Struktur Bilangan ReaL

Bilangan kompleks
Bilangan imajiner Bilangan real
Bilangan Irrasional Bilangan Rasional
Bilangan pecahan Bilangan Bulat
Bilangan bulat negative Bilangan cacah
Nol Bilangan asli
Bilangan prima bilangan
komposit
Bilangan Kompleks yaitu bilangan yang ada pada dua dimensi, yaitu bilangan real dan
bilangan imajiner. Bentuk umum Z = a+bi ; dimana a = bilangan real
b = koefisien imajiner
i = imajiner
Bilangan real yaitu bilangan yang digunakan dalam ilmu pengetahuan maupun kehidupan
sehari-hari.
Bilangan rasional yaitu bilangan yang dapat dinyatakan dalam perbandingan dua buah
bilangan bulat atau jika dalam bentuk desimal merupakan desimal yang berakhir atau jika
tidak berakhir merupakan bentuk desimal berulang secara teratur.
Contoh: a. 1,23 =
123
100
b. 1,256256256…

256
1000
1
1
1
1000
256
1000
1
999
1000
256
1
999
1255
999
· +

· +
· +
·
c. 2,4444444…

4
10
2
1
1
10
4
10
2
9
10
4
2
9
22
9
· +

· +
· +
·
Interval Bilangan Real
Beberapa cara menyatakan interval bilangan real
1. Menggunakan notasi himpunan
2. Menggunakan garis
3. Menggunakan pasangan suprimun (batas max) dan
infrimum(batas min)
Contoh:
1. A = {1, 2, 3, 4}
Secara Notasi: A = {x | 1 ≤ x ≤ 4, x R} ∊
Grafik garis: A =
Suprimum dan infrimum : A = [1,4]
Secara Notasi: A = {x | 1 ≤ x < 5, x R} ∊
Grafik garis: A =
Suprimum dan infrimum: A = [1,5)
Secara Notasi: A = {x | 0 < x ≤ 4, x R} ∊
Grafik garis: A =
Suprimum dan infrimum: A = (0,4]
2. B = {1,2,3,. . .}
Secara Notasi: B = {x | x ≥ 1, x ∊ R}
Grafik garis: B =
Suprimum dan infrimum: A = [1, )̴
3. C = {…, 8, 9, 10}
Secara notasi: c = {x| x ≤ 10, x R} ∊
Grafik garis: C =
Suprimum dan infrimum: C = (-~, 10]
Sifat-sifat urutan bilangan real
• Trikotomi yaitu ∀ a, b ∊ R maka satu diantara berikut benar: a = b
a > b
a < b
• Transitif (silogisme)
Menyatakan ∀ a, b, c ∊ R berlaku bila a < b dan b < c maka a < c
• Sifat Additif menyatakan ∀ a,b,c ∊ R berlaku bila a < b maka (a+c) < (b+c)
• Multiplikatif menyatakan ∀ a, b, c ∊ R berlaku bila a < b maka (a x c) < (b x c)
{untuk c > 0}
(a x c) > (b x c) {untuk c
< 0}
Sifat Kealjabaran Bilangan Real
• Tertutup dalam penjumlahan dan perkalian
karena ∀ a,b ∊ R maka a+b=c ∊ R
juga a x b = q ∊ R
• Komutatif dalam penjumlahan dan perkalian
karena ∀ a,b ∊ R maka a+b = b+a
juga a x b = b x a
• Assosiatif
karena ∀ a,b,c ∊ R maka a+(b+c) = (a+b)+c
juga a x (b x c) = (a x b) x c
• Unsur Identitas
pada + yaitu 0, karena ∀ a ∊ R berlaku a + 0 = 0 + a = a
pada x yaitu 1, karena ∀ a ∊ R berlaku a x 1 = 1 x a = a
• Memenuhi syarat invers
Karena ∀a ∊ R, ∃a
-1
∊ R a + a
-1
= a
-1
+a = 0
Karena ∀b ∊ R, ∃b
-1
∊ R b x b
-1
= b
-1
x b = 1
• Distributif
Karena ∀ a,b,c ∊ R berlaku a x (b + c) = (a x b) + (a x c)
(a + b) x c = (a x c) + (b x c)
PERTAKSAMAAN
• Kesamaan : suatu persamaan yang tidak memiliki variabel.
Misal: 2+3 = 5
• Persamaan: suatu persamaan yang memiliki variabel, sehingga memerlukan
penyelesaian khusus untuk mencari nilai variabel tsb.
Misal: 2x -5 = 9
• Ketidaksamaan: suatu pertidaksamaan yang tidak memiliki variabel.
Misal: 2+5 < 10
• Pertidaksamaan: suatu pertidaksamaan yang memiliki variabel, sehingga
memerlukan penyelesaian khusus untuk mencari nilai variabel tsb.
Misal: 3x+6 >5
1. Pertaksamaan Linier
Contoh: 2x + 5 > 3
3x + 8 < x +10
-2 < 2x + 3 < 8
2x < 5x - 7 < 8x + 3
Dalam penyelesaian pertaksamaan linier gunakan kaidah additif dan multiplikatif
dalam urutan bilangan real, yaitu:
1. Pada tiap pertaksamaan dapat menambahkan bilangan real yang sama pada masing-
masing ruas tanpa mengubah tanda pertaksamaan
2. Pada setiap pertaksamaan dapat dikalikan bilangan yang sama untuk masing-
masing ruas, dengan catatan:
a. jika bilangan pengali ≥ 0, tanda pertaksamaan tetap
b. jika bilangan pengali < 0, tanda pertaksamaan dibalik
Contoh:
a. -3 < 2x + 5 < 9
Jawab: -3 -5 < 2x < 9 - 5
-8 < 2x < 4
-4 < x < 2
HP (-4, 2)
b. 2x < 5x - 7 < 8x + 3
2x < 5x – 7 dan 5x – 7 < 8x + 3
-3x < -7 -3x < 10
x >
7
3
x >
10
3

| x | √

10
3
− 7
3
Jadi {x > 7/3} maka hp =
7
,
3
_

¸ ,
Pertidaksamaan Non Linier
Contoh: x
2
+5x -6 > 0

3 5
2
2 1
x
x
+
>

untuk menyelesaikan pertaksamaan non linier perlu dilakukan langkah sebagai
berikut:
1. Gunakan kaidah additif dan multiplikatif seperti pada pertaksamaan linier
2. Buat ruas kanan = 0
3. Buat ruas kiri menjadi faktor-faktor linier
4. Jika ruas kiri merupakan benttuk fungsi rasional buatlah masing-masing penyebut
dan pembilang menjadi faktor linier tersendiri
5. Tentukan nilai nol fungsi dari faktor linier pada ruas kiri
6. Dengan menggunakan garis bilangan real, tentukan ruas interval dengan pembagi di
titik nol fungsi yang diperoleh
7. Dengan menggunakan sample bilangan pada masing-masing ruas interval, yaitu:
a. jika positif merupakan daerah penyelesaian dari pertaksamaan > atau ≥
b. jika negatif merupakan daerah penyelesaian dari pertaksamaan < atau ≤
Contoh:
a. x
2
– x – 6 > 0
(x-2) (x-3) > 0
x > 2 atau x > 3
Hp (2, ~) U (3,~)
b.
3 5
2
2 1
x
x
+


3 5
2 0
2 1
3 5 2(2 1)
0
2 1 2 1
3 5 4 2
0
2 1
7
0
2 1
x
x
x x
x x
x x
x
x
x
+
− ≥

+ −
− ≥
− −
+ − +


− +


Persamaannya: -x + 7 = 0 maka x =7
2x – 1 = 0 maka x =1/2
Ujikan setiap interval ke pertidaksamaan awal
x √ x
½ 7
Karena penyebut 2x – 1 maka x ≠ 1/2
Jadi {½ < x ≤ 7}maka hp = (1/2, 7]
Nilai Mutlak
Nilai mutlak dituliskan dengan |x| didefinisikan dengan |x| = x jika x ≥ 0 dan
=-x jika x < 0
Misal: |5| = 5; |-5|=5; |0|=0
Sifat-sifat nilai mutlak:
1. |ab|=|a| |b|
2. |a/b|=|a|/|b|
3. |a+b|=|a|+|b|
4. |a-b|=||a|-|b||
Penyelesaian nilai mutlak dapat menggunakan pengkuadratan atau dengan teorema:
1. |x|< a maka –a < x < a
2. |x|> a maka x > -a atau x > a
Contoh:
1. Tentukan penyelesaian pertidaksamaan berikut:
a. |3x-5|≥ 1
Karena persamaan lebih besar menggunakan teorema 2
Jawab: 3x-5 ≥ -1 atau 3x-5 ≥ 1
3x ≥ 4 3x ≥ 6
{x ≥4/3} {x ≥ 2}
hp [4/3,~] U [2,~]
b.
3 1
3
2 5
x
x
+


Karena pertidaksamaan lebih kecil menggunakan teorema 1
3 1
3
2 5
3 1
3 0
2 5
3(2 5) 3 1
0
2 5 2 5
6 15 3 1
0
2 5
9 14
0
2 5
x
x
x
x
x x
x x
x x
x
x
x
+
− ≤

+
− − ≤

− − +
− ≤
− −
− + − −


− +


dan
3 1
3
2 5
3 1
3 0
2 5
3 1 3(2 5)
0
2 5 2 5
3 1 6 5
0
2 5
3 6
0
2 5
x
x
x
x
x x
x x
x x
x
x
x
+


+
− ≤

+ −
− ≤
− −
+ − +


− +


Persamaannya: -9x +1 4 = 0 maka x = 14/9 Persamaannya: -3x+6 = 0
maka x = 2
2x – 5 = 0 maka x = 5/2 2x – 5 = 0
maka x = 5/2
Uji setiap intervalnya Uji setiap intervalnya
- + - + - +
14/9 5/2 2 5/2
Karena penyebut 2x – 5 maka x ≠ 5/2
Yang memenuhi x ≤ 14/9 atau x > 5/2 Yang memenuhi x ≤
2 atau x > 5/2
Jadi {x ≤ 14/9} ⋃ {x ≤ 2} ⋃ {x > 5/2}
Hp (- ̴, 14/9] ( ⋃ - ̴,2] (5/2, ⋃ ̴)

c.
5 2 5 x x + < +
Mutlak di kedua ruas digunakan metode pengkuadratan.
2 2
2 2
2 2
2
( 5) 2( 5)
10 25 2( 10 25)
10 25 2 20 50
10 25 0
( 5)( 5) 0
x x
x x x x
x x x x
x x
x x
+ < +
+ + < + +
+ + < + +
− − − <
− − + <
Persamaannya: -x – 5 = 0 maka x =-5
x + 5 = 0 maka x = -5
ujikan tiap interval ke persamaan awal
√ √
- 5
Jadi {x < -5} dan {x > -5} maka hp (-5, ̴) (- ⋃ ̴ ,-5)
d.
5
1
2
x
x
+
>

Karena tanda lebih besar digunakan teorema 2
5
1
2
5
1 0
2
5 2
0
2 2
5 2
0
2
2 3
0
2
x
x
x
x
x x
x x
x x
x
x
x
+
< −

+
+ <

+ −
+ <
− −
+ + −
<

+
<

dan
5
1
2
5
1 0
2
5 2
0
2 2
5 2
0
2
7
0
2
x
x
x
x
x x
x x
x x
x
x
+
>

+
− >

+ −
− >
− −
+ − +
>

>

Persamaan: 2x+3 = 0 maka x = -3/2 Persamaan: x-2 = 0 maka x
= 2
x-2 = 0 maka x = 2
Ujikan tiap interval
- + - - +
-3/2 2 2
Karena penyebut x – 2 maka x ≠ 2
Jadi {-3/2 < x < 2} ⋃ {x > 2}
Hp (-3/2, 2) ⋃ (2, ̴)
OPERASI FUNGSI Pertemuan ke IV 17102010
1. (F+G) (x) = F(x) + G(x)
2. (F- G) (x) = F(x) - G(x)
3. (F .G) (x) = F(x) . G(x)
4. (F/G) (x) =
F(x)

G(x)
CONTOH :
Diketahui F(x) = x – 5
G(x) = 2x + 5
3x – 1
H(x) = x² - 4x- 5
Ditanya : a) (F+G)(x)
b) (F.G)(x)
c) (F/H)(x)
d) (H- G)(x)
JAWAB:
a) (F+G)(x) = F(x) + G(x)
= ( x- 5) + 2x+5
3x-1
= 3x-1 (x-5) + 2x+5 disamakan penyebutnya
3x-1 3x-1 (x-5) dikali dgn 3x-1
3x-1
= (3x-1)(x-5) + (2x+5)
3x-1
= 3x²- 15x- x+5+2x+5
3x-1
= 3x²- 14x+ 10
3x-1
b) (F.G)(x) = F(x) . G(x)
= (x-5) . 2x+5 perkalian antara ( x - 5 ) ( 2x + 5 )
3x-1
hasilnya
= 2x²+5x – 10x -25
3x-1

= 2x²- 5x -25
3x-1
c) (F / H)(x) = F(x)
H(x)
= x – 5
x²- 4x- 5
= x – 5
(x+1) (x-5) (x+1) (x-5) adl hasil pemfaktoran dari x²- 4x- 5
Pembuktian:
= 1 ( x + 1 ) ( x – 5 ) = x²- 4x- 5
x+1
d) (H – G)(x) = H(x) – G(x)
= (x²- 4x- 5) – 2x+5
3x-1
= (3x-1)(x²- 4x- 5) – (2x+5) disamakan penyebutnya
3x-1 (x²- 4x- 5) dikali dgn 3x-1
3x-1
= 3x
3
- 12x²- 15x- x²+ 4x+ 5 – 2x- 5 hasil persamaan diatas
3x- 1 penjabarannya:

= 3x
3
– 13x²- 13x ( 3x - 1)( x² - 4x – 5 ) – ( 2x + 5 )
3x- 1
Ket: untuk – (2x + 5)
atau = x (3x²- 13x- 13) karena perkalian tanda (-) dgn(+)
3x- 1 hasilnya menjadi (-) yaitu : -2x - 5
KOMPOSISI FUNGSI Pertemuan ke IV 17102010
Adalah kombinasi dari 2 fungsi atau lebih.
( F o G )(x) = F( G(x) )
( F o G o H )(x) = F o G( H(x) )
CONTOH :
Diketahui: F(x) = 3x- 1
G(x) = 2x- 1
x + 1
H(x) = 2x+5
Ditanya : a) (F o G)(x)
b) (G o F)(x)
c) (F o H)(x)
d) (GoHoF)(x)
JAWAB :
a) (F o G)(x) = F( G(x))
= F 2x-1 2x-1 dianggap sebagai (x) untuk
x +1 x +1 melanjutkan fungsi F(x)
= 3 . 2x- 1 - 1 jd utk fungsi F(x), nilai x = 2x- 1
x+1 x+1
= 6x- 3 - 1
x+1
= (6x-3) – (x+1) disamakan penyebutnya
x+1 1 dikali dgn x+1
x+1
= 6x- 3 – x- 1
x+1 ket: utk – (x+1) karena perkalian tanda (-) dgn (+)
= 5x- 4 hasilnya menjadi (-) yaitu: - x – 1
x+1
b) (G o F)(x) = G( F(x))
= G(3x- 1) (3x- 1) dianggap sebagai (x) untuk melanjutkan
= 2(3x-1) - 1 fungsi G(x),jd utk fungsi G(x),
(3x- 1) +1 nilai x = 3x- 1
= 6x- 2- 1
3x
= 6x- 3
3x
= 3(2x - 1) atau = 6x - 3
3x 3x 3x
= 2x – 1 = 2 - 1
x x
c) (F o H)(x) = F( H(x))
= F (2x + 5) (2x + 5) dianggap sbg (x) utk melanjutkan
= 3(2x + 5) – 1 fungsi F(x),jd utk fungsi F(x)
= 6x +15 -1 nilai x = 2x + 5
= 6x + 14
d) (GoHoF)(x) = G( H( F(x)))
= G( H(3x – 1)) (3x – 1) dianggap sbg (x) utk melanjutkan
fungsi H(x)
= G (2(3x-1) + 5))
= G ( 6x-2 + 5)
= G ( 6x +3) ( 6x +3) dianggap sbg (x) utk melanjutkan
= 2(6x+3) – 1 fungsi G(x)
(6x+3) +1
= 12x + 6 – 1
6x+ 4
= 12x + 5
6x+ 4
FUNGSI INVERS Pertemuan ke V 31102010
Langkah2 untuk menentukan fungsi invers :
1.Mengubah bentuk persamaan (x) menjadi persamaaan (y) atau sebaliknya
2.Mengganti harga (y) menjadi harga (x) atau sebaliknya setelah langkah pertama selesai
CONTOH :
1. Tentukan invers F(y) = y – 6 dan F(t) = t
3
- 2
2+ y 6
2. Diketahui : H(x) = x² + 5 Ditanya : a) G
– 1
(x)?
F(x) = 3x + 8 b) (F o H)
– 1
(x)

?
G(x) = x – 6 c) (FoGoH)
– 1
(x)

?
7
JAWAB :
1. F(y) = y – 6 F(t) = t
3
- 2
2+ y 6
x = y – 6 y = t
3
- 2
2+ y 6
x(2+ y) = y- 6 6y = t
3
- 2
2x+ xy = y- 6 6y+ 2 = t
3
xy- y = -2x- 6 t
3
= 6y +2 dibalik tanda operator
y(x- 1) = -2x- 6 tdk berubah
y = -2x- 6 t =
3
√6y +2
x- 1
jadi F
– 1
(y) = -2y- 6 jadi F
– 1
(t) =
3
6t + 2
y- 1
2. a) G(x) = x- 6
7
y = x- 6
7
7y = x- 6
7y + 6 = x
x = 7y + 6 dibalik tanda operator tidak berubah
jadi G
– 1
(x) = 7x + 6

b) (F o H )(x) = F( H(x))
= F(x²+ 5) (x²+ 5) dianggap sbg (x) utk melanjutkan fungsi F(x)
= 3(x²+ 5) + 8
= 3x² + 15 + 8
= 3x² + 23
(F o H)(x) = 3x² + 23
y = 3x² + 23
y- 23 = 3x²
3x² = y- 23 dibalik tanda operator tdk berubah
x² = y- 23
3
x = y- 23
3
Jadi (F o H)
– 1
(x) = x- 23
3

c) (FoGoH)(x) = F( G( H(x)))
= F(G(x²+ 5) (x²+ 5) dianggap sbg (x) utk melanjutkan fungsi G(x)
= F (x²+ 5 ) - 6
7
= F x² - 1 x² - 1 dianggap sbg (x) utk melanjutkan fungsi F(x)
7 7
= 3 x² - 1 + 8
7
= 3x²- 3 + 8
7
= 3x² - 3 + 56 disamakan penyebutnya 8 dikali dgn 7/7 = 56/7
7
= 3x²+ 53
7
(FoGoH)(x) = 3x²+ 53
7
y = 3x²+ 53
7
7y = 3x²+ 53
7y-53 = 3x²
3x² = 7y- 53 dibalik tanda operator tdk berubah
x² = 7y- 53
3
x = 7y -53 Jadi (FoGoH)
– 1
(x) = 7x- 53
3 3

LIMIT Pertemuan ke V 31102010
Adalah mendekati atau menuju.
F(x) = x² - 1 jika x = 0
x- 1
F(x) = ~

x 0,9 0,99 1 1,01 1,1
F(x) 1,9 1,99 ~ 2,01 2,1
lim x²- 1
x→1 x - 1
DEFINISI
Suatu fungsi memiliki limit a jika dan hanya jika limit a
-
= limit a
+
.
lim F(x) lim
=

lim
x→a x→a
-
x→a
+
KETENTUAN PENYELESAIAN LIMIT
1. Dengan cara subsutisi langsung ( memasukan harga x langsung).
Cara ini hanya dipakai jika x = a disubtitusikan langsung pd F(x)
tidak dijumpai Pembagian dengan nol (0).
lim F(x)
=

F(a)
x→a
CONTOH :- lim 2x² + 6 = 2(2)² + 6
x→2 = 2. 4+ 6
= 14, mempunyai limit
- lim (3x² + 4x – 5) = 3(2)² + 4.2- 5
x→2 = 3.4 + 8 – 5
= 12 + 8 – 5
= 15, mempunyai limit
2. Dengan cara penjabaran atau memfaktorkan.
Cara ini hanya dipakai jika fungsi jika x = a disubtitusikan pada F(x) diperoleh bentuk
(0/0 , ~/~ , 0 , ~ , 0
~
)


CONTOH : lim x²- 4 lim (x+ 2) (x- 2) (x+ 2)(x- 2) adl hasil pemfaktoran
x→2 x- 2 x→2 x- 2 dr x²- 4
lim x+ 2 = 2 + 2 pembuktian: (x+ 2) ( x- 2)
x→2 = 4
= x² -2x + 2x – 4
Jadi mempunyai limit = x²- 4
3. Dengan cara mencari limit kiri dan limit kanan terlebih dahulu
Jika: - Fungsi nilai mutlak (hasil tetap bernilai (+) ) → dgn tanda| x |
- Fungsi bersyarat
- fungsi bilangan bulat terbesar → [2x+ 1]
Contoh: [3,1] = 3 ,karena belum memenuhi nilai 4 mka bil. bulat terbesarnya adl 3
[ -3,4] = -4

lim
F(x
) lim =

lim
x→a x→a
-
x→a
+

CONTOH: - lim | x+ 1| - lim | x+1| = | 0,9+ 1| = 1
x→1 x+1 x→1
-
x+1 0,9+ 1
=
- lim | x+1| = | 1,1+ 1| = 1
x→1
+
x+1 1,1+ 1
jadi lim | x+1| = 1 , mempunyai limit
x→1 x+1

- lim | x+ 1| - lim | x+1| = | -1,1+ 1| = 0,1 = -1
x→-1 x+1 x→-1
-
x+1 -1,1+ 1 -0,1
=
- lim | x+1| = | -0,9+ 1| = 0,1 = 1
x→-1
+
x+1 -0,9+ 1 0,1
jadi lim | x+1| , tidak mempunyai limit
x→-1 x+1
TUGAS
1. lim | x | nilai mutlak
x→ 0 x
2. lim [2x+ 1] bil.bulat terbesar
x→1
3. lim x² + 7x+ 6 di jabarkan(memfaktorkan)
x→-1 x² - 4x – 5
JAWAB :
1. . lim | x | lim | x | = x = -1
x→ 0 x x→ 0
-
x -x =
lim | x | = x = 1
x→ 0
+
x x
jadi tidak mempunyai limit
2. lim [2x+ 1] lim [2x+1] = [2(0)+ 1] = 1 ket: [0,9] = 0
x→1 x→1
-
=
lim [2x+1] = [2(1)+ 1] = 3 [1,1] = 1
x→1
+
jadi tidak mempunyai limit
3. lim x² + 7x+ 6 = (x+ 6) (x+1) (x+ 6) (x+1) adl hasil pemfaktoran dr x² + 7x+ 6
x→-1 x² - 4x – 5 (x - 5) (x+1) pembuktian:
= x+ 6 (x+6) (x + 1 )
x – 5
= -1+ 6 = x² + x+ 6x + 6
-1 – 5 = x² + 7x+ 6
= -5/6 (x - 5) (x+1) adl hasil pemfaktoran dr x²- 4x- 5
Jadi lim x² + 7x+ 6 = -5/6 , mempunyai limit
x→-1 x² - 4x – 5
TEOREMA LIMIT Pertemuan ke VI 07112010
1. lim C = C , C adl konstanta
x→a
2. lim K . F(x) = K . lim F(x)
x→a x→a
3. lim F(x) ± G(x) = lim F(x) ± lim G(x)
x→a x→a x→a
4. lim F(x) . G (x) = lim F(x) . lim G(x)
x→a x→a x→a
5. lim F(x) = lim F(x)
x→a G(x) x→a
lim G(x)
x→a
6. lim ( F(x))
n
= lim F(x)
n
x→a x→a
7. lim ( F(x))
G(x)
= lim F(x)
lim G(x)
x→a x→a
8. lim
n
F(x) = n lim F(x)
x→a x→a
9. lim Ln F(x) = Ln lim F(x)
x→a x→a
10. lim F(x)
m/n
= lim F(x)
m
=

lim F(x)
m
x→a
n
x→a
n
x→a
RUMUS2 DASAR LIMIT Pertemuan ke VI 07112010
1. lim a = a , a Є bilangan real
x→∞ x
2. lim axn + …. = a/b utk n = m
x→∞ bxm + …. = ∞ utk n > m
= 0 utk n < m
3. lim a
x
= 1 utk a = b
x→∞ b = 0 utk a < b
= ∞ utk a > b
4. lim sin x = lim x = 1
x→0 x x→0 sin x
5. lim tan x = lim x = 1
x→0 x x→0 tan x
ket : tan x = sin x
cos x
cot x = 1 = 1 = cos x
tan x sin x sin x
cos x
CONTOH SOAL :
1. lim x – | x | = lim x - lim | x | 3. lim ( 3x – 7 )
2x – 5
= lim (3x- 7)
lim 2x-5
x→1 x→1 x→1 x→3 x→3
= 1 – 1
= 0 = (3 . 3 - 7)
2 . 3- 5
= 2
1
2. lim ( 3x- 4 )
8
= lim 3x- 4
8
= 2
x→2 x→2
= ( 3. 2- 4 )
8
= (2)
8
= 256
Ket : untuk soal nomor 1, 2, 3 langsung di
Subtitusikan.

4. lim 5x
6
+ 2x
3
– 1 = 5x
6
+ 2x
3
- 1
x→ ∞ 7x
8
– 3x
4
+ 8x
3
x
8
x
8
x
8
dibagi dgn nilai pangkat
7x
8
– 3x
4
+ 8x
3
terbesar yaitu x
8
x
8
x
8
x
8
= 5 + 2 - 1
x
2
x
3
x
8
hasil dr pembagian x
8
7 – 3 + 8 ket : x
6
= x
6 – 8
= x
-2
x
4
x
5
x
8
= 1
x
2
= 5 + 2 - 1

2

3

8
7 – 3 + 8

4

5
= 0 + 0 – 0 = 0/7 = 0 ket : 0 = 0 , a = ∞
7 - 0 + 0 a 0
5. lim 3 sin 4x = 3 lim sin 4x . 4 . 5x disamakan penyebut &
x→0 2x tan 5x 2 x→0 x tan 5x 4 5x pembilangnya dgn 4 dan 5x
4 5x
= 3 lim sin 4x . 5x . 4 agar menghasilkan rumus dasar
2 x→0 4x tan 5x 5x sinus dan tangen
= 3 lim sin 4x . lim 5x . lim 4
2 x→0 4x x→0 tan 5x x→0 5x
= 3 . 1 .1 . ∞ = ∞
2
6. lim 3
x
+ 5 = lim 3
x
+ 5
x→∞ 2
x
– 7 x→∞ 2
x
– 7
= lim 3
x
( 1 + 5/3
x


) 3
x
( 1 + 5/3
x)
= 3
x
+ 5
x→~∞ 2
x
( 1 – 7/2
x
) begitu juga dgn 2
x
( 1 – 7/2
x
)
= lim 3
x
. 1 + 5(1/3
x
)
x→∞ 2
x
1 - 7(1/2
x
)
= lim 3
x
. 1 + 5 (1/3)
x
x→∞ 2 1 – 7 (1/2)
x
= 3

. 1 + 5 (1/3)

untuk 5 . 1

= 5.0 = 0
2 1 – 7 (1/2)

3
disini
= ∞. 1 + 5 .0 1

= 0
1 – 7 .0 3
= ∞ . 1 ket : lim a
x
= 0 , jika a < b
= ∞ x→∞ b
KONTINUITAS Pertemuan ke VII 14/11/2010
Yaitu untuk memerikan proses tanpa perubahan yang mendadak.
Syarat kontinu :
( ) lim ( )
x a
f a f x

·
Pada semua fungsi kecuali fungsi khusus, akan kontinu jika :
lim ( ) lim ( ) ( )
x a x a
f x f x f a
− +
→ →
· ·
Teorema:
1. Nilai mutlak suatu fungsi akan kontinu di setiap bilangan real.
2. Jika f(x) dan g(x) kontinu di c, maka:
• K f(x), (f +g) (x), (f - g)(x), (f . g)(x) , f(x)
n
juga akan
kontinu di c.
• ( )
n
f x kontinu di c f(c) > 0 jika n genap

( )
( )
f x
g x
kontinu di c jika g(c) ≠ 0
3. Jika
lim ( )
x c
g x L

·
dan f(x) kontinu di L maka
lim ( ) lim ( ( )) ( )
x c x c
fog x f g x f L
→ →
· ·
Jika g(x) kontinu di c dan f(x) kontinu di g(c) maka fungsi komposit (fog) kontinu di c
4. f(x) kontinu pada selang terbuka (a,b) jika f kontinu di setiap titik (a,b). f(x) kontinu
pada selang tertutup [a,b] jika kontinu pada (a,b), kontinu di kanan a dan kontinu di kiri
b.
Contoh Soal
1. Tentukan apakan f(x) kontinu di titik x = 2
a. f(x) = 2x
3
– 6
Jawab:
3 3
2
lim2 6 2.2 6 10
x
x

− · − ·
langsung disubtitusikan

3
(2) 2.2 6 10 f · − ·
Karena
3
2
lim2 6 (2) 10
x
x f

− · ·
maka f(x) kontinu di x = 2
lim f(x) = f (a)
x→2

b. f(x) 2x+5,untuk x ≠ 2
fungsi bersyarat berarti harus mencari limit
x
2
+ 5,untuk x = 2 kiri dan limit kanannya terlebih dahulu.
jawab:
lim 2x+5 = 2.2+5=9 limit kiri x→2
-
≠ 2 harus menggunakan pers.I
x→2
-
yaitu 2x + 5
lim 2x+5 = 2.2+5=9 limit kanan x→2
+
≠ 2 harus menggunakan pers.I
x→2
+
yaitu 2x + 5
lim f(x) = 9 ada limit karena limit kiri dan limit kanan sama
x→2
f(2)=2
2
+5=9 disubtitusikan dgn x = 2 berarti harus menggunakan
pers.II yaitu x
2
+5

karena lim f(x) = f(2) =9,maka f(x) kontinu di x = 2
x→2
c. f(x) 3x- 2,untuk x ≤ 2
fungsi bersyarat berarti harus mencari limit
8 , untuk x > 2 kiri dan limit kanannya terlebih dahulu.
Jawab:
lim 3x- 2 = 3.2 - 2 = 4 limit kiri x→2
-
≤ 2 harus menggunakan pers.I
x→2
-
yaitu 3x - 2
lim 8 = 8 limit kanan x→2
+
> 2 harus menggunakn pers.II
x→2
+
yaitu 8
lim f(x) tidak ada tidak ada limt karena limit kiri dan kanan ≠
x→2
f(2) = 3.2 – 2 = 4 disubtitusikan dgn x = 2 berarti harus
menggunakan pers.I yaitu 3x - 2
karena lim f(x) tidak ada maka f(x) tidak kontinu di x = 2
x→2
2. f(t) =|
2
2 5 t t − + |
Pada f(t) =|
2
2 5 t t − + | selalu kontinu dibilangan manapun karena bil. mutlak
f(t) =|
2
2 5 t t − + | =
2
2 5 t t − +
3. Tentukan apakah g(t) kontinu di titik x = 2
g(t) = t
3
– 8 = lim t
3
– 8 t
3
– 8 difaktorkan hasilnya
t – 2 x→2 t – 2
= lim (t – 2)(t
2
+2t + 4) pembuktian: (t – 2) (t
2
+2t+ 4)
x→2 t – 2
= lim t
2
+2t +4 = t
3
+ 2t
2
+ 4t -2t
2
– 4t -8
x→2 = t3 - 8
= 2
2
+2.2 + 4
= 12
g(2) = 2
3
– 8 = 0 = ∞
2 – 2 0
jadi g(t) = t
3
– 8 diskontinu pada t = 2, karena g(2) tidak ada
t – 2
4.
2
2 3
( )
6
x
f x
x x
+
·
− −
F(x) tidak kontinu jika
2
6 x x − −
2
6 0
( 3)( 2) 0
3 2
x x
x x
x dan x
− − ·
− + ·
· ·−
∴f(x) tidak kontinu pada titik x = -2 dan x =3
5. Tentukan nilai a & b sehingga fungsi berikut kontinu di mana-mana.
f(x)
1 1
1 2
3 2
x jika x
ax b jika x
x jika x
+ <
+ ≤ <

Jawab:
Kemungkinan f(x) diskontinu, yaitu pada x=1 dan x=2. Agar f(x) kontinu pada semua x
maka harus terpenuhi.
1. f(1) = lim f(x)
x→1
Syarat 1
f(1) = lim f(x) = lim f(x) ket: - untuk f(1) memakai pers.II
x→1
-
x→1
+
- untuk lim f(x) memakai pers.I
ax + b = lim x + 1 = lim (ax + b) x→1
-

x→1
-
x→1
+
- untuk lim f(x) memakai pers.II
a.1 + b= 1 + 1 = a.1 + b x→1
+
a + b = 2 = a + b untuk a + b menggunakan salah satu saja
a + b = 2
2. f(2) = lim f(x)
x→2
Syarat 2
f(2) = lim f(x) = lim f(x) ket: - untuk f(2) memakai pers.III
x→2
-
x→2
+
- untuk lim f(x) memakai pers.II
3x = lim ax + b = lim 3x x→2
-

x→2
-
x→2
+
- untuk lim f(x) memakai pers.III
3(2) = a(2) + b = 3(2) x→2
+
6 = 2a + b = 6 untuk 6 menggunakan salah satu saja
2a + b = 6
Persamaan 1 dan 2
a + b = 2 a + b = 2
2a + b = 6 _ 4 + b = 2
- a = - 4 b = - 2
a = 4
jadi a = 4 dan b = -2 agar f(x) dapat kontinu dimanapun
TURUNAN (DERIVATIF) Pertemuan ke VII 14/11/2010
( ) ( )
0
lim
h
f x h f x dy
dx h

+ −
·
dy
dx
merupakan Turunan fungsi y = f(x) terhadap perubahan x
Contoh soal :
Buktikan turunan
dy
dx
¸ _

¸ ,
dari :
a. f(x) = x
2
( ) ( )
0
lim
h
f x h f x dy
dx h

+ −
·
( )
2
2
0
2 2 2
0
0
0
lim
2
lim
(2 )
lim
lim2
2 0
2
h
h
h
h
x h x
h
x xh h x
h
h x h
h
x h
x
x




+ −
·
+ + −
·
+
·
· +
· +
·
b. f(x) = sin x
( ) ( )
0
lim
h
f x h f x dy
dx h

+ −
·
( )
0
2
0
0
0 0
0 0
sin sin
lim
sin cos cos sinh sin
lim
sin (cosh ) cos sinh
lim
sin (cosh ) cos sinh
lim lim
cosh 1 sinh
sin lim coslim
sin.0 cos.1
0 cos
cos
h
h
h
h h
h x
x h x
h
x x x x
h
x i x
h h
x i x
h h
x
h h
x
x



→ →
→ →
+ −
·
+ −
·

· +

· +

· +
· +
· +
·
c. f(x) = 3x2 – 5x + 6
( )
( ) ( )
0
2 2
0
2 2 2
0
2 2 2
0
2
0
0
0
( ) ( )
lim
3( ) 5( ) 6 (3 5 6)
lim
3( 2 ) 5 5 6 3 5 6
lim
3 6 3 5 5 6 3 5 6
lim
6 3 5
lim
(6 5 3 )
lim
lim6 5 3
6 5 3(0)
6 5
h
h
h
h
h
h
h
f x h f x
h
x h x h x x
h
x xh h x h x x
h
x hx h x h x x
h
hx h h
h
h x h
h
x h
x
x







+ −
·
+ − + + − − +
·
+ + − − + − − +
·
+ + − − + − + −
·
+ −
·
− +
·
· − +
· − +
· −
Dalil turunan
Y = c (konstanta real) 0
dy
dx
·
Kita bisa anggap f(x) = U dan g(x) = V
maka turunan f ′ (x) = U′ dan g ′ ( x) = V′
( ) ( ) ( ) ( )
dy
y f x g x f x g x
dx
′ ′ · t → · t

= U ± V =
U′ ± V′
y = f(x) . g(x) dy = f ′ (x) . g(x) + f(x) . g ′ (x)
dx
= U . V =
U′ . V+ U . V′
y = f(x) dy = f ′ (x) . g(x) – f(x) . g ′ (x)
g(x) dx g
2
(x)
= U =
U′ . V– U. V′
V V
2
Rumus-rumus dasar turunan:
y = άxn

dy = άn . x
n-1
atau y =
U
n
y ′ = n .U
n-1
.U′

dx
x x
dy
y e e
dx
· → ·
x x
dy
y a a na
dx
· → · l
y = ln x y = 1 atau y = ln U
n
y ′ = 1 . n U
n-1
. U′
x U
1
log '
ln
y a x y
x a
· ⇒ ·
1
1
( ) '( )
'( )
f y
f x

·
cos sin
dy
y x x
dx
· → ·−
sin cos
dy
y x x
dx
· → ·
2
tan sec
dy
y x x
dx
· → ·
2
cot cos
dy
y x ec x
dx
· → ·−
sec ' sec tan
csc ' csc cot
y x y x x
y x y x x
· ⇒ ·
· ⇒ · −
Contoh Soal:
1. Tentukan turunan dari:
a. y = cos
2
3x y = cos
2
3x
y’ = D(cos 3x)
2
= (cos 3x)
2
n = 2
y’ = 2 (cos 3x)
2-1
.-sin 3x. 3 U = cos 3x
y’ = -6 sin 3x cos 3x U′ = - sin 3x . 3
= - 3 sin 3x
y′ = n . U
n-1
.U′
y′ = 2 (cos 3x)
2-1
. – 3 sin 3x
y′ = 2 cos 3x . – 3 sin 3x
y′ = - 6 sin 3x cos 3x
b.
2 2
sin .ln 2 y x x x · +
y = f(x) . g(x)
f(x) = sin
2
x = (sin x)
2
n = 2 , U = sin x , U′ = cos x
f ′(x) = n . U
n-1
.U′
= 2 (sin x)
2-1
. cos x
= 2 sin x cos x
g(x) =
2
ln 2 x x +
= ln (x
2
+2x)
½
n = ½ , U = (x
2
+2x)
½
, U′ = 2x + 2
g′ (x) = 1 n U
n-1
. U′
U
= 1 1 .(x
2
+2x)
½ -1
. 2x +2
(x
2
+2x)
½
2
= 1 1 .(x
2
+2x)
- ½
. 2x +2 untuk (x
2
+2x)
- ½
(x
2
+2x)
½
2 = 1

2 2
1 1 1
. .2 2
2
2 2
x
x x x x
· +
+ +
(x
2
+2x)
½


( )
( )
2
2
2
2
2
2 2 1
2
2
2 2
2 2
2( 1)
2 2
1
2
x
x x
x
x x
x
x x
x
x x
¸ _
+
·

+
¸ ,
+
·
+
+
·
+
+
·
+
Jadi f(x) = sin
2
x dan f ′(x) = 2 sin x cos x
g(x) =
2
ln 2 x x +
dan g ′(x) = x + 1
x
2
+2x
y = f(x) . g(x)
y’ = f’(x).g(x) + f(x).g’(x)

2 2
2
2 2
2
1
2sin cos .ln 2 sin .
2
1
sin 2 .ln 2 sin .
2
x
x x x x x
x x
x
x x x x
x x
+
· + +
+
+
· + +
+
Ket : 2 sin x cos x = sin 2x (ini adalah rumus trigonometri sudut rangkap)
c. h(x) = 3x2 – 4x y = f(x) atau y = U
x2 + 5x g(x) V
f(x) = (3x
2
– 4x)
f ′(x) = 6x- 4
g(x) = (x
2
+ 5x)
g ′(x) = 2x + 5
h’(x) =
2
( ). ( ) ( ). ( )
( )
f x g x f x g x
g x
′ ′ −
=
2 2
2 2
3 2 2 3 2 2
2 2
3 2 3 2
2 2
3 2 3 2
2 2
2
2 2
(6 4)( 5 ) (2 5)(3 4 )
( 5 )
(6 30 4 20 ) (6 8 15 20 )
( 5 )
(6 26 20 ) (6 7 20 )
( 5 )
6 26 20 6 7 20 )
( 5 )
19
( 5 )
x x x x x x
x x
x x x x x x x x
x x
x x x x x x
x x
x x x x x x
x x
x
x x
− + − + −
·
+
+ − − − − + −
·
+
+ − − + −
·
+
+ − − − +
·
+
·
+
TURUNAN FUNGSI BERANTAI Pertemuan ke VII 14/11/2010
Missal :
( )
( )
( )
dy
y f x
du
du
u g x
dv
dv
v h x
dx
· →
· →
· →
Sehingga : . .
dy dy du dv
dx du dv dx
· memiliki 2 cara penyelesaiaan.
1. dengan cara tak langsung menggunakan pemisah-pemisah
2. dengan cara langsung filosofi mengupas kulit bawang
CONTOH :
1. Dengan cara tak langsung tentukan Y

dari :
Y = Ln (cos (x
2
+3))
Jawaban :
v = x
2
+ 3 dv = 2x
dx
Misal u = cos(x
2
+ 3) = cos v du = - sin v = - sin(x
2
+ 3)
dv
y = ln cos(x
2
+ 3) = ln u = dy = 1 = 1
du u cos(x
2
+3)
Maka → . .
dy dy du dv
dx du dv dx
·

= 1 . (- sin(x
2
+3)). 2x
cos(x2+3)
= - 2x sin(x
2
+3)
Cos(x2+3)
= - 2x tan(x
2
+3) ket: tan x = sin x
Cos x
Jadi turunan dari y = ln cos (x
2
+3) adalah -2x tan(x
2
+ 3)
2. y = (cos
3
(x
2
- 6))
4
Jawaban:
y = (cos
3
(x
2
- 6))
4
= cos
12
(x
2
- 6)
Misal
2
2 2
12 2 12 11 11 2
6 2
cos( 6) cos sin sin( 6)
cos ( 6) 12 12cos ( 6)
dv
v x x
dx
du
u x v v x
dv
dy
y x u u x
du
· − → ·
· − · → · − · − −
· − · → · · −
Maka . .
dy dy du dv
dx du dv dx
·
11 2 2
11 2 2
12cos ( 6). sin( 6).2
24cos ( 6) sin( 6)
x x x
x x
· − − −
· − − −
Jadi turunan dari y = (cos
3
(x
2
- 6))
4
adalah
11 2 2
24cos ( 6) sin( 6) x x − − −

256 = 1 + 1000 1 1− 1000 256 = 1 + 1000 999 1000 256 = 1+ 999 1255 = 999 c. 2,4444444… 4 = 2 + 10 1 1− 10 4 = 2 + 10 9 10 4 = 2+ 9 22 = 9 Interval Bilangan Real Beberapa cara menyatakan interval bilangan real
1. Menggunakan notasi himpunan 2. Menggunakan garis 3. Menggunakan pasangan suprimun (batas max) dan infrimum(batas min) Contoh: 1. A = {1, 2, 3, 4}

Secara Notasi: A = {x | 1 ≤ x ≤ 4, x ∊ R} Grafik garis: A = Suprimum dan infrimum : A = [1,4] Secara Notasi: A = {x | 1 ≤ x < 5, x ∊ R} Grafik garis: A = Suprimum dan infrimum: A = [1,5)

Secara Notasi: A = {x | 0 < x ≤ 4, x ∊ R} Grafik garis: A = Suprimum dan infrimum: A = (0,4]
2. B = {1,2,3,. . .}

Secara Notasi: B = {x | x ≥ 1, x ∊ R} Grafik garis: B = Suprimum dan infrimum: A = [1, ) ̴ 3. C = {…, 8, 9, 10} Secara notasi: c = {x| x ≤ 10, x ∊ R} Grafik garis: C = Suprimum dan infrimum: C = (-~, 10]

Sifat-sifat urutan bilangan real • Trikotomi yaitu ∀ a, b ∊ R maka satu diantara berikut benar: a = b a>b a<b • Transitif (silogisme) Menyatakan ∀ a, b, c ∊ R berlaku bila a < b dan b < c maka a < c • Sifat Additif menyatakan ∀ a,b,c ∊ R berlaku bila a < b maka (a+c) < (b+c) {untuk c > 0} (a x c) > (b x c) {untuk c < 0} Sifat Kealjabaran Bilangan Real • Tertutup dalam penjumlahan dan perkalian karena ∀ a,b ∊ R maka a+b=c ∊ R juga a x b = q ∊ R

• Multiplikatif menyatakan ∀ a, b, c ∊ R berlaku bila a < b maka (a x c) < (b x c)

• Komutatif dalam penjumlahan dan perkalian karena ∀ a,b ∊ R maka a+b = b+a juga a x b = b x a • Assosiatif

∃b-1∊ R b x b-1 = b-1 x b = 1 . karena ∀ a ∊ R berlaku a x 1 = 1 x a = a • Memenuhi syarat invers Karena ∀a ∊ R.b.c ∊ R maka a+(b+c) = (a+b)+c juga a x (b x c) = (a x b) x c • Unsur Identitas pada + yaitu 0. ∃a-1∊ R • Distributif Karena ∀ a.karena ∀ a. karena ∀ a ∊ R berlaku a + 0 = 0 + a = a pada x yaitu 1.c ∊ R berlaku a x (b + c) = (a x b) + (a x c) (a + b) x c = (a x c) + (b x c) a + a-1 = a-1 +a = 0 Karena ∀b ∊ R.b.

sehingga memerlukan penyelesaian khusus untuk mencari nilai variabel tsb. Pada setiap pertaksamaan dapat dikalikan bilangan yang sama untuk masingmasing ruas.7 < 8x + 3 Dalam penyelesaian pertaksamaan linier gunakan kaidah additif dan multiplikatif dalam urutan bilangan real.5 -8 < 2x < 4 -4 < x < 2 pertidaksamaan yang memiliki variabel. yaitu: 1. Misal: 2+5 < 10 • Pertidaksamaan: suatu Misal: 3x+6 >5 1. Pertaksamaan Linier Contoh: 2x + 5 > 3 3x + 8 < x +10 -2 < 2x + 3 < 8 2x < 5x . sehingga memerlukan penyelesaian khusus untuk mencari nilai variabel tsb. jika bilangan pengali ≥ 0.PERTAKSAMAAN • Kesamaan : suatu persamaan yang tidak memiliki variabel. . tanda pertaksamaan dibalik Contoh: a. Misal: 2x -5 = 9 • Ketidaksamaan: suatu pertidaksamaan yang tidak memiliki variabel. jika bilangan pengali < 0. -3 < 2x + 5 < 9 Jawab: -3 -5 < 2x < 9 . Pada tiap pertaksamaan dapat menambahkan bilangan real yang sama pada masingmasing ruas tanpa mengubah tanda pertaksamaan 2. dengan catatan: a. tanda pertaksamaan tetap b. Misal: 2+3 = 5 • Persamaan: suatu persamaan yang memiliki variabel.

tentukan ruas interval dengan pembagi di titik nol fungsi yang diperoleh 7. Gunakan kaidah additif dan multiplikatif seperti pada pertaksamaan linier 2. Dengan menggunakan sample bilangan pada masing-masing ruas interval. x2 – x – 6 > 0 . jika negatif merupakan daerah penyelesaian dari pertaksamaan < atau ≤ Contoh: a.7 < 8x + 3 2x < 5x – 7 -3x < -7 x> 7 3 | −10 3 Jadi {x > 7/3} x | 7 3 √ dan 5x – 7 < 8x + 3 -3x < 10 x> −10 3 maka 7  hp =  . 2x < 5x . Tentukan nilai nol fungsi dari faktor linier pada ruas kiri 6. yaitu: a. jika positif merupakan daerah penyelesaian dari pertaksamaan > atau ≥ b. Buat ruas kanan = 0 3. Jika ruas kiri merupakan benttuk fungsi rasional buatlah masing-masing penyebut dan pembilang menjadi faktor linier tersendiri 5. ∞  3  Pertidaksamaan Non Linier Contoh: x2 +5x -6 > 0 3x + 5 >2 2x −1 untuk menyelesaikan pertaksamaan non linier perlu dilakukan langkah sebagai berikut: 1. Buat ruas kiri menjadi faktor-faktor linier 4. Dengan menggunakan garis bilangan real.HP (-4. 2) b.

~) b. |x|> a maka x > -a atau x > a |-5|=5. |0|=0 Sifat-sifat nilai mutlak: . ~) U (3. |a-b|=||a|-|b|| Penyelesaian nilai mutlak dapat menggunakan pengkuadratan atau dengan teorema: 1. |ab|=|a| |b| 2. |x|< a maka –a < x < a 2. |a/b|=|a|/|b| 3. 7] Nilai Mutlak Nilai mutlak dituliskan dengan |x| didefinisikan dengan |x| = x jika x ≥ 0 dan =-x jika x < 0 Misal: |5| = 5. 1. 3x + 5 ≥2 2x −1 3x + 5 −2≥ 0 2x −1 3x + 5 2(2 x − 1) − ≥0 2x −1 2x −1 3x + 5 − 4 x + 2 ≥0 2x −1 −x + 7 ≥0 2x −1 Persamaannya: -x + 7 = 0 maka x =7 2x – 1 = 0 maka x =1/2 Ujikan setiap interval ke pertidaksamaan awal x ½ √ 7 x Karena penyebut 2x – 1 maka x ≠ 1/2 Jadi {½ < x ≤ 7} maka hp = (1/2.(x-2) (x-3) > 0 x > 2 atau x > 3 Hp (2. |a+b|=|a|+|b| 4.

3x + 1 ≤3 2x − 5 Karena pertidaksamaan lebih kecil menggunakan teorema 1 3x + 1 2x − 5 3x + 1 −3 − ≤0 2x − 5 −3(2 x − 5) 3 x + 1 − ≤0 2x − 5 2x − 5 −6 x + 15 − 3 x − 1 ≤0 2x − 5 −9 x + 14 ≤0 2x − 5 −3 ≤ maka x = 2 2x – 5 = 0 maka x = 5/2 maka x = 5/2 Uji setiap intervalnya 14/9 + 5/2 Uji setiap intervalnya + 2 + 5/2 2x – 5 = 0 3x + 1 ≤3 2x − 5 3x + 1 −3 ≤ 0 2x − 5 3 x + 1 3(2 x − 5) − ≤0 2x − 5 2x − 5 3x + 1 − 6 x + 5 ≤0 2x − 5 −3 x + 6 ≤0 2x − 5 Persamaannya: -3x+6 = 0 atau 3x-5 ≥ 1 3x ≥ 6 {x ≥ 2} dan Persamaannya: -9x +1 4 = 0 maka x = 14/9 .Contoh: 1. |3x-5|≥ 1 Karena persamaan lebih besar menggunakan teorema 2 Jawab: 3x-5 ≥ -1 3x ≥ 4 {x ≥4/3} hp [4/3.~] b.~] U [2. Tentukan penyelesaian pertidaksamaan berikut: a.

̴)⋃ (. x+5 >1 x−2 Karena tanda lebih besar digunakan teorema 2 x+5 < −1 x−2 x+5 +1 < 0 x−2 x+5 x−2 + <0 x−2 x−2 x +5+ x− 2 <0 x−2 2x + 3 <0 x−2 √ dan x+5 >1 x−2 x+5 −1 > 0 x−2 x+5 x−2 − >0 x−2 x−2 x+5− x+2 >0 x−2 7 >0 x−2 . ̴) Yang memenuhi x ≤ c.̴.-5) d. 14/9] ⋃ (. ( x + 5) 2 < 2( x + 5)2 x 2 + 10 x + 25 < 2( x2 + 10 x + 25) x 2 + 10 x + 25 < 2 x2 + 20 x + 50 − x 2 − 10 x − 25 < 0 (− x − 5)( x + 5) < 0 Persamaannya: -x – 5 = 0 maka x =-5 x + 5 = 0 maka x = -5 ujikan tiap interval ke persamaan awal √ -5 Jadi {x < -5} dan {x > -5} maka hp (-5.2] ⋃ (5/2.̴.̴ . x+5 < 2 x+5 Mutlak di kedua ruas digunakan metode pengkuadratan.Karena penyebut 2x – 5 maka x ≠ 5/2 Yang memenuhi x ≤ 14/9 atau x > 5/2 2 atau x > 5/2 Jadi {x ≤ 14/9} ⋃ {x ≤ 2} ⋃ {x > 5/2} Hp (.

Persamaan: 2x+3 = 0 maka x = -3/2 =2 x-2 = 0 maka x = 2 Ujikan tiap interval -3/2 + - Persamaan: x-2 = 0 maka x 2 + 2 Karena penyebut x – 2 maka x ≠ 2 Jadi {-3/2 < x < 2} ⋃ {x > 2} Hp (-3/2. ̴) . 2) ⋃ (2.

G(x) = F(x) .5) + 2x+5 3x-1 = 3x-1 3x-1 (x-5) + 2x+5 3x-1 disamakan penyebutnya (x-5) dikali dgn 3x-1 3x-1 = (3x-1)(x-5) + (2x+5) 3x-1 = 3x².OPERASI FUNGSI Pertemuan ke IV 17102010 1. (F+G) (x) 2.14x+ 10 3x-1 b) (F. G(x) = (x-5) .G)(x) c) (F/H)(x) d) (H.5 Ditanya : a) (F+G)(x) b) (F.x+5+2x+5 3x-1 = 3x².G)(x) JAWAB: a) (F+G)(x) = F(x) + G(x) = ( x. (F/G) (x) = F(x) + G(x) = F(x) .G)(x) = F(x) .5x -25 3x-1 perkalian antara ( x .4x. (F . G(x) = F(x) G(x) CONTOH : Diketahui F(x) = x – 5 G(x) = 2x + 5 3x – 1 H(x) = x² .15x.G) (x) 4. 2x+5 3x-1 = 2x²+5x – 10x -25 3x-1 = 2x².5 ) ( 2x + 5 ) hasilnya . (F.G) (x) 3.

5 3x.4x.4x.5 = x–5 (x+1) (x-5) = = 1 x+1 (x+1) (x-5) adl hasil pemfaktoran dari x².4x.4x.13x.5) – 2x+5 3x-1 = (3x-1)(x².4x.13) 3x.15x.1)( x² .5 Pembuktian: ( x + 1 ) ( x – 5 ) = x².5) dikali dgn 3x-1 3x-1 hasil persamaan diatas penjabarannya: ( 3x .5) – (2x+5) 3x-1 = 3x3.1 disamakan penyebutnya (x².12x².5 .1 = 3x3 – 13x².x²+ 4x+ 5 – 2x.13x 3x.c) (F / H)(x) = F(x) H(x) x–5 x².5 d) (H – G)(x) = H(x) – G(x) = (x².4x – 5 ) – ( 2x + 5 ) Ket: untuk – (2x + 5) karena perkalian tanda (-) dgn(+) hasilnya menjadi (-) yaitu : -2x .4x.1 atau = x (3x².

1) atau 3x = 2x – 1 x (3x.1 2x-1 x +1 dianggap sebagai (x) untuk melanjutkan fungsi F(x) jd utk fungsi F(x).1) +1 = 6x.1 3x = 6x.1 x+1 disamakan penyebutnya 1 dikali dgn x+1 x+1 ket: utk – (x+1) karena perkalian tanda (-) dgn (+) hasilnya menjadi (-) yaitu: .2.1 x+1 = 5x.1 .1 x+1 = (6x-3) – (x+1) x+1 = 6x.3 3x 3x =2. nilai x = 3x.jd utk fungsi G(x).1) dianggap sebagai (x) untuk melanjutkan fungsi G(x).1 x+1 = 6x.KOMPOSISI FUNGSI Adalah kombinasi dari 2 fungsi atau lebih. 2x.1 G(x) = 2x.1 x .3 – x. nilai x = 2x.3 .1 x+1 H(x) = 2x+5 Ditanya : a) (F o G)(x) b) (G o F)(x) c) (F o H)(x) d) (GoHoF)(x) JAWAB : a) (F o G)(x) = F( G(x)) = F 2x-1 x +1 = 3 . Pertemuan ke IV 17102010 ( F o G )(x) = F( G(x) ) ( F o G o H )(x) = F o G( H(x) ) CONTOH : Diketahui: F(x) = 3x.4 x+1 b) (G o F)(x) = G( F(x)) = G(3x.x – 1 = 6x .1) = 2(3x-1) .1 (3x.3 3x = 3(2x .

c) (F o H)(x) = F( H(x)) = F (2x + 5) = 3(2x + 5) – 1 = 6x +15 -1 = 6x + 14 d) (GoHoF)(x) = G( H( F(x))) = G( H(3x – 1)) = G (2(3x-1) + 5)) = G ( 6x-2 + 5) = G ( 6x +3) = 2(6x+3) – 1 (6x+3) +1 = 12x + 6 – 1 6x+ 4 = 12x + 5 6x+ 4 (2x + 5) dianggap sbg (x) utk melanjutkan fungsi F(x).jd utk fungsi F(x) nilai x = 2x + 5 (3x – 1) dianggap sbg (x) utk melanjutkan fungsi H(x) ( 6x +3) dianggap sbg (x) utk melanjutkan fungsi G(x) .

1) = -2x.6 7 7y = x.1 F(t) = t 3.6 xy.6 7 y = x.Mengganti harga (y) menjadi harga (x) atau sebaliknya setelah langkah pertama selesai CONTOH : 1. Diketahui : H(x) = x² + 5 F(x) = 3x + 8 G(x) = x – 6 7 JAWAB : dan F(t) = t 3 .2 6 y = t 3.2 6y+ 2 = t 3 t 3 = 6y +2 t = 3√6y +2 jadi F– 1 (t) = 3 dibalik tanda operator tdk berubah 6t + 2 2. F(y) = y – 6 2+ y x =y–6 2+ y x(2+ y) = y.y = -2x.6 y(x. a) G(x) = x.6 2x+ xy = y.6 x.2 6 3 6y = t .FUNGSI INVERS Pertemuan ke V 31102010 Langkah2 untuk menentukan fungsi invers : 1.6 y = -2x. Tentukan invers F(y) = y – 6 2+ y 2.6 7y + 6 = x x = 7y + 6 jadi G– 1(x) = 7x + 6 dibalik tanda operator tidak berubah .2 6 Ditanya : a) G – 1 (x)? b) (F o H) – 1 (x) ? c) (FoGoH) – 1 (x) ? 1.1 jadi F – 1(y) = -2y.6 y.Mengubah bentuk persamaan (x) menjadi persamaaan (y) atau sebaliknya 2.

23 3 x = y.23 x² = y.3 + 56 disamakan penyebutnya 8 dikali dgn 7/7 = 56/7 7 = 3x²+ 53 7 (FoGoH)(x) = 3x²+ 53 7 y = 3x²+ 53 7 7y = 3x²+ 53 7y-53 = 3x² 3x² = 7y.53 dibalik tanda operator tdk berubah x² = 7y.b) (F o H )(x) = F( H(x)) = F(x²+ 5) = 3(x²+ 5) + 8 = 3x² + 15 + 8 = 3x² + 23 (F o H)(x) = 3x² + 23 y = 3x² + 23 y.53 3 x = 7y -53 Jadi (FoGoH) – 1(x) = 7x.23 3 Jadi (F o H) – 1(x) = (x²+ 5) dianggap sbg (x) utk melanjutkan fungsi F(x) dibalik tanda operator tdk berubah x.1 + 8 7 = 3x².6 7 = F x² .23 = 3x² 3x² = y.1 7 dianggap sbg (x) utk melanjutkan fungsi F(x) = 3 x² .3 + 8 7 = 3x² .23 3 c) (FoGoH)(x) = F( G( H(x))) = F(G(x²+ 5) = F (x²+ 5 ) .1 7 (x²+ 5) dianggap sbg (x) utk melanjutkan fungsi G(x) x² .53 3 3 .

4+ 6 = 14. lim x→a F(x) = F(a) CONTOH :. mempunyai limit .4 pembuktian: (x+ 2) ( x.LIMIT Adalah mendekati atau menuju.01 1. 0 .1 F(x) = ~ jika x = 0 Pertemuan ke V 31102010 x 0.4 Jadi mempunyai limit .1 x-1 1 ~ 1.1 DEFINISI Suatu fungsi memiliki limit a jika dan hanya jika limit a.2) x→2 x. lim F(x) x→a lim x→a- = lim x→a+ KETENTUAN PENYELESAIAN LIMIT 1. mempunyai limit 2.9 1. ~/~ .5 x→2 = 3.2 lim x+ 2 = 2 + 2 x→2 = 4 (x+ 2)(x.99 lim x→1 x².2 lim (x+ 2) (x. Dengan cara subsutisi langsung ( memasukan harga x langsung). ~ . F(x) = x² .2) = x² -2x + 2x – 4 = x².1 2.99 F(x) 1.= limit a+ .4 + 8 – 5 = 12 + 8 – 5 = 15.9 0.01 2.2.lim 2x² + 6 = 2(2)² + 6 x→2 = 2. Cara ini hanya dipakai jika x = a disubtitusikan langsung pd F(x) tidak dijumpai Pembagian dengan nol (0).1 x. Dengan cara penjabaran atau memfaktorkan.2) adl hasil pemfaktoran dr x². 0~) CONTOH : lim x→2 x². Cara ini hanya dipakai jika fungsi jika x = a disubtitusikan pada F(x) diperoleh bentuk (0/0 .4 x.lim (3x² + 4x – 5) = 3(2)² + 4.

mempunyai limit x+1 .Fungsi bersyarat .3.1] = 3 . lim [2x+ 1] x→1 3.1+ 1 1 = 1 jadi lim x→1 | x+1| = 1 . bulat terbesarnya adl 3 [ -3.4] = -4 F(x lim ) x→a CONTOH: . lim x² + 7x+ 6 x→-1 x² .1+ 1 -0.karena belum memenuhi nilai 4 mka bil.1 = x+1 -0.Fungsi nilai mutlak (hasil tetap bernilai (+) ) → dgn tanda| x | .1 .9+ 1| = 0.lim x→-1+ jadi lim x→-1 | x+1| = | -1.lim x→1+ = lim x→a+ | x+1| = | 0.1+ 1| = x+1 1. tidak mempunyai limit x+1 TUGAS 1.fungsi bilangan bulat terbesar → [2x+ 1] Contoh: [3.9+ 1 0.4x – 5 . lim x→ 0 |x| x nilai mutlak bil. Dengan cara mencari limit kiri dan limit kanan terlebih dahulu Jika: .1+ 1| = 0.lim x→1.1 1 | x+1| .lim x→-1.1 = -1 x+1 -1.bulat terbesar di jabarkan(memfaktorkan) 2.lim | x+ 1| x→-1 x+1 = | x+1| = | -0.lim x→1 | x+ 1| x+1 lim x→a.9+ 1 | x+1| = | 1.9+ 1| = x+1 0.

JAWAB : 1.9] =0 = lim x→1+ jadi tidak mempunyai limit 3.5) (x+1) adl hasil pemfaktoran dr x². lim x→-1 [2x+1] = [2(1)+ 1] =3 [1.1] = 1 x² + 7x+ 6 = (x+ 6) (x+1) x² . lim x→ 0 |x| x lim | x | = x = -1 x→ 0x -x lim |x| = x = 1 x→ 0+ x x jadi tidak mempunyai limit 2.5 x² + 7x+ 6 = -5/6 .4x – 5 . . mempunyai limit x→-1 x² .4x.5) (x+1) = x+ 6 x–5 = -1+ 6 -1 – 5 = -5/6 Jadi lim (x+ 6) (x+1) adl hasil pemfaktoran dr x² + 7x+ 6 pembuktian: (x+6) (x + 1 ) = x² + x+ 6x + 6 = x² + 7x+ 6 (x . lim x→1 [2x+ 1] lim x→1[2x+1] = = [2(0)+ 1] =1 ket: [0.4x – 5 (x .

lim x→a n F(x) = n lim F(x) x→a lim F(x) x→a = n 9. lim F(x) ± G(x) = lim F(x) ± x→a x→a 4. lim ( F(x))G(x) = lim F(x) lim G(x) x→a x→a 8. lim Ln F(x) x→a 10. lim F(x) x→a Pertemuan ke VI 07112010 K . lim x→a F(x) G(x) = lim F(x) x→a lim G(x) x→a 6. F(x) 3. lim x→a C = C . lim ( F(x))n x→a = lim F(x) n x→a . G (x) = lim F(x) x→a x→a 5. lim G(x) x→a lim G(x) x→a 7. C adl konstanta = K . lim x→a 2. lim F(x) . lim F(x) m/n = x→a = Ln n lim F(x) m x→a lim F(x) x→a m .TEOREMA LIMIT 1.

4 ) 8 = (2) 8 = 256 Ket : untuk soal nomor 1.5 = 21 = 2 = ( 3.RUMUS2 DASAR LIMIT 1. 2.4 ) 8 = x→2 lim 3x. lim x→∞ 2. lim x→∞ 4. 2. = ∞ utk n > m = 0 utk n < m a b x = 1 utk = 0 utk = ∞ utk = = lim x→0 lim x→0 x = 1 sin x x = 1 tan x a=b a<b a>b sin x x tan x x ket : tan x = sin x cos x cot x = 1 = 1 tan x sin x cos x CONTOH SOAL : 1.4 x→2 8 = cos x sin x 3. lim x – | x | = lim x . lim ( 3x. lim x→∞ 3. 3 . lim x→0 5.lim | x | x→1 x→1 x→1 =1–1 =0 2. a Є bilangan real x axn + …. lim x→0 Pertemuan ke VI 07112010 a = a .7) 2 . 3 langsung di Subtitusikan. = a/b utk n = m bxm + …. lim ( 3x – 7 )2x – 5 = lim (3x. . 3.7) x→3 x→3 lim 2x-5 = (3 .

1 x8 x8 x8 8 4 7x – 3x + 8x3 x8 x8 x8 = 5+ 2 . lim 4 2 x→0 4x x→0 tan 5x x→0 5x = 3 . 4 4x tan 5x 5x = 3 lim sin 4x . lim x→0 3 sin 4x 2x tan 5x = 3 lim 2 x→0 = 3 lim 2 x→0 ket : 0 = 0 .7(1/2 x) = lim x→∞ = 3 2 ∞ 3 2 . disini 1 3 ket : lim x→∞ a b x 1 + 5 (1/3) ∞ 1 – 7 (1/2) ∞ 1 3 ∞ ∞ = 5. x .0 = 0 = ∞.1 ∞2 ∞3 ∞8 7–3+ 8 ∞4 ∞5 = 0/7 = 0 dibagi dgn nilai pangkat terbesar yaitu x8 hasil dr pembagian x8 ket : x6 = x 6 – 8 = x -2 x8 = 1 x2 = 0+0–0 7-0+0 5. lim x→∞ 3 x+ 5 2 x– 7 = lim x→∞ 3 x+ 5 2 x– 7 3 x ( 1 + 5/3 x) = 3 x + 5 begitu juga dgn 2 x ( 1 – 7/2 x) = ∞ = lim 3 x ( 1 + 5/3 x ) x→~∞ 2 x ( 1 – 7/2 x) = lim 3 x .1 x2 x3 x8 7–3+ 8 x4 x5 = 5+ 2 . 1 + 5 (1/3) x 1 – 7 (1/2) x untuk 5 . ∞ 2 6. jika a < b .1 = ∞ = 0 . 1 + 5(1/3 x) x→∞ 2 x 1 . 1 . a = ∞ a 0 disamakan penyebut & pembilangnya dgn 4 dan 5x 4 5x agar menghasilkan rumus dasar sinus dan tangen sin 4x .4. 1 + 5 .1 . 5x .0 =0 = ∞. lim 5x .0 1 – 7 . 4 . 5x x tan 5x 4 5x sin 4x . lim 5x6 + 2x3 – 1 x→ ∞ 7x8 – 3x4 + 8x3 = 5x6 + 2x3 .

f(x) kontinu pada selang tertutup [a.b] jika kontinu pada (a. f(x) 2x+5. f(x) kontinu pada selang terbuka (a. f(x)n juga akan kontinu di c. (f +g) (x). Contoh Soal 1.KONTINUITAS Pertemuan ke VII 14/11/2010 Yaitu untuk memerikan proses tanpa perubahan yang mendadak. g)(x) .b). 2.b) jika f kontinu di setiap titik (a.untuk x ≠ 2 fungsi bersyarat berarti harus mencari limit . Jika f(x) dan g(x) kontinu di c.23 − 6 = 10 3 Karena lim 2 x − 6 = f (2) = 10 maka f(x) kontinu di x = 2 x →2 lim f(x) = f (a) x→2 b.g)(x). akan kontinu jika : x →a − lim f ( x) = lim f ( x) = f ( a) + x→ a Teorema: 1. (f . f(x) = 2x3 – 6 3 3 Jawab: lim 2 x − 6 = 2. Nilai mutlak suatu fungsi akan kontinu di setiap bilangan real. maka: • K f(x). kontinu di kanan a dan kontinu di kiri b. Tentukan apakan f(x) kontinu di titik x = 2 a.b). Syarat kontinu : f ( a ) = lim f ( x) x→a Pada semua fungsi kecuali fungsi khusus. Jika lim g ( x ) = L dan f(x) kontinu di L maka lim fog ( x) = lim f ( g ( x)) = f ( L) x →c x →c x →c Jika g(x) kontinu di c dan f(x) kontinu di g(c) maka fungsi komposit (fog) kontinu di c 4. (f .2 − 6 = 10 x →2 langsung disubtitusikan f (2) = 2. • • n f ( x) kontinu di c f(c) > 0 jika n genap f ( x) kontinu di c jika g(c) ≠ 0 g ( x) 3.

untuk x > 2 fungsi bersyarat berarti harus mencari limit kiri dan limit kanannya terlebih dahulu.I yaitu 2x + 5 ada limit karena limit kiri dan limit kanan sama disubtitusikan dgn x = 2 berarti harus menggunakan pers.x2 + 5.≤ 2 harus menggunakan pers.2 + 4 = 12 g(2) = 23 – 8 = 0 = ∞ 2–2 0 jadi g(t) = t3 – 8 diskontinu pada t = 2.≠ 2 harus menggunakan pers. f ( x ) = 2x + 3 x −x−6 2 .2 – 2 = 4 karena lim f(x) tidak ada maka f(x) tidak kontinu di x = 2 x→2 2.2 = 4 8=8 f(x) tidak ada f(2) = 3. karena g(2) tidak ada t–2 4.I yaitu 2x + 5 limit kanan x→2+ ≠ 2 harus menggunakan pers.2+5=9 x→2 lim 2x+5 = 2.2 . f(t) =| t 2 − 2 5 | t+ Pada f(t) =| t 2 − 2 5 | selalu kontinu dibilangan manapun karena t+ f(t) =| t 2 − 2 5 | = t 2 − 2 5 t+ t+ bil. mutlak 3.2 3x. limit kiri x→2.I yaitu 3x .untuk x ≤ 2 8 . limit kiri x→2.maka f(x) kontinu di x = 2 x→2 c.I yaitu 3x .2 limit kanan x→2+ > 2 harus menggunakn pers.2+5=9 x→2+ lim f(x) = 9 x→2 f(2)=22+5=9 kiri dan limit kanannya terlebih dahulu.2. f(x) Jawab: lim x→2lim x→2+ lim x→2 3x.II yaitu x2+5 karena lim f(x) = f(2) =9. Tentukan apakah g(t) kontinu di titik x = 2 g(t) = t3 – 8 = lim t3 – 8 t3 – 8 difaktorkan hasilnya t–2 x→2 t – 2 = lim (t – 2)(t2 +2t + 4) pembuktian: (t – 2) (t2 +2t+ 4) x→2 t–2 = lim t2 +2t +4 = t3 + 2t2 + 4t -2t2 – 4t -8 x→2 = t3 .untuk x = 2 jawab: lim 2x+5 = 2.2 = 3.II yaitu 8 tidak ada limt karena limit kiri dan kanan ≠ disubtitusikan dgn x = 2 berarti harus menggunakan pers.8 = 2 2 +2.

Tentukan nilai a & b sehingga fungsi berikut kontinu di mana-mana.1 + b= 1 + 1 = a.untuk f(1) memakai pers. f(1) = lim f(x) x→1 Syarat 1 f(1) = lim f(x) = lim f(x) ket: .untuk lim f(x) memakai pers.untuk f(2) memakai pers.II a.untuk lim f(x) memakai pers.I ax + b = lim x + 1 = lim (ax + b) x→1+ x→1 x→1 .III 3(2) = a(2) + b = 3(2) x→2+ 6 = 2a + b = 6 untuk 6 menggunakan salah satu saja 2a + b = 6 Persamaan 1 dan 2 a+b=2 a+b=2 2a + b = 6 _ 4+b=2 -a=-4 b=-2 a= 4 jadi a = 4 dan b = -2 agar f(x) dapat kontinu dimanapun TURUNAN (DERIVATIF) f ( x + h) − f ( x) dy = lim h →0 dx h Pertemuan ke VII 14/11/2010 . f(2) = lim f(x) x→2 Syarat 2 f(2) = lim f(x) = lim f(x) ket: . yaitu pada x=1 dan x=2. 1.untuk lim f(x) memakai pers.F(x) tidak kontinu jika x 2 −x − 6 x 2 − x − 6= 0 ( x −3)( x + 2)= 0 x = 3 dan x = − 2 ∴f(x) tidak kontinu pada titik x = -2 dan x =3 5.II 3x = lim ax + b = lim 3x x→2+ x→2 x→2 .untuk lim f(x) memakai pers.1 + b x→1+ a+b =2=a+b untuk a + b menggunakan salah satu saja a+b=2 2.III + x→2 x→2 .II x→1x→1+ . x + 1 jika x< 1 jika x ≥2 f(x) ax +b 3x jika 1 x< 2 ≤ Jawab: Kemungkinan f(x) diskontinu. Agar f(x) kontinu pada semua x maka harus terpenuhi.

dy merupakan Turunan fungsi y = f(x) terhadap perubahan x dx Contoh soal :  dy  Buktikan turunan   dari :  dx  a.1 = 0+ cos x = cos x 2 c. f(x) = x2 f ( x +h )− f x ( dy = lim dx h→0 h ) ( x +h ) − x = lim 2 h →0 2 2 h x + 2 + h2− x 2 xh = lim h →0 h h(2x + ) h = lim h →0 h = lim2 + h x h →0 = 2x 0 + = 2x b.0+ cos. f(x) = sin x f ( x + h ) − f (x dy = lim dx h →0 h = lim h →0 ) sin ( x + h )−sin x h sin xcos x + xsin h− sin x cos = lim h →0 h sin x(cos h −i) cos xsin h = lim + h →0 h h sin x(cos h −i) cos xsin h = lim + lim h →0 → 0 h h h cos h − 1 sin h = sin xlim + coslim h →0 → 0 x h h = sin. f(x) = 3x2 – 5x + 6 .

f ( x + h) − f ( x ) h →0 h ( 3( x + h)2 − 5( x + h) + 6 ) − (3x2 − 5 x + 6) = lim h →0 h 2 2 ( 3( x + 2 xh + h ) − 5x − 5h + 6 ) − ( 3x2 − 5 x + 6 ) = lim h →0 h 2 2 3 x + 6hx + 3h − 5 x − 5h + 6 − 3 x2 + 5 x − 6 = lim h →0 h 2 6hx + 3h − 5h = lim h →0 h h(6 x − 5 + 3h) = lim h →0 h = lim 6 x − 5 + 3h = lim h →0 = 6 x − 5 + 3(0) = 6x − 5 Dalil turunan Y = c (konstanta real) dy =0 dx Kita bisa anggap f(x) = U dan g(x) = V maka turunan f ′ (x) = U′ dan g ′ ( x) = V′ y =f ( ± g (→ x) x) = U±V y = f(x) . g(x) + f(x) . g ′ (x) =U. g(x) dy = f ± ′ g ( ′) ( ) x x dx = U′ ± V′ dy = dx f ′ (x) . V′ dy = f ′ (x) . V– U.V y= f(x) g(x) = U′ . V′ . g(x) – f(x) . g ′ (x) 2 dx g (x) = U = U′ . V+ U .

U . 3 y = cos23x = (cos 3x)2 n=2 U = cos 3x .-sin 3x. y = cos23x y’ = D(cos 3x)2 y’ = 2 (cos 3x)2-1 . n U n-1 .2 V V Rumus-rumus dasar turunan: n-1 n n-1 y = άxn dy = άn . U′ U y = log a x ⇒ y ' = ( f −1 ) '( y ) = 1 f '( x) 1 x ln a dy y = cos → =− sinx x dx dy y = sinx→ = cosx dx dy y = tanx→ = sec x 2 dx dy 2 y = cot x → = − cos ec x dx y = sec x ⇒ y ' = sec x tan x y = csc x ⇒ y ' = − csc x cot x Contoh Soal: 1. Tentukan turunan dari: a. x dx atau y = U y ′ = n .U′ y = ex → dy = ex dx dy y =a x→ = a x na l dx y = ln x y =1 x atau y = ln Un y′= 1 .

g(x) y’ = f’(x). y = sin 2 x. U n-1 .2 x + 2 (x2+2x) ½ 2 2 2 x + 2x x + 2x  2x + 2  1 =  2  2  x + 2x  2x + 2 = 2 ( x2 + 2x ) = = 2( x + 1) 2 ( x2 + 2x ) x +1 x + 2x 2 2 Jadi f(x) = sin2 x dan f ′(x) = 2 sin x cos x g(x) = ln x 2 + 2 x dan g ′(x) = x + 1 x2 +2x y = f(x) .U′ = 2 (sin x)2-1 . U′ = 2x + 2 g′ (x) = 1 n Un-1 . 2 x + 2x = 2sin x cos x. 3 = .U′ y′ = 2 (cos 3x) 2-1 .g’(x) x +1 x + 2x x +1 = sin 2 x.ln x 2 + 2 x + sin 2 x. 2x +2 untuk (x2+2x) .6 sin 3x cos 3x y = f(x) .ln x2 + 2 x f(x) = sin2 x = (sin x)2 f ′(x) = n . 2x +2 2 ½ (x +2x) 2 = 1 1 . U n-1 . 2 . – 3 sin 3x y′ = .g(x) + f(x).3 sin 3x y′ = n . . U = sin x .(x2+2x) ½ -1 .ln x 2 + 2 x + sin 2 x. U′ = cos x b.sin 3x .y’ = -6 sin 3x cos 3x U′ = .½ 2 ½ (x +2x) 2 = 1 1 1 1 = . U = (x2+2x)½ .(x2+2x) . U′ U = 1 1 .½ . – 3 sin 3x y′ = 2 cos 3x . g(x) n = 2 . cos x = 2 sin x cos x g(x) = ln x 2 + 2 x = ln (x2+2x)½ n = ½ .

Dengan cara tak langsung tentukan Y’ dari : . dengan cara tak langsung menggunakan pemisah-pemisah 2.g ( x ) − f ( x).Ket : 2 sin x cos x = sin 2x (ini adalah rumus trigonometri sudut rangkap) c. dx du dv dx memiliki 2 cara penyelesaiaan. .4 g(x) = (x2 + 5x) g ′(x) = 2x + 5 h’(x) = f ′( x). Sehingga : 1. h(x) = 3x2 – 4x x2 + 5x f(x) = (3x2 – 4x) f ′(x) = 6x. dengan cara langsung filosofi mengupas kulit bawang CONTOH : 1.g ′( x) g 2 ( x) (6 x − 4)( x 2 + 5 x ) − (2 x + 5)(3 x2 − 4 x ) = ( x 2 + 5 x )2 = == = = (6 x 3 + 30 x 2 − 4 x2 − 20 x) − (6 x3 − 8 x2 + 15 x2 − 20 x ) ( x 2 + 5 x )2 (6 x 3 + 26 x 2 − 20 x) − (6 x3 + 7 x2 − 20 x ) ( x 2 + 5 x )2 6 x 3 + 26 x 2 − 20 x − 6 x3 − 7 x2 + 20 x) ( x 2 + 5 x)2 19 x 2 ( x 2 + 5 x )2 Pertemuan ke VII 14/11/2010 y = f(x) atau y = U g(x) V TURUNAN FUNGSI BERANTAI Missal : dy du du u = g ( x) → dv dv v = h( x) → dx y = f ( x) → dy dy du dv = .

Y = Ln (cos (x2+3)) Jawaban : v = x2 + 3 Misal dv = 2x dx 2 u = cos(x + 3) = cos v du = .6))4 Jawaban: y = (cos3(x2 .6) v = x2 − 6 → Misal dv = 2x dx u = cos( x 2 − 6) = cos v → du = − sin v = − sin( x2 − 6) dv dy y = cos12 ( x 2 − 6) = u12 → = 12u11 = 12 cos11 ( x2 − 6) du . y = (cos3(x2 .sin(x +3)).6))4 = cos12(x2 .sin v = . d d d d x u v x 2 = 1 cos(x2+3) 2 .sin(x2 + 3) dv 2 y = ln cos(x + 3) = ln u = dy = 1 = 1 du u cos(x2 +3) Maka → d d d d y y u v = . .2x tan(x +3) ket: tan x = sin x Cos x Jadi turunan dari y = ln cos (x2+3) adalah -2x tan(x2 + 3) 2. (. 2x = .2x sin(x +3) Cos(x2+3) 2 = .

2 x = −24 cos11 ( x 2 − 6)sin( x2 − 6) Jadi turunan dari y = (cos3(x2 . .Maka dy dy du dv = .6))4 adalah −24 cos11 ( x 2 − 6)sin( x2 − 6) . − sin( x2 − 6). dx du dv dx = 12 cos11 ( x 2 − 6).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful