onsep manusia Ada 3 teori dalam konsepsi manusia yaitu : Pertama yaitu Teori Evolusi.

Teori ini pertama kali dikemukakan oleh seorang sarjana Perancis J.B de Lamarck yang menyatakan bahwa kehidupan berkembang dari tumbuh tumbuhan menuju binatang dan dari binatang menuju manusia. Teori ini merupakan perubahan atau perkembangan secara berlahan lahan dari tidak sempurna menjadi perubahan yang sempurna. Kedua yaitu Teori Revolusi Teori revolusi ini merupakan perubahan yang amat cepat bahkan mungkin dari tidak ada menjadi ada. Teori ini sebenarnya merupakan kata lain untuk menanamkan pandangan pencipta dengan kuasa Tuhan atas makhluk-Nya. Pandangan ini gabungan p emikiran dari umat manusia yang berbeda keyakinan yaitu umat Kristen dan umat Is lam tentang proses kejadian manusia yang dihubungkan dengan keMaha Kuasaan Tuhan . Dalam Ajaran Kristen dijumpai kisah kejadian manusia dalam surat Kejadian 1-11 d an 12-50 tentang kisah oleh Martinus dalam Bagaimana Agama Kristen Memandang teo ri Darwin . Dalam ajaran Islam terbentuk opini dan tidak berlebihan jika dikataka n sebagai keyakinan, bahwa manusia dan juga alam semesta tercipta secara cepat oleh Kuasa Allah.Keyakinan tersebut merupakan hasil interpretasi dari ayat ayat Al-Quran dalam surat Al-Baqarah ayat 30 yang menjelaskan tetntang kejadian Adam yaitu Ada m adalah suatu makhluk yang diciptakan dari tanah yang diambil dari berbagai jen is yang kemudian dicampur dengan air, dibentuk dan ditiupkan ruh kedalamnya, dan kemudian menjadi makhluk hidup ,serta Yasin ayat 82 yang berbunyi kun fayakun den gan arti jadilah maka terjadilah dia . Ketiga yaitu Teori Evolusi Terbatas. Teori ini adalah gabungan pemikiran dari pihak-pihak agama yang berlandaskan den gan alasan-alasan serta pembuktian dari pihak sarjana penganut teori evolusi. Seperti yang dikemukakan oleh FransDahler, yang mengakui bahwa tumbuh-tumbahan, binatang, dan manusia selama ribuan atau jutaan tahun yang benar-benar mengalami mutasi (perubahan) yang tidak sedikit. Menurut RHA. Syahirul Alim cendekiawan Muslim ahli kimia menyatakan bahwa kita s ebagai manusia harus merasa terhormat kalau diciptakan dari keturunan kera karen a secara kimia molekul-molekul kera jauh lebih kompleks dibandingkan dengan tana h, karena tanah molekulnya lebih rendah keteraturannya. Menurut Al-Syaibani manu sia dikelompokkan menjadi delapan definisi,antara lain : Manusia sebagai makhluk Allah yang paling mulia dimuka bumi Manusia sebagai khalifah dimuka bumi. Insan manusia sebagai makhluk sosial yang berbahasa. Insan yang mempunyai tiga dimensi yaitu badan, akal, dan ruh Insan dengan seluruh perwatakannya dan ciri pertumbuhannya adalah hasil pencapai an dua factor, yaitu faktor warisan dan lingkungan. Manusia mempunyai motivasi, kecenderungan, dan kebutuhan permulaan baik yang diw arisi maupun yang diperoleh dalam proses sosialisasi. Manusia mempunyai perbedaan sifat antara yang satu dengan yang lainnya. Manusia Dalam pandangan islam Dalam pandangan Islam, manusia didefinisikan sebagai makhluk, mukalaf, mukaram, mukhaiyar, dan mujizat. Manusia adalah makhluk yang memiliki nilai-nilai fitri d an sifat-sifat insaniah, seperti dha if lemah (an-Nisaa : 28), jahula bodoh (al-Ahzab: 72), faqir ketergantungan atau memerlukan (Faathir: 15), kafuuro sangat

yaitu menegakkan khilafah. rabbaniun dan yang lainnya. (adz-Dzariyat: 56) Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit. Dengan hatinya. Keberadaannya di alam mayapada memiliki arti yang hakiki. manusia diharapkan mampu memilah dan memilih nilai-nilai kebenaran. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman . kebaikan. dan kemudian memilihnya. Keberadaannya tidaklah untuk huru-hara dan tanpa hadaf tujuan yang berarti. padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. (al-An kabuut: 2-3). merenungkannya. 1. manusia juga diciptakan untuk mengaplikasikan beban-beban ilahiah ya ng mengandung maslahat dalam kehidupannya. Dengan akal yang dimilikinya. maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhi anatinya. ia harus benar-benar mampu menjabarkan kehendak-kehendak ilahia h dalam setiap misi dan risalah yang diembannya. sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak me njadikan seorang khalifah di muka bumi. dan keindahan yang tertuang dalam risalah para rasul. Allah SWT telah menciptakan manusia dengan ahsanu taqwim. ulul albab. misi fungsiona . Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. dengan sederet sifat-sifat kemuliaan dan sifat-sifat insaniah yang berkait an dengan keterbatasan dan kekurangan. sehingga ia tetap mempertahankan gelar kemuliaan yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadan ya seperti ahsanu taqwim. yaitu dengan keistimewaan yang dimilikinya. Allah SWT membebankan misi-misi khusus kepada manusia untuk menguji dan mengetahui siapa yang jujur dalam beriman dan dusta dalam beragama. ia mampu memutuskan sesuatu yang sesuai dengan iradah Robbnya dan dengan raganya.Misi Manusia Manusia di dalam hidup ini memiliki tiga misi khusus: misi utama. seperti akal yang mampu menangkap sinyal-sinyal kebenaran.mengingkari nikmat (al-Israa : 67). serta fujur dan taqwa (asy-Syams: 8). Mereka berkata: Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. (al-Baqarah: 30) Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Oleh karena itu. Ia membawa amanah ilahiah yang harus diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Perhatikanlah ayat-ayat Qur`aniah di bawah ini. syukur (al-Insaan:3). ia diharapkan pro-aktif untuk melahirkan karya-karya besar dan tindakan-tindakan yang benar. dan dipikullah amanat itu oleh manusia. dan telah menundukkan seluruh alam baginya agar ia mampu memelihara dan memakmurkan serta melestarikan kelangsungan hidup yang ada di alam ini. (al-Ahzab: 72) Manusia adalah makhluk pilihan dan makkhluk yang dimuliakan oleh Allah SWT dari makhluk-makhluk yang lainnya. bumi dan gunung-gunung . Maka. Selain itu. maka sesungguhnya Allah mengetahui oran g-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

Maka. setiap langkah dan gerak-geriknya harus searah dengan garis ya ng telah ditentukan. al-An aam: 26. Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. Setiap desah nafasnya harus selaras dengan kebijakan-kebijakan ilahiah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. Misi Utama Keberadaan manusia di muka bumi ini mempunyai misi utama. yaitu beribadah kepada Allah SWT. Namun. Hal ini bisa terjadi pada manusia karena dalam dirinya ada dua kekuatan yang san gat dominan mempengaruhi setiap pikiran dan perbuatannya. yaitu sebagai aun (pertolongan) bagi manusia dalam mengarungi lautan kehidupan (al-Baqarah:153). Ada juga yang secara terang-t erangan mengingkari dan memusuhinya (an-Nahl: 36. manusia bisa diklasifikasikan menjadi tiga. A. (Faathiir: 32) Sabiqun bil khairat Hamba Allah SWT yang termasuk dalam kategori ini adalah hamba yang tidak hanya p uas melakukan kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan oleh-Nya. dan dzalimun linafsihi. banyak di antara mereka yang berpaling dari ajaran-ajaran suci yang didakwahkan kepada mereka. dalam bingkai misi utama ini. Maka. dan ibadah-ibadah lain yang bertujuan untuk melahirkan manusia-manusia muslim yang berakhlak mulia (al-Baqarah: 183 dan aat-Taubah:103). dan mengantisipasi gelombang kekejian dan kemungkaran (al-Ankabuut: 45). maka ia akan mampu menangkap sinyal-sinyal yang ada di balik ibadahnya. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT sebagai berikut. tidak semua manusia di dunia ini mengikuti perintah dan merespon risalah yang di bawa oleh para Rasul. dan al-Baqarah: 9 1). yaitu sabiqun bil khairat. muqtashidun. Bahkan. dan misi operasional. lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. apabila manusia mampu menangkap sinyal-sinyal nilai filosofis dan kemudian mengaplikasikan serta mengekspresikannya dalam bahasa lisan maupun perbuatan. Kekuatan taqwa didorong oleh nafsu mutmainnah (jiwa yang tenang) untuk selalu menterjemahkan kehendak ilahiah dalam realitas kehidupan. Semakin mantap langkahnya dalam merespon seruan Islam dan semakin teguh hatinya dalam mengimplementasikan apa yang telah menjadi tugas dan kewajibannya.l. namun ia terus berlomba dan berpacu untuk mengaplikasikan sunnah-sunnah yang telah . Gerbang yang dijadikan satu-satunya tujuan penciptaannya. dalam setiap ibadah yang telah diwajibkan oleh Islam memuat nilai filosofis. seperti nilai filosofis yang ada dalam ibadah shalat. dan kekuatan fujur yang di dominasi oleh nasfu ammarah (nafsu angkara murka) yang senantiasa memerintahkan manusia untuk masuk dalam dunia kegelapan. Karena. Maka. ia akan sampai gerbang ketaqwaan. Adapun nilai filosofis ibadah puasa adalah untuk menghantarkan manusia muslim menuju gerbang ketaqwaan. dan sebagai benteng kokoh untuk menghindari. serta setiap detak jantung dan keinginan hatinya harus seirama dengan alunan-alunan kehendak-Nya. menghadang. kekuatan taqwa dan kekuatan fujur.

dan yang kedua mengakibatkan lupa akan akhirat. Hati sucinya menerima pilihan-pilihan akal selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Abu al-Hasan Ali al-Mawardy) Apabila manusia mengikuti libido.digariskan. al-Munaafiquun: 4. tuli. sehingga hatinya sakit parah. dan menjadi buda k syahwatnya. cinta. manusia akan bergeser dari gelar khairul barriah sebaik-baik makhluk dan ahsanu taqwim ke gelar baru. buta. ia juga masih sering berkubang dalam kubangan lumpur dosa. mata dan telinga. Ada dua masalah yang saya takutkn menimpa kamu. dan dalam kelompok ini. Inilah manusia-manusia yang memiliki hati. dan tidak pernah mendengar ayat-ayat Qur`aniah dan Kauniah dengan tiga faktor tersebut. ia akan melakukan konspirasi bersama thogut-thogut untuk memberangus nilai-nilai kebenaran. Akal merupakan tema n setia. Sebagian ahli hikmah berkata. yang pertama akan menjadi tembok penghalang antara dirinya dan kebenaran. Dzalimun linafsihi Hamba yang termasuk dalam kelompok ini adalah yang masih mencampuradukkan antara hak dan batil. kera. dan kayu yang berdiri. dalam diri seorang hamba ada dua kekuatan yang mempengaruhinya. Imannya hanya bisa menjadi benteng dari hal-hal yang diharamkan dan belum mampu membentengi hal-hal yang dimakruhkan. yaitu syarrul barriah seburuk-buruk makhluk . dan kepasrahan kepada Allah SWT. berkata. Jadi. tidak pernah melihat kebenaran. nampaknya kekuatan syahwat yang mendominasi kehidupannya. P ertama. al-an aam binatang ternak . babi. Di sini. Misi Fungsional . Muqtashidun Hamba Allah yang masuk dalam kategori ini adalah manusia muslim yang puas ketika mampu mengamalkan perintah dan meninggalkan larangan Allah SWT. Selain ia mengamalkan perintah-perintah Allah SWT. mengikuti hawa nafsu. mengekor nafsu angkara murka. dan menjauhi hal-hal yang dimakruhkan. al-A raaf: 179. dan bisu dari nilai-nilai Islam (al-Bayyinah: 6-7. Ia akan mencampakkan dan mensia-siakan amanah yang agung. tidak pernah terlintas ruh kompetitif dalam memperluas wilayah iman ke wilayah ibadah yang lebih jauh lagi. Akal sehatnya menerawang jauh ke depan untuk menggagas karya-karya besar dan langkah-langkah positif. sedangkan durhaka kepadanya adalah obat mujarab dab terapi yang manjur (Adab ad-Diin wa ad-Dunya. Hawa nafsu adalah raja yang bengis dan penguasa yang lalim. Karena. yaitu wilayah sunnah. batu. Mereka adalah sebuah komunitas dari manusia-manusia yang dungu. asfalus saafilin tempat yang paling rendah . Bahkan. Dalam benaknya. Kedua. numun ia tidak pernah berfikir. maka ia akan keluar dari poros yang telah digariskan oleh Allah SWT. Inilah hamba yang selalu melihat kehidupan dengan cahaya bashirah. banyak menghayal. Hamba yang hatinya senantiasa dihiasi ketundukan. tergantung kekuatan mana yang lebih dominan. al-Maidaah: 60. Mengikuti syahwat adalah penyakit. pengagungan. dan al-Baqarah:74) Ali bin Abu Thalib ra. dan hawa nafsu adalah musuh yang ditaati. (Adab ad-Diin wa ad-Dunya) B. Sebagian ahli hikmah yang lain berkata.

mukalaf. serta fujur dan taqwa (asy-Syams: 8). tipuan-tipuan.Selain misi utama yang harus diemban manusia. meskipun dengan jalan yang tidak dibenarkan oleh Islam. diperbudak hawa nafsu sehingga tidak mampu menegakkan tonggak misi-misinya. Maka. Inilah sebenarnya hakikat risalah insan di muka bumi ini Ada 3 teori dalam konsepsi manusia yaitu : Pertama yaitu Teori Evolusi. Keberadaan manusia di muka bumi ini mempunyai misi utama. setiap langkah dan gerak-geriknya harus searah dengan garis ya ng . seperti dha if lemah (an-Nisaa : 28). Manusia adalah makhluk yang memiliki nilai-nilai fitri dan sifat-sifat insaniah. mukhaiyar. yaitu beribadah kepada Allah SWT. sanggup mengaplikasikan simbol-simbol ilahi dalam realitas kehidupan. Ia bersenang-senang di atas penderitaan rakyat dan tak pernah berhenti mengeruk kekayaan rakyat. adu domba. Adapun ketika jiwa manusia terbelenggu oleh syahwat syaithaniah dan bahaimiah. Manusia harus membuang jauh bahasa khianat dari kamus kehidupannya. maupun di lautan bukan karena binatang ternak yang tidak tahu apa-apa.(al-Jawab al-Kaafi. Ia senantiasa melakukan makar. juga harus bisa bermain cantik untuk memakmurkam bumi (Huud: 61). C. maka ia akan selalu menciptakan permusuhan. Manusia yang memiliki sifat-sifat luhur sebagaimana disebutkan di bawah ini. Syukur (Luqman: 31) Sabar (Ibrahim: 5) Mempunyai belas kasih (at-Taubah: 128)Santun (at-Taubah: 114)Taubat (Huud: 75) Jujur (Maryam: 54 ) Terpercaya (al-A raaf: 18) Maka. Khianat lahir dari rahim syahwat. di darat. faqir ketergantungan atau memerlukan (Faathir: 15). Tidak ada sorot mata persahabatan dan sentuhan kasih dalam dirinya. keonaran. dan merekonstruksi peradaban manusia kembali. dan mujizat.Misi Operasional Manusia diciptakan di bumi ini selain untuk beribadah dan sebagai khalifah. Manusia tidak mampu memikul misi ini. mukaram. Hanya dengan nafsu muthmainnahlah. baik syahwat mulkiah kekuasan . dan menjadi rakus serta tamak akan harta. tetapi ia lahir dari tangan-tangan jahil manusia yang tidak pernah mengenal rambu-rambu Tuhannya. manusia akan sanggup bertahan mengibarkan panji-panji kekhilafahan di antara awan jahiliah modern. Ibnu Qaiyim al-Jauziah) Ketika jiwa manusia di kuasai oleh syahwat mulkiah. namun ia tidak bebas bertindak diluar ketentuan dan rambu ilahi (ar-Ruum: 41). semua yang ada di bumi ini diciptakan untu k manusia. maupun syahwat bahaimiah binatang ternak . manusia yang sadar akan misi sucinya harus mampu mengendalikan nafsu dan menjadikannya sebagai tawanan akal sehatnya dan tidak sebaliknya. ia juga mempunyai misi fungsional sebagai khalifah. Dalam pandangan Islam. bumi ini membutuhkan pengelola dari manusia-manusia yang ideal. kafuuro sangat mengingkari nikmat (al-Israa : 67). membumikan seruan-seruan langit. syukur (al-Insaan:3). manusia didefinisikan sebagai makhluk. maka ia akan mempertahankan kekuasaan dan kedudukannya. jahula bodoh (al-Ahzab: 72). dan konspirasi politik untuk menjegal lawannya (al-Anfal: 26-27 dan Shaad: 26). Kedua yaitu Teori Revolusi Ketiga yaitu Teori Evolusi Terbatas. Oleh karena itu. kecuali ia istiqamah di atas rel-rel robbaniah. syahwat syaithaniah. Kerusakan di dunia. Benar.

Adapun nilai filosofis ibadah puasa adalah untuk menghantarkan manusia muslim menuju gerbang ketaqwaan. Bagi al-Jili. Al-Jili merumuskan insan kamil ini dengan merujuk pada diri Nabi Muhammad SAW se bagai sebuah contoh manusia ideal. tetapi juga sebagai nur (cahaya/roh) Ilahi yang menjadi pangkal dan poros kehidupan di jagad raya ini. Konsepsi filosofid ini pertama kali muncul dari gagasan tokoh sufi Ibnu Arabi. bersamaan dengan turunnya Yang Mutlak ke dalam manusia melalui berbagai tingkat. Matan ya menjadi mata Tuhan. masuk ke dalam suasana hakikat mutlak. Yang Mutlak tersebut dianggap mempunyai sifat-sifat tertentu. Dalam penger tian ini. dan hidupnya menjad i hidup Tuhan (nur Muhammad).telah ditentukan. dan mengantisipasi gelombang kekejian dan kemungkaran ( al-Ankabuut: 45). yaitu Tuhan berfungsi sebagai cermin bagi manusia dan manusia menjadi cermin bagi Tuhan untuk melihat diri-Nya. apabila manusia mampu menangkap sinyal-sinyal nilai filosofis dan kemudian mengaplikasikan serta mengekspresikannya dalam bahasa lisan maupun perbuatan. Jati diri Muhammad (al-haqiqah al-Muhammad) y ang demikian tidak semata-mata dipahami dalam pengertian Muhammad SAW asebagai u tusan Tuhan. Nur Ilahi kemudian dikenal sebagai Nur Muhammad oleh kalangan sufi. Menurut dia. berasal dari kata al-insan yang berarti manusia dan al-kamil yang berarti sempurna. serta setiap detak jantung dan keinginan hatinya harus seirama dengan alunan-alunan kehendak-Nya. Karena. insan kamil terkait dengan jati diri yang mengidealkan kesatuan nama serta sifat-sifat Tuhan ke dalam hakikat atau esensi dirinya. Pada tingkat ketiga. pengikutnya. seperti nilai filosofis yang ada dalam ibadah shalat. Al-Jili dengan karya monumentalnya yang berjudul al-Insan al-Kamil fi Ma rifah a l-Awakir wa al-Awa il (Manusia Sempurna dalam Konsep Pengetahuan tentang Misteri y ang Pertama dan yang Terakhir) mengawali pembicaraannya dengan mengidentifikasik an insan kamil dengan dua pengertian. Sifat sempurna inilah yang patut ditiru oleh manusia. maka makin sempurnalah dirinya. dan kemudian menjadi manusia Tuhan atau insan kamil. yaitu sebagai aun (pertolongan) bagi manusia dalam mengarungi lautan kehidupan (al-Baqarah:153). Artinya adalah manusia sempurna. ia melintasi daerah nama serta sifat Tuhan. insan kamil terkail dengan pandangan mengenai sesuatu yang dianggap mutlak. ia akan sampai gerbang ketaqwaan. dan sebagai benteng kokoh untuk menghindari. yakni yang bai k dan sempurna. maka ia akan mampu menangkap sinyal-sinyal yang ada di balik ibadahnya. dan mulai mengambil bagian dalam sifat-sifa t Illahi serta mendapat kekuasaan yang luar biasa. nama esensial dan sifat-sifat Ilahi tersebut pada dasarnya juga menjad i milik manusia sempurna oleh adanya hak fundamental. Seseorang yang makin memir ipkan diri pada sifat sempurna dari Yang Mutlak tersebut. Maka. kata-katanya menjadi kata-kata Tuhan. yaitu Tuh an. gagasan ini dikembangkan menjadi bagian dari renungan mistis yang bercorak tasawuf filosofis. dalam setiap ibadah yang telah diwajibkan oleh Islam memuat nilai filosofis. Iqbal memang memandang dan mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai . Setiap desah nafasnya harus selaras dengan kebijakan-kebijakan ilahiah. yaitu sebagai suatu kenisc ayaan yang inheren dalam esensi dirinya. menghadang. hal ini membunuh individualitas dan melemahkan jiwa. Oleh Abdul Karim bin Ibrahim al-Jili (1365-1 428). Dalam pengertian demikian. dan ibadah-ibadah lain yang bertujuan untuk melahirkan manusia-manusia muslim yang berakhlak mulia (al-Baqarah: 183 dan aat-Taubah:103). Latihan rohani ini diawali dengan manusia bermeditasi tentang nama dan sifat-sifat Tuhan. Kedua. Hal itu dinyatakan dalam ungkapan yang sering terdengar. Muhammad Iqbal tidak setuju dengan teori para sufi seperti pemikiran al-Jili ini. disamping te rdapat dalam diri Muhammad juga dipancarkan Allah SWT ke dalam diri Nabi Adam AS . insan kamil dalam pengertian kons ep pengetahuan mengeneai manusia yang sempurna. Pertama. Semakin mantap langkahnya dalam merespon seruan Islam dan semakin teguh hatinya dalam mengimplementasikan apa yang telah menjadi tugas dan kewajibannya. Gerbang yang dijadikan satu-satunya tujuan penciptaannya. manusia dapat mencapai jati diri yang sempurna melalui latihan roh ani dan mendakian mistik.

Insan kamil bagi Iqbal adalah sang mukmin yang merupakan makhluk moralis. dan yang p aling berbeda yaitu akal pikiran. Tujuan hidup manusia yaitu beribadah kepada Allah SWT dengan cara melakukan perb uatan apapun asal yang tidak dilarang agama dan diniati ibadah sehingga apapun y ang kita kerjakan tidak hanya bermanfaat untuk kehidupan di dunia tetapi juga ke pentingan di akherat jadi tujuan hidup manusia sudah jelas adalah untuk mendapat kan kebahagiaan dunia dan akherat. Akal dapat digunakan untuk berpikir dan membed akan mana yang baik dan yang buruk. (QS. waqinaa adzabannar". namun untuk kebahagiaan akherat perlu kita teliti lebih jauh. Iqbal melihat. Sang mukmin menjadi tuan terhjadap nasi bnya sendiri dan secara tahap demi tahap mencapai kesempurnaan. Potensi rohaniah berupa akal. Hanif (kecenderungan kepada kebaikan) yang terjadinya proses persaksian sebel um digelar ke muka bumi. Pemuliaan Allah SWT kepada manusia berkaitan dengan penciptaannya seperti diterangkan Allah dalam firmanNya: Artinya: Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya Fitrah manusia meliputi: hanif. perbuatan. ruhani (spiritual). Manusia diberi kebebasan untuk menentukan takdir nya. Akal adalah pikira n atau rasio dan rasa bias diartikan dengan bijaksana. kedudukan yang jauh lebih baik. Seperti dalam surat Adz Dzariyat ayat 56: Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menye mbah-Ku. nafsu. Manusia diberi begitu banyak keistimewaan di antaranya bentuk fisik yang indah. adalah berusaha unt uk menjadi Ahsani Taqwim dan Khalifah fil Ardhi.insan kamil. qald dan nafsu. . dan ket iga kekhalifahan Ilahi. wawasan. yang dalam dirinya terdap at kekuatan. sang mukmin senantia sa meresapi dan menghayati akhlak Ilahi. Nafsu adalah s esuatu kekuatan yang mendorong manusia untuk mencapai keinginannya. 51:56) Dalam islam tujuan pendidikan identik dengan tujuan hidup (penciptaan) manusia. Untuk menumbuhkan kekuatan dalam dirinya. kedua penguasaan diri sebagai bentuk tertinggi kesadaran diri tentang pribadi. ketaatan pada hukum. Sifat-sifat luhur ini dalam wujudnya yang tertinggi tergambar dalam akhlak Nabi SAW. Semua itu tergantungdari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang melekat dalam dirinya. dari ensklopedi Islam terbitan ikhtiar baru van hoeve A. Manusia memiliki potensi baik sejak kelahirannya. Menempatkan ibadah sebagai tujuan hidup mengandung arti bahwa kita menyerahkan p enilaian semua gerak dan kiprah ibadah kita hanya kepada Allah. Manusia sebagai insan kamil haruslah mempuny ai kepribadian dan ahlak yang baik. Pertama. i nsan kamil dicapai melalui beberapa proses. potensi akal. Manusia Sebagai Mahluk Sempurna Pada hakekatnya manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai mahluk yang sempurna d i antara mahluk-mahluk Allah lainnya. dan kebijaksanaan. qaib. yang dianugerahi kemampuan ro hani dan agamawi. Insan kamil versi Iqbal tidak lain adalah sang mukmin. Poten si itu meliputi: potensi jasmani (fisik). Fitrah adalh kondisi awal suatu ciptaan atau kondisi manusia yang memiliki potensi untuk mengetahui d an cenderung kepada kebenaran. dan akal (mind). sebagaimana sering kita ucapkan dalam doa : " Rabbana aatina fiddun-yaa hasanah wafil akhirati hasanah. Fitrah tidak hanya diartikan sebagai penciptaan f isik. U ntuk mendapatkan kebahagiaan dunia telah diuraikan di depan. Qald adalah hakikat manus iayang dapat menangkap segala pengertian berpengetahuan dan arif. tetapi tanpa penafsiran secara mistik. melainkan juga dalam arti rihaniah yaitu sifat-sifat dasar manusiayang bai k. K etiga potensi ini akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk menentukan dan memilih jalan hidupnya sendiri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful