P. 1
Pengertian Cerpen

Pengertian Cerpen

|Views: 757|Likes:
Published by Juliana Betet

More info:

Published by: Juliana Betet on Apr 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2013

pdf

text

original

Pengertian Cerpen Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek, disebut demikian karena jumlah halamannya yang sedikit

, situasi dan tokoh ceritanya juga digambarkan secara terbatas (Rani, 1996:276). Mengutip Edgar Allan Poe, Jassin (1961:72) mengemukakan cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk, kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam (dalam Nurgiyantoro, 2000:72). Dalam bukunya berjudul Anatomi Sastra (1993:34), Semi mengemukakan: cerpen ialah karya sastra yang memuat penceritaan secara memusat kepada suatu peristiwa pokok saja. Semua peristiwa lain yang diceritakan dalam sebuah cerpen, tanpa kecuali ditujukan untuk mendukung peristiwa pokok. Masih menurut Semi, dalam kesingkatannya itu cerpen akan dapat menampakan pertumbuhan psikologis para tokoh ceritanya, hal ini berkat perkembangan alur ceritanya sendiri. Ini berarti, cerpen merupakan bentuk ekspresi yang dipilih dengan sadar oleh para sastrawan penulisnya. Berdasarkan jumlah katanya, cerpen dipatok sebagai karya sastra berbentuk prosa fiksi dengan jumlah kata berkisar antara 750-10.000 kata. Berdasarkan jumlah katanya, cerpen dapat dibedakan menjadi 3 tipe, yakni. 1. Cerpen mini (flash), cerpen dengan jumlah kata antara 750-1.000 buah. 2. Cerpen yang ideal, cerpen dengan jumlah kata antara 3.000-4000 buah. 3. Cerpen panjang, cerpen yang jumlah katanya mencapai angka 10.000 buah. Cerpen jenis ini banyak ditulis oleh cerpenis Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Eropa pada kurun waktu 1940-1960 (Pranoto, 2007:13-14). Berdasarkan teknik cerpenis dalam mengolah unsur-unsur intrinsiknya cerpen dapat dibedakan menjadi 2 tipe, yakni. 1. Cerpen sempurna (well made short-story), cerpen yang terfokus pada satu tema dengan plot yang sangat jelas, dan ending yang mudah dipahami. Cerpen jenis ini pada umumnya bersifat konvensional dan berdasar pada realitas (fakta). Cerpen jenis ini biasanya enak dibaca dan mudah dipahami isinya. Pembaca awam bisa membacanya dalam tempo kurang dari satu jam 2. Cerpen tak utuh (slice of life short-story), cerpen yang tidak terfokus pada satu tema (temanya terpencar-pencar), plot (alurnya) tidak terstruktur, dan kadang-kadang dibuat mengambang oleh cerpenisnya. Cerpen jenis ini pada umumnya bersifat kontemporer, dan ditulis berdasarkan ide-ide atau gagasan-gagasan yang orisinal, sehingga lajim disebut sebagai cerpen ide

psikologis. tokoh pembantu. tokoh antagonis (tokoh jahat). Tokoh cerita bisa dibedakan berdasarkan peranannya. .(cerpen gagasan). Para pembaca awam sastra menyebutnya cerpen kental atau cerpen berat. tokoh utama harus digambarkan sebagai tokoh yang hidup. Tokoh inilah yang menjadi pendukung tema utama dalam cerita. yakni tokoh utama. tanpa kecuali. lebih-lebih tokoh protagonis dan tokoh antagonisnya harus digambarkan sebagai tokoh dengan profil yang utuh. hanya unsur tokoh dan penokohan saja yang dibahas dalam penelitian ini. karena peristiwa demi peristiwa yang diceritakan di dalam sebuah cerpen. tokoh utama dapat dibedakan menjadi tokoh protagonis (tokoh baik). Sehubungan dengan itu maka teori sastra yang dikutip pada bagian landasan teori ini hanya teori tentang tokoh dan penokohan saja. tokoh yang utuh. yakni : (1) tema. tokoh wirawan/wirawati (tokoh baik pendukung tokoh protagonis). Unsur Intrinsik Cerpen Unsur-unsur intrinsik karya sastra berbentuk cerpen. Tokoh cerita harus digambarkan sebagai tokoh yang memiliki kepribadian. sudah pasti adalah peristiwa yang diandaikan sebagai peristiwa yang dialami oleh para tokoh ceritanya. Dari enam unsur instrinsik cerpen di atas. berwatak dan memiliki sifat-sifat tertentu. adalah unsur-unsur pembangun struktur cerpen yang ada di dalam cerpen itu sendiri. Gambaran lengkap profil tokoh utama yang utuh dimaksud meliputi 3 dimensi. bukan tokoh mati yang sekadar menjadi boneka mainan ditangan pengarangnya. Dalam kasus di mana tokoh utamanya lebih dari satu orang maka tokoh yang lebih penting disebut tokoh inti (tokoh pusat). Cerpen jenis ini sulit sekali dipahami oleh para pembaca awam sastra. Tokoh utama adalah tokoh yang memegang peranan penting dalam cerita. dan tokoh tambahan. Berdasarkan watak yang diperankan. Cerpen merupakan karya sastra yang harus mempunyai unsur intrinsik yang disebut tokoh dan penokohan. (4) latar. dan sosiologis. dan tokoh antiwirawan/antiwirawati (tokoh jahat pendukung tokoh antagonis). yakni: fisiologis. (2) tokoh. Jelasnya. (3) alur. Menurut Mido (1994:21). tanpa tokoh mustahil ada cerita dan tanpa cerita tak ada karya sastra. dan (6) diksi. harus dibaca berulang kali baru dapat dipahami sebagaimana mestinya. Para tokoh dimaksud. (5) teknik penceritaan.

ciri-ciri fisik (dimensi fisikologis). Dimensi fisiologis. Sementara metode tidak langsung (implisit) mengarah pada cara mengarangnya yang tidak menyebutkan secara langsung ciri-ciri fisik (dimensi fisiologis). watak tokoh cerita dalam metode tidak langsung (implisit) dilukiskan melalui sejumlah deskripsi yang bersifat implisit seperti : (1) melalui deskripsi fisik. ciri-ciri sosial (dimensi sosial) dan ciri-ciri psikologis (dimensi psikologis) yang dilekatkannya pada tokoh cerita (Mido. M.1. Metode langsung (eksplisit) mengarah pada cara pengarangnya yang menyebutkan secara langsung ciri-ciri fisik (dimensi fisioloogis). 2. faktor sosio-politik. dan (8) melalui reaksi. (6) melalui deskripsi kepemilikan atas benda-benda dan lingkungan tempat tinggalnya. Dimensi sosiologis meliputi penggambaran ciri-ciri sosial tokoh cerita. dan sosioloogis. psikologis. 3. meliputi penggambaran ciri-ciri fisik tokoh cerita. ciri-ciri tubuh. kegamaan. faktor kebudayaan. keturunan dan suku bangsa. ucapan dan pendapat tokoh lain. (7) melalui nama tokoh. (5) melalui dialog antara tokoh cerita. perasaan. peranan sosial. jabatan. Dalam rangka menggambarkan dimensi fisiologis. keahlian dan kecakapan khusus. kecerdasan (IQ). pandangan hidup. norma-norma moral. (4) melalui deskripsi perbuatan. usia. (3) melalui ucapan dan pikiran tokoh yang bersangkutan. para tokoh ceritanya. dan raut wajah. temperamen. pendidikan. para pengarang ada yang melakukannya secara langsung dengan metode diskursif (eksplisit) dan ada pula yang melakukannya secara tidak langsung dengan metode dramatik (implisit). pakaian dan perhiasan. ciri-ciri sosial (dimensi sosial) dan ciri-ciri psikologis (dimensi psikologis) yang dilekatkannya pada tokoh cerita. kadaan tubuh. seperti: mentalitas. sikap. Menurut Mido (1994:24-36). kehidupan keluarga. . dan tata nilai yang dianut dalam masyarakat (1993:35). agama. kegemaran. aktifitas sosial. Atar Semi berpendapat bahwa struktur ekstrinsik mencakapi faktor sosial-ekonomi. bentuk tubuh. Dimensi psikologis meliputi penggambaran ciri-ciri psikologis tokoh cerita. ideologi. seperti: status sosial. kehidupan pribadi. pekerjaan. (2) melalui deskripsi mimik dan sikap tubuh. watak/karakter. orpol/ormas yang dimasuki. 1994:22-23). keinginan. Unsur Ekstrinsik Cerpen Para kritikus sastra saling berbeda-beda dalam menetapkan unsur-unsur apa saja yang termasuk dalam lingkup struktur ekstrinsik karya sastra berbentuk prosa fiksi. seperti: jenis kelamin.

Cerpen harus memperlihatkan kepaduan sebagai patokan dasarnnya ( Zaidan dkk. Disamping itu.Hampir sama dengan itu adalah pendapat Frans Mido yang berpendapat bahwa struktur ekstrinsik mencakupi semua unsur-unsur seperti : sosiologi. Manusia alam dan religiusitas membentuk sistem kehidupan. cerpen adalah suatu karakter yang dijabarkan lewat rentetan suatu kejadian dari pada kejadian – kejadian itu sendiri dari satu persatu . Pengertian Cerpen Cerpen sesuai dengan namanya adalah certa pendek akan tetapi berapa ukuran panjang dan pendeknya itu memang tidak ada kesepakatan diantara pengarang dan para ahli sastra.Cerpen adalah kisahan yang dominan tentang satu tokoh dalam satu latar dan situasi dramatik. ideologi. 1993:8). sastra harus pula mampu menjadi wadah penyampaian ide-ide yang dipikirkan dan dirasakan oleh sastrawan tentang kehidupan umat manusia. 1. Karya sastra merupakan suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupan dengan menggunakan bahasa sebagai mediumnya (Semi. Dalam teori klasik. Mengutip Wellek dan Warren (1956:75-135). kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam (dalam Nurgiyantoro. 2007: 50). Sastra pada umumnya bertalian dengan religiusitas manusia dan humanisme. sebagai seni kreatif yang menggunakan manusia dari segala macam kehidupannya maka ia tidak saja merupakan media untuk menampung ide.(Hoerip) dalam . Nurgiyantoro menyebutkan bahwa unsur-unsur yang termasuk dalam lingkup struktur ekstrinsik ini antara laSastra adalah bentuk karya seni yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya. 2002:1). alamlah yang memberikan inspirasi menggerakkan hati dan tangan manusia dalam penciptaan sesuatu seperti halnya menciptakan suatu karya yang bisa disebut karya sastra (Jarkasi. Dikemukakan. politik. dan kebudayaan (1994:14). Dengan menggunakan medium bahasa sastra dapat lebih banyak dan leluasa mengungkapkan atau mengekspresikan nilai-nilai yang bermanfaat bagi penyempurnaan kehidupan manusia. teori. 2009:1) Didalam Kamus Istilah sastra . ekonomi. Dalam bukunya yang berjudul Anatomi Sastra. Edgar Allan Poe (Jassin. atau sistem berfikir manusia. 1967:72) mengemukakan bahwa cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk. Semi mengemukakan cerpen.

Semua peristiwa lain yang diceritakan dalam sebuah cerpen. Jadi. Cerpen adalah arah saja yang menunjuk kesatu atau beberapa arah. Dan arah yang lainnya pembaca diminta mengambil bagian mutlak dalam kehidupan (dari dan dalam) cerpen arah yang diberi pengarang tadi haruslah dijajaki sendiri oleh pembaca. nilai moral. 2. nilai kemanusiaan. Pengertian Nilai Nilai adalah sesuatu yang indah. Cerpen sebagai suatu bentuk karya fiksi sesungguhnya merupakan karya sastra yang leng kap selesai. Keindahan suatu nilai itu tergantung pada orang yang menggunakannya. nilai pendidikan. cerpen merupakan pilihan sadar sastrawan. Dengan begitu cerpen menyuguhkan cerita yang dipadatkan digayakan dan diperkokoh oleh kemampuan imajinasi pengarang atau penulisnya. Dia mencernakan lebih lanjut dalam benakanya sendiri menurut gaya dan pikirannya sendiri ( Semi. dan nilai religius. padat. Nilai adalah sifat-sifat atau hal-hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan dan sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakikatnya : etika dan berhubungan erat (KBBI. Apakah nilai itu difungsikan dengan baik dan benar seperti nillai kebenaran. Cerpen ialah karya sastra yang memuat penceritaan secara memusatkan kepada satu peristiwa pokok saja. bukan hasil belum mampunya seseorang menulis novel tebal.Semi.2003:78). cerpen sesungguhnya lengkap dan selesai sebagai suatu bentuk karya fiksi pengarang cerpen hanyalah membri arah saja. akan tampak pertumbuhan psikologis dari para pelaku cerita berkat perkembangan alur cerita itu sendiri. Cerpen adalah karya sastra yang paling digemari oleh masyarakat karena ceritanya yang menarik dan penuh imajinatif dari pengarang. Pendapat lain tentang nilai dikemukakan oleh Kaelan (2002:106) yang menyebutkan nilai (value) adalah sebagai sesuatu yang berharga dan .hannyalah ditujukan untuk mendukung peristiwa pokok. dan lengkap. Cerpen dalam kesingkatannya. 1993:35). Sebaliknya nilai itu tidak akan berguna bila digunakan pada arah yang negatif. Semua bagian dari cerpen mesti terikat pada satu kesatuan jiwa : pendek. 1993:34) yang ada didalamnnya lazim merupakan suatu pengalaman atau penjelajahan reaksi itulah pada hakikatnya disebut cerpen. ia merupakan bentuk sastra yang yang berdaulat penuh.

Menurut Muhammad (2005:81-82) menjelaskan bahwa nilai adalah sesuatu yang dianggap bernilai apabila arah pilihan ditujukan pada yang baik. Nilai material. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani (batin) manusia. dan cipta). dapat disimpulkan ahwa nilai merupakan sesuatu berharga dan di yakini oleh seseorang atau masyarakat sebagai acuan dalam bertindak.2004) dalam Kaelan (2002:107) membagi nilai menjadi tiga bagian yaitu : a. budi. palu bagi hakim. nilai moral. yaitu nilai yang bersumber dari unsur akal manusia (rasio. 2002: 92). Adapun nilai-nilai itu adalah nilai pragmatis nilai logika. nilai religius dan juga nilai etika. seperti : pangan. sandang. Nilai adalah kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.indah (nilai estetis) baik (nilai moral)dan diyakini (nilai religius) Menurut Notonogoro sebagaimana yang dikutip (Budiyanto. Nilai kerohaniaan dapat dibedakan lagi menjadi empat macam : a) Nilai kebenaran. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kebutuhan fisik manusia. Pengertian Etika . Dari beberapa pendapat diatas. nilai estetis. yang menarik dan yang diperbolehkan karena ada manfaat bagi manusia dan inilah yang diinginkan oleh manusia dalam hidup bermanfaat. baik lahir maupun batin (Kaelan. 2. Nilai kerohaniaan. Nilai bermanfaat bagi kehidupan manusia baik lahir maupun batin jika difungsikan dengan baik dan benar. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan. b. kendaraan dan lain sebagainnya. estetika. seperti : buku dan alat tulis bagi mahasiswa. dan intuisi) c) Niali moral / kebaikan yaitu nilai yang bersmber dari unsur kehendak atau kemauan manusia (karsa dan etika) d) Nilai religius merupakan nilai ketuhanan yang bersumber dari keyakinan / kepercayaan terhadap Tuhan . yaitu nilai yang bersumber dari unsur rasa manusia (Perasaaan. b) Nilai keindahan. c. Nilai vital. perumahan.diperjuangkan karena berguna (nilai pragmatis) benar (nilai logika).

dan sopan santun dalam pergaulan (Nurgiyantoro. Etika atau moral dalam karya sastra biasanya mencerminkan pandangan hidup pengarang yang bersangkutan. Ia merupakan “petunjuk” yang sengaja diberikan oleh pengarang tentang berbagai hal yang berhubungan dengan masalah kahidupan. Etika khusus dibagi menjadi etika individual yang membahas kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan etika sosial yang membahas tentang kewajiban manusia terhadap manusia lain dalam hidup bermasyarakat. 2005:66). Etika merupakan suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral. Dengan demikian nilai-nilai etika itu merupakan nilai yang menyangkut kelakuan dan perbuatan manusia yang sesuai dengan atau menghargai martabat manusia. yang timbul adalah “masalah kemanusiaan”. seperti sikap. Dari bentuk jamak ini dibentuk istilah bahasa Inggris Ethics yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi Etika. 2002:86). Manusia dibekali dengan etika atau moral yang mengandung sifat baik. Kebiasaan yang baik itu berupa perilaku. akhlak yang baik. Ada dua jenis hubungan dalam kehidupan manusia. 2006:71) . dan adil dalam besikap dan berbuat terhadap dirinya sendiri dan terhadap orang lain dalam masyarakat. Etika adalah ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan belbagai ajaran moral (Suseno.( Suseno. yaitu terbiasa berbuat baik. yaitu ilmu tentang kebiasaan yang baik. pandangannya tentang nilai-nilai kebenaran dan hal itulah yang ingin disampaikan kepada pembaca. Etika umum mempertanyakan prinsip-prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia. dan benar bermanfaat bagi semua orang karena kodrat manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. 1987). benar. dan nilai kebenaran. Apabila kelakuan dan perbuatan tidak sesuai dengan atau merendahkan martabat manusia. yaitu hubungan manusia dengan Tuhan sang pencipta dan hubungan sesama manusia dalam hidup bermasyarakat. Apa yang dilakukan dan diharapkan hasilnya adalah nilai kebaikan. (Muhammad.1987). nilai kemanfaatan bagi diri sendiri dan bagi orang lain masyarakat (Muhammad. bentuk jamaknya etha. 2002:321). yang merupakan suatu bagian terbesar dari etika khusus (Kaelan. tingkah laku. Etika termasuk kelompok filsafat praktis dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu etika umum dan etika khusus.Etika berasal dari bahasa Yunani kuno Ethos artinya adat kebiasaan. sedangkan etika khusus membahas prinsip-prinsip itu dalam hubungannya dengan belbagai aspek kehidupan manusia. Etika atau moral kodrat adalah kebiasaan berperilaku atau berbuat baik. jujur.

Agama dalam pengertian “Addien”. (Prasetya. baik lahir maupun batin. sehingga segala sesuatu diciptakan (berasal dari Tuhan). Dalam kehidupan manusia. sehingga dapat ditangkap. terutama dengan yang Maha Esa. Tuhan mewahyukan firman-firman-Nya di dalam kitab suci kepada pesuruh-Nya. sehingga jikalau dijabarkan dalam norma hukum. alas. sumbernya adalah wahyu dari Tuhan. 2002:92). jadi agama tidak dapat dimasukkan kedalam lingkungan kebudayaan selama budaya berpendapat bahwa Tuhan itu dapat dimasukan kedalam hasil ciptaan manusia. 2004:47-48). disampaikan oleh malaikat. Tuhan mengutus Rasul untuk menyampaikan agama kepada umat. tidak berasal dari manusia. Dengan perantara malaikat. atau motivasi dalam bersikap dan bertingkah laku baik disadari maupun tidak. Agama adalah bukan produk manusia. dipahami dan selanjutnya diamalkan oleh umat. dkk. maka nilai-nilai tersebut bersumber pada hakikat kodrat manusia. Sedangkan Kebudayaan sumbernya dari manusia. Agar nilai kehidupan tersebut menjadi lebih berguna dalam menutup sikap dan tingkah laku manusia. Maka nilai tersebut bersifat mutlak karena hakikat Tuhan adalah kuasa prima (sebab pertama). 4. Nilai Etika yang berhubungan dengan Agama Nilai etika yang berhubungan dengan agama ini bersifat universal karena menyangkut hakikat kenyataan objektif segala sesuatu. Dalam kehidupan manusia secara alamiah. Nilai Etika yang berhubungan dengan Kehidupan Nilai adalah kualitas dari suatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Maka wujud yang lebih konkrit dan nilai tersebut adalah merupakan suatu norma (Kaelan. karena terjadi pembenturan kepentingan diantara mereka sehingga terdapat suatu kemungkinan terjadi anarkhisme dalam masyarakat. diketahui. maka diistilahkan sebagai hak dasar (hak asasi) (Kaelan. Demikian juga jikalau berkaitan dengan hakikat manusia. Kebudayaan menurut Islam adalah mengatur hubungan manusia dengan manusia dan alam nyata juga mengatur hubungan manusia dengan alam gaib. maka perlu lebih dikonkritkan lagi serta diformulasikan menjadi lebih objektif sehingga memudahkan manusia untuk menjabarkannya dalam tingkah laku secara konkrit.3. diucapkan oleh Rasul. nilai dijadikan landasan. tetapi dari Tuhan. jaminan atas kebebasan manusia baik sebagai individu maupun mahluk sosial sulit untuk dapat dilaksanakan. Jadi jelas agama bukan bagian dari kebudayaan tetapi berasal dari Tuhan. Dalam hubungan inilah manusia memerlukan suatu masyarakat hukum yang mampu menjamin . manusia atas segala lainnya. Isi kitab suci itu berasal dari Tuhan. 2002:91). misalnya hakikat Tuhan.

bisa habis dibaca dalam sekali duduk. Sebuah tema adalah seperti sebuah tali yang menghubungkan awal dan akhir cerita dimana Anda menggantungkan alur. tapi tempat-tempat biasa yang sering dijumpa pembaca dalam kehidupan sehari-hari mereka. yaitu banyaknya perkataan yang dipakai: antara 500-20. para sastrawan juga memiliki pemikiran yang berbeda-beda mengebai rumusan cerpen secara khususnya. dan masyarakat itulah yang disebut negara. adanya satu watak. juga tidak saling bertentangan satu sama lain. Jassin –Sang Paus Sastra Indonesia. Hal itu tidak berarti Anda harus selalu memilih setting yang tipikal dan mudah ditebak. dimensi politis mencakup lingkaran kelembagaan hukum dan negara. Oleh karena itu. . Cerpen sendiri merupana bagian karya sastra yang proses penulisannya bisa didapat dari berbagai macam sumber dan cara. adanya satu plot. A. hanya ada satu permasalahan yang dibahas. dan penyelesaian. Hampir semuanya menyepakati pada satu kesimpulan bahwa cerita pendek atau yang biasa disingkat cerpen adalah cerita rekaan yang pendek. Dalam hubungan dengan sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. 2. Bakar Hamid dalam tulisan “Pengertian Cerpen” berpendapat bahwa yang disebut cerita pendek itu harus dilihat dari kuantitas.hak-haknya. 2002:98-99). beberapa setting yang paling menakutkan bagi sebuah cerita seram bukanlah kuburan atau rumah tua.000 kata.in. karakter. Rumusan-rumusan tersebut tidak sama persis. setting cerita dan lainnya. berdasarkan sifat kodrat manusia sebagai mahluk individu dan mahluk sosial. Di sisi lain.yang disebut cerita pendek harus memiliki bagian perkenalan. Pengertian Cerpen Cerpen adalah suatu karya sastra yang ceritanya pendek. pendekatan etika senantiasa berkaitan dengan sikap-sikap moral dalam hubungannya dengan kehidupan masyarakat seara keseluruhan (Kaelan. Oleh karena itu. sehingga senantiasa berkaitan dengan kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Dan masih banyak sastrawan yang merumuskan definisi cerpen. Banyak pendapat mengenai definisi cerpen sehingga dapat dikatakan bahwa definisi cerpen bermacam-macam sesuai pandangan orang yang menyikapi. dan adanya satu kesan.sabda. Setting Setting atau tempat kejadian juga harus berperan untuk turut mendukung jalannya cerita. KH. (http://pelitaku. Sedangkan Aoh. Tentukan Tema Setiap tulisan harus memiliki pesan atau arti yang tersirat di dalamnya.B. mendefinisikan bahwa cerpen adalah salah satu ragam fiksi atau cerita rekaan yang sering disebut kisahan prosa pendek. Sebagai contoh. Disamping itu disampaikan oleh A. Menurut H. dimensi politis manusia senantiasa berkaitan dengan kehidupan negara dan hukum. pertikaian.org/tips_menulis_cerpen) B. Langkah-langkah Membuat Cerpen 1.

Jangan terlalu terbawa untuk memaparkan sedetail-detailnya latar belakang tiap tokoh tersebut. Tentukan tokoh mana yang paling penting dalam mendukung cerita dan fokuskan diri padanya. Pastikan bahwa alur Anda lengkap. artinya harus ada pembukaan. Penokohan Sebuah cerpen cukup memiliki sekitar tiga tokoh utama saja.menentukan pokok-pokok isi cerita agar dapat ingat pokoknya lalu yang lain akan teringat pula -3. Tiap kata yang ditaruh dalam mulut tokoh-tokoh Anda juga harus berfungsi dalam memunculkan tema cerita.mengerti isi cerita sebelum menceritakan sebuah cerita -2. karena terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalan cerita Anda. Cara membaca cerpen yang baik Membaca cerpen yang baik Apa yang harus dilakukan dalam membaca cerpen? Ini lah proses-proses untuk membuat pembacaan cerpen menjadi baik: -1. Alur Buat paragraf pembuka yang menarik yang cukup membuat pembaca penasaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.Buatlah agar pembaca juga seolah-olah merasakan suasana cerita lewat setting yang telah dipilih tadi. Dialog Dialog harus mampu turut bercerita dan mengembangkan cerita Anda. ada yang baik di baca dengan lembut dan yang jahat di baca sedikit keras.tokoh dan watak:agar dapat mengetahui seperti apa wataknya dan ketika membaca tidak semuanya datar. Tema :untuk dapat mengetahui apa isi cerita tersebut -2. Jangan hanya menjadikan dialog hanya sebagai pelengkap untuk menghidupkan tokoh Anda. pertengahan cerita dan penutup. 4. 3. melatih intonasi Ada pula yang harus diperhatikan sebelum membaca cerpen yaitu: -1. Alur : agar tidak terlalu bingung dengan membacanya Agar tidak terlalu malu mungkin kita dapat mencoba untuk berlatih dengan menggunakan kaca agar pada saat membacakan sudah membayang kan situasi pada saat membaca dan tidak terlalu . -3. Latar :agar mengetahui situasi dan keadaan dalam cerita -4. 5.

pembaca harus memperhatikan beberapa persyaratan. Keberhasilan pembaca cerpen tidak hanya ditentukan oleh baik tidaknya cerpen yang akan dibacakannya. 2. yang pada akhirnya pendengar memperoleh kenikmatan tersendiri dari pertunjukan cerpen yang didengarkannya. Bercerita di depan agar dapat terlihat orang lain. Pembacaan cerpen ditujukan untuk suatu pertunjukan baca cerpen. Cara Membaca Cerpen yang Baik Cerpen adalah cerita yang dapat dibaca dengan cepat tanpa membutuhkan waktu yang lama. dengan cara yang menarik di depan para pendengarnya. Pembaca harus mempersiapkan diri untuk banyak hal. tetapi lebih ditentukan oleh kemampuan pembaca mengkomunikatifkan pembacaannya. Tokoh dan penokohan termasuk unsur yang terdapat di luar karya sastra. Cerpen sebagai karya sastra terdiri dari unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. sehingga dapat dinikmati secara optimal oleh para pendengar. . Langkah-langkah membaca cerpen kepada orang lain : 1. Persiapan yang baik akan menyebabkan pertunjukan baik pula. Memahami isi cerita sebelum bercerita. secara lisan.kaget dalam membaca.

Pada saat menceritakan harus dengan ekspresi. 6. lafal melalui tokohtokohnya supaya lebih imajinatif. 4. Menutup cerita dengan akhiran yang menarik. dan mimik agar membuat orang yang mendengarkan tertarik untuk mendengar cerita. 5.3. . Menggunakan alat peraga yang sesuai. Juga kesesuaian alur cerita yang diceritakan. Bercerita dengan ekspresif dengan kombinasi suara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->