DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

| DTSS Teknik Pemeriksaan

i

....1...............4........1....2...................2.......... 2.............................) Persiapan Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Secara Umum .... 4........................................................................ 1......................... 3 8 10 17 25 47 47 50 52 1.............1.........................4.....3....................3...........................) Pengertian alat-alat berat....) Spesifikasi jenis alat berat..................) KEGIATAN BELAJAR 2 Pengertian.2............) Penjelasan design dan Pengenalan alat berat/komponen Alat Berat di Lokasi Pabrik....................................1................... dan Spesifikasi jenis alat berat 2..............) Uraian dan Contoh 1....................................1... Rangkuman ... | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 58 61 69 71 75 76 2........) 2..........................) 1....... 2............................................................................... 1..................................................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL PETA KONSEP MODUL A........................) Uraian dan Contoh.) 1..........................5.........................1...............................) ii ...... Klasifikasi........ Rangkuman .......4................................................ Standar Kompetensi................................... Fungsi..........................1..........................) 1................ KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR 1 Pengertian...... PENDAHULUAN 1..........1........ 2......................................... 1..............) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat .................................... Fungsi........................................ 3....... dan Spesifikasi jenis alat berat 1.2.........1.) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor...........1.........5.............. Latihan……………………………………………………………………........ Tes Formatif 1..................... Umpan Balik dan Tindak Lanjut .................... Kompetensi Dasar ...........3...1............... 53 2............................) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor................................... Prasyarat Kompetensi.........1......... 2................................ 2.. Klasifikasi.................................................. 1 1 2 2 B......................) Fungsi alat-alat berat ...................3.....1.... halaman i ii iv vi vii viii Deskripsi Singkat ..) Klasifikasi alat-alat berat ........... Latihan…………………………………………………………………….......

...........................................5........................................... 82 2.. DAFTAR PUSTAKA .................................................... 87 88 92 93 98 | DTSS Teknik Pemeriksaan iii ..................................4................................) Umpan Balik dan Tindak Lanjut .......................................... DAFTAR ISTILAH . KUNCI JAWABAN (TES FORMATIF DAN TES SUMATIF).........................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2......................... TES SUMATIF ……………………………………………………………………....................................) Tes Formatif 2 .. 86 PENUTUP………………………………………………………………………….................

.26.17...4..5.…………18 Skid Steer Loader ………………………………. 1. 1. 1..………….…..…….. 1.15.12. 1...11.20. 1.8.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1.3.. 1. 1.…… 27 | DTSS Teknik Pemeriksaan iv .22 Track Type Loader ………………………………….. 1. 25 Komponen Excavator ………………………………….23 Track Type Tractor …………………………………. 15 Crawlercrane …………………………………….…………………….. 17 Excavator Hidrolic ……………………………………………18 Motor Grader ……………………………………….……… 23 Wheel Loader ……………………………………………. 1.14.……… 24 Telehandler ……………………………………………. 1.24.13. 1... 1. 1... Dozer …………………………….. 1.19.25.………………………… 13 Loader ……………………………………. 1. 0 2 Wheel Tractor Scrapper …………………………………… 20 Articuled Dump Truck ……………………………………… 21 Off Highway Truck ……………………………………………22 Wheel Dozer ………………………………………………….…… 26 Operasional Unit Excavator …………………………. 1. 1 1 Backhoe …………………………..10..9. 1. 1. 12 Kendaraan Truck …………………. 16 Tower Crane ………………………………………………… 16 Alat Berat Kehutanan ……………………………………… 17 Backhoe Loader ……………………………………….7.6.…… 27 Skema Under Carriage ………………………………. 1.………… 19 Skidder …………………………………………….…………………… 13 Tandem Roller ……………………………………………….……… 15 Aspalt Paver ………………………………………………. 1..1. 1.. 1..21.…….18.. 14 Concrete Mixer Truck ……………………………….22. 1.………….23. 1..16.………………………….2.

1.… 35 | DTSS Teknik Pemeriksaan v . 1.28 Excavator (2) ………………………………………………… 29 Excavator (3) ………………………………………………… 29 Alat Pengangkut …………………………………………….29. 1. 1.. 1. 1.38.33.39.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1.30.……… 31 Universal Blade ……………………………………………… 32 Straight Blade ………………………………………. 1.36.34.28.……… 33 Angling Blade …………………………………………. 34 Bowldozer Blade ……………………………………….. 1.37.31.32.. 29 Operasional Unit Buldozer ………………………………… 30 Komponen Buldozer ……………………………….……. 1.…… 34 Light Material U Blade ……………………………………… 34 Melakukan Slot Dozing …………………………………. 1.. 33 Cushion Blade ………………………………………………. 1.27. 1..35. Excavator (1) ………………………………………………….

Perbandingan antara Crawel Tractor dan Wheel Tractor Dozer ………………………………………… 12 | DTSS Teknik Pemeriksaan vi .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR TABEL Tabel 1.1.

Cara mempelajari setiap kegiatan belajar adalah mengikuti tahap-tahap berikut ini: 1. Lihat apa yang menjadi target indikator dari kegiatan belajar tersebut. dengan cara membaca kembali ringkasan materi untuk mendapatkan hal-hal penting yang menjadi fokus perhatian pada kegiatan belajar ini. 8. 3. 7. maka kegiatan belajar dapat dilanjutkan pada kegiatan belajar berikutnya. Cocokkan hasil tes formatif dengan kunci jawaban tersebut. maka peserta diklat diharuskan mempelajari kembali kegiatan belajar tersebut agar selanjutnya dapat diperoleh angka minimal 80. Lihat kunci jawaban Tes Formatif dari kegiatan belajar tersebut yang terletak pada bagian akhir modul ini. 5. apabila ternyata hasil tes sumatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. Lakukan review materi secara umum. 4. apabila ternyata hasil Tes Formatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. 6. Lihat kunci jawaban Tes Sumatif yang terletak pada bagian akhir modul ini 9. namun apabila diperoleh angka di bawah 80. Kerjakan Tes Sumatif apabila semua Tes Formatif dari seluruh kegiatan belajar telah dilakukan. Pelajari materi yang menjadi isi dari setiap kegiatan belajar (dengan cara membaca materi minimal 3 kali membaca isi materi kegiatan belajar tersebut). Kerjakanlah Tes Formatif pada kegiatan belajar yang sedang dipelajari. Cocokkan hasil tes sumatif dengan kunci jawaban tes sumatif. maka peserta diklat diharapkan mempelajari modul ini secara urut mulai dari Kegiatan Belajar 1 sampai dengan Kegiatan Belajar 2. maka peserta diklat dapat dinyatakan lulus dari kegiatan belajar | DTSS Teknik Pemeriksaan vii . 2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Untuk dapat memahami modul ini secara benar.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

PETA KONSEP
ii Dalam mempelajari modul ini, agar lebih mudah dipahami maka disarankan kepada peserta diklat untuk mempelajari peta konsep modul. Dengan demikian pola pikir yang sistematik dalam mempelajari modul dapat terjaga secara berkesinambungan selama mempelajari modul.

KEGIATAN BELAJAR – 1

Pengertian, Klasifikasi, Fungsi, dan

KEGIATAN BELAJAR – 2

Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik

• • • •

Pemeriksaan fisik ekspor alat berat Pemeriksaan fisik impor alat berat Klasifikasi Barang Dalam Pemeriksaan Fisik Barang Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)

| DTSS Teknik Pemeriksaan

viii

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

A. PENDAHULUAN

1.

Deskripsi Singkat Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat disusun untuk digunakan oleh para Teknis Substantif Spesialis

secara khusus peserta Diklat

Pemeriksaan Barang (DTSS-Pemeriksaan Barang). Dalam kurikulum diklat dijelaskan bahwa mata

pelajaran Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat merupakan mata pelajaran pendukung dengan jumlah jam pelajaran (JP) sebanyak 14 JP. Pada kegiatan belajar 1, pokok bahasan yang diuraikan adalah pengertian dan fungsi alat berat, spesifikasi jenis alat berat, suku cadang alat berat dan dilanjutkan dengan kegiatan belajar 2 dalam bentuk kunjungan ke lokasi pabrik untuk membandingkan antara teori dan praktek 2. Prasyarat Kompetensi

Sebelum mempelajari modul ini peserta diklat harus telah memiliki kompetensi awal dan minimal kualifikasi sebagai berikut : a. Lulusan DTSS, DTSD Kepabeanan dan Cukai, dan Prodip I dan III Kepabeanan Bea dan Cukai b. Memiliki pangkat minimal Pengatur Muda Tk.I (Gol. II/b) dengan usia maksimal 50 Tahun c. d. e. f. g. Sehat jasmani dan Rohani Memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti Diklat Tidak sedang menjalani atau dalam proses penjatuhan hukuman disiplin Tidak sedang ditunjuk mengikuti Diklat lain Ditunjuk oleh sekretaris DJBC

| DTSS Teknik Pemeriksaan

1

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

3

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)

Standar Kompetensi : Setelah mempelajari materi modul ini peserta diharapkan mampu melaksanakan teknik pemeriksaan barang alat besar dengan baik dan benar 3. Kompetensi Dasar : Kompetensi dasar yang diharapkan kepada peserta setelah mempelajari modul ini, adalah sebagai berikut : a. b. c. 4. Peserta mampu menjelaskan mengenai pengertian dan fungsi alat berat; Peserta mampu menspesifikasikan jenis alat berat Peserta mampu mengidentifikasi suku cadang alat-alat berat. Relevansi Modul

Relevansi modul terhadap tugas pekerjaan yang akan dijalankan peserta diklat adalah materi modul ini memberikan wawasan dan sudut pandang mengenai teknik pemeriksaan barang alat berat sehingga akan semakin melengkapi pengetahuan dan kemampuan calon Pemeriksa Barang khususnya yang berkaitan dengan tugas pelayanan pemeriksaan barang alat berat.

| DTSS Teknik Pemeriksaan

2

Singapura. | DTSS Teknik Pemeriksaan 3 . Menurut BPS. Pada 2003.9 juta. baik volume (naik 48%) maupun nilainya (66%).1. Thailand. impor alat berat selama dua tahun terakhir paling banyak datang dari Jepang.) Uraian dan contoh Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Namun. Mengidentifikasi suku cadang alat berat 1. nilai impor alat berat tercatat US$167 juta. ekspor itu sebagian diduga merupakan re-ekspor. Menjelaskan klasifikasi jenis alat berat 3. Spesifikasi. Pada 2003. laju pertumbuhan impor alat berat Indonesia selama 2003–2008 cukup tinggi.3%.7 juta. KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR . terutama sejak pemerintah mengizinkan impor alat berat bekas (rekondisi). yaitu 27. Indonesia pun mengekspor alat berat. per Agustus 2008 sudah US$107.6 juta. menurut Indocommercial. nilai ekspor alat berat tercatat US$46. Jika dilihat dari negara asalnya. dan terus meningkat sehingga per Agustus 2008 sudah mencapai US$833.1 Pengertian. Amerika Serikat. Menjelaskan pengertian alat-alat berat 2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar B. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Di sisi lain. dan Suku Cadang Alat Berat Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti mata pelajaran ini peserta diharapkan dapat: 1. dan Cina. nilai ekspor alat berat Indonesia sepanjang 2003–2008 tumbuh cukup tinggi.

sektor perkebunan menyerap 24% (2. Ingersol Rand. dan kehutanan 8%. Produsen utama alat berat | DTSS Teknik Pemeriksaan 4 . United Tractors diperkirakan menguasai 45% pangsa pasar.230 unit. Kobelco.co. disusul PT Trakindo Utama (25%). Akan halnya peningkatan permintaan alat berat pada sektor konstruksi dipicu oleh dimulainya pembangunan proyek-proyek skala kecil di beberapa daerah. Sektor pertambangan masih paling banyak menyerap alat berat.320 unit). sektor ini menyerap 54% dari total penjualan alat berat atau setara dengan 5. Perusahaan alat berat rata-rata merupakan agen atau kepanjangan tangan dari prinsipalnya di luar negeri. seperti Sumatera dan Kalimantan. Produksi alat berat nasional menurun dari 5914 unit tahun 2008 menjadi hanya 1814 unit tahun 2009. mendongkrak kinerja pelaku bisnis alat berat. dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (http://www. sektor konstruksi 14%. seperti PT United Tractors Tbk. Adapun 10% sisanya diperebutkan oleh 24 perusahaan lainnya. Pada 2008 lalu. United Tractors dengan Komatsu. PT Intraco Penta dengan Volvo.html) Industri alat berat sempat mengalami pukulan yang hebat akibat krisis finansial global pada tahun 2009. Trakindo Utama dengan Caterpillar. khususnya batu bara. Sementara itu. Pada 2008.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Cerahnya bisnis pertambangan.datacon. Hexindo yang berafiliasi dengan Hitachi. dan pertumbuhan sektor kehutanan karena penambahan area HTI di sentra kehutanan. Bobcat. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Permintaan alat berat dari sektor pertanian/perkebunan juga cukup baik seiring perluasan lahan perkebunan kelapa sawit di beberapa wilayah. (20%). (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Industri alat berat pada tahun 2010 telah mampu kembali bangkit setelah terpuruk tahun 2009 yang lalu sebagai imbas krisis finansial dunia yang menyebabkan banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda dan sulitnya memperoleh pembiayaan untuk pembelian alat berat karena sektor keuangan saat itu sedang terkena imbas krisis finansial dunia sehingga kucuran kredit dari lembaga pembiayaan sulit didapat. Misalnya. serta PT Tatindo Hexaprima dengan Sumitomo.id/Alatberat-2010Excavator.

(http://www. Indonesia memiliki tiga produsen alat berat yang memproduksi excavator. bulldozers. Ada produsen lain yaitu | DTSS Teknik Pemeriksaan 5 .id/Alatberat-2010Excavator. motor grader 40%. Misalnya excavator yang type 320 C yang bersaing dengan Komatsu type PC-200 yang berkapasitas sekitar 20 ton. ban. Komatsu telah membangun fasilitas pengecoran yang kedua miliknya untuk memproduksi suku cadang yang berupa besi cor dengan kapasitas 1. buldozer dan motor grader untuk type yang paling banyak dipakai di Indoesia. PC 400-8 dan PC 130-8 pada bulan Maret 2010. memproduksi excavator.co. Tingkat kandungan dalam negeri industri alat berat pada tahun 2009 lalu berkisar antara 30% sampai 50%. baterai. monitor panel. Caterpillar Indonesia (Natra Raya) yang memproduksi merk Caterpillar. mesin. dan under carriage part sudah mampu dipasok industri penunjang dalam negeri. Motor Grader dan dump truck. Komatsu meluncurkan produk excavator terbaru yaitu excavator seri PC 200-8.html) Jenis produk dan type alat berat yang diproduksi oleh tiga produsen alat berat di Indonesia. dan forklift 40%. dan komponen hidrolis (hydrautic part).html) Impor bahan baku alat berat. PT Hitachi Construction Machinery dengan merk Hitachi.datacon. Ketiga perusahaan itu adalah PT Komatsu Indonesia yang memproduksi lat berat dengan merk Komatsu. Komatsu paling banyak jenis produksinya yang meliputi excavator. buldoser 45%.datacon. (http://www. motor graders dan dump trucks. Caterpillar dan Hitachi sempat mengalami penurunan penjualan.co. Dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin ketat.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di Indonesia yaitu Komatsu. PT Caterpillar Indonesia (dahulu PT Natra Raya) dengan merk Caterpillar.id/Alatberat-2010Excavator. Sedangkan komponen alat berat seperti cutting plate. selama ini berupa center bracket. Angka itu di targetkan meningkat pada tahun 2010 menjadi 50-60%. Local content untuk alat berat jenis ekskavator pada tahun lalu mencapai 50%. dump truck 30%. Buldozer.800 ton untuk meningkatkan local content dari ondustri alat beratnya di Indonesia.

PT Anggaputra Dhananjaya dan Hitachi Construction Machinery | DTSS Teknik Pemeriksaan 6 . namun kemudian kembali menjadi go private tahun 2006 setelah saham publik dibeli kembali oleh Komatsu Ltd termasuk membeli sebagian saham yang dimiliki oleh PT United Tractor sehingga saham UT tinggal 5%.2 ha terdiri dari 15. Bekasi. Bogor. Jakarta Utara.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PT United Tractors Pandu Engineering yang memproduksi forklift dengan merk Patria. PT Murinda Iron Steel. 15. Sejak itu Komatsu Indonesia berhasil meningkatkan local content-nya dan mulai mengekspor komponen alat berat ke Jepang untuk digunakan oleh Komatsu Ltd.390 m2 untuk fasilitas pabrikasi 11. Kapasitas prodksi Komatsu mencapai 3600 unit alat berat per tahun termasuk dump truck sebesar 240 unit per tahun. Semula perusahaan ini hanya mengerjakan perakitan alatb berat Kopmatsu yang komponennya diimpor dari Jepang. PT Caterpillar Indonesia sahamnya 80% dimiliki oleh Caterpillar dari amerika Serikat dan sisanya dimiliki oleh PT Marga Tiara Trakindo. PT Komatsu Indonesia berdiri tahun 1982 di Cakung. Agen tunggal Caterpillar di indonmesia adalah PT Trakindo Nusantara. Pada tahun 1995 PT Komatsu Indonesia menjadi perusahaan publik. Di lain pihak PT Hitachi Construction Machinery Indonesia (HCMI) yang berlokasi di Cibitung.800 m2 fasiltas foundry plant 1 dan 10. Komatsu Indonesia membangun fasilitas foundry untuk membuat komponen alat berat yang juga digunakan oleh pabrik Komatsu di seluruh dunia. Sementara itu PT Caterpillar Indonesia (PT Natra Raya) memproduksi alat berat merk Catgerpillar dirakit di Indonesia oleh PT Caterpillar Indonesia yang sebelumnya bernama PT Natra Raya yang berlokasi di Cileungsi. Itochu Corporation dari Jepang. adalah joint venture antara Hitachi Construction Machinery Co. Selanjutnya pada tahun 1991. Perusahaan ini memililik fasilitas produksi yang terintegrasi disatu tempat meliputi area seluas 18. Jawa Barat.000 m2 foundry plant 2 and 3. Kemudian pada tahun 1987 perusahaan mulai membangun fasilitas pembuatan komponen. Ltd of Japan .876 m2 untuk fasilitas perakitan.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

Singapore, Pte. Ltd. Dari Singapore. Perusahaan ini berdiri bulan ei 1991 dan beroperasi semenjak Oktober tahun yang sama. HCMI memproduksi excavator yang memiliki pasar yang besar di Indonesia. Sejak tahun 2000 permintaan terhadap excavator meningkat sehingga HCMI meningkatkan kapasitas produksi dari 700 unit/tahun menjadi 1000 unit pertahun. HCMI menginvestasikan US$ 10 juta untuk perluasan kapasitas tersebut. Pada tahun 2007 kapasitas produksi HCMI meningkat kembali menjadi 1200 unit/tahun. Akibat krisis finansial global yang terjadi pada tahun 2009 yang lalu maka industri alat berat mengalami pukulan yang cukup berat. Menurut data Himpunan Industri Alat-alat Berat Indonsia (Hinabi) sepanjang 2009 produksi alat-alat berat di Indonesia hanya mencapai 1.814 unit, atau turun 69% dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya sebanyak 5.914 unit.

(http://www.datacon.co.id/Alatberat-2010Excavator.html) Penjualan alat berat masih mengandalkan sektor pertambangan dengan kontribusi 70%, perkebunan dan kehutanan sekitar 10%, dan konstruksi 20%. Namun memasuki tahun 2010, industri alat berat mampu bangkit kembali sejalan dengan pemulihan ekonomi yang terjadi di Indonesia dan kenyataan bahwa ekonomi Indonesia mampu menghindari dampak buruk krisis finansial global dengan terus tumbuh perekonomiannya sekitar 4,5% tahun 2009 dan diperkirakan bisa mencapai 6% tahun 2010. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Penurunan produksi tahun 2009 terutama terjadi pada sektor kontruksi karena banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda pelaksanaanya. Sementara pembelian oleh sektor pertambangan dan perkebunan terhambat karena sulitnya pendanaan karena sektor keuangan sempat terganggu akibat krisis finansial. Sebenarnya sektor pertambangan terutama batubara tidak banyak terpengaruh oleh krisis finansial karena permintaan pasar batu bara tetap tinggi. Tahun 2010 ini, Hinabi memprediksikan produksi alat berat meningkat menjadi sekitar 4.000 - 5000 unit karena selama semester I tahun 2010 produksi

| DTSS Teknik Pemeriksaan

7

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

alat berat telah mencapai 2495 unit. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Namun, angka produksi sebesar itu, baru menyamai pencapaian produksi tahun 2007 sebanyak 4.785 unit. Sementara itu, realisasi 2008 yang tercatat tertinggi sepanjang masa sebesar 5.914 unit. Kemerosotan produksi pada tahun 2009 membuat tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) menurun tajam dari 90% pada 2008 menjadi 34% pada tahun 2009 dari total kapasitas terpasang 6.500 unit per tahun. Dengan kaspasitas terpasang yang sama, berarti utilisasi industri alat berat tahun 2010 akan naik ke kisaran 70%. (http://www.datacon.co.id/Alatberat-

2010Excavator.html) Beberapa jenis alat berat yang sudah dirakit di dalam negeri antara.lain excavator, bulldozer, motor grader, dump truck, serta forklift. Excavator masih mendominasi produksi alat berat di Indonesia. Selama semester I tahun 2010 dari produksi alat berat sebanyak 2495 unit, sebanyak 1324 unit atau 53% adalah produksi excavator. Baru disusul oleh buldozer sekitar 23 %. Produsen terbesar alat berat di Indoneswia adalah Komatsu. Pada tahun 2007 produksi Komatsu mencapai 2400 unit termasuk 1530 unit excavator.

1.1.1.) Pengertian Alat-alat berat Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Rostiyanti (2009) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. Alat berat yang umum dipakai dalam proyek kostruksi antara lain :

| DTSS Teknik Pemeriksaan

8

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

- dozer, - alat gali (excavator) seperti backhoe, front shovel, clamshell; - alat pengangkut seperti loader, truck dan conveyor belt; - alat pemadat tanah seperti roller dan compactor, dan lain lain. Sedangkan pengertian alat berat dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84,30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku, mutatis mutandis, untuk mesin mendorong diri dari pos ini, yang mencakup sebagai berikut:

a. Buldoser dan angledozers. Alat ini terdiri dari basis mendorong, dengan pisau
besar dipasang di depan, dan membentuk unit mekanik terpisahkan. Mereka digunakan, khususnya, untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan.

b. Grader dan Leveller. Alat ini adalah mesin yang dirancang untuk meratakan
bumi atau smoothing (pada permukaan datar atau bank) dengan cara grading sebuah pisau dapat diatur, biasanya dipasang di dasar roda.

c. Pencakar. Alat ini ini menggabungkan pisau bermata tajam yang dirancang
untuk mengiris lapisan tanah atas yang kemudian masuk ke tubuh scraper atau dibuang oleh konveyor. Perlu dicatat bahwa pos ini hanya mencakup pencakar di mana penggerak motor dan craper bentuk unit mekanik terpisahkan, misalnya, lagu-pencakar meletakkan di mana tubuh scraper menggabungkan terletak canggih di antara dua rel. Pos ini juga termasuk pencakar diartikulasikan yang terdiri dari unit penggerak motor (bahkan dengan hanya poros tunggal) dan sebuah scraper tepat dilengkapi dengan pisau tetap atau lampiran mobile dengan beberapa blades.

d. Mekanikal sekop yang menggali ke dalam tanah, di atas atau di bawah
tingkat mesin, dengan cara penggalian sebuah ember, mengambil, dan lainlain, dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator, tarik sekop, dll) atau, untuk meningkatkan jangkauan kerja, di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). Dalam jangka panjang excavator (draglines slackline), ember dioperasikan

| DTSS Teknik Pemeriksaan

9

transportasi dan pembuangan itu. i. untuk meratakan tanah atau rolling permukaan jalan). yang mampu diturunkan di bawah tingkat satu roda atau track. Multi-ember ekskavator di mana ember penggali dipasang pada rantai tanpa ujung atau di roda berputar. Alat ini adalah roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka ke dalam tubuh mesin. g. Mesin pemadat. Rostiyanti (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 10 . ketika dalam posisi horisontal. h. Hal ini dicapai dengan ember.2. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. dan mereka sudah terpasang pada roda. dll (tapi lihat ayat (a) pendahuluan Penjelasan Catatan untuk pos 84. Loader-transporter yang digunakan di pertambangan. Mesin ini sering menggabungkan konveyor untuk pemakaian tanah digali.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pada kabel berjalan di antara dua struktur bergerak mengatur jarak beberapa terpisah. Klasifikasi Fungsional Alat Berat Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Shovel loader. dll f. Model khusus dirancang untuk menggali atau membersihkan parit. Mesin giling jalan sebagaimana digunakan dalam pembangunan jalan atau pekerjaan umum lainnya (misalnya. Beberapa "sekop-loader" mampu menggali ke dalam tanah. digunakan dalam pembuatan jalan. 1. Mesin ini. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. untuk kemasan ballast rel-jalan.) Klasifikasi alat-alat berat Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. 1. saluran drainase. e.1.30 mengenai terpasang pada mesin kendaraan dari Bab 86). selokan untuk digunakan di-cor terbuka (open-pit) pertambangan.

com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html Buldoser dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer). Untuk pekerjaan di rawa digunakan jenis Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer.1 Dozer Sumber: http://www. tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah. | DTSS Teknik Pemeriksaan 11 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a. Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama.1. tergantung pada sumbu kendaraannya.senyawa. Buldoser digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Gambar. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader.

1. backhoe. jika digunakan pada tanah berbatu usia ban menjadi lebih pendek Dapat dibawa ke lokasi tanpa diangkut Jarak angkutnya bisa jauh Enak dikendarai Jalan proyek harus dipelihara Sumber: Wedhanto (2009) b.html c. alat yang digunakan dapat berupa belt. karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil. Gambar. karena jika berjalan di aspal dapat merusak aspal Memiliki jarak angkut yang pendek (maksumum 30 feet) Operator cepat lelah Jalan proyek tak perlu dipelihara Wheel Tractor Dozer Daya dorongnya lebih kecil tapi kecepatannya lebih besar Tak dapat digunakan pada tanah lumpur. truck dan wagon. 1. | DTSS Teknik Pemeriksaan 12 . Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. dan clamshell. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel.2 Backhoe Sumber: http://www. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tabel.senyawa.1 Perbandingan antara Crawler Tractor Dozer dan Wheel Tractor Dozer Crawler Tractor Dozer Punya daya dorong besar. dragline. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. terutama pada tanah lunak karena bidang geser besar Dapat digunakan pada tanah lumpur maupun berbatu tajam Untuk membawa ke lokasi harus diangkut.

Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.senyawa. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan.senyawa.1. pneumatictired roller. dan lain-lain. tanggul sungai dan sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin. Gambar. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.4 Loader Sumber: http://www.1. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. jalan raya. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material.html d.3 Kendaraan Truk Sumber: http://www.html e. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller. Pekerjaan pemadatan tanah dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan | DTSS Teknik Pemeriksaan 13 . compactor.

1. tapi ada juga yang harus ditarik traktor. Alat pemadat yang menggunakan penggetar (vibrator). klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah: • • • • • Berdasarkan cara geraknya. dan aspal. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas (Roller).5 Tandem Roller Sumber: http://www. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. Dilihat dari susunan roda gilasnya. ada yang terbuat dari baja (Steel Wheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic). roda dua (Tandem Roller).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 14 . Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. dan sebagainya. semen.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. agar tanah benar-benar mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah. Gambar. dan Three Axle Tandem Roller. ada yang bergerak sendiri. ada yang dengan roda tiga (Three Wheel). ada yang punya permukaan halus (plain).senyawa. bersegmen. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. beton. Dilihat dari bentuk permukaan roda. Berdasarkan bahan roda penggilasnya.html f. namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna. berbentuk grid. berbentuk kaki domba.

7 Asphalt Paver Sumber: http://www.html | DTSS Teknik Pemeriksaan 15 . motor grader. asphalt paver. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Concrete Mixer Truck Sumber: http://www.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.senyawa.html g. Gambar. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. 1. dan alat pemadat.senyawa. 1.6.

1.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.senyawa. Gambar. 1. Klasifikasi operasional Alat Berat Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. batching plant.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html b. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini.html | DTSS Teknik Pemeriksaan 16 .9 Tower Crane Sumber: http://www. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.senyawa. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant.8 Crawlercrane Sumber: http://www. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. Gambar. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane. a.

sebab crane ini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan. dan Road Builder. 1. karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi. crane kabel. crane putar.1. 1.) Fungsi alat berat Dirancang untuk melakukan berbagai aplikasi kehutanan dengan konfigurasi Log Loader. crane menara. Bagian depan dilengkapi dengan bucket dan berfungsi sebagaimana loader dan bagian belakang dilengkapi dengan perlengkapan yang sama dengan yang digunakan pada excavator Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Crane (alat pengangkat) jenisnya ada bermacam-macam: Crane gelegar. crane portal. dan mobil crane. Harvester/Processor. Gambar. 1.11 BACKHOE LOADER Sumber: Wedhanto (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 17 .10 Alat Berat Kehutanan Sumber: Wedhanto (2009) Backhoe Loader merupakan gabungan dari dua alat berat yang berbeda fungsinya. Beberapa jenis Crane banyak digunakan dalam proyek-proyek bangunan sipil yang berkaitan dengan pemindahan tanah adalah mobile crane. crane kolom putar.3.

13 MOTOR GRADER Sumber: Wedhanto (2009) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. dusamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain | DTSS Teknik Pemeriksaan 18 .12 EXCAVATOR HIDROLIC Sumber: Wedhanto (2009) Alat penggali sering juga disebut Excavator. 1. 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Excavator digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan seperti : • Excavating (menggali) • Loading (memuat material) • Lifting (mengangkat beban) • Hammering (menghancurkan batuan) • Drilling (mengebor). ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator). dan lain sebagainya Perbedaan mendasar antara Excavator dan Mass Excavator terdapat pada kapasitas implement yang digunakan Gambar.

Pembuatan parit (Crowning Ditching) Pemberaian butiran tanah (scarifying) Pada umumnya Grader digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan dan pemeliharaan jalan. • Grading. Dozing. Leveling. diantaranya : • Grading. Ditching • Scarifying • Side Sloping • Dozing • Ripping Gambar. • Digging. 1. • Clamping. pencampuran tanah. diantaranya : • Loading. Beberapa pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Grader antara lain adalah: • • • • • Perataan tanah (Spreading). akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. dapat digunakan untuk berbagai keperluan.14 Skid Steer Loader Sumber: Wedhanto (2009) Tergantung attachment (perlengkapan kerja)nya. disingkat SSL. meratakan tanggul. Skid Steer Loader. Pencampuran tanah maupun pencampuran material (Side cast/mixing).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar misalnya untuk penggusuran tanah. Pekerjaan tahap akhir (finishing) pada “pekerjaan tanah”. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. Spreading. | DTSS Teknik Pemeriksaan 19 . dan sebagainya.

Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri. 1.16 Wheel Tractor Scrapper Sumber: Wedhanto (2009) Wheel Tractor Scrapper.15 Skidder Sumber: Wedhanto (2009) Ada dua jenis Skidder yang digunakan yaitu : • Wheel Skidder • Track Skidder Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. 1. disingkat WTS. lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan. memindahkan. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging) Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. Scrapper mampu menggali/ mengupas permukaan tanah sampai | DTSS Teknik Pemeriksaan 20 . digunakan untuk memuat. kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan.

5 mm pula. Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban. Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada: (1) kedalaman tanah yang digali. Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan.17 Articulated Dump Truck Sumber: Wedhanto (2009) Articulated Dump Truck. baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar setebal + 2. Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). dan jarak angkut yang ekonomis kurang dari 67 m. Jika ditinjau dari penggeraknya. jika digunakan untuk mengangkut jarak yang sedang (+ 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck.5 mm atau menimbun suatu tempat sampai tebal minimum + 2. Gambar 1. disingkat ADT. | DTSS Teknik Pemeriksaan 21 . dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). dan (3) operator yang bekerja. (2) kondisi mesin. Produksi Self Propelled Scrappers dapat tinggi.

dimana kegunaanya hampir sama dengan dozer. | DTSS Teknik Pemeriksaan 22 . Wheel Dozer Sumber: Wedhanto (2009) Machine ini merupakan wheel loader yang dilengkapi dengan blade. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T Gambar.1-19.18 Off Highway Truck Sumber: Wedhanto (2009) Sama halnya dengan ADT.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar 1.

sama halnya dengan wheel loader.1. Grader dan sejenisnya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 23 . Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain.21. Gambar 1. menggusur tonggaktonggak kayu kecil. untuk menggusur bongkaran.20 Track Type Loader Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Loader digunakan untuk memuat material. Wheel Loader Sumber: Wedhanto (2009) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. menggali pondasi basement dan lain-lain. hanya saja menggunakan track dan kapasitasnya lebih kecil.

lebihlebih jika digunakan Wheel Loader. Kegunaan dari Wheel Loader adalah untuk memuat material ke dalam ADT atau OHT. tergantung dari attachment yang dipasangkan. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). bila dilengkapi dengan Winch | DTSS Teknik Pemeriksaan 24 . Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut. hal yang perlu diperhitungkan adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari loader itu sendiri. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. bisa juga digunakan untuk aplikasi lainnya (tergantung dari attachment yang digunakan) seperti : WHA (Waste Handling Arrangement) Integrated Toolcarrier. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. 1.22 Track Type Tractor Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. meratakan atau menyebarkan material. Pada wheel loader kecil dan menengah. Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). bila dilengkapi dengan Ripper • Skidding.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. Forklift dan sebagainya. sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan. yaitu : • Ripping. Disamping itu ada kegunaan lainnya yang bisa dilakukan oleh machine ini. Gambar.

Back Hoe.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. dan Clam shell. Bagian bawah Excavator ada yang menggunakan roda rantai (Crawler truck) ada yang dipasang di atas truck (mounted truck).1.) Spesifikasi Jenis Alat Berat Dalam prakteknya petugas bea dan cukai juga perlu mengetahui spesifikasi dari alat-alat berat yang ada. Bagian-bagian tambahan yang penting diketahui adalah: Crane. Shovel. Hal ini dimaksudkan agar memperoleh ketepatan dalam menentukan HS dan tariffnya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 25 . Dragline. 1. Misalnya bisa digunakan sebagai forklift dengan daya jangkau yang lebih jauh.4. 1. Excavator Bagian-bagian utama dari Excavator antara lain: • • • Bagian atas yang dapat berputar (Revolving unit) Bagian bawah untuk berpindah tempat (Travelling unit) Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan.23 Telehandler Sumber: Wedhanto (2009) Penggunaan Telehandler tergantung dari attachment yang dipasangkan pada machine tersebut.1.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.1.24 Komponen Excavator Gambar..1.26 Komponen Excavator 7 inc TFT liquid Crystal display Kabin Hydraulic control valve Bucket Radiator dan Oil Cooler Under carriage Engine Main Pump Sumber: Hinabi Unit Operasional Excavator • • Operasional kerja menggunakan sistem hidrolik Pergerakan arm bucket dan perputaran body kabin (swing) dapat dikontrol melalui dua tuas utama yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • Travelling dikontrol oleh dua tuas yang dilengkapi dengan dua pedal didepan sheat operator • Penyetelan operasi mesin ( RPM) dapat melalui display panel di depan sheat operator | DTSS Teknik Pemeriksaan 26 .

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.1. swing dan travel : 439 Lt/ menit : dua lever ( tuas ) yang dilengkapi pedal : 5.2 M 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 27 .5 – 1. arm. bucket.1.5 Km/ jam : 0.26 Ske ma Unde r Carriag e Car r ie r Ro lle r F in al d riv e Id le r T r ac k s h o e T r ack Ro lle r Sp ro c ke t Sumber: Hinabi Spesifikasi Excavator Komatsu tipe PC 200 (contoh) • • • • • • • • Model Engine Horse power Rated RPM Main pump Max oil flow Steering control Max travel speed Kapasitas Bucket : komatsu SAA6D107E-1 : 110 Kw 148 HP (net) : 2000 rpm : untuk Boom.25 Operasional Unit Excavator Tuas penggerak bucket dan swing (putaran) Display panel control Tuas penggerak roda Tuas penggerak arm (hidrolik) Gambar.

bucket Pembagian Excavator : • Alat kendali attachment – – • Roda – – Roda Rantai Roda Karet Gambar.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Tanki solar Oli mesin Final drive Swing drive Oli hidrolik Greasing : 400 lt (full tanki) : 23 lt : 3. arm. swing.6 lt : 135 lt : Under carriage.27 Excavator Hydraulic Controlled Cable Controlled Sumber: hinabi Jenis-jenis attachment yang dapat digabungkan : • • • Back Hoe Power Shovel Dragline | DTSS Teknik Pemeriksaan 28 .3 lt tiap sisi : 6.

1. Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan.28 Excavator Gambar. ripper dll ).29 Excavator Sumber: Hinabi Gambar.30 Alat Pengangkut Sumber: Hinabi 2.1. Bisa memanfaatkan bebannya sendiri untuk mendorong (menyeret) sesuatu yang sangat berat.1. Alat utama berupa blade dan ripper. | DTSS Teknik Pemeriksaan 29 . yang ditambahkan dengan dozer tambahan (blade.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar • • Clamshell Loader Gambar. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o Memiliki gigi track shoe yang lebih panjang dibanding excavator untuk memperkuat cengkraman ke tanah. Buldozer Pada dasarnya merupakan traktor sebagai penggerak utama .

1.benda berat Menggaruk material ( stock pile) di quarry Pertambangan Perkebunan : – – – – Land Clearing/ replanting Pembuatan jalan Pembuatan teras kontur Pembuatan tapak bangunan Operasional Kerja • Operasional unit dikendalikan oleh tuas control yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • • Travelling control dikendalikan oleh tuas sebelah kiri sheat operator Blade control dikendalikan oleh tuas yang ada disebelah kanan sheat operator Gambar.31 Operasional Unit Bulldozer Panel control Pedal gas Travel control joystick Blade control joystick Sumber: Hinabi Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 30 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Penggunaan Umum • • • • • Pembuatan rintis jalan Mendorong dan menarik benda .

32 Psi Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Bahan bakar Oil mesin Oil final drive Oil transmisi Oil hidrolik Grease : 514 lt (full tanki) : 28 lt : 27 lt : 48 lt : 55 lt : untuk under carriage dan nipple Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Spesifiakasi Bulldozer Komatsu D65 (contoh) • • • • • Model enggine Jumlah Silinder Tenaga Rated RPM Undercarriage – – – – – Jumlah Track Roller : 8 Un tiap sisi Jumlah Shoe Lebar shoe : 45 Un tiap sisi : 915 mm : komatsu SAA6D114E-3 : 6 Cyl : Net 153 KW 205 HP : 1950 RPM Ground contact area : 60115 cm 2 Ground pressure area: 29.8 Kpa atau 4.32 Komponen Buldozer Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 31 . 1.

Crawler tractor Dozer [ roda rantai ] b. Blade ini digunakan untuk pembuangan kesamping. Bulldozer dapat dibedakan : a. b. Swamp Bulldozer [ untuk daerah rawa ] 2.Blade ) Universal Blade (U-Blade). Gambar. paling cocok untuk segala jenis lapangan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. Universal Blade ( U . c. karena kehilangan muatan relatif kecil dalam jarak yang sangat jauh. Angling Blade ( A – Blade ) Angling blade (A-blade) : dibuat sedemikian rupa agar dapat berposisi lurus maupun menyudut. Wheel tractor Dozer [ roda karet ] c. Manuver lebih mudah dan dapat menghandel material dengan mudah. cable controlled b. pembukaan jalan (pionering road). Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan: a. Jenis blade ini digunakan untuk reklamasi tanah dan penyediaan tanah. blade ini merupakan modifikasi dari U-blade. Straight Blade ( S – Blade ) Straigt blade (S-Blade). Blade ini memungkinkan bulldozer membawa muatan lebih banyak. Berdasarkan alat geraknya / mounted. Berdasarkan blade / pisau a.33 Universal Blade Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 32 . hydraulic controlled 3..1.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Straight Blade Sumber: Hinabi Gambar. Selain untuk mendorong muatan juga dipakai untuk perawatan jalan b.35 Angling Blade Sumber: Hinabi 4. material ringan ) | DTSS Teknik Pemeriksaan 33 . Light material U Blade ( U – Blade . Cushion Blade ( C – Blade ) Blade ini dilengkapi dengan rubber cushion/bantalan karet untuk meredam tumbukan. c.1. dalam hal ini memungkinkan karena blade dilengkapi dinding-dinding besi. Bowl dozer Blade dibentuk sedemikian rupa untuk membawa/mendorong material untuk jumlah kehilangan yang sesedikit mungkin dalam jarak yang cukup jauh.1.34. Berdasarkan blade / pisau a.

dengan : a. Operasi Bulldozer : Pengoperasian bulldozer dapat dilakukan .1.15b.37 Bowldozer Blade Sumber: Hinabi Gambar.36 Cushion Blade Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.1. Side by side dozing atau blade to bladedozing 20 % | DTSS Teknik Pemeriksaan 34 . Slot Dozing menaikkan prod.. 20% menaikkan prod. Bowl Blade Sumber: Hinabi Gambar.38 Light Material U Blade Sumber: Hinabi 4.1.

Down Hill Slot Dozing f. Stripping ( pengelupasan top soil ) c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Scrapper Pembagian Scrapper berdasarkan : • Mesin penggerak – – • Type – – • – – • Roda Semi trailler Full trailler Hydraulic Controlled Cable Controlled Scraper bermesin tunggal Scraper bermesin ganda Alat kendali | DTSS Teknik Pemeriksaan 35 .41 Melakukan Slot Dozing Sumber: Hinabi Bulldozer digunakan untuk : a. Meratakan timbunan tanah h. Membuka jalan kerja & penggususran ( 100 m ) g. Side Hill cut d. Dozing Rock e.1. Land Clearing b. dll 3.

Waktu tidak tetap waktu untuk berjalan menuju tempat membuang dan kembali mengambil muatan Komponen-komponen Alat Berat Berdasarkan ketentuan umum mengenai klasifikasi bagian (lihat Penjelasan Umum Catatan untuk Bagian XVI). tanah yang dimuat ini dalam kondisi loose. mempercepat gerakan pindah gigi. ada 2 hal yang harus diperhatikan adalah: 1. memutar balik. dll. mengelupaskan lapisan tanah permukaan yang jelek Meratakan kontur sekeliling bangunan Menggali saluran Menggali dan mengurug badan jalan Jarak angkut 100 m . Waktu tetap waktu yang dibutuhkan untuk muat . bekerja alat (pisau.31. bagian dari mesin dari pos ini. dan untuk menghitung cycle time-nya.1000 m merupan jarak ekonomis untuk scraper . ember. membuang muatan. Produksi scraper dinyatakan dalam jumlah tanah yang dapat dipindahkan tiap jamnya. tidak hanya mencakup pos tetap atau mesin stasioner. Kapasitas scraper ditentukan oleh volume material yang dimuat dalam bowl [m3]. yang dilengkapi atau tidak dilengkapi dengan booming dan pneumatik atau hidrolik silinder. mempersiapkan utnuk mengambil muatan 2.04 jika mereka sudah terpasang pada kereta atau truk. Produksi Scraper : 1. diklasifikasikan dalam pos 84. | DTSS Teknik Pemeriksaan 36 . mesin diklasifikasikan dalam pos 86. cocok untuk pemasangan langsung untuk dasar mendorong. secara khusus. atau dari jenis yang cocok untuk kopling ke dalam kereta berjalan pada jaringan kereta api apapun. atau yang tidak bergerak otomatis. Penggalian. dll). Pengecualian dalam hal ini adalah mesin yang dipasang di kendaraan yang tepat untuk Bab 86. 2. Secara umum. tetapi juga pada mesin mobile.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar – – Roda Rantai Roda Karet Fungsi Scraper : • • • • • Stripping top soil.

9190 5 6. dan lain-lain. HS No. Propeller Shaft Penerus daya dari mesin ke gardan (axle) HS No.04.21. Contoh Komponen-komponennya 1.80.25 sampai dengan 84.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Railroad pemberat mesin penggali-screening sering dipasang di gerobak atau truk sesuai dengan kondisi ini.30. Gerak sendiri kendaraan untuk pelayanan dan pemeliharaan kereta api rel terdapat dalam pos 86.8708. 8414.50. Untuk lantai disamping Kabin kemudi. Di sisi lain.1900 3 4.0000) 1 2. Kompresor Untuk sistem pendingin udara HS No.1400 2 3.80. tetap diklasifikasikan dalam pos ini. Pompa Hidrolik Relief Pressure 20.6 Mpa Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak 6 | DTSS Teknik Pemeriksaan 37 . 7326.8412.49. Silinder Penggerak Bak Silinder penggerak dengan sumber daya oli hidrolik HS No. penggalian. Pos 84. 8708.9000 4 5. Platform untuk Deck Komponen pelat dengan proses stamping dipermukaannya. mesin yang dipasang di truk atau platform yang tidak memenuhi spesifikasi dari rollingstock kereta api.90.0000 (8431.31 merupakan bagian yang cocok untuk digunakan semata-mata atau terutama dengan mesin dari pos 84. Suspensi Belakang Suspensi dengan isi Oli Hidrolik & Gas Nitrogen HS No.

Platform RH Platfrom untuk peletakan Filter Udara 10. Vessel Bak penampung material angkut | DTSS Teknik Pemeriksaan 38 . Operator Seat Dilengkapi dengan sabuk pengaman 2 titik 9. Front Support Konstruksi penahan kabin 12.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 7. Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 11. Pompa Injeksi BBM Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail 7 8.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponenkomponen Buldozer 1 1 Komponenkomponen Excavator Komponenkomponen Dump Truck 1 Komponenkomponen Motor Grader 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 Komponen-komponen Utama (Impor) | DTSS Teknik Pemeriksaan 39 .

8431.49. Engine Tipe Diesel dg Turbocharger Daya: 135 HP (nett) HS No.8431.49. HS No.9000 2 3.9000 4. Pompa Hidrolik Pompa hidrolik tandem tipe gear pump.8431.9000 7 8.8431.21.9000 HS 6 7. Rear Axle Axle dengan penggerak No. Drive Shaft 3 Untuk meneruskan daya dari mesin ke penggerak akhir. Transmisi Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft.49. HS No.9000 4 5.8431. Pompa Injeksi BBM Pompa injeksi langsung Hs No.5090 5 6.8412.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1.8431.9000 8 akhir Sprocket. Silinder Hidrolik Penggerak alat kerja (attachment) No.9000 1 2.90.Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak.8408. Kabin Kabin operator dengan Tuas kendali hidrolik HS No.49.0000 (8431.49.49. HS No. Hs | DTSS Teknik Pemeriksaan 40 .49.

Hydraulic Cylinder Penggerak dengan tekanan oli hidrolik HS 8431.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 41 . Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli sistem hidrolik silinder 10 11.00-24-10PR 11 12. Tire Ban performa offroad dengan ukuran 3.49. Front Counter weight Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan 9 10.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 9. Tandem case 12 Komponen-komponen Utama (Impor) 1.

9000 2 3. Engine Mesin dengan bahan bakar solar HS No. Track Link / Shoe Plate Rantai penggerak pengganti ban HS 8431.49. 8408. Teeth & Adapter Komponen yang berfungsi sebagai pengurai material yang akan diangkat HS No.9000 7 8.9000 3 4.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Control Valve Komponen pengontrol aliran oli hidrolik yang menggerakkan Silinder dan Travel Motor HS . Cabin Parts Kabin operator HS 8431.49.90. 8431. Travel Motor Motor penggerak track link HS 8431. 8431.9000 5 6.49. Upper Roller & Lower Roller Platform dari rantai HS 8431.9000 Note: imported on un-assemble condition 6 7.1010 4 5.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 42 .49.49.49.

Main Frame Rangka atas sebagai platform mesin. kabin dan komponen lainnya 12 13. Case & Frame HS 8431.49. Boom Bagian dari mekanisme penggerak Arm 10 11. Bucket komponen pengeruk material 13 Komponen-komponen Utama (Impor) 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 8 9. Arm Bagian dari mekanisme penggerak bucket 11 12.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 43 . Track Frame Rangka bawah sebagai platform dari rantai penggerak dan motor penggerak 9 10.

90.49.5090 2 3.9000 2 Roller HS 8431.9000 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 44 .49. Engine HS 8408.49.9000 3 Komponen-komponen Utama (Impor) Track HS 8431.49.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Radiator HS 8431.9000 1 Track Roller Frame HS 8431.

20.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) Rear Axle 8431.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 45 .000 1 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.90.20.20.9000 R ADIATOR Radiator 7318.16.000 2 Front Axle 8431.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) 1 Rear Axle 8431.90.000 2 Front Axle 8431.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 46 .9000 R ADIATOR Radiator 7318.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.000 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.20.20.20.16.

Mesin giling | DTSS Teknik Pemeriksaan 47 .) Rangkuman 1) Pertumbuhan industri spare part alat berat nasional pada tahun 2010 diproyeksikan mengalami peningkatan hingga 100 persen menjadi 4. terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. 4) Pengertian alat berat dalam BTBMI adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84. Shovel loader.) Latihan Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini. Loader-transporter.3. sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat.2. untuk mesin mendorong diri dari pos ini. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek.30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku. Grader dan Leveller. peningkatan produksi tersebut belum mampu melewati produksi pada 2008 yang mencapai 5. seperti perkebunan dan pertambangan. Pencakar. Mekanikal sekop. Mesin pemadat. Peningkatan produksi ini didukung oleh bergairahnya beberapa sektor ekonomi. 3) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya. 1) 2) 3) Jelaskan mengapa Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek! Jelaskan apa itu Buldozer dan Excavator! Mengapa daya saing suatu negara menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan kemajuan perdagangan ? Jelaskan ! 4) 5) Jelaskan alat berat berdasarkan fungsinya ! Jelaskan klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya! 1. 2) Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan.700 unit. Multi-ember ekskavator. Saudara diminta untuk me-review kembali pemahaman Saudara dengan cara menjawab soal-soal latihan berikut.400 unit. yang mencakup sebagai berikut: Buldoser dan angledozers. Namun demikian.914 unit dan 2007 yang mencapai 4. mutatis mutandis.

a. Alat Statis 8) Alat penggali sering juga disebut Excavator. Alat Pemindahan Material e. 10) Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. Alat Pengolah Lahan b. ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator). disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. meratakan tanggul. Alat Pemroses Material g. Alat Penggali c. a. Alat dengan Penggerak b. Alat Penempatan Akhir Material 7) Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. Alat Pengangkut Material d. klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. pencampuran tanah. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 5) Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. Alat Pemadat f. 9) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. | DTSS Teknik Pemeriksaan 48 . 6) Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat.

dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). disingkat ADT. digunakan untuk memuat. meratakan atau menyebarkan material. | DTSS Teknik Pemeriksaan 49 . 13) Jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. 16) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai].Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 11) Wheel Tractor Scrapper. memindahkan. 15) Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. 17) Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). 19) Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. Wheel tractor Dozer [roda karet]. 14) Articulated Dump Truck. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. 18) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. untuk menggusur bongkaran. menggali pondasi basement dan lain-lain. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o 20) Berdasarkan alat geraknya/mounted. disingkat WTS. Grader dan sejenisnya. 12) Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer.

Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. Straight Blade (S – Blade). Pencakar d.. b. sering lagu-bertelur. khususnya. dan lain-lain. a. untuk meningkatkan jangkauan kerja. b. 22) Berdasarkan blade/pisau. Backhoe | DTSS Teknik Pemeriksaan 50 . ambil. dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator. a. Light material U Blade ( U – Blade . pencakar d. Pemadat mesin 5) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. Mekanikal sekop 3) Roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin. di atas atau di bawah tingkat mesin. transportasi dan pembuangan itu. di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). Bowl dozer. dan membentuk unit mekanik terpisahkan. Grader dan Leveller Buldoser dan angledozers c. Dozer c. Mekanikal sekop Mesin yang menggali ke dalam tanah. dll) atau. a.) Tes Formatif 1 1) Mesin yang terdiri dari basis mendorong. a. Loader-transporter d. Grader dan Leveller b. Angling Blade (A – Blade). digunakan di pertambangan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 21) Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. material ringan) 1. tarik sekop. Pemadat mesin 4) Fungsi utama yang menangani dan tidak transportasi. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka intothe tubuh mesin. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan…. Loader-transporter d. untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. a. Mereka digunakan. dozer dibedakan menjadi: Universal Blade (U Blade).4. Cushion Blade (C – Blade). dengan cara penggalian sebuah ember. Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. dengan pisau besar dipasang di depan. b. buldoser dan angledozers 2) c..

a. Alat Penempatan Akhir Material d. 14) Di bawah ini adalah macam-macam jenis Bulldozer berdasarkan alat geraknya. kecuali. Alat Statis b. Alat Pemindahan Material 10) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. Kapasitas terbatas dan jalan berlumpur Kapasitas terbatas dan jalan berlobang-lobang Kapasitas menengah dan jalan berlumpur Kapasitas menengah dan jalan berlobang-lobang 20o 25o c. Compactor 9) Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. a. b. Alat Pemadat 11) Concrete spreader termasuk kedalam alat. b. Clamshell 7) Crane termasuk dikategorikan kedalam. Excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. Dragline. 45o 13) Angle Bulldozer dapat bergerak serong pada sudut … a. b. Scraper D. Alat Pengolah Lahan 8) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. b. Pneumatic-tired roller d. d.. Alat dengan Penggerak c. a. Shovel.. 6) Scraper d. b. 30o d. Crawler Wheel c. merupakan c. c. b. Loader Tamping roller c. d. Trowel | DTSS Teknik Pemeriksaan 51 . Alat Pengangkut Material d. Alat Pemadat d. a. b. b. Alat Pemadat. c. a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. Alat Pemadat Alat Penggali c. Alat Pemindahan Material alat yang digunakan untuk 12) Articulated memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. a. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material Dump Truck. kecuali… a. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material c. Swamp d. a.

20T – 100T 40T – 360T c. b.5. 40T – 100T d. Hitunglah persentase tingkat pemahaman (TP) anda... apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan pada kegiatan belajar 2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Off Highway Truck dapat digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas mulai dari.) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap kegiatan belajar 1. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 52 . 100T – 360T 1. maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 1 ini. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruha n Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %. a. disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan. Selanjutnya.

b. gudang Eksportir. Kawasan Pabean pelabuhan muat. c. atau | DTSS Teknik Pemeriksaan 53 .2 Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti kegiatan belajar ini peserta diharapkan dapat melakukan pemeriksaan fisik alat berat dan dapat membandingkan antara teori dan praktek tentang alat berat. d.27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. e. berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. mendapat fasilitas KITE. Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a.) Uraian dan contoh Pemeriksaan fisik adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa.1. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar KEGIATAN BELAJAR . atau f. dikenai Bea Keluar. 2. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali. akan diimpor kembali. Untuk pemeriksaan barang ekspor didasarkan pada Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P. Pada pasal 10 dinyatakan bahwa pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a.

Sedangkan pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan.04/2007 tentang Pemeriksaan Pabean di Bidang Impor. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan. yang diberitahukan dokumen pabean diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer. 139/PMK. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh | DTSS Teknik Pemeriksaan 54 . atau b. Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan. mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. memastikan dan bahwa pemberitahuan pelengkap pabean.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: a. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan dengan untuk benar. Terhadap barang impor dilakukan pemeriksaan pabean berdasarkan pemberitahuan pabean yang disampaikan oleh importir. Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. Kegiatan pemeriksaan ini mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. dikenai Bea Keluar.

cukai. b.) Persiapan pemeriksaan alat berat/komponen alat berat secara umum Untuk keperluan kepustakaan maka seharusnya pemeriksa alat berat memiliki: 1. dan d. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau terdapat bukti permulaan yang cukup telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan yang dilakukan oleh Eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importer yang mendapat status dipersamakan dengan importer jalur prioritas. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). Pemeriksa barang hendaknya memperhatikan barang apa yang akan diperiksa dan menghubungkannya dengan pos-pos pada BTBMI. Buku pengetahuan barang. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan.1.1. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. 2. Bea Keluar. c. Hasil pemeriksaan agar mengacu ke BTBMI sehingga pemeriksaan dapat digunakan secara efektif oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen. Terhadap eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importir lain yang mendapat status yang dipersamakan dengan importir jalur prioritas diperlakukan sebagai Eksportir tertentu. | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 . 2. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. dan pajak. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar eksportir yang merangkap sebagai importir dengan kategori low risk dapat tidak dilakukan pemeriksaan fisik.

berfungsi sebagai alat penerangan apabila barang tidak dikeluarkan dari kontainer. Perlengkapan dimaksud yaitu: 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pemeriksa barang perlu melengkapi diri dengan literatur yang berkaitan dengan identifikasi barang 3. misalnya untuk melihat plate. Pemeriksa barang haruslah kreatif dalam menggali sumber informasi tentang barang dalam hal ini alat berat yang akan diperiksa. 2. 6. 7. atau barang/kemasan tertentu dalam kontainer. diperlukan apabila menghadapi barang yang perlu penanganan khusus. Cutter / pisau saku.google. Kalkulator. 5. Alat pengukur (meteran. Senter kecil. Menggali informasi lain dari situs internet. berfungsi untuk membuka karton / pengemas barang (sebagai cadangan apabila pengurus/buruh tidak membawa cutter). berfungsi untuk melakukan penghitungan jumlah barang atau konversi satuan barang. 3. Tas kecil (untuk menyimpan peralatan kerja selama proses pemeriksaan) Untuk melakukan identifikasi alat berat dalam rangka pemeriksaan dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : | DTSS Teknik Pemeriksaan 56 . macrometer dan sejenisnya) berfungsi untuk mengukur panjang barang / carton / kemasan. Situs yang diddapat dari search engine seperti www. Kacamata / sarung tangan / Topi / Helm pengaman (bila perlu). Alat tulis kantor berupa: • • Spidol (permanent marker) untuk menandai barang Ballpoint untuk menulis Laporan Hasil Pemeriksaan 4.com juga sangat membantu pemeriksa barang dalam melakukan pengayaan informasi tentang barang yang akan diperiksa Selain yang bersifat soft skill maka pemeriksa barang juga harus melengkapi dirinya dengan hard skill atau hard tools.

leaflet. Nama barang b. Perhatikan bentuk fisik barang: Ketahui mesin diimpor dalam keadaan baru atau bekas: Salah satunya dengan melihat apakah terdapat ceceran atau rembesan oli yang keluar dari seal mesin. biasanya tidak dimasukkan kedalam kontainer. manual books atau sejenisnya. lihat gambar di bawah ini. 3. manual books atau sejenisnya 5. Name plate dibuat dari selembar logam yang ditempel pada body mesin yang bersangkutan. Perhatikan brosur. (silencer) tidak terdapat jelaga yang berlebihan. Negara asal d. Memperhatikan gambar yang tertera di masing-masing penjelasan identifikasi pengertian alat berat untuk mengenali dan membedakan macam alat berat. tergantung dari ukuran krat/mesin yang bersangkutan. alat yang ukurannya besar. Krat/crate yang berisi lepasan-lepasan alat berat pengangkutannya dapat dimasukkan kedalam kontainer atau tidak. leaflet dan manual books maka posisi name plate pasti melekat pada fisik barang tersebut. leaflet. Perhatikan pengemas. 2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. Juga diperhatikan apakah terdapat pengecatan ulang (recolour) untuk mengelabui petugas sehingga tidak bias dibedakan antara yang baru dengan bekas. Merk c. Informasi Name plate bisa jadi lebih berharga di banding dengan brosur. Pabrik pembuat | DTSS Teknik Pemeriksaan 57 . Temukan/cari name plate barang bersangkutan Berbeda dengan brosur. Salah satu tanda-tanda mesin dalam keadaan baru atau bekas dapat dilihat dari konsdisi pengemas barang. Informasi di name plate menggambarkan informasi sebagai berikut: a. Pengemas yang dimaksud yaitu mesin dimasukkan kedalam kemasan terbuat dari kayu (semacam krat) dan dibungkus plastik rapi. Setelah pengemas dibuka maka pada mesin dalam keadaan baru akan ditemukan adanya brosur. melebihi ukuran kontainer yang ada. Pada knalpot 4.

jumlah barang.2. Kemampuan menuai/menebah (untuk mesin tebah) padi per satuan waktu iii. name plate dengan fisik barang yang bersangkutan. Pemeriksaan fisik barang yang mendapat kemudahan ekspor yang akan dikonsolidasi dapat dilakukan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir atau di tempat konsolidasi barang ekspor. spesifikasi teknis barang. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. jenis barang. Kemampuan hisap serta kemampuan melontarkan air (untuk pompa air). b. Konsumsi bahan bakar yang dipergunakan per satuan waktu 6. nomor. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. c. merk. | DTSS Teknik Pemeriksaan 58 . Spesifikasi barang bersangkutan (voltage/watt/ampere/RPM/PK/Horse Power) i.1. Jika terdapat kecocokan antara ketiganya maka dapat dikatakan bahwa pengimporan barang impoir tersebut sesuai dengan pemberitahuan yang disampaikan importir 2. jenis dan jumlah kemasan. Perhatikan antara brosur.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar e. Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. d. atau kemampuan menghisap atau mengisi udara (untuk pompa udara atau kompresor) ii.

sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. ditandatangani Pemeriksa. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : • • eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. | DTSS Teknik Pemeriksaan 59 . pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada.

Mencantumkan nama Pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan dan menetapkan tingkat pemeriksaan pada PPB. Menerbitkan Surat Tugas. c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. Mekanisme Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor 1. Eksportir mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya sesuai contoh sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IV Peraturan Direktur Jenderal ini (P30/BC/2009 tentang perubahan kedua atas peraturan Dirjen Bea dan Cukai nomor P-40/BC/2008 tentang tata laksana kepabeanan di bidang ekspor). Surat Tugas. nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM. b. iv. jenis. NPPD. iii. Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. ii. Formulir PM. Pemasukan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean dilakukan dengan menggunakan PEB. Menyerahkan kepada Pemeriksa : a. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : • • meneliti kemasan barang dan TPPBC. PPB. | DTSS Teknik Pemeriksaan 60 . Untuk dapat memasukkan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1). menghitung kemasan yang di-stuffing. Menerima PPB dan PEB melalui faksimili atau melalui sarana komunikasi lainnya dari Kantor Pemuatan. dan setelah mendapat izin dari Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya dan telah mendapat keterangan tertulis dari surveyor tentang telah selesainya pemeriksaan atas barang ekspor yang akan dimasukkan ke Kawasan Pabean. Pejabat di Kantor Pemeriksaan i. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar v. Formulir PM. Mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada bagian belakang PEB dan menandatangani PM. Pemeriksa : i. Menerima dari Pemeriksa PPB dan menatausahakannya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 61 . c. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. ii. 2. iv. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. Surat Tugas. Melakukan pemeriksaan fisik barang sesuai instruksi pemeriksaan yang tercantum pada PPB.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor Ketentuan impor barang modal bukan-baru (bekas) diperpanjang masa berlakunya menyusul diterbitkannya Permendag Nomor 63/M- DAG/PER/12/2009. b. PEB yang telah berisi hasil pemeriksaan fisik barang.3. v. vii. Invoice dan packing list. Menerima dari Pejabat Kantor Pemeriksaan : a. 2. b.1. Permendag ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2010 dan merupakan perpanjangan dari ketentuan sebelumnya yaitu Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/12/2008 tanggal 24 Desember 2008. c. Meneliti pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. PPB. Menyerahkan kepada eksportir/kuasanya : a. Menyerahkan PPB kepada Pejabat Kantor Pemeriksaan. Invoice dan Packing list. PPB. Menerima dari eksportir/kuasanya : • • • • PEB yang telah mendapat Nomor Pendaftaran dan telah ditandatangani serta dibubuhi cap perusahaan. vi. iii.

maka yang berlaku adalah tarif bea masuk dalam BTBMI. terdapat ketentuan bahwa atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alatalat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 99/KMK. apabila pada saat pengimporannya tidak memenuhi ketentuan tentang jumlah. Perusahaan yang melanggar ketentuan yang berlaku akan dikenakan sanksi. Atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar diberikan keringanan bea masuk sehingga tarif akhir bea masuknya menjadi 5 % (lima persen). Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah | DTSS Teknik Pemeriksaan 62 . spesifikasi barang yang tercantum dalam daftar barang. yaitu pencabutan Angka Pengenal Importir (API) dan/atau pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. jenis. Perusahaan rekondisi/remanufakturing. Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk. Berkaitan dengan impor alat berat. Dalam hal tarif bea masuk yang tercantum dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) 5 % (lima persen) atau kurang. 2. dipungut bea masuk dan pungutan impor lainnya dan tidak dikenakan denda. selain mengimpor untuk kebutuhan di dalam negeri juga dapat mengekspor hasil proses rekondisi/remanufakturingnya dan memenuhi pesanan pemakai langsung.05/2000 tanggal 31 Maret 2000 oleh industri alat-alat besar diberikan fasilitas keringanan bea masuk dengan ketentuan sebagai berikut : 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kebijakan memperpanjang masa berlaku Ketentuan Impor Barang Modal Bukan Baru ditujukan untuk mengimbangi daya beli sektor industri di tanah air yang masih lemah akibat belum kondusifnya perekonomian Indonesia.

mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. b. menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar Untuk mempermudah pemahaman peserta akan pekerjaan pemeriksaan fisik yang dilakukannya dan bagaimana keterkaitannya dengan bagian lain. c. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). Penyalahgunaan bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar akan mengakibatkan batalnya fasilitas bea masuk yang diberikan. sehingga apabila diperiksa oleh satu orang Pejabat Pemeriksa Barang membutuhkan waktu yang cukup lama. sehingga bea masuk yang terhutang harus dibayar dan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 100 % (seratus persen) dari kekurangan bea masuk.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk hanya dapat digunakan untuk kepentingan industri yang bersangkutan. Pejabat Pemeriksa Dokumen dapat menunjuk Pejabat Pemeriksa Barang lebih dari satu orang. Pemeriksaan fisik Barang untuk setiap PIB dilakukan oleh 1 (satu) orang Pejabat Pemeriksa Barang yang ditunjuk secara langsung melalui Sistem Aplikasi atau oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen. mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. dan menghambat kecepatan penyelesaian suatu importasi. d. maka di bawah ini digambarkan bagan alur pemeriksaan barang. e. dalam hal jumlah dan atau jenis barang yang akan diperiksa mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. | DTSS Teknik Pemeriksaan 63 . agar dapat digunakan untuk: a.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 64 . PIB Jalur Hijau Penetapan Jalur Jalur Merah SPPB Berkas PIB Pendok PFPD INP / DNP 7 Hr Penetapan Keberatan Hi Co Scan SPJM Pendok Periksa Fisik LHP PFPD BPIB INP/DNP 7 Hr Penetapan SPPB SPKPBM SSPCP/Jaminan Sumber: Modul Pemeriksaan Dokumen Dengan Komputer SPPB SPJM NIK : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang : Surat Pemberitahuan Jalur Merah : Nomor Identitas Kepabeanan Dalam hal PIB mendapat jalur merah. Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir.1 Bagan Alur Penetapan Tarif Impor dan Posisi Pekerjaan Pemeriksaan Barang PIB Tidak masuk analyzing point dan payment verification /jalur prioritas Download P I B Mandatory check/ Content Check Tidak masuk payment verification Payment Verification Di sini pekerjaan pemeriksaan fisik barang Analyzing Point Nomor Pendaft. Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang.2. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB.

importir atau kuasanya mendapat pemberitahuan pemeriksaan fisik dari pejabat bea dan cukai atau dari sistem komputer pelayanan.atau c. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. c. Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : a. b. Tempat Penimbunan Berikat (TPB). Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang. atau peti kemas yang akan diperiksa serta menyaksikan pemeriksaan tersebut. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. membuka setiap bungkusan. Pemeriksaan fisik barang impor dilakukan oleh pejabat pemeriksa fisik berdasarkan instruksi pemeriksaan yang diterbitkan oleh pejabat bea dan cukai atau system komputer pelayanan. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. b. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. Tempat Penimbunan Pabean (TPP). | DTSS Teknik Pemeriksaan 65 . Dalam hal dilakukan pemeriksaan fisik. kemasan. Importir atau kuasanya wajib menyiapkan dan menyerahkan barang impor untuk diperiksa. pejabat bea dan cukai dapat meminta bantuan pihak lain yang memiliki pengetahuan teknis tersebut. Kewajiban tersebut harus dilaksanakan paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pemberitahuan pemeriksaan fisik. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. Apabila dalam pemeriksaan fisik barang impor dibutuhkan pengetahuan teknis tertentu.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : a.

Tingkat Pemeriksaan 10 (sepuluh) %. Barang impor yang tidak diberitahukan. Pejabat Pemeriksa Barang : 1) mencocokkan nomor.atau b. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Mekanisme Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat Impor a. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang | DTSS Teknik Pemeriksaan 66 . adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. Tingkat Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat : a. maka pejabat pemeriksa dokumen menyerahkan pemberitahuan pabean beserta dokumen pelengkap pabeannya tersebut kepada pejabat bea dan cukai yang bertanggung jawab dibidang pengawasan untuk dilakukan penyelidikan. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. ukuran. Alat berat/komponen alat berat impor yang diangkut dalam petikemas (container). c. Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dalam hal berdasarkan pemeriksaan pabean terdapat : a. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: i. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. b. Barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor. Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. 2) 3) 4) memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa.

pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang akan diperiksa. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). Pejabat Pemeriksa Barang: 1) Mencocokkan nomor. kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. b. | DTSS Teknik Pemeriksaan 67 . 2) Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : a) Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). (4) Terhadap jenis barang yang memerlukan penanganan khusus (diangkut dengan reefer container) pemeriksaan dapat dilakukan di gudang/tempat penimbunan milik importir. ii. (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang. Alat berat/komponen alat berat impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan barang impor yang akan diperiksa. Dalam hal jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. merek. (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa.

e. 3) memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. 4) dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai. disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). f. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. 5) dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. ukuran. b) Apabila jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. tipe. diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. 2) merk. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). | DTSS Teknik Pemeriksaan 68 . Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa.

3.4. 2. b) merek dan tipe barang. f. kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Menyerahkan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat bersama dengan lembar ke-1 Berita Acara Pengambilan Contoh Barang kepada staf Seksi Kepabeanan dan Cukai bersama-sama dengan packing list dan LHP. c. h. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. Menyerahkan lembar ke-2 Berita Acara Pengambilan Contoh alat berat/komponen alat berat kepada importir atau kuasanya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 69 . scrap).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tata Kerja Pengambilan Contoh dan/atau Foto Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Alat Berat/Komponen Alat Berat: a. c) spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. Menunjuk kemasan dimana barang contoh dan foto alat berat/komponen alat berat harus diambil. Memperhatikan dan memastikan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat yang diajukan sudah memenuhi syarat dan kualifikasi untuk dapat digunakan dalam penetapan klasifikasi dan penetapan nilai pabean. e. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. Memberikan paraf dan mencantumkan tanggal pemeriksaan pada contoh barang. Menerima contoh dan foto alat berat/komponen alat berat dari importir atau kuasanya. yang meliputi : a) uraian barang.1.) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : 1. b. apabila ada. bekas. Meminta kepada importir atau kuasanya untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor. i. kondisi barang (baru. Mengisi dan menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor g. misalnya : 2. d. Memberitahu importir atau kuasanya tentang pengambilan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat.

5. yang meliputi : i. Jenis kemasan barang. uraian barang. 4. e) Tingkat pemeriksaan. 10. termasuk perubahan tingkat pemeriksaan menjadi 100% beserta alasannya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. 6. Dalam hal hasil pemeriksaan merupakan hasil pemeriksaan bersama. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. jam dan tanggal) mulai dan akhir pemeriksaan fisik serta kalau terdapat jeda waktu pemerikaan fisik karena kendala teknis seperti hujan atau sebab lainnya. 8. merk dan tipe barang (apabila ada). Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. g) Jumlah. d) Waktu (menit. 7. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. nomor petikemas/kemasan. 9. f) Nomor dan ukuran petikemas (container) yang diperiksa dalam hal barang dimuat dalam petikemas (container). sesuai dengan penyebutan umum barang bersangkutan. nomor dan jenis kemasan barang impor yang diperiksa. jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. Memberikan catatan nomor PIB. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. Laporan Hasil Pemeriksaan fisik (LHP) secara umum memuat isian beberapa unsur sebagai berikut : a) Nomor dan Tanggal PIB b) Tempat dan tanggal dilakukannya pemeriksan fisik c) nama importir atau kuasanya yang menyaksikan pemeriksan fisik. ii. h) Uraian jumlah dan jenis barang secara lengkap dan jelas. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan keterangan dari instansi terkait. iii. | DTSS Teknik Pemeriksaan 70 . tanggal pemeriksaan dan mencantumkan nama dan NIP serta membubuhkan tanda tangan pada contoh barang dan atau foto barang.

yaitu fuel injection pump. 2. Komponen Engine yang terdiri dari : a. Engine Assy (Assembly / komplit) b. kondisi barang (baru atau bukan baru). Dengan demikian peserta akan memperoleh pengetahuan yang lebih rinci berkaitan dengan alat-alat berat guna mereka melakukan pemeriksaan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar iv. ii. dll. alternator. power steering pump. compressor.) Penjelasan design dan pengenalan alat berat/komponen alat berat di lokasi pabrik Dalam kunjungan ke lokasi pabrik alat-alat berat akan dijelaskan mengenai rancangan macam-macam alat berat. iv. starting motor. turbocharger.1. pemeriksaan fisik memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. Dalam hal Kantor Pelayanan telah menerapkan PDE Kepabeanan.keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang dalam rangka pengklasifikasian dan peneletian nilai pabean. Komponen yang ada di Engine. v. k) Nama dan NIP Pejabat Pemeriksa Barang.5. Pejabat Pemeriksa barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik (LHP) kedalam sistem aplikasi pelayanan. water pump. pengambilan contoh barang dan/atau foto barang dan/atau dokumen tentang spesifikasi produk yang menyertai barang. v. spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. sehingga peserta akan dapat memperluas cakrawala pemahamannya mengenai teori-teori yang pada kegiatan belajar satu telah didapatkannya. pemeriksaan fisik merupakan hasil pemeriksaan bersama. oil pump. iii. i) Keterangan tambahan dalam hal : i. j) Kesimpulan tentang jumlah dan jenis barang yang diperiksa sesuai dengan perintah pemeriksaan sebagaimana dituangkan dalam istruksi pemeriksaan. vi. pemeriksaan fisik memerlukan keterangan dari instansi terkait. | DTSS Teknik Pemeriksaan 71 . pemeriksaan fisik tidak dapat dilakukan berserta alasannya. Pengenalan akan di arahkan pada komponen-komponen seperti di bawah ini: 1.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Mis-operation (salah pengoperasian dari alat berat). Blade. Ripper Pada prinsipnya komponen di atas tidak dirancang untuk rusak dan mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen tersebut. sama halnya misapplication kejadiannya dikarenakan kecerobohan. dll) Dll 3. Hydraulic Winch b. 3. maka harus dilakukan penggantian work equipment / attachment dari bucket menjadi hydraulic breaker. Misalkan excavator seharusnya bekerjanya lebih banyak statis dipergunakan untuk banyak jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 72 . Torque Converter c. j. Hydraulic Breaker c. boom dan cylinder. Axle e. Final Drive f. Travel Motor g. Hydraulic Pump i. Coupling d. Fungsi dari alat berat tersebut berubah. Boom. Log Clamp e. Cylinder Assy (Arm. antara lain : 1. 2. arm. Komponen Chasis terdiri dari : a. Bucket d. Beberapa alasan yang mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen. hal ini sering terjadi dikarenakan kecerobohan dari operator atau pimpinan lapangan. Bucket. Komponen Work Equipment / Attachment terdiri dari : a. misalkan Excavator sebelumnya berfungsi untuk mengeruk tanah menjadi pemecah batu. Main Pump h. Mis-application (salah aplikasi dari alat berat). Misalkan bucket pada excavator dipergunakan untuk memecah batu yang besar maka dapat mengakibatkan kerusakan di bucket. Transmission b.

Tidak jarang pula kebutuhan akan komponen tidak dipenuhi. Diharapkan dengan penjelasan-penjelasan rancangan alat berat oleh pengelola pabrik kepada peserta. Kelihatannya sesuatu yang tidak masuk akal dan sesuatu yang keterlaluan. tetapi tidak perlu khawatir bahwa banyak mekanik yang dapat dan sering melakukannya. Misalkan engine yang tersedia harus dilakukan modifikasi dengan memakai suku cadang dari engine yang rusak yaitu dengan cara mengganti housing flywheel. Mis-maintenance (salah melakukan pemeliharaan dari alat berat). yang dapat dibagi ke dalam macam-macam alat sebagai berikut: a. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 73 . tetapi itulah kenyataan sebenarnya yang terjadi. intake manifold. namun komponen yang tersedia dapat dipergunakan dengan sedikit ataupun banyak modifikasi. Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Accident (kecelakaan). Contohnya apabila palu tertinggal di axle atau kunci tertinggal di final drive. dll.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (travelling). hal ini umumnya kecerobohan baik dari pihak mekanik maupun operator. atau mengubah dudukan engine mounting. 5. Kemudian dilakukan pengenalan pada bentuk fisik alat-alat berat. dll. 4. tidak sedikit kejadian engine block pecah terkena connecting rod. bukan hanya terjadi di lapangan saja tetapi workshop / bengkel. Salah satu contoh kecerobohan yang terjadi tetapi berakibat fatal. terguling dari tebing. Disinilah perlunya technical knowledge dalam melakukan modifikasi. exhaust manifold. maka dapat mengakibatkan kerusakan di final drive atau travel motor. Sebagai contoh. terbenam di lumpur. maka pemahaman peserta akan semakin meningkat mengenai komponen-komponen alat berat. kejadian kecelakaan atas alat berat di Indonesia sudah menjadi sesuatu yang biasa karena keselamatan karyawan maupun alat berat bukan merupakan perhatian utama. akan mengakibatkan terjadinya kehancuran gigi – gigi dari gear. Misalkan alat berat tertimpa pohon.

Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. backhoe. beton. dan clamshell. b. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan pembunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. truck dan wagon. Alat yang dapat mencampur material-material | DTSS Teknik Pemeriksaan 74 . Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material. compactor. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. pneumatic-tired roller. f. dan aspal.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar dengan menggunakan dozer. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relative jauh. c. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. alat yang digunakan dapat berupa belt. semen. e. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relative kecil. dragline. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. dan lain-lain. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. d. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck.

asphalt paver.2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane. Setelah peserta diperkenalkan dengan macam-macam alat berat. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader.) Latihan 1) Apa tujuan dilakukannya pemeriksaan fisik barang untuk ekspor? Dan dimana saja dapat dilakukan pemeriksaan fisik barang ekspor? 2) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang ekspor? 3) Apa tujuan pemeriksaan fisik barang impor dan dimana saja tempat dilakukannya pemeriksaan fisik barang impor? 4) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang impor? 5) Bagaimana melakukan tahapan melakukan klasifikasi barang untuk keperluan pos tariff? | DTSS Teknik Pemeriksaan 75 . baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. motor grader. dan alat pemadat. 2. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. selanjutnya peserta akan diperkenalkan macam-macam alat berat namun ditinjau dari sudut alat yang menggerakkannya. g. b. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. batching plant. Alat-lat tersebut adalah: a.

pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali. dikenai Bea Keluar. 2) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a. 4) Pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. e. 3) Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan untuk memastikan bahwa pemberitahuan pabean. 5) Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. 6) Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko. diberitahukan dengan benar. akan diimpor kembali. gudang Eksportir. f. d. c. atau berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. b.) Rangkuman 1) Pemeriksaan fisik ekspor barang adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. 7) Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan. Kawasan Pabean pelabuhan muat. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa | DTSS Teknik Pemeriksaan 76 . atau tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. b. mendapat fasilitas KITE. c.3.

b. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. jumlah barang. 10) Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. dan pajak. Bea Keluar. 9) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. b. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. c. Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. 11) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. c. cukai. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. dan d. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. spesifikasi teknis barang. atau (ii) dikenai Bea Keluar. 8) Pemeriksaan fisik barang ekspor dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: (i) mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer. jenis barang. | DTSS Teknik Pemeriksaan 77 . tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan.

13) Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. 15) Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. jenis barang. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. c. spesifikasi teknis barang. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. jumlah barang. 17) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. d. pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. 14) Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. merk. 16) Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. meliputi : a. ditandatangani Pemeriksa. Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. jenis dan jumlah kemasan. Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. merk. b. e. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. nomor. Total nilai FOB. b. | DTSS Teknik Pemeriksaan 78 . nomor. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. jenis dan jumlah kemasan. Klasifikasi barang berdasarkan HS. g. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. f. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : a. 12) Laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar d.

menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar 22) Dalam hal PIB mendapat jalur merah. d. 19) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir. nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM. c. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di | DTSS Teknik Pemeriksaan 79 . jenis. 23) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. b. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : a. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : d. maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 18) Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. e. agar dapat digunakan untuk: a. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). b. maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. menghitung kemasan yang di-stuffing. 21) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. 20) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. e. meneliti kemasan barang dan TPPBC. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas.

Mencocokkan nomor. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. mencocokkan nomor. merek. 24) Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : (i) Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. b. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. f. Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang. (ii) Tempat Penimbunan Pabean (TPP). ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. d. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: 29) Dalam hal barang impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar tanggung oleh DJBC. c. Pejabat Pemeriksa Barang : a. | DTSS Teknik Pemeriksaan 80 . mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. ukuran. 28) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). 26) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. atau (iii) Tempat Penimbunan Berikat (TPB). adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. 27) Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. 25) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. Pejabat Pemeriksa Barang: a.

diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. e. 35) Langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk dapat mengklasifikasi suatu barang dengan benar: a. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. b. jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan packing list yang telah dilegalisir oleh Pejabat Penerima Dokumen. Langkah pertama adalah melakukan identifikasi barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. merk. Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. Pejabat Pemeriksa Barang : a. dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). b. ukuran. 34) Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. 33) Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. tipe. d. Pada saat ini sistem pengklasifikasian barang di Indonesia didasarkan pada Harmonized | DTSS Teknik Pemeriksaan 81 . pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). c. 31) Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai. Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : 30) Dalam hal barang impor dalam bentuk curah. b. memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. Langkah kedua yaitu melakukan klasifikasi barang. disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. menghitung/mengukur jumlah atau volume barang.

Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. b. c. d. kecuali… a. d. misalnya : kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). apabila ada. Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. d. akan diekspor kembali. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan.4. b. f. kecuali… a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar System dan dituangkan dalam bentuk suatu daftar tarif yang dikenal dengan sebutan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). kawasan pabean pelabuhan muat. kondisi barang (baru. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. akan dikenai Bea Masuk. akan diimpor kembali. 2) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor. yang meliputi : • • • b. bekas. kecuali… | DTSS Teknik Pemeriksaan 82 . Jenis kemasan barang. 2. 36) Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : a. c. Berikut adalah dasar penetapan eksportir tertentu. uraian barang. scrap). g. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. gudang perwakilan importir c. spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang.) Tes Formatif 1) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor berikut. 3) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. e. akan dikenai Bea Keluar. merek dan tipe barang. keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. gudang Eksportir.

jenis dan jumlah kemasan. Berikut cakupan pemeriksaan fisik barang ekspor. Kakanwil dimana wilayah eksportir berada Kepala kantor bea dan cukai dimana wilayah eksportir berada | DTSS Teknik Pemeriksaan 83 . kecuali… a. b. dan pajak. b. d. Mana pernyataan yang salah berikut ini… a. c. nomor. b. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. Bea Keluar. petugas bea dan cukai memanggil eksportir yang bersangkutan untuk konfirmasi 7) Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh……… a. merk. spesifikasi teknis barang. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang. 5) Berikut adalah isi laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a. b. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir. c. c. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. jenis barang. jenis barang. b. c. eksportir membuat pemberitahuan perubahan total nilai FOB. jumlah barang. Total bea masuk d. 4) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan. pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. 6) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. cukai. d. kualitas barang. d. jumlah barang. spesifikasi teknis barang. kecuali… a.

wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. b. 11) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. d. menghitung kemasan yang di-stuffing. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara berikut. kecuali… a. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. d. a. agar dapat digunakan untuk … a. c. meneliti kebenaran stuffing meneliti kemasan barang meneliti TPPBC. mencegah kesalahan pemberitahuan negara tujuan barang c. c. d. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa | DTSS Teknik Pemeriksaan 84 . b. Mana pernyataan salah berikut ini……… a. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. kecuali…. d. Nomor segel. b. 9) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi ekspor. d. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang.. Direktur verifikasi dan audit. Nomor peti kemas Tanggal pengiriman Jenis peti kemas. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan hal-hal berikut ini. Biaya yang timbul akibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. 10) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. Direktur penyidikan 8) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). c. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB.

adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut.. d. kecuali… a. fotocopy invoice b. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. 14) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. Tempat Penimbunan Berikat. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. fotocopy invoice b. Tempat Penimbunan Pabean. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: | DTSS Teknik Pemeriksaan 85 . packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. c. melakukan pemeriksaan importir. mencocokkan nomor. Tempat Penimbunan Sementara b. c. kecuali…. 12) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik barang dilakukan. kecuali… a. 15) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). d. Tempat Penimbunan Khusus. d. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. c. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. 13) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. a. c. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. ukuran. d. Pejabat Pemeriksa Barang : a. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa.

dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruhan Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan untuk mengerjakan soal-soal test sumatif.5) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap materi modul ini. Selanjutnya. disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 2. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 s 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 86 . Hitung persentase tingkat pemahaman (TP) anda pada kegiatan belajar 3 ini.

Sebagai bagian dari institusi DJBC hendaknya Anda memiliki pemahaman yang tepat mengenai konsep pemeriksaan barang. khususnya alat berat agar pemasukkan pajak Negara dari transaksi alat berat ini dapat berjalan secara optimal tanpa merugikan pihak-pihak pelaku perdagangan internasional terkait. Apabila Anda masih membutuhkan penjelasan terhadap materi pelajaran dalam modul ini. Dengan demikian Anda dapat melakukan tindakan yang tepat dalam setiap pengambilan keputusan. Tujuannya adalah agar Anda dapat mengerti mengenai konsep pemeriksaan barang dan bagaimana keterkaitannya dengan unit-unit terkait lainnya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 87 . serta dapat melakukan pemeriksaan secara baik.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PENUTUP Teknik pemeriksaan alat berat adalah suatu bidang kegiatan yang erat kaitannya dengan tugas-tugas pemeriksaan barang pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). silahkan mengkonsultasikannya kepada fasilitator atau waidyaiswara yang membawakan materi pelajaran Teknik Pemeriksaan Alat Berat ini. Akhirnya semoga modul ini bermanfaat khususnya bagi peserta Diklat dan umumnya bagi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang mempelajari modul ini.

a. Alat Pengolah Lahan 2) 3) 4) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan.. 1) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. a. a. a. Tingkat Pemahaman (TP) dapat Anda hitung sendiri menggunakan rumus yang telah disampaikan pada bagian sebelumnya. backhoe b. | DTSS Teknik Pemeriksaan 88 .. Alat Pemadat 7) Concrete spreader termasuk kedalam alat. silahkan Anda kerjakan soal-soal latihan berikut. kecuali. a. Loader c. Alat Pengangkut Material d. shovel. Alat Penempatan Akhir d. clamshell. dragline. Alat Pemadat Alat Penggali c. a. Alat Penempatan Akhir Material c. Alat Pemadat. excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. compactor Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. d. dozer c. b. scraper. Alat Pemindahan Material 5) 6) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. Alat Pemroses Material c. a. Alat Statis Material b. pneumatic-tired roller b. c. b. Alat dengan Penggerak c. tamping roller d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar TES SUMATIF Sebagai tolok ukur pemahaman Anda terhadap modul Teknik Pemeriksaan Alat Berat. Alat Penempatan Akhir Material b. Crane termasuk dikategorikan kedalam. scraper d. Alat Pemadat d.

Alat dengan Penggerak dan Alat Statis b. asphalt mixing plant d. 8) Alat Pemroses Material d. Alat angkut c. b. untuk menggali tanah dan batuan c. alat gusur alat gali muat Alat muat Alat angkut. a. c. dozer. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan b. a. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas d. Alat Pemindahan Material Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. Alat dengan Penggerak dan Alat Penempatan Akhir Material d. pneumatic-tired roller 13) . Loader d. concrete batch plant b. Alat muat b. a. clamshell c. alat gusur 12) Yang termasuk kedalam Alat Penempatan Akhir Material. alat bor d. alat perata 11) Backhoe termasuk kedalam alat a. alat gali-muat-angkut c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. a. b. pneumatic-tired roller 14) Fungsi dari gambar no 13 adalah. 10) Bucket Whell Excavator termasuk kedalam alat. Alat muat d. alat gali-muat-angkut b. Alat Pemroses Material dan Alat Pemadat 9) Dump Truck termasuk kedalam alat. concrete spreader c. a. Alat Statis dan Alat Pemadat c. Nama dari alat tersebut adalah a. d. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 89 .

13. a. Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak c. b. 21) Vessel adalah … . Bak penampung material angkut. c. b. Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Termasuk kedalam alat apakah gambar no. b. c. a. d. c. Alat Penggali Alat Pengolah Lahan Alat Pengangkut Material Alat Pemindahan Material.. d. d. 17) Gambar dari Pompa Injeksi BBM. c.. 16) Gambar dari suspensi belakang …. Penerus daya dari mesin ke garden (axle) 19) Fungsi dari Platform RH. a. b. | DTSS Teknik Pemeriksaan 90 . a. c. d. a. Untuk lantai disamping Kabin kemudi peletakan Filter Udara Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 20) Gambar dari front support. a. Untuk sistem pendingin udara b. 18) Fungsi dari Kompresor. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder b. a. d.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. | DTSS Teknik Pemeriksaan 91 . d. c. 24) Nama dari a. Main Frame b. a. a. Track Frame 25) Gambar Travel Motor. Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan c. d. untuk peletakan Filter Udara. Boom d. Konstruksi penahan kabin. Bucket . d. c. 22) Fungsi dari Tandem Case. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder. b. c. d. Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft 23) Gambar Arm. a. c. Pelindung rantai penggerak akhir roda b. b. .

B KB. S 7. D 12. S 4. D 2. A 9. B 15. B 11. B 9. B 11. D 7. A 5. B 5. 1 1. B 14. C 8. B 2. S 3. S 8. B 4. B 15. B 10. B 13. C 6. D 12.2 1. C Tes Sumatif 1 2 3 4 5 C B A D A 6 7 8 9 10 C C C A A 11 12 13 14 15 C D D A B 16 17 18 19 20 C B B D B 21 22 23 24 25 C B A B A | DTSS Teknik Pemeriksaan 92 . B 3. B 6.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kunci Jawaban Test Formatif KB. B 13. C 14. B 10.

BTBMI singkatan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku undangundang mengenai kepabeanan. terbatas dan kondisi jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 93 . disingkat ADT. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai]. Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku UndangUndang ini. Down Scrapper Tractor adalah Scrapper yang ditarik Buldoser. Bea Keluar adalah pungutan negara berdasarkan undang-undang mengenai kepabeanan yang dikenakan terhadap barang ekspor. Articulated Dump Truck. perairan dan ruang udara di atasnya. perairan dan ruang udara di atasnya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISTILAH Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas berlumpur. Crawler loader adalah Loader dengan roda rantai. Daerah pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. Wheel tractor Dozer [roda karet]. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o.

akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. Kantor pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini. atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. dirakit. Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan undang-undang mengenai kepabeanan. Kewajiban pabean adalah semua kegiatan di bidang kepabeanan yang wajib dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Kepabeanan . atau dipasang pada barang lain yang hasilnya terutama untuk tujuan ekspor. Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) adalah pemberian pembebasan dan/atau pengembalian Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai serta PPN dan PPnBM tidak dipungut atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. Grader alat perata tanah yang berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. | DTSS Teknik Pemeriksaan 94 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari Daerah Pabean. Kawasan pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut. meratakan tanggul. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam Daerah Pabean. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah. bandar udara. Kepabeanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar. pencampuran tanah.

menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. dirakit. Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsifungsi utama alat. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. untuk menggusur bongkaran. Grader dan sejenisnya. menggali pondasi basement dan lain-lain. Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor atau diserahkan ke Kawasan Berikat.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas alat dengan Penggerak dan alat statis. Pembebasan adalah pembebasan Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. PFPD merupakan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) | DTSS Teknik Pemeriksaan 95 . Pemberitahuan pabean adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Kepabeanan. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam undang-undang mengenai kepabeanan. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. Pemberitahuan Pabean Ekspor adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean di bidang ekspor.

mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. Skidder adalah untuk menarik batang kayu. TPS adalah Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. Self Propelled Scrappers adalah Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri. TPB adalah Tempat Penimbunan Berikat TPP adalah Tempat Penimbunan Pabean (TPP). Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 96 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pos pengawasan pabean adalah tempat yang digunakan oleh pejabat bea dan cukai untuk melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang impor dan ekspor. meratakan atau menyebarkan material. Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %.

material ringan) Wheel loader adalah loader dengan roda karet. Cushion Blade (C – Blade). Wheel Tractor Scrapper. Straight Blade (S – Blade). memindahkan. digunakan untuk memuat. Light material U Blade ( U – Blade .Blade ). | DTSS Teknik Pemeriksaan 97 . Angling Blade (A – Blade). disingkat WTS. Bowl dozer.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Universal Blade ( U . menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan.

PT. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Jilid 1. 2008. Teknik Alat Berat untuk Sekolah menegah Kejuruan. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Tim Penyusun Modul Pusdiklat Bea dan Cukai. Analisis Produsktivitas Alat-alat Berat Proyek: Studi Kasus Proyek Pengembangan Bandar Udara Hasanuddin. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga atas peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. Sonny. Budi Tri (2008). Departemen Pendidikan Nasional Surat Edaran Direktur Jenderal bead an Cukai Nomor SE-05/BC/2003 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksa Fisik Barang Impor Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21 Wedhanto. Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR PUSTAKA Modul Teknik Klasifikasi Barang. Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis (Diktat Kuliah Untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang). Rasyid. Makassar Rostiyanti. Susy Fatena (2009). Muhammad Rusli. Maros. (2009). Rineka Cipta Siswanto. 2008 Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-07/BC/2007 tentang Pemeriksaan fisik barang impor. | DTSS Teknik Pemeriksaan 98 .

.............. Lokasi Pemeriksaan : 3................................ b) Jam/Tgl selesai pengeluaran kemasan (stripping) : .................. No/Tgl PIB : ............. waktu pemeriksaan : a) Jam/Tgl dimulai pengeluaran kemasan (stripping) : ..... 5. lembar) 6.... ......../200.................. * coret yang tidak perlu ** diisi bila berkaitan dengan TPS ......../...../2000........./............................. ....................................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar LAMPIRAN BERITA ACARA PEMERIKSAAN FISIK BARANG IMPOR Nomor : Tanggal: Terhadap impor barang dengan data sebagai berikut : 1....................... Kendala pemeriksaan a) Importir/kuasanya tidak ada di tempat pemeriksaan: X b) Barang tidak berada di tempat pemeriksaan : X c) Buruh tidak siap : X d) Peralatan tidak tersedia : X (sebutkan: ..... Keterangan : ...... ....................... Contoh barang a) jenis : b) jumlah : c) diminta kembali oleh importir/kuasanya : ya / tidak * 7.............................................../200................) e) Lain-lain : .. c) Jam/Tgl dimulai pemeriksaan barang : ................................ ............:............................................... ....................... Pengusaha TPS** ........................./.............../. Foto : tidak / ya* ( ../200.........../...................../200............. 2................... NIP | DTSS Teknik Pemeriksaan 99 ............ Tgl/waktu penunjukan pemeriksa: ........................... d) Jam/Tgl selesai pemeriksaan barang : ./200................ 4............................................... Mengetahui: Importir/Kuasanya* Pejabat Pemeriksa Barang . ... ........................ 8.........................../........... .... ...... ............

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful