DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

| DTSS Teknik Pemeriksaan

i

...) 2......... 3 8 10 17 25 47 47 50 52 1....................2.1...................1...) Penjelasan design dan Pengenalan alat berat/komponen Alat Berat di Lokasi Pabrik............4.....) Uraian dan Contoh 1..... PENDAHULUAN 1.................................................................................... Standar Kompetensi.... dan Spesifikasi jenis alat berat 1.......1.....3................................ Rangkuman .................. 1................................................................. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ........................... halaman i ii iv vi vii viii Deskripsi Singkat ...............1...... Fungsi.................................................... 2..............................) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor...........................) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat ........................3............................. 2..............1.......... | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 58 61 69 71 75 76 2...1.................3...........................................) Uraian dan Contoh....1.2.. Latihan…………………………………………………………………….........) 1...................... 2..................1.......................................................... Fungsi............................. Prasyarat Kompetensi............3..... Latihan…………………………………………………………………….............1....................) Klasifikasi alat-alat berat .1.....) 1...............................) 1....................... 1.........................................) Fungsi alat-alat berat ...... dan Spesifikasi jenis alat berat 2.......... Kompetensi Dasar ................... Klasifikasi..........................) ii .. 2.....) Spesifikasi jenis alat berat...... Klasifikasi.....................2.............................) Pengertian alat-alat berat........ 2.) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor....................................4........... KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR 1 Pengertian.......................2................) KEGIATAN BELAJAR 2 Pengertian..1............................................ 1.................. Tes Formatif 1........... 1 1 2 2 B.........................................5.......4......................................................................1........ 3.1........ 4........... 53 2.....) Persiapan Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Secara Umum .....Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL PETA KONSEP MODUL A......5........................... Rangkuman .............................

...............5.............. 86 PENUTUP…………………………………………………………………………..................) Umpan Balik dan Tindak Lanjut ..................................................4.) Tes Formatif 2 .... DAFTAR ISTILAH ....................................................... KUNCI JAWABAN (TES FORMATIF DAN TES SUMATIF)..............................................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.... 82 2............................................................................ DAFTAR PUSTAKA ............................ 87 88 92 93 98 | DTSS Teknik Pemeriksaan iii ......................... TES SUMATIF ……………………………………………………………………..................

. 1. 1.………….12.. 14 Concrete Mixer Truck ……………………………….…………………… 13 Tandem Roller ……………………………………………….. 1 1 Backhoe ………………………….5. 1..…… 27 Skema Under Carriage ……………………………….26.……… 24 Telehandler …………………………………………….. 1. 0 2 Wheel Tractor Scrapper …………………………………… 20 Articuled Dump Truck ……………………………………… 21 Off Highway Truck ……………………………………………22 Wheel Dozer ………………………………………………….23 Track Type Tractor ………………………………….24.. 1.. 15 Crawlercrane ……………………………………...2.1.. 1.9. 1.8. 1. 16 Tower Crane ………………………………………………… 16 Alat Berat Kehutanan ……………………………………… 17 Backhoe Loader ………………………………………..15..6.……… 23 Wheel Loader ……………………………………………..7..19. 12 Kendaraan Truck ………………….………… 19 Skidder ……………………………………………. 25 Komponen Excavator …………………………………. Dozer …………………………….…….14. 1..………………………….…….. 1.20.….3..…………. 1.. 1. 1.10.22 Track Type Loader …………………………………. 1. 1.16. 1.11. 1. 1. 17 Excavator Hidrolic ……………………………………………18 Motor Grader ………………………………………....…… 27 | DTSS Teknik Pemeriksaan iv .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1.18. 1. 1. 1.23. 1.……… 15 Aspalt Paver ………………………………………………..…… 26 Operasional Unit Excavator …………………………. 1.13. 1.4.17..21..22.………………………… 13 Loader …………………………………….…………18 Skid Steer Loader ……………………………….…………………….25. 1.

29.30. 1.32.37. 1.35.. 1.38.…… 34 Light Material U Blade ……………………………………… 34 Melakukan Slot Dozing ………………………………….34.……… 31 Universal Blade ……………………………………………… 32 Straight Blade ………………………………………. Excavator (1) …………………………………………………. 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1.……. 1. 1.……… 33 Angling Blade ………………………………………….36.39.33.28. 1. 33 Cushion Blade ……………………………………………….. 1. 1. 1. 1.… 35 | DTSS Teknik Pemeriksaan v .27..31. 29 Operasional Unit Buldozer ………………………………… 30 Komponen Buldozer ………………………………... 1. 34 Bowldozer Blade ……………………………………….28 Excavator (2) ………………………………………………… 29 Excavator (3) ………………………………………………… 29 Alat Pengangkut …………………………………………….

1. Perbandingan antara Crawel Tractor dan Wheel Tractor Dozer ………………………………………… 12 | DTSS Teknik Pemeriksaan vi .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR TABEL Tabel 1.

Cara mempelajari setiap kegiatan belajar adalah mengikuti tahap-tahap berikut ini: 1. Lakukan review materi secara umum. Kerjakanlah Tes Formatif pada kegiatan belajar yang sedang dipelajari. apabila ternyata hasil Tes Formatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. apabila ternyata hasil tes sumatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. maka peserta diklat diharuskan mempelajari kembali kegiatan belajar tersebut agar selanjutnya dapat diperoleh angka minimal 80. 4. 8. Cocokkan hasil tes formatif dengan kunci jawaban tersebut. Pelajari materi yang menjadi isi dari setiap kegiatan belajar (dengan cara membaca materi minimal 3 kali membaca isi materi kegiatan belajar tersebut). namun apabila diperoleh angka di bawah 80. maka peserta diklat diharapkan mempelajari modul ini secara urut mulai dari Kegiatan Belajar 1 sampai dengan Kegiatan Belajar 2. dengan cara membaca kembali ringkasan materi untuk mendapatkan hal-hal penting yang menjadi fokus perhatian pada kegiatan belajar ini. Lihat kunci jawaban Tes Formatif dari kegiatan belajar tersebut yang terletak pada bagian akhir modul ini. 3. 5.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Untuk dapat memahami modul ini secara benar. 6. maka kegiatan belajar dapat dilanjutkan pada kegiatan belajar berikutnya. Lihat kunci jawaban Tes Sumatif yang terletak pada bagian akhir modul ini 9. Cocokkan hasil tes sumatif dengan kunci jawaban tes sumatif. maka peserta diklat dapat dinyatakan lulus dari kegiatan belajar | DTSS Teknik Pemeriksaan vii . 7. 2. Kerjakan Tes Sumatif apabila semua Tes Formatif dari seluruh kegiatan belajar telah dilakukan. Lihat apa yang menjadi target indikator dari kegiatan belajar tersebut.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

PETA KONSEP
ii Dalam mempelajari modul ini, agar lebih mudah dipahami maka disarankan kepada peserta diklat untuk mempelajari peta konsep modul. Dengan demikian pola pikir yang sistematik dalam mempelajari modul dapat terjaga secara berkesinambungan selama mempelajari modul.

KEGIATAN BELAJAR – 1

Pengertian, Klasifikasi, Fungsi, dan

KEGIATAN BELAJAR – 2

Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik

• • • •

Pemeriksaan fisik ekspor alat berat Pemeriksaan fisik impor alat berat Klasifikasi Barang Dalam Pemeriksaan Fisik Barang Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)

| DTSS Teknik Pemeriksaan

viii

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

A. PENDAHULUAN

1.

Deskripsi Singkat Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat disusun untuk digunakan oleh para Teknis Substantif Spesialis

secara khusus peserta Diklat

Pemeriksaan Barang (DTSS-Pemeriksaan Barang). Dalam kurikulum diklat dijelaskan bahwa mata

pelajaran Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat merupakan mata pelajaran pendukung dengan jumlah jam pelajaran (JP) sebanyak 14 JP. Pada kegiatan belajar 1, pokok bahasan yang diuraikan adalah pengertian dan fungsi alat berat, spesifikasi jenis alat berat, suku cadang alat berat dan dilanjutkan dengan kegiatan belajar 2 dalam bentuk kunjungan ke lokasi pabrik untuk membandingkan antara teori dan praktek 2. Prasyarat Kompetensi

Sebelum mempelajari modul ini peserta diklat harus telah memiliki kompetensi awal dan minimal kualifikasi sebagai berikut : a. Lulusan DTSS, DTSD Kepabeanan dan Cukai, dan Prodip I dan III Kepabeanan Bea dan Cukai b. Memiliki pangkat minimal Pengatur Muda Tk.I (Gol. II/b) dengan usia maksimal 50 Tahun c. d. e. f. g. Sehat jasmani dan Rohani Memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti Diklat Tidak sedang menjalani atau dalam proses penjatuhan hukuman disiplin Tidak sedang ditunjuk mengikuti Diklat lain Ditunjuk oleh sekretaris DJBC

| DTSS Teknik Pemeriksaan

1

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

3

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)

Standar Kompetensi : Setelah mempelajari materi modul ini peserta diharapkan mampu melaksanakan teknik pemeriksaan barang alat besar dengan baik dan benar 3. Kompetensi Dasar : Kompetensi dasar yang diharapkan kepada peserta setelah mempelajari modul ini, adalah sebagai berikut : a. b. c. 4. Peserta mampu menjelaskan mengenai pengertian dan fungsi alat berat; Peserta mampu menspesifikasikan jenis alat berat Peserta mampu mengidentifikasi suku cadang alat-alat berat. Relevansi Modul

Relevansi modul terhadap tugas pekerjaan yang akan dijalankan peserta diklat adalah materi modul ini memberikan wawasan dan sudut pandang mengenai teknik pemeriksaan barang alat berat sehingga akan semakin melengkapi pengetahuan dan kemampuan calon Pemeriksa Barang khususnya yang berkaitan dengan tugas pelayanan pemeriksaan barang alat berat.

| DTSS Teknik Pemeriksaan

2

yaitu 27.6 juta.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar B. Amerika Serikat. Menjelaskan pengertian alat-alat berat 2. dan Cina. Pada 2003. Menurut BPS. Jika dilihat dari negara asalnya. Pada 2003. baik volume (naik 48%) maupun nilainya (66%). (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Di sisi lain. impor alat berat selama dua tahun terakhir paling banyak datang dari Jepang.1 Pengertian.9 juta. Indonesia pun mengekspor alat berat. dan Suku Cadang Alat Berat Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti mata pelajaran ini peserta diharapkan dapat: 1. ekspor itu sebagian diduga merupakan re-ekspor. nilai impor alat berat tercatat US$167 juta. Menjelaskan klasifikasi jenis alat berat 3. Namun. terutama sejak pemerintah mengizinkan impor alat berat bekas (rekondisi). KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR . dan terus meningkat sehingga per Agustus 2008 sudah mencapai US$833. Thailand. laju pertumbuhan impor alat berat Indonesia selama 2003–2008 cukup tinggi. nilai ekspor alat berat tercatat US$46. Spesifikasi. Mengidentifikasi suku cadang alat berat 1. Singapura. nilai ekspor alat berat Indonesia sepanjang 2003–2008 tumbuh cukup tinggi.1. | DTSS Teknik Pemeriksaan 3 .) Uraian dan contoh Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).7 juta.3%. per Agustus 2008 sudah US$107. menurut Indocommercial.

Sektor pertambangan masih paling banyak menyerap alat berat. Hexindo yang berafiliasi dengan Hitachi. khususnya batu bara. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Industri alat berat pada tahun 2010 telah mampu kembali bangkit setelah terpuruk tahun 2009 yang lalu sebagai imbas krisis finansial dunia yang menyebabkan banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda dan sulitnya memperoleh pembiayaan untuk pembelian alat berat karena sektor keuangan saat itu sedang terkena imbas krisis finansial dunia sehingga kucuran kredit dari lembaga pembiayaan sulit didapat. Pada 2008 lalu.co. PT Intraco Penta dengan Volvo. Adapun 10% sisanya diperebutkan oleh 24 perusahaan lainnya. Misalnya. Akan halnya peningkatan permintaan alat berat pada sektor konstruksi dipicu oleh dimulainya pembangunan proyek-proyek skala kecil di beberapa daerah.230 unit.datacon. Ingersol Rand. United Tractors dengan Komatsu.html) Industri alat berat sempat mengalami pukulan yang hebat akibat krisis finansial global pada tahun 2009.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Cerahnya bisnis pertambangan. Pada 2008. sektor konstruksi 14%. seperti PT United Tractors Tbk. disusul PT Trakindo Utama (25%). Trakindo Utama dengan Caterpillar. sektor ini menyerap 54% dari total penjualan alat berat atau setara dengan 5.320 unit). Produksi alat berat nasional menurun dari 5914 unit tahun 2008 menjadi hanya 1814 unit tahun 2009. Kobelco. (20%). Perusahaan alat berat rata-rata merupakan agen atau kepanjangan tangan dari prinsipalnya di luar negeri. Produsen utama alat berat | DTSS Teknik Pemeriksaan 4 . dan pertumbuhan sektor kehutanan karena penambahan area HTI di sentra kehutanan. sektor perkebunan menyerap 24% (2. Sementara itu. United Tractors diperkirakan menguasai 45% pangsa pasar.id/Alatberat-2010Excavator. (http://www. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Permintaan alat berat dari sektor pertanian/perkebunan juga cukup baik seiring perluasan lahan perkebunan kelapa sawit di beberapa wilayah. dan kehutanan 8%. mendongkrak kinerja pelaku bisnis alat berat. seperti Sumatera dan Kalimantan. serta PT Tatindo Hexaprima dengan Sumitomo. dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. Bobcat.

Indonesia memiliki tiga produsen alat berat yang memproduksi excavator. baterai.800 ton untuk meningkatkan local content dari ondustri alat beratnya di Indonesia. Komatsu paling banyak jenis produksinya yang meliputi excavator. dan forklift 40%. Ada produsen lain yaitu | DTSS Teknik Pemeriksaan 5 .datacon. PT Caterpillar Indonesia (dahulu PT Natra Raya) dengan merk Caterpillar. PT Hitachi Construction Machinery dengan merk Hitachi.id/Alatberat-2010Excavator. monitor panel. Komatsu meluncurkan produk excavator terbaru yaitu excavator seri PC 200-8. Tingkat kandungan dalam negeri industri alat berat pada tahun 2009 lalu berkisar antara 30% sampai 50%. dan komponen hidrolis (hydrautic part).html) Impor bahan baku alat berat. Caterpillar dan Hitachi sempat mengalami penurunan penjualan. Caterpillar Indonesia (Natra Raya) yang memproduksi merk Caterpillar. Angka itu di targetkan meningkat pada tahun 2010 menjadi 50-60%. Local content untuk alat berat jenis ekskavator pada tahun lalu mencapai 50%. bulldozers. motor grader 40%. PC 400-8 dan PC 130-8 pada bulan Maret 2010. buldoser 45%. Misalnya excavator yang type 320 C yang bersaing dengan Komatsu type PC-200 yang berkapasitas sekitar 20 ton.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di Indonesia yaitu Komatsu. (http://www. (http://www.id/Alatberat-2010Excavator. dan under carriage part sudah mampu dipasok industri penunjang dalam negeri.co. buldozer dan motor grader untuk type yang paling banyak dipakai di Indoesia. motor graders dan dump trucks.html) Jenis produk dan type alat berat yang diproduksi oleh tiga produsen alat berat di Indonesia. Buldozer. Komatsu telah membangun fasilitas pengecoran yang kedua miliknya untuk memproduksi suku cadang yang berupa besi cor dengan kapasitas 1. mesin. selama ini berupa center bracket. Dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin ketat. ban. Motor Grader dan dump truck.datacon. Ketiga perusahaan itu adalah PT Komatsu Indonesia yang memproduksi lat berat dengan merk Komatsu. dump truck 30%. memproduksi excavator. Sedangkan komponen alat berat seperti cutting plate.co.

Sementara itu PT Caterpillar Indonesia (PT Natra Raya) memproduksi alat berat merk Catgerpillar dirakit di Indonesia oleh PT Caterpillar Indonesia yang sebelumnya bernama PT Natra Raya yang berlokasi di Cileungsi.876 m2 untuk fasilitas perakitan. Perusahaan ini memililik fasilitas produksi yang terintegrasi disatu tempat meliputi area seluas 18. Pada tahun 1995 PT Komatsu Indonesia menjadi perusahaan publik.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PT United Tractors Pandu Engineering yang memproduksi forklift dengan merk Patria. Bogor. Agen tunggal Caterpillar di indonmesia adalah PT Trakindo Nusantara. Itochu Corporation dari Jepang. PT Komatsu Indonesia berdiri tahun 1982 di Cakung. Selanjutnya pada tahun 1991. Bekasi. Kemudian pada tahun 1987 perusahaan mulai membangun fasilitas pembuatan komponen.2 ha terdiri dari 15. PT Anggaputra Dhananjaya dan Hitachi Construction Machinery | DTSS Teknik Pemeriksaan 6 . Semula perusahaan ini hanya mengerjakan perakitan alatb berat Kopmatsu yang komponennya diimpor dari Jepang. PT Caterpillar Indonesia sahamnya 80% dimiliki oleh Caterpillar dari amerika Serikat dan sisanya dimiliki oleh PT Marga Tiara Trakindo. Jakarta Utara. Sejak itu Komatsu Indonesia berhasil meningkatkan local content-nya dan mulai mengekspor komponen alat berat ke Jepang untuk digunakan oleh Komatsu Ltd. 15. Di lain pihak PT Hitachi Construction Machinery Indonesia (HCMI) yang berlokasi di Cibitung. adalah joint venture antara Hitachi Construction Machinery Co. Jawa Barat. Kapasitas prodksi Komatsu mencapai 3600 unit alat berat per tahun termasuk dump truck sebesar 240 unit per tahun.390 m2 untuk fasilitas pabrikasi 11. Ltd of Japan .800 m2 fasiltas foundry plant 1 dan 10. Komatsu Indonesia membangun fasilitas foundry untuk membuat komponen alat berat yang juga digunakan oleh pabrik Komatsu di seluruh dunia. PT Murinda Iron Steel.000 m2 foundry plant 2 and 3. namun kemudian kembali menjadi go private tahun 2006 setelah saham publik dibeli kembali oleh Komatsu Ltd termasuk membeli sebagian saham yang dimiliki oleh PT United Tractor sehingga saham UT tinggal 5%.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

Singapore, Pte. Ltd. Dari Singapore. Perusahaan ini berdiri bulan ei 1991 dan beroperasi semenjak Oktober tahun yang sama. HCMI memproduksi excavator yang memiliki pasar yang besar di Indonesia. Sejak tahun 2000 permintaan terhadap excavator meningkat sehingga HCMI meningkatkan kapasitas produksi dari 700 unit/tahun menjadi 1000 unit pertahun. HCMI menginvestasikan US$ 10 juta untuk perluasan kapasitas tersebut. Pada tahun 2007 kapasitas produksi HCMI meningkat kembali menjadi 1200 unit/tahun. Akibat krisis finansial global yang terjadi pada tahun 2009 yang lalu maka industri alat berat mengalami pukulan yang cukup berat. Menurut data Himpunan Industri Alat-alat Berat Indonsia (Hinabi) sepanjang 2009 produksi alat-alat berat di Indonesia hanya mencapai 1.814 unit, atau turun 69% dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya sebanyak 5.914 unit.

(http://www.datacon.co.id/Alatberat-2010Excavator.html) Penjualan alat berat masih mengandalkan sektor pertambangan dengan kontribusi 70%, perkebunan dan kehutanan sekitar 10%, dan konstruksi 20%. Namun memasuki tahun 2010, industri alat berat mampu bangkit kembali sejalan dengan pemulihan ekonomi yang terjadi di Indonesia dan kenyataan bahwa ekonomi Indonesia mampu menghindari dampak buruk krisis finansial global dengan terus tumbuh perekonomiannya sekitar 4,5% tahun 2009 dan diperkirakan bisa mencapai 6% tahun 2010. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Penurunan produksi tahun 2009 terutama terjadi pada sektor kontruksi karena banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda pelaksanaanya. Sementara pembelian oleh sektor pertambangan dan perkebunan terhambat karena sulitnya pendanaan karena sektor keuangan sempat terganggu akibat krisis finansial. Sebenarnya sektor pertambangan terutama batubara tidak banyak terpengaruh oleh krisis finansial karena permintaan pasar batu bara tetap tinggi. Tahun 2010 ini, Hinabi memprediksikan produksi alat berat meningkat menjadi sekitar 4.000 - 5000 unit karena selama semester I tahun 2010 produksi

| DTSS Teknik Pemeriksaan

7

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

alat berat telah mencapai 2495 unit. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Namun, angka produksi sebesar itu, baru menyamai pencapaian produksi tahun 2007 sebanyak 4.785 unit. Sementara itu, realisasi 2008 yang tercatat tertinggi sepanjang masa sebesar 5.914 unit. Kemerosotan produksi pada tahun 2009 membuat tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) menurun tajam dari 90% pada 2008 menjadi 34% pada tahun 2009 dari total kapasitas terpasang 6.500 unit per tahun. Dengan kaspasitas terpasang yang sama, berarti utilisasi industri alat berat tahun 2010 akan naik ke kisaran 70%. (http://www.datacon.co.id/Alatberat-

2010Excavator.html) Beberapa jenis alat berat yang sudah dirakit di dalam negeri antara.lain excavator, bulldozer, motor grader, dump truck, serta forklift. Excavator masih mendominasi produksi alat berat di Indonesia. Selama semester I tahun 2010 dari produksi alat berat sebanyak 2495 unit, sebanyak 1324 unit atau 53% adalah produksi excavator. Baru disusul oleh buldozer sekitar 23 %. Produsen terbesar alat berat di Indoneswia adalah Komatsu. Pada tahun 2007 produksi Komatsu mencapai 2400 unit termasuk 1530 unit excavator.

1.1.1.) Pengertian Alat-alat berat Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Rostiyanti (2009) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. Alat berat yang umum dipakai dalam proyek kostruksi antara lain :

| DTSS Teknik Pemeriksaan

8

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

- dozer, - alat gali (excavator) seperti backhoe, front shovel, clamshell; - alat pengangkut seperti loader, truck dan conveyor belt; - alat pemadat tanah seperti roller dan compactor, dan lain lain. Sedangkan pengertian alat berat dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84,30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku, mutatis mutandis, untuk mesin mendorong diri dari pos ini, yang mencakup sebagai berikut:

a. Buldoser dan angledozers. Alat ini terdiri dari basis mendorong, dengan pisau
besar dipasang di depan, dan membentuk unit mekanik terpisahkan. Mereka digunakan, khususnya, untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan.

b. Grader dan Leveller. Alat ini adalah mesin yang dirancang untuk meratakan
bumi atau smoothing (pada permukaan datar atau bank) dengan cara grading sebuah pisau dapat diatur, biasanya dipasang di dasar roda.

c. Pencakar. Alat ini ini menggabungkan pisau bermata tajam yang dirancang
untuk mengiris lapisan tanah atas yang kemudian masuk ke tubuh scraper atau dibuang oleh konveyor. Perlu dicatat bahwa pos ini hanya mencakup pencakar di mana penggerak motor dan craper bentuk unit mekanik terpisahkan, misalnya, lagu-pencakar meletakkan di mana tubuh scraper menggabungkan terletak canggih di antara dua rel. Pos ini juga termasuk pencakar diartikulasikan yang terdiri dari unit penggerak motor (bahkan dengan hanya poros tunggal) dan sebuah scraper tepat dilengkapi dengan pisau tetap atau lampiran mobile dengan beberapa blades.

d. Mekanikal sekop yang menggali ke dalam tanah, di atas atau di bawah
tingkat mesin, dengan cara penggalian sebuah ember, mengambil, dan lainlain, dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator, tarik sekop, dll) atau, untuk meningkatkan jangkauan kerja, di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). Dalam jangka panjang excavator (draglines slackline), ember dioperasikan

| DTSS Teknik Pemeriksaan

9

30 mengenai terpasang pada mesin kendaraan dari Bab 86). saluran drainase. Mesin ini sering menggabungkan konveyor untuk pemakaian tanah digali. dan mereka sudah terpasang pada roda. Mesin pemadat. dll (tapi lihat ayat (a) pendahuluan Penjelasan Catatan untuk pos 84. Mesin ini.1. Model khusus dirancang untuk menggali atau membersihkan parit. transportasi dan pembuangan itu. Hal ini dicapai dengan ember. i. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. yang mampu diturunkan di bawah tingkat satu roda atau track. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka ke dalam tubuh mesin. ketika dalam posisi horisontal. Beberapa "sekop-loader" mampu menggali ke dalam tanah. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. Multi-ember ekskavator di mana ember penggali dipasang pada rantai tanpa ujung atau di roda berputar.2. Klasifikasi Fungsional Alat Berat Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Shovel loader. dll f. untuk kemasan ballast rel-jalan. digunakan dalam pembuatan jalan. Loader-transporter yang digunakan di pertambangan. Alat ini adalah roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin. g. untuk meratakan tanah atau rolling permukaan jalan). 1. 1. h.) Klasifikasi alat-alat berat Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. selokan untuk digunakan di-cor terbuka (open-pit) pertambangan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pada kabel berjalan di antara dua struktur bergerak mengatur jarak beberapa terpisah. Mesin giling jalan sebagaimana digunakan dalam pembangunan jalan atau pekerjaan umum lainnya (misalnya. e. Rostiyanti (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 10 .

Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah.html Buldoser dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer). Gambar. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. tergantung pada sumbu kendaraannya.1.senyawa.1 Dozer Sumber: http://www.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. Untuk pekerjaan di rawa digunakan jenis Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a. | DTSS Teknik Pemeriksaan 11 . Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama. Buldoser digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer.

Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 12 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tabel.html c. karena jika berjalan di aspal dapat merusak aspal Memiliki jarak angkut yang pendek (maksumum 30 feet) Operator cepat lelah Jalan proyek tak perlu dipelihara Wheel Tractor Dozer Daya dorongnya lebih kecil tapi kecepatannya lebih besar Tak dapat digunakan pada tanah lumpur. 1. alat yang digunakan dapat berupa belt. dan clamshell. dragline. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material. backhoe. karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil. Gambar.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. truck dan wagon.1 Perbandingan antara Crawler Tractor Dozer dan Wheel Tractor Dozer Crawler Tractor Dozer Punya daya dorong besar.senyawa. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. jika digunakan pada tanah berbatu usia ban menjadi lebih pendek Dapat dibawa ke lokasi tanpa diangkut Jarak angkutnya bisa jauh Enak dikendarai Jalan proyek harus dipelihara Sumber: Wedhanto (2009) b.1. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator.2 Backhoe Sumber: http://www. terutama pada tanah lunak karena bidang geser besar Dapat digunakan pada tanah lumpur maupun berbatu tajam Untuk membawa ke lokasi harus diangkut.

Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material.3 Kendaraan Truk Sumber: http://www. Gambar.1. tanggul sungai dan sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain.4 Loader Sumber: http://www.senyawa. jalan raya.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.html d.1. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan.html e. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Pekerjaan pemadatan tanah dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan | DTSS Teknik Pemeriksaan 13 . dan lain-lain. compactor. pneumatictired roller. Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya. beton. tapi ada juga yang harus ditarik traktor. Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas (Roller). ada yang dengan roda tiga (Three Wheel). roda dua (Tandem Roller). Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. dan sebagainya. dan aspal.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Dilihat dari susunan roda gilasnya. bersegmen.5 Tandem Roller Sumber: http://www.html f. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. ada yang bergerak sendiri. semen. Dilihat dari bentuk permukaan roda. berbentuk kaki domba.senyawa.1. Alat pemadat yang menggunakan penggetar (vibrator). ada yang terbuat dari baja (Steel Wheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic). klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah: • • • • • Berdasarkan cara geraknya. agar tanah benar-benar mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah. dan Three Axle Tandem Roller. Berdasarkan bahan roda penggilasnya. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. berbentuk grid. ada yang punya permukaan halus (plain). Gambar. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna. | DTSS Teknik Pemeriksaan 14 .

7 Asphalt Paver Sumber: http://www. Gambar.html | DTSS Teknik Pemeriksaan 15 . 1. 1.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. asphalt paver.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Concrete Mixer Truck Sumber: http://www. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.6.senyawa. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader.senyawa. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. motor grader. dan alat pemadat.html g.

html | DTSS Teknik Pemeriksaan 16 . Gambar. baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant. batching plant. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane. Klasifikasi operasional Alat Berat Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt.8 Crawlercrane Sumber: http://www. Gambar.senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html b. 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. a.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. 1.9 Tower Crane Sumber: http://www.senyawa. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja.

Harvester/Processor. sebab crane ini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan.) Fungsi alat berat Dirancang untuk melakukan berbagai aplikasi kehutanan dengan konfigurasi Log Loader.11 BACKHOE LOADER Sumber: Wedhanto (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 17 . crane putar. crane portal.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Crane (alat pengangkat) jenisnya ada bermacam-macam: Crane gelegar. 1.10 Alat Berat Kehutanan Sumber: Wedhanto (2009) Backhoe Loader merupakan gabungan dari dua alat berat yang berbeda fungsinya. Gambar.3. dan mobil crane. Beberapa jenis Crane banyak digunakan dalam proyek-proyek bangunan sipil yang berkaitan dengan pemindahan tanah adalah mobile crane. 1. crane kolom putar. dan Road Builder. karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi. crane kabel. crane menara. 1. Bagian depan dilengkapi dengan bucket dan berfungsi sebagaimana loader dan bagian belakang dilengkapi dengan perlengkapan yang sama dengan yang digunakan pada excavator Gambar.

Excavator digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan seperti : • Excavating (menggali) • Loading (memuat material) • Lifting (mengangkat beban) • Hammering (menghancurkan batuan) • Drilling (mengebor).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator). 1. dan lain sebagainya Perbedaan mendasar antara Excavator dan Mass Excavator terdapat pada kapasitas implement yang digunakan Gambar. 1.13 MOTOR GRADER Sumber: Wedhanto (2009) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. dusamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain | DTSS Teknik Pemeriksaan 18 .12 EXCAVATOR HIDROLIC Sumber: Wedhanto (2009) Alat penggali sering juga disebut Excavator.

14 Skid Steer Loader Sumber: Wedhanto (2009) Tergantung attachment (perlengkapan kerja)nya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 19 . Leveling. dan sebagainya. Dozing. • Grading. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. Ditching • Scarifying • Side Sloping • Dozing • Ripping Gambar. diantaranya : • Grading. pencampuran tanah. Pencampuran tanah maupun pencampuran material (Side cast/mixing). diantaranya : • Loading. • Digging. Beberapa pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Grader antara lain adalah: • • • • • Perataan tanah (Spreading). Pekerjaan tahap akhir (finishing) pada “pekerjaan tanah”. Pembuatan parit (Crowning Ditching) Pemberaian butiran tanah (scarifying) Pada umumnya Grader digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan dan pemeliharaan jalan. dapat digunakan untuk berbagai keperluan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar misalnya untuk penggusuran tanah. • Clamping. meratakan tanggul. disingkat SSL. Spreading. 1. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. Skid Steer Loader.

1. 1. digunakan untuk memuat. lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan.15 Skidder Sumber: Wedhanto (2009) Ada dua jenis Skidder yang digunakan yaitu : • Wheel Skidder • Track Skidder Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. disingkat WTS.16 Wheel Tractor Scrapper Sumber: Wedhanto (2009) Wheel Tractor Scrapper. memindahkan. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging) Gambar. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri. Scrapper mampu menggali/ mengupas permukaan tanah sampai | DTSS Teknik Pemeriksaan 20 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan.

Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno. Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan. dan (3) operator yang bekerja. baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya. disingkat ADT.5 mm pula. jika digunakan untuk mengangkut jarak yang sedang (+ 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck. dan jarak angkut yang ekonomis kurang dari 67 m. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan.5 mm atau menimbun suatu tempat sampai tebal minimum + 2. | DTSS Teknik Pemeriksaan 21 . digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. Gambar 1. Jika ditinjau dari penggeraknya. (2) kondisi mesin.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar setebal + 2.17 Articulated Dump Truck Sumber: Wedhanto (2009) Articulated Dump Truck. jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil. Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada: (1) kedalaman tanah yang digali. Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah. Produksi Self Propelled Scrappers dapat tinggi.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar 1.1-19. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T Gambar. dimana kegunaanya hampir sama dengan dozer. Wheel Dozer Sumber: Wedhanto (2009) Machine ini merupakan wheel loader yang dilengkapi dengan blade. | DTSS Teknik Pemeriksaan 22 .18 Off Highway Truck Sumber: Wedhanto (2009) Sama halnya dengan ADT.

menggali pondasi basement dan lain-lain. | DTSS Teknik Pemeriksaan 23 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. sama halnya dengan wheel loader. menggusur tonggaktonggak kayu kecil. hanya saja menggunakan track dan kapasitasnya lebih kecil.20 Track Type Loader Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Loader digunakan untuk memuat material. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. untuk menggusur bongkaran.1. Gambar 1. Wheel Loader Sumber: Wedhanto (2009) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. Grader dan sejenisnya. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain.21.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. hal yang perlu diperhitungkan adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari loader itu sendiri. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. 1.22 Track Type Tractor Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. bila dilengkapi dengan Ripper • Skidding. meratakan atau menyebarkan material. yaitu : • Ripping. Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut. Gambar. Forklift dan sebagainya. tergantung dari attachment yang dipasangkan. Kegunaan dari Wheel Loader adalah untuk memuat material ke dalam ADT atau OHT. dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). Pada wheel loader kecil dan menengah. Disamping itu ada kegunaan lainnya yang bisa dilakukan oleh machine ini. bila dilengkapi dengan Winch | DTSS Teknik Pemeriksaan 24 . bisa juga digunakan untuk aplikasi lainnya (tergantung dari attachment yang digunakan) seperti : WHA (Waste Handling Arrangement) Integrated Toolcarrier. lebihlebih jika digunakan Wheel Loader. sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan.

23 Telehandler Sumber: Wedhanto (2009) Penggunaan Telehandler tergantung dari attachment yang dipasangkan pada machine tersebut. Bagian bawah Excavator ada yang menggunakan roda rantai (Crawler truck) ada yang dipasang di atas truck (mounted truck). Shovel. Excavator Bagian-bagian utama dari Excavator antara lain: • • • Bagian atas yang dapat berputar (Revolving unit) Bagian bawah untuk berpindah tempat (Travelling unit) Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan. Misalnya bisa digunakan sebagai forklift dengan daya jangkau yang lebih jauh. Bagian-bagian tambahan yang penting diketahui adalah: Crane. | DTSS Teknik Pemeriksaan 25 . Hal ini dimaksudkan agar memperoleh ketepatan dalam menentukan HS dan tariffnya. dan Clam shell.1.4.) Spesifikasi Jenis Alat Berat Dalam prakteknya petugas bea dan cukai juga perlu mengetahui spesifikasi dari alat-alat berat yang ada.1. 1. Back Hoe.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. 1. Dragline.

.24 Komponen Excavator Gambar.26 Komponen Excavator 7 inc TFT liquid Crystal display Kabin Hydraulic control valve Bucket Radiator dan Oil Cooler Under carriage Engine Main Pump Sumber: Hinabi Unit Operasional Excavator • • Operasional kerja menggunakan sistem hidrolik Pergerakan arm bucket dan perputaran body kabin (swing) dapat dikontrol melalui dua tuas utama yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • Travelling dikontrol oleh dua tuas yang dilengkapi dengan dua pedal didepan sheat operator • Penyetelan operasi mesin ( RPM) dapat melalui display panel di depan sheat operator | DTSS Teknik Pemeriksaan 26 .1.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.

bucket. arm.5 – 1.5 Km/ jam : 0.1. swing dan travel : 439 Lt/ menit : dua lever ( tuas ) yang dilengkapi pedal : 5.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.26 Ske ma Unde r Carriag e Car r ie r Ro lle r F in al d riv e Id le r T r ac k s h o e T r ack Ro lle r Sp ro c ke t Sumber: Hinabi Spesifikasi Excavator Komatsu tipe PC 200 (contoh) • • • • • • • • Model Engine Horse power Rated RPM Main pump Max oil flow Steering control Max travel speed Kapasitas Bucket : komatsu SAA6D107E-1 : 110 Kw 148 HP (net) : 2000 rpm : untuk Boom.1.2 M 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 27 .25 Operasional Unit Excavator Tuas penggerak bucket dan swing (putaran) Display panel control Tuas penggerak roda Tuas penggerak arm (hidrolik) Gambar.

1. bucket Pembagian Excavator : • Alat kendali attachment – – • Roda – – Roda Rantai Roda Karet Gambar.6 lt : 135 lt : Under carriage. swing. arm.27 Excavator Hydraulic Controlled Cable Controlled Sumber: hinabi Jenis-jenis attachment yang dapat digabungkan : • • • Back Hoe Power Shovel Dragline | DTSS Teknik Pemeriksaan 28 .3 lt tiap sisi : 6.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Tanki solar Oli mesin Final drive Swing drive Oli hidrolik Greasing : 400 lt (full tanki) : 23 lt : 3.

Alat utama berupa blade dan ripper.30 Alat Pengangkut Sumber: Hinabi 2. yang ditambahkan dengan dozer tambahan (blade. Buldozer Pada dasarnya merupakan traktor sebagai penggerak utama . Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan.29 Excavator Sumber: Hinabi Gambar.28 Excavator Gambar.1.1. ripper dll ).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar • • Clamshell Loader Gambar. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o Memiliki gigi track shoe yang lebih panjang dibanding excavator untuk memperkuat cengkraman ke tanah. Bisa memanfaatkan bebannya sendiri untuk mendorong (menyeret) sesuatu yang sangat berat. | DTSS Teknik Pemeriksaan 29 .1.

benda berat Menggaruk material ( stock pile) di quarry Pertambangan Perkebunan : – – – – Land Clearing/ replanting Pembuatan jalan Pembuatan teras kontur Pembuatan tapak bangunan Operasional Kerja • Operasional unit dikendalikan oleh tuas control yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • • Travelling control dikendalikan oleh tuas sebelah kiri sheat operator Blade control dikendalikan oleh tuas yang ada disebelah kanan sheat operator Gambar.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Penggunaan Umum • • • • • Pembuatan rintis jalan Mendorong dan menarik benda .31 Operasional Unit Bulldozer Panel control Pedal gas Travel control joystick Blade control joystick Sumber: Hinabi Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 30 .

32 Komponen Buldozer Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 31 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Spesifiakasi Bulldozer Komatsu D65 (contoh) • • • • • Model enggine Jumlah Silinder Tenaga Rated RPM Undercarriage – – – – – Jumlah Track Roller : 8 Un tiap sisi Jumlah Shoe Lebar shoe : 45 Un tiap sisi : 915 mm : komatsu SAA6D114E-3 : 6 Cyl : Net 153 KW 205 HP : 1950 RPM Ground contact area : 60115 cm 2 Ground pressure area: 29.32 Psi Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Bahan bakar Oil mesin Oil final drive Oil transmisi Oil hidrolik Grease : 514 lt (full tanki) : 28 lt : 27 lt : 48 lt : 55 lt : untuk under carriage dan nipple Gambar.8 Kpa atau 4. 1.

Bulldozer dapat dibedakan : a.33 Universal Blade Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 32 . Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan: a. Berdasarkan blade / pisau a. Gambar. Wheel tractor Dozer [ roda karet ] c. Jenis blade ini digunakan untuk reklamasi tanah dan penyediaan tanah. Crawler tractor Dozer [ roda rantai ] b. c. hydraulic controlled 3. Straight Blade ( S – Blade ) Straigt blade (S-Blade).. Manuver lebih mudah dan dapat menghandel material dengan mudah.1. paling cocok untuk segala jenis lapangan. blade ini merupakan modifikasi dari U-blade.Blade ) Universal Blade (U-Blade). Angling Blade ( A – Blade ) Angling blade (A-blade) : dibuat sedemikian rupa agar dapat berposisi lurus maupun menyudut. Berdasarkan alat geraknya / mounted. cable controlled b. Blade ini digunakan untuk pembuangan kesamping. karena kehilangan muatan relatif kecil dalam jarak yang sangat jauh. Swamp Bulldozer [ untuk daerah rawa ] 2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. b. pembukaan jalan (pionering road). Blade ini memungkinkan bulldozer membawa muatan lebih banyak. Universal Blade ( U .

material ringan ) | DTSS Teknik Pemeriksaan 33 . Berdasarkan blade / pisau a.35 Angling Blade Sumber: Hinabi 4. Selain untuk mendorong muatan juga dipakai untuk perawatan jalan b. c.34. Light material U Blade ( U – Blade .1.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. dalam hal ini memungkinkan karena blade dilengkapi dinding-dinding besi. Cushion Blade ( C – Blade ) Blade ini dilengkapi dengan rubber cushion/bantalan karet untuk meredam tumbukan. Straight Blade Sumber: Hinabi Gambar. Bowl dozer Blade dibentuk sedemikian rupa untuk membawa/mendorong material untuk jumlah kehilangan yang sesedikit mungkin dalam jarak yang cukup jauh.

dengan : a.1.1.36 Cushion Blade Gambar. Bowl Blade Sumber: Hinabi Gambar.37 Bowldozer Blade Sumber: Hinabi Gambar. Side by side dozing atau blade to bladedozing 20 % | DTSS Teknik Pemeriksaan 34 . 20% menaikkan prod. Slot Dozing menaikkan prod.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.38 Light Material U Blade Sumber: Hinabi 4. Operasi Bulldozer : Pengoperasian bulldozer dapat dilakukan .15b.1..

Stripping ( pengelupasan top soil ) c. Side Hill cut d. Land Clearing b.41 Melakukan Slot Dozing Sumber: Hinabi Bulldozer digunakan untuk : a. Down Hill Slot Dozing f.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Membuka jalan kerja & penggususran ( 100 m ) g. Meratakan timbunan tanah h. dll 3.1. Dozing Rock e. Scrapper Pembagian Scrapper berdasarkan : • Mesin penggerak – – • Type – – • – – • Roda Semi trailler Full trailler Hydraulic Controlled Cable Controlled Scraper bermesin tunggal Scraper bermesin ganda Alat kendali | DTSS Teknik Pemeriksaan 35 .

ember. memutar balik. yang dilengkapi atau tidak dilengkapi dengan booming dan pneumatik atau hidrolik silinder. dan untuk menghitung cycle time-nya. mempercepat gerakan pindah gigi. atau dari jenis yang cocok untuk kopling ke dalam kereta berjalan pada jaringan kereta api apapun. cocok untuk pemasangan langsung untuk dasar mendorong. diklasifikasikan dalam pos 84.1000 m merupan jarak ekonomis untuk scraper . mesin diklasifikasikan dalam pos 86. ada 2 hal yang harus diperhatikan adalah: 1. | DTSS Teknik Pemeriksaan 36 . membuang muatan. bekerja alat (pisau. Waktu tidak tetap waktu untuk berjalan menuju tempat membuang dan kembali mengambil muatan Komponen-komponen Alat Berat Berdasarkan ketentuan umum mengenai klasifikasi bagian (lihat Penjelasan Umum Catatan untuk Bagian XVI). Penggalian. tetapi juga pada mesin mobile. mempersiapkan utnuk mengambil muatan 2. tanah yang dimuat ini dalam kondisi loose. bagian dari mesin dari pos ini. dll). dll. 2. tidak hanya mencakup pos tetap atau mesin stasioner. mengelupaskan lapisan tanah permukaan yang jelek Meratakan kontur sekeliling bangunan Menggali saluran Menggali dan mengurug badan jalan Jarak angkut 100 m . Pengecualian dalam hal ini adalah mesin yang dipasang di kendaraan yang tepat untuk Bab 86.04 jika mereka sudah terpasang pada kereta atau truk. secara khusus. atau yang tidak bergerak otomatis. Waktu tetap waktu yang dibutuhkan untuk muat .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar – – Roda Rantai Roda Karet Fungsi Scraper : • • • • • Stripping top soil.31. Produksi Scraper : 1. Produksi scraper dinyatakan dalam jumlah tanah yang dapat dipindahkan tiap jamnya. Secara umum. Kapasitas scraper ditentukan oleh volume material yang dimuat dalam bowl [m3].

8414. Pompa Hidrolik Relief Pressure 20.0000) 1 2. Pos 84. 8708.21.1400 2 3.8412. Di sisi lain.31 merupakan bagian yang cocok untuk digunakan semata-mata atau terutama dengan mesin dari pos 84.90.50.1900 3 4. Propeller Shaft Penerus daya dari mesin ke gardan (axle) HS No.8708. Silinder Penggerak Bak Silinder penggerak dengan sumber daya oli hidrolik HS No. Platform untuk Deck Komponen pelat dengan proses stamping dipermukaannya.30. Kompresor Untuk sistem pendingin udara HS No. mesin yang dipasang di truk atau platform yang tidak memenuhi spesifikasi dari rollingstock kereta api.0000 (8431. Contoh Komponen-komponennya 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Railroad pemberat mesin penggali-screening sering dipasang di gerobak atau truk sesuai dengan kondisi ini. HS No.9000 4 5. Untuk lantai disamping Kabin kemudi.80.9190 5 6.6 Mpa Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak 6 | DTSS Teknik Pemeriksaan 37 . tetap diklasifikasikan dalam pos ini. Gerak sendiri kendaraan untuk pelayanan dan pemeliharaan kereta api rel terdapat dalam pos 86. penggalian.80.25 sampai dengan 84. 7326.49. Suspensi Belakang Suspensi dengan isi Oli Hidrolik & Gas Nitrogen HS No. dan lain-lain.04.

Operator Seat Dilengkapi dengan sabuk pengaman 2 titik 9.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 7. Platform RH Platfrom untuk peletakan Filter Udara 10. Vessel Bak penampung material angkut | DTSS Teknik Pemeriksaan 38 . Pompa Injeksi BBM Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail 7 8. Front Support Konstruksi penahan kabin 12. Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 11.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponenkomponen Buldozer 1 1 Komponenkomponen Excavator Komponenkomponen Dump Truck 1 Komponenkomponen Motor Grader 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 Komponen-komponen Utama (Impor) | DTSS Teknik Pemeriksaan 39 .

Silinder Hidrolik Penggerak alat kerja (attachment) No.8408. HS No.8431. Engine Tipe Diesel dg Turbocharger Daya: 135 HP (nett) HS No.49.49.8431.Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak. Transmisi Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft. Hs | DTSS Teknik Pemeriksaan 40 .49.8431.49.8431.49.8431. Kabin Kabin operator dengan Tuas kendali hidrolik HS No.9000 HS 6 7.9000 4 5. HS No.8431. HS No.90.9000 1 2.9000 2 3.49. Drive Shaft 3 Untuk meneruskan daya dari mesin ke penggerak akhir. Pompa Injeksi BBM Pompa injeksi langsung Hs No.49.21.9000 7 8.0000 (8431.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. Pompa Hidrolik Pompa hidrolik tandem tipe gear pump. Rear Axle Axle dengan penggerak No.9000 8 akhir Sprocket.5090 5 6.9000 4.8412.

Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli sistem hidrolik silinder 10 11.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 9.00-24-10PR 11 12. Hydraulic Cylinder Penggerak dengan tekanan oli hidrolik HS 8431.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 41 . Tire Ban performa offroad dengan ukuran 3. Tandem case 12 Komponen-komponen Utama (Impor) 1. Front Counter weight Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan 9 10.49.

1010 4 5. Travel Motor Motor penggerak track link HS 8431. Cabin Parts Kabin operator HS 8431.49.9000 3 4.49. 8431. 8431. Upper Roller & Lower Roller Platform dari rantai HS 8431. Control Valve Komponen pengontrol aliran oli hidrolik yang menggerakkan Silinder dan Travel Motor HS .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.9000 5 6.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 42 . Track Link / Shoe Plate Rantai penggerak pengganti ban HS 8431.9000 Note: imported on un-assemble condition 6 7.49.9000 7 8.49.49. Teeth & Adapter Komponen yang berfungsi sebagai pengurai material yang akan diangkat HS No.90. 8408.49.9000 2 3. Engine Mesin dengan bahan bakar solar HS No.

49. Bucket komponen pengeruk material 13 Komponen-komponen Utama (Impor) 1. Boom Bagian dari mekanisme penggerak Arm 10 11. Case & Frame HS 8431. kabin dan komponen lainnya 12 13. Main Frame Rangka atas sebagai platform mesin.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 43 . Track Frame Rangka bawah sebagai platform dari rantai penggerak dan motor penggerak 9 10.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 8 9. Arm Bagian dari mekanisme penggerak bucket 11 12.

5090 2 3.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.9000 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 44 .9000 2 Roller HS 8431.90.49. Radiator HS 8431.49. Engine HS 8408.49.9000 3 Komponen-komponen Utama (Impor) Track HS 8431.49.9000 1 Track Roller Frame HS 8431.

000 1 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.9000 R ADIATOR Radiator 7318.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 45 .16.20.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) Rear Axle 8431.000 2 Front Axle 8431.90.20.20.

16.90.20.000 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.20.20.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 46 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) 1 Rear Axle 8431.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.9000 R ADIATOR Radiator 7318.000 2 Front Axle 8431.

seperti perkebunan dan pertambangan. Peningkatan produksi ini didukung oleh bergairahnya beberapa sektor ekonomi. 2) Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan.30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku. Loader-transporter.3. Pencakar. Namun demikian.914 unit dan 2007 yang mencapai 4. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek. terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Mekanikal sekop. Multi-ember ekskavator. mutatis mutandis. Grader dan Leveller. Saudara diminta untuk me-review kembali pemahaman Saudara dengan cara menjawab soal-soal latihan berikut. sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. 4) Pengertian alat berat dalam BTBMI adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84. 3) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. Mesin pemadat.) Rangkuman 1) Pertumbuhan industri spare part alat berat nasional pada tahun 2010 diproyeksikan mengalami peningkatan hingga 100 persen menjadi 4. 1) 2) 3) Jelaskan mengapa Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek! Jelaskan apa itu Buldozer dan Excavator! Mengapa daya saing suatu negara menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan kemajuan perdagangan ? Jelaskan ! 4) 5) Jelaskan alat berat berdasarkan fungsinya ! Jelaskan klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya! 1.) Latihan Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini. Mesin giling | DTSS Teknik Pemeriksaan 47 . peningkatan produksi tersebut belum mampu melewati produksi pada 2008 yang mencapai 5. yang mencakup sebagai berikut: Buldoser dan angledozers. untuk mesin mendorong diri dari pos ini.2.400 unit.700 unit. Shovel loader.

a. Alat Pengangkut Material d. Alat Statis 8) Alat penggali sering juga disebut Excavator. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator). a. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. Alat Pengolah Lahan b. pencampuran tanah. Alat Pemindahan Material e. 9) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. Alat Pemadat f. Alat dengan Penggerak b. Alat Penempatan Akhir Material 7) Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. meratakan tanggul. 6) Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Alat Penggali c. klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. Alat Pemroses Material g. 10) Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 5) Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 48 . Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah.

bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. | DTSS Teknik Pemeriksaan 49 . menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. untuk menggusur bongkaran. menggali pondasi basement dan lain-lain. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. 15) Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o 20) Berdasarkan alat geraknya/mounted. 12) Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. 17) Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. 16) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. disingkat ADT. 14) Articulated Dump Truck. Grader dan sejenisnya. 19) Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai]. meratakan atau menyebarkan material. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. Wheel tractor Dozer [roda karet].Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 11) Wheel Tractor Scrapper. 13) Jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). memindahkan. digunakan untuk memuat. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. disingkat WTS. 18) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material.

khususnya. transportasi dan pembuangan itu. Backhoe | DTSS Teknik Pemeriksaan 50 . Mekanikal sekop 3) Roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin. untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. b. Bowl dozer. a. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan…. digunakan di pertambangan. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka intothe tubuh mesin.. di atas atau di bawah tingkat mesin. ambil. Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. Pemadat mesin 4) Fungsi utama yang menangani dan tidak transportasi. Mereka digunakan. Dozer c. dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator. Grader dan Leveller b. Light material U Blade ( U – Blade . sering lagu-bertelur. dan membentuk unit mekanik terpisahkan. pencakar d. Grader dan Leveller Buldoser dan angledozers c.) Tes Formatif 1 1) Mesin yang terdiri dari basis mendorong. a. Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. untuk meningkatkan jangkauan kerja. b. Angling Blade (A – Blade). Pencakar d. dll) atau. a.. dan lain-lain. a. Cushion Blade (C – Blade). Loader-transporter d. tarik sekop.4. buldoser dan angledozers 2) c. Pemadat mesin 5) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. dengan cara penggalian sebuah ember. material ringan) 1. dengan pisau besar dipasang di depan. a. Mekanikal sekop Mesin yang menggali ke dalam tanah. di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). Straight Blade (S – Blade).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 21) Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. dozer dibedakan menjadi: Universal Blade (U Blade). 22) Berdasarkan blade/pisau. Loader-transporter d. b.

Alat Pemindahan Material alat yang digunakan untuk 12) Articulated memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur.. Crawler Wheel c. Alat Pemadat 11) Concrete spreader termasuk kedalam alat. b. 14) Di bawah ini adalah macam-macam jenis Bulldozer berdasarkan alat geraknya..Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. Excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. a. Swamp d. b. b. Alat Pengangkut Material d. Alat Pemindahan Material 10) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. b. a. b. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material c. b. Alat Pemadat d. b. Trowel | DTSS Teknik Pemeriksaan 51 . Shovel. Loader Tamping roller c. d. Pneumatic-tired roller d. merupakan c. Compactor 9) Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Alat Pemadat. Alat Pemadat Alat Penggali c. a. Kapasitas terbatas dan jalan berlumpur Kapasitas terbatas dan jalan berlobang-lobang Kapasitas menengah dan jalan berlumpur Kapasitas menengah dan jalan berlobang-lobang 20o 25o c. Alat Statis b. kecuali… a. 30o d. a. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material Dump Truck. 6) Scraper d. c. d. Scraper D. Dragline. 45o 13) Angle Bulldozer dapat bergerak serong pada sudut … a. Alat Penempatan Akhir Material d. a. a. a. Alat dengan Penggerak c. Clamshell 7) Crane termasuk dikategorikan kedalam. Alat Pengolah Lahan 8) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. kecuali. c. b.

Hitunglah persentase tingkat pemahaman (TP) anda..) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap kegiatan belajar 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Off Highway Truck dapat digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas mulai dari. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 52 . 100T – 360T 1. 40T – 100T d. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan pada kegiatan belajar 2. maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 1 ini. Selanjutnya.5. disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruha n Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %. a. 20T – 100T 40T – 360T c.. b.

1.2 Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti kegiatan belajar ini peserta diharapkan dapat melakukan pemeriksaan fisik alat berat dan dapat membandingkan antara teori dan praktek tentang alat berat.27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. d. c. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. Untuk pemeriksaan barang ekspor didasarkan pada Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P. Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. b. mendapat fasilitas KITE. akan diimpor kembali. berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. gudang Eksportir. b. Kawasan Pabean pelabuhan muat. atau | DTSS Teknik Pemeriksaan 53 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar KEGIATAN BELAJAR . e.) Uraian dan contoh Pemeriksaan fisik adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa. dikenai Bea Keluar. Pada pasal 10 dinyatakan bahwa pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a. 2. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali. atau f.

Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan. yang diberitahukan dokumen pabean diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan. 139/PMK. Kegiatan pemeriksaan ini mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. memastikan dan bahwa pemberitahuan pelengkap pabean. Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan.04/2007 tentang Pemeriksaan Pabean di Bidang Impor. Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan dengan untuk benar. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: a. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer. dikenai Bea Keluar. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh | DTSS Teknik Pemeriksaan 54 . Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. atau b. Terhadap barang impor dilakukan pemeriksaan pabean berdasarkan pemberitahuan pabean yang disampaikan oleh importir. Sedangkan pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai.

telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. b. Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. Terhadap eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importir lain yang mendapat status yang dipersamakan dengan importir jalur prioritas diperlakukan sebagai Eksportir tertentu. Hasil pemeriksaan agar mengacu ke BTBMI sehingga pemeriksaan dapat digunakan secara efektif oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen. cukai.1. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. 2. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. Pemeriksa barang hendaknya memperhatikan barang apa yang akan diperiksa dan menghubungkannya dengan pos-pos pada BTBMI. Buku pengetahuan barang. Bea Keluar. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar eksportir yang merangkap sebagai importir dengan kategori low risk dapat tidak dilakukan pemeriksaan fisik. | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 . dan d.) Persiapan pemeriksaan alat berat/komponen alat berat secara umum Untuk keperluan kepustakaan maka seharusnya pemeriksa alat berat memiliki: 1. 2. c. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau terdapat bukti permulaan yang cukup telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan yang dilakukan oleh Eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importer yang mendapat status dipersamakan dengan importer jalur prioritas. dan pajak. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a.

7.com juga sangat membantu pemeriksa barang dalam melakukan pengayaan informasi tentang barang yang akan diperiksa Selain yang bersifat soft skill maka pemeriksa barang juga harus melengkapi dirinya dengan hard skill atau hard tools. Senter kecil. Cutter / pisau saku. berfungsi untuk membuka karton / pengemas barang (sebagai cadangan apabila pengurus/buruh tidak membawa cutter). Kalkulator. 5. 2. Menggali informasi lain dari situs internet. berfungsi untuk melakukan penghitungan jumlah barang atau konversi satuan barang. Alat pengukur (meteran. Perlengkapan dimaksud yaitu: 1. 6. berfungsi sebagai alat penerangan apabila barang tidak dikeluarkan dari kontainer. misalnya untuk melihat plate. Alat tulis kantor berupa: • • Spidol (permanent marker) untuk menandai barang Ballpoint untuk menulis Laporan Hasil Pemeriksaan 4. Tas kecil (untuk menyimpan peralatan kerja selama proses pemeriksaan) Untuk melakukan identifikasi alat berat dalam rangka pemeriksaan dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : | DTSS Teknik Pemeriksaan 56 . Situs yang diddapat dari search engine seperti www. 3. atau barang/kemasan tertentu dalam kontainer. diperlukan apabila menghadapi barang yang perlu penanganan khusus. macrometer dan sejenisnya) berfungsi untuk mengukur panjang barang / carton / kemasan.google. Pemeriksa barang haruslah kreatif dalam menggali sumber informasi tentang barang dalam hal ini alat berat yang akan diperiksa. Kacamata / sarung tangan / Topi / Helm pengaman (bila perlu).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pemeriksa barang perlu melengkapi diri dengan literatur yang berkaitan dengan identifikasi barang 3.

Memperhatikan gambar yang tertera di masing-masing penjelasan identifikasi pengertian alat berat untuk mengenali dan membedakan macam alat berat. (silencer) tidak terdapat jelaga yang berlebihan. alat yang ukurannya besar. Krat/crate yang berisi lepasan-lepasan alat berat pengangkutannya dapat dimasukkan kedalam kontainer atau tidak. Temukan/cari name plate barang bersangkutan Berbeda dengan brosur. leaflet dan manual books maka posisi name plate pasti melekat pada fisik barang tersebut. Pabrik pembuat | DTSS Teknik Pemeriksaan 57 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. Informasi di name plate menggambarkan informasi sebagai berikut: a. 2. Merk c. leaflet. Setelah pengemas dibuka maka pada mesin dalam keadaan baru akan ditemukan adanya brosur. Pada knalpot 4. biasanya tidak dimasukkan kedalam kontainer. Informasi Name plate bisa jadi lebih berharga di banding dengan brosur. manual books atau sejenisnya 5. Name plate dibuat dari selembar logam yang ditempel pada body mesin yang bersangkutan. lihat gambar di bawah ini. leaflet. melebihi ukuran kontainer yang ada. Negara asal d. Pengemas yang dimaksud yaitu mesin dimasukkan kedalam kemasan terbuat dari kayu (semacam krat) dan dibungkus plastik rapi. Juga diperhatikan apakah terdapat pengecatan ulang (recolour) untuk mengelabui petugas sehingga tidak bias dibedakan antara yang baru dengan bekas. Salah satu tanda-tanda mesin dalam keadaan baru atau bekas dapat dilihat dari konsdisi pengemas barang. Nama barang b. Perhatikan brosur. Perhatikan pengemas. tergantung dari ukuran krat/mesin yang bersangkutan. Perhatikan bentuk fisik barang: Ketahui mesin diimpor dalam keadaan baru atau bekas: Salah satunya dengan melihat apakah terdapat ceceran atau rembesan oli yang keluar dari seal mesin. manual books atau sejenisnya. 3.

) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. b. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. Jika terdapat kecocokan antara ketiganya maka dapat dikatakan bahwa pengimporan barang impoir tersebut sesuai dengan pemberitahuan yang disampaikan importir 2. c. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir. name plate dengan fisik barang yang bersangkutan.2. merk. Spesifikasi barang bersangkutan (voltage/watt/ampere/RPM/PK/Horse Power) i. jenis dan jumlah kemasan. jumlah barang. Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. atau kemampuan menghisap atau mengisi udara (untuk pompa udara atau kompresor) ii. Perhatikan antara brosur.1. nomor. Konsumsi bahan bakar yang dipergunakan per satuan waktu 6. Kemampuan menuai/menebah (untuk mesin tebah) padi per satuan waktu iii. | DTSS Teknik Pemeriksaan 58 . Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. d. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. spesifikasi teknis barang. Kemampuan hisap serta kemampuan melontarkan air (untuk pompa air). jenis barang. Pemeriksaan fisik barang yang mendapat kemudahan ekspor yang akan dikonsolidasi dapat dilakukan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir atau di tempat konsolidasi barang ekspor.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar e.

maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. | DTSS Teknik Pemeriksaan 59 . Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : • • eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. ditandatangani Pemeriksa.

Mencantumkan nama Pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan dan menetapkan tingkat pemeriksaan pada PPB. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : • • meneliti kemasan barang dan TPPBC. Mekanisme Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor 1. Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. b. Menyerahkan kepada Pemeriksa : a. | DTSS Teknik Pemeriksaan 60 . NPPD. Untuk dapat memasukkan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1). iii. Menerima PPB dan PEB melalui faksimili atau melalui sarana komunikasi lainnya dari Kantor Pemuatan. Formulir PM. PPB. nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. Menerbitkan Surat Tugas. menghitung kemasan yang di-stuffing. Surat Tugas. iv. Pejabat di Kantor Pemeriksaan i. Eksportir mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya sesuai contoh sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IV Peraturan Direktur Jenderal ini (P30/BC/2009 tentang perubahan kedua atas peraturan Dirjen Bea dan Cukai nomor P-40/BC/2008 tentang tata laksana kepabeanan di bidang ekspor). ii. Pemasukan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean dilakukan dengan menggunakan PEB. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas. dan setelah mendapat izin dari Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya dan telah mendapat keterangan tertulis dari surveyor tentang telah selesainya pemeriksaan atas barang ekspor yang akan dimasukkan ke Kawasan Pabean. c. jenis.

ii. Formulir PM.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar v. Invoice dan packing list. Menyerahkan PPB kepada Pejabat Kantor Pemeriksaan. Menerima dari Pemeriksa PPB dan menatausahakannya. c. v.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor Ketentuan impor barang modal bukan-baru (bekas) diperpanjang masa berlakunya menyusul diterbitkannya Permendag Nomor 63/M- DAG/PER/12/2009. Menerima dari Pejabat Kantor Pemeriksaan : a. 2. Permendag ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2010 dan merupakan perpanjangan dari ketentuan sebelumnya yaitu Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/12/2008 tanggal 24 Desember 2008.1. b. | DTSS Teknik Pemeriksaan 61 . Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. Meneliti pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. iii. c. b. vii. PPB. 2. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. PEB yang telah berisi hasil pemeriksaan fisik barang. Menyerahkan kepada eksportir/kuasanya : a. vi. iv. Pemeriksa : i. PPB.3. Invoice dan Packing list. Surat Tugas. Melakukan pemeriksaan fisik barang sesuai instruksi pemeriksaan yang tercantum pada PPB. Mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada bagian belakang PEB dan menandatangani PM. Menerima dari eksportir/kuasanya : • • • • PEB yang telah mendapat Nomor Pendaftaran dan telah ditandatangani serta dibubuhi cap perusahaan.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kebijakan memperpanjang masa berlaku Ketentuan Impor Barang Modal Bukan Baru ditujukan untuk mengimbangi daya beli sektor industri di tanah air yang masih lemah akibat belum kondusifnya perekonomian Indonesia. Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk. dipungut bea masuk dan pungutan impor lainnya dan tidak dikenakan denda. jenis. selain mengimpor untuk kebutuhan di dalam negeri juga dapat mengekspor hasil proses rekondisi/remanufakturingnya dan memenuhi pesanan pemakai langsung. Dalam hal tarif bea masuk yang tercantum dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) 5 % (lima persen) atau kurang.05/2000 tanggal 31 Maret 2000 oleh industri alat-alat besar diberikan fasilitas keringanan bea masuk dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah | DTSS Teknik Pemeriksaan 62 . 2. spesifikasi barang yang tercantum dalam daftar barang. apabila pada saat pengimporannya tidak memenuhi ketentuan tentang jumlah. Atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar diberikan keringanan bea masuk sehingga tarif akhir bea masuknya menjadi 5 % (lima persen). yaitu pencabutan Angka Pengenal Importir (API) dan/atau pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Perusahaan yang melanggar ketentuan yang berlaku akan dikenakan sanksi. Perusahaan rekondisi/remanufakturing. Berkaitan dengan impor alat berat. maka yang berlaku adalah tarif bea masuk dalam BTBMI. terdapat ketentuan bahwa atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alatalat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 99/KMK.

Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. Pejabat Pemeriksa Dokumen dapat menunjuk Pejabat Pemeriksa Barang lebih dari satu orang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk hanya dapat digunakan untuk kepentingan industri yang bersangkutan. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). | DTSS Teknik Pemeriksaan 63 . maka di bawah ini digambarkan bagan alur pemeriksaan barang. d. e. dan menghambat kecepatan penyelesaian suatu importasi. b. Penyalahgunaan bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar akan mengakibatkan batalnya fasilitas bea masuk yang diberikan. Pemeriksaan fisik Barang untuk setiap PIB dilakukan oleh 1 (satu) orang Pejabat Pemeriksa Barang yang ditunjuk secara langsung melalui Sistem Aplikasi atau oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen. agar dapat digunakan untuk: a. dalam hal jumlah dan atau jenis barang yang akan diperiksa mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. sehingga bea masuk yang terhutang harus dibayar dan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 100 % (seratus persen) dari kekurangan bea masuk. c. sehingga apabila diperiksa oleh satu orang Pejabat Pemeriksa Barang membutuhkan waktu yang cukup lama. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar Untuk mempermudah pemahaman peserta akan pekerjaan pemeriksaan fisik yang dilakukannya dan bagaimana keterkaitannya dengan bagian lain. mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang.

PIB Jalur Hijau Penetapan Jalur Jalur Merah SPPB Berkas PIB Pendok PFPD INP / DNP 7 Hr Penetapan Keberatan Hi Co Scan SPJM Pendok Periksa Fisik LHP PFPD BPIB INP/DNP 7 Hr Penetapan SPPB SPKPBM SSPCP/Jaminan Sumber: Modul Pemeriksaan Dokumen Dengan Komputer SPPB SPJM NIK : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang : Surat Pemberitahuan Jalur Merah : Nomor Identitas Kepabeanan Dalam hal PIB mendapat jalur merah. Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB.2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.1 Bagan Alur Penetapan Tarif Impor dan Posisi Pekerjaan Pemeriksaan Barang PIB Tidak masuk analyzing point dan payment verification /jalur prioritas Download P I B Mandatory check/ Content Check Tidak masuk payment verification Payment Verification Di sini pekerjaan pemeriksaan fisik barang Analyzing Point Nomor Pendaft. | DTSS Teknik Pemeriksaan 64 . Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang. maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir.

Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor.atau c. b. Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : a. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. | DTSS Teknik Pemeriksaan 65 . kemasan. Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : a. Dalam hal dilakukan pemeriksaan fisik. importir atau kuasanya mendapat pemberitahuan pemeriksaan fisik dari pejabat bea dan cukai atau dari sistem komputer pelayanan. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. Apabila dalam pemeriksaan fisik barang impor dibutuhkan pengetahuan teknis tertentu. atau peti kemas yang akan diperiksa serta menyaksikan pemeriksaan tersebut. Kewajiban tersebut harus dilaksanakan paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pemberitahuan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik barang impor dilakukan oleh pejabat pemeriksa fisik berdasarkan instruksi pemeriksaan yang diterbitkan oleh pejabat bea dan cukai atau system komputer pelayanan. pejabat bea dan cukai dapat meminta bantuan pihak lain yang memiliki pengetahuan teknis tersebut. Tempat Penimbunan Berikat (TPB). b. Importir atau kuasanya wajib menyiapkan dan menyerahkan barang impor untuk diperiksa. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. Tempat Penimbunan Pabean (TPP). membuka setiap bungkusan. Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. c. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC.

jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Mekanisme Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat Impor a. c. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: i.atau b. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang | DTSS Teknik Pemeriksaan 66 . mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). Pejabat Pemeriksa Barang : 1) mencocokkan nomor. maka pejabat pemeriksa dokumen menyerahkan pemberitahuan pabean beserta dokumen pelengkap pabeannya tersebut kepada pejabat bea dan cukai yang bertanggung jawab dibidang pengawasan untuk dilakukan penyelidikan. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dalam hal berdasarkan pemeriksaan pabean terdapat : a. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. 2) 3) 4) memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. Tingkat Pemeriksaan 10 (sepuluh) %. Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. Tingkat Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat : a. Alat berat/komponen alat berat impor yang diangkut dalam petikemas (container). Barang impor yang tidak diberitahukan. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. Barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor. ukuran.

merek. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). b. pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan barang impor yang akan diperiksa. Alat berat/komponen alat berat impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. | DTSS Teknik Pemeriksaan 67 . pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang akan diperiksa.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. (4) Terhadap jenis barang yang memerlukan penanganan khusus (diangkut dengan reefer container) pemeriksaan dapat dilakukan di gudang/tempat penimbunan milik importir. Dalam hal jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang. ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. 2) Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : a) Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. ii. (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang. Pejabat Pemeriksa Barang: 1) Mencocokkan nomor.

ukuran. e. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. | DTSS Teknik Pemeriksaan 68 . maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). 5) dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. b) Apabila jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. 2) merk. tipe. data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. f. kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. c. disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. 3) memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). 4) dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen).

3. Memberikan paraf dan mencantumkan tanggal pemeriksaan pada contoh barang. b. Memperhatikan dan memastikan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat yang diajukan sudah memenuhi syarat dan kualifikasi untuk dapat digunakan dalam penetapan klasifikasi dan penetapan nilai pabean. i. Menunjuk kemasan dimana barang contoh dan foto alat berat/komponen alat berat harus diambil. Menyerahkan lembar ke-2 Berita Acara Pengambilan Contoh alat berat/komponen alat berat kepada importir atau kuasanya. yang meliputi : a) uraian barang.) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : 1.1. Menerima contoh dan foto alat berat/komponen alat berat dari importir atau kuasanya. scrap). bekas.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tata Kerja Pengambilan Contoh dan/atau Foto Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Alat Berat/Komponen Alat Berat: a. kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). | DTSS Teknik Pemeriksaan 69 .4. b) merek dan tipe barang. h. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. 2. Meminta kepada importir atau kuasanya untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor. misalnya : 2. kondisi barang (baru. c. Memberitahu importir atau kuasanya tentang pengambilan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat. f. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. Menyerahkan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat bersama dengan lembar ke-1 Berita Acara Pengambilan Contoh Barang kepada staf Seksi Kepabeanan dan Cukai bersama-sama dengan packing list dan LHP. d. e. c) spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. apabila ada. Mengisi dan menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor g.

Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. sesuai dengan penyebutan umum barang bersangkutan. e) Tingkat pemeriksaan. f) Nomor dan ukuran petikemas (container) yang diperiksa dalam hal barang dimuat dalam petikemas (container). termasuk perubahan tingkat pemeriksaan menjadi 100% beserta alasannya. ii. Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. tanggal pemeriksaan dan mencantumkan nama dan NIP serta membubuhkan tanda tangan pada contoh barang dan atau foto barang. 7. Dalam hal hasil pemeriksaan merupakan hasil pemeriksaan bersama. 5. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. uraian barang. merk dan tipe barang (apabila ada). Jenis kemasan barang. jam dan tanggal) mulai dan akhir pemeriksaan fisik serta kalau terdapat jeda waktu pemerikaan fisik karena kendala teknis seperti hujan atau sebab lainnya. yang meliputi : i. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. 6. h) Uraian jumlah dan jenis barang secara lengkap dan jelas. g) Jumlah. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. nomor petikemas/kemasan. 8. 9. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan keterangan dari instansi terkait. Laporan Hasil Pemeriksaan fisik (LHP) secara umum memuat isian beberapa unsur sebagai berikut : a) Nomor dan Tanggal PIB b) Tempat dan tanggal dilakukannya pemeriksan fisik c) nama importir atau kuasanya yang menyaksikan pemeriksan fisik.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. 4. | DTSS Teknik Pemeriksaan 70 . 10. jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. d) Waktu (menit. Memberikan catatan nomor PIB. nomor dan jenis kemasan barang impor yang diperiksa. iii.

iv. kondisi barang (baru atau bukan baru). | DTSS Teknik Pemeriksaan 71 . Dengan demikian peserta akan memperoleh pengetahuan yang lebih rinci berkaitan dengan alat-alat berat guna mereka melakukan pemeriksaan. water pump. yaitu fuel injection pump. vi. iii. pengambilan contoh barang dan/atau foto barang dan/atau dokumen tentang spesifikasi produk yang menyertai barang.1. 2. j) Kesimpulan tentang jumlah dan jenis barang yang diperiksa sesuai dengan perintah pemeriksaan sebagaimana dituangkan dalam istruksi pemeriksaan. turbocharger.) Penjelasan design dan pengenalan alat berat/komponen alat berat di lokasi pabrik Dalam kunjungan ke lokasi pabrik alat-alat berat akan dijelaskan mengenai rancangan macam-macam alat berat. ii. pemeriksaan fisik tidak dapat dilakukan berserta alasannya. alternator. pemeriksaan fisik merupakan hasil pemeriksaan bersama. Pejabat Pemeriksa barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik (LHP) kedalam sistem aplikasi pelayanan. power steering pump. Dalam hal Kantor Pelayanan telah menerapkan PDE Kepabeanan. oil pump. sehingga peserta akan dapat memperluas cakrawala pemahamannya mengenai teori-teori yang pada kegiatan belajar satu telah didapatkannya. pemeriksaan fisik memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. compressor. i) Keterangan tambahan dalam hal : i. Pengenalan akan di arahkan pada komponen-komponen seperti di bawah ini: 1. dll. v. v. k) Nama dan NIP Pejabat Pemeriksa Barang. starting motor.keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang dalam rangka pengklasifikasian dan peneletian nilai pabean. Komponen yang ada di Engine.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar iv. Komponen Engine yang terdiri dari : a. pemeriksaan fisik memerlukan keterangan dari instansi terkait.5. spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. Engine Assy (Assembly / komplit) b.

Hydraulic Winch b. Bucket d. Boom. Bucket. arm. Final Drive f. 3. Komponen Chasis terdiri dari : a. Cylinder Assy (Arm. Transmission b. dll) Dll 3. Beberapa alasan yang mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen. Axle e. misalkan Excavator sebelumnya berfungsi untuk mengeruk tanah menjadi pemecah batu. 2. maka harus dilakukan penggantian work equipment / attachment dari bucket menjadi hydraulic breaker. Fungsi dari alat berat tersebut berubah. Torque Converter c. Mis-operation (salah pengoperasian dari alat berat). Misalkan excavator seharusnya bekerjanya lebih banyak statis dipergunakan untuk banyak jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 72 . Log Clamp e. Hydraulic Pump i. Main Pump h. antara lain : 1. Coupling d. Mis-application (salah aplikasi dari alat berat). Komponen Work Equipment / Attachment terdiri dari : a. Misalkan bucket pada excavator dipergunakan untuk memecah batu yang besar maka dapat mengakibatkan kerusakan di bucket. sama halnya misapplication kejadiannya dikarenakan kecerobohan. Blade. Ripper Pada prinsipnya komponen di atas tidak dirancang untuk rusak dan mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen tersebut.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. boom dan cylinder. j. Hydraulic Breaker c. Travel Motor g. hal ini sering terjadi dikarenakan kecerobohan dari operator atau pimpinan lapangan.

terguling dari tebing. Accident (kecelakaan). Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. terbenam di lumpur.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (travelling). dll. Salah satu contoh kecerobohan yang terjadi tetapi berakibat fatal. Sebagai contoh. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 73 . Misalkan engine yang tersedia harus dilakukan modifikasi dengan memakai suku cadang dari engine yang rusak yaitu dengan cara mengganti housing flywheel. yang dapat dibagi ke dalam macam-macam alat sebagai berikut: a. 4. tetapi tidak perlu khawatir bahwa banyak mekanik yang dapat dan sering melakukannya. kejadian kecelakaan atas alat berat di Indonesia sudah menjadi sesuatu yang biasa karena keselamatan karyawan maupun alat berat bukan merupakan perhatian utama. Mis-maintenance (salah melakukan pemeliharaan dari alat berat). Kemudian dilakukan pengenalan pada bentuk fisik alat-alat berat. tidak sedikit kejadian engine block pecah terkena connecting rod. Diharapkan dengan penjelasan-penjelasan rancangan alat berat oleh pengelola pabrik kepada peserta. akan mengakibatkan terjadinya kehancuran gigi – gigi dari gear. dll. exhaust manifold. Kelihatannya sesuatu yang tidak masuk akal dan sesuatu yang keterlaluan. bukan hanya terjadi di lapangan saja tetapi workshop / bengkel. tetapi itulah kenyataan sebenarnya yang terjadi. Tidak jarang pula kebutuhan akan komponen tidak dipenuhi. Misalkan alat berat tertimpa pohon. maka dapat mengakibatkan kerusakan di final drive atau travel motor. Disinilah perlunya technical knowledge dalam melakukan modifikasi. maka pemahaman peserta akan semakin meningkat mengenai komponen-komponen alat berat. intake manifold. hal ini umumnya kecerobohan baik dari pihak mekanik maupun operator. 5. Contohnya apabila palu tertinggal di axle atau kunci tertinggal di final drive. namun komponen yang tersedia dapat dipergunakan dengan sedikit ataupun banyak modifikasi. atau mengubah dudukan engine mounting.

Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. beton. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. compactor. d. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan. dan aspal. c. dan clamshell. alat yang digunakan dapat berupa belt. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relative jauh. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar dengan menggunakan dozer. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material. pneumatic-tired roller. dragline. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. b. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. backhoe. dan lain-lain. Alat yang dapat mencampur material-material | DTSS Teknik Pemeriksaan 74 . Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. f. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. truck dan wagon. e. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan pembunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relative kecil. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. semen. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku.

Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Setelah peserta diperkenalkan dengan macam-macam alat berat.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. asphalt paver.2. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. dan alat pemadat. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader. batching plant. 2. b. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane.) Latihan 1) Apa tujuan dilakukannya pemeriksaan fisik barang untuk ekspor? Dan dimana saja dapat dilakukan pemeriksaan fisik barang ekspor? 2) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang ekspor? 3) Apa tujuan pemeriksaan fisik barang impor dan dimana saja tempat dilakukannya pemeriksaan fisik barang impor? 4) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang impor? 5) Bagaimana melakukan tahapan melakukan klasifikasi barang untuk keperluan pos tariff? | DTSS Teknik Pemeriksaan 75 . motor grader. g. selanjutnya peserta akan diperkenalkan macam-macam alat berat namun ditinjau dari sudut alat yang menggerakkannya. baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant. Alat-lat tersebut adalah: a.

) Rangkuman 1) Pemeriksaan fisik ekspor barang adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa. 2) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a. c. 7) Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan untuk memastikan bahwa pemberitahuan pabean. b. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa | DTSS Teknik Pemeriksaan 76 . atau tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. 6) Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko. dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan. diberitahukan dengan benar.3. d. atau berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. gudang Eksportir. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali. f. b. 4) Pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. dikenai Bea Keluar. e. 5) Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. Kawasan Pabean pelabuhan muat. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. akan diimpor kembali. mendapat fasilitas KITE. c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. 3) Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a.

Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer. c. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. 10) Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. atau (ii) dikenai Bea Keluar. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. c. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir. jenis barang. 8) Pemeriksaan fisik barang ekspor dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: (i) mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. | DTSS Teknik Pemeriksaan 77 . jumlah barang. b. dan pajak. 9) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. 11) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. cukai. spesifikasi teknis barang. b. dan d. Bea Keluar.

Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. jenis dan jumlah kemasan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 78 . Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. 17) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. f. b. nomor. merk.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar d. Total nilai FOB. c. merk. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : a. d. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. jenis dan jumlah kemasan. Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. ditandatangani Pemeriksa. pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. 12) Laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. e. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. g. spesifikasi teknis barang. Klasifikasi barang berdasarkan HS. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. nomor. jenis barang. jumlah barang. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. 15) Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. meliputi : a. 13) Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. 16) Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. b. 14) Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium.

b. menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar 22) Dalam hal PIB mendapat jalur merah. nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 18) Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). 20) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir. mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. 19) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di | DTSS Teknik Pemeriksaan 79 . menghitung kemasan yang di-stuffing. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). c. 23) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang. agar dapat digunakan untuk: a. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas. jenis. meneliti kemasan barang dan TPPBC. 21) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : d. b. e. e. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. d. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : a.

b. ukuran. Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. 25) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. merek. 26) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. 28) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. 27) Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. | DTSS Teknik Pemeriksaan 80 . (ii) Tempat Penimbunan Pabean (TPP). c. Pejabat Pemeriksa Barang : a. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. mencocokkan nomor. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. atau (iii) Tempat Penimbunan Berikat (TPB).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar tanggung oleh DJBC. memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: 29) Dalam hal barang impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. 24) Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : (i) Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. f. Pejabat Pemeriksa Barang: a. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Mencocokkan nomor. d. ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa.

ukuran. data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). c. Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : 30) Dalam hal barang impor dalam bentuk curah. b. d. diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. merk. mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan packing list yang telah dilegalisir oleh Pejabat Penerima Dokumen. Pada saat ini sistem pengklasifikasian barang di Indonesia didasarkan pada Harmonized | DTSS Teknik Pemeriksaan 81 . b. disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. 35) Langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk dapat mengklasifikasi suatu barang dengan benar: a. 33) Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. tipe. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai. 31) Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. e. b. Langkah pertama adalah melakukan identifikasi barang. Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. Pejabat Pemeriksa Barang : a. Langkah kedua yaitu melakukan klasifikasi barang. 34) Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. menghitung/mengukur jumlah atau volume barang. maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b.

yang meliputi : • • • b. kecuali… a. g. Jenis kemasan barang. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. uraian barang.) Tes Formatif 1) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor berikut. gudang perwakilan importir c.4. kecuali… a. c. merek dan tipe barang. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. f. Berikut adalah dasar penetapan eksportir tertentu. kecuali… | DTSS Teknik Pemeriksaan 82 . b. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. d. c. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. akan dikenai Bea Keluar. akan dikenai Bea Masuk. d. bekas. 3) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. scrap). keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. gudang Eksportir. misalnya : kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). kawasan pabean pelabuhan muat. b. akan diekspor kembali. akan diimpor kembali.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar System dan dituangkan dalam bentuk suatu daftar tarif yang dikenal dengan sebutan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). kondisi barang (baru. e. d. apabila ada. 36) Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : a. 2. 2) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor. spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang.

telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. 4) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. spesifikasi teknis barang. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. 6) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. spesifikasi teknis barang. c. cukai.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a. Kakanwil dimana wilayah eksportir berada Kepala kantor bea dan cukai dimana wilayah eksportir berada | DTSS Teknik Pemeriksaan 83 . nomor. 5) Berikut adalah isi laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. c. b. Total bea masuk d. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. jenis barang. jumlah barang. c. Bea Keluar. merk. b. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. kualitas barang. Mana pernyataan yang salah berikut ini… a. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan. jumlah barang. Berikut cakupan pemeriksaan fisik barang ekspor. d. petugas bea dan cukai memanggil eksportir yang bersangkutan untuk konfirmasi 7) Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh……… a. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. eksportir membuat pemberitahuan perubahan total nilai FOB. b. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang. jenis barang. d. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir. b. c. b. jenis dan jumlah kemasan. kecuali… a. dan pajak. d. pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. kecuali… a.

agar dapat digunakan untuk … a. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). d. c. kecuali…. Nomor segel. Mana pernyataan salah berikut ini……… a. c. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi ekspor. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). Nomor peti kemas Tanggal pengiriman Jenis peti kemas. c. 10) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. Direktur penyidikan 8) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. d. wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. d. b. Biaya yang timbul akibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. menghitung kemasan yang di-stuffing. b. 9) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. kecuali… a. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang.. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa | DTSS Teknik Pemeriksaan 84 . d. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. mencegah kesalahan pemberitahuan negara tujuan barang c. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. meneliti kebenaran stuffing meneliti kemasan barang meneliti TPPBC. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan hal-hal berikut ini. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara berikut. d. b. 11) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. Direktur verifikasi dan audit. a.

d. a. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli.. 12) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik barang dilakukan. 14) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. fotocopy invoice b. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: | DTSS Teknik Pemeriksaan 85 . d. c. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. mencocokkan nomor. kecuali… a. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. Tempat Penimbunan Pabean. Tempat Penimbunan Khusus. fotocopy invoice b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. melakukan pemeriksaan importir. ukuran. kecuali… a. c. Tempat Penimbunan Sementara b. 15) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). Tempat Penimbunan Berikat. d. 13) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. kecuali…. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. c. d. Pejabat Pemeriksa Barang : a. b. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. c.

Hitung persentase tingkat pemahaman (TP) anda pada kegiatan belajar 3 ini. disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruhan Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan untuk mengerjakan soal-soal test sumatif.5) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap materi modul ini. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 s 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 86 . maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 2. Selanjutnya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.

khususnya alat berat agar pemasukkan pajak Negara dari transaksi alat berat ini dapat berjalan secara optimal tanpa merugikan pihak-pihak pelaku perdagangan internasional terkait. silahkan mengkonsultasikannya kepada fasilitator atau waidyaiswara yang membawakan materi pelajaran Teknik Pemeriksaan Alat Berat ini. Apabila Anda masih membutuhkan penjelasan terhadap materi pelajaran dalam modul ini. Sebagai bagian dari institusi DJBC hendaknya Anda memiliki pemahaman yang tepat mengenai konsep pemeriksaan barang. serta dapat melakukan pemeriksaan secara baik. | DTSS Teknik Pemeriksaan 87 . Akhirnya semoga modul ini bermanfaat khususnya bagi peserta Diklat dan umumnya bagi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang mempelajari modul ini. Dengan demikian Anda dapat melakukan tindakan yang tepat dalam setiap pengambilan keputusan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PENUTUP Teknik pemeriksaan alat berat adalah suatu bidang kegiatan yang erat kaitannya dengan tugas-tugas pemeriksaan barang pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Tujuannya adalah agar Anda dapat mengerti mengenai konsep pemeriksaan barang dan bagaimana keterkaitannya dengan unit-unit terkait lainnya.

dozer c. shovel. Tingkat Pemahaman (TP) dapat Anda hitung sendiri menggunakan rumus yang telah disampaikan pada bagian sebelumnya. Alat Pengangkut Material d. dragline. Alat Pemindahan Material 5) 6) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. silahkan Anda kerjakan soal-soal latihan berikut. 1) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. Alat Penempatan Akhir Material c. Alat Pemadat d. Alat Pemadat 7) Concrete spreader termasuk kedalam alat. scraper d.. clamshell. a. c. a. backhoe b. Alat Pengolah Lahan 2) 3) 4) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 88 . a. Alat Pemadat. Alat dengan Penggerak c. b. a. Alat Pemroses Material c. excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. Loader c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar TES SUMATIF Sebagai tolok ukur pemahaman Anda terhadap modul Teknik Pemeriksaan Alat Berat. kecuali. compactor Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Alat Statis Material b. Alat Penempatan Akhir Material b. Alat Pemadat Alat Penggali c. pneumatic-tired roller b. Crane termasuk dikategorikan kedalam. scraper. a. a. b.. a. d. tamping roller d. Alat Penempatan Akhir d.

Alat dengan Penggerak dan Alat Statis b. Alat Statis dan Alat Pemadat c. Alat muat b. a. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 89 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. Alat muat d. alat bor d. asphalt mixing plant d. a. Alat Pemindahan Material Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. 8) Alat Pemroses Material d. 10) Bucket Whell Excavator termasuk kedalam alat. dozer. alat gusur alat gali muat Alat muat Alat angkut. clamshell c. a. alat gali-muat-angkut b. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan b. Nama dari alat tersebut adalah a. Loader d. d. Alat angkut c. alat gusur 12) Yang termasuk kedalam Alat Penempatan Akhir Material. alat perata 11) Backhoe termasuk kedalam alat a. Alat dengan Penggerak dan Alat Penempatan Akhir Material d. b. alat gali-muat-angkut c. concrete batch plant b. Alat Pemroses Material dan Alat Pemadat 9) Dump Truck termasuk kedalam alat. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas d. a. c. pneumatic-tired roller 14) Fungsi dari gambar no 13 adalah. untuk menggali tanah dan batuan c. b. a. concrete spreader c. pneumatic-tired roller 13) .

b. Untuk lantai disamping Kabin kemudi peletakan Filter Udara Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 20) Gambar dari front support. Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail d. b. a. a. a. a. c. c. Alat Penggali Alat Pengolah Lahan Alat Pengangkut Material Alat Pemindahan Material. d.. 16) Gambar dari suspensi belakang …. b. a. Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak c. 18) Fungsi dari Kompresor. Untuk sistem pendingin udara b. Bak penampung material angkut. d.. a. b. c. d. a. c.13. Penerus daya dari mesin ke garden (axle) 19) Fungsi dari Platform RH. 17) Gambar dari Pompa Injeksi BBM. d. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder b. d. c. 21) Vessel adalah … . | DTSS Teknik Pemeriksaan 90 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Termasuk kedalam alat apakah gambar no.

Boom d. .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan c. a. b. Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft 23) Gambar Arm. d. | DTSS Teknik Pemeriksaan 91 . c. d. a. Bucket . Pelindung rantai penggerak akhir roda b. Konstruksi penahan kabin. 22) Fungsi dari Tandem Case. c. c. d. Track Frame 25) Gambar Travel Motor. d. a. c. b. 24) Nama dari a. Main Frame b. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder. untuk peletakan Filter Udara.

B 9. B 14. B 11. D 2. B 6. A 9. B 10. 1 1. B 5. C 8. B 15. B 10. B 13. C 6. B 15. S 4. B KB.2 1. S 7. B 3. B 4. A 5. C Tes Sumatif 1 2 3 4 5 C B A D A 6 7 8 9 10 C C C A A 11 12 13 14 15 C D D A B 16 17 18 19 20 C B B D B 21 22 23 24 25 C B A B A | DTSS Teknik Pemeriksaan 92 . S 3.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kunci Jawaban Test Formatif KB. D 12. B 13. S 8. D 12. D 7. B 2. C 14. B 11.

perairan dan ruang udara di atasnya. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku UndangUndang ini. Daerah pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas berlumpur. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o. BTBMI singkatan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. terbatas dan kondisi jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 93 . Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai].Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISTILAH Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Wheel tractor Dozer [roda karet]. perairan dan ruang udara di atasnya. Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. Articulated Dump Truck. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku undangundang mengenai kepabeanan. Bea Keluar adalah pungutan negara berdasarkan undang-undang mengenai kepabeanan yang dikenakan terhadap barang ekspor. Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. Crawler loader adalah Loader dengan roda rantai. disingkat ADT. Down Scrapper Tractor adalah Scrapper yang ditarik Buldoser.

meratakan tanggul. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah. bandar udara. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. | DTSS Teknik Pemeriksaan 94 . pencampuran tanah. atau dipasang pada barang lain yang hasilnya terutama untuk tujuan ekspor. Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) adalah pemberian pembebasan dan/atau pengembalian Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai serta PPN dan PPnBM tidak dipungut atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. Kewajiban pabean adalah semua kegiatan di bidang kepabeanan yang wajib dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Kepabeanan . pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. Kantor pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari Daerah Pabean. Kepabeanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar. Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan undang-undang mengenai kepabeanan. Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam Daerah Pabean. Kawasan pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut. dirakit. Grader alat perata tanah yang berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis.

Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsifungsi utama alat.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas alat dengan Penggerak dan alat statis. atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor atau diserahkan ke Kawasan Berikat. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. Grader dan sejenisnya. PFPD merupakan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) | DTSS Teknik Pemeriksaan 95 . Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Pemberitahuan pabean adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Kepabeanan. menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam undang-undang mengenai kepabeanan. Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. menggali pondasi basement dan lain-lain. Pembebasan adalah pembebasan Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. Pemberitahuan Pabean Ekspor adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean di bidang ekspor. untuk menggusur bongkaran. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. dirakit.

adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Self Propelled Scrappers adalah Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri. | DTSS Teknik Pemeriksaan 96 . Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pos pengawasan pabean adalah tempat yang digunakan oleh pejabat bea dan cukai untuk melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang impor dan ekspor. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). meratakan atau menyebarkan material. TPS adalah Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. Skidder adalah untuk menarik batang kayu. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. TPB adalah Tempat Penimbunan Berikat TPP adalah Tempat Penimbunan Pabean (TPP).

memindahkan. digunakan untuk memuat. | DTSS Teknik Pemeriksaan 97 . Wheel Tractor Scrapper. Bowl dozer.Blade ).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Universal Blade ( U . Angling Blade (A – Blade). Light material U Blade ( U – Blade . disingkat WTS. Cushion Blade (C – Blade). material ringan) Wheel loader adalah loader dengan roda karet. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. Straight Blade (S – Blade).

PT. Departemen Pendidikan Nasional Surat Edaran Direktur Jenderal bead an Cukai Nomor SE-05/BC/2003 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksa Fisik Barang Impor Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21 Wedhanto. Makassar Rostiyanti. Analisis Produsktivitas Alat-alat Berat Proyek: Studi Kasus Proyek Pengembangan Bandar Udara Hasanuddin. Maros.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR PUSTAKA Modul Teknik Klasifikasi Barang. | DTSS Teknik Pemeriksaan 98 . Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga atas peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. 2008. Susy Fatena (2009). Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Rasyid. Budi Tri (2008). 2008 Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-07/BC/2007 tentang Pemeriksaan fisik barang impor. (2009). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Muhammad Rusli. Teknik Alat Berat untuk Sekolah menegah Kejuruan. Sonny. Tim Penyusun Modul Pusdiklat Bea dan Cukai. Jilid 1. Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis (Diktat Kuliah Untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang). Rineka Cipta Siswanto. Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi.

..... 5............................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar LAMPIRAN BERITA ACARA PEMERIKSAAN FISIK BARANG IMPOR Nomor : Tanggal: Terhadap impor barang dengan data sebagai berikut : 1........./200................. Tgl/waktu penunjukan pemeriksa: ......... NIP | DTSS Teknik Pemeriksaan 99 ................... 8.......................... ..................... waktu pemeriksaan : a) Jam/Tgl dimulai pengeluaran kemasan (stripping) : ................................. . * coret yang tidak perlu ** diisi bila berkaitan dengan TPS ..................................... Contoh barang a) jenis : b) jumlah : c) diminta kembali oleh importir/kuasanya : ya / tidak * 7........ lembar) 6....... ................. ............................................/......../200..................... Pengusaha TPS** ...../....................../200............................. d) Jam/Tgl selesai pemeriksaan barang : ............. ...... .........../............................................./............................. c) Jam/Tgl dimulai pemeriksaan barang : ... No/Tgl PIB : ............./200.....) e) Lain-lain : ..................................../... ...... Mengetahui: Importir/Kuasanya* Pejabat Pemeriksa Barang ...../200....... Foto : tidak / ya* ( .... Kendala pemeriksaan a) Importir/kuasanya tidak ada di tempat pemeriksaan: X b) Barang tidak berada di tempat pemeriksaan : X c) Buruh tidak siap : X d) Peralatan tidak tersedia : X (sebutkan: ......:....................................... Lokasi Pemeriksaan : 3................ ....... b) Jam/Tgl selesai pengeluaran kemasan (stripping) : ................ ................../2000................ ........ Keterangan : ....................../............... 2............... 4....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful