P. 1
BIK - Karakteristik Bahasa Indonesia Keilmuan

BIK - Karakteristik Bahasa Indonesia Keilmuan

|Views: 1,596|Likes:
Published by Dwi

More info:

Published by: Dwi on Apr 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/29/2013

pdf

text

original

Dwi Wijayanto 110121410529

Karakteristik Khusus Bahasa Indonesia Keilmuan Dalam Bahasa Indonesia Keilmuan, terdapat dua karakteristik. Yang pertama yaitu karakteristik umum dan yang kedua adalah karakteristik khusus. Kali ini yang akan dibahas adalah karakteristik khusus. Ada beberapa karakteristik khusus dalam Bahasa Indonesia Keilmuan. Dan berikut adalah karakteristik Bahasa Indonesia Keilmuan : a. Bentukan kata Dalam BIK, bentukan kata yang harus digunakan adalah kata standar yang tunduk pada kaidah tata bahasa Indonesia yang berlaku. Bentukan kata standar dapat memilih tiga bentuk, yakni bentukan dengan cara afiksasi, redublikasi atau pengulangan, dan pemajemukan atau penggabungan kata. b. Diksi Diksi itu sendiri artinya adalah pilihan kata. Dalam Bahasa Indonesia Keilmuan ada dua pertimbangan untuk pemilihan kata, yaitu kesesuaian dan ketetapan. Kesesuaian berkaitan dengan kelazimannya sedangkan ketetapan berkaitan dengan acuan makna. c. Bentukan kalimat Penulisan kalimat sangat penting untuk memperhatikan keefektifan kalimat tersebut. Keefektifan kalimat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi penulis dan pembaca. Dari sisi penulis, kalimat dapat dikatakan efektif jika mampu membawa gagasan yang ingin disampaikan penulis secara tepat dan akuran. Dan dari sisi pembaca, kalimat dikatakan efektif jika tafsiran pesan yang dibaca sama dengan apa yang dimaksutkan dengan penulis. d. Pengembangan paragraf Pengembangan paragraf mencakup dua persoalan utama, yaitu : 1. Kemampuan memerinci gagasan utama paragraf ke dalam gagasan-gagasan penjelas. 2. Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan penjelas ke dalam gagasan-gagasan penjelas. e. Ciri kewacanaan Dalam hal ini kesatuan kalimat sangat perlu diperhatikan kesatuan kalimat. Untuk menjadikan suatu paragraf memiliki makna maka harus disusun kalimat yang saling berkaitan satu sama lain.

Sebagai contoh jika orang Sunda menulis sebuah karya ilmiah lalu dia banyak menggunakan campuran bahasa Sunda dalam karyanya tersebut. 3) Kata yang dipilih memiliki makna sebenarnya (denotatif). Pemilihan kata dalam Bahasa Indonesia Keilmuan juga harus tepat. Hal ini sangat penting untuk dipahami. bisa dipastikan orang lain yang bukan dari Sunda akan kesulitan memahami karyanya tersebut atau bahkan malah tidak mengerti maksud dari karya ilmiahnya tersebut tadi. 5) Maksud dari kalimat harus jelas sehingga tidak menimbulkan salah tafsir. langsung menuju sasaran.Dari poin-poin diatas dapat disimpulkan sebagai berikut 1) Kaidah yang digunakan harus benar sesuai dengan kaidah pada bahasa Indonesia baku. runtun dan sistematis. padat. Menggunakan kata baku dimaksudkan untuk menghindari pengaruh dialek bahasa daerah atau logat asing karena yang menggunakan hasil karya Bahasa Indonesia Keilmuan misalkan karya ilmiah bukan hanya dari golongan penulis tersebut tetapi siapa saja yang membutuhkannya. harus tepat dan hanya mengandung satu makna. Selain itu penyusunan kata maupun kalimat yang runtut dan sistematis juga harus dicermati agar tidak menimbulkan kebingungan dan juga salah tafsir dari pembaca. hal ini dimaksudkan agar kalimat yang tersusun dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca. 4) Pemilihan kata atau diksi harus tepat dan menyusun kalimat tersebut dengan efektif. Dalam Bahasa Indonesia Keilmuan penulisan menggunakan bahasa baku sangat penting. 2) Ide yang diungkapkan harus benar sesuai dengan fakta dan dapat diterima akal sehat (logis). .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->