BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian dan Klasifikasi Kas Pengertian Kas Kas merupakan alat pengukur dari setiap aktifitas pembiayaan dalam kegiatan pertukaran barang dan jasa. Setiap aktifitas perusahaan membutuhkan penyelesaian dengan menggunakan alat tukar. Alat tukar yang standar adalah kas, sehingga hampir semua kegiatan perusahaan melibatkan kas baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun pos ini memberi dasar bagi pengukuran dan akuntansi untuk semua pos yang lain. Seperti didefenisikan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (2002:2.2): “Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro. Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid berjangka pendek dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan yang signifikan” Sedangkan menurut Dyckman, dkk (1999:295): “Akun kas hanya mencakup pos-pos yang tersedia untuk membayar kewajiban. Kas mencakup saldo simpanan pada lembaga keuangan, giro dan kartal, kas kecil serta instrumen lainnya yang diterima oleh lembaga keuangan untuk setoran langsung dan penarikan. Dokumen tersebut meliputi cek biasa, cek kasir, cek sertifikasi dan money order. Ekuivalen kas (cash equivalent) adalah unsur yang mirip kas namun tidak diklasifikasikan sebagai kas. Unsur ini mencakup treasury bills, kertas komersial, dan dana pasar uang, ekuivalen kas sangat mendekati kas tetapi tidak dalam bentuk yang diterima sehingga tidak dimasukkan dalam akun kas.” Dari kedua defenisi diatas dapat diambil pengertian bahwa kas adalah aktiva lancar yang paling likuid, merupakan alat pembayaran yang diterima umum, yang

Universitas Sumatera Utara

tersedia untuk pembayaran kewajiban jangka pendek, yang tidak dibatasi penggunaannya, baik yang berada ditangan (cash on hand) maupun yang berada di bank. Selain kas ada juga setara kas (cash equivalent) yang sangat mirip dengan kas namun tidak dapat dijadikan sebagai alat pembayaran karena tidak dalam bentuk yang diterima umum seperti hal uang tunai. Perkiraan kas terdiri dari kas yang ada dalam perusahaan disebut “Kas”, sedangkan kas yang ada di bank disebut “Bank”. Kas terdiri dari uang tunai (uang logam dan kertas), alat pembayaran yang dapat dinegoisasikan (negotiable instrument), simpanan di bank dan hal-hal lain yang dapat disamakan dengan uang kas. Contoh negotiable instrument adalah wesel, cek, cek pribadi dan lain-lain. Perkiraan kas juga meliputi kas kecil dan dana kas lainnya, seperti penerimaan uang tunai dan cek yang disetor ke bank. Kas yang berupa uang tunai adalah alat pembayaran yang lazim atau sering dipergunakan sebagai alat pembayaran. Uang tunai sering kali hilang dan besar resikonya bila dipindahkan dalam jumlah yang banyak. Oleh karena itu seiring dengan perkembangan bisnis, maka semakin meluaslah pemakaian cek sebagai alat pembayaran. Menurut Warren, dkk (2005 : 357): “Cek adalah: dokumen tertulis yang ditandatangani oleh deposan yang memerintahkan bank untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada perorangan atau badan usaha”.

Klasifikasi Kas.

Universitas Sumatera Utara

Dapat diklasifikasikan sebagai persediaan perlengkapan kantor Kas kecil dan dana Kas pertukaran Surat berharga jangka Ekuivalen kas pendek Surat berharga jangka Investasi sementara pendek Cek mundur dan IOU Piutang Uang muka perjalanan Piutang Perangko ditangan Beban dibayar di dimuka (Seperti Perangko dan Lain-lain) Overdraft bank Saldo kompensasi 1. kurangi kas Kas didefinisikan secara terpisah. uang kertas. Diklasifiksan sebagai aktiva lancar Sebagai deposito yang di simpan atau tidak lancar dalam neraca sebagai saldo kompensasi. Di batas secara legal Kewajiban lancar Jika ada hak untuk mengoffset lain. Kas (cash) meliputi koin. Menurut Kieso. pos wesel. Kesepakatan Kas dengan catatan pengungkapan Diungkapkan secara terpisah dalam tanparestriksi legal catatan yang merinci kesepakatan tersebut. Jika di batasi. 2. perusahaan menggunakan kas untuk rnembiayai kegiatan perusahaan. dan pos-pos non kas Pos Kas Kas Klasifikasi Komentar Jika tidak dibatasi. Namun kas sering di salah artikan dan hanya di anggap scbagai uang tunai saja (uang kertas dan uang logam). dan uang yang di simpan di bank yang dapat di tarik tanpa pembatasan dari bank yang bersangkutan. diidentifiaksi dan diklasifikasi sebagai aktiva lancar dan tidak lancar. cek. Dilaporkan sebagai kas Investasi dengan jatuh tempo kurang dari tiga bulan. dkk (2002 : 385) klasifikasi kas adalah sebagai berikut : Klasifikasi Kas.Dalam aktivitasnya. dilaporkan sebagai kas. urnumnya digabungkan dengan kas. ekuivalen kas. Investasi dengan jatuh tempo tiga hingga dua belas bulan Diasumsikan dapat tertagih Diasumsikan dapat tertagih dari karyawan atau dikurangkan dari gaji mereka. Universitas Sumatera Utara .

Adapun yang tidak dapat digolongkan sebagai bagian dari kas/bank pada neraca adalah sebagai berikut : 1. Dapat di terirna setiap saat sebagai alat pembayaran. misalnya : a. tetap di catat sebagai piutang sampai tanggal di mana cek tersebut di uangkan. Cek mundur (post dated cheks). maka pos ini diklasifikasikan secara terpisah sebagai investasi. Cek kosong dari pihak ketiga Universitas Sumatera Utara .Kas dan ekuivalen kas merupakan unsur yang mirip dengan kas namun tidak di klasifikasikan sebagai kas meliputi media pertukaran dan instrument yang paling tepat di negosiasikan. dipisahkan dan diklasifikasikan dalam kelompok aktiva jangka panjang. Persediaan Perangko 3. sebagai piutang atau sebagai beban dibayar dimuka. 2. Dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu. Di samping itu syarat suatu elemen yang dapat disetarakan dengan kas adalah : 1. bangunan dan lain-lain. dana untuk pembayaran obligasi b. Contoh aktiva jangka panjang : tanah. khususnya di lingkungan usaha. Sinking fund. cek mundur termasuk dalam kelompok piutang. dana untuk penebusan saham preferen. Kas yang tidak tersedia untuk membayar kewajiban yang jatuh tempo saat ini. Jika suatu pos tidak dapat dikonversikan menjadi uang logam atau uang kertas tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. 4. Redemption fund. Dapat disetorkan ke bank sebagai rekening giro dan dapat di ubah menjadi kas dalam jumlah yang telah di ketahui tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signitikan. 2.

B. Rekening giro di blokade. sehingga simpanan tersebut tidak dapat di ambil atau diuangkan setiap saat sesuai dengan nilai nominalnya 7. Rekening giro pada bank di luar negeri yang di batasi penggunaannya (tidak dapat segera dipergunakan) 6. 9. Pengertian Prosedur Pada umumnya prosedur yang terdapat dalam suatu perusahaan dirancang sedemikian rupa. Piutang wesel 8. simpanan giro perusahaan dapat di blokade oleh pihak yang berwenang karena ada alasan-alasan tertentu. Sebelum merancang prosedur terlebih dahulu ditetapkan tujuan yang akan dicapai dalam pelaksanaan prosedur itu sendiri.5. Deposito berjangka (times deposit) yaitu simpanan di bank yang pengambilannya terikat pada peraturan-peraturan serta jangka waktu tertentu. Rancangan prosedur yang telah disepakati dengan persetujuan pimpinan perusahaan akan diuraikan dalam satu pedoman prosedur. berupa kalimat-kalimat maupun arus Universitas Sumatera Utara . Perancangan prosedur memerlukan penelitian yang seksama. Kas bon atau uang muka intern merupakan bukti pengambilan uang kas yang dilakukan oleh petugas perusahaan untuk melakukan pembayaran kepada pihak luar yang jumlahnya belum dapat dipastikan dan bukti pendukungnya yang baru di peroleh setelah pembayaran di lakukan. penyajian dan waktu. oleh karena itu tidak dapat dimasukkan dalam elemen kas sampai dilakukan pencabutan blokade tersebut. Rekening giro di blokade tidak dapat di ambil atau di pakai sebagai alat pembayaran pada setiap saat. termasuk tingkat kecermatan.

memindah dan membandingkan. Pengertian dan Tujuan Pengendalian Intern Pengertian pengendalian Intern Pengendalian intern merupakan sesuatu yang sangat penting sekali dalam pencapaian tujuan usaha. memilih. memberi kode. formulir-formulir. yang dibuat untuk menjamin penangan secara seragam transaksi yang terjadi berulang-ulang". C. menggandakan. letak dan susunan suatu benda. Suatu perusahaan yang telah beroperasi harus memonitor kegiatannya dan hasil yang diperolehnya. buku jurnal dan buku besar adalah: menulis. koordinasi antar departemen serta jadwal penerapan prosedur. Manajemen harus setiap waktu melakukan Universitas Sumatera Utara . Sedangkan menurut Wilkinson (1995: 11): “Prosedur adalah: langkah-langkah dalam siklus pemprosesan data yang tersusun dalam urutan tertentu".dokumen. biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih. menghitung. Menurut Mulyadi (2002: 7): "Prosedur adalah Suatu urutan pekerjaan klerikal. pendidikan dan pelatihan pemakaian prosedur. Pengendalian Intern 1. Kegiatan klerikal (Clerical Operation) terdiri dari kegiatan berikut ini yang dilakukan untuk mencatat informasi dalam formulir. mendaftar. penerapan rancangan prosedur harus disertai rencana penetapan yang meliputi aspek : akuntansi yang dipakai.

3. dan operasi. mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhi kebijakan manajemen”. Tujuan Pengendalian Intern Tujuan pengendalian intern pada dasarnya adalah mengusahakan agar apa yang direncanakan menjadi kenyataan. manajemen. mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi. Pengendalian intern dijalankan oleh orang dari setiap jenjang organisasi yang mencakup dewan komisaris. metode dan ukuranukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi. manajemen. 2. (b) efektivitas dan efisiensi operasi. Dari beberapa definisi di atas dapat diketahui bahwa : 1.” Menurut Mulyadi (2002: 163): “Pengendalian Intern meliputi struktur organisasi. Pengendalian intern diharapkan dapat memberikan keyakinan yang memadai bagi manajemen dan dewan komisaris. 4.pemeriksaan yang berkesinambungan dan menganalisa laporan dan catatan-catatan dari mana laporan didapat. (c) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Pengendalian intern merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan tertentu. dan personel lain. Menurut Mulyadi (2002: 163): “Pengendalian Intern adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris. Pengendalian intern ditujukan untuk mencapai tujuan yang saling berkaitan yaitu pelaporan keuangan. kepatuhan. dan personel lain yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini : (a) keandalan pelaporan keuangan. Universitas Sumatera Utara .

Adapun unsur-unsur pokok tersebut menurut Widjajanto (2001 : 18) adalah sebagai berikut : a. Setiap fungsi harus ada penanggung jawabnya secara khusus. Struktur Organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas. pendapatan dan biaya. Tujuannya adalah agar setiap karyawan dapat mengkonsentrasikan perhatian kepada lingkup tanggung jawabnya masing-masing sehingga tidak ada suatu fungsi yang tidak tertangani. c. melindungi aktiva perusahaan terhadap kecurangan. d. Mendorong agar kebijakan manajemen dipatuhi oleh segenap jajaran organisasi. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan.” Dari pengertian diatas dapat dipahami bahwa pengendalian intern bertujuan untuk menjaga integritas Informasi Akuntansi. Mengecek kecermatan dan ketelitian data akuntansi c. Selain itu. Pelaksanaan kerja yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi. suatu sistem pengendalian intern harus memiliki unsur-unsur pokok. Demikian rupa sehingga memperlancar prosedur audit. pengendalian intern juga harus dapat memudahkan pelacakan kesalahan baik disengaja ataupun tidak.Menurut Widjajanto (2001: 18): “Pengendalian Intern (Internal control) adalah: Suatu sistem pengendalian yang meliputi struktur organisasi beserta semua metode dan ukuran yang diterapkan dalam perusahaan dengan tujuan untuk: a. pengendalian intern memerlukan adanya pembagian tanggungjawab yang jelas dalam organisasi. Karyawan yang berkualitas sesuai dengan tanggung jawab yang dipikulnya. Agar dapat berjalan baik. Universitas Sumatera Utara . Meningkatkan efisiensi d. pemborosan. Mengamankan aktiva perusahaan b. b. dan pencurian yang dilakukan oleh pihak di dalam maupun di luar perusahaan. utang. Agar dapat berjalan efektif.

Pencurian aktiva 3. yaitu : kontrol preventif. Pengendalian Intern ibarat sebuah perisai yang melindungi perusahaan dan serangkaian peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan yang menyerang perusahaan. Kontrol deteksi mengungkapkan jenis kesalahan spesifik dengan membandingkan data aktual dan standar yang sudah ditetapkan sebelumnya. Untuk mempromosikan efisiensi operasi perusahaan 4. kontrol deteksi. Universitas Sumatera Utara . Untuk mengukur kesesuaian dengan kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen. Preventive artinya pencegahan. Kontrol deteksi adalah peralatan. Perusakan aktiva baik aktiva fisik maupun informasi 2. Kekacauan sistem informasi. teknik.Adapun tujuan pengendalian menurut Hall (2001 : 150) adalah : 1. Kontrol preventif adalah suatu teknik pasif yang didesain untuk mengurangi frekuensi munculnya peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan. Bila dalam suatu perusahaan terdapat pengendalian intern yang lemah maka menurut Hall (2001 :151): “Perusahaan tersebut akan mempunyai berikut ini : 1. dan prosedur yang didesain untuk mengidentifikasi dan mengekspos peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan yang terlepas dari kontrol preventif. dan kontrol koreksi”.” Adapun perisai pengendalian intern menurut Hall (2001:152) menyatakan bahwa: “Perisai pengendalian intern terdiri dari tiga tingkat kontrol. Untuk menjaga aktiva perusahaan 2. Untuk memastikan akurasi dan dapat diandalkannya catatan dan informasi akuntansi 3.jauh lebih efektif dari segi biaya dari pada pendektesian dan pengkoreksian masalah setelah mereka muncul. pencegahan atas kesalahan dan kecurangan . Korupsi informasi atau sistem informasi 4.

jika ada filosofi manajemen dan gaya operasi. Ini merupakan perbedaan yang penting antara kontrol deteksi dan kontral koreksi.Kontrol korektif adalah tindakan-tindakan yang diambil untuk membalikkan efek dan kesalahan yang dideteksi dilangkah sebelumnya. metode manajemen dalam menilai kinerja. Komponen-Komponen Pengendalian Intern Menurut Hall (2001: 155): “Pengendalian intern terdiri atas lingkungan kontrol.” 2. tetapi tindakan terbaik tidak selalu jelas. kebijakan dan praktik organisasi dalam memanajemen sumber daya manusianya. pengawasan dan kegiatan kontrol”. struktur organisasi. informasi dan koimunikasi. prosedur pendelegasian tanggungjawab dan otoritas. seperti penilaian dari agen penentu undang-undang. 2. 1. Kontrol deteksi mengidentifikasi peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan dan menarik perhatian pada masalah. Menurut Hall (2001 :155) “Elemem-elemen yang penting dari lingkungan kontrol adalah : integritas dan nilai etika manajemen. Untuk setiap kesalahan yang dideteksi. partisipasi dewan direktur organisasi dan komite audit. penilaian resiko. bisa terdapat lebih dari satu tindakan. Lingkungan pengendalian menetapkan suasana organisasi dan mempengaruhi kesadaran pengendalian dari para manajemen dan pegawainya. penguruh eksternal. Lingkungan kontrol (lingkungan pengendalian) Lingkungan pengendalian merupakan pondasi dari keempat kamponen pengendalian lainnya. Penilaian Resiko Universitas Sumatera Utara . koreksi yang layak.

f. Memasuki pasar asing yang dapat mempengaruhi operasi (yaitu : resiko yang berkaitan dengan transaksi mata uang asing). Restrukturisasi organisasi menghasilkan pengurangan dan/atau pengalokasian kembali personel-personel dari operasi bisnis dan pemrosesan transaksi yang diproses. b.Organisasi harus melakukan penilaian resiko untuk mengidentifikasi. d. menganalisis. c. Personel baru yang memegang pemahaman kontrol internal yang berbeda atau tidak memadai. i. dan mengatur resiko-resiko yang relevan dengan pelaporan keuangan. h. Aktivitas Pengendalian (control activities) Universitas Sumatera Utara . Perkenalan akan lini atau kegiatan produk baru dengan pengalaman organisasi yang sedikit. Resiko dapat muncul atau berubah dari situasi seperti ini : a. Penerapan prinsip akuntansi yang baru. Penerapan teknologi baru keproses produksi atau sistem infiormasi yang mempengaruhi pemrosesan transaksi. Pertumbuhan yang signifiikan dan cepat yang menyaring kontrol internal yang ada. Sistem informasi yang direkayasa kembali atau baru yang mempengaruhi pemrosesan transaksi. g. yang mempengaruhi persiapan laporan keuangan. e. Perubahan dalam lingkungan operasi yang memaksa tekanan baru atau berubah pada perusahaan. 3.

telah digolongkan secara wajar. Kegiatan kontrol dapat dikelompokkan menjadi dua kategori : kontrol komputer dan kontrol fisik. Otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai Pemisahan tugas Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai Penjagaan asset dan catatan yang memadai Pemeriksaan independen atas kinerja. telah dimasukkan kedalam buku pembantu dan telah diringkas dengan benar”. telah diotorisasi. telah dicatat dalam periode yang seharusnya. 4. baik yang berada di dalam maupun di luar organisasi. Universitas Sumatera Utara . dan memo juga merupakan bagian dari komponen informasi dan komunikasi dalam pengendalian intern. Masih dalam buku tersebut (2002:236) dikatakan bahwa. 2. Pedoman kebijakan. pedoman akuntansi dan pelaporan keuangan. 4. Informasi dan Komunikasi Sistem informasi terdiri atas catatan-catatan dan metode yang digunakan untuk memulai mengidentifikasi. 5. telah dicatat. daftar akun. telah dinilai secara wajar.Menurut Romney (2004 : 236): “Aktivitas pengendalian. menganalisis. dan mencatat transaksi organisasi serta untuk memperhitungkan aktiva dan kewajiban terkait sistem akuntansi yang efektif menurut Mulyadi (2002 : 189) adalah: “Sah. Komunikasi mencakup penyampaian informasi kepada semua personel yang terlibat dalam pelaporan keuangan tentang bagaimana aktivitas mereka berkaitan dengan pekerjaan orang lain. 3. merupakan kebijakan dan peraturan yang menyediakan jaminan yang wajar bahwa tujuan pengendalian pihak manajemen dicapai”. secara umum prosedurprosedur pengendalian termasuk satu dari lima kategori berikut ini : 1.

Namun demikian. e. Penyetoran seluruh kas yang diterima setiap hari (lazimnya kerekening bank). f. b. Pemisahan penanganan dan pencatatan penerimaan kas. Monitoring Menurut Hall (2001 : 157): ”Pengawasan adalah proses dimana kualitas desain kontrol internal dan operasinya dapat dinilai. Menetapkan tanggung jawab secara khusus untuk menangani penerimaan kas. Selanjutnya sistem tersebut biasanya mensyaratkan adanya pemisahan tugas fungsi penerimaan dan pembayaran. Pencatatan ganda atas kas menurut bank dan pembukuan. Sistem voucher untuk rnengendalikan pembayaran kas. dengan rekonsiliasi yang dilaksanakan oleh seseorang di luar bagian akuntansi. Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya ayat jurnal yang tidak wajar untuk menyembunyikan penyalahgunaan penerimaan dan pengeluaran kas. c. perusahaan harus mengendalikan kas yang menyangkut dengan segala aktivitasnya baik yang berkaitan dengan arus masuk maupun arus keluar. Universitas Sumatera Utara .5. Hal ini dapat dicapai dengan prosedur yang terpisah atau dengan kegiatan yang berkelanjutan”. Pengendalian Intern Kas Untuk melindungi kas dari pencurian dan penyalahgunaan. d. secara umum sistem pengendalian kas menolak adanya campur tangan terhadap catatan akuntansi oleh mereka yang menangani kas. Menurut Smith dan Skousen (2000 : 247) karakteristik dasar dari suatu sistem pengendalian kas adalah : a. 3. Sistem pengendalian kas harus disesuaikan dengan kekhususan usaha. Audit internal pada selang waktu yang tak terduga.

Setiap transaksi yang terjadi di catat dalam catatan akuntansi melalui prosedur pencatatan tertentu. Menurut Dyckman dkk (1999 : 297). D. Sistem pengendalian kas meningkatkan kemungkinan pelaporan nilai kas dan ekuivalen kas menjadi akurat dan dapat diandalkan oleh pemakai laporan keuangan. 4. Universitas Sumatera Utara . 3. kemungkinan tindakan penyalahgunaan atau kekeliruan. Prosedur Penerimaan dan Pengeluaran Prosedur Penerimaan Kas Setiap transaksi keuangan dalam suatu organisasi harus diotorisasi oleh piliak yang berwenang. pada dokumen sumber atau dokumen pendukung. 2. Otorisasi terjadinya transaksi dilakukan dengan pembubuhan tanda tangan oleh manajer yang memiliki wewenang untuk itu. Pengunaan dana kas kecil dan rekonsiliasi bank dapat membantu mengidentifikasikan setiap kekurangan kas atau kekeliruan yang telah dilakukan dalarn akuntansi untuk kas. 5. Setiap perusahaan harus menjaga dan membukukan penerimaan kas sebagaimana mestinya. Sistem pengendalian intern kas harus : 1. sistem yang canggihpun tidak dapat menghilangkan sama sekali Namun.Terlepas darimana asal penerimaan kas. Tidak ada satupun transaksi yang terjadi yang tidak di otorisasi oleh yang memiliki wewenang untuk itu. Memisahkan penyimpanan dan akuntansi untuk kas Mencatat semua transaksi kas Memelihara hanya saldo kas minimum yang dibatuhkan Melaksanakan perhitungan periodik atas saldo kas Melakukan rekonsiliasi atas saldo akun kas buku besar dan saldo kas bank 6. Memperoleh pengembalian yang layak atas saldo kas yang menganggur. Dengan demikian karena setiap transaksi terjadi dengan otorisasi dari yang berwenang dan prosedur pencatatan tertentu.

Bagian kasa menerima pembayaran dari pembeli. Universitas Sumatera Utara . Setelah uang diterima. atau kartu kredit. barang kemudian diserahkan kepada pembeli transaksi penjualan tunai kemudian dicatat oleh perusahaan. sale slip atau cek pribadi (personal check). yang dapat berupa uang tunai. Penjualan tunai dilaksanakan oleh perusahaan dengan cara mewajibkan pembeli melakukan pembayaran harga barang lebih dahulu sebelum barang diserahkan oleh perusahaan kepada pembeli.” 1. prosedur penerimaan kas dari cash on delivery sales (COD sale).maka kekayaan perusahaan keamanannya dan data akuntansi yang dicatat terjamin keandalannya. Penerimaan kas dari penjualan tunai dapat berupa uang tunai . Penerimaan kas dari piutang dapat berupa cek atau giro bilyet. cek pribadi. Prosedur Penerimaan Kas dari over the counter sales Dalam penjualan tunai ini perusalaaan menerirna uang tunai. sebelum barang diserahkan kepada pembeli. atau pembayaran yang langsung dari pembeli dengan kartu kredit. Menurut Mulyadi (2002 : 456): “Ada tiga prosedur didalam penerimaan kas dengan penjualan tunai yaitu : “Prosedur penerirnaan kas dari over the counter sales. cek pribadi (personal check). credit card. prosedur penerimaan kas dari credit card sale. Penerimaan kas berasal dari dua sumber utama yaitu : penerimaan kas dari penjualan tunai dan penerimaan kas dari pembayaran piutang oleh pelanggan. Pembeli memesan langsung kepada wiraniaga (sales person) di bagian penjualan b. Penerimaan kas dari the over the counter sales dilaksanakan melalui prosedur berikut ini : a.

d. Kantor pos penerirna. Penerimaan Kas dari COD Sales Cash-on-delivery sales (COD Sales) adalah transaksi yang penjualan melibatkan kantor pos. Kantor pos Universitas Sumatera Utara . f. g. b. e. c. atau angkutan sendiri dalam penyerahan dan penerimaan kas dari hasil penjualan. Bagian akuntansi mencatat pendapatan penjualan dalam jurnal penjualan. d. Bagian Pengiriman menyerahkan barang kepada pembeli.c. Penjual mengirimkan barang melalui kantor pos pengirim dengan cara mengisi formulir COD Sales di kantor pos. Pembeli memesan barang lewat surat yang dikirim melalui kantor pos. Bagian akuntansi mencatat penerimaan kas dari penjualan tunai dalam jurnal penerimaan kas. e. Pembeli membawa surat panggilan ke kantor pos penerima dan melakukan pembayaran sejumlah yang tercantum dalam formulir COD Sales. Bagian penjualan memerintahkan Bagian Pengiriman untuk menyerahkan barang kepada pembeli. perusahaan angkutan umum. COD Sales melalui pos dilaksanakan dengan prosedur berikut ini : a. Kantor pos pengirim mengirim barang dan formulir COD Sales sesuai dengan instruksi penjual kepada kantor pos penerima. pada saat diterimanya barang dan formulir COD Sales. rnemberitahukan kepada pembeli tentang diterimanya barang COD Sales. Bagian kasa menyetorkan kas yang di terima ke bank. 2.

f. Kantor pos penerima memberitahu kantor pos pengirirn bahwa COD Sales telah dilaksanakan. Kantor pos pengirim memberitahu penjual bahwa COD Sales telah selesai dilaksanakan. Perusahaan yang menerima pembayaran melalui kartu kredit dapat memperoleh uang tunai segera dari bank dengan rnenukarkan copy credit card sales slip ke bank yang menerbitkan kartu kredit yang bersangkutan. Universitas Sumatera Utara . Kartu Kredit Bank (bank cards) Kartu kredit ini diterbitkan oleh bank atau lembaga keuangan yang lain. Bank yang menerbitkan kartu kredit biasanya menagih pemegang kartu sebulan sekali. Credit card dapat merupakan sarana pembayaran bagi pembeli.penerima menyerahkan barang kepada pembeli. yang memberikan kemudahan baik bagi pembeli maupun bagi penjual. baik dalam over-the-counter sale maupun dalam penjualan yang pengiriman barangnya dilaksanakan melalui jasa pos atau angkutan umum. 3. Kartu kredit yang banyak beredar adalah Visa dan Master Card. g. untuk transaksi pembelian dengan menggunakan kartu kredit yang dilakukan oleh pemegang kartu kredit dalam jangka waktu sebulan sebelumnya. Kartu kredit dapat digolongkan menjadi tiga kelompok : 1. sehingga penjual dapat mengambil kas yang diterima dari pembeli. Penerimaan Kas dari Credit Card Sales Sebenarnya credit card bukan mempakan suatu tipe penjualan namun merupakan salah satu cara pembayaran bagi pembeli dan sarana penagihan bagi penjual. dengan diterimanya kas dari pembeli.

b. dan BBM didistribusikan : lembar kedua ke bagian akuntansi dan lembar ketiga ke kasir bersama faktur penjualan dan faktur pajak lembar ketiga. 2. Namun. Pelanggan dapat rnenggunakan kartu kredit ini untuk membeli barang hanya ke perusahaan yang menerbitkan kartu kredit tersebut. banyak pula toko yang menerima kartu kartu kredit tersebut sebagai alat pernbayaran. Hal ini secara aktif di lakukan agar pembayaran tagihan dapat di terima secara tepat waktu. dicocokkan dengan faktur penjualan dan faktur pajak (lembar kedua). hotel. Kartu Kredit Perusahaan (company cards) Kartu kredit ini di terbitkan oleh perusahaan tertentu untuk para pelanggannya. BBM dapat berfungsi sebagai kuitansi. restaurant. b. Bagian Kasir Universitas Sumatera Utara . menyiapkan bukti bank masuk (BBM) dalam rangkap tiga dan menyerahkan BBM lembar kesatu kapada pelanggan. Bila sesuai maka menyiapkan bukti jurnal bank masuk dan di catat ke buku bank masuk serta kartu piutang. perusahaan menagih aumlah harga barang yang dibeli oleh pemegang kartu kredit selama jangka waktu tertentu yang telah lewat. Pada akhir bulan atau pada tanggal tertentu. Bidang Keuangan a. 3. Bagian Akuntansi Menerima bukti bank masuk. Kartu Kredit Berpergian dan Hiburan (travel and entertainment cards) Umumnya kartu kredit ini digunakan dalam bisnis.2. Mencocokkan jumlah uang (cek / giro) dengan bukti bank masuk (BBM) dan faktur penjualan. Kasir a. c. Cek / giro dan BBM lembar kedua dan ketiga serta faktur penjualan disampaikan ke bidang keuangan. Cek di kirim ke bank (pada keesokkan harinya). dan motel. 3. Menerima cek / giro dari pelanggan. Pada saat faktur jatuh tempo menghubungi pelanggan. Prosedur penerimaan kas menurut Marom (2000: 34) dapat diuraikan sebagai berikut : 1. 4.

Dana Kas Kecil Pembayaran kas yang mestinya dilakukan dengan cepat dan pembayaran yang terlalu kecil untuk dibuatkan cek dapat dilakukan dari dana kas kecil. Metode Pengeluaran Kas dengan Cek Pengeluaran kas dalam perusahaan di lakukan dengan menggunakan cek. dan faktur pajak. Menurut Mulyadi (2002: 529): Universitas Sumatera Utara . Prosedur Pengeluaran Kas Secara umum pengeluaran kas ditujukan untuk membiayai operasi perusahaan dan membayar hutang yang timbul dari pembelian barang dan jasa. Menurut Mulyadi (2002: 509): “Pengeluaran kas ada dua metode yakni dengan cek dan dana kas kecil”. b. a. Formulir-formulir itu di gabung. Menurut Skousen dan Smith (2001: 379): “Dana kas kecil ialah jumlah kecil kas yang disimpan ditangan untuk membuat pembayaran bermacam-macam”. Pengeluaran kas yang tidak dapat di lakukan dengan cek (biasanya karena jumlahnya relatif kecil). faktur penjualan.Menerima bukti bank masuk lembar ketiga. di catat dalam daftar kas dan diarsipkan menurut nomor urut bukti bank masuk. Pengeluaran kas dengan cek dapat menjamin diterimanya pembayaran tersebut oleh perusahaan yang berhak menerimanya dan memungkinkan dilibatkannya pihak luar seperti bank untuk turut serta mengawasi pengeluaran kas perusahaan. Pengeluaran kas dengan menggunakan dana kas kecil biasanya berjumlah relatif kecil sehingga pengeluarannya tidak menggunakan cek.

Pembentukan dana kas kecil dicatat dengan mendebit rekening dana kas kecil. dibentuk dana kas kecil dengan mencairkan cek sebesar jumlah dana”. Universitas Sumatera Utara . Sistem saldo berfluktuasi (fluctuating fund system) Dalam sistem saldo berfluktuasi. Dalam sistem ini. Untuk mencatat pembentukan dana tersebut. Pengisian kembali dana kas kecil dilakukan dengan jumlah sesuai dengan keperluan.“Penyelenggaraan dana kas kecil untuk memungkinkan pengeluaran kas dengan uang tunai dapat diselenggarakan dengan dua cara yaitu dengan : sistem saldo berfluktuasi (fluctuating-fund-balance system) dan sistem imprest”. Uang kas tersebut diserahkan kepada kasir atau seseorang yang bertanggung jawab atas pembayaran-pembayaran yang dikeluarkan dari dana tersebut. saldo rekening dana kas kecil berfluktuasi dari waktu ke waktu. Sistem imprest (Imprest System) Menurut Skousen & Smith (2000: 247): “Dengan suatu sistem imprest. 1. 2. Kasir harus meminta tanda terima dari setiap pembayaran yang dilakukan. Sering kali pada saat permintaan pembayaran diserahkan bon atau kuitansi atau catatan lain. sehingga setiap saat saldo rekening ini berfluktuasi c. b. Tanda terima ini dapat berupa satu buku formulir yang telah diberi nomor urut secara tercetak. kas kecil di debit dan kas dikredit. penyelenggaraan dana kas kecil dilakukan dengan prosedur berikut : a. Pengeluaran dana kas kecil dicatat dengan mengkredit rekening dana kas keci. dan dicatat dengan mendebit rekening dana kas kecil.

dana itu akan diisi kembali dengan menulis cek sebesar pengeluaran yang telah dilakukan. BBK dan kuitansi digabung. prosedur pengisian kembali dana kas kecil. prosedur permintaan dan pertanggungjawaban pengeluaran dana kas kecil c. Adapun langkah-langkah dalam prosedur pengeluaran kas menurut Marom (2000: 23) adalah sebagai berikut : Kasir 1. a. Apabila jumlah kas dalam dana itu menipis dan juga pada akhir setiap periode fiskal. a. Menyiapkan bukti bank keluar (BI3K) dalam rangkap dua dan cek / giro. Bila cocok. Mencatat transaksi pengeluaran uang di buku bank keluar dan kartu hutang. Dalam imprest sistem maupun fluctuating-fund-balance system. Prosedur pembentukan dana kas kecil b. Membandingkan BBK dengan invoice dan faktur penjualan. Dalam mencatat pengisian kembali. dicocokkan dengan invoice mengenai jumlah dan jatuh tempo pernbayarannya. b. Universitas Sumatera Utara . a. a. Meneliti kebenaran kuitansi dari pemasok dibandingkan dengan invoice.3 BBK lembar kedua dan kuitansi ke kasir. b. BBK dan cek / giro disampaikan kepada bidang keuangan. Kasir 4.2 BBK lembar kesatu dengan invoice dan faktur penjualan ke bagian akuntansi. Mendistribusikan cek / giro dan berkas pembayaran sebagai berikut : b. b.Catatan atas pembayaran-pembayaran kas kecil ini dapat dibuat dalam suatu buku kas kecil (petty cash journal). Menerima kuitansi dari pemasok. menandatangani cek / giro dan memberi paraf pada BBK. Bidang Keuangan 2. maka menyiapkan bukti jurnal bank keluar. b. b.Bersama kuitansi.l Cek / giro kepada pemasok (setelah diminta menandatangani BBK). invoice. dicakat dalam daftar kas. Bagian Akuntansi 3. Bila perlu dicek terlebih dahulu ke kartu utang. Berkas pembelian dicap “lunas”. penyelenggaraan dana kas kecil dilaksanakan melalui tiga prosedur : a. benar dan perkiraan lain yang sesuai didebit untuk pengeluaran kas kecil dan kas dikredit.

Bahwa pembayaran dilaksanakan tepat waktu. Sciain itu. Universitas Sumatera Utara . jumlahnya benar dan ditujukan kepada pihak yang berhak. pembukuan atas transaksi pengeluaran kas dilaksanakan dengan benar.Dengan melaksanakan langkah-langkah dalam prosedur kas tersebut maka pengeluaran kas akan terjamin pelaksanaannya.