KAPITALISASI STRUKTUR MODAL

I. PENDAHULUAN Peran Usaha Kecil dan Menengah atau lebih sering dikenal UKM dalam pertumbuhan perekonomian suatu negara, sudahlah tidak diragukan lagi. Ketika terjadi krisis yang melanda pada tahun 1998, justru perusahaan-perusahaan berskala kecil dan menengah yang relatif mampu bertahan dibandingkan perusahaan besar. Alasannya karena mayoritas perusahaan berskala kecil tidak terlalu tergantung pada modal besar atau pinjaman dari luar dalam kurs dollar. Sehingga, ketika ada fluktuasi nilai tukar, perusahaan berskala besar yang secara umum selalu berurusan dengan mata uang asing adalah yang paling berpotensi mengalami imbas tersebut. Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan bahwa struktur modal UKM khususnya di Indonesia, hampir sebagian besar berdasar pada investasi pribadi. Sangat sedikit, mereka yang berhubungan dengan pihak ketiga untuk mendapatkan dana. Jika mereka membutuhkan suntikan dana dari pihak luar, justru pihak-pihak penyedia dana selain bank, yang sangat berperan. Misal bank-bank perkreditan rakyat atau malah rentenir. Seperti yang kita ketahui pula, bunga yang dikenakan pada peminjam adalah sangat-sangat tinggi dan mencekik leher. Jelas, kondisi seperti ini tidak akan terjadi untuk perusahaan berskala besar. Kini, di tahun 2008 krisis moneter kembali melanda dunia dan imbasnya terasa di Indonesia. Kondisi ini menjadikan perekonomian Indonesia kembali memburuk. Tingkat suku bunga yang tinggi dengan menurunnya daya beli masyarakat menjadikan dunia bisnis ikut terpuruk. Banyak perusahaan besar mulai mengalami kebangkrutan karena lesunya pasar. Hutang yang telah jatuh tempo dikarenakan nilai tukar Rupiah yang sangat melemah terhadap Dollar juga menambah suram kondisi ini. Berdasarkan kondisi tersebut, perusahaan dalam menentukan struktur modalnya akan sangat memperhitungkan untung rugi yang akan didapatkan jika mereka menambah jumlah hutangnya. Dengan mengetahui apa dan bagaimana faktor-faktor yang paling mempengaruhi struktur modal perusahaan khususnya manufaktur, dapat membantu khususnya pihak manajemen perusahaan yang ada dalam perusahaan tersebut dalam menentukan bagaimana seharusnya pemenuhan kebutuhan dana untuk mencapai struktur modal yang optimal harus dilakukan. Dengan demikian tujuan pihak manajemen perusahaan untuk memaksimumkan kemakmuran usaha dapat tecapai. II. LANDASAN TEORI

2001). Pemenuhan kebutuhan dana yang berasal dari kreditur merupakan utang bagi perusahaan. Jensen dan William H. Para pemegang . Untuk itu. Meckling pada tahun 1976 (Horne dan Wachowicz. sebagai pemilik perusahaan. dimana disusun dari jenisjenis funds yang membentuk kapitalisasi adalah struktur modalnya. tetapi meningkatkan tingkat pengembalian yang diharapkan akan menaikkan harga saham tersebut. karena baik buruknya struktur modal perusahaan akan mempunyai efek yang langsung terhadap posisi finansialnya.Sebagaimana disebutkan dalam Weston dan Brigham (1990) kebijakan mengenai struktur modal melibatkan trade off antara risiko dan tingkat pengembalian-penambahan utang dapat memperbesar risiko perusahaan tetapi sekaligus juga memperbesar tingkat pengembalian yang diharapkan. 2001 ). Penambahan utang akan memperbesar risiko perusahaan tetapi sekaligus juga memperbesar tingkat pengembalian yang diharapkan. Pengertian Struktur Modal Struktur modal adalah perimbangan / perbandingan hutang jangka panjang dengan modal sendiri ( Riyanto. dalam penetapan struktur modal suatu perusahaan perlu mempertimbangkan berbagai variabel yang mempengaruhinya. Risiko yang semakin tinggi akibat membesarnya utang cenderung menurunkan harga saham. a. b. Risiko yang makin tinggi akibat membesarnya utang cenderung menurunkan harga saham. dimana mempunyai hutang yang sangat besar akan memberikan beban yang berat kepada perusahaan tersebut. Sruktur modal yang optimal adalah struktur modal yang mengoptimalkan kesimbangan antara risiko dan pengembalian sehingga memaksimumkan harga saham ( Brigham dan Houston. Dana yang diperoleh dari para pemilik merupakan modal sendiri.yang menyebutkan bahwa manajemen merupakan agen dari pemegang saham. Struktur modal yang optimal adalah struktur modal yang mengoptimalkan keseimbangan antara risiko dan pengembalian sehingga memaksimumkan harga saham. 2004) . Sumber dana perusahaan dari internal berasal dari laba ditahan dan depresiasi. Dana yang diperoleh dari sumber eksternal adalah dana yang berasal dari para kreditur dan pemilik perusahaan. Suatu perusahaan yang mempunyai struktur modal yang tidak baik. 1998 dalam Saidi. tetapi meningkatnya tingkat pengembalian yang diharapkan akan menaikkan harga saham tersebut. karena masalah struktur modal adalah erat hubungannya dengan masalah kapitalisasi. Teori Struktur Modal 1) Agency Theory Teori ini dikemukakan oleh Michael C. sangat mempengaruhi nilai perusahaan. Masalah struktur modal merupakan masalah penting bagi setiap perusahaan. Struktur modal merupakan cermin dari kebijaksanaan perusahaan dalam menentukan jenis sekuritas yang dikeluarkan. Kebijakan mengenai struktur modal melibatkan trade off antara risiko dan tingkat pengembalian. Keputusan struktur modal berkaitan dengan pemilihan sumber dana baik yang berasal dari dalam maupun dari luar.

kemudian utang berisiko rendah dan terakhir ekuitas (Myers. 2004) : 1. 2) Signaling Theory Isyarat atau signal menurut Brigham dan Houston (2001) adalah suatu tindakan yang diambil manajemen perusahaan yang memberi petunjuk bagi investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan. Para manejer mengetahui lebih banyak tentang perusahaan daripada investor luar. . termasuk penggunaan utang yang melebihi target struktur modal yang normal. Dasar pemikirannya didasarkan pada penjelasan berikut ini. 3) Pecking Order Theory Pecking order theory mengasumsikan bahwa perusahan bertujuan untuk memaksimumkan kesejahteraan pemegang saham. dan perusahaan dapat menerbitkan ekiutas hanya pada harga discount. Perusahaan dengan prospek yang menguntungkan akan mencoba menghindari penjualan saham dan mengusahakan setiap modal baru yang diperlukan dengan cara-cara lain. Investor memahami bahwa para manajer mengetahui lebih banyak dan mereka mencoba menerbitkan sesuai waktu yang tepat. Model pecking order theory memfokuskan pada motivasi manejer korporat. 3. 1984 dalam Perminas Pangeran.saham berharap agen akan bertindak atas kepentingan mereka sehingga mendelegasikan wewenang kepada agen. Apabila suatu perusahaan menawarkan penjualan saham baru lebih sering dari biasanya. namun mereka enggan untuk menerbitkan saham ketika percaya saham mereka adalah undervalued. (Meyers. bukan pada prinsip-prinsip penilaian pasar modal. retained earning. Pecking order theory mencerminkan persoalan yang diciptakan oleh asimetrik informasi. Para manejer menginterpresentasikan keputusan untuk menerbitkan ekuitas sebagai bad news. karena menerbitkan saham baru berarti memberikan isyarat negatif yang kemudian dapat menekan harga saham sekalipun prospek perusahaan cerah. maka harga sahamnya akan menurun. Biaya yang ditimbulkan dari pengawasan yang dilakukan oleh manajemen disebut biaya agensi. Pecking order theory memprediksi bahwa pendanaan utang eksternal didasarkan pada defisit pendanaan internal. Pengumuman emisi saham oleh suatu perusahaan merupakan suatu isyarat (signal) bahwa manajemen memandang prospek perusahaan suram. 2004). 1984 dalam Perminas Pangeran. Biaya agensi menurut Horne dan Wachowicz dalam Saidi (2004) adalah biaya-biaya yang berhubungan dengan pengawasan manajemen untuk menyakinkan bahwa manajemen bertindak konsisten sesuai dengan perjanjian kontraktual perusahaan dengan kreditur dan pemegang saham. 2. Perusahaan berusaha menerbitkan sekuritas pertama dari internal.

4. jadi semakin besar utang perusahaan. semakin tinggi nilainya dan harga saham perusahaan. 1999 dalam Kaaro. dan pada saat akan memperluas usaha atau menggabungkan usahanya besar kemungkinannya akan_melakukan perubahan struktur modal yang disebabkan adanya perubahan modal atau tambahan modal. 4) Trade Off Theory Konsep trade off dalam balancing theory adalah menyeimbangkan manfaat dan biaya dari penggunaan utang dalam struktur modal sehingga disebut pula sebagai trade off theory (Brigham et al. menentukan besarnya Kebutuhan modal kuantitatif. Urutan penggunaan sumber dana dengan mengacu packing order theory adalah internal fund (dana internal). 2003). sedangkan yang kedua dikatakan sebagai proses penentuan Struktur Modal. Dalam kenyatannya. Menurut Myers (1996) dalam Saidi (2004) perusahaan lebih menyukai penggunaan pendanaan dari modal internal. Perusahaan yang bekerja berdasarkan filosofi pecking order theory dan membutuhkan ekuitas eksternal kemungkinan tidak akan memanfaatkan kesempatan investasi yang baik. . III. Model Modigliani dan Miller mengabaikan faktor biaya kebangkrutan dan biaya keagenan. 2001). karena saham tidak dapat dijual pada “fair Price”. Untuk menentukan Struktur Modal perusahaan dihadapkan pada berbagai variabei yang mempengaruhinya. harga saham perusahaann akan dimaksimumkan jika menggunakan utang 100 persen. semakin tinggi nilai perusahaan. Terdapat 10 variabel yang mungkin akan berpengaruh yaitu . dan equity (modal sendiri) (Kaaro. Penggunaan utang mengakibatkan peningkatan EBIT yang mengalir ke investor. menentukan sumber modal kualitatif/jenis modal yang akan ditarik. 2004). debt (utang). Pertama. Struktur modal yang optimal dapat ditemukan dengan menyeimbangkan antara keuntungan penggunaan utang dengan biaya kebangkrutan dan biaya keagenan yang disebut model trade off ( Myers. Kedua. jarang ada perusahaan yang menggunakan utang 100 persen karena perusahaan membatasi penggunaan utang untuk menekan biaya-biaya yang berkaitan dengan kebangkrutan (Brigham dan Houston. Berdasarkan teori Modigliani dan Miller (1996) dalam Adler Haymans Manurung (2004). laba ditahan dan depresiasi. semakin besar utang yang digunakan. Proses pertama dikatakan sebagal proses Kapitalisasi. Dua hal yang harus dilakukan perusahaan . Struktur modal optimal dibentuk dengan menyeimbangkan manfaat dari penghematan pajak atas penggunaan utang terhadap biaya kebangkrutan. 2003). Perusahaan mendasarkan keputusan pendanaan pada struktur modal yang optimal. Berdasarkan makalah Modigliani-Miller dengan pajak. PEMBAHASAN Setiap perusahaan pada tahap awal berdiri pasti memerlukan modal untuk penetapan struktur modalnya. 1984 dalam Perminas Pangeran. yakni dana yang berasal dari aliran kas.

Kadar risiko dari aktiva. Struktur modal optimum menurut pendekatan konservatif adalah struktur modal yang menggunakan modal pinjaman maksimum 50% dari total modal. Tingkat pertumbuhan penjualan. dalam artian ekonomis dapat mempercepat tidak digunakannya suatu aktiva. Sehingga harus ditentukan : 1.Tingkat bunga. yaitu : 1. semua yang lainnya dianggap sama. 6. 2. maka pihak lenders akan mulai meminta tingkat bunga yang lebih tinggi dan rating agencies akan mulai menurunkan rating pada tingkat hutang perusahaan. Marginal tax rate perusahaan yang lebih tinggi. 4. makin besar derajat resikonya. 3. maka keuntungan menggunakan hutang akan lebih tinggi. Makin panjang jangka waktu penggunaan suatu aktiva didalam perusahaan. meskipun dalam artian teknis masih dapat digunakan. Bagi perusahaan susunan struktur modal terbaik dikatakan sebagal Struktur Modal Optimum. Operating Leverage Perusahaan yang mengurangi leverage operasinya lebih mampu untuk menaikkan penggunaan leverage keuangan ( hutang ). dan Sikap pemberi pinjaman. ada beberapa faktor yang mempengaruhi penentuan struktur modal yang optimal. 2. Corporate Taxes Karena bunga tax-deductable. Metoda biaya modal ini dapat dianalisis dengan berbagai pendekatan. Keadaan pasar modal. Struktur saingan. Stabilitas Penjualan Perusahaan dengan penjualan yang relatif stabil dapat lebih aman memperoleh lebih banyak pinjaman dan menanggung beban tetap yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang penjualannya tidak stabil. dan pendekatan yang dipilih pada persoalan ini adalah Pendekatan Tradisional yang menyatakan bahwa struktur modal optimum akan terjadi pada kondisi rata-rata biaya modal minimum dan nilai perusahaan maksimum. Internal cash flow . Disini harus dilakukan analisis terhadap variabel-variabel yang berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan dan hubungannya dengan penentuan nilai perusahaan. Kadar resiko dari aktiva Tingkat atau kadar resiko dari setiap aktiva didalam perusahaan adalah tidak sama. Dan perkembangan dan kemajuan teknologi serta ilmu pengetahuan yang tiada henti. Sedangkan menurut pendekatan biaya modal struktur modal optimum adalah struktur modal yang dapat meminimumkan rata-rata biaya modal perusahaan. Sikap manajemen. Menentukan nilai perusahaan yang maksimum. Stabilitas penjualan. Lenders dan rating agencies Jika perusahaan menggunakan hutang semakin berlebih. Kebutuhan modal. Menurut Maness (1988). Susunan Aktiva. ada sebuah keuntungan jika menggunakan hutang. 5. Variabel yang dominan terhadap struktur modal dengan menggunakan Analisa Faktor.

tingkat bunga. mungkin keputusan pendanaan lebih mengarah pada short-term debt. Pengendalian Banyak perusahaan sekarang meningkatkan tingkat hutangnya dan memulai dengan menerbitkan hutang baru hingga repurchase outstanding commonstock. susunan aktiva. Debt covenant Uang yang dipinjam dari sebuah bank dan juga penerbitan surat hutang dan terwujud melalui serangkaian kesepakatan (debt covenant). Kondisi ekonomi Kondisi ekonomi seperti sekarang ini dan juga kondisi pada pasar keuangan dapat mempengaruhi keputusan struktur modal. tingkat pertumbuhan penjualan. 11. Dengan variabel yang dominan adalah kebutuhan modal. 7. Faktor 3: Risiko usaha dan keuangan. Variabel dominannya adalah sikap pemberi pinjaman. kreditur dan juga para shareholders. dan sikap manejemen. 8. struktur saingan.Tingkat internal cash flow yang lebih tinggi dan lebih stabil dapat menjastifikasi sebuah tingkat leverage lebih stabil. Pada kasus tertentu ternyata kondisinya dapat dikelompokan pada 4 faktor yang dominan terhadap penentuan struktur modal. Preferensi pihak manajemen Preferensi manajemen terhadap resiko dan gaya manajemen mempunyai peran dalam hubungannya dengan kombinasi debt-equity perusahaan pada struktur modalnya. Tujuan dari peningkatan hutang tersebut adalah untuk mendapatkan return yang lebih tinggi. Faktor 2: Struktur pasar industri yang terdiri variabel. Variabel dominannya adalah struktur saingan. yaitu:    Faktor 1: Stabilitas pendapatan dan kebutuhan modal. komponen variabelnya: Stabilitas penjualan dan kebutuhan modal. Profitabilitas Perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi. dan penggunaan internal financing yang lebih besar dapat menurunkan penggunaan hutang (rasio hutang). sedangkan pembelian kembali saham bertujuan untuk lebih meningkatkan tingkat pengendalian. dan akan dilakukan refinance dengan long-term debt atau equity jika kondisi pasar memungkinkan. . yang terdiri variabel. Ketika tingkat suku bunga tinggi. sikap pemberi pinjaman. Agency cost Agency cost adalah sebuah biaya yang diturunkan guna memonitor kegiatan pihak manajemen untuk menjamin bahwa kegiatan mereka selaras dengan persetujuan antara manajer. dan kadar risiko dari aktiva. 9. 12.. 10.

Pendekatan Traditional (Traditional Approach) Diasumsikan terjadi perubahan struktur modal dan peningkatan nilai total perusahaan melalui penggunaan financial leverage (hutang dibagi modal sendiri). pasar modal sempurna. Meminimalkan Kenaikan Biaya Tetap dengan cara pertumbhan pegawai negatif dan rasionalisasi pegawai. Mengurangi Biaya Tetap tunai dengan cara pengaturan struktur modal melalui penggunaan fasilitas kredit jangka panjang untuk memenuhi modal kerja dan penggunaan fasilitas kredit lunak UKM sehingga beban bunga lebih rendah. perusahaan mempunyai risiko usaha (business risk) yang sama dan tidak ada pajak Strategi efisiensi biaya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dan efektifitas kerja sumber daya perusahaan yang ada. 3. Faktor 4: Situasi perekonomian yang hanya terdiri variabel keadaan pasar modal. Asumsi yang digunakan adalah. Hal ini didasarkan pada pendapat bahwa pembagian struktur modal antara hutang dan modal sendiri selalu terdapat perlindungan atas nilai investasi. dengan menggunakan pendekatan Tradisional sebagai alat manajemen keuangan diperoleh hasil bahwa nilai perusahaan akan meningkat dengan rata-rata biaya modal perusahaan melalui cara perusahaan modal pinjamannya. sehingga variabel dominannya adalah variabel keadaan pasar modal. Yaitu karena nilai investasi total perusahaan tergantung dari keuntungan dan risiko. Dan struktur modal diterapkan harus mempunyai ratio hutang maksimum sehingga mencapai struktur modal optimum. Untuk mengatasi keterbatasan modal kerja dan biaya operasional perusahaan perlu mengadakan perencanaan penghematan diberbagai bidang. Pendekatan ini menggunakan asumsi bahwa investor memiliki reaksi yang berbeda terhadap penggunaan hutang perusahaan. Implikasi strategi efisiensi biaya adalah: 1. Pendekatan dalam Teori Struktur Modal 1. sehingga nilai perusahaan tidak berubah walaupun struktur modalnya berubah. Untuk penentuan nilai perusahaan. 2. nilai yang diharapkan dari distribusi probabilitas semua investor sama. Pendekatan Laba Operasi Bersih (NOI Approach) Dikemukakan oleh David Durand (1952). 3. Biaya variabel juga dapat dihemat dengan strategi kemitraan usaha baik ditingkat on farm . Pendekatan Modigliani dan Miller (MM Approach) MM berpendapat bahwa risiko total bagi seluruh pemegang saham tidak berubah walaupun struktur modal perusahaan mengalami perubahan. Pendekatan ini melihat bahwa biaya modal rata-rata tertimbang bersifat konstan berapapun tingkat hutang yang digunakan perusahaan. 2. Efisiensi biaya variabel dilakukan ditingkat proses produksi dengan cara pengaturan penggunaan lini mesin pemotongan sesuai jumlah sapi .

maupun pemasaran produk sehingga biaya operasional ditanggung barsama. Rumus ketiga untuk mengitung return bersih perusahaan : Ko = O/V Dimana : O = Laba operasi bersih V = Total Nilai perusahaan Ko = Return bersih perusahaan . Rumus kedua untuk menghitung return saham biasa : Ke = E/S Dimana : E = Laba untuk pemegang saham biasa S = Nilai pasar saham biasa yang beredar Ke = Return dari saham biasa 3. Dengan perhitungan cost of capital hutang obligasi. cost of capital emisi saham baru. Untuk menentukan struktur modal yang optimum. digunakan konsep cost of capital. maka pada saat struktur modal optimum diperhitungkan pula tingkat profitabilitas dengan cara ROA dan ROE.(penyediaan bahan baku). Rumus pertama untuk menghitung return obligasi : Ki = I/B Dimana : I = bunga hutang tahunan B = Nilai pasar obligasi yang beredar Ki = Return dari obligasi 2. cost of capital laba ditahan. Untuk menghitung besarnya biaya modal dalam kaitanya dengan struktur modal dan nilai perusahaan digunakan beberapa rumus berikut : 1. Dan struktur modal yang optimum tercapai apabila biaya modal rata-rata tertimbang adalah rendah. cost of capital saham biasa. dan weighted average cost of capital. Karena biaya modal ini berhubungan dengan profitabilitas.

2. menentukan sumber modal kualitatif/jenis modal yang akan ditarik. Terdapat 10 variabel yang mungkin akan berpengaruh yaitu . Sedangkan perusahaan yang dijadikan objek penelitian adalah perusahaan-perusahaan industri tekstiI di kota Majalaya. Untuk mencapai keuntungan yang diharapkan.Menentukan nilai perusahaan yang maksimum. Susunan Aktiva. Jadi dalam penelitian ini akan dicoba menentukan : 1. . KESIMPULAN Struktur modal hadir sebagai pengetahuan dari hasil perhitungan rasio antara utang jangka panjang dengan modal sendiri. resiko yang mungkin dihadapi apabila dana tersebut ditarik dari hutang jangka panjang atau menerbitkan saham biasa.IV. Setiap perusahaan pada tahap awal berdiri pasti memerlukan modal untuk penetapan struktur modalnya. dan pada saat akan memperluas usaha atau menggabungkan usahanya besar kemungkinannya akan_melakukan perubahan struktur modal yang disebabkan adanya perubahan modal atau tambahan modal. Ini berarti. Untuk menentukan Struktur Modal perusahaan dihadapkan pada berbagai variabei yang mempengaruhinya. Keadaan pasar modal. Kebutuhan modal. StabI11tas penjualan. dan pendekatan yang dipilih pada persoaian ini adalah Pendekatan Tradisional yang menyatakan bahwa struktur modal optimum akan terjadi padakondisi rata-rata biaya modal minimum dan nilai perusahaan maksimum. Tingkat bunga. Kadar risiko dari aktiva. Berbagai pertimbangan perlu diperhatikan dalam memenuhi dana tersebut antara lain biaya modal. Struktur modal optimum menurut pendekatan konservatif adalah struktur modal yang menggunakan modal pinjaman maksimum 50% dari total modal. Tujuan utama terbentuknya perusahaan adalah mencari keuntungan serta kesinambungan usaha. Disamping itu seberapa besar komposisi struktur modal yang optimal bagi perusahaan. perusahaan memerlukan dana untuk keperluan operasi dan investasi. sedangkan yang kedua dikatakan sebagai proses penentuan Struktur Modal. Struktur saingan. Tingkat pertumbuhan penjualan. Sikap manajemen. Bagi perusahaan susunan struktur modal terbaik dikatakan sebagal Struktur Modal Optimum. menentukan besarnya Kebutuhan modal kuantitatif. Pada penelitian ini penyusun mencoba melakukan analisis terhadap variabel-variabel yang berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan dan hubungannya dengan penentuan nilai perusahaan. Metoda biaya modal ini dapat dianalisis dengan berbagai pendekatan. Sedangkan menurut pendekatan biaya modal struktur modal optimum adalah struktur modal yang dapat meminimumkan rata-rata biaya modal perusahaan. Proses pertama dikatakan sebagal proses Kapitalisasi. Dengan demikian tidaklah berlebihan struktur modal dikatakan sebagai bagian dari struktur finansiil.Variabel yang dominan terhadap struktur modal dengan menggunakan Analisa Faktor. dan Sikap pemberi pinjaman. Kedua. struktur modal hanya tercermin pada golongan pasiva dana permanen. Pertama. Dua ha] yang harus dilakukan perusahaan .

sikap pemberi pinjaman. sehingga variabel dominannya adalah variabel keadaan pasar modal. Struktur modal optimum secara rata-rata industri terjadi pada ratio hutang sebesar 40 % yang menghasilkan rata-rata biaya biaya modal (Ko) sebesar 10. Dari 10 variabel yang berpengaruh. . yang terdiri variabel. dan sikap manejemen. struktur saingan. susunan aktiva. Untuk penentuan nilai perusahaan. . tingkat bunga.Hasil penelitian menyatakan bahwa: (1). Variabel dominannya adalah struktur saingan. (3).-. ternyata dapat dikelompokan pada 4 faktor yang dominan terhadap penentuan struktur modal. Dari hasil yang diperoleh ternyata sebagian besar perusahaan menunjukkan nilai perusahaan yang lebih kecii dari rata-rata industrinya. dan nilai perusahaan (V) sebesar Rp. Dengan variabel yang dominan adalah kebutuhan modal.Faktor 2: Struktur pasar industri yang terdiri variabel. yaitu: . Dan struktur modal diterapkan harus mempunyai ratio hutang maksimum 50 % untuk mencapai struktur modal optimum. dan kadar risiko dari aktiva.Faktor 4: Situasi perekonomian yang hanya terdiri variabel keadaan pasar modal. . Variabel dominannya adalah sikap pemberi pinjaman.445.Faktor 3: Risiko usaha dan keuangan. 199. Oleh karena itu hal ini menggambarkan bahwa kondisi perusahaan industri teksti1 di kota Majalaya dalam keadaan tidak sehat. (2).66 %.Faktor 1: Stabilitas pendapatan dan kebutuhan modal. dengan menggunakan pendekatan Tradisional sebagai alat manajemen keuangan diperoleh hasil bahwa nilai perusahaan akan meningkat dengan ratarata biaya modal perusahaan melalui cara perusahaan modal pinjamannya. komponen variabelnya: Stabilitas penjualan dan kebutuhan modal.170. tingkat pertumbuhan penjualan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful