P. 1
Konversi Nilai Evaluasi Pembelajaran

Konversi Nilai Evaluasi Pembelajaran

|Views: 195|Likes:
Published by Nur Arif Anandhita

More info:

Published by: Nur Arif Anandhita on Apr 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2015

pdf

text

original

KONVERSI NILAI

Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan. Tanpa evaluasi, kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa, dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik, maka dari itu secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik umtuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program. Evaluasi pendidikan dan pengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitati atau kuantitati sesuai dengan standar tertentu. Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Fungsi Evaluasi Pendidikan. Sangat diperlukan dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk: Membuat kebijaksanaan dan keputusan. Menilai hasil yang dicapai para pelajar. Menilai kurikulum. Memberi kepercayaan kepada sekolah. Memonitor dana yang telah diberikan. Memperbaiki materi dan program pendidikan. Hasil evaluasi yang didapat sampai sekarang khusunya tentang dunia pendidikan Nasional kita cukup memperihatinkan, tidak hanya dalam segi kualitas tapi juga kegagalan dalam membentuk karakter building generasi muda bangsa. Terlebih jika dihadapkan pada suatu keadaan dimana penilai lebih dari satu, dan masing-masing mempunyai standar penilaian sendiri. Untuk itu dibutuhkan suatu konversi nilai yang

langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari nilai Mean dan SD. Jadi penilaian itu bukan . Konversi adalah adalah kegiatan mengubah atau mengolah skor mentah menjadi huruf. Terlepas dari kontroversi tersebut. penugasan. sehingga jarak nilai menjadi sama.5 SUD Batas atas C = M + 0. dan langkah terakhir adalah menentukan batas atas dan batas bawah. namun demikian terdapat para Pakar yang menganggapnya sebagai Skala Interval sehingga memungkinkan pengolahan datanya dengan analisis Statistik Parametrik. observasi. Jika tidak ada kegiatan konversi ini. kemudian menentukan besarnya SUD (Skala Unit Deviasi). penilaian antar teman dan lain-lain.5 SUD Skala sikap yang diberi bobot nilai 0 – 4 atau 1 – 5 sesuai dengan alternatif respon pada dasarnya merupakan skala yang bernilai Ordinal atau pemeringkatan. interventori. maka nilai tidak bisa dinterpretasikan. rumusnya adalah sebagai berikut: Batas bawah C = M – 0. Untuk cara pertama. jurnal.5 SUD Batas bawah D = M – 1. Dalam KTSP ada berbagai macam teknik penilaian antara tes. penilaian diri. sebab responden diminta merespon/menjawab sesuai dengan kecenderungan sikapnya untuk kemudian diberi kode/nilai peringkat oleh peneliti. Dengan cara ini penentuan nilai skala dilakukan dengan memberi bobot dalam satuan deviasi normal bagi setiap kategori respon pada suatu kontinum psikologis. portofolio. Tentu pernah melaksanakan penilaian hasil belajar. Cara yang kedua adalah dengan Mean Ideal dan SD Ideal atau Remmers. Untuk menentukan batas atas dan batas bawah tersebut. mereka yang berpendapat bahwa skala sikap bernilai ordinal mengajukan suatu cara untuk mengkonversi nilai skala tersebut menjadi bernilai Interval dengan menempatkan masing-masing nilai skala dalam kelompoknya pada suatu distribusi norma.5 SUD Batas atas B = M + 1.harus dapat menstandarkan perbedaan tersebut. Konversi nilai dapat dilakukan dengan menggunakan Mean dan SD atau dikenal juga dengan batas lulus Mean (Mean = SD).

Tes dapat berupa tes tertulis. ulangan tengah semester. tapi banyak jenis bentuk lain dari penilaian hasil belajar peserta didik. Berikut caranya : Misalkan ada 50 soal pilihan ganda. Dalam rancangan penilaian. dan menjodohkan. Kombinasi penggunaan berbagai teknik penilaian di atas akan memberikan informasi yang lebih akurat tentang kemajuan belajar peserta didik. Jika dalam bentuk ulangan harian dan ulangan tengah semester kita bisa melaksakan program perbaikan yang disebut dengan remedial. tapi jika ulangan semester atau ujian sekolah kapan lagi melaksanakan program perbaikannya. Sedangkan tes yang jawabannya berupa isian dapat berbentuk isian singkat dan/atau uraian. untuk melakukan perbaikan pembelajaran. benar-salah. tes lisan. tes dilakukan secara berkesinambungan melalui berbagai macam ulangan dan ujian. Salah satu teknik penilaian yang sering (bahkan selalu ini saja) adalah dalam bentuk tes. Sedangkan ujian terdiri atas ujian nasional dan ujian sekolah. Pertanyaan dan jawaban diberikan secara lisan. dan tes praktik atau tes kinerja. Dari Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi pilihan ganda. Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Setelah melaksakana ulangan atau ujian pernah tidak menemukan nilai peserta didik kita sangat rendah atau dibawah nilai Kriteria Ketuntasan Minimal. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. Tes tertulis adalah tes yang menuntut peserta tes memberi jawaban secara tertulis berupa pilihan dan/atau isian. memantau kemajuan dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Ulangan meliputi ulangan harian. Tes praktik (kinerja) adalah tes yang meminta peserta didik melakukan perbuatan/mendemonstasikan/ menampilkan keterampilan.melalui siswa menjawab soal saja. kita koreksi dulu hasil ulangan siswa hingga . Salah satu cara mengatasinya bisa dengan sistem konversi nilai. Tes lisan adalah tes yang dilaksanakan melalui komunikasi langsung (tatap muka) antara peserta didik dengan pendidik. Tes adalah pemberian sejumlah pertanyaan yang jawabannya dapat benar atau salah. dan ulangan kenaikan kelas. ulangan akhir semester.

misalnya Skor tertinggi = 30 Skor terendah = 10 Lalu kita menentukan berapa nilai tertinggi dan terendah yang diinginkan. misalnya: Skor tertinggi = 30 dapat nilai 8 Skor terendah = 10 dapat nilai 6 Rumus yang kita pakai adalah Y = ax + b Terlebih dahulu kita menentukan nilai a. Lalu kita mendapatkan skor tertinggi dan skor terendah.mendapatkan skor.1 x 30 + 5 Y=3+5 Y= 8 .1 sekarang kita menetukan b. dengan cara : Niali Tertinggi 8 = 30a + b (30 adalah skor tertinggi) Nilai Terendah 6 = 10a + b – (10 adalah skor terendah) 2 = 20a a = 2/20 a = 1/10 atau 0. Skor yang di dapat adalah jumlah soal yang dijawab benar oleh siswa dari 50 soal yang diberikan. sekarang kita buktikan untuk menentukan nilai konversi Y = 0.1 adalah a sedang 30 adalah skor tertinggi) 8=3+b b=8–3 b=5 Sekarang kita tinggal memasukkan kedalam rumus Y= ax + b. dengan cara : 8 = 1/10 x 30 + b ( 1/10 atau 0.

1 x 20 + 5 Y=2+5 Y=7 Kesimpulan bahwa proses penilaian adalah suatu proses membandingkan skor yang diperoleh tiap siswa dengan acuan yang dipakai penilaian aturan patokan atau penilaian aturan norma (PAN atau PAP).1 x 10 + 5 Y=1+5 Y= 6. misalkan skornya 20.10 atau A – E. bagaimana dengan yang terendah berikut perhitungannya Y= 0.dengan rumus Y = ax + b Y = 0. . Bagaimana dengan yang lain.Artinya siswa dengan skor 30 mendapat nilai konversi 8. yang hasilnya berbentuk nilai dengan skala 0 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->