FUNGSI AKAL MENURUT AL-QUR’AN by: Fery Aguswiajaya, S.

Ag (Guru IPA MTsN 1 Palembang)

A. Pendahuluan

Menurut evolusi Darwin, manusia itu adalah bentuk akhir dari pada evolusi hayati, sedangkan hewan bersel satu sebagai awal evolusi. Dalam pandangan Darwin ini, manusia di tempatkannya dalam alam hewan, baik akal budi, kesadaran moral maupun agama, yang dianggapnya sebagai hasil perkembangan evolusionair. Hipotesa di atas pada abad ini telah terbantahkan dan terbukti menurut Harun Yahya seorang ilmuan Islam abad ini adalah tidak benar, menurut beliau semua di alam ini memang telah tercipta sesuai dengan kadarnya dari sejak azali. Perbedaan menyeluruh antara manusia dan hewan, adalah manusia dikaruniai “akal” oleh Tuhan, oleh karena itu ilmu Mantiq merumuskan manusia sebagai “hayawanun natiq”(hewan yang berfikir). “Dengan akal inilah melahirkan laku perbuatan yang di kerjakan sehari-hari dalam rangka hubungsan dengan manusia lain atas dasar fitroh Homo sociousnya”.(Nasruddin, 1971. hlm. 15). Manusia juga merupakan puncak ciptaan-Nya sebagai Khalifah, kodratnya “hanif”, yaitu makhluk yang cinta kepada kesucian dan selalu cendrung kepada kebenaran, “Dhamier” (hati nurani)(Ibid, hlm 16) Dalam Al-Qur’an Allah memberikan petunjuk mengenai akal malalui firman-Nya

“Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”( QS. 17 ; 70)

Yang dimaksud dengan kelebihan yang sempurna itu diantaranya adalah akal, yang merupakan pemberian Allah SWT. “Hakikat akal adalah berfikir, dengan berfikir manusia dapat mengetahui ciptaan Allah berupa benda-benda dengan jalan melakukan pengamatan dan penelitian terhadapnya.”(Y.T Simanegara, 2005.hlm.15) Akal merupakan simbol kehidupan, tanpa akal tak ada manusia yang beragama dan tak akan ada ilmu. Dengan akalnya manusia berkelana mencari kebenaran lewat berfilsafat, ilmu, “agama”, dan sampai berkesenian mencoba memecahkan arti alam semesta dan hakekat kehidupan. Bahkan dapat terjadi,

bahwa manausia itu menggunakan akalnya (rasio) untuk membuktikan bahwa Allah itu ada atau bahwa Ia tiadak ada, padahal Allah itu bukan objek pengenalan seperti alam ini”. (Anshori, 1982, hlm,152) Dari sini jelas akal memiliki keterbatasan, menurut Emmanuel Kant bahwa “akal tak dapat membawa keyakinan tentang adanya Tuhan,karena akal memberi kebebasan bagi manusia untuk percaya atau tidak.”Ibnu Khaldun menyatakan bahwa “akal itu adalah sebuah timbangan yang cermat, hasilnya adalah pasti dan dapat dipercaya, Tetapi mempergunakan akal untuk menimbang soal-soal yang berhubungan dengan keesaan Allah, hidup di akhirat, atau hakikat kenabian dan hakikat sifat-sifat ketuhanan, adalah sama mempergunakan timbangan tukang emas untuk menimbang gunung.”(Ibid.hlm 150-153) Dengan uraian diatas maka makalah ini mencoba membicarakan akal dalam perspektif Al-Qur’an, bagaimana kedudukan atau fungsi akal itu sendiri menurut Al-Qur’an dan batasn-batasan fungsi akal itu sebagai karunia Allah kepada manusia yang menjadikan lebih sempurna dibandingkan makhluk lain dari ciptaan-Nya.

B. Inventarisasi Ayat. Di dalam Al-Qur’an banyak terdapat ayat-ayat yang menyinggung tentang keberadaan akal, menurut DR.Yusuf Qardhawi bahwa “materi ‘aqla dalam Al-Qur’an terulang 49 kali, dalam kata kerja ta’qilun terulang sebanyak 24 kali dan kata kerja ya’qilun sebanyak 22 kali, sedang ‘aqala, na’qala dan ya’qulu masing-masing satu kali.”. Namun karena keterbatasan kami, maka dalam makalah ini akan ditampilkan bebrapa ayat yang tematiknya dibuat berdasarkan kesimpulan penulis dari pemikiran materi yang terdapat dari ayat-ayat yang berhuibungan dengan akal tersebut.

1. Akal sebagai sarana memahami kebenaran. Ada banyak ayat Al-Qur’an yang menegaskan kepada akal untuk mamahimi kebenaran mutlak dari Allah,dalam redaksional afala ta’qilun (tidakkah kamu berfikir) terulang sebanyak 13 kali dalam AlQur’an (Ibid. hlm 19), diantaranya pada Q.S. al-Baqarah 2 ; 44, Q.S. Ali Imran. 3 ; 65, Q.S. al-A’raf. 7 ; 169, Q.S. Yunus, 10 ; 16, Q.S. al-Anbiya’21 ; 10 dan 63 - 67 , Q.S. Mu’minun 23; 80, Q.S. ash-Shaaffat. 37; 137 – 138, Q.S. Hud , 11 ; 51, Q.S. Yasin, 36 ; 62 dan 68. Untuk makalah ini kami tampilkan beberapa ayat sebagai berikut :

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca al-Kitab (Taurat) ? maka tidakkah kamu berfikir ? (QS al-Baqarah : 44)

QS. al-Jaatsiyah : 5.hlm.maka apakah mereka tidak memikirkannya.Apakah kamu tidak berfikir?(QS. al-Baqarah : 242. an-Nahl : 12 dan 66 – 67. dan manusia diminta untuk dapat memikirkannya agar dapat mengenal Tuhan lewat tanda-tandaNya. Yusuf : 2. Sedang untuk objek akal adalah ayat-ayat kauniyah dapt ditelusuri dari beberapa ayat seperti QS. al-Baqarah : 164. QS.” (QS.” ( QS.Nya) supaya kamu memahaminya. al – Baqarah : 242) . QS. ar-Rum : 24.“Katakanlah.QS. QS. Ali Imran : 118. Hud : 51) “Sesungguhnya setan itutelah menyesatkan sebagian besar diantaramu. QS. Yasin : 68) 2.1993. aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini.62) Ketegasan al-Qur’an agar manusia memikirkan dengan akalnya akan ayatayat kebesaran Allah termaktub dalam beberapa ayat diantaranya. an-Nur : 61. Yasin : 61) “Dan barang siapa yangkami penjanhkan umurnyaniscaya kami kembalikan dia kepada kejadiannya. QS. QS. niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) Memberitahukannya kepadamu.” Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. QS.(Ghulsyani. “Jikalau Allah Menghendaki. ar-Ra’d : 4. padahal taurat dan injil tidak diturunkan melainkan sesdudah Ibrahim. Dan untuk tema ini hanya ditampilkan satu ayat tentang ketegasan untuk berfikir dan asatu ayat untuk objek kajian akal sebagai berikut: “ Demikianlah Allah menerangkan kepadamu Ayat-Ayat-Nya (hukum-hukum. Di dalam al-Qur’an ada lebih dari 750 ayat yang menunjukan kepada gejala fenomena alam. maka tidak kah kamu memikirkannya ?(QS.Ali Imran : 65) ‘Hai kaumku. Akal digunakan untuk berfikir dan ayat-ayat kauniyah adalah objek kajian. al-An’am : 151. QS.” (QS Yunus : 16) ‘wahai ahli kitab mengapa kamu berbentah-bantahan tentang hal ibrahim. al-Hadid : 17. maka apakah kamu tidak memikirkannya.”(QS. maka apakah kamu tidak memikirkannya. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakan ku.

2) “Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya (hukun-hukum-Nya)supaya kamu memmahaminya.Sesungguihnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran Kami supaya kamu brfikir. al-Baqarah : 242) “Ketahuilah oleh kamu bahwa ssungguhnya allah menghidupkan bumi sesudahmatinya. Dia memperlihatkan kepadamu kilatuntuk menimbulkan ketakutan. QS.hlm. QS. 58 dan 103. lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi dan segala jenis hewan.”(Qardhawi. sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkann. ar-Rum : 24) “Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit. alBaqarah : 164) “Dan dioantara tanda-tanda kekuassaan-Nya. dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi. 24). lalu menghidupkan bumi dengan air itusesudah matinya.”(QS. Adapun ayat-ayat yang membicarakan tema ini diantaranya QS. dan harapan. Yusuf. 170 – 171. silih bergantinya malam dan siang. al .”(QS.”(QS. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaumyang menggunakan akalnya. dan Doia menurunkan air hujan darilangit. 1998. dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air. al –Maa’idah .lalu dihidupkannya dengan air itu bumi sesudah matinyadan pada perkisaran anginterdapat pula tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berakal. al-Baqarah .agar kamu memahaminya. Teguran bagi yang tidak menggunakan akalnya Kalimat dalam bentuk “ya’qilun terdapat sebanyak 22 kali dan diantaranya berupa kalimat laa ya’qilun (mereka tidak berfikir) ada bebrapa kali..“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan berbahasa Arab.”(QS.”(QS al-Hadid : 17) “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. bahterayang belayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. 3.

1998. QS.” (QS. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal. 190-191. Yunus . 42 dan 100. Al-Ma’idah : 58) “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknyapada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan bisu yang tidak mengerti apa-apa. Ali Imran : 7. Untuk bagian tema ini ditampilkan beberapa ayat sebagai berikut : “Dan apabila kamu manyeru (mareka) untuk (mengerjakan) shalat mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Keutamaan Ulul-Albab (cendikiawan ) dalam al-Qur’an Tentang ulul – albab atau ulil – albab di dalam al-Qur’an teulang sebanyak 16 kali sembilan diantaranya Makkiyah dan tujuh lainnya adalah Madani (Qardhawi. al-Hasyr : 14. al-Anfal : 22) “diantaraq mereka ada orang yang mendengarkanmu. QS. QS. al-Ankabut : 63. Yunus : 42) 4. alFurqan : 43 – 44. QS. apakh kmu dapat menjadikan orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti. Di antaranya QS. al-Baqarah : 179 dan 197. al-Maa’idah : 100. ath-Thalaq : 10 – 11. QS. al-Hujurat: 4.”(QS.(QS.hlm 30).Anfal : 22. QS. QS. dan QS. Dan untuk hal ini ditampilkan ayat-ayat berikut : .

melalui cerita dari Rasulullah. al – Baqarah ayat 44 diturunkan (sehubungan dengan orang-orang Yahudi Madinah. al-Baqarah ayat 242 sehubungan dengan ayat 236 . dan menurunkan ayat 23 surat az- . Pada suatu waktu para sahabat berkeinginan mengadakan perbandingan agama dengan agama-agama terdahulu. maka bertaqwalah kepada Allah hai orang-orang yang berakal agar kamu mendapat keberuntungan. al-Baqarah : 179) “Katakanlah tidak sama yang buruk dengan yang baik. Dan barang siapa yang dianugrahi al-Hikmah itu.” (QS.’ (QS. kaum kerabatnya dan saudara sesusunya yang telah masuk Islam : “Tetaplah kamu pada agama yang kamu anut (Islam) dan apa-apa yang diperintahkan oleh Muhammad. Asbaabun Nuzuul Ayat 1. “(QS.” Ia menyuruh orang lain berbuat baik. ia benar-benar telah dikaruniai anugrah yang banyak. Ibnu Jarir dari Ibnu Zaid) 3. ( HR. Yusuf ayat 2. meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu. Sehubungan dengan ini ayat ini Allah turunkan sebagai peringat bagi orang-orang berbuat demikian.QS. sebab segala yang diperintahkannya adalah benar. QS.“Allah menganugrahkan al-Hikmah (kepahaman yang dalam tentang al-Qur’an dan as-Sunnah) kepda siapa yang Dia kehendaki. untuk memberikan keterangan secara tegas tentang kewajiban seorang suami memberikan mut’ah-pemberian atau sekedar bekal.kepada istri yang diceraikan. al-Ma’idah : 100) C. tapi dirinya sendiri tidak mengerjakanya. QS. pada saat berkata kepada mantunya. Diriwayatkan oleh al-Wahidi dan at-Thsa’labi dari al-Kalbi dari Abi Shaleh yang bersumber dai Ibnu Abbas) 2. Tentu hukum dan perintah ini akan terlaksana dengan baik apabila mereka benar-benar mengaku orang yang bertaqwa kepada Allah. al-Baqarah : 269) “Dandalam kasus itu ada jaminan kelangsungan hidup bagimu wahai orang oaring yang berakal supaya kamu bertaqwa. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

”(Ibid. QS.(Qardhawi . 23). menurut Raghib alashfahani bahwa akal dinamakan hijr karena manusia dengan akalnya mencegah dirinya mengikuti nafsu. yang bermakna tidaklah kamu berfikir. Selain itu akal disebut juga fu’ad baik dalam bentuk tunggal maupun jamak. (HR. dan ingkar. “menurut Harun Nasution artinya paham dan mengerti” (Abuddin Nata.”(Ibid. hlm 130). Karena orang-orang kafir Quraisy di Mekkah bertanya “bagaimana Tuhan yang Tunggal dapat mendengar manusia yang banyak ?”. ( Diriwayatkan oleh I bnu Jarier dan Ibnu Abi Hatim dari Sa’id atau Ikramah yang bersumber dari ibnu Abbas) 5.(Qardhawi. Mereka meminta perkataan yang baik diberi yang lebih baik dan meminta kisah yang indah diberi yang lebih indah oleh Allah yaitu al-Qur’an. maka Allah menurunkan ayat 164 sebagai jawaban atas pertanyaan mereka. ‘agala..merupakan bentuk istifham inkari (pernyataan negatif) yang bertujuan memberikan dorongan dan membangkitkan semangat.merupakan penyataan yang bersifat negatif sebagai cercaan terhadap mereka yang tidak menggunakan akal mereka yang dianugrahkan Allah. afala ta’qilun. dalam sub tema ditampilkan laa ya’qilun yang berarti tak mau berfikir atau tidak mau mempergunakan akal atau” mereka tidak berfikir. Pada sub tema ditampilkan ayat-ayat yang memuat kata . 2002. . (HR Abu Syaikh dan Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas) D. Makna Mufrodat Kata akal dari kata al-‘aql merupakan kata benda. maka Allah menurunkan ayat 1 –3 untuk memberikan penjelasan kepada mereka. Kata ya’qilun adalah bentuk fi’il mudhari’ untuk orang ketiga jamak. terdapat dalam al-Qur’an dalam bentuk fi’il mudhari’ . 40) . ya’qilun. na’qilu. Al-Baqarah ayat 164 diturunkan setelah ayat 163 yang diturunkan kepada Rasulullah di Madinah. QS. Kata Ta’qilun berarti kamu mengerti atau memahaminya” berkaitan dengan ayat-ayat yang Allah jelaskan serta harus dimengerti. membeo. penglihatan.1998 : 19).namun mereka meminta kepada Rasulullah untuk menceritakan kisah yang lebih indah yang bukan al-Qur’an. tetapi sebenarnya dia seorang munafik asli. al-Maa’idah ayat 58 diturunkan bersamaan dengan ayat 57 sebagai peringatan terhadap kaum muslimian serta larangan bagi mereka untuk mengankat kaum munafik sebagai pemimpin mereka. dan ya’qilu. Hal ini sehubungan Rifa’ah bin Zaid bin Tabut dan Suwaid bin Harist memperlihatkan ke-Islamannya. seperti bentuk ta’qilun.Zumar…. terutama materi yang bersambung dengan wawu jama’ah. diantara mereka sekian banyak oaring-orang muslim ada yang menaruh simpati kepadanya. : 24) Singkatnyaa akal(‘aql) itu adalah pikiran (mind) atau pemahaman. bahkan mereka menafikan akal tersebut sama sekali sehingga mereka bersifat statis. Dalam al-Qura’an akal disebut juga dengan istilah hijr yang bermakna pencegah. Karena ia termasuk dalam salah satu dari ketiga perangkat pokok ilmu pengetahuan pendengaran. Ibnu Jarir dari Mas’udi dari Aun bin Abdillah) 4. dan fu’ad (kalbu).baik ayat tertulis maupun yang tidak tertulis tapi dapat dilihat.

“Ia adalah sisi terdalam akal yang berfungsi untuk menangkap perintah Allah dalam hal-hal yang dapat diindrakan./ sebagai sarana memahami ilmu pengetahuan (peran kalbu). seperti halnya sisi luar akal yang berfungsi untuk menangkap hakikat-hakikat makhluk.”(Op.1993 : 42). Tinjauan Teoritis tentang Akal Apakah yang dimaksud dengan akal./ pemahaman yang cemerlang. yang psikis. . “Albab adalah akal yang memberi manfaat kepada pemiliknya dengan memilah sisi substansial dari kulitnya. seperti yang logis. yang etis. namun demikian tetap memiliki persamaan bahwa akal adalah potensi yang dimiliki manusia yang diguinakan sebagai alat/sarana berfikir. 2004 : 16). Dapat juga disebut ulul-albab adalah para cerdik cendikia atau cendikiawan. sehingga kata Ulul-albab dapat diartikan orang-orang yang berakal”(Op. Imam al-Baqa’i berkata. mereka adalah orang-orang yang menyaksikan Rabb mereka melalui ayat-ayat-Nya. Verkuyl bahwa “Rasio (akal) juga menjadikan manusia sanggup untuk menjelajahi dunia rohaniah./ albab.albab adalah: “Ulul-albab adalah al-uqul al-tamm al-zakiyah al-latty tudrak al-asy-ya bibamqaiqiba ‘ala jalyatiha wa laisa ka al-shamm al-bukm al-ladzina laa ya’qilun ( yaitu orang-orang yang akalnya sempurna dan bersih yang dengannya dapat ditemukan berbagfai keistimewaan dan keagungan mengenai sesuatu tidak seperti orang yang buta dan gagu yang tidak dapat berfikir. E.Qur’an adalah sebutan lain dari akal yang ” diidentikan dengan kata lub jamaknya al-albab./ pencegah dari perbuatan yang mengikuti nafsu. “sebagian mengartikan akal sebagai kemampuan berfikir rasional. Dan sejalan dengan J.”(Anshori.albab dalam al. dan yang lain mengidentikan dengan kemampuan hati dan bathiniah.” Al Harali berkata./ hijr / fu’ad) adalah pikiran. yang terlepas dari semua ikatan fisik sehingga ia mampu menangkap ketinggian taqwa dan ia pun menjaga ketaqwaan itu. dapat kita analisis bahwa akal (‘agl. nafsu. karena ruhani itu meliputi akal. Qalbu dan ruh. Atau dapat kita perjelas lagi secara istilah akal adalah potensi manusia yang substansial sebagai proses berfikir (pemahaman yang cemerlang) yang dapat mencegah manusia untuk berbuat mengikuti hawa nafsu dan sekaligus sebagai perangkat yang menjadi sarana manusia untuk memahami ilmu pengetahuan. serta pemahaman yang cemerlang.cit : 130). yang religius dan sebagainya. Ini menujukan pada kita bahwa aktivitas akal bersifat ruhaniah. yang yuridis. Munir. dalam pemikiran para ahli baik Islam maupun filosof memiliki keragaman pengertian.”(Ibid : 31) Imam Abi al-Fida Isma’il mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Ulul.Kata ulul – albab atau ulil.”(A.”( Abuddin Nata : 131-132) Pernyataan tersebut senada dengan Imam al-Baqa’i tentang Yaa ulil-albab yaitu akal-akal yang bersih. Adapun Ulul-albab adalah orang-orang yang memiliki pemikiran dan pemahaman yang bersih dan cemerlang (sempurna) dengan ketinggian taqwa keistimewaan dan keagungan) yang terpelihara dan terlepas dari ikatan material (fisik).cit : 31) Dari etimologi dan terminologi di atas.

tatapi hanya berupa pengandaian saja. pengendali. menurut Hanna. kebiasaan (habitual) atau akal aksi. Sebutan seperti rasio dan intuisi tetap menunjukan peranan akal dalam proses produksi ilmu pengetahuan. Para filsuf klasik bahkan juga yang modern dan pasca modern atau yang kontemporer. setiap manusia memiliki kemampuan yang sama melalui akal. ia bertindak seakan-akan dewa.E.1982.” Menurut Ibnu Sina . J. tetapi akal tidak mampu memikir lebih dalan (hakikat) sesuatu khususnya yang immaterial. kombinasi. dan akhirat. dunia. dan penilaian. Adapun al-Razi seoarang filsuf muslim klasik menyatakan “rahmat Tuhan yang tertinggi adalah akal. manusia.”akal manusia memiliki hubungan dengan intelegensi yang secara langsung berasal dari Tuhan. oleh karena itu tidak bisa diharapkan dalam memahami Allah dan sifat-sifat-Nya. dan perolehan. dan pengatur sehingga manusia harus mengikuti gerak akal. bertindak selaku hakim tertinggi atas kebenaran.”(Ibid : 50). mengangkat dirinya menjadi ukuran yang termulia dan terakhir. akal tidak mungkin memperoleh kepastian. . sementara akal teoritis terdiri dari tiga yaitu . Bahkan lebih idealis lagi di dalam kalangan ilmuan yang menyatakan bahwa seluruh bangunan ilmu pengetahuan manusia adalah produk dari aktivitas akal. dan akal adalah ukuran. menempatkan akal sebagai substansi kualitas manusia. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa akal manusia dalam fungsinya memiliki keterbatsan dalam hal yang sifatnya material atau yang dapat diamati dari gejala-gejala yang ada di alam ini. Kalsis dalam bukunya “A Concodence of The Qur’an”menyatakan bahwa ulil-albab itu adalah: “-orang yang mempunyai pemikiran (mind) yang luas dan mudah -orang yang mempunyai perasaan (heart) yang peka dan sensitive.:151).Jadi akal merupakan satu potensi dalam rohani manusia yang memiliki kesanggupan untuk mengerti secara teoritis realitas kosmis yang mengelilinginya dan secara praktis mengubah dan mempengaruhinya. material-fisik (potensial). hlm. Al-Farabi berpendapat bahwa. akal prktis menghasilkan penyimpulan tindakan. karena akal hanyalah salah satu dari beberapa atom yang diciptakan Allah. “akal terdiri dari dua macam yaitu praktis dan teoritis. Lebih tegas lagi bahwa akal itu mampunyai batas-batas yang dengan keras membatasinya.”(Ibid : 52 ) Namun demikian akal menurut Dr. Menurut Ibnu Rusyd “akal praktis akan melahirkan pengetahuan dengan pengalaman dan akal teoritis berhubungan dengan pengetahuan tentang kekekalan melalui jalan abstraksi. Menurut Kant “penyelidikan dengan akal benar dapat memberikan suatu pengetahuan tentang dunia yang tampakini. Verkuyl “cendrung sekali melewati batas-batas kesanggupannya dan mnjadi tinggi hati serta mengabdi kepada semu dan dusta.” (Ibid : 151).” (Ansori. tetapi akal itu sendiri tidak sanggup memberikan kepastian-kepastian tentang pernyataan terdalam tentang Tuhan. Ulil albab biasa disebut dengan cendekiawan. pengendali dan pengatur dari tindakan-tindakannya baik yang bersifat praktis maupun teoritis. ( Ibid : 51) Dari pandangan para filosof muslim tersebut dapatlah dikatakan bahwa akal adalah kemampuan (potensi ) yang dimiliki manusia dalam bentuk kamampuan intelegensi yang dapat menjadi ukuran .

kemudian diterangkan pula bahwa segala benda di langit dan di bumi menjadi bukti kebenaran kekuasaan. mendirikan shalat 6. 7.” (Dawam Raharjo. membelanjakan rizki pada jalan yang benar. menolak kejahatan dengan kebaikan . -orang yang mamiliki kebijaksanaan (wisdom). Ada secara tegas. yang memnuhi perjanjian dengan Allah dan tidak akan ingkar dari janji tersebut 3. : 577) Adapun ciri-ciri ulil albab menurut beliu adalah sebagai berikut : 1. supaya manusia menggunakan akalnya.2002.yakni rangkaian mendekati kebenaran. F. (Ibid : 568) Kajian teori di atas kami kira cukup mewakili dasar pemikiran berikutnya dalam menganalisa tema-tema yang ada dalam makalah ini dari tinjauan al-Qur’an yang telah dipaparkan dasar-dasarnya pada uraian sebelumnya. Pembahasan Tematik tentang Fungsi Akal menurut al-Qur’an Al-Qur’an berulang-ulang menyuruh dan mendorong perhatian manusia dengan bermacam-macam cara. perintah menggunakan akal dan ada pula berupa petunjuk. takut kepada Allah selalu ingin mendapatkan rudla dari Allah 5. mengapa seseorang tidak menggunakan akalnya. Mempunyai pengetahuan. yang mengembangkan apa yang diberikan Allah 4.tepat.-orang yang mempunyai daya piker (intelektual) yang tajam dan kuat -orang yang memiliki pandangan dalam atau wawasan (insight)yang luas. kemurahan dan . -orang yang memiliki pengrtian (understanding) yang sehat.dengan pertimbangan yang terbuka dan adil. 2.atau luas.

”(Imam J. tidak akan timbul kecuali dari orang yang tidak lurus pemikirannya. fu’ad.”(Op.kebijaksanaan Allah.(Ibid .(Quaraish Sihab. Ayat 44 dari surah al-Baqarah yang kita tampilkan mengandung makna sebagai berikut: “ataa’ muruunan naasa bilbirrib (mengapa kamu menyruh orang lain berbuat kebaikkan) yaitu beriman pada kerasulan Muhammad. Dari kedua uraian tafsir tersebut jelas bahwa perbuatan manusia yang bertentangan dengan pengetahuannya dan bertentangan dengan perintah yang ia berikan kepada orang lain. untuk menjelaskan kepada mereka bahwa diutusnya beliu. As-Suythi. 1. berbicara atas nama Allah. Quraish Sihab kata albirri adalah kebajikan segala hal. atau mengaku-aku menerima wahyu. hlm 178179). tanpa sebab dan justifikasi. dalam artian tidak mau mengikuti kebenaran yang difikirkannya apalagi kebenaran itu adalah mutlak (wahyu).cit : 21) . 2004. Dengan demikian al-Qur’an sendiri sangat memperhatikan keberadaan akal sebagai suatu potensi pada diri manusia. Akal sebagai sarana memahami kebenaran Pada sub tema ini kita mengangkat kata afala ta’qilun yang diungkapkan sebanyak 13 kali dalam alQur’an yang berarti “tidakkah kamu berfikir?” menurut Yusuf Qardhawi “yang paling mencolok dalam redaksi tersebut adalah penggunaan bentuk istifham inkari (pernyataan negatif)nyang bertujuan memberi dorongan dan membangkitkan semangat.hlm : 24) Menurut M. baik dalam hal dunia maupun akhirat. Padahal kaum yang membaca kitab suci (taurat) yang mengandung kecaman terhadap mereka yang hanya pandai menyuruh tanpa mengamalkan tidakkah kamu berakal. semata-mata atas kehendak Allah bukan karena kehendaknya sendiri. afala ta’qiluun (tidakkah kamu pikirkan?)akibat jelek perbuatanmu hingga kamu jadi insaf. Maka bagaimana mungkin dapat diterima akal. 2004. hidup bersama mereka. Untuk itu kita kaji ayat-ayat yang telah kita iventarisasi di bagian awal makalah ini.”(Qardhawi : 19). hanya manusia yang berakal dan menggunakannya yang dapat memahaminya Term akal dalam al-Qur’an memang ditemukan dalam bentuk beberapa kata yang telah kita ungkapkan pada uraian makna generic seperti albab. Di jelaskan pula dalam ayat 16 surah Yunus menurut Imam Jalaluddin As-Sayuthi bahwa term afala ta’qiluun yakni maka apakah kalian tidak memikirkannya bahwa saahnya al-Qur’an itu bukanlah buatan aku sendiri (Muhammad SAW). jilid II : 855) Yusuf Qardhawi menafsirkan ayat 16 surah Yunus ini sebagai berikut: “Allah telah memberikan perintah kepada Rasulullah SAW. dan hijr. sebelum itu beliu tidak pernah mendakwakan diri. wa antum tatluuna alkitaaba (padahal kamu membaca kitab) yakni Taurat. Telah puluhan tahun Nabi SAW. orang yang sangat dipercaya selama empat puluh tahun kemudian dusta? Perjalan beliu yang lurus tiba-tiba ‘menyimpang’ dan melakukan tindakan yang controversial. didalamnya tercantum ancaman atau siksaan terhadap orang yang tidak sesuai perkataan dengan perbuatannya. watan sawna anfusakum ( sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri) hingga kamu mengabaikannya dan tak tak mau beriman kepadanya. dengan membawa al-Qur’an ini.

keluasan kehendak-Nya dan ketinggian hikma-Nya bagi orang yang berakal dan mau memahaminya sebagai kebenaran mutlak. Demikian pula yang digambar pada ayat-ayat lainnya seperti “…. 2. bahwa “aqal didalam Islam mempunyai tugas tersendiri. Ayat ini memaparkan aktivitas Allah pada kosmos ini. Dan ini berarti Allah melalui ayat mempertegas agar memeimikirkan . Abdurrahman . dimana fenomena alam pada term ini merupakan tanda-tanda yang maha kuasa. maka apakah kamu tiada memahami. hingga akhirnya tunduk (patuh) pada wahyu sebagai kebenaran yang hakiki. Maka apakah kamu tidak mamahaminya. 1994. Menurut DR. Hal ini jalas kebenaran kebaikan antara kehidupan akhirat dengan kehidupan dunia yang sementara. Seperti suraat al-Baqarah ayat 242 di dalamnya termaktub “yubayyinullahu lakum aayaatihi la’allakum ta’qiluun”(Allah menjelaskan kepada mu ayat-ayat-Nya agar kamu mengerti (memahaminya) ayat ini menjelaskan tentang ayat sebelumnya yaitu ayat 241. Pada ayat yang lain “Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang didalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. 109). Ini juga kebenaran mutlak bahwa rasulullah muncul di tengah bangsa Arab dengan anugrah al-Qur’an. 80). ada 750 ayat al-Qur’an yang mengungkapkan tentang fenomene alam.”(DR.Dari tafsir ayat-ayat di atas term afala ta’qiluun mendorong manusia untuk menggunakan akalnya agar memikirkan untuk memahami kebenaran-kebenaran yang telah nyata apalagi itu berasal dari wahyu.dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Abdurrahman Umdirah. dan suatu pemahaman tentang alam adalah analog dengan pemahaman tanda-tanta yang bisa membawa kita meraih pengetahuan Tuhan. senada dengan penyataan DR. dan hampir selurhnya ayat ini memerintahkan manusia untuk mempelajari dan memahaminya. menghidupkan dan mematikan serta menggilirkan siang dan malam.tentulah yang lebih baik adalah akhirat. di dalam hal keimanan dengan meletakan baginya aqidah-aqidah dan patokan-patokan untuk itu. akal manusia merupakan suatu perangkat yang berguna sekali. dimana terdapat penjelasan tentang ketentuan suami memberi mut’ah terhadap idstri yang diceraikannya sebagai haqqan (sebagai suatu kewajiban).maka tidakkah kamu memikirkannya. yang di dalamnya kemuliaan mereka disebut dan peringatan untuk mereka agar menyembah Allah. berkaitan dengan ayat-ayat yang allah jelaskan serta harus dipikirkan. bahkan pokok. Mahdi Ghulyani. Jelas menurut uraian di atas. yang menujukan tanda-tanda kesempurnaan kekuasaan Allah. baik yang tetulis maupun tidak tertulis tapi dapat dilihat. Dalam sub tema ini terfokus pada term ta’qilun yang di dalam al-Qur’an terulang 24 kali. termasuk risalah dan perjalanan mereka. Kemudian “Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Akal digunakan untuk berfikir dan ayat-ayat kauniyah adalah obyek kajian. agar wahyu diterima dan dilaksanakan.hlm : 33).” (al-Mu’minun.”(Yusuf . 10). ialah untuk menerima risalah (wahyu) dengan tugasnya memahami apa yang diterima dari Rasulullah SAW.”(al-Anbiya’. dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang.

Pada bagian lain Allah mendeskripsikan kebodohan mereka melalui ayat 171 surat al-Bagarah “Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli. keutamaan Ulil-albab (cendekiawan) dalam al-Qur’an .(Op. attakhidzuu haa (mereka menjadikannya) sholat itu. dzaalika (demikian itu ) maksudnya sikap mereka itu.Baqarah jelas menerangkan tentang objek kajian akal secara rinci tentang ayat-ayat kauniyah. dan buta.(ar-Rum : 24. Yunus 42) dan mereka tidak menerima keimanan dan petunjuk (Yunus : 100) dan sebagian dari mereka akalnya menerima. : 478) Tentu saja. (Qordhawi : 24-25). alJatsiyah:5.cit.tuli. bi annahum(adalah karena mereka). Teguran bagi yang tidak menggunakan akal Pada bagian ini mengambil term kata laa ya’qiluun (mereka tidak berfikir) sebagaimana yang telah di uraikan adalah sebagai cercaan terhadap mereka yang tidak menggunakan akal mereka yang dianugrahkan Allah. 4. Allah pun mendeskripsikan mereka telah menjatuhkan dirinya sendiri dari derajat kemanusiaan karena mereka mengingkari akal dan indera mereka (QS. Menurut Yusuf Qardhawi “bahwa yang di maksud dengan aayaatihii (ayat-ayat Kami atau tanda –tanda kebesaran Kami) adalah ayat-ayat kauniyah (alam semesta maupun yang tertulis)”(Op. qowmul laa ya’qilun (kaum yang tak mau berfikir). dan tak mampu berfikir. bisu. ar-Rad : 4. ta’aqiluun ( memahaminya) memahami maknanya.buta. 3.cit : 25-26) salah satunya penjelasan tentang hukum-hukum Allah. Al-Anfal : 22. Pada suarat Yusuf ayat 2 berbunyi “inna anzalnaahu qur’aanan ‘arobiyyan” (sesungguhnya Kami menurunkan al-Qur’an dengan berbahasa Arab). maka oleh sebab itu mereka tidak mengerti. Mereka bahkan manafikan akal tersebut sama sekali sehingga mereka bersifat statis. mereka telah bisu. la’allakum (agar kalian) hai penduduk Mekkah. huzuwaw wala’iban (sebagai bahan olok-olok dan permainan)yakni dengan mempermainkan dan mentertawainya. serta ayat-ayat kauniyah dan ayat-ayat tertulis dalam al-Qur’an.dan memahamim suatu ketentuan yang telah ditetapkanya. Dengan demikian objek kajian akal meliputi semua sisi jagat raya ini baik bagian atas maupun bawahnya. mengucapkan dan melihat hal kebenaran. Dan ini dipertegas dengan ayat 164 al. ilashsholaati (untuk sholat) dengan adzan. membeo. bahkan mereka kemudian menjadikannya sebagai ejekan dan permainan adalah orang yang tidak berakal. an-Nahl : 66-67). manusia antara hari ini dan masa lalu. Melemahkan pengetahuan mereka. sehingga tidak dapat mendengar. idzaanaadaitum (apabila kamu menyeru). namun cendrung mengikuti kelompoknya (al-Ankabut 63). orang yang menghina panggilan shalat dan ajakan untuk berdiri dihadapan Allah. dan ingkar.”Jadi mereka seperti hewan gembalaan yang tidak mengerti hakikat perkataan. Surat al-Maidah ayat 58 sebagai berikut: “wa (dan )orang-orang yang.

dan menuju cahaya (QS. Merekalah manusia yang paling kompeten untuk mendalami kandungan dan al-Qur’an tersebut serta menghafal dan membacanya. berdiri diatas kaki mereka untuk beribadah kepada Rabb mereka dengan penuh pengharapan (az-Zumar: 9). (Qordhawi. hal ini karena . kemudian ulul-albab terhadap ayat-ayat Allah (alam semesta) menjadi objek kajian berfikir dan merenung. mayyasyaa’ wa man yu’tal hikmata faqod uutiya khoiron katsiiron(kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan barang siapa yang diberi hikmah.Telah dibahas secaea generic tengang ulil-albab yaitu orang-orang yang akalnya sempurna dan bersih yang dengannya dapat ditemukan berbagfai keistimewaan dan keagungan mengenai sesuatu tidak seperti orang yang buta dan gagu yang tidak dapat berfikir. wa maa yadzakkaru ( dan tiadalah yang dapat mengambil pelajaran). maka sungguh ia telah diberi kebaikan yang banyak) karena hikma itu akan menuntunnya kepada kebahagiaan abadi. merasa alam semesta ini tidak diciptakan sia-sia karena mengandung hikmah yang dapat ditangkap oleh kaum ulul-albab. bahwa orangorang yang mendirikan malam mereka. Dan Allah memberikan berita gembira kepada mereka dengan kemuliaan (az-Zumar : 17-18) (Ibid : 3637) Demikianlah kajian tematik kita tentang akal dalam al-Qur’an pada makalah sederhana ini. Pada surat Ali Imran.(ar-Ra’d : 19). Ath-Thalaq : 10-11). menjadi bentuk keimanan yang hidup dalam sunnah dan sirohnya. tidak menyembah selain Allah dan mereka hanya mengharap kepada Allah semata. 32-33) Pada surat ar-Ra’d kum ulil-albab disebut sebagai kelompok orang yang mengetahui apa yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta mengetahui bahwa yang diturunkan itu adalah benar dan tidak mengandung kebatilan sedikit pun. Juga dibicarakan sebagai hamba-hamba Allah yang menegakkan tauhid. ulul-albab disebut sebanyak dua kali (7 dan 190-191) yang menerangkan bahwa ululalbab tidak terjerumus pada hal yang samar (yang tidak jelas). Dan menggambarkan keterkaitan antara kesempurnaan intelaktual dan kesempurnaan akhlak pada kaum ulul albab. Tentang ulul – albab atau ulil – albab di dalam al-Qur’an teulang sebanyak 16 kali sembilan diantaranya Makkiyah dan tujuh lainnya adalah Madani. Yang digambarkan pada diri rasulullah. (Ibrahim : 52) (Ibid : 34-35) Term Ulul-albab pada surat az-Zumar disebut sebanyak tiga kali mengandung makna . Ayat-ayat al-Qur’an menggambarkan kaum ulul-albab dengan beberapa keutamaan akhlak yang mulia. Dalam al-Qur’an memberi penghargaan terhadap ulul-albab ( cendekiawan dan intelektual) dan Allah memuji mereka dalam banyak ayat dalam surat-suarat Makkiyah dan Madaniyah.cit : 155) Ayat ini menjelaskan bahwa penghargaan terhadap ulil-albab adalah sebagai orang yang berhak untuk mengambil manfaat dari hikmah. Surat al-Baqarah ayat 269 sebagai berikut : “yu’til hikmat (Allah memberikan hikmah) artinya ilmu yang berguna yang dapat mendorong manusia untuk bekerja dan berkarya. illaa ulul-albab ( kecuali orang-orang berakal) ( Op. yang terdapat di dalam pembahasannya banyak sekali kekurangan yang perlu disempurnakan. Allah juga memberikan penjelasan kepada mereka nilai tuntunan dan petunjuk yang diturunkan kepada mereka.

. G. Dalam al-Qura’an. akal mendapat porsi yang cukup jelas. dalam bentuk fi’il mudhar’ dalam bentuk kata ta’qilun (24 kali). Akal secara teoritis adalah hakikat berfikir. dan ya’qilu (masing-masing 1 kali). pengendali dan pengatur dari tindakan-tindakannya baik yang bersifat praktis maupun teoritis. ‘agala. ya’qilun (22 kali). Nuha jamak dari nuhya (akal mencegah orang untuk melakukan apa-apa yang tidak pantas untuk dibuat). Akal adalah kemampuan (potensi ) yang dimiliki manusia dalam bentuk kamampuan intelegensi yang dapat menjadi ukuran . dapat disimpulkan tentang akal mendapat perhatian yang khusus walaupun tidak pernah al-Qur’an secara tegas menyatakan bahwa akal adalah potensi manusia. berkedudukan sebagai saran memikirkan dan memahami kebenaran mutlak (wahyu) yaitu risalah yang dibawa oleh Rosulullah SAW. Hijr( pencegah yakni akalnya mencegah diribya mengikuti nafsunya). Secara generic diartikan akal adalah potensi manusia yang substansial sebagai proses berfikir (pemahaman yang cemerlang) yang dapat mencegah manusia untuk berbuat mengikuti hawa nafsu dan dari perbuatan yang tidak pantas serta sekaligus sebagai perangkat yang menjadi sarana manusia untuk memahami ilmu pengetahuan. Sehingga akal berfungsi sebagai pencegah perbuatan yang tidak pantas dan hanya menuruti hawa nafsu. fu’ad (kalbu sebagai salah satu sarana pokok ilmu pengetahuan).kelemahan yang banyak terdapat pada penulis terutama disegi kebahasaan karena kajian ini pokoknya adalah bahasa dan nalar. yang dari sini kita dapat menganalisa kedudukanya sebagai salah satu sarana dalam menemukan dan memahami kebenaran. na’qilu. Kesimpulan Dari uraian di atas. Akal dalam al-Qur’am memiliki term bermacam . Adapun Ulul-albab adalah orang-orang yang memiliki pemikiran dan pemahaman yang bersih dan cemerlang (sempurna) dengan ketinggian taqwa keistimewaan dan keagungan) yang terpelihara dan terlepas dari ikatan material (fisik). Akal dalam al-Qur’an tesebut sebanyak 49 kali. serta berfungsi sebagai prangkat pokok ilmu pengetahuan. Dengan objek kajiannya adalah ayat-ayat kauniyah baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. tapi al-Qur’an membicarakan dalam bentuk fungsi-fungsi akal. Akal (rasio) merupakan satu potensi dalam rohani manusia yang memiliki kesanggupan untuk mengerti secara teoritis realitas kosmis yang mengelilinginya dan secara praktis mengubah dan mempengaruhinya.macam yaitu albab (akal yang bersih dan memberimanfaat pada pemiliknya).

DR. Jakarta.2004 ___________________________. dan dakwah).pendidikan Islam.Daftar pustaka Abdul Munir Mulkhan. Paramadina. Jakarta Gema Insani Perss. 1982 Dawam Raharjo.DR. PT Bina Ilmu. Paradigma Intelektual Muslim (pengantar filsafat. Surabaya. 1993 Abdur rahman Umdirah. 2004 .Prof. Ilmu Filsafat Dan Agama. Sipress. Wawasan Islam. Mutiara Ilmu. 1994 Anshori Endang Saifudin. Ensiklopedi Al-Qur’an (Tafsir sari al-Qur’an pendekatan konsep-konsep dan kunci). Surabaya. Yogyakarta.Prof.DR. Metode Al-Qur’an dam Pendidikan.

CV Diponegoro. 1993 Imam As-Suyuthi. J. 2004 ___________________. Iqra Insan Perss.Departemen Agama RI. Simanegara. Gema Insani Perss. Bandung. Bandung. Sinar baru Algensindo. 2005 . 2004 Mahali. Mizan. 1998 Yos. PT Raja Grafindo. Jakarta. Bandung. DR. T. Filsafat Sains menurut Al-Qur’an. DR. 2002 Qordhawi Yusuf. Jakarta. Al-Qur’an dan Terjemahannya.2000 Ghulsyani Mahdi. Jakarta. Mudjab. Sinar baru Algasindo. Asbabun Nuzul (studi pendalaman Al-Qur’an). Tafsir Jalalain Jilid I. Bandung. J dan Imam Al-Mahali. A. Al-Qur’an berbicara tentang Akal dan Ilmu Pengetahuan. Mengembangkan Daya Fikir melalui keajaiban Al-Qur’an. Tafsir Jalalain Jilid II.

yakni al-‘aql ( ‫ .) ال ع قل‬yang berarti paham. Kebijaksanaan praktis serupa ini amat dihargai oleh orang Arab zaman jahiliyah. Menurut pemahaman Profesor Izutzu.Orang berakal.[1] . menurut pendapatnya adalah orang yang mempunyai kecakapan untuk menyelesaikan masalahsetiap kali ia dihadapkan dengan problema dan selanjutnya dapat melepaskan diri dari bahaya yang ia hadapi. pada zaman jahiliyah. mengerti atau berpikir.term akal digunakan dalam arti kecerdasan praktis yang dalam istilah psikologi modern disebut dengan kecakapan memecahkan masalah ( problem solving capacity ).Pembahasan Pengertian Akal dan Wahyu Kata akal berasal dari bahasa arab.

dengan cepat dan rahasia. terdapat dalam 30 ayat lebih di Al-Qur’an. 5. ). Tazakkara ( ‫ . Allah telah menjelaskan dalam firman-Nya QS As-syuura ayat 51 : ‫و‬ ‫ل‬ ‫و وح‬ ‫و ا‬ ‫ل وح‬ ‫و‬ ‫وح‬ ‫ح‬ Artinya : Tidak terjadi bahwa Allah berbicara kepada manusia kecuali dengan wahy. yang semuanya mengandung perbuatan berfikir.) قل‬tetapi juga kata-kata berikut : 1. 3. faham dan terdapat dalam 16 ayat Al-qur’an. ‫ ) ) ت‬berarti berfikir. Nadzara ( ‫ .Zaki Nazib Mahmud. Kedudukan akal dalam Al-Qur’an Penghargaan yang tinggi terhadap akal terdapat dalam wahyu Allah yakni Al-Qur’an sendiri. Kata-kata yang dipakai dalam Al-Qur’an untuk menggambarkan perbuatan berfikir.) ظ‬melihat secara abstrak dalam arti berfikir dan merenungkan. atau dengan mengirimkan seorang utusan. atau dari belakang tabir. berarti mengerti. Wahyu hanya diberikan oleh Allah kepada hamba-hamba pilihan-Nya. 2. ada tiga cara penyampain wahyu yaitu melalui jantung hati seseorang dalam bentuk ilham . dan melalui utusan yang dikirimkan dalam bentuk malaikat. Di samping akal. Hubungan sebab akibat maksudnya akal mengembalikan peristiwa yang Nampak kepada sebab terjadinya peristiwa itu. Tadabbara ( Tafakkara Faqiha ( ‫ق‬ ‫ف‬ ‫ ) ت د‬yang berarti merenungkan dan juga terdapat dalam beberapa ayat al-qur’an. Terdapat di lebih dari 40 ayat. . memperoleh peringatan. Wahyu merupakan sesuatau yang mungkin menurut hukum akal dan bukan sesuatu yang mustahil.Terdapat dalam 16 ayat Al-Qur’an. Sungguh Ia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. wahyu merupakan bentuk komunikasi antara Tuhan dengan hamba-Nya. Jadi. akal adalah menghubungkan peristiwa dengan sebab akibat atau konklusinya. Tidak sedikit ayat-ayat yangmenganjurkan dan mendorong manusia supaya banyak berfikir dan mempergunakan akalnya. Yang menggunakan media atau perantara. untuk mewahyukan apa yang ia kehendaki dengan seizing-Nya. Tentang cara terjadinya komunikasi tersebut. Sedangakan definisi dari wahyu adalah pemberitahuan dari Allah kepada nabi-Nya yang berisis hukum syara’ atau lainnya dengan perantaraan atau tanpa perantaraan. bukan hanya ‘aqala ( ‫ .) ت د‬yang berarti mengingat.Menurut Dr. Berdasarkan ayat diatas. dari belakang tabir seperti yang dialami oleh Nabi Musa.Sedangkan yang dimaksud dengan hubungan konklusi ialah akal melihat masa depan dengan memusatkannya pada peristiwa-peristiwa serupa. Wahyu berasal dari kata auha ( ‫ ) اوحى‬yang berarti member tahu tentang sesuatu ( baik perkataan ataupun penjelasan ) dari jarak jauh. dalam islam dikenal pula istilah wahyu . memperhatikan dan mempelajari. 4.

2. yaitu memikirkan sesuatu yang wujud yang merupakan pertanda adanya Tuhan.Keduanya berasumsi bahwa akal dan wahyu tidaklah bertentangan. Selain itu. Sehingga belajar falsafah tersebut diperintahkan oleh wahyu. Menentukan kedudukan hukum daripada belajar falsafah. Untuk itu. Dia berargumentasi bahwa dalam al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang memerintahkan kita untuk menggunakan akal untuk memahami segala yang wujud. Namun. bahkan sampai sekarang masalah tersebut masih jadi bahan perbuncangan.[2] Dari uraian tersebut jelas bahwa kedudukan akal dalam islam sangatlah tinggi. Isu ini menjadi sangat penting karena ia memiliki kaitan dengan argumentasi-argumentasi mereka dalam pembahasan konsep Tuhan. dan akal pulalah yang membedakan manusia dengan makhluk Tuhan yang lain. Kata-kata yang berasal dari ‘aqala ( ‫قل‬ ) sendiri terdapat dalam lebih dari 45 ayat. terdapat pula kata-kata lain yang member sifat berfikir pada orang islam. 7. Karena akalnyalah manusia dapat bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatannya dan akal dalam diri manusia itulah yang digunakan Tuhan sebagai pegangan dalam menentukan pahala atau hukuman pada seseorang. konsep etika dan lain sebagainya. ia sangatlah memerlukan petunjuk ( hidayah-Nya ).[4] Hubungan Akal dan Wahyu Persoalan akal dan wahyu telah lama menjadi wacana dan perdebatan dikalangan intelektual muslim sejak abad ke-3 H. Filosof muslim terpenting yang berusaha membuktikan hubungan antara akal dan wahyu adalah Ibn Rushd penulis buku Fasl al-Maqal dan Ibn Taimiyyah penulis buku Dar Ta’arud al-‘aql wa an-Naql. [3] Arti Penting Wahyu bagi Manusia Sesungguhnya wahyu illahi merupakan sesuatu yang amat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Membuat justifikasi bahwa kebenaran yang diperoleh dari demonstrasi (al-burhan) sesuai dengan kebenaran yang diperoleh dari wahyu. Menurutnya.6. . yaitu ulul albab ( orang berfikiran ). Ibn Rushd mencoba menjelaskan ‘hubungan” sedangkan Ibn Taimiyyah berusaha menghindarkan pertentangan atau menjelaskan “kesesuaian”. ulu al-‘alim (orang berilmu). Argumennya adalah : 1. Bagaimana hal itu akan terwujud jika tanpa wahyu illahi?Jadi jelaslah bahwa wahyu ilahi merupakan suatu kebutuhan manusia yang amat penting disetiap saat. keduanyamenjadi sangat hangatdiperdebatkan oleh para mutakalimin dan filosof. belajar falsafah merupakan belajar ilmu tentang Tuhan.ulu al-absar (orang mempunyai pandangan). konsep ilmu. Manusia perlu belajar untuk mengatur hidupnya. dan ulu alnuha yang berarti orang bijaksana. Fahima ( ‫ ) ه‬yang berarti memahami.Karena wahyu menggalakkan aktivitas bertafakur tentang yang wujud tersebut. Dalam membahas masalah akal dan wahyuIbn Rushd menggunakan prinsip hubungan ( ittisal ) yang dalam argumennya mencoba mencari hubungan antara akal dan wahyu.

yaitu : 1.Akal tidak mungkin diberi prioritaskarena melalui akal kebenaran wahyu itu dibuktikan. Ia hanyalah metode atau jalan untuk mengetahui sesuatu. Namun jika keduanya zanni. 2. Ibn Taimiyyah menjawab persoalan mengenai bagaimana jika akal dan wahyu mengalami pertentangan?Dari kesemua pembahasan Ibn Taimiyyah sekurang-kurangnya terdapat tiga prinsip utama untuk menjawab persoalan tersebut. Rasional atau Tradisional bukanlah sifat yang boleh menentukan sesuatu itu benar atau salah.Jika keduanya berproposisi qat’i maka tidak mungkin terjadi pertentangan. Dalam hal ini akal berfungsi untuk menafsiri dan menguraikan al-Qur’an dan mentakwilkannya dalam batas yang diijinkan. maka harus dikaji apakah proporsisi itu qat’i atau zanni. Jalan untuk mengetahui aqidah dan hukum adalah melalui wahyu Allah dan hadits nabi. Menurut kaum Salafiah Fungsi wahyu menurut kaum salafiah lebih tinggi dibandingkan fungsi akal. diterima atau ditolak. . maka dipilih yang proposisinya lebih kuat ( rajah ). b. Jadi menurut Asyari. akal hanya menjadi saksi dan membenarkan penjelasan-penjelasan dalam al-Qur’an. bahwa bagaimanapun juga wahyu dalam bentuk al-Qur’an dan hadist adalah dasar yang pokok disamping menggunakan akal pikiran agar dapat menguatkan nash dan hadits tersebut. Sehingga mereka menganggap bahwa fungsi akal lebih tinggi dibandingkan wahyu c. Al-asyari tidak menjauhkan diri dari pemakaian akal tetapi ia menentang keras terhadap orang yang menganggap bahwa pemakaian akal tidak pernah disinggung oleh Nabi dalam membahas masalamasalah agama bahwa akal mempunyai kedudukan yang tinggi dibandingkan wahyu. Menurt Ahlu sunah wal Jama’ah Mereka memegang pendirian faham Asyariyah yang berpendapat bahwa fungsi wahyu yang berupa alQur’an dan hadits Nabi menjadi pokok utama sedangkan akal sebagai penguat nash wahyu dan hadits. Fungsi Akal dan Wahyu Menurut aliran-aliran dalam ilmu kalam. Menurut kaum Mu’tazilah Kaum Mu’tazilah sangat berlebih-lebihan dalam meninggikan akal. Jika terjadi pertentangan antara akal dan wahyu. 3.Selain itu. fungsi daripada akal dan wahyu adalah sebagai berikut : a. Jadi menurutnya. Jika terjadi pertentangan antara proposisi akal dan wahyu. maka prioritas diberikan kepada wahyu dan menolak akal.

Namun pada dasarnya. keduanya merupakan karunia Allah kepada hamba-Nya. sehingga tidak dapat di pungkiri bahwa akal dan wahyu saling berkaitan dan membutuhkan satu sama lain. Karena jelas bahwa Allahpun memerintahkan kita menggunakan akal tanpa melalaikan wahyu. keduanya mempunyai fungsi tersendiri dan keduanya tidak dapat dipisahkan pula. Namun keduanya harus tetap kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari secara beriringan. Keduanya saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. B. Dalam wahyu ( al-Qur’an ) banyak ayat-ayat yang memerintahkan manusia untuk senantiasa berfikir dan bertadabur terhadap hal-hal yang wujud. . banyak sekali pendapat yang diuraikan oleh aliran-aliran kalam yang kadang bertentangan antara satu sama lain.Jadi mengenai fungsi dari akal dan wahyu. Kesimpulan Akal dan wahyu. sebagai alat untuk menuju kebenaran. Penutup A. Kontribusi Hendaknya dalam melaksanakan sesuatu. jangan hanya berdasarkan akal atau wahyu saja.

Karakteristik Umat Terbaik. Jakarta : UI-Press . Abu Bakar.Jakarta : Mantia Asmuni.1992. 1996.Tauhid. Harun.1993.Ilmu Tauhid. 1994.Yogyakarta : Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga Zainuddin. Jakarta : Raja Grafindo Persada Musthofa.Aqidah Seorang Muslim. Ali Abdul Halim. Yusran.2005.1986. Jakarta : Gema Insani Jabir.Daftar Pustaka Mahmud.Jakarta : PT Rineka Cipta Nasution.dkk. Ilmu Tauhid Lengkap.Akal dan Wahyu dalam Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful