P. 1
Tugas Dan Wewenang MPR Sesudah Amandemen

Tugas Dan Wewenang MPR Sesudah Amandemen

|Views: 248|Likes:
Published by Dedy Kurniadi

More info:

Published by: Dedy Kurniadi on Apr 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2014

pdf

text

original

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI

Nama : Rahmat Bagja NPM : 0598002146 Program Kekhususan : PK V (Hukum Tentang Hubungan Negara Dengan Masyarakat) Judul : TUGAS DAN WEWENANG MPR SEBELUM PERUBAHAN UUD 1945

Menyetujui

Pembimbing I

Pembimbing II

Prof.DR.Jimly Asshiddiqie, S.H. Makmur Amir, S.H . Ketua Jurusan Hukum Tata Negara

Ramly Hutabarat S.H, M.Hum.

i

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahiim

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya dan ridlo-Nyalah penulisan skripsi dengan judul “Tugas Dan Wewenang MPR Setelah ditengah Perubahan sakit dan UUD masa 1945” ini dapat yang

diselesaikan,

penyembuhan

melanda penulis. Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan banyak rahmatNya pada penulis, tetapi penulis terkadang lupa untuk

mensyukuri rahmat dan nikmat tersebut. (Nikmat Tuhan mana yang manusia bisa dustakan). Banyak tantangan yang dihadapi penulis dalam menyusun skripsi pihak, ini. Akan tetapi, berkat dukungan dari berbagai dilema

akhirnya

skripsi ini

terselesaikan. banyak

penulis alami dalam menggubah suatu goresan yang mungkin masih jauh dari sebutan mahakarya ini, telah banyak sekali pihak-pihak yang secara disadari maupun tidak

disadari,langsung atau tidak langsung telah di buat repot dalam membantu penulis. Untuk itu, penulis kepada: mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya

ii

1.

Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, S.H, dan Mahaguru dan penulis yang

sebagai pembimbing I banyak memberikan Banyak di

telah kepada

inspirasi berbagai

bimbingan ilmu

penulis.

perkembangan

pengetahuan

terutama

bidang ilmu hukum yang diberikan secara langsung dan tidak langsung oleh beliau. 2. Bapak Makmur Amir , S.H, telah memberikan selaku pembimbing II yang kepada penulis dalam

semangat

mengerjakan skripsi ini dan juga sebagai abang(senior) dalam organisasi yang digeluti penulis sehingga arahan dan bimbingan beliau sangat berarti. 3. Bapak Ramly Hutabarat S.H, M.Hum, selaku Ketua Program Kekhususan Masyarakat). 4. Bapak Prof. Abdul Bari Azed S.H, M.H, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Tidak lupa, penulis berhutang budi kepada pihak-pihak yang telah memberikan masukan berupa pendapat ilmiah serta bahan penulisan: 1. Prof. Ismail Suny S.H, MCL , Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah V (Hubungan antara Negara Dengan

beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis.

iii

Hum.H. Kak Dian Anggraini “akuntan iv . semangat dan dorongan yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsinya 1. (Ya Allah sayangilah kedua orang tua Dan penulis terima sebagaimana kasih dan mereka sayang menyayangi buat S. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis. 4.H.H. ayahanda tercinta Muzwan Amry yang telah mengasuh dan membesarkan penulis. Maria Farida S.Bang Hendra Nurtjahjo S. M. Prof.E.Tuti membesarkan betapa Ruchyati penulis indahnya yang (dan telah akhirnya yang melahirkan penulis mengerti hadits menyatakan Surga terletak dibawah kaki Ibu). Terima Kasih juga penulis haturkan kepada pihak-pihak dibawah ini atas saran. yang telah memberikan masukan tentang beberapa kewenangan MPR dalam Penelitian tentang peninjauan materi dan status hukum ketetapan MPR dan MPRS. S.Dr.2. yang telah memberikan masukan entang komposisi MPR. Ibunda tercinta dan Dra. dan juga dalam 3 pertemuan diskusi yang sangat berarti pada mata kuliah Lembaga Kepresidenan 3. Dr. dan adik bisa penulis. MH. kakak penulis). Harun Al Rasyid.

SMPN 2 Bogor dan SMUN 2 Bogor (Terima Kasih Atas Bimbingannya. Heru Geeks “Sang Nggak Mungkin”. Ningrat “Jurnalis. Wartawan dan Yang Ingin Jadi Penyair Damai”. Fatah “Eksistensialis dan Intelektual Nyentrik”. Metropolitan”. 4. Bang Ajo dan pengertian tentang memberikan memberi arti pada kehidupan. “Sufi tercinta Budi di Center dan For Law “fungky cukup sabar”.disegala bidang” ( calon MSi. lain-lain. Bang Abdi Kurnia. Mutia Febrina “sang aktivis FSI FEUI” (semoga cepat lulus dan IPK tinggi) dan Fauzan Amru (rajin belajar yaa!) 2. 5. Bang Tope ( Mustafa Fakhri). Senior-senior penulis. Bang Fitra sebagai senior dan guru penulis pada penelitian TAP MPR di Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. v . Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak/ibu guru yang tiada tara). Guru-guru penulis pada saat di TK. Bang Imron Azis. SD. juga bang Satya Arinanto sebagai Ketua PSHTN UI. Amin!) atas dorongannya. Saudara-saudaraku Information Dono Sang (CELI). yang telah Bang Said. 3. Bang Indra Surya. Bisar “sang sastrawan aneh dan religius” teman seperjuangan dalam skripsi.

Ises. skripsinya. Sholikin (Sekretaris Mushola Al Fath). sekretaris yang sangat baik) . Diah dan kawan-kawan FHUI lainnya vi . Sahabat setia dan saudaraku tercinta dan “MR Perfect” yang mendampingi. Allah dan sedang Sunan menjalin J. jutek “Hidup tapi HMI baik hati). “Mr Filsuf Abadi dan Natural Born Researcher” yang sedang mencari pendamping hidup yang pas (katanya). mendorong dan menyemangati penulis dari tingkat 1 sampai sekarang (terutama pada saat penulis Insya Ridla). Apreza. Pengurus Senat Mahasiswa FHUI periode 2001-2002 10. 8. Sahabat setia dan saudaraku tercinta yang senantiasa mengajak diskusi dan memberi semangat serta inspirasi bagi penulis. 9.6. Pegurus Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FHUI periode 2000-2001. 7. teman-teman di FHUI serta HMI Cabang Depok. Icha Komisariat HMI (Penyemangat Komisariat FHUI”!). Irma (teman. 11. Lieni (walaupun terkadang HMI. Rustam hubungan (moga yang Allah serius. Titi Anggraini atas bantuan dan diskusinya juga sakit). Mohamad Mova Al Afghani.

Mbak Vivi. Bu Aminah ( matur nuwun bu). Tentu saja si kecil Mardy atas segala encouragement dan bantuannya (Hatur Nuhun atas bantuan dan perhatiannya di waktu penulis sakit) 13.12. Surya Yuli Diana. Pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia periode 2002-2004. 2003. 16. dan besar karya masih dari kesempurnaan. 14. Penulis. Depok. 17. Bang Kurnia atas bantuannya yang Intan Wahyuningrum atas bantuannya di berarti. Mohon Walaupun maaf bagi ini yang belum jauh lupa disebutkan. Teman-teman University Network for Free and Fair Election (UNFREL) 1999 simpul UI dan Simpul JABOTABEK. Bang Freddy. Agustus. harapan penulis agar karya ini dapat berguna dalam menjadi bahan bacaan bagi peminat Hukum Tata Negara. 15. Rahmat Bagja vii . Sesungguhnya yang benar hanya dari Allah SWT semata dan yang salah dari kelemahan penulis. Wabillahi Taufiq Wal Hidayah. Catur ISMAHI. Dede Anggraini di Bogor maupun di Bangka terima kasih atas perhatiannya.

MPR sebelum Perubahan UUD 1945 jika diperbandingkan dengan Kongres Rakyat Cina. Perubahan tugas dan wewenang tersebut mengubah struktur kelembagaan yang ada. ketiga tahun 2001 dan keempat tahun 2002. Pada Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dicabut kekuasaannya untuk melaksanakan kedaulatan Rakyat (Pasal 1 ayat 2 Perubahan Undang-Undang Dasar 1945) kemudian tugas dan wewenangnyapun berubah sesuai dengan pasal 3 ayat 1. kemudian disusul yang kedua tahun 2000. 119 hal. viii . SKRIPSI. Universitas Indonesia. Depok: Fakultas Hukum. TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945. Dalam perjalanannya Undang-Undang Dasar 1945 telah diganti oleh beberapa konstitusi dan kemudian kembali lagi kepada Undang-Undang Dasar 1945.ABSTRAK Rahmat Bagja (0598002146). Ada beberapa kesamaan dalam tugas dan wewenang dengan negara lain. Pada Perubahan Keempat akhirnya Majelis Permusyawaratan Rakyat diubah komposisinya menjadi anggota 2 lembaga negara yaitu:Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah (pasal 2 ayat 1). baik dalam hal lembaga maupun tugas dan wewenang. Dan MPR sebaiknya diubah menjadi suatu forum bukan suatu lembaga yang aktif karena tugas dan wewenang MPR tidak memerlukan suatu lembaga negara.2. tetapi Majelis Permusyawaratan Rakyat tetap merupakan suatu lembaga yang unik jika diperbandingkan dengan lembaga negara di negara lain. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia adalah lembaga negara yang telah diberikan tugas dan wewenang tertentu oleh Undang-Undang Dasar 1945. Ada beberapa tugas dan wewenang MPR dalam UUD yang harus diatur dengan jelas untuk menghindari kesalahan dalam bernegara. secara lembaga MPR tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. Setelah tahun 1999 terjadi perubahan UndangUndang Dasar 1945 yang pertama. tetapi tetap secara lembaga tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. ditemukan banyak kemiripan yang ada. Akan tetapi setelah Perubahan UUD 1945.3 Undang-Undang Dasar 1945 hasil Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945. Dalam tugas dan wewenang MPR harus diatur lebih jelas lagi mengenai apa yang dimaksud tugas dan wewenang. Agustus 2003.

...................................................................................................1 2..........................................................................................................................................................II ABSTRAK........................................................................................12 6..................SISTEMATIKA PENULISAN..........................................................POKOK PERMASALAHAN........................I TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI....................................................................... LATAR BELAKANG...................1 1........................................................................................................................................................................................... TUJUAN PENULISAN.....................................................................................................................................METODE PENELITIAN............................................................................................................................................10 5.............................................................9 4...................................................................................................I KATA PENGANTAR..................................9 3.........................................VIII BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................DAFTAR ISI UNIVERSITAS INDONESIA...........................................13 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN ix .............................. DEFINISI OPERASIONAL ....................................

Jakarta. 1991. 1994.19 3 Satya Arinanto.3 1 Ernest Renan.BAB I PENDAHULUAN 1. h. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis. Jakarta. Pustaka Sinar Harapan. Latar belakang Sejarah Republik kehidupan berbangsa pada dan bernegara 1945. Hukum Dan Demokrasi.1 Persatuan Indonesia merupakan ide besar yang merupakan cita-cita hukum dan cita-cita moral bangsa Indonesia2. Apakah Bangsa Itu?. Ind Hill-Co. h. Persatuan Indonesia telah menjiwai proses penetapan bentuk negara. Bandung. 58 2 ASS Tambunan. yang sehat jiwanya dan berkobarkobar hatinya. Pada pada tahun Indonesia dimulai tahun itulah berdirinya Negara Republik Indonesia sebagai suatu kumpulan besar manusia. menimbulkan suatu kesadaran batin yang dinamakan bangsa. h.59 1 . 1991. Bentuk negara yang telah dipilih harus memungkinkan terwujud dan terjaminnya Persatuan Indonesia. Alumni.

h. CV Armico. 17 5 2 . Jakarta. Hasil pemilihan umum tersebut melahirkan Dewan Perwakilan Rakyat sebagai suatu lembaga perwakilan rakyat. akan tetapi hal yang lebih penting adalah adanya UUD 1945 yang merumuskan berbagai masalah kenegaraan. PT Bina Aksara. Setelah bersidang selama beberapa tahun Konstituante dibubarkan oleh Presiden Sukarno secara sepihak. Bagir Manan. Bandung. Setelah itu dimulailah periode kembali ke UUD 1945 ditandai dengan 4 Dekrit Presiden tahun 1959. Akan tetapi hal ini dapat diatasi dengan adanya Aturan Tambahan dan Aturan Peralihan UUD 1945. Atas dasar UUD 1945 berbagai struktur dan unsur Negara mulai ada4. h.5 Setelah UUD 1945 berlangsung selama 4 tahun diganti dengan Konstitusi RIS pada tahun 1949. 36 Joeniarto. Sejarah Ketatanegaraan Republik Indonesia. Konvensi Ketatanegaraan. kemudian diganti lagi dengan UUDS 1950. dan terbentuk Konstituante yang bertugas membuat UUD. Pada masa UUDS 1950 terselenggara pemilihan umum pada tahun 1955 untuk memenuhi amanat dalam masyarakat dalam Undang-Undang Dasar. 1984. Walaupun secara jelas pada masa itu belum ada lembaga-lembaga yang diamanatkan oleh UUD.Berdirinya Negara ini tidak hanya ditandai oleh Proklamasi dan keinginan untuk bersatu bersama. 1987.

Krisis Konstitusi ditandai dengan otoriternya kepemimpinan nasional atas dasar konstitusi (executive heavy).6 2. Suatu jaman perubahan yang dinamakan reformasi. hal ini tercermin dalam pemberitaan media massa pada tahun 1997 dan 1998 7 Sekretariat Jendral MPR RI.13-23 3 . 2001. Krisis-krisis tersebut melahirkan gerakan reformasi yang menginginkan suatu perubahan di Indonesia. 3. menandai berakhirnya orde baru. dengan digantikan oleh orde reformasi atau zaman reformasi7. Cetakan 2. Pada saat itu terjadi perubahan Konstitusi yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Jakarta. Menurut Alexis de Tocqueville memandang civil society sebagai wilayah otonom dan memiliki dimensi politik dalam dirinya sendiri yang 6 Indonesia mengalami masa-masa sulit dimulai pada tahun 1997 pada saat turunnya harga mata uang rupiah. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. h. Berkembanglah setelah itu wacana mengenai masyarakat madani atau dikenal sebagi civil society. Sekretariat Jendral. Krisis Politik ditandai dengan adanya krisis kepemimpinan. Krisis ekonomi.Setelah tahun 1998 maka dimulai zaman reformasi dan zaman ini diakibatkan oleh berbagai krisis yaitu: 1.

d. f. AS. Cara pemilihan atau seleksi imam. 1993. Islam Dan Tata Negara. Jakarta. Dan banyak kriteria lain untuk format masyarakat madani. pengadilan yang bersih juga merupakan kriteria masyarakat madani. Yang terpenting adalah dua tuntutan masyarakat pada saat itu adalah Supremasi Hukum dan Amandemen atau Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. LP3S. Agama yang dihayati. Setelah tahun 1998 dimulai tuntutan-tuntutan akan perubahan mendasar di Republik Indonesia. 63 9 4 . b. Penguasa yang berwibawa. supremasi hukum.226 Munawir Sjadzali. 1999. Demokratisasi. Sistem Pemerintahan. Demokrasi dan Civil Society. Imamah (kepemimpinan). h. Untuk kata Amandemen atau Perubahan maka yang dipakai 8 Hikam. seperti adanya lembaga perwakilan. 8 Menurut Al Mawardi ada beberapa syarat untuk mencapai keseimbangan dalam segi politik negara yang ideal menurut Islam:9 a.dipergunakan untuk menahan intervensi negara. e. h. Keadilan yang menyeluruh. c. Jakarta. UI Press.

perubahan Bahasa Dengan berarti demikian sama resmi apabila kita menyebut tetapi adalah kata dalam kata dengan yang “amandemen”. Pada tahun 2000 terjadi Perubahan II UUD 1945 terjadi Pada yang mengatur HAM dll. dan pemakaian kata yang lebih tepat adalah amandement.4. Dengan demikian kata mengubah dan perubahan yang berasal dari kata dasar “ubah” sama dengan to amend atau amandement. 5 . Bandung.10 Dalam penulisan akan dipakai kata Perubahan Undang-Undang Dasar.133-134. Alumni. to amend the Constitution mengubah Undang Undang Dasar dan Constitutional Amandement artinya perubahan Undang-Undang Dasar mempunyai makna yang berbeda. sedangkan kata perubahan berarti berubahnya sesuatu (dari asalnya). Lebih lanjut kata “amandement” itu diserap atau diIndonesiakan menjadi “amandemen”. Pada Perubahan I dan II beberapa 10 perubahan yang mendasar dalam UUD 1945. dan kata mengubah berarti menjadikan lain atau menjadi lain dari. dipergunakan Indonesia “perubahan”. h. Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi. Sri Soemantri. 1987. Cet.dalam karya ilmiah ini adalah Perubahan Undang-Undang Dasar karena artinya dalam bahasa Inggris. Pada tahun 1999 terjadi Perubahan I UUD 1945 yang mengatur beberapa hal penting seperti pembatasan jabatan presiden.

h. Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral. Dalam banyak hal.Perubahan terdapat Undang-Undang beberapa Dasar 1945 sampai tahun 2000 reduksi kekuasaan lembaga eksekutif seperti dalam pembatasan kekuasaan Presiden. Secara garis besar dapat disimpulkan Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 meliputi: 1. Presiden tidak lagi memegang kekuasaan legislatif. 11 Didit Hariadi Estiko. Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum. Adanya Penghapusan Utusan Utusan sehingga Golongan Daerah dalam menjadi MPR MPR dan dilembagakannnya Perwakilan Daerah Dewan berubah komposisi secara total. 2001. 2. Hal berakibat besar terhadap Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dan Presiden harus memperhatikan pendapat Dewan Perwakilan Rakyat ataupun Mahkamah Agung jika berkaitan dengan hukum11. Sampai dengan Perubahan terhadap Perubahan yang II belum ada kritik yang tajam terjadi terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dari mayoritas Ahli Hukum Tata Negara dan Para Politisi Partai Politik. Akan adanya Pemilihan ini Presiden dan Wakil Presiden tugas Langsung. Akan tetapi setelah Perubahan III maka terjadi perubahan mendasar terhadap UUD 1945.33 6 . Jakarta.

maka Presiden langsung bertanggung jawab kepada pemilihnya. Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah dari lembaga pemegang kedaulatan rakyat yang disebutkan secara eksplist dalam UUD 1945 menjadi lembaga negara. Karena ada beberapa hal yang belum diatur dengan jelas. Proses Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi salah satu sebab banyaknya kekurangan yang terjadi. Perubahan dan peran III dan IV UUD 1945 telah mengubah status MPR. Setelah kekuasaan adanya Perubahan UUD 1945 Rakyat maka berakhirlah lembaga Majelis Permusyawaratan sebagai pemegang kedaulatan rakyat. Hal ini dikritisi sebagian besar oleh praktisi hukum terutama Hukum Tata Negara.Setelah Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 berlaku maka banyak kekurangan-kekurangan yang ada dalam UndangUndang Dasar. sehingga menimbulkan masalah secara tekhnis hukum. Karena dengan adanya Pemilihan Presiden Langsung. Ketika sedang memasuki Proses Perubahan IV perubahan yang kurang dicoba diperbaiki. Perubahan IV menjadi suatu keharusan yang mau tidak mau harus ada. Dan berakhir juga kedudukannya sebagai lembaga tertinggi negara dalam struktur kelembagaan 7 . Dan tidak ada lagi tugas membuat GBHN yang dilakukan oleh MPR.

DPR dan DPRD. 17 8 .Negara di Indonesia. h. Sebelum Perubahan UUD 1945 kedudukan MPR adalah sebagai lembaga pemegang kedaulatan Rakyat. setelah Perubahan 1945 dalam peraturan-peraturan tentang struktur UUD umum negara12. perekrutan anggota dan sistem pengambilan keputusan MPR (hal ini lebih dikhususkan pada masa orde 12 Kuntjoro Purbopranoto. Dalam kekuasaan Majelis Permusywaratan dirancang Majelis Rakyat dan ini seluruh Dalam Rakyat aturan ketatanegaraan kekuasaan ini diawasi. Sangat lembaga penting Negara untuk diselidiki tugas bagaimanakah dan nantinya dan melakukan wewenangnya menjalankannya. Karena terkait dengan sistem ketatanegaraan. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. Dalam karya tulis ini akan dibahas mengenai tugas dan wewenang lembaga negara Majelis Permusyawaratan Rakyat. menjalankan bertindak Permusyawaratan seakan tidak pernah salah. Bandung: Alumni. Pembahasan lebih dikhususkan setelah Perubahan UUD 1945 dan undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR. Dan mendudukkan lembaga ini kembali didalam struktur ketatanegaraan Indonesia. 1981. Hukum Tata Negara Indonesia menghadapi suatu masa perubahan besar dalam tugas dan wewenang lembaga Negara.

Dan akibat perubahan dari tugas dan wewenang tersebut sehingga dapat menjadi suatu pembahasan yang komprehensif mengenai lembaga negara ini.baru). Bagaimana Tugas dan Wewenang MPR setelah Amandemen UUD 1945 3. Tujuan Penulisan Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: 9 . Bagaimana konsep lembaga Negara Majelis Permusyawaratan Rakyat setelah adanya UUD 1945 di amandemen ? 2. dan perbandingannya sebelum amandemen? perbandingannya dan dengan lembaga negara yang Bagaimana memiliki lain? tugas wewenang yang hampir sama di Negara 3. 2. Dalam karya tulis ini Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia akan dibahas dalam sudut pandang tugas dan wewenang MPR.Pokok Permasalahan Berdasarkan atas latar belakang yang telah dipaparkan. adapun perumusan yang diangkat dalam skripsi ini adalah: 1.

Undang Undang Dasar ialah hukum dasar yang tertulis sedang disampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga hukum 10 . meskipun tidak tertulis. Definisi Operasional Pembatasan dari beberapa istilah yang penulis gunkan dalam penulisan ini adalah sebagai berikutL: 1. 4..Untuk memenuhi kewajiban penulis dalam rangka menyelesaikan studi S-1 nya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. 3. Undang Undang Dasar atau Konstitusi adalah aturan – aturan daasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. 2. Pembatasan ini adalah kutipan dari alinea pertama Penjelasan UndangUndang Dasar 1945 yang berbunyi: “Undang undang Dasar suatu negara hanya sebagian dari hukum dasar negara itu. Mengetahui tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945.1. Mendapatkan pemahaman mengenai akibat pengurangan tugas dan wewenang MPR dan bagaimana konsep lembaga MPR sebelum dan setelah adanya perubahan Undang-Undang Dasar 1945 jika diperbandingkan dengan lembaga negara yang mempunyai tugas dan wewenang yang hampir sama di negara lain.

Poerwadrminta. PN. Balai Pustaka.14 4.16 6. Fungsi adalah jabatan(yang dilakukan) pekerjaan yang dilakukan. h. WJS. DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) adalah lembaga perwakilan rakyat lembaga yang yang berfungsi sebagai lembaga legislasi dan juga fungsi menjalankan fungsi anggaran 13 14 Indonesia. h. 1150 Ibid. Wewenang atau wenang adalah hak dan kekuasaan (untuk melakukan sesuatu)15 5. Kamus Umum Bahasa Indonesia. 283 15 16 11 .dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggraan negara. Jakarta 1976 h. 3. meskipun tidak tertulis”. dipilih dalam Pemilihan secara langsung dan lembaga ini terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah.13 2.1094 Ibid. Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945. Tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan. MPR (Majelis Permusyawaratan yang ada Rakyat) menurut Umum adalah UUD lembaga Yang Permusyawaratan anggotanya Rakyat 1945.

h. h. Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. setiap Dewan Perwakilan dari provinsi melalui Pemilihan Umum.27 18 19 Ibid. 1995) hal 13. pasal 20A. yaitu bahan-bahan antara hukum yang bahan-bahan pustaka yang penulis pergunakan mempunyai Undang kekuatan 1945. Undang-Undang Dasar Sementara 1950. Konsolidasi naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat.18 7. 12 . Jakarta. Lihat Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji. Anggota Dewan Perwakilan rakyat dipilih melalui Pemilihan Umum.19 5. h. 17 Jimly Asshiddiqie. DPD (Dewan Perwakilan Daerah) adalah lembaga perwakilan daerah yang berfungsi daerah sebagai propinsi Daerah lembaga di perwakilan dan legislatif Anggota dari Republik dipilih Indonesia.pengawasan17.31 20 Penelitian kepustakaan atau disebut juga penelitian hokum normatif adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder belaka. Penelitian Hukum Normatif ( Jakarta. mengikat lain: Undang Dasar Konstitusi Republik Indonesia Serikat. 14. Raja Grafindo Persada.25 Ibid.Metode Penelitian Metode penulsian yang penulis gunakan dalam skripsi berjudul ”TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945” ini adalah berupa penelitian kepustakaan. Bahan hukum primer.20 Adapun meliputi: 1.

tujuan penulisan. BAB II Menjelaskan konsep lembaga perwakilan yang merupakan konsep dasar MPR sebagai suatu lembaga negara yang memiliki kekuasaan sebagai lembaga pemegang kedaulatan rakyat. BAB I adalah pendahuluan yang mencakup latar belakang permasalahan yang akan ditulis. majalah dan koran. dan sistematika penulisan. pokok permasalahan. yaitu bahan hukum penunjang yang memberikan petunjuk terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti kamus hukum.Sistematika Penulisan Dalam Penulisan skripsi ini digunakan sistematika penulisan sebagai berikut. yaitu bahan –bahan hukum yang menjelaskan artikel bahan hukum primer seperti buku-buku. Bahan hukum tersier. 6. definisi operasional. dan kamus bahasa. metodologi penulisan.2. Hal 13 . maupun makalah-makalah yang berhubungan dengan topik penulisan ini. 3. Bahan hukum sekunder.

ini dicantumkan dalam UUD 1945 sebelum Perubahan dan bagaimana konsep lembaga MPR setelah diadakan Perubahan UUD 1945. Dan bagaimana konsep lembaga ini sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945 sehingga dapat diperbandingkan dengan jelas dalam mana tugas dan wewenang yang dikurangi atau ditambah setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. BAB III adalah analisa yang akan menjelaskan bagaimana konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia. Juga dijelaskan memegang berbagai kekuasaan teori yang mendasari rakyat dan kekuasaan MPR kedaulatan bagaimana konsep lembaga perwakilan secara umum. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dianalisa juga dari sudut tugas dan wewenang sebagai lembaga negara. 14 . Dan penjelasan bagaimana tugas dan wewenang tersebut dijalankan dalam praktek ketatanegaraan. Dan menjelaskan struktur yang terjadi akibat tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar. juga bagaimana akibat dari tugas dan wewenang tersebut dalam mempengaruhi sistem lembaga perwakilan di Negara Republik Indonesia.

dan Amerika Serikat. Kemudian diambil kesamaan antara lembaga negara yang hampir sama dinegara lain dan dicari perbedaannya dengan cara diperbandingkan antara lembaga tersebut. Dan bagaimana pengaturan yang baik dari tugas dan wewenang MPR ditinjau dari kedudukan lembaga MPR setelah Amandemen UUD 1945.BAB IV MPR di Menjelaskan bagaimana perbandingan lembaga negara Indonesia dengan lembaga negara di negara lain dengan asumsi bahwa lembaga negara di negara lain memiliki tugas dan wewenang yang hampir sama. Dan diambil contoh negara adalah Cina. Dan dalam bab ini diperiodisasi tugas dan wewenang MPR sebelum perubahan dan sesudah perubahan UUD 1945. Venezuela. BAB V Menerangkan tawaran solusi dari skripsi dengan menjelaskan tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945. 15 .

Dan rakyat bagaimana sehingga perubahan dapat konsep mengatasnamakan lembaga perwakilan yang ada setelah perubahan Undang-Undang Dasar 1945.Konsep Lembaga Perwakilan Pada Waktu Negara Berdiri Lembaga Perwakilan atau yang lebih lembaga sering yang dan disebut mewakili fungsi representative rakyat dalam institution melakukan adalah fungsi pengawasan legislasi. Konsep Lembaga Perwakilan Untuk membahas lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia maka harus dijelaskan bagaimana konsep lembaga perwakilan rakyat. Sehingga Rakyat dapat dapat dijelaskan digolongkan apakah kedalam Majelis lembaga Permusyawaratan perwakilan rakyat atau bukan.BAB II KONSEP LEMBAGA MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1.1. Konsep lembaga perwakilan tidak terlepas dari asal– usul negara yang dimulai: 16 . 1.

1. 3. Manusia tidak bisa hidup sendiri. Antara negara-negara karena negara terjadi sama juga lain kerjasama dan perlunya bantuan satu terjadilah hubungan internasional. Solly Lubis. 2. Adanya wilayah. Adanya rakyat 4.21 Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan berdirinya suatu negara harus mempunyai 4 syarat: 1. 26 Desember 1934 Pasal 1. 16 22 Konvensi Montevidio tentang Hak dan Kewajiban Negara (Convention on Rights&Duties of States). Disebabkan manusia tidak bisa hidup sendiri maka cara berkumpullah mereka untuk merundingkan memperoleh bahan-bahan primer (makanan. Antara desa dengan desa terjadi pula kerjasama dan terjadilah dengan masyarakat lain negara. “ The State as a person of International Law should possess the following 17 . Adanya Pemerintah 3. h. Untuk hidup manusia berkehendak akan bantuan makhluk lain. Lalu terjadilah pembagian pekerjaan dimana masing-masing harus menghasilkan lebih dari keperluannya sendiri untuk dipertukarkan den demikian berdirilah desa. 2. 21 Adanya pengakuan dari negara lain.22 M. temapat dan pakaian). Ilmu Negara.

Menurut Aristoteles bahwa sesungguhnya negara itu merupakan suatu persekutuan hidup atau lebih tepat lagi qualifications (a) a permanent population.Ada yang menyatakan bahwa Negara merupakan perkelompokkan dari manusia yang merasa sendirinya senasib yang mempunyai tujuan yang sama23.71 24 18 . Para filosof atau ahli hukum (al-hukuma) telah melahirkan kenyataan ini dengan perkataan mereka :”Manusia adalah bersifat politis menurut tabiatnya “ (al insanu madaniyyun’biath-thab’i). (c) government and (d) capacity to enter into relations with the other states”. yang ia memerlukan satu kemasyarakatan. organisasi Ini berarti. Jadi didalam pandangan ahli agamapun pembentukan suatu organisasi kemasyarakatan untuk mengatur masyarakat menjadi suatu keharusan. Ind Hill-Co. Tujuan dari negara adalah untuk menjalankan ketertiban dan keamanan. 51 Ibnu Khaldun. Mukaddimah. Pustaka Firdaus. 2000. 23 Padmowahyono. (b) a defined territory. Jakarta. 1996 h. Jakarta. Menurut ilmuwan Islam Ibnu Khaldun bahwa adanya organisasi kemasyarakatan (ijtima’i wal insani) merupakan suatu keharusan. menurut para filosof dinamakan “kota”. dan itulah yang dimaksud dengan peradaban24. h. Dan tujuan akhir dari negara adalah mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi warga negaranya. Ilmu Negara.

Solly Lubis. 33 Padmowahyono. Jakarta. Mc Dougall membagi pembentukan negara sebagai kelompok masyarakat menjadi 2 yaitu: 1. h. Dalam bahasa Yunani politike.H. John Locke dan JJ Rousseau . Op.cit h. 2.27 Kontrak Sosial merupakan perjanjian antara masyarakat yang ingin membentuk suatu negara. Ungkapan negara adalah persekutuan hidup politis sesungguhnya mengandung beberapa hal penting yang perlu dipikirkan25. Filsafat Politik Aristoteles.suatu disebut persekutuan he koinona hidup politis. Yang terjadi atas dasar sengaja dibuat atau kuntsmatig. seperti tujuan dan arti negara bagi masyarakat. Yang terjadi secara wajar atau alamiah atau natuurlijk.35 26 27 19 . 1998. Rajawali Pers. Locke dan negara atas suatu pembentukan 25 J. artinya suatu persekutuan hidup yang berbentuk polis ( negara kota). Op. suatu pemerintahan bersama yang melayani mereka Rousseau yang mendasarkan (anggapan hobbes.26 Timbulnya suatu negara tidak akan terlepas dari teori Contract Social yang diungkapkan oleh Thomas Hobbes. 51 M. h.cit. Rapar.

kerajaan dan Menurut Locke negara yang itu selayaknya jaminan manusia bersifat konstitusionil kebebasan healthy memberi pokok mengenai (ingat : hak-hak life. dan negara itu selayaknya negara demokrasi yakni yang berdaulat adalah rakyat. amanat persoon untuk orang mendapat menjalankan kedaulatan tersebut. kebebasan dan liberty. kesimpulan-kesimpulan yang mereka tarik tentang sifat negara sangat berlainan. tentang Locke Mereka mempunyai pembentukan negara dan adanya negara itu. 35 20 . Rousseau beranggapan bahwa negara bersifat suatu perwakilan rakyat. h. kepada yang Kemudian suatu rakyat ini menyerahkan ataupun kedaulatannya sekelompok lembaga. Menurut Utrecht tentang Hobbes. Menurut Hobbes negara itu bersifat totaliter. property).perjanjian antara anggota masyarakat biasanya disebut teori perjanjian masyarakat). Jean tak Jacqueas berlainan perbandingan antara Thomas dan John Locke bahwa dan Rousseau masing-masing anggapan Hobbes.28 28 Ibid. Negara itu diberi kekuatan tidak terbatas (Absolut). Walaupun Rosseau. Menurut anggapan ketiga ahli tersebut pembentukan adanya negara itu disusun atas suatu perjanjian sosial.

Gramedia. 21 . h. penduduk (negara jumlah negara (300. yang dari sedikit Lagipula sederhana.2. Jakarta. Untuk mayoritas yang terdiri dari budak belian dan pedagang asing demokrasi tidak berlaku 30 .000 ketentuan– dalam ketentuan demokrasi hanya berlaku untuk warga negara yang resmi. Karena pada saat ini tidak mungkin semua rakyat berkumpul untuk menentukan keinginannya setiap saat. Karena faktor populasi penduduk yang tidak memungkinkan dilakukan pada satu tempat 29 . Jakarta. 70 30 Miriam Budiarjo. 54. kota dan wilayahnya sekitarnya). Sifat langsung dari demokrasi Yunani dapat diselenggarakan secara efektif karena berlangsung terbatas Serta suatu dalam suatu kondisi terdiri penduduk kota). h. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia.Jimly Asshiddiqie. 1999. Atas dasar tersebut maka lahirlah teori demokrasi representatif29. PT Ichtiar Baru Van Hoeve.Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat Setelah Negara Berdiri. 1994. Direct democracy adalah suatu bentuk pemerintahan dimana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh warga negara yang bertindak berdasarkan prosedur-prosedur mayoritas. yang hanya merupakan bagian kecil dari penduduk.

sehingga harus dicari pemecahan Perwakilan masalahnya. Jakarta. Socrates31 dan Aristoteles32. rakyat (demokrasi).16 32 22 . Apabila dilihat pada saat zaman Yunani telah berlaku pemerintahan akhirnya yang berdasarkan tidak baik. 3. Akhirnya Demokrasi Representatif ini hampir dilakukan disetiap negara modern pada saat ini. h. Bentang. sehingga dapat diartikan bahwa wakil rakyat 31 Plato.dan pada suatu Dan saat. pada dan berjalan Sehingga awalnya demokrasi dikritik oleh para pemikir-pemikir Yunani seperti Plato. h. 2002. Republik. PT Pradnya Paramita. monarki dari Romawi negara-negara sebagai menjadikan orang (raja) pusat pemerintahan. Konsep Lembaga Perwakilan di Negara modern Setelah runtuhnya peradaban Yunani maka pada saat itu. 2002. muncullah konsep demokrasi Rakyat atau yang sering lebih disebut sebagai Demokrasi Representatif. Jakarta. Muncullah peradaban Romawi yang membuat suatu konsep baru yaitu munculnya dan Senat Caesar sebagai sebagai perwakilan pemegang berfungsi kekuasaan sebagai pengawas dan eksekutif Setelah yang perwakilan runtuh satu maka rakyat muncul dibidang pemerintahan. 354 Soetiksno. Filsafat Hukum Bagian 1.

Gould. Tiara Wacana Yogya. It is. Penyerahan kewenangan mengatasnamakan rakyat dari rakyat ke lembaga negara. yang maka sangat kembali menjadi penting. Dan menurut Robert Paul Wolf peran lembaga negara yang mengatasnamakan kelompok orang negara yang itu. independent in the face of other communities. Hal ini untuk independen dalam menghadapi komunitas lain. Terjemahan bebas: Negara modern adalah negara yang mempunyai kedaulatan. PT. George Allen & Unwin LTD. Laski bahwa: “ the modern state is a sovereign state.1. 1993. Teori Kedaulatan Setelah merumuskan adanya negara kedaulatan di jaman suatu modern. 33 Carol C. London . diartikan otoritas sebagai tertinggi ”suatu dalam mempunyai wilayah tertentu terhadap penduduk tertentu “33. Yogyakarta. Dan kemudian lembaga negara mempunyai otoritas untuk memerintah rakyat merupakan suatu hal yang terjadi dalam proses politik dinegara manapun. Demokrasi Ditinjau Kembali.229 Harold J Laski. internally supreme over the territory that it control”34. It is. h. 44 34 23 .adalah raja. It may infuse its will towards them with a substance which need not be affected by the will of any external power. moreover. therefore.1938 h. A Grammar Of Politics. Dan akan mempengaruhi substansi yang akan diperlukan dalam kekuasaan internal dan kekuasaan eksternal. Menurut Harold J. 3.

Jakarta. Sehingga kedaulatan merupakan hal yang mempengaruhi seluruh kehidupan bernegara. dimana kedaulatan dimiliki oleh negara dan merupakan ciri utama yang membedakan organisasi negara dari organisasi yang lain di dalamn negara. 35 36 teori-teori dan apakah kedaulatan yang yang mencoba suatu siapa berdaulat dalam Padmo Wahjono. Menurut kedaulatan Jean yang Bodin dikenal sebagai bapak teori merumuskan kedaulatan bahwa kedaulatan adalah suatu keharusan tertinggi dalam negara: “Suatu keharusan tertinggi dalam suatu negara. kekuasaan yang Jelas disini kedaulatan merupakan suatu keharusan yang dimiliki oleh negara yang ingin independen atau merdeka dalam menjalankan kehendak rakyat yang dipimpinnya. Ind Hill Co. h 154 24 . Karena kedaulatan adalah wewenang tertinggi yang tidak dibatasi oleh hukum dari pada penguasa atas warga negara dia dan orangorang lain dalam wilayahnya”35. Kedaulatan Tuhan. 1996 hal.Hal ini lebih jauh merupakan tertinggi atas wilayahnya. Kedaulatan Rakyat. Ilmu Negara. 2. Kedaulatan Raja. 3. 153 Ibid. Muncullah merumuskan negara36: 1.

3. h. 41 25 .Kedaulatan Raja Teori kedaulatan bahwa kekuasaan yang tertinggi ada pada raja hal ini dapat digabungkan dengan teori pembenaran negara yang menimbulkan kekuasaan mutlak pada raja/satu 37 M.Cit.2. Kedaulatan Negara.1. bukan saja di dunia barat tapi juga di timur.37 3.4.1. Kedaulatan Hukum.1. Misalnya jika Tenno Heika di Jepang dianggap berkuasa sebagai turunan dari Dewa matahari. Sehingga dapat dikatakan bahwa kekuasaan teokrasi dimiliki oleh hampir seluruh negara pada beberapa peradaban. Teori-teori teokrasi ini dijumpai. Op. Apabila pemerintah negara itu berbentuk kerajaan ( monarki) maka dinasti yang memerintah disana dianggap turunan dan mendapat kekuasaannya dari Tuhan. 5.Kedaulatan Tuhan Teori kedaulatan Tuhan dimana kekuasaan yang tertinggi ada pada Tuhan. Bentuk kedaulatan yang 2 terakhir menunjukkan kedaulatan yang tidak dipegang oleh suatu persoon.jadi didasarkan pada agama. Solly Lubis.

PT Pradnya Paramita.59 Soehino. Ilmu Negara. maka yang berkuasa ini adalah 38 pemerintah. Teori ini menjadi inspirasi banyak negara termasuk Amerika Serikat dan Indonesia. rakyatlah yang berdaulat kepada dan atau menyerahkan memecah kekuasaannya beberapa negara. h. ataupun lembaga perwakilan.penguasa38. Jakarta. Teori-teori kekuasaan jasmani atau teori-teori perjanjian dari Thomas Hobbes. Filsafat Hukum Bagian 2. 3.3 Kedaulatan Rakyat Teori ini lahir dari reaksi pada kedaulatan raja. Yogyakarta. L’etat cest moi yang diungkapkan oleh Louis XVI yang menjadi sumbu dari pergerakan Revolusi Perancis. 1980. Tetapi karena pada saat dilahirkan teori ini banyak negara yang masih raja menganut atau sistem monarki.1. Bilamana pemerintah Soetiksno. Menurut mewakilkan Kemudian diberikan teori ini. dan dapat disimpulkan bahwa trend dan simbol abad 20 adalah tentang kedaulatan rakyat. Yang menjadi bapak dari ajaran ini adalah JJ. Rousseau yang pada akhirnya teori ini menjadi inspirasi Revolusi Perancis39. h. Liberty.121 39 26 . Dan kemudian muncul menjadi negara adalah raja. yang negara pada menjadi kekuasaan pemerintah. 2003.

h. Mereka taat kepada hukum tidak karena suatu perjanjian tapi karena itu adalah kehendak negara. Kedaulatan Negara Teori ini juga sebagai reaksi dari kedaulatan rakyat.1.. Jakarta.42 40 Deliar Noer.41 3. Mizan.4. h. Kedaulatan rakyat ini. 1999.melaksanakan tugasnya tidak sesuai dengan kehendak rakyat. h. tetapi melangsungkan teori kedaulatan raja dalam suasana kedaulatan dalam rakyat.162 Solly Lubis. government=pemerintah) dianggap terbatas terhadap life. sedangkan kedaulatan penuh ditangan rakyat dan tidak dapat dibagikan kepada pemerintah itu. liberty dan property dari warganya.42 41 42 27 .42 Ibid. didasarkan pada kehendak umum yang disebut “ volonte generale” oleh Rousseau40. Warga negara bersama-sama hak miliknya tersebut. Apabila Raja memerintah hanya sebagai wakil. dapat dikerahkan untuk kepentingan kebesaran negara. Pemikiran Politik Di Negeri Barat.Cit. maka rakyat akan bertindak mengganti pemerintah itu. Menurut Dari paham itu ini. negara mempunyai Negaralah (dalam hak yang sumber arti tidak negara. Op.

Golongan Birokrasi ( staf pegawai negara). Tetapi wewenang tertinggi hanyalah ajaran tersebut alat.1. dan negara adalah abstrak maka kedaulatan ada pada raja.43 3. Karena pelaksanaan kedaulatan adalah negara.P.5. Op.S kedaulatan bulat pada rakyat. 43 Padmo Wahjono. Armee (angkatan perang) 2.Cit. Kuatnya kedudukan raja karena mendapat dukungan yang besar dari 3 golongan yaitu: 1. berada bukan pada yang ini negara. memiliki adalah Sebenarnya kedaulatan. h. Sehingga apa-apa dan praktis tidak rakyat tidak mempunyai Oleh kewenangan karena itu memiliki kedaulatan. 156 28 . Teori Kedaulatan Hukum Teori kedaulatan hukum timbul sebagai penyangkalan terhadap teori kedaulatan negara dan dikemukan oleh Krabbe. Jerman diajarkan yang yang oleh madzhab Deutsche pada teori Publizisten kekuasaan memberikan mutlak. negara Jadi kedaulatan negara penjelamaan baru dari kedaulatan raja. Junkertum (golongan idustrialis) 3. konstruksi suasana raja pada kedaulatan rakyat.Hal ini terutama Schule. menurut sarjana-sarjana D.

Op.45 Teori ini dipakai oleh Indonesia dengan mengubah Undang-Undang Dasarnya.44 Menurut teori ini.Solly Lubis. dari konsep kedaulatan rakyat yang diwakilkan menjadi kedaulatan hukum. Kesadaran hukum inilah yang membedakan mana yang adil dan mana yang tidak adil. Dan hukum merupakan sumber kedaulatan. 41 Indonesia. h.Konsep Lembaga Perwakilan Setelah adanya Kontrak Sosial Berangkat dari teori Rosseau mengenai Demokrasi Perwakilan. h. 3. pasal 1ayat 2 45 46 29 . Tetapi berada pada hukum yang bersumber pada kesadaran hukum pada setiap orang.Teori ini menunjukkan kekuasaan yang tertinggi tidak terletak pada raja (teori kedaulatan raja) juga tidak pada negara (teori kedaulatan negara). hukum adalah pernyataan penilaian yang terbit dari kesadaran hukum manusia. Menurut Rousseau maka rakyatlah yang berdaulat dan kemudian mewakili kedaulatannya kepada suatu lembaga 44 Ibid.156 M. Kedaulatan hukum tercantum dalam UUD 1945 “Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan oleh Undang-Undang Dasar46. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945. Cit. 2.

297 30 . the judge might behave with all the violence of an opressor”. karena kesanggupan akan muncul dengan 47 Renaissance adalah aliran yang menghidupkan kembali minat kepada kesusasteraan dan kebudayaan Yunani Kuno yang selama Abad Pertengahan telah disisihkan. because apprehensions may arise lest the same monarch or senate should enact tyrannnical laws. berarti kemungkinan akan tidak ada kebebasan. to enforce them in tyrannical manner.. Pada dahulu kekuasaan cukup diwakilkan kepada raja 47 .48 Terjemahan bebas: “Ketika kekuasaan legislatif dan eksekutif bersatu dalam satu orang atau lembaga. Aliran ini membelokkan perhatianyang tadinya semata-mata diarahkan kepada tulisan-tulisan keagamaan ke arah soal-soal keduniawian dan mengakibatkan timbulnya pandangan-pandangan baru. sehingga raja dengan pemerintahannya dapat mengatasnamakan negara. 48 Harold J Laski. for the judge would then be the legislator. 1938.Were the power of judging joined with the legislature.. Raja bertindak atas nama negara dengan tujuan melaksanakan kedaulatan rakyat.. the life and liberty of the subject would then be exposed to arbitrary control.. Were it joined to the executive power. there can be no liberty. Akan tetapi hal ini membawa kekhawatiran tentang kekuasaan yang diberikan kepada satu lembaga. Seperti yang dikatakan oleh Montesquieu “When the legislative and executive powers are united in the same persons or body. London. A Grammar Of Politics.yaitu pemerintah ( siapa yang memerintah untuk menjalankan kedaulatan tersebut). h. George Allen & Unwin LTd. Konsep demokrasi rakyat seperti ini menjadi suatu hal yang diminati pada saat Renaissance dan menjadi konsep yang sering dipakai pada saat ini.

maka hakim mungkin akan bertindak dengan segala kekerasan sebagai penindas”.. maka kehidupan dan kebebasan dari pengadilan tersebut akan kemudian terkena kontrol yang sepihak dimana hakim tersebut menjadi legislatif. bahwa ia juga 49 Jimly Asshiddiqie. yaitu : 1.. Teori Demokrasi Langsung dapat (direct dilakukan democracy) secara dimana kedaulatan dalam arti rakyat langsung rakyat sendirilah yang melaksanakan kekuasaan tertinggi yang dimilikinya.. Teori Demokrasi tidak langsung (representative democracy).. 2. Op. Muncullah berbagai teori tentang bagaimana seharusnya dalam menjalankan kedaulatan. rakyat berdasarkan rakyat.membuat perundang-undangan yang tiran dan dilakukan oleh pemerintahan monarki atau senat. 70 31 . Dan ketika kekuasaan mengadili digabung dengan kekuasaan eksekutif. dan lembaga tersebut akan berbuat tirani. Antara sehari-hari.Cit. h. Representasi disini sangat diperlukan bagi eksistensi otoritas politik di samping beberapa hal pokok lainnya. Dan ketika kekuasaan mengadili bersatu dengan legislatif. lazimnya berkembang atas 2 teori. jaman modern adalah Yang sering dipakai dalam pemerintahan dan kekuasaan yang negara 49 demokrasi. Bagi para ahli politik tentang kekuasaan.

2003. h. 65 51 AV.50 Kemudian perkembangan lembaga perwakilan di duniapun menjadi tuntutan beragam zaman dan dan berkembang.3. 7 32 . Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia. h. Otoritas Dan Demokrasi. Dicey. London. CV. h. Yogyakarta.Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat di Negara Modern. Millan Education LTD.51 3. Dan biasanya berhubungan dengan konstitusionalisme: pembatasan kekuasaan pemerintah dan kebebasan politik warga negara. lxi 52 Samuel P Huntington.sangat tergantung pada beberapa tuntutan lain. 1985. Setelah berkembangnya ide demokrasi yang telah dimulai sejak abad ke 19 maka konsep pemerintahan demokrasi menjadi suatu trend dan isu global dalam dunia. CV Qalam Yogyakarta. Konsep dasar lembaga perwakilan atau parlemen adalah sistem Demokrasi Perwakilan dimana kedaulatan rakyat yang 50 April Carter. Sehingga mayoritas negara menggunakan demokrasi sebagai sistem politik dan negara mereka. Mc. 1959. Rajawali. dilekatkan Hal pada ini sesuai dengan membuat kekuasaan undang-undang. Jakarta.52 Berpijak pada hal tersebut maka konsep lembaga perwakilanpun berkembang dan terbagi dalam berbagai sistem.

1957. Sistem 2 kamar ad. Oxford. 1. Sistem Lembaga Perwakilan Rakyat Lembaga perwakilan atau yang lebih dikenal sebagai parlemen dibagi kedalam berbagai sistem yaitu: 1.tercantum dalam Undang-Undang Dasar. 3. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. h. Isi unikameral aturan ini mengenai dan fungsi dan tugas dari parlemen negara beragam bervariasi satu dengan negara yang lain. Sistem satu kamar Sistem satu kamar adalah sistem parlemen yang berdasar pada satu lembaga ini legislatif tertinggi fungsi dalam struktur dan negara. Kemudian dipecah menjadi beberapa kekuasaan yang ada.4. Tetapi pada pokoknya serupa bahwa secara kelembagaan fungsi legislatif tertinggi diletakkan 53 Geoffrey Marshal. dan yang dipakai dalam teori kedaulatan adalah kekuasaan dibidang pengawasan dan pembuatan undang-undang53. Sistem 1 Kamar 2. Lembaga menjalankan pemerintah dan legislatif juga pengawasan terhadap membuat Undang- Undang Dasar.12 33 . Oxford University Press.

37 34 . UI Press. Pada prinsipnya. Undang-undang tidak dapat ditetapkan tanpa persetujuan bersama ataupun melalui sidang gabungan diantara kedua majelis itu55. Satu sama lain tidak saling membawahi. 2.36 55 Ibid. Pembagian menyatakan apabila ini dikritik oleh C. atas Dalam 2 lembaga legislatif tugasnya dalam suatu struktur ini menjalankan kedua lembaga mempunyai tugas-tugas tertentu. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah.sebagai tanggung jawab satu badan tertinggi yang dipilih oleh rakyat. Strong yang sebagai tidak tepat ini kita yang atau tidak riil karena kita akan klasifikasi pergunakan tidak maka menyamakan negara-negara melakukan pemilihan anggota badan perwakilan menjadi satu dengan negara-negara 54 Jimly Asshidiqie. Jakarta. kedua kamar majelis dalam sistem bikameral ini memiliki kedudukan yang sederajat. h.54 Ad. 1996. baik secara politik maupun secara legislatif.F. Sistem 2 Kamar Sistem 2 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi negara. h.

h. 43 57 58 35 . Pengantar Perbandingan Antar Hukum Tata Negara. h.69 Miriam Budiarjo. Negara kesatuan yang memakai sistem 2 kamar karena untuk membatasi kekuasaan majelis lain. Op.Tugas Dan Wewenang Lembaga Perwakilan secara Umum. Sistem 3 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi atas 3 lembaga legislatif atau lembaga perwakilan dalam suatu struktur negara. h. 1981.Cit.180 Ibid. Sistem ini struktur organisasi parlemennya nasionalnya terdiri atas tiga badan yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri. 56 Sri Soemantri. Rajawali. CV. Dan biasanya sistem dua kamar dianut oleh negara federal.56 pemilihan anggota badan perwakilan dengan Walaupun demikian konsep lembaga perwakilan 1 kamar atau 2 kamar menjadi konsep lembaga yang dipakai oleh mayoritas negara di dunia. Jakarta.57 Sistem parlemen lain yang pernah digunakan pada negara adalah sistem 3 kamar.yang melakukan pemilihan umum. Meskipun tidak banyak dikenal. sistem tiga kamar ini dipraktekkan dalam Sistem Pemerintahan di Cina Taiwan.58 4.

Tugas dan wewenang yang dijalankan setiap lembaga perwakilan rakyat di dunia adalah sebagai berikut: 1. Teori Hukum Dan Konstitusi. Sebagai pemegang kekuasaan legislatif untuk menjalankan keinginan undang rakyat. 36 . 1999. sevent edition. Black’s Law Dictionary . 1976. Jakarta. New Jersey. St Paul. juga Dan diinterprestasikan pembuat dalam undangDasar dan sebagai Undang-Undang (supreme legislative body of some nations )60. Princeton University Press.16 60 Bryan A Garner (ed in chief). 1999 61 Dahlan Thaib. Sebagai lembaga perwakilan yang agar rakyat yang oleh mengawasi pemegang tidak jalannya kekuasaan pemerintahan eksekutif dilakukan kekuasaan pemerintah menindas rakyat sehingga kekuasaan tidak dijalankan secara sewenang-wenang59. h. Minn. 5.yaitu:61 dipakai dalam Indonesia 59 Lawrence Dood. Jazim Hamidi. 2.75. Coalitions in Parliamentary Government.West Group. PT Raja Grafindo Persada. Konsep Lembaga Perwakilan di Indonesia Konsep lembaga perwakilan di Indonesia jika dipecahpecah akan terbagi Dasar kedalam yang beberapa periodesasi Negara menurut Undang-Undang . h. Ni’matul Huda.

Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949.1. Undang-Undang Dasar 1945. 5. UUD 1945 37 . Kembali Ke Undang Undang Dasar 1945. Undang Undang Dasar Sementara Tahun 1950. yang berlaku antara 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959 4. badan yang Dewan berada merupakan dibawahnyapun tidak diberi kewenangan legislatif. Sehingga MPR dan DPR (yang seharusnya merupakan badan legislatif) 62 Indonesia.1. yang berlaku sejak dekrit Presiden 5 Juli 1959 sampai dengan sekarang. Yang akan dibahas secara deskriptif dalam karya tulis ini adalah periode kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 terutama setelah perubahan UUD 1945. Dan Majelis Permusyawaratan Rakyatpun tidak diberi kewenangan Perwakilan legislatif Rakyat yang (membuat undang-undang). Tidak ada ketentuan secara tegas yang menyatakan bahwa MPR termasuk lembaga perwakilan atau tidak62. 2. Sebelum Perubahan UUD 1945 Perkembangan konsep lembaga perwakilan di Indonesia dimulai sejak tahun 1945. yang berlaku antara 18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949. yang berlaku antara 27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950 3.

UUD 1945 pasal 1 ayat 2 64 65 Dahlan Thaib. sehingga lembaga MPR termasuk kedalam penjelmaan perwakilan rakyat sepenuhnya dan mempunyai kekuasaan di segala fungsi65. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. 63 Jimly Asshiddiqie. 1995. Teori Dan Aliran Penafsiran Hukum Tata Negara. Dan jika dilihat Rakyat dari penjelasan 2(dua) diatas macam Majelis fungsi. 1993. Jakarta. 1998 . sepenuhnya Berarti yang Majelis Permusyawaratan rakyat di merupakan penjelmaan Indonesia adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat. MPR secara yuridis menurut pasal 2 ayat 1 UUD 1945. PT. Permusyawaratan yaitu:66 1. h. Yogyakarta.55 66 Muchyar Yara.67 38 .Nadhillah Ceria Indonesia.Hill-Co. Fungsi memiliki legislatif. Implementasi Sistem Ketatanegaraan menurut UUD 1945. Jakarta:Ind.mendelegasikan kewenangan/kekuasaan yang berlebihan kepada lembaga pemerintah. Liberty. yang lahir dari kekuasaan- kekuasaan menetapkan Undang-Undang Dasar. “Kedaulatan oleh ada di tangan rakyat dan dijalankan Rakyat”64. h. Secara 63 filosofis MPR merupakan perwujudan seluruh rakyat di Indonesia. h. kekuasaan mengubah Undang-Undang Dasar dan kekuasaan menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. 25 Indonesia.

3. Jakarta. 2. Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan peundang-undangan yang berlaku. Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR. Dalam melihat MPR secara keseluruhan maka harus dilihat ide pembentukannya pertama kali.50 39 .2. Konsep lembaga MPR sebelum perubahan Undang-Undang Dasar 1945 harus dilihat dari apa yang diinginkan oleh para pendiri bangsa ini yang merumuskan Undang-Undang Dasar 1945 67 Jimly Asshidiqie. h. UI Press. Fungsi non legislatif. Maka ditentukan bahwa keanggotaannya meliputi: 1. Tidak ada suatu lembaga negarapun di Indonesia yang diberikan kewenangan sebesar ini sehingga MPR menjadi lembaga yang sangat kuat.67 Sebelum mempunyai dilakukan perubahan UUD 1945 maka rakyat MPR yang kewenangan menjalankan kedaulatan penuh. Untuk menjamin agar majelis ini benar-benar menjadi penjelmaan seluruh rakyat. 1996. Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. yang lahir melalui kekuasaan memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah.

58 40 . hak asasi manusia sebagaimana umumnya sebuah konstitusi. Sebelum Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 telah ada lembaga yang dibentuk oleh Jepang yaitu BPUPKI (Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan merupakan badan yang menyelidiki Walaupun Dasar. Konstitusi tertinggi dan atau Undang-Undang yang Dasar adalah hukum usaha persiapan kemerdekaan merumuskan di Indonesia. Dengan demikian. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar. h. terpengaruh atau bahkan mengadopsi langsung 68 Eman Hermawan. Sulit mencari untuk mengatakan tidak ada dalam sama sekali diantara mereka berpengalaman merancang suatu sistem kekuasaan negara. sebagai kumpulan aturan pembagian kekuasaan negara.68 Merumuskan rancangan konstitusi tentu merupakan tidak yang pekerjaan asing bagi mereka. 2003. dasar ideologi negara. Yogyakarta. Dan membatasi kekuasaan pemerintah sehingga tidak sewenang-wenang. pada akhirnya BPUPKI Undang-Undang tertulis mengatur tentang mekanisme penyelenggaraan negara. susunan badan-badan negara.(Founding Fathers). mudah diduga para anggota BPUPKI akan terinspirasi. KLIK dan DKN GARDA BANGSA.

tujuan legal dari hanya suatu pemerintahan perwakilan yang terbatas. DPR. Dan para founding fathers kemudian membuat beberapa lembaga negara yang fungsinya mengawasi lembaga negara yang lain. Jakarta. ataupun tiga kamar. 69 Menurut sistem Profesor di bahwa sistem parlemen Indonesia Tim PSHK. umum dengan pelaksanaan yang pengadilan kita sebut kebebasan seperti apa pemerintahan berdasarkan hukum (hal ini diungkapkan oleh Montesquieu )70. h.Cit. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. Walaupun demikian lembaga perwakilan di Indonesia haruslah dilihat sebagai suatu hal yang khas dari sistem Jimly ketatanegaraan Asshiddiqie adalah di Indonesia. kategori campuran71. 2000.19 70 Judith Shklar. Op. Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR. Tetapi juga yang bersifat individu. dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia. Konsep dikategorikan perwakilan sistem di Indonesia satu sulit dua untuk kamar perwakilan kamar.52 71 41 .1996. Montesqieu Penggagas Trias Politica.gagasan berlaku atau dari praktek bernegara lain yang yang pernah atau sedang dalam bukan bangsa Dan dirumuskan konstitusi konstitusinya69. h.173 Jimly Asshiddiqie. Apabila dicari kemiripannya maka akan mirip dengan sistem parlemen 1 kamar.h.

5.478 42 . Shils telah berbicara tentang lima kategori seperti: demokrasi politik. Dan konsep lembaga negara untuk Indonesia membuat berdasarkan yang para keinginan dalam founding struktur fathers lembaga Dasarnya hal berbeda pembuat negara. Walaupun Undang-Undang belajar ke negara lain sehingga akan ada proses peniruan dengan negara lain. suatu tahapan peralihan yang berupa dominasi oleh kaum intelektual (seperti kaum nasionalis.2. politik intelektual totaliterisme kaum aristokrasi totaliterisme syncretiknya (serupa Organski). 1990. oligarki yang memodernisasikan.Kesulitan untuk mengkategorikan hal ini mungkin karena Indonesia adalah negara yang baru ada. Dan John Kautsky dengan tema yang sedikit berbeda berbicara tentang otoriterisme arsitokratik tradisional. dan demokrasi72. Jakarta. model dengan stalinisnya Organski). Sistem Parlemen Setelah Perubahan 72 UUD 1945 S. Kemungkinan Indonesia mengambil beberapa pola sistem politik yang berbeda telah dipikirkan oleh penulis-penulis ilmu politik yang jeli. oligarki totaliter dan oligarki tradisional.P. Teori Politik Modern. Rajawali Pers. h. demokrasi terpimpin. Varma.

Government And Politics In Western Europe. Andrew Knap. New York. Dan masih ada kewenangan membuat Undang73 Jimly Asshiddiqie. lembaga tertinggi MPR tetap dalam tidak sistem bisa ketatanegaraan di dikategorikan membuat bisa sebagai peraturan legislatif karena Tetapi MPR MPR tidak masih perundang-undangan.3 74 Yves Meny. dikategorikan sebagai lembaga perwakilan rakyat.73 Jika dilihat dari komposisi anggota Majelis Permusywaratan Rakyat maka MPR dapat digolongkan sebagai lembaga parlemen74.Setelah dilakukan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. PSHTN UI. Jakarta. 1998 43 . MPR tidak lagi memegang kekuasaan Indonesia. Konsep MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat yang merupakan kekuasaan tertinggi dalam negara dihapus dengan Perubahan ke 4 Undang-Undang Dasar. h. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. Karena Undang Dasar susunan 1945 anggota menurut MPR yang 2 ada UUD dalam 1945 Undangsetelah pasal Perubahan Keempat adalah: (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Daerah Rakyat yang dan anggota melalui Dewan Perwakilan dipilih pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang. Oxford University Press. third edition.

Sistem Pemilu. 2.australianpolitics. berbasis semua propinsi lebih representatif dengan yang basis ada di daerah dibandingkan kabupaten mengingat jumlah 75 http://www. IDEA.Undang Dasar.shtml. Pemilihan mewakili kabupaten. maka Majelis demokrasi Permusyawaratan perwakilan75.76 Representasi lembaga karena: 1. diakses pada tanggal 10 Agustus 2003.com/democracy/terms/parliamentary-democracy. Secara teknis pelaksanaan juga jauh lebih mudah perwakilan Dewan Perwakilan didaerah Daerah sebagai suatu rakyat dipahami diantaranya karena sudah ada pembagian wilayah administratif yang jelas.UN. Hal ini merupakan suatu tuntutan negara demokratis. 76 Tim IFES. dianggap institusi Representasi kepentingan rakyat secara nasional dalam lembaga Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilih melalui partai politik dalam pemilihan umum. 2001. Secara sosiologis ikatan masyarakat dengan propinsi jauh lebih kuat dibandingkan kabupaten. h.29 44 . Jakarta: IFES. 3. memberhentikan Rakyat presiden.

Op. 2003.41 78 Jimly Asshiddiqie. Juli.pulau jawa tidak seimbang dengan daerah diluar pulau jawa. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Diadopsinya pemilihan prinsip pemisahan dan Wakil diadopsinya Presiden Presiden secara langsung. yang dicabut.8-9 45 . Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keemapat UUD 1945. Dengan alasan bahwa unsur keanggotaan MPR yang berubah. Kewenangan tertinggi kekuasaan. h.Jimly Asshiddiqie pada seminar yang dilaksanakan di Bali78.Cit. h. 77 Jika demikian maka sistem parlemen di Indonesia adalah sistem trikameral. 77 Tim PSHK. disampaikan dalam Seminar yang dilakukan oleh BPHN dan DEPKEH dan HAM RI.

46 .BAB III TUGAS DAN WEWENANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1. Konstitusi bagaimana UUDS MPR akan dibahas Sedangkan adalah yang perumusan pertama kali. 3. Di Indonesia Undang-Undang Dasar yang pernah berlaku terbagi atas RIS 3. dasar pernah berlaku Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sebelum Perubahan UUD 1945. Sebelum Permusyawaratan Undang-Undang Karena membahas Rakyat. adalah: Yang 1. UUD tersebut 1950. UUD 1945 2. Dasar yang tugas maka dan harus wewenang dilihat di Majelis bagaimana Indonesia.

Jakarta. yang terdiri dari80: A. Bina Aksara. mematuhi sedang seruan Tuhan-Nya dan mendirikan dengan shalat.69 80 47 .Yamin ternyata juga mengemukakan prinsip dari lima prinsip yang dikemukakannya. h. Sejalan dengan Konsepsi tersebut Muh. Ibid h. Prinsip keempat ialah Peri Kerakyatan. urusan mereka diputuskan musyawarah antara mereka dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka”.menjadi bahasan utama adalah tugas dan wewenang sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945. MPR Dari Masa Ke Masa. 1. Demikian juga prinsip 79 Samsul Wahidin. Permusyawaratan.68.1. dengan mengutip surat Assyura ayat 38 yang artinya: “ Dan bagi orang-orang yang beriman. Dalam sejarah pembentukan UUD ini dapat diketahui bahwa dalam UUD keinginan didalam bentuk untuk menjelmakan perwakilan aspirasi seperti rakyat Majelis berupa badan Permusyawaratan Rakyat. pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno79. UUD 1945 UUD disepakati 1945 adalah Undang-Undang bagi Dasar pertama yang sebagai Konstitusi Republik Indonesia.

Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. Dalam konteks ini Muh. Rationalisme sebagai dinamik masyarakat. Jakarta.musyawarah dasarnya ini diterapkan bersatu sesudah zaman Nabi yang ialah untuk bermufakat81. menurut perpaduan adat dengan perintah agama. 1982. perubahan dalam adat dan masyarakat keinginan penyerahan. 1989. Dan dilakukan yang kecil oleh dan seluruh dengan Murba dalam masyarakat perantaraan perwakilan dalam susunan negara. Kebijaksanaan: Rationalisme. 48 . Jakarta: Ghalia Indonesia. Yamin untuk menampakkan Indonesia. yang hukum aslinya ialah hukum adat.224 82 Muhammad Yamin. h . Pedoman Islam Bernegara. Perwakilan sebagai dasar abadi dari tata negara. B. PT Bulan Bintang. 103. 81 Ibnu Taimiyah. Islam bahwa ialah dan musyawarah musyawarah Hal yang yang dimaksudkan bersumber dari hukum Adat. Perwakilan: Dasar Adat yang mengharuskan perwakilanperwakilan sebagai ikatan masyarakat di seluruh Indonesia. h.82 C. Hukum Islam dalam hal ini diilhami oleh Al Quran. sedangkan adat diilhami oleh kondisi bangsa Indonesia. tersebut merupakan perpaduan konsepsi yang paling berpengaruh di Indonesia.

Unsur-unsur

yang

dipakai

dalam

merumuskan

sedikit Hal

banyak mirip dengan Majelis Syura83 dalam agama Islam84.

ini tidaklah aneh karena sebelum diubah pada tanggal 18 Agustus 1945, ada beberapa pasal yang memuat tentang agama Islam misalnya pasal 6 dan pasal 29. Dalam masa setelah disahkannya Undang-Undang Dasar

1945 sebagai Undang-Undang Dasar negara. Maka Undang Undang Dasar ini menjadi suatu pedoman bernegara yang dipakai oleh seluruh lembaga negara yang ada di Republik Indonesia. Setelah kemerdekaan maka lembaga atau fungsi yang baru dibentuk adalah fungsi dilakukan eksekutif. oleh Fungsi tersebut dan Wakil

direpresentasikan

Presiden

Presiden dan kabinetnya untuk menjalankan kekuasaan secara sementara. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pun tidak sesuai dengan yang diamanatkan oleh UUD yaitu dipilih oleh PPKI. Tetapi hal ini bisa diatasi dengan adanya Aturan Peralihan dalam UUD 1945.

83

Majelis Syura menurut sebagian orang dalam menginterprestasikan IsIam adalah suatu badan permusyawaratan yang dibentuk untuk menyelesaikan dan memusyawarahkan berbagai persoalan yang sangat penting
84

Yusuf Al-Qardhawy, Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah, Jakarta: Pustaka AlQautsar,1997, h.213

49

Aturan Peralihan

terdiri dari pasal 1 sampai dengan

pasal IV isinya adalah sebagai berikut: I. Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia mengatur dan

menyelenggarakan kepindahan pemerintahan kepada pemerintah Indonesia. II. Segala badan Negara dan Peraturan yang ada masih

langsung berlaku, selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar itu. III. Untuk pertama kali Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. IV. Sebelum Majelis dan Permusyawaratan Dewan Dasar Pertimbangan ini, Rakyat, Agung Dewan dibentuk

Perwakilan menurut

Rakyat

Undang-Undang

segala

kekuasaannya

dijalankan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional.85 Apa yang dinyatakan oleh Aturan Peralihan ini telah dilaksanakan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, seperti pemilihan Presiden dan Wakil Presiden86. Terkecuali pasal IV Aturan Peralihan yang baru terbentuk 1 tahun

kemudian.

85

Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945 Aturan Peralihan Samsul Wahidin, Op.Cit, h.78

86

50

Dan selama 4 tahun Pemerintah belum bisa mengadakan Pemilihan Umum untuk memilih warga negara terpilih yang berhak duduk dalam DPR. Apabila DPR belum terbentuk maka otomatis MPR pun tidak terbentuk sehingga representasi dari lembaga perwakilan sementara dipindahkan kepada Komite

Nasional Indonesia Pusat. Hal ini terkandung dalam maklumat Wakil Presiden No X tahun 1946, “Bahwa Komite Nasional

Pusat, sebelum terbentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara, serta

menyetujui bahwa pekerjaan Komite Nasional Pusat seharihari berhubung dengan gentingnya keadaan dijalankan oleh sebuah Badan Pekerja yang dipilih diantara mereka dan yang bertanggung jawab kepada Komite Nasional Pusat”.87 Hal ini merupakan inisiatif yang diambil pemerintah dari amanat dari Pasal IV Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar 1945. Pasal tersebut berbunyi “Sebelum Majelis

Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-Undang Dasar

87

Indonesia, Maklumat No. X (BRI Th.1 No 2 H.10)

51

Rencana Konstitusi Republik Indonesia Serikat disiapkan oleh kedua delegasi Indonesia dan pertemuan untuk Permusyawaratan Federal (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) selama sidang-sidang Konferensi Meja Bundar.Konstitusi RIS Pada tahun 1949 Konstitusi RIS berlaku dan UUD 1945 tidak berlaku sebagai UUD. Pada Desember 1949 setelah disetujui oleh Sidang Pleno Komite Nasional Pusat dari daerah-daerah Indonesia bagian dan dan badan-badan perwakilan lainnya89.1986. 77 89 52 . Sampai tahun 1949 Indonesia belum memiliki kelengkapan negara yang diminta oleh UUD 1945.ini. h. Dengan catatan bahwa 88 Indonesia. Wakil Pemerintah Daerah Republik wakil-wakil Pemerintah menyetujui Konstitusi 1949 tersebut. Undang-Undang Dasar 1945 Ismail Suny . Pergeseran Kekuasaan Eksekutif. Dan berlangsung sampai Undang-Undang Dasar tahun 1945 diganti oleh Konstitusi RIS 1949 1. Jakarta. Aksara Baru. segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah komite Nasional”88.2.

Senat. tangani Indonesia Pada oleh dan Agustus 1950 dan Menteri Kehakiman Republik diundangkan sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. h. Keuangan91. Bentuk Negara Kesatuan dalam Negara Republik Indonesia untuk seluruh Indonesia dipulihkan kembali pada tanggal 17 Agustus 1950 dan Undang-Undang Dasar 1950 mulai berlaku pada hari yang sama.Konstitusi RIS merupakan konstitusi sementara sama halnya dengan Undang-Undang Dasar 1945.78 Indonesia. 90 92 Ibid. Dewan Perwakilan Pengawas Rakyat. Konstitusi RIS 1949 Ismail Suny. Op. h.Cit . Mahkamah Yang Agung Indonesia dan Dewan lembaga menjalankan fungsi perwakilan adalah Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. 121 91 92 53 . 1.UUDS 1950 Pada tanggal 14 Agustus 1950 Parlemen Republik Indonesia Serikat menerima baik Rencana Undang-Undang Dasar dengan tanggal Presiden kelebihan 15 suara besar UUD dalam ini kedua ditanda majelis. Menteri-menteri.3.90 Dalam Konstitusi RIS ini maka lembaga-lembaga negara yang ada adalah: Presiden.

diberikan Karena Konstituante kewenangan Undang Dasar baru. 93 Jimly Asshiddiqie. bersama-sama dengan Sedangkan dalam kedaulatan Rakyat itu dilakukan sepenuhnya oleh MPR. Maka pelaku kedaulatan menurut DPR.93 Dalam UUDS 1950 alat kelengkapan negara hampir sama dengan Konstitusi Senat. UUDS 1950 adalah pemerintah UUD 1945. Adanya suatu forum/sidang pembuat Undang-Undang Dasar baru suatu dalam hal Undang-Undang yang ini Dasar Sementara forum 1950 yang membuat merupakan bernama Undang- menarik. Dan sifatnya adalah sementara karena jika tugas sekaligus wewenangnya telah selesai dilaksanakan maka forum Konstituante ini berakhir95. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. PT Ichtiar Baru Van Hoeve. 1994. Jakarta.Jika dalam Konstitusi RIS 1949 kedaulatan dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan DPR dan Senat. h. fungsi Perwakilan pengawas perwakilan rakyat94. RIS Hal akan ini tetapi terjadi berkurang karena dengan dihapuskannya berubah Indonesia Dan Dewan dan menjadi Rakyat Negara sebagai Kesatuan pemegang kembali. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Indonesia. 117 94 Indonesia. pasal 134 sampai dengan 139 Undang-Undang Dasar Sementara 1950 95 54 .

Pembubaran ini dilakukan secara sepihak oleh Presiden Republik Indonesia. Jakarta. Jakarta. 1998. Dasar hukum dekrit ini adalah staatsnoodrecht (hukum tata negara dalam keadaan darurat)97.Kembali ke UUD 1945 Semenjak tanggal 5 Juli 1959 Indonesia kembali kepada UUD 1945 dengan adanya Dekrit Presiden 195996. Demokrasi Di Indonesia Demokrasi Parlementer Dan Demokrasi Pancasila. adalah untuk membedakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara pada masa 1965 yang juga disebut masa Orde Lama yang dianggap kurang mencerminkan pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen. Karena sampai tahun 1959 Undang-Undang Dasar baru belum terbentuk.4.1.133 55 . h. Hal ini sama dengan pendapat Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Majelis Orde Baru yang dapat Rakyat dibaca dalam No Ketetapan Permusyawaratan Sementara XX/MPRS/1966. Ghalia Indonesia. h.38 97 Ranawijaya. Sebab sesudah gagalnya Gerakan 30 September 1965. Hukum Tata Negara Indonesia Dasar-Dasarnya. Adanya istilah Orde Baru diatas. Usep. PT Gramedia Pustaka Utama. maka semboyan untuk melaksanakan Undang- 96 Miriam Budiarjo. 1983.

Harmaily. Yogyakarta.96 99 Naning. Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. Ramdlon.47 56 .1982. Dengan ditegaskannya bahwa MPR adalah suatu lembaga negara tertinggi dan sebuah lembaga yang berwenang untuk menjalankan kedaulatan rakyat99. Menurut Bagir Manan dalam batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945. 52 100 Hendra Nurtjahjo. Pusat Studi Hukum Tata Negara. Liberty. Depok. Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak memegang kedaulatan negara melainkan sepenuhnya kedaulatan rakyat. h. h. Perwakilan Golongan Di Indonesia. Sehingga MPR menjelma sebagai sebuah lembaga negara yang mempunyai kewenangan yang sangat besar hampir sama dengan rumusan awal dalam pembicaraan para founding fathers untuk menyusun UUD 1945100. FHUI. 2002. mendasar Kedaulatan antara negara paham kedaulatan mengkonstruksikan Kusnardi. Jakarta. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945.Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen dimulai oleh Orde Baru. 98 Sesudah kembali kemasa Orde Baru maka dapat dilihat berbagai konsep yang dijalankan oleh Pemerintahan Orde Baru sesuai menurut UUD 1945. Karena negara 98 ada dan perbedaan rakyat. Wewenang yang sangat besar tersebut harus membuat lembaga ini berdaya dalam mewujudkan kedaulatan warga negara yang diwakilinya. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia.

Jakarta. 1995.103 2.101 Untuk mempelajari konsep MPR dapat dilihat dari sistem perekrutan anggota102.negara mempunyai kehendak sendiri terlepas dari kehendak rakyat. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Jakarta. 2000. Mempelajari sistem pemerintahan yang dianut oleh Undang-Undang Dasar 1945. Menghubungkan pasal 2 ayat 1 dengan pasal 1 ayat 2 UUD 1945. 15 102 Ismail Hasan. Pemilihan Umum 1987. h. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 1986. h. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). pemilihan Dalam anggotanya perekrutan sesuai anggota dengan semenjak Undang-Undang tahun 1971 diadakan Pemilihan Umum yang memilih anggota DPRD II. DPRD 101 Bagir Manan. Semenjak Orde Baru dimulailah suatu konsep lembaga MPR yang Dasar.25-182 57 . PT Pradnya Paramita. Kehendak negara adalah tertinggi akan menuju pada sistem totaliter bukan menuju kepada kedaulatan rakyat (democracy). 3.6-9 103 Tim Sekretariat Negara. Jakarta. h. Mempelajari terjadi di kembali BPUPKI pembicaraan-pembicaraan dan PPKI( Panitia yang Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Dan hal ini dapat kita pelajari dari 3 cara: 1. Teori Dan Politik Konstitusi.

Simorangkir. h.T.105 2. Walaupun ada yang beranggapan pergantian tersebut tidak sesuai dengan bunyi pasal 8 UUD 1945106. Walaupun dalam perekrutan anggota MPR setelah tahun 1973 anggotanya MPR yang diangkat 60 persen. sesuai dengan pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945 dan Ketetapan MPR No VII/MPR/1973 pasal 2 ( dikemukakan antara lain oleh Yusril Ihza Mahendra). Bali. Dr. Jakarta. 104 J. Juli. dan DPR. Dan anggota DPR ada juga yang diangkat. h. Ismail Suny. inkonstitusional. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sesudah Perubahan UUD 1945 Pada tahun 1998 telah terjadi peristiwa yang mengubah tatanan ketatanegaraan Republik Indonesia dengan mundurnya Presiden Soeharto menurut pasal 8 UUD 1945. Pendapat pertama menyatakan bahwa pergantian tersebut konstitusional. Hukum Dan Konstitusi Indonesia. BPHN dan DEPKEH HAM RI. 107 Pergantian kekuasaan dari Presiden Soeharto kepada Habibie masih terdapat perbedaan diantara ahli hukum. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII. CV. 1988. Dan setelah itu akhirnya terpilihlah anggota MPR yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945104.4 106 Hal tersebut tidak akan dibahas disini karena banyaknya pro dan kontra ahli ketatanegaraan yang menanggapinya dan bukan pula bahasan dalam karya ilmiah ini. 58 . karena belum ada pencabutan mandate dari MPR dari Presiden Soeharto sebagai mandataris ( sesuai penjelasan UUD 1945).I. Masagung. 2003.C.17 105 Ismail Suny. Walaupun pada akhirnya dianggap sah pengunduran diri tersebut107. dan pergantian kekuasaan harus dilakukan melalui siding istimewa ( pendapat Dimyati Hartono). Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional. pendapat kedua menyatakan. sehingga Habibie belum sah menjadi presiden selama MPR belum mencabut mandatnya. maka hal ini dianggap inkonstitusional oleh Prof.

Jakarta. yang menjadi konsentrasi pembahasan untuk dimuat Tahun 2001 Dasar melalui pada saat itu110. Dalam UUD 1945 sebelum Perubahan UUD 1945 dinyatakan bahwa kedaulatan ada ditangan 108 rakyat dan dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Harun Al Rasyid. Dan pada Sidang Tahunan 1999 maka UUD 1945 diubah dengan Perubahan 1945 terutama pasal mengenai masa jabatan I UUD presiden. sehingga diharapkan tidak terjadi hal-hal yang ada dimasa lalu mengenai jabatan Presiden RI108. PT Pustaka Utama Grafiti.141 Indonesia. Undang-Undang Dasar Dasar ini 1945 lebih diubah. Dan juga dan mengenai dibantu beberapa kewenangan Presiden yang dialihkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat109. Perubahan II Undang-Undang Dasar 1945 109 110 59 . 1999.Setelah itu terjadilah Pemilihan Umum tahun 1999 yang diikuti oleh 48 partai politik akhirnya terbentuklah anggota DPRD. Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 pun disahkan dengan menekankan pada perubahan kedaulatan rakyat. kembali terjadi perubahan Undang-Undang Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Perubahan I Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. DPR dan anggota MPR baru. Perubahan Undang-Undang menekankan pada Hak Azasi Manusia. h. Kemudian kembali pada tahun 2000. Pengisian Jabatan Presiden.

70 60 .112 111 Bertrand Russel. Op.Cit. Dengan semakin berkembangnya peradaban maka bentuk perjanjian sosial pun menjadi lebih rapi. Biasanya pelaksanaan kedaulatan rakyat secara representatif dalam konstitusi disebut sebagai lembaga perwakilan. 2002. Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. Perubahan ini sangatlah penting karena. h. Yogyakarta. Sejarah Filsafat Barat. 912 112 Jimly Asshiddiqie.Permusyawaratan Rakyat diubah menjadi kedaulatan ada ditangan rakyat dan dijalankan oleh Undang-Undang Dasar. Perjanjian ini bertujuan juga untuk membatasi kekuasaan penguasa dalam menjalankan tugas dan perjanjian tersebut. h. Dan perubahan ini menjadi pijakan untuk Perubahan IV UUD 1945. dalam bertujuan untuk melindungi kepentingan individu masyarakat. Menurut Rosseau dalam Kontrak Sosial maka perjanjian yang dibentuk oleh penguasa dan rakyat yang dikuasai. Dan untuk menjaga kepentingan masyarakat dengan individu sehingga tidak terjadi benturan antara hak antara individu juga dengan masyarakat111. Pustaka Pelajar. Kemudian hal ini dikenal sebagai Konstitusi. perubahan inilah yang menjadi dasar untuk mereduksi kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Perubahaan Undang-Undang Dasar 1945. Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 MPR sebagai suatu lembaga negara merupakan badan yang merupakan pelaksana kedaulatan rakyat di Republik Indonesia 61 . 3. bertujuan untuk mencapai karakteristik perjanjian sosial antara negara dengan masyarakat.Dengan seharusnya demikian sebagai Dasar Konstitusi 1945 yang baik dengan Undang-Undang sesuai karakteristik yang disebut diatas. Sehingga pembahasan akan lebih tajam dan mengkerucut. 3. 1. Dan tugas dan wewenang ini akan dibagi kedalam dua periode Undang-Undang Dasar 1945. Dan perubahan tersebut membawa dampak yang sangat besar bagi Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai lembaga perwakilan.Tugas dan Wewenang Majelis Permusyaratan Rakyat Dalam menjelaskan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia haruslah dilihat tugas dan wewenang yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Periode tersebut adalah sebelum perubahan Undang-Undang Dasar dan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar.

1. DPD dan DPRD baru dijelaskan tugas dan wewenang MPR.1. 1/MPR/ 1983. Setelah tentang satu tahun dan berjalan kedudukan disahkanlah undang-undang susunan MPR. Setelah diadakan perubahan maka terjadilah perubahan pada Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara.sebelum diadakan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. menetapkan Undang Undang Dasar 2. dan lembaga tertinggi negara menjadi lembaga negara yang sama kedudukannya dengan negara lain. Tugas MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat sebelum Perubahan UUD 1945 ada didalam pasal 3 dan pasal 6 UUD 1945 serta pasal 3 Ketetapan MPR No. Sedangkan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka tidak ada lagi pengaturan tugas dan wewenang yang diatur dalam Ketetapan MPR. MPR sebagai lembaga penjelamaan seluruh rakyat Indonesia. DPR. 62 . Sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 tugas dan wewenang MPR dicantumkan dalam UUD 1945 dan juga TAP MPR. dan dinyatakan sebagai berikut: 1. 3.

84 63 . bahwa Undang Undang Dasar yang (kita) buat sekarang ini adalah Undang-Undang Dasar sementara. Soekarno yang mengatakan: “… tuan-tuan semuanya tentu mengerti. Nanti kalau telah bernegara didalam suasana yang lebih tenteram. Kalau boleh saya memakai perkataan: ini adalah Undang-Undang Dasar kilat. Dalam amanat sidang BPUPKI yang para founding fathers menyatakan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 adalah Undang Undang Dasar kilat. kita tentu akan mengumpulkan kembali Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dapat membuat Undang-Undang Dasar yang lebih lengkap dan lebih sempurna. PT. Bandung h. memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden. Perlu diadakan Undang-Undang Dasar baru yang lebih baik dan jika negara dalam keadaan aman. pemegang mempunyai kedaulatan tugas yang Rakyat besar dalam yaitu UUD Sebagai lembaga 1945 maka MPR membuat Undang-Undang Dasar.113 Dalam tugas MPR ini dapat dipelajari bahwa tugas MPR sebagai suatu lembaga negara meliputi tiga. Citra Aditya Bakti. Tugas ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini dapat kita lihat dalam pidato dari ketua PPKI Ir. 113 Sri Soemantri. Dan tugas inilah yang pada masa sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 belum pernah dilaksanakan oleh Majelis Permusyawatan Rakyat.3. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945.

agar supaya kita ini hari bisa selesai dengan Undang-Undang Dasar ini. 1/MPR/1983 dapat kita lihat bahwa wewenang MPR tidak hanya itu saja. 3. h. Dan setelah adanya ketetapan MPR No. Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang MPR menurut Prof Sri Soemantri bahwa jika diteliti dalam UUD 1945 maka Undang Undang Dasar 1945 hanya mengatur satu wewenang saja. Nanti kita membuat Undang-Undang Dasar yang lebih sempurna dan lengkap. Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis. Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. Naskah UUD 1945 Sesudah Tiga Kali Diubah Oleh MPR. bahwa barangkali boleh dikatakan pula. inilah revolutie-grondwet. Op. yaitu dalam pasal 37. bahwa ini adalah sekedar Undang-Undang Dasar sementara.Cit. UndangUndang Dasar kilat.2. h. 2. kewenangan MPR ada sembilan. Harap diingat benar-benar oleh tuan-tuan.Tuan-tuan tentu mengerti.1. 55 Sri Soemantri. “114 3. Dalam pasal 4 Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR No 1/MPR/1983 1. yaitu115: membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain. 95 64 . 114 115 Harun Al Rasyid. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris.

Ada satu kewenangan yang sudah dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 akan tetapi lebih sering disebut dengan kekuasaan atau kedaulatan. 116 sepenuhnya Kekuasaan oleh Majelis Inggris Permusyawaratan disebut Power dalam bahasa Indonesia. 5. Presiden masa jabatannya Presiden/mandataris Haluan Negara dan/atau sungguh-sungguh Undang-Undang Mengubah undang-Undang Dasar. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut. Mengambil/memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah/janji anggota. Undang-Undang Dasar 1945 65 . 6. Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. Dalam pasal 1 ayat 3 disebutkan bahwa ”Kedaulatan adalah ditangan rakyat. Mencabut mandat dan memberhentikan dalam Presiden dan memberhentikan apabila melanggar Dasar. 9. dan dilakukan Rakyat”116. Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis. 7. 8.4.

Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat kedudukannya sama dengan dengan lembaga negara yang lain118. Advanced Learner’s Dictionary Of Current English.merupakan Great Authority. 117 AS Hornby. Venezuela power dan Amerika Serikat yang menggunakan negaranya. Permusyawaratan Rakyat tidaklah lagi Sehingga menjadi lembaga tertinggi negara. 654. Rakyat akan tetapi dampaknya sangat besar terhadap lembaga MPR.117 kewenangan yang sangat atau dapat diartikan sebagai Hal ini dapat besar/terbesar. Tugas Dan Wewenang MPR Yang Diatur Dalam UUD Sesudah Perubahan Tugas tidaklah UUD 1945. dan banyak wewenang berkurang Majelis setelah Permusyaratan perubahan UUD. dilihat dalam beberapa Undang-Undang Dasar di negara lain seperti Cina. 2. kata sebagai kewenangan lembaga 3.1987. 66 . Hal yang sangat mendasar adalah dicabutnya kewenangan MPR dalam hal melaksanakan kedaulatan rakyat dan dicabutnya tugas Majelis untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden. 118 Hal ini dapat dilihat dari Risalah Sidang MPR RI pada tahun 2001. London: Oxford University Press. h.

2. Tugas MPR ini merupakan konsekuensi dari Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang mewajibkan Pemilihan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat. Tugas MPR Sesudah Amandemen UUD 1945 Dalam Perubahan UUD 1945.1. Dengan berubahnya konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat maka berubah pula beberapa tugas dan wewenangnya. Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden dan/ atau Wakil Presiden (Pasal UUD 1945). tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah.3. Tugas MPR setelah Amandemen UUD 1945 adalah 1. Ad. Melantik bukanlah wewenang dari MPR 67 . 1. Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam hal ini adalah tugas formal atau upacara yang harus dilakukan jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum. Melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat 3 ayat 2 Perubahan III tahun 2003 (pasal I Aturan Tambahan Perubahan ke IV UUD 1945). 2.

karena jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum, maka kewajiban dari MPR adalah melantik Presiden secara dan tegas Wakil Presiden RI. Seharusnya ini dijelaskan tidak seperti melantik

mengenai

kewajiban

sehingga

menimbulkan beberapa interprestasi yang menyimpang jika Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mau

Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih dalam pemilihan langsung oleh rakyat maka konsekuensinya bagaimana, apakah sah atau tidak Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan jika tidak ada yang mengesahkan maka Presiden dan Wakil Presiden terpilih lembaga melantik. melanggar akan yang Dan cacat hukum karena belum dilantik oleh untuk Rakyat melantik

berwenang apakah

yang Majelis Dasar

diberi

kekuasaan

Permusyawaratan jika tidak mau

Undang-Undang

Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Ad.2. Tugas Majelis melakukan peninjauan materi dan status hukum yang Ketetapan dibebankan MPRS dan MPR MPR merupakan tugas

sementara

kepada

oleh

Undang-Undang

Dasar. Pasal I Aturan Tambahan menyatakan bahwa MPR harus “melakukan Ketetapan Ketetapan peninjauan Majelis Majelis terhadap materi dan status Sementara untuk hukum dan

Permusyawaratan Permusyawaratan

rakyat Rakyat

diambil

68

putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003119”. Sementara disini terletak pada kalimat akan

diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003, jika telah diambil putusannya maka tugas ini berakhir dengan sendirinya. Dalam Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka dapat disimpulkan tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak

dijelaskan secara

jelas. Apakah ketentuan tersebut tugas

atau bukan tapi secara definitif, tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan.120

3.2.2. Wewenang MPR Sesudah Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang Presiden RI dalam UUD 1945 maka bisa disimpulkan sebagai berikut: 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah

dan menetapkan Undang-Undang Dasar 1945. (Pasal 3 ayat 1 Perubahan Ke III UUD 1945). 2. Majelis Permusyawaratan Presiden dan Rakyat atau hanya Wakil dapat Presiden

memberhentikan
119

Indonesia, Perubahan Keempat UUD 1945 WJS. Poerwadrminta, Op.Cit, h.1094

120

69

dalam masa jabatannya menurut UUD (Pasal 3 ayat 3 Perubahan ke III UUD 1945). 3. Memilih Presiden atau Wakil Presiden pengganti

sampai terpilihnya Presiden dan atau Wakil Presiden sebagaimana Keempat).121 Ad. 1.Wewenang MPR ini merupakan suatu hal yang telah mestinya. ( Pasal 8 ayat 3 Perubahan

diatur

sebelum Perubahan dan sesudah Perubahan UUD 1945.

Tetapi sebelum Perubahan UUD 1945 hal ini merupakan tugas dari MPR seperti yang diamanatkan dalam pasal 3 UUD 1945. Dan alasan ini diperkuat oleh pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945. Pasal ini menyatakan jika telah berhasil diadakan Pemilihan Rakyat, Undang Umum dan terbentuk bersidang Majelis untuk Permusyawaratan membuat UUD 1945 Undangtugas

maka Dasar

MPR

harus

baru.

Setelah

perubahan

menetapkan UUD termasuk dalam wewenang MPR. Karena dalam UUD 1945 tidak ada aturan yang mewajibkan Majelis

Permusyawaratan Rakyat untuk melakukan penggantian UndangUndang Dasar baru. Karena wewenang atau wenang adalah hak

121

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

70

h. Tidak ada lagi lembaga tertinggi Negara dan lembaga tinggi Negara. Ad. Dasar tidak MPR maka ada apabila dapat merasa mengganti Jika tidak Undang-Undang perlu maka melakukannya. Menurut Dr. Secara kedudukan maka MPR telah sama dengan lembaga negara yang lain.3. Wewenang melalui proses yang lama dan dilaksanakan oleh beberapa lembaga negara. Sehingga dalam sistem Ketatanegaraan tidak ada lagi lembaga Negara yang lebih tinggi dari yang lain. Dan maka Majelis yang Permusyawaratan Rakyat merupakan lembaga Negara mengeluarkan peraturan yang lebih tinggi. Maria Farida. semua lembaga negara yang mengeluarkan kedudukannya produk lebih peraturan tinggi dari perundang-undangan yang lain. Kewenangan ini dilakukan jika telah terpenuhi syarat dalam untuk UUD memberhentikan setelah Presiden dan Wakil Presiden dilakukan 1945 Perubahan. Untuk memberhentikan Presiden harus melalui pendapat Dewan Perwakilan Rakyat yang telah meminta putusan dari Mahkamah Konstitusi (pasal 7B Perubahan UUD 1945). 1150 71 . larangan untuk tidak melakukannya. Sehingga Majelis 122 Ibid.dan kekuasaan perlu (untuk melakukan sesuatu)122.

Permusyawaratan Rakyat adalah lembaga 123 Negara yang lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain. 13 April 2003 124 www. 125 Penulis menulis karya ini dari bulan November 2002. Pada tanggal 9 Juli 2003124. Dan dalam undang- 123 Penjelasan di depan PAH II MPR. diakses pada tanggal 7 Agustus 2003. DPD Dan DPRD Tugas Dan Wewenang yang dijelaskan diatas adalah Sesudah Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945.cetro. telah disetujui undangundang mengenai susunan dan kedudukan125. DPD dan DPRD. 3. DPR. Hal ini berarti secara Ilmu Perundang-undangan lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tetap mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu Undang-Undang Dasar. 72 . sampai saat ini penulis tidak dapat mengetahui nomor undang-undang tersebut. mengenai Peninjauan Kembali Status Hukum Ketetapan MPRS dan MPR RI. Tugas Dan Wewenang MPR Sesudah Undang-Undang Susunan Dan Kedudukan MPR. DPR.or.2. dan selama itu undang-undang susunan dan kedudukan MPR. DPD dan DPRD masih dalam proses RUU. dan baru disahkan pada bulan Juli 2003. DPR.3.id. Tugas dan wewenang ini sebelum adanya undang-undang tentang susunan dan kedudukan anggota MPR.

DPR. Tidak dijelaskan apa dan bagaimana perbedaan antara tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat. dalam Sidang Paripurna MPR. undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. diberhentikan.undang tersebut telah diatur mengenai tugas dan wewenang MPR. c. sebagai berikut:126 a. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. berhenti. g. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. f. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. akibat Karena dari tugas kalimat tersebut sangatlah Indonesia. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. e. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. DPD dan DPRD. b. memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan di dalam Sidang Paripurna MPR. d. 73 . Hal ini seharusnya kedua 126 dapat dihindari karena perbedaan besar.

(lihat Sedangkan definisi kekuasaan operasional). 2. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat.3. Melantik adalah tugas dari MPR. sehingga perlu dipilah kembali mana yang merupakan tugas dan wewenang MPR.1. Tugas MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR. diberhentikan. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. Melantik Wakil Presiden adalah suatu kewajiban yang telah diatur dalam Undang-Undang Dasar.mengandung wewenang kewajiban mengandung yang hak harus dan dilaksanakan. dalam Sidang Paripurna MPR. 3. karena hal ini 74 . Akan tetapi diperjelas mengenai waktunya yaitu pada Sidang Paripurna MPR. berhenti.2. Tugas ini sama dengan tugas yang ada dalam pasal 3 ayat 1 UUD 1945. DPR Dan DPRD Jika dipilah maka tugas MPR dalam undang-undang susunan dan kedudukan adalah: 1. Karena melantik merupakan suatu kewajiban berdasarkan suara rakyat yang ada melalui Pemilihan Umum. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum.

DPR. Tugas dan wewenang MPR setelah undang-undang susunan dan kedudukan. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. 75 . Wewenang MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan. Walaupun ada penambahan mengenai waktu dan kewenangan membuat peraturan tata tertib dan kode etik MPR. sehingga ketentuan termasuk dalam kategori tugas. Dari 2 tugas yang berada diatas maka dapat dianalisa bahwa tugas pertama sama dengan tugas yang diatur dalam perubahan. hampir sama dengan wewenang yang diatur sebelum adanya undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR. 3. Jika sudah diputuskan dalam Sidang MPR. DPD dan DPRD.2. Sedangkan tugas kedua merupakan tugas yang ada setelah Sidang MPR terjadi.harus dilaksanakan dan tidak ada pilihan yang harus dipilih.2.3. Wewenang yang diatur dalam undang-undang tentang susunan dan kedudukan menyatu dengan tugas sehingga hasil pemilahannya adalah sebagai berikut: 1. maka Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Wakil Presiden menjadi Presiden dan hal inipun bersifat upacara belaka.

3.2. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. Sehingga memilih disini menjadi wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan menjalankan tugas kepresidenan. Kemudian MPR harus bersidang untuk memilih 76 . Kekuasaan ini diatur untuk menghadapi beberapa keadaan yang tidak diinginkan. Kewenangan ini terjadi jika Presiden dan Wakil Presiden berhenti bersamaan. Memilih adalah suatu kekuasaan dalam menentukan sesuatu. Dan untuk mengisi kekosongan tersebut selama 30 hari Menteri Luar Negeri. Walaupun kekuasaan memilih disini dibatasi oleh batasan waktu. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya.

3.menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR. Pengaruh Perubahan Tugas dan Wewenang MPR dalam struktur Ketatanegaraan Pengaruh Perubahan Tugas Dan Wewenang MPR Dalam Struktur Ketategaraan dapat dilihat pada beberapa skema dibawah ini yang menggambarkan kedudukan MPR dalam sistem 77 . Penyerahan kepada partai politik ini menggambarkan bahwa partai politik merupakan suara pemilih. Maka dipilihlah Presiden dan Wakil Presiden dari partai politik yang mendapat suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya. Sudah merupakan hal yang wajar jika organisasi membuat peraturan untuk mengatur dirinya. bisa Karena untuk secara pemilihan tidak dilakukan cepat.Presiden mengadakan dan Wakil Presiden umum pengganti. Sedangkan yang poin 2 dan 3 masih menjadi pertanyaan apakah tugas atau wewenang. 3. Dan hak ini merupakan kewenangan dari MPR. Sehingga hal ini merupakan suatu hak dari Majelis Permusyawaratan Rakyat. 4. Dari kewenangan yang ada diatas hal yang sudah pasti menjadi kewenangan adalah poin 1 dan 4.

Adanya pimpinan MPR ditambah dengan adanya sekretariat jendral yang tetap 127 http://www.Ketatanegaraan RI.id/humas/uuparpol.1.9 128 129 78 . akses tanggal 6 Agustus 2003 Jimly Asshiddiqie. DPD Dan DPRD. DPD dan DPRD maka terlihat dalam jelas di struktur Indonesia.dpr. bisa saja lembaga negara ada yang tidak sejajar kedudukannya. Dengan Politik127. karena yang ketatanegaraan Indonesia dan yang hendak sistem Majelis hal ini dibangun parlemen menuju trikameral. didalam skema ini kedudukan lembaga negara digambarkan sebagai lembaga negara yang diam. Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah128. h. Ditambah dengan undang-undang susunan dan kedudukan MPR. tugas wewenang sendiri Permusyawaratan Rakyat berdiri diungkapkan oleh Prof.htm. Jimly Asshiddiqie129.dpr. akses tanggal 6 Agustus 2003 http://www.go.3.cit.id/humas/uupemilu.go. adanya UU No UU 12 No tahun 31 tahun 2002 tentang Partai Umum 2003 tentang Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat.Sesudah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR. DPR. akan tetapi jika sudah melaksanakan tugas dan wewenangnya maka hal ini berubah. Op. 3. DPR.htm.

Ibid. MPR sebagai lembaga Negara yang terdiri dan atas Dewan dari anggota Perwakilan Dewan Daerah Perwakilan Rakyat merupakan perwujudan lembaga perwakilan rakyat atau parlemen. Dan tidak mudah 130 untuk mendudukkan lembaga negara seperti Doto Mulyono. Jakarta. h. Dalam tugas dan wewenang MPR yang diatur oleh undangundang. sehingga sistem parlemen yang ada adalah Sistem Trikameral131. Erlangga. 2.35 Jimly Asshiddiqie. Kekuasaan MPR Tidak Mutlak. maka Indonesia dikenal sistem baru yaitu sistem 3 kamar/trikameral. MPR merupakan suatu lembaga tetap yang mempunyai organ dan strukturnya ketatanegaraan dan kedudukan tersendiri. Walaupun didunia hanya dikenal sistem 1 kamar dan 2 kamar 130 . 1985. (Lampiran 1) 1.dalam MPR menambah kuat sistem tersebut.9 131 79 . setelah Dapat diteliti bahwa struktur susunan undang-undang dan DPRD tentang sama MPR. Undang-Undang Dasar sebagai pengejewantahan dari kemauan rakyat dan merupakan manifestasi kedaulatan rakyat. DPR disetujui dengan setelah Perubahan UUD 1945. Akan tetapi lembaga MPR menjadi suatu lembaga tersendiri berlainan dengan DPR dan DPD. h.

lembaga MPR yang mempunyai kewenangan final mempunyai Presiden. Dewan putusan Jika maka memberhentikan tugas dan yang diteliti MPR segi merupakan lembaga Perwakilan Rakyat sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. Karena selain masih mempunyai tugas utama masih sebagai pembuat Undang-Undang sebagai dalam dari Dasar. Pemegang kekuasaan yudikatif terdiri atas 2 badan yaitu Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.lembaga MPR. Dewan Perwakilan Daerah sebagai representasi dari suara masyarakat di daerah. 4.2 Sebelum Perubahan UUD 1945 Dalam bagan ini maka yang berkuasa dalam menjalankan kedaulatan rakyat adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat dan kemudian Majelis mendistribusikan kekuasaannya kepada 80 . 3. 6. wewenang tersendiri. Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif dalam Negara. 5.3. 3.

3 Sesudah Perubahan Ke 3 UUD 1945 Bagan atau skema sesudah Perubahan Dasar 1945 : 1. DPR memegang sebagai kekuasaan legislatif dan tugas utama DPR sebagai lembaga pengawas pemerintah.lembaga-lembaga negara yang ada dalam Undang-Undang Dasar 1945. Utusan Golongan dan Utusan Daerah sehingga secara komposisi MPR masih tetap sama akan tetapi sebagai lembaga negara tertinggi tidak 81 . 4. Presiden tertinggi. Dan DPR mendapat laporan mengenai keuangan dari BPK. 3 UUD 1945) ke 3 Undang-Undang MPR masih terdiri atas susunan DPR. Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar (Perubahan 2. 1.3. 5. sebagai pemegang penyelenggara kekuasaan pemerintahan sekaligus eksekutif sebagai pemegang kekuasaan legislatif. BPK sebagai badan pemeriksa keuangan dan pengawas 3. 2. Mahkamah Agung sebagai pemegang kekuasaan yudikatif. MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat dan berperan sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. 3.

3. 82 . Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif. 5. 132 Dalam Perubahan Ketiga UUD 1945 dalam Bab VIIA pasal 22C dan pasal 22D diatur tentang Dewan Perwakilan Daerah akan tetatpi pasal 2 UUD 1945 pada Perubahan Ketiga belum berubah masih tetap (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat. Karena Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara yang akan dipakai oleh kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahkamah Agung masih tetap sebagai lembaga tinggi negara pemegang fungsi yudikatif. 7. DPR sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. Utusan Golongan dan Utusan Daerah. Tapi ada kejanggalan pada perubahan ketiga UUD 1945 yaitu adanya MPR DPD belum dari dalam dimasukkan ada DPD UUD 1945. BPK masih tetap sebagai Badan Pemeriksa Keuangan. 4. DPA masih tetap sebagai ada sebagai lembaga tinggi negara. Tetapi dalam lembaga sehingga hal Dan apa hal yang ini menimbulkan mengakibatkan dalam tekhnis kekurangan kesulitan ini merumuskan dimaksudkan secara Undang-Undang hukum. dalam UUD 132 .bisa lagi karena dicabut kekuasaan itu sesuai dengan pasal 2 UUD 1945. Dasar. 6. Sehingga menyulitkan Seharusnya hal ini tidak terjadi dalam hal Perubahan Undang-Undang Dasar.

VENEZUELA DAN AMERIKA SERIKAT 1. Sesuai dengan bab-bab sebelumnya maka diperlukan periodesisasi dalam menjelaskan tugas dan wewenang MPR.BAB IV PERBANDINGAN TUGAS DAN WEWENANG MPR DI INDONESIA DENGAN LEMBAGA LAIN DI NEGARA CINA. Konsep Lembaga Kongres Rakyat Nasional China Perkembangan tugas dan wewenang MPR di Indonesia sangat dipengaruhi oleh situasi sosial politik yang ada di Indonesia. Pada masa Sebelum Perubahan UUD 1945 dan MPR RI berkedudukan sebagai lembaga tertinggi pemegang 83 . Dan akan lebih komprehensif jika diperbandingkan dengan negara lain.1. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Cina dan Venezuela 1.

252-253. Jakarta. kepada Dewan Dewan lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat. 1994. 84 . Unsur Dan Riwayatnya. Sebelum terjadi Perubahan UUD 1945 maka Indonesia akan lebih mirip dengan negara Cina. h.kedaulatan rakyat. Jika diteliti filosofi bentuk negara maka akan sama ditemukan bahwa Cina dan Indonesia merupakan suatu negara kesatuan yang cenderung totaliter133. Keuangan. Pustaka Utama Grafiti. Pemeriksa Pertimbangan Agung dan Mahkamah Agung. Memiliki lembaga tertinggi dalam negaranya dalam menjalankan kedaulatan rakyat. Karena Negara Cina memiliki Kongres Nasional Rakyat Cina yang tugas. Dan persamaan yang ada di Negara Indonesia dengan keadaan yang ada di Negara Cina antara lain: 1. Pada masa sebelum Perubahan UUD 1945 lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dapat dipersamakan dengan Kongres Nasional Rakyat Cina. Hal ini diatur dalam Konstitusi China dibawah ini: 133 Marsilam Simanjuntak. fungsi dan wewenangnya hampir sama dengan tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia. lain Kemudian terutama Badan mendistribusikannya kepada Presiden. Pandangan Negara Integralistik: Sumber. Cina merupakan negara kesatuan 2.

134 Terjemahan bebas: (1)Kedaulatan atau kekuasaan tertinggi dalam Negara Republik cina ada di tangan rakyat. (2) Organ yang melaksanakan kekuasaan rakyat dalam negara adalah Kongres Nasional Rakyat Cina dan Kongres Rakyat Daerah dalam berbagai tingkatan. Constitution Of China.Article 2 [Sovereignty] (1) All power in the People's Republic of China belongs to the people. The people administer state affairs and manage economic. Undang-Undang Dasar 1945 135 85 . kebudayaan dan urusan sosial dalam berbagai saluran dan berbagai jalan yang berdasarkan hukum. Hal ini juga diatur oleh oleh Undang-Undang Dasar 1945 sebelum berbunyi: “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan diamandemen yaitu dalam pasal 1 ayat 2 yang sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”135. Rakyat menjalankan administrasi urusan negara dan mengurus ekonomi. Dalam Konstitusi China dinyatakan tegas bahwa Kongres Rakyat Nasional China merupakan lembaga negara tertinggi 134 China. (2) The organs through which the people exercise state power are the National People's Congress and the local people's congresses at different levels. PSHTN UI Indonesia. cultural and social affairs through various channels and in various ways in accordance with the law.

Its permanent body is the Standing Committee of the National People's Congress.137 Sedangkan di China Kongres Rakyat China menurut pasal 59 ayat 1. Op.Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR. h. 1. Dan Standing Committe adalah badan permanen dari Kongres Rakyat China. komposisi anggota Kongres terdiri dari: Kongres Rakyat Nasional China terdiri atas deputi yang dipilih di tingkat propinsi. sama dengan MPR Majelis komposisi Indonesia Permusyawaratan keanggotaan terdiri: Rakyat Kongres Nasional Rakyat Cina. wilayah yang 136 China.136 Terjemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat Republik rakyat China adalah organ tertinggi kekuasaan negara. 2.Cit. Constitution Of China. 3. PSHTN UI JImly Asshiddiqie.Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pergumulan.Chapter Three The Structure of the State Section I The National People's Congress Article 57 [Highest Organ of State Power]The National People's Congress of the People's Republic of China is the highest organ of state power.50 137 86 .Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Jika dilihat dari komposisi hampir keanggotaan.

dan daerah yang dibawah langsung Pemerintah Pusat. 1984. Hukum Tata Negara. Abu Daud Busro. Hampir sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat di Indonesia yang anggotanya dipilih oleh rakyat dalam tiap Pemilihan Umum baik ditingkat Nasional. 1.50 139 87 . dan wilayah. 138 China.otonom. hanya Dan Dewan Perwakilan untuk di Rakyat di Indonesia rancangan mempunyai kewenangan mengajukan Indonesia Undang-undang sehingga Presiden mempunyai fungsi eksekutif dan legislatif. Di Indonesia yang mempunyai kewenangan legislatif ada ditangan Presiden dan MPR tidak mempunyai kewenangan di bidang legislatif139. juga golongan Angkatan Bersenjata. Jakarta. h. Dapat disimpulkan keanggotaannya terdiri bahwa Kongres Nasional Rakyat Cina dari deputi yang dipilih dari tingkat propinsi.3. Ghalia Indonesia. dan Angkatan Bersenjata. Propinsi ataupun kabupaten/kota. Semua warga negara minoritas dibuat suatu perwakilan 138 . Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan dengan Kongres Rakyat Nasional Cina. yang mau tidak mau mewakili suatu unsur golongan. Dan ada perwakilan dari golongan minoritas. Constitution Of China Abu Bakar Busro.

diantaranya:1.Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis.h. Menetapkan Dasar Menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara 3. yaitu: 1. Op. membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain.3.Cit. The National People's Congress and its Standing Committee exercise the legislative power of the state. 4.141 Sedangkan wewenang MPR dijelaskan lebih lanjut dalam Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 . article 58 Constitution of China Sri Sumantri. 5. Memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden.Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. Mencabut mandat dan memberhentikan Presiden dan 140 China. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris. Tejemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat china dan Standing Committeenya melakukan fungsi 140 kekuasaan legislatif dari negara.Sedangkan Di China kekuasaan legislatif dipegang oleh Konres Rakyat China dan Standing Committe Kongres bertugas untuk melaksanakannya dalam kehidupan ketatanegaraan. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut.95 141 88 . Di adalah Indonesia tugas Majelis Permusyawaratan Undang Undang Rakyat 2. 2.

2002. Mengamandemen konstitusi. 8.memberhentikan Presiden dalam masa jabatannya apabila Presiden/mandataris sungguh-sungguh melanggar Haluan Negara dan / atau Undang-Undang Dasar. Dan penulis mengambil kesimpulan bahwa Power yang dimaksud adalah Great Authority dan hal ini dijelaskan dalam Kamus Oxford Advance Learner’s Of Current English karangan AS Hornby tahun 1987 Terbitan Oxford University Press halaman 654. 89 .142 Di China. Hal Kongres ini Rakyat merupakan Cina kewenangan yang dipunyai tertinggi. Melaksanakan penegakan konstitusi. fungsi dan wewenang Kongres Rakyat Nasional Cina adalah tercantum Kongres dalam artikel Rakyat 62 Cina [Fungsi dan Kekuasaan]143. h.Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis.685 143 dalam Konstitusinya Cina menggunakan function dan Power dalam menjelaskan tugas dan wewenang juga fungsinya kana tetapi tidak dijelaskan manakah yang power atau yang function.9. Mengubah undang-Undang Dasar. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002. bahwa Power adalah State Having Great Authority and influence in international affairs.Mengambil /memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah / janji anggota. Nasional mempraktekkan fungsi dan kekuasaan berikut ini: 1. oleh Dan sebagai lembaga dilakukan dengan disetujui lebih dari dua per tiga anggota Kongres Rakyat Nasional Cina.6.7. 142 Sekretariat Jendral MPR RI. Sekretariat Jendral MPR RI.Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. 2.

5. Menetapkan dan mengamandemen statuta dasar perihal pelanggaran pidana.Melaksakan penegakan konstitusi merupakan suatu keharusan untuk menjaga kestabilan dan pedoman bernegara. Dan hal ini mengakibatkan adanya pertanggungjawaban kepada Kongres Rakyat Nasional Cina oleh Presiden. Tugas ini dilakukan juga oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat di Indonesia. dewan pertimbangan. telah dilaksanakan lembaga-lembaga negara yang lain. Memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Rakyat Cina. Memutuskan siapa yang akan menjadi ketua Dewan Negara atas nominasi dari Presiden Republik Cina. 90 . 3. oditur jenderal dan sekretaris jenderal atas dewan negara atas nominasi dari ketua (Premier). ini di tidak dipunyai karena oleh Majelis Indonesia. Kewenangan Permusyawaratan oleh 4. menteri yang bertanggungjawab atas komisi. dan memilih wakil ketua. urusan perdata dan badan negara serta masalah lain.

91 . menguji dan menyetujui rencana perkembangan ekonomi dan sosial nasional serta laporan atas pelaksanaannya. 8. 9. 6. memilih ketua dari komisi militer pusat dan. memutuskan anggota komisi militer pusat. dan merupakan kewenangan untuk mengangkat pemimpin lembaga-lembaga negara yang ada dibawahnya.memilih to elect the Procurator General of the Supreme People's Procuratorate. Kewenangan ini tidak terdapat Majelis Permusyawaratan Rakyat.Kewenangan ini menandakan kekuasaan yang besar dari Kongres Rakyat Nasional Cina karena berhak memutus siapa yang berhak menjadi pejabat negara. 7. 6. menguji dan menyetujui anggaran negara dan melaporkan implementasinya. atas nominasi dari ketua. memilih presiden mahkamah agung rakyat. Kewenangan yang diatur dalam angka 8 dan 9 adalah kewenangan yang mengenai masalah perekonomian negara. Kewenangan yang diatur dalam Angka 5. Dan kewenangan untuk menyetujui anggaran negara.

11. dan melaksanakan fungsi dan kekuasaan lain sebagai organ tertinggi yang harus dilaksanakan oleh kekuasaan negara 92 . 13. mengubah pantas Cina. Di Presiden Indonesia sebagai kewenangan kepala ini merupakan karena kewenangan pemegang pemerintahan kekuasaan legislatif adalah Presiden.10. memutuskan pendirian daerah administratif khusus dan sistem yang akan dipraktekkan disana. daerah otonom dan daerah lainnya langsung dibawah pemerintahan pusat. Angka 12 dan 13 di Indonesia merupakan kewenangan Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat. Jika ada keputusan yang dirasa tidak pantas oleh Kongres Rakyat Nasional Cina yang bertemu dalam sidang maka keputusan tersebut batal. Standing atau dari membatalkan keputusan yang tidak Standing Committee kongres nasional Committee Cina merupakan berada badan dibawah pekerja Kongres Kongres Rakyat Rakyat Nasional dan Nasional Cina. 12. memutuskan persoalan perang dan damai. menyetujui pendirian propinsi. 14.

Jaksa Agung dari Kejaksaan Agung144. Dan kewenangan diatas ada yang sama dengan kewenangan yang dimiliki oleh MPR pada Pemecatan atau Penggantian Presiden dan Wakil Presiden. 3. Akan tetapi untuk kewenangan 144 Hal ini tercantum dalam artikel 63 dari Konstitusi China 93 . Presiden dan Wakil Presiden RRC China.Tugas dan wewenang ini merupakan suatu aturan yang memberikan dasar bahwa Kongres Rakyat Nasional Cina mempunyai kekuasaan yang tak terbatas. Pasal ini mengatur Dan kewenangannya dalam Konstitusinya dalam tentang kekuasaan Kongres untuk mengganti para pejabat dari jabatannya orang-orang berikut ini: 1. 4. 2. Ketua Komisi Urusan Militer dan Komisi yang lain. Ketua Mahkamah Agung dan 5. Badan Keuangan and Sekretaris Jendral Dewan Pertimbangan Negara. Ketua dan Pemeriksa Wakil Ketua State Councillors. yang lain seperti yang disebutkan pasal 63. Menteri.

article 64 Constitution Of China 94 . 145 Cina.4 dan 5 di Majelis Permusyawaratan Rakyat hal-hal tersebut tidak dipunyai. Hal yang sama dengan Indonesia juga Cina mempunyai kewenangan Dasarnya.ke 2. Kekuasaan ditentukan peraturan perundang-undangan. yang Di sama dalam hal hal ini mengubah diatur Undang-Undang pasal 37 Indonesia dalam sedangkan di China diatur dalam pasal 64145 Article 64 [Amandemen Konstitusi] (1) Amandemen Konstitusi diusulkan oleh Standing Committee dari kongres nasional rakyat oleh lebih dari satu per lima wakil dari National People's Congress dan harus disetujui oleh mayoritas suara dari lebih dari dua pertiga seluruh wakil kongres Congress. negara tersebut ketua Atau dan atau orang-orang diberikan dalam lembaga untuk kekuasaan ini mengangkat oleh pemimpinnya. Kewenangan tersebut di Indonesia biasanya dipunyai yang suatu oleh ada lembaga yang mengangkatnya.3. (2) Statuta dan resolusi disetujui oleh mayoritas suara lebih dari setengah wakil kongres rakyat nasional.

4. As a result of the 1999 constitution.Dalam adalah negara Cina. kebijakan memilih negara. kemudian menentukan Apabila diperhatikan hal ini mirip dengan kewenangan MPR karena memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut: 1. pemegang Cina kekuasaaan hal tertinggi ini dapat di Kongres Rakyat sehingga dipersamakan Indonesia. which consisted of a 95 . Memilih Presiden.Konsep Majelis Nasional Venezuela Venezuela perwakilan unikameral. legislatif setelah UUDnya dari diganti maka ke sistem bentuk badan kamar dan memberhentikan Presiden dan Wakil rakyatnya Majelis nasional berubah Nasional yang Bikameral Venezuela terdiri merupakan satu atas (unikameral). 1. terutama dengan Sistem Majelis Permusyawaratan dalam Rakyat ketatanegaraan adanya lembaga lembaga sama negara dengan dengan tertinggi Indonesia. Membuat Garis Besar daripada Haluan Negara. Cina memiliki lembaga yang sama fungsinya dengan Indonesia Presiden yaitu dan membuat Undang-Undang arah Dasar. 3. Membuat Undang-Undang Dasar 2. Venezuela’s bicameral National Congress.

Ada satu forum atau majelis yang tugas dan wewenangnya sama dengan Majelis Permusyaratan Rakyat dalam hal membuat Undang-Undang Dasar. article 347 Constitution Of Venezuela 96 . was replaced by a unicameral.Senate and Chamber of Deputies. Dan institusi Konstitusi. who is popularly elected to a six-year term. Kongres 2 kamar Venezuela yang terdiri atas Senat dan Dean Perwakilan digantikan oleh sistem 1 kamar (unikameral) yang mempunyai deputi majelis nasional sebanyak 165 orang ditahun 2000. Dan dipilih 5 tahun sekali.147 ”Kekuasaan rakyat yang tertinggi berada ditangan rakyat Venezuela. The president has the authority to dissolve the legislature under certain conditions146. The chief executive of Venezuela is a president. Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003. 146 147 Venezuela. ini tidak dijelaskan ini hanya secara diadakan detail jika oleh ingin Institusi diadakan pergantian konstitusi. Legislators are popularly elected to a five-year term. Kabinet adalah dibentuk oleh Presiden. A council of ministers assists the president. 165-member National Assembly in 2000. Terjemahan bebas: setelah konstitusi tahun 1999. © 1993-2002 Venezuela. Kekuasaan ini dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional untuk dan diadakan untuk tujuan perubahan negara. Presiden mempunyai kewenangan untuk membubarkan lembaga legislatif dalam keadaan tertentu. membuat peraturan perundang-undangan dan membuat Undang-Undang Dasar”. Kepala eksekutif Venezuela adalah presiden yang dipih 6 tahun sekali. yaitu Majelis Konstituen Nasional.

article 348.Jika diteliti lebih seksama maka Majelis Konstituen Nasional dilihat dari sudut pandang tugas dan wewenang maka hampir sama dengan MPR terkecuali dalam melantik Presiden dan Wakil Presiden. Majelis Nasional sebagai fungsi legislatif 2. 350. 349. 4. Lembaga itu yaitu: Majelis Nasional dan Majelis Konstituen Nasional.148 1.5. Mahkamah Agung sebagai pemegang fungsi yudikatif. Apabila dilihat dalam artikel 348 maka Majelis Konstituen Nasional adalah suatu forum dan bukan merupakan lembaga yang harus ada mempunyai sekretariat dan bertugas secara berkesinambungan. Constituton Of Venezuela. Presiden sebagai pemegang fungsi eksekutif 3. 97 . Presiden dan lembaga lainnya sebagai pemegang fungsi kewarganegaraan 148 Venezuela. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Dengan Majelis Nasional Dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela setelah Undang-Undang Dasar baru tahun 1999 memberikan kewenangan kepada lima lembaga yang menjalankan lima fungsi yaitu: 1. Sehingga ada 2 lembaga yang mempunyai beberapa persamaan dalam tugas dan wewenang dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Op. Tetapi hal-hal yang diatur didalamnya diatur hal-hal yang menyangkut 1. Kemudian yang kedua adalah ayat 2 yang berbunyi untuk mengajukan perubahan dan 149 Venezuela. dalam dan Hal ayat mengesahkan cabang kompetensi kekuasaan adalah mengfungsikan ini jika beberapa dilihat secara seksama wewenang yang diatur dalam satu ayat.com/country-guide-study/venezuela/venezuela67.1upinfo.350 150 151 98 .5. or public ceremony or event. Walaupun secara arti kata function adalah special activity or purpose of a person or thing. Badan Pemilihan Umum Nasional sebagai pemegang fungsi Pemilihan Umum. h. social gahtering of an important and formal kind151. article 136.Untuk kewenangan seperti yang disebutkan nasional nasional. Constitution Of Venezuela http://www.html AS Hornby.150 Tugas dan Wewenang yang diatur oleh Konstitusi Venezuela tidak dinyatakan dengan jelas.Cit. Apabila diteliti secara seksama maka kewenangannya dan tugasnya dinyatakan oleh kata function.149 Dalam Nasional menjalankan fungsinya badan tersebut parlemen yang Majelis memegang bertindak sebagai kekuasaan legislatif dan pengawasan badan eksekutif.

tanpa mengubah struktur dasar dari yang diubag oleh proses tersebut”. Inisiatif Kontitusi untuk mengadakan Majelis reformasi Nasional dan dan amandemnen Presiden berasal dari 152 Article 187. 152 Setelah melihat beberapa fungsi maka dapat disimpulkan bahwa ada tugas dan wewenang yang diatur dalam fungsi. Sedangkan reformasi Konstitusi dalam Konstitusi Venezuela diatur dalam artikel 342. Constitution Venezuela Article 341.revisi Undang-Undang Dasar dalam jangka waktu yang diatur dalam konstitusi ini. Constitution Venezuela 153 99 . Ada perbedaan tentang konsep amandemen dengan reformasi konstitusi yang ada dalam Konstitusi Venezuela seperti yang disebutkan dalam artikel 340: ” Tujuan dari amandemen adalah untuk menambah atau untuk modifikasi satu atau beberapa artikel dari Konstitusi. adalah: “Tujuan dari Reformasi Konstitusi adalah untuk mengubah dan memperbaiki beberapa bagian dari Konstitusi dan mengganti satu atau beberapa dari bagian tersebut tanpa mengubah Prinsip dasar dan Struktur teks dari Konstitusi”. Seperti kewenangan yang untuk mengubah Undang-Undang Dasar yang terletak dalam pasal 341153.

1. Memilih Presiden dan Wakil Presiden 3. Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5. Membuat dan menetapkan UUD 2. akan tetapi dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat ada ada ada ada ada Dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional Setelah diperbandingkan dengan Republik Rakyat China dan Venezuela setelah amandemen. Maka tugas dan wewenang 100 .6. Tugas Dan Wewenang 1. dan merubah UUD Tidak ada ada ada ada Tidak ada Tidak ada. Membuat Undang-Undang 4. Mengganti Undang-Undang Dasar Indonesia ada Cina ada Venezuela Hanya mengajukan rancangan UUD.bersama Kabinetnya. dan permintaan dari pemilih yang telah terdaftar sebagai peserta pemilihan Umum. Persamaan dan Perbedaan MPR dengan Kongres Rakyat Nasional Cina dan Majelis Nasional Venezuela dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela.

Perbedaan yang ada di MPR dengan Kongres Rakyat Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela adalah: 1. 2. terkecuali Venezuela.1. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Amerika Serikat 2. b. Dan mempunyai lembaga pemegang kekuasaan legislatif yang bernama kongres. Amerika Serikat Amerika Serikat merupakan negara yang berbentuk federal (walaupun pada awalnya berbentuk konfederasi). diambil persamaan sebagai berikut: a. Amerika mempunyai sistem 101 . Merupakan lembaga yang bertugas membuat. dan mengganti UUD walaupun ada beberapa cara tertentu yang berbeda. mengubah UUD.Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mempunyai kekuasaan dalam hal membuat undang-undang. Kongres dan Dewan Perwakilan terdiri atas 2 kamar yaitu: Senat Rakyat.Merupakan lembaga negara tertinggi yang mempunyai tugas dan wewenang tertentu.MPR dengan Kongres Rakyat juga Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela Majelis Konstituen Venezuela.

New York.7 155 Guilermo O’Donnel. h. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. Philippe C Schmitter. 1992. for there is nothing in the democratic states which is 154 Larry. Dalam beberapa propaganda kurun anti waktu komunis pemerintahannya dan melakukan banyak melakukan ke penyebarannya negara lain. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang. h. Jakarta. h. Laurence Whitehead. Kondisi Amerika negara Serikat Amerika Serikat dengan mulai stabil.pengawasan dengan yang baik And antar lembaga Amerika negara yang dikenal Checks Balances. Washington Square Press. 1994. satu kemudian penyebar terkenal salah demokrasi dari negara barat.155 2. mengawal pendirian negaranya yang dipenuhi berbagai gejolak semenjak negara itu terbentuk154. Democracy In America. Yayasan Obor Indonesia. Diamond.2 Konsep Lembaga Kongres Amerika Serikat Kongres dan lembaga-lembaga negara yang lain di Amerika Serikat dalam mengambil keputusan menekankan pada kekuatan suara mayoritas seperti yang dikatakan oleh Alexis de Tocqueville bahwa:156 the very essence of democratic government consist in the absolute sovereignty of the majority. Tetapi semenjak selesai Perang Saudara. 222 156 Alexis de Tocqueville. sangat anti komunis. 1965. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Dan Sosial. Lembaga Penelitian.90 102 . Jakarta.

Section 1. Karena MPR di Indonesia terdiri atas anggota 2 badan yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. The Constitution Of United States Of America 103 . Terjemahan bebas: Hal yang sangat penting dalam pemerintahan yang demokratis terkandung dalam kedaulatan absolut dari mayoritas. Sehingga tidak bisa diperbandingkan antara komposisi dan struktur lembaga Kongres dan MPR. Kongres terdiri atas 2 lembaga yaitu: 1. Karena struktur dan sistem parlemen yang berbeda. MPR bukan merupakan 2 badan yang bertemu seperti Kongres Amerika Serikat. 157 Karena tidak ada negara lain sepanjang Article 1. maka yang dibandingkan adalah tugas dan wewenang yang dipunyai Kongres. Telah mencari cara untuk meningkatkan kekuatan alam dari mayoritas dengan cara yang konstitusional. Senate. 2.157 Hal ini tidak sama dengan di Indonesia setelah Perubahan UUD 1945.tidak ada dalam negara demokratis yang bisa menolak itu. Most of the American constitutions have sought to increase this natural strength of the majority by artificial means. Kongres mereka di Amerika dalam mempunyai tugas 2 dan lembaga yang jika bertemu suatu wewenang tertentu disebut Kongres.capable of resisting it. House Of Representative. Dan ini merupakan perbedaan yang mendasar antara lembaga MPR dengan Kongres Amerika Serikat.

Sedangkan di Indonesia tidak menganut pemisahan kekuasaan tersebut secara mutlak159. Sehingga yang sering dijadikan contoh adalah Amerika Serikat maka MPR diperbandingkan dengan Kongres di Amerika Serikat. h. 1985. Semua fungsi yang ada di Amerika Serikat dalam pelaksanaannya dibuatlah mekanisme Checks And Balances yang 158 Jimly Asshiddiqie. Pembagian Kekuasaan Negara.1-4. 2. Di Amerika Serikat jelas dinyatakan bahwa fungsi lembaga sistem parlemen bikameral yang yang baik. Aksara Baru.sepengetahuan penulis yang menerapkan sistem parlemen trikameral kecuali Negara Cina Taiwan sebelum berubah158. 42-45 Ismail Suny. Op. Fungsi Yudikatif. Fungsi Eksekutif. h. jelas walaupun berbeda Amerika dengan negara terdiri atas 3 yaitu : 1. Jakarta.cit. 3. Fungsi Legislatif. Karena mekanisme menganut Indonesia. Dan yang akan diperbandingkan disini adalah sistem parlemen yang dalam konstitusi masih berlaku. 159 104 .

Konsolidasi Naskah Perubahan Keempat Undang Undang Dasar 1945. 1989. Yang memegang kekuasaan legislatif ada ditangan kongres.23 Jimly Asshiddiqie.160 Di kekuasaan Indonesia setelah ada di pada Perubahan Dewan UUD 1945 maka legislatif Perwakilan Rakyat.5. Prentice Hall. Dalam menjalankan tugasnya maka Kongres dan MPR ada ditangan Mahkamah Agung dan Mahkamah mempunyai persamaan dan perbedaan. Dan kekuasaan yudikatif Konstitusi.3 Perbandingan Tugas dan Wewenang Setelah Perubahan lembaga negara yang UUD 1945 maka MPR RI diatur sebagai sama dengan negara lain. 161 105 . h. Cronin. Kekuasaan eksekutif ada di tangan Presiden. Peltason. New Jersey. Pada masa sesudah Perubahan UUD 1945 tugas utama MPR adalah: “ Melantik Presiden dan Wakil Presiden”161 160 Burns. sedangkan di Indonesia ada ditangan DPR.bertujuan untuk menghindari kekuasaan terpusat pada satu lembaga. 2. h. Sehingga kedudukannya sama dengan lembaga-lembaga negara yang lain. Government By The People.

3. Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden pengganti sampai terpilihnya sampai Presiden dan/atau dan/atau Wakil Wakil Presiden Presiden pengganti sebagaimana terpilihnya mestinya. yaitu:“ Majelis Permusyawaratan Rakyat ditugasi untuk melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada Sidang Majelis Permusywaratan Rakyat tahun 2003. 2. Majelis dan Permusyawaratan atau/Wakil hanya dapat dalam memberhentikan masa jabatannya Presiden Presiden menurut Undang-Undang Dasar.63 106 . 162 Ibid. Tugas ini ada dalam Aturan Tambahan UUD 1945 pasal I.Ada tugas yang dilaksanakan secara temporer dan akan berakhir pada tahun 2003.162 Sedangkan wewenang MPR adalah sebagai berikut: 1. h. Majelis permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.

54 Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003. The Free Prees. © 1993-2002 107 . h. Kewenangan-kewenangan garis 163 164 diatas merupakan kewenangan Amerika besar yang dinyatakan dalam Konstitusi Paul Eidelberg. All legislative Powers herein granted shall be vested in a Congress of the United States. positions menentukan membuat peradilan posisinya) 4. 1968. pajak dan fungsi keuangan eksekutif) 3.Establishes (untuk lower federal courts.Approves treaties and federal appointments (menyetujui perjanjian internasional dan pengangkatan pejabat federal) 5.Kongres legislatif dan bahwa163: di Amerika Serikat mempunyai kekuasaan hal ini jelas tercantum dalam konstitusinya Section 1. (Menyetujui Undang-Undang federal) 2.Declares war (menyatakan perang).Passes federal budget. which shall consist of a Senate and House of Representatives. Terjemahan bebas: Seluruh kekuasaan ada di Kongres Amerika Serikat dan terdiri atas Senate dan House Of Representatif. rendah judicial federal. levies taxes and funds executive functions (Menyetujui anggaran federal. The Philosophy Of The American Constitution.Passes federal laws. New York. Sedangkan Kewenangan yang lain adalah yang diberikan oleh Undang-Undang Dasarnya adalah164 : 1.

dan mengadakan pertemuannya dimulai siang hari pada hari ketiga januari. The Congress shall assemble at least once in every year. Jika dibandingkan dengan tugas yang dilakukan oleh MPR maka dalam hal ini berbeda. sedangkan dalam kongres adanya tugas atau keharusan untuk mengadakan sidang setiap tahunnya. Dan kewenangan-kewenangan lain secara jelas dinyatakan dalam Konstitusinya pada pasal 8. Mengubah Undang-Undang Dasar 2. Memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. and such meeting shall begin at noon on the third day of January. 108 . Sedangkan tugas Konstitusinya sehingga adalah: Section 2. Terjemahan bebas: Kongres bertugas mengadakan sidang sekurang-kuangnya setiap tahun. unless they shall by law appoint a different day. Tugas MPR adalah melantik tidak dinyatakan secara jelas dalam tugas dari Kongres Amerika Serikat presiden dan wakil presiden. kecuali ditentukan lain oleh undang-undang. Dari kewenangan-kewenangan diatas maka dapat disimpulkan persamaan kewenangan Kongres di Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah: 1.Serikat.

Membuat Undang-Undang 4. 2.Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Indonesia dan Kongres di Amerika Serikat Tugas Dan Wewenang 1.melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya 6.menetapkan Peraturan Tata Indonesia ada ada Amerika Serikat ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada ada ada ada ada ada Tidak ada ada ada ada ada ada ada 109 . memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya 9.Kesamaannya adalah tugas yang dilakukan adalah tugas yang dilakukan setiap kali dan dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Dasar. dalam Sidang Paripurna MPR 3.Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5.memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden 8. berhenti. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya 7.4. diberhentikan. Mengubah dan menetapkan UUD 2.melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat.

Tertib dan kode etik MPR Ada beberapa kesamaan secara tugas dan wewenang antara Kongres Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia. Kesimpulan Majelis merupakan Permusayawaratan perwakilan Rakyat rakyat Republik yang Indonesia atas: lembaga terdiri anggota 2 lembaga negara yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. BAB V PENUTUP 1. Akan tetapi MPR tetap bisa secara komposisi dan kedudukan lembaga tidak dipersamakan dengan Kongres Amerika Serikat. Kesamaan dan perbedaan dapat dilihat pada tabel diatas. besar Perubahan bagi Majelis UUD 1945 telah memberikan perubahan Permusyawaratan Rakyat. Karena dasar yuridis untuk menjalankan kedaulatan rakyat telah dicabut oleh amandemen UUD 1945. Tugas dan 110 .

DPD dan Indonesia akhirnya hanya mempunyai 2 tugas yaitu “Melantik Presiden dan Wakil Presiden (pasal 3 ayat Tugas tentang yang merupakan akibat dan dari UUD 1945)”. berhenti. DPD dan DPRD mempunyai untuk Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat.wewenang MPR kemudian dijelaskan dalam UUD 1945 dan undangundang DPRD. MPR setelah adanya undangundang susunan tugas dan kedudukan melantik MPR. Pemilihan Presiden secara telah terpilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum maka MPR mempunyai suatu kewajiban untuk melantik Presiden dan Wakil Presiden. atau tidak dapat Tugas melaksanakan ini kewajibannya suatu dalam tugas masa yang jabatannya. merupakan dilaksanakan dalam keadaan tertentu. Tugas ini 111 . aturan Apabila ditetapkannya langsung. DPR. Pertama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik tentang susunan dan kedudukan MPR. diberhentikan. Kedua adanya tugas sementara MPR tentang Peninjauan Kembali Materi dan Rakyat status hukum dan Ketetapan Ketetapan Majelis Majelis Permusyawaratan Sementara Permusyawaratan Rakyat pada Sidang Tahunan 2003. DPR.

merupakan tugas sementara dari MPR. Karena jika telah dilaksanakan maka tugas berakhir. Permusyawaratan kewenangan Kewenangan Dasar mengubah ini Rakyat dan Republik menetapkan pasal huruf 3 a Undang-Undang ayat 1 berdasarkan pasal 11 Undang-Undang 1945 dan undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. Rakyat Hal ini menjelaskan kewenangan bahwa yang Majelis Permusyawaratan mempunyai hanya dijalankan dalam keadaan dan waktu tertentu. DPD dan DPRD. Kemudian diperjelas dengan pasal 11 yang huruf c undang-undang tentang susunan dan kedudukan berbunyi “memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil setelah Presiden dan/atau untuk menyampaikan Hal ini Presiden dalam masa jabatannya Wakil Presiden di diberi dalam kesempatan penjelasan Sidang Paripurna MPR”. 112 . Keempat Majelis Permusyawaratan hanya dapat memberhentikan Presiden dan atau/Wakil Presiden dalam masa jabatannya. DPR. Persyaratan kewenangan tersebut diatur oleh pasal 37 Undang-Undang Dasar 1945. Ketiga Indonesia Majelis mempunyai Dasar. Kewenangan ini didasarkan menurut Undang-Undang Dasar Pasal 3 ayat 1 dan pasal 8 UUD 1945 Perubahan UndangUndang Dasar 1945.

Karena dipilih oleh rakyat secara langsung mengakibatkan kewenangan memberhentikan Presiden mempunyai persyaratan yang sulit. Dalam pasal 6A UUD 1945 telah diatur berarti tentang pemilihan langsung Presiden oleh rakyat. Kelima Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden Sehingga akhirnya proses politik ini berdasarkan pengganti sesuai dengan pasal 8 ayat 3 UUD 1945. hukum. Walaupun mempunyai akhirnya Majelis untuk Permusyawaratan memutuskan Rakyat yang kewenangan mengenai perkara tapi dengan dasar putusan Mahkamah Konstitusi (pasal 11 huruf c UU tentang susunan dan kedudukan MPR.mereduksi juga kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. DPR. Presiden dan Wakil Presiden terpilih harus bertanggung jawab kepada pemilihnya. Pasal 11 huruf f berbunyi “memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya 113 . DPD dan DPRD). Kewenangan ini diperjelas menjadi tugas dan wewenang dengan pasal 11 huruf f UU Susunan dan Kedudukan. Pada 1945 Wakil waktu dahulu sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar MPR mempunyai kewenangan untuk memilih Presiden dan Presiden. Konsekuensi dari tugas tersebut jika tidak berhasil maka dalam Pemilihan berikutnya tentu tidak akan dipilih lagi oleh pemilihnya.

berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket

calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya, sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari”. Kewenangan ini merupakan kewenangan yang dipegang dalam keadaan tertentu, dalam beberapa tahun keadaan yang mungkin hanya terjadi sekali. Sehingga kewenangan inipun

akhirnya tetap menjadi kewenangan yang tergantung dengan situasi dan kondisi proses politik kenegaraan. Keenam memilih Wakil Presiden dari dua calon yang

diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden lambatnya dalam dalam masa jabatannya. enam Dan dilakukan selambatini

waktu

puluh

hari.

Kewenangan

merupakan pengulangan dari pasal 8 ayat 2 UUD 1945. Keenam Dalam menentukan struktur Ketatanegaraan

Republik Indonesia. Majelis Permusyaratan Rakyat akhirnya didudukkan sebagai lembaga yang mempunyai kedudukan yang sama dengan lembaga negara yang lain. Majelis

Permusyawaratn Rakyat tetap menjalankan fungsi keseharian. Hal ini diperkuat dengan adanya Pimpinan MPR, Sekretaris

114

Jendral lembaga

MPR

dan

tugas

dan

wewenang lain. Maka

yang

berbeda

dari

perwakilan

yang

sistem

parlemen

Indonesia menjadi tricameral system, teori ini merupakan teori dari Profesor Jimly Asshiddiqie165. Perbandingan dengan negara lain yang mempunyai tugas dan wewenang yang mempunyai kemiripan dengan MPR. Maka MPR tetap menjadi suatu lembaga negara, yang tidak mempunyai satu kewenangan yang dimiliki oleh lembaga negara di

negara lain. Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat menjadi lembaga perwakilan rakyat yang bukan lembaga legislatif

pembuat undang-undang. Kedelapan tugas dan wewenang lembaga Majelis

Permusyawaratan Rakyat

sebelum diadakan Perubahan UUD 1945

hampir sama dengan lembaga negara di negara lain. Seperti Cina. MPR setelah lembaga tugas yang tetap perubahan pertemuan dan hampir Undang-Undang anggota DPR Dasar DPD 1945 yang tetapi adalah,

merupakan mempunyai kewenangan bahwa Dasar.
165

dan

wewenang sama

tersendiri. negara pembuat

Akan lain

dengan

MPR

menjadi

lembaga

Undang-Undang

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

115

2. Saran Kesatu perlu dirumuskan kembali apa yang dimaksud

dengan tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar secara dan undang-undang Sehingga tentang tidak susunan dan kedudukan yang

jelas.

terjadi

interprestasi

dibuat oleh lembaga negara yang lain walaupun hal itu bisa diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi. Seharusnya UndangUndang Dasar dan undang-undang mengaturnya dengan jelas. Kedua tentang menjadi telah benar pendapat para Majelis ahli hukum tata negara Rakyat

tidak

perlunya

Permusyawaratan

lembaga yang tetap. Karena tugas dan wewenangnya menjadi dalam tugas yang formal belaka. tertentu hal Dan yang tak

direduksi

wewenang

digunakan

beberapa hanya

kondisi

kemungkinan

terjadinya

akibat

beberapa

terduga. Hal ini bisa jadi pertimbangan untuk Perubahan UUD 1945 kedepan. Anggaran yang dikeluarkan oleh negara untuk kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat, seperti

banyaknya pegawai yang diperlukan untuk melaksanakan tugas keseharian Majelis Permusyawaratan Rakyat, tidak diperlukan lagi. Karena lembaga ini berubah menjadi forum yang hanya bersidang dan melaksanakan tugas dan wewenangnya yang

116

Dengan catatan bahwa tugas dan wewenang yang seremonial seperti pelantikan Presiden dan Wakil Presiden secara para mewah wakil dan besar-besaran. yang Alangkah tidak dilakukan lebih dalam bijaknya Majelis rakyat terhormat Permusyawaratan Rakyat menggunakan fasilitas negara yang telah tersedia seperti: ruang rapat Majelis Permusyawaratan Rakyat yang telah tersedia. Dengan bentuk forum maka anggaran yang dikeluarkan akan menurun.dilakukan pada saat tertentu. seperti tidak perlu membayar gaji dan mengangkat pegawai negeri untuk mengurus kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat. 117 . Indonesia telah mengalami bertahun-tahun defisit anggaran.

UI Press. 1996. Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. Satya. 1993 Grafiti. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve.1997 Arinanto. 2002 118 . Jakarta: Pustaka AlQautsar.Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Himpunan Peraturan Hukum Tata Negara. 1994 ____________. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. Perubahan Ketiga Undang-Undang Jakarta: UI Press. Al-Qardhawy. 2002 Dasar __________. 1991 Asshiddiqie. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti. 1945. 1996 ____________. Jakarta:UI Press. __________. Jakarta: Ind Hill-Co. Jakarta:UI Press. Hukum Dan Demokrasi.DAFTAR PUSTAKA BUKU Al Rasyid. Harun. Jimly. Pengisian Jabatan Presiden. Gagasan Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia.

Hukum Jakarta:Ghalia Indonesia. 1968 Garner. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: CV De Tocqueville. Black’s Law Dictionary . Jakarta: Ghalia Indonesia. Otoritas Rajawali. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.1985 Dan Demokrasi.Hill-Co. St Paul. 1976 Echols. J. Toronto: Collier-Macmillan Canada. New Jersey: Prentice Hall. Miriam. Democracy In America. Lawrence. New Jersey: Princeton University Press. Millan Education LTD. 1984 Tata Burns. Abubakar. sevent edition. April. Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. Thomas. Bryan. Abudaud. New York: Washington Square Press. James. Hukum Tata PT Jakarta: Demokrasi Jakarta:PT Negara. 1999 119 .AV. Gramedia Pustaka Utama.1998 Busroh. Government By The People.W. Larry. Kamus Inggris Indonesia. 1985 Dood. 1959 Djokosutono .. Alexis. 1997 Eidelberg. Ilmu Negara. Jakarta:Ind. Minn:West Group. 1965 Diamond. 1994 Dicey. Teori Dan Aliran Penafsiran Negara. John. 1998 _________________. Coalitions in Parliamentary Government. Peltason. 1989. Carter.____________. London:Mc. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Cronin. Demokrasi di Parlementer dan Demokrasi Gramedia Pustaka Utama. Paul. Indonesia Pancasila. Shadily. The Philosopy Of The American Constitution. 1998 Budiarjo. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang.

Mukaddimah. AS. 120 . 2003. Bina Aksara . Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. 1984 Indonesia. Sejarah Ketatanegaraan Republik Jakarta: PT. 1986 Umum 1987. Hornby. 1987 Huntington. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia. Jakarta: Pustaka Firdaus. Bagir. London: George Manan. A Grammmar Of Politics. 2003 Ibrahim. Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum. 1987 Konvensi Ketatanegaraan. 1990 Laski. Pengantar Bandung: Bina Cipta. Pengantar Hukum Tata Negara. Eman. Didit. Harmaily. Jakarta: Sinar Bakti. Harmaily. Mochtar.Hasan. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar. Ibrahim. Ibnu. Ismail. London: Oxford University Press. Pemilihan Paramita. Samuel. Mohammad. Khaldun. Majelis Permjusyawaratan Rakyat Suatu Tinjauan Dari Sudut Hukum Tata Negara. Oxford Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. Estiko. Allen & Unwin LTD. 1938. Harold. Yogyakarta: KLIK dan DKN GARDA BANGSA. Hukum Internasional. Bandung:Armico. 1988 Kusumaatmaja. 1979 Joeniarto. Jakarta:PT Pradnya Hariadi. Yogyakarta: CV Qalam Yogyakarta. 2001 Hermawan. Jakarta: Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral.2000 Kusnardi.

Naning. 1989 Thaib. Hendra. 2000. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Yan. third edition. Republik. 1976 Puspa. Ramdlon. Dahlan. New York:Oxford University Press. Ni’matul . Marshal. 1985 MPR Tidak Mutlak. Teori Dan Politik Konstitusi. WJS. O’Donnel. Mulyono. 15 Direktorat Pendidikan Geoffrey Meny. 1999 121 . Knap. Yogyakarta: Liberty. Semarang:CV. Kamus Hukum. Pramadya. Dahlan. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. Hamidi. Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Nasional. Erlangga. Jakarta: LP3S. Teori Hukum Dan Konstitusi. 2002 Poerwadarminta. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. Jakarta. Jakarta: PN Balai Pustaka. Implementasi Sistem Ketatanegaraan Menurut UUD 1945. Jakarta:Bentang. Andrew.Oxford: Oxford University Press. 1977 Purbopranoto. Yogyakarta: Liberty 1982 Nurtjahjo. Perwakilan Golongan Di Indonesia. Jazim. Schmitter. h. Bandung: Alumni. Kekuasaan Jakarta.__________________. Government And Politics In Western Europe. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara UI2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. Whitehead. 1957 Yves. tanpa tahun Plato. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Aneka Ilmu. Kuntjoro. 1981 Thaib. Huda.1998 Doto.

Hukum Tata Negara Indonesia Dasarnya.T. MPR Dari Masa Kemasa.1996 Politica. Jakarta: Sinar Grafika. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. 1988 Konstitusi Indonesia. Sejarah Filsafat Barat. 1994 Bertrand Russel. Sekretariat Jendral MPR RI. Ernest. Judith. Jakarta:Sekretariat Jendral MPR RI. 2002 Sjadzali. Jakarta: Ghalia Indonesia.C. 2001 Shklar. Jakarta: UI Press. 1983 Dasar- Rapar.Ranawijaya. 1993 Simorangkir. J. Munawir. J. Unsur Dan Riwayatnya. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat 1950. 2002 Samsul Wahidin. Jakarta. Jakarta: Rajawali Grafindo Persada. Hukum Dan Jakarta:CV. Jakarta:Pustaka Utama Grafiti. 2000 Renan. Pandangan Negara Integralistik: Sumber. Masagung. 1988. Jakarta:Bandung. Tiga Undang-Undang Dasar: UndangUndang Dasar 1945. Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. Simanjuntak. Filsafat Politik Aristoteles. Apakah Bangsa Itu?. Jakarta: Bina Aksara. Jakarta: Sekretariat Jendral MPR RI. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Marsilam. 1994 122 . 1986 Sekretariat Jendral MPR RI.H. Cetakan 2. Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002. Usep. Montesqieu Penggagas Trias Jakarta : Pustaka Utama Grafiti. Islam Dan Tata Negara Ajaran Sejarah Dan Pemikiran. Redaksi Sinar Grafika.

Mamudji. Sri. 1989 _____________.Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi. 1991 Tim IFES. Filsafat Hukum Bagian 1. Soekanto. 1985 Taimiyah. Jakarta: IFES. Soerjono. Bandung. Ilmu Perundang-Undangan: Dasar-Dasar Dan Pembentukannya. h. Pengantar Perbandingan Antar Negara. h. Citra Aditya Bakti. Bandung:Mandar Maju. Jakarta: Aksara Baru. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis. Soeprapto. Ilmu Negara.Soehino. Bandung: PT. Soerjono. 1989 Kekuasaan Eksekutif. Cet. ASS.16 Solly. Jakarta:PT Pradnya _________. 1995 Normatif. PT Pradnya Paramita. 1981 Hukum Tata _____________. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta: 1986.133-134 Soetiksno.1980 Soekanto. Sistem Pemilu. Filsafat Hukum Paramita. Jakarta: Kanisius.UN. 1998 Soemantri. 2002. IDEA. Jakarta. Rajawali.4. Penelitian Hukum Jakarta:Raja Grafindo Persada. Jakarta: Ismail. Lubis. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Pembagian Kekuasaan Negara. 1986 ____________. 2003 Bagian 2. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: PT Bulan Bintang. Yogyakarta: Liberty. Ilmu Negara. Jakarta. 1987. Maria Farida Indrati. Jakarta. Sunny. 2001 123 . Pergeseran Aksara Baru. 1989 Tambunan. Alumni. Ibnu. CV. Pedoman Islam Bernegara.

Tim PSHK. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia. 1995 Varma.Nadhillah Ceria Indonesia. Constitution Of China 124 . Teori Politik Modern. Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. Jakarta: Pusat Studi Hukum Dan Kebijakan Indonesia. 1990 Wahjono. Jakarta: Ind Hill-Co. Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Padmo. 1996 Yamin. 1982 Muchyar. Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. 1995 PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Indonesia. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Cina. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR. Ilmu Negara. Konstitusi RIS 1949 Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia. Muhammad. Yara. Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. SP. 2000 Tim Sekretariat Negara. DPR. Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Jakarta: PT. Jakarta:CV Rajawali.

Amerika Serikat. Bali. 28 Oktober 2000.Demokratisasi Pemilihan Presiden dan Peran MPR Di Masa Depan. Constitution Of Venezuela 1961 Venezuela.Dan Keberdayaan Masyarakat Madani.com diakses pada tanggal 29 Maret 2003 ________________.theceli. di Chicago.Amerika Serikat. Jimly. Constitution Venezuela 1999 Of The Bolivaarian Republic Of MPR. disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM . Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945. www. Jakarta. Reformasi Menuju Indonesia Baru: Agenda Restrukturisasi Organisasi Negara. _______________________. Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 tentang Peraturan Tata Tertib Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR. America Constitution Of The United States Of Venezuela. Refleksi Tentang Arah Sistem Hukum Dan Kenegaraan Indonesia Pasca Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945. Disampaikan dalam forum Kongres Mahasiswa Indonesia Sedunia I. Juli 2003 125 . 28 Maret 2003 _________________. Ketetapan MPR No V/MPR/1973 tentang Peninjauan ProdukProduk Yang Berupa Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara MAKALAH Ashhidiqie.

jam 13.html. diakses pada tanggal 10 Januari 2003.php.org/politica/constitu.ch/law/icl/ch00000.com/countryguide-study/venezuela/venezuela69. Juli. www.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela67. Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional. Venezuela Legislature. diakses pada tanggal 1 Juli 2003.Suny. html diakses tgl 30 Juli 2003.oefre.101k. 2003. diakses pada tanggal 1 Juli 2003.html diakses tanggal 1 Juni 2003 Venezuela Constitutional Development.go. http://www.html diakses pada tanggal 30 Juli 2003.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela66. 1990 pada Governmental System.1upinfo.html . BPHN dan DEPKEH HAM RI.mpr. Data as of December http://www.unibe.4 SUMBER INTERNET Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia . http://www.id/h/tentang/index. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII. diakses pada tanggal Juni 2003 126 .26 National People’s Congres Data as of July 1987http://www.1upinfo. Ismail.html.embavenezus. h.com/country-guidestudy/china/china294.1upinfo. Constitution Of Venezuela.1upinfo.http://www. ChinaConstitutionhttp://www. Bali.

127 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->