P. 1
tugas keluarga

tugas keluarga

|Views: 66|Likes:
Published by Dian Tarmizi

More info:

Published by: Dian Tarmizi on Apr 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2012

pdf

text

original

Pernahkah Anda tiba-tiba bertemu dengan seseorang yang sudah berpisah lima enam tahun dengan Anda

? Ada yang berubah.... Itu pasti yang ada dalam benak Anda. Entah penampilan fisik, pembawaan dirinya, atau pola pikirnya. Dalam rentang kehidupan manusia, proses perkembangan terjadi. Perkembangan adalah serangkaian proses progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman (Hurlock, 1993:2). Manusia selalu dinamis dan semenjak pembuahan sampai ajal selalu terjadi perubahan. Dalam rentang kehidupannya, manusia melewati tahap-tahap perkembangan dimana setiap tahap memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai dan diselesaikan. Sebagian besar dari kita ingin berusaha menguasai dan menyelesaikannya pada waktu yang tepat . Beberapa orang dapat berhasil, sedangkan yang lain kemungkinan tidak berhasil atau terlalu cepat dari tahap yang seharusnya. Havighurst membagi tugas-tugas perkembangan selama rentang kehidupan manusia sebagai berikut: Masa bayi dan awal masa kanak-kanak 1. Belajar memakan makanan padat 2. Belajar berjalan 3. Belajar berbicara 4. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh 5. Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya 6. Mempersiapkan diri untuk membaca 7. Belajar membedakan benar dan salah, dan mulai mengembangkan hati nurani Akhir masa kanak-kanak 1. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum. 2. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh 3. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya 4. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat 5. Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca, menulis, dan berhitung 6. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari 7. Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, dan tata dan tingkatan nilai. 8. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga 9. Mencapai kebebasan pribadi Masa Remaja 1. Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita 2. Mencapai peran sosial pria, dan wanita 3. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif 4. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab 5. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya 6. Mempersiapkan karir ekonomi 7. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga 8. Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilakumengembangkan ideologi Awal Masa Dewasa 1. Mulai bekrja 2. Memilih pasangan

Sejak tahap perkembangan masa bayi. Kesematan-kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya 3. Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang untuk orang dewasa 4. Belajar hidup dengan tunangan 4. Kesehatan yang baik dan tidak ada cacat tubuh 5. Mencari kelompok sosial yang menyenangkan Masa Usia Pertengahan 1. Cacat tubuh 6. Mengelola rumah tangga 7. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan 7. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup 4. Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya 3. Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia 5. Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga negara 2.3. Kesehatan yang buruk 5. Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa yang beranggung jawab dan bahagia 3. Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan 6. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan menurunnya penghasilan keluarga 3. Mengasuh anak 6. Faktor-faktor tersebut: Faktor Penghalang 1. Mengambil tanggung jawab sebagai waga negara 8. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan 2. kita dapat menyusun program-program pembelajaran non formal untuk membantu mengasah ketrampilan dan bakat individu sehingga tugas-tugas perkembangannya dapat dikuasai dan diselesaikan tepat waktu. Tingkat keerdasan yang rendah Faktor yang membantu 1. individu dapat diberikan pendidikan non formal sesuai dengan kebutuhannya untuk membantu menguasai tugas-tugas perkembangan. Penting juga diketahui bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi individu untuk menguasai dan menyelesaikannya. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu 5. Tidak ada motivasi 4. Motivasi 4. Tingkat Perkembangan yang mundur 2. Menyesuaikan diri dengan orangtua yang semakin tua Masa Tua 1. Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan fisiologis yang terjadi pada tahap ini 6. Tingkat perkembangan yang normal 2. Mulai membina keluarga 5. Tingkat kecerdasan yang tinggi . Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes Dengan mengetahui secara garis besar tugas-tugas perkembangan di atas.

sepuluh atau dua belas sampai tiga belas atau empat belas tahun 7. Kreativitas Terlepas dari berapa panjang rentang kehidupan seseorang. enam sampai sepuluh atau dua belas tahun 6. afektif. sesuai dengan kebutuhannya pada suatu tahap perkembangan. dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan-perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya. delapan belas sampai empat puluh tahun 9. Akhir masa kanak-kanak. Awal masa dewasa. masa sebelum kelahiran 2. Untuk itu pendidik memerlukan pengetahuan tentang perkembangan individu peserta didik. . ukuran kronologis atau usia adalah kriteria pokok untuk menentukan tahap-tahap perkembangan individu. Konsep Perkembangan Individu Perkembangan individu merupakan perubahan yang sistematis. Periode Pranatal. remaja dan dewasa tumbuh dan berkembang secara pisik. dan mahasiswa (peserta didik). Pembagian ukuran kronologis ini: 1. progresif. tiga belas atau empat belas sampai delapan belas tahun 8. sosial. dua sampai enam tahun 5. kelahiran sampai minggu kedua 3. akhir minggu kedua sampai akhir tahun kedua 4. Usia pertengahan. Proses pengajaran dan pembelajaran tidak akan bisa berjalan efektif dan efisien apabila seorang pendidik tidak memahami perkembangan peserta didik secara menyeluruh.6. empat puluh sampai enam puluh tahun 10. Bayi. memberikan ketrampilan dasar untuk mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat dapat kita lakukan dengan memberikan pelatihan kecerdasan emosi untuk mengasah rasa empati atau kepekaan sosial. Pendahuluan Perkembangan individu murid. B. siswa. moral. Masa tua atau usia lanjut. psikomotor. kognitif. Misalnya pada akhir masa kanak-kanak. enam puluh tahun sampai meninggal Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan non formal dapat diberikan kepada seseorang sepanjang rentang kehidupannya. ditunjukkan bagaimana perkembangan anak-anak. Awal masa kanak-kanak. Masa remaja. Masa pubertas. psikis dari fase ke fase seperti dalam hal pertumbuhan pisik. Masa bayi. Banyak yang bisa diberikan kepada individu untuk membantunya menguasai dan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan.

C. 2. Perkembangan individu secara pisik terjadi sesuai dengan fase-fase perkembangan. Belajar dan Fase-fase Perkembangan Individu Manusia membutuhkan kepandaian yang bersifat jasmaniah dan rohaniah. belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. 3. meningkat dan meluas. kapanpun dan dimanapun. pengetahuan). belajar adalah proses yang melahirkan atau mengubah suatu kegiatan melalui jalan latihan (apakah dalam laboratorium atau dalam lingkungan alamiah). dan ini dapat dicapai melalui belajar. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Perubahan itu ada pokoknya adalah didapatkannya kecakapan baru . Untuk itu manusia membutuhkan belajar sepanjang kehidupannya. Belajar itu membawa perubahan 2. tetapi potensi tersebut tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya pengaruh dari luar. Chaplin. Menurut Hilgard. Progresif berarti perubahan yang terjadi bersifat maju. sedangkan secara psikis terjadi perubahan imajinasi fantasi ke rialistis. learning (hal belajar. James P. Sumadi Suryabrata menyimpulkan: 1. Para ahli mendifinisikan belajar sebagai berikut: 1. Meskipun bayi yang baru lahir membawa beberapa naluri dan insting dan potensi-potensi. Morgan. Berkesinambungan berarti bahwa perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara beraturan atau berurutan.Yang dimaksud perubahan yang sistematis yaitu perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling kebergantungan atau saling mempengaruhi antara satu bagian dengan bagian lainnya baik fisik maupun psikis dan meupakan satu kesatuan yang harmonis. yang berarti perolehan dari sembarang perubahan yang relative permanen dalam tingkah laku sebagai hasil praktek atualisasi pengalaman.

(3) anak belajar berbicara. yaitu: 1. Perkembangan Individu secara Didaktis Syamsu Yusuf mengemukakan beberapa tahapan perkembangan individu dengan menggunakan pendekatan didaktis. Masa Usia Pra Sekolah Masa Usia Pra Sekolah terbagi dua yaitu: (1) masa vital dan (2) masa estetik. Masa Vital. masa ini dianggap sebagai masa perkembangan rasa keindahan. Fase perkembangan masa dewasa awal 5. yaitu: (1) anak belajar membedakan yang baik dan yang . sebagai berikut: 1. fase-fase perkembangan pada manusia sejak dari masa kanak-kanak sampai masa tua ada enam fase. Fase perkembangan masa anak 3. Perubahan itu terjadi karena usaha Menurut Havinghurst yang dikutip oleh Made Pidarta. Fase perkembangan masa remaja 4. pada masa ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Fase perkembangan masa kanak-kanak 2. Adapun tugas perkembangan pembelajaran pada fase ini adalah: (1) anak belajar memakan makanan keras.3. Seseorang indiviau anak bereksplorasi dan belajar melalui panca inderanya. Adapun tugas pembelajaran pada fase ini. a. Fase perkembangan masa tua D. b. Fase perkembangan masa setengah baya 6. Masa Estetik. (2) anak belajar berjalan.

belajar sopan santun. Belajar bersikap bebas atau tidak terikat menentukan sesuatu kehendak. (2) anak membedakan jenis kelamin. Masa Usia Jenjang Pendidikan Dasar Masa Usia Pendidikan Dasar disebut juga masa intelektual. 2005:34). (3) anak belajar mengeja. Adapun ciri-ciri utama anak yang sudah matang. yaitu : (a) masa kelas-kelas rendah dan (b) masa kelas tinggi. Belajar mengembangkan kemampuan menulis. (3) memasuki dunia mental untuk memasuki dunia konsep. dan menghitung. 8. Belajar mengenal kemampuan dirinya. Belajar membandingkan diri dengan yang lainnya. 2. Belajar memainkan berperan sebagai lelaki maupun wanita. 5. membaca. Belajar menentukan pilihan yang sesuai dengan keinginannya. (2) keadaan fisik yang memungkinkar anakanak memasuki dunia bermain dan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan jasmani. Masa Usia Sekolah Dasar terbagi dua. Belajar bergaul. 6. (4) anak belajar mengenal individu secara emosional dan sosial. logika.buruk. 3. atau masa keserasian bersekolah pada umur 6-7 tahun anak dianggap sudah matang untuk memasuki sekolah. 2. membaca. jasmani atau fisik melalui bermain. Adapun tugas anak-anak pada usia sekolah dasar ini adalah: 1. Adapun ciri-ciri pada masa kelas-kelas rendah(6 atau 7 sampai 9 atau 10 tahun): . 7. 4. dan komunikasi yang luas (Tohirin. yaitu: 1) memiliki dorongan untuk keluar dari rumah dan memasuki kelompok sebaya. Belajar ketrampilan.

Menjelang akhir masa ini telah ada minat kepada hal-hal atau mata pelajaran khusus sebagai mulai menonjolnya bakat-bakat khusus. b. e. Sampai usia 11 tahun anak membutuhkan guru atau orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugas dan memenuhi keinginannya. d.a. f. e. c. rasa ingin tahu dan ingin belajar. mereka membuat peratuan sendiri Beberapa faktor penting yang berkaitan pembangunan karakter anak dalam fase ini antara lain adalah. Dalam permainan itu mereka tidak terikat lagi dengan aturan permainan tradisional (yang sudah ada). Membandingkan dirinya dengan anak yang lain. c. pola interaksinya dengan ayah. dan seluruh anggota keluarga yang . f. maka soal itu dianggap tidak penting. Selepas usia ini pada umumnya anak menghadapi tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha untuk menyelesaikannya. Pada masa ini (terutama usia 6 sampai 8 tahun) anak menghendaki nilai angka rapor yang baik. Gemar membentuk kelompok sebaya untuk bermain bersama. Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan tradisional. Sangat realistik. Adanya kecenderungan memuji diri sendiri d. Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi b. Adapun ciri-ciri pada masa kelas-kelas tinggi 9 atau 10 sampai 12 atau 13 tahun: a. Apabila tidak dapat menyelesaikan suatu soal. Minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret. ibu. Pada masa ini anak memandang nilai (angka rapor) sebagai ukuran tepat mengenai prestasi sekolahnya.

sebagai berikut : (a) Pendidikan Ekstra Ketat Pendidikan di fase ini lebih penting pada fase-fase lainnya karena anak di usia ini relatif masih bersih dan belum tercemari sehingga mau mendengar dan menerima semua nasehat dan bimbingan. (d) Kebutuhan terhadap perhatian dan penghormatan atas dirinya. yang tentu saja disesuaikan dengan kemampunn dan kematangan anak seusia ini. seperti makanan. Kebutuhan anak di fase remaja ini berbeda dengan kebutuhannya difase-fase sebelumnya. seperti tinggi dan berat badannya serta hal-hal yang didengar dan dipelajarinva. Karena itu.s. mengenalkan kepada Tuhan dan membantunya untuk patuh kepadamu. orang tua harus pandai-pandai memnggunakan kesempatan ini untuk mendidiknya dengan benar. Imam Ali bin Al-Husain a. (f) Kebutuhan untuk mengenal pemikiran-pemikiran yang menjadi wacana dalam masyarakat dan mengenal isi dunia. Tugas berat ini besar sekali pahalanya dan . seperti ketenangan jiva dan emosi. Hal ini harus diperhatikan oleh orang tua dan diusahakan untuk memenuhinya. (c) Kebutuhan terhadap penerimaan dirinya oleh masyararakat. dan pakaian. Adapan langkah-langkah penting yang berhubungan dengan pendidikan anak di fase ini. (b) Kebutuhan psikis. minuman. keadaan fisiknya. Kebutuhan anak tersebut antara lain adalah sebagai berikut: (a) Kebutuhan primer. (e) Kebutuhan untuk mempelajari banyak hal yang dapat memupuk bakatnya sebagai bekal menempuh perjalanan panjang kehidupannya.lain. berkata: "Hak anakmu adalah engkau bertanggung jawab untuk mengajarkan kepadanya akhlaq karimah.

pukulan memang bisa berdampak negatif kepada anak. Sebagai contoh. dengan mendidiknya secara baik dan benar". Rasulullah SAW bersabda. Inilah saat yang tepat untuk memberikan dorongan belajar kepada mereka mematangkan kekuatan akal. Pendidikan yang ditekankan tidak lain adalah pendidikan dengan konsep Islami yang menjadikan masalah penghambaan kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya menjadi poros segala masalah kehidupan. serta mewujudkan kecintaan hakiki mereka terhadap penguasaan i1mu. (d) Pengawasan Anak Pada dasarnya. Karena itu. yaitu dalam bentuk pukulan fisik atau bisa juga berarti penunjukan sikap marah. 1akukanlah apa yang bisa membuatmu berbangga atasnya di masa depan dan terbebas dari hukuman Tuhan atas tanggung jawab yang Dia berikan kepadamu. pukullah.sebaliknya. (c) Melatih Anak untuk Patuh Metode yang ditawarkan Islam dalam melatih kepatuhan anak sangat memperhatikan kemampuan akal dan fisik si anak. dan itu artinya dampaknya ini sama sekali tidak berarti apa-apa jika dibandingkan kepentingan yang lebih besar yaitu pelatihan shalat. Akan tetapi. Mereka berdua memiliki porsi tugas yang disesuaikan. Berdasarkan Hadist yang artinya: Orang yang belajar diwaktu kecil itu ibarat melukis di atas batu. Jika sampai usia sembilan tahun si anak masih meninggalkan shalat. (b) Dorongan untuk Belajar Pada fase ini. siksaan menunggu jika melalaikannya. Memukul yang dimaksudkan dalam hadis ini bisa dalam pengertian yang sebenarnya. Artinya: Biasakanlah anak-anak untuk shalat ketika usianya mencapai tujuh tahun. pengawasan adalah kewajiban ayah dan ibu. belajar adalah hal yang penting bagi anak-anak. . dengan kemampuan dan pengalaman hidup. dalam hal latihan melaksanakan shalat. dampaknya itu akan segera hilang.

Karenanya. yaitu bahwa ayahnya memberinya nama yang bagus ketika lahir. Keinginan ini sangat tepat timbulnya dan akan cepat juga berhenti ketika sumber peniruan itu tidak ada. mereka berdua harus saling membantu. (e) Pencegahan atas Perilaku Asusila Di sinilah targgung jawab dan peran orang tua harus dijalankan dengan sunguhsungguh karena pendidikan dalam rangka menghasilkan kesucian jiwa dan kesalehan anak-anak adalah tugas terpenting mereka. mengajarkan kepadanya baca tulis ketika beranjak besar. Prosesnya berlangsung perlahan tetapi pengaruhnya sangat kuat menempel pada akal dan Jiwa. Hal penting lain yang harus diperhatikan adalah bahwa jangan sampai si anak merasa tidak diacuhkan oleh orang tuanya. Rasulullah SAW bersabda. Para psikolog menamai sebuah gejala kejiwaan dari seorang anak pada usia ini yang selalu ingin meniru orang lain secara fisik dengan istilah "peniruan". anak-anak akan punya kecenderungan yang sangat kuat untuk meniru apapun yang ada pada diri kebanyakan orang. Masa Usia Jenjang Pendidikan Menengah (Masa Remaja) Masa usia jenjang pendidikan mencegah bertepatan dengan masa remaja. 3. serta menyucikan kehormatannya dari perilaku asusila ketika sudah rnengenal (masalah seksual). Artinya: Hal-hal berikut ini adalah termasuk hak yang dimiliki seorang anak atas ayahnya. yang terbagi ke dalam tiga bagian yaitu: . (f) Menciptakan Hubungan dengan Teladan yang Baik Di akhir periode ini. Orang tua terkadang bisa meminta bantuan kepada famili atau kertabat untuk ikut mengawasi anaknya terutama dalam situasi yang di sana orang tua tidak bisa melakukannya. Ada pula jenis peniruan yang bersifat non fisik. Kondisi pengawasan melekat harus selalu terjaga.

5) Mencapai jaminan kemandirian ekonomi. Pada masa ini sebagai masa mencari sesuatu yang dipandang bernilai. pantas dijunjung dan dipuja. 3) Menerima keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif. b) Masa remaja. 8) Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan bagi warga negara. 7) Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga. 2) Mencapai peran sosial sebagai pria atau wanita. pada masa ini mulai tumbuh dorongan untuk hidup. kebutuhan akan adanya teman yang dapat memahami dan menolongnya. remaja dan remaja akhir adalah: 1) Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya. c) Masa remaja akhir. prestasi.a) Remaja awal. 6) Memilih dan mempersiapkan karier. serta sikap sosial. 4) Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya. 9) Mencapai perilaku yang bertanggung jawab secara sosial. pada dasarnya telah tercapai masa remaja akhir dan telah terpenuhi tugas-tugas perkembangan pada masa remaja yang akan memberikan dasar bagi memasuki masa berikutnya yaitu masa dewasa. Adapun tugas perkembangan yang harus dicapai pada masa remaja awal. biasanya ditandai dengan sifat-sifat negatif dalam jasmani dan mental. . setelah remaja dapat menentukan pendirian hidupnya.

Masa Usia Jenjang Pendidikan Tinggi (umur 18 hingga umur 25 tahun) Pada masa ini merupakan pemantapan pendirian hidup. 7) Mengambil tanggung jawab sebagai warga negara.10) Memperoleh seperangkat nilai sistem etika sebagai petunjuk atau pembimbing dalam berperilaku. 3) Memulai hidup dengan pasangan. 5) Mengelola rumah tangga. 4) Memelihara anak. Adapun tugas perkembangan yang harus dicapai pada masa dewasa awal adalah: 1) Memilih pasangan. 6) Memulai bekerja. 2) Belajar hidup dengan pasangan. 8) Menemukan suatu kelompok yang serasi. . 4.

Adapun moral sama dengan etika. terutama bagi para pendidik. Apa yang dimaksud dengan perkembangan moral keagamaan anak ? 3. Diperlukan waktu yang panjang dan upaya pendidikan yang sungguh-sungguh untuk mengatasi kondisi ini. baik media cetak maupun elektronik. 1995). Untuk menngetahui pengertian moral 2. Anak yang berusaha hidup baik secara tekun dalam waktu lama dapat mencapai keunggulan moral yaitu bersikap batin dan berbuat lahir secara benar. akal pikirannya dan tradisi yang dijunjung tinggi B. Generatif mengandung arti bahwa seorang anak harus mampu menumbuhkan dan mengembangkan ketahanan moralnya sendiri dari dalam. Moral dapat diukur secara subyektif dan obyektif. Kenyatannya. adapun norma memberikan ukuran yang obyektif. Ketahanan moral dalam hal ini selain harus bersifat defensif hendaknya juga bersifat generatif. gaya hidup. adat dan agama. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas.yang bervariasi. Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan moral keagamaan anak . Bagaimana proses perkembangan moral keagamaan anak ? C. Tujuan Penelitian 1. Bagaimana konsep perkembangan moral ? 5. sikap. Kata hati atau hati nurani memberikan ukuran yang subyektif. anak tidak dapat lari dari hati nuraninya. atau tokoh-tokoh serial televisi. Pola kehidupan masyarakat pun semakin cenderung individualis. yaitu sebagai upaya untuk mentransformasikan nilai-nilai. maka permasalahan “Tahapan Perkembangan Moral Keagamaan Anak” dapat dirumuskan sebagai berikut : 1.1990). Bagi warga Ibukota bukan suatu hal yang aneh apabila mendengar atau melihat anak-anak sekolah melakukan tawuran (perkelahian antar pelajar) yang tidak sedikit menimbulkan sejumlah korban.TAHAP PERKEMBANGAN INDIVIDU BAB I PENDAHULUAN A. sikap dan moral dari generasi sebelumnya kepada generasi berikutnya. Demikian upaya untuk membina ketahanan moral menjadi sesuatu yang tidak dapat ditunda. Latar Belakang Masalah Masalah moral merupakan masalah yang sekarang ini sangat banyak meminta perhatian. Apabila hati nurani ingin membisikan sesuatu yang benar. Norma-norma lama sudah tidak meyakinkan lagi untuk menjadi pegangan. dan tingkah laku moral. Faktor – factor apa saja yang mempengatuhi perkembangan moral keagamaan anak 4. seperti yang terjadi di beberapa daerah yang hampir setiap minggu diberitakan di berbagai media. maka norma akan membantu mencari kebaikan moral. Pendidikan merupakan alat strategis untuk membentuk dan mengembangkan nilai. ulama. apabila norma-norma yang biasanya dipakai sebagai landasan pertimbangan menjadi serba tidak pasti. Munculah fenomena baru sebagai model bagi anak yaitu teman sepermainannya. pemuka masyarakat dan para orang tua. (Panuju. Untuk mengetahui perkembangan moral keagamaan anak 3. dengan kontrol sosial yang relatif longgar. tapi hati nurani pun tidak berdaya menemukan kebenaran. Tidak hentihentinya kita mendengar berita tentang tindakan kriminalitas yang dilakukan oleh anak-anak. Pendidikan dalam hal ini diartikan secara luas. yang memberikan norma tentang bagaimana kita harus hidup. tutur kata. atau kesusilaan yang diciptakan oleh akal. Anak berhadapan dengan berbagai tipe manusia. Bagaimana pengertian Moral ? 2. dari keyakinannya pada prinsip-prinsip ajaran llahi. pengetahuan dan keterampilan tertentu dari generasi sebelumnya kepada generasi berikutnya. (Hardiwardoyo.

antara tahap II dan tahap III ditandai dengan mulai berfungsinya organorgan seksual.0 tahun . Tahap perkembangan berdasarkan Didaktis Dasar didaktif atau intruksional yang dipergunakan oleh para ahli ada beberapa kemungkinan : 1) Apa yang harus diberikan kepada anak didik pada masa-masa tertentu? . Fukungs (pengisian) periode I : pada fase ini anak kelihatan pendek gemuk. BAB II PEMBAHASAN A.0 hingga 3. 3) Ellizabeth Hurlock mengemukakan penahapan perkembangan individu. Metode Pemecahan Masalah Pemecahan masalah yaitu langkah-langkah yang ditempuh dalam menyelesaikan permasalahan yan dituangkan dalam rumusan masalah. Untuk mengetahui konsep perkembangan moral 5. yaitu : F Tahap I : Dari 0. Streckungs (rentangan) periode I : pada periode ini anak kelihatan langsing (memanjang / meninggi). yaitu sekitar 9 bulan atau 280 hari. F Tahab II : Usia dari kira-kira 3. Tahap perkembangan berdasarkan biologi Sekelompok ahli menentukan pembabakan itu berdasarkan keadaaan atau proses pertumbuhan tertentu.0 tahun (masa anak kecil atau masa bermain) F Tahap II : Dari 7. Streckung periode II : pada periode ini anak kembali kelihatan langsing. Pendapat para ahli diantaranya : 1) Aristoteles menggambarkan perkembangan individu.0 tahun sampai kira-kira 20.0 sampai 14. diuraikan dan akhirnya dilakukan penyimpulan-penyimpulan sesuai dengan permasalahan yang dikemukakan. F Tahap IV : Dari kira-kira 13. Hal ini dapat dijelaskan bahwa antara tahap I dan tahap II dibatasi oleh pergantian gigi. setiap tahapan lamanya tujuh tahun. F Tahap III : Dari kira-kira 7.0 sampai 21. Pengertian Moral Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan tentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laku tertentu. yakni : F Tahap I: Fase Pranatal (sebelum lahir) mulai dari masa konsepsi sampai proses kelahiran. Fukungs periode II : pada masa ini anak kelihatan pendek gemuk kembali. didiskripsikan. Metode library research (kepustakaan) yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas. a) Preadolescence. pada usia 16 – 17 tahun c) Late adolescence. b) Early Adolescence.0 sampai 13 tahun . Melakukan diskusi kelompok untuk menjawab permasalahan dari prosedur tersebut kemudian dibagi. F Tahap II: Infancy (orok).0 tahun (masa anak. yaitu : F Tahap I: Usia 0. Dalam pembabakan atau periodesasi perkembangan para ahli berbeda pendapat. sedangkan langkah-langkah yang dilakukan dalam menjawab permasalahan dalam makalah ini adalah : 1. 2) Kretcmer mengemukakan bahwa dari lahir sampai dewasa individu melewati empat tahapan.0 tahun . pada umumnya wanita usia 11 – 13 tahun sedangkan pria lebih lambat dari itu.0 tahun (masa remaja / puberitas.0 tahun sampai 7. sejak anak sampai dewasa itu kedalam tiga tahapan.4.0 sampai 7. F Tahap III: Baby hood ( bayi) mulai usia 2 minggu sampai 2 tahun F Tahap IV : Childhood (kanak-kanak) mulai 2 tahun sampai masa remaja (puber) F Tahap V : Adolescence / puberty. 2. Pendapat-pendapat tertsebut secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga yaitu : a. masa sekolah rendah) F Tahap III : Dari 14. Untuk mengetahui proses perkembangan moral keagamaan anak D. masa perkembangan terakhir sampai masa usia kuliah diperguruan tinggi b. mulai lahir sampai usia 10 hingga 14 hari. mulai usia 11 atau13 tahun sampai usia 21 tahun . masa peralihan dari usia anak menjadi orang dewasa) Penahapan ini didasarkan pada gejala dalam perkembangan fisik (jasmani).0 tahun .

didaktis maupun psikologis. Rousseau sebagai berikut. Tahap perkembangan berdasarkan psikologi Para ahli yang menggunakan aspes psikologi sebagai landasan dalam menganalisis tahap perkembangan. Hal itu mereka lakukan dengan tujuan memperoleh kebebasan dan perhatian. anak mengalami masa krisis pertama ketika ia berusia 3. masa ini disebut juga asa anak-anak awal. mencari pengalaman-pengalaman psikologis mana yang khas bagi individu pada umumnya dapat digunakan sebagai masa perpindahan dari fase yang ada ke fase yang lain. Apabila perkembangan itu dapat dilukiskan sebagai proses evaluasi. pendidikan yang lengkap bagi seseorang itu berlangsung dalam empat jenjang. Yang digolongkan dalam penahapan berdasarkan didaktis atau intruksional.0 tahun periode pendidikan watak dan pendidikan agama.0 sampai 12. 0 tahun Pada sekolah tersebut harus diberikan bahan pengajaran (bahan pendidikan) yang sesuai dengan perkembangan anak didik dan harus digunakan metode penyampaian yang sesuai dengan perkembangannya.0 sampai 12.0 tahun.0 tahun c) Sekolah latin (scala latina) : Untuk remaja usia 12. Kegoncangan psikis itu dialami hamper semua orang. anak mengalami masa krisis kedua ketika ia berusia 11 – 12 tahun. b) Trotz – periode II. keras kepala. Menurutnya sepanjang kehidupan ini terdapat tiga kali masa Trotz yaitu : a) Trotz – periode I. Masa intra – uterin (masa dalam kandungan) dan masa bayi 2. Rousseau adalah sebagai berikut : a) Tahap I : 0. 1) Johan Amos Comenius Dipandang dari segi pendidikan.0 – 5. yang disebutnya dengan dengan istilah Trotz periode. Masa dewasa .0 sampai 15.0 tahun. 2) JJ. Masa anak kecil 3. usia asuhan b) Tahap II : 2. periode pendidikan akal d) Tahap IV : 15. terjadi pada akhir masa remaja dan lebih tepat disebut dengan masa kematangan diri pada masa kritis.0 sampai 2.0 sampai 20. Dalam pekembangannya para ahli berpendapat bahwa dalam perkembangan pada umumnya individu mengalami masa-masa kegoncangan. masa pendidikan jasmani latihan panca indera c) Tahap III : 12. antara lain pendapat dari : Johan Amos Comenius dan pendapat JJ.0 tahun.0 sampai 18 tahun d) Akademi (academia) : Untuk pemuda-pemudi usia 18. Sifat-sifat anak trotz ini adalah meraja-raja.0 tahun. maka dalam makalah ini ditulis urutan-urutan periodesasi sebagai berikut : 1. maka pada masa kegoncangan itu evaluasi berubah menjadi revolusi. yaitu : a) Sekolah ibu (scala maternal) : Untuk anak-anak usia 0. c. Rousseau Penahapan perkembangan menurut JJ.0 tahun b) Sekolah bahasa ibu (scala vernaculan) : Untuk anak-anak usia 6. Masa anak sekolah 4. Masa remaja 5. c) Trotz – periode III. karena itu dapat digunakans ebagai perpindahan darimasa satu kemasa yang lain dalam proses perkembangan. pembangkang dan sebagainya. Oswald Kroc mendasarkan pembagian masa perkembangan pada krisis-krisis atau kegoncangan-kegoncangan yang dialami anak dalam proses perkembangannya.0 sampai 24.0 sampai 6. egosentris.2) Bagaimana caranya mengajar ataumenyajikan atau menyajikan pengalaman belajar pada anak didik pada masa-masa tertentu ? 3) Kedua hal tesebut dilakukan bersamaan. Memperhatikan periodesasi yang dikemukakan para ahli diatas baik dari segi biologi. masa ini termasuk masa kerahasiaan bersekolah.

B.0 – 60.0 – 12. ü Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan guna keperluan kehidupan sehari-hari. keluarga dan orangorang luar. b. menulis dan berhitung. Masa bayi dan anak kecil Untuk Belajar berjalan ü Belajar makan makanan padat ü Belajar berbicara ü Pelajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh ü Mencapai stabilitas fisiologi ü Belajar kontak perasaan dengan orang tua.… Dari pembagian tahapan perkembangan diatas berarti bahwa proses pertumbuhan dan perkembangan anak itu berlangsung sejak masa prenatal sampai anak selesai remaja.0 – 15.0 / 12. ü Belajar bergaul yang bersahabat dengan anakanak sebaya ü Belajar peran jenis kelamin ü Mengembangkan dasar-dasar kecakapan membaca.0 tahun 8) Masa dewasa awal (early adulthood) 21.0 – 40.0 7) Masa remaja (adolescence) 15.Havighust. ü Mengembangkan kata hati moralitas dan skala nilai-nilai. tuntutan masyarakat atau budaya dan nilai-nilai serta aspirasi individu. dimana dalam setiap tahapan perkembangan ditandai dengan bentuk kehidupan tertentu yang berbeda dengan fase sebelum dan sesudahnya. Menurut Robert Y.B. Tugas-tugas Perkembangan Individu Tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus diselesaikan individu pada setiap tahapan atau periode kehidupan tertentu. ü Belajar membebaskan ketergantungan diri ü Mengembangkan sikap sehat terhadap kelonpok dan lembaga-lembaga. Apabila ia berhasil ia mencapainya maka ia bahagia. Pembagian tugas-tuhgas pekembangan serta masing-masing fase atau tahapan adalah sebagai berikut : a. Untuk memudahkan kita memahami tahapan perkembangan tersebut Ellizabeth Hurlock secara lengkap telah membagi tahapan perkembangan manusia dalam sepuluh tahapan / masa perkembangan.0 tahun 10) Masa usia lanjut (later adulthood) 60.0 – 21. yaitu : 1) Masa sebelumlahir (Prenatal) selama 280 hari 2) Masa bayi baru lahir (new born) 0. ü Belajar mengetahui mana yang benar dan masa yang slah serta mengembangkan kata hati.0 – 6.0 / 16.0 .0 tahun 5) Masa kanak-kanak akhir (later childhood) 6. anak dapat menyelesaikan setiap tugas . Masa anak sekolah ü Belajar ketangkasan ü Pembentukan sikap yang sehat terhadap diri sendiri sebagai organism yang sedang tumbuh. Agar setiap tugas perkembangan. Masa remaja ü Menerima keadaan jasmaniah dan menggunakannya secara wfwktif ü Menerima peranan social jenis kelamin sebagai pria atau wanita ü Menginginkan dan mencapai perilaku social yang bertanggung jawab social ü Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya ü Belajar bergaul dengan kelompok anak-anak wanita dan anak-anak laki-laki ü Perkembangan skala nilai ü Secara sadar mengembangkan gambaran dunia yang lebih akurat ü Persiapan mandiri secara ekonomi ü Pemilihan dan latihan jabatan ü Mempersiapkan perkawinan dan keluarga Setiap perkembangan manusia berlangsung secara bertahap sejak konsepsi sampai mati. tokoh yang merumuskan konsep ini mengemukakan banwa yang menjadi sumber dari pada tugas-tugas perkembangan terseut adalah : kematangan fisik.0 – 2.0 tahun 6) Masa puber (puberty) 11.0 minggu 3) Masa bayi ( baby hood ) 2 minggu – 2. Kriteria Penahapan Perkembangan Individu Perkembangan manusia sejak konsepsi sampai masa prosesnya terjadi secara bertahap melalui berbagai tahapan perkembangan.0 / 16.0 tahun 9) Masa dewasa madya (middle adulthood) 40. c. tetapi sebaliknya apabila ia gagal akan kecewa dan dicela oleh orang tua atau masyarakatnya serta proses perkembangan selanjutnya juga akan mengalami kesulitan.0 tahun 4) Masa kanak-kanak awal (early childhood) 2.

dan jika berjalan itu telah dikuasainya maka perkembangan berbicaranya kelihatan maju lagi dengan cepat. disinilah para ahli bermacam-macam tujuannya sehingga melahirkan berbagai acuan atau hukum-hukum perkembangan yang merupakan lawaqn dari fakta. cepat belajar berjalan. bisa melompat-lombatdan penuh kegoyangan.perkembangan dengan baik diperlukan bantuan/bimbingan yang lebih baik. Hukum sarana perkembangan Disamping perkembangan itu mempunyai temponya masing-masing. atau pengetahuan baru. Kedua dorongan tersebut selalu bekerja sama dalam menggerakkan anak menjalin perkembangannya. Cepat atau lambatnya perkembangan anak disamping potensi yang dibawanya sejak lahir. Hukum tempo perkembangan Perkembangan anak satu dengan anak yang lainnya berbeda-beda. Hal ini dapat kita lihat pada seorang anak yang mulai belajar berjala. diperlukan bantuan/bimbingan yang lebih baik dari pihak pendidik. akan kelihatan pada perkembangan berbicaranya agak terhenti. Ada fungsi jasmaninya yang berkembang denga cepat tetapi juga aspek fungsi kejiwaan Nampak berjalan dengan lambat. b. 1. maka ia menjadi fakta. pengalaman. kesehatan dan gizi ikut pula mempengaruhinya. Hukum-hukum Perkembangan Individu Bagaimana proses-proses perkembangan berlangsung. kemudian berlangsung lagi dengan cepat. tetapi yang berbeda atau terjadi antara fungsi yang satu dengan fungsi yang lain pada diri seorang anak. ataukan kadang-kadang terdapat krisis pada waktu-waktu tertentu. Dorongan untuk bekembang sendiri. assumption that can be tasted to determine their accuracy. setidaknya-tidaknya ada dua peranan penting dari teori perkembangan (Miller. A theory contain hypothesis. 3. Hukum bertahandan berkembang sendiri Teori dan hokum perkembangan itu antara lain adalah : a.cepat berbicara dan lain-lain) sementara da pula anak yang Nampak selalu lambat dalam mencapai kemampuan-kemampuan tersebut. D. yang terlihat dalam tingkah laku konservasi dan bermain.(orang tua dan guru) oleh karena itu setiap pendidik harus mengetahui tugas-tugas perkembangan yangharus diselesaikan anak pada setiap tahap perkembangannya. Menurut Shamrock (1998). Ada yang tingkat perkembangannya serba cepat (cepat merangkak. Ada anak yang kelihatan cepat belajar berbicara dalam beberapa minggu. “ jadi sebenarnya teori adalah hipotesis yang belum terbukti atau spekulasi tentang kenyataan yang belum diketahui secara pasti sehingga perlu dikaji lebih lanjut untuk menentukan akurasinya. ada juga yang mempunyai irama tertentu. kemudian waktu-waktu berikutnya terhenti dan ketinggalan jika dibandingkandengan teman-temannya. Dorongan bertahan yang bertujuan untuk memelihara/mempertahankan diri agar tepat survival. pada satu fungsi ada yang nenaikkan dan pada fungsi yang lain ada yang terhenti atau turun. Disini jelas terdapat keadaan seperi seperti kejar-kejaran bagaikan gelombang. Irama perkembangan itu bukan saja berbeda dari anak yang satu degan anak yang lainnya. 2. kadang-kadang kita saksikan seseorang anak dapat berjalan denganc epat. Apabila dalam pengujian materi itu ternyata benar. yang bertujuan untuk berkembang sendiri untuk mencari kepandaian. . Berlangsungnya perkembangan fungsi-fungsi pada anak tidaklahs elalu berjalan lurus. teptapi berliku-liku. kemudian tertegun/terhenti. apakah ada percepatanpercepatan atau pengulangan-pengulangan. apakah berjalan dengan mulus saja. teori adalah “ a coherent set of ideas that help explain data and make predication. 1993) yaitu : a) Mengorganisir dan member makna terhadap fakta-fakta atau gejala-gejala perkembangan b) Memberikan pedoman dalam melakukan penelitian dan menghasilkan informasi baru.

Fakta-fakta Perkembangan Individu . 5.4. Oleh karena itu harus dilayani dan diberi kesempatan untuk berkembang dengan sebaik-baiknya. kecuali apabila kita rajin memperhatikan perubahan tingkah laku anak setiap hari. lalu dicari dan ditentukan bahwa anak tersebut sudah peka terhadap suatu fungsi. Setiap fungsi hanya mengalami sekali saja datanya masa peka. masa peka untuk menggambar pad tahun kelima. Hanya saja untuk mengetahui datangnya masa peka itu tidaklah mudah. Montessori pernah mengembangkan system pendidikan kearah penemuan masa peka pada anak didik. Hukum Masa Peka Yang dimaksud dengan masa peka adalah suatu masa dimana suatu fungsi berada pada perkembangan yang baik dan pesat. Teori RekapitulasiTeori Masa Mendatang 6. Apabila minat anak Nampak kearah pada permainan tertentu. Teori Pembelajaran dan Penemuan E. Di sekolah Montessori disediakan berbagai macam permainanan anak dan anak diberinya kebebasan memilih sendiri permainan yang dia sukai. masa peka untuk perkembangan ingatan logis pada tahun 12 atau 13 dan sebagainya. Sebagai contoh : masa peka untuk berjalan umumnya pada tahun kedua. jika dibandingkan dengan masa-masa lainnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->