Kajian Tafsir Surat An Nahl Ayat 125 1.

Teks Surat An Nahl Ayat 125

‫ادع إلى سبيل ربك بالحكمبة والموعظبة الحسبنة وجببادلهم ببالتي‬ ِ ّ ‫ْ ُ ِ َ َ ِ ِ َ ّ َ ِ ْ ِ ْ َ ِ َ ْ َ ْ ِ َ ِ ْ َ َ َ ِ َ َ ِ ْ ُ ْ ِب‬ ُ َْ َ َ ُ َ ِ ِ ِ َ ْ َ ‫ِ َ َ ْ َ ُ ِ ّ َ ّ َ ُ َ َ ْ َ ُ ِ َ ْ َ ل‬ ‫هي أحسن إن رببك هبو أعلبم بمبن ضب ّ عبن سببيله وهبو أعلبم‬ َ ِ َْ ُ ْ ِ ‫بالمهتدين‬Artinya:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”

2. Asbab An-Nuzul Surat An Nahl ayat 125 Para mufasir berbeda pendapat seputar sabab an-nuzul (latar belakang turunnya) ayat ini. Al-Wahidi menerangkan bahwa ayat ini turun setelah Rasulullah SAW. menyaksikan jenazah 70 sahabat yang syahid dalam Perang Uhud, termasuk Hamzah, paman Rasulullah. Al-Qurthubi menyatakan bahwa ayat ini turun di Makkah ketika adanya perintah kepada Rasulullah SAW, untuk melakukan gencatan senjata (muhadanah) dengan pihak Quraisy. Akan tetapi, Ibn Katsir tidak menjelaskan adanya riwayat yang menjadi sebab turunnya ayat tersebut. Meskipun demikian, ayat ini tetap berlaku umum untuk sasaran dakwah siapa saja, Muslim ataupun kafir, dan tidak hanya berlaku khusus sesuai dengan sabab an- nuzul-nya (andaikata ada sabab an-nuzul-nya). Sebab, ungkapan yang ada memberikan pengertian umum. Ini berdasarkan kaidah ushul:

‫أن العبرة لعموم اللفظ ل بخصوص السبب‬ ِ َّ ِ ُ ُ ِ َ ِ ْ ّ ِ ُ ُ ِ َ َ ْ ِ ْ ّ َ
Artinya: “Yang menjadi patokan adalah keumuman ungkapan, bukan kekhususan sebab” Setelah kata ud‘u (serulah) tidak disebutkan siapa obyek (maf‘ûl bih)-nya. Ini adalah uslub (gaya pengungkapan) bahasa Arab yang memberikan pengertian umum (li atta’mîm).

wahai Muhammad) ke jalan Rabb-mu (agama-Nya) dengan hikmah (dengan al-Quran) dan nasihat yang baik (nasihat-nasihat atau perkataan yang halus) dan debatlah mereka dengan debat terbaik (debat yang terbaik seperti menyeru manusia kepada Allah dengan ayat-ayat-Nya dan menyeru manusia kepada hujah). perintah ini juga berlaku untuk umat Islam. Tafsir al-Qurthuby ‫هذه الية نزلت بمكة في وقت المبر بمهادنبة قريبش، وأمبره أن‬ ،‫يدعو إلى دين ال وشرعه بتلطبف وليبن دون مخاشبنة وتعنيبف‬ ‫وهكذا ينبغى أن يوعظ المسلمون إلى يببوم القيامببة. Maka Allah membalas mereka. Meski ayat ini adalah perintah Allah kepada Rasulullah.” 3. Sesungguhnya Rabbmu. ayat ini juga berlaku umum. Tafsir Al-Jalaalayn { ‫ادع { النبباس يببا محمببد صببلى الب عليببه وسببلم } إلببى سببيل‬ ِ َِ { ‫ربببك { دينببه } بالحكمببة { بببالقرآن } والموعظببة الحسببنة‬ َّ } ‫مواعظة أو القول الرقيق } وجادلهم بالتى { أي المجادلة التي‬ ِّ ‫هى أحسن { كالدعاء إلى الب بآيباته والبدعاء إلبى حججبه } إن‬ ‫ب‬ ‫ب‬ ‫ب‬ َُْ ََ ِ ُ َْ َ َ ُ َ ِ ِ ِ َ َ ّ َ ‫رببك هبو أعلبم { أي عببالم } بمببن ضبل عببن سببيله وهبو أعلبم‬ َِ ُ َْ َ َ ُ َ ّ ّ ‫، بالمهتدين { فيجازيهم‬ ‫وهذا قبل المر بالقتال . Dialah Yang Mahatahu. Ketika Hamzah dibunuh (dicincang dan meninggal dunia pada Perang Uhud)” b. Sebagaimana kaidah dalam ushul fikih : ‫خطاب الرسول خظاب لمته مالم يرد دليل التحصيص‬ Artinya: “Perintah Allah kepada Rasulullah. perintah ini juga berlaku untuk umat Islam. Beberapa Pendapat Ahli Tafsir a. selama tidak ada dalil yang mengkhususkannya. فهببى محكمببة‬ ‫فببي جهببة العصبباة مببن الموحببدين، ومنسببوخة بالقتببال فببي حببق‬ . dan Dia Mahatahu atas orang-orang yang mendapatkan petunjuk.Dari segi siapa yang berdakwah. Hal ini terjadi sebelum ada perintah berperang. yakni Mahatahu tentang siapa yang sesat dari jalan-Nya. ونزل لما قتل حمزة‬ Artinya: “Serulah (manusia.

‫الكافرين. dengan hikmah (yakni dengan wahyu Allah yang telah diwahyukan kepadamu dan kitab-Nya yang telah Dia turunkan kepadamu) dan dengan nasihat yang baik (al-mau’izhah al-hasanah. Serta debatlah mereka dengan cara baik (yakni bantahlah mereka dengan bantahan yang terbaik). diperintahkan untuk bersikap damai kepada kaum Quraisy. serta terdapat harapan mereka untuk beriman tanpa peperangan. yakni ke jalan Tuhanmu yang telah Dia syariatkan bagi makhluk-Nya yakni Islam. layyin. Ada pula yang mengatakan bahwa bila terhadap orang kafir dapat dilakukan cara tersebut. Ayat ini bersifat muhkam dalam kaitannya dengan orang-orang durhaka dan telah di-mansûkh oleh ayat perang berkaitan dengan kaum kafir. وقد قيل: إن من أمكنت معه هببذه الحببوال مببن الكفببار‬ . yakni dengan peringatan/pelajaran yang indah. yang Allah jadikan hujah atas mereka di dalam kitab-Nya dan Allah telah mengingatkan mereka dengan hujah tersebut tentang apa yang diturunkan-Nya. Beliau diperintahkan untuk menyeru pada agama Allah dengan lembut (talathuf). tidak bersikap kasar (mukhasanah). Tafsir al-Qurân il-‘Azhîm ‫يقول تعالى امرا رسوله محمدا صببلى ال ب عليببه وسببلم ان يببدعو‬ ‫الخلق بالحكمة.قببال ابببن جريببر:وهومببا انزلببه عليببه مببن الكتبباب‬ .) d. dan Allah mengingatkan mereka (dalam ayat dan surat tersebut) tentang berbagai kenikmatan-Nya). Tafsir At-Thabary ‫) ادع ( يا محمد من أرسلك إليه ربك بالدعاء إلببى طبباعته) إلببى‬ َِ ُْ ‫سبيل ربك ( يقول: إلى شريعة ربببك الببتي شببرعها لخلقببه، وهببو‬ َ َّ ِ ِ َ ‫السلم) بالحكمة ( يقول بوحي ال الذي يوحيه إليك وكتابه الذي‬ َِْ ِ ْ ِ ‫ينزله عليك) والموعظة الحسنة ( يقببول: وبببالعبرة الجميلببة الببتي‬ ِ ََ َ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ ‫جعلها ال حجة عليهم في كتابه ، وذكرهم بها في تنزيلببه، كببالتي‬ ّ ‫عدد عليهم في هذه السورة من حججه ، وذكرهم فيها مببا ذكرهببم‬ ّ ّ ‫مبببن آلئه) وجبببادلهم ببببالتي هبببي أحسببن ( يقبببول: وخاصبببمهم‬ ُ ‫َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ّ ِ ِ َ َ ْ َب‬ ‫بالخصومة التي هي أحسن مبن غيرهبا أن تصبفح عمبا نبالوا ببه‬ ‫عرضبك مبن الذى، ول تعصبه فبي القيببام بببالواجب عليبك مبن‬ ‫ب ب‬ ‫ب ب‬ ‫ب ب‬ . Demikian pula kaum Muslim. dan tidak menggunakan kekerasan (ta’nif). Wallâhu a’lam. Sebagaimana yang banyak tersebar dalam surat ini.‫ورجى إيمانه بها دون قتال فهى فيه محكمة. maka ayat tersebut dalam keadaan demikian bersifat muhkam. Janganlah engkau mendurhakai-Nya dengan tidak menyampaikan risalah Rabb-mu yang diwajibkan kepadamu.)” c. orang yang engkau diutus Rabb-mu kepada nya dengan seruan untuk taat ke jalan Rabb-mu. hingga Hari Kiamat dinasihatkan dengan hal tersebut. وال أعلم‬ Artinya: “(Ayat ini diturunkan di Makkah saat Nabi SAW. dari selain bantahan itu engkau berpaling dari siksaan yang mereka berikan kepadamu sebagai respon mereka terhadap apa yang engkau sampaikan.‫تبليغهم رسالة ربك‬ Artinya: “Serulah (Wahai Muhammad.

untuk menyeru segenap makhluk kepada Allah dengan hikmah. as-Sunnah. dan janganlah engkau merasa rugi atas mereka yang sesat. berfirman dengan memerintahkan Rasul-Nya. Dan Allah telah menuliskan dan menuntaskan hal itu disisinya. } وجببادلهم بببالتي‬ ِّ ِ ْ ُ ِْ َ َ ‫هي أحسن { أي: من احتبباج منهببم إلببى منبباظرة وجببدال، فليكببن‬ َُْ ََ ِ ‫بببالوجه الحسببن برفببق وليببن وحسببن خطبباب، كمببا قببال: } ول‬ َ { ‫تجادلوا أهل الكتاب إل بالتي هي أحسن إل الذين ظلمببوا منه بم‬ ْ ُ ْ ِ ُ ََ َ ِ ّ ِ ُ َ ْ َ َ ِ ِ ّ ِ ِ ِ َ ِ ْ َ ْ َ ُِ َ ُ ‫]العنكبببوت:64[ . Ibn Jarir menyatakan. kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka. dan perkataan yang baik.s. أي: قد علم الشقي منهببم والسببعيد، وكتببب ذلببك عنببده‬ َ ِ َْ ُ ْ ِ ‫وفرغ منه، فادعهم إلى ال، ول تذهب نفسك على من ضل منهم‬ ‫حسرات، فإنه ليس عليك هداهم إنما أنت نذير، عليك‬ ‫البلغ، وعلينا الحساب‬ Artinya: “(Allah. Oleh karena itu. Hal ini seperti firman Allah SWT. ketika keduanya diutus menghadap Fir’aun seperti disebut dalam surat Thaha (20) ayat 44 (yang artinya): Katakanlah oleh kalian berdua kepadanya perkataan lembut semoga dia mendapat peringatan atau takut. Debatlah mereka dengan debat terbaik’ artinya barang siapa di antara mereka yang berhujah hingga berdebat dan berbantahan maka lakukanlah hal tersebut dengan cara yang baik. artinya dengan apa saja yang dikandungnya berupa peringatan (zawâjir) dan realitas-realitas manusia. serulah mereka kepada Allah. dan Harun a.‫والسببنة. dalam surat al-‘Ankabut (29): 46 (yang artinya): Janganlah kalian berdebat dengan Ahli Kitab melainkan dengan cara yang paling baik. Dan nasihat yang baik.s. berteman. bahwa maksud dari hal tersebut adalah apa saja yang diturunkan kepadanya baik al-Quran. engkau sematamata pemberi peringatan. Firman-Nya “Sesungguhnya Rabb-mu Dialah Maha Mengetahui terhadap siapa yang sesat dari jalanNya” artinya Sungguh Dia telah mengetahui orang yang celaka dan bahagia di antara mereka. Memperingatkan mereka dengannya supaya mereka waspada terhadap murka Allah SWT. Muhammad SAW.)” . Zat Yang Mahatinggi. فببأمره تعببالى بليببن الجببانب، كمببا أمببر موسببى‬ ‫وهارون، عليهما السلم، حين بعثهما إلى فرعون فقال: } فقول‬ َُ 44: ‫]له قول لينا لعله يتذكر أو يخشى { ]طه‬ َ ْ َ ْ َ ُ ّ َ َ َ ُ َّ َ ً ّ َ ْ َ َ ُ َْ َ َ ُ َ ِ ِ ِ َ ْ َ ‫ِ ّ َ ّ َ ُ َ َ َْ ُ ِ َ ْ َ ل‬ ‫وقببوله: إن ربببك هببو أعلببم بمببن ضبب ّ عببن سبببيله وهببو أعلببم‬ ‫بالمهتدين. Dia memerintahkannya untuk bersikap lembut seperti halnya Dia memerintahkan hal tersebut kepada Musa a. engkau wajib menyampaikan dan Kami yang wajib menghisabnya. lembut.}والموعظببة الحسببنة{ اي : بمببا فيببه مببن الزواجببر‬ ‫والوقاءع‬ ‫بالناس دكرهم بها ليحذروا ببباء س الب تعلببى.. sebab bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapatkan petunjuk.

Menurut Mujahid. tidak mengharuskan sifat qath‘i. As-Samarkandy yang mengartikan hikmah sebagai al-Quran. karena sesungguhnya Al-Qur’an adalah hikmah yang agung. Makna Hikmah Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hikmah diartikan sebagai kebijaksanaan. akal. Menurut ar-Raghib.” Pernyataan Abdul Aziz Bin Baz tersebut sejalan dengan pendapat sebagian mufasir terdahulu seperti As-Suyuthi. Dan telah berkata sebagian yang lain bahwa makna hikmah adalah dengan petunjuk dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mufasir lainnya lalu menafsirkan hikmah secara lebih rinci. An-Nawawi al-Jawi menafsirkan hikmah sebagai hujjah yang qath‘i yang menghasilkan akidah yang meyakinkan. yakni sebagai hujjah atau dalil. At-Thabary mengatakan bahwa Hikmah dari Allah SWT bisa berarti benar dalam keyakinan dan pandai dalam din dan akal. kesaktian dan makna yang dalam. Sebagian mensyaratkan hujjah itu harus bersifat qath‘i (pasti). jelas. Karena sesungguhnya di dalam Al Qur’an ada keterangan dan penjelasan tentang kebenaran dengan wajah yang sempurna (proporsional). telah berkata sebagian mufassir bahwa makna hikmah adalah Al-Qur’an. Analisis Tafsir An Nahl ayat 125 a. An-Nisaburi menafsirkan hikmah sebagai hujjah yang qath‘i yang dapat menghasilkan keyakinan. Oleh karena itu. Penafsiran tersebut tampaknya masih global. Adapun Abdul Aziz bin Baz bin Abdullah bin Baz berdasarkan penelitiannya menyimpulkan bahwa hikmah mengandung arti sebagai berikut: ‫والمراد بها: الدلة المقنعة الواضحة الكاشفة للحق، والداحضببة للباطببل؛ ولهببذا‬ ‫قال بعض المفسرين: المعنى: ببالقرآن؛ لنبه الحكمبة العظيمبة؛ لن فيبه البيبان‬ . dan Al-Baghawi. dan membantah kebatilan. Al- . yakni kejelasan yang menghilangkan kesamaran. Secara bahasa al-hikmah berarti ketepatan dalam ucapan dan amal. dan kebenaran dalam ucapan selain kenabian. al-hikmah berarti mengetahui perkara-perkara yang ada dan mengerjakan hal-hal yang baik. seperti alBaidhawi. seperti an-Nawawi al-Jawi. al-hikmah adalah pemahaman. serta menemukan (mengungkapkan) kebenaran. tetapi menjelaskan karakter dalil itu. Dan Ibnu Katsir yang menafsirkan hikmah sebagai apa saja yang diturunkan Allah berupa al-Kitab dan As-Sunnah.‫واليضاح للحق بأكمل وجه، وقال بعضهم: معناه: بالدلة من الكتاب والسنة‬ Artinya: “Dan yang dimaksud dengan hikmah adalah: petunjuk yang memuaskan. Yang lainnya.4.

Dari ungkapan para mufasir di atas juga dapat dimengerti. Sebab. yakni hujjah yang tertuju pada akal. Kesimpulannya. al-Khazin. kadangkala juga berarti hujjah atau argumentasi. Sebab. Argumentasi logis mampu membongkar rekayasa kebatilan. dan menjadi api yang mampu membakar kebobrokan sekaligus menjadi cahaya yang dapat menyinari kebenaran. Hikmah. para mufasir seperti al-Baidhawi. kadangkala berarti menempatkan persoalan pada tempatnya. yaitu dalil yang menjelaskan kebenaran dan menyingkirkan kesamaran (addalil al-muwadhdhih li al-haq wa alimuzîh li asy-syubhah). menerangi wajah kebenaran. Al-burhân al-‘aqlî (argumentasi logis) yang di maksud adalah argumentasi yang masuk akal. Makna hikmah dalam ayat ini adalah hujah dan argumentasi Dakwah atau pengajaran dengan cara hikmah. Yang dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan siapa saja.Baidhawi dan Al-Khazin mengartikan hikmah dengan ucapan yang tepat (al-maqâlah almuhkamah). . Makna Mau‘izhah Al-hasanah. memang. an-Nisaburi. ia tidak dapat mengikuti kebenaran kecuali bila akalnya puas dan hatinya tenteram. dan yang memuaskan. yakni golongan yang mempunyai kemampuan berpikir sempurna. bahwa hujjah yang dimaksud adalah hujjah yang bersifat rasional (‘aqliyyah/fikriyyah). jumhur mufasir menafsirkan kata hikmah dengan hujjah atau dalil. Hanya saja. manusia tidak dapat menutupi akalnya di hadapan argumentasi-argumentasi yang pasti serta pemikiran yang kuat. umumnya diberikan oleh seseorang untuk menjelaskan sesuatu kepada pendengarnya yang ikhlas untuk mencari kebenaran. Dalam ayat ini. yang tidak dapat dibantah. al-Alusi. Al-Asyqar menafsirkan hikmah dengan ucapan yang tepat dan benar (al-maqâlah al-muhakkamah ash-shahîhah). 2. dan anNawawi al-Jawi mengaitkan seruan dengan hikmah ini kepada sasarannya yang spesifik. tidak mungkin ditafsirkan dengan makna menempatkan persoalan pada tempatnya.

al-Baidhawi. Al-Baidhawi dan al-Alusi menggunakan ungkapan alkhithâbât al-muqni‘ah (ungkapan-ungkapan yang memuaskan). karakter nasihat yang tergolong mau’izhah hasanah ada dua: Pertama. Dari berbagai tafsir itu. menggunakan ungkapan yang tertuju pada hati/perasaan. yang tersusun untuk mewujudkan pembenaran (tashdîq) berdasarkan premis-premis yang yang telah diterima. dan khithâb (seruan). para mufasir menyifati dalil itu dengan aspek kepuasan hati atau keyakinan. Al-Baidhawi dan Al-Alusi menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai seruan-seruan yang memuaskan/meyakinkan (al-khithâbât almuqni‘ah) dan ungkapan-ungkapan yang bermanfaat (al-‘ibâr al-nâafi‘ah). An-Nawawi alJawi menafsirkannya sebagai tanda-tanda yang bersifat zhanni (al-amârât azh-zhanniyah) dan dalil-dalil yang memuaskan. Ini terbukti dengan ungkapan yang digunakan para mufasir. mengunakan kata dalâ’il iqnâ‘iyyah (dalil yang menimbulkan kepuasan). Namun. Semua ini jelas berkaitan dengan fungsi hati untuk meyakini atau puas terhadap . tanpa meninggalkan karakter nasihat itu yang tertuju pada akal. para mufasir menjelaskan sifat mau’izhah hasanah sebagai suatu nasihat yang tertuju pada hati (perasaan). dan al-Baghawi. dapat juga maknanya perkataan yang lembut (al-qawl ar-raqîq). yaitu nasihat atau peringatan al-Quran (mau’izhah al-Qur’an). as-Suyuthi dan al-Baghawi sedikit menambahkan. Terbukti. Semua ini jelas berkaitan dengan fungsi akal untuk memahami. Adanya kepuasan dan keyakinan (iqnâ‘) jelas tidak akan terwujud tanpa proses pembenaran dan kecondongan hati. Demikian pendapat al-Fairuzabadi. muqaddimah (premis). yakni kata dalâ’il (bukti-bukti). dan al-Alusi.Sebagian mufasir menafsirkan mau’izhah hasanah (nasihat/peringatan yang baik) secara global. Al-Khazin menafsirkan mau’izhah hasanah dengan targhîb (memberi dorongan untuk menjalankan ketaatan) dan tarhîb (memberikan ancaman/peringatan agar meninggalkan kemaksiatan). Kedua. seperti an-Nisaburi. An-Nisaburi. misalnya. menggunakan ungkapan yang tertuju pada akal. AnNisaburi menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai dalil-dalil yang memuaskan (ad-dalâ’il al-iqna’iyyah). Sayyid Quthub menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai nasihat yang masuk ke dalam hati dengan lembut (tadkhulu ilâ al-qulûb bi rifq). Merinci tafsiran global tersebut. as-Suyuthi.

tt.dalam Surat Al-A’raf ayat 179: َ ُ َ ْ َ َ ٌ ُُ ْ ُ َ ِ ْ ِْ َ ّ ِ ْ َ ِ ً ِ َ َ ّ َ َ ِ َ ْ َ َ ْ َ ََ ‫ولقد ذرأنا لجهنم كثيرا من الجن والنس لهم قلوب ل يفقهون‬ ‫بها ولهم أعين ل يبصرون بها ولهم آذان ل يسمعون بها‬ َ ِ َ ُ َ ْ َ َ ٌ َ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ َ ٌ ُ ْ َ ْ ُ ََ َ ِ َ َِ ُ ‫أولئك‬ َ ُِ َ ْ ُ ُ َ ِ َ ُ ّ َ َ ْ ُ ْ َ ِ َ ْ َْ َ ‫كالنعام بل هم أضل أولئك هم الغافلون‬ Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan isi neraka Jahanam itu kebanyakan dari jin dan manusia. hal. t-tp. Al-Wahidi. Tafsir Al-Qur’an Al –Adzim. Tafsir Jalalain. Al-Quran telah mempraktikkan hal tersebut. Hal. Kairo. al-Khazin. Tahqiq oleh Samy bin Muhammad Salamah. op. 12. Mawaqi’u ya’sub.613/IV. tt. tetapi masih mempunyai fitrah yang lurus. 440/ 1. Oleh karena itu di dalam proses pengajaran dan pendidikan hendaklah mengandung unsur-unsur tersebut. an-Nisaburi. tp. Mereka juga mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Kairo.”. Taqiyuddin An-Nabhani. Hal. Dar at-Thoyyibah Linasyri Wa Tawji’.sesuatu dalil.Mesir. Ushul As Sarkhasy. tt. Adapun mau’izhah al hasanah atau nasihat yang baik. 1997. al-Alusi. Madinah . hlm. Darul Ummah. t-tp. pada saat ia menyeru pemikiran ia pun mempengaruhi perasaan manusia. Dâr Sya’b. Dar ul-Hadîts.. Abdurrahman bin Abi Bakr al-Mahalli. Mawaqi’ At-Tafasir . Asy-Syaukani. Di antara upaya untuk menyentuh perasaan adalah menyampaikan targhîb dan tarhîb. Irsyâd al-Fuhûl. tt. Asbâb an-Nuzul. dan anNawawi al-Jawi.164/I.421. Misalnya firman Allah SWT. 1373 H. Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah. Seruan dengan mau‘izhah hasanah ini tertuju pada orang-orang yang kemampuan berpikirnya tidak secanggih golongan yang diseru dengan hikmah. Mereka itulah orang-orang yang lalai. Halaman 363. umumnya dengan cara memberikan berita gembira dan berita peringatan dari Allah Pencipta alam. Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki. Mawaqiu’ Sy’ab. Demikian menurut al-Baidhawi. tt.200/10. As Sarkhasy. Muhammad bin Ahmad. Mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakan untuk memperhatikan (ayat-ayat Allah). bahkan mereka lebih sesat lagi. Hal. Zubdah al-Itqân fî ‘Ulûm al-Qur’ân. Al Wajid fi Tafsir Kitab Al Ajizi. t-tp. Beirut. tt. As-Suyuthi. 132. t-tp.241/III.Nasyabury.dkk.cit. Sunaryo. Tafsir Al-Qurthubi. 191/1 Abu Al-Fida Ibn Umar Ibn Katsir. Hal. hlm. sebagaimana ditunjukkan oleh Al-Khazin. hal.Lihat juga: Al-Wahidi An. 1420 H. Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr bin Farah al-Qurthubi. . Mereka mempunyai pikiran tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayatayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak. tp.

Hal. 393/III Lihat:An.Nawawi Al jawi. tt.cit. op. As-Suyuthi. Mawaqi’u At Tafasir.dkk. Jâmi’ al-Bayân fî Ta’wîl al-Qur’ân.401. Ruhul Ma’ani Fi Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim. Abu Jafar At-Thabari. Hal.Lihat Diposkan oleh Ihsan Azhari di Selasa. Hal 65/V Al-Khazin. tt. loc. Mawaqi’u at-Tafaasir. Rûh al-Ma’ânî. Hal. Mawaqi’u at -Tafasir. Hal.Tafsir An Nisabury. Hal. t-tp. Hal.loc. 1420 H.394/III . Anwar At Tanjil Wa Asror At Ta’wil. Tafsir Fi Zilalil Qur’an .. Mawaqi’u At Tafasir. tt. April 13. t-tp. 269/5 Abdul Aziz bin Baz.25/I. Lihat juga: Abu Muhammad Al Baghawi.491/2 Abu Al-Fida Ibn Umar Ibn Katsir. 1993. tt.tp. Mawaqi’ At-Tafasir .cit. Muassatur Risalah. Ad Da’wati Ilaa Allah Wa Akhlaqi Ad Da’aati.Nawawi Al jawi. op. 292/ XIII. cet:CV Asy-Syifa. Hal. Muhammad bin Ahmad. Ash-Shabuni. Dar at-Thoyyibah Linasyri Wa At Tawji’. Tafsir AlQur’an Al –Adzim. hal 52/V. Ma’alim At Tanjil.223/IV Sunaryo.Mawaqiu At Tafqair. Al Wajid fi Tafsir Kitab Al Ajizi. Mawaqi’u Al-Islam.cit.Hal.tp. Mesir. t-tp. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Tahqiq oleh Samy bin Muhammad Salamah.Hal. tt Hal. Al-Wahidi.Depag RI. Marah Labid Tafsir An Nawawi. Lihat juga :Al-Alusi. Mawaqi’u At Tafasir.cit. t-tp. t-tp. Lihat juga: Abu Al Lays A Samarkandy.Jami’ul Bayan Fi Ta’wil AlQur’an.cit Al-Baidhawi. Hasan Alwi. 487/V. Shafwat at-Tafâsîr. tt. t-tp.321/17 Abu Al-Fida Ibn Umar Ibn Katsir.cit. I/516 An-Nisaburi. An-Nisaburi. An. Madinah 1417 H.Hal. t-tp. Arab Saudi.Hal. hal.Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Khalid Ath Thabari. Hal. tt. 440/ 1.Semarang 1992. Al-Baidhawi.222/IV Sayyid Quthub. Abdurrahman bin Abi Bakr al-Mahalli. tt. Bahrul Ulum. loc. 82/XI. Lubab At Ta’wil Fi Ma’ani AT Tanjil. Madinah 1420 H. t-tp. op. t-tp.Dar At-Thoyyibah Linasyri wa Tawji’. Beirut. Marah Labid Tafsir An Nawawi. hal.Mesir. Hal. 2010 . Lubab At Ta’wil Fi Ma’ani AT Tanjil.613/IV. t-tp. tt.dkk. 517/I Al-Khazin. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah..tp. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 451/2 Shihab al-Din al-Alusi. tt. tp. tt. Hal. tp.251. tt.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful