkan alat berat tertimpa pohon. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 73 . Accident (kecelakaan). Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Mis-maintenance (salah melakukan pemeliharaan dari alat berat). dll.

compactor.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar dengan menggunakan dozer. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. pneumatic-tired roller. backhoe. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller. dan clamshell. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. f. semen. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan pembunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relative jauh. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. dan aspal. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. d. dragline. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Alat yang dapat mencampur material-material | DTSS Teknik Pemeriksaan 74 . truck dan wagon. e. b. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. alat yang digunakan dapat berupa belt. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material. beton. dan lain-lain. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relative kecil. c. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator.

Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. 2. selanjutnya peserta akan diperkenalkan macam-macam alat berat namun ditinjau dari sudut alat yang menggerakkannya. Alat-lat tersebut adalah: a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. b. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. dan alat pemadat. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. batching plant.) Latihan 1) Apa tujuan dilakukannya pemeriksaan fisik barang untuk ekspor? Dan dimana saja dapat dilakukan pemeriksaan fisik barang ekspor? 2) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang ekspor? 3) Apa tujuan pemeriksaan fisik barang impor dan dimana saja tempat dilakukannya pemeriksaan fisik barang impor? 4) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang impor? 5) Bagaimana melakukan tahapan melakukan klasifikasi barang untuk keperluan pos tariff? | DTSS Teknik Pemeriksaan 75 . baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane.2. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. g. motor grader. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. asphalt paver. Setelah peserta diperkenalkan dengan macam-macam alat berat.

Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa | DTSS Teknik Pemeriksaan 76 . mendapat fasilitas KITE. b. 6) Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. b. c. 2) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a. 5) Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. d. dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan.3. akan diimpor kembali. 7) Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan. c. Kawasan Pabean pelabuhan muat. diberitahukan dengan benar. dikenai Bea Keluar. 4) Pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. f. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan untuk memastikan bahwa pemberitahuan pabean. 3) Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. gudang Eksportir.) Rangkuman 1) Pemeriksaan fisik ekspor barang adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa. atau tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. e. atau berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan.

8) Pemeriksaan fisik barang ekspor dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: (i) mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. dan pajak. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. c. dan d. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 77 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. b. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir. atau (ii) dikenai Bea Keluar. 10) Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. 11) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. Bea Keluar. b. cukai. 9) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. spesifikasi teknis barang. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan. c. jumlah barang. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. jenis barang. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a.

Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. 14) Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Total nilai FOB. c. g. pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. f. jenis dan jumlah kemasan. d. Klasifikasi barang berdasarkan HS. nomor. | DTSS Teknik Pemeriksaan 78 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar d. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : a. 17) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. 15) Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. merk. e. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. jumlah barang. spesifikasi teknis barang. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. jenis dan jumlah kemasan. merk. 13) Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. nomor. 12) Laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. meliputi : a. ditandatangani Pemeriksa. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. b. b. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. jenis barang. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. 16) Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB.

21) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. 19) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. menghitung kemasan yang di-stuffing. d. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di | DTSS Teknik Pemeriksaan 79 . Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 18) Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang. nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM. mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. e. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. jenis. c. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : d. agar dapat digunakan untuk: a. menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar 22) Dalam hal PIB mendapat jalur merah. b. meneliti kemasan barang dan TPPBC. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. e. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. 20) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. b. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : a. maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. 23) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan.

atau (iii) Tempat Penimbunan Berikat (TPB). Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. Mencocokkan nomor. mencocokkan nomor. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Pejabat Pemeriksa Barang: a. Pejabat Pemeriksa Barang : a. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. 26) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar tanggung oleh DJBC. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: 29) Dalam hal barang impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. 24) Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : (i) Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. | DTSS Teknik Pemeriksaan 80 . Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. d. 27) Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. 28) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). merek. ukuran. 25) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. b. f. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. (ii) Tempat Penimbunan Pabean (TPP).

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. b. b. maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. b. e. c. Langkah kedua yaitu melakukan klasifikasi barang. merk. ukuran. Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : 30) Dalam hal barang impor dalam bentuk curah. disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai. tipe. Pejabat Pemeriksa Barang : a. jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. menghitung/mengukur jumlah atau volume barang. Pada saat ini sistem pengklasifikasian barang di Indonesia didasarkan pada Harmonized | DTSS Teknik Pemeriksaan 81 . 33) Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. d. 34) Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. 31) Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan packing list yang telah dilegalisir oleh Pejabat Penerima Dokumen. Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. Langkah pertama adalah melakukan identifikasi barang. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. 35) Langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk dapat mengklasifikasi suatu barang dengan benar: a. data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa.

keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. apabila ada. b. 36) Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : a. g. Jenis kemasan barang. akan diekspor kembali. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. bekas. merek dan tipe barang. d.4. akan diimpor kembali.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar System dan dituangkan dalam bentuk suatu daftar tarif yang dikenal dengan sebutan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. kondisi barang (baru. akan dikenai Bea Masuk.) Tes Formatif 1) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor berikut. f. kawasan pabean pelabuhan muat. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. uraian barang. c. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. kecuali… | DTSS Teknik Pemeriksaan 82 . d. kecuali… a. misalnya : kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). gudang perwakilan importir c. 3) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. d. akan dikenai Bea Keluar. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. yang meliputi : • • • b. spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. scrap). Berikut adalah dasar penetapan eksportir tertentu. c. e. 2. 2) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor. gudang Eksportir. kecuali… a. b.

b. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang. 5) Berikut adalah isi laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. Kakanwil dimana wilayah eksportir berada Kepala kantor bea dan cukai dimana wilayah eksportir berada | DTSS Teknik Pemeriksaan 83 . Bea Keluar. pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. jenis dan jumlah kemasan. petugas bea dan cukai memanggil eksportir yang bersangkutan untuk konfirmasi 7) Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh……… a. kecuali… a. kecuali… a. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan. jenis barang. Mana pernyataan yang salah berikut ini… a. d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a. kualitas barang. jumlah barang. cukai. spesifikasi teknis barang. d. c. b. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir. b. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. d. jenis barang. jumlah barang. spesifikasi teknis barang. nomor. c. b. merk. c. Total bea masuk d. 6) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. Berikut cakupan pemeriksaan fisik barang ekspor. 4) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. dan pajak. b. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. eksportir membuat pemberitahuan perubahan total nilai FOB. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. c.

c. b. b. c. 11) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. Mana pernyataan salah berikut ini……… a. b. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan hal-hal berikut ini. 10) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. a. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa | DTSS Teknik Pemeriksaan 84 . Direktur penyidikan 8) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara berikut. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. d. meneliti kebenaran stuffing meneliti kemasan barang meneliti TPPBC. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. d. d. Biaya yang timbul akibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. Direktur verifikasi dan audit. agar dapat digunakan untuk … a..Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. b. Nomor peti kemas Tanggal pengiriman Jenis peti kemas. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi ekspor. Nomor segel. 9) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. d. mencegah kesalahan pemberitahuan negara tujuan barang c. menghitung kemasan yang di-stuffing. kecuali…. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. c. d. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. kecuali… a. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription).

mencocokkan nomor. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. kecuali…. fotocopy invoice b. c. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. Tempat Penimbunan Sementara b. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. d. 13) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. Pejabat Pemeriksa Barang : a. c. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. 15) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). Tempat Penimbunan Berikat. ukuran. d. c. 12) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik barang dilakukan. kecuali… a. Tempat Penimbunan Khusus. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. 14) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. d. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. b.. kecuali… a. d. melakukan pemeriksaan importir. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: | DTSS Teknik Pemeriksaan 85 . Tempat Penimbunan Pabean. fotocopy invoice b. a.

5) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap materi modul ini. disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Hitung persentase tingkat pemahaman (TP) anda pada kegiatan belajar 3 ini. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 s 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 86 . Selanjutnya. maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 2. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan untuk mengerjakan soal-soal test sumatif. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruhan Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %.

serta dapat melakukan pemeriksaan secara baik. silahkan mengkonsultasikannya kepada fasilitator atau waidyaiswara yang membawakan materi pelajaran Teknik Pemeriksaan Alat Berat ini. Apabila Anda masih membutuhkan penjelasan terhadap materi pelajaran dalam modul ini. Akhirnya semoga modul ini bermanfaat khususnya bagi peserta Diklat dan umumnya bagi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang mempelajari modul ini. | DTSS Teknik Pemeriksaan 87 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PENUTUP Teknik pemeriksaan alat berat adalah suatu bidang kegiatan yang erat kaitannya dengan tugas-tugas pemeriksaan barang pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Tujuannya adalah agar Anda dapat mengerti mengenai konsep pemeriksaan barang dan bagaimana keterkaitannya dengan unit-unit terkait lainnya. khususnya alat berat agar pemasukkan pajak Negara dari transaksi alat berat ini dapat berjalan secara optimal tanpa merugikan pihak-pihak pelaku perdagangan internasional terkait. Sebagai bagian dari institusi DJBC hendaknya Anda memiliki pemahaman yang tepat mengenai konsep pemeriksaan barang. Dengan demikian Anda dapat melakukan tindakan yang tepat dalam setiap pengambilan keputusan.

Alat Pemadat 7) Concrete spreader termasuk kedalam alat. shovel. Alat Statis Material b. Alat Pemadat d. Loader c. a. a. Alat Penempatan Akhir Material c. a. d. excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali.. Alat Pemindahan Material 5) 6) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. a. Alat Penempatan Akhir d.. compactor Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Tingkat Pemahaman (TP) dapat Anda hitung sendiri menggunakan rumus yang telah disampaikan pada bagian sebelumnya. dragline. Alat Penempatan Akhir Material b. scraper d. silahkan Anda kerjakan soal-soal latihan berikut. Alat Pengolah Lahan 2) 3) 4) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. a. backhoe b. Alat Pemadat Alat Penggali c. a. Alat dengan Penggerak c. b. c. Crane termasuk dikategorikan kedalam. Alat Pemroses Material c. a. 1) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. tamping roller d. Alat Pemadat.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar TES SUMATIF Sebagai tolok ukur pemahaman Anda terhadap modul Teknik Pemeriksaan Alat Berat. clamshell. | DTSS Teknik Pemeriksaan 88 . pneumatic-tired roller b. dozer c. Alat Pengangkut Material d. b. kecuali. scraper.

Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas d. Nama dari alat tersebut adalah a. concrete batch plant b. alat gusur 12) Yang termasuk kedalam Alat Penempatan Akhir Material. Alat Pemindahan Material Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. a. clamshell c. 10) Bucket Whell Excavator termasuk kedalam alat. c. Alat angkut c. concrete spreader c. Loader d. a. Alat dengan Penggerak dan Alat Penempatan Akhir Material d. alat gali-muat-angkut b. asphalt mixing plant d. Alat Pemroses Material dan Alat Pemadat 9) Dump Truck termasuk kedalam alat. a. Alat dengan Penggerak dan Alat Statis b. Alat muat b. alat gusur alat gali muat Alat muat Alat angkut.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. pneumatic-tired roller 13) . untuk menggali tanah dan batuan c. dozer. alat bor d. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan b. a. Alat muat d. Alat Statis dan Alat Pemadat c. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 89 . alat gali-muat-angkut c. d. b. 8) Alat Pemroses Material d. a. b. pneumatic-tired roller 14) Fungsi dari gambar no 13 adalah. alat perata 11) Backhoe termasuk kedalam alat a.

Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail d. c. d. 16) Gambar dari suspensi belakang …. | DTSS Teknik Pemeriksaan 90 . a.. a. b. b. 18) Fungsi dari Kompresor. c. Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak c. Alat Penggali Alat Pengolah Lahan Alat Pengangkut Material Alat Pemindahan Material. a. a. b. c. d. d. d.13. a. Untuk sistem pendingin udara b. b. 17) Gambar dari Pompa Injeksi BBM. Untuk lantai disamping Kabin kemudi peletakan Filter Udara Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 20) Gambar dari front support. Bak penampung material angkut. a. d. Penerus daya dari mesin ke garden (axle) 19) Fungsi dari Platform RH.. c. 21) Vessel adalah … .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Termasuk kedalam alat apakah gambar no. a. c. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder b.

. d. c. Pelindung rantai penggerak akhir roda b. Bucket . b. d. c. Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft 23) Gambar Arm. Track Frame 25) Gambar Travel Motor. Konstruksi penahan kabin. Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan c. a. untuk peletakan Filter Udara. | DTSS Teknik Pemeriksaan 91 . c. Main Frame b. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. c. d. a. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder. 24) Nama dari a. d. a. 22) Fungsi dari Tandem Case. Boom d.

B 10. D 12. B 13. D 12. C Tes Sumatif 1 2 3 4 5 C B A D A 6 7 8 9 10 C C C A A 11 12 13 14 15 C D D A B 16 17 18 19 20 C B B D B 21 22 23 24 25 C B A B A | DTSS Teknik Pemeriksaan 92 . 1 1. B 13. B 6.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kunci Jawaban Test Formatif KB. B 10. C 14. C 6. B 14. D 2. C 8. D 7. S 4. A 9. B KB. B 5.2 1. B 15. S 8. B 15. B 11. S 3. B 9. B 11. A 5. B 3. B 4. S 7. B 2.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISTILAH Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas berlumpur. BTBMI singkatan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku UndangUndang ini. terbatas dan kondisi jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 93 . perairan dan ruang udara di atasnya. Wheel tractor Dozer [roda karet]. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku undangundang mengenai kepabeanan. Down Scrapper Tractor adalah Scrapper yang ditarik Buldoser. Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. disingkat ADT. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o. Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. perairan dan ruang udara di atasnya. Daerah pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. Bea Keluar adalah pungutan negara berdasarkan undang-undang mengenai kepabeanan yang dikenakan terhadap barang ekspor. Articulated Dump Truck. Crawler loader adalah Loader dengan roda rantai. Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai]. Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan.

| DTSS Teknik Pemeriksaan 94 . Kantor pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini. Grader alat perata tanah yang berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam Daerah Pabean.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari Daerah Pabean. pencampuran tanah. Kawasan pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut. Kewajiban pabean adalah semua kegiatan di bidang kepabeanan yang wajib dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Kepabeanan . Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) adalah pemberian pembebasan dan/atau pengembalian Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai serta PPN dan PPnBM tidak dipungut atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. bandar udara. atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan undang-undang mengenai kepabeanan. meratakan tanggul. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah. dirakit. Kepabeanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar. atau dipasang pada barang lain yang hasilnya terutama untuk tujuan ekspor.

Pemberitahuan pabean adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Kepabeanan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas alat dengan Penggerak dan alat statis. Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsifungsi utama alat. Pembebasan adalah pembebasan Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. dirakit. PFPD merupakan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) | DTSS Teknik Pemeriksaan 95 . Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam undang-undang mengenai kepabeanan. menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor atau diserahkan ke Kawasan Berikat. Grader dan sejenisnya. Pemberitahuan Pabean Ekspor adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean di bidang ekspor. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. untuk menggusur bongkaran. menggali pondasi basement dan lain-lain.

Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pos pengawasan pabean adalah tempat yang digunakan oleh pejabat bea dan cukai untuk melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang impor dan ekspor. Self Propelled Scrappers adalah Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri. TPB adalah Tempat Penimbunan Berikat TPP adalah Tempat Penimbunan Pabean (TPP). mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. | DTSS Teknik Pemeriksaan 96 . Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. TPS adalah Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. meratakan atau menyebarkan material. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Skidder adalah untuk menarik batang kayu.

Cushion Blade (C – Blade). material ringan) Wheel loader adalah loader dengan roda karet. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. Light material U Blade ( U – Blade . disingkat WTS. memindahkan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Universal Blade ( U . | DTSS Teknik Pemeriksaan 97 .Blade ). Straight Blade (S – Blade). Angling Blade (A – Blade). digunakan untuk memuat. Wheel Tractor Scrapper. Bowl dozer.

PT. Susy Fatena (2009). Teknik Alat Berat untuk Sekolah menegah Kejuruan. Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis (Diktat Kuliah Untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang). Muhammad Rusli. Analisis Produsktivitas Alat-alat Berat Proyek: Studi Kasus Proyek Pengembangan Bandar Udara Hasanuddin. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga atas peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. Jilid 1. Budi Tri (2008). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Sonny. 2008. Makassar Rostiyanti. Rasyid.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR PUSTAKA Modul Teknik Klasifikasi Barang. (2009). Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Maros. Departemen Pendidikan Nasional Surat Edaran Direktur Jenderal bead an Cukai Nomor SE-05/BC/2003 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksa Fisik Barang Impor Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21 Wedhanto. Rineka Cipta Siswanto. 2008 Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-07/BC/2007 tentang Pemeriksaan fisik barang impor. | DTSS Teknik Pemeriksaan 98 . Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi. Tim Penyusun Modul Pusdiklat Bea dan Cukai.

............ Contoh barang a) jenis : b) jumlah : c) diminta kembali oleh importir/kuasanya : ya / tidak * 7......... . . Kendala pemeriksaan a) Importir/kuasanya tidak ada di tempat pemeriksaan: X b) Barang tidak berada di tempat pemeriksaan : X c) Buruh tidak siap : X d) Peralatan tidak tersedia : X (sebutkan: ..... ....... 4......................... waktu pemeriksaan : a) Jam/Tgl dimulai pengeluaran kemasan (stripping) : ................ 8.... b) Jam/Tgl selesai pengeluaran kemasan (stripping) : .......... Pengusaha TPS** .................................... ............................ .... 2............../..... ............ No/Tgl PIB : ................... Lokasi Pemeriksaan : 3........./2000............................................................... Keterangan : ... * coret yang tidak perlu ** diisi bila berkaitan dengan TPS .... d) Jam/Tgl selesai pemeriksaan barang : ................................ Foto : tidak / ya* ( ............................. Tgl/waktu penunjukan pemeriksa: ................................../............................/200................................/200.........................../............... 5...... ..................../200... NIP | DTSS Teknik Pemeriksaan 99 .........:../..................../................. .... lembar) 6.. Mengetahui: Importir/Kuasanya* Pejabat Pemeriksa Barang .....................................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar LAMPIRAN BERITA ACARA PEMERIKSAAN FISIK BARANG IMPOR Nomor : Tanggal: Terhadap impor barang dengan data sebagai berikut : 1....) e) Lain-lain : ................/200.../..... .................................... .................................... c) Jam/Tgl dimulai pemeriksaan barang : ............../200................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful