P. 1
LKS Skripsi

LKS Skripsi

|Views: 236|Likes:
Published by Aulia Wahyuningtyas

More info:

Published by: Aulia Wahyuningtyas on Apr 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2015

pdf

text

original

LEMBAR KERJA SISWA PRAKTIKUM

144

PERGESERAN KESETIMBANGAN KIMIA BERBASIS MATERIAL LOKAL

KELAS/KELOMPOK KETUA KELOMPOK ANGGOTA   

: : : UPI #PENDIDIKAN KIMIA AULIA WAHYUNINGTYAS #0706475

 TUJUAN PERCOBAAN 1. b. Apabila terjadi gangguan atau aksi pada keadaan kesetimbangan dinamik tersebut. diberikan suatu gangguan berupa perubahan konsentrasi. Faktor-faktor gangguan yang dapat mempengaruhi pergeseran kesetimbangan adalah sebagai berikut: 1. 2. maka kesetimbangan akan memberikan reaksi untuk mengurangi perubahan konsentrasi tersebut dengan cara menggeser kesetimbangan ke arah berlawanan dari zat yang konsentrasinya meningkat tersebut. Perubahan konsentrasi Bila pada suatu sistem yang berada dalam kondisi kesetimbangan. sehingga sistem mencapai keadaan kesetimbangan baru. Pada keadaaan tersebut reaksi mencapai kesetimbangan dinamik. maka sistem tersebut akan memberikan reaksi sebagai berikut: a. maka kesetimbangan akan memberikan reaksi untuk mengatasi gangguan tersebut dengan cara menggeser kesetimbangan ke arah zat yang konsentrasinya menurun tersebut. Apabila gangguan atau aksi tersebut berupa penurunan konsentrasi salah satu zat. Apabila gangguan atau aksi tersebut berupa pengenceran atau penambahan volume sistem sehingga konsentrasi seluruh zat dalam kesetimbangan tersebut menurun. maka sistem akan berubah sedemikian rupa untuk memperkecil gangguan. maka . Prinsip Le Chatelier menetapkan bahwa apabila pada suatu sistem yang berada dalam keadaan kesetimbangan dinamik mendapatkan gangguan atau aksi. Meramalkan arah pergeseran kesetimbangan dengan menggunakan prinsip Le Chatelier Menganalisis pengaruh perubahan konsentrasi dan suhu pada pergeseran kesetimbangan melalui percobaan  DASAR TEORI Dalam suatu reaksi kimia. maka sistem akan memberikan reaksi berupa perubahan untuk mengatasi aksi tersebut sehingga terjadi pergeseran kesetimbangan dari keadaan kesetimbangan semula ke keadaan kesetimbangan yang baru. Henri Louis Le Chatelier adalah ilmuwan pertama yang mengungkapkan pengaruh gangguan atau aksi terhadap pergeseran kesetimbangan sehingga dikenal dengan Prinsip Le Chatelier. akan tercapai suatu keadaaan dengan kecepatan reaktan membentuk hasil reaksi sama dengan kecepatan hasil reaksi membentuk reaktan yang terjadi secara berkelanjutan tanpa perubahan konsentrasi. c. Apabila gangguan atau aksi tersebut berupa peningkatan konsentrasi salah satu zat .

Hal tersebut tidak terjadi pada sistem kesetimbangan cair atau padat. 2. Sebagian Fe3+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan sebagian SCN. b.(aq) [FeSCN]2+ (aq) Jika ke dalam sistem kesetimbangan ditambahkan ion Fe3+. Untuk mengatasi gangguan atau aksi berupa peningkatan jumlah Fe3+ dalam sistem. Bila pada sistem kesetimbangan suhu diturunkan. maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (ke arah reaksi endoterm). perubahan volume pada suatu sistem gas menyebabkan perubahan tekanannya.8 kJ Apabila pada sistem kesetimbangan tersebut diganggu dengan menurunkan suhu sistem. maka konsentrasi Fe3+ meningkat. Bila pada sistem kesetimbangan suhu dinaikan. Hal sesuai dengan prinsip Le Chatelier 3. Volume sistem berbanding terbalik dengan tekanan sistem. kenaikan atau penurunan suhu pada suatu reaksi kesetimbangan akan memberikan pengaruh sebagai berikut: a.membentuk [FeSCN]2+. Contohnya pada sistem kesetimbangan berikut: Fe3+ (aq) + SCN. maka sistem akan mengurangi gangguan tersebut dengan cara mengurangi kelebihan Fe3+ tersebut. Perubahan tekanan dan volume Pada suhu konstan. Hal tersebut merupakan gangguan terhadap sistem kesetimbangan. Perubahan suhu Pada umumnya. sehingga posisi kesetimbangan akan bergeser ke arah pembentukan [FeSCN]2+.kesetimbangan akan memberikan reaksi untuk mengatasi gangguan tersebut dengan cara menggeser kesetimbangan ke arah sisi reaksi yang mempunyai jumlah molekul atau jumlah koefisien reaksi lebih banyak. yaitu ke arah pembentukan gas N2O4. maka kalor sistem akan berkurang. Untuk mengatasi kekurangan kalor tersebut maka sistem akan melakukan reaksi dengan cara menggeser kesetimbangan kea rah reaksi yang membebaskan kalor (reaksi eksoterm). demikian juga sebaliknya perubahan tekanan akan menyebabkan perubahan volume. maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang membebaskan kalor (ke arah reaksi eksoterm). Dengan menggunakan prinsip Le Chatelier dapat diperkirakan perubahan yang terjadi dalam sistem tersebut. Contoh: Pada reaksi kesetimbangan : 2NO2 (g) N2O4 (g) ΔH = -58. .

yang akan menyebabkan tekanan sistem bertambah.Berkurangnya volume sistem kesetimbangan gas yang berada dalam keadaan setimbang akan menyebabkan kesetimbangan mengalami pergeseran ke arah sisi reaksi yang memiliki jumlah molekul gas yang lebih sedikit. Sedangkan bertambahnya volume sistem kesetimbangan gas dalam keadaan setimbang akan menyebabkan kesetimbangan mengalami pergeseran ke arah sisi reaksi yang memiliki jumlah molekul gas yang lebih banyak. maka tekanan dalam sistem akan berkurang. sistem akan menggeser kesetimbangan ke arah pembentukan NH3 karena jumlah koefisien NH3 lebih kecil daripada jumlah koefisien reaksi N2 dan H2. gangguan perubahan tekanan atau volume tidak akan mempengaruhi perubahan jumlah zat. Sedangkan bila volume sistem dikurangi. Untuk menghilangkan gangguan tersebut. . Seperti reaksi berikut: H2 (g) + I2 (g) 2HI (g) Reaksi kesetimbangan banyak yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu reaksi kesetimbangan tersebut adalah reaksi kesetimbangan indikator asam-basa HIn (aq) H+ (aq) + In. Indikator asam-basa dapat diperoleh dari bahan alam seperti bunga tapak dara atau bunga berwarna lainnya. Bunga dan daunnya berpotensi menjadi sumber obat untuk leukemia dan penyakit Hodgkin. berasal dari Amerika Tengah. sistem kesetimbangan akan bergeser ke arah pembentukan gas N2 dan H2 yang memiliki koefisien lebih besar. terjadinya pergeseran kesetimbangan dapat diamati dari perubahan warna yang terjadi.(aq) Pada indikator asam basa. Pada sistem kesetimbangan yang memiliki jumlah koefisien sama pada kedua sisi reaksi. Tumbuh baik mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Contohnya pada sistem kesetimbangan reaksi: N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g) Apabila ke dalam sistem kesetimbangan tersebut ditambahkan sejumlah zat sehingga volume sistem menjadi bertambah. Dengan demikian. biasanya warna HIn tidak sama dengan warna In -. Tapak dara (Catharanthus roseus) adalah tanaman perdu kecil tahunan. Namun biasanya kesetimbangan tersebut sulit untuk diamati karena sebagian besar perubahannya hanya terjadi pada level mikroskopik. ada reaksi kesetimbangan yang dapat diamati pergeseran kesetimbangannya dengan menggunakan alat dan bahan yang mudah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Namun.

mempunyai warna yang berbeda. akan menggeser kesetimbangan ke arah pembentukan H+ dan In-. . Karena HIn dan In. sedangkan peningkatan suhu akan menggeser kesetimbangan ke arah pembentukan gas CO2. maka pergeseran kesetimbangannya dapat diamati dari perubahan warnanya. sedangkan pengurangan konsentrasi H+. karbon dioksida (CO2) dan air (H2O). H2CO3 dapat terbentuk dari reaksi antara asam asetat (CH3COOH) dari cuka makan dan natrium bikarbonat (NaHCO3) dari soda kue. sebagai akibat penambahan konsentrasi OH-.Seperti reaksi kesetimbangan lain.31 kJ/mol Pada kesetimbangan tersebut. Pengaruh perubahan suhu pada sistem kesetimbangan yang dapat diamati adalah reaksi kesetimbangan asam karbonat (H2CO3). penurunan suhu akan menggeser kesetimbangan ke arah pembentukan H2CO3. Misalnya penambahan konsentrasi H+ akan menggeser kesetimbangan ke arah pembentukan HIn. sehingga persamaan reaksinya menjadi sebagai berikut: CH3COOH (aq) + NaHCO3 (s)  CH3COONa (aq) + H2CO3 (aq) H2CO3 (aq) CO2 (g) + H2O (l) ∆H= +20. adanya gangguan berupa perubahan konsentrasi salah satu zat akan menyebabkan terjadinya pergeseran kesetimbangan. Indikator terjadinya pergeseran kesetimbangan dilihat dari perubahan ukuran balon yang menunjukan perubahan jumlah CO2 yang dihasilkan.

masukan ke dalam gelas plastik. Iris tipis mahkota bunga tapak dara tersebut menggunakan pisau/cutter hingga halus. 3. 6. Indikator alami bunga tapak dara siap digunakan. . 4. Pilihlah 10 tangkai bunga tapak dara.PENGARUH KONSENTRASI TERHADAP KESETIMBANGAN  ALAT DAN BAHAN Alat:  Gelas plastik 100 mL  Botol kecil bekas obat  Pisau/cutter  Pipet tetes  Label  Kain perca putih 3 buah 2 buah 1 buah 3 buah secukupnya 1 helai      Bahan: Cuka makan (CH3COOH) Soda Api (NaOH) Bunga tapak dara Air keran Air panas ±3 mL 2 gram sepuluh tangkai 100 mL 20 mL  CARA KERJA  Cara pembuatan indikator alami dari bunga tapak dara 1. Diamkan selama 5 menit. Tambahkan ±20 mL (1/8 gelas) air panas. 2. Beri label ”Larutan Indikator” pada gelas. Saring ekstrak mahkota bunga tapak dara tersebut menggunakan kain perca putih. Pisahkan mahkota bunga dari tangkainya. 5.

4. 5. bandingkan dengan larutan A. Pembuatan larutan basa (soda api) 1. Catat perubahan yang terjadi. Larutan basa dari soda api siap dipakai. ±2 mL. Beri label pada kedua botol dengan huruf A dan B. Siapkan ±100 mL (setengah gelas) air dalam gelas plastik. 2. Larutan A digunakan sebagai pembanding untuk larutan B 3. 2. Aduk hingga semua soda api melarut. 3. Siapkan 2 botol kecil. Masukan larutan indikator ke dalam 2 botol kecil sama banyaknya. Masukan ± ½ sendok teh soda api ke dalam air. Tambahkan ±5 tetes larutan asam (cuka makan) ke dalam larutan B. Ingat! Pastikan pipet yang dipakai dalam keadaan bersih dan tidak digunakan untuk beberapa senyawa secara bersamaan . Beri label “Larutan Basa” pada gelas.  Pengaruh konsentrasi terhadap kesetimbangan asam-indikator (HIn) 1.

Hingga terjadi perubahan warna. Lalu tambahkan lagi ±2 mL larutan cuka makan ke dalam larutan B. Catat perubahan yang terjadi. Tambahkan ± 1 mL larutan basa soda api ke dalam larutan B. bandingkan dengan larutan A. 5.4. bandingkan dengan larutan A. Hingga terjadi perubahan warna. Catat perubahan yang terjadi.  DATA PENGAMATAN Bunga tapak dara : Larutan Bunga Tapak Dara : Larutan Soda api : Larutan Asam cuka makan : Botol A Perlakuan Tanpa perlakuan Warna larutan Ditambah cuka makan B Ditambah larutan basa Ditambah cuka makan .

......................................................................... .....................................................................................………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………......................... 2.............................................................................. larutan pada botol B ditambahkan larutan soda api....................................………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………........................ ........ Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan apa yang dapat disimpulkan tentang pengaruh penambahan dan pengurangan konsentrasi pereaksi terhadap pergeseran kesetimbangan? ................................................................. 4............................................................................................................................................ jelaskan perubahan yang terjadi! Ke arah manakah pergeseran kesetimbangan terjadi? ................................................................................................... ...................................................... apa yang terjadi? Bandingkan dengan larutan pada botol A....................................................................................................... Ke arah manakah pergeseran kesetimbangan terjadi? ............. ............................................................................................... ................................................................................................................ PERTANYAAN 1.......................................................................................................................................... 5.................................. ........................................................................................................................................... Lalu larutan pada botol B ditambahkan lagi cuka asam.......................................................... Setelah penambahan cuka asam........................................................................... ................................................................................................. ...................... Jelaskan apa yang terjadi setelah larutan indikator pada botol B ditambahkan larutan cuka asam! Ke arah manakah pergeseran kesetimbangan terjadi? .... 3....... ....... Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi dari percobaan yang telah dilakukan! (beserta perubahan warna yang terjadi)! ........................................

. Siapkan 2 botol plastik yang sudah dicuci bersih. Beri label pada kedua botol tersebut dengan A dan B.PENGARUH SUHU TERHADAP KESETIMBANGAN  ALAT DAN BAHAN       Alat: Botol plastik 600 mL Label Penangas air Penggaris Corong Plastik Stopwatch 2 buah secukupnya 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah Bahan:  Es batu  Air panas  Balon  Cuka makan (CH3COOH)  Soda kue (NaHCO3) secukupnya secukupnya 2 buah 30 mL 4 gram  CARA KERJA 1.

3. amati perubahannya. Masukan 15 mL (1/4 bungkus) cuka makan ke dalam masing-masing botol. isi balon jangan sampai tumpah. Catat pada tabel pengamatan. Masukan ± 2 gram (1/2 sendok teh) soda kue ke dalamnya menggunakan corong yang telah dibersihkan dan dikeringkan. . Pastikan tidak ada celah terbuka dan balon tidak sobek! 5. Siapkan 2 buah balon karet. Tumpahkan soda kue yang berada di dalam balon ke dalam botol plastik berisi cuka makan. Ukur diameter dan tinggi balon menggunakan penggaris. Pasangkan balon ke mulut botol plastik berisi cuka makan. Pastikan balon tidak bocor! Bagaimana Bagaimana caranya? 4. 6. Diamkan selama 1 menit.2.

Diamkan selama 15 menit. bukan ukurannya. Pada percobaan ini yang dibandingkan hanya perubahannya. Amati perubahan yang terjadi pada balon. Catat pada tabel pengamatan. Diamkan selama 3 menit. 10.7. Amati perubahan yang terjadi pada balon. Lalu simpan botol A pada wadah berisi air es. Ukur diameter dan tinggi balon menggunakan penggaris.  DATA PENGAMATAN Soda Kue : Ukuran maksimum tiap balon berbeda-beda. Catat pada tabel pengamatan. Simpan botol A ke dalam air panas. 9. 8. Ukur diameter dan tinggi balon menggunakan penggaris. HATI-HATI! Larutan Asam Cuka Makan : Botol A Perlakuan Suhu Kamar Dalam air panas Dalam air dingin Diameter x Tinggi Botol B Selisih Perlakuan Suhu Kamar Diameter x Tinggi .

............................................................................. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan apa yang dapat disimpulkan tentang pengaruh peningkatan dan penurunan suhu sistem terhadap pergeseran kesetimbangan? ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ............................................................................................................... ................................................................ .............................................................................................. Setelah dari air panas........ jelaskan apa yang terjadi! Ke arah manakah pergeseran kesetimbangan terjadi? ........................................... Mengapa balon bisa mengembang setelah soda kue dimasukan ke dalam botol berisi cuka? ..................................................................................... 3.......... Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi dari percobaan yang telah dilakukan! ....................................................................................................................................................... 4............................................................................................................... botol A dimasukan ke dalam es.......................................... 5............................................................. ............................................................................................................................................................................... ....................... ................................ ............................................................................................................................................................................ PERTANYAAN 1............................................................ 2................................... Jelaskan apa yang terjadi setelah botol A dimasukan ke air panas! Ke arah manakah pergeseran kesetimbangan terjadi? ........................................................................................................

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->