PERAN PARTAI POLITIK DALAM PEMERINTAHAN SBY-JK

A. Partai Politik Menurut Giovanni Sartori partai politik adalah suatu kelompok masyarakat yang mengikuti pemilihan umum, dan melalui pemilihan umummampu menempatkan calon-calonnya untuk menduduki jabatan-jabatan publik (A party is any political group that present at elections, and is capable of placing through elections candidates for public office). Partai politik berangkat dari anggapan bahwa dengan membentuk wadah organisasi mereka bias menyatukan orang-orang yang mempunyai pikiran serupa sehingga pikiran dan orientasi mereka bisa dikonsolidasikan. Dengan begitu pengaruh mereka bias lebih besar dalam pembuatan dan pelaksanaan keputusan. Secara umum partai politik dapat dikatakan sebagai suatu kelompok yang terorganisir dimana anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama. Partai politik merupakan sarana bagi masyarakat untuk turut serta dalam proses jalannya pemerintahan dan pengelolaan Negara. Sebagai lembaga politik, partai politik tidak dapat berdiri sendiri, sebuah partai politik dapat menjadi besar atau bahkan terpuruk ditentukan oleh masyarakat. B. Fungsi Partai Politik 1) Sebagai Sarana komunikasi Politik Pada bagian ini partai politik berfungsi memperbincangkan dan menyebarluaskan rencana-rencana dan kebijakan-kebijakan pemerintah.dengan demikian terjadi arus informasi dan dialog dua arah, dari atas ke bawah dan sebaliknya. Peran partai politik sebagai jembatan sangat penting, karena disatu pihak kebijakan pemerintah harus

harga Pertamax juga dinaikkan 62 persen menjadi Rp 4. Hasil Kinerja dan Kelemahannya pada Pemerintahan SBY-JK 1) Kenaikan harga BBM SBY pada tanggal 19 Desember 2004 menaikkan harga elpiji sebesar 42 persen. Para kader yang dipilih melibatkan segala golongan dengan maksud kesempatan partisipasi dalam politik menjadi lebih luas.000 menjadi Rp 4.000 per liter.dijelaskan kepada masyarakat. ataupun cara-cara lain. persuasi. 4) Sebagai sarana Pengatu konflik Partai politik dapat menjadi penghubung psikologis dan organisasional antara warga Negara dengan pemerintahnya. C. Selain itu. 3) Sebagai Sarana Rekrutmen Politik Dalam hal ini partai politik berupaya mencari kader-kader yang dapat menjadi pemimpin baik di tingkat internal partai maupun di tingkat nasional. dan dipihak lain pemerintah harus tanggap dengan tuntutan pemerintah.250 per kilogram. dan Pertamax Plus naik 52 persen . Ada berbagai cara yang dapat ditempuh untuk melakukan rekrutmen politik. yaitu melalui kontak pribadi. Elite partai dapat menumbuhkan pengertian diantara masyarakat dan bersama dengan itu meyakinkan pendukungnya. 2) Sebagai Sarana sosialisasi Politik Fungsi dari sosialisasi partai politik adalah upaya menciptakan citra bahwa ia memperjuangkan kepentingan umum. dari Rp 3. Ini penting karana tujuan partai politik adalah untuk menguasai pemerintahan melalui kemenangan dalam pemilihan umum.

46 persen.menjadi Rp 4. Inflasi di era SBY-JK yang cenderung fluktuatif membuktikan ketidakmampuan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. Tingkat pengangguran sangat terlihat terbuka. Yakni tingkat inflasi. namun secara rata-rata pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi.200 per liter. bahkan sampai menyentuh $145/barrel. dengan total kenaikan 45 persen. Dengan alasan membumbungnya harga minyak dunia ini pada pertengahan 2008 SBY kembali manaikkan harga BBM hingga dua kali.6 persen. .43 juta jiwa atau 8. Dan yang terparah tahun 2005 SBY menaikkan harga BBM hingga 126 persen hingga melejitkan angka kemiskinan hingga 17. Namun data Februari 2008 menunjukkan pengangguran masih 9.6 persen. Pada 2008 harga minyak dunia terus melambung. 3) Tingkat Inflasi Setidaknya salah satu indikator makro ekonomi yang menunjukkan ketidakmampuan pemerintahan SBY-JK untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok. 2) Tingkat penganguran Tingkat pengangguran masih tinggi atau jauh dari target yang dijanjikan pemerintahan SBY-JK. Target pemerintah soal tingkat pengangguran pada 2008 diharapkan tinggal sebesar 6.24 persen. Meski menunjukkan penurunan setelah pada 2005 yang mencapai 11.

dan hal-hal negatif lain yang muncul di daerah. Hal ini mengingat banyak terdapat gedung sekolah yang hampir ambruk. di samping adanya indikasi masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia akibat dari sistem politik dan ekonomi yang korup. KPK pun tidak lepas sorotan dari keefektifan dan keefisenannya dalam mengembalikan uang negara dari para koruptor. gaji guru yang amat rendah. Selain itu juga keluarnya kebijakan tentang biaya operasional sekolah (BOS) diyakini mampu membantu sekolah untuk mengembangkan kwalitas sekolahnya.4) Penuntasan kasus Korupsi Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) berprestasi dalam membongkar kasus korupsi di DPR. 6) Pewujudan Pendidikan yang murah dan Berkualitas Dalam amanat Undang-Undang Dasar disebutkan bahwa anggaran pendidikan minimal 20 persen. 5) Pemberantasan Illegal Logging Sebagian besar. Sebagai contoh untuk kasus BLBI. Pemerintah SBY mengkampanyekan sekolah gratis dan mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk sekolah karena sekolah sudah digratiskan. namun kinerja KPK masih sangat dirasakan tebang pilih. . sampai saat ini belum ada tersangka BLBI yang divonis hukum. Pemberantasan illegal logging turut menentukan proses penegakan hukum. kerusakan hutan (deforestasi) di Indonesia akibat dari sistem politik dan ekonomi yang menganggap sumberdaya hutan sebagai sumber pendapatan dan bisa dieksploitasi untuk kepentingan politik serta keuntungan pribadi.

Pemilu 2004 tergolong unik. SBY mengadu kepada mayoritas rakyat yang memilihnya dan DPR dibenci semesta rakyat.Bahkan. Segala klaim kesuksesan. tidak akan pernah bisa berjalan tanpa dukungan Golkar di parlemen. Bantuan Langsung Tunai (BLT) hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR). kesuksesan pemerintahan yang dikampanyekan SBY adalah kemustahilan. Mereka harus mengadakan komunikasi informasi.penambahan menteri dari unsur Golkar pun belum sebanding dengan jaminan bekerjanya program pemerintahan yang diberikan Golkar via DPR. swasembada beras. kebijakan pemerintah urung bisa dilaksanakan tanpa persetujuan DPR. . Di sini media massa banyak berperan sebagai alat komunikasi politik dan membentuk kebudayaan politik. peranan ideologi di dalam kehidupan partai serta peranannya bagi kelancaran perputaran mesin partai. Komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang dijalankan oleh partai politik dengan segala struktur yang tersedia. karena disini diikuti oleh banyak partai politik yangikut meramaikan kancah perpolitikan indonesia. dari penurunan harga BBM. Jika tidak ada Partai Golkar di pemerintahan pada 2004. Ada 5 partai besar dari 225 partai yang ada dalam pemilu. Sehingga kelima partai itu semakin kuat untuk bersaing secara sehat. penghapusan utang (yang sebenarnya masih bisa diperdebatkan). PNPM Mandiri. Sementara itu setiap partai besar merupakan pusat dari kumpulan organisasi yang saling berkaitan satu sama lain. isu dan gagasan politik. Perjalanan kehidupan partai politik di Indonesia memberi gambaran bahwa empat masalah yang perlu dikaitkan dengan unsur-unsur organisasi yaitu bagaimana hubungan antara partai dengan masyarakat pendukung partai.

Atau.meskipun berasal dari partai pemenang pemilu legislatif.Koalisi terebut mesti diikat lewat kontrak yang detail dan terbuka menjadi standar etika dan fatsun politik baru yang harus dilakukan oleh calon presiden dan wakil presiden ke depan.Terlepas dari itu semua. presiden terpilih belum memiliki dukungan yang cukup untuk mengamankan roda pemerintahan yang dia pimpin karena kemenangannya belum mayoritas. Keduanya pun memiliki kisah perjalanan yang berwarna- . Reformasi dan Hilangnya Trust Golkar dan PDIP adalah dua partai besar warisan Orde Baru yang “kenyang” dengan pergulatan politik di tingkat nasional. koalisi yang dibangun harus tetap berlandaskan pada pembentukan koalisi permanen. Meskipun sementara jumhur ahli politik berkesimpulan bahwa presidensialisme dan multipartai adalah kombinasi yang sulit. dan kalangan akademis demi menjaga keindahan demokrasi dan keajekan jalannya pemerintahan negeri ini.Jebakan perkawinan ini adalah bisa jadi presiden terpilih bukan berasal dari partai politik mayoritas meskipun dia bisa jadi pemenang mutlak.partai pemenang 2009 harus sanggup membuktikan bahwa anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Kejelasan bentuk koalisi 2009–2014 harus menjadi perhatian serius semua elite politik. Itu akan tercapai jika etika politik koalisi dikedepankan dengan menghormati partai utama dalam menentukan soal pencapresan dan membagi portofolio kabinet bersamasama di bawah kepemimpinan presiden terpilih. Sementara konsekuensi presidensialisme adalah terpilihnya presiden yang populer di mata rakyatnya. pers. konsekuensi multipartai adalah tiadanya pemenang pemilu mayoritas. Seperti hasil penghitungan suara yang kita saksikan sekarang. penggiat demokrasi.

euforia reformasi tidak serta-merta menghadirkan suasana baru dalam kehidupan politik. maka ia hanya berlangsung dalam struktur kekuasaan. Posisi Golkar sebagai “perpanjangan tangan” kekuasaan mengidentifikasi dirinya sebagai satu-satunya partai yang harus dituju agar otoritas kekuasaan bisa dicapai. . Kekuasaan eksekutif dan legislatif yang dihuni sebagian besar kader partai politik tidak mampu menjadi katalisator perubahan. Di masa Orde Baru. Politik yang terwujud dalam sistem kepartaian tidak lagi berfungsi sebagai seni mengabdikan diri untuk kesejahteraan bersama. Tentu saja hal ini bertentangan dengan nilai-nilai ideal demokrasi yang menjunjung tinggi partisipasi dan pilihan bebas individu dalam berpolitik. suara partai ini tidak lagi sesignifikan pada masamasa sebelumnya. keran demokratisasi politik terbuka luas. namun karakteristik penguasa tidak berbeda dengan masa-masa sebelumnya. sejak tuntutan reformasi di tubuh Golkar bergulir seiring tumbangnya rezim politik Orde Baru. Muncullah beraneka-ragam partai politik yang menunjukkan kebebasan berbekspresi di bidang politik telah tersalurkan. Rakyat pun semakin cerdas dalam menentukan pilihan politiknya.warni sejak kemunculannya di era Orde Baru. sulit menafikan paradigma eksklusif yang menempel pada identitas partai Golkar. Partai-partai politik yang bertujuan untuk mewadahi aspirasi politik rakyat mengalami krisis kepercayaan di hati publik. partai yang berlambang pohon beringin ini muncul dengan wajah baru dengan mengusung paradigma universal yang menjunjung tinggi pluralisme kebangsaan. Posisi Golkar sejajar dengan partai-partai lain yang menawarkan diri untuk dipilih oleh rakyat berdasarkan kecenderungan hati nurani mereka. hingga eksistensi mereka di era Reformasi. namun jalan untuk mencapai kepentingan sendiri atau kelompok. Secara khusus. Meski demikian. Hasilnya. Kalaupuan ada perubahan. Tatkala gagasan reformasi bergulir.

kebodohan dan kesenjangan sosial akibat kebijakan sentralistik di bidang sosial. setiap partai politik perlu mematangkan pola berpikir dan kembali pada tujuan utamanya sebagai penyalur aspirasi rakyat. sesuai dengan otonominya. . ekonomi dan politik masa lalu. Instabilitas politik yang tak kunjung usai seharusnya menjadi agenda pemikiran yang paling utama. Oleh karena itu. sudah sepantasnyalah kita bersatu membangkitkan nasionalisme tersebut dengan merangkul berbagai kepentingan atas dasar kepentingan bangsa. Beban amanah di pundak setiap Parpol dewasa ini sangatlah berat. Musuh kita tidak lagi berwujud sebagai “the others” berupa kaum kolonial asing. Namun di sisi lain. Meski ideologi mereka berbeda-beda. etnosetrisme. Musuh itu bisa juga berupa neo-feodalisme. namun tujuan utama adalah mengusir penjajah demi mewujudkan kemerdekaan. Di satu sisi. Saat ini. Setiap partai politik berpotensi menggunakan kesempatan untuk meningkatkan atau mengabadikan ketidakadilan ketimbang menguranginya. fundamentalisme. Kita patut berguru kembali pada semangat para founding father negeri ini di masa revolusi kemerdekaan. dan fanatisme. nasionalisme kita kembali diuji tatkala riak-riak pemisahan diri beberapa wilayah dan egoisme kelompok semakin menyeruak ke permukaan. ia bisa memunculkan destruksi dan menghancurkan demokrasi itu sendiri. Konsolidasi Kebangsaan Dalam situasi seperti ini. peran partai politik diandaikan bebas. maka situasi politik tetap berada dalam kubangan ketidakpastian dan dilema demokrasi yang tak berujung. Jika tidak. Musuh tersebut telah berubah wujud menjadi kemiskinan. sistem politik memasuki babak dilema demokrasi pluralis.Dalam situasi seperti ini.

namun ia bukanlah “musuh” pemerintah. Kita boleh menaruh kepercayaan penuh pada Golkar dan PDIP sebagai partai besar yang tetap berpegang teguh pada asas nasionalisme kebangsaan dan ideologi Pancasila. maupun cita-cita. Meski PDIP dari awal masa pemerintahan SBY-JK telah menyatakan diri sebagai partai oposisi. eksistensi Golkar yang masih mengantongi sebagian besar pilihan rakyat serta memiliki kader di jajaran eksekutif dan legislatif. . maka nasionalisme saat ini adalah kesatuan visi untuk meneguhkan rasa kebangsaan. keduanya memiliki potensi untuk membangkitkan harapan bangsa ini untuk bangkit dari keterpurukan. Pengalaman kedua partai tersebut juga di level politik praktis tidak perlu diragukan. Dengan jumlah konstituen yang besar. berpotensi menjadi katalisator kepentingan rakyat dan pemerintah. Di sinilah signifikansi peran Golkar dan PDIP sebagai dua sosok partai besar. Kedua partai tersebut menjadi ikon national glue party (partai perekat nasional) dengan dukungan konstituen yang besar dan merata dengan segudang pengalaman akan pentingnya nasionalisme kebangsaan. Upaya meneguhkan rasa tersebut ditopang persamaan sifat. Aktivitas politik yang bercita-cita mewujudkan stabilitas politik tidak akan muncul dalam situasi kerja eksklusif tanpa kerja sama.Jika nasionalisme masa lalu. seperti yang ditegaskan Ernst Renan.. Daya Oposisi tersebut merupakan aset politik yang setiap saat memberi kritik konstruktif untuk menjaga stabilitas politik. Koalisi Kebangsaan dan Solidaritas Politik Realitas bangsa yang majemuk seperti Indonesia membutuhkan perekat agar mampu bergerak berdasarkan visi kebangsaan yang sama. Di pihak lain. dan menciptakan rasa permusuhan yang mampu menggerakan emosi nasional masyarakat. bersumber pada kesatuan visi untuk menjadi sebuah bangsa yang merdeka. harapan.

orang membangun jaringan relasi dan koalisi satu sama lain yang memungkinkan lahirnya solidaritas.Sebab masyarakat politik merupakan aktivitas antar manusia dengan ciri dan karakter yang berbeda satu sama lain. . ekonomi dan politik rakyat. Atas dasar itu pula. Golkar dan PDIP adalah dua partai besar yang telah mengalami lika-liku interaksi politik. dan solidaritas adalah kekuasaan. dan 3) penolakan terhadap pluralitas. maka hal tersebut adalah sebuah tindakan yang menandai kematangan dalam berpolitik. Meski demikian. tidak ada aktivitas politik jika tidak ada kemajemukan. Memori kolektif tersebut biasanya disertai dendam kolektif yang menghalangi tumbuhnya sikap saling mengerti di antara pihak yang berkoalisi. Fanatisme ideologis mengaburkan tujuan utama sebuah bangunan politik. jika Golkar dan PDIP membangkitkan kekuatan bangsa lewat koalisi kebangsaan. Dengan demikian. sekat-sekat ideologi tidak boleh menjadi penghalang dalam upaya membangun keutuhan bangsa. Solidaritas politik hanya bisa terbangun lewat pemahaman yang mendalam atas realitas plural. Ideologi mendistorsi makna yang seharusnya diyakini dan dijalani individu serta memunculkan pemiskinan politik yang terwujud dalam tiga hal: 1) pragmatisme politik. keduanya menyadari persoalan utama yang lebih substansial adalah memperkokoh keutuhan bangsa dengan upaya membangkitkan kekuatan sosial. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan wadah yang mampu mengikat kekuatan politik di antara mereka lewat jalur koalisi kebangsaan. Dalam konteks itu. 2) ruang publik tereduksi menjadi pasar. Kekuasaan adalah solidaritas. Kekuasaan dapat diperoleh dari solidaritas tersebut. Kita tidak menutup mata atas kenyataan bahwa interaksi politik antara dua partai tersebut di masa lalu diwarnai ketegangan. Karena itu. Namun saat ini. harus diakui bahwa prinsip koalisi rawan membentur tembok memori kolektif yang penuh stigma dan trauma. Partai-partai politik lebih berorientasi kepadanya ketimbang pada aplikasi program.

agar ambisi bisa disatukan demi kepentingan yang lebih besar. Demokrasi seharusnya menjadi sarana kerja sama. publik tidak perlu menyisakan beragam kekhawatiran atas pertemuan dua partai besar tersebut. .Pengalaman-pengalaman pahit di masa lalu adalah bahan pelajaran berharga untuk berperilaku di masa depan. maka akan menyisakan harapan besar pada partai politik Golkar dan PDIP sebagai dua partai besar penjaga nasionalisme kebangsaan. Kematangan berpolitik ditunjukkan dengan cara menghilangkan stigma partai politik di mata publik yang terkenal pragmatis. Pada akhirnya. Yang perlu dilakukan adalah mendukung upaya-upaya politik yang lebih mengedepankan kepentingan bangsa daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Jika kedua partai tersebut berhasil menghapus stigma tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful