FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI

Nama : Rahmat Bagja NPM : 0598002146 Program Kekhususan : PK V (Hukum Tentang Hubungan Negara Dengan Masyarakat) Judul : TUGAS DAN WEWENANG MPR SEBELUM PERUBAHAN UUD 1945

Menyetujui

Pembimbing I

Pembimbing II

Prof.DR.Jimly Asshiddiqie, S.H. Makmur Amir, S.H . Ketua Jurusan Hukum Tata Negara

Ramly Hutabarat S.H, M.Hum.

i

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahiim

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya dan ridlo-Nyalah penulisan skripsi dengan judul “Tugas Dan Wewenang MPR Setelah ditengah Perubahan sakit dan UUD masa 1945” ini dapat yang

diselesaikan,

penyembuhan

melanda penulis. Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan banyak rahmatNya pada penulis, tetapi penulis terkadang lupa untuk

mensyukuri rahmat dan nikmat tersebut. (Nikmat Tuhan mana yang manusia bisa dustakan). Banyak tantangan yang dihadapi penulis dalam menyusun skripsi pihak, ini. Akan tetapi, berkat dukungan dari berbagai dilema

akhirnya

skripsi ini

terselesaikan. banyak

penulis alami dalam menggubah suatu goresan yang mungkin masih jauh dari sebutan mahakarya ini, telah banyak sekali pihak-pihak yang secara disadari maupun tidak

disadari,langsung atau tidak langsung telah di buat repot dalam membantu penulis. Untuk itu, penulis kepada: mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya

ii

1.

Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, S.H, dan Mahaguru dan penulis yang

sebagai pembimbing I banyak memberikan Banyak di

telah kepada

inspirasi berbagai

bimbingan ilmu

penulis.

perkembangan

pengetahuan

terutama

bidang ilmu hukum yang diberikan secara langsung dan tidak langsung oleh beliau. 2. Bapak Makmur Amir , S.H, telah memberikan selaku pembimbing II yang kepada penulis dalam

semangat

mengerjakan skripsi ini dan juga sebagai abang(senior) dalam organisasi yang digeluti penulis sehingga arahan dan bimbingan beliau sangat berarti. 3. Bapak Ramly Hutabarat S.H, M.Hum, selaku Ketua Program Kekhususan Masyarakat). 4. Bapak Prof. Abdul Bari Azed S.H, M.H, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Tidak lupa, penulis berhutang budi kepada pihak-pihak yang telah memberikan masukan berupa pendapat ilmiah serta bahan penulisan: 1. Prof. Ismail Suny S.H, MCL , Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah V (Hubungan antara Negara Dengan

beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis.

iii

Maria Farida S. Kak Dian Anggraini “akuntan iv . dan juga dalam 3 pertemuan diskusi yang sangat berarti pada mata kuliah Lembaga Kepresidenan 3.2. yang telah memberikan masukan tentang beberapa kewenangan MPR dalam Penelitian tentang peninjauan materi dan status hukum ketetapan MPR dan MPRS. S. yang telah memberikan masukan entang komposisi MPR. (Ya Allah sayangilah kedua orang tua Dan penulis terima sebagaimana kasih dan mereka sayang menyayangi buat S.Dr. semangat dan dorongan yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsinya 1.Tuti membesarkan betapa Ruchyati penulis indahnya yang (dan telah akhirnya yang melahirkan penulis mengerti hadits menyatakan Surga terletak dibawah kaki Ibu).H.Bang Hendra Nurtjahjo S.H. kakak penulis). MH.Hum. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis.H. ayahanda tercinta Muzwan Amry yang telah mengasuh dan membesarkan penulis. Dr.E. 4. Prof. Terima Kasih juga penulis haturkan kepada pihak-pihak dibawah ini atas saran. dan adik bisa penulis. Harun Al Rasyid. Ibunda tercinta dan Dra. M.

Saudara-saudaraku Information Dono Sang (CELI). “Sufi tercinta Budi di Center dan For Law “fungky cukup sabar”. SD. Mutia Febrina “sang aktivis FSI FEUI” (semoga cepat lulus dan IPK tinggi) dan Fauzan Amru (rajin belajar yaa!) 2. Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak/ibu guru yang tiada tara). Bang Ajo dan pengertian tentang memberikan memberi arti pada kehidupan. lain-lain. Metropolitan”. Ningrat “Jurnalis. Bang Fitra sebagai senior dan guru penulis pada penelitian TAP MPR di Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. Bang Imron Azis. 5. Bang Abdi Kurnia. v . juga bang Satya Arinanto sebagai Ketua PSHTN UI. Wartawan dan Yang Ingin Jadi Penyair Damai”. yang telah Bang Said. Bang Tope ( Mustafa Fakhri). Bisar “sang sastrawan aneh dan religius” teman seperjuangan dalam skripsi. Guru-guru penulis pada saat di TK.disegala bidang” ( calon MSi. 4. Bang Indra Surya. SMPN 2 Bogor dan SMUN 2 Bogor (Terima Kasih Atas Bimbingannya. 3. Fatah “Eksistensialis dan Intelektual Nyentrik”. Heru Geeks “Sang Nggak Mungkin”. Senior-senior penulis. Amin!) atas dorongannya.

“Mr Filsuf Abadi dan Natural Born Researcher” yang sedang mencari pendamping hidup yang pas (katanya). 11. Rustam hubungan (moga yang Allah serius. mendorong dan menyemangati penulis dari tingkat 1 sampai sekarang (terutama pada saat penulis Insya Ridla). Ises. Mohamad Mova Al Afghani. 8. Diah dan kawan-kawan FHUI lainnya vi . Titi Anggraini atas bantuan dan diskusinya juga sakit). Pegurus Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FHUI periode 2000-2001. 9. skripsinya.6. sekretaris yang sangat baik) . Pengurus Senat Mahasiswa FHUI periode 2001-2002 10. Sahabat setia dan saudaraku tercinta yang senantiasa mengajak diskusi dan memberi semangat serta inspirasi bagi penulis. jutek “Hidup tapi HMI baik hati). Lieni (walaupun terkadang HMI. Sahabat setia dan saudaraku tercinta dan “MR Perfect” yang mendampingi. teman-teman di FHUI serta HMI Cabang Depok. Apreza. Allah dan sedang Sunan menjalin J. Irma (teman. Sholikin (Sekretaris Mushola Al Fath). 7. Icha Komisariat HMI (Penyemangat Komisariat FHUI”!).

Bang Freddy. Surya Yuli Diana. Bang Kurnia atas bantuannya yang Intan Wahyuningrum atas bantuannya di berarti. Sesungguhnya yang benar hanya dari Allah SWT semata dan yang salah dari kelemahan penulis. Rahmat Bagja vii . harapan penulis agar karya ini dapat berguna dalam menjadi bahan bacaan bagi peminat Hukum Tata Negara. dan besar karya masih dari kesempurnaan. 15. Tentu saja si kecil Mardy atas segala encouragement dan bantuannya (Hatur Nuhun atas bantuan dan perhatiannya di waktu penulis sakit) 13. Agustus. Bu Aminah ( matur nuwun bu). Teman-teman University Network for Free and Fair Election (UNFREL) 1999 simpul UI dan Simpul JABOTABEK. Mbak Vivi. 16. Catur ISMAHI. Depok. Wabillahi Taufiq Wal Hidayah. Dede Anggraini di Bogor maupun di Bangka terima kasih atas perhatiannya. Penulis. Mohon Walaupun maaf bagi ini yang belum jauh lupa disebutkan.12. 17. Pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia periode 2002-2004. 2003. 14.

tetapi tetap secara lembaga tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. Akan tetapi setelah Perubahan UUD 1945. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia adalah lembaga negara yang telah diberikan tugas dan wewenang tertentu oleh Undang-Undang Dasar 1945.ABSTRAK Rahmat Bagja (0598002146). Agustus 2003. Dalam perjalanannya Undang-Undang Dasar 1945 telah diganti oleh beberapa konstitusi dan kemudian kembali lagi kepada Undang-Undang Dasar 1945. secara lembaga MPR tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. 119 hal. Ada beberapa tugas dan wewenang MPR dalam UUD yang harus diatur dengan jelas untuk menghindari kesalahan dalam bernegara. kemudian disusul yang kedua tahun 2000. Depok: Fakultas Hukum. Universitas Indonesia. tetapi Majelis Permusyawaratan Rakyat tetap merupakan suatu lembaga yang unik jika diperbandingkan dengan lembaga negara di negara lain.2. SKRIPSI. ketiga tahun 2001 dan keempat tahun 2002. Dalam tugas dan wewenang MPR harus diatur lebih jelas lagi mengenai apa yang dimaksud tugas dan wewenang. TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945. Pada Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dicabut kekuasaannya untuk melaksanakan kedaulatan Rakyat (Pasal 1 ayat 2 Perubahan Undang-Undang Dasar 1945) kemudian tugas dan wewenangnyapun berubah sesuai dengan pasal 3 ayat 1.3 Undang-Undang Dasar 1945 hasil Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945. Ada beberapa kesamaan dalam tugas dan wewenang dengan negara lain. baik dalam hal lembaga maupun tugas dan wewenang. Setelah tahun 1999 terjadi perubahan UndangUndang Dasar 1945 yang pertama. viii . Dan MPR sebaiknya diubah menjadi suatu forum bukan suatu lembaga yang aktif karena tugas dan wewenang MPR tidak memerlukan suatu lembaga negara. Pada Perubahan Keempat akhirnya Majelis Permusyawaratan Rakyat diubah komposisinya menjadi anggota 2 lembaga negara yaitu:Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah (pasal 2 ayat 1). ditemukan banyak kemiripan yang ada. Perubahan tugas dan wewenang tersebut mengubah struktur kelembagaan yang ada. MPR sebelum Perubahan UUD 1945 jika diperbandingkan dengan Kongres Rakyat Cina.

....................................................................................................................1 1...............................................................................................VIII BAB I PENDAHULUAN...9 4................................................................................................................................................................................12 6.........................................9 3....... DEFINISI OPERASIONAL ............POKOK PERMASALAHAN..........................................................................................................................I TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI............................................................................ LATAR BELAKANG...........................................................................................................................................................................................................................................................................METODE PENELITIAN..................................II ABSTRAK................................................................................................................. TUJUAN PENULISAN.10 5.......13 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN ix ...........................................I KATA PENGANTAR..SISTEMATIKA PENULISAN...........................................................................................................................................1 2...........................................................DAFTAR ISI UNIVERSITAS INDONESIA................................................................................................................................

Persatuan Indonesia telah menjiwai proses penetapan bentuk negara. h. Ind Hill-Co. Hukum Dan Demokrasi. Pada pada tahun Indonesia dimulai tahun itulah berdirinya Negara Republik Indonesia sebagai suatu kumpulan besar manusia. yang sehat jiwanya dan berkobarkobar hatinya. Alumni. Bentuk negara yang telah dipilih harus memungkinkan terwujud dan terjaminnya Persatuan Indonesia. 1991.19 3 Satya Arinanto.BAB I PENDAHULUAN 1. 1994. Apakah Bangsa Itu?. Jakarta. Jakarta. 1991. Latar belakang Sejarah Republik kehidupan berbangsa pada dan bernegara 1945. 58 2 ASS Tambunan. Bandung. menimbulkan suatu kesadaran batin yang dinamakan bangsa. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis. h.1 Persatuan Indonesia merupakan ide besar yang merupakan cita-cita hukum dan cita-cita moral bangsa Indonesia2. Pustaka Sinar Harapan.3 1 Ernest Renan.59 1 . h.

Bagir Manan. Akan tetapi hal ini dapat diatasi dengan adanya Aturan Tambahan dan Aturan Peralihan UUD 1945. Bandung. Konvensi Ketatanegaraan. Setelah bersidang selama beberapa tahun Konstituante dibubarkan oleh Presiden Sukarno secara sepihak. Atas dasar UUD 1945 berbagai struktur dan unsur Negara mulai ada4. 1984. h. 1987. Setelah itu dimulailah periode kembali ke UUD 1945 ditandai dengan 4 Dekrit Presiden tahun 1959. Jakarta. PT Bina Aksara. CV Armico. 17 5 2 . dan terbentuk Konstituante yang bertugas membuat UUD.Berdirinya Negara ini tidak hanya ditandai oleh Proklamasi dan keinginan untuk bersatu bersama. kemudian diganti lagi dengan UUDS 1950. Walaupun secara jelas pada masa itu belum ada lembaga-lembaga yang diamanatkan oleh UUD. h. Hasil pemilihan umum tersebut melahirkan Dewan Perwakilan Rakyat sebagai suatu lembaga perwakilan rakyat. Pada masa UUDS 1950 terselenggara pemilihan umum pada tahun 1955 untuk memenuhi amanat dalam masyarakat dalam Undang-Undang Dasar.5 Setelah UUD 1945 berlangsung selama 4 tahun diganti dengan Konstitusi RIS pada tahun 1949. 36 Joeniarto. Sejarah Ketatanegaraan Republik Indonesia. akan tetapi hal yang lebih penting adalah adanya UUD 1945 yang merumuskan berbagai masalah kenegaraan.

3. Pada saat itu terjadi perubahan Konstitusi yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia. h. dengan digantikan oleh orde reformasi atau zaman reformasi7. Berkembanglah setelah itu wacana mengenai masyarakat madani atau dikenal sebagi civil society. Krisis Konstitusi ditandai dengan otoriternya kepemimpinan nasional atas dasar konstitusi (executive heavy).6 2. Krisis ekonomi. Krisis Politik ditandai dengan adanya krisis kepemimpinan. Suatu jaman perubahan yang dinamakan reformasi. Cetakan 2. 2001. Jakarta. Menurut Alexis de Tocqueville memandang civil society sebagai wilayah otonom dan memiliki dimensi politik dalam dirinya sendiri yang 6 Indonesia mengalami masa-masa sulit dimulai pada tahun 1997 pada saat turunnya harga mata uang rupiah. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998.Setelah tahun 1998 maka dimulai zaman reformasi dan zaman ini diakibatkan oleh berbagai krisis yaitu: 1. Sekretariat Jendral.13-23 3 . menandai berakhirnya orde baru. hal ini tercermin dalam pemberitaan media massa pada tahun 1997 dan 1998 7 Sekretariat Jendral MPR RI. Krisis-krisis tersebut melahirkan gerakan reformasi yang menginginkan suatu perubahan di Indonesia.

LP3S. h. Keadilan yang menyeluruh. Islam Dan Tata Negara. Dan banyak kriteria lain untuk format masyarakat madani. seperti adanya lembaga perwakilan. 63 9 4 . Yang terpenting adalah dua tuntutan masyarakat pada saat itu adalah Supremasi Hukum dan Amandemen atau Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Setelah tahun 1998 dimulai tuntutan-tuntutan akan perubahan mendasar di Republik Indonesia. Penguasa yang berwibawa. Untuk kata Amandemen atau Perubahan maka yang dipakai 8 Hikam. AS. 8 Menurut Al Mawardi ada beberapa syarat untuk mencapai keseimbangan dalam segi politik negara yang ideal menurut Islam:9 a. 1999. Jakarta. e. h. Imamah (kepemimpinan). c. Demokrasi dan Civil Society. d. UI Press. f. Agama yang dihayati. pengadilan yang bersih juga merupakan kriteria masyarakat madani. b. supremasi hukum. Demokratisasi. Sistem Pemerintahan. 1993.dipergunakan untuk menahan intervensi negara. Cara pemilihan atau seleksi imam.226 Munawir Sjadzali. Jakarta.

Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi.133-134.dalam karya ilmiah ini adalah Perubahan Undang-Undang Dasar karena artinya dalam bahasa Inggris. to amend the Constitution mengubah Undang Undang Dasar dan Constitutional Amandement artinya perubahan Undang-Undang Dasar mempunyai makna yang berbeda. Sri Soemantri.4. sedangkan kata perubahan berarti berubahnya sesuatu (dari asalnya). Alumni. perubahan Bahasa Dengan berarti demikian sama resmi apabila kita menyebut tetapi adalah kata dalam kata dengan yang “amandemen”. dan kata mengubah berarti menjadikan lain atau menjadi lain dari. dipergunakan Indonesia “perubahan”. Pada tahun 2000 terjadi Perubahan II UUD 1945 terjadi Pada yang mengatur HAM dll. Bandung.10 Dalam penulisan akan dipakai kata Perubahan Undang-Undang Dasar. Cet. h. Lebih lanjut kata “amandement” itu diserap atau diIndonesiakan menjadi “amandemen”. Pada tahun 1999 terjadi Perubahan I UUD 1945 yang mengatur beberapa hal penting seperti pembatasan jabatan presiden. Pada Perubahan I dan II beberapa 10 perubahan yang mendasar dalam UUD 1945. 5 . 1987. dan pemakaian kata yang lebih tepat adalah amandement. Dengan demikian kata mengubah dan perubahan yang berasal dari kata dasar “ubah” sama dengan to amend atau amandement.

Akan adanya Pemilihan ini Presiden dan Wakil Presiden tugas Langsung. Akan tetapi setelah Perubahan III maka terjadi perubahan mendasar terhadap UUD 1945. 2001. Dan Presiden harus memperhatikan pendapat Dewan Perwakilan Rakyat ataupun Mahkamah Agung jika berkaitan dengan hukum11. 11 Didit Hariadi Estiko. Dalam banyak hal. Sampai dengan Perubahan terhadap Perubahan yang II belum ada kritik yang tajam terjadi terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dari mayoritas Ahli Hukum Tata Negara dan Para Politisi Partai Politik. Secara garis besar dapat disimpulkan Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 meliputi: 1.33 6 . h. Presiden tidak lagi memegang kekuasaan legislatif. Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral. Adanya Penghapusan Utusan Utusan sehingga Golongan Daerah dalam menjadi MPR MPR dan dilembagakannnya Perwakilan Daerah Dewan berubah komposisi secara total. Hal berakibat besar terhadap Majelis Permusyawaratan Rakyat. 2. Jakarta.Perubahan terdapat Undang-Undang beberapa Dasar 1945 sampai tahun 2000 reduksi kekuasaan lembaga eksekutif seperti dalam pembatasan kekuasaan Presiden. Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum.

Perubahan dan peran III dan IV UUD 1945 telah mengubah status MPR. Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah dari lembaga pemegang kedaulatan rakyat yang disebutkan secara eksplist dalam UUD 1945 menjadi lembaga negara. Ketika sedang memasuki Proses Perubahan IV perubahan yang kurang dicoba diperbaiki. Proses Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi salah satu sebab banyaknya kekurangan yang terjadi. Dan berakhir juga kedudukannya sebagai lembaga tertinggi negara dalam struktur kelembagaan 7 . Perubahan IV menjadi suatu keharusan yang mau tidak mau harus ada. Dan tidak ada lagi tugas membuat GBHN yang dilakukan oleh MPR. maka Presiden langsung bertanggung jawab kepada pemilihnya. Karena dengan adanya Pemilihan Presiden Langsung.Setelah Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 berlaku maka banyak kekurangan-kekurangan yang ada dalam UndangUndang Dasar. Hal ini dikritisi sebagian besar oleh praktisi hukum terutama Hukum Tata Negara. Karena ada beberapa hal yang belum diatur dengan jelas. sehingga menimbulkan masalah secara tekhnis hukum. Setelah kekuasaan adanya Perubahan UUD 1945 Rakyat maka berakhirlah lembaga Majelis Permusyawaratan sebagai pemegang kedaulatan rakyat.

17 8 . Sebelum Perubahan UUD 1945 kedudukan MPR adalah sebagai lembaga pemegang kedaulatan Rakyat. h. Bandung: Alumni. perekrutan anggota dan sistem pengambilan keputusan MPR (hal ini lebih dikhususkan pada masa orde 12 Kuntjoro Purbopranoto. 1981. menjalankan bertindak Permusyawaratan seakan tidak pernah salah. setelah Perubahan 1945 dalam peraturan-peraturan tentang struktur UUD umum negara12. DPR dan DPRD. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. Karena terkait dengan sistem ketatanegaraan. Sangat lembaga penting Negara untuk diselidiki tugas bagaimanakah dan nantinya dan melakukan wewenangnya menjalankannya. Pembahasan lebih dikhususkan setelah Perubahan UUD 1945 dan undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR. Hukum Tata Negara Indonesia menghadapi suatu masa perubahan besar dalam tugas dan wewenang lembaga Negara. Dalam karya tulis ini akan dibahas mengenai tugas dan wewenang lembaga negara Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dalam kekuasaan Majelis Permusywaratan dirancang Majelis Rakyat dan ini seluruh Dalam Rakyat aturan ketatanegaraan kekuasaan ini diawasi. Dan mendudukkan lembaga ini kembali didalam struktur ketatanegaraan Indonesia.Negara di Indonesia.

Dan akibat perubahan dari tugas dan wewenang tersebut sehingga dapat menjadi suatu pembahasan yang komprehensif mengenai lembaga negara ini. Bagaimana konsep lembaga Negara Majelis Permusyawaratan Rakyat setelah adanya UUD 1945 di amandemen ? 2. Tujuan Penulisan Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: 9 . dan perbandingannya sebelum amandemen? perbandingannya dan dengan lembaga negara yang Bagaimana memiliki lain? tugas wewenang yang hampir sama di Negara 3. adapun perumusan yang diangkat dalam skripsi ini adalah: 1.Pokok Permasalahan Berdasarkan atas latar belakang yang telah dipaparkan. 2.baru). Dalam karya tulis ini Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia akan dibahas dalam sudut pandang tugas dan wewenang MPR. Bagaimana Tugas dan Wewenang MPR setelah Amandemen UUD 1945 3.

Undang Undang Dasar ialah hukum dasar yang tertulis sedang disampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga hukum 10 . Undang Undang Dasar atau Konstitusi adalah aturan – aturan daasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara.. 2. Pembatasan ini adalah kutipan dari alinea pertama Penjelasan UndangUndang Dasar 1945 yang berbunyi: “Undang undang Dasar suatu negara hanya sebagian dari hukum dasar negara itu. 4. Definisi Operasional Pembatasan dari beberapa istilah yang penulis gunkan dalam penulisan ini adalah sebagai berikutL: 1.1.Untuk memenuhi kewajiban penulis dalam rangka menyelesaikan studi S-1 nya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. meskipun tidak tertulis. Mendapatkan pemahaman mengenai akibat pengurangan tugas dan wewenang MPR dan bagaimana konsep lembaga MPR sebelum dan setelah adanya perubahan Undang-Undang Dasar 1945 jika diperbandingkan dengan lembaga negara yang mempunyai tugas dan wewenang yang hampir sama di negara lain. 3. Mengetahui tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945.

13 2. WJS. meskipun tidak tertulis”. h.14 4. Fungsi adalah jabatan(yang dilakukan) pekerjaan yang dilakukan. DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) adalah lembaga perwakilan rakyat lembaga yang yang berfungsi sebagai lembaga legislasi dan juga fungsi menjalankan fungsi anggaran 13 14 Indonesia. Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945. Poerwadrminta. MPR (Majelis Permusyawaratan yang ada Rakyat) menurut Umum adalah UUD lembaga Yang Permusyawaratan anggotanya Rakyat 1945. Jakarta 1976 h. 283 15 16 11 .dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggraan negara. PN.16 6. h. Tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan. 1150 Ibid. 3.1094 Ibid. dipilih dalam Pemilihan secara langsung dan lembaga ini terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. Wewenang atau wenang adalah hak dan kekuasaan (untuk melakukan sesuatu)15 5. Balai Pustaka. Kamus Umum Bahasa Indonesia.

25 Ibid.Metode Penelitian Metode penulsian yang penulis gunakan dalam skripsi berjudul ”TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945” ini adalah berupa penelitian kepustakaan. 12 . h. Jakarta.18 7.31 20 Penelitian kepustakaan atau disebut juga penelitian hokum normatif adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder belaka. yaitu bahan-bahan antara hukum yang bahan-bahan pustaka yang penulis pergunakan mempunyai Undang kekuatan 1945. Lihat Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji. h. 1995) hal 13. h.pengawasan17. Konsolidasi naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. 14. DPD (Dewan Perwakilan Daerah) adalah lembaga perwakilan daerah yang berfungsi daerah sebagai propinsi Daerah lembaga di perwakilan dan legislatif Anggota dari Republik dipilih Indonesia. Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Anggota Dewan Perwakilan rakyat dipilih melalui Pemilihan Umum. Raja Grafindo Persada.19 5.27 18 19 Ibid. mengikat lain: Undang Dasar Konstitusi Republik Indonesia Serikat. Undang-Undang Dasar Sementara 1950. Penelitian Hukum Normatif ( Jakarta. setiap Dewan Perwakilan dari provinsi melalui Pemilihan Umum. pasal 20A.20 Adapun meliputi: 1. Bahan hukum primer. 17 Jimly Asshiddiqie.

yaitu bahan –bahan hukum yang menjelaskan artikel bahan hukum primer seperti buku-buku. maupun makalah-makalah yang berhubungan dengan topik penulisan ini. majalah dan koran. dan sistematika penulisan. Hal 13 .Sistematika Penulisan Dalam Penulisan skripsi ini digunakan sistematika penulisan sebagai berikut.2. 3. BAB II Menjelaskan konsep lembaga perwakilan yang merupakan konsep dasar MPR sebagai suatu lembaga negara yang memiliki kekuasaan sebagai lembaga pemegang kedaulatan rakyat. yaitu bahan hukum penunjang yang memberikan petunjuk terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti kamus hukum. Bahan hukum tersier. tujuan penulisan. BAB I adalah pendahuluan yang mencakup latar belakang permasalahan yang akan ditulis. Bahan hukum sekunder. metodologi penulisan. dan kamus bahasa. pokok permasalahan. definisi operasional. 6.

ini dicantumkan dalam UUD 1945 sebelum Perubahan dan bagaimana konsep lembaga MPR setelah diadakan Perubahan UUD 1945. BAB III adalah analisa yang akan menjelaskan bagaimana konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia. Dan penjelasan bagaimana tugas dan wewenang tersebut dijalankan dalam praktek ketatanegaraan. juga bagaimana akibat dari tugas dan wewenang tersebut dalam mempengaruhi sistem lembaga perwakilan di Negara Republik Indonesia. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dianalisa juga dari sudut tugas dan wewenang sebagai lembaga negara. Dan menjelaskan struktur yang terjadi akibat tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar. 14 . Juga dijelaskan memegang berbagai kekuasaan teori yang mendasari rakyat dan kekuasaan MPR kedaulatan bagaimana konsep lembaga perwakilan secara umum. Dan bagaimana konsep lembaga ini sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945 sehingga dapat diperbandingkan dengan jelas dalam mana tugas dan wewenang yang dikurangi atau ditambah setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945.

Dan bagaimana pengaturan yang baik dari tugas dan wewenang MPR ditinjau dari kedudukan lembaga MPR setelah Amandemen UUD 1945. Dan dalam bab ini diperiodisasi tugas dan wewenang MPR sebelum perubahan dan sesudah perubahan UUD 1945. Venezuela.BAB IV MPR di Menjelaskan bagaimana perbandingan lembaga negara Indonesia dengan lembaga negara di negara lain dengan asumsi bahwa lembaga negara di negara lain memiliki tugas dan wewenang yang hampir sama. 15 . Kemudian diambil kesamaan antara lembaga negara yang hampir sama dinegara lain dan dicari perbedaannya dengan cara diperbandingkan antara lembaga tersebut. Dan diambil contoh negara adalah Cina. dan Amerika Serikat. BAB V Menerangkan tawaran solusi dari skripsi dengan menjelaskan tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945.

Sehingga Rakyat dapat dapat dijelaskan digolongkan apakah kedalam Majelis lembaga Permusyawaratan perwakilan rakyat atau bukan. Dan rakyat bagaimana sehingga perubahan dapat konsep mengatasnamakan lembaga perwakilan yang ada setelah perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Konsep lembaga perwakilan tidak terlepas dari asal– usul negara yang dimulai: 16 . 1.BAB II KONSEP LEMBAGA MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1.Konsep Lembaga Perwakilan Pada Waktu Negara Berdiri Lembaga Perwakilan atau yang lebih lembaga sering yang dan disebut mewakili fungsi representative rakyat dalam institution melakukan adalah fungsi pengawasan legislasi.1. Konsep Lembaga Perwakilan Untuk membahas lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia maka harus dijelaskan bagaimana konsep lembaga perwakilan rakyat.

temapat dan pakaian).1. Ilmu Negara. 21 Adanya pengakuan dari negara lain. 26 Desember 1934 Pasal 1. 16 22 Konvensi Montevidio tentang Hak dan Kewajiban Negara (Convention on Rights&Duties of States). Lalu terjadilah pembagian pekerjaan dimana masing-masing harus menghasilkan lebih dari keperluannya sendiri untuk dipertukarkan den demikian berdirilah desa. 3. Untuk hidup manusia berkehendak akan bantuan makhluk lain. “ The State as a person of International Law should possess the following 17 . Adanya wilayah.21 Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan berdirinya suatu negara harus mempunyai 4 syarat: 1. Disebabkan manusia tidak bisa hidup sendiri maka cara berkumpullah mereka untuk merundingkan memperoleh bahan-bahan primer (makanan. Adanya Pemerintah 3. 2.22 M. Antara desa dengan desa terjadi pula kerjasama dan terjadilah dengan masyarakat lain negara. h. Solly Lubis. Antara negara-negara karena negara terjadi sama juga lain kerjasama dan perlunya bantuan satu terjadilah hubungan internasional. Adanya rakyat 4. Manusia tidak bisa hidup sendiri. 2.

Ilmu Negara. Menurut Aristoteles bahwa sesungguhnya negara itu merupakan suatu persekutuan hidup atau lebih tepat lagi qualifications (a) a permanent population. Jakarta. 23 Padmowahyono. (c) government and (d) capacity to enter into relations with the other states”. Dan tujuan akhir dari negara adalah mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi warga negaranya. 51 Ibnu Khaldun. Jakarta. Jadi didalam pandangan ahli agamapun pembentukan suatu organisasi kemasyarakatan untuk mengatur masyarakat menjadi suatu keharusan. (b) a defined territory. Ind Hill-Co.71 24 18 . Para filosof atau ahli hukum (al-hukuma) telah melahirkan kenyataan ini dengan perkataan mereka :”Manusia adalah bersifat politis menurut tabiatnya “ (al insanu madaniyyun’biath-thab’i). 2000. dan itulah yang dimaksud dengan peradaban24. menurut para filosof dinamakan “kota”. Menurut ilmuwan Islam Ibnu Khaldun bahwa adanya organisasi kemasyarakatan (ijtima’i wal insani) merupakan suatu keharusan. organisasi Ini berarti. Tujuan dari negara adalah untuk menjalankan ketertiban dan keamanan. h. yang ia memerlukan satu kemasyarakatan. Pustaka Firdaus. Mukaddimah.Ada yang menyatakan bahwa Negara merupakan perkelompokkan dari manusia yang merasa sendirinya senasib yang mempunyai tujuan yang sama23. 1996 h.

artinya suatu persekutuan hidup yang berbentuk polis ( negara kota).35 26 27 19 . Dalam bahasa Yunani politike. suatu pemerintahan bersama yang melayani mereka Rousseau yang mendasarkan (anggapan hobbes.H. Yang terjadi atas dasar sengaja dibuat atau kuntsmatig.27 Kontrak Sosial merupakan perjanjian antara masyarakat yang ingin membentuk suatu negara. 2. h.cit h. Op. 33 Padmowahyono. Mc Dougall membagi pembentukan negara sebagai kelompok masyarakat menjadi 2 yaitu: 1. seperti tujuan dan arti negara bagi masyarakat.cit. Yang terjadi secara wajar atau alamiah atau natuurlijk. Filsafat Politik Aristoteles. 51 M. Locke dan negara atas suatu pembentukan 25 J. Op. Jakarta.26 Timbulnya suatu negara tidak akan terlepas dari teori Contract Social yang diungkapkan oleh Thomas Hobbes. John Locke dan JJ Rousseau . Ungkapan negara adalah persekutuan hidup politis sesungguhnya mengandung beberapa hal penting yang perlu dipikirkan25. h.suatu disebut persekutuan he koinona hidup politis. 1998. Rapar. Rajawali Pers.Solly Lubis.

28 28 Ibid. Rousseau beranggapan bahwa negara bersifat suatu perwakilan rakyat. kebebasan dan liberty. Menurut Utrecht tentang Hobbes. Negara itu diberi kekuatan tidak terbatas (Absolut). h. property). Jean tak Jacqueas berlainan perbandingan antara Thomas dan John Locke bahwa dan Rousseau masing-masing anggapan Hobbes. tentang Locke Mereka mempunyai pembentukan negara dan adanya negara itu. dan negara itu selayaknya negara demokrasi yakni yang berdaulat adalah rakyat. Walaupun Rosseau. kepada yang Kemudian suatu rakyat ini menyerahkan ataupun kedaulatannya sekelompok lembaga. Menurut anggapan ketiga ahli tersebut pembentukan adanya negara itu disusun atas suatu perjanjian sosial.perjanjian antara anggota masyarakat biasanya disebut teori perjanjian masyarakat). kesimpulan-kesimpulan yang mereka tarik tentang sifat negara sangat berlainan. 35 20 . kerajaan dan Menurut Locke negara yang itu selayaknya jaminan manusia bersifat konstitusionil kebebasan healthy memberi pokok mengenai (ingat : hak-hak life. amanat persoon untuk orang mendapat menjalankan kedaulatan tersebut. Menurut Hobbes negara itu bersifat totaliter.

Karena pada saat ini tidak mungkin semua rakyat berkumpul untuk menentukan keinginannya setiap saat.000 ketentuan– dalam ketentuan demokrasi hanya berlaku untuk warga negara yang resmi.2. h. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Karena faktor populasi penduduk yang tidak memungkinkan dilakukan pada satu tempat 29 . kota dan wilayahnya sekitarnya). penduduk (negara jumlah negara (300. Jakarta. PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Direct democracy adalah suatu bentuk pemerintahan dimana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh warga negara yang bertindak berdasarkan prosedur-prosedur mayoritas. 70 30 Miriam Budiarjo. Atas dasar tersebut maka lahirlah teori demokrasi representatif29. 54. 1999.Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat Setelah Negara Berdiri. 1994. Untuk mayoritas yang terdiri dari budak belian dan pedagang asing demokrasi tidak berlaku 30 . h. yang dari sedikit Lagipula sederhana.Jimly Asshiddiqie. 21 . yang hanya merupakan bagian kecil dari penduduk. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Sifat langsung dari demokrasi Yunani dapat diselenggarakan secara efektif karena berlangsung terbatas Serta suatu dalam suatu kondisi terdiri penduduk kota). Jakarta. Gramedia.

Bentang. Jakarta. Apabila dilihat pada saat zaman Yunani telah berlaku pemerintahan akhirnya yang berdasarkan tidak baik. sehingga harus dicari pemecahan Perwakilan masalahnya.dan pada suatu Dan saat. Republik. PT Pradnya Paramita. Muncullah peradaban Romawi yang membuat suatu konsep baru yaitu munculnya dan Senat Caesar sebagai sebagai perwakilan pemegang berfungsi kekuasaan sebagai pengawas dan eksekutif Setelah yang perwakilan runtuh satu maka rakyat muncul dibidang pemerintahan. 354 Soetiksno. Konsep Lembaga Perwakilan di Negara modern Setelah runtuhnya peradaban Yunani maka pada saat itu. 2002. pada dan berjalan Sehingga awalnya demokrasi dikritik oleh para pemikir-pemikir Yunani seperti Plato. sehingga dapat diartikan bahwa wakil rakyat 31 Plato. rakyat (demokrasi).16 32 22 . Filsafat Hukum Bagian 1. h. monarki dari Romawi negara-negara sebagai menjadikan orang (raja) pusat pemerintahan. 3. h. Jakarta. muncullah konsep demokrasi Rakyat atau yang sering lebih disebut sebagai Demokrasi Representatif. 2002. Akhirnya Demokrasi Representatif ini hampir dilakukan disetiap negara modern pada saat ini. Socrates31 dan Aristoteles32.

Penyerahan kewenangan mengatasnamakan rakyat dari rakyat ke lembaga negara. Teori Kedaulatan Setelah merumuskan adanya negara kedaulatan di jaman suatu modern. Menurut Harold J. George Allen & Unwin LTD. Yogyakarta. Dan kemudian lembaga negara mempunyai otoritas untuk memerintah rakyat merupakan suatu hal yang terjadi dalam proses politik dinegara manapun. A Grammar Of Politics. Hal ini untuk independen dalam menghadapi komunitas lain.1. 33 Carol C. Dan menurut Robert Paul Wolf peran lembaga negara yang mengatasnamakan kelompok orang negara yang itu. independent in the face of other communities. 3.Gould. 44 34 23 . It is. yang maka sangat kembali menjadi penting. moreover. diartikan otoritas sebagai tertinggi ”suatu dalam mempunyai wilayah tertentu terhadap penduduk tertentu “33. It is. Demokrasi Ditinjau Kembali.adalah raja. It may infuse its will towards them with a substance which need not be affected by the will of any external power. Tiara Wacana Yogya. PT. h. Dan akan mempengaruhi substansi yang akan diperlukan dalam kekuasaan internal dan kekuasaan eksternal. therefore. Terjemahan bebas: Negara modern adalah negara yang mempunyai kedaulatan.229 Harold J Laski.1938 h. London . internally supreme over the territory that it control”34. 1993. Laski bahwa: “ the modern state is a sovereign state.

dimana kedaulatan dimiliki oleh negara dan merupakan ciri utama yang membedakan organisasi negara dari organisasi yang lain di dalamn negara. Kedaulatan Raja. Kedaulatan Rakyat. 35 36 teori-teori dan apakah kedaulatan yang yang mencoba suatu siapa berdaulat dalam Padmo Wahjono. 2. 3. 1996 hal.Hal ini lebih jauh merupakan tertinggi atas wilayahnya. Sehingga kedaulatan merupakan hal yang mempengaruhi seluruh kehidupan bernegara. Ilmu Negara. Ind Hill Co. 153 Ibid. Karena kedaulatan adalah wewenang tertinggi yang tidak dibatasi oleh hukum dari pada penguasa atas warga negara dia dan orangorang lain dalam wilayahnya”35. kekuasaan yang Jelas disini kedaulatan merupakan suatu keharusan yang dimiliki oleh negara yang ingin independen atau merdeka dalam menjalankan kehendak rakyat yang dipimpinnya. Jakarta. Menurut kedaulatan Jean yang Bodin dikenal sebagai bapak teori merumuskan kedaulatan bahwa kedaulatan adalah suatu keharusan tertinggi dalam negara: “Suatu keharusan tertinggi dalam suatu negara. Kedaulatan Tuhan. h 154 24 . Muncullah merumuskan negara36: 1.

4. Apabila pemerintah negara itu berbentuk kerajaan ( monarki) maka dinasti yang memerintah disana dianggap turunan dan mendapat kekuasaannya dari Tuhan.2. Kedaulatan Negara. Bentuk kedaulatan yang 2 terakhir menunjukkan kedaulatan yang tidak dipegang oleh suatu persoon.Kedaulatan Raja Teori kedaulatan bahwa kekuasaan yang tertinggi ada pada raja hal ini dapat digabungkan dengan teori pembenaran negara yang menimbulkan kekuasaan mutlak pada raja/satu 37 M.1. bukan saja di dunia barat tapi juga di timur. Misalnya jika Tenno Heika di Jepang dianggap berkuasa sebagai turunan dari Dewa matahari. 5. h. 3. Solly Lubis.1. Sehingga dapat dikatakan bahwa kekuasaan teokrasi dimiliki oleh hampir seluruh negara pada beberapa peradaban. Op. 41 25 .Kedaulatan Tuhan Teori kedaulatan Tuhan dimana kekuasaan yang tertinggi ada pada Tuhan.37 3. Teori-teori teokrasi ini dijumpai.Cit.1.jadi didasarkan pada agama. Kedaulatan Hukum.

Jakarta. L’etat cest moi yang diungkapkan oleh Louis XVI yang menjadi sumbu dari pergerakan Revolusi Perancis. Teori-teori kekuasaan jasmani atau teori-teori perjanjian dari Thomas Hobbes. dan dapat disimpulkan bahwa trend dan simbol abad 20 adalah tentang kedaulatan rakyat. Liberty. Bilamana pemerintah Soetiksno.3 Kedaulatan Rakyat Teori ini lahir dari reaksi pada kedaulatan raja.1. Yang menjadi bapak dari ajaran ini adalah JJ. PT Pradnya Paramita. 2003. ataupun lembaga perwakilan. 1980. Tetapi karena pada saat dilahirkan teori ini banyak negara yang masih raja menganut atau sistem monarki. yang negara pada menjadi kekuasaan pemerintah. h. Yogyakarta. h. Rousseau yang pada akhirnya teori ini menjadi inspirasi Revolusi Perancis39.penguasa38. Ilmu Negara.121 39 26 .59 Soehino. rakyatlah yang berdaulat kepada dan atau menyerahkan memecah kekuasaannya beberapa negara. 3. Teori ini menjadi inspirasi banyak negara termasuk Amerika Serikat dan Indonesia. maka yang berkuasa ini adalah 38 pemerintah. Filsafat Hukum Bagian 2. Dan kemudian muncul menjadi negara adalah raja. Menurut mewakilkan Kemudian diberikan teori ini.

. Mereka taat kepada hukum tidak karena suatu perjanjian tapi karena itu adalah kehendak negara.42 41 42 27 . 1999.42 40 Deliar Noer. dapat dikerahkan untuk kepentingan kebesaran negara. liberty dan property dari warganya. Mizan. government=pemerintah) dianggap terbatas terhadap life. tetapi melangsungkan teori kedaulatan raja dalam suasana kedaulatan dalam rakyat. Menurut Dari paham itu ini. negara mempunyai Negaralah (dalam hak yang sumber arti tidak negara.162 Solly Lubis.41 3.42 Ibid. h. Warga negara bersama-sama hak miliknya tersebut. Jakarta. sedangkan kedaulatan penuh ditangan rakyat dan tidak dapat dibagikan kepada pemerintah itu. h. Kedaulatan rakyat ini. Op. Kedaulatan Negara Teori ini juga sebagai reaksi dari kedaulatan rakyat.1. h.Cit. didasarkan pada kehendak umum yang disebut “ volonte generale” oleh Rousseau40.melaksanakan tugasnya tidak sesuai dengan kehendak rakyat. maka rakyat akan bertindak mengganti pemerintah itu. Pemikiran Politik Di Negeri Barat. Apabila Raja memerintah hanya sebagai wakil.4.

negara Jadi kedaulatan negara penjelamaan baru dari kedaulatan raja.1. Teori Kedaulatan Hukum Teori kedaulatan hukum timbul sebagai penyangkalan terhadap teori kedaulatan negara dan dikemukan oleh Krabbe. berada bukan pada yang ini negara. menurut sarjana-sarjana D. Jerman diajarkan yang yang oleh madzhab Deutsche pada teori Publizisten kekuasaan memberikan mutlak. Armee (angkatan perang) 2.P. 156 28 . Op.5.S kedaulatan bulat pada rakyat. Karena pelaksanaan kedaulatan adalah negara. memiliki adalah Sebenarnya kedaulatan. dan negara adalah abstrak maka kedaulatan ada pada raja.Hal ini terutama Schule.Cit. Kuatnya kedudukan raja karena mendapat dukungan yang besar dari 3 golongan yaitu: 1. 43 Padmo Wahjono. h. Tetapi wewenang tertinggi hanyalah ajaran tersebut alat. Golongan Birokrasi ( staf pegawai negara). Junkertum (golongan idustrialis) 3.43 3. konstruksi suasana raja pada kedaulatan rakyat. Sehingga apa-apa dan praktis tidak rakyat tidak mempunyai Oleh kewenangan karena itu memiliki kedaulatan.

pasal 1ayat 2 45 46 29 . h. Kedaulatan hukum tercantum dalam UUD 1945 “Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan oleh Undang-Undang Dasar46. 3. Kesadaran hukum inilah yang membedakan mana yang adil dan mana yang tidak adil. Dan hukum merupakan sumber kedaulatan. hukum adalah pernyataan penilaian yang terbit dari kesadaran hukum manusia. Cit. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945. Tetapi berada pada hukum yang bersumber pada kesadaran hukum pada setiap orang. 2.45 Teori ini dipakai oleh Indonesia dengan mengubah Undang-Undang Dasarnya.156 M.Konsep Lembaga Perwakilan Setelah adanya Kontrak Sosial Berangkat dari teori Rosseau mengenai Demokrasi Perwakilan. 41 Indonesia. dari konsep kedaulatan rakyat yang diwakilkan menjadi kedaulatan hukum. h. Op.Teori ini menunjukkan kekuasaan yang tertinggi tidak terletak pada raja (teori kedaulatan raja) juga tidak pada negara (teori kedaulatan negara).Solly Lubis.44 Menurut teori ini. Menurut Rousseau maka rakyatlah yang berdaulat dan kemudian mewakili kedaulatannya kepada suatu lembaga 44 Ibid.

.yaitu pemerintah ( siapa yang memerintah untuk menjalankan kedaulatan tersebut). Konsep demokrasi rakyat seperti ini menjadi suatu hal yang diminati pada saat Renaissance dan menjadi konsep yang sering dipakai pada saat ini.. Pada dahulu kekuasaan cukup diwakilkan kepada raja 47 . London. sehingga raja dengan pemerintahannya dapat mengatasnamakan negara.48 Terjemahan bebas: “Ketika kekuasaan legislatif dan eksekutif bersatu dalam satu orang atau lembaga. there can be no liberty. 1938. Raja bertindak atas nama negara dengan tujuan melaksanakan kedaulatan rakyat.. to enforce them in tyrannical manner. because apprehensions may arise lest the same monarch or senate should enact tyrannnical laws. Were it joined to the executive power. 48 Harold J Laski.Were the power of judging joined with the legislature. h.. Akan tetapi hal ini membawa kekhawatiran tentang kekuasaan yang diberikan kepada satu lembaga. for the judge would then be the legislator. George Allen & Unwin LTd. karena kesanggupan akan muncul dengan 47 Renaissance adalah aliran yang menghidupkan kembali minat kepada kesusasteraan dan kebudayaan Yunani Kuno yang selama Abad Pertengahan telah disisihkan. A Grammar Of Politics. Seperti yang dikatakan oleh Montesquieu “When the legislative and executive powers are united in the same persons or body. 297 30 . the judge might behave with all the violence of an opressor”. berarti kemungkinan akan tidak ada kebebasan. Aliran ini membelokkan perhatianyang tadinya semata-mata diarahkan kepada tulisan-tulisan keagamaan ke arah soal-soal keduniawian dan mengakibatkan timbulnya pandangan-pandangan baru. the life and liberty of the subject would then be exposed to arbitrary control.

lazimnya berkembang atas 2 teori.. 2. yaitu : 1. maka kehidupan dan kebebasan dari pengadilan tersebut akan kemudian terkena kontrol yang sepihak dimana hakim tersebut menjadi legislatif. h. Antara sehari-hari. Muncullah berbagai teori tentang bagaimana seharusnya dalam menjalankan kedaulatan.membuat perundang-undangan yang tiran dan dilakukan oleh pemerintahan monarki atau senat. Dan ketika kekuasaan mengadili bersatu dengan legislatif. Teori Demokrasi tidak langsung (representative democracy). Dan ketika kekuasaan mengadili digabung dengan kekuasaan eksekutif. jaman modern adalah Yang sering dipakai dalam pemerintahan dan kekuasaan yang negara 49 demokrasi. Op.. Representasi disini sangat diperlukan bagi eksistensi otoritas politik di samping beberapa hal pokok lainnya. bahwa ia juga 49 Jimly Asshiddiqie. Teori Demokrasi Langsung dapat (direct dilakukan democracy) secara dimana kedaulatan dalam arti rakyat langsung rakyat sendirilah yang melaksanakan kekuasaan tertinggi yang dimilikinya. maka hakim mungkin akan bertindak dengan segala kekerasan sebagai penindas”. rakyat berdasarkan rakyat..Cit. Bagi para ahli politik tentang kekuasaan. dan lembaga tersebut akan berbuat tirani. 70 31 ..

sangat tergantung pada beberapa tuntutan lain. 7 32 . Mc.51 3.Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat di Negara Modern. Rajawali. CV.3. Konsep dasar lembaga perwakilan atau parlemen adalah sistem Demokrasi Perwakilan dimana kedaulatan rakyat yang 50 April Carter. Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. dilekatkan Hal pada ini sesuai dengan membuat kekuasaan undang-undang. Yogyakarta. 65 51 AV. Dicey.52 Berpijak pada hal tersebut maka konsep lembaga perwakilanpun berkembang dan terbagi dalam berbagai sistem. Dan biasanya berhubungan dengan konstitusionalisme: pembatasan kekuasaan pemerintah dan kebebasan politik warga negara. h. CV Qalam Yogyakarta. 2003. h. 1959. Jakarta. Sehingga mayoritas negara menggunakan demokrasi sebagai sistem politik dan negara mereka. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia.50 Kemudian perkembangan lembaga perwakilan di duniapun menjadi tuntutan beragam zaman dan dan berkembang. 1985. lxi 52 Samuel P Huntington. h. Millan Education LTD. Setelah berkembangnya ide demokrasi yang telah dimulai sejak abad ke 19 maka konsep pemerintahan demokrasi menjadi suatu trend dan isu global dalam dunia. London. Otoritas Dan Demokrasi.

Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. Sistem satu kamar Sistem satu kamar adalah sistem parlemen yang berdasar pada satu lembaga ini legislatif tertinggi fungsi dalam struktur dan negara. Sistem Lembaga Perwakilan Rakyat Lembaga perwakilan atau yang lebih dikenal sebagai parlemen dibagi kedalam berbagai sistem yaitu: 1. Sistem 2 kamar ad. Tetapi pada pokoknya serupa bahwa secara kelembagaan fungsi legislatif tertinggi diletakkan 53 Geoffrey Marshal. 1957. Lembaga menjalankan pemerintah dan legislatif juga pengawasan terhadap membuat Undang- Undang Dasar. Oxford.12 33 . 3. Oxford University Press. h. Kemudian dipecah menjadi beberapa kekuasaan yang ada.tercantum dalam Undang-Undang Dasar.4. dan yang dipakai dalam teori kedaulatan adalah kekuasaan dibidang pengawasan dan pembuatan undang-undang53. Isi unikameral aturan ini mengenai dan fungsi dan tugas dari parlemen negara beragam bervariasi satu dengan negara yang lain. Sistem 1 Kamar 2. 1.

sebagai tanggung jawab satu badan tertinggi yang dipilih oleh rakyat. h. Undang-undang tidak dapat ditetapkan tanpa persetujuan bersama ataupun melalui sidang gabungan diantara kedua majelis itu55. 1996. UI Press. Sistem 2 Kamar Sistem 2 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi negara. Pada prinsipnya.36 55 Ibid. h.F. 37 34 . Jakarta. 2. Strong yang sebagai tidak tepat ini kita yang atau tidak riil karena kita akan klasifikasi pergunakan tidak maka menyamakan negara-negara melakukan pemilihan anggota badan perwakilan menjadi satu dengan negara-negara 54 Jimly Asshidiqie. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah.54 Ad. Satu sama lain tidak saling membawahi. Pembagian menyatakan apabila ini dikritik oleh C. atas Dalam 2 lembaga legislatif tugasnya dalam suatu struktur ini menjalankan kedua lembaga mempunyai tugas-tugas tertentu. baik secara politik maupun secara legislatif. kedua kamar majelis dalam sistem bikameral ini memiliki kedudukan yang sederajat.

1981. 56 Sri Soemantri. CV.69 Miriam Budiarjo. Pengantar Perbandingan Antar Hukum Tata Negara.yang melakukan pemilihan umum.Cit. Dan biasanya sistem dua kamar dianut oleh negara federal.Tugas Dan Wewenang Lembaga Perwakilan secara Umum. h. h.56 pemilihan anggota badan perwakilan dengan Walaupun demikian konsep lembaga perwakilan 1 kamar atau 2 kamar menjadi konsep lembaga yang dipakai oleh mayoritas negara di dunia.58 4. Negara kesatuan yang memakai sistem 2 kamar karena untuk membatasi kekuasaan majelis lain.180 Ibid. Sistem 3 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi atas 3 lembaga legislatif atau lembaga perwakilan dalam suatu struktur negara. sistem tiga kamar ini dipraktekkan dalam Sistem Pemerintahan di Cina Taiwan. Op. Jakarta. Rajawali.h. Meskipun tidak banyak dikenal. Sistem ini struktur organisasi parlemennya nasionalnya terdiri atas tiga badan yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri.57 Sistem parlemen lain yang pernah digunakan pada negara adalah sistem 3 kamar. 43 57 58 35 .

Ni’matul Huda.yaitu:61 dipakai dalam Indonesia 59 Lawrence Dood.Tugas dan wewenang yang dijalankan setiap lembaga perwakilan rakyat di dunia adalah sebagai berikut: 1. Jazim Hamidi. Sebagai pemegang kekuasaan legislatif untuk menjalankan keinginan undang rakyat. Sebagai lembaga perwakilan yang agar rakyat yang oleh mengawasi pemegang tidak jalannya kekuasaan pemerintahan eksekutif dilakukan kekuasaan pemerintah menindas rakyat sehingga kekuasaan tidak dijalankan secara sewenang-wenang59. h. Jakarta. 36 . 5. Princeton University Press.16 60 Bryan A Garner (ed in chief). h. PT Raja Grafindo Persada. 1999 61 Dahlan Thaib. Minn. juga Dan diinterprestasikan pembuat dalam undangDasar dan sebagai Undang-Undang (supreme legislative body of some nations )60. Teori Hukum Dan Konstitusi. St Paul. 1976. Black’s Law Dictionary . 1999. 2. Coalitions in Parliamentary Government. sevent edition. Konsep Lembaga Perwakilan di Indonesia Konsep lembaga perwakilan di Indonesia jika dipecahpecah akan terbagi Dasar kedalam yang beberapa periodesasi Negara menurut Undang-Undang .West Group. New Jersey.75.

yang berlaku antara 27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950 3. UUD 1945 37 . yang berlaku antara 18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949. Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949. Dan Majelis Permusyawaratan Rakyatpun tidak diberi kewenangan Perwakilan legislatif Rakyat yang (membuat undang-undang). Sebelum Perubahan UUD 1945 Perkembangan konsep lembaga perwakilan di Indonesia dimulai sejak tahun 1945.1. Kembali Ke Undang Undang Dasar 1945. 5. Sehingga MPR dan DPR (yang seharusnya merupakan badan legislatif) 62 Indonesia. Tidak ada ketentuan secara tegas yang menyatakan bahwa MPR termasuk lembaga perwakilan atau tidak62. badan yang Dewan berada merupakan dibawahnyapun tidak diberi kewenangan legislatif. Undang-Undang Dasar 1945. yang berlaku sejak dekrit Presiden 5 Juli 1959 sampai dengan sekarang. Undang Undang Dasar Sementara Tahun 1950. Yang akan dibahas secara deskriptif dalam karya tulis ini adalah periode kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 terutama setelah perubahan UUD 1945. 2.1. yang berlaku antara 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959 4.

h. “Kedaulatan oleh ada di tangan rakyat dan dijalankan Rakyat”64. 25 Indonesia. 1998 . Permusyawaratan yaitu:66 1. 1993. 1995. Jakarta.Hill-Co. UUD 1945 pasal 1 ayat 2 64 65 Dahlan Thaib. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. kekuasaan mengubah Undang-Undang Dasar dan kekuasaan menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Dan jika dilihat Rakyat dari penjelasan 2(dua) diatas macam Majelis fungsi. Liberty. sehingga lembaga MPR termasuk kedalam penjelmaan perwakilan rakyat sepenuhnya dan mempunyai kekuasaan di segala fungsi65. MPR secara yuridis menurut pasal 2 ayat 1 UUD 1945. h. sepenuhnya Berarti yang Majelis Permusyawaratan rakyat di merupakan penjelmaan Indonesia adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat.Nadhillah Ceria Indonesia. 63 Jimly Asshiddiqie. PT.55 66 Muchyar Yara. yang lahir dari kekuasaan- kekuasaan menetapkan Undang-Undang Dasar. Jakarta:Ind.67 38 . h. Teori Dan Aliran Penafsiran Hukum Tata Negara. Fungsi memiliki legislatif.mendelegasikan kewenangan/kekuasaan yang berlebihan kepada lembaga pemerintah. Yogyakarta. Implementasi Sistem Ketatanegaraan menurut UUD 1945. Secara 63 filosofis MPR merupakan perwujudan seluruh rakyat di Indonesia.

Jakarta. Untuk menjamin agar majelis ini benar-benar menjadi penjelmaan seluruh rakyat. 3. Fungsi non legislatif. Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 2.2. UI Press. Konsep lembaga MPR sebelum perubahan Undang-Undang Dasar 1945 harus dilihat dari apa yang diinginkan oleh para pendiri bangsa ini yang merumuskan Undang-Undang Dasar 1945 67 Jimly Asshidiqie. Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan peundang-undangan yang berlaku. h. Maka ditentukan bahwa keanggotaannya meliputi: 1. Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR. Dalam melihat MPR secara keseluruhan maka harus dilihat ide pembentukannya pertama kali.50 39 . Tidak ada suatu lembaga negarapun di Indonesia yang diberikan kewenangan sebesar ini sehingga MPR menjadi lembaga yang sangat kuat.67 Sebelum mempunyai dilakukan perubahan UUD 1945 maka rakyat MPR yang kewenangan menjalankan kedaulatan penuh. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. yang lahir melalui kekuasaan memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. 1996.

Sulit mencari untuk mengatakan tidak ada dalam sama sekali diantara mereka berpengalaman merancang suatu sistem kekuasaan negara. mudah diduga para anggota BPUPKI akan terinspirasi. Dan membatasi kekuasaan pemerintah sehingga tidak sewenang-wenang. Yogyakarta. Dengan demikian. KLIK dan DKN GARDA BANGSA. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar.68 Merumuskan rancangan konstitusi tentu merupakan tidak yang pekerjaan asing bagi mereka. terpengaruh atau bahkan mengadopsi langsung 68 Eman Hermawan. Sebelum Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 telah ada lembaga yang dibentuk oleh Jepang yaitu BPUPKI (Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan merupakan badan yang menyelidiki Walaupun Dasar.(Founding Fathers). Konstitusi tertinggi dan atau Undang-Undang yang Dasar adalah hukum usaha persiapan kemerdekaan merumuskan di Indonesia. susunan badan-badan negara. 2003. dasar ideologi negara.58 40 . h. sebagai kumpulan aturan pembagian kekuasaan negara. pada akhirnya BPUPKI Undang-Undang tertulis mengatur tentang mekanisme penyelenggaraan negara. hak asasi manusia sebagaimana umumnya sebuah konstitusi.

Op. Walaupun demikian lembaga perwakilan di Indonesia haruslah dilihat sebagai suatu hal yang khas dari sistem Jimly ketatanegaraan Asshiddiqie adalah di Indonesia.1996. h. Jakarta. Tetapi juga yang bersifat individu. umum dengan pelaksanaan yang pengadilan kita sebut kebebasan seperti apa pemerintahan berdasarkan hukum (hal ini diungkapkan oleh Montesquieu )70. ataupun tiga kamar. Konsep dikategorikan perwakilan sistem di Indonesia satu sulit dua untuk kamar perwakilan kamar. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. h.19 70 Judith Shklar. DPR. 69 Menurut sistem Profesor di bahwa sistem parlemen Indonesia Tim PSHK. dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia. Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR. Dan para founding fathers kemudian membuat beberapa lembaga negara yang fungsinya mengawasi lembaga negara yang lain. tujuan legal dari hanya suatu pemerintahan perwakilan yang terbatas. 2000. Montesqieu Penggagas Trias Politica.173 Jimly Asshiddiqie. kategori campuran71.Cit.h.52 71 41 .gagasan berlaku atau dari praktek bernegara lain yang yang pernah atau sedang dalam bukan bangsa Dan dirumuskan konstitusi konstitusinya69. Apabila dicari kemiripannya maka akan mirip dengan sistem parlemen 1 kamar. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti.

Walaupun Undang-Undang belajar ke negara lain sehingga akan ada proses peniruan dengan negara lain. Kemungkinan Indonesia mengambil beberapa pola sistem politik yang berbeda telah dipikirkan oleh penulis-penulis ilmu politik yang jeli.P. suatu tahapan peralihan yang berupa dominasi oleh kaum intelektual (seperti kaum nasionalis. politik intelektual totaliterisme kaum aristokrasi totaliterisme syncretiknya (serupa Organski). Jakarta. Dan John Kautsky dengan tema yang sedikit berbeda berbicara tentang otoriterisme arsitokratik tradisional. oligarki yang memodernisasikan. h. 5. Sistem Parlemen Setelah Perubahan 72 UUD 1945 S. dan demokrasi72. demokrasi terpimpin. Shils telah berbicara tentang lima kategori seperti: demokrasi politik. 1990. model dengan stalinisnya Organski). oligarki totaliter dan oligarki tradisional.2.478 42 . Teori Politik Modern.Kesulitan untuk mengkategorikan hal ini mungkin karena Indonesia adalah negara yang baru ada. Varma. Rajawali Pers. Dan konsep lembaga negara untuk Indonesia membuat berdasarkan yang para keinginan dalam founding struktur fathers lembaga Dasarnya hal berbeda pembuat negara.

h. third edition.3 74 Yves Meny. lembaga tertinggi MPR tetap dalam tidak sistem bisa ketatanegaraan di dikategorikan membuat bisa sebagai peraturan legislatif karena Tetapi MPR MPR tidak masih perundang-undangan. MPR tidak lagi memegang kekuasaan Indonesia. New York. Konsep MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat yang merupakan kekuasaan tertinggi dalam negara dihapus dengan Perubahan ke 4 Undang-Undang Dasar. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. Andrew Knap.Setelah dilakukan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Karena Undang Dasar susunan 1945 anggota menurut MPR yang 2 ada UUD dalam 1945 Undangsetelah pasal Perubahan Keempat adalah: (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Daerah Rakyat yang dan anggota melalui Dewan Perwakilan dipilih pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang. Oxford University Press. 1998 43 . Government And Politics In Western Europe. Jakarta.73 Jika dilihat dari komposisi anggota Majelis Permusywaratan Rakyat maka MPR dapat digolongkan sebagai lembaga parlemen74. PSHTN UI. Dan masih ada kewenangan membuat Undang73 Jimly Asshiddiqie. dikategorikan sebagai lembaga perwakilan rakyat.

Secara teknis pelaksanaan juga jauh lebih mudah perwakilan Dewan Perwakilan didaerah Daerah sebagai suatu rakyat dipahami diantaranya karena sudah ada pembagian wilayah administratif yang jelas. 2001. Jakarta: IFES.australianpolitics. h.shtml. dianggap institusi Representasi kepentingan rakyat secara nasional dalam lembaga Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilih melalui partai politik dalam pemilihan umum. memberhentikan Rakyat presiden. IDEA.76 Representasi lembaga karena: 1. Pemilihan mewakili kabupaten. maka Majelis demokrasi Permusyawaratan perwakilan75. Sistem Pemilu. berbasis semua propinsi lebih representatif dengan yang basis ada di daerah dibandingkan kabupaten mengingat jumlah 75 http://www.UN.Undang Dasar.29 44 . 76 Tim IFES. 2. 3. Hal ini merupakan suatu tuntutan negara demokratis.com/democracy/terms/parliamentary-democracy. diakses pada tanggal 10 Agustus 2003. Secara sosiologis ikatan masyarakat dengan propinsi jauh lebih kuat dibandingkan kabupaten.

8-9 45 .pulau jawa tidak seimbang dengan daerah diluar pulau jawa. Kewenangan tertinggi kekuasaan.Cit. h. Hal ini diungkapkan oleh Prof. yang dicabut. 2003.Jimly Asshiddiqie pada seminar yang dilaksanakan di Bali78. Op.41 78 Jimly Asshiddiqie. Diadopsinya pemilihan prinsip pemisahan dan Wakil diadopsinya Presiden Presiden secara langsung. 77 Tim PSHK. Dengan alasan bahwa unsur keanggotaan MPR yang berubah. h. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keemapat UUD 1945. disampaikan dalam Seminar yang dilakukan oleh BPHN dan DEPKEH dan HAM RI. Juli. 77 Jika demikian maka sistem parlemen di Indonesia adalah sistem trikameral.

Di Indonesia Undang-Undang Dasar yang pernah berlaku terbagi atas RIS 3. Dasar yang tugas maka dan harus wewenang dilihat di Majelis bagaimana Indonesia. UUD 1945 2. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sebelum Perubahan UUD 1945. Sebelum Permusyawaratan Undang-Undang Karena membahas Rakyat.BAB III TUGAS DAN WEWENANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1. adalah: Yang 1. 3. 46 . dasar pernah berlaku Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara. UUD tersebut 1950. Konstitusi bagaimana UUDS MPR akan dibahas Sedangkan adalah yang perumusan pertama kali.

pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno79. Permusyawaratan. urusan mereka diputuskan musyawarah antara mereka dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka”.69 80 47 .menjadi bahasan utama adalah tugas dan wewenang sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945. Sejalan dengan Konsepsi tersebut Muh. mematuhi sedang seruan Tuhan-Nya dan mendirikan dengan shalat. Bina Aksara.1. MPR Dari Masa Ke Masa. UUD 1945 UUD disepakati 1945 adalah Undang-Undang bagi Dasar pertama yang sebagai Konstitusi Republik Indonesia. h. Prinsip keempat ialah Peri Kerakyatan. Ibid h.Yamin ternyata juga mengemukakan prinsip dari lima prinsip yang dikemukakannya. Jakarta. Demikian juga prinsip 79 Samsul Wahidin. dengan mengutip surat Assyura ayat 38 yang artinya: “ Dan bagi orang-orang yang beriman. yang terdiri dari80: A.68. Dalam sejarah pembentukan UUD ini dapat diketahui bahwa dalam UUD keinginan didalam bentuk untuk menjelmakan perwakilan aspirasi seperti rakyat Majelis berupa badan Permusyawaratan Rakyat. 1.

1982. Jakarta: Ghalia Indonesia. Rationalisme sebagai dinamik masyarakat. h . Islam bahwa ialah dan musyawarah musyawarah Hal yang yang dimaksudkan bersumber dari hukum Adat. sedangkan adat diilhami oleh kondisi bangsa Indonesia. Jakarta. h. Dalam konteks ini Muh. PT Bulan Bintang. Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. 1989. 48 . 103.musyawarah dasarnya ini diterapkan bersatu sesudah zaman Nabi yang ialah untuk bermufakat81. Hukum Islam dalam hal ini diilhami oleh Al Quran.224 82 Muhammad Yamin. menurut perpaduan adat dengan perintah agama. perubahan dalam adat dan masyarakat keinginan penyerahan. 81 Ibnu Taimiyah. Yamin untuk menampakkan Indonesia. Kebijaksanaan: Rationalisme. Perwakilan: Dasar Adat yang mengharuskan perwakilanperwakilan sebagai ikatan masyarakat di seluruh Indonesia. yang hukum aslinya ialah hukum adat. Perwakilan sebagai dasar abadi dari tata negara. Dan dilakukan yang kecil oleh dan seluruh dengan Murba dalam masyarakat perantaraan perwakilan dalam susunan negara. B. tersebut merupakan perpaduan konsepsi yang paling berpengaruh di Indonesia.82 C. Pedoman Islam Bernegara.

Unsur-unsur

yang

dipakai

dalam

merumuskan

sedikit Hal

banyak mirip dengan Majelis Syura83 dalam agama Islam84.

ini tidaklah aneh karena sebelum diubah pada tanggal 18 Agustus 1945, ada beberapa pasal yang memuat tentang agama Islam misalnya pasal 6 dan pasal 29. Dalam masa setelah disahkannya Undang-Undang Dasar

1945 sebagai Undang-Undang Dasar negara. Maka Undang Undang Dasar ini menjadi suatu pedoman bernegara yang dipakai oleh seluruh lembaga negara yang ada di Republik Indonesia. Setelah kemerdekaan maka lembaga atau fungsi yang baru dibentuk adalah fungsi dilakukan eksekutif. oleh Fungsi tersebut dan Wakil

direpresentasikan

Presiden

Presiden dan kabinetnya untuk menjalankan kekuasaan secara sementara. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pun tidak sesuai dengan yang diamanatkan oleh UUD yaitu dipilih oleh PPKI. Tetapi hal ini bisa diatasi dengan adanya Aturan Peralihan dalam UUD 1945.

83

Majelis Syura menurut sebagian orang dalam menginterprestasikan IsIam adalah suatu badan permusyawaratan yang dibentuk untuk menyelesaikan dan memusyawarahkan berbagai persoalan yang sangat penting
84

Yusuf Al-Qardhawy, Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah, Jakarta: Pustaka AlQautsar,1997, h.213

49

Aturan Peralihan

terdiri dari pasal 1 sampai dengan

pasal IV isinya adalah sebagai berikut: I. Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia mengatur dan

menyelenggarakan kepindahan pemerintahan kepada pemerintah Indonesia. II. Segala badan Negara dan Peraturan yang ada masih

langsung berlaku, selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar itu. III. Untuk pertama kali Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. IV. Sebelum Majelis dan Permusyawaratan Dewan Dasar Pertimbangan ini, Rakyat, Agung Dewan dibentuk

Perwakilan menurut

Rakyat

Undang-Undang

segala

kekuasaannya

dijalankan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional.85 Apa yang dinyatakan oleh Aturan Peralihan ini telah dilaksanakan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, seperti pemilihan Presiden dan Wakil Presiden86. Terkecuali pasal IV Aturan Peralihan yang baru terbentuk 1 tahun

kemudian.

85

Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945 Aturan Peralihan Samsul Wahidin, Op.Cit, h.78

86

50

Dan selama 4 tahun Pemerintah belum bisa mengadakan Pemilihan Umum untuk memilih warga negara terpilih yang berhak duduk dalam DPR. Apabila DPR belum terbentuk maka otomatis MPR pun tidak terbentuk sehingga representasi dari lembaga perwakilan sementara dipindahkan kepada Komite

Nasional Indonesia Pusat. Hal ini terkandung dalam maklumat Wakil Presiden No X tahun 1946, “Bahwa Komite Nasional

Pusat, sebelum terbentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara, serta

menyetujui bahwa pekerjaan Komite Nasional Pusat seharihari berhubung dengan gentingnya keadaan dijalankan oleh sebuah Badan Pekerja yang dipilih diantara mereka dan yang bertanggung jawab kepada Komite Nasional Pusat”.87 Hal ini merupakan inisiatif yang diambil pemerintah dari amanat dari Pasal IV Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar 1945. Pasal tersebut berbunyi “Sebelum Majelis

Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-Undang Dasar

87

Indonesia, Maklumat No. X (BRI Th.1 No 2 H.10)

51

Aksara Baru. Dan berlangsung sampai Undang-Undang Dasar tahun 1945 diganti oleh Konstitusi RIS 1949 1. Undang-Undang Dasar 1945 Ismail Suny . 77 89 52 . Rencana Konstitusi Republik Indonesia Serikat disiapkan oleh kedua delegasi Indonesia dan pertemuan untuk Permusyawaratan Federal (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) selama sidang-sidang Konferensi Meja Bundar.ini.1986. Pada Desember 1949 setelah disetujui oleh Sidang Pleno Komite Nasional Pusat dari daerah-daerah Indonesia bagian dan dan badan-badan perwakilan lainnya89. Wakil Pemerintah Daerah Republik wakil-wakil Pemerintah menyetujui Konstitusi 1949 tersebut.2.Konstitusi RIS Pada tahun 1949 Konstitusi RIS berlaku dan UUD 1945 tidak berlaku sebagai UUD. Pergeseran Kekuasaan Eksekutif. Dengan catatan bahwa 88 Indonesia. Jakarta. Sampai tahun 1949 Indonesia belum memiliki kelengkapan negara yang diminta oleh UUD 1945. h. segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah komite Nasional”88.

UUDS 1950 Pada tanggal 14 Agustus 1950 Parlemen Republik Indonesia Serikat menerima baik Rencana Undang-Undang Dasar dengan tanggal Presiden kelebihan 15 suara besar UUD dalam ini kedua ditanda majelis.90 Dalam Konstitusi RIS ini maka lembaga-lembaga negara yang ada adalah: Presiden. Keuangan91. Konstitusi RIS 1949 Ismail Suny. Dewan Perwakilan Pengawas Rakyat. Bentuk Negara Kesatuan dalam Negara Republik Indonesia untuk seluruh Indonesia dipulihkan kembali pada tanggal 17 Agustus 1950 dan Undang-Undang Dasar 1950 mulai berlaku pada hari yang sama. Senat. 1. 121 91 92 53 . h.78 Indonesia. Op. h. Mahkamah Yang Agung Indonesia dan Dewan lembaga menjalankan fungsi perwakilan adalah Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. tangani Indonesia Pada oleh dan Agustus 1950 dan Menteri Kehakiman Republik diundangkan sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.3.Konstitusi RIS merupakan konstitusi sementara sama halnya dengan Undang-Undang Dasar 1945. 90 92 Ibid. Menteri-menteri.Cit .

Jika dalam Konstitusi RIS 1949 kedaulatan dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan DPR dan Senat. 117 94 Indonesia. 1994. Jakarta. Maka pelaku kedaulatan menurut DPR. Dan sifatnya adalah sementara karena jika tugas sekaligus wewenangnya telah selesai dilaksanakan maka forum Konstituante ini berakhir95. h. fungsi Perwakilan pengawas perwakilan rakyat94. pasal 134 sampai dengan 139 Undang-Undang Dasar Sementara 1950 95 54 .93 Dalam UUDS 1950 alat kelengkapan negara hampir sama dengan Konstitusi Senat. diberikan Karena Konstituante kewenangan Undang Dasar baru. PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. RIS Hal akan ini tetapi terjadi berkurang karena dengan dihapuskannya berubah Indonesia Dan Dewan dan menjadi Rakyat Negara sebagai Kesatuan pemegang kembali. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Indonesia. Adanya suatu forum/sidang pembuat Undang-Undang Dasar baru suatu dalam hal Undang-Undang yang ini Dasar Sementara forum 1950 yang membuat merupakan bernama Undang- menarik. bersama-sama dengan Sedangkan dalam kedaulatan Rakyat itu dilakukan sepenuhnya oleh MPR. 93 Jimly Asshiddiqie. UUDS 1950 adalah pemerintah UUD 1945.

4.133 55 . Jakarta. 1998. Demokrasi Di Indonesia Demokrasi Parlementer Dan Demokrasi Pancasila.1. Adanya istilah Orde Baru diatas. Sebab sesudah gagalnya Gerakan 30 September 1965. Ghalia Indonesia. Karena sampai tahun 1959 Undang-Undang Dasar baru belum terbentuk. 1983. Hukum Tata Negara Indonesia Dasar-Dasarnya. Dasar hukum dekrit ini adalah staatsnoodrecht (hukum tata negara dalam keadaan darurat)97. maka semboyan untuk melaksanakan Undang- 96 Miriam Budiarjo. Hal ini sama dengan pendapat Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Majelis Orde Baru yang dapat Rakyat dibaca dalam No Ketetapan Permusyawaratan Sementara XX/MPRS/1966. Jakarta. h. h. PT Gramedia Pustaka Utama.Kembali ke UUD 1945 Semenjak tanggal 5 Juli 1959 Indonesia kembali kepada UUD 1945 dengan adanya Dekrit Presiden 195996.38 97 Ranawijaya. Usep. adalah untuk membedakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara pada masa 1965 yang juga disebut masa Orde Lama yang dianggap kurang mencerminkan pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen. Pembubaran ini dilakukan secara sepihak oleh Presiden Republik Indonesia.

Harmaily. 52 100 Hendra Nurtjahjo. Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak memegang kedaulatan negara melainkan sepenuhnya kedaulatan rakyat.Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen dimulai oleh Orde Baru. 2002.96 99 Naning. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Dengan ditegaskannya bahwa MPR adalah suatu lembaga negara tertinggi dan sebuah lembaga yang berwenang untuk menjalankan kedaulatan rakyat99. FHUI. 98 Sesudah kembali kemasa Orde Baru maka dapat dilihat berbagai konsep yang dijalankan oleh Pemerintahan Orde Baru sesuai menurut UUD 1945. h. h. Jakarta. Sehingga MPR menjelma sebagai sebuah lembaga negara yang mempunyai kewenangan yang sangat besar hampir sama dengan rumusan awal dalam pembicaraan para founding fathers untuk menyusun UUD 1945100. mendasar Kedaulatan antara negara paham kedaulatan mengkonstruksikan Kusnardi. Yogyakarta. Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. Wewenang yang sangat besar tersebut harus membuat lembaga ini berdaya dalam mewujudkan kedaulatan warga negara yang diwakilinya. Depok. Liberty. Pusat Studi Hukum Tata Negara.1982. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia. Karena negara 98 ada dan perbedaan rakyat.47 56 . Menurut Bagir Manan dalam batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945. Perwakilan Golongan Di Indonesia. Ramdlon.

Dan hal ini dapat kita pelajari dari 3 cara: 1. Teori Dan Politik Konstitusi. DPRD 101 Bagir Manan. 3.6-9 103 Tim Sekretariat Negara. h. 1995. pemilihan Dalam anggotanya perekrutan sesuai anggota dengan semenjak Undang-Undang tahun 1971 diadakan Pemilihan Umum yang memilih anggota DPRD II. Mempelajari sistem pemerintahan yang dianut oleh Undang-Undang Dasar 1945. Mempelajari terjadi di kembali BPUPKI pembicaraan-pembicaraan dan PPKI( Panitia yang Persiapan Kemerdekaan Indonesia). 15 102 Ismail Hasan. Sekretariat Negara Republik Indonesia.25-182 57 . Semenjak Orde Baru dimulailah suatu konsep lembaga MPR yang Dasar. Kehendak negara adalah tertinggi akan menuju pada sistem totaliter bukan menuju kepada kedaulatan rakyat (democracy). PT Pradnya Paramita. 2000. Jakarta. 1986. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Jakarta.103 2.101 Untuk mempelajari konsep MPR dapat dilihat dari sistem perekrutan anggota102. h. Menghubungkan pasal 2 ayat 1 dengan pasal 1 ayat 2 UUD 1945. h.negara mempunyai kehendak sendiri terlepas dari kehendak rakyat. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Pemilihan Umum 1987. Jakarta.

karena belum ada pencabutan mandate dari MPR dari Presiden Soeharto sebagai mandataris ( sesuai penjelasan UUD 1945). 104 J. sehingga Habibie belum sah menjadi presiden selama MPR belum mencabut mandatnya.T. BPHN dan DEPKEH HAM RI.I. CV. Juli. Dan anggota DPR ada juga yang diangkat. 1988. maka hal ini dianggap inkonstitusional oleh Prof. Hukum Dan Konstitusi Indonesia. h. Bali. Dr. 58 . dan pergantian kekuasaan harus dilakukan melalui siding istimewa ( pendapat Dimyati Hartono). pendapat kedua menyatakan. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sesudah Perubahan UUD 1945 Pada tahun 1998 telah terjadi peristiwa yang mengubah tatanan ketatanegaraan Republik Indonesia dengan mundurnya Presiden Soeharto menurut pasal 8 UUD 1945. Ismail Suny. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII. Jakarta. Walaupun pada akhirnya dianggap sah pengunduran diri tersebut107. dan DPR.C. Dan setelah itu akhirnya terpilihlah anggota MPR yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945104. inkonstitusional. Walaupun ada yang beranggapan pergantian tersebut tidak sesuai dengan bunyi pasal 8 UUD 1945106. 107 Pergantian kekuasaan dari Presiden Soeharto kepada Habibie masih terdapat perbedaan diantara ahli hukum. Pendapat pertama menyatakan bahwa pergantian tersebut konstitusional. Walaupun dalam perekrutan anggota MPR setelah tahun 1973 anggotanya MPR yang diangkat 60 persen.17 105 Ismail Suny. Masagung. Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional.105 2. Simorangkir. 2003.4 106 Hal tersebut tidak akan dibahas disini karena banyaknya pro dan kontra ahli ketatanegaraan yang menanggapinya dan bukan pula bahasan dalam karya ilmiah ini. h. sesuai dengan pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945 dan Ketetapan MPR No VII/MPR/1973 pasal 2 ( dikemukakan antara lain oleh Yusril Ihza Mahendra).

Dan juga dan mengenai dibantu beberapa kewenangan Presiden yang dialihkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat109. PT Pustaka Utama Grafiti. yang menjadi konsentrasi pembahasan untuk dimuat Tahun 2001 Dasar melalui pada saat itu110. sehingga diharapkan tidak terjadi hal-hal yang ada dimasa lalu mengenai jabatan Presiden RI108. Undang-Undang Dasar Dasar ini 1945 lebih diubah. Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 pun disahkan dengan menekankan pada perubahan kedaulatan rakyat.141 Indonesia. Perubahan Undang-Undang menekankan pada Hak Azasi Manusia. Perubahan II Undang-Undang Dasar 1945 109 110 59 . Jakarta. Kemudian kembali pada tahun 2000. 1999. Dan pada Sidang Tahunan 1999 maka UUD 1945 diubah dengan Perubahan 1945 terutama pasal mengenai masa jabatan I UUD presiden. h. DPR dan anggota MPR baru.Setelah itu terjadilah Pemilihan Umum tahun 1999 yang diikuti oleh 48 partai politik akhirnya terbentuklah anggota DPRD. Pengisian Jabatan Presiden. kembali terjadi perubahan Undang-Undang Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dalam UUD 1945 sebelum Perubahan UUD 1945 dinyatakan bahwa kedaulatan ada ditangan 108 rakyat dan dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Harun Al Rasyid. Perubahan I Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia.

Dengan semakin berkembangnya peradaban maka bentuk perjanjian sosial pun menjadi lebih rapi. Dan perubahan ini menjadi pijakan untuk Perubahan IV UUD 1945. Kemudian hal ini dikenal sebagai Konstitusi. perubahan inilah yang menjadi dasar untuk mereduksi kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat.Permusyawaratan Rakyat diubah menjadi kedaulatan ada ditangan rakyat dan dijalankan oleh Undang-Undang Dasar.Cit.112 111 Bertrand Russel. h. 912 112 Jimly Asshiddiqie. Biasanya pelaksanaan kedaulatan rakyat secara representatif dalam konstitusi disebut sebagai lembaga perwakilan. Sejarah Filsafat Barat. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.70 60 . Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. dalam bertujuan untuk melindungi kepentingan individu masyarakat. Perjanjian ini bertujuan juga untuk membatasi kekuasaan penguasa dalam menjalankan tugas dan perjanjian tersebut. 2002. Menurut Rosseau dalam Kontrak Sosial maka perjanjian yang dibentuk oleh penguasa dan rakyat yang dikuasai. Dan untuk menjaga kepentingan masyarakat dengan individu sehingga tidak terjadi benturan antara hak antara individu juga dengan masyarakat111. Op. h. Perubahan ini sangatlah penting karena.

Dan tugas dan wewenang ini akan dibagi kedalam dua periode Undang-Undang Dasar 1945. bertujuan untuk mencapai karakteristik perjanjian sosial antara negara dengan masyarakat. 1.Dengan seharusnya demikian sebagai Dasar Konstitusi 1945 yang baik dengan Undang-Undang sesuai karakteristik yang disebut diatas. Sehingga pembahasan akan lebih tajam dan mengkerucut. Perubahaan Undang-Undang Dasar 1945. Periode tersebut adalah sebelum perubahan Undang-Undang Dasar dan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar. 3. Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 MPR sebagai suatu lembaga negara merupakan badan yang merupakan pelaksana kedaulatan rakyat di Republik Indonesia 61 . Dan perubahan tersebut membawa dampak yang sangat besar bagi Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai lembaga perwakilan.Tugas dan Wewenang Majelis Permusyaratan Rakyat Dalam menjelaskan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia haruslah dilihat tugas dan wewenang yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. 3.

sebelum diadakan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 tugas dan wewenang MPR dicantumkan dalam UUD 1945 dan juga TAP MPR.1. dan dinyatakan sebagai berikut: 1. Setelah diadakan perubahan maka terjadilah perubahan pada Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Sedangkan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka tidak ada lagi pengaturan tugas dan wewenang yang diatur dalam Ketetapan MPR. Tugas MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat sebelum Perubahan UUD 1945 ada didalam pasal 3 dan pasal 6 UUD 1945 serta pasal 3 Ketetapan MPR No. Setelah tentang satu tahun dan berjalan kedudukan disahkanlah undang-undang susunan MPR. 62 . menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. MPR sebagai lembaga penjelamaan seluruh rakyat Indonesia.1. 1/MPR/ 1983. DPR. menetapkan Undang Undang Dasar 2. dan lembaga tertinggi negara menjadi lembaga negara yang sama kedudukannya dengan negara lain. 3. DPD dan DPRD baru dijelaskan tugas dan wewenang MPR.

Dan tugas inilah yang pada masa sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 belum pernah dilaksanakan oleh Majelis Permusyawatan Rakyat. Bandung h. pemegang mempunyai kedaulatan tugas yang Rakyat besar dalam yaitu UUD Sebagai lembaga 1945 maka MPR membuat Undang-Undang Dasar. Citra Aditya Bakti. Dalam amanat sidang BPUPKI yang para founding fathers menyatakan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 adalah Undang Undang Dasar kilat. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945. kita tentu akan mengumpulkan kembali Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dapat membuat Undang-Undang Dasar yang lebih lengkap dan lebih sempurna. 113 Sri Soemantri. Hal ini dapat kita lihat dalam pidato dari ketua PPKI Ir. Nanti kalau telah bernegara didalam suasana yang lebih tenteram. Tugas ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945.84 63 . Kalau boleh saya memakai perkataan: ini adalah Undang-Undang Dasar kilat.3. memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden. bahwa Undang Undang Dasar yang (kita) buat sekarang ini adalah Undang-Undang Dasar sementara. PT. Perlu diadakan Undang-Undang Dasar baru yang lebih baik dan jika negara dalam keadaan aman.113 Dalam tugas MPR ini dapat dipelajari bahwa tugas MPR sebagai suatu lembaga negara meliputi tiga. Soekarno yang mengatakan: “… tuan-tuan semuanya tentu mengerti.

Op. 3. yaitu dalam pasal 37.Tuan-tuan tentu mengerti. h. Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang MPR menurut Prof Sri Soemantri bahwa jika diteliti dalam UUD 1945 maka Undang Undang Dasar 1945 hanya mengatur satu wewenang saja. Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis. Harap diingat benar-benar oleh tuan-tuan. Dalam pasal 4 Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR No 1/MPR/1983 1. Nanti kita membuat Undang-Undang Dasar yang lebih sempurna dan lengkap. inilah revolutie-grondwet. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris.1. 2. Naskah UUD 1945 Sesudah Tiga Kali Diubah Oleh MPR. 114 115 Harun Al Rasyid. 1/MPR/1983 dapat kita lihat bahwa wewenang MPR tidak hanya itu saja. UndangUndang Dasar kilat. “114 3.Cit. Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. 95 64 . bahwa barangkali boleh dikatakan pula. bahwa ini adalah sekedar Undang-Undang Dasar sementara. agar supaya kita ini hari bisa selesai dengan Undang-Undang Dasar ini. Dan setelah adanya ketetapan MPR No. h. yaitu115: membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain. 55 Sri Soemantri. kewenangan MPR ada sembilan.2.

7. Ada satu kewenangan yang sudah dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 akan tetapi lebih sering disebut dengan kekuasaan atau kedaulatan. Undang-Undang Dasar 1945 65 . 8. dan dilakukan Rakyat”116. Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis. 5. 9. Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. 116 sepenuhnya Kekuasaan oleh Majelis Inggris Permusyawaratan disebut Power dalam bahasa Indonesia. Mencabut mandat dan memberhentikan dalam Presiden dan memberhentikan apabila melanggar Dasar. 6. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut. Mengambil/memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah/janji anggota. Presiden masa jabatannya Presiden/mandataris Haluan Negara dan/atau sungguh-sungguh Undang-Undang Mengubah undang-Undang Dasar. Dalam pasal 1 ayat 3 disebutkan bahwa ”Kedaulatan adalah ditangan rakyat.4.

kata sebagai kewenangan lembaga 3. 66 . dan banyak wewenang berkurang Majelis setelah Permusyaratan perubahan UUD. London: Oxford University Press. 654. h. Tugas Dan Wewenang MPR Yang Diatur Dalam UUD Sesudah Perubahan Tugas tidaklah UUD 1945. 2. 117 AS Hornby. Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat kedudukannya sama dengan dengan lembaga negara yang lain118. dilihat dalam beberapa Undang-Undang Dasar di negara lain seperti Cina.1987. Hal yang sangat mendasar adalah dicabutnya kewenangan MPR dalam hal melaksanakan kedaulatan rakyat dan dicabutnya tugas Majelis untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden. Permusyawaratan Rakyat tidaklah lagi Sehingga menjadi lembaga tertinggi negara.117 kewenangan yang sangat atau dapat diartikan sebagai Hal ini dapat besar/terbesar. Venezuela power dan Amerika Serikat yang menggunakan negaranya. Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. Rakyat akan tetapi dampaknya sangat besar terhadap lembaga MPR. 118 Hal ini dapat dilihat dari Risalah Sidang MPR RI pada tahun 2001.merupakan Great Authority.

tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah.3. Tugas MPR ini merupakan konsekuensi dari Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang mewajibkan Pemilihan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat. 1. Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam hal ini adalah tugas formal atau upacara yang harus dilakukan jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum. Ad. Tugas MPR setelah Amandemen UUD 1945 adalah 1.1. Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden dan/ atau Wakil Presiden (Pasal UUD 1945). Melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat 3 ayat 2 Perubahan III tahun 2003 (pasal I Aturan Tambahan Perubahan ke IV UUD 1945). Dengan berubahnya konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat maka berubah pula beberapa tugas dan wewenangnya. 2.2. Melantik bukanlah wewenang dari MPR 67 . Tugas MPR Sesudah Amandemen UUD 1945 Dalam Perubahan UUD 1945.

karena jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum, maka kewajiban dari MPR adalah melantik Presiden secara dan tegas Wakil Presiden RI. Seharusnya ini dijelaskan tidak seperti melantik

mengenai

kewajiban

sehingga

menimbulkan beberapa interprestasi yang menyimpang jika Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mau

Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih dalam pemilihan langsung oleh rakyat maka konsekuensinya bagaimana, apakah sah atau tidak Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan jika tidak ada yang mengesahkan maka Presiden dan Wakil Presiden terpilih lembaga melantik. melanggar akan yang Dan cacat hukum karena belum dilantik oleh untuk Rakyat melantik

berwenang apakah

yang Majelis Dasar

diberi

kekuasaan

Permusyawaratan jika tidak mau

Undang-Undang

Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Ad.2. Tugas Majelis melakukan peninjauan materi dan status hukum yang Ketetapan dibebankan MPRS dan MPR MPR merupakan tugas

sementara

kepada

oleh

Undang-Undang

Dasar. Pasal I Aturan Tambahan menyatakan bahwa MPR harus “melakukan Ketetapan Ketetapan peninjauan Majelis Majelis terhadap materi dan status Sementara untuk hukum dan

Permusyawaratan Permusyawaratan

rakyat Rakyat

diambil

68

putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003119”. Sementara disini terletak pada kalimat akan

diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003, jika telah diambil putusannya maka tugas ini berakhir dengan sendirinya. Dalam Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka dapat disimpulkan tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak

dijelaskan secara

jelas. Apakah ketentuan tersebut tugas

atau bukan tapi secara definitif, tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan.120

3.2.2. Wewenang MPR Sesudah Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang Presiden RI dalam UUD 1945 maka bisa disimpulkan sebagai berikut: 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah

dan menetapkan Undang-Undang Dasar 1945. (Pasal 3 ayat 1 Perubahan Ke III UUD 1945). 2. Majelis Permusyawaratan Presiden dan Rakyat atau hanya Wakil dapat Presiden

memberhentikan
119

Indonesia, Perubahan Keempat UUD 1945 WJS. Poerwadrminta, Op.Cit, h.1094

120

69

dalam masa jabatannya menurut UUD (Pasal 3 ayat 3 Perubahan ke III UUD 1945). 3. Memilih Presiden atau Wakil Presiden pengganti

sampai terpilihnya Presiden dan atau Wakil Presiden sebagaimana Keempat).121 Ad. 1.Wewenang MPR ini merupakan suatu hal yang telah mestinya. ( Pasal 8 ayat 3 Perubahan

diatur

sebelum Perubahan dan sesudah Perubahan UUD 1945.

Tetapi sebelum Perubahan UUD 1945 hal ini merupakan tugas dari MPR seperti yang diamanatkan dalam pasal 3 UUD 1945. Dan alasan ini diperkuat oleh pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945. Pasal ini menyatakan jika telah berhasil diadakan Pemilihan Rakyat, Undang Umum dan terbentuk bersidang Majelis untuk Permusyawaratan membuat UUD 1945 Undangtugas

maka Dasar

MPR

harus

baru.

Setelah

perubahan

menetapkan UUD termasuk dalam wewenang MPR. Karena dalam UUD 1945 tidak ada aturan yang mewajibkan Majelis

Permusyawaratan Rakyat untuk melakukan penggantian UndangUndang Dasar baru. Karena wewenang atau wenang adalah hak

121

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

70

Wewenang melalui proses yang lama dan dilaksanakan oleh beberapa lembaga negara. Menurut Dr. Maria Farida. Tidak ada lagi lembaga tertinggi Negara dan lembaga tinggi Negara. Sehingga dalam sistem Ketatanegaraan tidak ada lagi lembaga Negara yang lebih tinggi dari yang lain. h.dan kekuasaan perlu (untuk melakukan sesuatu)122. Sehingga Majelis 122 Ibid.3. 1150 71 . Ad. semua lembaga negara yang mengeluarkan kedudukannya produk lebih peraturan tinggi dari perundang-undangan yang lain. Dan maka Majelis yang Permusyawaratan Rakyat merupakan lembaga Negara mengeluarkan peraturan yang lebih tinggi. larangan untuk tidak melakukannya. Kewenangan ini dilakukan jika telah terpenuhi syarat dalam untuk UUD memberhentikan setelah Presiden dan Wakil Presiden dilakukan 1945 Perubahan. Dasar tidak MPR maka ada apabila dapat merasa mengganti Jika tidak Undang-Undang perlu maka melakukannya. Secara kedudukan maka MPR telah sama dengan lembaga negara yang lain. Untuk memberhentikan Presiden harus melalui pendapat Dewan Perwakilan Rakyat yang telah meminta putusan dari Mahkamah Konstitusi (pasal 7B Perubahan UUD 1945).

72 . Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tetap mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu Undang-Undang Dasar. DPD dan DPRD masih dalam proses RUU. DPR. Hal ini berarti secara Ilmu Perundang-undangan lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain. sampai saat ini penulis tidak dapat mengetahui nomor undang-undang tersebut.Permusyawaratan Rakyat adalah lembaga 123 Negara yang lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain. telah disetujui undangundang mengenai susunan dan kedudukan125. diakses pada tanggal 7 Agustus 2003. dan selama itu undang-undang susunan dan kedudukan MPR. 3. DPR. DPD Dan DPRD Tugas Dan Wewenang yang dijelaskan diatas adalah Sesudah Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945.2.3. Pada tanggal 9 Juli 2003124. mengenai Peninjauan Kembali Status Hukum Ketetapan MPRS dan MPR RI. DPR. DPD dan DPRD. 125 Penulis menulis karya ini dari bulan November 2002. Tugas dan wewenang ini sebelum adanya undang-undang tentang susunan dan kedudukan anggota MPR.cetro. dan baru disahkan pada bulan Juli 2003.id. Dan dalam undang- 123 Penjelasan di depan PAH II MPR.or. Tugas Dan Wewenang MPR Sesudah Undang-Undang Susunan Dan Kedudukan MPR. 13 April 2003 124 www.

Tidak dijelaskan apa dan bagaimana perbedaan antara tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. Hal ini seharusnya kedua 126 dapat dihindari karena perbedaan besar. 73 . sebagai berikut:126 a. memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan di dalam Sidang Paripurna MPR. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. berhenti.undang tersebut telah diatur mengenai tugas dan wewenang MPR. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. akibat Karena dari tugas kalimat tersebut sangatlah Indonesia. e. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. c. menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR. diberhentikan. g. DPR. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. dalam Sidang Paripurna MPR. b. d. f. DPD dan DPRD.

melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. 2. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. 3.3. Melantik Wakil Presiden adalah suatu kewajiban yang telah diatur dalam Undang-Undang Dasar. dalam Sidang Paripurna MPR. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. Melantik adalah tugas dari MPR. Akan tetapi diperjelas mengenai waktunya yaitu pada Sidang Paripurna MPR. Karena melantik merupakan suatu kewajiban berdasarkan suara rakyat yang ada melalui Pemilihan Umum. karena hal ini 74 . (lihat Sedangkan definisi kekuasaan operasional). diberhentikan. Tugas ini sama dengan tugas yang ada dalam pasal 3 ayat 1 UUD 1945. berhenti.2.1. sehingga perlu dipilah kembali mana yang merupakan tugas dan wewenang MPR. DPR Dan DPRD Jika dipilah maka tugas MPR dalam undang-undang susunan dan kedudukan adalah: 1.mengandung wewenang kewajiban mengandung yang hak harus dan dilaksanakan. Tugas MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR.

mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. Walaupun ada penambahan mengenai waktu dan kewenangan membuat peraturan tata tertib dan kode etik MPR. Wewenang MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan. maka Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Wakil Presiden menjadi Presiden dan hal inipun bersifat upacara belaka.3. Wewenang yang diatur dalam undang-undang tentang susunan dan kedudukan menyatu dengan tugas sehingga hasil pemilahannya adalah sebagai berikut: 1. Jika sudah diputuskan dalam Sidang MPR. Dari 2 tugas yang berada diatas maka dapat dianalisa bahwa tugas pertama sama dengan tugas yang diatur dalam perubahan. DPD dan DPRD.harus dilaksanakan dan tidak ada pilihan yang harus dipilih. sehingga ketentuan termasuk dalam kategori tugas.2. 3. Tugas dan wewenang MPR setelah undang-undang susunan dan kedudukan. DPR. 75 .2. Sedangkan tugas kedua merupakan tugas yang ada setelah Sidang MPR terjadi. hampir sama dengan wewenang yang diatur sebelum adanya undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR.

sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. Sehingga memilih disini menjadi wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Kemudian MPR harus bersidang untuk memilih 76 . Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan menjalankan tugas kepresidenan. Kewenangan ini terjadi jika Presiden dan Wakil Presiden berhenti bersamaan. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. Walaupun kekuasaan memilih disini dibatasi oleh batasan waktu. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. Memilih adalah suatu kekuasaan dalam menentukan sesuatu. Kekuasaan ini diatur untuk menghadapi beberapa keadaan yang tidak diinginkan. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya.2. Dan untuk mengisi kekosongan tersebut selama 30 hari Menteri Luar Negeri. 3.

Sedangkan yang poin 2 dan 3 masih menjadi pertanyaan apakah tugas atau wewenang. Dan hak ini merupakan kewenangan dari MPR.Presiden mengadakan dan Wakil Presiden umum pengganti. Sehingga hal ini merupakan suatu hak dari Majelis Permusyawaratan Rakyat. Maka dipilihlah Presiden dan Wakil Presiden dari partai politik yang mendapat suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya. Pengaruh Perubahan Tugas dan Wewenang MPR dalam struktur Ketatanegaraan Pengaruh Perubahan Tugas Dan Wewenang MPR Dalam Struktur Ketategaraan dapat dilihat pada beberapa skema dibawah ini yang menggambarkan kedudukan MPR dalam sistem 77 . Sudah merupakan hal yang wajar jika organisasi membuat peraturan untuk mengatur dirinya. Dari kewenangan yang ada diatas hal yang sudah pasti menjadi kewenangan adalah poin 1 dan 4. bisa Karena untuk secara pemilihan tidak dilakukan cepat. Penyerahan kepada partai politik ini menggambarkan bahwa partai politik merupakan suara pemilih. 4. 3.3.menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR.

1. DPD Dan DPRD.cit.9 128 129 78 . DPR. karena yang ketatanegaraan Indonesia dan yang hendak sistem Majelis hal ini dibangun parlemen menuju trikameral. h.dpr. DPR. akses tanggal 6 Agustus 2003 http://www.htm. Op. DPD dan DPRD maka terlihat dalam jelas di struktur Indonesia. Jimly Asshiddiqie129. didalam skema ini kedudukan lembaga negara digambarkan sebagai lembaga negara yang diam.go.dpr.3. 3. akses tanggal 6 Agustus 2003 Jimly Asshiddiqie. Adanya pimpinan MPR ditambah dengan adanya sekretariat jendral yang tetap 127 http://www. adanya UU No UU 12 No tahun 31 tahun 2002 tentang Partai Umum 2003 tentang Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Dengan Politik127.Sesudah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR.id/humas/uupemilu. akan tetapi jika sudah melaksanakan tugas dan wewenangnya maka hal ini berubah. bisa saja lembaga negara ada yang tidak sejajar kedudukannya.go.id/humas/uuparpol. Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah128.Ketatanegaraan RI. Ditambah dengan undang-undang susunan dan kedudukan MPR.htm. tugas wewenang sendiri Permusyawaratan Rakyat berdiri diungkapkan oleh Prof.

maka Indonesia dikenal sistem baru yaitu sistem 3 kamar/trikameral. Undang-Undang Dasar sebagai pengejewantahan dari kemauan rakyat dan merupakan manifestasi kedaulatan rakyat. Dan tidak mudah 130 untuk mendudukkan lembaga negara seperti Doto Mulyono. MPR merupakan suatu lembaga tetap yang mempunyai organ dan strukturnya ketatanegaraan dan kedudukan tersendiri. h. (Lampiran 1) 1. DPR disetujui dengan setelah Perubahan UUD 1945. setelah Dapat diteliti bahwa struktur susunan undang-undang dan DPRD tentang sama MPR. Jakarta.9 131 79 .35 Jimly Asshiddiqie. 2.dalam MPR menambah kuat sistem tersebut. Akan tetapi lembaga MPR menjadi suatu lembaga tersendiri berlainan dengan DPR dan DPD. h. Ibid. Kekuasaan MPR Tidak Mutlak. Walaupun didunia hanya dikenal sistem 1 kamar dan 2 kamar 130 . Dalam tugas dan wewenang MPR yang diatur oleh undangundang. sehingga sistem parlemen yang ada adalah Sistem Trikameral131. MPR sebagai lembaga Negara yang terdiri dan atas Dewan dari anggota Perwakilan Dewan Daerah Perwakilan Rakyat merupakan perwujudan lembaga perwakilan rakyat atau parlemen. Erlangga. 1985.

Karena selain masih mempunyai tugas utama masih sebagai pembuat Undang-Undang sebagai dalam dari Dasar. Dewan Perwakilan Daerah sebagai representasi dari suara masyarakat di daerah. wewenang tersendiri.lembaga MPR. Pemegang kekuasaan yudikatif terdiri atas 2 badan yaitu Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.3. 3. Dewan putusan Jika maka memberhentikan tugas dan yang diteliti MPR segi merupakan lembaga Perwakilan Rakyat sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif dalam Negara.2 Sebelum Perubahan UUD 1945 Dalam bagan ini maka yang berkuasa dalam menjalankan kedaulatan rakyat adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat dan kemudian Majelis mendistribusikan kekuasaannya kepada 80 . 3. lembaga MPR yang mempunyai kewenangan final mempunyai Presiden. 4. 5. 6.

3 Sesudah Perubahan Ke 3 UUD 1945 Bagan atau skema sesudah Perubahan Dasar 1945 : 1. Utusan Golongan dan Utusan Daerah sehingga secara komposisi MPR masih tetap sama akan tetapi sebagai lembaga negara tertinggi tidak 81 . MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat dan berperan sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. 5.lembaga-lembaga negara yang ada dalam Undang-Undang Dasar 1945. Dan DPR mendapat laporan mengenai keuangan dari BPK. Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar (Perubahan 2. sebagai pemegang penyelenggara kekuasaan pemerintahan sekaligus eksekutif sebagai pemegang kekuasaan legislatif. 2. 1.3. 3 UUD 1945) ke 3 Undang-Undang MPR masih terdiri atas susunan DPR. 3. DPR memegang sebagai kekuasaan legislatif dan tugas utama DPR sebagai lembaga pengawas pemerintah. BPK sebagai badan pemeriksa keuangan dan pengawas 3. Presiden tertinggi. Mahkamah Agung sebagai pemegang kekuasaan yudikatif. 4.

5. BPK masih tetap sebagai Badan Pemeriksa Keuangan. Utusan Golongan dan Utusan Daerah. 6. Dasar. dalam UUD 132 . Tapi ada kejanggalan pada perubahan ketiga UUD 1945 yaitu adanya MPR DPD belum dari dalam dimasukkan ada DPD UUD 1945. DPA masih tetap sebagai ada sebagai lembaga tinggi negara. 7. Tetapi dalam lembaga sehingga hal Dan apa hal yang ini menimbulkan mengakibatkan dalam tekhnis kekurangan kesulitan ini merumuskan dimaksudkan secara Undang-Undang hukum. 4. 82 . Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif. DPR sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. Sehingga menyulitkan Seharusnya hal ini tidak terjadi dalam hal Perubahan Undang-Undang Dasar. Mahkamah Agung masih tetap sebagai lembaga tinggi negara pemegang fungsi yudikatif. Karena Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara yang akan dipakai oleh kehidupan berbangsa dan bernegara.bisa lagi karena dicabut kekuasaan itu sesuai dengan pasal 2 UUD 1945. 132 Dalam Perubahan Ketiga UUD 1945 dalam Bab VIIA pasal 22C dan pasal 22D diatur tentang Dewan Perwakilan Daerah akan tetatpi pasal 2 UUD 1945 pada Perubahan Ketiga belum berubah masih tetap (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat. 3.

VENEZUELA DAN AMERIKA SERIKAT 1. Pada masa Sebelum Perubahan UUD 1945 dan MPR RI berkedudukan sebagai lembaga tertinggi pemegang 83 .BAB IV PERBANDINGAN TUGAS DAN WEWENANG MPR DI INDONESIA DENGAN LEMBAGA LAIN DI NEGARA CINA. Konsep Lembaga Kongres Rakyat Nasional China Perkembangan tugas dan wewenang MPR di Indonesia sangat dipengaruhi oleh situasi sosial politik yang ada di Indonesia. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Cina dan Venezuela 1.1. Dan akan lebih komprehensif jika diperbandingkan dengan negara lain. Sesuai dengan bab-bab sebelumnya maka diperlukan periodesisasi dalam menjelaskan tugas dan wewenang MPR.

Pemeriksa Pertimbangan Agung dan Mahkamah Agung. 1994. Cina merupakan negara kesatuan 2.252-253. Pada masa sebelum Perubahan UUD 1945 lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dapat dipersamakan dengan Kongres Nasional Rakyat Cina. Sebelum terjadi Perubahan UUD 1945 maka Indonesia akan lebih mirip dengan negara Cina. kepada Dewan Dewan lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat. h. Memiliki lembaga tertinggi dalam negaranya dalam menjalankan kedaulatan rakyat. Keuangan. Unsur Dan Riwayatnya. Jika diteliti filosofi bentuk negara maka akan sama ditemukan bahwa Cina dan Indonesia merupakan suatu negara kesatuan yang cenderung totaliter133.kedaulatan rakyat. 84 . fungsi dan wewenangnya hampir sama dengan tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia. Karena Negara Cina memiliki Kongres Nasional Rakyat Cina yang tugas. lain Kemudian terutama Badan mendistribusikannya kepada Presiden. Dan persamaan yang ada di Negara Indonesia dengan keadaan yang ada di Negara Cina antara lain: 1. Hal ini diatur dalam Konstitusi China dibawah ini: 133 Marsilam Simanjuntak. Pandangan Negara Integralistik: Sumber. Pustaka Utama Grafiti. Jakarta.

Hal ini juga diatur oleh oleh Undang-Undang Dasar 1945 sebelum berbunyi: “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan diamandemen yaitu dalam pasal 1 ayat 2 yang sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”135.134 Terjemahan bebas: (1)Kedaulatan atau kekuasaan tertinggi dalam Negara Republik cina ada di tangan rakyat. (2) Organ yang melaksanakan kekuasaan rakyat dalam negara adalah Kongres Nasional Rakyat Cina dan Kongres Rakyat Daerah dalam berbagai tingkatan. (2) The organs through which the people exercise state power are the National People's Congress and the local people's congresses at different levels.Article 2 [Sovereignty] (1) All power in the People's Republic of China belongs to the people. Rakyat menjalankan administrasi urusan negara dan mengurus ekonomi. cultural and social affairs through various channels and in various ways in accordance with the law. Constitution Of China. Undang-Undang Dasar 1945 135 85 . PSHTN UI Indonesia. kebudayaan dan urusan sosial dalam berbagai saluran dan berbagai jalan yang berdasarkan hukum. Dalam Konstitusi China dinyatakan tegas bahwa Kongres Rakyat Nasional China merupakan lembaga negara tertinggi 134 China. The people administer state affairs and manage economic.

3. wilayah yang 136 China.Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR. Constitution Of China. PSHTN UI JImly Asshiddiqie. Dan Standing Committe adalah badan permanen dari Kongres Rakyat China. Op. Pergumulan.136 Terjemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat Republik rakyat China adalah organ tertinggi kekuasaan negara.Cit.50 137 86 .Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku.137 Sedangkan di China Kongres Rakyat China menurut pasal 59 ayat 1. h. sama dengan MPR Majelis komposisi Indonesia Permusyawaratan keanggotaan terdiri: Rakyat Kongres Nasional Rakyat Cina. komposisi anggota Kongres terdiri dari: Kongres Rakyat Nasional China terdiri atas deputi yang dipilih di tingkat propinsi.Chapter Three The Structure of the State Section I The National People's Congress Article 57 [Highest Organ of State Power]The National People's Congress of the People's Republic of China is the highest organ of state power. Jika dilihat dari komposisi hampir keanggotaan. 2.Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Its permanent body is the Standing Committee of the National People's Congress. 1.

Jakarta.otonom. Dan ada perwakilan dari golongan minoritas. dan Angkatan Bersenjata. Hampir sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat di Indonesia yang anggotanya dipilih oleh rakyat dalam tiap Pemilihan Umum baik ditingkat Nasional. juga golongan Angkatan Bersenjata. dan wilayah. Semua warga negara minoritas dibuat suatu perwakilan 138 . dan daerah yang dibawah langsung Pemerintah Pusat. Ghalia Indonesia. Propinsi ataupun kabupaten/kota. hanya Dan Dewan Perwakilan untuk di Rakyat di Indonesia rancangan mempunyai kewenangan mengajukan Indonesia Undang-undang sehingga Presiden mempunyai fungsi eksekutif dan legislatif. h. Abu Daud Busro. Di Indonesia yang mempunyai kewenangan legislatif ada ditangan Presiden dan MPR tidak mempunyai kewenangan di bidang legislatif139.3. Constitution Of China Abu Bakar Busro. Hukum Tata Negara. 1.50 139 87 . yang mau tidak mau mewakili suatu unsur golongan. Dapat disimpulkan keanggotaannya terdiri bahwa Kongres Nasional Rakyat Cina dari deputi yang dipilih dari tingkat propinsi. 1984. 138 China. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan dengan Kongres Rakyat Nasional Cina.

Menetapkan Dasar Menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara 3. 4. Tejemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat china dan Standing Committeenya melakukan fungsi 140 kekuasaan legislatif dari negara. article 58 Constitution of China Sri Sumantri.h. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris.3. diantaranya:1. Op. Memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden. The National People's Congress and its Standing Committee exercise the legislative power of the state. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut. membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain.Cit. 2.Sedangkan Di China kekuasaan legislatif dipegang oleh Konres Rakyat China dan Standing Committe Kongres bertugas untuk melaksanakannya dalam kehidupan ketatanegaraan.141 Sedangkan wewenang MPR dijelaskan lebih lanjut dalam Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 .Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis. Mencabut mandat dan memberhentikan Presiden dan 140 China. yaitu: 1.95 141 88 . Di adalah Indonesia tugas Majelis Permusyawaratan Undang Undang Rakyat 2.Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. 5.

9. 2. 8.142 Di China. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002.Mengambil /memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah / janji anggota.Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis.6.7. Mengubah undang-Undang Dasar.Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. Nasional mempraktekkan fungsi dan kekuasaan berikut ini: 1. bahwa Power adalah State Having Great Authority and influence in international affairs. 142 Sekretariat Jendral MPR RI. Hal Kongres ini Rakyat merupakan Cina kewenangan yang dipunyai tertinggi.memberhentikan Presiden dalam masa jabatannya apabila Presiden/mandataris sungguh-sungguh melanggar Haluan Negara dan / atau Undang-Undang Dasar. oleh Dan sebagai lembaga dilakukan dengan disetujui lebih dari dua per tiga anggota Kongres Rakyat Nasional Cina. Dan penulis mengambil kesimpulan bahwa Power yang dimaksud adalah Great Authority dan hal ini dijelaskan dalam Kamus Oxford Advance Learner’s Of Current English karangan AS Hornby tahun 1987 Terbitan Oxford University Press halaman 654. fungsi dan wewenang Kongres Rakyat Nasional Cina adalah tercantum Kongres dalam artikel Rakyat 62 Cina [Fungsi dan Kekuasaan]143. h. 2002. Melaksanakan penegakan konstitusi.685 143 dalam Konstitusinya Cina menggunakan function dan Power dalam menjelaskan tugas dan wewenang juga fungsinya kana tetapi tidak dijelaskan manakah yang power atau yang function. Mengamandemen konstitusi. 89 . Sekretariat Jendral MPR RI.

dan memilih wakil ketua. 90 . ini di tidak dipunyai karena oleh Majelis Indonesia. Memutuskan siapa yang akan menjadi ketua Dewan Negara atas nominasi dari Presiden Republik Cina. urusan perdata dan badan negara serta masalah lain. dewan pertimbangan. Menetapkan dan mengamandemen statuta dasar perihal pelanggaran pidana. oditur jenderal dan sekretaris jenderal atas dewan negara atas nominasi dari ketua (Premier). telah dilaksanakan lembaga-lembaga negara yang lain. Dan hal ini mengakibatkan adanya pertanggungjawaban kepada Kongres Rakyat Nasional Cina oleh Presiden.Melaksakan penegakan konstitusi merupakan suatu keharusan untuk menjaga kestabilan dan pedoman bernegara. Tugas ini dilakukan juga oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat di Indonesia. 5. 3. Kewenangan Permusyawaratan oleh 4. Memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Rakyat Cina. menteri yang bertanggungjawab atas komisi.

Dan kewenangan untuk menyetujui anggaran negara. 8. atas nominasi dari ketua.memilih to elect the Procurator General of the Supreme People's Procuratorate. memilih presiden mahkamah agung rakyat. Kewenangan yang diatur dalam angka 8 dan 9 adalah kewenangan yang mengenai masalah perekonomian negara. Kewenangan ini tidak terdapat Majelis Permusyawaratan Rakyat. memilih ketua dari komisi militer pusat dan. 9.Kewenangan ini menandakan kekuasaan yang besar dari Kongres Rakyat Nasional Cina karena berhak memutus siapa yang berhak menjadi pejabat negara. memutuskan anggota komisi militer pusat. dan merupakan kewenangan untuk mengangkat pemimpin lembaga-lembaga negara yang ada dibawahnya. 6. Kewenangan yang diatur dalam Angka 5. 7. menguji dan menyetujui anggaran negara dan melaporkan implementasinya. menguji dan menyetujui rencana perkembangan ekonomi dan sosial nasional serta laporan atas pelaksanaannya. 91 . 6.

mengubah pantas Cina. memutuskan persoalan perang dan damai. daerah otonom dan daerah lainnya langsung dibawah pemerintahan pusat. dan melaksanakan fungsi dan kekuasaan lain sebagai organ tertinggi yang harus dilaksanakan oleh kekuasaan negara 92 . menyetujui pendirian propinsi. Angka 12 dan 13 di Indonesia merupakan kewenangan Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat. memutuskan pendirian daerah administratif khusus dan sistem yang akan dipraktekkan disana.10. Standing atau dari membatalkan keputusan yang tidak Standing Committee kongres nasional Committee Cina merupakan berada badan dibawah pekerja Kongres Kongres Rakyat Rakyat Nasional dan Nasional Cina. 11. Jika ada keputusan yang dirasa tidak pantas oleh Kongres Rakyat Nasional Cina yang bertemu dalam sidang maka keputusan tersebut batal. Di Presiden Indonesia sebagai kewenangan kepala ini merupakan karena kewenangan pemegang pemerintahan kekuasaan legislatif adalah Presiden. 13. 12. 14.

Badan Keuangan and Sekretaris Jendral Dewan Pertimbangan Negara. Ketua Mahkamah Agung dan 5.Tugas dan wewenang ini merupakan suatu aturan yang memberikan dasar bahwa Kongres Rakyat Nasional Cina mempunyai kekuasaan yang tak terbatas. Jaksa Agung dari Kejaksaan Agung144. Dan kewenangan diatas ada yang sama dengan kewenangan yang dimiliki oleh MPR pada Pemecatan atau Penggantian Presiden dan Wakil Presiden. Ketua Komisi Urusan Militer dan Komisi yang lain. Ketua dan Pemeriksa Wakil Ketua State Councillors. Presiden dan Wakil Presiden RRC China. 3. Akan tetapi untuk kewenangan 144 Hal ini tercantum dalam artikel 63 dari Konstitusi China 93 . 4. Menteri. 2. yang lain seperti yang disebutkan pasal 63. Pasal ini mengatur Dan kewenangannya dalam Konstitusinya dalam tentang kekuasaan Kongres untuk mengganti para pejabat dari jabatannya orang-orang berikut ini: 1.

(2) Statuta dan resolusi disetujui oleh mayoritas suara lebih dari setengah wakil kongres rakyat nasional.ke 2. negara tersebut ketua Atau dan atau orang-orang diberikan dalam lembaga untuk kekuasaan ini mengangkat oleh pemimpinnya. Hal yang sama dengan Indonesia juga Cina mempunyai kewenangan Dasarnya. article 64 Constitution Of China 94 . Kewenangan tersebut di Indonesia biasanya dipunyai yang suatu oleh ada lembaga yang mengangkatnya. yang Di sama dalam hal hal ini mengubah diatur Undang-Undang pasal 37 Indonesia dalam sedangkan di China diatur dalam pasal 64145 Article 64 [Amandemen Konstitusi] (1) Amandemen Konstitusi diusulkan oleh Standing Committee dari kongres nasional rakyat oleh lebih dari satu per lima wakil dari National People's Congress dan harus disetujui oleh mayoritas suara dari lebih dari dua pertiga seluruh wakil kongres Congress.4 dan 5 di Majelis Permusyawaratan Rakyat hal-hal tersebut tidak dipunyai. Kekuasaan ditentukan peraturan perundang-undangan. 145 Cina.3.

4. Memilih Presiden. which consisted of a 95 . kemudian menentukan Apabila diperhatikan hal ini mirip dengan kewenangan MPR karena memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut: 1.Dalam adalah negara Cina. pemegang Cina kekuasaaan hal tertinggi ini dapat di Kongres Rakyat sehingga dipersamakan Indonesia. Cina memiliki lembaga yang sama fungsinya dengan Indonesia Presiden yaitu dan membuat Undang-Undang arah Dasar. Venezuela’s bicameral National Congress. Membuat Garis Besar daripada Haluan Negara. legislatif setelah UUDnya dari diganti maka ke sistem bentuk badan kamar dan memberhentikan Presiden dan Wakil rakyatnya Majelis nasional berubah Nasional yang Bikameral Venezuela terdiri merupakan satu atas (unikameral). 1. Membuat Undang-Undang Dasar 2. terutama dengan Sistem Majelis Permusyawaratan dalam Rakyat ketatanegaraan adanya lembaga lembaga sama negara dengan dengan tertinggi Indonesia. As a result of the 1999 constitution.Konsep Majelis Nasional Venezuela Venezuela perwakilan unikameral. kebijakan memilih negara. 3.

146 147 Venezuela. ini tidak dijelaskan ini hanya secara diadakan detail jika oleh ingin Institusi diadakan pergantian konstitusi. Kabinet adalah dibentuk oleh Presiden.Senate and Chamber of Deputies. Kongres 2 kamar Venezuela yang terdiri atas Senat dan Dean Perwakilan digantikan oleh sistem 1 kamar (unikameral) yang mempunyai deputi majelis nasional sebanyak 165 orang ditahun 2000. Legislators are popularly elected to a five-year term. who is popularly elected to a six-year term. article 347 Constitution Of Venezuela 96 . Dan dipilih 5 tahun sekali. Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003. Dan institusi Konstitusi. The president has the authority to dissolve the legislature under certain conditions146. 165-member National Assembly in 2000. © 1993-2002 Venezuela. Kepala eksekutif Venezuela adalah presiden yang dipih 6 tahun sekali. was replaced by a unicameral. Presiden mempunyai kewenangan untuk membubarkan lembaga legislatif dalam keadaan tertentu. A council of ministers assists the president. membuat peraturan perundang-undangan dan membuat Undang-Undang Dasar”. yaitu Majelis Konstituen Nasional. Ada satu forum atau majelis yang tugas dan wewenangnya sama dengan Majelis Permusyaratan Rakyat dalam hal membuat Undang-Undang Dasar.147 ”Kekuasaan rakyat yang tertinggi berada ditangan rakyat Venezuela. The chief executive of Venezuela is a president. Terjemahan bebas: setelah konstitusi tahun 1999. Kekuasaan ini dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional untuk dan diadakan untuk tujuan perubahan negara.

97 . 4.Jika diteliti lebih seksama maka Majelis Konstituen Nasional dilihat dari sudut pandang tugas dan wewenang maka hampir sama dengan MPR terkecuali dalam melantik Presiden dan Wakil Presiden. Sehingga ada 2 lembaga yang mempunyai beberapa persamaan dalam tugas dan wewenang dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat.148 1. Mahkamah Agung sebagai pemegang fungsi yudikatif. Presiden dan lembaga lainnya sebagai pemegang fungsi kewarganegaraan 148 Venezuela. Constituton Of Venezuela. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Dengan Majelis Nasional Dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela setelah Undang-Undang Dasar baru tahun 1999 memberikan kewenangan kepada lima lembaga yang menjalankan lima fungsi yaitu: 1. article 348. Apabila dilihat dalam artikel 348 maka Majelis Konstituen Nasional adalah suatu forum dan bukan merupakan lembaga yang harus ada mempunyai sekretariat dan bertugas secara berkesinambungan. Lembaga itu yaitu: Majelis Nasional dan Majelis Konstituen Nasional. 349. 350. Presiden sebagai pemegang fungsi eksekutif 3. Majelis Nasional sebagai fungsi legislatif 2.5.

5. Kemudian yang kedua adalah ayat 2 yang berbunyi untuk mengajukan perubahan dan 149 Venezuela. dalam dan Hal ayat mengesahkan cabang kompetensi kekuasaan adalah mengfungsikan ini jika beberapa dilihat secara seksama wewenang yang diatur dalam satu ayat. article 136. Badan Pemilihan Umum Nasional sebagai pemegang fungsi Pemilihan Umum.1upinfo. social gahtering of an important and formal kind151.Untuk kewenangan seperti yang disebutkan nasional nasional.Cit. Walaupun secara arti kata function adalah special activity or purpose of a person or thing.html AS Hornby.150 Tugas dan Wewenang yang diatur oleh Konstitusi Venezuela tidak dinyatakan dengan jelas. Op. Apabila diteliti secara seksama maka kewenangannya dan tugasnya dinyatakan oleh kata function.149 Dalam Nasional menjalankan fungsinya badan tersebut parlemen yang Majelis memegang bertindak sebagai kekuasaan legislatif dan pengawasan badan eksekutif. h.com/country-guide-study/venezuela/venezuela67. or public ceremony or event. Constitution Of Venezuela http://www.350 150 151 98 . Tetapi hal-hal yang diatur didalamnya diatur hal-hal yang menyangkut 1.

adalah: “Tujuan dari Reformasi Konstitusi adalah untuk mengubah dan memperbaiki beberapa bagian dari Konstitusi dan mengganti satu atau beberapa dari bagian tersebut tanpa mengubah Prinsip dasar dan Struktur teks dari Konstitusi”. Seperti kewenangan yang untuk mengubah Undang-Undang Dasar yang terletak dalam pasal 341153. Constitution Venezuela 153 99 . Inisiatif Kontitusi untuk mengadakan Majelis reformasi Nasional dan dan amandemnen Presiden berasal dari 152 Article 187. tanpa mengubah struktur dasar dari yang diubag oleh proses tersebut”.revisi Undang-Undang Dasar dalam jangka waktu yang diatur dalam konstitusi ini. Constitution Venezuela Article 341. Ada perbedaan tentang konsep amandemen dengan reformasi konstitusi yang ada dalam Konstitusi Venezuela seperti yang disebutkan dalam artikel 340: ” Tujuan dari amandemen adalah untuk menambah atau untuk modifikasi satu atau beberapa artikel dari Konstitusi. Sedangkan reformasi Konstitusi dalam Konstitusi Venezuela diatur dalam artikel 342. 152 Setelah melihat beberapa fungsi maka dapat disimpulkan bahwa ada tugas dan wewenang yang diatur dalam fungsi.

Membuat dan menetapkan UUD 2. Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5. Membuat Undang-Undang 4. Persamaan dan Perbedaan MPR dengan Kongres Rakyat Nasional Cina dan Majelis Nasional Venezuela dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela.6. dan merubah UUD Tidak ada ada ada ada Tidak ada Tidak ada. Tugas Dan Wewenang 1. dan permintaan dari pemilih yang telah terdaftar sebagai peserta pemilihan Umum. Maka tugas dan wewenang 100 . 1. Mengganti Undang-Undang Dasar Indonesia ada Cina ada Venezuela Hanya mengajukan rancangan UUD.bersama Kabinetnya. Memilih Presiden dan Wakil Presiden 3. akan tetapi dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat ada ada ada ada ada Dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional Setelah diperbandingkan dengan Republik Rakyat China dan Venezuela setelah amandemen.

Dan mempunyai lembaga pemegang kekuasaan legislatif yang bernama kongres. b. terkecuali Venezuela. Amerika Serikat Amerika Serikat merupakan negara yang berbentuk federal (walaupun pada awalnya berbentuk konfederasi).1. mengubah UUD. dan mengganti UUD walaupun ada beberapa cara tertentu yang berbeda.MPR dengan Kongres Rakyat juga Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela Majelis Konstituen Venezuela. diambil persamaan sebagai berikut: a. Kongres dan Dewan Perwakilan terdiri atas 2 kamar yaitu: Senat Rakyat. 2. Perbedaan yang ada di MPR dengan Kongres Rakyat Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela adalah: 1.Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mempunyai kekuasaan dalam hal membuat undang-undang.Merupakan lembaga negara tertinggi yang mempunyai tugas dan wewenang tertentu. Merupakan lembaga yang bertugas membuat. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Amerika Serikat 2. Amerika mempunyai sistem 101 .

sangat anti komunis. 1992. Jakarta.7 155 Guilermo O’Donnel. New York. Kondisi Amerika negara Serikat Amerika Serikat dengan mulai stabil. Washington Square Press. 222 156 Alexis de Tocqueville. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang. 1965.90 102 .155 2. for there is nothing in the democratic states which is 154 Larry. h. Yayasan Obor Indonesia. Lembaga Penelitian. h. Tetapi semenjak selesai Perang Saudara. Laurence Whitehead. Dalam beberapa propaganda kurun anti waktu komunis pemerintahannya dan melakukan banyak melakukan ke penyebarannya negara lain. Diamond. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Dan Sosial. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. mengawal pendirian negaranya yang dipenuhi berbagai gejolak semenjak negara itu terbentuk154. satu kemudian penyebar terkenal salah demokrasi dari negara barat. Philippe C Schmitter. h.pengawasan dengan yang baik And antar lembaga Amerika negara yang dikenal Checks Balances. Jakarta.2 Konsep Lembaga Kongres Amerika Serikat Kongres dan lembaga-lembaga negara yang lain di Amerika Serikat dalam mengambil keputusan menekankan pada kekuatan suara mayoritas seperti yang dikatakan oleh Alexis de Tocqueville bahwa:156 the very essence of democratic government consist in the absolute sovereignty of the majority. 1994. Democracy In America.

maka yang dibandingkan adalah tugas dan wewenang yang dipunyai Kongres. Kongres terdiri atas 2 lembaga yaitu: 1.capable of resisting it. MPR bukan merupakan 2 badan yang bertemu seperti Kongres Amerika Serikat.157 Hal ini tidak sama dengan di Indonesia setelah Perubahan UUD 1945. Most of the American constitutions have sought to increase this natural strength of the majority by artificial means. Kongres mereka di Amerika dalam mempunyai tugas 2 dan lembaga yang jika bertemu suatu wewenang tertentu disebut Kongres. Telah mencari cara untuk meningkatkan kekuatan alam dari mayoritas dengan cara yang konstitusional. 2. Senate. Karena MPR di Indonesia terdiri atas anggota 2 badan yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. Sehingga tidak bisa diperbandingkan antara komposisi dan struktur lembaga Kongres dan MPR. House Of Representative. 157 Karena tidak ada negara lain sepanjang Article 1. The Constitution Of United States Of America 103 . Terjemahan bebas: Hal yang sangat penting dalam pemerintahan yang demokratis terkandung dalam kedaulatan absolut dari mayoritas. Dan ini merupakan perbedaan yang mendasar antara lembaga MPR dengan Kongres Amerika Serikat. Karena struktur dan sistem parlemen yang berbeda. Section 1.tidak ada dalam negara demokratis yang bisa menolak itu.

Sehingga yang sering dijadikan contoh adalah Amerika Serikat maka MPR diperbandingkan dengan Kongres di Amerika Serikat. h. 2.sepengetahuan penulis yang menerapkan sistem parlemen trikameral kecuali Negara Cina Taiwan sebelum berubah158.cit. Dan yang akan diperbandingkan disini adalah sistem parlemen yang dalam konstitusi masih berlaku. Sedangkan di Indonesia tidak menganut pemisahan kekuasaan tersebut secara mutlak159. Aksara Baru. Karena mekanisme menganut Indonesia. 42-45 Ismail Suny. Di Amerika Serikat jelas dinyatakan bahwa fungsi lembaga sistem parlemen bikameral yang yang baik. Semua fungsi yang ada di Amerika Serikat dalam pelaksanaannya dibuatlah mekanisme Checks And Balances yang 158 Jimly Asshiddiqie. Fungsi Eksekutif. 1985. Fungsi Yudikatif. 3. Pembagian Kekuasaan Negara.1-4. h. jelas walaupun berbeda Amerika dengan negara terdiri atas 3 yaitu : 1. Fungsi Legislatif. Op. Jakarta. 159 104 .

Dan kekuasaan yudikatif Konstitusi. Sehingga kedudukannya sama dengan lembaga-lembaga negara yang lain. Pada masa sesudah Perubahan UUD 1945 tugas utama MPR adalah: “ Melantik Presiden dan Wakil Presiden”161 160 Burns. Kekuasaan eksekutif ada di tangan Presiden. Yang memegang kekuasaan legislatif ada ditangan kongres.bertujuan untuk menghindari kekuasaan terpusat pada satu lembaga. 1989. 2. Cronin. sedangkan di Indonesia ada ditangan DPR. New Jersey.23 Jimly Asshiddiqie. Prentice Hall.5.160 Di kekuasaan Indonesia setelah ada di pada Perubahan Dewan UUD 1945 maka legislatif Perwakilan Rakyat. h. Konsolidasi Naskah Perubahan Keempat Undang Undang Dasar 1945. 161 105 .3 Perbandingan Tugas dan Wewenang Setelah Perubahan lembaga negara yang UUD 1945 maka MPR RI diatur sebagai sama dengan negara lain. h. Dalam menjalankan tugasnya maka Kongres dan MPR ada ditangan Mahkamah Agung dan Mahkamah mempunyai persamaan dan perbedaan. Peltason. Government By The People.

Ada tugas yang dilaksanakan secara temporer dan akan berakhir pada tahun 2003. Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden pengganti sampai terpilihnya sampai Presiden dan/atau dan/atau Wakil Wakil Presiden Presiden pengganti sebagaimana terpilihnya mestinya. 2. yaitu:“ Majelis Permusyawaratan Rakyat ditugasi untuk melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada Sidang Majelis Permusywaratan Rakyat tahun 2003.63 106 . Majelis permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. Tugas ini ada dalam Aturan Tambahan UUD 1945 pasal I. 3.162 Sedangkan wewenang MPR adalah sebagai berikut: 1. Majelis dan Permusyawaratan atau/Wakil hanya dapat dalam memberhentikan masa jabatannya Presiden Presiden menurut Undang-Undang Dasar. h. 162 Ibid.

© 1993-2002 107 . The Philosophy Of The American Constitution. New York. Sedangkan Kewenangan yang lain adalah yang diberikan oleh Undang-Undang Dasarnya adalah164 : 1. positions menentukan membuat peradilan posisinya) 4.54 Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003.Kongres legislatif dan bahwa163: di Amerika Serikat mempunyai kekuasaan hal ini jelas tercantum dalam konstitusinya Section 1. (Menyetujui Undang-Undang federal) 2. All legislative Powers herein granted shall be vested in a Congress of the United States. rendah judicial federal.Declares war (menyatakan perang). levies taxes and funds executive functions (Menyetujui anggaran federal. Terjemahan bebas: Seluruh kekuasaan ada di Kongres Amerika Serikat dan terdiri atas Senate dan House Of Representatif. h. pajak dan fungsi keuangan eksekutif) 3.Passes federal laws. 1968. which shall consist of a Senate and House of Representatives.Establishes (untuk lower federal courts.Approves treaties and federal appointments (menyetujui perjanjian internasional dan pengangkatan pejabat federal) 5. Kewenangan-kewenangan garis 163 164 diatas merupakan kewenangan Amerika besar yang dinyatakan dalam Konstitusi Paul Eidelberg. The Free Prees.Passes federal budget.

Serikat. and such meeting shall begin at noon on the third day of January. Terjemahan bebas: Kongres bertugas mengadakan sidang sekurang-kuangnya setiap tahun. 108 . The Congress shall assemble at least once in every year. Dari kewenangan-kewenangan diatas maka dapat disimpulkan persamaan kewenangan Kongres di Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah: 1. Sedangkan tugas Konstitusinya sehingga adalah: Section 2. unless they shall by law appoint a different day. Dan kewenangan-kewenangan lain secara jelas dinyatakan dalam Konstitusinya pada pasal 8. kecuali ditentukan lain oleh undang-undang. Memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. Jika dibandingkan dengan tugas yang dilakukan oleh MPR maka dalam hal ini berbeda. Mengubah Undang-Undang Dasar 2. dan mengadakan pertemuannya dimulai siang hari pada hari ketiga januari. Tugas MPR adalah melantik tidak dinyatakan secara jelas dalam tugas dari Kongres Amerika Serikat presiden dan wakil presiden. sedangkan dalam kongres adanya tugas atau keharusan untuk mengadakan sidang setiap tahunnya.

melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya 9. dalam Sidang Paripurna MPR 3.Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5.Kesamaannya adalah tugas yang dilakukan adalah tugas yang dilakukan setiap kali dan dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Dasar. berhenti. 2.Membuat Undang-Undang 4. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya 7. memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya 6.Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Indonesia dan Kongres di Amerika Serikat Tugas Dan Wewenang 1.melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. diberhentikan.menetapkan Peraturan Tata Indonesia ada ada Amerika Serikat ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada ada ada ada ada ada Tidak ada ada ada ada ada ada ada 109 . Mengubah dan menetapkan UUD 2.4.memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden 8.

Kesamaan dan perbedaan dapat dilihat pada tabel diatas.Tertib dan kode etik MPR Ada beberapa kesamaan secara tugas dan wewenang antara Kongres Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia. BAB V PENUTUP 1. Tugas dan 110 . Akan tetapi MPR tetap bisa secara komposisi dan kedudukan lembaga tidak dipersamakan dengan Kongres Amerika Serikat. Kesimpulan Majelis merupakan Permusayawaratan perwakilan Rakyat rakyat Republik yang Indonesia atas: lembaga terdiri anggota 2 lembaga negara yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. besar Perubahan bagi Majelis UUD 1945 telah memberikan perubahan Permusyawaratan Rakyat. Karena dasar yuridis untuk menjalankan kedaulatan rakyat telah dicabut oleh amandemen UUD 1945.

berhenti. diberhentikan. MPR setelah adanya undangundang susunan tugas dan kedudukan melantik MPR. merupakan dilaksanakan dalam keadaan tertentu. Pertama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik tentang susunan dan kedudukan MPR. aturan Apabila ditetapkannya langsung. Kedua adanya tugas sementara MPR tentang Peninjauan Kembali Materi dan Rakyat status hukum dan Ketetapan Ketetapan Majelis Majelis Permusyawaratan Sementara Permusyawaratan Rakyat pada Sidang Tahunan 2003. atau tidak dapat Tugas melaksanakan ini kewajibannya suatu dalam tugas masa yang jabatannya. Tugas ini 111 .wewenang MPR kemudian dijelaskan dalam UUD 1945 dan undangundang DPRD. DPR. Pemilihan Presiden secara telah terpilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum maka MPR mempunyai suatu kewajiban untuk melantik Presiden dan Wakil Presiden. DPD dan Indonesia akhirnya hanya mempunyai 2 tugas yaitu “Melantik Presiden dan Wakil Presiden (pasal 3 ayat Tugas tentang yang merupakan akibat dan dari UUD 1945)”. DPD dan DPRD mempunyai untuk Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. DPR.

Keempat Majelis Permusyawaratan hanya dapat memberhentikan Presiden dan atau/Wakil Presiden dalam masa jabatannya.merupakan tugas sementara dari MPR. DPR. Kewenangan ini didasarkan menurut Undang-Undang Dasar Pasal 3 ayat 1 dan pasal 8 UUD 1945 Perubahan UndangUndang Dasar 1945. Persyaratan kewenangan tersebut diatur oleh pasal 37 Undang-Undang Dasar 1945. 112 . Kemudian diperjelas dengan pasal 11 yang huruf c undang-undang tentang susunan dan kedudukan berbunyi “memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil setelah Presiden dan/atau untuk menyampaikan Hal ini Presiden dalam masa jabatannya Wakil Presiden di diberi dalam kesempatan penjelasan Sidang Paripurna MPR”. DPD dan DPRD. Ketiga Indonesia Majelis mempunyai Dasar. Karena jika telah dilaksanakan maka tugas berakhir. Permusyawaratan kewenangan Kewenangan Dasar mengubah ini Rakyat dan Republik menetapkan pasal huruf 3 a Undang-Undang ayat 1 berdasarkan pasal 11 Undang-Undang 1945 dan undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. Rakyat Hal ini menjelaskan kewenangan bahwa yang Majelis Permusyawaratan mempunyai hanya dijalankan dalam keadaan dan waktu tertentu.

hukum. Pasal 11 huruf f berbunyi “memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya 113 . Kewenangan ini diperjelas menjadi tugas dan wewenang dengan pasal 11 huruf f UU Susunan dan Kedudukan. Konsekuensi dari tugas tersebut jika tidak berhasil maka dalam Pemilihan berikutnya tentu tidak akan dipilih lagi oleh pemilihnya. Presiden dan Wakil Presiden terpilih harus bertanggung jawab kepada pemilihnya. Pada 1945 Wakil waktu dahulu sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar MPR mempunyai kewenangan untuk memilih Presiden dan Presiden.mereduksi juga kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. DPD dan DPRD). Walaupun mempunyai akhirnya Majelis untuk Permusyawaratan memutuskan Rakyat yang kewenangan mengenai perkara tapi dengan dasar putusan Mahkamah Konstitusi (pasal 11 huruf c UU tentang susunan dan kedudukan MPR. Karena dipilih oleh rakyat secara langsung mengakibatkan kewenangan memberhentikan Presiden mempunyai persyaratan yang sulit. DPR. Dalam pasal 6A UUD 1945 telah diatur berarti tentang pemilihan langsung Presiden oleh rakyat. Kelima Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden Sehingga akhirnya proses politik ini berdasarkan pengganti sesuai dengan pasal 8 ayat 3 UUD 1945.

berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket

calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya, sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari”. Kewenangan ini merupakan kewenangan yang dipegang dalam keadaan tertentu, dalam beberapa tahun keadaan yang mungkin hanya terjadi sekali. Sehingga kewenangan inipun

akhirnya tetap menjadi kewenangan yang tergantung dengan situasi dan kondisi proses politik kenegaraan. Keenam memilih Wakil Presiden dari dua calon yang

diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden lambatnya dalam dalam masa jabatannya. enam Dan dilakukan selambatini

waktu

puluh

hari.

Kewenangan

merupakan pengulangan dari pasal 8 ayat 2 UUD 1945. Keenam Dalam menentukan struktur Ketatanegaraan

Republik Indonesia. Majelis Permusyaratan Rakyat akhirnya didudukkan sebagai lembaga yang mempunyai kedudukan yang sama dengan lembaga negara yang lain. Majelis

Permusyawaratn Rakyat tetap menjalankan fungsi keseharian. Hal ini diperkuat dengan adanya Pimpinan MPR, Sekretaris

114

Jendral lembaga

MPR

dan

tugas

dan

wewenang lain. Maka

yang

berbeda

dari

perwakilan

yang

sistem

parlemen

Indonesia menjadi tricameral system, teori ini merupakan teori dari Profesor Jimly Asshiddiqie165. Perbandingan dengan negara lain yang mempunyai tugas dan wewenang yang mempunyai kemiripan dengan MPR. Maka MPR tetap menjadi suatu lembaga negara, yang tidak mempunyai satu kewenangan yang dimiliki oleh lembaga negara di

negara lain. Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat menjadi lembaga perwakilan rakyat yang bukan lembaga legislatif

pembuat undang-undang. Kedelapan tugas dan wewenang lembaga Majelis

Permusyawaratan Rakyat

sebelum diadakan Perubahan UUD 1945

hampir sama dengan lembaga negara di negara lain. Seperti Cina. MPR setelah lembaga tugas yang tetap perubahan pertemuan dan hampir Undang-Undang anggota DPR Dasar DPD 1945 yang tetapi adalah,

merupakan mempunyai kewenangan bahwa Dasar.
165

dan

wewenang sama

tersendiri. negara pembuat

Akan lain

dengan

MPR

menjadi

lembaga

Undang-Undang

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

115

2. Saran Kesatu perlu dirumuskan kembali apa yang dimaksud

dengan tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar secara dan undang-undang Sehingga tentang tidak susunan dan kedudukan yang

jelas.

terjadi

interprestasi

dibuat oleh lembaga negara yang lain walaupun hal itu bisa diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi. Seharusnya UndangUndang Dasar dan undang-undang mengaturnya dengan jelas. Kedua tentang menjadi telah benar pendapat para Majelis ahli hukum tata negara Rakyat

tidak

perlunya

Permusyawaratan

lembaga yang tetap. Karena tugas dan wewenangnya menjadi dalam tugas yang formal belaka. tertentu hal Dan yang tak

direduksi

wewenang

digunakan

beberapa hanya

kondisi

kemungkinan

terjadinya

akibat

beberapa

terduga. Hal ini bisa jadi pertimbangan untuk Perubahan UUD 1945 kedepan. Anggaran yang dikeluarkan oleh negara untuk kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat, seperti

banyaknya pegawai yang diperlukan untuk melaksanakan tugas keseharian Majelis Permusyawaratan Rakyat, tidak diperlukan lagi. Karena lembaga ini berubah menjadi forum yang hanya bersidang dan melaksanakan tugas dan wewenangnya yang

116

seperti tidak perlu membayar gaji dan mengangkat pegawai negeri untuk mengurus kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Indonesia telah mengalami bertahun-tahun defisit anggaran. Dengan bentuk forum maka anggaran yang dikeluarkan akan menurun.dilakukan pada saat tertentu. Dengan catatan bahwa tugas dan wewenang yang seremonial seperti pelantikan Presiden dan Wakil Presiden secara para mewah wakil dan besar-besaran. 117 . yang Alangkah tidak dilakukan lebih dalam bijaknya Majelis rakyat terhormat Permusyawaratan Rakyat menggunakan fasilitas negara yang telah tersedia seperti: ruang rapat Majelis Permusyawaratan Rakyat yang telah tersedia.

UI Press. Al-Qardhawy. Gagasan Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Jakarta:UI Press. Jakarta: Pustaka AlQautsar.1997 Arinanto. 1996. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti. 1994 ____________. 1996 ____________. Jakarta:UI Press. 2002 Dasar __________. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. __________. Hukum Dan Demokrasi. 1991 Asshiddiqie. 2002 118 .DAFTAR PUSTAKA BUKU Al Rasyid. Jimly. Pengisian Jabatan Presiden. Perubahan Ketiga Undang-Undang Jakarta: UI Press. Satya. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. Himpunan Peraturan Hukum Tata Negara. 1993 Grafiti. 1945. Harun.Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Jakarta: Ind Hill-Co.

J. James.. Peltason. Kamus Inggris Indonesia. London:Mc. Ilmu Negara. April. Demokrasi di Parlementer dan Demokrasi Gramedia Pustaka Utama. Thomas. Minn:West Group. Carter. Toronto: Collier-Macmillan Canada. Black’s Law Dictionary . John. St Paul. 1998 _________________. Paul. 1959 Djokosutono . New Jersey: Prentice Hall.AV. Otoritas Rajawali. Democracy In America.1998 Busroh. Lawrence. Coalitions in Parliamentary Government. 1965 Diamond.1985 Dan Demokrasi. Jakarta: CV De Tocqueville.Hill-Co. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang. Millan Education LTD.____________. New Jersey: Princeton University Press. sevent edition. Larry.W. Abudaud. Shadily. Miriam. Teori Dan Aliran Penafsiran Negara. 1994 Dicey. 1999 119 . Cronin. 1976 Echols. 1998 Budiarjo. 1984 Tata Burns. Alexis. 1997 Eidelberg. 1968 Garner. Jakarta:Ind. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Hukum Jakarta:Ghalia Indonesia. New York: Washington Square Press. Dasar-Dasar Ilmu Politik. 1989. Hukum Tata PT Jakarta: Demokrasi Jakarta:PT Negara. Government By The People. Bryan. 1985 Dood. Indonesia Pancasila. Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. The Philosopy Of The American Constitution. Abubakar. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta: Ghalia Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Oxford Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. Pengantar Hukum Tata Negara. 1987 Huntington. Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. 2001 Hermawan. Jakarta: Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral. Jakarta: Sinar Bakti. 1990 Laski. Bagir. Harold. Majelis Permjusyawaratan Rakyat Suatu Tinjauan Dari Sudut Hukum Tata Negara. Sejarah Ketatanegaraan Republik Jakarta: PT. Samuel. Harmaily. Jakarta:PT Pradnya Hariadi. Khaldun. Mohammad. London: George Manan. Mukaddimah. 2003. London: Oxford University Press. AS. Yogyakarta: KLIK dan DKN GARDA BANGSA. Bina Aksara . Allen & Unwin LTD. Ismail. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar. 2003 Ibrahim. 1979 Joeniarto. Bandung:Armico. Eman. 1984 Indonesia. Hornby. Didit. A Grammmar Of Politics. 1987 Konvensi Ketatanegaraan. Estiko. 1988 Kusumaatmaja. Pemilihan Paramita.Hasan. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia. Mochtar. Pengantar Bandung: Bina Cipta. Hukum Internasional. Jakarta: Pustaka Firdaus. Yogyakarta: CV Qalam Yogyakarta. 1938.2000 Kusnardi. 1986 Umum 1987. Ibnu. Harmaily. Ibrahim. 120 .

Dahlan. Teori Dan Politik Konstitusi. h. Implementasi Sistem Ketatanegaraan Menurut UUD 1945. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara UI2002. Bandung: Alumni. Ramdlon. Marshal. Huda. Yan. Jakarta: LP3S. Yogyakarta: Liberty 1982 Nurtjahjo.1998 Doto. 2000. 1981 Thaib. Hendra. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Aneka Ilmu. 15 Direktorat Pendidikan Geoffrey Meny. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. New York:Oxford University Press. Knap. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta. Kamus Hukum. 2002 Poerwadarminta. Hamidi. Whitehead. WJS. 1977 Purbopranoto. Pramadya. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. Yogyakarta: Liberty. Perwakilan Golongan Di Indonesia. Teori Hukum Dan Konstitusi. Semarang:CV. third edition. Schmitter. Jakarta:Bentang. 1989 Thaib. Mulyono.Oxford: Oxford University Press. O’Donnel.__________________. Erlangga. Jakarta: PN Balai Pustaka. tanpa tahun Plato. 1999 121 . Kekuasaan Jakarta. Government And Politics In Western Europe. Naning. Kuntjoro. 1985 MPR Tidak Mutlak. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. Ni’matul . Republik. 1957 Yves. Andrew. 1976 Puspa. Dahlan. Jazim. Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Nasional.

Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Ernest. Simanjuntak. 2002 Sjadzali. 1993 Simorangkir. Cetakan 2. Usep. Redaksi Sinar Grafika.T. Hukum Dan Jakarta:CV. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002. Jakarta:Bandung.Ranawijaya. Marsilam. 1988. Jakarta: Rajawali Grafindo Persada. Jakarta: Ghalia Indonesia. Pandangan Negara Integralistik: Sumber. Jakarta: Sinar Grafika.C. Unsur Dan Riwayatnya. Jakarta:Pustaka Utama Grafiti. Jakarta:Sekretariat Jendral MPR RI. Sekretariat Jendral MPR RI. Apakah Bangsa Itu?. Jakarta: Sekretariat Jendral MPR RI. Masagung. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. 2002 Samsul Wahidin. Filsafat Politik Aristoteles. Sejarah Filsafat Barat. MPR Dari Masa Kemasa. 1988 Konstitusi Indonesia. Tiga Undang-Undang Dasar: UndangUndang Dasar 1945. Jakarta. Judith.H. Montesqieu Penggagas Trias Jakarta : Pustaka Utama Grafiti. Munawir. J. Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. 1994 122 .1996 Politica. J. 1986 Sekretariat Jendral MPR RI. Hukum Tata Negara Indonesia Dasarnya. Jakarta: UI Press. 2000 Renan. 1983 Dasar- Rapar. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat 1950. Jakarta: Bina Aksara. Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950. 2001 Shklar. Islam Dan Tata Negara Ajaran Sejarah Dan Pemikiran. 1994 Bertrand Russel.

133-134 Soetiksno. Filsafat Hukum Bagian 1.Soehino.Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi. Jakarta: Aksara Baru. Sri. Ilmu Perundang-Undangan: Dasar-Dasar Dan Pembentukannya. 1995 Normatif. 1991 Tim IFES. 1985 Taimiyah.16 Solly. ASS. Rajawali. 2001 123 . Jakarta: Ismail. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis. 1998 Soemantri. Soerjono.1980 Soekanto. h. Pedoman Islam Bernegara. Ilmu Negara. Jakarta: 1986. Jakarta: Kanisius. PT Pradnya Paramita. Pengantar Penelitian Hukum. 1989 Kekuasaan Eksekutif. Alumni. Maria Farida Indrati. Soekanto. Ibnu. Jakarta: PT Bulan Bintang. Pengantar Perbandingan Antar Negara. Jakarta:PT Pradnya _________. Sunny. Jakarta. Lubis. Sistem Pemilu. Soerjono. 1989 _____________. CV. Ilmu Negara. h. Soeprapto. Bandung: PT. Jakarta. Penelitian Hukum Jakarta:Raja Grafindo Persada. Jakarta: IFES.UN. 1986 ____________. 1981 Hukum Tata _____________. Mamudji. 2003 Bagian 2. IDEA. Citra Aditya Bakti. Pembagian Kekuasaan Negara. Yogyakarta: Liberty. Filsafat Hukum Paramita. Pergeseran Aksara Baru. Bandung. Bandung:Mandar Maju. 1987. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945.4. Jakarta. 1989 Tambunan. Cet. 2002. Pustaka Sinar Harapan.

1990 Wahjono. 1982 Muchyar. Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. 1995 PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Indonesia. Constitution Of China 124 . 2000 Tim Sekretariat Negara. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Cina. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. 1996 Yamin. DPR.Nadhillah Ceria Indonesia. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. Jakarta: Pusat Studi Hukum Dan Kebijakan Indonesia. Padmo. Ilmu Negara. SP. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Konstitusi RIS 1949 Indonesia. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. 1995 Varma. Jakarta: PT. Jakarta: Ind Hill-Co. Muhammad. Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR. Jakarta:CV Rajawali. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Teori Politik Modern. Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia. Yara.Tim PSHK.

America Constitution Of The United States Of Venezuela. Amerika Serikat. Disampaikan dalam forum Kongres Mahasiswa Indonesia Sedunia I.theceli. _______________________. 28 Maret 2003 _________________. Constitution Of Venezuela 1961 Venezuela. Constitution Venezuela 1999 Of The Bolivaarian Republic Of MPR.Amerika Serikat. www. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945. 28 Oktober 2000.Dan Keberdayaan Masyarakat Madani.Demokratisasi Pemilihan Presiden dan Peran MPR Di Masa Depan. Refleksi Tentang Arah Sistem Hukum Dan Kenegaraan Indonesia Pasca Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945. Ketetapan MPR No V/MPR/1973 tentang Peninjauan ProdukProduk Yang Berupa Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara MAKALAH Ashhidiqie. Jimly. disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM . Reformasi Menuju Indonesia Baru: Agenda Restrukturisasi Organisasi Negara. Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 tentang Peraturan Tata Tertib Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR. Bali. Jakarta. Juli 2003 125 .com diakses pada tanggal 29 Maret 2003 ________________. di Chicago.

1upinfo.com/country-guidestudy/china/china294. Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional.id/h/tentang/index. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII. Juli. Constitution Of Venezuela.org/politica/constitu. http://www.ch/law/icl/ch00000.101k.oefre.html . ChinaConstitutionhttp://www. html diakses tgl 30 Juli 2003.unibe.html. jam 13. diakses pada tanggal 10 Januari 2003. www.Suny. diakses pada tanggal Juni 2003 126 . diakses pada tanggal 1 Juli 2003. Ismail.go. h.1upinfo.1upinfo.embavenezus. Bali. Data as of December http://www.26 National People’s Congres Data as of July 1987http://www.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela66.mpr.html.http://www.php. diakses pada tanggal 1 Juli 2003.1upinfo. Venezuela Legislature.4 SUMBER INTERNET Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia . BPHN dan DEPKEH HAM RI. 1990 pada Governmental System. 2003.com/countryguide-study/venezuela/venezuela69.html diakses pada tanggal 30 Juli 2003. http://www.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela67.html diakses tanggal 1 Juni 2003 Venezuela Constitutional Development.

127 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful