Belajar tuntas (mastery learning) adalah filosofi pembelajaran yang berdasar pada anggapan bahwa semua siswa dapat

belajar bila diberi waktu yang cukup dan kesempatan belajar yang memadai. Selain itu, dipercayai bahwa siswa dapat mencapai penguasaan akan suatu materi bila standar kurikulum dirumuskan dan dinyatakan dengan jelas, penilaian mengukur dengan tepat kemajuan siswa dalam suatu materi, dan pembelajaran berlangsung sesuai dengan kurikulum. Dalam metoda belajar tuntas, siswa tidak berpindah ke tujuan belajar selanjutnya bila ia belum menunjukkan kecakapan dalam materi sebelumnya. Belajar tuntas berdasar pada beberapa premis, diantaranya:     Semua individu dapat belajar Orang belajar dengan cara dan kecepatan yang berbeda Dalam kondisi belajar yang memadai, dampak dari perbedaan individu hampir tidak ada Kesalahan belajar yang tidak dikoreksi menjadi sumber utama kesulitan belajar.

Kurikulum belajar tuntas biasanya terdiri dari beberapa topik berbeda yang mulai dipelajari oleh para siswa secara bersamaan. Siswa yang tidak menyelesaikan suatu topik dengan memuaskan diberi pembelajaran tambahan sampai mereka berhasil. Siswa yang menguasai topik tersebut lebih cepat akan dilibatkan dalam kegiatan pengayaan sampai semua siswa dalam kelas tersebut bisa melanjutkan ke topik lainnya secara bersama-sama. Dalam lingkungan belajar tuntas, guru melakukan berbagai teknik pembelajaran, dengan pemberian umpan balik yang banyak dan spesifik menggunakan tes diagnostik, tes formatif, dan pengoreksian kesalahan selama belajar. Tes yang digunakan di dalam metoda ini adalah tes berdasarkan acuan kriteria dan bukan atas acuan norma. Belajar tuntas tidak berhubungan dengan isi topik, melainkan hanya dengan proses penguasaannya. Metoda ini berdasar pada model yang dibuat oleh Benjamin S. Bloom, dengan penyempurnaan oleh James H. Block. Belajar tuntas dapat dilakukan melalui pembelajaran kelas oleh guru, tutorial satu per satu, atau belajar mandiri dengan menggunakan materi terprogram. Dapat dilakukan menggunakan pembelajaran guru secara langsung, kerjasama dengan teman sekelas, atau belajar sendiri. Di dalamnya diperlukan tujuan pembelajaran yang terumuskan dengan baik dan disusun menjadi unit-unit kecil secara berurutan. Dua permasalahan yang sering muncul dalam pelaksanaan belajar tuntas:  Pertama, pengelompokan dan pengaturan jadwal bisa memunculkan kesukaran. Guru sering merasa lebih mudah meminta siswa untuk belajar dalam kecepatan tetap dan menyelesaikan tugas dalam waktu tertentu dibandingkan bila ada variasi yang besar dalam kegiatan di suatu kelas.

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT . Permasalahan-permasalahan tersebut bukannya tidak bisa diatasi karena bisa diatur pemberian perhatian yang bersifat perorangan. MAU ? SEX KUAT TAHAN LAMA REKOMENDASI BOYKE. Model Pembelajaran dan Langkah-Langkahnya(2) Diterbitkan Oleh BIN HAKIM MAU Mr.com Ini adalah kelanjutan dari posting sebelumnya 1. siswa yang cepat akan terpaksa menunggu untuk maju ke tingkat yang lebih tinggi. MAU? METODE ALAMIAH TAMBAH UKURAN PENIS BIKIN ISTRI KETAGIHAN MLULU! SEX LEBIH KUAT TAHAN LAMA ISTRI MAKIN KETAGIHAN !! GASA REKOM BOYKE UNTUK EREKSI KERAS LEBIH KENCENG! Perbesar PENIS dan TAHAN LAMA hanya 169rb INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN. Kedua. menetapkan standar yang tinggi tapi bisa dicapai. MAU ? MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA 95RIBU KumpulBlogger. karena siswa yang lambat memerlukan waktu yang lebih banyak dalam standar minimum.P JADI LEBIH KENCENG & TAHAN LAMA? Perbesar PENIS dan TAHAN LAMA hanya 169rb FOREDI UNTUK TAHAN LAMA SEX REKOMENDASI BOYKE! METODE ALAMIAH TAMBAH UKURAN PENIS MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA 95RIBU INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN. dan menyediakan materi tambahan bagi siswa yang belajar dengan cepat.

Keterampilan yang dimaksud antara lain berbagi tugas. Pembentukan kelompok . b) Diskusi masalah. b.Penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT merujuk pada konsep Kagen dalam Ibrahim (2000: 29). Pengembangan keterampilan social Bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Persiapan Dalam tahap ini guru mempersiapkan rancangan pelajaran dengan membuat Skenario Pembelajaran (SP). yakni mempelajari materi pelajaran serta berdiskusi untuk memecahkan masalah Pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. aktif bertanya. menghargai pendapat orang lain. Ibrahim mengemukakan tiga tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran kooperatif dengan tipe NHT yaitu : a. Tujuan dibentuknya kelompok kooperatif adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan dalam kegiatan-kegiatan belajar. Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Langkah 2. c. Tipe ini dikembangkan oleh Kagen dalam Ibrahim (2000: 28) dengan melibatkan para siswa dalam menelaah bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Pengakuan adanya keragaman Bertujuan agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai latar belakang. mau menjelaskan ide atau pendapat. Dalam hal ini sebagian besar aktifitas pembelajaran berpusat pada siswa.Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. c) Tukar jawaban antar kelompok Langkah-langkah tersebut kemudian dikembangkan oleh Ibrahim (2000: 29) menjadi enam langkah sebagai berikut : Langkah 1. dengan tiga langkah yaitu : a) Pembentukan kelompok. Para siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan diarahkan untuk mempelajari materi pelajaran yang telah ditentukan. bekerja dalam kelompok dan sebagainya. Hasil belajar akademik stuktural Bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik.

Meningkatkan kebaikan budi. Guru membagi para siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3-5 orang siswa. Hasil belajar lebih tinggi 2. Penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar 4. Konflik antara pribadi berkurang 6. dari yang bersifat spesifik sampai yang bersifat umum. Tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan Dalam pembentukan kelompok. tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan agar memudahkan siswa dalam menyelesaikan LKS atau masalah yang diberikan oleh guru. antara lain adalah : 1. Model pembelajaran Make a Match (Lorna Curran. Langkah 6. Langkah 4.1994) Model Pembelajaran Make a Match artinya model pembelajaran Mencari Pasangan. Pertanyaan dapat bervariasi. tetapi sangat asik dan menyenangkan. Langkah 3. jenis kelamin dan kemampuan belajar. Diskusi masalah Dalam kerja kelompok. guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada siswa di kelas. Memperbaiki kehadiran 3. dalam pembentukan kelompok digunakan nilai tes awal (pre-test) sebagai dasar dalam menentukan masing-masing kelompok. lalu secepatnya mencari pasangan yang sesuai dengan kartu yang ia pegang. Selain itu. Pemahaman yang lebih mendalam 7. guru membagikan LKS kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelajari. Ada beberapa manfaat pada model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap siswa yang hasil belajar rendah yang dikemukakan oleh Lundgren dalam Ibrahim (2000: 18). Perilaku mengganggu menjadi lebih kecil 5. . kepekaan dan toleransi 8.Dalam pembentukan kelompok disesuaikan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Memberi kesimpulan Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan. Suasana pembelajaran dalam model pembelajaran Make a Match akan riuh. Guru memberi nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan nama kelompok yang berbeda. ras. Dalam kerja kelompok setiap siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang telah ada dalam LKS atau pertanyaan yang telah diberikan oleh guru. suku. Memanggil nomor anggota atau pemberian jawaban Dalam tahap ini. Rasa harga diri menjadi lebih tinggi 2. Setiap siswa mendapat sebuah kartu (bisa soal atau jawaban). Kelompok yang dibentuk merupakan percampuran yang ditinjau dari latar belakang sosial. Langkah 5.

2002). Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. penghargaan kelompok. 3) seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi anak didik sehingga hasil belajar anak didik akan dapat bertahan lebih lama. Setiap siswa mendapat satu buah kartu. 5) pembelajaran terpadu menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis (bermanfaat) sesuai dengan permasalahan yang sering ditemuai dalam lingkungan anak. Menurut Fogarty (1991). 4. dengan langkah-langkah. Model pembelajaran CIRC atau pemebelajaran terpadu menurut pertama kali dikembangkan oleh (Steven and Slavin. 5. komunikasi dan respek terhadap gagasan orang lain. 8) membangkitkan motivasi belajar. memperluas wawasan dan aspirasi guru dalam mengajar (Saifulloh. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang. Eye to Eye atau Knee to Knee. Dalam pembelajaran CIRC atau pembelajaran terpadu setiap siswa bertanggung jawab terhadap tugas kelompok. 2003). model shared (perpaduan). Proses pembelajaran ini mendidik siswa berinteraksi sosial dengan lingkungan. Dari setiap fase tersebut di atas dapat kita perhatikan dengan jelas sebagai berikut: a. model theaded (bergalur) dan model integreted (terpadu). dalam Anggela. Fase ini guru mulai mengenalkan tentang suatu konsep atau istilah baru . dan belajar hidup dalam kebersamaan (Learning to live together). Artinya siswa yang kebetulan mendapat kartu ‘soal’ maka harus mencari pasangan yang memegang kartu ‘ jawaban soal’secepat mungkin. 3. umpan balik. belajar untuk berbuat (learning to do). sehingga terbentuk pemahaman yang dan pengalaman belajar yang lama. Prinsip belajar terpadu ini sejalan dengan empat pilar pendidikan yang digariskan UNESCO dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran secara berkelompok merupakan proses yang kaya akan interaksi Face to-Face. 3) model dalam lintas siswa. Demikian seterusnya sampai semua kartu soal dan jawaban jatuh ke semua siswa. Demikian juga sebaliknya. Kelebihan dari model pembelajaran terpadu atau (CIRC) antara lain: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar anak didik akan selalu relevan dengan tingkat perkembangan anak. Model pembelajaran ini terus mengalami perkembangan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga sekolah menengah. Pengenalan konsep. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya. toleransi. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. 6) pembelajaran terpadu dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa kearah belajar yang dinamis. optimal dan tepat guna. 1981). 7. 4) pembelajaran terpadu dapat menumbuh-kembangkan keterampilan berpikir anak. model webbed (jaring laba-laba). kepercayaan. Setiap anggota kelompok saling mengeluarkan ide-ide untuk memahami suatu konsep dan menyelesaikan tugas (task). mengerjakan tugas kelompok baik dirumah maupun di kelas secara spesifik (Steven dan Slavin.Langkah-langkah pembelajaran Make a Match adalah sebagi berikut : 1. Empat pilar itu adalah ”belajar untuk mengetahui (learning to know). 2. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberikan tanggapan terhadap wacana dan ditulis pada lembar kertas. (Depdiknas. 5. berdasarkan sifat keterpaduannya. Guru memberikan penguatan 6. 7) menumbuhkembangkan interaksi sosial anak seperti kerjasama. 3. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen. Model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) ini dapat dikategorikan pembelajaran terpadu. Guru memberikan wacana sesuai dengan topik pembelajaran. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan 7. Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review.1999). Fase Pertama. Penutup. 2. 1. pembelajaran terpadu dapat dikelompokkan menjadi: 1) model dalam satu disiplin ilmu yang meliputi model connected (keterhubungan) dan model nested (terangkai). 4. 2) model antar bidang studi yang meliputi model sequenced (urutan). 6. saling menerima pendapat. 3. belajar untuk menjadi diri sendiri (learning to be). pertukaran informasi. 2) kegiatan yang dipilih sesuai dengan dan bertolak dari minat siswa dan kebutuhan anak.

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Metode. di dalamnya mewadahi. Dilihat dari pendekatannya. Siswa dapat memberikan pembuktian terkaan gagasan-gagasan barunya untuk diketahui oleh teman-teman sekelasnya. rasa ingin tahu serta menerapkan konsepsi awal siswa terhadap kegiatan pembelajaran dengan memulai dari hal yang kongkrit. Taktik. Penemuan itu dapat bersifat sebagai sesuatu yang baru atau sekedar membuktikan hasil pengamatannya. dan Model Pembelajaran By akhmadsudrajat . Teknik. Publikasi. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut. dan (6) model pembelajaran. Strategi. Eksplorasi dan aplikasi. Pengertian Pendekatan. . b. saran atau sebaliknya saling memperkuat argumen. Siswa siap menerima kritikan. yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum.. Fase ini memberikan peluang pada siswa untuk mengungkap pengetahuan awalnya. (4) teknik pembelajaran. Selama proses ini siswa belajar melalui tindakan-tindakan mereka sendiri dan reaksi-reaksi dalam situasi baru yang masih berhubungan. Pada dasarnya. memperagakan tentang materi yang dibahas. (5) taktik pembelajaran. (2) strategi pembelajaran. mengembangkan pengetahuan baru. atau media lainnya. dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. buku paket. Pengenalan bisa didapat dari keterangan guru. Fase Kedua. sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. menginsiprasi. c. tujuan fase ini untuk membangkitkan minat. menguatkan.yang mengacu pada hasil penemuan selama eksplorasi. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran. (3) metode pembelajaran. Hal ini menyebabkan terjadinya konflik kognitif pada diri mereka dan berusaha melakukan pengujian dan berdiskusi untuk menjelaskan hasil observasinya. dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut. Fase Ketiga.Posted on 03 Oktober 2008 oleh: Akhmad Sudrajat Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna. demonstrasi untuk diujikannya. membuktikan. dan menjelaskan fenomena yang mereka alami dengan bimbingan guru minimal. juga terbukti menjadi sangat efektif untuk menggiring siswa merancang eksperimen. Pada fase ini Siswa mampu mengkomunikasikan hasil temuan-temuan.

3. 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik. Sementara itu. 4. Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran. Selanjutnya. Artinya. yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). yaitu : 1. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun. Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. 4. 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha. Dilihat dari strateginya. yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina . pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula. metode dan teknik pembelajaran. 2. dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai.pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan. 3. dengan mengutip pemikiran J. bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif. Kemp (Wina Senjaya. 2. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur. Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran. keempat unsur tersebut adalah: 1. R David.

Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran. Jadi. tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu.teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi. strategi. sesuai dengan kemampuan. terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah. tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya.Senjaya. (9) simposium. Misalkan. Demikian pula. metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Misalkan. (2) demonstrasi. Dalam taktik ini. (7) brainstorming. sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor. (8) debat. (3) diskusi. metode. (5) laboratorium. strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). dengan penggunaan metode diskusi. yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. (6) pengalaman lapangan. dan sebagainya. strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif. Dengan kata lain. Dalam penyajiannya. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru. Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. diantaranya: (1) ceramah. guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model . Dalam hal ini. Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. (4) simulasi. penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri. Dengan demikian. perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat) Apabila antara pendekatan. 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya.

seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran. strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo. sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada caracara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. (3) model personal-humanistik. Dengan kata lain. rumah modern. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran. yaitu: (1) model interaksi sosial. Kendati demikian. dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. rumah gadang. posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut. (2) model pengolahan informasi. Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. dan (4) model modifikasi tingkah laku. 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran. masing-masing akan menampilkan kesan dan . model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. dan sebagainya). Berkenaan dengan model pembelajaran. kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut: Di luar istilah-istilah tersebut. Jadi.pembelajaran. model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan. Benyamin Surasega. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah. metode. Untuk lebih jelasnya. dan teknik pembelajaran.

Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia. more prescriptive and directive it is (Johnson et al 1990) Lie Anita dalam bukunya yang berjudul “Cooperative Learning” mengutip perkataan Roger dan David Johnson bahwa ada lima unsur model pembelajaran kooperatif yaitu : saling ketergantungan positif. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya. maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas. sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. tatap muka. para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran. Berdasarkan uraian di atas. tanggungjawab perseorangan. setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun. mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir. Namun. komunikasi antar anggota dan evaluasi proses kelompok Kata kunci pembelajaran kooperatif adalah :  Tim . kreatif dan menyenangkan. sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan. sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing. yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada. bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional.pesan yang berbeda dan unik. Pengertian dan Macam-Macam Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Cooperative learning is the instructional use of small groups which encourage students to work together to maximize their own and each other learning structured. yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif. jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas. maupun kriteria penyelesaiannya.

yang terdiri dari empat orang lalu dua diantaranya menjadi tamu ke kelompok lain untuk membahas dan mengecek hasil pekerjaan kelompok yang didatangi sementara dua siswa tinggal dalam kelompok untuk menerima kunjungan dari kelompok lain guna melakukan hal yang sama. setelah kegiatan itu siswa kembali ke kelompok asal dan terakhir mendiskusikan hasil kerjasanya secara klasikal. Macam’’ model pembelajaran Pembelajaran merupakan suatu cara dan sebuah proses hubungan timbal balik antara siswa dan guru yang sama-sama aktif melakukan kegiatan. Cooperative Controversy (Johnson and Johnson 1987) Murder – Mood. Think Pair Square. Learning Together (Johnson et al 1990). Understand. Elaborate. Two Stay Two Stray (Kagan 1992). Inside-Outside Circle. TGT (Slavin 1990) Write Pair Square. Round-Robin. kemudian setelah itu mendiskusikan hasil kerjanya dengan temannya secara berpasangan lalu mereka membahas ulang pekerjaannya dalam kelompok yang terdiri dari empat orang. Terakhir siswa mendiskusikan pekerjaannya bersama-sama didalam kelas dipimpin guru (Kagan 1992) Two Stay Two Spray adalah salah satu teknik pembelajaran kooperatif dengan cara : siswa mula-mula bekerja didalam kelompok. Detect. Group Investigation (Sharan et al).     Pengelolaan Kerjasama Keinginan untuk bekerjasama melalui pengerjaan serangkaian tugas dan penghargaan Keahlian untuk bekerjasama Interaksi yang simultan Terdiri dari serangkaian tahapan yang berbeda dalam setiap model (Kagan 1992) Tehnik-teknik yang dapat dipakai dalam pembelajaran model kooperatif learning adalah : Jigsaw. NHT. STAD. Berikut ini adalah macam-macam model pembelajaran yang terbaru: # MODEL CERAMAH Adalah sebuah model pembelajaran dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Model pembelajaran ini . Review (Hythecker et al 1988) Write-Pair-Square adalah salah satu teknik pembelajaran kooperatif dengan cara : siswa mula-mula bekerja sendiri. Recall.

Model pembelajaran ini menggunakan alat tertentu dan dilakukan lebih dari 1x # MODEL TEILEREN Merupakan model pembelajaran dengan cara memberikan materi secara bertahap/sebagiansebagian. Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran dengan metode pemberian kesempatan kepada para peserta didik perorangan atau kelompok untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Misalnya paragraf per paragraf kemudian dilanjutkan lagi dengan paragraf lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya # MODEL GLOBAL (GANZE MODEL) . baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan # MODEL CERAMAH PLUS Model pembelajaran ceramah plus adalah model pembelajaran yang menggunakan lebih dari satu model. aturan. Terdapat 3 jenis model pembelajaran ceramah plus. kejadian. dan urutan melakukan suatu kegiatan. dan model ceramah plus demosntrasi dan latihan # MODEL RESITASI Model pembelajaran resitasi adalah suatu model pembelajaran yang mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri # MODEL EKSPERIMENTAL Sering juga disebut sebagai model pembelajaran percobaan. model ceramah plus diskusi dan tugas. yakni model ceramah yang dikombinasikan dengan model yang lain.bisa dikatakan sebagai model pembelajaran yang paling ekonomis dalam menyampaikan informasi serta paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur # MODEL DISKUSI Model pembelajaran diskusi merupakan model pembelajaran yang sangat berkaitan dengan pemecahan masalah. yaitu: model ceramah plus tanya jawab dan tugas. Model pembelajaran ini sering disebut sebagai diskusi kelompok dan resitasi/pelafalan bersama # MODEL DEMONSTRASI Adalah model pembelajaran dengan cara memperagakan benda.

2010 | Tags: algoritma. adapun algoritma dari model ini adalah sebagai berikut: March 25th.A Match (Mencari Pasangan) Dalam model pembelajaran inovatif terdapat bermacam-macam model pembelajaran. 2010 | Category: Model Pembelajaran | Leave a comment . adapun algoritma dari model ini adalah sebagai berikut: March 25th. salah satu model pembelajaran yang banyak digunakan adalah Artikulasi. inovatif. salah satu model pembelajaran yang banyak digunakan adalah Problem Based Introductuon (PBI). adapun algoritma dari model ini adalah sebagai berikut: March 25th. salah satu model pembelajaran yang banyak digunakan adalah Make – A Match (Mencari Pasangan). adapun algoritma dari model ini adalah sebagai berikut: March 25th. adapun algoritma dari model ini adalah sebagai berikut: March 25th.Merupakan suatu model pembelajaran dengan meminta peserta didik membaca keseluruhan materi kemudian membuat resume atau kesimpulan dari apa yang mereka baca debat alam model pembelajaran inovatif terdapat bermacam-macam model pembelajaran. mpdel pembelajaran | Category: Model Pembelajaran | One comment Make . 2010 | Category: Model Pembelajaran | Leave a comment Problem Based Introductuon (PBI) Dalam model pembelajaran inovatif terdapat bermacam-macam model pembelajaran. 2010 | Category: Model Pembelajaran | Leave a comment Artikulasi Dalam model pembelajaran inovatif terdapat bermacam-macam model pembelajaran. debat. 2010 | Category: Model Pembelajaran | Leave a comment Mind Mapping Dalam model pembelajaran inovatif terdapat bermacam-macam model pembelajaran. salah satu model pembelajaran yang banyak digunakan adalah Mind Mapping. salah satu model pembelajaran yang banyak digunakan adalah Debat.

salah satu model pembelajaran yang banyak digunakan adalah STAD. salah satu model pembelajaran yang banyak digunakan adalah JIGSAW. salah satu model pembelajaran yang banyak digunakan adalah Cooperative Script. 2010 | Category: Model Pembelajaran | Leave a comment Numbered Head Together Dalam model pembelajaran inovatif terdapat bermacam-macam model pembelajaran. adapun algoritma dari model ini adalah sebagai berikut: March 25th. adapun algoritma dari model ini adalah sebagai berikut: March 25th. Model pembelajaran ini merupakan model dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan. 2010 | Category: Model Pembelajaran | Leave a comment Student Teams-Achievement Divisions (STAD) Dalam model pembelajaran inovatif terdapat bermacam-macam model pembelajaran. salah satu model pembelajaran yang banyak digunakan adalah Numbered Head Together. bagian-bagian dari materi yang dipelajari.Jigsaw (Model Tim Ahli) Dalam model pembelajaran inovatif terdapat bermacam-macam model pembelajaran. 2010 | Category: Model Pembelajaran | Leave a comment Cooperative Script Dalam model pembelajaran inovatif terdapat bermacam-macam model pembelajaran. adapun algoritma dari model ini adalah sebagai berikut: . adapun algoritma dari model ini adalah sebagai berikut: March 25th.