DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

| DTSS Teknik Pemeriksaan

i

..) Spesifikasi jenis alat berat............ 1...............1...1.......... Standar Kompetensi. Umpan Balik dan Tindak Lanjut .........4.... dan Spesifikasi jenis alat berat 1............................) Klasifikasi alat-alat berat ................................................................................... 1.... 4..............1.................3........ 2......) 1..............2.........................1............) Persiapan Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Secara Umum ................................) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor......1...... Fungsi...........................................................................1...... Kompetensi Dasar .................................................................................... dan Spesifikasi jenis alat berat 2............................ halaman i ii iv vi vii viii Deskripsi Singkat ........................ Klasifikasi................................................... PENDAHULUAN 1.....) Penjelasan design dan Pengenalan alat berat/komponen Alat Berat di Lokasi Pabrik...............) Uraian dan Contoh 1.......................1................) ii ...... 53 2.............5.4.....4.............................2.......................) Fungsi alat-alat berat ................1.... 1 1 2 2 B............. 2...) 1...3..............................3...Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL PETA KONSEP MODUL A.............1.................................................... 1.....................................3......................) 1.5.1................................................... 2...............) 2......................... Fungsi.. Rangkuman ........................................) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor........................................ Prasyarat Kompetensi.............................................. Latihan……………………………………………………………………............... 3 8 10 17 25 47 47 50 52 1................................. 3..............1.........) Uraian dan Contoh................ Klasifikasi......2.......................................2............. KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR 1 Pengertian................................... 2.... 2. | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 58 61 69 71 75 76 2..........1.......) Pengertian alat-alat berat...) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat .........) KEGIATAN BELAJAR 2 Pengertian.......................1. Rangkuman .. Tes Formatif 1........... Latihan……………………………………………………………………............

.... 86 PENUTUP…………………………………………………………………………............................ 87 88 92 93 98 | DTSS Teknik Pemeriksaan iii .................... DAFTAR ISTILAH ..... TES SUMATIF ……………………………………………………………………........................ 82 2...... KUNCI JAWABAN (TES FORMATIF DAN TES SUMATIF)..........................................................................) Tes Formatif 2 .........................................4...............................................) Umpan Balik dan Tindak Lanjut ......................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.................................. DAFTAR PUSTAKA .........................................5........

.4....11. 1.. 1. 1. 1 1 Backhoe …………………………. 1.………….……… 23 Wheel Loader …………………………………………….3.7..…….6.17.9.…………………….22. 1.23. 1..22 Track Type Loader …………………………………. 1. 1. 1.………… 19 Skidder …………………………………………….…… 27 | DTSS Teknik Pemeriksaan iv ... 1.12.. 1. 1..….26.…… 26 Operasional Unit Excavator ………………………….18. 1.13. 1.…………. 1..…………………… 13 Tandem Roller ……………………………………………….. 15 Crawlercrane ……………………………………. 1. 1.15..23 Track Type Tractor ………………………………….10.…… 27 Skema Under Carriage ……………………………….16.1.14.19.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1.…………18 Skid Steer Loader ………………………………... 25 Komponen Excavator …………………………………. 1..…….………………………….2.……… 15 Aspalt Paver ………………………………………………. 1. 17 Excavator Hidrolic ……………………………………………18 Motor Grader ……………………………………….25. 16 Tower Crane ………………………………………………… 16 Alat Berat Kehutanan ……………………………………… 17 Backhoe Loader ……………………………………….8. 1.21.20. 0 2 Wheel Tractor Scrapper …………………………………… 20 Articuled Dump Truck ……………………………………… 21 Off Highway Truck ……………………………………………22 Wheel Dozer …………………………………………………. 1.………………………… 13 Loader ……………………………………... 1. 14 Concrete Mixer Truck ………………………………. 1.24. 1. Dozer ……………………………. 1.5.……… 24 Telehandler ……………………………………………. 12 Kendaraan Truck …………………......

1. 1. 1.36.. 1.38. Excavator (1) ………………………………………………….39. 1.33.27.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1.29.34.. 1..28 Excavator (2) ………………………………………………… 29 Excavator (3) ………………………………………………… 29 Alat Pengangkut ……………………………………………. 1.… 35 | DTSS Teknik Pemeriksaan v .……… 33 Angling Blade ………………………………………….28.37.…… 34 Light Material U Blade ……………………………………… 34 Melakukan Slot Dozing ………………………………….35. 33 Cushion Blade ………………………………………………. 1.30. 34 Bowldozer Blade ………………………………………. 29 Operasional Unit Buldozer ………………………………… 30 Komponen Buldozer ……………………………….……… 31 Universal Blade ……………………………………………… 32 Straight Blade ………………………………………. 1. 1..31..…….32. 1. 1.

Perbandingan antara Crawel Tractor dan Wheel Tractor Dozer ………………………………………… 12 | DTSS Teknik Pemeriksaan vi .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR TABEL Tabel 1.1.

Lihat kunci jawaban Tes Formatif dari kegiatan belajar tersebut yang terletak pada bagian akhir modul ini. Lihat apa yang menjadi target indikator dari kegiatan belajar tersebut. Cocokkan hasil tes formatif dengan kunci jawaban tersebut. Lihat kunci jawaban Tes Sumatif yang terletak pada bagian akhir modul ini 9. Kerjakan Tes Sumatif apabila semua Tes Formatif dari seluruh kegiatan belajar telah dilakukan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Untuk dapat memahami modul ini secara benar. dengan cara membaca kembali ringkasan materi untuk mendapatkan hal-hal penting yang menjadi fokus perhatian pada kegiatan belajar ini. 7. Kerjakanlah Tes Formatif pada kegiatan belajar yang sedang dipelajari. maka kegiatan belajar dapat dilanjutkan pada kegiatan belajar berikutnya. namun apabila diperoleh angka di bawah 80. maka peserta diklat diharapkan mempelajari modul ini secara urut mulai dari Kegiatan Belajar 1 sampai dengan Kegiatan Belajar 2. Lakukan review materi secara umum. Cara mempelajari setiap kegiatan belajar adalah mengikuti tahap-tahap berikut ini: 1. apabila ternyata hasil tes sumatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. Cocokkan hasil tes sumatif dengan kunci jawaban tes sumatif. 8. apabila ternyata hasil Tes Formatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. maka peserta diklat dapat dinyatakan lulus dari kegiatan belajar | DTSS Teknik Pemeriksaan vii . 3. 4. 5. Pelajari materi yang menjadi isi dari setiap kegiatan belajar (dengan cara membaca materi minimal 3 kali membaca isi materi kegiatan belajar tersebut). maka peserta diklat diharuskan mempelajari kembali kegiatan belajar tersebut agar selanjutnya dapat diperoleh angka minimal 80. 6. 2.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

PETA KONSEP
ii Dalam mempelajari modul ini, agar lebih mudah dipahami maka disarankan kepada peserta diklat untuk mempelajari peta konsep modul. Dengan demikian pola pikir yang sistematik dalam mempelajari modul dapat terjaga secara berkesinambungan selama mempelajari modul.

KEGIATAN BELAJAR – 1

Pengertian, Klasifikasi, Fungsi, dan

KEGIATAN BELAJAR – 2

Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik

• • • •

Pemeriksaan fisik ekspor alat berat Pemeriksaan fisik impor alat berat Klasifikasi Barang Dalam Pemeriksaan Fisik Barang Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)

| DTSS Teknik Pemeriksaan

viii

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

A. PENDAHULUAN

1.

Deskripsi Singkat Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat disusun untuk digunakan oleh para Teknis Substantif Spesialis

secara khusus peserta Diklat

Pemeriksaan Barang (DTSS-Pemeriksaan Barang). Dalam kurikulum diklat dijelaskan bahwa mata

pelajaran Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat merupakan mata pelajaran pendukung dengan jumlah jam pelajaran (JP) sebanyak 14 JP. Pada kegiatan belajar 1, pokok bahasan yang diuraikan adalah pengertian dan fungsi alat berat, spesifikasi jenis alat berat, suku cadang alat berat dan dilanjutkan dengan kegiatan belajar 2 dalam bentuk kunjungan ke lokasi pabrik untuk membandingkan antara teori dan praktek 2. Prasyarat Kompetensi

Sebelum mempelajari modul ini peserta diklat harus telah memiliki kompetensi awal dan minimal kualifikasi sebagai berikut : a. Lulusan DTSS, DTSD Kepabeanan dan Cukai, dan Prodip I dan III Kepabeanan Bea dan Cukai b. Memiliki pangkat minimal Pengatur Muda Tk.I (Gol. II/b) dengan usia maksimal 50 Tahun c. d. e. f. g. Sehat jasmani dan Rohani Memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti Diklat Tidak sedang menjalani atau dalam proses penjatuhan hukuman disiplin Tidak sedang ditunjuk mengikuti Diklat lain Ditunjuk oleh sekretaris DJBC

| DTSS Teknik Pemeriksaan

1

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

3

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)

Standar Kompetensi : Setelah mempelajari materi modul ini peserta diharapkan mampu melaksanakan teknik pemeriksaan barang alat besar dengan baik dan benar 3. Kompetensi Dasar : Kompetensi dasar yang diharapkan kepada peserta setelah mempelajari modul ini, adalah sebagai berikut : a. b. c. 4. Peserta mampu menjelaskan mengenai pengertian dan fungsi alat berat; Peserta mampu menspesifikasikan jenis alat berat Peserta mampu mengidentifikasi suku cadang alat-alat berat. Relevansi Modul

Relevansi modul terhadap tugas pekerjaan yang akan dijalankan peserta diklat adalah materi modul ini memberikan wawasan dan sudut pandang mengenai teknik pemeriksaan barang alat berat sehingga akan semakin melengkapi pengetahuan dan kemampuan calon Pemeriksa Barang khususnya yang berkaitan dengan tugas pelayanan pemeriksaan barang alat berat.

| DTSS Teknik Pemeriksaan

2

ekspor itu sebagian diduga merupakan re-ekspor. Singapura. Thailand.1. Spesifikasi. dan Suku Cadang Alat Berat Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti mata pelajaran ini peserta diharapkan dapat: 1.3%. nilai ekspor alat berat tercatat US$46. Menjelaskan pengertian alat-alat berat 2. Indonesia pun mengekspor alat berat. baik volume (naik 48%) maupun nilainya (66%).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar B. nilai ekspor alat berat Indonesia sepanjang 2003–2008 tumbuh cukup tinggi. KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR . impor alat berat selama dua tahun terakhir paling banyak datang dari Jepang. terutama sejak pemerintah mengizinkan impor alat berat bekas (rekondisi). yaitu 27. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Di sisi lain.6 juta. per Agustus 2008 sudah US$107.7 juta. Menjelaskan klasifikasi jenis alat berat 3. Jika dilihat dari negara asalnya. nilai impor alat berat tercatat US$167 juta. Pada 2003. Namun. | DTSS Teknik Pemeriksaan 3 . menurut Indocommercial. dan terus meningkat sehingga per Agustus 2008 sudah mencapai US$833. dan Cina. Mengidentifikasi suku cadang alat berat 1. Menurut BPS. Pada 2003.9 juta. laju pertumbuhan impor alat berat Indonesia selama 2003–2008 cukup tinggi.) Uraian dan contoh Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Amerika Serikat.1 Pengertian.

datacon. Sementara itu. Sektor pertambangan masih paling banyak menyerap alat berat. seperti PT United Tractors Tbk. khususnya batu bara. Perusahaan alat berat rata-rata merupakan agen atau kepanjangan tangan dari prinsipalnya di luar negeri. disusul PT Trakindo Utama (25%). Pada 2008.id/Alatberat-2010Excavator. Produsen utama alat berat | DTSS Teknik Pemeriksaan 4 . (20%). dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. mendongkrak kinerja pelaku bisnis alat berat. Kobelco. seperti Sumatera dan Kalimantan. Trakindo Utama dengan Caterpillar. Misalnya. (http://www. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Permintaan alat berat dari sektor pertanian/perkebunan juga cukup baik seiring perluasan lahan perkebunan kelapa sawit di beberapa wilayah. United Tractors diperkirakan menguasai 45% pangsa pasar. dan kehutanan 8%. Hexindo yang berafiliasi dengan Hitachi. sektor ini menyerap 54% dari total penjualan alat berat atau setara dengan 5. sektor konstruksi 14%.html) Industri alat berat sempat mengalami pukulan yang hebat akibat krisis finansial global pada tahun 2009. Bobcat. sektor perkebunan menyerap 24% (2.230 unit. Ingersol Rand.co. Adapun 10% sisanya diperebutkan oleh 24 perusahaan lainnya. United Tractors dengan Komatsu.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Cerahnya bisnis pertambangan. Produksi alat berat nasional menurun dari 5914 unit tahun 2008 menjadi hanya 1814 unit tahun 2009. Pada 2008 lalu. Akan halnya peningkatan permintaan alat berat pada sektor konstruksi dipicu oleh dimulainya pembangunan proyek-proyek skala kecil di beberapa daerah. PT Intraco Penta dengan Volvo. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Industri alat berat pada tahun 2010 telah mampu kembali bangkit setelah terpuruk tahun 2009 yang lalu sebagai imbas krisis finansial dunia yang menyebabkan banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda dan sulitnya memperoleh pembiayaan untuk pembelian alat berat karena sektor keuangan saat itu sedang terkena imbas krisis finansial dunia sehingga kucuran kredit dari lembaga pembiayaan sulit didapat.320 unit). dan pertumbuhan sektor kehutanan karena penambahan area HTI di sentra kehutanan. serta PT Tatindo Hexaprima dengan Sumitomo.

motor graders dan dump trucks. buldoser 45%. baterai.id/Alatberat-2010Excavator.datacon.co.html) Impor bahan baku alat berat. memproduksi excavator. (http://www.800 ton untuk meningkatkan local content dari ondustri alat beratnya di Indonesia. Komatsu paling banyak jenis produksinya yang meliputi excavator. Tingkat kandungan dalam negeri industri alat berat pada tahun 2009 lalu berkisar antara 30% sampai 50%. (http://www. dan under carriage part sudah mampu dipasok industri penunjang dalam negeri.id/Alatberat-2010Excavator. PC 400-8 dan PC 130-8 pada bulan Maret 2010. Ketiga perusahaan itu adalah PT Komatsu Indonesia yang memproduksi lat berat dengan merk Komatsu. Komatsu meluncurkan produk excavator terbaru yaitu excavator seri PC 200-8. Caterpillar Indonesia (Natra Raya) yang memproduksi merk Caterpillar.co. bulldozers. ban. Caterpillar dan Hitachi sempat mengalami penurunan penjualan. Ada produsen lain yaitu | DTSS Teknik Pemeriksaan 5 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di Indonesia yaitu Komatsu. PT Caterpillar Indonesia (dahulu PT Natra Raya) dengan merk Caterpillar. dump truck 30%. motor grader 40%. dan komponen hidrolis (hydrautic part). Motor Grader dan dump truck. Buldozer. monitor panel. Angka itu di targetkan meningkat pada tahun 2010 menjadi 50-60%. dan forklift 40%. Misalnya excavator yang type 320 C yang bersaing dengan Komatsu type PC-200 yang berkapasitas sekitar 20 ton. Dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin ketat. Indonesia memiliki tiga produsen alat berat yang memproduksi excavator. selama ini berupa center bracket. PT Hitachi Construction Machinery dengan merk Hitachi.datacon. buldozer dan motor grader untuk type yang paling banyak dipakai di Indoesia. Komatsu telah membangun fasilitas pengecoran yang kedua miliknya untuk memproduksi suku cadang yang berupa besi cor dengan kapasitas 1. Sedangkan komponen alat berat seperti cutting plate.html) Jenis produk dan type alat berat yang diproduksi oleh tiga produsen alat berat di Indonesia. mesin. Local content untuk alat berat jenis ekskavator pada tahun lalu mencapai 50%.

Bekasi. Di lain pihak PT Hitachi Construction Machinery Indonesia (HCMI) yang berlokasi di Cibitung.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PT United Tractors Pandu Engineering yang memproduksi forklift dengan merk Patria. namun kemudian kembali menjadi go private tahun 2006 setelah saham publik dibeli kembali oleh Komatsu Ltd termasuk membeli sebagian saham yang dimiliki oleh PT United Tractor sehingga saham UT tinggal 5%. Kapasitas prodksi Komatsu mencapai 3600 unit alat berat per tahun termasuk dump truck sebesar 240 unit per tahun.876 m2 untuk fasilitas perakitan. Agen tunggal Caterpillar di indonmesia adalah PT Trakindo Nusantara. Kemudian pada tahun 1987 perusahaan mulai membangun fasilitas pembuatan komponen. Bogor. Pada tahun 1995 PT Komatsu Indonesia menjadi perusahaan publik. Sejak itu Komatsu Indonesia berhasil meningkatkan local content-nya dan mulai mengekspor komponen alat berat ke Jepang untuk digunakan oleh Komatsu Ltd.390 m2 untuk fasilitas pabrikasi 11. Sementara itu PT Caterpillar Indonesia (PT Natra Raya) memproduksi alat berat merk Catgerpillar dirakit di Indonesia oleh PT Caterpillar Indonesia yang sebelumnya bernama PT Natra Raya yang berlokasi di Cileungsi. Komatsu Indonesia membangun fasilitas foundry untuk membuat komponen alat berat yang juga digunakan oleh pabrik Komatsu di seluruh dunia. Itochu Corporation dari Jepang. adalah joint venture antara Hitachi Construction Machinery Co. Jawa Barat. Selanjutnya pada tahun 1991. PT Komatsu Indonesia berdiri tahun 1982 di Cakung.800 m2 fasiltas foundry plant 1 dan 10.2 ha terdiri dari 15. Semula perusahaan ini hanya mengerjakan perakitan alatb berat Kopmatsu yang komponennya diimpor dari Jepang. PT Anggaputra Dhananjaya dan Hitachi Construction Machinery | DTSS Teknik Pemeriksaan 6 . 15. Jakarta Utara. PT Caterpillar Indonesia sahamnya 80% dimiliki oleh Caterpillar dari amerika Serikat dan sisanya dimiliki oleh PT Marga Tiara Trakindo. PT Murinda Iron Steel. Perusahaan ini memililik fasilitas produksi yang terintegrasi disatu tempat meliputi area seluas 18.000 m2 foundry plant 2 and 3. Ltd of Japan .

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

Singapore, Pte. Ltd. Dari Singapore. Perusahaan ini berdiri bulan ei 1991 dan beroperasi semenjak Oktober tahun yang sama. HCMI memproduksi excavator yang memiliki pasar yang besar di Indonesia. Sejak tahun 2000 permintaan terhadap excavator meningkat sehingga HCMI meningkatkan kapasitas produksi dari 700 unit/tahun menjadi 1000 unit pertahun. HCMI menginvestasikan US$ 10 juta untuk perluasan kapasitas tersebut. Pada tahun 2007 kapasitas produksi HCMI meningkat kembali menjadi 1200 unit/tahun. Akibat krisis finansial global yang terjadi pada tahun 2009 yang lalu maka industri alat berat mengalami pukulan yang cukup berat. Menurut data Himpunan Industri Alat-alat Berat Indonsia (Hinabi) sepanjang 2009 produksi alat-alat berat di Indonesia hanya mencapai 1.814 unit, atau turun 69% dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya sebanyak 5.914 unit.

(http://www.datacon.co.id/Alatberat-2010Excavator.html) Penjualan alat berat masih mengandalkan sektor pertambangan dengan kontribusi 70%, perkebunan dan kehutanan sekitar 10%, dan konstruksi 20%. Namun memasuki tahun 2010, industri alat berat mampu bangkit kembali sejalan dengan pemulihan ekonomi yang terjadi di Indonesia dan kenyataan bahwa ekonomi Indonesia mampu menghindari dampak buruk krisis finansial global dengan terus tumbuh perekonomiannya sekitar 4,5% tahun 2009 dan diperkirakan bisa mencapai 6% tahun 2010. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Penurunan produksi tahun 2009 terutama terjadi pada sektor kontruksi karena banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda pelaksanaanya. Sementara pembelian oleh sektor pertambangan dan perkebunan terhambat karena sulitnya pendanaan karena sektor keuangan sempat terganggu akibat krisis finansial. Sebenarnya sektor pertambangan terutama batubara tidak banyak terpengaruh oleh krisis finansial karena permintaan pasar batu bara tetap tinggi. Tahun 2010 ini, Hinabi memprediksikan produksi alat berat meningkat menjadi sekitar 4.000 - 5000 unit karena selama semester I tahun 2010 produksi

| DTSS Teknik Pemeriksaan

7

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

alat berat telah mencapai 2495 unit. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Namun, angka produksi sebesar itu, baru menyamai pencapaian produksi tahun 2007 sebanyak 4.785 unit. Sementara itu, realisasi 2008 yang tercatat tertinggi sepanjang masa sebesar 5.914 unit. Kemerosotan produksi pada tahun 2009 membuat tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) menurun tajam dari 90% pada 2008 menjadi 34% pada tahun 2009 dari total kapasitas terpasang 6.500 unit per tahun. Dengan kaspasitas terpasang yang sama, berarti utilisasi industri alat berat tahun 2010 akan naik ke kisaran 70%. (http://www.datacon.co.id/Alatberat-

2010Excavator.html) Beberapa jenis alat berat yang sudah dirakit di dalam negeri antara.lain excavator, bulldozer, motor grader, dump truck, serta forklift. Excavator masih mendominasi produksi alat berat di Indonesia. Selama semester I tahun 2010 dari produksi alat berat sebanyak 2495 unit, sebanyak 1324 unit atau 53% adalah produksi excavator. Baru disusul oleh buldozer sekitar 23 %. Produsen terbesar alat berat di Indoneswia adalah Komatsu. Pada tahun 2007 produksi Komatsu mencapai 2400 unit termasuk 1530 unit excavator.

1.1.1.) Pengertian Alat-alat berat Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Rostiyanti (2009) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. Alat berat yang umum dipakai dalam proyek kostruksi antara lain :

| DTSS Teknik Pemeriksaan

8

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

- dozer, - alat gali (excavator) seperti backhoe, front shovel, clamshell; - alat pengangkut seperti loader, truck dan conveyor belt; - alat pemadat tanah seperti roller dan compactor, dan lain lain. Sedangkan pengertian alat berat dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84,30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku, mutatis mutandis, untuk mesin mendorong diri dari pos ini, yang mencakup sebagai berikut:

a. Buldoser dan angledozers. Alat ini terdiri dari basis mendorong, dengan pisau
besar dipasang di depan, dan membentuk unit mekanik terpisahkan. Mereka digunakan, khususnya, untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan.

b. Grader dan Leveller. Alat ini adalah mesin yang dirancang untuk meratakan
bumi atau smoothing (pada permukaan datar atau bank) dengan cara grading sebuah pisau dapat diatur, biasanya dipasang di dasar roda.

c. Pencakar. Alat ini ini menggabungkan pisau bermata tajam yang dirancang
untuk mengiris lapisan tanah atas yang kemudian masuk ke tubuh scraper atau dibuang oleh konveyor. Perlu dicatat bahwa pos ini hanya mencakup pencakar di mana penggerak motor dan craper bentuk unit mekanik terpisahkan, misalnya, lagu-pencakar meletakkan di mana tubuh scraper menggabungkan terletak canggih di antara dua rel. Pos ini juga termasuk pencakar diartikulasikan yang terdiri dari unit penggerak motor (bahkan dengan hanya poros tunggal) dan sebuah scraper tepat dilengkapi dengan pisau tetap atau lampiran mobile dengan beberapa blades.

d. Mekanikal sekop yang menggali ke dalam tanah, di atas atau di bawah
tingkat mesin, dengan cara penggalian sebuah ember, mengambil, dan lainlain, dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator, tarik sekop, dll) atau, untuk meningkatkan jangkauan kerja, di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). Dalam jangka panjang excavator (draglines slackline), ember dioperasikan

| DTSS Teknik Pemeriksaan

9

untuk kemasan ballast rel-jalan. Mesin ini. Loader-transporter yang digunakan di pertambangan.) Klasifikasi alat-alat berat Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. Rostiyanti (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 10 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pada kabel berjalan di antara dua struktur bergerak mengatur jarak beberapa terpisah. yang mampu diturunkan di bawah tingkat satu roda atau track. h. 1. ketika dalam posisi horisontal. Mesin pemadat. e. transportasi dan pembuangan itu. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. Beberapa "sekop-loader" mampu menggali ke dalam tanah. Hal ini dicapai dengan ember.30 mengenai terpasang pada mesin kendaraan dari Bab 86). Klasifikasi Fungsional Alat Berat Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. untuk meratakan tanah atau rolling permukaan jalan). g. Model khusus dirancang untuk menggali atau membersihkan parit. 1. digunakan dalam pembuatan jalan. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka ke dalam tubuh mesin. i. Mesin ini sering menggabungkan konveyor untuk pemakaian tanah digali. Mesin giling jalan sebagaimana digunakan dalam pembangunan jalan atau pekerjaan umum lainnya (misalnya. dll f. Multi-ember ekskavator di mana ember penggali dipasang pada rantai tanpa ujung atau di roda berputar.2. saluran drainase. Shovel loader. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. dll (tapi lihat ayat (a) pendahuluan Penjelasan Catatan untuk pos 84.1. selokan untuk digunakan di-cor terbuka (open-pit) pertambangan. dan mereka sudah terpasang pada roda. Alat ini adalah roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin.

1 Dozer Sumber: http://www. tergantung pada sumbu kendaraannya.senyawa. Gambar. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a.html Buldoser dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer). tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah.1. Buldoser digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. | DTSS Teknik Pemeriksaan 11 . Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama. Untuk pekerjaan di rawa digunakan jenis Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer. Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah.

truck dan wagon.1.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html c.2 Backhoe Sumber: http://www.1 Perbandingan antara Crawler Tractor Dozer dan Wheel Tractor Dozer Crawler Tractor Dozer Punya daya dorong besar. backhoe. | DTSS Teknik Pemeriksaan 12 . terutama pada tanah lunak karena bidang geser besar Dapat digunakan pada tanah lumpur maupun berbatu tajam Untuk membawa ke lokasi harus diangkut.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tabel. 1. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. dragline. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. Gambar. alat yang digunakan dapat berupa belt.senyawa. karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material. dan clamshell. jika digunakan pada tanah berbatu usia ban menjadi lebih pendek Dapat dibawa ke lokasi tanpa diangkut Jarak angkutnya bisa jauh Enak dikendarai Jalan proyek harus dipelihara Sumber: Wedhanto (2009) b. karena jika berjalan di aspal dapat merusak aspal Memiliki jarak angkut yang pendek (maksumum 30 feet) Operator cepat lelah Jalan proyek tak perlu dipelihara Wheel Tractor Dozer Daya dorongnya lebih kecil tapi kecepatannya lebih besar Tak dapat digunakan pada tanah lumpur.

html d. Gambar. jalan raya. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan. dan lain-lain. Pekerjaan pemadatan tanah dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan | DTSS Teknik Pemeriksaan 13 .html e. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan.senyawa. Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku.1.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. tanggul sungai dan sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin. compactor.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain.4 Loader Sumber: http://www. pneumatictired roller.senyawa.3 Kendaraan Truk Sumber: http://www. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.1. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material.

Berdasarkan bahan roda penggilasnya. dan sebagainya. Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas (Roller). Dilihat dari bentuk permukaan roda. Alat pemadat yang menggunakan penggetar (vibrator). ada yang terbuat dari baja (Steel Wheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic). | DTSS Teknik Pemeriksaan 14 . Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant.1. dan Three Axle Tandem Roller. ada yang dengan roda tiga (Three Wheel).com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah: • • • • • Berdasarkan cara geraknya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya. semen. Dilihat dari susunan roda gilasnya. roda dua (Tandem Roller). tapi ada juga yang harus ditarik traktor. berbentuk kaki domba. bersegmen.html f. agar tanah benar-benar mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah. berbentuk grid. Gambar. beton. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. dan aspal.5 Tandem Roller Sumber: http://www. ada yang punya permukaan halus (plain).senyawa. ada yang bergerak sendiri.

motor grader.html | DTSS Teknik Pemeriksaan 15 .7 Asphalt Paver Sumber: http://www. dan alat pemadat. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. 1. Gambar.html g.senyawa. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.senyawa. 1. Concrete Mixer Truck Sumber: http://www.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.6.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. asphalt paver. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader.

html | DTSS Teknik Pemeriksaan 16 .8 Crawlercrane Sumber: http://www. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini.html b. 1. Gambar. 1. a. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. batching plant.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.senyawa. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja.senyawa.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.9 Tower Crane Sumber: http://www. baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane. Klasifikasi operasional Alat Berat Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Gambar.

crane putar.10 Alat Berat Kehutanan Sumber: Wedhanto (2009) Backhoe Loader merupakan gabungan dari dua alat berat yang berbeda fungsinya. 1. sebab crane ini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan. crane kolom putar. Bagian depan dilengkapi dengan bucket dan berfungsi sebagaimana loader dan bagian belakang dilengkapi dengan perlengkapan yang sama dengan yang digunakan pada excavator Gambar. Gambar.11 BACKHOE LOADER Sumber: Wedhanto (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 17 .) Fungsi alat berat Dirancang untuk melakukan berbagai aplikasi kehutanan dengan konfigurasi Log Loader. 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Crane (alat pengangkat) jenisnya ada bermacam-macam: Crane gelegar. karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi. dan mobil crane. Beberapa jenis Crane banyak digunakan dalam proyek-proyek bangunan sipil yang berkaitan dengan pemindahan tanah adalah mobile crane. crane kabel. 1. crane portal. Harvester/Processor. dan Road Builder.1. crane menara.3.

Excavator digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan seperti : • Excavating (menggali) • Loading (memuat material) • Lifting (mengangkat beban) • Hammering (menghancurkan batuan) • Drilling (mengebor). 1. ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. 1. dan lain sebagainya Perbedaan mendasar antara Excavator dan Mass Excavator terdapat pada kapasitas implement yang digunakan Gambar.12 EXCAVATOR HIDROLIC Sumber: Wedhanto (2009) Alat penggali sering juga disebut Excavator. dusamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain | DTSS Teknik Pemeriksaan 18 .13 MOTOR GRADER Sumber: Wedhanto (2009) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis.

Skid Steer Loader. Pekerjaan tahap akhir (finishing) pada “pekerjaan tanah”. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. • Grading. dan sebagainya. Pencampuran tanah maupun pencampuran material (Side cast/mixing).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar misalnya untuk penggusuran tanah. diantaranya : • Grading. diantaranya : • Loading. 1. Pembuatan parit (Crowning Ditching) Pemberaian butiran tanah (scarifying) Pada umumnya Grader digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan dan pemeliharaan jalan. Spreading.14 Skid Steer Loader Sumber: Wedhanto (2009) Tergantung attachment (perlengkapan kerja)nya. • Clamping. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. Ditching • Scarifying • Side Sloping • Dozing • Ripping Gambar. Beberapa pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Grader antara lain adalah: • • • • • Perataan tanah (Spreading). dapat digunakan untuk berbagai keperluan. • Digging. meratakan tanggul. disingkat SSL. Dozing. | DTSS Teknik Pemeriksaan 19 . Leveling. pencampuran tanah.

1. disingkat WTS. 1. kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging) Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri. Scrapper mampu menggali/ mengupas permukaan tanah sampai | DTSS Teknik Pemeriksaan 20 .15 Skidder Sumber: Wedhanto (2009) Ada dua jenis Skidder yang digunakan yaitu : • Wheel Skidder • Track Skidder Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. memindahkan. lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan.16 Wheel Tractor Scrapper Sumber: Wedhanto (2009) Wheel Tractor Scrapper. digunakan untuk memuat. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan.

| DTSS Teknik Pemeriksaan 21 . Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan. Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno.5 mm pula. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. dan jarak angkut yang ekonomis kurang dari 67 m.5 mm atau menimbun suatu tempat sampai tebal minimum + 2. (2) kondisi mesin. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar setebal + 2. Jika ditinjau dari penggeraknya. Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. Gambar 1. sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban. baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya. Produksi Self Propelled Scrappers dapat tinggi. Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. dan (3) operator yang bekerja. Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada: (1) kedalaman tanah yang digali. disingkat ADT.17 Articulated Dump Truck Sumber: Wedhanto (2009) Articulated Dump Truck. jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). jika digunakan untuk mengangkut jarak yang sedang (+ 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck.

Wheel Dozer Sumber: Wedhanto (2009) Machine ini merupakan wheel loader yang dilengkapi dengan blade.18 Off Highway Truck Sumber: Wedhanto (2009) Sama halnya dengan ADT. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T Gambar. | DTSS Teknik Pemeriksaan 22 . dimana kegunaanya hampir sama dengan dozer.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar 1.1-19.

Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain.20 Track Type Loader Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Loader digunakan untuk memuat material.1.21. Grader dan sejenisnya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. sama halnya dengan wheel loader. | DTSS Teknik Pemeriksaan 23 . hanya saja menggunakan track dan kapasitasnya lebih kecil. menggusur tonggaktonggak kayu kecil. Gambar 1. Wheel Loader Sumber: Wedhanto (2009) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. menggali pondasi basement dan lain-lain. untuk menggusur bongkaran.

22 Track Type Tractor Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. Pada wheel loader kecil dan menengah. lebihlebih jika digunakan Wheel Loader. Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. bila dilengkapi dengan Winch | DTSS Teknik Pemeriksaan 24 . meratakan atau menyebarkan material. hal yang perlu diperhitungkan adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari loader itu sendiri.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. 1. Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut. sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan. Kegunaan dari Wheel Loader adalah untuk memuat material ke dalam ADT atau OHT. Forklift dan sebagainya. Disamping itu ada kegunaan lainnya yang bisa dilakukan oleh machine ini. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. tergantung dari attachment yang dipasangkan. bila dilengkapi dengan Ripper • Skidding. dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). bisa juga digunakan untuk aplikasi lainnya (tergantung dari attachment yang digunakan) seperti : WHA (Waste Handling Arrangement) Integrated Toolcarrier. yaitu : • Ripping. Gambar.

1. Bagian-bagian tambahan yang penting diketahui adalah: Crane.4. Back Hoe. Shovel. Misalnya bisa digunakan sebagai forklift dengan daya jangkau yang lebih jauh. Hal ini dimaksudkan agar memperoleh ketepatan dalam menentukan HS dan tariffnya. 1. Bagian bawah Excavator ada yang menggunakan roda rantai (Crawler truck) ada yang dipasang di atas truck (mounted truck).1.) Spesifikasi Jenis Alat Berat Dalam prakteknya petugas bea dan cukai juga perlu mengetahui spesifikasi dari alat-alat berat yang ada.23 Telehandler Sumber: Wedhanto (2009) Penggunaan Telehandler tergantung dari attachment yang dipasangkan pada machine tersebut. Excavator Bagian-bagian utama dari Excavator antara lain: • • • Bagian atas yang dapat berputar (Revolving unit) Bagian bawah untuk berpindah tempat (Travelling unit) Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan.1. | DTSS Teknik Pemeriksaan 25 . dan Clam shell. Dragline.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.

1.1.24 Komponen Excavator Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar..26 Komponen Excavator 7 inc TFT liquid Crystal display Kabin Hydraulic control valve Bucket Radiator dan Oil Cooler Under carriage Engine Main Pump Sumber: Hinabi Unit Operasional Excavator • • Operasional kerja menggunakan sistem hidrolik Pergerakan arm bucket dan perputaran body kabin (swing) dapat dikontrol melalui dua tuas utama yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • Travelling dikontrol oleh dua tuas yang dilengkapi dengan dua pedal didepan sheat operator • Penyetelan operasi mesin ( RPM) dapat melalui display panel di depan sheat operator | DTSS Teknik Pemeriksaan 26 .

5 Km/ jam : 0.26 Ske ma Unde r Carriag e Car r ie r Ro lle r F in al d riv e Id le r T r ac k s h o e T r ack Ro lle r Sp ro c ke t Sumber: Hinabi Spesifikasi Excavator Komatsu tipe PC 200 (contoh) • • • • • • • • Model Engine Horse power Rated RPM Main pump Max oil flow Steering control Max travel speed Kapasitas Bucket : komatsu SAA6D107E-1 : 110 Kw 148 HP (net) : 2000 rpm : untuk Boom.1.5 – 1.2 M 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 27 . swing dan travel : 439 Lt/ menit : dua lever ( tuas ) yang dilengkapi pedal : 5.25 Operasional Unit Excavator Tuas penggerak bucket dan swing (putaran) Display panel control Tuas penggerak roda Tuas penggerak arm (hidrolik) Gambar. arm.1. bucket.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.

bucket Pembagian Excavator : • Alat kendali attachment – – • Roda – – Roda Rantai Roda Karet Gambar.1.27 Excavator Hydraulic Controlled Cable Controlled Sumber: hinabi Jenis-jenis attachment yang dapat digabungkan : • • • Back Hoe Power Shovel Dragline | DTSS Teknik Pemeriksaan 28 . arm.6 lt : 135 lt : Under carriage. swing.3 lt tiap sisi : 6.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Tanki solar Oli mesin Final drive Swing drive Oli hidrolik Greasing : 400 lt (full tanki) : 23 lt : 3.

| DTSS Teknik Pemeriksaan 29 .28 Excavator Gambar. Bisa memanfaatkan bebannya sendiri untuk mendorong (menyeret) sesuatu yang sangat berat. yang ditambahkan dengan dozer tambahan (blade.1. Alat utama berupa blade dan ripper.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar • • Clamshell Loader Gambar.30 Alat Pengangkut Sumber: Hinabi 2. Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan.29 Excavator Sumber: Hinabi Gambar.1. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o Memiliki gigi track shoe yang lebih panjang dibanding excavator untuk memperkuat cengkraman ke tanah. Buldozer Pada dasarnya merupakan traktor sebagai penggerak utama . ripper dll ).1.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Penggunaan Umum • • • • • Pembuatan rintis jalan Mendorong dan menarik benda .1.31 Operasional Unit Bulldozer Panel control Pedal gas Travel control joystick Blade control joystick Sumber: Hinabi Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 30 .benda berat Menggaruk material ( stock pile) di quarry Pertambangan Perkebunan : – – – – Land Clearing/ replanting Pembuatan jalan Pembuatan teras kontur Pembuatan tapak bangunan Operasional Kerja • Operasional unit dikendalikan oleh tuas control yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • • Travelling control dikendalikan oleh tuas sebelah kiri sheat operator Blade control dikendalikan oleh tuas yang ada disebelah kanan sheat operator Gambar.

8 Kpa atau 4.32 Komponen Buldozer Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 31 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Spesifiakasi Bulldozer Komatsu D65 (contoh) • • • • • Model enggine Jumlah Silinder Tenaga Rated RPM Undercarriage – – – – – Jumlah Track Roller : 8 Un tiap sisi Jumlah Shoe Lebar shoe : 45 Un tiap sisi : 915 mm : komatsu SAA6D114E-3 : 6 Cyl : Net 153 KW 205 HP : 1950 RPM Ground contact area : 60115 cm 2 Ground pressure area: 29. 1.32 Psi Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Bahan bakar Oil mesin Oil final drive Oil transmisi Oil hidrolik Grease : 514 lt (full tanki) : 28 lt : 27 lt : 48 lt : 55 lt : untuk under carriage dan nipple Gambar.

Angling Blade ( A – Blade ) Angling blade (A-blade) : dibuat sedemikian rupa agar dapat berposisi lurus maupun menyudut. Blade ini digunakan untuk pembuangan kesamping. Berdasarkan alat geraknya / mounted. Straight Blade ( S – Blade ) Straigt blade (S-Blade).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1.33 Universal Blade Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 32 . hydraulic controlled 3. b. Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan: a. blade ini merupakan modifikasi dari U-blade. pembukaan jalan (pionering road). Blade ini memungkinkan bulldozer membawa muatan lebih banyak. cable controlled b. Berdasarkan blade / pisau a. Crawler tractor Dozer [ roda rantai ] b. Bulldozer dapat dibedakan : a. Universal Blade ( U . Gambar. paling cocok untuk segala jenis lapangan. Jenis blade ini digunakan untuk reklamasi tanah dan penyediaan tanah.. Manuver lebih mudah dan dapat menghandel material dengan mudah. karena kehilangan muatan relatif kecil dalam jarak yang sangat jauh. Swamp Bulldozer [ untuk daerah rawa ] 2. c. Wheel tractor Dozer [ roda karet ] c.Blade ) Universal Blade (U-Blade).1.

Selain untuk mendorong muatan juga dipakai untuk perawatan jalan b.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Cushion Blade ( C – Blade ) Blade ini dilengkapi dengan rubber cushion/bantalan karet untuk meredam tumbukan. Berdasarkan blade / pisau a. c.34. dalam hal ini memungkinkan karena blade dilengkapi dinding-dinding besi.1. Bowl dozer Blade dibentuk sedemikian rupa untuk membawa/mendorong material untuk jumlah kehilangan yang sesedikit mungkin dalam jarak yang cukup jauh. Light material U Blade ( U – Blade . Straight Blade Sumber: Hinabi Gambar. material ringan ) | DTSS Teknik Pemeriksaan 33 .35 Angling Blade Sumber: Hinabi 4.

1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.38 Light Material U Blade Sumber: Hinabi 4.37 Bowldozer Blade Sumber: Hinabi Gambar.1.1. 20% menaikkan prod. dengan : a.15b.36 Cushion Blade Gambar. Bowl Blade Sumber: Hinabi Gambar.. Slot Dozing menaikkan prod. Side by side dozing atau blade to bladedozing 20 % | DTSS Teknik Pemeriksaan 34 . Operasi Bulldozer : Pengoperasian bulldozer dapat dilakukan .

Down Hill Slot Dozing f. Meratakan timbunan tanah h. Membuka jalan kerja & penggususran ( 100 m ) g. Dozing Rock e.1. Scrapper Pembagian Scrapper berdasarkan : • Mesin penggerak – – • Type – – • – – • Roda Semi trailler Full trailler Hydraulic Controlled Cable Controlled Scraper bermesin tunggal Scraper bermesin ganda Alat kendali | DTSS Teknik Pemeriksaan 35 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Land Clearing b. Stripping ( pengelupasan top soil ) c.41 Melakukan Slot Dozing Sumber: Hinabi Bulldozer digunakan untuk : a. dll 3. Side Hill cut d.

Penggalian. bekerja alat (pisau. tidak hanya mencakup pos tetap atau mesin stasioner. mempercepat gerakan pindah gigi. tanah yang dimuat ini dalam kondisi loose. atau yang tidak bergerak otomatis. dll). Produksi Scraper : 1. Produksi scraper dinyatakan dalam jumlah tanah yang dapat dipindahkan tiap jamnya. mengelupaskan lapisan tanah permukaan yang jelek Meratakan kontur sekeliling bangunan Menggali saluran Menggali dan mengurug badan jalan Jarak angkut 100 m . diklasifikasikan dalam pos 84. yang dilengkapi atau tidak dilengkapi dengan booming dan pneumatik atau hidrolik silinder. mesin diklasifikasikan dalam pos 86. dll.31. 2. Waktu tetap waktu yang dibutuhkan untuk muat .1000 m merupan jarak ekonomis untuk scraper . Secara umum.04 jika mereka sudah terpasang pada kereta atau truk. ember. membuang muatan. secara khusus.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar – – Roda Rantai Roda Karet Fungsi Scraper : • • • • • Stripping top soil. dan untuk menghitung cycle time-nya. Waktu tidak tetap waktu untuk berjalan menuju tempat membuang dan kembali mengambil muatan Komponen-komponen Alat Berat Berdasarkan ketentuan umum mengenai klasifikasi bagian (lihat Penjelasan Umum Catatan untuk Bagian XVI). ada 2 hal yang harus diperhatikan adalah: 1. memutar balik. Pengecualian dalam hal ini adalah mesin yang dipasang di kendaraan yang tepat untuk Bab 86. tetapi juga pada mesin mobile. | DTSS Teknik Pemeriksaan 36 . atau dari jenis yang cocok untuk kopling ke dalam kereta berjalan pada jaringan kereta api apapun. bagian dari mesin dari pos ini. Kapasitas scraper ditentukan oleh volume material yang dimuat dalam bowl [m3]. cocok untuk pemasangan langsung untuk dasar mendorong. mempersiapkan utnuk mengambil muatan 2.

8412. Silinder Penggerak Bak Silinder penggerak dengan sumber daya oli hidrolik HS No. Kompresor Untuk sistem pendingin udara HS No. tetap diklasifikasikan dalam pos ini.1400 2 3.1900 3 4.0000) 1 2.0000 (8431. Untuk lantai disamping Kabin kemudi.50. Suspensi Belakang Suspensi dengan isi Oli Hidrolik & Gas Nitrogen HS No. 7326. Pos 84.9190 5 6. 8708.6 Mpa Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak 6 | DTSS Teknik Pemeriksaan 37 . Platform untuk Deck Komponen pelat dengan proses stamping dipermukaannya.80. mesin yang dipasang di truk atau platform yang tidak memenuhi spesifikasi dari rollingstock kereta api.25 sampai dengan 84. Di sisi lain.31 merupakan bagian yang cocok untuk digunakan semata-mata atau terutama dengan mesin dari pos 84. penggalian. Gerak sendiri kendaraan untuk pelayanan dan pemeliharaan kereta api rel terdapat dalam pos 86. Contoh Komponen-komponennya 1.80.21.49. Pompa Hidrolik Relief Pressure 20.04.8708.90.30. 8414. dan lain-lain.9000 4 5. Propeller Shaft Penerus daya dari mesin ke gardan (axle) HS No.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Railroad pemberat mesin penggali-screening sering dipasang di gerobak atau truk sesuai dengan kondisi ini. HS No.

Vessel Bak penampung material angkut | DTSS Teknik Pemeriksaan 38 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 7. Front Support Konstruksi penahan kabin 12. Platform RH Platfrom untuk peletakan Filter Udara 10. Operator Seat Dilengkapi dengan sabuk pengaman 2 titik 9. Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 11. Pompa Injeksi BBM Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail 7 8.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponenkomponen Buldozer 1 1 Komponenkomponen Excavator Komponenkomponen Dump Truck 1 Komponenkomponen Motor Grader 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 Komponen-komponen Utama (Impor) | DTSS Teknik Pemeriksaan 39 .

8431.49.90.8412.9000 8 akhir Sprocket.5090 5 6. HS No. Rear Axle Axle dengan penggerak No. HS No.8431.8431.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. Hs | DTSS Teknik Pemeriksaan 40 .49. Pompa Injeksi BBM Pompa injeksi langsung Hs No.49.9000 2 3. Transmisi Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft.9000 4.49.8431.9000 4 5.0000 (8431. Engine Tipe Diesel dg Turbocharger Daya: 135 HP (nett) HS No.9000 HS 6 7.9000 1 2.49.49.8431.8431. Silinder Hidrolik Penggerak alat kerja (attachment) No. Drive Shaft 3 Untuk meneruskan daya dari mesin ke penggerak akhir.21. Kabin Kabin operator dengan Tuas kendali hidrolik HS No.Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak.8408. Pompa Hidrolik Pompa hidrolik tandem tipe gear pump.49.9000 7 8. HS No.

Tandem case 12 Komponen-komponen Utama (Impor) 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 9.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 41 . Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli sistem hidrolik silinder 10 11. Front Counter weight Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan 9 10.00-24-10PR 11 12.49. Tire Ban performa offroad dengan ukuran 3. Hydraulic Cylinder Penggerak dengan tekanan oli hidrolik HS 8431.

8408.49. Upper Roller & Lower Roller Platform dari rantai HS 8431.49. Control Valve Komponen pengontrol aliran oli hidrolik yang menggerakkan Silinder dan Travel Motor HS . Track Link / Shoe Plate Rantai penggerak pengganti ban HS 8431.9000 7 8. 8431.49. Teeth & Adapter Komponen yang berfungsi sebagai pengurai material yang akan diangkat HS No.1010 4 5.9000 Note: imported on un-assemble condition 6 7. Engine Mesin dengan bahan bakar solar HS No.9000 3 4.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.90.9000 5 6.49. Cabin Parts Kabin operator HS 8431.49. 8431.49.9000 2 3.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 42 . Travel Motor Motor penggerak track link HS 8431.

Track Frame Rangka bawah sebagai platform dari rantai penggerak dan motor penggerak 9 10. Case & Frame HS 8431.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 43 . Main Frame Rangka atas sebagai platform mesin. kabin dan komponen lainnya 12 13.49. Bucket komponen pengeruk material 13 Komponen-komponen Utama (Impor) 1. Boom Bagian dari mekanisme penggerak Arm 10 11.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 8 9. Arm Bagian dari mekanisme penggerak bucket 11 12.

9000 2 Roller HS 8431.90. Radiator HS 8431.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.49.9000 3 Komponen-komponen Utama (Impor) Track HS 8431.9000 1 Track Roller Frame HS 8431.5090 2 3. Engine HS 8408.49.49.49.9000 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 44 .

000 1 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.000 2 Front Axle 8431.16.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.20.20.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 45 .90.9000 R ADIATOR Radiator 7318.20.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) Rear Axle 8431.

20.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) 1 Rear Axle 8431.16.20.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 46 .9000 R ADIATOR Radiator 7318.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.000 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.90.20.000 2 Front Axle 8431.

3. Mekanikal sekop. 3) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya. Mesin pemadat. Saudara diminta untuk me-review kembali pemahaman Saudara dengan cara menjawab soal-soal latihan berikut. Pencakar. mutatis mutandis. untuk mesin mendorong diri dari pos ini. peningkatan produksi tersebut belum mampu melewati produksi pada 2008 yang mencapai 5.700 unit.2. 4) Pengertian alat berat dalam BTBMI adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84.914 unit dan 2007 yang mencapai 4. 1) 2) 3) Jelaskan mengapa Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek! Jelaskan apa itu Buldozer dan Excavator! Mengapa daya saing suatu negara menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan kemajuan perdagangan ? Jelaskan ! 4) 5) Jelaskan alat berat berdasarkan fungsinya ! Jelaskan klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya! 1. 2) Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Grader dan Leveller. Peningkatan produksi ini didukung oleh bergairahnya beberapa sektor ekonomi. Multi-ember ekskavator. Shovel loader.400 unit. Mesin giling | DTSS Teknik Pemeriksaan 47 .) Rangkuman 1) Pertumbuhan industri spare part alat berat nasional pada tahun 2010 diproyeksikan mengalami peningkatan hingga 100 persen menjadi 4.) Latihan Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini. Loader-transporter. Namun demikian.30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku. terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek. sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. seperti perkebunan dan pertambangan. yang mencakup sebagai berikut: Buldoser dan angledozers.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1.

Alat dengan Penggerak b. Alat Pengolah Lahan b. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. a. Alat Pemadat f. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. Alat Penempatan Akhir Material 7) Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. | DTSS Teknik Pemeriksaan 48 . Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. Alat Pemroses Material g.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 5) Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. 9) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. meratakan tanggul. Alat Pengangkut Material d. 10) Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). a. Alat Statis 8) Alat penggali sering juga disebut Excavator. ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator). pencampuran tanah. Alat Penggali c. klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. 6) Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Alat Pemindahan Material e.

18) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. meratakan atau menyebarkan material. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). 19) Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. 16) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 11) Wheel Tractor Scrapper. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. untuk menggusur bongkaran. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. disingkat ADT. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. memindahkan. menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. 15) Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai]. 14) Articulated Dump Truck. Wheel tractor Dozer [roda karet]. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. 17) Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). menggali pondasi basement dan lain-lain. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o 20) Berdasarkan alat geraknya/mounted. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. digunakan untuk memuat. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. 13) Jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. | DTSS Teknik Pemeriksaan 49 . 12) Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. disingkat WTS. Grader dan sejenisnya.

Bowl dozer. Angling Blade (A – Blade). Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. Cushion Blade (C – Blade). Dozer c. Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. ambil. Straight Blade (S – Blade). dan membentuk unit mekanik terpisahkan. b. khususnya. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka intothe tubuh mesin. dan lain-lain. a. dozer dibedakan menjadi: Universal Blade (U Blade). buldoser dan angledozers 2) c. untuk meningkatkan jangkauan kerja. dengan pisau besar dipasang di depan. 22) Berdasarkan blade/pisau. a. dengan cara penggalian sebuah ember. dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator. Pemadat mesin 4) Fungsi utama yang menangani dan tidak transportasi..) Tes Formatif 1 1) Mesin yang terdiri dari basis mendorong. pencakar d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 21) Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. digunakan di pertambangan. Grader dan Leveller b. a. material ringan) 1. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan…. di atas atau di bawah tingkat mesin. Grader dan Leveller Buldoser dan angledozers c. Backhoe | DTSS Teknik Pemeriksaan 50 . untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. Mereka digunakan. tarik sekop.. Mekanikal sekop Mesin yang menggali ke dalam tanah. Loader-transporter d. dll) atau. Light material U Blade ( U – Blade . di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). b. transportasi dan pembuangan itu. sering lagu-bertelur. a. Loader-transporter d. Pemadat mesin 5) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. b. Mekanikal sekop 3) Roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin.4. a. Pencakar d.

Dragline. b. d. Shovel. 45o 13) Angle Bulldozer dapat bergerak serong pada sudut … a. kecuali… a. a. merupakan c. Alat Pemadat 11) Concrete spreader termasuk kedalam alat. Alat Pemindahan Material 10) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. b. Compactor 9) Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. b. b. Alat Pemadat Alat Penggali c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. Clamshell 7) Crane termasuk dikategorikan kedalam. Alat Statis b. c.. a. Alat Penempatan Akhir Material d. Pneumatic-tired roller d. 14) Di bawah ini adalah macam-macam jenis Bulldozer berdasarkan alat geraknya. Scraper D. a. b. b. Kapasitas terbatas dan jalan berlumpur Kapasitas terbatas dan jalan berlobang-lobang Kapasitas menengah dan jalan berlumpur Kapasitas menengah dan jalan berlobang-lobang 20o 25o c. d. Alat Pengangkut Material d. a. Alat Pemadat. b. a. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material Dump Truck.. a. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material c. a. Swamp d. 30o d. 6) Scraper d. Excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. Trowel | DTSS Teknik Pemeriksaan 51 . b. Loader Tamping roller c. kecuali. Alat Pengolah Lahan 8) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. c. Crawler Wheel c. Alat Pemindahan Material alat yang digunakan untuk 12) Articulated memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. Alat Pemadat d. Alat dengan Penggerak c.

Hitunglah persentase tingkat pemahaman (TP) anda.5. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan pada kegiatan belajar 2. Selanjutnya. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 52 .) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap kegiatan belajar 1.. 20T – 100T 40T – 360T c. 40T – 100T d. 100T – 360T 1. maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 1 ini.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Off Highway Truck dapat digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas mulai dari. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruha n Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %. b. disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan. a..

Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. gudang Eksportir. e. c. d. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. Pada pasal 10 dinyatakan bahwa pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a. berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. Untuk pemeriksaan barang ekspor didasarkan pada Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali. 2.1. Kawasan Pabean pelabuhan muat.) Uraian dan contoh Pemeriksaan fisik adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa. akan diimpor kembali.2 Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti kegiatan belajar ini peserta diharapkan dapat melakukan pemeriksaan fisik alat berat dan dapat membandingkan antara teori dan praktek tentang alat berat. atau f.27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. b. dikenai Bea Keluar. atau | DTSS Teknik Pemeriksaan 53 . b. mendapat fasilitas KITE.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar KEGIATAN BELAJAR .

atau b. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. memastikan dan bahwa pemberitahuan pelengkap pabean. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. dikenai Bea Keluar. yang diberitahukan dokumen pabean diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: a. Sedangkan pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. Terhadap barang impor dilakukan pemeriksaan pabean berdasarkan pemberitahuan pabean yang disampaikan oleh importir. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan dengan untuk benar.04/2007 tentang Pemeriksaan Pabean di Bidang Impor. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer. Kegiatan pemeriksaan ini mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh | DTSS Teknik Pemeriksaan 54 . mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan. Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. 139/PMK.

| DTSS Teknik Pemeriksaan 55 . Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau terdapat bukti permulaan yang cukup telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan yang dilakukan oleh Eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importer yang mendapat status dipersamakan dengan importer jalur prioritas. dan pajak. Bea Keluar. Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). b. Terhadap eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importir lain yang mendapat status yang dipersamakan dengan importir jalur prioritas diperlakukan sebagai Eksportir tertentu.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar eksportir yang merangkap sebagai importir dengan kategori low risk dapat tidak dilakukan pemeriksaan fisik.1. c. cukai. dan d. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan.) Persiapan pemeriksaan alat berat/komponen alat berat secara umum Untuk keperluan kepustakaan maka seharusnya pemeriksa alat berat memiliki: 1. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. Pemeriksa barang hendaknya memperhatikan barang apa yang akan diperiksa dan menghubungkannya dengan pos-pos pada BTBMI. 2. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. Hasil pemeriksaan agar mengacu ke BTBMI sehingga pemeriksaan dapat digunakan secara efektif oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen. Buku pengetahuan barang. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk.1. 2.

macrometer dan sejenisnya) berfungsi untuk mengukur panjang barang / carton / kemasan. 7. 2. Tas kecil (untuk menyimpan peralatan kerja selama proses pemeriksaan) Untuk melakukan identifikasi alat berat dalam rangka pemeriksaan dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : | DTSS Teknik Pemeriksaan 56 . atau barang/kemasan tertentu dalam kontainer. Menggali informasi lain dari situs internet. berfungsi sebagai alat penerangan apabila barang tidak dikeluarkan dari kontainer. Perlengkapan dimaksud yaitu: 1. Situs yang diddapat dari search engine seperti www. Alat tulis kantor berupa: • • Spidol (permanent marker) untuk menandai barang Ballpoint untuk menulis Laporan Hasil Pemeriksaan 4. 3. misalnya untuk melihat plate. Pemeriksa barang haruslah kreatif dalam menggali sumber informasi tentang barang dalam hal ini alat berat yang akan diperiksa.com juga sangat membantu pemeriksa barang dalam melakukan pengayaan informasi tentang barang yang akan diperiksa Selain yang bersifat soft skill maka pemeriksa barang juga harus melengkapi dirinya dengan hard skill atau hard tools. Alat pengukur (meteran. 6. diperlukan apabila menghadapi barang yang perlu penanganan khusus. Kacamata / sarung tangan / Topi / Helm pengaman (bila perlu). berfungsi untuk melakukan penghitungan jumlah barang atau konversi satuan barang. berfungsi untuk membuka karton / pengemas barang (sebagai cadangan apabila pengurus/buruh tidak membawa cutter).google. Kalkulator.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pemeriksa barang perlu melengkapi diri dengan literatur yang berkaitan dengan identifikasi barang 3. 5. Senter kecil. Cutter / pisau saku.

Pabrik pembuat | DTSS Teknik Pemeriksaan 57 . leaflet. Perhatikan pengemas. manual books atau sejenisnya. melebihi ukuran kontainer yang ada. leaflet. lihat gambar di bawah ini.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. tergantung dari ukuran krat/mesin yang bersangkutan. Setelah pengemas dibuka maka pada mesin dalam keadaan baru akan ditemukan adanya brosur. Negara asal d. Informasi di name plate menggambarkan informasi sebagai berikut: a. Merk c. biasanya tidak dimasukkan kedalam kontainer. Salah satu tanda-tanda mesin dalam keadaan baru atau bekas dapat dilihat dari konsdisi pengemas barang. Nama barang b. Juga diperhatikan apakah terdapat pengecatan ulang (recolour) untuk mengelabui petugas sehingga tidak bias dibedakan antara yang baru dengan bekas. 2. Memperhatikan gambar yang tertera di masing-masing penjelasan identifikasi pengertian alat berat untuk mengenali dan membedakan macam alat berat. leaflet dan manual books maka posisi name plate pasti melekat pada fisik barang tersebut. Name plate dibuat dari selembar logam yang ditempel pada body mesin yang bersangkutan. Perhatikan brosur. Pengemas yang dimaksud yaitu mesin dimasukkan kedalam kemasan terbuat dari kayu (semacam krat) dan dibungkus plastik rapi. Temukan/cari name plate barang bersangkutan Berbeda dengan brosur. Informasi Name plate bisa jadi lebih berharga di banding dengan brosur. alat yang ukurannya besar. Pada knalpot 4. (silencer) tidak terdapat jelaga yang berlebihan. 3. manual books atau sejenisnya 5. Krat/crate yang berisi lepasan-lepasan alat berat pengangkutannya dapat dimasukkan kedalam kontainer atau tidak. Perhatikan bentuk fisik barang: Ketahui mesin diimpor dalam keadaan baru atau bekas: Salah satunya dengan melihat apakah terdapat ceceran atau rembesan oli yang keluar dari seal mesin.

spesifikasi teknis barang. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. Konsumsi bahan bakar yang dipergunakan per satuan waktu 6. d. | DTSS Teknik Pemeriksaan 58 . name plate dengan fisik barang yang bersangkutan.2.1. jenis dan jumlah kemasan. Kemampuan menuai/menebah (untuk mesin tebah) padi per satuan waktu iii. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar e. Jika terdapat kecocokan antara ketiganya maka dapat dikatakan bahwa pengimporan barang impoir tersebut sesuai dengan pemberitahuan yang disampaikan importir 2. Perhatikan antara brosur. c. Spesifikasi barang bersangkutan (voltage/watt/ampere/RPM/PK/Horse Power) i. b. jumlah barang. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. merk. Pemeriksaan fisik barang yang mendapat kemudahan ekspor yang akan dikonsolidasi dapat dilakukan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir atau di tempat konsolidasi barang ekspor. nomor. jenis barang.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. Kemampuan hisap serta kemampuan melontarkan air (untuk pompa air). atau kemampuan menghisap atau mengisi udara (untuk pompa udara atau kompresor) ii. Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB.

Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : • • eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. ditandatangani Pemeriksa. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. | DTSS Teknik Pemeriksaan 59 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC.

Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas. NPPD. nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM. iv. PPB. dan setelah mendapat izin dari Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya dan telah mendapat keterangan tertulis dari surveyor tentang telah selesainya pemeriksaan atas barang ekspor yang akan dimasukkan ke Kawasan Pabean.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. ii. menghitung kemasan yang di-stuffing. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : • • meneliti kemasan barang dan TPPBC. Mekanisme Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor 1. c. Pejabat di Kantor Pemeriksaan i. Formulir PM. Menerbitkan Surat Tugas. | DTSS Teknik Pemeriksaan 60 . iii. Surat Tugas. Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. b. Pemasukan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean dilakukan dengan menggunakan PEB. Mencantumkan nama Pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan dan menetapkan tingkat pemeriksaan pada PPB. Menyerahkan kepada Pemeriksa : a. jenis. Untuk dapat memasukkan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Menerima PPB dan PEB melalui faksimili atau melalui sarana komunikasi lainnya dari Kantor Pemuatan. Eksportir mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya sesuai contoh sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IV Peraturan Direktur Jenderal ini (P30/BC/2009 tentang perubahan kedua atas peraturan Dirjen Bea dan Cukai nomor P-40/BC/2008 tentang tata laksana kepabeanan di bidang ekspor).

| DTSS Teknik Pemeriksaan 61 . Mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada bagian belakang PEB dan menandatangani PM. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. c. PEB yang telah berisi hasil pemeriksaan fisik barang. Invoice dan Packing list. ii. Meneliti pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. Menyerahkan PPB kepada Pejabat Kantor Pemeriksaan. Menerima dari eksportir/kuasanya : • • • • PEB yang telah mendapat Nomor Pendaftaran dan telah ditandatangani serta dibubuhi cap perusahaan. v. 2. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. Pemeriksa : i. Surat Tugas. Menerima dari Pemeriksa PPB dan menatausahakannya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar v. Melakukan pemeriksaan fisik barang sesuai instruksi pemeriksaan yang tercantum pada PPB. Formulir PM. 2. Menerima dari Pejabat Kantor Pemeriksaan : a. Menyerahkan kepada eksportir/kuasanya : a. PPB. Invoice dan packing list. vi. c. iii. iv. b.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor Ketentuan impor barang modal bukan-baru (bekas) diperpanjang masa berlakunya menyusul diterbitkannya Permendag Nomor 63/M- DAG/PER/12/2009.1. Permendag ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2010 dan merupakan perpanjangan dari ketentuan sebelumnya yaitu Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/12/2008 tanggal 24 Desember 2008. PPB.3. vii. b.

Berkaitan dengan impor alat berat. terdapat ketentuan bahwa atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alatalat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 99/KMK. dipungut bea masuk dan pungutan impor lainnya dan tidak dikenakan denda. 2. Perusahaan yang melanggar ketentuan yang berlaku akan dikenakan sanksi. Dalam hal tarif bea masuk yang tercantum dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) 5 % (lima persen) atau kurang. jenis. Perusahaan rekondisi/remanufakturing. yaitu pencabutan Angka Pengenal Importir (API) dan/atau pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar diberikan keringanan bea masuk sehingga tarif akhir bea masuknya menjadi 5 % (lima persen).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kebijakan memperpanjang masa berlaku Ketentuan Impor Barang Modal Bukan Baru ditujukan untuk mengimbangi daya beli sektor industri di tanah air yang masih lemah akibat belum kondusifnya perekonomian Indonesia. selain mengimpor untuk kebutuhan di dalam negeri juga dapat mengekspor hasil proses rekondisi/remanufakturingnya dan memenuhi pesanan pemakai langsung. Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk. Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah | DTSS Teknik Pemeriksaan 62 . maka yang berlaku adalah tarif bea masuk dalam BTBMI. apabila pada saat pengimporannya tidak memenuhi ketentuan tentang jumlah. spesifikasi barang yang tercantum dalam daftar barang.05/2000 tanggal 31 Maret 2000 oleh industri alat-alat besar diberikan fasilitas keringanan bea masuk dengan ketentuan sebagai berikut : 1.

c. Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. dalam hal jumlah dan atau jenis barang yang akan diperiksa mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. sehingga apabila diperiksa oleh satu orang Pejabat Pemeriksa Barang membutuhkan waktu yang cukup lama. agar dapat digunakan untuk: a. menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar Untuk mempermudah pemahaman peserta akan pekerjaan pemeriksaan fisik yang dilakukannya dan bagaimana keterkaitannya dengan bagian lain. d. b. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). dan menghambat kecepatan penyelesaian suatu importasi. sehingga bea masuk yang terhutang harus dibayar dan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 100 % (seratus persen) dari kekurangan bea masuk. maka di bawah ini digambarkan bagan alur pemeriksaan barang. Pejabat Pemeriksa Dokumen dapat menunjuk Pejabat Pemeriksa Barang lebih dari satu orang. Pemeriksaan fisik Barang untuk setiap PIB dilakukan oleh 1 (satu) orang Pejabat Pemeriksa Barang yang ditunjuk secara langsung melalui Sistem Aplikasi atau oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen. e. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). Penyalahgunaan bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar akan mengakibatkan batalnya fasilitas bea masuk yang diberikan. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 63 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk hanya dapat digunakan untuk kepentingan industri yang bersangkutan.

2. Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang. Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang.1 Bagan Alur Penetapan Tarif Impor dan Posisi Pekerjaan Pemeriksaan Barang PIB Tidak masuk analyzing point dan payment verification /jalur prioritas Download P I B Mandatory check/ Content Check Tidak masuk payment verification Payment Verification Di sini pekerjaan pemeriksaan fisik barang Analyzing Point Nomor Pendaft. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. | DTSS Teknik Pemeriksaan 64 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. PIB Jalur Hijau Penetapan Jalur Jalur Merah SPPB Berkas PIB Pendok PFPD INP / DNP 7 Hr Penetapan Keberatan Hi Co Scan SPJM Pendok Periksa Fisik LHP PFPD BPIB INP/DNP 7 Hr Penetapan SPPB SPKPBM SSPCP/Jaminan Sumber: Modul Pemeriksaan Dokumen Dengan Komputer SPPB SPJM NIK : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang : Surat Pemberitahuan Jalur Merah : Nomor Identitas Kepabeanan Dalam hal PIB mendapat jalur merah. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir. maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan.

Pemeriksaan fisik barang impor dilakukan oleh pejabat pemeriksa fisik berdasarkan instruksi pemeriksaan yang diterbitkan oleh pejabat bea dan cukai atau system komputer pelayanan. b. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : a. membuka setiap bungkusan. importir atau kuasanya mendapat pemberitahuan pemeriksaan fisik dari pejabat bea dan cukai atau dari sistem komputer pelayanan. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. c. pejabat bea dan cukai dapat meminta bantuan pihak lain yang memiliki pengetahuan teknis tersebut. b. Kewajiban tersebut harus dilaksanakan paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pemberitahuan pemeriksaan fisik. Apabila dalam pemeriksaan fisik barang impor dibutuhkan pengetahuan teknis tertentu. Importir atau kuasanya wajib menyiapkan dan menyerahkan barang impor untuk diperiksa. Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : a. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. atau peti kemas yang akan diperiksa serta menyaksikan pemeriksaan tersebut.atau c. Dalam hal dilakukan pemeriksaan fisik. Tempat Penimbunan Pabean (TPP). Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. Tempat Penimbunan Berikat (TPB). kemasan. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 65 . Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang.

ukuran. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. c.atau b. Alat berat/komponen alat berat impor yang diangkut dalam petikemas (container). Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). Pejabat Pemeriksa Barang : 1) mencocokkan nomor. Barang impor yang tidak diberitahukan. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. b. Tingkat Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat : a. 2) 3) 4) memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. Mekanisme Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat Impor a. Barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor. Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. maka pejabat pemeriksa dokumen menyerahkan pemberitahuan pabean beserta dokumen pelengkap pabeannya tersebut kepada pejabat bea dan cukai yang bertanggung jawab dibidang pengawasan untuk dilakukan penyelidikan. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Tingkat Pemeriksaan 10 (sepuluh) %. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: i. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang | DTSS Teknik Pemeriksaan 66 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dalam hal berdasarkan pemeriksaan pabean terdapat : a. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa.

(4) Terhadap jenis barang yang memerlukan penanganan khusus (diangkut dengan reefer container) pemeriksaan dapat dilakukan di gudang/tempat penimbunan milik importir. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang. ii. merek. b. Dalam hal jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan barang impor yang akan diperiksa. (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang. | DTSS Teknik Pemeriksaan 67 . ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. 2) Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : a) Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. Alat berat/komponen alat berat impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang akan diperiksa. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). Pejabat Pemeriksa Barang: 1) Mencocokkan nomor.

e. disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. 3) memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. 5) dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. 4) dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai. b) Apabila jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. 2) merk. c. Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). f. | DTSS Teknik Pemeriksaan 68 . dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). tipe. ukuran. Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai.

4. scrap). Mengisi dan menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor g. Menerima contoh dan foto alat berat/komponen alat berat dari importir atau kuasanya. Menunjuk kemasan dimana barang contoh dan foto alat berat/komponen alat berat harus diambil. i. kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). bekas.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tata Kerja Pengambilan Contoh dan/atau Foto Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Alat Berat/Komponen Alat Berat: a. b. f. kondisi barang (baru.) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : 1. Memperhatikan dan memastikan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat yang diajukan sudah memenuhi syarat dan kualifikasi untuk dapat digunakan dalam penetapan klasifikasi dan penetapan nilai pabean. | DTSS Teknik Pemeriksaan 69 . Menyerahkan lembar ke-2 Berita Acara Pengambilan Contoh alat berat/komponen alat berat kepada importir atau kuasanya. d. Memberikan paraf dan mencantumkan tanggal pemeriksaan pada contoh barang. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. e. c. 2. b) merek dan tipe barang.1. Memberitahu importir atau kuasanya tentang pengambilan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. yang meliputi : a) uraian barang. Menyerahkan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat bersama dengan lembar ke-1 Berita Acara Pengambilan Contoh Barang kepada staf Seksi Kepabeanan dan Cukai bersama-sama dengan packing list dan LHP. misalnya : 2. Meminta kepada importir atau kuasanya untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor. h. apabila ada. 3. c) spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang.

yang meliputi : i. 7. g) Jumlah. Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. 6. h) Uraian jumlah dan jenis barang secara lengkap dan jelas. e) Tingkat pemeriksaan. f) Nomor dan ukuran petikemas (container) yang diperiksa dalam hal barang dimuat dalam petikemas (container). nomor petikemas/kemasan. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. 5. Dalam hal hasil pemeriksaan merupakan hasil pemeriksaan bersama. sesuai dengan penyebutan umum barang bersangkutan. 10. nomor dan jenis kemasan barang impor yang diperiksa. uraian barang. Memberikan catatan nomor PIB. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. d) Waktu (menit. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. | DTSS Teknik Pemeriksaan 70 . Jenis kemasan barang. merk dan tipe barang (apabila ada). tanggal pemeriksaan dan mencantumkan nama dan NIP serta membubuhkan tanda tangan pada contoh barang dan atau foto barang. 8. jam dan tanggal) mulai dan akhir pemeriksaan fisik serta kalau terdapat jeda waktu pemerikaan fisik karena kendala teknis seperti hujan atau sebab lainnya. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan keterangan dari instansi terkait. Laporan Hasil Pemeriksaan fisik (LHP) secara umum memuat isian beberapa unsur sebagai berikut : a) Nomor dan Tanggal PIB b) Tempat dan tanggal dilakukannya pemeriksan fisik c) nama importir atau kuasanya yang menyaksikan pemeriksan fisik. 4. 9. iii. ii. termasuk perubahan tingkat pemeriksaan menjadi 100% beserta alasannya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang.

dll. v. Dalam hal Kantor Pelayanan telah menerapkan PDE Kepabeanan. alternator. v. pemeriksaan fisik memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. compressor. k) Nama dan NIP Pejabat Pemeriksa Barang. Engine Assy (Assembly / komplit) b. Pengenalan akan di arahkan pada komponen-komponen seperti di bawah ini: 1. Komponen Engine yang terdiri dari : a. 2. vi.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar iv. pemeriksaan fisik memerlukan keterangan dari instansi terkait. Dengan demikian peserta akan memperoleh pengetahuan yang lebih rinci berkaitan dengan alat-alat berat guna mereka melakukan pemeriksaan. power steering pump. iv. pemeriksaan fisik merupakan hasil pemeriksaan bersama. kondisi barang (baru atau bukan baru).5. sehingga peserta akan dapat memperluas cakrawala pemahamannya mengenai teori-teori yang pada kegiatan belajar satu telah didapatkannya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 71 . pengambilan contoh barang dan/atau foto barang dan/atau dokumen tentang spesifikasi produk yang menyertai barang. Komponen yang ada di Engine. j) Kesimpulan tentang jumlah dan jenis barang yang diperiksa sesuai dengan perintah pemeriksaan sebagaimana dituangkan dalam istruksi pemeriksaan. ii. oil pump. turbocharger. pemeriksaan fisik tidak dapat dilakukan berserta alasannya.1. spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. yaitu fuel injection pump. water pump. i) Keterangan tambahan dalam hal : i.) Penjelasan design dan pengenalan alat berat/komponen alat berat di lokasi pabrik Dalam kunjungan ke lokasi pabrik alat-alat berat akan dijelaskan mengenai rancangan macam-macam alat berat. iii. Pejabat Pemeriksa barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik (LHP) kedalam sistem aplikasi pelayanan.keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang dalam rangka pengklasifikasian dan peneletian nilai pabean. starting motor.

Misalkan excavator seharusnya bekerjanya lebih banyak statis dipergunakan untuk banyak jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 72 . 3. Komponen Chasis terdiri dari : a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Blade. Hydraulic Winch b. Final Drive f. 2. Mis-application (salah aplikasi dari alat berat). Travel Motor g. Komponen Work Equipment / Attachment terdiri dari : a. Hydraulic Breaker c. Misalkan bucket pada excavator dipergunakan untuk memecah batu yang besar maka dapat mengakibatkan kerusakan di bucket. Boom. hal ini sering terjadi dikarenakan kecerobohan dari operator atau pimpinan lapangan. Beberapa alasan yang mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen. arm. Main Pump h. Hydraulic Pump i. Coupling d. Torque Converter c. antara lain : 1. Log Clamp e. Fungsi dari alat berat tersebut berubah. sama halnya misapplication kejadiannya dikarenakan kecerobohan. j. boom dan cylinder. Mis-operation (salah pengoperasian dari alat berat). misalkan Excavator sebelumnya berfungsi untuk mengeruk tanah menjadi pemecah batu. Transmission b. Ripper Pada prinsipnya komponen di atas tidak dirancang untuk rusak dan mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen tersebut. Axle e. Bucket. Cylinder Assy (Arm. Bucket d. dll) Dll 3. maka harus dilakukan penggantian work equipment / attachment dari bucket menjadi hydraulic breaker.

terbenam di lumpur. Misalkan engine yang tersedia harus dilakukan modifikasi dengan memakai suku cadang dari engine yang rusak yaitu dengan cara mengganti housing flywheel. Diharapkan dengan penjelasan-penjelasan rancangan alat berat oleh pengelola pabrik kepada peserta. kejadian kecelakaan atas alat berat di Indonesia sudah menjadi sesuatu yang biasa karena keselamatan karyawan maupun alat berat bukan merupakan perhatian utama. 4. Contohnya apabila palu tertinggal di axle atau kunci tertinggal di final drive. atau mengubah dudukan engine mounting. akan mengakibatkan terjadinya kehancuran gigi – gigi dari gear. intake manifold. Kelihatannya sesuatu yang tidak masuk akal dan sesuatu yang keterlaluan. 5. Disinilah perlunya technical knowledge dalam melakukan modifikasi. Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 73 . Salah satu contoh kecerobohan yang terjadi tetapi berakibat fatal. Kemudian dilakukan pengenalan pada bentuk fisik alat-alat berat. Misalkan alat berat tertimpa pohon. Accident (kecelakaan). exhaust manifold. terguling dari tebing. yang dapat dibagi ke dalam macam-macam alat sebagai berikut: a. maka dapat mengakibatkan kerusakan di final drive atau travel motor. Sebagai contoh. tidak sedikit kejadian engine block pecah terkena connecting rod. namun komponen yang tersedia dapat dipergunakan dengan sedikit ataupun banyak modifikasi. tetapi itulah kenyataan sebenarnya yang terjadi. bukan hanya terjadi di lapangan saja tetapi workshop / bengkel.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (travelling). Tidak jarang pula kebutuhan akan komponen tidak dipenuhi. tetapi tidak perlu khawatir bahwa banyak mekanik yang dapat dan sering melakukannya. dll. hal ini umumnya kecerobohan baik dari pihak mekanik maupun operator. maka pemahaman peserta akan semakin meningkat mengenai komponen-komponen alat berat. dll. Mis-maintenance (salah melakukan pemeliharaan dari alat berat).

dan clamshell. alat yang digunakan dapat berupa belt. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. dan aspal. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. e. backhoe. c. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Alat yang dapat mencampur material-material | DTSS Teknik Pemeriksaan 74 . Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan. beton. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relative kecil. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material. truck dan wagon. pneumatic-tired roller.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar dengan menggunakan dozer. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relative jauh. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. compactor. b. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan pembunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. semen. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. d. f. dragline. dan lain-lain.

Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. motor grader. Setelah peserta diperkenalkan dengan macam-macam alat berat.) Latihan 1) Apa tujuan dilakukannya pemeriksaan fisik barang untuk ekspor? Dan dimana saja dapat dilakukan pemeriksaan fisik barang ekspor? 2) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang ekspor? 3) Apa tujuan pemeriksaan fisik barang impor dan dimana saja tempat dilakukannya pemeriksaan fisik barang impor? 4) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang impor? 5) Bagaimana melakukan tahapan melakukan klasifikasi barang untuk keperluan pos tariff? | DTSS Teknik Pemeriksaan 75 . Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane. selanjutnya peserta akan diperkenalkan macam-macam alat berat namun ditinjau dari sudut alat yang menggerakkannya. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. batching plant. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. asphalt paver. 2. Alat-lat tersebut adalah: a. b. baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader. dan alat pemadat.2. g. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant.

f. c. Kawasan Pabean pelabuhan muat. dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan. gudang Eksportir. d. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. atau berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. c. 4) Pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. dikenai Bea Keluar. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan untuk memastikan bahwa pemberitahuan pabean. 6) Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali.) Rangkuman 1) Pemeriksaan fisik ekspor barang adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa. 2) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a.3. 3) Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. mendapat fasilitas KITE. atau tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. 5) Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. 7) Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan. diberitahukan dengan benar. e.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa | DTSS Teknik Pemeriksaan 76 . akan diimpor kembali. b. b.

yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan. cukai. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer. Bea Keluar. dan d. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. 10) Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. b. 9) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. jumlah barang. dan pajak. | DTSS Teknik Pemeriksaan 77 . Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. 8) Pemeriksaan fisik barang ekspor dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: (i) mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. c. atau (ii) dikenai Bea Keluar. 11) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. c. spesifikasi teknis barang. jenis barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. b. Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan.

jumlah barang. 15) Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. b. 14) Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Klasifikasi barang berdasarkan HS. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. f. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. 12) Laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. jenis dan jumlah kemasan. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar d. c. nomor. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : a. Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. Total nilai FOB. g. 17) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. spesifikasi teknis barang. jenis barang. ditandatangani Pemeriksa. jenis dan jumlah kemasan. 13) Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. d. merk. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. meliputi : a. 16) Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. b. e. pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. | DTSS Teknik Pemeriksaan 78 . nomor. merk.

21) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : a. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir. meneliti kemasan barang dan TPPBC. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di | DTSS Teknik Pemeriksaan 79 . 23) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. b. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). b. e. menghitung kemasan yang di-stuffing. jenis. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : d. c. mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. agar dapat digunakan untuk: a. nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 18) Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar 22) Dalam hal PIB mendapat jalur merah. 19) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang. e. 20) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. d.

Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 80 . 28) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Mencocokkan nomor. Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang. ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: 29) Dalam hal barang impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. 26) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. merek. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. 24) Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : (i) Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. b. c. 25) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. f. d. (ii) Tempat Penimbunan Pabean (TPP). Pejabat Pemeriksa Barang : a. ukuran.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar tanggung oleh DJBC. 27) Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. mencocokkan nomor. atau (iii) Tempat Penimbunan Berikat (TPB). memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. Pejabat Pemeriksa Barang: a. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli.

b. Pada saat ini sistem pengklasifikasian barang di Indonesia didasarkan pada Harmonized | DTSS Teknik Pemeriksaan 81 . Langkah kedua yaitu melakukan klasifikasi barang. Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. Pejabat Pemeriksa Barang : a. menghitung/mengukur jumlah atau volume barang. maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). b. dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). tipe. memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. 34) Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. d. Langkah pertama adalah melakukan identifikasi barang. ukuran. disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. merk. jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. 33) Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan packing list yang telah dilegalisir oleh Pejabat Penerima Dokumen. b. data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai. dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. e. c. Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : 30) Dalam hal barang impor dalam bentuk curah.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. 35) Langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk dapat mengklasifikasi suatu barang dengan benar: a. 31) Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean.

yang meliputi : • • • b. akan dikenai Bea Masuk. c. spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. 36) Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : a. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. Berikut adalah dasar penetapan eksportir tertentu. c. d. bekas. d. kawasan pabean pelabuhan muat. uraian barang. 2) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor. gudang perwakilan importir c. kecuali… a. scrap).4. kondisi barang (baru. 2. gudang Eksportir. misalnya : kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar System dan dituangkan dalam bentuk suatu daftar tarif yang dikenal dengan sebutan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). d. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. e. kecuali… a. b. merek dan tipe barang. b. akan diekspor kembali. akan dikenai Bea Keluar. kecuali… | DTSS Teknik Pemeriksaan 82 . Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. apabila ada. 3) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas.) Tes Formatif 1) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor berikut. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. g. akan diimpor kembali. Jenis kemasan barang. Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. f.

jumlah barang. merk. c. 5) Berikut adalah isi laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. jenis barang. Berikut cakupan pemeriksaan fisik barang ekspor. 4) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. Bea Keluar. d. spesifikasi teknis barang. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir. c. d. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. petugas bea dan cukai memanggil eksportir yang bersangkutan untuk konfirmasi 7) Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh……… a. kualitas barang. dan pajak. 6) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. d. b. jumlah barang. cukai. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a. nomor. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. spesifikasi teknis barang. jenis dan jumlah kemasan. c. b. jenis barang. b. eksportir membuat pemberitahuan perubahan total nilai FOB. Kakanwil dimana wilayah eksportir berada Kepala kantor bea dan cukai dimana wilayah eksportir berada | DTSS Teknik Pemeriksaan 83 . telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. Total bea masuk d. b. Mana pernyataan yang salah berikut ini… a. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan. c. kecuali… a. kecuali… a.

b. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. c. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi ekspor. 9) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. kecuali… a. Nomor segel. b. Direktur penyidikan 8) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang. Nomor peti kemas Tanggal pengiriman Jenis peti kemas. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription).. agar dapat digunakan untuk … a. meneliti kebenaran stuffing meneliti kemasan barang meneliti TPPBC. menghitung kemasan yang di-stuffing. c. d. b. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan hal-hal berikut ini. Biaya yang timbul akibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. Mana pernyataan salah berikut ini……… a. d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. c. kecuali…. a. d. mencegah kesalahan pemberitahuan negara tujuan barang c. Direktur verifikasi dan audit. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara berikut. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa | DTSS Teknik Pemeriksaan 84 . d. b. wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. 11) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. 10) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. d.

Tempat Penimbunan Sementara b. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. kecuali…. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. a. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. d. 13) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. fotocopy invoice b. melakukan pemeriksaan importir. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. kecuali… a. 15) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. c. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. d. Tempat Penimbunan Berikat.. Tempat Penimbunan Khusus. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. fotocopy invoice b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. d. Pejabat Pemeriksa Barang : a. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. c. ukuran. c. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. 14) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. d. Tempat Penimbunan Pabean. 12) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik barang dilakukan. kecuali… a. b. c. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: | DTSS Teknik Pemeriksaan 85 . mencocokkan nomor.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 s 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 86 . disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan untuk mengerjakan soal-soal test sumatif.5) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap materi modul ini. maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 2. Hitung persentase tingkat pemahaman (TP) anda pada kegiatan belajar 3 ini. Selanjutnya. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruhan Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %.

Tujuannya adalah agar Anda dapat mengerti mengenai konsep pemeriksaan barang dan bagaimana keterkaitannya dengan unit-unit terkait lainnya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 87 . Akhirnya semoga modul ini bermanfaat khususnya bagi peserta Diklat dan umumnya bagi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang mempelajari modul ini. khususnya alat berat agar pemasukkan pajak Negara dari transaksi alat berat ini dapat berjalan secara optimal tanpa merugikan pihak-pihak pelaku perdagangan internasional terkait. Dengan demikian Anda dapat melakukan tindakan yang tepat dalam setiap pengambilan keputusan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PENUTUP Teknik pemeriksaan alat berat adalah suatu bidang kegiatan yang erat kaitannya dengan tugas-tugas pemeriksaan barang pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Apabila Anda masih membutuhkan penjelasan terhadap materi pelajaran dalam modul ini. serta dapat melakukan pemeriksaan secara baik. silahkan mengkonsultasikannya kepada fasilitator atau waidyaiswara yang membawakan materi pelajaran Teknik Pemeriksaan Alat Berat ini. Sebagai bagian dari institusi DJBC hendaknya Anda memiliki pemahaman yang tepat mengenai konsep pemeriksaan barang.

tamping roller d. a. a. Alat Penempatan Akhir d. dozer c. Alat Pemadat 7) Concrete spreader termasuk kedalam alat. backhoe b. Tingkat Pemahaman (TP) dapat Anda hitung sendiri menggunakan rumus yang telah disampaikan pada bagian sebelumnya. pneumatic-tired roller b. Alat Penempatan Akhir Material b. b. a. silahkan Anda kerjakan soal-soal latihan berikut. scraper. Alat dengan Penggerak c. Crane termasuk dikategorikan kedalam. Alat Penempatan Akhir Material c. scraper d. shovel. Alat Statis Material b. compactor Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Alat Pengolah Lahan 2) 3) 4) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. Alat Pemadat Alat Penggali c. a. 1) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. Alat Pengangkut Material d. a. d. Alat Pemindahan Material 5) 6) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. Alat Pemadat. excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. clamshell. Alat Pemroses Material c. kecuali.. Loader c. dragline. a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar TES SUMATIF Sebagai tolok ukur pemahaman Anda terhadap modul Teknik Pemeriksaan Alat Berat. b. c. a.. | DTSS Teknik Pemeriksaan 88 . Alat Pemadat d.

untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan b. asphalt mixing plant d. Alat Pemroses Material dan Alat Pemadat 9) Dump Truck termasuk kedalam alat. b. Alat Pemindahan Material Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. pneumatic-tired roller 14) Fungsi dari gambar no 13 adalah. Alat angkut c. Alat muat b. a. b. Alat Statis dan Alat Pemadat c. alat gali-muat-angkut c. a. c. 8) Alat Pemroses Material d. Nama dari alat tersebut adalah a. dozer. Alat dengan Penggerak dan Alat Statis b. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas d. Alat muat d. alat gusur alat gali muat Alat muat Alat angkut. clamshell c. d. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 89 . 10) Bucket Whell Excavator termasuk kedalam alat. Alat dengan Penggerak dan Alat Penempatan Akhir Material d. a. concrete spreader c. a. alat gali-muat-angkut b. a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. pneumatic-tired roller 13) . concrete batch plant b. alat bor d. alat perata 11) Backhoe termasuk kedalam alat a. alat gusur 12) Yang termasuk kedalam Alat Penempatan Akhir Material. Loader d. untuk menggali tanah dan batuan c.

Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak c. d. | DTSS Teknik Pemeriksaan 90 . c.13. Penerus daya dari mesin ke garden (axle) 19) Fungsi dari Platform RH. c. 18) Fungsi dari Kompresor. Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail d.. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder b. c. c. b. a. 21) Vessel adalah … . a. 16) Gambar dari suspensi belakang …. a.. d. d. a. Bak penampung material angkut. Alat Penggali Alat Pengolah Lahan Alat Pengangkut Material Alat Pemindahan Material. a. b. a. d. Untuk sistem pendingin udara b. d. b. b. c. 17) Gambar dari Pompa Injeksi BBM. Untuk lantai disamping Kabin kemudi peletakan Filter Udara Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 20) Gambar dari front support. a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Termasuk kedalam alat apakah gambar no.

d. Main Frame b. c. 24) Nama dari a. Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft 23) Gambar Arm. | DTSS Teknik Pemeriksaan 91 . a. Konstruksi penahan kabin. untuk peletakan Filter Udara. Track Frame 25) Gambar Travel Motor. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. a. . a. 22) Fungsi dari Tandem Case. d. d. Pelindung rantai penggerak akhir roda b. c. Boom d. c. c. Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan c. b. d. b. Bucket .

B 13. B 13. B 10. D 7. B 4. D 12. B 15. B KB. D 2.2 1. A 9. C 6. B 11. B 14. A 5. B 10. S 8. B 5. B 2. B 6. B 9. B 11. B 3. S 3. B 15. S 4. C Tes Sumatif 1 2 3 4 5 C B A D A 6 7 8 9 10 C C C A A 11 12 13 14 15 C D D A B 16 17 18 19 20 C B B D B 21 22 23 24 25 C B A B A | DTSS Teknik Pemeriksaan 92 . C 14. S 7. D 12. C 8.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kunci Jawaban Test Formatif KB. 1 1.

perairan dan ruang udara di atasnya. Articulated Dump Truck. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku undangundang mengenai kepabeanan. Wheel tractor Dozer [roda karet]. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas berlumpur. Crawler loader adalah Loader dengan roda rantai. perairan dan ruang udara di atasnya. Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. BTBMI singkatan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai]. Daerah pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. terbatas dan kondisi jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 93 . Down Scrapper Tractor adalah Scrapper yang ditarik Buldoser. disingkat ADT. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku UndangUndang ini.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISTILAH Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Bea Keluar adalah pungutan negara berdasarkan undang-undang mengenai kepabeanan yang dikenakan terhadap barang ekspor.

Kepabeanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar. | DTSS Teknik Pemeriksaan 94 . pencampuran tanah. atau dipasang pada barang lain yang hasilnya terutama untuk tujuan ekspor. Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) adalah pemberian pembebasan dan/atau pengembalian Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai serta PPN dan PPnBM tidak dipungut atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. bandar udara. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam Daerah Pabean. Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan undang-undang mengenai kepabeanan. Grader alat perata tanah yang berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. dirakit.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari Daerah Pabean. Kawasan pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah. meratakan tanggul. Kewajiban pabean adalah semua kegiatan di bidang kepabeanan yang wajib dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Kepabeanan . atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kantor pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas alat dengan Penggerak dan alat statis. menggali pondasi basement dan lain-lain. Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. Pemberitahuan Pabean Ekspor adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean di bidang ekspor. Grader dan sejenisnya. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. dirakit. Pemberitahuan pabean adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Kepabeanan. PFPD merupakan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) | DTSS Teknik Pemeriksaan 95 . Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. untuk menggusur bongkaran. menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam undang-undang mengenai kepabeanan. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsifungsi utama alat. Pembebasan adalah pembebasan Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor atau diserahkan ke Kawasan Berikat.

adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Skidder adalah untuk menarik batang kayu. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. Self Propelled Scrappers adalah Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri. Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). TPB adalah Tempat Penimbunan Berikat TPP adalah Tempat Penimbunan Pabean (TPP). adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. | DTSS Teknik Pemeriksaan 96 . meratakan atau menyebarkan material. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. TPS adalah Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pos pengawasan pabean adalah tempat yang digunakan oleh pejabat bea dan cukai untuk melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang impor dan ekspor. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang.

Wheel Tractor Scrapper. disingkat WTS. material ringan) Wheel loader adalah loader dengan roda karet. memindahkan. Light material U Blade ( U – Blade . Straight Blade (S – Blade).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Universal Blade ( U . | DTSS Teknik Pemeriksaan 97 .Blade ). menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. Bowl dozer. Angling Blade (A – Blade). Cushion Blade (C – Blade). digunakan untuk memuat.

Rineka Cipta Siswanto. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Jilid 1. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi. Maros. Rasyid. Muhammad Rusli. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga atas peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis (Diktat Kuliah Untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang). 2008 Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-07/BC/2007 tentang Pemeriksaan fisik barang impor. Analisis Produsktivitas Alat-alat Berat Proyek: Studi Kasus Proyek Pengembangan Bandar Udara Hasanuddin. Susy Fatena (2009). (2009). PT. Budi Tri (2008).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR PUSTAKA Modul Teknik Klasifikasi Barang. Departemen Pendidikan Nasional Surat Edaran Direktur Jenderal bead an Cukai Nomor SE-05/BC/2003 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksa Fisik Barang Impor Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21 Wedhanto. Sonny. 2008. Makassar Rostiyanti. Teknik Alat Berat untuk Sekolah menegah Kejuruan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 98 . Tim Penyusun Modul Pusdiklat Bea dan Cukai.

....../.............................. ................/200.................. 2............... ... Lokasi Pemeriksaan : 3..... Pengusaha TPS** ..../200. ......) e) Lain-lain : ....... Contoh barang a) jenis : b) jumlah : c) diminta kembali oleh importir/kuasanya : ya / tidak * 7. No/Tgl PIB : ............../200..... ......................./2000.. .................... b) Jam/Tgl selesai pengeluaran kemasan (stripping) : ....... 5..................................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar LAMPIRAN BERITA ACARA PEMERIKSAAN FISIK BARANG IMPOR Nomor : Tanggal: Terhadap impor barang dengan data sebagai berikut : 1................ 4............. Foto : tidak / ya* ( .................. Mengetahui: Importir/Kuasanya* Pejabat Pemeriksa Barang ....... * coret yang tidak perlu ** diisi bila berkaitan dengan TPS ........................................../.............:............................................ lembar) 6................ Tgl/waktu penunjukan pemeriksa: ...... 8................................/...................../....... waktu pemeriksaan : a) Jam/Tgl dimulai pengeluaran kemasan (stripping) : ...... ..................................../............ ............./200................................ Keterangan : ............../.................................... Kendala pemeriksaan a) Importir/kuasanya tidak ada di tempat pemeriksaan: X b) Barang tidak berada di tempat pemeriksaan : X c) Buruh tidak siap : X d) Peralatan tidak tersedia : X (sebutkan: ................... d) Jam/Tgl selesai pemeriksaan barang : ........................... .... NIP | DTSS Teknik Pemeriksaan 99 ............................... ........... ......... c) Jam/Tgl dimulai pemeriksaan barang : ............................../200..