Pendahuluan

Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari bahwa peran agama amat penting bagi kehidupan umat manusia maka di perguruan tinggi diadakanlah sebuah mata kuliah yaitu pendidikan agama terkhusus Pendidikan Agama Katolik yang dimaksudkan untuk membentuk mahasiswa menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa sesuai iman Gereja Katolik, dengan tetap memperhatikan penghormatan terhadap agama lain dalam hubungan kerukunan antarumat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Dari pengalaman dapat dilihat bahwa apa yang diketahui (pengetahuan, ilmu) tidak selalu membuat hidup seseorang sukses dan bermutu. Tetapi kemampuan, keuletan dan kecekatan seseorang untuk memahami dan

mengaplikasikan apa yang diketahui dalam hidup nyata, akan membuat hidup seseorang sukses dan bermutu. Demikian pula dalam kehidupan beragama. Orang tidak akan beriman dan diselamatkan oleh apa yang ia ketahui tentang imannya, tetapi terlebih oleh pergumulannya bagaimana ia menafsirkan dan mengaplikasikan pengetahuan imannya dalam hidup nyata sehari-hari. Seorang beriman yang sejati seorang yang senantiasa berusaha untuk melihat, menyadari dan menghayati kehadiran Allah dalam hidup nyatanya, dan berusaha untuk melaksanakan kehendak Allah bagi dirinya dalam konteks hidup nyatanya. Oleh karena itu Pendidikan Agama Katolik di Perguruan Tinggi merupakan salah satu usaha untuk memampukan mahasiswa menjalani proses pemahaman, pergumulan dan

penghayatan iman dalam konteks hidup nyatanya di berbagai bidang seperti politik, moral, kesenian, ilmu pengetahuan, budaya, hukum, berbagai keprihatinan di masyarakat, termasuk kerukunan umat beragama. Dengan demikian proses ini mengandung unsur pemahaman iman, pergumulan iman, penghayatan iman dan hidup nyata. Proses semacam ini diharapkan semakin memperteguh dan mendewasakan iman mahasiswa sehingga menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.

tetapi lebih menekankan pada pemahaman mahasiswa. Ketuhanan di dalam agama Katolik perlu diletakkan dalam tradisi-tradisi pendahulu (para rasul). Manusia dan juga yang berhubungan dengan iman yang bermasyarakat. tanda mereka itu sebagai wakil Allah. Tema-tema ini dianggap cocok untuk dibahas bersama dalam mempersiapkan calon sarjana yang berkompeten sesuai iman Gereja Katolik. ”Yang ilahi” diyakini oleh setiap orang beragama secara lain dan dalam bentuk yang lain pula. Namun. bagaimana mahasiswa mengkritisi suatu permasalahan sehingga mahasiswa dapat memutuskan suatu hal yang baik bagi pengembangan kepribadiannya dan bagi hidup beragamanya secara katolik. Diharapkan bahwa tema-tema yang diproses tidak menekankan untuk mengejar bahan cepat selesai.Pola yang ditempuh atau yang digunakan dalam memproses tema-tema pembicaraan adalah dengan pendekatan dialogal. Substansi mengenai ”ada” Sang Kuasa itu diakui oleh pemeluk beragama. Agamaagama besar di dunia monoteisme sifatnya. bertindak atas nama . Tuhan diyakini sebagai “sosok yang menciptakan dunia beserta isinya”. yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek utama sehingga pengalaman. Itulah yang kita dapatkan ketika membaca dan menafsirkan Kitab Suci yang menyebutkan Ia menciptakan segala sesuatunya untuk diberikan kepada manusia. pengetahuan yang dimilki mahasiswa akan digali dan didiskusikan sehingga akan timbul pola pikir atau pemahaman baru sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Ketuhanan Yang Maha Esa dan Ketuhanan Semua agama mencari “yang Ilahi”. Dalam konteks agama Katolik. artinya menyembah Allah yang maha esa. Adapun tema-tema yang dibahas adalah berkisar pada Ketuhanan Yang Maha Esa. kebanyakan agama mengusahakan “keselamatan” atau “penebusan”. Para rasul menghayati dan mengenal Allah sebagai raja dalam konteks masyarakat pada waktu itu. Selain itu. Di masyarakat Yahudi hanya raja atau imam besar yang diurapi.

Persoalan Dasar Manusia Moral erat kaitannya dengan aktivitas manusia secara individual atau kolektif. maka penting mengetahui bagaimana memecahkannya. Pokok masalah ini tidak hanya mengandung penegasan atau klarifikasi masalah. Yesus juga diurapi sehingga diberi gelar Kristus (yang diurapi). Selain itu Gereja Perdana juga menggelari Yesus sebagai Putra Allah. Ungkapan atau gelaran Gereja Perdana ini mau menyatakan Yesus adalah raja yang menyelamatkan.Allah. Tetapi sebaliknya apabila gagal mengatasinya akan menghancurkan martabat manusia beserta peradaban luhurnya. sebagaimana diberikan kesaksian oleh Injil Kristus. Menghadapi persoalan dasar manusia yang demikian. Yesus sungguh-sungguh Kristus (Raja yang menyelamatkan) dan sungguh-sungguh Putra Allah yang paling nyata dan nampak dalam kepatuhan menjalani jalan sengsara hingga berani mereguk maut sekali pun. kita bersama gereja ingin membuat perhatian ini bertumbuh dan berkembang terus menerus melalui hubungannya dengan Kristus. Inilah sebabnya. Mengatasi persoalan dasar tersebut. berarti mengamankan secara mendasar nasib manusia bahkan menyiapkan kondisi yang dapat menunjang tumbuh kembangnya manusia bermartabat. baik gelaran Kristus maupun gelaran Putra Allah sungguh bermakna. memenuhi kebutuhan hidup manusia sekaligus keselamatan hidupnya lahir dan batin. Manusia A. Pokok masalah perkembangan dan kemajuan jaman menjadi buah bibir setiap orang dan muncul didalam kolom-kolom surat kabar dan terbitan-terbitan lainnya. khusus dan unik antara Yesus dan Allah. Gelaran ini pada dasarnya menunjuk suatu hubungan yang erat. akan tetapi juga pertanyaan serta butir kegelisahan manusia yang sangat mencemaskan. Dalam bab ini akan mencoba memahami apa yang dimaksud dengan persoalan dasar manusia dan bagaimana cara pemecahan persoalan tersebut melalui iman katolik. Dengan cara membangun sistem . Kita bersama dengan gereja menemukan prinsip perhatian dalam Yesus Kristus sendiri. Kedua hal tersebut saling terkait.

sosial ekonomi dll. B. jika dengan perantaraan Yesus Kristus dan oleh karya penyelamatan-Nya kita dikuatkan oleh Bapa dalam persekutuanNya dengan Roh Kudus. Hanya dengan demikian. Solidaritas sejati melampaui segala sekat-sekat batas suku atau etnis.jejaring yang handal dalam rangka memanfaatkan hubungan kerja sama sesama manusia untuk memecahkan persoalan dasar. Dengan demikian. Badan manusia mengambil bagian dalam . Tetapi. bukan akibat pengakuan atau consensus orang atau masyarakat. Martabat Manusia Martabat manusia setingkat dengan nilai absolut. Manusia adalah mahluk yang dapat bertindak secara moril atau etis dan karenanya berkewajiban mengembangkan diri dengan sadar. akan berhasil memecahkan persoalan dasar yang dihadapi bersama didunia ini. Melainkan sudah ada pada manusia secara intrinsik. Gereja atau umat Allah dapat menampakkan diri sebagai sakramen keselamatan umat manusia karena persatuannya dangan Allah Bapa. Solidaritas ini diperlukan oleh masyarakat. Martabat manusia sebagai mahluk berakal budi dan berkehendak merdeka berkaitan dengan tanggung jawab atas tindakannya sebagei subyek etis. Dan ini terjadi. Suatu masyarakat dimana kehidupan ipoleksosbud-hankam diwujudkan sebaik-baiknya demi kehidupan manusia terarah pada tujuan trasendetalnya. manusia adalah mahluk rohani-jasmani yang tidak terpisahkan (tetapi bisa dibedakan). Solidaritas ini ada dalam hidup sekular. maka martabat manusia dapat ditumbuhkembangkan menuju kesempurnaan hidup sejatinya. Martabat manusia adalah perwujudan kerohaniannya (akal budi dan kehendak mereka). Martabat ini. karena orang mempraktekkan persaudaraan umat manusia atas dasar kesamaan martabat sebagai manusia yang saling membutuhkan (Humanisme Sekular). Putera dan Roh Kudus berperan sebagai tanda dan sarana mewujudkan keselamatan di dunia bagi semua orang. bangsa. ras.

Tubuh manusia ikut mengambil bagian dalam martabat manusia. Kedua segi itu saling melengkapi atau saling mempengaruhi atau saling meresapi. Dasar tugas panggilan tersebut merupakan tolak ukur tindakan manusia bertanggung jawab: 1. martabat manusia bermartabat Anak Allah. termasuk oleh negara dan umat beragama serta pemuka-pemukanya. Persekutuan kristiani mengakui dan menghormati martabat manusia sepenuhnya. Kejadian 1 : 28 : ”Beranak cuculah dan bertambah banyak. maka tidak masuk akal menuntut sesuatu yang berlawanan dengan martabat manusia atas dasar hukum/kepentingan negara. C. Sebab martabat manusia adalah anugerah dari sang Pencipta. dan manusia sebagai pribadi sosial dalam ziarahnya di dunia. apalagi atas hukum Ilahi. penuhilah bumi dan taklukkanlah itu. harus diakui dan dihormati oleh semua orang dan lembaga yang ada di dunia ini. Hakekat Dan Tanggung Jawab Manusia Hidup manusia disamping merupakan anugerah Tuhan sekaligus mengemban tugas panggilan. . berkuasalah atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap dibumi” (tugas mengelola dunia ciptaan). (yang sayangnya) tidak selamanya diamalkan dengan baik juga oleh oranng yang menyebut dirinya orang kristiani (Katolik KTP). Hal ini. Dalam ajaran sosial gereka katolik martabat manusia diterangkan dan diuraikan berdasar sumber-sumber yang ada dalam Kitab Injil Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru serta Ajaran Gereja yaitu martabat manusia sebagai ciptaan Allah. Inilah kewajiban keagamaan.kerohaniannya dan sebaliknya.

Dalam perkembangannya. manusia secara kodratnya cenderung berbuat jahat yang merupakan tanah subur untuk melakukan kesalahan dan perjuangan pribadi maupun bersama-sama dalam menegakkan kerajaan Allah. sama seperti Bapamu di surga adalah sempurna” (tugas mengerjakan keselamatan. Untuk mengembangkan martabatnya. manusia harus menjatuhkan pilihan dengan merdeka dan bertanggung jawab atas perbuatannya pada hari kematiannya. 2. Mengacu pada Matius 5 : 48 bahwa manusia mempunyai kodrat menjadi anak Allah yang menjadikannya bermartabat surgawi. Kedua unsur ini. Dalam Sollicitudo Rei Socialis Paus Yohanes Paulus II. Menjalani tugas panggilan berarti maengembangkan martabatnya atau keluhurannya sebagai manusia atau anak Allah. Matius 5 : 48 : ”Karena itu haruslah kamu sempurna. yang ada pada manusia harus diwujudkan menjadi kesatuan. Manusia terinfeksi adanay dosa warisan tersebut. Unsur-unsur duniawi bersifat sekunder dan bernilai relatif. yaitu warisan dosa asal alias situasi berdosa dimana mau tidak mau manusia lahir didunia mengalami situasi berdosa tersebut secara langsung. istilah Paulus) Di dalam Perjanjian Baru manusia mendapat tugas panggilan melaksanakan kehendak Allah yang sekaligus menjadi arah tujuan hidupnya. ternyata manusia memiliki 2 unsur dalam dirinya yaitu: 1.2. merupakan satu martabat manusia yang menampakkan diri dalam banyak segi. menandaskan bahwa kekeliruan dan keterbatasan tehnis dalam pengetahuan dan pengalaman manusia . artinya adanya terarah sebagai bantuan untuk mencapai perkembangan kearah kesempurnaan martabat Allah. Mengacu pada Kejadian 1 : 28 bahwa manusia memiliki kodrat sebagai mahluk ciptaan yang menjadikannya bermartabat duniawi. Unsur-unsur yang mengacaukan perkembangan manusia sudah ada dalam diri manusia.

yang mampu membasmi pengaruh dosa.mencapai perkembangan martabatnya membutuhkan pertobatan. mustahil tindakan manusia menghasilkan tindakan yang bertanggung jawab dan yang mampu menumbuh-kembangkan perkembangan terarah pada tujuan hakiki hidup manusia sejati. Tanpa pertobatan yang dimulai dari diri sendiri. .

M.scribd. Sugeng Agus Priyono. Pendidikan Agama Katolik 2. 2011.ac. Kertas Kerja Matakuliah Pendidikan Agama Katolik 1 Universitas Negeri Jakarta. Ag. Grasindo. Jakarta. http://www.id/website Stanis Suliangto. Sarumaha..com/doc/34492249 http://pustaka. MA. Si. 2004 . A.DAFTAR PUSTAKA Drs.ut.

TUGAS MAKALAH AGAMA Disusun oleh : A. Aji Pamungkas (5115101596) Universitas Negeri Jakarta Jakarta 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful