Anjuran berzakat dan ancaman bila tidak membayarnya

Sep 11, '08 11:15 PM untuk semuanya

Anjuran berzakat dan ancaman bila tidak membayarnya Penulis: Al Ustadz Qomar Su'aidi, Lc Fiqh, 07 November 2004, 03:44:55 Anjuran dalam Menunaikan Zakat Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka" . (At Taubah : 103)

Ayat ini mengajarkan untuk mengambil sedekah dari hartanya kaum mu'minin, baik itu shodaqoh yang ditentukan (zakat) ataupun yang tidak ditentukan (tathowa) demi untuk membersihkan mereka dari kotornya kebakhilan dan rakus. Juga mensucikan mereka dari kehinaan dan kerendahan dari mengambil dan makan haknya orang fakir. Dan juga untuk menumbuh kembangkan harta mereka dan mengangkatnya dengan kebaikan dan keberkahan akhlak dan mu'amalah sampai mengantarkan mereka menjadi orang yang berhak mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Firman Allah Ta'ala: "Dan pada harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian." (Adz-Dzariyat : 19)

Dalam ayat ini Allah Ta'ala telah mengkhususkan sifat-sifat yang mulia dengan berbuat baik. Dan kebaikan mereka nampak jelas dari menegakkan shalat malam, memohon ampun di waktu malam dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah sebagaimana kebaikan mereka yang nampak jelas dalam memberi dan menunaikan haknya orang-orang fakir demi kasih sayang dan rohmah bagi mereka. Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "(Yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan

zakat." (Al Hajj:41)

Allah telah menjanjikan dengan menunaikan zakat merupakan tujuan untuk bisa tegak dan kokoh di muka bumi ini. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "Tiga perkara yang aku bersumpah atas tiga perkara tersebut dan menceritakan kepada kalian maka jagalah : Tidak akan berkurang harta yang dishodaqohkan dan tidak seorang hamba dianiaya dengan satu kedholiman kemudian dia bersabar (atas kedholiman) kecuali Allah akan menambahkan baginya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seorang hamba membuka pintu meminta-minta kecuali Allah akan membaginya pintu kefakiran." (Turmudzi Kitab AzZuhd 4:487(2325) dari hadits Abi Habsyah)

Dari masih banyak hadits-hadits tentang anjuran untuk menunaikan zakat serta keutamaankeutamaannya.

Ancaman Bagi yang Tidak Menunaikan Zakat

Telah banyak dalil-dalil baik itu dari Al-Kitab ataupun As-Sunnah tentang ancaman keras bagi orang yang bakhil dengan zakat dan enggan untuk mengeluarkannya. Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka jahanam lalu dibakar dengannya dahi mereka lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka :"Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu simpan itu" (At Taubah : 34-35). Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Sekali-sekali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya di hari kiamat." (Ali Imron : 180)

Oleh karenanya harta yang tidak ditunaikan zakatnya maka itu termasuk harta simpanan yang pemiliknya akan disiksa dengannya pada hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah

shallallahu 'alaihi wa sallam : "Tidaklah seseorang yang memiliki emas atau perak kemudian tidak ditunaikan haknya, apabila datang hari kiamat dibentangkan baginya batubatu yang lebar dari neraka kemudian dia akan dipanggang di atas batu-batu itu di dalam neraka jahannam kemudian disetrika perut, dahi dan punggungnya. Setiap kali sudah dingin maka akan dikembalikan seperti semula yang satu hari adalah sama dengan 50.000 tahun sampai diputuskan perkaranya diantara manusia maka dia akan melihat jalannya, apakah ke surga atau neraka." (HR. Muslim Kitab Zakat 7:67 no. 2287 dari hadits Abu Hurairah)

Kemudian lanjutan hadits ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan orang yang memiliki onta, sapi dan kambing yang tidak ditunaikan zakatnya akan mengalami nasib yang sama pula dari siksa di hari kiamat.

Juga sabda Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam yang lain : "Barang siapa yang Allah telah berikan harta kepadanya kemudian dia tidak menunaikan zakatnya maka pada hari kiamat nanti hartanya akan berujud ular yang botak yang mempunyai dua titik hitam diatas kepalanya yang mengalunginya kemudian mengambil dengan kedua sisi mulutnya sambil berkata: "Aku adalah simpananmu, aku adalah hartamu". Kemudian beliau membaca ayat: "Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang telah Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya, menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka, sebenarnya bahwa kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka, harta-harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya kelak di hari kiamat." (HR. Bukhori Kitab Zakat 3:268 no.1403 dari hadits abu Hurairah; Muslim Kitab Zakat 7:74 no. 2294)

Hukum Bagi yang Tidak Mau Membayar Zakat

Dalam hal ini ada beberapa kriteria dari orang-orang yang tidak mau membayar zakat : 1. Seorang yang tidak mau membayar zakat tapi masih meyakini akan wajibnya. Para ulama menghukumi bahwa pelakunya berdosa dan tidak mengeluarkannya dari keislamannya. Kepada penguasa (hakim) agar memaksa pelakunya supaya mau membayar zakat serta memberikan hukuman pelajaran kepadanya (tahdzir). Dan mengambil hak zakat dari orang tersebut sesuai dengan kewajibannya, tidak boleh lebih. Kecuali pendapatnya Imam Ahmad dan Imam Syafi'i (pendapat lama) maka mengambilnya separuh dari hartanya

sebagai hukuman baginya. Sebagaimana hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "… Dan barang siapa yang tidak mau menunaikannya (zakat) maka kami akan mengambilnya dan separuh hartanya adalah hak dari hak-hak wajib bagi Tuhan kami, tidak halal bagi keluarga Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam darinya sedikitpun." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i, Hakim, Baihaqi dari Bahz bin Hakim dari bapaknya dari kakeknya).

Adapun Ibnu Taimiyah menghukumi orang yang seperti itu adalah kafir dalam batinnya, walaupun secara dzahir tidak dikafirkan, akan tetapi disikapi seperti sikapnya orang-orang murtad yang diberi kesempatan bertaubat tiga kali, kalau tidak mau bertaubat maka hukumnya dibunuh. (lihat Fatawa 7:611, mausu'ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2:877; Mughni 4:67; majalah Buhuts Islamiyah Darul ifla' edisi 58 tahun 1420H hal. 11; Fiqh Sunnah 1:403)

2. Kalau yang tidak mau membayar zakat itu sekelompok orang yang mereka memiliki kekuatan tapi masih berkeyakinan akan wajibnya.

Para ulama menghukumi agar diperangi sampai mereka mau membayar zakat sebagaimana kisahnya Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat. (HR. Jama'ah dari Abu Hurairah)

Juga haditsnya Ibnu Umar ra. bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Aku telah diperintahkan untuk memerangi manusia supaya mereka bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan (bersaksi) bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mereka menegakkan sholat dan menunaikan zakat, maka kalau mereka telah mengerjakannya terjagalah dari darah dan harta mereka kecuali haknya Islam dan hisab mereka di sisi Allah." (HR. Bukhari & Muslim)

3. Tidak mau membayar zakat dengan mengingkari akan wajibnya.

Berkata Ibnu Qudamah : "Barang siapa yang mengingkari karena jahil (tidak tahu) atau dia termasuk orang yang tidak tahu karena baru masuk Islam atau dia tinggal di daerah terpencil yang jauh dari daerah yang mengetahui akan wajibnya maka tidak dikafirkan. Adapun kalau

dia seorang muslim yang tinggal di negeri Islam di tengah-tengah ahli ilmu maka hukumnya murtad." (Mughni 4:6-7)

(Dikutip dari tulisan ustadz Qomar Sua'idi, Lc, yang diarsipkan eks. tim Zisonline, al akh Fikri Thalib) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=786 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar

Definisi Zakat dan Hikmah disyariatkannya Zakat

Sep 11, '08 11:14 PM untuk semuanya

Definisi Zakat dan Hikmah disyariatkannya Zakat Penulis: Al Ustadz Qomar Su'aidi, Lc Fiqh, 07 November 2004, 03:36:50 Definisi Zakat

1. Menurut Bahasa (lughoh)

Dari asal kata "zakkaa - yuzakkii - tazkiyatan - zakaatan" yang berarti : 1. Thoharoh (membersihkan/mensucikan) Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (At-Taubah:103)

2. Namaa' (tumbuh /berkembang)

Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Allah memusnahkan ribaa' dan menyuburkan sedekah" (Al-Baqarah:276)

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari hadits Abu Rabsyah Al-An Maary. "Harta tidak akan berkurang dengan dishodaqohkan" (HR. Tirmidzi, kitab Az Zuhd jilid 4 hal. 487 no. 2325, kata Imam Tirmidzi "Hadits ini hasan shohih")

Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqolani : "Tanaman itu telah Zakka, yakni berkembang & tumbuh" (Fathul Baari, kitab zakat jilid 3 hal. 262)

3. Al-Barokah Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya" (Saba' : 39)

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari hadits Abu Hurairoh radhiallohu anhu : Allah Ta'ala berfirman dalam hadits qudsi: "Hai anak Adam berinfaklah niscaya Aku akan berinfak untukmu". (HR. Bukhori, Kitab Tafsir surat Hud 8 : 352 (4684); Muslim, Kitab Zakat 7:81 no. 2305)

4. Al-Madh (Pujian) Dalam hadits Abu Hurairoh tentang kisah Zainab Ummul Mukminin : " . . . Bahwa Zainab namanya adalah Barroh maka dikatakan 'Dia memuji dirinya' maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menamainya Zainab." (HR. Muslim, Kitab Al Azab Juz 14, hal. 346 no. 5572)

5. Amal Sholeh Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan kami menghendaki supaya tuhan mereka mengganti mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu" Imam Al-Farro' mengatakan: arti 'yang lebih baik kesuciannya' adalah yang lebih baik amal sholehnya. (lihat An Nihayah karya Ibnu Al Atsir jilid 2 hal. 307; Lisanul Arab karya Ibnul Mandzur jilid 6 hal 64-65)

Fatawa 25:8) 3." (Al-Fath 3:262) 2. untuk golongan tertentu pada waktu tertentu. Shodaqoh Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang-orang yang ruku" (Al Baqoroh : 43) 2." (Taudhihul Ahkam 3:5) III. shodaqoh. Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan dirikanlah sholat. terkadang dengan ungkapan zakat. Menurut Hukum (Istilah syara') 1. Pendapat Ibnu Taimiyah : "Memberikan bagian tertentu dari harta yang berkembang jika sudah sampai nishob untuk keperluan tertentu. Zakat Ungkapan ini paling banyak disebutkan bahkan sering digabungkan dengan perintah shalat sampai diulang dalam 82 ayat (lihat Taudih al akham 3:5).II. infaq/nafaqoh dan Al-'afwu. dengan zakat itu …" (At Taubah : 103) . Pendapatnya Al-Hafidz Ibnu Hajar : "Memberikan sebagian dari harta yang sejenis yang sudah sampai nashob selama setahun dan diberikan kepada orang fakir dan semisalnya yang bukan dari Bani Hasyim dan Bani Mutholib. Zakat Dalam Bahasa Al-Qur'an Sedangkan Al-Qur'an Al-Karim telah menyebutkan tentang zakat dengan berbagai ungkapan. Pendapat Syaikh Abdullah Al-Bassaam : "Hak wajib dari harta tertentu. 1." (Mausu'ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2 : 876.

Kitabul Iman 2:130(113)." (Al-Bayyinah :5) Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "Islam dibangun di atas lima dasar.3. Katakanlah: yang lebih dari keperluan" (Al Baqoroh:219) Hukum Menunaikan Zakat Zakat merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima dan termasuk dari pondasi Islam yang agung. Muslim. nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Maka hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi persyaratan. menegakkan sholat. menunaikan haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan. Infaq/Nafaqoh Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Hai orang-orang yang beriman. ke ." (lihat Bukhari Kitabul Iman 1:49 (8) dari hadits Ibnu Umar. Firman Allah Ta'ala: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus. Al-'Afwu Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan." (Al Baqoroh:267) 4. As Sunnah dan Ijma'. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika mengutus Muadz bin Jabbal ra. menunaikan zakat. Dasarnya adalah dari Al Qur'an. bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hamba dan utusanNya.

karya Ibnu Qudamah 4:5) Syaikh Abdullah Al Bassam menerangkan (Taudihul ahkam:3/12): Para ulama berselisih kapan diwajibkannya zakat. Allah berfirman: "Pada harta-harta mereka ada hak orang yang meminta dan …". Zakat diwajibkan secara mutlak tidak ada batasan atau rincian akan tetapi hanya perintah untuk memberi. ini berlangsung ketika sebelum Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hijrah. didalam surat Fushilat Allah mengancam yang tidak mengeluarkan zakat. Tahun kesembilan Hijriyah ketika manusia masuk Islam dengan berbondong-bondong dan semakin luas daerah Islam Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengirim petugas-petugas untuk mengambil zakat . memberi makan dan berbuat baik.. dan Tidak memberi makan orang miskin". (AlMudatsir : 44) 2. akan tetapi pendapat yang paling kuat adalah bahwa kewajiban zakat di tetapkan dalam tiga fase: 1. Menguatkan rasa kasih sayang antara si kaya dengan si miskin. Juga para sahabat telah sepakat untuk memerangi orang-orang yang tidak mau membayarnya dan menghalalkan darah dan harta mereka karena zakat termasuk dari syi'ar Islam yang agung. maka kaum muslimin disetiap masa telah ijma' akan wajibnya zakat. Tahun kedua Hijriyah diterangkanlah hukum zakat dengan rinci. (Mughni. Hikmah Disyariatkannya Zakat Diantara hikmah disyari'atkannya zakat adalah : a. diterangkan harta yang wajib dizakati dan kadar nishabnya serta jumlah yang harus dikeluarkan sebagai zakat".negeri Yaman : "Terangkanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka untuk mengeluarkan zakat yang dipungut dari orang-orang kaya diantara mereka untuk diberikan kepada orang-orang fakir dari mereka". 3. "Orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat". Hal ini dikarenakan fitrahnya jiwa manusia adalah senang terhadap orang yang berbuat kebaikan (berjasa . (HR. Muslim Kitabul Iman 1:147(121)) Adapun Ijma'.. dalam surat AlMudatsir Allah memasukkan orang-orang yang tidak memberi makan orang miskin sebagai Al-Mujrimin (orang yang berdosa) ".

Sebagai ibadah kepada Allah Ta'ala (lihat Risalah Fi Zakat oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz). 00:51:27 Manfaat Zakat Hati Dan Zakat Harta A. Mensucikan dan membersihkan jiwa serta menjauhkan jiwa dari sifat kikir dan bakhil. sesuatu itu zakat. Definisi zakat Secara bahasa. zakat artinya “berkembang dan bertambah dalam kebaikan dan kesempurnaan.or. c. tambahan dan ganti yang lebih baik dari Allah Ta'ala. Lc. e. Memperoleh keberkahan.” Dikatakan. b.salafy. Sumber artikel : http://www. Membiasakan seorang muslim untuk memiliki sifat belas kasihan.id/print. yang diarsipkan eks. 08 November 2004. jika sesuatu itu berkembang baik menuju kesempurnaan. (Dikutip dari tulisan ustadz Qomar Sua'idi.kepadanya). tim Zisonline.php?id_artikel=785 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal) Sep 11. al akh Fikri Thalib) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. . '08 11:14 PM untuk semuanya Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal) Penulis: Al Akh Syamsu Muhajir Fiqh. d.

Allah Ta‟ala telah menguji kita dengan memberikan nafsu senang melihat sesuatu yang indah-indah.Sesuatu bisa berkembang dengan baik apabila keadaan sesuatu itu bersih dari kotoran dan penyakit. Ibarat pasir pada emas dan perak. Demikian pula penyakit hati seperti hasud. besar kepala. menjauhi kemaksiatan dan yang dilarang Allah dan banyak bertaubat kepada-Nya. tenangnya hati. Demikian pula hati manusia bisa berkembang dengan baik dan sempurna manakala hati itu baik serta bersih dari kotoran dan segala penyakit. yang demikian itu lebih suci bagi mereka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. agar hati itu menjadi baik dan agar hati berkembang ke arah kebaikan dan kesempurnaan maka hati itu harus dibersihkan terlebih dahulu dari segala penyakit dan kotorannya. congkak. Seperti halnya badan kita. merendahkan manusia. Bahkan terkadang sampai mematikan hati seperti halnya hama yang menghambat pertumbuhan tanaman dan bahkan mematikannya. senang dan gembiranya hati. tetapi harus diketahui bahwa yang disenangi oleh nafsu itu ada yang diharamkan dan ada yang dihalalkan. maka Allah akan mengganti dengan yang lebih baik seperti sejuknya hati. yaitu menundukkan pandangan dari yang diharamkan Allah Ta‟ala. Maka. sombong. Allah Ta‟ala berfirman. . Zakat Hati Dosa dan kemaksiatan yang dilakukan manusia laksana hama pada tumbuhan. keras hati menjadi penghambat berkembangnya hati. hewan dan tumbuhan bisa berkembang dengan baik jika keadaannya baik dan bersih dari kotoran dan segala penyakit. senang melihat wanita berwajah cantik. Caranya ialah dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang diharamkan Allah.” (An-Nur: 30) Allah Subhanahu wa Ta‟ala mengatakan di dalam ayat ini bahwa sucinya hati itu terjadi setelah menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan. ) 30) “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman hendaknya mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatannya. B. bodoh. Apabila seseorang sanggup menahan nafsunya dari yang diharamkan Allah.

sempurna. “Apabila dikatakan kepadamu kembalilah maka kembalilah karena ini lebih suci bagi kalian. Jadi supaya hati bisa berkembang dengan baik menuju kebaikan dan kesempurnaan adalah dengan membersihkan terlebih dahulu dari dosa dan maksiat dan membersihkannya dari penyakit-penyakitnya. dan suci adalah “tauhid. Adapun perkara yang dapat menjadikan hati berkembang dan yang dapat menjadikan hati baik. maka ketika hatinya bersih. yaitu ketika tidak ada lagi di hatinya .” (HR Ahmad dengan sanad shahih) Mengingat hati itu selalu terikat dengan sesuatu yang dicintainya.” yaitu persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah (‫) لل ل ل ل‬ Tauhid bukan hanya sebagai pengembang hati tetapi juga berfungsi sebagai pembersih hati yaitu membersihkan keyakinan-keyakinan (aqidah) yang batil. hanya Allah yang dicintainya maka dia hanya menghamba dan tunduk kepada Allah saja. membersihkan hati dari keinginan-keinginan yang tidak benar dan tauhid (‫ ) لل ل ل ل‬merupakan bahan dasar yang menjadikan hati tumbuh dan berkembang dengan baik. Sedangkan jika di hati itu sudah bercabang kecintaannya pada selain Allah. maka dia akan tunduk kepada apa yang dia cintai. Perbuatan manusia ikut pada kemauan dan keadaan hatinya. ) ) “Barangsiapa meninggalkan sesuatu (yang haram) karena Allah niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Dalam ayat lain Allah berfirman.Dalam hadits disebutkan.” (Ath-Thur: 28) Ayat ini menerangkan orang yang meminta izin atau bertamu tetapi pemilik rumah belum berkenan menerimanya sehingga dia memohon agar sang tamu kembali kemudian tamu ini mengikuti permohonannya maka itu lebih suci bagi yang bertamu.

tidak ada lagi kemauan dan keinginan kecuali karena Allah. tidak ada pelajaran yang melebihi ketinggian dan kemuliaan tauhid karena faidahnya yang fundamental karena yang dipelajari adalah Dzat Yang Maha Agung dan Maha Mulia dan aqidah merupakan dasar bangunan Islam setiap muslim yang menjadi penentu kekokohan dan rapuhnya ke-Islaman seseorang. Allah Ta‟ala berfirman: ) 6) “Celakalah orang-orang musyrik yang mereka itu tidak menunaikan zakat.” (Asy-Syams:9) Juga firman-Nya: ) 18) “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri?” (An –Naazi‟at: 18) Zakkaa pada ayat ini adalah amalan ketaatan kepada Allah. Namun demikian bagi orang yang telah dikaruniai taufiq dan hidayah oleh Allah mampu menjalankan ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah tidak diperbolehkan untuk merasa dan menganggap dirinya sudah bersih dan suci.tuhan-tuhan selain Allah.” (an-Nisa‟: 49) . Maka dari itu. Allah Ta‟ala berfirman: “Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mengganggap dirinya bersih.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir) Di samping tauhid.” (Fush-shilat: 56) Kebanyakan ahli tafsir menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan kata “zakat” di ayat ini adalah “tauhid. amalan ketaqwaan dan ketaatan kepada Allah juga berfungsi sebagai pembersih dan mensucikan hati. Allah Ta‟ala berfirman: ) 9) “Sungguh beruntung orang yang mensucikan hatinya. Di hatinya hanya ada Allah dan kebenaran yang bisa berbuah menjadi amalan ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah.

Sedangkan jika hati kotor maka yang terjadi adalah sebaliknya. Lebih jauh Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah menerangkan manfaat zakat harta itu. Untuk menyempurnakan keislaman seorang hamba karena zakat termasuk rukun Islam. janganlah kalian mengatakan dirimu suci. Zakat Harta Adapun manfaat zakat harta adalah seperti yang difirmankan Allah: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (An-Nisa”49) Maka manfaat hati yang sudah dizakati (dibersihkan) akan dapat memudahkan seseorang untuk menerima kebenaran. sebagai berikut: 1. senang dalam menerima hidayah/petunjuk dari Allah. C. Lapang dada menerima Islam.“Maka. yakni sulit menerima kebenaran dan petunjuk. senang dan gembira dalam menjalankan ketaqwaan kepada-Nya. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda: ‫ل‬ .” (At-Taubah: 103) Allah mengumpulkan dalam ayat ini tentang manfaat zakat harta yaitu membersihkan dan mensucikan karena harta tidak akan suci/berkembang tanpa dibersihkan terlebih dahulu.” (an-Najm: 32) Pada hakikatnya hanya Allah yang menjadikan seseorang itu bersih dan suci dan hanya Allah Ta‟ala yang mengabarkan kebersihan dan kesucian seseroang. Allah Ta‟ala berfirman: “tetapi Allah yang membersihkan/mensucikan siapa yang Dia kehendaki. sempit dan sesak dadanya terhadap syariat Islam dan berat untuk menjalankan ketaqwaan kepada Allah.

4. 2. dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. sehingga hati akan mengikutinya karena hatinya akan gelisah ketika seseorang meninggalkan kebiasaan baiknya. Ketika mengeluarkan zakat harus lapang dada bukan dengan terpaksa. memberi makan dan orang yang shalat malam ketika manusia sedang tidur. Dia harus sanggup mengeluarkan hartanya dari hatinya sebelum dikeluarkan dari tangannya. 5. puasa Ramadhan.Islam itu dibangun di atas lima dasar mengucapkan syahadat bahwa tidak ada ilah yang hak selain Allah. Untuk mensucikan akhlak orang yang berzakat karena dengan zakat dia akan keluar dari golongan orang-orang yang bakhil/pelit dan masuk pada golongan orang-orang derma. karena tidak bermanfaat mengeluarkan dengan tangannya tetapi masih diikat oleh hatinya. Sebagai bentuk kesempurnaan iman karena kita senang manakala saudara kita memberikan hartanya pada kita dan begitu pula saudara kita akan senang kalau kita beri dia harta. Zakat menjadi sebab masuk surga karena surga itu diperuntukkan bagi orang baik pembicaraannya.”(HR. dan haji ke Baitul Haram. Zakat dapat melapangkan dada dan menenangkan hati tetapi dengan dua syarat yaitu : 4a. Muslim) 6. suka menebar salam. Sebagai bukti benarnya iman orang yang berzakat karena nafsu itu sangat senang pada harta maka seseorang tidak akan menyerahkan hartanya kecuali karena menginginkan sesuatu yang lebih baik dari harta itu yaitu ridho Allah yang nilainya jauh lebih baik dan lebih sempurna untuk hamba. menegakkan sholat. . 4b. 3. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda : “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sampai mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri. menunaikan zakat.

suka menebar salam. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda: “Setiap orang dalam naungan shodaqohnya pada hari kiamat.” (Al-Qashash: 77) 8. Allah Ta‟ala berfirman: “Berbuatlah ihsan/kebaikan sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Zakat dapat meredam sifat memberontaknya orang-orang fakir. Zakat dapat mencegah dosa-dosa harta seperti pencurian. 10.“Surga itu bagi orang yang memperbagus pembicaraannya. si fakir tidur beralas tikar dan berselimut angin dingin. Zakat dapat menyelamatkan dari panasnya hari kiamat. Tetapi jika si kaya bersifat derma dan peduli pada saudaranya maka ini dapat menenangkan keadaan dan meredam kecemburuan sosial dan meredam munculnya benih-benih pemberontakan si miskin terhadap si kaya. dan mendirikan shalat malam sedangkan manusia sedang tidur. Si kaya makan segala yang dia mau. munculnya sifat kepedulian orang yang mampu kepada orang yang lemah. Perbedaan sosial yang mencolok sering memunculkan ketidakharmonisan sosial. perampasan. perampokan dan penipuan. 9. si fakir harus menguras tenaga dan keringat hanya untuk sesuap nasi. yang kaya kepada yang miskin. Zakat dapat mendorong manusia untuk mengetahui dan mempelajari syariat dan hukum Allah karena zakat tidak bisa dilaksanakan tanpa didahului ilmu. Tirmidzi hadits hasan shahih) 7. . sehingga menghambat terlaksananya kebutuhan si miskin. Karena orang miskin merasa bahwa pada orang kaya ada haknya yang ditahan. suka memberi makan.” (HR. Si kaya naik mobil. Menjadikan masyarakat muslimin seperti satu keluarga. Ahmad) 11. sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadanya. menyadari bahwa saudaranya yang lemah dan miskin butuh derma dan kepeduliannya.” (HR. si fakir berjalan kaki. Si kaya tinggal di istananya.

” (HR. kebangkrutan.” (HR. 17. Zakat dapat menumbuhkan dan mengembangkan harta. Dalam hadits disebutkan: ‫ل‬ “Tidaklah zakat itu mengurangi harta.” (HR. Zakat itu dapat menjadi sebab turunnya kebaikan.12. karena zakat melindungi harta dari penyakit-penyakitnya dan Allah akan memberkati harta yang bersih.” Zakat itu dapat meredam murka Allah dan mencegah mati jelek. “ “Shodaqoh/zakat itu dapat memghapus kesalahan sebagaimana air dapat meredam api. 13. Zakat dapat meredam murka Allah. hadits hasan shahih). Zakat dapat mencegah dari mati jelek (su‟ul khotimah). Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda. Tirmidzi. atau sakit yang menguras hartanya. Bukhori) Seringnya penyakit harta itu dapat memberangus harta secara keseluruhan seperti kebakaran. Inilah manfaat zakat hati dan zakat harta semoga kita mampu melaksanakannya dengan baik dan benar. Berikut tabel Perhitungan Zakat : . Zakat dapat menghapus kesalahan dan dosa. Ibnu Majah) 14. “Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda. Dalam hadits disebutkan: ‫ل‬ ‫ل ل‬ Dari Anas Radliyallahu „anhu dia berkata. dalam hadits disebutkan: “Tidaklah suatu kaum menolak zakat harta mereka kecuali mereka telah menolak turunnya hujan dari langit. Zakat itu mencegah turunnya bala‟ dari langit. 15.” (HR. Tirmidzi) 16.

salafy. Mawaridul aman karya Al-Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah Rahimahullah. Maraji‟ : 1.gif untuk mendownloadnya.php.or. temukan file zakat. Syarhul Mumti‟ zadil mustaqni‟ karya Asy-Syaikh Al-Utsaimin Rahimahullah. 2.id/download. Allahu a'lam. ditulis oleh Panitia Ramadhan majelis Taklim dan Dakwah As-Sunnah.Silakan klik www. al Akh Syamsu Muhajir dengan . (Dikutip dari artikel Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal).

'08 11:13 PM untuk semuanya Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh.or. 28 Oktober 2004. ia berkata: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam memerintahkan kami dengan shadaqah fithri sebelum diturunkannya (kewajiban) zakat dan tatkala diturunkannya . Hukumnya Zakat Fitri ini (hukumnya) wajib berdasarkan hadits (dari) Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma:“Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri [pada bulan Ramadhan kepada manusia]. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori. Malang. 05:03:44 1.id/print.”195)[Riwayat Abu Daud (1622) dan An Nasa‟I (5/50).php?id_artikel=801 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11. Sumber artikel : http://www.muraja‟ah Al Ustadz Usamah Mahri.salafy.”194)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984) dan tambahannya pada Muslim] Dan berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri. Dan hadits sebelumnya sebagai syahid] Sebagian Ahlul ilmi menyatakan bahwa zakat fithri telah mansukh oleh hadits Qais bin Sa‟ad bin Ubadah. padanya ada Al Hasan ber-„an‟anah. Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.

karena turunnya suatu kewajiban tidaklah menggugurkan kewajiban yang lain. tetapi hanya menunjukkan tambahan dalam jenis ibadah.”198) [HR Muslim (982)] Hadits ini umum. kecil dan besar dari kalangan kaum muslimin. “Tidak wajib atas orang yang puasa karena hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri.(kewajiban) zakat beliau tidak memerintahkan kami dan tidak pula melarang kami. sudah maklum hadits khusus jadi penentu hadits umum. atau satu gantang gandum atas hamba dan orang yang merdeka. perempuan. Yang lain berkata.” Al Hafidz Rahimahullah menjawab sangkaan tersebut dengan perkataannya (3/368): “bahwa pada sanadnya ada rawi yang tidak dikenal196) [Akan tetapi hadits tersebut mempunyai penguat. orang yang merdeka maupun hamba.” 2. yang jelek dan (memberi) . mungkin Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mencukupkan dengan perintah yang pertama.” Imam Al Khathabiy Rahimahullah berkata dalam Ma‟alimus Sunan (2/214): “Ini tidak menunjukkan hilangnya kewajiban zakat fithri. anak kecil. Ibnu Khuzaimah (4/81) dan Al Hakim (1/410) dan Al Baihaqi (4/159) dari beberapa jalan.”197)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984)] Sebagian Ahlul ilmi ada yang mewajibkan zakat fithri pada hamba yang kafir karena hadits Abu Hurairah Radhiallahu anhu: “Hamba tidak ada zakatnya kecuali zakat fithri. Siapa yang Wajib Zakat ? Zakat fithri wajib atas kaum muslimin. pensuci bagi orang yang puasa dari perbuatan sia-sia. sedang hadits Ibnu Umar khusus. tidak mengharuskan dimansukhknya hukum sebelumnya. kedudukan zakat harta (sebagaiman) kedudukan zakat fithri (yaitu) berkaitan dengan riqab (orang perorang). dan sanadnya shahih] dan kalaupun dianggap shahih tidak ada dalil yang menunjukkan atas naskh (diahapusnya) hadits Qais yang menunjukkan wajibnya zakat fithri. Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri sebanyak satu gantang kurma. laki-laki. tetapi kami mengerjakan (mengeluarkan zakat fithri). besar. dan dikeluarkan oleh An Nasa‟I (5/49) dan Ibnu Majah (1/585) dan Ahmad (6/6).

satu gantang susu. baik menurut masyarakat maupun istilah.” Al Hafidz menjawab (3/369): “Pensucian disebutkan untuk menghukumi yang dominan. satu gantang korma dan satu gantang salt.”200) [HR Bukhari (3/294) dan Muslim (985)] Dan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan atu gantang gandum. Macam Zakat Fithri Zakat Fithri dikeluarkan berupa satu gantang gandum. tepung dan adonan.”201) [Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/80) dan Al Hakim (1/409-410) Telah ikhtilaf dalam tafsir lafadz makanan dalam hadits Abu Sa‟id Al Khudri.”199) [Telah lewat takhrijnya] Imam Al Khathabiy dalam Ma‟alimus Sunan (3/214) menegaskan: “Zakat fithri wajib atas orang yang puasa yang kaya atau orang fakir yang mendapatkan makanan dari dia. ada yang bilang hinthah (gandum yang bagus) ada yang bilang selain itu. karena janin tidak bisa disebut sebagai anak kecil atau besar. zakat fithri diwajibkan pula atas orang yang tidak berpuasa seperti diketahui keshahihannya atau orang yang masuk Islam sesaat sebelum terbenamnya matahari. maka seluruh orang yang puasa butuh akan hal itu. satu gantang kurma. satu gantang anggur kering. jika „illat diwajibkannya karena pensucian. karena hadits Abu Sa‟id Al Khudri Radhiallahu anhu: “Kami mengeluarkan zakat (pada zaman Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam) satu gantang makanan. namun yang paling kuat (yang membuat hati ini tenang) lafadz di atas mencakup seluruh yang dimakan termasuk hinthah dan jenis lainnya. semuanya telah dilakukan oleh para sahabat berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: . jika berserikat dalam „illat berserikat pula dalam hukum. satu gantang korma.” Sebagian lagi berpendapat bahwa zakat fithri wajib juga atas janin.makanan bagi orang yang miskin. satu gantang gandum. tetapi kami tidak menemukan dalil akan hal itu. 3. satu ganang anggur kering atau salt (sejenis gandum yang tidak berkulit). satu gantang susu kering.

Ukuran Zakat Fithri Seorang muslim diperbolehkan zakat fithri sesuai dengan jenis yang disebutkan tadi. hamba. 4. besar. sanadnya hasan] Adapun hadits-hadits yang menafikan adanya hinthah (gandum) atau bahwasanya Mu‟awiyah Radhiallahu anhu berpendapat untuk mengeluarkan dua mud dari samara (gandum) Syam. anak kecil atau besar. yang membawa anggur kering diterima. yang membawa korma diterima.”204) [Telah lewat takhrijnya] Yang membantah seluruh dalil orang yang menyelisihi kita adalah satu pembahasan yang akan datang ketika menjelaskan takaran zakat fithri. Barangsiapa yang memberi salt (sejenis gandum yang tidak berkulit) akan diterima. Nasa‟I . Ini dikuat-kan oleh perkataan Abu Sa‟id: “Dulu makanan kami adalah gandum. dan yang paling sahahih berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam: “Tunaikanlah satu gantang gandum atau korma. dan bahwa satu mud hinthah itu melebihi yang ada di sini. ada yanga mengatakan setengah gantang ini yang rajih.“Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam menyuruh kami untuk mengeluarkan zakat Ramadhan satu gantang makanan dari anak kecil. bahwa pendapat Mua‟wiyah bukanlah ijtihad hasil dari pemikiran sendiri. yang membawa salt (gandum yang tidak berkulit) diterima. anggur kering. sanadnya hasan] Dari beliau Shalallahu „alaihi wassalam bersabda: “Zakat fithri satu gantang makanan. menurut hadits-hadits yang shahih yang menegaskan adanya hinthah bahwa dua mud hinthah sama dengan satu gantang anggur. budak dan orang yang merdeka.”203) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). aku mengira beliau berkata: “yang membawa adonan diterima. untuk dua orang satu gantang dari gandum atas orang merdeka. barangsiapa yang membawa gandum diterima. diterima.”202) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). barangsiapa yang mengeluarkan berupa adonan. aku mengira beliau berkata. tetapi berdasarkan hadita marfu‟ sampai kepada Rasululllah Shalallahu „alaihi wassalam. mereka ikhtilaf tentang hinthah. susu yang dikeringkan dan korma. agar kaum muslimin yang mendudukkkan sahabat sesuai dengan kedudukan mereka.”205) [Riwayat Abu Daud (2340). “Barangsiapa yang mengeluarkan berupa tepung akan diterima.

”207) [Dikeluarkan oleh Daruquthni (2/141) dan Ibnu Umar dengan sanad dhaif (lemah). Kemana Disalurkannya Zakat tidak boleh diberikan kecuali kepada orang yang berhak menerimanya. Pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam di dalam Majmu‟ Fatawa (2/71-78) serta murid beliau Ibnul Qayyim pada kitabnya yang bagus Zaadul Ma‟ad (2/44). orang yang merdeka dan budak. . maka lihatlah kitab tersebut. Dan dikeluarkan Al Baihaqi (4/161) dari jalan yang lain dari Ali.”208) [Telah lewat takhrijnya]. Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih]. dan kiloan yang teranggap adalah kiloan-nya orang madinah. dan sanadnya terputus. baik anak kecil maupun orang tua laki-laki dan perempuan. orang merdeka dan hamba dari orang-orang yang membekalinya. tetapi (pendapat) ini tidak ada dalilnya. Maka -dengan jalan-jalan inimaka haditsnya menjadi hasan] 6.”206) [Riwayat Abu Daud (2340). Sebagian Ahlul ilmi berpendapat bahwa zakat fithri diberikan kepada delapan golongan. Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih] 5. Gantang yang teranggap adalah gantangnya penduduk Madinah. Dan Syaikhul Islam telah membentahnya pada kitab yang telah disebutkan baru saja. berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Timbangan yang teranggap adalah timbangannya Ahlu Mekah. mereka adalah orang-orang miskin berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam zakat fithri sebagai pembersih (diri) bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perbuatan kotor dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “kami diperintah oleh Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam (mengeluarkan) shadaqah fithri atas anak kecil dan orang tua. Dan padanya ada jalan yang mauquf dari Ibnu Umar pada Inu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (4/37) dengan sanad shahih.(7/281). Siapakah yang harus dibayar zakatnya? Seorang muslim harus mengeluarkan zakat fithri untuk dirinya dan seluruh orang yang dibawah tanggungannya. karena hal itu sangat penting. Nasa‟I (7/281).

cet. dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka dia adalah merupakan shadaqah dari beberapa shadaqah (yang ada). Waktu Penunaian Zakat Zakat fithri ditunaikan sebelum orang-orang keluar (rumah) menuju sholat „Id dan tidak bleh diakhirkan (setelah) shalat atau dimajukan penunaiannya. ia berkata: “Rasulullah mengkhabarkan kepadaku agar aku menjaga zakat Ramadhan.” 7. kecuali satu atau dua hari (sebelum „Id)210) [Lihat pada kitab Ahkamul „Idain fis Sunnah Al Muthaharah karya Ali Hasan Ali Abdul Hamid.Termasuk amalan sunah jika ada seseorang yang bertugas mengumpulkan zakat tersebut (untuk diberikan kepada yang berhak –pent).” Aku katakan: “Kapankah petugas itu mulai bertugas?” Beliau menjawab: “Satu hari atau dua hari sebelum “Idul Fithri.”209) [Dikeluarkan oleh Bukhari (4/396)] Dan sungguh dahulu pernah Ibnu Umar Radhiallahu anhuma mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang menangani zakat dan mereka adalah panitia yang dibentuk oleh Imam (pemerintahan.”211) [Telah lewat takhrijnya] 8. dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/83) dari jalan Abdul Warits dari Ayyub. aku katakan: “Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu gantang?” Berkata Ayyub: “Apabila petugas telah duduk (bertugas). Hikmah Zakat Allah 'Azza wa Jalla mewajibkan zakat sebagai pensucian diri bagi orang-orang yang berpuasa dari (perbuatan) sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin . Sungguh Nabi Shalallahu „alaihi wassalam telah mewakilkan kepada Abu Hurairah Radhiallahu anhu. pent) untuk mengumpulkannya. Beliau (Ibnu Umar) mengeluarkan zakatnya satu hari atau dua hari sebelum „Iedul Fithri.maktabah Al Islamiyah] berdasarkan perbuatan Ibnu Umar Radhiallahu anhuma –berdasarkan kaidah rawi hadits diketahui dengan makna riwayatnyamaka apabila penunaian zakat itu diakhirkan (setelah) shalat maka dianggap sebagai shadaqah berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “… Barangsiapa yang menunaikan zakatnya sebelum shalat maka dia adalah zakat yang diterima.

Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Sumber artikel : http://www. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. untuk dibagikan kepada golongan tertentu dan di waktu tertentu. 13:08:00 Bersihkan harta dengan berzakat Pengertian zakat Zakat. 23 Oktober 2004. . Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly.php?id_artikel=777 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Menunaikan zakat. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H.untuk mencukupi (kebutuhan ) mereka pada hari yang bagus tersebut berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma yang telah lalu. upaya pembersihan harta kita Penulis: Panitia Ramadhan majelis Taklim dan Dakwah As-Sunnah Fiqh. upaya pembersihan harta kita Sep 11. (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan.salafy. zakat adalah hak (bagian) yang wajib dikeluarkan dari harta tertentu.or. Bab "Zakat Fitrah".id/print. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. '08 11:13 PM untuk semuanya Menunaikan zakat. secara bahasa berarti tambahan (az-ziyadah) dan pensucian (ath-thaharah). Adapun secara syar‟i. Ke 5 th 1416 H.

berdasarkan : 1. puasa. Hikmah disyariatkannya zakat : 1) Terjalinnya hubungan kasih sayang antara si kaya dan si miskin. tunaikanlah zakat” (QS.” (Hadits Muttafaqun alaih) 3. 2) Membersihkan dan mensucikan jiwa. Dalil tentang hal ini diantaranya adalah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dalam . Dalil Al-Qur‟an. (QS. Dalil Ijma‟ Kaum Muslimin telah bersepakat tentang wajibnya zakat. zakat dan haji ke baitullah bagi yang mampu. Dan bagikanlah kepada orang-orang miskin di antara mereka. (QS. shalat. bersikap mulia dan rasa iba terhadap orang-orang yang membutuhkan. Rukun Islam yang lima yaitu : Bersyahadat.Kedudukan zakat dalam Islam Zakat adalah termasuk salah satu rukun Islam yang lima. berkembangnya harta serta mendapatkan balasan/ ganti yang lebih baik dari sisi Allah I. firman Allah subhanahu wata‟ala : ”Dan dirikanlah shalat. Ambillah zakat itu dari orang-orang kaya di antara meerka. AtTaubah : 103) 3) Membiasakan diri berbuat dermawan. bahwa Allah subhanahu wata‟ala mewajibkan zakat. Dalil dari As-Sunnah Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika mengutus Muadz bin Jabal ke negeri Yaman : “Beritahu kepada mereka. Baqarah : 43) 2. Saba‟ : 39) Hukum Zakat Wajib hukumnya mengeluarkan zakat. menjauhkan. Para sahabat Nabi pun telah bersepakat bolehnya memerangi orang-orang yang tidak mau mengeluarkan zakat. 4) Melimpahkan barakah. diri dari sifat kikir/ bakhil.

kecuali hasil bumi. Dan brangsiapa yang yakin tentang wajibnya zakat tetapi ia enggan menunaikannya maka ia FASIQ (maksiat kepada Allah subhanahu wata‟ala). 3) Telah lewat masa satu tahun (haul).pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam. lalu dibakar dengannya dahi mereka. dan Bab “Memerangi orang yang enggan menunaikan zakat. Allah subhanahu wata‟ala berfirman : ‫ل‬ ) 34) “Hai orang-orang yang beriman. At-Taubah : 34 . maka beritahukanlah kepada mereka. zaktnya dikeluarkan seketika selesai panen.” Barangsiapa yang menolak dengan sadar tentang kewajiban menunaikan zakat. Ancaman bagi orang yang tidak menunaikan zakat. (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah. Golongan penerima zakat Berdasarkan firman Allah dalam Al-Qur‟an surat At-Taubah ayat 60. golongan yang berhak menerima zakat adalah 8 golongan : .35) Syarat-syarat wajib zakat : 1) Beragama Islam (bukan orang kafir) 2) Telah mencukupi nishabnya. maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu" (QS. Bab “Memungut „Inaq (anak kambing betina umur satu tahun ke bawah) dalam shadaqoh". lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka : "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. maka ia KAFIR.Bab “Wajibnya Zakat”.

ditulis oleh Panitia Ramadhan majelis Taklim dan Dakwah As-Sunnah./** (Dikutip dari artikel Pengertian Zakat.or.1) Orang-orang fakir. 5) Budak.salafy. 6) Gharimin (orang-orang yang berhutang). Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengutus sebagian sahabat untuk menarik zakat dari orang-orang kaya dan menyalurkannya kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Sebagai contoh. untuk memerdekakan dirinya. Termasuk kewajiban kaum muslimin adalah menyambut dan memuliakan mereka karena mereka sedang dalam menjalankan tugas agama mengingatkan dan membantu orang-orang kaya melaksanakan kewajibannya menunaikan zakat. 4) Para mu'allaf (orang yang baru masuk Islam atau orang-orang yang diharapkan keislamannya). Dikirim via Email oleh Akhi Khudori. Malang. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah mengutus Umar Ibnul Khattab untuk menarik zakat dari Khalid Ibnul Walid. 2) Orang-orang miskin. 3) Pengurus-pengurus (amil) zakat.php?id_artikel=766 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar . 8) Ibnussabil (orang-orang yang sedang kehabisan bekal dalam perjalanan) Kedudukan petugas zakat Kedudukan petugas zakat diakui oleh syariat Islam. 7) Mujahidin (orang-orang yang berjihad di jalan Allah). al Akh Syamsu Muhajir dengan muraja‟ah Al Ustadz Usamah Mahri. Sumber artikel : http://www. Ibnul Jamil dan selainnya.id/print.

12:52:33 Beberapa Faidah Puasa Semua perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang Dia syariatkan. . Demikian halnya dengan syariat puasa Romadhon yang sedang yang kita jalani ini. atau hanya sekedar sebagai ujian keimanan dari Allah . yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan bagi orang beriman dan bertakwa perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala itu adalah qorrotul „uyun (penyejuk hati). baik bahaya di dunia maupun di akhirat. pasti mengandung faedah dan manfaat dan semua yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala pasti karena berakibat mudharat dan bahaya bagi hamba Allah Subhanahu wa Ta‟ala. '08 11:11 PM untuk semuanya Beberapa faidah ibadah berpuasa kita Penulis: Al Ustadz Abdurrahim Fiqh. baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. sebagai makanan hati yang utama dan sebagai sumber kekuatan manusia yang hakiki yang hanya dengan ini kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba bisa dicapai. semua pelaksanaan perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang dilaksanakan sebagai amalan ibadah. pasti mengandung manfaat dan faedah.atau hanya sekedar sebagai amalan ibadah yang berhak dihargai dengan suatu balasan dan pahala seperti halnya orang jual beli dengan penentuan harga. sebagai dasar ketenangan dan ketentraman hidup.Beberapa faidah ibadah berpuasa kita Sep 11. atau hanya sekedar untuk latihan pengekangan nafsu dan atau hanya sekedar untuk mengangkat manusia dari derajat hewan. Walaupun. kelezatan hati. yaitu hidup sibuk dengan upaya peningkatan iman dan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala. 23 Oktober 2004. Sebenarnya. Baik dipahami maupun maupun tidak. sepintas lalu kebanyakan orang yang kalah dengan nafsunya beranggapan bahwa puasa itu hanya sebagai beban yang memberatkan. baik di sadari ataupun tidak pasti karena bahayanya.

” (QS.” .” (HR. Yunus : 57) Menahan lapar di bulan puasa ataupun diluar bulan puasa ketika berpuasa maupun tidak. pasti mengandung faedah dan manfaat yang sangat besar untuk kesehatan badan dan kesehatan hati.” (HR.” (Muttafaqun alaihi) Beliau bersabda : “Orang yang paling banyak kenyang di dunia adalah yang paling lama lapar di akhirat. Ahmad dan An-Nasa‟i) Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman : “Hai manusia. Hal ini sudah diterangkan oleh Rasulullah shollallohu alaihi wasallam dan telah dicontohkan oleh Beliau dan keluarga Beliau. sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.Seperti sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam : “Dijadikan (oleh Allah) penyejuk hatiku dalam sholat.” Al-Imam Al-Baihaqi meriwayatkan : „Dunia adalah penjaranya orang mukmin dan surganya orang kafir. Al-Bazzar ) Al-Imam Ath-Thabrani juga meriwayatkan dengan sanad hasan dengan lafadz : “Orang yang banyak kenyang di dunia mereka adalah orang yang banyak lapar di akhirat. Sayyidatina Aisyah rodhiyallohu anha berkata : ‫ل‬ “Keluarga Muhammad tidak pernah kenyang walaupun dengan roti gandum dua hari berturut-turut sampai Beliau wafat.

Al-Imam Ash-shon‟ani rahimahullah berkata : “Hadits ini menunjukkan atas tercelanya banyak makan dan kenyang karena menimbulkan berbagai penyakit dan memberatkan seseorang untuk melaksanakan hukum syar‟i/ ibadah. menutup rumah sakit dan mengistirahatkan toko obat/ apotik. memakai semua jenis pakaian dan banyak berbicara. hendaknya Bani Adam makan sekedar menegakkan punggungnya. Hal itu karena sumber segala penyakit adalah kenyang. meminum semua jenis minuman.Al-Imam Muslim juga meriwayatkan hadits dari Rasulullah bahwa Beliau bersabda : “Sebaik-baik generasi adalah generasiku.” Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan hadits : “ Tidaklah Bani Adam memenuhi kantong yang lebih jelek dari perutnya. kemudian generasi berikutnya kemudian berikutnya. jika tidak bisa tidak (terpaksa) maka makanlah sepertiga makanan sepertiga untuk minuman dan sepertiganya untuk nafasnya. Mereka banyak bernadzar tetapi tidak menunaikannya. Dan banyak di kalangan mereka orang-orang gemuk/ gendut. mereka itulah paling jeleknya ummatku. Kemudian akan datang suatu kaum mereka memberikan persaksian padahal tidak diminta persaksiannya.” Al-Imam Thabrani dan Ibnu Abi Dunya meriwayatkan hadits : “Akan terjadi pada ummatku seseorang memakan semua jenis makanan.” (HR.” Manfaat lapar terhadap kesehatan badan adalah seperti yang dikatakan oleh Ibnu Masiwaih : “Sekiranya manusia mau mengamalkan hadits ini (riwayat Tirmidzi) mereka akan selamat dari sakit dan berbagai penyakit.” Al-Harits seorang dokter Arab mengatakan : . Maka. Imam Tirmidzi) Setelah membawakan sebagian hadits-hadits di atas.

Kenyang itu menyebabkan kedunguan. Adapun manfaat lapar untuk kesehatan hati.“Yang banyak membunuh manusia adalah karena manusia suka memasukkan makanan pada perut sebelum makanan dalam perut dicerna. pada orang yang lapar juga tidak bangkit padanya syahwat jima‟nya sehingga terhindar dari penyaluran syahwat yang diharomkan. membisukan hikmah.” Yang lain mengatakan : “Kalau kamu bertanya pada ahli kubur. mencerdaskan manusia dan menajamkan bashiroh. terluput dari berbagai kemamfataan duniawi dan ukhrowi”. membutakan hati dan memperbanyak uap dan cairan dalam lambung. .”kenyang”. Berkata „Aisyah radiyallahu „anha: “Bid‟ah pertama yang terjadi setelah Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam adalah kenyang sesungguhnya suatu kaum ketika kenyang perutnya keras nafsunya untuk mendapatkan dunia” Berkata al Imam ash Shan‟ani rahimahullah : “Sesungguhnya lapar itu adalah penjaga dari penjagaan Allah dan pertama yang terhindar dengan lapar adalah dorongan syahwat jima‟ dan syahwat berbicara karena bagi orang yang lapar tidak ada keinginan untuk berbicara kecuali sangat penting sehingga dia terhindar dari berbagai penyakit lisan. orang lapar juga sedikit tidur karena orang yang banyak makan dan minum akan banyak tidur yang dapat membawa kepada kerugian di dunia dan akhiratnya. para ulama telah menerangkannya : Luqman al Hakim berwasiat pada putranya : “Wahai putraku jika kamu penuhi lambungmu maka akan tidur pikiranmu. Berkata Dzunnun „ailaihissalam : “Saya tidak pernah kenyang kecuali saya berbuat maksiat atau berkeinginan untuk bermaksiat”. mendudukkan anggota badan dari beribadah dan pada perut kosong itu banyak faedahnya yaitu menjernihkan hati . apa penyebab kematianmu? Kebanyakan mereka menjawab.

Sedangkan kenyang menyebabkan lawannya.” Beliau juga berkata : “Tidaklah hikmah itu berada di perut yang penuh.” Ibnu Abi Dunya meriwayatkan bahwa Ibnu Umar berkata : “Aku tidak pernah kenyang sejak aku masuk Islam. minumlah sepertiga perutmu dan biarkan sepertiga untuk bernafas dan berfikir. bahwa dia berkata : “Jauhilah oleh kalian kenyang.” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : “Wahai Bani Adam.” Diriwayatkan dari Amir bin Qois . dan terus kalian akan diuji dengan makan sampai hari kiamat.Berkata Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah : “Lapar itu menyebabkan lembutnya hati.” Beliau juga berkata : “Barangsiapa mampu menguasai perutnya maka dia akan mampu menguasai amal sholehnya. lembutnya jiwa. seorang mukmin menjadikan perutnya paling besar cita-citanya dan menjadikan syahwatnya menguasai dirinya. jika lapar dan haus maka bersih hati dan lembut dan jika perut . lemahnya nafsu dan kemarahan.” Telah berkata Malik bin Dinar rahimahullah : “Tidak semestinya.” Berkata Abu Imran Al-Juwaini : “Sesungguhnya nafsu.” Diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Abi Dawud bahwa telah dikatakan padanya : “Lapar itu banyak menolong seseorang bersegera melakukan kebaikan. kuatnya pemahaman. makanlah sepertiga perutmu.” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : “Adalah bapak kita Adam diuji dengan makan. karena kenyang itu mengeraskan hati.

kenyang dan lega maka hatinya buta.” Beliau berkata : “Kunci dunia adalah kenyang dan kunci akhirat adalah lapar, dan pangkal segala kebaikan dunia dan akhirat adalah takut kepada Allah. Sesungguhnya Allah memberikan dunia ini kepada orang yang dicintai dan yang tidak, dan sesungguhnya lapar itu di sisi Allah ada simpanan yang ditunda dan tidak diberikan kecuali kepada orang yang dicintai-Nya.” Berkata Al-Imam Asy-Syafi‟i rahimahullah : “Saya tidak pernah kenyang selama 16 tahun, karena kenyang itu memberatkan badan, menghilangkan kecerdasan, membuat banyak tidur dan melemahkan seseorang untuk melakukan ibadah.”

Demikian kehidupan Rasulullah dan para shahabat. Beliau dan para shahabatnya lebih memilih banyak lapar dari pada kenyang karena kefahamannya terhadap faedah lapar dan bahaya kenyang, lebih memilih mengekang syahwatnya daripada menurut syahwat, dan bukannya pada mereka tidak ada makanan tetapi beliau-beliau lebih memilih keadaan yang lebih baik dan lebih sempurna daripada lawannya. Mereka makan dan minum sekedar dapat melaksanakan ibadah, karena hanya untuk itu (untuk beribadah) diciptakannya jin dan manusia.

Seringnya Rasulullah makan tiga hari sekali sampai wafat bukan makan sehari tiga kali seperti budaya kita. Allah berfirman : “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam : 59)

Ketika sholat sudah dilalaikan padahal sholat adalah tiang agama dan amalan yang diperintah untuk dijaga agar dikerjakan pada waktu-waktu terbaiknya maka amalan selain sholat sudah pasti akan lebih dilalaikan lagi.

Sholat adalah ukuran kedisiplinan seseorang, dan tidak ada yang lebih dapat melalaikan

sholat dan ibadah lainnya selain karena memperturutkan hawa nafsu, lebih mempertaruhkan hawa nafsu dan lebih memperturutkan kemauan hawa nafsunya daripada menjalankan hakhak Allah.

Semoga puasa kita pada bulan dan tahun ini diterima di sisi Allah sebagai ibadah yang diridhoi Allah, bermanfaat pada diri kita, baik dalam kehidupan di dunia, lebih-lebih sebagai bekal pada hari yang tidak bermanfaat harta dan anak-anak kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat. Wallahu a„lam bishshowab. Maraji‟ : 1. Tafsir Taisirul karimur Rohman, Al-Imam As-Sa‟di. 2. Bahjatun Nadzirin syarah Riyadhussholihin, karya Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly.AlImam Ibnul Qoyyim. 3. Jami‟ul Ulum wal Hikam karya Al-Imam ibnu Rajab rahimahullah. 4. Subulussalam Syarah Bulughul Maram, karya Al-Imam As-Shon‟ani rahimahullah.

(Dikutip dari artikel Diantara Faidah Puasa, ditulis oleh ustadz Abdurrahim, Malang. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori, Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=764 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar

Beberapa faidah ibadah berpuasa kita

Sep 11, '08 11:11 PM untuk semuanya

Beberapa faidah ibadah berpuasa kita Penulis: Al Ustadz Abdurrahim Fiqh, 23 Oktober 2004, 12:52:33 Beberapa Faidah Puasa Semua perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang Dia syariatkan, pasti mengandung faedah dan manfaat dan semua yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala pasti karena berakibat mudharat dan bahaya bagi hamba Allah Subhanahu wa Ta‟ala, baik bahaya di dunia maupun di akhirat. Baik dipahami maupun maupun tidak, baik di sadari ataupun tidak pasti karena bahayanya.

Demikian halnya dengan syariat puasa Romadhon yang sedang yang kita jalani ini, pasti mengandung manfaat dan faedah. Walaupun, sepintas lalu kebanyakan orang yang kalah dengan nafsunya beranggapan bahwa puasa itu hanya sebagai beban yang memberatkan, atau hanya sekedar sebagai ujian keimanan dari Allah ,atau hanya sekedar sebagai amalan ibadah yang berhak dihargai dengan suatu balasan dan pahala seperti halnya orang jual beli dengan penentuan harga, atau hanya sekedar untuk latihan pengekangan nafsu dan atau hanya sekedar untuk mengangkat manusia dari derajat hewan. Sebenarnya, semua pelaksanaan perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang dilaksanakan sebagai amalan ibadah, yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan bagi orang beriman dan bertakwa perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala itu adalah qorrotul „uyun (penyejuk hati), kelezatan hati, sebagai dasar ketenangan dan ketentraman hidup, sebagai makanan hati yang utama dan sebagai sumber kekuatan manusia yang hakiki yang hanya dengan ini kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba bisa dicapai, baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, yaitu hidup sibuk dengan upaya peningkatan iman dan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala.

Seperti sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam : “Dijadikan (oleh Allah) penyejuk hatiku dalam sholat.” (HR. Ahmad dan An-Nasa‟i) Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman :

sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” Al-Imam Al-Baihaqi meriwayatkan : „Dunia adalah penjaranya orang mukmin dan surganya orang kafir.” Al-Imam Muslim juga meriwayatkan hadits dari Rasulullah bahwa Beliau bersabda : “Sebaik-baik generasi adalah generasiku. Yunus : 57) Menahan lapar di bulan puasa ataupun diluar bulan puasa ketika berpuasa maupun tidak.” (Muttafaqun alaihi) Beliau bersabda : “Orang yang paling banyak kenyang di dunia adalah yang paling lama lapar di akhirat. Al-Bazzar ) Al-Imam Ath-Thabrani juga meriwayatkan dengan sanad hasan dengan lafadz : “Orang yang banyak kenyang di dunia mereka adalah orang yang banyak lapar di akhirat. Sayyidatina Aisyah rodhiyallohu anha berkata : ‫ل‬ “Keluarga Muhammad tidak pernah kenyang walaupun dengan roti gandum dua hari berturut-turut sampai Beliau wafat.“Hai manusia.” (QS. pasti mengandung faedah dan manfaat yang sangat besar untuk kesehatan badan dan kesehatan hati. kemudian generasi berikutnya kemudian .” (HR. Hal ini sudah diterangkan oleh Rasulullah shollallohu alaihi wasallam dan telah dicontohkan oleh Beliau dan keluarga Beliau.

Al-Imam Ash-shon‟ani rahimahullah berkata : “Hadits ini menunjukkan atas tercelanya banyak makan dan kenyang karena menimbulkan berbagai penyakit dan memberatkan seseorang untuk melaksanakan hukum syar‟i/ ibadah.” (HR. meminum semua jenis minuman. Hal itu karena sumber segala penyakit adalah kenyang. menutup rumah sakit dan mengistirahatkan toko obat/ apotik. Mereka banyak bernadzar tetapi tidak menunaikannya.” Manfaat lapar terhadap kesehatan badan adalah seperti yang dikatakan oleh Ibnu Masiwaih : “Sekiranya manusia mau mengamalkan hadits ini (riwayat Tirmidzi) mereka akan selamat dari sakit dan berbagai penyakit. memakai semua jenis pakaian dan banyak berbicara.” Yang lain mengatakan : “Kalau kamu bertanya pada ahli kubur. mereka itulah paling jeleknya ummatku. Imam Tirmidzi) Setelah membawakan sebagian hadits-hadits di atas.” Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan hadits : “ Tidaklah Bani Adam memenuhi kantong yang lebih jelek dari perutnya.”kenyang”. Kemudian akan datang suatu kaum mereka memberikan persaksian padahal tidak diminta persaksiannya.berikutnya. . hendaknya Bani Adam makan sekedar menegakkan punggungnya.” Al-Harits seorang dokter Arab mengatakan : “Yang banyak membunuh manusia adalah karena manusia suka memasukkan makanan pada perut sebelum makanan dalam perut dicerna. apa penyebab kematianmu? Kebanyakan mereka menjawab. Dan banyak di kalangan mereka orang-orang gemuk/ gendut.” Al-Imam Thabrani dan Ibnu Abi Dunya meriwayatkan hadits : “Akan terjadi pada ummatku seseorang memakan semua jenis makanan. Maka. jika tidak bisa tidak (terpaksa) maka makanlah sepertiga makanan sepertiga untuk minuman dan sepertiganya untuk nafasnya.

mencerdaskan manusia dan menajamkan bashiroh. Berkata Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah : “Lapar itu menyebabkan lembutnya hati. lembutnya jiwa. Berkata „Aisyah radiyallahu „anha: “Bid‟ah pertama yang terjadi setelah Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam adalah kenyang sesungguhnya suatu kaum ketika kenyang perutnya keras nafsunya untuk mendapatkan dunia” Berkata al Imam ash Shan‟ani rahimahullah : “Sesungguhnya lapar itu adalah penjaga dari penjagaan Allah dan pertama yang terhindar dengan lapar adalah dorongan syahwat jima‟ dan syahwat berbicara karena bagi orang yang lapar tidak ada keinginan untuk berbicara kecuali sangat penting sehingga dia terhindar dari berbagai penyakit lisan. Kenyang itu menyebabkan kedunguan. kuatnya pemahaman. membisukan hikmah. para ulama telah menerangkannya : Luqman al Hakim berwasiat pada putranya : “Wahai putraku jika kamu penuhi lambungmu maka akan tidur pikiranmu. terluput dari berbagai kemamfataan duniawi dan ukhrowi”.” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : . lemahnya nafsu dan kemarahan. Berkata Dzunnun „ailaihissalam : “Saya tidak pernah kenyang kecuali saya berbuat maksiat atau berkeinginan untuk bermaksiat”. mendudukkan anggota badan dari beribadah dan pada perut kosong itu banyak faedahnya yaitu menjernihkan hati . pada orang yang lapar juga tidak bangkit padanya syahwat jima‟nya sehingga terhindar dari penyaluran syahwat yang diharomkan.Adapun manfaat lapar untuk kesehatan hati. membutakan hati dan memperbanyak uap dan cairan dalam lambung. orang lapar juga sedikit tidur karena orang yang banyak makan dan minum akan banyak tidur yang dapat membawa kepada kerugian di dunia dan akhiratnya. Sedangkan kenyang menyebabkan lawannya.

” Berkata Abu Imran Al-Juwaini : “Sesungguhnya nafsu. dan terus kalian akan diuji dengan makan sampai hari kiamat.” Diriwayatkan dari Amir bin Qois . seorang mukmin menjadikan perutnya paling besar cita-citanya dan menjadikan syahwatnya menguasai dirinya. bahwa dia berkata : “Jauhilah oleh kalian kenyang.” Beliau juga berkata : “Barangsiapa mampu menguasai perutnya maka dia akan mampu menguasai amal sholehnya. dan sesungguhnya lapar itu di sisi Allah ada . karena kenyang itu mengeraskan hati.“Wahai Bani Adam.” Diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Abi Dawud bahwa telah dikatakan padanya : “Lapar itu banyak menolong seseorang bersegera melakukan kebaikan. makanlah sepertiga perutmu. minumlah sepertiga perutmu dan biarkan sepertiga untuk bernafas dan berfikir. dan pangkal segala kebaikan dunia dan akhirat adalah takut kepada Allah.” Ibnu Abi Dunya meriwayatkan bahwa Ibnu Umar berkata : “Aku tidak pernah kenyang sejak aku masuk Islam.” Beliau juga berkata : “Tidaklah hikmah itu berada di perut yang penuh.” Telah berkata Malik bin Dinar rahimahullah : “Tidak semestinya.” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : “Adalah bapak kita Adam diuji dengan makan. jika lapar dan haus maka bersih hati dan lembut dan jika perut kenyang dan lega maka hatinya buta. Sesungguhnya Allah memberikan dunia ini kepada orang yang dicintai dan yang tidak.” Beliau berkata : “Kunci dunia adalah kenyang dan kunci akhirat adalah lapar.

Mereka makan dan minum sekedar dapat melaksanakan ibadah. lebih mempertaruhkan hawa nafsu dan lebih memperturutkan kemauan hawa nafsunya daripada menjalankan hakhak Allah. maka mereka kelak akan menemui kesesatan. menghilangkan kecerdasan. Semoga puasa kita pada bulan dan tahun ini diterima di sisi Allah sebagai ibadah yang .” Demikian kehidupan Rasulullah dan para shahabat. membuat banyak tidur dan melemahkan seseorang untuk melakukan ibadah.” (QS. Maryam : 59) Ketika sholat sudah dilalaikan padahal sholat adalah tiang agama dan amalan yang diperintah untuk dijaga agar dikerjakan pada waktu-waktu terbaiknya maka amalan selain sholat sudah pasti akan lebih dilalaikan lagi. pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya. lebih memilih mengekang syahwatnya daripada menurut syahwat. dan bukannya pada mereka tidak ada makanan tetapi beliau-beliau lebih memilih keadaan yang lebih baik dan lebih sempurna daripada lawannya.simpanan yang ditunda dan tidak diberikan kecuali kepada orang yang dicintai-Nya. karena hanya untuk itu (untuk beribadah) diciptakannya jin dan manusia. Allah berfirman : “Maka datanglah sesudah mereka. Beliau dan para shahabatnya lebih memilih banyak lapar dari pada kenyang karena kefahamannya terhadap faedah lapar dan bahaya kenyang. Sholat adalah ukuran kedisiplinan seseorang. karena kenyang itu memberatkan badan. Seringnya Rasulullah makan tiga hari sekali sampai wafat bukan makan sehari tiga kali seperti budaya kita. dan tidak ada yang lebih dapat melalaikan sholat dan ibadah lainnya selain karena memperturutkan hawa nafsu.” Berkata Al-Imam Asy-Syafi‟i rahimahullah : “Saya tidak pernah kenyang selama 16 tahun.

2. baik dalam kehidupan di dunia. karya Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly. karya Al-Imam As-Shon‟ani rahimahullah. Jami‟ul Ulum wal Hikam karya Al-Imam ibnu Rajab rahimahullah.php?id_artikel=764 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Bagaimana Menunaikan Zakat Fithri Sep 11. Sumber artikel : http://www. 3.AlImam Ibnul Qoyyim. Wallahu a„lam bishshowab. 02:26:13 . Subulussalam Syarah Bulughul Maram.diridhoi Allah. Tafsir Taisirul karimur Rohman. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori. (Dikutip dari artikel Diantara Faidah Puasa. Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. lebih-lebih sebagai bekal pada hari yang tidak bermanfaat harta dan anak-anak kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.or.salafy. '08 11:11 PM untuk semuanya Bagaimana Menunaikan Zakat Fithri Penulis: Ustadz Abu Hamzah Yusuf Fiqh. Al-Imam As-Sa‟di. Bahjatun Nadzirin syarah Riyadhussholihin. Maraji‟ : 1. 4. bermanfaat pada diri kita. 21 Juli 2003. Malang.id/print. ditulis oleh ustadz Abdurrahim.

Di antara amalan yang menyempurnakan puasa kaum muslimin di bulan yang penuh barokah ini adalah zakatul fithr. Zakat ini disebut demikian karena ia wajib ditunaikan pada saat kaum muslimin berbuka (menyelesaikan ibadah puasanya di bulan Ramadhan). Oleh karenanya disebut pula sebagai shodaqoh Ramadhan.

Menunaikan Zakat Fithri Sebagian para ulama menukilkan ijma' (kesepakatan) ulama tentang wajibnya menunaikan zakat ini. Dan ini adalah pendapat yang rajih/ kuat meskipun pada kenyataannya ada beberapa ulama yang menyatakan sunnahnya zakat fithri ini. Di antara yang memperkuat pendapat sebagian besar para ulama adalah hadits dari Ibnu 'Umar Radiyallahu 'anhu bahwa: "Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri (ketika Ramadhan berakhir) bagi setiap orang merdeka atau budak, lelaki atau perempuan, yang besar maupun kecil dari kalangan muslimin berupa kurma (tamr) atau gandum sebanyak 1 sha'. Dan beliau memerintahkan agar zakat ini ditunaikan sebelum kaum Muslimin keluar menuju lapangan (untuk menunaikan) sholat Ied. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Yang pasti, Allah Ta'ala mensyariatkan ibadah ini karena mempunyai keutamaan dan hikmah yang besar.Maka di antara hikmah dari zakat fithri adalah: 1. Sebagai pembersih bagi orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, menyempurnakan kekurangan pahala puasanya di bulan Ramadhan oleh karena perbuatan sia-sia/ dosa. 2. Sebagai bentuk rasa syukur yang ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala, setelah mampu menyelesaikan ibadah Ramadhan dengan baik. 3. Mempererat ukhuwwah antara kaum muslimin, di mana dengan pemberian zakat ini akan terjalin hubungan yang baik antara dhu'afa dan aghniya. Kaum dhu'afa tak lagi disibukkan dengan kerja keras banting tulang bahkan kadang terpaksa mengemis untuk memperoleh makanan yang akan dimakannya pada saat Idul Fithri. Dengan demikian mereka akan turut bergembira dan merasakan kemenangan di hari tersebut. Demikianlah di antara hikmah Allah Subhanahu wa Ta'ala, Dzat yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui segala sesuatu. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam Fathul Baari (III/369) berkata: "Zakat Fithri diwajibkan untuk orang yang berpuasa dan juga orang yang tidak berpuasa sebagaimana hal ini telah diketahui keshahihannya. Demikian pula orang yang baru masuk Islam sesaat

sebelum terbenam di hari terakhir bulan Ramadhan, maka ia pun terkena kewajiban menunaikannya."

Dengan apa zakat fithri dibayarkan Dari hadits di atas kita ketahui bahwa zakat fithri adalah dengan memberikan gandum dan tamr (kurma) seberat 1 sha'. Lalu apakah terbatas hanya pada dua jenis makanan ini? Maka pertanyaan ini akan terjawab dengan hadits marfu' (sanadnya sampai Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam) yang diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudry bahwasanya dia berkata: "Kami dahulu memberikan zakat fithri di masa Nabi Shalallahu „alaihi wassalam seukuran 1 sha' makanan atau 1 sha' kurma atau 1 sha' gandum atau 1 sha' aqith (susu kambing yang dipanaskan hingga berbusa lalu diambil saripatinya dan dibiarkan hingga mengeras) atau 1 sha' anggur kering."

Ternyata dalam dua hadits ini, tidak kita dapati penyebutan beras atau sagu sebagai bahan makanan pokok di negeri ini. Sehingga apakah kita harus mencari bahan-bahan yang tersebut dalam dua hadits di atas untuk membayar zakat fithri kita?

Kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah, pendapat yang paling masyhur di dalam madzhab Hanbali (madzhabnya pengikut Imam Ahmad ibnu Hanbal) adalah pendapat bahwa membayar zakat dengan bahan-bahan selain yang disebutkan dalam dua hadits di atas adalah tidak sah. Akan tetapi pendapat ini, wallahu a'lam, adalah pendapat yang marjuh/ lemah. Sebab dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudry mengatakan: "Kami (para sahabat Nabi) memberikan zakat fithri di masa Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam berupa 1 sha' makanan." Abu Sa'id Al-Khudry berkata: "Dan makanan kami pada saat itu adalah gandum, anggur kering, dan aqith."

Riwayat ini menunjukkan bahwa makanan yang dibayarkan adalah makanan pokok yang paling banyak dibutuhkan oleh penduduk suatu negeri. Dan ini adalah pendapat ulama dari madzhab Malikiyyah dan Syafi'i dan diriwayatkan pula dari Imam Ahmad, serta dibenarkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Syaikh Muqbil ibnu Hadi Al-Wadi'iy rahimahullah ta'ala. Syaikh Abdullah ibnu Abdirrahman ibnu Shalih Al-Bassam dalam Taisirul 'Allam –

keterangan beliau terhadap kitab Umdatul Ahkam – (I/404) mengatakan: "Bahan makanan yang paling utama untuk zakat fithri (dari bahan-bahan makanan yang ada) adalah bahan makanan pokok yang paling dibutuhkan oleh kaum muslimin (faqir dan miskin) setempat." Sehingga di Indonesia, bahan makanan yang paling baik untuk zakat fithri adalah beras. Wallahu a'lam.

Berapa ukurannya

Dalam masalah ini, para ulama berbeda pendapat. Namun pendapat yang paling kuat adalah bahwa ukuran (takaran) 1 sha' adalah sha' nabawy (seukuran 4 mud yang ditakar dengan dua tangan Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam). Dan apabila dikonversikan ke satuan timbangan (berat) maka 1 sha' nabawy setara dengan 2040 (dua ribu empat puluh) gram atau 2,04 kg. Wallahu a'lam.

Bolehkah menggantikan bahan pokok dengan uang yang senilai? Al-Imam An-Nawawy menukilkan dalam Syarah Muslim (VII/53) bahwa seluruh ulama (kecuali Abu Hanifah) tidak membolehkan zakat fithri yang dibayarkan dengan uang. Dan inilah yang rajih/ kuat berdasarkan beberapa hal: 1. Hadits tentang zakat fithri menunjukkan bahwa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mensyariatkan zakat ini untuk ditunaikan dalam bentuk makanan. 2. Amalan Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam dan sahabatnya menunjukkan bahwa mereka selalu menunaikan zakat ini berupa makanan, padahal kita mengetahui bahwa di masa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam pun telah beredar uang dinar dan dirham. Namun beliau dan para sahabatnya tetap menunaikan zakat dengan bahan makanan, tidak dengan dinar dan dirham.

Siapa yang harus dibayarkan zakatnya Setiap kaum muslimin (laki-laki dan perempuan) harus membayar zakatnya masing-masing jika dia memiliki kemampuan untuk membayarnya. Sehingga seorang wanita atau anak kecil yang memiliki harta harus menunaikan dengan hartanya. Adapun bila dia tidak memiliki harta maka yang harus membayar adalah orang yang menanggung nafkahnya kalau dia memiliki sesuatu yang lebih dari apa yang harus ia nafkahkan kepada orang-orang

Namun qiyas ini tidaklah dibenarkan. Bila dia tidak memiliki sesuatu kecuali apa yang harus dia nafkahkan untuk tanggungannya maka tidaklah wajib baginya untuk membayar. Sedangkan untuk zakat fithri adalah dalil khusus yaitu hadits Ibnu Abbas yang telah disebut di atas." (HR. Adapun hamba sahaya." Pendapat ini dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sebagaimana disebutkan dalam kitabnya Majmu' Fatawa (II/71-78) serta Ibnul Qoyyim dalam kitab beliau Zadul Ma'ad (II/44). Ibnu Abbas Radiyallahu „anhu meriwayatkan: "Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri. Bolehkah membentuk kepanitiaan untuk zakat fithri Di antara sunnah Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam dalam penunaian zakat fithri adalah pembentukan panitia khusus yang menerima zakat fithri dari kaum muslimin serta menyalurkannya kepada yang berhak menerima. Lalu mengapa zakat fithri ini tidak disalurkan kepada 8 golongan Sebagian para ulama menganggap bahwa zakat fithri disalurkan kepada 8 golongan." .yang berada di bawah tanggungannya pada malam Ied dan esoknya. Kepada siapa zakat fithri diberikan Zakat fithri diberikan kepada yang berhak menerimanya. pensuci bagi orang yang puas dari perbuatan sia-sia. Diceritakan oleh Abu Hurairah: "Rasulullah memberitahukan kepadaku agar aku mengurus zakat Ramadhan. Mereka meng-qiyas-kannya dengan zakatul maal yang memang diberikan kepada 8 golongan sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala dalam surat At-Taubah ayat 60. yang jelek dan (memberi) makanan bagi orang yang miskin. Mereka adalah orang-orang faqir dan miskin. sebagaimana dikatakan oleh jumhur ulama. maka wajib bagi tuannya untuk membayar zakat budak tersebut berdasarkan hadits dari Abu Hurairah: "Tidak ada kewajiban untuk membayarkan shodaqoh seorang hamba sahaya kecuali zakat fithri. Karena dalil dari Al-Qur'an ini adalah dalil yang bersifat umum. Beliau telah mencontohkan hal ini di masa hidupnya. Muslim).

sebagaimana yang telah dilakukan oleh para sahabat berdasarkan riwayat dari Al-Bukhari dari Ibnu Umar Radiyallahu „anhu." Kapan zakat fithri ditunaikan Ia harus ditunaikan (disampaikan kepada yang berhak) sebelum kaum muslimin keluar menuju tanah lapang untuk melaksanakan shalat Ied.org/awwb/th1/2." (HR. maka hal ini diperbolehkan. Demikianlah beberapa hal yang berkaitan dengan ibadah zakat fithri. Dan barangsiapa yang menunaikannya setelah dilakasanakan shalat iedul fithri maka ia dianggap sebagai salah satu jenis shodaqoh saja dan zakatnya tidak diterima.atspace. kami mengajak segenap kaum muslimin untuk menunaikan zakat fithri sesuai dengan tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam. dan lainnya dengan sanad yang hasan). Oleh sebab itu. Abdul Warits bertanya kepada Ayyub: "Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu sha' (zakat fithri)?" Ayyub menjawab: "Setelah panitia mulai bertugas. url sumber http://fdawj.Ibnu Khuzaimah (dalam kitab [IV/83]) mencantumkan satu riwayat dari Abdul Warits dari Ayyub bahwasanya Ibnu Umar pernah menyalurkan zakat fithri melalui panitia yang dibentuk oleh pemerintah muslimin satu atau dua hari sebelum Idul Fithri." Adapun memajukannya satu atau dua hari sebelum Iedul Fithri. (Dikutip dari tulisan Ustadz Abu Hamzah Yusuf. Dan para ulama sepakat bahwa ia tidak boleh ditunda sama sekali.htm) . Bulletin al Wala wal Bara Edisi ke-2 Tahun ke-1 / 29 November 2002 M / 24 Ramadhan 1423 H." Abdul Warits bertanya lagi: "Kapankah panitia itu mulai bertugas?" Maka beliau menjawab: "Satu atau dua hari sebelum Idul Fithri. sehingga Allah Subhanahu wa Ta‟ala menyempurnakan pahala ibadah puasa kita di bulan Ramadhan ini dengan zakat fithri yang kita tunaikan. Dan Ibnu Abbas Radiyallahu „anhu meriwayatkan suatu hadits bahwa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam bersabda: "Barangsiapa menunaikan zakat fithri sebelum shalat ied maka ia adalah zakat yang diterima. Ibnu Majah. Amin. Ini berdasarkan hadits Ibnu Umar ra: "Bahwa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam memerintahkan kum muslimin untuk membayarkan zakatnya sebelum keluarnya mereka untuk menjalankan shalat Ied. Abu Dawud.

wlaupun banyak sumber ilmu yang memuat keterangan yang shahih yang menyingkap yang bathil. dan mematahkan takwilan para pendusta dari sunnah dan menyingkap kepalsuan para pemalsu Sunnah.php?id_artikel=121 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Lagi. 28 Oktober 2004.id/print. Maksud kami bukan membahas dengan detail . dusta.salafy. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Sep 11.Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. dan sebagai penegasan terhadap kebenaran. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. Sejak bertahuntahun sunnah telah tercampur dengan hadits-hadits dhaif. (untuk) memusnahkan penyimpangan orangorang sesat dari sunnah. 05:15:09 Hadits-hadits dhaif yang tersebar seputra bulan Ramadhan Kami menilai perlunya dibawakan pasal ini pada kitab kami. maka kami katakan: Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menetapkan sunnah Nabi secara adil. Orang yang melihat dunia para penulis dan para pemberi nasehat akan melihat bahwa mereka –kecuali yang diberi rahmat oleh Allah. karena adanya sesuatu yang teramat penting yang tidak diragukan lagi sebagai peringatan bagi manusia. Sumber artikel : http://www.tidak memperdulikan masalah yang mulia ini walaupun sedikit perhatianpun. diada-adakan atau lainnya.or. Hal ini telah diterangkan oleh para imam terdahulu dan ulama salaf dengan penjelasan dan keterangan yang sempurna. '08 11:03 PM untuk semuanya Lagi.

” Juga dinukilkan perkataan Abu Nu‟aim. biografinya ada pada Ibnu Hajar di dalam Lisanul Mizan (2/101) dan beliau berkata: “Masyhur dengan kelemahannya.55) Maka kami katakan wabillahi taufiq: Sesungguhnya hadits-hadits yang tersebar di masyarakat banyak sekali. (Ini semua) sebagai pengamalan hadits: “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat…” (riwayat Bukhari 6/361). dan sabda beliau: “Agama itu nasehat…”(riwayat Muslim no. hingga tidaklah engkau membaca makalah atau mendengar nasehat kecuali hadits-hadits ini –sangat disesalkan. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kepada tahun berikutnya…” Hingga akhir hadits ini. jadikanlah ilmu shahih yang telah tersaring sebagai jalan (hidup) kita. “Dia suka memalsukan hadits. Dan (yang termasuk) dari hadits-hadits yang tersebar digunakan (sebagai dalil) di kalangan manusia pada bulan Ramadhan diantaranya: 1.masalah ini. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no. 1886) dan Ibnul Jauzi di dalam Kitabul Mauduat (2/188-189) dan Abul Ya‟la di dalam Musnad-nya sebagaimana pada Al Muthalibul „Aaliyah (Bab/A-B/ tulisan tangan) dari jalan Jabir bin Burdah dari Abu Mas‟ud Al Ghifari. niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan seluruhnya. “matruk (ditinggalkan) .” dan Bukhari. “Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada di dalam Ramadhan. penyakitnya pada Jabir bin Ayyub. berkata. Semoga Allah merahmati Al Imam Abdullah bin Mubarak yang mengatakan: “(Menyebutkan) hadits shahih itu menyibukkan (diri) dari yang dhaifnya. Hadits ini maudhu‟ (palsu). hingga mereka hampir tidak pernah menyebutkan hadits shahih –walau banyak.menduduki kedudukan yang tinggi. serta pengaruh yang akan terjadi pada ilmu dan manusia. “Mungkarul hadits” dan dari An Nasa‟i.yang bisa menghentikan mereka dari menyebut hadits dhaif. tapi akan kita cukupkan sebagian contoh yang baru masuk dan mashyur di kalangan manusia dengan sangat masyhurnya.” Jadikanlah imam ini sebagai suri tauladan kita.

niscaya kalian akan sehat. Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan) suatu kebaikan. berkata Ibnu Sa‟ad. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887) dan Al Muhamili di dalam Amalinya (293) dan Al Ashbahani dalam At Targhib (q/178. dan dia lemah.” 3. pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka…” sampai selesai. “Tidak kuat.” sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam As Suyuthi di dalam Jam‟ul Jawami‟ (no. kami cukupkan dengan membawakan perkataan ulama yang paling masyhur.” .” Berkata Ibnu Hajar di dalam Al Athraf.” Demikianlah di dalam Tahdizbut Tahdzib (7/322-323).” Ibnul Jauzi menghulumi hadits ini sebagai hadits palsu. Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapaknya di dalam Illalul Hadits (1/249).b/tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jad‟an dari Sa‟id bin Al Musayyib dari Salman.” berkata Ibnu Ma‟in. 23714-tertib urutannya). “Wahai manusia.” berkata Imam Ahmad bin Hanbal. karena lemahnya Ali bin Zaid. “Dhaif” berkata Ibnu Abi khaitsamah. bulan yang didalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah. “Lemah di segala penjuru. Dan Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits ini. “Jangan berhujjah dengan hadits ini. maka sama (nilainya) dengan menunaikan perkara wajib pada bulan yang lain…. dan ibnu Khuzaimah berkata serta meriwayatkannya. karena dalam hatiku ada keraguan pada Jarir bin Ayyub Al Bajali. “Jika benar kabarnya. karena jelek hafalannya.” 2. sungguh bulan yang agung twlah (menaungi) kalian. Hadits ini juga panjang. “Jika haditsnya shahih. Inilah bulan yang awalnya adalah rahmat. “Di dalamnya ada kelemahan dan jangan berhujjah dengannya.” dan berkata Ibnu Khuzaimah. Hadits ini sanadnya dhaif. “Sumbernya pada Ali bin Zaid bin Jad‟an.haditsnya. “Berpuasalah. “Hadits yang mungkar.

Aku katakan: dan Muhammad bin Sulaiaman Syaami. Dan sanad hadits ini lemah. At Tirmidzi (723).” Al Ajalaiy berkata. biografinya (disebutkan) pada Tarikh Damasqus (15/q386-tulisan tangan) maka riwayatnya dari Zuhair sebagaiman dinaskhkan oleh para Imam adalah mungkar.Hadits tersebut merupakan potongan dari hadits riwayat Ibnu Adi di dalam Al Kamil (7/2521) dari jalan Nahsyal bin Sa‟id. Abu Daud (2397). karena jeleknya hafalan dia. 4. tidak diketahuinya keadaan Abil muthawwas dan diragukan pendengaran bapak beliau dari Abu Hurairah.” Hadits ini diriwayatkan Bukhari dengan mu‟allaq* dalam Shahih-nya (4/160 –Fathul Bari) tanpa sanad. Baihaqi (4/228) dan Ibnu Hajar dalam Taghliqut Ta‟liq (3/170) dari jalan Abil Muthawwas dari bapaknya dari Abu Hurairah. Ibnu Majah (1672) dan Nasa‟i di dalam Al Kubra sebagaimana dalam Tuhfatu Asyraaf (10/373). “Hadits-hadits yang mereka riwayatkan dari ahli Syam ini tidak membuatku kagum. “Hafalannya jelek dan hadits dia dari Syam lebih mungkar daripada haditsnya (yang berasal) dari Irak. Ibnu Khuzaimah telah memalsukan hadits tersebut di dalam Shahih-nya (19870).” . Berkata Abu Bakar Al Atsram. “Aku mendengar Imam Ahmad –dan beliau menyebutkan riwayat orang-orang Syam dari Zuhair bin muhammad. “Barangsiapa yang berbuka puasa satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada sebab dan tidak pula karena sakit maka puasa satu tahun pun tidak akan dapat mencukupinya walaupun ia berpuasa pada satu tahun tersebut. Ibnu Hajar berkata dalam Fathul bari (4/161): “Dalam hadits ini ada perselisihan tentang Hubaib bin Abi Tsabit dengan perselisihan yang banyak. “Mereka meriwayatkan darinya (Zuhair –pent) beberapa hadits mereka (orang-orang Syam.berkata. Nahsyal termasuk yang ditinggal (karena) dia pendusta dan Ad Dhahhak tidak mendengarkan dari ibnu Abbas.” Ibnu Abi Hatim berkata. Diriwayatkan oleh At Thabrani di dalam Al Ausath (1/q 69/ Al Majma‟ul Bahrain) dan Abu Nu‟aim di dalam Ath Thibun Nabawiy dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Daud.pent) yang dhaif itu. dai Ad Dhahhak dari ibnu Abbas. dari Zuhair bin muhammad. hingga kesimpulannya ada tiga penyakit: idhthirab (goncang). dari Suhail bin Abi Shalih dari Abi hurairah. dan hadits ini darinya.” demikianlah yang terdapat pada Tahdzibul Kamal (9/427).

dan terlebih lagi –segala puji hanya bagi Allah.umat ini telah Allah khususkan dengan sanad dibandingkan dengan umat-umat yang lain. Ilmu sanad adalah ilmu yang paling rumit. telah benar dan baik orang yang menamainya (yakni Al Isnad) adalah: “Ucapan yang dinukil dan neraca pembenaran khabar. Bab "HADITS-HADITS DHAIF YANG TERSEBAR SEPUTAR BULAN RAMADHAN". akan tetapi (hadits-hadits ini) sendiri tidak boleh kita sandarkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. Tidak menutup kemungikinan bahwa sebagian hadits-hadits ini memiliki makna-makna yang benar. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. Wasubhaanakallahu wa bihamdika. karena aku tidak mengenal Abil Muthawwas dan tidak pula bapaknya sehingga hadits ini dhaif juga. namun walaupun demikian kita (sering)mendengar dan membacanya pada hari-hari di bulan Ramadhan yang diberkahi khususnya dan selain pada bulan itu pada umumnya. bersegeralah kepada kebaikan. Dan inilah petunjuknya dalam puasa Ramadhan. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. inilah sifat puasa Nabi dihadapanmu. membedakan yang shahih dari yang jelek. astaghfiruka. wa atuubu ilaika. Ditulis oleh: Penuntut Ilmu Syar‟i Ali Hasan Ali Abdul Hamid Saalim Al Hilali 25 Ramadhan 1403 H (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR).Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkannya: “Jika khabarnya shahih. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H.” Wa ba‟du: Inilah empat hadits yang didhifkan oleh para ulama dan dilemahkan oleh para Imam. Wahai saudaraku yang haus akan ketaatan kepada Allah. Penerbit Al . penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Dengan sanad ini dapat diketahui mana hadits yang dapat diterima dan mana yang harus ditolak. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. yang sesuai dengan syari‟at kita yang lurus baik dari Al Qur‟an maupun Sunnah.” Mudah-mudahan Allah memberi rizki pada kami kebaikannya. asyhadu anlaa ilaha illa anta.

'08 11:02 PM untuk semuanya Lagi.salafy. dan mematahkan takwilan para pendusta dari sunnah dan menyingkap kepalsuan para pemalsu Sunnah. Sejak bertahuntahun sunnah telah tercampur dengan hadits-hadits dhaif. Hal ini telah diterangkan oleh para imam terdahulu dan ulama salaf dengan penjelasan dan keterangan yang sempurna. Sumber artikel : http://www. (untuk) memusnahkan penyimpangan orangorang sesat dari sunnah. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh.Maktabah Al islamiyyah cet. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Sep 11. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. 28 Oktober 2004. dan sebagai penegasan terhadap kebenaran.php?id_artikel=778 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Lagi. diada-adakan atau lainnya. 05:15:09 Hadits-hadits dhaif yang tersebar seputra bulan Ramadhan Kami menilai perlunya dibawakan pasal ini pada kitab kami.or. maka kami katakan: Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menetapkan sunnah Nabi secara adil. karena adanya sesuatu yang teramat penting yang tidak diragukan lagi sebagai peringatan bagi manusia. Orang yang melihat dunia para penulis dan para pemberi nasehat akan melihat bahwa mereka –kecuali yang diberi rahmat oleh Allah.id/print.tidak memperdulikan masalah yang mulia . Ke 5 th 1416 H. dusta.

biografinya ada pada Ibnu Hajar di dalam Lisanul Mizan (2/101) dan beliau berkata: “Masyhur dengan . jadikanlah ilmu shahih yang telah tersaring sebagai jalan (hidup) kita. serta pengaruh yang akan terjadi pada ilmu dan manusia. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kepada tahun berikutnya…” Hingga akhir hadits ini. “Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada di dalam Ramadhan. hingga tidaklah engkau membaca makalah atau mendengar nasehat kecuali hadits-hadits ini –sangat disesalkan. tapi akan kita cukupkan sebagian contoh yang baru masuk dan mashyur di kalangan manusia dengan sangat masyhurnya. Semoga Allah merahmati Al Imam Abdullah bin Mubarak yang mengatakan: “(Menyebutkan) hadits shahih itu menyibukkan (diri) dari yang dhaifnya.ini walaupun sedikit perhatianpun. (Ini semua) sebagai pengamalan hadits: “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat…” (riwayat Bukhari 6/361). Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no.yang bisa menghentikan mereka dari menyebut hadits dhaif.” Jadikanlah imam ini sebagai suri tauladan kita. hingga mereka hampir tidak pernah menyebutkan hadits shahih –walau banyak.55) Maka kami katakan wabillahi taufiq: Sesungguhnya hadits-hadits yang tersebar di masyarakat banyak sekali. niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan seluruhnya. Hadits ini maudhu‟ (palsu). 1886) dan Ibnul Jauzi di dalam Kitabul Mauduat (2/188-189) dan Abul Ya‟la di dalam Musnad-nya sebagaimana pada Al Muthalibul „Aaliyah (Bab/A-B/ tulisan tangan) dari jalan Jabir bin Burdah dari Abu Mas‟ud Al Ghifari. Maksud kami bukan membahas dengan detail masalah ini. wlaupun banyak sumber ilmu yang memuat keterangan yang shahih yang menyingkap yang bathil. penyakitnya pada Jabir bin Ayyub. dan sabda beliau: “Agama itu nasehat…”(riwayat Muslim no.menduduki kedudukan yang tinggi. Dan (yang termasuk) dari hadits-hadits yang tersebar digunakan (sebagai dalil) di kalangan manusia pada bulan Ramadhan diantaranya: 1.

“Wahai manusia.” dan Bukhari. dan dia lemah.” Berkata Ibnu Hajar di dalam Al Athraf. Hadits ini juga panjang. sungguh bulan yang agung twlah (menaungi) kalian.kelemahannya. Inilah bulan yang awalnya adalah rahmat. dan ibnu Khuzaimah berkata serta meriwayatkannya. karena jelek hafalannya. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887) dan Al Muhamili di dalam Amalinya (293) dan Al Ashbahani dalam At Targhib (q/178.b/tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jad‟an dari Sa‟id bin Al Musayyib dari Salman. maka sama (nilainya) dengan menunaikan perkara wajib pada bulan yang lain…. “Sumbernya pada Ali bin Zaid bin Jad‟an. “Lemah di segala penjuru. Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan) suatu kebaikan.” berkata Ibnu Ma‟in.” 2.” berkata Imam Ahmad bin Hanbal. “Jika haditsnya shahih. pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka…” sampai selesai.” sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam As Suyuthi di dalam Jam‟ul Jawami‟ (no. Dan Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits ini. “Hadits yang mungkar.” .” Ibnul Jauzi menghulumi hadits ini sebagai hadits palsu. “Dia suka memalsukan hadits. kami cukupkan dengan membawakan perkataan ulama yang paling masyhur. Hadits ini sanadnya dhaif. “Mungkarul hadits” dan dari An Nasa‟i. “Di dalamnya ada kelemahan dan jangan berhujjah dengannya. “Tidak kuat. “Jangan berhujjah dengan hadits ini.” dan berkata Ibnu Khuzaimah. Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapaknya di dalam Illalul Hadits (1/249).” Juga dinukilkan perkataan Abu Nu‟aim. karena dalam hatiku ada keraguan pada Jarir bin Ayyub Al Bajali. “matruk (ditinggalkan) haditsnya.” Demikianlah di dalam Tahdizbut Tahdzib (7/322-323). karena lemahnya Ali bin Zaid. “Dhaif” berkata Ibnu Abi khaitsamah. berkata Ibnu Sa‟ad. “Jika benar kabarnya. 23714-tertib urutannya). Allah menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah. bulan yang didalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. berkata.

Berkata Abu Bakar Al Atsram. “Barangsiapa yang berbuka puasa satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada sebab dan tidak pula karena sakit maka puasa satu tahun pun tidak akan dapat mencukupinya walaupun ia berpuasa pada satu tahun tersebut.” Hadits ini diriwayatkan Bukhari dengan mu‟allaq* dalam Shahih-nya (4/160 –Fathul Bari) tanpa sanad. Ibnu Hajar berkata dalam Fathul bari (4/161): “Dalam hadits ini ada perselisihan tentang Hubaib bin Abi Tsabit dengan perselisihan yang banyak.berkata. biografinya (disebutkan) pada Tarikh Damasqus (15/q386-tulisan tangan) maka riwayatnya dari Zuhair sebagaiman dinaskhkan oleh para Imam adalah mungkar. hingga kesimpulannya ada tiga penyakit: idhthirab (goncang). dari Suhail bin Abi Shalih dari Abi hurairah.3.” Al Ajalaiy berkata. At Tirmidzi (723). niscaya kalian akan sehat. Ibnu Majah (1672) dan Nasa‟i di dalam Al Kubra sebagaimana dalam Tuhfatu Asyraaf (10/373). “Hadits-hadits yang mereka riwayatkan dari ahli Syam ini tidak membuatku kagum. Ibnu Khuzaimah telah memalsukan hadits tersebut di dalam Shahih-nya (19870). dari Zuhair bin muhammad. dai Ad Dhahhak dari ibnu Abbas. Aku katakan: dan Muhammad bin Sulaiaman Syaami.” demikianlah yang terdapat pada Tahdzibul Kamal (9/427).” Ibnu Abi Hatim berkata. karena jeleknya hafalan dia. Abu Daud (2397). “Aku mendengar Imam Ahmad –dan beliau menyebutkan riwayat orang-orang Syam dari Zuhair bin muhammad. 4. “Berpuasalah. Baihaqi (4/228) dan Ibnu Hajar dalam Taghliqut Ta‟liq (3/170) dari jalan Abil Muthawwas dari bapaknya dari Abu Hurairah. tidak diketahuinya keadaan Abil muthawwas dan diragukan .pent) yang dhaif itu. “Mereka meriwayatkan darinya (Zuhair –pent) beberapa hadits mereka (orang-orang Syam.” Hadits tersebut merupakan potongan dari hadits riwayat Ibnu Adi di dalam Al Kamil (7/2521) dari jalan Nahsyal bin Sa‟id. Dan sanad hadits ini lemah. “Hafalannya jelek dan hadits dia dari Syam lebih mungkar daripada haditsnya (yang berasal) dari Irak. Nahsyal termasuk yang ditinggal (karena) dia pendusta dan Ad Dhahhak tidak mendengarkan dari ibnu Abbas. Diriwayatkan oleh At Thabrani di dalam Al Ausath (1/q 69/ Al Majma‟ul Bahrain) dan Abu Nu‟aim di dalam Ath Thibun Nabawiy dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Daud. dan hadits ini darinya.

” Mudah-mudahan Allah memberi rizki pada kami kebaikannya.” Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkannya: “Jika khabarnya shahih. Bab . inilah sifat puasa Nabi dihadapanmu. Ilmu sanad adalah ilmu yang paling rumit. Wahai saudaraku yang haus akan ketaatan kepada Allah. yang sesuai dengan syari‟at kita yang lurus baik dari Al Qur‟an maupun Sunnah. wa atuubu ilaika. namun walaupun demikian kita (sering)mendengar dan membacanya pada hari-hari di bulan Ramadhan yang diberkahi khususnya dan selain pada bulan itu pada umumnya. Dan inilah petunjuknya dalam puasa Ramadhan. Ditulis oleh: Penuntut Ilmu Syar‟i Ali Hasan Ali Abdul Hamid Saalim Al Hilali 25 Ramadhan 1403 H (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Dengan sanad ini dapat diketahui mana hadits yang dapat diterima dan mana yang harus ditolak. akan tetapi (hadits-hadits ini) sendiri tidak boleh kita sandarkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. asyhadu anlaa ilaha illa anta. dan terlebih lagi –segala puji hanya bagi Allah.umat ini telah Allah khususkan dengan sanad dibandingkan dengan umat-umat yang lain. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. membedakan yang shahih dari yang jelek. Wasubhaanakallahu wa bihamdika.pendengaran bapak beliau dari Abu Hurairah. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. bersegeralah kepada kebaikan. telah benar dan baik orang yang menamainya (yakni Al Isnad) adalah: “Ucapan yang dinukil dan neraca pembenaran khabar.” Wa ba‟du: Inilah empat hadits yang didhifkan oleh para ulama dan dilemahkan oleh para Imam. karena aku tidak mengenal Abil Muthawwas dan tidak pula bapaknya sehingga hadits ini dhaif juga. astaghfiruka. Tidak menutup kemungikinan bahwa sebagian hadits-hadits ini memiliki makna-makna yang benar.

Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. ia berkata: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam memerintahkan kami ."HADITS-HADITS DHAIF YANG TERSEBAR SEPUTAR BULAN RAMADHAN".php?id_artikel=778 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Sumber artikel : http://www.id/print.”195)[Riwayat Abu Daud (1622) dan An Nasa‟I (5/50). Ke 5 th 1416 H.”194)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984) dan tambahannya pada Muslim] Dan berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri.or. padanya ada Al Hasan ber-„an‟anah. Hukumnya Zakat Fitri ini (hukumnya) wajib berdasarkan hadits (dari) Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma:“Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri [pada bulan Ramadhan kepada manusia]. 05:03:44 1. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. '08 10:54 PM untuk semuanya Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. 28 Oktober 2004. Dan hadits sebelumnya sebagai syahid] Sebagian Ahlul ilmi menyatakan bahwa zakat fithri telah mansukh oleh hadits Qais bin Sa‟ad bin Ubadah.salafy.

” 2. dan sanadnya shahih] dan kalaupun dianggap shahih tidak ada dalil yang menunjukkan atas naskh (diahapusnya) hadits Qais yang menunjukkan wajibnya zakat fithri. Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri sebanyak satu gantang kurma. tetapi hanya menunjukkan tambahan dalam jenis ibadah. kedudukan zakat harta (sebagaiman) kedudukan zakat fithri (yaitu) berkaitan dengan riqab (orang perorang). kecil dan besar dari kalangan kaum muslimin. Siapa yang Wajib Zakat ? Zakat fithri wajib atas kaum muslimin. besar. karena turunnya suatu kewajiban tidaklah menggugurkan kewajiban yang lain. Ibnu Khuzaimah (4/81) dan Al Hakim (1/410) dan Al Baihaqi (4/159) dari beberapa jalan. mungkin Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mencukupkan dengan perintah yang pertama. laki-laki.”197)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984)] Sebagian Ahlul ilmi ada yang mewajibkan zakat fithri pada hamba yang kafir karena hadits Abu Hurairah Radhiallahu anhu: “Hamba tidak ada zakatnya kecuali zakat fithri. sudah maklum hadits khusus jadi penentu hadits umum. tidak mengharuskan dimansukhknya hukum sebelumnya. atau satu gantang gandum atas hamba dan orang yang merdeka.”198) [HR Muslim (982)] Hadits ini umum.” Imam Al Khathabiy Rahimahullah berkata dalam Ma‟alimus Sunan (2/214): “Ini tidak menunjukkan hilangnya kewajiban zakat fithri.dengan shadaqah fithri sebelum diturunkannya (kewajiban) zakat dan tatkala diturunkannya (kewajiban) zakat beliau tidak memerintahkan kami dan tidak pula melarang kami. sedang hadits Ibnu Umar khusus. dan dikeluarkan oleh An Nasa‟I (5/49) dan Ibnu Majah (1/585) dan Ahmad (6/6). orang yang merdeka maupun hamba. perempuan. tetapi kami mengerjakan (mengeluarkan zakat fithri).” Al Hafidz Rahimahullah menjawab sangkaan tersebut dengan perkataannya (3/368): “bahwa pada sanadnya ada rawi yang tidak dikenal196) [Akan tetapi hadits tersebut mempunyai penguat. Yang lain berkata. anak kecil. “Tidak wajib atas orang yang puasa karena hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan .

3. maka seluruh orang yang puasa butuh akan hal itu.zakat fithri. namun yang paling kuat (yang membuat hati ini tenang) lafadz di atas mencakup seluruh yang dimakan termasuk hinthah dan jenis lainnya. semuanya telah dilakukan oleh para sahabat . satu gantang anggur kering. zakat fithri diwajibkan pula atas orang yang tidak berpuasa seperti diketahui keshahihannya atau orang yang masuk Islam sesaat sebelum terbenamnya matahari. satu gantang susu kering.”200) [HR Bukhari (3/294) dan Muslim (985)] Dan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan atu gantang gandum. yang jelek dan (memberi) makanan bagi orang yang miskin. jika „illat diwajibkannya karena pensucian. satu gantang gandum. karena janin tidak bisa disebut sebagai anak kecil atau besar.”199) [Telah lewat takhrijnya] Imam Al Khathabiy dalam Ma‟alimus Sunan (3/214) menegaskan: “Zakat fithri wajib atas orang yang puasa yang kaya atau orang fakir yang mendapatkan makanan dari dia. karena hadits Abu Sa‟id Al Khudri Radhiallahu anhu: “Kami mengeluarkan zakat (pada zaman Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam) satu gantang makanan. satu ganang anggur kering atau salt (sejenis gandum yang tidak berkulit). baik menurut masyarakat maupun istilah. jika berserikat dalam „illat berserikat pula dalam hukum. tetapi kami tidak menemukan dalil akan hal itu. satu gantang susu.” Sebagian lagi berpendapat bahwa zakat fithri wajib juga atas janin. ada yang bilang hinthah (gandum yang bagus) ada yang bilang selain itu.”201) [Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/80) dan Al Hakim (1/409-410) Telah ikhtilaf dalam tafsir lafadz makanan dalam hadits Abu Sa‟id Al Khudri. satu gantang kurma. tepung dan adonan. satu gantang korma dan satu gantang salt.” Al Hafidz menjawab (3/369): “Pensucian disebutkan untuk menghukumi yang dominan. Macam Zakat Fithri Zakat Fithri dikeluarkan berupa satu gantang gandum. satu gantang korma. pensuci bagi orang yang puasa dari perbuatan sia-sia.

dan yang paling sahahih berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam: “Tunaikanlah satu gantang gandum atau korma. yang membawa anggur kering diterima. aku mengira beliau berkata: “yang membawa adonan diterima. ada yanga mengatakan setengah gantang ini yang rajih.”203) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). sanadnya hasan] Dari beliau Shalallahu „alaihi wassalam bersabda: “Zakat fithri satu gantang makanan. dan bahwa satu mud hinthah itu melebihi yang ada di sini. yang membawa korma diterima.berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam menyuruh kami untuk mengeluarkan zakat Ramadhan satu gantang makanan dari anak kecil. budak dan orang yang merdeka. mereka ikhtilaf tentang hinthah. untuk dua orang satu gantang dari gandum . Barangsiapa yang memberi salt (sejenis gandum yang tidak berkulit) akan diterima. susu yang dikeringkan dan korma. 4. bahwa pendapat Mua‟wiyah bukanlah ijtihad hasil dari pemikiran sendiri. anggur kering. sanadnya hasan] Adapun hadits-hadits yang menafikan adanya hinthah (gandum) atau bahwasanya Mu‟awiyah Radhiallahu anhu berpendapat untuk mengeluarkan dua mud dari samara (gandum) Syam. diterima. Ukuran Zakat Fithri Seorang muslim diperbolehkan zakat fithri sesuai dengan jenis yang disebutkan tadi. yang membawa salt (gandum yang tidak berkulit) diterima. besar. tetapi berdasarkan hadita marfu‟ sampai kepada Rasululllah Shalallahu „alaihi wassalam. agar kaum muslimin yang mendudukkkan sahabat sesuai dengan kedudukan mereka. barangsiapa yang mengeluarkan berupa adonan. Ini dikuat-kan oleh perkataan Abu Sa‟id: “Dulu makanan kami adalah gandum. aku mengira beliau berkata. “Barangsiapa yang mengeluarkan berupa tepung akan diterima. barangsiapa yang membawa gandum diterima.”202) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). menurut hadits-hadits yang shahih yang menegaskan adanya hinthah bahwa dua mud hinthah sama dengan satu gantang anggur.”204) [Telah lewat takhrijnya] Yang membantah seluruh dalil orang yang menyelisihi kita adalah satu pembahasan yang akan datang ketika menjelaskan takaran zakat fithri.

”205) [Riwayat Abu Daud (2340).”207) [Dikeluarkan oleh Daruquthni (2/141) dan Ibnu Umar dengan sanad dhaif (lemah). Kemana Disalurkannya Zakat tidak boleh diberikan kecuali kepada orang yang berhak menerimanya.atas orang merdeka. Nasa‟I (7/281). Nasa‟I (7/281). berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “kami diperintah oleh Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam (mengeluarkan) shadaqah fithri atas anak kecil dan orang tua.”206) [Riwayat Abu Daud (2340). Siapakah yang harus dibayar zakatnya? Seorang muslim harus mengeluarkan zakat fithri untuk dirinya dan seluruh orang yang dibawah tanggungannya. Dan padanya ada jalan yang mauquf dari Ibnu Umar pada Inu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (4/37) dengan sanad shahih. mereka adalah orang-orang miskin berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam zakat fithri sebagai pembersih (diri) bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perbuatan kotor dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. baik anak kecil maupun orang tua laki-laki dan perempuan. dan sanadnya terputus. Dan Syaikhul Islam telah membentahnya pada kitab . Pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam di dalam Majmu‟ Fatawa (2/71-78) serta murid beliau Ibnul Qayyim pada kitabnya yang bagus Zaadul Ma‟ad (2/44). orang merdeka dan hamba dari orang-orang yang membekalinya. tetapi (pendapat) ini tidak ada dalilnya. dan kiloan yang teranggap adalah kiloan-nya orang madinah. Dan dikeluarkan Al Baihaqi (4/161) dari jalan yang lain dari Ali. anak kecil atau besar. Gantang yang teranggap adalah gantangnya penduduk Madinah. berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Timbangan yang teranggap adalah timbangannya Ahlu Mekah.”208) [Telah lewat takhrijnya]. orang yang merdeka dan budak. Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih] 5. Sebagian Ahlul ilmi berpendapat bahwa zakat fithri diberikan kepada delapan golongan. Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih]. hamba. Maka -dengan jalan-jalan inimaka haditsnya menjadi hasan] 6.

Termasuk amalan sunah jika ada seseorang yang bertugas mengumpulkan zakat tersebut (untuk diberikan kepada yang berhak –pent). pent) untuk mengumpulkannya. karena hal itu sangat penting. cet. Beliau (Ibnu Umar) mengeluarkan zakatnya satu hari atau dua hari sebelum „Iedul Fithri.” 7.” Aku katakan: “Kapankah petugas itu mulai bertugas?” Beliau menjawab: “Satu hari atau dua hari sebelum “Idul Fithri.”211) [Telah lewat takhrijnya] 8.”209) [Dikeluarkan oleh Bukhari (4/396)] Dan sungguh dahulu pernah Ibnu Umar Radhiallahu anhuma mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang menangani zakat dan mereka adalah panitia yang dibentuk oleh Imam (pemerintahan. Waktu Penunaian Zakat Zakat fithri ditunaikan sebelum orang-orang keluar (rumah) menuju sholat „Id dan tidak bleh diakhirkan (setelah) shalat atau dimajukan penunaiannya.yang telah disebutkan baru saja. maka lihatlah kitab tersebut. Sungguh Nabi Shalallahu „alaihi wassalam telah mewakilkan kepada Abu Hurairah Radhiallahu anhu. kecuali satu atau dua hari (sebelum „Id)210) [Lihat pada kitab Ahkamul „Idain fis Sunnah Al Muthaharah karya Ali Hasan Ali Abdul Hamid. Hikmah Zakat Allah 'Azza wa Jalla mewajibkan zakat sebagai pensucian diri bagi orang-orang yang .maktabah Al Islamiyah] berdasarkan perbuatan Ibnu Umar Radhiallahu anhuma –berdasarkan kaidah rawi hadits diketahui dengan makna riwayatnyamaka apabila penunaian zakat itu diakhirkan (setelah) shalat maka dianggap sebagai shadaqah berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “… Barangsiapa yang menunaikan zakatnya sebelum shalat maka dia adalah zakat yang diterima. ia berkata: “Rasulullah mengkhabarkan kepadaku agar aku menjaga zakat Ramadhan. aku katakan: “Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu gantang?” Berkata Ayyub: “Apabila petugas telah duduk (bertugas). dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka dia adalah merupakan shadaqah dari beberapa shadaqah (yang ada). dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/83) dari jalan Abdul Warits dari Ayyub.

php?id_artikel=777 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan Sep 11. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. '08 10:54 PM untuk semuanya Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan Penulis: Al Ustadz Ahmad Hamdani Fatwa-Fatwa.berpuasa dari (perbuatan) sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin untuk mencukupi (kebutuhan ) mereka pada hari yang bagus tersebut berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma yang telah lalu.salafy. Bab "Zakat Fitrah". Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. maka puasa dapat memperkuat jiwa. Pada diri seseorang yang berpuasa. Ke 5 th 1416 H. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Sumber artikel : http://www. 18 Oktober 2004. Seiring dengan menyempitnya pembuluh-pembuluh darah itu berarti menyempit pula tempat aliran setan dalam tubuh. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan.id/print. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. 05:26:46 Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan Kalau jasmani seseorang dapat menjadi kuat disebabkan latihan fisik. . (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. suplai bahan makanan dan minuman yang merupakan bahan bakar aktifitas kehidupan manusia berkurang sehingga pembuluhpembuluh darah menyempit.or.

Puasa sebagai benteng bagi orang-orang yang bertaqwa dari musuh Allah yaitu setan yang jalannya dalam rangka menguasai manusia adalah hawa nafsu syahwat. Dengan demikian puasa adalah perisai dari serangan nafsu syahwat bagi orang-orang yang bertaqwa. 9/175 dan Muslim 157-158) Sebenarnya cukuplah satu hadits qudsi yang mulia itu menunjukkan keutamaannya. ٣/٣، ٩/١٧٥ ‫)٨٥١-٧٥١/٣ ل‬ Puasa itu untukKu dan Aku yang akan membalasnya. Pada umumnya orang lain tidak mengetahuinya dan kemungkinan besar sedikit tercampur dengan unsur riya‟. Puasa memiliki dua keutamaan khusus yang tidak ditemukan pada ibadah badan lainnya. (HR. Allah berfirman dalam hadits qudsi tentang keutamaan puasa: ). Inilah hakikat puasa. yaitu: 1. ( ‫ق‬ ٠٧٢/٤ ١/٥٣٩ ‫ل‬ ٢/٢١ ‫٣٧٣ ،٦٤٤/٢ ح‬ Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan dari puasanya selain dari rasa lapar dan dahaga. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ). Bukhari 3/3. Ibnu Majah 1/539. (HR. Puasa merupakan amal tersembunyi. Ahmad 2/446. Ad-Darimi 2/21. Akan tetapi orang-orang yang berpuasa itu berbeda dan bertingkat-tingkat dalam hal mendapatkan pahala dan keutamaannya. 2.Keadaan seperti ini akan membuat nafsu syahwat terpenjara (dari hubungan sex atau persetubuhan) dan memenangkan anggota badannya dengan cara yang menakjubkan. 373 dan Al-Baihaqi .

baik tersedia makanan minuman atau tidak. dan yang semisalnya. Jika tidak bertaubat. Pertanyaan: Berapakah jarak boleh mengqashar shalat? Apakah bila seseorang safar pada suatu hari boleh berbuka puasa? Apakah perbedaan safar maksiat dan safar ketaatan kepada Allah? Jawab: Menurut kesepakatan kaum muslimin (ulama) berbuka puasa diperbolehkan bagi musafir jika safar itu bukan dalam rangka bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya seperti haji. Begitu pula orang yang mengingkari orang yang berbuka (ketika safar).4/270 dari jalan Sa'id Al-Muqbiri dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu) Hal ini terjadi disebabkan orang yang berpuasa tidak mengerti hakekat puasa sehingga tidak melaksanakannya sesuai dengan yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya dan puasanya tidak mendatangkan apa-apa selain rasa lapar dan dahaga. Dalam kaitan ini kami kutipkan fatwa-fatwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Fauzan yang berhubungan dengan puasa berupa tanya jawab sekitar puasa dan Ramadlan. Para ulama masih bersilang pendapat bila safarnya untuk bermaksiat pada Allah seperti safar dengan niat merampok. 87-100: Tanya: Beberapa orang melakukan safar (bepergian) pada bulan Ramadlan. Di antara yang berbuka mengejek yang berpuasa dengan alasan bahwa berbuka itu lebih utama. maka dia diminta untuk bertaubat dari pendapatnya itu. maka dibunuh. jihad. Orang yang mengatakan bahwa orang yang safar tidak boleh berbuka kecuali yang lemah untuk berpuasa. Fatwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam kitab beliau Haqiqatus Shiyam hal. Dalam rombongan itu ada yang berbuka dan ada yang berpuasa. berdagang. Orang yang safar boleh mengqashar shalat dan berbuka puasa menurut kesepakatan ulama meskipun tidak merasa haus dan lapar. Semoga bermanfaat. maka orang tersebut diminta bertaubat. .

bahkan tidak diperbolehkan berpuasa sehingga meskipun ia berpuasa tetap wajib mengqadlanya. Menurut pendapat imam yang empat. Karena semua itu bertentangan dengan Kitabullah. (HR. Sedangkan yang masih diperselisihkan justru pembolehan berpuasa bagi musafir. ia harus bertaubat dari ucapannya itu. (HR. Bukhari dan Muslim) Sedangkan madzhab yang empat membolehkan puasa bagi musafir dengan dasar ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari Anas radliyallahu 'anhu: ). Sekelompok ulama salaf dan khalaf berpendapat bahwa orang yang sedang safar harus berbuka. dan lainlain radliyallahu 'anhum.Juga orang yang mengatakan bahwa orang yang berbuka (ketika safar) itu berdosa. ( Kami pernah bepergian bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Abu Hurairah. maka yang berpuasa tidak mencela yang berbuka dan yang berbuka tidak mencela yang berpuasa. Imam Syafi'i. Pendapat ini dipegang oleh Abdurrahman bin 'Auf. sunnah Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam dan ijma' umat. Mereka berdalil dengan hadits: . Sebagaimana pula madzhab Dhahiri. Abu Hanifah. dan Imam Ahmad. bagi musafir diperbolehkan mengqashar shalat yang empat rakaat dan hal ini lebih afdhal. Para ulama tidak bersilang pendapat dalam hal pembolehan berbuka puasa bagi musafir. Imam Malik. Bukhari) Hal ini karena mereka memahami firman Allah: ‫ل‬ . Tidak termasuk kebaikan puasa dalam safar (bepergian).

Keduanya dari Imam Ahmad.: . ١٨٥﴾ (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadlan. Yang paling benar adalah seseorang diperbolehkan berbuka ketika safar di pertengahan hari (sebelumnya ia berpuasa –pent). Disebutkan dalam hadits bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengqashar shalat ketika di Arafah dan Muzdalifah serta Mina yang diikuti oleh penduduk Mekah dan beliau tidak memerintahkan mereka menyempurnakan shalat mereka. Tanya: Apakah seorang safar pada pertengahan hari boleh berbuka? Jawab: Ada dua pendapat yang masyhur mengenai masalah ini. Karena itu barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) (wajiblah baginya berpuasa). Menurut pendapat yang paling kuat adalah boleh berbuka dan menqashar shalat pada bepergian kurang dari dua hari[1]. Para shahabat berbuka bila keluar safar pada pertengahan hari dan disebutkan bahwa yang . (Al-Baqarah: 185) Adapun ukuran safar yang diperbolehkan untuk mengqashar shalat dan berbuka puasa menurut Imam Ahmad dan Syafi'i adalah jarak perjalanan dua hari dengan kendaraan unta atau jalan kaki sejauh lebih kurang 16 farsakh (satu farsakh lebih kurang 8 km –pent) seperti jarak antara Mekah-Ashfahan atau Mekah-Jedah. Allah menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara hak dan bathil). supaya kamu bersyukur. Sebagaimana hal ini tertera dalam kitab-kitab Sunan. Sedangkan Abu Hanifah dan kelompok ulama salaf dan khalaf lainnya menentukan jarak perjalanan 3 hari. sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari yang lain.

Sedangkan orang yang bepergian jauh dengan naik kapal besar ditemani istrinya. Apakah pendapat ini dibenarkan? . Walaupun ada sebagian ulama mengatakan tidak berpahala bila ia puasa. Tanya: Ada seorang imam masjid bermadzhab Hanafi menyebutkan bahwa dia membaca kitab bahwa bila seseorang berpuasa di bulan Ramadlan tidak berniat pada akhir waktu isya' atau sahur maka puasanya tidak berpahala. haus maupun lelah. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berniat puasa waktu safar. Orang-orang pedalaman seperti Badui Arab. Kemudian beliau dijamu dan beliau makan. Para shahabat melihat beliau. Tanya: Ada seorang yang safar di bulan Ramadlan tidak merasa lapar. Apakah yang lebih utama baginya puasa atau tidak? Jawab: Menurut ijma' ia lebih utama berbuka meskipun dia tidak merasa berat dan berpuasa juga diperbolehkan. para ulama masih berselisih pendapat dalam menentukan kewajiban berpuasa. Orang yang sering bepergian ke suatu tempat tertentu boleh berbuka seperti pedagang yang pergi ke kota lain. tukang pos yang bepergian untuk kemaslahatan kaum muslimin dan lain-lain. bila mereka dalam perjalanan dari tempat musim dingin ke tempat musim panas atau sebaliknya. Akan tetapi dia wajib mengqadla baik berpuasa atau tidak. maka boleh mengqashar shalat. Sedangkan apabila seorang tiba di tempat tujuan pada pertengahan hari. Turki dan selainnya yang bermukim pada musim panas di suatu tempat.demikian itu sunnah yang dikerjakan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sedangkan bila telah singgah di tempat musim dingin atau tempat musim panas tidak boleh berbuka dan mengqashar shalat. membawa perbekalan lengkap dan dia terus-menerus demikian maka dia tidak boleh mengqashar shalat maupun berbuka puasa.

cukup secara mutlak tidak dengan niat tertentu (ta'yin) selain niat puasa Ramadlan. Ketiga. Dan riwayat yang diriwayatkan dari Imam Ahmad menyatakan bahwa manusia itu mengikuti niat imamnya yaitu bahwa berbuka atau berpuasa ditentukan oleh ulama. Setiap orang akan mengetahui apa yang ia inginkan mesti meniatkannya dengan dilafalkan atau tidak. yaitu dengan niat mutlak. Sebagaimana disabdakan Nabi . Riwayat yang ketiga ini dari Ahmad dipilih oleh Al-Hiraqi dan Abul Barkat. Kedua. Bila ia tahu besok akan puasa haruslah ia meniatkan puasa. Yang menjadi perselisihan adalah pengkhususan (ta'yin) niat untuk bulan Ramadlan. ia tentu berpuasa bulan itu dengan niat. cukup baginya. Keumuman kaum muslimin berpuasa dengan diiringi niat. Bila ia tahu besok Ramadlan maka ia akan menta'yin (menentukan niatnya) artinya tidak cukup berniat secara mutlak karena Allah ta'ala memerintahkannya niat menunaikan kewajibannya yaitu puasa bulan Ramadlan. Niat itu tempatnya di hati. Melafalkan niat bukan wajib menurut ijma' kaum muslimin. apakah hal ini wajib atau tidak? Ada tiga pendapat dalam madzhab Imam Ahmad: Pertama. Adapun bila seseorang tidak mengetahui bahwa besok bulan Ramadlan tidak wajib atasnya ta'yin dan barangsiapa mewajibkan ta'yin tanpa ia mengetahui yang dita'yin sungguh berarti ia mewajibkan dua perkara yang berlawanan. tidak cukup niat mutlak[2]. maka yang lebih mendekati kebenaran adalah cukup baginya niat mutlak tersebut. Lalu tak lama kemudian ia mengetahui bahwa ternyata titipan itu miliknya.Jawab: Setiap muslim yang mengetahui bahwa puasa Ramadlan itu wajib hukumnya. harus meniatkan puasa Ramadlan. tetapi ia hendaknya mengatakan: Titipan yang kuberikan padamu itu adalah milikku. Seperti seorang yang dititipi barang atau uang miliknya sendiri. boleh secara mutlak seperti pendapat Abu Hanifah. Maka saya katakan bahwa orang yang mengetahui keinginannya mesti akan berniat. tetapi ia tidak mengetahui bahwa titipan itu miliknya lalu ia sedekahkan pada orang lain. Berpuasa dengan cara seperti itu. maka ia tidak perlu menyerahkan barang itu kedua kalinya. Apabila berpuasa dengan cara seperti itu diniatkan puasa sunnah lalu diketahui bahwa hari itu adalah bulan Ramadlan. Maka bila ia tidak melakukan berarti belum terbebas dari kewajiban.

shallallahu 'alaihi wa sallam: . Hal ini merupakan perbuatan kebanyakan kaum muslimin. Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Idul Fithri kalian adalah hari kalian berbuka (tidak berpuasa) dan Idul Adlha adalah hari kalian menyembelih[3]. Apabila malam telah datang dari sini dan siang telah menghilang dari sini serta matahari telah terbenam dari sini (barat) maka berbukalah orang yang berpuasa. hadits 905) Tanya: Apakah seseorang yang berpuasa bulan Ramadlan memerlukan niat tiap hari atau tidak? Jawab: Setiap orang yang mengetahui bahwa besok Ramadlan dan dia menginginkan puasa maka dia pasti telah berniat. Puasa kalian adalah hari kalian berpuasa. Beliau mengatakan: Hadits ini hasan gharib. (HR. Bukhari 4/171 . (HR. hadits 224 dan Al-Irwa no. baik dilafalkan atau tidak. Yaitu ketika seluruh bulatan matahari telah hilang dan langit bagian timur akan tampak hitam. Sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam katakan: . Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Ash-Shahihah no. Tanya: Apakah seseorang diperbolehkan berbuka puasa dengan semata melihat terbenamnya matahari? Jawab: Bila seorang telah melihat hilang seluruh bulatan matahari maka ia harus berbuka tanpa menghiraukan masih ada warna merah yang tampak di ufuk barat.

Pendapat yang paling benar adalah tidak diwajibkan mengqadla`. maka seorang boleh makan dan minum beberapa saat setelah adzan itu. Sedangkan menurut pendapat ahli fiqih yang empat. Tanya: Ada seorang yang pingsan setiap kali berpuasa. 1100) Tanya: Bolehkah makan sahur setelah adzan subuh pada bulan Ramadlan? Jawab: Bila muadzin adzan sebelum terbit fajar sebagaimana adzan pertama Bilal pada jaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di Damaskus. apakah ia boleh berbuka atau tidak? . Apabila ia ragu apakah sudah terbit fajar atau belum maka hendaknya ia makan dan minum hingga tampak jelas terbit fajar. Tanya: Seorang perempuan hamil melihat darah serupa haidl dan darah haidl. sekelompok ulama salaf dan khalaf. pilek dan mulutnya berbuih terus-menerus sampai berhari-hari belum sadar hingga dikira gila dan tidak jelas keadaannya. Riwayat ini adalah riwayat dari Umar. Walaupun setelah itu ia tahu bahwa makan setelah terbit fajar masih diperselisihkan para ulama tentang wajib qadla` baginya. Para bidan memutuskan ia harus berbuka karena untuk memberi makan janin yang dikandungnya tetapi wanita itu tidak sakit.dan Muslim no. wajib qadla` atasnya. bagaimana tentang hal ini? Jawab: Apabila puasanya menyebabkan ia sakit seperti itu maka hendaknya ia berbuka dan mengqadla`. Bila hal ini terus menimpanya tiap kali ia berpuasa dan dia tidak mampu untuk puasa maka ia harus memberi makan tiap hari seorang miskin.

Jawab: Bila wanita hamil itu mengkhawatirkan keadaan janinnya maka ia wajib berbuka dan wajib mengqadla` serta memberi makan tiap hari satu orang miskin 1 liter roti dan lauknya. ketika membaca Al-Qur`an. Maka bersiwak itu hukumnya sunnah. Tanya: . Bahkan para shahabat melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersiwak terus menerus sampai tak terhitung jumlahnya dalam keadaan berpuasa. ***** Fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah bin Al-Fauzan (anggota Kibaril Ulama Arab Saudi) dalam kitab Nur 'ala Darbi Fatawa hal. Bersiwak disunnahkan pada semua waktu termasuk waktu Ramadlan. 73-81: Tanya: Apakah hukum bersiwak pada bulan Ramadlan? Jawab: Tidak diragukan lagi bahwa siwak merupakan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang dianjurkan pelaksanaannya. Bersiwak pernah dilakukan maupun diperintahkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. boleh dikerjakan oleh yang berpuasa ataupun tidak berpuasa. ketika bau mulut mulai berubah. ketika bangun tidur sebagaimana biasa dilakukan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Akan tetapi dalam hal ini seorang harus berhati-hati ketika menggosok gigi dengan miswak (alat siwak) agar tidak melukai gusi yang dapat mengakibatkan pendarahan. Banyak keutamaan bersiwak. Bersiwak sangat baik terutama pada tempat-tempat yang dibutuhkan seperti sebelum wudlu. ketika akan shalat. Yang benar adalah seseorang disunnahkan bersiwak tiap hari di bulan Ramadlan pada pagi hari dan sore dan tidak benar anggapan bahwa seseorang disunnahkan hanya bersiwak pada sore hari saja.

Pernah suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam masuk rumah dalam keadaan puasa sunnah lalu menjumpai makanan yang dihadiahkan para shahabat lalu beliau makan (dan memutus puasanya). . tidak ada kewajiban menyempurnakan puasa sunnah.Apakah seorang yang berpuasa qadla` dan puasa sunnah boleh memutuskan puasanya? Jawab: Apabila ia berpuasa qadla` tidak boleh memutuskannya dan wajib menyempurnakannya. Tanya: Apabila seorang berpuasa suatu hari kemudian ia safar pada pertengahan hari apakah ia berbuka pada hari itu? Jawab: Bila seseorang berniat puasa dan telah mengerjakannya lalu bepergian pada pertengahan hari maka hendaknya ia berbuka jika jarak perjalanan dari rumah ke tempat tujuan kurang lebih 80 km. Adapun bila ia berpuasa sunnah boleh memutuskan puasanya itu. Beliau melakukan i'tikaf pada malam akhir Ramadlan dan tidak keluar dari masjid selain menunaikan hajatnya. Tanya: Apakah keutamaan hari-hari 10 akhir bulan Ramadlan? Jawab: Hari-hari ini memiliki keutamaan yang besar dan agung. Pada hari-hari itu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah dibandingkan malam-malam sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa puasa sunnah tidak wajib disempurnakan. Banyak kaum muslimin mengharapkan menjumpai malam lailatul qadar pada 10 hari terakhir bulan mubarak itu. Akan tetapi kalau ia mau menyempurnakannya maka lebih afdlal sebab sebagian ulama ada yang mewajibkan menyempurnakan puasa model ini.

Allah berfirman: "Kami menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam penuh barakah.Tanya: Apakah keutamaan bersedekah pada bulan Ramadlan? Jawab: Bersedekah pada bulan Ramadlan lebih utama (afdlal) daripada bersedekah pada bulanbulan lainnya. 2307). Allah berfirman: "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. Bukhari dengan 1/30 Fath dan Muslim no. Kedermawanan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat itu lebih baik daripada angin sepoi-sepoi (angin yang bertiup terus-menerus dan bermanfaat). "Dan tahukah kamu apakah malam lailatul qadr itu." (AdDukhan: 4). Amal itu dilipatkan pahalanya karena kemuliaan waktu dan tempatnya (berdasarkan nash -pent) sebagaimana amal-amal dilipatkan pahalanya pada dua masjid Mekah dan Madinah (masjid Nabawi) yaitu shalat di dua masjid tersebut berpahala 1000 kali lipat dibanding shalat di tempat lainnya. Dalil ini menunjukkan keutamaan sedekah bulan Ramadlan di mana pada bulan ini banyak orang yang miskin berpuasa. Tanya: Bagaimana keterangan tentang keutamaan lailatul qadr dan ayat-ayat yang menerangkannya! Jawab: Allah memuliakan keadaan malam itu dan menamakannya lailatul qadr karena pada malam itu ditentukan ajal." (44:33). sangat mudah mengeluarkan sedekah ibarat angin yang bertiup kencang. Disebut juga lailatul qadr karena dia adalah malam yang ditentukan dan dimuliakan di sisi-Nya. rezki seorang makhluk dan apa-apa yang akan terjadi dalam satu tahun." . Bila seorang berbuat baik kepada mereka berarti ia membantu ketaatan kepada Allah terhadap mereka. Pada bulan itu beliau shallallahu 'alaihi wa sallam sangat dermawan. Lailatul qadr lebih baik daripada 1000 bulan. Juga disebut malam lailatul mubarak (malam yang diberkahi).[4] (HR. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah manusia yang paling dermawan dan lebih dermawan pada bulan Ramadlan ketika Jibril menemuinya untuk mengajari Al-Qur`an pada setiap malam pada bulan itu.

Bukhari Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu). tetapi janganlah kamu campuri para istri itu sedang kamu beri'tikaf. Artinya beramal pada malam yang penuh berkah itu dilipatgandakan pahalanya semisal 1000 bulan beramal pada malam-malam selain bulan ini. Orang-orang yang beri'tikaf tidak boleh mencampuri istri-istrinya. (HR. Sehingga mereka mempunyai banyak amal dan terkumpullah amal-amal pada semua malam bulan itu dengan malam lailatul qadr." (Al-Baqarah: 187) Jawab: Allah melarang mencampuri istri dalam keadaan i'tikaf di masjid setelah membolehkan mencampurinya pada bulan Ramadlan. Hal lain yang juga menunjukkan keutamaan dan kebesarannya ialah pada malam itu turun para malaikat dan Jibril (pemimpin para malaikat) untuk mengatur segala urusan. Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam lailatul qadr dengan mempercayai adanya malam itu dan mengharap pahalanya maka akan diampuni dosanya yang telah lewat dan yang akan datang. Malaikatmalaikat Allah tidak turun ke bumi kecuali untuk menyelesaikan urusan besar. Allah dengan hikmah-Nya yang maha luas merahasiakan malam itu pada bulan Ramadlan agar kaum muslimin bersungguh-sungguh mencarinya pada tiap malam.. sungguh Allah tidak memberinya kebaikan yang banyak. Kemudian Allah mensifati malam tersebut dengan malam yang penuh kesejahteraan sampai fajar. Beliau bersabda: .. Maka barangsiapa tidak mendapatkan kebaikan pada malam itu. baik pada malam atau siang hari jika orang yang beri'tikaf itu tidak berpuasa. Tanya: Apakah makna ayat ". Seribu bulan lebih kurang 83 tahun.(Al-Qadr: 2-3). baik dengan jimak maupun mubasyarah[5]. Ayat ini menunjukkan tentang keutamaannya oleh karena itu beliau selalu menunggu-nunggu datangnya malam itu. Karena makna i'tikaf secara bahasa ialah .

Yaitu jika anda meninggalkan puasa itu karena meninggalkan shalat (meninggalkan shalat menurut beliau kafir -pent) maka anda tidak berkewajiban mengqadla` puasa yang telah anda tinggalkan. Bagaimana saya mengqadla` puasa pada bulan yang aku tinggalkan? Apakah saya harus berpuasa tiap bulan atau memberi makan 60 orang miskin? Aku ingin berpuasa tahun ini selama tiga bulan apakah hal itu dibenarkan? Bagaimana cara melaksanakannya dengan bersambung atau terputus (berselang-seling)? Jawab: Jawaban dari pertanyaan anda perlu perincian. I'tikaf disebutkan pada akhir-akhir ayat puasa i'tikaf seharusnya dan lebih baik dilakukan ketika seorang dalam keadaan berpuasa dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak i'tikaf selain bulan Ramadlan yakni ketika puasa. rumah atau tanah lapang atau masjid yang tidak ditegakkan shalat jama'ah. Maka i'tikaf harus diadakan di masjid-masjid yang didirikan padanya shalat jama'ah karena lafadh ayat menyebutkan fil masajid (di masjid-masjid). Ayat di atas menunjukkan bahwa i'tikaf itu harus diadakan di masjid yang dipakai untuk shalat berjama'ah dan memiliki imam rawatib. Tanya: Saya seorang pemuda yang pernah tidak melaksanakan puasa tahun yang lalu sedangkan puasa tahun berikutnya saya berpuasa dengan sempurna. Tidak boleh i'tikaf menyendiri di mushalla. Bila ia tetap di dalam masjid berarti ia meninggalkan shalat berjama'ah padahal shalat berjama'ah wajib hukumnya. Karena waktu itu anda . Demikian pula bila ia keluar masjid tanpa ada kebutuhan mendesak juga membatalkan i'tikaf. Atau ia keluar dari masjid untuk shalat berjama'ah di masjid yang didirikan shalat jama'ah tiap shalat 5 waktu yang hal ini menghilangkan makna i'tikaf. Apabila seseorang mencampuri istrinya maka batallah i'tikafnya. Seperti pergi ke pasar dan lainnya.meninggalkan perkara-perkara yang banyak dan meluangkan waktu untuk beribadah. Orang yang beri'tikaf di masjid yang tidak ditegakkan shalat jama'ah di dalamnya berada di antara dua keadaan yaitu antara i'tikaf dan meninggalkan shalat jama'ah.

belum masuk Islam. Bahkan ia harus menutup wajahnya bila keluar rumah. Adapun setelah anda bertaubat yakni setelah melaksanakan shalat maka anda wajib mengqadla` puasa dan menunaikan seluruh syi'ar Islam yang diwajibkan. (Al-Ahzab: 33). Sedangkan harum-haruman. Apabila anda tunda qadla` puasa karena ada udzur hingga datang Ramadlan berikutnya maka anda wajib mengqadla`nya setelah Ramadlan. Tanya: Apa hukum bercelak. Allah berfirman: : . tunaikan zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: . karena hal ini bisa menembus mata hingga ke tenggorokan tanpa disadarinya... Sebagian ulama melarang memakai celak bagi orang yang berpuasa atau meletakkan sesuatu pada matanya seperti obat tetes mata. ٣٣﴾ Dan hendaklah kamu (para wanita muslimah) tetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan tunaikanlah shalat. kosmetik yang biasa dipakai wanita tidak membatalkan puasa. Walaupun wanita itu keluar menuju masjid untuk beribadah tetap dilarang bertabaruj (berhias) dan memakai parfum.. memakai parfum bagi seorang muslimah pada bulan Ramadlan? Jawab: Adapun celak. Janganlah kamu mencegah wanita-wanita menuju masjid Allah dan hendaklah mereka . Bila anda menunda mengqadla` puasa tanpa udzur maka anda wajib memberi makan seorang miskin tiap hari sebagai ganti puasa yang anda tunda qadla`nya itu. Namun bagi muslimah hendaknya memakai harum-haruman atau parfum dan kosmetik di dalam rumah saja dan menjauhi benda-benda itu untuk dipakai di luar rumah. obat tetes mata dan apa-apa yang diletakkan di mata bagi orang yang berpuasa terkadang dapat masuk ke tenggorokan sehingga membatalkan puasanya.

keluar tanpa berhias dan berharum-haruman. (Mutafaq 'alaihi. [5] Mubasyarah bermakna dua yaitu mempergauli isteri dengan jimak dan mempergauli isteri tanpa jimak dengan menutupkan kain di atas farjinya yang meskipun suami mengeluarkan mani. Sedangkan niat ta'yin adalah meniatkan dengan detail puasa apa yang ia akan lakukan esok harinya. puasa ramadlan atau qadla atau nadzar dan lain-lain. [2] Niat mutlak adalah meniatkan berpuasa tanpa menentukan puasa apa yang ia lakukan. "Apa yang boleh dilakukan seorang yang berpuasa terhadap istrinya?" Beliau menjawab: "Semuanya boleh dilakukan selain jimak. -----------------------------------------------------[1] Yakni kembali pada makna safar secara umum. memakai parfum dan celak mata yang tidak dilakukannya ketika di dalam rumah (untuk suaminya.red)" (HR Abdur Razak dalam bukunya Al-Mushanaf 4/190/8439 dengan sanad shahih) Akan tetapi hendaknya yang perlu diperhatikan bahwa keluarnya mani (tanpa jimak) tidak membatalkan puasa dan mubasyarah itu perkara lain. keluar rumah dengan berhias. [3] Maksudnya puasa dan berbuka bersama kebanyakan kaum muslimin. wajib atau sunnah. Kita tidak menganjurkan orang yang . membuka aurat dan wajah. pent). 31) Syarat mereka boleh keluar menuju masjid adalah tidak berhias dan tidak memakai parfum atau wangi-wangian. Sebagaimana keterangan Aisyah radliyallahu 'anha ketika seorang bertanya tentang mubasyarah: : . tidak membatalkan puasa. Kaum muslimah sekarang banyak melakukan perbuatan melanggar syariat Allah. hal. [4] Bahjatun Nadhirin. Syaikh Salim Al-Hilali. 58.(Jimak atau jima' adalah hubungan seks/sex atau bersetubuh/persetubuhan. hadits no. lihat Umdatul Ahkam.

or. Biasanya orang yang mendekati daerah terlarang akan memasukinya. Syaikh Al-Albani hal. 420).salafy. Wallahu a'lam. (Tamamul Minnah. 08:02:33 Sering kali kita mendengar para khatib di atas mimbar membawakan hadits-hadits tentang Ramadlan dan keutamaannya. '08 10:54 PM untuk semuanya Hadits-hadits Lemah yang Berkaitan dengan Bulan Ramadlan Penulis: Al Ustadz Azhari Asri Fiqh. Sumber artikel : http://www. (Dikutip dari Majalah Salafy edisi XXIII/Ramadlan/1418 H/1998 M.php?id_artikel=758 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Hadits-hadits Lemah yang Berkaitan dengan Bulan Ramadlan Sep 11. penulis Ustadz Ahmad Hamdani. 13 Oktober 2004. judul asli Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan). Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ‫ل‬ . Di antara hadits-hadits yang mereka bawakan ada yang .id/print. Barangsiapa berada di sekitar daerah penjagaan. Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. dikhawatirkan akan terjerumus kepadanya. Hal ini dikhawatirkan ia akan terjerumus ke dalam larangan (yakni berjimak –pent).berpuasa Ramadlan ketika syahwat jimak sedang memuncak untuk mubasyarah dengan istrinya.

Tidak boleh beramal dengannya berdasarkan kesepakatan. Pendapat itu juga merupakan pendapat Bukhari. padahal sama sekali bukan! Oleh karena itu penulis mencoba mengangkat permasalahan ini sebagai nasehat kepada seluruh kaum muslimin. bahkan maudlu' (palsu). Bagaimana tidak. mereka tidak menerangkan tentang kelemahannya kepada hadirin yang awam tentang permasalahan hadits sehingga orang-orang yang mendengarnya menyangka bahwa hadits-hadits itu adalah ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. baik para khatibnya maupun pendengarnya. Syaikh Al-Qasimi rahimahullah dalam Qawaid At-Tahdits hal. yang aku pahami dari ucapan mereka tentang fadlail a'mal .shahih dan ada yang dlaif. Tetapi pernyataan beliau itu terbantah karena perselisihan dalam masalah ini ma'ruf. hendaknya dia mendatangkan bukti. Mereka menyangka bahwa perkara ini tidak diperselisihkan. Muslim dan Ibnu Hazm. pent) diceritakan oleh Ibnu Sayyidin Nas dalam 'Uyunul Atsar dari Yahya bin Ma'in dan dalam Fathul Mughits beliau menyandarkannya kepada Abu Bakar bin Al-Arabi. Sungguh sangat jauh! Kedua. baik dalam perkara-perkara hukum maupun keutamaankeutamaan. tidak ada keraguan padanya karena beberapa perkara: Pertama. Sebagian besar para muhaqiq (peneliti hadits) berpendapat bahwa hadits dlaif tidak boleh diamalkan secara mutlak. Tidak Boleh Beramal dengan Hadits Lemah dalam Hal Fadlailul A'mal (Keutamaan Amal) Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hafidhahullah berkata: "Di kalangan ahli ilmu dan para penuntut ilmu telah masyhur bahwa hadits dlaif boleh diamalkan dalam fadlailul a'mal. Namun sangat disayangkan ketika membawakan hadits-hadits lemah. Imam Nawawi rahimahullah menyatakan dalam berbagai kitab beliau bahwa hal itu telah disepakati. Aku (Syaikh Al-Albani) katakan bahwa inilah yang benar menurutku. 94 mengatakan bahwa pendapat tersebut (yakni hadits dlaif tidak diamalkan secara mutlak. hadits dlaif hanya mendatangkan sangkaan yang salah (dhanul marjuh). Barangsiapa mengecualikan boleh beramal dengan hadits dlaif dalam fadlailul a'mal.

Maka hadits lemah dalam keadaan semacam ini boleh diamalkan dalam fadlailul a'mal. Meskipun demikian mereka menganggap hal itu sunnah. Cukuplah salah satu contoh yang telah aku sebutkan. dan haram. Seperti Syaikh Ali Al-Qari rahimahullah dalam Al-Mirqah 2/381 mengatakan bahwa hadits lemah diamalkan dalam perkara fadlail walaupun tidak didukung secara ijma' sebagaimana keterangan Imam Nawawi. Ilmu Ushul Bida' 157. Yaitu pada amal yang shahih berdasarkan Kitab dan Sunnah. Amal ini tidak ditetapkan pensyariatannya kecuali pada hadits lemah tersebut. Betapa banyak perkara-perkara yang mereka anggap disyariatkan dan disunnahkan bagi manusia hanya didasari dengan hadits-hadits dlaif yang tidak ada asal pensyariatannya dalam hadits shahih. qad qamatis shalah) dengan ucapan aqamahallah wa adamaha (semoga Allah menegakkannya dan melazimkannya). makruh. . Akan tetapi di sini tidak mungkin untuk mencantumkan berbagai contoh. karena hal itu bukan pensyariatan amal itu tetapi semata-mata sebagai keterangan tentang pahala khusus yang diharapkan oleh pelakunya. padahal hadits tentang masalah ini lemah (Lihat keterangan kedlaifannya dalam Al-Irwa` 241.). Padahal perkara sunnah adalah salah satu hukum di antara kelima hukum[Yakni wajib. mubah. bukan dari segi adanya dalil yang menetapkan pahala yang khusus pada amal itu.] yang harus ditetapkan berdasarkan dalil. sunnah. Oleh karena itu ucapan sebagian ulama dimaksudkan seperti ini.yaitu amal-amal yang telah disyariatkan berdasarkan hadits shahih. Buktinya kita menyaksikan mereka beramal dengan hadits-hadits dlaif yang tidak terkandung dalam hadits-hadits shahih. (Ilmu Ushulil Bida' hal. Seperti Imam Nawawi dan yang mengikutinya menganggap sunnah menjawab ucapan orang yang mengumandangkan iqamah ketika mengucapkan dua kalimat (qad qamatis shalah. (Yakni dari segi adanya dalil tentang asal amal itu. Dengan dasar inilah maka beramal dengan hadits lemah diperbolehkan jika telah ada hadits shahih yang menunjukkan disyariatkannya amal itu. Akan tetapi kebanyakan orang yang berpendapat seperti itu tidak memaksudkan makna itu. 15)). kemudian ada hadits lemah yang menyertainya yang menyebutkan pahala khusus bagi orang yang mengamalkannya.

sebab semuanya adalah syariat. 2. Mereka mengamalkan suatu hadits tanpa mengetahui kelemahannya. Atau sebagian orang-orang jahil menyangka bahwa hadits itu adalah shahih. Kalaupun mereka mengetahui kelemahannya mereka tidak mengetahui apakah kelemahannya ringan atau sangat parah sehingga tidak boleh diamalkan. Tidak memasyhurkan beramal dengannya. 3. Al Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Tabyinul 'Ujab hal. Maka bagaimana orang yang mengamalkannya?! Tidak ada perbedaan antara mengamalkan suatu hadits dalam perkara hukum atau dalam perkara fadlail. . Barangsiapa menceritakan dariku satu hadits yang dianggap dusta. Seharusnya hal itu diberi syarat yaitu orang yang beramal dengannya meyakini bahwa hadits itu lemah dan tidak memasyhurkannya sehingga orang tidak beramal dengan hadits lemah dan mensyariatkan apa yang tidak disyariatkan. Hadits itu tidak maudlu'. Orang yang mengamalkannya mengetahui bahwa hadits itu dlaif. Hendaknya setiap orang khawatir jika termasuk dalam ancaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. 3-4 bahwa para ahli ilmu telah bermudah-mudah dalam membawakan hadits-hadits tentang fadlail walaupun memiliki kelemahan selama tidak maudlu' (palsu).Yang terpenting di sini adalah hendaklah orang-orang yang menyelisihi hal ini mengetahui bahwa beramal dengan hadits lemah dalam perkara fadlail tidak mutlak menurut orangorang yang berpendapat dengannya. Tetapi sangat disayangkan kita menyaksikan kebanyakan ulama lebih-lebih orang awam meremehkan syarat-syarat ini. Inilah tiga syarat penting diperbolehkan beramal dengan hadits lemah: 1. Kemudian mereka memasyhurkannya sebagaimana halnya beramal dengan hadits-hadits shahih! Oleh . maka dia termasuk pendusta. Hal ini juga ditegaskan oleh Al-Ustadz Abu Muhammad bin Abdus Salam dan lain-lain.

Sebab ucapan beliau adalah dalam pembahasan hadits dlaif. Sebab satu pun di antara syaratsyarat itu tidak diterapkan sebagaimana yang tampak. Oleh karena itu Al-Hafidh menambahkan dengan ucapannya: 'Maka bagaimana dengan orang yang mengamalkannya?!' Hal ini dikuatkan dengan perkataan Imam Ibnu Hibban bahwa setiap orang yang ragu terhadap apa yang dia riwayatkan. Hal ini ditegaskan oleh sebagian ulama. Dan kita katakan seperti perkataan Al-Hafidh: 'Maka bagaimana dengan orang yang mengamalkannya?' Inilah penjelas dari maksud ucapan Al-Hafidh tersebut.. Inilah yang hak. Orang yang membawakan hadits dlaif termasuk dalam ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: ". shahih atau tidak shahih. Apa yang kami sebutkan tidak menafikan bahwa Al-Hafidh menyebutkan syarat-syarat itu untuk mengamalkan hadits dlaif. Menurutku (Syaikh Al-Albani).. maka dia termasuk dalam hadits (yang berisi ancaman tersebut). Adapun jika ucapan beliau dimaksudkan kepada larangan memakai hadits maudlu' dan tidak ada perbedaan antara perkara hukum dan fadlail adalah sangat jauh dari konteks ucapan Al-Hafidh." Yaitu dia menampakkan seperti itu. Sebagaimana hal itu tidak tersembunyi. karena hadits dlaif yang tidak ada penguatnya kemungkinan adalah dusta. bahkan pada umumnya dusta dan palsu. Kemudian syarat-syarat tersebut menguatkan pendapat kami bahwa sebagian besar ulama tidak menginginkan makna yang kami anggap kuat tadi. Sebab kita katakan bahwa Al-Hafidh menyebutkan . bukan maudlu'.yang tampak bahwa hadits itu dusta. Al-Hafidh Ibnu Hajar cenderung kepada tidak boleh beramal dengan hadits lemah berdasarkan ucapan beliau yang telah lewat bahwa tidak ada perbedaan antara mengamalkan suatu hadits dalam perkara hukum atau dalam fadlail sebab semuanya adalah syariat.karena itu banyak ibadah-ibadah di kalangan kaum muslimin yang tidak shahih dan memalingkan mereka dari ibadah-ibadah yang shahih yang diriwayatkan dengan sanadsanad yang shahih.

Bahkan di akhir ucapan beliau menegaskan sebaliknya seperti yang telah kita terangkan. Ibnul Jauzi dalam kitab Al-Maudlu'at 2/188-189.' Al-Hafidh tidaklah menyatakan dengan tegas bahwa dia menyetujui mereka dalam pembolehan (beramal dengan hadits-hadits lemah. ، ‫." Sampai di sini keterangan Syaikh Al-Albani dalam Tamamul Minnah hal. Wallahul muwaffiq. Seakan-akan beliau berkata kepada mereka: 'Jika kalian berpendapat demikian maka seharusnya kalian menerapkan syarat-syarat ini. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadlan dari ujung tahun ke tahun berikutnya.perkataan itu kepada orang-orang yang membolehkan memakai hadits lemah dalam perkara fadlail selama tidak maudlu'. Hadits-hadits Lemah yang Berkaitan dengan Bulan Ramadlan Setelah kita mengetahui bahwa pendapat yang kuat dalam masalah hadits dlaif adalah tidak boleh dipakai sekalipun dalam fadlailul a'mal dan seandainya diperbolehkan harus dipenuhi syarat-syarat tersebut. Abu Ya'la dalam Musnadnya sebagaimana di dalam Al-Mathalib Al-'Aliyah (qaf 46/alif-ba/naskah . Kesimpulannya bahwa beramal dengan hadits lemah dalam perkara fadlailul a'mal tidak diperbolehkan sebab menyelisihi hukum asal dan tidak ada dalilnya. pent) dengan syarat-syarat itu. 109-113. 34-38. (Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah 1886. ل‬ ‫ل‬ Seandainya hamba-hamba itu mengetahui apa yang ada di bulan Ramadlan niscaya umatku berangan-angan agar Ramadlan setahun penuh... Beliau berdua menyebutkan beberapa hadits beserta penilaiannya. Orang yang membolehkannya harus memperhatikan syarat-syarat tersebut dan konsisten dengan syaratsyarat iltu ketika mengamalkan hadits lemah. Maka pada pembahasan terakhir ini kita akan menukil beberapa hadits lemah yang diucapkan para khatib dan diamalkan di bulan Ramadlan dari kitab Shifat Shaum Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam fi Ramadlan karya Syaikh Salim Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid hal.

" Demikian dalam Tahdzibut Tahdzib (7/322-323). dia adalah dlaif. Al-Muhamili dalam Amalinya no." sedang dari Bukhari: "Dia meriwayatkan hadits mungkar" dan dari Nasai: "Dia matrukul hadits (ditinggalkan haditsnya)!! Ibnul Jauzi menghukumi dia sering memalsukan hadits. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah no.. Ramadlan adalah bulan awalnya adalah rahmat. dengan ucapan: "Jika hadits ini shahih. Ibnu Abi Hatim menukil dari ayahnya (Abu Hatim) di dalam I'lalul Hadits 1/249): "Hadits ini mungkar." Ibnu Khuzaimah berkata: "Aku tidak berhujah dengannya karena hapalannya jelek. Allah menjadikan puasa pada bulan itu sebagai kewajiban dan shalat malam sebagai sunnah.manuskrip) dari jalan Jarir bin Ayub Al-Bajali dari Sya'bi dari Nafi' bin Bardah dari Abu Mas'ud Al-Ghifari)." Ahmad bin Hanbal berkata: "Dia tidak kuat. cacatnya pada Jarir bin Ayyub." Kemudian Ibnu Hajar menukil ucapan Abu Nu'aim tentang dia: "Dia pemalsu hadits. bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. kalian telah dinaungi bulan yang agung. Ibnu Hajar menyebutkan biografinya dalam Lisanul Mizan (2/101) dan berkata: "Dia terkenal dengan kelemahannya. karena kelemahan Ali bin Zaid. tidak dapat dijadikan hujah." Ibnu Hajar berkata dalam Al-Athraf: "Tidak diperselisihkan tentang Ali bin Zaid bin Jad'an. Ibnu Sa'ad berkata: "Dia (Ali bin Zaid) lemah. 1887.. Barangsiapa bertaqarub di dalamnya dengan satu kebaikan. Wahai manusia.." . Al-Ashbahani dalam At-Targhib (qaf/178." Ibnu Abi Haitsamah berkata: "Dia dlaif dalam segala hal..." Ibnu Ma'in berkata: "Dia dlaif.. ، . Hadits ini maudlu'.. 293. ba'/naskah manuskrip) dari jalan Ali bin Zaid bin Jad'an dari Sa'id bin Al-Musayyib dari Salman. pertengahannya adalah ampunan dan akhirnya adalah kemerdekaan dari api neraka. ، . Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits tersebut. Sanad hadits ini lemah.. maka dia seperti menunaikan suatu kewajiban pada bulan lain.

Barangsiapa membatalkan (puasanya) satu hari dari bulan Ramadlan tanpa udzur dan sakit. Sanad hadits ini lemah. Ini adalah potongan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Adi dalam Al-Kamil 7/2521 dari jalan Nahsyal bin Said dari Ad-Dlahhak dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma. ." Abu Hatim berkata: "Hapalan Zuhair jelek. Abu Bakar Al-Atsram berkata: "Aku mendengar Ahmad berkata: "Mereka (orang-orang Syam) meriwayatkan beberapa hadits munkar dari Zuhair. maka tidak dapat diqadla` walaupun dia puasa sepanjang tahun. niscaya kalian sehat. Haditsnya ketika di Syam lebih munkar daripada haditsnya di Irak karena hapalannya jelek. Diriwayatkan pula oleh At-Thabrani dalam Al-Ausath (1/qaf – 69/alif – Majma'ul Bahrain). Hadits ini disebutkan oleh Bukhari dalam Shahihnya (4/160 – Fathul Bari) secara mu'alaq tanpa sanad. Di antaranya adalah hadits ini." Demikian dalam Tahdzibul Kamal 9/417." Al Ajali berkata: "Hadits-hadits yang diriwayatkan oleh penduduk Syam darinya tidak menakjubkan aku. Biografinya terdapat dalam Tarikh Dimasyk 15/qaf 386 – naskah manuskrip).Puasalah kalian. Demikian pula Ibnu Bukhait dalam Juz'unya sebagaimana dalam Syarhul Ihya' 7/401 dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abu Dawud dari Zuhair bin Muhammad dari Suhail bin Abu Shalih dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu. dia berdusta dan Ad-Dlahhak tidak mendengar langsung dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma.adalah munkar. Riwayatnya dari Zuhair –sebagaimana ditegaskan oleh para imam. Aku (Syaikh Ali) katakan bahwa Muhammad bin Sulaiman adalah penduduk Syam. Nahsyal adalah matruk. Disebutkan sanad-sanadnya oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya 1987. .

Abul Muthawwis mendengar dari ayahnya dari Abu Hurairah diragukan." Sehingga hadits ini juga dlaif. Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari 4/161: "Hadits ini banyak diperselisihkan pada Habib bin Abi Tsabit. http://salafy. Nasai dalam Al-Kubra. Demikian empat hadits yang didlaifkan oleh para ulama. Meskipun demikian masih sering terdengar dan terbaca pada setiap bula Ramadlan yang diberkahi ini khususnya. Ibnu Majah 1672. (Dinukil dari Majalah Salafy edisi XXIII/Ramadlan/1418 H/1998 M rubrik Mabhats. Abu Dawud 2397. Ibnu Hajar dalam Ta'liqut Ta'liq 3/170 dari jalan Abul Muthawwis dari ayahnya dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu. keadaan Abul Muthawis majhul (tidak dikenal).iwebland. Al-Baihaqi 4/228.Tirmidzi 723. Sumber artikel : http://www. Ibnu Khuzaimah setelah meriwayatkan hadits ini berkata dengan ucapan: "Aku tidak mengetahui siapa Ibnul Muthawis dan ayahnya. yaitu: idltirab (sanadnya goncang). '08 10:52 PM untuk semuanya . Memang sebagian hadits tersebut mengandung makna yang shahih yang terdapat dalam syariat kita yang lurus ini.php?id=30) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.id/print.salafy. penulis ustadz Azhari Asri (murid syaikh Yahya al Hajuri dan syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah). Sehingga hadits ini memiliki tiga 'ilat (cacat).or. Wallahu a'lam.com/baca.php?id_artikel=753 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Fatwa Syaikh tentang Hukum I'tikaf Sep 11. namun tidak boleh kita sandarkan hadits yang tidak shahih itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. sebagaimana dalam Tuhfatul Asyraf 10/373.

dan juga setelah beliau wafat.Fatwa Syaikh tentang Hukum I'tikaf Penulis: Syaikh Abdullah Bin Abdullah Aziz Bin Baz Fiqh. kecuali jika dia bernadzar. Apabila waktu i`tikafnya diselingi oleh hari Jumat. Diperbolehkan baginya boleh memotong waktu tersebut jika ada keperluan lain. bahwasanya beliau dulu beri`tikaf di bulan Ramadhan. i`tikaf beliau tetapkan pada sepuluh hari terakhir.Juga tidak disyaratkan berpuasa walaupun dengan berpuasa lebih utama. Disunnahkan bagi seseorang yang beri`tikaf saat itu . Kemudian pada akhirnya. jika itu memungkinkan. 16 November 2003. Tidak ada waktu-waktu tertentu bagi i`tikaf dalam pendapat Ulama yg terkuat . Disunnahkan beri`tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan untuk mengikuti Rasululllah Shalallahu 'alaihi wassalam. 05:11:25 Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz tentang hukum I'tikaf Pertanyaan: Apakah hukum I`tikaf bagi laki-laki dan wanita? Apakah berpuasa merupakan syarat untuk syahnya I`tikaf? Kemudian amalan apa saja kah yang baik dilakukan oleh orang yang beri`tikaf? Kapan waktu memasuki tempat i`tikaf dan kapan keluar dari sana ? Jawaban: I`tikaf hukumnya Sunnah bagi laki-laki dan wanita sebagaimana telah datang dari Rasululullah Shalallahu 'alaihi wassalam. maka yang lebih utama adalah beri`tikaf di mesjid yang mengadakan shalat Jumat. Para istri-istri beliau juga beri`tikaf bersama beliau Shalallahu 'alaihi wassalam. karena i`tikaf adalah sunnah dan tidak menjadi wajib jika dia telah memulainya. Disunnahkan bagi seseorang yang beri`tikaf agar memasuki tempat beri`tikaf saat dia berniat i`tikaf dan keluar dari padanya setelah lewat masa yang dia inginkannya. Tempat beri`tikaf adalah mesjid-mesjid yang didirikan shalat berjamaah padanya.

'08 10:51 PM Ahlusunnah untuk semuanya Hukum-hukum sekitar I'tikaf dalam pandangan Ulama' Ahlusunnah . membaca qur`an. kecuali jika i`tikaf nadzar sebagaimana telah dijelaskan. Tidak dilarang bagi teman-teman seseorang yang beri`tikaf untuk mengunjunginya dan berbicara dengan mereka sebagaimana Rasululullah Shalallahu 'alaihi wassalam dahulu dikunjungi oleh beberapa istrinya dan berbicara dengan mereka. Penerjemah Abu Abdillah Alee Masaid As salafee Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Dianjurkan bagi yang beri`tikaf agar memperbanyak dzikir.untuk memasuki tempat i`tikafnya setelah shalat Fajar hari ke-21 dan keluar dari sana apabila telah selesai sepuluh hari. Pada suatu saat Shofiyah mengunjungi beliau saat I`tikaf di bulan Ramadhan. Hal ini menunjukan kesempurnaan sifat tawadhu` dan baiknya beliau terhadap istri-istri beliau. Yang lebih diutamakan adalah menyediakan tempat khusus di dalam mesjid untuk beristirahat jika memungkinkan.istighfar. semoga shalawat dan salam dilimpahkan atas beliau. berdoa dan mengerjakan shalat-shalat Sunnah selain pada waktuwaktu yang dilarang. Sumber artikel : http://www. ----------------------------------------------------------------------- Referensi: Dinukil dari Tuhfatul ikhwan bi ajwibatin muhimmatin tata`allaqu bi arkanil islam. karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullah.or.php?id_artikel=341 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Hukum-hukum sekitar I'tikaf dalam pandangan Ulama' Sep 11. Jika dia memotongnya maka tidak mengapa.salafy.id/print.

20 Oktober 2004. dalilnya adlah firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala : “Sedang kalian dalam kedaan I‟tikaf di masjid”.Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani Fiqh. karya Ibnu Abi syaibah dan Abdurrazzaq. bahwa Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam ber i‟tikaf di setiap Ramadhan 10 hari. (QS. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Al Mushannaf. . (Riwayat Bukhari dan Ibnu Khuzaimah dalam shahih keduanya telah ditakhrij dalam sumber yang lalu no: 2126-2130). Al-Baqarah :187) Disertai hadist-hadist shahih tentang I‟tikaf Nabi shalallahu „alaihi wasallam. karena di kemudian hari jelas bagi saya lemahnya. (maka Umar I‟tikaf semalam). Dan lebih ditekankan di bulan Ramadhan berdasarkan hadist Abi Hurairah radhiyallahu „anhu. 04:42:53 Hukumnya I‟tikaf adalah sunnah di bulan ramadhan dan yang lainnya sepanjang tahun. dalam kitab shahih merekatelah ditahkrij dalam shahih Abu Dawud). Muslim dan Ibnu Khuzaimah dan tambahan itu pada Bukhari dalam ssebuah riwayat. seperti terdapat dalam “Mukhtasar Shahih Bukhari” (995) dan telah ditakhrij dalam “Shahih Abu Dawud” juga no: 2136-2137). Telah terdapat riwayat bahwa Nabi Shalallahu „alaihi wa sallam i‟tikaf sepuluh hari terakhir dari bulan Syawal *(Potongan dari hadist Aisyah radhiyallahu „anha. riwayat Bukhari Muslim dan Ibu Khuzaimah . Saya singkap penyakitnya yang sempat tersamarkan kepada saya dan juga kepada Al Haistany sebelum saya). *(Dulu disini pada cetakan yang lalu ada hadist.*(riwayat Bukhari. dan ahwa Umar radhiyallahu „anhu berkata kepada Nabi shalallahu „alaihi wasallam “Dahulu aku bernadzar di zaman jahiliyah untuk I‟tikaf semalam di Masjidil Haram”? Nabi shalallahu „alaihi wasallam bersabda : “Penuhilah nadzarmu”. dalam masalah keutamaannya “Barangsiapa beri‟tikaf suatu hari…” kemudian aku hilangkan. Demikian pula atsar-atsar yang mutawatir dari ulama Salaf dalam masalah itu. Telah saya takhrij dan saya komentari dengan rinci dalam kitab ”Silsilah Dhoifah” 5347. Dan pada tahun dimana beliau wafat Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam I‟tikaf selama 20 hari.

(Riwayat Baihaqi dari Ibnu Abbas : ”Sesungguhnya perkara yang paling Allah benci adalah bid‟ah dan sesungguhnya termasuk bid‟ah adalah I‟tikaf di masjid- . (Riwayat Bukhari dan Ibnu Khuzaimah 2223 telah ditakhrij dalam Al-Irwa (996) dan “Shahih Abi Dawud” no :2125). maka diketahui dengan penyebutan masjid bahwa dimaksudkan I‟tikaf itu tidak boleh kecuali di masjid). Tidak boleh menjenguk orang sakit.). [“dan jangan kalian melakukan jima. riwayat yang selanjutnya dari Aisyah radhiyallahu „anha. Dan hendaklah pada masjid jami‟ agar tidak terpaksa keluar masjid untuk melaksanakan shalat jum‟at.Yang paling utama adalah pada akhir bulan Ramadhan.] Berkata Aisyah radhiyallahu „anha : “Disunnahkan. Disunnahkan pula bagi yang I‟tikaf untuk berpuasa. karena keluar untuk itu adalah wajib. tidak pula jima‟ dengan mereka. dan Abu Dawud dengan sanad yang Hasan. Berdasarkan ucapan 'Aisyah Radhiyallahu „anha yang lalu dalam sebuah riwayat. karena Nabi shalallahu „alaihi wasallam I‟tikaf pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau. akan tetapi Allah mengkinayahkan apa yang Ia kehendaki dengan apa yang Allah kehendaki. Riwayat Baihaqi (4/321) dengan sanad yang perawinya terpercaya. (Al Baqarah 187.) 2.. Syarat-syaratnya : 1. dan tidak I‟tikaf melainkan pada masjid jami‟ (yang digunakan untuk shalat jamaah). Berkata al Hafidz Ibnu Hajar :“ Sisi pendalilan dari ayat itu bahwa kalau seandainya I‟tikaf itu sah selain dimasjid tidaklah akan dikhususkan pengharaman jima‟ itu hanya padanya. agar tidak keluar kecuali untuk kebutuhan yang mesti dia lakukan. (“…dan tidak ada I‟tikaf kecuali di masjid jami'”. Tidak disyariatkan kecuali di dalam masjid-masjid berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala : “Dan janganlah kalian melakukan jima‟[1]dengan mereka sedang kalian beri‟tikaf di masjid-masjid”). Imam bukhari berdalil dengan ayat ini atas apa yang kami sebutkan. (Riwayat Baihaqi dengan sanad yang shahih. karena jima‟ itu membatalkan I‟tikaf secara ijma‟. tidak boleh menyentuh wanita. dan telah di takhrij dalam Shahih Abu Dawud (2135) dan Irwa‟ul Ghalil no 996.” yakni “Jangan berjima‟ dengan mereka “ ibnu Abbas mengatakan : kata ( ‫ل‬ ‫ش‬ ‫لل‬ ‫ل‬ ) semuanya berarti jima‟.. bagi seorang I‟tikaf.

Disunnahkan untuk yang melakukan I‟tikaf agar berpuasa sebagaimana yang lalu dari penjelasan Aisyah radhiyallahu „anha. 3. isma‟ily dan Baihaqi dengan sanad yang shahih dari Hudzaifah bin Al Yaman. Berkata Aisyah radhiyallahu „anha : “Sesungguhnya Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam dahulu megeluarkan kepalanya kepadaku sedang dia (dalam keadaan beri‟tikaf) di masjid dan saya di kamar saya. wallahu Subhanahu wa Ta‟ala a‟lam. ketika itu beliau dalam keadaan I‟tikaf. (Diriwayatkan oleh Thahawi. Kemudian saya dapati pada hadist yang shahih dan jelas yang mengkhususkan keumuman makna (masjid-masjid) yang tersebut dalam ayat. bahwa mengambil pendapat yang sesuai dengan hadist. kemudian saya sisir rambutnya. dan mengatakan : ”Walaupun dalam masjid (atau mushala –pent) rumahnya”. adalah sahabat Hudzaifah bin Al Yaman dan Sa'id bin Al Musayyib juga 'Atha‟ rahimahullah.” (Riwayat Bukhari. Ibnu Abi Syaibah dan Ahmad dan tambahan lafadz itu dari keduanya. Masjid Nabawi. yaitu hanya pada tiga masjid : Masjidil Haram. Yang lain mengatakan masjid jami‟ secara mutlak.” Dalam riwayat : “Lalu saya cuci kepalanya dan diantara aku dan dia kayu dasar pintu dan saya dalam keadaan haid. Masjidil Aqsa dengan hadist Nabi shalallahu „alaihi wasallam : “Tidak ada I‟tikaf kecuali pada 3 masjid itu”). Dibolehkan untuk seorang yang I‟tikaf dan yang lain untuk berwudhu dalam masjid berdasarkan ucapan seseorang kepada yang melayani Nabi shalallahu „alaihi wasallam : “ . Dan tidak tersembunyi lagi.masjid yang ada di rumah)”. Muslim. dan telah ditakhrij dalam “Silsilah shahihah” no :2787 bersama dengan riwayat-riwayat yang lain. Dan diantara ulama salaf yang berpendapat demikian sebagaimana yang telah saya dapati. Akan tetapi „Atha‟ tidak menyebutkan Masjidil Aqsa. dan beliau tidak masuk rumah kecuali untuk hajat seorang manusia. Dari apa yang saya sebutkan diatas dan semuanya shahih). tetapi yang lain menyelisihi mereka.[2] Yang dibolehkan untuk orang yang berI‟tikaf sbb : a. Dibolehkan keluar dari masjid untuk buang hajat. Telah ditakhrij dalam “Shahih Abu Dawud” (2131-2132) ). itulah yang semestinya. b. juga mengeluarkan kepalanya dari masjid untuk dikeramasi atau disisir.

”Nihayah”. dan hendaknya suaminya mengantarkannya sampai keluar pintu masjid. Telah lewat takhrijnya pada hal. Shafiyah radhiyallahu „anha tinggal di kampung Usmah . riwayat Muslim dan Ibnu Khuzaimah dalam shahih keduanya dan telah di Tahkrij dalam Shahih Abu Dawud no.] Jika beliau beri‟tikaf. maka aku datang menengoknya di malam hari dan di sisinya isteri-isterinya yang sedang bergembira. [Riwayat Bukhari dan Muslim dari hadist Aisyah radhiyallahu „anha. Dan pernah beliau shalallahu „alaihi wasallam satu kali beri‟tikaf di qubah (semacam payung – pent) kecil[5] [aitu tenda kecil yang diatasnya melingkar.[Ini adalah ujung hadist Abu Sa‟id Al-Khudri.Nabi shalallahu „alaihi wasallam berwudhu ringan di dalam masjid”. ( Riwayat Baihaqi dengan sanad baik dan Ahmad (51364) secara ringkas dengan snad yang shahih). Dibolehkannya seorang wanita menengok suaminya yang ada di tempat I‟tikafnya. dan itu atas perintah beliau shalallahu „alaihi wasallam[4].1251] Dibolehkannya Wanita beri‟tikaf dan menengok suaminya di masjid a. berdasarkan ucapan Shafiyah Radhiyallahu „anha : “Ketika itu Nabi shalallahu „alaihi wasallam beri‟tikaf dimasjid pada 10 hari terkhir bulan ramadhan. Maka beliaupun berdiri bersamaku untuk mengantarkanku. yang dimaksud. red). sebagaimana yang diucapkan Ibnu Qoyyim : “Kebalikan dari apa yang dilakukan orang-orag bodoh dimana orang-orang beri‟tika membuat semacam ruang tamu dan berbincang-bincang didalamnya. ada pada riwayat Muslim. dan bukan dari rambut. Allahlah yang memberi taufiq. c. dibuat diatas 2 tiang atau 3.34 pada catatan kaki no. karena Aisyah dulu membuat tenda untuk Nabi shalallahu „alaihi wasallam [3]. bahwa beliau meletakkan sepotong tikar di atas pintunya agar tidak terlihat oleh pandangan seseorang. Dibolehkan pula membuat kemah kecil di bagian belakang masjid lalu ber‟tikaf didalamnya.] dengan naungan tikar[6]]. riwayat perbuatan „Aisyah itu diriwayatkan oleh Bukhari adapun yang menerangkan perintah Nabi shallallahu „alahi wa sallam. “Suddah” artinya semacam. sebagaimana yang dikatakan As-Sindy. lebih utama kita katakan : supaya pikiran orang yang beri‟tikaf tidak tersibukkan orang yang lewat didepannya agar mendapatkan maksud dan ruh dari I‟tikaf itu. [Disebut “Khiba” salah satu bentuk rumah-rumah orang arab yang terbuat dari bulu unta atau wol. sedang I‟tikaf Nabi shallallahu „alaihii wa sallam adalah macam yang lain (berbeda. naungan diatas pintu untuk menjaganya dari hujan. lalu aku berbicara dengan beliau beberapa saat lalu aku berdiri untuk kembali. maka beliau shalallahu „alaihi wasallam katakan : “ Jangan kau terburu-buru sehingga aku antarkan”. Ini adalah satu macam.39].

riwayat yang lain adlah riwayat Said bin Manshur seperti terdapat dalam “Fathul Bari”4/281. b. diizinkan waki-walinya untuk itu. catatan kaki no. dan kaidah fiqih mengatakan : “Menghindari keruskan itu lebih didahulukan dari pada mencari maslahat (kebaukan)”.”. Kemudian isteriisteri beliau beri‟tikaf setelahnya.2144-2134). Berdasarkan banyak dalil dalam hal ini.2138. bahkan kadang-kadang kami meletakkan bejana di bawahnya dalam keadaan dia tetap shalat”. terakhir pada hadist itu dikeluarkan oleh Abu Dawud. lewat dua orang sahabat Anshar. (Riwayat Bukhari. Bahkan dibolehkan bagi wanita untuk I‟tikaf bersama suaminya. Ketika mereka melihat Nabi Shalallahu „alaihi wasallam keduanya mempercepat (langkahnya). sampai Allah mewafatkannya. serta aman dari fitnah dan tidak berkhalwat (menyendiri) dengan kaum lelaki. red).) „Aisyah juga mengatakan : “Dahulu Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam beri‟tikaf sepuluh hari terakhir pada bulan ramadhan. (Riwayat Bukhari Muslim dan selain keduanya telah di takhrij hal.bin Zaid. Berdasarkan ucapan „Aisyah radhiyallahu „anha : “Telah I‟tikaf bersama Nabi shalallahu „alaihi wasallam seorang wanita yang isthihadhah (didalam sebuah riwayat dia adalah Umm Salamah) diantara isteri-isterinya dan dalam keadaan dia masih melihat kemerahan. atau sendirian. Maka Nabi shalallahu „alaihi wasallam mengatakan : “Sesungguhnya setan mengalir pada seseorag seperti mengalirnya darah Dan sungguh aku khawatir kalau setan membisikkan pada hati kalian berdua kejelekan atau beliau mengucap sesuatu. (Riwayat Bukhari telah ditakhrij dalam Shahih Abu Dawud no.2) Saya katakan : “Bahwa itu terdapat dalil. 3. dibolehkannya juga wanita I‟tikaf dan tidak diragukan bahwa itu dengan catatan. . Akan tetapi Darimi menyebutnya “Zaenab” 1/22 Wallahu a‟lam.35. kekuningan. Jima‟ membatalkan I‟tikaf berdasarkan firman Allah : “Dan jangan kalian gauli mereka sedang kalian dalam ibadah I‟tikaf (di masjid)”. Tatkala berada di pintu masjid yang dekat dengan rumah Umi Salamah radhiyallahu „anha. Muslim dan Abu Dawud tambahan. Lalu keduanya mengatakan : “Subhanallah ! Wahai Rasulullah”. Maka Nabi shalallahu „alaihi wasallam berkata : “ Pelan-pelan ! Sesungguhnya wanita ini adalah Shafiyah binti Huyai” (istri Rasulullah sendiri. telah ditakhrij dalam shahih Sunan Abu Dawud .

juga kepada keluarga dan sahabatnya.Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu „anhu : “Jika seorang yang I‟tikaf melakukan jima‟ bata.or. '08 10:51 PM untuk semuanya .id/print. I‟tikafnya.” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah 3/920 dan Abdurrazzaq 4/363 dengan sanad yang shahih dan yang dimaksud dari kata (Ista‟nafa) dalam lafadz 2 hadist adalah mengulangi I‟tikafnya). aku bersaksi bahwa tiada Illah yang hak melainkan Engkau. Penerjemah : Al-Ustadz Qomar Su‟aidi. semoga Allah Subhanahu wa Ta‟ala memberikan Shalawat dan salam-Nya kepada Nabi shalallahu „alaihi wasallam yang ummi. Bab “I‟tikaf”. dengan pena penulisnya pada fajar hari ahad 26 Rajab tahun 1406 H.php?id_artikel=762 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar I'tikaf seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11. (Dinukil dari terjemah kitab "Qiyamu Ramadhan". aku minta ampun kepada-Mu dan bertaubat Kepada-Mu. juga menambahnya dengan tambahan-tambahan baru. dan hendaklah dia memulainya kembali.” Selesai mengoreksi dan membenahinya. “Maha suci Engkau ya Allah dan dengan memuji-Mu. Hal : 72 .84 . Penerbit “Cahaya Tauhid Press”) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Dan tidak ada kafarah bagi dia karena tidak terdapat dalil dari Nabi shalallahu „alaihi wasallam dan para sahabatnya. Sumber artikel : http://www. edisi Indonesia “Shalat Tarawih Bersama Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam ”. karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani.salafy.

Rahmat Allah Yang Maha Perkasa lagi Penyayang menghendaki untuk mensyari‟atkan bagi mereka puasa yang menyebabkan hilangnya kelebihan makan dan minum pada hambaNya. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. dan menyalurkannya dengan menghadapkan hati tersebut kepada Allah 'Azza wa Jalla secara menyeluruh. berkhalwat dengan-Nya dan memutuskan (segala) kesibukan dengan makhluk. Hikmahnya Al 'Allamah Ibnul Qayyim berkata: “Manakala hadir dalam keadaan sehat dan istiqomah (konsisten) di atas rute perjalanan menuju Allah 'Azza wa Jalla tergantung pada kumpulnya (unsur pendukung) hati tersebut kepada Allah.I'tikaf seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: yaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. 04:36:21 1. dan jadilah keinginan semua kepada-Nya dan semua betikanbetikan hati dengan mengingat-Nya. dan akan membersihkan kecenderungan syahwat pada hati yang (mana syahwat tersebut) dapat merintangi perjalanan hati menuju Allah 'Azza wa Jalla. bertafakur dalam mendapatkan keridhaan dengan sesuatu yang mendekatkan dirinya kepada Allah. Dan disyari‟atkannya I‟tikaf bagi mereka yang mana maksudnya serta ruhnya adalah berdiamnya hati kepada Allah 'Azza wa Jalla dan kumpulnya hati kepada Allah. yang menyebabkan dia . dan (hal-hal tersebut) akan memutuskan perjalanan hati menuju Allah atau akan melemahkannya. dan disyari‟atkannya (I‟tikaf) berdasarkan maslahah (kebaikan yang akan diperoleh) hingga seorang hamba dapat mengambil manfaat dari amalan tersebut baik di dunia maupun di akhirat kelak. sehingga ia mampu mencurahkan kepada-Nya. Hingga jadilah meng-ingat-Nya. Sehingga bermesraan dengan berkhalwat dengan Allah sebagai ganti kelembutannya terhadap makhluk. termasuk dari unsur-unsur yang menjadikan hati bertambah berantakan (kusut) dan mencerai beraikan hati di setiap tempat. karena kusutnya hati tidak akan sembuh kecuali dengan menghadapkan(nya) kepada Allah 'Azza wa Jalla. 20 Oktober 2004. kecintaan dan penghadapan kepadaNya sebagai ganti kesedihan (duka) hati dan betikan-betikannya. menghalangi dan menghentikannya. Sedangkan makan dan minum dengan berlebih-lebihan dan berlebih-lebihan dalam bergaul. hanya menyibukkan diri kepada Allah semata. terlalu banyak bicara dan tidur.

166)[ Riwayat Bukhari (4/237) dan Muslim (1656)] Yang paling utama (yaitu) pada bulan Ramadhan berdasarkan hadits Abu Hurairah Radiyallahu 'anhu (bahwasanya) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam sering beri‟tikaf pada setiap Ramadhan selama sepuluh hari dan manakala tibanya tahun yang mana beliau diwafatkan padanya. 167)[ Riwayat Bukhari (4/245] Dan yang lebih utama yaitu pada akhir bulan Ramadhan karena Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam seringkali beri‟tikaf pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Ramadhan hingga Allah Yang Maha Perkasa dan Mulia mewafatkan beliau. dapat dikatakan bagi orang-orang yang tinggal di masjid dan menegakkan ibadah di dalamnya sebagai Mu‟takif dan „Akif.164) [Al Mishbahul Munir (3/424) oleh Al Fayumi.165)[ Riwayat Bukhari (4/226) dan Muslim (1173)] Dan Umar pernah bertanya kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam “Wahai Rasulullah (Shalallahu 'alaihi wassalam). Disyari‟atkannya I‟tikaf Disunnahkannya pada bulan Ramadhan dan bulan yang lainnya sepanjang tahun. 168) [Riwayat Bukhari (4/266) dan Muslim (1173) dari Aisyah] 4.” Beliau bersabda: “Tunaikanlah nadzarmu.” Maka ia (Umar) pun beri‟tikaf pada malam harinya. dan (manakala) tidak ada lagi yang membahagiakan (dirinya) selain daripada-Nya. dan Lisanul Arab (9/252) oleh Ibnu Mandhur. beliau (pun) beri‟tikaf selama dua puluh hari.berbuat demikian adalah karena kelembutannya tersebut kepada Allah pada hari kesedihan di dalam kubur mankala sudah tidak ada lagi yang berbuat lembut kepadanya.163) [ Zaadul Ma‟ad (2/86-87)] 2. Makna I‟tikaf Yaitu berdiam(tinggal) di atas sesuatu. Telah shahih bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam beri‟tikaf pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Syawwal. sesungguhnya aku ini pernah nadzar pada jaman jahiliyyah (dahulu).] 3. maka inilah maksud dari I‟tikaf yang agung itu”. (yaitu) aku akan beri‟tikaf pada malam hari di Masjidil Haram. Syarat-syarat I‟tikaf .

”170) [Hadits tersebut shahih. Dan sunnahnya bagi orang-orang yang beri‟tikaf (yaitu) hendaknya berpuasa sebagaimana dalam (riwayat) Aisyah Radiyallahu 'anha yang telah disebutkan.167 oleh Syaikh kami Al Albani rahimahullah dan Jami‟ul Ushul (1/3451) oleh Ibnu Atsir]. Aisyah Radiyallahu 'anha berkata: “Dan sesungguhnya rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam pernah memasukkan kepalanya kepadaku. Lihat Zadul Masir (1/193) oleh Ibnul Jauzi]. tapi telah dibatasi oleh hadits shahih yang mulia (yaitu) sabda beliau Shalallahu 'alaihi wassalam : “Tidak ada I‟tikaf kecuali pada tiga masjid (saja). pent). Al Baqarah: 187) b. dishahihkan oleh para imam serta para ulama.”172) [hadits riwayat Bukhari (1/342) dan Muslim (297) dan lihat Mukhtasar Shahih Bukhari no. Dan masjid-masjid di sini bukanlah secara mutlak (seluruh masjid. Diperbolehkan keluar masjid jika ada hajat.171) [ Dikeluarkan oleh Abdul Razak dalam Al Mushannaf (8037) dan riwayat (8033) dengan maknanya dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas].”173) [Dikeluarkan oleh Ahmad (5/364) dengan sanad yang shahih]. dapat dilihat takhrijnya serta pembicaraan mengenai hal ini pada kitab yang berjudul Al Inshaf fi Ahkamil I‟tikaf oleh Ali Hasan Abdul Hamid] c. Pendapat tersebut merupakan pendapat jumhur (ulama). Tidak disyari‟atkan kecuali di masjid. (QS.a. Orang yang sedang I‟tikaf dan yang lainnya diperbolehkan untuk berwudhu di masjid berdasarkan ucapan salah seorang pembantu Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam: “Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam berwudlu di dalam masjid dengan wudlu yang ringan. Perkara-perkara yang boleh dilakukan: a. berdasarkan firman-Nya Ta‟ala: “Dan janganlah kamu mencampuri mereka itu169) [ Yakni “Janganlah kamu menjimaki mereka”. boleh mengeluarkan kepalanya dari masjid untuk dicuci dan disisir (rambutnya). padahal beliau sedang I‟tikaf di masjid [“dan aku berada dalam kamarku”] kemudian aku sisir rambutnya (dalam riwayat lain: “aku cuci rambutnya”) [“dan antara aku dan beliau (ada) utbah pintu”] {“dan waktu itu aku sedang haidh”] dan adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam tidak masuk ke rumah kecuali untuk (menunaikan) hajat (manusia) ketika sedang I‟tikaf. 5. b. .

ini adalah Shafiyyah bintu Huyay (istri Rasulullah sendiri. red)” . Dan diperbolehkan bagi orang yang sedang I‟tikaf untuk mendirikan tenda (kemah) kecil pada bagian di belakang masjid sebagai tempat dia beri‟tikaf.” Beliaupun bersabda: “Sesungguhnya syetan itu menjalar (menggoda) anak Adam pada . kemudian Nabi-pun bersabda: “Tenanglah177)[Janganlah kalian terburu-buru. Shafiyyah Radiyallahu 'anha berkata: “Dahulu Nabi (Shalallahu 'alaihi wassalam) (tatkala beliau sedang) I‟tikaf [pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Ramadhan] aku datang mengunjunginya pada malam hari [ketika itu di sisinya ada beberapa isteri beliau sedang bergembira ria] maka akupun berbincang sejenak. sebagaiman yang dikatakan oleh Al Bushiri dari dua jalan .I‟tikafnya wanita dan kunjungannya ke masjid a. 6. [maka beliaupun berkata: jangan engkau tergesa-gesa sampai aku bisa mengantarmu] kemudian beliau berdiri bersamaku untuk mengantarkan aku pulang. dan suaminya diperbolehkan mengantar isteri sampai ke pintu masjid. Diperbolehkan bagi seorang isteri untuk mengunjungi suaminya yang berada di tempat I‟tikaf.176) [Dikeluarkan oleh Ibnu Majah (642-zawaidnya) an Al baihaqi. Dan sanadnya hasan]. ya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. ini bukanlah sesuatu yang kami benci]. kemudian keduanya berkata: “Subhanallah (Maha Suci Allah). kemudian aku bangun untuk kembali. Dan diperbolehkan bagi orang yang sedang beri‟tikaf untuk meletakkan kasur atau ranjangnya di dalam tenda tersebut.[sesampainya di samping pintu masjid yang terletak di samping pintu Ummu Salamah] lewatlah dua orang laki-laki-laki-laki dari kalangan Anshar dan ketika keduanya melihat Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam. d.c. sebagaiman yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radiyallahu 'anhuma bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam jika I‟tikaf dihamparkan untuknya kasur atau diletakkan untuknya ranjang di belakang tiang At Taubah. maka keduanyapun bergegas. karena Aisyah Radiyallahu 'anha (pernah) membuat kemah (yang terbuat dari bulu atau wool yang tersusun dengan dua atau tiga tiang) apabila beliau beri‟tikaf174) [Sebagaimana dalam shahih Bukhari (4/226)] dan hal ini atas perintah Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam 175) [Sebagaimana dalam Shahih Muslim (1173)]. -tempat tinggal Shafiyyah yaitu rumah Usamah bin Zaid.

id/print. Berdasarkan ucapan Aisyah Radiyallahu 'anha: “Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam I‟tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan sampai Al mewafatkan beliau.”179)[ Telah lewat takhrijnya] berkata Syaikh kami (yakni Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani Rahimahullah-pent): “pada atsar tersebut ada suatu dalil yang menunjukkan atas bolehnya wanita I‟tikaf dan tidak diragukan lagi bahwa hal itu dibatasi (dengan catatan) adanya izin dari wali-wali mereka dan aman dari fitnah. Sumber artikel : http://www.aliran darahnya dan sesungguhnya aku khawatir akan bersarangnya kejelekan di hati kalianatau beliau berkata: sesuatu-“178) [Dikeluarkan oleh Bukhari (4/240) dan Muslim (2157) dan tambahan yang terakhir ada pada Abu daud (7/142-143 di dalam Aunul Ma‟bud)] b. Ke 5 th 1416 H.php?id_artikel=761 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Malam Lailatul Qadar .salafy. Seorang wanita boleh I‟tikaf dengan didampingi suaminya ataupun sendirian. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.” (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. berdasarkan dalil-dali yang banyak mengenai larangan berkhalwat dan kaidah Fiqhiyah: “ Menolak kerusakan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.or. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. Bab "I'tikaf". '08 10:50 PM untuk semuanya .Malam Seribu Bulan Sep 11. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. kemudian isteri-isteri beliau I‟tikaf setelah itu.

Ummat Islam yang mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan tidak pula menancapkan anak-anak panah untuk memperingati malam ini (malam Lailatul Qodar/Nuzul Qur'an. red). akan tetapi mereka bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah. [2] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. 05:19:43 Malam Lailatul Qadar Keutamaannya sangat besar. 1. Allah berfirman : ١﴾ ٤﴾ ٢﴾ ٥﴾ [ ‫]٥ .١ : قل‬ ٣﴾ (yang artinya) [1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan.٣ : خ ل‬ (yang artinya) : "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. [4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. [4] Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang ٤﴾ ٥﴾ .Malam Lailatul Qadar . ayat-ayat Qur'aniyah dan hadits-hadits Nabawiyyah yang shahih yang menjelaskan tentang malam tersebut. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. Inilah wahai saudaraku muslim. Keutamaan Malam Lailatul Qadar Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan. [5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.Malam Seribu Bulan Penulis: yaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. karena malam ini menyaksikan turunnya Al Quran Al Karim yang membimbing orang-orang yang berpegang dengannya ke jalan kemuliaan dan mengangkatnya ke derajat yang mulia dan abadi. [QS Al Qadar: 1 . 18 Oktober 2004.5] Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan nan penuh hikmah : ٣﴾ ٦﴾ [ ‫]٦ .

Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam menjawab sesuai yang ditanyakan. janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir. (Sebagaimana dinukil al Baghawi dalam Syarhus Sunnah (6/388).” (HR Bukari 4/221 dan Muslim 1165). 29 dan akhir malam bulan Ramadhan. Imam Al Iraqi telah mengarang satu risalah khusus diberi judul Syarh Shadr bidzkri Lailatul Qadar. 27. Telah diketahui dalam sunnah.”. ketika ditanyakan kepada beliau : “Apakah kami mencarinya di malam hari?”. Imam Syafi‟I berkata : “Menurut pemahamanku. beliau menjawab : “Carilah di malam tersebut. [5] (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami.” (Lihat maraji‟ diatas). 23. Dari Ubadah bin Shamit Radiyallahu „anhu. beliau bersabda : “Aku . karena riwayat Ibnu Umar (dia berkata) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “Carilah di sepuluh hari terakhir. (Pendapat-pendapat yang ada dalam masalah ini berbeda-beda.penuh hikmah. terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada malam terakhir bulan Ramadhan.”. Ini menafsirkan sabdanya : (yang artinya) “Aku melihat mimpi kalian telah terjadi. 25. [6] sebagai rahmat dari Tuhanmu. Waktunya Diriwayatkan dari Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam bahwa malam tersebut terjadi pada malam tanggal 21. carilah pada tujuh hari yang terakhir. ada dua orang sahabat berdebat. Pendapat yang paling kuat. ia berkata Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam keluar pada malam Lailatul Qadar.6] 2. pemberitahuan ini ada karena perdebatan para sahabat. membawakan perkatan para ulama dalam masalah ini. dia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam beri‟tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda : (yang artinya) “Carilah malam Lailatur Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. wallahu a‟lam."[QS Ad Dukhoon: 3 . (HR Bukhari 4/255 dan Muslim 1169) Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu. berdasarkan hadits „Aisyah Radiyallahu „anha. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul. jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. maka barangsiapa ingin mencarinya. lihatlah).

tetapi fulan dan fulan (dua orang) berdebat hingga diangkat tidak bisa lagi diketahui kapan lailatul qadar terjadi). Hadits yang pertama sifatnya umum. Kesimpulannya : Jika seseorang muslim mencari malam Lailatul Qadar. lima). maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya). Oleh karena itu. Maka dengan ini. jika (telah) berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu. maka carilah pada malam 29. sedang hadits kedua adalah khusus. yang menunjukkan hal ini adalah hadits Aisyah.27. Wallahu a‟lam. melainkan (bagi) orang yang diharamkan (untuk mendapatkannya). tetapi ini dibatasi kalau tidak mampu dan lemah. maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25. 21. dan telah banyak hadits yang lebih menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar itu ada pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan. dianjurkan bagi muslimin (agar) bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahalaNya yang besar. 27 dan 29. Telah banyak hadits yang mengisyaratkan bahwa malam Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir. . (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759). Kalau lemah dan tidak mampu mencari ppada sepuluh hari terakhir. tidak ada masalah. Paling benarnya pendapat lailatul qadr adalah pada tanggal ganjil 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan. Ia berkata : “Adalah Rasulullah beri‟tikaf pada 10 terakhir pada bulan Ramadhan dan berkata : “Selidikilah malam lailatul qadr pada tanggal ganjil 10 terakhir bulan Ramadhan”. barangsiapa yang diharamkan untuk mendapatkannya. sembilan. 23. semoga ini lebih baik bagi kalian. bahkan bersatu tidak terpisahkan. maka riwayat yang khusus lebih diutamakan daripada yang umum. (HR Bukhari 4/232). 3. cocoklah hadits-hadits tersebut.25 (dan dalam riwayat lain : tujuh. yang lainnya menegaskan di malam ganjil sepuluh hari terakhir.keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Laitul Qadar. tidak saling bertentangan. 25. Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu. Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar Sesungguhnya malam yang diberkahi ini. carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir. 27 dan 29.

(dia) berkata : “Aku bertanya. beliau mengencangkan kainnya (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah. “ Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah. maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan. 4. (dia berkata) : “Adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir). dari Aisyah. yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya. perintahkan kepada istrimu dan keluargamu untuk itu dan perbanyaklah amalan ketaatan. apa yang harus aku ucapkan ?”.Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya). sanadnya shahih. Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi). karya ibnu Rajab al Hanbali. “Allahumma innaka „afuwwun tuhibbul „afwa fa‟fu „annii.” (HR Bukhari 4/233 dan Muslim 1174). Juga dari „Aisyah Radiyallahu „anha. Dari Aisyah Radiyallahu „anha. “Adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan). Ya Allah. Telah diriwayatkan dari Sayyidah „Aisyah Radiyallahu „anha. Beliau menjawab. menghidupkannya dengan ibadah dan menjauhi wanita. Tanda-tandanya . (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759) Disunnahkan untuk memperbanyak do‟a pada malam tersebut.”.” (HR Muslim 1174). Lihat syarahnya Bughyatul Insan fi Wadhaifi Ramadhan. Ibnu Majah (3850). Ya Rasulullah (Shalallahu 'alaihi wassalam). (HR Tirmidzi (3760). halaman 55-57. maka ampunilah aku. menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.) Saudaraku – semoga Allah memberkahimu dan memberi taufiq kepadamu untuk mentaatiNya – engkau telah mengetahui bagaimana keadaan malam Lailatul Qadar (dan keutamaannya) maka bangunlah (untuk menegakkan sholat) pada sepuluh malam hari terakhir. menyingsingkan badan untuk mencari Lailatul Qadar).” yang telah lalu.

Bab "Malam Lailatul Qadar". penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata.salafy.”) Dan dari Ibnu Abbas Radiyallahu „anhu.” (HR Muslim 1170. Ke 5 th 1416 H. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. Dari Abu Hurairah. Perkataannya “Syiqi Jafnah”. cerah. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Al Qadli „Iyadh berkata :”Dalam hadits ini ada isyarata bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan. seperti syiqi jafnah. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. ia berkata : Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam beliau bersabda : (yang artinya) “Siapa diantara kalian yang ingat ketika terbit bulan. syiq artinya setengah. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. Dari Ubay Radiyallahu „anhu.id/print. Sumber artikel : http://www. ia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “Pagi hari malam Lailatul Qadar. Bazzar (1/486). seperti bejana hingga meninggi. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.or.” (HR Thyalisi (349).php?id_artikel=757 Kata kunci: “tauziah series” . Ibnu Khuzaimah (3/231).Ketahuilah hamba yang taat – mudah-mudahan Allah menguatkanmu dengan ruh dariNya dan membantu dengan pertolongaNya – sesungguhnya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam menggambarkan paginya malam Lailatul Qadar agar seorang muslim mengetahuinya. jafnah artinya bejana. matahari terbit tanpa sinar menyilaukan. ia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “ (Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah. tidak panas dan tidak juga dingin. (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid.” (HR Muslim 762). karena bulan tidak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan. (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan. sanadnya hasan).

dengan memberi makan seorang miskin”. bahwasanya dalam pembahasan yang lalu ayat ini mansukh (sudah dihapuskan hukumnya. 05:32:06 Fidyah 1.tidak ada komentar Siapa yang layak membayar fidyah secara syar'i ? Sep 11. orang yang sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya. maka diperbolehkan berbuka dan memberi makan setiap harinya (yang ditinggalkan. 2. (HR Bukhari 8/135). dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala (yang artinya) “Dan orang-orang yang tidak mampu berpuasa. hendaknya membayar fidyah. Penjelasan Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu Engkau telah mengetahui wahai saudaraku seiman. maka hendaknya mereka memberi makan setiap hari atas seorang miskin. 17 Oktober 2004. ibu hamil dan menyusui. bahwasanya ayat ini adalah khusus bagi orang yang sudah tua renta (baik laki-laki maupun perempuan). tetapi ada riwayat dari Ibnu Abbas yang menegaskan bahwa ayat ini tidak mansukh dan ini berlaku bagi laki-laki dan wanita yang sudah tua dan bagi yang tidak mampu berpuasa. sebagaimana akan datang penjelasannya dari Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu. Bagi Siapa Fidyah itu ? Bagi ibu hamil dan menyusui jika dikhawatirkan keadaan keduanya. red) seorang miskin. (QS Al Baqarah 184). Sisi pendalilannya. . red) berdasarkan dua hadits Abdullah bin Umar dan Salamah bin Al Akwa Radiyallahu 'anhu. jika dikhawatirkan keadaan keduanya. Syaikh Ali Hasan Abdul Hami Fiqh. '08 10:46 PM untuk semuanya Siapa yang layak membayar fidyah secara syar'i ? Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly.

Sebagian orang ada yang melihat zhahir riwayat yang lalu. penafsirannya. ibu hamil dan menyusui yang khawatir keadaan keduanya untuk berbuka. bahkan (bisa juga) dengan sebab dari luar.” (QS Al Baqarah 185). mutlak. kemudian memberi makan setiap harinya seorang miskin. . Yang Benar Ayat Tersebut (Al Baqarah 185) Mansukh Yang benar dan tidak diragukan lagi ayat tersebut adalah mansukh. penjelasannya. Telah sahih bagi kakek dan nenek yang sudah tua jika tidak mampu berpuasa. mereka menyangka adanya saling pertentangan!!!. Karena padanya mengandung penghilangan makna dan zhahir maksud lafadz tersebut. 3. syarat dan sifat sebagai „naskh‟. Naskh dalam bahasa Arab menjelaskan maksud tanpa memakai lafadz tersebut. kemudian dimansukh oleh ayat (yang artinya) : “Karena itu. Dalam riwayat lain (disebutkan) : “Diberi rukhsah (keringanan. yaitu riwayat Bukhari pada kitab Tafsir dalam shahihnya yang menegaskan tidak adanya naskh (dalil yang menghapuskan. (Ibnu Jarud (381). hendaknya memberi makan seorang yang miskin dan tidak ada qadha‟. (Lihat I‟lamul Muwaqi‟in 1/35 karya Ibnu Qayyim dan Al Muwafaqat (3/118) karya Asy Syathibi). Al Baihaqi (4/230). zhahir dan selainnya. tetapi dalam pengertian orang-orang terdahulu. barangsiapa diantara kamu hadir di bulan itu (Ramadhan –ed) maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. hingga mereka menyangka Hibrul Ummah (Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu) menyelisihi jumhur.Oleh karena itulah Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu dianggap menyelisihi jumhur shahabat atau pendapatnya saling bertentangan. red) bagi laki-laki dan perempuan yang sudah tua renta yang tidak mampu berpuasa. Abu Daud (2318) sanadnya shahih). lebih khusus lagi jika engkau mengetahui bahwasanya beliau menegaskan adanya mansukh. red). sehingga mereka menamakan istitsna‟ (pengecualian). karena salafush shalih Radiyallahu 'anhu menggunakan kata „naskh‟ untuk menghilangkan pemakaian dalil-dalil umum. tetapi tatkala diberikan riwayat yang menegaskan adanya naskh. adapun mengkhususkan atau mengaitkan atau menunjukkan yang mutlak kepada muqayyad.

hukum pertama mansukh dengan dalil al Qur‟an adapun hukum kedua dengan dalil dari Sunnah dan tidak akan dihapus sampai hari Kiamat. red) itu jika penyebutan mereka bukan sebagai dalil ataupun pembatasan ? Jika engkau telah merasa jelas dan yakin. kemudian dihapus (dinaskh).Sudah diketahui bahwa barangsiapa yang memperhatikan perkataan mereka (orang Arab) akan melihat banyak sekali contoh masalah tersebut. maka apa makna rukhsah yang ditetapkan dan yang dinafikan (ditolak. dan tidak mansukh bagi orang yang tidak mampu berpuasa. dalil untuk memahami hal ini terdapat pada hadits itusendiri. Mungkin adanya masalah itu terjadi karena hadits Ibnu Abbas yang menegaskan adanya nash bahwa rukhshah itu untuk laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia dan tidak mampu berpuasa. hingga tetap berlaku bagi laki-laki dan wanita yang lanjut usia. ayat diatas adalah bersifat umum bagi seluruh mukallaf yang mencakup orang yang biasa berpuasa. barangsiapa yang mau berpuasa. serta berpendapat bahwa makna ayat mansukh bagi orang yang mampu berpuasa. hingga turun ayat (yang artinya) : “Karena itu.” (QS Al Baqarah 185). yang mengandung penghilangan hukum syar‟i terdahulu dengan dalil syar‟i mutakahirin yang dinisbatkan kepada mukallaf. Ayat Tersebut Bersifat Umum Yang menguatkan hal ini. Yang menguatkan akan hal ini adalah pernyataan Ibnu Abbas dalam riwayat yang menjelaskan adanya naskh : “Telah tetap bagi laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia . sehingga akan hilanglah musykilah (problema) yang disebabkan memaknakan perkataan salafus shalih dengan pengertian yang baru. dan barangsiapa yang mau berbuka maka berbukalah. maka berpuasalah. Jika rukhshah tersebut hanya untuk laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia saja. Penguat hal ini dari sunnah adalah apa yang diriwayatkan Imam Muslim dari Salamah bin al Akwa Radiyallahu 'anhu : “Kami pernah pada bulan Ramadhan bersama Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. tetapi harus berbuka dengan memberi fidyah kepada seorang miskin. barangsiapa diantara kamu hadir di bulan itu (Ramadhan –ed) maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. atau tidak biasa puasa. tetapi masalah ini akan hilang jika jelas bagimu bahwa hadits tersebut hanya sebagai dalil bukan membatasi orangnya. 4.

Al Baihaqi dalam sunannya (4/200). yakni ayat ini dikhususkan. Dua hadits ini menjelaskan bahwa ayat ini mansukh bagi orang yang mampu berpuasa dan tidak mansukh bagi orang yang tidak mampu berpuasa. Perkataannya tidak mansukh ditafsirkan oleh perkataannya : “itu mansukh”. dan puasa Asyura‟. untuk berbuka dan memberi makan orang miskin setiap harinya. ijtihad dan pengkabaran. 2/288). demikianlah diisyaratkan oleh al Qurthubi dalam tafsirnya. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan ayat : (yang artinya) “Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkan padanya Al Qur‟an…” (QS Al Baqarah 185). serta memberi keringanan (rukhshah) bagi orang yang sakit dan musafir dan menetapkan fidyah bagi orang tua yang tidak mampu berpuasa. dengan keterangan ini jelaslah bahwa naskh dalam pemahaman shahabat berlawanan dengan pengkhususan dan pembatasan di kalangan ahli ushul mutaakhirin. Hadits Ibnu Abbas dan Muadz hanya ijtihad ? Mungkin engkau menyangka wahai saudara muslim. yakni ayat ini dikhususkan. 5. serta wanita yang hamil dan menyusui juka khawatir akan keadaan keduanya. sampai kemudian Allah mewajibkan puasa (Ramadhan) turunlah ayat : “Hai orang-orang yang beriman. apa yang telah tsabit (tetap penyebutannya) dari Ibnu Abbas dan Mu‟adz hanyalah semata-mata pendapat.dan tidak mampu berpuasa. menetapkan puasa selama tiga hari setiap bulannya. diwajibkan atas kalian berpuasa…” (QS Al Baqarah 183). inilah keadaan keduanya…” (HR Abu Daud dalam Sunannya (507). Allah menetapkan puasa bagi orang mukim dan sehat.” Dan yang menambah jelas lagi hadits Mu‟adz bin Jabal Radiyallahu 'anhu : “Adapun keadaan-keadaan puasa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam saat datang ke Madinah. (Al Jami‟ li Ahkamil Qur‟an. Ahmad dalam Musnad (5/246-247) dan sanadnya shahih. sehingga tidak bisa naik ke tingkatan hadits marfu‟ yang bisa mengkhususkan . haditsnya mencocoki dua hadits yang lainnya (yaitu) hadits Ibnu Umar dan Salamah bin Al Akwa Radhiyallahu 'anhu dan juga tidak saling bertentangan. Oleh karena itu Ibnu Abbas Radliyallahu 'anhu mencocoki sahabat.

karena dua hadits ini ada dalam tafsir ketika menjelaskan asbabun nuzul. Ibnu Umar pun menyuruhnya berbuka dan memberi makan seorang miskin. Ibnu Abbas menetapkan hukum ini bagi wanita yang menyusui dan hamil. (Lihat Tadribur Rawi (1/192-193) karya Imam Suyuthi. sanadnya jayyid”. beliau berkata : “Berbuka dan gantinya memberi makan satu mud gandum setiap harinya kepada seorang miskin. Wanita Hamil dan Menyusui Gugur Puasanya . mengabarkan ayat Al Qur‟an. (Sebagaimana dinashkan oleh Ibnu Qudamah dalam Al Mughni (3/21)).” (Al Baihaqi dalam as Sunan (4/230) dari jalan Imam Syafi‟I. Dua hadist ini memiliki hukum marfu‟ menurut kesepakatan ahlul ilmi tentang hadits Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. 6. red). sanadnya shahih). Seorang yang beriman mencintai Allah dan RasulNya tidak boleh menyelisihi dua hadits ini jika ia anggap shahih. darimana beliau mengambil hukum ini? Tidak diragukan lagi beliau mengambil dari Sunnah. maka jawabannya adalah sebagai berikut : a. dan berilah makan orang miskin setiap harinya dan tidak perlu mengqadha‟. beliau menjawab : “Berbukalah.perkara yang sifatnya umum dalam al Qur‟an. Dan dia kehausan ketika puasa Ramadhan. b. c. bahwa turunnya begini. beliau (Ibnu Umar) berkata : “Seorang wanita hamil dan menyusui boleh berbuka dan tidak mengqadha‟. yakni dua sahabat ini menyaksikan wahyu dan turunnya al Qur‟an. Dari jalan yang ketiga : Anak perempuan Ibnu Umar adalah istri seorang Quraisy. terlebih lagi beliau tidak sendirian tapi disepakati oleh Abdullah bin Umar yang meriwayatkan bahwa hadits ini mansukh (sudah dibatalkan. dan hamil.” Dari jalan lain beliau meriwayatkan : Seorang wanita yang hamil bertanya kepada Ibnu Umar. Daruquthni meriwayatkan (1/207) dari Ibnu Umar dan beliau menshahihkannya. Dari Malik dari Nafi‟ bahwasanya Ibnu Umar ditanya tentang seorang wanita yang hamil jika mengkhawatrkan anaknya. maka ini adalah hadits yang musnad. membatasi yang mutlak dan menafsirkan yang global. Tidak ada sahabat yang menentang Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu. „Ulumul Hadits (24) karya Ibnu Shalah).

Dan Allah menjelaskan makna gugurnya puasa bagi yang tidak mampu menjalankannya dalam firmanNya : (yang artinya) “Dan wajib orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah (yaitu) : memberi makan seorang miskin.php?id_artikel=756 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Kafarat / Denda dalam Puasa Ramadhan Sep 11.” (QS Al Baqarah 184). penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Ke 5 th 1416 H. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. Sumber artikel : http://www. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid.Keterangan ini menjelaskan makna : “Allah menggugurkan kewajiban puasa dari wanita hamil dan menyusui”. dia bayar fidyah tidak mengqadha‟.salafy. Bab "Fidyah". (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Musafir Gugur Puasanya dan Wajib mengqadha‟ Barangsiapa menyangka gugurnya puasa wanita hamil dan menyusui sama dengan musafir sehingga mengharuskan qadha‟. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly.or.id/print. bahwa ayat ini adalah khusus untuk mereka. perkataan ini tertolak karena al Qur‟an menjelaskan makna gugurnya puasa dari musafir : (yang artinya) “Barangsiapa diantara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). yang terdapat dalam hadits Anas yang lalu. '08 10:45 PM . Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.” (QS Al Baqarah 184). bahwa wanita hamil dan menyusui termasuk orang yang tercakup dalam ayat itu. maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Maka jelaslah bagi kalian.” 7. yakni dibatasi “kalau mengkhawatirkan diri dan anaknya”. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet.

namun tidak mampu mebebaskan seorang budak ataupun puasa (dua bulan berturut-turut) dan juga tidak mampu memberi makan (enam puluh orang miskin).untuk semuanya Kafarat / Denda dalam Puasa Ramadhan Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly Fiqh. maka gugurlah kewajibannya membayar kafarat. tetapi yang meriwayatkan dengan tertib (sesuai urutannya. kalau tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut. yang menganggap lebih rajih yang tertib disebabkan karena tertib itu lebih hati-hati. baik bagi yang menyatakan boleh memilih atau tidak. 04:08:20 1. Allah berfirman (yang artinya) : “ Allah tidak membebani jiwa kecuali sesuai kemampuan" [Al-Baqarah : 286] . Kafarat bagi laki-laki yang menjima'i isterinya Telah lewat hadits Abu Hurairah. maka riwayatnya lebih rajih karena perawinya lebih banyak jumlahnya dan padanya terdapat tambahan ilmu. mereka sepakat menyatakan tentang batalnya puasanya karena jima'. dan orang yang berilmu menjadi hujjah atas yang tidak berilmu. 08 November 2003. berbeda dengan sebaliknya. karena tidak ada beban syari'at kecuali kalau ada kemampuan. bahwa dia harus mengqadha' puasanya dan membayar kafarat yaitu : membebaskan seorang budak. karena itu berpegang dengan tertib sudah cukup. Tidak pernah terjadi hal seperti ini dalam riwayat-riwayat lain. -ed). Gugurnya kafarat Barang siapa yang telah wajib membayar kafarat. kalau tidak mampu maka memberi makan enam puluh orang miskin. tentang laki-laki yang menjima'i isterinya di siang hari bulan Ramadhan. 2. -ed) perawinya lebih banyak. Ada yang mengatakan : kafarat jima' itu boleh dipilih secara tidak tertib (yaitu tidak urut seperti yang dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah.

beliau hanya mewajibkan satu kafarat saja. 3.Dan dengan dalil Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menggugurkan kafarat dari orang tersebut. Sumber artikel : http://www. Kafarat hanya bagi laki-laki Seorang wanita tidak terkena kewajiban membayar kafarat. Wallahu 'alam Judul Asli : Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet.id/print. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Edisi Indonesia Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka Al-Mubarok (PMR). ketika mengabarkan kesulitannya dan memberinya satu wadah korma untuk memberikan keluarganya. Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.or. karena ketika dikhabarkan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam perbuatan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly.salafy.php?id_artikel=322 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Petunjuk tentang Qunut Witir Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11. Ke 5 th 1416 H. '08 10:45 PM untuk semuanya Petunjuk tentang Qunut Witir Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: Abul 'Abbaas Musa ibn John Richardson .

08 November 2004. 17:19:31 Judul Pelajaran : Penjelasan tentang do'a qunut yang dilakukan dalam sholat Witir. memilah sesuai dengan riwayat yang sahih. dalam rangka memusatkan pada prinsip dasar dalam pelajaran tersebut yang layak diambil. yang didasarkan semata-mata pada masalah yang berkenaan dengan doa qunut dalam sholat Witir. agar supaya membedakan antara (riwayat) orang-orang yang tak dapat diterima dan yang bisa diterima. Beliau juga mengumpulkan dari madzhab fiqih terkenal yang telah yang menjelaskan tentangnya. termasuk madzhab Dhahiriyyah. dari perspektif hadits dan perspektif fiqih (Disampaikan oleh Shaykh Muhammad Bin Umar bin Salim Bazmul saat mengajar di Universitas Umm al-Quraa. menggunakan manhaj para Ulama meneliti. Penyusun kemudian kembali dan meneliti masalah tersebut satu-persatu.berargumentasi. Kemudian beliau mengumpulkan yang termasuk dalam kategori sahih. dan mengambil kesimpulan. Saudi Arabia) Pelajaran terbagi menjadi dua bagian utama : Bagian Pertama: Riwayat-riwayat yang diperbincangkan kesahihannya Bagian Kedua : Masalah yang berhubungan dengan do'a qunut yang dilakukan dalam sholat Witir Penyusun mengumpulkan seluruh riwayat yang shahih dari Nabi (Shallallahu 'alaihi wasallam) dan pernyataan para sahabatnya yang berhubungan dengan qunut dalam sholat witir.Fiqh. Sebagian dari kesimpulan dalam studi (beliau) sebagai berikut: .

sanad hadits shahih (lihat 'Irwaul Ghalil 1/167 hadits no 426 dan . terlebih jika sholat tersebut dilakukan berjamaah dengan orang-orang. demikian juga dikalukan oleh Hasan al-Bahsri. Serta Dari Ibrahim an-Nakha'i telah berkata 'Abdullah:"ia tidak pernah qunut Shubuh sepanjang tahun dan ia qunut witir setiap malam sebelum ruku'. bahwasanya 'Umar radiyallaahu 'anhu menyuruh Ubay radiyallaahu 'anhu mengimami shalat tarawih pd bulan Ramadhan. 6. red) diperbolehkan dilakukan semua sepanjang tahun. dan beliau menyuruh Ubay radiyallaahu 'anhu untuk melakukan qunut pada pertengahan Ramadhan mulai malam 16 Ramadhan. HR Ibnu Abi Syaibah 2/305-306 atau 2/205]". Do'a qunut dalam witir dapat dilakukan sebelum atau sesudah ruku'. 5. dan tidak dikenal luas. Menyambung (di atas). simak Mukhtasar Qiyamullail 125. Bahwa doa qunut dalam sholat witir (di bulan Ramadhan.1. Dan kata Ma'mar:"Sesungguhnya aku qunut witir sepanjang tahun kecuali awal Ramadhan sampai dengan pertengahan saya tidak qunut.[Dari 'Amr dari Hasan. HR Abu Dawud no 1427. Termasuk sunnah Nabi ( Shallallahu 'alaihi wasallam) yakni kadang-kadang melaksanakannya dan kadang-kadang meninggalkannya. Muhammad bin 'Umar Bazmul hal 362-385. ia menyebutkan dari Qatadah dan lainnya. Diperbolehkan melakukan doa qunut pada (malam) pertama dan kedua dari separoh bulan Ramadhaan. 3. yakni dimulai dengan malam yang yang keenambelas. lihat juga kitab at-Tarjih fii Masaailil Thaharah was Shalah oleh DR. Lihat Mushannaf 'Abdurrazzaq 3/120 dengan sanad yang shahih. [Ishaq bin Rahawaih memilih qunut (witir) dilaksanakan sepanjang tahun. yakni setiap malam yang telah ditetapkan adalah separuh malam terakhir dari bulan Ramadhan. sebab hal ini menyimpang dari Sunnah. Qunut (semestinya) ditinggalkan saat separuh pertama dari bulan Ramadhaan. Ibnu Majah no 1182.10] 4. HR Ibnu Abi Syaibah 2/205 no. 2." Kata Abu Bakar Ibnu Abi Syaibah:"Ini atsar yang kami pegang.[Hadits Ubay bin Ka'ab:"bahwasanya Rasulullah shallallaahu 'alayhi wasallam qunut dalam shalat witir sebelum ruku'. walaupun yang terbaik dilaksanakan sebelum ruku'.

dan ini riwayat yg shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud dan 'Abdullah bin Umar radiyallaahu 'anhuma. dan yang terbaik adalah mencukupkan diri untuk merujuk pada apa yang telah yang diberitakan Nabi (Shallallahu 'alaihi wasallam). karena ada dalil dari para Shahabat radiyallaahu 'anhuma di zaman Umar radiyallaahu 'anhu. Simak Qiyamu Ramadhan hal. untuk tidak memanjangkan do'a qunut. Dan sebagaimana hadits Hasan bin Ali radiyallaahu 'anhuma. 10. dan para jama'ahnya mengucapkan "amiin". 9. Merupakan Sunnah bagi imam orang-orang untuk tidak berdo'a qunut pada separuh pertama bulan Ramadhaan. serta memohon (dalam qunut) untuk membinasakan kaum kafir pada doa qunutnya. tidak bebas melakukan apapun. ketika (memilih) berdoa qunut sebelum ruku'. sehingga dia hanya diperbolehkan untuk memperpanjang sesuai pernyataan yang telah tetap. pada pertengahan Ramadhan. atau membiarkan tangan tetap di . (akan tetapi) melakukan qunut tersebut pada separuh terakhir. Syaikh Albani berkata sanadnya jayyid menurut syarat Muslim (Irwaa'ul Ghalil 2/166).31-32] 7. Termasuk Sunnah."Simak Diriwayatkan olsyaieh Ibnu Abi Syaibah 2/302 atau 2/202 no 12. Termasuk menyimpang dari Sunnah yakni bertakbir (Allahu akbar) sebelum dan sesudah qunut. Termasuk Sunnah adalah bahwa imam mengeraskan suaranya saat berdo'a qunut. sebagaimana diriwayatkan Ibrahim al-Qamah:"Sesungguhnya Ibnu Mas'ud dan para Sahabat Nabi shallallaahu 'alayhi wasallam qunut dalam shalat witir sebelum ruku'. 8. dikatakan oleh al-hafizh dalam "Addirayah" sanadnya hasan. lalu shalawat kepada Nabi shallalaahu 'alayhi wasallam dan mendoakan kebaikan untuk kaum muslimin. 12.Shahih Sunan Abi Dawud no 1266). Tidak ada ketetapan yang mengharuskan orang-orang untuk berdo'a qunut dengan cara tertentu. Diperbolehkan mengangkat tangan pada do'a qunut. sebab cara yang terbaik adalah yang telah shahih riwayatnya. 11. bahkan diriwayatkan dari jumhur Sahabat. Juga Syaikh al-Albani rahimahullah berkata : "Boleh juga doa qunut sesudah ruku' dan ditambah dengan melaknat orang2 kafir.

Diperbolehkan mengucapkan shalawat kepada Nabi (Shallallahu 'alaihi wasallam) di (dalam) do'a qunut. sebab sholat Maghrib adalah witir di sore [/siang] hari. Abdullaah ibn Mas‟ud dan Ubay ibn Ka‟b (semoga Allah meridloi keduanya) yang telah meriwayatkan banyak tentang do'a qunut di (dalam) sholat witir.samping (seperti posisi sebelumnya/tidak mengangkat tangan). sera memberikan bimbingan. Semoga Allaah mengabulkan doa penyusun. Saudi Arabia] Masalah yang keempat: Apakah posisi tangan diangkat dalam do‟a qunut ? Berikut hukum yang ditetapkan dalam do‟a qunut : 1) Yakni seseorang mengangkat tangannya. 17. . 14. Hal ini sesuai dengan prinsip bahwa sesuatu yang disahkan dalam amalan wajib adalah juga disahkan untuk amalan sunnah. dan kemudian membuat kesimpulan yang berdasar padanya. 15. kecuali jika disana ada dalil khusus yang melarangnya. 16. 13. atau mengangkat tangan di awal qunut dan menurunkan tangan di akhir qunut. mengumpulkan dalil-dalil. Apa saja yang dikerjakan dalam qunut nazilah (yang dilakukan dalam sholat wajib) juga dapat dikerjakan dalam doa qunut dalam sholat witir. Tidak diizinkan untuk menyeka/menyapu wajah dengan tangan setelah qunut. semua cara ini diperbolehkan. menerimanya dan menolaknya dalil dalam kaitan dengan kesahihannya. dan keteguhan. Dan beliau berharap kiranya dapat membantu menghidupkan kembali manhaj Ulama' di (dalam) meneliti. [Dari abstrak pelajaran yang disampaikan Syaikh Muhammad Bazmul pada Universitas Umm al-Quraa. Sholat yang paling menyerupai sholat witir adalah paling adalah Maghrib.

" 3) Az-Zuhri meriwayatkan bahwa Ibn Mas'ud dahulu mengangkat tangannya di(dalam) Witir.[keterangan ust Abu Hamzah Yusuf : Dzahir perkataan Ahlul ilmi (tentang kaifiyat mengangkat tangan) :” bahwasanya kedua tangan digandengkan seperti orang yang sedang memohon. dan setelah itu membiarkan tangannya di sampingnya. Saudi Arabia) menyatakan : bahwa tindakan Ibn Mas'ud sesuai disini. [Sahihh: Ahmad 3/137. mengacu pada perbuatan Shahabat Nabi : "Mereka dahulu tidak menaikkan tangannya dalam Witir di bulan Ramadhan. Lihat juga: Irwaa' Al-Ghalil ( 2/181)]. melainkan beliau mempelajari hal tersebut dari Nabi (Shallallaahu „ alaihi wasallam). sebab beliau adalah sahabat Nabi dan perbuatan ini adalah tauqifi. dibatasi oleh dalil. Dan Allah Ta‟ala mengetahui yang terbaik. Adapun dibentangkan dan saling berjauhan antara kedua tangan . . maka aku tidak mengetahui ada asalnya dalam Sunnah tidak pula dari perkataan ulama” 2) Yakni seseorang membiarkan tangannya berada disampingnya. dan al-Baihaqi didalam Dalaa'il anNubuwwah dan As-Sunan Al-Kubraa. maka beliau tidak akan melakukan berbagai hal didalam shalat menurut pendapatnya sendiri. Dan 'Abdullaah ibn Mas'ud dahulu mengangkat tangannya saat qunut. Makkah. 2) Az-Zuhri meriwayatkan. al-Mu'jam as-Saghir. red) untuk membinasakan kaum (kafir). Dalil (yang berkenaan dengan poin di atas): 1) Nabi (Shallallaahu „ alaihi wasallam) menaikkan tangannya yang digunakan untuk berdo‟a qunut an-nazilah. meminta dari orang lain agar memberikannya sesuatu. 3) Yakni seseorang mengangkat tangannya di awal qunut dan menurunkan tangannya di akhir qunut. yakni memohon (kepada Allah. Musa Abul-'Abbaas Musa ibn John Richardson ('Aziziyyah.

Apa saja yang telah ditetapkan untuk qunut nazilah (yang dilakukan pada sholat yang wajib) adalah juga dapat diamalkan dalam qunut pada sholat witir. (1) Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits hasan dalam Musnad Ahmad (2746). Hal ini didukung oleh bahwa amalan apapun yang disyariatkan dalam amalan wajib adalah juga disyariatkan dalam amalan sunnah. [Datang dari sahabat Ibnu Abbas radliyallahu „anhu] Dan Allah Ta‟ala mengetahui yang terbaik. al-Bayhaqi dalam as-Sunan alKubraa (2/200)..Masalah yang keenam: Apakah do‟a qunut dan ucapan “Amiin" para makmum/jama‟ah dilaksanakan dengan suara keras? [Ringkasan] Mengingat tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa mereka dulu (sahabat) mengucapkan "Amiin" di belakang imam mereka sepanjang qunut witr. red] witir yang wajib. Ibn Khuzaimah. al-Haakim (1/225). Abu Dawud (1443). . Ibn Khuzaimah (618). Hal ini telah tetap dalilnya dilakukan dalam sholat Maghrib. red) yang dilakukan pada sholat yang wajib). yang mana [sholat Magrib ini merupakan. Dan telah disepakati oleh al-Haakim. karena ucapan mereka "Amiin" di belakang Imam dalam sholat adalah amalan (yang) dilaksanakan dalam sholat wajib. dan al-Albaani (Irwaa' al-Ghalil:2/163). kecuali jika disana ada dalil khusus yang melarang hal tersebut. berdasarkan pada prinsip yang disebutkan dalam kaidah berikut : “.. maka dapat diambil dalil melihat perbuatan Sahabat pada qunut an-naazilah (do‟a untuk memohon perlawanan atas orangorang (musuh. dengan begitu diperbolehkan juga untuk melakukannya didalam sholat yang tidak wajib.