KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

A. PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan, salah satu kunci untuk menentukan kualitas lulusan adalah kurikulum pendidikannya. Karena pentingnya maka setiap kurun waktu tertentu kurikulum selalu dievaluasi untuk kemudian disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar. Perubahan “model” kurikulum yang ditetapkan secara nasional harus diikuti oleh semua program studi, dengan memperbaharui kurikulum yang selama ini telah diterapkan. Pendidikan Agama Islam, sebagai salah satu program studi, tentu juga harus menerapkan kurikulum baru ini. Bagaimana mensiasati kurikulum lama ke dalam kemasan baru, tanpa perlu membongkar seluruh kurikulum? Untuk mensiasati perubahan kurikulum itulah maka makalah ini disusun. B. RUMUSAN MASALAH Dari pendahuluan di atas pemakalah akan membidik beberapa point yang akan kami jadikan sebagai rumusan masalah sebagai berikut : a. Pengertian Kurikulum dan Kurikulum Berbasis Kompetensi. b. Komponen – komponen utama dalam KBK. c. Kelebihan dan kekurangan KBK. C. PEMBAHASAN

a.

Pengertian Kurikulum dan Kurikulum Berbasis Kompetensi Sehubungan dengan banyaknya definisi tentang kurikulum, dalam implementasi kurikulum kiranya perlu melihat definisi kurikulum yang tercantum dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat (19) yang berbununyi: kurikulum adalah

1

dan SMA yang ditunjuk oleh pemerintah dan atau atas inisiatif sekolah sendiri yang disebut mini piloting KBK di bawah koordinasi direktorat SMP/SMA dan pusat kurikulum. e. SMP. h. terutama dalam tahap pengembangan ide akan dipengaruhi oleh kemungkinan-kemungkinan pendekatan.seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. dan j. d. peningkatan iman dan takwa. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum berbasis kompetensi mulai diterapkan di Indonesia pada tahun pelajaran 2001/2002 dibeberapa sekolah SD.ImplementasiKurikulum Berbasis Kompetensi. f. IAIN Sunan Kalijaga. keragaman potensi daerah dan lingkungan. teknologi. Artinya. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. c. 2004. tuntutan dunia kerja. kompetensi dapat menjawab tantangan yang muncul. pada waktu mengembangkan atau Tasman Hamami. agama. i. dan minat peserta didik. Lebih lanjut pada pasal 36 ayat (3) disebutkan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. dan seni. g.hlm 67 1 2 . b. perkembangan ilmu pengetahuan. kecerdasan. dinamika perkembangan global. peningkatan potensi. 1 Kurikulum berbasis kompetensi adalah kurikulum yang pada tahap perencanaan. Proyek Peningkatan Perguruan Tinggi Agama. peningkatan akhlak mulia.

isi. kekuatan dan kelemahan pendekatan kompetensi dalam menjawab tantangan. Materi pokok atau materi pembelajaran. keterampilan dan sikap minimal yang harus dikuasai dan dapat diperagakan oleh siswa pada masing-masing standar kompetensi. Komponen . sikap. 1. keterampilam. keterampilari. Kompetensi dasar. Cakupan standar kompetensi standar isi (content standard) dan standar penampilan (performance standard). serta konteks keilmuan suatu mata pelajaran.kompasiana.hlm 124 http://edukasi. 2 Kurikulum berbasis kompetensi memuat standar kompetensi dan kompetensi dasar pada setiap mata pelajaran. dan tingkat penguasaan yang diharapkan dicapai dalam mempelajari suatu matapelajaran. Standar kompetensi diartikan sebagai kebulatan pengetahuan.Setia Pustaka.mengadopsi pemikiran kurikulum berbasis kompetensi maka pengembang kurikulum harus mengenal benar landasan filosofi. 3 b.komponen utama dalam KBK Kurikulum berbasis kompetensi merupakan kerangka inti yang memiliki empat komponen dasar yaitu: Kurikulum dan Hasil Belajar. dan Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah. serta jangkauan validitas pendekatan tersebut ke masa depan. Penilaian Berbasis Kelas. Pendikan dan Fenomenanya. proses.com/2009/12/16/134-pengertian-kurikulum-lengkap/ 3 . adalah pengetahuan.2005. yaitu pokok suatu bahan kajian yang dapat berupa bidang ajar. Kurikulum dan Hasil Belajar ( KHB ) 2 3 Suyanto. Harus diingat bahwa kompetensi bersifat terus berkembang sesuai dengan tuntutan dunia kerja atau dunia profesi maupun dunia ilmu. Kegiatan Belajar Mengajar. Sedangkan indikator pencapaian dimaksudkan adalah kemampuan-kemampuan yang lebih spesifik yang dapat dijadikan sebagai ukuran untuk menilai ketuntasan belajar. merupakan jabaran dari standar kompetensi.

Kegiatan Belajar Mengajar Memuat gagasan-gagasan pokoktentang pembelajaran dan pengajaran untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan serta gagasangagasan pedagogis dan andragogis yang mengelola pembelajaran agar tidak mekanistik 4. dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. dan Pendidikan Jasmani. Indoenesia. Kurikulum dan hasil belajar ini memuat kompetensi. dan tes tertulis. sains. dan memuat pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai serta peta kemajuan belajar siswa dan pelaporan. hasil belajar. dan bagaimana pembelajaran dari disusun. bagaimana seharusnya mereka dievaluasi. Matematika. dan indikator dari Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal (TK & RA) sampai dengan kelas XII. kinerja (performance). sasaran. KHB dibagi menjadi satu Bahasa (1) rumpun pengembangan TK dan RA dan 11(sebelas) rumpun pelajaran yang terdiri Pendidikan Asgama. Pola ini 4 . 3. Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Memuat berbagai pola pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lain untuk meningkatkan mutu hasil belajar. penugasan (proyek). Kewarganegaraan. Kesenian. Penilain Berbasis Kelas ( PBK ) Memuat prinsip. 2. hasil karya (produk). KHB membrikan suatu rentang kompetensi dan hasil belajar siswa yang bermanfaat bagi guru pendidikan pradasar (TK & RA) sampai kelas XII SMA untuk menentukan apa yang harus dipelajari oleh siswa. Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya.Memuat perencanaan pengembangan peserta didik yang perlu dicapai secara keseluruhan sejak lahir sampai dengan usia 18 tahun. Penilaian ini mengidentifikasi kompetensi/hasil belajar yang telah dicapai. Ilmu Sosial. Keterampilan. dan pelaksanaan penilaian berkelanjutan yang lebih akurat dan konsisten sebagai akuntabilitas publik melalui penilaian terpadu dengan kegiatan belajar mengajar di kelas (berbasis kelas) dengan mengumpulkan kerja siswa (fortofolio).

Misalnya.hlm 89 5 http://www. bukan pada kemampuan menguasai ilmu kebahasaan. dan pengembangan sistem infoermasi kurikulum.net/smpbudiagung/konsep-dasar-kurikulum-berbasis-kompetensi 4 5 . pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan pada peningkatan kemampuan berkomunikasi dan menghargai nilai-nilai.4 c. Dengan demikian. sebenarnya KBK merupakan salah satu kurikulum yang memberikan konstribusi besar terhadap pengembangan potensi peserta didik secara optimal berdasarkan prinsip-prinsip konstruktivisme asal implementasinya benar. bukan hanya “mengetahuainya”. Kegiatan belajar pun dikembalikan pada konsep bahwa siswa akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Beberapa kelebihan KBK antara lain: Jasmadi. pembinaan profesional tenaga kependidikan.slideshare. yaitu belajar bahasa pada hakikatnya belajar berkomunikasi dan belajar menghargai manusia serta nilai-nilai kemanusiaannya. KBK menitikberatkan pada kompetensi yang harus dicapai siswa. standar kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia berorientasi pada hakikat pembelajaran bahasa.dilengkapi dengan gagasan pembentukan jaringan kurikulum. Akan tetapi. pengembangan perangkat kurikulum (antara lain silabus). Belajar akan lebih bermakna jika siswa mengalami apa yang dipelajarinya.Elex media computindo. ilmu bahasa dipelajari untuk mendukung keterampilan berkomunikasi.Panduan Menyusun Bahan Ajar Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi “mengingat”.5 Berdasarkan kajian teoretik dan pengalaman lapangan. Kelebihan dan Kekurangan KBK Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dikembangkan dengan tujuan memperbaiki kelemahan pada Kurikulum 1994. tetapi gagal dalam membekali siswa memecahkan persoalan dalam kehidupan nyata untuk jangka panjang.2009.

Guru diberi kewenangan untuk menyusun silabus yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di sekolah/daerah masing-masing 4. belajar dengan mengamati dan menggambarkan. berimajinasi. Kelemahan yang ada lebih banyak pada penerapan KBK di setiap jenjang pendidikan. mengingat. Mengembangkan kompetensi-kompetensi siswa pada setiap aspek mata pelajaran dan bukan pada penekanan penguasaan konten mata pelajaran itu sendiri 2. berpikir. dan menguraikan sesuatu. merasa. 40% guru SLTP. 43% SMA. membaca. Bentuk pelaporan hasil belajar yang memaparkan setiap aspek dari suatu mata pelajaran memudahkan evaluasi dan perbaikan terhadap kekurangan peserta didik. kurikulum berbasis kompetensi juga terdapat kelemahan. siswa dapat belajar dengan bergerak dan berbuat. Penilaian yang menekankan pada proses memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi kemampuannya secara optimal. Paradigma guru dalam pembelajaran KBK masih seperti kurikulumkurikulum sebelumnya yang lebih pada teacher oriented 2. dibandingkan dengan penilaian yang terfokus pada konten. serta belajar dengan memecahkan masalah dan berpikir. 3. Kegiatan tersebut dijabarkan melalui kegiatan mendengarkan. Dengan demikian. berbicara. hal ini disebabkan beberapa permasalahan antara lain: 1. 60% guru SD. Kualitas guru. 34% SMK dianggap belum layak untuk mengajar di jenjang masing-masing. Siswa dapat bergerak aktif secara fisik ketika belajar dengan memanfaatkan indra seoptimal mungkin dan membuat seluruh tubuh serta pikiran terlibat dalam proses belajar. hal ini didasarkan pada statistik.1. Mengembangakan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student oriented). belajar dengan berbicara dan mendengar. dan menulis. Selain itu 17. Disamping kelebihan. menyimpulkan. 5.2% guru atau setara dengan 6 . Pengalamanpengalaman itu dapat diperoleh melalui kegiatan mengindra.

3. Sebagai sebuah sistem Kurikulum KBK juga mempunyai beberapa kelebihan dan kekuranganl E. terutama dalam tahap pengembangan ide akan dipengaruhi oleh kemungkinan-kemungkinan pendekatan. padahal indikator sebaiknya disusun oleh guru. antara lain: 1. Sarana dan pra sarana pendukung pembelajaran yang belum merata di setiap sekolah. kompetensi dapat menjawab tantangan yang muncul. Di samping kelemahan dalam kebijakan dan implementasi KBK juga memiliki kelamahan dari sisi isi kurikulum. KESIMPULAN Dari pembahasan di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan diantaranya yaitu : a. Komponen – komponen utama KBK yaitu Kurikulum dan hasil belajar. sehingga KBK tidak bisa diimplementasikan secara komprehensif. Dalam kurikulum dan hasil belajar indikator sudah disusun. Penilaian berbasis kelas. karena KBK dilaksanakan dengan uji coba di beberapa sekolah mulai tahun pelajaran 2001/2002 tetapi tidak ada payung hukum tentang pelaksanaan tersebut. dan pengelolaan kurikulum berbasis sekolah c.477 guru mengajar bukan bidang studinya. DAFTAR PUSTAKA 7 . Kualitas SDM kita adalah urutan 109 dari 179 negara berdasarkan Human Development Index. 4. D.69. Kebijakan pemerintah yang setengah hati. kegiatan belajar mengajar. karena guru yang paling mengetahui tentang kondisi peserta didik dan lingkungan 2. b. Konsep KBK sering mengalami perubahan termasuk pada urutan standar kompetensi dan kompetensi dasar sehingga menyulitkan guru untuk merancang pembelajaran secara berkelanjutan. Kurikulum berbasis kompetensi adalah kurikulum yang pada tahap perencanaan.

IAIN Sunan Kalijaga.Elex media computindo.2009 Suyanto.ImplementasiKurikulum Berbasis Kompetensi.com/2009/12/16/134-pengertian-kurikulumlengkap/ Jasmadi. Pendikan dan Fenomenanya. 2004 8 .Setia Pustaka.Jogjakarta.http://www.kompasiana.2005 Tasman Hamami.Panduan Menyusun Bahan Ajar Kurikulum Berbasis Kompetensi.slideshare. Proyek Peningkatan Perguruan Tinggi Agama.net/smpbudiagung/konsep-dasar-kurikulum-berbasiskompetensi http://edukasi.Surabaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful