MAKASSAR, - Pemerintah Kota Rotterdam, Belanda, menawarkan bantuan untuk pemulihan kawasan Benteng Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan

(Sulsel). Penawaran langsung dari Wali Kota Rotterdam tersebut merupakan hasil kunjungan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang pada Januari lalu ke Belanda, kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan A Muallim di Makassar, Rabu (3/2). Ia mengatakan, Wali Kota Rotterdam meminta proposal rinci terkait dengan pemulihan kawasan bersejarah tersebut. "Proposalnya akan kami berikan namun saya ingatkan andalan untuk pemulihan kawasan benteng tersebut tetap APBN dan APBD, bantuan yang ditawarkan Pemerintah Kota Rotterdam dan lainnya merupakan suplemen saja," jelasnya. Sebagai langkah awal keseriusan pemerintah provinsi untuk memulihkan kawasan tersebut adalah dengan membongkar kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel serta mengatur kembali tata letak kantor stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) dan Kantor Pos Indonesia, Makassar. Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Dibangun pada 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna. Setelah Perjanjian Bungayya, Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menyerahkan benteng ini kepada Belanda. Nama Benteng Ujung Pandang kemudian diubah menjadi Fort Rotterdam. Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda dan kemudian dijadikan pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur. Realisasi lain dari kunjungan Wakil Gubernur ke Belanda adalah permintaan dari Duta Besar RI untuk Indonesia di Belanda Effendi Habibie agar Sulsel berpartisipasi dalam penyelanggaraan Pameran Malam Indonesia di Den Haag, Belanda yang akan diselenggarakan pada 1 - 5 April. "Sulsel siap memenuhi permintaan tersebut dan telah dikoordinasikan persiapannya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel dan akan menyeleksi para penari yang akan diberangkatkan ke sana melalui audisi di setiap kabupaten," ujarnya. Menurut dia, kedatangan Dubes RI untuk Belanda di Makassar, 16 April mendatang bersama Wali Kota Rotterdam sekaligus menghadiri peluncuran buku Putra Labukkang milik Effendi Habibie yang juga merupakan putra Sulsel.

erkunjung ke Museum La Galigo, ibarat mempelajari rangkaian sejarah dengan cepat dan jelas.

Ada banyak ruangan yang terdapat dalam Museum La Galigo di bagian utara ini. 12 November. dan Kerajaan Luwu. Yakni Kerajaan Gowa. maka bangunan museum di bagian selatan ditutup untuk sementara waktu. hingga penutup mayat dari kayu yang memiliki panjang sekira dua meter. Ruangan terakhir. sebab peninggalan sejarah harus dilestarikan. Seperti baju. Satu di sisi utara benteng dan satu lagi di sisi selatan benteng. M Nasir. Namun karena adanya revitalisasi yang sedang berlangsung. Jumat. Sesuai namanya beberapa relief batu dan kayu ada disini. Kerajaan Bone. peralatan makan.TAK banyak museum yang bisa menceritakan sejarah Sulseldi masa lalu. Pengunjung cukup membayar biaya masuk Rp2000 untuk anak-anak dan Rp3000 khusus dewasa di loket yang berada di depan pintu masuk museum. Museum ini terbagi menjadi dua lokasi. Menjaganya pun harus ekstra hati-hati.750 gram. foto Raja Bone hingga replika mahkota Raja Gowa. Seperti bentuk nisan batu raja pada zaman dahulu. pengunjung dapat menemukan berbagai benda-benda yang dipakai di tiga kerajaan besar di Sulsel. Timur Tengah. kursi tamu. perisai dan topi perang. Sekarang kita memasang kamera tersembunyi untuk menghindari kehilangan benda-benda tersebut. “Banyak peninggalan kita yang hilang dicuri. Ruang berikutnya. Pengunjung bisa berkeliling sendiri.” jelas pemandu wisata Museum La Galigo. dan lain sebagainya. “Mahkota yang asli masih tersimpan di Museum Balla Lompoa di Gowa. Namun tak sembarang orang bisa melihatnya. Masih di lantai yang sama. serta pistol Portugis. “Di ruang mata uang ini. (*) . terdapat perangkat perang.” ungkap Nasir. berisi puluhan mata uang logam maupun kertas pada zaman penjajahan hingga sekarang. kita memasuki ruang Arkeolog. Pertama. Beranjak ke bangunan atas di lantai dua. Selain bangunannya yang merupakan bagian dari sejarah tersebut. Museum La Galigo yang terletak dalam kawasan Fort Rotterdam di Jalan Ujungpandang. Ada tempat tidur raja. penyaring air dari batu.” lanjut Nasir. di ruang berikutnya. senapan dan pistol VOC. merupakan ruangan yang dipenuhi keramik yang berasal dari China. Salah satunya. sebab setiap benda sudah dilengkapi katalog yang menceritakan benda sesuai namanya. Atau pengunjung bisa meminta bantuan pemandu wisata museum untuk mengetahui lebih jauh lagi mengenai benda-benda dalam museum tersebut yang usianya mencapai ratusan tahun. uang-uang yang ada sangat langka. Terbuat dari emas murni seberat 1. benda-benda peninggalan masa lalu pun patut untuk diketahui. Ada juga samurai peninggalan Jepang.

Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan. Nama asli benteng ini adalah Benteng Ujung Pandang. namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros. Di kompleks Benteng Ujung Pandang kini terdapat Museum La Galigo yang di dalamnya terdapat banyak referensi mengenai sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) dan daerahdaerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar. bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menandatangani perjanjian Bungayya yang salah satu pasalnya mewajibkan Kerajaan Gowa untuk menyerahkan benteng ini kepada Belanda. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna. Benteng ini kemudian digunakan oleh Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa. Sulawesi Selatan. [sunting] Galeri  Nama Fort Rotterdam di gerbang masuk  Situasi Fort Rotterdam pada Februari 2010 . Sebagian besar gedung benteng ini masih utuh dan menjadi salah satu objek wisata di Kota Makassar. nama Benteng Ujung Pandang diubah menjadi Fort Rotterdam. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat. biasa juga orang Gowa-Makassar menyebut benteng ini dengan sebutan Benteng Panyyua yang merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa. Pada saat Belanda menempati benteng ini. Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda.Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo.

 Satu bagian Fort Rotterdam pada Februari 2010 yang sudah dikelilingi bangunan lain  Detil jendela salah satu bangunan di Fort Rotterdam     Fort Rotterdam pada Tahun 1923 Satu bagian Fort Rotterdam pada Tahun 1924 Fort Rotterdam pada Tahun 1924 Satu bagian Fort Rotterdam pada Tahun 1930 [sunting] Pranala luar Benteng Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang merupakan benteng peninggalan dari kerjaan Gowa-Tallo. . Benteng ini terletak di pinggir pantai tepi barat Makassar. dan kemudian kotruksi benteng ini diganti dengan batu padas dari Pegunungan Karst di daerah Maros oleh Raja Gowa ke -14 Sultan Alaudin. depan dermaga penyebrangan Makssar. Benteng Fort Rotterdam merupakan benteng yang berbentuk penyu yang mengarah ke lautan yang melambangkan filosofi Kerajaan Gowa yang Berjaya di lautan maupun didartan. Benteng ini dibangung pada tahun 1545 oleh Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna Raja Gowa ke-9. Pada awal pembangunannya Benteng Rotterdam di buat dari bahan tanah liat.

dan yang salah satu isinya Kerajaan Gowa harus menyerahkan Benteng Ujung Pandang ke Belanda. Salah satu keindahan dan keunikan yang tampak dari benteng ini adalah bila dilihat dari udara bentuknya menyerupai “penyu raksasa” yang hendak merayap ke Selat Makasar. Nama asli dari Benteng Rotterdam sebenarnya adalah Benteng Ujung Pandang. Pada tahun 1834 Benteng Fort Rotterdam menjadi penjara bagi Pangeran di Ponegoro hingga waftanya. Pada tahun 1666 Belanda memutuskan untuk menaklukan Kerjaan Gowa agar kapal dagang VOC udapat masuk dengan mudah dan merapat di daerah Gowa dan memperluas kekuasaan Belanda didaerah Banda dan Maluku. Disana Pangeran Diponegoro dilengkapi dengan peralatan sholat dan peralatan tidur.Benteng Fort Roterdam dikenal oleh orang Gowa-Makssar dengan sebutan Benteng Panyyua (Penyu) karena bentuknya sepertipenyu. Pesona Jejak Sejarah Benteng Fort Rotterdam Author: menthokz 20 Sep Benteng identik dengan kegagahan. Kekalahan ini memaksa Raja Gowa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667. Nama Benteng Ujung Pandang kemudian di rubah menjadi Benteng Fort Rotterdam oleh Jendral Spellman untuk mengenang kota kelahirannya. Benteng ini terletak di kota Makasar yang merupakan salah satu bukti peninggalan Kerajaan Gowa. Setelah menaklukan Kerajaan Gowa. Benteng ini merupakan markas dari pasukan Katak Kerajaan Gowa. Pangeran Diponoegoro di penjarakan dalam sebuah ruangan yang berdinding kokoh berbentuk melengkung.Belanda terus melakukan pegempuran ke Benteng Ujung Pandang yang di pimpin oleh Jendral Spellman selama setahun hingga Kerajaan Gowa hancur dan takluk oleh Belanda. . Jendral Spellman memutuskan untuk menetap disan denganmembangun kembali Benteng dangan arsitektur Belanda. Beberapa saat yang lalu (awal September 2011) saya beserta tim “Virtual Museum UG” berkesempatan mengunjungi sekaligus menikmati keindahan benteng Fort Rotterdam. kesunyian dan bahkan kekerasan yang menyertai nuansa yang dicerminkannya.

akan terlihat jelas. karena area didalam benteng tidak dijadikan museum cagar budaya. Pada jaman kolonial Belanda benteng ini berfungsi sebagai benteng pertahanan. Masuk ke benteng sebetulnya tidak dipungut bayaran. Benteng ini secara resmi dikuasai oleh . benteng ini semula bernama Benteng Ujung Pandang yang didirikan di sebuah “Ujung” pulau yang terdapat banyak pohon “Pandang”. oleh I Manriawagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung. yaitu Raja Gowa ke-10. kita akan segera disergap oleh nuansa masa lalu. pada tahun 1546. Benteng Rotterdam dijadikan kantor pemerintah yakni Pusat Kebudayaan Makassar. Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh (salah satunya dari Ensklopedia Sejarah Sulawesi Selatan. sehingga suasana seram yang biasa kita jumpai dilokasi tua semacam ini tidak begitu kental. gerendel kuno. pusat pemerintahan dan perekonomian. Tembok yang tebal sangat kokoh. yang melakukan penyempurnaan pada bangunan temboknya. Benteng ini pada jaman Kerajaan Gowa berfungsi sebagai benteng pertahanan yang didalamnya terdapat bangunan khas makasar. 2004). pintu kayu. pusat pertahanan. Benteng ini pada tahun 1643 direvitalisasi oleh Raja Gowa ke-14 I Mangerangi Daeng Manrabbia Sultan Alaudin.Memasuki pintu utamanya yang berukuran kecil.

Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830.Pemerintah Belanda pada saat perjanjian Bungaya pada tanggal 18 November 1667. Sejarah Singkat Quote: Benteng Fort Rotterdam merupakan salah satu benteng di Sulawesi Selatan yang boleh dianggap megah dan menawan. Pesona keindahan lain yang dapat dieksplorasi dari benteng ini adalah menjenguk ruang tahanan sempit Pangeran Diponegoro saat dibuang oleh Belanda sejak tertangkap di tanah Jawa. kesultanan ini masuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. berakhir dengan dijebaknya Pangeran Diponegoro oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai. Bahan dasarnya adalah batu yang dicampur dengan tanah liat yang dibakar hingga kering. Pangeran Diponegoro ditempatkan didalam sebuah sel penjara yang berdinding melengkung dan amat kokoh. Seorang wartawan New York Times. Temboknya berwarna hitam dan berlumut. Barbara Crossette pernah menggambarkan benteng ini sebagai “the best preserved Dutch fort in Asia”. Hanya saja. Bentuk awal yang mirip persegi panjang kotak dikelilingi oleh lima bastion. Sultan Gowa ke- . Kitab tersebut merupakan kumpulan karya sastra dan catatan hasil kebudayaan yang ditulis secara turun temurun dalam bahasa Lontarak. Pada tanggal 9 Agustus 1634. Benteng ini merupakan peninggalan sejarah Kesultanan Gowa di Sulawesi Selatan. Speelman akhirnya menetap di benteng tersebut dan membangun kembali serta menata topologi bangunannya sesuai dengan arsitektur Belanda. berubah mendapat tambahan satu bastion lagi di sisi barat. Diponegoro kemudian ditangkap serta dibuang ke Menado. dan kemudian pada tahun 1834 dipindahkan ke Fort Rotterdam. Benteng Fort Rotterdam merupakan bentang paling megah di antara benteng-benteng lainnya dan keasliannya masih terpelihara hingga kini. Nama tersebut merupakan nama kota tempat kelahirannya di Negeri Belanda. Kesultanan ini pernah berjaya sekitar abad ke-17 dengan ibukotanya Ujung Pandang (Makassar). Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-X yang bernama Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau Karaeng Tunipalangga Ulaweng. bentuk benteng ini adalah segi empat. yang dilengkapi dengan peralatan shalat. Semenjak saat itu nama benteng tersebut dirubah oleh Gubernur Jenderal Cornelis Speelman menjadi Fort Rotterdam. Pada awalnya. Pada awalnya. Kini. Pesona lain yang juga masih tersimpan dalam benteng ini adalah penggalan Kitab Sastra terpanjang di dunia yang dikenal I La Galigo. seperti halnya arsitektur benteng ala Portugis. alquran. Indonesia. dan tempat tidur. Kesultanan ini sebenarnya memiliki 17 buah benteng yang mengitari seluruh ibukota dan daerah sekitarnya. benteng ini disebut dengan nama Benteng Jumpandang (Ujung Pandang).

Sejak saat itu. Ia dibuang dan diasingkan di dalam benteng ini selama 26 tahun. Sejak tahun 1666. Benteng ini pernah dijadikan sebagai tempat pengasingan Pangeran Diponegoro ketika dirinya kalah perang dalam melawan penjajah Belanda di Jawa antara tahun 1925-1930. sebagai pusat perdagangan di wilayah timur pada saat itu. Bahkan. Tujuan penyerangan Belanda adalah untuk mengembangkan sayap perdagangannya. Gubernur Jenderal Speelman kemudian berinisiatif memerintahkan bawahannya agar membangun kembali benteng yang telah hancur itu dengan model arsitektur Belanda. khususnya kawasan Sulawesi Selatan. dibangun lagi dinding tembok kedua dekat pintu gerbang. Pada tanggal 23 Juni 1635. benteng ini berfungsi sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan Hindia Belanda di wilayah timur. Serangan ini mengakibatkan Benteng Fort Rotterdam hancur (meski tidak sepenuhnya). Nama benteng kemudian dinamakan Fort Rotterdam. dengan gelar Sultan Alauddin) membuat dinding tembok benteng dengan batu padas yang berwarna hitam keras. meski pada akhirnya dapat dibangun kembali. Provinsi . sehingga dengan demikian mereka dapat dengan mudah masuk ke wilayah Banda dan Maluku. rumah raja yang ada di dalam benteng juga hancur dan dibakar oleh tentara musuh. Kota Makassar. Belanda pernah menyerang Kesultanan Gowa yang pada saat itu dipimpin oleh Sultan Hasanuddin. armada perang Belanda dipimpin oleh Gubernur Jenderal Admiral Cornelis Janszoon Speelman. Ujung Pandang No. Benteng ini pernah hancur pada masa penjajahan Belanda. Bentuk benteng yang awalnya berupa segi empat dengan dikelilingi oleh lima bastion. yang merupakan nama tempat kelahiran Speelman. yaitu antara tahun 1655 hingga tahun 1669. Sultan Gowa dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667. Quote: Lokasi Quote: Benteng ini terletak di Jl. Selama satu tahun penuh. Pada saat itu.14 (I Mangerangi Daeng Manrabbia. Kesultanan Gowa diserang. Akibat dari kekalahan ini. berkobarlah perang pertama antara Belanda dan Kesultanan Gowa. kemudian ditambahkan satu bastion lagi yang ada di sisi barat.1.

bahkan hingga ke Samudera Hindia dan Pulau Madagaskar. Karena bentuknya mirip penyu. pakaian tradisional. keramik. dan perekonomian Kesultanan Gowa. dan budaya Sulawesi Selatan lainnya. Dr. Bangunan dalam benteng terdapat rumah panggung khas Gowa yang dulunya pernah ditempati oleh raja dan . Bentuk penyu ini mengilustrasikan fakta bahwa Kesultanan Gowa pada saat itu merupakan kerajaan maritim yang memiliki kekuatan perekonomian dan pelayaran yang sangat besar. banyak orang Makassar dikenal sebagai pelaut yang berlayar hingga ke pesisir-pesisir Indonesia. benteng ini menyerupai bentuk penyu yang hendak masuk ke dalam pantai. sehingga benteng berperan sebagai media perlindungan atau pertahanan ibukota dari serangan musuh. Pintu utamanya berukuran kecil. Ketika Belanda mampu menguasai Kesultanan Gowa. Di kompleks benteng terdapat Museum Negeri La Galigo yang menyimpan berbagai pernak-pernik asal Tanah Toraja. Letaknya persis di depan pelabuhan laut Kota Makassar. pemerintahan. Jika dilihat dari letak yang tinggi. Nama museum ini berasal dari sebuah epos bernama I La Galigo. Museum ini diresmikan pada tanggal 24 Februari 1974 oleh Dirjen Kebudayaan. Nama ini juga merupakan tokoh yang berperan dalam epos ini sebagai seorang ahli sastra. patung. Indonesia. Quote: Fungsi Sosial Quote: Benteng ini pernah berfungsi sebagai pusat perdagangan. Prof. Museum ini juga menyimpan berbagai benda sejarah. Sejak dahulu. Ida Bagus Mantra. benteng ini kadang juga dinamakan sebagai Benteng Panynyua (Penyu). manuskrip (berisi tentang perjanjian antara Sri Sultan Sjahbaddin dengan VOC pada tanggal 19 Mei 1710). benteng ini juga dijadikan sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan Hindia Belanda.Sulawesi Selatan. Quote: Deskripsi Benteng Quote: Benteng ini berdiri kokoh menjulang hampir setinggi 5 meter.

Di samping itu. benteng ini juga dirintis oleh Raja Gowa IX Semula benteng berisi bangunan rumah Makassar dengan tiang-tiang kayu yang tinggi. L. Pem¬bangunan benteng diselesaikan pada tahun 1545 oleh raja Gowa X. Area benteng ini seluas 2. kompleks dalam benteng juga difungsikan sebagai Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala dan Taman Budaya yang sering menggelar acara-acara kesenian. Benteng Ujungpandang Benteng Ujungpandang (Ford Ratterdam) Benteng Ujungpandang terletak di Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Ujungpandang. raja Gowa keempat belas. Sebenarnya. / Manriogau Daeng Banto Karaeng Lakiung Tunipalangga Ulaweng. Tonjolan-tonjolan tambahan pada model dasar segi empat melahirkan bentuk benteng yang menyerupai penyu. . Kota Madya Ujungpandang.keluarganya. naskah Lontarak menyebut benteng Penyua' (benteng penyu). namun juga berfungsi sebagai kantor Pusat Kebudayaan Makassar. Bentuk dasar benteng segi empat dan berarsitektur Portugis. konser musik. Menurut sejarahnya. jaya di laut dan di darat. dan lain-lain. Bentuk penyu berhubungan dengan simbolisme kekuatan etnis Makassar. kemudian mengalami penyempurnaan.5 hektar berdinding tertinggi 7 meter dan terendah 5 meter dengan ketebalan 2 meter. benteng ini kini tidak hanya berfungsi sebagai museum saja. Benteng yang pada mulanya dibuat dari tanah liat ini mempunyai model tak ubahnya bentengbenteng Eropa abad ke-26 dan ke-17. Di tahun 1635 Masehi. sebagai benteng pertahanan pendamping kerajaan Gowa. Justru itu.252 meter persegi dan terdiri atas 15 bangunan.uas keseluhruhan areanya 21. pada masa pemerintah Ian Sultan Alauddin. dinding benteng yang terbuat dari tanah liat diberi lapisan batu berbentuk segi empat dengan variasi ukuran berbeda. pagelaran tari. seperti halnya seekor penyu.

melalui perjanjian Bongaya tahun 1667. gaya Gotik abad XVII. benteng Ujungpandang difungsikan kembali menjadi benteng pertahanan dalam pertempuran tujuh hari antara pasukan KNIL dan TNI. Seusai perang benteng .70% merupakan bangunan makam. pada tanggal 21 April 1977. Hal ini bisa menjelaskan kepada kita perkernbangan kebudayaan etnis Makassar terutama dari periode masuknya Islam yang bisa memperkuat bukti-bukti tertulis yang sampai kepada kita. is hanya berpindah alam. Akibat kema¬juan teknologi. 14/A/1/1974. istana.ini berfungsi sebagai perumahan sipil dan militer. dan makam. Dewan Kesenian Makassar. benteng Ujungpandang beralih milik. benteng Ujungpandang dipandang kurang efektif untuk dijadikan benteng pertahanan Kemudian Jepang meng¬gunakannya sebagai pusat penelitian ilmiah bidang Bahasa dan pertanian. Hampir semua berasal dari masa Islam. sumur. Keadaan ini berlangsung hingga ditandatanganinya perjanjian penyerahan kembali kedaulatan RI tanggat 27 Desember 1949. Belanda kemudian juga melaku¬kan perubahan struktur bangunan dan gaya Makassar menjadi bangunan yang berciri Eropa. terutama di bidang komunikasi udara. kecuali batu pallantikan. benteng Ujungpandang dimanfaatkan sebagai kompleks perkantoran Suaka Peninggalan Sejarah Purbakala. benteng. benteng ini tidak lagi digunakan sesuai dengan fungsinya. Cornelis Janszoon Speelman (1666) sangat berperan dalam pengubahan nama ini. dan Museum Lagaligo yang disiapkan menampung berbagai koleksi yang dapat menunjang serta memberi informasi tentang benda cagar budaya kerajaan Gowa-¬Tallo khususnya. Raja bagi masyarakat Makassar tidaklah di¬anggap mati. Balai Arkeologi. Pandangan demikian menyebapkan raja yang telah wafat ditambah gelar . benteng tersebut diubah namanya menjadi Fort Rotterdam yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan kompeni. Kini. Penutup Di area situs bekas kerajaan Gowa-Tallo terdapat enam jenis monumen peradaban penting yaitu. dan Sulawesi Selatan pada umumnya.Fungsi benteng Ujungpandang pada saat itu adalah benteng pengawal benteng induk. batu pelantikan. benteng Ujungpandang dipugar dan diperbaiki. Dari sisa peradaban tersebut. Pada saat terjadi agresi militer kedua. Setelah kemerdekaan Indonesia benteng Ujungpandang menjadi tempat penampungan Belanda dan pengikutnya. benteng Ujungpandang menjadi monumen sejarah yang dilindungi dan dijadikan Pusat Kebudayaan Sulawesi Selatan berdasarkan Surat KeputuSan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. mesjid. Makam adalah rumah peristirahatan terakhir . Akhirnya. Setelah pengosongan dan pemindahan 1500 jiwa pada tahun 1970.manusia. Ketika kerajaan Gowa dikalahkan kompeni. Selanjutnya. Somba Opu. Pada masa pendudukan Jepang (1942).

Sampai sekarang makam dari tokoh-tokoh Gowa¬-Tallo masih menjadi tempat ziarah yang ramai dikunjugi sepanjang tahun. seperti istana. artinya tidur . ."matinroe". Justru itu di Makassar khususnya makam raja dibuat istimewa dan indah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful