P. 1
Anjuran Berzakat Dan Ancaman Bila Tidak Membayarnya

Anjuran Berzakat Dan Ancaman Bila Tidak Membayarnya

|Views: 210|Likes:
Published by Indana Khaira Nisa

More info:

Published by: Indana Khaira Nisa on Apr 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2015

pdf

text

original

Anjuran berzakat dan ancaman bila tidak membayarnya

Sep 11, '08 11:15 PM untuk semuanya

Anjuran berzakat dan ancaman bila tidak membayarnya Penulis: Al Ustadz Qomar Su'aidi, Lc Fiqh, 07 November 2004, 03:44:55 Anjuran dalam Menunaikan Zakat Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka" . (At Taubah : 103)

Ayat ini mengajarkan untuk mengambil sedekah dari hartanya kaum mu'minin, baik itu shodaqoh yang ditentukan (zakat) ataupun yang tidak ditentukan (tathowa) demi untuk membersihkan mereka dari kotornya kebakhilan dan rakus. Juga mensucikan mereka dari kehinaan dan kerendahan dari mengambil dan makan haknya orang fakir. Dan juga untuk menumbuh kembangkan harta mereka dan mengangkatnya dengan kebaikan dan keberkahan akhlak dan mu'amalah sampai mengantarkan mereka menjadi orang yang berhak mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Firman Allah Ta'ala: "Dan pada harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian." (Adz-Dzariyat : 19)

Dalam ayat ini Allah Ta'ala telah mengkhususkan sifat-sifat yang mulia dengan berbuat baik. Dan kebaikan mereka nampak jelas dari menegakkan shalat malam, memohon ampun di waktu malam dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah sebagaimana kebaikan mereka yang nampak jelas dalam memberi dan menunaikan haknya orang-orang fakir demi kasih sayang dan rohmah bagi mereka. Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "(Yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan

zakat." (Al Hajj:41)

Allah telah menjanjikan dengan menunaikan zakat merupakan tujuan untuk bisa tegak dan kokoh di muka bumi ini. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "Tiga perkara yang aku bersumpah atas tiga perkara tersebut dan menceritakan kepada kalian maka jagalah : Tidak akan berkurang harta yang dishodaqohkan dan tidak seorang hamba dianiaya dengan satu kedholiman kemudian dia bersabar (atas kedholiman) kecuali Allah akan menambahkan baginya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seorang hamba membuka pintu meminta-minta kecuali Allah akan membaginya pintu kefakiran." (Turmudzi Kitab AzZuhd 4:487(2325) dari hadits Abi Habsyah)

Dari masih banyak hadits-hadits tentang anjuran untuk menunaikan zakat serta keutamaankeutamaannya.

Ancaman Bagi yang Tidak Menunaikan Zakat

Telah banyak dalil-dalil baik itu dari Al-Kitab ataupun As-Sunnah tentang ancaman keras bagi orang yang bakhil dengan zakat dan enggan untuk mengeluarkannya. Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka jahanam lalu dibakar dengannya dahi mereka lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka :"Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu simpan itu" (At Taubah : 34-35). Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Sekali-sekali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya di hari kiamat." (Ali Imron : 180)

Oleh karenanya harta yang tidak ditunaikan zakatnya maka itu termasuk harta simpanan yang pemiliknya akan disiksa dengannya pada hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah

shallallahu 'alaihi wa sallam : "Tidaklah seseorang yang memiliki emas atau perak kemudian tidak ditunaikan haknya, apabila datang hari kiamat dibentangkan baginya batubatu yang lebar dari neraka kemudian dia akan dipanggang di atas batu-batu itu di dalam neraka jahannam kemudian disetrika perut, dahi dan punggungnya. Setiap kali sudah dingin maka akan dikembalikan seperti semula yang satu hari adalah sama dengan 50.000 tahun sampai diputuskan perkaranya diantara manusia maka dia akan melihat jalannya, apakah ke surga atau neraka." (HR. Muslim Kitab Zakat 7:67 no. 2287 dari hadits Abu Hurairah)

Kemudian lanjutan hadits ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan orang yang memiliki onta, sapi dan kambing yang tidak ditunaikan zakatnya akan mengalami nasib yang sama pula dari siksa di hari kiamat.

Juga sabda Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam yang lain : "Barang siapa yang Allah telah berikan harta kepadanya kemudian dia tidak menunaikan zakatnya maka pada hari kiamat nanti hartanya akan berujud ular yang botak yang mempunyai dua titik hitam diatas kepalanya yang mengalunginya kemudian mengambil dengan kedua sisi mulutnya sambil berkata: "Aku adalah simpananmu, aku adalah hartamu". Kemudian beliau membaca ayat: "Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang telah Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya, menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka, sebenarnya bahwa kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka, harta-harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya kelak di hari kiamat." (HR. Bukhori Kitab Zakat 3:268 no.1403 dari hadits abu Hurairah; Muslim Kitab Zakat 7:74 no. 2294)

Hukum Bagi yang Tidak Mau Membayar Zakat

Dalam hal ini ada beberapa kriteria dari orang-orang yang tidak mau membayar zakat : 1. Seorang yang tidak mau membayar zakat tapi masih meyakini akan wajibnya. Para ulama menghukumi bahwa pelakunya berdosa dan tidak mengeluarkannya dari keislamannya. Kepada penguasa (hakim) agar memaksa pelakunya supaya mau membayar zakat serta memberikan hukuman pelajaran kepadanya (tahdzir). Dan mengambil hak zakat dari orang tersebut sesuai dengan kewajibannya, tidak boleh lebih. Kecuali pendapatnya Imam Ahmad dan Imam Syafi'i (pendapat lama) maka mengambilnya separuh dari hartanya

sebagai hukuman baginya. Sebagaimana hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "… Dan barang siapa yang tidak mau menunaikannya (zakat) maka kami akan mengambilnya dan separuh hartanya adalah hak dari hak-hak wajib bagi Tuhan kami, tidak halal bagi keluarga Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam darinya sedikitpun." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i, Hakim, Baihaqi dari Bahz bin Hakim dari bapaknya dari kakeknya).

Adapun Ibnu Taimiyah menghukumi orang yang seperti itu adalah kafir dalam batinnya, walaupun secara dzahir tidak dikafirkan, akan tetapi disikapi seperti sikapnya orang-orang murtad yang diberi kesempatan bertaubat tiga kali, kalau tidak mau bertaubat maka hukumnya dibunuh. (lihat Fatawa 7:611, mausu'ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2:877; Mughni 4:67; majalah Buhuts Islamiyah Darul ifla' edisi 58 tahun 1420H hal. 11; Fiqh Sunnah 1:403)

2. Kalau yang tidak mau membayar zakat itu sekelompok orang yang mereka memiliki kekuatan tapi masih berkeyakinan akan wajibnya.

Para ulama menghukumi agar diperangi sampai mereka mau membayar zakat sebagaimana kisahnya Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat. (HR. Jama'ah dari Abu Hurairah)

Juga haditsnya Ibnu Umar ra. bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Aku telah diperintahkan untuk memerangi manusia supaya mereka bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan (bersaksi) bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mereka menegakkan sholat dan menunaikan zakat, maka kalau mereka telah mengerjakannya terjagalah dari darah dan harta mereka kecuali haknya Islam dan hisab mereka di sisi Allah." (HR. Bukhari & Muslim)

3. Tidak mau membayar zakat dengan mengingkari akan wajibnya.

Berkata Ibnu Qudamah : "Barang siapa yang mengingkari karena jahil (tidak tahu) atau dia termasuk orang yang tidak tahu karena baru masuk Islam atau dia tinggal di daerah terpencil yang jauh dari daerah yang mengetahui akan wajibnya maka tidak dikafirkan. Adapun kalau

dia seorang muslim yang tinggal di negeri Islam di tengah-tengah ahli ilmu maka hukumnya murtad." (Mughni 4:6-7)

(Dikutip dari tulisan ustadz Qomar Sua'idi, Lc, yang diarsipkan eks. tim Zisonline, al akh Fikri Thalib) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=786 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar

Definisi Zakat dan Hikmah disyariatkannya Zakat

Sep 11, '08 11:14 PM untuk semuanya

Definisi Zakat dan Hikmah disyariatkannya Zakat Penulis: Al Ustadz Qomar Su'aidi, Lc Fiqh, 07 November 2004, 03:36:50 Definisi Zakat

1. Menurut Bahasa (lughoh)

Dari asal kata "zakkaa - yuzakkii - tazkiyatan - zakaatan" yang berarti : 1. Thoharoh (membersihkan/mensucikan) Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (At-Taubah:103)

2. Namaa' (tumbuh /berkembang)

Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Allah memusnahkan ribaa' dan menyuburkan sedekah" (Al-Baqarah:276)

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari hadits Abu Rabsyah Al-An Maary. "Harta tidak akan berkurang dengan dishodaqohkan" (HR. Tirmidzi, kitab Az Zuhd jilid 4 hal. 487 no. 2325, kata Imam Tirmidzi "Hadits ini hasan shohih")

Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqolani : "Tanaman itu telah Zakka, yakni berkembang & tumbuh" (Fathul Baari, kitab zakat jilid 3 hal. 262)

3. Al-Barokah Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya" (Saba' : 39)

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari hadits Abu Hurairoh radhiallohu anhu : Allah Ta'ala berfirman dalam hadits qudsi: "Hai anak Adam berinfaklah niscaya Aku akan berinfak untukmu". (HR. Bukhori, Kitab Tafsir surat Hud 8 : 352 (4684); Muslim, Kitab Zakat 7:81 no. 2305)

4. Al-Madh (Pujian) Dalam hadits Abu Hurairoh tentang kisah Zainab Ummul Mukminin : " . . . Bahwa Zainab namanya adalah Barroh maka dikatakan 'Dia memuji dirinya' maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menamainya Zainab." (HR. Muslim, Kitab Al Azab Juz 14, hal. 346 no. 5572)

5. Amal Sholeh Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan kami menghendaki supaya tuhan mereka mengganti mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu" Imam Al-Farro' mengatakan: arti 'yang lebih baik kesuciannya' adalah yang lebih baik amal sholehnya. (lihat An Nihayah karya Ibnu Al Atsir jilid 2 hal. 307; Lisanul Arab karya Ibnul Mandzur jilid 6 hal 64-65)

Shodaqoh Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka.II. Zakat Ungkapan ini paling banyak disebutkan bahkan sering digabungkan dengan perintah shalat sampai diulang dalam 82 ayat (lihat Taudih al akham 3:5). Menurut Hukum (Istilah syara') 1. infaq/nafaqoh dan Al-'afwu." (Mausu'ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2 : 876. tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang-orang yang ruku" (Al Baqoroh : 43) 2. terkadang dengan ungkapan zakat. Zakat Dalam Bahasa Al-Qur'an Sedangkan Al-Qur'an Al-Karim telah menyebutkan tentang zakat dengan berbagai ungkapan." (Taudhihul Ahkam 3:5) III. 1. Fatawa 25:8) 3. untuk golongan tertentu pada waktu tertentu. Pendapatnya Al-Hafidz Ibnu Hajar : "Memberikan sebagian dari harta yang sejenis yang sudah sampai nashob selama setahun dan diberikan kepada orang fakir dan semisalnya yang bukan dari Bani Hasyim dan Bani Mutholib. Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan dirikanlah sholat. Pendapat Syaikh Abdullah Al-Bassaam : "Hak wajib dari harta tertentu. dengan zakat itu …" (At Taubah : 103) ." (Al-Fath 3:262) 2. shodaqoh. Pendapat Ibnu Taimiyah : "Memberikan bagian tertentu dari harta yang berkembang jika sudah sampai nishob untuk keperluan tertentu.

As Sunnah dan Ijma'.3." (lihat Bukhari Kitabul Iman 1:49 (8) dari hadits Ibnu Umar." (Al Baqoroh:267) 4. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika mengutus Muadz bin Jabbal ra. Firman Allah Ta'ala: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus. Infaq/Nafaqoh Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Hai orang-orang yang beriman. menegakkan sholat. Kitabul Iman 2:130(113). Dasarnya adalah dari Al Qur'an. menunaikan haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan. bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hamba dan utusanNya. Muslim. menunaikan zakat. Al-'Afwu Firman Allah Ta‟ala (yang artinya) : "Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Maka hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi persyaratan. ke ." (Al-Bayyinah :5) Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "Islam dibangun di atas lima dasar. Katakanlah: yang lebih dari keperluan" (Al Baqoroh:219) Hukum Menunaikan Zakat Zakat merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima dan termasuk dari pondasi Islam yang agung.

Juga para sahabat telah sepakat untuk memerangi orang-orang yang tidak mau membayarnya dan menghalalkan darah dan harta mereka karena zakat termasuk dari syi'ar Islam yang agung. Hikmah Disyariatkannya Zakat Diantara hikmah disyari'atkannya zakat adalah : a. memberi makan dan berbuat baik. (AlMudatsir : 44) 2. didalam surat Fushilat Allah mengancam yang tidak mengeluarkan zakat.negeri Yaman : "Terangkanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka untuk mengeluarkan zakat yang dipungut dari orang-orang kaya diantara mereka untuk diberikan kepada orang-orang fakir dari mereka". maka kaum muslimin disetiap masa telah ijma' akan wajibnya zakat. (Mughni. Allah berfirman: "Pada harta-harta mereka ada hak orang yang meminta dan …". ini berlangsung ketika sebelum Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hijrah. 3. (HR. Tahun kedua Hijriyah diterangkanlah hukum zakat dengan rinci. diterangkan harta yang wajib dizakati dan kadar nishabnya serta jumlah yang harus dikeluarkan sebagai zakat".. Zakat diwajibkan secara mutlak tidak ada batasan atau rincian akan tetapi hanya perintah untuk memberi. dalam surat AlMudatsir Allah memasukkan orang-orang yang tidak memberi makan orang miskin sebagai Al-Mujrimin (orang yang berdosa) ".. Muslim Kitabul Iman 1:147(121)) Adapun Ijma'. karya Ibnu Qudamah 4:5) Syaikh Abdullah Al Bassam menerangkan (Taudihul ahkam:3/12): Para ulama berselisih kapan diwajibkannya zakat. "Orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat". Hal ini dikarenakan fitrahnya jiwa manusia adalah senang terhadap orang yang berbuat kebaikan (berjasa . Tahun kesembilan Hijriyah ketika manusia masuk Islam dengan berbondong-bondong dan semakin luas daerah Islam Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengirim petugas-petugas untuk mengambil zakat . akan tetapi pendapat yang paling kuat adalah bahwa kewajiban zakat di tetapkan dalam tiga fase: 1. dan Tidak memberi makan orang miskin". Menguatkan rasa kasih sayang antara si kaya dengan si miskin.

tambahan dan ganti yang lebih baik dari Allah Ta'ala. sesuatu itu zakat.salafy. b. al akh Fikri Thalib) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.” Dikatakan.php?id_artikel=785 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal) Sep 11. Definisi zakat Secara bahasa.id/print. Sebagai ibadah kepada Allah Ta'ala (lihat Risalah Fi Zakat oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz). e. jika sesuatu itu berkembang baik menuju kesempurnaan. Membiasakan seorang muslim untuk memiliki sifat belas kasihan. zakat artinya “berkembang dan bertambah dalam kebaikan dan kesempurnaan. 08 November 2004. '08 11:14 PM untuk semuanya Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal) Penulis: Al Akh Syamsu Muhajir Fiqh. Memperoleh keberkahan. (Dikutip dari tulisan ustadz Qomar Sua'idi. . tim Zisonline. Sumber artikel : http://www. Lc.kepadanya). yang diarsipkan eks. c. Mensucikan dan membersihkan jiwa serta menjauhkan jiwa dari sifat kikir dan bakhil. 00:51:27 Manfaat Zakat Hati Dan Zakat Harta A. d.or.

agar hati itu menjadi baik dan agar hati berkembang ke arah kebaikan dan kesempurnaan maka hati itu harus dibersihkan terlebih dahulu dari segala penyakit dan kotorannya. tetapi harus diketahui bahwa yang disenangi oleh nafsu itu ada yang diharamkan dan ada yang dihalalkan. bodoh. Ibarat pasir pada emas dan perak.Sesuatu bisa berkembang dengan baik apabila keadaan sesuatu itu bersih dari kotoran dan penyakit. Allah Ta‟ala berfirman.” (An-Nur: 30) Allah Subhanahu wa Ta‟ala mengatakan di dalam ayat ini bahwa sucinya hati itu terjadi setelah menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan. maka Allah akan mengganti dengan yang lebih baik seperti sejuknya hati. senang melihat wanita berwajah cantik. tenangnya hati. Apabila seseorang sanggup menahan nafsunya dari yang diharamkan Allah. hewan dan tumbuhan bisa berkembang dengan baik jika keadaannya baik dan bersih dari kotoran dan segala penyakit. menjauhi kemaksiatan dan yang dilarang Allah dan banyak bertaubat kepada-Nya. yang demikian itu lebih suci bagi mereka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. merendahkan manusia. besar kepala. . B. Maka. senang dan gembiranya hati. sombong. Allah Ta‟ala telah menguji kita dengan memberikan nafsu senang melihat sesuatu yang indah-indah. yaitu menundukkan pandangan dari yang diharamkan Allah Ta‟ala. Seperti halnya badan kita. Zakat Hati Dosa dan kemaksiatan yang dilakukan manusia laksana hama pada tumbuhan. ) 30) “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman hendaknya mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatannya. Bahkan terkadang sampai mematikan hati seperti halnya hama yang menghambat pertumbuhan tanaman dan bahkan mematikannya. congkak. Demikian pula hati manusia bisa berkembang dengan baik dan sempurna manakala hati itu baik serta bersih dari kotoran dan segala penyakit. keras hati menjadi penghambat berkembangnya hati. Caranya ialah dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang diharamkan Allah. Demikian pula penyakit hati seperti hasud.

“Apabila dikatakan kepadamu kembalilah maka kembalilah karena ini lebih suci bagi kalian. sempurna. membersihkan hati dari keinginan-keinginan yang tidak benar dan tauhid (‫ ) لل ل ل ل‬merupakan bahan dasar yang menjadikan hati tumbuh dan berkembang dengan baik. hanya Allah yang dicintainya maka dia hanya menghamba dan tunduk kepada Allah saja. Jadi supaya hati bisa berkembang dengan baik menuju kebaikan dan kesempurnaan adalah dengan membersihkan terlebih dahulu dari dosa dan maksiat dan membersihkannya dari penyakit-penyakitnya.” (HR Ahmad dengan sanad shahih) Mengingat hati itu selalu terikat dengan sesuatu yang dicintainya. Perbuatan manusia ikut pada kemauan dan keadaan hatinya. Dalam ayat lain Allah berfirman. maka dia akan tunduk kepada apa yang dia cintai.Dalam hadits disebutkan. Sedangkan jika di hati itu sudah bercabang kecintaannya pada selain Allah. ) ) “Barangsiapa meninggalkan sesuatu (yang haram) karena Allah niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. yaitu ketika tidak ada lagi di hatinya .” (Ath-Thur: 28) Ayat ini menerangkan orang yang meminta izin atau bertamu tetapi pemilik rumah belum berkenan menerimanya sehingga dia memohon agar sang tamu kembali kemudian tamu ini mengikuti permohonannya maka itu lebih suci bagi yang bertamu. Adapun perkara yang dapat menjadikan hati berkembang dan yang dapat menjadikan hati baik. dan suci adalah “tauhid.” yaitu persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah (‫) لل ل ل ل‬ Tauhid bukan hanya sebagai pengembang hati tetapi juga berfungsi sebagai pembersih hati yaitu membersihkan keyakinan-keyakinan (aqidah) yang batil. maka ketika hatinya bersih.

amalan ketaqwaan dan ketaatan kepada Allah juga berfungsi sebagai pembersih dan mensucikan hati.” (an-Nisa‟: 49) . Maka dari itu. Allah Ta‟ala berfirman: ) 6) “Celakalah orang-orang musyrik yang mereka itu tidak menunaikan zakat. tidak ada pelajaran yang melebihi ketinggian dan kemuliaan tauhid karena faidahnya yang fundamental karena yang dipelajari adalah Dzat Yang Maha Agung dan Maha Mulia dan aqidah merupakan dasar bangunan Islam setiap muslim yang menjadi penentu kekokohan dan rapuhnya ke-Islaman seseorang.” (Fush-shilat: 56) Kebanyakan ahli tafsir menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan kata “zakat” di ayat ini adalah “tauhid. Namun demikian bagi orang yang telah dikaruniai taufiq dan hidayah oleh Allah mampu menjalankan ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah tidak diperbolehkan untuk merasa dan menganggap dirinya sudah bersih dan suci.tuhan-tuhan selain Allah.” (Asy-Syams:9) Juga firman-Nya: ) 18) “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri?” (An –Naazi‟at: 18) Zakkaa pada ayat ini adalah amalan ketaatan kepada Allah.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir) Di samping tauhid. Di hatinya hanya ada Allah dan kebenaran yang bisa berbuah menjadi amalan ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah. Allah Ta‟ala berfirman: “Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mengganggap dirinya bersih. tidak ada lagi kemauan dan keinginan kecuali karena Allah. Allah Ta‟ala berfirman: ) 9) “Sungguh beruntung orang yang mensucikan hatinya.

” (an-Najm: 32) Pada hakikatnya hanya Allah yang menjadikan seseorang itu bersih dan suci dan hanya Allah Ta‟ala yang mengabarkan kebersihan dan kesucian seseroang. sempit dan sesak dadanya terhadap syariat Islam dan berat untuk menjalankan ketaqwaan kepada Allah. Lapang dada menerima Islam. Sedangkan jika hati kotor maka yang terjadi adalah sebaliknya. Zakat Harta Adapun manfaat zakat harta adalah seperti yang difirmankan Allah: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka. yakni sulit menerima kebenaran dan petunjuk.” (At-Taubah: 103) Allah mengumpulkan dalam ayat ini tentang manfaat zakat harta yaitu membersihkan dan mensucikan karena harta tidak akan suci/berkembang tanpa dibersihkan terlebih dahulu. C. senang dalam menerima hidayah/petunjuk dari Allah.“Maka.” (An-Nisa”49) Maka manfaat hati yang sudah dizakati (dibersihkan) akan dapat memudahkan seseorang untuk menerima kebenaran. sebagai berikut: 1. senang dan gembira dalam menjalankan ketaqwaan kepada-Nya. Untuk menyempurnakan keislaman seorang hamba karena zakat termasuk rukun Islam. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda: ‫ل‬ . Lebih jauh Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah menerangkan manfaat zakat harta itu. janganlah kalian mengatakan dirimu suci. Allah Ta‟ala berfirman: “tetapi Allah yang membersihkan/mensucikan siapa yang Dia kehendaki.

Islam itu dibangun di atas lima dasar mengucapkan syahadat bahwa tidak ada ilah yang hak selain Allah. 5. karena tidak bermanfaat mengeluarkan dengan tangannya tetapi masih diikat oleh hatinya. dan haji ke Baitul Haram. memberi makan dan orang yang shalat malam ketika manusia sedang tidur. Untuk mensucikan akhlak orang yang berzakat karena dengan zakat dia akan keluar dari golongan orang-orang yang bakhil/pelit dan masuk pada golongan orang-orang derma. . 3. Dia harus sanggup mengeluarkan hartanya dari hatinya sebelum dikeluarkan dari tangannya.”(HR. 4b. Zakat menjadi sebab masuk surga karena surga itu diperuntukkan bagi orang baik pembicaraannya. dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Zakat dapat melapangkan dada dan menenangkan hati tetapi dengan dua syarat yaitu : 4a. menunaikan zakat. Sebagai bentuk kesempurnaan iman karena kita senang manakala saudara kita memberikan hartanya pada kita dan begitu pula saudara kita akan senang kalau kita beri dia harta. 2. sehingga hati akan mengikutinya karena hatinya akan gelisah ketika seseorang meninggalkan kebiasaan baiknya. 4. suka menebar salam. menegakkan sholat. Ketika mengeluarkan zakat harus lapang dada bukan dengan terpaksa. Sebagai bukti benarnya iman orang yang berzakat karena nafsu itu sangat senang pada harta maka seseorang tidak akan menyerahkan hartanya kecuali karena menginginkan sesuatu yang lebih baik dari harta itu yaitu ridho Allah yang nilainya jauh lebih baik dan lebih sempurna untuk hamba. puasa Ramadhan. Muslim) 6. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda : “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sampai mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.

Ahmad) 11. . Si kaya makan segala yang dia mau. 9.“Surga itu bagi orang yang memperbagus pembicaraannya. munculnya sifat kepedulian orang yang mampu kepada orang yang lemah. 10. Zakat dapat mendorong manusia untuk mengetahui dan mempelajari syariat dan hukum Allah karena zakat tidak bisa dilaksanakan tanpa didahului ilmu. Allah Ta‟ala berfirman: “Berbuatlah ihsan/kebaikan sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. suka menebar salam. si fakir tidur beralas tikar dan berselimut angin dingin.” (HR. si fakir berjalan kaki. Zakat dapat menyelamatkan dari panasnya hari kiamat. Si kaya tinggal di istananya.” (HR. yang kaya kepada yang miskin. Tirmidzi hadits hasan shahih) 7. si fakir harus menguras tenaga dan keringat hanya untuk sesuap nasi. Tetapi jika si kaya bersifat derma dan peduli pada saudaranya maka ini dapat menenangkan keadaan dan meredam kecemburuan sosial dan meredam munculnya benih-benih pemberontakan si miskin terhadap si kaya. sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadanya. perampasan. Zakat dapat mencegah dosa-dosa harta seperti pencurian. Perbedaan sosial yang mencolok sering memunculkan ketidakharmonisan sosial. Zakat dapat meredam sifat memberontaknya orang-orang fakir.” (Al-Qashash: 77) 8. Karena orang miskin merasa bahwa pada orang kaya ada haknya yang ditahan. Menjadikan masyarakat muslimin seperti satu keluarga. menyadari bahwa saudaranya yang lemah dan miskin butuh derma dan kepeduliannya. Si kaya naik mobil. sehingga menghambat terlaksananya kebutuhan si miskin. suka memberi makan. dan mendirikan shalat malam sedangkan manusia sedang tidur. perampokan dan penipuan. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda: “Setiap orang dalam naungan shodaqohnya pada hari kiamat.

hadits hasan shahih). “Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda. 13. Zakat dapat menumbuhkan dan mengembangkan harta. kebangkrutan. Zakat itu mencegah turunnya bala‟ dari langit. Zakat dapat mencegah dari mati jelek (su‟ul khotimah). Dalam hadits disebutkan: ‫ل‬ ‫ل ل‬ Dari Anas Radliyallahu „anhu dia berkata. Tirmidzi. Bukhori) Seringnya penyakit harta itu dapat memberangus harta secara keseluruhan seperti kebakaran.” (HR. Ibnu Majah) 14. Tirmidzi) 16. Dalam hadits disebutkan: ‫ل‬ “Tidaklah zakat itu mengurangi harta.” (HR. Zakat itu dapat menjadi sebab turunnya kebaikan.12. Rasulullah (Shalallahu „alaihi wassallam) bersabda. atau sakit yang menguras hartanya. 17. karena zakat melindungi harta dari penyakit-penyakitnya dan Allah akan memberkati harta yang bersih. Zakat dapat meredam murka Allah.” Zakat itu dapat meredam murka Allah dan mencegah mati jelek. Zakat dapat menghapus kesalahan dan dosa. dalam hadits disebutkan: “Tidaklah suatu kaum menolak zakat harta mereka kecuali mereka telah menolak turunnya hujan dari langit. Berikut tabel Perhitungan Zakat : .” (HR.” (HR. 15. Inilah manfaat zakat hati dan zakat harta semoga kita mampu melaksanakannya dengan baik dan benar. “ “Shodaqoh/zakat itu dapat memghapus kesalahan sebagaimana air dapat meredam api.

php. Allahu a'lam. Syarhul Mumti‟ zadil mustaqni‟ karya Asy-Syaikh Al-Utsaimin Rahimahullah.Silakan klik www.or.gif untuk mendownloadnya.id/download. Mawaridul aman karya Al-Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah Rahimahullah.salafy. Maraji‟ : 1. temukan file zakat. ditulis oleh Panitia Ramadhan majelis Taklim dan Dakwah As-Sunnah. (Dikutip dari artikel Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal). 2. al Akh Syamsu Muhajir dengan .

muraja‟ah Al Ustadz Usamah Mahri.id/print.salafy. Malang.”195)[Riwayat Abu Daud (1622) dan An Nasa‟I (5/50). 05:03:44 1. '08 11:13 PM untuk semuanya Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.or.php?id_artikel=801 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11. Sumber artikel : http://www. Hukumnya Zakat Fitri ini (hukumnya) wajib berdasarkan hadits (dari) Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma:“Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri [pada bulan Ramadhan kepada manusia]. ia berkata: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam memerintahkan kami dengan shadaqah fithri sebelum diturunkannya (kewajiban) zakat dan tatkala diturunkannya . padanya ada Al Hasan ber-„an‟anah. 28 Oktober 2004. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori. Dan hadits sebelumnya sebagai syahid] Sebagian Ahlul ilmi menyatakan bahwa zakat fithri telah mansukh oleh hadits Qais bin Sa‟ad bin Ubadah.”194)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984) dan tambahannya pada Muslim] Dan berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri.

karena turunnya suatu kewajiban tidaklah menggugurkan kewajiban yang lain. sedang hadits Ibnu Umar khusus. sudah maklum hadits khusus jadi penentu hadits umum. yang jelek dan (memberi) . tetapi kami mengerjakan (mengeluarkan zakat fithri). Yang lain berkata. tidak mengharuskan dimansukhknya hukum sebelumnya. “Tidak wajib atas orang yang puasa karena hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri. kedudukan zakat harta (sebagaiman) kedudukan zakat fithri (yaitu) berkaitan dengan riqab (orang perorang).(kewajiban) zakat beliau tidak memerintahkan kami dan tidak pula melarang kami. orang yang merdeka maupun hamba. perempuan.”197)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984)] Sebagian Ahlul ilmi ada yang mewajibkan zakat fithri pada hamba yang kafir karena hadits Abu Hurairah Radhiallahu anhu: “Hamba tidak ada zakatnya kecuali zakat fithri. atau satu gantang gandum atas hamba dan orang yang merdeka. laki-laki. Ibnu Khuzaimah (4/81) dan Al Hakim (1/410) dan Al Baihaqi (4/159) dari beberapa jalan.” 2. mungkin Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mencukupkan dengan perintah yang pertama. besar.” Imam Al Khathabiy Rahimahullah berkata dalam Ma‟alimus Sunan (2/214): “Ini tidak menunjukkan hilangnya kewajiban zakat fithri. tetapi hanya menunjukkan tambahan dalam jenis ibadah. pensuci bagi orang yang puasa dari perbuatan sia-sia. dan sanadnya shahih] dan kalaupun dianggap shahih tidak ada dalil yang menunjukkan atas naskh (diahapusnya) hadits Qais yang menunjukkan wajibnya zakat fithri. Siapa yang Wajib Zakat ? Zakat fithri wajib atas kaum muslimin. Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri sebanyak satu gantang kurma.” Al Hafidz Rahimahullah menjawab sangkaan tersebut dengan perkataannya (3/368): “bahwa pada sanadnya ada rawi yang tidak dikenal196) [Akan tetapi hadits tersebut mempunyai penguat. anak kecil. kecil dan besar dari kalangan kaum muslimin.”198) [HR Muslim (982)] Hadits ini umum. dan dikeluarkan oleh An Nasa‟I (5/49) dan Ibnu Majah (1/585) dan Ahmad (6/6).

karena janin tidak bisa disebut sebagai anak kecil atau besar. satu gantang gandum. namun yang paling kuat (yang membuat hati ini tenang) lafadz di atas mencakup seluruh yang dimakan termasuk hinthah dan jenis lainnya. semuanya telah dilakukan oleh para sahabat berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: . satu gantang susu. jika berserikat dalam „illat berserikat pula dalam hukum. karena hadits Abu Sa‟id Al Khudri Radhiallahu anhu: “Kami mengeluarkan zakat (pada zaman Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam) satu gantang makanan. baik menurut masyarakat maupun istilah.” Sebagian lagi berpendapat bahwa zakat fithri wajib juga atas janin.makanan bagi orang yang miskin. zakat fithri diwajibkan pula atas orang yang tidak berpuasa seperti diketahui keshahihannya atau orang yang masuk Islam sesaat sebelum terbenamnya matahari.”199) [Telah lewat takhrijnya] Imam Al Khathabiy dalam Ma‟alimus Sunan (3/214) menegaskan: “Zakat fithri wajib atas orang yang puasa yang kaya atau orang fakir yang mendapatkan makanan dari dia. satu gantang korma dan satu gantang salt. satu gantang anggur kering. satu ganang anggur kering atau salt (sejenis gandum yang tidak berkulit). jika „illat diwajibkannya karena pensucian.” Al Hafidz menjawab (3/369): “Pensucian disebutkan untuk menghukumi yang dominan. Macam Zakat Fithri Zakat Fithri dikeluarkan berupa satu gantang gandum. tepung dan adonan. maka seluruh orang yang puasa butuh akan hal itu. ada yang bilang hinthah (gandum yang bagus) ada yang bilang selain itu. 3.”201) [Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/80) dan Al Hakim (1/409-410) Telah ikhtilaf dalam tafsir lafadz makanan dalam hadits Abu Sa‟id Al Khudri. tetapi kami tidak menemukan dalil akan hal itu. satu gantang korma.”200) [HR Bukhari (3/294) dan Muslim (985)] Dan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan atu gantang gandum. satu gantang susu kering. satu gantang kurma.

Nasa‟I . susu yang dikeringkan dan korma. besar. Ukuran Zakat Fithri Seorang muslim diperbolehkan zakat fithri sesuai dengan jenis yang disebutkan tadi. dan yang paling sahahih berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam: “Tunaikanlah satu gantang gandum atau korma. bahwa pendapat Mua‟wiyah bukanlah ijtihad hasil dari pemikiran sendiri. anak kecil atau besar. diterima.”203) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). mereka ikhtilaf tentang hinthah. budak dan orang yang merdeka. anggur kering. agar kaum muslimin yang mendudukkkan sahabat sesuai dengan kedudukan mereka. yang membawa salt (gandum yang tidak berkulit) diterima.”202) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). 4. aku mengira beliau berkata: “yang membawa adonan diterima. barangsiapa yang mengeluarkan berupa adonan. Barangsiapa yang memberi salt (sejenis gandum yang tidak berkulit) akan diterima. barangsiapa yang membawa gandum diterima. aku mengira beliau berkata.“Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam menyuruh kami untuk mengeluarkan zakat Ramadhan satu gantang makanan dari anak kecil.”204) [Telah lewat takhrijnya] Yang membantah seluruh dalil orang yang menyelisihi kita adalah satu pembahasan yang akan datang ketika menjelaskan takaran zakat fithri. Ini dikuat-kan oleh perkataan Abu Sa‟id: “Dulu makanan kami adalah gandum. untuk dua orang satu gantang dari gandum atas orang merdeka.”205) [Riwayat Abu Daud (2340). sanadnya hasan] Adapun hadits-hadits yang menafikan adanya hinthah (gandum) atau bahwasanya Mu‟awiyah Radhiallahu anhu berpendapat untuk mengeluarkan dua mud dari samara (gandum) Syam. dan bahwa satu mud hinthah itu melebihi yang ada di sini. ada yanga mengatakan setengah gantang ini yang rajih. yang membawa korma diterima. “Barangsiapa yang mengeluarkan berupa tepung akan diterima. sanadnya hasan] Dari beliau Shalallahu „alaihi wassalam bersabda: “Zakat fithri satu gantang makanan. hamba. yang membawa anggur kering diterima. menurut hadits-hadits yang shahih yang menegaskan adanya hinthah bahwa dua mud hinthah sama dengan satu gantang anggur. tetapi berdasarkan hadita marfu‟ sampai kepada Rasululllah Shalallahu „alaihi wassalam.

mereka adalah orang-orang miskin berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam zakat fithri sebagai pembersih (diri) bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perbuatan kotor dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Maka -dengan jalan-jalan inimaka haditsnya menjadi hasan] 6. Gantang yang teranggap adalah gantangnya penduduk Madinah.(7/281). dan sanadnya terputus. berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Timbangan yang teranggap adalah timbangannya Ahlu Mekah. Kemana Disalurkannya Zakat tidak boleh diberikan kecuali kepada orang yang berhak menerimanya. Sebagian Ahlul ilmi berpendapat bahwa zakat fithri diberikan kepada delapan golongan. Dan Syaikhul Islam telah membentahnya pada kitab yang telah disebutkan baru saja. maka lihatlah kitab tersebut. Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih] 5.”208) [Telah lewat takhrijnya]. Pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam di dalam Majmu‟ Fatawa (2/71-78) serta murid beliau Ibnul Qayyim pada kitabnya yang bagus Zaadul Ma‟ad (2/44). Dan padanya ada jalan yang mauquf dari Ibnu Umar pada Inu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (4/37) dengan sanad shahih. orang yang merdeka dan budak. Siapakah yang harus dibayar zakatnya? Seorang muslim harus mengeluarkan zakat fithri untuk dirinya dan seluruh orang yang dibawah tanggungannya. baik anak kecil maupun orang tua laki-laki dan perempuan. Nasa‟I (7/281).”207) [Dikeluarkan oleh Daruquthni (2/141) dan Ibnu Umar dengan sanad dhaif (lemah). orang merdeka dan hamba dari orang-orang yang membekalinya. . dan kiloan yang teranggap adalah kiloan-nya orang madinah. karena hal itu sangat penting. Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih].”206) [Riwayat Abu Daud (2340). berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “kami diperintah oleh Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam (mengeluarkan) shadaqah fithri atas anak kecil dan orang tua. tetapi (pendapat) ini tidak ada dalilnya. Dan dikeluarkan Al Baihaqi (4/161) dari jalan yang lain dari Ali.

Beliau (Ibnu Umar) mengeluarkan zakatnya satu hari atau dua hari sebelum „Iedul Fithri. kecuali satu atau dua hari (sebelum „Id)210) [Lihat pada kitab Ahkamul „Idain fis Sunnah Al Muthaharah karya Ali Hasan Ali Abdul Hamid. dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/83) dari jalan Abdul Warits dari Ayyub. Hikmah Zakat Allah 'Azza wa Jalla mewajibkan zakat sebagai pensucian diri bagi orang-orang yang berpuasa dari (perbuatan) sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin .maktabah Al Islamiyah] berdasarkan perbuatan Ibnu Umar Radhiallahu anhuma –berdasarkan kaidah rawi hadits diketahui dengan makna riwayatnyamaka apabila penunaian zakat itu diakhirkan (setelah) shalat maka dianggap sebagai shadaqah berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “… Barangsiapa yang menunaikan zakatnya sebelum shalat maka dia adalah zakat yang diterima.”211) [Telah lewat takhrijnya] 8.” 7.Termasuk amalan sunah jika ada seseorang yang bertugas mengumpulkan zakat tersebut (untuk diberikan kepada yang berhak –pent). cet. aku katakan: “Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu gantang?” Berkata Ayyub: “Apabila petugas telah duduk (bertugas). pent) untuk mengumpulkannya. Sungguh Nabi Shalallahu „alaihi wassalam telah mewakilkan kepada Abu Hurairah Radhiallahu anhu. dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka dia adalah merupakan shadaqah dari beberapa shadaqah (yang ada). Waktu Penunaian Zakat Zakat fithri ditunaikan sebelum orang-orang keluar (rumah) menuju sholat „Id dan tidak bleh diakhirkan (setelah) shalat atau dimajukan penunaiannya. ia berkata: “Rasulullah mengkhabarkan kepadaku agar aku menjaga zakat Ramadhan.” Aku katakan: “Kapankah petugas itu mulai bertugas?” Beliau menjawab: “Satu hari atau dua hari sebelum “Idul Fithri.”209) [Dikeluarkan oleh Bukhari (4/396)] Dan sungguh dahulu pernah Ibnu Umar Radhiallahu anhuma mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang menangani zakat dan mereka adalah panitia yang dibentuk oleh Imam (pemerintahan.

Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Bab "Zakat Fitrah". Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. Adapun secara syar‟i.id/print. 23 Oktober 2004. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. secara bahasa berarti tambahan (az-ziyadah) dan pensucian (ath-thaharah). zakat adalah hak (bagian) yang wajib dikeluarkan dari harta tertentu. untuk dibagikan kepada golongan tertentu dan di waktu tertentu. '08 11:13 PM untuk semuanya Menunaikan zakat. Ke 5 th 1416 H. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.salafy.untuk mencukupi (kebutuhan ) mereka pada hari yang bagus tersebut berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma yang telah lalu. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet.php?id_artikel=777 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Menunaikan zakat. 13:08:00 Bersihkan harta dengan berzakat Pengertian zakat Zakat.or. upaya pembersihan harta kita Penulis: Panitia Ramadhan majelis Taklim dan Dakwah As-Sunnah Fiqh. (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Sumber artikel : http://www. upaya pembersihan harta kita Sep 11. .

tunaikanlah zakat” (QS. shalat. AtTaubah : 103) 3) Membiasakan diri berbuat dermawan. Dan bagikanlah kepada orang-orang miskin di antara mereka. berkembangnya harta serta mendapatkan balasan/ ganti yang lebih baik dari sisi Allah I. diri dari sifat kikir/ bakhil. Dalil Al-Qur‟an. Rukun Islam yang lima yaitu : Bersyahadat. bahwa Allah subhanahu wata‟ala mewajibkan zakat. Hikmah disyariatkannya zakat : 1) Terjalinnya hubungan kasih sayang antara si kaya dan si miskin. bersikap mulia dan rasa iba terhadap orang-orang yang membutuhkan. Saba‟ : 39) Hukum Zakat Wajib hukumnya mengeluarkan zakat.Kedudukan zakat dalam Islam Zakat adalah termasuk salah satu rukun Islam yang lima. Para sahabat Nabi pun telah bersepakat bolehnya memerangi orang-orang yang tidak mau mengeluarkan zakat. firman Allah subhanahu wata‟ala : ”Dan dirikanlah shalat. (QS. Dalil Ijma‟ Kaum Muslimin telah bersepakat tentang wajibnya zakat.” (Hadits Muttafaqun alaih) 3. puasa. Ambillah zakat itu dari orang-orang kaya di antara meerka. 4) Melimpahkan barakah. (QS. Dalil dari As-Sunnah Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika mengutus Muadz bin Jabal ke negeri Yaman : “Beritahu kepada mereka. menjauhkan. Dalil tentang hal ini diantaranya adalah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dalam . zakat dan haji ke baitullah bagi yang mampu. berdasarkan : 1. 2) Membersihkan dan mensucikan jiwa. Baqarah : 43) 2.

maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu" (QS.Bab “Wajibnya Zakat”. golongan yang berhak menerima zakat adalah 8 golongan : .pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam. zaktnya dikeluarkan seketika selesai panen. maka ia KAFIR. (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Dan brangsiapa yang yakin tentang wajibnya zakat tetapi ia enggan menunaikannya maka ia FASIQ (maksiat kepada Allah subhanahu wata‟ala). 3) Telah lewat masa satu tahun (haul). maka beritahukanlah kepada mereka. Golongan penerima zakat Berdasarkan firman Allah dalam Al-Qur‟an surat At-Taubah ayat 60. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah. kecuali hasil bumi. Allah subhanahu wata‟ala berfirman : ‫ل‬ ) 34) “Hai orang-orang yang beriman. lalu dibakar dengannya dahi mereka. dan Bab “Memerangi orang yang enggan menunaikan zakat.” Barangsiapa yang menolak dengan sadar tentang kewajiban menunaikan zakat. sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. At-Taubah : 34 .35) Syarat-syarat wajib zakat : 1) Beragama Islam (bukan orang kafir) 2) Telah mencukupi nishabnya. Ancaman bagi orang yang tidak menunaikan zakat. lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka : "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. Bab “Memungut „Inaq (anak kambing betina umur satu tahun ke bawah) dalam shadaqoh".

salafy. ditulis oleh Panitia Ramadhan majelis Taklim dan Dakwah As-Sunnah. 6) Gharimin (orang-orang yang berhutang). 3) Pengurus-pengurus (amil) zakat./** (Dikutip dari artikel Pengertian Zakat. 2) Orang-orang miskin. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah mengutus Umar Ibnul Khattab untuk menarik zakat dari Khalid Ibnul Walid.1) Orang-orang fakir. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori.php?id_artikel=766 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar . Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengutus sebagian sahabat untuk menarik zakat dari orang-orang kaya dan menyalurkannya kepada orang-orang yang berhak menerimanya. al Akh Syamsu Muhajir dengan muraja‟ah Al Ustadz Usamah Mahri. Termasuk kewajiban kaum muslimin adalah menyambut dan memuliakan mereka karena mereka sedang dalam menjalankan tugas agama mengingatkan dan membantu orang-orang kaya melaksanakan kewajibannya menunaikan zakat. 5) Budak. untuk memerdekakan dirinya. 4) Para mu'allaf (orang yang baru masuk Islam atau orang-orang yang diharapkan keislamannya). Sumber artikel : http://www. Malang. Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. 7) Mujahidin (orang-orang yang berjihad di jalan Allah).id/print. Sebagai contoh. Ibnul Jamil dan selainnya.or. 8) Ibnussabil (orang-orang yang sedang kehabisan bekal dalam perjalanan) Kedudukan petugas zakat Kedudukan petugas zakat diakui oleh syariat Islam.

baik bahaya di dunia maupun di akhirat. atau hanya sekedar untuk latihan pengekangan nafsu dan atau hanya sekedar untuk mengangkat manusia dari derajat hewan. '08 11:11 PM untuk semuanya Beberapa faidah ibadah berpuasa kita Penulis: Al Ustadz Abdurrahim Fiqh.Beberapa faidah ibadah berpuasa kita Sep 11. 12:52:33 Beberapa Faidah Puasa Semua perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang Dia syariatkan. kelezatan hati. sepintas lalu kebanyakan orang yang kalah dengan nafsunya beranggapan bahwa puasa itu hanya sebagai beban yang memberatkan. baik di sadari ataupun tidak pasti karena bahayanya. Walaupun. 23 Oktober 2004. yaitu hidup sibuk dengan upaya peningkatan iman dan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala. sebagai dasar ketenangan dan ketentraman hidup. atau hanya sekedar sebagai ujian keimanan dari Allah . Sebenarnya. baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. pasti mengandung faedah dan manfaat dan semua yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala pasti karena berakibat mudharat dan bahaya bagi hamba Allah Subhanahu wa Ta‟ala. sebagai makanan hati yang utama dan sebagai sumber kekuatan manusia yang hakiki yang hanya dengan ini kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba bisa dicapai. Baik dipahami maupun maupun tidak. Demikian halnya dengan syariat puasa Romadhon yang sedang yang kita jalani ini.atau hanya sekedar sebagai amalan ibadah yang berhak dihargai dengan suatu balasan dan pahala seperti halnya orang jual beli dengan penentuan harga. yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan bagi orang beriman dan bertakwa perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala itu adalah qorrotul „uyun (penyejuk hati). . semua pelaksanaan perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang dilaksanakan sebagai amalan ibadah. pasti mengandung manfaat dan faedah.

Seperti sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam : “Dijadikan (oleh Allah) penyejuk hatiku dalam sholat. Hal ini sudah diterangkan oleh Rasulullah shollallohu alaihi wasallam dan telah dicontohkan oleh Beliau dan keluarga Beliau. pasti mengandung faedah dan manfaat yang sangat besar untuk kesehatan badan dan kesehatan hati.” (Muttafaqun alaihi) Beliau bersabda : “Orang yang paling banyak kenyang di dunia adalah yang paling lama lapar di akhirat. Yunus : 57) Menahan lapar di bulan puasa ataupun diluar bulan puasa ketika berpuasa maupun tidak.” (HR.” (HR. Ahmad dan An-Nasa‟i) Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman : “Hai manusia. Sayyidatina Aisyah rodhiyallohu anha berkata : ‫ل‬ “Keluarga Muhammad tidak pernah kenyang walaupun dengan roti gandum dua hari berturut-turut sampai Beliau wafat.” (QS.” Al-Imam Al-Baihaqi meriwayatkan : „Dunia adalah penjaranya orang mukmin dan surganya orang kafir.” . sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Al-Bazzar ) Al-Imam Ath-Thabrani juga meriwayatkan dengan sanad hasan dengan lafadz : “Orang yang banyak kenyang di dunia mereka adalah orang yang banyak lapar di akhirat.

Dan banyak di kalangan mereka orang-orang gemuk/ gendut.” Al-Imam Thabrani dan Ibnu Abi Dunya meriwayatkan hadits : “Akan terjadi pada ummatku seseorang memakan semua jenis makanan. memakai semua jenis pakaian dan banyak berbicara. jika tidak bisa tidak (terpaksa) maka makanlah sepertiga makanan sepertiga untuk minuman dan sepertiganya untuk nafasnya. Hal itu karena sumber segala penyakit adalah kenyang.” Manfaat lapar terhadap kesehatan badan adalah seperti yang dikatakan oleh Ibnu Masiwaih : “Sekiranya manusia mau mengamalkan hadits ini (riwayat Tirmidzi) mereka akan selamat dari sakit dan berbagai penyakit. Imam Tirmidzi) Setelah membawakan sebagian hadits-hadits di atas.Al-Imam Muslim juga meriwayatkan hadits dari Rasulullah bahwa Beliau bersabda : “Sebaik-baik generasi adalah generasiku. Kemudian akan datang suatu kaum mereka memberikan persaksian padahal tidak diminta persaksiannya.” Al-Harits seorang dokter Arab mengatakan : . Mereka banyak bernadzar tetapi tidak menunaikannya. kemudian generasi berikutnya kemudian berikutnya. Maka. hendaknya Bani Adam makan sekedar menegakkan punggungnya.” Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan hadits : “ Tidaklah Bani Adam memenuhi kantong yang lebih jelek dari perutnya. menutup rumah sakit dan mengistirahatkan toko obat/ apotik.” (HR. meminum semua jenis minuman. Al-Imam Ash-shon‟ani rahimahullah berkata : “Hadits ini menunjukkan atas tercelanya banyak makan dan kenyang karena menimbulkan berbagai penyakit dan memberatkan seseorang untuk melaksanakan hukum syar‟i/ ibadah. mereka itulah paling jeleknya ummatku.

pada orang yang lapar juga tidak bangkit padanya syahwat jima‟nya sehingga terhindar dari penyaluran syahwat yang diharomkan. . mendudukkan anggota badan dari beribadah dan pada perut kosong itu banyak faedahnya yaitu menjernihkan hati . Kenyang itu menyebabkan kedunguan. para ulama telah menerangkannya : Luqman al Hakim berwasiat pada putranya : “Wahai putraku jika kamu penuhi lambungmu maka akan tidur pikiranmu.“Yang banyak membunuh manusia adalah karena manusia suka memasukkan makanan pada perut sebelum makanan dalam perut dicerna.”kenyang”. Berkata Dzunnun „ailaihissalam : “Saya tidak pernah kenyang kecuali saya berbuat maksiat atau berkeinginan untuk bermaksiat”. Adapun manfaat lapar untuk kesehatan hati. mencerdaskan manusia dan menajamkan bashiroh. terluput dari berbagai kemamfataan duniawi dan ukhrowi”. orang lapar juga sedikit tidur karena orang yang banyak makan dan minum akan banyak tidur yang dapat membawa kepada kerugian di dunia dan akhiratnya. Berkata „Aisyah radiyallahu „anha: “Bid‟ah pertama yang terjadi setelah Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam adalah kenyang sesungguhnya suatu kaum ketika kenyang perutnya keras nafsunya untuk mendapatkan dunia” Berkata al Imam ash Shan‟ani rahimahullah : “Sesungguhnya lapar itu adalah penjaga dari penjagaan Allah dan pertama yang terhindar dengan lapar adalah dorongan syahwat jima‟ dan syahwat berbicara karena bagi orang yang lapar tidak ada keinginan untuk berbicara kecuali sangat penting sehingga dia terhindar dari berbagai penyakit lisan.” Yang lain mengatakan : “Kalau kamu bertanya pada ahli kubur. membutakan hati dan memperbanyak uap dan cairan dalam lambung. apa penyebab kematianmu? Kebanyakan mereka menjawab. membisukan hikmah.

seorang mukmin menjadikan perutnya paling besar cita-citanya dan menjadikan syahwatnya menguasai dirinya. dan terus kalian akan diuji dengan makan sampai hari kiamat. minumlah sepertiga perutmu dan biarkan sepertiga untuk bernafas dan berfikir. karena kenyang itu mengeraskan hati. bahwa dia berkata : “Jauhilah oleh kalian kenyang.” Diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Abi Dawud bahwa telah dikatakan padanya : “Lapar itu banyak menolong seseorang bersegera melakukan kebaikan.” Ibnu Abi Dunya meriwayatkan bahwa Ibnu Umar berkata : “Aku tidak pernah kenyang sejak aku masuk Islam. Sedangkan kenyang menyebabkan lawannya. kuatnya pemahaman.” Beliau juga berkata : “Barangsiapa mampu menguasai perutnya maka dia akan mampu menguasai amal sholehnya. jika lapar dan haus maka bersih hati dan lembut dan jika perut .” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : “Adalah bapak kita Adam diuji dengan makan. lemahnya nafsu dan kemarahan. lembutnya jiwa.” Beliau juga berkata : “Tidaklah hikmah itu berada di perut yang penuh.” Diriwayatkan dari Amir bin Qois .” Telah berkata Malik bin Dinar rahimahullah : “Tidak semestinya. makanlah sepertiga perutmu.” Berkata Abu Imran Al-Juwaini : “Sesungguhnya nafsu.” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : “Wahai Bani Adam.Berkata Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah : “Lapar itu menyebabkan lembutnya hati.

kenyang dan lega maka hatinya buta.” Beliau berkata : “Kunci dunia adalah kenyang dan kunci akhirat adalah lapar, dan pangkal segala kebaikan dunia dan akhirat adalah takut kepada Allah. Sesungguhnya Allah memberikan dunia ini kepada orang yang dicintai dan yang tidak, dan sesungguhnya lapar itu di sisi Allah ada simpanan yang ditunda dan tidak diberikan kecuali kepada orang yang dicintai-Nya.” Berkata Al-Imam Asy-Syafi‟i rahimahullah : “Saya tidak pernah kenyang selama 16 tahun, karena kenyang itu memberatkan badan, menghilangkan kecerdasan, membuat banyak tidur dan melemahkan seseorang untuk melakukan ibadah.”

Demikian kehidupan Rasulullah dan para shahabat. Beliau dan para shahabatnya lebih memilih banyak lapar dari pada kenyang karena kefahamannya terhadap faedah lapar dan bahaya kenyang, lebih memilih mengekang syahwatnya daripada menurut syahwat, dan bukannya pada mereka tidak ada makanan tetapi beliau-beliau lebih memilih keadaan yang lebih baik dan lebih sempurna daripada lawannya. Mereka makan dan minum sekedar dapat melaksanakan ibadah, karena hanya untuk itu (untuk beribadah) diciptakannya jin dan manusia.

Seringnya Rasulullah makan tiga hari sekali sampai wafat bukan makan sehari tiga kali seperti budaya kita. Allah berfirman : “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam : 59)

Ketika sholat sudah dilalaikan padahal sholat adalah tiang agama dan amalan yang diperintah untuk dijaga agar dikerjakan pada waktu-waktu terbaiknya maka amalan selain sholat sudah pasti akan lebih dilalaikan lagi.

Sholat adalah ukuran kedisiplinan seseorang, dan tidak ada yang lebih dapat melalaikan

sholat dan ibadah lainnya selain karena memperturutkan hawa nafsu, lebih mempertaruhkan hawa nafsu dan lebih memperturutkan kemauan hawa nafsunya daripada menjalankan hakhak Allah.

Semoga puasa kita pada bulan dan tahun ini diterima di sisi Allah sebagai ibadah yang diridhoi Allah, bermanfaat pada diri kita, baik dalam kehidupan di dunia, lebih-lebih sebagai bekal pada hari yang tidak bermanfaat harta dan anak-anak kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat. Wallahu a„lam bishshowab. Maraji‟ : 1. Tafsir Taisirul karimur Rohman, Al-Imam As-Sa‟di. 2. Bahjatun Nadzirin syarah Riyadhussholihin, karya Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly.AlImam Ibnul Qoyyim. 3. Jami‟ul Ulum wal Hikam karya Al-Imam ibnu Rajab rahimahullah. 4. Subulussalam Syarah Bulughul Maram, karya Al-Imam As-Shon‟ani rahimahullah.

(Dikutip dari artikel Diantara Faidah Puasa, ditulis oleh ustadz Abdurrahim, Malang. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori, Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=764 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar

Beberapa faidah ibadah berpuasa kita

Sep 11, '08 11:11 PM untuk semuanya

Beberapa faidah ibadah berpuasa kita Penulis: Al Ustadz Abdurrahim Fiqh, 23 Oktober 2004, 12:52:33 Beberapa Faidah Puasa Semua perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang Dia syariatkan, pasti mengandung faedah dan manfaat dan semua yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala pasti karena berakibat mudharat dan bahaya bagi hamba Allah Subhanahu wa Ta‟ala, baik bahaya di dunia maupun di akhirat. Baik dipahami maupun maupun tidak, baik di sadari ataupun tidak pasti karena bahayanya.

Demikian halnya dengan syariat puasa Romadhon yang sedang yang kita jalani ini, pasti mengandung manfaat dan faedah. Walaupun, sepintas lalu kebanyakan orang yang kalah dengan nafsunya beranggapan bahwa puasa itu hanya sebagai beban yang memberatkan, atau hanya sekedar sebagai ujian keimanan dari Allah ,atau hanya sekedar sebagai amalan ibadah yang berhak dihargai dengan suatu balasan dan pahala seperti halnya orang jual beli dengan penentuan harga, atau hanya sekedar untuk latihan pengekangan nafsu dan atau hanya sekedar untuk mengangkat manusia dari derajat hewan. Sebenarnya, semua pelaksanaan perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang dilaksanakan sebagai amalan ibadah, yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan bagi orang beriman dan bertakwa perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala itu adalah qorrotul „uyun (penyejuk hati), kelezatan hati, sebagai dasar ketenangan dan ketentraman hidup, sebagai makanan hati yang utama dan sebagai sumber kekuatan manusia yang hakiki yang hanya dengan ini kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba bisa dicapai, baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, yaitu hidup sibuk dengan upaya peningkatan iman dan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala.

Seperti sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam : “Dijadikan (oleh Allah) penyejuk hatiku dalam sholat.” (HR. Ahmad dan An-Nasa‟i) Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman :

” (QS.” (Muttafaqun alaihi) Beliau bersabda : “Orang yang paling banyak kenyang di dunia adalah yang paling lama lapar di akhirat. Sayyidatina Aisyah rodhiyallohu anha berkata : ‫ل‬ “Keluarga Muhammad tidak pernah kenyang walaupun dengan roti gandum dua hari berturut-turut sampai Beliau wafat.” (HR. kemudian generasi berikutnya kemudian .” Al-Imam Al-Baihaqi meriwayatkan : „Dunia adalah penjaranya orang mukmin dan surganya orang kafir. Hal ini sudah diterangkan oleh Rasulullah shollallohu alaihi wasallam dan telah dicontohkan oleh Beliau dan keluarga Beliau. pasti mengandung faedah dan manfaat yang sangat besar untuk kesehatan badan dan kesehatan hati. Al-Bazzar ) Al-Imam Ath-Thabrani juga meriwayatkan dengan sanad hasan dengan lafadz : “Orang yang banyak kenyang di dunia mereka adalah orang yang banyak lapar di akhirat. Yunus : 57) Menahan lapar di bulan puasa ataupun diluar bulan puasa ketika berpuasa maupun tidak.“Hai manusia.” Al-Imam Muslim juga meriwayatkan hadits dari Rasulullah bahwa Beliau bersabda : “Sebaik-baik generasi adalah generasiku. sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

” Al-Imam Thabrani dan Ibnu Abi Dunya meriwayatkan hadits : “Akan terjadi pada ummatku seseorang memakan semua jenis makanan. Kemudian akan datang suatu kaum mereka memberikan persaksian padahal tidak diminta persaksiannya. menutup rumah sakit dan mengistirahatkan toko obat/ apotik. Al-Imam Ash-shon‟ani rahimahullah berkata : “Hadits ini menunjukkan atas tercelanya banyak makan dan kenyang karena menimbulkan berbagai penyakit dan memberatkan seseorang untuk melaksanakan hukum syar‟i/ ibadah. meminum semua jenis minuman. mereka itulah paling jeleknya ummatku.” (HR. Maka. Hal itu karena sumber segala penyakit adalah kenyang.berikutnya.” Manfaat lapar terhadap kesehatan badan adalah seperti yang dikatakan oleh Ibnu Masiwaih : “Sekiranya manusia mau mengamalkan hadits ini (riwayat Tirmidzi) mereka akan selamat dari sakit dan berbagai penyakit. hendaknya Bani Adam makan sekedar menegakkan punggungnya.” Yang lain mengatakan : “Kalau kamu bertanya pada ahli kubur. Mereka banyak bernadzar tetapi tidak menunaikannya.” Al-Harits seorang dokter Arab mengatakan : “Yang banyak membunuh manusia adalah karena manusia suka memasukkan makanan pada perut sebelum makanan dalam perut dicerna.”kenyang”. apa penyebab kematianmu? Kebanyakan mereka menjawab.” Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan hadits : “ Tidaklah Bani Adam memenuhi kantong yang lebih jelek dari perutnya. Dan banyak di kalangan mereka orang-orang gemuk/ gendut. . Imam Tirmidzi) Setelah membawakan sebagian hadits-hadits di atas. memakai semua jenis pakaian dan banyak berbicara. jika tidak bisa tidak (terpaksa) maka makanlah sepertiga makanan sepertiga untuk minuman dan sepertiganya untuk nafasnya.

Berkata „Aisyah radiyallahu „anha: “Bid‟ah pertama yang terjadi setelah Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam adalah kenyang sesungguhnya suatu kaum ketika kenyang perutnya keras nafsunya untuk mendapatkan dunia” Berkata al Imam ash Shan‟ani rahimahullah : “Sesungguhnya lapar itu adalah penjaga dari penjagaan Allah dan pertama yang terhindar dengan lapar adalah dorongan syahwat jima‟ dan syahwat berbicara karena bagi orang yang lapar tidak ada keinginan untuk berbicara kecuali sangat penting sehingga dia terhindar dari berbagai penyakit lisan. Berkata Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah : “Lapar itu menyebabkan lembutnya hati. mendudukkan anggota badan dari beribadah dan pada perut kosong itu banyak faedahnya yaitu menjernihkan hati . terluput dari berbagai kemamfataan duniawi dan ukhrowi”. pada orang yang lapar juga tidak bangkit padanya syahwat jima‟nya sehingga terhindar dari penyaluran syahwat yang diharomkan.Adapun manfaat lapar untuk kesehatan hati. Berkata Dzunnun „ailaihissalam : “Saya tidak pernah kenyang kecuali saya berbuat maksiat atau berkeinginan untuk bermaksiat”. lemahnya nafsu dan kemarahan. mencerdaskan manusia dan menajamkan bashiroh. lembutnya jiwa. kuatnya pemahaman. para ulama telah menerangkannya : Luqman al Hakim berwasiat pada putranya : “Wahai putraku jika kamu penuhi lambungmu maka akan tidur pikiranmu. membisukan hikmah. Sedangkan kenyang menyebabkan lawannya. orang lapar juga sedikit tidur karena orang yang banyak makan dan minum akan banyak tidur yang dapat membawa kepada kerugian di dunia dan akhiratnya. membutakan hati dan memperbanyak uap dan cairan dalam lambung. Kenyang itu menyebabkan kedunguan.” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : .

seorang mukmin menjadikan perutnya paling besar cita-citanya dan menjadikan syahwatnya menguasai dirinya. bahwa dia berkata : “Jauhilah oleh kalian kenyang.” Diriwayatkan dari Amir bin Qois .” Telah berkata Malik bin Dinar rahimahullah : “Tidak semestinya. jika lapar dan haus maka bersih hati dan lembut dan jika perut kenyang dan lega maka hatinya buta.” Berkata Abu Imran Al-Juwaini : “Sesungguhnya nafsu.” Beliau juga berkata : “Tidaklah hikmah itu berada di perut yang penuh. karena kenyang itu mengeraskan hati. dan sesungguhnya lapar itu di sisi Allah ada . Sesungguhnya Allah memberikan dunia ini kepada orang yang dicintai dan yang tidak.” Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : “Adalah bapak kita Adam diuji dengan makan. dan terus kalian akan diuji dengan makan sampai hari kiamat. makanlah sepertiga perutmu.” Ibnu Abi Dunya meriwayatkan bahwa Ibnu Umar berkata : “Aku tidak pernah kenyang sejak aku masuk Islam.“Wahai Bani Adam.” Diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Abi Dawud bahwa telah dikatakan padanya : “Lapar itu banyak menolong seseorang bersegera melakukan kebaikan. minumlah sepertiga perutmu dan biarkan sepertiga untuk bernafas dan berfikir. dan pangkal segala kebaikan dunia dan akhirat adalah takut kepada Allah.” Beliau juga berkata : “Barangsiapa mampu menguasai perutnya maka dia akan mampu menguasai amal sholehnya.” Beliau berkata : “Kunci dunia adalah kenyang dan kunci akhirat adalah lapar.

menghilangkan kecerdasan. dan bukannya pada mereka tidak ada makanan tetapi beliau-beliau lebih memilih keadaan yang lebih baik dan lebih sempurna daripada lawannya. Seringnya Rasulullah makan tiga hari sekali sampai wafat bukan makan sehari tiga kali seperti budaya kita. karena hanya untuk itu (untuk beribadah) diciptakannya jin dan manusia. Allah berfirman : “Maka datanglah sesudah mereka. Beliau dan para shahabatnya lebih memilih banyak lapar dari pada kenyang karena kefahamannya terhadap faedah lapar dan bahaya kenyang. lebih memilih mengekang syahwatnya daripada menurut syahwat.” Berkata Al-Imam Asy-Syafi‟i rahimahullah : “Saya tidak pernah kenyang selama 16 tahun.” (QS.” Demikian kehidupan Rasulullah dan para shahabat. Semoga puasa kita pada bulan dan tahun ini diterima di sisi Allah sebagai ibadah yang . karena kenyang itu memberatkan badan. maka mereka kelak akan menemui kesesatan. pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya.simpanan yang ditunda dan tidak diberikan kecuali kepada orang yang dicintai-Nya. Maryam : 59) Ketika sholat sudah dilalaikan padahal sholat adalah tiang agama dan amalan yang diperintah untuk dijaga agar dikerjakan pada waktu-waktu terbaiknya maka amalan selain sholat sudah pasti akan lebih dilalaikan lagi. dan tidak ada yang lebih dapat melalaikan sholat dan ibadah lainnya selain karena memperturutkan hawa nafsu. Sholat adalah ukuran kedisiplinan seseorang. Mereka makan dan minum sekedar dapat melaksanakan ibadah. lebih mempertaruhkan hawa nafsu dan lebih memperturutkan kemauan hawa nafsunya daripada menjalankan hakhak Allah. membuat banyak tidur dan melemahkan seseorang untuk melakukan ibadah.

3. Al-Imam As-Sa‟di. 02:26:13 . bermanfaat pada diri kita. Sumber artikel : http://www. karya Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly. Malang dan edit oleh redaksi) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.AlImam Ibnul Qoyyim. 21 Juli 2003. Tafsir Taisirul karimur Rohman. 4. 2. lebih-lebih sebagai bekal pada hari yang tidak bermanfaat harta dan anak-anak kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat. Subulussalam Syarah Bulughul Maram. Bahjatun Nadzirin syarah Riyadhussholihin.id/print.salafy. Wallahu a„lam bishshowab. '08 11:11 PM untuk semuanya Bagaimana Menunaikan Zakat Fithri Penulis: Ustadz Abu Hamzah Yusuf Fiqh. (Dikutip dari artikel Diantara Faidah Puasa. baik dalam kehidupan di dunia.diridhoi Allah.php?id_artikel=764 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Bagaimana Menunaikan Zakat Fithri Sep 11.or. ditulis oleh ustadz Abdurrahim. Maraji‟ : 1. karya Al-Imam As-Shon‟ani rahimahullah. Malang. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori. Jami‟ul Ulum wal Hikam karya Al-Imam ibnu Rajab rahimahullah.

Di antara amalan yang menyempurnakan puasa kaum muslimin di bulan yang penuh barokah ini adalah zakatul fithr. Zakat ini disebut demikian karena ia wajib ditunaikan pada saat kaum muslimin berbuka (menyelesaikan ibadah puasanya di bulan Ramadhan). Oleh karenanya disebut pula sebagai shodaqoh Ramadhan.

Menunaikan Zakat Fithri Sebagian para ulama menukilkan ijma' (kesepakatan) ulama tentang wajibnya menunaikan zakat ini. Dan ini adalah pendapat yang rajih/ kuat meskipun pada kenyataannya ada beberapa ulama yang menyatakan sunnahnya zakat fithri ini. Di antara yang memperkuat pendapat sebagian besar para ulama adalah hadits dari Ibnu 'Umar Radiyallahu 'anhu bahwa: "Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri (ketika Ramadhan berakhir) bagi setiap orang merdeka atau budak, lelaki atau perempuan, yang besar maupun kecil dari kalangan muslimin berupa kurma (tamr) atau gandum sebanyak 1 sha'. Dan beliau memerintahkan agar zakat ini ditunaikan sebelum kaum Muslimin keluar menuju lapangan (untuk menunaikan) sholat Ied. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Yang pasti, Allah Ta'ala mensyariatkan ibadah ini karena mempunyai keutamaan dan hikmah yang besar.Maka di antara hikmah dari zakat fithri adalah: 1. Sebagai pembersih bagi orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, menyempurnakan kekurangan pahala puasanya di bulan Ramadhan oleh karena perbuatan sia-sia/ dosa. 2. Sebagai bentuk rasa syukur yang ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala, setelah mampu menyelesaikan ibadah Ramadhan dengan baik. 3. Mempererat ukhuwwah antara kaum muslimin, di mana dengan pemberian zakat ini akan terjalin hubungan yang baik antara dhu'afa dan aghniya. Kaum dhu'afa tak lagi disibukkan dengan kerja keras banting tulang bahkan kadang terpaksa mengemis untuk memperoleh makanan yang akan dimakannya pada saat Idul Fithri. Dengan demikian mereka akan turut bergembira dan merasakan kemenangan di hari tersebut. Demikianlah di antara hikmah Allah Subhanahu wa Ta'ala, Dzat yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui segala sesuatu. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam Fathul Baari (III/369) berkata: "Zakat Fithri diwajibkan untuk orang yang berpuasa dan juga orang yang tidak berpuasa sebagaimana hal ini telah diketahui keshahihannya. Demikian pula orang yang baru masuk Islam sesaat

sebelum terbenam di hari terakhir bulan Ramadhan, maka ia pun terkena kewajiban menunaikannya."

Dengan apa zakat fithri dibayarkan Dari hadits di atas kita ketahui bahwa zakat fithri adalah dengan memberikan gandum dan tamr (kurma) seberat 1 sha'. Lalu apakah terbatas hanya pada dua jenis makanan ini? Maka pertanyaan ini akan terjawab dengan hadits marfu' (sanadnya sampai Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam) yang diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudry bahwasanya dia berkata: "Kami dahulu memberikan zakat fithri di masa Nabi Shalallahu „alaihi wassalam seukuran 1 sha' makanan atau 1 sha' kurma atau 1 sha' gandum atau 1 sha' aqith (susu kambing yang dipanaskan hingga berbusa lalu diambil saripatinya dan dibiarkan hingga mengeras) atau 1 sha' anggur kering."

Ternyata dalam dua hadits ini, tidak kita dapati penyebutan beras atau sagu sebagai bahan makanan pokok di negeri ini. Sehingga apakah kita harus mencari bahan-bahan yang tersebut dalam dua hadits di atas untuk membayar zakat fithri kita?

Kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah, pendapat yang paling masyhur di dalam madzhab Hanbali (madzhabnya pengikut Imam Ahmad ibnu Hanbal) adalah pendapat bahwa membayar zakat dengan bahan-bahan selain yang disebutkan dalam dua hadits di atas adalah tidak sah. Akan tetapi pendapat ini, wallahu a'lam, adalah pendapat yang marjuh/ lemah. Sebab dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudry mengatakan: "Kami (para sahabat Nabi) memberikan zakat fithri di masa Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam berupa 1 sha' makanan." Abu Sa'id Al-Khudry berkata: "Dan makanan kami pada saat itu adalah gandum, anggur kering, dan aqith."

Riwayat ini menunjukkan bahwa makanan yang dibayarkan adalah makanan pokok yang paling banyak dibutuhkan oleh penduduk suatu negeri. Dan ini adalah pendapat ulama dari madzhab Malikiyyah dan Syafi'i dan diriwayatkan pula dari Imam Ahmad, serta dibenarkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Syaikh Muqbil ibnu Hadi Al-Wadi'iy rahimahullah ta'ala. Syaikh Abdullah ibnu Abdirrahman ibnu Shalih Al-Bassam dalam Taisirul 'Allam –

keterangan beliau terhadap kitab Umdatul Ahkam – (I/404) mengatakan: "Bahan makanan yang paling utama untuk zakat fithri (dari bahan-bahan makanan yang ada) adalah bahan makanan pokok yang paling dibutuhkan oleh kaum muslimin (faqir dan miskin) setempat." Sehingga di Indonesia, bahan makanan yang paling baik untuk zakat fithri adalah beras. Wallahu a'lam.

Berapa ukurannya

Dalam masalah ini, para ulama berbeda pendapat. Namun pendapat yang paling kuat adalah bahwa ukuran (takaran) 1 sha' adalah sha' nabawy (seukuran 4 mud yang ditakar dengan dua tangan Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam). Dan apabila dikonversikan ke satuan timbangan (berat) maka 1 sha' nabawy setara dengan 2040 (dua ribu empat puluh) gram atau 2,04 kg. Wallahu a'lam.

Bolehkah menggantikan bahan pokok dengan uang yang senilai? Al-Imam An-Nawawy menukilkan dalam Syarah Muslim (VII/53) bahwa seluruh ulama (kecuali Abu Hanifah) tidak membolehkan zakat fithri yang dibayarkan dengan uang. Dan inilah yang rajih/ kuat berdasarkan beberapa hal: 1. Hadits tentang zakat fithri menunjukkan bahwa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mensyariatkan zakat ini untuk ditunaikan dalam bentuk makanan. 2. Amalan Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam dan sahabatnya menunjukkan bahwa mereka selalu menunaikan zakat ini berupa makanan, padahal kita mengetahui bahwa di masa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam pun telah beredar uang dinar dan dirham. Namun beliau dan para sahabatnya tetap menunaikan zakat dengan bahan makanan, tidak dengan dinar dan dirham.

Siapa yang harus dibayarkan zakatnya Setiap kaum muslimin (laki-laki dan perempuan) harus membayar zakatnya masing-masing jika dia memiliki kemampuan untuk membayarnya. Sehingga seorang wanita atau anak kecil yang memiliki harta harus menunaikan dengan hartanya. Adapun bila dia tidak memiliki harta maka yang harus membayar adalah orang yang menanggung nafkahnya kalau dia memiliki sesuatu yang lebih dari apa yang harus ia nafkahkan kepada orang-orang

Mereka meng-qiyas-kannya dengan zakatul maal yang memang diberikan kepada 8 golongan sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala dalam surat At-Taubah ayat 60. Beliau telah mencontohkan hal ini di masa hidupnya." (HR. Lalu mengapa zakat fithri ini tidak disalurkan kepada 8 golongan Sebagian para ulama menganggap bahwa zakat fithri disalurkan kepada 8 golongan. Ibnu Abbas Radiyallahu „anhu meriwayatkan: "Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri. Bolehkah membentuk kepanitiaan untuk zakat fithri Di antara sunnah Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam dalam penunaian zakat fithri adalah pembentukan panitia khusus yang menerima zakat fithri dari kaum muslimin serta menyalurkannya kepada yang berhak menerima. maka wajib bagi tuannya untuk membayar zakat budak tersebut berdasarkan hadits dari Abu Hurairah: "Tidak ada kewajiban untuk membayarkan shodaqoh seorang hamba sahaya kecuali zakat fithri. Diceritakan oleh Abu Hurairah: "Rasulullah memberitahukan kepadaku agar aku mengurus zakat Ramadhan. Namun qiyas ini tidaklah dibenarkan. Muslim). pensuci bagi orang yang puas dari perbuatan sia-sia. Kepada siapa zakat fithri diberikan Zakat fithri diberikan kepada yang berhak menerimanya.yang berada di bawah tanggungannya pada malam Ied dan esoknya. Adapun hamba sahaya. Mereka adalah orang-orang faqir dan miskin." Pendapat ini dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sebagaimana disebutkan dalam kitabnya Majmu' Fatawa (II/71-78) serta Ibnul Qoyyim dalam kitab beliau Zadul Ma'ad (II/44). Sedangkan untuk zakat fithri adalah dalil khusus yaitu hadits Ibnu Abbas yang telah disebut di atas. Bila dia tidak memiliki sesuatu kecuali apa yang harus dia nafkahkan untuk tanggungannya maka tidaklah wajib baginya untuk membayar. yang jelek dan (memberi) makanan bagi orang yang miskin. sebagaimana dikatakan oleh jumhur ulama. Karena dalil dari Al-Qur'an ini adalah dalil yang bersifat umum." .

maka hal ini diperbolehkan. dan lainnya dengan sanad yang hasan). Bulletin al Wala wal Bara Edisi ke-2 Tahun ke-1 / 29 November 2002 M / 24 Ramadhan 1423 H.Ibnu Khuzaimah (dalam kitab [IV/83]) mencantumkan satu riwayat dari Abdul Warits dari Ayyub bahwasanya Ibnu Umar pernah menyalurkan zakat fithri melalui panitia yang dibentuk oleh pemerintah muslimin satu atau dua hari sebelum Idul Fithri. Dan para ulama sepakat bahwa ia tidak boleh ditunda sama sekali. kami mengajak segenap kaum muslimin untuk menunaikan zakat fithri sesuai dengan tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam." Abdul Warits bertanya lagi: "Kapankah panitia itu mulai bertugas?" Maka beliau menjawab: "Satu atau dua hari sebelum Idul Fithri. Ini berdasarkan hadits Ibnu Umar ra: "Bahwa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam memerintahkan kum muslimin untuk membayarkan zakatnya sebelum keluarnya mereka untuk menjalankan shalat Ied. Abu Dawud. Oleh sebab itu. Ibnu Majah.htm) ." Kapan zakat fithri ditunaikan Ia harus ditunaikan (disampaikan kepada yang berhak) sebelum kaum muslimin keluar menuju tanah lapang untuk melaksanakan shalat Ied. Dan barangsiapa yang menunaikannya setelah dilakasanakan shalat iedul fithri maka ia dianggap sebagai salah satu jenis shodaqoh saja dan zakatnya tidak diterima.org/awwb/th1/2. (Dikutip dari tulisan Ustadz Abu Hamzah Yusuf. Amin." (HR. sebagaimana yang telah dilakukan oleh para sahabat berdasarkan riwayat dari Al-Bukhari dari Ibnu Umar Radiyallahu „anhu. Demikianlah beberapa hal yang berkaitan dengan ibadah zakat fithri. Abdul Warits bertanya kepada Ayyub: "Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu sha' (zakat fithri)?" Ayyub menjawab: "Setelah panitia mulai bertugas. url sumber http://fdawj. sehingga Allah Subhanahu wa Ta‟ala menyempurnakan pahala ibadah puasa kita di bulan Ramadhan ini dengan zakat fithri yang kita tunaikan." Adapun memajukannya satu atau dua hari sebelum Iedul Fithri. Dan Ibnu Abbas Radiyallahu „anhu meriwayatkan suatu hadits bahwa Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam bersabda: "Barangsiapa menunaikan zakat fithri sebelum shalat ied maka ia adalah zakat yang diterima.atspace.

Maksud kami bukan membahas dengan detail . 05:15:09 Hadits-hadits dhaif yang tersebar seputra bulan Ramadhan Kami menilai perlunya dibawakan pasal ini pada kitab kami. dusta. maka kami katakan: Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menetapkan sunnah Nabi secara adil. Orang yang melihat dunia para penulis dan para pemberi nasehat akan melihat bahwa mereka –kecuali yang diberi rahmat oleh Allah.tidak memperdulikan masalah yang mulia ini walaupun sedikit perhatianpun. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Sep 11.salafy. Sejak bertahuntahun sunnah telah tercampur dengan hadits-hadits dhaif.Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.php?id_artikel=121 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Lagi. diada-adakan atau lainnya. dan sebagai penegasan terhadap kebenaran. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. (untuk) memusnahkan penyimpangan orangorang sesat dari sunnah. wlaupun banyak sumber ilmu yang memuat keterangan yang shahih yang menyingkap yang bathil. '08 11:03 PM untuk semuanya Lagi. dan mematahkan takwilan para pendusta dari sunnah dan menyingkap kepalsuan para pemalsu Sunnah. 28 Oktober 2004. Sumber artikel : http://www. karena adanya sesuatu yang teramat penting yang tidak diragukan lagi sebagai peringatan bagi manusia.id/print. Hal ini telah diterangkan oleh para imam terdahulu dan ulama salaf dengan penjelasan dan keterangan yang sempurna.or.

Dan (yang termasuk) dari hadits-hadits yang tersebar digunakan (sebagai dalil) di kalangan manusia pada bulan Ramadhan diantaranya: 1. serta pengaruh yang akan terjadi pada ilmu dan manusia.” Juga dinukilkan perkataan Abu Nu‟aim. Hadits ini maudhu‟ (palsu). penyakitnya pada Jabir bin Ayyub. hingga tidaklah engkau membaca makalah atau mendengar nasehat kecuali hadits-hadits ini –sangat disesalkan. berkata. jadikanlah ilmu shahih yang telah tersaring sebagai jalan (hidup) kita. (Ini semua) sebagai pengamalan hadits: “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat…” (riwayat Bukhari 6/361). “Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada di dalam Ramadhan. “Mungkarul hadits” dan dari An Nasa‟i.yang bisa menghentikan mereka dari menyebut hadits dhaif. “Dia suka memalsukan hadits. hingga mereka hampir tidak pernah menyebutkan hadits shahih –walau banyak. 1886) dan Ibnul Jauzi di dalam Kitabul Mauduat (2/188-189) dan Abul Ya‟la di dalam Musnad-nya sebagaimana pada Al Muthalibul „Aaliyah (Bab/A-B/ tulisan tangan) dari jalan Jabir bin Burdah dari Abu Mas‟ud Al Ghifari.masalah ini.menduduki kedudukan yang tinggi.55) Maka kami katakan wabillahi taufiq: Sesungguhnya hadits-hadits yang tersebar di masyarakat banyak sekali.” dan Bukhari. dan sabda beliau: “Agama itu nasehat…”(riwayat Muslim no. Semoga Allah merahmati Al Imam Abdullah bin Mubarak yang mengatakan: “(Menyebutkan) hadits shahih itu menyibukkan (diri) dari yang dhaifnya. “matruk (ditinggalkan) . biografinya ada pada Ibnu Hajar di dalam Lisanul Mizan (2/101) dan beliau berkata: “Masyhur dengan kelemahannya. niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan seluruhnya. tapi akan kita cukupkan sebagian contoh yang baru masuk dan mashyur di kalangan manusia dengan sangat masyhurnya. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no.” Jadikanlah imam ini sebagai suri tauladan kita. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kepada tahun berikutnya…” Hingga akhir hadits ini.

Hadits ini juga panjang. Allah menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah.” 3. Dan Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits ini.” Berkata Ibnu Hajar di dalam Al Athraf. Hadits ini sanadnya dhaif. “Hadits yang mungkar. Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapaknya di dalam Illalul Hadits (1/249). karena dalam hatiku ada keraguan pada Jarir bin Ayyub Al Bajali. karena lemahnya Ali bin Zaid. dan dia lemah. kami cukupkan dengan membawakan perkataan ulama yang paling masyhur. “Tidak kuat.” 2.” berkata Imam Ahmad bin Hanbal. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887) dan Al Muhamili di dalam Amalinya (293) dan Al Ashbahani dalam At Targhib (q/178.haditsnya. bulan yang didalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.” dan berkata Ibnu Khuzaimah. “Wahai manusia. “Di dalamnya ada kelemahan dan jangan berhujjah dengannya.” sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam As Suyuthi di dalam Jam‟ul Jawami‟ (no.” Demikianlah di dalam Tahdizbut Tahdzib (7/322-323). maka sama (nilainya) dengan menunaikan perkara wajib pada bulan yang lain….” . “Berpuasalah. Inilah bulan yang awalnya adalah rahmat. pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka…” sampai selesai.b/tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jad‟an dari Sa‟id bin Al Musayyib dari Salman. “Lemah di segala penjuru. Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan) suatu kebaikan. niscaya kalian akan sehat.” berkata Ibnu Ma‟in. 23714-tertib urutannya). “Jika haditsnya shahih. dan ibnu Khuzaimah berkata serta meriwayatkannya. “Sumbernya pada Ali bin Zaid bin Jad‟an.” Ibnul Jauzi menghulumi hadits ini sebagai hadits palsu. berkata Ibnu Sa‟ad. sungguh bulan yang agung twlah (menaungi) kalian. “Dhaif” berkata Ibnu Abi khaitsamah. “Jangan berhujjah dengan hadits ini. karena jelek hafalannya. “Jika benar kabarnya.

“Hadits-hadits yang mereka riwayatkan dari ahli Syam ini tidak membuatku kagum.” . Ibnu Khuzaimah telah memalsukan hadits tersebut di dalam Shahih-nya (19870). “Barangsiapa yang berbuka puasa satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada sebab dan tidak pula karena sakit maka puasa satu tahun pun tidak akan dapat mencukupinya walaupun ia berpuasa pada satu tahun tersebut. biografinya (disebutkan) pada Tarikh Damasqus (15/q386-tulisan tangan) maka riwayatnya dari Zuhair sebagaiman dinaskhkan oleh para Imam adalah mungkar. dan hadits ini darinya. At Tirmidzi (723). dari Zuhair bin muhammad.Hadits tersebut merupakan potongan dari hadits riwayat Ibnu Adi di dalam Al Kamil (7/2521) dari jalan Nahsyal bin Sa‟id. dai Ad Dhahhak dari ibnu Abbas. hingga kesimpulannya ada tiga penyakit: idhthirab (goncang). Ibnu Majah (1672) dan Nasa‟i di dalam Al Kubra sebagaimana dalam Tuhfatu Asyraaf (10/373). “Hafalannya jelek dan hadits dia dari Syam lebih mungkar daripada haditsnya (yang berasal) dari Irak. dari Suhail bin Abi Shalih dari Abi hurairah.berkata. Dan sanad hadits ini lemah. Diriwayatkan oleh At Thabrani di dalam Al Ausath (1/q 69/ Al Majma‟ul Bahrain) dan Abu Nu‟aim di dalam Ath Thibun Nabawiy dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Daud. tidak diketahuinya keadaan Abil muthawwas dan diragukan pendengaran bapak beliau dari Abu Hurairah.” Al Ajalaiy berkata. karena jeleknya hafalan dia. Berkata Abu Bakar Al Atsram.” Hadits ini diriwayatkan Bukhari dengan mu‟allaq* dalam Shahih-nya (4/160 –Fathul Bari) tanpa sanad. 4.pent) yang dhaif itu.” Ibnu Abi Hatim berkata. Nahsyal termasuk yang ditinggal (karena) dia pendusta dan Ad Dhahhak tidak mendengarkan dari ibnu Abbas. “Aku mendengar Imam Ahmad –dan beliau menyebutkan riwayat orang-orang Syam dari Zuhair bin muhammad. “Mereka meriwayatkan darinya (Zuhair –pent) beberapa hadits mereka (orang-orang Syam. Ibnu Hajar berkata dalam Fathul bari (4/161): “Dalam hadits ini ada perselisihan tentang Hubaib bin Abi Tsabit dengan perselisihan yang banyak. Baihaqi (4/228) dan Ibnu Hajar dalam Taghliqut Ta‟liq (3/170) dari jalan Abil Muthawwas dari bapaknya dari Abu Hurairah. Aku katakan: dan Muhammad bin Sulaiaman Syaami. Abu Daud (2397).” demikianlah yang terdapat pada Tahdzibul Kamal (9/427).

dan terlebih lagi –segala puji hanya bagi Allah. Dengan sanad ini dapat diketahui mana hadits yang dapat diterima dan mana yang harus ditolak.” Mudah-mudahan Allah memberi rizki pada kami kebaikannya.” Wa ba‟du: Inilah empat hadits yang didhifkan oleh para ulama dan dilemahkan oleh para Imam. inilah sifat puasa Nabi dihadapanmu. Bab "HADITS-HADITS DHAIF YANG TERSEBAR SEPUTAR BULAN RAMADHAN". Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Ilmu sanad adalah ilmu yang paling rumit. Ditulis oleh: Penuntut Ilmu Syar‟i Ali Hasan Ali Abdul Hamid Saalim Al Hilali 25 Ramadhan 1403 H (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR).umat ini telah Allah khususkan dengan sanad dibandingkan dengan umat-umat yang lain. Wasubhaanakallahu wa bihamdika. asyhadu anlaa ilaha illa anta. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. namun walaupun demikian kita (sering)mendengar dan membacanya pada hari-hari di bulan Ramadhan yang diberkahi khususnya dan selain pada bulan itu pada umumnya. bersegeralah kepada kebaikan. Wahai saudaraku yang haus akan ketaatan kepada Allah. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Penerbit Al . telah benar dan baik orang yang menamainya (yakni Al Isnad) adalah: “Ucapan yang dinukil dan neraca pembenaran khabar. membedakan yang shahih dari yang jelek.Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkannya: “Jika khabarnya shahih. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. yang sesuai dengan syari‟at kita yang lurus baik dari Al Qur‟an maupun Sunnah. Dan inilah petunjuknya dalam puasa Ramadhan. wa atuubu ilaika. akan tetapi (hadits-hadits ini) sendiri tidak boleh kita sandarkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. astaghfiruka. Tidak menutup kemungikinan bahwa sebagian hadits-hadits ini memiliki makna-makna yang benar. karena aku tidak mengenal Abil Muthawwas dan tidak pula bapaknya sehingga hadits ini dhaif juga.

Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Sejak bertahuntahun sunnah telah tercampur dengan hadits-hadits dhaif. 28 Oktober 2004. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Sep 11. (untuk) memusnahkan penyimpangan orangorang sesat dari sunnah.id/print. dusta. 05:15:09 Hadits-hadits dhaif yang tersebar seputra bulan Ramadhan Kami menilai perlunya dibawakan pasal ini pada kitab kami. Hal ini telah diterangkan oleh para imam terdahulu dan ulama salaf dengan penjelasan dan keterangan yang sempurna. '08 11:02 PM untuk semuanya Lagi. hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh.salafy. Sumber artikel : http://www. dan sebagai penegasan terhadap kebenaran. karena adanya sesuatu yang teramat penting yang tidak diragukan lagi sebagai peringatan bagi manusia. Ke 5 th 1416 H.tidak memperdulikan masalah yang mulia . dan mematahkan takwilan para pendusta dari sunnah dan menyingkap kepalsuan para pemalsu Sunnah.Maktabah Al islamiyyah cet. diada-adakan atau lainnya. Orang yang melihat dunia para penulis dan para pemberi nasehat akan melihat bahwa mereka –kecuali yang diberi rahmat oleh Allah. maka kami katakan: Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menetapkan sunnah Nabi secara adil.or.php?id_artikel=778 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Lagi.

niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan seluruhnya. biografinya ada pada Ibnu Hajar di dalam Lisanul Mizan (2/101) dan beliau berkata: “Masyhur dengan .55) Maka kami katakan wabillahi taufiq: Sesungguhnya hadits-hadits yang tersebar di masyarakat banyak sekali. tapi akan kita cukupkan sebagian contoh yang baru masuk dan mashyur di kalangan manusia dengan sangat masyhurnya. wlaupun banyak sumber ilmu yang memuat keterangan yang shahih yang menyingkap yang bathil.ini walaupun sedikit perhatianpun.yang bisa menghentikan mereka dari menyebut hadits dhaif. Maksud kami bukan membahas dengan detail masalah ini. Semoga Allah merahmati Al Imam Abdullah bin Mubarak yang mengatakan: “(Menyebutkan) hadits shahih itu menyibukkan (diri) dari yang dhaifnya. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kepada tahun berikutnya…” Hingga akhir hadits ini. hingga mereka hampir tidak pernah menyebutkan hadits shahih –walau banyak. hingga tidaklah engkau membaca makalah atau mendengar nasehat kecuali hadits-hadits ini –sangat disesalkan. penyakitnya pada Jabir bin Ayyub. 1886) dan Ibnul Jauzi di dalam Kitabul Mauduat (2/188-189) dan Abul Ya‟la di dalam Musnad-nya sebagaimana pada Al Muthalibul „Aaliyah (Bab/A-B/ tulisan tangan) dari jalan Jabir bin Burdah dari Abu Mas‟ud Al Ghifari. Dan (yang termasuk) dari hadits-hadits yang tersebar digunakan (sebagai dalil) di kalangan manusia pada bulan Ramadhan diantaranya: 1.menduduki kedudukan yang tinggi. jadikanlah ilmu shahih yang telah tersaring sebagai jalan (hidup) kita. serta pengaruh yang akan terjadi pada ilmu dan manusia. Hadits ini maudhu‟ (palsu).” Jadikanlah imam ini sebagai suri tauladan kita. “Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada di dalam Ramadhan. (Ini semua) sebagai pengamalan hadits: “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat…” (riwayat Bukhari 6/361). Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no. dan sabda beliau: “Agama itu nasehat…”(riwayat Muslim no.

“Wahai manusia.” berkata Imam Ahmad bin Hanbal. Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan) suatu kebaikan.” dan berkata Ibnu Khuzaimah.” dan Bukhari. karena jelek hafalannya. “Dia suka memalsukan hadits. “Mungkarul hadits” dan dari An Nasa‟i. “Hadits yang mungkar.” Juga dinukilkan perkataan Abu Nu‟aim. sungguh bulan yang agung twlah (menaungi) kalian. dan ibnu Khuzaimah berkata serta meriwayatkannya.b/tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jad‟an dari Sa‟id bin Al Musayyib dari Salman. karena lemahnya Ali bin Zaid. “matruk (ditinggalkan) haditsnya. karena dalam hatiku ada keraguan pada Jarir bin Ayyub Al Bajali. berkata Ibnu Sa‟ad. “Jika haditsnya shahih. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887) dan Al Muhamili di dalam Amalinya (293) dan Al Ashbahani dalam At Targhib (q/178. kami cukupkan dengan membawakan perkataan ulama yang paling masyhur.” Berkata Ibnu Hajar di dalam Al Athraf. maka sama (nilainya) dengan menunaikan perkara wajib pada bulan yang lain….” 2. Allah menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah. “Jika benar kabarnya.” Demikianlah di dalam Tahdizbut Tahdzib (7/322-323). “Tidak kuat.” sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam As Suyuthi di dalam Jam‟ul Jawami‟ (no.kelemahannya. pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka…” sampai selesai. Dan Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits ini.” berkata Ibnu Ma‟in. “Jangan berhujjah dengan hadits ini. “Sumbernya pada Ali bin Zaid bin Jad‟an. bulan yang didalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. 23714-tertib urutannya). “Lemah di segala penjuru. Hadits ini sanadnya dhaif. “Di dalamnya ada kelemahan dan jangan berhujjah dengannya.” Ibnul Jauzi menghulumi hadits ini sebagai hadits palsu. Hadits ini juga panjang. berkata.” . Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapaknya di dalam Illalul Hadits (1/249). Inilah bulan yang awalnya adalah rahmat. “Dhaif” berkata Ibnu Abi khaitsamah. dan dia lemah.

Abu Daud (2397). Baihaqi (4/228) dan Ibnu Hajar dalam Taghliqut Ta‟liq (3/170) dari jalan Abil Muthawwas dari bapaknya dari Abu Hurairah.” Hadits tersebut merupakan potongan dari hadits riwayat Ibnu Adi di dalam Al Kamil (7/2521) dari jalan Nahsyal bin Sa‟id. “Barangsiapa yang berbuka puasa satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada sebab dan tidak pula karena sakit maka puasa satu tahun pun tidak akan dapat mencukupinya walaupun ia berpuasa pada satu tahun tersebut. “Hafalannya jelek dan hadits dia dari Syam lebih mungkar daripada haditsnya (yang berasal) dari Irak. dan hadits ini darinya. dari Suhail bin Abi Shalih dari Abi hurairah.3.” Hadits ini diriwayatkan Bukhari dengan mu‟allaq* dalam Shahih-nya (4/160 –Fathul Bari) tanpa sanad. “Berpuasalah. Aku katakan: dan Muhammad bin Sulaiaman Syaami. Ibnu Khuzaimah telah memalsukan hadits tersebut di dalam Shahih-nya (19870).pent) yang dhaif itu. Dan sanad hadits ini lemah. Ibnu Majah (1672) dan Nasa‟i di dalam Al Kubra sebagaimana dalam Tuhfatu Asyraaf (10/373). tidak diketahuinya keadaan Abil muthawwas dan diragukan . Nahsyal termasuk yang ditinggal (karena) dia pendusta dan Ad Dhahhak tidak mendengarkan dari ibnu Abbas. “Aku mendengar Imam Ahmad –dan beliau menyebutkan riwayat orang-orang Syam dari Zuhair bin muhammad. Diriwayatkan oleh At Thabrani di dalam Al Ausath (1/q 69/ Al Majma‟ul Bahrain) dan Abu Nu‟aim di dalam Ath Thibun Nabawiy dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Daud. “Mereka meriwayatkan darinya (Zuhair –pent) beberapa hadits mereka (orang-orang Syam. biografinya (disebutkan) pada Tarikh Damasqus (15/q386-tulisan tangan) maka riwayatnya dari Zuhair sebagaiman dinaskhkan oleh para Imam adalah mungkar. Ibnu Hajar berkata dalam Fathul bari (4/161): “Dalam hadits ini ada perselisihan tentang Hubaib bin Abi Tsabit dengan perselisihan yang banyak.” demikianlah yang terdapat pada Tahdzibul Kamal (9/427). 4.” Ibnu Abi Hatim berkata. karena jeleknya hafalan dia.” Al Ajalaiy berkata. “Hadits-hadits yang mereka riwayatkan dari ahli Syam ini tidak membuatku kagum.berkata. niscaya kalian akan sehat. dari Zuhair bin muhammad. Berkata Abu Bakar Al Atsram. dai Ad Dhahhak dari ibnu Abbas. hingga kesimpulannya ada tiga penyakit: idhthirab (goncang). At Tirmidzi (723).

bersegeralah kepada kebaikan.” Wa ba‟du: Inilah empat hadits yang didhifkan oleh para ulama dan dilemahkan oleh para Imam. astaghfiruka. Wasubhaanakallahu wa bihamdika. Dan inilah petunjuknya dalam puasa Ramadhan. namun walaupun demikian kita (sering)mendengar dan membacanya pada hari-hari di bulan Ramadhan yang diberkahi khususnya dan selain pada bulan itu pada umumnya. wa atuubu ilaika. asyhadu anlaa ilaha illa anta. Bab . penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. yang sesuai dengan syari‟at kita yang lurus baik dari Al Qur‟an maupun Sunnah.pendengaran bapak beliau dari Abu Hurairah. Ditulis oleh: Penuntut Ilmu Syar‟i Ali Hasan Ali Abdul Hamid Saalim Al Hilali 25 Ramadhan 1403 H (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). telah benar dan baik orang yang menamainya (yakni Al Isnad) adalah: “Ucapan yang dinukil dan neraca pembenaran khabar. inilah sifat puasa Nabi dihadapanmu. Tidak menutup kemungikinan bahwa sebagian hadits-hadits ini memiliki makna-makna yang benar.” Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkannya: “Jika khabarnya shahih. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. karena aku tidak mengenal Abil Muthawwas dan tidak pula bapaknya sehingga hadits ini dhaif juga. Ilmu sanad adalah ilmu yang paling rumit. Dengan sanad ini dapat diketahui mana hadits yang dapat diterima dan mana yang harus ditolak.umat ini telah Allah khususkan dengan sanad dibandingkan dengan umat-umat yang lain. dan terlebih lagi –segala puji hanya bagi Allah. akan tetapi (hadits-hadits ini) sendiri tidak boleh kita sandarkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. membedakan yang shahih dari yang jelek. Wahai saudaraku yang haus akan ketaatan kepada Allah.” Mudah-mudahan Allah memberi rizki pada kami kebaikannya. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan.

Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid.or.”194)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984) dan tambahannya pada Muslim] Dan berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri. Dan hadits sebelumnya sebagai syahid] Sebagian Ahlul ilmi menyatakan bahwa zakat fithri telah mansukh oleh hadits Qais bin Sa‟ad bin Ubadah. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. 05:03:44 1. ia berkata: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam memerintahkan kami ."HADITS-HADITS DHAIF YANG TERSEBAR SEPUTAR BULAN RAMADHAN". 28 Oktober 2004. Hukumnya Zakat Fitri ini (hukumnya) wajib berdasarkan hadits (dari) Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma:“Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri [pada bulan Ramadhan kepada manusia]. Sumber artikel : http://www.php?id_artikel=778 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11. '08 10:54 PM untuk semuanya Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: Syaikh Salim & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. padanya ada Al Hasan ber-„an‟anah. Ke 5 th 1416 H. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.id/print.salafy.”195)[Riwayat Abu Daud (1622) dan An Nasa‟I (5/50). Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet.

dengan shadaqah fithri sebelum diturunkannya (kewajiban) zakat dan tatkala diturunkannya (kewajiban) zakat beliau tidak memerintahkan kami dan tidak pula melarang kami.” 2. dan dikeluarkan oleh An Nasa‟I (5/49) dan Ibnu Majah (1/585) dan Ahmad (6/6). anak kecil. tetapi kami mengerjakan (mengeluarkan zakat fithri). atau satu gantang gandum atas hamba dan orang yang merdeka. sedang hadits Ibnu Umar khusus.”198) [HR Muslim (982)] Hadits ini umum. orang yang merdeka maupun hamba. Ibnu Khuzaimah (4/81) dan Al Hakim (1/410) dan Al Baihaqi (4/159) dari beberapa jalan. Siapa yang Wajib Zakat ? Zakat fithri wajib atas kaum muslimin.” Imam Al Khathabiy Rahimahullah berkata dalam Ma‟alimus Sunan (2/214): “Ini tidak menunjukkan hilangnya kewajiban zakat fithri.” Al Hafidz Rahimahullah menjawab sangkaan tersebut dengan perkataannya (3/368): “bahwa pada sanadnya ada rawi yang tidak dikenal196) [Akan tetapi hadits tersebut mempunyai penguat. Yang lain berkata. karena turunnya suatu kewajiban tidaklah menggugurkan kewajiban yang lain. tetapi hanya menunjukkan tambahan dalam jenis ibadah. perempuan. “Tidak wajib atas orang yang puasa karena hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan .”197)[HR Bukhari (3/291) dan Muslim (984)] Sebagian Ahlul ilmi ada yang mewajibkan zakat fithri pada hamba yang kafir karena hadits Abu Hurairah Radhiallahu anhu: “Hamba tidak ada zakatnya kecuali zakat fithri. besar. kedudukan zakat harta (sebagaiman) kedudukan zakat fithri (yaitu) berkaitan dengan riqab (orang perorang). kecil dan besar dari kalangan kaum muslimin. laki-laki. mungkin Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mencukupkan dengan perintah yang pertama. dan sanadnya shahih] dan kalaupun dianggap shahih tidak ada dalil yang menunjukkan atas naskh (diahapusnya) hadits Qais yang menunjukkan wajibnya zakat fithri. Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri sebanyak satu gantang kurma. sudah maklum hadits khusus jadi penentu hadits umum. tidak mengharuskan dimansukhknya hukum sebelumnya.

satu gantang susu. baik menurut masyarakat maupun istilah. semuanya telah dilakukan oleh para sahabat . ada yang bilang hinthah (gandum yang bagus) ada yang bilang selain itu. satu gantang kurma. tepung dan adonan. karena hadits Abu Sa‟id Al Khudri Radhiallahu anhu: “Kami mengeluarkan zakat (pada zaman Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam) satu gantang makanan. satu gantang korma. satu gantang anggur kering. satu gantang gandum. tetapi kami tidak menemukan dalil akan hal itu. namun yang paling kuat (yang membuat hati ini tenang) lafadz di atas mencakup seluruh yang dimakan termasuk hinthah dan jenis lainnya. zakat fithri diwajibkan pula atas orang yang tidak berpuasa seperti diketahui keshahihannya atau orang yang masuk Islam sesaat sebelum terbenamnya matahari. yang jelek dan (memberi) makanan bagi orang yang miskin. maka seluruh orang yang puasa butuh akan hal itu.”201) [Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/80) dan Al Hakim (1/409-410) Telah ikhtilaf dalam tafsir lafadz makanan dalam hadits Abu Sa‟id Al Khudri.zakat fithri. Macam Zakat Fithri Zakat Fithri dikeluarkan berupa satu gantang gandum. satu gantang susu kering.” Al Hafidz menjawab (3/369): “Pensucian disebutkan untuk menghukumi yang dominan. satu gantang korma dan satu gantang salt.” Sebagian lagi berpendapat bahwa zakat fithri wajib juga atas janin. satu ganang anggur kering atau salt (sejenis gandum yang tidak berkulit). jika berserikat dalam „illat berserikat pula dalam hukum. karena janin tidak bisa disebut sebagai anak kecil atau besar.”200) [HR Bukhari (3/294) dan Muslim (985)] Dan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam mewajibkan atu gantang gandum. pensuci bagi orang yang puasa dari perbuatan sia-sia. jika „illat diwajibkannya karena pensucian.”199) [Telah lewat takhrijnya] Imam Al Khathabiy dalam Ma‟alimus Sunan (3/214) menegaskan: “Zakat fithri wajib atas orang yang puasa yang kaya atau orang fakir yang mendapatkan makanan dari dia. 3.

”204) [Telah lewat takhrijnya] Yang membantah seluruh dalil orang yang menyelisihi kita adalah satu pembahasan yang akan datang ketika menjelaskan takaran zakat fithri.”202) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). budak dan orang yang merdeka. mereka ikhtilaf tentang hinthah. anggur kering. aku mengira beliau berkata. Barangsiapa yang memberi salt (sejenis gandum yang tidak berkulit) akan diterima.berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam menyuruh kami untuk mengeluarkan zakat Ramadhan satu gantang makanan dari anak kecil. bahwa pendapat Mua‟wiyah bukanlah ijtihad hasil dari pemikiran sendiri. barangsiapa yang membawa gandum diterima. susu yang dikeringkan dan korma. dan bahwa satu mud hinthah itu melebihi yang ada di sini. 4. untuk dua orang satu gantang dari gandum . sanadnya hasan] Dari beliau Shalallahu „alaihi wassalam bersabda: “Zakat fithri satu gantang makanan. yang membawa anggur kering diterima. “Barangsiapa yang mengeluarkan berupa tepung akan diterima. Ini dikuat-kan oleh perkataan Abu Sa‟id: “Dulu makanan kami adalah gandum. Ukuran Zakat Fithri Seorang muslim diperbolehkan zakat fithri sesuai dengan jenis yang disebutkan tadi. sanadnya hasan] Adapun hadits-hadits yang menafikan adanya hinthah (gandum) atau bahwasanya Mu‟awiyah Radhiallahu anhu berpendapat untuk mengeluarkan dua mud dari samara (gandum) Syam. yang membawa salt (gandum yang tidak berkulit) diterima. barangsiapa yang mengeluarkan berupa adonan. dan yang paling sahahih berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam: “Tunaikanlah satu gantang gandum atau korma. diterima. ada yanga mengatakan setengah gantang ini yang rajih. besar. agar kaum muslimin yang mendudukkkan sahabat sesuai dengan kedudukan mereka.”203) [Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah (4/180). tetapi berdasarkan hadita marfu‟ sampai kepada Rasululllah Shalallahu „alaihi wassalam. yang membawa korma diterima. menurut hadits-hadits yang shahih yang menegaskan adanya hinthah bahwa dua mud hinthah sama dengan satu gantang anggur. aku mengira beliau berkata: “yang membawa adonan diterima.

”205) [Riwayat Abu Daud (2340).”206) [Riwayat Abu Daud (2340). Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih]. Dan dikeluarkan Al Baihaqi (4/161) dari jalan yang lain dari Ali. berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “kami diperintah oleh Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam (mengeluarkan) shadaqah fithri atas anak kecil dan orang tua. Pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam di dalam Majmu‟ Fatawa (2/71-78) serta murid beliau Ibnul Qayyim pada kitabnya yang bagus Zaadul Ma‟ad (2/44). dan kiloan yang teranggap adalah kiloan-nya orang madinah. berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallahu anhuma: “Timbangan yang teranggap adalah timbangannya Ahlu Mekah. Dan padanya ada jalan yang mauquf dari Ibnu Umar pada Inu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (4/37) dengan sanad shahih. baik anak kecil maupun orang tua laki-laki dan perempuan. tetapi (pendapat) ini tidak ada dalilnya. Kemana Disalurkannya Zakat tidak boleh diberikan kecuali kepada orang yang berhak menerimanya. Nasa‟I (7/281). anak kecil atau besar. Gantang yang teranggap adalah gantangnya penduduk Madinah. hamba. Al Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar dengan sanad shahih] 5.”208) [Telah lewat takhrijnya]. mereka adalah orang-orang miskin berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “Rasulullah Shalallahu „alaihi wassalam zakat fithri sebagai pembersih (diri) bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perbuatan kotor dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Nasa‟I (7/281). orang yang merdeka dan budak. Dan Syaikhul Islam telah membentahnya pada kitab . Sebagian Ahlul ilmi berpendapat bahwa zakat fithri diberikan kepada delapan golongan. orang merdeka dan hamba dari orang-orang yang membekalinya. dan sanadnya terputus. Siapakah yang harus dibayar zakatnya? Seorang muslim harus mengeluarkan zakat fithri untuk dirinya dan seluruh orang yang dibawah tanggungannya.”207) [Dikeluarkan oleh Daruquthni (2/141) dan Ibnu Umar dengan sanad dhaif (lemah). Maka -dengan jalan-jalan inimaka haditsnya menjadi hasan] 6.atas orang merdeka.

karena hal itu sangat penting.maktabah Al Islamiyah] berdasarkan perbuatan Ibnu Umar Radhiallahu anhuma –berdasarkan kaidah rawi hadits diketahui dengan makna riwayatnyamaka apabila penunaian zakat itu diakhirkan (setelah) shalat maka dianggap sebagai shadaqah berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma: “… Barangsiapa yang menunaikan zakatnya sebelum shalat maka dia adalah zakat yang diterima. kecuali satu atau dua hari (sebelum „Id)210) [Lihat pada kitab Ahkamul „Idain fis Sunnah Al Muthaharah karya Ali Hasan Ali Abdul Hamid. Hikmah Zakat Allah 'Azza wa Jalla mewajibkan zakat sebagai pensucian diri bagi orang-orang yang .”209) [Dikeluarkan oleh Bukhari (4/396)] Dan sungguh dahulu pernah Ibnu Umar Radhiallahu anhuma mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang menangani zakat dan mereka adalah panitia yang dibentuk oleh Imam (pemerintahan. Waktu Penunaian Zakat Zakat fithri ditunaikan sebelum orang-orang keluar (rumah) menuju sholat „Id dan tidak bleh diakhirkan (setelah) shalat atau dimajukan penunaiannya. Beliau (Ibnu Umar) mengeluarkan zakatnya satu hari atau dua hari sebelum „Iedul Fithri. ia berkata: “Rasulullah mengkhabarkan kepadaku agar aku menjaga zakat Ramadhan.yang telah disebutkan baru saja. pent) untuk mengumpulkannya.” Aku katakan: “Kapankah petugas itu mulai bertugas?” Beliau menjawab: “Satu hari atau dua hari sebelum “Idul Fithri. dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka dia adalah merupakan shadaqah dari beberapa shadaqah (yang ada). cet. dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/83) dari jalan Abdul Warits dari Ayyub.” 7. aku katakan: “Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu gantang?” Berkata Ayyub: “Apabila petugas telah duduk (bertugas). Termasuk amalan sunah jika ada seseorang yang bertugas mengumpulkan zakat tersebut (untuk diberikan kepada yang berhak –pent).”211) [Telah lewat takhrijnya] 8. maka lihatlah kitab tersebut. Sungguh Nabi Shalallahu „alaihi wassalam telah mewakilkan kepada Abu Hurairah Radhiallahu anhu.

.berpuasa dari (perbuatan) sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin untuk mencukupi (kebutuhan ) mereka pada hari yang bagus tersebut berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma yang telah lalu. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Bab "Zakat Fitrah".id/print. (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). suplai bahan makanan dan minuman yang merupakan bahan bakar aktifitas kehidupan manusia berkurang sehingga pembuluhpembuluh darah menyempit. 18 Oktober 2004. 05:26:46 Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan Kalau jasmani seseorang dapat menjadi kuat disebabkan latihan fisik. Ke 5 th 1416 H.php?id_artikel=777 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan Sep 11. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. Seiring dengan menyempitnya pembuluh-pembuluh darah itu berarti menyempit pula tempat aliran setan dalam tubuh. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid.salafy.or. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Pada diri seseorang yang berpuasa. maka puasa dapat memperkuat jiwa. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. '08 10:54 PM untuk semuanya Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan Penulis: Al Ustadz Ahmad Hamdani Fatwa-Fatwa. Sumber artikel : http://www.

Ad-Darimi 2/21. ( ‫ق‬ ٠٧٢/٤ ١/٥٣٩ ‫ل‬ ٢/٢١ ‫٣٧٣ ،٦٤٤/٢ ح‬ Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan dari puasanya selain dari rasa lapar dan dahaga. Ahmad 2/446. Puasa merupakan amal tersembunyi. Puasa sebagai benteng bagi orang-orang yang bertaqwa dari musuh Allah yaitu setan yang jalannya dalam rangka menguasai manusia adalah hawa nafsu syahwat. 373 dan Al-Baihaqi . Ibnu Majah 1/539. Dengan demikian puasa adalah perisai dari serangan nafsu syahwat bagi orang-orang yang bertaqwa.Keadaan seperti ini akan membuat nafsu syahwat terpenjara (dari hubungan sex atau persetubuhan) dan memenangkan anggota badannya dengan cara yang menakjubkan. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ). 2. ٣/٣، ٩/١٧٥ ‫)٨٥١-٧٥١/٣ ل‬ Puasa itu untukKu dan Aku yang akan membalasnya. Inilah hakikat puasa. Pada umumnya orang lain tidak mengetahuinya dan kemungkinan besar sedikit tercampur dengan unsur riya‟. yaitu: 1. (HR. (HR. Allah berfirman dalam hadits qudsi tentang keutamaan puasa: ). 9/175 dan Muslim 157-158) Sebenarnya cukuplah satu hadits qudsi yang mulia itu menunjukkan keutamaannya. Puasa memiliki dua keutamaan khusus yang tidak ditemukan pada ibadah badan lainnya. Bukhari 3/3. Akan tetapi orang-orang yang berpuasa itu berbeda dan bertingkat-tingkat dalam hal mendapatkan pahala dan keutamaannya.

berdagang. dan yang semisalnya. Begitu pula orang yang mengingkari orang yang berbuka (ketika safar). baik tersedia makanan minuman atau tidak. Jika tidak bertaubat.4/270 dari jalan Sa'id Al-Muqbiri dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu) Hal ini terjadi disebabkan orang yang berpuasa tidak mengerti hakekat puasa sehingga tidak melaksanakannya sesuai dengan yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya dan puasanya tidak mendatangkan apa-apa selain rasa lapar dan dahaga. maka orang tersebut diminta bertaubat. Pertanyaan: Berapakah jarak boleh mengqashar shalat? Apakah bila seseorang safar pada suatu hari boleh berbuka puasa? Apakah perbedaan safar maksiat dan safar ketaatan kepada Allah? Jawab: Menurut kesepakatan kaum muslimin (ulama) berbuka puasa diperbolehkan bagi musafir jika safar itu bukan dalam rangka bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya seperti haji. Semoga bermanfaat. Dalam kaitan ini kami kutipkan fatwa-fatwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Fauzan yang berhubungan dengan puasa berupa tanya jawab sekitar puasa dan Ramadlan. Orang yang safar boleh mengqashar shalat dan berbuka puasa menurut kesepakatan ulama meskipun tidak merasa haus dan lapar. Di antara yang berbuka mengejek yang berpuasa dengan alasan bahwa berbuka itu lebih utama. jihad. Para ulama masih bersilang pendapat bila safarnya untuk bermaksiat pada Allah seperti safar dengan niat merampok. Fatwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam kitab beliau Haqiqatus Shiyam hal. Dalam rombongan itu ada yang berbuka dan ada yang berpuasa. Orang yang mengatakan bahwa orang yang safar tidak boleh berbuka kecuali yang lemah untuk berpuasa. maka dia diminta untuk bertaubat dari pendapatnya itu. maka dibunuh. 87-100: Tanya: Beberapa orang melakukan safar (bepergian) pada bulan Ramadlan. .

Pendapat ini dipegang oleh Abdurrahman bin 'Auf. Abu Hurairah. sunnah Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam dan ijma' umat. Tidak termasuk kebaikan puasa dalam safar (bepergian). ( Kami pernah bepergian bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena semua itu bertentangan dengan Kitabullah. Sekelompok ulama salaf dan khalaf berpendapat bahwa orang yang sedang safar harus berbuka. Bukhari dan Muslim) Sedangkan madzhab yang empat membolehkan puasa bagi musafir dengan dasar ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari Anas radliyallahu 'anhu: ). Sebagaimana pula madzhab Dhahiri. Sedangkan yang masih diperselisihkan justru pembolehan berpuasa bagi musafir.Juga orang yang mengatakan bahwa orang yang berbuka (ketika safar) itu berdosa. Para ulama tidak bersilang pendapat dalam hal pembolehan berbuka puasa bagi musafir. (HR. Mereka berdalil dengan hadits: . Bukhari) Hal ini karena mereka memahami firman Allah: ‫ل‬ . dan lainlain radliyallahu 'anhum. dan Imam Ahmad. bahkan tidak diperbolehkan berpuasa sehingga meskipun ia berpuasa tetap wajib mengqadlanya. bagi musafir diperbolehkan mengqashar shalat yang empat rakaat dan hal ini lebih afdhal. Imam Malik. maka yang berpuasa tidak mencela yang berbuka dan yang berbuka tidak mencela yang berpuasa. Imam Syafi'i. Abu Hanifah. Menurut pendapat imam yang empat. (HR. ia harus bertaubat dari ucapannya itu.

dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) (wajiblah baginya berpuasa). Sedangkan Abu Hanifah dan kelompok ulama salaf dan khalaf lainnya menentukan jarak perjalanan 3 hari. supaya kamu bersyukur. Allah menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Disebutkan dalam hadits bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengqashar shalat ketika di Arafah dan Muzdalifah serta Mina yang diikuti oleh penduduk Mekah dan beliau tidak memerintahkan mereka menyempurnakan shalat mereka. Tanya: Apakah seorang safar pada pertengahan hari boleh berbuka? Jawab: Ada dua pendapat yang masyhur mengenai masalah ini. Sebagaimana hal ini tertera dalam kitab-kitab Sunan. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. Para shahabat berbuka bila keluar safar pada pertengahan hari dan disebutkan bahwa yang . sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari yang lain. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara hak dan bathil). (Al-Baqarah: 185) Adapun ukuran safar yang diperbolehkan untuk mengqashar shalat dan berbuka puasa menurut Imam Ahmad dan Syafi'i adalah jarak perjalanan dua hari dengan kendaraan unta atau jalan kaki sejauh lebih kurang 16 farsakh (satu farsakh lebih kurang 8 km –pent) seperti jarak antara Mekah-Ashfahan atau Mekah-Jedah. Keduanya dari Imam Ahmad. Menurut pendapat yang paling kuat adalah boleh berbuka dan menqashar shalat pada bepergian kurang dari dua hari[1]. maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. ١٨٥﴾ (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadlan. Karena itu barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. Yang paling benar adalah seseorang diperbolehkan berbuka ketika safar di pertengahan hari (sebelumnya ia berpuasa –pent).: .

Sedangkan apabila seorang tiba di tempat tujuan pada pertengahan hari. Orang-orang pedalaman seperti Badui Arab. Para shahabat melihat beliau. Akan tetapi dia wajib mengqadla baik berpuasa atau tidak. bila mereka dalam perjalanan dari tempat musim dingin ke tempat musim panas atau sebaliknya. Orang yang sering bepergian ke suatu tempat tertentu boleh berbuka seperti pedagang yang pergi ke kota lain. Turki dan selainnya yang bermukim pada musim panas di suatu tempat.demikian itu sunnah yang dikerjakan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Tanya: Ada seorang imam masjid bermadzhab Hanafi menyebutkan bahwa dia membaca kitab bahwa bila seseorang berpuasa di bulan Ramadlan tidak berniat pada akhir waktu isya' atau sahur maka puasanya tidak berpahala. Sedangkan orang yang bepergian jauh dengan naik kapal besar ditemani istrinya. Apakah pendapat ini dibenarkan? . Walaupun ada sebagian ulama mengatakan tidak berpahala bila ia puasa. Kemudian beliau dijamu dan beliau makan. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berniat puasa waktu safar. maka boleh mengqashar shalat. haus maupun lelah. Sedangkan bila telah singgah di tempat musim dingin atau tempat musim panas tidak boleh berbuka dan mengqashar shalat. Apakah yang lebih utama baginya puasa atau tidak? Jawab: Menurut ijma' ia lebih utama berbuka meskipun dia tidak merasa berat dan berpuasa juga diperbolehkan. tukang pos yang bepergian untuk kemaslahatan kaum muslimin dan lain-lain. membawa perbekalan lengkap dan dia terus-menerus demikian maka dia tidak boleh mengqashar shalat maupun berbuka puasa. para ulama masih berselisih pendapat dalam menentukan kewajiban berpuasa. Tanya: Ada seorang yang safar di bulan Ramadlan tidak merasa lapar.

harus meniatkan puasa Ramadlan. Maka saya katakan bahwa orang yang mengetahui keinginannya mesti akan berniat. Riwayat yang ketiga ini dari Ahmad dipilih oleh Al-Hiraqi dan Abul Barkat. Seperti seorang yang dititipi barang atau uang miliknya sendiri. Yang menjadi perselisihan adalah pengkhususan (ta'yin) niat untuk bulan Ramadlan. maka yang lebih mendekati kebenaran adalah cukup baginya niat mutlak tersebut. boleh secara mutlak seperti pendapat Abu Hanifah. Sebagaimana disabdakan Nabi . Adapun bila seseorang tidak mengetahui bahwa besok bulan Ramadlan tidak wajib atasnya ta'yin dan barangsiapa mewajibkan ta'yin tanpa ia mengetahui yang dita'yin sungguh berarti ia mewajibkan dua perkara yang berlawanan. cukup secara mutlak tidak dengan niat tertentu (ta'yin) selain niat puasa Ramadlan. maka ia tidak perlu menyerahkan barang itu kedua kalinya. Keumuman kaum muslimin berpuasa dengan diiringi niat. Kedua. Lalu tak lama kemudian ia mengetahui bahwa ternyata titipan itu miliknya. Melafalkan niat bukan wajib menurut ijma' kaum muslimin. Niat itu tempatnya di hati. cukup baginya. Maka bila ia tidak melakukan berarti belum terbebas dari kewajiban. Ketiga.Jawab: Setiap muslim yang mengetahui bahwa puasa Ramadlan itu wajib hukumnya. tetapi ia tidak mengetahui bahwa titipan itu miliknya lalu ia sedekahkan pada orang lain. Apabila berpuasa dengan cara seperti itu diniatkan puasa sunnah lalu diketahui bahwa hari itu adalah bulan Ramadlan. tidak cukup niat mutlak[2]. apakah hal ini wajib atau tidak? Ada tiga pendapat dalam madzhab Imam Ahmad: Pertama. tetapi ia hendaknya mengatakan: Titipan yang kuberikan padamu itu adalah milikku. Setiap orang akan mengetahui apa yang ia inginkan mesti meniatkannya dengan dilafalkan atau tidak. yaitu dengan niat mutlak. Dan riwayat yang diriwayatkan dari Imam Ahmad menyatakan bahwa manusia itu mengikuti niat imamnya yaitu bahwa berbuka atau berpuasa ditentukan oleh ulama. Berpuasa dengan cara seperti itu. Bila ia tahu besok Ramadlan maka ia akan menta'yin (menentukan niatnya) artinya tidak cukup berniat secara mutlak karena Allah ta'ala memerintahkannya niat menunaikan kewajibannya yaitu puasa bulan Ramadlan. Bila ia tahu besok akan puasa haruslah ia meniatkan puasa. ia tentu berpuasa bulan itu dengan niat.

Sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam katakan: . Bukhari 4/171 . Idul Fithri kalian adalah hari kalian berbuka (tidak berpuasa) dan Idul Adlha adalah hari kalian menyembelih[3].shallallahu 'alaihi wa sallam: . Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Ash-Shahihah no. hadits 224 dan Al-Irwa no. baik dilafalkan atau tidak. (HR. Apabila malam telah datang dari sini dan siang telah menghilang dari sini serta matahari telah terbenam dari sini (barat) maka berbukalah orang yang berpuasa. Puasa kalian adalah hari kalian berpuasa. Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hal ini merupakan perbuatan kebanyakan kaum muslimin. hadits 905) Tanya: Apakah seseorang yang berpuasa bulan Ramadlan memerlukan niat tiap hari atau tidak? Jawab: Setiap orang yang mengetahui bahwa besok Ramadlan dan dia menginginkan puasa maka dia pasti telah berniat. Beliau mengatakan: Hadits ini hasan gharib. Yaitu ketika seluruh bulatan matahari telah hilang dan langit bagian timur akan tampak hitam. (HR. Tanya: Apakah seseorang diperbolehkan berbuka puasa dengan semata melihat terbenamnya matahari? Jawab: Bila seorang telah melihat hilang seluruh bulatan matahari maka ia harus berbuka tanpa menghiraukan masih ada warna merah yang tampak di ufuk barat.

dan Muslim no. maka seorang boleh makan dan minum beberapa saat setelah adzan itu. Pendapat yang paling benar adalah tidak diwajibkan mengqadla`. Tanya: Ada seorang yang pingsan setiap kali berpuasa. Walaupun setelah itu ia tahu bahwa makan setelah terbit fajar masih diperselisihkan para ulama tentang wajib qadla` baginya. bagaimana tentang hal ini? Jawab: Apabila puasanya menyebabkan ia sakit seperti itu maka hendaknya ia berbuka dan mengqadla`. Riwayat ini adalah riwayat dari Umar. Sedangkan menurut pendapat ahli fiqih yang empat. sekelompok ulama salaf dan khalaf. Apabila ia ragu apakah sudah terbit fajar atau belum maka hendaknya ia makan dan minum hingga tampak jelas terbit fajar. pilek dan mulutnya berbuih terus-menerus sampai berhari-hari belum sadar hingga dikira gila dan tidak jelas keadaannya. Bila hal ini terus menimpanya tiap kali ia berpuasa dan dia tidak mampu untuk puasa maka ia harus memberi makan tiap hari seorang miskin. wajib qadla` atasnya. apakah ia boleh berbuka atau tidak? . Tanya: Seorang perempuan hamil melihat darah serupa haidl dan darah haidl. 1100) Tanya: Bolehkah makan sahur setelah adzan subuh pada bulan Ramadlan? Jawab: Bila muadzin adzan sebelum terbit fajar sebagaimana adzan pertama Bilal pada jaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di Damaskus. Para bidan memutuskan ia harus berbuka karena untuk memberi makan janin yang dikandungnya tetapi wanita itu tidak sakit.

Bersiwak pernah dilakukan maupun diperintahkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Bersiwak sangat baik terutama pada tempat-tempat yang dibutuhkan seperti sebelum wudlu. Bahkan para shahabat melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersiwak terus menerus sampai tak terhitung jumlahnya dalam keadaan berpuasa. Akan tetapi dalam hal ini seorang harus berhati-hati ketika menggosok gigi dengan miswak (alat siwak) agar tidak melukai gusi yang dapat mengakibatkan pendarahan. 73-81: Tanya: Apakah hukum bersiwak pada bulan Ramadlan? Jawab: Tidak diragukan lagi bahwa siwak merupakan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang dianjurkan pelaksanaannya. Bersiwak disunnahkan pada semua waktu termasuk waktu Ramadlan. ketika akan shalat. ***** Fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah bin Al-Fauzan (anggota Kibaril Ulama Arab Saudi) dalam kitab Nur 'ala Darbi Fatawa hal. ketika bau mulut mulai berubah.Jawab: Bila wanita hamil itu mengkhawatirkan keadaan janinnya maka ia wajib berbuka dan wajib mengqadla` serta memberi makan tiap hari satu orang miskin 1 liter roti dan lauknya. boleh dikerjakan oleh yang berpuasa ataupun tidak berpuasa. Maka bersiwak itu hukumnya sunnah. ketika membaca Al-Qur`an. ketika bangun tidur sebagaimana biasa dilakukan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Tanya: . Banyak keutamaan bersiwak. Yang benar adalah seseorang disunnahkan bersiwak tiap hari di bulan Ramadlan pada pagi hari dan sore dan tidak benar anggapan bahwa seseorang disunnahkan hanya bersiwak pada sore hari saja.

tidak ada kewajiban menyempurnakan puasa sunnah. Banyak kaum muslimin mengharapkan menjumpai malam lailatul qadar pada 10 hari terakhir bulan mubarak itu. Tanya: Apabila seorang berpuasa suatu hari kemudian ia safar pada pertengahan hari apakah ia berbuka pada hari itu? Jawab: Bila seseorang berniat puasa dan telah mengerjakannya lalu bepergian pada pertengahan hari maka hendaknya ia berbuka jika jarak perjalanan dari rumah ke tempat tujuan kurang lebih 80 km. Akan tetapi kalau ia mau menyempurnakannya maka lebih afdlal sebab sebagian ulama ada yang mewajibkan menyempurnakan puasa model ini. Adapun bila ia berpuasa sunnah boleh memutuskan puasanya itu. Beliau melakukan i'tikaf pada malam akhir Ramadlan dan tidak keluar dari masjid selain menunaikan hajatnya. Pernah suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam masuk rumah dalam keadaan puasa sunnah lalu menjumpai makanan yang dihadiahkan para shahabat lalu beliau makan (dan memutus puasanya). Hal ini menunjukkan bahwa puasa sunnah tidak wajib disempurnakan. Tanya: Apakah keutamaan hari-hari 10 akhir bulan Ramadlan? Jawab: Hari-hari ini memiliki keutamaan yang besar dan agung. Pada hari-hari itu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah dibandingkan malam-malam sebelumnya. .Apakah seorang yang berpuasa qadla` dan puasa sunnah boleh memutuskan puasanya? Jawab: Apabila ia berpuasa qadla` tidak boleh memutuskannya dan wajib menyempurnakannya.

rezki seorang makhluk dan apa-apa yang akan terjadi dalam satu tahun. 2307)." (AdDukhan: 4)." . Bila seorang berbuat baik kepada mereka berarti ia membantu ketaatan kepada Allah terhadap mereka. Pada bulan itu beliau shallallahu 'alaihi wa sallam sangat dermawan.Tanya: Apakah keutamaan bersedekah pada bulan Ramadlan? Jawab: Bersedekah pada bulan Ramadlan lebih utama (afdlal) daripada bersedekah pada bulanbulan lainnya. Dalil ini menunjukkan keutamaan sedekah bulan Ramadlan di mana pada bulan ini banyak orang yang miskin berpuasa. Allah berfirman: "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. Juga disebut malam lailatul mubarak (malam yang diberkahi). Tanya: Bagaimana keterangan tentang keutamaan lailatul qadr dan ayat-ayat yang menerangkannya! Jawab: Allah memuliakan keadaan malam itu dan menamakannya lailatul qadr karena pada malam itu ditentukan ajal. Disebut juga lailatul qadr karena dia adalah malam yang ditentukan dan dimuliakan di sisi-Nya. Kedermawanan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat itu lebih baik daripada angin sepoi-sepoi (angin yang bertiup terus-menerus dan bermanfaat). sangat mudah mengeluarkan sedekah ibarat angin yang bertiup kencang.[4] (HR. "Dan tahukah kamu apakah malam lailatul qadr itu. Amal itu dilipatkan pahalanya karena kemuliaan waktu dan tempatnya (berdasarkan nash -pent) sebagaimana amal-amal dilipatkan pahalanya pada dua masjid Mekah dan Madinah (masjid Nabawi) yaitu shalat di dua masjid tersebut berpahala 1000 kali lipat dibanding shalat di tempat lainnya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah manusia yang paling dermawan dan lebih dermawan pada bulan Ramadlan ketika Jibril menemuinya untuk mengajari Al-Qur`an pada setiap malam pada bulan itu. Lailatul qadr lebih baik daripada 1000 bulan. Bukhari dengan 1/30 Fath dan Muslim no." (44:33). Allah berfirman: "Kami menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam penuh barakah.

sungguh Allah tidak memberinya kebaikan yang banyak.(Al-Qadr: 2-3). Artinya beramal pada malam yang penuh berkah itu dilipatgandakan pahalanya semisal 1000 bulan beramal pada malam-malam selain bulan ini." (Al-Baqarah: 187) Jawab: Allah melarang mencampuri istri dalam keadaan i'tikaf di masjid setelah membolehkan mencampurinya pada bulan Ramadlan. Bukhari Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu).. Tanya: Apakah makna ayat ". baik dengan jimak maupun mubasyarah[5]. Sehingga mereka mempunyai banyak amal dan terkumpullah amal-amal pada semua malam bulan itu dengan malam lailatul qadr. Karena makna i'tikaf secara bahasa ialah . Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam lailatul qadr dengan mempercayai adanya malam itu dan mengharap pahalanya maka akan diampuni dosanya yang telah lewat dan yang akan datang.. Seribu bulan lebih kurang 83 tahun. Allah dengan hikmah-Nya yang maha luas merahasiakan malam itu pada bulan Ramadlan agar kaum muslimin bersungguh-sungguh mencarinya pada tiap malam. Maka barangsiapa tidak mendapatkan kebaikan pada malam itu. Beliau bersabda: . Orang-orang yang beri'tikaf tidak boleh mencampuri istri-istrinya. baik pada malam atau siang hari jika orang yang beri'tikaf itu tidak berpuasa. (HR. Ayat ini menunjukkan tentang keutamaannya oleh karena itu beliau selalu menunggu-nunggu datangnya malam itu. Malaikatmalaikat Allah tidak turun ke bumi kecuali untuk menyelesaikan urusan besar. tetapi janganlah kamu campuri para istri itu sedang kamu beri'tikaf. Hal lain yang juga menunjukkan keutamaan dan kebesarannya ialah pada malam itu turun para malaikat dan Jibril (pemimpin para malaikat) untuk mengatur segala urusan. Kemudian Allah mensifati malam tersebut dengan malam yang penuh kesejahteraan sampai fajar.

Demikian pula bila ia keluar masjid tanpa ada kebutuhan mendesak juga membatalkan i'tikaf. Apabila seseorang mencampuri istrinya maka batallah i'tikafnya. Bila ia tetap di dalam masjid berarti ia meninggalkan shalat berjama'ah padahal shalat berjama'ah wajib hukumnya. Atau ia keluar dari masjid untuk shalat berjama'ah di masjid yang didirikan shalat jama'ah tiap shalat 5 waktu yang hal ini menghilangkan makna i'tikaf. I'tikaf disebutkan pada akhir-akhir ayat puasa i'tikaf seharusnya dan lebih baik dilakukan ketika seorang dalam keadaan berpuasa dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak i'tikaf selain bulan Ramadlan yakni ketika puasa. Karena waktu itu anda . Orang yang beri'tikaf di masjid yang tidak ditegakkan shalat jama'ah di dalamnya berada di antara dua keadaan yaitu antara i'tikaf dan meninggalkan shalat jama'ah. Tanya: Saya seorang pemuda yang pernah tidak melaksanakan puasa tahun yang lalu sedangkan puasa tahun berikutnya saya berpuasa dengan sempurna. Ayat di atas menunjukkan bahwa i'tikaf itu harus diadakan di masjid yang dipakai untuk shalat berjama'ah dan memiliki imam rawatib. Maka i'tikaf harus diadakan di masjid-masjid yang didirikan padanya shalat jama'ah karena lafadh ayat menyebutkan fil masajid (di masjid-masjid). Seperti pergi ke pasar dan lainnya. rumah atau tanah lapang atau masjid yang tidak ditegakkan shalat jama'ah. Bagaimana saya mengqadla` puasa pada bulan yang aku tinggalkan? Apakah saya harus berpuasa tiap bulan atau memberi makan 60 orang miskin? Aku ingin berpuasa tahun ini selama tiga bulan apakah hal itu dibenarkan? Bagaimana cara melaksanakannya dengan bersambung atau terputus (berselang-seling)? Jawab: Jawaban dari pertanyaan anda perlu perincian. Tidak boleh i'tikaf menyendiri di mushalla. Yaitu jika anda meninggalkan puasa itu karena meninggalkan shalat (meninggalkan shalat menurut beliau kafir -pent) maka anda tidak berkewajiban mengqadla` puasa yang telah anda tinggalkan.meninggalkan perkara-perkara yang banyak dan meluangkan waktu untuk beribadah.

tunaikan zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Bahkan ia harus menutup wajahnya bila keluar rumah. ٣٣﴾ Dan hendaklah kamu (para wanita muslimah) tetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan tunaikanlah shalat. karena hal ini bisa menembus mata hingga ke tenggorokan tanpa disadarinya.. Adapun setelah anda bertaubat yakni setelah melaksanakan shalat maka anda wajib mengqadla` puasa dan menunaikan seluruh syi'ar Islam yang diwajibkan. Allah berfirman: : . Sedangkan harum-haruman. Apabila anda tunda qadla` puasa karena ada udzur hingga datang Ramadlan berikutnya maka anda wajib mengqadla`nya setelah Ramadlan. kosmetik yang biasa dipakai wanita tidak membatalkan puasa. obat tetes mata dan apa-apa yang diletakkan di mata bagi orang yang berpuasa terkadang dapat masuk ke tenggorokan sehingga membatalkan puasanya. memakai parfum bagi seorang muslimah pada bulan Ramadlan? Jawab: Adapun celak. Sebagian ulama melarang memakai celak bagi orang yang berpuasa atau meletakkan sesuatu pada matanya seperti obat tetes mata.. (Al-Ahzab: 33). Janganlah kamu mencegah wanita-wanita menuju masjid Allah dan hendaklah mereka . Tanya: Apa hukum bercelak.belum masuk Islam.. Namun bagi muslimah hendaknya memakai harum-haruman atau parfum dan kosmetik di dalam rumah saja dan menjauhi benda-benda itu untuk dipakai di luar rumah. Bila anda menunda mengqadla` puasa tanpa udzur maka anda wajib memberi makan seorang miskin tiap hari sebagai ganti puasa yang anda tunda qadla`nya itu. Walaupun wanita itu keluar menuju masjid untuk beribadah tetap dilarang bertabaruj (berhias) dan memakai parfum. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: .

memakai parfum dan celak mata yang tidak dilakukannya ketika di dalam rumah (untuk suaminya. Kita tidak menganjurkan orang yang .keluar tanpa berhias dan berharum-haruman. (Mutafaq 'alaihi. [2] Niat mutlak adalah meniatkan berpuasa tanpa menentukan puasa apa yang ia lakukan. lihat Umdatul Ahkam. puasa ramadlan atau qadla atau nadzar dan lain-lain. [4] Bahjatun Nadhirin. Sebagaimana keterangan Aisyah radliyallahu 'anha ketika seorang bertanya tentang mubasyarah: : . -----------------------------------------------------[1] Yakni kembali pada makna safar secara umum. tidak membatalkan puasa. hadits no. "Apa yang boleh dilakukan seorang yang berpuasa terhadap istrinya?" Beliau menjawab: "Semuanya boleh dilakukan selain jimak.red)" (HR Abdur Razak dalam bukunya Al-Mushanaf 4/190/8439 dengan sanad shahih) Akan tetapi hendaknya yang perlu diperhatikan bahwa keluarnya mani (tanpa jimak) tidak membatalkan puasa dan mubasyarah itu perkara lain. 58. Sedangkan niat ta'yin adalah meniatkan dengan detail puasa apa yang ia akan lakukan esok harinya. hal. pent). [3] Maksudnya puasa dan berbuka bersama kebanyakan kaum muslimin. Kaum muslimah sekarang banyak melakukan perbuatan melanggar syariat Allah. wajib atau sunnah. [5] Mubasyarah bermakna dua yaitu mempergauli isteri dengan jimak dan mempergauli isteri tanpa jimak dengan menutupkan kain di atas farjinya yang meskipun suami mengeluarkan mani. keluar rumah dengan berhias. membuka aurat dan wajah. 31) Syarat mereka boleh keluar menuju masjid adalah tidak berhias dan tidak memakai parfum atau wangi-wangian.(Jimak atau jima' adalah hubungan seks/sex atau bersetubuh/persetubuhan. Syaikh Salim Al-Hilali.

Hal ini dikhawatirkan ia akan terjerumus ke dalam larangan (yakni berjimak –pent). judul asli Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan).php?id_artikel=758 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Hadits-hadits Lemah yang Berkaitan dengan Bulan Ramadlan Sep 11. Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Syaikh Al-Albani hal. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ‫ل‬ .id/print. Barangsiapa berada di sekitar daerah penjagaan. '08 10:54 PM untuk semuanya Hadits-hadits Lemah yang Berkaitan dengan Bulan Ramadlan Penulis: Al Ustadz Azhari Asri Fiqh. 08:02:33 Sering kali kita mendengar para khatib di atas mimbar membawakan hadits-hadits tentang Ramadlan dan keutamaannya. Di antara hadits-hadits yang mereka bawakan ada yang . (Dikutip dari Majalah Salafy edisi XXIII/Ramadlan/1418 H/1998 M. 420). Wallahu a'lam. dikhawatirkan akan terjerumus kepadanya. (Tamamul Minnah. Sumber artikel : http://www. 13 Oktober 2004.or. Biasanya orang yang mendekati daerah terlarang akan memasukinya.berpuasa Ramadlan ketika syahwat jimak sedang memuncak untuk mubasyarah dengan istrinya. penulis Ustadz Ahmad Hamdani.salafy.

Sebagian besar para muhaqiq (peneliti hadits) berpendapat bahwa hadits dlaif tidak boleh diamalkan secara mutlak. bahkan maudlu' (palsu). tidak ada keraguan padanya karena beberapa perkara: Pertama. hendaknya dia mendatangkan bukti. Namun sangat disayangkan ketika membawakan hadits-hadits lemah. Tetapi pernyataan beliau itu terbantah karena perselisihan dalam masalah ini ma'ruf. Mereka menyangka bahwa perkara ini tidak diperselisihkan. Aku (Syaikh Al-Albani) katakan bahwa inilah yang benar menurutku. yang aku pahami dari ucapan mereka tentang fadlail a'mal . pent) diceritakan oleh Ibnu Sayyidin Nas dalam 'Uyunul Atsar dari Yahya bin Ma'in dan dalam Fathul Mughits beliau menyandarkannya kepada Abu Bakar bin Al-Arabi. baik para khatibnya maupun pendengarnya. baik dalam perkara-perkara hukum maupun keutamaankeutamaan. Tidak boleh beramal dengannya berdasarkan kesepakatan. Syaikh Al-Qasimi rahimahullah dalam Qawaid At-Tahdits hal. Muslim dan Ibnu Hazm. mereka tidak menerangkan tentang kelemahannya kepada hadirin yang awam tentang permasalahan hadits sehingga orang-orang yang mendengarnya menyangka bahwa hadits-hadits itu adalah ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Pendapat itu juga merupakan pendapat Bukhari. 94 mengatakan bahwa pendapat tersebut (yakni hadits dlaif tidak diamalkan secara mutlak. Bagaimana tidak. hadits dlaif hanya mendatangkan sangkaan yang salah (dhanul marjuh).shahih dan ada yang dlaif. Imam Nawawi rahimahullah menyatakan dalam berbagai kitab beliau bahwa hal itu telah disepakati. Sungguh sangat jauh! Kedua. Tidak Boleh Beramal dengan Hadits Lemah dalam Hal Fadlailul A'mal (Keutamaan Amal) Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hafidhahullah berkata: "Di kalangan ahli ilmu dan para penuntut ilmu telah masyhur bahwa hadits dlaif boleh diamalkan dalam fadlailul a'mal. padahal sama sekali bukan! Oleh karena itu penulis mencoba mengangkat permasalahan ini sebagai nasehat kepada seluruh kaum muslimin. Barangsiapa mengecualikan boleh beramal dengan hadits dlaif dalam fadlailul a'mal.

Seperti Imam Nawawi dan yang mengikutinya menganggap sunnah menjawab ucapan orang yang mengumandangkan iqamah ketika mengucapkan dua kalimat (qad qamatis shalah. kemudian ada hadits lemah yang menyertainya yang menyebutkan pahala khusus bagi orang yang mengamalkannya. Amal ini tidak ditetapkan pensyariatannya kecuali pada hadits lemah tersebut. (Yakni dari segi adanya dalil tentang asal amal itu. (Ilmu Ushulil Bida' hal. bukan dari segi adanya dalil yang menetapkan pahala yang khusus pada amal itu. Cukuplah salah satu contoh yang telah aku sebutkan. Ilmu Ushul Bida' 157. dan haram. Padahal perkara sunnah adalah salah satu hukum di antara kelima hukum[Yakni wajib. sunnah. mubah. Maka hadits lemah dalam keadaan semacam ini boleh diamalkan dalam fadlailul a'mal.).] yang harus ditetapkan berdasarkan dalil. . Dengan dasar inilah maka beramal dengan hadits lemah diperbolehkan jika telah ada hadits shahih yang menunjukkan disyariatkannya amal itu. Betapa banyak perkara-perkara yang mereka anggap disyariatkan dan disunnahkan bagi manusia hanya didasari dengan hadits-hadits dlaif yang tidak ada asal pensyariatannya dalam hadits shahih. Seperti Syaikh Ali Al-Qari rahimahullah dalam Al-Mirqah 2/381 mengatakan bahwa hadits lemah diamalkan dalam perkara fadlail walaupun tidak didukung secara ijma' sebagaimana keterangan Imam Nawawi. karena hal itu bukan pensyariatan amal itu tetapi semata-mata sebagai keterangan tentang pahala khusus yang diharapkan oleh pelakunya. Meskipun demikian mereka menganggap hal itu sunnah. Akan tetapi di sini tidak mungkin untuk mencantumkan berbagai contoh. padahal hadits tentang masalah ini lemah (Lihat keterangan kedlaifannya dalam Al-Irwa` 241. 15)). makruh. Akan tetapi kebanyakan orang yang berpendapat seperti itu tidak memaksudkan makna itu.yaitu amal-amal yang telah disyariatkan berdasarkan hadits shahih. Yaitu pada amal yang shahih berdasarkan Kitab dan Sunnah. qad qamatis shalah) dengan ucapan aqamahallah wa adamaha (semoga Allah menegakkannya dan melazimkannya). Oleh karena itu ucapan sebagian ulama dimaksudkan seperti ini. Buktinya kita menyaksikan mereka beramal dengan hadits-hadits dlaif yang tidak terkandung dalam hadits-hadits shahih.

Orang yang mengamalkannya mengetahui bahwa hadits itu dlaif. Inilah tiga syarat penting diperbolehkan beramal dengan hadits lemah: 1. 3-4 bahwa para ahli ilmu telah bermudah-mudah dalam membawakan hadits-hadits tentang fadlail walaupun memiliki kelemahan selama tidak maudlu' (palsu). sebab semuanya adalah syariat. Tidak memasyhurkan beramal dengannya. Hendaknya setiap orang khawatir jika termasuk dalam ancaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Hadits itu tidak maudlu'. Kalaupun mereka mengetahui kelemahannya mereka tidak mengetahui apakah kelemahannya ringan atau sangat parah sehingga tidak boleh diamalkan. . Hal ini juga ditegaskan oleh Al-Ustadz Abu Muhammad bin Abdus Salam dan lain-lain. Maka bagaimana orang yang mengamalkannya?! Tidak ada perbedaan antara mengamalkan suatu hadits dalam perkara hukum atau dalam perkara fadlail. 3. Kemudian mereka memasyhurkannya sebagaimana halnya beramal dengan hadits-hadits shahih! Oleh . Atau sebagian orang-orang jahil menyangka bahwa hadits itu adalah shahih. Barangsiapa menceritakan dariku satu hadits yang dianggap dusta.Yang terpenting di sini adalah hendaklah orang-orang yang menyelisihi hal ini mengetahui bahwa beramal dengan hadits lemah dalam perkara fadlail tidak mutlak menurut orangorang yang berpendapat dengannya. Tetapi sangat disayangkan kita menyaksikan kebanyakan ulama lebih-lebih orang awam meremehkan syarat-syarat ini. Mereka mengamalkan suatu hadits tanpa mengetahui kelemahannya. maka dia termasuk pendusta. Al Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Tabyinul 'Ujab hal. 2. Seharusnya hal itu diberi syarat yaitu orang yang beramal dengannya meyakini bahwa hadits itu lemah dan tidak memasyhurkannya sehingga orang tidak beramal dengan hadits lemah dan mensyariatkan apa yang tidak disyariatkan.

bahkan pada umumnya dusta dan palsu. karena hadits dlaif yang tidak ada penguatnya kemungkinan adalah dusta. Apa yang kami sebutkan tidak menafikan bahwa Al-Hafidh menyebutkan syarat-syarat itu untuk mengamalkan hadits dlaif. Sebagaimana hal itu tidak tersembunyi. maka dia termasuk dalam hadits (yang berisi ancaman tersebut). bukan maudlu'. Inilah yang hak. Menurutku (Syaikh Al-Albani). Adapun jika ucapan beliau dimaksudkan kepada larangan memakai hadits maudlu' dan tidak ada perbedaan antara perkara hukum dan fadlail adalah sangat jauh dari konteks ucapan Al-Hafidh.yang tampak bahwa hadits itu dusta. Oleh karena itu Al-Hafidh menambahkan dengan ucapannya: 'Maka bagaimana dengan orang yang mengamalkannya?!' Hal ini dikuatkan dengan perkataan Imam Ibnu Hibban bahwa setiap orang yang ragu terhadap apa yang dia riwayatkan. Kemudian syarat-syarat tersebut menguatkan pendapat kami bahwa sebagian besar ulama tidak menginginkan makna yang kami anggap kuat tadi. shahih atau tidak shahih. Orang yang membawakan hadits dlaif termasuk dalam ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: ". Sebab kita katakan bahwa Al-Hafidh menyebutkan .. Sebab ucapan beliau adalah dalam pembahasan hadits dlaif." Yaitu dia menampakkan seperti itu. Dan kita katakan seperti perkataan Al-Hafidh: 'Maka bagaimana dengan orang yang mengamalkannya?' Inilah penjelas dari maksud ucapan Al-Hafidh tersebut.. Hal ini ditegaskan oleh sebagian ulama.karena itu banyak ibadah-ibadah di kalangan kaum muslimin yang tidak shahih dan memalingkan mereka dari ibadah-ibadah yang shahih yang diriwayatkan dengan sanadsanad yang shahih. Al-Hafidh Ibnu Hajar cenderung kepada tidak boleh beramal dengan hadits lemah berdasarkan ucapan beliau yang telah lewat bahwa tidak ada perbedaan antara mengamalkan suatu hadits dalam perkara hukum atau dalam fadlail sebab semuanya adalah syariat. Sebab satu pun di antara syaratsyarat itu tidak diterapkan sebagaimana yang tampak.

Ibnul Jauzi dalam kitab Al-Maudlu'at 2/188-189." Sampai di sini keterangan Syaikh Al-Albani dalam Tamamul Minnah hal.. 34-38. 109-113. Orang yang membolehkannya harus memperhatikan syarat-syarat tersebut dan konsisten dengan syaratsyarat iltu ketika mengamalkan hadits lemah.. Abu Ya'la dalam Musnadnya sebagaimana di dalam Al-Mathalib Al-'Aliyah (qaf 46/alif-ba/naskah . Maka pada pembahasan terakhir ini kita akan menukil beberapa hadits lemah yang diucapkan para khatib dan diamalkan di bulan Ramadlan dari kitab Shifat Shaum Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam fi Ramadlan karya Syaikh Salim Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid hal.' Al-Hafidh tidaklah menyatakan dengan tegas bahwa dia menyetujui mereka dalam pembolehan (beramal dengan hadits-hadits lemah. Hadits-hadits Lemah yang Berkaitan dengan Bulan Ramadlan Setelah kita mengetahui bahwa pendapat yang kuat dalam masalah hadits dlaif adalah tidak boleh dipakai sekalipun dalam fadlailul a'mal dan seandainya diperbolehkan harus dipenuhi syarat-syarat tersebut. ل‬ ‫ل‬ Seandainya hamba-hamba itu mengetahui apa yang ada di bulan Ramadlan niscaya umatku berangan-angan agar Ramadlan setahun penuh. Beliau berdua menyebutkan beberapa hadits beserta penilaiannya. ، ‫. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadlan dari ujung tahun ke tahun berikutnya. (Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah 1886. Wallahul muwaffiq. pent) dengan syarat-syarat itu.perkataan itu kepada orang-orang yang membolehkan memakai hadits lemah dalam perkara fadlail selama tidak maudlu'. Kesimpulannya bahwa beramal dengan hadits lemah dalam perkara fadlailul a'mal tidak diperbolehkan sebab menyelisihi hukum asal dan tidak ada dalilnya. Seakan-akan beliau berkata kepada mereka: 'Jika kalian berpendapat demikian maka seharusnya kalian menerapkan syarat-syarat ini. Bahkan di akhir ucapan beliau menegaskan sebaliknya seperti yang telah kita terangkan.

Al-Ashbahani dalam At-Targhib (qaf/178. cacatnya pada Jarir bin Ayyub. Ibnu Hajar menyebutkan biografinya dalam Lisanul Mizan (2/101) dan berkata: "Dia terkenal dengan kelemahannya." Ibnu Abi Haitsamah berkata: "Dia dlaif dalam segala hal." Demikian dalam Tahdzibut Tahdzib (7/322-323)... Hadits ini maudlu'. Ramadlan adalah bulan awalnya adalah rahmat." Ibnu Hajar berkata dalam Al-Athraf: "Tidak diperselisihkan tentang Ali bin Zaid bin Jad'an.manuskrip) dari jalan Jarir bin Ayub Al-Bajali dari Sya'bi dari Nafi' bin Bardah dari Abu Mas'ud Al-Ghifari). Wahai manusia." Ahmad bin Hanbal berkata: "Dia tidak kuat. kalian telah dinaungi bulan yang agung. ba'/naskah manuskrip) dari jalan Ali bin Zaid bin Jad'an dari Sa'id bin Al-Musayyib dari Salman. dengan ucapan: "Jika hadits ini shahih. maka dia seperti menunaikan suatu kewajiban pada bulan lain. pertengahannya adalah ampunan dan akhirnya adalah kemerdekaan dari api neraka.. 293. Ibnu Abi Hatim menukil dari ayahnya (Abu Hatim) di dalam I'lalul Hadits 1/249): "Hadits ini mungkar... Barangsiapa bertaqarub di dalamnya dengan satu kebaikan.. ، . Ibnu Sa'ad berkata: "Dia (Ali bin Zaid) lemah. 1887. Al-Muhamili dalam Amalinya no. Allah menjadikan puasa pada bulan itu sebagai kewajiban dan shalat malam sebagai sunnah.. karena kelemahan Ali bin Zaid." Kemudian Ibnu Hajar menukil ucapan Abu Nu'aim tentang dia: "Dia pemalsu hadits. dia adalah dlaif. ، ." Ibnu Ma'in berkata: "Dia dlaif." Ibnu Khuzaimah berkata: "Aku tidak berhujah dengannya karena hapalannya jelek. bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah no." ." sedang dari Bukhari: "Dia meriwayatkan hadits mungkar" dan dari Nasai: "Dia matrukul hadits (ditinggalkan haditsnya)!! Ibnul Jauzi menghukumi dia sering memalsukan hadits. tidak dapat dijadikan hujah. Sanad hadits ini lemah. Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits tersebut.

Haditsnya ketika di Syam lebih munkar daripada haditsnya di Irak karena hapalannya jelek.Puasalah kalian. Ini adalah potongan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Adi dalam Al-Kamil 7/2521 dari jalan Nahsyal bin Said dari Ad-Dlahhak dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma. Disebutkan sanad-sanadnya oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya 1987." Abu Hatim berkata: "Hapalan Zuhair jelek. Demikian pula Ibnu Bukhait dalam Juz'unya sebagaimana dalam Syarhul Ihya' 7/401 dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abu Dawud dari Zuhair bin Muhammad dari Suhail bin Abu Shalih dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu. dia berdusta dan Ad-Dlahhak tidak mendengar langsung dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma. . Hadits ini disebutkan oleh Bukhari dalam Shahihnya (4/160 – Fathul Bari) secara mu'alaq tanpa sanad. Diriwayatkan pula oleh At-Thabrani dalam Al-Ausath (1/qaf – 69/alif – Majma'ul Bahrain). Sanad hadits ini lemah. Barangsiapa membatalkan (puasanya) satu hari dari bulan Ramadlan tanpa udzur dan sakit." Al Ajali berkata: "Hadits-hadits yang diriwayatkan oleh penduduk Syam darinya tidak menakjubkan aku. Aku (Syaikh Ali) katakan bahwa Muhammad bin Sulaiman adalah penduduk Syam. Abu Bakar Al-Atsram berkata: "Aku mendengar Ahmad berkata: "Mereka (orang-orang Syam) meriwayatkan beberapa hadits munkar dari Zuhair. maka tidak dapat diqadla` walaupun dia puasa sepanjang tahun. niscaya kalian sehat. .adalah munkar." Demikian dalam Tahdzibul Kamal 9/417. Biografinya terdapat dalam Tarikh Dimasyk 15/qaf 386 – naskah manuskrip). Riwayatnya dari Zuhair –sebagaimana ditegaskan oleh para imam. Di antaranya adalah hadits ini. Nahsyal adalah matruk.

iwebland. yaitu: idltirab (sanadnya goncang). Ibnu Hajar dalam Ta'liqut Ta'liq 3/170 dari jalan Abul Muthawwis dari ayahnya dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu. Abu Dawud 2397. Al-Baihaqi 4/228. Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari 4/161: "Hadits ini banyak diperselisihkan pada Habib bin Abi Tsabit. Sehingga hadits ini memiliki tiga 'ilat (cacat)." Sehingga hadits ini juga dlaif.php?id_artikel=753 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Fatwa Syaikh tentang Hukum I'tikaf Sep 11. sebagaimana dalam Tuhfatul Asyraf 10/373. Meskipun demikian masih sering terdengar dan terbaca pada setiap bula Ramadlan yang diberkahi ini khususnya. http://salafy.com/baca. Wallahu a'lam. '08 10:52 PM untuk semuanya . namun tidak boleh kita sandarkan hadits yang tidak shahih itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.Tirmidzi 723. Nasai dalam Al-Kubra. penulis ustadz Azhari Asri (murid syaikh Yahya al Hajuri dan syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah). Memang sebagian hadits tersebut mengandung makna yang shahih yang terdapat dalam syariat kita yang lurus ini. Abul Muthawwis mendengar dari ayahnya dari Abu Hurairah diragukan.or.salafy. Demikian empat hadits yang didlaifkan oleh para ulama. Sumber artikel : http://www. Ibnu Majah 1672. (Dinukil dari Majalah Salafy edisi XXIII/Ramadlan/1418 H/1998 M rubrik Mabhats.php?id=30) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. keadaan Abul Muthawis majhul (tidak dikenal).id/print. Ibnu Khuzaimah setelah meriwayatkan hadits ini berkata dengan ucapan: "Aku tidak mengetahui siapa Ibnul Muthawis dan ayahnya.

kecuali jika dia bernadzar. dan juga setelah beliau wafat. Disunnahkan beri`tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan untuk mengikuti Rasululllah Shalallahu 'alaihi wassalam. bahwasanya beliau dulu beri`tikaf di bulan Ramadhan. maka yang lebih utama adalah beri`tikaf di mesjid yang mengadakan shalat Jumat. jika itu memungkinkan. 16 November 2003.Juga tidak disyaratkan berpuasa walaupun dengan berpuasa lebih utama.Fatwa Syaikh tentang Hukum I'tikaf Penulis: Syaikh Abdullah Bin Abdullah Aziz Bin Baz Fiqh. karena i`tikaf adalah sunnah dan tidak menjadi wajib jika dia telah memulainya. 05:11:25 Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz tentang hukum I'tikaf Pertanyaan: Apakah hukum I`tikaf bagi laki-laki dan wanita? Apakah berpuasa merupakan syarat untuk syahnya I`tikaf? Kemudian amalan apa saja kah yang baik dilakukan oleh orang yang beri`tikaf? Kapan waktu memasuki tempat i`tikaf dan kapan keluar dari sana ? Jawaban: I`tikaf hukumnya Sunnah bagi laki-laki dan wanita sebagaimana telah datang dari Rasululullah Shalallahu 'alaihi wassalam. Disunnahkan bagi seseorang yang beri`tikaf saat itu . i`tikaf beliau tetapkan pada sepuluh hari terakhir. Tempat beri`tikaf adalah mesjid-mesjid yang didirikan shalat berjamaah padanya. Kemudian pada akhirnya. Para istri-istri beliau juga beri`tikaf bersama beliau Shalallahu 'alaihi wassalam. Apabila waktu i`tikafnya diselingi oleh hari Jumat. Diperbolehkan baginya boleh memotong waktu tersebut jika ada keperluan lain. Tidak ada waktu-waktu tertentu bagi i`tikaf dalam pendapat Ulama yg terkuat . Disunnahkan bagi seseorang yang beri`tikaf agar memasuki tempat beri`tikaf saat dia berniat i`tikaf dan keluar dari padanya setelah lewat masa yang dia inginkannya.

karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullah.php?id_artikel=341 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Hukum-hukum sekitar I'tikaf dalam pandangan Ulama' Sep 11. '08 10:51 PM Ahlusunnah untuk semuanya Hukum-hukum sekitar I'tikaf dalam pandangan Ulama' Ahlusunnah . Hal ini menunjukan kesempurnaan sifat tawadhu` dan baiknya beliau terhadap istri-istri beliau. Sumber artikel : http://www.salafy. ----------------------------------------------------------------------- Referensi: Dinukil dari Tuhfatul ikhwan bi ajwibatin muhimmatin tata`allaqu bi arkanil islam. Yang lebih diutamakan adalah menyediakan tempat khusus di dalam mesjid untuk beristirahat jika memungkinkan.id/print. berdoa dan mengerjakan shalat-shalat Sunnah selain pada waktuwaktu yang dilarang.istighfar. Pada suatu saat Shofiyah mengunjungi beliau saat I`tikaf di bulan Ramadhan. Dianjurkan bagi yang beri`tikaf agar memperbanyak dzikir.untuk memasuki tempat i`tikafnya setelah shalat Fajar hari ke-21 dan keluar dari sana apabila telah selesai sepuluh hari.or. Penerjemah Abu Abdillah Alee Masaid As salafee Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Jika dia memotongnya maka tidak mengapa. kecuali jika i`tikaf nadzar sebagaimana telah dijelaskan. semoga shalawat dan salam dilimpahkan atas beliau. Tidak dilarang bagi teman-teman seseorang yang beri`tikaf untuk mengunjunginya dan berbicara dengan mereka sebagaimana Rasululullah Shalallahu 'alaihi wassalam dahulu dikunjungi oleh beberapa istrinya dan berbicara dengan mereka. membaca qur`an.

. dalam kitab shahih merekatelah ditahkrij dalam shahih Abu Dawud). bahwa Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam ber i‟tikaf di setiap Ramadhan 10 hari. 04:42:53 Hukumnya I‟tikaf adalah sunnah di bulan ramadhan dan yang lainnya sepanjang tahun. (QS. Dan pada tahun dimana beliau wafat Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam I‟tikaf selama 20 hari. 20 Oktober 2004. Al-Baqarah :187) Disertai hadist-hadist shahih tentang I‟tikaf Nabi shalallahu „alaihi wasallam. karya Ibnu Abi syaibah dan Abdurrazzaq. Dan lebih ditekankan di bulan Ramadhan berdasarkan hadist Abi Hurairah radhiyallahu „anhu. dan ahwa Umar radhiyallahu „anhu berkata kepada Nabi shalallahu „alaihi wasallam “Dahulu aku bernadzar di zaman jahiliyah untuk I‟tikaf semalam di Masjidil Haram”? Nabi shalallahu „alaihi wasallam bersabda : “Penuhilah nadzarmu”. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Al Mushannaf. karena di kemudian hari jelas bagi saya lemahnya. Telah saya takhrij dan saya komentari dengan rinci dalam kitab ”Silsilah Dhoifah” 5347. Demikian pula atsar-atsar yang mutawatir dari ulama Salaf dalam masalah itu.Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani Fiqh. dalilnya adlah firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala : “Sedang kalian dalam kedaan I‟tikaf di masjid”. Telah terdapat riwayat bahwa Nabi Shalallahu „alaihi wa sallam i‟tikaf sepuluh hari terakhir dari bulan Syawal *(Potongan dari hadist Aisyah radhiyallahu „anha. Saya singkap penyakitnya yang sempat tersamarkan kepada saya dan juga kepada Al Haistany sebelum saya). dalam masalah keutamaannya “Barangsiapa beri‟tikaf suatu hari…” kemudian aku hilangkan. (Riwayat Bukhari dan Ibnu Khuzaimah dalam shahih keduanya telah ditakhrij dalam sumber yang lalu no: 2126-2130). (maka Umar I‟tikaf semalam). Muslim dan Ibnu Khuzaimah dan tambahan itu pada Bukhari dalam ssebuah riwayat. seperti terdapat dalam “Mukhtasar Shahih Bukhari” (995) dan telah ditakhrij dalam “Shahih Abu Dawud” juga no: 2136-2137).*(riwayat Bukhari. riwayat Bukhari Muslim dan Ibu Khuzaimah . *(Dulu disini pada cetakan yang lalu ada hadist.

Yang paling utama adalah pada akhir bulan Ramadhan. (Al Baqarah 187. dan telah di takhrij dalam Shahih Abu Dawud (2135) dan Irwa‟ul Ghalil no 996. Disunnahkan pula bagi yang I‟tikaf untuk berpuasa. Dan hendaklah pada masjid jami‟ agar tidak terpaksa keluar masjid untuk melaksanakan shalat jum‟at. dan Abu Dawud dengan sanad yang Hasan. Tidak disyariatkan kecuali di dalam masjid-masjid berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala : “Dan janganlah kalian melakukan jima‟[1]dengan mereka sedang kalian beri‟tikaf di masjid-masjid”). [“dan jangan kalian melakukan jima. akan tetapi Allah mengkinayahkan apa yang Ia kehendaki dengan apa yang Allah kehendaki. Tidak boleh menjenguk orang sakit.). maka diketahui dengan penyebutan masjid bahwa dimaksudkan I‟tikaf itu tidak boleh kecuali di masjid).] Berkata Aisyah radhiyallahu „anha : “Disunnahkan. Berkata al Hafidz Ibnu Hajar :“ Sisi pendalilan dari ayat itu bahwa kalau seandainya I‟tikaf itu sah selain dimasjid tidaklah akan dikhususkan pengharaman jima‟ itu hanya padanya. riwayat yang selanjutnya dari Aisyah radhiyallahu „anha. tidak boleh menyentuh wanita. (Riwayat Baihaqi dari Ibnu Abbas : ”Sesungguhnya perkara yang paling Allah benci adalah bid‟ah dan sesungguhnya termasuk bid‟ah adalah I‟tikaf di masjid- .” yakni “Jangan berjima‟ dengan mereka “ ibnu Abbas mengatakan : kata ( ‫ل‬ ‫ش‬ ‫لل‬ ‫ل‬ ) semuanya berarti jima‟. agar tidak keluar kecuali untuk kebutuhan yang mesti dia lakukan. dan tidak I‟tikaf melainkan pada masjid jami‟ (yang digunakan untuk shalat jamaah). Imam bukhari berdalil dengan ayat ini atas apa yang kami sebutkan. (Riwayat Baihaqi dengan sanad yang shahih. Berdasarkan ucapan 'Aisyah Radhiyallahu „anha yang lalu dalam sebuah riwayat.. (Riwayat Bukhari dan Ibnu Khuzaimah 2223 telah ditakhrij dalam Al-Irwa (996) dan “Shahih Abi Dawud” no :2125). (“…dan tidak ada I‟tikaf kecuali di masjid jami'”. karena Nabi shalallahu „alaihi wasallam I‟tikaf pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau. karena keluar untuk itu adalah wajib.. karena jima‟ itu membatalkan I‟tikaf secara ijma‟. tidak pula jima‟ dengan mereka.) 2. Riwayat Baihaqi (4/321) dengan sanad yang perawinya terpercaya. Syarat-syaratnya : 1. bagi seorang I‟tikaf.

Muslim. wallahu Subhanahu wa Ta‟ala a‟lam. Dibolehkan keluar dari masjid untuk buang hajat. dan mengatakan : ”Walaupun dalam masjid (atau mushala –pent) rumahnya”. Dibolehkan untuk seorang yang I‟tikaf dan yang lain untuk berwudhu dalam masjid berdasarkan ucapan seseorang kepada yang melayani Nabi shalallahu „alaihi wasallam : “ . adalah sahabat Hudzaifah bin Al Yaman dan Sa'id bin Al Musayyib juga 'Atha‟ rahimahullah. bahwa mengambil pendapat yang sesuai dengan hadist. itulah yang semestinya. Dan diantara ulama salaf yang berpendapat demikian sebagaimana yang telah saya dapati.” Dalam riwayat : “Lalu saya cuci kepalanya dan diantara aku dan dia kayu dasar pintu dan saya dalam keadaan haid. Telah ditakhrij dalam “Shahih Abu Dawud” (2131-2132) ). ketika itu beliau dalam keadaan I‟tikaf. Masjidil Aqsa dengan hadist Nabi shalallahu „alaihi wasallam : “Tidak ada I‟tikaf kecuali pada 3 masjid itu”). Berkata Aisyah radhiyallahu „anha : “Sesungguhnya Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam dahulu megeluarkan kepalanya kepadaku sedang dia (dalam keadaan beri‟tikaf) di masjid dan saya di kamar saya. Masjid Nabawi.” (Riwayat Bukhari. Ibnu Abi Syaibah dan Ahmad dan tambahan lafadz itu dari keduanya. juga mengeluarkan kepalanya dari masjid untuk dikeramasi atau disisir. dan beliau tidak masuk rumah kecuali untuk hajat seorang manusia. isma‟ily dan Baihaqi dengan sanad yang shahih dari Hudzaifah bin Al Yaman. Yang lain mengatakan masjid jami‟ secara mutlak. yaitu hanya pada tiga masjid : Masjidil Haram. Disunnahkan untuk yang melakukan I‟tikaf agar berpuasa sebagaimana yang lalu dari penjelasan Aisyah radhiyallahu „anha. 3. b.masjid yang ada di rumah)”. Dari apa yang saya sebutkan diatas dan semuanya shahih). kemudian saya sisir rambutnya. dan telah ditakhrij dalam “Silsilah shahihah” no :2787 bersama dengan riwayat-riwayat yang lain. Kemudian saya dapati pada hadist yang shahih dan jelas yang mengkhususkan keumuman makna (masjid-masjid) yang tersebut dalam ayat. Akan tetapi „Atha‟ tidak menyebutkan Masjidil Aqsa. (Diriwayatkan oleh Thahawi. tetapi yang lain menyelisihi mereka. Dan tidak tersembunyi lagi.[2] Yang dibolehkan untuk orang yang berI‟tikaf sbb : a.

39]. dan itu atas perintah beliau shalallahu „alaihi wasallam[4]. Dan pernah beliau shalallahu „alaihi wasallam satu kali beri‟tikaf di qubah (semacam payung – pent) kecil[5] [aitu tenda kecil yang diatasnya melingkar. dan bukan dari rambut. lebih utama kita katakan : supaya pikiran orang yang beri‟tikaf tidak tersibukkan orang yang lewat didepannya agar mendapatkan maksud dan ruh dari I‟tikaf itu. Telah lewat takhrijnya pada hal. “Suddah” artinya semacam.34 pada catatan kaki no. Ini adalah satu macam. red). ada pada riwayat Muslim.Nabi shalallahu „alaihi wasallam berwudhu ringan di dalam masjid”. maka aku datang menengoknya di malam hari dan di sisinya isteri-isterinya yang sedang bergembira. lalu aku berbicara dengan beliau beberapa saat lalu aku berdiri untuk kembali. riwayat Muslim dan Ibnu Khuzaimah dalam shahih keduanya dan telah di Tahkrij dalam Shahih Abu Dawud no. bahwa beliau meletakkan sepotong tikar di atas pintunya agar tidak terlihat oleh pandangan seseorang. Dibolehkannya seorang wanita menengok suaminya yang ada di tempat I‟tikafnya. c. maka beliau shalallahu „alaihi wasallam katakan : “ Jangan kau terburu-buru sehingga aku antarkan”. [Riwayat Bukhari dan Muslim dari hadist Aisyah radhiyallahu „anha. [Disebut “Khiba” salah satu bentuk rumah-rumah orang arab yang terbuat dari bulu unta atau wol. berdasarkan ucapan Shafiyah Radhiyallahu „anha : “Ketika itu Nabi shalallahu „alaihi wasallam beri‟tikaf dimasjid pada 10 hari terkhir bulan ramadhan. dibuat diatas 2 tiang atau 3. Maka beliaupun berdiri bersamaku untuk mengantarkanku. sedang I‟tikaf Nabi shallallahu „alaihii wa sallam adalah macam yang lain (berbeda. Shafiyah radhiyallahu „anha tinggal di kampung Usmah .”Nihayah”.] dengan naungan tikar[6]].1251] Dibolehkannya Wanita beri‟tikaf dan menengok suaminya di masjid a. ( Riwayat Baihaqi dengan sanad baik dan Ahmad (51364) secara ringkas dengan snad yang shahih). Allahlah yang memberi taufiq. naungan diatas pintu untuk menjaganya dari hujan. yang dimaksud.[Ini adalah ujung hadist Abu Sa‟id Al-Khudri. Dibolehkan pula membuat kemah kecil di bagian belakang masjid lalu ber‟tikaf didalamnya. sebagaimana yang diucapkan Ibnu Qoyyim : “Kebalikan dari apa yang dilakukan orang-orag bodoh dimana orang-orang beri‟tika membuat semacam ruang tamu dan berbincang-bincang didalamnya.] Jika beliau beri‟tikaf. karena Aisyah dulu membuat tenda untuk Nabi shalallahu „alaihi wasallam [3]. sebagaimana yang dikatakan As-Sindy. dan hendaknya suaminya mengantarkannya sampai keluar pintu masjid. riwayat perbuatan „Aisyah itu diriwayatkan oleh Bukhari adapun yang menerangkan perintah Nabi shallallahu „alahi wa sallam.

”. atau sendirian. Kemudian isteriisteri beliau beri‟tikaf setelahnya. sampai Allah mewafatkannya. Ketika mereka melihat Nabi Shalallahu „alaihi wasallam keduanya mempercepat (langkahnya). b. Tatkala berada di pintu masjid yang dekat dengan rumah Umi Salamah radhiyallahu „anha. (Riwayat Bukhari Muslim dan selain keduanya telah di takhrij hal.2138. . red).bin Zaid. (Riwayat Bukhari telah ditakhrij dalam Shahih Abu Dawud no. dan kaidah fiqih mengatakan : “Menghindari keruskan itu lebih didahulukan dari pada mencari maslahat (kebaukan)”. telah ditakhrij dalam shahih Sunan Abu Dawud . lewat dua orang sahabat Anshar.2144-2134).2) Saya katakan : “Bahwa itu terdapat dalil.) „Aisyah juga mengatakan : “Dahulu Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam beri‟tikaf sepuluh hari terakhir pada bulan ramadhan. dibolehkannya juga wanita I‟tikaf dan tidak diragukan bahwa itu dengan catatan. terakhir pada hadist itu dikeluarkan oleh Abu Dawud. Lalu keduanya mengatakan : “Subhanallah ! Wahai Rasulullah”. Maka Nabi shalallahu „alaihi wasallam berkata : “ Pelan-pelan ! Sesungguhnya wanita ini adalah Shafiyah binti Huyai” (istri Rasulullah sendiri. Berdasarkan banyak dalil dalam hal ini. Maka Nabi shalallahu „alaihi wasallam mengatakan : “Sesungguhnya setan mengalir pada seseorag seperti mengalirnya darah Dan sungguh aku khawatir kalau setan membisikkan pada hati kalian berdua kejelekan atau beliau mengucap sesuatu. Berdasarkan ucapan „Aisyah radhiyallahu „anha : “Telah I‟tikaf bersama Nabi shalallahu „alaihi wasallam seorang wanita yang isthihadhah (didalam sebuah riwayat dia adalah Umm Salamah) diantara isteri-isterinya dan dalam keadaan dia masih melihat kemerahan. 3. riwayat yang lain adlah riwayat Said bin Manshur seperti terdapat dalam “Fathul Bari”4/281. (Riwayat Bukhari. Bahkan dibolehkan bagi wanita untuk I‟tikaf bersama suaminya. Akan tetapi Darimi menyebutnya “Zaenab” 1/22 Wallahu a‟lam. catatan kaki no.35. Muslim dan Abu Dawud tambahan. bahkan kadang-kadang kami meletakkan bejana di bawahnya dalam keadaan dia tetap shalat”. diizinkan waki-walinya untuk itu. serta aman dari fitnah dan tidak berkhalwat (menyendiri) dengan kaum lelaki. kekuningan. Jima‟ membatalkan I‟tikaf berdasarkan firman Allah : “Dan jangan kalian gauli mereka sedang kalian dalam ibadah I‟tikaf (di masjid)”.

Penerjemah : Al-Ustadz Qomar Su‟aidi. “Maha suci Engkau ya Allah dan dengan memuji-Mu. juga menambahnya dengan tambahan-tambahan baru. karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani. Dan tidak ada kafarah bagi dia karena tidak terdapat dalil dari Nabi shalallahu „alaihi wasallam dan para sahabatnya. edisi Indonesia “Shalat Tarawih Bersama Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam ”. dengan pena penulisnya pada fajar hari ahad 26 Rajab tahun 1406 H. '08 10:51 PM untuk semuanya .salafy.or. aku minta ampun kepada-Mu dan bertaubat Kepada-Mu.84 . (Dinukil dari terjemah kitab "Qiyamu Ramadhan". Sumber artikel : http://www. dan hendaklah dia memulainya kembali. Hal : 72 . semoga Allah Subhanahu wa Ta‟ala memberikan Shalawat dan salam-Nya kepada Nabi shalallahu „alaihi wasallam yang ummi. aku bersaksi bahwa tiada Illah yang hak melainkan Engkau. Penerbit “Cahaya Tauhid Press”) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.php?id_artikel=762 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar I'tikaf seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11.Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu „anhu : “Jika seorang yang I‟tikaf melakukan jima‟ bata.” Selesai mengoreksi dan membenahinya. Bab “I‟tikaf”.” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah 3/920 dan Abdurrazzaq 4/363 dengan sanad yang shahih dan yang dimaksud dari kata (Ista‟nafa) dalam lafadz 2 hadist adalah mengulangi I‟tikafnya). juga kepada keluarga dan sahabatnya. I‟tikafnya.id/print.

karena kusutnya hati tidak akan sembuh kecuali dengan menghadapkan(nya) kepada Allah 'Azza wa Jalla. 20 Oktober 2004. dan disyari‟atkannya (I‟tikaf) berdasarkan maslahah (kebaikan yang akan diperoleh) hingga seorang hamba dapat mengambil manfaat dari amalan tersebut baik di dunia maupun di akhirat kelak. hanya menyibukkan diri kepada Allah semata. dan akan membersihkan kecenderungan syahwat pada hati yang (mana syahwat tersebut) dapat merintangi perjalanan hati menuju Allah 'Azza wa Jalla. bertafakur dalam mendapatkan keridhaan dengan sesuatu yang mendekatkan dirinya kepada Allah. dan jadilah keinginan semua kepada-Nya dan semua betikanbetikan hati dengan mengingat-Nya. dan menyalurkannya dengan menghadapkan hati tersebut kepada Allah 'Azza wa Jalla secara menyeluruh. berkhalwat dengan-Nya dan memutuskan (segala) kesibukan dengan makhluk.I'tikaf seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: yaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. Hingga jadilah meng-ingat-Nya. yang menyebabkan dia . Sedangkan makan dan minum dengan berlebih-lebihan dan berlebih-lebihan dalam bergaul. Hikmahnya Al 'Allamah Ibnul Qayyim berkata: “Manakala hadir dalam keadaan sehat dan istiqomah (konsisten) di atas rute perjalanan menuju Allah 'Azza wa Jalla tergantung pada kumpulnya (unsur pendukung) hati tersebut kepada Allah. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh. terlalu banyak bicara dan tidur. 04:36:21 1. menghalangi dan menghentikannya. Dan disyari‟atkannya I‟tikaf bagi mereka yang mana maksudnya serta ruhnya adalah berdiamnya hati kepada Allah 'Azza wa Jalla dan kumpulnya hati kepada Allah. kecintaan dan penghadapan kepadaNya sebagai ganti kesedihan (duka) hati dan betikan-betikannya. termasuk dari unsur-unsur yang menjadikan hati bertambah berantakan (kusut) dan mencerai beraikan hati di setiap tempat. sehingga ia mampu mencurahkan kepada-Nya. dan (hal-hal tersebut) akan memutuskan perjalanan hati menuju Allah atau akan melemahkannya. Sehingga bermesraan dengan berkhalwat dengan Allah sebagai ganti kelembutannya terhadap makhluk. Rahmat Allah Yang Maha Perkasa lagi Penyayang menghendaki untuk mensyari‟atkan bagi mereka puasa yang menyebabkan hilangnya kelebihan makan dan minum pada hambaNya.

] 3.164) [Al Mishbahul Munir (3/424) oleh Al Fayumi. Makna I‟tikaf Yaitu berdiam(tinggal) di atas sesuatu. dan (manakala) tidak ada lagi yang membahagiakan (dirinya) selain daripada-Nya. beliau (pun) beri‟tikaf selama dua puluh hari. Syarat-syarat I‟tikaf .165)[ Riwayat Bukhari (4/226) dan Muslim (1173)] Dan Umar pernah bertanya kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam “Wahai Rasulullah (Shalallahu 'alaihi wassalam). 166)[ Riwayat Bukhari (4/237) dan Muslim (1656)] Yang paling utama (yaitu) pada bulan Ramadhan berdasarkan hadits Abu Hurairah Radiyallahu 'anhu (bahwasanya) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam sering beri‟tikaf pada setiap Ramadhan selama sepuluh hari dan manakala tibanya tahun yang mana beliau diwafatkan padanya. dapat dikatakan bagi orang-orang yang tinggal di masjid dan menegakkan ibadah di dalamnya sebagai Mu‟takif dan „Akif. Disyari‟atkannya I‟tikaf Disunnahkannya pada bulan Ramadhan dan bulan yang lainnya sepanjang tahun. 168) [Riwayat Bukhari (4/266) dan Muslim (1173) dari Aisyah] 4. dan Lisanul Arab (9/252) oleh Ibnu Mandhur. maka inilah maksud dari I‟tikaf yang agung itu”.” Beliau bersabda: “Tunaikanlah nadzarmu.berbuat demikian adalah karena kelembutannya tersebut kepada Allah pada hari kesedihan di dalam kubur mankala sudah tidak ada lagi yang berbuat lembut kepadanya.163) [ Zaadul Ma‟ad (2/86-87)] 2. sesungguhnya aku ini pernah nadzar pada jaman jahiliyyah (dahulu).” Maka ia (Umar) pun beri‟tikaf pada malam harinya. (yaitu) aku akan beri‟tikaf pada malam hari di Masjidil Haram. Telah shahih bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam beri‟tikaf pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Syawwal. 167)[ Riwayat Bukhari (4/245] Dan yang lebih utama yaitu pada akhir bulan Ramadhan karena Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam seringkali beri‟tikaf pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Ramadhan hingga Allah Yang Maha Perkasa dan Mulia mewafatkan beliau.

a.”172) [hadits riwayat Bukhari (1/342) dan Muslim (297) dan lihat Mukhtasar Shahih Bukhari no. dapat dilihat takhrijnya serta pembicaraan mengenai hal ini pada kitab yang berjudul Al Inshaf fi Ahkamil I‟tikaf oleh Ali Hasan Abdul Hamid] c. Perkara-perkara yang boleh dilakukan: a. Tidak disyari‟atkan kecuali di masjid. Diperbolehkan keluar masjid jika ada hajat. Al Baqarah: 187) b. 5. boleh mengeluarkan kepalanya dari masjid untuk dicuci dan disisir (rambutnya). dishahihkan oleh para imam serta para ulama. Dan masjid-masjid di sini bukanlah secara mutlak (seluruh masjid. tapi telah dibatasi oleh hadits shahih yang mulia (yaitu) sabda beliau Shalallahu 'alaihi wassalam : “Tidak ada I‟tikaf kecuali pada tiga masjid (saja). Dan sunnahnya bagi orang-orang yang beri‟tikaf (yaitu) hendaknya berpuasa sebagaimana dalam (riwayat) Aisyah Radiyallahu 'anha yang telah disebutkan.171) [ Dikeluarkan oleh Abdul Razak dalam Al Mushannaf (8037) dan riwayat (8033) dengan maknanya dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas]. . Orang yang sedang I‟tikaf dan yang lainnya diperbolehkan untuk berwudhu di masjid berdasarkan ucapan salah seorang pembantu Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam: “Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam berwudlu di dalam masjid dengan wudlu yang ringan. Lihat Zadul Masir (1/193) oleh Ibnul Jauzi].167 oleh Syaikh kami Al Albani rahimahullah dan Jami‟ul Ushul (1/3451) oleh Ibnu Atsir]. berdasarkan firman-Nya Ta‟ala: “Dan janganlah kamu mencampuri mereka itu169) [ Yakni “Janganlah kamu menjimaki mereka”. b. (QS.”170) [Hadits tersebut shahih. padahal beliau sedang I‟tikaf di masjid [“dan aku berada dalam kamarku”] kemudian aku sisir rambutnya (dalam riwayat lain: “aku cuci rambutnya”) [“dan antara aku dan beliau (ada) utbah pintu”] {“dan waktu itu aku sedang haidh”] dan adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam tidak masuk ke rumah kecuali untuk (menunaikan) hajat (manusia) ketika sedang I‟tikaf.”173) [Dikeluarkan oleh Ahmad (5/364) dengan sanad yang shahih]. Pendapat tersebut merupakan pendapat jumhur (ulama). pent). Aisyah Radiyallahu 'anha berkata: “Dan sesungguhnya rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam pernah memasukkan kepalanya kepadaku.

-tempat tinggal Shafiyyah yaitu rumah Usamah bin Zaid. d. kemudian aku bangun untuk kembali. 6. sebagaiman yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radiyallahu 'anhuma bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam jika I‟tikaf dihamparkan untuknya kasur atau diletakkan untuknya ranjang di belakang tiang At Taubah. sebagaiman yang dikatakan oleh Al Bushiri dari dua jalan . Diperbolehkan bagi seorang isteri untuk mengunjungi suaminya yang berada di tempat I‟tikaf. red)” . maka keduanyapun bergegas.[sesampainya di samping pintu masjid yang terletak di samping pintu Ummu Salamah] lewatlah dua orang laki-laki-laki-laki dari kalangan Anshar dan ketika keduanya melihat Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam.176) [Dikeluarkan oleh Ibnu Majah (642-zawaidnya) an Al baihaqi. karena Aisyah Radiyallahu 'anha (pernah) membuat kemah (yang terbuat dari bulu atau wool yang tersusun dengan dua atau tiga tiang) apabila beliau beri‟tikaf174) [Sebagaimana dalam shahih Bukhari (4/226)] dan hal ini atas perintah Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam 175) [Sebagaimana dalam Shahih Muslim (1173)]. ya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. ini bukanlah sesuatu yang kami benci]. Dan diperbolehkan bagi orang yang sedang I‟tikaf untuk mendirikan tenda (kemah) kecil pada bagian di belakang masjid sebagai tempat dia beri‟tikaf. Dan diperbolehkan bagi orang yang sedang beri‟tikaf untuk meletakkan kasur atau ranjangnya di dalam tenda tersebut. kemudian keduanya berkata: “Subhanallah (Maha Suci Allah). Dan sanadnya hasan].I‟tikafnya wanita dan kunjungannya ke masjid a. kemudian Nabi-pun bersabda: “Tenanglah177)[Janganlah kalian terburu-buru. [maka beliaupun berkata: jangan engkau tergesa-gesa sampai aku bisa mengantarmu] kemudian beliau berdiri bersamaku untuk mengantarkan aku pulang. Shafiyyah Radiyallahu 'anha berkata: “Dahulu Nabi (Shalallahu 'alaihi wassalam) (tatkala beliau sedang) I‟tikaf [pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Ramadhan] aku datang mengunjunginya pada malam hari [ketika itu di sisinya ada beberapa isteri beliau sedang bergembira ria] maka akupun berbincang sejenak.” Beliaupun bersabda: “Sesungguhnya syetan itu menjalar (menggoda) anak Adam pada . dan suaminya diperbolehkan mengantar isteri sampai ke pintu masjid. ini adalah Shafiyyah bintu Huyay (istri Rasulullah sendiri.c.

berdasarkan dalil-dali yang banyak mengenai larangan berkhalwat dan kaidah Fiqhiyah: “ Menolak kerusakan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat. Seorang wanita boleh I‟tikaf dengan didampingi suaminya ataupun sendirian. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid.Malam Seribu Bulan Sep 11. Sumber artikel : http://www. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly.id/print.” (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). '08 10:50 PM untuk semuanya .or. kemudian isteri-isteri beliau I‟tikaf setelah itu. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan.”179)[ Telah lewat takhrijnya] berkata Syaikh kami (yakni Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani Rahimahullah-pent): “pada atsar tersebut ada suatu dalil yang menunjukkan atas bolehnya wanita I‟tikaf dan tidak diragukan lagi bahwa hal itu dibatasi (dengan catatan) adanya izin dari wali-wali mereka dan aman dari fitnah. Ke 5 th 1416 H.php?id_artikel=761 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Malam Lailatul Qadar .salafy.aliran darahnya dan sesungguhnya aku khawatir akan bersarangnya kejelekan di hati kalianatau beliau berkata: sesuatu-“178) [Dikeluarkan oleh Bukhari (4/240) dan Muslim (2157) dan tambahan yang terakhir ada pada Abu daud (7/142-143 di dalam Aunul Ma‟bud)] b. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Bab "I'tikaf". Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Berdasarkan ucapan Aisyah Radiyallahu 'anha: “Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam I‟tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan sampai Al mewafatkan beliau.

Malam Lailatul Qadar . 1.Malam Seribu Bulan Penulis: yaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. [5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. red). [4] Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang ٤﴾ ٥﴾ . Ummat Islam yang mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan tidak pula menancapkan anak-anak panah untuk memperingati malam ini (malam Lailatul Qodar/Nuzul Qur'an. [2] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. ayat-ayat Qur'aniyah dan hadits-hadits Nabawiyyah yang shahih yang menjelaskan tentang malam tersebut. 18 Oktober 2004. [4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. [QS Al Qadar: 1 . 05:19:43 Malam Lailatul Qadar Keutamaannya sangat besar. Allah berfirman : ١﴾ ٤﴾ ٢﴾ ٥﴾ [ ‫]٥ .١ : قل‬ ٣﴾ (yang artinya) [1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. akan tetapi mereka bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah. karena malam ini menyaksikan turunnya Al Quran Al Karim yang membimbing orang-orang yang berpegang dengannya ke jalan kemuliaan dan mengangkatnya ke derajat yang mulia dan abadi. Inilah wahai saudaraku muslim.٣ : خ ل‬ (yang artinya) : "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.5] Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan nan penuh hikmah : ٣﴾ ٦﴾ [ ‫]٦ . Keutamaan Malam Lailatul Qadar Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Fiqh.

Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam menjawab sesuai yang ditanyakan. (Sebagaimana dinukil al Baghawi dalam Syarhus Sunnah (6/388)."[QS Ad Dukhoon: 3 .” (Lihat maraji‟ diatas). karena riwayat Ibnu Umar (dia berkata) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “Carilah di sepuluh hari terakhir. beliau menjawab : “Carilah di malam tersebut.6] 2.” (HR Bukari 4/221 dan Muslim 1165). maka barangsiapa ingin mencarinya. pemberitahuan ini ada karena perdebatan para sahabat. [5] (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Waktunya Diriwayatkan dari Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam bahwa malam tersebut terjadi pada malam tanggal 21. jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya. Imam Al Iraqi telah mengarang satu risalah khusus diberi judul Syarh Shadr bidzkri Lailatul Qadar. 27. terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada malam terakhir bulan Ramadhan. wallahu a‟lam.”. ia berkata Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam keluar pada malam Lailatul Qadar. 29 dan akhir malam bulan Ramadhan. dia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam beri‟tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda : (yang artinya) “Carilah malam Lailatur Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.penuh hikmah. 23. lihatlah). berdasarkan hadits „Aisyah Radiyallahu „anha. Dari Ubadah bin Shamit Radiyallahu „anhu. membawakan perkatan para ulama dalam masalah ini. beliau bersabda : “Aku . (HR Bukhari 4/255 dan Muslim 1169) Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu. ada dua orang sahabat berdebat. carilah pada tujuh hari yang terakhir. 25. [6] sebagai rahmat dari Tuhanmu. Imam Syafi‟I berkata : “Menurut pemahamanku. ketika ditanyakan kepada beliau : “Apakah kami mencarinya di malam hari?”. (Pendapat-pendapat yang ada dalam masalah ini berbeda-beda. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul. janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir. Ini menafsirkan sabdanya : (yang artinya) “Aku melihat mimpi kalian telah terjadi.”. Pendapat yang paling kuat. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Telah diketahui dalam sunnah.

Oleh karena itu. Maka dengan ini. maka carilah pada malam 29. barangsiapa yang diharamkan untuk mendapatkannya. Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu. semoga ini lebih baik bagi kalian. . Paling benarnya pendapat lailatul qadr adalah pada tanggal ganjil 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan. tidak ada masalah. 25. yang menunjukkan hal ini adalah hadits Aisyah. melainkan (bagi) orang yang diharamkan (untuk mendapatkannya). (HR Bukhari 4/232). 27 dan 29. Kesimpulannya : Jika seseorang muslim mencari malam Lailatul Qadar. Ia berkata : “Adalah Rasulullah beri‟tikaf pada 10 terakhir pada bulan Ramadhan dan berkata : “Selidikilah malam lailatul qadr pada tanggal ganjil 10 terakhir bulan Ramadhan”. Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar Sesungguhnya malam yang diberkahi ini. 3. 21. jika (telah) berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu. dan telah banyak hadits yang lebih menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar itu ada pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan. sedang hadits kedua adalah khusus.25 (dan dalam riwayat lain : tujuh. Kalau lemah dan tidak mampu mencari ppada sepuluh hari terakhir. cocoklah hadits-hadits tersebut. sembilan. Hadits yang pertama sifatnya umum. dianjurkan bagi muslimin (agar) bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahalaNya yang besar. maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25. bahkan bersatu tidak terpisahkan. Telah banyak hadits yang mengisyaratkan bahwa malam Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir. 27 dan 29. yang lainnya menegaskan di malam ganjil sepuluh hari terakhir. tetapi ini dibatasi kalau tidak mampu dan lemah.keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Laitul Qadar. (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759).27. 23. Wallahu a‟lam. tetapi fulan dan fulan (dua orang) berdebat hingga diangkat tidak bisa lagi diketahui kapan lailatul qadar terjadi). maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya). maka riwayat yang khusus lebih diutamakan daripada yang umum. tidak saling bertentangan. carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir. lima).

(HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759) Disunnahkan untuk memperbanyak do‟a pada malam tersebut.” (HR Muslim 1174). Ya Allah. menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya. Juga dari „Aisyah Radiyallahu „anha. Beliau menjawab. “Adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan). beliau mengencangkan kainnya (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah. menghidupkannya dengan ibadah dan menjauhi wanita. (HR Tirmidzi (3760). Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan.) Saudaraku – semoga Allah memberkahimu dan memberi taufiq kepadamu untuk mentaatiNya – engkau telah mengetahui bagaimana keadaan malam Lailatul Qadar (dan keutamaannya) maka bangunlah (untuk menegakkan sholat) pada sepuluh malam hari terakhir. “Allahumma innaka „afuwwun tuhibbul „afwa fa‟fu „annii. karya ibnu Rajab al Hanbali. Dari Aisyah Radiyallahu „anha. Lihat syarahnya Bughyatul Insan fi Wadhaifi Ramadhan.” (HR Bukhari 4/233 dan Muslim 1174). (dia berkata) : “Adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir). yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya. “ Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah.Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya). Tanda-tandanya . perintahkan kepada istrimu dan keluargamu untuk itu dan perbanyaklah amalan ketaatan.”. Ibnu Majah (3850).” yang telah lalu. (dia) berkata : “Aku bertanya. maka ampunilah aku. halaman 55-57. sanadnya shahih. menyingsingkan badan untuk mencari Lailatul Qadar). 4. Ya Rasulullah (Shalallahu 'alaihi wassalam). dari Aisyah. apa yang harus aku ucapkan ?”. Telah diriwayatkan dari Sayyidah „Aisyah Radiyallahu „anha. maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi).

matahari terbit tanpa sinar menyilaukan. Ibnu Khuzaimah (3/231).salafy. Dari Abu Hurairah. sanadnya hasan). penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata.or.” (HR Muslim 762). seperti bejana hingga meninggi. Bab "Malam Lailatul Qadar". (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan. (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Bazzar (1/486). ia berkata : Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam beliau bersabda : (yang artinya) “Siapa diantara kalian yang ingat ketika terbit bulan. Ke 5 th 1416 H. syiq artinya setengah. karena bulan tidak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan. Sumber artikel : http://www. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. tidak panas dan tidak juga dingin. Al Qadli „Iyadh berkata :”Dalam hadits ini ada isyarata bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan.id/print. ia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “Pagi hari malam Lailatul Qadar. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Dari Ubay Radiyallahu „anhu. cerah. ia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “ (Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah.”) Dan dari Ibnu Abbas Radiyallahu „anhu.” (HR Thyalisi (349).php?id_artikel=757 Kata kunci: “tauziah series” . Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan.Ketahuilah hamba yang taat – mudah-mudahan Allah menguatkanmu dengan ruh dariNya dan membantu dengan pertolongaNya – sesungguhnya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam menggambarkan paginya malam Lailatul Qadar agar seorang muslim mengetahuinya. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Perkataannya “Syiqi Jafnah”. seperti syiqi jafnah.” (HR Muslim 1170. jafnah artinya bejana.

sebagaimana akan datang penjelasannya dari Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu. 2. hendaknya membayar fidyah. bahwasanya ayat ini adalah khusus bagi orang yang sudah tua renta (baik laki-laki maupun perempuan). ibu hamil dan menyusui. jika dikhawatirkan keadaan keduanya. dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala (yang artinya) “Dan orang-orang yang tidak mampu berpuasa. bahwasanya dalam pembahasan yang lalu ayat ini mansukh (sudah dihapuskan hukumnya. maka hendaknya mereka memberi makan setiap hari atas seorang miskin. Sisi pendalilannya. (HR Bukhari 8/135). red) seorang miskin. orang yang sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya. Bagi Siapa Fidyah itu ? Bagi ibu hamil dan menyusui jika dikhawatirkan keadaan keduanya. tetapi ada riwayat dari Ibnu Abbas yang menegaskan bahwa ayat ini tidak mansukh dan ini berlaku bagi laki-laki dan wanita yang sudah tua dan bagi yang tidak mampu berpuasa. dengan memberi makan seorang miskin”. maka diperbolehkan berbuka dan memberi makan setiap harinya (yang ditinggalkan. Syaikh Ali Hasan Abdul Hami Fiqh. (QS Al Baqarah 184). 05:32:06 Fidyah 1. Penjelasan Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu Engkau telah mengetahui wahai saudaraku seiman. 17 Oktober 2004. '08 10:46 PM untuk semuanya Siapa yang layak membayar fidyah secara syar'i ? Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. red) berdasarkan dua hadits Abdullah bin Umar dan Salamah bin Al Akwa Radiyallahu 'anhu.tidak ada komentar Siapa yang layak membayar fidyah secara syar'i ? Sep 11. .

kemudian dimansukh oleh ayat (yang artinya) : “Karena itu. Naskh dalam bahasa Arab menjelaskan maksud tanpa memakai lafadz tersebut. Sebagian orang ada yang melihat zhahir riwayat yang lalu. adapun mengkhususkan atau mengaitkan atau menunjukkan yang mutlak kepada muqayyad. hingga mereka menyangka Hibrul Ummah (Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu) menyelisihi jumhur. (Ibnu Jarud (381). mereka menyangka adanya saling pertentangan!!!.” (QS Al Baqarah 185). Al Baihaqi (4/230). bahkan (bisa juga) dengan sebab dari luar. zhahir dan selainnya. penjelasannya. yaitu riwayat Bukhari pada kitab Tafsir dalam shahihnya yang menegaskan tidak adanya naskh (dalil yang menghapuskan. Telah sahih bagi kakek dan nenek yang sudah tua jika tidak mampu berpuasa. lebih khusus lagi jika engkau mengetahui bahwasanya beliau menegaskan adanya mansukh. red). tetapi dalam pengertian orang-orang terdahulu. (Lihat I‟lamul Muwaqi‟in 1/35 karya Ibnu Qayyim dan Al Muwafaqat (3/118) karya Asy Syathibi). Yang Benar Ayat Tersebut (Al Baqarah 185) Mansukh Yang benar dan tidak diragukan lagi ayat tersebut adalah mansukh. syarat dan sifat sebagai „naskh‟. barangsiapa diantara kamu hadir di bulan itu (Ramadhan –ed) maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. penafsirannya. Dalam riwayat lain (disebutkan) : “Diberi rukhsah (keringanan.Oleh karena itulah Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu dianggap menyelisihi jumhur shahabat atau pendapatnya saling bertentangan. Abu Daud (2318) sanadnya shahih). ibu hamil dan menyusui yang khawatir keadaan keduanya untuk berbuka. kemudian memberi makan setiap harinya seorang miskin. Karena padanya mengandung penghilangan makna dan zhahir maksud lafadz tersebut. sehingga mereka menamakan istitsna‟ (pengecualian). mutlak. 3. . hendaknya memberi makan seorang yang miskin dan tidak ada qadha‟. red) bagi laki-laki dan perempuan yang sudah tua renta yang tidak mampu berpuasa. tetapi tatkala diberikan riwayat yang menegaskan adanya naskh. karena salafush shalih Radiyallahu 'anhu menggunakan kata „naskh‟ untuk menghilangkan pemakaian dalil-dalil umum.

Ayat Tersebut Bersifat Umum Yang menguatkan hal ini. serta berpendapat bahwa makna ayat mansukh bagi orang yang mampu berpuasa.Sudah diketahui bahwa barangsiapa yang memperhatikan perkataan mereka (orang Arab) akan melihat banyak sekali contoh masalah tersebut. tetapi masalah ini akan hilang jika jelas bagimu bahwa hadits tersebut hanya sebagai dalil bukan membatasi orangnya. atau tidak biasa puasa. kemudian dihapus (dinaskh). yang mengandung penghilangan hukum syar‟i terdahulu dengan dalil syar‟i mutakahirin yang dinisbatkan kepada mukallaf.” (QS Al Baqarah 185). barangsiapa diantara kamu hadir di bulan itu (Ramadhan –ed) maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Penguat hal ini dari sunnah adalah apa yang diriwayatkan Imam Muslim dari Salamah bin al Akwa Radiyallahu 'anhu : “Kami pernah pada bulan Ramadhan bersama Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. red) itu jika penyebutan mereka bukan sebagai dalil ataupun pembatasan ? Jika engkau telah merasa jelas dan yakin. Jika rukhshah tersebut hanya untuk laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia saja. Yang menguatkan akan hal ini adalah pernyataan Ibnu Abbas dalam riwayat yang menjelaskan adanya naskh : “Telah tetap bagi laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia . Mungkin adanya masalah itu terjadi karena hadits Ibnu Abbas yang menegaskan adanya nash bahwa rukhshah itu untuk laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia dan tidak mampu berpuasa. maka berpuasalah. barangsiapa yang mau berpuasa. tetapi harus berbuka dengan memberi fidyah kepada seorang miskin. dan barangsiapa yang mau berbuka maka berbukalah. dan tidak mansukh bagi orang yang tidak mampu berpuasa. ayat diatas adalah bersifat umum bagi seluruh mukallaf yang mencakup orang yang biasa berpuasa. sehingga akan hilanglah musykilah (problema) yang disebabkan memaknakan perkataan salafus shalih dengan pengertian yang baru. hukum pertama mansukh dengan dalil al Qur‟an adapun hukum kedua dengan dalil dari Sunnah dan tidak akan dihapus sampai hari Kiamat. hingga turun ayat (yang artinya) : “Karena itu. dalil untuk memahami hal ini terdapat pada hadits itusendiri. hingga tetap berlaku bagi laki-laki dan wanita yang lanjut usia. maka apa makna rukhsah yang ditetapkan dan yang dinafikan (ditolak. 4.

Ahmad dalam Musnad (5/246-247) dan sanadnya shahih. demikianlah diisyaratkan oleh al Qurthubi dalam tafsirnya. Dua hadits ini menjelaskan bahwa ayat ini mansukh bagi orang yang mampu berpuasa dan tidak mansukh bagi orang yang tidak mampu berpuasa. 2/288). inilah keadaan keduanya…” (HR Abu Daud dalam Sunannya (507). Allah menetapkan puasa bagi orang mukim dan sehat. sampai kemudian Allah mewajibkan puasa (Ramadhan) turunlah ayat : “Hai orang-orang yang beriman. Hadits Ibnu Abbas dan Muadz hanya ijtihad ? Mungkin engkau menyangka wahai saudara muslim. diwajibkan atas kalian berpuasa…” (QS Al Baqarah 183). dengan keterangan ini jelaslah bahwa naskh dalam pemahaman shahabat berlawanan dengan pengkhususan dan pembatasan di kalangan ahli ushul mutaakhirin. dan puasa Asyura‟. menetapkan puasa selama tiga hari setiap bulannya. serta wanita yang hamil dan menyusui juka khawatir akan keadaan keduanya. (Al Jami‟ li Ahkamil Qur‟an. yakni ayat ini dikhususkan.” Dan yang menambah jelas lagi hadits Mu‟adz bin Jabal Radiyallahu 'anhu : “Adapun keadaan-keadaan puasa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam saat datang ke Madinah. yakni ayat ini dikhususkan.dan tidak mampu berpuasa. Oleh karena itu Ibnu Abbas Radliyallahu 'anhu mencocoki sahabat. apa yang telah tsabit (tetap penyebutannya) dari Ibnu Abbas dan Mu‟adz hanyalah semata-mata pendapat. serta memberi keringanan (rukhshah) bagi orang yang sakit dan musafir dan menetapkan fidyah bagi orang tua yang tidak mampu berpuasa. haditsnya mencocoki dua hadits yang lainnya (yaitu) hadits Ibnu Umar dan Salamah bin Al Akwa Radhiyallahu 'anhu dan juga tidak saling bertentangan. Al Baihaqi dalam sunannya (4/200). untuk berbuka dan memberi makan orang miskin setiap harinya. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan ayat : (yang artinya) “Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkan padanya Al Qur‟an…” (QS Al Baqarah 185). Perkataannya tidak mansukh ditafsirkan oleh perkataannya : “itu mansukh”. ijtihad dan pengkabaran. sehingga tidak bisa naik ke tingkatan hadits marfu‟ yang bisa mengkhususkan . 5.

c.” (Al Baihaqi dalam as Sunan (4/230) dari jalan Imam Syafi‟I. Ibnu Umar pun menyuruhnya berbuka dan memberi makan seorang miskin. beliau berkata : “Berbuka dan gantinya memberi makan satu mud gandum setiap harinya kepada seorang miskin. darimana beliau mengambil hukum ini? Tidak diragukan lagi beliau mengambil dari Sunnah. dan berilah makan orang miskin setiap harinya dan tidak perlu mengqadha‟. membatasi yang mutlak dan menafsirkan yang global. (Sebagaimana dinashkan oleh Ibnu Qudamah dalam Al Mughni (3/21)). red).perkara yang sifatnya umum dalam al Qur‟an. Dari jalan yang ketiga : Anak perempuan Ibnu Umar adalah istri seorang Quraisy. dan hamil. Dua hadist ini memiliki hukum marfu‟ menurut kesepakatan ahlul ilmi tentang hadits Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. sanadnya shahih). Dari Malik dari Nafi‟ bahwasanya Ibnu Umar ditanya tentang seorang wanita yang hamil jika mengkhawatrkan anaknya. Dan dia kehausan ketika puasa Ramadhan. beliau menjawab : “Berbukalah. (Lihat Tadribur Rawi (1/192-193) karya Imam Suyuthi. yakni dua sahabat ini menyaksikan wahyu dan turunnya al Qur‟an. „Ulumul Hadits (24) karya Ibnu Shalah). Tidak ada sahabat yang menentang Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu. maka jawabannya adalah sebagai berikut : a. b. karena dua hadits ini ada dalam tafsir ketika menjelaskan asbabun nuzul. 6.” Dari jalan lain beliau meriwayatkan : Seorang wanita yang hamil bertanya kepada Ibnu Umar. Wanita Hamil dan Menyusui Gugur Puasanya . mengabarkan ayat Al Qur‟an. beliau (Ibnu Umar) berkata : “Seorang wanita hamil dan menyusui boleh berbuka dan tidak mengqadha‟. sanadnya jayyid”. bahwa turunnya begini. Daruquthni meriwayatkan (1/207) dari Ibnu Umar dan beliau menshahihkannya. maka ini adalah hadits yang musnad. Seorang yang beriman mencintai Allah dan RasulNya tidak boleh menyelisihi dua hadits ini jika ia anggap shahih. terlebih lagi beliau tidak sendirian tapi disepakati oleh Abdullah bin Umar yang meriwayatkan bahwa hadits ini mansukh (sudah dibatalkan. Ibnu Abbas menetapkan hukum ini bagi wanita yang menyusui dan hamil.

Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Edisi Indonesia) Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. Musafir Gugur Puasanya dan Wajib mengqadha‟ Barangsiapa menyangka gugurnya puasa wanita hamil dan menyusui sama dengan musafir sehingga mengharuskan qadha‟. Maka jelaslah bagi kalian. Dan Allah menjelaskan makna gugurnya puasa bagi yang tidak mampu menjalankannya dalam firmanNya : (yang artinya) “Dan wajib orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah (yaitu) : memberi makan seorang miskin. bahwa wanita hamil dan menyusui termasuk orang yang tercakup dalam ayat itu. bahwa ayat ini adalah khusus untuk mereka.Keterangan ini menjelaskan makna : “Allah menggugurkan kewajiban puasa dari wanita hamil dan menyusui”.id/print. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. yakni dibatasi “kalau mengkhawatirkan diri dan anaknya”. Ke 5 th 1416 H. dia bayar fidyah tidak mengqadha‟. '08 10:45 PM . (Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. Sumber artikel : http://www.” (QS Al Baqarah 184).or.” (QS Al Baqarah 184). yang terdapat dalam hadits Anas yang lalu. Bab "Fidyah".” 7.php?id_artikel=756 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Kafarat / Denda dalam Puasa Ramadhan Sep 11.salafy. maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. perkataan ini tertolak karena al Qur‟an menjelaskan makna gugurnya puasa dari musafir : (yang artinya) “Barangsiapa diantara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H.

2. Tidak pernah terjadi hal seperti ini dalam riwayat-riwayat lain. namun tidak mampu mebebaskan seorang budak ataupun puasa (dua bulan berturut-turut) dan juga tidak mampu memberi makan (enam puluh orang miskin). dan orang yang berilmu menjadi hujjah atas yang tidak berilmu. karena itu berpegang dengan tertib sudah cukup. 08 November 2003.untuk semuanya Kafarat / Denda dalam Puasa Ramadhan Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly Fiqh. tentang laki-laki yang menjima'i isterinya di siang hari bulan Ramadhan. mereka sepakat menyatakan tentang batalnya puasanya karena jima'. Gugurnya kafarat Barang siapa yang telah wajib membayar kafarat. Ada yang mengatakan : kafarat jima' itu boleh dipilih secara tidak tertib (yaitu tidak urut seperti yang dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah. kalau tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut. Allah berfirman (yang artinya) : “ Allah tidak membebani jiwa kecuali sesuai kemampuan" [Al-Baqarah : 286] . karena tidak ada beban syari'at kecuali kalau ada kemampuan. -ed). Kafarat bagi laki-laki yang menjima'i isterinya Telah lewat hadits Abu Hurairah. maka gugurlah kewajibannya membayar kafarat. 04:08:20 1. baik bagi yang menyatakan boleh memilih atau tidak. maka riwayatnya lebih rajih karena perawinya lebih banyak jumlahnya dan padanya terdapat tambahan ilmu. bahwa dia harus mengqadha' puasanya dan membayar kafarat yaitu : membebaskan seorang budak. berbeda dengan sebaliknya. -ed) perawinya lebih banyak. tetapi yang meriwayatkan dengan tertib (sesuai urutannya. kalau tidak mampu maka memberi makan enam puluh orang miskin. yang menganggap lebih rajih yang tertib disebabkan karena tertib itu lebih hati-hati.

or.php?id_artikel=322 Kata kunci: “tauziah series” tidak ada komentar Petunjuk tentang Qunut Witir Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Sep 11. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. beliau hanya mewajibkan satu kafarat saja. Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya. '08 10:45 PM untuk semuanya Petunjuk tentang Qunut Witir Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam Penulis: Abul 'Abbaas Musa ibn John Richardson . Edisi Indonesia Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka Al-Mubarok (PMR). Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. karena ketika dikhabarkan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam perbuatan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan. Sumber artikel : http://www.salafy. penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. Wallahu 'alam Judul Asli : Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan.Dan dengan dalil Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menggugurkan kafarat dari orang tersebut. Kafarat hanya bagi laki-laki Seorang wanita tidak terkena kewajiban membayar kafarat. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. ketika mengabarkan kesulitannya dan memberinya satu wadah korma untuk memberikan keluarganya.id/print. 3. Ke 5 th 1416 H.

dari perspektif hadits dan perspektif fiqih (Disampaikan oleh Shaykh Muhammad Bin Umar bin Salim Bazmul saat mengajar di Universitas Umm al-Quraa. Saudi Arabia) Pelajaran terbagi menjadi dua bagian utama : Bagian Pertama: Riwayat-riwayat yang diperbincangkan kesahihannya Bagian Kedua : Masalah yang berhubungan dengan do'a qunut yang dilakukan dalam sholat Witir Penyusun mengumpulkan seluruh riwayat yang shahih dari Nabi (Shallallahu 'alaihi wasallam) dan pernyataan para sahabatnya yang berhubungan dengan qunut dalam sholat witir. termasuk madzhab Dhahiriyyah. dan mengambil kesimpulan.berargumentasi. 17:19:31 Judul Pelajaran : Penjelasan tentang do'a qunut yang dilakukan dalam sholat Witir. Beliau juga mengumpulkan dari madzhab fiqih terkenal yang telah yang menjelaskan tentangnya. Kemudian beliau mengumpulkan yang termasuk dalam kategori sahih. agar supaya membedakan antara (riwayat) orang-orang yang tak dapat diterima dan yang bisa diterima. Sebagian dari kesimpulan dalam studi (beliau) sebagai berikut: . memilah sesuai dengan riwayat yang sahih. 08 November 2004. menggunakan manhaj para Ulama meneliti.Fiqh. Penyusun kemudian kembali dan meneliti masalah tersebut satu-persatu. yang didasarkan semata-mata pada masalah yang berkenaan dengan doa qunut dalam sholat Witir. dalam rangka memusatkan pada prinsip dasar dalam pelajaran tersebut yang layak diambil.

6. yakni setiap malam yang telah ditetapkan adalah separuh malam terakhir dari bulan Ramadhan. Lihat Mushannaf 'Abdurrazzaq 3/120 dengan sanad yang shahih. demikian juga dikalukan oleh Hasan al-Bahsri. sanad hadits shahih (lihat 'Irwaul Ghalil 1/167 hadits no 426 dan . Muhammad bin 'Umar Bazmul hal 362-385. [Ishaq bin Rahawaih memilih qunut (witir) dilaksanakan sepanjang tahun. 3. red) diperbolehkan dilakukan semua sepanjang tahun. Ibnu Majah no 1182. Bahwa doa qunut dalam sholat witir (di bulan Ramadhan. bahwasanya 'Umar radiyallaahu 'anhu menyuruh Ubay radiyallaahu 'anhu mengimami shalat tarawih pd bulan Ramadhan. yakni dimulai dengan malam yang yang keenambelas. Do'a qunut dalam witir dapat dilakukan sebelum atau sesudah ruku'. Menyambung (di atas). HR Ibnu Abi Syaibah 2/305-306 atau 2/205]". terlebih jika sholat tersebut dilakukan berjamaah dengan orang-orang. HR Ibnu Abi Syaibah 2/205 no.[Dari 'Amr dari Hasan." Kata Abu Bakar Ibnu Abi Syaibah:"Ini atsar yang kami pegang.[Hadits Ubay bin Ka'ab:"bahwasanya Rasulullah shallallaahu 'alayhi wasallam qunut dalam shalat witir sebelum ruku'. walaupun yang terbaik dilaksanakan sebelum ruku'. dan beliau menyuruh Ubay radiyallaahu 'anhu untuk melakukan qunut pada pertengahan Ramadhan mulai malam 16 Ramadhan. dan tidak dikenal luas. Diperbolehkan melakukan doa qunut pada (malam) pertama dan kedua dari separoh bulan Ramadhaan. Qunut (semestinya) ditinggalkan saat separuh pertama dari bulan Ramadhaan. Serta Dari Ibrahim an-Nakha'i telah berkata 'Abdullah:"ia tidak pernah qunut Shubuh sepanjang tahun dan ia qunut witir setiap malam sebelum ruku'. 5.1.10] 4. Termasuk sunnah Nabi ( Shallallahu 'alaihi wasallam) yakni kadang-kadang melaksanakannya dan kadang-kadang meninggalkannya. simak Mukhtasar Qiyamullail 125. 2. sebab hal ini menyimpang dari Sunnah. HR Abu Dawud no 1427. ia menyebutkan dari Qatadah dan lainnya. lihat juga kitab at-Tarjih fii Masaailil Thaharah was Shalah oleh DR. Dan kata Ma'mar:"Sesungguhnya aku qunut witir sepanjang tahun kecuali awal Ramadhan sampai dengan pertengahan saya tidak qunut.

9. Tidak ada ketetapan yang mengharuskan orang-orang untuk berdo'a qunut dengan cara tertentu.Shahih Sunan Abi Dawud no 1266). (akan tetapi) melakukan qunut tersebut pada separuh terakhir. dan ini riwayat yg shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud dan 'Abdullah bin Umar radiyallaahu 'anhuma. Termasuk Sunnah. Dan sebagaimana hadits Hasan bin Ali radiyallaahu 'anhuma. karena ada dalil dari para Shahabat radiyallaahu 'anhuma di zaman Umar radiyallaahu 'anhu. untuk tidak memanjangkan do'a qunut. Diperbolehkan mengangkat tangan pada do'a qunut."Simak Diriwayatkan olsyaieh Ibnu Abi Syaibah 2/302 atau 2/202 no 12. Merupakan Sunnah bagi imam orang-orang untuk tidak berdo'a qunut pada separuh pertama bulan Ramadhaan. Syaikh Albani berkata sanadnya jayyid menurut syarat Muslim (Irwaa'ul Ghalil 2/166). dan yang terbaik adalah mencukupkan diri untuk merujuk pada apa yang telah yang diberitakan Nabi (Shallallahu 'alaihi wasallam). lalu shalawat kepada Nabi shallalaahu 'alayhi wasallam dan mendoakan kebaikan untuk kaum muslimin. 8. 12. serta memohon (dalam qunut) untuk membinasakan kaum kafir pada doa qunutnya. sebab cara yang terbaik adalah yang telah shahih riwayatnya. bahkan diriwayatkan dari jumhur Sahabat. dan para jama'ahnya mengucapkan "amiin". 10. Simak Qiyamu Ramadhan hal. sebagaimana diriwayatkan Ibrahim al-Qamah:"Sesungguhnya Ibnu Mas'ud dan para Sahabat Nabi shallallaahu 'alayhi wasallam qunut dalam shalat witir sebelum ruku'. atau membiarkan tangan tetap di . 11. sehingga dia hanya diperbolehkan untuk memperpanjang sesuai pernyataan yang telah tetap. ketika (memilih) berdoa qunut sebelum ruku'. Termasuk Sunnah adalah bahwa imam mengeraskan suaranya saat berdo'a qunut. tidak bebas melakukan apapun. dikatakan oleh al-hafizh dalam "Addirayah" sanadnya hasan.31-32] 7. Juga Syaikh al-Albani rahimahullah berkata : "Boleh juga doa qunut sesudah ruku' dan ditambah dengan melaknat orang2 kafir. pada pertengahan Ramadhan. Termasuk menyimpang dari Sunnah yakni bertakbir (Allahu akbar) sebelum dan sesudah qunut.

Sholat yang paling menyerupai sholat witir adalah paling adalah Maghrib. 15. Dan beliau berharap kiranya dapat membantu menghidupkan kembali manhaj Ulama' di (dalam) meneliti. 13. Apa saja yang dikerjakan dalam qunut nazilah (yang dilakukan dalam sholat wajib) juga dapat dikerjakan dalam doa qunut dalam sholat witir. semua cara ini diperbolehkan. dan keteguhan. [Dari abstrak pelajaran yang disampaikan Syaikh Muhammad Bazmul pada Universitas Umm al-Quraa. atau mengangkat tangan di awal qunut dan menurunkan tangan di akhir qunut. mengumpulkan dalil-dalil.samping (seperti posisi sebelumnya/tidak mengangkat tangan). sera memberikan bimbingan. Abdullaah ibn Mas‟ud dan Ubay ibn Ka‟b (semoga Allah meridloi keduanya) yang telah meriwayatkan banyak tentang do'a qunut di (dalam) sholat witir. sebab sholat Maghrib adalah witir di sore [/siang] hari. kecuali jika disana ada dalil khusus yang melarangnya. 17. Diperbolehkan mengucapkan shalawat kepada Nabi (Shallallahu 'alaihi wasallam) di (dalam) do'a qunut. 16. menerimanya dan menolaknya dalil dalam kaitan dengan kesahihannya. . Hal ini sesuai dengan prinsip bahwa sesuatu yang disahkan dalam amalan wajib adalah juga disahkan untuk amalan sunnah. Saudi Arabia] Masalah yang keempat: Apakah posisi tangan diangkat dalam do‟a qunut ? Berikut hukum yang ditetapkan dalam do‟a qunut : 1) Yakni seseorang mengangkat tangannya. dan kemudian membuat kesimpulan yang berdasar padanya. 14. Semoga Allaah mengabulkan doa penyusun. Tidak diizinkan untuk menyeka/menyapu wajah dengan tangan setelah qunut.

sebab beliau adalah sahabat Nabi dan perbuatan ini adalah tauqifi. Saudi Arabia) menyatakan : bahwa tindakan Ibn Mas'ud sesuai disini. Adapun dibentangkan dan saling berjauhan antara kedua tangan . red) untuk membinasakan kaum (kafir). Musa Abul-'Abbaas Musa ibn John Richardson ('Aziziyyah. dan setelah itu membiarkan tangannya di sampingnya. maka aku tidak mengetahui ada asalnya dalam Sunnah tidak pula dari perkataan ulama” 2) Yakni seseorang membiarkan tangannya berada disampingnya. Dalil (yang berkenaan dengan poin di atas): 1) Nabi (Shallallaahu „ alaihi wasallam) menaikkan tangannya yang digunakan untuk berdo‟a qunut an-nazilah. dan al-Baihaqi didalam Dalaa'il anNubuwwah dan As-Sunan Al-Kubraa. mengacu pada perbuatan Shahabat Nabi : "Mereka dahulu tidak menaikkan tangannya dalam Witir di bulan Ramadhan. al-Mu'jam as-Saghir. meminta dari orang lain agar memberikannya sesuatu. 3) Yakni seseorang mengangkat tangannya di awal qunut dan menurunkan tangannya di akhir qunut. Dan 'Abdullaah ibn Mas'ud dahulu mengangkat tangannya saat qunut. [Sahihh: Ahmad 3/137. Dan Allah Ta‟ala mengetahui yang terbaik. Makkah. . yakni memohon (kepada Allah. Lihat juga: Irwaa' Al-Ghalil ( 2/181)]. maka beliau tidak akan melakukan berbagai hal didalam shalat menurut pendapatnya sendiri.[keterangan ust Abu Hamzah Yusuf : Dzahir perkataan Ahlul ilmi (tentang kaifiyat mengangkat tangan) :” bahwasanya kedua tangan digandengkan seperti orang yang sedang memohon." 3) Az-Zuhri meriwayatkan bahwa Ibn Mas'ud dahulu mengangkat tangannya di(dalam) Witir. 2) Az-Zuhri meriwayatkan. melainkan beliau mempelajari hal tersebut dari Nabi (Shallallaahu „ alaihi wasallam). dibatasi oleh dalil.

berdasarkan pada prinsip yang disebutkan dalam kaidah berikut : “. yang mana [sholat Magrib ini merupakan. Ibn Khuzaimah (618). maka dapat diambil dalil melihat perbuatan Sahabat pada qunut an-naazilah (do‟a untuk memohon perlawanan atas orangorang (musuh. Dan telah disepakati oleh al-Haakim. dan al-Albaani (Irwaa' al-Ghalil:2/163). Hal ini telah tetap dalilnya dilakukan dalam sholat Maghrib. Ibn Khuzaimah. [Datang dari sahabat Ibnu Abbas radliyallahu „anhu] Dan Allah Ta‟ala mengetahui yang terbaik. dengan begitu diperbolehkan juga untuk melakukannya didalam sholat yang tidak wajib. al-Bayhaqi dalam as-Sunan alKubraa (2/200). . red) yang dilakukan pada sholat yang wajib). Abu Dawud (1443). al-Haakim (1/225). Hal ini didukung oleh bahwa amalan apapun yang disyariatkan dalam amalan wajib adalah juga disyariatkan dalam amalan sunnah..Masalah yang keenam: Apakah do‟a qunut dan ucapan “Amiin" para makmum/jama‟ah dilaksanakan dengan suara keras? [Ringkasan] Mengingat tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa mereka dulu (sahabat) mengucapkan "Amiin" di belakang imam mereka sepanjang qunut witr.. red] witir yang wajib. (1) Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits hasan dalam Musnad Ahmad (2746). karena ucapan mereka "Amiin" di belakang Imam dalam sholat adalah amalan (yang) dilaksanakan dalam sholat wajib. kecuali jika disana ada dalil khusus yang melarang hal tersebut. Apa saja yang telah ditetapkan untuk qunut nazilah (yang dilakukan pada sholat yang wajib) adalah juga dapat diamalkan dalam qunut pada sholat witir.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->