P. 1
Kajian Tafsir Surat an Nahl Ayat 125

Kajian Tafsir Surat an Nahl Ayat 125

|Views: 3,208|Likes:
Published by Sita

More info:

Published by: Sita on Apr 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2013

pdf

text

original

Kajian Tafsir Surat An Nahl Ayat 125 1.

Teks Surat An Nahl Ayat 125

‫ادع إلى سبيل ربك بالحكمبة والموعظبة الحسبنة وجببادلهم ببالتي‬ ِ ّ ‫ْ ُ ِ َ َ ِ ِ َ ّ َ ِ ْ ِ ْ َ ِ َ ْ َ ْ ِ َ ِ ْ َ َ َ ِ َ َ ِ ْ ُ ْ ِب‬ ُ َْ َ َ ُ َ ِ ِ ِ َ ْ َ ‫ِ َ َ ْ َ ُ ِ ّ َ ّ َ ُ َ َ ْ َ ُ ِ َ ْ َ ل‬ ‫هي أحسن إن رببك هبو أعلبم بمبن ضب ّ عبن سببيله وهبو أعلبم‬ َ ِ َْ ُ ْ ِ ‫بالمهتدين‬Artinya:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”

2. Asbab An-Nuzul Surat An Nahl ayat 125 Para mufasir berbeda pendapat seputar sabab an-nuzul (latar belakang turunnya) ayat ini. Al-Wahidi menerangkan bahwa ayat ini turun setelah Rasulullah SAW. menyaksikan jenazah 70 sahabat yang syahid dalam Perang Uhud, termasuk Hamzah, paman Rasulullah. Al-Qurthubi menyatakan bahwa ayat ini turun di Makkah ketika adanya perintah kepada Rasulullah SAW, untuk melakukan gencatan senjata (muhadanah) dengan pihak Quraisy. Akan tetapi, Ibn Katsir tidak menjelaskan adanya riwayat yang menjadi sebab turunnya ayat tersebut. Meskipun demikian, ayat ini tetap berlaku umum untuk sasaran dakwah siapa saja, Muslim ataupun kafir, dan tidak hanya berlaku khusus sesuai dengan sabab an- nuzul-nya (andaikata ada sabab an-nuzul-nya). Sebab, ungkapan yang ada memberikan pengertian umum. Ini berdasarkan kaidah ushul:

‫أن العبرة لعموم اللفظ ل بخصوص السبب‬ ِ َّ ِ ُ ُ ِ َ ِ ْ ّ ِ ُ ُ ِ َ َ ْ ِ ْ ّ َ
Artinya: “Yang menjadi patokan adalah keumuman ungkapan, bukan kekhususan sebab” Setelah kata ud‘u (serulah) tidak disebutkan siapa obyek (maf‘ûl bih)-nya. Ini adalah uslub (gaya pengungkapan) bahasa Arab yang memberikan pengertian umum (li atta’mîm).

Sesungguhnya Rabbmu. Dialah Yang Mahatahu. Hal ini terjadi sebelum ada perintah berperang.Dari segi siapa yang berdakwah. selama tidak ada dalil yang mengkhususkannya. Tafsir Al-Jalaalayn { ‫ادع { النبباس يببا محمببد صببلى الب عليببه وسببلم } إلببى سببيل‬ ِ َِ { ‫ربببك { دينببه } بالحكمببة { بببالقرآن } والموعظببة الحسببنة‬ َّ } ‫مواعظة أو القول الرقيق } وجادلهم بالتى { أي المجادلة التي‬ ِّ ‫هى أحسن { كالدعاء إلى الب بآيباته والبدعاء إلبى حججبه } إن‬ ‫ب‬ ‫ب‬ ‫ب‬ َُْ ََ ِ ُ َْ َ َ ُ َ ِ ِ ِ َ َ ّ َ ‫رببك هبو أعلبم { أي عببالم } بمببن ضبل عببن سببيله وهبو أعلبم‬ َِ ُ َْ َ َ ُ َ ّ ّ ‫، بالمهتدين { فيجازيهم‬ ‫وهذا قبل المر بالقتال . Sebagaimana kaidah dalam ushul fikih : ‫خطاب الرسول خظاب لمته مالم يرد دليل التحصيص‬ Artinya: “Perintah Allah kepada Rasulullah. Ketika Hamzah dibunuh (dicincang dan meninggal dunia pada Perang Uhud)” b. فهببى محكمببة‬ ‫فببي جهببة العصبباة مببن الموحببدين، ومنسببوخة بالقتببال فببي حببق‬ . wahai Muhammad) ke jalan Rabb-mu (agama-Nya) dengan hikmah (dengan al-Quran) dan nasihat yang baik (nasihat-nasihat atau perkataan yang halus) dan debatlah mereka dengan debat terbaik (debat yang terbaik seperti menyeru manusia kepada Allah dengan ayat-ayat-Nya dan menyeru manusia kepada hujah). ayat ini juga berlaku umum. perintah ini juga berlaku untuk umat Islam. Maka Allah membalas mereka. perintah ini juga berlaku untuk umat Islam. Tafsir al-Qurthuby ‫هذه الية نزلت بمكة في وقت المبر بمهادنبة قريبش، وأمبره أن‬ ،‫يدعو إلى دين ال وشرعه بتلطبف وليبن دون مخاشبنة وتعنيبف‬ ‫وهكذا ينبغى أن يوعظ المسلمون إلى يببوم القيامببة. yakni Mahatahu tentang siapa yang sesat dari jalan-Nya. Beberapa Pendapat Ahli Tafsir a. Meski ayat ini adalah perintah Allah kepada Rasulullah. dan Dia Mahatahu atas orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” 3. ونزل لما قتل حمزة‬ Artinya: “Serulah (manusia.

Sebagaimana yang banyak tersebar dalam surat ini.‫تبليغهم رسالة ربك‬ Artinya: “Serulah (Wahai Muhammad. Janganlah engkau mendurhakai-Nya dengan tidak menyampaikan risalah Rabb-mu yang diwajibkan kepadamu. serta terdapat harapan mereka untuk beriman tanpa peperangan. dan tidak menggunakan kekerasan (ta’nif). Tafsir al-Qurân il-‘Azhîm ‫يقول تعالى امرا رسوله محمدا صببلى ال ب عليببه وسببلم ان يببدعو‬ ‫الخلق بالحكمة.‫ورجى إيمانه بها دون قتال فهى فيه محكمة. Ayat ini bersifat muhkam dalam kaitannya dengan orang-orang durhaka dan telah di-mansûkh oleh ayat perang berkaitan dengan kaum kafir. Wallâhu a’lam. Serta debatlah mereka dengan cara baik (yakni bantahlah mereka dengan bantahan yang terbaik). maka ayat tersebut dalam keadaan demikian bersifat muhkam. وال أعلم‬ Artinya: “(Ayat ini diturunkan di Makkah saat Nabi SAW. Beliau diperintahkan untuk menyeru pada agama Allah dengan lembut (talathuf). layyin. Demikian pula kaum Muslim. yakni ke jalan Tuhanmu yang telah Dia syariatkan bagi makhluk-Nya yakni Islam. Tafsir At-Thabary ‫) ادع ( يا محمد من أرسلك إليه ربك بالدعاء إلببى طبباعته) إلببى‬ َِ ُْ ‫سبيل ربك ( يقول: إلى شريعة ربببك الببتي شببرعها لخلقببه، وهببو‬ َ َّ ِ ِ َ ‫السلم) بالحكمة ( يقول بوحي ال الذي يوحيه إليك وكتابه الذي‬ َِْ ِ ْ ِ ‫ينزله عليك) والموعظة الحسنة ( يقببول: وبببالعبرة الجميلببة الببتي‬ ِ ََ َ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ ‫جعلها ال حجة عليهم في كتابه ، وذكرهم بها في تنزيلببه، كببالتي‬ ّ ‫عدد عليهم في هذه السورة من حججه ، وذكرهم فيها مببا ذكرهببم‬ ّ ّ ‫مبببن آلئه) وجبببادلهم ببببالتي هبببي أحسببن ( يقبببول: وخاصبببمهم‬ ُ ‫َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ّ ِ ِ َ َ ْ َب‬ ‫بالخصومة التي هي أحسن مبن غيرهبا أن تصبفح عمبا نبالوا ببه‬ ‫عرضبك مبن الذى، ول تعصبه فبي القيببام بببالواجب عليبك مبن‬ ‫ب ب‬ ‫ب ب‬ ‫ب ب‬ . diperintahkan untuk bersikap damai kepada kaum Quraisy. orang yang engkau diutus Rabb-mu kepada nya dengan seruan untuk taat ke jalan Rabb-mu. tidak bersikap kasar (mukhasanah). yang Allah jadikan hujah atas mereka di dalam kitab-Nya dan Allah telah mengingatkan mereka dengan hujah tersebut tentang apa yang diturunkan-Nya. yakni dengan peringatan/pelajaran yang indah.)” c.) d. hingga Hari Kiamat dinasihatkan dengan hal tersebut.‫الكافرين. Ada pula yang mengatakan bahwa bila terhadap orang kafir dapat dilakukan cara tersebut.قببال ابببن جريببر:وهومببا انزلببه عليببه مببن الكتبباب‬ . dan Allah mengingatkan mereka (dalam ayat dan surat tersebut) tentang berbagai kenikmatan-Nya). dari selain bantahan itu engkau berpaling dari siksaan yang mereka berikan kepadamu sebagai respon mereka terhadap apa yang engkau sampaikan. وقد قيل: إن من أمكنت معه هببذه الحببوال مببن الكفببار‬ . dengan hikmah (yakni dengan wahyu Allah yang telah diwahyukan kepadamu dan kitab-Nya yang telah Dia turunkan kepadamu) dan dengan nasihat yang baik (al-mau’izhah al-hasanah.

kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka.. lembut. Debatlah mereka dengan debat terbaik’ artinya barang siapa di antara mereka yang berhujah hingga berdebat dan berbantahan maka lakukanlah hal tersebut dengan cara yang baik. Zat Yang Mahatinggi. Dan nasihat yang baik. dalam surat al-‘Ankabut (29): 46 (yang artinya): Janganlah kalian berdebat dengan Ahli Kitab melainkan dengan cara yang paling baik. berfirman dengan memerintahkan Rasul-Nya. as-Sunnah.s. berteman. serulah mereka kepada Allah. dan janganlah engkau merasa rugi atas mereka yang sesat. untuk menyeru segenap makhluk kepada Allah dengan hikmah. ketika keduanya diutus menghadap Fir’aun seperti disebut dalam surat Thaha (20) ayat 44 (yang artinya): Katakanlah oleh kalian berdua kepadanya perkataan lembut semoga dia mendapat peringatan atau takut. Memperingatkan mereka dengannya supaya mereka waspada terhadap murka Allah SWT. bahwa maksud dari hal tersebut adalah apa saja yang diturunkan kepadanya baik al-Quran.s. Dan Allah telah menuliskan dan menuntaskan hal itu disisinya. engkau wajib menyampaikan dan Kami yang wajib menghisabnya.‫والسببنة. Hal ini seperti firman Allah SWT. sebab bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapatkan petunjuk. engkau sematamata pemberi peringatan. dan perkataan yang baik. Oleh karena itu. dan Harun a. Ibn Jarir menyatakan.)” . } وجببادلهم بببالتي‬ ِّ ِ ْ ُ ِْ َ َ ‫هي أحسن { أي: من احتبباج منهببم إلببى منبباظرة وجببدال، فليكببن‬ َُْ ََ ِ ‫بببالوجه الحسببن برفببق وليببن وحسببن خطبباب، كمببا قببال: } ول‬ َ { ‫تجادلوا أهل الكتاب إل بالتي هي أحسن إل الذين ظلمببوا منه بم‬ ْ ُ ْ ِ ُ ََ َ ِ ّ ِ ُ َ ْ َ َ ِ ِ ّ ِ ِ ِ َ ِ ْ َ ْ َ ُِ َ ُ ‫]العنكبببوت:64[ . أي: قد علم الشقي منهببم والسببعيد، وكتببب ذلببك عنببده‬ َ ِ َْ ُ ْ ِ ‫وفرغ منه، فادعهم إلى ال، ول تذهب نفسك على من ضل منهم‬ ‫حسرات، فإنه ليس عليك هداهم إنما أنت نذير، عليك‬ ‫البلغ، وعلينا الحساب‬ Artinya: “(Allah.}والموعظببة الحسببنة{ اي : بمببا فيببه مببن الزواجببر‬ ‫والوقاءع‬ ‫بالناس دكرهم بها ليحذروا ببباء س الب تعلببى. Dia memerintahkannya untuk bersikap lembut seperti halnya Dia memerintahkan hal tersebut kepada Musa a. Muhammad SAW. Firman-Nya “Sesungguhnya Rabb-mu Dialah Maha Mengetahui terhadap siapa yang sesat dari jalanNya” artinya Sungguh Dia telah mengetahui orang yang celaka dan bahagia di antara mereka. artinya dengan apa saja yang dikandungnya berupa peringatan (zawâjir) dan realitas-realitas manusia. فببأمره تعببالى بليببن الجببانب، كمببا أمببر موسببى‬ ‫وهارون، عليهما السلم، حين بعثهما إلى فرعون فقال: } فقول‬ َُ 44: ‫]له قول لينا لعله يتذكر أو يخشى { ]طه‬ َ ْ َ ْ َ ُ ّ َ َ َ ُ َّ َ ً ّ َ ْ َ َ ُ َْ َ َ ُ َ ِ ِ ِ َ ْ َ ‫ِ ّ َ ّ َ ُ َ َ َْ ُ ِ َ ْ َ ل‬ ‫وقببوله: إن ربببك هببو أعلببم بمببن ضبب ّ عببن سبببيله وهببو أعلببم‬ ‫بالمهتدين.

kesaktian dan makna yang dalam. Secara bahasa al-hikmah berarti ketepatan dalam ucapan dan amal. Dan Ibnu Katsir yang menafsirkan hikmah sebagai apa saja yang diturunkan Allah berupa al-Kitab dan As-Sunnah. tidak mengharuskan sifat qath‘i. Yang lainnya. Karena sesungguhnya di dalam Al Qur’an ada keterangan dan penjelasan tentang kebenaran dengan wajah yang sempurna (proporsional). Al- .” Pernyataan Abdul Aziz Bin Baz tersebut sejalan dengan pendapat sebagian mufasir terdahulu seperti As-Suyuthi. Adapun Abdul Aziz bin Baz bin Abdullah bin Baz berdasarkan penelitiannya menyimpulkan bahwa hikmah mengandung arti sebagai berikut: ‫والمراد بها: الدلة المقنعة الواضحة الكاشفة للحق، والداحضببة للباطببل؛ ولهببذا‬ ‫قال بعض المفسرين: المعنى: ببالقرآن؛ لنبه الحكمبة العظيمبة؛ لن فيبه البيبان‬ . tetapi menjelaskan karakter dalil itu. As-Samarkandy yang mengartikan hikmah sebagai al-Quran. telah berkata sebagian mufassir bahwa makna hikmah adalah Al-Qur’an. At-Thabary mengatakan bahwa Hikmah dari Allah SWT bisa berarti benar dalam keyakinan dan pandai dalam din dan akal. dan kebenaran dalam ucapan selain kenabian. Analisis Tafsir An Nahl ayat 125 a. serta menemukan (mengungkapkan) kebenaran. An-Nawawi al-Jawi menafsirkan hikmah sebagai hujjah yang qath‘i yang menghasilkan akidah yang meyakinkan. Dan telah berkata sebagian yang lain bahwa makna hikmah adalah dengan petunjuk dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.‫واليضاح للحق بأكمل وجه، وقال بعضهم: معناه: بالدلة من الكتاب والسنة‬ Artinya: “Dan yang dimaksud dengan hikmah adalah: petunjuk yang memuaskan. Mufasir lainnya lalu menafsirkan hikmah secara lebih rinci. seperti an-Nawawi al-Jawi. Penafsiran tersebut tampaknya masih global. yakni sebagai hujjah atau dalil. al-hikmah berarti mengetahui perkara-perkara yang ada dan mengerjakan hal-hal yang baik. dan Al-Baghawi. jelas. Oleh karena itu. al-hikmah adalah pemahaman.4. Menurut ar-Raghib. Sebagian mensyaratkan hujjah itu harus bersifat qath‘i (pasti). dan membantah kebatilan. yakni kejelasan yang menghilangkan kesamaran. Menurut Mujahid. An-Nisaburi menafsirkan hikmah sebagai hujjah yang qath‘i yang dapat menghasilkan keyakinan. karena sesungguhnya Al-Qur’an adalah hikmah yang agung. Makna Hikmah Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hikmah diartikan sebagai kebijaksanaan. seperti alBaidhawi. akal.

2. Makna Mau‘izhah Al-hasanah. menerangi wajah kebenaran. yaitu dalil yang menjelaskan kebenaran dan menyingkirkan kesamaran (addalil al-muwadhdhih li al-haq wa alimuzîh li asy-syubhah). yakni golongan yang mempunyai kemampuan berpikir sempurna. al-Khazin. ia tidak dapat mengikuti kebenaran kecuali bila akalnya puas dan hatinya tenteram. kadangkala berarti menempatkan persoalan pada tempatnya. al-Alusi. . Argumentasi logis mampu membongkar rekayasa kebatilan. dan yang memuaskan. bahwa hujjah yang dimaksud adalah hujjah yang bersifat rasional (‘aqliyyah/fikriyyah). Al-Asyqar menafsirkan hikmah dengan ucapan yang tepat dan benar (al-maqâlah al-muhakkamah ash-shahîhah). kadangkala juga berarti hujjah atau argumentasi. yakni hujjah yang tertuju pada akal. Hanya saja. jumhur mufasir menafsirkan kata hikmah dengan hujjah atau dalil.Baidhawi dan Al-Khazin mengartikan hikmah dengan ucapan yang tepat (al-maqâlah almuhkamah). an-Nisaburi. yang tidak dapat dibantah. Dari ungkapan para mufasir di atas juga dapat dimengerti. Dalam ayat ini. Sebab. Makna hikmah dalam ayat ini adalah hujah dan argumentasi Dakwah atau pengajaran dengan cara hikmah. para mufasir seperti al-Baidhawi. memang. Yang dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan siapa saja. dan menjadi api yang mampu membakar kebobrokan sekaligus menjadi cahaya yang dapat menyinari kebenaran. Hikmah. Sebab. umumnya diberikan oleh seseorang untuk menjelaskan sesuatu kepada pendengarnya yang ikhlas untuk mencari kebenaran. Al-burhân al-‘aqlî (argumentasi logis) yang di maksud adalah argumentasi yang masuk akal. dan anNawawi al-Jawi mengaitkan seruan dengan hikmah ini kepada sasarannya yang spesifik. tidak mungkin ditafsirkan dengan makna menempatkan persoalan pada tempatnya. manusia tidak dapat menutupi akalnya di hadapan argumentasi-argumentasi yang pasti serta pemikiran yang kuat. Kesimpulannya.

karakter nasihat yang tergolong mau’izhah hasanah ada dua: Pertama. dan al-Baghawi. as-Suyuthi dan al-Baghawi sedikit menambahkan. para mufasir menjelaskan sifat mau’izhah hasanah sebagai suatu nasihat yang tertuju pada hati (perasaan). para mufasir menyifati dalil itu dengan aspek kepuasan hati atau keyakinan. dan khithâb (seruan). Adanya kepuasan dan keyakinan (iqnâ‘) jelas tidak akan terwujud tanpa proses pembenaran dan kecondongan hati. misalnya. seperti an-Nisaburi. Merinci tafsiran global tersebut. menggunakan ungkapan yang tertuju pada akal. Sayyid Quthub menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai nasihat yang masuk ke dalam hati dengan lembut (tadkhulu ilâ al-qulûb bi rifq). Al-Baidhawi dan al-Alusi menggunakan ungkapan alkhithâbât al-muqni‘ah (ungkapan-ungkapan yang memuaskan). tanpa meninggalkan karakter nasihat itu yang tertuju pada akal. menggunakan ungkapan yang tertuju pada hati/perasaan. dan al-Alusi. Dari berbagai tafsir itu. AnNisaburi menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai dalil-dalil yang memuaskan (ad-dalâ’il al-iqna’iyyah). Kedua. mengunakan kata dalâ’il iqnâ‘iyyah (dalil yang menimbulkan kepuasan). al-Baidhawi.Sebagian mufasir menafsirkan mau’izhah hasanah (nasihat/peringatan yang baik) secara global. Namun. Semua ini jelas berkaitan dengan fungsi akal untuk memahami. yang tersusun untuk mewujudkan pembenaran (tashdîq) berdasarkan premis-premis yang yang telah diterima. Demikian pendapat al-Fairuzabadi. yaitu nasihat atau peringatan al-Quran (mau’izhah al-Qur’an). Terbukti. dapat juga maknanya perkataan yang lembut (al-qawl ar-raqîq). Ini terbukti dengan ungkapan yang digunakan para mufasir. Semua ini jelas berkaitan dengan fungsi hati untuk meyakini atau puas terhadap . muqaddimah (premis). Al-Khazin menafsirkan mau’izhah hasanah dengan targhîb (memberi dorongan untuk menjalankan ketaatan) dan tarhîb (memberikan ancaman/peringatan agar meninggalkan kemaksiatan). as-Suyuthi. An-Nawawi alJawi menafsirkannya sebagai tanda-tanda yang bersifat zhanni (al-amârât azh-zhanniyah) dan dalil-dalil yang memuaskan. Al-Baidhawi dan Al-Alusi menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai seruan-seruan yang memuaskan/meyakinkan (al-khithâbât almuqni‘ah) dan ungkapan-ungkapan yang bermanfaat (al-‘ibâr al-nâafi‘ah). An-Nisaburi. yakni kata dalâ’il (bukti-bukti).

t-tp. Beirut. Kairo. Taqiyuddin An-Nabhani. bahkan mereka lebih sesat lagi. Hal. Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr bin Farah al-Qurthubi.dalam Surat Al-A’raf ayat 179: َ ُ َ ْ َ َ ٌ ُُ ْ ُ َ ِ ْ ِْ َ ّ ِ ْ َ ِ ً ِ َ َ ّ َ َ ِ َ ْ َ َ ْ َ ََ ‫ولقد ذرأنا لجهنم كثيرا من الجن والنس لهم قلوب ل يفقهون‬ ‫بها ولهم أعين ل يبصرون بها ولهم آذان ل يسمعون بها‬ َ ِ َ ُ َ ْ َ َ ٌ َ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ َ ٌ ُ ْ َ ْ ُ ََ َ ِ َ َِ ُ ‫أولئك‬ َ ُِ َ ْ ُ ُ َ ِ َ ُ ّ َ َ ْ ُ ْ َ ِ َ ْ َْ َ ‫كالنعام بل هم أضل أولئك هم الغافلون‬ Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan isi neraka Jahanam itu kebanyakan dari jin dan manusia. Irsyâd al-Fuhûl. Ushul As Sarkhasy. 1373 H.. Halaman 363. tt. 12. Hal. an-Nisaburi. .241/III. Al Wajid fi Tafsir Kitab Al Ajizi. Demikian menurut al-Baidhawi. t-tp. tetapi masih mempunyai fitrah yang lurus. dan anNawawi al-Jawi. Seruan dengan mau‘izhah hasanah ini tertuju pada orang-orang yang kemampuan berpikirnya tidak secanggih golongan yang diseru dengan hikmah. tt.Nasyabury. Dar ul-Hadîts. al-Alusi. Kairo. Asy-Syaukani. As Sarkhasy. Mereka itulah orang-orang yang lalai.613/IV. 440/ 1. Al-Wahidi. tt. Abdurrahman bin Abi Bakr al-Mahalli.164/I. al-Khazin. Mereka mempunyai pikiran tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayatayat Allah). Al-Quran telah mempraktikkan hal tersebut. Hal. hlm. pada saat ia menyeru pemikiran ia pun mempengaruhi perasaan manusia. 191/1 Abu Al-Fida Ibn Umar Ibn Katsir. Madinah . Dâr Sya’b.421.Mesir. 1997. Tahqiq oleh Samy bin Muhammad Salamah. op.200/10. Di antara upaya untuk menyentuh perasaan adalah menyampaikan targhîb dan tarhîb.dkk. Asbâb an-Nuzul. Misalnya firman Allah SWT. tt. As-Suyuthi. Tafsir Al-Qurthubi. Darul Ummah.cit. Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah. tp. Zubdah al-Itqân fî ‘Ulûm al-Qur’ân. tt. tp. t-tp. hal. hlm. umumnya dengan cara memberikan berita gembira dan berita peringatan dari Allah Pencipta alam. tt. Tafsir Al-Qur’an Al –Adzim. Dar at-Thoyyibah Linasyri Wa Tawji’.Lihat juga: Al-Wahidi An. Sunaryo. sebagaimana ditunjukkan oleh Al-Khazin. Hal. Oleh karena itu di dalam proses pengajaran dan pendidikan hendaklah mengandung unsur-unsur tersebut. Mawaqiu’ Sy’ab.”. 1420 H. Mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakan untuk memperhatikan (ayat-ayat Allah). Muhammad bin Ahmad. hal. 132. t-tp. Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki. Mawaqi’ At-Tafasir .sesuatu dalil. Mawaqi’u ya’sub. Mereka juga mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Tafsir Jalalain. Adapun mau’izhah al hasanah atau nasihat yang baik. Mereka itu seperti binatang ternak.

Hal. Abu Jafar At-Thabari..Nawawi Al jawi.tp.Dar At-Thoyyibah Linasyri wa Tawji’. tt Hal. Ash-Shabuni.. Anwar At Tanjil Wa Asror At Ta’wil.25/I. Al-Wahidi.Jami’ul Bayan Fi Ta’wil AlQur’an. Muhammad bin Ahmad. t-tp.Mesir.cit.222/IV Sayyid Quthub. 440/ 1. I/516 An-Nisaburi.tp. loc.Mawaqiu At Tafqair. hal. 292/ XIII.613/IV. Al Wajid fi Tafsir Kitab Al Ajizi. An. Marah Labid Tafsir An Nawawi. Shafwat at-Tafâsîr. Mawaqi’ At-Tafasir . Muassatur Risalah.cit. tt. Lubab At Ta’wil Fi Ma’ani AT Tanjil. tt. t-tp. Hal. Mawaqi’u at -Tafasir.cit Al-Baidhawi. t-tp. 517/I Al-Khazin.Hal. Ad Da’wati Ilaa Allah Wa Akhlaqi Ad Da’aati. Lubab At Ta’wil Fi Ma’ani AT Tanjil.dkk.Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Khalid Ath Thabari.dkk. tt. An-Nisaburi. Hal. 1993.Hal. As-Suyuthi. tt. Lihat juga :Al-Alusi.cit. Madinah 1417 H. hal. Hal 65/V Al-Khazin. Hal. Hal. tt.Depag RI. 1420 H. Hal.Tafsir An Nisabury. tt. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Marah Labid Tafsir An Nawawi. 82/XI. t-tp. t-tp. op. Beirut. Mawaqi’u At Tafasir. cet:CV Asy-Syifa. t-tp. t-tp. Tafsir AlQur’an Al –Adzim. Hal. Arab Saudi.223/IV Sunaryo. tt.394/III . Hal.Semarang 1992. tt. Rûh al-Ma’ânî. op. 2010 . op. t-tp.Nawawi Al jawi. Mawaqi’u At Tafasir. 269/5 Abdul Aziz bin Baz. Tahqiq oleh Samy bin Muhammad Salamah. tp. Jâmi’ al-Bayân fî Ta’wîl al-Qur’ân. tt. Lihat juga: Abu Muhammad Al Baghawi. t-tp.Lihat Diposkan oleh Ihsan Azhari di Selasa. tt. Hasan Alwi. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah. Al-Baidhawi. t-tp. Ruhul Ma’ani Fi Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim. Mesir. Mawaqi’u at-Tafaasir. Madinah 1420 H.491/2 Abu Al-Fida Ibn Umar Ibn Katsir. loc.251.cit. 487/V. Ma’alim At Tanjil.tp. April 13. hal 52/V. Dar at-Thoyyibah Linasyri Wa At Tawji’. tp. Mawaqi’u Al-Islam.loc. Mawaqi’u At Tafasir. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Hal. 393/III Lihat:An.cit.321/17 Abu Al-Fida Ibn Umar Ibn Katsir. 451/2 Shihab al-Din al-Alusi. Hal. Lihat juga: Abu Al Lays A Samarkandy. tt. Bahrul Ulum. Tafsir Fi Zilalil Qur’an .401.Hal. Abdurrahman bin Abi Bakr al-Mahalli. Hal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->