P. 1
Catatan Catatan Islami

Catatan Catatan Islami

|Views: 38|Likes:
semoga bermanfaat & barokah.aamiin...
salam santun silaturrahiim...^_^...
semoga bermanfaat & barokah.aamiin...
salam santun silaturrahiim...^_^...

More info:

Published by: Ira Triswiyana (Ira ibuke Aji&Ufik) on Apr 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2012

pdf

text

original

7 TINGKATAN NERAKA & 7 TINGKATAN SYURGA tingkatan syurga seperti yg disebutkan Rasulullah dlm hadis yg diriwayatkan Tarmizi sebanyak seratus

tingkatan. Namun di dalam Al-Quran disebutkan sebanyak tujuh tingkatan iaitu Jannatul Firdaus, Jannatul Naim, Jannatul Makwa, Jannatul Adnan, Jannatul Khuldi, Darus Salam dan Daruj Jalal. Penghuni Neraka seperti yg diterangkan dlm surat Al Baqarah 24 maksudnya: “Maka takutlah kamu kepada neraka yg bahan bakarnya ialah manusia dan batu-batu. Neraka itu disediakan bagi mereka yg kafir”. Tingkatan Neraka antara lain; neraka Jahannam, Luza, Hathamah, Sair, Saqru, Jahim dan Hawiyah. ” Asyhadu ala ila ha illallah Astaghfirullah Nas alluka ridhoka wal jannah ta wa naudzubika min sakhotika wannaar “. 7 Tingkatan neraka ”Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah seperti orang yang mendapatkan kemurkaan dari Allah.” (QS. Âli Imran [3]:162). 1. Neraka jahanam, Jahannam Adalah tingkat yang atas sekali. yaitu tempat mukminin,mukminat,muslimin dan muslimat yang melakukan dosa kecil maupun besar “….demi Neraka jahanam di datangkan untuk semua orang walaupun hanya lewat / mampir dalam 1 hari”. Firman Allah SWT: bahwasanya orang-orang kafir & orang aniaya itu tidak akan diampuni Allah, dan tidak pula ditunjuki jalan, melainkan jalan ke Neraka Jahannam. Mereka kekal dalam neraka itu selamalamanya. Yang demikian itu mudah sekali bagi Allah. (Q.S. An-Nisa : 169) 2. Neraka ladhoh, Luza Tingkat kedua yaitu tempat orang yang mendustakan agama. Firman Allah SWT: sebab itu Kami beri kabar pertakut kamu dg Neraka Luza (neraka yg menyala-nyala). Tiada yg masuk kedalamnya selain orang yg celaka. Yaitu orang yg mendustakan agama & berpaling dari pada-Nya. (Q.S. Al-Lail : 14-16) 3. Neraka Khutamah, Hathamah Inilah neraka tingkat ketiga. yaitu tempat orang yg hanya lalai memikirkan dunianya tanpa mengerjakan kebutuhan/kepentingan untuk ibadahnya. Harta yg membuat orang durhaka. Firman Allah SWT : .Tahukah engkau apakah Hathamah itu? Yaitu api neraka yang menyala-nyala yang membakar hati manusia. Api yang ditutupkan kepada mereka. Sedangkan mereka itu diikatkan pada tiang yang panjang. (Q.S. Al-Humazah : 4-9) 4. Neraka sair , Sair Tingkat ke-empat yaitu yaitu tempat orang yg tidak mau mengeluarkan zakat atau bagi mereka yg mengeluarkan tapi tidak pada porsinya & dlm neraka ini ditempatkan orang yg memakan harta anak yatim. Didalam neraka ini mereka buta, pekak, dan kulitnya tebal seperti Jabal uhud. Firman Allah SWT : Bahwasanya orang-orang yg memakan harta anak yatim dg aniaya, sesungguhnya mereka memakan api sepenuh perutnya. Dan nanti mereka akan dimasukkan ke dalam neraka Sair. (Q.S. An-Nisa : 10) 5. Neraka Sahkhor, Saqru yaitu tempat orang yg tidak melaksanakan salat tempat orang yg berbohong tentang keberadaan Allah, menyembah selain Allah atau menyembah zat yang keluar dari sifat Allah &

Al quran, dalam kitab safina : “….orang yang tidak melaksanakan solat dihukumi sebagai hewan yang tidak ada harganya/ tidak ada manfaatnya “. Didalam surga mereka saling bertanya dari hal orang berdosa. Apakah sebabnya kamu masuk neraka Saqru? Karena kami tidak sholat, kami tidak memberi makan orang miskin, kami percaya pada yang bukan-bukan. Kami mendustakan hari kiamat. (Q.S. Al-Mudatsir : 4046) 6. Neraka jahim , Jahim Tingkat ke-enam yaitu ditempatkan orang kafir, orang yang mendustakan agama, yaitu orangorang Islam yang berdosa. Mereka yang berbuat apa yang dilarang Tuhan. Umpamanya berzina, meminum khamar, dan membunuh tanpa hak. Firman Allah SWT: Dan orang-orang yang kafir dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami, mereka itulah penghuni neraka Jahim.(Q.S. Al-Maidah : 86) 7. Neraka Hawiyah, Hawiyah. Inilah neraka yang berada dibawah sekali.neraka yang paling keras, yaitu tempat orang yang ketika matinya tidak membawa iman dan islam, apinya hitam dan sudah dibakar 1000tahun lamanya, Alas atau kerak-kerak neraka. Disinilah tempat orang-orang yang berdoa berat. Mereka yang menjadi musuh nabi-nabi, seperti Firaun. Firman Allah SWT: Dan barang siapa yang ringan timbangannya, maka dia dilemparkan ke neraka hawiyah. Tahukah engkau apakah Neraka Hawiyah itu? Yaitu api yang sangat panas. (Q.S. Al-Qoriah : 8-11) sahabat Abu Hurairoh “terdengar suara yang mengelegar lalu bertanyalah ke rosulullah dan rosulullah menjawab itu adalah suara batu yang jatuh dari neraka jahanam ke “teleng” sekitar dada jatuhnya 1000 tahun”. Bersabda Nabi SAW : Adapun Neraka itu gelap gulita, tidak mempunyai penerangan kecuali api yang menyala-nyala. Neraka itu mempunyai tujuh pintu dan tiap-tiap pintu itu mempunyai tujuh puluh ribu bukit, tiap-tiap bukit mempunyai tujuh puluh ribu cabangnya, tiap-tiap cabang itu terdiri atas bagian-bagian yang lebih kecil. Dan tiap-tiap bagian yang lebih kecil itu terdiri atas tujuh puluh ribu dusunnya. Dan tiap-tiap dusun itu tujuh puluh ribu rumahnya dan api yang menyala-nyala. Tiap-tiap rumah itu tujuh puluh ribu ular dan kalajengking. ” Asyhadu ala ila ha ilallah Astaghfirullah Nas alluka ridhoka wal jannah ta wa naudzubika min sakhotika wannaar “ Tingkatan Surga Surga memiliki tingkatan-tingkatan, sebagaimana firman Allahsubhanahu wata’ala, artinya, ”(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (QS. 3:163) Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabbnya dan ampunan serta rejeki (nikmat) yang mulia.” (QS. 8:4) Tingkatan surga tertinggi adalah surga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu “Al Wasilah” sebagaimana dalam hadits riwayat imam Muslim dari Amr bin al-Ash radhiyallahu ‘anhu bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila kalian mendengar muadzin (sedang adzan) maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan kemudian bershalawatlah kepadaku, karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah untukku Al-Wasilah, Karena ia merupakan kedudukan di surga yang tidak layak kecuali hanya

untuk seorang hamba saja dari hamba-hamba Allah, dan aku berharap orang itu adalah aku. Barangsiapa yang meminta untukku al-Wasilah maka dia berhak mendapatkan syafa’atku.” (HR. Muslim). 7 Tingkatan Surga Surga biasanya disebut dengan Jannah, dan inilah nama yang umum digunakan untuk menyebut tempat ini dan segala yang terdapat di dalamnya berupa kenikmatan, kelezatan, kemewahan, dan kebahagiaan. Nama-nama lain dari Surga di antaranya yaitu: 1. Darus Salam Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala, artinya, “Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Rabbnya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal sholeh yang selalu mereka kerjakan.” (QS. 6:127) Surga adalah Darussalam (negri keselamatan) dari segala musibah, kecelakaan, dan segala hal yang tidak disukai, dan dia merupakan negri Allah subhanahu wata’ala, diambil dari nama Allah “as-Salam”. Allah subhanahu wata’ala pun mengucapkan salam atas mereka, “Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. (Kepada mereka dikatakan), “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Rabb Yang Maha Penyayang.” (QS. 36:57-58) 2. Jannatu ‘and Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala, artinya, (Yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang sholeh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan), “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. 13:23-24) 3. Jannatul Khuld Karena penduduknya kekal di dalamnya dan tidak akan berpindah ke alam (tempat) lain. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, ”Katakanlah, Apakah (azab) yang demikian itu yang baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang- orang yang bertaqwa? Surga itu menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka.” (QS. Al-Furqan:15) 4. Darul Muqamah Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala, artinya, “Dan mereka berkata:”Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami.Sesungguhnya Rabb kami benarbenar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu”. (QS. 35:34-35) 5. Jannatul Ma’wa, al-Ma’wa artinya adalah tempat menetap sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala dalam surat an-Najm di atas. Disebut demikian karena surga merupakan tempat menetapnya orang-orang mukmin 6. Jannatun Na’im 7. Al Muqamul Amin

7 SUNNAH HEBAT Pertama: Tahajjud, krn kemuliaan seorang mukmin terletak pd tahajjudnya, pastinya doa mudah termakbul & menjadikan kita semakin dekat kpd Allah. Kedua: Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari, alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dg penuh pemahaman, paling tidak jika sesibuk manapun kita, bacalah ayat 3Qul, atau ayat qursi. Ketiga: Jangan tinggalkan solat di masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, krn masjid adalah pusat keberkahan, bukan krn panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yg mencari orang beriman untk memakmurkan masjid Allah. Keempat: Jaga sholat Dhuha, krn kunci rezeki terletak pd sholat dhuha. Solat dhuha sangat dasyat dlm mendatangkan rezeki. Kelima: Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yg suka bersedekah. Malaikat Allah selalu mendoakan orang yg bersedekah setiap hari. Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah berlipat kali ganda. Keenam: Jaga wudhu terus menerus krn Allah menyayangi hamba yg berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yg selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak solat, dijaga oleh malaikat dg dua doa, “ampuni dosa & sayangi dia ya Allah”. Ketujuh: Amalkan istighfar setiap saat. dg istighfar masalah yg terjadi krn dosa kita akan dijauhkan oleh Allah. Zikir adalah bukti syukur kita kpd Allah. Bila kita kurang bersyukur, maka kita kurang berzikir pula. Setiap waktu harus selalu ada penghayatan dalam melaksanakan ibadah ritual & ibadah ajaran Islam lainnya. Zikir merupakan makanan rohani yang paling bergizi. Dengan zikir berbagai kejahatan dapat ditepis sehingga jauhlah umat manusia dari sifat-sifat yg berpangkal pd materialisme & hedonisme. InsyaAllah,sama2 kita hidupkan sunnah dalam kehidupan kita..Aamiin ya Rabb.

BISMILLAH... Penuhilah panggilan ALLOH (suara adzan) “Jika kita mendengar suara adzan, maka penuhilah panggilan Allah itu” (HR Thabrani). Adzan adalah panggilan (undangan) Allah Sang Maha Raja. Jika kita mau memenuhi undangan-Nya, maka kita termasuk orang-orang yg menang, sebagaimana seruan adzan itu sendiri “hayya alal falah”, ayo raih kemenangan. Jika sampai saat ini penghargaan kita terhadap undangan Allah itu masih remeh, inilah haditshadits Nabi yang perlu kita renungkan: 1. Dari Abu Darda, kudengar Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada manusia sebanyak tiga orang yg berdomisili di suatu kampung, gunung atau kota lalu mereka tiada menyelenggarakan shalat berjamaah, kecuali syetan telah menjajahnya. Oleh sebab itu, selenggarakanlah olehmu shalat berjamaah, karena seekor serigala hanya mampu menerkam kambing sebagai mangsanya, ketika kambing itu terpencil menjauhi kawannya” (HR Abu Daud) 2. Dari Muadz bin Anas, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Kebatilan di atas kebatilan, kekufuran & kemunafikan, yaitu orang yg mendengar panggilan muadzin untuk mendirikan shalat namun dia tidak memenuhinya.” (HR Ahmad, Thabrani) 3. Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: ” Demi dzat yg diriku ditanganNya, aku ingin menghimpun kayu bakar, lalu kusuruh seorang mengumandangkan adzan shalat, & kusuruh pula imam memimpin shalat berjamaah, & kudatangi mereka yg tdk shalat berjamaah, kubakar mereka bersama rumah-rumahnya”. (HR Bukhari-Muslim)

Copy from Facebook: page “Mencari Cinta Ilahi” derajat seorang isteri: 1. Isteri Siddiqin Isteri yang tidak akan meminta apa-apa dari suaminya sekalipun yang perlu (dharuri). Apa yang disediakan suaminya, dia terima dengan penuh malu dan bersyukur. Kalau ada, adalah. Kalau tidak ada, dia bersabar. Tapi meminta tidak. Apatah lagi yang tidak perlu, kalau diberi pun dia tolak bahkan adakalanya yang perlu pun dia tolak dengan baik, dia lebih suka menolong suaminya. Itulah golongan yang bersifat orang yang Siddiqin. Golongan ini payah hendak dicari terutama di akhir zaman ini, macam hendak mencari belerang merah atau gagak putih. Ini adalah perempuan luar biasa. 2. Isteri Muqarrobin Isteri yang tidak meminta dari suaminya kecuali yang perlu sahaja. Yang tidak perlu dia tidak akan memintanya bahkan kalau suaminya memberi yang tidak perlu dia tolak dengan baik. Tapi kalau yang diperlukan pun tidak ada, dia tetap sabar. Namaun dia tidak akan mendesak suaminya. Dia tetap bersabar dengan keadaan itu. Itulah golongan Muqarrobin. Golongan ini juga susah hendak dicari di zaman kebendaan ini, di zaman orang memburu dunia, di zaman orang memandang dunia adalah segala-galanya. 3. Isteri Solehin Isteri yang meminta kepada suaminya yang perlu dan juga sekali-sekala meminta juga yang tidak perlu seperti ingin sedikit kehidupan yang selesa sama ada dari segi makan minum, tempat tinggal, kenderaan. Namun kalau suaminya tidak memberi, dia tetap sabar dan tidak pula menjadi masalah. Itulah dia golongan orang yang soleh. 4. Isteri Fasik Isteri yang selalu sahaja meminta-minta bukan sahaja yang perlu, yang tidak perlu pun dia suka meminta-minta juga. Kalau diberi pun tidak pernah puas-puas, tidak pernah rasa cukup, sudah mewah pun tidak rasa cukup. Kalau tidak diberi menjadi masalah, dia merungut-rungut, marah-marah, sakit hati, merajuk hingga menjadi masalah dalam rumah tangga. Inilah dia golongan yang fasik. Isteri ini selalu sahaja derhaka dengan suami, apatah lagi dengan Tuhan. Semoga Allah menyatukan hati-hati kita, menjadikan kita saling mencintai kerana Dia, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi: Rasululllah SAW bersabda: “Di sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya. Di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya dan wajah-wajah mereka bercahaya. Mereka bukan para nabi atau syuhada’. Para nabi dan syuhada’ iri kepada mereka. Ketika ditanya para shahabat, Rasulullah menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling bersahabat kerana Allah dan saling kunjung mengunjungi kerana Allah."

BAB ISLAM
DO'A KETIKA SEDIH ْ ِ َ ِ َ َ ِ َ َ ُ ْ َ ِ ْ َ ُ ْ َ ُ ْ َ ْ ِّ ّ ُ ّ َ ‫اللهم إني عبدك، ابن عبدك، ابن أمتك، ناصيتي‬ َ ُ َ َ ‫ِ َ ِ َ َ ٍ ِ ّ ُ ْ ُ َ َ ْ ٌ ِي‬ ‫بيدك، ماض في حكمك، عدل ف ّ قضاؤك‬ َ ِ َ ِ ْ ِ ُ َ ْ َ ْ َ ْ ‫َ َُْ َ ِ ُ ّ ْ ٍ ُ َ َ َ َ ّ ْ َ ِ ِ َ ْ َ َ أ‬ ‫،أسألك بكل اسم هو لك، سميت به نفسك، َو أنزلته في كتابك‬ َ َ ْ ِ ِ ْ َ ْ ِ ْ ِ ِ ِ ِ َ ْ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ً َ َ ُ َ ْ َّ ْ َ ‫،أو علمته أحدا من خلقك أو استأثرت به فيْ علم الغيب عندك‬ ْ ّ َ َ َ َ َ ْ ِْ ُ َ َ َ َ ْ ِ ْ َ َ ْ َُ ْ َِْ َ ْ َِ َ ْ ُ ْ َ َ ْ َ ْ َ ‫أن تجعل القرآن ربيع قلبي، ونور صدري وجلء حزني وذهاب همي‬ “Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu,anak hamba-Mu (Adam) & anak hamba perempuan-Mu (Hawa). Ubun-ubunku di tangan-MU,keputusan-Mu berlaku padaku,qadha-Mu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diri-Mu,yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu,Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu ghaib di sisi-Mu,hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penentram hatiku,cahaya di dadaku,pelenyap duka dan kesedihanku.”(HR.Ahmad 1/391) Ya Allah, cucilah dosa-dosaku dengan air es dan salju, dan bersihkanlah hatiku dari dosadosaku sebagai pakaian yang putih dibersihkan dari kotoran.’ (HR Muslim) Aisyah juga meriwayatkan bahwa Nabi saw berdoa: ‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari buruknya ujian kekayaan dan kemiskinan, dan berlindung kepada-Mu dari kejahatan dari huru-hara Dajjal. Ya Allah, bersihkanlah dosa-dosa kudengan air es dan salju, sucikanlah hatiku dari dosa-dosa sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran, dan jauhkanlah dariku dosa-dosa sejauh jarak timur dan barat. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelambanan, kepikunan, dosa, dan hutang.’ (Shahih al-Bukhari, 5900)

•♥• RINTIHAN TAUBAT •♥• Ya Allah Maafkanlah segala kekuranganku. Engkau Maha tidak memerlukan dari menyiksaku. Karena sesungguhnya semua dosa-dosa ku tidak merugikan-Mu. Begitu pula semua ketaatanku tidak menguntungkan-Mu” Yaa Allah... Pindahkan aku dari hinanya maksiat kepada kemuliaan Taat! Ya Allah, Walaupun aku begitu jauh dari hamba-hamba Mulia Pilihan-Mu, Hamba Mohon… Kokohkanlah kakiku untuk melangkah dijalan-Mu… Kokohkan Jiwa dan hati-ku untuk menggapai Ridha-Mu, Kokohkan Iman-ku sampai akhir nanti… YA ALLAH Yang Maha Mulia, Muliakanlah kami dengan ketakwaan… Ya Rabb…Aku bersimpuh dihadapan-Mu Aku memohon dengan kemulian-Mu atas kehinaanku agar engkau mengasihiku Aku memohon dengan kekuatan-Mu atas kelemahanku Ketidakbutuhan-Mu atas ku dan Kebutuhanku atas-Mu Inilah wajah yang pembohong dan pendosa dihadapan zat-Mu Hamba-MU selainku banyak, sedang aku tidak memiliki Tuhan selain-Mu Tak ada tempat kembali…Tak ada yang bisa menyelamatkanku Selain penyelamatan dari-Mu Aku memohon dengan permohonan orang miskin Aku berzikir kepada-Mu dengan zikir orang yang rendah hati dan Hina Aku memohon kepada-Mu dengan permohonan orang yang takut dan sakit Sebuah permintaan dari orang yang dirinya merendahkan diri pada-Mu Saat ini aku mengadu pada-Mu Merintih di haribaan-Mu Untuk hatiku yang kelam…Untuk Jiwaku yang sakit… Untuk dosa-dosaku...dimasa lalu, sekarang dan yang akan datang Ya Rabb… Ampuni dosa-dosaku…Bersihkan hati ini…. Sucikan jiwa ini…Tentramkan batin ini… Singkapkan tabir antara Engkau dan Aku .. Ya Allah… Aku takut….Aku Gamang …tentang masa depanku… Aku tidak kuat azab-Mu Bila kelak hari perhitungan itu datang Saat Engkau menegakkan keadilan-Mu Bagaimana aku menghadap-Mu ? Bahu ini tidak akan sanggup memikul dosa-dosa akibat kezalimanku

Yaa Rabb…Andai waktu masih ada Di sisa usia ini ….Aku bertobat pada-Mu Agar ringan kaki melangkah Menghadap-Mu Aku ingin Engkau tersenyum Menyambutku… Merangkulku dengan kasih-Mu …Membelaiku dengan Cinta-Mu Merindukanku seperti saat ini aku merindukan-Mu Senyuman dari Sang Maha Pengasih… Ya Rabb Hamba kembali….Hamba kembali ke jalan-Mu Ya Allah… YA Tuhanku, Sungguh dosa-dosaku hari ini dan hari yang telah lalu berlimpah. Hamba tidak kuasa menghitung dan menjumlahkannya Hamba tidaklah kuat untuk menerima azab neraka Juga tidak mampu bersabar dan tidak pula tabah atasnya. Maka lihatlah wahai TUHANKU pada kelemahan hamba dan kehinaan hamba Jangan biarkan hamba merasakan panasnya neraka pada esok hari (kiamat)“ Ya Tuhanku , Tak layak bagiku menghuni surga Firdaus-Mu, namun aku tak kuat bila menempati neraka Jahim-Mu. Maafkanlah semua kesalahanku dan ampunilah semua dosaku Karena hanya Engkaulah yang mengampuni dosa-dosa yang besar dan yang kecil. Ya Allah Seandainya ini adalah hari terakhir hidup-ku maka terimalah taubat-ku ini karena begitu banyak dosa yang telah kulakukan ِ ّ َ َ َ َ ِ َ ‫ِ َ ِ َ َ َة‬ ‫ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الخرة حسن ً وقنا عذاب النار‬ ِ َ ً َ َ َ َ ْ ّ ِ َ ِ َ َّ “Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.”

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM Cinta mengajari untuk hidup berdua bukan untuk saling mendua.. Cinta mengajari untuk hidup secara utuh bukan untuk saling selingkuh.. Cinta mengajari untuk saling mengerti bukan untuk saling menyakiti... Cinta mengajari untuk saling setia bukan untuk saling menghina.. Maka dari itu, ketahuilah Cinta dari hati seseorang yang kamu sayangi Berterima kasihlah pada orang yang telah MELUKAI hatimu karena dia telah membuat hatimu kuat. Berterima kasihlah pada orang yang telah MEMBOHONGImu karena dia membuat hidupmu makin bijaksana. Berterima kasihlah pada orang yang telah MEMBENCImu karena dia yang mengasah kesabaranmu. Dan berterima kasihlah pada orang yang telah MENYAYANGImu karena itulah ANUGERAH TERINDAH dalam hidupmu “Segala peristiwa berawal dari pandangan mata Jilatan api bermula dari setitik bara Berapa banyak pandangan yang membelah hati Laksana anak panah yang melesat dari tali” Mata ibarat duta, sedangkan hati sebagai rajanya. Betapa banyak cinta itu bermula, hanya karena pandangan mata yang sungguh sangat menggoda yang lambat laun bergerak menjalar dan mengakar di dalam dada. Maka, jika kau biarkan matamu memandang liar kepada lelaki yang tiada halal bagimu, yakinkah engkau masih mampu mempertahankan sebentuk cinta dalam hati bagi suamimu?!

