Kajian Tafsir Surat An Nahl Ayat 125 1.

Teks Surat An Nahl Ayat 125

‫ادع إلى سبيل ربك بالحكمبة والموعظبة الحسبنة وجببادلهم ببالتي‬ ِ ّ ‫ْ ُ ِ َ َ ِ ِ َ ّ َ ِ ْ ِ ْ َ ِ َ ْ َ ْ ِ َ ِ ْ َ َ َ ِ َ َ ِ ْ ُ ْ ِب‬ ُ َْ َ َ ُ َ ِ ِ ِ َ ْ َ ‫ِ َ َ ْ َ ُ ِ ّ َ ّ َ ُ َ َ ْ َ ُ ِ َ ْ َ ل‬ ‫هي أحسن إن رببك هبو أعلبم بمبن ضب ّ عبن سببيله وهبو أعلبم‬ َ ِ َْ ُ ْ ِ ‫بالمهتدين‬Artinya:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”

2. Asbab An-Nuzul Surat An Nahl ayat 125 Para mufasir berbeda pendapat seputar sabab an-nuzul (latar belakang turunnya) ayat ini. Al-Wahidi menerangkan bahwa ayat ini turun setelah Rasulullah SAW. menyaksikan jenazah 70 sahabat yang syahid dalam Perang Uhud, termasuk Hamzah, paman Rasulullah. Al-Qurthubi menyatakan bahwa ayat ini turun di Makkah ketika adanya perintah kepada Rasulullah SAW, untuk melakukan gencatan senjata (muhadanah) dengan pihak Quraisy. Akan tetapi, Ibn Katsir tidak menjelaskan adanya riwayat yang menjadi sebab turunnya ayat tersebut. Meskipun demikian, ayat ini tetap berlaku umum untuk sasaran dakwah siapa saja, Muslim ataupun kafir, dan tidak hanya berlaku khusus sesuai dengan sabab an- nuzul-nya (andaikata ada sabab an-nuzul-nya). Sebab, ungkapan yang ada memberikan pengertian umum. Ini berdasarkan kaidah ushul:

‫أن العبرة لعموم اللفظ ل بخصوص السبب‬ ِ َّ ِ ُ ُ ِ َ ِ ْ ّ ِ ُ ُ ِ َ َ ْ ِ ْ ّ َ
Artinya: “Yang menjadi patokan adalah keumuman ungkapan, bukan kekhususan sebab” Setelah kata ud‘u (serulah) tidak disebutkan siapa obyek (maf‘ûl bih)-nya. Ini adalah uslub (gaya pengungkapan) bahasa Arab yang memberikan pengertian umum (li atta’mîm).

perintah ini juga berlaku untuk umat Islam. Sesungguhnya Rabbmu. dan Dia Mahatahu atas orang-orang yang mendapatkan petunjuk. wahai Muhammad) ke jalan Rabb-mu (agama-Nya) dengan hikmah (dengan al-Quran) dan nasihat yang baik (nasihat-nasihat atau perkataan yang halus) dan debatlah mereka dengan debat terbaik (debat yang terbaik seperti menyeru manusia kepada Allah dengan ayat-ayat-Nya dan menyeru manusia kepada hujah). فهببى محكمببة‬ ‫فببي جهببة العصبباة مببن الموحببدين، ومنسببوخة بالقتببال فببي حببق‬ . Sebagaimana kaidah dalam ushul fikih : ‫خطاب الرسول خظاب لمته مالم يرد دليل التحصيص‬ Artinya: “Perintah Allah kepada Rasulullah. Meski ayat ini adalah perintah Allah kepada Rasulullah. Hal ini terjadi sebelum ada perintah berperang. yakni Mahatahu tentang siapa yang sesat dari jalan-Nya.” 3.Dari segi siapa yang berdakwah. ayat ini juga berlaku umum. Tafsir al-Qurthuby ‫هذه الية نزلت بمكة في وقت المبر بمهادنبة قريبش، وأمبره أن‬ ،‫يدعو إلى دين ال وشرعه بتلطبف وليبن دون مخاشبنة وتعنيبف‬ ‫وهكذا ينبغى أن يوعظ المسلمون إلى يببوم القيامببة. Maka Allah membalas mereka. Beberapa Pendapat Ahli Tafsir a. selama tidak ada dalil yang mengkhususkannya. Dialah Yang Mahatahu. perintah ini juga berlaku untuk umat Islam. Ketika Hamzah dibunuh (dicincang dan meninggal dunia pada Perang Uhud)” b. Tafsir Al-Jalaalayn { ‫ادع { النبباس يببا محمببد صببلى الب عليببه وسببلم } إلببى سببيل‬ ِ َِ { ‫ربببك { دينببه } بالحكمببة { بببالقرآن } والموعظببة الحسببنة‬ َّ } ‫مواعظة أو القول الرقيق } وجادلهم بالتى { أي المجادلة التي‬ ِّ ‫هى أحسن { كالدعاء إلى الب بآيباته والبدعاء إلبى حججبه } إن‬ ‫ب‬ ‫ب‬ ‫ب‬ َُْ ََ ِ ُ َْ َ َ ُ َ ِ ِ ِ َ َ ّ َ ‫رببك هبو أعلبم { أي عببالم } بمببن ضبل عببن سببيله وهبو أعلبم‬ َِ ُ َْ َ َ ُ َ ّ ّ ‫، بالمهتدين { فيجازيهم‬ ‫وهذا قبل المر بالقتال . ونزل لما قتل حمزة‬ Artinya: “Serulah (manusia.

‫ورجى إيمانه بها دون قتال فهى فيه محكمة.قببال ابببن جريببر:وهومببا انزلببه عليببه مببن الكتبباب‬ . Serta debatlah mereka dengan cara baik (yakni bantahlah mereka dengan bantahan yang terbaik). hingga Hari Kiamat dinasihatkan dengan hal tersebut. Ada pula yang mengatakan bahwa bila terhadap orang kafir dapat dilakukan cara tersebut. dan Allah mengingatkan mereka (dalam ayat dan surat tersebut) tentang berbagai kenikmatan-Nya). dengan hikmah (yakni dengan wahyu Allah yang telah diwahyukan kepadamu dan kitab-Nya yang telah Dia turunkan kepadamu) dan dengan nasihat yang baik (al-mau’izhah al-hasanah. serta terdapat harapan mereka untuk beriman tanpa peperangan. tidak bersikap kasar (mukhasanah). وال أعلم‬ Artinya: “(Ayat ini diturunkan di Makkah saat Nabi SAW. Tafsir At-Thabary ‫) ادع ( يا محمد من أرسلك إليه ربك بالدعاء إلببى طبباعته) إلببى‬ َِ ُْ ‫سبيل ربك ( يقول: إلى شريعة ربببك الببتي شببرعها لخلقببه، وهببو‬ َ َّ ِ ِ َ ‫السلم) بالحكمة ( يقول بوحي ال الذي يوحيه إليك وكتابه الذي‬ َِْ ِ ْ ِ ‫ينزله عليك) والموعظة الحسنة ( يقببول: وبببالعبرة الجميلببة الببتي‬ ِ ََ َ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ ‫جعلها ال حجة عليهم في كتابه ، وذكرهم بها في تنزيلببه، كببالتي‬ ّ ‫عدد عليهم في هذه السورة من حججه ، وذكرهم فيها مببا ذكرهببم‬ ّ ّ ‫مبببن آلئه) وجبببادلهم ببببالتي هبببي أحسببن ( يقبببول: وخاصبببمهم‬ ُ ‫َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ّ ِ ِ َ َ ْ َب‬ ‫بالخصومة التي هي أحسن مبن غيرهبا أن تصبفح عمبا نبالوا ببه‬ ‫عرضبك مبن الذى، ول تعصبه فبي القيببام بببالواجب عليبك مبن‬ ‫ب ب‬ ‫ب ب‬ ‫ب ب‬ . Demikian pula kaum Muslim.‫تبليغهم رسالة ربك‬ Artinya: “Serulah (Wahai Muhammad. Wallâhu a’lam.) d. Beliau diperintahkan untuk menyeru pada agama Allah dengan lembut (talathuf).‫الكافرين. dari selain bantahan itu engkau berpaling dari siksaan yang mereka berikan kepadamu sebagai respon mereka terhadap apa yang engkau sampaikan. yakni dengan peringatan/pelajaran yang indah. diperintahkan untuk bersikap damai kepada kaum Quraisy. layyin. Tafsir al-Qurân il-‘Azhîm ‫يقول تعالى امرا رسوله محمدا صببلى ال ب عليببه وسببلم ان يببدعو‬ ‫الخلق بالحكمة. dan tidak menggunakan kekerasan (ta’nif). maka ayat tersebut dalam keadaan demikian bersifat muhkam. Sebagaimana yang banyak tersebar dalam surat ini. Janganlah engkau mendurhakai-Nya dengan tidak menyampaikan risalah Rabb-mu yang diwajibkan kepadamu. orang yang engkau diutus Rabb-mu kepada nya dengan seruan untuk taat ke jalan Rabb-mu. وقد قيل: إن من أمكنت معه هببذه الحببوال مببن الكفببار‬ . yakni ke jalan Tuhanmu yang telah Dia syariatkan bagi makhluk-Nya yakni Islam. yang Allah jadikan hujah atas mereka di dalam kitab-Nya dan Allah telah mengingatkan mereka dengan hujah tersebut tentang apa yang diturunkan-Nya. Ayat ini bersifat muhkam dalam kaitannya dengan orang-orang durhaka dan telah di-mansûkh oleh ayat perang berkaitan dengan kaum kafir.)” c.

Dia memerintahkannya untuk bersikap lembut seperti halnya Dia memerintahkan hal tersebut kepada Musa a. Zat Yang Mahatinggi. أي: قد علم الشقي منهببم والسببعيد، وكتببب ذلببك عنببده‬ َ ِ َْ ُ ْ ِ ‫وفرغ منه، فادعهم إلى ال، ول تذهب نفسك على من ضل منهم‬ ‫حسرات، فإنه ليس عليك هداهم إنما أنت نذير، عليك‬ ‫البلغ، وعلينا الحساب‬ Artinya: “(Allah. Dan Allah telah menuliskan dan menuntaskan hal itu disisinya. Hal ini seperti firman Allah SWT. Oleh karena itu.. dalam surat al-‘Ankabut (29): 46 (yang artinya): Janganlah kalian berdebat dengan Ahli Kitab melainkan dengan cara yang paling baik. Debatlah mereka dengan debat terbaik’ artinya barang siapa di antara mereka yang berhujah hingga berdebat dan berbantahan maka lakukanlah hal tersebut dengan cara yang baik. bahwa maksud dari hal tersebut adalah apa saja yang diturunkan kepadanya baik al-Quran. lembut. serulah mereka kepada Allah. artinya dengan apa saja yang dikandungnya berupa peringatan (zawâjir) dan realitas-realitas manusia.)” . } وجببادلهم بببالتي‬ ِّ ِ ْ ُ ِْ َ َ ‫هي أحسن { أي: من احتبباج منهببم إلببى منبباظرة وجببدال، فليكببن‬ َُْ ََ ِ ‫بببالوجه الحسببن برفببق وليببن وحسببن خطبباب، كمببا قببال: } ول‬ َ { ‫تجادلوا أهل الكتاب إل بالتي هي أحسن إل الذين ظلمببوا منه بم‬ ْ ُ ْ ِ ُ ََ َ ِ ّ ِ ُ َ ْ َ َ ِ ِ ّ ِ ِ ِ َ ِ ْ َ ْ َ ُِ َ ُ ‫]العنكبببوت:64[ . engkau sematamata pemberi peringatan. Firman-Nya “Sesungguhnya Rabb-mu Dialah Maha Mengetahui terhadap siapa yang sesat dari jalanNya” artinya Sungguh Dia telah mengetahui orang yang celaka dan bahagia di antara mereka. Muhammad SAW. untuk menyeru segenap makhluk kepada Allah dengan hikmah. engkau wajib menyampaikan dan Kami yang wajib menghisabnya. Ibn Jarir menyatakan. dan Harun a. sebab bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapatkan petunjuk.}والموعظببة الحسببنة{ اي : بمببا فيببه مببن الزواجببر‬ ‫والوقاءع‬ ‫بالناس دكرهم بها ليحذروا ببباء س الب تعلببى. Dan nasihat yang baik. berteman. ketika keduanya diutus menghadap Fir’aun seperti disebut dalam surat Thaha (20) ayat 44 (yang artinya): Katakanlah oleh kalian berdua kepadanya perkataan lembut semoga dia mendapat peringatan atau takut. dan janganlah engkau merasa rugi atas mereka yang sesat.‫والسببنة. dan perkataan yang baik. as-Sunnah.s. berfirman dengan memerintahkan Rasul-Nya. kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka.s. Memperingatkan mereka dengannya supaya mereka waspada terhadap murka Allah SWT. فببأمره تعببالى بليببن الجببانب، كمببا أمببر موسببى‬ ‫وهارون، عليهما السلم، حين بعثهما إلى فرعون فقال: } فقول‬ َُ 44: ‫]له قول لينا لعله يتذكر أو يخشى { ]طه‬ َ ْ َ ْ َ ُ ّ َ َ َ ُ َّ َ ً ّ َ ْ َ َ ُ َْ َ َ ُ َ ِ ِ ِ َ ْ َ ‫ِ ّ َ ّ َ ُ َ َ َْ ُ ِ َ ْ َ ل‬ ‫وقببوله: إن ربببك هببو أعلببم بمببن ضبب ّ عببن سبببيله وهببو أعلببم‬ ‫بالمهتدين.

Penafsiran tersebut tampaknya masih global.‫واليضاح للحق بأكمل وجه، وقال بعضهم: معناه: بالدلة من الكتاب والسنة‬ Artinya: “Dan yang dimaksud dengan hikmah adalah: petunjuk yang memuaskan. akal. seperti an-Nawawi al-Jawi. Makna Hikmah Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hikmah diartikan sebagai kebijaksanaan. An-Nawawi al-Jawi menafsirkan hikmah sebagai hujjah yang qath‘i yang menghasilkan akidah yang meyakinkan. al-hikmah berarti mengetahui perkara-perkara yang ada dan mengerjakan hal-hal yang baik. Menurut ar-Raghib. al-hikmah adalah pemahaman. Mufasir lainnya lalu menafsirkan hikmah secara lebih rinci. Yang lainnya. Karena sesungguhnya di dalam Al Qur’an ada keterangan dan penjelasan tentang kebenaran dengan wajah yang sempurna (proporsional).4. Dan Ibnu Katsir yang menafsirkan hikmah sebagai apa saja yang diturunkan Allah berupa al-Kitab dan As-Sunnah. seperti alBaidhawi. kesaktian dan makna yang dalam. Dan telah berkata sebagian yang lain bahwa makna hikmah adalah dengan petunjuk dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. dan kebenaran dalam ucapan selain kenabian. Al- . An-Nisaburi menafsirkan hikmah sebagai hujjah yang qath‘i yang dapat menghasilkan keyakinan. dan membantah kebatilan. yakni kejelasan yang menghilangkan kesamaran. Sebagian mensyaratkan hujjah itu harus bersifat qath‘i (pasti). Secara bahasa al-hikmah berarti ketepatan dalam ucapan dan amal. yakni sebagai hujjah atau dalil. dan Al-Baghawi. Adapun Abdul Aziz bin Baz bin Abdullah bin Baz berdasarkan penelitiannya menyimpulkan bahwa hikmah mengandung arti sebagai berikut: ‫والمراد بها: الدلة المقنعة الواضحة الكاشفة للحق، والداحضببة للباطببل؛ ولهببذا‬ ‫قال بعض المفسرين: المعنى: ببالقرآن؛ لنبه الحكمبة العظيمبة؛ لن فيبه البيبان‬ .” Pernyataan Abdul Aziz Bin Baz tersebut sejalan dengan pendapat sebagian mufasir terdahulu seperti As-Suyuthi. At-Thabary mengatakan bahwa Hikmah dari Allah SWT bisa berarti benar dalam keyakinan dan pandai dalam din dan akal. jelas. telah berkata sebagian mufassir bahwa makna hikmah adalah Al-Qur’an. tetapi menjelaskan karakter dalil itu. serta menemukan (mengungkapkan) kebenaran. karena sesungguhnya Al-Qur’an adalah hikmah yang agung. Analisis Tafsir An Nahl ayat 125 a. Oleh karena itu. As-Samarkandy yang mengartikan hikmah sebagai al-Quran. Menurut Mujahid. tidak mengharuskan sifat qath‘i.

Yang dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan siapa saja. Al-burhân al-‘aqlî (argumentasi logis) yang di maksud adalah argumentasi yang masuk akal. Dari ungkapan para mufasir di atas juga dapat dimengerti. menerangi wajah kebenaran. Sebab. dan menjadi api yang mampu membakar kebobrokan sekaligus menjadi cahaya yang dapat menyinari kebenaran. memang. tidak mungkin ditafsirkan dengan makna menempatkan persoalan pada tempatnya. al-Khazin. jumhur mufasir menafsirkan kata hikmah dengan hujjah atau dalil. Makna Mau‘izhah Al-hasanah. kadangkala juga berarti hujjah atau argumentasi. umumnya diberikan oleh seseorang untuk menjelaskan sesuatu kepada pendengarnya yang ikhlas untuk mencari kebenaran. Kesimpulannya. Sebab. kadangkala berarti menempatkan persoalan pada tempatnya. yaitu dalil yang menjelaskan kebenaran dan menyingkirkan kesamaran (addalil al-muwadhdhih li al-haq wa alimuzîh li asy-syubhah). yakni hujjah yang tertuju pada akal. Argumentasi logis mampu membongkar rekayasa kebatilan. Hikmah.Baidhawi dan Al-Khazin mengartikan hikmah dengan ucapan yang tepat (al-maqâlah almuhkamah). ia tidak dapat mengikuti kebenaran kecuali bila akalnya puas dan hatinya tenteram. yakni golongan yang mempunyai kemampuan berpikir sempurna. an-Nisaburi. manusia tidak dapat menutupi akalnya di hadapan argumentasi-argumentasi yang pasti serta pemikiran yang kuat. Makna hikmah dalam ayat ini adalah hujah dan argumentasi Dakwah atau pengajaran dengan cara hikmah. Al-Asyqar menafsirkan hikmah dengan ucapan yang tepat dan benar (al-maqâlah al-muhakkamah ash-shahîhah). al-Alusi. para mufasir seperti al-Baidhawi. Dalam ayat ini. dan anNawawi al-Jawi mengaitkan seruan dengan hikmah ini kepada sasarannya yang spesifik. yang tidak dapat dibantah. 2. . bahwa hujjah yang dimaksud adalah hujjah yang bersifat rasional (‘aqliyyah/fikriyyah). Hanya saja. dan yang memuaskan.

misalnya. Terbukti. dapat juga maknanya perkataan yang lembut (al-qawl ar-raqîq). yaitu nasihat atau peringatan al-Quran (mau’izhah al-Qur’an). as-Suyuthi.Sebagian mufasir menafsirkan mau’izhah hasanah (nasihat/peringatan yang baik) secara global. tanpa meninggalkan karakter nasihat itu yang tertuju pada akal. al-Baidhawi. An-Nisaburi. Kedua. seperti an-Nisaburi. Sayyid Quthub menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai nasihat yang masuk ke dalam hati dengan lembut (tadkhulu ilâ al-qulûb bi rifq). Namun. Semua ini jelas berkaitan dengan fungsi hati untuk meyakini atau puas terhadap . dan khithâb (seruan). muqaddimah (premis). Adanya kepuasan dan keyakinan (iqnâ‘) jelas tidak akan terwujud tanpa proses pembenaran dan kecondongan hati. dan al-Baghawi. An-Nawawi alJawi menafsirkannya sebagai tanda-tanda yang bersifat zhanni (al-amârât azh-zhanniyah) dan dalil-dalil yang memuaskan. as-Suyuthi dan al-Baghawi sedikit menambahkan. mengunakan kata dalâ’il iqnâ‘iyyah (dalil yang menimbulkan kepuasan). karakter nasihat yang tergolong mau’izhah hasanah ada dua: Pertama. para mufasir menjelaskan sifat mau’izhah hasanah sebagai suatu nasihat yang tertuju pada hati (perasaan). yang tersusun untuk mewujudkan pembenaran (tashdîq) berdasarkan premis-premis yang yang telah diterima. Merinci tafsiran global tersebut. Al-Khazin menafsirkan mau’izhah hasanah dengan targhîb (memberi dorongan untuk menjalankan ketaatan) dan tarhîb (memberikan ancaman/peringatan agar meninggalkan kemaksiatan). dan al-Alusi. menggunakan ungkapan yang tertuju pada hati/perasaan. Al-Baidhawi dan Al-Alusi menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai seruan-seruan yang memuaskan/meyakinkan (al-khithâbât almuqni‘ah) dan ungkapan-ungkapan yang bermanfaat (al-‘ibâr al-nâafi‘ah). menggunakan ungkapan yang tertuju pada akal. Al-Baidhawi dan al-Alusi menggunakan ungkapan alkhithâbât al-muqni‘ah (ungkapan-ungkapan yang memuaskan). AnNisaburi menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai dalil-dalil yang memuaskan (ad-dalâ’il al-iqna’iyyah). Demikian pendapat al-Fairuzabadi. yakni kata dalâ’il (bukti-bukti). Semua ini jelas berkaitan dengan fungsi akal untuk memahami. para mufasir menyifati dalil itu dengan aspek kepuasan hati atau keyakinan. Dari berbagai tafsir itu. Ini terbukti dengan ungkapan yang digunakan para mufasir.

Al Wajid fi Tafsir Kitab Al Ajizi. Hal. dan anNawawi al-Jawi. Di antara upaya untuk menyentuh perasaan adalah menyampaikan targhîb dan tarhîb.sesuatu dalil.”. Tafsir Al-Qurthubi. 1997. tetapi masih mempunyai fitrah yang lurus. tt. 12. tt. t-tp. Hal. Abdurrahman bin Abi Bakr al-Mahalli. Mereka itulah orang-orang yang lalai. Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr bin Farah al-Qurthubi. Al-Wahidi. Madinah . an-Nisaburi. t-tp.dkk. t-tp.Lihat juga: Al-Wahidi An. 191/1 Abu Al-Fida Ibn Umar Ibn Katsir. Kairo.Nasyabury. Asy-Syaukani. As Sarkhasy. Adapun mau’izhah al hasanah atau nasihat yang baik. Mawaqi’ At-Tafasir . Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki. Oleh karena itu di dalam proses pengajaran dan pendidikan hendaklah mengandung unsur-unsur tersebut. Dar at-Thoyyibah Linasyri Wa Tawji’. hlm.241/III.. umumnya dengan cara memberikan berita gembira dan berita peringatan dari Allah Pencipta alam. Demikian menurut al-Baidhawi.Mesir. Mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakan untuk memperhatikan (ayat-ayat Allah). hlm. hal. Misalnya firman Allah SWT. tt. Mereka itu seperti binatang ternak. Beirut. Mawaqiu’ Sy’ab. Kairo. Mawaqi’u ya’sub. al-Khazin. Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah. Taqiyuddin An-Nabhani.613/IV. al-Alusi. sebagaimana ditunjukkan oleh Al-Khazin. Sunaryo. Hal. Zubdah al-Itqân fî ‘Ulûm al-Qur’ân. 1373 H. Asbâb an-Nuzul. Al-Quran telah mempraktikkan hal tersebut. 132. Irsyâd al-Fuhûl. Hal. bahkan mereka lebih sesat lagi. 1420 H. tt.164/I.dalam Surat Al-A’raf ayat 179: َ ُ َ ْ َ َ ٌ ُُ ْ ُ َ ِ ْ ِْ َ ّ ِ ْ َ ِ ً ِ َ َ ّ َ َ ِ َ ْ َ َ ْ َ ََ ‫ولقد ذرأنا لجهنم كثيرا من الجن والنس لهم قلوب ل يفقهون‬ ‫بها ولهم أعين ل يبصرون بها ولهم آذان ل يسمعون بها‬ َ ِ َ ُ َ ْ َ َ ٌ َ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ َ ٌ ُ ْ َ ْ ُ ََ َ ِ َ َِ ُ ‫أولئك‬ َ ُِ َ ْ ُ ُ َ ِ َ ُ ّ َ َ ْ ُ ْ َ ِ َ ْ َْ َ ‫كالنعام بل هم أضل أولئك هم الغافلون‬ Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan isi neraka Jahanam itu kebanyakan dari jin dan manusia. Halaman 363. pada saat ia menyeru pemikiran ia pun mempengaruhi perasaan manusia. Mereka juga mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). As-Suyuthi.421. Tafsir Jalalain. . Muhammad bin Ahmad. Seruan dengan mau‘izhah hasanah ini tertuju pada orang-orang yang kemampuan berpikirnya tidak secanggih golongan yang diseru dengan hikmah. tt. hal. Tafsir Al-Qur’an Al –Adzim. tp. Tahqiq oleh Samy bin Muhammad Salamah.200/10. Mereka mempunyai pikiran tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayatayat Allah). Darul Ummah. Dar ul-Hadîts. 440/ 1. Ushul As Sarkhasy. tt. t-tp. tp.cit. op. Dâr Sya’b.

. Hal. t-tp. Hal. Beirut. 82/XI. Shafwat at-Tafâsîr.tp. t-tp. Madinah 1417 H.321/17 Abu Al-Fida Ibn Umar Ibn Katsir. Muhammad bin Ahmad. 1420 H.cit. tt. loc. tt.cit. I/516 An-Nisaburi. April 13.222/IV Sayyid Quthub.cit. Muassatur Risalah. tt. 393/III Lihat:An. Arab Saudi.Hal. t-tp. t-tp. Mawaqi’u Al-Islam. loc.Dar At-Thoyyibah Linasyri wa Tawji’. op. 487/V. tt. Ad Da’wati Ilaa Allah Wa Akhlaqi Ad Da’aati. 440/ 1. Hal. Al Wajid fi Tafsir Kitab Al Ajizi.cit.tp.Hal. 2010 . t-tp. op. hal. Lubab At Ta’wil Fi Ma’ani AT Tanjil. Mawaqi’u at-Tafaasir. tp. Abu Jafar At-Thabari.401. Anwar At Tanjil Wa Asror At Ta’wil. 451/2 Shihab al-Din al-Alusi. Mesir. 1993. Al-Qur’an dan Terjemahnya.Nawawi Al jawi. Lubab At Ta’wil Fi Ma’ani AT Tanjil. Hasan Alwi.223/IV Sunaryo. tt. tt.Lihat Diposkan oleh Ihsan Azhari di Selasa. Lihat juga: Abu Al Lays A Samarkandy. Bahrul Ulum.. t-tp. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Hal. Lihat juga: Abu Muhammad Al Baghawi.613/IV.cit Al-Baidhawi.491/2 Abu Al-Fida Ibn Umar Ibn Katsir. tp.Depag RI. t-tp. t-tp. Al-Wahidi.251. Rûh al-Ma’ânî.loc. hal 52/V. An. tt.Hal. Hal. Madinah 1420 H. tt.Semarang 1992.Mesir. hal. Hal. Hal 65/V Al-Khazin. t-tp. Al-Baidhawi. Tafsir AlQur’an Al –Adzim.tp. Jâmi’ al-Bayân fî Ta’wîl al-Qur’ân. Hal.Mawaqiu At Tafqair. tt Hal. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah. tt. Ma’alim At Tanjil. Hal. Ruhul Ma’ani Fi Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim. Mawaqi’u At Tafasir. Lihat juga :Al-Alusi.394/III . Tafsir Fi Zilalil Qur’an . As-Suyuthi.dkk. op. Mawaqi’u at -Tafasir.25/I. Ash-Shabuni. Mawaqi’u At Tafasir. t-tp. tt. cet:CV Asy-Syifa.Hal.cit. 269/5 Abdul Aziz bin Baz. An-Nisaburi. Hal. Marah Labid Tafsir An Nawawi. Marah Labid Tafsir An Nawawi.dkk. Hal. Dar at-Thoyyibah Linasyri Wa At Tawji’. Tahqiq oleh Samy bin Muhammad Salamah. tt.Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Khalid Ath Thabari. 517/I Al-Khazin.Tafsir An Nisabury. 292/ XIII. Abdurrahman bin Abi Bakr al-Mahalli.Jami’ul Bayan Fi Ta’wil AlQur’an. Mawaqi’u At Tafasir.Nawawi Al jawi. Mawaqi’ At-Tafasir .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful