FUNGSI AKAL MENURUT AL-QUR’AN by: Fery Aguswiajaya, S.

Ag (Guru IPA MTsN 1 Palembang)

A. Pendahuluan

Menurut evolusi Darwin, manusia itu adalah bentuk akhir dari pada evolusi hayati, sedangkan hewan bersel satu sebagai awal evolusi. Dalam pandangan Darwin ini, manusia di tempatkannya dalam alam hewan, baik akal budi, kesadaran moral maupun agama, yang dianggapnya sebagai hasil perkembangan evolusionair. Hipotesa di atas pada abad ini telah terbantahkan dan terbukti menurut Harun Yahya seorang ilmuan Islam abad ini adalah tidak benar, menurut beliau semua di alam ini memang telah tercipta sesuai dengan kadarnya dari sejak azali. Perbedaan menyeluruh antara manusia dan hewan, adalah manusia dikaruniai “akal” oleh Tuhan, oleh karena itu ilmu Mantiq merumuskan manusia sebagai “hayawanun natiq”(hewan yang berfikir). “Dengan akal inilah melahirkan laku perbuatan yang di kerjakan sehari-hari dalam rangka hubungsan dengan manusia lain atas dasar fitroh Homo sociousnya”.(Nasruddin, 1971. hlm. 15). Manusia juga merupakan puncak ciptaan-Nya sebagai Khalifah, kodratnya “hanif”, yaitu makhluk yang cinta kepada kesucian dan selalu cendrung kepada kebenaran, “Dhamier” (hati nurani)(Ibid, hlm 16) Dalam Al-Qur’an Allah memberikan petunjuk mengenai akal malalui firman-Nya

“Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”( QS. 17 ; 70)

Yang dimaksud dengan kelebihan yang sempurna itu diantaranya adalah akal, yang merupakan pemberian Allah SWT. “Hakikat akal adalah berfikir, dengan berfikir manusia dapat mengetahui ciptaan Allah berupa benda-benda dengan jalan melakukan pengamatan dan penelitian terhadapnya.”(Y.T Simanegara, 2005.hlm.15) Akal merupakan simbol kehidupan, tanpa akal tak ada manusia yang beragama dan tak akan ada ilmu. Dengan akalnya manusia berkelana mencari kebenaran lewat berfilsafat, ilmu, “agama”, dan sampai berkesenian mencoba memecahkan arti alam semesta dan hakekat kehidupan. Bahkan dapat terjadi,

bahwa manausia itu menggunakan akalnya (rasio) untuk membuktikan bahwa Allah itu ada atau bahwa Ia tiadak ada, padahal Allah itu bukan objek pengenalan seperti alam ini”. (Anshori, 1982, hlm,152) Dari sini jelas akal memiliki keterbatasan, menurut Emmanuel Kant bahwa “akal tak dapat membawa keyakinan tentang adanya Tuhan,karena akal memberi kebebasan bagi manusia untuk percaya atau tidak.”Ibnu Khaldun menyatakan bahwa “akal itu adalah sebuah timbangan yang cermat, hasilnya adalah pasti dan dapat dipercaya, Tetapi mempergunakan akal untuk menimbang soal-soal yang berhubungan dengan keesaan Allah, hidup di akhirat, atau hakikat kenabian dan hakikat sifat-sifat ketuhanan, adalah sama mempergunakan timbangan tukang emas untuk menimbang gunung.”(Ibid.hlm 150-153) Dengan uraian diatas maka makalah ini mencoba membicarakan akal dalam perspektif Al-Qur’an, bagaimana kedudukan atau fungsi akal itu sendiri menurut Al-Qur’an dan batasn-batasan fungsi akal itu sebagai karunia Allah kepada manusia yang menjadikan lebih sempurna dibandingkan makhluk lain dari ciptaan-Nya.

B. Inventarisasi Ayat. Di dalam Al-Qur’an banyak terdapat ayat-ayat yang menyinggung tentang keberadaan akal, menurut DR.Yusuf Qardhawi bahwa “materi ‘aqla dalam Al-Qur’an terulang 49 kali, dalam kata kerja ta’qilun terulang sebanyak 24 kali dan kata kerja ya’qilun sebanyak 22 kali, sedang ‘aqala, na’qala dan ya’qulu masing-masing satu kali.”. Namun karena keterbatasan kami, maka dalam makalah ini akan ditampilkan bebrapa ayat yang tematiknya dibuat berdasarkan kesimpulan penulis dari pemikiran materi yang terdapat dari ayat-ayat yang berhuibungan dengan akal tersebut.

1. Akal sebagai sarana memahami kebenaran. Ada banyak ayat Al-Qur’an yang menegaskan kepada akal untuk mamahimi kebenaran mutlak dari Allah,dalam redaksional afala ta’qilun (tidakkah kamu berfikir) terulang sebanyak 13 kali dalam AlQur’an (Ibid. hlm 19), diantaranya pada Q.S. al-Baqarah 2 ; 44, Q.S. Ali Imran. 3 ; 65, Q.S. al-A’raf. 7 ; 169, Q.S. Yunus, 10 ; 16, Q.S. al-Anbiya’21 ; 10 dan 63 - 67 , Q.S. Mu’minun 23; 80, Q.S. ash-Shaaffat. 37; 137 – 138, Q.S. Hud , 11 ; 51, Q.S. Yasin, 36 ; 62 dan 68. Untuk makalah ini kami tampilkan beberapa ayat sebagai berikut :

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca al-Kitab (Taurat) ? maka tidakkah kamu berfikir ? (QS al-Baqarah : 44)

al – Baqarah : 242) . Yusuf : 2. maka apakah kamu tidak memikirkannya.” ( QS. Hud : 51) “Sesungguhnya setan itutelah menyesatkan sebagian besar diantaramu. QS.Nya) supaya kamu memahaminya.hlm. maka tidak kah kamu memikirkannya ?(QS. Ali Imran : 118. Yasin : 61) “Dan barang siapa yangkami penjanhkan umurnyaniscaya kami kembalikan dia kepada kejadiannya. al-Baqarah : 164.(Ghulsyani. QS.”(QS. niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) Memberitahukannya kepadamu.Ali Imran : 65) ‘Hai kaumku. QS.” Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. maka apakah kamu tidak memikirkannya. Yasin : 68) 2. Dan untuk tema ini hanya ditampilkan satu ayat tentang ketegasan untuk berfikir dan asatu ayat untuk objek kajian akal sebagai berikut: “ Demikianlah Allah menerangkan kepadamu Ayat-Ayat-Nya (hukum-hukum. Akal digunakan untuk berfikir dan ayat-ayat kauniyah adalah objek kajian. an-Nahl : 12 dan 66 – 67. QS. al-Hadid : 17.” (QS Yunus : 16) ‘wahai ahli kitab mengapa kamu berbentah-bantahan tentang hal ibrahim.QS. al-Jaatsiyah : 5. dan manusia diminta untuk dapat memikirkannya agar dapat mengenal Tuhan lewat tanda-tandaNya. QS. al-Baqarah : 242. Sedang untuk objek akal adalah ayat-ayat kauniyah dapt ditelusuri dari beberapa ayat seperti QS. padahal taurat dan injil tidak diturunkan melainkan sesdudah Ibrahim. QS. ar-Rum : 24. QS. ar-Ra’d : 4. Di dalam al-Qur’an ada lebih dari 750 ayat yang menunjukan kepada gejala fenomena alam.“Katakanlah. QS. QS.1993. al-An’am : 151.62) Ketegasan al-Qur’an agar manusia memikirkan dengan akalnya akan ayatayat kebesaran Allah termaktub dalam beberapa ayat diantaranya.Apakah kamu tidak berfikir?(QS.” (QS.maka apakah mereka tidak memikirkannya. “Jikalau Allah Menghendaki. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakan ku. aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. an-Nur : 61.

al-Baqarah : 242) “Ketahuilah oleh kamu bahwa ssungguhnya allah menghidupkan bumi sesudahmatinya. bahterayang belayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia.”(QS. sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkann. 3. 170 – 171. Dia memperlihatkan kepadamu kilatuntuk menimbulkan ketakutan. 58 dan 103. dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi.”(Qardhawi. Yusuf. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaumyang menggunakan akalnya.Sesungguihnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran Kami supaya kamu brfikir.hlm. Adapun ayat-ayat yang membicarakan tema ini diantaranya QS. alBaqarah : 164) “Dan dioantara tanda-tanda kekuassaan-Nya. ar-Rum : 24) “Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit. al-Baqarah . lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi dan segala jenis hewan. 24). QS.agar kamu memahaminya.”(QS. Teguran bagi yang tidak menggunakan akalnya Kalimat dalam bentuk “ya’qilun terdapat sebanyak 22 kali dan diantaranya berupa kalimat laa ya’qilun (mereka tidak berfikir) ada bebrapa kali. al –Maa’idah . silih bergantinya malam dan siang. al .”(QS.. QS.“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan berbahasa Arab. lalu menghidupkan bumi dengan air itusesudah matinya.”(QS.”(QS al-Hadid : 17) “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. dan harapan.lalu dihidupkannya dengan air itu bumi sesudah matinyadan pada perkisaran anginterdapat pula tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berakal. 2) “Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya (hukun-hukum-Nya)supaya kamu memmahaminya. dan Doia menurunkan air hujan darilangit. 1998. dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air.

Di antaranya QS. Ali Imran : 7. Yunus : 42) 4.(QS. QS.hlm 30). al-Anfal : 22) “diantaraq mereka ada orang yang mendengarkanmu. Al-Ma’idah : 58) “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknyapada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan bisu yang tidak mengerti apa-apa.1998. 190-191. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal. al-Ankabut : 63. QS. Yunus . QS.”(QS. Untuk bagian tema ini ditampilkan beberapa ayat sebagai berikut : “Dan apabila kamu manyeru (mareka) untuk (mengerjakan) shalat mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Dan untuk hal ini ditampilkan ayat-ayat berikut : . apakh kmu dapat menjadikan orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti. 42 dan 100. al-Baqarah : 179 dan 197. ath-Thalaq : 10 – 11. al-Maa’idah : 100.” (QS. dan QS. al-Hujurat: 4. QS. QS. QS. QS. alFurqan : 43 – 44.Anfal : 22. Keutamaan Ulul-Albab (cendikiawan ) dalam al-Qur’an Tentang ulul – albab atau ulil – albab di dalam al-Qur’an teulang sebanyak 16 kali sembilan diantaranya Makkiyah dan tujuh lainnya adalah Madani (Qardhawi. al-Hasyr : 14.

’ (QS. untuk memberikan keterangan secara tegas tentang kewajiban seorang suami memberikan mut’ah-pemberian atau sekedar bekal. melalui cerita dari Rasulullah. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). maka bertaqwalah kepada Allah hai orang-orang yang berakal agar kamu mendapat keberuntungan. QS. ia benar-benar telah dikaruniai anugrah yang banyak. Asbaabun Nuzuul Ayat 1. Ibnu Jarir dari Ibnu Zaid) 3.kepada istri yang diceraikan. al-Baqarah : 269) “Dandalam kasus itu ada jaminan kelangsungan hidup bagimu wahai orang oaring yang berakal supaya kamu bertaqwa. sebab segala yang diperintahkannya adalah benar. tapi dirinya sendiri tidak mengerjakanya. Dan barang siapa yang dianugrahi al-Hikmah itu. ( HR. Diriwayatkan oleh al-Wahidi dan at-Thsa’labi dari al-Kalbi dari Abi Shaleh yang bersumber dai Ibnu Abbas) 2. al-Baqarah : 179) “Katakanlah tidak sama yang buruk dengan yang baik. meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu.” (QS. pada saat berkata kepada mantunya. kaum kerabatnya dan saudara sesusunya yang telah masuk Islam : “Tetaplah kamu pada agama yang kamu anut (Islam) dan apa-apa yang diperintahkan oleh Muhammad. Pada suatu waktu para sahabat berkeinginan mengadakan perbandingan agama dengan agama-agama terdahulu. Tentu hukum dan perintah ini akan terlaksana dengan baik apabila mereka benar-benar mengaku orang yang bertaqwa kepada Allah. dan menurunkan ayat 23 surat az- .QS. Sehubungan dengan ini ayat ini Allah turunkan sebagai peringat bagi orang-orang berbuat demikian. QS. Yusuf ayat 2. al – Baqarah ayat 44 diturunkan (sehubungan dengan orang-orang Yahudi Madinah. al-Ma’idah : 100) C. “(QS.“Allah menganugrahkan al-Hikmah (kepahaman yang dalam tentang al-Qur’an dan as-Sunnah) kepda siapa yang Dia kehendaki.” Ia menyuruh orang lain berbuat baik. al-Baqarah ayat 242 sehubungan dengan ayat 236 .

40) .merupakan penyataan yang bersifat negatif sebagai cercaan terhadap mereka yang tidak menggunakan akal mereka yang dianugrahkan Allah. penglihatan. maka Allah menurunkan ayat 164 sebagai jawaban atas pertanyaan mereka.(Qardhawi.. Karena ia termasuk dalam salah satu dari ketiga perangkat pokok ilmu pengetahuan pendengaran. Karena orang-orang kafir Quraisy di Mekkah bertanya “bagaimana Tuhan yang Tunggal dapat mendengar manusia yang banyak ?”. terdapat dalam al-Qur’an dalam bentuk fi’il mudhari’ . seperti bentuk ta’qilun.baik ayat tertulis maupun yang tidak tertulis tapi dapat dilihat. ‘agala. ( Diriwayatkan oleh I bnu Jarier dan Ibnu Abi Hatim dari Sa’id atau Ikramah yang bersumber dari ibnu Abbas) 5.Zumar…. yang bermakna tidaklah kamu berfikir. “menurut Harun Nasution artinya paham dan mengerti” (Abuddin Nata. Kata Ta’qilun berarti kamu mengerti atau memahaminya” berkaitan dengan ayat-ayat yang Allah jelaskan serta harus dimengerti. menurut Raghib alashfahani bahwa akal dinamakan hijr karena manusia dengan akalnya mencegah dirinya mengikuti nafsu. Selain itu akal disebut juga fu’ad baik dalam bentuk tunggal maupun jamak.”(Ibid. Mereka meminta perkataan yang baik diberi yang lebih baik dan meminta kisah yang indah diberi yang lebih indah oleh Allah yaitu al-Qur’an. QS. terutama materi yang bersambung dengan wawu jama’ah. Makna Mufrodat Kata akal dari kata al-‘aql merupakan kata benda. (HR. dan fu’ad (kalbu). na’qilu. QS. : 24) Singkatnyaa akal(‘aql) itu adalah pikiran (mind) atau pemahaman. al-Maa’idah ayat 58 diturunkan bersamaan dengan ayat 57 sebagai peringatan terhadap kaum muslimian serta larangan bagi mereka untuk mengankat kaum munafik sebagai pemimpin mereka. dan ingkar.1998 : 19).merupakan bentuk istifham inkari (pernyataan negatif) yang bertujuan memberikan dorongan dan membangkitkan semangat. Ibnu Jarir dari Mas’udi dari Aun bin Abdillah) 4. Hal ini sehubungan Rifa’ah bin Zaid bin Tabut dan Suwaid bin Harist memperlihatkan ke-Islamannya. membeo. hlm 130). tetapi sebenarnya dia seorang munafik asli. 23).(Qardhawi . . Pada sub tema ditampilkan ayat-ayat yang memuat kata . dan ya’qilu. dalam sub tema ditampilkan laa ya’qilun yang berarti tak mau berfikir atau tidak mau mempergunakan akal atau” mereka tidak berfikir. afala ta’qilun. Kata ya’qilun adalah bentuk fi’il mudhari’ untuk orang ketiga jamak. Al-Baqarah ayat 164 diturunkan setelah ayat 163 yang diturunkan kepada Rasulullah di Madinah. ya’qilun. maka Allah menurunkan ayat 1 –3 untuk memberikan penjelasan kepada mereka. diantara mereka sekian banyak oaring-orang muslim ada yang menaruh simpati kepadanya. 2002.namun mereka meminta kepada Rasulullah untuk menceritakan kisah yang lebih indah yang bukan al-Qur’an.”(Ibid. bahkan mereka menafikan akal tersebut sama sekali sehingga mereka bersifat statis. Dalam al-Qura’an akal disebut juga dengan istilah hijr yang bermakna pencegah. (HR Abu Syaikh dan Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas) D.

Qur’an adalah sebutan lain dari akal yang ” diidentikan dengan kata lub jamaknya al-albab.”(Op. Ini menujukan pada kita bahwa aktivitas akal bersifat ruhaniah./ hijr / fu’ad) adalah pikiran. ./ pemahaman yang cemerlang. Dan sejalan dengan J. dan yang lain mengidentikan dengan kemampuan hati dan bathiniah. karena ruhani itu meliputi akal. “Albab adalah akal yang memberi manfaat kepada pemiliknya dengan memilah sisi substansial dari kulitnya. Adapun Ulul-albab adalah orang-orang yang memiliki pemikiran dan pemahaman yang bersih dan cemerlang (sempurna) dengan ketinggian taqwa keistimewaan dan keagungan) yang terpelihara dan terlepas dari ikatan material (fisik). “Ia adalah sisi terdalam akal yang berfungsi untuk menangkap perintah Allah dalam hal-hal yang dapat diindrakan. dapat kita analisis bahwa akal (‘agl. Verkuyl bahwa “Rasio (akal) juga menjadikan manusia sanggup untuk menjelajahi dunia rohaniah. Atau dapat kita perjelas lagi secara istilah akal adalah potensi manusia yang substansial sebagai proses berfikir (pemahaman yang cemerlang) yang dapat mencegah manusia untuk berbuat mengikuti hawa nafsu dan sekaligus sebagai perangkat yang menjadi sarana manusia untuk memahami ilmu pengetahuan. yang etis.albab adalah: “Ulul-albab adalah al-uqul al-tamm al-zakiyah al-latty tudrak al-asy-ya bibamqaiqiba ‘ala jalyatiha wa laisa ka al-shamm al-bukm al-ladzina laa ya’qilun ( yaitu orang-orang yang akalnya sempurna dan bersih yang dengannya dapat ditemukan berbagfai keistimewaan dan keagungan mengenai sesuatu tidak seperti orang yang buta dan gagu yang tidak dapat berfikir.cit : 130). yang psikis.cit : 31) Dari etimologi dan terminologi di atas. Imam al-Baqa’i berkata. Tinjauan Teoritis tentang Akal Apakah yang dimaksud dengan akal. serta pemahaman yang cemerlang. sehingga kata Ulul-albab dapat diartikan orang-orang yang berakal”(Op. mereka adalah orang-orang yang menyaksikan Rabb mereka melalui ayat-ayat-Nya. “sebagian mengartikan akal sebagai kemampuan berfikir rasional.” Al Harali berkata. yang religius dan sebagainya. seperti yang logis.albab dalam al. Qalbu dan ruh.”(Anshori. yang terlepas dari semua ikatan fisik sehingga ia mampu menangkap ketinggian taqwa dan ia pun menjaga ketaqwaan itu. namun demikian tetap memiliki persamaan bahwa akal adalah potensi yang dimiliki manusia yang diguinakan sebagai alat/sarana berfikir. seperti halnya sisi luar akal yang berfungsi untuk menangkap hakikat-hakikat makhluk.”( Abuddin Nata : 131-132) Pernyataan tersebut senada dengan Imam al-Baqa’i tentang Yaa ulil-albab yaitu akal-akal yang bersih. 2004 : 16).1993 : 42). nafsu./ albab.”(A.Kata ulul – albab atau ulil. E. Munir. dalam pemikiran para ahli baik Islam maupun filosof memiliki keragaman pengertian. yang yuridis. Dapat juga disebut ulul-albab adalah para cerdik cendikia atau cendikiawan./ sebagai sarana memahami ilmu pengetahuan (peran kalbu)./ pencegah dari perbuatan yang mengikuti nafsu.”(Ibid : 31) Imam Abi al-Fida Isma’il mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Ulul.

Jadi akal merupakan satu potensi dalam rohani manusia yang memiliki kesanggupan untuk mengerti secara teoritis realitas kosmis yang mengelilinginya dan secara praktis mengubah dan mempengaruhinya.1982. tatapi hanya berupa pengandaian saja. Kalsis dalam bukunya “A Concodence of The Qur’an”menyatakan bahwa ulil-albab itu adalah: “-orang yang mempunyai pemikiran (mind) yang luas dan mudah -orang yang mempunyai perasaan (heart) yang peka dan sensitive. kombinasi. dan perolehan. hlm.” (Ansori. kebiasaan (habitual) atau akal aksi. oleh karena itu tidak bisa diharapkan dalam memahami Allah dan sifat-sifat-Nya. tetapi akal itu sendiri tidak sanggup memberikan kepastian-kepastian tentang pernyataan terdalam tentang Tuhan. Adapun al-Razi seoarang filsuf muslim klasik menyatakan “rahmat Tuhan yang tertinggi adalah akal. pengendali dan pengatur dari tindakan-tindakannya baik yang bersifat praktis maupun teoritis. J. Lebih tegas lagi bahwa akal itu mampunyai batas-batas yang dengan keras membatasinya. “akal terdiri dari dua macam yaitu praktis dan teoritis. menurut Hanna.” Menurut Ibnu Sina . dan akal adalah ukuran.”akal manusia memiliki hubungan dengan intelegensi yang secara langsung berasal dari Tuhan. Ulil albab biasa disebut dengan cendekiawan. mengangkat dirinya menjadi ukuran yang termulia dan terakhir. dunia. . pengendali. Menurut Ibnu Rusyd “akal praktis akan melahirkan pengetahuan dengan pengalaman dan akal teoritis berhubungan dengan pengetahuan tentang kekekalan melalui jalan abstraksi.:151). Al-Farabi berpendapat bahwa. material-fisik (potensial). tetapi akal tidak mampu memikir lebih dalan (hakikat) sesuatu khususnya yang immaterial. akal tidak mungkin memperoleh kepastian.”(Ibid : 50). menempatkan akal sebagai substansi kualitas manusia. setiap manusia memiliki kemampuan yang sama melalui akal.E. Sebutan seperti rasio dan intuisi tetap menunjukan peranan akal dalam proses produksi ilmu pengetahuan. karena akal hanyalah salah satu dari beberapa atom yang diciptakan Allah. dan akhirat. dan pengatur sehingga manusia harus mengikuti gerak akal. manusia. bertindak selaku hakim tertinggi atas kebenaran.” (Ibid : 151). Bahkan lebih idealis lagi di dalam kalangan ilmuan yang menyatakan bahwa seluruh bangunan ilmu pengetahuan manusia adalah produk dari aktivitas akal. Verkuyl “cendrung sekali melewati batas-batas kesanggupannya dan mnjadi tinggi hati serta mengabdi kepada semu dan dusta. ia bertindak seakan-akan dewa. ( Ibid : 51) Dari pandangan para filosof muslim tersebut dapatlah dikatakan bahwa akal adalah kemampuan (potensi ) yang dimiliki manusia dalam bentuk kamampuan intelegensi yang dapat menjadi ukuran .”(Ibid : 52 ) Namun demikian akal menurut Dr. sementara akal teoritis terdiri dari tiga yaitu . Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa akal manusia dalam fungsinya memiliki keterbatsan dalam hal yang sifatnya material atau yang dapat diamati dari gejala-gejala yang ada di alam ini. dan penilaian. akal prktis menghasilkan penyimpulan tindakan. Menurut Kant “penyelidikan dengan akal benar dapat memberikan suatu pengetahuan tentang dunia yang tampakini. Para filsuf klasik bahkan juga yang modern dan pasca modern atau yang kontemporer.

-orang yang mamiliki kebijaksanaan (wisdom).-orang yang mempunyai daya piker (intelektual) yang tajam dan kuat -orang yang memiliki pandangan dalam atau wawasan (insight)yang luas. mendirikan shalat 6. Mempunyai pengetahuan. : 577) Adapun ciri-ciri ulil albab menurut beliu adalah sebagai berikut : 1.” (Dawam Raharjo. yang mengembangkan apa yang diberikan Allah 4. perintah menggunakan akal dan ada pula berupa petunjuk.tepat. 2. supaya manusia menggunakan akalnya. Ada secara tegas. -orang yang memiliki pengrtian (understanding) yang sehat. Pembahasan Tematik tentang Fungsi Akal menurut al-Qur’an Al-Qur’an berulang-ulang menyuruh dan mendorong perhatian manusia dengan bermacam-macam cara. kemudian diterangkan pula bahwa segala benda di langit dan di bumi menjadi bukti kebenaran kekuasaan. membelanjakan rizki pada jalan yang benar.2002. takut kepada Allah selalu ingin mendapatkan rudla dari Allah 5. (Ibid : 568) Kajian teori di atas kami kira cukup mewakili dasar pemikiran berikutnya dalam menganalisa tema-tema yang ada dalam makalah ini dari tinjauan al-Qur’an yang telah dipaparkan dasar-dasarnya pada uraian sebelumnya. yang memnuhi perjanjian dengan Allah dan tidak akan ingkar dari janji tersebut 3. mengapa seseorang tidak menggunakan akalnya. 7. kemurahan dan .dengan pertimbangan yang terbuka dan adil. menolak kejahatan dengan kebaikan . F.atau luas.yakni rangkaian mendekati kebenaran.

2004. Padahal kaum yang membaca kitab suci (taurat) yang mengandung kecaman terhadap mereka yang hanya pandai menyuruh tanpa mengamalkan tidakkah kamu berakal. As-Suythi.cit : 21) . hlm 178179). hanya manusia yang berakal dan menggunakannya yang dapat memahaminya Term akal dalam al-Qur’an memang ditemukan dalam bentuk beberapa kata yang telah kita ungkapkan pada uraian makna generic seperti albab. fu’ad. tidak akan timbul kecuali dari orang yang tidak lurus pemikirannya.”(Qardhawi : 19). dengan membawa al-Qur’an ini. 1. Maka bagaimana mungkin dapat diterima akal. Ayat 44 dari surah al-Baqarah yang kita tampilkan mengandung makna sebagai berikut: “ataa’ muruunan naasa bilbirrib (mengapa kamu menyruh orang lain berbuat kebaikkan) yaitu beriman pada kerasulan Muhammad.”(Imam J. dalam artian tidak mau mengikuti kebenaran yang difikirkannya apalagi kebenaran itu adalah mutlak (wahyu). Dengan demikian al-Qur’an sendiri sangat memperhatikan keberadaan akal sebagai suatu potensi pada diri manusia. jilid II : 855) Yusuf Qardhawi menafsirkan ayat 16 surah Yunus ini sebagai berikut: “Allah telah memberikan perintah kepada Rasulullah SAW. Telah puluhan tahun Nabi SAW. atau mengaku-aku menerima wahyu. sebelum itu beliu tidak pernah mendakwakan diri.”(Op. orang yang sangat dipercaya selama empat puluh tahun kemudian dusta? Perjalan beliu yang lurus tiba-tiba ‘menyimpang’ dan melakukan tindakan yang controversial. hidup bersama mereka. dan hijr. didalamnya tercantum ancaman atau siksaan terhadap orang yang tidak sesuai perkataan dengan perbuatannya. untuk menjelaskan kepada mereka bahwa diutusnya beliu.(Ibid . Quraish Sihab kata albirri adalah kebajikan segala hal.hlm : 24) Menurut M. tanpa sebab dan justifikasi. baik dalam hal dunia maupun akhirat. afala ta’qiluun (tidakkah kamu pikirkan?)akibat jelek perbuatanmu hingga kamu jadi insaf. watan sawna anfusakum ( sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri) hingga kamu mengabaikannya dan tak tak mau beriman kepadanya. Untuk itu kita kaji ayat-ayat yang telah kita iventarisasi di bagian awal makalah ini. Dari kedua uraian tafsir tersebut jelas bahwa perbuatan manusia yang bertentangan dengan pengetahuannya dan bertentangan dengan perintah yang ia berikan kepada orang lain. Akal sebagai sarana memahami kebenaran Pada sub tema ini kita mengangkat kata afala ta’qilun yang diungkapkan sebanyak 13 kali dalam alQur’an yang berarti “tidakkah kamu berfikir?” menurut Yusuf Qardhawi “yang paling mencolok dalam redaksi tersebut adalah penggunaan bentuk istifham inkari (pernyataan negatif)nyang bertujuan memberi dorongan dan membangkitkan semangat.kebijaksanaan Allah. berbicara atas nama Allah. semata-mata atas kehendak Allah bukan karena kehendaknya sendiri. wa antum tatluuna alkitaaba (padahal kamu membaca kitab) yakni Taurat.(Quaraish Sihab. Di jelaskan pula dalam ayat 16 surah Yunus menurut Imam Jalaluddin As-Sayuthi bahwa term afala ta’qiluun yakni maka apakah kalian tidak memikirkannya bahwa saahnya al-Qur’an itu bukanlah buatan aku sendiri (Muhammad SAW). 2004.

ialah untuk menerima risalah (wahyu) dengan tugasnya memahami apa yang diterima dari Rasulullah SAW. Abdurrahman . bahwa “aqal didalam Islam mempunyai tugas tersendiri. menghidupkan dan mematikan serta menggilirkan siang dan malam. Hal ini jalas kebenaran kebaikan antara kehidupan akhirat dengan kehidupan dunia yang sementara.maka tidakkah kamu memikirkannya. akal manusia merupakan suatu perangkat yang berguna sekali. dan suatu pemahaman tentang alam adalah analog dengan pemahaman tanda-tanta yang bisa membawa kita meraih pengetahuan Tuhan.hlm : 33). Pada ayat yang lain “Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang didalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. keluasan kehendak-Nya dan ketinggian hikma-Nya bagi orang yang berakal dan mau memahaminya sebagai kebenaran mutlak. ada 750 ayat al-Qur’an yang mengungkapkan tentang fenomene alam. senada dengan penyataan DR. Dan ini berarti Allah melalui ayat mempertegas agar memeimikirkan . dan hampir selurhnya ayat ini memerintahkan manusia untuk mempelajari dan memahaminya. hingga akhirnya tunduk (patuh) pada wahyu sebagai kebenaran yang hakiki. dimana terdapat penjelasan tentang ketentuan suami memberi mut’ah terhadap idstri yang diceraikannya sebagai haqqan (sebagai suatu kewajiban). Ini juga kebenaran mutlak bahwa rasulullah muncul di tengah bangsa Arab dengan anugrah al-Qur’an. 1994. maka apakah kamu tiada memahami. Kemudian “Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan.” (al-Mu’minun. Maka apakah kamu tidak mamahaminya.dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. dimana fenomena alam pada term ini merupakan tanda-tanda yang maha kuasa. 80).”(al-Anbiya’.tentulah yang lebih baik adalah akhirat. Demikian pula yang digambar pada ayat-ayat lainnya seperti “…. yang menujukan tanda-tanda kesempurnaan kekuasaan Allah. 109). Akal digunakan untuk berfikir dan ayat-ayat kauniyah adalah obyek kajian. berkaitan dengan ayat-ayat yang allah jelaskan serta harus dipikirkan. agar wahyu diterima dan dilaksanakan.”(Yusuf . 10). termasuk risalah dan perjalanan mereka. Ayat ini memaparkan aktivitas Allah pada kosmos ini. Seperti suraat al-Baqarah ayat 242 di dalamnya termaktub “yubayyinullahu lakum aayaatihi la’allakum ta’qiluun”(Allah menjelaskan kepada mu ayat-ayat-Nya agar kamu mengerti (memahaminya) ayat ini menjelaskan tentang ayat sebelumnya yaitu ayat 241. Jelas menurut uraian di atas. Menurut DR.”(DR.Dari tafsir ayat-ayat di atas term afala ta’qiluun mendorong manusia untuk menggunakan akalnya agar memikirkan untuk memahami kebenaran-kebenaran yang telah nyata apalagi itu berasal dari wahyu. yang di dalamnya kemuliaan mereka disebut dan peringatan untuk mereka agar menyembah Allah. baik yang tetulis maupun tidak tertulis tapi dapat dilihat. 2. Mahdi Ghulyani. di dalam hal keimanan dengan meletakan baginya aqidah-aqidah dan patokan-patokan untuk itu. Abdurrahman Umdirah. bahkan pokok. dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Dalam sub tema ini terfokus pada term ta’qilun yang di dalam al-Qur’an terulang 24 kali.

buta. Menurut Yusuf Qardhawi “bahwa yang di maksud dengan aayaatihii (ayat-ayat Kami atau tanda –tanda kebesaran Kami) adalah ayat-ayat kauniyah (alam semesta maupun yang tertulis)”(Op. keutamaan Ulil-albab (cendekiawan) dalam al-Qur’an .(ar-Rum : 24. Dengan demikian objek kajian akal meliputi semua sisi jagat raya ini baik bagian atas maupun bawahnya. Pada bagian lain Allah mendeskripsikan kebodohan mereka melalui ayat 171 surat al-Bagarah “Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja.”Jadi mereka seperti hewan gembalaan yang tidak mengerti hakikat perkataan. Mereka bahkan manafikan akal tersebut sama sekali sehingga mereka bersifat statis. Surat al-Maidah ayat 58 sebagai berikut: “wa (dan )orang-orang yang. mengucapkan dan melihat hal kebenaran. Al-Anfal : 22. alJatsiyah:5. serta ayat-ayat kauniyah dan ayat-ayat tertulis dalam al-Qur’an. Teguran bagi yang tidak menggunakan akal Pada bagian ini mengambil term kata laa ya’qiluun (mereka tidak berfikir) sebagaimana yang telah di uraikan adalah sebagai cercaan terhadap mereka yang tidak menggunakan akal mereka yang dianugrahkan Allah. maka oleh sebab itu mereka tidak mengerti. Pada suarat Yusuf ayat 2 berbunyi “inna anzalnaahu qur’aanan ‘arobiyyan” (sesungguhnya Kami menurunkan al-Qur’an dengan berbahasa Arab). Melemahkan pengetahuan mereka. membeo. 3. dan ingkar. bahkan mereka kemudian menjadikannya sebagai ejekan dan permainan adalah orang yang tidak berakal. Dan ini dipertegas dengan ayat 164 al. ilashsholaati (untuk sholat) dengan adzan. sehingga tidak dapat mendengar. bi annahum(adalah karena mereka).(Op. la’allakum (agar kalian) hai penduduk Mekkah. qowmul laa ya’qilun (kaum yang tak mau berfikir). Mereka tuli. ar-Rad : 4. attakhidzuu haa (mereka menjadikannya) sholat itu. manusia antara hari ini dan masa lalu.cit. 4.tuli. Allah pun mendeskripsikan mereka telah menjatuhkan dirinya sendiri dari derajat kemanusiaan karena mereka mengingkari akal dan indera mereka (QS. (Qordhawi : 24-25). orang yang menghina panggilan shalat dan ajakan untuk berdiri dihadapan Allah. dan tak mampu berfikir. an-Nahl : 66-67). namun cendrung mengikuti kelompoknya (al-Ankabut 63). idzaanaadaitum (apabila kamu menyeru). mereka telah bisu.Baqarah jelas menerangkan tentang objek kajian akal secara rinci tentang ayat-ayat kauniyah. Yunus 42) dan mereka tidak menerima keimanan dan petunjuk (Yunus : 100) dan sebagian dari mereka akalnya menerima. ta’aqiluun ( memahaminya) memahami maknanya. bisu. huzuwaw wala’iban (sebagai bahan olok-olok dan permainan)yakni dengan mempermainkan dan mentertawainya. : 478) Tentu saja. dzaalika (demikian itu ) maksudnya sikap mereka itu.dan memahamim suatu ketentuan yang telah ditetapkanya.cit : 25-26) salah satunya penjelasan tentang hukum-hukum Allah. dan buta.

Juga dibicarakan sebagai hamba-hamba Allah yang menegakkan tauhid. menjadi bentuk keimanan yang hidup dalam sunnah dan sirohnya. Tentang ulul – albab atau ulil – albab di dalam al-Qur’an teulang sebanyak 16 kali sembilan diantaranya Makkiyah dan tujuh lainnya adalah Madani. Allah juga memberikan penjelasan kepada mereka nilai tuntunan dan petunjuk yang diturunkan kepada mereka. Ath-Thalaq : 10-11). dan barang siapa yang diberi hikmah. Surat al-Baqarah ayat 269 sebagai berikut : “yu’til hikmat (Allah memberikan hikmah) artinya ilmu yang berguna yang dapat mendorong manusia untuk bekerja dan berkarya. Ayat-ayat al-Qur’an menggambarkan kaum ulul-albab dengan beberapa keutamaan akhlak yang mulia.(ar-Ra’d : 19). Dan Allah memberikan berita gembira kepada mereka dengan kemuliaan (az-Zumar : 17-18) (Ibid : 3637) Demikianlah kajian tematik kita tentang akal dalam al-Qur’an pada makalah sederhana ini. illaa ulul-albab ( kecuali orang-orang berakal) ( Op. (Ibrahim : 52) (Ibid : 34-35) Term Ulul-albab pada surat az-Zumar disebut sebanyak tiga kali mengandung makna . Dalam al-Qur’an memberi penghargaan terhadap ulul-albab ( cendekiawan dan intelektual) dan Allah memuji mereka dalam banyak ayat dalam surat-suarat Makkiyah dan Madaniyah. yang terdapat di dalam pembahasannya banyak sekali kekurangan yang perlu disempurnakan. dan menuju cahaya (QS. Dan menggambarkan keterkaitan antara kesempurnaan intelaktual dan kesempurnaan akhlak pada kaum ulul albab. hal ini karena .cit : 155) Ayat ini menjelaskan bahwa penghargaan terhadap ulil-albab adalah sebagai orang yang berhak untuk mengambil manfaat dari hikmah. kemudian ulul-albab terhadap ayat-ayat Allah (alam semesta) menjadi objek kajian berfikir dan merenung. Yang digambarkan pada diri rasulullah. merasa alam semesta ini tidak diciptakan sia-sia karena mengandung hikmah yang dapat ditangkap oleh kaum ulul-albab. maka sungguh ia telah diberi kebaikan yang banyak) karena hikma itu akan menuntunnya kepada kebahagiaan abadi. wa maa yadzakkaru ( dan tiadalah yang dapat mengambil pelajaran). ulul-albab disebut sebanyak dua kali (7 dan 190-191) yang menerangkan bahwa ululalbab tidak terjerumus pada hal yang samar (yang tidak jelas). bahwa orangorang yang mendirikan malam mereka. 32-33) Pada surat ar-Ra’d kum ulil-albab disebut sebagai kelompok orang yang mengetahui apa yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta mengetahui bahwa yang diturunkan itu adalah benar dan tidak mengandung kebatilan sedikit pun.Telah dibahas secaea generic tengang ulil-albab yaitu orang-orang yang akalnya sempurna dan bersih yang dengannya dapat ditemukan berbagfai keistimewaan dan keagungan mengenai sesuatu tidak seperti orang yang buta dan gagu yang tidak dapat berfikir. Merekalah manusia yang paling kompeten untuk mendalami kandungan dan al-Qur’an tersebut serta menghafal dan membacanya. mayyasyaa’ wa man yu’tal hikmata faqod uutiya khoiron katsiiron(kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Pada surat Ali Imran. (Qordhawi. berdiri diatas kaki mereka untuk beribadah kepada Rabb mereka dengan penuh pengharapan (az-Zumar: 9). tidak menyembah selain Allah dan mereka hanya mengharap kepada Allah semata.

macam yaitu albab (akal yang bersih dan memberimanfaat pada pemiliknya). Akal secara teoritis adalah hakikat berfikir. Akal dalam al-Qur’am memiliki term bermacam . dapat disimpulkan tentang akal mendapat perhatian yang khusus walaupun tidak pernah al-Qur’an secara tegas menyatakan bahwa akal adalah potensi manusia. fu’ad (kalbu sebagai salah satu sarana pokok ilmu pengetahuan). Dengan objek kajiannya adalah ayat-ayat kauniyah baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis.kelemahan yang banyak terdapat pada penulis terutama disegi kebahasaan karena kajian ini pokoknya adalah bahasa dan nalar. serta berfungsi sebagai prangkat pokok ilmu pengetahuan. akal mendapat porsi yang cukup jelas. Kesimpulan Dari uraian di atas. Secara generic diartikan akal adalah potensi manusia yang substansial sebagai proses berfikir (pemahaman yang cemerlang) yang dapat mencegah manusia untuk berbuat mengikuti hawa nafsu dan dari perbuatan yang tidak pantas serta sekaligus sebagai perangkat yang menjadi sarana manusia untuk memahami ilmu pengetahuan. Hijr( pencegah yakni akalnya mencegah diribya mengikuti nafsunya). tapi al-Qur’an membicarakan dalam bentuk fungsi-fungsi akal. na’qilu. ya’qilun (22 kali). Dalam al-Qura’an. yang dari sini kita dapat menganalisa kedudukanya sebagai salah satu sarana dalam menemukan dan memahami kebenaran. ‘agala. G. Sehingga akal berfungsi sebagai pencegah perbuatan yang tidak pantas dan hanya menuruti hawa nafsu. berkedudukan sebagai saran memikirkan dan memahami kebenaran mutlak (wahyu) yaitu risalah yang dibawa oleh Rosulullah SAW. Akal (rasio) merupakan satu potensi dalam rohani manusia yang memiliki kesanggupan untuk mengerti secara teoritis realitas kosmis yang mengelilinginya dan secara praktis mengubah dan mempengaruhinya. pengendali dan pengatur dari tindakan-tindakannya baik yang bersifat praktis maupun teoritis. Akal dalam al-Qur’an tesebut sebanyak 49 kali. dan ya’qilu (masing-masing 1 kali). Akal adalah kemampuan (potensi ) yang dimiliki manusia dalam bentuk kamampuan intelegensi yang dapat menjadi ukuran . Adapun Ulul-albab adalah orang-orang yang memiliki pemikiran dan pemahaman yang bersih dan cemerlang (sempurna) dengan ketinggian taqwa keistimewaan dan keagungan) yang terpelihara dan terlepas dari ikatan material (fisik). Nuha jamak dari nuhya (akal mencegah orang untuk melakukan apa-apa yang tidak pantas untuk dibuat). . dalam bentuk fi’il mudhar’ dalam bentuk kata ta’qilun (24 kali).

Paramadina. Ensiklopedi Al-Qur’an (Tafsir sari al-Qur’an pendekatan konsep-konsep dan kunci). Surabaya. Surabaya.Prof. dan dakwah).Daftar pustaka Abdul Munir Mulkhan.DR. 1993 Abdur rahman Umdirah. 2004 . Paradigma Intelektual Muslim (pengantar filsafat. 1994 Anshori Endang Saifudin.2004 ___________________________. Mutiara Ilmu. Sipress. Ilmu Filsafat Dan Agama.Prof. Jakarta Gema Insani Perss. 1982 Dawam Raharjo. Metode Al-Qur’an dam Pendidikan.DR.pendidikan Islam.DR. Yogyakarta. Wawasan Islam. Jakarta. PT Bina Ilmu.

Mudjab. Gema Insani Perss. Filsafat Sains menurut Al-Qur’an. 2005 . Tafsir Jalalain Jilid II. Tafsir Jalalain Jilid I. J. 2004 ___________________. Bandung. PT Raja Grafindo. Simanegara.Departemen Agama RI. Jakarta. Al-Qur’an berbicara tentang Akal dan Ilmu Pengetahuan. Jakarta. 2002 Qordhawi Yusuf. T. 1993 Imam As-Suyuthi. DR.2000 Ghulsyani Mahdi. J dan Imam Al-Mahali. Sinar baru Algasindo. 1998 Yos. Iqra Insan Perss. Asbabun Nuzul (studi pendalaman Al-Qur’an). A. Mengembangkan Daya Fikir melalui keajaiban Al-Qur’an. Bandung. Jakarta. CV Diponegoro. Bandung. Sinar baru Algensindo. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Mizan. 2004 Mahali. DR. Bandung.

Pembahasan Pengertian Akal dan Wahyu Kata akal berasal dari bahasa arab. pada zaman jahiliyah.) ال ع قل‬yang berarti paham. mengerti atau berpikir. Menurut pemahaman Profesor Izutzu.term akal digunakan dalam arti kecerdasan praktis yang dalam istilah psikologi modern disebut dengan kecakapan memecahkan masalah ( problem solving capacity ).[1] . Kebijaksanaan praktis serupa ini amat dihargai oleh orang Arab zaman jahiliyah. menurut pendapatnya adalah orang yang mempunyai kecakapan untuk menyelesaikan masalahsetiap kali ia dihadapkan dengan problema dan selanjutnya dapat melepaskan diri dari bahaya yang ia hadapi. yakni al-‘aql ( ‫ .Orang berakal.

Jadi. Tentang cara terjadinya komunikasi tersebut. berarti mengerti. Yang menggunakan media atau perantara. atau dengan mengirimkan seorang utusan.Zaki Nazib Mahmud.Terdapat dalam 16 ayat Al-Qur’an.Sedangkan yang dimaksud dengan hubungan konklusi ialah akal melihat masa depan dengan memusatkannya pada peristiwa-peristiwa serupa. atau dari belakang tabir. Kata-kata yang dipakai dalam Al-Qur’an untuk menggambarkan perbuatan berfikir.) ت د‬yang berarti mengingat. 3. Allah telah menjelaskan dalam firman-Nya QS As-syuura ayat 51 : ‫و‬ ‫ل‬ ‫و وح‬ ‫و ا‬ ‫ل وح‬ ‫و‬ ‫وح‬ ‫ح‬ Artinya : Tidak terjadi bahwa Allah berbicara kepada manusia kecuali dengan wahy. Hubungan sebab akibat maksudnya akal mengembalikan peristiwa yang Nampak kepada sebab terjadinya peristiwa itu. ada tiga cara penyampain wahyu yaitu melalui jantung hati seseorang dalam bentuk ilham .) ظ‬melihat secara abstrak dalam arti berfikir dan merenungkan. terdapat dalam 30 ayat lebih di Al-Qur’an. Di samping akal. Sedangakan definisi dari wahyu adalah pemberitahuan dari Allah kepada nabi-Nya yang berisis hukum syara’ atau lainnya dengan perantaraan atau tanpa perantaraan. Sungguh Ia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. . Wahyu merupakan sesuatau yang mungkin menurut hukum akal dan bukan sesuatu yang mustahil. Kedudukan akal dalam Al-Qur’an Penghargaan yang tinggi terhadap akal terdapat dalam wahyu Allah yakni Al-Qur’an sendiri. akal adalah menghubungkan peristiwa dengan sebab akibat atau konklusinya. memperhatikan dan mempelajari. faham dan terdapat dalam 16 ayat Al-qur’an. 2. wahyu merupakan bentuk komunikasi antara Tuhan dengan hamba-Nya. Tazakkara ( ‫ . Tadabbara ( Tafakkara Faqiha ( ‫ق‬ ‫ف‬ ‫ ) ت د‬yang berarti merenungkan dan juga terdapat dalam beberapa ayat al-qur’an. Berdasarkan ayat diatas. dari belakang tabir seperti yang dialami oleh Nabi Musa. Terdapat di lebih dari 40 ayat.Menurut Dr. yang semuanya mengandung perbuatan berfikir. Nadzara ( ‫ . 5. ‫ ) ) ت‬berarti berfikir. memperoleh peringatan. 4. Wahyu berasal dari kata auha ( ‫ ) اوحى‬yang berarti member tahu tentang sesuatu ( baik perkataan ataupun penjelasan ) dari jarak jauh. bukan hanya ‘aqala ( ‫ .) قل‬tetapi juga kata-kata berikut : 1. dan melalui utusan yang dikirimkan dalam bentuk malaikat. dalam islam dikenal pula istilah wahyu . untuk mewahyukan apa yang ia kehendaki dengan seizing-Nya. Wahyu hanya diberikan oleh Allah kepada hamba-hamba pilihan-Nya. ). dengan cepat dan rahasia. Tidak sedikit ayat-ayat yangmenganjurkan dan mendorong manusia supaya banyak berfikir dan mempergunakan akalnya.

Karena wahyu menggalakkan aktivitas bertafakur tentang yang wujud tersebut. Karena akalnyalah manusia dapat bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatannya dan akal dalam diri manusia itulah yang digunakan Tuhan sebagai pegangan dalam menentukan pahala atau hukuman pada seseorang. Fahima ( ‫ ) ه‬yang berarti memahami. konsep ilmu.ulu al-absar (orang mempunyai pandangan). Filosof muslim terpenting yang berusaha membuktikan hubungan antara akal dan wahyu adalah Ibn Rushd penulis buku Fasl al-Maqal dan Ibn Taimiyyah penulis buku Dar Ta’arud al-‘aql wa an-Naql. yaitu ulul albab ( orang berfikiran ). Membuat justifikasi bahwa kebenaran yang diperoleh dari demonstrasi (al-burhan) sesuai dengan kebenaran yang diperoleh dari wahyu. Ibn Rushd mencoba menjelaskan ‘hubungan” sedangkan Ibn Taimiyyah berusaha menghindarkan pertentangan atau menjelaskan “kesesuaian”. 7. keduanyamenjadi sangat hangatdiperdebatkan oleh para mutakalimin dan filosof. konsep etika dan lain sebagainya. 2. Menurutnya. Namun. Kata-kata yang berasal dari ‘aqala ( ‫قل‬ ) sendiri terdapat dalam lebih dari 45 ayat. Manusia perlu belajar untuk mengatur hidupnya. [3] Arti Penting Wahyu bagi Manusia Sesungguhnya wahyu illahi merupakan sesuatu yang amat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. belajar falsafah merupakan belajar ilmu tentang Tuhan.[4] Hubungan Akal dan Wahyu Persoalan akal dan wahyu telah lama menjadi wacana dan perdebatan dikalangan intelektual muslim sejak abad ke-3 H. Dalam membahas masalah akal dan wahyuIbn Rushd menggunakan prinsip hubungan ( ittisal ) yang dalam argumennya mencoba mencari hubungan antara akal dan wahyu. terdapat pula kata-kata lain yang member sifat berfikir pada orang islam. bahkan sampai sekarang masalah tersebut masih jadi bahan perbuncangan.6. Sehingga belajar falsafah tersebut diperintahkan oleh wahyu. Menentukan kedudukan hukum daripada belajar falsafah. Bagaimana hal itu akan terwujud jika tanpa wahyu illahi?Jadi jelaslah bahwa wahyu ilahi merupakan suatu kebutuhan manusia yang amat penting disetiap saat. Selain itu. dan ulu alnuha yang berarti orang bijaksana. dan akal pulalah yang membedakan manusia dengan makhluk Tuhan yang lain.Keduanya berasumsi bahwa akal dan wahyu tidaklah bertentangan. ulu al-‘alim (orang berilmu). Argumennya adalah : 1. ia sangatlah memerlukan petunjuk ( hidayah-Nya ).[2] Dari uraian tersebut jelas bahwa kedudukan akal dalam islam sangatlah tinggi. Dia berargumentasi bahwa dalam al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang memerintahkan kita untuk menggunakan akal untuk memahami segala yang wujud. Untuk itu. yaitu memikirkan sesuatu yang wujud yang merupakan pertanda adanya Tuhan. . Isu ini menjadi sangat penting karena ia memiliki kaitan dengan argumentasi-argumentasi mereka dalam pembahasan konsep Tuhan.

Namun jika keduanya zanni. Menurt Ahlu sunah wal Jama’ah Mereka memegang pendirian faham Asyariyah yang berpendapat bahwa fungsi wahyu yang berupa alQur’an dan hadits Nabi menjadi pokok utama sedangkan akal sebagai penguat nash wahyu dan hadits. Jadi menurut Asyari. Fungsi Akal dan Wahyu Menurut aliran-aliran dalam ilmu kalam. 2. b. Ia hanyalah metode atau jalan untuk mengetahui sesuatu. diterima atau ditolak. Jika terjadi pertentangan antara proposisi akal dan wahyu. . Menurut kaum Salafiah Fungsi wahyu menurut kaum salafiah lebih tinggi dibandingkan fungsi akal. akal hanya menjadi saksi dan membenarkan penjelasan-penjelasan dalam al-Qur’an. yaitu : 1. maka harus dikaji apakah proporsisi itu qat’i atau zanni.Jika keduanya berproposisi qat’i maka tidak mungkin terjadi pertentangan. Jalan untuk mengetahui aqidah dan hukum adalah melalui wahyu Allah dan hadits nabi. Jika terjadi pertentangan antara akal dan wahyu. bahwa bagaimanapun juga wahyu dalam bentuk al-Qur’an dan hadist adalah dasar yang pokok disamping menggunakan akal pikiran agar dapat menguatkan nash dan hadits tersebut. Ibn Taimiyyah menjawab persoalan mengenai bagaimana jika akal dan wahyu mengalami pertentangan?Dari kesemua pembahasan Ibn Taimiyyah sekurang-kurangnya terdapat tiga prinsip utama untuk menjawab persoalan tersebut. fungsi daripada akal dan wahyu adalah sebagai berikut : a. Menurut kaum Mu’tazilah Kaum Mu’tazilah sangat berlebih-lebihan dalam meninggikan akal.Akal tidak mungkin diberi prioritaskarena melalui akal kebenaran wahyu itu dibuktikan. Sehingga mereka menganggap bahwa fungsi akal lebih tinggi dibandingkan wahyu c. maka prioritas diberikan kepada wahyu dan menolak akal. Dalam hal ini akal berfungsi untuk menafsiri dan menguraikan al-Qur’an dan mentakwilkannya dalam batas yang diijinkan. 3. Jadi menurutnya.Selain itu. Al-asyari tidak menjauhkan diri dari pemakaian akal tetapi ia menentang keras terhadap orang yang menganggap bahwa pemakaian akal tidak pernah disinggung oleh Nabi dalam membahas masalamasalah agama bahwa akal mempunyai kedudukan yang tinggi dibandingkan wahyu. Rasional atau Tradisional bukanlah sifat yang boleh menentukan sesuatu itu benar atau salah. maka dipilih yang proposisinya lebih kuat ( rajah ).

Keduanya saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. sebagai alat untuk menuju kebenaran. sehingga tidak dapat di pungkiri bahwa akal dan wahyu saling berkaitan dan membutuhkan satu sama lain.Jadi mengenai fungsi dari akal dan wahyu. Kesimpulan Akal dan wahyu. . keduanya mempunyai fungsi tersendiri dan keduanya tidak dapat dipisahkan pula. jangan hanya berdasarkan akal atau wahyu saja. Dalam wahyu ( al-Qur’an ) banyak ayat-ayat yang memerintahkan manusia untuk senantiasa berfikir dan bertadabur terhadap hal-hal yang wujud. Namun pada dasarnya. B. Penutup A. banyak sekali pendapat yang diuraikan oleh aliran-aliran kalam yang kadang bertentangan antara satu sama lain. keduanya merupakan karunia Allah kepada hamba-Nya. Kontribusi Hendaknya dalam melaksanakan sesuatu. Namun keduanya harus tetap kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari secara beriringan. Karena jelas bahwa Allahpun memerintahkan kita menggunakan akal tanpa melalaikan wahyu.

Ilmu Tauhid. Jakarta : Gema Insani Jabir. Harun. Abu Bakar.1992.Tauhid. 1994.2005.Yogyakarta : Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga Zainuddin. Jakarta : UI-Press .dkk.Akal dan Wahyu dalam Islam. Yusran. Ilmu Tauhid Lengkap. Ali Abdul Halim.1993. 1996.Jakarta : PT Rineka Cipta Nasution.Daftar Pustaka Mahmud.1986. Jakarta : Raja Grafindo Persada Musthofa.Karakteristik Umat Terbaik.Aqidah Seorang Muslim.Jakarta : Mantia Asmuni.