9 WAKTU DIANJURKAN MEMBACA SURAT AL-IKHLAS
Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ’ala Rosulillah wa ’ala alihi wa shohbihi ajma’in. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas waktu yang dianjurkan membaca surat Al Ikhlas. Semoga kita bisa mendapatkan keberkahan dengan mengamalkannya. Pertama: waktu pagi dan sore hari. Pada waktu ini, kita dianjurkan membaca surat Al Ikhlash bersama dengan maw’idzatain (surat Al Falaq dan surat An Naas) masing-masing sebanyak tiga kali. Keutamaan yang diperoleh adalah: akan dijaga dari segala sesuatu (segala keburukan). Dari Mu'adz bin Abdullah bin Khubaib dari bapaknya ia berkata, َ َ َ ً ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ ْ ّ َ َ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ َ َ َ َ َ ّ ‫ِ ُص‬ ‫خرجنا فى ليلة مطر وظلمة شديدة نطلب رسول ال -صلى ال عليه وسلم- لي َلى لنا فأدركناه فقال » أصليتم «. فلم أقل ش قيئا فقققال‬ ِ ّ َ ُ َ ُ ُْ َ ٍ َ ِ َ ٍ َ ْ ُ َ ٍ َ َ ِ َ ْ َ ِ َ ْ َ َ (‫» قل «. فلم أقل شيئا ثم قال » قل «. فلم أقل شيئا ثم قال » قل «. فقلت يا رسول ال مققا أققول ققال » )ققل هقو الق أحقد‬ ٌََ ّ َ ُ ْ ُ ُ َ َ ُ ُ َ َ ّ َ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ْ ُ َ َ ّ ُ ً ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ّ ُ ً ْ َ ْ ُ َ ْ ََ ْ ُ ِ « ٍ ‫والمعوذتين حين تمسى وحين تصبح ثلث مرات تكفيك من كل شى‬ ‫َ ْ ُ َ ّ َ َ ْ ِ ِ َ ُ ْ ِ َ ِ َ ُ ْ ِ ُ َ َ َ َ ّ ٍ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ ّ َ ْء‬ Pada malam hujan lagi gelap gulita kami keluar mencari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk shalat bersama kami, lalu kami menemukannya. Beliau bersabda, "Apakah kalian telah shalat?" Namun sedikitpun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, "Katakanlah". Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, "Katakanlah". Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Kemudian beliau bersabda, "Katakanlah". Hingga aku berkata, "Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?” Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Katakanlah (bacalah surat) QUL HUWALLAHU AHAD DAN QUL A'UDZU BIRABBINNAAS DAN QUL A'UDZU BIRABBIL FALAQ ketika sore dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akn mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan." (HR. Abu Daud no. 5082 dan An Nasai no. 5428. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan) Kedua: sebelum tidur. Pada waktu ini, kita dianjurkan membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq, An Naas dengan terlebih dahulu mengumpulkan kedua telapak tangan, lalu keduanya ditiup, lalu dibacakanlah tiga surat ini. Setelah itu, kedua telapak tangan tadi diusapkan pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Cara seperti tadi diulang sebanyak tiga kali. Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata, ْ ُ َ ٌ َ َ ّ ‫َ َ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ ِ ِ ُ ّ َ ْ َ ٍ َ َ َ َ ّ ْ ِ ث ّ َ َ َ ِ ِ َ َ َ ََ ِ ِ َ ُ ْ ُ و‬ ‫أن النبى - صلى ال عليه وسلم - كان إذا أوى إلى فراشه كل ليلة جمع كفيه ُم نفث فيهما فققرأ فيهمققا ) ققل هق َ الق أحقد ( و ) ققل‬ ُ ّ ِّ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ِ ِ ْ َ َ ِ ِ ْ َ َ َ َ ِ ِ َُ ْ َ ِ ِ َ َ ْ ِ َ َ َ ْ َ َ ِ ِ ُ َ ْ َ ّ ُ ِ ّ ّ َ ِ ُ ُ َ ْ ُ َ ِ َ َ ْ ّ َ ِ ُ ُ َ ‫أعوذ برب الفلق ( و ) قل أعوذ برب الناس ( ثم يمسح بهما ما استطاع من جسده يبدأ بهما على رأسقه ووجهقه ومققا أقبقل‬ ٍ ّ َ َ َ َ َ َِ ُ َ ْ َ ِ ِ َ َ ْ ِ ‫من جسده يفعل ذلك ثلث مرات‬ “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017) Ketiga: ketika ingin meruqyah (membaca do’a dan wirid untuk penyembuhan ketika sakit). Bukhari membawakan bab dalam shohihnya ‘Meniupkan bacaan ketika ruqyah’. Lalu dibawakanlah hadits serupa di atas dan dengan cara seperti dijelaskan dalam point kedua. ٌ َ َ ُ َ ُ ْ ُ ِ ِ ْ ّ َ ِ َ َ َ ِ ِ َ ِ َِ َ َ َ ِ ‫عن عائشة - رضى ال عنها - قالت كان رسول ال - صلى ال عليه وسققلم - إذا أوى إلققى فراشقه نفقث فقى كفيقه بققل هقو ا ّق أحقد‬ ‫ل‬ ِ ّ ُ ُ َ َ َ ْ ََ ََ ِ َ ْ َ َ َِ َ َ ْ َ ْ َ ِ ُ ُ ْ َ َ َ َ َ ْ ّ ََ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ ْ ِ ُ َ َ ْ َ ََ َ َ ُ َ ْ َ َ ِ ِ ُ َ ْ َ ّ ُ ً ِ َ ِ ْ َ َ ّ َ ُ ْ ِ َ ‫وبالمعوذتين جميعا ، ثم يمسح بهما وجهه ، وما بلغت يداه من جسده . قالت عائشة فلما اشتكى كان يقأمرنى أن أفعقل ذلقك‬ ِ‫ب‬ ‫ِه‬ Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, dia berkata, "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hendak tidur, beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas) dan Mu'awidzatain (Surat An Naas dan Al Falaq),

kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata, “Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku melakukan hal itu (sama seperti ketika beliau hendak tidur, -pen)." (HR. Bukhari no. 5748). Jadi tatkala meruqyah, kita dianjurkan membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq, An Naas dengan cara: Terlebih dahulu mengumpulkan kedua telapak tangan lalu keduanya ditiup lalu dibacakanlah tiga surat tersebut. Setelah itu, kedua telapak tangan tadi diusapkan pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Cara seperti ini diulang sebanyak tiga kali. Keempat: wirid seusai shalat (sesudah salam). Sesuai shalat dianjurkan membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq dan An Naas masing-masing sekali. Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata, ٍ َ َ ّ ُ َ ُ ُ ِ َ ّ َ ُ ْ ََ ْ َ ْ َ َ ّ َ َ ِ ْ َ َ ّ ‫أمرني رسول ال صلى ال عليه وسلم أن أقرأ المعوذات دبر كل صلة‬ ُ َّ ّ ُ ُ َ ِ َ َ َ ِ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan padaku untuk membaca mu’awwidzaat di akhir shalat (sesudah salam).” (HR. An Nasai no. 1336 dan Abu Daud no. 1523). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Yang dimaksud mu’awwidzaat adalah surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani. (Fathul Bari, 9/62) Kelima: dibaca ketika mengerjakan shalat sunnah fajar (qobliyah shubuh). Ketika itu, surat Al Ikhlash dibaca bersama surat Al Kafirun. Surat Al Kafirun dibaca pada raka’at pertama setelah membaca Al Fatihah, sedangkan surat Al Ikhlash dibaca pada raka’at kedua. Dari’ Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, َ ْ ُ ِ َ َ َّ َ ْ ُ َ ٌ َ َ ُ َ ُ ْ ُ ‫نعمت السورتان يقرأ بهما في ركعتين قبل الفجر : } قل هو ال أحد { و } قل يا أيها الكافرون‬ ِ ْ َ َ ْ َ ِ ْ َ َ ْ َ ِ َ ِ ِ َُ ْ َ ِ َ َ ْ ّ ِ َ ْ ِ “Sebaik-baik surat yang dibaca ketika dua raka’at qobliyah shubuh adalah Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan Qul yaa ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun).” (HR. Ibnu Khuzaimah 4/273. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Silsilah Ash Shohihah bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shohihah no. 646). Keenam: dibaca ketika mengerjakan shalat sunnah ba’diyah maghrib. Ketika itu, surat Al Ikhlash dibaca bersama surat Al Kafirun. Surat Al Kafirun dibaca pada raka’at pertama setelah membaca Al Fatihah, sedangkan surat Al Ikhlash dibaca pada raka’at kedua. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan, ‫ما أحصى ما سمعت من رسول ال -صلى ال عليه وسلم- يقرأ فى الركعتين بعد المغرب وفى الركعتيقن قبقل صقلة الفجقر ب )ققل يقا‬ َ ْ ُ ِ ِ ْ َ ْ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ ََ ْ ّ ِ َ ِ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ِ ْ َ َ ْ ّ ِ َُ ْ َ ِ ّ ِ ُ َ ْ ِ ُ َِْ َ ِ ْ ُ َ ٌ َ َ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ِ َ ْ َ َّ ‫أيها الكافرون( و )قل هو ال أحد‬ ُ “Aku tidak dapat menghitung karena sangat sering aku mendengar bacaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat pada shalat dua raka’at ba’diyah maghrib dan pada shalat dua raka’at qobliyah shubuh yaitu Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash).” (HR. Tirmidzi no. 431. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih) Ketujuh: dibaca ketika mengerjakan shalat witir tiga raka’at. Ketika itu, surat Al A’laa dibaca pada raka’at pertama, surat Al Kafirun pada raka’at kedua dan surat Al Ikhlash pada raka’at ketiga. Dari ‘Abdul Aziz bin Juraij, beliau berkata, “Aku menanyakan pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, surat apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (setelah membaca Al Fatihah) ketika shalat witir?” ‘Aisyah menjawab,

‫كان يوتر رسول ال -صلى ال عليقه وسقلم- ققالت كقان يققرأ فقى الولقى ب )سقبح اسقم ربقك العلقى( وفقى الثانيقة ب )ققل يقا أيهققا‬ َ َّ َ ْ ُ ِ ِ َ ِ ّ َِ َْ َ َ ّ َ َ ْ ِ ّ َ ِ َ ُ ِ َُ ْ َ َ َ ْ َ َ ِ ّ ُ ُ َ ُِ ُ َ َ .‫الكافرون( وفى الثالثة ب )قل هو ال أحد( والمعوذتين‬ ِ ْ ََ ّ َ ُ ْ َ ٌ َ َ ّ َ ُ ْ ُ ِ ِ َِ ّ ِ َ َ ُ ِ َ ْ ُ “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada raka’at pertama: Sabbihisma robbikal a’la (surat Al A’laa), pada raka’at kedua: Qul yaa ayyuhal kafiruun (surat Al Kafirun), dan pada raka’at ketiga: Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan mu’awwidzatain (surat Al Falaq dan An Naas).” (HR. An Nasai no. 1699, Tirmidzi no. 463, Ahmad 6/227) Dalam riwayat yang lain disebutkan tanpa surat al mu’awwidzatain. ‫عن أبى ب ِ كعب قال كان رسول ال -صلى ال عليه وسلم- يوتر ب )سبح اسم ربك العلى( و )قل يا أيها الكافرون( و )ققل هقو الق‬ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ِ َ ْ َ ّ َ َ ْ ُ َ َْ َ َ ّ َ َ ْ ِ ّ َ ِ ُ ِ ُ ُ ِ ّ ُ ُ َ َ َ َ َ ٍ ْ َ ‫َ ْ ُ َ ّ ْن‬ (‫أحد‬ ٌَ َ Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya melaksanakan shalat witir dengan membaca Sabbihisma robbikal a’la (surat Al A’laa), Qul yaa ayyuhal kafiruun (surat Al Kafirun), dan Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash)” (HR. Abu Daud no. 1423 dan An Nasai no. 1730) Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah mengatakan, . ‫وحديث عائشة في هذا ل يثبت ؛ فإنه يرويه يحيى بن أيوب ، وهو ضعيف .وقد أنكر أحمد ويحيى بن معين زيادة المعوذتين‬ ِ ْ َ َ ّ َ ُ ْ َ َ َ ِ ٍ ِ َ ُ ْ َ ْ َ َ ُ َ ْ َ َ َ ْ َ ْ َ َ ٌ ِ َ َ ُ َ َ ّ َ ُ ْ َ ْ َ ِ ِ ْ َ ُ ّ َِ ُ ُ ْ َ َ َ َ ِ َ َ ِ َ ُ ِ َ َ “Hadits ‘Aisyah tidaklah shahih. Di dalamnya ada seorang perowi bernama Yahya bin Ayyub, dan ia dho’if. Imam Ahmad dan Yahya bin Ma’in telah mengingkari penambahan “mu’awwidzatain”.” (Al Mughni, 1/831) Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan, ‫تعليق شعيب الرنؤوط : صحيح لغيره دون قوله : والمعوذتين وهذا إسناد ضعيف عبد العزيز بن جريج ل يتابع في حديثه‬ “Hadits ini shahih kecuali pada perkataan “al mu’awwidzatain”, ini sanadnya dho’if karena ‘Abdul ‘Aziz bin Juraij tidak diikuti dalam haditsnya.” (Tahqiq Musnad Al Imam Ahmad bin Hambal, 6/227) Jadi yang tepat dalam masalah ini, bacaan untuk shalat witir adalah raka’at pertama dengan surat Al A’laa, raka’at kedua dengan surat Al Kafirun dan raka’at ketiga dengan surat Al Ikhlas (tanpa mu’awwidzatain). Namun bacaann ketika witir ini sebaiknya tidak rutin dibaca, sebaiknya diselingi dengan berganti membaca surat lainnya. Syaikh ‘Abdullah Al Jibrin rahimahullah mengatakan, ‫والظاهر أنه يكثر من قراءتها، ول يداوم عليها فينبغي قراءة غيرها أحيانا حتى ل يعتقد العامة وجوب القراءة بها‬ ً “Yang nampak dari hadits yang ada, hendaklah bacaan tersebut seringkali saja dibaca, namun tidak terus-terusan. Sudah seharusnya seseorang membaca surat yang lain ketika itu agar orang awam tidak salah paham,ditakutkan mereka malah menganggapnya sebagai perkara yang wajib.” (Fatawa Syaikh Ibnu Jibrin, 24/43) Kedelapan: dibaca ketika mengerjakan shalat Maghrib (shalat wajib) pada malam jum’at. Surat Al Kafirun dibaca pada raka’at pertama setelah membaca Al Fatihah, sedangkan surat Al Ikhlash dibaca pada raka’at kedua. Dari Jabir bin Samroh, beliau mengatakan, ٌ َ َ ُ َ ُ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ َ َ ‫َ ْ َ َي‬ ‫كان النبي صلى ال عليه وسلم يقرأ في صلة المغرب ليلة الجمعة : ) قل يا أ ّها الكافرون ( و ) قل هو ال أحد‬ ِ َ ُ ُ َ َ ْ َ ِ ِ ْ َ ِ َ َ ِ َُ ْ َ ّ ِّ َ َ “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika shalat maghrib pada malam Jum’at membaca Qul yaa ayyuhal kafirun’ dan ‘Qul ‘ huwallahu ahad’. ” (Syaikh Al Albani dalam Takhrij Misykatul Mashobih (812) mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih) Kesembilan: ketika shalat dua rak’at di belakang maqom Ibrahim setelah thowaf. Dalam hadits Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu yang amat panjang disebutkan, ( ‫فجعل المقام بينه وبين البيت ] فصلى ركعتين : هق حم [ فكان يقرأ في الركعتين : ) قل هققو ال ق أحققد ( و ) قققل يققا أيهققا الكققافرون‬ ( ‫) وفي رواية : ) قل يا أيها الكافرون ( و ) قل هو ال أحد‬ “Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan maqom Ibrahim antara dirinya dan Ka’bah, lalu beliau laksanakan shalat dua raka’at. Dalam dua raka’at tersebut, beliau membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun). Dalam riwayat yang lain dikatakan, beliau membaca Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al

Kafirun) dan Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (Disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam Hajjatun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal. 56) Semoga sajian ini bermanfaat dan bisa diamalkan. Alhmadulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ’ala nabiyyina Muhammad wa ’ala alihi wa shohbihi wa sallam. Oleh : Muhammad Abduh Tuasikal

ANTARA 9 SITI YANG PATUT DICONTOHI: 1) Siti Khadijah - Beliau merupakan isteri Rasulullah s.a.w yg melahirkan anak2 Rasulullah, setia dan menyokong Rasulullah walaupun ditentang hebat oleh org2 kafir dan musyrik, menghantarkan makanan kpd Baginda ketika Baginda beribadat di Gua Hira’. 2) Siti Fatimah - Anak Rasulullah yg tinggi budi pekertinya. Sangat kasih dan setia kpd suaminya Ali karamallahu wajhah walaupun Ali miskin. Tidur berkongsikan 1 bantal dan kdg2 berbantalkan lengan Ali. Rasulullah pernah b’kata aku takkan maafkan kamu wahai Fatimah sehinggalah Ali maafkan kamu. 3) Siti A’ishah - Beliau isteri Rasulullah yg paling romantik. Sanggup berkongsi bekas makanan dan minuman dgn Rasulullah. Di mana Nabi s.a.w minum di situ beliau akan minum menggunakan bekas yg sama 4) Siti Hajar - Isteri Nabi Ibrahim yg patuh kpd suami dan suruhan Allah. Sanggup ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim atas suruhan Allah demi kebaikan. Berjuang mencari air utk anaknya Nabi Ismail (Pengorbanan seorg ibu mithali). 5) Siti Mariam - Wanita suci yg mmg pandai menjaga kehormatan diri dan mempunyai maruah yg tinggi sehingga rahimnya dipilih oleh Allah s.w.t utk mengandungkan Nabi Isa. 6) Siti Asiah - Isteri Firaun yg tinggi imannya dan tidak gentar dgn ujian yg dihadapinya drpd Firaun Laknatullah. 7) Siti Aminah - Wanita mulia yg menjadi ibu kandung Rasullullah. Mendidik baginda menjadi insan mulia. 8.) Siti Muti’ah - Isteri yg patut dicontohi dan dijanjikan Allah syurga untuknya kerana setianya kpd suami, menjaga makan minum, menyediakan tongkat utk dipukul oleh suaminya sekiranya layanannya tidak memuaskan hati, berhias dgn cantik utk tatapan suaminya sahaja. 9 ) Siti Zubaidah - Wanita kaya dermawan yg menjadi isteri Khalifah Harun Al-Rashid. Sanggup membelanjakan semua hartanya utk membina terusan utk kegunaan org ramai hanya niat kerana Allah s.w.t.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->