Pernahkah Anda tiba-tiba bertemu dengan seseorang yang sudah berpisah lima enam tahun dengan Anda

? Ada yang berubah.... Itu pasti yang ada dalam benak Anda. Entah penampilan fisik, pembawaan dirinya, atau pola pikirnya. Dalam rentang kehidupan manusia, proses perkembangan terjadi. Perkembangan adalah serangkaian proses progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman (Hurlock, 1993:2). Manusia selalu dinamis dan semenjak pembuahan sampai ajal selalu terjadi perubahan. Dalam rentang kehidupannya, manusia melewati tahap-tahap perkembangan dimana setiap tahap memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai dan diselesaikan. Sebagian besar dari kita ingin berusaha menguasai dan menyelesaikannya pada waktu yang tepat . Beberapa orang dapat berhasil, sedangkan yang lain kemungkinan tidak berhasil atau terlalu cepat dari tahap yang seharusnya. Havighurst membagi tugas-tugas perkembangan selama rentang kehidupan manusia sebagai berikut: Masa bayi dan awal masa kanak-kanak 1. Belajar memakan makanan padat 2. Belajar berjalan 3. Belajar berbicara 4. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh 5. Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya 6. Mempersiapkan diri untuk membaca 7. Belajar membedakan benar dan salah, dan mulai mengembangkan hati nurani Akhir masa kanak-kanak 1. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum. 2. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh 3. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya 4. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat 5. Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca, menulis, dan berhitung 6. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari 7. Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, dan tata dan tingkatan nilai. 8. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga 9. Mencapai kebebasan pribadi Masa Remaja 1. Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita 2. Mencapai peran sosial pria, dan wanita 3. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif 4. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab 5. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya 6. Mempersiapkan karir ekonomi 7. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga 8. Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilakumengembangkan ideologi Awal Masa Dewasa 1. Mulai bekrja 2. Memilih pasangan

Mencari kelompok sosial yang menyenangkan Masa Usia Pertengahan 1. Belajar hidup dengan tunangan 4. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan menurunnya penghasilan keluarga 3. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan 2. Mulai membina keluarga 5. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup 4. Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan fisiologis yang terjadi pada tahap ini 6. Menyesuaikan diri dengan orangtua yang semakin tua Masa Tua 1. Kesehatan yang baik dan tidak ada cacat tubuh 5.3. Cacat tubuh 6. Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang untuk orang dewasa 4. Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga negara 2. Sejak tahap perkembangan masa bayi. Kesehatan yang buruk 5. Tingkat Perkembangan yang mundur 2. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu 5. Mengasuh anak 6. Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa yang beranggung jawab dan bahagia 3. Tingkat kecerdasan yang tinggi . Penting juga diketahui bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi individu untuk menguasai dan menyelesaikannya. Faktor-faktor tersebut: Faktor Penghalang 1. Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes Dengan mengetahui secara garis besar tugas-tugas perkembangan di atas. Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan 6. Tingkat perkembangan yang normal 2. Tidak ada motivasi 4. kita dapat menyusun program-program pembelajaran non formal untuk membantu mengasah ketrampilan dan bakat individu sehingga tugas-tugas perkembangannya dapat dikuasai dan diselesaikan tepat waktu. Motivasi 4. Mengambil tanggung jawab sebagai waga negara 8. Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya 3. Kesematan-kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya 3. individu dapat diberikan pendidikan non formal sesuai dengan kebutuhannya untuk membantu menguasai tugas-tugas perkembangan. Tingkat keerdasan yang rendah Faktor yang membantu 1. Mengelola rumah tangga 7. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan 7. Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia 5.

Masa pubertas. Untuk itu pendidik memerlukan pengetahuan tentang perkembangan individu peserta didik. Misalnya pada akhir masa kanak-kanak. ditunjukkan bagaimana perkembangan anak-anak. memberikan ketrampilan dasar untuk mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat dapat kita lakukan dengan memberikan pelatihan kecerdasan emosi untuk mengasah rasa empati atau kepekaan sosial. kelahiran sampai minggu kedua 3. progresif. Usia pertengahan. Bayi. Awal masa dewasa. remaja dan dewasa tumbuh dan berkembang secara pisik. afektif. Pendahuluan Perkembangan individu murid. tiga belas atau empat belas sampai delapan belas tahun 8. kognitif. sosial. dan mahasiswa (peserta didik). dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan-perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya. Akhir masa kanak-kanak. psikis dari fase ke fase seperti dalam hal pertumbuhan pisik. akhir minggu kedua sampai akhir tahun kedua 4. Banyak yang bisa diberikan kepada individu untuk membantunya menguasai dan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan. Proses pengajaran dan pembelajaran tidak akan bisa berjalan efektif dan efisien apabila seorang pendidik tidak memahami perkembangan peserta didik secara menyeluruh. psikomotor. . enam puluh tahun sampai meninggal Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan non formal dapat diberikan kepada seseorang sepanjang rentang kehidupannya. Pembagian ukuran kronologis ini: 1. Konsep Perkembangan Individu Perkembangan individu merupakan perubahan yang sistematis. Masa tua atau usia lanjut. B. dua sampai enam tahun 5. Masa remaja. Periode Pranatal. Kreativitas Terlepas dari berapa panjang rentang kehidupan seseorang. enam sampai sepuluh atau dua belas tahun 6. Masa bayi. moral. empat puluh sampai enam puluh tahun 10. sesuai dengan kebutuhannya pada suatu tahap perkembangan. sepuluh atau dua belas sampai tiga belas atau empat belas tahun 7. delapan belas sampai empat puluh tahun 9. Awal masa kanak-kanak.6. masa sebelum kelahiran 2. ukuran kronologis atau usia adalah kriteria pokok untuk menentukan tahap-tahap perkembangan individu. siswa.

Berkesinambungan berarti bahwa perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara beraturan atau berurutan. Meskipun bayi yang baru lahir membawa beberapa naluri dan insting dan potensi-potensi. Untuk itu manusia membutuhkan belajar sepanjang kehidupannya. 3. kapanpun dan dimanapun. Chaplin. Progresif berarti perubahan yang terjadi bersifat maju. meningkat dan meluas. tetapi potensi tersebut tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya pengaruh dari luar. belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. belajar adalah proses yang melahirkan atau mengubah suatu kegiatan melalui jalan latihan (apakah dalam laboratorium atau dalam lingkungan alamiah).Yang dimaksud perubahan yang sistematis yaitu perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling kebergantungan atau saling mempengaruhi antara satu bagian dengan bagian lainnya baik fisik maupun psikis dan meupakan satu kesatuan yang harmonis. Sumadi Suryabrata menyimpulkan: 1. Belajar itu membawa perubahan 2. James P. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Menurut Hilgard. Morgan. Perkembangan individu secara pisik terjadi sesuai dengan fase-fase perkembangan. 2. Para ahli mendifinisikan belajar sebagai berikut: 1. C. yang berarti perolehan dari sembarang perubahan yang relative permanen dalam tingkah laku sebagai hasil praktek atualisasi pengalaman. dan ini dapat dicapai melalui belajar. Belajar dan Fase-fase Perkembangan Individu Manusia membutuhkan kepandaian yang bersifat jasmaniah dan rohaniah. Perubahan itu ada pokoknya adalah didapatkannya kecakapan baru . sedangkan secara psikis terjadi perubahan imajinasi fantasi ke rialistis. learning (hal belajar. pengetahuan).

pada masa ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Adapun tugas perkembangan pembelajaran pada fase ini adalah: (1) anak belajar memakan makanan keras. b. Masa Vital. masa ini dianggap sebagai masa perkembangan rasa keindahan. Perubahan itu terjadi karena usaha Menurut Havinghurst yang dikutip oleh Made Pidarta. sebagai berikut: 1. Masa Estetik. Fase perkembangan masa remaja 4. yaitu: (1) anak belajar membedakan yang baik dan yang . (3) anak belajar berbicara. a. Fase perkembangan masa anak 3. (2) anak belajar berjalan. Fase perkembangan masa setengah baya 6. Fase perkembangan masa dewasa awal 5. Fase perkembangan masa kanak-kanak 2. Fase perkembangan masa tua D. Adapun tugas pembelajaran pada fase ini. fase-fase perkembangan pada manusia sejak dari masa kanak-kanak sampai masa tua ada enam fase. yaitu: 1.3. Perkembangan Individu secara Didaktis Syamsu Yusuf mengemukakan beberapa tahapan perkembangan individu dengan menggunakan pendekatan didaktis. Masa Usia Pra Sekolah Masa Usia Pra Sekolah terbagi dua yaitu: (1) masa vital dan (2) masa estetik. Seseorang indiviau anak bereksplorasi dan belajar melalui panca inderanya.

(3) memasuki dunia mental untuk memasuki dunia konsep. membaca. Adapun tugas anak-anak pada usia sekolah dasar ini adalah: 1. atau masa keserasian bersekolah pada umur 6-7 tahun anak dianggap sudah matang untuk memasuki sekolah. Masa Usia Sekolah Dasar terbagi dua. 2. Belajar menentukan pilihan yang sesuai dengan keinginannya. 5. (2) keadaan fisik yang memungkinkar anakanak memasuki dunia bermain dan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan jasmani. Belajar membandingkan diri dengan yang lainnya. Belajar bersikap bebas atau tidak terikat menentukan sesuatu kehendak. (3) anak belajar mengeja. Adapun ciri-ciri utama anak yang sudah matang.buruk. yaitu: 1) memiliki dorongan untuk keluar dari rumah dan memasuki kelompok sebaya. 6. 4. (2) anak membedakan jenis kelamin. Adapun ciri-ciri pada masa kelas-kelas rendah(6 atau 7 sampai 9 atau 10 tahun): . Belajar memainkan berperan sebagai lelaki maupun wanita. 7. membaca. 2005:34). 2. Belajar bergaul. dan menghitung. 3. yaitu : (a) masa kelas-kelas rendah dan (b) masa kelas tinggi. Belajar ketrampilan. dan komunikasi yang luas (Tohirin. jasmani atau fisik melalui bermain. 8. Masa Usia Jenjang Pendidikan Dasar Masa Usia Pendidikan Dasar disebut juga masa intelektual. Belajar mengembangkan kemampuan menulis. belajar sopan santun. Belajar mengenal kemampuan dirinya. logika. (4) anak belajar mengenal individu secara emosional dan sosial.

Sampai usia 11 tahun anak membutuhkan guru atau orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugas dan memenuhi keinginannya. pola interaksinya dengan ayah. Pada masa ini (terutama usia 6 sampai 8 tahun) anak menghendaki nilai angka rapor yang baik. mereka membuat peratuan sendiri Beberapa faktor penting yang berkaitan pembangunan karakter anak dalam fase ini antara lain adalah. d. Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi b. Menjelang akhir masa ini telah ada minat kepada hal-hal atau mata pelajaran khusus sebagai mulai menonjolnya bakat-bakat khusus. Adapun ciri-ciri pada masa kelas-kelas tinggi 9 atau 10 sampai 12 atau 13 tahun: a. dan seluruh anggota keluarga yang . ibu. Pada masa ini anak memandang nilai (angka rapor) sebagai ukuran tepat mengenai prestasi sekolahnya. Selepas usia ini pada umumnya anak menghadapi tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha untuk menyelesaikannya. maka soal itu dianggap tidak penting. e. f. Gemar membentuk kelompok sebaya untuk bermain bersama. Minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret. Adanya kecenderungan memuji diri sendiri d. f. rasa ingin tahu dan ingin belajar. Dalam permainan itu mereka tidak terikat lagi dengan aturan permainan tradisional (yang sudah ada). Apabila tidak dapat menyelesaikan suatu soal.a. b. c. e. c. Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan tradisional. Membandingkan dirinya dengan anak yang lain. Sangat realistik.

(e) Kebutuhan untuk mempelajari banyak hal yang dapat memupuk bakatnya sebagai bekal menempuh perjalanan panjang kehidupannya. (f) Kebutuhan untuk mengenal pemikiran-pemikiran yang menjadi wacana dalam masyarakat dan mengenal isi dunia. orang tua harus pandai-pandai memnggunakan kesempatan ini untuk mendidiknya dengan benar. seperti tinggi dan berat badannya serta hal-hal yang didengar dan dipelajarinva. Adapan langkah-langkah penting yang berhubungan dengan pendidikan anak di fase ini. (c) Kebutuhan terhadap penerimaan dirinya oleh masyararakat.s. berkata: "Hak anakmu adalah engkau bertanggung jawab untuk mengajarkan kepadanya akhlaq karimah. dan pakaian. Kebutuhan anak tersebut antara lain adalah sebagai berikut: (a) Kebutuhan primer. Imam Ali bin Al-Husain a. keadaan fisiknya. yang tentu saja disesuaikan dengan kemampunn dan kematangan anak seusia ini. mengenalkan kepada Tuhan dan membantunya untuk patuh kepadamu.lain. seperti makanan. (d) Kebutuhan terhadap perhatian dan penghormatan atas dirinya. Hal ini harus diperhatikan oleh orang tua dan diusahakan untuk memenuhinya. Karena itu. Kebutuhan anak di fase remaja ini berbeda dengan kebutuhannya difase-fase sebelumnya. sebagai berikut : (a) Pendidikan Ekstra Ketat Pendidikan di fase ini lebih penting pada fase-fase lainnya karena anak di usia ini relatif masih bersih dan belum tercemari sehingga mau mendengar dan menerima semua nasehat dan bimbingan. (b) Kebutuhan psikis. Tugas berat ini besar sekali pahalanya dan . minuman. seperti ketenangan jiva dan emosi.

. Memukul yang dimaksudkan dalam hadis ini bisa dalam pengertian yang sebenarnya. Berdasarkan Hadist yang artinya: Orang yang belajar diwaktu kecil itu ibarat melukis di atas batu. Mereka berdua memiliki porsi tugas yang disesuaikan. Karena itu.sebaliknya. serta mewujudkan kecintaan hakiki mereka terhadap penguasaan i1mu. (d) Pengawasan Anak Pada dasarnya. pukullah. yaitu dalam bentuk pukulan fisik atau bisa juga berarti penunjukan sikap marah. pukulan memang bisa berdampak negatif kepada anak. Artinya: Biasakanlah anak-anak untuk shalat ketika usianya mencapai tujuh tahun. Sebagai contoh. Pendidikan yang ditekankan tidak lain adalah pendidikan dengan konsep Islami yang menjadikan masalah penghambaan kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya menjadi poros segala masalah kehidupan. dalam hal latihan melaksanakan shalat. (c) Melatih Anak untuk Patuh Metode yang ditawarkan Islam dalam melatih kepatuhan anak sangat memperhatikan kemampuan akal dan fisik si anak. dengan kemampuan dan pengalaman hidup. pengawasan adalah kewajiban ayah dan ibu. dan itu artinya dampaknya ini sama sekali tidak berarti apa-apa jika dibandingkan kepentingan yang lebih besar yaitu pelatihan shalat. (b) Dorongan untuk Belajar Pada fase ini. dampaknya itu akan segera hilang. Akan tetapi. 1akukanlah apa yang bisa membuatmu berbangga atasnya di masa depan dan terbebas dari hukuman Tuhan atas tanggung jawab yang Dia berikan kepadamu. siksaan menunggu jika melalaikannya. Inilah saat yang tepat untuk memberikan dorongan belajar kepada mereka mematangkan kekuatan akal. dengan mendidiknya secara baik dan benar". belajar adalah hal yang penting bagi anak-anak. Jika sampai usia sembilan tahun si anak masih meninggalkan shalat. Rasulullah SAW bersabda.

Kondisi pengawasan melekat harus selalu terjaga. Prosesnya berlangsung perlahan tetapi pengaruhnya sangat kuat menempel pada akal dan Jiwa. anak-anak akan punya kecenderungan yang sangat kuat untuk meniru apapun yang ada pada diri kebanyakan orang. yaitu bahwa ayahnya memberinya nama yang bagus ketika lahir. serta menyucikan kehormatannya dari perilaku asusila ketika sudah rnengenal (masalah seksual). Keinginan ini sangat tepat timbulnya dan akan cepat juga berhenti ketika sumber peniruan itu tidak ada. mereka berdua harus saling membantu. yang terbagi ke dalam tiga bagian yaitu: . Ada pula jenis peniruan yang bersifat non fisik.Karenanya. mengajarkan kepadanya baca tulis ketika beranjak besar. (f) Menciptakan Hubungan dengan Teladan yang Baik Di akhir periode ini. Masa Usia Jenjang Pendidikan Menengah (Masa Remaja) Masa usia jenjang pendidikan mencegah bertepatan dengan masa remaja. Para psikolog menamai sebuah gejala kejiwaan dari seorang anak pada usia ini yang selalu ingin meniru orang lain secara fisik dengan istilah "peniruan". (e) Pencegahan atas Perilaku Asusila Di sinilah targgung jawab dan peran orang tua harus dijalankan dengan sunguhsungguh karena pendidikan dalam rangka menghasilkan kesucian jiwa dan kesalehan anak-anak adalah tugas terpenting mereka. 3. Rasulullah SAW bersabda. Hal penting lain yang harus diperhatikan adalah bahwa jangan sampai si anak merasa tidak diacuhkan oleh orang tuanya. Artinya: Hal-hal berikut ini adalah termasuk hak yang dimiliki seorang anak atas ayahnya. Orang tua terkadang bisa meminta bantuan kepada famili atau kertabat untuk ikut mengawasi anaknya terutama dalam situasi yang di sana orang tua tidak bisa melakukannya.

setelah remaja dapat menentukan pendirian hidupnya. c) Masa remaja akhir. 2) Mencapai peran sosial sebagai pria atau wanita. Pada masa ini sebagai masa mencari sesuatu yang dipandang bernilai. b) Masa remaja.a) Remaja awal. 4) Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya. 5) Mencapai jaminan kemandirian ekonomi. Adapun tugas perkembangan yang harus dicapai pada masa remaja awal. pada dasarnya telah tercapai masa remaja akhir dan telah terpenuhi tugas-tugas perkembangan pada masa remaja yang akan memberikan dasar bagi memasuki masa berikutnya yaitu masa dewasa. pada masa ini mulai tumbuh dorongan untuk hidup. kebutuhan akan adanya teman yang dapat memahami dan menolongnya. 6) Memilih dan mempersiapkan karier. 8) Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan bagi warga negara. 7) Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga. pantas dijunjung dan dipuja. 9) Mencapai perilaku yang bertanggung jawab secara sosial. prestasi. remaja dan remaja akhir adalah: 1) Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya. serta sikap sosial. . biasanya ditandai dengan sifat-sifat negatif dalam jasmani dan mental. 3) Menerima keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif.

. 3) Memulai hidup dengan pasangan. 4) Memelihara anak. 5) Mengelola rumah tangga. Masa Usia Jenjang Pendidikan Tinggi (umur 18 hingga umur 25 tahun) Pada masa ini merupakan pemantapan pendirian hidup.10) Memperoleh seperangkat nilai sistem etika sebagai petunjuk atau pembimbing dalam berperilaku. 2) Belajar hidup dengan pasangan. 4. 8) Menemukan suatu kelompok yang serasi. Adapun tugas perkembangan yang harus dicapai pada masa dewasa awal adalah: 1) Memilih pasangan. 7) Mengambil tanggung jawab sebagai warga negara. 6) Memulai bekerja.

Apa yang dimaksud dengan perkembangan moral keagamaan anak ? 3. Pendidikan dalam hal ini diartikan secara luas. gaya hidup. Tujuan Penelitian 1. yaitu sebagai upaya untuk mentransformasikan nilai-nilai. Faktor – factor apa saja yang mempengatuhi perkembangan moral keagamaan anak 4. Latar Belakang Masalah Masalah moral merupakan masalah yang sekarang ini sangat banyak meminta perhatian. Bagaimana proses perkembangan moral keagamaan anak ? C. Anak yang berusaha hidup baik secara tekun dalam waktu lama dapat mencapai keunggulan moral yaitu bersikap batin dan berbuat lahir secara benar. Bagaimana konsep perkembangan moral ? 5. 1995). Tidak hentihentinya kita mendengar berita tentang tindakan kriminalitas yang dilakukan oleh anak-anak. (Panuju. apabila norma-norma yang biasanya dipakai sebagai landasan pertimbangan menjadi serba tidak pasti. Demikian upaya untuk membina ketahanan moral menjadi sesuatu yang tidak dapat ditunda. dan tingkah laku moral. Untuk menngetahui pengertian moral 2. Anak berhadapan dengan berbagai tipe manusia. maka permasalahan “Tahapan Perkembangan Moral Keagamaan Anak” dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. seperti yang terjadi di beberapa daerah yang hampir setiap minggu diberitakan di berbagai media. Generatif mengandung arti bahwa seorang anak harus mampu menumbuhkan dan mengembangkan ketahanan moralnya sendiri dari dalam. Kenyatannya. Bagaimana pengertian Moral ? 2. Bagi warga Ibukota bukan suatu hal yang aneh apabila mendengar atau melihat anak-anak sekolah melakukan tawuran (perkelahian antar pelajar) yang tidak sedikit menimbulkan sejumlah korban. anak tidak dapat lari dari hati nuraninya. Pendidikan merupakan alat strategis untuk membentuk dan mengembangkan nilai. Munculah fenomena baru sebagai model bagi anak yaitu teman sepermainannya. ulama.1990). Ketahanan moral dalam hal ini selain harus bersifat defensif hendaknya juga bersifat generatif. Moral dapat diukur secara subyektif dan obyektif. (Hardiwardoyo. maka norma akan membantu mencari kebaikan moral. Diperlukan waktu yang panjang dan upaya pendidikan yang sungguh-sungguh untuk mengatasi kondisi ini. dari keyakinannya pada prinsip-prinsip ajaran llahi. Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan moral keagamaan anak . pengetahuan dan keterampilan tertentu dari generasi sebelumnya kepada generasi berikutnya. sikap dan moral dari generasi sebelumnya kepada generasi berikutnya. sikap. akal pikirannya dan tradisi yang dijunjung tinggi B. Pola kehidupan masyarakat pun semakin cenderung individualis. baik media cetak maupun elektronik.TAHAP PERKEMBANGAN INDIVIDU BAB I PENDAHULUAN A. yang memberikan norma tentang bagaimana kita harus hidup. adapun norma memberikan ukuran yang obyektif. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas. Kata hati atau hati nurani memberikan ukuran yang subyektif. atau kesusilaan yang diciptakan oleh akal. Apabila hati nurani ingin membisikan sesuatu yang benar. atau tokoh-tokoh serial televisi. tapi hati nurani pun tidak berdaya menemukan kebenaran. Norma-norma lama sudah tidak meyakinkan lagi untuk menjadi pegangan. dengan kontrol sosial yang relatif longgar. terutama bagi para pendidik.yang bervariasi. Untuk mengetahui perkembangan moral keagamaan anak 3. adat dan agama. Adapun moral sama dengan etika. tutur kata. pemuka masyarakat dan para orang tua.

F Tahap IV : Dari kira-kira 13. yakni : F Tahap I: Fase Pranatal (sebelum lahir) mulai dari masa konsepsi sampai proses kelahiran. setiap tahapan lamanya tujuh tahun. F Tahap III: Baby hood ( bayi) mulai usia 2 minggu sampai 2 tahun F Tahap IV : Childhood (kanak-kanak) mulai 2 tahun sampai masa remaja (puber) F Tahap V : Adolescence / puberty. Untuk mengetahui proses perkembangan moral keagamaan anak D. Melakukan diskusi kelompok untuk menjawab permasalahan dari prosedur tersebut kemudian dibagi. pada usia 16 – 17 tahun c) Late adolescence. Metode library research (kepustakaan) yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas. masa peralihan dari usia anak menjadi orang dewasa) Penahapan ini didasarkan pada gejala dalam perkembangan fisik (jasmani). didiskripsikan. BAB II PEMBAHASAN A. diuraikan dan akhirnya dilakukan penyimpulan-penyimpulan sesuai dengan permasalahan yang dikemukakan. sedangkan langkah-langkah yang dilakukan dalam menjawab permasalahan dalam makalah ini adalah : 1. Fukungs periode II : pada masa ini anak kelihatan pendek gemuk kembali.0 sampai 21.0 tahun . 3) Ellizabeth Hurlock mengemukakan penahapan perkembangan individu. a) Preadolescence.0 tahun sampai 7. 2) Kretcmer mengemukakan bahwa dari lahir sampai dewasa individu melewati empat tahapan.0 tahun .0 sampai 14. yaitu sekitar 9 bulan atau 280 hari.0 sampai 13 tahun .0 tahun (masa anak kecil atau masa bermain) F Tahap II : Dari 7. Fukungs (pengisian) periode I : pada fase ini anak kelihatan pendek gemuk. Pendapat-pendapat tertsebut secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga yaitu : a.0 tahun (masa remaja / puberitas. mulai lahir sampai usia 10 hingga 14 hari. mulai usia 11 atau13 tahun sampai usia 21 tahun . F Tahab II : Usia dari kira-kira 3. Pendapat para ahli diantaranya : 1) Aristoteles menggambarkan perkembangan individu. Tahap perkembangan berdasarkan biologi Sekelompok ahli menentukan pembabakan itu berdasarkan keadaaan atau proses pertumbuhan tertentu. Metode Pemecahan Masalah Pemecahan masalah yaitu langkah-langkah yang ditempuh dalam menyelesaikan permasalahan yan dituangkan dalam rumusan masalah. F Tahap III : Dari kira-kira 7. masa sekolah rendah) F Tahap III : Dari 14. Streckungs (rentangan) periode I : pada periode ini anak kelihatan langsing (memanjang / meninggi). Pengertian Moral Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan tentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laku tertentu.0 hingga 3. pada umumnya wanita usia 11 – 13 tahun sedangkan pria lebih lambat dari itu. masa perkembangan terakhir sampai masa usia kuliah diperguruan tinggi b. F Tahap II: Infancy (orok). Streckung periode II : pada periode ini anak kembali kelihatan langsing. 2.4. b) Early Adolescence. Tahap perkembangan berdasarkan Didaktis Dasar didaktif atau intruksional yang dipergunakan oleh para ahli ada beberapa kemungkinan : 1) Apa yang harus diberikan kepada anak didik pada masa-masa tertentu? . Untuk mengetahui konsep perkembangan moral 5. sejak anak sampai dewasa itu kedalam tiga tahapan. yaitu : F Tahap I: Usia 0.0 sampai 7. antara tahap II dan tahap III ditandai dengan mulai berfungsinya organorgan seksual. Dalam pembabakan atau periodesasi perkembangan para ahli berbeda pendapat.0 tahun .0 tahun sampai kira-kira 20. yaitu : F Tahap I : Dari 0. Hal ini dapat dijelaskan bahwa antara tahap I dan tahap II dibatasi oleh pergantian gigi.0 tahun (masa anak.

0 tahun.0 tahun periode pendidikan watak dan pendidikan agama.0 tahun. 0 tahun Pada sekolah tersebut harus diberikan bahan pengajaran (bahan pendidikan) yang sesuai dengan perkembangan anak didik dan harus digunakan metode penyampaian yang sesuai dengan perkembangannya. Rousseau Penahapan perkembangan menurut JJ. masa ini disebut juga asa anak-anak awal.0 tahun. yang disebutnya dengan dengan istilah Trotz periode. Rousseau adalah sebagai berikut : a) Tahap I : 0. Dalam pekembangannya para ahli berpendapat bahwa dalam perkembangan pada umumnya individu mengalami masa-masa kegoncangan. Kegoncangan psikis itu dialami hamper semua orang. mencari pengalaman-pengalaman psikologis mana yang khas bagi individu pada umumnya dapat digunakan sebagai masa perpindahan dari fase yang ada ke fase yang lain. Rousseau sebagai berikut. pembangkang dan sebagainya. anak mengalami masa krisis kedua ketika ia berusia 11 – 12 tahun. Menurutnya sepanjang kehidupan ini terdapat tiga kali masa Trotz yaitu : a) Trotz – periode I. Hal itu mereka lakukan dengan tujuan memperoleh kebebasan dan perhatian. Sifat-sifat anak trotz ini adalah meraja-raja. maka dalam makalah ini ditulis urutan-urutan periodesasi sebagai berikut : 1. Masa remaja 5. Masa dewasa .0 sampai 15.0 tahun c) Sekolah latin (scala latina) : Untuk remaja usia 12. terjadi pada akhir masa remaja dan lebih tepat disebut dengan masa kematangan diri pada masa kritis. Apabila perkembangan itu dapat dilukiskan sebagai proses evaluasi. keras kepala.0 sampai 2. 2) JJ. egosentris. pendidikan yang lengkap bagi seseorang itu berlangsung dalam empat jenjang.2) Bagaimana caranya mengajar ataumenyajikan atau menyajikan pengalaman belajar pada anak didik pada masa-masa tertentu ? 3) Kedua hal tesebut dilakukan bersamaan.0 sampai 12. masa ini termasuk masa kerahasiaan bersekolah. 1) Johan Amos Comenius Dipandang dari segi pendidikan. maka pada masa kegoncangan itu evaluasi berubah menjadi revolusi. yaitu : a) Sekolah ibu (scala maternal) : Untuk anak-anak usia 0. didaktis maupun psikologis. periode pendidikan akal d) Tahap IV : 15. Masa anak kecil 3. Tahap perkembangan berdasarkan psikologi Para ahli yang menggunakan aspes psikologi sebagai landasan dalam menganalisis tahap perkembangan. usia asuhan b) Tahap II : 2. masa pendidikan jasmani latihan panca indera c) Tahap III : 12. Oswald Kroc mendasarkan pembagian masa perkembangan pada krisis-krisis atau kegoncangan-kegoncangan yang dialami anak dalam proses perkembangannya. b) Trotz – periode II. c. Yang digolongkan dalam penahapan berdasarkan didaktis atau intruksional.0 – 5. karena itu dapat digunakans ebagai perpindahan darimasa satu kemasa yang lain dalam proses perkembangan.0 tahun. anak mengalami masa krisis pertama ketika ia berusia 3.0 sampai 12. Masa anak sekolah 4. Memperhatikan periodesasi yang dikemukakan para ahli diatas baik dari segi biologi.0 tahun b) Sekolah bahasa ibu (scala vernaculan) : Untuk anak-anak usia 6. c) Trotz – periode III.0 sampai 6.0 sampai 18 tahun d) Akademi (academia) : Untuk pemuda-pemudi usia 18. Masa intra – uterin (masa dalam kandungan) dan masa bayi 2.0 sampai 24.0 sampai 20. antara lain pendapat dari : Johan Amos Comenius dan pendapat JJ.

0 / 12. Kriteria Penahapan Perkembangan Individu Perkembangan manusia sejak konsepsi sampai masa prosesnya terjadi secara bertahap melalui berbagai tahapan perkembangan. ü Belajar mengetahui mana yang benar dan masa yang slah serta mengembangkan kata hati.B. ü Belajar membebaskan ketergantungan diri ü Mengembangkan sikap sehat terhadap kelonpok dan lembaga-lembaga. Agar setiap tugas perkembangan.0 tahun 8) Masa dewasa awal (early adulthood) 21.0 tahun 6) Masa puber (puberty) 11. Tugas-tugas Perkembangan Individu Tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus diselesaikan individu pada setiap tahapan atau periode kehidupan tertentu.0 – 40. ü Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan guna keperluan kehidupan sehari-hari. tuntutan masyarakat atau budaya dan nilai-nilai serta aspirasi individu.0 – 21.0 – 12.0 tahun 9) Masa dewasa madya (middle adulthood) 40. Masa anak sekolah ü Belajar ketangkasan ü Pembentukan sikap yang sehat terhadap diri sendiri sebagai organism yang sedang tumbuh. keluarga dan orangorang luar.0 / 16. Masa bayi dan anak kecil Untuk Belajar berjalan ü Belajar makan makanan padat ü Belajar berbicara ü Pelajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh ü Mencapai stabilitas fisiologi ü Belajar kontak perasaan dengan orang tua.0 – 2. tokoh yang merumuskan konsep ini mengemukakan banwa yang menjadi sumber dari pada tugas-tugas perkembangan terseut adalah : kematangan fisik.Havighust.0 7) Masa remaja (adolescence) 15. Pembagian tugas-tuhgas pekembangan serta masing-masing fase atau tahapan adalah sebagai berikut : a.0 / 16. dimana dalam setiap tahapan perkembangan ditandai dengan bentuk kehidupan tertentu yang berbeda dengan fase sebelum dan sesudahnya. b. B. c. Masa remaja ü Menerima keadaan jasmaniah dan menggunakannya secara wfwktif ü Menerima peranan social jenis kelamin sebagai pria atau wanita ü Menginginkan dan mencapai perilaku social yang bertanggung jawab social ü Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya ü Belajar bergaul dengan kelompok anak-anak wanita dan anak-anak laki-laki ü Perkembangan skala nilai ü Secara sadar mengembangkan gambaran dunia yang lebih akurat ü Persiapan mandiri secara ekonomi ü Pemilihan dan latihan jabatan ü Mempersiapkan perkawinan dan keluarga Setiap perkembangan manusia berlangsung secara bertahap sejak konsepsi sampai mati. yaitu : 1) Masa sebelumlahir (Prenatal) selama 280 hari 2) Masa bayi baru lahir (new born) 0.… Dari pembagian tahapan perkembangan diatas berarti bahwa proses pertumbuhan dan perkembangan anak itu berlangsung sejak masa prenatal sampai anak selesai remaja. anak dapat menyelesaikan setiap tugas .0 tahun 10) Masa usia lanjut (later adulthood) 60.0 – 60. tetapi sebaliknya apabila ia gagal akan kecewa dan dicela oleh orang tua atau masyarakatnya serta proses perkembangan selanjutnya juga akan mengalami kesulitan. Menurut Robert Y.0 tahun 4) Masa kanak-kanak awal (early childhood) 2. Untuk memudahkan kita memahami tahapan perkembangan tersebut Ellizabeth Hurlock secara lengkap telah membagi tahapan perkembangan manusia dalam sepuluh tahapan / masa perkembangan. ü Mengembangkan kata hati moralitas dan skala nilai-nilai.0 tahun 5) Masa kanak-kanak akhir (later childhood) 6.0 . Apabila ia berhasil ia mencapainya maka ia bahagia.0 minggu 3) Masa bayi ( baby hood ) 2 minggu – 2.0 – 15. ü Belajar bergaul yang bersahabat dengan anakanak sebaya ü Belajar peran jenis kelamin ü Mengembangkan dasar-dasar kecakapan membaca. menulis dan berhitung.0 – 6.

cepat belajar berjalan. maka ia menjadi fakta. D. A theory contain hypothesis. Hukum tempo perkembangan Perkembangan anak satu dengan anak yang lainnya berbeda-beda. Apabila dalam pengujian materi itu ternyata benar. kemudian waktu-waktu berikutnya terhenti dan ketinggalan jika dibandingkandengan teman-temannya. Menurut Shamrock (1998). Kedua dorongan tersebut selalu bekerja sama dalam menggerakkan anak menjalin perkembangannya. apakah berjalan dengan mulus saja. Hukum bertahandan berkembang sendiri Teori dan hokum perkembangan itu antara lain adalah : a. atau pengetahuan baru. bisa melompat-lombatdan penuh kegoyangan. kesehatan dan gizi ikut pula mempengaruhinya. Disini jelas terdapat keadaan seperi seperti kejar-kejaran bagaikan gelombang. Dorongan bertahan yang bertujuan untuk memelihara/mempertahankan diri agar tepat survival. tetapi yang berbeda atau terjadi antara fungsi yang satu dengan fungsi yang lain pada diri seorang anak. 1. 2. Ada yang tingkat perkembangannya serba cepat (cepat merangkak. akan kelihatan pada perkembangan berbicaranya agak terhenti. “ jadi sebenarnya teori adalah hipotesis yang belum terbukti atau spekulasi tentang kenyataan yang belum diketahui secara pasti sehingga perlu dikaji lebih lanjut untuk menentukan akurasinya. Dorongan untuk bekembang sendiri. setidaknya-tidaknya ada dua peranan penting dari teori perkembangan (Miller. assumption that can be tasted to determine their accuracy. pengalaman.cepat berbicara dan lain-lain) sementara da pula anak yang Nampak selalu lambat dalam mencapai kemampuan-kemampuan tersebut. teptapi berliku-liku. Berlangsungnya perkembangan fungsi-fungsi pada anak tidaklahs elalu berjalan lurus. yang bertujuan untuk berkembang sendiri untuk mencari kepandaian. yang terlihat dalam tingkah laku konservasi dan bermain. b. Hal ini dapat kita lihat pada seorang anak yang mulai belajar berjala.(orang tua dan guru) oleh karena itu setiap pendidik harus mengetahui tugas-tugas perkembangan yangharus diselesaikan anak pada setiap tahap perkembangannya. teori adalah “ a coherent set of ideas that help explain data and make predication. kadang-kadang kita saksikan seseorang anak dapat berjalan denganc epat. Hukum sarana perkembangan Disamping perkembangan itu mempunyai temponya masing-masing. apakah ada percepatanpercepatan atau pengulangan-pengulangan. ada juga yang mempunyai irama tertentu.perkembangan dengan baik diperlukan bantuan/bimbingan yang lebih baik. ataukan kadang-kadang terdapat krisis pada waktu-waktu tertentu. 3. Cepat atau lambatnya perkembangan anak disamping potensi yang dibawanya sejak lahir. kemudian tertegun/terhenti. Irama perkembangan itu bukan saja berbeda dari anak yang satu degan anak yang lainnya. . 1993) yaitu : a) Mengorganisir dan member makna terhadap fakta-fakta atau gejala-gejala perkembangan b) Memberikan pedoman dalam melakukan penelitian dan menghasilkan informasi baru. diperlukan bantuan/bimbingan yang lebih baik dari pihak pendidik. Ada anak yang kelihatan cepat belajar berbicara dalam beberapa minggu. dan jika berjalan itu telah dikuasainya maka perkembangan berbicaranya kelihatan maju lagi dengan cepat. Hukum-hukum Perkembangan Individu Bagaimana proses-proses perkembangan berlangsung. kemudian berlangsung lagi dengan cepat. Ada fungsi jasmaninya yang berkembang denga cepat tetapi juga aspek fungsi kejiwaan Nampak berjalan dengan lambat. disinilah para ahli bermacam-macam tujuannya sehingga melahirkan berbagai acuan atau hukum-hukum perkembangan yang merupakan lawaqn dari fakta. pada satu fungsi ada yang nenaikkan dan pada fungsi yang lain ada yang terhenti atau turun.

jika dibandingkan dengan masa-masa lainnya.4. Setiap fungsi hanya mengalami sekali saja datanya masa peka. Teori Pembelajaran dan Penemuan E. Di sekolah Montessori disediakan berbagai macam permainanan anak dan anak diberinya kebebasan memilih sendiri permainan yang dia sukai. kecuali apabila kita rajin memperhatikan perubahan tingkah laku anak setiap hari. Oleh karena itu harus dilayani dan diberi kesempatan untuk berkembang dengan sebaik-baiknya. Montessori pernah mengembangkan system pendidikan kearah penemuan masa peka pada anak didik. masa peka untuk menggambar pad tahun kelima. Hanya saja untuk mengetahui datangnya masa peka itu tidaklah mudah. Hukum Masa Peka Yang dimaksud dengan masa peka adalah suatu masa dimana suatu fungsi berada pada perkembangan yang baik dan pesat. lalu dicari dan ditentukan bahwa anak tersebut sudah peka terhadap suatu fungsi. Fakta-fakta Perkembangan Individu . Apabila minat anak Nampak kearah pada permainan tertentu. masa peka untuk perkembangan ingatan logis pada tahun 12 atau 13 dan sebagainya. Teori RekapitulasiTeori Masa Mendatang 6. 5. Sebagai contoh : masa peka untuk berjalan umumnya pada tahun kedua.