P. 1
STRUKTUR DRAMATIK

STRUKTUR DRAMATIK

|Views: 1,310|Likes:
Published by Iroel Live

More info:

Published by: Iroel Live on Apr 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2013

pdf

text

original

Pengertian Suatu kesatuan peristiwa yang terdiri dari bagian-bagian yang memuat unsur plot .

Fungsi  Memelihara kesinambungan cerita dari awal sampai akhir  Sebagai perangkat untuk lebih dapat mengungkapkan buah pikiran pengarang dan melibatkan pikiran serta perasaan penonton ke dalam ceritanya .

Relasi Struktur Dramatik-Plot-Tokoh-Ide Cerita .

Tensi Dramatik (Bertolt Brecht & Aristoteles) T E N S I O N Exposition Complication Conclusion Climax Inciting action Crisis Resolution BABAK I BABAB II BABAK III .

Exposition Bagian awal atau pembukaan dari sebuah cerita yang memberikan penjelasan dan keterangan mengenai tokoh cerita. tempat dan waktu ketika cerita ini berlangsung . masalah-masalah yang sedang dilakoni.

Inciting Action Sebuah peristiwa atau tindakan yang dilakukan seorang tokoh yang membangun penanjakan aksi menuju konflik .

Complication Penggawatan yang merupakan kelanjutan dan peningkatan dari eksposisi dan inciting action .

Artinya benih-benih kegentingan konflik antar tokoh mulai mengemuka menjelang klimaks .Crisis Berkembangnya suatu tindakan menuju klimaks.

merupakan tahapan yang paling menentukan bagi tokoh untuk tetap eksis atau tersingkir .Climax Tahapan peristiwa dramatik yang telah dibangun oleh konflikasi.

Resolution Bagian struktur dramatik yang mempertemukan masalah-masalah yang diusung oleh para tokoh dengan tujuan untuk mendapatkan solusi atau pemecahan .

Bisa berupa pesan moral dari peristiwa-peristiwa yang terjadi .Conclusion Tahapan akhir dari jalinan struktur dramatik. dimana nasib para tokoh mendapat kepastian.

.BABAK I  Membuat penonton secepatnya memfokuskan perhatian kepada film.  Membuat penonton mengetahui apa problem utama protagonis.  Membuat penonton bersimpati pada protagonis.

BABAK II  Point of attack  Jalan cerita  Protagonis terseok-seok  Klimaks .

dan disini penonton diberi kesempatan meresapi kegembiraan yang ditimbulkan oleh happy end. Juga memantapkan kesimpulan atau isi cerita. .BABAK III  Cerita sudah ada kepastian berakhir sebagai happy end atau unhappy end. atau rasa sedih yang ditimbulkan oleh unhappy end.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->