Anjuran berzakat dan ancaman bila tidak membayarnya

Sep 11, '08 11:15 PM untuk semuanya

Anjuran berzakat dan ancaman bila tidak membayarnya Penulis: Al Ustadz Qomar Su'aidi, Lc Fiqh, 07 November 2004, 03:44:55 Anjuran dalam Menunaikan Zakat Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka" . (At Taubah : 103)

Ayat ini mengajarkan untuk mengambil sedekah dari hartanya kaum mu'minin, baik itu shodaqoh yang ditentukan (zakat) ataupun yang tidak ditentukan (tathowa) demi untuk membersihkan mereka dari kotornya kebakhilan dan rakus. Juga mensucikan mereka dari kehinaan dan kerendahan dari mengambil dan makan haknya orang fakir. Dan juga untuk menumbuh kembangkan harta mereka dan mengangkatnya dengan kebaikan dan keberkahan akhlak dan mu'amalah sampai mengantarkan mereka menjadi orang yang berhak mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Firman Allah Ta'ala: "Dan pada harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian." (Adz-Dzariyat : 19)

Dalam ayat ini Allah Ta'ala telah mengkhususkan sifat-sifat yang mulia dengan berbuat baik. Dan kebaikan mereka nampak jelas dari menegakkan shalat malam, memohon ampun di waktu malam dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah sebagaimana kebaikan mereka yang nampak jelas dalam memberi dan menunaikan haknya orang-orang fakir demi kasih sayang dan rohmah bagi mereka. Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "(Yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan

zakat." (Al Hajj:41)

Allah telah menjanjikan dengan menunaikan zakat merupakan tujuan untuk bisa tegak dan kokoh di muka bumi ini. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "Tiga perkara yang aku bersumpah atas tiga perkara tersebut dan menceritakan kepada kalian maka jagalah : Tidak akan berkurang harta yang dishodaqohkan dan tidak seorang hamba dianiaya dengan satu kedholiman kemudian dia bersabar (atas kedholiman) kecuali Allah akan menambahkan baginya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seorang hamba membuka pintu meminta-minta kecuali Allah akan membaginya pintu kefakiran." (Turmudzi Kitab AzZuhd 4:487(2325) dari hadits Abi Habsyah)

Dari masih banyak hadits-hadits tentang anjuran untuk menunaikan zakat serta keutamaankeutamaannya.

Ancaman Bagi yang Tidak Menunaikan Zakat

Telah banyak dalil-dalil baik itu dari Al-Kitab ataupun As-Sunnah tentang ancaman keras bagi orang yang bakhil dengan zakat dan enggan untuk mengeluarkannya. Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka jahanam lalu dibakar dengannya dahi mereka lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka :"Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu simpan itu" (At Taubah : 34-35). Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Sekali-sekali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya di hari kiamat." (Ali Imron : 180)

Oleh karenanya harta yang tidak ditunaikan zakatnya maka itu termasuk harta simpanan yang pemiliknya akan disiksa dengannya pada hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah

shallallahu 'alaihi wa sallam : "Tidaklah seseorang yang memiliki emas atau perak kemudian tidak ditunaikan haknya, apabila datang hari kiamat dibentangkan baginya batubatu yang lebar dari neraka kemudian dia akan dipanggang di atas batu-batu itu di dalam neraka jahannam kemudian disetrika perut, dahi dan punggungnya. Setiap kali sudah dingin maka akan dikembalikan seperti semula yang satu hari adalah sama dengan 50.000 tahun sampai diputuskan perkaranya diantara manusia maka dia akan melihat jalannya, apakah ke surga atau neraka." (HR. Muslim Kitab Zakat 7:67 no. 2287 dari hadits Abu Hurairah)

Kemudian lanjutan hadits ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan orang yang memiliki onta, sapi dan kambing yang tidak ditunaikan zakatnya akan mengalami nasib yang sama pula dari siksa di hari kiamat.

Juga sabda Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam yang lain : "Barang siapa yang Allah telah berikan harta kepadanya kemudian dia tidak menunaikan zakatnya maka pada hari kiamat nanti hartanya akan berujud ular yang botak yang mempunyai dua titik hitam diatas kepalanya yang mengalunginya kemudian mengambil dengan kedua sisi mulutnya sambil berkata: "Aku adalah simpananmu, aku adalah hartamu". Kemudian beliau membaca ayat: "Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang telah Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya, menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka, sebenarnya bahwa kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka, harta-harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya kelak di hari kiamat." (HR. Bukhori Kitab Zakat 3:268 no.1403 dari hadits abu Hurairah; Muslim Kitab Zakat 7:74 no. 2294)

Hukum Bagi yang Tidak Mau Membayar Zakat

Dalam hal ini ada beberapa kriteria dari orang-orang yang tidak mau membayar zakat : 1. Seorang yang tidak mau membayar zakat tapi masih meyakini akan wajibnya. Para ulama menghukumi bahwa pelakunya berdosa dan tidak mengeluarkannya dari keislamannya. Kepada penguasa (hakim) agar memaksa pelakunya supaya mau membayar zakat serta memberikan hukuman pelajaran kepadanya (tahdzir). Dan mengambil hak zakat dari orang tersebut sesuai dengan kewajibannya, tidak boleh lebih. Kecuali pendapatnya Imam Ahmad dan Imam Syafi'i (pendapat lama) maka mengambilnya separuh dari hartanya

sebagai hukuman baginya. Sebagaimana hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "… Dan barang siapa yang tidak mau menunaikannya (zakat) maka kami akan mengambilnya dan separuh hartanya adalah hak dari hak-hak wajib bagi Tuhan kami, tidak halal bagi keluarga Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam darinya sedikitpun." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i, Hakim, Baihaqi dari Bahz bin Hakim dari bapaknya dari kakeknya).

Adapun Ibnu Taimiyah menghukumi orang yang seperti itu adalah kafir dalam batinnya, walaupun secara dzahir tidak dikafirkan, akan tetapi disikapi seperti sikapnya orang-orang murtad yang diberi kesempatan bertaubat tiga kali, kalau tidak mau bertaubat maka hukumnya dibunuh. (lihat Fatawa 7:611, mausu'ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2:877; Mughni 4:67; majalah Buhuts Islamiyah Darul ifla' edisi 58 tahun 1420H hal. 11; Fiqh Sunnah 1:403)

2. Kalau yang tidak mau membayar zakat itu sekelompok orang yang mereka memiliki kekuatan tapi masih berkeyakinan akan wajibnya.

Para ulama menghukumi agar diperangi sampai mereka mau membayar zakat sebagaimana kisahnya Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat. (HR. Jama'ah dari Abu Hurairah)

Juga haditsnya Ibnu Umar ra. bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Aku telah diperintahkan untuk memerangi manusia supaya mereka bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan (bersaksi) bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mereka menegakkan sholat dan menunaikan zakat, maka kalau mereka telah mengerjakannya terjagalah dari darah dan harta mereka kecuali haknya Islam dan hisab mereka di sisi Allah." (HR. Bukhari & Muslim)

3. Tidak mau membayar zakat dengan mengingkari akan wajibnya.

Berkata Ibnu Qudamah : "Barang siapa yang mengingkari karena jahil (tidak tahu) atau dia termasuk orang yang tidak tahu karena baru masuk Islam atau dia tinggal di daerah terpencil yang jauh dari daerah yang mengetahui akan wajibnya maka tidak dikafirkan. Adapun kalau

dia seorang muslim yang tinggal di negeri Islam di tengah-tengah ahli ilmu maka hukumnya murtad." (Mughni 4:6-7)

(Dikutip dari tulisan ustadz Qomar Sua'idi, Lc, yang diarsipkan eks. tim Zisonline, al akh Fikri Thalib) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=786 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar

Definisi Zakat dan Hikmah disyariatkannya Zakat

Sep 11, '08 11:14 PM untuk semuanya

Definisi Zakat dan Hikmah disyariatkannya Zakat Penulis: Al Ustadz Qomar Su'aidi, Lc Fiqh, 07 November 2004, 03:36:50 Definisi Zakat

1. Menurut Bahasa (lughoh)

Dari asal kata "zakkaa - yuzakkii - tazkiyatan - zakaatan" yang berarti : 1. Thoharoh (membersihkan/mensucikan) Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (At-Taubah:103)

2. Namaa' (tumbuh /berkembang)

Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Allah memusnahkan ribaa' dan menyuburkan sedekah" (Al-Baqarah:276)

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari hadits Abu Rabsyah Al-An Maary. "Harta tidak akan berkurang dengan dishodaqohkan" (HR. Tirmidzi, kitab Az Zuhd jilid 4 hal. 487 no. 2325, kata Imam Tirmidzi "Hadits ini hasan shohih")

Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqolani : "Tanaman itu telah Zakka, yakni berkembang & tumbuh" (Fathul Baari, kitab zakat jilid 3 hal. 262)

3. Al-Barokah Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya" (Saba' : 39)

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari hadits Abu Hurairoh radhiallohu anhu : Allah Ta'ala berfirman dalam hadits qudsi: "Hai anak Adam berinfaklah niscaya Aku akan berinfak untukmu". (HR. Bukhori, Kitab Tafsir surat Hud 8 : 352 (4684); Muslim, Kitab Zakat 7:81 no. 2305)

4. Al-Madh (Pujian) Dalam hadits Abu Hurairoh tentang kisah Zainab Ummul Mukminin : " . . . Bahwa Zainab namanya adalah Barroh maka dikatakan 'Dia memuji dirinya' maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menamainya Zainab." (HR. Muslim, Kitab Al Azab Juz 14, hal. 346 no. 5572)

5. Amal Sholeh Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan kami menghendaki supaya tuhan mereka mengganti mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu" Imam Al-Farro' mengatakan: arti 'yang lebih baik kesuciannya' adalah yang lebih baik amal sholehnya. (lihat An Nihayah karya Ibnu Al Atsir jilid 2 hal. 307; Lisanul Arab karya Ibnul Mandzur jilid 6 hal 64-65)

Zakat Dalam Bahasa Al-Qur'an Sedangkan Al-Qur'an Al-Karim telah menyebutkan tentang zakat dengan berbagai ungkapan. untuk golongan tertentu pada waktu tertentu. 1. dengan zakat itu …" (At Taubah : 103) . Zakat Ungkapan ini paling banyak disebutkan bahkan sering digabungkan dengan perintah shalat sampai diulang dalam 82 ayat (lihat Taudih al akham 3:5). Shodaqoh Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. shodaqoh. infaq/nafaqoh dan Al-'afwu." (Mausu'ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2 : 876. terkadang dengan ungkapan zakat. Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan dirikanlah sholat." (Al-Fath 3:262) 2. Pendapat Syaikh Abdullah Al-Bassaam : "Hak wajib dari harta tertentu. Fatawa 25:8) 3. Pendapatnya Al-Hafidz Ibnu Hajar : "Memberikan sebagian dari harta yang sejenis yang sudah sampai nashob selama setahun dan diberikan kepada orang fakir dan semisalnya yang bukan dari Bani Hasyim dan Bani Mutholib. Pendapat Ibnu Taimiyah : "Memberikan bagian tertentu dari harta yang berkembang jika sudah sampai nishob untuk keperluan tertentu." (Taudhihul Ahkam 3:5) III.II. tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang-orang yang ruku" (Al Baqoroh : 43) 2. Menurut Hukum (Istilah syara') 1.

" (lihat Bukhari Kitabul Iman 1:49 (8) dari hadits Ibnu Umar. menegakkan sholat.3. Katakanlah: yang lebih dari keperluan" (Al Baqoroh:219) Hukum Menunaikan Zakat Zakat merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima dan termasuk dari pondasi Islam yang agung." (Al-Bayyinah :5) Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "Islam dibangun di atas lima dasar. nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika mengutus Muadz bin Jabbal ra. Muslim. Firman Allah Ta'ala: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus. bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hamba dan utusanNya. menunaikan haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan. ke . Infaq/Nafaqoh Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Hai orang-orang yang beriman. Dasarnya adalah dari Al Qur'an. Kitabul Iman 2:130(113)." (Al Baqoroh:267) 4. Al-'Afwu Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Maka hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi persyaratan. As Sunnah dan Ijma'. menunaikan zakat.

karya Ibnu Qudamah 4:5) Syaikh Abdullah Al Bassam menerangkan (Taudihul ahkam:3/12): Para ulama berselisih kapan diwajibkannya zakat. (Mughni. memberi makan dan berbuat baik. Zakat diwajibkan secara mutlak tidak ada batasan atau rincian akan tetapi hanya perintah untuk memberi. didalam surat Fushilat Allah mengancam yang tidak mengeluarkan zakat. ini berlangsung ketika sebelum Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hijrah. 3. Juga para sahabat telah sepakat untuk memerangi orang-orang yang tidak mau membayarnya dan menghalalkan darah dan harta mereka karena zakat termasuk dari syi'ar Islam yang agung.negeri Yaman : "Terangkanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka untuk mengeluarkan zakat yang dipungut dari orang-orang kaya diantara mereka untuk diberikan kepada orang-orang fakir dari mereka". akan tetapi pendapat yang paling kuat adalah bahwa kewajiban zakat di tetapkan dalam tiga fase: 1. Hikmah Disyariatkannya Zakat Diantara hikmah disyari'atkannya zakat adalah : a. dalam surat AlMudatsir Allah memasukkan orang-orang yang tidak memberi makan orang miskin sebagai Al-Mujrimin (orang yang berdosa) ".. diterangkan harta yang wajib dizakati dan kadar nishabnya serta jumlah yang harus dikeluarkan sebagai zakat". Hal ini dikarenakan fitrahnya jiwa manusia adalah senang terhadap orang yang berbuat kebaikan (berjasa . "Orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat". Menguatkan rasa kasih sayang antara si kaya dengan si miskin. Muslim Kitabul Iman 1:147(121)) Adapun Ijma'. dan Tidak memberi makan orang miskin".. Tahun kedua Hijriyah diterangkanlah hukum zakat dengan rinci. Tahun kesembilan Hijriyah ketika manusia masuk Islam dengan berbondong-bondong dan semakin luas daerah Islam Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengirim petugas-petugas untuk mengambil zakat . Allah berfirman: "Pada harta-harta mereka ada hak orang yang meminta dan …". maka kaum muslimin disetiap masa telah ijma' akan wajibnya zakat. (HR. (AlMudatsir : 44) 2.

08 November 2004. e. Memperoleh keberkahan. Mensucikan dan membersihkan jiwa serta menjauhkan jiwa dari sifat kikir dan bakhil. c. b. jika sesuatu itu berkembang baik menuju kesempurnaan. 00:51:27 Manfaat Zakat Hati Dan Zakat Harta A.or.salafy. Sebagai ibadah kepada Allah Ta'ala (lihat Risalah Fi Zakat oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz). Sumber artikel : http://www. tim Zisonline.php?id_artikel=785 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal) Sep 11. Lc. yang diarsipkan eks.id/print. Membiasakan seorang muslim untuk memiliki sifat belas kasihan. al akh Fikri Thalib) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. zakat artinya “berkembang dan bertambah dalam kebaikan dan kesempurnaan.” Dikatakan. d. sesuatu itu zakat. tambahan dan ganti yang lebih baik dari Allah Ta'ala. '08 11:14 PM untuk semuanya Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal) Penulis: Al Akh Syamsu Muhajir Fiqh. Definisi zakat Secara bahasa. (Dikutip dari tulisan ustadz Qomar Sua'idi. .kepadanya).

Demikian pula penyakit hati seperti hasud. keras hati menjadi penghambat berkembangnya hati. sombong. senang melihat wanita berwajah cantik. yang demikian itu lebih suci bagi mereka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. menjauhi kemaksiatan dan yang dilarang Allah dan banyak bertaubat kepada-Nya. maka Allah akan mengganti dengan yang lebih baik seperti sejuknya hati. Zakat Hati Dosa dan kemaksiatan yang dilakukan manusia laksana hama pada tumbuhan. congkak. B.Sesuatu bisa berkembang dengan baik apabila keadaan sesuatu itu bersih dari kotoran dan penyakit. Maka. Allah Ta‟ala berfirman. Caranya ialah dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang diharamkan Allah. Apabila seseorang sanggup menahan nafsunya dari yang diharamkan Allah. merendahkan manusia. bodoh. senang dan gembiranya hati. Seperti halnya badan kita. hewan dan tumbuhan bisa berkembang dengan baik jika keadaannya baik dan bersih dari kotoran dan segala penyakit. besar kepala. yaitu menundukkan pandangan dari yang diharamkan Allah Ta‟ala.” (An-Nur: 30) Allah Subhanahu wa Ta‟ala mengatakan di dalam ayat ini bahwa sucinya hati itu terjadi setelah menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan. tetapi harus diketahui bahwa yang disenangi oleh nafsu itu ada yang diharamkan dan ada yang dihalalkan. ) 30) “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman hendaknya mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatannya. Ibarat pasir pada emas dan perak. agar hati itu menjadi baik dan agar hati berkembang ke arah kebaikan dan kesempurnaan maka hati itu harus dibersihkan terlebih dahulu dari segala penyakit dan kotorannya. Allah Ta‟ala telah menguji kita dengan memberikan nafsu senang melihat sesuatu yang indah-indah. tenangnya hati. Demikian pula hati manusia bisa berkembang dengan baik dan sempurna manakala hati itu baik serta bersih dari kotoran dan segala penyakit. Bahkan terkadang sampai mematikan hati seperti halnya hama yang menghambat pertumbuhan tanaman dan bahkan mematikannya. .

maka dia akan tunduk kepada apa yang dia cintai. Perbuatan manusia ikut pada kemauan dan keadaan hatinya. dan suci adalah “tauhid. membersihkan hati dari keinginan-keinginan yang tidak benar dan tauhid (‫ ) لل ل ل ل‬merupakan bahan dasar yang menjadikan hati tumbuh dan berkembang dengan baik.” yaitu persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah (‫) لل ل ل ل‬ Tauhid bukan hanya sebagai pengembang hati tetapi juga berfungsi sebagai pembersih hati yaitu membersihkan keyakinan-keyakinan (aqidah) yang batil. hanya Allah yang dicintainya maka dia hanya menghamba dan tunduk kepada Allah saja.” (Ath-Thur: 28) Ayat ini menerangkan orang yang meminta izin atau bertamu tetapi pemilik rumah belum berkenan menerimanya sehingga dia memohon agar sang tamu kembali kemudian tamu ini mengikuti permohonannya maka itu lebih suci bagi yang bertamu.” (HR Ahmad dengan sanad shahih) Mengingat hati itu selalu terikat dengan sesuatu yang dicintainya. sempurna. maka ketika hatinya bersih. “Apabila dikatakan kepadamu kembalilah maka kembalilah karena ini lebih suci bagi kalian. Jadi supaya hati bisa berkembang dengan baik menuju kebaikan dan kesempurnaan adalah dengan membersihkan terlebih dahulu dari dosa dan maksiat dan membersihkannya dari penyakit-penyakitnya. Sedangkan jika di hati itu sudah bercabang kecintaannya pada selain Allah.Dalam hadits disebutkan. yaitu ketika tidak ada lagi di hatinya . ) ) “Barangsiapa meninggalkan sesuatu (yang haram) karena Allah niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Dalam ayat lain Allah berfirman. Adapun perkara yang dapat menjadikan hati berkembang dan yang dapat menjadikan hati baik.

tidak ada lagi kemauan dan keinginan kecuali karena Allah.” (an-Nisa‟: 49) . tidak ada pelajaran yang melebihi ketinggian dan kemuliaan tauhid karena faidahnya yang fundamental karena yang dipelajari adalah Dzat Yang Maha Agung dan Maha Mulia dan aqidah merupakan dasar bangunan Islam setiap muslim yang menjadi penentu kekokohan dan rapuhnya ke-Islaman seseorang.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir) Di samping tauhid. Maka dari itu. amalan ketaqwaan dan ketaatan kepada Allah juga berfungsi sebagai pembersih dan mensucikan hati. Namun demikian bagi orang yang telah dikaruniai taufiq dan hidayah oleh Allah mampu menjalankan ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah tidak diperbolehkan untuk merasa dan menganggap dirinya sudah bersih dan suci. Allah Ta‟ala berfirman: “Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mengganggap dirinya bersih.” (Asy-Syams:9) Juga firman-Nya: ) 18) “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri?” (An –Naazi‟at: 18) Zakkaa pada ayat ini adalah amalan ketaatan kepada Allah.” (Fush-shilat: 56) Kebanyakan ahli tafsir menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan kata “zakat” di ayat ini adalah “tauhid. Allah Ta‟ala berfirman: ) 9) “Sungguh beruntung orang yang mensucikan hatinya. Di hatinya hanya ada Allah dan kebenaran yang bisa berbuah menjadi amalan ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah.tuhan-tuhan selain Allah. Allah Ta‟ala berfirman: ) 6) “Celakalah orang-orang musyrik yang mereka itu tidak menunaikan zakat.

senang dan gembira dalam menjalankan ketaqwaan kepada-Nya.” (an-Najm: 32) Pada hakikatnya hanya Allah yang menjadikan seseorang itu bersih dan suci dan hanya Allah Ta‟ala yang mengabarkan kebersihan dan kesucian seseroang.” (At-Taubah: 103) Allah mengumpulkan dalam ayat ini tentang manfaat zakat harta yaitu membersihkan dan mensucikan karena harta tidak akan suci/berkembang tanpa dibersihkan terlebih dahulu. yakni sulit menerima kebenaran dan petunjuk. janganlah kalian mengatakan dirimu suci. senang dalam menerima hidayah/petunjuk dari Allah. Lebih jauh Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah menerangkan manfaat zakat harta itu. Untuk menyempurnakan keislaman seorang hamba karena zakat termasuk rukun Islam. Allah Ta‟ala berfirman: “tetapi Allah yang membersihkan/mensucikan siapa yang Dia kehendaki.” (An-Nisa”49) Maka manfaat hati yang sudah dizakati (dibersihkan) akan dapat memudahkan seseorang untuk menerima kebenaran. sebagai berikut: 1. Lapang dada menerima Islam. Zakat Harta Adapun manfaat zakat harta adalah seperti yang difirmankan Allah: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka. sempit dan sesak dadanya terhadap syariat Islam dan berat untuk menjalankan ketaqwaan kepada Allah. C. Sedangkan jika hati kotor maka yang terjadi adalah sebaliknya.“Maka. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda: ‫ل‬ .

sehingga hati akan mengikutinya karena hatinya akan gelisah ketika seseorang meninggalkan kebiasaan baiknya. Dia harus sanggup mengeluarkan hartanya dari hatinya sebelum dikeluarkan dari tangannya.Islam itu dibangun di atas lima dasar mengucapkan syahadat bahwa tidak ada ilah yang hak selain Allah. Muslim) 6. karena tidak bermanfaat mengeluarkan dengan tangannya tetapi masih diikat oleh hatinya. Untuk mensucikan akhlak orang yang berzakat karena dengan zakat dia akan keluar dari golongan orang-orang yang bakhil/pelit dan masuk pada golongan orang-orang derma. Ketika mengeluarkan zakat harus lapang dada bukan dengan terpaksa. puasa Ramadhan. dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda : “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sampai mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri. 5. 4b. menunaikan zakat. 4. . Zakat menjadi sebab masuk surga karena surga itu diperuntukkan bagi orang baik pembicaraannya. Zakat dapat melapangkan dada dan menenangkan hati tetapi dengan dua syarat yaitu : 4a. 3. 2. menegakkan sholat.”(HR. suka menebar salam. memberi makan dan orang yang shalat malam ketika manusia sedang tidur. dan haji ke Baitul Haram. Sebagai bukti benarnya iman orang yang berzakat karena nafsu itu sangat senang pada harta maka seseorang tidak akan menyerahkan hartanya kecuali karena menginginkan sesuatu yang lebih baik dari harta itu yaitu ridho Allah yang nilainya jauh lebih baik dan lebih sempurna untuk hamba. Sebagai bentuk kesempurnaan iman karena kita senang manakala saudara kita memberikan hartanya pada kita dan begitu pula saudara kita akan senang kalau kita beri dia harta.

Zakat dapat mencegah dosa-dosa harta seperti pencurian. Ahmad) 11. Perbedaan sosial yang mencolok sering memunculkan ketidakharmonisan sosial. dan mendirikan shalat malam sedangkan manusia sedang tidur. Allah Ta‟ala berfirman: “Berbuatlah ihsan/kebaikan sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Karena orang miskin merasa bahwa pada orang kaya ada haknya yang ditahan. Si kaya naik mobil. menyadari bahwa saudaranya yang lemah dan miskin butuh derma dan kepeduliannya. yang kaya kepada yang miskin. Tetapi jika si kaya bersifat derma dan peduli pada saudaranya maka ini dapat menenangkan keadaan dan meredam kecemburuan sosial dan meredam munculnya benih-benih pemberontakan si miskin terhadap si kaya. perampokan dan penipuan.” (HR. si fakir harus menguras tenaga dan keringat hanya untuk sesuap nasi. Menjadikan masyarakat muslimin seperti satu keluarga. Tirmidzi hadits hasan shahih) 7. sehingga menghambat terlaksananya kebutuhan si miskin. 9. suka memberi makan. sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadanya.” (Al-Qashash: 77) 8. Si kaya makan segala yang dia mau. perampasan. si fakir berjalan kaki. . Zakat dapat mendorong manusia untuk mengetahui dan mempelajari syariat dan hukum Allah karena zakat tidak bisa dilaksanakan tanpa didahului ilmu. munculnya sifat kepedulian orang yang mampu kepada orang yang lemah.“Surga itu bagi orang yang memperbagus pembicaraannya. si fakir tidur beralas tikar dan berselimut angin dingin. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda: “Setiap orang dalam naungan shodaqohnya pada hari kiamat. 10. suka menebar salam.” (HR. Si kaya tinggal di istananya. Zakat dapat meredam sifat memberontaknya orang-orang fakir. Zakat dapat menyelamatkan dari panasnya hari kiamat.

” (HR. Zakat itu mencegah turunnya bala‟ dari langit. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda.” (HR. Zakat dapat menghapus kesalahan dan dosa. Inilah manfaat zakat hati dan zakat harta semoga kita mampu melaksanakannya dengan baik dan benar. Tirmidzi) 16. Zakat dapat menumbuhkan dan mengembangkan harta.” Zakat itu dapat meredam murka Allah dan mencegah mati jelek.12. atau sakit yang menguras hartanya. 13. Zakat dapat meredam murka Allah. hadits hasan shahih). Dalam hadits disebutkan: ‫ل‬ ‫ل ل‬ Dari Anas Radliyallahu „anhu dia berkata. 17. dalam hadits disebutkan: “Tidaklah suatu kaum menolak zakat harta mereka kecuali mereka telah menolak turunnya hujan dari langit. Dalam hadits disebutkan: ‫ل‬ “Tidaklah zakat itu mengurangi harta. Bukhori) Seringnya penyakit harta itu dapat memberangus harta secara keseluruhan seperti kebakaran. Zakat itu dapat menjadi sebab turunnya kebaikan. Berikut tabel Perhitungan Zakat : . Tirmidzi. kebangkrutan.” (HR.” (HR. karena zakat melindungi harta dari penyakit-penyakitnya dan Allah akan memberkati harta yang bersih. 15. “ “Shodaqoh/zakat itu dapat memghapus kesalahan sebagaimana air dapat meredam api. Zakat dapat mencegah dari mati jelek (su‟ul khotimah). “Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda. Ibnu Majah) 14.

or.salafy. ditulis oleh Panitia Ramadhan majelis Taklim dan Dakwah As-Sunnah. Syarhul Mumti‟ zadil mustaqni‟ karya Asy-Syaikh Al-Utsaimin Rahimahullah.php. Mawaridul aman karya Al-Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah Rahimahullah.id/download. 2. Allahu a'lam. temukan file zakat. (Dikutip dari artikel Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal).Silakan klik www.gif untuk mendownloadnya. Maraji‟ : 1. al Akh Syamsu Muhajir dengan .

ia berkata: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam memerintahkan kami dengan shadaqah fithri sebelum diturunkannya (kewajiban) zakat dan tatkala diturunkannya .id/print. 28 Oktober 2004. Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.”195)[Riwayat Abu Daud (1622) dan An Nasa‟I (5/50).php?id_artikel=801 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11. 05:03:44 1.or. Dan hadits sebelumnya sebagai syahid] Sebagian Ahlul ilmi menyatakan bahwa zakat fithri telah mansukh oleh hadits Qais bin Sa‟ad bin Ubadah. padanya ada Al Hasan ber-„an‟anah. Malang.muraja‟ah Al Ustadz Usamah Mahri. Sumber artikel : http://www.salafy. Hukumnya Zakat Fitri ini (hukumnya) wajib berdasarkan hadits (dari) Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma:“Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri [pada bulan Ramadhan kepada manusia]. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori.”194)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984) dan tambahannya pada Muslim] Dan berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri. '08 11:13 PM untuk semuanya Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh.

kedudukan zakat harta (sebagaiman) kedudukan zakat fithri (yaitu) berkaitan dengan riqab (orang perorang).” Imam Al Khathabiy Rahimahullah berkata dalam Ma‟alimus Sunan (2/214): “Ini tidak menunjukkan hilangnya kewajiban zakat fithri. laki-laki. orang yang merdeka maupun hamba. Siapa yang Wajib Zakat ? Zakat fithri wajib atas kaum muslimin. sedang hadits Ibnu Umar khusus. atau satu gantang gandum atas hamba dan orang yang merdeka. tidak mengharuskan dimansukhknya hukum sebelumnya. perempuan. anak kecil. sudah maklum hadits khusus jadi penentu hadits umum. karena turunnya suatu kewajiban tidaklah menggugurkan kewajiban yang lain. besar. dan sanadnya shahih] dan kalaupun dianggap shahih tidak ada dalil yang menunjukkan atas naskh (diahapusnya) hadits Qais yang menunjukkan wajibnya zakat fithri. Ibnu Khuzaimah (4/81) dan Al Hakim (1/410) dan Al Baihaqi (4/159) dari beberapa jalan. tetapi kami mengerjakan (mengeluarkan zakat fithri). Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri sebanyak satu gantang kurma. dan dikeluarkan oleh An Nasa‟I (5/49) dan Ibnu Majah (1/585) dan Ahmad (6/6). kecil dan besar dari kalangan kaum muslimin.”197)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984)] Sebagian Ahlul ilmi ada yang mewajibkan zakat fithri pada hamba yang kafir karena hadits Abu Hurairah Radhiallahu anhu: “Hamba tidak ada zakatnya kecuali zakat fithri. pensuci bagi orang yang puasa dari perbuatan sia-sia. mungkin Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mencukupkan dengan perintah yang pertama. tetapi hanya menunjukkan tambahan dalam jenis ibadah.” 2.” Al Hafidz Rahimahullah menjawab sangkaan tersebut dengan perkataannya (3/368): “bahwa pada sanadnya ada rawi yang tidak dikenal196) [Akan tetapi hadits tersebut mempunyai penguat. “Tidak wajib atas orang yang puasa karena hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri.”198) [HR Muslim (982)] Hadits ini umum. yang jelek dan (memberi) .(kewajiban) zakat beliau tidak memerintahkan kami dan tidak pula melarang kami. Yang lain berkata.

” Sebagian lagi berpendapat bahwa zakat fithri wajib juga atas janin. ada yang bilang hinthah (gandum yang bagus) ada yang bilang selain itu. karena janin tidak bisa disebut sebagai anak kecil atau besar. satu gantang susu.”199) [Telah lewat takhrijnya] Imam Al Khathabiy dalam Ma‟alimus Sunan (3/214) menegaskan: “Zakat fithri wajib atas orang yang puasa yang kaya atau orang fakir yang mendapatkan makanan dari dia. jika „illat diwajibkannya karena pensucian. satu gantang kurma. satu ganang anggur kering atau salt (sejenis gandum yang tidak berkulit). Macam Zakat Fithri Zakat Fithri dikeluarkan berupa satu gantang gandum. semuanya telah dilakukan oleh para sahabat berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: . maka seluruh orang yang puasa butuh akan hal itu. namun yang paling kuat (yang membuat hati ini tenang) lafadz di atas mencakup seluruh yang dimakan termasuk hinthah dan jenis lainnya. satu gantang korma dan satu gantang salt. zakat fithri diwajibkan pula atas orang yang tidak berpuasa seperti diketahui keshahihannya atau orang yang masuk Islam sesaat sebelum terbenamnya matahari.” Al Hafidz menjawab (3/369): “Pensucian disebutkan untuk menghukumi yang dominan. karena hadits Abu Sa‟id Al Khudri Radhiallahu anhu: “Kami mengeluarkan zakat (pada zaman Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam) satu gantang makanan. 3. tepung dan adonan.makanan bagi orang yang miskin. jika berserikat dalam „illat berserikat pula dalam hukum. satu gantang anggur kering. tetapi kami tidak menemukan dalil akan hal itu. satu gantang susu kering.”201) [Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/80) dan Al Hakim (1/409-410) Telah ikhtilaf dalam tafsir lafadz makanan dalam hadits Abu Sa‟id Al Khudri. baik menurut masyarakat maupun istilah.”200) [HR Bukhari (3/294) dan Muslim (985)] Dan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan atu gantang gandum. satu gantang gandum. satu gantang korma.

untuk dua orang satu gantang dari gandum atas orang merdeka. dan bahwa satu mud hinthah itu melebihi yang ada di sini. dan yang paling sahahih berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam: “Tunaikanlah satu gantang gandum atau korma. Barangsiapa yang memberi salt (sejenis gandum yang tidak berkulit) akan diterima. susu yang dikeringkan dan korma. budak dan orang yang merdeka. aku mengira beliau berkata: “yang membawa adonan diterima. menurut hadits-hadits yang shahih yang menegaskan adanya hinthah bahwa dua mud hinthah sama dengan satu gantang anggur. yang membawa salt (gandum yang tidak berkulit) diterima. sanadnya hasan] Adapun hadits-hadits yang menafikan adanya hinthah (gandum) atau bahwasanya Mu‟awiyah Radhiallahu anhu berpendapat untuk mengeluarkan dua mud dari samara (gandum) Syam.”203) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). sanadnya hasan] Dari beliau Shalallahu „alaihi wassalam bersabda: “Zakat fithri satu gantang makanan.”204) [Telah lewat takhrijnya] Yang membantah seluruh dalil orang yang menyelisihi kita adalah satu pembahasan yang akan datang ketika menjelaskan takaran zakat fithri. Nasa‟I . diterima. bahwa pendapat Mua‟wiyah bukanlah ijtihad hasil dari pemikiran sendiri. agar kaum muslimin yang mendudukkkan sahabat sesuai dengan kedudukan mereka. barangsiapa yang mengeluarkan berupa adonan.”202) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). anak kecil atau besar. Ini dikuat-kan oleh perkataan Abu Sa‟id: “Dulu makanan kami adalah gandum. aku mengira beliau berkata.”205) [Riwayat Abu Daud (2340). Ukuran Zakat Fithri Seorang muslim diperbolehkan zakat fithri sesuai dengan jenis yang disebutkan tadi. ada yanga mengatakan setengah gantang ini yang rajih.“Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam menyuruh kami untuk mengeluarkan zakat Ramadhan satu gantang makanan dari anak kecil. 4. anggur kering. barangsiapa yang membawa gandum diterima. besar. tetapi berdasarkan hadita marfu‟ sampai kepada Rasululllah Shalallahu „alaihi wassalam. yang membawa anggur kering diterima. yang membawa korma diterima. “Barangsiapa yang mengeluarkan berupa tepung akan diterima. hamba. mereka ikhtilaf tentang hinthah.

Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih] 5. berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “kami diperintah oleh Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam (mengeluarkan) shadaqah fithri atas anak kecil dan orang tua. . Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih]. mereka adalah orang-orang miskin berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam zakat fithri sebagai pembersih (diri) bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perbuatan kotor dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin.”206) [Riwayat Abu Daud (2340). dan kiloan yang teranggap adalah kiloan-nya orang madinah. orang yang merdeka dan budak. dan sanadnya terputus. baik anak kecil maupun orang tua laki-laki dan perempuan. berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Timbangan yang teranggap adalah timbangannya Ahlu Mekah. karena hal itu sangat penting.(7/281). Gantang yang teranggap adalah gantangnya penduduk Madinah.”207) [Dikeluarkan oleh Daruquthni (2/141) dan Ibnu Umar dengan sanad dhaif (lemah). Sebagian Ahlul ilmi berpendapat bahwa zakat fithri diberikan kepada delapan golongan. Kemana Disalurkannya Zakat tidak boleh diberikan kecuali kepada orang yang berhak menerimanya. Dan padanya ada jalan yang mauquf dari Ibnu Umar pada Inu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (4/37) dengan sanad shahih. Siapakah yang harus dibayar zakatnya? Seorang muslim harus mengeluarkan zakat fithri untuk dirinya dan seluruh orang yang dibawah tanggungannya. Dan dikeluarkan Al Baihaqi (4/161) dari jalan yang lain dari Ali. Pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam di dalam Majmu‟ Fatawa (2/71-78) serta murid beliau Ibnul Qayyim pada kitabnya yang bagus Zaadul Ma‟ad (2/44). Maka -dengan jalan-jalan inimaka haditsnya menjadi hasan] 6. orang merdeka dan hamba dari orang-orang yang membekalinya. Dan Syaikhul Islam telah membentahnya pada kitab yang telah disebutkan baru saja.”208) [Telah lewat takhrijnya]. tetapi (pendapat) ini tidak ada dalilnya. Nasa‟I (7/281). maka lihatlah kitab tersebut.

pent) untuk mengumpulkannya.” Aku katakan: “Kapankah petugas itu mulai bertugas?” Beliau menjawab: “Satu hari atau dua hari sebelum “Idul Fithri. cet. Hikmah Zakat Allah 'Azza wa Jalla mewajibkan zakat sebagai pensucian diri bagi orang-orang yang berpuasa dari (perbuatan) sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin .” 7. aku katakan: “Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu gantang?” Berkata Ayyub: “Apabila petugas telah duduk (bertugas).”211) [Telah lewat takhrijnya] 8. dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka dia adalah merupakan shadaqah dari beberapa shadaqah (yang ada). kecuali satu atau dua hari (sebelum „Id)210) [Lihat pada kitab Ahkamul „Idain fis Sunnah Al Muthaharah karya Ali Hasan Ali Abdul Hamid. Waktu Penunaian Zakat Zakat fithri ditunaikan sebelum orang-orang keluar (rumah) menuju sholat „Id dan tidak bleh diakhirkan (setelah) shalat atau dimajukan penunaiannya.maktabah Al Islamiyah] berdasarkan perbuatan Ibnu Umar Radhiallahu anhuma –berdasarkan kaidah rawi hadits diketahui dengan makna riwayatnyamaka apabila penunaian zakat itu diakhirkan (setelah) shalat maka dianggap sebagai shadaqah berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “… Barangsiapa yang menunaikan zakatnya sebelum shalat maka dia adalah zakat yang diterima.Termasuk amalan sunah jika ada seseorang yang bertugas mengumpulkan zakat tersebut (untuk diberikan kepada yang berhak –pent). Sungguh Nabi Shalallahu „alaihi wassalam telah mewakilkan kepada Abu Hurairah Radhiallahu anhu. ia berkata: “Rasulullah mengkhabarkan kepadaku agar aku menjaga zakat Ramadhan. Beliau (Ibnu Umar) mengeluarkan zakatnya satu hari atau dua hari sebelum „Iedul Fithri. dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/83) dari jalan Abdul Warits dari Ayyub.”209) [Dikeluarkan oleh Bukhari (4/396)] Dan sungguh dahulu pernah Ibnu Umar Radhiallahu anhuma mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang menangani zakat dan mereka adalah panitia yang dibentuk oleh Imam (pemerintahan.

zakat adalah hak (bagian) yang wajib dikeluarkan dari harta tertentu. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet.or. (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. upaya pembersihan harta kita Penulis: Panitia Ramadhan majelis Taklim dan Dakwah As-Sunnah Fiqh. 23 Oktober 2004.php?id_artikel=777 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Menunaikan zakat. .id/print. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. 13:08:00 Bersihkan harta dengan berzakat Pengertian zakat Zakat.salafy. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Sumber artikel : http://www. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. '08 11:13 PM untuk semuanya Menunaikan zakat. Adapun secara syar‟i. secara bahasa berarti tambahan (az-ziyadah) dan pensucian (ath-thaharah). upaya pembersihan harta kita Sep 11. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Bab "Zakat Fitrah". Ke 5 th 1416 H. untuk dibagikan kepada golongan tertentu dan di waktu tertentu.untuk mencukupi (kebutuhan ) mereka pada hari yang bagus tersebut berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma yang telah lalu.

firman Allah subhanahu wata‟ala : ”Dan dirikanlah shalat. AtTaubah : 103) 3) Membiasakan diri berbuat dermawan. Dalil tentang hal ini diantaranya adalah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dalam . Baqarah : 43) 2. Dan bagikanlah kepada orang-orang miskin di antara mereka. Hikmah disyariatkannya zakat : 1) Terjalinnya hubungan kasih sayang antara si kaya dan si miskin. Dalil Al-Qur‟an. (QS. puasa. Rukun Islam yang lima yaitu : Bersyahadat.Kedudukan zakat dalam Islam Zakat adalah termasuk salah satu rukun Islam yang lima. berdasarkan : 1. 2) Membersihkan dan mensucikan jiwa. Dalil Ijma‟ Kaum Muslimin telah bersepakat tentang wajibnya zakat. Dalil dari As-Sunnah Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika mengutus Muadz bin Jabal ke negeri Yaman : “Beritahu kepada mereka. Para sahabat Nabi pun telah bersepakat bolehnya memerangi orang-orang yang tidak mau mengeluarkan zakat.” (Hadits Muttafaqun alaih) 3. Ambillah zakat itu dari orang-orang kaya di antara meerka. berkembangnya harta serta mendapatkan balasan/ ganti yang lebih baik dari sisi Allah I. tunaikanlah zakat” (QS. Saba‟ : 39) Hukum Zakat Wajib hukumnya mengeluarkan zakat. zakat dan haji ke baitullah bagi yang mampu. (QS. bahwa Allah subhanahu wata‟ala mewajibkan zakat. shalat. diri dari sifat kikir/ bakhil. 4) Melimpahkan barakah. bersikap mulia dan rasa iba terhadap orang-orang yang membutuhkan. menjauhkan.

” Barangsiapa yang menolak dengan sadar tentang kewajiban menunaikan zakat. Golongan penerima zakat Berdasarkan firman Allah dalam Al-Qur‟an surat At-Taubah ayat 60. lalu dibakar dengannya dahi mereka. lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka : "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri.Bab “Wajibnya Zakat”.35) Syarat-syarat wajib zakat : 1) Beragama Islam (bukan orang kafir) 2) Telah mencukupi nishabnya. golongan yang berhak menerima zakat adalah 8 golongan : . sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam. dan Bab “Memerangi orang yang enggan menunaikan zakat. (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Ancaman bagi orang yang tidak menunaikan zakat. Allah subhanahu wata‟ala berfirman : ‫ل‬ ) 34) “Hai orang-orang yang beriman. 3) Telah lewat masa satu tahun (haul). Bab “Memungut „Inaq (anak kambing betina umur satu tahun ke bawah) dalam shadaqoh". kecuali hasil bumi. maka ia KAFIR. maka beritahukanlah kepada mereka. At-Taubah : 34 . zaktnya dikeluarkan seketika selesai panen. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah. Dan brangsiapa yang yakin tentang wajibnya zakat tetapi ia enggan menunaikannya maka ia FASIQ (maksiat kepada Allah subhanahu wata‟ala). maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu" (QS.

id/print.1) Orang-orang fakir. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori. 6) Gharimin (orang-orang yang berhutang). Termasuk kewajiban kaum muslimin adalah menyambut dan memuliakan mereka karena mereka sedang dalam menjalankan tugas agama mengingatkan dan membantu orang-orang kaya melaksanakan kewajibannya menunaikan zakat. 5) Budak. al Akh Syamsu Muhajir dengan muraja‟ah Al Ustadz Usamah Mahri. 3) Pengurus-pengurus (amil) zakat. 7) Mujahidin (orang-orang yang berjihad di jalan Allah). Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Malang. Sebagai contoh. Sumber artikel : http://www. 8) Ibnussabil (orang-orang yang sedang kehabisan bekal dalam perjalanan) Kedudukan petugas zakat Kedudukan petugas zakat diakui oleh syariat Islam. 2) Orang-orang miskin. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah mengutus Umar Ibnul Khattab untuk menarik zakat dari Khalid Ibnul Walid. 4) Para mu'allaf (orang yang baru masuk Islam atau orang-orang yang diharapkan keislamannya). ditulis oleh Panitia Ramadhan majelis Taklim dan Dakwah As-Sunnah.salafy.php?id_artikel=766 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar .or. Ibnul Jamil dan selainnya. untuk memerdekakan dirinya./** (Dikutip dari artikel Pengertian Zakat. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengutus sebagian sahabat untuk menarik zakat dari orang-orang kaya dan menyalurkannya kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

sebagai dasar ketenangan dan ketentraman hidup. pasti mengandung faedah dan manfaat dan semua yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala pasti karena berakibat mudharat dan bahaya bagi hamba Allah Subhanahu wa Ta‟ala. yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan bagi orang beriman dan bertakwa perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala itu adalah qorrotul „uyun (penyejuk hati). Demikian halnya dengan syariat puasa Romadhon yang sedang yang kita jalani ini. Sebenarnya. . baik di sadari ataupun tidak pasti karena bahayanya. pasti mengandung manfaat dan faedah. kelezatan hati. Baik dipahami maupun maupun tidak. baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.atau hanya sekedar sebagai amalan ibadah yang berhak dihargai dengan suatu balasan dan pahala seperti halnya orang jual beli dengan penentuan harga. baik bahaya di dunia maupun di akhirat. semua pelaksanaan perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang dilaksanakan sebagai amalan ibadah. '08 11:11 PM untuk semuanya Beberapa faidah ibadah berpuasa kita Penulis: Al Ustadz Abdurrahim Fiqh. 12:52:33 Beberapa Faidah Puasa Semua perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang Dia syariatkan. Walaupun. atau hanya sekedar untuk latihan pengekangan nafsu dan atau hanya sekedar untuk mengangkat manusia dari derajat hewan.Beberapa faidah ibadah berpuasa kita Sep 11. sepintas lalu kebanyakan orang yang kalah dengan nafsunya beranggapan bahwa puasa itu hanya sebagai beban yang memberatkan. sebagai makanan hati yang utama dan sebagai sumber kekuatan manusia yang hakiki yang hanya dengan ini kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba bisa dicapai. 23 Oktober 2004. atau hanya sekedar sebagai ujian keimanan dari Allah . yaitu hidup sibuk dengan upaya peningkatan iman dan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala.

pasti mengandung faedah dan manfaat yang sangat besar untuk kesehatan badan dan kesehatan hati. Yunus : 57) Menahan lapar di bulan puasa ataupun diluar bulan puasa ketika berpuasa maupun tidak. Hal ini sudah diterangkan oleh Rasulullah shollallohu alaihi wasallam dan telah dicontohkan oleh Beliau dan keluarga Beliau.” (HR. Ahmad dan An-Nasa‟i) Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman : “Hai manusia.Seperti sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam : “Dijadikan (oleh Allah) penyejuk hatiku dalam sholat. Al-Bazzar ) Al-Imam Ath-Thabrani juga meriwayatkan dengan sanad hasan dengan lafadz : “Orang yang banyak kenyang di dunia mereka adalah orang yang banyak lapar di akhirat.” (QS. sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” Al-Imam Al-Baihaqi meriwayatkan : „Dunia adalah penjaranya orang mukmin dan surganya orang kafir.” (HR.” (Muttafaqun alaihi) Beliau bersabda : “Orang yang paling banyak kenyang di dunia adalah yang paling lama lapar di akhirat.” . Sayyidatina Aisyah rodhiyallohu anha berkata : ‫ل‬ “Keluarga Muhammad tidak pernah kenyang walaupun dengan roti gandum dua hari berturut-turut sampai Beliau wafat.

” Manfaat lapar terhadap kesehatan badan adalah seperti yang dikatakan oleh Ibnu Masiwaih : “Sekiranya manusia mau mengamalkan hadits ini (riwayat Tirmidzi) mereka akan selamat dari sakit dan berbagai penyakit. menutup rumah sakit dan mengistirahatkan toko obat/ apotik. Kemudian akan datang suatu kaum mereka memberikan persaksian padahal tidak diminta persaksiannya. hendaknya Bani Adam makan sekedar menegakkan punggungnya. meminum semua jenis minuman. Al-Imam Ash-shon‟ani rahimahullah berkata : “Hadits ini menunjukkan atas tercelanya banyak makan dan kenyang karena menimbulkan berbagai penyakit dan memberatkan seseorang untuk melaksanakan hukum syar‟i/ ibadah.” Al-Imam Thabrani dan Ibnu Abi Dunya meriwayatkan hadits : “Akan terjadi pada ummatku seseorang memakan semua jenis makanan. jika tidak bisa tidak (terpaksa) maka makanlah sepertiga makanan sepertiga untuk minuman dan sepertiganya untuk nafasnya. mereka itulah paling jeleknya ummatku. Mereka banyak bernadzar tetapi tidak menunaikannya. Maka.” Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan hadits : “ Tidaklah Bani Adam memenuhi kantong yang lebih jelek dari perutnya.Al-Imam Muslim juga meriwayatkan hadits dari Rasulullah bahwa Beliau bersabda : “Sebaik-baik generasi adalah generasiku. memakai semua jenis pakaian dan banyak berbicara.” Al-Harits seorang dokter Arab mengatakan : . Imam Tirmidzi) Setelah membawakan sebagian hadits-hadits di atas. kemudian generasi berikutnya kemudian berikutnya. Hal itu karena sumber segala penyakit adalah kenyang. Dan banyak di kalangan mereka orang-orang gemuk/ gendut.” (HR.

“Yang banyak membunuh manusia adalah karena manusia suka memasukkan makanan pada perut sebelum makanan dalam perut dicerna. Adapun manfaat lapar untuk kesehatan hati. Berkata Dzunnun „ailaihissalam : “Saya tidak pernah kenyang kecuali saya berbuat maksiat atau berkeinginan untuk bermaksiat”. terluput dari berbagai kemamfataan duniawi dan ukhrowi”.”kenyang”. membutakan hati dan memperbanyak uap dan cairan dalam lambung. membisukan hikmah.” Yang lain mengatakan : “Kalau kamu bertanya pada ahli kubur. apa penyebab kematianmu? Kebanyakan mereka menjawab. para ulama telah menerangkannya : Luqman al Hakim berwasiat pada putranya : “Wahai putraku jika kamu penuhi lambungmu maka akan tidur pikiranmu. mencerdaskan manusia dan menajamkan bashiroh. mendudukkan anggota badan dari beribadah dan pada perut kosong itu banyak faedahnya yaitu menjernihkan hati . Kenyang itu menyebabkan kedunguan. . pada orang yang lapar juga tidak bangkit padanya syahwat jima‟nya sehingga terhindar dari penyaluran syahwat yang diharomkan. Berkata „Aisyah radiyallahu „anha: “Bid‟ah pertama yang terjadi setelah Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam adalah kenyang sesungguhnya suatu kaum ketika kenyang perutnya keras nafsunya untuk mendapatkan dunia” Berkata al Imam ash Shan‟ani rahimahullah : “Sesungguhnya lapar itu adalah penjaga dari penjagaan Allah dan pertama yang terhindar dengan lapar adalah dorongan syahwat jima‟ dan syahwat berbicara karena bagi orang yang lapar tidak ada keinginan untuk berbicara kecuali sangat penting sehingga dia terhindar dari berbagai penyakit lisan. orang lapar juga sedikit tidur karena orang yang banyak makan dan minum akan banyak tidur yang dapat membawa kepada kerugian di dunia dan akhiratnya.

makanlah sepertiga perutmu.Berkata Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah : “Lapar itu menyebabkan lembutnya hati.” Beliau juga berkata : “Tidaklah hikmah itu berada di perut yang penuh. jika lapar dan haus maka bersih hati dan lembut dan jika perut . seorang mukmin menjadikan perutnya paling besar cita-citanya dan menjadikan syahwatnya menguasai dirinya. minumlah sepertiga perutmu dan biarkan sepertiga untuk bernafas dan berfikir.” Beliau juga berkata : “Barangsiapa mampu menguasai perutnya maka dia akan mampu menguasai amal sholehnya. lembutnya jiwa. Sedangkan kenyang menyebabkan lawannya.” Ibnu Abi Dunya meriwayatkan bahwa Ibnu Umar berkata : “Aku tidak pernah kenyang sejak aku masuk Islam. lemahnya nafsu dan kemarahan.” Telah berkata Malik bin Dinar rahimahullah : “Tidak semestinya. kuatnya pemahaman.” Diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Abi Dawud bahwa telah dikatakan padanya : “Lapar itu banyak menolong seseorang bersegera melakukan kebaikan.” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : “Wahai Bani Adam.” Diriwayatkan dari Amir bin Qois .” Berkata Abu Imran Al-Juwaini : “Sesungguhnya nafsu. dan terus kalian akan diuji dengan makan sampai hari kiamat.” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : “Adalah bapak kita Adam diuji dengan makan. bahwa dia berkata : “Jauhilah oleh kalian kenyang. karena kenyang itu mengeraskan hati.

kenyang dan lega maka hatinya buta.” Beliau berkata : “Kunci dunia adalah kenyang dan kunci akhirat adalah lapar, dan pangkal segala kebaikan dunia dan akhirat adalah takut kepada Allah. Sesungguhnya Allah memberikan dunia ini kepada orang yang dicintai dan yang tidak, dan sesungguhnya lapar itu di sisi Allah ada simpanan yang ditunda dan tidak diberikan kecuali kepada orang yang dicintai-Nya.” Berkata Al-Imam Asy-Syafi‟i rahimahullah : “Saya tidak pernah kenyang selama 16 tahun, karena kenyang itu memberatkan badan, menghilangkan kecerdasan, membuat banyak tidur dan melemahkan seseorang untuk melakukan ibadah.”

Demikian kehidupan Rasulullah dan para shahabat. Beliau dan para shahabatnya lebih memilih banyak lapar dari pada kenyang karena kefahamannya terhadap faedah lapar dan bahaya kenyang, lebih memilih mengekang syahwatnya daripada menurut syahwat, dan bukannya pada mereka tidak ada makanan tetapi beliau-beliau lebih memilih keadaan yang lebih baik dan lebih sempurna daripada lawannya. Mereka makan dan minum sekedar dapat melaksanakan ibadah, karena hanya untuk itu (untuk beribadah) diciptakannya jin dan manusia.

Seringnya Rasulullah makan tiga hari sekali sampai wafat bukan makan sehari tiga kali seperti budaya kita. Allah berfirman : “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam : 59)

Ketika sholat sudah dilalaikan padahal sholat adalah tiang agama dan amalan yang diperintah untuk dijaga agar dikerjakan pada waktu-waktu terbaiknya maka amalan selain sholat sudah pasti akan lebih dilalaikan lagi.

Sholat adalah ukuran kedisiplinan seseorang, dan tidak ada yang lebih dapat melalaikan

sholat dan ibadah lainnya selain karena memperturutkan hawa nafsu, lebih mempertaruhkan hawa nafsu dan lebih memperturutkan kemauan hawa nafsunya daripada menjalankan hakhak Allah.

Semoga puasa kita pada bulan dan tahun ini diterima di sisi Allah sebagai ibadah yang diridhoi Allah, bermanfaat pada diri kita, baik dalam kehidupan di dunia, lebih-lebih sebagai bekal pada hari yang tidak bermanfaat harta dan anak-anak kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat. Wallahu a„lam bishshowab. Maraji‟ : 1. Tafsir Taisirul karimur Rohman, Al-Imam As-Sa‟di. 2. Bahjatun Nadzirin syarah Riyadhussholihin, karya Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly.AlImam Ibnul Qoyyim. 3. Jami‟ul Ulum wal Hikam karya Al-Imam ibnu Rajab rahimahullah. 4. Subulussalam Syarah Bulughul Maram, karya Al-Imam As-Shon‟ani rahimahullah.

(Dikutip dari artikel Diantara Faidah Puasa, ditulis oleh ustadz Abdurrahim, Malang. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori, Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=764 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar

Beberapa faidah ibadah berpuasa kita

Sep 11, '08 11:11 PM untuk semuanya

Beberapa faidah ibadah berpuasa kita Penulis: Al Ustadz Abdurrahim Fiqh, 23 Oktober 2004, 12:52:33 Beberapa Faidah Puasa Semua perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang Dia syariatkan, pasti mengandung faedah dan manfaat dan semua yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala pasti karena berakibat mudharat dan bahaya bagi hamba Allah Subhanahu wa Ta‟ala, baik bahaya di dunia maupun di akhirat. Baik dipahami maupun maupun tidak, baik di sadari ataupun tidak pasti karena bahayanya.

Demikian halnya dengan syariat puasa Romadhon yang sedang yang kita jalani ini, pasti mengandung manfaat dan faedah. Walaupun, sepintas lalu kebanyakan orang yang kalah dengan nafsunya beranggapan bahwa puasa itu hanya sebagai beban yang memberatkan, atau hanya sekedar sebagai ujian keimanan dari Allah ,atau hanya sekedar sebagai amalan ibadah yang berhak dihargai dengan suatu balasan dan pahala seperti halnya orang jual beli dengan penentuan harga, atau hanya sekedar untuk latihan pengekangan nafsu dan atau hanya sekedar untuk mengangkat manusia dari derajat hewan. Sebenarnya, semua pelaksanaan perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang dilaksanakan sebagai amalan ibadah, yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan bagi orang beriman dan bertakwa perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala itu adalah qorrotul „uyun (penyejuk hati), kelezatan hati, sebagai dasar ketenangan dan ketentraman hidup, sebagai makanan hati yang utama dan sebagai sumber kekuatan manusia yang hakiki yang hanya dengan ini kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba bisa dicapai, baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, yaitu hidup sibuk dengan upaya peningkatan iman dan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala.

Seperti sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam : “Dijadikan (oleh Allah) penyejuk hatiku dalam sholat.” (HR. Ahmad dan An-Nasa‟i) Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman :

” Al-Imam Muslim juga meriwayatkan hadits dari Rasulullah bahwa Beliau bersabda : “Sebaik-baik generasi adalah generasiku. kemudian generasi berikutnya kemudian . pasti mengandung faedah dan manfaat yang sangat besar untuk kesehatan badan dan kesehatan hati. Yunus : 57) Menahan lapar di bulan puasa ataupun diluar bulan puasa ketika berpuasa maupun tidak.“Hai manusia.” (HR.” (QS. Al-Bazzar ) Al-Imam Ath-Thabrani juga meriwayatkan dengan sanad hasan dengan lafadz : “Orang yang banyak kenyang di dunia mereka adalah orang yang banyak lapar di akhirat. sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” Al-Imam Al-Baihaqi meriwayatkan : „Dunia adalah penjaranya orang mukmin dan surganya orang kafir.” (Muttafaqun alaihi) Beliau bersabda : “Orang yang paling banyak kenyang di dunia adalah yang paling lama lapar di akhirat. Hal ini sudah diterangkan oleh Rasulullah shollallohu alaihi wasallam dan telah dicontohkan oleh Beliau dan keluarga Beliau. Sayyidatina Aisyah rodhiyallohu anha berkata : ‫ل‬ “Keluarga Muhammad tidak pernah kenyang walaupun dengan roti gandum dua hari berturut-turut sampai Beliau wafat.

jika tidak bisa tidak (terpaksa) maka makanlah sepertiga makanan sepertiga untuk minuman dan sepertiganya untuk nafasnya.” (HR.”kenyang”.” Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan hadits : “ Tidaklah Bani Adam memenuhi kantong yang lebih jelek dari perutnya. Maka. Kemudian akan datang suatu kaum mereka memberikan persaksian padahal tidak diminta persaksiannya. memakai semua jenis pakaian dan banyak berbicara.” Al-Imam Thabrani dan Ibnu Abi Dunya meriwayatkan hadits : “Akan terjadi pada ummatku seseorang memakan semua jenis makanan. Imam Tirmidzi) Setelah membawakan sebagian hadits-hadits di atas. Hal itu karena sumber segala penyakit adalah kenyang. meminum semua jenis minuman.berikutnya. hendaknya Bani Adam makan sekedar menegakkan punggungnya. apa penyebab kematianmu? Kebanyakan mereka menjawab. menutup rumah sakit dan mengistirahatkan toko obat/ apotik. Mereka banyak bernadzar tetapi tidak menunaikannya. .” Yang lain mengatakan : “Kalau kamu bertanya pada ahli kubur. mereka itulah paling jeleknya ummatku. Dan banyak di kalangan mereka orang-orang gemuk/ gendut.” Manfaat lapar terhadap kesehatan badan adalah seperti yang dikatakan oleh Ibnu Masiwaih : “Sekiranya manusia mau mengamalkan hadits ini (riwayat Tirmidzi) mereka akan selamat dari sakit dan berbagai penyakit. Al-Imam Ash-shon‟ani rahimahullah berkata : “Hadits ini menunjukkan atas tercelanya banyak makan dan kenyang karena menimbulkan berbagai penyakit dan memberatkan seseorang untuk melaksanakan hukum syar‟i/ ibadah.” Al-Harits seorang dokter Arab mengatakan : “Yang banyak membunuh manusia adalah karena manusia suka memasukkan makanan pada perut sebelum makanan dalam perut dicerna.

Adapun manfaat lapar untuk kesehatan hati. membutakan hati dan memperbanyak uap dan cairan dalam lambung. terluput dari berbagai kemamfataan duniawi dan ukhrowi”. lemahnya nafsu dan kemarahan. lembutnya jiwa. Kenyang itu menyebabkan kedunguan.” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : . mendudukkan anggota badan dari beribadah dan pada perut kosong itu banyak faedahnya yaitu menjernihkan hati . Sedangkan kenyang menyebabkan lawannya. Berkata Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah : “Lapar itu menyebabkan lembutnya hati. mencerdaskan manusia dan menajamkan bashiroh. pada orang yang lapar juga tidak bangkit padanya syahwat jima‟nya sehingga terhindar dari penyaluran syahwat yang diharomkan. membisukan hikmah. orang lapar juga sedikit tidur karena orang yang banyak makan dan minum akan banyak tidur yang dapat membawa kepada kerugian di dunia dan akhiratnya. Berkata Dzunnun „ailaihissalam : “Saya tidak pernah kenyang kecuali saya berbuat maksiat atau berkeinginan untuk bermaksiat”. kuatnya pemahaman. para ulama telah menerangkannya : Luqman al Hakim berwasiat pada putranya : “Wahai putraku jika kamu penuhi lambungmu maka akan tidur pikiranmu. Berkata „Aisyah radiyallahu „anha: “Bid‟ah pertama yang terjadi setelah Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam adalah kenyang sesungguhnya suatu kaum ketika kenyang perutnya keras nafsunya untuk mendapatkan dunia” Berkata al Imam ash Shan‟ani rahimahullah : “Sesungguhnya lapar itu adalah penjaga dari penjagaan Allah dan pertama yang terhindar dengan lapar adalah dorongan syahwat jima‟ dan syahwat berbicara karena bagi orang yang lapar tidak ada keinginan untuk berbicara kecuali sangat penting sehingga dia terhindar dari berbagai penyakit lisan.

karena kenyang itu mengeraskan hati. dan terus kalian akan diuji dengan makan sampai hari kiamat. Sesungguhnya Allah memberikan dunia ini kepada orang yang dicintai dan yang tidak.” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : “Adalah bapak kita Adam diuji dengan makan. jika lapar dan haus maka bersih hati dan lembut dan jika perut kenyang dan lega maka hatinya buta.” Ibnu Abi Dunya meriwayatkan bahwa Ibnu Umar berkata : “Aku tidak pernah kenyang sejak aku masuk Islam. minumlah sepertiga perutmu dan biarkan sepertiga untuk bernafas dan berfikir. dan pangkal segala kebaikan dunia dan akhirat adalah takut kepada Allah.” Telah berkata Malik bin Dinar rahimahullah : “Tidak semestinya. bahwa dia berkata : “Jauhilah oleh kalian kenyang.” Diriwayatkan dari Amir bin Qois .” Beliau juga berkata : “Barangsiapa mampu menguasai perutnya maka dia akan mampu menguasai amal sholehnya. dan sesungguhnya lapar itu di sisi Allah ada .” Diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Abi Dawud bahwa telah dikatakan padanya : “Lapar itu banyak menolong seseorang bersegera melakukan kebaikan.” Beliau juga berkata : “Tidaklah hikmah itu berada di perut yang penuh. makanlah sepertiga perutmu.” Berkata Abu Imran Al-Juwaini : “Sesungguhnya nafsu.“Wahai Bani Adam. seorang mukmin menjadikan perutnya paling besar cita-citanya dan menjadikan syahwatnya menguasai dirinya.” Beliau berkata : “Kunci dunia adalah kenyang dan kunci akhirat adalah lapar.

karena kenyang itu memberatkan badan. pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya.simpanan yang ditunda dan tidak diberikan kecuali kepada orang yang dicintai-Nya. Sholat adalah ukuran kedisiplinan seseorang. maka mereka kelak akan menemui kesesatan. menghilangkan kecerdasan. karena hanya untuk itu (untuk beribadah) diciptakannya jin dan manusia.” Demikian kehidupan Rasulullah dan para shahabat.” Berkata Al-Imam Asy-Syafi‟i rahimahullah : “Saya tidak pernah kenyang selama 16 tahun. Seringnya Rasulullah makan tiga hari sekali sampai wafat bukan makan sehari tiga kali seperti budaya kita. Maryam : 59) Ketika sholat sudah dilalaikan padahal sholat adalah tiang agama dan amalan yang diperintah untuk dijaga agar dikerjakan pada waktu-waktu terbaiknya maka amalan selain sholat sudah pasti akan lebih dilalaikan lagi.” (QS. Beliau dan para shahabatnya lebih memilih banyak lapar dari pada kenyang karena kefahamannya terhadap faedah lapar dan bahaya kenyang. dan bukannya pada mereka tidak ada makanan tetapi beliau-beliau lebih memilih keadaan yang lebih baik dan lebih sempurna daripada lawannya. membuat banyak tidur dan melemahkan seseorang untuk melakukan ibadah. Semoga puasa kita pada bulan dan tahun ini diterima di sisi Allah sebagai ibadah yang . Mereka makan dan minum sekedar dapat melaksanakan ibadah. lebih mempertaruhkan hawa nafsu dan lebih memperturutkan kemauan hawa nafsunya daripada menjalankan hakhak Allah. Allah berfirman : “Maka datanglah sesudah mereka. lebih memilih mengekang syahwatnya daripada menurut syahwat. dan tidak ada yang lebih dapat melalaikan sholat dan ibadah lainnya selain karena memperturutkan hawa nafsu.

Tafsir Taisirul karimur Rohman.php?id_artikel=764 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Bagaimana Menunaikan Zakat Fithri Sep 11. Sumber artikel : http://www. Jami‟ul Ulum wal Hikam karya Al-Imam ibnu Rajab rahimahullah. 21 Juli 2003. 02:26:13 . Maraji‟ : 1.AlImam Ibnul Qoyyim. bermanfaat pada diri kita.diridhoi Allah. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori. Bahjatun Nadzirin syarah Riyadhussholihin.id/print. '08 11:11 PM untuk semuanya Bagaimana Menunaikan Zakat Fithri Penulis: Ustadz Abu Hamzah Yusuf Fiqh. 3. (Dikutip dari artikel Diantara Faidah Puasa. lebih-lebih sebagai bekal pada hari yang tidak bermanfaat harta dan anak-anak kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat. karya Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly. ditulis oleh ustadz Abdurrahim. Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. 4. Al-Imam As-Sa‟di. Wallahu a„lam bishshowab. Malang. karya Al-Imam As-Shon‟ani rahimahullah. 2.or. Subulussalam Syarah Bulughul Maram. baik dalam kehidupan di dunia.salafy.

Di antara amalan yang menyempurnakan puasa kaum muslimin di bulan yang penuh barokah ini adalah zakatul fithr. Zakat ini disebut demikian karena ia wajib ditunaikan pada saat kaum muslimin berbuka (menyelesaikan ibadah puasanya di bulan Ramadhan). Oleh karenanya disebut pula sebagai shodaqoh Ramadhan.

Menunaikan Zakat Fithri Sebagian para ulama menukilkan ijma' (kesepakatan) ulama tentang wajibnya menunaikan zakat ini. Dan ini adalah pendapat yang rajih/ kuat meskipun pada kenyataannya ada beberapa ulama yang menyatakan sunnahnya zakat fithri ini. Di antara yang memperkuat pendapat sebagian besar para ulama adalah hadits dari Ibnu 'Umar Radiyallahu 'anhu bahwa: "Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri (ketika Ramadhan berakhir) bagi setiap orang merdeka atau budak, lelaki atau perempuan, yang besar maupun kecil dari kalangan muslimin berupa kurma (tamr) atau gandum sebanyak 1 sha'. Dan beliau memerintahkan agar zakat ini ditunaikan sebelum kaum Muslimin keluar menuju lapangan (untuk menunaikan) sholat Ied. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Yang pasti, Allah Ta'ala mensyariatkan ibadah ini karena mempunyai keutamaan dan hikmah yang besar.Maka di antara hikmah dari zakat fithri adalah: 1. Sebagai pembersih bagi orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, menyempurnakan kekurangan pahala puasanya di bulan Ramadhan oleh karena perbuatan sia-sia/ dosa. 2. Sebagai bentuk rasa syukur yang ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala, setelah mampu menyelesaikan ibadah Ramadhan dengan baik. 3. Mempererat ukhuwwah antara kaum muslimin, di mana dengan pemberian zakat ini akan terjalin hubungan yang baik antara dhu'afa dan aghniya. Kaum dhu'afa tak lagi disibukkan dengan kerja keras banting tulang bahkan kadang terpaksa mengemis untuk memperoleh makanan yang akan dimakannya pada saat Idul Fithri. Dengan demikian mereka akan turut bergembira dan merasakan kemenangan di hari tersebut. Demikianlah di antara hikmah Allah Subhanahu wa Ta'ala, Dzat yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui segala sesuatu. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam Fathul Baari (III/369) berkata: "Zakat Fithri diwajibkan untuk orang yang berpuasa dan juga orang yang tidak berpuasa sebagaimana hal ini telah diketahui keshahihannya. Demikian pula orang yang baru masuk Islam sesaat

sebelum terbenam di hari terakhir bulan Ramadhan, maka ia pun terkena kewajiban menunaikannya."

Dengan apa zakat fithri dibayarkan Dari hadits di atas kita ketahui bahwa zakat fithri adalah dengan memberikan gandum dan tamr (kurma) seberat 1 sha'. Lalu apakah terbatas hanya pada dua jenis makanan ini? Maka pertanyaan ini akan terjawab dengan hadits marfu' (sanadnya sampai Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam) yang diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudry bahwasanya dia berkata: "Kami dahulu memberikan zakat fithri di masa Nabi Shalallahu „alaihi wassalam seukuran 1 sha' makanan atau 1 sha' kurma atau 1 sha' gandum atau 1 sha' aqith (susu kambing yang dipanaskan hingga berbusa lalu diambil saripatinya dan dibiarkan hingga mengeras) atau 1 sha' anggur kering."

Ternyata dalam dua hadits ini, tidak kita dapati penyebutan beras atau sagu sebagai bahan makanan pokok di negeri ini. Sehingga apakah kita harus mencari bahan-bahan yang tersebut dalam dua hadits di atas untuk membayar zakat fithri kita?

Kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah, pendapat yang paling masyhur di dalam madzhab Hanbali (madzhabnya pengikut Imam Ahmad ibnu Hanbal) adalah pendapat bahwa membayar zakat dengan bahan-bahan selain yang disebutkan dalam dua hadits di atas adalah tidak sah. Akan tetapi pendapat ini, wallahu a'lam, adalah pendapat yang marjuh/ lemah. Sebab dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudry mengatakan: "Kami (para sahabat Nabi) memberikan zakat fithri di masa Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam berupa 1 sha' makanan." Abu Sa'id Al-Khudry berkata: "Dan makanan kami pada saat itu adalah gandum, anggur kering, dan aqith."

Riwayat ini menunjukkan bahwa makanan yang dibayarkan adalah makanan pokok yang paling banyak dibutuhkan oleh penduduk suatu negeri. Dan ini adalah pendapat ulama dari madzhab Malikiyyah dan Syafi'i dan diriwayatkan pula dari Imam Ahmad, serta dibenarkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Syaikh Muqbil ibnu Hadi Al-Wadi'iy rahimahullah ta'ala. Syaikh Abdullah ibnu Abdirrahman ibnu Shalih Al-Bassam dalam Taisirul 'Allam –

keterangan beliau terhadap kitab Umdatul Ahkam – (I/404) mengatakan: "Bahan makanan yang paling utama untuk zakat fithri (dari bahan-bahan makanan yang ada) adalah bahan makanan pokok yang paling dibutuhkan oleh kaum muslimin (faqir dan miskin) setempat." Sehingga di Indonesia, bahan makanan yang paling baik untuk zakat fithri adalah beras. Wallahu a'lam.

Berapa ukurannya

Dalam masalah ini, para ulama berbeda pendapat. Namun pendapat yang paling kuat adalah bahwa ukuran (takaran) 1 sha' adalah sha' nabawy (seukuran 4 mud yang ditakar dengan dua tangan Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam). Dan apabila dikonversikan ke satuan timbangan (berat) maka 1 sha' nabawy setara dengan 2040 (dua ribu empat puluh) gram atau 2,04 kg. Wallahu a'lam.

Bolehkah menggantikan bahan pokok dengan uang yang senilai? Al-Imam An-Nawawy menukilkan dalam Syarah Muslim (VII/53) bahwa seluruh ulama (kecuali Abu Hanifah) tidak membolehkan zakat fithri yang dibayarkan dengan uang. Dan inilah yang rajih/ kuat berdasarkan beberapa hal: 1. Hadits tentang zakat fithri menunjukkan bahwa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mensyariatkan zakat ini untuk ditunaikan dalam bentuk makanan. 2. Amalan Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam dan sahabatnya menunjukkan bahwa mereka selalu menunaikan zakat ini berupa makanan, padahal kita mengetahui bahwa di masa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam pun telah beredar uang dinar dan dirham. Namun beliau dan para sahabatnya tetap menunaikan zakat dengan bahan makanan, tidak dengan dinar dan dirham.

Siapa yang harus dibayarkan zakatnya Setiap kaum muslimin (laki-laki dan perempuan) harus membayar zakatnya masing-masing jika dia memiliki kemampuan untuk membayarnya. Sehingga seorang wanita atau anak kecil yang memiliki harta harus menunaikan dengan hartanya. Adapun bila dia tidak memiliki harta maka yang harus membayar adalah orang yang menanggung nafkahnya kalau dia memiliki sesuatu yang lebih dari apa yang harus ia nafkahkan kepada orang-orang

Bolehkah membentuk kepanitiaan untuk zakat fithri Di antara sunnah Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam dalam penunaian zakat fithri adalah pembentukan panitia khusus yang menerima zakat fithri dari kaum muslimin serta menyalurkannya kepada yang berhak menerima. yang jelek dan (memberi) makanan bagi orang yang miskin. maka wajib bagi tuannya untuk membayar zakat budak tersebut berdasarkan hadits dari Abu Hurairah: "Tidak ada kewajiban untuk membayarkan shodaqoh seorang hamba sahaya kecuali zakat fithri.yang berada di bawah tanggungannya pada malam Ied dan esoknya. Sedangkan untuk zakat fithri adalah dalil khusus yaitu hadits Ibnu Abbas yang telah disebut di atas." (HR." Pendapat ini dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sebagaimana disebutkan dalam kitabnya Majmu' Fatawa (II/71-78) serta Ibnul Qoyyim dalam kitab beliau Zadul Ma'ad (II/44). Beliau telah mencontohkan hal ini di masa hidupnya. Ibnu Abbas Radiyallahu „anhu meriwayatkan: "Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri. Adapun hamba sahaya. Lalu mengapa zakat fithri ini tidak disalurkan kepada 8 golongan Sebagian para ulama menganggap bahwa zakat fithri disalurkan kepada 8 golongan. pensuci bagi orang yang puas dari perbuatan sia-sia. Mereka meng-qiyas-kannya dengan zakatul maal yang memang diberikan kepada 8 golongan sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala dalam surat At-Taubah ayat 60. Bila dia tidak memiliki sesuatu kecuali apa yang harus dia nafkahkan untuk tanggungannya maka tidaklah wajib baginya untuk membayar. Mereka adalah orang-orang faqir dan miskin. Muslim). Diceritakan oleh Abu Hurairah: "Rasulullah memberitahukan kepadaku agar aku mengurus zakat Ramadhan. Kepada siapa zakat fithri diberikan Zakat fithri diberikan kepada yang berhak menerimanya." . Namun qiyas ini tidaklah dibenarkan. Karena dalil dari Al-Qur'an ini adalah dalil yang bersifat umum. sebagaimana dikatakan oleh jumhur ulama.

Abdul Warits bertanya kepada Ayyub: "Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu sha' (zakat fithri)?" Ayyub menjawab: "Setelah panitia mulai bertugas. Dan Ibnu Abbas Radiyallahu „anhu meriwayatkan suatu hadits bahwa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam bersabda: "Barangsiapa menunaikan zakat fithri sebelum shalat ied maka ia adalah zakat yang diterima.org/awwb/th1/2. Ibnu Majah. maka hal ini diperbolehkan." Abdul Warits bertanya lagi: "Kapankah panitia itu mulai bertugas?" Maka beliau menjawab: "Satu atau dua hari sebelum Idul Fithri. Amin. Dan barangsiapa yang menunaikannya setelah dilakasanakan shalat iedul fithri maka ia dianggap sebagai salah satu jenis shodaqoh saja dan zakatnya tidak diterima. (Dikutip dari tulisan Ustadz Abu Hamzah Yusuf. Abu Dawud. kami mengajak segenap kaum muslimin untuk menunaikan zakat fithri sesuai dengan tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam. Demikianlah beberapa hal yang berkaitan dengan ibadah zakat fithri. url sumber http://fdawj.htm) . Dan para ulama sepakat bahwa ia tidak boleh ditunda sama sekali. Bulletin al Wala wal Bara Edisi ke-2 Tahun ke-1 / 29 November 2002 M / 24 Ramadhan 1423 H." Adapun memajukannya satu atau dua hari sebelum Iedul Fithri.Ibnu Khuzaimah (dalam kitab [IV/83]) mencantumkan satu riwayat dari Abdul Warits dari Ayyub bahwasanya Ibnu Umar pernah menyalurkan zakat fithri melalui panitia yang dibentuk oleh pemerintah muslimin satu atau dua hari sebelum Idul Fithri. Ini berdasarkan hadits Ibnu Umar ra: "Bahwa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam memerintahkan kum muslimin untuk membayarkan zakatnya sebelum keluarnya mereka untuk menjalankan shalat Ied. Oleh sebab itu. sehingga Allah Subhanahu wa Ta‟ala menyempurnakan pahala ibadah puasa kita di bulan Ramadhan ini dengan zakat fithri yang kita tunaikan." Kapan zakat fithri ditunaikan Ia harus ditunaikan (disampaikan kepada yang berhak) sebelum kaum muslimin keluar menuju tanah lapang untuk melaksanakan shalat Ied. sebagaimana yang telah dilakukan oleh para sahabat berdasarkan riwayat dari Al-Bukhari dari Ibnu Umar Radiyallahu „anhu." (HR.atspace. dan lainnya dengan sanad yang hasan).

dan mematahkan takwilan para pendusta dari sunnah dan menyingkap kepalsuan para pemalsu Sunnah. Sumber artikel : http://www. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. dan sebagai penegasan terhadap kebenaran. maka kami katakan: Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menetapkan sunnah Nabi secara adil. karena adanya sesuatu yang teramat penting yang tidak diragukan lagi sebagai peringatan bagi manusia.id/print.Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Sejak bertahuntahun sunnah telah tercampur dengan hadits-hadits dhaif. diada-adakan atau lainnya.php?id_artikel=121 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Lagi. Hal ini telah diterangkan oleh para imam terdahulu dan ulama salaf dengan penjelasan dan keterangan yang sempurna.or. Orang yang melihat dunia para penulis dan para pemberi nasehat akan melihat bahwa mereka –kecuali yang diberi rahmat oleh Allah. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Sep 11. (untuk) memusnahkan penyimpangan orangorang sesat dari sunnah. '08 11:03 PM untuk semuanya Lagi. 05:15:09 Hadits-hadits dhaif yang tersebar seputra bulan Ramadhan Kami menilai perlunya dibawakan pasal ini pada kitab kami. wlaupun banyak sumber ilmu yang memuat keterangan yang shahih yang menyingkap yang bathil.tidak memperdulikan masalah yang mulia ini walaupun sedikit perhatianpun.salafy. dusta. Maksud kami bukan membahas dengan detail . 28 Oktober 2004.

tapi akan kita cukupkan sebagian contoh yang baru masuk dan mashyur di kalangan manusia dengan sangat masyhurnya. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no. biografinya ada pada Ibnu Hajar di dalam Lisanul Mizan (2/101) dan beliau berkata: “Masyhur dengan kelemahannya.” dan Bukhari. niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan seluruhnya. penyakitnya pada Jabir bin Ayyub. Hadits ini maudhu‟ (palsu). Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kepada tahun berikutnya…” Hingga akhir hadits ini. “Dia suka memalsukan hadits.” Jadikanlah imam ini sebagai suri tauladan kita.yang bisa menghentikan mereka dari menyebut hadits dhaif. hingga mereka hampir tidak pernah menyebutkan hadits shahih –walau banyak. “Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada di dalam Ramadhan. dan sabda beliau: “Agama itu nasehat…”(riwayat Muslim no.” Juga dinukilkan perkataan Abu Nu‟aim. Semoga Allah merahmati Al Imam Abdullah bin Mubarak yang mengatakan: “(Menyebutkan) hadits shahih itu menyibukkan (diri) dari yang dhaifnya. “matruk (ditinggalkan) . serta pengaruh yang akan terjadi pada ilmu dan manusia. “Mungkarul hadits” dan dari An Nasa‟i.55) Maka kami katakan wabillahi taufiq: Sesungguhnya hadits-hadits yang tersebar di masyarakat banyak sekali. berkata. 1886) dan Ibnul Jauzi di dalam Kitabul Mauduat (2/188-189) dan Abul Ya‟la di dalam Musnad-nya sebagaimana pada Al Muthalibul „Aaliyah (Bab/A-B/ tulisan tangan) dari jalan Jabir bin Burdah dari Abu Mas‟ud Al Ghifari. hingga tidaklah engkau membaca makalah atau mendengar nasehat kecuali hadits-hadits ini –sangat disesalkan.menduduki kedudukan yang tinggi. (Ini semua) sebagai pengamalan hadits: “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat…” (riwayat Bukhari 6/361). Dan (yang termasuk) dari hadits-hadits yang tersebar digunakan (sebagai dalil) di kalangan manusia pada bulan Ramadhan diantaranya: 1. jadikanlah ilmu shahih yang telah tersaring sebagai jalan (hidup) kita.masalah ini.

” Berkata Ibnu Hajar di dalam Al Athraf. “Hadits yang mungkar. pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka…” sampai selesai.” sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam As Suyuthi di dalam Jam‟ul Jawami‟ (no. maka sama (nilainya) dengan menunaikan perkara wajib pada bulan yang lain…. karena lemahnya Ali bin Zaid. niscaya kalian akan sehat. Inilah bulan yang awalnya adalah rahmat. dan dia lemah. “Jika benar kabarnya. “Wahai manusia. Dan Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits ini.haditsnya. “Sumbernya pada Ali bin Zaid bin Jad‟an. “Berpuasalah.” .” berkata Imam Ahmad bin Hanbal. kami cukupkan dengan membawakan perkataan ulama yang paling masyhur. “Dhaif” berkata Ibnu Abi khaitsamah. “Jangan berhujjah dengan hadits ini. “Jika haditsnya shahih. “Tidak kuat.” 3. Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan) suatu kebaikan. karena jelek hafalannya. karena dalam hatiku ada keraguan pada Jarir bin Ayyub Al Bajali.” dan berkata Ibnu Khuzaimah. bulan yang didalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. 23714-tertib urutannya).” 2. berkata Ibnu Sa‟ad.” berkata Ibnu Ma‟in. Hadits ini sanadnya dhaif.b/tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jad‟an dari Sa‟id bin Al Musayyib dari Salman. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887) dan Al Muhamili di dalam Amalinya (293) dan Al Ashbahani dalam At Targhib (q/178. Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapaknya di dalam Illalul Hadits (1/249). “Lemah di segala penjuru.” Ibnul Jauzi menghulumi hadits ini sebagai hadits palsu. “Di dalamnya ada kelemahan dan jangan berhujjah dengannya. Allah menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah. dan ibnu Khuzaimah berkata serta meriwayatkannya.” Demikianlah di dalam Tahdizbut Tahdzib (7/322-323). sungguh bulan yang agung twlah (menaungi) kalian. Hadits ini juga panjang.

” Ibnu Abi Hatim berkata. At Tirmidzi (723).berkata. “Aku mendengar Imam Ahmad –dan beliau menyebutkan riwayat orang-orang Syam dari Zuhair bin muhammad. “Hadits-hadits yang mereka riwayatkan dari ahli Syam ini tidak membuatku kagum. Ibnu Hajar berkata dalam Fathul bari (4/161): “Dalam hadits ini ada perselisihan tentang Hubaib bin Abi Tsabit dengan perselisihan yang banyak. “Barangsiapa yang berbuka puasa satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada sebab dan tidak pula karena sakit maka puasa satu tahun pun tidak akan dapat mencukupinya walaupun ia berpuasa pada satu tahun tersebut. biografinya (disebutkan) pada Tarikh Damasqus (15/q386-tulisan tangan) maka riwayatnya dari Zuhair sebagaiman dinaskhkan oleh para Imam adalah mungkar. dari Zuhair bin muhammad. Berkata Abu Bakar Al Atsram. Ibnu Khuzaimah telah memalsukan hadits tersebut di dalam Shahih-nya (19870). Baihaqi (4/228) dan Ibnu Hajar dalam Taghliqut Ta‟liq (3/170) dari jalan Abil Muthawwas dari bapaknya dari Abu Hurairah. “Hafalannya jelek dan hadits dia dari Syam lebih mungkar daripada haditsnya (yang berasal) dari Irak.Hadits tersebut merupakan potongan dari hadits riwayat Ibnu Adi di dalam Al Kamil (7/2521) dari jalan Nahsyal bin Sa‟id. dan hadits ini darinya. Abu Daud (2397). Nahsyal termasuk yang ditinggal (karena) dia pendusta dan Ad Dhahhak tidak mendengarkan dari ibnu Abbas. Dan sanad hadits ini lemah. tidak diketahuinya keadaan Abil muthawwas dan diragukan pendengaran bapak beliau dari Abu Hurairah. hingga kesimpulannya ada tiga penyakit: idhthirab (goncang).” . Diriwayatkan oleh At Thabrani di dalam Al Ausath (1/q 69/ Al Majma‟ul Bahrain) dan Abu Nu‟aim di dalam Ath Thibun Nabawiy dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Daud.pent) yang dhaif itu. Aku katakan: dan Muhammad bin Sulaiaman Syaami. 4.” Al Ajalaiy berkata. Ibnu Majah (1672) dan Nasa‟i di dalam Al Kubra sebagaimana dalam Tuhfatu Asyraaf (10/373). karena jeleknya hafalan dia.” Hadits ini diriwayatkan Bukhari dengan mu‟allaq* dalam Shahih-nya (4/160 –Fathul Bari) tanpa sanad. dai Ad Dhahhak dari ibnu Abbas. “Mereka meriwayatkan darinya (Zuhair –pent) beberapa hadits mereka (orang-orang Syam. dari Suhail bin Abi Shalih dari Abi hurairah.” demikianlah yang terdapat pada Tahdzibul Kamal (9/427).

bersegeralah kepada kebaikan. Penerbit Al . Wasubhaanakallahu wa bihamdika. Tidak menutup kemungikinan bahwa sebagian hadits-hadits ini memiliki makna-makna yang benar. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly.Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkannya: “Jika khabarnya shahih. inilah sifat puasa Nabi dihadapanmu.” Mudah-mudahan Allah memberi rizki pada kami kebaikannya. dan terlebih lagi –segala puji hanya bagi Allah. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Bab "HADITS-HADITS DHAIF YANG TERSEBAR SEPUTAR BULAN RAMADHAN". Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. akan tetapi (hadits-hadits ini) sendiri tidak boleh kita sandarkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam.umat ini telah Allah khususkan dengan sanad dibandingkan dengan umat-umat yang lain. karena aku tidak mengenal Abil Muthawwas dan tidak pula bapaknya sehingga hadits ini dhaif juga. astaghfiruka. wa atuubu ilaika. Ilmu sanad adalah ilmu yang paling rumit. Ditulis oleh: Penuntut Ilmu Syar‟i Ali Hasan Ali Abdul Hamid Saalim Al Hilali 25 Ramadhan 1403 H (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Dengan sanad ini dapat diketahui mana hadits yang dapat diterima dan mana yang harus ditolak. asyhadu anlaa ilaha illa anta. Wahai saudaraku yang haus akan ketaatan kepada Allah.” Wa ba‟du: Inilah empat hadits yang didhifkan oleh para ulama dan dilemahkan oleh para Imam. membedakan yang shahih dari yang jelek. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. telah benar dan baik orang yang menamainya (yakni Al Isnad) adalah: “Ucapan yang dinukil dan neraca pembenaran khabar. Dan inilah petunjuknya dalam puasa Ramadhan. namun walaupun demikian kita (sering)mendengar dan membacanya pada hari-hari di bulan Ramadhan yang diberkahi khususnya dan selain pada bulan itu pada umumnya. yang sesuai dengan syari‟at kita yang lurus baik dari Al Qur‟an maupun Sunnah.

or. Sumber artikel : http://www.id/print. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. dan mematahkan takwilan para pendusta dari sunnah dan menyingkap kepalsuan para pemalsu Sunnah. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh.Maktabah Al islamiyyah cet. 05:15:09 Hadits-hadits dhaif yang tersebar seputra bulan Ramadhan Kami menilai perlunya dibawakan pasal ini pada kitab kami.php?id_artikel=778 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Lagi. Ke 5 th 1416 H. '08 11:02 PM untuk semuanya Lagi. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Sep 11. (untuk) memusnahkan penyimpangan orangorang sesat dari sunnah. Sejak bertahuntahun sunnah telah tercampur dengan hadits-hadits dhaif. Hal ini telah diterangkan oleh para imam terdahulu dan ulama salaf dengan penjelasan dan keterangan yang sempurna. dusta. 28 Oktober 2004. maka kami katakan: Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menetapkan sunnah Nabi secara adil. diada-adakan atau lainnya.salafy. karena adanya sesuatu yang teramat penting yang tidak diragukan lagi sebagai peringatan bagi manusia.tidak memperdulikan masalah yang mulia . dan sebagai penegasan terhadap kebenaran. Orang yang melihat dunia para penulis dan para pemberi nasehat akan melihat bahwa mereka –kecuali yang diberi rahmat oleh Allah.

“Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada di dalam Ramadhan. wlaupun banyak sumber ilmu yang memuat keterangan yang shahih yang menyingkap yang bathil.menduduki kedudukan yang tinggi. serta pengaruh yang akan terjadi pada ilmu dan manusia. Maksud kami bukan membahas dengan detail masalah ini. penyakitnya pada Jabir bin Ayyub.ini walaupun sedikit perhatianpun. (Ini semua) sebagai pengamalan hadits: “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat…” (riwayat Bukhari 6/361). jadikanlah ilmu shahih yang telah tersaring sebagai jalan (hidup) kita. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no. 1886) dan Ibnul Jauzi di dalam Kitabul Mauduat (2/188-189) dan Abul Ya‟la di dalam Musnad-nya sebagaimana pada Al Muthalibul „Aaliyah (Bab/A-B/ tulisan tangan) dari jalan Jabir bin Burdah dari Abu Mas‟ud Al Ghifari.yang bisa menghentikan mereka dari menyebut hadits dhaif. hingga tidaklah engkau membaca makalah atau mendengar nasehat kecuali hadits-hadits ini –sangat disesalkan. biografinya ada pada Ibnu Hajar di dalam Lisanul Mizan (2/101) dan beliau berkata: “Masyhur dengan .” Jadikanlah imam ini sebagai suri tauladan kita. tapi akan kita cukupkan sebagian contoh yang baru masuk dan mashyur di kalangan manusia dengan sangat masyhurnya. Semoga Allah merahmati Al Imam Abdullah bin Mubarak yang mengatakan: “(Menyebutkan) hadits shahih itu menyibukkan (diri) dari yang dhaifnya.55) Maka kami katakan wabillahi taufiq: Sesungguhnya hadits-hadits yang tersebar di masyarakat banyak sekali. Dan (yang termasuk) dari hadits-hadits yang tersebar digunakan (sebagai dalil) di kalangan manusia pada bulan Ramadhan diantaranya: 1. Hadits ini maudhu‟ (palsu). Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kepada tahun berikutnya…” Hingga akhir hadits ini. hingga mereka hampir tidak pernah menyebutkan hadits shahih –walau banyak. dan sabda beliau: “Agama itu nasehat…”(riwayat Muslim no. niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan seluruhnya.

“matruk (ditinggalkan) haditsnya. Hadits ini juga panjang. sungguh bulan yang agung twlah (menaungi) kalian. dan dia lemah.” Demikianlah di dalam Tahdizbut Tahdzib (7/322-323). karena dalam hatiku ada keraguan pada Jarir bin Ayyub Al Bajali. “Dhaif” berkata Ibnu Abi khaitsamah. “Hadits yang mungkar. “Lemah di segala penjuru. “Jangan berhujjah dengan hadits ini. bulan yang didalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. berkata. “Jika benar kabarnya.” Juga dinukilkan perkataan Abu Nu‟aim. Dan Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits ini. “Wahai manusia.” Berkata Ibnu Hajar di dalam Al Athraf. berkata Ibnu Sa‟ad.” dan berkata Ibnu Khuzaimah. Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan) suatu kebaikan. “Di dalamnya ada kelemahan dan jangan berhujjah dengannya.” berkata Imam Ahmad bin Hanbal. pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka…” sampai selesai. karena jelek hafalannya. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887) dan Al Muhamili di dalam Amalinya (293) dan Al Ashbahani dalam At Targhib (q/178. Hadits ini sanadnya dhaif. “Sumbernya pada Ali bin Zaid bin Jad‟an. maka sama (nilainya) dengan menunaikan perkara wajib pada bulan yang lain…. Allah menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah.b/tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jad‟an dari Sa‟id bin Al Musayyib dari Salman. dan ibnu Khuzaimah berkata serta meriwayatkannya. karena lemahnya Ali bin Zaid.” dan Bukhari. “Dia suka memalsukan hadits. “Tidak kuat. “Jika haditsnya shahih.” sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam As Suyuthi di dalam Jam‟ul Jawami‟ (no. Inilah bulan yang awalnya adalah rahmat. “Mungkarul hadits” dan dari An Nasa‟i.” berkata Ibnu Ma‟in.” 2.kelemahannya. kami cukupkan dengan membawakan perkataan ulama yang paling masyhur. Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapaknya di dalam Illalul Hadits (1/249). 23714-tertib urutannya).” .” Ibnul Jauzi menghulumi hadits ini sebagai hadits palsu.

hingga kesimpulannya ada tiga penyakit: idhthirab (goncang).” Hadits tersebut merupakan potongan dari hadits riwayat Ibnu Adi di dalam Al Kamil (7/2521) dari jalan Nahsyal bin Sa‟id. Abu Daud (2397). Dan sanad hadits ini lemah. Ibnu Hajar berkata dalam Fathul bari (4/161): “Dalam hadits ini ada perselisihan tentang Hubaib bin Abi Tsabit dengan perselisihan yang banyak. “Mereka meriwayatkan darinya (Zuhair –pent) beberapa hadits mereka (orang-orang Syam. niscaya kalian akan sehat. dai Ad Dhahhak dari ibnu Abbas.” Ibnu Abi Hatim berkata. Ibnu Majah (1672) dan Nasa‟i di dalam Al Kubra sebagaimana dalam Tuhfatu Asyraaf (10/373). karena jeleknya hafalan dia. dari Suhail bin Abi Shalih dari Abi hurairah. “Berpuasalah. At Tirmidzi (723). 4. Nahsyal termasuk yang ditinggal (karena) dia pendusta dan Ad Dhahhak tidak mendengarkan dari ibnu Abbas.pent) yang dhaif itu. dari Zuhair bin muhammad. biografinya (disebutkan) pada Tarikh Damasqus (15/q386-tulisan tangan) maka riwayatnya dari Zuhair sebagaiman dinaskhkan oleh para Imam adalah mungkar.” demikianlah yang terdapat pada Tahdzibul Kamal (9/427). tidak diketahuinya keadaan Abil muthawwas dan diragukan . dan hadits ini darinya.berkata.” Al Ajalaiy berkata. Diriwayatkan oleh At Thabrani di dalam Al Ausath (1/q 69/ Al Majma‟ul Bahrain) dan Abu Nu‟aim di dalam Ath Thibun Nabawiy dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Daud.3. Aku katakan: dan Muhammad bin Sulaiaman Syaami. “Hafalannya jelek dan hadits dia dari Syam lebih mungkar daripada haditsnya (yang berasal) dari Irak. Ibnu Khuzaimah telah memalsukan hadits tersebut di dalam Shahih-nya (19870). “Barangsiapa yang berbuka puasa satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada sebab dan tidak pula karena sakit maka puasa satu tahun pun tidak akan dapat mencukupinya walaupun ia berpuasa pada satu tahun tersebut. Baihaqi (4/228) dan Ibnu Hajar dalam Taghliqut Ta‟liq (3/170) dari jalan Abil Muthawwas dari bapaknya dari Abu Hurairah. Berkata Abu Bakar Al Atsram. “Aku mendengar Imam Ahmad –dan beliau menyebutkan riwayat orang-orang Syam dari Zuhair bin muhammad. “Hadits-hadits yang mereka riwayatkan dari ahli Syam ini tidak membuatku kagum.” Hadits ini diriwayatkan Bukhari dengan mu‟allaq* dalam Shahih-nya (4/160 –Fathul Bari) tanpa sanad.

Ditulis oleh: Penuntut Ilmu Syar‟i Ali Hasan Ali Abdul Hamid Saalim Al Hilali 25 Ramadhan 1403 H (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR).” Wa ba‟du: Inilah empat hadits yang didhifkan oleh para ulama dan dilemahkan oleh para Imam. astaghfiruka. akan tetapi (hadits-hadits ini) sendiri tidak boleh kita sandarkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. bersegeralah kepada kebaikan. Dengan sanad ini dapat diketahui mana hadits yang dapat diterima dan mana yang harus ditolak. telah benar dan baik orang yang menamainya (yakni Al Isnad) adalah: “Ucapan yang dinukil dan neraca pembenaran khabar.” Mudah-mudahan Allah memberi rizki pada kami kebaikannya. yang sesuai dengan syari‟at kita yang lurus baik dari Al Qur‟an maupun Sunnah. asyhadu anlaa ilaha illa anta.umat ini telah Allah khususkan dengan sanad dibandingkan dengan umat-umat yang lain. membedakan yang shahih dari yang jelek.pendengaran bapak beliau dari Abu Hurairah. Wahai saudaraku yang haus akan ketaatan kepada Allah. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Ilmu sanad adalah ilmu yang paling rumit. dan terlebih lagi –segala puji hanya bagi Allah. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. karena aku tidak mengenal Abil Muthawwas dan tidak pula bapaknya sehingga hadits ini dhaif juga. wa atuubu ilaika. Wasubhaanakallahu wa bihamdika. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. namun walaupun demikian kita (sering)mendengar dan membacanya pada hari-hari di bulan Ramadhan yang diberkahi khususnya dan selain pada bulan itu pada umumnya. inilah sifat puasa Nabi dihadapanmu.” Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkannya: “Jika khabarnya shahih. Dan inilah petunjuknya dalam puasa Ramadhan. Bab . Tidak menutup kemungikinan bahwa sebagian hadits-hadits ini memiliki makna-makna yang benar.

Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. padanya ada Al Hasan ber-„an‟anah.salafy. ia berkata: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam memerintahkan kami .id/print. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. Hukumnya Zakat Fitri ini (hukumnya) wajib berdasarkan hadits (dari) Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma:“Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri [pada bulan Ramadhan kepada manusia]. 05:03:44 1. 28 Oktober 2004. Ke 5 th 1416 H. Dan hadits sebelumnya sebagai syahid] Sebagian Ahlul ilmi menyatakan bahwa zakat fithri telah mansukh oleh hadits Qais bin Sa‟ad bin Ubadah."HADITS-HADITS DHAIF YANG TERSEBAR SEPUTAR BULAN RAMADHAN".or. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. '08 10:54 PM untuk semuanya Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. Sumber artikel : http://www.”195)[Riwayat Abu Daud (1622) dan An Nasa‟I (5/50).”194)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984) dan tambahannya pada Muslim] Dan berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri.php?id_artikel=778 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11.

mungkin Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mencukupkan dengan perintah yang pertama. besar.”198) [HR Muslim (982)] Hadits ini umum. atau satu gantang gandum atas hamba dan orang yang merdeka. dan sanadnya shahih] dan kalaupun dianggap shahih tidak ada dalil yang menunjukkan atas naskh (diahapusnya) hadits Qais yang menunjukkan wajibnya zakat fithri. Siapa yang Wajib Zakat ? Zakat fithri wajib atas kaum muslimin. orang yang merdeka maupun hamba.”197)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984)] Sebagian Ahlul ilmi ada yang mewajibkan zakat fithri pada hamba yang kafir karena hadits Abu Hurairah Radhiallahu anhu: “Hamba tidak ada zakatnya kecuali zakat fithri. Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri sebanyak satu gantang kurma. “Tidak wajib atas orang yang puasa karena hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan . tetapi kami mengerjakan (mengeluarkan zakat fithri). perempuan. laki-laki. anak kecil.” Al Hafidz Rahimahullah menjawab sangkaan tersebut dengan perkataannya (3/368): “bahwa pada sanadnya ada rawi yang tidak dikenal196) [Akan tetapi hadits tersebut mempunyai penguat. tetapi hanya menunjukkan tambahan dalam jenis ibadah. kedudukan zakat harta (sebagaiman) kedudukan zakat fithri (yaitu) berkaitan dengan riqab (orang perorang). dan dikeluarkan oleh An Nasa‟I (5/49) dan Ibnu Majah (1/585) dan Ahmad (6/6).” Imam Al Khathabiy Rahimahullah berkata dalam Ma‟alimus Sunan (2/214): “Ini tidak menunjukkan hilangnya kewajiban zakat fithri. karena turunnya suatu kewajiban tidaklah menggugurkan kewajiban yang lain.dengan shadaqah fithri sebelum diturunkannya (kewajiban) zakat dan tatkala diturunkannya (kewajiban) zakat beliau tidak memerintahkan kami dan tidak pula melarang kami. sedang hadits Ibnu Umar khusus.” 2. kecil dan besar dari kalangan kaum muslimin. Ibnu Khuzaimah (4/81) dan Al Hakim (1/410) dan Al Baihaqi (4/159) dari beberapa jalan. Yang lain berkata. sudah maklum hadits khusus jadi penentu hadits umum. tidak mengharuskan dimansukhknya hukum sebelumnya.

zakat fithri. satu ganang anggur kering atau salt (sejenis gandum yang tidak berkulit). zakat fithri diwajibkan pula atas orang yang tidak berpuasa seperti diketahui keshahihannya atau orang yang masuk Islam sesaat sebelum terbenamnya matahari.” Al Hafidz menjawab (3/369): “Pensucian disebutkan untuk menghukumi yang dominan.”199) [Telah lewat takhrijnya] Imam Al Khathabiy dalam Ma‟alimus Sunan (3/214) menegaskan: “Zakat fithri wajib atas orang yang puasa yang kaya atau orang fakir yang mendapatkan makanan dari dia. satu gantang korma dan satu gantang salt. semuanya telah dilakukan oleh para sahabat . 3. satu gantang gandum. karena hadits Abu Sa‟id Al Khudri Radhiallahu anhu: “Kami mengeluarkan zakat (pada zaman Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam) satu gantang makanan. baik menurut masyarakat maupun istilah.”200) [HR Bukhari (3/294) dan Muslim (985)] Dan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan atu gantang gandum.” Sebagian lagi berpendapat bahwa zakat fithri wajib juga atas janin. satu gantang kurma. karena janin tidak bisa disebut sebagai anak kecil atau besar. satu gantang susu kering.”201) [Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/80) dan Al Hakim (1/409-410) Telah ikhtilaf dalam tafsir lafadz makanan dalam hadits Abu Sa‟id Al Khudri. pensuci bagi orang yang puasa dari perbuatan sia-sia. tepung dan adonan. satu gantang korma. yang jelek dan (memberi) makanan bagi orang yang miskin. satu gantang anggur kering. jika berserikat dalam „illat berserikat pula dalam hukum. namun yang paling kuat (yang membuat hati ini tenang) lafadz di atas mencakup seluruh yang dimakan termasuk hinthah dan jenis lainnya. Macam Zakat Fithri Zakat Fithri dikeluarkan berupa satu gantang gandum. jika „illat diwajibkannya karena pensucian. satu gantang susu. maka seluruh orang yang puasa butuh akan hal itu. tetapi kami tidak menemukan dalil akan hal itu. ada yang bilang hinthah (gandum yang bagus) ada yang bilang selain itu.

“Barangsiapa yang mengeluarkan berupa tepung akan diterima. sanadnya hasan] Adapun hadits-hadits yang menafikan adanya hinthah (gandum) atau bahwasanya Mu‟awiyah Radhiallahu anhu berpendapat untuk mengeluarkan dua mud dari samara (gandum) Syam. tetapi berdasarkan hadita marfu‟ sampai kepada Rasululllah Shalallahu „alaihi wassalam. bahwa pendapat Mua‟wiyah bukanlah ijtihad hasil dari pemikiran sendiri. sanadnya hasan] Dari beliau Shalallahu „alaihi wassalam bersabda: “Zakat fithri satu gantang makanan. yang membawa anggur kering diterima. menurut hadits-hadits yang shahih yang menegaskan adanya hinthah bahwa dua mud hinthah sama dengan satu gantang anggur. susu yang dikeringkan dan korma.”203) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). untuk dua orang satu gantang dari gandum .berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam menyuruh kami untuk mengeluarkan zakat Ramadhan satu gantang makanan dari anak kecil. yang membawa salt (gandum yang tidak berkulit) diterima. dan yang paling sahahih berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam: “Tunaikanlah satu gantang gandum atau korma. agar kaum muslimin yang mendudukkkan sahabat sesuai dengan kedudukan mereka. anggur kering. barangsiapa yang mengeluarkan berupa adonan. yang membawa korma diterima. mereka ikhtilaf tentang hinthah. budak dan orang yang merdeka. aku mengira beliau berkata: “yang membawa adonan diterima.”202) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). barangsiapa yang membawa gandum diterima. 4. Ukuran Zakat Fithri Seorang muslim diperbolehkan zakat fithri sesuai dengan jenis yang disebutkan tadi. besar. Ini dikuat-kan oleh perkataan Abu Sa‟id: “Dulu makanan kami adalah gandum. Barangsiapa yang memberi salt (sejenis gandum yang tidak berkulit) akan diterima. aku mengira beliau berkata. dan bahwa satu mud hinthah itu melebihi yang ada di sini. diterima.”204) [Telah lewat takhrijnya] Yang membantah seluruh dalil orang yang menyelisihi kita adalah satu pembahasan yang akan datang ketika menjelaskan takaran zakat fithri. ada yanga mengatakan setengah gantang ini yang rajih.

atas orang merdeka. mereka adalah orang-orang miskin berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam zakat fithri sebagai pembersih (diri) bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perbuatan kotor dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Dan dikeluarkan Al Baihaqi (4/161) dari jalan yang lain dari Ali. Dan padanya ada jalan yang mauquf dari Ibnu Umar pada Inu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (4/37) dengan sanad shahih. Maka -dengan jalan-jalan inimaka haditsnya menjadi hasan] 6. anak kecil atau besar. orang yang merdeka dan budak. berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Timbangan yang teranggap adalah timbangannya Ahlu Mekah. berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “kami diperintah oleh Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam (mengeluarkan) shadaqah fithri atas anak kecil dan orang tua. Siapakah yang harus dibayar zakatnya? Seorang muslim harus mengeluarkan zakat fithri untuk dirinya dan seluruh orang yang dibawah tanggungannya. Pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam di dalam Majmu‟ Fatawa (2/71-78) serta murid beliau Ibnul Qayyim pada kitabnya yang bagus Zaadul Ma‟ad (2/44).”205) [Riwayat Abu Daud (2340).”208) [Telah lewat takhrijnya]. tetapi (pendapat) ini tidak ada dalilnya. Nasa‟I (7/281). Kemana Disalurkannya Zakat tidak boleh diberikan kecuali kepada orang yang berhak menerimanya. Gantang yang teranggap adalah gantangnya penduduk Madinah.”207) [Dikeluarkan oleh Daruquthni (2/141) dan Ibnu Umar dengan sanad dhaif (lemah). Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih]. orang merdeka dan hamba dari orang-orang yang membekalinya. Dan Syaikhul Islam telah membentahnya pada kitab . dan kiloan yang teranggap adalah kiloan-nya orang madinah. Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih] 5. hamba.”206) [Riwayat Abu Daud (2340). Sebagian Ahlul ilmi berpendapat bahwa zakat fithri diberikan kepada delapan golongan. baik anak kecil maupun orang tua laki-laki dan perempuan. Nasa‟I (7/281). dan sanadnya terputus.

dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/83) dari jalan Abdul Warits dari Ayyub.”209) [Dikeluarkan oleh Bukhari (4/396)] Dan sungguh dahulu pernah Ibnu Umar Radhiallahu anhuma mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang menangani zakat dan mereka adalah panitia yang dibentuk oleh Imam (pemerintahan. Waktu Penunaian Zakat Zakat fithri ditunaikan sebelum orang-orang keluar (rumah) menuju sholat „Id dan tidak bleh diakhirkan (setelah) shalat atau dimajukan penunaiannya. ia berkata: “Rasulullah mengkhabarkan kepadaku agar aku menjaga zakat Ramadhan. maka lihatlah kitab tersebut. Sungguh Nabi Shalallahu „alaihi wassalam telah mewakilkan kepada Abu Hurairah Radhiallahu anhu. Beliau (Ibnu Umar) mengeluarkan zakatnya satu hari atau dua hari sebelum „Iedul Fithri. karena hal itu sangat penting. Hikmah Zakat Allah 'Azza wa Jalla mewajibkan zakat sebagai pensucian diri bagi orang-orang yang . Termasuk amalan sunah jika ada seseorang yang bertugas mengumpulkan zakat tersebut (untuk diberikan kepada yang berhak –pent).maktabah Al Islamiyah] berdasarkan perbuatan Ibnu Umar Radhiallahu anhuma –berdasarkan kaidah rawi hadits diketahui dengan makna riwayatnyamaka apabila penunaian zakat itu diakhirkan (setelah) shalat maka dianggap sebagai shadaqah berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “… Barangsiapa yang menunaikan zakatnya sebelum shalat maka dia adalah zakat yang diterima.” 7.yang telah disebutkan baru saja. aku katakan: “Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu gantang?” Berkata Ayyub: “Apabila petugas telah duduk (bertugas).” Aku katakan: “Kapankah petugas itu mulai bertugas?” Beliau menjawab: “Satu hari atau dua hari sebelum “Idul Fithri. cet. kecuali satu atau dua hari (sebelum „Id)210) [Lihat pada kitab Ahkamul „Idain fis Sunnah Al Muthaharah karya Ali Hasan Ali Abdul Hamid.”211) [Telah lewat takhrijnya] 8. dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka dia adalah merupakan shadaqah dari beberapa shadaqah (yang ada). pent) untuk mengumpulkannya.

Ke 5 th 1416 H. (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Sumber artikel : http://www.salafy.berpuasa dari (perbuatan) sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin untuk mencukupi (kebutuhan ) mereka pada hari yang bagus tersebut berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma yang telah lalu.php?id_artikel=777 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan Sep 11. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Seiring dengan menyempitnya pembuluh-pembuluh darah itu berarti menyempit pula tempat aliran setan dalam tubuh. '08 10:54 PM untuk semuanya Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan Penulis: Al Ustadz Ahmad Hamdani Fatwa-Fatwa. 18 Oktober 2004. maka puasa dapat memperkuat jiwa.id/print.or. Bab "Zakat Fitrah". penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. 05:26:46 Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan Kalau jasmani seseorang dapat menjadi kuat disebabkan latihan fisik. Pada diri seseorang yang berpuasa. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. suplai bahan makanan dan minuman yang merupakan bahan bakar aktifitas kehidupan manusia berkurang sehingga pembuluhpembuluh darah menyempit. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. .

9/175 dan Muslim 157-158) Sebenarnya cukuplah satu hadits qudsi yang mulia itu menunjukkan keutamaannya. 2. 373 dan Al-Baihaqi . Bukhari 3/3.Keadaan seperti ini akan membuat nafsu syahwat terpenjara (dari hubungan sex atau persetubuhan) dan memenangkan anggota badannya dengan cara yang menakjubkan. Akan tetapi orang-orang yang berpuasa itu berbeda dan bertingkat-tingkat dalam hal mendapatkan pahala dan keutamaannya. ٣/٣، ٩/١٧٥ ‫)٨٥١-٧٥١/٣ ل‬ Puasa itu untukKu dan Aku yang akan membalasnya. yaitu: 1. (HR. Ad-Darimi 2/21. Puasa memiliki dua keutamaan khusus yang tidak ditemukan pada ibadah badan lainnya. Puasa merupakan amal tersembunyi. Puasa sebagai benteng bagi orang-orang yang bertaqwa dari musuh Allah yaitu setan yang jalannya dalam rangka menguasai manusia adalah hawa nafsu syahwat. Pada umumnya orang lain tidak mengetahuinya dan kemungkinan besar sedikit tercampur dengan unsur riya‟. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ). Dengan demikian puasa adalah perisai dari serangan nafsu syahwat bagi orang-orang yang bertaqwa. Inilah hakikat puasa. (HR. Allah berfirman dalam hadits qudsi tentang keutamaan puasa: ). Ibnu Majah 1/539. Ahmad 2/446. ( ‫ق‬ ٠٧٢/٤ ١/٥٣٩ ‫ل‬ ٢/٢١ ‫٣٧٣ ،٦٤٤/٢ ح‬ Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan dari puasanya selain dari rasa lapar dan dahaga.

Semoga bermanfaat. maka orang tersebut diminta bertaubat. Para ulama masih bersilang pendapat bila safarnya untuk bermaksiat pada Allah seperti safar dengan niat merampok. baik tersedia makanan minuman atau tidak. . Dalam kaitan ini kami kutipkan fatwa-fatwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Fauzan yang berhubungan dengan puasa berupa tanya jawab sekitar puasa dan Ramadlan. jihad. Dalam rombongan itu ada yang berbuka dan ada yang berpuasa. berdagang. maka dia diminta untuk bertaubat dari pendapatnya itu. Begitu pula orang yang mengingkari orang yang berbuka (ketika safar).4/270 dari jalan Sa'id Al-Muqbiri dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu) Hal ini terjadi disebabkan orang yang berpuasa tidak mengerti hakekat puasa sehingga tidak melaksanakannya sesuai dengan yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya dan puasanya tidak mendatangkan apa-apa selain rasa lapar dan dahaga. Orang yang mengatakan bahwa orang yang safar tidak boleh berbuka kecuali yang lemah untuk berpuasa. Pertanyaan: Berapakah jarak boleh mengqashar shalat? Apakah bila seseorang safar pada suatu hari boleh berbuka puasa? Apakah perbedaan safar maksiat dan safar ketaatan kepada Allah? Jawab: Menurut kesepakatan kaum muslimin (ulama) berbuka puasa diperbolehkan bagi musafir jika safar itu bukan dalam rangka bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya seperti haji. maka dibunuh. dan yang semisalnya. 87-100: Tanya: Beberapa orang melakukan safar (bepergian) pada bulan Ramadlan. Orang yang safar boleh mengqashar shalat dan berbuka puasa menurut kesepakatan ulama meskipun tidak merasa haus dan lapar. Jika tidak bertaubat. Fatwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam kitab beliau Haqiqatus Shiyam hal. Di antara yang berbuka mengejek yang berpuasa dengan alasan bahwa berbuka itu lebih utama.

Abu Hurairah. (HR. Sekelompok ulama salaf dan khalaf berpendapat bahwa orang yang sedang safar harus berbuka. (HR. bagi musafir diperbolehkan mengqashar shalat yang empat rakaat dan hal ini lebih afdhal. Menurut pendapat imam yang empat. Bukhari) Hal ini karena mereka memahami firman Allah: ‫ل‬ . Tidak termasuk kebaikan puasa dalam safar (bepergian). Pendapat ini dipegang oleh Abdurrahman bin 'Auf. bahkan tidak diperbolehkan berpuasa sehingga meskipun ia berpuasa tetap wajib mengqadlanya. Imam Syafi'i. dan lainlain radliyallahu 'anhum.Juga orang yang mengatakan bahwa orang yang berbuka (ketika safar) itu berdosa. Para ulama tidak bersilang pendapat dalam hal pembolehan berbuka puasa bagi musafir. sunnah Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam dan ijma' umat. Imam Malik. Sedangkan yang masih diperselisihkan justru pembolehan berpuasa bagi musafir. ia harus bertaubat dari ucapannya itu. Sebagaimana pula madzhab Dhahiri. Mereka berdalil dengan hadits: . Abu Hanifah. Bukhari dan Muslim) Sedangkan madzhab yang empat membolehkan puasa bagi musafir dengan dasar ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari Anas radliyallahu 'anhu: ). Karena semua itu bertentangan dengan Kitabullah. ( Kami pernah bepergian bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. dan Imam Ahmad. maka yang berpuasa tidak mencela yang berbuka dan yang berbuka tidak mencela yang berpuasa.

Tanya: Apakah seorang safar pada pertengahan hari boleh berbuka? Jawab: Ada dua pendapat yang masyhur mengenai masalah ini. ١٨٥﴾ (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadlan. Karena itu barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. Keduanya dari Imam Ahmad. Para shahabat berbuka bila keluar safar pada pertengahan hari dan disebutkan bahwa yang . Menurut pendapat yang paling kuat adalah boleh berbuka dan menqashar shalat pada bepergian kurang dari dua hari[1]. dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) (wajiblah baginya berpuasa).: . maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. (Al-Baqarah: 185) Adapun ukuran safar yang diperbolehkan untuk mengqashar shalat dan berbuka puasa menurut Imam Ahmad dan Syafi'i adalah jarak perjalanan dua hari dengan kendaraan unta atau jalan kaki sejauh lebih kurang 16 farsakh (satu farsakh lebih kurang 8 km –pent) seperti jarak antara Mekah-Ashfahan atau Mekah-Jedah. Sebagaimana hal ini tertera dalam kitab-kitab Sunan. Yang paling benar adalah seseorang diperbolehkan berbuka ketika safar di pertengahan hari (sebelumnya ia berpuasa –pent). bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara hak dan bathil). sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. supaya kamu bersyukur. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. Disebutkan dalam hadits bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengqashar shalat ketika di Arafah dan Muzdalifah serta Mina yang diikuti oleh penduduk Mekah dan beliau tidak memerintahkan mereka menyempurnakan shalat mereka. Sedangkan Abu Hanifah dan kelompok ulama salaf dan khalaf lainnya menentukan jarak perjalanan 3 hari.

Tanya: Ada seorang imam masjid bermadzhab Hanafi menyebutkan bahwa dia membaca kitab bahwa bila seseorang berpuasa di bulan Ramadlan tidak berniat pada akhir waktu isya' atau sahur maka puasanya tidak berpahala. para ulama masih berselisih pendapat dalam menentukan kewajiban berpuasa. bila mereka dalam perjalanan dari tempat musim dingin ke tempat musim panas atau sebaliknya. Walaupun ada sebagian ulama mengatakan tidak berpahala bila ia puasa. maka boleh mengqashar shalat. Apakah pendapat ini dibenarkan? . Orang-orang pedalaman seperti Badui Arab. Turki dan selainnya yang bermukim pada musim panas di suatu tempat. Sedangkan orang yang bepergian jauh dengan naik kapal besar ditemani istrinya. membawa perbekalan lengkap dan dia terus-menerus demikian maka dia tidak boleh mengqashar shalat maupun berbuka puasa. tukang pos yang bepergian untuk kemaslahatan kaum muslimin dan lain-lain. Orang yang sering bepergian ke suatu tempat tertentu boleh berbuka seperti pedagang yang pergi ke kota lain. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berniat puasa waktu safar. Para shahabat melihat beliau. Sedangkan bila telah singgah di tempat musim dingin atau tempat musim panas tidak boleh berbuka dan mengqashar shalat. Akan tetapi dia wajib mengqadla baik berpuasa atau tidak. Tanya: Ada seorang yang safar di bulan Ramadlan tidak merasa lapar. Apakah yang lebih utama baginya puasa atau tidak? Jawab: Menurut ijma' ia lebih utama berbuka meskipun dia tidak merasa berat dan berpuasa juga diperbolehkan. haus maupun lelah. Kemudian beliau dijamu dan beliau makan. Sedangkan apabila seorang tiba di tempat tujuan pada pertengahan hari.demikian itu sunnah yang dikerjakan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Yang menjadi perselisihan adalah pengkhususan (ta'yin) niat untuk bulan Ramadlan. ia tentu berpuasa bulan itu dengan niat. Niat itu tempatnya di hati. Seperti seorang yang dititipi barang atau uang miliknya sendiri.Jawab: Setiap muslim yang mengetahui bahwa puasa Ramadlan itu wajib hukumnya. Adapun bila seseorang tidak mengetahui bahwa besok bulan Ramadlan tidak wajib atasnya ta'yin dan barangsiapa mewajibkan ta'yin tanpa ia mengetahui yang dita'yin sungguh berarti ia mewajibkan dua perkara yang berlawanan. maka ia tidak perlu menyerahkan barang itu kedua kalinya. Maka saya katakan bahwa orang yang mengetahui keinginannya mesti akan berniat. tidak cukup niat mutlak[2]. apakah hal ini wajib atau tidak? Ada tiga pendapat dalam madzhab Imam Ahmad: Pertama. tetapi ia hendaknya mengatakan: Titipan yang kuberikan padamu itu adalah milikku. cukup baginya. Lalu tak lama kemudian ia mengetahui bahwa ternyata titipan itu miliknya. harus meniatkan puasa Ramadlan. tetapi ia tidak mengetahui bahwa titipan itu miliknya lalu ia sedekahkan pada orang lain. Bila ia tahu besok Ramadlan maka ia akan menta'yin (menentukan niatnya) artinya tidak cukup berniat secara mutlak karena Allah ta'ala memerintahkannya niat menunaikan kewajibannya yaitu puasa bulan Ramadlan. maka yang lebih mendekati kebenaran adalah cukup baginya niat mutlak tersebut. Melafalkan niat bukan wajib menurut ijma' kaum muslimin. Kedua. Keumuman kaum muslimin berpuasa dengan diiringi niat. Maka bila ia tidak melakukan berarti belum terbebas dari kewajiban. Apabila berpuasa dengan cara seperti itu diniatkan puasa sunnah lalu diketahui bahwa hari itu adalah bulan Ramadlan. Dan riwayat yang diriwayatkan dari Imam Ahmad menyatakan bahwa manusia itu mengikuti niat imamnya yaitu bahwa berbuka atau berpuasa ditentukan oleh ulama. Ketiga. yaitu dengan niat mutlak. Setiap orang akan mengetahui apa yang ia inginkan mesti meniatkannya dengan dilafalkan atau tidak. Sebagaimana disabdakan Nabi . Berpuasa dengan cara seperti itu. Bila ia tahu besok akan puasa haruslah ia meniatkan puasa. cukup secara mutlak tidak dengan niat tertentu (ta'yin) selain niat puasa Ramadlan. boleh secara mutlak seperti pendapat Abu Hanifah. Riwayat yang ketiga ini dari Ahmad dipilih oleh Al-Hiraqi dan Abul Barkat.

(HR. baik dilafalkan atau tidak. Puasa kalian adalah hari kalian berpuasa. Bukhari 4/171 .shallallahu 'alaihi wa sallam: . Beliau mengatakan: Hadits ini hasan gharib. (HR. Apabila malam telah datang dari sini dan siang telah menghilang dari sini serta matahari telah terbenam dari sini (barat) maka berbukalah orang yang berpuasa. Yaitu ketika seluruh bulatan matahari telah hilang dan langit bagian timur akan tampak hitam. Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. hadits 224 dan Al-Irwa no. Tanya: Apakah seseorang diperbolehkan berbuka puasa dengan semata melihat terbenamnya matahari? Jawab: Bila seorang telah melihat hilang seluruh bulatan matahari maka ia harus berbuka tanpa menghiraukan masih ada warna merah yang tampak di ufuk barat. Hal ini merupakan perbuatan kebanyakan kaum muslimin. Idul Fithri kalian adalah hari kalian berbuka (tidak berpuasa) dan Idul Adlha adalah hari kalian menyembelih[3]. Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Ash-Shahihah no. Sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam katakan: . hadits 905) Tanya: Apakah seseorang yang berpuasa bulan Ramadlan memerlukan niat tiap hari atau tidak? Jawab: Setiap orang yang mengetahui bahwa besok Ramadlan dan dia menginginkan puasa maka dia pasti telah berniat.

Pendapat yang paling benar adalah tidak diwajibkan mengqadla`. 1100) Tanya: Bolehkah makan sahur setelah adzan subuh pada bulan Ramadlan? Jawab: Bila muadzin adzan sebelum terbit fajar sebagaimana adzan pertama Bilal pada jaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di Damaskus. Walaupun setelah itu ia tahu bahwa makan setelah terbit fajar masih diperselisihkan para ulama tentang wajib qadla` baginya. Para bidan memutuskan ia harus berbuka karena untuk memberi makan janin yang dikandungnya tetapi wanita itu tidak sakit. Tanya: Ada seorang yang pingsan setiap kali berpuasa. Sedangkan menurut pendapat ahli fiqih yang empat. Tanya: Seorang perempuan hamil melihat darah serupa haidl dan darah haidl. sekelompok ulama salaf dan khalaf. apakah ia boleh berbuka atau tidak? . maka seorang boleh makan dan minum beberapa saat setelah adzan itu. wajib qadla` atasnya. pilek dan mulutnya berbuih terus-menerus sampai berhari-hari belum sadar hingga dikira gila dan tidak jelas keadaannya.dan Muslim no. Apabila ia ragu apakah sudah terbit fajar atau belum maka hendaknya ia makan dan minum hingga tampak jelas terbit fajar. bagaimana tentang hal ini? Jawab: Apabila puasanya menyebabkan ia sakit seperti itu maka hendaknya ia berbuka dan mengqadla`. Riwayat ini adalah riwayat dari Umar. Bila hal ini terus menimpanya tiap kali ia berpuasa dan dia tidak mampu untuk puasa maka ia harus memberi makan tiap hari seorang miskin.

ketika bau mulut mulai berubah. ***** Fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah bin Al-Fauzan (anggota Kibaril Ulama Arab Saudi) dalam kitab Nur 'ala Darbi Fatawa hal. Bersiwak disunnahkan pada semua waktu termasuk waktu Ramadlan. Akan tetapi dalam hal ini seorang harus berhati-hati ketika menggosok gigi dengan miswak (alat siwak) agar tidak melukai gusi yang dapat mengakibatkan pendarahan. Banyak keutamaan bersiwak. Bersiwak sangat baik terutama pada tempat-tempat yang dibutuhkan seperti sebelum wudlu. ketika membaca Al-Qur`an. ketika bangun tidur sebagaimana biasa dilakukan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. ketika akan shalat. Bahkan para shahabat melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersiwak terus menerus sampai tak terhitung jumlahnya dalam keadaan berpuasa. 73-81: Tanya: Apakah hukum bersiwak pada bulan Ramadlan? Jawab: Tidak diragukan lagi bahwa siwak merupakan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang dianjurkan pelaksanaannya. boleh dikerjakan oleh yang berpuasa ataupun tidak berpuasa. Tanya: . Maka bersiwak itu hukumnya sunnah. Yang benar adalah seseorang disunnahkan bersiwak tiap hari di bulan Ramadlan pada pagi hari dan sore dan tidak benar anggapan bahwa seseorang disunnahkan hanya bersiwak pada sore hari saja. Bersiwak pernah dilakukan maupun diperintahkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.Jawab: Bila wanita hamil itu mengkhawatirkan keadaan janinnya maka ia wajib berbuka dan wajib mengqadla` serta memberi makan tiap hari satu orang miskin 1 liter roti dan lauknya.

Apakah seorang yang berpuasa qadla` dan puasa sunnah boleh memutuskan puasanya? Jawab: Apabila ia berpuasa qadla` tidak boleh memutuskannya dan wajib menyempurnakannya. tidak ada kewajiban menyempurnakan puasa sunnah. Adapun bila ia berpuasa sunnah boleh memutuskan puasanya itu. Tanya: Apakah keutamaan hari-hari 10 akhir bulan Ramadlan? Jawab: Hari-hari ini memiliki keutamaan yang besar dan agung. Beliau melakukan i'tikaf pada malam akhir Ramadlan dan tidak keluar dari masjid selain menunaikan hajatnya. Akan tetapi kalau ia mau menyempurnakannya maka lebih afdlal sebab sebagian ulama ada yang mewajibkan menyempurnakan puasa model ini. . Banyak kaum muslimin mengharapkan menjumpai malam lailatul qadar pada 10 hari terakhir bulan mubarak itu. Tanya: Apabila seorang berpuasa suatu hari kemudian ia safar pada pertengahan hari apakah ia berbuka pada hari itu? Jawab: Bila seseorang berniat puasa dan telah mengerjakannya lalu bepergian pada pertengahan hari maka hendaknya ia berbuka jika jarak perjalanan dari rumah ke tempat tujuan kurang lebih 80 km. Hal ini menunjukkan bahwa puasa sunnah tidak wajib disempurnakan. Pernah suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam masuk rumah dalam keadaan puasa sunnah lalu menjumpai makanan yang dihadiahkan para shahabat lalu beliau makan (dan memutus puasanya). Pada hari-hari itu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah dibandingkan malam-malam sebelumnya.

rezki seorang makhluk dan apa-apa yang akan terjadi dalam satu tahun. Dalil ini menunjukkan keutamaan sedekah bulan Ramadlan di mana pada bulan ini banyak orang yang miskin berpuasa. Allah berfirman: "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. Bila seorang berbuat baik kepada mereka berarti ia membantu ketaatan kepada Allah terhadap mereka. Pada bulan itu beliau shallallahu 'alaihi wa sallam sangat dermawan. Lailatul qadr lebih baik daripada 1000 bulan. Amal itu dilipatkan pahalanya karena kemuliaan waktu dan tempatnya (berdasarkan nash -pent) sebagaimana amal-amal dilipatkan pahalanya pada dua masjid Mekah dan Madinah (masjid Nabawi) yaitu shalat di dua masjid tersebut berpahala 1000 kali lipat dibanding shalat di tempat lainnya. Bukhari dengan 1/30 Fath dan Muslim no. Disebut juga lailatul qadr karena dia adalah malam yang ditentukan dan dimuliakan di sisi-Nya. Tanya: Bagaimana keterangan tentang keutamaan lailatul qadr dan ayat-ayat yang menerangkannya! Jawab: Allah memuliakan keadaan malam itu dan menamakannya lailatul qadr karena pada malam itu ditentukan ajal. Juga disebut malam lailatul mubarak (malam yang diberkahi). Kedermawanan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat itu lebih baik daripada angin sepoi-sepoi (angin yang bertiup terus-menerus dan bermanfaat).Tanya: Apakah keutamaan bersedekah pada bulan Ramadlan? Jawab: Bersedekah pada bulan Ramadlan lebih utama (afdlal) daripada bersedekah pada bulanbulan lainnya. Allah berfirman: "Kami menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam penuh barakah. sangat mudah mengeluarkan sedekah ibarat angin yang bertiup kencang." (AdDukhan: 4). "Dan tahukah kamu apakah malam lailatul qadr itu.[4] (HR. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah manusia yang paling dermawan dan lebih dermawan pada bulan Ramadlan ketika Jibril menemuinya untuk mengajari Al-Qur`an pada setiap malam pada bulan itu. 2307)." ." (44:33).

Orang-orang yang beri'tikaf tidak boleh mencampuri istri-istrinya. Seribu bulan lebih kurang 83 tahun. Beliau bersabda: . Bukhari Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu). Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam lailatul qadr dengan mempercayai adanya malam itu dan mengharap pahalanya maka akan diampuni dosanya yang telah lewat dan yang akan datang. baik dengan jimak maupun mubasyarah[5]. Ayat ini menunjukkan tentang keutamaannya oleh karena itu beliau selalu menunggu-nunggu datangnya malam itu. Hal lain yang juga menunjukkan keutamaan dan kebesarannya ialah pada malam itu turun para malaikat dan Jibril (pemimpin para malaikat) untuk mengatur segala urusan.(Al-Qadr: 2-3).. Tanya: Apakah makna ayat ". Malaikatmalaikat Allah tidak turun ke bumi kecuali untuk menyelesaikan urusan besar. Artinya beramal pada malam yang penuh berkah itu dilipatgandakan pahalanya semisal 1000 bulan beramal pada malam-malam selain bulan ini. Kemudian Allah mensifati malam tersebut dengan malam yang penuh kesejahteraan sampai fajar." (Al-Baqarah: 187) Jawab: Allah melarang mencampuri istri dalam keadaan i'tikaf di masjid setelah membolehkan mencampurinya pada bulan Ramadlan. (HR. Karena makna i'tikaf secara bahasa ialah .. Sehingga mereka mempunyai banyak amal dan terkumpullah amal-amal pada semua malam bulan itu dengan malam lailatul qadr. baik pada malam atau siang hari jika orang yang beri'tikaf itu tidak berpuasa. Maka barangsiapa tidak mendapatkan kebaikan pada malam itu. Allah dengan hikmah-Nya yang maha luas merahasiakan malam itu pada bulan Ramadlan agar kaum muslimin bersungguh-sungguh mencarinya pada tiap malam. sungguh Allah tidak memberinya kebaikan yang banyak. tetapi janganlah kamu campuri para istri itu sedang kamu beri'tikaf.

Seperti pergi ke pasar dan lainnya. Karena waktu itu anda . Apabila seseorang mencampuri istrinya maka batallah i'tikafnya. Bila ia tetap di dalam masjid berarti ia meninggalkan shalat berjama'ah padahal shalat berjama'ah wajib hukumnya. Atau ia keluar dari masjid untuk shalat berjama'ah di masjid yang didirikan shalat jama'ah tiap shalat 5 waktu yang hal ini menghilangkan makna i'tikaf. Maka i'tikaf harus diadakan di masjid-masjid yang didirikan padanya shalat jama'ah karena lafadh ayat menyebutkan fil masajid (di masjid-masjid).meninggalkan perkara-perkara yang banyak dan meluangkan waktu untuk beribadah. Tanya: Saya seorang pemuda yang pernah tidak melaksanakan puasa tahun yang lalu sedangkan puasa tahun berikutnya saya berpuasa dengan sempurna. rumah atau tanah lapang atau masjid yang tidak ditegakkan shalat jama'ah. Demikian pula bila ia keluar masjid tanpa ada kebutuhan mendesak juga membatalkan i'tikaf. Yaitu jika anda meninggalkan puasa itu karena meninggalkan shalat (meninggalkan shalat menurut beliau kafir -pent) maka anda tidak berkewajiban mengqadla` puasa yang telah anda tinggalkan. Ayat di atas menunjukkan bahwa i'tikaf itu harus diadakan di masjid yang dipakai untuk shalat berjama'ah dan memiliki imam rawatib. Orang yang beri'tikaf di masjid yang tidak ditegakkan shalat jama'ah di dalamnya berada di antara dua keadaan yaitu antara i'tikaf dan meninggalkan shalat jama'ah. Bagaimana saya mengqadla` puasa pada bulan yang aku tinggalkan? Apakah saya harus berpuasa tiap bulan atau memberi makan 60 orang miskin? Aku ingin berpuasa tahun ini selama tiga bulan apakah hal itu dibenarkan? Bagaimana cara melaksanakannya dengan bersambung atau terputus (berselang-seling)? Jawab: Jawaban dari pertanyaan anda perlu perincian. Tidak boleh i'tikaf menyendiri di mushalla. I'tikaf disebutkan pada akhir-akhir ayat puasa i'tikaf seharusnya dan lebih baik dilakukan ketika seorang dalam keadaan berpuasa dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak i'tikaf selain bulan Ramadlan yakni ketika puasa.

(Al-Ahzab: 33). karena hal ini bisa menembus mata hingga ke tenggorokan tanpa disadarinya. Bahkan ia harus menutup wajahnya bila keluar rumah. Bila anda menunda mengqadla` puasa tanpa udzur maka anda wajib memberi makan seorang miskin tiap hari sebagai ganti puasa yang anda tunda qadla`nya itu. ٣٣﴾ Dan hendaklah kamu (para wanita muslimah) tetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan tunaikanlah shalat... memakai parfum bagi seorang muslimah pada bulan Ramadlan? Jawab: Adapun celak. Tanya: Apa hukum bercelak. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: . obat tetes mata dan apa-apa yang diletakkan di mata bagi orang yang berpuasa terkadang dapat masuk ke tenggorokan sehingga membatalkan puasanya. tunaikan zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Apabila anda tunda qadla` puasa karena ada udzur hingga datang Ramadlan berikutnya maka anda wajib mengqadla`nya setelah Ramadlan. kosmetik yang biasa dipakai wanita tidak membatalkan puasa. Sebagian ulama melarang memakai celak bagi orang yang berpuasa atau meletakkan sesuatu pada matanya seperti obat tetes mata. Allah berfirman: : . Sedangkan harum-haruman.. Walaupun wanita itu keluar menuju masjid untuk beribadah tetap dilarang bertabaruj (berhias) dan memakai parfum. Adapun setelah anda bertaubat yakni setelah melaksanakan shalat maka anda wajib mengqadla` puasa dan menunaikan seluruh syi'ar Islam yang diwajibkan. Namun bagi muslimah hendaknya memakai harum-haruman atau parfum dan kosmetik di dalam rumah saja dan menjauhi benda-benda itu untuk dipakai di luar rumah.belum masuk Islam. Janganlah kamu mencegah wanita-wanita menuju masjid Allah dan hendaklah mereka .

red)" (HR Abdur Razak dalam bukunya Al-Mushanaf 4/190/8439 dengan sanad shahih) Akan tetapi hendaknya yang perlu diperhatikan bahwa keluarnya mani (tanpa jimak) tidak membatalkan puasa dan mubasyarah itu perkara lain. Sedangkan niat ta'yin adalah meniatkan dengan detail puasa apa yang ia akan lakukan esok harinya. 31) Syarat mereka boleh keluar menuju masjid adalah tidak berhias dan tidak memakai parfum atau wangi-wangian.keluar tanpa berhias dan berharum-haruman. [4] Bahjatun Nadhirin. 58. [3] Maksudnya puasa dan berbuka bersama kebanyakan kaum muslimin. Kaum muslimah sekarang banyak melakukan perbuatan melanggar syariat Allah. Kita tidak menganjurkan orang yang . [5] Mubasyarah bermakna dua yaitu mempergauli isteri dengan jimak dan mempergauli isteri tanpa jimak dengan menutupkan kain di atas farjinya yang meskipun suami mengeluarkan mani. pent). -----------------------------------------------------[1] Yakni kembali pada makna safar secara umum. hadits no. Sebagaimana keterangan Aisyah radliyallahu 'anha ketika seorang bertanya tentang mubasyarah: : . lihat Umdatul Ahkam. membuka aurat dan wajah. keluar rumah dengan berhias. (Mutafaq 'alaihi. tidak membatalkan puasa. memakai parfum dan celak mata yang tidak dilakukannya ketika di dalam rumah (untuk suaminya. "Apa yang boleh dilakukan seorang yang berpuasa terhadap istrinya?" Beliau menjawab: "Semuanya boleh dilakukan selain jimak. [2] Niat mutlak adalah meniatkan berpuasa tanpa menentukan puasa apa yang ia lakukan. puasa ramadlan atau qadla atau nadzar dan lain-lain. hal. Syaikh Salim Al-Hilali.(Jimak atau jima' adalah hubungan seks/sex atau bersetubuh/persetubuhan. wajib atau sunnah.

Sumber artikel : http://www.salafy. 13 Oktober 2004. Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Biasanya orang yang mendekati daerah terlarang akan memasukinya.or. Di antara hadits-hadits yang mereka bawakan ada yang . Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ‫ل‬ .php?id_artikel=758 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Hadits-hadits Lemah yang Berkaitan dengan Bulan Ramadlan Sep 11. (Tamamul Minnah. 08:02:33 Sering kali kita mendengar para khatib di atas mimbar membawakan hadits-hadits tentang Ramadlan dan keutamaannya. judul asli Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan).id/print. 420). Syaikh Al-Albani hal. dikhawatirkan akan terjerumus kepadanya. Wallahu a'lam. (Dikutip dari Majalah Salafy edisi XXIII/Ramadlan/1418 H/1998 M. Barangsiapa berada di sekitar daerah penjagaan. penulis Ustadz Ahmad Hamdani. '08 10:54 PM untuk semuanya Hadits-hadits Lemah yang Berkaitan dengan Bulan Ramadlan Penulis: Al Ustadz Azhari Asri Fiqh.berpuasa Ramadlan ketika syahwat jimak sedang memuncak untuk mubasyarah dengan istrinya. Hal ini dikhawatirkan ia akan terjerumus ke dalam larangan (yakni berjimak –pent).

Syaikh Al-Qasimi rahimahullah dalam Qawaid At-Tahdits hal. hendaknya dia mendatangkan bukti. bahkan maudlu' (palsu). padahal sama sekali bukan! Oleh karena itu penulis mencoba mengangkat permasalahan ini sebagai nasehat kepada seluruh kaum muslimin. Sebagian besar para muhaqiq (peneliti hadits) berpendapat bahwa hadits dlaif tidak boleh diamalkan secara mutlak. baik dalam perkara-perkara hukum maupun keutamaankeutamaan. baik para khatibnya maupun pendengarnya. Namun sangat disayangkan ketika membawakan hadits-hadits lemah. tidak ada keraguan padanya karena beberapa perkara: Pertama. pent) diceritakan oleh Ibnu Sayyidin Nas dalam 'Uyunul Atsar dari Yahya bin Ma'in dan dalam Fathul Mughits beliau menyandarkannya kepada Abu Bakar bin Al-Arabi. yang aku pahami dari ucapan mereka tentang fadlail a'mal . Bagaimana tidak. Tetapi pernyataan beliau itu terbantah karena perselisihan dalam masalah ini ma'ruf. Tidak Boleh Beramal dengan Hadits Lemah dalam Hal Fadlailul A'mal (Keutamaan Amal) Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hafidhahullah berkata: "Di kalangan ahli ilmu dan para penuntut ilmu telah masyhur bahwa hadits dlaif boleh diamalkan dalam fadlailul a'mal. mereka tidak menerangkan tentang kelemahannya kepada hadirin yang awam tentang permasalahan hadits sehingga orang-orang yang mendengarnya menyangka bahwa hadits-hadits itu adalah ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Imam Nawawi rahimahullah menyatakan dalam berbagai kitab beliau bahwa hal itu telah disepakati. Aku (Syaikh Al-Albani) katakan bahwa inilah yang benar menurutku. 94 mengatakan bahwa pendapat tersebut (yakni hadits dlaif tidak diamalkan secara mutlak. Pendapat itu juga merupakan pendapat Bukhari. hadits dlaif hanya mendatangkan sangkaan yang salah (dhanul marjuh). Barangsiapa mengecualikan boleh beramal dengan hadits dlaif dalam fadlailul a'mal. Muslim dan Ibnu Hazm.shahih dan ada yang dlaif. Mereka menyangka bahwa perkara ini tidak diperselisihkan. Tidak boleh beramal dengannya berdasarkan kesepakatan. Sungguh sangat jauh! Kedua.

] yang harus ditetapkan berdasarkan dalil. Cukuplah salah satu contoh yang telah aku sebutkan. Seperti Syaikh Ali Al-Qari rahimahullah dalam Al-Mirqah 2/381 mengatakan bahwa hadits lemah diamalkan dalam perkara fadlail walaupun tidak didukung secara ijma' sebagaimana keterangan Imam Nawawi. Maka hadits lemah dalam keadaan semacam ini boleh diamalkan dalam fadlailul a'mal. Meskipun demikian mereka menganggap hal itu sunnah. . bukan dari segi adanya dalil yang menetapkan pahala yang khusus pada amal itu. (Ilmu Ushulil Bida' hal. Akan tetapi di sini tidak mungkin untuk mencantumkan berbagai contoh. Seperti Imam Nawawi dan yang mengikutinya menganggap sunnah menjawab ucapan orang yang mengumandangkan iqamah ketika mengucapkan dua kalimat (qad qamatis shalah. padahal hadits tentang masalah ini lemah (Lihat keterangan kedlaifannya dalam Al-Irwa` 241. (Yakni dari segi adanya dalil tentang asal amal itu. Betapa banyak perkara-perkara yang mereka anggap disyariatkan dan disunnahkan bagi manusia hanya didasari dengan hadits-hadits dlaif yang tidak ada asal pensyariatannya dalam hadits shahih. kemudian ada hadits lemah yang menyertainya yang menyebutkan pahala khusus bagi orang yang mengamalkannya. mubah. Dengan dasar inilah maka beramal dengan hadits lemah diperbolehkan jika telah ada hadits shahih yang menunjukkan disyariatkannya amal itu. karena hal itu bukan pensyariatan amal itu tetapi semata-mata sebagai keterangan tentang pahala khusus yang diharapkan oleh pelakunya. Buktinya kita menyaksikan mereka beramal dengan hadits-hadits dlaif yang tidak terkandung dalam hadits-hadits shahih. qad qamatis shalah) dengan ucapan aqamahallah wa adamaha (semoga Allah menegakkannya dan melazimkannya). dan haram.). Amal ini tidak ditetapkan pensyariatannya kecuali pada hadits lemah tersebut. Yaitu pada amal yang shahih berdasarkan Kitab dan Sunnah. Ilmu Ushul Bida' 157. Oleh karena itu ucapan sebagian ulama dimaksudkan seperti ini. Akan tetapi kebanyakan orang yang berpendapat seperti itu tidak memaksudkan makna itu.yaitu amal-amal yang telah disyariatkan berdasarkan hadits shahih. sunnah. 15)). makruh. Padahal perkara sunnah adalah salah satu hukum di antara kelima hukum[Yakni wajib.

Tidak memasyhurkan beramal dengannya. Hadits itu tidak maudlu'. Kemudian mereka memasyhurkannya sebagaimana halnya beramal dengan hadits-hadits shahih! Oleh . Seharusnya hal itu diberi syarat yaitu orang yang beramal dengannya meyakini bahwa hadits itu lemah dan tidak memasyhurkannya sehingga orang tidak beramal dengan hadits lemah dan mensyariatkan apa yang tidak disyariatkan. 2. Hal ini juga ditegaskan oleh Al-Ustadz Abu Muhammad bin Abdus Salam dan lain-lain. 3. Hendaknya setiap orang khawatir jika termasuk dalam ancaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. maka dia termasuk pendusta. Barangsiapa menceritakan dariku satu hadits yang dianggap dusta. . Mereka mengamalkan suatu hadits tanpa mengetahui kelemahannya. Maka bagaimana orang yang mengamalkannya?! Tidak ada perbedaan antara mengamalkan suatu hadits dalam perkara hukum atau dalam perkara fadlail. Tetapi sangat disayangkan kita menyaksikan kebanyakan ulama lebih-lebih orang awam meremehkan syarat-syarat ini. Kalaupun mereka mengetahui kelemahannya mereka tidak mengetahui apakah kelemahannya ringan atau sangat parah sehingga tidak boleh diamalkan. Orang yang mengamalkannya mengetahui bahwa hadits itu dlaif. 3-4 bahwa para ahli ilmu telah bermudah-mudah dalam membawakan hadits-hadits tentang fadlail walaupun memiliki kelemahan selama tidak maudlu' (palsu). Inilah tiga syarat penting diperbolehkan beramal dengan hadits lemah: 1.Yang terpenting di sini adalah hendaklah orang-orang yang menyelisihi hal ini mengetahui bahwa beramal dengan hadits lemah dalam perkara fadlail tidak mutlak menurut orangorang yang berpendapat dengannya. sebab semuanya adalah syariat. Al Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Tabyinul 'Ujab hal. Atau sebagian orang-orang jahil menyangka bahwa hadits itu adalah shahih.

Apa yang kami sebutkan tidak menafikan bahwa Al-Hafidh menyebutkan syarat-syarat itu untuk mengamalkan hadits dlaif. Hal ini ditegaskan oleh sebagian ulama. Sebab ucapan beliau adalah dalam pembahasan hadits dlaif. Sebab kita katakan bahwa Al-Hafidh menyebutkan ." Yaitu dia menampakkan seperti itu. Oleh karena itu Al-Hafidh menambahkan dengan ucapannya: 'Maka bagaimana dengan orang yang mengamalkannya?!' Hal ini dikuatkan dengan perkataan Imam Ibnu Hibban bahwa setiap orang yang ragu terhadap apa yang dia riwayatkan. bukan maudlu'. bahkan pada umumnya dusta dan palsu. Kemudian syarat-syarat tersebut menguatkan pendapat kami bahwa sebagian besar ulama tidak menginginkan makna yang kami anggap kuat tadi. Orang yang membawakan hadits dlaif termasuk dalam ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: ".karena itu banyak ibadah-ibadah di kalangan kaum muslimin yang tidak shahih dan memalingkan mereka dari ibadah-ibadah yang shahih yang diriwayatkan dengan sanadsanad yang shahih. Sebagaimana hal itu tidak tersembunyi. karena hadits dlaif yang tidak ada penguatnya kemungkinan adalah dusta.yang tampak bahwa hadits itu dusta. Inilah yang hak. Menurutku (Syaikh Al-Albani). maka dia termasuk dalam hadits (yang berisi ancaman tersebut). Dan kita katakan seperti perkataan Al-Hafidh: 'Maka bagaimana dengan orang yang mengamalkannya?' Inilah penjelas dari maksud ucapan Al-Hafidh tersebut. Sebab satu pun di antara syaratsyarat itu tidak diterapkan sebagaimana yang tampak. shahih atau tidak shahih... Al-Hafidh Ibnu Hajar cenderung kepada tidak boleh beramal dengan hadits lemah berdasarkan ucapan beliau yang telah lewat bahwa tidak ada perbedaan antara mengamalkan suatu hadits dalam perkara hukum atau dalam fadlail sebab semuanya adalah syariat. Adapun jika ucapan beliau dimaksudkan kepada larangan memakai hadits maudlu' dan tidak ada perbedaan antara perkara hukum dan fadlail adalah sangat jauh dari konteks ucapan Al-Hafidh.

Orang yang membolehkannya harus memperhatikan syarat-syarat tersebut dan konsisten dengan syaratsyarat iltu ketika mengamalkan hadits lemah. Beliau berdua menyebutkan beberapa hadits beserta penilaiannya. pent) dengan syarat-syarat itu. Seakan-akan beliau berkata kepada mereka: 'Jika kalian berpendapat demikian maka seharusnya kalian menerapkan syarat-syarat ini. 109-113. (Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah 1886.. ل‬ ‫ل‬ Seandainya hamba-hamba itu mengetahui apa yang ada di bulan Ramadlan niscaya umatku berangan-angan agar Ramadlan setahun penuh.. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadlan dari ujung tahun ke tahun berikutnya. Maka pada pembahasan terakhir ini kita akan menukil beberapa hadits lemah yang diucapkan para khatib dan diamalkan di bulan Ramadlan dari kitab Shifat Shaum Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam fi Ramadlan karya Syaikh Salim Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid hal." Sampai di sini keterangan Syaikh Al-Albani dalam Tamamul Minnah hal. Ibnul Jauzi dalam kitab Al-Maudlu'at 2/188-189. ، ‫. Abu Ya'la dalam Musnadnya sebagaimana di dalam Al-Mathalib Al-'Aliyah (qaf 46/alif-ba/naskah . Bahkan di akhir ucapan beliau menegaskan sebaliknya seperti yang telah kita terangkan. 34-38. Kesimpulannya bahwa beramal dengan hadits lemah dalam perkara fadlailul a'mal tidak diperbolehkan sebab menyelisihi hukum asal dan tidak ada dalilnya.perkataan itu kepada orang-orang yang membolehkan memakai hadits lemah dalam perkara fadlail selama tidak maudlu'. Hadits-hadits Lemah yang Berkaitan dengan Bulan Ramadlan Setelah kita mengetahui bahwa pendapat yang kuat dalam masalah hadits dlaif adalah tidak boleh dipakai sekalipun dalam fadlailul a'mal dan seandainya diperbolehkan harus dipenuhi syarat-syarat tersebut.' Al-Hafidh tidaklah menyatakan dengan tegas bahwa dia menyetujui mereka dalam pembolehan (beramal dengan hadits-hadits lemah. Wallahul muwaffiq.

manuskrip) dari jalan Jarir bin Ayub Al-Bajali dari Sya'bi dari Nafi' bin Bardah dari Abu Mas'ud Al-Ghifari)." Demikian dalam Tahdzibut Tahdzib (7/322-323). Wahai manusia." Kemudian Ibnu Hajar menukil ucapan Abu Nu'aim tentang dia: "Dia pemalsu hadits. dia adalah dlaif... ، . 293. Hadits ini maudlu'. Ibnu Abi Hatim menukil dari ayahnya (Abu Hatim) di dalam I'lalul Hadits 1/249): "Hadits ini mungkar. Barangsiapa bertaqarub di dalamnya dengan satu kebaikan. Al-Ashbahani dalam At-Targhib (qaf/178. Al-Muhamili dalam Amalinya no. bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.." . ba'/naskah manuskrip) dari jalan Ali bin Zaid bin Jad'an dari Sa'id bin Al-Musayyib dari Salman. Sanad hadits ini lemah.. pertengahannya adalah ampunan dan akhirnya adalah kemerdekaan dari api neraka. dengan ucapan: "Jika hadits ini shahih." sedang dari Bukhari: "Dia meriwayatkan hadits mungkar" dan dari Nasai: "Dia matrukul hadits (ditinggalkan haditsnya)!! Ibnul Jauzi menghukumi dia sering memalsukan hadits.." Ibnu Abi Haitsamah berkata: "Dia dlaif dalam segala hal. Ibnu Hajar menyebutkan biografinya dalam Lisanul Mizan (2/101) dan berkata: "Dia terkenal dengan kelemahannya. Allah menjadikan puasa pada bulan itu sebagai kewajiban dan shalat malam sebagai sunnah." Ibnu Hajar berkata dalam Al-Athraf: "Tidak diperselisihkan tentang Ali bin Zaid bin Jad'an.." Ibnu Ma'in berkata: "Dia dlaif.. cacatnya pada Jarir bin Ayyub. Ramadlan adalah bulan awalnya adalah rahmat. kalian telah dinaungi bulan yang agung. maka dia seperti menunaikan suatu kewajiban pada bulan lain. Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits tersebut." Ahmad bin Hanbal berkata: "Dia tidak kuat. ، . Ibnu Sa'ad berkata: "Dia (Ali bin Zaid) lemah. karena kelemahan Ali bin Zaid." Ibnu Khuzaimah berkata: "Aku tidak berhujah dengannya karena hapalannya jelek.. tidak dapat dijadikan hujah. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah no. 1887.

.adalah munkar. Aku (Syaikh Ali) katakan bahwa Muhammad bin Sulaiman adalah penduduk Syam. Barangsiapa membatalkan (puasanya) satu hari dari bulan Ramadlan tanpa udzur dan sakit. dia berdusta dan Ad-Dlahhak tidak mendengar langsung dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma. . Disebutkan sanad-sanadnya oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya 1987.Puasalah kalian. Biografinya terdapat dalam Tarikh Dimasyk 15/qaf 386 – naskah manuskrip). maka tidak dapat diqadla` walaupun dia puasa sepanjang tahun. Riwayatnya dari Zuhair –sebagaimana ditegaskan oleh para imam. niscaya kalian sehat. Ini adalah potongan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Adi dalam Al-Kamil 7/2521 dari jalan Nahsyal bin Said dari Ad-Dlahhak dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma. Sanad hadits ini lemah. Abu Bakar Al-Atsram berkata: "Aku mendengar Ahmad berkata: "Mereka (orang-orang Syam) meriwayatkan beberapa hadits munkar dari Zuhair. Diriwayatkan pula oleh At-Thabrani dalam Al-Ausath (1/qaf – 69/alif – Majma'ul Bahrain). Hadits ini disebutkan oleh Bukhari dalam Shahihnya (4/160 – Fathul Bari) secara mu'alaq tanpa sanad. Di antaranya adalah hadits ini." Al Ajali berkata: "Hadits-hadits yang diriwayatkan oleh penduduk Syam darinya tidak menakjubkan aku. Haditsnya ketika di Syam lebih munkar daripada haditsnya di Irak karena hapalannya jelek." Abu Hatim berkata: "Hapalan Zuhair jelek." Demikian dalam Tahdzibul Kamal 9/417. Demikian pula Ibnu Bukhait dalam Juz'unya sebagaimana dalam Syarhul Ihya' 7/401 dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abu Dawud dari Zuhair bin Muhammad dari Suhail bin Abu Shalih dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu. Nahsyal adalah matruk.

yaitu: idltirab (sanadnya goncang). Al-Baihaqi 4/228. Sehingga hadits ini memiliki tiga 'ilat (cacat).id/print.salafy.iwebland.php?id=30) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. sebagaimana dalam Tuhfatul Asyraf 10/373.Tirmidzi 723. Ibnu Hajar dalam Ta'liqut Ta'liq 3/170 dari jalan Abul Muthawwis dari ayahnya dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu. Wallahu a'lam. Demikian empat hadits yang didlaifkan oleh para ulama. namun tidak boleh kita sandarkan hadits yang tidak shahih itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ibnu Majah 1672. Memang sebagian hadits tersebut mengandung makna yang shahih yang terdapat dalam syariat kita yang lurus ini.com/baca. http://salafy. keadaan Abul Muthawis majhul (tidak dikenal). Sumber artikel : http://www. (Dinukil dari Majalah Salafy edisi XXIII/Ramadlan/1418 H/1998 M rubrik Mabhats. '08 10:52 PM untuk semuanya .php?id_artikel=753 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Fatwa Syaikh tentang Hukum I'tikaf Sep 11. Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari 4/161: "Hadits ini banyak diperselisihkan pada Habib bin Abi Tsabit. Meskipun demikian masih sering terdengar dan terbaca pada setiap bula Ramadlan yang diberkahi ini khususnya. Abu Dawud 2397. Nasai dalam Al-Kubra. penulis ustadz Azhari Asri (murid syaikh Yahya al Hajuri dan syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah). Abul Muthawwis mendengar dari ayahnya dari Abu Hurairah diragukan. Ibnu Khuzaimah setelah meriwayatkan hadits ini berkata dengan ucapan: "Aku tidak mengetahui siapa Ibnul Muthawis dan ayahnya.or." Sehingga hadits ini juga dlaif.

Kemudian pada akhirnya.Juga tidak disyaratkan berpuasa walaupun dengan berpuasa lebih utama. kecuali jika dia bernadzar. jika itu memungkinkan. 16 November 2003. i`tikaf beliau tetapkan pada sepuluh hari terakhir.Fatwa Syaikh tentang Hukum I'tikaf Penulis: Syaikh Abdullah Bin Abdullah Aziz Bin Baz Fiqh. 05:11:25 Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz tentang hukum I'tikaf Pertanyaan: Apakah hukum I`tikaf bagi laki-laki dan wanita? Apakah berpuasa merupakan syarat untuk syahnya I`tikaf? Kemudian amalan apa saja kah yang baik dilakukan oleh orang yang beri`tikaf? Kapan waktu memasuki tempat i`tikaf dan kapan keluar dari sana ? Jawaban: I`tikaf hukumnya Sunnah bagi laki-laki dan wanita sebagaimana telah datang dari Rasululullah Shalallahu 'alaihi wassalam. Disunnahkan beri`tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan untuk mengikuti Rasululllah Shalallahu 'alaihi wassalam. Disunnahkan bagi seseorang yang beri`tikaf saat itu . Apabila waktu i`tikafnya diselingi oleh hari Jumat. maka yang lebih utama adalah beri`tikaf di mesjid yang mengadakan shalat Jumat. Diperbolehkan baginya boleh memotong waktu tersebut jika ada keperluan lain. dan juga setelah beliau wafat. Tempat beri`tikaf adalah mesjid-mesjid yang didirikan shalat berjamaah padanya. Disunnahkan bagi seseorang yang beri`tikaf agar memasuki tempat beri`tikaf saat dia berniat i`tikaf dan keluar dari padanya setelah lewat masa yang dia inginkannya. karena i`tikaf adalah sunnah dan tidak menjadi wajib jika dia telah memulainya. Tidak ada waktu-waktu tertentu bagi i`tikaf dalam pendapat Ulama yg terkuat . bahwasanya beliau dulu beri`tikaf di bulan Ramadhan. Para istri-istri beliau juga beri`tikaf bersama beliau Shalallahu 'alaihi wassalam.

php?id_artikel=341 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Hukum-hukum sekitar I'tikaf dalam pandangan Ulama' Sep 11.istighfar. Pada suatu saat Shofiyah mengunjungi beliau saat I`tikaf di bulan Ramadhan. Dianjurkan bagi yang beri`tikaf agar memperbanyak dzikir. karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullah. Hal ini menunjukan kesempurnaan sifat tawadhu` dan baiknya beliau terhadap istri-istri beliau.salafy. Jika dia memotongnya maka tidak mengapa. Tidak dilarang bagi teman-teman seseorang yang beri`tikaf untuk mengunjunginya dan berbicara dengan mereka sebagaimana Rasululullah Shalallahu 'alaihi wassalam dahulu dikunjungi oleh beberapa istrinya dan berbicara dengan mereka. Sumber artikel : http://www. Yang lebih diutamakan adalah menyediakan tempat khusus di dalam mesjid untuk beristirahat jika memungkinkan. '08 10:51 PM Ahlusunnah untuk semuanya Hukum-hukum sekitar I'tikaf dalam pandangan Ulama' Ahlusunnah .or. berdoa dan mengerjakan shalat-shalat Sunnah selain pada waktuwaktu yang dilarang. semoga shalawat dan salam dilimpahkan atas beliau. membaca qur`an.id/print. kecuali jika i`tikaf nadzar sebagaimana telah dijelaskan.untuk memasuki tempat i`tikafnya setelah shalat Fajar hari ke-21 dan keluar dari sana apabila telah selesai sepuluh hari. Penerjemah Abu Abdillah Alee Masaid As salafee Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. ----------------------------------------------------------------------- Referensi: Dinukil dari Tuhfatul ikhwan bi ajwibatin muhimmatin tata`allaqu bi arkanil islam.

riwayat Bukhari Muslim dan Ibu Khuzaimah . *(Dulu disini pada cetakan yang lalu ada hadist. (maka Umar I‟tikaf semalam). dalilnya adlah firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala : “Sedang kalian dalam kedaan I‟tikaf di masjid”. dan ahwa Umar radhiyallahu „anhu berkata kepada Nabi shalallahu „alaihi wasallam “Dahulu aku bernadzar di zaman jahiliyah untuk I‟tikaf semalam di Masjidil Haram”? Nabi shalallahu „alaihi wasallam bersabda : “Penuhilah nadzarmu”. dalam kitab shahih merekatelah ditahkrij dalam shahih Abu Dawud). Muslim dan Ibnu Khuzaimah dan tambahan itu pada Bukhari dalam ssebuah riwayat.Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani Fiqh. karena di kemudian hari jelas bagi saya lemahnya. Demikian pula atsar-atsar yang mutawatir dari ulama Salaf dalam masalah itu. bahwa Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam ber i‟tikaf di setiap Ramadhan 10 hari. Telah terdapat riwayat bahwa Nabi Shalallahu „alaihi wa sallam i‟tikaf sepuluh hari terakhir dari bulan Syawal *(Potongan dari hadist Aisyah radhiyallahu „anha. karya Ibnu Abi syaibah dan Abdurrazzaq.*(riwayat Bukhari. (QS. (Riwayat Bukhari dan Ibnu Khuzaimah dalam shahih keduanya telah ditakhrij dalam sumber yang lalu no: 2126-2130). Dan lebih ditekankan di bulan Ramadhan berdasarkan hadist Abi Hurairah radhiyallahu „anhu. Telah saya takhrij dan saya komentari dengan rinci dalam kitab ”Silsilah Dhoifah” 5347. . Dan pada tahun dimana beliau wafat Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam I‟tikaf selama 20 hari. 04:42:53 Hukumnya I‟tikaf adalah sunnah di bulan ramadhan dan yang lainnya sepanjang tahun. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Al Mushannaf. 20 Oktober 2004. Al-Baqarah :187) Disertai hadist-hadist shahih tentang I‟tikaf Nabi shalallahu „alaihi wasallam. dalam masalah keutamaannya “Barangsiapa beri‟tikaf suatu hari…” kemudian aku hilangkan. seperti terdapat dalam “Mukhtasar Shahih Bukhari” (995) dan telah ditakhrij dalam “Shahih Abu Dawud” juga no: 2136-2137). Saya singkap penyakitnya yang sempat tersamarkan kepada saya dan juga kepada Al Haistany sebelum saya).

karena keluar untuk itu adalah wajib. Tidak disyariatkan kecuali di dalam masjid-masjid berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala : “Dan janganlah kalian melakukan jima‟[1]dengan mereka sedang kalian beri‟tikaf di masjid-masjid”). Berdasarkan ucapan 'Aisyah Radhiyallahu „anha yang lalu dalam sebuah riwayat. bagi seorang I‟tikaf. karena Nabi shalallahu „alaihi wasallam I‟tikaf pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau.” yakni “Jangan berjima‟ dengan mereka “ ibnu Abbas mengatakan : kata ( ‫ل‬ ‫ش‬ ‫لل‬ ‫ل‬ ) semuanya berarti jima‟.Yang paling utama adalah pada akhir bulan Ramadhan. (Al Baqarah 187. Syarat-syaratnya : 1. (Riwayat Baihaqi dengan sanad yang shahih. tidak pula jima‟ dengan mereka. Dan hendaklah pada masjid jami‟ agar tidak terpaksa keluar masjid untuk melaksanakan shalat jum‟at. Tidak boleh menjenguk orang sakit. tidak boleh menyentuh wanita.. dan Abu Dawud dengan sanad yang Hasan. (Riwayat Bukhari dan Ibnu Khuzaimah 2223 telah ditakhrij dalam Al-Irwa (996) dan “Shahih Abi Dawud” no :2125). Riwayat Baihaqi (4/321) dengan sanad yang perawinya terpercaya. akan tetapi Allah mengkinayahkan apa yang Ia kehendaki dengan apa yang Allah kehendaki. [“dan jangan kalian melakukan jima.) 2. Disunnahkan pula bagi yang I‟tikaf untuk berpuasa. dan tidak I‟tikaf melainkan pada masjid jami‟ (yang digunakan untuk shalat jamaah). (“…dan tidak ada I‟tikaf kecuali di masjid jami'”. Berkata al Hafidz Ibnu Hajar :“ Sisi pendalilan dari ayat itu bahwa kalau seandainya I‟tikaf itu sah selain dimasjid tidaklah akan dikhususkan pengharaman jima‟ itu hanya padanya.. maka diketahui dengan penyebutan masjid bahwa dimaksudkan I‟tikaf itu tidak boleh kecuali di masjid). Imam bukhari berdalil dengan ayat ini atas apa yang kami sebutkan. dan telah di takhrij dalam Shahih Abu Dawud (2135) dan Irwa‟ul Ghalil no 996.] Berkata Aisyah radhiyallahu „anha : “Disunnahkan. riwayat yang selanjutnya dari Aisyah radhiyallahu „anha. agar tidak keluar kecuali untuk kebutuhan yang mesti dia lakukan. karena jima‟ itu membatalkan I‟tikaf secara ijma‟. (Riwayat Baihaqi dari Ibnu Abbas : ”Sesungguhnya perkara yang paling Allah benci adalah bid‟ah dan sesungguhnya termasuk bid‟ah adalah I‟tikaf di masjid- .).

Masjid Nabawi. adalah sahabat Hudzaifah bin Al Yaman dan Sa'id bin Al Musayyib juga 'Atha‟ rahimahullah. Muslim.” (Riwayat Bukhari. isma‟ily dan Baihaqi dengan sanad yang shahih dari Hudzaifah bin Al Yaman. Berkata Aisyah radhiyallahu „anha : “Sesungguhnya Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam dahulu megeluarkan kepalanya kepadaku sedang dia (dalam keadaan beri‟tikaf) di masjid dan saya di kamar saya.” Dalam riwayat : “Lalu saya cuci kepalanya dan diantara aku dan dia kayu dasar pintu dan saya dalam keadaan haid.[2] Yang dibolehkan untuk orang yang berI‟tikaf sbb : a. Dibolehkan untuk seorang yang I‟tikaf dan yang lain untuk berwudhu dalam masjid berdasarkan ucapan seseorang kepada yang melayani Nabi shalallahu „alaihi wasallam : “ . Disunnahkan untuk yang melakukan I‟tikaf agar berpuasa sebagaimana yang lalu dari penjelasan Aisyah radhiyallahu „anha. dan mengatakan : ”Walaupun dalam masjid (atau mushala –pent) rumahnya”. ketika itu beliau dalam keadaan I‟tikaf. kemudian saya sisir rambutnya. dan telah ditakhrij dalam “Silsilah shahihah” no :2787 bersama dengan riwayat-riwayat yang lain. itulah yang semestinya. Akan tetapi „Atha‟ tidak menyebutkan Masjidil Aqsa.masjid yang ada di rumah)”. Dan tidak tersembunyi lagi. Ibnu Abi Syaibah dan Ahmad dan tambahan lafadz itu dari keduanya. Dan diantara ulama salaf yang berpendapat demikian sebagaimana yang telah saya dapati. bahwa mengambil pendapat yang sesuai dengan hadist. yaitu hanya pada tiga masjid : Masjidil Haram. Kemudian saya dapati pada hadist yang shahih dan jelas yang mengkhususkan keumuman makna (masjid-masjid) yang tersebut dalam ayat. 3. Telah ditakhrij dalam “Shahih Abu Dawud” (2131-2132) ). Yang lain mengatakan masjid jami‟ secara mutlak. juga mengeluarkan kepalanya dari masjid untuk dikeramasi atau disisir. dan beliau tidak masuk rumah kecuali untuk hajat seorang manusia. Dari apa yang saya sebutkan diatas dan semuanya shahih). b. tetapi yang lain menyelisihi mereka. Dibolehkan keluar dari masjid untuk buang hajat. Masjidil Aqsa dengan hadist Nabi shalallahu „alaihi wasallam : “Tidak ada I‟tikaf kecuali pada 3 masjid itu”). (Diriwayatkan oleh Thahawi. wallahu Subhanahu wa Ta‟ala a‟lam.

Dibolehkan pula membuat kemah kecil di bagian belakang masjid lalu ber‟tikaf didalamnya. lebih utama kita katakan : supaya pikiran orang yang beri‟tikaf tidak tersibukkan orang yang lewat didepannya agar mendapatkan maksud dan ruh dari I‟tikaf itu.39]. berdasarkan ucapan Shafiyah Radhiyallahu „anha : “Ketika itu Nabi shalallahu „alaihi wasallam beri‟tikaf dimasjid pada 10 hari terkhir bulan ramadhan. ada pada riwayat Muslim. dan itu atas perintah beliau shalallahu „alaihi wasallam[4]. dan hendaknya suaminya mengantarkannya sampai keluar pintu masjid. bahwa beliau meletakkan sepotong tikar di atas pintunya agar tidak terlihat oleh pandangan seseorang. Shafiyah radhiyallahu „anha tinggal di kampung Usmah . “Suddah” artinya semacam.] Jika beliau beri‟tikaf. Maka beliaupun berdiri bersamaku untuk mengantarkanku.] dengan naungan tikar[6]]. red). [Riwayat Bukhari dan Muslim dari hadist Aisyah radhiyallahu „anha. yang dimaksud. riwayat Muslim dan Ibnu Khuzaimah dalam shahih keduanya dan telah di Tahkrij dalam Shahih Abu Dawud no. maka aku datang menengoknya di malam hari dan di sisinya isteri-isterinya yang sedang bergembira.”Nihayah”. lalu aku berbicara dengan beliau beberapa saat lalu aku berdiri untuk kembali. Allahlah yang memberi taufiq.Nabi shalallahu „alaihi wasallam berwudhu ringan di dalam masjid”. c. Dibolehkannya seorang wanita menengok suaminya yang ada di tempat I‟tikafnya. dan bukan dari rambut. karena Aisyah dulu membuat tenda untuk Nabi shalallahu „alaihi wasallam [3]. naungan diatas pintu untuk menjaganya dari hujan. Dan pernah beliau shalallahu „alaihi wasallam satu kali beri‟tikaf di qubah (semacam payung – pent) kecil[5] [aitu tenda kecil yang diatasnya melingkar. dibuat diatas 2 tiang atau 3. sebagaimana yang diucapkan Ibnu Qoyyim : “Kebalikan dari apa yang dilakukan orang-orag bodoh dimana orang-orang beri‟tika membuat semacam ruang tamu dan berbincang-bincang didalamnya. ( Riwayat Baihaqi dengan sanad baik dan Ahmad (51364) secara ringkas dengan snad yang shahih).34 pada catatan kaki no. sedang I‟tikaf Nabi shallallahu „alaihii wa sallam adalah macam yang lain (berbeda. maka beliau shalallahu „alaihi wasallam katakan : “ Jangan kau terburu-buru sehingga aku antarkan”. Telah lewat takhrijnya pada hal.1251] Dibolehkannya Wanita beri‟tikaf dan menengok suaminya di masjid a. riwayat perbuatan „Aisyah itu diriwayatkan oleh Bukhari adapun yang menerangkan perintah Nabi shallallahu „alahi wa sallam. Ini adalah satu macam. sebagaimana yang dikatakan As-Sindy. [Disebut “Khiba” salah satu bentuk rumah-rumah orang arab yang terbuat dari bulu unta atau wol.[Ini adalah ujung hadist Abu Sa‟id Al-Khudri.

dibolehkannya juga wanita I‟tikaf dan tidak diragukan bahwa itu dengan catatan. Ketika mereka melihat Nabi Shalallahu „alaihi wasallam keduanya mempercepat (langkahnya). Kemudian isteriisteri beliau beri‟tikaf setelahnya. serta aman dari fitnah dan tidak berkhalwat (menyendiri) dengan kaum lelaki. terakhir pada hadist itu dikeluarkan oleh Abu Dawud. Berdasarkan banyak dalil dalam hal ini. telah ditakhrij dalam shahih Sunan Abu Dawud .2138. Jima‟ membatalkan I‟tikaf berdasarkan firman Allah : “Dan jangan kalian gauli mereka sedang kalian dalam ibadah I‟tikaf (di masjid)”. bahkan kadang-kadang kami meletakkan bejana di bawahnya dalam keadaan dia tetap shalat”. Tatkala berada di pintu masjid yang dekat dengan rumah Umi Salamah radhiyallahu „anha.2) Saya katakan : “Bahwa itu terdapat dalil.35. red). catatan kaki no. . Lalu keduanya mengatakan : “Subhanallah ! Wahai Rasulullah”. Muslim dan Abu Dawud tambahan. dan kaidah fiqih mengatakan : “Menghindari keruskan itu lebih didahulukan dari pada mencari maslahat (kebaukan)”. (Riwayat Bukhari telah ditakhrij dalam Shahih Abu Dawud no. Maka Nabi shalallahu „alaihi wasallam berkata : “ Pelan-pelan ! Sesungguhnya wanita ini adalah Shafiyah binti Huyai” (istri Rasulullah sendiri.bin Zaid. kekuningan.) „Aisyah juga mengatakan : “Dahulu Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam beri‟tikaf sepuluh hari terakhir pada bulan ramadhan. Berdasarkan ucapan „Aisyah radhiyallahu „anha : “Telah I‟tikaf bersama Nabi shalallahu „alaihi wasallam seorang wanita yang isthihadhah (didalam sebuah riwayat dia adalah Umm Salamah) diantara isteri-isterinya dan dalam keadaan dia masih melihat kemerahan. lewat dua orang sahabat Anshar. Maka Nabi shalallahu „alaihi wasallam mengatakan : “Sesungguhnya setan mengalir pada seseorag seperti mengalirnya darah Dan sungguh aku khawatir kalau setan membisikkan pada hati kalian berdua kejelekan atau beliau mengucap sesuatu. atau sendirian. Akan tetapi Darimi menyebutnya “Zaenab” 1/22 Wallahu a‟lam. diizinkan waki-walinya untuk itu. b. 3. Bahkan dibolehkan bagi wanita untuk I‟tikaf bersama suaminya. riwayat yang lain adlah riwayat Said bin Manshur seperti terdapat dalam “Fathul Bari”4/281. (Riwayat Bukhari Muslim dan selain keduanya telah di takhrij hal. (Riwayat Bukhari.”. sampai Allah mewafatkannya.2144-2134).

Hal : 72 . juga menambahnya dengan tambahan-tambahan baru. Dan tidak ada kafarah bagi dia karena tidak terdapat dalil dari Nabi shalallahu „alaihi wasallam dan para sahabatnya.salafy. aku minta ampun kepada-Mu dan bertaubat Kepada-Mu. Bab “I‟tikaf”. Sumber artikel : http://www.Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu „anhu : “Jika seorang yang I‟tikaf melakukan jima‟ bata. semoga Allah Subhanahu wa Ta‟ala memberikan Shalawat dan salam-Nya kepada Nabi shalallahu „alaihi wasallam yang ummi. juga kepada keluarga dan sahabatnya.” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah 3/920 dan Abdurrazzaq 4/363 dengan sanad yang shahih dan yang dimaksud dari kata (Ista‟nafa) dalam lafadz 2 hadist adalah mengulangi I‟tikafnya). (Dinukil dari terjemah kitab "Qiyamu Ramadhan".php?id_artikel=762 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar I'tikaf seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11. dengan pena penulisnya pada fajar hari ahad 26 Rajab tahun 1406 H.or.id/print.84 . edisi Indonesia “Shalat Tarawih Bersama Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam ”. I‟tikafnya. “Maha suci Engkau ya Allah dan dengan memuji-Mu. aku bersaksi bahwa tiada Illah yang hak melainkan Engkau.” Selesai mengoreksi dan membenahinya. '08 10:51 PM untuk semuanya . dan hendaklah dia memulainya kembali. Penerbit “Cahaya Tauhid Press”) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani. Penerjemah : Al-Ustadz Qomar Su‟aidi.

hanya menyibukkan diri kepada Allah semata. yang menyebabkan dia . bertafakur dalam mendapatkan keridhaan dengan sesuatu yang mendekatkan dirinya kepada Allah. Dan disyari‟atkannya I‟tikaf bagi mereka yang mana maksudnya serta ruhnya adalah berdiamnya hati kepada Allah 'Azza wa Jalla dan kumpulnya hati kepada Allah. termasuk dari unsur-unsur yang menjadikan hati bertambah berantakan (kusut) dan mencerai beraikan hati di setiap tempat. dan disyari‟atkannya (I‟tikaf) berdasarkan maslahah (kebaikan yang akan diperoleh) hingga seorang hamba dapat mengambil manfaat dari amalan tersebut baik di dunia maupun di akhirat kelak. dan jadilah keinginan semua kepada-Nya dan semua betikanbetikan hati dengan mengingat-Nya. dan menyalurkannya dengan menghadapkan hati tersebut kepada Allah 'Azza wa Jalla secara menyeluruh. Sehingga bermesraan dengan berkhalwat dengan Allah sebagai ganti kelembutannya terhadap makhluk. kecintaan dan penghadapan kepadaNya sebagai ganti kesedihan (duka) hati dan betikan-betikannya. Hingga jadilah meng-ingat-Nya. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. 04:36:21 1. Sedangkan makan dan minum dengan berlebih-lebihan dan berlebih-lebihan dalam bergaul. sehingga ia mampu mencurahkan kepada-Nya. dan (hal-hal tersebut) akan memutuskan perjalanan hati menuju Allah atau akan melemahkannya. menghalangi dan menghentikannya.I'tikaf seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: yaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. dan akan membersihkan kecenderungan syahwat pada hati yang (mana syahwat tersebut) dapat merintangi perjalanan hati menuju Allah 'Azza wa Jalla. 20 Oktober 2004. Hikmahnya Al 'Allamah Ibnul Qayyim berkata: “Manakala hadir dalam keadaan sehat dan istiqomah (konsisten) di atas rute perjalanan menuju Allah 'Azza wa Jalla tergantung pada kumpulnya (unsur pendukung) hati tersebut kepada Allah. karena kusutnya hati tidak akan sembuh kecuali dengan menghadapkan(nya) kepada Allah 'Azza wa Jalla. Rahmat Allah Yang Maha Perkasa lagi Penyayang menghendaki untuk mensyari‟atkan bagi mereka puasa yang menyebabkan hilangnya kelebihan makan dan minum pada hambaNya. terlalu banyak bicara dan tidur. berkhalwat dengan-Nya dan memutuskan (segala) kesibukan dengan makhluk.

163) [ Zaadul Ma‟ad (2/86-87)] 2.” Maka ia (Umar) pun beri‟tikaf pada malam harinya. sesungguhnya aku ini pernah nadzar pada jaman jahiliyyah (dahulu). beliau (pun) beri‟tikaf selama dua puluh hari.165)[ Riwayat Bukhari (4/226) dan Muslim (1173)] Dan Umar pernah bertanya kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam “Wahai Rasulullah (Shalallahu 'alaihi wassalam). Makna I‟tikaf Yaitu berdiam(tinggal) di atas sesuatu.berbuat demikian adalah karena kelembutannya tersebut kepada Allah pada hari kesedihan di dalam kubur mankala sudah tidak ada lagi yang berbuat lembut kepadanya. dan Lisanul Arab (9/252) oleh Ibnu Mandhur. Syarat-syarat I‟tikaf . (yaitu) aku akan beri‟tikaf pada malam hari di Masjidil Haram. dapat dikatakan bagi orang-orang yang tinggal di masjid dan menegakkan ibadah di dalamnya sebagai Mu‟takif dan „Akif. Disyari‟atkannya I‟tikaf Disunnahkannya pada bulan Ramadhan dan bulan yang lainnya sepanjang tahun.” Beliau bersabda: “Tunaikanlah nadzarmu. 166)[ Riwayat Bukhari (4/237) dan Muslim (1656)] Yang paling utama (yaitu) pada bulan Ramadhan berdasarkan hadits Abu Hurairah Radiyallahu 'anhu (bahwasanya) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam sering beri‟tikaf pada setiap Ramadhan selama sepuluh hari dan manakala tibanya tahun yang mana beliau diwafatkan padanya. 168) [Riwayat Bukhari (4/266) dan Muslim (1173) dari Aisyah] 4.164) [Al Mishbahul Munir (3/424) oleh Al Fayumi. dan (manakala) tidak ada lagi yang membahagiakan (dirinya) selain daripada-Nya. maka inilah maksud dari I‟tikaf yang agung itu”. Telah shahih bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam beri‟tikaf pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Syawwal.] 3. 167)[ Riwayat Bukhari (4/245] Dan yang lebih utama yaitu pada akhir bulan Ramadhan karena Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam seringkali beri‟tikaf pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Ramadhan hingga Allah Yang Maha Perkasa dan Mulia mewafatkan beliau.

5. Tidak disyari‟atkan kecuali di masjid. (QS. padahal beliau sedang I‟tikaf di masjid [“dan aku berada dalam kamarku”] kemudian aku sisir rambutnya (dalam riwayat lain: “aku cuci rambutnya”) [“dan antara aku dan beliau (ada) utbah pintu”] {“dan waktu itu aku sedang haidh”] dan adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam tidak masuk ke rumah kecuali untuk (menunaikan) hajat (manusia) ketika sedang I‟tikaf. dishahihkan oleh para imam serta para ulama. . Dan masjid-masjid di sini bukanlah secara mutlak (seluruh masjid. dapat dilihat takhrijnya serta pembicaraan mengenai hal ini pada kitab yang berjudul Al Inshaf fi Ahkamil I‟tikaf oleh Ali Hasan Abdul Hamid] c.a. Diperbolehkan keluar masjid jika ada hajat.167 oleh Syaikh kami Al Albani rahimahullah dan Jami‟ul Ushul (1/3451) oleh Ibnu Atsir].”172) [hadits riwayat Bukhari (1/342) dan Muslim (297) dan lihat Mukhtasar Shahih Bukhari no. pent). boleh mengeluarkan kepalanya dari masjid untuk dicuci dan disisir (rambutnya). b. Al Baqarah: 187) b.171) [ Dikeluarkan oleh Abdul Razak dalam Al Mushannaf (8037) dan riwayat (8033) dengan maknanya dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas]. berdasarkan firman-Nya Ta‟ala: “Dan janganlah kamu mencampuri mereka itu169) [ Yakni “Janganlah kamu menjimaki mereka”. Perkara-perkara yang boleh dilakukan: a.”170) [Hadits tersebut shahih. Dan sunnahnya bagi orang-orang yang beri‟tikaf (yaitu) hendaknya berpuasa sebagaimana dalam (riwayat) Aisyah Radiyallahu 'anha yang telah disebutkan. Pendapat tersebut merupakan pendapat jumhur (ulama). tapi telah dibatasi oleh hadits shahih yang mulia (yaitu) sabda beliau Shalallahu 'alaihi wassalam : “Tidak ada I‟tikaf kecuali pada tiga masjid (saja).”173) [Dikeluarkan oleh Ahmad (5/364) dengan sanad yang shahih]. Aisyah Radiyallahu 'anha berkata: “Dan sesungguhnya rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam pernah memasukkan kepalanya kepadaku. Lihat Zadul Masir (1/193) oleh Ibnul Jauzi]. Orang yang sedang I‟tikaf dan yang lainnya diperbolehkan untuk berwudhu di masjid berdasarkan ucapan salah seorang pembantu Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam: “Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam berwudlu di dalam masjid dengan wudlu yang ringan.

ya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. kemudian aku bangun untuk kembali.[sesampainya di samping pintu masjid yang terletak di samping pintu Ummu Salamah] lewatlah dua orang laki-laki-laki-laki dari kalangan Anshar dan ketika keduanya melihat Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam. Dan diperbolehkan bagi orang yang sedang I‟tikaf untuk mendirikan tenda (kemah) kecil pada bagian di belakang masjid sebagai tempat dia beri‟tikaf.I‟tikafnya wanita dan kunjungannya ke masjid a. [maka beliaupun berkata: jangan engkau tergesa-gesa sampai aku bisa mengantarmu] kemudian beliau berdiri bersamaku untuk mengantarkan aku pulang. Shafiyyah Radiyallahu 'anha berkata: “Dahulu Nabi (Shalallahu 'alaihi wassalam) (tatkala beliau sedang) I‟tikaf [pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Ramadhan] aku datang mengunjunginya pada malam hari [ketika itu di sisinya ada beberapa isteri beliau sedang bergembira ria] maka akupun berbincang sejenak. 6. d. ini adalah Shafiyyah bintu Huyay (istri Rasulullah sendiri.” Beliaupun bersabda: “Sesungguhnya syetan itu menjalar (menggoda) anak Adam pada . Dan sanadnya hasan]. Dan diperbolehkan bagi orang yang sedang beri‟tikaf untuk meletakkan kasur atau ranjangnya di dalam tenda tersebut. Diperbolehkan bagi seorang isteri untuk mengunjungi suaminya yang berada di tempat I‟tikaf. red)” . -tempat tinggal Shafiyyah yaitu rumah Usamah bin Zaid. sebagaiman yang dikatakan oleh Al Bushiri dari dua jalan . karena Aisyah Radiyallahu 'anha (pernah) membuat kemah (yang terbuat dari bulu atau wool yang tersusun dengan dua atau tiga tiang) apabila beliau beri‟tikaf174) [Sebagaimana dalam shahih Bukhari (4/226)] dan hal ini atas perintah Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam 175) [Sebagaimana dalam Shahih Muslim (1173)].176) [Dikeluarkan oleh Ibnu Majah (642-zawaidnya) an Al baihaqi. maka keduanyapun bergegas. kemudian Nabi-pun bersabda: “Tenanglah177)[Janganlah kalian terburu-buru. kemudian keduanya berkata: “Subhanallah (Maha Suci Allah).c. dan suaminya diperbolehkan mengantar isteri sampai ke pintu masjid. sebagaiman yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radiyallahu 'anhuma bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam jika I‟tikaf dihamparkan untuknya kasur atau diletakkan untuknya ranjang di belakang tiang At Taubah. ini bukanlah sesuatu yang kami benci].

salafy. berdasarkan dalil-dali yang banyak mengenai larangan berkhalwat dan kaidah Fiqhiyah: “ Menolak kerusakan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat. Ke 5 th 1416 H. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. kemudian isteri-isteri beliau I‟tikaf setelah itu.Malam Seribu Bulan Sep 11. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Sumber artikel : http://www. Seorang wanita boleh I‟tikaf dengan didampingi suaminya ataupun sendirian. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet.” (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata.aliran darahnya dan sesungguhnya aku khawatir akan bersarangnya kejelekan di hati kalianatau beliau berkata: sesuatu-“178) [Dikeluarkan oleh Bukhari (4/240) dan Muslim (2157) dan tambahan yang terakhir ada pada Abu daud (7/142-143 di dalam Aunul Ma‟bud)] b.id/print. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly.or.php?id_artikel=761 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Malam Lailatul Qadar . Berdasarkan ucapan Aisyah Radiyallahu 'anha: “Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam I‟tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan sampai Al mewafatkan beliau. '08 10:50 PM untuk semuanya . Bab "I'tikaf".”179)[ Telah lewat takhrijnya] berkata Syaikh kami (yakni Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani Rahimahullah-pent): “pada atsar tersebut ada suatu dalil yang menunjukkan atas bolehnya wanita I‟tikaf dan tidak diragukan lagi bahwa hal itu dibatasi (dengan catatan) adanya izin dari wali-wali mereka dan aman dari fitnah.

Malam Seribu Bulan Penulis: yaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. ayat-ayat Qur'aniyah dan hadits-hadits Nabawiyyah yang shahih yang menjelaskan tentang malam tersebut. Allah berfirman : ١﴾ ٤﴾ ٢﴾ ٥﴾ [ ‫]٥ . [4] Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang ٤﴾ ٥﴾ .Malam Lailatul Qadar . karena malam ini menyaksikan turunnya Al Quran Al Karim yang membimbing orang-orang yang berpegang dengannya ke jalan kemuliaan dan mengangkatnya ke derajat yang mulia dan abadi. [2] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. red). 18 Oktober 2004. [5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. [4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Ummat Islam yang mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan tidak pula menancapkan anak-anak panah untuk memperingati malam ini (malam Lailatul Qodar/Nuzul Qur'an. 1.١ : قل‬ ٣﴾ (yang artinya) [1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Inilah wahai saudaraku muslim. Keutamaan Malam Lailatul Qadar Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan.5] Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan nan penuh hikmah : ٣﴾ ٦﴾ [ ‫]٦ . 05:19:43 Malam Lailatul Qadar Keutamaannya sangat besar. akan tetapi mereka bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah.٣ : خ ل‬ (yang artinya) : "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. [QS Al Qadar: 1 .

[5] (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami.” (Lihat maraji‟ diatas).6] 2. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul. carilah pada tujuh hari yang terakhir. ketika ditanyakan kepada beliau : “Apakah kami mencarinya di malam hari?”. Pendapat yang paling kuat.penuh hikmah. (Sebagaimana dinukil al Baghawi dalam Syarhus Sunnah (6/388). beliau bersabda : “Aku .”. karena riwayat Ibnu Umar (dia berkata) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “Carilah di sepuluh hari terakhir. Imam Al Iraqi telah mengarang satu risalah khusus diberi judul Syarh Shadr bidzkri Lailatul Qadar. Imam Syafi‟I berkata : “Menurut pemahamanku. jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya. Waktunya Diriwayatkan dari Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam bahwa malam tersebut terjadi pada malam tanggal 21. (HR Bukhari 4/255 dan Muslim 1169) Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu. [6] sebagai rahmat dari Tuhanmu. beliau menjawab : “Carilah di malam tersebut. ada dua orang sahabat berdebat."[QS Ad Dukhoon: 3 . pemberitahuan ini ada karena perdebatan para sahabat. Telah diketahui dalam sunnah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ini menafsirkan sabdanya : (yang artinya) “Aku melihat mimpi kalian telah terjadi. 29 dan akhir malam bulan Ramadhan.”. Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam menjawab sesuai yang ditanyakan. 23. maka barangsiapa ingin mencarinya.” (HR Bukari 4/221 dan Muslim 1165). terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada malam terakhir bulan Ramadhan. wallahu a‟lam. membawakan perkatan para ulama dalam masalah ini. berdasarkan hadits „Aisyah Radiyallahu „anha. dia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam beri‟tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda : (yang artinya) “Carilah malam Lailatur Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Dari Ubadah bin Shamit Radiyallahu „anhu. ia berkata Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam keluar pada malam Lailatul Qadar. 27. janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir. 25. (Pendapat-pendapat yang ada dalam masalah ini berbeda-beda. lihatlah).

25 (dan dalam riwayat lain : tujuh. lima). dan telah banyak hadits yang lebih menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar itu ada pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan. maka riwayat yang khusus lebih diutamakan daripada yang umum.keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Laitul Qadar. Telah banyak hadits yang mengisyaratkan bahwa malam Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir. 25. Kalau lemah dan tidak mampu mencari ppada sepuluh hari terakhir. Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu. Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar Sesungguhnya malam yang diberkahi ini. sembilan. Ia berkata : “Adalah Rasulullah beri‟tikaf pada 10 terakhir pada bulan Ramadhan dan berkata : “Selidikilah malam lailatul qadr pada tanggal ganjil 10 terakhir bulan Ramadhan”. maka carilah pada malam 29. tetapi fulan dan fulan (dua orang) berdebat hingga diangkat tidak bisa lagi diketahui kapan lailatul qadar terjadi). tidak ada masalah. 21. Paling benarnya pendapat lailatul qadr adalah pada tanggal ganjil 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan. 3. 27 dan 29. semoga ini lebih baik bagi kalian. melainkan (bagi) orang yang diharamkan (untuk mendapatkannya). maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25. bahkan bersatu tidak terpisahkan. Hadits yang pertama sifatnya umum. tetapi ini dibatasi kalau tidak mampu dan lemah. tidak saling bertentangan. jika (telah) berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari 4/232). Kesimpulannya : Jika seseorang muslim mencari malam Lailatul Qadar. Oleh karena itu. carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir. 23. Wallahu a‟lam. maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya). dianjurkan bagi muslimin (agar) bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahalaNya yang besar.27. Maka dengan ini. yang menunjukkan hal ini adalah hadits Aisyah. yang lainnya menegaskan di malam ganjil sepuluh hari terakhir. 27 dan 29. (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759). cocoklah hadits-hadits tersebut. sedang hadits kedua adalah khusus. . barangsiapa yang diharamkan untuk mendapatkannya.

Ya Allah. menyingsingkan badan untuk mencari Lailatul Qadar). “ Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah. beliau mengencangkan kainnya (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah. Juga dari „Aisyah Radiyallahu „anha. maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. maka ampunilah aku. Tanda-tandanya .) Saudaraku – semoga Allah memberkahimu dan memberi taufiq kepadamu untuk mentaatiNya – engkau telah mengetahui bagaimana keadaan malam Lailatul Qadar (dan keutamaannya) maka bangunlah (untuk menegakkan sholat) pada sepuluh malam hari terakhir. halaman 55-57. Ya Rasulullah (Shalallahu 'alaihi wassalam). “Adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan). perintahkan kepada istrimu dan keluargamu untuk itu dan perbanyaklah amalan ketaatan.” yang telah lalu. (dia berkata) : “Adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir).”. (dia) berkata : “Aku bertanya. Dari Aisyah Radiyallahu „anha. “Allahumma innaka „afuwwun tuhibbul „afwa fa‟fu „annii. (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759) Disunnahkan untuk memperbanyak do‟a pada malam tersebut. Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan.” (HR Bukhari 4/233 dan Muslim 1174). 4.Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya). menghidupkannya dengan ibadah dan menjauhi wanita. dari Aisyah. sanadnya shahih.” (HR Muslim 1174). yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya. menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya. Telah diriwayatkan dari Sayyidah „Aisyah Radiyallahu „anha. (HR Tirmidzi (3760). Ibnu Majah (3850). apa yang harus aku ucapkan ?”. Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi). karya ibnu Rajab al Hanbali. Lihat syarahnya Bughyatul Insan fi Wadhaifi Ramadhan. Beliau menjawab.

(Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). ia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “Pagi hari malam Lailatul Qadar. karena bulan tidak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan.Ketahuilah hamba yang taat – mudah-mudahan Allah menguatkanmu dengan ruh dariNya dan membantu dengan pertolongaNya – sesungguhnya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam menggambarkan paginya malam Lailatul Qadar agar seorang muslim mengetahuinya. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. syiq artinya setengah. Ibnu Khuzaimah (3/231).”) Dan dari Ibnu Abbas Radiyallahu „anhu.id/print. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly.” (HR Muslim 762). Sumber artikel : http://www.salafy. Bazzar (1/486).or. tidak panas dan tidak juga dingin.” (HR Thyalisi (349). Bab "Malam Lailatul Qadar". Dari Ubay Radiyallahu „anhu. Perkataannya “Syiqi Jafnah”. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. cerah. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. seperti syiqi jafnah. jafnah artinya bejana. ia berkata : Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam beliau bersabda : (yang artinya) “Siapa diantara kalian yang ingat ketika terbit bulan. seperti bejana hingga meninggi.php?id_artikel=757 Kata kunci: “tauziah series” . sanadnya hasan). Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Al Qadli „Iyadh berkata :”Dalam hadits ini ada isyarata bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Ke 5 th 1416 H. (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. matahari terbit tanpa sinar menyilaukan. Dari Abu Hurairah.” (HR Muslim 1170. ia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “ (Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah.

red) berdasarkan dua hadits Abdullah bin Umar dan Salamah bin Al Akwa Radiyallahu 'anhu.tidak ada komentar Siapa yang layak membayar fidyah secara syar'i ? Sep 11. dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala (yang artinya) “Dan orang-orang yang tidak mampu berpuasa. 17 Oktober 2004. Syaikh Ali Hasan Abdul Hami Fiqh. '08 10:46 PM untuk semuanya Siapa yang layak membayar fidyah secara syar'i ? Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. (QS Al Baqarah 184). Penjelasan Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu Engkau telah mengetahui wahai saudaraku seiman. bahwasanya ayat ini adalah khusus bagi orang yang sudah tua renta (baik laki-laki maupun perempuan). maka diperbolehkan berbuka dan memberi makan setiap harinya (yang ditinggalkan. sebagaimana akan datang penjelasannya dari Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu. orang yang sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya. 05:32:06 Fidyah 1. tetapi ada riwayat dari Ibnu Abbas yang menegaskan bahwa ayat ini tidak mansukh dan ini berlaku bagi laki-laki dan wanita yang sudah tua dan bagi yang tidak mampu berpuasa. jika dikhawatirkan keadaan keduanya. ibu hamil dan menyusui. 2. dengan memberi makan seorang miskin”. Sisi pendalilannya. hendaknya membayar fidyah. maka hendaknya mereka memberi makan setiap hari atas seorang miskin. Bagi Siapa Fidyah itu ? Bagi ibu hamil dan menyusui jika dikhawatirkan keadaan keduanya. (HR Bukhari 8/135). red) seorang miskin. . bahwasanya dalam pembahasan yang lalu ayat ini mansukh (sudah dihapuskan hukumnya.

Abu Daud (2318) sanadnya shahih). mutlak. penjelasannya. sehingga mereka menamakan istitsna‟ (pengecualian). mereka menyangka adanya saling pertentangan!!!. . bahkan (bisa juga) dengan sebab dari luar. lebih khusus lagi jika engkau mengetahui bahwasanya beliau menegaskan adanya mansukh.” (QS Al Baqarah 185). penafsirannya. tetapi tatkala diberikan riwayat yang menegaskan adanya naskh. red) bagi laki-laki dan perempuan yang sudah tua renta yang tidak mampu berpuasa. kemudian dimansukh oleh ayat (yang artinya) : “Karena itu. 3. Al Baihaqi (4/230). Karena padanya mengandung penghilangan makna dan zhahir maksud lafadz tersebut. red). barangsiapa diantara kamu hadir di bulan itu (Ramadhan –ed) maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. ibu hamil dan menyusui yang khawatir keadaan keduanya untuk berbuka. kemudian memberi makan setiap harinya seorang miskin. hingga mereka menyangka Hibrul Ummah (Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu) menyelisihi jumhur. Naskh dalam bahasa Arab menjelaskan maksud tanpa memakai lafadz tersebut. syarat dan sifat sebagai „naskh‟. Dalam riwayat lain (disebutkan) : “Diberi rukhsah (keringanan. (Lihat I‟lamul Muwaqi‟in 1/35 karya Ibnu Qayyim dan Al Muwafaqat (3/118) karya Asy Syathibi). yaitu riwayat Bukhari pada kitab Tafsir dalam shahihnya yang menegaskan tidak adanya naskh (dalil yang menghapuskan. tetapi dalam pengertian orang-orang terdahulu.Oleh karena itulah Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu dianggap menyelisihi jumhur shahabat atau pendapatnya saling bertentangan. hendaknya memberi makan seorang yang miskin dan tidak ada qadha‟. karena salafush shalih Radiyallahu 'anhu menggunakan kata „naskh‟ untuk menghilangkan pemakaian dalil-dalil umum. adapun mengkhususkan atau mengaitkan atau menunjukkan yang mutlak kepada muqayyad. zhahir dan selainnya. Sebagian orang ada yang melihat zhahir riwayat yang lalu. (Ibnu Jarud (381). Yang Benar Ayat Tersebut (Al Baqarah 185) Mansukh Yang benar dan tidak diragukan lagi ayat tersebut adalah mansukh. Telah sahih bagi kakek dan nenek yang sudah tua jika tidak mampu berpuasa.

barangsiapa diantara kamu hadir di bulan itu (Ramadhan –ed) maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. dan barangsiapa yang mau berbuka maka berbukalah. ayat diatas adalah bersifat umum bagi seluruh mukallaf yang mencakup orang yang biasa berpuasa. maka apa makna rukhsah yang ditetapkan dan yang dinafikan (ditolak. sehingga akan hilanglah musykilah (problema) yang disebabkan memaknakan perkataan salafus shalih dengan pengertian yang baru.” (QS Al Baqarah 185). 4. hingga turun ayat (yang artinya) : “Karena itu. kemudian dihapus (dinaskh). dan tidak mansukh bagi orang yang tidak mampu berpuasa. barangsiapa yang mau berpuasa. maka berpuasalah. hingga tetap berlaku bagi laki-laki dan wanita yang lanjut usia. dalil untuk memahami hal ini terdapat pada hadits itusendiri.Sudah diketahui bahwa barangsiapa yang memperhatikan perkataan mereka (orang Arab) akan melihat banyak sekali contoh masalah tersebut. serta berpendapat bahwa makna ayat mansukh bagi orang yang mampu berpuasa. hukum pertama mansukh dengan dalil al Qur‟an adapun hukum kedua dengan dalil dari Sunnah dan tidak akan dihapus sampai hari Kiamat. yang mengandung penghilangan hukum syar‟i terdahulu dengan dalil syar‟i mutakahirin yang dinisbatkan kepada mukallaf. Ayat Tersebut Bersifat Umum Yang menguatkan hal ini. atau tidak biasa puasa. Penguat hal ini dari sunnah adalah apa yang diriwayatkan Imam Muslim dari Salamah bin al Akwa Radiyallahu 'anhu : “Kami pernah pada bulan Ramadhan bersama Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. tetapi masalah ini akan hilang jika jelas bagimu bahwa hadits tersebut hanya sebagai dalil bukan membatasi orangnya. red) itu jika penyebutan mereka bukan sebagai dalil ataupun pembatasan ? Jika engkau telah merasa jelas dan yakin. Jika rukhshah tersebut hanya untuk laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia saja. Yang menguatkan akan hal ini adalah pernyataan Ibnu Abbas dalam riwayat yang menjelaskan adanya naskh : “Telah tetap bagi laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia . tetapi harus berbuka dengan memberi fidyah kepada seorang miskin. Mungkin adanya masalah itu terjadi karena hadits Ibnu Abbas yang menegaskan adanya nash bahwa rukhshah itu untuk laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia dan tidak mampu berpuasa.

sehingga tidak bisa naik ke tingkatan hadits marfu‟ yang bisa mengkhususkan .” Dan yang menambah jelas lagi hadits Mu‟adz bin Jabal Radiyallahu 'anhu : “Adapun keadaan-keadaan puasa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam saat datang ke Madinah.dan tidak mampu berpuasa. 2/288). Dua hadits ini menjelaskan bahwa ayat ini mansukh bagi orang yang mampu berpuasa dan tidak mansukh bagi orang yang tidak mampu berpuasa. (Al Jami‟ li Ahkamil Qur‟an. demikianlah diisyaratkan oleh al Qurthubi dalam tafsirnya. inilah keadaan keduanya…” (HR Abu Daud dalam Sunannya (507). diwajibkan atas kalian berpuasa…” (QS Al Baqarah 183). Oleh karena itu Ibnu Abbas Radliyallahu 'anhu mencocoki sahabat. Hadits Ibnu Abbas dan Muadz hanya ijtihad ? Mungkin engkau menyangka wahai saudara muslim. yakni ayat ini dikhususkan. Perkataannya tidak mansukh ditafsirkan oleh perkataannya : “itu mansukh”. dengan keterangan ini jelaslah bahwa naskh dalam pemahaman shahabat berlawanan dengan pengkhususan dan pembatasan di kalangan ahli ushul mutaakhirin. Al Baihaqi dalam sunannya (4/200). haditsnya mencocoki dua hadits yang lainnya (yaitu) hadits Ibnu Umar dan Salamah bin Al Akwa Radhiyallahu 'anhu dan juga tidak saling bertentangan. dan puasa Asyura‟. menetapkan puasa selama tiga hari setiap bulannya. Allah menetapkan puasa bagi orang mukim dan sehat. apa yang telah tsabit (tetap penyebutannya) dari Ibnu Abbas dan Mu‟adz hanyalah semata-mata pendapat. 5. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan ayat : (yang artinya) “Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkan padanya Al Qur‟an…” (QS Al Baqarah 185). ijtihad dan pengkabaran. Ahmad dalam Musnad (5/246-247) dan sanadnya shahih. yakni ayat ini dikhususkan. sampai kemudian Allah mewajibkan puasa (Ramadhan) turunlah ayat : “Hai orang-orang yang beriman. serta wanita yang hamil dan menyusui juka khawatir akan keadaan keduanya. untuk berbuka dan memberi makan orang miskin setiap harinya. serta memberi keringanan (rukhshah) bagi orang yang sakit dan musafir dan menetapkan fidyah bagi orang tua yang tidak mampu berpuasa.

red). beliau menjawab : “Berbukalah.perkara yang sifatnya umum dalam al Qur‟an. membatasi yang mutlak dan menafsirkan yang global. maka jawabannya adalah sebagai berikut : a. Dari jalan yang ketiga : Anak perempuan Ibnu Umar adalah istri seorang Quraisy. dan berilah makan orang miskin setiap harinya dan tidak perlu mengqadha‟. c. karena dua hadits ini ada dalam tafsir ketika menjelaskan asbabun nuzul. Dari Malik dari Nafi‟ bahwasanya Ibnu Umar ditanya tentang seorang wanita yang hamil jika mengkhawatrkan anaknya. b. Seorang yang beriman mencintai Allah dan RasulNya tidak boleh menyelisihi dua hadits ini jika ia anggap shahih. (Lihat Tadribur Rawi (1/192-193) karya Imam Suyuthi. Daruquthni meriwayatkan (1/207) dari Ibnu Umar dan beliau menshahihkannya. (Sebagaimana dinashkan oleh Ibnu Qudamah dalam Al Mughni (3/21)).” Dari jalan lain beliau meriwayatkan : Seorang wanita yang hamil bertanya kepada Ibnu Umar. Dua hadist ini memiliki hukum marfu‟ menurut kesepakatan ahlul ilmi tentang hadits Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. dan hamil. beliau berkata : “Berbuka dan gantinya memberi makan satu mud gandum setiap harinya kepada seorang miskin. bahwa turunnya begini. yakni dua sahabat ini menyaksikan wahyu dan turunnya al Qur‟an. 6. mengabarkan ayat Al Qur‟an. darimana beliau mengambil hukum ini? Tidak diragukan lagi beliau mengambil dari Sunnah. Tidak ada sahabat yang menentang Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu. Dan dia kehausan ketika puasa Ramadhan. Ibnu Abbas menetapkan hukum ini bagi wanita yang menyusui dan hamil. „Ulumul Hadits (24) karya Ibnu Shalah). sanadnya shahih). Ibnu Umar pun menyuruhnya berbuka dan memberi makan seorang miskin. beliau (Ibnu Umar) berkata : “Seorang wanita hamil dan menyusui boleh berbuka dan tidak mengqadha‟. maka ini adalah hadits yang musnad.” (Al Baihaqi dalam as Sunan (4/230) dari jalan Imam Syafi‟I. Wanita Hamil dan Menyusui Gugur Puasanya . sanadnya jayyid”. terlebih lagi beliau tidak sendirian tapi disepakati oleh Abdullah bin Umar yang meriwayatkan bahwa hadits ini mansukh (sudah dibatalkan.

Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan.salafy. bahwa wanita hamil dan menyusui termasuk orang yang tercakup dalam ayat itu. Bab "Fidyah". dia bayar fidyah tidak mengqadha‟.” 7.id/print. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Sumber artikel : http://www. Musafir Gugur Puasanya dan Wajib mengqadha‟ Barangsiapa menyangka gugurnya puasa wanita hamil dan menyusui sama dengan musafir sehingga mengharuskan qadha‟.or. '08 10:45 PM . Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly.” (QS Al Baqarah 184). maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.php?id_artikel=756 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Kafarat / Denda dalam Puasa Ramadhan Sep 11. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H.Keterangan ini menjelaskan makna : “Allah menggugurkan kewajiban puasa dari wanita hamil dan menyusui”. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Ke 5 th 1416 H.” (QS Al Baqarah 184). Dan Allah menjelaskan makna gugurnya puasa bagi yang tidak mampu menjalankannya dalam firmanNya : (yang artinya) “Dan wajib orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah (yaitu) : memberi makan seorang miskin. (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Maka jelaslah bagi kalian. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. bahwa ayat ini adalah khusus untuk mereka. perkataan ini tertolak karena al Qur‟an menjelaskan makna gugurnya puasa dari musafir : (yang artinya) “Barangsiapa diantara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). yang terdapat dalam hadits Anas yang lalu. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. yakni dibatasi “kalau mengkhawatirkan diri dan anaknya”.

maka riwayatnya lebih rajih karena perawinya lebih banyak jumlahnya dan padanya terdapat tambahan ilmu. berbeda dengan sebaliknya. 08 November 2003. karena tidak ada beban syari'at kecuali kalau ada kemampuan. 04:08:20 1. yang menganggap lebih rajih yang tertib disebabkan karena tertib itu lebih hati-hati. Ada yang mengatakan : kafarat jima' itu boleh dipilih secara tidak tertib (yaitu tidak urut seperti yang dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah. baik bagi yang menyatakan boleh memilih atau tidak. 2. tetapi yang meriwayatkan dengan tertib (sesuai urutannya. Tidak pernah terjadi hal seperti ini dalam riwayat-riwayat lain. maka gugurlah kewajibannya membayar kafarat. Gugurnya kafarat Barang siapa yang telah wajib membayar kafarat.untuk semuanya Kafarat / Denda dalam Puasa Ramadhan Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly Fiqh. bahwa dia harus mengqadha' puasanya dan membayar kafarat yaitu : membebaskan seorang budak. namun tidak mampu mebebaskan seorang budak ataupun puasa (dua bulan berturut-turut) dan juga tidak mampu memberi makan (enam puluh orang miskin). -ed). dan orang yang berilmu menjadi hujjah atas yang tidak berilmu. karena itu berpegang dengan tertib sudah cukup. Allah berfirman (yang artinya) : “ Allah tidak membebani jiwa kecuali sesuai kemampuan" [Al-Baqarah : 286] . kalau tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut. tentang laki-laki yang menjima'i isterinya di siang hari bulan Ramadhan. -ed) perawinya lebih banyak. mereka sepakat menyatakan tentang batalnya puasanya karena jima'. kalau tidak mampu maka memberi makan enam puluh orang miskin. Kafarat bagi laki-laki yang menjima'i isterinya Telah lewat hadits Abu Hurairah.

3.salafy.Dan dengan dalil Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menggugurkan kafarat dari orang tersebut. Sumber artikel : http://www. Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata.php?id_artikel=322 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Petunjuk tentang Qunut Witir Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11. Kafarat hanya bagi laki-laki Seorang wanita tidak terkena kewajiban membayar kafarat. ketika mengabarkan kesulitannya dan memberinya satu wadah korma untuk memberikan keluarganya. karena ketika dikhabarkan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam perbuatan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan.or. penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Ke 5 th 1416 H. Edisi Indonesia Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka Al-Mubarok (PMR).id/print. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Wallahu 'alam Judul Asli : Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. '08 10:45 PM untuk semuanya Petunjuk tentang Qunut Witir Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: Abul 'Abbaas Musa ibn John Richardson . Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. beliau hanya mewajibkan satu kafarat saja.

dan mengambil kesimpulan. Penyusun kemudian kembali dan meneliti masalah tersebut satu-persatu. dari perspektif hadits dan perspektif fiqih (Disampaikan oleh Shaykh Muhammad Bin Umar bin Salim Bazmul saat mengajar di Universitas Umm al-Quraa. agar supaya membedakan antara (riwayat) orang-orang yang tak dapat diterima dan yang bisa diterima. memilah sesuai dengan riwayat yang sahih.Fiqh. Sebagian dari kesimpulan dalam studi (beliau) sebagai berikut: . Beliau juga mengumpulkan dari madzhab fiqih terkenal yang telah yang menjelaskan tentangnya.berargumentasi. 17:19:31 Judul Pelajaran : Penjelasan tentang do'a qunut yang dilakukan dalam sholat Witir. termasuk madzhab Dhahiriyyah. menggunakan manhaj para Ulama meneliti. dalam rangka memusatkan pada prinsip dasar dalam pelajaran tersebut yang layak diambil. Kemudian beliau mengumpulkan yang termasuk dalam kategori sahih. yang didasarkan semata-mata pada masalah yang berkenaan dengan doa qunut dalam sholat Witir. 08 November 2004. Saudi Arabia) Pelajaran terbagi menjadi dua bagian utama : Bagian Pertama: Riwayat-riwayat yang diperbincangkan kesahihannya Bagian Kedua : Masalah yang berhubungan dengan do'a qunut yang dilakukan dalam sholat Witir Penyusun mengumpulkan seluruh riwayat yang shahih dari Nabi (Shallallahu 'alaihi wasallam) dan pernyataan para sahabatnya yang berhubungan dengan qunut dalam sholat witir.

10] 4. Termasuk sunnah Nabi ( Shallallahu 'alaihi wasallam) yakni kadang-kadang melaksanakannya dan kadang-kadang meninggalkannya. HR Abu Dawud no 1427.[Dari 'Amr dari Hasan. 3. dan beliau menyuruh Ubay radiyallaahu 'anhu untuk melakukan qunut pada pertengahan Ramadhan mulai malam 16 Ramadhan. yakni dimulai dengan malam yang yang keenambelas. red) diperbolehkan dilakukan semua sepanjang tahun. [Ishaq bin Rahawaih memilih qunut (witir) dilaksanakan sepanjang tahun. Do'a qunut dalam witir dapat dilakukan sebelum atau sesudah ruku'. 6. Qunut (semestinya) ditinggalkan saat separuh pertama dari bulan Ramadhaan. Serta Dari Ibrahim an-Nakha'i telah berkata 'Abdullah:"ia tidak pernah qunut Shubuh sepanjang tahun dan ia qunut witir setiap malam sebelum ruku'. Lihat Mushannaf 'Abdurrazzaq 3/120 dengan sanad yang shahih. Bahwa doa qunut dalam sholat witir (di bulan Ramadhan. Muhammad bin 'Umar Bazmul hal 362-385. yakni setiap malam yang telah ditetapkan adalah separuh malam terakhir dari bulan Ramadhan. 5. terlebih jika sholat tersebut dilakukan berjamaah dengan orang-orang. sebab hal ini menyimpang dari Sunnah. dan tidak dikenal luas. walaupun yang terbaik dilaksanakan sebelum ruku'. simak Mukhtasar Qiyamullail 125. sanad hadits shahih (lihat 'Irwaul Ghalil 1/167 hadits no 426 dan ." Kata Abu Bakar Ibnu Abi Syaibah:"Ini atsar yang kami pegang. lihat juga kitab at-Tarjih fii Masaailil Thaharah was Shalah oleh DR. 2. Diperbolehkan melakukan doa qunut pada (malam) pertama dan kedua dari separoh bulan Ramadhaan. Menyambung (di atas). HR Ibnu Abi Syaibah 2/205 no.1. HR Ibnu Abi Syaibah 2/305-306 atau 2/205]". ia menyebutkan dari Qatadah dan lainnya. demikian juga dikalukan oleh Hasan al-Bahsri. Ibnu Majah no 1182.[Hadits Ubay bin Ka'ab:"bahwasanya Rasulullah shallallaahu 'alayhi wasallam qunut dalam shalat witir sebelum ruku'. bahwasanya 'Umar radiyallaahu 'anhu menyuruh Ubay radiyallaahu 'anhu mengimami shalat tarawih pd bulan Ramadhan. Dan kata Ma'mar:"Sesungguhnya aku qunut witir sepanjang tahun kecuali awal Ramadhan sampai dengan pertengahan saya tidak qunut.

sebab cara yang terbaik adalah yang telah shahih riwayatnya. Diperbolehkan mengangkat tangan pada do'a qunut. dikatakan oleh al-hafizh dalam "Addirayah" sanadnya hasan. Termasuk Sunnah. Tidak ada ketetapan yang mengharuskan orang-orang untuk berdo'a qunut dengan cara tertentu."Simak Diriwayatkan olsyaieh Ibnu Abi Syaibah 2/302 atau 2/202 no 12. lalu shalawat kepada Nabi shallalaahu 'alayhi wasallam dan mendoakan kebaikan untuk kaum muslimin. serta memohon (dalam qunut) untuk membinasakan kaum kafir pada doa qunutnya. 11. karena ada dalil dari para Shahabat radiyallaahu 'anhuma di zaman Umar radiyallaahu 'anhu. 10. Juga Syaikh al-Albani rahimahullah berkata : "Boleh juga doa qunut sesudah ruku' dan ditambah dengan melaknat orang2 kafir.Shahih Sunan Abi Dawud no 1266).31-32] 7. bahkan diriwayatkan dari jumhur Sahabat. Dan sebagaimana hadits Hasan bin Ali radiyallaahu 'anhuma. Simak Qiyamu Ramadhan hal. Syaikh Albani berkata sanadnya jayyid menurut syarat Muslim (Irwaa'ul Ghalil 2/166). sehingga dia hanya diperbolehkan untuk memperpanjang sesuai pernyataan yang telah tetap. ketika (memilih) berdoa qunut sebelum ruku'. 9. 12. untuk tidak memanjangkan do'a qunut. 8. sebagaimana diriwayatkan Ibrahim al-Qamah:"Sesungguhnya Ibnu Mas'ud dan para Sahabat Nabi shallallaahu 'alayhi wasallam qunut dalam shalat witir sebelum ruku'. pada pertengahan Ramadhan. atau membiarkan tangan tetap di . Merupakan Sunnah bagi imam orang-orang untuk tidak berdo'a qunut pada separuh pertama bulan Ramadhaan. (akan tetapi) melakukan qunut tersebut pada separuh terakhir. Termasuk menyimpang dari Sunnah yakni bertakbir (Allahu akbar) sebelum dan sesudah qunut. tidak bebas melakukan apapun. Termasuk Sunnah adalah bahwa imam mengeraskan suaranya saat berdo'a qunut. dan ini riwayat yg shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud dan 'Abdullah bin Umar radiyallaahu 'anhuma. dan para jama'ahnya mengucapkan "amiin". dan yang terbaik adalah mencukupkan diri untuk merujuk pada apa yang telah yang diberitakan Nabi (Shallallahu 'alaihi wasallam).

dan keteguhan. 16. . Apa saja yang dikerjakan dalam qunut nazilah (yang dilakukan dalam sholat wajib) juga dapat dikerjakan dalam doa qunut dalam sholat witir. sebab sholat Maghrib adalah witir di sore [/siang] hari. Abdullaah ibn Mas‟ud dan Ubay ibn Ka‟b (semoga Allah meridloi keduanya) yang telah meriwayatkan banyak tentang do'a qunut di (dalam) sholat witir. 17. semua cara ini diperbolehkan. [Dari abstrak pelajaran yang disampaikan Syaikh Muhammad Bazmul pada Universitas Umm al-Quraa. 13. atau mengangkat tangan di awal qunut dan menurunkan tangan di akhir qunut. Saudi Arabia] Masalah yang keempat: Apakah posisi tangan diangkat dalam do‟a qunut ? Berikut hukum yang ditetapkan dalam do‟a qunut : 1) Yakni seseorang mengangkat tangannya. 14. menerimanya dan menolaknya dalil dalam kaitan dengan kesahihannya. mengumpulkan dalil-dalil. sera memberikan bimbingan. Sholat yang paling menyerupai sholat witir adalah paling adalah Maghrib. 15. Hal ini sesuai dengan prinsip bahwa sesuatu yang disahkan dalam amalan wajib adalah juga disahkan untuk amalan sunnah. Diperbolehkan mengucapkan shalawat kepada Nabi (Shallallahu 'alaihi wasallam) di (dalam) do'a qunut. Semoga Allaah mengabulkan doa penyusun. dan kemudian membuat kesimpulan yang berdasar padanya. Tidak diizinkan untuk menyeka/menyapu wajah dengan tangan setelah qunut.samping (seperti posisi sebelumnya/tidak mengangkat tangan). Dan beliau berharap kiranya dapat membantu menghidupkan kembali manhaj Ulama' di (dalam) meneliti. kecuali jika disana ada dalil khusus yang melarangnya.

al-Mu'jam as-Saghir.[keterangan ust Abu Hamzah Yusuf : Dzahir perkataan Ahlul ilmi (tentang kaifiyat mengangkat tangan) :” bahwasanya kedua tangan digandengkan seperti orang yang sedang memohon. 3) Yakni seseorang mengangkat tangannya di awal qunut dan menurunkan tangannya di akhir qunut. Makkah. Saudi Arabia) menyatakan : bahwa tindakan Ibn Mas'ud sesuai disini. mengacu pada perbuatan Shahabat Nabi : "Mereka dahulu tidak menaikkan tangannya dalam Witir di bulan Ramadhan. Dalil (yang berkenaan dengan poin di atas): 1) Nabi (Shallallaahu „ alaihi wasallam) menaikkan tangannya yang digunakan untuk berdo‟a qunut an-nazilah. Dan 'Abdullaah ibn Mas'ud dahulu mengangkat tangannya saat qunut. Lihat juga: Irwaa' Al-Ghalil ( 2/181)]. dan al-Baihaqi didalam Dalaa'il anNubuwwah dan As-Sunan Al-Kubraa. . yakni memohon (kepada Allah. Adapun dibentangkan dan saling berjauhan antara kedua tangan . maka aku tidak mengetahui ada asalnya dalam Sunnah tidak pula dari perkataan ulama” 2) Yakni seseorang membiarkan tangannya berada disampingnya. meminta dari orang lain agar memberikannya sesuatu. Dan Allah Ta‟ala mengetahui yang terbaik. Musa Abul-'Abbaas Musa ibn John Richardson ('Aziziyyah. maka beliau tidak akan melakukan berbagai hal didalam shalat menurut pendapatnya sendiri. red) untuk membinasakan kaum (kafir). 2) Az-Zuhri meriwayatkan. melainkan beliau mempelajari hal tersebut dari Nabi (Shallallaahu „ alaihi wasallam). dibatasi oleh dalil. dan setelah itu membiarkan tangannya di sampingnya." 3) Az-Zuhri meriwayatkan bahwa Ibn Mas'ud dahulu mengangkat tangannya di(dalam) Witir. sebab beliau adalah sahabat Nabi dan perbuatan ini adalah tauqifi. [Sahihh: Ahmad 3/137.

Hal ini didukung oleh bahwa amalan apapun yang disyariatkan dalam amalan wajib adalah juga disyariatkan dalam amalan sunnah. Ibn Khuzaimah (618). al-Haakim (1/225). al-Bayhaqi dalam as-Sunan alKubraa (2/200). [Datang dari sahabat Ibnu Abbas radliyallahu „anhu] Dan Allah Ta‟ala mengetahui yang terbaik. red) yang dilakukan pada sholat yang wajib). Dan telah disepakati oleh al-Haakim. Apa saja yang telah ditetapkan untuk qunut nazilah (yang dilakukan pada sholat yang wajib) adalah juga dapat diamalkan dalam qunut pada sholat witir. karena ucapan mereka "Amiin" di belakang Imam dalam sholat adalah amalan (yang) dilaksanakan dalam sholat wajib. yang mana [sholat Magrib ini merupakan. dan al-Albaani (Irwaa' al-Ghalil:2/163). Hal ini telah tetap dalilnya dilakukan dalam sholat Maghrib. maka dapat diambil dalil melihat perbuatan Sahabat pada qunut an-naazilah (do‟a untuk memohon perlawanan atas orangorang (musuh..Masalah yang keenam: Apakah do‟a qunut dan ucapan “Amiin" para makmum/jama‟ah dilaksanakan dengan suara keras? [Ringkasan] Mengingat tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa mereka dulu (sahabat) mengucapkan "Amiin" di belakang imam mereka sepanjang qunut witr. (1) Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits hasan dalam Musnad Ahmad (2746).. red] witir yang wajib. Abu Dawud (1443). dengan begitu diperbolehkan juga untuk melakukannya didalam sholat yang tidak wajib. Ibn Khuzaimah. berdasarkan pada prinsip yang disebutkan dalam kaidah berikut : “. . kecuali jika disana ada dalil khusus yang melarang hal tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful