LAPORAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK DEFISIT PERAWATAN DIRI A. TOPIK Terapi aktivitas kelompok Sesi 1 B.

TUJUAN Tujuan Umum Klien mengetahui cara mencuci tangan yang benar. Tujuan Khusus • • • C. Klien dapat menyebutkan 7 langkah cara mencuci tangan yang benar Klien dapat mempraktekan 7 langkah cara mencuci tangan dengan Klien dapat mejawab pertanyaan yang diajukan. secara berurutan. benar. : Defisit Perawatan Diri : 7 langkah cara mencuci tangan yang benar.

LANDASAN TEORI Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang dilakukan perawat kepada sekelompok klien dengan masalah yang sama, dimana aktivitas tersebut digunakan sebagai terapi, dan kelompok digunakan sebagai target asuhan (Keliat, 2004).Di dalam kelompok tersebut, akan terjadi dinamika interaksi yang saling ketergantungan, saling membutuhkan, dan menjadi laboratorium bagi klien untuk berlatih perilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki tingkah laku lama yang maladaptif. Kelompok merupakan kumpulan individu yang memiliki hubungan satu sama lain, saling bergantung, dan mempunyai norma yang sama (Stuart & Laraia, 2001). Anggota kelompok mungkin berasal dari latar belakang yang berbeda, yang harus ditangani sesuai dengan keadaannya, seperti agresif, takut, kebencian, kompetitif, kesamaan, ketidaksamaan, kesukaan, dan menarik (Yalom, 1995 dalam Stuart & Laraia, 2001). Semua kondisi ini akan mempengaruhi dinamika kelompok, ketika anggota kelompok memberi dan

• Klien yang mudah mendengarkan dan mempraktekannya. KLIEN a. Defisit perawatan diri adalah suatu kondisi pada seseorang yang mengalami kelemahan kemampuan dalam menaklukan atau melengkapi aktivitas perawatan diri secara mandiri seperti mandi (hygiene). 4.30 WIB : 30 menit Proses Seleksi Mengobservasi klien dengan riwayat defisit Tempat : di Ruang Cendrawasih . Karakteristik Klien: • Klien yang tidak mengalami gangguan fisik. • 1). A Waktu Hari/tanggal Waktu Durasi Tim Terapi Jumlah dan Nama Klien Klien yang diikutsertakan ada 3 orang yaitu: : Selasa/8 November 2011 : 09. 3. • Klien yang mudah diajak berinteraksi. D. • • Mengidentifikasi klien berdasarkan karakteristik defisit perawatan diri.menerima umpan balik yang berarti dalam berbagai interaksi yang terjadi dalam kelompok. Mengumpulkan klien yang termasuk dari karakteristik masalah defisit perawatan diri untuk mengikuti TAK. • Klien dengan riwayat devisit perawatan diri. 1. Nn.00 – 09. • perawatan diri. b. berpakaian/berhias. E. • Klien yang bisa membaca. PENGORGANISASIAN a. b. dan BAB/BAK (toileting). makan. 2.

Nn. 3. Menjelaskan peraturan TAK. juga memotivasi agar anggota kelompok merespon sesuai dengan perilaku anggota yang lain (Struart dan Laraia. 2. 1998). • 1). N • Tugas: 1. 6. 9. Roma Yulyana Friska Sihombing Lebih waspada dalam kegiatan TAK. kelompok. . 1. c. • Tugas: Mengamati jalannya TAK. sehingga Dapat mengorganisasi keputusan yang diambil dalam kelompok dapat mencapai tujuan yang disampaikan. 8.2). 7. Riama Oktaviani Sihotang Zr. Hellna Pratama Dewi Mardiani Memperkenalkan diri dan anggota kelompok lainnya. tujuan. 2). Tugas: Memotivasi anggota kelompok yang kurang aktif. 2. Rahmat Fitri Pradana melaksanakan kegiatan TAK. mencatat perilaku dan aktivitas klien baik verbal dan non verbal. Setting Tempat Tempat: Ruang Cendrawasih Bentuk Setting : Letter U Fasilitator: Zr. 4. Memiliki kemampuan untuk bersikap asertif. Menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan. Observer: Zr. 5. Memberikan kenyamanan setiap anggota dalam Harus bisa mempelajari anggota kelompok dalam Memonitor perkembangan kelompok untuk mencapai waktu yang sama. Leader: Br.

Tanya Jawab. Simulasi. METODE Adapun metode yang digunakan dalam TAK ini adalah: 1. .Ingatkan klien akan aturan permainan bahwa barang siapa yang akan meninggalkan ruang TAK harus pamit terlebih dahulu pada perawat. Speaker Mic H. G. tanpa pamit: a. 2.3. 2. 2. Diskusi & Interaksi. PERALATAN Peralatan yang digunakan dalam TAK ini adalah: 1. 3. Penanganan klien yang tidak efektif saat TAK. Bagan : F. Penanganan untuk klien yang meninggalkan permainan fasilitator memastikan agar klien berperan aktif dalam TAK. ANTISIPASI MASALAH 1.

• a. c. Perkenalkan nama perawat. . Menanyakan masalah yang di rasakan. mengenal Menjelaskan aturan bermain. 2.  lama kegiatan 30 menit. I. b. Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok.b. Fase Kerja Evaluasi/validasi Menanyakan perasaan klien saat ini. b. IMPLEMENTASI Langkah Kegiatan 1.  Klien dipersilahkan untuk ke Setiap klien harus mengikluti kamar kecil sebelum kegiatan dimulai.  kegiatan dari awal sampai akhir.Jika klien tetap saja pergi jangan paksakan klien untuk mengikuti TAK tapi setelah TAK selesai temui klien dan tanyakan mengapa tadi ia meninggalkan TAK. Menanyakan nama dan panggilan Orientasi Bina hubungan saling percaya dengan prinsip Sapa klien dengan ramah baik verbal komunikasi terapeutik. harus meminta izin kepada perawat. • a. b. semua anggota. Kontrak Menjelaskan tujuan kegiatan. maupun non-verbal. perawatan diri yang akan dilakukan. • a.

Menyepakati waktu dan tempat Memasukan kegiatan cuci tangan ke dalam Mengingatkan kepada klien setiap hari. b. Memberikan reinforment positif terhadap perilaku klien Tinda yang positif. Kontrak yang Akan Datang Menyepakati topik untuk pertemuan jadwal kegiatan klien sehari-hari. salah satunya Menjelaskan pentingnya mencuci tangan. 3. b. c.a. b. selanjutnya seperti pada langkah b. Klien yang memegang bola diminta untuk mengulang memperagakan cara mencuci tangan 7 langkah dengan benar. TAK. Perawat menanyakan perasaan klien setelah mengikuti Fase Terminasi Evalua . • k Lanjut a. • a. selanjutnya. mencuci tangan. b. Mengidentifikasi kemampuan klien dalam melakukan kebersihan diri. Memperagakan 7 langkah cara mencuci tangan yang benar. pertemuan selanjutnya. selanjutnya klien yang memegang bola diminta untuk menjelaskan kembali pentingnya mencuci tangan. • si a.

DAFTAR PUSTAKA Keliat. 2005. Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok. . Budi Anna. Jakarta: EGC.