Anjuran berzakat dan ancaman bila tidak membayarnya

Sep 11, '08 11:15 PM untuk semuanya

Anjuran berzakat dan ancaman bila tidak membayarnya Penulis: Al Ustadz Qomar Su'aidi, Lc Fiqh, 07 November 2004, 03:44:55 Anjuran dalam Menunaikan Zakat Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka" . (At Taubah : 103)

Ayat ini mengajarkan untuk mengambil sedekah dari hartanya kaum mu'minin, baik itu shodaqoh yang ditentukan (zakat) ataupun yang tidak ditentukan (tathowa) demi untuk membersihkan mereka dari kotornya kebakhilan dan rakus. Juga mensucikan mereka dari kehinaan dan kerendahan dari mengambil dan makan haknya orang fakir. Dan juga untuk menumbuh kembangkan harta mereka dan mengangkatnya dengan kebaikan dan keberkahan akhlak dan mu'amalah sampai mengantarkan mereka menjadi orang yang berhak mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Firman Allah Ta'ala: "Dan pada harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian." (Adz-Dzariyat : 19)

Dalam ayat ini Allah Ta'ala telah mengkhususkan sifat-sifat yang mulia dengan berbuat baik. Dan kebaikan mereka nampak jelas dari menegakkan shalat malam, memohon ampun di waktu malam dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah sebagaimana kebaikan mereka yang nampak jelas dalam memberi dan menunaikan haknya orang-orang fakir demi kasih sayang dan rohmah bagi mereka. Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "(Yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan

zakat." (Al Hajj:41)

Allah telah menjanjikan dengan menunaikan zakat merupakan tujuan untuk bisa tegak dan kokoh di muka bumi ini. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "Tiga perkara yang aku bersumpah atas tiga perkara tersebut dan menceritakan kepada kalian maka jagalah : Tidak akan berkurang harta yang dishodaqohkan dan tidak seorang hamba dianiaya dengan satu kedholiman kemudian dia bersabar (atas kedholiman) kecuali Allah akan menambahkan baginya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seorang hamba membuka pintu meminta-minta kecuali Allah akan membaginya pintu kefakiran." (Turmudzi Kitab AzZuhd 4:487(2325) dari hadits Abi Habsyah)

Dari masih banyak hadits-hadits tentang anjuran untuk menunaikan zakat serta keutamaankeutamaannya.

Ancaman Bagi yang Tidak Menunaikan Zakat

Telah banyak dalil-dalil baik itu dari Al-Kitab ataupun As-Sunnah tentang ancaman keras bagi orang yang bakhil dengan zakat dan enggan untuk mengeluarkannya. Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka jahanam lalu dibakar dengannya dahi mereka lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka :"Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu simpan itu" (At Taubah : 34-35). Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Sekali-sekali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya di hari kiamat." (Ali Imron : 180)

Oleh karenanya harta yang tidak ditunaikan zakatnya maka itu termasuk harta simpanan yang pemiliknya akan disiksa dengannya pada hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah

shallallahu 'alaihi wa sallam : "Tidaklah seseorang yang memiliki emas atau perak kemudian tidak ditunaikan haknya, apabila datang hari kiamat dibentangkan baginya batubatu yang lebar dari neraka kemudian dia akan dipanggang di atas batu-batu itu di dalam neraka jahannam kemudian disetrika perut, dahi dan punggungnya. Setiap kali sudah dingin maka akan dikembalikan seperti semula yang satu hari adalah sama dengan 50.000 tahun sampai diputuskan perkaranya diantara manusia maka dia akan melihat jalannya, apakah ke surga atau neraka." (HR. Muslim Kitab Zakat 7:67 no. 2287 dari hadits Abu Hurairah)

Kemudian lanjutan hadits ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan orang yang memiliki onta, sapi dan kambing yang tidak ditunaikan zakatnya akan mengalami nasib yang sama pula dari siksa di hari kiamat.

Juga sabda Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam yang lain : "Barang siapa yang Allah telah berikan harta kepadanya kemudian dia tidak menunaikan zakatnya maka pada hari kiamat nanti hartanya akan berujud ular yang botak yang mempunyai dua titik hitam diatas kepalanya yang mengalunginya kemudian mengambil dengan kedua sisi mulutnya sambil berkata: "Aku adalah simpananmu, aku adalah hartamu". Kemudian beliau membaca ayat: "Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang telah Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya, menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka, sebenarnya bahwa kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka, harta-harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya kelak di hari kiamat." (HR. Bukhori Kitab Zakat 3:268 no.1403 dari hadits abu Hurairah; Muslim Kitab Zakat 7:74 no. 2294)

Hukum Bagi yang Tidak Mau Membayar Zakat

Dalam hal ini ada beberapa kriteria dari orang-orang yang tidak mau membayar zakat : 1. Seorang yang tidak mau membayar zakat tapi masih meyakini akan wajibnya. Para ulama menghukumi bahwa pelakunya berdosa dan tidak mengeluarkannya dari keislamannya. Kepada penguasa (hakim) agar memaksa pelakunya supaya mau membayar zakat serta memberikan hukuman pelajaran kepadanya (tahdzir). Dan mengambil hak zakat dari orang tersebut sesuai dengan kewajibannya, tidak boleh lebih. Kecuali pendapatnya Imam Ahmad dan Imam Syafi'i (pendapat lama) maka mengambilnya separuh dari hartanya

sebagai hukuman baginya. Sebagaimana hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "… Dan barang siapa yang tidak mau menunaikannya (zakat) maka kami akan mengambilnya dan separuh hartanya adalah hak dari hak-hak wajib bagi Tuhan kami, tidak halal bagi keluarga Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam darinya sedikitpun." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i, Hakim, Baihaqi dari Bahz bin Hakim dari bapaknya dari kakeknya).

Adapun Ibnu Taimiyah menghukumi orang yang seperti itu adalah kafir dalam batinnya, walaupun secara dzahir tidak dikafirkan, akan tetapi disikapi seperti sikapnya orang-orang murtad yang diberi kesempatan bertaubat tiga kali, kalau tidak mau bertaubat maka hukumnya dibunuh. (lihat Fatawa 7:611, mausu'ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2:877; Mughni 4:67; majalah Buhuts Islamiyah Darul ifla' edisi 58 tahun 1420H hal. 11; Fiqh Sunnah 1:403)

2. Kalau yang tidak mau membayar zakat itu sekelompok orang yang mereka memiliki kekuatan tapi masih berkeyakinan akan wajibnya.

Para ulama menghukumi agar diperangi sampai mereka mau membayar zakat sebagaimana kisahnya Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat. (HR. Jama'ah dari Abu Hurairah)

Juga haditsnya Ibnu Umar ra. bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Aku telah diperintahkan untuk memerangi manusia supaya mereka bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan (bersaksi) bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mereka menegakkan sholat dan menunaikan zakat, maka kalau mereka telah mengerjakannya terjagalah dari darah dan harta mereka kecuali haknya Islam dan hisab mereka di sisi Allah." (HR. Bukhari & Muslim)

3. Tidak mau membayar zakat dengan mengingkari akan wajibnya.

Berkata Ibnu Qudamah : "Barang siapa yang mengingkari karena jahil (tidak tahu) atau dia termasuk orang yang tidak tahu karena baru masuk Islam atau dia tinggal di daerah terpencil yang jauh dari daerah yang mengetahui akan wajibnya maka tidak dikafirkan. Adapun kalau

dia seorang muslim yang tinggal di negeri Islam di tengah-tengah ahli ilmu maka hukumnya murtad." (Mughni 4:6-7)

(Dikutip dari tulisan ustadz Qomar Sua'idi, Lc, yang diarsipkan eks. tim Zisonline, al akh Fikri Thalib) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=786 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar

Definisi Zakat dan Hikmah disyariatkannya Zakat

Sep 11, '08 11:14 PM untuk semuanya

Definisi Zakat dan Hikmah disyariatkannya Zakat Penulis: Al Ustadz Qomar Su'aidi, Lc Fiqh, 07 November 2004, 03:36:50 Definisi Zakat

1. Menurut Bahasa (lughoh)

Dari asal kata "zakkaa - yuzakkii - tazkiyatan - zakaatan" yang berarti : 1. Thoharoh (membersihkan/mensucikan) Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (At-Taubah:103)

2. Namaa' (tumbuh /berkembang)

Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Allah memusnahkan ribaa' dan menyuburkan sedekah" (Al-Baqarah:276)

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari hadits Abu Rabsyah Al-An Maary. "Harta tidak akan berkurang dengan dishodaqohkan" (HR. Tirmidzi, kitab Az Zuhd jilid 4 hal. 487 no. 2325, kata Imam Tirmidzi "Hadits ini hasan shohih")

Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqolani : "Tanaman itu telah Zakka, yakni berkembang & tumbuh" (Fathul Baari, kitab zakat jilid 3 hal. 262)

3. Al-Barokah Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya" (Saba' : 39)

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari hadits Abu Hurairoh radhiallohu anhu : Allah Ta'ala berfirman dalam hadits qudsi: "Hai anak Adam berinfaklah niscaya Aku akan berinfak untukmu". (HR. Bukhori, Kitab Tafsir surat Hud 8 : 352 (4684); Muslim, Kitab Zakat 7:81 no. 2305)

4. Al-Madh (Pujian) Dalam hadits Abu Hurairoh tentang kisah Zainab Ummul Mukminin : " . . . Bahwa Zainab namanya adalah Barroh maka dikatakan 'Dia memuji dirinya' maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menamainya Zainab." (HR. Muslim, Kitab Al Azab Juz 14, hal. 346 no. 5572)

5. Amal Sholeh Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan kami menghendaki supaya tuhan mereka mengganti mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu" Imam Al-Farro' mengatakan: arti 'yang lebih baik kesuciannya' adalah yang lebih baik amal sholehnya. (lihat An Nihayah karya Ibnu Al Atsir jilid 2 hal. 307; Lisanul Arab karya Ibnul Mandzur jilid 6 hal 64-65)

Pendapat Ibnu Taimiyah : "Memberikan bagian tertentu dari harta yang berkembang jika sudah sampai nishob untuk keperluan tertentu. Pendapat Syaikh Abdullah Al-Bassaam : "Hak wajib dari harta tertentu. Zakat Dalam Bahasa Al-Qur'an Sedangkan Al-Qur'an Al-Karim telah menyebutkan tentang zakat dengan berbagai ungkapan. Fatawa 25:8) 3. tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang-orang yang ruku" (Al Baqoroh : 43) 2.II. shodaqoh. infaq/nafaqoh dan Al-'afwu. Zakat Ungkapan ini paling banyak disebutkan bahkan sering digabungkan dengan perintah shalat sampai diulang dalam 82 ayat (lihat Taudih al akham 3:5). Pendapatnya Al-Hafidz Ibnu Hajar : "Memberikan sebagian dari harta yang sejenis yang sudah sampai nashob selama setahun dan diberikan kepada orang fakir dan semisalnya yang bukan dari Bani Hasyim dan Bani Mutholib. Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan dirikanlah sholat. 1." (Taudhihul Ahkam 3:5) III. Menurut Hukum (Istilah syara') 1. Shodaqoh Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. terkadang dengan ungkapan zakat. dengan zakat itu …" (At Taubah : 103) ." (Mausu'ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2 : 876." (Al-Fath 3:262) 2. untuk golongan tertentu pada waktu tertentu.

" (lihat Bukhari Kitabul Iman 1:49 (8) dari hadits Ibnu Umar." (Al Baqoroh:267) 4. menunaikan zakat. As Sunnah dan Ijma'. Al-'Afwu Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika mengutus Muadz bin Jabbal ra.3. nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hamba dan utusanNya. Katakanlah: yang lebih dari keperluan" (Al Baqoroh:219) Hukum Menunaikan Zakat Zakat merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima dan termasuk dari pondasi Islam yang agung. Infaq/Nafaqoh Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Hai orang-orang yang beriman. Dasarnya adalah dari Al Qur'an. Kitabul Iman 2:130(113)." (Al-Bayyinah :5) Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "Islam dibangun di atas lima dasar. ke . menegakkan sholat. Firman Allah Ta'ala: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus. menunaikan haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan. Muslim. Maka hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi persyaratan.

memberi makan dan berbuat baik... dalam surat AlMudatsir Allah memasukkan orang-orang yang tidak memberi makan orang miskin sebagai Al-Mujrimin (orang yang berdosa) ". didalam surat Fushilat Allah mengancam yang tidak mengeluarkan zakat. Muslim Kitabul Iman 1:147(121)) Adapun Ijma'. "Orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat". Juga para sahabat telah sepakat untuk memerangi orang-orang yang tidak mau membayarnya dan menghalalkan darah dan harta mereka karena zakat termasuk dari syi'ar Islam yang agung. karya Ibnu Qudamah 4:5) Syaikh Abdullah Al Bassam menerangkan (Taudihul ahkam:3/12): Para ulama berselisih kapan diwajibkannya zakat. (HR. 3.negeri Yaman : "Terangkanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka untuk mengeluarkan zakat yang dipungut dari orang-orang kaya diantara mereka untuk diberikan kepada orang-orang fakir dari mereka". dan Tidak memberi makan orang miskin". (Mughni. Tahun kesembilan Hijriyah ketika manusia masuk Islam dengan berbondong-bondong dan semakin luas daerah Islam Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengirim petugas-petugas untuk mengambil zakat . Hikmah Disyariatkannya Zakat Diantara hikmah disyari'atkannya zakat adalah : a. (AlMudatsir : 44) 2. akan tetapi pendapat yang paling kuat adalah bahwa kewajiban zakat di tetapkan dalam tiga fase: 1. ini berlangsung ketika sebelum Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hijrah. Menguatkan rasa kasih sayang antara si kaya dengan si miskin. maka kaum muslimin disetiap masa telah ijma' akan wajibnya zakat. Allah berfirman: "Pada harta-harta mereka ada hak orang yang meminta dan …". Tahun kedua Hijriyah diterangkanlah hukum zakat dengan rinci. diterangkan harta yang wajib dizakati dan kadar nishabnya serta jumlah yang harus dikeluarkan sebagai zakat". Hal ini dikarenakan fitrahnya jiwa manusia adalah senang terhadap orang yang berbuat kebaikan (berjasa . Zakat diwajibkan secara mutlak tidak ada batasan atau rincian akan tetapi hanya perintah untuk memberi.

Memperoleh keberkahan. Definisi zakat Secara bahasa. tim Zisonline. '08 11:14 PM untuk semuanya Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal) Penulis: Al Akh Syamsu Muhajir Fiqh. zakat artinya “berkembang dan bertambah dalam kebaikan dan kesempurnaan.salafy.” Dikatakan.kepadanya). . Mensucikan dan membersihkan jiwa serta menjauhkan jiwa dari sifat kikir dan bakhil. b. sesuatu itu zakat. d. al akh Fikri Thalib) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.or. 08 November 2004. Sumber artikel : http://www. 00:51:27 Manfaat Zakat Hati Dan Zakat Harta A. Sebagai ibadah kepada Allah Ta'ala (lihat Risalah Fi Zakat oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz).php?id_artikel=785 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal) Sep 11. Membiasakan seorang muslim untuk memiliki sifat belas kasihan. yang diarsipkan eks. (Dikutip dari tulisan ustadz Qomar Sua'idi. jika sesuatu itu berkembang baik menuju kesempurnaan. c. Lc. e.id/print. tambahan dan ganti yang lebih baik dari Allah Ta'ala.

Demikian pula penyakit hati seperti hasud. Bahkan terkadang sampai mematikan hati seperti halnya hama yang menghambat pertumbuhan tanaman dan bahkan mematikannya. Caranya ialah dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang diharamkan Allah. besar kepala. tetapi harus diketahui bahwa yang disenangi oleh nafsu itu ada yang diharamkan dan ada yang dihalalkan. senang dan gembiranya hati. merendahkan manusia. Demikian pula hati manusia bisa berkembang dengan baik dan sempurna manakala hati itu baik serta bersih dari kotoran dan segala penyakit. yaitu menundukkan pandangan dari yang diharamkan Allah Ta‟ala. Allah Ta‟ala berfirman. maka Allah akan mengganti dengan yang lebih baik seperti sejuknya hati. Ibarat pasir pada emas dan perak. congkak. Zakat Hati Dosa dan kemaksiatan yang dilakukan manusia laksana hama pada tumbuhan. sombong. hewan dan tumbuhan bisa berkembang dengan baik jika keadaannya baik dan bersih dari kotoran dan segala penyakit. agar hati itu menjadi baik dan agar hati berkembang ke arah kebaikan dan kesempurnaan maka hati itu harus dibersihkan terlebih dahulu dari segala penyakit dan kotorannya.Sesuatu bisa berkembang dengan baik apabila keadaan sesuatu itu bersih dari kotoran dan penyakit. keras hati menjadi penghambat berkembangnya hati. yang demikian itu lebih suci bagi mereka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (An-Nur: 30) Allah Subhanahu wa Ta‟ala mengatakan di dalam ayat ini bahwa sucinya hati itu terjadi setelah menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan. B. senang melihat wanita berwajah cantik. . menjauhi kemaksiatan dan yang dilarang Allah dan banyak bertaubat kepada-Nya. ) 30) “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman hendaknya mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatannya. Maka. Seperti halnya badan kita. Allah Ta‟ala telah menguji kita dengan memberikan nafsu senang melihat sesuatu yang indah-indah. bodoh. Apabila seseorang sanggup menahan nafsunya dari yang diharamkan Allah. tenangnya hati.

Dalam ayat lain Allah berfirman. Perbuatan manusia ikut pada kemauan dan keadaan hatinya.” yaitu persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah (‫) لل ل ل ل‬ Tauhid bukan hanya sebagai pengembang hati tetapi juga berfungsi sebagai pembersih hati yaitu membersihkan keyakinan-keyakinan (aqidah) yang batil. sempurna. Sedangkan jika di hati itu sudah bercabang kecintaannya pada selain Allah. maka dia akan tunduk kepada apa yang dia cintai. ) ) “Barangsiapa meninggalkan sesuatu (yang haram) karena Allah niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. dan suci adalah “tauhid. yaitu ketika tidak ada lagi di hatinya .” (Ath-Thur: 28) Ayat ini menerangkan orang yang meminta izin atau bertamu tetapi pemilik rumah belum berkenan menerimanya sehingga dia memohon agar sang tamu kembali kemudian tamu ini mengikuti permohonannya maka itu lebih suci bagi yang bertamu. maka ketika hatinya bersih. hanya Allah yang dicintainya maka dia hanya menghamba dan tunduk kepada Allah saja. “Apabila dikatakan kepadamu kembalilah maka kembalilah karena ini lebih suci bagi kalian.Dalam hadits disebutkan. membersihkan hati dari keinginan-keinginan yang tidak benar dan tauhid (‫ ) لل ل ل ل‬merupakan bahan dasar yang menjadikan hati tumbuh dan berkembang dengan baik. Adapun perkara yang dapat menjadikan hati berkembang dan yang dapat menjadikan hati baik.” (HR Ahmad dengan sanad shahih) Mengingat hati itu selalu terikat dengan sesuatu yang dicintainya. Jadi supaya hati bisa berkembang dengan baik menuju kebaikan dan kesempurnaan adalah dengan membersihkan terlebih dahulu dari dosa dan maksiat dan membersihkannya dari penyakit-penyakitnya.

Allah Ta‟ala berfirman: “Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mengganggap dirinya bersih. Allah Ta‟ala berfirman: ) 9) “Sungguh beruntung orang yang mensucikan hatinya. Maka dari itu. tidak ada pelajaran yang melebihi ketinggian dan kemuliaan tauhid karena faidahnya yang fundamental karena yang dipelajari adalah Dzat Yang Maha Agung dan Maha Mulia dan aqidah merupakan dasar bangunan Islam setiap muslim yang menjadi penentu kekokohan dan rapuhnya ke-Islaman seseorang. amalan ketaqwaan dan ketaatan kepada Allah juga berfungsi sebagai pembersih dan mensucikan hati. tidak ada lagi kemauan dan keinginan kecuali karena Allah.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir) Di samping tauhid. Namun demikian bagi orang yang telah dikaruniai taufiq dan hidayah oleh Allah mampu menjalankan ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah tidak diperbolehkan untuk merasa dan menganggap dirinya sudah bersih dan suci.tuhan-tuhan selain Allah.” (an-Nisa‟: 49) . Di hatinya hanya ada Allah dan kebenaran yang bisa berbuah menjadi amalan ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah.” (Asy-Syams:9) Juga firman-Nya: ) 18) “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri?” (An –Naazi‟at: 18) Zakkaa pada ayat ini adalah amalan ketaatan kepada Allah. Allah Ta‟ala berfirman: ) 6) “Celakalah orang-orang musyrik yang mereka itu tidak menunaikan zakat.” (Fush-shilat: 56) Kebanyakan ahli tafsir menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan kata “zakat” di ayat ini adalah “tauhid.

sempit dan sesak dadanya terhadap syariat Islam dan berat untuk menjalankan ketaqwaan kepada Allah. yakni sulit menerima kebenaran dan petunjuk.” (At-Taubah: 103) Allah mengumpulkan dalam ayat ini tentang manfaat zakat harta yaitu membersihkan dan mensucikan karena harta tidak akan suci/berkembang tanpa dibersihkan terlebih dahulu. Untuk menyempurnakan keislaman seorang hamba karena zakat termasuk rukun Islam. Sedangkan jika hati kotor maka yang terjadi adalah sebaliknya. C.” (an-Najm: 32) Pada hakikatnya hanya Allah yang menjadikan seseorang itu bersih dan suci dan hanya Allah Ta‟ala yang mengabarkan kebersihan dan kesucian seseroang. janganlah kalian mengatakan dirimu suci. Zakat Harta Adapun manfaat zakat harta adalah seperti yang difirmankan Allah: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka. Allah Ta‟ala berfirman: “tetapi Allah yang membersihkan/mensucikan siapa yang Dia kehendaki. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda: ‫ل‬ .“Maka.” (An-Nisa”49) Maka manfaat hati yang sudah dizakati (dibersihkan) akan dapat memudahkan seseorang untuk menerima kebenaran. Lapang dada menerima Islam. sebagai berikut: 1. Lebih jauh Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah menerangkan manfaat zakat harta itu. senang dan gembira dalam menjalankan ketaqwaan kepada-Nya. senang dalam menerima hidayah/petunjuk dari Allah.

5. 4b. 3. Untuk mensucikan akhlak orang yang berzakat karena dengan zakat dia akan keluar dari golongan orang-orang yang bakhil/pelit dan masuk pada golongan orang-orang derma.”(HR. dan haji ke Baitul Haram. menunaikan zakat. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda : “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sampai mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri. karena tidak bermanfaat mengeluarkan dengan tangannya tetapi masih diikat oleh hatinya. 4. Zakat dapat melapangkan dada dan menenangkan hati tetapi dengan dua syarat yaitu : 4a. puasa Ramadhan. Ketika mengeluarkan zakat harus lapang dada bukan dengan terpaksa. memberi makan dan orang yang shalat malam ketika manusia sedang tidur. Sebagai bentuk kesempurnaan iman karena kita senang manakala saudara kita memberikan hartanya pada kita dan begitu pula saudara kita akan senang kalau kita beri dia harta. Sebagai bukti benarnya iman orang yang berzakat karena nafsu itu sangat senang pada harta maka seseorang tidak akan menyerahkan hartanya kecuali karena menginginkan sesuatu yang lebih baik dari harta itu yaitu ridho Allah yang nilainya jauh lebih baik dan lebih sempurna untuk hamba. suka menebar salam. . Zakat menjadi sebab masuk surga karena surga itu diperuntukkan bagi orang baik pembicaraannya. 2. dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.Islam itu dibangun di atas lima dasar mengucapkan syahadat bahwa tidak ada ilah yang hak selain Allah. Dia harus sanggup mengeluarkan hartanya dari hatinya sebelum dikeluarkan dari tangannya. menegakkan sholat. Muslim) 6. sehingga hati akan mengikutinya karena hatinya akan gelisah ketika seseorang meninggalkan kebiasaan baiknya.

si fakir berjalan kaki. Karena orang miskin merasa bahwa pada orang kaya ada haknya yang ditahan. Ahmad) 11. dan mendirikan shalat malam sedangkan manusia sedang tidur. Perbedaan sosial yang mencolok sering memunculkan ketidakharmonisan sosial.” (HR. Si kaya naik mobil. Menjadikan masyarakat muslimin seperti satu keluarga. si fakir tidur beralas tikar dan berselimut angin dingin. Zakat dapat meredam sifat memberontaknya orang-orang fakir.” (Al-Qashash: 77) 8. 10. menyadari bahwa saudaranya yang lemah dan miskin butuh derma dan kepeduliannya.” (HR. si fakir harus menguras tenaga dan keringat hanya untuk sesuap nasi. Tirmidzi hadits hasan shahih) 7. perampokan dan penipuan. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda: “Setiap orang dalam naungan shodaqohnya pada hari kiamat. Zakat dapat mencegah dosa-dosa harta seperti pencurian. . suka memberi makan. munculnya sifat kepedulian orang yang mampu kepada orang yang lemah. 9. Zakat dapat mendorong manusia untuk mengetahui dan mempelajari syariat dan hukum Allah karena zakat tidak bisa dilaksanakan tanpa didahului ilmu. Si kaya makan segala yang dia mau. Tetapi jika si kaya bersifat derma dan peduli pada saudaranya maka ini dapat menenangkan keadaan dan meredam kecemburuan sosial dan meredam munculnya benih-benih pemberontakan si miskin terhadap si kaya. perampasan. sehingga menghambat terlaksananya kebutuhan si miskin. Zakat dapat menyelamatkan dari panasnya hari kiamat. suka menebar salam. Allah Ta‟ala berfirman: “Berbuatlah ihsan/kebaikan sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.“Surga itu bagi orang yang memperbagus pembicaraannya. Si kaya tinggal di istananya. yang kaya kepada yang miskin. sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadanya.

Inilah manfaat zakat hati dan zakat harta semoga kita mampu melaksanakannya dengan baik dan benar.” (HR. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda. Zakat dapat mencegah dari mati jelek (su‟ul khotimah). Zakat dapat menumbuhkan dan mengembangkan harta. kebangkrutan. Zakat dapat meredam murka Allah. Zakat itu mencegah turunnya bala‟ dari langit. 15. Ibnu Majah) 14.” (HR. Dalam hadits disebutkan: ‫ل‬ “Tidaklah zakat itu mengurangi harta. 17. “Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda. Bukhori) Seringnya penyakit harta itu dapat memberangus harta secara keseluruhan seperti kebakaran. karena zakat melindungi harta dari penyakit-penyakitnya dan Allah akan memberkati harta yang bersih. hadits hasan shahih). Zakat dapat menghapus kesalahan dan dosa.” (HR.” Zakat itu dapat meredam murka Allah dan mencegah mati jelek. Berikut tabel Perhitungan Zakat : . Tirmidzi) 16. dalam hadits disebutkan: “Tidaklah suatu kaum menolak zakat harta mereka kecuali mereka telah menolak turunnya hujan dari langit. Dalam hadits disebutkan: ‫ل‬ ‫ل ل‬ Dari Anas Radliyallahu „anhu dia berkata. 13.12. Tirmidzi. atau sakit yang menguras hartanya. Zakat itu dapat menjadi sebab turunnya kebaikan. “ “Shodaqoh/zakat itu dapat memghapus kesalahan sebagaimana air dapat meredam api.” (HR.

temukan file zakat.php.or. Maraji‟ : 1. (Dikutip dari artikel Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal).Silakan klik www.gif untuk mendownloadnya. al Akh Syamsu Muhajir dengan . Allahu a'lam. Mawaridul aman karya Al-Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah Rahimahullah. 2.salafy.id/download. Syarhul Mumti‟ zadil mustaqni‟ karya Asy-Syaikh Al-Utsaimin Rahimahullah. ditulis oleh Panitia Ramadhan majelis Taklim dan Dakwah As-Sunnah.

id/print. Dan hadits sebelumnya sebagai syahid] Sebagian Ahlul ilmi menyatakan bahwa zakat fithri telah mansukh oleh hadits Qais bin Sa‟ad bin Ubadah. padanya ada Al Hasan ber-„an‟anah.”195)[Riwayat Abu Daud (1622) dan An Nasa‟I (5/50). Sumber artikel : http://www.salafy. ia berkata: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam memerintahkan kami dengan shadaqah fithri sebelum diturunkannya (kewajiban) zakat dan tatkala diturunkannya . 05:03:44 1.or.”194)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984) dan tambahannya pada Muslim] Dan berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri. Hukumnya Zakat Fitri ini (hukumnya) wajib berdasarkan hadits (dari) Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma:“Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri [pada bulan Ramadhan kepada manusia].php?id_artikel=801 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11. Malang. Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.muraja‟ah Al Ustadz Usamah Mahri. 28 Oktober 2004. '08 11:13 PM untuk semuanya Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori.

atau satu gantang gandum atas hamba dan orang yang merdeka. mungkin Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mencukupkan dengan perintah yang pertama.”197)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984)] Sebagian Ahlul ilmi ada yang mewajibkan zakat fithri pada hamba yang kafir karena hadits Abu Hurairah Radhiallahu anhu: “Hamba tidak ada zakatnya kecuali zakat fithri. tidak mengharuskan dimansukhknya hukum sebelumnya. karena turunnya suatu kewajiban tidaklah menggugurkan kewajiban yang lain. laki-laki. orang yang merdeka maupun hamba. dan dikeluarkan oleh An Nasa‟I (5/49) dan Ibnu Majah (1/585) dan Ahmad (6/6).” Imam Al Khathabiy Rahimahullah berkata dalam Ma‟alimus Sunan (2/214): “Ini tidak menunjukkan hilangnya kewajiban zakat fithri. perempuan. dan sanadnya shahih] dan kalaupun dianggap shahih tidak ada dalil yang menunjukkan atas naskh (diahapusnya) hadits Qais yang menunjukkan wajibnya zakat fithri. “Tidak wajib atas orang yang puasa karena hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri. Yang lain berkata. kecil dan besar dari kalangan kaum muslimin. sedang hadits Ibnu Umar khusus.”198) [HR Muslim (982)] Hadits ini umum. yang jelek dan (memberi) . Ibnu Khuzaimah (4/81) dan Al Hakim (1/410) dan Al Baihaqi (4/159) dari beberapa jalan.” 2. Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri sebanyak satu gantang kurma. Siapa yang Wajib Zakat ? Zakat fithri wajib atas kaum muslimin. besar. tetapi hanya menunjukkan tambahan dalam jenis ibadah. anak kecil.” Al Hafidz Rahimahullah menjawab sangkaan tersebut dengan perkataannya (3/368): “bahwa pada sanadnya ada rawi yang tidak dikenal196) [Akan tetapi hadits tersebut mempunyai penguat.(kewajiban) zakat beliau tidak memerintahkan kami dan tidak pula melarang kami. sudah maklum hadits khusus jadi penentu hadits umum. kedudukan zakat harta (sebagaiman) kedudukan zakat fithri (yaitu) berkaitan dengan riqab (orang perorang). tetapi kami mengerjakan (mengeluarkan zakat fithri). pensuci bagi orang yang puasa dari perbuatan sia-sia.

makanan bagi orang yang miskin. ada yang bilang hinthah (gandum yang bagus) ada yang bilang selain itu. tetapi kami tidak menemukan dalil akan hal itu.” Al Hafidz menjawab (3/369): “Pensucian disebutkan untuk menghukumi yang dominan. satu gantang susu. satu gantang susu kering. satu gantang anggur kering. satu gantang gandum. jika „illat diwajibkannya karena pensucian. semuanya telah dilakukan oleh para sahabat berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: . 3.”200) [HR Bukhari (3/294) dan Muslim (985)] Dan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan atu gantang gandum. satu gantang kurma. zakat fithri diwajibkan pula atas orang yang tidak berpuasa seperti diketahui keshahihannya atau orang yang masuk Islam sesaat sebelum terbenamnya matahari. jika berserikat dalam „illat berserikat pula dalam hukum. namun yang paling kuat (yang membuat hati ini tenang) lafadz di atas mencakup seluruh yang dimakan termasuk hinthah dan jenis lainnya. Macam Zakat Fithri Zakat Fithri dikeluarkan berupa satu gantang gandum. satu gantang korma dan satu gantang salt.”199) [Telah lewat takhrijnya] Imam Al Khathabiy dalam Ma‟alimus Sunan (3/214) menegaskan: “Zakat fithri wajib atas orang yang puasa yang kaya atau orang fakir yang mendapatkan makanan dari dia. satu gantang korma.” Sebagian lagi berpendapat bahwa zakat fithri wajib juga atas janin. baik menurut masyarakat maupun istilah. maka seluruh orang yang puasa butuh akan hal itu. satu ganang anggur kering atau salt (sejenis gandum yang tidak berkulit). karena hadits Abu Sa‟id Al Khudri Radhiallahu anhu: “Kami mengeluarkan zakat (pada zaman Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam) satu gantang makanan.”201) [Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/80) dan Al Hakim (1/409-410) Telah ikhtilaf dalam tafsir lafadz makanan dalam hadits Abu Sa‟id Al Khudri. tepung dan adonan. karena janin tidak bisa disebut sebagai anak kecil atau besar.

yang membawa korma diterima. Ukuran Zakat Fithri Seorang muslim diperbolehkan zakat fithri sesuai dengan jenis yang disebutkan tadi. aku mengira beliau berkata: “yang membawa adonan diterima. susu yang dikeringkan dan korma. yang membawa salt (gandum yang tidak berkulit) diterima. mereka ikhtilaf tentang hinthah. besar. anggur kering. dan yang paling sahahih berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam: “Tunaikanlah satu gantang gandum atau korma.”204) [Telah lewat takhrijnya] Yang membantah seluruh dalil orang yang menyelisihi kita adalah satu pembahasan yang akan datang ketika menjelaskan takaran zakat fithri. tetapi berdasarkan hadita marfu‟ sampai kepada Rasululllah Shalallahu „alaihi wassalam. 4. “Barangsiapa yang mengeluarkan berupa tepung akan diterima. agar kaum muslimin yang mendudukkkan sahabat sesuai dengan kedudukan mereka. dan bahwa satu mud hinthah itu melebihi yang ada di sini. ada yanga mengatakan setengah gantang ini yang rajih.”205) [Riwayat Abu Daud (2340).”202) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). menurut hadits-hadits yang shahih yang menegaskan adanya hinthah bahwa dua mud hinthah sama dengan satu gantang anggur.“Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam menyuruh kami untuk mengeluarkan zakat Ramadhan satu gantang makanan dari anak kecil. diterima. barangsiapa yang mengeluarkan berupa adonan. aku mengira beliau berkata. budak dan orang yang merdeka. Ini dikuat-kan oleh perkataan Abu Sa‟id: “Dulu makanan kami adalah gandum. sanadnya hasan] Adapun hadits-hadits yang menafikan adanya hinthah (gandum) atau bahwasanya Mu‟awiyah Radhiallahu anhu berpendapat untuk mengeluarkan dua mud dari samara (gandum) Syam. Barangsiapa yang memberi salt (sejenis gandum yang tidak berkulit) akan diterima. Nasa‟I . untuk dua orang satu gantang dari gandum atas orang merdeka. sanadnya hasan] Dari beliau Shalallahu „alaihi wassalam bersabda: “Zakat fithri satu gantang makanan. yang membawa anggur kering diterima. bahwa pendapat Mua‟wiyah bukanlah ijtihad hasil dari pemikiran sendiri. hamba. anak kecil atau besar.”203) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). barangsiapa yang membawa gandum diterima.

mereka adalah orang-orang miskin berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam zakat fithri sebagai pembersih (diri) bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perbuatan kotor dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Dan dikeluarkan Al Baihaqi (4/161) dari jalan yang lain dari Ali. Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih] 5. karena hal itu sangat penting. Pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam di dalam Majmu‟ Fatawa (2/71-78) serta murid beliau Ibnul Qayyim pada kitabnya yang bagus Zaadul Ma‟ad (2/44). dan sanadnya terputus. dan kiloan yang teranggap adalah kiloan-nya orang madinah. Dan Syaikhul Islam telah membentahnya pada kitab yang telah disebutkan baru saja. Maka -dengan jalan-jalan inimaka haditsnya menjadi hasan] 6. orang yang merdeka dan budak. Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih]. . Nasa‟I (7/281). Siapakah yang harus dibayar zakatnya? Seorang muslim harus mengeluarkan zakat fithri untuk dirinya dan seluruh orang yang dibawah tanggungannya. Sebagian Ahlul ilmi berpendapat bahwa zakat fithri diberikan kepada delapan golongan. tetapi (pendapat) ini tidak ada dalilnya. Dan padanya ada jalan yang mauquf dari Ibnu Umar pada Inu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (4/37) dengan sanad shahih. Kemana Disalurkannya Zakat tidak boleh diberikan kecuali kepada orang yang berhak menerimanya. berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “kami diperintah oleh Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam (mengeluarkan) shadaqah fithri atas anak kecil dan orang tua.(7/281). maka lihatlah kitab tersebut. baik anak kecil maupun orang tua laki-laki dan perempuan. Gantang yang teranggap adalah gantangnya penduduk Madinah.”206) [Riwayat Abu Daud (2340).”207) [Dikeluarkan oleh Daruquthni (2/141) dan Ibnu Umar dengan sanad dhaif (lemah). orang merdeka dan hamba dari orang-orang yang membekalinya.”208) [Telah lewat takhrijnya]. berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Timbangan yang teranggap adalah timbangannya Ahlu Mekah.

” 7. Hikmah Zakat Allah 'Azza wa Jalla mewajibkan zakat sebagai pensucian diri bagi orang-orang yang berpuasa dari (perbuatan) sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin . Beliau (Ibnu Umar) mengeluarkan zakatnya satu hari atau dua hari sebelum „Iedul Fithri. Sungguh Nabi Shalallahu „alaihi wassalam telah mewakilkan kepada Abu Hurairah Radhiallahu anhu.”211) [Telah lewat takhrijnya] 8.”209) [Dikeluarkan oleh Bukhari (4/396)] Dan sungguh dahulu pernah Ibnu Umar Radhiallahu anhuma mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang menangani zakat dan mereka adalah panitia yang dibentuk oleh Imam (pemerintahan. aku katakan: “Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu gantang?” Berkata Ayyub: “Apabila petugas telah duduk (bertugas).Termasuk amalan sunah jika ada seseorang yang bertugas mengumpulkan zakat tersebut (untuk diberikan kepada yang berhak –pent).” Aku katakan: “Kapankah petugas itu mulai bertugas?” Beliau menjawab: “Satu hari atau dua hari sebelum “Idul Fithri. Waktu Penunaian Zakat Zakat fithri ditunaikan sebelum orang-orang keluar (rumah) menuju sholat „Id dan tidak bleh diakhirkan (setelah) shalat atau dimajukan penunaiannya. pent) untuk mengumpulkannya. cet. kecuali satu atau dua hari (sebelum „Id)210) [Lihat pada kitab Ahkamul „Idain fis Sunnah Al Muthaharah karya Ali Hasan Ali Abdul Hamid. dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/83) dari jalan Abdul Warits dari Ayyub.maktabah Al Islamiyah] berdasarkan perbuatan Ibnu Umar Radhiallahu anhuma –berdasarkan kaidah rawi hadits diketahui dengan makna riwayatnyamaka apabila penunaian zakat itu diakhirkan (setelah) shalat maka dianggap sebagai shadaqah berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “… Barangsiapa yang menunaikan zakatnya sebelum shalat maka dia adalah zakat yang diterima. ia berkata: “Rasulullah mengkhabarkan kepadaku agar aku menjaga zakat Ramadhan. dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka dia adalah merupakan shadaqah dari beberapa shadaqah (yang ada).

Ke 5 th 1416 H. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Bab "Zakat Fitrah".id/print. Adapun secara syar‟i.php?id_artikel=777 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Menunaikan zakat. '08 11:13 PM untuk semuanya Menunaikan zakat. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. zakat adalah hak (bagian) yang wajib dikeluarkan dari harta tertentu. secara bahasa berarti tambahan (az-ziyadah) dan pensucian (ath-thaharah). 13:08:00 Bersihkan harta dengan berzakat Pengertian zakat Zakat. (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). .salafy. 23 Oktober 2004.or. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly.untuk mencukupi (kebutuhan ) mereka pada hari yang bagus tersebut berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma yang telah lalu. upaya pembersihan harta kita Sep 11. untuk dibagikan kepada golongan tertentu dan di waktu tertentu. upaya pembersihan harta kita Penulis: Panitia Ramadhan majelis Taklim dan Dakwah As-Sunnah Fiqh. Sumber artikel : http://www. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet.

(QS. Baqarah : 43) 2. berdasarkan : 1. Ambillah zakat itu dari orang-orang kaya di antara meerka. 4) Melimpahkan barakah. Dan bagikanlah kepada orang-orang miskin di antara mereka. firman Allah subhanahu wata‟ala : ”Dan dirikanlah shalat.” (Hadits Muttafaqun alaih) 3. menjauhkan. Dalil dari As-Sunnah Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika mengutus Muadz bin Jabal ke negeri Yaman : “Beritahu kepada mereka.Kedudukan zakat dalam Islam Zakat adalah termasuk salah satu rukun Islam yang lima. bahwa Allah subhanahu wata‟ala mewajibkan zakat. shalat. berkembangnya harta serta mendapatkan balasan/ ganti yang lebih baik dari sisi Allah I. Para sahabat Nabi pun telah bersepakat bolehnya memerangi orang-orang yang tidak mau mengeluarkan zakat. diri dari sifat kikir/ bakhil. Rukun Islam yang lima yaitu : Bersyahadat. Hikmah disyariatkannya zakat : 1) Terjalinnya hubungan kasih sayang antara si kaya dan si miskin. 2) Membersihkan dan mensucikan jiwa. AtTaubah : 103) 3) Membiasakan diri berbuat dermawan. bersikap mulia dan rasa iba terhadap orang-orang yang membutuhkan. zakat dan haji ke baitullah bagi yang mampu. tunaikanlah zakat” (QS. (QS. puasa. Saba‟ : 39) Hukum Zakat Wajib hukumnya mengeluarkan zakat. Dalil tentang hal ini diantaranya adalah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dalam . Dalil Ijma‟ Kaum Muslimin telah bersepakat tentang wajibnya zakat. Dalil Al-Qur‟an.

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah. Ancaman bagi orang yang tidak menunaikan zakat. sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam. golongan yang berhak menerima zakat adalah 8 golongan : . dan Bab “Memerangi orang yang enggan menunaikan zakat.35) Syarat-syarat wajib zakat : 1) Beragama Islam (bukan orang kafir) 2) Telah mencukupi nishabnya. maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu" (QS. maka ia KAFIR. zaktnya dikeluarkan seketika selesai panen. lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka : "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. Dan brangsiapa yang yakin tentang wajibnya zakat tetapi ia enggan menunaikannya maka ia FASIQ (maksiat kepada Allah subhanahu wata‟ala). At-Taubah : 34 . Bab “Memungut „Inaq (anak kambing betina umur satu tahun ke bawah) dalam shadaqoh". 3) Telah lewat masa satu tahun (haul). maka beritahukanlah kepada mereka. Allah subhanahu wata‟ala berfirman : ‫ل‬ ) 34) “Hai orang-orang yang beriman. kecuali hasil bumi. Golongan penerima zakat Berdasarkan firman Allah dalam Al-Qur‟an surat At-Taubah ayat 60.” Barangsiapa yang menolak dengan sadar tentang kewajiban menunaikan zakat.Bab “Wajibnya Zakat”. lalu dibakar dengannya dahi mereka. (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.

ditulis oleh Panitia Ramadhan majelis Taklim dan Dakwah As-Sunnah. Sumber artikel : http://www. Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya./** (Dikutip dari artikel Pengertian Zakat. 4) Para mu'allaf (orang yang baru masuk Islam atau orang-orang yang diharapkan keislamannya).id/print.php?id_artikel=766 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar . Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah mengutus Umar Ibnul Khattab untuk menarik zakat dari Khalid Ibnul Walid. Ibnul Jamil dan selainnya. 7) Mujahidin (orang-orang yang berjihad di jalan Allah).1) Orang-orang fakir. Termasuk kewajiban kaum muslimin adalah menyambut dan memuliakan mereka karena mereka sedang dalam menjalankan tugas agama mengingatkan dan membantu orang-orang kaya melaksanakan kewajibannya menunaikan zakat.salafy. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengutus sebagian sahabat untuk menarik zakat dari orang-orang kaya dan menyalurkannya kepada orang-orang yang berhak menerimanya. 2) Orang-orang miskin. 6) Gharimin (orang-orang yang berhutang). 8) Ibnussabil (orang-orang yang sedang kehabisan bekal dalam perjalanan) Kedudukan petugas zakat Kedudukan petugas zakat diakui oleh syariat Islam. Sebagai contoh. al Akh Syamsu Muhajir dengan muraja‟ah Al Ustadz Usamah Mahri. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori. Malang. untuk memerdekakan dirinya. 5) Budak.or. 3) Pengurus-pengurus (amil) zakat.

yaitu hidup sibuk dengan upaya peningkatan iman dan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala.Beberapa faidah ibadah berpuasa kita Sep 11. Sebenarnya. atau hanya sekedar untuk latihan pengekangan nafsu dan atau hanya sekedar untuk mengangkat manusia dari derajat hewan. sebagai dasar ketenangan dan ketentraman hidup. semua pelaksanaan perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang dilaksanakan sebagai amalan ibadah. Baik dipahami maupun maupun tidak. '08 11:11 PM untuk semuanya Beberapa faidah ibadah berpuasa kita Penulis: Al Ustadz Abdurrahim Fiqh. baik bahaya di dunia maupun di akhirat. Demikian halnya dengan syariat puasa Romadhon yang sedang yang kita jalani ini. sepintas lalu kebanyakan orang yang kalah dengan nafsunya beranggapan bahwa puasa itu hanya sebagai beban yang memberatkan. atau hanya sekedar sebagai ujian keimanan dari Allah . Walaupun.atau hanya sekedar sebagai amalan ibadah yang berhak dihargai dengan suatu balasan dan pahala seperti halnya orang jual beli dengan penentuan harga. pasti mengandung manfaat dan faedah. baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. pasti mengandung faedah dan manfaat dan semua yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala pasti karena berakibat mudharat dan bahaya bagi hamba Allah Subhanahu wa Ta‟ala. kelezatan hati. sebagai makanan hati yang utama dan sebagai sumber kekuatan manusia yang hakiki yang hanya dengan ini kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba bisa dicapai. . baik di sadari ataupun tidak pasti karena bahayanya. yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan bagi orang beriman dan bertakwa perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala itu adalah qorrotul „uyun (penyejuk hati). 23 Oktober 2004. 12:52:33 Beberapa Faidah Puasa Semua perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang Dia syariatkan.

sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Muttafaqun alaihi) Beliau bersabda : “Orang yang paling banyak kenyang di dunia adalah yang paling lama lapar di akhirat. Sayyidatina Aisyah rodhiyallohu anha berkata : ‫ل‬ “Keluarga Muhammad tidak pernah kenyang walaupun dengan roti gandum dua hari berturut-turut sampai Beliau wafat.” Al-Imam Al-Baihaqi meriwayatkan : „Dunia adalah penjaranya orang mukmin dan surganya orang kafir.” (QS. Al-Bazzar ) Al-Imam Ath-Thabrani juga meriwayatkan dengan sanad hasan dengan lafadz : “Orang yang banyak kenyang di dunia mereka adalah orang yang banyak lapar di akhirat. Hal ini sudah diterangkan oleh Rasulullah shollallohu alaihi wasallam dan telah dicontohkan oleh Beliau dan keluarga Beliau. pasti mengandung faedah dan manfaat yang sangat besar untuk kesehatan badan dan kesehatan hati.” (HR.” (HR. Ahmad dan An-Nasa‟i) Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman : “Hai manusia. Yunus : 57) Menahan lapar di bulan puasa ataupun diluar bulan puasa ketika berpuasa maupun tidak.” .Seperti sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam : “Dijadikan (oleh Allah) penyejuk hatiku dalam sholat.

jika tidak bisa tidak (terpaksa) maka makanlah sepertiga makanan sepertiga untuk minuman dan sepertiganya untuk nafasnya. hendaknya Bani Adam makan sekedar menegakkan punggungnya. Maka. mereka itulah paling jeleknya ummatku.” Manfaat lapar terhadap kesehatan badan adalah seperti yang dikatakan oleh Ibnu Masiwaih : “Sekiranya manusia mau mengamalkan hadits ini (riwayat Tirmidzi) mereka akan selamat dari sakit dan berbagai penyakit.” Al-Harits seorang dokter Arab mengatakan : .” Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan hadits : “ Tidaklah Bani Adam memenuhi kantong yang lebih jelek dari perutnya. Kemudian akan datang suatu kaum mereka memberikan persaksian padahal tidak diminta persaksiannya.” (HR. kemudian generasi berikutnya kemudian berikutnya. Dan banyak di kalangan mereka orang-orang gemuk/ gendut. menutup rumah sakit dan mengistirahatkan toko obat/ apotik. Mereka banyak bernadzar tetapi tidak menunaikannya. Al-Imam Ash-shon‟ani rahimahullah berkata : “Hadits ini menunjukkan atas tercelanya banyak makan dan kenyang karena menimbulkan berbagai penyakit dan memberatkan seseorang untuk melaksanakan hukum syar‟i/ ibadah.” Al-Imam Thabrani dan Ibnu Abi Dunya meriwayatkan hadits : “Akan terjadi pada ummatku seseorang memakan semua jenis makanan. memakai semua jenis pakaian dan banyak berbicara. meminum semua jenis minuman. Imam Tirmidzi) Setelah membawakan sebagian hadits-hadits di atas. Hal itu karena sumber segala penyakit adalah kenyang.Al-Imam Muslim juga meriwayatkan hadits dari Rasulullah bahwa Beliau bersabda : “Sebaik-baik generasi adalah generasiku.

mencerdaskan manusia dan menajamkan bashiroh. Berkata Dzunnun „ailaihissalam : “Saya tidak pernah kenyang kecuali saya berbuat maksiat atau berkeinginan untuk bermaksiat”. Adapun manfaat lapar untuk kesehatan hati. membisukan hikmah.“Yang banyak membunuh manusia adalah karena manusia suka memasukkan makanan pada perut sebelum makanan dalam perut dicerna. mendudukkan anggota badan dari beribadah dan pada perut kosong itu banyak faedahnya yaitu menjernihkan hati . Kenyang itu menyebabkan kedunguan. terluput dari berbagai kemamfataan duniawi dan ukhrowi”. Berkata „Aisyah radiyallahu „anha: “Bid‟ah pertama yang terjadi setelah Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam adalah kenyang sesungguhnya suatu kaum ketika kenyang perutnya keras nafsunya untuk mendapatkan dunia” Berkata al Imam ash Shan‟ani rahimahullah : “Sesungguhnya lapar itu adalah penjaga dari penjagaan Allah dan pertama yang terhindar dengan lapar adalah dorongan syahwat jima‟ dan syahwat berbicara karena bagi orang yang lapar tidak ada keinginan untuk berbicara kecuali sangat penting sehingga dia terhindar dari berbagai penyakit lisan. membutakan hati dan memperbanyak uap dan cairan dalam lambung. pada orang yang lapar juga tidak bangkit padanya syahwat jima‟nya sehingga terhindar dari penyaluran syahwat yang diharomkan.” Yang lain mengatakan : “Kalau kamu bertanya pada ahli kubur. .”kenyang”. orang lapar juga sedikit tidur karena orang yang banyak makan dan minum akan banyak tidur yang dapat membawa kepada kerugian di dunia dan akhiratnya. apa penyebab kematianmu? Kebanyakan mereka menjawab. para ulama telah menerangkannya : Luqman al Hakim berwasiat pada putranya : “Wahai putraku jika kamu penuhi lambungmu maka akan tidur pikiranmu.

” Diriwayatkan dari Amir bin Qois . minumlah sepertiga perutmu dan biarkan sepertiga untuk bernafas dan berfikir.” Diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Abi Dawud bahwa telah dikatakan padanya : “Lapar itu banyak menolong seseorang bersegera melakukan kebaikan.” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : “Wahai Bani Adam. dan terus kalian akan diuji dengan makan sampai hari kiamat. lembutnya jiwa. jika lapar dan haus maka bersih hati dan lembut dan jika perut .” Beliau juga berkata : “Tidaklah hikmah itu berada di perut yang penuh. karena kenyang itu mengeraskan hati.” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : “Adalah bapak kita Adam diuji dengan makan. kuatnya pemahaman.” Berkata Abu Imran Al-Juwaini : “Sesungguhnya nafsu.” Beliau juga berkata : “Barangsiapa mampu menguasai perutnya maka dia akan mampu menguasai amal sholehnya. makanlah sepertiga perutmu. bahwa dia berkata : “Jauhilah oleh kalian kenyang.” Telah berkata Malik bin Dinar rahimahullah : “Tidak semestinya. seorang mukmin menjadikan perutnya paling besar cita-citanya dan menjadikan syahwatnya menguasai dirinya. Sedangkan kenyang menyebabkan lawannya.Berkata Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah : “Lapar itu menyebabkan lembutnya hati.” Ibnu Abi Dunya meriwayatkan bahwa Ibnu Umar berkata : “Aku tidak pernah kenyang sejak aku masuk Islam. lemahnya nafsu dan kemarahan.

kenyang dan lega maka hatinya buta.” Beliau berkata : “Kunci dunia adalah kenyang dan kunci akhirat adalah lapar, dan pangkal segala kebaikan dunia dan akhirat adalah takut kepada Allah. Sesungguhnya Allah memberikan dunia ini kepada orang yang dicintai dan yang tidak, dan sesungguhnya lapar itu di sisi Allah ada simpanan yang ditunda dan tidak diberikan kecuali kepada orang yang dicintai-Nya.” Berkata Al-Imam Asy-Syafi‟i rahimahullah : “Saya tidak pernah kenyang selama 16 tahun, karena kenyang itu memberatkan badan, menghilangkan kecerdasan, membuat banyak tidur dan melemahkan seseorang untuk melakukan ibadah.”

Demikian kehidupan Rasulullah dan para shahabat. Beliau dan para shahabatnya lebih memilih banyak lapar dari pada kenyang karena kefahamannya terhadap faedah lapar dan bahaya kenyang, lebih memilih mengekang syahwatnya daripada menurut syahwat, dan bukannya pada mereka tidak ada makanan tetapi beliau-beliau lebih memilih keadaan yang lebih baik dan lebih sempurna daripada lawannya. Mereka makan dan minum sekedar dapat melaksanakan ibadah, karena hanya untuk itu (untuk beribadah) diciptakannya jin dan manusia.

Seringnya Rasulullah makan tiga hari sekali sampai wafat bukan makan sehari tiga kali seperti budaya kita. Allah berfirman : “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam : 59)

Ketika sholat sudah dilalaikan padahal sholat adalah tiang agama dan amalan yang diperintah untuk dijaga agar dikerjakan pada waktu-waktu terbaiknya maka amalan selain sholat sudah pasti akan lebih dilalaikan lagi.

Sholat adalah ukuran kedisiplinan seseorang, dan tidak ada yang lebih dapat melalaikan

sholat dan ibadah lainnya selain karena memperturutkan hawa nafsu, lebih mempertaruhkan hawa nafsu dan lebih memperturutkan kemauan hawa nafsunya daripada menjalankan hakhak Allah.

Semoga puasa kita pada bulan dan tahun ini diterima di sisi Allah sebagai ibadah yang diridhoi Allah, bermanfaat pada diri kita, baik dalam kehidupan di dunia, lebih-lebih sebagai bekal pada hari yang tidak bermanfaat harta dan anak-anak kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat. Wallahu a„lam bishshowab. Maraji‟ : 1. Tafsir Taisirul karimur Rohman, Al-Imam As-Sa‟di. 2. Bahjatun Nadzirin syarah Riyadhussholihin, karya Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly.AlImam Ibnul Qoyyim. 3. Jami‟ul Ulum wal Hikam karya Al-Imam ibnu Rajab rahimahullah. 4. Subulussalam Syarah Bulughul Maram, karya Al-Imam As-Shon‟ani rahimahullah.

(Dikutip dari artikel Diantara Faidah Puasa, ditulis oleh ustadz Abdurrahim, Malang. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori, Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=764 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar

Beberapa faidah ibadah berpuasa kita

Sep 11, '08 11:11 PM untuk semuanya

Beberapa faidah ibadah berpuasa kita Penulis: Al Ustadz Abdurrahim Fiqh, 23 Oktober 2004, 12:52:33 Beberapa Faidah Puasa Semua perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang Dia syariatkan, pasti mengandung faedah dan manfaat dan semua yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala pasti karena berakibat mudharat dan bahaya bagi hamba Allah Subhanahu wa Ta‟ala, baik bahaya di dunia maupun di akhirat. Baik dipahami maupun maupun tidak, baik di sadari ataupun tidak pasti karena bahayanya.

Demikian halnya dengan syariat puasa Romadhon yang sedang yang kita jalani ini, pasti mengandung manfaat dan faedah. Walaupun, sepintas lalu kebanyakan orang yang kalah dengan nafsunya beranggapan bahwa puasa itu hanya sebagai beban yang memberatkan, atau hanya sekedar sebagai ujian keimanan dari Allah ,atau hanya sekedar sebagai amalan ibadah yang berhak dihargai dengan suatu balasan dan pahala seperti halnya orang jual beli dengan penentuan harga, atau hanya sekedar untuk latihan pengekangan nafsu dan atau hanya sekedar untuk mengangkat manusia dari derajat hewan. Sebenarnya, semua pelaksanaan perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang dilaksanakan sebagai amalan ibadah, yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan bagi orang beriman dan bertakwa perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala itu adalah qorrotul „uyun (penyejuk hati), kelezatan hati, sebagai dasar ketenangan dan ketentraman hidup, sebagai makanan hati yang utama dan sebagai sumber kekuatan manusia yang hakiki yang hanya dengan ini kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba bisa dicapai, baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, yaitu hidup sibuk dengan upaya peningkatan iman dan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala.

Seperti sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam : “Dijadikan (oleh Allah) penyejuk hatiku dalam sholat.” (HR. Ahmad dan An-Nasa‟i) Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman :

Yunus : 57) Menahan lapar di bulan puasa ataupun diluar bulan puasa ketika berpuasa maupun tidak.” Al-Imam Al-Baihaqi meriwayatkan : „Dunia adalah penjaranya orang mukmin dan surganya orang kafir. Hal ini sudah diterangkan oleh Rasulullah shollallohu alaihi wasallam dan telah dicontohkan oleh Beliau dan keluarga Beliau.“Hai manusia. sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Sayyidatina Aisyah rodhiyallohu anha berkata : ‫ل‬ “Keluarga Muhammad tidak pernah kenyang walaupun dengan roti gandum dua hari berturut-turut sampai Beliau wafat.” (Muttafaqun alaihi) Beliau bersabda : “Orang yang paling banyak kenyang di dunia adalah yang paling lama lapar di akhirat.” (HR.” (QS. Al-Bazzar ) Al-Imam Ath-Thabrani juga meriwayatkan dengan sanad hasan dengan lafadz : “Orang yang banyak kenyang di dunia mereka adalah orang yang banyak lapar di akhirat. pasti mengandung faedah dan manfaat yang sangat besar untuk kesehatan badan dan kesehatan hati.” Al-Imam Muslim juga meriwayatkan hadits dari Rasulullah bahwa Beliau bersabda : “Sebaik-baik generasi adalah generasiku. kemudian generasi berikutnya kemudian .

” Manfaat lapar terhadap kesehatan badan adalah seperti yang dikatakan oleh Ibnu Masiwaih : “Sekiranya manusia mau mengamalkan hadits ini (riwayat Tirmidzi) mereka akan selamat dari sakit dan berbagai penyakit.”kenyang”.” Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan hadits : “ Tidaklah Bani Adam memenuhi kantong yang lebih jelek dari perutnya.” Al-Imam Thabrani dan Ibnu Abi Dunya meriwayatkan hadits : “Akan terjadi pada ummatku seseorang memakan semua jenis makanan. Dan banyak di kalangan mereka orang-orang gemuk/ gendut.” Yang lain mengatakan : “Kalau kamu bertanya pada ahli kubur.” Al-Harits seorang dokter Arab mengatakan : “Yang banyak membunuh manusia adalah karena manusia suka memasukkan makanan pada perut sebelum makanan dalam perut dicerna. .” (HR. mereka itulah paling jeleknya ummatku. menutup rumah sakit dan mengistirahatkan toko obat/ apotik. Hal itu karena sumber segala penyakit adalah kenyang. apa penyebab kematianmu? Kebanyakan mereka menjawab. Kemudian akan datang suatu kaum mereka memberikan persaksian padahal tidak diminta persaksiannya. jika tidak bisa tidak (terpaksa) maka makanlah sepertiga makanan sepertiga untuk minuman dan sepertiganya untuk nafasnya. Maka. hendaknya Bani Adam makan sekedar menegakkan punggungnya. memakai semua jenis pakaian dan banyak berbicara.berikutnya. Al-Imam Ash-shon‟ani rahimahullah berkata : “Hadits ini menunjukkan atas tercelanya banyak makan dan kenyang karena menimbulkan berbagai penyakit dan memberatkan seseorang untuk melaksanakan hukum syar‟i/ ibadah. meminum semua jenis minuman. Imam Tirmidzi) Setelah membawakan sebagian hadits-hadits di atas. Mereka banyak bernadzar tetapi tidak menunaikannya.

” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : . kuatnya pemahaman. orang lapar juga sedikit tidur karena orang yang banyak makan dan minum akan banyak tidur yang dapat membawa kepada kerugian di dunia dan akhiratnya. membisukan hikmah. mendudukkan anggota badan dari beribadah dan pada perut kosong itu banyak faedahnya yaitu menjernihkan hati . lemahnya nafsu dan kemarahan.Adapun manfaat lapar untuk kesehatan hati. terluput dari berbagai kemamfataan duniawi dan ukhrowi”. Sedangkan kenyang menyebabkan lawannya. Berkata „Aisyah radiyallahu „anha: “Bid‟ah pertama yang terjadi setelah Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam adalah kenyang sesungguhnya suatu kaum ketika kenyang perutnya keras nafsunya untuk mendapatkan dunia” Berkata al Imam ash Shan‟ani rahimahullah : “Sesungguhnya lapar itu adalah penjaga dari penjagaan Allah dan pertama yang terhindar dengan lapar adalah dorongan syahwat jima‟ dan syahwat berbicara karena bagi orang yang lapar tidak ada keinginan untuk berbicara kecuali sangat penting sehingga dia terhindar dari berbagai penyakit lisan. Berkata Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah : “Lapar itu menyebabkan lembutnya hati. membutakan hati dan memperbanyak uap dan cairan dalam lambung. para ulama telah menerangkannya : Luqman al Hakim berwasiat pada putranya : “Wahai putraku jika kamu penuhi lambungmu maka akan tidur pikiranmu. Kenyang itu menyebabkan kedunguan. lembutnya jiwa. mencerdaskan manusia dan menajamkan bashiroh. pada orang yang lapar juga tidak bangkit padanya syahwat jima‟nya sehingga terhindar dari penyaluran syahwat yang diharomkan. Berkata Dzunnun „ailaihissalam : “Saya tidak pernah kenyang kecuali saya berbuat maksiat atau berkeinginan untuk bermaksiat”.

” Diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Abi Dawud bahwa telah dikatakan padanya : “Lapar itu banyak menolong seseorang bersegera melakukan kebaikan. bahwa dia berkata : “Jauhilah oleh kalian kenyang.” Diriwayatkan dari Amir bin Qois . minumlah sepertiga perutmu dan biarkan sepertiga untuk bernafas dan berfikir. dan terus kalian akan diuji dengan makan sampai hari kiamat.” Beliau juga berkata : “Tidaklah hikmah itu berada di perut yang penuh.” Telah berkata Malik bin Dinar rahimahullah : “Tidak semestinya.” Berkata Abu Imran Al-Juwaini : “Sesungguhnya nafsu. makanlah sepertiga perutmu.” Beliau juga berkata : “Barangsiapa mampu menguasai perutnya maka dia akan mampu menguasai amal sholehnya.” Ibnu Abi Dunya meriwayatkan bahwa Ibnu Umar berkata : “Aku tidak pernah kenyang sejak aku masuk Islam. Sesungguhnya Allah memberikan dunia ini kepada orang yang dicintai dan yang tidak. dan sesungguhnya lapar itu di sisi Allah ada .“Wahai Bani Adam.” Beliau berkata : “Kunci dunia adalah kenyang dan kunci akhirat adalah lapar.” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : “Adalah bapak kita Adam diuji dengan makan. seorang mukmin menjadikan perutnya paling besar cita-citanya dan menjadikan syahwatnya menguasai dirinya. jika lapar dan haus maka bersih hati dan lembut dan jika perut kenyang dan lega maka hatinya buta. dan pangkal segala kebaikan dunia dan akhirat adalah takut kepada Allah. karena kenyang itu mengeraskan hati.

Maryam : 59) Ketika sholat sudah dilalaikan padahal sholat adalah tiang agama dan amalan yang diperintah untuk dijaga agar dikerjakan pada waktu-waktu terbaiknya maka amalan selain sholat sudah pasti akan lebih dilalaikan lagi. membuat banyak tidur dan melemahkan seseorang untuk melakukan ibadah. Allah berfirman : “Maka datanglah sesudah mereka. lebih mempertaruhkan hawa nafsu dan lebih memperturutkan kemauan hawa nafsunya daripada menjalankan hakhak Allah. Seringnya Rasulullah makan tiga hari sekali sampai wafat bukan makan sehari tiga kali seperti budaya kita. maka mereka kelak akan menemui kesesatan. Sholat adalah ukuran kedisiplinan seseorang. Semoga puasa kita pada bulan dan tahun ini diterima di sisi Allah sebagai ibadah yang . lebih memilih mengekang syahwatnya daripada menurut syahwat. menghilangkan kecerdasan.” Berkata Al-Imam Asy-Syafi‟i rahimahullah : “Saya tidak pernah kenyang selama 16 tahun. karena kenyang itu memberatkan badan. pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya. Mereka makan dan minum sekedar dapat melaksanakan ibadah. dan tidak ada yang lebih dapat melalaikan sholat dan ibadah lainnya selain karena memperturutkan hawa nafsu.” Demikian kehidupan Rasulullah dan para shahabat.” (QS. karena hanya untuk itu (untuk beribadah) diciptakannya jin dan manusia.simpanan yang ditunda dan tidak diberikan kecuali kepada orang yang dicintai-Nya. Beliau dan para shahabatnya lebih memilih banyak lapar dari pada kenyang karena kefahamannya terhadap faedah lapar dan bahaya kenyang. dan bukannya pada mereka tidak ada makanan tetapi beliau-beliau lebih memilih keadaan yang lebih baik dan lebih sempurna daripada lawannya.

bermanfaat pada diri kita. Malang.AlImam Ibnul Qoyyim. 3. karya Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly. Al-Imam As-Sa‟di. Sumber artikel : http://www.php?id_artikel=764 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Bagaimana Menunaikan Zakat Fithri Sep 11. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori. karya Al-Imam As-Shon‟ani rahimahullah. baik dalam kehidupan di dunia. 4. ditulis oleh ustadz Abdurrahim.or. Jami‟ul Ulum wal Hikam karya Al-Imam ibnu Rajab rahimahullah. Bahjatun Nadzirin syarah Riyadhussholihin. Wallahu a„lam bishshowab. Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. '08 11:11 PM untuk semuanya Bagaimana Menunaikan Zakat Fithri Penulis: Ustadz Abu Hamzah Yusuf Fiqh. lebih-lebih sebagai bekal pada hari yang tidak bermanfaat harta dan anak-anak kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat. Tafsir Taisirul karimur Rohman. 02:26:13 .id/print. 21 Juli 2003.salafy.diridhoi Allah. Subulussalam Syarah Bulughul Maram. 2. Maraji‟ : 1. (Dikutip dari artikel Diantara Faidah Puasa.

Di antara amalan yang menyempurnakan puasa kaum muslimin di bulan yang penuh barokah ini adalah zakatul fithr. Zakat ini disebut demikian karena ia wajib ditunaikan pada saat kaum muslimin berbuka (menyelesaikan ibadah puasanya di bulan Ramadhan). Oleh karenanya disebut pula sebagai shodaqoh Ramadhan.

Menunaikan Zakat Fithri Sebagian para ulama menukilkan ijma' (kesepakatan) ulama tentang wajibnya menunaikan zakat ini. Dan ini adalah pendapat yang rajih/ kuat meskipun pada kenyataannya ada beberapa ulama yang menyatakan sunnahnya zakat fithri ini. Di antara yang memperkuat pendapat sebagian besar para ulama adalah hadits dari Ibnu 'Umar Radiyallahu 'anhu bahwa: "Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri (ketika Ramadhan berakhir) bagi setiap orang merdeka atau budak, lelaki atau perempuan, yang besar maupun kecil dari kalangan muslimin berupa kurma (tamr) atau gandum sebanyak 1 sha'. Dan beliau memerintahkan agar zakat ini ditunaikan sebelum kaum Muslimin keluar menuju lapangan (untuk menunaikan) sholat Ied. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Yang pasti, Allah Ta'ala mensyariatkan ibadah ini karena mempunyai keutamaan dan hikmah yang besar.Maka di antara hikmah dari zakat fithri adalah: 1. Sebagai pembersih bagi orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, menyempurnakan kekurangan pahala puasanya di bulan Ramadhan oleh karena perbuatan sia-sia/ dosa. 2. Sebagai bentuk rasa syukur yang ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala, setelah mampu menyelesaikan ibadah Ramadhan dengan baik. 3. Mempererat ukhuwwah antara kaum muslimin, di mana dengan pemberian zakat ini akan terjalin hubungan yang baik antara dhu'afa dan aghniya. Kaum dhu'afa tak lagi disibukkan dengan kerja keras banting tulang bahkan kadang terpaksa mengemis untuk memperoleh makanan yang akan dimakannya pada saat Idul Fithri. Dengan demikian mereka akan turut bergembira dan merasakan kemenangan di hari tersebut. Demikianlah di antara hikmah Allah Subhanahu wa Ta'ala, Dzat yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui segala sesuatu. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam Fathul Baari (III/369) berkata: "Zakat Fithri diwajibkan untuk orang yang berpuasa dan juga orang yang tidak berpuasa sebagaimana hal ini telah diketahui keshahihannya. Demikian pula orang yang baru masuk Islam sesaat

sebelum terbenam di hari terakhir bulan Ramadhan, maka ia pun terkena kewajiban menunaikannya."

Dengan apa zakat fithri dibayarkan Dari hadits di atas kita ketahui bahwa zakat fithri adalah dengan memberikan gandum dan tamr (kurma) seberat 1 sha'. Lalu apakah terbatas hanya pada dua jenis makanan ini? Maka pertanyaan ini akan terjawab dengan hadits marfu' (sanadnya sampai Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam) yang diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudry bahwasanya dia berkata: "Kami dahulu memberikan zakat fithri di masa Nabi Shalallahu „alaihi wassalam seukuran 1 sha' makanan atau 1 sha' kurma atau 1 sha' gandum atau 1 sha' aqith (susu kambing yang dipanaskan hingga berbusa lalu diambil saripatinya dan dibiarkan hingga mengeras) atau 1 sha' anggur kering."

Ternyata dalam dua hadits ini, tidak kita dapati penyebutan beras atau sagu sebagai bahan makanan pokok di negeri ini. Sehingga apakah kita harus mencari bahan-bahan yang tersebut dalam dua hadits di atas untuk membayar zakat fithri kita?

Kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah, pendapat yang paling masyhur di dalam madzhab Hanbali (madzhabnya pengikut Imam Ahmad ibnu Hanbal) adalah pendapat bahwa membayar zakat dengan bahan-bahan selain yang disebutkan dalam dua hadits di atas adalah tidak sah. Akan tetapi pendapat ini, wallahu a'lam, adalah pendapat yang marjuh/ lemah. Sebab dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudry mengatakan: "Kami (para sahabat Nabi) memberikan zakat fithri di masa Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam berupa 1 sha' makanan." Abu Sa'id Al-Khudry berkata: "Dan makanan kami pada saat itu adalah gandum, anggur kering, dan aqith."

Riwayat ini menunjukkan bahwa makanan yang dibayarkan adalah makanan pokok yang paling banyak dibutuhkan oleh penduduk suatu negeri. Dan ini adalah pendapat ulama dari madzhab Malikiyyah dan Syafi'i dan diriwayatkan pula dari Imam Ahmad, serta dibenarkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Syaikh Muqbil ibnu Hadi Al-Wadi'iy rahimahullah ta'ala. Syaikh Abdullah ibnu Abdirrahman ibnu Shalih Al-Bassam dalam Taisirul 'Allam –

keterangan beliau terhadap kitab Umdatul Ahkam – (I/404) mengatakan: "Bahan makanan yang paling utama untuk zakat fithri (dari bahan-bahan makanan yang ada) adalah bahan makanan pokok yang paling dibutuhkan oleh kaum muslimin (faqir dan miskin) setempat." Sehingga di Indonesia, bahan makanan yang paling baik untuk zakat fithri adalah beras. Wallahu a'lam.

Berapa ukurannya

Dalam masalah ini, para ulama berbeda pendapat. Namun pendapat yang paling kuat adalah bahwa ukuran (takaran) 1 sha' adalah sha' nabawy (seukuran 4 mud yang ditakar dengan dua tangan Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam). Dan apabila dikonversikan ke satuan timbangan (berat) maka 1 sha' nabawy setara dengan 2040 (dua ribu empat puluh) gram atau 2,04 kg. Wallahu a'lam.

Bolehkah menggantikan bahan pokok dengan uang yang senilai? Al-Imam An-Nawawy menukilkan dalam Syarah Muslim (VII/53) bahwa seluruh ulama (kecuali Abu Hanifah) tidak membolehkan zakat fithri yang dibayarkan dengan uang. Dan inilah yang rajih/ kuat berdasarkan beberapa hal: 1. Hadits tentang zakat fithri menunjukkan bahwa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mensyariatkan zakat ini untuk ditunaikan dalam bentuk makanan. 2. Amalan Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam dan sahabatnya menunjukkan bahwa mereka selalu menunaikan zakat ini berupa makanan, padahal kita mengetahui bahwa di masa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam pun telah beredar uang dinar dan dirham. Namun beliau dan para sahabatnya tetap menunaikan zakat dengan bahan makanan, tidak dengan dinar dan dirham.

Siapa yang harus dibayarkan zakatnya Setiap kaum muslimin (laki-laki dan perempuan) harus membayar zakatnya masing-masing jika dia memiliki kemampuan untuk membayarnya. Sehingga seorang wanita atau anak kecil yang memiliki harta harus menunaikan dengan hartanya. Adapun bila dia tidak memiliki harta maka yang harus membayar adalah orang yang menanggung nafkahnya kalau dia memiliki sesuatu yang lebih dari apa yang harus ia nafkahkan kepada orang-orang

Diceritakan oleh Abu Hurairah: "Rasulullah memberitahukan kepadaku agar aku mengurus zakat Ramadhan. maka wajib bagi tuannya untuk membayar zakat budak tersebut berdasarkan hadits dari Abu Hurairah: "Tidak ada kewajiban untuk membayarkan shodaqoh seorang hamba sahaya kecuali zakat fithri. Lalu mengapa zakat fithri ini tidak disalurkan kepada 8 golongan Sebagian para ulama menganggap bahwa zakat fithri disalurkan kepada 8 golongan. Bolehkah membentuk kepanitiaan untuk zakat fithri Di antara sunnah Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam dalam penunaian zakat fithri adalah pembentukan panitia khusus yang menerima zakat fithri dari kaum muslimin serta menyalurkannya kepada yang berhak menerima.yang berada di bawah tanggungannya pada malam Ied dan esoknya. pensuci bagi orang yang puas dari perbuatan sia-sia." . sebagaimana dikatakan oleh jumhur ulama. Bila dia tidak memiliki sesuatu kecuali apa yang harus dia nafkahkan untuk tanggungannya maka tidaklah wajib baginya untuk membayar." (HR. Sedangkan untuk zakat fithri adalah dalil khusus yaitu hadits Ibnu Abbas yang telah disebut di atas. Adapun hamba sahaya. Kepada siapa zakat fithri diberikan Zakat fithri diberikan kepada yang berhak menerimanya. Beliau telah mencontohkan hal ini di masa hidupnya. Muslim). Ibnu Abbas Radiyallahu „anhu meriwayatkan: "Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri." Pendapat ini dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sebagaimana disebutkan dalam kitabnya Majmu' Fatawa (II/71-78) serta Ibnul Qoyyim dalam kitab beliau Zadul Ma'ad (II/44). yang jelek dan (memberi) makanan bagi orang yang miskin. Mereka adalah orang-orang faqir dan miskin. Mereka meng-qiyas-kannya dengan zakatul maal yang memang diberikan kepada 8 golongan sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala dalam surat At-Taubah ayat 60. Karena dalil dari Al-Qur'an ini adalah dalil yang bersifat umum. Namun qiyas ini tidaklah dibenarkan.

Dan barangsiapa yang menunaikannya setelah dilakasanakan shalat iedul fithri maka ia dianggap sebagai salah satu jenis shodaqoh saja dan zakatnya tidak diterima. Abu Dawud. Oleh sebab itu.org/awwb/th1/2." (HR. Abdul Warits bertanya kepada Ayyub: "Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu sha' (zakat fithri)?" Ayyub menjawab: "Setelah panitia mulai bertugas. Amin. Bulletin al Wala wal Bara Edisi ke-2 Tahun ke-1 / 29 November 2002 M / 24 Ramadhan 1423 H. Ini berdasarkan hadits Ibnu Umar ra: "Bahwa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam memerintahkan kum muslimin untuk membayarkan zakatnya sebelum keluarnya mereka untuk menjalankan shalat Ied. sehingga Allah Subhanahu wa Ta‟ala menyempurnakan pahala ibadah puasa kita di bulan Ramadhan ini dengan zakat fithri yang kita tunaikan. kami mengajak segenap kaum muslimin untuk menunaikan zakat fithri sesuai dengan tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam. (Dikutip dari tulisan Ustadz Abu Hamzah Yusuf. Ibnu Majah. Demikianlah beberapa hal yang berkaitan dengan ibadah zakat fithri. url sumber http://fdawj. maka hal ini diperbolehkan." Adapun memajukannya satu atau dua hari sebelum Iedul Fithri. Dan Ibnu Abbas Radiyallahu „anhu meriwayatkan suatu hadits bahwa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam bersabda: "Barangsiapa menunaikan zakat fithri sebelum shalat ied maka ia adalah zakat yang diterima. dan lainnya dengan sanad yang hasan)." Abdul Warits bertanya lagi: "Kapankah panitia itu mulai bertugas?" Maka beliau menjawab: "Satu atau dua hari sebelum Idul Fithri.htm) .Ibnu Khuzaimah (dalam kitab [IV/83]) mencantumkan satu riwayat dari Abdul Warits dari Ayyub bahwasanya Ibnu Umar pernah menyalurkan zakat fithri melalui panitia yang dibentuk oleh pemerintah muslimin satu atau dua hari sebelum Idul Fithri.atspace. sebagaimana yang telah dilakukan oleh para sahabat berdasarkan riwayat dari Al-Bukhari dari Ibnu Umar Radiyallahu „anhu." Kapan zakat fithri ditunaikan Ia harus ditunaikan (disampaikan kepada yang berhak) sebelum kaum muslimin keluar menuju tanah lapang untuk melaksanakan shalat Ied. Dan para ulama sepakat bahwa ia tidak boleh ditunda sama sekali.

Orang yang melihat dunia para penulis dan para pemberi nasehat akan melihat bahwa mereka –kecuali yang diberi rahmat oleh Allah. dusta. Sumber artikel : http://www. diada-adakan atau lainnya. 05:15:09 Hadits-hadits dhaif yang tersebar seputra bulan Ramadhan Kami menilai perlunya dibawakan pasal ini pada kitab kami. Hal ini telah diterangkan oleh para imam terdahulu dan ulama salaf dengan penjelasan dan keterangan yang sempurna. 28 Oktober 2004. karena adanya sesuatu yang teramat penting yang tidak diragukan lagi sebagai peringatan bagi manusia.tidak memperdulikan masalah yang mulia ini walaupun sedikit perhatianpun. '08 11:03 PM untuk semuanya Lagi. Maksud kami bukan membahas dengan detail . dan mematahkan takwilan para pendusta dari sunnah dan menyingkap kepalsuan para pemalsu Sunnah.or. wlaupun banyak sumber ilmu yang memuat keterangan yang shahih yang menyingkap yang bathil. dan sebagai penegasan terhadap kebenaran. Sejak bertahuntahun sunnah telah tercampur dengan hadits-hadits dhaif.Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Sep 11.id/print. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. maka kami katakan: Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menetapkan sunnah Nabi secara adil.php?id_artikel=121 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Lagi.salafy. (untuk) memusnahkan penyimpangan orangorang sesat dari sunnah.

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no. berkata.menduduki kedudukan yang tinggi. “Mungkarul hadits” dan dari An Nasa‟i. hingga mereka hampir tidak pernah menyebutkan hadits shahih –walau banyak.masalah ini.yang bisa menghentikan mereka dari menyebut hadits dhaif. serta pengaruh yang akan terjadi pada ilmu dan manusia. biografinya ada pada Ibnu Hajar di dalam Lisanul Mizan (2/101) dan beliau berkata: “Masyhur dengan kelemahannya. hingga tidaklah engkau membaca makalah atau mendengar nasehat kecuali hadits-hadits ini –sangat disesalkan. (Ini semua) sebagai pengamalan hadits: “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat…” (riwayat Bukhari 6/361). “Dia suka memalsukan hadits. Dan (yang termasuk) dari hadits-hadits yang tersebar digunakan (sebagai dalil) di kalangan manusia pada bulan Ramadhan diantaranya: 1.” Jadikanlah imam ini sebagai suri tauladan kita.” Juga dinukilkan perkataan Abu Nu‟aim. Hadits ini maudhu‟ (palsu). Semoga Allah merahmati Al Imam Abdullah bin Mubarak yang mengatakan: “(Menyebutkan) hadits shahih itu menyibukkan (diri) dari yang dhaifnya. penyakitnya pada Jabir bin Ayyub. dan sabda beliau: “Agama itu nasehat…”(riwayat Muslim no. tapi akan kita cukupkan sebagian contoh yang baru masuk dan mashyur di kalangan manusia dengan sangat masyhurnya. “Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada di dalam Ramadhan. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kepada tahun berikutnya…” Hingga akhir hadits ini. niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan seluruhnya. 1886) dan Ibnul Jauzi di dalam Kitabul Mauduat (2/188-189) dan Abul Ya‟la di dalam Musnad-nya sebagaimana pada Al Muthalibul „Aaliyah (Bab/A-B/ tulisan tangan) dari jalan Jabir bin Burdah dari Abu Mas‟ud Al Ghifari.” dan Bukhari. jadikanlah ilmu shahih yang telah tersaring sebagai jalan (hidup) kita.55) Maka kami katakan wabillahi taufiq: Sesungguhnya hadits-hadits yang tersebar di masyarakat banyak sekali. “matruk (ditinggalkan) .

Dan Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits ini. berkata Ibnu Sa‟ad.” .b/tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jad‟an dari Sa‟id bin Al Musayyib dari Salman. Hadits ini juga panjang. karena lemahnya Ali bin Zaid. kami cukupkan dengan membawakan perkataan ulama yang paling masyhur. “Hadits yang mungkar. “Jika benar kabarnya.” Ibnul Jauzi menghulumi hadits ini sebagai hadits palsu.” berkata Ibnu Ma‟in. Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapaknya di dalam Illalul Hadits (1/249).” 3.” 2. dan ibnu Khuzaimah berkata serta meriwayatkannya.” berkata Imam Ahmad bin Hanbal. dan dia lemah. “Lemah di segala penjuru. “Tidak kuat. 23714-tertib urutannya). “Jika haditsnya shahih.” sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam As Suyuthi di dalam Jam‟ul Jawami‟ (no. Inilah bulan yang awalnya adalah rahmat.haditsnya. karena dalam hatiku ada keraguan pada Jarir bin Ayyub Al Bajali. maka sama (nilainya) dengan menunaikan perkara wajib pada bulan yang lain…. “Jangan berhujjah dengan hadits ini. Allah menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah. Hadits ini sanadnya dhaif. bulan yang didalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.” dan berkata Ibnu Khuzaimah. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887) dan Al Muhamili di dalam Amalinya (293) dan Al Ashbahani dalam At Targhib (q/178. “Di dalamnya ada kelemahan dan jangan berhujjah dengannya. “Dhaif” berkata Ibnu Abi khaitsamah. “Wahai manusia. pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka…” sampai selesai.” Demikianlah di dalam Tahdizbut Tahdzib (7/322-323). “Sumbernya pada Ali bin Zaid bin Jad‟an.” Berkata Ibnu Hajar di dalam Al Athraf. karena jelek hafalannya. “Berpuasalah. sungguh bulan yang agung twlah (menaungi) kalian. Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan) suatu kebaikan. niscaya kalian akan sehat.

“Hadits-hadits yang mereka riwayatkan dari ahli Syam ini tidak membuatku kagum.” . dari Zuhair bin muhammad. “Aku mendengar Imam Ahmad –dan beliau menyebutkan riwayat orang-orang Syam dari Zuhair bin muhammad. Dan sanad hadits ini lemah. At Tirmidzi (723). Nahsyal termasuk yang ditinggal (karena) dia pendusta dan Ad Dhahhak tidak mendengarkan dari ibnu Abbas. karena jeleknya hafalan dia.” demikianlah yang terdapat pada Tahdzibul Kamal (9/427). “Mereka meriwayatkan darinya (Zuhair –pent) beberapa hadits mereka (orang-orang Syam. Ibnu Hajar berkata dalam Fathul bari (4/161): “Dalam hadits ini ada perselisihan tentang Hubaib bin Abi Tsabit dengan perselisihan yang banyak.pent) yang dhaif itu.” Al Ajalaiy berkata.” Hadits ini diriwayatkan Bukhari dengan mu‟allaq* dalam Shahih-nya (4/160 –Fathul Bari) tanpa sanad. “Barangsiapa yang berbuka puasa satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada sebab dan tidak pula karena sakit maka puasa satu tahun pun tidak akan dapat mencukupinya walaupun ia berpuasa pada satu tahun tersebut. Abu Daud (2397). biografinya (disebutkan) pada Tarikh Damasqus (15/q386-tulisan tangan) maka riwayatnya dari Zuhair sebagaiman dinaskhkan oleh para Imam adalah mungkar.Hadits tersebut merupakan potongan dari hadits riwayat Ibnu Adi di dalam Al Kamil (7/2521) dari jalan Nahsyal bin Sa‟id.” Ibnu Abi Hatim berkata. Berkata Abu Bakar Al Atsram. tidak diketahuinya keadaan Abil muthawwas dan diragukan pendengaran bapak beliau dari Abu Hurairah. hingga kesimpulannya ada tiga penyakit: idhthirab (goncang). Baihaqi (4/228) dan Ibnu Hajar dalam Taghliqut Ta‟liq (3/170) dari jalan Abil Muthawwas dari bapaknya dari Abu Hurairah. dari Suhail bin Abi Shalih dari Abi hurairah. “Hafalannya jelek dan hadits dia dari Syam lebih mungkar daripada haditsnya (yang berasal) dari Irak. dai Ad Dhahhak dari ibnu Abbas. Ibnu Majah (1672) dan Nasa‟i di dalam Al Kubra sebagaimana dalam Tuhfatu Asyraaf (10/373). dan hadits ini darinya. Aku katakan: dan Muhammad bin Sulaiaman Syaami. Diriwayatkan oleh At Thabrani di dalam Al Ausath (1/q 69/ Al Majma‟ul Bahrain) dan Abu Nu‟aim di dalam Ath Thibun Nabawiy dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Daud. 4.berkata. Ibnu Khuzaimah telah memalsukan hadits tersebut di dalam Shahih-nya (19870).

telah benar dan baik orang yang menamainya (yakni Al Isnad) adalah: “Ucapan yang dinukil dan neraca pembenaran khabar. namun walaupun demikian kita (sering)mendengar dan membacanya pada hari-hari di bulan Ramadhan yang diberkahi khususnya dan selain pada bulan itu pada umumnya. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. yang sesuai dengan syari‟at kita yang lurus baik dari Al Qur‟an maupun Sunnah. membedakan yang shahih dari yang jelek. Wasubhaanakallahu wa bihamdika. Dan inilah petunjuknya dalam puasa Ramadhan. Ditulis oleh: Penuntut Ilmu Syar‟i Ali Hasan Ali Abdul Hamid Saalim Al Hilali 25 Ramadhan 1403 H (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. wa atuubu ilaika.” Mudah-mudahan Allah memberi rizki pada kami kebaikannya. bersegeralah kepada kebaikan. asyhadu anlaa ilaha illa anta. karena aku tidak mengenal Abil Muthawwas dan tidak pula bapaknya sehingga hadits ini dhaif juga. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. Bab "HADITS-HADITS DHAIF YANG TERSEBAR SEPUTAR BULAN RAMADHAN". Penerbit Al . Wahai saudaraku yang haus akan ketaatan kepada Allah. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. inilah sifat puasa Nabi dihadapanmu.Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkannya: “Jika khabarnya shahih. dan terlebih lagi –segala puji hanya bagi Allah.umat ini telah Allah khususkan dengan sanad dibandingkan dengan umat-umat yang lain. Tidak menutup kemungikinan bahwa sebagian hadits-hadits ini memiliki makna-makna yang benar. Dengan sanad ini dapat diketahui mana hadits yang dapat diterima dan mana yang harus ditolak. Ilmu sanad adalah ilmu yang paling rumit. akan tetapi (hadits-hadits ini) sendiri tidak boleh kita sandarkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam.” Wa ba‟du: Inilah empat hadits yang didhifkan oleh para ulama dan dilemahkan oleh para Imam. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. astaghfiruka.

05:15:09 Hadits-hadits dhaif yang tersebar seputra bulan Ramadhan Kami menilai perlunya dibawakan pasal ini pada kitab kami. Ke 5 th 1416 H. dan sebagai penegasan terhadap kebenaran. karena adanya sesuatu yang teramat penting yang tidak diragukan lagi sebagai peringatan bagi manusia. Hal ini telah diterangkan oleh para imam terdahulu dan ulama salaf dengan penjelasan dan keterangan yang sempurna. '08 11:02 PM untuk semuanya Lagi. Sumber artikel : http://www. 28 Oktober 2004.salafy.or. dusta.Maktabah Al islamiyyah cet. maka kami katakan: Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menetapkan sunnah Nabi secara adil. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. Orang yang melihat dunia para penulis dan para pemberi nasehat akan melihat bahwa mereka –kecuali yang diberi rahmat oleh Allah. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Sep 11.php?id_artikel=778 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Lagi. Sejak bertahuntahun sunnah telah tercampur dengan hadits-hadits dhaif. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. (untuk) memusnahkan penyimpangan orangorang sesat dari sunnah. diada-adakan atau lainnya.id/print.tidak memperdulikan masalah yang mulia . dan mematahkan takwilan para pendusta dari sunnah dan menyingkap kepalsuan para pemalsu Sunnah.

Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kepada tahun berikutnya…” Hingga akhir hadits ini.55) Maka kami katakan wabillahi taufiq: Sesungguhnya hadits-hadits yang tersebar di masyarakat banyak sekali. jadikanlah ilmu shahih yang telah tersaring sebagai jalan (hidup) kita. penyakitnya pada Jabir bin Ayyub. dan sabda beliau: “Agama itu nasehat…”(riwayat Muslim no. hingga mereka hampir tidak pernah menyebutkan hadits shahih –walau banyak. Semoga Allah merahmati Al Imam Abdullah bin Mubarak yang mengatakan: “(Menyebutkan) hadits shahih itu menyibukkan (diri) dari yang dhaifnya. biografinya ada pada Ibnu Hajar di dalam Lisanul Mizan (2/101) dan beliau berkata: “Masyhur dengan . (Ini semua) sebagai pengamalan hadits: “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat…” (riwayat Bukhari 6/361). Dan (yang termasuk) dari hadits-hadits yang tersebar digunakan (sebagai dalil) di kalangan manusia pada bulan Ramadhan diantaranya: 1. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no. 1886) dan Ibnul Jauzi di dalam Kitabul Mauduat (2/188-189) dan Abul Ya‟la di dalam Musnad-nya sebagaimana pada Al Muthalibul „Aaliyah (Bab/A-B/ tulisan tangan) dari jalan Jabir bin Burdah dari Abu Mas‟ud Al Ghifari.yang bisa menghentikan mereka dari menyebut hadits dhaif. serta pengaruh yang akan terjadi pada ilmu dan manusia.menduduki kedudukan yang tinggi. niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan seluruhnya.” Jadikanlah imam ini sebagai suri tauladan kita. wlaupun banyak sumber ilmu yang memuat keterangan yang shahih yang menyingkap yang bathil. hingga tidaklah engkau membaca makalah atau mendengar nasehat kecuali hadits-hadits ini –sangat disesalkan. Maksud kami bukan membahas dengan detail masalah ini. “Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada di dalam Ramadhan.ini walaupun sedikit perhatianpun. Hadits ini maudhu‟ (palsu). tapi akan kita cukupkan sebagian contoh yang baru masuk dan mashyur di kalangan manusia dengan sangat masyhurnya.

kami cukupkan dengan membawakan perkataan ulama yang paling masyhur. “Dhaif” berkata Ibnu Abi khaitsamah. Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapaknya di dalam Illalul Hadits (1/249).” berkata Imam Ahmad bin Hanbal. “Jika benar kabarnya. Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan) suatu kebaikan. sungguh bulan yang agung twlah (menaungi) kalian.” Ibnul Jauzi menghulumi hadits ini sebagai hadits palsu. “Lemah di segala penjuru. “Jangan berhujjah dengan hadits ini. Dan Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits ini.b/tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jad‟an dari Sa‟id bin Al Musayyib dari Salman.” Demikianlah di dalam Tahdizbut Tahdzib (7/322-323). berkata. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887) dan Al Muhamili di dalam Amalinya (293) dan Al Ashbahani dalam At Targhib (q/178. maka sama (nilainya) dengan menunaikan perkara wajib pada bulan yang lain…. karena dalam hatiku ada keraguan pada Jarir bin Ayyub Al Bajali. 23714-tertib urutannya). “Wahai manusia.” sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam As Suyuthi di dalam Jam‟ul Jawami‟ (no. Hadits ini juga panjang.” berkata Ibnu Ma‟in.” Berkata Ibnu Hajar di dalam Al Athraf. pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka…” sampai selesai.kelemahannya.” . “Tidak kuat. “Mungkarul hadits” dan dari An Nasa‟i. bulan yang didalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. “Dia suka memalsukan hadits. karena lemahnya Ali bin Zaid. “Jika haditsnya shahih. Hadits ini sanadnya dhaif. dan ibnu Khuzaimah berkata serta meriwayatkannya. “Di dalamnya ada kelemahan dan jangan berhujjah dengannya.” 2. Inilah bulan yang awalnya adalah rahmat. “matruk (ditinggalkan) haditsnya.” Juga dinukilkan perkataan Abu Nu‟aim. Allah menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah.” dan Bukhari. “Sumbernya pada Ali bin Zaid bin Jad‟an. karena jelek hafalannya. berkata Ibnu Sa‟ad. dan dia lemah.” dan berkata Ibnu Khuzaimah. “Hadits yang mungkar.

” Hadits ini diriwayatkan Bukhari dengan mu‟allaq* dalam Shahih-nya (4/160 –Fathul Bari) tanpa sanad. dai Ad Dhahhak dari ibnu Abbas.pent) yang dhaif itu. dan hadits ini darinya. Dan sanad hadits ini lemah.” Hadits tersebut merupakan potongan dari hadits riwayat Ibnu Adi di dalam Al Kamil (7/2521) dari jalan Nahsyal bin Sa‟id. 4. At Tirmidzi (723). dari Suhail bin Abi Shalih dari Abi hurairah. “Aku mendengar Imam Ahmad –dan beliau menyebutkan riwayat orang-orang Syam dari Zuhair bin muhammad. Abu Daud (2397). Aku katakan: dan Muhammad bin Sulaiaman Syaami. Ibnu Hajar berkata dalam Fathul bari (4/161): “Dalam hadits ini ada perselisihan tentang Hubaib bin Abi Tsabit dengan perselisihan yang banyak.berkata. Ibnu Majah (1672) dan Nasa‟i di dalam Al Kubra sebagaimana dalam Tuhfatu Asyraaf (10/373). “Barangsiapa yang berbuka puasa satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada sebab dan tidak pula karena sakit maka puasa satu tahun pun tidak akan dapat mencukupinya walaupun ia berpuasa pada satu tahun tersebut. Ibnu Khuzaimah telah memalsukan hadits tersebut di dalam Shahih-nya (19870). Diriwayatkan oleh At Thabrani di dalam Al Ausath (1/q 69/ Al Majma‟ul Bahrain) dan Abu Nu‟aim di dalam Ath Thibun Nabawiy dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Daud.” Al Ajalaiy berkata.” Ibnu Abi Hatim berkata. “Berpuasalah. tidak diketahuinya keadaan Abil muthawwas dan diragukan . Baihaqi (4/228) dan Ibnu Hajar dalam Taghliqut Ta‟liq (3/170) dari jalan Abil Muthawwas dari bapaknya dari Abu Hurairah. hingga kesimpulannya ada tiga penyakit: idhthirab (goncang).3. Berkata Abu Bakar Al Atsram. dari Zuhair bin muhammad.” demikianlah yang terdapat pada Tahdzibul Kamal (9/427). “Hadits-hadits yang mereka riwayatkan dari ahli Syam ini tidak membuatku kagum. “Mereka meriwayatkan darinya (Zuhair –pent) beberapa hadits mereka (orang-orang Syam. niscaya kalian akan sehat. Nahsyal termasuk yang ditinggal (karena) dia pendusta dan Ad Dhahhak tidak mendengarkan dari ibnu Abbas. biografinya (disebutkan) pada Tarikh Damasqus (15/q386-tulisan tangan) maka riwayatnya dari Zuhair sebagaiman dinaskhkan oleh para Imam adalah mungkar. karena jeleknya hafalan dia. “Hafalannya jelek dan hadits dia dari Syam lebih mungkar daripada haditsnya (yang berasal) dari Irak.

” Mudah-mudahan Allah memberi rizki pada kami kebaikannya. telah benar dan baik orang yang menamainya (yakni Al Isnad) adalah: “Ucapan yang dinukil dan neraca pembenaran khabar. Wahai saudaraku yang haus akan ketaatan kepada Allah. dan terlebih lagi –segala puji hanya bagi Allah. inilah sifat puasa Nabi dihadapanmu. Ditulis oleh: Penuntut Ilmu Syar‟i Ali Hasan Ali Abdul Hamid Saalim Al Hilali 25 Ramadhan 1403 H (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR).umat ini telah Allah khususkan dengan sanad dibandingkan dengan umat-umat yang lain.” Wa ba‟du: Inilah empat hadits yang didhifkan oleh para ulama dan dilemahkan oleh para Imam. astaghfiruka.pendengaran bapak beliau dari Abu Hurairah.” Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkannya: “Jika khabarnya shahih. asyhadu anlaa ilaha illa anta. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. karena aku tidak mengenal Abil Muthawwas dan tidak pula bapaknya sehingga hadits ini dhaif juga. bersegeralah kepada kebaikan. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Wasubhaanakallahu wa bihamdika. akan tetapi (hadits-hadits ini) sendiri tidak boleh kita sandarkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. Dengan sanad ini dapat diketahui mana hadits yang dapat diterima dan mana yang harus ditolak. namun walaupun demikian kita (sering)mendengar dan membacanya pada hari-hari di bulan Ramadhan yang diberkahi khususnya dan selain pada bulan itu pada umumnya. Ilmu sanad adalah ilmu yang paling rumit. membedakan yang shahih dari yang jelek. Dan inilah petunjuknya dalam puasa Ramadhan. Bab . yang sesuai dengan syari‟at kita yang lurus baik dari Al Qur‟an maupun Sunnah. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Tidak menutup kemungikinan bahwa sebagian hadits-hadits ini memiliki makna-makna yang benar. wa atuubu ilaika.

”194)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984) dan tambahannya pada Muslim] Dan berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. 28 Oktober 2004.php?id_artikel=778 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11. Dan hadits sebelumnya sebagai syahid] Sebagian Ahlul ilmi menyatakan bahwa zakat fithri telah mansukh oleh hadits Qais bin Sa‟ad bin Ubadah. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. 05:03:44 1. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly."HADITS-HADITS DHAIF YANG TERSEBAR SEPUTAR BULAN RAMADHAN".or.salafy. Hukumnya Zakat Fitri ini (hukumnya) wajib berdasarkan hadits (dari) Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma:“Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri [pada bulan Ramadhan kepada manusia].id/print. Ke 5 th 1416 H. ia berkata: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam memerintahkan kami . '08 10:54 PM untuk semuanya Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh.”195)[Riwayat Abu Daud (1622) dan An Nasa‟I (5/50). Sumber artikel : http://www. padanya ada Al Hasan ber-„an‟anah.

Yang lain berkata. besar.” Al Hafidz Rahimahullah menjawab sangkaan tersebut dengan perkataannya (3/368): “bahwa pada sanadnya ada rawi yang tidak dikenal196) [Akan tetapi hadits tersebut mempunyai penguat. Ibnu Khuzaimah (4/81) dan Al Hakim (1/410) dan Al Baihaqi (4/159) dari beberapa jalan. dan dikeluarkan oleh An Nasa‟I (5/49) dan Ibnu Majah (1/585) dan Ahmad (6/6). Siapa yang Wajib Zakat ? Zakat fithri wajib atas kaum muslimin. anak kecil. dan sanadnya shahih] dan kalaupun dianggap shahih tidak ada dalil yang menunjukkan atas naskh (diahapusnya) hadits Qais yang menunjukkan wajibnya zakat fithri. kecil dan besar dari kalangan kaum muslimin.”197)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984)] Sebagian Ahlul ilmi ada yang mewajibkan zakat fithri pada hamba yang kafir karena hadits Abu Hurairah Radhiallahu anhu: “Hamba tidak ada zakatnya kecuali zakat fithri. karena turunnya suatu kewajiban tidaklah menggugurkan kewajiban yang lain. sedang hadits Ibnu Umar khusus.dengan shadaqah fithri sebelum diturunkannya (kewajiban) zakat dan tatkala diturunkannya (kewajiban) zakat beliau tidak memerintahkan kami dan tidak pula melarang kami.” Imam Al Khathabiy Rahimahullah berkata dalam Ma‟alimus Sunan (2/214): “Ini tidak menunjukkan hilangnya kewajiban zakat fithri. tetapi hanya menunjukkan tambahan dalam jenis ibadah.” 2. tetapi kami mengerjakan (mengeluarkan zakat fithri). sudah maklum hadits khusus jadi penentu hadits umum. atau satu gantang gandum atas hamba dan orang yang merdeka. “Tidak wajib atas orang yang puasa karena hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan .”198) [HR Muslim (982)] Hadits ini umum. tidak mengharuskan dimansukhknya hukum sebelumnya. mungkin Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mencukupkan dengan perintah yang pertama. kedudukan zakat harta (sebagaiman) kedudukan zakat fithri (yaitu) berkaitan dengan riqab (orang perorang). Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri sebanyak satu gantang kurma. orang yang merdeka maupun hamba. laki-laki. perempuan.

karena hadits Abu Sa‟id Al Khudri Radhiallahu anhu: “Kami mengeluarkan zakat (pada zaman Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam) satu gantang makanan. satu gantang kurma.” Sebagian lagi berpendapat bahwa zakat fithri wajib juga atas janin. 3. tepung dan adonan.”199) [Telah lewat takhrijnya] Imam Al Khathabiy dalam Ma‟alimus Sunan (3/214) menegaskan: “Zakat fithri wajib atas orang yang puasa yang kaya atau orang fakir yang mendapatkan makanan dari dia.” Al Hafidz menjawab (3/369): “Pensucian disebutkan untuk menghukumi yang dominan. tetapi kami tidak menemukan dalil akan hal itu. pensuci bagi orang yang puasa dari perbuatan sia-sia.”201) [Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/80) dan Al Hakim (1/409-410) Telah ikhtilaf dalam tafsir lafadz makanan dalam hadits Abu Sa‟id Al Khudri. karena janin tidak bisa disebut sebagai anak kecil atau besar. zakat fithri diwajibkan pula atas orang yang tidak berpuasa seperti diketahui keshahihannya atau orang yang masuk Islam sesaat sebelum terbenamnya matahari. jika berserikat dalam „illat berserikat pula dalam hukum. Macam Zakat Fithri Zakat Fithri dikeluarkan berupa satu gantang gandum. maka seluruh orang yang puasa butuh akan hal itu.zakat fithri. satu gantang gandum. satu gantang anggur kering. satu gantang susu kering. baik menurut masyarakat maupun istilah. namun yang paling kuat (yang membuat hati ini tenang) lafadz di atas mencakup seluruh yang dimakan termasuk hinthah dan jenis lainnya. satu gantang korma. yang jelek dan (memberi) makanan bagi orang yang miskin. jika „illat diwajibkannya karena pensucian. satu gantang korma dan satu gantang salt.”200) [HR Bukhari (3/294) dan Muslim (985)] Dan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan atu gantang gandum. ada yang bilang hinthah (gandum yang bagus) ada yang bilang selain itu. semuanya telah dilakukan oleh para sahabat . satu ganang anggur kering atau salt (sejenis gandum yang tidak berkulit). satu gantang susu.

Ukuran Zakat Fithri Seorang muslim diperbolehkan zakat fithri sesuai dengan jenis yang disebutkan tadi. diterima. besar. mereka ikhtilaf tentang hinthah. budak dan orang yang merdeka. aku mengira beliau berkata. yang membawa korma diterima. bahwa pendapat Mua‟wiyah bukanlah ijtihad hasil dari pemikiran sendiri.”204) [Telah lewat takhrijnya] Yang membantah seluruh dalil orang yang menyelisihi kita adalah satu pembahasan yang akan datang ketika menjelaskan takaran zakat fithri. yang membawa salt (gandum yang tidak berkulit) diterima. sanadnya hasan] Adapun hadits-hadits yang menafikan adanya hinthah (gandum) atau bahwasanya Mu‟awiyah Radhiallahu anhu berpendapat untuk mengeluarkan dua mud dari samara (gandum) Syam. yang membawa anggur kering diterima. ada yanga mengatakan setengah gantang ini yang rajih. aku mengira beliau berkata: “yang membawa adonan diterima. 4.berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam menyuruh kami untuk mengeluarkan zakat Ramadhan satu gantang makanan dari anak kecil. “Barangsiapa yang mengeluarkan berupa tepung akan diterima. barangsiapa yang mengeluarkan berupa adonan. dan yang paling sahahih berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam: “Tunaikanlah satu gantang gandum atau korma. barangsiapa yang membawa gandum diterima. susu yang dikeringkan dan korma. sanadnya hasan] Dari beliau Shalallahu „alaihi wassalam bersabda: “Zakat fithri satu gantang makanan. anggur kering. agar kaum muslimin yang mendudukkkan sahabat sesuai dengan kedudukan mereka. Barangsiapa yang memberi salt (sejenis gandum yang tidak berkulit) akan diterima.”202) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). tetapi berdasarkan hadita marfu‟ sampai kepada Rasululllah Shalallahu „alaihi wassalam. untuk dua orang satu gantang dari gandum . dan bahwa satu mud hinthah itu melebihi yang ada di sini. Ini dikuat-kan oleh perkataan Abu Sa‟id: “Dulu makanan kami adalah gandum.”203) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). menurut hadits-hadits yang shahih yang menegaskan adanya hinthah bahwa dua mud hinthah sama dengan satu gantang anggur.

”208) [Telah lewat takhrijnya]. Pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam di dalam Majmu‟ Fatawa (2/71-78) serta murid beliau Ibnul Qayyim pada kitabnya yang bagus Zaadul Ma‟ad (2/44). dan kiloan yang teranggap adalah kiloan-nya orang madinah. berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Timbangan yang teranggap adalah timbangannya Ahlu Mekah. mereka adalah orang-orang miskin berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam zakat fithri sebagai pembersih (diri) bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perbuatan kotor dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih]. berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “kami diperintah oleh Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam (mengeluarkan) shadaqah fithri atas anak kecil dan orang tua.atas orang merdeka. Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih] 5.”206) [Riwayat Abu Daud (2340). Nasa‟I (7/281). anak kecil atau besar. tetapi (pendapat) ini tidak ada dalilnya. dan sanadnya terputus. Siapakah yang harus dibayar zakatnya? Seorang muslim harus mengeluarkan zakat fithri untuk dirinya dan seluruh orang yang dibawah tanggungannya. Sebagian Ahlul ilmi berpendapat bahwa zakat fithri diberikan kepada delapan golongan. Dan dikeluarkan Al Baihaqi (4/161) dari jalan yang lain dari Ali. orang yang merdeka dan budak. Dan padanya ada jalan yang mauquf dari Ibnu Umar pada Inu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (4/37) dengan sanad shahih. baik anak kecil maupun orang tua laki-laki dan perempuan. Maka -dengan jalan-jalan inimaka haditsnya menjadi hasan] 6. hamba. Dan Syaikhul Islam telah membentahnya pada kitab .”207) [Dikeluarkan oleh Daruquthni (2/141) dan Ibnu Umar dengan sanad dhaif (lemah). Gantang yang teranggap adalah gantangnya penduduk Madinah.”205) [Riwayat Abu Daud (2340). orang merdeka dan hamba dari orang-orang yang membekalinya. Nasa‟I (7/281). Kemana Disalurkannya Zakat tidak boleh diberikan kecuali kepada orang yang berhak menerimanya.

” 7.” Aku katakan: “Kapankah petugas itu mulai bertugas?” Beliau menjawab: “Satu hari atau dua hari sebelum “Idul Fithri. Hikmah Zakat Allah 'Azza wa Jalla mewajibkan zakat sebagai pensucian diri bagi orang-orang yang . Waktu Penunaian Zakat Zakat fithri ditunaikan sebelum orang-orang keluar (rumah) menuju sholat „Id dan tidak bleh diakhirkan (setelah) shalat atau dimajukan penunaiannya. aku katakan: “Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu gantang?” Berkata Ayyub: “Apabila petugas telah duduk (bertugas). cet. kecuali satu atau dua hari (sebelum „Id)210) [Lihat pada kitab Ahkamul „Idain fis Sunnah Al Muthaharah karya Ali Hasan Ali Abdul Hamid. Beliau (Ibnu Umar) mengeluarkan zakatnya satu hari atau dua hari sebelum „Iedul Fithri. Sungguh Nabi Shalallahu „alaihi wassalam telah mewakilkan kepada Abu Hurairah Radhiallahu anhu. Termasuk amalan sunah jika ada seseorang yang bertugas mengumpulkan zakat tersebut (untuk diberikan kepada yang berhak –pent). dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/83) dari jalan Abdul Warits dari Ayyub.”209) [Dikeluarkan oleh Bukhari (4/396)] Dan sungguh dahulu pernah Ibnu Umar Radhiallahu anhuma mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang menangani zakat dan mereka adalah panitia yang dibentuk oleh Imam (pemerintahan.maktabah Al Islamiyah] berdasarkan perbuatan Ibnu Umar Radhiallahu anhuma –berdasarkan kaidah rawi hadits diketahui dengan makna riwayatnyamaka apabila penunaian zakat itu diakhirkan (setelah) shalat maka dianggap sebagai shadaqah berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “… Barangsiapa yang menunaikan zakatnya sebelum shalat maka dia adalah zakat yang diterima. maka lihatlah kitab tersebut. ia berkata: “Rasulullah mengkhabarkan kepadaku agar aku menjaga zakat Ramadhan. karena hal itu sangat penting. dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka dia adalah merupakan shadaqah dari beberapa shadaqah (yang ada).yang telah disebutkan baru saja.”211) [Telah lewat takhrijnya] 8. pent) untuk mengumpulkannya.

Bab "Zakat Fitrah". Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. '08 10:54 PM untuk semuanya Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan Penulis: Al Ustadz Ahmad Hamdani Fatwa-Fatwa. Ke 5 th 1416 H. Pada diri seseorang yang berpuasa. . 18 Oktober 2004.php?id_artikel=777 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan Sep 11.berpuasa dari (perbuatan) sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin untuk mencukupi (kebutuhan ) mereka pada hari yang bagus tersebut berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma yang telah lalu. maka puasa dapat memperkuat jiwa.salafy. Seiring dengan menyempitnya pembuluh-pembuluh darah itu berarti menyempit pula tempat aliran setan dalam tubuh. suplai bahan makanan dan minuman yang merupakan bahan bakar aktifitas kehidupan manusia berkurang sehingga pembuluhpembuluh darah menyempit. 05:26:46 Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan Kalau jasmani seseorang dapat menjadi kuat disebabkan latihan fisik. (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly.id/print. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H.or. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Sumber artikel : http://www.

Allah berfirman dalam hadits qudsi tentang keutamaan puasa: ). ٣/٣، ٩/١٧٥ ‫)٨٥١-٧٥١/٣ ل‬ Puasa itu untukKu dan Aku yang akan membalasnya. 373 dan Al-Baihaqi . Inilah hakikat puasa. Pada umumnya orang lain tidak mengetahuinya dan kemungkinan besar sedikit tercampur dengan unsur riya‟. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ). ( ‫ق‬ ٠٧٢/٤ ١/٥٣٩ ‫ل‬ ٢/٢١ ‫٣٧٣ ،٦٤٤/٢ ح‬ Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan dari puasanya selain dari rasa lapar dan dahaga. Ahmad 2/446. Puasa merupakan amal tersembunyi. Ad-Darimi 2/21. Bukhari 3/3. Ibnu Majah 1/539. Dengan demikian puasa adalah perisai dari serangan nafsu syahwat bagi orang-orang yang bertaqwa. (HR. Puasa memiliki dua keutamaan khusus yang tidak ditemukan pada ibadah badan lainnya. (HR. 2. Akan tetapi orang-orang yang berpuasa itu berbeda dan bertingkat-tingkat dalam hal mendapatkan pahala dan keutamaannya. 9/175 dan Muslim 157-158) Sebenarnya cukuplah satu hadits qudsi yang mulia itu menunjukkan keutamaannya. yaitu: 1. Puasa sebagai benteng bagi orang-orang yang bertaqwa dari musuh Allah yaitu setan yang jalannya dalam rangka menguasai manusia adalah hawa nafsu syahwat.Keadaan seperti ini akan membuat nafsu syahwat terpenjara (dari hubungan sex atau persetubuhan) dan memenangkan anggota badannya dengan cara yang menakjubkan.

maka dibunuh. maka orang tersebut diminta bertaubat. Begitu pula orang yang mengingkari orang yang berbuka (ketika safar). jihad. Semoga bermanfaat. berdagang. . 87-100: Tanya: Beberapa orang melakukan safar (bepergian) pada bulan Ramadlan. maka dia diminta untuk bertaubat dari pendapatnya itu. Di antara yang berbuka mengejek yang berpuasa dengan alasan bahwa berbuka itu lebih utama. Orang yang mengatakan bahwa orang yang safar tidak boleh berbuka kecuali yang lemah untuk berpuasa.4/270 dari jalan Sa'id Al-Muqbiri dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu) Hal ini terjadi disebabkan orang yang berpuasa tidak mengerti hakekat puasa sehingga tidak melaksanakannya sesuai dengan yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya dan puasanya tidak mendatangkan apa-apa selain rasa lapar dan dahaga. Jika tidak bertaubat. Dalam kaitan ini kami kutipkan fatwa-fatwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Fauzan yang berhubungan dengan puasa berupa tanya jawab sekitar puasa dan Ramadlan. Para ulama masih bersilang pendapat bila safarnya untuk bermaksiat pada Allah seperti safar dengan niat merampok. Dalam rombongan itu ada yang berbuka dan ada yang berpuasa. Pertanyaan: Berapakah jarak boleh mengqashar shalat? Apakah bila seseorang safar pada suatu hari boleh berbuka puasa? Apakah perbedaan safar maksiat dan safar ketaatan kepada Allah? Jawab: Menurut kesepakatan kaum muslimin (ulama) berbuka puasa diperbolehkan bagi musafir jika safar itu bukan dalam rangka bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya seperti haji. baik tersedia makanan minuman atau tidak. Fatwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam kitab beliau Haqiqatus Shiyam hal. Orang yang safar boleh mengqashar shalat dan berbuka puasa menurut kesepakatan ulama meskipun tidak merasa haus dan lapar. dan yang semisalnya.

bagi musafir diperbolehkan mengqashar shalat yang empat rakaat dan hal ini lebih afdhal. Pendapat ini dipegang oleh Abdurrahman bin 'Auf. Tidak termasuk kebaikan puasa dalam safar (bepergian). Karena semua itu bertentangan dengan Kitabullah. dan lainlain radliyallahu 'anhum. ( Kami pernah bepergian bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. sunnah Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam dan ijma' umat. Menurut pendapat imam yang empat. Sebagaimana pula madzhab Dhahiri. Imam Syafi'i. dan Imam Ahmad.Juga orang yang mengatakan bahwa orang yang berbuka (ketika safar) itu berdosa. Imam Malik. Bukhari dan Muslim) Sedangkan madzhab yang empat membolehkan puasa bagi musafir dengan dasar ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari Anas radliyallahu 'anhu: ). ia harus bertaubat dari ucapannya itu. Abu Hurairah. Sedangkan yang masih diperselisihkan justru pembolehan berpuasa bagi musafir. (HR. Mereka berdalil dengan hadits: . Sekelompok ulama salaf dan khalaf berpendapat bahwa orang yang sedang safar harus berbuka. maka yang berpuasa tidak mencela yang berbuka dan yang berbuka tidak mencela yang berpuasa. Para ulama tidak bersilang pendapat dalam hal pembolehan berbuka puasa bagi musafir. Abu Hanifah. Bukhari) Hal ini karena mereka memahami firman Allah: ‫ل‬ . bahkan tidak diperbolehkan berpuasa sehingga meskipun ia berpuasa tetap wajib mengqadlanya. (HR.

Disebutkan dalam hadits bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengqashar shalat ketika di Arafah dan Muzdalifah serta Mina yang diikuti oleh penduduk Mekah dan beliau tidak memerintahkan mereka menyempurnakan shalat mereka. (Al-Baqarah: 185) Adapun ukuran safar yang diperbolehkan untuk mengqashar shalat dan berbuka puasa menurut Imam Ahmad dan Syafi'i adalah jarak perjalanan dua hari dengan kendaraan unta atau jalan kaki sejauh lebih kurang 16 farsakh (satu farsakh lebih kurang 8 km –pent) seperti jarak antara Mekah-Ashfahan atau Mekah-Jedah. Para shahabat berbuka bila keluar safar pada pertengahan hari dan disebutkan bahwa yang . supaya kamu bersyukur. Allah menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Karena itu barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) (wajiblah baginya berpuasa). Menurut pendapat yang paling kuat adalah boleh berbuka dan menqashar shalat pada bepergian kurang dari dua hari[1]. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara hak dan bathil). Tanya: Apakah seorang safar pada pertengahan hari boleh berbuka? Jawab: Ada dua pendapat yang masyhur mengenai masalah ini. ١٨٥﴾ (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadlan.: . Keduanya dari Imam Ahmad. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. Sebagaimana hal ini tertera dalam kitab-kitab Sunan. maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Yang paling benar adalah seseorang diperbolehkan berbuka ketika safar di pertengahan hari (sebelumnya ia berpuasa –pent). Sedangkan Abu Hanifah dan kelompok ulama salaf dan khalaf lainnya menentukan jarak perjalanan 3 hari. sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari yang lain.

Apakah pendapat ini dibenarkan? . Sedangkan bila telah singgah di tempat musim dingin atau tempat musim panas tidak boleh berbuka dan mengqashar shalat. Orang yang sering bepergian ke suatu tempat tertentu boleh berbuka seperti pedagang yang pergi ke kota lain. Tanya: Ada seorang imam masjid bermadzhab Hanafi menyebutkan bahwa dia membaca kitab bahwa bila seseorang berpuasa di bulan Ramadlan tidak berniat pada akhir waktu isya' atau sahur maka puasanya tidak berpahala. Apakah yang lebih utama baginya puasa atau tidak? Jawab: Menurut ijma' ia lebih utama berbuka meskipun dia tidak merasa berat dan berpuasa juga diperbolehkan. para ulama masih berselisih pendapat dalam menentukan kewajiban berpuasa. bila mereka dalam perjalanan dari tempat musim dingin ke tempat musim panas atau sebaliknya. Walaupun ada sebagian ulama mengatakan tidak berpahala bila ia puasa. Para shahabat melihat beliau. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berniat puasa waktu safar. maka boleh mengqashar shalat. Orang-orang pedalaman seperti Badui Arab. Sedangkan apabila seorang tiba di tempat tujuan pada pertengahan hari. haus maupun lelah. Sedangkan orang yang bepergian jauh dengan naik kapal besar ditemani istrinya. Akan tetapi dia wajib mengqadla baik berpuasa atau tidak. Turki dan selainnya yang bermukim pada musim panas di suatu tempat. Kemudian beliau dijamu dan beliau makan.demikian itu sunnah yang dikerjakan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. membawa perbekalan lengkap dan dia terus-menerus demikian maka dia tidak boleh mengqashar shalat maupun berbuka puasa. tukang pos yang bepergian untuk kemaslahatan kaum muslimin dan lain-lain. Tanya: Ada seorang yang safar di bulan Ramadlan tidak merasa lapar.

Bila ia tahu besok Ramadlan maka ia akan menta'yin (menentukan niatnya) artinya tidak cukup berniat secara mutlak karena Allah ta'ala memerintahkannya niat menunaikan kewajibannya yaitu puasa bulan Ramadlan. Setiap orang akan mengetahui apa yang ia inginkan mesti meniatkannya dengan dilafalkan atau tidak. tetapi ia hendaknya mengatakan: Titipan yang kuberikan padamu itu adalah milikku. Niat itu tempatnya di hati. Melafalkan niat bukan wajib menurut ijma' kaum muslimin. Adapun bila seseorang tidak mengetahui bahwa besok bulan Ramadlan tidak wajib atasnya ta'yin dan barangsiapa mewajibkan ta'yin tanpa ia mengetahui yang dita'yin sungguh berarti ia mewajibkan dua perkara yang berlawanan. boleh secara mutlak seperti pendapat Abu Hanifah. Apabila berpuasa dengan cara seperti itu diniatkan puasa sunnah lalu diketahui bahwa hari itu adalah bulan Ramadlan. tidak cukup niat mutlak[2]. apakah hal ini wajib atau tidak? Ada tiga pendapat dalam madzhab Imam Ahmad: Pertama. maka yang lebih mendekati kebenaran adalah cukup baginya niat mutlak tersebut. Dan riwayat yang diriwayatkan dari Imam Ahmad menyatakan bahwa manusia itu mengikuti niat imamnya yaitu bahwa berbuka atau berpuasa ditentukan oleh ulama. Ketiga. Maka bila ia tidak melakukan berarti belum terbebas dari kewajiban. ia tentu berpuasa bulan itu dengan niat. harus meniatkan puasa Ramadlan. Kedua. Lalu tak lama kemudian ia mengetahui bahwa ternyata titipan itu miliknya. cukup secara mutlak tidak dengan niat tertentu (ta'yin) selain niat puasa Ramadlan. cukup baginya. maka ia tidak perlu menyerahkan barang itu kedua kalinya. Seperti seorang yang dititipi barang atau uang miliknya sendiri. Berpuasa dengan cara seperti itu. Riwayat yang ketiga ini dari Ahmad dipilih oleh Al-Hiraqi dan Abul Barkat. Yang menjadi perselisihan adalah pengkhususan (ta'yin) niat untuk bulan Ramadlan. tetapi ia tidak mengetahui bahwa titipan itu miliknya lalu ia sedekahkan pada orang lain. Maka saya katakan bahwa orang yang mengetahui keinginannya mesti akan berniat. Keumuman kaum muslimin berpuasa dengan diiringi niat. yaitu dengan niat mutlak.Jawab: Setiap muslim yang mengetahui bahwa puasa Ramadlan itu wajib hukumnya. Sebagaimana disabdakan Nabi . Bila ia tahu besok akan puasa haruslah ia meniatkan puasa.

Tanya: Apakah seseorang diperbolehkan berbuka puasa dengan semata melihat terbenamnya matahari? Jawab: Bila seorang telah melihat hilang seluruh bulatan matahari maka ia harus berbuka tanpa menghiraukan masih ada warna merah yang tampak di ufuk barat. baik dilafalkan atau tidak.shallallahu 'alaihi wa sallam: . Bukhari 4/171 . Idul Fithri kalian adalah hari kalian berbuka (tidak berpuasa) dan Idul Adlha adalah hari kalian menyembelih[3]. Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Ash-Shahihah no. hadits 224 dan Al-Irwa no. (HR. Beliau mengatakan: Hadits ini hasan gharib. Sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam katakan: . (HR. Yaitu ketika seluruh bulatan matahari telah hilang dan langit bagian timur akan tampak hitam. Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Apabila malam telah datang dari sini dan siang telah menghilang dari sini serta matahari telah terbenam dari sini (barat) maka berbukalah orang yang berpuasa. hadits 905) Tanya: Apakah seseorang yang berpuasa bulan Ramadlan memerlukan niat tiap hari atau tidak? Jawab: Setiap orang yang mengetahui bahwa besok Ramadlan dan dia menginginkan puasa maka dia pasti telah berniat. Hal ini merupakan perbuatan kebanyakan kaum muslimin. Puasa kalian adalah hari kalian berpuasa.

Sedangkan menurut pendapat ahli fiqih yang empat. wajib qadla` atasnya. pilek dan mulutnya berbuih terus-menerus sampai berhari-hari belum sadar hingga dikira gila dan tidak jelas keadaannya. sekelompok ulama salaf dan khalaf. Para bidan memutuskan ia harus berbuka karena untuk memberi makan janin yang dikandungnya tetapi wanita itu tidak sakit. Bila hal ini terus menimpanya tiap kali ia berpuasa dan dia tidak mampu untuk puasa maka ia harus memberi makan tiap hari seorang miskin.dan Muslim no. maka seorang boleh makan dan minum beberapa saat setelah adzan itu. Pendapat yang paling benar adalah tidak diwajibkan mengqadla`. Tanya: Ada seorang yang pingsan setiap kali berpuasa. apakah ia boleh berbuka atau tidak? . Riwayat ini adalah riwayat dari Umar. Tanya: Seorang perempuan hamil melihat darah serupa haidl dan darah haidl. Apabila ia ragu apakah sudah terbit fajar atau belum maka hendaknya ia makan dan minum hingga tampak jelas terbit fajar. Walaupun setelah itu ia tahu bahwa makan setelah terbit fajar masih diperselisihkan para ulama tentang wajib qadla` baginya. 1100) Tanya: Bolehkah makan sahur setelah adzan subuh pada bulan Ramadlan? Jawab: Bila muadzin adzan sebelum terbit fajar sebagaimana adzan pertama Bilal pada jaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di Damaskus. bagaimana tentang hal ini? Jawab: Apabila puasanya menyebabkan ia sakit seperti itu maka hendaknya ia berbuka dan mengqadla`.

boleh dikerjakan oleh yang berpuasa ataupun tidak berpuasa. Bersiwak disunnahkan pada semua waktu termasuk waktu Ramadlan. Tanya: . ketika bangun tidur sebagaimana biasa dilakukan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Banyak keutamaan bersiwak. ***** Fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah bin Al-Fauzan (anggota Kibaril Ulama Arab Saudi) dalam kitab Nur 'ala Darbi Fatawa hal. ketika akan shalat. 73-81: Tanya: Apakah hukum bersiwak pada bulan Ramadlan? Jawab: Tidak diragukan lagi bahwa siwak merupakan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang dianjurkan pelaksanaannya. ketika bau mulut mulai berubah. ketika membaca Al-Qur`an. Bahkan para shahabat melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersiwak terus menerus sampai tak terhitung jumlahnya dalam keadaan berpuasa. Akan tetapi dalam hal ini seorang harus berhati-hati ketika menggosok gigi dengan miswak (alat siwak) agar tidak melukai gusi yang dapat mengakibatkan pendarahan. Maka bersiwak itu hukumnya sunnah. Bersiwak sangat baik terutama pada tempat-tempat yang dibutuhkan seperti sebelum wudlu. Yang benar adalah seseorang disunnahkan bersiwak tiap hari di bulan Ramadlan pada pagi hari dan sore dan tidak benar anggapan bahwa seseorang disunnahkan hanya bersiwak pada sore hari saja.Jawab: Bila wanita hamil itu mengkhawatirkan keadaan janinnya maka ia wajib berbuka dan wajib mengqadla` serta memberi makan tiap hari satu orang miskin 1 liter roti dan lauknya. Bersiwak pernah dilakukan maupun diperintahkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Akan tetapi kalau ia mau menyempurnakannya maka lebih afdlal sebab sebagian ulama ada yang mewajibkan menyempurnakan puasa model ini. Beliau melakukan i'tikaf pada malam akhir Ramadlan dan tidak keluar dari masjid selain menunaikan hajatnya. . Pernah suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam masuk rumah dalam keadaan puasa sunnah lalu menjumpai makanan yang dihadiahkan para shahabat lalu beliau makan (dan memutus puasanya). Banyak kaum muslimin mengharapkan menjumpai malam lailatul qadar pada 10 hari terakhir bulan mubarak itu. Pada hari-hari itu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah dibandingkan malam-malam sebelumnya. Adapun bila ia berpuasa sunnah boleh memutuskan puasanya itu. Hal ini menunjukkan bahwa puasa sunnah tidak wajib disempurnakan. tidak ada kewajiban menyempurnakan puasa sunnah. Tanya: Apakah keutamaan hari-hari 10 akhir bulan Ramadlan? Jawab: Hari-hari ini memiliki keutamaan yang besar dan agung.Apakah seorang yang berpuasa qadla` dan puasa sunnah boleh memutuskan puasanya? Jawab: Apabila ia berpuasa qadla` tidak boleh memutuskannya dan wajib menyempurnakannya. Tanya: Apabila seorang berpuasa suatu hari kemudian ia safar pada pertengahan hari apakah ia berbuka pada hari itu? Jawab: Bila seseorang berniat puasa dan telah mengerjakannya lalu bepergian pada pertengahan hari maka hendaknya ia berbuka jika jarak perjalanan dari rumah ke tempat tujuan kurang lebih 80 km.

Allah berfirman: "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (44:33). Bila seorang berbuat baik kepada mereka berarti ia membantu ketaatan kepada Allah terhadap mereka. rezki seorang makhluk dan apa-apa yang akan terjadi dalam satu tahun." (AdDukhan: 4). sangat mudah mengeluarkan sedekah ibarat angin yang bertiup kencang. Bukhari dengan 1/30 Fath dan Muslim no. Dalil ini menunjukkan keutamaan sedekah bulan Ramadlan di mana pada bulan ini banyak orang yang miskin berpuasa.[4] (HR. Lailatul qadr lebih baik daripada 1000 bulan. Tanya: Bagaimana keterangan tentang keutamaan lailatul qadr dan ayat-ayat yang menerangkannya! Jawab: Allah memuliakan keadaan malam itu dan menamakannya lailatul qadr karena pada malam itu ditentukan ajal. Disebut juga lailatul qadr karena dia adalah malam yang ditentukan dan dimuliakan di sisi-Nya. Juga disebut malam lailatul mubarak (malam yang diberkahi). Pada bulan itu beliau shallallahu 'alaihi wa sallam sangat dermawan. Amal itu dilipatkan pahalanya karena kemuliaan waktu dan tempatnya (berdasarkan nash -pent) sebagaimana amal-amal dilipatkan pahalanya pada dua masjid Mekah dan Madinah (masjid Nabawi) yaitu shalat di dua masjid tersebut berpahala 1000 kali lipat dibanding shalat di tempat lainnya. 2307).Tanya: Apakah keutamaan bersedekah pada bulan Ramadlan? Jawab: Bersedekah pada bulan Ramadlan lebih utama (afdlal) daripada bersedekah pada bulanbulan lainnya. Allah berfirman: "Kami menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam penuh barakah. Kedermawanan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat itu lebih baik daripada angin sepoi-sepoi (angin yang bertiup terus-menerus dan bermanfaat). "Dan tahukah kamu apakah malam lailatul qadr itu." . Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah manusia yang paling dermawan dan lebih dermawan pada bulan Ramadlan ketika Jibril menemuinya untuk mengajari Al-Qur`an pada setiap malam pada bulan itu.

Ayat ini menunjukkan tentang keutamaannya oleh karena itu beliau selalu menunggu-nunggu datangnya malam itu. Kemudian Allah mensifati malam tersebut dengan malam yang penuh kesejahteraan sampai fajar. Tanya: Apakah makna ayat ". Allah dengan hikmah-Nya yang maha luas merahasiakan malam itu pada bulan Ramadlan agar kaum muslimin bersungguh-sungguh mencarinya pada tiap malam. Malaikatmalaikat Allah tidak turun ke bumi kecuali untuk menyelesaikan urusan besar. Karena makna i'tikaf secara bahasa ialah . Sehingga mereka mempunyai banyak amal dan terkumpullah amal-amal pada semua malam bulan itu dengan malam lailatul qadr. baik pada malam atau siang hari jika orang yang beri'tikaf itu tidak berpuasa. (HR. Beliau bersabda: . Orang-orang yang beri'tikaf tidak boleh mencampuri istri-istrinya." (Al-Baqarah: 187) Jawab: Allah melarang mencampuri istri dalam keadaan i'tikaf di masjid setelah membolehkan mencampurinya pada bulan Ramadlan.. baik dengan jimak maupun mubasyarah[5]. Bukhari Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu). Hal lain yang juga menunjukkan keutamaan dan kebesarannya ialah pada malam itu turun para malaikat dan Jibril (pemimpin para malaikat) untuk mengatur segala urusan.(Al-Qadr: 2-3).. sungguh Allah tidak memberinya kebaikan yang banyak. tetapi janganlah kamu campuri para istri itu sedang kamu beri'tikaf. Maka barangsiapa tidak mendapatkan kebaikan pada malam itu. Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam lailatul qadr dengan mempercayai adanya malam itu dan mengharap pahalanya maka akan diampuni dosanya yang telah lewat dan yang akan datang. Seribu bulan lebih kurang 83 tahun. Artinya beramal pada malam yang penuh berkah itu dilipatgandakan pahalanya semisal 1000 bulan beramal pada malam-malam selain bulan ini.

Seperti pergi ke pasar dan lainnya. Maka i'tikaf harus diadakan di masjid-masjid yang didirikan padanya shalat jama'ah karena lafadh ayat menyebutkan fil masajid (di masjid-masjid). Bila ia tetap di dalam masjid berarti ia meninggalkan shalat berjama'ah padahal shalat berjama'ah wajib hukumnya. Ayat di atas menunjukkan bahwa i'tikaf itu harus diadakan di masjid yang dipakai untuk shalat berjama'ah dan memiliki imam rawatib.meninggalkan perkara-perkara yang banyak dan meluangkan waktu untuk beribadah. Bagaimana saya mengqadla` puasa pada bulan yang aku tinggalkan? Apakah saya harus berpuasa tiap bulan atau memberi makan 60 orang miskin? Aku ingin berpuasa tahun ini selama tiga bulan apakah hal itu dibenarkan? Bagaimana cara melaksanakannya dengan bersambung atau terputus (berselang-seling)? Jawab: Jawaban dari pertanyaan anda perlu perincian. Karena waktu itu anda . Apabila seseorang mencampuri istrinya maka batallah i'tikafnya. Tidak boleh i'tikaf menyendiri di mushalla. Orang yang beri'tikaf di masjid yang tidak ditegakkan shalat jama'ah di dalamnya berada di antara dua keadaan yaitu antara i'tikaf dan meninggalkan shalat jama'ah. I'tikaf disebutkan pada akhir-akhir ayat puasa i'tikaf seharusnya dan lebih baik dilakukan ketika seorang dalam keadaan berpuasa dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak i'tikaf selain bulan Ramadlan yakni ketika puasa. rumah atau tanah lapang atau masjid yang tidak ditegakkan shalat jama'ah. Atau ia keluar dari masjid untuk shalat berjama'ah di masjid yang didirikan shalat jama'ah tiap shalat 5 waktu yang hal ini menghilangkan makna i'tikaf. Tanya: Saya seorang pemuda yang pernah tidak melaksanakan puasa tahun yang lalu sedangkan puasa tahun berikutnya saya berpuasa dengan sempurna. Yaitu jika anda meninggalkan puasa itu karena meninggalkan shalat (meninggalkan shalat menurut beliau kafir -pent) maka anda tidak berkewajiban mengqadla` puasa yang telah anda tinggalkan. Demikian pula bila ia keluar masjid tanpa ada kebutuhan mendesak juga membatalkan i'tikaf.

(Al-Ahzab: 33).. Sebagian ulama melarang memakai celak bagi orang yang berpuasa atau meletakkan sesuatu pada matanya seperti obat tetes mata. Janganlah kamu mencegah wanita-wanita menuju masjid Allah dan hendaklah mereka . Walaupun wanita itu keluar menuju masjid untuk beribadah tetap dilarang bertabaruj (berhias) dan memakai parfum.belum masuk Islam. obat tetes mata dan apa-apa yang diletakkan di mata bagi orang yang berpuasa terkadang dapat masuk ke tenggorokan sehingga membatalkan puasanya. Allah berfirman: : . Apabila anda tunda qadla` puasa karena ada udzur hingga datang Ramadlan berikutnya maka anda wajib mengqadla`nya setelah Ramadlan. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: . karena hal ini bisa menembus mata hingga ke tenggorokan tanpa disadarinya. Adapun setelah anda bertaubat yakni setelah melaksanakan shalat maka anda wajib mengqadla` puasa dan menunaikan seluruh syi'ar Islam yang diwajibkan. Bahkan ia harus menutup wajahnya bila keluar rumah.. Bila anda menunda mengqadla` puasa tanpa udzur maka anda wajib memberi makan seorang miskin tiap hari sebagai ganti puasa yang anda tunda qadla`nya itu. Namun bagi muslimah hendaknya memakai harum-haruman atau parfum dan kosmetik di dalam rumah saja dan menjauhi benda-benda itu untuk dipakai di luar rumah. tunaikan zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. kosmetik yang biasa dipakai wanita tidak membatalkan puasa. memakai parfum bagi seorang muslimah pada bulan Ramadlan? Jawab: Adapun celak.. Tanya: Apa hukum bercelak. ٣٣﴾ Dan hendaklah kamu (para wanita muslimah) tetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan tunaikanlah shalat. Sedangkan harum-haruman.

lihat Umdatul Ahkam. Sebagaimana keterangan Aisyah radliyallahu 'anha ketika seorang bertanya tentang mubasyarah: : . 31) Syarat mereka boleh keluar menuju masjid adalah tidak berhias dan tidak memakai parfum atau wangi-wangian. wajib atau sunnah. hal. Kaum muslimah sekarang banyak melakukan perbuatan melanggar syariat Allah.(Jimak atau jima' adalah hubungan seks/sex atau bersetubuh/persetubuhan. Syaikh Salim Al-Hilali. puasa ramadlan atau qadla atau nadzar dan lain-lain. Kita tidak menganjurkan orang yang . "Apa yang boleh dilakukan seorang yang berpuasa terhadap istrinya?" Beliau menjawab: "Semuanya boleh dilakukan selain jimak. tidak membatalkan puasa. (Mutafaq 'alaihi. keluar rumah dengan berhias. hadits no. membuka aurat dan wajah. [5] Mubasyarah bermakna dua yaitu mempergauli isteri dengan jimak dan mempergauli isteri tanpa jimak dengan menutupkan kain di atas farjinya yang meskipun suami mengeluarkan mani. [4] Bahjatun Nadhirin.keluar tanpa berhias dan berharum-haruman. pent). [2] Niat mutlak adalah meniatkan berpuasa tanpa menentukan puasa apa yang ia lakukan.red)" (HR Abdur Razak dalam bukunya Al-Mushanaf 4/190/8439 dengan sanad shahih) Akan tetapi hendaknya yang perlu diperhatikan bahwa keluarnya mani (tanpa jimak) tidak membatalkan puasa dan mubasyarah itu perkara lain. 58. Sedangkan niat ta'yin adalah meniatkan dengan detail puasa apa yang ia akan lakukan esok harinya. -----------------------------------------------------[1] Yakni kembali pada makna safar secara umum. memakai parfum dan celak mata yang tidak dilakukannya ketika di dalam rumah (untuk suaminya. [3] Maksudnya puasa dan berbuka bersama kebanyakan kaum muslimin.

Biasanya orang yang mendekati daerah terlarang akan memasukinya. Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. '08 10:54 PM untuk semuanya Hadits-hadits Lemah yang Berkaitan dengan Bulan Ramadlan Penulis: Al Ustadz Azhari Asri Fiqh.id/print. 08:02:33 Sering kali kita mendengar para khatib di atas mimbar membawakan hadits-hadits tentang Ramadlan dan keutamaannya. Syaikh Al-Albani hal. (Tamamul Minnah.berpuasa Ramadlan ketika syahwat jimak sedang memuncak untuk mubasyarah dengan istrinya. Barangsiapa berada di sekitar daerah penjagaan. Di antara hadits-hadits yang mereka bawakan ada yang . 13 Oktober 2004.salafy. 420). Wallahu a'lam. penulis Ustadz Ahmad Hamdani.php?id_artikel=758 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Hadits-hadits Lemah yang Berkaitan dengan Bulan Ramadlan Sep 11. (Dikutip dari Majalah Salafy edisi XXIII/Ramadlan/1418 H/1998 M. Hal ini dikhawatirkan ia akan terjerumus ke dalam larangan (yakni berjimak –pent). judul asli Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan). Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ‫ل‬ . dikhawatirkan akan terjerumus kepadanya. Sumber artikel : http://www.or.

Sungguh sangat jauh! Kedua. hendaknya dia mendatangkan bukti. bahkan maudlu' (palsu). tidak ada keraguan padanya karena beberapa perkara: Pertama. Syaikh Al-Qasimi rahimahullah dalam Qawaid At-Tahdits hal. Pendapat itu juga merupakan pendapat Bukhari. pent) diceritakan oleh Ibnu Sayyidin Nas dalam 'Uyunul Atsar dari Yahya bin Ma'in dan dalam Fathul Mughits beliau menyandarkannya kepada Abu Bakar bin Al-Arabi. baik dalam perkara-perkara hukum maupun keutamaankeutamaan. 94 mengatakan bahwa pendapat tersebut (yakni hadits dlaif tidak diamalkan secara mutlak. Aku (Syaikh Al-Albani) katakan bahwa inilah yang benar menurutku. Muslim dan Ibnu Hazm. Namun sangat disayangkan ketika membawakan hadits-hadits lemah. Tetapi pernyataan beliau itu terbantah karena perselisihan dalam masalah ini ma'ruf. Barangsiapa mengecualikan boleh beramal dengan hadits dlaif dalam fadlailul a'mal. Tidak Boleh Beramal dengan Hadits Lemah dalam Hal Fadlailul A'mal (Keutamaan Amal) Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hafidhahullah berkata: "Di kalangan ahli ilmu dan para penuntut ilmu telah masyhur bahwa hadits dlaif boleh diamalkan dalam fadlailul a'mal. hadits dlaif hanya mendatangkan sangkaan yang salah (dhanul marjuh). Mereka menyangka bahwa perkara ini tidak diperselisihkan. yang aku pahami dari ucapan mereka tentang fadlail a'mal . Bagaimana tidak. baik para khatibnya maupun pendengarnya. padahal sama sekali bukan! Oleh karena itu penulis mencoba mengangkat permasalahan ini sebagai nasehat kepada seluruh kaum muslimin. Sebagian besar para muhaqiq (peneliti hadits) berpendapat bahwa hadits dlaif tidak boleh diamalkan secara mutlak. mereka tidak menerangkan tentang kelemahannya kepada hadirin yang awam tentang permasalahan hadits sehingga orang-orang yang mendengarnya menyangka bahwa hadits-hadits itu adalah ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Imam Nawawi rahimahullah menyatakan dalam berbagai kitab beliau bahwa hal itu telah disepakati. Tidak boleh beramal dengannya berdasarkan kesepakatan.shahih dan ada yang dlaif.

mubah. . Betapa banyak perkara-perkara yang mereka anggap disyariatkan dan disunnahkan bagi manusia hanya didasari dengan hadits-hadits dlaif yang tidak ada asal pensyariatannya dalam hadits shahih. Yaitu pada amal yang shahih berdasarkan Kitab dan Sunnah. dan haram. kemudian ada hadits lemah yang menyertainya yang menyebutkan pahala khusus bagi orang yang mengamalkannya. Amal ini tidak ditetapkan pensyariatannya kecuali pada hadits lemah tersebut. Cukuplah salah satu contoh yang telah aku sebutkan. padahal hadits tentang masalah ini lemah (Lihat keterangan kedlaifannya dalam Al-Irwa` 241. Oleh karena itu ucapan sebagian ulama dimaksudkan seperti ini. Buktinya kita menyaksikan mereka beramal dengan hadits-hadits dlaif yang tidak terkandung dalam hadits-hadits shahih. (Ilmu Ushulil Bida' hal. Padahal perkara sunnah adalah salah satu hukum di antara kelima hukum[Yakni wajib.). sunnah.] yang harus ditetapkan berdasarkan dalil. (Yakni dari segi adanya dalil tentang asal amal itu. bukan dari segi adanya dalil yang menetapkan pahala yang khusus pada amal itu. Akan tetapi di sini tidak mungkin untuk mencantumkan berbagai contoh. Maka hadits lemah dalam keadaan semacam ini boleh diamalkan dalam fadlailul a'mal. Seperti Syaikh Ali Al-Qari rahimahullah dalam Al-Mirqah 2/381 mengatakan bahwa hadits lemah diamalkan dalam perkara fadlail walaupun tidak didukung secara ijma' sebagaimana keterangan Imam Nawawi. makruh. Ilmu Ushul Bida' 157. Meskipun demikian mereka menganggap hal itu sunnah. Dengan dasar inilah maka beramal dengan hadits lemah diperbolehkan jika telah ada hadits shahih yang menunjukkan disyariatkannya amal itu. 15)). qad qamatis shalah) dengan ucapan aqamahallah wa adamaha (semoga Allah menegakkannya dan melazimkannya). karena hal itu bukan pensyariatan amal itu tetapi semata-mata sebagai keterangan tentang pahala khusus yang diharapkan oleh pelakunya.yaitu amal-amal yang telah disyariatkan berdasarkan hadits shahih. Akan tetapi kebanyakan orang yang berpendapat seperti itu tidak memaksudkan makna itu. Seperti Imam Nawawi dan yang mengikutinya menganggap sunnah menjawab ucapan orang yang mengumandangkan iqamah ketika mengucapkan dua kalimat (qad qamatis shalah.

Atau sebagian orang-orang jahil menyangka bahwa hadits itu adalah shahih. Hendaknya setiap orang khawatir jika termasuk dalam ancaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka mengamalkan suatu hadits tanpa mengetahui kelemahannya. 3. 3-4 bahwa para ahli ilmu telah bermudah-mudah dalam membawakan hadits-hadits tentang fadlail walaupun memiliki kelemahan selama tidak maudlu' (palsu). Hadits itu tidak maudlu'. Al Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Tabyinul 'Ujab hal. Maka bagaimana orang yang mengamalkannya?! Tidak ada perbedaan antara mengamalkan suatu hadits dalam perkara hukum atau dalam perkara fadlail. 2. Orang yang mengamalkannya mengetahui bahwa hadits itu dlaif. Kalaupun mereka mengetahui kelemahannya mereka tidak mengetahui apakah kelemahannya ringan atau sangat parah sehingga tidak boleh diamalkan. Tetapi sangat disayangkan kita menyaksikan kebanyakan ulama lebih-lebih orang awam meremehkan syarat-syarat ini.Yang terpenting di sini adalah hendaklah orang-orang yang menyelisihi hal ini mengetahui bahwa beramal dengan hadits lemah dalam perkara fadlail tidak mutlak menurut orangorang yang berpendapat dengannya. sebab semuanya adalah syariat. Inilah tiga syarat penting diperbolehkan beramal dengan hadits lemah: 1. Seharusnya hal itu diberi syarat yaitu orang yang beramal dengannya meyakini bahwa hadits itu lemah dan tidak memasyhurkannya sehingga orang tidak beramal dengan hadits lemah dan mensyariatkan apa yang tidak disyariatkan. . Hal ini juga ditegaskan oleh Al-Ustadz Abu Muhammad bin Abdus Salam dan lain-lain. maka dia termasuk pendusta. Kemudian mereka memasyhurkannya sebagaimana halnya beramal dengan hadits-hadits shahih! Oleh . Tidak memasyhurkan beramal dengannya. Barangsiapa menceritakan dariku satu hadits yang dianggap dusta.

Orang yang membawakan hadits dlaif termasuk dalam ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: ". Kemudian syarat-syarat tersebut menguatkan pendapat kami bahwa sebagian besar ulama tidak menginginkan makna yang kami anggap kuat tadi. Menurutku (Syaikh Al-Albani). bahkan pada umumnya dusta dan palsu. Sebab satu pun di antara syaratsyarat itu tidak diterapkan sebagaimana yang tampak.. maka dia termasuk dalam hadits (yang berisi ancaman tersebut). Sebab ucapan beliau adalah dalam pembahasan hadits dlaif. Sebab kita katakan bahwa Al-Hafidh menyebutkan .yang tampak bahwa hadits itu dusta." Yaitu dia menampakkan seperti itu. Sebagaimana hal itu tidak tersembunyi. shahih atau tidak shahih. Apa yang kami sebutkan tidak menafikan bahwa Al-Hafidh menyebutkan syarat-syarat itu untuk mengamalkan hadits dlaif. Hal ini ditegaskan oleh sebagian ulama.. Al-Hafidh Ibnu Hajar cenderung kepada tidak boleh beramal dengan hadits lemah berdasarkan ucapan beliau yang telah lewat bahwa tidak ada perbedaan antara mengamalkan suatu hadits dalam perkara hukum atau dalam fadlail sebab semuanya adalah syariat. Oleh karena itu Al-Hafidh menambahkan dengan ucapannya: 'Maka bagaimana dengan orang yang mengamalkannya?!' Hal ini dikuatkan dengan perkataan Imam Ibnu Hibban bahwa setiap orang yang ragu terhadap apa yang dia riwayatkan. karena hadits dlaif yang tidak ada penguatnya kemungkinan adalah dusta. bukan maudlu'.karena itu banyak ibadah-ibadah di kalangan kaum muslimin yang tidak shahih dan memalingkan mereka dari ibadah-ibadah yang shahih yang diriwayatkan dengan sanadsanad yang shahih. Adapun jika ucapan beliau dimaksudkan kepada larangan memakai hadits maudlu' dan tidak ada perbedaan antara perkara hukum dan fadlail adalah sangat jauh dari konteks ucapan Al-Hafidh. Dan kita katakan seperti perkataan Al-Hafidh: 'Maka bagaimana dengan orang yang mengamalkannya?' Inilah penjelas dari maksud ucapan Al-Hafidh tersebut. Inilah yang hak.

.. Wallahul muwaffiq. pent) dengan syarat-syarat itu. Maka pada pembahasan terakhir ini kita akan menukil beberapa hadits lemah yang diucapkan para khatib dan diamalkan di bulan Ramadlan dari kitab Shifat Shaum Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam fi Ramadlan karya Syaikh Salim Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid hal. (Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah 1886.perkataan itu kepada orang-orang yang membolehkan memakai hadits lemah dalam perkara fadlail selama tidak maudlu'. Bahkan di akhir ucapan beliau menegaskan sebaliknya seperti yang telah kita terangkan. 109-113. Hadits-hadits Lemah yang Berkaitan dengan Bulan Ramadlan Setelah kita mengetahui bahwa pendapat yang kuat dalam masalah hadits dlaif adalah tidak boleh dipakai sekalipun dalam fadlailul a'mal dan seandainya diperbolehkan harus dipenuhi syarat-syarat tersebut." Sampai di sini keterangan Syaikh Al-Albani dalam Tamamul Minnah hal. Kesimpulannya bahwa beramal dengan hadits lemah dalam perkara fadlailul a'mal tidak diperbolehkan sebab menyelisihi hukum asal dan tidak ada dalilnya. Orang yang membolehkannya harus memperhatikan syarat-syarat tersebut dan konsisten dengan syaratsyarat iltu ketika mengamalkan hadits lemah. Beliau berdua menyebutkan beberapa hadits beserta penilaiannya.' Al-Hafidh tidaklah menyatakan dengan tegas bahwa dia menyetujui mereka dalam pembolehan (beramal dengan hadits-hadits lemah. ، ‫. ل‬ ‫ل‬ Seandainya hamba-hamba itu mengetahui apa yang ada di bulan Ramadlan niscaya umatku berangan-angan agar Ramadlan setahun penuh. 34-38. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadlan dari ujung tahun ke tahun berikutnya. Abu Ya'la dalam Musnadnya sebagaimana di dalam Al-Mathalib Al-'Aliyah (qaf 46/alif-ba/naskah . Ibnul Jauzi dalam kitab Al-Maudlu'at 2/188-189. Seakan-akan beliau berkata kepada mereka: 'Jika kalian berpendapat demikian maka seharusnya kalian menerapkan syarat-syarat ini.

dengan ucapan: "Jika hadits ini shahih. karena kelemahan Ali bin Zaid. Hadits ini maudlu'. Ramadlan adalah bulan awalnya adalah rahmat.." . 1887. Al-Ashbahani dalam At-Targhib (qaf/178. ، . pertengahannya adalah ampunan dan akhirnya adalah kemerdekaan dari api neraka.. Al-Muhamili dalam Amalinya no. cacatnya pada Jarir bin Ayyub.manuskrip) dari jalan Jarir bin Ayub Al-Bajali dari Sya'bi dari Nafi' bin Bardah dari Abu Mas'ud Al-Ghifari)." Ibnu Khuzaimah berkata: "Aku tidak berhujah dengannya karena hapalannya jelek." Ibnu Abi Haitsamah berkata: "Dia dlaif dalam segala hal." Ahmad bin Hanbal berkata: "Dia tidak kuat." Ibnu Hajar berkata dalam Al-Athraf: "Tidak diperselisihkan tentang Ali bin Zaid bin Jad'an. maka dia seperti menunaikan suatu kewajiban pada bulan lain.. Sanad hadits ini lemah. dia adalah dlaif. Ibnu Abi Hatim menukil dari ayahnya (Abu Hatim) di dalam I'lalul Hadits 1/249): "Hadits ini mungkar. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah no." sedang dari Bukhari: "Dia meriwayatkan hadits mungkar" dan dari Nasai: "Dia matrukul hadits (ditinggalkan haditsnya)!! Ibnul Jauzi menghukumi dia sering memalsukan hadits. Allah menjadikan puasa pada bulan itu sebagai kewajiban dan shalat malam sebagai sunnah.." Ibnu Ma'in berkata: "Dia dlaif." Kemudian Ibnu Hajar menukil ucapan Abu Nu'aim tentang dia: "Dia pemalsu hadits... bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa bertaqarub di dalamnya dengan satu kebaikan. 293. Ibnu Sa'ad berkata: "Dia (Ali bin Zaid) lemah." Demikian dalam Tahdzibut Tahdzib (7/322-323). Ibnu Hajar menyebutkan biografinya dalam Lisanul Mizan (2/101) dan berkata: "Dia terkenal dengan kelemahannya.. tidak dapat dijadikan hujah. kalian telah dinaungi bulan yang agung.. Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits tersebut. ba'/naskah manuskrip) dari jalan Ali bin Zaid bin Jad'an dari Sa'id bin Al-Musayyib dari Salman. Wahai manusia. ، .

adalah munkar. Sanad hadits ini lemah. Barangsiapa membatalkan (puasanya) satu hari dari bulan Ramadlan tanpa udzur dan sakit. Hadits ini disebutkan oleh Bukhari dalam Shahihnya (4/160 – Fathul Bari) secara mu'alaq tanpa sanad. Disebutkan sanad-sanadnya oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya 1987. Haditsnya ketika di Syam lebih munkar daripada haditsnya di Irak karena hapalannya jelek.Puasalah kalian. Demikian pula Ibnu Bukhait dalam Juz'unya sebagaimana dalam Syarhul Ihya' 7/401 dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abu Dawud dari Zuhair bin Muhammad dari Suhail bin Abu Shalih dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu. Biografinya terdapat dalam Tarikh Dimasyk 15/qaf 386 – naskah manuskrip). Di antaranya adalah hadits ini. Ini adalah potongan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Adi dalam Al-Kamil 7/2521 dari jalan Nahsyal bin Said dari Ad-Dlahhak dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma. . niscaya kalian sehat. Riwayatnya dari Zuhair –sebagaimana ditegaskan oleh para imam. dia berdusta dan Ad-Dlahhak tidak mendengar langsung dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma." Abu Hatim berkata: "Hapalan Zuhair jelek. Aku (Syaikh Ali) katakan bahwa Muhammad bin Sulaiman adalah penduduk Syam. Diriwayatkan pula oleh At-Thabrani dalam Al-Ausath (1/qaf – 69/alif – Majma'ul Bahrain)." Al Ajali berkata: "Hadits-hadits yang diriwayatkan oleh penduduk Syam darinya tidak menakjubkan aku. maka tidak dapat diqadla` walaupun dia puasa sepanjang tahun. Nahsyal adalah matruk." Demikian dalam Tahdzibul Kamal 9/417. Abu Bakar Al-Atsram berkata: "Aku mendengar Ahmad berkata: "Mereka (orang-orang Syam) meriwayatkan beberapa hadits munkar dari Zuhair. .

php?id=30) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. keadaan Abul Muthawis majhul (tidak dikenal). Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari 4/161: "Hadits ini banyak diperselisihkan pada Habib bin Abi Tsabit. Abu Dawud 2397. http://salafy. Memang sebagian hadits tersebut mengandung makna yang shahih yang terdapat dalam syariat kita yang lurus ini. namun tidak boleh kita sandarkan hadits yang tidak shahih itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Sehingga hadits ini memiliki tiga 'ilat (cacat). Ibnu Khuzaimah setelah meriwayatkan hadits ini berkata dengan ucapan: "Aku tidak mengetahui siapa Ibnul Muthawis dan ayahnya. Al-Baihaqi 4/228. Nasai dalam Al-Kubra. Abul Muthawwis mendengar dari ayahnya dari Abu Hurairah diragukan.id/print. (Dinukil dari Majalah Salafy edisi XXIII/Ramadlan/1418 H/1998 M rubrik Mabhats." Sehingga hadits ini juga dlaif.php?id_artikel=753 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Fatwa Syaikh tentang Hukum I'tikaf Sep 11.salafy. Meskipun demikian masih sering terdengar dan terbaca pada setiap bula Ramadlan yang diberkahi ini khususnya. Sumber artikel : http://www. Ibnu Hajar dalam Ta'liqut Ta'liq 3/170 dari jalan Abul Muthawwis dari ayahnya dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu. '08 10:52 PM untuk semuanya . Wallahu a'lam.or.com/baca. sebagaimana dalam Tuhfatul Asyraf 10/373.iwebland. penulis ustadz Azhari Asri (murid syaikh Yahya al Hajuri dan syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah). yaitu: idltirab (sanadnya goncang).Tirmidzi 723. Ibnu Majah 1672. Demikian empat hadits yang didlaifkan oleh para ulama.

Diperbolehkan baginya boleh memotong waktu tersebut jika ada keperluan lain. Disunnahkan beri`tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan untuk mengikuti Rasululllah Shalallahu 'alaihi wassalam. Tempat beri`tikaf adalah mesjid-mesjid yang didirikan shalat berjamaah padanya. karena i`tikaf adalah sunnah dan tidak menjadi wajib jika dia telah memulainya. 05:11:25 Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz tentang hukum I'tikaf Pertanyaan: Apakah hukum I`tikaf bagi laki-laki dan wanita? Apakah berpuasa merupakan syarat untuk syahnya I`tikaf? Kemudian amalan apa saja kah yang baik dilakukan oleh orang yang beri`tikaf? Kapan waktu memasuki tempat i`tikaf dan kapan keluar dari sana ? Jawaban: I`tikaf hukumnya Sunnah bagi laki-laki dan wanita sebagaimana telah datang dari Rasululullah Shalallahu 'alaihi wassalam.Fatwa Syaikh tentang Hukum I'tikaf Penulis: Syaikh Abdullah Bin Abdullah Aziz Bin Baz Fiqh.Juga tidak disyaratkan berpuasa walaupun dengan berpuasa lebih utama. Disunnahkan bagi seseorang yang beri`tikaf agar memasuki tempat beri`tikaf saat dia berniat i`tikaf dan keluar dari padanya setelah lewat masa yang dia inginkannya. i`tikaf beliau tetapkan pada sepuluh hari terakhir. Kemudian pada akhirnya. jika itu memungkinkan. bahwasanya beliau dulu beri`tikaf di bulan Ramadhan. kecuali jika dia bernadzar. Para istri-istri beliau juga beri`tikaf bersama beliau Shalallahu 'alaihi wassalam. dan juga setelah beliau wafat. Tidak ada waktu-waktu tertentu bagi i`tikaf dalam pendapat Ulama yg terkuat . maka yang lebih utama adalah beri`tikaf di mesjid yang mengadakan shalat Jumat. 16 November 2003. Disunnahkan bagi seseorang yang beri`tikaf saat itu . Apabila waktu i`tikafnya diselingi oleh hari Jumat.

membaca qur`an. Sumber artikel : http://www. ----------------------------------------------------------------------- Referensi: Dinukil dari Tuhfatul ikhwan bi ajwibatin muhimmatin tata`allaqu bi arkanil islam.untuk memasuki tempat i`tikafnya setelah shalat Fajar hari ke-21 dan keluar dari sana apabila telah selesai sepuluh hari.php?id_artikel=341 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Hukum-hukum sekitar I'tikaf dalam pandangan Ulama' Sep 11. berdoa dan mengerjakan shalat-shalat Sunnah selain pada waktuwaktu yang dilarang.id/print. Jika dia memotongnya maka tidak mengapa. Dianjurkan bagi yang beri`tikaf agar memperbanyak dzikir. Pada suatu saat Shofiyah mengunjungi beliau saat I`tikaf di bulan Ramadhan.salafy. karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullah. Hal ini menunjukan kesempurnaan sifat tawadhu` dan baiknya beliau terhadap istri-istri beliau. kecuali jika i`tikaf nadzar sebagaimana telah dijelaskan. Tidak dilarang bagi teman-teman seseorang yang beri`tikaf untuk mengunjunginya dan berbicara dengan mereka sebagaimana Rasululullah Shalallahu 'alaihi wassalam dahulu dikunjungi oleh beberapa istrinya dan berbicara dengan mereka. Yang lebih diutamakan adalah menyediakan tempat khusus di dalam mesjid untuk beristirahat jika memungkinkan.or. Penerjemah Abu Abdillah Alee Masaid As salafee Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.istighfar. '08 10:51 PM Ahlusunnah untuk semuanya Hukum-hukum sekitar I'tikaf dalam pandangan Ulama' Ahlusunnah . semoga shalawat dan salam dilimpahkan atas beliau.

Telah saya takhrij dan saya komentari dengan rinci dalam kitab ”Silsilah Dhoifah” 5347. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Al Mushannaf.*(riwayat Bukhari. 20 Oktober 2004. (Riwayat Bukhari dan Ibnu Khuzaimah dalam shahih keduanya telah ditakhrij dalam sumber yang lalu no: 2126-2130). riwayat Bukhari Muslim dan Ibu Khuzaimah . seperti terdapat dalam “Mukhtasar Shahih Bukhari” (995) dan telah ditakhrij dalam “Shahih Abu Dawud” juga no: 2136-2137).Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani Fiqh. dan ahwa Umar radhiyallahu „anhu berkata kepada Nabi shalallahu „alaihi wasallam “Dahulu aku bernadzar di zaman jahiliyah untuk I‟tikaf semalam di Masjidil Haram”? Nabi shalallahu „alaihi wasallam bersabda : “Penuhilah nadzarmu”. bahwa Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam ber i‟tikaf di setiap Ramadhan 10 hari. karya Ibnu Abi syaibah dan Abdurrazzaq. (maka Umar I‟tikaf semalam). Al-Baqarah :187) Disertai hadist-hadist shahih tentang I‟tikaf Nabi shalallahu „alaihi wasallam. dalilnya adlah firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala : “Sedang kalian dalam kedaan I‟tikaf di masjid”. *(Dulu disini pada cetakan yang lalu ada hadist. Demikian pula atsar-atsar yang mutawatir dari ulama Salaf dalam masalah itu. Telah terdapat riwayat bahwa Nabi Shalallahu „alaihi wa sallam i‟tikaf sepuluh hari terakhir dari bulan Syawal *(Potongan dari hadist Aisyah radhiyallahu „anha. (QS. . Muslim dan Ibnu Khuzaimah dan tambahan itu pada Bukhari dalam ssebuah riwayat. karena di kemudian hari jelas bagi saya lemahnya. Dan pada tahun dimana beliau wafat Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam I‟tikaf selama 20 hari. Saya singkap penyakitnya yang sempat tersamarkan kepada saya dan juga kepada Al Haistany sebelum saya). dalam kitab shahih merekatelah ditahkrij dalam shahih Abu Dawud). Dan lebih ditekankan di bulan Ramadhan berdasarkan hadist Abi Hurairah radhiyallahu „anhu. dalam masalah keutamaannya “Barangsiapa beri‟tikaf suatu hari…” kemudian aku hilangkan. 04:42:53 Hukumnya I‟tikaf adalah sunnah di bulan ramadhan dan yang lainnya sepanjang tahun.

Imam bukhari berdalil dengan ayat ini atas apa yang kami sebutkan.) 2.] Berkata Aisyah radhiyallahu „anha : “Disunnahkan. agar tidak keluar kecuali untuk kebutuhan yang mesti dia lakukan.. karena keluar untuk itu adalah wajib.. Berdasarkan ucapan 'Aisyah Radhiyallahu „anha yang lalu dalam sebuah riwayat. Berkata al Hafidz Ibnu Hajar :“ Sisi pendalilan dari ayat itu bahwa kalau seandainya I‟tikaf itu sah selain dimasjid tidaklah akan dikhususkan pengharaman jima‟ itu hanya padanya. Tidak boleh menjenguk orang sakit.Yang paling utama adalah pada akhir bulan Ramadhan. (Riwayat Baihaqi dengan sanad yang shahih. (Riwayat Baihaqi dari Ibnu Abbas : ”Sesungguhnya perkara yang paling Allah benci adalah bid‟ah dan sesungguhnya termasuk bid‟ah adalah I‟tikaf di masjid- . karena Nabi shalallahu „alaihi wasallam I‟tikaf pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau. Disunnahkan pula bagi yang I‟tikaf untuk berpuasa. dan telah di takhrij dalam Shahih Abu Dawud (2135) dan Irwa‟ul Ghalil no 996. Dan hendaklah pada masjid jami‟ agar tidak terpaksa keluar masjid untuk melaksanakan shalat jum‟at. Syarat-syaratnya : 1. karena jima‟ itu membatalkan I‟tikaf secara ijma‟. (Al Baqarah 187. akan tetapi Allah mengkinayahkan apa yang Ia kehendaki dengan apa yang Allah kehendaki. Tidak disyariatkan kecuali di dalam masjid-masjid berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala : “Dan janganlah kalian melakukan jima‟[1]dengan mereka sedang kalian beri‟tikaf di masjid-masjid”). riwayat yang selanjutnya dari Aisyah radhiyallahu „anha. bagi seorang I‟tikaf. (Riwayat Bukhari dan Ibnu Khuzaimah 2223 telah ditakhrij dalam Al-Irwa (996) dan “Shahih Abi Dawud” no :2125). dan tidak I‟tikaf melainkan pada masjid jami‟ (yang digunakan untuk shalat jamaah). [“dan jangan kalian melakukan jima. Riwayat Baihaqi (4/321) dengan sanad yang perawinya terpercaya. (“…dan tidak ada I‟tikaf kecuali di masjid jami'”.” yakni “Jangan berjima‟ dengan mereka “ ibnu Abbas mengatakan : kata ( ‫ل‬ ‫ش‬ ‫لل‬ ‫ل‬ ) semuanya berarti jima‟. dan Abu Dawud dengan sanad yang Hasan. tidak boleh menyentuh wanita.). maka diketahui dengan penyebutan masjid bahwa dimaksudkan I‟tikaf itu tidak boleh kecuali di masjid). tidak pula jima‟ dengan mereka.

Akan tetapi „Atha‟ tidak menyebutkan Masjidil Aqsa. dan mengatakan : ”Walaupun dalam masjid (atau mushala –pent) rumahnya”. Muslim. Telah ditakhrij dalam “Shahih Abu Dawud” (2131-2132) ). kemudian saya sisir rambutnya. Masjidil Aqsa dengan hadist Nabi shalallahu „alaihi wasallam : “Tidak ada I‟tikaf kecuali pada 3 masjid itu”). Dan diantara ulama salaf yang berpendapat demikian sebagaimana yang telah saya dapati.masjid yang ada di rumah)”. 3. isma‟ily dan Baihaqi dengan sanad yang shahih dari Hudzaifah bin Al Yaman. Ibnu Abi Syaibah dan Ahmad dan tambahan lafadz itu dari keduanya.[2] Yang dibolehkan untuk orang yang berI‟tikaf sbb : a. dan telah ditakhrij dalam “Silsilah shahihah” no :2787 bersama dengan riwayat-riwayat yang lain. Kemudian saya dapati pada hadist yang shahih dan jelas yang mengkhususkan keumuman makna (masjid-masjid) yang tersebut dalam ayat. Yang lain mengatakan masjid jami‟ secara mutlak. itulah yang semestinya. Dibolehkan untuk seorang yang I‟tikaf dan yang lain untuk berwudhu dalam masjid berdasarkan ucapan seseorang kepada yang melayani Nabi shalallahu „alaihi wasallam : “ . b. bahwa mengambil pendapat yang sesuai dengan hadist. dan beliau tidak masuk rumah kecuali untuk hajat seorang manusia. tetapi yang lain menyelisihi mereka. Dibolehkan keluar dari masjid untuk buang hajat. yaitu hanya pada tiga masjid : Masjidil Haram. juga mengeluarkan kepalanya dari masjid untuk dikeramasi atau disisir.” (Riwayat Bukhari. Disunnahkan untuk yang melakukan I‟tikaf agar berpuasa sebagaimana yang lalu dari penjelasan Aisyah radhiyallahu „anha. adalah sahabat Hudzaifah bin Al Yaman dan Sa'id bin Al Musayyib juga 'Atha‟ rahimahullah.” Dalam riwayat : “Lalu saya cuci kepalanya dan diantara aku dan dia kayu dasar pintu dan saya dalam keadaan haid. Berkata Aisyah radhiyallahu „anha : “Sesungguhnya Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam dahulu megeluarkan kepalanya kepadaku sedang dia (dalam keadaan beri‟tikaf) di masjid dan saya di kamar saya. Dari apa yang saya sebutkan diatas dan semuanya shahih). Dan tidak tersembunyi lagi. (Diriwayatkan oleh Thahawi. Masjid Nabawi. wallahu Subhanahu wa Ta‟ala a‟lam. ketika itu beliau dalam keadaan I‟tikaf.

naungan diatas pintu untuk menjaganya dari hujan.[Ini adalah ujung hadist Abu Sa‟id Al-Khudri. Telah lewat takhrijnya pada hal. sebagaimana yang dikatakan As-Sindy. ( Riwayat Baihaqi dengan sanad baik dan Ahmad (51364) secara ringkas dengan snad yang shahih). Allahlah yang memberi taufiq.”Nihayah”. [Disebut “Khiba” salah satu bentuk rumah-rumah orang arab yang terbuat dari bulu unta atau wol. dan bukan dari rambut. yang dimaksud. sebagaimana yang diucapkan Ibnu Qoyyim : “Kebalikan dari apa yang dilakukan orang-orag bodoh dimana orang-orang beri‟tika membuat semacam ruang tamu dan berbincang-bincang didalamnya. dibuat diatas 2 tiang atau 3. karena Aisyah dulu membuat tenda untuk Nabi shalallahu „alaihi wasallam [3]. Shafiyah radhiyallahu „anha tinggal di kampung Usmah .] dengan naungan tikar[6]].34 pada catatan kaki no. Ini adalah satu macam. [Riwayat Bukhari dan Muslim dari hadist Aisyah radhiyallahu „anha. ada pada riwayat Muslim. Dibolehkan pula membuat kemah kecil di bagian belakang masjid lalu ber‟tikaf didalamnya.] Jika beliau beri‟tikaf. berdasarkan ucapan Shafiyah Radhiyallahu „anha : “Ketika itu Nabi shalallahu „alaihi wasallam beri‟tikaf dimasjid pada 10 hari terkhir bulan ramadhan. bahwa beliau meletakkan sepotong tikar di atas pintunya agar tidak terlihat oleh pandangan seseorang. Dan pernah beliau shalallahu „alaihi wasallam satu kali beri‟tikaf di qubah (semacam payung – pent) kecil[5] [aitu tenda kecil yang diatasnya melingkar. Maka beliaupun berdiri bersamaku untuk mengantarkanku. “Suddah” artinya semacam. dan itu atas perintah beliau shalallahu „alaihi wasallam[4].1251] Dibolehkannya Wanita beri‟tikaf dan menengok suaminya di masjid a. red). maka aku datang menengoknya di malam hari dan di sisinya isteri-isterinya yang sedang bergembira. riwayat Muslim dan Ibnu Khuzaimah dalam shahih keduanya dan telah di Tahkrij dalam Shahih Abu Dawud no. sedang I‟tikaf Nabi shallallahu „alaihii wa sallam adalah macam yang lain (berbeda. c.39]. Dibolehkannya seorang wanita menengok suaminya yang ada di tempat I‟tikafnya. dan hendaknya suaminya mengantarkannya sampai keluar pintu masjid. maka beliau shalallahu „alaihi wasallam katakan : “ Jangan kau terburu-buru sehingga aku antarkan”. lebih utama kita katakan : supaya pikiran orang yang beri‟tikaf tidak tersibukkan orang yang lewat didepannya agar mendapatkan maksud dan ruh dari I‟tikaf itu. lalu aku berbicara dengan beliau beberapa saat lalu aku berdiri untuk kembali. riwayat perbuatan „Aisyah itu diriwayatkan oleh Bukhari adapun yang menerangkan perintah Nabi shallallahu „alahi wa sallam.Nabi shalallahu „alaihi wasallam berwudhu ringan di dalam masjid”.

2) Saya katakan : “Bahwa itu terdapat dalil. 3. Berdasarkan banyak dalil dalam hal ini.bin Zaid. lewat dua orang sahabat Anshar. bahkan kadang-kadang kami meletakkan bejana di bawahnya dalam keadaan dia tetap shalat”. diizinkan waki-walinya untuk itu. Bahkan dibolehkan bagi wanita untuk I‟tikaf bersama suaminya. Tatkala berada di pintu masjid yang dekat dengan rumah Umi Salamah radhiyallahu „anha. dan kaidah fiqih mengatakan : “Menghindari keruskan itu lebih didahulukan dari pada mencari maslahat (kebaukan)”. Lalu keduanya mengatakan : “Subhanallah ! Wahai Rasulullah”. Ketika mereka melihat Nabi Shalallahu „alaihi wasallam keduanya mempercepat (langkahnya). atau sendirian. telah ditakhrij dalam shahih Sunan Abu Dawud . sampai Allah mewafatkannya.”. kekuningan. (Riwayat Bukhari.2138. b. .) „Aisyah juga mengatakan : “Dahulu Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam beri‟tikaf sepuluh hari terakhir pada bulan ramadhan. (Riwayat Bukhari telah ditakhrij dalam Shahih Abu Dawud no. Maka Nabi shalallahu „alaihi wasallam mengatakan : “Sesungguhnya setan mengalir pada seseorag seperti mengalirnya darah Dan sungguh aku khawatir kalau setan membisikkan pada hati kalian berdua kejelekan atau beliau mengucap sesuatu. Maka Nabi shalallahu „alaihi wasallam berkata : “ Pelan-pelan ! Sesungguhnya wanita ini adalah Shafiyah binti Huyai” (istri Rasulullah sendiri. Jima‟ membatalkan I‟tikaf berdasarkan firman Allah : “Dan jangan kalian gauli mereka sedang kalian dalam ibadah I‟tikaf (di masjid)”. terakhir pada hadist itu dikeluarkan oleh Abu Dawud. riwayat yang lain adlah riwayat Said bin Manshur seperti terdapat dalam “Fathul Bari”4/281.2144-2134). (Riwayat Bukhari Muslim dan selain keduanya telah di takhrij hal. Berdasarkan ucapan „Aisyah radhiyallahu „anha : “Telah I‟tikaf bersama Nabi shalallahu „alaihi wasallam seorang wanita yang isthihadhah (didalam sebuah riwayat dia adalah Umm Salamah) diantara isteri-isterinya dan dalam keadaan dia masih melihat kemerahan.35. Muslim dan Abu Dawud tambahan. serta aman dari fitnah dan tidak berkhalwat (menyendiri) dengan kaum lelaki. Kemudian isteriisteri beliau beri‟tikaf setelahnya. Akan tetapi Darimi menyebutnya “Zaenab” 1/22 Wallahu a‟lam. dibolehkannya juga wanita I‟tikaf dan tidak diragukan bahwa itu dengan catatan. red). catatan kaki no.

(Dinukil dari terjemah kitab "Qiyamu Ramadhan". karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani. dengan pena penulisnya pada fajar hari ahad 26 Rajab tahun 1406 H. juga menambahnya dengan tambahan-tambahan baru.84 . Hal : 72 . Sumber artikel : http://www. dan hendaklah dia memulainya kembali. Dan tidak ada kafarah bagi dia karena tidak terdapat dalil dari Nabi shalallahu „alaihi wasallam dan para sahabatnya. I‟tikafnya. '08 10:51 PM untuk semuanya .salafy.or. edisi Indonesia “Shalat Tarawih Bersama Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam ”. Penerjemah : Al-Ustadz Qomar Su‟aidi.id/print. semoga Allah Subhanahu wa Ta‟ala memberikan Shalawat dan salam-Nya kepada Nabi shalallahu „alaihi wasallam yang ummi. aku bersaksi bahwa tiada Illah yang hak melainkan Engkau.” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah 3/920 dan Abdurrazzaq 4/363 dengan sanad yang shahih dan yang dimaksud dari kata (Ista‟nafa) dalam lafadz 2 hadist adalah mengulangi I‟tikafnya). aku minta ampun kepada-Mu dan bertaubat Kepada-Mu.php?id_artikel=762 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar I'tikaf seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11.Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu „anhu : “Jika seorang yang I‟tikaf melakukan jima‟ bata. Bab “I‟tikaf”. “Maha suci Engkau ya Allah dan dengan memuji-Mu.” Selesai mengoreksi dan membenahinya. Penerbit “Cahaya Tauhid Press”) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. juga kepada keluarga dan sahabatnya.

04:36:21 1. Sedangkan makan dan minum dengan berlebih-lebihan dan berlebih-lebihan dalam bergaul. Rahmat Allah Yang Maha Perkasa lagi Penyayang menghendaki untuk mensyari‟atkan bagi mereka puasa yang menyebabkan hilangnya kelebihan makan dan minum pada hambaNya. dan (hal-hal tersebut) akan memutuskan perjalanan hati menuju Allah atau akan melemahkannya. menghalangi dan menghentikannya. hanya menyibukkan diri kepada Allah semata. dan jadilah keinginan semua kepada-Nya dan semua betikanbetikan hati dengan mengingat-Nya. Hingga jadilah meng-ingat-Nya. yang menyebabkan dia . terlalu banyak bicara dan tidur. termasuk dari unsur-unsur yang menjadikan hati bertambah berantakan (kusut) dan mencerai beraikan hati di setiap tempat. karena kusutnya hati tidak akan sembuh kecuali dengan menghadapkan(nya) kepada Allah 'Azza wa Jalla. dan disyari‟atkannya (I‟tikaf) berdasarkan maslahah (kebaikan yang akan diperoleh) hingga seorang hamba dapat mengambil manfaat dari amalan tersebut baik di dunia maupun di akhirat kelak. Dan disyari‟atkannya I‟tikaf bagi mereka yang mana maksudnya serta ruhnya adalah berdiamnya hati kepada Allah 'Azza wa Jalla dan kumpulnya hati kepada Allah. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. Hikmahnya Al 'Allamah Ibnul Qayyim berkata: “Manakala hadir dalam keadaan sehat dan istiqomah (konsisten) di atas rute perjalanan menuju Allah 'Azza wa Jalla tergantung pada kumpulnya (unsur pendukung) hati tersebut kepada Allah.I'tikaf seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: yaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. kecintaan dan penghadapan kepadaNya sebagai ganti kesedihan (duka) hati dan betikan-betikannya. bertafakur dalam mendapatkan keridhaan dengan sesuatu yang mendekatkan dirinya kepada Allah. berkhalwat dengan-Nya dan memutuskan (segala) kesibukan dengan makhluk. Sehingga bermesraan dengan berkhalwat dengan Allah sebagai ganti kelembutannya terhadap makhluk. dan akan membersihkan kecenderungan syahwat pada hati yang (mana syahwat tersebut) dapat merintangi perjalanan hati menuju Allah 'Azza wa Jalla. dan menyalurkannya dengan menghadapkan hati tersebut kepada Allah 'Azza wa Jalla secara menyeluruh. 20 Oktober 2004. sehingga ia mampu mencurahkan kepada-Nya.

dan (manakala) tidak ada lagi yang membahagiakan (dirinya) selain daripada-Nya. Makna I‟tikaf Yaitu berdiam(tinggal) di atas sesuatu.] 3.164) [Al Mishbahul Munir (3/424) oleh Al Fayumi. Telah shahih bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam beri‟tikaf pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Syawwal. (yaitu) aku akan beri‟tikaf pada malam hari di Masjidil Haram. Disyari‟atkannya I‟tikaf Disunnahkannya pada bulan Ramadhan dan bulan yang lainnya sepanjang tahun. Syarat-syarat I‟tikaf .163) [ Zaadul Ma‟ad (2/86-87)] 2.” Beliau bersabda: “Tunaikanlah nadzarmu. beliau (pun) beri‟tikaf selama dua puluh hari.165)[ Riwayat Bukhari (4/226) dan Muslim (1173)] Dan Umar pernah bertanya kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam “Wahai Rasulullah (Shalallahu 'alaihi wassalam).” Maka ia (Umar) pun beri‟tikaf pada malam harinya. 168) [Riwayat Bukhari (4/266) dan Muslim (1173) dari Aisyah] 4.berbuat demikian adalah karena kelembutannya tersebut kepada Allah pada hari kesedihan di dalam kubur mankala sudah tidak ada lagi yang berbuat lembut kepadanya. maka inilah maksud dari I‟tikaf yang agung itu”. dapat dikatakan bagi orang-orang yang tinggal di masjid dan menegakkan ibadah di dalamnya sebagai Mu‟takif dan „Akif. sesungguhnya aku ini pernah nadzar pada jaman jahiliyyah (dahulu). 166)[ Riwayat Bukhari (4/237) dan Muslim (1656)] Yang paling utama (yaitu) pada bulan Ramadhan berdasarkan hadits Abu Hurairah Radiyallahu 'anhu (bahwasanya) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam sering beri‟tikaf pada setiap Ramadhan selama sepuluh hari dan manakala tibanya tahun yang mana beliau diwafatkan padanya. dan Lisanul Arab (9/252) oleh Ibnu Mandhur. 167)[ Riwayat Bukhari (4/245] Dan yang lebih utama yaitu pada akhir bulan Ramadhan karena Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam seringkali beri‟tikaf pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Ramadhan hingga Allah Yang Maha Perkasa dan Mulia mewafatkan beliau.

Aisyah Radiyallahu 'anha berkata: “Dan sesungguhnya rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam pernah memasukkan kepalanya kepadaku.171) [ Dikeluarkan oleh Abdul Razak dalam Al Mushannaf (8037) dan riwayat (8033) dengan maknanya dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas]. pent). tapi telah dibatasi oleh hadits shahih yang mulia (yaitu) sabda beliau Shalallahu 'alaihi wassalam : “Tidak ada I‟tikaf kecuali pada tiga masjid (saja). dishahihkan oleh para imam serta para ulama. Dan masjid-masjid di sini bukanlah secara mutlak (seluruh masjid. Perkara-perkara yang boleh dilakukan: a. Lihat Zadul Masir (1/193) oleh Ibnul Jauzi].”170) [Hadits tersebut shahih.167 oleh Syaikh kami Al Albani rahimahullah dan Jami‟ul Ushul (1/3451) oleh Ibnu Atsir].”172) [hadits riwayat Bukhari (1/342) dan Muslim (297) dan lihat Mukhtasar Shahih Bukhari no. b. Diperbolehkan keluar masjid jika ada hajat.a. padahal beliau sedang I‟tikaf di masjid [“dan aku berada dalam kamarku”] kemudian aku sisir rambutnya (dalam riwayat lain: “aku cuci rambutnya”) [“dan antara aku dan beliau (ada) utbah pintu”] {“dan waktu itu aku sedang haidh”] dan adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam tidak masuk ke rumah kecuali untuk (menunaikan) hajat (manusia) ketika sedang I‟tikaf. (QS. Pendapat tersebut merupakan pendapat jumhur (ulama). berdasarkan firman-Nya Ta‟ala: “Dan janganlah kamu mencampuri mereka itu169) [ Yakni “Janganlah kamu menjimaki mereka”. Tidak disyari‟atkan kecuali di masjid.”173) [Dikeluarkan oleh Ahmad (5/364) dengan sanad yang shahih]. boleh mengeluarkan kepalanya dari masjid untuk dicuci dan disisir (rambutnya). Dan sunnahnya bagi orang-orang yang beri‟tikaf (yaitu) hendaknya berpuasa sebagaimana dalam (riwayat) Aisyah Radiyallahu 'anha yang telah disebutkan. Al Baqarah: 187) b. dapat dilihat takhrijnya serta pembicaraan mengenai hal ini pada kitab yang berjudul Al Inshaf fi Ahkamil I‟tikaf oleh Ali Hasan Abdul Hamid] c. 5. . Orang yang sedang I‟tikaf dan yang lainnya diperbolehkan untuk berwudhu di masjid berdasarkan ucapan salah seorang pembantu Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam: “Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam berwudlu di dalam masjid dengan wudlu yang ringan.

Dan sanadnya hasan]. kemudian keduanya berkata: “Subhanallah (Maha Suci Allah). [maka beliaupun berkata: jangan engkau tergesa-gesa sampai aku bisa mengantarmu] kemudian beliau berdiri bersamaku untuk mengantarkan aku pulang.[sesampainya di samping pintu masjid yang terletak di samping pintu Ummu Salamah] lewatlah dua orang laki-laki-laki-laki dari kalangan Anshar dan ketika keduanya melihat Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam.176) [Dikeluarkan oleh Ibnu Majah (642-zawaidnya) an Al baihaqi.c. kemudian Nabi-pun bersabda: “Tenanglah177)[Janganlah kalian terburu-buru. dan suaminya diperbolehkan mengantar isteri sampai ke pintu masjid. karena Aisyah Radiyallahu 'anha (pernah) membuat kemah (yang terbuat dari bulu atau wool yang tersusun dengan dua atau tiga tiang) apabila beliau beri‟tikaf174) [Sebagaimana dalam shahih Bukhari (4/226)] dan hal ini atas perintah Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam 175) [Sebagaimana dalam Shahih Muslim (1173)]. ya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. Diperbolehkan bagi seorang isteri untuk mengunjungi suaminya yang berada di tempat I‟tikaf. red)” .” Beliaupun bersabda: “Sesungguhnya syetan itu menjalar (menggoda) anak Adam pada . -tempat tinggal Shafiyyah yaitu rumah Usamah bin Zaid. d. Dan diperbolehkan bagi orang yang sedang beri‟tikaf untuk meletakkan kasur atau ranjangnya di dalam tenda tersebut. Shafiyyah Radiyallahu 'anha berkata: “Dahulu Nabi (Shalallahu 'alaihi wassalam) (tatkala beliau sedang) I‟tikaf [pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Ramadhan] aku datang mengunjunginya pada malam hari [ketika itu di sisinya ada beberapa isteri beliau sedang bergembira ria] maka akupun berbincang sejenak. 6. sebagaiman yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radiyallahu 'anhuma bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam jika I‟tikaf dihamparkan untuknya kasur atau diletakkan untuknya ranjang di belakang tiang At Taubah. Dan diperbolehkan bagi orang yang sedang I‟tikaf untuk mendirikan tenda (kemah) kecil pada bagian di belakang masjid sebagai tempat dia beri‟tikaf. sebagaiman yang dikatakan oleh Al Bushiri dari dua jalan . ini bukanlah sesuatu yang kami benci]. maka keduanyapun bergegas. kemudian aku bangun untuk kembali. ini adalah Shafiyyah bintu Huyay (istri Rasulullah sendiri.I‟tikafnya wanita dan kunjungannya ke masjid a.

Bab "I'tikaf".id/print. kemudian isteri-isteri beliau I‟tikaf setelah itu. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Berdasarkan ucapan Aisyah Radiyallahu 'anha: “Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam I‟tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan sampai Al mewafatkan beliau. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H.” (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Seorang wanita boleh I‟tikaf dengan didampingi suaminya ataupun sendirian. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. Sumber artikel : http://www.”179)[ Telah lewat takhrijnya] berkata Syaikh kami (yakni Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani Rahimahullah-pent): “pada atsar tersebut ada suatu dalil yang menunjukkan atas bolehnya wanita I‟tikaf dan tidak diragukan lagi bahwa hal itu dibatasi (dengan catatan) adanya izin dari wali-wali mereka dan aman dari fitnah.or. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly.salafy. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid.Malam Seribu Bulan Sep 11.php?id_artikel=761 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Malam Lailatul Qadar . '08 10:50 PM untuk semuanya . Ke 5 th 1416 H.aliran darahnya dan sesungguhnya aku khawatir akan bersarangnya kejelekan di hati kalianatau beliau berkata: sesuatu-“178) [Dikeluarkan oleh Bukhari (4/240) dan Muslim (2157) dan tambahan yang terakhir ada pada Abu daud (7/142-143 di dalam Aunul Ma‟bud)] b. berdasarkan dalil-dali yang banyak mengenai larangan berkhalwat dan kaidah Fiqhiyah: “ Menolak kerusakan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.

ayat-ayat Qur'aniyah dan hadits-hadits Nabawiyyah yang shahih yang menjelaskan tentang malam tersebut. 18 Oktober 2004. Keutamaan Malam Lailatul Qadar Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan.5] Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan nan penuh hikmah : ٣﴾ ٦﴾ [ ‫]٦ .Malam Seribu Bulan Penulis: yaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. karena malam ini menyaksikan turunnya Al Quran Al Karim yang membimbing orang-orang yang berpegang dengannya ke jalan kemuliaan dan mengangkatnya ke derajat yang mulia dan abadi.٣ : خ ل‬ (yang artinya) : "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Ummat Islam yang mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan tidak pula menancapkan anak-anak panah untuk memperingati malam ini (malam Lailatul Qodar/Nuzul Qur'an. Inilah wahai saudaraku muslim.Malam Lailatul Qadar . [4] Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang ٤﴾ ٥﴾ . [2] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. 1. [5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. [QS Al Qadar: 1 . [4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. 05:19:43 Malam Lailatul Qadar Keutamaannya sangat besar. Allah berfirman : ١﴾ ٤﴾ ٢﴾ ٥﴾ [ ‫]٥ . red).١ : قل‬ ٣﴾ (yang artinya) [1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. akan tetapi mereka bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah.

beliau menjawab : “Carilah di malam tersebut.” (Lihat maraji‟ diatas). 23. lihatlah). jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya. 27. (Pendapat-pendapat yang ada dalam masalah ini berbeda-beda. carilah pada tujuh hari yang terakhir. ketika ditanyakan kepada beliau : “Apakah kami mencarinya di malam hari?”. pemberitahuan ini ada karena perdebatan para sahabat.”. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul. 29 dan akhir malam bulan Ramadhan."[QS Ad Dukhoon: 3 . [6] sebagai rahmat dari Tuhanmu. beliau bersabda : “Aku . maka barangsiapa ingin mencarinya. ia berkata Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam keluar pada malam Lailatul Qadar. Telah diketahui dalam sunnah. terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada malam terakhir bulan Ramadhan. (HR Bukhari 4/255 dan Muslim 1169) Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu. 25. [5] (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. karena riwayat Ibnu Umar (dia berkata) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “Carilah di sepuluh hari terakhir. Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam menjawab sesuai yang ditanyakan. ada dua orang sahabat berdebat.”. Ini menafsirkan sabdanya : (yang artinya) “Aku melihat mimpi kalian telah terjadi. wallahu a‟lam. Imam Al Iraqi telah mengarang satu risalah khusus diberi judul Syarh Shadr bidzkri Lailatul Qadar.6] 2. Dari Ubadah bin Shamit Radiyallahu „anhu. janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir. berdasarkan hadits „Aisyah Radiyallahu „anha. Imam Syafi‟I berkata : “Menurut pemahamanku.” (HR Bukari 4/221 dan Muslim 1165). membawakan perkatan para ulama dalam masalah ini. Waktunya Diriwayatkan dari Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam bahwa malam tersebut terjadi pada malam tanggal 21. Pendapat yang paling kuat. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Sebagaimana dinukil al Baghawi dalam Syarhus Sunnah (6/388).penuh hikmah. dia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam beri‟tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda : (yang artinya) “Carilah malam Lailatur Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar Sesungguhnya malam yang diberkahi ini. Maka dengan ini. sembilan. maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25. maka carilah pada malam 29. tidak ada masalah. dan telah banyak hadits yang lebih menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar itu ada pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan. tetapi ini dibatasi kalau tidak mampu dan lemah. 3. semoga ini lebih baik bagi kalian. yang lainnya menegaskan di malam ganjil sepuluh hari terakhir. jika (telah) berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu. sedang hadits kedua adalah khusus. yang menunjukkan hal ini adalah hadits Aisyah. 27 dan 29. Kalau lemah dan tidak mampu mencari ppada sepuluh hari terakhir. tetapi fulan dan fulan (dua orang) berdebat hingga diangkat tidak bisa lagi diketahui kapan lailatul qadar terjadi). maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya). Hadits yang pertama sifatnya umum. carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir. . (HR Bukhari 4/232). Telah banyak hadits yang mengisyaratkan bahwa malam Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir. Kesimpulannya : Jika seseorang muslim mencari malam Lailatul Qadar. 21. 25. 23. Wallahu a‟lam. melainkan (bagi) orang yang diharamkan (untuk mendapatkannya). Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu. cocoklah hadits-hadits tersebut. tidak saling bertentangan. (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759). maka riwayat yang khusus lebih diutamakan daripada yang umum. Ia berkata : “Adalah Rasulullah beri‟tikaf pada 10 terakhir pada bulan Ramadhan dan berkata : “Selidikilah malam lailatul qadr pada tanggal ganjil 10 terakhir bulan Ramadhan”. lima). bahkan bersatu tidak terpisahkan.25 (dan dalam riwayat lain : tujuh. Paling benarnya pendapat lailatul qadr adalah pada tanggal ganjil 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan. barangsiapa yang diharamkan untuk mendapatkannya. Oleh karena itu. 27 dan 29. dianjurkan bagi muslimin (agar) bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahalaNya yang besar.keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Laitul Qadar.27.

” yang telah lalu. menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya. Tanda-tandanya . Ibnu Majah (3850). apa yang harus aku ucapkan ?”. (dia) berkata : “Aku bertanya. Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi). maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. “ Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah. karya ibnu Rajab al Hanbali. (HR Tirmidzi (3760). “Allahumma innaka „afuwwun tuhibbul „afwa fa‟fu „annii. Juga dari „Aisyah Radiyallahu „anha. dari Aisyah. beliau mengencangkan kainnya (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah.” (HR Muslim 1174). Beliau menjawab.”. maka ampunilah aku.) Saudaraku – semoga Allah memberkahimu dan memberi taufiq kepadamu untuk mentaatiNya – engkau telah mengetahui bagaimana keadaan malam Lailatul Qadar (dan keutamaannya) maka bangunlah (untuk menegakkan sholat) pada sepuluh malam hari terakhir. (dia berkata) : “Adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir). “Adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan). Ya Allah. Lihat syarahnya Bughyatul Insan fi Wadhaifi Ramadhan. Ya Rasulullah (Shalallahu 'alaihi wassalam). (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759) Disunnahkan untuk memperbanyak do‟a pada malam tersebut. Dari Aisyah Radiyallahu „anha. perintahkan kepada istrimu dan keluargamu untuk itu dan perbanyaklah amalan ketaatan. Telah diriwayatkan dari Sayyidah „Aisyah Radiyallahu „anha. menghidupkannya dengan ibadah dan menjauhi wanita. yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya. menyingsingkan badan untuk mencari Lailatul Qadar).Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya).” (HR Bukhari 4/233 dan Muslim 1174). Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan. sanadnya shahih. halaman 55-57. 4.

”) Dan dari Ibnu Abbas Radiyallahu „anhu. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. syiq artinya setengah. Ke 5 th 1416 H. cerah. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan. seperti syiqi jafnah. Dari Abu Hurairah. ia berkata : Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam beliau bersabda : (yang artinya) “Siapa diantara kalian yang ingat ketika terbit bulan. jafnah artinya bejana. Dari Ubay Radiyallahu „anhu. Ibnu Khuzaimah (3/231). ia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “ (Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah. Bazzar (1/486). Bab "Malam Lailatul Qadar".” (HR Muslim 1170. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata.php?id_artikel=757 Kata kunci: “tauziah series” .” (HR Muslim 762). sanadnya hasan). Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. matahari terbit tanpa sinar menyilaukan. karena bulan tidak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid.Ketahuilah hamba yang taat – mudah-mudahan Allah menguatkanmu dengan ruh dariNya dan membantu dengan pertolongaNya – sesungguhnya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam menggambarkan paginya malam Lailatul Qadar agar seorang muslim mengetahuinya.salafy. Al Qadli „Iyadh berkata :”Dalam hadits ini ada isyarata bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan. tidak panas dan tidak juga dingin. ia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “Pagi hari malam Lailatul Qadar.id/print. seperti bejana hingga meninggi. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Perkataannya “Syiqi Jafnah”.or. (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR).” (HR Thyalisi (349). Sumber artikel : http://www.

17 Oktober 2004.tidak ada komentar Siapa yang layak membayar fidyah secara syar'i ? Sep 11. (QS Al Baqarah 184). hendaknya membayar fidyah. Bagi Siapa Fidyah itu ? Bagi ibu hamil dan menyusui jika dikhawatirkan keadaan keduanya. sebagaimana akan datang penjelasannya dari Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu. dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala (yang artinya) “Dan orang-orang yang tidak mampu berpuasa. ibu hamil dan menyusui. orang yang sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya. bahwasanya dalam pembahasan yang lalu ayat ini mansukh (sudah dihapuskan hukumnya. dengan memberi makan seorang miskin”. Sisi pendalilannya. tetapi ada riwayat dari Ibnu Abbas yang menegaskan bahwa ayat ini tidak mansukh dan ini berlaku bagi laki-laki dan wanita yang sudah tua dan bagi yang tidak mampu berpuasa. 2. jika dikhawatirkan keadaan keduanya. Syaikh Ali Hasan Abdul Hami Fiqh. Penjelasan Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu Engkau telah mengetahui wahai saudaraku seiman. maka hendaknya mereka memberi makan setiap hari atas seorang miskin. maka diperbolehkan berbuka dan memberi makan setiap harinya (yang ditinggalkan. red) seorang miskin. '08 10:46 PM untuk semuanya Siapa yang layak membayar fidyah secara syar'i ? Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. 05:32:06 Fidyah 1. bahwasanya ayat ini adalah khusus bagi orang yang sudah tua renta (baik laki-laki maupun perempuan). . (HR Bukhari 8/135). red) berdasarkan dua hadits Abdullah bin Umar dan Salamah bin Al Akwa Radiyallahu 'anhu.

kemudian dimansukh oleh ayat (yang artinya) : “Karena itu. zhahir dan selainnya. red). Karena padanya mengandung penghilangan makna dan zhahir maksud lafadz tersebut. karena salafush shalih Radiyallahu 'anhu menggunakan kata „naskh‟ untuk menghilangkan pemakaian dalil-dalil umum. ibu hamil dan menyusui yang khawatir keadaan keduanya untuk berbuka. adapun mengkhususkan atau mengaitkan atau menunjukkan yang mutlak kepada muqayyad. 3. tetapi dalam pengertian orang-orang terdahulu.Oleh karena itulah Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu dianggap menyelisihi jumhur shahabat atau pendapatnya saling bertentangan. Yang Benar Ayat Tersebut (Al Baqarah 185) Mansukh Yang benar dan tidak diragukan lagi ayat tersebut adalah mansukh. lebih khusus lagi jika engkau mengetahui bahwasanya beliau menegaskan adanya mansukh. hendaknya memberi makan seorang yang miskin dan tidak ada qadha‟. Naskh dalam bahasa Arab menjelaskan maksud tanpa memakai lafadz tersebut. sehingga mereka menamakan istitsna‟ (pengecualian). penafsirannya. syarat dan sifat sebagai „naskh‟. hingga mereka menyangka Hibrul Ummah (Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu) menyelisihi jumhur. Abu Daud (2318) sanadnya shahih). Sebagian orang ada yang melihat zhahir riwayat yang lalu. barangsiapa diantara kamu hadir di bulan itu (Ramadhan –ed) maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Telah sahih bagi kakek dan nenek yang sudah tua jika tidak mampu berpuasa. . bahkan (bisa juga) dengan sebab dari luar. (Ibnu Jarud (381). Dalam riwayat lain (disebutkan) : “Diberi rukhsah (keringanan. kemudian memberi makan setiap harinya seorang miskin. red) bagi laki-laki dan perempuan yang sudah tua renta yang tidak mampu berpuasa. (Lihat I‟lamul Muwaqi‟in 1/35 karya Ibnu Qayyim dan Al Muwafaqat (3/118) karya Asy Syathibi). mereka menyangka adanya saling pertentangan!!!. mutlak. penjelasannya.” (QS Al Baqarah 185). Al Baihaqi (4/230). yaitu riwayat Bukhari pada kitab Tafsir dalam shahihnya yang menegaskan tidak adanya naskh (dalil yang menghapuskan. tetapi tatkala diberikan riwayat yang menegaskan adanya naskh.

hingga turun ayat (yang artinya) : “Karena itu. hukum pertama mansukh dengan dalil al Qur‟an adapun hukum kedua dengan dalil dari Sunnah dan tidak akan dihapus sampai hari Kiamat. barangsiapa yang mau berpuasa. kemudian dihapus (dinaskh). atau tidak biasa puasa. maka berpuasalah. hingga tetap berlaku bagi laki-laki dan wanita yang lanjut usia.” (QS Al Baqarah 185). serta berpendapat bahwa makna ayat mansukh bagi orang yang mampu berpuasa. red) itu jika penyebutan mereka bukan sebagai dalil ataupun pembatasan ? Jika engkau telah merasa jelas dan yakin. dan tidak mansukh bagi orang yang tidak mampu berpuasa. sehingga akan hilanglah musykilah (problema) yang disebabkan memaknakan perkataan salafus shalih dengan pengertian yang baru. Penguat hal ini dari sunnah adalah apa yang diriwayatkan Imam Muslim dari Salamah bin al Akwa Radiyallahu 'anhu : “Kami pernah pada bulan Ramadhan bersama Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam.Sudah diketahui bahwa barangsiapa yang memperhatikan perkataan mereka (orang Arab) akan melihat banyak sekali contoh masalah tersebut. dan barangsiapa yang mau berbuka maka berbukalah. tetapi harus berbuka dengan memberi fidyah kepada seorang miskin. Jika rukhshah tersebut hanya untuk laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia saja. 4. Ayat Tersebut Bersifat Umum Yang menguatkan hal ini. Yang menguatkan akan hal ini adalah pernyataan Ibnu Abbas dalam riwayat yang menjelaskan adanya naskh : “Telah tetap bagi laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia . barangsiapa diantara kamu hadir di bulan itu (Ramadhan –ed) maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. ayat diatas adalah bersifat umum bagi seluruh mukallaf yang mencakup orang yang biasa berpuasa. dalil untuk memahami hal ini terdapat pada hadits itusendiri. Mungkin adanya masalah itu terjadi karena hadits Ibnu Abbas yang menegaskan adanya nash bahwa rukhshah itu untuk laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia dan tidak mampu berpuasa. yang mengandung penghilangan hukum syar‟i terdahulu dengan dalil syar‟i mutakahirin yang dinisbatkan kepada mukallaf. tetapi masalah ini akan hilang jika jelas bagimu bahwa hadits tersebut hanya sebagai dalil bukan membatasi orangnya. maka apa makna rukhsah yang ditetapkan dan yang dinafikan (ditolak.

haditsnya mencocoki dua hadits yang lainnya (yaitu) hadits Ibnu Umar dan Salamah bin Al Akwa Radhiyallahu 'anhu dan juga tidak saling bertentangan. serta memberi keringanan (rukhshah) bagi orang yang sakit dan musafir dan menetapkan fidyah bagi orang tua yang tidak mampu berpuasa. dan puasa Asyura‟. dengan keterangan ini jelaslah bahwa naskh dalam pemahaman shahabat berlawanan dengan pengkhususan dan pembatasan di kalangan ahli ushul mutaakhirin. sehingga tidak bisa naik ke tingkatan hadits marfu‟ yang bisa mengkhususkan . menetapkan puasa selama tiga hari setiap bulannya. 5. Al Baihaqi dalam sunannya (4/200). sampai kemudian Allah mewajibkan puasa (Ramadhan) turunlah ayat : “Hai orang-orang yang beriman. Perkataannya tidak mansukh ditafsirkan oleh perkataannya : “itu mansukh”. untuk berbuka dan memberi makan orang miskin setiap harinya. inilah keadaan keduanya…” (HR Abu Daud dalam Sunannya (507). diwajibkan atas kalian berpuasa…” (QS Al Baqarah 183). Allah menetapkan puasa bagi orang mukim dan sehat. 2/288). Hadits Ibnu Abbas dan Muadz hanya ijtihad ? Mungkin engkau menyangka wahai saudara muslim. apa yang telah tsabit (tetap penyebutannya) dari Ibnu Abbas dan Mu‟adz hanyalah semata-mata pendapat. serta wanita yang hamil dan menyusui juka khawatir akan keadaan keduanya.dan tidak mampu berpuasa. Oleh karena itu Ibnu Abbas Radliyallahu 'anhu mencocoki sahabat. ijtihad dan pengkabaran. (Al Jami‟ li Ahkamil Qur‟an. yakni ayat ini dikhususkan. demikianlah diisyaratkan oleh al Qurthubi dalam tafsirnya. Dua hadits ini menjelaskan bahwa ayat ini mansukh bagi orang yang mampu berpuasa dan tidak mansukh bagi orang yang tidak mampu berpuasa. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan ayat : (yang artinya) “Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkan padanya Al Qur‟an…” (QS Al Baqarah 185).” Dan yang menambah jelas lagi hadits Mu‟adz bin Jabal Radiyallahu 'anhu : “Adapun keadaan-keadaan puasa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam saat datang ke Madinah. Ahmad dalam Musnad (5/246-247) dan sanadnya shahih. yakni ayat ini dikhususkan.

sanadnya shahih). Wanita Hamil dan Menyusui Gugur Puasanya . darimana beliau mengambil hukum ini? Tidak diragukan lagi beliau mengambil dari Sunnah. dan hamil. beliau menjawab : “Berbukalah. karena dua hadits ini ada dalam tafsir ketika menjelaskan asbabun nuzul. Tidak ada sahabat yang menentang Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu.” Dari jalan lain beliau meriwayatkan : Seorang wanita yang hamil bertanya kepada Ibnu Umar. beliau (Ibnu Umar) berkata : “Seorang wanita hamil dan menyusui boleh berbuka dan tidak mengqadha‟. mengabarkan ayat Al Qur‟an. yakni dua sahabat ini menyaksikan wahyu dan turunnya al Qur‟an. Dan dia kehausan ketika puasa Ramadhan. bahwa turunnya begini. (Lihat Tadribur Rawi (1/192-193) karya Imam Suyuthi. membatasi yang mutlak dan menafsirkan yang global. Dari Malik dari Nafi‟ bahwasanya Ibnu Umar ditanya tentang seorang wanita yang hamil jika mengkhawatrkan anaknya. b. c. maka ini adalah hadits yang musnad. red). sanadnya jayyid”. Dua hadist ini memiliki hukum marfu‟ menurut kesepakatan ahlul ilmi tentang hadits Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. terlebih lagi beliau tidak sendirian tapi disepakati oleh Abdullah bin Umar yang meriwayatkan bahwa hadits ini mansukh (sudah dibatalkan. maka jawabannya adalah sebagai berikut : a. Dari jalan yang ketiga : Anak perempuan Ibnu Umar adalah istri seorang Quraisy. „Ulumul Hadits (24) karya Ibnu Shalah).perkara yang sifatnya umum dalam al Qur‟an. Daruquthni meriwayatkan (1/207) dari Ibnu Umar dan beliau menshahihkannya. beliau berkata : “Berbuka dan gantinya memberi makan satu mud gandum setiap harinya kepada seorang miskin. Ibnu Abbas menetapkan hukum ini bagi wanita yang menyusui dan hamil. (Sebagaimana dinashkan oleh Ibnu Qudamah dalam Al Mughni (3/21)). Ibnu Umar pun menyuruhnya berbuka dan memberi makan seorang miskin. 6.” (Al Baihaqi dalam as Sunan (4/230) dari jalan Imam Syafi‟I. Seorang yang beriman mencintai Allah dan RasulNya tidak boleh menyelisihi dua hadits ini jika ia anggap shahih. dan berilah makan orang miskin setiap harinya dan tidak perlu mengqadha‟.

Maka jelaslah bagi kalian. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. dia bayar fidyah tidak mengqadha‟.” (QS Al Baqarah 184). yakni dibatasi “kalau mengkhawatirkan diri dan anaknya”. Sumber artikel : http://www.or.Keterangan ini menjelaskan makna : “Allah menggugurkan kewajiban puasa dari wanita hamil dan menyusui”. perkataan ini tertolak karena al Qur‟an menjelaskan makna gugurnya puasa dari musafir : (yang artinya) “Barangsiapa diantara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). Bab "Fidyah". maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Musafir Gugur Puasanya dan Wajib mengqadha‟ Barangsiapa menyangka gugurnya puasa wanita hamil dan menyusui sama dengan musafir sehingga mengharuskan qadha‟.” (QS Al Baqarah 184). Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. bahwa wanita hamil dan menyusui termasuk orang yang tercakup dalam ayat itu. (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Ke 5 th 1416 H.id/print. '08 10:45 PM .” 7. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. bahwa ayat ini adalah khusus untuk mereka. Dan Allah menjelaskan makna gugurnya puasa bagi yang tidak mampu menjalankannya dalam firmanNya : (yang artinya) “Dan wajib orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah (yaitu) : memberi makan seorang miskin.php?id_artikel=756 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Kafarat / Denda dalam Puasa Ramadhan Sep 11. yang terdapat dalam hadits Anas yang lalu. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet.salafy.

maka gugurlah kewajibannya membayar kafarat. 2. kalau tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut. Tidak pernah terjadi hal seperti ini dalam riwayat-riwayat lain.untuk semuanya Kafarat / Denda dalam Puasa Ramadhan Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly Fiqh. namun tidak mampu mebebaskan seorang budak ataupun puasa (dua bulan berturut-turut) dan juga tidak mampu memberi makan (enam puluh orang miskin). Gugurnya kafarat Barang siapa yang telah wajib membayar kafarat. karena tidak ada beban syari'at kecuali kalau ada kemampuan. baik bagi yang menyatakan boleh memilih atau tidak. mereka sepakat menyatakan tentang batalnya puasanya karena jima'. kalau tidak mampu maka memberi makan enam puluh orang miskin. tetapi yang meriwayatkan dengan tertib (sesuai urutannya. maka riwayatnya lebih rajih karena perawinya lebih banyak jumlahnya dan padanya terdapat tambahan ilmu. bahwa dia harus mengqadha' puasanya dan membayar kafarat yaitu : membebaskan seorang budak. 04:08:20 1. berbeda dengan sebaliknya. -ed) perawinya lebih banyak. karena itu berpegang dengan tertib sudah cukup. -ed). dan orang yang berilmu menjadi hujjah atas yang tidak berilmu. tentang laki-laki yang menjima'i isterinya di siang hari bulan Ramadhan. Kafarat bagi laki-laki yang menjima'i isterinya Telah lewat hadits Abu Hurairah. Allah berfirman (yang artinya) : “ Allah tidak membebani jiwa kecuali sesuai kemampuan" [Al-Baqarah : 286] . yang menganggap lebih rajih yang tertib disebabkan karena tertib itu lebih hati-hati. Ada yang mengatakan : kafarat jima' itu boleh dipilih secara tidak tertib (yaitu tidak urut seperti yang dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah. 08 November 2003.

3. beliau hanya mewajibkan satu kafarat saja. Ke 5 th 1416 H.php?id_artikel=322 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Petunjuk tentang Qunut Witir Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid.Dan dengan dalil Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menggugurkan kafarat dari orang tersebut. ketika mengabarkan kesulitannya dan memberinya satu wadah korma untuk memberikan keluarganya. Sumber artikel : http://www. Kafarat hanya bagi laki-laki Seorang wanita tidak terkena kewajiban membayar kafarat.or. penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly.id/print.salafy. '08 10:45 PM untuk semuanya Petunjuk tentang Qunut Witir Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: Abul 'Abbaas Musa ibn John Richardson . penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Wallahu 'alam Judul Asli : Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. Edisi Indonesia Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka Al-Mubarok (PMR). Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. karena ketika dikhabarkan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam perbuatan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan.

dan mengambil kesimpulan. Sebagian dari kesimpulan dalam studi (beliau) sebagai berikut: . yang didasarkan semata-mata pada masalah yang berkenaan dengan doa qunut dalam sholat Witir. dalam rangka memusatkan pada prinsip dasar dalam pelajaran tersebut yang layak diambil. dari perspektif hadits dan perspektif fiqih (Disampaikan oleh Shaykh Muhammad Bin Umar bin Salim Bazmul saat mengajar di Universitas Umm al-Quraa. memilah sesuai dengan riwayat yang sahih. termasuk madzhab Dhahiriyyah. 17:19:31 Judul Pelajaran : Penjelasan tentang do'a qunut yang dilakukan dalam sholat Witir. Kemudian beliau mengumpulkan yang termasuk dalam kategori sahih. 08 November 2004. Saudi Arabia) Pelajaran terbagi menjadi dua bagian utama : Bagian Pertama: Riwayat-riwayat yang diperbincangkan kesahihannya Bagian Kedua : Masalah yang berhubungan dengan do'a qunut yang dilakukan dalam sholat Witir Penyusun mengumpulkan seluruh riwayat yang shahih dari Nabi (Shallallahu 'alaihi wasallam) dan pernyataan para sahabatnya yang berhubungan dengan qunut dalam sholat witir. Beliau juga mengumpulkan dari madzhab fiqih terkenal yang telah yang menjelaskan tentangnya. agar supaya membedakan antara (riwayat) orang-orang yang tak dapat diterima dan yang bisa diterima. menggunakan manhaj para Ulama meneliti.berargumentasi.Fiqh. Penyusun kemudian kembali dan meneliti masalah tersebut satu-persatu.

Qunut (semestinya) ditinggalkan saat separuh pertama dari bulan Ramadhaan. 5. Lihat Mushannaf 'Abdurrazzaq 3/120 dengan sanad yang shahih. 2. Diperbolehkan melakukan doa qunut pada (malam) pertama dan kedua dari separoh bulan Ramadhaan. yakni setiap malam yang telah ditetapkan adalah separuh malam terakhir dari bulan Ramadhan.10] 4. Dan kata Ma'mar:"Sesungguhnya aku qunut witir sepanjang tahun kecuali awal Ramadhan sampai dengan pertengahan saya tidak qunut. Serta Dari Ibrahim an-Nakha'i telah berkata 'Abdullah:"ia tidak pernah qunut Shubuh sepanjang tahun dan ia qunut witir setiap malam sebelum ruku'. HR Ibnu Abi Syaibah 2/305-306 atau 2/205]". sebab hal ini menyimpang dari Sunnah. demikian juga dikalukan oleh Hasan al-Bahsri. Do'a qunut dalam witir dapat dilakukan sebelum atau sesudah ruku'. walaupun yang terbaik dilaksanakan sebelum ruku'. bahwasanya 'Umar radiyallaahu 'anhu menyuruh Ubay radiyallaahu 'anhu mengimami shalat tarawih pd bulan Ramadhan. [Ishaq bin Rahawaih memilih qunut (witir) dilaksanakan sepanjang tahun. yakni dimulai dengan malam yang yang keenambelas. Ibnu Majah no 1182. red) diperbolehkan dilakukan semua sepanjang tahun. dan tidak dikenal luas.[Dari 'Amr dari Hasan. simak Mukhtasar Qiyamullail 125. sanad hadits shahih (lihat 'Irwaul Ghalil 1/167 hadits no 426 dan . terlebih jika sholat tersebut dilakukan berjamaah dengan orang-orang. Menyambung (di atas). Muhammad bin 'Umar Bazmul hal 362-385. Termasuk sunnah Nabi ( Shallallahu 'alaihi wasallam) yakni kadang-kadang melaksanakannya dan kadang-kadang meninggalkannya. 6. dan beliau menyuruh Ubay radiyallaahu 'anhu untuk melakukan qunut pada pertengahan Ramadhan mulai malam 16 Ramadhan. ia menyebutkan dari Qatadah dan lainnya.1. Bahwa doa qunut dalam sholat witir (di bulan Ramadhan. HR Ibnu Abi Syaibah 2/205 no." Kata Abu Bakar Ibnu Abi Syaibah:"Ini atsar yang kami pegang. lihat juga kitab at-Tarjih fii Masaailil Thaharah was Shalah oleh DR. HR Abu Dawud no 1427. 3.[Hadits Ubay bin Ka'ab:"bahwasanya Rasulullah shallallaahu 'alayhi wasallam qunut dalam shalat witir sebelum ruku'.

11. 12. serta memohon (dalam qunut) untuk membinasakan kaum kafir pada doa qunutnya. pada pertengahan Ramadhan. (akan tetapi) melakukan qunut tersebut pada separuh terakhir. dikatakan oleh al-hafizh dalam "Addirayah" sanadnya hasan. Syaikh Albani berkata sanadnya jayyid menurut syarat Muslim (Irwaa'ul Ghalil 2/166). Diperbolehkan mengangkat tangan pada do'a qunut. 9. sebagaimana diriwayatkan Ibrahim al-Qamah:"Sesungguhnya Ibnu Mas'ud dan para Sahabat Nabi shallallaahu 'alayhi wasallam qunut dalam shalat witir sebelum ruku'.Shahih Sunan Abi Dawud no 1266). Merupakan Sunnah bagi imam orang-orang untuk tidak berdo'a qunut pada separuh pertama bulan Ramadhaan. 8. 10. Termasuk menyimpang dari Sunnah yakni bertakbir (Allahu akbar) sebelum dan sesudah qunut. bahkan diriwayatkan dari jumhur Sahabat. ketika (memilih) berdoa qunut sebelum ruku'. atau membiarkan tangan tetap di . Termasuk Sunnah. Tidak ada ketetapan yang mengharuskan orang-orang untuk berdo'a qunut dengan cara tertentu. karena ada dalil dari para Shahabat radiyallaahu 'anhuma di zaman Umar radiyallaahu 'anhu."Simak Diriwayatkan olsyaieh Ibnu Abi Syaibah 2/302 atau 2/202 no 12.31-32] 7. dan ini riwayat yg shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud dan 'Abdullah bin Umar radiyallaahu 'anhuma. dan yang terbaik adalah mencukupkan diri untuk merujuk pada apa yang telah yang diberitakan Nabi (Shallallahu 'alaihi wasallam). dan para jama'ahnya mengucapkan "amiin". Dan sebagaimana hadits Hasan bin Ali radiyallaahu 'anhuma. Simak Qiyamu Ramadhan hal. untuk tidak memanjangkan do'a qunut. sebab cara yang terbaik adalah yang telah shahih riwayatnya. tidak bebas melakukan apapun. sehingga dia hanya diperbolehkan untuk memperpanjang sesuai pernyataan yang telah tetap. lalu shalawat kepada Nabi shallalaahu 'alayhi wasallam dan mendoakan kebaikan untuk kaum muslimin. Juga Syaikh al-Albani rahimahullah berkata : "Boleh juga doa qunut sesudah ruku' dan ditambah dengan melaknat orang2 kafir. Termasuk Sunnah adalah bahwa imam mengeraskan suaranya saat berdo'a qunut.

samping (seperti posisi sebelumnya/tidak mengangkat tangan). kecuali jika disana ada dalil khusus yang melarangnya. Semoga Allaah mengabulkan doa penyusun. 13. Sholat yang paling menyerupai sholat witir adalah paling adalah Maghrib. [Dari abstrak pelajaran yang disampaikan Syaikh Muhammad Bazmul pada Universitas Umm al-Quraa. dan kemudian membuat kesimpulan yang berdasar padanya. semua cara ini diperbolehkan. 15. 16. . sebab sholat Maghrib adalah witir di sore [/siang] hari. Dan beliau berharap kiranya dapat membantu menghidupkan kembali manhaj Ulama' di (dalam) meneliti. Diperbolehkan mengucapkan shalawat kepada Nabi (Shallallahu 'alaihi wasallam) di (dalam) do'a qunut. Hal ini sesuai dengan prinsip bahwa sesuatu yang disahkan dalam amalan wajib adalah juga disahkan untuk amalan sunnah. 17. mengumpulkan dalil-dalil. dan keteguhan. sera memberikan bimbingan. Apa saja yang dikerjakan dalam qunut nazilah (yang dilakukan dalam sholat wajib) juga dapat dikerjakan dalam doa qunut dalam sholat witir. atau mengangkat tangan di awal qunut dan menurunkan tangan di akhir qunut. menerimanya dan menolaknya dalil dalam kaitan dengan kesahihannya. 14. Abdullaah ibn Mas‟ud dan Ubay ibn Ka‟b (semoga Allah meridloi keduanya) yang telah meriwayatkan banyak tentang do'a qunut di (dalam) sholat witir. Tidak diizinkan untuk menyeka/menyapu wajah dengan tangan setelah qunut. Saudi Arabia] Masalah yang keempat: Apakah posisi tangan diangkat dalam do‟a qunut ? Berikut hukum yang ditetapkan dalam do‟a qunut : 1) Yakni seseorang mengangkat tangannya.

melainkan beliau mempelajari hal tersebut dari Nabi (Shallallaahu „ alaihi wasallam). Musa Abul-'Abbaas Musa ibn John Richardson ('Aziziyyah. 3) Yakni seseorang mengangkat tangannya di awal qunut dan menurunkan tangannya di akhir qunut. dan al-Baihaqi didalam Dalaa'il anNubuwwah dan As-Sunan Al-Kubraa.[keterangan ust Abu Hamzah Yusuf : Dzahir perkataan Ahlul ilmi (tentang kaifiyat mengangkat tangan) :” bahwasanya kedua tangan digandengkan seperti orang yang sedang memohon. red) untuk membinasakan kaum (kafir). Lihat juga: Irwaa' Al-Ghalil ( 2/181)]. Saudi Arabia) menyatakan : bahwa tindakan Ibn Mas'ud sesuai disini. Makkah. dan setelah itu membiarkan tangannya di sampingnya. meminta dari orang lain agar memberikannya sesuatu. maka beliau tidak akan melakukan berbagai hal didalam shalat menurut pendapatnya sendiri. 2) Az-Zuhri meriwayatkan. Dan Allah Ta‟ala mengetahui yang terbaik. dibatasi oleh dalil. maka aku tidak mengetahui ada asalnya dalam Sunnah tidak pula dari perkataan ulama” 2) Yakni seseorang membiarkan tangannya berada disampingnya. Dalil (yang berkenaan dengan poin di atas): 1) Nabi (Shallallaahu „ alaihi wasallam) menaikkan tangannya yang digunakan untuk berdo‟a qunut an-nazilah. sebab beliau adalah sahabat Nabi dan perbuatan ini adalah tauqifi. Dan 'Abdullaah ibn Mas'ud dahulu mengangkat tangannya saat qunut. Adapun dibentangkan dan saling berjauhan antara kedua tangan . al-Mu'jam as-Saghir. [Sahihh: Ahmad 3/137. mengacu pada perbuatan Shahabat Nabi : "Mereka dahulu tidak menaikkan tangannya dalam Witir di bulan Ramadhan. ." 3) Az-Zuhri meriwayatkan bahwa Ibn Mas'ud dahulu mengangkat tangannya di(dalam) Witir. yakni memohon (kepada Allah.

Hal ini didukung oleh bahwa amalan apapun yang disyariatkan dalam amalan wajib adalah juga disyariatkan dalam amalan sunnah. Dan telah disepakati oleh al-Haakim. yang mana [sholat Magrib ini merupakan. red] witir yang wajib. red) yang dilakukan pada sholat yang wajib). . [Datang dari sahabat Ibnu Abbas radliyallahu „anhu] Dan Allah Ta‟ala mengetahui yang terbaik. dengan begitu diperbolehkan juga untuk melakukannya didalam sholat yang tidak wajib. karena ucapan mereka "Amiin" di belakang Imam dalam sholat adalah amalan (yang) dilaksanakan dalam sholat wajib. Ibn Khuzaimah. Abu Dawud (1443).. Hal ini telah tetap dalilnya dilakukan dalam sholat Maghrib. Apa saja yang telah ditetapkan untuk qunut nazilah (yang dilakukan pada sholat yang wajib) adalah juga dapat diamalkan dalam qunut pada sholat witir. kecuali jika disana ada dalil khusus yang melarang hal tersebut. (1) Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits hasan dalam Musnad Ahmad (2746).Masalah yang keenam: Apakah do‟a qunut dan ucapan “Amiin" para makmum/jama‟ah dilaksanakan dengan suara keras? [Ringkasan] Mengingat tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa mereka dulu (sahabat) mengucapkan "Amiin" di belakang imam mereka sepanjang qunut witr. dan al-Albaani (Irwaa' al-Ghalil:2/163). berdasarkan pada prinsip yang disebutkan dalam kaidah berikut : “. al-Bayhaqi dalam as-Sunan alKubraa (2/200). al-Haakim (1/225). Ibn Khuzaimah (618). maka dapat diambil dalil melihat perbuatan Sahabat pada qunut an-naazilah (do‟a untuk memohon perlawanan atas orangorang (musuh..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful