Kajian Tafsir Surat An Nahl Ayat 125 1.

Teks Surat An Nahl Ayat 125

‫ادع إلى سبيل ربك بالحكمبة والموعظبة الحسبنة وجببادلهم ببالتي‬ ِ ّ ‫ْ ُ ِ َ َ ِ ِ َ ّ َ ِ ْ ِ ْ َ ِ َ ْ َ ْ ِ َ ِ ْ َ َ َ ِ َ َ ِ ْ ُ ْ ِب‬ ُ َْ َ َ ُ َ ِ ِ ِ َ ْ َ ‫ِ َ َ ْ َ ُ ِ ّ َ ّ َ ُ َ َ ْ َ ُ ِ َ ْ َ ل‬ ‫هي أحسن إن رببك هبو أعلبم بمبن ضب ّ عبن سببيله وهبو أعلبم‬ َ ِ َْ ُ ْ ِ ‫بالمهتدين‬Artinya:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”

2. Asbab An-Nuzul Surat An Nahl ayat 125 Para mufasir berbeda pendapat seputar sabab an-nuzul (latar belakang turunnya) ayat ini. Al-Wahidi menerangkan bahwa ayat ini turun setelah Rasulullah SAW. menyaksikan jenazah 70 sahabat yang syahid dalam Perang Uhud, termasuk Hamzah, paman Rasulullah. Al-Qurthubi menyatakan bahwa ayat ini turun di Makkah ketika adanya perintah kepada Rasulullah SAW, untuk melakukan gencatan senjata (muhadanah) dengan pihak Quraisy. Akan tetapi, Ibn Katsir tidak menjelaskan adanya riwayat yang menjadi sebab turunnya ayat tersebut. Meskipun demikian, ayat ini tetap berlaku umum untuk sasaran dakwah siapa saja, Muslim ataupun kafir, dan tidak hanya berlaku khusus sesuai dengan sabab an- nuzul-nya (andaikata ada sabab an-nuzul-nya). Sebab, ungkapan yang ada memberikan pengertian umum. Ini berdasarkan kaidah ushul:

‫أن العبرة لعموم اللفظ ل بخصوص السبب‬ ِ َّ ِ ُ ُ ِ َ ِ ْ ّ ِ ُ ُ ِ َ َ ْ ِ ْ ّ َ
Artinya: “Yang menjadi patokan adalah keumuman ungkapan, bukan kekhususan sebab” Setelah kata ud‘u (serulah) tidak disebutkan siapa obyek (maf‘ûl bih)-nya. Ini adalah uslub (gaya pengungkapan) bahasa Arab yang memberikan pengertian umum (li atta’mîm).

ونزل لما قتل حمزة‬ Artinya: “Serulah (manusia. wahai Muhammad) ke jalan Rabb-mu (agama-Nya) dengan hikmah (dengan al-Quran) dan nasihat yang baik (nasihat-nasihat atau perkataan yang halus) dan debatlah mereka dengan debat terbaik (debat yang terbaik seperti menyeru manusia kepada Allah dengan ayat-ayat-Nya dan menyeru manusia kepada hujah). selama tidak ada dalil yang mengkhususkannya. Hal ini terjadi sebelum ada perintah berperang. perintah ini juga berlaku untuk umat Islam.” 3. dan Dia Mahatahu atas orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Ketika Hamzah dibunuh (dicincang dan meninggal dunia pada Perang Uhud)” b. Sebagaimana kaidah dalam ushul fikih : ‫خطاب الرسول خظاب لمته مالم يرد دليل التحصيص‬ Artinya: “Perintah Allah kepada Rasulullah. Dialah Yang Mahatahu. فهببى محكمببة‬ ‫فببي جهببة العصبباة مببن الموحببدين، ومنسببوخة بالقتببال فببي حببق‬ . Sesungguhnya Rabbmu. Tafsir al-Qurthuby ‫هذه الية نزلت بمكة في وقت المبر بمهادنبة قريبش، وأمبره أن‬ ،‫يدعو إلى دين ال وشرعه بتلطبف وليبن دون مخاشبنة وتعنيبف‬ ‫وهكذا ينبغى أن يوعظ المسلمون إلى يببوم القيامببة. Beberapa Pendapat Ahli Tafsir a. Maka Allah membalas mereka. perintah ini juga berlaku untuk umat Islam. Meski ayat ini adalah perintah Allah kepada Rasulullah. ayat ini juga berlaku umum.Dari segi siapa yang berdakwah. Tafsir Al-Jalaalayn { ‫ادع { النبباس يببا محمببد صببلى الب عليببه وسببلم } إلببى سببيل‬ ِ َِ { ‫ربببك { دينببه } بالحكمببة { بببالقرآن } والموعظببة الحسببنة‬ َّ } ‫مواعظة أو القول الرقيق } وجادلهم بالتى { أي المجادلة التي‬ ِّ ‫هى أحسن { كالدعاء إلى الب بآيباته والبدعاء إلبى حججبه } إن‬ ‫ب‬ ‫ب‬ ‫ب‬ َُْ ََ ِ ُ َْ َ َ ُ َ ِ ِ ِ َ َ ّ َ ‫رببك هبو أعلبم { أي عببالم } بمببن ضبل عببن سببيله وهبو أعلبم‬ َِ ُ َْ َ َ ُ َ ّ ّ ‫، بالمهتدين { فيجازيهم‬ ‫وهذا قبل المر بالقتال . yakni Mahatahu tentang siapa yang sesat dari jalan-Nya.

Sebagaimana yang banyak tersebar dalam surat ini. orang yang engkau diutus Rabb-mu kepada nya dengan seruan untuk taat ke jalan Rabb-mu. dan tidak menggunakan kekerasan (ta’nif). yakni dengan peringatan/pelajaran yang indah. Janganlah engkau mendurhakai-Nya dengan tidak menyampaikan risalah Rabb-mu yang diwajibkan kepadamu. Wallâhu a’lam. dengan hikmah (yakni dengan wahyu Allah yang telah diwahyukan kepadamu dan kitab-Nya yang telah Dia turunkan kepadamu) dan dengan nasihat yang baik (al-mau’izhah al-hasanah. dan Allah mengingatkan mereka (dalam ayat dan surat tersebut) tentang berbagai kenikmatan-Nya). Beliau diperintahkan untuk menyeru pada agama Allah dengan lembut (talathuf). tidak bersikap kasar (mukhasanah).‫تبليغهم رسالة ربك‬ Artinya: “Serulah (Wahai Muhammad. Ada pula yang mengatakan bahwa bila terhadap orang kafir dapat dilakukan cara tersebut. Serta debatlah mereka dengan cara baik (yakni bantahlah mereka dengan bantahan yang terbaik). وقد قيل: إن من أمكنت معه هببذه الحببوال مببن الكفببار‬ . dari selain bantahan itu engkau berpaling dari siksaan yang mereka berikan kepadamu sebagai respon mereka terhadap apa yang engkau sampaikan. Tafsir At-Thabary ‫) ادع ( يا محمد من أرسلك إليه ربك بالدعاء إلببى طبباعته) إلببى‬ َِ ُْ ‫سبيل ربك ( يقول: إلى شريعة ربببك الببتي شببرعها لخلقببه، وهببو‬ َ َّ ِ ِ َ ‫السلم) بالحكمة ( يقول بوحي ال الذي يوحيه إليك وكتابه الذي‬ َِْ ِ ْ ِ ‫ينزله عليك) والموعظة الحسنة ( يقببول: وبببالعبرة الجميلببة الببتي‬ ِ ََ َ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ ‫جعلها ال حجة عليهم في كتابه ، وذكرهم بها في تنزيلببه، كببالتي‬ ّ ‫عدد عليهم في هذه السورة من حججه ، وذكرهم فيها مببا ذكرهببم‬ ّ ّ ‫مبببن آلئه) وجبببادلهم ببببالتي هبببي أحسببن ( يقبببول: وخاصبببمهم‬ ُ ‫َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ّ ِ ِ َ َ ْ َب‬ ‫بالخصومة التي هي أحسن مبن غيرهبا أن تصبفح عمبا نبالوا ببه‬ ‫عرضبك مبن الذى، ول تعصبه فبي القيببام بببالواجب عليبك مبن‬ ‫ب ب‬ ‫ب ب‬ ‫ب ب‬ .)” c. yakni ke jalan Tuhanmu yang telah Dia syariatkan bagi makhluk-Nya yakni Islam. diperintahkan untuk bersikap damai kepada kaum Quraisy.) d. Demikian pula kaum Muslim. hingga Hari Kiamat dinasihatkan dengan hal tersebut.قببال ابببن جريببر:وهومببا انزلببه عليببه مببن الكتبباب‬ . Ayat ini bersifat muhkam dalam kaitannya dengan orang-orang durhaka dan telah di-mansûkh oleh ayat perang berkaitan dengan kaum kafir. layyin. Tafsir al-Qurân il-‘Azhîm ‫يقول تعالى امرا رسوله محمدا صببلى ال ب عليببه وسببلم ان يببدعو‬ ‫الخلق بالحكمة. maka ayat tersebut dalam keadaan demikian bersifat muhkam.‫ورجى إيمانه بها دون قتال فهى فيه محكمة. وال أعلم‬ Artinya: “(Ayat ini diturunkan di Makkah saat Nabi SAW. serta terdapat harapan mereka untuk beriman tanpa peperangan.‫الكافرين. yang Allah jadikan hujah atas mereka di dalam kitab-Nya dan Allah telah mengingatkan mereka dengan hujah tersebut tentang apa yang diturunkan-Nya.

Dan nasihat yang baik. engkau sematamata pemberi peringatan. as-Sunnah. bahwa maksud dari hal tersebut adalah apa saja yang diturunkan kepadanya baik al-Quran.)” . lembut.s.‫والسببنة. Memperingatkan mereka dengannya supaya mereka waspada terhadap murka Allah SWT. ketika keduanya diutus menghadap Fir’aun seperti disebut dalam surat Thaha (20) ayat 44 (yang artinya): Katakanlah oleh kalian berdua kepadanya perkataan lembut semoga dia mendapat peringatan atau takut. Zat Yang Mahatinggi.}والموعظببة الحسببنة{ اي : بمببا فيببه مببن الزواجببر‬ ‫والوقاءع‬ ‫بالناس دكرهم بها ليحذروا ببباء س الب تعلببى. kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka. untuk menyeru segenap makhluk kepada Allah dengan hikmah. Hal ini seperti firman Allah SWT.. artinya dengan apa saja yang dikandungnya berupa peringatan (zawâjir) dan realitas-realitas manusia. Ibn Jarir menyatakan. berteman.s. dan perkataan yang baik. sebab bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapatkan petunjuk. Debatlah mereka dengan debat terbaik’ artinya barang siapa di antara mereka yang berhujah hingga berdebat dan berbantahan maka lakukanlah hal tersebut dengan cara yang baik. } وجببادلهم بببالتي‬ ِّ ِ ْ ُ ِْ َ َ ‫هي أحسن { أي: من احتبباج منهببم إلببى منبباظرة وجببدال، فليكببن‬ َُْ ََ ِ ‫بببالوجه الحسببن برفببق وليببن وحسببن خطبباب، كمببا قببال: } ول‬ َ { ‫تجادلوا أهل الكتاب إل بالتي هي أحسن إل الذين ظلمببوا منه بم‬ ْ ُ ْ ِ ُ ََ َ ِ ّ ِ ُ َ ْ َ َ ِ ِ ّ ِ ِ ِ َ ِ ْ َ ْ َ ُِ َ ُ ‫]العنكبببوت:64[ . Firman-Nya “Sesungguhnya Rabb-mu Dialah Maha Mengetahui terhadap siapa yang sesat dari jalanNya” artinya Sungguh Dia telah mengetahui orang yang celaka dan bahagia di antara mereka. فببأمره تعببالى بليببن الجببانب، كمببا أمببر موسببى‬ ‫وهارون، عليهما السلم، حين بعثهما إلى فرعون فقال: } فقول‬ َُ 44: ‫]له قول لينا لعله يتذكر أو يخشى { ]طه‬ َ ْ َ ْ َ ُ ّ َ َ َ ُ َّ َ ً ّ َ ْ َ َ ُ َْ َ َ ُ َ ِ ِ ِ َ ْ َ ‫ِ ّ َ ّ َ ُ َ َ َْ ُ ِ َ ْ َ ل‬ ‫وقببوله: إن ربببك هببو أعلببم بمببن ضبب ّ عببن سبببيله وهببو أعلببم‬ ‫بالمهتدين. Oleh karena itu. dalam surat al-‘Ankabut (29): 46 (yang artinya): Janganlah kalian berdebat dengan Ahli Kitab melainkan dengan cara yang paling baik. Dia memerintahkannya untuk bersikap lembut seperti halnya Dia memerintahkan hal tersebut kepada Musa a. dan janganlah engkau merasa rugi atas mereka yang sesat. serulah mereka kepada Allah. Muhammad SAW. أي: قد علم الشقي منهببم والسببعيد، وكتببب ذلببك عنببده‬ َ ِ َْ ُ ْ ِ ‫وفرغ منه، فادعهم إلى ال، ول تذهب نفسك على من ضل منهم‬ ‫حسرات، فإنه ليس عليك هداهم إنما أنت نذير، عليك‬ ‫البلغ، وعلينا الحساب‬ Artinya: “(Allah. berfirman dengan memerintahkan Rasul-Nya. engkau wajib menyampaikan dan Kami yang wajib menghisabnya. Dan Allah telah menuliskan dan menuntaskan hal itu disisinya. dan Harun a.

al-hikmah adalah pemahaman. Analisis Tafsir An Nahl ayat 125 a. Menurut Mujahid. Oleh karena itu. Secara bahasa al-hikmah berarti ketepatan dalam ucapan dan amal. akal. Makna Hikmah Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hikmah diartikan sebagai kebijaksanaan. Karena sesungguhnya di dalam Al Qur’an ada keterangan dan penjelasan tentang kebenaran dengan wajah yang sempurna (proporsional). seperti an-Nawawi al-Jawi. dan membantah kebatilan. seperti alBaidhawi. Menurut ar-Raghib. Sebagian mensyaratkan hujjah itu harus bersifat qath‘i (pasti). serta menemukan (mengungkapkan) kebenaran. Dan telah berkata sebagian yang lain bahwa makna hikmah adalah dengan petunjuk dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.‫واليضاح للحق بأكمل وجه، وقال بعضهم: معناه: بالدلة من الكتاب والسنة‬ Artinya: “Dan yang dimaksud dengan hikmah adalah: petunjuk yang memuaskan. kesaktian dan makna yang dalam. yakni kejelasan yang menghilangkan kesamaran. al-hikmah berarti mengetahui perkara-perkara yang ada dan mengerjakan hal-hal yang baik. yakni sebagai hujjah atau dalil. karena sesungguhnya Al-Qur’an adalah hikmah yang agung. Yang lainnya. jelas. tetapi menjelaskan karakter dalil itu. An-Nawawi al-Jawi menafsirkan hikmah sebagai hujjah yang qath‘i yang menghasilkan akidah yang meyakinkan. Adapun Abdul Aziz bin Baz bin Abdullah bin Baz berdasarkan penelitiannya menyimpulkan bahwa hikmah mengandung arti sebagai berikut: ‫والمراد بها: الدلة المقنعة الواضحة الكاشفة للحق، والداحضببة للباطببل؛ ولهببذا‬ ‫قال بعض المفسرين: المعنى: ببالقرآن؛ لنبه الحكمبة العظيمبة؛ لن فيبه البيبان‬ .4.” Pernyataan Abdul Aziz Bin Baz tersebut sejalan dengan pendapat sebagian mufasir terdahulu seperti As-Suyuthi. Mufasir lainnya lalu menafsirkan hikmah secara lebih rinci. Penafsiran tersebut tampaknya masih global. telah berkata sebagian mufassir bahwa makna hikmah adalah Al-Qur’an. Dan Ibnu Katsir yang menafsirkan hikmah sebagai apa saja yang diturunkan Allah berupa al-Kitab dan As-Sunnah. dan kebenaran dalam ucapan selain kenabian. At-Thabary mengatakan bahwa Hikmah dari Allah SWT bisa berarti benar dalam keyakinan dan pandai dalam din dan akal. Al- . An-Nisaburi menafsirkan hikmah sebagai hujjah yang qath‘i yang dapat menghasilkan keyakinan. tidak mengharuskan sifat qath‘i. As-Samarkandy yang mengartikan hikmah sebagai al-Quran. dan Al-Baghawi.

Dalam ayat ini. manusia tidak dapat menutupi akalnya di hadapan argumentasi-argumentasi yang pasti serta pemikiran yang kuat. Argumentasi logis mampu membongkar rekayasa kebatilan. . Dari ungkapan para mufasir di atas juga dapat dimengerti.Baidhawi dan Al-Khazin mengartikan hikmah dengan ucapan yang tepat (al-maqâlah almuhkamah). yakni golongan yang mempunyai kemampuan berpikir sempurna. kadangkala juga berarti hujjah atau argumentasi. yakni hujjah yang tertuju pada akal. Sebab. yaitu dalil yang menjelaskan kebenaran dan menyingkirkan kesamaran (addalil al-muwadhdhih li al-haq wa alimuzîh li asy-syubhah). Kesimpulannya. Al-Asyqar menafsirkan hikmah dengan ucapan yang tepat dan benar (al-maqâlah al-muhakkamah ash-shahîhah). ia tidak dapat mengikuti kebenaran kecuali bila akalnya puas dan hatinya tenteram. Makna hikmah dalam ayat ini adalah hujah dan argumentasi Dakwah atau pengajaran dengan cara hikmah. al-Alusi. dan yang memuaskan. dan anNawawi al-Jawi mengaitkan seruan dengan hikmah ini kepada sasarannya yang spesifik. bahwa hujjah yang dimaksud adalah hujjah yang bersifat rasional (‘aqliyyah/fikriyyah). al-Khazin. memang. Hikmah. para mufasir seperti al-Baidhawi. Makna Mau‘izhah Al-hasanah. tidak mungkin ditafsirkan dengan makna menempatkan persoalan pada tempatnya. kadangkala berarti menempatkan persoalan pada tempatnya. Yang dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan siapa saja. yang tidak dapat dibantah. Al-burhân al-‘aqlî (argumentasi logis) yang di maksud adalah argumentasi yang masuk akal. Hanya saja. dan menjadi api yang mampu membakar kebobrokan sekaligus menjadi cahaya yang dapat menyinari kebenaran. menerangi wajah kebenaran. umumnya diberikan oleh seseorang untuk menjelaskan sesuatu kepada pendengarnya yang ikhlas untuk mencari kebenaran. Sebab. an-Nisaburi. 2. jumhur mufasir menafsirkan kata hikmah dengan hujjah atau dalil.

mengunakan kata dalâ’il iqnâ‘iyyah (dalil yang menimbulkan kepuasan). Kedua. dan al-Alusi. Namun. Terbukti. misalnya. menggunakan ungkapan yang tertuju pada hati/perasaan. yakni kata dalâ’il (bukti-bukti). para mufasir menyifati dalil itu dengan aspek kepuasan hati atau keyakinan. al-Baidhawi. dapat juga maknanya perkataan yang lembut (al-qawl ar-raqîq). Merinci tafsiran global tersebut. karakter nasihat yang tergolong mau’izhah hasanah ada dua: Pertama. dan al-Baghawi. Semua ini jelas berkaitan dengan fungsi hati untuk meyakini atau puas terhadap . yaitu nasihat atau peringatan al-Quran (mau’izhah al-Qur’an). Al-Khazin menafsirkan mau’izhah hasanah dengan targhîb (memberi dorongan untuk menjalankan ketaatan) dan tarhîb (memberikan ancaman/peringatan agar meninggalkan kemaksiatan). tanpa meninggalkan karakter nasihat itu yang tertuju pada akal. menggunakan ungkapan yang tertuju pada akal. muqaddimah (premis). An-Nisaburi. Ini terbukti dengan ungkapan yang digunakan para mufasir. para mufasir menjelaskan sifat mau’izhah hasanah sebagai suatu nasihat yang tertuju pada hati (perasaan). Al-Baidhawi dan al-Alusi menggunakan ungkapan alkhithâbât al-muqni‘ah (ungkapan-ungkapan yang memuaskan). seperti an-Nisaburi. AnNisaburi menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai dalil-dalil yang memuaskan (ad-dalâ’il al-iqna’iyyah). yang tersusun untuk mewujudkan pembenaran (tashdîq) berdasarkan premis-premis yang yang telah diterima. Demikian pendapat al-Fairuzabadi. An-Nawawi alJawi menafsirkannya sebagai tanda-tanda yang bersifat zhanni (al-amârât azh-zhanniyah) dan dalil-dalil yang memuaskan.Sebagian mufasir menafsirkan mau’izhah hasanah (nasihat/peringatan yang baik) secara global. Dari berbagai tafsir itu. as-Suyuthi. dan khithâb (seruan). as-Suyuthi dan al-Baghawi sedikit menambahkan. Sayyid Quthub menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai nasihat yang masuk ke dalam hati dengan lembut (tadkhulu ilâ al-qulûb bi rifq). Al-Baidhawi dan Al-Alusi menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai seruan-seruan yang memuaskan/meyakinkan (al-khithâbât almuqni‘ah) dan ungkapan-ungkapan yang bermanfaat (al-‘ibâr al-nâafi‘ah). Semua ini jelas berkaitan dengan fungsi akal untuk memahami. Adanya kepuasan dan keyakinan (iqnâ‘) jelas tidak akan terwujud tanpa proses pembenaran dan kecondongan hati.

421. Taqiyuddin An-Nabhani. tetapi masih mempunyai fitrah yang lurus. t-tp.. Al-Wahidi. Tafsir Al-Qur’an Al –Adzim. . Mereka mempunyai pikiran tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayatayat Allah). Misalnya firman Allah SWT. Tafsir Jalalain. dan anNawawi al-Jawi. Dar at-Thoyyibah Linasyri Wa Tawji’. Muhammad bin Ahmad. tt. hal. Demikian menurut al-Baidhawi. 1420 H. Madinah . tp. hal. op. t-tp. 1997. Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah. Kairo. Mawaqi’ At-Tafasir . umumnya dengan cara memberikan berita gembira dan berita peringatan dari Allah Pencipta alam. Irsyâd al-Fuhûl. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”. Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki. Hal. Oleh karena itu di dalam proses pengajaran dan pendidikan hendaklah mengandung unsur-unsur tersebut.cit.Nasyabury. Al Wajid fi Tafsir Kitab Al Ajizi. As-Suyuthi. tt. Tahqiq oleh Samy bin Muhammad Salamah. Hal. Adapun mau’izhah al hasanah atau nasihat yang baik. 132. hlm. t-tp. bahkan mereka lebih sesat lagi.Lihat juga: Al-Wahidi An. pada saat ia menyeru pemikiran ia pun mempengaruhi perasaan manusia. tt. 440/ 1. tp. Kairo. Hal. Seruan dengan mau‘izhah hasanah ini tertuju pada orang-orang yang kemampuan berpikirnya tidak secanggih golongan yang diseru dengan hikmah. Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr bin Farah al-Qurthubi.dalam Surat Al-A’raf ayat 179: َ ُ َ ْ َ َ ٌ ُُ ْ ُ َ ِ ْ ِْ َ ّ ِ ْ َ ِ ً ِ َ َ ّ َ َ ِ َ ْ َ َ ْ َ ََ ‫ولقد ذرأنا لجهنم كثيرا من الجن والنس لهم قلوب ل يفقهون‬ ‫بها ولهم أعين ل يبصرون بها ولهم آذان ل يسمعون بها‬ َ ِ َ ُ َ ْ َ َ ٌ َ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ َ ٌ ُ ْ َ ْ ُ ََ َ ِ َ َِ ُ ‫أولئك‬ َ ُِ َ ْ ُ ُ َ ِ َ ُ ّ َ َ ْ ُ ْ َ ِ َ ْ َْ َ ‫كالنعام بل هم أضل أولئك هم الغافلون‬ Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan isi neraka Jahanam itu kebanyakan dari jin dan manusia. As Sarkhasy. sebagaimana ditunjukkan oleh Al-Khazin. Asy-Syaukani. 1373 H. Asbâb an-Nuzul. hlm.164/I. 191/1 Abu Al-Fida Ibn Umar Ibn Katsir. Mawaqi’u ya’sub. tt.Mesir.sesuatu dalil. Di antara upaya untuk menyentuh perasaan adalah menyampaikan targhîb dan tarhîb. al-Khazin.241/III. Dar ul-Hadîts. al-Alusi. tt. Darul Ummah. Sunaryo. Abdurrahman bin Abi Bakr al-Mahalli. an-Nisaburi. Mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakan untuk memperhatikan (ayat-ayat Allah).dkk. tt. Beirut. Mereka juga mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Tafsir Al-Qurthubi. Mereka itu seperti binatang ternak. Ushul As Sarkhasy. 12. Hal. Al-Quran telah mempraktikkan hal tersebut.200/10. Halaman 363.613/IV. Mawaqiu’ Sy’ab. Dâr Sya’b. Zubdah al-Itqân fî ‘Ulûm al-Qur’ân. t-tp.

401.Tafsir An Nisabury.Semarang 1992. Bahrul Ulum. op. Al-Qur’an dan Terjemahnya. tt.Depag RI. An. Hal. Lubab At Ta’wil Fi Ma’ani AT Tanjil. Mawaqi’u Al-Islam. Hal. Ash-Shabuni.loc.25/I. Muhammad bin Ahmad. Beirut. Hal. Mawaqi’u At Tafasir. Mawaqi’u At Tafasir. Abdurrahman bin Abi Bakr al-Mahalli. Hal. Hal. 440/ 1. t-tp. 2010 .Nawawi Al jawi.613/IV.dkk.251. Tafsir AlQur’an Al –Adzim. April 13. Al-Baidhawi. Mawaqi’ At-Tafasir .dkk. Arab Saudi. 292/ XIII. tt.cit. loc. As-Suyuthi. tt. Al Wajid fi Tafsir Kitab Al Ajizi.cit Al-Baidhawi. t-tp.Lihat Diposkan oleh Ihsan Azhari di Selasa. 1993. Dar at-Thoyyibah Linasyri Wa At Tawji’. Lihat juga: Abu Al Lays A Samarkandy.223/IV Sunaryo. loc. Madinah 1417 H.tp.Hal. Jâmi’ al-Bayân fî Ta’wîl al-Qur’ân. Hal.. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah. 269/5 Abdul Aziz bin Baz.Dar At-Thoyyibah Linasyri wa Tawji’. Hal. Lihat juga :Al-Alusi. op.321/17 Abu Al-Fida Ibn Umar Ibn Katsir.cit.Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Khalid Ath Thabari.. tt. Shafwat at-Tafâsîr. Abu Jafar At-Thabari. cet:CV Asy-Syifa. Lihat juga: Abu Muhammad Al Baghawi.491/2 Abu Al-Fida Ibn Umar Ibn Katsir.222/IV Sayyid Quthub. tt. Muassatur Risalah. t-tp. Ma’alim At Tanjil. tp. tt. 487/V. Lubab At Ta’wil Fi Ma’ani AT Tanjil.Mesir. Hal. hal. t-tp. Rûh al-Ma’ânî. Tafsir Fi Zilalil Qur’an . Kamus Besar Bahasa Indonesia.cit.394/III . tp. Mawaqi’u At Tafasir.cit. Madinah 1420 H.Hal. t-tp. t-tp. tt. Hal.Hal. 1420 H. t-tp.Nawawi Al jawi.cit. Marah Labid Tafsir An Nawawi.Hal. tt. tt.tp. Mawaqi’u at-Tafaasir. tt Hal. Hasan Alwi. Anwar At Tanjil Wa Asror At Ta’wil. An-Nisaburi. tt.tp. Tahqiq oleh Samy bin Muhammad Salamah. I/516 An-Nisaburi.Jami’ul Bayan Fi Ta’wil AlQur’an. Mawaqi’u at -Tafasir. tt. 393/III Lihat:An.Mawaqiu At Tafqair. Hal. Ad Da’wati Ilaa Allah Wa Akhlaqi Ad Da’aati. Al-Wahidi. 451/2 Shihab al-Din al-Alusi. Hal 65/V Al-Khazin. Ruhul Ma’ani Fi Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim. t-tp. hal. op. hal 52/V. Mesir. t-tp. t-tp. 82/XI. Marah Labid Tafsir An Nawawi. 517/I Al-Khazin.