Anjuran berzakat dan ancaman bila tidak membayarnya

Sep 11, '08 11:15 PM untuk semuanya

Anjuran berzakat dan ancaman bila tidak membayarnya Penulis: Al Ustadz Qomar Su'aidi, Lc Fiqh, 07 November 2004, 03:44:55 Anjuran dalam Menunaikan Zakat Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka" . (At Taubah : 103)

Ayat ini mengajarkan untuk mengambil sedekah dari hartanya kaum mu'minin, baik itu shodaqoh yang ditentukan (zakat) ataupun yang tidak ditentukan (tathowa) demi untuk membersihkan mereka dari kotornya kebakhilan dan rakus. Juga mensucikan mereka dari kehinaan dan kerendahan dari mengambil dan makan haknya orang fakir. Dan juga untuk menumbuh kembangkan harta mereka dan mengangkatnya dengan kebaikan dan keberkahan akhlak dan mu'amalah sampai mengantarkan mereka menjadi orang yang berhak mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Firman Allah Ta'ala: "Dan pada harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian." (Adz-Dzariyat : 19)

Dalam ayat ini Allah Ta'ala telah mengkhususkan sifat-sifat yang mulia dengan berbuat baik. Dan kebaikan mereka nampak jelas dari menegakkan shalat malam, memohon ampun di waktu malam dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah sebagaimana kebaikan mereka yang nampak jelas dalam memberi dan menunaikan haknya orang-orang fakir demi kasih sayang dan rohmah bagi mereka. Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "(Yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan

zakat." (Al Hajj:41)

Allah telah menjanjikan dengan menunaikan zakat merupakan tujuan untuk bisa tegak dan kokoh di muka bumi ini. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "Tiga perkara yang aku bersumpah atas tiga perkara tersebut dan menceritakan kepada kalian maka jagalah : Tidak akan berkurang harta yang dishodaqohkan dan tidak seorang hamba dianiaya dengan satu kedholiman kemudian dia bersabar (atas kedholiman) kecuali Allah akan menambahkan baginya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seorang hamba membuka pintu meminta-minta kecuali Allah akan membaginya pintu kefakiran." (Turmudzi Kitab AzZuhd 4:487(2325) dari hadits Abi Habsyah)

Dari masih banyak hadits-hadits tentang anjuran untuk menunaikan zakat serta keutamaankeutamaannya.

Ancaman Bagi yang Tidak Menunaikan Zakat

Telah banyak dalil-dalil baik itu dari Al-Kitab ataupun As-Sunnah tentang ancaman keras bagi orang yang bakhil dengan zakat dan enggan untuk mengeluarkannya. Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka jahanam lalu dibakar dengannya dahi mereka lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka :"Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu simpan itu" (At Taubah : 34-35). Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Sekali-sekali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya di hari kiamat." (Ali Imron : 180)

Oleh karenanya harta yang tidak ditunaikan zakatnya maka itu termasuk harta simpanan yang pemiliknya akan disiksa dengannya pada hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah

shallallahu 'alaihi wa sallam : "Tidaklah seseorang yang memiliki emas atau perak kemudian tidak ditunaikan haknya, apabila datang hari kiamat dibentangkan baginya batubatu yang lebar dari neraka kemudian dia akan dipanggang di atas batu-batu itu di dalam neraka jahannam kemudian disetrika perut, dahi dan punggungnya. Setiap kali sudah dingin maka akan dikembalikan seperti semula yang satu hari adalah sama dengan 50.000 tahun sampai diputuskan perkaranya diantara manusia maka dia akan melihat jalannya, apakah ke surga atau neraka." (HR. Muslim Kitab Zakat 7:67 no. 2287 dari hadits Abu Hurairah)

Kemudian lanjutan hadits ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan orang yang memiliki onta, sapi dan kambing yang tidak ditunaikan zakatnya akan mengalami nasib yang sama pula dari siksa di hari kiamat.

Juga sabda Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam yang lain : "Barang siapa yang Allah telah berikan harta kepadanya kemudian dia tidak menunaikan zakatnya maka pada hari kiamat nanti hartanya akan berujud ular yang botak yang mempunyai dua titik hitam diatas kepalanya yang mengalunginya kemudian mengambil dengan kedua sisi mulutnya sambil berkata: "Aku adalah simpananmu, aku adalah hartamu". Kemudian beliau membaca ayat: "Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang telah Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya, menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka, sebenarnya bahwa kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka, harta-harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya kelak di hari kiamat." (HR. Bukhori Kitab Zakat 3:268 no.1403 dari hadits abu Hurairah; Muslim Kitab Zakat 7:74 no. 2294)

Hukum Bagi yang Tidak Mau Membayar Zakat

Dalam hal ini ada beberapa kriteria dari orang-orang yang tidak mau membayar zakat : 1. Seorang yang tidak mau membayar zakat tapi masih meyakini akan wajibnya. Para ulama menghukumi bahwa pelakunya berdosa dan tidak mengeluarkannya dari keislamannya. Kepada penguasa (hakim) agar memaksa pelakunya supaya mau membayar zakat serta memberikan hukuman pelajaran kepadanya (tahdzir). Dan mengambil hak zakat dari orang tersebut sesuai dengan kewajibannya, tidak boleh lebih. Kecuali pendapatnya Imam Ahmad dan Imam Syafi'i (pendapat lama) maka mengambilnya separuh dari hartanya

sebagai hukuman baginya. Sebagaimana hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "… Dan barang siapa yang tidak mau menunaikannya (zakat) maka kami akan mengambilnya dan separuh hartanya adalah hak dari hak-hak wajib bagi Tuhan kami, tidak halal bagi keluarga Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam darinya sedikitpun." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i, Hakim, Baihaqi dari Bahz bin Hakim dari bapaknya dari kakeknya).

Adapun Ibnu Taimiyah menghukumi orang yang seperti itu adalah kafir dalam batinnya, walaupun secara dzahir tidak dikafirkan, akan tetapi disikapi seperti sikapnya orang-orang murtad yang diberi kesempatan bertaubat tiga kali, kalau tidak mau bertaubat maka hukumnya dibunuh. (lihat Fatawa 7:611, mausu'ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2:877; Mughni 4:67; majalah Buhuts Islamiyah Darul ifla' edisi 58 tahun 1420H hal. 11; Fiqh Sunnah 1:403)

2. Kalau yang tidak mau membayar zakat itu sekelompok orang yang mereka memiliki kekuatan tapi masih berkeyakinan akan wajibnya.

Para ulama menghukumi agar diperangi sampai mereka mau membayar zakat sebagaimana kisahnya Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat. (HR. Jama'ah dari Abu Hurairah)

Juga haditsnya Ibnu Umar ra. bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Aku telah diperintahkan untuk memerangi manusia supaya mereka bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan (bersaksi) bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mereka menegakkan sholat dan menunaikan zakat, maka kalau mereka telah mengerjakannya terjagalah dari darah dan harta mereka kecuali haknya Islam dan hisab mereka di sisi Allah." (HR. Bukhari & Muslim)

3. Tidak mau membayar zakat dengan mengingkari akan wajibnya.

Berkata Ibnu Qudamah : "Barang siapa yang mengingkari karena jahil (tidak tahu) atau dia termasuk orang yang tidak tahu karena baru masuk Islam atau dia tinggal di daerah terpencil yang jauh dari daerah yang mengetahui akan wajibnya maka tidak dikafirkan. Adapun kalau

dia seorang muslim yang tinggal di negeri Islam di tengah-tengah ahli ilmu maka hukumnya murtad." (Mughni 4:6-7)

(Dikutip dari tulisan ustadz Qomar Sua'idi, Lc, yang diarsipkan eks. tim Zisonline, al akh Fikri Thalib) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=786 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar

Definisi Zakat dan Hikmah disyariatkannya Zakat

Sep 11, '08 11:14 PM untuk semuanya

Definisi Zakat dan Hikmah disyariatkannya Zakat Penulis: Al Ustadz Qomar Su'aidi, Lc Fiqh, 07 November 2004, 03:36:50 Definisi Zakat

1. Menurut Bahasa (lughoh)

Dari asal kata "zakkaa - yuzakkii - tazkiyatan - zakaatan" yang berarti : 1. Thoharoh (membersihkan/mensucikan) Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (At-Taubah:103)

2. Namaa' (tumbuh /berkembang)

Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Allah memusnahkan ribaa' dan menyuburkan sedekah" (Al-Baqarah:276)

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari hadits Abu Rabsyah Al-An Maary. "Harta tidak akan berkurang dengan dishodaqohkan" (HR. Tirmidzi, kitab Az Zuhd jilid 4 hal. 487 no. 2325, kata Imam Tirmidzi "Hadits ini hasan shohih")

Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqolani : "Tanaman itu telah Zakka, yakni berkembang & tumbuh" (Fathul Baari, kitab zakat jilid 3 hal. 262)

3. Al-Barokah Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya" (Saba' : 39)

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari hadits Abu Hurairoh radhiallohu anhu : Allah Ta'ala berfirman dalam hadits qudsi: "Hai anak Adam berinfaklah niscaya Aku akan berinfak untukmu". (HR. Bukhori, Kitab Tafsir surat Hud 8 : 352 (4684); Muslim, Kitab Zakat 7:81 no. 2305)

4. Al-Madh (Pujian) Dalam hadits Abu Hurairoh tentang kisah Zainab Ummul Mukminin : " . . . Bahwa Zainab namanya adalah Barroh maka dikatakan 'Dia memuji dirinya' maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menamainya Zainab." (HR. Muslim, Kitab Al Azab Juz 14, hal. 346 no. 5572)

5. Amal Sholeh Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan kami menghendaki supaya tuhan mereka mengganti mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu" Imam Al-Farro' mengatakan: arti 'yang lebih baik kesuciannya' adalah yang lebih baik amal sholehnya. (lihat An Nihayah karya Ibnu Al Atsir jilid 2 hal. 307; Lisanul Arab karya Ibnul Mandzur jilid 6 hal 64-65)

untuk golongan tertentu pada waktu tertentu. shodaqoh. Zakat Ungkapan ini paling banyak disebutkan bahkan sering digabungkan dengan perintah shalat sampai diulang dalam 82 ayat (lihat Taudih al akham 3:5). terkadang dengan ungkapan zakat. Pendapatnya Al-Hafidz Ibnu Hajar : "Memberikan sebagian dari harta yang sejenis yang sudah sampai nashob selama setahun dan diberikan kepada orang fakir dan semisalnya yang bukan dari Bani Hasyim dan Bani Mutholib. Menurut Hukum (Istilah syara') 1. dengan zakat itu …" (At Taubah : 103) . Pendapat Ibnu Taimiyah : "Memberikan bagian tertentu dari harta yang berkembang jika sudah sampai nishob untuk keperluan tertentu. Shodaqoh Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. 1." (Mausu'ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2 : 876. infaq/nafaqoh dan Al-'afwu." (Al-Fath 3:262) 2. tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang-orang yang ruku" (Al Baqoroh : 43) 2. Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan dirikanlah sholat. Fatawa 25:8) 3." (Taudhihul Ahkam 3:5) III. Zakat Dalam Bahasa Al-Qur'an Sedangkan Al-Qur'an Al-Karim telah menyebutkan tentang zakat dengan berbagai ungkapan. Pendapat Syaikh Abdullah Al-Bassaam : "Hak wajib dari harta tertentu.II.

Firman Allah Ta'ala: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus. As Sunnah dan Ijma'. menegakkan sholat. Muslim. ke . Maka hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi persyaratan." (Al-Bayyinah :5) Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "Islam dibangun di atas lima dasar. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika mengutus Muadz bin Jabbal ra. Al-'Afwu Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. menunaikan haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan. Dasarnya adalah dari Al Qur'an. Kitabul Iman 2:130(113).3. menunaikan zakat. bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hamba dan utusanNya. nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Katakanlah: yang lebih dari keperluan" (Al Baqoroh:219) Hukum Menunaikan Zakat Zakat merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima dan termasuk dari pondasi Islam yang agung." (lihat Bukhari Kitabul Iman 1:49 (8) dari hadits Ibnu Umar. Infaq/Nafaqoh Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Hai orang-orang yang beriman." (Al Baqoroh:267) 4.

negeri Yaman : "Terangkanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka untuk mengeluarkan zakat yang dipungut dari orang-orang kaya diantara mereka untuk diberikan kepada orang-orang fakir dari mereka". Menguatkan rasa kasih sayang antara si kaya dengan si miskin. ini berlangsung ketika sebelum Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hijrah. Tahun kedua Hijriyah diterangkanlah hukum zakat dengan rinci. akan tetapi pendapat yang paling kuat adalah bahwa kewajiban zakat di tetapkan dalam tiga fase: 1. Juga para sahabat telah sepakat untuk memerangi orang-orang yang tidak mau membayarnya dan menghalalkan darah dan harta mereka karena zakat termasuk dari syi'ar Islam yang agung.. 3. didalam surat Fushilat Allah mengancam yang tidak mengeluarkan zakat. diterangkan harta yang wajib dizakati dan kadar nishabnya serta jumlah yang harus dikeluarkan sebagai zakat".. dalam surat AlMudatsir Allah memasukkan orang-orang yang tidak memberi makan orang miskin sebagai Al-Mujrimin (orang yang berdosa) ". memberi makan dan berbuat baik. karya Ibnu Qudamah 4:5) Syaikh Abdullah Al Bassam menerangkan (Taudihul ahkam:3/12): Para ulama berselisih kapan diwajibkannya zakat. "Orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat". maka kaum muslimin disetiap masa telah ijma' akan wajibnya zakat. (HR. Allah berfirman: "Pada harta-harta mereka ada hak orang yang meminta dan …". (AlMudatsir : 44) 2. dan Tidak memberi makan orang miskin". Hikmah Disyariatkannya Zakat Diantara hikmah disyari'atkannya zakat adalah : a. (Mughni. Tahun kesembilan Hijriyah ketika manusia masuk Islam dengan berbondong-bondong dan semakin luas daerah Islam Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengirim petugas-petugas untuk mengambil zakat . Zakat diwajibkan secara mutlak tidak ada batasan atau rincian akan tetapi hanya perintah untuk memberi. Muslim Kitabul Iman 1:147(121)) Adapun Ijma'. Hal ini dikarenakan fitrahnya jiwa manusia adalah senang terhadap orang yang berbuat kebaikan (berjasa .

al akh Fikri Thalib) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. 08 November 2004. Lc.kepadanya).” Dikatakan. c. e. Mensucikan dan membersihkan jiwa serta menjauhkan jiwa dari sifat kikir dan bakhil. Sumber artikel : http://www. d.salafy. '08 11:14 PM untuk semuanya Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal) Penulis: Al Akh Syamsu Muhajir Fiqh. . Sebagai ibadah kepada Allah Ta'ala (lihat Risalah Fi Zakat oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz). (Dikutip dari tulisan ustadz Qomar Sua'idi. zakat artinya “berkembang dan bertambah dalam kebaikan dan kesempurnaan. tim Zisonline. Membiasakan seorang muslim untuk memiliki sifat belas kasihan. 00:51:27 Manfaat Zakat Hati Dan Zakat Harta A. jika sesuatu itu berkembang baik menuju kesempurnaan. sesuatu itu zakat. tambahan dan ganti yang lebih baik dari Allah Ta'ala. Memperoleh keberkahan.php?id_artikel=785 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal) Sep 11.or. b. Definisi zakat Secara bahasa. yang diarsipkan eks.id/print.

tetapi harus diketahui bahwa yang disenangi oleh nafsu itu ada yang diharamkan dan ada yang dihalalkan.” (An-Nur: 30) Allah Subhanahu wa Ta‟ala mengatakan di dalam ayat ini bahwa sucinya hati itu terjadi setelah menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan. merendahkan manusia.Sesuatu bisa berkembang dengan baik apabila keadaan sesuatu itu bersih dari kotoran dan penyakit. Maka. Seperti halnya badan kita. tenangnya hati. . congkak. yaitu menundukkan pandangan dari yang diharamkan Allah Ta‟ala. B. Bahkan terkadang sampai mematikan hati seperti halnya hama yang menghambat pertumbuhan tanaman dan bahkan mematikannya. keras hati menjadi penghambat berkembangnya hati. Demikian pula penyakit hati seperti hasud. besar kepala. Allah Ta‟ala telah menguji kita dengan memberikan nafsu senang melihat sesuatu yang indah-indah. yang demikian itu lebih suci bagi mereka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. bodoh. senang dan gembiranya hati. Apabila seseorang sanggup menahan nafsunya dari yang diharamkan Allah. Caranya ialah dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang diharamkan Allah. Zakat Hati Dosa dan kemaksiatan yang dilakukan manusia laksana hama pada tumbuhan. maka Allah akan mengganti dengan yang lebih baik seperti sejuknya hati. Ibarat pasir pada emas dan perak. agar hati itu menjadi baik dan agar hati berkembang ke arah kebaikan dan kesempurnaan maka hati itu harus dibersihkan terlebih dahulu dari segala penyakit dan kotorannya. senang melihat wanita berwajah cantik. hewan dan tumbuhan bisa berkembang dengan baik jika keadaannya baik dan bersih dari kotoran dan segala penyakit. ) 30) “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman hendaknya mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatannya. Allah Ta‟ala berfirman. menjauhi kemaksiatan dan yang dilarang Allah dan banyak bertaubat kepada-Nya. sombong. Demikian pula hati manusia bisa berkembang dengan baik dan sempurna manakala hati itu baik serta bersih dari kotoran dan segala penyakit.

Jadi supaya hati bisa berkembang dengan baik menuju kebaikan dan kesempurnaan adalah dengan membersihkan terlebih dahulu dari dosa dan maksiat dan membersihkannya dari penyakit-penyakitnya. Dalam ayat lain Allah berfirman. sempurna.” (Ath-Thur: 28) Ayat ini menerangkan orang yang meminta izin atau bertamu tetapi pemilik rumah belum berkenan menerimanya sehingga dia memohon agar sang tamu kembali kemudian tamu ini mengikuti permohonannya maka itu lebih suci bagi yang bertamu. hanya Allah yang dicintainya maka dia hanya menghamba dan tunduk kepada Allah saja. maka dia akan tunduk kepada apa yang dia cintai. Sedangkan jika di hati itu sudah bercabang kecintaannya pada selain Allah. ) ) “Barangsiapa meninggalkan sesuatu (yang haram) karena Allah niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. yaitu ketika tidak ada lagi di hatinya . maka ketika hatinya bersih. “Apabila dikatakan kepadamu kembalilah maka kembalilah karena ini lebih suci bagi kalian.” (HR Ahmad dengan sanad shahih) Mengingat hati itu selalu terikat dengan sesuatu yang dicintainya. Adapun perkara yang dapat menjadikan hati berkembang dan yang dapat menjadikan hati baik. dan suci adalah “tauhid.” yaitu persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah (‫) لل ل ل ل‬ Tauhid bukan hanya sebagai pengembang hati tetapi juga berfungsi sebagai pembersih hati yaitu membersihkan keyakinan-keyakinan (aqidah) yang batil. Perbuatan manusia ikut pada kemauan dan keadaan hatinya.Dalam hadits disebutkan. membersihkan hati dari keinginan-keinginan yang tidak benar dan tauhid (‫ ) لل ل ل ل‬merupakan bahan dasar yang menjadikan hati tumbuh dan berkembang dengan baik.

tidak ada lagi kemauan dan keinginan kecuali karena Allah.” (Fush-shilat: 56) Kebanyakan ahli tafsir menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan kata “zakat” di ayat ini adalah “tauhid. Di hatinya hanya ada Allah dan kebenaran yang bisa berbuah menjadi amalan ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah.tuhan-tuhan selain Allah.” (Asy-Syams:9) Juga firman-Nya: ) 18) “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri?” (An –Naazi‟at: 18) Zakkaa pada ayat ini adalah amalan ketaatan kepada Allah.” (an-Nisa‟: 49) . Allah Ta‟ala berfirman: ) 9) “Sungguh beruntung orang yang mensucikan hatinya. Namun demikian bagi orang yang telah dikaruniai taufiq dan hidayah oleh Allah mampu menjalankan ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah tidak diperbolehkan untuk merasa dan menganggap dirinya sudah bersih dan suci. Maka dari itu. Allah Ta‟ala berfirman: “Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mengganggap dirinya bersih. amalan ketaqwaan dan ketaatan kepada Allah juga berfungsi sebagai pembersih dan mensucikan hati.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir) Di samping tauhid. tidak ada pelajaran yang melebihi ketinggian dan kemuliaan tauhid karena faidahnya yang fundamental karena yang dipelajari adalah Dzat Yang Maha Agung dan Maha Mulia dan aqidah merupakan dasar bangunan Islam setiap muslim yang menjadi penentu kekokohan dan rapuhnya ke-Islaman seseorang. Allah Ta‟ala berfirman: ) 6) “Celakalah orang-orang musyrik yang mereka itu tidak menunaikan zakat.

sempit dan sesak dadanya terhadap syariat Islam dan berat untuk menjalankan ketaqwaan kepada Allah. janganlah kalian mengatakan dirimu suci. senang dan gembira dalam menjalankan ketaqwaan kepada-Nya.“Maka. Allah Ta‟ala berfirman: “tetapi Allah yang membersihkan/mensucikan siapa yang Dia kehendaki. Zakat Harta Adapun manfaat zakat harta adalah seperti yang difirmankan Allah: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (At-Taubah: 103) Allah mengumpulkan dalam ayat ini tentang manfaat zakat harta yaitu membersihkan dan mensucikan karena harta tidak akan suci/berkembang tanpa dibersihkan terlebih dahulu. Lebih jauh Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah menerangkan manfaat zakat harta itu. Sedangkan jika hati kotor maka yang terjadi adalah sebaliknya. senang dalam menerima hidayah/petunjuk dari Allah. Lapang dada menerima Islam.” (an-Najm: 32) Pada hakikatnya hanya Allah yang menjadikan seseorang itu bersih dan suci dan hanya Allah Ta‟ala yang mengabarkan kebersihan dan kesucian seseroang. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda: ‫ل‬ . C. Untuk menyempurnakan keislaman seorang hamba karena zakat termasuk rukun Islam. sebagai berikut: 1. yakni sulit menerima kebenaran dan petunjuk.” (An-Nisa”49) Maka manfaat hati yang sudah dizakati (dibersihkan) akan dapat memudahkan seseorang untuk menerima kebenaran.

”(HR. karena tidak bermanfaat mengeluarkan dengan tangannya tetapi masih diikat oleh hatinya. menegakkan sholat. Muslim) 6. Zakat dapat melapangkan dada dan menenangkan hati tetapi dengan dua syarat yaitu : 4a. puasa Ramadhan. sehingga hati akan mengikutinya karena hatinya akan gelisah ketika seseorang meninggalkan kebiasaan baiknya.Islam itu dibangun di atas lima dasar mengucapkan syahadat bahwa tidak ada ilah yang hak selain Allah. Zakat menjadi sebab masuk surga karena surga itu diperuntukkan bagi orang baik pembicaraannya. 5. Untuk mensucikan akhlak orang yang berzakat karena dengan zakat dia akan keluar dari golongan orang-orang yang bakhil/pelit dan masuk pada golongan orang-orang derma. Sebagai bentuk kesempurnaan iman karena kita senang manakala saudara kita memberikan hartanya pada kita dan begitu pula saudara kita akan senang kalau kita beri dia harta. 4. Dia harus sanggup mengeluarkan hartanya dari hatinya sebelum dikeluarkan dari tangannya. Sebagai bukti benarnya iman orang yang berzakat karena nafsu itu sangat senang pada harta maka seseorang tidak akan menyerahkan hartanya kecuali karena menginginkan sesuatu yang lebih baik dari harta itu yaitu ridho Allah yang nilainya jauh lebih baik dan lebih sempurna untuk hamba. 4b. . Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda : “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sampai mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri. memberi makan dan orang yang shalat malam ketika manusia sedang tidur. menunaikan zakat. 2. dan haji ke Baitul Haram. dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. suka menebar salam. Ketika mengeluarkan zakat harus lapang dada bukan dengan terpaksa. 3.

Perbedaan sosial yang mencolok sering memunculkan ketidakharmonisan sosial. Allah Ta‟ala berfirman: “Berbuatlah ihsan/kebaikan sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda: “Setiap orang dalam naungan shodaqohnya pada hari kiamat.” (HR. dan mendirikan shalat malam sedangkan manusia sedang tidur. Si kaya makan segala yang dia mau. sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadanya.“Surga itu bagi orang yang memperbagus pembicaraannya. . suka menebar salam. Zakat dapat meredam sifat memberontaknya orang-orang fakir. menyadari bahwa saudaranya yang lemah dan miskin butuh derma dan kepeduliannya. Karena orang miskin merasa bahwa pada orang kaya ada haknya yang ditahan. si fakir berjalan kaki. yang kaya kepada yang miskin. Zakat dapat mendorong manusia untuk mengetahui dan mempelajari syariat dan hukum Allah karena zakat tidak bisa dilaksanakan tanpa didahului ilmu. suka memberi makan.” (HR. 10. munculnya sifat kepedulian orang yang mampu kepada orang yang lemah. Menjadikan masyarakat muslimin seperti satu keluarga. si fakir harus menguras tenaga dan keringat hanya untuk sesuap nasi. Tetapi jika si kaya bersifat derma dan peduli pada saudaranya maka ini dapat menenangkan keadaan dan meredam kecemburuan sosial dan meredam munculnya benih-benih pemberontakan si miskin terhadap si kaya. Tirmidzi hadits hasan shahih) 7. 9. Zakat dapat menyelamatkan dari panasnya hari kiamat. Si kaya tinggal di istananya. perampokan dan penipuan. sehingga menghambat terlaksananya kebutuhan si miskin. Si kaya naik mobil. perampasan. Zakat dapat mencegah dosa-dosa harta seperti pencurian.” (Al-Qashash: 77) 8. si fakir tidur beralas tikar dan berselimut angin dingin. Ahmad) 11.

13. hadits hasan shahih). kebangkrutan. Zakat dapat menumbuhkan dan mengembangkan harta. Inilah manfaat zakat hati dan zakat harta semoga kita mampu melaksanakannya dengan baik dan benar. Zakat dapat menghapus kesalahan dan dosa. “ “Shodaqoh/zakat itu dapat memghapus kesalahan sebagaimana air dapat meredam api.” (HR. Tirmidzi) 16. atau sakit yang menguras hartanya. Zakat itu dapat menjadi sebab turunnya kebaikan. “Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda. 15. Dalam hadits disebutkan: ‫ل‬ ‫ل ل‬ Dari Anas Radliyallahu „anhu dia berkata.” (HR. Ibnu Majah) 14. Bukhori) Seringnya penyakit harta itu dapat memberangus harta secara keseluruhan seperti kebakaran. dalam hadits disebutkan: “Tidaklah suatu kaum menolak zakat harta mereka kecuali mereka telah menolak turunnya hujan dari langit.” (HR.” (HR. Zakat itu mencegah turunnya bala‟ dari langit.12. Zakat dapat mencegah dari mati jelek (su‟ul khotimah). Zakat dapat meredam murka Allah. Tirmidzi. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda. karena zakat melindungi harta dari penyakit-penyakitnya dan Allah akan memberkati harta yang bersih. Berikut tabel Perhitungan Zakat : .” Zakat itu dapat meredam murka Allah dan mencegah mati jelek. Dalam hadits disebutkan: ‫ل‬ “Tidaklah zakat itu mengurangi harta. 17.

al Akh Syamsu Muhajir dengan . Mawaridul aman karya Al-Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah Rahimahullah.php.or. ditulis oleh Panitia Ramadhan majelis Taklim dan Dakwah As-Sunnah. (Dikutip dari artikel Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal). Allahu a'lam.salafy. Maraji‟ : 1.id/download.Silakan klik www.gif untuk mendownloadnya. temukan file zakat. 2. Syarhul Mumti‟ zadil mustaqni‟ karya Asy-Syaikh Al-Utsaimin Rahimahullah.

Dan hadits sebelumnya sebagai syahid] Sebagian Ahlul ilmi menyatakan bahwa zakat fithri telah mansukh oleh hadits Qais bin Sa‟ad bin Ubadah. 05:03:44 1. Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Sumber artikel : http://www. Malang.muraja‟ah Al Ustadz Usamah Mahri.php?id_artikel=801 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11.or. '08 11:13 PM untuk semuanya Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. Hukumnya Zakat Fitri ini (hukumnya) wajib berdasarkan hadits (dari) Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma:“Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri [pada bulan Ramadhan kepada manusia]. padanya ada Al Hasan ber-„an‟anah. ia berkata: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam memerintahkan kami dengan shadaqah fithri sebelum diturunkannya (kewajiban) zakat dan tatkala diturunkannya . 28 Oktober 2004.”195)[Riwayat Abu Daud (1622) dan An Nasa‟I (5/50).salafy.”194)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984) dan tambahannya pada Muslim] Dan berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori.id/print.

karena turunnya suatu kewajiban tidaklah menggugurkan kewajiban yang lain.” Al Hafidz Rahimahullah menjawab sangkaan tersebut dengan perkataannya (3/368): “bahwa pada sanadnya ada rawi yang tidak dikenal196) [Akan tetapi hadits tersebut mempunyai penguat. kedudukan zakat harta (sebagaiman) kedudukan zakat fithri (yaitu) berkaitan dengan riqab (orang perorang). dan sanadnya shahih] dan kalaupun dianggap shahih tidak ada dalil yang menunjukkan atas naskh (diahapusnya) hadits Qais yang menunjukkan wajibnya zakat fithri. “Tidak wajib atas orang yang puasa karena hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri. Siapa yang Wajib Zakat ? Zakat fithri wajib atas kaum muslimin.”198) [HR Muslim (982)] Hadits ini umum. orang yang merdeka maupun hamba. anak kecil. tetapi kami mengerjakan (mengeluarkan zakat fithri). tetapi hanya menunjukkan tambahan dalam jenis ibadah. pensuci bagi orang yang puasa dari perbuatan sia-sia. Ibnu Khuzaimah (4/81) dan Al Hakim (1/410) dan Al Baihaqi (4/159) dari beberapa jalan. tidak mengharuskan dimansukhknya hukum sebelumnya. besar.” Imam Al Khathabiy Rahimahullah berkata dalam Ma‟alimus Sunan (2/214): “Ini tidak menunjukkan hilangnya kewajiban zakat fithri.” 2. yang jelek dan (memberi) . kecil dan besar dari kalangan kaum muslimin.(kewajiban) zakat beliau tidak memerintahkan kami dan tidak pula melarang kami.”197)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984)] Sebagian Ahlul ilmi ada yang mewajibkan zakat fithri pada hamba yang kafir karena hadits Abu Hurairah Radhiallahu anhu: “Hamba tidak ada zakatnya kecuali zakat fithri. mungkin Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mencukupkan dengan perintah yang pertama. Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri sebanyak satu gantang kurma. dan dikeluarkan oleh An Nasa‟I (5/49) dan Ibnu Majah (1/585) dan Ahmad (6/6). sudah maklum hadits khusus jadi penentu hadits umum. Yang lain berkata. laki-laki. atau satu gantang gandum atas hamba dan orang yang merdeka. perempuan. sedang hadits Ibnu Umar khusus.

jika berserikat dalam „illat berserikat pula dalam hukum. Macam Zakat Fithri Zakat Fithri dikeluarkan berupa satu gantang gandum.” Sebagian lagi berpendapat bahwa zakat fithri wajib juga atas janin. tepung dan adonan. satu gantang korma.”199) [Telah lewat takhrijnya] Imam Al Khathabiy dalam Ma‟alimus Sunan (3/214) menegaskan: “Zakat fithri wajib atas orang yang puasa yang kaya atau orang fakir yang mendapatkan makanan dari dia. karena hadits Abu Sa‟id Al Khudri Radhiallahu anhu: “Kami mengeluarkan zakat (pada zaman Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam) satu gantang makanan. maka seluruh orang yang puasa butuh akan hal itu. ada yang bilang hinthah (gandum yang bagus) ada yang bilang selain itu. satu gantang anggur kering. semuanya telah dilakukan oleh para sahabat berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: . baik menurut masyarakat maupun istilah. jika „illat diwajibkannya karena pensucian. satu gantang korma dan satu gantang salt. satu gantang gandum. satu gantang kurma.makanan bagi orang yang miskin.”200) [HR Bukhari (3/294) dan Muslim (985)] Dan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan atu gantang gandum. 3. tetapi kami tidak menemukan dalil akan hal itu. zakat fithri diwajibkan pula atas orang yang tidak berpuasa seperti diketahui keshahihannya atau orang yang masuk Islam sesaat sebelum terbenamnya matahari.” Al Hafidz menjawab (3/369): “Pensucian disebutkan untuk menghukumi yang dominan. satu gantang susu. satu ganang anggur kering atau salt (sejenis gandum yang tidak berkulit). satu gantang susu kering. karena janin tidak bisa disebut sebagai anak kecil atau besar.”201) [Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/80) dan Al Hakim (1/409-410) Telah ikhtilaf dalam tafsir lafadz makanan dalam hadits Abu Sa‟id Al Khudri. namun yang paling kuat (yang membuat hati ini tenang) lafadz di atas mencakup seluruh yang dimakan termasuk hinthah dan jenis lainnya.

budak dan orang yang merdeka. besar. agar kaum muslimin yang mendudukkkan sahabat sesuai dengan kedudukan mereka. sanadnya hasan] Dari beliau Shalallahu „alaihi wassalam bersabda: “Zakat fithri satu gantang makanan. tetapi berdasarkan hadita marfu‟ sampai kepada Rasululllah Shalallahu „alaihi wassalam. barangsiapa yang membawa gandum diterima. untuk dua orang satu gantang dari gandum atas orang merdeka.“Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam menyuruh kami untuk mengeluarkan zakat Ramadhan satu gantang makanan dari anak kecil. aku mengira beliau berkata: “yang membawa adonan diterima. susu yang dikeringkan dan korma. 4. dan yang paling sahahih berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam: “Tunaikanlah satu gantang gandum atau korma. Ini dikuat-kan oleh perkataan Abu Sa‟id: “Dulu makanan kami adalah gandum. yang membawa salt (gandum yang tidak berkulit) diterima. menurut hadits-hadits yang shahih yang menegaskan adanya hinthah bahwa dua mud hinthah sama dengan satu gantang anggur. dan bahwa satu mud hinthah itu melebihi yang ada di sini. Nasa‟I . ada yanga mengatakan setengah gantang ini yang rajih. aku mengira beliau berkata. Ukuran Zakat Fithri Seorang muslim diperbolehkan zakat fithri sesuai dengan jenis yang disebutkan tadi. sanadnya hasan] Adapun hadits-hadits yang menafikan adanya hinthah (gandum) atau bahwasanya Mu‟awiyah Radhiallahu anhu berpendapat untuk mengeluarkan dua mud dari samara (gandum) Syam. bahwa pendapat Mua‟wiyah bukanlah ijtihad hasil dari pemikiran sendiri. mereka ikhtilaf tentang hinthah. hamba.”202) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180).”204) [Telah lewat takhrijnya] Yang membantah seluruh dalil orang yang menyelisihi kita adalah satu pembahasan yang akan datang ketika menjelaskan takaran zakat fithri. yang membawa anggur kering diterima. anggur kering. “Barangsiapa yang mengeluarkan berupa tepung akan diterima. anak kecil atau besar. Barangsiapa yang memberi salt (sejenis gandum yang tidak berkulit) akan diterima.”203) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). diterima.”205) [Riwayat Abu Daud (2340). yang membawa korma diterima. barangsiapa yang mengeluarkan berupa adonan.

”207) [Dikeluarkan oleh Daruquthni (2/141) dan Ibnu Umar dengan sanad dhaif (lemah). Pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam di dalam Majmu‟ Fatawa (2/71-78) serta murid beliau Ibnul Qayyim pada kitabnya yang bagus Zaadul Ma‟ad (2/44). Dan Syaikhul Islam telah membentahnya pada kitab yang telah disebutkan baru saja. berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Timbangan yang teranggap adalah timbangannya Ahlu Mekah. baik anak kecil maupun orang tua laki-laki dan perempuan. Sebagian Ahlul ilmi berpendapat bahwa zakat fithri diberikan kepada delapan golongan. maka lihatlah kitab tersebut. Siapakah yang harus dibayar zakatnya? Seorang muslim harus mengeluarkan zakat fithri untuk dirinya dan seluruh orang yang dibawah tanggungannya. Dan dikeluarkan Al Baihaqi (4/161) dari jalan yang lain dari Ali. Dan padanya ada jalan yang mauquf dari Ibnu Umar pada Inu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (4/37) dengan sanad shahih. Kemana Disalurkannya Zakat tidak boleh diberikan kecuali kepada orang yang berhak menerimanya. orang yang merdeka dan budak.”208) [Telah lewat takhrijnya]. Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih]. dan sanadnya terputus. mereka adalah orang-orang miskin berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam zakat fithri sebagai pembersih (diri) bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perbuatan kotor dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Nasa‟I (7/281).”206) [Riwayat Abu Daud (2340). Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih] 5. dan kiloan yang teranggap adalah kiloan-nya orang madinah. . orang merdeka dan hamba dari orang-orang yang membekalinya. Gantang yang teranggap adalah gantangnya penduduk Madinah.(7/281). berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “kami diperintah oleh Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam (mengeluarkan) shadaqah fithri atas anak kecil dan orang tua. karena hal itu sangat penting. tetapi (pendapat) ini tidak ada dalilnya. Maka -dengan jalan-jalan inimaka haditsnya menjadi hasan] 6.

Hikmah Zakat Allah 'Azza wa Jalla mewajibkan zakat sebagai pensucian diri bagi orang-orang yang berpuasa dari (perbuatan) sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin .Termasuk amalan sunah jika ada seseorang yang bertugas mengumpulkan zakat tersebut (untuk diberikan kepada yang berhak –pent). dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka dia adalah merupakan shadaqah dari beberapa shadaqah (yang ada).” 7.”209) [Dikeluarkan oleh Bukhari (4/396)] Dan sungguh dahulu pernah Ibnu Umar Radhiallahu anhuma mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang menangani zakat dan mereka adalah panitia yang dibentuk oleh Imam (pemerintahan. ia berkata: “Rasulullah mengkhabarkan kepadaku agar aku menjaga zakat Ramadhan. pent) untuk mengumpulkannya. aku katakan: “Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu gantang?” Berkata Ayyub: “Apabila petugas telah duduk (bertugas). kecuali satu atau dua hari (sebelum „Id)210) [Lihat pada kitab Ahkamul „Idain fis Sunnah Al Muthaharah karya Ali Hasan Ali Abdul Hamid. Waktu Penunaian Zakat Zakat fithri ditunaikan sebelum orang-orang keluar (rumah) menuju sholat „Id dan tidak bleh diakhirkan (setelah) shalat atau dimajukan penunaiannya.”211) [Telah lewat takhrijnya] 8.maktabah Al Islamiyah] berdasarkan perbuatan Ibnu Umar Radhiallahu anhuma –berdasarkan kaidah rawi hadits diketahui dengan makna riwayatnyamaka apabila penunaian zakat itu diakhirkan (setelah) shalat maka dianggap sebagai shadaqah berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “… Barangsiapa yang menunaikan zakatnya sebelum shalat maka dia adalah zakat yang diterima. Sungguh Nabi Shalallahu „alaihi wassalam telah mewakilkan kepada Abu Hurairah Radhiallahu anhu. Beliau (Ibnu Umar) mengeluarkan zakatnya satu hari atau dua hari sebelum „Iedul Fithri.” Aku katakan: “Kapankah petugas itu mulai bertugas?” Beliau menjawab: “Satu hari atau dua hari sebelum “Idul Fithri. cet. dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/83) dari jalan Abdul Warits dari Ayyub.

(Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). untuk dibagikan kepada golongan tertentu dan di waktu tertentu. zakat adalah hak (bagian) yang wajib dikeluarkan dari harta tertentu. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. 13:08:00 Bersihkan harta dengan berzakat Pengertian zakat Zakat.or. . Bab "Zakat Fitrah". upaya pembersihan harta kita Penulis: Panitia Ramadhan majelis Taklim dan Dakwah As-Sunnah Fiqh.untuk mencukupi (kebutuhan ) mereka pada hari yang bagus tersebut berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma yang telah lalu. Adapun secara syar‟i. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. upaya pembersihan harta kita Sep 11.php?id_artikel=777 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Menunaikan zakat. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet.id/print. secara bahasa berarti tambahan (az-ziyadah) dan pensucian (ath-thaharah). '08 11:13 PM untuk semuanya Menunaikan zakat. Ke 5 th 1416 H. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Sumber artikel : http://www.salafy. 23 Oktober 2004.

Dalil tentang hal ini diantaranya adalah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dalam . 2) Membersihkan dan mensucikan jiwa. tunaikanlah zakat” (QS. Dalil dari As-Sunnah Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika mengutus Muadz bin Jabal ke negeri Yaman : “Beritahu kepada mereka. AtTaubah : 103) 3) Membiasakan diri berbuat dermawan. 4) Melimpahkan barakah. Baqarah : 43) 2. diri dari sifat kikir/ bakhil. Dalil Al-Qur‟an. Ambillah zakat itu dari orang-orang kaya di antara meerka. firman Allah subhanahu wata‟ala : ”Dan dirikanlah shalat. Dan bagikanlah kepada orang-orang miskin di antara mereka. Rukun Islam yang lima yaitu : Bersyahadat. bahwa Allah subhanahu wata‟ala mewajibkan zakat. (QS. bersikap mulia dan rasa iba terhadap orang-orang yang membutuhkan. (QS. shalat. Dalil Ijma‟ Kaum Muslimin telah bersepakat tentang wajibnya zakat.” (Hadits Muttafaqun alaih) 3. berkembangnya harta serta mendapatkan balasan/ ganti yang lebih baik dari sisi Allah I. Hikmah disyariatkannya zakat : 1) Terjalinnya hubungan kasih sayang antara si kaya dan si miskin. berdasarkan : 1. Para sahabat Nabi pun telah bersepakat bolehnya memerangi orang-orang yang tidak mau mengeluarkan zakat. Saba‟ : 39) Hukum Zakat Wajib hukumnya mengeluarkan zakat.Kedudukan zakat dalam Islam Zakat adalah termasuk salah satu rukun Islam yang lima. puasa. zakat dan haji ke baitullah bagi yang mampu. menjauhkan.

golongan yang berhak menerima zakat adalah 8 golongan : . 3) Telah lewat masa satu tahun (haul). At-Taubah : 34 . maka beritahukanlah kepada mereka. lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka : "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. dan Bab “Memerangi orang yang enggan menunaikan zakat.Bab “Wajibnya Zakat”. lalu dibakar dengannya dahi mereka.” Barangsiapa yang menolak dengan sadar tentang kewajiban menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah.35) Syarat-syarat wajib zakat : 1) Beragama Islam (bukan orang kafir) 2) Telah mencukupi nishabnya. Dan brangsiapa yang yakin tentang wajibnya zakat tetapi ia enggan menunaikannya maka ia FASIQ (maksiat kepada Allah subhanahu wata‟ala). (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Ancaman bagi orang yang tidak menunaikan zakat. sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam. Allah subhanahu wata‟ala berfirman : ‫ل‬ ) 34) “Hai orang-orang yang beriman. Golongan penerima zakat Berdasarkan firman Allah dalam Al-Qur‟an surat At-Taubah ayat 60. maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu" (QS. kecuali hasil bumi. maka ia KAFIR. Bab “Memungut „Inaq (anak kambing betina umur satu tahun ke bawah) dalam shadaqoh". zaktnya dikeluarkan seketika selesai panen.

or. 2) Orang-orang miskin. Malang. Sebagai contoh. 8) Ibnussabil (orang-orang yang sedang kehabisan bekal dalam perjalanan) Kedudukan petugas zakat Kedudukan petugas zakat diakui oleh syariat Islam.1) Orang-orang fakir. Sumber artikel : http://www. 7) Mujahidin (orang-orang yang berjihad di jalan Allah). Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah mengutus Umar Ibnul Khattab untuk menarik zakat dari Khalid Ibnul Walid.id/print. al Akh Syamsu Muhajir dengan muraja‟ah Al Ustadz Usamah Mahri. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengutus sebagian sahabat untuk menarik zakat dari orang-orang kaya dan menyalurkannya kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Ibnul Jamil dan selainnya. ditulis oleh Panitia Ramadhan majelis Taklim dan Dakwah As-Sunnah. 6) Gharimin (orang-orang yang berhutang). 4) Para mu'allaf (orang yang baru masuk Islam atau orang-orang yang diharapkan keislamannya). Termasuk kewajiban kaum muslimin adalah menyambut dan memuliakan mereka karena mereka sedang dalam menjalankan tugas agama mengingatkan dan membantu orang-orang kaya melaksanakan kewajibannya menunaikan zakat. 3) Pengurus-pengurus (amil) zakat. untuk memerdekakan dirinya./** (Dikutip dari artikel Pengertian Zakat.salafy. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori. 5) Budak.php?id_artikel=766 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar . Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.

Demikian halnya dengan syariat puasa Romadhon yang sedang yang kita jalani ini. baik bahaya di dunia maupun di akhirat. yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan bagi orang beriman dan bertakwa perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala itu adalah qorrotul „uyun (penyejuk hati). sebagai dasar ketenangan dan ketentraman hidup. 23 Oktober 2004. .atau hanya sekedar sebagai amalan ibadah yang berhak dihargai dengan suatu balasan dan pahala seperti halnya orang jual beli dengan penentuan harga. Walaupun. yaitu hidup sibuk dengan upaya peningkatan iman dan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala. Sebenarnya. pasti mengandung faedah dan manfaat dan semua yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala pasti karena berakibat mudharat dan bahaya bagi hamba Allah Subhanahu wa Ta‟ala. 12:52:33 Beberapa Faidah Puasa Semua perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang Dia syariatkan. kelezatan hati. Baik dipahami maupun maupun tidak. atau hanya sekedar untuk latihan pengekangan nafsu dan atau hanya sekedar untuk mengangkat manusia dari derajat hewan. '08 11:11 PM untuk semuanya Beberapa faidah ibadah berpuasa kita Penulis: Al Ustadz Abdurrahim Fiqh.Beberapa faidah ibadah berpuasa kita Sep 11. baik di sadari ataupun tidak pasti karena bahayanya. baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. sebagai makanan hati yang utama dan sebagai sumber kekuatan manusia yang hakiki yang hanya dengan ini kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba bisa dicapai. semua pelaksanaan perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang dilaksanakan sebagai amalan ibadah. atau hanya sekedar sebagai ujian keimanan dari Allah . pasti mengandung manfaat dan faedah. sepintas lalu kebanyakan orang yang kalah dengan nafsunya beranggapan bahwa puasa itu hanya sebagai beban yang memberatkan.

” (HR.” (HR.” (QS.Seperti sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam : “Dijadikan (oleh Allah) penyejuk hatiku dalam sholat. Hal ini sudah diterangkan oleh Rasulullah shollallohu alaihi wasallam dan telah dicontohkan oleh Beliau dan keluarga Beliau. Yunus : 57) Menahan lapar di bulan puasa ataupun diluar bulan puasa ketika berpuasa maupun tidak.” (Muttafaqun alaihi) Beliau bersabda : “Orang yang paling banyak kenyang di dunia adalah yang paling lama lapar di akhirat. pasti mengandung faedah dan manfaat yang sangat besar untuk kesehatan badan dan kesehatan hati. Ahmad dan An-Nasa‟i) Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman : “Hai manusia.” Al-Imam Al-Baihaqi meriwayatkan : „Dunia adalah penjaranya orang mukmin dan surganya orang kafir. sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Sayyidatina Aisyah rodhiyallohu anha berkata : ‫ل‬ “Keluarga Muhammad tidak pernah kenyang walaupun dengan roti gandum dua hari berturut-turut sampai Beliau wafat. Al-Bazzar ) Al-Imam Ath-Thabrani juga meriwayatkan dengan sanad hasan dengan lafadz : “Orang yang banyak kenyang di dunia mereka adalah orang yang banyak lapar di akhirat.” .

Hal itu karena sumber segala penyakit adalah kenyang. Imam Tirmidzi) Setelah membawakan sebagian hadits-hadits di atas.” Al-Imam Thabrani dan Ibnu Abi Dunya meriwayatkan hadits : “Akan terjadi pada ummatku seseorang memakan semua jenis makanan.” Al-Harits seorang dokter Arab mengatakan : . hendaknya Bani Adam makan sekedar menegakkan punggungnya. Maka.” Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan hadits : “ Tidaklah Bani Adam memenuhi kantong yang lebih jelek dari perutnya. mereka itulah paling jeleknya ummatku.” Manfaat lapar terhadap kesehatan badan adalah seperti yang dikatakan oleh Ibnu Masiwaih : “Sekiranya manusia mau mengamalkan hadits ini (riwayat Tirmidzi) mereka akan selamat dari sakit dan berbagai penyakit. Mereka banyak bernadzar tetapi tidak menunaikannya. kemudian generasi berikutnya kemudian berikutnya. Dan banyak di kalangan mereka orang-orang gemuk/ gendut.Al-Imam Muslim juga meriwayatkan hadits dari Rasulullah bahwa Beliau bersabda : “Sebaik-baik generasi adalah generasiku. Kemudian akan datang suatu kaum mereka memberikan persaksian padahal tidak diminta persaksiannya. meminum semua jenis minuman. menutup rumah sakit dan mengistirahatkan toko obat/ apotik. memakai semua jenis pakaian dan banyak berbicara. Al-Imam Ash-shon‟ani rahimahullah berkata : “Hadits ini menunjukkan atas tercelanya banyak makan dan kenyang karena menimbulkan berbagai penyakit dan memberatkan seseorang untuk melaksanakan hukum syar‟i/ ibadah. jika tidak bisa tidak (terpaksa) maka makanlah sepertiga makanan sepertiga untuk minuman dan sepertiganya untuk nafasnya.” (HR.

Berkata „Aisyah radiyallahu „anha: “Bid‟ah pertama yang terjadi setelah Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam adalah kenyang sesungguhnya suatu kaum ketika kenyang perutnya keras nafsunya untuk mendapatkan dunia” Berkata al Imam ash Shan‟ani rahimahullah : “Sesungguhnya lapar itu adalah penjaga dari penjagaan Allah dan pertama yang terhindar dengan lapar adalah dorongan syahwat jima‟ dan syahwat berbicara karena bagi orang yang lapar tidak ada keinginan untuk berbicara kecuali sangat penting sehingga dia terhindar dari berbagai penyakit lisan.“Yang banyak membunuh manusia adalah karena manusia suka memasukkan makanan pada perut sebelum makanan dalam perut dicerna. mendudukkan anggota badan dari beribadah dan pada perut kosong itu banyak faedahnya yaitu menjernihkan hati . Adapun manfaat lapar untuk kesehatan hati. pada orang yang lapar juga tidak bangkit padanya syahwat jima‟nya sehingga terhindar dari penyaluran syahwat yang diharomkan. Kenyang itu menyebabkan kedunguan. para ulama telah menerangkannya : Luqman al Hakim berwasiat pada putranya : “Wahai putraku jika kamu penuhi lambungmu maka akan tidur pikiranmu. orang lapar juga sedikit tidur karena orang yang banyak makan dan minum akan banyak tidur yang dapat membawa kepada kerugian di dunia dan akhiratnya.” Yang lain mengatakan : “Kalau kamu bertanya pada ahli kubur.”kenyang”. apa penyebab kematianmu? Kebanyakan mereka menjawab. membisukan hikmah. Berkata Dzunnun „ailaihissalam : “Saya tidak pernah kenyang kecuali saya berbuat maksiat atau berkeinginan untuk bermaksiat”. terluput dari berbagai kemamfataan duniawi dan ukhrowi”. mencerdaskan manusia dan menajamkan bashiroh. . membutakan hati dan memperbanyak uap dan cairan dalam lambung.

jika lapar dan haus maka bersih hati dan lembut dan jika perut .” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : “Adalah bapak kita Adam diuji dengan makan. lembutnya jiwa.” Beliau juga berkata : “Tidaklah hikmah itu berada di perut yang penuh.” Diriwayatkan dari Amir bin Qois . lemahnya nafsu dan kemarahan.” Diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Abi Dawud bahwa telah dikatakan padanya : “Lapar itu banyak menolong seseorang bersegera melakukan kebaikan. dan terus kalian akan diuji dengan makan sampai hari kiamat.” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : “Wahai Bani Adam. karena kenyang itu mengeraskan hati.” Berkata Abu Imran Al-Juwaini : “Sesungguhnya nafsu. kuatnya pemahaman. minumlah sepertiga perutmu dan biarkan sepertiga untuk bernafas dan berfikir. makanlah sepertiga perutmu.” Ibnu Abi Dunya meriwayatkan bahwa Ibnu Umar berkata : “Aku tidak pernah kenyang sejak aku masuk Islam. bahwa dia berkata : “Jauhilah oleh kalian kenyang.” Telah berkata Malik bin Dinar rahimahullah : “Tidak semestinya. seorang mukmin menjadikan perutnya paling besar cita-citanya dan menjadikan syahwatnya menguasai dirinya. Sedangkan kenyang menyebabkan lawannya.Berkata Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah : “Lapar itu menyebabkan lembutnya hati.” Beliau juga berkata : “Barangsiapa mampu menguasai perutnya maka dia akan mampu menguasai amal sholehnya.

kenyang dan lega maka hatinya buta.” Beliau berkata : “Kunci dunia adalah kenyang dan kunci akhirat adalah lapar, dan pangkal segala kebaikan dunia dan akhirat adalah takut kepada Allah. Sesungguhnya Allah memberikan dunia ini kepada orang yang dicintai dan yang tidak, dan sesungguhnya lapar itu di sisi Allah ada simpanan yang ditunda dan tidak diberikan kecuali kepada orang yang dicintai-Nya.” Berkata Al-Imam Asy-Syafi‟i rahimahullah : “Saya tidak pernah kenyang selama 16 tahun, karena kenyang itu memberatkan badan, menghilangkan kecerdasan, membuat banyak tidur dan melemahkan seseorang untuk melakukan ibadah.”

Demikian kehidupan Rasulullah dan para shahabat. Beliau dan para shahabatnya lebih memilih banyak lapar dari pada kenyang karena kefahamannya terhadap faedah lapar dan bahaya kenyang, lebih memilih mengekang syahwatnya daripada menurut syahwat, dan bukannya pada mereka tidak ada makanan tetapi beliau-beliau lebih memilih keadaan yang lebih baik dan lebih sempurna daripada lawannya. Mereka makan dan minum sekedar dapat melaksanakan ibadah, karena hanya untuk itu (untuk beribadah) diciptakannya jin dan manusia.

Seringnya Rasulullah makan tiga hari sekali sampai wafat bukan makan sehari tiga kali seperti budaya kita. Allah berfirman : “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam : 59)

Ketika sholat sudah dilalaikan padahal sholat adalah tiang agama dan amalan yang diperintah untuk dijaga agar dikerjakan pada waktu-waktu terbaiknya maka amalan selain sholat sudah pasti akan lebih dilalaikan lagi.

Sholat adalah ukuran kedisiplinan seseorang, dan tidak ada yang lebih dapat melalaikan

sholat dan ibadah lainnya selain karena memperturutkan hawa nafsu, lebih mempertaruhkan hawa nafsu dan lebih memperturutkan kemauan hawa nafsunya daripada menjalankan hakhak Allah.

Semoga puasa kita pada bulan dan tahun ini diterima di sisi Allah sebagai ibadah yang diridhoi Allah, bermanfaat pada diri kita, baik dalam kehidupan di dunia, lebih-lebih sebagai bekal pada hari yang tidak bermanfaat harta dan anak-anak kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat. Wallahu a„lam bishshowab. Maraji‟ : 1. Tafsir Taisirul karimur Rohman, Al-Imam As-Sa‟di. 2. Bahjatun Nadzirin syarah Riyadhussholihin, karya Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly.AlImam Ibnul Qoyyim. 3. Jami‟ul Ulum wal Hikam karya Al-Imam ibnu Rajab rahimahullah. 4. Subulussalam Syarah Bulughul Maram, karya Al-Imam As-Shon‟ani rahimahullah.

(Dikutip dari artikel Diantara Faidah Puasa, ditulis oleh ustadz Abdurrahim, Malang. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori, Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=764 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar

Beberapa faidah ibadah berpuasa kita

Sep 11, '08 11:11 PM untuk semuanya

Beberapa faidah ibadah berpuasa kita Penulis: Al Ustadz Abdurrahim Fiqh, 23 Oktober 2004, 12:52:33 Beberapa Faidah Puasa Semua perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang Dia syariatkan, pasti mengandung faedah dan manfaat dan semua yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala pasti karena berakibat mudharat dan bahaya bagi hamba Allah Subhanahu wa Ta‟ala, baik bahaya di dunia maupun di akhirat. Baik dipahami maupun maupun tidak, baik di sadari ataupun tidak pasti karena bahayanya.

Demikian halnya dengan syariat puasa Romadhon yang sedang yang kita jalani ini, pasti mengandung manfaat dan faedah. Walaupun, sepintas lalu kebanyakan orang yang kalah dengan nafsunya beranggapan bahwa puasa itu hanya sebagai beban yang memberatkan, atau hanya sekedar sebagai ujian keimanan dari Allah ,atau hanya sekedar sebagai amalan ibadah yang berhak dihargai dengan suatu balasan dan pahala seperti halnya orang jual beli dengan penentuan harga, atau hanya sekedar untuk latihan pengekangan nafsu dan atau hanya sekedar untuk mengangkat manusia dari derajat hewan. Sebenarnya, semua pelaksanaan perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang dilaksanakan sebagai amalan ibadah, yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan bagi orang beriman dan bertakwa perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala itu adalah qorrotul „uyun (penyejuk hati), kelezatan hati, sebagai dasar ketenangan dan ketentraman hidup, sebagai makanan hati yang utama dan sebagai sumber kekuatan manusia yang hakiki yang hanya dengan ini kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba bisa dicapai, baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, yaitu hidup sibuk dengan upaya peningkatan iman dan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala.

Seperti sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam : “Dijadikan (oleh Allah) penyejuk hatiku dalam sholat.” (HR. Ahmad dan An-Nasa‟i) Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman :

pasti mengandung faedah dan manfaat yang sangat besar untuk kesehatan badan dan kesehatan hati. Al-Bazzar ) Al-Imam Ath-Thabrani juga meriwayatkan dengan sanad hasan dengan lafadz : “Orang yang banyak kenyang di dunia mereka adalah orang yang banyak lapar di akhirat.” (HR. Yunus : 57) Menahan lapar di bulan puasa ataupun diluar bulan puasa ketika berpuasa maupun tidak.“Hai manusia.” (Muttafaqun alaihi) Beliau bersabda : “Orang yang paling banyak kenyang di dunia adalah yang paling lama lapar di akhirat. kemudian generasi berikutnya kemudian . sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Hal ini sudah diterangkan oleh Rasulullah shollallohu alaihi wasallam dan telah dicontohkan oleh Beliau dan keluarga Beliau.” (QS. Sayyidatina Aisyah rodhiyallohu anha berkata : ‫ل‬ “Keluarga Muhammad tidak pernah kenyang walaupun dengan roti gandum dua hari berturut-turut sampai Beliau wafat.” Al-Imam Al-Baihaqi meriwayatkan : „Dunia adalah penjaranya orang mukmin dan surganya orang kafir.” Al-Imam Muslim juga meriwayatkan hadits dari Rasulullah bahwa Beliau bersabda : “Sebaik-baik generasi adalah generasiku.

Hal itu karena sumber segala penyakit adalah kenyang. Dan banyak di kalangan mereka orang-orang gemuk/ gendut.” Manfaat lapar terhadap kesehatan badan adalah seperti yang dikatakan oleh Ibnu Masiwaih : “Sekiranya manusia mau mengamalkan hadits ini (riwayat Tirmidzi) mereka akan selamat dari sakit dan berbagai penyakit.”kenyang”.berikutnya. jika tidak bisa tidak (terpaksa) maka makanlah sepertiga makanan sepertiga untuk minuman dan sepertiganya untuk nafasnya. Kemudian akan datang suatu kaum mereka memberikan persaksian padahal tidak diminta persaksiannya.” Al-Harits seorang dokter Arab mengatakan : “Yang banyak membunuh manusia adalah karena manusia suka memasukkan makanan pada perut sebelum makanan dalam perut dicerna.” Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan hadits : “ Tidaklah Bani Adam memenuhi kantong yang lebih jelek dari perutnya. apa penyebab kematianmu? Kebanyakan mereka menjawab. memakai semua jenis pakaian dan banyak berbicara. hendaknya Bani Adam makan sekedar menegakkan punggungnya. Maka. Imam Tirmidzi) Setelah membawakan sebagian hadits-hadits di atas.” Al-Imam Thabrani dan Ibnu Abi Dunya meriwayatkan hadits : “Akan terjadi pada ummatku seseorang memakan semua jenis makanan. mereka itulah paling jeleknya ummatku. .” (HR. meminum semua jenis minuman. menutup rumah sakit dan mengistirahatkan toko obat/ apotik. Mereka banyak bernadzar tetapi tidak menunaikannya. Al-Imam Ash-shon‟ani rahimahullah berkata : “Hadits ini menunjukkan atas tercelanya banyak makan dan kenyang karena menimbulkan berbagai penyakit dan memberatkan seseorang untuk melaksanakan hukum syar‟i/ ibadah.” Yang lain mengatakan : “Kalau kamu bertanya pada ahli kubur.

Adapun manfaat lapar untuk kesehatan hati. mendudukkan anggota badan dari beribadah dan pada perut kosong itu banyak faedahnya yaitu menjernihkan hati . pada orang yang lapar juga tidak bangkit padanya syahwat jima‟nya sehingga terhindar dari penyaluran syahwat yang diharomkan.” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : . membutakan hati dan memperbanyak uap dan cairan dalam lambung. Sedangkan kenyang menyebabkan lawannya. Berkata „Aisyah radiyallahu „anha: “Bid‟ah pertama yang terjadi setelah Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam adalah kenyang sesungguhnya suatu kaum ketika kenyang perutnya keras nafsunya untuk mendapatkan dunia” Berkata al Imam ash Shan‟ani rahimahullah : “Sesungguhnya lapar itu adalah penjaga dari penjagaan Allah dan pertama yang terhindar dengan lapar adalah dorongan syahwat jima‟ dan syahwat berbicara karena bagi orang yang lapar tidak ada keinginan untuk berbicara kecuali sangat penting sehingga dia terhindar dari berbagai penyakit lisan. orang lapar juga sedikit tidur karena orang yang banyak makan dan minum akan banyak tidur yang dapat membawa kepada kerugian di dunia dan akhiratnya. Berkata Dzunnun „ailaihissalam : “Saya tidak pernah kenyang kecuali saya berbuat maksiat atau berkeinginan untuk bermaksiat”. Kenyang itu menyebabkan kedunguan. terluput dari berbagai kemamfataan duniawi dan ukhrowi”. para ulama telah menerangkannya : Luqman al Hakim berwasiat pada putranya : “Wahai putraku jika kamu penuhi lambungmu maka akan tidur pikiranmu. membisukan hikmah. Berkata Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah : “Lapar itu menyebabkan lembutnya hati. lemahnya nafsu dan kemarahan. kuatnya pemahaman. mencerdaskan manusia dan menajamkan bashiroh. lembutnya jiwa.

” Beliau berkata : “Kunci dunia adalah kenyang dan kunci akhirat adalah lapar. karena kenyang itu mengeraskan hati. seorang mukmin menjadikan perutnya paling besar cita-citanya dan menjadikan syahwatnya menguasai dirinya. dan pangkal segala kebaikan dunia dan akhirat adalah takut kepada Allah.” Diriwayatkan dari Amir bin Qois . Sesungguhnya Allah memberikan dunia ini kepada orang yang dicintai dan yang tidak. jika lapar dan haus maka bersih hati dan lembut dan jika perut kenyang dan lega maka hatinya buta.” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : “Adalah bapak kita Adam diuji dengan makan.” Diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Abi Dawud bahwa telah dikatakan padanya : “Lapar itu banyak menolong seseorang bersegera melakukan kebaikan. dan terus kalian akan diuji dengan makan sampai hari kiamat.” Telah berkata Malik bin Dinar rahimahullah : “Tidak semestinya.” Ibnu Abi Dunya meriwayatkan bahwa Ibnu Umar berkata : “Aku tidak pernah kenyang sejak aku masuk Islam. bahwa dia berkata : “Jauhilah oleh kalian kenyang. dan sesungguhnya lapar itu di sisi Allah ada . makanlah sepertiga perutmu. minumlah sepertiga perutmu dan biarkan sepertiga untuk bernafas dan berfikir.” Berkata Abu Imran Al-Juwaini : “Sesungguhnya nafsu.” Beliau juga berkata : “Barangsiapa mampu menguasai perutnya maka dia akan mampu menguasai amal sholehnya.” Beliau juga berkata : “Tidaklah hikmah itu berada di perut yang penuh.“Wahai Bani Adam.

Beliau dan para shahabatnya lebih memilih banyak lapar dari pada kenyang karena kefahamannya terhadap faedah lapar dan bahaya kenyang. karena hanya untuk itu (untuk beribadah) diciptakannya jin dan manusia. menghilangkan kecerdasan. Sholat adalah ukuran kedisiplinan seseorang. maka mereka kelak akan menemui kesesatan. lebih memilih mengekang syahwatnya daripada menurut syahwat. Maryam : 59) Ketika sholat sudah dilalaikan padahal sholat adalah tiang agama dan amalan yang diperintah untuk dijaga agar dikerjakan pada waktu-waktu terbaiknya maka amalan selain sholat sudah pasti akan lebih dilalaikan lagi. Mereka makan dan minum sekedar dapat melaksanakan ibadah. dan tidak ada yang lebih dapat melalaikan sholat dan ibadah lainnya selain karena memperturutkan hawa nafsu. pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya. karena kenyang itu memberatkan badan. dan bukannya pada mereka tidak ada makanan tetapi beliau-beliau lebih memilih keadaan yang lebih baik dan lebih sempurna daripada lawannya.simpanan yang ditunda dan tidak diberikan kecuali kepada orang yang dicintai-Nya. membuat banyak tidur dan melemahkan seseorang untuk melakukan ibadah. Seringnya Rasulullah makan tiga hari sekali sampai wafat bukan makan sehari tiga kali seperti budaya kita. Semoga puasa kita pada bulan dan tahun ini diterima di sisi Allah sebagai ibadah yang .” Berkata Al-Imam Asy-Syafi‟i rahimahullah : “Saya tidak pernah kenyang selama 16 tahun. Allah berfirman : “Maka datanglah sesudah mereka.” (QS.” Demikian kehidupan Rasulullah dan para shahabat. lebih mempertaruhkan hawa nafsu dan lebih memperturutkan kemauan hawa nafsunya daripada menjalankan hakhak Allah.

bermanfaat pada diri kita. 02:26:13 . 2. Jami‟ul Ulum wal Hikam karya Al-Imam ibnu Rajab rahimahullah. Bahjatun Nadzirin syarah Riyadhussholihin. Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. lebih-lebih sebagai bekal pada hari yang tidak bermanfaat harta dan anak-anak kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat. Sumber artikel : http://www. Subulussalam Syarah Bulughul Maram. Tafsir Taisirul karimur Rohman. 21 Juli 2003. karya Al-Imam As-Shon‟ani rahimahullah.or. Maraji‟ : 1. 3.php?id_artikel=764 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Bagaimana Menunaikan Zakat Fithri Sep 11. baik dalam kehidupan di dunia. ditulis oleh ustadz Abdurrahim.AlImam Ibnul Qoyyim.diridhoi Allah. karya Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly. '08 11:11 PM untuk semuanya Bagaimana Menunaikan Zakat Fithri Penulis: Ustadz Abu Hamzah Yusuf Fiqh.id/print. 4. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori. Al-Imam As-Sa‟di. (Dikutip dari artikel Diantara Faidah Puasa. Wallahu a„lam bishshowab. Malang.salafy.

Di antara amalan yang menyempurnakan puasa kaum muslimin di bulan yang penuh barokah ini adalah zakatul fithr. Zakat ini disebut demikian karena ia wajib ditunaikan pada saat kaum muslimin berbuka (menyelesaikan ibadah puasanya di bulan Ramadhan). Oleh karenanya disebut pula sebagai shodaqoh Ramadhan.

Menunaikan Zakat Fithri Sebagian para ulama menukilkan ijma' (kesepakatan) ulama tentang wajibnya menunaikan zakat ini. Dan ini adalah pendapat yang rajih/ kuat meskipun pada kenyataannya ada beberapa ulama yang menyatakan sunnahnya zakat fithri ini. Di antara yang memperkuat pendapat sebagian besar para ulama adalah hadits dari Ibnu 'Umar Radiyallahu 'anhu bahwa: "Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri (ketika Ramadhan berakhir) bagi setiap orang merdeka atau budak, lelaki atau perempuan, yang besar maupun kecil dari kalangan muslimin berupa kurma (tamr) atau gandum sebanyak 1 sha'. Dan beliau memerintahkan agar zakat ini ditunaikan sebelum kaum Muslimin keluar menuju lapangan (untuk menunaikan) sholat Ied. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Yang pasti, Allah Ta'ala mensyariatkan ibadah ini karena mempunyai keutamaan dan hikmah yang besar.Maka di antara hikmah dari zakat fithri adalah: 1. Sebagai pembersih bagi orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, menyempurnakan kekurangan pahala puasanya di bulan Ramadhan oleh karena perbuatan sia-sia/ dosa. 2. Sebagai bentuk rasa syukur yang ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala, setelah mampu menyelesaikan ibadah Ramadhan dengan baik. 3. Mempererat ukhuwwah antara kaum muslimin, di mana dengan pemberian zakat ini akan terjalin hubungan yang baik antara dhu'afa dan aghniya. Kaum dhu'afa tak lagi disibukkan dengan kerja keras banting tulang bahkan kadang terpaksa mengemis untuk memperoleh makanan yang akan dimakannya pada saat Idul Fithri. Dengan demikian mereka akan turut bergembira dan merasakan kemenangan di hari tersebut. Demikianlah di antara hikmah Allah Subhanahu wa Ta'ala, Dzat yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui segala sesuatu. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam Fathul Baari (III/369) berkata: "Zakat Fithri diwajibkan untuk orang yang berpuasa dan juga orang yang tidak berpuasa sebagaimana hal ini telah diketahui keshahihannya. Demikian pula orang yang baru masuk Islam sesaat

sebelum terbenam di hari terakhir bulan Ramadhan, maka ia pun terkena kewajiban menunaikannya."

Dengan apa zakat fithri dibayarkan Dari hadits di atas kita ketahui bahwa zakat fithri adalah dengan memberikan gandum dan tamr (kurma) seberat 1 sha'. Lalu apakah terbatas hanya pada dua jenis makanan ini? Maka pertanyaan ini akan terjawab dengan hadits marfu' (sanadnya sampai Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam) yang diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudry bahwasanya dia berkata: "Kami dahulu memberikan zakat fithri di masa Nabi Shalallahu „alaihi wassalam seukuran 1 sha' makanan atau 1 sha' kurma atau 1 sha' gandum atau 1 sha' aqith (susu kambing yang dipanaskan hingga berbusa lalu diambil saripatinya dan dibiarkan hingga mengeras) atau 1 sha' anggur kering."

Ternyata dalam dua hadits ini, tidak kita dapati penyebutan beras atau sagu sebagai bahan makanan pokok di negeri ini. Sehingga apakah kita harus mencari bahan-bahan yang tersebut dalam dua hadits di atas untuk membayar zakat fithri kita?

Kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah, pendapat yang paling masyhur di dalam madzhab Hanbali (madzhabnya pengikut Imam Ahmad ibnu Hanbal) adalah pendapat bahwa membayar zakat dengan bahan-bahan selain yang disebutkan dalam dua hadits di atas adalah tidak sah. Akan tetapi pendapat ini, wallahu a'lam, adalah pendapat yang marjuh/ lemah. Sebab dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudry mengatakan: "Kami (para sahabat Nabi) memberikan zakat fithri di masa Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam berupa 1 sha' makanan." Abu Sa'id Al-Khudry berkata: "Dan makanan kami pada saat itu adalah gandum, anggur kering, dan aqith."

Riwayat ini menunjukkan bahwa makanan yang dibayarkan adalah makanan pokok yang paling banyak dibutuhkan oleh penduduk suatu negeri. Dan ini adalah pendapat ulama dari madzhab Malikiyyah dan Syafi'i dan diriwayatkan pula dari Imam Ahmad, serta dibenarkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Syaikh Muqbil ibnu Hadi Al-Wadi'iy rahimahullah ta'ala. Syaikh Abdullah ibnu Abdirrahman ibnu Shalih Al-Bassam dalam Taisirul 'Allam –

keterangan beliau terhadap kitab Umdatul Ahkam – (I/404) mengatakan: "Bahan makanan yang paling utama untuk zakat fithri (dari bahan-bahan makanan yang ada) adalah bahan makanan pokok yang paling dibutuhkan oleh kaum muslimin (faqir dan miskin) setempat." Sehingga di Indonesia, bahan makanan yang paling baik untuk zakat fithri adalah beras. Wallahu a'lam.

Berapa ukurannya

Dalam masalah ini, para ulama berbeda pendapat. Namun pendapat yang paling kuat adalah bahwa ukuran (takaran) 1 sha' adalah sha' nabawy (seukuran 4 mud yang ditakar dengan dua tangan Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam). Dan apabila dikonversikan ke satuan timbangan (berat) maka 1 sha' nabawy setara dengan 2040 (dua ribu empat puluh) gram atau 2,04 kg. Wallahu a'lam.

Bolehkah menggantikan bahan pokok dengan uang yang senilai? Al-Imam An-Nawawy menukilkan dalam Syarah Muslim (VII/53) bahwa seluruh ulama (kecuali Abu Hanifah) tidak membolehkan zakat fithri yang dibayarkan dengan uang. Dan inilah yang rajih/ kuat berdasarkan beberapa hal: 1. Hadits tentang zakat fithri menunjukkan bahwa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mensyariatkan zakat ini untuk ditunaikan dalam bentuk makanan. 2. Amalan Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam dan sahabatnya menunjukkan bahwa mereka selalu menunaikan zakat ini berupa makanan, padahal kita mengetahui bahwa di masa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam pun telah beredar uang dinar dan dirham. Namun beliau dan para sahabatnya tetap menunaikan zakat dengan bahan makanan, tidak dengan dinar dan dirham.

Siapa yang harus dibayarkan zakatnya Setiap kaum muslimin (laki-laki dan perempuan) harus membayar zakatnya masing-masing jika dia memiliki kemampuan untuk membayarnya. Sehingga seorang wanita atau anak kecil yang memiliki harta harus menunaikan dengan hartanya. Adapun bila dia tidak memiliki harta maka yang harus membayar adalah orang yang menanggung nafkahnya kalau dia memiliki sesuatu yang lebih dari apa yang harus ia nafkahkan kepada orang-orang

Beliau telah mencontohkan hal ini di masa hidupnya. sebagaimana dikatakan oleh jumhur ulama. Mereka meng-qiyas-kannya dengan zakatul maal yang memang diberikan kepada 8 golongan sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala dalam surat At-Taubah ayat 60. Muslim). Lalu mengapa zakat fithri ini tidak disalurkan kepada 8 golongan Sebagian para ulama menganggap bahwa zakat fithri disalurkan kepada 8 golongan. Sedangkan untuk zakat fithri adalah dalil khusus yaitu hadits Ibnu Abbas yang telah disebut di atas.yang berada di bawah tanggungannya pada malam Ied dan esoknya. yang jelek dan (memberi) makanan bagi orang yang miskin. Karena dalil dari Al-Qur'an ini adalah dalil yang bersifat umum." Pendapat ini dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sebagaimana disebutkan dalam kitabnya Majmu' Fatawa (II/71-78) serta Ibnul Qoyyim dalam kitab beliau Zadul Ma'ad (II/44). Diceritakan oleh Abu Hurairah: "Rasulullah memberitahukan kepadaku agar aku mengurus zakat Ramadhan." . Bolehkah membentuk kepanitiaan untuk zakat fithri Di antara sunnah Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam dalam penunaian zakat fithri adalah pembentukan panitia khusus yang menerima zakat fithri dari kaum muslimin serta menyalurkannya kepada yang berhak menerima. Ibnu Abbas Radiyallahu „anhu meriwayatkan: "Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri. Adapun hamba sahaya. maka wajib bagi tuannya untuk membayar zakat budak tersebut berdasarkan hadits dari Abu Hurairah: "Tidak ada kewajiban untuk membayarkan shodaqoh seorang hamba sahaya kecuali zakat fithri. Mereka adalah orang-orang faqir dan miskin. Namun qiyas ini tidaklah dibenarkan. pensuci bagi orang yang puas dari perbuatan sia-sia. Bila dia tidak memiliki sesuatu kecuali apa yang harus dia nafkahkan untuk tanggungannya maka tidaklah wajib baginya untuk membayar." (HR. Kepada siapa zakat fithri diberikan Zakat fithri diberikan kepada yang berhak menerimanya.

Abdul Warits bertanya kepada Ayyub: "Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu sha' (zakat fithri)?" Ayyub menjawab: "Setelah panitia mulai bertugas. kami mengajak segenap kaum muslimin untuk menunaikan zakat fithri sesuai dengan tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam." (HR. Dan Ibnu Abbas Radiyallahu „anhu meriwayatkan suatu hadits bahwa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam bersabda: "Barangsiapa menunaikan zakat fithri sebelum shalat ied maka ia adalah zakat yang diterima. Amin. Ini berdasarkan hadits Ibnu Umar ra: "Bahwa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam memerintahkan kum muslimin untuk membayarkan zakatnya sebelum keluarnya mereka untuk menjalankan shalat Ied." Kapan zakat fithri ditunaikan Ia harus ditunaikan (disampaikan kepada yang berhak) sebelum kaum muslimin keluar menuju tanah lapang untuk melaksanakan shalat Ied. maka hal ini diperbolehkan. Dan para ulama sepakat bahwa ia tidak boleh ditunda sama sekali.org/awwb/th1/2. Dan barangsiapa yang menunaikannya setelah dilakasanakan shalat iedul fithri maka ia dianggap sebagai salah satu jenis shodaqoh saja dan zakatnya tidak diterima." Adapun memajukannya satu atau dua hari sebelum Iedul Fithri.atspace. dan lainnya dengan sanad yang hasan). Demikianlah beberapa hal yang berkaitan dengan ibadah zakat fithri. Bulletin al Wala wal Bara Edisi ke-2 Tahun ke-1 / 29 November 2002 M / 24 Ramadhan 1423 H. url sumber http://fdawj. Ibnu Majah. (Dikutip dari tulisan Ustadz Abu Hamzah Yusuf." Abdul Warits bertanya lagi: "Kapankah panitia itu mulai bertugas?" Maka beliau menjawab: "Satu atau dua hari sebelum Idul Fithri. sebagaimana yang telah dilakukan oleh para sahabat berdasarkan riwayat dari Al-Bukhari dari Ibnu Umar Radiyallahu „anhu.Ibnu Khuzaimah (dalam kitab [IV/83]) mencantumkan satu riwayat dari Abdul Warits dari Ayyub bahwasanya Ibnu Umar pernah menyalurkan zakat fithri melalui panitia yang dibentuk oleh pemerintah muslimin satu atau dua hari sebelum Idul Fithri. sehingga Allah Subhanahu wa Ta‟ala menyempurnakan pahala ibadah puasa kita di bulan Ramadhan ini dengan zakat fithri yang kita tunaikan. Oleh sebab itu. Abu Dawud.htm) .

diada-adakan atau lainnya.or. maka kami katakan: Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menetapkan sunnah Nabi secara adil. Hal ini telah diterangkan oleh para imam terdahulu dan ulama salaf dengan penjelasan dan keterangan yang sempurna. karena adanya sesuatu yang teramat penting yang tidak diragukan lagi sebagai peringatan bagi manusia.salafy. (untuk) memusnahkan penyimpangan orangorang sesat dari sunnah. wlaupun banyak sumber ilmu yang memuat keterangan yang shahih yang menyingkap yang bathil. 28 Oktober 2004. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. Sejak bertahuntahun sunnah telah tercampur dengan hadits-hadits dhaif.id/print. dan mematahkan takwilan para pendusta dari sunnah dan menyingkap kepalsuan para pemalsu Sunnah. Maksud kami bukan membahas dengan detail . 05:15:09 Hadits-hadits dhaif yang tersebar seputra bulan Ramadhan Kami menilai perlunya dibawakan pasal ini pada kitab kami. '08 11:03 PM untuk semuanya Lagi. Orang yang melihat dunia para penulis dan para pemberi nasehat akan melihat bahwa mereka –kecuali yang diberi rahmat oleh Allah. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Sep 11. dusta.php?id_artikel=121 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Lagi. dan sebagai penegasan terhadap kebenaran. Sumber artikel : http://www.Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.tidak memperdulikan masalah yang mulia ini walaupun sedikit perhatianpun.

Hadits ini maudhu‟ (palsu). hingga tidaklah engkau membaca makalah atau mendengar nasehat kecuali hadits-hadits ini –sangat disesalkan. penyakitnya pada Jabir bin Ayyub. “Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada di dalam Ramadhan.” Jadikanlah imam ini sebagai suri tauladan kita. dan sabda beliau: “Agama itu nasehat…”(riwayat Muslim no. tapi akan kita cukupkan sebagian contoh yang baru masuk dan mashyur di kalangan manusia dengan sangat masyhurnya. “Mungkarul hadits” dan dari An Nasa‟i.” dan Bukhari. biografinya ada pada Ibnu Hajar di dalam Lisanul Mizan (2/101) dan beliau berkata: “Masyhur dengan kelemahannya.55) Maka kami katakan wabillahi taufiq: Sesungguhnya hadits-hadits yang tersebar di masyarakat banyak sekali. 1886) dan Ibnul Jauzi di dalam Kitabul Mauduat (2/188-189) dan Abul Ya‟la di dalam Musnad-nya sebagaimana pada Al Muthalibul „Aaliyah (Bab/A-B/ tulisan tangan) dari jalan Jabir bin Burdah dari Abu Mas‟ud Al Ghifari.masalah ini. serta pengaruh yang akan terjadi pada ilmu dan manusia. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kepada tahun berikutnya…” Hingga akhir hadits ini.yang bisa menghentikan mereka dari menyebut hadits dhaif. berkata. “matruk (ditinggalkan) . “Dia suka memalsukan hadits. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no. niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan seluruhnya. Semoga Allah merahmati Al Imam Abdullah bin Mubarak yang mengatakan: “(Menyebutkan) hadits shahih itu menyibukkan (diri) dari yang dhaifnya.” Juga dinukilkan perkataan Abu Nu‟aim. jadikanlah ilmu shahih yang telah tersaring sebagai jalan (hidup) kita.menduduki kedudukan yang tinggi. (Ini semua) sebagai pengamalan hadits: “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat…” (riwayat Bukhari 6/361). Dan (yang termasuk) dari hadits-hadits yang tersebar digunakan (sebagai dalil) di kalangan manusia pada bulan Ramadhan diantaranya: 1. hingga mereka hampir tidak pernah menyebutkan hadits shahih –walau banyak.

Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapaknya di dalam Illalul Hadits (1/249).haditsnya. dan ibnu Khuzaimah berkata serta meriwayatkannya. kami cukupkan dengan membawakan perkataan ulama yang paling masyhur. Dan Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits ini. Hadits ini juga panjang. maka sama (nilainya) dengan menunaikan perkara wajib pada bulan yang lain…. “Tidak kuat. bulan yang didalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. “Jika haditsnya shahih. Inilah bulan yang awalnya adalah rahmat. karena dalam hatiku ada keraguan pada Jarir bin Ayyub Al Bajali.” berkata Ibnu Ma‟in.” dan berkata Ibnu Khuzaimah. “Sumbernya pada Ali bin Zaid bin Jad‟an. “Berpuasalah. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887) dan Al Muhamili di dalam Amalinya (293) dan Al Ashbahani dalam At Targhib (q/178. niscaya kalian akan sehat.” sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam As Suyuthi di dalam Jam‟ul Jawami‟ (no. “Hadits yang mungkar. karena lemahnya Ali bin Zaid. Hadits ini sanadnya dhaif. sungguh bulan yang agung twlah (menaungi) kalian.” berkata Imam Ahmad bin Hanbal.” Demikianlah di dalam Tahdizbut Tahdzib (7/322-323).” 3. “Jika benar kabarnya.” .” 2. “Wahai manusia.” Ibnul Jauzi menghulumi hadits ini sebagai hadits palsu. “Dhaif” berkata Ibnu Abi khaitsamah. 23714-tertib urutannya). dan dia lemah. Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan) suatu kebaikan. berkata Ibnu Sa‟ad. Allah menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah. “Lemah di segala penjuru.b/tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jad‟an dari Sa‟id bin Al Musayyib dari Salman. “Jangan berhujjah dengan hadits ini. pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka…” sampai selesai. karena jelek hafalannya. “Di dalamnya ada kelemahan dan jangan berhujjah dengannya.” Berkata Ibnu Hajar di dalam Al Athraf.

hingga kesimpulannya ada tiga penyakit: idhthirab (goncang). Aku katakan: dan Muhammad bin Sulaiaman Syaami.pent) yang dhaif itu. biografinya (disebutkan) pada Tarikh Damasqus (15/q386-tulisan tangan) maka riwayatnya dari Zuhair sebagaiman dinaskhkan oleh para Imam adalah mungkar.” Ibnu Abi Hatim berkata.” Al Ajalaiy berkata. Abu Daud (2397).” demikianlah yang terdapat pada Tahdzibul Kamal (9/427). dari Zuhair bin muhammad. dari Suhail bin Abi Shalih dari Abi hurairah.Hadits tersebut merupakan potongan dari hadits riwayat Ibnu Adi di dalam Al Kamil (7/2521) dari jalan Nahsyal bin Sa‟id. karena jeleknya hafalan dia. Ibnu Majah (1672) dan Nasa‟i di dalam Al Kubra sebagaimana dalam Tuhfatu Asyraaf (10/373). Ibnu Hajar berkata dalam Fathul bari (4/161): “Dalam hadits ini ada perselisihan tentang Hubaib bin Abi Tsabit dengan perselisihan yang banyak.” . 4. dai Ad Dhahhak dari ibnu Abbas. Nahsyal termasuk yang ditinggal (karena) dia pendusta dan Ad Dhahhak tidak mendengarkan dari ibnu Abbas. “Hadits-hadits yang mereka riwayatkan dari ahli Syam ini tidak membuatku kagum. dan hadits ini darinya. Berkata Abu Bakar Al Atsram. tidak diketahuinya keadaan Abil muthawwas dan diragukan pendengaran bapak beliau dari Abu Hurairah. “Aku mendengar Imam Ahmad –dan beliau menyebutkan riwayat orang-orang Syam dari Zuhair bin muhammad. Dan sanad hadits ini lemah. “Hafalannya jelek dan hadits dia dari Syam lebih mungkar daripada haditsnya (yang berasal) dari Irak.” Hadits ini diriwayatkan Bukhari dengan mu‟allaq* dalam Shahih-nya (4/160 –Fathul Bari) tanpa sanad. “Mereka meriwayatkan darinya (Zuhair –pent) beberapa hadits mereka (orang-orang Syam. “Barangsiapa yang berbuka puasa satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada sebab dan tidak pula karena sakit maka puasa satu tahun pun tidak akan dapat mencukupinya walaupun ia berpuasa pada satu tahun tersebut. Diriwayatkan oleh At Thabrani di dalam Al Ausath (1/q 69/ Al Majma‟ul Bahrain) dan Abu Nu‟aim di dalam Ath Thibun Nabawiy dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Daud. Ibnu Khuzaimah telah memalsukan hadits tersebut di dalam Shahih-nya (19870). At Tirmidzi (723). Baihaqi (4/228) dan Ibnu Hajar dalam Taghliqut Ta‟liq (3/170) dari jalan Abil Muthawwas dari bapaknya dari Abu Hurairah.berkata.

telah benar dan baik orang yang menamainya (yakni Al Isnad) adalah: “Ucapan yang dinukil dan neraca pembenaran khabar. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. inilah sifat puasa Nabi dihadapanmu. bersegeralah kepada kebaikan. Ilmu sanad adalah ilmu yang paling rumit. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. dan terlebih lagi –segala puji hanya bagi Allah. membedakan yang shahih dari yang jelek. akan tetapi (hadits-hadits ini) sendiri tidak boleh kita sandarkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam.” Mudah-mudahan Allah memberi rizki pada kami kebaikannya. astaghfiruka. wa atuubu ilaika. Ditulis oleh: Penuntut Ilmu Syar‟i Ali Hasan Ali Abdul Hamid Saalim Al Hilali 25 Ramadhan 1403 H (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Bab "HADITS-HADITS DHAIF YANG TERSEBAR SEPUTAR BULAN RAMADHAN". Dan inilah petunjuknya dalam puasa Ramadhan. Penerbit Al .Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkannya: “Jika khabarnya shahih. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan.” Wa ba‟du: Inilah empat hadits yang didhifkan oleh para ulama dan dilemahkan oleh para Imam. asyhadu anlaa ilaha illa anta. namun walaupun demikian kita (sering)mendengar dan membacanya pada hari-hari di bulan Ramadhan yang diberkahi khususnya dan selain pada bulan itu pada umumnya. karena aku tidak mengenal Abil Muthawwas dan tidak pula bapaknya sehingga hadits ini dhaif juga. Dengan sanad ini dapat diketahui mana hadits yang dapat diterima dan mana yang harus ditolak. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Tidak menutup kemungikinan bahwa sebagian hadits-hadits ini memiliki makna-makna yang benar. Wasubhaanakallahu wa bihamdika. Wahai saudaraku yang haus akan ketaatan kepada Allah.umat ini telah Allah khususkan dengan sanad dibandingkan dengan umat-umat yang lain. yang sesuai dengan syari‟at kita yang lurus baik dari Al Qur‟an maupun Sunnah. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata.

maka kami katakan: Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menetapkan sunnah Nabi secara adil. dusta.salafy. Hal ini telah diterangkan oleh para imam terdahulu dan ulama salaf dengan penjelasan dan keterangan yang sempurna. diada-adakan atau lainnya. 28 Oktober 2004.tidak memperdulikan masalah yang mulia . Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Ke 5 th 1416 H. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Sep 11. (untuk) memusnahkan penyimpangan orangorang sesat dari sunnah. Orang yang melihat dunia para penulis dan para pemberi nasehat akan melihat bahwa mereka –kecuali yang diberi rahmat oleh Allah. Sejak bertahuntahun sunnah telah tercampur dengan hadits-hadits dhaif. dan mematahkan takwilan para pendusta dari sunnah dan menyingkap kepalsuan para pemalsu Sunnah.id/print. '08 11:02 PM untuk semuanya Lagi. dan sebagai penegasan terhadap kebenaran. karena adanya sesuatu yang teramat penting yang tidak diragukan lagi sebagai peringatan bagi manusia. 05:15:09 Hadits-hadits dhaif yang tersebar seputra bulan Ramadhan Kami menilai perlunya dibawakan pasal ini pada kitab kami.php?id_artikel=778 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Lagi.Maktabah Al islamiyyah cet. Sumber artikel : http://www. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh.or.

hingga mereka hampir tidak pernah menyebutkan hadits shahih –walau banyak. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kepada tahun berikutnya…” Hingga akhir hadits ini.55) Maka kami katakan wabillahi taufiq: Sesungguhnya hadits-hadits yang tersebar di masyarakat banyak sekali. Semoga Allah merahmati Al Imam Abdullah bin Mubarak yang mengatakan: “(Menyebutkan) hadits shahih itu menyibukkan (diri) dari yang dhaifnya. jadikanlah ilmu shahih yang telah tersaring sebagai jalan (hidup) kita. tapi akan kita cukupkan sebagian contoh yang baru masuk dan mashyur di kalangan manusia dengan sangat masyhurnya.yang bisa menghentikan mereka dari menyebut hadits dhaif.menduduki kedudukan yang tinggi. 1886) dan Ibnul Jauzi di dalam Kitabul Mauduat (2/188-189) dan Abul Ya‟la di dalam Musnad-nya sebagaimana pada Al Muthalibul „Aaliyah (Bab/A-B/ tulisan tangan) dari jalan Jabir bin Burdah dari Abu Mas‟ud Al Ghifari. Hadits ini maudhu‟ (palsu). Dan (yang termasuk) dari hadits-hadits yang tersebar digunakan (sebagai dalil) di kalangan manusia pada bulan Ramadhan diantaranya: 1. penyakitnya pada Jabir bin Ayyub. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no. hingga tidaklah engkau membaca makalah atau mendengar nasehat kecuali hadits-hadits ini –sangat disesalkan. biografinya ada pada Ibnu Hajar di dalam Lisanul Mizan (2/101) dan beliau berkata: “Masyhur dengan . wlaupun banyak sumber ilmu yang memuat keterangan yang shahih yang menyingkap yang bathil. Maksud kami bukan membahas dengan detail masalah ini. “Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada di dalam Ramadhan. niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan seluruhnya.” Jadikanlah imam ini sebagai suri tauladan kita.ini walaupun sedikit perhatianpun. dan sabda beliau: “Agama itu nasehat…”(riwayat Muslim no. serta pengaruh yang akan terjadi pada ilmu dan manusia. (Ini semua) sebagai pengamalan hadits: “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat…” (riwayat Bukhari 6/361).

Hadits ini juga panjang.” Ibnul Jauzi menghulumi hadits ini sebagai hadits palsu. karena jelek hafalannya. “Lemah di segala penjuru. Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan) suatu kebaikan. “Jika haditsnya shahih.” dan Bukhari.kelemahannya. “Di dalamnya ada kelemahan dan jangan berhujjah dengannya.” sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam As Suyuthi di dalam Jam‟ul Jawami‟ (no. “Tidak kuat.” .” berkata Imam Ahmad bin Hanbal. 23714-tertib urutannya). karena lemahnya Ali bin Zaid. Dan Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits ini. bulan yang didalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.” Demikianlah di dalam Tahdizbut Tahdzib (7/322-323).” 2. kami cukupkan dengan membawakan perkataan ulama yang paling masyhur. Inilah bulan yang awalnya adalah rahmat.” berkata Ibnu Ma‟in. “Dhaif” berkata Ibnu Abi khaitsamah. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887) dan Al Muhamili di dalam Amalinya (293) dan Al Ashbahani dalam At Targhib (q/178. “Dia suka memalsukan hadits. “Sumbernya pada Ali bin Zaid bin Jad‟an. Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapaknya di dalam Illalul Hadits (1/249). “Wahai manusia. dan dia lemah. “Jika benar kabarnya. karena dalam hatiku ada keraguan pada Jarir bin Ayyub Al Bajali.” dan berkata Ibnu Khuzaimah.” Juga dinukilkan perkataan Abu Nu‟aim. “Jangan berhujjah dengan hadits ini. Hadits ini sanadnya dhaif.b/tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jad‟an dari Sa‟id bin Al Musayyib dari Salman. dan ibnu Khuzaimah berkata serta meriwayatkannya. Allah menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah. “Mungkarul hadits” dan dari An Nasa‟i. pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka…” sampai selesai. “Hadits yang mungkar. sungguh bulan yang agung twlah (menaungi) kalian.” Berkata Ibnu Hajar di dalam Al Athraf. berkata. berkata Ibnu Sa‟ad. maka sama (nilainya) dengan menunaikan perkara wajib pada bulan yang lain…. “matruk (ditinggalkan) haditsnya.

Abu Daud (2397). Ibnu Majah (1672) dan Nasa‟i di dalam Al Kubra sebagaimana dalam Tuhfatu Asyraaf (10/373). “Mereka meriwayatkan darinya (Zuhair –pent) beberapa hadits mereka (orang-orang Syam. Aku katakan: dan Muhammad bin Sulaiaman Syaami.berkata.” demikianlah yang terdapat pada Tahdzibul Kamal (9/427).” Hadits tersebut merupakan potongan dari hadits riwayat Ibnu Adi di dalam Al Kamil (7/2521) dari jalan Nahsyal bin Sa‟id. “Aku mendengar Imam Ahmad –dan beliau menyebutkan riwayat orang-orang Syam dari Zuhair bin muhammad. At Tirmidzi (723). Ibnu Khuzaimah telah memalsukan hadits tersebut di dalam Shahih-nya (19870).3. “Hadits-hadits yang mereka riwayatkan dari ahli Syam ini tidak membuatku kagum. Diriwayatkan oleh At Thabrani di dalam Al Ausath (1/q 69/ Al Majma‟ul Bahrain) dan Abu Nu‟aim di dalam Ath Thibun Nabawiy dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Daud. dari Zuhair bin muhammad.” Ibnu Abi Hatim berkata. “Barangsiapa yang berbuka puasa satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada sebab dan tidak pula karena sakit maka puasa satu tahun pun tidak akan dapat mencukupinya walaupun ia berpuasa pada satu tahun tersebut. “Hafalannya jelek dan hadits dia dari Syam lebih mungkar daripada haditsnya (yang berasal) dari Irak. dai Ad Dhahhak dari ibnu Abbas. Nahsyal termasuk yang ditinggal (karena) dia pendusta dan Ad Dhahhak tidak mendengarkan dari ibnu Abbas. karena jeleknya hafalan dia. Berkata Abu Bakar Al Atsram.” Hadits ini diriwayatkan Bukhari dengan mu‟allaq* dalam Shahih-nya (4/160 –Fathul Bari) tanpa sanad. hingga kesimpulannya ada tiga penyakit: idhthirab (goncang).” Al Ajalaiy berkata. 4. Dan sanad hadits ini lemah. Ibnu Hajar berkata dalam Fathul bari (4/161): “Dalam hadits ini ada perselisihan tentang Hubaib bin Abi Tsabit dengan perselisihan yang banyak. tidak diketahuinya keadaan Abil muthawwas dan diragukan . Baihaqi (4/228) dan Ibnu Hajar dalam Taghliqut Ta‟liq (3/170) dari jalan Abil Muthawwas dari bapaknya dari Abu Hurairah. niscaya kalian akan sehat.pent) yang dhaif itu. dan hadits ini darinya. dari Suhail bin Abi Shalih dari Abi hurairah. “Berpuasalah. biografinya (disebutkan) pada Tarikh Damasqus (15/q386-tulisan tangan) maka riwayatnya dari Zuhair sebagaiman dinaskhkan oleh para Imam adalah mungkar.

” Wa ba‟du: Inilah empat hadits yang didhifkan oleh para ulama dan dilemahkan oleh para Imam. wa atuubu ilaika. Dan inilah petunjuknya dalam puasa Ramadhan. bersegeralah kepada kebaikan. Ditulis oleh: Penuntut Ilmu Syar‟i Ali Hasan Ali Abdul Hamid Saalim Al Hilali 25 Ramadhan 1403 H (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). inilah sifat puasa Nabi dihadapanmu. Bab .” Mudah-mudahan Allah memberi rizki pada kami kebaikannya.pendengaran bapak beliau dari Abu Hurairah. akan tetapi (hadits-hadits ini) sendiri tidak boleh kita sandarkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. Tidak menutup kemungikinan bahwa sebagian hadits-hadits ini memiliki makna-makna yang benar. karena aku tidak mengenal Abil Muthawwas dan tidak pula bapaknya sehingga hadits ini dhaif juga. Wasubhaanakallahu wa bihamdika. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. yang sesuai dengan syari‟at kita yang lurus baik dari Al Qur‟an maupun Sunnah. namun walaupun demikian kita (sering)mendengar dan membacanya pada hari-hari di bulan Ramadhan yang diberkahi khususnya dan selain pada bulan itu pada umumnya. membedakan yang shahih dari yang jelek.” Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkannya: “Jika khabarnya shahih. astaghfiruka.umat ini telah Allah khususkan dengan sanad dibandingkan dengan umat-umat yang lain. Wahai saudaraku yang haus akan ketaatan kepada Allah. telah benar dan baik orang yang menamainya (yakni Al Isnad) adalah: “Ucapan yang dinukil dan neraca pembenaran khabar. Dengan sanad ini dapat diketahui mana hadits yang dapat diterima dan mana yang harus ditolak. Ilmu sanad adalah ilmu yang paling rumit. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. asyhadu anlaa ilaha illa anta. dan terlebih lagi –segala puji hanya bagi Allah.

Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. padanya ada Al Hasan ber-„an‟anah. 28 Oktober 2004.id/print.php?id_artikel=778 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11. Dan hadits sebelumnya sebagai syahid] Sebagian Ahlul ilmi menyatakan bahwa zakat fithri telah mansukh oleh hadits Qais bin Sa‟ad bin Ubadah. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Sumber artikel : http://www. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. Ke 5 th 1416 H.”194)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984) dan tambahannya pada Muslim] Dan berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri."HADITS-HADITS DHAIF YANG TERSEBAR SEPUTAR BULAN RAMADHAN". Hukumnya Zakat Fitri ini (hukumnya) wajib berdasarkan hadits (dari) Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma:“Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri [pada bulan Ramadhan kepada manusia].or.”195)[Riwayat Abu Daud (1622) dan An Nasa‟I (5/50). 05:03:44 1. '08 10:54 PM untuk semuanya Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. ia berkata: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam memerintahkan kami .salafy.

orang yang merdeka maupun hamba. Yang lain berkata.” Al Hafidz Rahimahullah menjawab sangkaan tersebut dengan perkataannya (3/368): “bahwa pada sanadnya ada rawi yang tidak dikenal196) [Akan tetapi hadits tersebut mempunyai penguat. Siapa yang Wajib Zakat ? Zakat fithri wajib atas kaum muslimin. sedang hadits Ibnu Umar khusus. tetapi hanya menunjukkan tambahan dalam jenis ibadah.dengan shadaqah fithri sebelum diturunkannya (kewajiban) zakat dan tatkala diturunkannya (kewajiban) zakat beliau tidak memerintahkan kami dan tidak pula melarang kami. laki-laki. mungkin Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mencukupkan dengan perintah yang pertama. dan sanadnya shahih] dan kalaupun dianggap shahih tidak ada dalil yang menunjukkan atas naskh (diahapusnya) hadits Qais yang menunjukkan wajibnya zakat fithri. Ibnu Khuzaimah (4/81) dan Al Hakim (1/410) dan Al Baihaqi (4/159) dari beberapa jalan. atau satu gantang gandum atas hamba dan orang yang merdeka.”198) [HR Muslim (982)] Hadits ini umum. “Tidak wajib atas orang yang puasa karena hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan . karena turunnya suatu kewajiban tidaklah menggugurkan kewajiban yang lain. dan dikeluarkan oleh An Nasa‟I (5/49) dan Ibnu Majah (1/585) dan Ahmad (6/6).”197)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984)] Sebagian Ahlul ilmi ada yang mewajibkan zakat fithri pada hamba yang kafir karena hadits Abu Hurairah Radhiallahu anhu: “Hamba tidak ada zakatnya kecuali zakat fithri.” 2. tidak mengharuskan dimansukhknya hukum sebelumnya. perempuan.” Imam Al Khathabiy Rahimahullah berkata dalam Ma‟alimus Sunan (2/214): “Ini tidak menunjukkan hilangnya kewajiban zakat fithri. Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri sebanyak satu gantang kurma. anak kecil. kedudukan zakat harta (sebagaiman) kedudukan zakat fithri (yaitu) berkaitan dengan riqab (orang perorang). besar. kecil dan besar dari kalangan kaum muslimin. sudah maklum hadits khusus jadi penentu hadits umum. tetapi kami mengerjakan (mengeluarkan zakat fithri).

3. namun yang paling kuat (yang membuat hati ini tenang) lafadz di atas mencakup seluruh yang dimakan termasuk hinthah dan jenis lainnya. Macam Zakat Fithri Zakat Fithri dikeluarkan berupa satu gantang gandum. semuanya telah dilakukan oleh para sahabat . satu gantang korma.zakat fithri. tetapi kami tidak menemukan dalil akan hal itu. maka seluruh orang yang puasa butuh akan hal itu. satu gantang kurma. zakat fithri diwajibkan pula atas orang yang tidak berpuasa seperti diketahui keshahihannya atau orang yang masuk Islam sesaat sebelum terbenamnya matahari. satu gantang korma dan satu gantang salt.” Al Hafidz menjawab (3/369): “Pensucian disebutkan untuk menghukumi yang dominan.”199) [Telah lewat takhrijnya] Imam Al Khathabiy dalam Ma‟alimus Sunan (3/214) menegaskan: “Zakat fithri wajib atas orang yang puasa yang kaya atau orang fakir yang mendapatkan makanan dari dia. satu gantang susu kering.”200) [HR Bukhari (3/294) dan Muslim (985)] Dan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan atu gantang gandum. baik menurut masyarakat maupun istilah. satu ganang anggur kering atau salt (sejenis gandum yang tidak berkulit). ada yang bilang hinthah (gandum yang bagus) ada yang bilang selain itu. satu gantang anggur kering.”201) [Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/80) dan Al Hakim (1/409-410) Telah ikhtilaf dalam tafsir lafadz makanan dalam hadits Abu Sa‟id Al Khudri. tepung dan adonan. karena hadits Abu Sa‟id Al Khudri Radhiallahu anhu: “Kami mengeluarkan zakat (pada zaman Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam) satu gantang makanan. jika berserikat dalam „illat berserikat pula dalam hukum. jika „illat diwajibkannya karena pensucian. karena janin tidak bisa disebut sebagai anak kecil atau besar. satu gantang susu. satu gantang gandum.” Sebagian lagi berpendapat bahwa zakat fithri wajib juga atas janin. pensuci bagi orang yang puasa dari perbuatan sia-sia. yang jelek dan (memberi) makanan bagi orang yang miskin.

”204) [Telah lewat takhrijnya] Yang membantah seluruh dalil orang yang menyelisihi kita adalah satu pembahasan yang akan datang ketika menjelaskan takaran zakat fithri. mereka ikhtilaf tentang hinthah. 4. ada yanga mengatakan setengah gantang ini yang rajih. tetapi berdasarkan hadita marfu‟ sampai kepada Rasululllah Shalallahu „alaihi wassalam. yang membawa salt (gandum yang tidak berkulit) diterima. yang membawa korma diterima. besar. dan yang paling sahahih berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam: “Tunaikanlah satu gantang gandum atau korma. bahwa pendapat Mua‟wiyah bukanlah ijtihad hasil dari pemikiran sendiri. sanadnya hasan] Dari beliau Shalallahu „alaihi wassalam bersabda: “Zakat fithri satu gantang makanan. yang membawa anggur kering diterima.”203) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). budak dan orang yang merdeka. aku mengira beliau berkata. diterima. Ukuran Zakat Fithri Seorang muslim diperbolehkan zakat fithri sesuai dengan jenis yang disebutkan tadi. menurut hadits-hadits yang shahih yang menegaskan adanya hinthah bahwa dua mud hinthah sama dengan satu gantang anggur. untuk dua orang satu gantang dari gandum . Ini dikuat-kan oleh perkataan Abu Sa‟id: “Dulu makanan kami adalah gandum. barangsiapa yang mengeluarkan berupa adonan. agar kaum muslimin yang mendudukkkan sahabat sesuai dengan kedudukan mereka. aku mengira beliau berkata: “yang membawa adonan diterima. barangsiapa yang membawa gandum diterima. Barangsiapa yang memberi salt (sejenis gandum yang tidak berkulit) akan diterima.berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam menyuruh kami untuk mengeluarkan zakat Ramadhan satu gantang makanan dari anak kecil.”202) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). “Barangsiapa yang mengeluarkan berupa tepung akan diterima. anggur kering. susu yang dikeringkan dan korma. sanadnya hasan] Adapun hadits-hadits yang menafikan adanya hinthah (gandum) atau bahwasanya Mu‟awiyah Radhiallahu anhu berpendapat untuk mengeluarkan dua mud dari samara (gandum) Syam. dan bahwa satu mud hinthah itu melebihi yang ada di sini.

”208) [Telah lewat takhrijnya].”205) [Riwayat Abu Daud (2340). orang yang merdeka dan budak. orang merdeka dan hamba dari orang-orang yang membekalinya.atas orang merdeka. anak kecil atau besar. Dan Syaikhul Islam telah membentahnya pada kitab . Nasa‟I (7/281).”207) [Dikeluarkan oleh Daruquthni (2/141) dan Ibnu Umar dengan sanad dhaif (lemah). Pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam di dalam Majmu‟ Fatawa (2/71-78) serta murid beliau Ibnul Qayyim pada kitabnya yang bagus Zaadul Ma‟ad (2/44). Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih] 5. Dan padanya ada jalan yang mauquf dari Ibnu Umar pada Inu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (4/37) dengan sanad shahih. tetapi (pendapat) ini tidak ada dalilnya. Gantang yang teranggap adalah gantangnya penduduk Madinah. Dan dikeluarkan Al Baihaqi (4/161) dari jalan yang lain dari Ali. Sebagian Ahlul ilmi berpendapat bahwa zakat fithri diberikan kepada delapan golongan. berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “kami diperintah oleh Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam (mengeluarkan) shadaqah fithri atas anak kecil dan orang tua. Nasa‟I (7/281). Kemana Disalurkannya Zakat tidak boleh diberikan kecuali kepada orang yang berhak menerimanya. baik anak kecil maupun orang tua laki-laki dan perempuan. dan sanadnya terputus. dan kiloan yang teranggap adalah kiloan-nya orang madinah. Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih]. mereka adalah orang-orang miskin berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam zakat fithri sebagai pembersih (diri) bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perbuatan kotor dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. hamba. berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Timbangan yang teranggap adalah timbangannya Ahlu Mekah. Siapakah yang harus dibayar zakatnya? Seorang muslim harus mengeluarkan zakat fithri untuk dirinya dan seluruh orang yang dibawah tanggungannya. Maka -dengan jalan-jalan inimaka haditsnya menjadi hasan] 6.”206) [Riwayat Abu Daud (2340).

maktabah Al Islamiyah] berdasarkan perbuatan Ibnu Umar Radhiallahu anhuma –berdasarkan kaidah rawi hadits diketahui dengan makna riwayatnyamaka apabila penunaian zakat itu diakhirkan (setelah) shalat maka dianggap sebagai shadaqah berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “… Barangsiapa yang menunaikan zakatnya sebelum shalat maka dia adalah zakat yang diterima. Waktu Penunaian Zakat Zakat fithri ditunaikan sebelum orang-orang keluar (rumah) menuju sholat „Id dan tidak bleh diakhirkan (setelah) shalat atau dimajukan penunaiannya. karena hal itu sangat penting.” 7. cet. Beliau (Ibnu Umar) mengeluarkan zakatnya satu hari atau dua hari sebelum „Iedul Fithri. dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/83) dari jalan Abdul Warits dari Ayyub. dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka dia adalah merupakan shadaqah dari beberapa shadaqah (yang ada). aku katakan: “Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu gantang?” Berkata Ayyub: “Apabila petugas telah duduk (bertugas).” Aku katakan: “Kapankah petugas itu mulai bertugas?” Beliau menjawab: “Satu hari atau dua hari sebelum “Idul Fithri. Hikmah Zakat Allah 'Azza wa Jalla mewajibkan zakat sebagai pensucian diri bagi orang-orang yang . Sungguh Nabi Shalallahu „alaihi wassalam telah mewakilkan kepada Abu Hurairah Radhiallahu anhu.yang telah disebutkan baru saja. ia berkata: “Rasulullah mengkhabarkan kepadaku agar aku menjaga zakat Ramadhan.”211) [Telah lewat takhrijnya] 8. pent) untuk mengumpulkannya. Termasuk amalan sunah jika ada seseorang yang bertugas mengumpulkan zakat tersebut (untuk diberikan kepada yang berhak –pent).”209) [Dikeluarkan oleh Bukhari (4/396)] Dan sungguh dahulu pernah Ibnu Umar Radhiallahu anhuma mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang menangani zakat dan mereka adalah panitia yang dibentuk oleh Imam (pemerintahan. maka lihatlah kitab tersebut. kecuali satu atau dua hari (sebelum „Id)210) [Lihat pada kitab Ahkamul „Idain fis Sunnah Al Muthaharah karya Ali Hasan Ali Abdul Hamid.

Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. . Sumber artikel : http://www.or. Pada diri seseorang yang berpuasa.php?id_artikel=777 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan Sep 11. 05:26:46 Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan Kalau jasmani seseorang dapat menjadi kuat disebabkan latihan fisik. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. maka puasa dapat memperkuat jiwa.salafy. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. 18 Oktober 2004. suplai bahan makanan dan minuman yang merupakan bahan bakar aktifitas kehidupan manusia berkurang sehingga pembuluhpembuluh darah menyempit.berpuasa dari (perbuatan) sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin untuk mencukupi (kebutuhan ) mereka pada hari yang bagus tersebut berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma yang telah lalu. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Seiring dengan menyempitnya pembuluh-pembuluh darah itu berarti menyempit pula tempat aliran setan dalam tubuh. (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). '08 10:54 PM untuk semuanya Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan Penulis: Al Ustadz Ahmad Hamdani Fatwa-Fatwa. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Ke 5 th 1416 H. Bab "Zakat Fitrah".id/print.

2. Ibnu Majah 1/539. 9/175 dan Muslim 157-158) Sebenarnya cukuplah satu hadits qudsi yang mulia itu menunjukkan keutamaannya. Puasa merupakan amal tersembunyi. (HR. Inilah hakikat puasa. Puasa memiliki dua keutamaan khusus yang tidak ditemukan pada ibadah badan lainnya. (HR. yaitu: 1.Keadaan seperti ini akan membuat nafsu syahwat terpenjara (dari hubungan sex atau persetubuhan) dan memenangkan anggota badannya dengan cara yang menakjubkan. Ahmad 2/446. Pada umumnya orang lain tidak mengetahuinya dan kemungkinan besar sedikit tercampur dengan unsur riya‟. Ad-Darimi 2/21. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ). Puasa sebagai benteng bagi orang-orang yang bertaqwa dari musuh Allah yaitu setan yang jalannya dalam rangka menguasai manusia adalah hawa nafsu syahwat. ( ‫ق‬ ٠٧٢/٤ ١/٥٣٩ ‫ل‬ ٢/٢١ ‫٣٧٣ ،٦٤٤/٢ ح‬ Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan dari puasanya selain dari rasa lapar dan dahaga. Dengan demikian puasa adalah perisai dari serangan nafsu syahwat bagi orang-orang yang bertaqwa. Akan tetapi orang-orang yang berpuasa itu berbeda dan bertingkat-tingkat dalam hal mendapatkan pahala dan keutamaannya. ٣/٣، ٩/١٧٥ ‫)٨٥١-٧٥١/٣ ل‬ Puasa itu untukKu dan Aku yang akan membalasnya. Bukhari 3/3. Allah berfirman dalam hadits qudsi tentang keutamaan puasa: ). 373 dan Al-Baihaqi .

87-100: Tanya: Beberapa orang melakukan safar (bepergian) pada bulan Ramadlan. maka dibunuh. Orang yang mengatakan bahwa orang yang safar tidak boleh berbuka kecuali yang lemah untuk berpuasa. berdagang. Begitu pula orang yang mengingkari orang yang berbuka (ketika safar). maka dia diminta untuk bertaubat dari pendapatnya itu. Para ulama masih bersilang pendapat bila safarnya untuk bermaksiat pada Allah seperti safar dengan niat merampok. Fatwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam kitab beliau Haqiqatus Shiyam hal. . Dalam rombongan itu ada yang berbuka dan ada yang berpuasa. Orang yang safar boleh mengqashar shalat dan berbuka puasa menurut kesepakatan ulama meskipun tidak merasa haus dan lapar. jihad.4/270 dari jalan Sa'id Al-Muqbiri dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu) Hal ini terjadi disebabkan orang yang berpuasa tidak mengerti hakekat puasa sehingga tidak melaksanakannya sesuai dengan yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya dan puasanya tidak mendatangkan apa-apa selain rasa lapar dan dahaga. Semoga bermanfaat. Di antara yang berbuka mengejek yang berpuasa dengan alasan bahwa berbuka itu lebih utama. baik tersedia makanan minuman atau tidak. Dalam kaitan ini kami kutipkan fatwa-fatwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Fauzan yang berhubungan dengan puasa berupa tanya jawab sekitar puasa dan Ramadlan. Jika tidak bertaubat. maka orang tersebut diminta bertaubat. dan yang semisalnya. Pertanyaan: Berapakah jarak boleh mengqashar shalat? Apakah bila seseorang safar pada suatu hari boleh berbuka puasa? Apakah perbedaan safar maksiat dan safar ketaatan kepada Allah? Jawab: Menurut kesepakatan kaum muslimin (ulama) berbuka puasa diperbolehkan bagi musafir jika safar itu bukan dalam rangka bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya seperti haji.

Abu Hurairah. Pendapat ini dipegang oleh Abdurrahman bin 'Auf. dan lainlain radliyallahu 'anhum.Juga orang yang mengatakan bahwa orang yang berbuka (ketika safar) itu berdosa. sunnah Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam dan ijma' umat. maka yang berpuasa tidak mencela yang berbuka dan yang berbuka tidak mencela yang berpuasa. (HR. ia harus bertaubat dari ucapannya itu. dan Imam Ahmad. Para ulama tidak bersilang pendapat dalam hal pembolehan berbuka puasa bagi musafir. bagi musafir diperbolehkan mengqashar shalat yang empat rakaat dan hal ini lebih afdhal. Bukhari dan Muslim) Sedangkan madzhab yang empat membolehkan puasa bagi musafir dengan dasar ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari Anas radliyallahu 'anhu: ). (HR. Bukhari) Hal ini karena mereka memahami firman Allah: ‫ل‬ . Sekelompok ulama salaf dan khalaf berpendapat bahwa orang yang sedang safar harus berbuka. Sebagaimana pula madzhab Dhahiri. Mereka berdalil dengan hadits: . Menurut pendapat imam yang empat. Sedangkan yang masih diperselisihkan justru pembolehan berpuasa bagi musafir. Karena semua itu bertentangan dengan Kitabullah. bahkan tidak diperbolehkan berpuasa sehingga meskipun ia berpuasa tetap wajib mengqadlanya. Imam Syafi'i. ( Kami pernah bepergian bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Imam Malik. Tidak termasuk kebaikan puasa dalam safar (bepergian). Abu Hanifah.

Tanya: Apakah seorang safar pada pertengahan hari boleh berbuka? Jawab: Ada dua pendapat yang masyhur mengenai masalah ini. ١٨٥﴾ (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadlan. supaya kamu bersyukur. sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari yang lain. Yang paling benar adalah seseorang diperbolehkan berbuka ketika safar di pertengahan hari (sebelumnya ia berpuasa –pent). Sedangkan Abu Hanifah dan kelompok ulama salaf dan khalaf lainnya menentukan jarak perjalanan 3 hari. Karena itu barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. (Al-Baqarah: 185) Adapun ukuran safar yang diperbolehkan untuk mengqashar shalat dan berbuka puasa menurut Imam Ahmad dan Syafi'i adalah jarak perjalanan dua hari dengan kendaraan unta atau jalan kaki sejauh lebih kurang 16 farsakh (satu farsakh lebih kurang 8 km –pent) seperti jarak antara Mekah-Ashfahan atau Mekah-Jedah.: . bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara hak dan bathil). dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) (wajiblah baginya berpuasa). Keduanya dari Imam Ahmad. Disebutkan dalam hadits bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengqashar shalat ketika di Arafah dan Muzdalifah serta Mina yang diikuti oleh penduduk Mekah dan beliau tidak memerintahkan mereka menyempurnakan shalat mereka. Para shahabat berbuka bila keluar safar pada pertengahan hari dan disebutkan bahwa yang . Menurut pendapat yang paling kuat adalah boleh berbuka dan menqashar shalat pada bepergian kurang dari dua hari[1]. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. Allah menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Sebagaimana hal ini tertera dalam kitab-kitab Sunan. maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.

para ulama masih berselisih pendapat dalam menentukan kewajiban berpuasa. Apakah yang lebih utama baginya puasa atau tidak? Jawab: Menurut ijma' ia lebih utama berbuka meskipun dia tidak merasa berat dan berpuasa juga diperbolehkan. maka boleh mengqashar shalat. Para shahabat melihat beliau. Sedangkan apabila seorang tiba di tempat tujuan pada pertengahan hari. bila mereka dalam perjalanan dari tempat musim dingin ke tempat musim panas atau sebaliknya. Akan tetapi dia wajib mengqadla baik berpuasa atau tidak. Tanya: Ada seorang imam masjid bermadzhab Hanafi menyebutkan bahwa dia membaca kitab bahwa bila seseorang berpuasa di bulan Ramadlan tidak berniat pada akhir waktu isya' atau sahur maka puasanya tidak berpahala. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berniat puasa waktu safar. Tanya: Ada seorang yang safar di bulan Ramadlan tidak merasa lapar. Turki dan selainnya yang bermukim pada musim panas di suatu tempat. membawa perbekalan lengkap dan dia terus-menerus demikian maka dia tidak boleh mengqashar shalat maupun berbuka puasa. haus maupun lelah. Walaupun ada sebagian ulama mengatakan tidak berpahala bila ia puasa.demikian itu sunnah yang dikerjakan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Orang-orang pedalaman seperti Badui Arab. tukang pos yang bepergian untuk kemaslahatan kaum muslimin dan lain-lain. Apakah pendapat ini dibenarkan? . Kemudian beliau dijamu dan beliau makan. Sedangkan orang yang bepergian jauh dengan naik kapal besar ditemani istrinya. Sedangkan bila telah singgah di tempat musim dingin atau tempat musim panas tidak boleh berbuka dan mengqashar shalat. Orang yang sering bepergian ke suatu tempat tertentu boleh berbuka seperti pedagang yang pergi ke kota lain.

Bila ia tahu besok akan puasa haruslah ia meniatkan puasa. Apabila berpuasa dengan cara seperti itu diniatkan puasa sunnah lalu diketahui bahwa hari itu adalah bulan Ramadlan. Sebagaimana disabdakan Nabi . boleh secara mutlak seperti pendapat Abu Hanifah. Riwayat yang ketiga ini dari Ahmad dipilih oleh Al-Hiraqi dan Abul Barkat. maka yang lebih mendekati kebenaran adalah cukup baginya niat mutlak tersebut. Lalu tak lama kemudian ia mengetahui bahwa ternyata titipan itu miliknya. apakah hal ini wajib atau tidak? Ada tiga pendapat dalam madzhab Imam Ahmad: Pertama. cukup secara mutlak tidak dengan niat tertentu (ta'yin) selain niat puasa Ramadlan. Ketiga. tetapi ia hendaknya mengatakan: Titipan yang kuberikan padamu itu adalah milikku. Melafalkan niat bukan wajib menurut ijma' kaum muslimin. Niat itu tempatnya di hati.Jawab: Setiap muslim yang mengetahui bahwa puasa Ramadlan itu wajib hukumnya. Berpuasa dengan cara seperti itu. tetapi ia tidak mengetahui bahwa titipan itu miliknya lalu ia sedekahkan pada orang lain. Keumuman kaum muslimin berpuasa dengan diiringi niat. Bila ia tahu besok Ramadlan maka ia akan menta'yin (menentukan niatnya) artinya tidak cukup berniat secara mutlak karena Allah ta'ala memerintahkannya niat menunaikan kewajibannya yaitu puasa bulan Ramadlan. harus meniatkan puasa Ramadlan. Maka bila ia tidak melakukan berarti belum terbebas dari kewajiban. Kedua. Maka saya katakan bahwa orang yang mengetahui keinginannya mesti akan berniat. ia tentu berpuasa bulan itu dengan niat. Seperti seorang yang dititipi barang atau uang miliknya sendiri. yaitu dengan niat mutlak. Yang menjadi perselisihan adalah pengkhususan (ta'yin) niat untuk bulan Ramadlan. tidak cukup niat mutlak[2]. Dan riwayat yang diriwayatkan dari Imam Ahmad menyatakan bahwa manusia itu mengikuti niat imamnya yaitu bahwa berbuka atau berpuasa ditentukan oleh ulama. maka ia tidak perlu menyerahkan barang itu kedua kalinya. Setiap orang akan mengetahui apa yang ia inginkan mesti meniatkannya dengan dilafalkan atau tidak. cukup baginya. Adapun bila seseorang tidak mengetahui bahwa besok bulan Ramadlan tidak wajib atasnya ta'yin dan barangsiapa mewajibkan ta'yin tanpa ia mengetahui yang dita'yin sungguh berarti ia mewajibkan dua perkara yang berlawanan.

Bukhari 4/171 . Hal ini merupakan perbuatan kebanyakan kaum muslimin.shallallahu 'alaihi wa sallam: . Yaitu ketika seluruh bulatan matahari telah hilang dan langit bagian timur akan tampak hitam. Puasa kalian adalah hari kalian berpuasa. Tanya: Apakah seseorang diperbolehkan berbuka puasa dengan semata melihat terbenamnya matahari? Jawab: Bila seorang telah melihat hilang seluruh bulatan matahari maka ia harus berbuka tanpa menghiraukan masih ada warna merah yang tampak di ufuk barat. Idul Fithri kalian adalah hari kalian berbuka (tidak berpuasa) dan Idul Adlha adalah hari kalian menyembelih[3]. Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. hadits 224 dan Al-Irwa no. hadits 905) Tanya: Apakah seseorang yang berpuasa bulan Ramadlan memerlukan niat tiap hari atau tidak? Jawab: Setiap orang yang mengetahui bahwa besok Ramadlan dan dia menginginkan puasa maka dia pasti telah berniat. Apabila malam telah datang dari sini dan siang telah menghilang dari sini serta matahari telah terbenam dari sini (barat) maka berbukalah orang yang berpuasa. (HR. Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Ash-Shahihah no. baik dilafalkan atau tidak. Sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam katakan: . Beliau mengatakan: Hadits ini hasan gharib. (HR.

bagaimana tentang hal ini? Jawab: Apabila puasanya menyebabkan ia sakit seperti itu maka hendaknya ia berbuka dan mengqadla`. Riwayat ini adalah riwayat dari Umar. Bila hal ini terus menimpanya tiap kali ia berpuasa dan dia tidak mampu untuk puasa maka ia harus memberi makan tiap hari seorang miskin.dan Muslim no. Walaupun setelah itu ia tahu bahwa makan setelah terbit fajar masih diperselisihkan para ulama tentang wajib qadla` baginya. apakah ia boleh berbuka atau tidak? . sekelompok ulama salaf dan khalaf. 1100) Tanya: Bolehkah makan sahur setelah adzan subuh pada bulan Ramadlan? Jawab: Bila muadzin adzan sebelum terbit fajar sebagaimana adzan pertama Bilal pada jaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di Damaskus. pilek dan mulutnya berbuih terus-menerus sampai berhari-hari belum sadar hingga dikira gila dan tidak jelas keadaannya. wajib qadla` atasnya. Sedangkan menurut pendapat ahli fiqih yang empat. Tanya: Ada seorang yang pingsan setiap kali berpuasa. Apabila ia ragu apakah sudah terbit fajar atau belum maka hendaknya ia makan dan minum hingga tampak jelas terbit fajar. maka seorang boleh makan dan minum beberapa saat setelah adzan itu. Tanya: Seorang perempuan hamil melihat darah serupa haidl dan darah haidl. Para bidan memutuskan ia harus berbuka karena untuk memberi makan janin yang dikandungnya tetapi wanita itu tidak sakit. Pendapat yang paling benar adalah tidak diwajibkan mengqadla`.

Tanya: . Akan tetapi dalam hal ini seorang harus berhati-hati ketika menggosok gigi dengan miswak (alat siwak) agar tidak melukai gusi yang dapat mengakibatkan pendarahan. Bahkan para shahabat melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersiwak terus menerus sampai tak terhitung jumlahnya dalam keadaan berpuasa. Bersiwak disunnahkan pada semua waktu termasuk waktu Ramadlan. Bersiwak pernah dilakukan maupun diperintahkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. 73-81: Tanya: Apakah hukum bersiwak pada bulan Ramadlan? Jawab: Tidak diragukan lagi bahwa siwak merupakan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang dianjurkan pelaksanaannya. Bersiwak sangat baik terutama pada tempat-tempat yang dibutuhkan seperti sebelum wudlu. boleh dikerjakan oleh yang berpuasa ataupun tidak berpuasa. ketika akan shalat. ***** Fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah bin Al-Fauzan (anggota Kibaril Ulama Arab Saudi) dalam kitab Nur 'ala Darbi Fatawa hal. Maka bersiwak itu hukumnya sunnah.Jawab: Bila wanita hamil itu mengkhawatirkan keadaan janinnya maka ia wajib berbuka dan wajib mengqadla` serta memberi makan tiap hari satu orang miskin 1 liter roti dan lauknya. ketika membaca Al-Qur`an. Banyak keutamaan bersiwak. Yang benar adalah seseorang disunnahkan bersiwak tiap hari di bulan Ramadlan pada pagi hari dan sore dan tidak benar anggapan bahwa seseorang disunnahkan hanya bersiwak pada sore hari saja. ketika bau mulut mulai berubah. ketika bangun tidur sebagaimana biasa dilakukan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Pada hari-hari itu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah dibandingkan malam-malam sebelumnya. Akan tetapi kalau ia mau menyempurnakannya maka lebih afdlal sebab sebagian ulama ada yang mewajibkan menyempurnakan puasa model ini. Beliau melakukan i'tikaf pada malam akhir Ramadlan dan tidak keluar dari masjid selain menunaikan hajatnya. Tanya: Apakah keutamaan hari-hari 10 akhir bulan Ramadlan? Jawab: Hari-hari ini memiliki keutamaan yang besar dan agung. Tanya: Apabila seorang berpuasa suatu hari kemudian ia safar pada pertengahan hari apakah ia berbuka pada hari itu? Jawab: Bila seseorang berniat puasa dan telah mengerjakannya lalu bepergian pada pertengahan hari maka hendaknya ia berbuka jika jarak perjalanan dari rumah ke tempat tujuan kurang lebih 80 km. . tidak ada kewajiban menyempurnakan puasa sunnah. Adapun bila ia berpuasa sunnah boleh memutuskan puasanya itu.Apakah seorang yang berpuasa qadla` dan puasa sunnah boleh memutuskan puasanya? Jawab: Apabila ia berpuasa qadla` tidak boleh memutuskannya dan wajib menyempurnakannya. Hal ini menunjukkan bahwa puasa sunnah tidak wajib disempurnakan. Pernah suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam masuk rumah dalam keadaan puasa sunnah lalu menjumpai makanan yang dihadiahkan para shahabat lalu beliau makan (dan memutus puasanya). Banyak kaum muslimin mengharapkan menjumpai malam lailatul qadar pada 10 hari terakhir bulan mubarak itu.

Kedermawanan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat itu lebih baik daripada angin sepoi-sepoi (angin yang bertiup terus-menerus dan bermanfaat).Tanya: Apakah keutamaan bersedekah pada bulan Ramadlan? Jawab: Bersedekah pada bulan Ramadlan lebih utama (afdlal) daripada bersedekah pada bulanbulan lainnya." . Tanya: Bagaimana keterangan tentang keutamaan lailatul qadr dan ayat-ayat yang menerangkannya! Jawab: Allah memuliakan keadaan malam itu dan menamakannya lailatul qadr karena pada malam itu ditentukan ajal. Dalil ini menunjukkan keutamaan sedekah bulan Ramadlan di mana pada bulan ini banyak orang yang miskin berpuasa. Amal itu dilipatkan pahalanya karena kemuliaan waktu dan tempatnya (berdasarkan nash -pent) sebagaimana amal-amal dilipatkan pahalanya pada dua masjid Mekah dan Madinah (masjid Nabawi) yaitu shalat di dua masjid tersebut berpahala 1000 kali lipat dibanding shalat di tempat lainnya. Allah berfirman: "Kami menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam penuh barakah. Pada bulan itu beliau shallallahu 'alaihi wa sallam sangat dermawan. Bukhari dengan 1/30 Fath dan Muslim no.[4] (HR. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah manusia yang paling dermawan dan lebih dermawan pada bulan Ramadlan ketika Jibril menemuinya untuk mengajari Al-Qur`an pada setiap malam pada bulan itu. Disebut juga lailatul qadr karena dia adalah malam yang ditentukan dan dimuliakan di sisi-Nya. Juga disebut malam lailatul mubarak (malam yang diberkahi). 2307). Lailatul qadr lebih baik daripada 1000 bulan." (AdDukhan: 4). sangat mudah mengeluarkan sedekah ibarat angin yang bertiup kencang. Bila seorang berbuat baik kepada mereka berarti ia membantu ketaatan kepada Allah terhadap mereka. "Dan tahukah kamu apakah malam lailatul qadr itu. rezki seorang makhluk dan apa-apa yang akan terjadi dalam satu tahun. Allah berfirman: "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (44:33).

Tanya: Apakah makna ayat ". Artinya beramal pada malam yang penuh berkah itu dilipatgandakan pahalanya semisal 1000 bulan beramal pada malam-malam selain bulan ini. baik dengan jimak maupun mubasyarah[5]. Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam lailatul qadr dengan mempercayai adanya malam itu dan mengharap pahalanya maka akan diampuni dosanya yang telah lewat dan yang akan datang. Ayat ini menunjukkan tentang keutamaannya oleh karena itu beliau selalu menunggu-nunggu datangnya malam itu. tetapi janganlah kamu campuri para istri itu sedang kamu beri'tikaf. Beliau bersabda: ." (Al-Baqarah: 187) Jawab: Allah melarang mencampuri istri dalam keadaan i'tikaf di masjid setelah membolehkan mencampurinya pada bulan Ramadlan. baik pada malam atau siang hari jika orang yang beri'tikaf itu tidak berpuasa. Malaikatmalaikat Allah tidak turun ke bumi kecuali untuk menyelesaikan urusan besar. Bukhari Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu). Orang-orang yang beri'tikaf tidak boleh mencampuri istri-istrinya. (HR.. Kemudian Allah mensifati malam tersebut dengan malam yang penuh kesejahteraan sampai fajar. Seribu bulan lebih kurang 83 tahun.(Al-Qadr: 2-3).. Sehingga mereka mempunyai banyak amal dan terkumpullah amal-amal pada semua malam bulan itu dengan malam lailatul qadr. Hal lain yang juga menunjukkan keutamaan dan kebesarannya ialah pada malam itu turun para malaikat dan Jibril (pemimpin para malaikat) untuk mengatur segala urusan. Karena makna i'tikaf secara bahasa ialah . sungguh Allah tidak memberinya kebaikan yang banyak. Maka barangsiapa tidak mendapatkan kebaikan pada malam itu. Allah dengan hikmah-Nya yang maha luas merahasiakan malam itu pada bulan Ramadlan agar kaum muslimin bersungguh-sungguh mencarinya pada tiap malam.

Atau ia keluar dari masjid untuk shalat berjama'ah di masjid yang didirikan shalat jama'ah tiap shalat 5 waktu yang hal ini menghilangkan makna i'tikaf. Maka i'tikaf harus diadakan di masjid-masjid yang didirikan padanya shalat jama'ah karena lafadh ayat menyebutkan fil masajid (di masjid-masjid). Tidak boleh i'tikaf menyendiri di mushalla. Karena waktu itu anda . Bagaimana saya mengqadla` puasa pada bulan yang aku tinggalkan? Apakah saya harus berpuasa tiap bulan atau memberi makan 60 orang miskin? Aku ingin berpuasa tahun ini selama tiga bulan apakah hal itu dibenarkan? Bagaimana cara melaksanakannya dengan bersambung atau terputus (berselang-seling)? Jawab: Jawaban dari pertanyaan anda perlu perincian. Yaitu jika anda meninggalkan puasa itu karena meninggalkan shalat (meninggalkan shalat menurut beliau kafir -pent) maka anda tidak berkewajiban mengqadla` puasa yang telah anda tinggalkan. Orang yang beri'tikaf di masjid yang tidak ditegakkan shalat jama'ah di dalamnya berada di antara dua keadaan yaitu antara i'tikaf dan meninggalkan shalat jama'ah. Tanya: Saya seorang pemuda yang pernah tidak melaksanakan puasa tahun yang lalu sedangkan puasa tahun berikutnya saya berpuasa dengan sempurna. Demikian pula bila ia keluar masjid tanpa ada kebutuhan mendesak juga membatalkan i'tikaf.meninggalkan perkara-perkara yang banyak dan meluangkan waktu untuk beribadah. I'tikaf disebutkan pada akhir-akhir ayat puasa i'tikaf seharusnya dan lebih baik dilakukan ketika seorang dalam keadaan berpuasa dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak i'tikaf selain bulan Ramadlan yakni ketika puasa. Seperti pergi ke pasar dan lainnya. Ayat di atas menunjukkan bahwa i'tikaf itu harus diadakan di masjid yang dipakai untuk shalat berjama'ah dan memiliki imam rawatib. rumah atau tanah lapang atau masjid yang tidak ditegakkan shalat jama'ah. Bila ia tetap di dalam masjid berarti ia meninggalkan shalat berjama'ah padahal shalat berjama'ah wajib hukumnya. Apabila seseorang mencampuri istrinya maka batallah i'tikafnya.

. Sedangkan harum-haruman. (Al-Ahzab: 33). Allah berfirman: : . tunaikan zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.. karena hal ini bisa menembus mata hingga ke tenggorokan tanpa disadarinya. obat tetes mata dan apa-apa yang diletakkan di mata bagi orang yang berpuasa terkadang dapat masuk ke tenggorokan sehingga membatalkan puasanya. ٣٣﴾ Dan hendaklah kamu (para wanita muslimah) tetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan tunaikanlah shalat.belum masuk Islam. Adapun setelah anda bertaubat yakni setelah melaksanakan shalat maka anda wajib mengqadla` puasa dan menunaikan seluruh syi'ar Islam yang diwajibkan. Bahkan ia harus menutup wajahnya bila keluar rumah. Namun bagi muslimah hendaknya memakai harum-haruman atau parfum dan kosmetik di dalam rumah saja dan menjauhi benda-benda itu untuk dipakai di luar rumah. Bila anda menunda mengqadla` puasa tanpa udzur maka anda wajib memberi makan seorang miskin tiap hari sebagai ganti puasa yang anda tunda qadla`nya itu. Sebagian ulama melarang memakai celak bagi orang yang berpuasa atau meletakkan sesuatu pada matanya seperti obat tetes mata. Janganlah kamu mencegah wanita-wanita menuju masjid Allah dan hendaklah mereka . Apabila anda tunda qadla` puasa karena ada udzur hingga datang Ramadlan berikutnya maka anda wajib mengqadla`nya setelah Ramadlan. kosmetik yang biasa dipakai wanita tidak membatalkan puasa.. memakai parfum bagi seorang muslimah pada bulan Ramadlan? Jawab: Adapun celak. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: . Tanya: Apa hukum bercelak. Walaupun wanita itu keluar menuju masjid untuk beribadah tetap dilarang bertabaruj (berhias) dan memakai parfum.

[3] Maksudnya puasa dan berbuka bersama kebanyakan kaum muslimin. "Apa yang boleh dilakukan seorang yang berpuasa terhadap istrinya?" Beliau menjawab: "Semuanya boleh dilakukan selain jimak. lihat Umdatul Ahkam. Sebagaimana keterangan Aisyah radliyallahu 'anha ketika seorang bertanya tentang mubasyarah: : . Sedangkan niat ta'yin adalah meniatkan dengan detail puasa apa yang ia akan lakukan esok harinya. membuka aurat dan wajah. keluar rumah dengan berhias. wajib atau sunnah. hadits no. Kita tidak menganjurkan orang yang .keluar tanpa berhias dan berharum-haruman. 31) Syarat mereka boleh keluar menuju masjid adalah tidak berhias dan tidak memakai parfum atau wangi-wangian. pent). tidak membatalkan puasa. Syaikh Salim Al-Hilali. 58. puasa ramadlan atau qadla atau nadzar dan lain-lain. [4] Bahjatun Nadhirin. [5] Mubasyarah bermakna dua yaitu mempergauli isteri dengan jimak dan mempergauli isteri tanpa jimak dengan menutupkan kain di atas farjinya yang meskipun suami mengeluarkan mani. memakai parfum dan celak mata yang tidak dilakukannya ketika di dalam rumah (untuk suaminya. -----------------------------------------------------[1] Yakni kembali pada makna safar secara umum. (Mutafaq 'alaihi. [2] Niat mutlak adalah meniatkan berpuasa tanpa menentukan puasa apa yang ia lakukan.red)" (HR Abdur Razak dalam bukunya Al-Mushanaf 4/190/8439 dengan sanad shahih) Akan tetapi hendaknya yang perlu diperhatikan bahwa keluarnya mani (tanpa jimak) tidak membatalkan puasa dan mubasyarah itu perkara lain.(Jimak atau jima' adalah hubungan seks/sex atau bersetubuh/persetubuhan. Kaum muslimah sekarang banyak melakukan perbuatan melanggar syariat Allah. hal.

berpuasa Ramadlan ketika syahwat jimak sedang memuncak untuk mubasyarah dengan istrinya. Di antara hadits-hadits yang mereka bawakan ada yang . (Dikutip dari Majalah Salafy edisi XXIII/Ramadlan/1418 H/1998 M. (Tamamul Minnah. 13 Oktober 2004. 08:02:33 Sering kali kita mendengar para khatib di atas mimbar membawakan hadits-hadits tentang Ramadlan dan keutamaannya. '08 10:54 PM untuk semuanya Hadits-hadits Lemah yang Berkaitan dengan Bulan Ramadlan Penulis: Al Ustadz Azhari Asri Fiqh. Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. judul asli Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan). Barangsiapa berada di sekitar daerah penjagaan. Syaikh Al-Albani hal. dikhawatirkan akan terjerumus kepadanya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ‫ل‬ . Sumber artikel : http://www.salafy. Wallahu a'lam.id/print.or.php?id_artikel=758 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Hadits-hadits Lemah yang Berkaitan dengan Bulan Ramadlan Sep 11. Biasanya orang yang mendekati daerah terlarang akan memasukinya. Hal ini dikhawatirkan ia akan terjerumus ke dalam larangan (yakni berjimak –pent). 420). penulis Ustadz Ahmad Hamdani.

bahkan maudlu' (palsu). Namun sangat disayangkan ketika membawakan hadits-hadits lemah. Tetapi pernyataan beliau itu terbantah karena perselisihan dalam masalah ini ma'ruf. Tidak boleh beramal dengannya berdasarkan kesepakatan. Barangsiapa mengecualikan boleh beramal dengan hadits dlaif dalam fadlailul a'mal. Tidak Boleh Beramal dengan Hadits Lemah dalam Hal Fadlailul A'mal (Keutamaan Amal) Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hafidhahullah berkata: "Di kalangan ahli ilmu dan para penuntut ilmu telah masyhur bahwa hadits dlaif boleh diamalkan dalam fadlailul a'mal. Syaikh Al-Qasimi rahimahullah dalam Qawaid At-Tahdits hal. hadits dlaif hanya mendatangkan sangkaan yang salah (dhanul marjuh). mereka tidak menerangkan tentang kelemahannya kepada hadirin yang awam tentang permasalahan hadits sehingga orang-orang yang mendengarnya menyangka bahwa hadits-hadits itu adalah ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagian besar para muhaqiq (peneliti hadits) berpendapat bahwa hadits dlaif tidak boleh diamalkan secara mutlak. hendaknya dia mendatangkan bukti. tidak ada keraguan padanya karena beberapa perkara: Pertama. Pendapat itu juga merupakan pendapat Bukhari. 94 mengatakan bahwa pendapat tersebut (yakni hadits dlaif tidak diamalkan secara mutlak. Muslim dan Ibnu Hazm. Bagaimana tidak. padahal sama sekali bukan! Oleh karena itu penulis mencoba mengangkat permasalahan ini sebagai nasehat kepada seluruh kaum muslimin. Aku (Syaikh Al-Albani) katakan bahwa inilah yang benar menurutku. Imam Nawawi rahimahullah menyatakan dalam berbagai kitab beliau bahwa hal itu telah disepakati. baik para khatibnya maupun pendengarnya. Sungguh sangat jauh! Kedua. yang aku pahami dari ucapan mereka tentang fadlail a'mal . pent) diceritakan oleh Ibnu Sayyidin Nas dalam 'Uyunul Atsar dari Yahya bin Ma'in dan dalam Fathul Mughits beliau menyandarkannya kepada Abu Bakar bin Al-Arabi. Mereka menyangka bahwa perkara ini tidak diperselisihkan.shahih dan ada yang dlaif. baik dalam perkara-perkara hukum maupun keutamaankeutamaan.

(Yakni dari segi adanya dalil tentang asal amal itu. Dengan dasar inilah maka beramal dengan hadits lemah diperbolehkan jika telah ada hadits shahih yang menunjukkan disyariatkannya amal itu. Cukuplah salah satu contoh yang telah aku sebutkan. Akan tetapi kebanyakan orang yang berpendapat seperti itu tidak memaksudkan makna itu. sunnah. Ilmu Ushul Bida' 157. kemudian ada hadits lemah yang menyertainya yang menyebutkan pahala khusus bagi orang yang mengamalkannya. Betapa banyak perkara-perkara yang mereka anggap disyariatkan dan disunnahkan bagi manusia hanya didasari dengan hadits-hadits dlaif yang tidak ada asal pensyariatannya dalam hadits shahih.] yang harus ditetapkan berdasarkan dalil. Padahal perkara sunnah adalah salah satu hukum di antara kelima hukum[Yakni wajib. dan haram. Oleh karena itu ucapan sebagian ulama dimaksudkan seperti ini. . Seperti Syaikh Ali Al-Qari rahimahullah dalam Al-Mirqah 2/381 mengatakan bahwa hadits lemah diamalkan dalam perkara fadlail walaupun tidak didukung secara ijma' sebagaimana keterangan Imam Nawawi. qad qamatis shalah) dengan ucapan aqamahallah wa adamaha (semoga Allah menegakkannya dan melazimkannya). 15)). Akan tetapi di sini tidak mungkin untuk mencantumkan berbagai contoh. Buktinya kita menyaksikan mereka beramal dengan hadits-hadits dlaif yang tidak terkandung dalam hadits-hadits shahih. mubah.yaitu amal-amal yang telah disyariatkan berdasarkan hadits shahih. Yaitu pada amal yang shahih berdasarkan Kitab dan Sunnah. makruh. Meskipun demikian mereka menganggap hal itu sunnah. (Ilmu Ushulil Bida' hal. Seperti Imam Nawawi dan yang mengikutinya menganggap sunnah menjawab ucapan orang yang mengumandangkan iqamah ketika mengucapkan dua kalimat (qad qamatis shalah.). padahal hadits tentang masalah ini lemah (Lihat keterangan kedlaifannya dalam Al-Irwa` 241. Maka hadits lemah dalam keadaan semacam ini boleh diamalkan dalam fadlailul a'mal. Amal ini tidak ditetapkan pensyariatannya kecuali pada hadits lemah tersebut. bukan dari segi adanya dalil yang menetapkan pahala yang khusus pada amal itu. karena hal itu bukan pensyariatan amal itu tetapi semata-mata sebagai keterangan tentang pahala khusus yang diharapkan oleh pelakunya.

Tetapi sangat disayangkan kita menyaksikan kebanyakan ulama lebih-lebih orang awam meremehkan syarat-syarat ini. Orang yang mengamalkannya mengetahui bahwa hadits itu dlaif. 3-4 bahwa para ahli ilmu telah bermudah-mudah dalam membawakan hadits-hadits tentang fadlail walaupun memiliki kelemahan selama tidak maudlu' (palsu). Maka bagaimana orang yang mengamalkannya?! Tidak ada perbedaan antara mengamalkan suatu hadits dalam perkara hukum atau dalam perkara fadlail.Yang terpenting di sini adalah hendaklah orang-orang yang menyelisihi hal ini mengetahui bahwa beramal dengan hadits lemah dalam perkara fadlail tidak mutlak menurut orangorang yang berpendapat dengannya. . Mereka mengamalkan suatu hadits tanpa mengetahui kelemahannya. Tidak memasyhurkan beramal dengannya. Kalaupun mereka mengetahui kelemahannya mereka tidak mengetahui apakah kelemahannya ringan atau sangat parah sehingga tidak boleh diamalkan. Barangsiapa menceritakan dariku satu hadits yang dianggap dusta. Al Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Tabyinul 'Ujab hal. Atau sebagian orang-orang jahil menyangka bahwa hadits itu adalah shahih. maka dia termasuk pendusta. 3. Hadits itu tidak maudlu'. Hal ini juga ditegaskan oleh Al-Ustadz Abu Muhammad bin Abdus Salam dan lain-lain. 2. Kemudian mereka memasyhurkannya sebagaimana halnya beramal dengan hadits-hadits shahih! Oleh . sebab semuanya adalah syariat. Seharusnya hal itu diberi syarat yaitu orang yang beramal dengannya meyakini bahwa hadits itu lemah dan tidak memasyhurkannya sehingga orang tidak beramal dengan hadits lemah dan mensyariatkan apa yang tidak disyariatkan. Hendaknya setiap orang khawatir jika termasuk dalam ancaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Inilah tiga syarat penting diperbolehkan beramal dengan hadits lemah: 1.

Apa yang kami sebutkan tidak menafikan bahwa Al-Hafidh menyebutkan syarat-syarat itu untuk mengamalkan hadits dlaif. Inilah yang hak. Dan kita katakan seperti perkataan Al-Hafidh: 'Maka bagaimana dengan orang yang mengamalkannya?' Inilah penjelas dari maksud ucapan Al-Hafidh tersebut.karena itu banyak ibadah-ibadah di kalangan kaum muslimin yang tidak shahih dan memalingkan mereka dari ibadah-ibadah yang shahih yang diriwayatkan dengan sanadsanad yang shahih. Oleh karena itu Al-Hafidh menambahkan dengan ucapannya: 'Maka bagaimana dengan orang yang mengamalkannya?!' Hal ini dikuatkan dengan perkataan Imam Ibnu Hibban bahwa setiap orang yang ragu terhadap apa yang dia riwayatkan. Adapun jika ucapan beliau dimaksudkan kepada larangan memakai hadits maudlu' dan tidak ada perbedaan antara perkara hukum dan fadlail adalah sangat jauh dari konteks ucapan Al-Hafidh. shahih atau tidak shahih. karena hadits dlaif yang tidak ada penguatnya kemungkinan adalah dusta.yang tampak bahwa hadits itu dusta. maka dia termasuk dalam hadits (yang berisi ancaman tersebut)." Yaitu dia menampakkan seperti itu. bukan maudlu'. Orang yang membawakan hadits dlaif termasuk dalam ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: ". Sebab ucapan beliau adalah dalam pembahasan hadits dlaif. Sebab kita katakan bahwa Al-Hafidh menyebutkan . Al-Hafidh Ibnu Hajar cenderung kepada tidak boleh beramal dengan hadits lemah berdasarkan ucapan beliau yang telah lewat bahwa tidak ada perbedaan antara mengamalkan suatu hadits dalam perkara hukum atau dalam fadlail sebab semuanya adalah syariat. Kemudian syarat-syarat tersebut menguatkan pendapat kami bahwa sebagian besar ulama tidak menginginkan makna yang kami anggap kuat tadi.. bahkan pada umumnya dusta dan palsu. Menurutku (Syaikh Al-Albani). Hal ini ditegaskan oleh sebagian ulama. Sebab satu pun di antara syaratsyarat itu tidak diterapkan sebagaimana yang tampak. Sebagaimana hal itu tidak tersembunyi..

34-38. ل‬ ‫ل‬ Seandainya hamba-hamba itu mengetahui apa yang ada di bulan Ramadlan niscaya umatku berangan-angan agar Ramadlan setahun penuh. Maka pada pembahasan terakhir ini kita akan menukil beberapa hadits lemah yang diucapkan para khatib dan diamalkan di bulan Ramadlan dari kitab Shifat Shaum Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam fi Ramadlan karya Syaikh Salim Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid hal. 109-113. Beliau berdua menyebutkan beberapa hadits beserta penilaiannya." Sampai di sini keterangan Syaikh Al-Albani dalam Tamamul Minnah hal. (Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah 1886. Seakan-akan beliau berkata kepada mereka: 'Jika kalian berpendapat demikian maka seharusnya kalian menerapkan syarat-syarat ini. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadlan dari ujung tahun ke tahun berikutnya.perkataan itu kepada orang-orang yang membolehkan memakai hadits lemah dalam perkara fadlail selama tidak maudlu'. Ibnul Jauzi dalam kitab Al-Maudlu'at 2/188-189. Bahkan di akhir ucapan beliau menegaskan sebaliknya seperti yang telah kita terangkan.' Al-Hafidh tidaklah menyatakan dengan tegas bahwa dia menyetujui mereka dalam pembolehan (beramal dengan hadits-hadits lemah. Kesimpulannya bahwa beramal dengan hadits lemah dalam perkara fadlailul a'mal tidak diperbolehkan sebab menyelisihi hukum asal dan tidak ada dalilnya.. Abu Ya'la dalam Musnadnya sebagaimana di dalam Al-Mathalib Al-'Aliyah (qaf 46/alif-ba/naskah . pent) dengan syarat-syarat itu. ، ‫.. Hadits-hadits Lemah yang Berkaitan dengan Bulan Ramadlan Setelah kita mengetahui bahwa pendapat yang kuat dalam masalah hadits dlaif adalah tidak boleh dipakai sekalipun dalam fadlailul a'mal dan seandainya diperbolehkan harus dipenuhi syarat-syarat tersebut. Wallahul muwaffiq. Orang yang membolehkannya harus memperhatikan syarat-syarat tersebut dan konsisten dengan syaratsyarat iltu ketika mengamalkan hadits lemah.

Wahai manusia. dia adalah dlaif. Sanad hadits ini lemah. Hadits ini maudlu'. kalian telah dinaungi bulan yang agung.. pertengahannya adalah ampunan dan akhirnya adalah kemerdekaan dari api neraka. Ibnu Abi Hatim menukil dari ayahnya (Abu Hatim) di dalam I'lalul Hadits 1/249): "Hadits ini mungkar.. karena kelemahan Ali bin Zaid. 1887. ba'/naskah manuskrip) dari jalan Ali bin Zaid bin Jad'an dari Sa'id bin Al-Musayyib dari Salman." Ibnu Khuzaimah berkata: "Aku tidak berhujah dengannya karena hapalannya jelek. cacatnya pada Jarir bin Ayyub." Ibnu Hajar berkata dalam Al-Athraf: "Tidak diperselisihkan tentang Ali bin Zaid bin Jad'an." sedang dari Bukhari: "Dia meriwayatkan hadits mungkar" dan dari Nasai: "Dia matrukul hadits (ditinggalkan haditsnya)!! Ibnul Jauzi menghukumi dia sering memalsukan hadits. ، . maka dia seperti menunaikan suatu kewajiban pada bulan lain. Ibnu Hajar menyebutkan biografinya dalam Lisanul Mizan (2/101) dan berkata: "Dia terkenal dengan kelemahannya." Ahmad bin Hanbal berkata: "Dia tidak kuat. Ramadlan adalah bulan awalnya adalah rahmat. Al-Ashbahani dalam At-Targhib (qaf/178. Al-Muhamili dalam Amalinya no. bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.." .manuskrip) dari jalan Jarir bin Ayub Al-Bajali dari Sya'bi dari Nafi' bin Bardah dari Abu Mas'ud Al-Ghifari). Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah no. Ibnu Sa'ad berkata: "Dia (Ali bin Zaid) lemah. dengan ucapan: "Jika hadits ini shahih." Ibnu Ma'in berkata: "Dia dlaif." Demikian dalam Tahdzibut Tahdzib (7/322-323). Allah menjadikan puasa pada bulan itu sebagai kewajiban dan shalat malam sebagai sunnah. ، . Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits tersebut. Barangsiapa bertaqarub di dalamnya dengan satu kebaikan. tidak dapat dijadikan hujah....." Ibnu Abi Haitsamah berkata: "Dia dlaif dalam segala hal.. 293." Kemudian Ibnu Hajar menukil ucapan Abu Nu'aim tentang dia: "Dia pemalsu hadits.

Sanad hadits ini lemah. Diriwayatkan pula oleh At-Thabrani dalam Al-Ausath (1/qaf – 69/alif – Majma'ul Bahrain). Barangsiapa membatalkan (puasanya) satu hari dari bulan Ramadlan tanpa udzur dan sakit.adalah munkar. . Riwayatnya dari Zuhair –sebagaimana ditegaskan oleh para imam." Demikian dalam Tahdzibul Kamal 9/417. Demikian pula Ibnu Bukhait dalam Juz'unya sebagaimana dalam Syarhul Ihya' 7/401 dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abu Dawud dari Zuhair bin Muhammad dari Suhail bin Abu Shalih dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu. Haditsnya ketika di Syam lebih munkar daripada haditsnya di Irak karena hapalannya jelek. Di antaranya adalah hadits ini. dia berdusta dan Ad-Dlahhak tidak mendengar langsung dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma." Abu Hatim berkata: "Hapalan Zuhair jelek.Puasalah kalian. Aku (Syaikh Ali) katakan bahwa Muhammad bin Sulaiman adalah penduduk Syam." Al Ajali berkata: "Hadits-hadits yang diriwayatkan oleh penduduk Syam darinya tidak menakjubkan aku. maka tidak dapat diqadla` walaupun dia puasa sepanjang tahun. Nahsyal adalah matruk. niscaya kalian sehat. Ini adalah potongan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Adi dalam Al-Kamil 7/2521 dari jalan Nahsyal bin Said dari Ad-Dlahhak dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma. Abu Bakar Al-Atsram berkata: "Aku mendengar Ahmad berkata: "Mereka (orang-orang Syam) meriwayatkan beberapa hadits munkar dari Zuhair. Biografinya terdapat dalam Tarikh Dimasyk 15/qaf 386 – naskah manuskrip). . Disebutkan sanad-sanadnya oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya 1987. Hadits ini disebutkan oleh Bukhari dalam Shahihnya (4/160 – Fathul Bari) secara mu'alaq tanpa sanad.

keadaan Abul Muthawis majhul (tidak dikenal). yaitu: idltirab (sanadnya goncang). Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari 4/161: "Hadits ini banyak diperselisihkan pada Habib bin Abi Tsabit. Ibnu Majah 1672. http://salafy.salafy. Meskipun demikian masih sering terdengar dan terbaca pada setiap bula Ramadlan yang diberkahi ini khususnya. Wallahu a'lam. Nasai dalam Al-Kubra. Memang sebagian hadits tersebut mengandung makna yang shahih yang terdapat dalam syariat kita yang lurus ini. penulis ustadz Azhari Asri (murid syaikh Yahya al Hajuri dan syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah). Ibnu Hajar dalam Ta'liqut Ta'liq 3/170 dari jalan Abul Muthawwis dari ayahnya dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu. sebagaimana dalam Tuhfatul Asyraf 10/373.php?id=30) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.Tirmidzi 723.or." Sehingga hadits ini juga dlaif. Sumber artikel : http://www. Demikian empat hadits yang didlaifkan oleh para ulama. '08 10:52 PM untuk semuanya . (Dinukil dari Majalah Salafy edisi XXIII/Ramadlan/1418 H/1998 M rubrik Mabhats.php?id_artikel=753 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Fatwa Syaikh tentang Hukum I'tikaf Sep 11. Abu Dawud 2397. Al-Baihaqi 4/228. Abul Muthawwis mendengar dari ayahnya dari Abu Hurairah diragukan. Ibnu Khuzaimah setelah meriwayatkan hadits ini berkata dengan ucapan: "Aku tidak mengetahui siapa Ibnul Muthawis dan ayahnya.id/print.com/baca.iwebland. namun tidak boleh kita sandarkan hadits yang tidak shahih itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Sehingga hadits ini memiliki tiga 'ilat (cacat).

Diperbolehkan baginya boleh memotong waktu tersebut jika ada keperluan lain. i`tikaf beliau tetapkan pada sepuluh hari terakhir. jika itu memungkinkan. Tempat beri`tikaf adalah mesjid-mesjid yang didirikan shalat berjamaah padanya. Disunnahkan beri`tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan untuk mengikuti Rasululllah Shalallahu 'alaihi wassalam. Tidak ada waktu-waktu tertentu bagi i`tikaf dalam pendapat Ulama yg terkuat . 05:11:25 Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz tentang hukum I'tikaf Pertanyaan: Apakah hukum I`tikaf bagi laki-laki dan wanita? Apakah berpuasa merupakan syarat untuk syahnya I`tikaf? Kemudian amalan apa saja kah yang baik dilakukan oleh orang yang beri`tikaf? Kapan waktu memasuki tempat i`tikaf dan kapan keluar dari sana ? Jawaban: I`tikaf hukumnya Sunnah bagi laki-laki dan wanita sebagaimana telah datang dari Rasululullah Shalallahu 'alaihi wassalam. bahwasanya beliau dulu beri`tikaf di bulan Ramadhan. 16 November 2003.Fatwa Syaikh tentang Hukum I'tikaf Penulis: Syaikh Abdullah Bin Abdullah Aziz Bin Baz Fiqh. Disunnahkan bagi seseorang yang beri`tikaf saat itu . Kemudian pada akhirnya. maka yang lebih utama adalah beri`tikaf di mesjid yang mengadakan shalat Jumat. kecuali jika dia bernadzar. Disunnahkan bagi seseorang yang beri`tikaf agar memasuki tempat beri`tikaf saat dia berniat i`tikaf dan keluar dari padanya setelah lewat masa yang dia inginkannya.Juga tidak disyaratkan berpuasa walaupun dengan berpuasa lebih utama. karena i`tikaf adalah sunnah dan tidak menjadi wajib jika dia telah memulainya. dan juga setelah beliau wafat. Para istri-istri beliau juga beri`tikaf bersama beliau Shalallahu 'alaihi wassalam. Apabila waktu i`tikafnya diselingi oleh hari Jumat.

istighfar. Yang lebih diutamakan adalah menyediakan tempat khusus di dalam mesjid untuk beristirahat jika memungkinkan. Pada suatu saat Shofiyah mengunjungi beliau saat I`tikaf di bulan Ramadhan. Hal ini menunjukan kesempurnaan sifat tawadhu` dan baiknya beliau terhadap istri-istri beliau.salafy. Jika dia memotongnya maka tidak mengapa. Penerjemah Abu Abdillah Alee Masaid As salafee Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. membaca qur`an. Sumber artikel : http://www. Tidak dilarang bagi teman-teman seseorang yang beri`tikaf untuk mengunjunginya dan berbicara dengan mereka sebagaimana Rasululullah Shalallahu 'alaihi wassalam dahulu dikunjungi oleh beberapa istrinya dan berbicara dengan mereka.untuk memasuki tempat i`tikafnya setelah shalat Fajar hari ke-21 dan keluar dari sana apabila telah selesai sepuluh hari. ----------------------------------------------------------------------- Referensi: Dinukil dari Tuhfatul ikhwan bi ajwibatin muhimmatin tata`allaqu bi arkanil islam. karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullah.id/print.php?id_artikel=341 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Hukum-hukum sekitar I'tikaf dalam pandangan Ulama' Sep 11. Dianjurkan bagi yang beri`tikaf agar memperbanyak dzikir. berdoa dan mengerjakan shalat-shalat Sunnah selain pada waktuwaktu yang dilarang.or. semoga shalawat dan salam dilimpahkan atas beliau. kecuali jika i`tikaf nadzar sebagaimana telah dijelaskan. '08 10:51 PM Ahlusunnah untuk semuanya Hukum-hukum sekitar I'tikaf dalam pandangan Ulama' Ahlusunnah .

. Telah terdapat riwayat bahwa Nabi Shalallahu „alaihi wa sallam i‟tikaf sepuluh hari terakhir dari bulan Syawal *(Potongan dari hadist Aisyah radhiyallahu „anha. 04:42:53 Hukumnya I‟tikaf adalah sunnah di bulan ramadhan dan yang lainnya sepanjang tahun.*(riwayat Bukhari. Al-Baqarah :187) Disertai hadist-hadist shahih tentang I‟tikaf Nabi shalallahu „alaihi wasallam. Saya singkap penyakitnya yang sempat tersamarkan kepada saya dan juga kepada Al Haistany sebelum saya). dan ahwa Umar radhiyallahu „anhu berkata kepada Nabi shalallahu „alaihi wasallam “Dahulu aku bernadzar di zaman jahiliyah untuk I‟tikaf semalam di Masjidil Haram”? Nabi shalallahu „alaihi wasallam bersabda : “Penuhilah nadzarmu”. 20 Oktober 2004. karya Ibnu Abi syaibah dan Abdurrazzaq. riwayat Bukhari Muslim dan Ibu Khuzaimah . Sebagaimana disebutkan dalam kitab Al Mushannaf. (Riwayat Bukhari dan Ibnu Khuzaimah dalam shahih keduanya telah ditakhrij dalam sumber yang lalu no: 2126-2130). Muslim dan Ibnu Khuzaimah dan tambahan itu pada Bukhari dalam ssebuah riwayat. bahwa Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam ber i‟tikaf di setiap Ramadhan 10 hari. dalam masalah keutamaannya “Barangsiapa beri‟tikaf suatu hari…” kemudian aku hilangkan. Telah saya takhrij dan saya komentari dengan rinci dalam kitab ”Silsilah Dhoifah” 5347. (QS. dalam kitab shahih merekatelah ditahkrij dalam shahih Abu Dawud). Dan pada tahun dimana beliau wafat Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam I‟tikaf selama 20 hari. karena di kemudian hari jelas bagi saya lemahnya. (maka Umar I‟tikaf semalam). Demikian pula atsar-atsar yang mutawatir dari ulama Salaf dalam masalah itu. *(Dulu disini pada cetakan yang lalu ada hadist. dalilnya adlah firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala : “Sedang kalian dalam kedaan I‟tikaf di masjid”.Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani Fiqh. seperti terdapat dalam “Mukhtasar Shahih Bukhari” (995) dan telah ditakhrij dalam “Shahih Abu Dawud” juga no: 2136-2137). Dan lebih ditekankan di bulan Ramadhan berdasarkan hadist Abi Hurairah radhiyallahu „anhu.

Berdasarkan ucapan 'Aisyah Radhiyallahu „anha yang lalu dalam sebuah riwayat.) 2. riwayat yang selanjutnya dari Aisyah radhiyallahu „anha. Imam bukhari berdalil dengan ayat ini atas apa yang kami sebutkan.). maka diketahui dengan penyebutan masjid bahwa dimaksudkan I‟tikaf itu tidak boleh kecuali di masjid). Syarat-syaratnya : 1. dan telah di takhrij dalam Shahih Abu Dawud (2135) dan Irwa‟ul Ghalil no 996.” yakni “Jangan berjima‟ dengan mereka “ ibnu Abbas mengatakan : kata ( ‫ل‬ ‫ش‬ ‫لل‬ ‫ل‬ ) semuanya berarti jima‟.. dan tidak I‟tikaf melainkan pada masjid jami‟ (yang digunakan untuk shalat jamaah). (Riwayat Baihaqi dari Ibnu Abbas : ”Sesungguhnya perkara yang paling Allah benci adalah bid‟ah dan sesungguhnya termasuk bid‟ah adalah I‟tikaf di masjid- . Riwayat Baihaqi (4/321) dengan sanad yang perawinya terpercaya. Dan hendaklah pada masjid jami‟ agar tidak terpaksa keluar masjid untuk melaksanakan shalat jum‟at. (Riwayat Baihaqi dengan sanad yang shahih. (Al Baqarah 187. Berkata al Hafidz Ibnu Hajar :“ Sisi pendalilan dari ayat itu bahwa kalau seandainya I‟tikaf itu sah selain dimasjid tidaklah akan dikhususkan pengharaman jima‟ itu hanya padanya. [“dan jangan kalian melakukan jima. Disunnahkan pula bagi yang I‟tikaf untuk berpuasa. (Riwayat Bukhari dan Ibnu Khuzaimah 2223 telah ditakhrij dalam Al-Irwa (996) dan “Shahih Abi Dawud” no :2125). tidak boleh menyentuh wanita. karena keluar untuk itu adalah wajib. karena Nabi shalallahu „alaihi wasallam I‟tikaf pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau.Yang paling utama adalah pada akhir bulan Ramadhan.. karena jima‟ itu membatalkan I‟tikaf secara ijma‟. Tidak boleh menjenguk orang sakit. (“…dan tidak ada I‟tikaf kecuali di masjid jami'”. Tidak disyariatkan kecuali di dalam masjid-masjid berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala : “Dan janganlah kalian melakukan jima‟[1]dengan mereka sedang kalian beri‟tikaf di masjid-masjid”). dan Abu Dawud dengan sanad yang Hasan. bagi seorang I‟tikaf.] Berkata Aisyah radhiyallahu „anha : “Disunnahkan. agar tidak keluar kecuali untuk kebutuhan yang mesti dia lakukan. tidak pula jima‟ dengan mereka. akan tetapi Allah mengkinayahkan apa yang Ia kehendaki dengan apa yang Allah kehendaki.

Dan diantara ulama salaf yang berpendapat demikian sebagaimana yang telah saya dapati. Muslim. Dibolehkan untuk seorang yang I‟tikaf dan yang lain untuk berwudhu dalam masjid berdasarkan ucapan seseorang kepada yang melayani Nabi shalallahu „alaihi wasallam : “ . ketika itu beliau dalam keadaan I‟tikaf. Berkata Aisyah radhiyallahu „anha : “Sesungguhnya Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam dahulu megeluarkan kepalanya kepadaku sedang dia (dalam keadaan beri‟tikaf) di masjid dan saya di kamar saya. bahwa mengambil pendapat yang sesuai dengan hadist. Telah ditakhrij dalam “Shahih Abu Dawud” (2131-2132) ). kemudian saya sisir rambutnya. isma‟ily dan Baihaqi dengan sanad yang shahih dari Hudzaifah bin Al Yaman. tetapi yang lain menyelisihi mereka. juga mengeluarkan kepalanya dari masjid untuk dikeramasi atau disisir. Dibolehkan keluar dari masjid untuk buang hajat. Masjidil Aqsa dengan hadist Nabi shalallahu „alaihi wasallam : “Tidak ada I‟tikaf kecuali pada 3 masjid itu”).masjid yang ada di rumah)”. dan mengatakan : ”Walaupun dalam masjid (atau mushala –pent) rumahnya”. wallahu Subhanahu wa Ta‟ala a‟lam. Ibnu Abi Syaibah dan Ahmad dan tambahan lafadz itu dari keduanya. (Diriwayatkan oleh Thahawi. Kemudian saya dapati pada hadist yang shahih dan jelas yang mengkhususkan keumuman makna (masjid-masjid) yang tersebut dalam ayat. Disunnahkan untuk yang melakukan I‟tikaf agar berpuasa sebagaimana yang lalu dari penjelasan Aisyah radhiyallahu „anha. b.[2] Yang dibolehkan untuk orang yang berI‟tikaf sbb : a. yaitu hanya pada tiga masjid : Masjidil Haram. dan telah ditakhrij dalam “Silsilah shahihah” no :2787 bersama dengan riwayat-riwayat yang lain. Dan tidak tersembunyi lagi. Dari apa yang saya sebutkan diatas dan semuanya shahih). 3. Akan tetapi „Atha‟ tidak menyebutkan Masjidil Aqsa. Yang lain mengatakan masjid jami‟ secara mutlak. Masjid Nabawi.” (Riwayat Bukhari.” Dalam riwayat : “Lalu saya cuci kepalanya dan diantara aku dan dia kayu dasar pintu dan saya dalam keadaan haid. adalah sahabat Hudzaifah bin Al Yaman dan Sa'id bin Al Musayyib juga 'Atha‟ rahimahullah. itulah yang semestinya. dan beliau tidak masuk rumah kecuali untuk hajat seorang manusia.

Nabi shalallahu „alaihi wasallam berwudhu ringan di dalam masjid”. Maka beliaupun berdiri bersamaku untuk mengantarkanku. Dibolehkan pula membuat kemah kecil di bagian belakang masjid lalu ber‟tikaf didalamnya. sebagaimana yang dikatakan As-Sindy. karena Aisyah dulu membuat tenda untuk Nabi shalallahu „alaihi wasallam [3]. Dibolehkannya seorang wanita menengok suaminya yang ada di tempat I‟tikafnya. bahwa beliau meletakkan sepotong tikar di atas pintunya agar tidak terlihat oleh pandangan seseorang. dan hendaknya suaminya mengantarkannya sampai keluar pintu masjid. ada pada riwayat Muslim. [Disebut “Khiba” salah satu bentuk rumah-rumah orang arab yang terbuat dari bulu unta atau wol. lebih utama kita katakan : supaya pikiran orang yang beri‟tikaf tidak tersibukkan orang yang lewat didepannya agar mendapatkan maksud dan ruh dari I‟tikaf itu.1251] Dibolehkannya Wanita beri‟tikaf dan menengok suaminya di masjid a.34 pada catatan kaki no. naungan diatas pintu untuk menjaganya dari hujan. maka beliau shalallahu „alaihi wasallam katakan : “ Jangan kau terburu-buru sehingga aku antarkan”. ( Riwayat Baihaqi dengan sanad baik dan Ahmad (51364) secara ringkas dengan snad yang shahih).] Jika beliau beri‟tikaf. yang dimaksud. Shafiyah radhiyallahu „anha tinggal di kampung Usmah . [Riwayat Bukhari dan Muslim dari hadist Aisyah radhiyallahu „anha.] dengan naungan tikar[6]]. dan bukan dari rambut. riwayat Muslim dan Ibnu Khuzaimah dalam shahih keduanya dan telah di Tahkrij dalam Shahih Abu Dawud no.[Ini adalah ujung hadist Abu Sa‟id Al-Khudri. riwayat perbuatan „Aisyah itu diriwayatkan oleh Bukhari adapun yang menerangkan perintah Nabi shallallahu „alahi wa sallam. dan itu atas perintah beliau shalallahu „alaihi wasallam[4].”Nihayah”. Allahlah yang memberi taufiq. sebagaimana yang diucapkan Ibnu Qoyyim : “Kebalikan dari apa yang dilakukan orang-orag bodoh dimana orang-orang beri‟tika membuat semacam ruang tamu dan berbincang-bincang didalamnya. c. Telah lewat takhrijnya pada hal. red). maka aku datang menengoknya di malam hari dan di sisinya isteri-isterinya yang sedang bergembira. dibuat diatas 2 tiang atau 3. Dan pernah beliau shalallahu „alaihi wasallam satu kali beri‟tikaf di qubah (semacam payung – pent) kecil[5] [aitu tenda kecil yang diatasnya melingkar. “Suddah” artinya semacam.39]. sedang I‟tikaf Nabi shallallahu „alaihii wa sallam adalah macam yang lain (berbeda. lalu aku berbicara dengan beliau beberapa saat lalu aku berdiri untuk kembali. Ini adalah satu macam. berdasarkan ucapan Shafiyah Radhiyallahu „anha : “Ketika itu Nabi shalallahu „alaihi wasallam beri‟tikaf dimasjid pada 10 hari terkhir bulan ramadhan.

(Riwayat Bukhari. Lalu keduanya mengatakan : “Subhanallah ! Wahai Rasulullah”. catatan kaki no.2144-2134). Ketika mereka melihat Nabi Shalallahu „alaihi wasallam keduanya mempercepat (langkahnya).) „Aisyah juga mengatakan : “Dahulu Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam beri‟tikaf sepuluh hari terakhir pada bulan ramadhan. serta aman dari fitnah dan tidak berkhalwat (menyendiri) dengan kaum lelaki. Maka Nabi shalallahu „alaihi wasallam berkata : “ Pelan-pelan ! Sesungguhnya wanita ini adalah Shafiyah binti Huyai” (istri Rasulullah sendiri. red).bin Zaid. Muslim dan Abu Dawud tambahan. riwayat yang lain adlah riwayat Said bin Manshur seperti terdapat dalam “Fathul Bari”4/281. Kemudian isteriisteri beliau beri‟tikaf setelahnya.2138.2) Saya katakan : “Bahwa itu terdapat dalil. . Berdasarkan banyak dalil dalam hal ini.35. Jima‟ membatalkan I‟tikaf berdasarkan firman Allah : “Dan jangan kalian gauli mereka sedang kalian dalam ibadah I‟tikaf (di masjid)”. dibolehkannya juga wanita I‟tikaf dan tidak diragukan bahwa itu dengan catatan. lewat dua orang sahabat Anshar. b. Akan tetapi Darimi menyebutnya “Zaenab” 1/22 Wallahu a‟lam. atau sendirian. kekuningan. terakhir pada hadist itu dikeluarkan oleh Abu Dawud. sampai Allah mewafatkannya. Tatkala berada di pintu masjid yang dekat dengan rumah Umi Salamah radhiyallahu „anha.”. diizinkan waki-walinya untuk itu. Bahkan dibolehkan bagi wanita untuk I‟tikaf bersama suaminya. 3. telah ditakhrij dalam shahih Sunan Abu Dawud . (Riwayat Bukhari Muslim dan selain keduanya telah di takhrij hal. bahkan kadang-kadang kami meletakkan bejana di bawahnya dalam keadaan dia tetap shalat”. dan kaidah fiqih mengatakan : “Menghindari keruskan itu lebih didahulukan dari pada mencari maslahat (kebaukan)”. Maka Nabi shalallahu „alaihi wasallam mengatakan : “Sesungguhnya setan mengalir pada seseorag seperti mengalirnya darah Dan sungguh aku khawatir kalau setan membisikkan pada hati kalian berdua kejelekan atau beliau mengucap sesuatu. Berdasarkan ucapan „Aisyah radhiyallahu „anha : “Telah I‟tikaf bersama Nabi shalallahu „alaihi wasallam seorang wanita yang isthihadhah (didalam sebuah riwayat dia adalah Umm Salamah) diantara isteri-isterinya dan dalam keadaan dia masih melihat kemerahan. (Riwayat Bukhari telah ditakhrij dalam Shahih Abu Dawud no.

or. juga kepada keluarga dan sahabatnya.Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu „anhu : “Jika seorang yang I‟tikaf melakukan jima‟ bata. karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani. aku bersaksi bahwa tiada Illah yang hak melainkan Engkau. dengan pena penulisnya pada fajar hari ahad 26 Rajab tahun 1406 H.salafy. semoga Allah Subhanahu wa Ta‟ala memberikan Shalawat dan salam-Nya kepada Nabi shalallahu „alaihi wasallam yang ummi. edisi Indonesia “Shalat Tarawih Bersama Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam ”.id/print. Bab “I‟tikaf”. I‟tikafnya. Hal : 72 .php?id_artikel=762 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar I'tikaf seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11. (Dinukil dari terjemah kitab "Qiyamu Ramadhan". Penerjemah : Al-Ustadz Qomar Su‟aidi.” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah 3/920 dan Abdurrazzaq 4/363 dengan sanad yang shahih dan yang dimaksud dari kata (Ista‟nafa) dalam lafadz 2 hadist adalah mengulangi I‟tikafnya). dan hendaklah dia memulainya kembali. '08 10:51 PM untuk semuanya .84 .” Selesai mengoreksi dan membenahinya. “Maha suci Engkau ya Allah dan dengan memuji-Mu. juga menambahnya dengan tambahan-tambahan baru. Penerbit “Cahaya Tauhid Press”) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Dan tidak ada kafarah bagi dia karena tidak terdapat dalil dari Nabi shalallahu „alaihi wasallam dan para sahabatnya. Sumber artikel : http://www. aku minta ampun kepada-Mu dan bertaubat Kepada-Mu.

kecintaan dan penghadapan kepadaNya sebagai ganti kesedihan (duka) hati dan betikan-betikannya. Hingga jadilah meng-ingat-Nya. dan menyalurkannya dengan menghadapkan hati tersebut kepada Allah 'Azza wa Jalla secara menyeluruh. 04:36:21 1. dan disyari‟atkannya (I‟tikaf) berdasarkan maslahah (kebaikan yang akan diperoleh) hingga seorang hamba dapat mengambil manfaat dari amalan tersebut baik di dunia maupun di akhirat kelak. hanya menyibukkan diri kepada Allah semata. 20 Oktober 2004.I'tikaf seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: yaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. terlalu banyak bicara dan tidur. sehingga ia mampu mencurahkan kepada-Nya. Hikmahnya Al 'Allamah Ibnul Qayyim berkata: “Manakala hadir dalam keadaan sehat dan istiqomah (konsisten) di atas rute perjalanan menuju Allah 'Azza wa Jalla tergantung pada kumpulnya (unsur pendukung) hati tersebut kepada Allah. dan (hal-hal tersebut) akan memutuskan perjalanan hati menuju Allah atau akan melemahkannya. Sehingga bermesraan dengan berkhalwat dengan Allah sebagai ganti kelembutannya terhadap makhluk. dan akan membersihkan kecenderungan syahwat pada hati yang (mana syahwat tersebut) dapat merintangi perjalanan hati menuju Allah 'Azza wa Jalla. Sedangkan makan dan minum dengan berlebih-lebihan dan berlebih-lebihan dalam bergaul. yang menyebabkan dia . Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. Rahmat Allah Yang Maha Perkasa lagi Penyayang menghendaki untuk mensyari‟atkan bagi mereka puasa yang menyebabkan hilangnya kelebihan makan dan minum pada hambaNya. karena kusutnya hati tidak akan sembuh kecuali dengan menghadapkan(nya) kepada Allah 'Azza wa Jalla. berkhalwat dengan-Nya dan memutuskan (segala) kesibukan dengan makhluk. menghalangi dan menghentikannya. termasuk dari unsur-unsur yang menjadikan hati bertambah berantakan (kusut) dan mencerai beraikan hati di setiap tempat. Dan disyari‟atkannya I‟tikaf bagi mereka yang mana maksudnya serta ruhnya adalah berdiamnya hati kepada Allah 'Azza wa Jalla dan kumpulnya hati kepada Allah. dan jadilah keinginan semua kepada-Nya dan semua betikanbetikan hati dengan mengingat-Nya. bertafakur dalam mendapatkan keridhaan dengan sesuatu yang mendekatkan dirinya kepada Allah.

Makna I‟tikaf Yaitu berdiam(tinggal) di atas sesuatu.165)[ Riwayat Bukhari (4/226) dan Muslim (1173)] Dan Umar pernah bertanya kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam “Wahai Rasulullah (Shalallahu 'alaihi wassalam).berbuat demikian adalah karena kelembutannya tersebut kepada Allah pada hari kesedihan di dalam kubur mankala sudah tidak ada lagi yang berbuat lembut kepadanya.163) [ Zaadul Ma‟ad (2/86-87)] 2. Disyari‟atkannya I‟tikaf Disunnahkannya pada bulan Ramadhan dan bulan yang lainnya sepanjang tahun. Telah shahih bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam beri‟tikaf pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Syawwal.” Beliau bersabda: “Tunaikanlah nadzarmu. maka inilah maksud dari I‟tikaf yang agung itu”. 167)[ Riwayat Bukhari (4/245] Dan yang lebih utama yaitu pada akhir bulan Ramadhan karena Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam seringkali beri‟tikaf pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Ramadhan hingga Allah Yang Maha Perkasa dan Mulia mewafatkan beliau. dan (manakala) tidak ada lagi yang membahagiakan (dirinya) selain daripada-Nya.” Maka ia (Umar) pun beri‟tikaf pada malam harinya. dapat dikatakan bagi orang-orang yang tinggal di masjid dan menegakkan ibadah di dalamnya sebagai Mu‟takif dan „Akif.164) [Al Mishbahul Munir (3/424) oleh Al Fayumi. sesungguhnya aku ini pernah nadzar pada jaman jahiliyyah (dahulu). 168) [Riwayat Bukhari (4/266) dan Muslim (1173) dari Aisyah] 4. Syarat-syarat I‟tikaf .] 3. dan Lisanul Arab (9/252) oleh Ibnu Mandhur. 166)[ Riwayat Bukhari (4/237) dan Muslim (1656)] Yang paling utama (yaitu) pada bulan Ramadhan berdasarkan hadits Abu Hurairah Radiyallahu 'anhu (bahwasanya) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam sering beri‟tikaf pada setiap Ramadhan selama sepuluh hari dan manakala tibanya tahun yang mana beliau diwafatkan padanya. beliau (pun) beri‟tikaf selama dua puluh hari. (yaitu) aku akan beri‟tikaf pada malam hari di Masjidil Haram.

berdasarkan firman-Nya Ta‟ala: “Dan janganlah kamu mencampuri mereka itu169) [ Yakni “Janganlah kamu menjimaki mereka”. tapi telah dibatasi oleh hadits shahih yang mulia (yaitu) sabda beliau Shalallahu 'alaihi wassalam : “Tidak ada I‟tikaf kecuali pada tiga masjid (saja). dishahihkan oleh para imam serta para ulama. Al Baqarah: 187) b. Tidak disyari‟atkan kecuali di masjid. Orang yang sedang I‟tikaf dan yang lainnya diperbolehkan untuk berwudhu di masjid berdasarkan ucapan salah seorang pembantu Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam: “Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam berwudlu di dalam masjid dengan wudlu yang ringan. b.167 oleh Syaikh kami Al Albani rahimahullah dan Jami‟ul Ushul (1/3451) oleh Ibnu Atsir].”170) [Hadits tersebut shahih. dapat dilihat takhrijnya serta pembicaraan mengenai hal ini pada kitab yang berjudul Al Inshaf fi Ahkamil I‟tikaf oleh Ali Hasan Abdul Hamid] c. boleh mengeluarkan kepalanya dari masjid untuk dicuci dan disisir (rambutnya). Perkara-perkara yang boleh dilakukan: a.171) [ Dikeluarkan oleh Abdul Razak dalam Al Mushannaf (8037) dan riwayat (8033) dengan maknanya dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas]. padahal beliau sedang I‟tikaf di masjid [“dan aku berada dalam kamarku”] kemudian aku sisir rambutnya (dalam riwayat lain: “aku cuci rambutnya”) [“dan antara aku dan beliau (ada) utbah pintu”] {“dan waktu itu aku sedang haidh”] dan adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam tidak masuk ke rumah kecuali untuk (menunaikan) hajat (manusia) ketika sedang I‟tikaf.a. Aisyah Radiyallahu 'anha berkata: “Dan sesungguhnya rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam pernah memasukkan kepalanya kepadaku. Lihat Zadul Masir (1/193) oleh Ibnul Jauzi]. pent). Dan masjid-masjid di sini bukanlah secara mutlak (seluruh masjid. 5. Dan sunnahnya bagi orang-orang yang beri‟tikaf (yaitu) hendaknya berpuasa sebagaimana dalam (riwayat) Aisyah Radiyallahu 'anha yang telah disebutkan.”173) [Dikeluarkan oleh Ahmad (5/364) dengan sanad yang shahih]. (QS.”172) [hadits riwayat Bukhari (1/342) dan Muslim (297) dan lihat Mukhtasar Shahih Bukhari no. Pendapat tersebut merupakan pendapat jumhur (ulama). . Diperbolehkan keluar masjid jika ada hajat.

ya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam.” Beliaupun bersabda: “Sesungguhnya syetan itu menjalar (menggoda) anak Adam pada . kemudian keduanya berkata: “Subhanallah (Maha Suci Allah).176) [Dikeluarkan oleh Ibnu Majah (642-zawaidnya) an Al baihaqi. -tempat tinggal Shafiyyah yaitu rumah Usamah bin Zaid. ini bukanlah sesuatu yang kami benci]. [maka beliaupun berkata: jangan engkau tergesa-gesa sampai aku bisa mengantarmu] kemudian beliau berdiri bersamaku untuk mengantarkan aku pulang. Dan sanadnya hasan]. sebagaiman yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radiyallahu 'anhuma bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam jika I‟tikaf dihamparkan untuknya kasur atau diletakkan untuknya ranjang di belakang tiang At Taubah. sebagaiman yang dikatakan oleh Al Bushiri dari dua jalan .I‟tikafnya wanita dan kunjungannya ke masjid a. Dan diperbolehkan bagi orang yang sedang beri‟tikaf untuk meletakkan kasur atau ranjangnya di dalam tenda tersebut.[sesampainya di samping pintu masjid yang terletak di samping pintu Ummu Salamah] lewatlah dua orang laki-laki-laki-laki dari kalangan Anshar dan ketika keduanya melihat Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam. red)” . Shafiyyah Radiyallahu 'anha berkata: “Dahulu Nabi (Shalallahu 'alaihi wassalam) (tatkala beliau sedang) I‟tikaf [pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Ramadhan] aku datang mengunjunginya pada malam hari [ketika itu di sisinya ada beberapa isteri beliau sedang bergembira ria] maka akupun berbincang sejenak. kemudian Nabi-pun bersabda: “Tenanglah177)[Janganlah kalian terburu-buru. Diperbolehkan bagi seorang isteri untuk mengunjungi suaminya yang berada di tempat I‟tikaf. kemudian aku bangun untuk kembali. 6. d.c. ini adalah Shafiyyah bintu Huyay (istri Rasulullah sendiri. karena Aisyah Radiyallahu 'anha (pernah) membuat kemah (yang terbuat dari bulu atau wool yang tersusun dengan dua atau tiga tiang) apabila beliau beri‟tikaf174) [Sebagaimana dalam shahih Bukhari (4/226)] dan hal ini atas perintah Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam 175) [Sebagaimana dalam Shahih Muslim (1173)]. dan suaminya diperbolehkan mengantar isteri sampai ke pintu masjid. maka keduanyapun bergegas. Dan diperbolehkan bagi orang yang sedang I‟tikaf untuk mendirikan tenda (kemah) kecil pada bagian di belakang masjid sebagai tempat dia beri‟tikaf.

Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet.php?id_artikel=761 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Malam Lailatul Qadar . Seorang wanita boleh I‟tikaf dengan didampingi suaminya ataupun sendirian. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan.”179)[ Telah lewat takhrijnya] berkata Syaikh kami (yakni Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani Rahimahullah-pent): “pada atsar tersebut ada suatu dalil yang menunjukkan atas bolehnya wanita I‟tikaf dan tidak diragukan lagi bahwa hal itu dibatasi (dengan catatan) adanya izin dari wali-wali mereka dan aman dari fitnah. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata.salafy. kemudian isteri-isteri beliau I‟tikaf setelah itu.Malam Seribu Bulan Sep 11.id/print.or. berdasarkan dalil-dali yang banyak mengenai larangan berkhalwat dan kaidah Fiqhiyah: “ Menolak kerusakan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.aliran darahnya dan sesungguhnya aku khawatir akan bersarangnya kejelekan di hati kalianatau beliau berkata: sesuatu-“178) [Dikeluarkan oleh Bukhari (4/240) dan Muslim (2157) dan tambahan yang terakhir ada pada Abu daud (7/142-143 di dalam Aunul Ma‟bud)] b. Ke 5 th 1416 H. '08 10:50 PM untuk semuanya . Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Berdasarkan ucapan Aisyah Radiyallahu 'anha: “Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam I‟tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan sampai Al mewafatkan beliau.” (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Sumber artikel : http://www. Bab "I'tikaf". Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly.

1. 18 Oktober 2004.٣ : خ ل‬ (yang artinya) : "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.١ : قل‬ ٣﴾ (yang artinya) [1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. [QS Al Qadar: 1 .Malam Seribu Bulan Penulis: yaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. 05:19:43 Malam Lailatul Qadar Keutamaannya sangat besar. [2] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. akan tetapi mereka bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah. red). [4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.5] Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan nan penuh hikmah : ٣﴾ ٦﴾ [ ‫]٦ . [4] Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang ٤﴾ ٥﴾ . karena malam ini menyaksikan turunnya Al Quran Al Karim yang membimbing orang-orang yang berpegang dengannya ke jalan kemuliaan dan mengangkatnya ke derajat yang mulia dan abadi. Ummat Islam yang mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan tidak pula menancapkan anak-anak panah untuk memperingati malam ini (malam Lailatul Qodar/Nuzul Qur'an. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. [5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.Malam Lailatul Qadar . Keutamaan Malam Lailatul Qadar Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan. Allah berfirman : ١﴾ ٤﴾ ٢﴾ ٥﴾ [ ‫]٥ . Inilah wahai saudaraku muslim. ayat-ayat Qur'aniyah dan hadits-hadits Nabawiyyah yang shahih yang menjelaskan tentang malam tersebut.

Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam menjawab sesuai yang ditanyakan. Dari Ubadah bin Shamit Radiyallahu „anhu."[QS Ad Dukhoon: 3 . dia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam beri‟tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda : (yang artinya) “Carilah malam Lailatur Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. pemberitahuan ini ada karena perdebatan para sahabat.” (HR Bukari 4/221 dan Muslim 1165). Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul. membawakan perkatan para ulama dalam masalah ini. 23. Pendapat yang paling kuat. maka barangsiapa ingin mencarinya. ketika ditanyakan kepada beliau : “Apakah kami mencarinya di malam hari?”. terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada malam terakhir bulan Ramadhan. 25. berdasarkan hadits „Aisyah Radiyallahu „anha. Ini menafsirkan sabdanya : (yang artinya) “Aku melihat mimpi kalian telah terjadi. jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya. beliau bersabda : “Aku . wallahu a‟lam. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”.6] 2.penuh hikmah. carilah pada tujuh hari yang terakhir. janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir. [5] (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. beliau menjawab : “Carilah di malam tersebut.” (Lihat maraji‟ diatas). (HR Bukhari 4/255 dan Muslim 1169) Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu. ia berkata Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam keluar pada malam Lailatul Qadar. 29 dan akhir malam bulan Ramadhan.”. Imam Al Iraqi telah mengarang satu risalah khusus diberi judul Syarh Shadr bidzkri Lailatul Qadar. ada dua orang sahabat berdebat. Telah diketahui dalam sunnah. karena riwayat Ibnu Umar (dia berkata) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “Carilah di sepuluh hari terakhir. 27. (Sebagaimana dinukil al Baghawi dalam Syarhus Sunnah (6/388). (Pendapat-pendapat yang ada dalam masalah ini berbeda-beda. [6] sebagai rahmat dari Tuhanmu. lihatlah). Waktunya Diriwayatkan dari Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam bahwa malam tersebut terjadi pada malam tanggal 21. Imam Syafi‟I berkata : “Menurut pemahamanku.

tidak ada masalah. Maka dengan ini. Oleh karena itu. 27 dan 29. maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya). Telah banyak hadits yang mengisyaratkan bahwa malam Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir. melainkan (bagi) orang yang diharamkan (untuk mendapatkannya). sedang hadits kedua adalah khusus. yang menunjukkan hal ini adalah hadits Aisyah. . maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25. cocoklah hadits-hadits tersebut. dan telah banyak hadits yang lebih menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar itu ada pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan. Kalau lemah dan tidak mampu mencari ppada sepuluh hari terakhir. Ia berkata : “Adalah Rasulullah beri‟tikaf pada 10 terakhir pada bulan Ramadhan dan berkata : “Selidikilah malam lailatul qadr pada tanggal ganjil 10 terakhir bulan Ramadhan”. 23. tidak saling bertentangan. (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759). yang lainnya menegaskan di malam ganjil sepuluh hari terakhir.27. lima). 3. bahkan bersatu tidak terpisahkan. 21. maka carilah pada malam 29.keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Laitul Qadar. tetapi fulan dan fulan (dua orang) berdebat hingga diangkat tidak bisa lagi diketahui kapan lailatul qadar terjadi). Hadits yang pertama sifatnya umum. 25. maka riwayat yang khusus lebih diutamakan daripada yang umum. semoga ini lebih baik bagi kalian. Wallahu a‟lam. Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar Sesungguhnya malam yang diberkahi ini. Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu. Paling benarnya pendapat lailatul qadr adalah pada tanggal ganjil 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan. Kesimpulannya : Jika seseorang muslim mencari malam Lailatul Qadar. sembilan. tetapi ini dibatasi kalau tidak mampu dan lemah. (HR Bukhari 4/232). carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir. barangsiapa yang diharamkan untuk mendapatkannya. jika (telah) berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu. 27 dan 29.25 (dan dalam riwayat lain : tujuh. dianjurkan bagi muslimin (agar) bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahalaNya yang besar.

“Adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan). perintahkan kepada istrimu dan keluargamu untuk itu dan perbanyaklah amalan ketaatan. sanadnya shahih. menghidupkannya dengan ibadah dan menjauhi wanita. maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan. apa yang harus aku ucapkan ?”. 4. (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759) Disunnahkan untuk memperbanyak do‟a pada malam tersebut. Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi). “Allahumma innaka „afuwwun tuhibbul „afwa fa‟fu „annii. “ Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah.Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya). (HR Tirmidzi (3760). yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya. Telah diriwayatkan dari Sayyidah „Aisyah Radiyallahu „anha. Lihat syarahnya Bughyatul Insan fi Wadhaifi Ramadhan. Ibnu Majah (3850). Ya Rasulullah (Shalallahu 'alaihi wassalam).” (HR Muslim 1174). Beliau menjawab.” (HR Bukhari 4/233 dan Muslim 1174).) Saudaraku – semoga Allah memberkahimu dan memberi taufiq kepadamu untuk mentaatiNya – engkau telah mengetahui bagaimana keadaan malam Lailatul Qadar (dan keutamaannya) maka bangunlah (untuk menegakkan sholat) pada sepuluh malam hari terakhir. halaman 55-57. Dari Aisyah Radiyallahu „anha.”. Juga dari „Aisyah Radiyallahu „anha. Ya Allah. menyingsingkan badan untuk mencari Lailatul Qadar). (dia berkata) : “Adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir). dari Aisyah.” yang telah lalu. menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya. maka ampunilah aku. Tanda-tandanya . karya ibnu Rajab al Hanbali. beliau mengencangkan kainnya (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah. (dia) berkata : “Aku bertanya.

Sumber artikel : http://www. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata.” (HR Muslim 1170.” (HR Muslim 762).Ketahuilah hamba yang taat – mudah-mudahan Allah menguatkanmu dengan ruh dariNya dan membantu dengan pertolongaNya – sesungguhnya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam menggambarkan paginya malam Lailatul Qadar agar seorang muslim mengetahuinya. cerah.id/print. (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.”) Dan dari Ibnu Abbas Radiyallahu „anhu. jafnah artinya bejana. karena bulan tidak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan.php?id_artikel=757 Kata kunci: “tauziah series” . ia berkata : Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam beliau bersabda : (yang artinya) “Siapa diantara kalian yang ingat ketika terbit bulan. Dari Ubay Radiyallahu „anhu.or. tidak panas dan tidak juga dingin. sanadnya hasan). Dari Abu Hurairah. Ke 5 th 1416 H. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. ia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “ (Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan.” (HR Thyalisi (349). Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Bab "Malam Lailatul Qadar". Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid.salafy. Ibnu Khuzaimah (3/231). Perkataannya “Syiqi Jafnah”. seperti bejana hingga meninggi. Bazzar (1/486). matahari terbit tanpa sinar menyilaukan. seperti syiqi jafnah. ia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “Pagi hari malam Lailatul Qadar. syiq artinya setengah. Al Qadli „Iyadh berkata :”Dalam hadits ini ada isyarata bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan.

05:32:06 Fidyah 1. tetapi ada riwayat dari Ibnu Abbas yang menegaskan bahwa ayat ini tidak mansukh dan ini berlaku bagi laki-laki dan wanita yang sudah tua dan bagi yang tidak mampu berpuasa. (QS Al Baqarah 184). sebagaimana akan datang penjelasannya dari Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu. red) seorang miskin. dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala (yang artinya) “Dan orang-orang yang tidak mampu berpuasa. 2. (HR Bukhari 8/135). maka hendaknya mereka memberi makan setiap hari atas seorang miskin. jika dikhawatirkan keadaan keduanya. bahwasanya ayat ini adalah khusus bagi orang yang sudah tua renta (baik laki-laki maupun perempuan). hendaknya membayar fidyah. Sisi pendalilannya. ibu hamil dan menyusui. Penjelasan Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu Engkau telah mengetahui wahai saudaraku seiman. maka diperbolehkan berbuka dan memberi makan setiap harinya (yang ditinggalkan. Bagi Siapa Fidyah itu ? Bagi ibu hamil dan menyusui jika dikhawatirkan keadaan keduanya. red) berdasarkan dua hadits Abdullah bin Umar dan Salamah bin Al Akwa Radiyallahu 'anhu. '08 10:46 PM untuk semuanya Siapa yang layak membayar fidyah secara syar'i ? Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. bahwasanya dalam pembahasan yang lalu ayat ini mansukh (sudah dihapuskan hukumnya.tidak ada komentar Siapa yang layak membayar fidyah secara syar'i ? Sep 11. . Syaikh Ali Hasan Abdul Hami Fiqh. orang yang sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya. 17 Oktober 2004. dengan memberi makan seorang miskin”.

tetapi tatkala diberikan riwayat yang menegaskan adanya naskh. (Ibnu Jarud (381). sehingga mereka menamakan istitsna‟ (pengecualian). adapun mengkhususkan atau mengaitkan atau menunjukkan yang mutlak kepada muqayyad. syarat dan sifat sebagai „naskh‟. Yang Benar Ayat Tersebut (Al Baqarah 185) Mansukh Yang benar dan tidak diragukan lagi ayat tersebut adalah mansukh. ibu hamil dan menyusui yang khawatir keadaan keduanya untuk berbuka. penjelasannya. Telah sahih bagi kakek dan nenek yang sudah tua jika tidak mampu berpuasa. Naskh dalam bahasa Arab menjelaskan maksud tanpa memakai lafadz tersebut. hendaknya memberi makan seorang yang miskin dan tidak ada qadha‟. mutlak. kemudian memberi makan setiap harinya seorang miskin. (Lihat I‟lamul Muwaqi‟in 1/35 karya Ibnu Qayyim dan Al Muwafaqat (3/118) karya Asy Syathibi). Dalam riwayat lain (disebutkan) : “Diberi rukhsah (keringanan. karena salafush shalih Radiyallahu 'anhu menggunakan kata „naskh‟ untuk menghilangkan pemakaian dalil-dalil umum. barangsiapa diantara kamu hadir di bulan itu (Ramadhan –ed) maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. penafsirannya. . red). 3.Oleh karena itulah Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu dianggap menyelisihi jumhur shahabat atau pendapatnya saling bertentangan. hingga mereka menyangka Hibrul Ummah (Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu) menyelisihi jumhur. Sebagian orang ada yang melihat zhahir riwayat yang lalu. yaitu riwayat Bukhari pada kitab Tafsir dalam shahihnya yang menegaskan tidak adanya naskh (dalil yang menghapuskan.” (QS Al Baqarah 185). mereka menyangka adanya saling pertentangan!!!. Abu Daud (2318) sanadnya shahih). bahkan (bisa juga) dengan sebab dari luar. tetapi dalam pengertian orang-orang terdahulu. red) bagi laki-laki dan perempuan yang sudah tua renta yang tidak mampu berpuasa. lebih khusus lagi jika engkau mengetahui bahwasanya beliau menegaskan adanya mansukh. Al Baihaqi (4/230). kemudian dimansukh oleh ayat (yang artinya) : “Karena itu. Karena padanya mengandung penghilangan makna dan zhahir maksud lafadz tersebut. zhahir dan selainnya.

ayat diatas adalah bersifat umum bagi seluruh mukallaf yang mencakup orang yang biasa berpuasa. Penguat hal ini dari sunnah adalah apa yang diriwayatkan Imam Muslim dari Salamah bin al Akwa Radiyallahu 'anhu : “Kami pernah pada bulan Ramadhan bersama Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. barangsiapa diantara kamu hadir di bulan itu (Ramadhan –ed) maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Yang menguatkan akan hal ini adalah pernyataan Ibnu Abbas dalam riwayat yang menjelaskan adanya naskh : “Telah tetap bagi laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia . sehingga akan hilanglah musykilah (problema) yang disebabkan memaknakan perkataan salafus shalih dengan pengertian yang baru. yang mengandung penghilangan hukum syar‟i terdahulu dengan dalil syar‟i mutakahirin yang dinisbatkan kepada mukallaf. serta berpendapat bahwa makna ayat mansukh bagi orang yang mampu berpuasa. Jika rukhshah tersebut hanya untuk laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia saja. tetapi masalah ini akan hilang jika jelas bagimu bahwa hadits tersebut hanya sebagai dalil bukan membatasi orangnya. maka apa makna rukhsah yang ditetapkan dan yang dinafikan (ditolak. maka berpuasalah. hingga tetap berlaku bagi laki-laki dan wanita yang lanjut usia. tetapi harus berbuka dengan memberi fidyah kepada seorang miskin. atau tidak biasa puasa.Sudah diketahui bahwa barangsiapa yang memperhatikan perkataan mereka (orang Arab) akan melihat banyak sekali contoh masalah tersebut.” (QS Al Baqarah 185). Ayat Tersebut Bersifat Umum Yang menguatkan hal ini. hukum pertama mansukh dengan dalil al Qur‟an adapun hukum kedua dengan dalil dari Sunnah dan tidak akan dihapus sampai hari Kiamat. dan barangsiapa yang mau berbuka maka berbukalah. hingga turun ayat (yang artinya) : “Karena itu. Mungkin adanya masalah itu terjadi karena hadits Ibnu Abbas yang menegaskan adanya nash bahwa rukhshah itu untuk laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia dan tidak mampu berpuasa. dalil untuk memahami hal ini terdapat pada hadits itusendiri. 4. kemudian dihapus (dinaskh). red) itu jika penyebutan mereka bukan sebagai dalil ataupun pembatasan ? Jika engkau telah merasa jelas dan yakin. dan tidak mansukh bagi orang yang tidak mampu berpuasa. barangsiapa yang mau berpuasa.

Dua hadits ini menjelaskan bahwa ayat ini mansukh bagi orang yang mampu berpuasa dan tidak mansukh bagi orang yang tidak mampu berpuasa. (Al Jami‟ li Ahkamil Qur‟an. Allah menetapkan puasa bagi orang mukim dan sehat. Perkataannya tidak mansukh ditafsirkan oleh perkataannya : “itu mansukh”. Hadits Ibnu Abbas dan Muadz hanya ijtihad ? Mungkin engkau menyangka wahai saudara muslim. serta memberi keringanan (rukhshah) bagi orang yang sakit dan musafir dan menetapkan fidyah bagi orang tua yang tidak mampu berpuasa. serta wanita yang hamil dan menyusui juka khawatir akan keadaan keduanya. apa yang telah tsabit (tetap penyebutannya) dari Ibnu Abbas dan Mu‟adz hanyalah semata-mata pendapat. dan puasa Asyura‟. 2/288). Al Baihaqi dalam sunannya (4/200). Kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan ayat : (yang artinya) “Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkan padanya Al Qur‟an…” (QS Al Baqarah 185). inilah keadaan keduanya…” (HR Abu Daud dalam Sunannya (507). Ahmad dalam Musnad (5/246-247) dan sanadnya shahih. dengan keterangan ini jelaslah bahwa naskh dalam pemahaman shahabat berlawanan dengan pengkhususan dan pembatasan di kalangan ahli ushul mutaakhirin. Oleh karena itu Ibnu Abbas Radliyallahu 'anhu mencocoki sahabat. sampai kemudian Allah mewajibkan puasa (Ramadhan) turunlah ayat : “Hai orang-orang yang beriman. ijtihad dan pengkabaran. yakni ayat ini dikhususkan. menetapkan puasa selama tiga hari setiap bulannya.dan tidak mampu berpuasa. 5. sehingga tidak bisa naik ke tingkatan hadits marfu‟ yang bisa mengkhususkan . diwajibkan atas kalian berpuasa…” (QS Al Baqarah 183). demikianlah diisyaratkan oleh al Qurthubi dalam tafsirnya.” Dan yang menambah jelas lagi hadits Mu‟adz bin Jabal Radiyallahu 'anhu : “Adapun keadaan-keadaan puasa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam saat datang ke Madinah. haditsnya mencocoki dua hadits yang lainnya (yaitu) hadits Ibnu Umar dan Salamah bin Al Akwa Radhiyallahu 'anhu dan juga tidak saling bertentangan. untuk berbuka dan memberi makan orang miskin setiap harinya. yakni ayat ini dikhususkan.

maka jawabannya adalah sebagai berikut : a. „Ulumul Hadits (24) karya Ibnu Shalah). beliau menjawab : “Berbukalah.” Dari jalan lain beliau meriwayatkan : Seorang wanita yang hamil bertanya kepada Ibnu Umar. Seorang yang beriman mencintai Allah dan RasulNya tidak boleh menyelisihi dua hadits ini jika ia anggap shahih. Ibnu Umar pun menyuruhnya berbuka dan memberi makan seorang miskin. membatasi yang mutlak dan menafsirkan yang global. Daruquthni meriwayatkan (1/207) dari Ibnu Umar dan beliau menshahihkannya. sanadnya jayyid”. Dari Malik dari Nafi‟ bahwasanya Ibnu Umar ditanya tentang seorang wanita yang hamil jika mengkhawatrkan anaknya. red). Dari jalan yang ketiga : Anak perempuan Ibnu Umar adalah istri seorang Quraisy. beliau (Ibnu Umar) berkata : “Seorang wanita hamil dan menyusui boleh berbuka dan tidak mengqadha‟. darimana beliau mengambil hukum ini? Tidak diragukan lagi beliau mengambil dari Sunnah. c. Ibnu Abbas menetapkan hukum ini bagi wanita yang menyusui dan hamil. beliau berkata : “Berbuka dan gantinya memberi makan satu mud gandum setiap harinya kepada seorang miskin. dan hamil. b. 6.perkara yang sifatnya umum dalam al Qur‟an. Tidak ada sahabat yang menentang Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu. bahwa turunnya begini. yakni dua sahabat ini menyaksikan wahyu dan turunnya al Qur‟an. dan berilah makan orang miskin setiap harinya dan tidak perlu mengqadha‟. karena dua hadits ini ada dalam tafsir ketika menjelaskan asbabun nuzul. mengabarkan ayat Al Qur‟an.” (Al Baihaqi dalam as Sunan (4/230) dari jalan Imam Syafi‟I. (Lihat Tadribur Rawi (1/192-193) karya Imam Suyuthi. sanadnya shahih). Dua hadist ini memiliki hukum marfu‟ menurut kesepakatan ahlul ilmi tentang hadits Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. Wanita Hamil dan Menyusui Gugur Puasanya . terlebih lagi beliau tidak sendirian tapi disepakati oleh Abdullah bin Umar yang meriwayatkan bahwa hadits ini mansukh (sudah dibatalkan. Dan dia kehausan ketika puasa Ramadhan. maka ini adalah hadits yang musnad. (Sebagaimana dinashkan oleh Ibnu Qudamah dalam Al Mughni (3/21)).

perkataan ini tertolak karena al Qur‟an menjelaskan makna gugurnya puasa dari musafir : (yang artinya) “Barangsiapa diantara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata.php?id_artikel=756 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Kafarat / Denda dalam Puasa Ramadhan Sep 11. yakni dibatasi “kalau mengkhawatirkan diri dan anaknya”.salafy.Keterangan ini menjelaskan makna : “Allah menggugurkan kewajiban puasa dari wanita hamil dan menyusui”. Musafir Gugur Puasanya dan Wajib mengqadha‟ Barangsiapa menyangka gugurnya puasa wanita hamil dan menyusui sama dengan musafir sehingga mengharuskan qadha‟.” 7. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet.or. '08 10:45 PM .” (QS Al Baqarah 184).id/print. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. Sumber artikel : http://www. Maka jelaslah bagi kalian. Ke 5 th 1416 H. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. bahwa ayat ini adalah khusus untuk mereka. maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Bab "Fidyah". bahwa wanita hamil dan menyusui termasuk orang yang tercakup dalam ayat itu. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). yang terdapat dalam hadits Anas yang lalu. Dan Allah menjelaskan makna gugurnya puasa bagi yang tidak mampu menjalankannya dalam firmanNya : (yang artinya) “Dan wajib orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah (yaitu) : memberi makan seorang miskin.” (QS Al Baqarah 184). dia bayar fidyah tidak mengqadha‟.

kalau tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut. Gugurnya kafarat Barang siapa yang telah wajib membayar kafarat. karena itu berpegang dengan tertib sudah cukup. mereka sepakat menyatakan tentang batalnya puasanya karena jima'. namun tidak mampu mebebaskan seorang budak ataupun puasa (dua bulan berturut-turut) dan juga tidak mampu memberi makan (enam puluh orang miskin). 08 November 2003. bahwa dia harus mengqadha' puasanya dan membayar kafarat yaitu : membebaskan seorang budak. 04:08:20 1. berbeda dengan sebaliknya. dan orang yang berilmu menjadi hujjah atas yang tidak berilmu. Allah berfirman (yang artinya) : “ Allah tidak membebani jiwa kecuali sesuai kemampuan" [Al-Baqarah : 286] . Kafarat bagi laki-laki yang menjima'i isterinya Telah lewat hadits Abu Hurairah. karena tidak ada beban syari'at kecuali kalau ada kemampuan. yang menganggap lebih rajih yang tertib disebabkan karena tertib itu lebih hati-hati. Tidak pernah terjadi hal seperti ini dalam riwayat-riwayat lain. Ada yang mengatakan : kafarat jima' itu boleh dipilih secara tidak tertib (yaitu tidak urut seperti yang dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah. 2. maka riwayatnya lebih rajih karena perawinya lebih banyak jumlahnya dan padanya terdapat tambahan ilmu. kalau tidak mampu maka memberi makan enam puluh orang miskin. tetapi yang meriwayatkan dengan tertib (sesuai urutannya. baik bagi yang menyatakan boleh memilih atau tidak.untuk semuanya Kafarat / Denda dalam Puasa Ramadhan Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly Fiqh. -ed). maka gugurlah kewajibannya membayar kafarat. tentang laki-laki yang menjima'i isterinya di siang hari bulan Ramadhan. -ed) perawinya lebih banyak.

Sumber artikel : http://www.or.salafy.Dan dengan dalil Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menggugurkan kafarat dari orang tersebut.id/print. penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. Edisi Indonesia Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka Al-Mubarok (PMR). Ke 5 th 1416 H. karena ketika dikhabarkan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam perbuatan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan. beliau hanya mewajibkan satu kafarat saja. 3. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Kafarat hanya bagi laki-laki Seorang wanita tidak terkena kewajiban membayar kafarat. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. '08 10:45 PM untuk semuanya Petunjuk tentang Qunut Witir Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: Abul 'Abbaas Musa ibn John Richardson . Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Wallahu 'alam Judul Asli : Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. ketika mengabarkan kesulitannya dan memberinya satu wadah korma untuk memberikan keluarganya.php?id_artikel=322 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Petunjuk tentang Qunut Witir Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11.

berargumentasi. dan mengambil kesimpulan. Kemudian beliau mengumpulkan yang termasuk dalam kategori sahih. agar supaya membedakan antara (riwayat) orang-orang yang tak dapat diterima dan yang bisa diterima. Saudi Arabia) Pelajaran terbagi menjadi dua bagian utama : Bagian Pertama: Riwayat-riwayat yang diperbincangkan kesahihannya Bagian Kedua : Masalah yang berhubungan dengan do'a qunut yang dilakukan dalam sholat Witir Penyusun mengumpulkan seluruh riwayat yang shahih dari Nabi (Shallallahu 'alaihi wasallam) dan pernyataan para sahabatnya yang berhubungan dengan qunut dalam sholat witir. yang didasarkan semata-mata pada masalah yang berkenaan dengan doa qunut dalam sholat Witir. Beliau juga mengumpulkan dari madzhab fiqih terkenal yang telah yang menjelaskan tentangnya. termasuk madzhab Dhahiriyyah. Sebagian dari kesimpulan dalam studi (beliau) sebagai berikut: . menggunakan manhaj para Ulama meneliti. dari perspektif hadits dan perspektif fiqih (Disampaikan oleh Shaykh Muhammad Bin Umar bin Salim Bazmul saat mengajar di Universitas Umm al-Quraa. 08 November 2004. dalam rangka memusatkan pada prinsip dasar dalam pelajaran tersebut yang layak diambil. memilah sesuai dengan riwayat yang sahih. Penyusun kemudian kembali dan meneliti masalah tersebut satu-persatu.Fiqh. 17:19:31 Judul Pelajaran : Penjelasan tentang do'a qunut yang dilakukan dalam sholat Witir.

Do'a qunut dalam witir dapat dilakukan sebelum atau sesudah ruku'. Termasuk sunnah Nabi ( Shallallahu 'alaihi wasallam) yakni kadang-kadang melaksanakannya dan kadang-kadang meninggalkannya. red) diperbolehkan dilakukan semua sepanjang tahun. Diperbolehkan melakukan doa qunut pada (malam) pertama dan kedua dari separoh bulan Ramadhaan. ia menyebutkan dari Qatadah dan lainnya. HR Ibnu Abi Syaibah 2/205 no. simak Mukhtasar Qiyamullail 125. lihat juga kitab at-Tarjih fii Masaailil Thaharah was Shalah oleh DR. Dan kata Ma'mar:"Sesungguhnya aku qunut witir sepanjang tahun kecuali awal Ramadhan sampai dengan pertengahan saya tidak qunut. dan tidak dikenal luas. Ibnu Majah no 1182. terlebih jika sholat tersebut dilakukan berjamaah dengan orang-orang. Menyambung (di atas). Bahwa doa qunut dalam sholat witir (di bulan Ramadhan. sanad hadits shahih (lihat 'Irwaul Ghalil 1/167 hadits no 426 dan .[Hadits Ubay bin Ka'ab:"bahwasanya Rasulullah shallallaahu 'alayhi wasallam qunut dalam shalat witir sebelum ruku'. HR Ibnu Abi Syaibah 2/305-306 atau 2/205]". 3. dan beliau menyuruh Ubay radiyallaahu 'anhu untuk melakukan qunut pada pertengahan Ramadhan mulai malam 16 Ramadhan. bahwasanya 'Umar radiyallaahu 'anhu menyuruh Ubay radiyallaahu 'anhu mengimami shalat tarawih pd bulan Ramadhan. walaupun yang terbaik dilaksanakan sebelum ruku'. yakni dimulai dengan malam yang yang keenambelas. Qunut (semestinya) ditinggalkan saat separuh pertama dari bulan Ramadhaan.1. Lihat Mushannaf 'Abdurrazzaq 3/120 dengan sanad yang shahih. Muhammad bin 'Umar Bazmul hal 362-385. 2. 5.[Dari 'Amr dari Hasan. 6. demikian juga dikalukan oleh Hasan al-Bahsri." Kata Abu Bakar Ibnu Abi Syaibah:"Ini atsar yang kami pegang. sebab hal ini menyimpang dari Sunnah. Serta Dari Ibrahim an-Nakha'i telah berkata 'Abdullah:"ia tidak pernah qunut Shubuh sepanjang tahun dan ia qunut witir setiap malam sebelum ruku'. yakni setiap malam yang telah ditetapkan adalah separuh malam terakhir dari bulan Ramadhan. HR Abu Dawud no 1427.10] 4. [Ishaq bin Rahawaih memilih qunut (witir) dilaksanakan sepanjang tahun.

Juga Syaikh al-Albani rahimahullah berkata : "Boleh juga doa qunut sesudah ruku' dan ditambah dengan melaknat orang2 kafir. 9. karena ada dalil dari para Shahabat radiyallaahu 'anhuma di zaman Umar radiyallaahu 'anhu. dan yang terbaik adalah mencukupkan diri untuk merujuk pada apa yang telah yang diberitakan Nabi (Shallallahu 'alaihi wasallam). dan ini riwayat yg shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud dan 'Abdullah bin Umar radiyallaahu 'anhuma. ketika (memilih) berdoa qunut sebelum ruku'.Shahih Sunan Abi Dawud no 1266). 11. Diperbolehkan mengangkat tangan pada do'a qunut. sebagaimana diriwayatkan Ibrahim al-Qamah:"Sesungguhnya Ibnu Mas'ud dan para Sahabat Nabi shallallaahu 'alayhi wasallam qunut dalam shalat witir sebelum ruku'. tidak bebas melakukan apapun. dan para jama'ahnya mengucapkan "amiin". untuk tidak memanjangkan do'a qunut. atau membiarkan tangan tetap di . 10. Termasuk menyimpang dari Sunnah yakni bertakbir (Allahu akbar) sebelum dan sesudah qunut. lalu shalawat kepada Nabi shallalaahu 'alayhi wasallam dan mendoakan kebaikan untuk kaum muslimin. 8. serta memohon (dalam qunut) untuk membinasakan kaum kafir pada doa qunutnya. Tidak ada ketetapan yang mengharuskan orang-orang untuk berdo'a qunut dengan cara tertentu. sebab cara yang terbaik adalah yang telah shahih riwayatnya. Termasuk Sunnah. 12. pada pertengahan Ramadhan. Simak Qiyamu Ramadhan hal. (akan tetapi) melakukan qunut tersebut pada separuh terakhir.31-32] 7. dikatakan oleh al-hafizh dalam "Addirayah" sanadnya hasan. bahkan diriwayatkan dari jumhur Sahabat. Merupakan Sunnah bagi imam orang-orang untuk tidak berdo'a qunut pada separuh pertama bulan Ramadhaan. Dan sebagaimana hadits Hasan bin Ali radiyallaahu 'anhuma. Syaikh Albani berkata sanadnya jayyid menurut syarat Muslim (Irwaa'ul Ghalil 2/166)."Simak Diriwayatkan olsyaieh Ibnu Abi Syaibah 2/302 atau 2/202 no 12. Termasuk Sunnah adalah bahwa imam mengeraskan suaranya saat berdo'a qunut. sehingga dia hanya diperbolehkan untuk memperpanjang sesuai pernyataan yang telah tetap.

16. kecuali jika disana ada dalil khusus yang melarangnya. Tidak diizinkan untuk menyeka/menyapu wajah dengan tangan setelah qunut. Saudi Arabia] Masalah yang keempat: Apakah posisi tangan diangkat dalam do‟a qunut ? Berikut hukum yang ditetapkan dalam do‟a qunut : 1) Yakni seseorang mengangkat tangannya. dan keteguhan. . menerimanya dan menolaknya dalil dalam kaitan dengan kesahihannya. 15. sebab sholat Maghrib adalah witir di sore [/siang] hari. dan kemudian membuat kesimpulan yang berdasar padanya. 17. atau mengangkat tangan di awal qunut dan menurunkan tangan di akhir qunut. semua cara ini diperbolehkan. [Dari abstrak pelajaran yang disampaikan Syaikh Muhammad Bazmul pada Universitas Umm al-Quraa. Abdullaah ibn Mas‟ud dan Ubay ibn Ka‟b (semoga Allah meridloi keduanya) yang telah meriwayatkan banyak tentang do'a qunut di (dalam) sholat witir. Sholat yang paling menyerupai sholat witir adalah paling adalah Maghrib.samping (seperti posisi sebelumnya/tidak mengangkat tangan). Hal ini sesuai dengan prinsip bahwa sesuatu yang disahkan dalam amalan wajib adalah juga disahkan untuk amalan sunnah. sera memberikan bimbingan. Apa saja yang dikerjakan dalam qunut nazilah (yang dilakukan dalam sholat wajib) juga dapat dikerjakan dalam doa qunut dalam sholat witir. mengumpulkan dalil-dalil. 13. Dan beliau berharap kiranya dapat membantu menghidupkan kembali manhaj Ulama' di (dalam) meneliti. 14. Semoga Allaah mengabulkan doa penyusun. Diperbolehkan mengucapkan shalawat kepada Nabi (Shallallahu 'alaihi wasallam) di (dalam) do'a qunut.

3) Yakni seseorang mengangkat tangannya di awal qunut dan menurunkan tangannya di akhir qunut. maka beliau tidak akan melakukan berbagai hal didalam shalat menurut pendapatnya sendiri. sebab beliau adalah sahabat Nabi dan perbuatan ini adalah tauqifi. Dan 'Abdullaah ibn Mas'ud dahulu mengangkat tangannya saat qunut. meminta dari orang lain agar memberikannya sesuatu. Musa Abul-'Abbaas Musa ibn John Richardson ('Aziziyyah. dan setelah itu membiarkan tangannya di sampingnya. Lihat juga: Irwaa' Al-Ghalil ( 2/181)]. maka aku tidak mengetahui ada asalnya dalam Sunnah tidak pula dari perkataan ulama” 2) Yakni seseorang membiarkan tangannya berada disampingnya. Saudi Arabia) menyatakan : bahwa tindakan Ibn Mas'ud sesuai disini. . mengacu pada perbuatan Shahabat Nabi : "Mereka dahulu tidak menaikkan tangannya dalam Witir di bulan Ramadhan. al-Mu'jam as-Saghir. Dalil (yang berkenaan dengan poin di atas): 1) Nabi (Shallallaahu „ alaihi wasallam) menaikkan tangannya yang digunakan untuk berdo‟a qunut an-nazilah. Makkah. yakni memohon (kepada Allah. [Sahihh: Ahmad 3/137.[keterangan ust Abu Hamzah Yusuf : Dzahir perkataan Ahlul ilmi (tentang kaifiyat mengangkat tangan) :” bahwasanya kedua tangan digandengkan seperti orang yang sedang memohon. dibatasi oleh dalil. Adapun dibentangkan dan saling berjauhan antara kedua tangan . red) untuk membinasakan kaum (kafir). melainkan beliau mempelajari hal tersebut dari Nabi (Shallallaahu „ alaihi wasallam). dan al-Baihaqi didalam Dalaa'il anNubuwwah dan As-Sunan Al-Kubraa. Dan Allah Ta‟ala mengetahui yang terbaik. 2) Az-Zuhri meriwayatkan." 3) Az-Zuhri meriwayatkan bahwa Ibn Mas'ud dahulu mengangkat tangannya di(dalam) Witir.

Masalah yang keenam: Apakah do‟a qunut dan ucapan “Amiin" para makmum/jama‟ah dilaksanakan dengan suara keras? [Ringkasan] Mengingat tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa mereka dulu (sahabat) mengucapkan "Amiin" di belakang imam mereka sepanjang qunut witr. al-Bayhaqi dalam as-Sunan alKubraa (2/200). [Datang dari sahabat Ibnu Abbas radliyallahu „anhu] Dan Allah Ta‟ala mengetahui yang terbaik. Apa saja yang telah ditetapkan untuk qunut nazilah (yang dilakukan pada sholat yang wajib) adalah juga dapat diamalkan dalam qunut pada sholat witir. . Ibn Khuzaimah (618). dengan begitu diperbolehkan juga untuk melakukannya didalam sholat yang tidak wajib.. Hal ini telah tetap dalilnya dilakukan dalam sholat Maghrib. dan al-Albaani (Irwaa' al-Ghalil:2/163). (1) Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits hasan dalam Musnad Ahmad (2746). red) yang dilakukan pada sholat yang wajib). Ibn Khuzaimah. red] witir yang wajib. berdasarkan pada prinsip yang disebutkan dalam kaidah berikut : “.. Abu Dawud (1443). maka dapat diambil dalil melihat perbuatan Sahabat pada qunut an-naazilah (do‟a untuk memohon perlawanan atas orangorang (musuh. al-Haakim (1/225). Hal ini didukung oleh bahwa amalan apapun yang disyariatkan dalam amalan wajib adalah juga disyariatkan dalam amalan sunnah. karena ucapan mereka "Amiin" di belakang Imam dalam sholat adalah amalan (yang) dilaksanakan dalam sholat wajib. Dan telah disepakati oleh al-Haakim. kecuali jika disana ada dalil khusus yang melarang hal tersebut. yang mana [sholat Magrib ini merupakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful