MAKASSAR, - Pemerintah Kota Rotterdam, Belanda, menawarkan bantuan untuk pemulihan kawasan Benteng Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan

(Sulsel). Penawaran langsung dari Wali Kota Rotterdam tersebut merupakan hasil kunjungan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang pada Januari lalu ke Belanda, kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan A Muallim di Makassar, Rabu (3/2). Ia mengatakan, Wali Kota Rotterdam meminta proposal rinci terkait dengan pemulihan kawasan bersejarah tersebut. "Proposalnya akan kami berikan namun saya ingatkan andalan untuk pemulihan kawasan benteng tersebut tetap APBN dan APBD, bantuan yang ditawarkan Pemerintah Kota Rotterdam dan lainnya merupakan suplemen saja," jelasnya. Sebagai langkah awal keseriusan pemerintah provinsi untuk memulihkan kawasan tersebut adalah dengan membongkar kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel serta mengatur kembali tata letak kantor stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) dan Kantor Pos Indonesia, Makassar. Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Dibangun pada 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna. Setelah Perjanjian Bungayya, Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menyerahkan benteng ini kepada Belanda. Nama Benteng Ujung Pandang kemudian diubah menjadi Fort Rotterdam. Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda dan kemudian dijadikan pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur. Realisasi lain dari kunjungan Wakil Gubernur ke Belanda adalah permintaan dari Duta Besar RI untuk Indonesia di Belanda Effendi Habibie agar Sulsel berpartisipasi dalam penyelanggaraan Pameran Malam Indonesia di Den Haag, Belanda yang akan diselenggarakan pada 1 - 5 April. "Sulsel siap memenuhi permintaan tersebut dan telah dikoordinasikan persiapannya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel dan akan menyeleksi para penari yang akan diberangkatkan ke sana melalui audisi di setiap kabupaten," ujarnya. Menurut dia, kedatangan Dubes RI untuk Belanda di Makassar, 16 April mendatang bersama Wali Kota Rotterdam sekaligus menghadiri peluncuran buku Putra Labukkang milik Effendi Habibie yang juga merupakan putra Sulsel.

erkunjung ke Museum La Galigo, ibarat mempelajari rangkaian sejarah dengan cepat dan jelas.

perisai dan topi perang. maka bangunan museum di bagian selatan ditutup untuk sementara waktu. Kerajaan Bone. Yakni Kerajaan Gowa. “Di ruang mata uang ini. Satu di sisi utara benteng dan satu lagi di sisi selatan benteng. Museum ini terbagi menjadi dua lokasi. Namun tak sembarang orang bisa melihatnya. Seperti baju. hingga penutup mayat dari kayu yang memiliki panjang sekira dua meter. Pengunjung bisa berkeliling sendiri. (*) . Pertama. dan Kerajaan Luwu. senapan dan pistol VOC. sebab setiap benda sudah dilengkapi katalog yang menceritakan benda sesuai namanya. Terbuat dari emas murni seberat 1. berisi puluhan mata uang logam maupun kertas pada zaman penjajahan hingga sekarang. Atau pengunjung bisa meminta bantuan pemandu wisata museum untuk mengetahui lebih jauh lagi mengenai benda-benda dalam museum tersebut yang usianya mencapai ratusan tahun. Ruangan terakhir. sebab peninggalan sejarah harus dilestarikan. Jumat. Pengunjung cukup membayar biaya masuk Rp2000 untuk anak-anak dan Rp3000 khusus dewasa di loket yang berada di depan pintu masuk museum. kita memasuki ruang Arkeolog. Namun karena adanya revitalisasi yang sedang berlangsung. Museum La Galigo yang terletak dalam kawasan Fort Rotterdam di Jalan Ujungpandang. Menjaganya pun harus ekstra hati-hati. serta pistol Portugis. Sesuai namanya beberapa relief batu dan kayu ada disini. kursi tamu.TAK banyak museum yang bisa menceritakan sejarah Sulseldi masa lalu. penyaring air dari batu. uang-uang yang ada sangat langka. “Mahkota yang asli masih tersimpan di Museum Balla Lompoa di Gowa. Timur Tengah. Ada tempat tidur raja. terdapat perangkat perang. Sekarang kita memasang kamera tersembunyi untuk menghindari kehilangan benda-benda tersebut. benda-benda peninggalan masa lalu pun patut untuk diketahui. Masih di lantai yang sama. 12 November. peralatan makan. dan lain sebagainya. “Banyak peninggalan kita yang hilang dicuri. merupakan ruangan yang dipenuhi keramik yang berasal dari China.” ungkap Nasir. Seperti bentuk nisan batu raja pada zaman dahulu. Selain bangunannya yang merupakan bagian dari sejarah tersebut. foto Raja Bone hingga replika mahkota Raja Gowa. Ada banyak ruangan yang terdapat dalam Museum La Galigo di bagian utara ini. Beranjak ke bangunan atas di lantai dua. di ruang berikutnya. Salah satunya. M Nasir.” jelas pemandu wisata Museum La Galigo.750 gram.” lanjut Nasir. pengunjung dapat menemukan berbagai benda-benda yang dipakai di tiga kerajaan besar di Sulsel. Ruang berikutnya. Ada juga samurai peninggalan Jepang.

Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda. Sulawesi Selatan. Nama asli benteng ini adalah Benteng Ujung Pandang. Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. [sunting] Galeri  Nama Fort Rotterdam di gerbang masuk  Situasi Fort Rotterdam pada Februari 2010 . bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Sebagian besar gedung benteng ini masih utuh dan menjadi salah satu objek wisata di Kota Makassar. nama Benteng Ujung Pandang diubah menjadi Fort Rotterdam. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan. Di kompleks Benteng Ujung Pandang kini terdapat Museum La Galigo yang di dalamnya terdapat banyak referensi mengenai sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) dan daerahdaerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa. namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros. Benteng ini kemudian digunakan oleh Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur.Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna. Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menandatangani perjanjian Bungayya yang salah satu pasalnya mewajibkan Kerajaan Gowa untuk menyerahkan benteng ini kepada Belanda. biasa juga orang Gowa-Makassar menyebut benteng ini dengan sebutan Benteng Panyyua yang merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa. Pada saat Belanda menempati benteng ini. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat.

Benteng Fort Rotterdam merupakan benteng yang berbentuk penyu yang mengarah ke lautan yang melambangkan filosofi Kerajaan Gowa yang Berjaya di lautan maupun didartan. Benteng ini terletak di pinggir pantai tepi barat Makassar. dan kemudian kotruksi benteng ini diganti dengan batu padas dari Pegunungan Karst di daerah Maros oleh Raja Gowa ke -14 Sultan Alaudin. Pada awal pembangunannya Benteng Rotterdam di buat dari bahan tanah liat. Satu bagian Fort Rotterdam pada Februari 2010 yang sudah dikelilingi bangunan lain  Detil jendela salah satu bangunan di Fort Rotterdam     Fort Rotterdam pada Tahun 1923 Satu bagian Fort Rotterdam pada Tahun 1924 Fort Rotterdam pada Tahun 1924 Satu bagian Fort Rotterdam pada Tahun 1930 [sunting] Pranala luar Benteng Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang merupakan benteng peninggalan dari kerjaan Gowa-Tallo. . Benteng ini dibangung pada tahun 1545 oleh Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna Raja Gowa ke-9. depan dermaga penyebrangan Makssar.

Nama asli dari Benteng Rotterdam sebenarnya adalah Benteng Ujung Pandang.Belanda terus melakukan pegempuran ke Benteng Ujung Pandang yang di pimpin oleh Jendral Spellman selama setahun hingga Kerajaan Gowa hancur dan takluk oleh Belanda. Setelah menaklukan Kerajaan Gowa. Beberapa saat yang lalu (awal September 2011) saya beserta tim “Virtual Museum UG” berkesempatan mengunjungi sekaligus menikmati keindahan benteng Fort Rotterdam. . Kekalahan ini memaksa Raja Gowa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667. Benteng ini terletak di kota Makasar yang merupakan salah satu bukti peninggalan Kerajaan Gowa. dan yang salah satu isinya Kerajaan Gowa harus menyerahkan Benteng Ujung Pandang ke Belanda. Pada tahun 1666 Belanda memutuskan untuk menaklukan Kerjaan Gowa agar kapal dagang VOC udapat masuk dengan mudah dan merapat di daerah Gowa dan memperluas kekuasaan Belanda didaerah Banda dan Maluku. Pesona Jejak Sejarah Benteng Fort Rotterdam Author: menthokz 20 Sep Benteng identik dengan kegagahan. Salah satu keindahan dan keunikan yang tampak dari benteng ini adalah bila dilihat dari udara bentuknya menyerupai “penyu raksasa” yang hendak merayap ke Selat Makasar. Pangeran Diponoegoro di penjarakan dalam sebuah ruangan yang berdinding kokoh berbentuk melengkung. Pada tahun 1834 Benteng Fort Rotterdam menjadi penjara bagi Pangeran di Ponegoro hingga waftanya. Benteng ini merupakan markas dari pasukan Katak Kerajaan Gowa. Jendral Spellman memutuskan untuk menetap disan denganmembangun kembali Benteng dangan arsitektur Belanda. Disana Pangeran Diponegoro dilengkapi dengan peralatan sholat dan peralatan tidur. kesunyian dan bahkan kekerasan yang menyertai nuansa yang dicerminkannya. Nama Benteng Ujung Pandang kemudian di rubah menjadi Benteng Fort Rotterdam oleh Jendral Spellman untuk mengenang kota kelahirannya.Benteng Fort Roterdam dikenal oleh orang Gowa-Makssar dengan sebutan Benteng Panyyua (Penyu) karena bentuknya sepertipenyu.

kita akan segera disergap oleh nuansa masa lalu. pintu kayu. pusat pemerintahan dan perekonomian. gerendel kuno. oleh I Manriawagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung. Tembok yang tebal sangat kokoh. Pada jaman kolonial Belanda benteng ini berfungsi sebagai benteng pertahanan. pusat pertahanan. benteng ini semula bernama Benteng Ujung Pandang yang didirikan di sebuah “Ujung” pulau yang terdapat banyak pohon “Pandang”. Benteng ini pada tahun 1643 direvitalisasi oleh Raja Gowa ke-14 I Mangerangi Daeng Manrabbia Sultan Alaudin. yaitu Raja Gowa ke-10. akan terlihat jelas. Benteng ini secara resmi dikuasai oleh .Memasuki pintu utamanya yang berukuran kecil. Benteng ini pada jaman Kerajaan Gowa berfungsi sebagai benteng pertahanan yang didalamnya terdapat bangunan khas makasar. karena area didalam benteng tidak dijadikan museum cagar budaya. sehingga suasana seram yang biasa kita jumpai dilokasi tua semacam ini tidak begitu kental. Benteng Rotterdam dijadikan kantor pemerintah yakni Pusat Kebudayaan Makassar. Masuk ke benteng sebetulnya tidak dipungut bayaran. pada tahun 1546. yang melakukan penyempurnaan pada bangunan temboknya. 2004). Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh (salah satunya dari Ensklopedia Sejarah Sulawesi Selatan.

Kesultanan ini sebenarnya memiliki 17 buah benteng yang mengitari seluruh ibukota dan daerah sekitarnya. Barbara Crossette pernah menggambarkan benteng ini sebagai “the best preserved Dutch fort in Asia”. berubah mendapat tambahan satu bastion lagi di sisi barat. Bahan dasarnya adalah batu yang dicampur dengan tanah liat yang dibakar hingga kering. Pada awalnya. Pada awalnya. dan tempat tidur. Kini. dan kemudian pada tahun 1834 dipindahkan ke Fort Rotterdam. yang dilengkapi dengan peralatan shalat. Temboknya berwarna hitam dan berlumut. Diponegoro kemudian ditangkap serta dibuang ke Menado. Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830. Pesona keindahan lain yang dapat dieksplorasi dari benteng ini adalah menjenguk ruang tahanan sempit Pangeran Diponegoro saat dibuang oleh Belanda sejak tertangkap di tanah Jawa. Bentuk awal yang mirip persegi panjang kotak dikelilingi oleh lima bastion.Pemerintah Belanda pada saat perjanjian Bungaya pada tanggal 18 November 1667. Pangeran Diponegoro ditempatkan didalam sebuah sel penjara yang berdinding melengkung dan amat kokoh. Pesona lain yang juga masih tersimpan dalam benteng ini adalah penggalan Kitab Sastra terpanjang di dunia yang dikenal I La Galigo. Kesultanan ini pernah berjaya sekitar abad ke-17 dengan ibukotanya Ujung Pandang (Makassar). Seorang wartawan New York Times. Benteng ini merupakan peninggalan sejarah Kesultanan Gowa di Sulawesi Selatan. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-X yang bernama Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau Karaeng Tunipalangga Ulaweng. Speelman akhirnya menetap di benteng tersebut dan membangun kembali serta menata topologi bangunannya sesuai dengan arsitektur Belanda. alquran. kesultanan ini masuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Nama tersebut merupakan nama kota tempat kelahirannya di Negeri Belanda. Sultan Gowa ke- . Pada tanggal 9 Agustus 1634. seperti halnya arsitektur benteng ala Portugis. Hanya saja. benteng ini disebut dengan nama Benteng Jumpandang (Ujung Pandang). berakhir dengan dijebaknya Pangeran Diponegoro oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai. Sejarah Singkat Quote: Benteng Fort Rotterdam merupakan salah satu benteng di Sulawesi Selatan yang boleh dianggap megah dan menawan. Kitab tersebut merupakan kumpulan karya sastra dan catatan hasil kebudayaan yang ditulis secara turun temurun dalam bahasa Lontarak. Indonesia. Semenjak saat itu nama benteng tersebut dirubah oleh Gubernur Jenderal Cornelis Speelman menjadi Fort Rotterdam. Benteng Fort Rotterdam merupakan bentang paling megah di antara benteng-benteng lainnya dan keasliannya masih terpelihara hingga kini. bentuk benteng ini adalah segi empat.

berkobarlah perang pertama antara Belanda dan Kesultanan Gowa. dibangun lagi dinding tembok kedua dekat pintu gerbang. Akibat dari kekalahan ini. Quote: Lokasi Quote: Benteng ini terletak di Jl. sehingga dengan demikian mereka dapat dengan mudah masuk ke wilayah Banda dan Maluku. rumah raja yang ada di dalam benteng juga hancur dan dibakar oleh tentara musuh. yang merupakan nama tempat kelahiran Speelman. Tujuan penyerangan Belanda adalah untuk mengembangkan sayap perdagangannya. Sejak tahun 1666. dengan gelar Sultan Alauddin) membuat dinding tembok benteng dengan batu padas yang berwarna hitam keras. meski pada akhirnya dapat dibangun kembali. armada perang Belanda dipimpin oleh Gubernur Jenderal Admiral Cornelis Janszoon Speelman. benteng ini berfungsi sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan Hindia Belanda di wilayah timur. Ia dibuang dan diasingkan di dalam benteng ini selama 26 tahun. Benteng ini pernah hancur pada masa penjajahan Belanda. Sultan Gowa dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667. Serangan ini mengakibatkan Benteng Fort Rotterdam hancur (meski tidak sepenuhnya). Provinsi . Gubernur Jenderal Speelman kemudian berinisiatif memerintahkan bawahannya agar membangun kembali benteng yang telah hancur itu dengan model arsitektur Belanda. Sejak saat itu. Bahkan. Nama benteng kemudian dinamakan Fort Rotterdam. Kesultanan Gowa diserang. Bentuk benteng yang awalnya berupa segi empat dengan dikelilingi oleh lima bastion. Kota Makassar. Ujung Pandang No. Pada tanggal 23 Juni 1635. Belanda pernah menyerang Kesultanan Gowa yang pada saat itu dipimpin oleh Sultan Hasanuddin. yaitu antara tahun 1655 hingga tahun 1669. khususnya kawasan Sulawesi Selatan.14 (I Mangerangi Daeng Manrabbia. Benteng ini pernah dijadikan sebagai tempat pengasingan Pangeran Diponegoro ketika dirinya kalah perang dalam melawan penjajah Belanda di Jawa antara tahun 1925-1930. kemudian ditambahkan satu bastion lagi yang ada di sisi barat. Selama satu tahun penuh. sebagai pusat perdagangan di wilayah timur pada saat itu. Pada saat itu.1.

Dr. Karena bentuknya mirip penyu. benteng ini menyerupai bentuk penyu yang hendak masuk ke dalam pantai. Ida Bagus Mantra. manuskrip (berisi tentang perjanjian antara Sri Sultan Sjahbaddin dengan VOC pada tanggal 19 Mei 1710). dan perekonomian Kesultanan Gowa. sehingga benteng berperan sebagai media perlindungan atau pertahanan ibukota dari serangan musuh. banyak orang Makassar dikenal sebagai pelaut yang berlayar hingga ke pesisir-pesisir Indonesia. Museum ini diresmikan pada tanggal 24 Februari 1974 oleh Dirjen Kebudayaan. Nama ini juga merupakan tokoh yang berperan dalam epos ini sebagai seorang ahli sastra. Pintu utamanya berukuran kecil. Jika dilihat dari letak yang tinggi. Nama museum ini berasal dari sebuah epos bernama I La Galigo. Prof. Letaknya persis di depan pelabuhan laut Kota Makassar. Sejak dahulu. Bangunan dalam benteng terdapat rumah panggung khas Gowa yang dulunya pernah ditempati oleh raja dan . dan budaya Sulawesi Selatan lainnya. pakaian tradisional. Quote: Deskripsi Benteng Quote: Benteng ini berdiri kokoh menjulang hampir setinggi 5 meter. Quote: Fungsi Sosial Quote: Benteng ini pernah berfungsi sebagai pusat perdagangan. benteng ini kadang juga dinamakan sebagai Benteng Panynyua (Penyu).Sulawesi Selatan. Bentuk penyu ini mengilustrasikan fakta bahwa Kesultanan Gowa pada saat itu merupakan kerajaan maritim yang memiliki kekuatan perekonomian dan pelayaran yang sangat besar. Indonesia. Ketika Belanda mampu menguasai Kesultanan Gowa. Di kompleks benteng terdapat Museum Negeri La Galigo yang menyimpan berbagai pernak-pernik asal Tanah Toraja. Museum ini juga menyimpan berbagai benda sejarah. patung. pemerintahan. keramik. bahkan hingga ke Samudera Hindia dan Pulau Madagaskar. benteng ini juga dijadikan sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan Hindia Belanda.

Benteng Ujungpandang Benteng Ujungpandang (Ford Ratterdam) Benteng Ujungpandang terletak di Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Ujungpandang. Sebenarnya. konser musik. Tonjolan-tonjolan tambahan pada model dasar segi empat melahirkan bentuk benteng yang menyerupai penyu. Menurut sejarahnya.uas keseluhruhan areanya 21. L. benteng ini kini tidak hanya berfungsi sebagai museum saja. naskah Lontarak menyebut benteng Penyua' (benteng penyu). raja Gowa keempat belas. dan lain-lain. Area benteng ini seluas 2. Kota Madya Ujungpandang.5 hektar berdinding tertinggi 7 meter dan terendah 5 meter dengan ketebalan 2 meter. . Di samping itu. pada masa pemerintah Ian Sultan Alauddin. Pem¬bangunan benteng diselesaikan pada tahun 1545 oleh raja Gowa X. / Manriogau Daeng Banto Karaeng Lakiung Tunipalangga Ulaweng. namun juga berfungsi sebagai kantor Pusat Kebudayaan Makassar. Bentuk dasar benteng segi empat dan berarsitektur Portugis. jaya di laut dan di darat. seperti halnya seekor penyu. dinding benteng yang terbuat dari tanah liat diberi lapisan batu berbentuk segi empat dengan variasi ukuran berbeda. benteng ini juga dirintis oleh Raja Gowa IX Semula benteng berisi bangunan rumah Makassar dengan tiang-tiang kayu yang tinggi. pagelaran tari. kemudian mengalami penyempurnaan. Benteng yang pada mulanya dibuat dari tanah liat ini mempunyai model tak ubahnya bentengbenteng Eropa abad ke-26 dan ke-17. Justru itu. kompleks dalam benteng juga difungsikan sebagai Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala dan Taman Budaya yang sering menggelar acara-acara kesenian.keluarganya. sebagai benteng pertahanan pendamping kerajaan Gowa. Di tahun 1635 Masehi. Bentuk penyu berhubungan dengan simbolisme kekuatan etnis Makassar.252 meter persegi dan terdiri atas 15 bangunan.

Somba Opu. Hampir semua berasal dari masa Islam. Kini. Akibat kema¬juan teknologi. Makam adalah rumah peristirahatan terakhir . pada tanggal 21 April 1977. benteng Ujungpandang beralih milik. Selanjutnya. dan makam. Pada masa pendudukan Jepang (1942). Cornelis Janszoon Speelman (1666) sangat berperan dalam pengubahan nama ini. terutama di bidang komunikasi udara. Penutup Di area situs bekas kerajaan Gowa-Tallo terdapat enam jenis monumen peradaban penting yaitu. Belanda kemudian juga melaku¬kan perubahan struktur bangunan dan gaya Makassar menjadi bangunan yang berciri Eropa.70% merupakan bangunan makam. Dari sisa peradaban tersebut. Pada saat terjadi agresi militer kedua. Dewan Kesenian Makassar. sumur. dan Sulawesi Selatan pada umumnya. benteng Ujungpandang difungsikan kembali menjadi benteng pertahanan dalam pertempuran tujuh hari antara pasukan KNIL dan TNI. Raja bagi masyarakat Makassar tidaklah di¬anggap mati. benteng ini tidak lagi digunakan sesuai dengan fungsinya. Seusai perang benteng . benteng Ujungpandang dipugar dan diperbaiki. is hanya berpindah alam. Akhirnya.Fungsi benteng Ujungpandang pada saat itu adalah benteng pengawal benteng induk.ini berfungsi sebagai perumahan sipil dan militer. benteng tersebut diubah namanya menjadi Fort Rotterdam yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan kompeni. benteng Ujungpandang menjadi monumen sejarah yang dilindungi dan dijadikan Pusat Kebudayaan Sulawesi Selatan berdasarkan Surat KeputuSan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. istana. benteng. Balai Arkeologi. mesjid. Setelah kemerdekaan Indonesia benteng Ujungpandang menjadi tempat penampungan Belanda dan pengikutnya. benteng Ujungpandang dimanfaatkan sebagai kompleks perkantoran Suaka Peninggalan Sejarah Purbakala. dan Museum Lagaligo yang disiapkan menampung berbagai koleksi yang dapat menunjang serta memberi informasi tentang benda cagar budaya kerajaan Gowa-¬Tallo khususnya. Pandangan demikian menyebapkan raja yang telah wafat ditambah gelar . Keadaan ini berlangsung hingga ditandatanganinya perjanjian penyerahan kembali kedaulatan RI tanggat 27 Desember 1949. Ketika kerajaan Gowa dikalahkan kompeni. melalui perjanjian Bongaya tahun 1667. gaya Gotik abad XVII.manusia. batu pelantikan. 14/A/1/1974. Setelah pengosongan dan pemindahan 1500 jiwa pada tahun 1970. Hal ini bisa menjelaskan kepada kita perkernbangan kebudayaan etnis Makassar terutama dari periode masuknya Islam yang bisa memperkuat bukti-bukti tertulis yang sampai kepada kita. benteng Ujungpandang dipandang kurang efektif untuk dijadikan benteng pertahanan Kemudian Jepang meng¬gunakannya sebagai pusat penelitian ilmiah bidang Bahasa dan pertanian. kecuali batu pallantikan.

artinya tidur ."matinroe". . seperti istana. Justru itu di Makassar khususnya makam raja dibuat istimewa dan indah. Sampai sekarang makam dari tokoh-tokoh Gowa¬-Tallo masih menjadi tempat ziarah yang ramai dikunjugi sepanjang tahun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful