P. 1
Makassar

Makassar

|Views: 97|Likes:
Published by Nurul Iffah Sari

More info:

Published by: Nurul Iffah Sari on Apr 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2012

pdf

text

original

MAKASSAR, - Pemerintah Kota Rotterdam, Belanda, menawarkan bantuan untuk pemulihan kawasan Benteng Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan

(Sulsel). Penawaran langsung dari Wali Kota Rotterdam tersebut merupakan hasil kunjungan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang pada Januari lalu ke Belanda, kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan A Muallim di Makassar, Rabu (3/2). Ia mengatakan, Wali Kota Rotterdam meminta proposal rinci terkait dengan pemulihan kawasan bersejarah tersebut. "Proposalnya akan kami berikan namun saya ingatkan andalan untuk pemulihan kawasan benteng tersebut tetap APBN dan APBD, bantuan yang ditawarkan Pemerintah Kota Rotterdam dan lainnya merupakan suplemen saja," jelasnya. Sebagai langkah awal keseriusan pemerintah provinsi untuk memulihkan kawasan tersebut adalah dengan membongkar kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel serta mengatur kembali tata letak kantor stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) dan Kantor Pos Indonesia, Makassar. Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Dibangun pada 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna. Setelah Perjanjian Bungayya, Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menyerahkan benteng ini kepada Belanda. Nama Benteng Ujung Pandang kemudian diubah menjadi Fort Rotterdam. Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda dan kemudian dijadikan pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur. Realisasi lain dari kunjungan Wakil Gubernur ke Belanda adalah permintaan dari Duta Besar RI untuk Indonesia di Belanda Effendi Habibie agar Sulsel berpartisipasi dalam penyelanggaraan Pameran Malam Indonesia di Den Haag, Belanda yang akan diselenggarakan pada 1 - 5 April. "Sulsel siap memenuhi permintaan tersebut dan telah dikoordinasikan persiapannya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel dan akan menyeleksi para penari yang akan diberangkatkan ke sana melalui audisi di setiap kabupaten," ujarnya. Menurut dia, kedatangan Dubes RI untuk Belanda di Makassar, 16 April mendatang bersama Wali Kota Rotterdam sekaligus menghadiri peluncuran buku Putra Labukkang milik Effendi Habibie yang juga merupakan putra Sulsel.

erkunjung ke Museum La Galigo, ibarat mempelajari rangkaian sejarah dengan cepat dan jelas.

uang-uang yang ada sangat langka. maka bangunan museum di bagian selatan ditutup untuk sementara waktu. sebab peninggalan sejarah harus dilestarikan. Sekarang kita memasang kamera tersembunyi untuk menghindari kehilangan benda-benda tersebut. “Mahkota yang asli masih tersimpan di Museum Balla Lompoa di Gowa. “Di ruang mata uang ini. Seperti bentuk nisan batu raja pada zaman dahulu. dan Kerajaan Luwu. Ada tempat tidur raja. kursi tamu. Yakni Kerajaan Gowa. Atau pengunjung bisa meminta bantuan pemandu wisata museum untuk mengetahui lebih jauh lagi mengenai benda-benda dalam museum tersebut yang usianya mencapai ratusan tahun. benda-benda peninggalan masa lalu pun patut untuk diketahui. Seperti baju. Ruang berikutnya. (*) . Salah satunya. Terbuat dari emas murni seberat 1. dan lain sebagainya. berisi puluhan mata uang logam maupun kertas pada zaman penjajahan hingga sekarang. Pengunjung cukup membayar biaya masuk Rp2000 untuk anak-anak dan Rp3000 khusus dewasa di loket yang berada di depan pintu masuk museum. Masih di lantai yang sama. Pengunjung bisa berkeliling sendiri. Namun tak sembarang orang bisa melihatnya. Kerajaan Bone. Satu di sisi utara benteng dan satu lagi di sisi selatan benteng. di ruang berikutnya. 12 November. Museum ini terbagi menjadi dua lokasi. hingga penutup mayat dari kayu yang memiliki panjang sekira dua meter. kita memasuki ruang Arkeolog. perisai dan topi perang. penyaring air dari batu. M Nasir.750 gram. pengunjung dapat menemukan berbagai benda-benda yang dipakai di tiga kerajaan besar di Sulsel. Ruangan terakhir. Selain bangunannya yang merupakan bagian dari sejarah tersebut. sebab setiap benda sudah dilengkapi katalog yang menceritakan benda sesuai namanya. Jumat. Museum La Galigo yang terletak dalam kawasan Fort Rotterdam di Jalan Ujungpandang. peralatan makan. “Banyak peninggalan kita yang hilang dicuri. Pertama.” ungkap Nasir. senapan dan pistol VOC. Timur Tengah. Menjaganya pun harus ekstra hati-hati. merupakan ruangan yang dipenuhi keramik yang berasal dari China. Ada juga samurai peninggalan Jepang. foto Raja Bone hingga replika mahkota Raja Gowa. Beranjak ke bangunan atas di lantai dua. Sesuai namanya beberapa relief batu dan kayu ada disini.” lanjut Nasir. Ada banyak ruangan yang terdapat dalam Museum La Galigo di bagian utara ini. terdapat perangkat perang. Namun karena adanya revitalisasi yang sedang berlangsung.TAK banyak museum yang bisa menceritakan sejarah Sulseldi masa lalu.” jelas pemandu wisata Museum La Galigo. serta pistol Portugis.

[sunting] Galeri  Nama Fort Rotterdam di gerbang masuk  Situasi Fort Rotterdam pada Februari 2010 . Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros.Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Nama asli benteng ini adalah Benteng Ujung Pandang. nama Benteng Ujung Pandang diubah menjadi Fort Rotterdam. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat. Di kompleks Benteng Ujung Pandang kini terdapat Museum La Galigo yang di dalamnya terdapat banyak referensi mengenai sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) dan daerahdaerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar. Pada saat Belanda menempati benteng ini. Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menandatangani perjanjian Bungayya yang salah satu pasalnya mewajibkan Kerajaan Gowa untuk menyerahkan benteng ini kepada Belanda. Sulawesi Selatan. biasa juga orang Gowa-Makassar menyebut benteng ini dengan sebutan Benteng Panyyua yang merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa. Sebagian besar gedung benteng ini masih utuh dan menjadi salah satu objek wisata di Kota Makassar. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan. Benteng ini kemudian digunakan oleh Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur. bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna.

. Benteng ini dibangung pada tahun 1545 oleh Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna Raja Gowa ke-9. Satu bagian Fort Rotterdam pada Februari 2010 yang sudah dikelilingi bangunan lain  Detil jendela salah satu bangunan di Fort Rotterdam     Fort Rotterdam pada Tahun 1923 Satu bagian Fort Rotterdam pada Tahun 1924 Fort Rotterdam pada Tahun 1924 Satu bagian Fort Rotterdam pada Tahun 1930 [sunting] Pranala luar Benteng Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang merupakan benteng peninggalan dari kerjaan Gowa-Tallo. Pada awal pembangunannya Benteng Rotterdam di buat dari bahan tanah liat. depan dermaga penyebrangan Makssar. dan kemudian kotruksi benteng ini diganti dengan batu padas dari Pegunungan Karst di daerah Maros oleh Raja Gowa ke -14 Sultan Alaudin. Benteng Fort Rotterdam merupakan benteng yang berbentuk penyu yang mengarah ke lautan yang melambangkan filosofi Kerajaan Gowa yang Berjaya di lautan maupun didartan. Benteng ini terletak di pinggir pantai tepi barat Makassar.

Pada tahun 1834 Benteng Fort Rotterdam menjadi penjara bagi Pangeran di Ponegoro hingga waftanya. . Kekalahan ini memaksa Raja Gowa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667. Nama Benteng Ujung Pandang kemudian di rubah menjadi Benteng Fort Rotterdam oleh Jendral Spellman untuk mengenang kota kelahirannya. Benteng ini merupakan markas dari pasukan Katak Kerajaan Gowa. Pesona Jejak Sejarah Benteng Fort Rotterdam Author: menthokz 20 Sep Benteng identik dengan kegagahan. Nama asli dari Benteng Rotterdam sebenarnya adalah Benteng Ujung Pandang.Benteng Fort Roterdam dikenal oleh orang Gowa-Makssar dengan sebutan Benteng Panyyua (Penyu) karena bentuknya sepertipenyu. Salah satu keindahan dan keunikan yang tampak dari benteng ini adalah bila dilihat dari udara bentuknya menyerupai “penyu raksasa” yang hendak merayap ke Selat Makasar. Pada tahun 1666 Belanda memutuskan untuk menaklukan Kerjaan Gowa agar kapal dagang VOC udapat masuk dengan mudah dan merapat di daerah Gowa dan memperluas kekuasaan Belanda didaerah Banda dan Maluku.Belanda terus melakukan pegempuran ke Benteng Ujung Pandang yang di pimpin oleh Jendral Spellman selama setahun hingga Kerajaan Gowa hancur dan takluk oleh Belanda. Disana Pangeran Diponegoro dilengkapi dengan peralatan sholat dan peralatan tidur. Setelah menaklukan Kerajaan Gowa. Pangeran Diponoegoro di penjarakan dalam sebuah ruangan yang berdinding kokoh berbentuk melengkung. Benteng ini terletak di kota Makasar yang merupakan salah satu bukti peninggalan Kerajaan Gowa. kesunyian dan bahkan kekerasan yang menyertai nuansa yang dicerminkannya. Jendral Spellman memutuskan untuk menetap disan denganmembangun kembali Benteng dangan arsitektur Belanda. Beberapa saat yang lalu (awal September 2011) saya beserta tim “Virtual Museum UG” berkesempatan mengunjungi sekaligus menikmati keindahan benteng Fort Rotterdam. dan yang salah satu isinya Kerajaan Gowa harus menyerahkan Benteng Ujung Pandang ke Belanda.

karena area didalam benteng tidak dijadikan museum cagar budaya. Masuk ke benteng sebetulnya tidak dipungut bayaran. oleh I Manriawagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung. Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh (salah satunya dari Ensklopedia Sejarah Sulawesi Selatan. sehingga suasana seram yang biasa kita jumpai dilokasi tua semacam ini tidak begitu kental. pada tahun 1546. Pada jaman kolonial Belanda benteng ini berfungsi sebagai benteng pertahanan. akan terlihat jelas. Benteng ini pada tahun 1643 direvitalisasi oleh Raja Gowa ke-14 I Mangerangi Daeng Manrabbia Sultan Alaudin. pintu kayu. Tembok yang tebal sangat kokoh. yaitu Raja Gowa ke-10. Benteng Rotterdam dijadikan kantor pemerintah yakni Pusat Kebudayaan Makassar. Benteng ini pada jaman Kerajaan Gowa berfungsi sebagai benteng pertahanan yang didalamnya terdapat bangunan khas makasar. benteng ini semula bernama Benteng Ujung Pandang yang didirikan di sebuah “Ujung” pulau yang terdapat banyak pohon “Pandang”.Memasuki pintu utamanya yang berukuran kecil. gerendel kuno. kita akan segera disergap oleh nuansa masa lalu. pusat pemerintahan dan perekonomian. yang melakukan penyempurnaan pada bangunan temboknya. pusat pertahanan. Benteng ini secara resmi dikuasai oleh . 2004).

Speelman akhirnya menetap di benteng tersebut dan membangun kembali serta menata topologi bangunannya sesuai dengan arsitektur Belanda. Sultan Gowa ke- . Nama tersebut merupakan nama kota tempat kelahirannya di Negeri Belanda. Pada awalnya. Semenjak saat itu nama benteng tersebut dirubah oleh Gubernur Jenderal Cornelis Speelman menjadi Fort Rotterdam. Pada awalnya. seperti halnya arsitektur benteng ala Portugis. Kini. Pesona keindahan lain yang dapat dieksplorasi dari benteng ini adalah menjenguk ruang tahanan sempit Pangeran Diponegoro saat dibuang oleh Belanda sejak tertangkap di tanah Jawa. Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830. Kesultanan ini pernah berjaya sekitar abad ke-17 dengan ibukotanya Ujung Pandang (Makassar). Pangeran Diponegoro ditempatkan didalam sebuah sel penjara yang berdinding melengkung dan amat kokoh. Benteng ini merupakan peninggalan sejarah Kesultanan Gowa di Sulawesi Selatan. Kesultanan ini sebenarnya memiliki 17 buah benteng yang mengitari seluruh ibukota dan daerah sekitarnya. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-X yang bernama Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau Karaeng Tunipalangga Ulaweng. Bentuk awal yang mirip persegi panjang kotak dikelilingi oleh lima bastion. Barbara Crossette pernah menggambarkan benteng ini sebagai “the best preserved Dutch fort in Asia”. alquran. Pada tanggal 9 Agustus 1634. Kitab tersebut merupakan kumpulan karya sastra dan catatan hasil kebudayaan yang ditulis secara turun temurun dalam bahasa Lontarak. dan tempat tidur. yang dilengkapi dengan peralatan shalat. berubah mendapat tambahan satu bastion lagi di sisi barat. kesultanan ini masuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. dan kemudian pada tahun 1834 dipindahkan ke Fort Rotterdam. Pesona lain yang juga masih tersimpan dalam benteng ini adalah penggalan Kitab Sastra terpanjang di dunia yang dikenal I La Galigo. Diponegoro kemudian ditangkap serta dibuang ke Menado.Pemerintah Belanda pada saat perjanjian Bungaya pada tanggal 18 November 1667. bentuk benteng ini adalah segi empat. Seorang wartawan New York Times. Hanya saja. Sejarah Singkat Quote: Benteng Fort Rotterdam merupakan salah satu benteng di Sulawesi Selatan yang boleh dianggap megah dan menawan. Temboknya berwarna hitam dan berlumut. Bahan dasarnya adalah batu yang dicampur dengan tanah liat yang dibakar hingga kering. benteng ini disebut dengan nama Benteng Jumpandang (Ujung Pandang). berakhir dengan dijebaknya Pangeran Diponegoro oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai. Benteng Fort Rotterdam merupakan bentang paling megah di antara benteng-benteng lainnya dan keasliannya masih terpelihara hingga kini. Indonesia.

Sejak tahun 1666. Pada saat itu. kemudian ditambahkan satu bastion lagi yang ada di sisi barat. Ia dibuang dan diasingkan di dalam benteng ini selama 26 tahun. dibangun lagi dinding tembok kedua dekat pintu gerbang. Selama satu tahun penuh. Serangan ini mengakibatkan Benteng Fort Rotterdam hancur (meski tidak sepenuhnya). sebagai pusat perdagangan di wilayah timur pada saat itu. Provinsi .1. Bentuk benteng yang awalnya berupa segi empat dengan dikelilingi oleh lima bastion. rumah raja yang ada di dalam benteng juga hancur dan dibakar oleh tentara musuh. Bahkan. Ujung Pandang No. Tujuan penyerangan Belanda adalah untuk mengembangkan sayap perdagangannya. berkobarlah perang pertama antara Belanda dan Kesultanan Gowa. Sejak saat itu. sehingga dengan demikian mereka dapat dengan mudah masuk ke wilayah Banda dan Maluku. Benteng ini pernah hancur pada masa penjajahan Belanda. yang merupakan nama tempat kelahiran Speelman. Kesultanan Gowa diserang.14 (I Mangerangi Daeng Manrabbia. yaitu antara tahun 1655 hingga tahun 1669. Nama benteng kemudian dinamakan Fort Rotterdam. Kota Makassar. Benteng ini pernah dijadikan sebagai tempat pengasingan Pangeran Diponegoro ketika dirinya kalah perang dalam melawan penjajah Belanda di Jawa antara tahun 1925-1930. meski pada akhirnya dapat dibangun kembali. Akibat dari kekalahan ini. Sultan Gowa dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667. Quote: Lokasi Quote: Benteng ini terletak di Jl. Pada tanggal 23 Juni 1635. khususnya kawasan Sulawesi Selatan. benteng ini berfungsi sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan Hindia Belanda di wilayah timur. armada perang Belanda dipimpin oleh Gubernur Jenderal Admiral Cornelis Janszoon Speelman. dengan gelar Sultan Alauddin) membuat dinding tembok benteng dengan batu padas yang berwarna hitam keras. Belanda pernah menyerang Kesultanan Gowa yang pada saat itu dipimpin oleh Sultan Hasanuddin. Gubernur Jenderal Speelman kemudian berinisiatif memerintahkan bawahannya agar membangun kembali benteng yang telah hancur itu dengan model arsitektur Belanda.

Nama museum ini berasal dari sebuah epos bernama I La Galigo. benteng ini juga dijadikan sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan Hindia Belanda. Dr. Nama ini juga merupakan tokoh yang berperan dalam epos ini sebagai seorang ahli sastra. patung. benteng ini kadang juga dinamakan sebagai Benteng Panynyua (Penyu). keramik. Indonesia. Pintu utamanya berukuran kecil. Ketika Belanda mampu menguasai Kesultanan Gowa. Prof. Museum ini diresmikan pada tanggal 24 Februari 1974 oleh Dirjen Kebudayaan. bahkan hingga ke Samudera Hindia dan Pulau Madagaskar. Bentuk penyu ini mengilustrasikan fakta bahwa Kesultanan Gowa pada saat itu merupakan kerajaan maritim yang memiliki kekuatan perekonomian dan pelayaran yang sangat besar. sehingga benteng berperan sebagai media perlindungan atau pertahanan ibukota dari serangan musuh. dan budaya Sulawesi Selatan lainnya.Sulawesi Selatan. Bangunan dalam benteng terdapat rumah panggung khas Gowa yang dulunya pernah ditempati oleh raja dan . banyak orang Makassar dikenal sebagai pelaut yang berlayar hingga ke pesisir-pesisir Indonesia. pakaian tradisional. Museum ini juga menyimpan berbagai benda sejarah. Jika dilihat dari letak yang tinggi. dan perekonomian Kesultanan Gowa. Quote: Fungsi Sosial Quote: Benteng ini pernah berfungsi sebagai pusat perdagangan. Letaknya persis di depan pelabuhan laut Kota Makassar. Sejak dahulu. pemerintahan. Ida Bagus Mantra. Di kompleks benteng terdapat Museum Negeri La Galigo yang menyimpan berbagai pernak-pernik asal Tanah Toraja. manuskrip (berisi tentang perjanjian antara Sri Sultan Sjahbaddin dengan VOC pada tanggal 19 Mei 1710). benteng ini menyerupai bentuk penyu yang hendak masuk ke dalam pantai. Karena bentuknya mirip penyu. Quote: Deskripsi Benteng Quote: Benteng ini berdiri kokoh menjulang hampir setinggi 5 meter.

Justru itu.5 hektar berdinding tertinggi 7 meter dan terendah 5 meter dengan ketebalan 2 meter. raja Gowa keempat belas. Area benteng ini seluas 2. Benteng yang pada mulanya dibuat dari tanah liat ini mempunyai model tak ubahnya bentengbenteng Eropa abad ke-26 dan ke-17. L. Kota Madya Ujungpandang.252 meter persegi dan terdiri atas 15 bangunan. / Manriogau Daeng Banto Karaeng Lakiung Tunipalangga Ulaweng. benteng ini juga dirintis oleh Raja Gowa IX Semula benteng berisi bangunan rumah Makassar dengan tiang-tiang kayu yang tinggi. jaya di laut dan di darat. kemudian mengalami penyempurnaan. namun juga berfungsi sebagai kantor Pusat Kebudayaan Makassar. kompleks dalam benteng juga difungsikan sebagai Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala dan Taman Budaya yang sering menggelar acara-acara kesenian.keluarganya. Bentuk dasar benteng segi empat dan berarsitektur Portugis. Pem¬bangunan benteng diselesaikan pada tahun 1545 oleh raja Gowa X. Menurut sejarahnya. konser musik. pada masa pemerintah Ian Sultan Alauddin. Bentuk penyu berhubungan dengan simbolisme kekuatan etnis Makassar. naskah Lontarak menyebut benteng Penyua' (benteng penyu). dinding benteng yang terbuat dari tanah liat diberi lapisan batu berbentuk segi empat dengan variasi ukuran berbeda.uas keseluhruhan areanya 21. dan lain-lain. pagelaran tari. sebagai benteng pertahanan pendamping kerajaan Gowa. Benteng Ujungpandang Benteng Ujungpandang (Ford Ratterdam) Benteng Ujungpandang terletak di Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Ujungpandang. Sebenarnya. Di tahun 1635 Masehi. benteng ini kini tidak hanya berfungsi sebagai museum saja. seperti halnya seekor penyu. Di samping itu. . Tonjolan-tonjolan tambahan pada model dasar segi empat melahirkan bentuk benteng yang menyerupai penyu.

benteng Ujungpandang dimanfaatkan sebagai kompleks perkantoran Suaka Peninggalan Sejarah Purbakala. dan Museum Lagaligo yang disiapkan menampung berbagai koleksi yang dapat menunjang serta memberi informasi tentang benda cagar budaya kerajaan Gowa-¬Tallo khususnya. Setelah kemerdekaan Indonesia benteng Ujungpandang menjadi tempat penampungan Belanda dan pengikutnya. benteng Ujungpandang difungsikan kembali menjadi benteng pertahanan dalam pertempuran tujuh hari antara pasukan KNIL dan TNI. melalui perjanjian Bongaya tahun 1667. Setelah pengosongan dan pemindahan 1500 jiwa pada tahun 1970.Fungsi benteng Ujungpandang pada saat itu adalah benteng pengawal benteng induk. Keadaan ini berlangsung hingga ditandatanganinya perjanjian penyerahan kembali kedaulatan RI tanggat 27 Desember 1949. batu pelantikan. Kini. pada tanggal 21 April 1977. benteng tersebut diubah namanya menjadi Fort Rotterdam yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan kompeni. Belanda kemudian juga melaku¬kan perubahan struktur bangunan dan gaya Makassar menjadi bangunan yang berciri Eropa. Balai Arkeologi. benteng Ujungpandang dipugar dan diperbaiki. Selanjutnya. Seusai perang benteng . is hanya berpindah alam. Hal ini bisa menjelaskan kepada kita perkernbangan kebudayaan etnis Makassar terutama dari periode masuknya Islam yang bisa memperkuat bukti-bukti tertulis yang sampai kepada kita. dan makam. 14/A/1/1974. Cornelis Janszoon Speelman (1666) sangat berperan dalam pengubahan nama ini. Hampir semua berasal dari masa Islam. Penutup Di area situs bekas kerajaan Gowa-Tallo terdapat enam jenis monumen peradaban penting yaitu. benteng. Dari sisa peradaban tersebut. Pada saat terjadi agresi militer kedua. dan Sulawesi Selatan pada umumnya. sumur. benteng Ujungpandang menjadi monumen sejarah yang dilindungi dan dijadikan Pusat Kebudayaan Sulawesi Selatan berdasarkan Surat KeputuSan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. benteng Ujungpandang dipandang kurang efektif untuk dijadikan benteng pertahanan Kemudian Jepang meng¬gunakannya sebagai pusat penelitian ilmiah bidang Bahasa dan pertanian. Akhirnya. Makam adalah rumah peristirahatan terakhir . Somba Opu. Raja bagi masyarakat Makassar tidaklah di¬anggap mati. mesjid. istana.ini berfungsi sebagai perumahan sipil dan militer. Pandangan demikian menyebapkan raja yang telah wafat ditambah gelar . Pada masa pendudukan Jepang (1942). Dewan Kesenian Makassar. kecuali batu pallantikan. Ketika kerajaan Gowa dikalahkan kompeni. terutama di bidang komunikasi udara.manusia.70% merupakan bangunan makam. Akibat kema¬juan teknologi. benteng ini tidak lagi digunakan sesuai dengan fungsinya. benteng Ujungpandang beralih milik. gaya Gotik abad XVII.

seperti istana. Sampai sekarang makam dari tokoh-tokoh Gowa¬-Tallo masih menjadi tempat ziarah yang ramai dikunjugi sepanjang tahun. ."matinroe". Justru itu di Makassar khususnya makam raja dibuat istimewa dan indah. artinya tidur .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->