MAKASSAR, - Pemerintah Kota Rotterdam, Belanda, menawarkan bantuan untuk pemulihan kawasan Benteng Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan

(Sulsel). Penawaran langsung dari Wali Kota Rotterdam tersebut merupakan hasil kunjungan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang pada Januari lalu ke Belanda, kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan A Muallim di Makassar, Rabu (3/2). Ia mengatakan, Wali Kota Rotterdam meminta proposal rinci terkait dengan pemulihan kawasan bersejarah tersebut. "Proposalnya akan kami berikan namun saya ingatkan andalan untuk pemulihan kawasan benteng tersebut tetap APBN dan APBD, bantuan yang ditawarkan Pemerintah Kota Rotterdam dan lainnya merupakan suplemen saja," jelasnya. Sebagai langkah awal keseriusan pemerintah provinsi untuk memulihkan kawasan tersebut adalah dengan membongkar kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel serta mengatur kembali tata letak kantor stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) dan Kantor Pos Indonesia, Makassar. Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Dibangun pada 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna. Setelah Perjanjian Bungayya, Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menyerahkan benteng ini kepada Belanda. Nama Benteng Ujung Pandang kemudian diubah menjadi Fort Rotterdam. Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda dan kemudian dijadikan pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur. Realisasi lain dari kunjungan Wakil Gubernur ke Belanda adalah permintaan dari Duta Besar RI untuk Indonesia di Belanda Effendi Habibie agar Sulsel berpartisipasi dalam penyelanggaraan Pameran Malam Indonesia di Den Haag, Belanda yang akan diselenggarakan pada 1 - 5 April. "Sulsel siap memenuhi permintaan tersebut dan telah dikoordinasikan persiapannya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel dan akan menyeleksi para penari yang akan diberangkatkan ke sana melalui audisi di setiap kabupaten," ujarnya. Menurut dia, kedatangan Dubes RI untuk Belanda di Makassar, 16 April mendatang bersama Wali Kota Rotterdam sekaligus menghadiri peluncuran buku Putra Labukkang milik Effendi Habibie yang juga merupakan putra Sulsel.

erkunjung ke Museum La Galigo, ibarat mempelajari rangkaian sejarah dengan cepat dan jelas.

sebab setiap benda sudah dilengkapi katalog yang menceritakan benda sesuai namanya. pengunjung dapat menemukan berbagai benda-benda yang dipakai di tiga kerajaan besar di Sulsel. Namun tak sembarang orang bisa melihatnya. kursi tamu. Beranjak ke bangunan atas di lantai dua. “Banyak peninggalan kita yang hilang dicuri. uang-uang yang ada sangat langka. penyaring air dari batu. dan Kerajaan Luwu. Yakni Kerajaan Gowa. Sesuai namanya beberapa relief batu dan kayu ada disini. Masih di lantai yang sama. Pengunjung bisa berkeliling sendiri. Ada tempat tidur raja. foto Raja Bone hingga replika mahkota Raja Gowa. Seperti baju. Atau pengunjung bisa meminta bantuan pemandu wisata museum untuk mengetahui lebih jauh lagi mengenai benda-benda dalam museum tersebut yang usianya mencapai ratusan tahun. Ada juga samurai peninggalan Jepang. 12 November. terdapat perangkat perang. “Di ruang mata uang ini. perisai dan topi perang. M Nasir. Ada banyak ruangan yang terdapat dalam Museum La Galigo di bagian utara ini. “Mahkota yang asli masih tersimpan di Museum Balla Lompoa di Gowa. hingga penutup mayat dari kayu yang memiliki panjang sekira dua meter. Jumat. Museum La Galigo yang terletak dalam kawasan Fort Rotterdam di Jalan Ujungpandang. peralatan makan. Selain bangunannya yang merupakan bagian dari sejarah tersebut. di ruang berikutnya. Pengunjung cukup membayar biaya masuk Rp2000 untuk anak-anak dan Rp3000 khusus dewasa di loket yang berada di depan pintu masuk museum. senapan dan pistol VOC. merupakan ruangan yang dipenuhi keramik yang berasal dari China.750 gram. Terbuat dari emas murni seberat 1. (*) . Salah satunya. Ruang berikutnya. Timur Tengah. kita memasuki ruang Arkeolog.” jelas pemandu wisata Museum La Galigo. Namun karena adanya revitalisasi yang sedang berlangsung. Satu di sisi utara benteng dan satu lagi di sisi selatan benteng.TAK banyak museum yang bisa menceritakan sejarah Sulseldi masa lalu. benda-benda peninggalan masa lalu pun patut untuk diketahui. berisi puluhan mata uang logam maupun kertas pada zaman penjajahan hingga sekarang. Menjaganya pun harus ekstra hati-hati. Museum ini terbagi menjadi dua lokasi.” lanjut Nasir. Kerajaan Bone. Seperti bentuk nisan batu raja pada zaman dahulu. Ruangan terakhir. Sekarang kita memasang kamera tersembunyi untuk menghindari kehilangan benda-benda tersebut. dan lain sebagainya. sebab peninggalan sejarah harus dilestarikan. serta pistol Portugis.” ungkap Nasir. maka bangunan museum di bagian selatan ditutup untuk sementara waktu. Pertama.

Sebagian besar gedung benteng ini masih utuh dan menjadi salah satu objek wisata di Kota Makassar. nama Benteng Ujung Pandang diubah menjadi Fort Rotterdam. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan. namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros. biasa juga orang Gowa-Makassar menyebut benteng ini dengan sebutan Benteng Panyyua yang merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa. [sunting] Galeri  Nama Fort Rotterdam di gerbang masuk  Situasi Fort Rotterdam pada Februari 2010 . bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar. Benteng ini kemudian digunakan oleh Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur. Sulawesi Selatan.Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa. Di kompleks Benteng Ujung Pandang kini terdapat Museum La Galigo yang di dalamnya terdapat banyak referensi mengenai sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) dan daerahdaerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna. Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menandatangani perjanjian Bungayya yang salah satu pasalnya mewajibkan Kerajaan Gowa untuk menyerahkan benteng ini kepada Belanda. Pada saat Belanda menempati benteng ini. Nama asli benteng ini adalah Benteng Ujung Pandang. Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda.

depan dermaga penyebrangan Makssar. Satu bagian Fort Rotterdam pada Februari 2010 yang sudah dikelilingi bangunan lain  Detil jendela salah satu bangunan di Fort Rotterdam     Fort Rotterdam pada Tahun 1923 Satu bagian Fort Rotterdam pada Tahun 1924 Fort Rotterdam pada Tahun 1924 Satu bagian Fort Rotterdam pada Tahun 1930 [sunting] Pranala luar Benteng Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang merupakan benteng peninggalan dari kerjaan Gowa-Tallo. dan kemudian kotruksi benteng ini diganti dengan batu padas dari Pegunungan Karst di daerah Maros oleh Raja Gowa ke -14 Sultan Alaudin. Benteng ini dibangung pada tahun 1545 oleh Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna Raja Gowa ke-9. Benteng Fort Rotterdam merupakan benteng yang berbentuk penyu yang mengarah ke lautan yang melambangkan filosofi Kerajaan Gowa yang Berjaya di lautan maupun didartan. Benteng ini terletak di pinggir pantai tepi barat Makassar. Pada awal pembangunannya Benteng Rotterdam di buat dari bahan tanah liat. .

Disana Pangeran Diponegoro dilengkapi dengan peralatan sholat dan peralatan tidur. Pangeran Diponoegoro di penjarakan dalam sebuah ruangan yang berdinding kokoh berbentuk melengkung.Belanda terus melakukan pegempuran ke Benteng Ujung Pandang yang di pimpin oleh Jendral Spellman selama setahun hingga Kerajaan Gowa hancur dan takluk oleh Belanda.Benteng Fort Roterdam dikenal oleh orang Gowa-Makssar dengan sebutan Benteng Panyyua (Penyu) karena bentuknya sepertipenyu. Salah satu keindahan dan keunikan yang tampak dari benteng ini adalah bila dilihat dari udara bentuknya menyerupai “penyu raksasa” yang hendak merayap ke Selat Makasar. . Benteng ini terletak di kota Makasar yang merupakan salah satu bukti peninggalan Kerajaan Gowa. Beberapa saat yang lalu (awal September 2011) saya beserta tim “Virtual Museum UG” berkesempatan mengunjungi sekaligus menikmati keindahan benteng Fort Rotterdam. Jendral Spellman memutuskan untuk menetap disan denganmembangun kembali Benteng dangan arsitektur Belanda. Pada tahun 1666 Belanda memutuskan untuk menaklukan Kerjaan Gowa agar kapal dagang VOC udapat masuk dengan mudah dan merapat di daerah Gowa dan memperluas kekuasaan Belanda didaerah Banda dan Maluku. Pada tahun 1834 Benteng Fort Rotterdam menjadi penjara bagi Pangeran di Ponegoro hingga waftanya. Benteng ini merupakan markas dari pasukan Katak Kerajaan Gowa. Nama Benteng Ujung Pandang kemudian di rubah menjadi Benteng Fort Rotterdam oleh Jendral Spellman untuk mengenang kota kelahirannya. dan yang salah satu isinya Kerajaan Gowa harus menyerahkan Benteng Ujung Pandang ke Belanda. kesunyian dan bahkan kekerasan yang menyertai nuansa yang dicerminkannya. Nama asli dari Benteng Rotterdam sebenarnya adalah Benteng Ujung Pandang. Pesona Jejak Sejarah Benteng Fort Rotterdam Author: menthokz 20 Sep Benteng identik dengan kegagahan. Setelah menaklukan Kerajaan Gowa. Kekalahan ini memaksa Raja Gowa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667.

oleh I Manriawagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung. Tembok yang tebal sangat kokoh. gerendel kuno. yang melakukan penyempurnaan pada bangunan temboknya. Benteng ini secara resmi dikuasai oleh . benteng ini semula bernama Benteng Ujung Pandang yang didirikan di sebuah “Ujung” pulau yang terdapat banyak pohon “Pandang”. Pada jaman kolonial Belanda benteng ini berfungsi sebagai benteng pertahanan. Benteng ini pada tahun 1643 direvitalisasi oleh Raja Gowa ke-14 I Mangerangi Daeng Manrabbia Sultan Alaudin. Benteng Rotterdam dijadikan kantor pemerintah yakni Pusat Kebudayaan Makassar.Memasuki pintu utamanya yang berukuran kecil. kita akan segera disergap oleh nuansa masa lalu. 2004). Benteng ini pada jaman Kerajaan Gowa berfungsi sebagai benteng pertahanan yang didalamnya terdapat bangunan khas makasar. sehingga suasana seram yang biasa kita jumpai dilokasi tua semacam ini tidak begitu kental. pintu kayu. pada tahun 1546. yaitu Raja Gowa ke-10. pusat pertahanan. pusat pemerintahan dan perekonomian. Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh (salah satunya dari Ensklopedia Sejarah Sulawesi Selatan. Masuk ke benteng sebetulnya tidak dipungut bayaran. karena area didalam benteng tidak dijadikan museum cagar budaya. akan terlihat jelas.

Kitab tersebut merupakan kumpulan karya sastra dan catatan hasil kebudayaan yang ditulis secara turun temurun dalam bahasa Lontarak. Benteng Fort Rotterdam merupakan bentang paling megah di antara benteng-benteng lainnya dan keasliannya masih terpelihara hingga kini. Kesultanan ini sebenarnya memiliki 17 buah benteng yang mengitari seluruh ibukota dan daerah sekitarnya. Indonesia. berubah mendapat tambahan satu bastion lagi di sisi barat.Pemerintah Belanda pada saat perjanjian Bungaya pada tanggal 18 November 1667. bentuk benteng ini adalah segi empat. Nama tersebut merupakan nama kota tempat kelahirannya di Negeri Belanda. dan tempat tidur. yang dilengkapi dengan peralatan shalat. alquran. benteng ini disebut dengan nama Benteng Jumpandang (Ujung Pandang). berakhir dengan dijebaknya Pangeran Diponegoro oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai. Pangeran Diponegoro ditempatkan didalam sebuah sel penjara yang berdinding melengkung dan amat kokoh. Bahan dasarnya adalah batu yang dicampur dengan tanah liat yang dibakar hingga kering. Hanya saja. Kini. kesultanan ini masuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Seorang wartawan New York Times. Sejarah Singkat Quote: Benteng Fort Rotterdam merupakan salah satu benteng di Sulawesi Selatan yang boleh dianggap megah dan menawan. seperti halnya arsitektur benteng ala Portugis. Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-X yang bernama Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau Karaeng Tunipalangga Ulaweng. Diponegoro kemudian ditangkap serta dibuang ke Menado. Pada awalnya. Barbara Crossette pernah menggambarkan benteng ini sebagai “the best preserved Dutch fort in Asia”. Pesona keindahan lain yang dapat dieksplorasi dari benteng ini adalah menjenguk ruang tahanan sempit Pangeran Diponegoro saat dibuang oleh Belanda sejak tertangkap di tanah Jawa. Benteng ini merupakan peninggalan sejarah Kesultanan Gowa di Sulawesi Selatan. Pada awalnya. dan kemudian pada tahun 1834 dipindahkan ke Fort Rotterdam. Temboknya berwarna hitam dan berlumut. Kesultanan ini pernah berjaya sekitar abad ke-17 dengan ibukotanya Ujung Pandang (Makassar). Pada tanggal 9 Agustus 1634. Semenjak saat itu nama benteng tersebut dirubah oleh Gubernur Jenderal Cornelis Speelman menjadi Fort Rotterdam. Bentuk awal yang mirip persegi panjang kotak dikelilingi oleh lima bastion. Sultan Gowa ke- . Pesona lain yang juga masih tersimpan dalam benteng ini adalah penggalan Kitab Sastra terpanjang di dunia yang dikenal I La Galigo. Speelman akhirnya menetap di benteng tersebut dan membangun kembali serta menata topologi bangunannya sesuai dengan arsitektur Belanda.

1. Pada tanggal 23 Juni 1635. Belanda pernah menyerang Kesultanan Gowa yang pada saat itu dipimpin oleh Sultan Hasanuddin. khususnya kawasan Sulawesi Selatan. Provinsi . Kesultanan Gowa diserang. Sejak tahun 1666. Quote: Lokasi Quote: Benteng ini terletak di Jl. yang merupakan nama tempat kelahiran Speelman. Bahkan. Nama benteng kemudian dinamakan Fort Rotterdam. sebagai pusat perdagangan di wilayah timur pada saat itu. Gubernur Jenderal Speelman kemudian berinisiatif memerintahkan bawahannya agar membangun kembali benteng yang telah hancur itu dengan model arsitektur Belanda.14 (I Mangerangi Daeng Manrabbia. dengan gelar Sultan Alauddin) membuat dinding tembok benteng dengan batu padas yang berwarna hitam keras. Pada saat itu. Ujung Pandang No. kemudian ditambahkan satu bastion lagi yang ada di sisi barat. Kota Makassar. meski pada akhirnya dapat dibangun kembali. Sultan Gowa dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667. Benteng ini pernah hancur pada masa penjajahan Belanda. Selama satu tahun penuh. Benteng ini pernah dijadikan sebagai tempat pengasingan Pangeran Diponegoro ketika dirinya kalah perang dalam melawan penjajah Belanda di Jawa antara tahun 1925-1930. sehingga dengan demikian mereka dapat dengan mudah masuk ke wilayah Banda dan Maluku. Tujuan penyerangan Belanda adalah untuk mengembangkan sayap perdagangannya. Bentuk benteng yang awalnya berupa segi empat dengan dikelilingi oleh lima bastion. dibangun lagi dinding tembok kedua dekat pintu gerbang. Serangan ini mengakibatkan Benteng Fort Rotterdam hancur (meski tidak sepenuhnya). Akibat dari kekalahan ini. armada perang Belanda dipimpin oleh Gubernur Jenderal Admiral Cornelis Janszoon Speelman. Sejak saat itu. Ia dibuang dan diasingkan di dalam benteng ini selama 26 tahun. yaitu antara tahun 1655 hingga tahun 1669. rumah raja yang ada di dalam benteng juga hancur dan dibakar oleh tentara musuh. berkobarlah perang pertama antara Belanda dan Kesultanan Gowa. benteng ini berfungsi sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan Hindia Belanda di wilayah timur.

banyak orang Makassar dikenal sebagai pelaut yang berlayar hingga ke pesisir-pesisir Indonesia. Dr. Museum ini diresmikan pada tanggal 24 Februari 1974 oleh Dirjen Kebudayaan. dan budaya Sulawesi Selatan lainnya. Quote: Fungsi Sosial Quote: Benteng ini pernah berfungsi sebagai pusat perdagangan. Di kompleks benteng terdapat Museum Negeri La Galigo yang menyimpan berbagai pernak-pernik asal Tanah Toraja. keramik. Prof. patung. Ketika Belanda mampu menguasai Kesultanan Gowa. sehingga benteng berperan sebagai media perlindungan atau pertahanan ibukota dari serangan musuh. Ida Bagus Mantra. bahkan hingga ke Samudera Hindia dan Pulau Madagaskar. benteng ini juga dijadikan sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan Hindia Belanda. Bentuk penyu ini mengilustrasikan fakta bahwa Kesultanan Gowa pada saat itu merupakan kerajaan maritim yang memiliki kekuatan perekonomian dan pelayaran yang sangat besar. Nama ini juga merupakan tokoh yang berperan dalam epos ini sebagai seorang ahli sastra. pakaian tradisional. Jika dilihat dari letak yang tinggi. Letaknya persis di depan pelabuhan laut Kota Makassar. Nama museum ini berasal dari sebuah epos bernama I La Galigo. Pintu utamanya berukuran kecil. dan perekonomian Kesultanan Gowa. benteng ini menyerupai bentuk penyu yang hendak masuk ke dalam pantai. Indonesia.Sulawesi Selatan. manuskrip (berisi tentang perjanjian antara Sri Sultan Sjahbaddin dengan VOC pada tanggal 19 Mei 1710). benteng ini kadang juga dinamakan sebagai Benteng Panynyua (Penyu). Karena bentuknya mirip penyu. pemerintahan. Sejak dahulu. Bangunan dalam benteng terdapat rumah panggung khas Gowa yang dulunya pernah ditempati oleh raja dan . Quote: Deskripsi Benteng Quote: Benteng ini berdiri kokoh menjulang hampir setinggi 5 meter. Museum ini juga menyimpan berbagai benda sejarah.

Benteng yang pada mulanya dibuat dari tanah liat ini mempunyai model tak ubahnya bentengbenteng Eropa abad ke-26 dan ke-17. Pem¬bangunan benteng diselesaikan pada tahun 1545 oleh raja Gowa X. pada masa pemerintah Ian Sultan Alauddin.5 hektar berdinding tertinggi 7 meter dan terendah 5 meter dengan ketebalan 2 meter. kemudian mengalami penyempurnaan. Menurut sejarahnya. Tonjolan-tonjolan tambahan pada model dasar segi empat melahirkan bentuk benteng yang menyerupai penyu. Bentuk penyu berhubungan dengan simbolisme kekuatan etnis Makassar. Di tahun 1635 Masehi. dan lain-lain. dinding benteng yang terbuat dari tanah liat diberi lapisan batu berbentuk segi empat dengan variasi ukuran berbeda. sebagai benteng pertahanan pendamping kerajaan Gowa. . Kota Madya Ujungpandang. jaya di laut dan di darat. Bentuk dasar benteng segi empat dan berarsitektur Portugis. kompleks dalam benteng juga difungsikan sebagai Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala dan Taman Budaya yang sering menggelar acara-acara kesenian. raja Gowa keempat belas. benteng ini juga dirintis oleh Raja Gowa IX Semula benteng berisi bangunan rumah Makassar dengan tiang-tiang kayu yang tinggi. / Manriogau Daeng Banto Karaeng Lakiung Tunipalangga Ulaweng. Justru itu.252 meter persegi dan terdiri atas 15 bangunan. pagelaran tari.uas keseluhruhan areanya 21. Benteng Ujungpandang Benteng Ujungpandang (Ford Ratterdam) Benteng Ujungpandang terletak di Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Ujungpandang. L. namun juga berfungsi sebagai kantor Pusat Kebudayaan Makassar. Area benteng ini seluas 2. konser musik. Sebenarnya. naskah Lontarak menyebut benteng Penyua' (benteng penyu).keluarganya. seperti halnya seekor penyu. Di samping itu. benteng ini kini tidak hanya berfungsi sebagai museum saja.

manusia. Raja bagi masyarakat Makassar tidaklah di¬anggap mati. Balai Arkeologi. Hampir semua berasal dari masa Islam. istana. Dari sisa peradaban tersebut. 14/A/1/1974. Penutup Di area situs bekas kerajaan Gowa-Tallo terdapat enam jenis monumen peradaban penting yaitu. Kini. benteng Ujungpandang difungsikan kembali menjadi benteng pertahanan dalam pertempuran tujuh hari antara pasukan KNIL dan TNI. Keadaan ini berlangsung hingga ditandatanganinya perjanjian penyerahan kembali kedaulatan RI tanggat 27 Desember 1949. benteng. benteng Ujungpandang menjadi monumen sejarah yang dilindungi dan dijadikan Pusat Kebudayaan Sulawesi Selatan berdasarkan Surat KeputuSan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. Pada saat terjadi agresi militer kedua. Somba Opu. Akhirnya. kecuali batu pallantikan. dan Sulawesi Selatan pada umumnya. benteng Ujungpandang dipugar dan diperbaiki. Cornelis Janszoon Speelman (1666) sangat berperan dalam pengubahan nama ini. dan makam. benteng Ujungpandang dimanfaatkan sebagai kompleks perkantoran Suaka Peninggalan Sejarah Purbakala. Dewan Kesenian Makassar. Pandangan demikian menyebapkan raja yang telah wafat ditambah gelar . is hanya berpindah alam. benteng Ujungpandang dipandang kurang efektif untuk dijadikan benteng pertahanan Kemudian Jepang meng¬gunakannya sebagai pusat penelitian ilmiah bidang Bahasa dan pertanian. Belanda kemudian juga melaku¬kan perubahan struktur bangunan dan gaya Makassar menjadi bangunan yang berciri Eropa. melalui perjanjian Bongaya tahun 1667.70% merupakan bangunan makam. Ketika kerajaan Gowa dikalahkan kompeni. Setelah pengosongan dan pemindahan 1500 jiwa pada tahun 1970. dan Museum Lagaligo yang disiapkan menampung berbagai koleksi yang dapat menunjang serta memberi informasi tentang benda cagar budaya kerajaan Gowa-¬Tallo khususnya. Makam adalah rumah peristirahatan terakhir . Selanjutnya. Pada masa pendudukan Jepang (1942). benteng tersebut diubah namanya menjadi Fort Rotterdam yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan kompeni. Seusai perang benteng . benteng Ujungpandang beralih milik. Setelah kemerdekaan Indonesia benteng Ujungpandang menjadi tempat penampungan Belanda dan pengikutnya. benteng ini tidak lagi digunakan sesuai dengan fungsinya. batu pelantikan.Fungsi benteng Ujungpandang pada saat itu adalah benteng pengawal benteng induk. gaya Gotik abad XVII. mesjid. sumur. Akibat kema¬juan teknologi. terutama di bidang komunikasi udara. pada tanggal 21 April 1977. Hal ini bisa menjelaskan kepada kita perkernbangan kebudayaan etnis Makassar terutama dari periode masuknya Islam yang bisa memperkuat bukti-bukti tertulis yang sampai kepada kita.ini berfungsi sebagai perumahan sipil dan militer.

artinya tidur . Sampai sekarang makam dari tokoh-tokoh Gowa¬-Tallo masih menjadi tempat ziarah yang ramai dikunjugi sepanjang tahun. . seperti istana."matinroe". Justru itu di Makassar khususnya makam raja dibuat istimewa dan indah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful