Alat dan Bahan yang ada di Laboratorium Kimia Beker gelas 1000 ml Bahan: gelas borosilikat.

Volume : 1000 ml. Berskala teratur dan permanen warna putih, tingkatan untuk percobaan siswa. Kegunaan Tempat untuk percobaan, proses difusi osmosis

Batang pengaduk Batang gelas, dengan ujung bulat dan ujung yang lain pipih. Panjang 15 cm. Kegunaan Pengocok larutan

Beker gelas 100 ml Bahan: gelas borosilikat. Volume : 100 ml. Berskala teratur dan permanen warna putih, tingkatan untuk percobaan siswa. Kegunaan Tempat membuat larutan

Boshead Dua pasang tempat jepitan, 2 pasang jepitan yang saling menyilang siku-siku. Kegunaan Penjepit klem universal

Erlenmeyer 100 ml Bahan: gelas borosilikat. Volume : 100 ml. Tingkatan untuk percobaan siswa.Mulut sempit. Kegunaan Tempat membuat larutan

Gambar dinding zat psikotropika Gambar dinding yang memuat gambar beberapa kemasan yang menggunakan zat aditif dan gambar/simbol zat psikotropika. Kegunaan Mengenali beberapa zat/makanan yang mengandung bahan aditif dan psikotropika.

Gelas ukur 100 ml Gelas dengan penutup. Dasar bundar, Tingkatan: untuk siswa. Kapasitas: 100 ml. Kegunaan Untuk mengukur volume larutan

Kaki tiga Satu ring diamater 80 mm dengan tiga kaki panjang 8 cm. Diameter luar : 8 mm. Kegunaan

kapasitas 125. bukaan rahang dapat menggenggam beker 50 ml.Untuk penyangga pembakar spirtus Klem universal Satu baud pengencang jepitan. dilengkapi karet penutup berlubang kira-kira 6 mm. Kondenser Gelas borosilikat. Kegunaan Untukl destilasi larutan Labu destilasi Bahan borosilikat. Kegunaan Untuk destilasi larutan . Panjang jaket kaca 300 mm. ukuran panjang sekitar 15 cm. Kegunaan Untuk menjepit erlenmeyer dan lain-lain. Berlengan. tanpa ada sambungan gelas. Diameter pipa masukan-keluaran OD:8.

satu boks isi: 100. Bingkai kaca: logam. Ukuran D. mulut lebar. dan . pH: 0-14 Kegunaan Untuk identifikasi keasamaan larutan/zat dan lainnya. Penggunaan umum.Erlenmeyer 250 ml Bahan: gelas borosilikat. Kegunaan Tempat mereaksikan zat dan atau mencampur zat Indikator universal strips. Jumlah batere : 2. Lampu senter Bahan : plastik. Kegunaan Untuk memperbesar penglihatan pada saat mengamati zat suspensi. gerak brown. Kegunaan Untuk menyelidiki beberapa campuran yang bersifat suspensi lup (kaca pembesar) Diameter: 50 mm. Tingkatan untuk percobaan siswa. Volume : 250 ml. Bertangkai.

Diameter dalam: 8 cm. pan tunggal bahan stainless steel.lain sebagainya. Alu panjang: 9 cm. bertutup untuk mencegah penguapan. Pembakar spirtus Kapasitas 100 ml. . Kegunaan Menghaluskan zat yang masing bersifat padat/kristal. bahan kaca. cast aluminium body and beam. Tipe: tiga lengan. stainless steal pan and bow. Mortal dan alu Poslen di glasir. Neraca Kapasitas: 311 g. ketelitian 10 mg. Bahan : Die-casting. Kegunaan Untuk membakar zat atau memanasi larutan. Kegunaan Untuk menimbang zat.

kapasitas: 25 cm3. Diameter dalam: 0. Pegas : dipoles nikel dengan diameter: 10 -25 mm.Penjepit tabung reaksi Bentuk rahang: persegi.8 mm. kelas A. Jenis: amber. Bola karet tidak mudah lembek.09 Untuk mengalirkan gas ke spesimen tertentu. Panjang 15 cm. Kegunaan Untuk menghisap larutan yang akan diukur volumetrik Bahan : gelas borosilikat. berskala tunggal. Kegunaan Untuk menjepit tabung reaksi. Kegunaan Untuk mengukur volume larutan . Pipa kapiler Diameter: 8 mm. Kegunaan KGS. Pipet Filler (pengisap pipet) Tipe: bola karet kenyal dengan 3 knop.

jumlah lubang: 40 . Panjang: 150 mm dengan karet kualitas baik. tebal dinding: min. Kegunaan Untuk meneteskan larutan dengan jumlah kecil. Panjang: 150 mm.Pipet tetes Bahan:Gelas. Kegunaan Pengambil zat kristal .5 mm. Kegunaan Untuk pengaliran air ke kondensor Spatula plastik Bahan: plastik. Rak tabung reaksi Bahan: Plastik . kedua ujung bundar. Bahan: karet latek sangat plastis. Panjang:15 m. diameter: 16 mm Kegunaan Tempat tabung reaksi Selang kondenser Diameter dalam: 6 mm. 1.

Kegunaan Merangkai peralatan praktikum Tabung reaksi Bahan: gelas borosilikat. Statif dasar persegi Dimensii: landasan: 210 x 145 mm. Material : cast iron di cat.panjang batang: 600 dengan diamater batang: 10 mm. Ukuran: 15 x 150mm. Per pak 50 buah.110 oC. Termometer alkohol Jangkauan pengukuran -10 oC . Kegunaan Untuk mengukur suhu larutan . panjang : 150 mm.Spatula logam Terbuat dari bahan stainles stail: bibir lonjong. Kegunaan Pengambil zat yang tidak bereaksi dengan logam. Kegunaan Untuk mereaksikan zat.

Kegunaan Alas tempat pemanasan Selang Dialisis Diameter: kira-kira 15 mm. panjang: 150 mm. Kegunaan Untuk menyaring larutan. Ukuran: 58 x 58 cm. Selaput semipermiabel. Tangkai pemegang: gelas. Kegunaan Untuk percobaan difusi osmosis Kawat Nikrom Diameter 0. Panjang 20 cm. Ukuran: 100 x 100 mm.Plat alas pembakaran Bahan: logam anti karat. . Tanpa asbes. Kegunaan Untuk megnidentifikasi zat dengan cara uji nyala Kertas saring Tingkatan untuk siswa (teknis).5 mm.

Jenis kristal serbuk: 50 g per botol . Kegunaan Bahan percobaan Ba2CL (kristal) Tingkatan untuk siswa (teknis). per botol 200 ml. Kegunaan Bahan percobaan . 0.5 M. 0. Ph: 7. Kegunaan Bahan percobaan Air suling (aquades) Tingkatan untuk siswa.1 M. Asam Asetat Tingkatan untuk siswa (teknis). per botol 200 ml.100 uS Kegunaan Bahan percobaan. Konduktivitas : 0 .1 M Tingkatan untuk siswa (teknis). pelarut.AgNO3 0.

Kegunaan Bahan percobaan.CuSO4 Tingkatan untuk siswa (teknis). Kristal: 200 g per botol. Kegunaan Bahan percobaan KBZ. Jenis padatan: 1 kg per botol. Kegunaan Bahan percobaan Feriklorida (FeCl3) Tingkatan untuk siswa (teknis). . 0.5 M. NaCl Tingkatan untuk siswa (teknis).07 Na2S2O3 (0. Kegunaan Bahan percobaan.1 M.1 M) Tingkatan untuk siswa (teknis). per botol 20 ml. 0. per botol 200 ml.

Padatan: 500 g per botol. Tawas ( K2SO4Al2(SO2)24H2O ) Tingkatan untuk siswa (teknis). 0. Kegunaan Bahan percobaan. Kegunaan Bahan percobaan.NaCl (Kristal) Tingkatan untuk siswa (teknis). NaOH Tingkatan untuk siswa (teknis).5 M. 0. Kegunaan Bahan percobaan Tembaga(II) karbohidrat Tingkatan untuk siswa (teknis). Kegunaan Bahan percobaan.5 M. per botol 200 ml. per botol 200 ml. .

Serbuk besi halus Tingkatan untuk siswa (teknis).Padatan 200 g per botol. 500 g per botol. Kegunaan Bahan percobaan H2SO4 Tingkatan untuk siswa (teknis). 1 M. per botol 200 ml. Kegunaan Bahan percobaan . Kegunaan Bahan percobaan. Kegunaan Bahan percobaan HCl Tingkatan untuk siswa (teknis). per botol 200 ml. 1 M.Serbuk Belerang Tingkatan untuk siswa (teknis).

5 M. per botol 200 ml. Pb(NO3)2 Tingkatan untuk siswa (teknis).5 M.HNO3 (0.5 M. per botol 200 ml. . per botol 200 ml. Kegunaan Bahan percobaan NH4OH Tingkatan untuk siswa (teknis). Stronsium klorida (Cr2Cl) Tingkatan untuk siswa (teknis). Kegunaan Bahan percobaan.1M) Tingkatan untuk siswa (teknis). Kegunaan Bahan percobaan. 0. Kegunaan Bahan percobaan. 0. 0.

Kegunaan Bahan percobaan. Kegunaan Bahan percobaan. 100 g per pak. 100 g per pak. Kaporit Tingkatan untuk siswa (teknis).Plastisin 100 g per pak Kegunaan Bahan percobaan. 100 g per pak. Urea Tingkatan untuk siswa (teknis). . Kegunaan Bahan percobaan. Kalsium Oksida (Gamping) Tingkatan untuk siswa (teknis).

Kegunaan . Kalium Iodida . KBr Tingkatan untuk siswa (teknis). per botol 200 ml.Kalium Bromida. KI (0. 0. Kalium Clorirat. KCl (kristal) Tingkatan untuk siswa (teknis). 0. 100 g per pak. Barium Hidroksida Oktahidrat Tingkatan untuk siswa (teknis). Kegunaan Bahan percobaan. Kegunaan Bahan percobaan. per botol 200 ml. Kegunaan Bahan percobaan.1 M) Tingkatan untuk siswa (teknis).1 M.1 M.

Over Head Projector (OHP) Sumber tegangan 220 Volt. Dalam kotak penyimpanan. Digunakan untuk tegangan PLN 220Volt.. Wadah/magasin lurus untuk 36 slaid. Ukuran : Standar pabrikan. Sumber cahaya dan lensa berada di atas kaca objek. dengan lampu 150 watt kuartz. Tempat meletakkan objek pada dudukan dengan permukaan cermin. tombol putar untuk pemfokusan. Kegunaan: Untuk menayangkan gambar-gambar yang ada pada transparansi. halogen atau yang lebih baik. . SLIDE PROYEKTOR Untuk slide 35 mm.

Zat korosif umum yang ditemukan di banyak lab antara lain a. alergen. Mempertanyakan kehadiran orang tak dikenal di laboratorium. dan lainnya. Menentukan harapan. dan nilai toksisitas lainnya memberikan sedikit panduan dalam menilai risiko korosif. Efek korosif tidak hanya terjadi di kulit dan mata. sistem alarm.LANGKAH-LANGKAH DALAM MENGAMANKAN BAHAN KIMIA YANG PERLU DIPERHATIKAN (COC) Semua upaya keamanan laboratorium harus sesuai dengan potensi risiko. Iritan. dan pemeka karena unsur racun menerapkan efek berbahaya mereka secara lokal. Zat Korosif Zat korosif adalah zat padat. 9. klorin. c. Beri perhatian khusus pada LCSS. LC50. asam hidroklorat. 6. atau gas yang menghancurkan jaringan hidup dengan tindakan kimia di tempat yang mengalami kontak. Mengunci pintu laboratorium jika tidak digunakan. Lakukan beberapa langkah untuk meminimalkan kontak kulit dan mata dengan semua bahan kimia reagen di dalam laboratorium. asam hidroflorat h. MSDS. 8. Melarang penggunaan bahan dan fasilitas laboratorium tanpa izin. seperti silil halida dan hidrogen selenida.hidrogen peroksida. f. Melatih pegawai laboratorium tentang masalah dan harapan keamanan. bila termakan.metal hidroksida. 5. 7. Gunakan panduan berikut untuk menilai risiko bahan kimia ini. iritan. 10. Perencanaan keamanan laboratorium mencakup berikut ini: 1. Korosif. dan lainnya. Berbagai bahan kimia organik dan anorganik bersifat iritan. kalsium oksida. kloramina. tetapi juga di saluran pernapasan dan. d. Alergen. 11. cair. dan memanfaatkan sumber daya setempat. termasuk mengganti bahan dan mengamankannya jika tidak digunakan. 3. 4. Menetapkan izin akses: siapa yang boleh menggunakan bahan. Iritan Iritan adalah bahan kimia non-korosif yang memiliki efek peradangan (pembengkakan dan kemerahan) yang dapat dibalik pada jaringan hidup karena tindakan kimia di tempat yang mengalami kontak. I. Menentukan kebutuhan keamanan fisik: penjaga keamanan. Melaporkan semua kegiatan mencurigakan. 2. Mematuhi prosedur keamanan. g. kunci pintu (elektronik atau kunci). b. bromina. e. . di dalam saluran cerna. tidak menghambat penelitian. Memantau masalah akses: distribusi dan pengumpulan kunci. 12. Membangun protokol pelaporan masalah keamanan. amonia. dan sumber informasi lainnya tentang bahan kimia iritan. lemari terkunci. Memasukkan masalah keamanan dalam inspeksi laboratorium reguler. dan Pemeka LD50.

fenol. bengkak. Gas asetilen. Karbon monoksida. sehingga mengurangi kapasitas darah untuk mengangkut oksigen. serta sianida organik dan anorganik adalah contoh zat semacam itu. dan butana adalah asfiksian yang umum. Beberapa reaksi alergi muncul secara langsung. memerah. argon. Asam nitrat juga bersifat oksidan. etana. dan mata cukup terlindung. Beberapa neurotoksin kimia antara lain merkuri (anorganik dan .fosfor. Kulit adalah tempat yang biasa mengalami reaksi tunda semacam itu. Syok anafilaktik Menilai Bahaya dan Risiko di Laboratorium adalah reaksi alergi langsung yang parah dan menyebabkan kematian jika tidak ditangani degan cepat. hidrogen sianida. pelindung wajah. Reaksi alergi semacam itu disebabkan oleh sensitisasi sebelumnya terhadap bahan kimia tersebut atau bahan kimia yang mirip secara struktural. wajah. terjadi dalam beberapa menit setelah pemaparan.j. helium. k. l. Saat merencanakan eksperimen yang melibatkan zat korosif. tetapi sering kali efeknya terlihat dalam perilaku. dalam beberapa kasus. Untuk menangani bahan korosif seperti asam nitrat diperlukan pakaian pelindung. Asfiksian Asfiksian adalah zat yang mengganggu pengiriman pasokan oksigen yang memadai ke organ tubuh yang vital. Bahan kimia tertentu lainnya memiliki kemampuan untuk mengikat hemoglobin. Neurotoksin Neurotoksin memiliki efek merugikan pada struktur atau fungsi sistem saraf pusat atau periferal. Alergen dan Pemeka Alergi bahan kimia adalah reaksi balik sistem kekebalan terhadap bahan kimia. pegawai laboratorium harus mewaspadai tanda respons alergi terhadap bahan kimia. kaji praktik penanganan dasar untuk memastikan bahwa kulit. dan gatal bahkan setelah bahan kimia dihilangkan.asam nitrat. yang dapat bersifat permanen atau sementara. Banyak neurotoksin adalah zat beracun kronis dengan efek merugikan yang tidak langsung tampak. dan pemaparan terhadap asfiksian menyebabkan pingsan dan kematian dengan cepat. Karena reaksi alergi dipicu oleh alergen dalam jumlah sangat kecil di tubuh individu yang peka. Pilih sarung tangan tahan-korosi serta pakaian dan penutup mata pelindung yang tepat.nitrogen dioksida. karbon dioksida. m. ikuti kebijakan laboratorium tentang penanganan dan pengendaliannya. termasuk sarung tangan tahan korosi. Deteksi efek neurotoksik mungkin memerlukan teknik laboratorium khusus. Saat bekerja dengan alergen yang dikenal.fosfor pentoksida. Otak adalah organ yang paling mudah terpengaruh oleh kekurangan oksigen. metana. seperti bicara tidak jelas dan berjalan sempoyongan. dan n. Reaksi alergi tunda memerlukan waktu beberapa jam atau bahkan beberapa hari untuk berkembang. termasuk. Kepekaan yang ditunjukkan setiap orang terhadap bahan kimia laboratorium sangat beragam. nitrogen.

trikloroetilena. 6. dan kemungkinan pemaparan bahan kimia kepada manajer laboratorium. xilena. karbon disulfida. Zat ini menimbulkan masalah dalam berbagai aspek reproduksi. termasuk kesuburan. 5. kehamilan. dengan efek yang menjadi jelas hanya setelah masa laten yang lama. Banyak racun reproduktif merupakan racun kronis yang menyebabkan kerusakan setelah pemaparan berulang atau jangka panjang. dan kinerja reproduksi umum lainnya serta dapat mempengaruhi baik pria maupun wanita.organik). TANGGUNG JAWAB SISWA. Memastikan dapat memahami semua bahaya dan protokol keselamatan dan keamanan sebelum bekerja dengan suatu bahan kimia atau prosedur untuk pertama kalinya. Mendokumentasikan prosedur operasi spesifik untuk pekerjaan dengan bahan kimia berbahaya atau peralatan tertentu. 7. masalah keamanan. 3. Bertanya kepada supervisor laboratorium atau CSSO jika tidak yakin tentang bahaya. Mengubah prosedur jika perlu. Toksin reproduktif pria dalam beberapa kasus menyebabkan kemandulan. 4. produksi ASI. Melaporkan semua insiden. Meninjau atau mengembangkan dan menyetujui SOP. MAHASISWA DAN PEKERJA 1. . Mengikuti pelatihan keselamatan laboratorium. dan n-heksana. pestisida organofosfat. Toksin Reproduktif dan Pengembangan Toksin reproduktif adalah zat yang menyebabkan kerusakan kromosom (mutagen) dan zat dengan efek letal atau teratogenik (perubahan bentuk) pada janin. Menggunakan kendali teknik dan PPE yang sesuai. 2. Meninjau prosedur tertulis dan mematuhi prosedur tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful