P. 1
Hukum Keppler

Hukum Keppler

|Views: 78|Likes:
Published by Rudi Aswadi

More info:

Published by: Rudi Aswadi on Apr 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2012

pdf

text

original

HUKUM KEPPLER

Johannes Kepler (27 Desember 1571 – 15 November 1630), adalah seorang tokoh penting dalam revolusi sains. Ia adalah seorang astronom, astrolog, matematikawan berkebangsaan Jerman. Dalam dunia sains dia sangat terkenal melalui hukum tentang gerakan planet. Pada usia 29 tahun, Johannes Kepler menjadi matematikawan kekaisaran untuk Kaisar Romawi, suatu jabatan yang ia pegang hingga akhir hayatnya. Kepler juga seorang Profesor matematika di Universitas. Karier Kepler juga bersamaan dengan karier Galileo Galilei. Pada awal kariernya, Kepler adalah asisten Tyco Brahe. (lihat: http://id.wikipedia.org/wiki/Johannes_Kepler ). Hukum Kepler I (Hukum Ellips): “The orbit of every planet is an ellipse with the sun at one of two foci” (Suripto, Probo: 1986), artinya: Orbit setiap planet adalah ellips dengan matahari sebagai titik fokus. Fokus itu terletak pada sumbu panjang. Animasi gerakan planet ini dapat dilihat berikut: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Classical_Kepler_orbit_80frames_e0.6_tilted_smaller.gif Jika digambarkan sebagai berikut:

Dimana: a : sumbu Panjang

Eksentrisitas sebuah lingkaran adalah nol. b = 1000. r : Jarak matahari dan planet M : Matahari. oleh karena ini syarat ellips adalah nilai e>0. Akibat pergerakan planet-planet dalam lintasan yang ellips. 0≦e<1. .5 juta mil) pada bulan Januari dan aphelion dalam bulan Juli (94. Dalam kasus bumi. Bila planet berada dalam jarak terdekat dengan matahari disebut perihelion. e = 0. dimana massa (M>m) m : Planet Semakin dekat fokus-fokus ellips maka ellips semakin mendekati bentuk lingkaran. φ = 50° maka dengan menggunakan rumus di atas masing-masing nilai dapat diketahui. bumi berada pada jarak perihelion (91. r = 992.b : sumbu pendek ae : eksentrisitas atau perbandingan jarak antara titik fokus pertama dan kedua. jari-jari yang sejajar dengan sumbu pendek dari titik fokus kedua. Jarak rata-ratanya adalah 93. yaitu lingkaran bergaris merah. sedangkan jika planet berada dalam jarak terjauh disebut aphelion. atau 1 SA (Satuan Astronomi) atau Astronomical Unit (AU). Penyimpangan ellips dari lingkaran diukur dengan eksentrisitas yaitu perbandingan jarak antara kedua fokus dengan diameter panjang. yaitu : a = 1000. maka orbit berbentuk lingkaran r0: Semi-latus rectum.28908355.866738542 Jika dibuat sebuah gambar maka terbentuk proyeksi ellip seperti pada gambar 2 dibawah ini. jika nilai e=0.5 juta mil). Mengapa lintasan itu ellips lebih jauh akan dijawab oleh Newton yang hidup sesudahnya. Keppler telah berjasa memecahkan teka-teki yang belum terjawab di masa Tyco Brach.0 juta mil atau sekitar 150 juta kilometer. Di dalam lintasan planet yang berbentuk ellips tersebut hubungan yang berlaku dirumuskan dalam persamaan berikut (lihat kembali gambar 1): Jika diketahui : r0 = 1000. pendahulunya dengan teori lintasan Ellips. maka selama berputar mengelilingi matahari atau berevolusi maka jarak antara matahari dan planet berubah dari waktu ke waktu.14453133.017.

maka ketika jauh dari matahari dalam waktu sebulan pula planet B akan menempuh jarak dari B3 ke B4. jika waktu beredar planet mengelilingi matahari = W dan jarak rata-rata planet ke matahari = d. Sebuah simulasi yang menggambarkan hukum kedua Kepler II ini dapat dilihat pada link berikut: http://www. Maksudnya adalah. M adalah matahari. maka bergerak di sepanjang lintasannya dengan kecepatan sedemikian. Hukum ketiga Kepler disebut juga dengan hukum harmoni. Jika sebuah planet bergerak dari B1 ke B2 menempuh waktu t = 1 bulan. Periode revolusi atau tahun planeter dari planet meningkat. Hukum tentang area sama dalam waktu yang sama adalah konsekuensi fakta bahwa planet-planet mempertahankan momentum sudutnya ketika berputar di sekitar matahari.htm Hukum Keppler III: Hukum ketiga Kepler menyatakan hubungan antara jarak planet dari matahari dan periode revolusi. dimana dS = luas dan t = intervel waktu. sehingga dalam waktu yang sama garis sinar matahari membentuk sudut dengan luas yang sama. Maksudnya adalah planet-planet akan menyapu luas yang sama dalam waktu yang sama. (Catatan: Pluto sekarang oleh komunitas astronomi tidak dimasukkan lagi sebagai planet tata surya). dari Merkurius yang membutuhkan waktu 88 hari karena letaknya paling dekat dengan matahari sampai 248 tahun untuk planet yang terjauh yaitu Pluto. konsekuensinya planet-planet akan bergerak lebih cepat di lintasan orbitnya apabila ia berada lebih dekat dengan matahari dan akan bergerak lebih lambat jika berada jauh dari matahari.de/ph14e/keplerlaw2. Rumusan hukum Kepler kedua ini: dS/dt = C (konstan). Luas daerah B1MB2 akan sama dengan luas daerah B3MB4. maka dari dua planet P1 dan P2 terdapat perbandingan: W12 : W2 2 = d13 : d2 3 atau W12 : d13 = W2 2 : d2 3 Jadi bagi tiap-tiap planet berlaku rumus W 2 : d 3 = C . Formulasinya adalah pangkat dua dari waktu yang dibutuhkan tiap-tiap planet di dalam waktu peredarannya mengelilingi matahari (W2) berbanding lurus dengan pangkat tiga jarak rata-rata planet dari matahari (d3).walter-fendt. Perhatikan gambar berikut. misalkan sebuah planet B bergerak dari B1 ke B2 dalam waktu sebulan ketika berada di lintasan yang dekat dengan matahari. Dalam gambar di atas.Hukum Kepler II: Hukum kedua Kepler menyatakan tentang pergerakan planet: “The line joining the planet to the Sun sweeps out equal areas in equal intervals of time”. Dalam hukum Kepler I telah disebutkan bahwa lintasan planet berbentuk ellips.

C adalah bilangan tetap yang yang besarnya tergantung pada satuan-satuan ukuran yang dipergunakan. Massa bumi diketahui = 5.98 x 1024kg.88 tahun. Menghitung Periode Orbit Bulan Demikian pula untuk menghitung periode bulan mengitari matahari dapat dilakukan menerapkan rumus di atas. Jarak Mars Matahari adalah: Rumus ini digunakan untuk mengitung jarak dari planet ke matahari.52 AU.67 x10 -11 m3/s2/kg Dengan rumus di atas didapatkan periode orbit Mars: P = 59373942.67 x10 -11 m3/s2/kg. serta waktu peredarannya. yang jarak (d) dan waktunya (w) diketahui. Untuk menghitung periode orbit dapat dihitung dengan rumus: Dimana : P a = periode orbit = jarak planet dari matahari G = konstanta gravitasi M = massa Matahari (yang di orbit) Beberapa Contoh: 1.198412557 hari 2.94 Juta km = 1. jarak bumi dengan bulan (a) = 384 x 10 3 km. Menghitung Periode Orbir Mars: Diketahui jarak mars dari matahari a = 227. Konstansta gravitasi diketahui = 6.94 x 106 km = 227. Konstansta gravitasi diketahui = 6. Contoh: Menghitung jarak planet mars dan matahari: Jarak bumi ke matahari = 1 AU (astronomical unit = 1 satuan astronomi) dengan waktu edar = 1 tahun.9884 x 1030 kg. Massa matahari = 1. dengan membandingkannya dengan bumi.845(s) dijadikan hari menjadi P = 687. . Jarak rata-rata Mars matahari = d2 dan waktu revolusi Mars = 1.

95293 detik atau P = 27.67 x10 -11 m3/s2/kg.Dengan rumus di atas dapat diketahui periode orbit bulan terhadap bumi adalah: P = 2367353. 87 tahun.9884 x 1030 kg. . 3.3999300108 hari. jarak matahari dengan Yupiter (a) = 778. Dengan demikian dapat ditentukan periode orbit Yupiter = P = 374637053. Menghitung Periode Orbit Yupiter Massa matahari diketahui = 1.07701258 hari atau 11.887 detik atau P = 4336. Demikian beberapa contoh penerapan teori Keppler dalam astronomi. Konstansta gravitasi diketahui = 6. Teori Keppler yang didukung pula dengan sintesa Newton telah berjasa memecahkan banyak persoalan astronomi dan membawa manusia kepada pada tahapan revolusi sains alam semesta.33 x 106 km.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->