Kajian Tafsir Surat An Nahl Ayat 125 1.

Teks Surat An Nahl Ayat 125

‫ادع إلى سبيل ربك بالحكمبة والموعظبة الحسبنة وجببادلهم ببالتي‬ ِ ّ ‫ْ ُ ِ َ َ ِ ِ َ ّ َ ِ ْ ِ ْ َ ِ َ ْ َ ْ ِ َ ِ ْ َ َ َ ِ َ َ ِ ْ ُ ْ ِب‬ ُ َْ َ َ ُ َ ِ ِ ِ َ ْ َ ‫ِ َ َ ْ َ ُ ِ ّ َ ّ َ ُ َ َ ْ َ ُ ِ َ ْ َ ل‬ ‫هي أحسن إن رببك هبو أعلبم بمبن ضب ّ عبن سببيله وهبو أعلبم‬ َ ِ َْ ُ ْ ِ ‫بالمهتدين‬Artinya:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”

2. Asbab An-Nuzul Surat An Nahl ayat 125 Para mufasir berbeda pendapat seputar sabab an-nuzul (latar belakang turunnya) ayat ini. Al-Wahidi menerangkan bahwa ayat ini turun setelah Rasulullah SAW. menyaksikan jenazah 70 sahabat yang syahid dalam Perang Uhud, termasuk Hamzah, paman Rasulullah. Al-Qurthubi menyatakan bahwa ayat ini turun di Makkah ketika adanya perintah kepada Rasulullah SAW, untuk melakukan gencatan senjata (muhadanah) dengan pihak Quraisy. Akan tetapi, Ibn Katsir tidak menjelaskan adanya riwayat yang menjadi sebab turunnya ayat tersebut. Meskipun demikian, ayat ini tetap berlaku umum untuk sasaran dakwah siapa saja, Muslim ataupun kafir, dan tidak hanya berlaku khusus sesuai dengan sabab an- nuzul-nya (andaikata ada sabab an-nuzul-nya). Sebab, ungkapan yang ada memberikan pengertian umum. Ini berdasarkan kaidah ushul:

‫أن العبرة لعموم اللفظ ل بخصوص السبب‬ ِ َّ ِ ُ ُ ِ َ ِ ْ ّ ِ ُ ُ ِ َ َ ْ ِ ْ ّ َ
Artinya: “Yang menjadi patokan adalah keumuman ungkapan, bukan kekhususan sebab” Setelah kata ud‘u (serulah) tidak disebutkan siapa obyek (maf‘ûl bih)-nya. Ini adalah uslub (gaya pengungkapan) bahasa Arab yang memberikan pengertian umum (li atta’mîm).

Tafsir Al-Jalaalayn { ‫ادع { النبباس يببا محمببد صببلى الب عليببه وسببلم } إلببى سببيل‬ ِ َِ { ‫ربببك { دينببه } بالحكمببة { بببالقرآن } والموعظببة الحسببنة‬ َّ } ‫مواعظة أو القول الرقيق } وجادلهم بالتى { أي المجادلة التي‬ ِّ ‫هى أحسن { كالدعاء إلى الب بآيباته والبدعاء إلبى حججبه } إن‬ ‫ب‬ ‫ب‬ ‫ب‬ َُْ ََ ِ ُ َْ َ َ ُ َ ِ ِ ِ َ َ ّ َ ‫رببك هبو أعلبم { أي عببالم } بمببن ضبل عببن سببيله وهبو أعلبم‬ َِ ُ َْ َ َ ُ َ ّ ّ ‫، بالمهتدين { فيجازيهم‬ ‫وهذا قبل المر بالقتال . wahai Muhammad) ke jalan Rabb-mu (agama-Nya) dengan hikmah (dengan al-Quran) dan nasihat yang baik (nasihat-nasihat atau perkataan yang halus) dan debatlah mereka dengan debat terbaik (debat yang terbaik seperti menyeru manusia kepada Allah dengan ayat-ayat-Nya dan menyeru manusia kepada hujah). perintah ini juga berlaku untuk umat Islam. Hal ini terjadi sebelum ada perintah berperang. selama tidak ada dalil yang mengkhususkannya. ayat ini juga berlaku umum. yakni Mahatahu tentang siapa yang sesat dari jalan-Nya. perintah ini juga berlaku untuk umat Islam. Tafsir al-Qurthuby ‫هذه الية نزلت بمكة في وقت المبر بمهادنبة قريبش، وأمبره أن‬ ،‫يدعو إلى دين ال وشرعه بتلطبف وليبن دون مخاشبنة وتعنيبف‬ ‫وهكذا ينبغى أن يوعظ المسلمون إلى يببوم القيامببة. Maka Allah membalas mereka. dan Dia Mahatahu atas orang-orang yang mendapatkan petunjuk.Dari segi siapa yang berdakwah. ونزل لما قتل حمزة‬ Artinya: “Serulah (manusia.” 3. Ketika Hamzah dibunuh (dicincang dan meninggal dunia pada Perang Uhud)” b. Sebagaimana kaidah dalam ushul fikih : ‫خطاب الرسول خظاب لمته مالم يرد دليل التحصيص‬ Artinya: “Perintah Allah kepada Rasulullah. فهببى محكمببة‬ ‫فببي جهببة العصبباة مببن الموحببدين، ومنسببوخة بالقتببال فببي حببق‬ . Meski ayat ini adalah perintah Allah kepada Rasulullah. Beberapa Pendapat Ahli Tafsir a. Dialah Yang Mahatahu. Sesungguhnya Rabbmu.

dengan hikmah (yakni dengan wahyu Allah yang telah diwahyukan kepadamu dan kitab-Nya yang telah Dia turunkan kepadamu) dan dengan nasihat yang baik (al-mau’izhah al-hasanah. maka ayat tersebut dalam keadaan demikian bersifat muhkam. yakni ke jalan Tuhanmu yang telah Dia syariatkan bagi makhluk-Nya yakni Islam. Ayat ini bersifat muhkam dalam kaitannya dengan orang-orang durhaka dan telah di-mansûkh oleh ayat perang berkaitan dengan kaum kafir. Janganlah engkau mendurhakai-Nya dengan tidak menyampaikan risalah Rabb-mu yang diwajibkan kepadamu. Tafsir al-Qurân il-‘Azhîm ‫يقول تعالى امرا رسوله محمدا صببلى ال ب عليببه وسببلم ان يببدعو‬ ‫الخلق بالحكمة.قببال ابببن جريببر:وهومببا انزلببه عليببه مببن الكتبباب‬ . dari selain bantahan itu engkau berpaling dari siksaan yang mereka berikan kepadamu sebagai respon mereka terhadap apa yang engkau sampaikan. serta terdapat harapan mereka untuk beriman tanpa peperangan. Serta debatlah mereka dengan cara baik (yakni bantahlah mereka dengan bantahan yang terbaik).)” c. Beliau diperintahkan untuk menyeru pada agama Allah dengan lembut (talathuf). yakni dengan peringatan/pelajaran yang indah.‫ورجى إيمانه بها دون قتال فهى فيه محكمة. Demikian pula kaum Muslim.) d. dan tidak menggunakan kekerasan (ta’nif). Wallâhu a’lam. Tafsir At-Thabary ‫) ادع ( يا محمد من أرسلك إليه ربك بالدعاء إلببى طبباعته) إلببى‬ َِ ُْ ‫سبيل ربك ( يقول: إلى شريعة ربببك الببتي شببرعها لخلقببه، وهببو‬ َ َّ ِ ِ َ ‫السلم) بالحكمة ( يقول بوحي ال الذي يوحيه إليك وكتابه الذي‬ َِْ ِ ْ ِ ‫ينزله عليك) والموعظة الحسنة ( يقببول: وبببالعبرة الجميلببة الببتي‬ ِ ََ َ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ ‫جعلها ال حجة عليهم في كتابه ، وذكرهم بها في تنزيلببه، كببالتي‬ ّ ‫عدد عليهم في هذه السورة من حججه ، وذكرهم فيها مببا ذكرهببم‬ ّ ّ ‫مبببن آلئه) وجبببادلهم ببببالتي هبببي أحسببن ( يقبببول: وخاصبببمهم‬ ُ ‫َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ّ ِ ِ َ َ ْ َب‬ ‫بالخصومة التي هي أحسن مبن غيرهبا أن تصبفح عمبا نبالوا ببه‬ ‫عرضبك مبن الذى، ول تعصبه فبي القيببام بببالواجب عليبك مبن‬ ‫ب ب‬ ‫ب ب‬ ‫ب ب‬ . hingga Hari Kiamat dinasihatkan dengan hal tersebut. وال أعلم‬ Artinya: “(Ayat ini diturunkan di Makkah saat Nabi SAW.‫الكافرين. Ada pula yang mengatakan bahwa bila terhadap orang kafir dapat dilakukan cara tersebut. layyin. tidak bersikap kasar (mukhasanah). yang Allah jadikan hujah atas mereka di dalam kitab-Nya dan Allah telah mengingatkan mereka dengan hujah tersebut tentang apa yang diturunkan-Nya.‫تبليغهم رسالة ربك‬ Artinya: “Serulah (Wahai Muhammad. Sebagaimana yang banyak tersebar dalam surat ini. diperintahkan untuk bersikap damai kepada kaum Quraisy. dan Allah mengingatkan mereka (dalam ayat dan surat tersebut) tentang berbagai kenikmatan-Nya). وقد قيل: إن من أمكنت معه هببذه الحببوال مببن الكفببار‬ . orang yang engkau diutus Rabb-mu kepada nya dengan seruan untuk taat ke jalan Rabb-mu.

Zat Yang Mahatinggi. Debatlah mereka dengan debat terbaik’ artinya barang siapa di antara mereka yang berhujah hingga berdebat dan berbantahan maka lakukanlah hal tersebut dengan cara yang baik. engkau sematamata pemberi peringatan. } وجببادلهم بببالتي‬ ِّ ِ ْ ُ ِْ َ َ ‫هي أحسن { أي: من احتبباج منهببم إلببى منبباظرة وجببدال، فليكببن‬ َُْ ََ ِ ‫بببالوجه الحسببن برفببق وليببن وحسببن خطبباب، كمببا قببال: } ول‬ َ { ‫تجادلوا أهل الكتاب إل بالتي هي أحسن إل الذين ظلمببوا منه بم‬ ْ ُ ْ ِ ُ ََ َ ِ ّ ِ ُ َ ْ َ َ ِ ِ ّ ِ ِ ِ َ ِ ْ َ ْ َ ُِ َ ُ ‫]العنكبببوت:64[ . berfirman dengan memerintahkan Rasul-Nya. untuk menyeru segenap makhluk kepada Allah dengan hikmah.s. dalam surat al-‘Ankabut (29): 46 (yang artinya): Janganlah kalian berdebat dengan Ahli Kitab melainkan dengan cara yang paling baik. bahwa maksud dari hal tersebut adalah apa saja yang diturunkan kepadanya baik al-Quran. berteman. lembut. sebab bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapatkan petunjuk. dan Harun a. Ibn Jarir menyatakan.. أي: قد علم الشقي منهببم والسببعيد، وكتببب ذلببك عنببده‬ َ ِ َْ ُ ْ ِ ‫وفرغ منه، فادعهم إلى ال، ول تذهب نفسك على من ضل منهم‬ ‫حسرات، فإنه ليس عليك هداهم إنما أنت نذير، عليك‬ ‫البلغ، وعلينا الحساب‬ Artinya: “(Allah. kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka.‫والسببنة. serulah mereka kepada Allah. Oleh karena itu. Hal ini seperti firman Allah SWT.s. Firman-Nya “Sesungguhnya Rabb-mu Dialah Maha Mengetahui terhadap siapa yang sesat dari jalanNya” artinya Sungguh Dia telah mengetahui orang yang celaka dan bahagia di antara mereka.)” . Memperingatkan mereka dengannya supaya mereka waspada terhadap murka Allah SWT. فببأمره تعببالى بليببن الجببانب، كمببا أمببر موسببى‬ ‫وهارون، عليهما السلم، حين بعثهما إلى فرعون فقال: } فقول‬ َُ 44: ‫]له قول لينا لعله يتذكر أو يخشى { ]طه‬ َ ْ َ ْ َ ُ ّ َ َ َ ُ َّ َ ً ّ َ ْ َ َ ُ َْ َ َ ُ َ ِ ِ ِ َ ْ َ ‫ِ ّ َ ّ َ ُ َ َ َْ ُ ِ َ ْ َ ل‬ ‫وقببوله: إن ربببك هببو أعلببم بمببن ضبب ّ عببن سبببيله وهببو أعلببم‬ ‫بالمهتدين.}والموعظببة الحسببنة{ اي : بمببا فيببه مببن الزواجببر‬ ‫والوقاءع‬ ‫بالناس دكرهم بها ليحذروا ببباء س الب تعلببى. dan janganlah engkau merasa rugi atas mereka yang sesat. dan perkataan yang baik. Dan nasihat yang baik. engkau wajib menyampaikan dan Kami yang wajib menghisabnya. artinya dengan apa saja yang dikandungnya berupa peringatan (zawâjir) dan realitas-realitas manusia. Dia memerintahkannya untuk bersikap lembut seperti halnya Dia memerintahkan hal tersebut kepada Musa a. Dan Allah telah menuliskan dan menuntaskan hal itu disisinya. as-Sunnah. Muhammad SAW. ketika keduanya diutus menghadap Fir’aun seperti disebut dalam surat Thaha (20) ayat 44 (yang artinya): Katakanlah oleh kalian berdua kepadanya perkataan lembut semoga dia mendapat peringatan atau takut.

telah berkata sebagian mufassir bahwa makna hikmah adalah Al-Qur’an. kesaktian dan makna yang dalam.” Pernyataan Abdul Aziz Bin Baz tersebut sejalan dengan pendapat sebagian mufasir terdahulu seperti As-Suyuthi. dan Al-Baghawi. Mufasir lainnya lalu menafsirkan hikmah secara lebih rinci. At-Thabary mengatakan bahwa Hikmah dari Allah SWT bisa berarti benar dalam keyakinan dan pandai dalam din dan akal. al-hikmah adalah pemahaman. Analisis Tafsir An Nahl ayat 125 a. seperti alBaidhawi. Sebagian mensyaratkan hujjah itu harus bersifat qath‘i (pasti). Al- . An-Nawawi al-Jawi menafsirkan hikmah sebagai hujjah yang qath‘i yang menghasilkan akidah yang meyakinkan. Dan telah berkata sebagian yang lain bahwa makna hikmah adalah dengan petunjuk dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Adapun Abdul Aziz bin Baz bin Abdullah bin Baz berdasarkan penelitiannya menyimpulkan bahwa hikmah mengandung arti sebagai berikut: ‫والمراد بها: الدلة المقنعة الواضحة الكاشفة للحق، والداحضببة للباطببل؛ ولهببذا‬ ‫قال بعض المفسرين: المعنى: ببالقرآن؛ لنبه الحكمبة العظيمبة؛ لن فيبه البيبان‬ . seperti an-Nawawi al-Jawi. Makna Hikmah Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hikmah diartikan sebagai kebijaksanaan. dan membantah kebatilan. jelas.4. Menurut ar-Raghib. Menurut Mujahid. tidak mengharuskan sifat qath‘i. Karena sesungguhnya di dalam Al Qur’an ada keterangan dan penjelasan tentang kebenaran dengan wajah yang sempurna (proporsional). yakni kejelasan yang menghilangkan kesamaran. Secara bahasa al-hikmah berarti ketepatan dalam ucapan dan amal. Dan Ibnu Katsir yang menafsirkan hikmah sebagai apa saja yang diturunkan Allah berupa al-Kitab dan As-Sunnah. al-hikmah berarti mengetahui perkara-perkara yang ada dan mengerjakan hal-hal yang baik. karena sesungguhnya Al-Qur’an adalah hikmah yang agung. An-Nisaburi menafsirkan hikmah sebagai hujjah yang qath‘i yang dapat menghasilkan keyakinan. yakni sebagai hujjah atau dalil. tetapi menjelaskan karakter dalil itu. As-Samarkandy yang mengartikan hikmah sebagai al-Quran. Oleh karena itu. Penafsiran tersebut tampaknya masih global. dan kebenaran dalam ucapan selain kenabian.‫واليضاح للحق بأكمل وجه، وقال بعضهم: معناه: بالدلة من الكتاب والسنة‬ Artinya: “Dan yang dimaksud dengan hikmah adalah: petunjuk yang memuaskan. serta menemukan (mengungkapkan) kebenaran. akal. Yang lainnya.

dan anNawawi al-Jawi mengaitkan seruan dengan hikmah ini kepada sasarannya yang spesifik. yakni golongan yang mempunyai kemampuan berpikir sempurna. dan yang memuaskan. Hanya saja. . umumnya diberikan oleh seseorang untuk menjelaskan sesuatu kepada pendengarnya yang ikhlas untuk mencari kebenaran. Al-Asyqar menafsirkan hikmah dengan ucapan yang tepat dan benar (al-maqâlah al-muhakkamah ash-shahîhah). Yang dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan siapa saja. yang tidak dapat dibantah. memang. tidak mungkin ditafsirkan dengan makna menempatkan persoalan pada tempatnya. Makna Mau‘izhah Al-hasanah. Kesimpulannya. al-Alusi. al-Khazin. Sebab. Makna hikmah dalam ayat ini adalah hujah dan argumentasi Dakwah atau pengajaran dengan cara hikmah. jumhur mufasir menafsirkan kata hikmah dengan hujjah atau dalil.Baidhawi dan Al-Khazin mengartikan hikmah dengan ucapan yang tepat (al-maqâlah almuhkamah). Al-burhân al-‘aqlî (argumentasi logis) yang di maksud adalah argumentasi yang masuk akal. Hikmah. bahwa hujjah yang dimaksud adalah hujjah yang bersifat rasional (‘aqliyyah/fikriyyah). para mufasir seperti al-Baidhawi. kadangkala juga berarti hujjah atau argumentasi. kadangkala berarti menempatkan persoalan pada tempatnya. yaitu dalil yang menjelaskan kebenaran dan menyingkirkan kesamaran (addalil al-muwadhdhih li al-haq wa alimuzîh li asy-syubhah). Argumentasi logis mampu membongkar rekayasa kebatilan. Dalam ayat ini. manusia tidak dapat menutupi akalnya di hadapan argumentasi-argumentasi yang pasti serta pemikiran yang kuat. ia tidak dapat mengikuti kebenaran kecuali bila akalnya puas dan hatinya tenteram. menerangi wajah kebenaran. an-Nisaburi. 2. Sebab. Dari ungkapan para mufasir di atas juga dapat dimengerti. dan menjadi api yang mampu membakar kebobrokan sekaligus menjadi cahaya yang dapat menyinari kebenaran. yakni hujjah yang tertuju pada akal.

Terbukti. Kedua. menggunakan ungkapan yang tertuju pada akal. Al-Baidhawi dan Al-Alusi menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai seruan-seruan yang memuaskan/meyakinkan (al-khithâbât almuqni‘ah) dan ungkapan-ungkapan yang bermanfaat (al-‘ibâr al-nâafi‘ah). Semua ini jelas berkaitan dengan fungsi akal untuk memahami. Adanya kepuasan dan keyakinan (iqnâ‘) jelas tidak akan terwujud tanpa proses pembenaran dan kecondongan hati. Merinci tafsiran global tersebut. Namun. Demikian pendapat al-Fairuzabadi. dan al-Alusi. Dari berbagai tafsir itu. Semua ini jelas berkaitan dengan fungsi hati untuk meyakini atau puas terhadap . Ini terbukti dengan ungkapan yang digunakan para mufasir. dan khithâb (seruan). muqaddimah (premis). menggunakan ungkapan yang tertuju pada hati/perasaan. Sayyid Quthub menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai nasihat yang masuk ke dalam hati dengan lembut (tadkhulu ilâ al-qulûb bi rifq). as-Suyuthi dan al-Baghawi sedikit menambahkan. dapat juga maknanya perkataan yang lembut (al-qawl ar-raqîq). dan al-Baghawi. as-Suyuthi. yakni kata dalâ’il (bukti-bukti). An-Nawawi alJawi menafsirkannya sebagai tanda-tanda yang bersifat zhanni (al-amârât azh-zhanniyah) dan dalil-dalil yang memuaskan. AnNisaburi menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai dalil-dalil yang memuaskan (ad-dalâ’il al-iqna’iyyah). karakter nasihat yang tergolong mau’izhah hasanah ada dua: Pertama.Sebagian mufasir menafsirkan mau’izhah hasanah (nasihat/peringatan yang baik) secara global. yang tersusun untuk mewujudkan pembenaran (tashdîq) berdasarkan premis-premis yang yang telah diterima. tanpa meninggalkan karakter nasihat itu yang tertuju pada akal. An-Nisaburi. para mufasir menyifati dalil itu dengan aspek kepuasan hati atau keyakinan. Al-Khazin menafsirkan mau’izhah hasanah dengan targhîb (memberi dorongan untuk menjalankan ketaatan) dan tarhîb (memberikan ancaman/peringatan agar meninggalkan kemaksiatan). al-Baidhawi. para mufasir menjelaskan sifat mau’izhah hasanah sebagai suatu nasihat yang tertuju pada hati (perasaan). mengunakan kata dalâ’il iqnâ‘iyyah (dalil yang menimbulkan kepuasan). misalnya. seperti an-Nisaburi. Al-Baidhawi dan al-Alusi menggunakan ungkapan alkhithâbât al-muqni‘ah (ungkapan-ungkapan yang memuaskan). yaitu nasihat atau peringatan al-Quran (mau’izhah al-Qur’an).

As-Suyuthi. umumnya dengan cara memberikan berita gembira dan berita peringatan dari Allah Pencipta alam. Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah. t-tp.Lihat juga: Al-Wahidi An.164/I. t-tp. Adapun mau’izhah al hasanah atau nasihat yang baik. Dar ul-Hadîts. Beirut. hal.421. Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr bin Farah al-Qurthubi. Hal. Muhammad bin Ahmad. tt. Hal. 1997. Ushul As Sarkhasy. Mereka mempunyai pikiran tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayatayat Allah). Demikian menurut al-Baidhawi. Tafsir Al-Qur’an Al –Adzim. tetapi masih mempunyai fitrah yang lurus. tt. Al Wajid fi Tafsir Kitab Al Ajizi. Irsyâd al-Fuhûl. dan anNawawi al-Jawi. Zubdah al-Itqân fî ‘Ulûm al-Qur’ân. Halaman 363. Oleh karena itu di dalam proses pengajaran dan pendidikan hendaklah mengandung unsur-unsur tersebut. Mawaqiu’ Sy’ab. tt. Seruan dengan mau‘izhah hasanah ini tertuju pada orang-orang yang kemampuan berpikirnya tidak secanggih golongan yang diseru dengan hikmah. Tafsir Al-Qurthubi. Kairo. sebagaimana ditunjukkan oleh Al-Khazin. Madinah . Mereka juga mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Asbâb an-Nuzul. bahkan mereka lebih sesat lagi. Tahqiq oleh Samy bin Muhammad Salamah. Dâr Sya’b.Mesir. Tafsir Jalalain. tp.”. Dar at-Thoyyibah Linasyri Wa Tawji’. 1373 H. Asy-Syaukani. Al-Quran telah mempraktikkan hal tersebut. Taqiyuddin An-Nabhani. Abdurrahman bin Abi Bakr al-Mahalli. Mereka itu seperti binatang ternak. Hal. 132. Darul Ummah. Al-Wahidi. t-tp.sesuatu dalil. 1420 H. al-Khazin.. Kairo.dkk. Hal.241/III. an-Nisaburi. tt. Di antara upaya untuk menyentuh perasaan adalah menyampaikan targhîb dan tarhîb. Mereka itulah orang-orang yang lalai.Nasyabury. pada saat ia menyeru pemikiran ia pun mempengaruhi perasaan manusia. hlm.dalam Surat Al-A’raf ayat 179: َ ُ َ ْ َ َ ٌ ُُ ْ ُ َ ِ ْ ِْ َ ّ ِ ْ َ ِ ً ِ َ َ ّ َ َ ِ َ ْ َ َ ْ َ ََ ‫ولقد ذرأنا لجهنم كثيرا من الجن والنس لهم قلوب ل يفقهون‬ ‫بها ولهم أعين ل يبصرون بها ولهم آذان ل يسمعون بها‬ َ ِ َ ُ َ ْ َ َ ٌ َ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ َ ٌ ُ ْ َ ْ ُ ََ َ ِ َ َِ ُ ‫أولئك‬ َ ُِ َ ْ ُ ُ َ ِ َ ُ ّ َ َ ْ ُ ْ َ ِ َ ْ َْ َ ‫كالنعام بل هم أضل أولئك هم الغافلون‬ Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan isi neraka Jahanam itu kebanyakan dari jin dan manusia. hal.cit. Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki. 12. tp. tt. Mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakan untuk memperhatikan (ayat-ayat Allah). Sunaryo. Mawaqi’ At-Tafasir .613/IV. As Sarkhasy. Mawaqi’u ya’sub.200/10. 440/ 1. Misalnya firman Allah SWT. al-Alusi. hlm. 191/1 Abu Al-Fida Ibn Umar Ibn Katsir. op. . tt. t-tp.

Hal. hal.Dar At-Thoyyibah Linasyri wa Tawji’. Dar at-Thoyyibah Linasyri Wa At Tawji’. Hal. 487/V. tt. Al-Wahidi.223/IV Sunaryo. op. Hal.401. Kamus Besar Bahasa Indonesia. April 13. Ad Da’wati Ilaa Allah Wa Akhlaqi Ad Da’aati.Tafsir An Nisabury.Mesir.cit. Lubab At Ta’wil Fi Ma’ani AT Tanjil.Depag RI.cit. 1993. t-tp. Madinah 1420 H. 440/ 1. Rûh al-Ma’ânî. 269/5 Abdul Aziz bin Baz. Hasan Alwi.491/2 Abu Al-Fida Ibn Umar Ibn Katsir.dkk. 393/III Lihat:An. Hal. 451/2 Shihab al-Din al-Alusi. tp. t-tp. As-Suyuthi. Lihat juga: Abu Muhammad Al Baghawi. Lihat juga: Abu Al Lays A Samarkandy. Marah Labid Tafsir An Nawawi. Abu Jafar At-Thabari. Hal.cit.. hal 52/V.251. Hal.. tt. Al-Baidhawi.Hal. t-tp. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.613/IV. 1420 H. Hal. tt.cit. Muhammad bin Ahmad. t-tp. Mawaqi’u At Tafasir. Mesir.tp.tp. tp.cit Al-Baidhawi. tt. 292/ XIII.Nawawi Al jawi. Bahrul Ulum. tt. Tafsir Fi Zilalil Qur’an . Mawaqi’u at -Tafasir.cit. tt. Marah Labid Tafsir An Nawawi. loc. loc. op. tt. Mawaqi’u at-Tafaasir. I/516 An-Nisaburi.Nawawi Al jawi. tt. An. Arab Saudi. Ruhul Ma’ani Fi Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim. t-tp. Hal. t-tp. 2010 . Muassatur Risalah. An-Nisaburi. Hal.Mawaqiu At Tafqair. Mawaqi’u At Tafasir.loc. Hal. Tafsir AlQur’an Al –Adzim. t-tp. Ash-Shabuni. tt Hal. Hal. Abdurrahman bin Abi Bakr al-Mahalli. tt.Lihat Diposkan oleh Ihsan Azhari di Selasa. Mawaqi’u At Tafasir. t-tp. tt. Shafwat at-Tafâsîr.394/III . Lihat juga :Al-Alusi. Ma’alim At Tanjil.Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Khalid Ath Thabari. Jâmi’ al-Bayân fî Ta’wîl al-Qur’ân. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Tahqiq oleh Samy bin Muhammad Salamah. t-tp. Hal 65/V Al-Khazin. Madinah 1417 H. Mawaqi’ At-Tafasir . hal. Al Wajid fi Tafsir Kitab Al Ajizi. Anwar At Tanjil Wa Asror At Ta’wil. Lubab At Ta’wil Fi Ma’ani AT Tanjil.25/I.Hal.321/17 Abu Al-Fida Ibn Umar Ibn Katsir. cet:CV Asy-Syifa.Jami’ul Bayan Fi Ta’wil AlQur’an. Mawaqi’u Al-Islam. 82/XI.222/IV Sayyid Quthub.Semarang 1992. tt. Beirut. t-tp.dkk.Hal. 517/I Al-Khazin. op.tp.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful