P. 1
Kelas X SMA Sosiologi 1 Suhardi

Kelas X SMA Sosiologi 1 Suhardi

|Views: 22,241|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Buku sekolah elektronik Sosiologi untuk kelas 10/ kelas 3 SMA/MA : Sosiologi-Suhardi
Buku sekolah elektronik Sosiologi untuk kelas 10/ kelas 3 SMA/MA : Sosiologi-Suhardi

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Apr 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2014

pdf

text

original

Enam faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial adalah sugesti, imitasi,
identifikasi, simpati, motivasi, dan empati. Berikut ini diuraikan satu per satu.

a.Sugesti

Sugesti adalah rangsangan atau pengaruh atau stimulus. Rangsangan
diberikan seseorang kepada orang lain. Penerima sugesti akan menuruti
kehendak pemberi sugesti tanpa berpikir kritis dan rasional.
Sugesti bersifat sangat individual. Suatu informasi atau nasihat bisa menjadi
suatu sugesti, apabila keyakinan lebih dominan dalam proses penerimaannya.
Suatu informasi atau nasihat tidak akan berubah menjadi sugesti, apabila ada
proses berpikir pada orang yang bersangkutan.
Sugesti dapat terjadi antara:
1)Seseorang terhadap orang lain. Contoh, nasihat yang diberikan seorang
ayah kepada anaknya agar belajar lebih giat.
2)Seseorang terhadap sekelompok orang. Contoh, wali kelas memberikan
nasihat kepada semua siswa satu kelas.
3)Sekelompok orang terhadap kelompok lainnya. Contoh, sekelompok
penjual yang mengiklankan produknya kepada masyarakat, serta.
4)Sekelompok orang terhadap individu. Contoh, seorang pemain bulutangkis
tunggal mendapat tepuk tangan dan dukungan dari penonton.
Wujud sugesti dapat berupa sikap, tindakan, dan perkataan. Suatu gambar
poster atau kalimat iklan di spanduk juga dapat memberikan sugesti kepada
orang. Bahkan, benda-benda tertentu yang merupakan simbol suatu makna
tertentu dapat memberikan sugesti kepada seseorang. Orang yang percaya
kepada seseorang yang ia anggap memiliki ‘kelebihan’ pada umumnya mudah

72

Sosiologi SMA/MA Kelas X

tersugesti dengan apapun yang di-
perintahkan orang tersebut, misalnya
seseorang percaya bahwa jimat yang
diberikan dukun mengandung kekuatan.
Sebenarnya, kekuatan itu berasal dari
rasa optimis yang dibangkitkan oleh
keyakinan akibat sugesti. Orang yang
memiliki optimisme kuat dan berani,
pada umumnya banyak memperoleh
keberhasilan atas apa yang ia lakukan.
Di sinilah sebenarnya kunci rahasia jimat
yang dapat membuat orang menjadi
pemberani. Sugesti semacam ini sama
dengan keyakinan yang memengaruhi
kita sewaktu memilih dokter yang kita

anggap paling manjur.
Sugesti dapat terjadi karena beberapa alasan berikut ini.
1)Hambatan Berpikir.
Seseorang yang sedang mengalami kelelahan pikiran atau sedang me-
nanggung beban emosional tertentu akan mudah sekali tersugesti (di-
pengaruhi).
2)Terpecahnya Pikiran Seseorang.
Seseorang yang kurang konsentrasi akan mudah mengalami sugesti.

3)Otoritas.

Seseorang yang mempunyai kekuasaan akan mudah memberikan sugesti
(pengaruh) kepada orang lain. Misalnya, seorang pemimpin yang kharis-
matik, anjurannya pasti dipatuhi rakyatnya.

4)Mayoritas.

Orang cenderung akan mengikuti apa yang dilakukan oleh orang banyak
(arus umum).
5)Percaya terhadap Sugesti dari Orang Lain
Seseorang akan melakukan apapun yang dikatakan atau dianjurkan
kepadanya dari orang lain yang dianggap baik dan benar. Misalnya, seorang
pasien datang ke dokter untuk periksa. Apabila dalam diri pasien telah
tertanam rasa percaya kepada dokter tersebut, maka dia akan menuruti
segala anjurannya.

b.Imitasi

Imitasi adalah tindakan meniru sikap, penampilan, pembicaraan, maupun
gaya hidup orang lain. Proses imitasi pertama kali terjadi dalam pergaulan
keluarga. Misalnya, seorang anak meniru kebiasaan orang tuanya dalam hal

Gambar 3.4Pelatih yang dipercayai mempunyai
kemampuan lebih dapat memberikan sugesti yang
memengaruhi semangat tanding timnya.

Foto: seorang pelatih tim
sepak bola sedang
memberikan sugesti kepada
tim binaannya agar lebih
bersemangat.

Sumber: Tempo, 3-9 Oktober 2005

73

Interaksi Sosial

cara berbicara dan berpakaian. Bermula dari lingkungan keluarga, proses imitasi
berkembang semakin luas dalam masyarakat. Berbagai media massa yang
menyajikan beragam informasi juga berpengaruh mempercepat proses imitasi
dalam masyarakat.

Syarat terjadinya proses imitasi ialah sebagai berikut.
1)Sesuatu yang ditiru harus mendapatkan perhatian orang lain. Misalnya,
model potongan rambut seorang artis yang menarik perhatian banyak orang,
maka akan ditiru oleh banyak orang pula.
2)Harus ada sikap menjunjung tinggi atau mengagumi hal-hal yang ditiru.
Misalnya, sekelompok orang yang mengagumi RATU. Karena kekaguman
tersebut mereka akan meniru segala atribut yang dipakai RATU.
3)Taraf pengertian yang cukup mengenai hal-hal yang ditiru. Misalnya,
sekelompok anak muda akan meniru lagu-lagu tertentu yang popular apabila
dia memahami lagu-lagu tersebut.
Model yang ditiru dapat bersifat positif maupun negatif. Oleh karena itu,
proses imitasi dapat mengarah ke hal-hal positif atau negatif. Apabila imitasi
mengarah ke hal-hal yang baik, maka dampaknya pun positif. Kondisi
masyarakat akan semakin stabil dan harmonis sehingga tercipta keselarasan
dan keteraturan sosial. Namun, apabila proses imitasi mengarah ke hal-hal
yang negatif, maka dampaknya akan buruk. Imitasi negatif dapat menyebabkan
berbagai penyimpangan sehingga melemahkan sendi-sendi kehidupan sosial.
Oleh karena itu, agar proses imitasi tidak mengarah negatif diperlukan kondisi
sosial yang baik. Kondisi yang baik berupa berkembangnya sistem, norma, dan
nilai yang mampu menunjang sendi-sendi kehidupan masyarakat.

c.Identifikasi

Identifikasi adalah proses untuk menjadi sama (identik) dengan orang lain.
Proses identifikasi erat kaitannya dengan imitasi. Apabila proses meniru (imitasi)
sudah sangat mendalam, maka terjadilah identifikasi. Imitasi biasanya berlaku
sesaat atau sementara, sedangkan identifikasi bersifat permanen. Oleh karena
itu, identifikasi dapat menjadi bagian dari kepribadian seseorang.
Proses identifikasi tidak hanya terjadi melalui peniruan perilaku, tetapi juga
melibatkan proses kejiwaan yang sangat dalam. Misalnya, Anda sangat
mengagumi seorang bintang sepak bola. Kekaguman tersebut membuat Anda
mengidentifikasikan diri dengan bintang itu. Potongan rambut dan kaos yang
Anda pakai menyerupai sang idola. Identifikasi juga dapat disebabkan oleh
kedekatan dan intensifnya komunikasi, misalnya seorang anak perempuan yang
sangat dekat dengan ibunya. Pada umumnya, tingkah laku anak tersebut identik
dengan ibunya.

74

Sosiologi SMA/MA Kelas X

d.Simpati

Simpati adalah proses kejiwaan
seseorang yang merasa tertarik kepada
orang lain atau sekelompok orang.
Ketertarikan itu disebabkan oleh sikap,
penampilan, wibawa, atau tindakan.
Misalnya, teman sekelas Anda menjadi
juara karya ilmiah remaja tingkat na-
sional, kemudian Anda mengucapkan
selamat dan menyatakan ikut bangga
atas prestasi yang ia peroleh.

e.Motivasi

Istilah yang sama artinya dengan motivasi adalah dorongan, rangsangan,
pengaruh, atau stimulan. Motivasi dapat diberikan oleh seorang individu kepada
individu lain, seorang individu kepada kelompok atau kelompok kepada
kelompok lain. Pihak yang diberi motivasi akan mengikuti kemauan orang yang
memberi motivasi. Namun, dia tetap bersikap kritis, rasional, dan bertanggung
jawab. Berbeda dengan sugesti, perilaku orang yang menerima sugesti menjadi
kurang rasional.

Motivasi yang diberikan dapat berupa sikap, perilaku, saran, atau per-
tanyaan. Misalnya, Anda dipuji guru karena memenangkan lomba. Pujian itu
memotivasi Anda untuk lebih giat belajar. Pada umumnya, motivasi diberikan
oleh orang yang berkedudukan lebih tinggi dan berwibawa. Orang-orang seperti
ini dianggap teladan bagi masyarakat. Namun, seorang sahabat juga dapat
memotivasi kita walaupun kedudukannya sama dengan kita.

f.Empati

Empati adalah proses larutnya keji-
waan seseorang ke dalam kedukaan atau
kesukaan orang lain. Misalnya, Anda
mendengar berita menyedihkan menge-
nai nasib pengungsi akibat kerusuhan
sosial di Ambon. Anda seolah-olah ikut
merasakan penderitaan mereka. Anda
tidak hanya merasa kasihan, tetapi juga
merasa ikut sedih dan menderita.
Berbeda dengan simpati yang men-
syaratkan keterlibatan seorang individu

Gambar 3.5 Salah satu wujud simpati terhadap
penderitaan orang lain.

Sumber: Jawa Pos, 1 Juni 2006

Gambar 3.6Rasa empati mendorong orang untuk
membantu orang lain tanpa pamrih.

Sumber: Tempo, 4-10 April 2005

75

Interaksi Sosial

langsung dalam proses interaksi. Dalam empati tidak ada proses langsung,
akan tetapi kesadaran pikiran dan perasaan terbangun dalam kecenderungan
yang relatif sama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->