Bank Indonesia sebagai bagian dari Hukum Tata Negara

30 Apr Assalamualaikum wr. wb… makalah di bawah ini adalah makalah pengantar hukum indonesia yang mengkhususkan pada HTN dan Bank Indonesia. PENDAHULUAN 1. PENGERTIAN HUKUM TATA NEGARA Beberapa pengertian Hukum Tata Negara menurut pendapat para ahli : · Van Vollenhoven Hukum Tata Negara adalah hukum yang mengatur semua masyarakat hukum atasan dan masyarakat hukum bawahan menurut tingkatannya dan masing-masing masyarakat hukum itu menentukan wilayah lingkungan rakyatnya dan menentukan badan-badan serta fungsinya yang berkuasa dalam masyarakat itu, serta menentukan susunan dan wewenang dari badan tersebut. · Logemann Hukum Tata Negara adalah hukum yang mengatur organisasi negara. · Miriam Budiardjo Hukum Tata Negara adalah sekumpulan peraturan hukum yang mengatur organisasi dari negara, hubungan antaralat perlengkapan negara dalam garis vertikal maupun horizontal, serta kedudukan warga negara dan hak-hak asasinya. Kesimpulan yang dapat diambil : Hukum Tata Negara adalah sekumpulan peraturan hukum yang mengatur semua masyarakat dari tingkat atas maupun bawah, peraturan tersebut juga mengatur organisasi negara, perlengkapan negara dan kedudukan serta hak asasi warganegaranya. 2. SUMBER HUKUM TATA NEGARA INDONESIA a. Sumber Hukum Materiil yaitu Pancasila sebagai pandangan hidup dan falsafah negara Indonesia. b. Sumber Hukum Formil yaitu UUD 1945 yang kemudian diikuti peraturan dibawahnya seperti :

DPR . o Dalam melaksanakan usaha mencapai tujuan negara. kedaulatannya adalah ditangan rakyat yang dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama DPR. PEMBAGIAN LEMBAGA NEGARA BESERTA PENGERTIANNYA Lembaga – lembaga negara di Indonesia terinspirasi oleh Trias Politica dari Montesque. maka Kepala Negara adalah Presiden dan dibantu oleh para Menteri yang tidak bertanggungjawab pada DPR.MPR . legislatif dan yudikatif. o Sebagai NKRI yang berbentuk Republik. o Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas karena wajib bertanggungjawab kepada MPR. maka UUD 1945 menegaskan : o Negara Indonesia adalah Negara Hukum dalam arti materiil (mengarah pada Welfare State). 3.Presiden dan Wakil Presiden .Menteri yang terdiri atas menteri yang membawahi departemen dan menteri negara yang tidak membawahi departemen . Kepala Negara wajib memperhatikan DPR tetapi tidak bertanggungjawab pada DPR. o Sebagai negara yang berdasarkan atas hukum wewenang pemerintahannya dibatasi oleh konstitusi dengan penyelenggaraan oleh rakyat yang dijelmakan dalam MPR. .• • • • • Ketetapan MPR UU / Perpu Peraturan Pemerintah Kepres Peraturan lainnya (Peraturan Menteri dan Peraturan Daerah) Undang Undang Dasar 1945 Untuk menyelenggarakannya organisasi negara. • Legislatif : Lembaga yang membuat Undang – Undang. .DPD yang terdiri atas Utusan Daerah dan Utusan Golongan • Eksekutif : Lembaga yang menjalankan peraturan Undang – Undang tersebut. yaitu adanya pemisahan dan pembagian kekuasaan menjadi eksekutif.

Menteri dan Kementerian Negara yang diatur tersendiri dalam Bab V UUD 1945. yaitu Pasal 2 yang terdiri atas tiga ayat. yaitu pada Pasal 17 ayat(1). Dewan Pertimbangan Presiden yang diatur dalam Pasal 16 Bab III tentang Kekuasaan Pemerintahan Negara yang berbunyi. Wakil Presiden yang keberadaannya juga diatur dalam Pasal 4 yaitu pada ayat (2) UUD 1945.Mahkamah Konstitusi . Menteri Luar Negeri sebagai menteri triumpirat yang dimaksud oleh Pasal 8 ayat (3) UUD 1945. Presiden yang diatur keberadaannya dalam Bab III UUD 1945. terdapat tidak kurang dari 34 organ yang disebut keberadaannya dalam UUD 1945. dan (3).Komisi Yudisial Dalam UUD 1945. Majelis permusyawaratan Rakyat (MPR) diatur dalam Bab III UUD 1945 yang juga diberi judul “Majelis permusyawaratan Rakyat.Polisi . 3. Menteri Dalam Negeri sebagai triumpirat bersama-sama dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan menurut Pasal 8 ayat (3) UUD 1945. 2.Tentara • Yudikatif : Lembaga yang mengawasi jalannya Undang – Undang. Pasal 4 ayat (2) UUD 1945 itu menegaskan. (2). 8. Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden” 4. Peradilan Agama. yaitu bersama-sama dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan sebagai pelaksana tugas kepresidenan apabila terdapat kekosongan dalam waktu yang bersamaan dalam jabatan Presiden dan Wakil Presiden. Menteri Pertahanan yang bersama-sama dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri ditentukan sebagai menteri triumpirat menurut Pasal 8 ayat (3) UUD 1945. “Dalam melakukan kewajibannya. Bab III ini berisi dua pasal. 7. seperti Peradilan Militer. karena dapat saja terjadi konflik atau sengketa kewenangan konstitusional di antara sesama mereka. atau antara mereka dengan menteri lain atau lembaga negara lainnya. 6. Pasal 3 yang juga terdiri atas tiga ayat. . Ke-34 organ atau lembaga tersebut adalah: 1. Ketiganya perlu disebut secara sendiri-sendiri. 5. “Presiden membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada . Peradilan Umum. dimulai dari Pasal 4 ayat (1) dalam pengaturan mengenai Kekuasaan Pemerintahan Negara yang berisi 17 pasal.. dan Peradilan Tata Usaha Negara .Mahkamah Agung yang membawahi beberapa peradilan.

16. Pemerintahan Daerah Kota sebagaimana dimaksud oleh Pasal 18 ayat (2). seperti yang diatur dalam Pasal 18 ayat 3 UUD 1945. Konsul seperti yang diatur dalam Pasal13 ayat (1). 11. (6) dan ayat (7) UUD 1945. Pemerintahan Daerah Otonomi Khusus Nanggroe Aceh Darussalam dan Papua. yang selanjutnya diatur dalam undang-undang. . (5). Pemerintahan Daerah Provinsi sebagaimana dimaksud oleh Pasal 18 ayat (2). 21. 14. Karena kedudukannya yang khusus dan diistimewakan. diatur dengan undang-undang. 12. (3). Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang diatur dalam Bab VIIA yang terdiri atas Pasal 22C dan Pasal 220. Pemerintahan Daerah Kabupaten sebagaimana dimaksud oleh Pasal 18 ayat (2). Misalnya. satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau istimewa ini diatur tersendiri oleh UUD 1945. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang diatur dalam Bab VII UUD 1945 yang berisi Pasal 19 sampai dengan Pasal 22B. 17.Presiden. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota seperti yang diatur oleh Pasal 18 ayat (3) UUD 1945. 9. 10. pemerintahan daerah yang demikian ini perlu disebut secara tersendiri sebagai lembaga atau organ yang keberadaannya diakui dan dihormati oleh negara. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten seperti yang diatur dalam Pasal 18 ayat (3) UUD 1945. serta Pemerintahan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 18. (6) dan ayat (7) UUD 1945. Bupati Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten seperti yang diatur dalam Pasal 18 ayat (4) UUD 1945. 19. Oleh karena itu. Gubemur Kepala Pemerintah Daerah seperti yang diatur dalam Pasal 18 ayat (4) UUD 1945. (6) dan ayat (7) UUD 1945. 15. status Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta. Walikota Kepala Pemerintah Daerah Kota seperti yang diatur dalam Pasal 18 ayat (4) UUD 1945. Satuan Pemerintahan Daerah yang bersifat khusus atau istimewa seperti dimaksud oleh Pasal 18B ayat (1) UUD 1945. 22. Duta seperti diatur dalam Pasal 13 ayat (1) dan (2). (3). (3). (5). Ketentuan mengenai kekhususan atau keistimewaannya itu diatur dengan undang-undang. 20. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. 13. (5).

31. Pasal 24 dan Pasal 24C UUD 1945. nama Bank Indonesia bukan nama yang ditentukan oleh UUD 1945. yaitu “Negara memiliki suatu bank sentral yang susunan. nama bank sentral sekarang adalah Bank Indonesia. Mahkamah Agung (MA) yang keberadaannya diatur dalam Bab IX. yaitu Pasal 23E (3 ayat). Badan-badan lain yang fungsinya terkait dengan kehakiman seperti kejaksaan diatur dalam undang-undang sebagaimana dimaksud oleh Pasal 24 ayat (3) UUD 1945 yang berbunyi. dan terdiri atas 3 pasal. kewenangan. Pasal 24 dan Pasal 24A UUD 1945. Nama “Komisi Pemilihan Umum bukanlah nama yang ditentukan oleh UUD 1945. Memang benar. Komisi Yudisial yang juga diatur dalam Bab IX. Komisi Penyelenggaran Pemilu yang diatur dalam Pasal 22E ayat (5) UUD 1945 yang menentukan bahwa pemilihan umum harus diselenggarakan oleh suatu komisi yang bersifat nasional. 33. Tetapi. Pasal 24B UUD 1945 sebagai auxiliary organ terhadap Mahkamah Agung yang diatur dalam Pasal 24 dan Pasal 24A UUD 1945. pada Pasal 30 UUD 1945. kedudukan. maka kami akan mengangkat Bank Sentral atau Bank Indonesia sebagai topik utama pembahasan . dan Pasal 23G (2 ayat). 28. 24. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diatur tersendiri dalam Bab VIIIA dengan judul “Badan Pemeriksa Keuangan. yaitu dalam Bab XII tentang Pertahanan dan Keamanan Negara. 30. dan mandiri. melainkan oleh Undang-Undang.23. 34. 32. Seperti halnya dengan Komisi Pemilihan Umum. Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) yang juga diatur dalam Bab XII Pasal 30 UUD 1945. 29. Angkatan Darat (TNI AD) diatur dalam Pasal 10 UUD 1945. UUD 1945 belum menentukan nama bank sentral yang dimaksud. 27. dan independensinya diatur dengan undang-undang. tanggungjawab. Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga diatur kebera-daannya dalam Bab IX. 26. Angkatan Laut (TNI AL) diatur dalam Pasal 10 UUD 1945. Bank Sentral yang disebut eksplisit oleh Pasal 230. Angkatan Udara (TNI AU) diatur dalam Pasal 10 UUD 1945. tetap. “Badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam undang-undang PEMBAHASAN Untuk mempersempit cakupan pembahasan presentasi kami. Tentara Nasional Indonesia (TNI) diatur tersendiri dalam UUD 1945. Pasal 23F (2 ayat). melainkan oleh undang-undang berdasarkan kenyataan yang diwarisi dari sejarah di masa lalu. 25.

Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek. yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek. baik likuiditas maupun tingkat suku bunga. serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. PENGERTIAN BANK SENTRAL SECARA UMUM Bank Sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi. Penjualan SBI dilakukan melalui lelang sehingga tingkat diskonto yang terjadi benar-benar mencerminkan kondisi likuiditas pasar uang. suku bunga. giro wajib minimum mencoba menyesuaikan jumlah uang beredar sehingga tidak berlebihan dan cukup untuk menggerakkan roda perekonomian. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka Bank Sentral dengan menggunakan instrumen antara lain namun tidak terbatas pada base money. BI mempunyai satu tujuan tunggal. tercapai atau tidaknya tujuan Bank Indonesia ini kelak akan dapat diukur dengan mudah.kami. dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Sebagai bank sentral. Sedangkan kegiatan intervensi rupiah dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menyesuaikan kondisi pasar uang. 3. yaitu melalui penjualan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Intervensi Rupiah. yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa. Perumusan tujuan tunggal ini dimaksudkan untuk memperjelas sasaran yang harus dicapai Bank Indonesia serta batas-batas tanggung jawabnya. Bank Indonesia (BI. yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi. Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal. Operasi Pasar Terbuka Operasi Pasar Terbuka (OPT) dilaksanakan untuk mempengaruhi likuiditas rupiah di pasar uang. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali. 1. TUJUAN BANK INDONESIA Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral. TUGAS BANK INDONESIA * Melaksanakan Kebijakan Moneter a. Dengan demikian. yang pada gilirannya akan mempengaruhi tingkat suku bunga. yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. OPT dilakukan melalui dua cara. 2. . dulu disebut De Javasche Bank) adalah bank sentral Republik Indonesia.

d. Pinjaman tersebut berjangka waktu maksimal 90 hari. Dalam melaksanakan fungsi ini. sistem nilai tukar mengambang terkendali sejak tahun 1978. yaitu sistem nilai tukar tetap mulai tahun 1970 sampai tahun 1978. khususnya pada saat terjadi gejolak kurs yang berlebihan. dan bank penerima pinjaman wajib menyediakan agunan yang berkualitas tinggi serta mudah dicairkan dengan nilai sekurang-kurangnya sama dengan jumlah pinjaman. Peran sebagai Lender of The Last Resort Bank Indonesia juga berfungsi sebagai lender of the last resort. mempunyai peran penting dalam rangka tercapainya stabilitas moneter dan dalam mendukung kegiatan ekonomi. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar. dan sistem nilai tukar mengambang bebas (free floating exchange rate system) sejak 14 Agustus 1997. Pengelolaan Cadangan Devisa . kebijakan ini tertuang dalam ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 5% dari dana pihak ketiga yang diterima bank.b. nilai tukar rupiah sepenuhnya ditentukan oleh pasar sehingga kurs yang berlaku adalah benar-benar pencerminan keseimbangan antara kekuatan penawaran dan permintaan. Saat ini. Bank Indonesia dapat memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah kepada bank yang mengalami kesulitan likuiditas jangka pendek yang disebabkan oleh terjadinya mismatch dalam pengelolaan dana. dan bank penerima pinjaman wajib menyediakan agunan yang berkualitas tinggi serta mudah dicairkan dengan nilai sekurang-kurangnya sama dengan jumlah pinjaman. Indonesia telah menerapkan tiga sistem nilai tukar. Apabila Bank Indonesia memandang perlu untuk mengetatkan kebijakan moneter maka cadangan wajib tersebut dapat ditingkatkan. Secara garis besar. Nilai tukar yang stabil diperlukan untuk terciptanya iklim yang kondusif bagi peningkatan kegiatan dunia usaha. e. Dalam melaksanakan fungsi ini. Pinjaman tersebut berjangka waktu maksimal 90 hari. Kebijakan Nilai Tukar Nilai tukar yang lazim disebut kurs. Peran sebagai Lender of The Last Resort Bank Indonesia juga berfungsi sebagai lender of the last resort. c. sejak tahun 1970. Bank Indonesia pada waktu-waktu tertentu melakukan sterilisasi di pasar valuta asing. Bank Indonesia dapat memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah kepada bank yang mengalami kesulitan likuiditas jangka pendek yang disebabkan oleh terjadinya mismatch dalam pengelolaan dana. Dengan diberlakukannya sistem yang terakhir ini. Penetapan Cadangan Wajib Minimum Kebijakan ini mewajibkan setiap bank mencadangkan sejumlah aktiva lancar yang besarnya adalah persentasi tertentu dari kewajiban segeranya. dan demikian pula sebaliknya. yang wajib dipelihara dalam rekening bank yang bersangkutan di Bank Indonesia.

Dengan cara tersebut diharapkan penurunan nilai dalam salah satu mata uang dapat dikompensasi oleh jenis mata uang lainnya atau penempatan lain yang mempunyai nilai yang lebih baik. Bank Indonesia tetap mempertimbangkan perkembangan yang terjadi di pasar internasional. * Mengatur dan Menjaga Kelancaran Sistem Pembayaran Sesuai dengan Undang. Disisi lain dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran Bank Indonesia berwenang melaksanakan. Dalam mengelola cadangan devisa yang optimal. Bank Indonesia secara terus menerus melakukan pengembangan sesuai dengan acuan yang ditetapkan yaitu Blue Print Sistem Pembayaran Nasional. Untuk mewujudkan suatu sistem pembayaran yang efisien. Tugas pemberian kredit program akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk Pemerintah. saat ini penyediaan layanan jasa pembayaran sebagian besar dilakukan oleh perbankan baik melalui rekening bank di Bank Indonesia. sehingga tidak tertutup kemungkinan terjadinya pergeseran dalam portfolio komposisi jenis penempatan cadangan devisa. Pada sistem pembayaran non tunai. Pengalihan tugas ini dimaksudkan agar Bank Indonesia dapat lebih memfokuskan perhatian pada pencapaian sasaran-sasaran moneter serta agar dapat tercipta pembagian tugas yang baik antara Pemerintah dan Bank Indonesia. Dalam mengelola cadangan devisa ini. Bank Indonesia menerapkan sistem diversifikasi. Di bidang sistem pembayaran Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah serta mencabut. Kredit Program Dengan status Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang independen. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia. cepat. sistem kliring maupun sistem pembayaran lainnya misalnya sistem pembayaran berbasis kartu. Pengembangan tersebut direalisasikan dalam bentuk kebijakan dan ketentuan yang diarahkan pada pengurangan risiko pembayaran antar bank dan peningkatan efisiensi pelayanan jasa sistem pembayaran. salah satu tugas Bank Indonesia adalah mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. f. baik berdasarkan jenis valuta asing maupun berdasarkan jenis investasi surat berharga.Cadangan devisa merupakan posisi bersih aktiva luar negeri Pemerintah dan bankbank devisa. Bank Indonesia lebih mengutamakan tercapainya tujuan likuiditas dan keamanan daripada keuntungan yang tinggi. hubungan bilateral antar bank maupun melalui jaringan internal bank . pemberian kredit program yang selama ini dilakukan selanjutnya berada di luar lingkup tugas Bank Indonesia. aman dan handal. Walaupun demikian. yang harus dipelihara untuk keperluan transaksi internasional. memberi persetujuan dan perizinan atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran seperti sistem transfer dana baik yang bersifat real time. menarik dan memusnahkan uang dari peredaran.Undang No.

Dalam kaitannya dengan pelaksanaan tugas Bank Indonesia. Dari sisi piranti pembayaran. dan sistem pembayaran ditunjang oleh sektor manajeman intern yang secara terus menerus dikembangkan dan dibenahi. Sementara itu dalam kaitannya dengan pengawasan sistem pembayaran. perbankan. serta mampu mendukung pengambilan kebijakan yang cepat. Kebijakan di bidang manajemen intern pada intinya menyangkut pengembangan kelembagaan Bank Indonesia yang meliputi: pengembangan organisasi. mengingat tantangan yang dihadapi Bank Indonesia ke depan tidaklah ringan. terutama mengingat sangat kompleksnya permasalahan yang dihadapi oleh perekonomian nasional. dinamis dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan eksternal. dan infrastruktur. secara historis sistem pembayaran non tunai di Indonesia didominasi oleh piranti pembayaran berbasis warkat. dan seiring dengan perubahan tatanan sosial politik Indonesia. Dalam hubungan ini. namun dalam perkembangannya piranti elektronik mulai banyak berperan terutama sejak dioperasikannya sistem BI-RTGS pada bulan November untuk penyelesaian transaksi bernilai besar atau urgent. kebijakan sektor manajemen intern diarahkan terutama pada fungsi sebagai pendukung pelaksanaan tugas pokok Bank Indonesia melalui penyediaan jasa secara cepat dan tepat. Bank Indonesia memiliki tanggung jawab agar masyarakat luas dapat memperoleh jasa sistem pembayaran yang efisien. sistem kliring maupun melalui sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS). tepat dan akurat. Tuntutan terhadap sektor ini menjadi semakin besar.23 Tahun 1999 tentang Bank . tepat dan aman. Bank Indonesia telah menempuh langkah-langkah kebijakan strategis di bidang manajemen intern yang pada dasarnya merupakan (i) penajaman atas langkahlangkah yang selama ini dilakukan dan (ii) implementasi segera hal-hal yang telah diamanatkan dalam Undang-undang No. cepat. Sumber Daya Manusia (SDM).23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Berkaitan dengan upaya mewujudkan Bank Indonesia baru yang sesuai dengan semangat independensi seperti tertuang dalam UU No. Pengembangan Organisasi Berbagai langkah telah ditempuh Bank Indonesia untuk meningkatkan efektivitas organisasi yang independen.yang dimilikinya. rencana strategis pengembangan organisasi Bank Indonesia ke depan akan lebih difokuskan pada organisasi yang lebih ramping. Dalam hubungan ini. Fungsi pengawasan sistem pembayaran ini selain berwenang untuk memberikan izin operasional terhadap pihak yang menyelenggarakan kegiatan di bidang sistem pembayaran juga berwenang untuk melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan sistem pembayaran baik yang dilakukan oleh Bank Indonesia maupun pihak lain di luar. * Mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia Pelaksanaan tugas Bank Indonesia di bidang moneter. Layanan pembayaran dana antar nasabah tersebut biasanya dilakukan melalui transfer elektronik.

ASPEK HUKUM BANK INDONESIA UNDANG-UNDANG BANK INDONESIA 1. mutasi. peningkatan manajemen keuangan. serta program peningkatan tata tertib dan disiplin pegawai.Indonesia. Bank Indonesia juga telah mengembangkan nilai-nilai yang sesuai dengan pencapaian tugas visi dan misi Bank Indonesia. Pengembangan Infrastruktur Langkah strategis lainnya yang terus dilakukan adalah penyempurnaan infrastruktur organisasi yang meliputi beberapa aspek antara lain penyempurnaan sistem dan mekanisme tata kerja. pengambilan keputusan. pengembangan kehumasan. 4. dan pendidikan serta pelatihan. Tentu saja hal tersebut disertai dengan penyempurnaan sistem manajemen SDM yang ada agar lebih mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia. tetapi juga integritas dan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam melaksanakan tugas. menyelenggarakan program pendidikan kepemimpinan (leadership) secara intensif. Bank Indonesia telah melakukan penyempurnaan sistem penerimaan dan promosi pegawai. serta pengelolaan dokumen. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Bank Indonesia terus mempersiapkan SDM yang kompeten yang tidak saja memiliki kemampuan keilmuan dan ketrampilan yang handal. Untuk itu. disadari perlu untuk merumuskan kembali suatu visi dan misi organisasi yang sesuai dengan semangat independensi tersebut. Di samping itu. promosi. pengembangan sistem teknologi informasi. 23/1999 dan dapat diimplementasikan oleh seluruh pegawai serta dapat meningkatkan kontribusi pencapaian kinerja Bank Indonesia. terencana dan berkesinambungan. Langkah-langkah peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bank Indonesia telah dirumuskan dengan menyusun strategi pengembangan sumber daya manusia yang ditempuh dengan menyempurnakan sistem penerimaan. Bank Indonesia telah merumuskan visi dan misi organisasi untuk ditetapkan sebagai strategi jangka panjang Bank Indonesia yang mengarah pada terwujudnya Bank Indonesia yang dipercaya (trustworthy) dan disegani (respectable). termasuk pendelegasian wewenang. penajaman sistem pengawasan intern dan kebijakan hukum. Undang-Undang tentang Bank Indonesia Tahun Undang-Undang/PERPU Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2009 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 2008 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia Menjadi Undang-Undang . yaitu melalui pengembangan budaya kerja yang sesuai dengan tuntutan Undang-undang No. Untuk itu.

dinyatakan berlaku pada tanggal 17 Mei 1999. Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara lebih efektif dan efisien. kedudukan Bank Indonesia juga tidak sama dengan Departemen. Bank Indonesia mempunyai otonomi penuh dalam merumuskan dan melaksanakan setiap tugas dan wewenangnya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang tersebut.Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2008 2 Tahun 2008 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 2004 Tentang Bank Indonesia Penjelasan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2004 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia Penjelasan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 1999 tentang Bank Indonesia Ikhtisar Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia 5. Disamping itu. Untuk lebih menjamin independensi tersebut. Sebagai Lembaga negara yang independen kedudukan Bank Indonesia tidak sejajar dengan Lembaga Tinggi Negara. 23/1999 tentang Bank Indonesia. HUBUNGAN BI DENGAN LEMBAGA NEGARA LAINNYA Sebagai Lembaga Negara yang Independen Babak baru dalam sejarah Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang independen dimulai ketika sebuah undang-undang baru. undang-undang ini telah memberikan kedudukan khusus kepada Bank Indonesia dalam struktur ketatanegaraan Republik Indonesia. Sebagai Badan Hukum . Sebagai suatu lembaga negara yang independen. dan Bank Indonesia juga berkewajiban untuk menolak atau mengabaikan intervensi dalam bentuk apapun dari pihak manapun juga.Pihak luar tidak dibenarkan mencampuri pelaksanaan tugas Bank Indonesia. yaitu UU No. karena kedudukan Bank Indonesia berada diluar Pemerintah. Undang-undang ini memberikan status dan kedudukan sebagai suatu lembaga negara yang independen dan bebas dari campur tangan Pemerintah ataupun pihak lainnya.

Oey mengaku menyerahkan uang tersebut kepada para mantan pejabat BI. Hendro Budianto. Sedangkan sisanya.Status Bank Indonesia baik sebagai badan hukum publik maupun badan hukum perdata ditetapkan dengan undang-undang.30. Jumat 5 Juni 2009. Sidang dipimpin hakim Kresna Menon dengan anggota Edward Pattinasarani. Bun Bunan Hutapea. dan Paul Sutopo. Jaksa menyatakan bahwa penyelesaian masalah hukum dan penyelesaian masalah BLBI dibahas dalam rapat Dewan Gubernur di Bank Indonesia pada 3 Juni 2003. Jakarta.5 miliar diberikan oleh Rusli Simandjuntak dan Aznar Ashari kepada panitia perbankan Komisi IX DPR periode 2003 untuk penyelesaian masalah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan amandemen UU No 23 Tahun 1999 tentang BI. Sebagai badan hukum publik Bank Indonesia berwenang menetapkan peraturan-peraturan hukum yang merupakan pelaksanaan dari undang-undang yang mengikat seluruh masyarakat luas sesuai dengan tugas dan wewenangnya. Sebagai badan hukum perdata. dan Hendra Yospin. Aulia Pohan adalah salah satu Deputi Gubernur yang memberikan persetujuan. yang disebut menerima uang itu dari Rusli. Made Hendra Kusuma. dan tiga Direksi BI. Bank Indonesia dapat bertindak untuk dan atas nama sendiri di dalam maupun di luar pengadilan. Selanjutnya. CONTOH KASUS HUKUM YANG MENYANGKUT BANK INDONESIA / PEJABATNYA ”Kasus Aliran Dana Bank Indonesia” Kronologi : Laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan. yaitu Gubernur BI Soedrajad Djiwandono. Oey yang pada 2003 menjabat Deputi Direktur Hukum menerima langsung dana YPPI itu dari Ketua YPPI Baridjusalam Hadi dan Bendahara YPPI. membantah aliran dana tersebut. . Ratnawati Sari. kasus itu bermula ketika rapat Dewan Gubernur BI yang dipimpin Burhanuddin Abdullah mengeluarkan persetujuan untuk memberikan bantuan peningkatan modal kepada Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) senilai Rp100 miliar. 6. Jaksa yang diketuai Rudi Margono baru membacakan unsur-unsur tindak pidana korupsi yang terbukti dilakukan terdakwa Aulia Tantowi Pohan. yaitu Heru Supraptomo. Oey mencairkan cek dan menyerahkan uang tunai kepada pejabat BI yang saat itu terjerat kasus hukum dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Penyelesaian Kasus : Sidang pembacaan tuntutan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Aslim Tadjuddin. Slamet Subagyo. Antony Zeidra Abidin. dan Maman Soemantri. Oey mengaku tidak tahu lagi ke mana uang tersebut setelah diserahkan kepada mereka. Namun. Deputi Gubernur BI Iwan R Prawiranata. mantan ketua sub panitia perbankan Komisi IX DPR. senilai Rp31. Pada pemeriksaan di KPK. mulai pukul 16.

Dan Soedradjad Djiwandono sebesar Rp 25 miliar. Dalam unsur melawan unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Penggunaan dana itu juga tidak jelas peruntukannya. Penggunaan dana ini menyimpang dari tujuan pendirian Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia. Karena kondisi perekonomian Indonesia yang masih mengalami kesulitan.Dalam rapat itu hadir para terdakwa yakni Aulia Pohan. Kemudian setelah ditemukan adanya kecurangan. jaksa menilai unsur ini bermula ketika pengurus diminta menyisihkan dana Rp 100 miliar yang digunakan secara bertahap. Seperti contoh kasus yang telah disebutkan diatas. “Dewan gubernur jelas menguntungkan orang lain. peraturan tersebut juga mengatur organisasi negara. dan Aslim Tadjudin. “Penggunaan dana ini atas sepengetahuan terdakwa satu (Aulia Pohan) dan Burhanuddin Abdullah (Gubernur BI). Sebagai lembaga negara yang independen bank Indonesia tetap tidak berpisah dari lembaga negara lainnya. kerja Bank Indonesia tetap diawasi oleh lembaga negara lainnya seperti KPK .” jelasnya. Orang yang diuntungkan yakni Paul Sutopo. tahap ketiga Rp 3 miliar. Dikurangi dengan penarikan yang dilakukan Oey Hoey Tiong dan Rusli Simanjuntak sebelumnya sebesar Rp 28 miliar. KESIMPULAN Hukum Tata Negara adalah sekumpulan peraturan hukum yang mengatur semua masyarakat dari tingkat atas maupun bawah. perlengkapan negara dan kedudukan serta hak asasi warganegaranya. Bank Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia yang keberadaannya sangat penting dan berkaitan dengan Bank-Bank lain dibawahnya baik Bank Negeri maupun Bank Swasta. Bank Indonesia juga merupakan lembaga Negara yang cara kerjanya diatur oleh UUD 1945 dan undang-undang lainnya. Dengan ini Dewan Gubernur telah memberikan keuntungan dan jauh dari rasa keadilan. Hal ini sesuai dakwaan dalam Pasal 3 Undang Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. BPK memeriksa laporan keuangan BI lalu ketika ditemukan adanya kejanggalan yang membuat lembaga KPK memeriksanya sebagai dugaan tindak pidana korupsi. Polisi menyidik .5 miliar. Heru Supratomo. Selain itu. “Para terdakwa menyetujui penggunaan dana YPPI untuk menyisihkan dana senilai Rp 100 miliar. Hendro Budiyanto. Terdakwa terbukti dalam unsur perbuatan melawan hukum. Bun Bunan Hutapea. Selain itu juga digunakan sebagai bantuan hukum kepada para mantan pejabat sebesar Rp 71. Untuk tahap pertama sebesar Rp 50 miliar.” jelasnya.” jelas Jaksa Rudi Margono. Jaksa menyatakan bahwa keempat terdakwa memiliki kewenangan untuk memutuskan dan menggunakan dana itu. “Maka perbuatan terdakwa berdasar pada jabatannya. Penggunaan untuk penyelesaian perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia secara politis. dan tahap keempat Rp 17 miliar.” jelas jaksa. Maman Soemantri. Para pengguna dana sebenarnya telah menerima bantuan hukum sebesar Rp 5 miliar. tahap kedua Rp 25 miliar. Iwan R Prawiranata yang masing-masing sebesar Rp 10 miliar.” jelasnya. Tahap pertama Rp 2 miliar. BPK dan MA.

com/2011/04/30/bank-indonesia-sebagaibagian-dari-hukum-tata-negara/ . karena kedudukan Bank Indonesia berada diluar Pemerintah. Kedudukan Bank Indonesia tidak sejajar dengan Lembaga Tinggi Negara.wordpress. Disamping itu. kedudukan Bank Indonesia juga tidak sama dengan Departemen. http://farahfitriani. Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara lebih efektif dan efisien.kasus tersebut dan membawanya ke pengadilan Tipikor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful