P. 1
Draft Mapping

Draft Mapping

|Views: 1,789|Likes:

More info:

Published by: Bagaskara Rooshardwiadi on Apr 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

Struktur umum Pulau Jawa merupakan hasil interaksi tumbukan Lempeng

Samudra Hindia dengan Lempeng Benua Asia, dengan arah tumbukan relatif

berarah utara - selatan (U - S), yang menghasilkan pola struktur lipatan berarah

barat - timur (B - T) dan pola patahan geser berarah baratdaya - timurlaut (BD -

TL) dan tenggara - baratlaut (TG - BL).

Menurut Baumann dkk. (1973), daerah Jawa Barat bagian selatan di bagi

atas beberapa satuan struktur yaitu tinggian dan rendahan. Daerah tinggian

diantaranya adalah Honje, Bayah, Sukabumi, Ciletuh, Jampang dan Cimandiri.

Sedangkan daerah rendahan adalah Malimping dan Cibadak - Pelabuhan Ratu.

Selanjutnya dikatakan bahwa sejak Oligosen hingga Kuarter di daerah Jawa Barat

bagian selatan dapat di bagi menjadi 4 fase tektonik yang diikuti oleh aktivitas

vulkanik, yaitu :

1. Fase tektonik Oligosen Akhir hingga Miosen Awal

Pada periode ini, batupasir Oligosen telah mengalami perlipatan dengan arah

timurlaut - baratdaya (TL - BD) dan beberapa struktur patahan dengan arah

barat - timur (B - T). Pada bagian tengah ini terjadi gerak-gerak vertikal yang

diikuti oleh aktivitas vulkanik.

Geologi Daerah Cibadak,ci Kembar dan sekitarnya

53

2. Fase tektonik Miosen Tengah

Pada periode ini terjadi fase tektonik yang besar. Daerah Jawa Barat bagian

selatan mengalami pengangkatan dan beberapa daerah mengalami perlipatan

dan pensesaran secara intensif seperti :

- Perlipatan dan sesar - sesar longitudinal berarah timur - barat (BL -

TG) terjadi di daerah tinggian Bayah, Hegarmanah,

3. Fase tektonik Pliosen Akhir Pleistosen

Pada periode ini sebagian besar daerah Jawa Barat bagian selatan terangkat.

Beberapa sesar mendatar berarah timur - barat (T - B) memotong struktur

yang telah ada. Akibatnya, pola struktur daerah Jampang telah mengalami

perubahan kearah baratdaya pada masa itu. Selanjutnya tidak diketahui secara

pasti, apakah fase ini berlangsung terus hingga Kuarter.

4. Fase tektonik Kuarter

Pada periode ini terjadi aktivitas vulkanik yang kuat, membentuk struktur

baratdaya - timurlaut (BD - TL).

Sukendar Asikin (1987), menyimpulkan adanya tiga gejala sesar yang

menonjol di Jawa Barat, yaitu :

1. Sesar berarah timurlaut - baratdaya (TL - BD) yang dijumpai didaerah

Pelabuhan Ratu, yang berhimpit dengan lembah Cimandiri. Dari jenis

batuan sedimen yang tersingkap di daerah ini, memperlihatkan suatu

Geologi Daerah Cibadak,ci Kembar dan sekitarnya

54

pengendapan yang diduga terjadi di dalam suatu cekungan yang

dipengaruhi oleh struktur sesar.

2. Sesar berarah baratlaut – tenggara (BL - TG) membagi suatu jalur

fisiografi, oleh van Bemmelen (1949) disebut Zona Bogor. Sesar ini dapat

diikuti dari Jakarta sampai ke Cilacap.

3. Sesar berarah timur - barat (T - B) memotong Pegunungan Selatan

diperkirakan sebagai sesar normal dengan bagian utara relatif naik

terhadap bagian selatan.

Martodjojo (1978), menyimpulkan bahwa pola struktur di daerah Jawa

Barat dapat di bagi menjadi tiga arah utama (Gambar 4.1) yang berarah baratdaya

- timurlaut searah dengan pola struktur Pulau Sumatera, kemudian utara - selatan.

Pembentukan dari pola struktur tersebut berkaitan dengan zona penunjaman yang

mengalami pergeseran pada zaman Kapur hingga Resen.

Gambar 4.1 Pola struktur geologi daerah Jawa Barat menurut Martodjodjo (1984)

Geologi Daerah Cibadak,ci Kembar dan sekitarnya

55

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->