P. 1
DM

DM

|Views: 26|Likes:
Published by Ardhito Budhijuwono

More info:

Published by: Ardhito Budhijuwono on Apr 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2012

pdf

text

original

Pendahuluan Kortisol mempunyai efek menghambat sekresi insulin dari sel beta pankreas, menurunkan kemampuan kerja insulin

, dan meningkatkan pemecahan protein dari jaringan otot. Selain itu akan menekan sistem imunitas tubuh dan menyebabkan gangguan penyembuhan luka. Peningkatan kadar katekolamin dapat meningkatkan tekanan darah, glikogenolisis, glukoneogenesis, menghambat sekresi insulin dan menurunkan kerja insulin di jaringan perifer. Growth hormon (GH) merupakan suatu hormon anabolik yang akan meningkatkan sintesis protein, meningkatkan lipolisis, dan mempunyai efek anti insulin. Efek lipolisis yang terjadi akan meningkatkan kadar asam lemak dalam darah, dan jika disertai dengan defisiensi insulin yang berat dapat menyebabkan terjadinya ketosis. Sebenarnya saat terjadi hiperglikemia akan terjadi hambatan pada sekresi glukagon. Tetapi pada keadaan stres peran alfa adrenergik sangat dominan dan menyebabkan peninggian kadar katekolamin, sehingga terjadi peningkatan sekresi glukagon. Tingginya kadar glukagon ini dapat dijadikan parameter prognosis penyakit. Pengaktifan InsP3  glikogenesis, insulin, adrenalin.

A. Insulin
Pulau Pankreas mensekresikan paling sedikit empat jenis hormon yaitu: Insulin, Glukagon, Somastotatin, Polipeptida Pankreas Gen insulin manusia terdapat pada lengan pendek dari kromoson 11. Insulin disekresikan sebagai preproinsulin . Preproinsulin suatu peptida rantai panjang dengan BM 11.500. Rangkaian pemandu/sequence yang bersifat Hydropfobik berfungsi untuk signal mengarahkan molekul ini ke endoplasma retikulum dan kemudian dikeluarkan.Disini terjadi proses pembelahan molekul preproinsulin oleh enzim-enzim mikrosomal menghasilkan molekul proinsulin (BM kira-kira 9000). Proinsulin diangkut ke badan golgi dimana berlangsung proses pengemasan menjadi granula-granula sekretorik berlapis klatrin.Granula-granula ini matang, mengandung insulin yang terdiri dari 51 asam amino ;terkandung dalam rantai A 21 asam amino dan rantai B 30 asam amino serta C-Peptida . Insulin disekresikan dari pankreas 40-50 unit/hari (15-20% dari penyimpanan ) Sekresi insulin dapat berlangsung secara : - Sekresi insulin basal: terjadi tanpa adanya rangsangan eksogen Ini merupakan jumlah insulin yang disekresikan dalam keadaan puasa - Sekresi insulin yang dirangsang : sekresi insulin karrena adanya respon terhadap rangsang eksogen. Sejumlah zat yang terlibat dalam pelepasan insulin disini adalah : 1. Glukosa rangsang pelepasan insulin paling potensial Glukosa dapat masuk kedalam sel β pankreas secara difusi pasif yang diperantarai protein membran yang spesifik disebut Glukosa Transpoter 2 → rangsang sekresi insulin

aktivasi dan inhibisi enzim. Kerja hormone insulin yang beragam dapat terjadi dalam waktu beberapa detik atau beberapa menit (kerja pengangkutan. . Bagian sitoplasma subunit β mempunyai akivitas trirosin kinase dan tempat autoforsforilasi. Gen resepto inuslin manusia terletak pada kromosom 19. progestin dalam jumlah yang berlebihan juga meningkatkan sekresi insulin 4. sintesis RNA) atau sesudah beberapa jam (kerja sintesis protein serta DNA dan pertumbuhan sel). fosforilasi protein. Kesamaan yang menakjubkan antara tiga buah reseptor dengan fungsi yang sangat berbeda dilukiskan pada Gambar 2. Masing masing subunit glikoprtoin ini mempunyai struktur dan fungsi yang unik. Reseptor insulin secara konstan disintesis serta diuraikan dan usia paruhnya adalah 7 -12 jam. Preparat farmalologik : • Senyawa Sulfonilurea • Tolbutamid B. yakni transduksi sinyal. dan sering pula terdapat pada sel yang secara khusus tidak diperkirakan sebagai sasaran insulin. Reseptor tersebut disintesis sebagai peptida rantai tunggal dalam retikulum endoplasma kasar dan dengan cepat mengalami glikolisasi dalam regio aparatus golgi. yang dihubungkan dengan ikatan disulfide Kedua subunit mengalami proses glikosilasi yang ekstensi.000 per sel. estrogen. Asam lemak. Subunit α dan β (135 kDa) seluruhnya berada di luar sel (ekstraseluler) dan mengikat insulin yang mungkin lewat daerah (domain) yang kaya akan sistein.Paparanyang terus menerus dengan hormon pertumbuhan. dan pengeluaran asam sialat serta galaktosa menurunkan pengikatan insulin dan kerja insulin.0000 dan terpecah hingga terbentuk subunit α dan β yang matur. Asam Amino. Mekanisme Kerja Insulin Kerja insulin dimulai ketika hormon tersebut terikat dengan sebuah reseptor glikoprotein yang spesifik pada permukaan sel sasaran.2. Resepto insulin ditemukan pada sebagian besar sel mamalia dengan konsentrasi sampai 20. Penelitian terhadap reseptor insulin telah dilakukan secara rinci sekali dengan menggunakan teknik biokimia dan DNA rekombinan.laktogen plasenta. Beberapa regio subunit β sebenarnya memiliki homologi rangkaian dengan reseptor EGG. Subunit β (95 kDa) merupakan protein trans-membran yang melaksanakan fungsi sekunder yang utama pada sebuah reseptor. Prekursor rseptor insulin manusia mempunyai 1382 asam amino. dalam konfigurasi α2β2. kortisol. dengan berat molekul 190. Reseptor ini merupakan sebuah heterodimer yang terdiri atas dua sub unit yang diberi symbol α dan β. Keduanya ini diperkirakan terlibat dalam transduksi sinyal dan kerja insulin (lihat dibawah). Badan keton 3. Faktor hormonal Preparat β adrenergik merangsang pelepasa insulin yang mungkin dengan cara peningkatan cAMP intrasel.

merupakan gejala utama defisiensi insulin. Dalam kondisi dengan kadar insulin yang tinggi. yang terjadi akibat (1) berkurangnya jumlah glukosa yang masuk ke dalam sel .20 kali lipat daripada insulin marmut bahkan di dalam tubuh marmut itu sendiri. dan Polifagia Poluria. kalau ditambah lagi dengan deplesi jaringan otot and adiposa. Sintesis protein akan menurun dalam keadaan tanpa insulin dan keadaan Ini sebagian terjadi akibat berkurangnya pengangkutan asam amino ke dalam otot (asam . lipid dan protein dapat dipahami paling jelas dengan memeriksa berbagai akibat defisiensi insulin pada manusia. Kepentingan perubahan bentuk tersebut tidak diketahui dan interanlisasi mungkin merupakan sarana untuk mengendalikan konsentrasi serta pergantian reseptor. Manifestasi utama penyakit diabetes melitus adalah hiperglikemia. kompleks reseptor insulin akan masuk ke dalam sellewat endositosis dalam vesike bersalut klatrin. Bagaimana hal ini dijelaskan? Kadar glukosa plasma jarang melampaui 120 mg / dL pada manusia normal. Reseptor akan mengalami penyatuan (intenalisasi) dan 4). insulin babi selalu lebih efektif 10-20 kali daripada proisulin habit yang selanjutnya lebih efektif 10. Peranan utama insulin dalam metabolisme karbohidrat. reseptor akan berikatan silang dan membentuk mikroagregat. tarat maksimal reabosrbsi glukosa pada tubulus renalis akan dilampaui. Dihasilkan satu atau lebih sinyal. Jadi. beberapa peristiwa akan terjadi (1). Regulasi ke bawah ini terjadi akibat hilangnya reseptor oleh proses internalisasi yang dengan proses ini. polidipsia dan penurunan berat badan sekalipun asupan kalorinya memadai. Polidypsia. kendati kadar yang jauh lebih tinggi selalu dijumpai pada pasien defisiensi kerja insulin.Insulin mempunyai seprangkat efek yang diketahui benar terhadap berbagai proses metabolik kendati juga terlibat dalam pertumbuhan dan replikasi sel (lihat atas) disamping dalam organogenesis serta difensiasi janin dan dalam perbaikan serta regenerasi jaringan. dan 3) peningkatan produksi glukosa (glukoneogenesis) oleh hati C.misalnya obesitas atau akromegaIi. kehilangan ini. bertambahnya rasa haus dan gejala banyak minum (oliipsia).'1 kal bagi setiap gram karbohidrat yang diekskresikan keluar). pada hakekatnya identik dalam semua sel dan semua spesies. Struktur reseptor insulin dan kemampuan insulin yang berbeda untuk terikat dengan reseptor serta mencetuskan berbagai respons biologik. Kalau insulin terikat dengan reseptor. akan mengakibatkan penurunan berat badan yang hebat kendati terdapat peningkatan selera makan (polifagia) dan asupan-kalori yang normal atau meningkat. Reseptor insulin tampaknya sangat dilestarikan yang bahkan melebihi insulinnya sendiri. Setelah kadar terentu glukosa plasma dicapai (pada manusia umumnya > 180 mg jdl). Volume urine meningkat akibat terjadinya diuersis osmotik dan kehilangan air yang bersifat obligatorik pada saat yang bersarnaan (poliuria). Poliuria. 3). dan gula akan diekskresikan ke dalam urine (glikogusria). Regulasi ke bawah menjelaskan bagian dari resistansi insulin pada obesitas dan diabetes melitus tipe II. jumlah reseptor insulin berkurang dan jaringan sasaran menjadi kurang peka terhadap insulin. Terjadi perubahan bentuk reseptort (2). 2). kejadian ini selanjutnya akan menimbulkan dehidrasi (hiperosmolaritas). Berkurangnya penggunaan glukosa oleh pelbagai jaringan. Glikosuria menyebabkan kehilangan kalori yang cukup besar (4.

Sebenarnya. hanya 5% dari jumlah glukosa yang dikonsumsi. D. Insulin juga menurunkan aktivitas glukosa 6-fosfatase. lipogenesis juga akan menurun. dengan demikian. orang yang kekurangan insulin berada dalam keseimbangan nitrogen yang negatif. pelepasan asam lemak ini akan menimbulkan hambatan umpan balik terhadap proses sintesisnya sendiri lewat penghambatan enzim asetil KoA karboksilase. Pada orang yang normal. . Kerja ini bersifat ganda dan tidak langsung. Insulin menurunkan kadar cAMP dengan mengaktifkan fosfodiesterase. Karena glukosa 6 fosfat tidak dapat keluar dari membran plasma. fosfofruktokinase dan piruvat kinase. Insulin merangsang lipogenesis dalam jaringan adiposa dengan 1). namun bila keadaan ini tidak dikendalikan dengan pemberian insulin. 2). Hormon insulin meningkatkan glikolisis hepaik dengan menaikkan aktivitas dan jumlah beberapa enzim yang penting termasuk glukokinase. Glikolisi akan menurun dalam keadaan tanpa insulin. maka akan terjadi asidosi metabolic dan pasien akan meninggal dalam keadaan koma diabetik. Pada keadaan defisiensi insulin.amino berfungsi sebagai substrat glukoneogenik). yang mengkatalisasi konversi asetil-KoA menjadi malonil-KOA. Insulin mempengaruhi penggunaan glukosa intrasel lewat sejumlah cara. Dengan demikian efek netto insulin terhadap lemak bersifat nabolik. Sebab lain yang menimbulkan penurunan lipogensis pada defisensi insulin adalah pelepasan asam lemak dalam jumlah besar akibat pengaruh beberapa hormon yang tidak dilawan oleh insulin. kadar asam lemak plasma akan meninggi. insulin meransang konversi glukosa menjadi glukosa 6-fosfat (masing-masing dengan kerja enzi mg luokinase dan heksokinase II). dan 3) menyediakan gliserol yang terlibat dalam sintesis triasilgliserol. dengan demikian. kerja insulin ini mengakibatkan retensi glukosa dalam sel hati. dan proses anabolik glikogenesi serta lipogensis akan terhalang. Dalam hati dan otot. semua ini akan menurun. yang kemudian mengalami isomerisasi menjadi glukosa I -fosafat dan disatukan kedalam glikogen oleh enzim glikogen sintase yang aktifitasnya dirangsang oleh insulin. seperti dilukiskan di bawah.Mempertahankan kadar normal enzim asetil Ko-A karboksilase. maka senyawa asam β hidroksibutirat dan asam asetoasetat akan bertumpuk (ketosis). Bertambahnya glikolisis akan meningkatkan penggunaan glukosa dan dengan demikian secara tidak langsung menurunkan pelepasan glukosa ke dalam plasma. sekitar separuh dari glukosa yang dimakannya akan diubah menjadi energi lewat lintasan glikolisis dan sekitar separuh lagi disimpan sebagai lemak atau glikogen. Kerja akhir insulin terhadap penggunaan glukosa melibatkan proses anabolik lainnya. diubah menjadi lemak pada penderita diabetes yang kekurangan hormon insulin. Jadi. Kerja antilipolisi insulin hilang seperti halnya efek lipogenk yang dimiliknya. Menyediakan asetil KoA dan NADPH yang diperlu kan bagi sintesis asam lemak . Dalam otot skeletal. Mula mula penderita dapat mengimbangi pengumpulan asam organik ini dengan meningkatan pengeluaran CO2 lewat sistem respirasi. yaitu suatu enzim yang ditemukan dalam hati tetapi tidak terdapat pada otot. Efek pada Penggunaan Glukosa. Kalau kemampuan hati untuk mengakosidasi asam lemak terlampaui. insulin meningkatkan aliran masuk glukosa lewat pengangkut dan juga menaikkan kadar enzim heksokinase II yang melakukan fosforilasi pada glukosa serta memulai metabolisme glukosa.

Efek Terhadap Metabolisme Lipid. juga bersifat anabolik. Ardhito Budhijuwono / 2008060090 . Kerja lipogenik insulin telah dibicrakan dalam konteks mengenai penggunaan glukosa. Percepatan proses ateroskleosis yang menjadi permasalahan serius pada banyak penderita diabetes. dan keadaan metabolisme pada diri seorang penderita diabetes merupakan pencerminan kadar relatif glukagon dan insulin. mengingat asam lemak menghambat glikolisis pada beberapa tahap dan menstimulasi glukoneogeneis. Hal ini turut menghasilkan kerja insulin terhadap metabolisme karbohidrat. Insulin juga merupakan inhibitor kuat proses lipolisi dalam hati serta jaingan adiposa dan dengan demikian memiliki efek anabolik tak langsung. E. Insulin juga mengaktifkan enzim fosfatase yang melaksanakan reaksi derfoforilsi glikogen sintease sehingga mengakibatkan aktivasi enzim ini. Dan kemudian menjadi CO2 dn H2o lewat siklus asam sitrat. insulin menurunkan kadar asam lemak bebas yang berbeda.insulin menghambat fosforilase dengan suatu mekanisme yang melibatkan cAMP dan fosfatase seperti diuraikan di atas. kadar nukleotida yang rendah ini memungkinkan enzim tersebut untuk tetap berada dalam bentuk aktif. pengaturan metabolic tidak dapat dibicarakan dalam konteks suatu hormon atau metabolit yang tunggal.Karena fosforilasi yang tergantung pada cAMP meniadakan keaktifan enzim glikogen sintase. Glukagon melawan sebagian besar kerja insulin. Sebagian asam lemak bebas dimetabolisasi menjadi asetil KoA (pembalikan lipogenesis). ditimbulkan oleh cacat metabolik ini. Proses pengaturan merupakan proses yang kompleks dimana aliran suatu lintasan tertentu terjadi akibat interaksi sejumlah hormon dan metabolit. kapasitas proses ini dengan cepat akan dilampaui dan asetil KoA akan diubah menjadi asetoasetil KoA serta kemudian Insulin tampaknya mempengaruhi pembentukan atau klirens VLDL serta LDL< menginRat kadar partikel ini dan sebagai konsekuensinya juga kadar kolesterol. sering mengalami kenaikan pada penderita diabetes yang tidak terkontrol. Jadi. Hal ini sebagian disebabkan oleh kemampuan insulin untuk menurunkan kadar cAMP (yang dalam jaringan ini ditingkatkan oleh homon lipolitik gluokagon dan epinefrin) tetapi juga oleh kenyataan bahwa insulin juga menghambat aktivitas enzim lipase yang peka terhadap kerja hormon Inhibisi ini agaknya disebabkan oleh akitasi fosfatase yang melakukan reaksi defosforilasi dan dengan demikian meniadakan keaktifan enzim lipase atau enzim protein kinase yang bergantung pada cAMP. Pada pasien defisiensi insulin. dan hal ini mengurangi pembebasan glukosa dari glikogen. Diubah menjadi energi (glikolisis). Akhirnya. Efek netto insulin terhadap metabolisme glikogen. Glukosa yang dimakan diubah menjadi lemak diubah menjadi glikogen Pada pasien defisiensi insulin akan terjadi peningkatan aktifitas enzim lipase yang mengakibatkan penggalakan lipolisis dan peningkatan konsentrasi asam lemak bebas dalam plasma serta hati. Karena itu. Kadar gluakon juga meningkat pada pasien ini dan hal ini menggiatkan pelepasan asam lemak bebas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->