PENGANTAR AKUNTANSI KEPERILAKUAN

Perkembangan akuntansi dari sistem buku berpasangan. Pada awalnya, pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit kayu, dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 sebelum masehi. Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno. Pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka- angka desimal arab dan semakin berkembangnya dunia usaha pada waktu itu. Perkembangan akuntansi terjadi bersamaan dengan ditemukannya sistem pembukuan berpasangan (double entry system) oleh pedagang- pedagang Venesia yang merupakan kota dagang yang terkenal di Italia pada masa itu. Dengan dikenalnya sistem pembukuan berpasangan tersebut, pada tahun 1494 telah diterbitkan sebuah buku tentang pelajaran pembukuan berpasangan yang ditulis oleh seorang pemuka agama dan ahli matematika bernama Luca Pacioli dengan judul Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita yang berisi tentang palajaran ilmu pasti. Namun, di dalam buku itu terdapat beberapa bagian yang berisi palajaran pembukuan untuk para pengusaha. Bagian yang berisi pelajaran pembukuan itu berjudul Tractatus de Computis et Scriptorio. Buku tersebut kemudian tersebar di Eropa Barat dan selanjutnya dikembangkan oleh para pengarang berikutnya. Sistem pembukuan berpasangan tersebut selanjutnya berkembang dengan sistem yang menyebut asal negaranya, misalnya sistem Belanda, sistem Inggris, dan sistem Amerika Serikat. Sistem Belanda atau tata buku disebut juga sistem Kontinental. Sistem Inggris dan Amerika Serikat disebut Sistem Anglo- Saxon. Perkembangan Akuntansi dari Sistem Kontinental ke Anglo-Saxon Pada abad pertengahan, pusat perdagangan pindah dari Venesia ke Eropa Barat. Eropa Barat, terutama Inggris menjadi pusat perdagangan pada masa revolusi industri. Pada waktu itu pula akuntansi mulai berkembang dengan pesat. Pada akhir abad ke-19, sistem pembukuan berpasangan berkembang di Amerika Serikat yang disebut accounting (akuntansi). Sejalan dengan perkembangan teknologi di negara itu, sekitar pertengahan abad ke20 telah dipergunakan komputer untuk pengolahan data akuntansi sehingga praktik pembukuan berpasangan dapat diselesaikan dengan lebih baik dan efisien. Pada Zaman penjajahan Belanda, perusahaan- perusahaan di Indonesia menggunakan tata buku. Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari pembukuan berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya, diantaranya teknik pembukuan. Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (AngloSaxon) mulai diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo- Saxon). Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manager dan pengambil keputusan lainnya untuk mengambil keputusan alokasi sumber daya. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Audit, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat/opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manager, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan.

Pemakai laporan keuangan pihak eksternal yang berasal dari luar perusahaan seperti: investor. sedangkan pada penelitian pasar modal objeknya adalah pada level agregat (pasar) secara keseluruhan. kreditur. melainkan bidang psikologi atau organisasional. Ada beberapa pihak yang menyatakan bahwa akuntansi keperilakuan bukan merupakan bagian dari akuntansi. pemerintah dan masyarakat. akuntansi sektor publik. Tetapi. Hal ini disebabkan penelitian Argyris di tahun 1952 menulis mengenai proses penganggaran yang merupakan bagian dari pengendalian manajemen. auditing. objek studinya adalah pada level individu atau kelompok. seperti: karyawan (pegawai). Tujuan informasi tersebut adalah untuk dapat mengalokasikan sumber daya dan mengoptimalkan pada aktivitas bisnis dan ekonomi. Pemakaian laporan keuangan pihak internal yang berasal dari dalam perusahaan yang diperuntukkan untuk melakukan serangkaian evaluasi kinerja. Aspek keperilakuan pada bidang akuntansi. dalam keputusan bisnis tersebut tidak lepas dari aspek keperilakuan manusia. Sebagai contoh penelitian pasar modal ingin meneliti reaksi para investor secara keseluruhan terhadap peristiwa (event study) atau terhadap suatu laba. Perbedaan antara penelitian dengan penelitian akuntansi lainnya yang dianggap sebagai penelitian akuntansi keperilakuan adalah level objek. Bahkan sekarang sudah banyak juga ahli di bidang finance sehingga sekarang sudah banyak penelitian pasar modal yang berkategori behavioral. yang dapat memberikan tindakan yang mempengaruhi pengambilan keputusan organisasi. Akuntansi merupakan suatu sistem yang digunakan untuk memberikan informasi keuangan yang digunakan para pemakainya dalam rangka proses pengambilan keputusan bisnis. sehingga akuntansi bukanlah sesuatu yang statis. karena persoalannya adalah apakah kita mau melepas tangan. penggunaan dan pengenaan akibat dari adanya aspek keperilakuan dalam bidang akuntansi secara keseluruhan. baik dari pihak pelaksana dan penyusun laporan keuangan adalah seseorang atau kumpulan yang mengoperasikan sistem informasi akuntansi dari awal hingga akhir terwujudnya laporan keuangan. Penelitian akuntansi keperilakuan mengobservasi. pajak. tetapi akan selalu berkembang sepanjang waktu seiring dengan perkembangan lingkungan akuntansi. Hal ini sangat ironis.Akuntansi Keperilakuan Sebagian orang akan membayangkan bahwa akuntansi keperilakuan merupakan salah satu cabang dari akuntansi manajemen. sistem informasi akuntansi. Para pemakai laporan keuangan terbagi menjadi dua kelompok pengguana yaitu pemakai internal dan pemakai eksternal. Penelitian akuntansi keperilakuan menganalisis isu di berbagai bidang akuntansi seperti: akuntansi keuangan. manajer hingga dewan direksi perusahaan dan pemegang saham. menganalisis dan menguji fenomena individu dan kelompok dalam kaitannya dengan menciptakan. Pandangan ini justru keliru karena bidang ini justru selama ini diambil oleh bidang lain karena akuntan tidak mampu untuk menanganinya. akuntansi manajemen. pemasok. 2000). pelanggan. Pencatatan akuntansi dapat dijalankan hanya secara minimal atau bahkan tidak sama sekali ketika mereka merasakan kecilnya manfaat dari . Perbedaan antara penelitian akuntansi keperilakuan dengan penelitian di pasar modal menjadi sangat tipis. agar dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya (Khomsiyah dan Indriantoro. ikut nimbrung saja atau secara konsisten untuk menekuni bidang ini yang sangat erat terkait dengan pekerjaan akuntan. Pada akuntansi keperilakuan. Yang tidak banyak disadari orang adalah bahwa penelitian di pasar modal juga merupakan penelitian di bidang keperilakuan. sehingga pihak pelaksana dan penyusun memainkan peranan yang penting dalam memopang kegiatan atau operasi harian organisasi.

measuring and communicating economic information to permit informed judgment and decisions by user of the information Akuntansi adalah suatu proses mencatat. pengihktisaran dan pelaporan sebagai bagian dari proses transaksi. pengikhtisaran. Beberapa defenisi dan arti akuntansi ditulis oleh para ahli dan peneliti yang merupakan pakar di bidang akuntansi. Dengan demikian akuntansi tidak dapat dilepaskan dari aspek perilaku manusia serta kebutuhan organisasi akan informasi akuntansi. artinya akuntansi memiliki hubungan yang bersifat defenitif dengan praktek akuntansi. dapat dilihat bahwa akuntansi pada dasarnya juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan praktis. umumnya dalam ukuran uang. mengklasifikasi. mengukur dan melaporkan informasi ekonomi. Menurut American Accounting Association ( AAA ) Akuntansi itu merupakan : Proses mengidentifikasikan. Begitu pula dengan kemajuan dalam tehnologi komputer akuntansi yang memungkinkan informasi dapat tersedia dengan cepat. Sehingga akuntansi sebagai hasil dari proses transaksi telah mengalami metamorfosis yang panjang untuk menjadi bentuk yang modern seperti saat ini.Tujuan informasi tersebut adalah memberikan petunjuk untuk memilih tindakan yang paling baik untuk mengalokasikan sumber daya yang langka pada aktivitas bisnis dan ekonomi. meringkas. Menurut Accounting Principle Board Statement No. yang digunakan dalam memilih di antara beberapa alternatif. pengklasifikasian.akuntansi. Akuntansi Konvensional Mulai dari zaman prasejarah telah menunjukan bahwa manusia di zaman itu telah mengenal adanya hitung-menghitung meskipun dalam bentuk yang sangat sederhana. penggabungan. informasi yang dapat disediakan pada dasarnya bukanlah merupakan tujuan akhir. penguraian. Dengan semakin majunya peradapan manusia menyebabkan pentingnya pencatatan. 4 mendefinisikan akuntansi yaitu : sebagai suatu kegiatan jasa yang berfungsi untuk memberikan informasi kuantitatif. melainkan bergantung pada bagaimana perilaku orang-orang di dalam organisasi. Akuntansi merupakan suatu sistem untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan oleh para pemakainya dalam pengambilan keputusan. Di sinilah letak perilaku pihak eksternal yang dapat memaksa para akuntan untuk memperhatikan dan memperbaiki akuntansi agar dapat digunakan secara maksimal oleh pihal eksternal. pencatatan. Namun. untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut ". pemilihan dan penetapan keputusan tersebut melibatkan berbagai aspek termasuk perilaku dari para pengambil keputusan. Dari beberapa defenisi di atas. Tetapi. the proceed of identifying. seberapa canggihpun prosedur akuntansi yang ada. dan penyajian data keuangan dasar yang terjadi . mengenai suatu badan ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi. pengukuran. mengolah dan menyajikan data. Kesempurnaan teknis tidak pernah mampu mencegah orang untuk mengetahui bahwa tujuan jasa akuntansi bukan hanya sekedar teknik yang didasarkan pada efektivitas dari segala prosedur akuntansi. transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya. Keterampilan matematis sekarang ini telah berperan dalam menganalisis permasalahan keuangan yang kompleks. maka akuntansi dalam arti sempit dipandang sebagai suatu proses atau kegiatan yang meliputi pengidentifikasian.

Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen. laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. yang biasanya dibuat pada akhir tahun. misalnya. sehingga dapat diketahu laba yang diperoleh dan rugi yang dialami. Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis laporan. Pada suatu laporan akuntansi harus mencantumkan nama perusahaan. Neraca. adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu. adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu. Namun demikian. laporan laba rugi. Keputusan ini mencakup. dan laporan neraca pada suatu perusahaan atau organisasi lainnya. serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan. Disebut sebagai daftar yang sistematis. keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen. Laporan perubahan modal. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut. maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan keuangan. laporan perubahan modal. Akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya. nama laporan. utang dan modal pada tanggal tertentu. laporan perubahan modal. Dalam neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer/manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi. Pada dasarnya proses akuntansi akan membuat output laporan rugi laba. dan tanggal penyusunan atau jangka waktu laporan tersebut untuk memudahkan orang lain memahaminya. Laporan laba rugi. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada didalam perusahaan tersebut. kinerja. untuk menghasilkan informasi yang relevan bagi pihak yang berkepentingan. maka semakin baik pula keputusan kita. yaitu neraca. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. adalah daftar yang sistematis dari aktiva. karena neraca disusun berdasarkan urutan tertentu.Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi.sebagai akibat dari kegiatan operasinal suatu unit organisasi dengan cara-cara tertentu. dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui . Laporan dapat bersifat periodik dan ada juga yang bersifat suatu waktu tertentu saja Tujuan Laporan Keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Meyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan. Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. kemampuan perusahaan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Akuntansi dibuat secara kuantitatif dengan satuan ukuran uang. dan laporan arus kas. mungkin satu bulan atau satu tahun. atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis. dan semakin baik kita didalam mengelola keuangan. Untuk menyampaikan informasiinformasi tersebut.

Keterlibatan atas saran orang lain (involvement by advice) 4. 5. Tersedianya informasi secara cepat. Keterlibatan pemakai dalam pengembangan sistem informasi adalah bagian integral dari kesuksesan suatu sistem informasi. Perusahaan harus berupaya untuk mengoptimalkan peran informasi ini untuk mencapai tujuannya. dan lengkap lebih dikarenakan adanya kebutuhan yang sangat dirasakan oleh masing-masing unit bisnis untuk mendapatkan posisi keunggulan kompetitif. yaitu : 1. Ives dan Olson (1984) mengemukakan enam tingkatan keterlibatan pemakai dalam pengembangan sistem informasi. perubahan pekerjaan. Akuntansi adalah Sistem Sistem informasi yang baru dapat juga menimbulkan hubungan kerja yang baru diantara karyawan yang ada. implementasi dan pascaimplementasi. yaitu : 1. akuntansi juga sering disebut "bahasa bisnis" yang dapat menyediakan .sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.Perancangan sistem yaitu proses menspesifikan rincian solusi yang dipilih oleh proses analisis sistem 3. perlu dipahami tahapan-tahapan dalam pengembangan sistem tersebut seperti yang diutarakan oleh Bodnar dan Hopwood (1995). struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan didalam menghasilkan kas dimasa mendatang.Tidak ada keterlibatan (no-involvement) 2. Laporan arus kas. Informasi yang diperlukan oleh manajemen harus memiliki karakteristik seperti akurat dan tepat waktu. 2. Dukungan manajemen puncak merupakan suatu faktor penting yang menent penting yang menentukan efektukan efektivitas penerimaan sistem informasi dalam organisasi. Akuntansi adalah Informasi Akuntansi dapat dipandang sebagai suatu informasi. relevan.Manajemen puncak merupakan fokus utama dalam proyek pengembangan sistem.Perencanaan dan analisis sistem yang meliputi formulasi dan evaluasi solusi-solusi masalah sistem dan penekanannya pada tujuan keseluruhan sistem 2.Keterlibatan dengan melakukan (involvement by doing) 6. Jackson (1986) mengemukakan beberapa alasan mengapa keterlibatan manajemen puncak dalam pengembangan sistem informasi merupakan hal yang penting. Tahapan tersebut adalah perencanaan. yaitu : 1.Keterlibatan simbolis (symbolic involvement) 3. bahkan mungkin perubahan struktur organisasi.Pemilihan sistem yang akan dikembangkan didasarkan pada kemungkinan manfaat yang akan diperoleh dan manajemen puncak mampu untuk menginterprestasikan hal tersebut.Manajemen puncak menjamin penekanan tujuan perusahaan daripada aspek teknisnya.Implementasi sistem yaitu proses menempatkan rancangan prosedur-prosedur dan metode baru atau revisi ke dalam operasi Sebagai sistem informasi. 3. Keterlibatan pemakai ini harusnya ada pada semua tahap yang dinamakan siklus hidup pengembangan sistem.Pengembangan sistem merupakan bagian yang terintegrasi dengan perencanaan perusahaan.Keterlibatan dengan pengendalian yang lemah (involvement by weak control) 5.Keterlibatan manajemen puncak akan memberikan kegunaan dan pembuatan keputusan yang lebih baik dalam pengembangan sistem. perancangan. dengan adanya laporan ini pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan.Keterlibatan dengan pengendalian yang kuat (involvement by strong control. Agar proyek pengembangan sistem informasi tidak sia-sia. Untuk mengukur keterlibatan pemakai ini. analisis. 4.

dan fungsi audit terhadap perilaku baik karyawan. terutama yang berhubungan dengan proses informasi akuntansi dan audit. McGregor atau Likert yang dianggap sebagai pionir penelitia bidang keperilakuan dalam bisnis. pandangan ini memunculkan kemungkinan disain sistem akuntansi yang optimal. istilah akuntansi keperilakuan itu sendiri baru muncul pada tahun 1967 dalam artikel Journal of Accounting Research oleh Becker yang mereview tulisan Coo (1967). dan organisasi bisnis.Pengaruh dari fungsi akuntansi seperti partisipasi dalam penyusunan anggaran. Pandangan ini mengasumsikan akutansi sebagai suatu proses yang menghubungkan sumber informasi atau transmitter (biasanya akuntan). Dengan menggunakan istilah dalam proses komunikasi. Kedua. Dikatakan seperti itu sebab akuntansi dapat berperan sebagai media komunikasi yang mengkomunikasikan berbagai fenomena. pandangan ini mengasumsikan bahwa sistem akuntansi merupakan satu-satunya sistem pengukuran formal dalam organisasi. Becker lebih lanjut mengatakan bahwa perbedaan penelitian akuntansi keperilakuan dengan bidang lain adalah penelitian akuntansi mengaplikasi teori dan metodologi dari ilmu keperilakuan untuk memeriksa persinggungan antara informasi dan proses akuntansi dengan perilaku manusia (termasuk perilaku organisasi). maupun Wajib Pajak. akuntansi dapat didefinisikan sebagai “proses menyendikan sejumlah observasi ke dalam bahasa sistem akuntansi. gejala dan peristiwa ekonomi tersebut. yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat (bagi pengguna). Riset akuntansi keperilakuan merupakan suatu bidang baru yang secara luas berhubungan dengan perilaku individu. yang kemudian dilanjutkan ladi oleh Agryris di tahun 1953 dalam jurnal Harvard Business Review dengan judul “Human Problems with Budgets”. saluran komunikasi.” Pandangan tentang akuntansi ini memberikan manfaat yang penting baik secara konseptual maupun secara empiris. Perkembangan Sejarah Akuntansi Keperilakuan Penelitian di bidang akuntansi keperilakuan sebenarnya sudah ada lebih awal dibandingkan dengan penelitian di bidang pasar modal efisien. dan sekumpulan penerima (pengguna eksternal). Studi terhadap perilaku akuntan atau perilaku dari non akuntan telah banyak dipengaruhi oleh fungsi akuntan dan laporan (Hofstede dan Kinerd. karakteristik sistem informasi.atau memberikan informasi penting mengenai kegiatan ekonomi. dan peristiwa ekonomi yang terjadi disuatu organisasi bisnis kepada pihakpihak yang berkepentingan dengan fenomena. 1. Bahkan penelitian Agryris ini mendahului Maslow. Pertama. 1970). Namun. memanimpulasi sinyal sistem pelaporan. . manajer. Perilaku pengirim (sender) merupakan hal yang penting baik dalam reaksi terhadap informasi yang disajikan maupun dalam pemanfaatan informasi yang dibuat. kelompok. Riset akuntansi keperilakuan meliputi masalah yang berhubungan dengan: Pembuatan keputusan dan pertimbangan oleh akuntan dan auditor. Penelitian akuntansi keperilakuan dapat dikatakan dimulai tahun 1952 ketika Agryris dibiayai oleh Controllership Foundation meneliti “The impact of Budgets om People”. Kedua perilaku ini merupakan subjek penelitian empiris dalam bidang akuntansi keperilakuan. Penelitian pasar modal efisien mulai popular ketika Ball dan Brown pada tahun 1968 melakukan penelitian tentang kegunaan informasi laba dalam pasar modal. Akuntansi Sebagai Suatu Sistem Informasi Akutansi selalu dipandang sebagai suatu sistem informasi. dan mengawasandikan (decoding) serta mentransmisikan hasilnya. investor. gejala.

desain riset dalam bidang akuntansi manajemen masih sangat sederhana. Pertumbuhan studi akuntansi keperilakuan mulai muncul dan berkembang. Birnberg. dan oleh karena itu masih perlu disempurnakan. Penggabungan aspek-aspek perilaku pada akuntansi menunjukkan adanya pertumbuhan minat akan bidang riset ini. Wright. Organization. Sejumlah penjelasan dan kesimpulan dari hasil riset mengenai perangkap keperilakuan pada anggaran dan pembuatan anggaran dalam banyak pemikiran masih bersifat sementara.2. Shaub. Jurnal yang secara khusus memuat mengenai akuntansi keperilauan masih belum ada sampai dengan tahun 1976 ketika munculnya jurnal baru dengan judul “Accounting. Artikel pertama menggambarkan mengenai akuntansi keperilakuan. dan Michael K. Pada tahun 1952 Argyris menerbitkan risetnya pada tahun 1952. Steven E. teori-teori akuntansi keperilakuan dikembangkan dari riset empiris atas perilaku manusia dalam organisasi. berbagai riset tersebut masih bersifat normatif. Seiring dengan perkembangan teknologi produksi. seperti informasi akuntansi dan pengunaan pertimbangan dalam pembuatan keputusan Pada bulan Juni 1951. Jacob G. Recker. Perkembangan penelitian akunatnsi keperilakuan setelah jurnal ini lahir menjadi semakin pesat karena wadah yang tepat sekarang sudah dimiliki. Dari Pendekatan Normatif ke Deskriptif Pada awal perkembangannya. Jurnal ini menjadi penyelamat karena seringkali peneliti akuntansi keperilakuan tidak mendapat perlakuan yang sepantasnya dalam jurnal akuntansi prestisius seperti The Accounting Review atau Journal of Accounting Reseach pada saat itu. permasalahan riset diperluas dengan diangkatnya topik mengenai penyusunan anggaran. semakin banyak jurnal akuntansi yang muncul dan terakreditasi yang memungkinkan banyaknya publikasi penelitian akuntansi keperilakuan.Pengaruh dari hasil fungsi tersebut. Jurnal ini di beri nama Behavioral Reseach in Accounting (di kenal dengan sebutan BRIA). and Society”. Kplan. akuntansi pertanggungjawaban. dan masalah harga transfer. yaitu hanya memfokuskan pada masalah-masalah perhitungan harga pokok produk. Pereviewnya mayoritas doktor akuntansi dari penjuru nusantara. dan penerbitannya rutin. sementara artikel selanjutnya membahas mengenai teori dan konsep ilmu pengetahuan keperilakuan dalam kaitannya dengan akuntansi serta implikasinya bagi prinsip-prinsip akuntansi dan praktisnya. Controllership Foundation of America mensponsori suatu riset untuk menyelidiki dampak anggaran terhadap manusia. Jurnal yang secara khusus memuat mengenai penelitian akuntansi keperilakuan baru lahir pada tahun 1989. desain riset akuntansi . Arnold M. Mulai dari tahun 1960 sampai 1980-an. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia (JRAI) yang diterbitkan oleh IAI Kompartemen Akuntan Pendidik pertama kali terbit pada tahun 1998 telah didomonasi oleh penelitian akuntansi keperilakuan. peranan riset dalam pengembangan ilmu itu sendiri tidak diragukan lagi. Dengan demikian. Penelitian akuntansi keperilakuan di Indonesia sudah semakin berkembang. Jurnal ini dipandang sebagai salah satu jurnal akuntansi yang bermutu dipandang dari pengelolanya dari IAI Kompartemen Akuntan Pendidik. terutama diprakarsai oleh akademisi profesi akuntan. Meskipun demikian. Beberapa peneliti yang paling sering muncul tulisannya di jurnal baru ini diantaranya adalah Philip M. jumlah artikel mengenai akuntansi keperilakuan semakin meningkat. menjelang pergantia abad ke 20 menuju ke abad ke 21. Landasan Teori dan Pendekatan Akuntansi Keperilakuan Hudayati (2002) menjelaskan bahwa sebagai bagian dari ilmu keperilakuan (behavior science).

Sejak saat itu. Penelitian Chenhall dan Morris (1986).Teknologi dan saling ketergantungan (technology and interdependence) seperti proses produksi. desain riset lebih bersifat deskriptif dan diharapkan lebih bisa menggambarkan kondisi nyata yang dihadapi oleh para pelaku organisasi. Dari penelitian Argyris yang berjudul ’’The Impact of Budget on People”. yaitu pendekatan kontinjensi (contingency approach).Ketidakpastian (uncertainty) seperti tugas. maka segera muncul pendekatan lain yang selanjutnya mendapat perhatian besar dalam bidang riset. 3. meneliti tentang hubungan antara variabel kontinjensi ketidakpastian lingkungan dan ketergantungan organisasi terhadap hubungan antara struktur organisasi dan persepsi atas manfaat sistem akuntansi. dan ukuran perusahaan. sentralisasi.manajemen mengalami perkembangan yang signifikan dengan dimulainya usaha untuk menghubungkan desain system pengendalian manajemen suatu organisasi dengan perilaku manusia. dan Otley (1978). mulai saat itu tumbuhlah kesadaran untuk mengintegrasikan ilmu akuntansi dan ilmu-ilmu keperilakuan terutama ilmu psikologi dalam penelitian akuntansi. Merchant (1981) menemukan bahwa terdapat hubungan kontijensi antar aspek-aspek perusahaan (ukuran perusahaan. Hopwood (1972).Industri. dan lainnya. Dari Pendekatan Universal ke Pendekatan Kontijensi Riset keperilakuan pada awalnya dirancang dengan pendekatan universal (universalistic approach). 5. produk masal. budaya organisasi dan lainnya Penelitian yang tergolong awal menggunakan teori kontijensi adalah Bruns dan Waterhouse (1975) yang menemukan bahwa pengendalian melalui anggaran tergantung pada bermacammacam aspek seperti tingkat desentralisasi dan sentralisasi dan sampai sejauh mana kegiatankegiatan yang ada terstruktur. karena pendekatan ini memiliki banyak kelemahan. berbagai variabel kontinjensi yang mempengaruhi desain sistem pengendalian manajemen tersebut adalah sebagai berikut: 1. repetisi.Strategi kompetitif (competitive strategy) seperti penggunaan biaya rendah atau keunikan. Tetapi. Secara ringkas. dan unit variabel seperti kendala masuk ke dalam industri. dan faktor-faktor eksternal lainnya. rasio konsentrasi. seperti riset Argyris (1952). perusahaan. 2. . 4. Berbagai riset yang menggunakan pendekatan kontinjensi dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi berbagai variabel kontinjensi yang mempengaruhi perancangan dan penggunaan sistem pengendalian manajemen. jenis produk dan desain organisasi) dengan penggunaan informasi akuntansi). rutinitas.Faktor-faktor yang dapat diamati (observability factor) seperti desentralisasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful