DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

| DTSS Teknik Pemeriksaan

i

..... Umpan Balik dan Tindak Lanjut ........................................................ Latihan…………………………………………………………………….............................. 2..4........................... Latihan…………………………………………………………………….......................... 1 1 2 2 B........................................................ 2.......... Tes Formatif 1...............................................................1............1... 3 8 10 17 25 47 47 50 52 1.........Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL PETA KONSEP MODUL A.......4.............................................................) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor.......) Penjelasan design dan Pengenalan alat berat/komponen Alat Berat di Lokasi Pabrik.................. 1..........1.......3.................2......) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor....... 2.............) KEGIATAN BELAJAR 2 Pengertian..............1................................... Rangkuman .......3...... dan Spesifikasi jenis alat berat 2........3...........................................) Pengertian alat-alat berat..2..............1...................................4.......1....... Fungsi......... 3......5......................................................................) Persiapan Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Secara Umum .........) ii .1.................................1............................ halaman i ii iv vi vii viii Deskripsi Singkat .............. Fungsi...............................................................................) 1..................................) 2..........1......) Uraian dan Contoh 1... KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR 1 Pengertian....... Standar Kompetensi....................1...........................2.............................. 53 2.................. Klasifikasi.1.................... Prasyarat Kompetensi..............................1. Klasifikasi......................................) Fungsi alat-alat berat ...............) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat .. Rangkuman ..........) 1...) Uraian dan Contoh.....) Spesifikasi jenis alat berat. | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 58 61 69 71 75 76 2..............1................. 1.............5...............2...............................) Klasifikasi alat-alat berat ............ 1.............) 1.................................. Kompetensi Dasar ........... PENDAHULUAN 1....................... dan Spesifikasi jenis alat berat 1........... 4. 2............ 2.......3.....................

........ TES SUMATIF …………………………………………………………………….............5.... 82 2........................ 86 PENUTUP………………………………………………………………………….....................................4............................................................... KUNCI JAWABAN (TES FORMATIF DAN TES SUMATIF)... DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................) Tes Formatif 2 ......................................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2....... DAFTAR ISTILAH .............) Umpan Balik dan Tindak Lanjut ..................................... 87 88 92 93 98 | DTSS Teknik Pemeriksaan iii .................................

11.……… 15 Aspalt Paver ……………………………………………….23 Track Type Tractor …………………………………... 15 Crawlercrane ……………………………………..24.………….. 1.……… 23 Wheel Loader ……………………………………………..9. 1. 1. 1.….………………………… 13 Loader ……………………………………. 1. 1.22 Track Type Loader …………………………………..21.3.22.13.5. 1. 1.. 1. 17 Excavator Hidrolic ……………………………………………18 Motor Grader ……………………………………….. 1.. 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1.. 1.…… 27 | DTSS Teknik Pemeriksaan iv . 1..4.…… 26 Operasional Unit Excavator ………………………….…….………….10. Dozer …………………………….18.7. 12 Kendaraan Truck ………………….17.1.…………………………..2.…… 27 Skema Under Carriage ………………………………. 1.. 1. 1.23. 1 1 Backhoe ………………………….. 1. 25 Komponen Excavator …………………………………...…………………… 13 Tandem Roller ………………………………………………. 1.26..25.14..15.……… 24 Telehandler …………………………………………….8. 1.12..………… 19 Skidder …………………………………………….6... 1... 1. 0 2 Wheel Tractor Scrapper …………………………………… 20 Articuled Dump Truck ……………………………………… 21 Off Highway Truck ……………………………………………22 Wheel Dozer ………………………………………………….20. 16 Tower Crane ………………………………………………… 16 Alat Berat Kehutanan ……………………………………… 17 Backhoe Loader ………………………………………. 1.. 1. 1.…………18 Skid Steer Loader ………………………………. 1.…………………….…….16. 14 Concrete Mixer Truck ……………………………….19.

1. 1.39.……… 33 Angling Blade ………………………………………….37.38.34.32.. 29 Operasional Unit Buldozer ………………………………… 30 Komponen Buldozer ……………………………….31. 1.35. Excavator (1) …………………………………………………. 34 Bowldozer Blade ………………………………………. 1.36. 1. 1.28 Excavator (2) ………………………………………………… 29 Excavator (3) ………………………………………………… 29 Alat Pengangkut ……………………………………………. 1.… 35 | DTSS Teknik Pemeriksaan v . 1. 33 Cushion Blade ……………………………………………….33.28. 1. 1.……… 31 Universal Blade ……………………………………………… 32 Straight Blade ……………………………………….…… 34 Light Material U Blade ……………………………………… 34 Melakukan Slot Dozing …………………………………. 1.30....27..…….29.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1. 1.

1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR TABEL Tabel 1. Perbandingan antara Crawel Tractor dan Wheel Tractor Dozer ………………………………………… 12 | DTSS Teknik Pemeriksaan vi .

3. 4. Lihat apa yang menjadi target indikator dari kegiatan belajar tersebut. dengan cara membaca kembali ringkasan materi untuk mendapatkan hal-hal penting yang menjadi fokus perhatian pada kegiatan belajar ini. apabila ternyata hasil Tes Formatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. 5. Lakukan review materi secara umum. Kerjakan Tes Sumatif apabila semua Tes Formatif dari seluruh kegiatan belajar telah dilakukan. Cara mempelajari setiap kegiatan belajar adalah mengikuti tahap-tahap berikut ini: 1. Cocokkan hasil tes formatif dengan kunci jawaban tersebut. 7. namun apabila diperoleh angka di bawah 80. Lihat kunci jawaban Tes Sumatif yang terletak pada bagian akhir modul ini 9. maka peserta diklat diharapkan mempelajari modul ini secara urut mulai dari Kegiatan Belajar 1 sampai dengan Kegiatan Belajar 2. maka peserta diklat diharuskan mempelajari kembali kegiatan belajar tersebut agar selanjutnya dapat diperoleh angka minimal 80. 2. Kerjakanlah Tes Formatif pada kegiatan belajar yang sedang dipelajari. maka kegiatan belajar dapat dilanjutkan pada kegiatan belajar berikutnya. Lihat kunci jawaban Tes Formatif dari kegiatan belajar tersebut yang terletak pada bagian akhir modul ini. apabila ternyata hasil tes sumatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. 8. Pelajari materi yang menjadi isi dari setiap kegiatan belajar (dengan cara membaca materi minimal 3 kali membaca isi materi kegiatan belajar tersebut). Cocokkan hasil tes sumatif dengan kunci jawaban tes sumatif. maka peserta diklat dapat dinyatakan lulus dari kegiatan belajar | DTSS Teknik Pemeriksaan vii . 6.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Untuk dapat memahami modul ini secara benar.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

PETA KONSEP
ii Dalam mempelajari modul ini, agar lebih mudah dipahami maka disarankan kepada peserta diklat untuk mempelajari peta konsep modul. Dengan demikian pola pikir yang sistematik dalam mempelajari modul dapat terjaga secara berkesinambungan selama mempelajari modul.

KEGIATAN BELAJAR – 1

Pengertian, Klasifikasi, Fungsi, dan

KEGIATAN BELAJAR – 2

Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik

• • • •

Pemeriksaan fisik ekspor alat berat Pemeriksaan fisik impor alat berat Klasifikasi Barang Dalam Pemeriksaan Fisik Barang Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)

| DTSS Teknik Pemeriksaan

viii

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

A. PENDAHULUAN

1.

Deskripsi Singkat Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat disusun untuk digunakan oleh para Teknis Substantif Spesialis

secara khusus peserta Diklat

Pemeriksaan Barang (DTSS-Pemeriksaan Barang). Dalam kurikulum diklat dijelaskan bahwa mata

pelajaran Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat merupakan mata pelajaran pendukung dengan jumlah jam pelajaran (JP) sebanyak 14 JP. Pada kegiatan belajar 1, pokok bahasan yang diuraikan adalah pengertian dan fungsi alat berat, spesifikasi jenis alat berat, suku cadang alat berat dan dilanjutkan dengan kegiatan belajar 2 dalam bentuk kunjungan ke lokasi pabrik untuk membandingkan antara teori dan praktek 2. Prasyarat Kompetensi

Sebelum mempelajari modul ini peserta diklat harus telah memiliki kompetensi awal dan minimal kualifikasi sebagai berikut : a. Lulusan DTSS, DTSD Kepabeanan dan Cukai, dan Prodip I dan III Kepabeanan Bea dan Cukai b. Memiliki pangkat minimal Pengatur Muda Tk.I (Gol. II/b) dengan usia maksimal 50 Tahun c. d. e. f. g. Sehat jasmani dan Rohani Memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti Diklat Tidak sedang menjalani atau dalam proses penjatuhan hukuman disiplin Tidak sedang ditunjuk mengikuti Diklat lain Ditunjuk oleh sekretaris DJBC

| DTSS Teknik Pemeriksaan

1

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

3

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)

Standar Kompetensi : Setelah mempelajari materi modul ini peserta diharapkan mampu melaksanakan teknik pemeriksaan barang alat besar dengan baik dan benar 3. Kompetensi Dasar : Kompetensi dasar yang diharapkan kepada peserta setelah mempelajari modul ini, adalah sebagai berikut : a. b. c. 4. Peserta mampu menjelaskan mengenai pengertian dan fungsi alat berat; Peserta mampu menspesifikasikan jenis alat berat Peserta mampu mengidentifikasi suku cadang alat-alat berat. Relevansi Modul

Relevansi modul terhadap tugas pekerjaan yang akan dijalankan peserta diklat adalah materi modul ini memberikan wawasan dan sudut pandang mengenai teknik pemeriksaan barang alat berat sehingga akan semakin melengkapi pengetahuan dan kemampuan calon Pemeriksa Barang khususnya yang berkaitan dengan tugas pelayanan pemeriksaan barang alat berat.

| DTSS Teknik Pemeriksaan

2

Singapura.9 juta.6 juta. Menjelaskan pengertian alat-alat berat 2. baik volume (naik 48%) maupun nilainya (66%). dan terus meningkat sehingga per Agustus 2008 sudah mencapai US$833. laju pertumbuhan impor alat berat Indonesia selama 2003–2008 cukup tinggi. Jika dilihat dari negara asalnya.7 juta. Pada 2003. | DTSS Teknik Pemeriksaan 3 . Namun. Thailand.1 Pengertian.1. nilai impor alat berat tercatat US$167 juta.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar B. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Di sisi lain. Spesifikasi. nilai ekspor alat berat Indonesia sepanjang 2003–2008 tumbuh cukup tinggi. terutama sejak pemerintah mengizinkan impor alat berat bekas (rekondisi). impor alat berat selama dua tahun terakhir paling banyak datang dari Jepang. Menurut BPS. Menjelaskan klasifikasi jenis alat berat 3.) Uraian dan contoh Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). menurut Indocommercial. per Agustus 2008 sudah US$107. dan Cina. Indonesia pun mengekspor alat berat. nilai ekspor alat berat tercatat US$46. Mengidentifikasi suku cadang alat berat 1. dan Suku Cadang Alat Berat Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti mata pelajaran ini peserta diharapkan dapat: 1. KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR . yaitu 27.3%. ekspor itu sebagian diduga merupakan re-ekspor. Amerika Serikat. Pada 2003.

230 unit. mendongkrak kinerja pelaku bisnis alat berat. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Permintaan alat berat dari sektor pertanian/perkebunan juga cukup baik seiring perluasan lahan perkebunan kelapa sawit di beberapa wilayah. United Tractors diperkirakan menguasai 45% pangsa pasar. Bobcat. sektor perkebunan menyerap 24% (2. Hexindo yang berafiliasi dengan Hitachi.co. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Industri alat berat pada tahun 2010 telah mampu kembali bangkit setelah terpuruk tahun 2009 yang lalu sebagai imbas krisis finansial dunia yang menyebabkan banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda dan sulitnya memperoleh pembiayaan untuk pembelian alat berat karena sektor keuangan saat itu sedang terkena imbas krisis finansial dunia sehingga kucuran kredit dari lembaga pembiayaan sulit didapat. Pada 2008. Sektor pertambangan masih paling banyak menyerap alat berat. Pada 2008 lalu. PT Intraco Penta dengan Volvo. khususnya batu bara. United Tractors dengan Komatsu. Misalnya. Ingersol Rand. Adapun 10% sisanya diperebutkan oleh 24 perusahaan lainnya.id/Alatberat-2010Excavator.html) Industri alat berat sempat mengalami pukulan yang hebat akibat krisis finansial global pada tahun 2009. Kobelco. sektor konstruksi 14%. dan kehutanan 8%. Akan halnya peningkatan permintaan alat berat pada sektor konstruksi dipicu oleh dimulainya pembangunan proyek-proyek skala kecil di beberapa daerah.datacon. (http://www. disusul PT Trakindo Utama (25%). Sementara itu.320 unit). seperti Sumatera dan Kalimantan. serta PT Tatindo Hexaprima dengan Sumitomo. dan pertumbuhan sektor kehutanan karena penambahan area HTI di sentra kehutanan. (20%). Trakindo Utama dengan Caterpillar. Produksi alat berat nasional menurun dari 5914 unit tahun 2008 menjadi hanya 1814 unit tahun 2009. Produsen utama alat berat | DTSS Teknik Pemeriksaan 4 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Cerahnya bisnis pertambangan. Perusahaan alat berat rata-rata merupakan agen atau kepanjangan tangan dari prinsipalnya di luar negeri. seperti PT United Tractors Tbk. sektor ini menyerap 54% dari total penjualan alat berat atau setara dengan 5. dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk.

Ketiga perusahaan itu adalah PT Komatsu Indonesia yang memproduksi lat berat dengan merk Komatsu. Local content untuk alat berat jenis ekskavator pada tahun lalu mencapai 50%. PC 400-8 dan PC 130-8 pada bulan Maret 2010.800 ton untuk meningkatkan local content dari ondustri alat beratnya di Indonesia. Motor Grader dan dump truck.html) Impor bahan baku alat berat.id/Alatberat-2010Excavator. buldozer dan motor grader untuk type yang paling banyak dipakai di Indoesia. dan under carriage part sudah mampu dipasok industri penunjang dalam negeri.co.datacon. Buldozer.co. Dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin ketat. mesin. Tingkat kandungan dalam negeri industri alat berat pada tahun 2009 lalu berkisar antara 30% sampai 50%. Sedangkan komponen alat berat seperti cutting plate. Misalnya excavator yang type 320 C yang bersaing dengan Komatsu type PC-200 yang berkapasitas sekitar 20 ton. Komatsu meluncurkan produk excavator terbaru yaitu excavator seri PC 200-8. (http://www. buldoser 45%. Caterpillar Indonesia (Natra Raya) yang memproduksi merk Caterpillar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di Indonesia yaitu Komatsu. selama ini berupa center bracket. ban.id/Alatberat-2010Excavator. motor graders dan dump trucks. Indonesia memiliki tiga produsen alat berat yang memproduksi excavator. PT Hitachi Construction Machinery dengan merk Hitachi. Caterpillar dan Hitachi sempat mengalami penurunan penjualan. PT Caterpillar Indonesia (dahulu PT Natra Raya) dengan merk Caterpillar. Ada produsen lain yaitu | DTSS Teknik Pemeriksaan 5 . motor grader 40%.datacon. dan forklift 40%. Komatsu paling banyak jenis produksinya yang meliputi excavator.html) Jenis produk dan type alat berat yang diproduksi oleh tiga produsen alat berat di Indonesia. memproduksi excavator. monitor panel. Angka itu di targetkan meningkat pada tahun 2010 menjadi 50-60%. dan komponen hidrolis (hydrautic part). baterai. (http://www. Komatsu telah membangun fasilitas pengecoran yang kedua miliknya untuk memproduksi suku cadang yang berupa besi cor dengan kapasitas 1. bulldozers. dump truck 30%.

Sejak itu Komatsu Indonesia berhasil meningkatkan local content-nya dan mulai mengekspor komponen alat berat ke Jepang untuk digunakan oleh Komatsu Ltd. Kapasitas prodksi Komatsu mencapai 3600 unit alat berat per tahun termasuk dump truck sebesar 240 unit per tahun. PT Caterpillar Indonesia sahamnya 80% dimiliki oleh Caterpillar dari amerika Serikat dan sisanya dimiliki oleh PT Marga Tiara Trakindo. Itochu Corporation dari Jepang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PT United Tractors Pandu Engineering yang memproduksi forklift dengan merk Patria. Agen tunggal Caterpillar di indonmesia adalah PT Trakindo Nusantara. Semula perusahaan ini hanya mengerjakan perakitan alatb berat Kopmatsu yang komponennya diimpor dari Jepang. Ltd of Japan . Di lain pihak PT Hitachi Construction Machinery Indonesia (HCMI) yang berlokasi di Cibitung. 15.2 ha terdiri dari 15.876 m2 untuk fasilitas perakitan. adalah joint venture antara Hitachi Construction Machinery Co.800 m2 fasiltas foundry plant 1 dan 10. Bogor. Kemudian pada tahun 1987 perusahaan mulai membangun fasilitas pembuatan komponen. PT Anggaputra Dhananjaya dan Hitachi Construction Machinery | DTSS Teknik Pemeriksaan 6 . Jakarta Utara. Sementara itu PT Caterpillar Indonesia (PT Natra Raya) memproduksi alat berat merk Catgerpillar dirakit di Indonesia oleh PT Caterpillar Indonesia yang sebelumnya bernama PT Natra Raya yang berlokasi di Cileungsi. Selanjutnya pada tahun 1991. Pada tahun 1995 PT Komatsu Indonesia menjadi perusahaan publik. PT Murinda Iron Steel. Bekasi.390 m2 untuk fasilitas pabrikasi 11.000 m2 foundry plant 2 and 3. Jawa Barat. PT Komatsu Indonesia berdiri tahun 1982 di Cakung. Perusahaan ini memililik fasilitas produksi yang terintegrasi disatu tempat meliputi area seluas 18. namun kemudian kembali menjadi go private tahun 2006 setelah saham publik dibeli kembali oleh Komatsu Ltd termasuk membeli sebagian saham yang dimiliki oleh PT United Tractor sehingga saham UT tinggal 5%. Komatsu Indonesia membangun fasilitas foundry untuk membuat komponen alat berat yang juga digunakan oleh pabrik Komatsu di seluruh dunia.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

Singapore, Pte. Ltd. Dari Singapore. Perusahaan ini berdiri bulan ei 1991 dan beroperasi semenjak Oktober tahun yang sama. HCMI memproduksi excavator yang memiliki pasar yang besar di Indonesia. Sejak tahun 2000 permintaan terhadap excavator meningkat sehingga HCMI meningkatkan kapasitas produksi dari 700 unit/tahun menjadi 1000 unit pertahun. HCMI menginvestasikan US$ 10 juta untuk perluasan kapasitas tersebut. Pada tahun 2007 kapasitas produksi HCMI meningkat kembali menjadi 1200 unit/tahun. Akibat krisis finansial global yang terjadi pada tahun 2009 yang lalu maka industri alat berat mengalami pukulan yang cukup berat. Menurut data Himpunan Industri Alat-alat Berat Indonsia (Hinabi) sepanjang 2009 produksi alat-alat berat di Indonesia hanya mencapai 1.814 unit, atau turun 69% dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya sebanyak 5.914 unit.

(http://www.datacon.co.id/Alatberat-2010Excavator.html) Penjualan alat berat masih mengandalkan sektor pertambangan dengan kontribusi 70%, perkebunan dan kehutanan sekitar 10%, dan konstruksi 20%. Namun memasuki tahun 2010, industri alat berat mampu bangkit kembali sejalan dengan pemulihan ekonomi yang terjadi di Indonesia dan kenyataan bahwa ekonomi Indonesia mampu menghindari dampak buruk krisis finansial global dengan terus tumbuh perekonomiannya sekitar 4,5% tahun 2009 dan diperkirakan bisa mencapai 6% tahun 2010. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Penurunan produksi tahun 2009 terutama terjadi pada sektor kontruksi karena banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda pelaksanaanya. Sementara pembelian oleh sektor pertambangan dan perkebunan terhambat karena sulitnya pendanaan karena sektor keuangan sempat terganggu akibat krisis finansial. Sebenarnya sektor pertambangan terutama batubara tidak banyak terpengaruh oleh krisis finansial karena permintaan pasar batu bara tetap tinggi. Tahun 2010 ini, Hinabi memprediksikan produksi alat berat meningkat menjadi sekitar 4.000 - 5000 unit karena selama semester I tahun 2010 produksi

| DTSS Teknik Pemeriksaan

7

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

alat berat telah mencapai 2495 unit. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Namun, angka produksi sebesar itu, baru menyamai pencapaian produksi tahun 2007 sebanyak 4.785 unit. Sementara itu, realisasi 2008 yang tercatat tertinggi sepanjang masa sebesar 5.914 unit. Kemerosotan produksi pada tahun 2009 membuat tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) menurun tajam dari 90% pada 2008 menjadi 34% pada tahun 2009 dari total kapasitas terpasang 6.500 unit per tahun. Dengan kaspasitas terpasang yang sama, berarti utilisasi industri alat berat tahun 2010 akan naik ke kisaran 70%. (http://www.datacon.co.id/Alatberat-

2010Excavator.html) Beberapa jenis alat berat yang sudah dirakit di dalam negeri antara.lain excavator, bulldozer, motor grader, dump truck, serta forklift. Excavator masih mendominasi produksi alat berat di Indonesia. Selama semester I tahun 2010 dari produksi alat berat sebanyak 2495 unit, sebanyak 1324 unit atau 53% adalah produksi excavator. Baru disusul oleh buldozer sekitar 23 %. Produsen terbesar alat berat di Indoneswia adalah Komatsu. Pada tahun 2007 produksi Komatsu mencapai 2400 unit termasuk 1530 unit excavator.

1.1.1.) Pengertian Alat-alat berat Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Rostiyanti (2009) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. Alat berat yang umum dipakai dalam proyek kostruksi antara lain :

| DTSS Teknik Pemeriksaan

8

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

- dozer, - alat gali (excavator) seperti backhoe, front shovel, clamshell; - alat pengangkut seperti loader, truck dan conveyor belt; - alat pemadat tanah seperti roller dan compactor, dan lain lain. Sedangkan pengertian alat berat dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84,30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku, mutatis mutandis, untuk mesin mendorong diri dari pos ini, yang mencakup sebagai berikut:

a. Buldoser dan angledozers. Alat ini terdiri dari basis mendorong, dengan pisau
besar dipasang di depan, dan membentuk unit mekanik terpisahkan. Mereka digunakan, khususnya, untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan.

b. Grader dan Leveller. Alat ini adalah mesin yang dirancang untuk meratakan
bumi atau smoothing (pada permukaan datar atau bank) dengan cara grading sebuah pisau dapat diatur, biasanya dipasang di dasar roda.

c. Pencakar. Alat ini ini menggabungkan pisau bermata tajam yang dirancang
untuk mengiris lapisan tanah atas yang kemudian masuk ke tubuh scraper atau dibuang oleh konveyor. Perlu dicatat bahwa pos ini hanya mencakup pencakar di mana penggerak motor dan craper bentuk unit mekanik terpisahkan, misalnya, lagu-pencakar meletakkan di mana tubuh scraper menggabungkan terletak canggih di antara dua rel. Pos ini juga termasuk pencakar diartikulasikan yang terdiri dari unit penggerak motor (bahkan dengan hanya poros tunggal) dan sebuah scraper tepat dilengkapi dengan pisau tetap atau lampiran mobile dengan beberapa blades.

d. Mekanikal sekop yang menggali ke dalam tanah, di atas atau di bawah
tingkat mesin, dengan cara penggalian sebuah ember, mengambil, dan lainlain, dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator, tarik sekop, dll) atau, untuk meningkatkan jangkauan kerja, di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). Dalam jangka panjang excavator (draglines slackline), ember dioperasikan

| DTSS Teknik Pemeriksaan

9

Mesin ini. saluran drainase. h. Mesin giling jalan sebagaimana digunakan dalam pembangunan jalan atau pekerjaan umum lainnya (misalnya. dll f. Shovel loader. untuk kemasan ballast rel-jalan.1. Mesin ini sering menggabungkan konveyor untuk pemakaian tanah digali.2.30 mengenai terpasang pada mesin kendaraan dari Bab 86). Hal ini dicapai dengan ember. untuk meratakan tanah atau rolling permukaan jalan). Multi-ember ekskavator di mana ember penggali dipasang pada rantai tanpa ujung atau di roda berputar. Model khusus dirancang untuk menggali atau membersihkan parit. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pada kabel berjalan di antara dua struktur bergerak mengatur jarak beberapa terpisah. dll (tapi lihat ayat (a) pendahuluan Penjelasan Catatan untuk pos 84. 1. i. 1. selokan untuk digunakan di-cor terbuka (open-pit) pertambangan. Alat ini adalah roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin. Loader-transporter yang digunakan di pertambangan. transportasi dan pembuangan itu. e. dan mereka sudah terpasang pada roda. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka ke dalam tubuh mesin. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. Rostiyanti (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 10 . digunakan dalam pembuatan jalan. Klasifikasi Fungsional Alat Berat Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat.) Klasifikasi alat-alat berat Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. g. yang mampu diturunkan di bawah tingkat satu roda atau track. Mesin pemadat. ketika dalam posisi horisontal. Beberapa "sekop-loader" mampu menggali ke dalam tanah.

tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. Untuk pekerjaan di rawa digunakan jenis Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer.1 Dozer Sumber: http://www. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper.html Buldoser dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer). Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah.senyawa. Buldoser digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping. Gambar. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a. tergantung pada sumbu kendaraannya.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. | DTSS Teknik Pemeriksaan 11 .

Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material. terutama pada tanah lunak karena bidang geser besar Dapat digunakan pada tanah lumpur maupun berbatu tajam Untuk membawa ke lokasi harus diangkut. karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil.1. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh. dragline.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.2 Backhoe Sumber: http://www. Gambar. | DTSS Teknik Pemeriksaan 12 .html c. truck dan wagon.1 Perbandingan antara Crawler Tractor Dozer dan Wheel Tractor Dozer Crawler Tractor Dozer Punya daya dorong besar.senyawa. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tabel. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. 1. backhoe. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. dan clamshell. jika digunakan pada tanah berbatu usia ban menjadi lebih pendek Dapat dibawa ke lokasi tanpa diangkut Jarak angkutnya bisa jauh Enak dikendarai Jalan proyek harus dipelihara Sumber: Wedhanto (2009) b. alat yang digunakan dapat berupa belt. karena jika berjalan di aspal dapat merusak aspal Memiliki jarak angkut yang pendek (maksumum 30 feet) Operator cepat lelah Jalan proyek tak perlu dipelihara Wheel Tractor Dozer Daya dorongnya lebih kecil tapi kecepatannya lebih besar Tak dapat digunakan pada tanah lumpur.

tanggul sungai dan sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin.3 Kendaraan Truk Sumber: http://www. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material. Pekerjaan pemadatan tanah dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan | DTSS Teknik Pemeriksaan 13 . Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang.senyawa. jalan raya. pneumatictired roller.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.4 Loader Sumber: http://www.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html d. compactor.html e. dan lain-lain. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku.1. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan.1. Gambar.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.senyawa.

com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. tapi ada juga yang harus ditarik traktor.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya. ada yang bergerak sendiri. dan sebagainya.html f. roda dua (Tandem Roller).1. klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah: • • • • • Berdasarkan cara geraknya. ada yang terbuat dari baja (Steel Wheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic). berbentuk kaki domba.senyawa. Dilihat dari bentuk permukaan roda. namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna. semen. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. dan aspal.5 Tandem Roller Sumber: http://www. beton. Berdasarkan bahan roda penggilasnya. ada yang dengan roda tiga (Three Wheel). ada yang punya permukaan halus (plain). Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. | DTSS Teknik Pemeriksaan 14 . Dilihat dari susunan roda gilasnya. Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas (Roller). Gambar. bersegmen. agar tanah benar-benar mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. dan Three Axle Tandem Roller. berbentuk grid. Alat pemadat yang menggunakan penggetar (vibrator).

senyawa. 1. asphalt paver. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader. dan alat pemadat. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.6.senyawa.7 Asphalt Paver Sumber: http://www.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html | DTSS Teknik Pemeriksaan 15 . Gambar.html g.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Concrete Mixer Truck Sumber: http://www.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. motor grader. 1.

Gambar. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. a. 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Klasifikasi operasional Alat Berat Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis.9 Tower Crane Sumber: http://www. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet.html b. baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant.senyawa. batching plant.senyawa. Gambar.8 Crawlercrane Sumber: http://www. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. 1.html | DTSS Teknik Pemeriksaan 16 .com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja.

sebab crane ini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan. Gambar. crane kolom putar.1. Harvester/Processor. dan mobil crane. crane kabel. 1. Beberapa jenis Crane banyak digunakan dalam proyek-proyek bangunan sipil yang berkaitan dengan pemindahan tanah adalah mobile crane. Bagian depan dilengkapi dengan bucket dan berfungsi sebagaimana loader dan bagian belakang dilengkapi dengan perlengkapan yang sama dengan yang digunakan pada excavator Gambar. crane menara. crane portal.11 BACKHOE LOADER Sumber: Wedhanto (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 17 . crane putar. karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi. 1.10 Alat Berat Kehutanan Sumber: Wedhanto (2009) Backhoe Loader merupakan gabungan dari dua alat berat yang berbeda fungsinya. dan Road Builder. 1.) Fungsi alat berat Dirancang untuk melakukan berbagai aplikasi kehutanan dengan konfigurasi Log Loader.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Crane (alat pengangkat) jenisnya ada bermacam-macam: Crane gelegar.3.

13 MOTOR GRADER Sumber: Wedhanto (2009) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis.12 EXCAVATOR HIDROLIC Sumber: Wedhanto (2009) Alat penggali sering juga disebut Excavator. dan lain sebagainya Perbedaan mendasar antara Excavator dan Mass Excavator terdapat pada kapasitas implement yang digunakan Gambar. 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. dusamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain | DTSS Teknik Pemeriksaan 18 . 1. Excavator digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan seperti : • Excavating (menggali) • Loading (memuat material) • Lifting (mengangkat beban) • Hammering (menghancurkan batuan) • Drilling (mengebor). ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator).

diantaranya : • Loading. meratakan tanggul. Pembuatan parit (Crowning Ditching) Pemberaian butiran tanah (scarifying) Pada umumnya Grader digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan dan pemeliharaan jalan. Spreading. Pekerjaan tahap akhir (finishing) pada “pekerjaan tanah”. dan sebagainya. disingkat SSL. diantaranya : • Grading. Beberapa pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Grader antara lain adalah: • • • • • Perataan tanah (Spreading). Pencampuran tanah maupun pencampuran material (Side cast/mixing). | DTSS Teknik Pemeriksaan 19 .14 Skid Steer Loader Sumber: Wedhanto (2009) Tergantung attachment (perlengkapan kerja)nya. Skid Steer Loader.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar misalnya untuk penggusuran tanah. Dozing. Leveling. Ditching • Scarifying • Side Sloping • Dozing • Ripping Gambar. • Clamping. • Digging. • Grading. dapat digunakan untuk berbagai keperluan. 1. pencampuran tanah. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya.

kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan. disingkat WTS. 1. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.15 Skidder Sumber: Wedhanto (2009) Ada dua jenis Skidder yang digunakan yaitu : • Wheel Skidder • Track Skidder Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan. Scrapper mampu menggali/ mengupas permukaan tanah sampai | DTSS Teknik Pemeriksaan 20 . Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging) Gambar.16 Wheel Tractor Scrapper Sumber: Wedhanto (2009) Wheel Tractor Scrapper. Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri. 1. memindahkan. digunakan untuk memuat.

sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. dan (3) operator yang bekerja. jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya. Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil. Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). dan jarak angkut yang ekonomis kurang dari 67 m. Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah. Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada: (1) kedalaman tanah yang digali. Gambar 1. (2) kondisi mesin. jika digunakan untuk mengangkut jarak yang sedang (+ 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck.5 mm atau menimbun suatu tempat sampai tebal minimum + 2.17 Articulated Dump Truck Sumber: Wedhanto (2009) Articulated Dump Truck. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. disingkat ADT.5 mm pula. Produksi Self Propelled Scrappers dapat tinggi. Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno. Jika ditinjau dari penggeraknya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 21 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar setebal + 2.

| DTSS Teknik Pemeriksaan 22 . Wheel Dozer Sumber: Wedhanto (2009) Machine ini merupakan wheel loader yang dilengkapi dengan blade. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T Gambar.1-19.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar 1.18 Off Highway Truck Sumber: Wedhanto (2009) Sama halnya dengan ADT. dimana kegunaanya hampir sama dengan dozer.

Gambar 1. menggusur tonggaktonggak kayu kecil. | DTSS Teknik Pemeriksaan 23 .20 Track Type Loader Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Loader digunakan untuk memuat material. hanya saja menggunakan track dan kapasitasnya lebih kecil.21. Wheel Loader Sumber: Wedhanto (2009) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. Grader dan sejenisnya. sama halnya dengan wheel loader. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. menggali pondasi basement dan lain-lain. untuk menggusur bongkaran.1.

bisa juga digunakan untuk aplikasi lainnya (tergantung dari attachment yang digunakan) seperti : WHA (Waste Handling Arrangement) Integrated Toolcarrier.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. Pada wheel loader kecil dan menengah. Gambar. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. lebihlebih jika digunakan Wheel Loader. hal yang perlu diperhitungkan adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari loader itu sendiri.22 Track Type Tractor Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. tergantung dari attachment yang dipasangkan. Forklift dan sebagainya. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut. yaitu : • Ripping. Disamping itu ada kegunaan lainnya yang bisa dilakukan oleh machine ini. Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). 1. meratakan atau menyebarkan material. sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan. bila dilengkapi dengan Ripper • Skidding. Kegunaan dari Wheel Loader adalah untuk memuat material ke dalam ADT atau OHT. bila dilengkapi dengan Winch | DTSS Teknik Pemeriksaan 24 .

1.4.1.) Spesifikasi Jenis Alat Berat Dalam prakteknya petugas bea dan cukai juga perlu mengetahui spesifikasi dari alat-alat berat yang ada.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.23 Telehandler Sumber: Wedhanto (2009) Penggunaan Telehandler tergantung dari attachment yang dipasangkan pada machine tersebut. Hal ini dimaksudkan agar memperoleh ketepatan dalam menentukan HS dan tariffnya. Misalnya bisa digunakan sebagai forklift dengan daya jangkau yang lebih jauh. Excavator Bagian-bagian utama dari Excavator antara lain: • • • Bagian atas yang dapat berputar (Revolving unit) Bagian bawah untuk berpindah tempat (Travelling unit) Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan. Shovel. 1. | DTSS Teknik Pemeriksaan 25 . Back Hoe. Bagian bawah Excavator ada yang menggunakan roda rantai (Crawler truck) ada yang dipasang di atas truck (mounted truck). dan Clam shell. Bagian-bagian tambahan yang penting diketahui adalah: Crane. Dragline.1.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.1..1.26 Komponen Excavator 7 inc TFT liquid Crystal display Kabin Hydraulic control valve Bucket Radiator dan Oil Cooler Under carriage Engine Main Pump Sumber: Hinabi Unit Operasional Excavator • • Operasional kerja menggunakan sistem hidrolik Pergerakan arm bucket dan perputaran body kabin (swing) dapat dikontrol melalui dua tuas utama yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • Travelling dikontrol oleh dua tuas yang dilengkapi dengan dua pedal didepan sheat operator • Penyetelan operasi mesin ( RPM) dapat melalui display panel di depan sheat operator | DTSS Teknik Pemeriksaan 26 .24 Komponen Excavator Gambar.

2 M 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 27 . swing dan travel : 439 Lt/ menit : dua lever ( tuas ) yang dilengkapi pedal : 5.5 Km/ jam : 0.25 Operasional Unit Excavator Tuas penggerak bucket dan swing (putaran) Display panel control Tuas penggerak roda Tuas penggerak arm (hidrolik) Gambar.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. arm. bucket.26 Ske ma Unde r Carriag e Car r ie r Ro lle r F in al d riv e Id le r T r ac k s h o e T r ack Ro lle r Sp ro c ke t Sumber: Hinabi Spesifikasi Excavator Komatsu tipe PC 200 (contoh) • • • • • • • • Model Engine Horse power Rated RPM Main pump Max oil flow Steering control Max travel speed Kapasitas Bucket : komatsu SAA6D107E-1 : 110 Kw 148 HP (net) : 2000 rpm : untuk Boom.5 – 1.1.

1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Tanki solar Oli mesin Final drive Swing drive Oli hidrolik Greasing : 400 lt (full tanki) : 23 lt : 3. bucket Pembagian Excavator : • Alat kendali attachment – – • Roda – – Roda Rantai Roda Karet Gambar. arm.3 lt tiap sisi : 6. swing.27 Excavator Hydraulic Controlled Cable Controlled Sumber: hinabi Jenis-jenis attachment yang dapat digabungkan : • • • Back Hoe Power Shovel Dragline | DTSS Teknik Pemeriksaan 28 .6 lt : 135 lt : Under carriage.

1. Alat utama berupa blade dan ripper. | DTSS Teknik Pemeriksaan 29 . ripper dll ).30 Alat Pengangkut Sumber: Hinabi 2. Buldozer Pada dasarnya merupakan traktor sebagai penggerak utama . yang ditambahkan dengan dozer tambahan (blade.29 Excavator Sumber: Hinabi Gambar.28 Excavator Gambar. Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o Memiliki gigi track shoe yang lebih panjang dibanding excavator untuk memperkuat cengkraman ke tanah. Bisa memanfaatkan bebannya sendiri untuk mendorong (menyeret) sesuatu yang sangat berat.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar • • Clamshell Loader Gambar.1.

1.benda berat Menggaruk material ( stock pile) di quarry Pertambangan Perkebunan : – – – – Land Clearing/ replanting Pembuatan jalan Pembuatan teras kontur Pembuatan tapak bangunan Operasional Kerja • Operasional unit dikendalikan oleh tuas control yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • • Travelling control dikendalikan oleh tuas sebelah kiri sheat operator Blade control dikendalikan oleh tuas yang ada disebelah kanan sheat operator Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Penggunaan Umum • • • • • Pembuatan rintis jalan Mendorong dan menarik benda .31 Operasional Unit Bulldozer Panel control Pedal gas Travel control joystick Blade control joystick Sumber: Hinabi Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 30 .

32 Komponen Buldozer Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 31 .8 Kpa atau 4. 1.32 Psi Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Bahan bakar Oil mesin Oil final drive Oil transmisi Oil hidrolik Grease : 514 lt (full tanki) : 28 lt : 27 lt : 48 lt : 55 lt : untuk under carriage dan nipple Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Spesifiakasi Bulldozer Komatsu D65 (contoh) • • • • • Model enggine Jumlah Silinder Tenaga Rated RPM Undercarriage – – – – – Jumlah Track Roller : 8 Un tiap sisi Jumlah Shoe Lebar shoe : 45 Un tiap sisi : 915 mm : komatsu SAA6D114E-3 : 6 Cyl : Net 153 KW 205 HP : 1950 RPM Ground contact area : 60115 cm 2 Ground pressure area: 29.

Wheel tractor Dozer [ roda karet ] c.1. Bulldozer dapat dibedakan : a. Gambar. Blade ini memungkinkan bulldozer membawa muatan lebih banyak. Universal Blade ( U . blade ini merupakan modifikasi dari U-blade. pembukaan jalan (pionering road). cable controlled b. Manuver lebih mudah dan dapat menghandel material dengan mudah. Swamp Bulldozer [ untuk daerah rawa ] 2. Berdasarkan alat geraknya / mounted. c. Crawler tractor Dozer [ roda rantai ] b. Blade ini digunakan untuk pembuangan kesamping. paling cocok untuk segala jenis lapangan. hydraulic controlled 3. Jenis blade ini digunakan untuk reklamasi tanah dan penyediaan tanah.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1.33 Universal Blade Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 32 . karena kehilangan muatan relatif kecil dalam jarak yang sangat jauh.. Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan: a.Blade ) Universal Blade (U-Blade). b. Berdasarkan blade / pisau a. Angling Blade ( A – Blade ) Angling blade (A-blade) : dibuat sedemikian rupa agar dapat berposisi lurus maupun menyudut. Straight Blade ( S – Blade ) Straigt blade (S-Blade).

34.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.1.35 Angling Blade Sumber: Hinabi 4. Cushion Blade ( C – Blade ) Blade ini dilengkapi dengan rubber cushion/bantalan karet untuk meredam tumbukan.1. c. dalam hal ini memungkinkan karena blade dilengkapi dinding-dinding besi. Berdasarkan blade / pisau a. Light material U Blade ( U – Blade . Straight Blade Sumber: Hinabi Gambar. Selain untuk mendorong muatan juga dipakai untuk perawatan jalan b. Bowl dozer Blade dibentuk sedemikian rupa untuk membawa/mendorong material untuk jumlah kehilangan yang sesedikit mungkin dalam jarak yang cukup jauh. material ringan ) | DTSS Teknik Pemeriksaan 33 .

dengan : a..1.37 Bowldozer Blade Sumber: Hinabi Gambar. Bowl Blade Sumber: Hinabi Gambar. Slot Dozing menaikkan prod. Operasi Bulldozer : Pengoperasian bulldozer dapat dilakukan . 20% menaikkan prod.1.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Side by side dozing atau blade to bladedozing 20 % | DTSS Teknik Pemeriksaan 34 .36 Cushion Blade Gambar.38 Light Material U Blade Sumber: Hinabi 4.15b.

Stripping ( pengelupasan top soil ) c. Land Clearing b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.41 Melakukan Slot Dozing Sumber: Hinabi Bulldozer digunakan untuk : a. Side Hill cut d. Down Hill Slot Dozing f. dll 3. Meratakan timbunan tanah h. Dozing Rock e. Scrapper Pembagian Scrapper berdasarkan : • Mesin penggerak – – • Type – – • – – • Roda Semi trailler Full trailler Hydraulic Controlled Cable Controlled Scraper bermesin tunggal Scraper bermesin ganda Alat kendali | DTSS Teknik Pemeriksaan 35 .1. Membuka jalan kerja & penggususran ( 100 m ) g.

mempercepat gerakan pindah gigi. bekerja alat (pisau. mempersiapkan utnuk mengambil muatan 2. mengelupaskan lapisan tanah permukaan yang jelek Meratakan kontur sekeliling bangunan Menggali saluran Menggali dan mengurug badan jalan Jarak angkut 100 m . Pengecualian dalam hal ini adalah mesin yang dipasang di kendaraan yang tepat untuk Bab 86. Produksi scraper dinyatakan dalam jumlah tanah yang dapat dipindahkan tiap jamnya. ada 2 hal yang harus diperhatikan adalah: 1. tanah yang dimuat ini dalam kondisi loose. Waktu tetap waktu yang dibutuhkan untuk muat . bagian dari mesin dari pos ini.31. Produksi Scraper : 1. | DTSS Teknik Pemeriksaan 36 . Kapasitas scraper ditentukan oleh volume material yang dimuat dalam bowl [m3]. memutar balik. atau yang tidak bergerak otomatis. dll. membuang muatan. 2. diklasifikasikan dalam pos 84. Penggalian.1000 m merupan jarak ekonomis untuk scraper . mesin diklasifikasikan dalam pos 86. dll). yang dilengkapi atau tidak dilengkapi dengan booming dan pneumatik atau hidrolik silinder. secara khusus. Waktu tidak tetap waktu untuk berjalan menuju tempat membuang dan kembali mengambil muatan Komponen-komponen Alat Berat Berdasarkan ketentuan umum mengenai klasifikasi bagian (lihat Penjelasan Umum Catatan untuk Bagian XVI). atau dari jenis yang cocok untuk kopling ke dalam kereta berjalan pada jaringan kereta api apapun. Secara umum.04 jika mereka sudah terpasang pada kereta atau truk. tetapi juga pada mesin mobile. cocok untuk pemasangan langsung untuk dasar mendorong. dan untuk menghitung cycle time-nya. tidak hanya mencakup pos tetap atau mesin stasioner. ember.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar – – Roda Rantai Roda Karet Fungsi Scraper : • • • • • Stripping top soil.

penggalian. Untuk lantai disamping Kabin kemudi. dan lain-lain.1400 2 3.8412. Silinder Penggerak Bak Silinder penggerak dengan sumber daya oli hidrolik HS No. Di sisi lain.9190 5 6.0000 (8431.25 sampai dengan 84.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Railroad pemberat mesin penggali-screening sering dipasang di gerobak atau truk sesuai dengan kondisi ini. Platform untuk Deck Komponen pelat dengan proses stamping dipermukaannya.6 Mpa Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak 6 | DTSS Teknik Pemeriksaan 37 .9000 4 5.1900 3 4.21.50. HS No. 8414.04.31 merupakan bagian yang cocok untuk digunakan semata-mata atau terutama dengan mesin dari pos 84. Gerak sendiri kendaraan untuk pelayanan dan pemeliharaan kereta api rel terdapat dalam pos 86. Suspensi Belakang Suspensi dengan isi Oli Hidrolik & Gas Nitrogen HS No. 7326.90.80.0000) 1 2. Propeller Shaft Penerus daya dari mesin ke gardan (axle) HS No.30. mesin yang dipasang di truk atau platform yang tidak memenuhi spesifikasi dari rollingstock kereta api.49.8708.80. Contoh Komponen-komponennya 1. 8708. Pos 84. Kompresor Untuk sistem pendingin udara HS No. Pompa Hidrolik Relief Pressure 20. tetap diklasifikasikan dalam pos ini.

Pompa Injeksi BBM Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail 7 8. Vessel Bak penampung material angkut | DTSS Teknik Pemeriksaan 38 . Operator Seat Dilengkapi dengan sabuk pengaman 2 titik 9. Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 11. Platform RH Platfrom untuk peletakan Filter Udara 10.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 7. Front Support Konstruksi penahan kabin 12.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponenkomponen Buldozer 1 1 Komponenkomponen Excavator Komponenkomponen Dump Truck 1 Komponenkomponen Motor Grader 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 Komponen-komponen Utama (Impor) | DTSS Teknik Pemeriksaan 39 .

Transmisi Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft.9000 4.8431.8431.49. HS No.9000 8 akhir Sprocket.8431.8412.49.8408.9000 HS 6 7.Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak.21. Engine Tipe Diesel dg Turbocharger Daya: 135 HP (nett) HS No.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1.90. Hs | DTSS Teknik Pemeriksaan 40 .9000 7 8. HS No. HS No.8431.49. Pompa Injeksi BBM Pompa injeksi langsung Hs No.5090 5 6. Kabin Kabin operator dengan Tuas kendali hidrolik HS No.49.49. Pompa Hidrolik Pompa hidrolik tandem tipe gear pump.49.9000 4 5.9000 2 3.0000 (8431.8431. Drive Shaft 3 Untuk meneruskan daya dari mesin ke penggerak akhir.49.8431. Rear Axle Axle dengan penggerak No.9000 1 2. Silinder Hidrolik Penggerak alat kerja (attachment) No.

Tandem case 12 Komponen-komponen Utama (Impor) 1. Front Counter weight Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan 9 10.49. Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli sistem hidrolik silinder 10 11.00-24-10PR 11 12.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 9.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 41 . Tire Ban performa offroad dengan ukuran 3. Hydraulic Cylinder Penggerak dengan tekanan oli hidrolik HS 8431.

Travel Motor Motor penggerak track link HS 8431.49.9000 5 6. Upper Roller & Lower Roller Platform dari rantai HS 8431.9000 2 3.49. 8408.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 42 .49.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.49. 8431. 8431.49.49.9000 7 8. Cabin Parts Kabin operator HS 8431.1010 4 5.90. Teeth & Adapter Komponen yang berfungsi sebagai pengurai material yang akan diangkat HS No. Track Link / Shoe Plate Rantai penggerak pengganti ban HS 8431. Control Valve Komponen pengontrol aliran oli hidrolik yang menggerakkan Silinder dan Travel Motor HS . Engine Mesin dengan bahan bakar solar HS No.9000 3 4.9000 Note: imported on un-assemble condition 6 7.

Bucket komponen pengeruk material 13 Komponen-komponen Utama (Impor) 1. Track Frame Rangka bawah sebagai platform dari rantai penggerak dan motor penggerak 9 10.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 43 .49. Arm Bagian dari mekanisme penggerak bucket 11 12.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 8 9. Case & Frame HS 8431. Main Frame Rangka atas sebagai platform mesin. Boom Bagian dari mekanisme penggerak Arm 10 11. kabin dan komponen lainnya 12 13.

49.9000 2 Roller HS 8431.90.5090 2 3.9000 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 44 .9000 3 Komponen-komponen Utama (Impor) Track HS 8431. Engine HS 8408. Radiator HS 8431.49.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.49.49.9000 1 Track Roller Frame HS 8431.

20.000 2 Front Axle 8431.90.20.9000 R ADIATOR Radiator 7318.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 45 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) Rear Axle 8431.000 1 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.20.16.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) 1 Rear Axle 8431.000 2 Front Axle 8431.20.20.16.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 46 .90.000 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.20.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.9000 R ADIATOR Radiator 7318.

2. Peningkatan produksi ini didukung oleh bergairahnya beberapa sektor ekonomi. 2) Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. 3) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya.400 unit. mutatis mutandis. Saudara diminta untuk me-review kembali pemahaman Saudara dengan cara menjawab soal-soal latihan berikut. yang mencakup sebagai berikut: Buldoser dan angledozers. Mesin giling | DTSS Teknik Pemeriksaan 47 . untuk mesin mendorong diri dari pos ini. Pencakar.700 unit.30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku. 4) Pengertian alat berat dalam BTBMI adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84. Multi-ember ekskavator. Loader-transporter. Namun demikian. sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. seperti perkebunan dan pertambangan. peningkatan produksi tersebut belum mampu melewati produksi pada 2008 yang mencapai 5. Grader dan Leveller.) Rangkuman 1) Pertumbuhan industri spare part alat berat nasional pada tahun 2010 diproyeksikan mengalami peningkatan hingga 100 persen menjadi 4. Shovel loader. terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Mesin pemadat. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek. Mekanikal sekop.) Latihan Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini.3.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1.914 unit dan 2007 yang mencapai 4. 1) 2) 3) Jelaskan mengapa Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek! Jelaskan apa itu Buldozer dan Excavator! Mengapa daya saing suatu negara menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan kemajuan perdagangan ? Jelaskan ! 4) 5) Jelaskan alat berat berdasarkan fungsinya ! Jelaskan klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya! 1.

meratakan tanggul. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. Alat Pemindahan Material e. 10) Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. pencampuran tanah. Alat Pemadat f. Alat dengan Penggerak b. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. Alat Pengangkut Material d. a. a. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah. Alat Penggali c. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). | DTSS Teknik Pemeriksaan 48 . Alat Statis 8) Alat penggali sering juga disebut Excavator. 6) Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. Alat Pengolah Lahan b. Alat Pemroses Material g. 9) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. Alat Penempatan Akhir Material 7) Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 5) Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator). Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat.

bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. 16) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). menggali pondasi basement dan lain-lain. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. 12) Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai]. 14) Articulated Dump Truck. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 11) Wheel Tractor Scrapper. menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. untuk menggusur bongkaran. 18) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. 19) Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. Grader dan sejenisnya. 13) Jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. | DTSS Teknik Pemeriksaan 49 . memindahkan. digunakan untuk memuat. disingkat ADT. dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). meratakan jalan raya atau lapangan terbang. disingkat WTS. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. 17) Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). Wheel tractor Dozer [roda karet]. 15) Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. meratakan atau menyebarkan material. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o 20) Berdasarkan alat geraknya/mounted.

22) Berdasarkan blade/pisau. dengan cara penggalian sebuah ember. sering lagu-bertelur. dll) atau. a. material ringan) 1. khususnya. dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator. digunakan di pertambangan. Pemadat mesin 4) Fungsi utama yang menangani dan tidak transportasi. dengan pisau besar dipasang di depan. Mekanikal sekop 3) Roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin. Dozer c. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka intothe tubuh mesin. Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. Grader dan Leveller Buldoser dan angledozers c.) Tes Formatif 1 1) Mesin yang terdiri dari basis mendorong. Pemadat mesin 5) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan…. b. b. Backhoe | DTSS Teknik Pemeriksaan 50 . dan membentuk unit mekanik terpisahkan. dan lain-lain. Light material U Blade ( U – Blade . Mekanikal sekop Mesin yang menggali ke dalam tanah. di atas atau di bawah tingkat mesin.4.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 21) Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. tarik sekop. Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. Pencakar d. a. Loader-transporter d. di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines)... Bowl dozer. Cushion Blade (C – Blade). untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. Loader-transporter d. Angling Blade (A – Blade). Mereka digunakan. transportasi dan pembuangan itu. Straight Blade (S – Blade). a. a. dozer dibedakan menjadi: Universal Blade (U Blade). a. untuk meningkatkan jangkauan kerja. Grader dan Leveller b. ambil. b. buldoser dan angledozers 2) c. pencakar d.

Compactor 9) Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. b. Shovel. a. Dragline. kecuali. c. b. Crawler Wheel c. kecuali… a. Kapasitas terbatas dan jalan berlumpur Kapasitas terbatas dan jalan berlobang-lobang Kapasitas menengah dan jalan berlumpur Kapasitas menengah dan jalan berlobang-lobang 20o 25o c. b. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material Dump Truck. a. merupakan c. a. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. Alat Pemindahan Material 10) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. b. Alat Pemadat 11) Concrete spreader termasuk kedalam alat. 6) Scraper d. Alat Penempatan Akhir Material d. Alat Pemadat Alat Penggali c. Alat Pemadat d. a. Alat dengan Penggerak c. Pneumatic-tired roller d. Excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. 30o d. d. d. Alat Pengangkut Material d. Swamp d. Alat Statis b. 45o 13) Angle Bulldozer dapat bergerak serong pada sudut … a. Alat Pemindahan Material alat yang digunakan untuk 12) Articulated memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. Trowel | DTSS Teknik Pemeriksaan 51 . 14) Di bawah ini adalah macam-macam jenis Bulldozer berdasarkan alat geraknya.. Scraper D. b. Alat Pemadat. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material c.. b. Clamshell 7) Crane termasuk dikategorikan kedalam. b. a. Loader Tamping roller c. a. Alat Pengolah Lahan 8) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. c. a.

5. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruha n Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan pada kegiatan belajar 2. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 52 . 40T – 100T d. 100T – 360T 1. Hitunglah persentase tingkat pemahaman (TP) anda. disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan. a.) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap kegiatan belajar 1..Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Off Highway Truck dapat digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas mulai dari. Selanjutnya. maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 1 ini. 20T – 100T 40T – 360T c.. b.

atau | DTSS Teknik Pemeriksaan 53 . Untuk pemeriksaan barang ekspor didasarkan pada Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P. e. gudang Eksportir. Pada pasal 10 dinyatakan bahwa pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a.) Uraian dan contoh Pemeriksaan fisik adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa. dikenai Bea Keluar. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. b. atau f. b.1. berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. 2. mendapat fasilitas KITE. Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. akan diimpor kembali. d.27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali. c.2 Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti kegiatan belajar ini peserta diharapkan dapat melakukan pemeriksaan fisik alat berat dan dapat membandingkan antara teori dan praktek tentang alat berat.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar KEGIATAN BELAJAR . Kawasan Pabean pelabuhan muat.

04/2007 tentang Pemeriksaan Pabean di Bidang Impor.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan dengan untuk benar. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. atau b. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan. Terhadap barang impor dilakukan pemeriksaan pabean berdasarkan pemberitahuan pabean yang disampaikan oleh importir. dikenai Bea Keluar. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: a. Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. 139/PMK. Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko. Sedangkan pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. Kegiatan pemeriksaan ini mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. memastikan dan bahwa pemberitahuan pelengkap pabean. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh | DTSS Teknik Pemeriksaan 54 . Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan. yang diberitahukan dokumen pabean diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan. mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan.

cukai. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. 2. Bea Keluar. c. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. 2.1. dan d. Buku pengetahuan barang.1. b. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau terdapat bukti permulaan yang cukup telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan yang dilakukan oleh Eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importer yang mendapat status dipersamakan dengan importer jalur prioritas.) Persiapan pemeriksaan alat berat/komponen alat berat secara umum Untuk keperluan kepustakaan maka seharusnya pemeriksa alat berat memiliki: 1. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). Terhadap eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importir lain yang mendapat status yang dipersamakan dengan importir jalur prioritas diperlakukan sebagai Eksportir tertentu. | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 . Pemeriksa barang hendaknya memperhatikan barang apa yang akan diperiksa dan menghubungkannya dengan pos-pos pada BTBMI. Hasil pemeriksaan agar mengacu ke BTBMI sehingga pemeriksaan dapat digunakan secara efektif oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar eksportir yang merangkap sebagai importir dengan kategori low risk dapat tidak dilakukan pemeriksaan fisik. dan pajak. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan.

Alat pengukur (meteran. Menggali informasi lain dari situs internet. 7. 2. Tas kecil (untuk menyimpan peralatan kerja selama proses pemeriksaan) Untuk melakukan identifikasi alat berat dalam rangka pemeriksaan dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : | DTSS Teknik Pemeriksaan 56 . Alat tulis kantor berupa: • • Spidol (permanent marker) untuk menandai barang Ballpoint untuk menulis Laporan Hasil Pemeriksaan 4. 5. diperlukan apabila menghadapi barang yang perlu penanganan khusus. Kalkulator. atau barang/kemasan tertentu dalam kontainer. berfungsi sebagai alat penerangan apabila barang tidak dikeluarkan dari kontainer. berfungsi untuk melakukan penghitungan jumlah barang atau konversi satuan barang. 3.com juga sangat membantu pemeriksa barang dalam melakukan pengayaan informasi tentang barang yang akan diperiksa Selain yang bersifat soft skill maka pemeriksa barang juga harus melengkapi dirinya dengan hard skill atau hard tools. Pemeriksa barang haruslah kreatif dalam menggali sumber informasi tentang barang dalam hal ini alat berat yang akan diperiksa. misalnya untuk melihat plate. Situs yang diddapat dari search engine seperti www.google. berfungsi untuk membuka karton / pengemas barang (sebagai cadangan apabila pengurus/buruh tidak membawa cutter). macrometer dan sejenisnya) berfungsi untuk mengukur panjang barang / carton / kemasan. 6.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pemeriksa barang perlu melengkapi diri dengan literatur yang berkaitan dengan identifikasi barang 3. Perlengkapan dimaksud yaitu: 1. Kacamata / sarung tangan / Topi / Helm pengaman (bila perlu). Senter kecil. Cutter / pisau saku.

Pengemas yang dimaksud yaitu mesin dimasukkan kedalam kemasan terbuat dari kayu (semacam krat) dan dibungkus plastik rapi. Perhatikan brosur. Temukan/cari name plate barang bersangkutan Berbeda dengan brosur. lihat gambar di bawah ini. Name plate dibuat dari selembar logam yang ditempel pada body mesin yang bersangkutan. Informasi Name plate bisa jadi lebih berharga di banding dengan brosur. leaflet. 2. (silencer) tidak terdapat jelaga yang berlebihan. Memperhatikan gambar yang tertera di masing-masing penjelasan identifikasi pengertian alat berat untuk mengenali dan membedakan macam alat berat. melebihi ukuran kontainer yang ada. leaflet. Merk c. Krat/crate yang berisi lepasan-lepasan alat berat pengangkutannya dapat dimasukkan kedalam kontainer atau tidak. Perhatikan bentuk fisik barang: Ketahui mesin diimpor dalam keadaan baru atau bekas: Salah satunya dengan melihat apakah terdapat ceceran atau rembesan oli yang keluar dari seal mesin. leaflet dan manual books maka posisi name plate pasti melekat pada fisik barang tersebut.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. biasanya tidak dimasukkan kedalam kontainer. manual books atau sejenisnya 5. Nama barang b. Negara asal d. Salah satu tanda-tanda mesin dalam keadaan baru atau bekas dapat dilihat dari konsdisi pengemas barang. Informasi di name plate menggambarkan informasi sebagai berikut: a. Setelah pengemas dibuka maka pada mesin dalam keadaan baru akan ditemukan adanya brosur. Pabrik pembuat | DTSS Teknik Pemeriksaan 57 . Juga diperhatikan apakah terdapat pengecatan ulang (recolour) untuk mengelabui petugas sehingga tidak bias dibedakan antara yang baru dengan bekas. alat yang ukurannya besar. tergantung dari ukuran krat/mesin yang bersangkutan. manual books atau sejenisnya. 3. Perhatikan pengemas. Pada knalpot 4.

dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. Konsumsi bahan bakar yang dipergunakan per satuan waktu 6. jenis dan jumlah kemasan. jenis barang. Jika terdapat kecocokan antara ketiganya maka dapat dikatakan bahwa pengimporan barang impoir tersebut sesuai dengan pemberitahuan yang disampaikan importir 2. d. jumlah barang. Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir. merk. Spesifikasi barang bersangkutan (voltage/watt/ampere/RPM/PK/Horse Power) i. atau kemampuan menghisap atau mengisi udara (untuk pompa udara atau kompresor) ii. | DTSS Teknik Pemeriksaan 58 . Kemampuan hisap serta kemampuan melontarkan air (untuk pompa air).1. nomor.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. name plate dengan fisik barang yang bersangkutan. Kemampuan menuai/menebah (untuk mesin tebah) padi per satuan waktu iii. spesifikasi teknis barang. Pemeriksaan fisik barang yang mendapat kemudahan ekspor yang akan dikonsolidasi dapat dilakukan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir atau di tempat konsolidasi barang ekspor. c.2. Perhatikan antara brosur. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar e. b.

Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). | DTSS Teknik Pemeriksaan 59 . maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. ditandatangani Pemeriksa. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : • • eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa.

Pejabat di Kantor Pemeriksaan i. Formulir PM. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas. iii. Menerbitkan Surat Tugas. Untuk dapat memasukkan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1). iv. Pemasukan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean dilakukan dengan menggunakan PEB. Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. NPPD. Menerima PPB dan PEB melalui faksimili atau melalui sarana komunikasi lainnya dari Kantor Pemuatan. Menyerahkan kepada Pemeriksa : a. PPB.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. Eksportir mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya sesuai contoh sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IV Peraturan Direktur Jenderal ini (P30/BC/2009 tentang perubahan kedua atas peraturan Dirjen Bea dan Cukai nomor P-40/BC/2008 tentang tata laksana kepabeanan di bidang ekspor). nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM. dan setelah mendapat izin dari Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya dan telah mendapat keterangan tertulis dari surveyor tentang telah selesainya pemeriksaan atas barang ekspor yang akan dimasukkan ke Kawasan Pabean. Mencantumkan nama Pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan dan menetapkan tingkat pemeriksaan pada PPB. Surat Tugas. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : • • meneliti kemasan barang dan TPPBC. Mekanisme Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor 1. | DTSS Teknik Pemeriksaan 60 . jenis. c. ii. b. menghitung kemasan yang di-stuffing.

c. c. v. iii.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar v. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. Menyerahkan kepada eksportir/kuasanya : a. Surat Tugas. iv. | DTSS Teknik Pemeriksaan 61 . 2. vii. Menerima dari Pejabat Kantor Pemeriksaan : a. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. Permendag ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2010 dan merupakan perpanjangan dari ketentuan sebelumnya yaitu Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/12/2008 tanggal 24 Desember 2008. vi. Pemeriksa : i. Menerima dari eksportir/kuasanya : • • • • PEB yang telah mendapat Nomor Pendaftaran dan telah ditandatangani serta dibubuhi cap perusahaan. b. Mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada bagian belakang PEB dan menandatangani PM. Invoice dan Packing list. ii.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor Ketentuan impor barang modal bukan-baru (bekas) diperpanjang masa berlakunya menyusul diterbitkannya Permendag Nomor 63/M- DAG/PER/12/2009. Menyerahkan PPB kepada Pejabat Kantor Pemeriksaan.1. Menerima dari Pemeriksa PPB dan menatausahakannya. Meneliti pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. Formulir PM. PPB. Melakukan pemeriksaan fisik barang sesuai instruksi pemeriksaan yang tercantum pada PPB. Invoice dan packing list. PEB yang telah berisi hasil pemeriksaan fisik barang. 2. b.3. PPB.

Berkaitan dengan impor alat berat. Atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar diberikan keringanan bea masuk sehingga tarif akhir bea masuknya menjadi 5 % (lima persen). Perusahaan yang melanggar ketentuan yang berlaku akan dikenakan sanksi. selain mengimpor untuk kebutuhan di dalam negeri juga dapat mengekspor hasil proses rekondisi/remanufakturingnya dan memenuhi pesanan pemakai langsung. 2. Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah | DTSS Teknik Pemeriksaan 62 . dipungut bea masuk dan pungutan impor lainnya dan tidak dikenakan denda.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kebijakan memperpanjang masa berlaku Ketentuan Impor Barang Modal Bukan Baru ditujukan untuk mengimbangi daya beli sektor industri di tanah air yang masih lemah akibat belum kondusifnya perekonomian Indonesia. yaitu pencabutan Angka Pengenal Importir (API) dan/atau pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.05/2000 tanggal 31 Maret 2000 oleh industri alat-alat besar diberikan fasilitas keringanan bea masuk dengan ketentuan sebagai berikut : 1. spesifikasi barang yang tercantum dalam daftar barang. terdapat ketentuan bahwa atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alatalat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 99/KMK. jenis. apabila pada saat pengimporannya tidak memenuhi ketentuan tentang jumlah. Dalam hal tarif bea masuk yang tercantum dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) 5 % (lima persen) atau kurang. Perusahaan rekondisi/remanufakturing. Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk. maka yang berlaku adalah tarif bea masuk dalam BTBMI.

d. sehingga apabila diperiksa oleh satu orang Pejabat Pemeriksa Barang membutuhkan waktu yang cukup lama. Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). Penyalahgunaan bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar akan mengakibatkan batalnya fasilitas bea masuk yang diberikan. dalam hal jumlah dan atau jenis barang yang akan diperiksa mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. sehingga bea masuk yang terhutang harus dibayar dan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 100 % (seratus persen) dari kekurangan bea masuk. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). agar dapat digunakan untuk: a. | DTSS Teknik Pemeriksaan 63 . b. menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar Untuk mempermudah pemahaman peserta akan pekerjaan pemeriksaan fisik yang dilakukannya dan bagaimana keterkaitannya dengan bagian lain. mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. dan menghambat kecepatan penyelesaian suatu importasi. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk hanya dapat digunakan untuk kepentingan industri yang bersangkutan. maka di bawah ini digambarkan bagan alur pemeriksaan barang. Pemeriksaan fisik Barang untuk setiap PIB dilakukan oleh 1 (satu) orang Pejabat Pemeriksa Barang yang ditunjuk secara langsung melalui Sistem Aplikasi atau oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen. e. Pejabat Pemeriksa Dokumen dapat menunjuk Pejabat Pemeriksa Barang lebih dari satu orang.

maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir. PIB Jalur Hijau Penetapan Jalur Jalur Merah SPPB Berkas PIB Pendok PFPD INP / DNP 7 Hr Penetapan Keberatan Hi Co Scan SPJM Pendok Periksa Fisik LHP PFPD BPIB INP/DNP 7 Hr Penetapan SPPB SPKPBM SSPCP/Jaminan Sumber: Modul Pemeriksaan Dokumen Dengan Komputer SPPB SPJM NIK : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang : Surat Pemberitahuan Jalur Merah : Nomor Identitas Kepabeanan Dalam hal PIB mendapat jalur merah.2. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. | DTSS Teknik Pemeriksaan 64 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang.1 Bagan Alur Penetapan Tarif Impor dan Posisi Pekerjaan Pemeriksaan Barang PIB Tidak masuk analyzing point dan payment verification /jalur prioritas Download P I B Mandatory check/ Content Check Tidak masuk payment verification Payment Verification Di sini pekerjaan pemeriksaan fisik barang Analyzing Point Nomor Pendaft. Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang.

Tempat Penimbunan Pabean (TPP). | DTSS Teknik Pemeriksaan 65 . Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. atau peti kemas yang akan diperiksa serta menyaksikan pemeriksaan tersebut. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya.atau c. importir atau kuasanya mendapat pemberitahuan pemeriksaan fisik dari pejabat bea dan cukai atau dari sistem komputer pelayanan. pejabat bea dan cukai dapat meminta bantuan pihak lain yang memiliki pengetahuan teknis tersebut. c. Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : a. Pemeriksaan fisik barang impor dilakukan oleh pejabat pemeriksa fisik berdasarkan instruksi pemeriksaan yang diterbitkan oleh pejabat bea dan cukai atau system komputer pelayanan. Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. kemasan. Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : a. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. Importir atau kuasanya wajib menyiapkan dan menyerahkan barang impor untuk diperiksa. Apabila dalam pemeriksaan fisik barang impor dibutuhkan pengetahuan teknis tertentu. Dalam hal dilakukan pemeriksaan fisik. Kewajiban tersebut harus dilaksanakan paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pemberitahuan pemeriksaan fisik. b. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. Tempat Penimbunan Berikat (TPB). membuka setiap bungkusan. b.

adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Pejabat Pemeriksa Barang : 1) mencocokkan nomor. Tingkat Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat : a. Tingkat Pemeriksaan 10 (sepuluh) %. Barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor. 2) 3) 4) memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. b. Barang impor yang tidak diberitahukan. Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. maka pejabat pemeriksa dokumen menyerahkan pemberitahuan pabean beserta dokumen pelengkap pabeannya tersebut kepada pejabat bea dan cukai yang bertanggung jawab dibidang pengawasan untuk dilakukan penyelidikan. Mekanisme Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat Impor a. Alat berat/komponen alat berat impor yang diangkut dalam petikemas (container). adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. c. ukuran. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang | DTSS Teknik Pemeriksaan 66 .atau b. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: i.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dalam hal berdasarkan pemeriksaan pabean terdapat : a.

merek. Dalam hal jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. Alat berat/komponen alat berat impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan barang impor yang akan diperiksa. (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. 2) Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : a) Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. Pejabat Pemeriksa Barang: 1) Mencocokkan nomor. (4) Terhadap jenis barang yang memerlukan penanganan khusus (diangkut dengan reefer container) pemeriksaan dapat dilakukan di gudang/tempat penimbunan milik importir.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. b. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. | DTSS Teknik Pemeriksaan 67 . maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. ii. pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang akan diperiksa. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang. (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang.

maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. b) Apabila jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. 4) dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai. Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. 2) merk. f. data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. e. c. 3) memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. tipe. | DTSS Teknik Pemeriksaan 68 . 5) dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. ukuran.

Mengisi dan menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor g.) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : 1. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. 2.1. misalnya : 2. apabila ada. h. bekas. 3. Menyerahkan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat bersama dengan lembar ke-1 Berita Acara Pengambilan Contoh Barang kepada staf Seksi Kepabeanan dan Cukai bersama-sama dengan packing list dan LHP. Memberikan paraf dan mencantumkan tanggal pemeriksaan pada contoh barang. Menyerahkan lembar ke-2 Berita Acara Pengambilan Contoh alat berat/komponen alat berat kepada importir atau kuasanya. Meminta kepada importir atau kuasanya untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor. b. i. | DTSS Teknik Pemeriksaan 69 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tata Kerja Pengambilan Contoh dan/atau Foto Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Alat Berat/Komponen Alat Berat: a. kondisi barang (baru. yang meliputi : a) uraian barang. Menerima contoh dan foto alat berat/komponen alat berat dari importir atau kuasanya. b) merek dan tipe barang. scrap). Memperhatikan dan memastikan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat yang diajukan sudah memenuhi syarat dan kualifikasi untuk dapat digunakan dalam penetapan klasifikasi dan penetapan nilai pabean. f. kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Menunjuk kemasan dimana barang contoh dan foto alat berat/komponen alat berat harus diambil. c. d.4. e. Memberitahu importir atau kuasanya tentang pengambilan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat. c) spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang.

d) Waktu (menit. Laporan Hasil Pemeriksaan fisik (LHP) secara umum memuat isian beberapa unsur sebagai berikut : a) Nomor dan Tanggal PIB b) Tempat dan tanggal dilakukannya pemeriksan fisik c) nama importir atau kuasanya yang menyaksikan pemeriksan fisik. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. 10. Jenis kemasan barang. merk dan tipe barang (apabila ada). Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. sesuai dengan penyebutan umum barang bersangkutan. tanggal pemeriksaan dan mencantumkan nama dan NIP serta membubuhkan tanda tangan pada contoh barang dan atau foto barang. 7. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. h) Uraian jumlah dan jenis barang secara lengkap dan jelas. Memberikan catatan nomor PIB. jam dan tanggal) mulai dan akhir pemeriksaan fisik serta kalau terdapat jeda waktu pemerikaan fisik karena kendala teknis seperti hujan atau sebab lainnya. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. 9. yang meliputi : i. Dalam hal hasil pemeriksaan merupakan hasil pemeriksaan bersama. f) Nomor dan ukuran petikemas (container) yang diperiksa dalam hal barang dimuat dalam petikemas (container). ii. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan keterangan dari instansi terkait. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. 8. 5. 6. jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. g) Jumlah. termasuk perubahan tingkat pemeriksaan menjadi 100% beserta alasannya. 4. iii. e) Tingkat pemeriksaan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. nomor petikemas/kemasan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 70 . uraian barang. nomor dan jenis kemasan barang impor yang diperiksa.

dll. Pengenalan akan di arahkan pada komponen-komponen seperti di bawah ini: 1. i) Keterangan tambahan dalam hal : i.keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang dalam rangka pengklasifikasian dan peneletian nilai pabean. pemeriksaan fisik merupakan hasil pemeriksaan bersama. Pejabat Pemeriksa barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik (LHP) kedalam sistem aplikasi pelayanan. water pump.5.) Penjelasan design dan pengenalan alat berat/komponen alat berat di lokasi pabrik Dalam kunjungan ke lokasi pabrik alat-alat berat akan dijelaskan mengenai rancangan macam-macam alat berat. power steering pump. Komponen yang ada di Engine. pemeriksaan fisik memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. v. iii. compressor. Dalam hal Kantor Pelayanan telah menerapkan PDE Kepabeanan. yaitu fuel injection pump. pemeriksaan fisik memerlukan keterangan dari instansi terkait.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar iv. Dengan demikian peserta akan memperoleh pengetahuan yang lebih rinci berkaitan dengan alat-alat berat guna mereka melakukan pemeriksaan. ii. 2. oil pump. pemeriksaan fisik tidak dapat dilakukan berserta alasannya. v. iv. Engine Assy (Assembly / komplit) b. kondisi barang (baru atau bukan baru). spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang.1. k) Nama dan NIP Pejabat Pemeriksa Barang. pengambilan contoh barang dan/atau foto barang dan/atau dokumen tentang spesifikasi produk yang menyertai barang. | DTSS Teknik Pemeriksaan 71 . vi. alternator. j) Kesimpulan tentang jumlah dan jenis barang yang diperiksa sesuai dengan perintah pemeriksaan sebagaimana dituangkan dalam istruksi pemeriksaan. starting motor. Komponen Engine yang terdiri dari : a. sehingga peserta akan dapat memperluas cakrawala pemahamannya mengenai teori-teori yang pada kegiatan belajar satu telah didapatkannya. turbocharger.

Boom. Hydraulic Pump i. Fungsi dari alat berat tersebut berubah. Coupling d. Misalkan excavator seharusnya bekerjanya lebih banyak statis dipergunakan untuk banyak jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 72 . Hydraulic Breaker c. Misalkan bucket pada excavator dipergunakan untuk memecah batu yang besar maka dapat mengakibatkan kerusakan di bucket. arm. dll) Dll 3. Ripper Pada prinsipnya komponen di atas tidak dirancang untuk rusak dan mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen tersebut. Axle e. Torque Converter c. antara lain : 1. Main Pump h. Beberapa alasan yang mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen. Log Clamp e. Komponen Chasis terdiri dari : a. 2. Cylinder Assy (Arm. Travel Motor g. Komponen Work Equipment / Attachment terdiri dari : a. Bucket d. misalkan Excavator sebelumnya berfungsi untuk mengeruk tanah menjadi pemecah batu. Final Drive f. boom dan cylinder. Bucket. sama halnya misapplication kejadiannya dikarenakan kecerobohan. maka harus dilakukan penggantian work equipment / attachment dari bucket menjadi hydraulic breaker. hal ini sering terjadi dikarenakan kecerobohan dari operator atau pimpinan lapangan. Hydraulic Winch b. Blade. j. 3. Mis-application (salah aplikasi dari alat berat).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Transmission b. Mis-operation (salah pengoperasian dari alat berat).

Contohnya apabila palu tertinggal di axle atau kunci tertinggal di final drive. Mis-maintenance (salah melakukan pemeliharaan dari alat berat). hal ini umumnya kecerobohan baik dari pihak mekanik maupun operator. Salah satu contoh kecerobohan yang terjadi tetapi berakibat fatal. Diharapkan dengan penjelasan-penjelasan rancangan alat berat oleh pengelola pabrik kepada peserta. Tidak jarang pula kebutuhan akan komponen tidak dipenuhi.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (travelling). Misalkan alat berat tertimpa pohon. 5. Disinilah perlunya technical knowledge dalam melakukan modifikasi. yang dapat dibagi ke dalam macam-macam alat sebagai berikut: a. terguling dari tebing. 4. Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. dll. namun komponen yang tersedia dapat dipergunakan dengan sedikit ataupun banyak modifikasi. tetapi itulah kenyataan sebenarnya yang terjadi. exhaust manifold. Sebagai contoh. terbenam di lumpur. atau mengubah dudukan engine mounting. tidak sedikit kejadian engine block pecah terkena connecting rod. bukan hanya terjadi di lapangan saja tetapi workshop / bengkel. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 73 . maka pemahaman peserta akan semakin meningkat mengenai komponen-komponen alat berat. dll. tetapi tidak perlu khawatir bahwa banyak mekanik yang dapat dan sering melakukannya. kejadian kecelakaan atas alat berat di Indonesia sudah menjadi sesuatu yang biasa karena keselamatan karyawan maupun alat berat bukan merupakan perhatian utama. Accident (kecelakaan). akan mengakibatkan terjadinya kehancuran gigi – gigi dari gear. maka dapat mengakibatkan kerusakan di final drive atau travel motor. Kelihatannya sesuatu yang tidak masuk akal dan sesuatu yang keterlaluan. Kemudian dilakukan pengenalan pada bentuk fisik alat-alat berat. Misalkan engine yang tersedia harus dilakukan modifikasi dengan memakai suku cadang dari engine yang rusak yaitu dengan cara mengganti housing flywheel. intake manifold.

truck dan wagon. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan pembunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. dan clamshell. dragline. semen.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar dengan menggunakan dozer. alat yang digunakan dapat berupa belt. dan lain-lain. dan aspal. c. d. Alat yang dapat mencampur material-material | DTSS Teknik Pemeriksaan 74 . Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. b. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. backhoe. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. e. compactor. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relative kecil. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material. f. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. pneumatic-tired roller. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relative jauh. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. beton.

Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. batching plant. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. b. motor grader. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. selanjutnya peserta akan diperkenalkan macam-macam alat berat namun ditinjau dari sudut alat yang menggerakkannya. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Setelah peserta diperkenalkan dengan macam-macam alat berat. asphalt paver.2. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. Alat-lat tersebut adalah: a. g. 2. baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant.) Latihan 1) Apa tujuan dilakukannya pemeriksaan fisik barang untuk ekspor? Dan dimana saja dapat dilakukan pemeriksaan fisik barang ekspor? 2) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang ekspor? 3) Apa tujuan pemeriksaan fisik barang impor dan dimana saja tempat dilakukannya pemeriksaan fisik barang impor? 4) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang impor? 5) Bagaimana melakukan tahapan melakukan klasifikasi barang untuk keperluan pos tariff? | DTSS Teknik Pemeriksaan 75 . dan alat pemadat.

diberitahukan dengan benar. e. dikenai Bea Keluar. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali. c. 4) Pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. 6) Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko. atau berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. d. atau tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. 7) Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan.) Rangkuman 1) Pemeriksaan fisik ekspor barang adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa. mendapat fasilitas KITE. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa | DTSS Teknik Pemeriksaan 76 . gudang Eksportir. c. b. 5) Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan.3. f. 2) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a. akan diimpor kembali. b. Kawasan Pabean pelabuhan muat.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. 3) Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan untuk memastikan bahwa pemberitahuan pabean.

telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. 8) Pemeriksaan fisik barang ekspor dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: (i) mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. | DTSS Teknik Pemeriksaan 77 . dan pajak. b. spesifikasi teknis barang. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. dan d. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. 9) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. cukai. c. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. 10) Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. c. atau (ii) dikenai Bea Keluar. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir. jenis barang. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer. Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. 11) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. b. Bea Keluar. jumlah barang. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan.

Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. jenis dan jumlah kemasan. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. ditandatangani Pemeriksa. 14) Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. b. nomor. Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. meliputi : a. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. g. Total nilai FOB. jumlah barang. 16) Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. 13) Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. | DTSS Teknik Pemeriksaan 78 . spesifikasi teknis barang. c. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : a. d. merk. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. jenis dan jumlah kemasan. e. pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. jenis barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar d. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. 17) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. 15) Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. Klasifikasi barang berdasarkan HS. 12) Laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. nomor. b. merk. f.

agar dapat digunakan untuk: a. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. c. d. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : d. jenis. 19) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar 22) Dalam hal PIB mendapat jalur merah. menghitung kemasan yang di-stuffing. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. 20) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. meneliti kemasan barang dan TPPBC. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. 21) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 18) Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan. b. nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM. maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. e. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : a. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di | DTSS Teknik Pemeriksaan 79 . 23) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. e. b.

ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. atau (iii) Tempat Penimbunan Berikat (TPB). Pejabat Pemeriksa Barang: a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar tanggung oleh DJBC. (ii) Tempat Penimbunan Pabean (TPP). Mencocokkan nomor. ukuran. b. Pejabat Pemeriksa Barang : a. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. 25) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. 28) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. | DTSS Teknik Pemeriksaan 80 . menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: 29) Dalam hal barang impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. 26) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. 27) Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. c. 24) Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : (i) Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. d. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. merek. f. Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. mencocokkan nomor. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. merk. b. dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. b. disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. Langkah pertama adalah melakukan identifikasi barang. e. Pejabat Pemeriksa Barang : a. d. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : 30) Dalam hal barang impor dalam bentuk curah. Langkah kedua yaitu melakukan klasifikasi barang. c. data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. 33) Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). tipe. Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. 34) Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan packing list yang telah dilegalisir oleh Pejabat Penerima Dokumen. dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai. 35) Langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk dapat mengklasifikasi suatu barang dengan benar: a. ukuran. 31) Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. b. menghitung/mengukur jumlah atau volume barang. Pada saat ini sistem pengklasifikasian barang di Indonesia didasarkan pada Harmonized | DTSS Teknik Pemeriksaan 81 . maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen).

Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. b. gudang Eksportir. Berikut adalah dasar penetapan eksportir tertentu. kecuali… a. keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. Jenis kemasan barang. e. akan diimpor kembali. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan.) Tes Formatif 1) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor berikut. kecuali… | DTSS Teknik Pemeriksaan 82 . d. apabila ada. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. gudang perwakilan importir c. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. merek dan tipe barang. spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. 36) Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : a. kecuali… a. misalnya : kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). uraian barang. 2. bekas.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar System dan dituangkan dalam bentuk suatu daftar tarif yang dikenal dengan sebutan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). 3) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. akan diekspor kembali. c. b. 2) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor. akan dikenai Bea Keluar. kondisi barang (baru. f. c. yang meliputi : • • • b. d. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. scrap). kawasan pabean pelabuhan muat. d.4. g. akan dikenai Bea Masuk.

petugas bea dan cukai memanggil eksportir yang bersangkutan untuk konfirmasi 7) Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh……… a. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir. spesifikasi teknis barang. b. b. jumlah barang. c. Berikut cakupan pemeriksaan fisik barang ekspor. kecuali… a. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan. 5) Berikut adalah isi laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. Kakanwil dimana wilayah eksportir berada Kepala kantor bea dan cukai dimana wilayah eksportir berada | DTSS Teknik Pemeriksaan 83 . c. 4) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang. d. kualitas barang. kecuali… a. jumlah barang. b. merk. c. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. dan pajak. jenis barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a. eksportir membuat pemberitahuan perubahan total nilai FOB. b. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. Total bea masuk d. Mana pernyataan yang salah berikut ini… a. Bea Keluar. d. b. cukai. pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. jenis dan jumlah kemasan. spesifikasi teknis barang. 6) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. c. d. nomor. jenis barang. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk.

kecuali…. mencegah kesalahan pemberitahuan negara tujuan barang c. b. c. Nomor segel. d. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi ekspor. d. meneliti kebenaran stuffing meneliti kemasan barang meneliti TPPBC. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. Nomor peti kemas Tanggal pengiriman Jenis peti kemas. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. 10) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. d. 9) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. b. d. Biaya yang timbul akibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. menghitung kemasan yang di-stuffing. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa | DTSS Teknik Pemeriksaan 84 . kecuali… a. d. c. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. c. 11) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. Direktur verifikasi dan audit. agar dapat digunakan untuk … a. a. Mana pernyataan salah berikut ini……… a. b.. Direktur penyidikan 8) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara berikut. b. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan hal-hal berikut ini.

packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: | DTSS Teknik Pemeriksaan 85 . mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. Tempat Penimbunan Pabean. b. kecuali…. melakukan pemeriksaan importir. Pejabat Pemeriksa Barang : a. a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. Tempat Penimbunan Berikat. 12) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik barang dilakukan. kecuali… a. 15) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). kecuali… a. 13) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. d. fotocopy invoice b.. 14) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. d. d. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. c. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. c. c. fotocopy invoice b. c. mencocokkan nomor. Tempat Penimbunan Sementara b. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. ukuran. Tempat Penimbunan Khusus. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. d. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa.

Selanjutnya. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan untuk mengerjakan soal-soal test sumatif. Hitung persentase tingkat pemahaman (TP) anda pada kegiatan belajar 3 ini. maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 2.5) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap materi modul ini. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruhan Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %. disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 s 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 86 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.

serta dapat melakukan pemeriksaan secara baik. khususnya alat berat agar pemasukkan pajak Negara dari transaksi alat berat ini dapat berjalan secara optimal tanpa merugikan pihak-pihak pelaku perdagangan internasional terkait. Apabila Anda masih membutuhkan penjelasan terhadap materi pelajaran dalam modul ini. Dengan demikian Anda dapat melakukan tindakan yang tepat dalam setiap pengambilan keputusan. silahkan mengkonsultasikannya kepada fasilitator atau waidyaiswara yang membawakan materi pelajaran Teknik Pemeriksaan Alat Berat ini. Akhirnya semoga modul ini bermanfaat khususnya bagi peserta Diklat dan umumnya bagi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang mempelajari modul ini.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PENUTUP Teknik pemeriksaan alat berat adalah suatu bidang kegiatan yang erat kaitannya dengan tugas-tugas pemeriksaan barang pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Sebagai bagian dari institusi DJBC hendaknya Anda memiliki pemahaman yang tepat mengenai konsep pemeriksaan barang. Tujuannya adalah agar Anda dapat mengerti mengenai konsep pemeriksaan barang dan bagaimana keterkaitannya dengan unit-unit terkait lainnya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 87 .

a. shovel. Alat Pengangkut Material d. Alat Pemadat Alat Penggali c. backhoe b. Alat dengan Penggerak c. Loader c. dragline. Alat Pengolah Lahan 2) 3) 4) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. compactor Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. a. Alat Pemadat 7) Concrete spreader termasuk kedalam alat. b. Alat Statis Material b.. Alat Penempatan Akhir Material c. 1) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. a. Alat Penempatan Akhir d. Alat Pemroses Material c.. Crane termasuk dikategorikan kedalam. kecuali. d. Tingkat Pemahaman (TP) dapat Anda hitung sendiri menggunakan rumus yang telah disampaikan pada bagian sebelumnya. scraper. a. pneumatic-tired roller b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar TES SUMATIF Sebagai tolok ukur pemahaman Anda terhadap modul Teknik Pemeriksaan Alat Berat. excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. Alat Pemadat. Alat Penempatan Akhir Material b. tamping roller d. clamshell. dozer c. a. b. | DTSS Teknik Pemeriksaan 88 . c. Alat Pemindahan Material 5) 6) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. a. scraper d. silahkan Anda kerjakan soal-soal latihan berikut. Alat Pemadat d. a.

a. dozer. b. clamshell c. alat gali-muat-angkut b. alat gusur alat gali muat Alat muat Alat angkut. 8) Alat Pemroses Material d. Loader d. Alat Pemroses Material dan Alat Pemadat 9) Dump Truck termasuk kedalam alat. concrete spreader c. pneumatic-tired roller 13) . pneumatic-tired roller 14) Fungsi dari gambar no 13 adalah. alat bor d. Alat muat d. alat gusur 12) Yang termasuk kedalam Alat Penempatan Akhir Material. Alat Pemindahan Material Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. Alat dengan Penggerak dan Alat Penempatan Akhir Material d. b. c. d. asphalt mixing plant d. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 89 . concrete batch plant b. alat gali-muat-angkut c. Alat angkut c. a. Alat Statis dan Alat Pemadat c. Alat dengan Penggerak dan Alat Statis b. untuk menggali tanah dan batuan c. Alat muat b. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas d. 10) Bucket Whell Excavator termasuk kedalam alat. a. a. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan b. a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. Nama dari alat tersebut adalah a. alat perata 11) Backhoe termasuk kedalam alat a.

a. d. d. Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail d. c. c. d. 17) Gambar dari Pompa Injeksi BBM. c. a.13. Alat Penggali Alat Pengolah Lahan Alat Pengangkut Material Alat Pemindahan Material. c. | DTSS Teknik Pemeriksaan 90 . d. a. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder b. c. Untuk lantai disamping Kabin kemudi peletakan Filter Udara Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 20) Gambar dari front support. 18) Fungsi dari Kompresor. Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak c. Bak penampung material angkut. b.. a. Untuk sistem pendingin udara b. Penerus daya dari mesin ke garden (axle) 19) Fungsi dari Platform RH.. 16) Gambar dari suspensi belakang …. b. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Termasuk kedalam alat apakah gambar no. 21) Vessel adalah … . a. b. a. a. d.

c. b. Boom d. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder. a. d. b. | DTSS Teknik Pemeriksaan 91 . Main Frame b. untuk peletakan Filter Udara.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. d. . Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft 23) Gambar Arm. c. a. d. c. Pelindung rantai penggerak akhir roda b. Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan c. a. Bucket . 22) Fungsi dari Tandem Case. c. 24) Nama dari a. Konstruksi penahan kabin. Track Frame 25) Gambar Travel Motor. d.

B 11. B 10. D 7. D 2. B 5. D 12. B 2. C 6. A 9. B 10. C 8.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kunci Jawaban Test Formatif KB. 1 1. S 4. S 7. B KB. C Tes Sumatif 1 2 3 4 5 C B A D A 6 7 8 9 10 C C C A A 11 12 13 14 15 C D D A B 16 17 18 19 20 C B B D B 21 22 23 24 25 C B A B A | DTSS Teknik Pemeriksaan 92 . A 5.2 1. B 4. B 6. B 9. B 15. B 11. B 13. B 15. B 13. S 3. C 14. D 12. B 3. S 8. B 14.

sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o. Bea Keluar adalah pungutan negara berdasarkan undang-undang mengenai kepabeanan yang dikenakan terhadap barang ekspor. Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas berlumpur. perairan dan ruang udara di atasnya. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. Daerah pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. perairan dan ruang udara di atasnya. terbatas dan kondisi jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 93 . disingkat ADT. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku UndangUndang ini.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISTILAH Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Crawler loader adalah Loader dengan roda rantai. Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. Down Scrapper Tractor adalah Scrapper yang ditarik Buldoser. Wheel tractor Dozer [roda karet]. Articulated Dump Truck. BTBMI singkatan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai]. Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku undangundang mengenai kepabeanan.

Kawasan pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut. Grader alat perata tanah yang berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. bandar udara. atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) adalah pemberian pembebasan dan/atau pengembalian Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai serta PPN dan PPnBM tidak dipungut atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. Kantor pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini. Kewajiban pabean adalah semua kegiatan di bidang kepabeanan yang wajib dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Kepabeanan . Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan undang-undang mengenai kepabeanan. Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam Daerah Pabean. | DTSS Teknik Pemeriksaan 94 . pencampuran tanah. dirakit. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. atau dipasang pada barang lain yang hasilnya terutama untuk tujuan ekspor. Kepabeanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari Daerah Pabean. meratakan tanggul. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah.

bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. menggali pondasi basement dan lain-lain.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas alat dengan Penggerak dan alat statis. Pemberitahuan pabean adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Kepabeanan. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. PFPD merupakan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) | DTSS Teknik Pemeriksaan 95 . Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. untuk menggusur bongkaran. dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam undang-undang mengenai kepabeanan. atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor atau diserahkan ke Kawasan Berikat. Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsifungsi utama alat. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. Pembebasan adalah pembebasan Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. dirakit. Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Pemberitahuan Pabean Ekspor adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean di bidang ekspor. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. Grader dan sejenisnya.

| DTSS Teknik Pemeriksaan 96 . adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. TPS adalah Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Self Propelled Scrappers adalah Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pos pengawasan pabean adalah tempat yang digunakan oleh pejabat bea dan cukai untuk melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang impor dan ekspor. meratakan atau menyebarkan material. Skidder adalah untuk menarik batang kayu. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. TPB adalah Tempat Penimbunan Berikat TPP adalah Tempat Penimbunan Pabean (TPP). menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton.

Straight Blade (S – Blade).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Universal Blade ( U . memindahkan. Light material U Blade ( U – Blade . digunakan untuk memuat. Wheel Tractor Scrapper. material ringan) Wheel loader adalah loader dengan roda karet. | DTSS Teknik Pemeriksaan 97 .Blade ). Bowl dozer. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. Cushion Blade (C – Blade). disingkat WTS. Angling Blade (A – Blade).

(2009). Analisis Produsktivitas Alat-alat Berat Proyek: Studi Kasus Proyek Pengembangan Bandar Udara Hasanuddin. Rineka Cipta Siswanto. 2008 Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-07/BC/2007 tentang Pemeriksaan fisik barang impor. PT. Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis (Diktat Kuliah Untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang). Budi Tri (2008). Susy Fatena (2009).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR PUSTAKA Modul Teknik Klasifikasi Barang. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga atas peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. Jilid 1. Sonny. Departemen Pendidikan Nasional Surat Edaran Direktur Jenderal bead an Cukai Nomor SE-05/BC/2003 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksa Fisik Barang Impor Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21 Wedhanto. | DTSS Teknik Pemeriksaan 98 . Rasyid. Makassar Rostiyanti. Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. 2008. Teknik Alat Berat untuk Sekolah menegah Kejuruan. Muhammad Rusli. Maros. Tim Penyusun Modul Pusdiklat Bea dan Cukai.

. * coret yang tidak perlu ** diisi bila berkaitan dengan TPS ................/200............. d) Jam/Tgl selesai pemeriksaan barang : .... Tgl/waktu penunjukan pemeriksa: .........../............/.........../..................... Pengusaha TPS** ........./. ........ Kendala pemeriksaan a) Importir/kuasanya tidak ada di tempat pemeriksaan: X b) Barang tidak berada di tempat pemeriksaan : X c) Buruh tidak siap : X d) Peralatan tidak tersedia : X (sebutkan: .......... waktu pemeriksaan : a) Jam/Tgl dimulai pengeluaran kemasan (stripping) : .............................................................................................................../200...................................... ............................. c) Jam/Tgl dimulai pemeriksaan barang : .............../2000..... .........) e) Lain-lain : ..................../200.......................... 5........... Lokasi Pemeriksaan : 3. ........................../200........................... Mengetahui: Importir/Kuasanya* Pejabat Pemeriksa Barang ...../200..........:.......... b) Jam/Tgl selesai pengeluaran kemasan (stripping) : ...... ............................. ....../................ .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar LAMPIRAN BERITA ACARA PEMERIKSAAN FISIK BARANG IMPOR Nomor : Tanggal: Terhadap impor barang dengan data sebagai berikut : 1........... lembar) 6.............................. NIP | DTSS Teknik Pemeriksaan 99 .... 8........ ............... Foto : tidak / ya* ( ............. No/Tgl PIB : .................... Contoh barang a) jenis : b) jumlah : c) diminta kembali oleh importir/kuasanya : ya / tidak * 7........................ ..... 2........................... ................./....... 4........................... Keterangan : ........

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful