Memperkuat Hubungan Pendidik dan Peserta Didik

Jun 27 Posted by chekie Berdasar kaidan pendidikan yang telah diepakati para ahli Ilmu sosial, ilmu jiwa dan pendidikan, adalah memperkuat hubungan antara pendidik dengan anak, agar interaksi edukatif dapat terlaksana dengan sebaik- baiknya. Termasuk pembentukan intelektual, spiritual dan moral dapat berjalan sesempurna mungkin. Sudah menjadi suatu keyakinan bagi orang- orang yang berakal, bahwa jika terdapat jurang pemisah dan jarak antara anak dan pendidik, murid dan guru, dengan sendirinya proses anak dan pendidik, murid dan guru. Dengan sendirinya proses pengajaran tidak dapat terlaksana dengan sempurna. Pendidikan juga tidak dapat tercapai dengan baik. Oleh karena itu, para ayah dan pendidik hendaknya mencari cara- caara positif dalam menciptakan kecintaan anak, memperkuat hubungan, mengadakan kerja sama antara mereka, dan merasakan kasih sayang . Cara – cara itu adalah: 1. Hendaknya pendidik bersikap manis muka, tidak kikir, menampakkan senyuman kepada anak. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan At- Tirmidzi dan Abu Dzar: Artinya: “Senyummu kepada saudaramu adalah shadaqah”. 1. Dalam memberikan motivasi kepada anak dengan memberikan hadiah dalam setiap pekerjaan yang dikerjakan dengan baik, atau karena ia menonjol dalam belajarnya. 2. Mencipatakan anak merasakan bahwa ada perhatian yang diberikan oleh sang ayah. Bahwa sang ayah menaruh kasih sayang kepadanya. Sebagaimana hadits riwayat Baihaqi berikut: Artinya:” Barang siapa yang tidak memperhatikan kaum Muslimin, maka tidak termasuk golongan mereka”. 1. Memperlakukan anak dengan budi pekerti yang baik dan keramahtamahan. Sebagaimana hadits berikut: Artinya;”Orang yang mu‟min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik budi pekertinya, dan paling ramah dengan keluarganya”. Pendidik hendaknya memenuhi kehendak anak agar menjadi penolong dalam berbakti kepadanya. Abu Asy- syaikh meriwayatkan dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda: Artinya:”Semoga Allah melim[ahkan rahmat- Nya kepada orang tua yang membantu anaknya dalam berbakti kepadanya”.

Juga diperlukan bersatunya pendidik dengan anak untuk menghiburna. Ath-Thabrani meriwayatkan dari Jabir, ia berkata:‖ Saya menghadap Nabi, dan beliau sedang merangkak, di atas punggungnya Hasan dan Husain, dan beliau berkata, “sebaik- baik unta adalah untamu berdua, dan sebaik- baik muatan adalah kamu berdua”

Hubungan Guru dan Siswa 25-06-2011 12:41:31, pada Guru UNTUK mendapatkanan hasil belajar yang optimal, banyak dipengaruhi komponenkomponen pe-mbelajaran. Sebagai contoh ba-gaimana cara mengorganisasikan materi, metode yang diterapkan, media yang dipergunakan, dan lain-lain. Tetapi di samping komponen-komponen pokok yang ada dalam kegiatan pembelajaran, ada faktor lain yang ikut mempengaruhi keberhasilan belajar siswa, yaitu soal hubungan antara guru dan siswa. Hubungan guru dengan siswa/anak didik di dalam proses pembelajaran merupakan faktor yang sangat menentukan. Ba-gaimanapun baiknya bahan pelajaran yang diberikan, bagaimanapun sempurnanya metode yang dipergunakan, namun jika hubungan guru-siswa merupakan hubungan yang tidak harmonis, maka dapat menciptakan suatu keluaran yang tidak diinginkan. Dalam hubungan ini, salah-satu cara adalah adanya contact-hours di dalam hubungan gurusiswa. Contact-hours atau jam-jam bertemu antara guru-siswa, pada hakikatnya merupakan kegiatan di luar jam-jam presentasi di muka kelas seperti biasanya. Untuk tingkat perguruan tinggi peranan contact-hours ini sangat penting sekali. Perlu digarisbawahi bahwa kegiatan belajar mengajar, tidak hanya melalui presentasi atau sistem kuliah di depan kelas. Bahkan sementara dikatakan bahwa metode dengan kuliah (presentasi) tidaklah dianggap sebagai satusatunya proses belajar yang efisien bila ditinjau baik dari segi pengembangan sikap dan pikiran intelektual yang kritis dan kreatif. Dengan demikian bentuk-bentuk kegiatan belajar selain melalui pengajaran di depan kelas, perlu diperhatikan bentuk-bentuk kegiatan pembelajaran yang lain. Cara-cara atau bentukbentuk belajar yang lain itu antara lain dapat melalui dengan contact-hours tadi. Dalam saatsaat semacarn itu dapat dikembangkan komunikasi dua arah. Guru dapat menanyai dan mengungkap keadaan siswa dan sebaliknya siswa mengajukan berbagai persoalanpersoalan dan hambatan yang sedang dihadapi. Terjadilah suatu proses interaksi dan komunikasi yang humanistik. Memang guru yang menerapkan prinsip-prinsip humanistic approach akan tergolong pada humanistic teacher. Hal ini jelas akan sangat membantu keberhasilan studi para siswa. Berhasil dalarn arti tidak sekedar tahu atau mendapatkan nilai baik dalam ujian, tetapi akan menyentuh pada soal sikap mental dan tingkah laku atau hal-hal yang intrinsik. Dengan demikian tujuan kemanusiaan harus selalu diperhatikan, sehingga salah-satu hasil pendidikan yang diharapkan yakni human people, yakni manusia yang memiliki kesadaran untuk memperlakukan orang lain dengan penuh respect dan dignity.

guru lebih bersifat manusiawi.*** Sumber : Isjoni (Ketua PGRI Riau) anharnst Just another WordPress. Misalnya kadang-kadang masih adanya sikap otoriter dari guru (terutama warisan di zaman feodal). adanya fasilitas ruangan yang memadai bagi para guru untuk meneukupi kebutuhan tempat bertamu antara guru dan siswa. Di samping itu perlu juga diingat adanya hambatan-hambatan tertentu. rasio guru dan siswa yang lebih proporsional. Keempat. keadaan clan latar-belakang guru sendiri maupun para siswanya.rbuka dari para guru. rasio guru dan siswa yang rasional. 2011 by anharnst Oleh: Anhar I. sistem pendidikan dan kurikulum yang mantap. saling hormat menghormati. sistem pendidikan. Pertama. Untuk mengatasi itu sernua perlu dikembangkan sikap de-mokratis clan te. sehingga mencerminkan pula hubungan baik antara guru clan siswa. Pendahuluan . Terakhir. sikap tertutup dari guru. Memang untuk itu ada beberapa persyaratan yang seyogyanya perlu diperhatikan. siswa yang pasif. masing-masing fihak bilarnana perlu mengetahui latarbelakang baik guru maupun siswa.Namun demikian harus diakui bahwa kegiatan informal sema-cam itu belum banyak dikernbangkan. perlu adanya kesejahteraan guru yang memadai sehingga guru tidak terpaksa harus mencari hasil sampingan. Apabila hal-hal tersebut dapat terpenuhi maka akan terciptalah suatu kornunikasi yang selaras antara guru clan siswa dalam proses pembelajaran. guru harus bersikap ramah sebaliknya siswa juga harus bersifat sopan.com site Feeds: Posts Comments « Menemukan Kebahagiaan: Studi atas Pemikiran Tasauf Hamka Hubungan Agama dan Negera: Menjadikan Islam sebagai Basis Etika Bangsa » Hubungan Guru Murid Perspektif Hadis April 30. Kedua. sehingga guru dapat melakukan didikan clan hubungan secara baik. Ketiga. jumlah siswa yang terlalu besar. erlu dedikasi yang penuh di kalangan guru yang disertai dengan kesadaran akan fungsinya sebagai pamong bagi anak didiknya/siswanya. Kelima. perlu ada keaktifan dari fihak siswa. menciptakan hubungan yang baik antara sesama staf pengajar dan pimpinan.

Maksudnya. Expectancy Violations Theory (EVT). language. kedua sumber ini tidak dapat dipisahkan. Blumer (1969) memiliki asumsi bahwa (1) manusia bertindak terhadap manusia lain berdasarkan makna yang diberikan orang lain pada mereka. yaitu coordinate management of meaning (CMM). Teori mereka. (3) makna dimodifikasi dalam proses interpretif. Oleh karena itu secara ontologis. baru kemudian melakukan penelusuran terhadap hadis-hadis yang berkaitan dengan topik kajian. Barnett dan Vernon Cronen.r an dan Hadi tidak dapat dipi ahkan nc lnya hadi yang dini batkan kepada abi hammad pada hakikatnya at perw j dan (kongkretisasi) dan juga penjelasan dari wahyu Al-Qur`an yang beliau terima. Kajian ini pertama-tama akan menjelaskan perspektif teoritis ilmu pendidikan tentang hubungan guru murid. II. analisis transaksional. pandangan dunia Al-Qur`an tentang pendidikan menjadi pijakan dalam kajian hubungan guru-murid dalam perspektif hadis. Teori-teori Interaksi Di bawah ini akan dijelaskan dengan singkat teori interaksionisme simbolik. dan (3) Hubungan antara individu dengan masyarakat. Ralp LaRossa dan Donald C. dan dramaturgi. jika melihat sesuatu hanya dari sudut pandang Hadis akan mengebiri sudut pandang Al-Qur`an. Namun. antara l. Premis ini kemudian mengarah kepada kesimpulan tentang pembentukan diri seseorang (person‟s self) dan sosialisasinya dalam komunitas (community) yang lebih besar. realitas yang terjadi. Mereka menyatakan bahwa “quality of our personal lives and of our social worlds is directly related to the quality of communication in which we engage. yang sekaligus melakukan penjelasan dan analisis hubungan guru-murid. Perspektif Teoritis a.[1] Tentang relevansi dan urgensi makna.[2] Bloomer mengemukakan tiga prinsip dasar interaksionisme simbolik yang berhubungan dengan meaning.Hadis adalah sumber kedua bagi ilmu pendidikan Islam. tentu saja Alr an ebenarnya. Reitzes mencatat tujuh asumsi yang mendasari teori interaksionisme simbolik. (2) makna diciptakan dalam interaksi antar manusia. yang memperlihatkan tiga tema besar. Sumber pertama.[3] Teori berikutnya adalah Teori Coordinate Management of Meaning. . alih-alih menunjukkan sudut pandang Al-Qur`an. (2) Pentingnya konsep mengenai diri. dan thought. Pada bagian akhir akan dibuat kata penutup sebagai simpulan kajian. ternyata ‗mel pakan‘ Hadi Tulisan ini akan mencoba melihat hubungan guru-murid dalam perspektif hadis dengan tetap berbasis pada world view Al-Qur`an. Asumsi ini dikembangkan berdasarkan pandangan mereka yang menganggap bahwa percakapan adalah basic material yang membentuk dunia sosial. yakni (1) Pentingnya makna bagi prilaku manusia. Ada kekhawatiran akademis. Teori ini dikemukakan oleh W. didasarkan pada pernyataan bahwa persons-isconversations co-construkct their own social realities and are simultaneously shaped by the worlds they create. Coordinate Management of Meaning (CMM).

Secara lebih rinci. Keterlibatan seseorang dalam sebuah percakapan adalah proses utama dalam kehidupan manusia. Reflexivity dipahami dalam arti bahwa setiap apa yang kita lakukan akan berbalik dan mempengaruhi kita. 4. dan sebagainya. Lewat AT maka akan diketahui apa yang sesungguhnya terjadi dalam diri individu ketika berkomunikasi dengan orang lain.[4] 2. Ruang personal selalu merupakan bentuk kompromi antar kebutuhan untuk mendekat dan menghindar yang dimiliki untuk berafiliasi atau privasi. yaitu bahwa persons-is-conversations coconstrukct their own social realities and are simultaneously shaped by the worlds they create. misalnya mereka akan saling menyapa atau membuka perbincangan. Transaksi (atau komunikasi) – sebagaimana dikatakan Berne. komunikasi bukan sekedar aktivitas atau alat bagi seseorang untuk mencapai tujuannya. Analisis Transaksional (AT) dapat diartikan sebagai upaya mengurai secara sistematis proses pertukaran pesan yang bersifat timbal balik di antara pelaku komunikasi yang kesemuanya merupakan cerminan struktur kepribadian seseorang. Cara seseorang berkomunikasi sering lebih penting dari pada isi pembicaraannya. gila. Teori ini menjelaskan bahwa ruang personal sebagai ruang yang tidak terlihat dapat membatasi atau membebaskan seseorang untuk melakukan interaksi dengan orang lain. Asumsi tersebut mengawali bahasan teori ini. Teori selanjutnya adalah Expectancy Violations Theory (EVT). AT dapat diartikan sebagai cara untuk memahami perilaku diri sendiri dan orang lain dengan menganalisis transaksi atau interaksi yang terjadi antarindividu. merupakan unit dasar dalam hubungan sosial (Transaction is the fundamental unit of social intercourse). sebaliknya komunikasilah yang membentuk siapa diri mereka dan menciptakan hubungan (relationship) di antara mereka. As social constructionist. sakit jiwa dari pada gila. Dengan menggunakan bahasa orang saling menyebut orang lain sebagai rasis. Ukuran dan bentuk ruang personal seseorang tergantung pada norma-norma budaya dan preferensi individual. dikatakan bahwa teori ini mengikuti beberapa prinsip berikut: 1.[6] Teori terakhir adalah Teori Analisis Transaksional.Para pengguna CMM menyebut diri mereka sebagai social constructionist karena mereka berpegang pada asumsi bahwa lingkungan atau dunia sosial itu bukanlah sesuatu yang ditemukan begitu saja. Mereka penuh rasa ingin tahu karena mereka memandang konyol jika mengharapkan kepastian ketika berhadapan dengan tindakan individu di luar kehidupan mereka dalam kondisi yang selalu berubah. Dengan bahasa pula orang bisa memilih untuk menyebut sebuah peristiwa sebagai sebuah tindak kejahatan atau hanya sebagai sebuah insiden. buas dan sebagainya. seorang psikiater Amerika. Transaksi terjadi ketika dua orang atau lebih bertemu. bahasa disebut Pierce sebagai salah satu alat yang paling powerful yang pernah ditemukan dalam penciptaan dunia social. CMM researchs see themselves as curious participants in a pluralistic world. atau dikonstruksi. Teori ini diperkenalkan oleh Eric Berne. Terkait hal ini.[5] 3. Transaksi ini berlangsung dalam sebuah suasana di mana . Dalam konteks komunikasi. melainkan sesuatu yang diciptakan. Mood dan cara seseorang berkomunikasi memainkan peran yang besar dalam proses konstruksi sosial. Menurut Pierce. Tindakan seseorang dalam percakapan akan menentukan kelanjutan dari interaksi mereka. dibangun.

Hubungan kedua subjek ini biasanya mengintegrasikan sesuatu. Dalam konteks hubungan guru murid.[10] Proses belajar mengajar sebagai inti dari kegiatan belajar mengajar merupakan proses interaksi dua unsur manusiawi. mengatakan interaksi yang dikatakan sebagai interaksi edukatif apa bila secara sadar mempunyai tujuan untuk mendidik.[9] Memperhatikan pengertian di atas. Dengan demikian. Dalam situasi ini. interaksi ini melibatkan guru sebagai komunikator dan murid sebagai komunikan. maka dalam komunikasi berisi sebagian dari pekerjaan mendidik dan atau mengajar. dan yang lain memberikan balasan terhadap tindakan orang itu. AT bisa dianggap sebagai metode yang mengamati sebuah transaksi atau peristiwa komunikasi di mana seseorang melakukan sesuatu pada yang lain. ―menjadi milik ber ama‖ Dengan demikian. komunikasi menjadi faktor utama. maka kegiatan interaksi itu memang direncanakan atau disengaja.[11] Dalam proses interaksi siswa dengan guru. Hanya saja komunikasi yang berlangsung bukanlah komunikasi seperti biasa terjadi di tengah manusia. yakni untuk membantu anak dalam suatu perkembangan tertentu. yang penting bukan interaksinya. Dalam perspektif ilmu komunikasi.[7] b.[8] Agar pesan itu sampai dengan efektif maka diperlukan media atau saluran (channel). Karena tujuan menjadi hal pokok. dengan maksud untuk menggugah partisipasi agar hal-hal yang diberitahukan itu menjadi milik bersama. ada empat unsur dalam hubungan atau komunikasi ini. 2. i tilah kom nika i it endiri mengandung pengertian memberitahukan (dan menyebarkan) berita. pesan dan media.M. Interaksi belajar-mengajar ditandai dengan satu penggarapan materi yang khusus. pengetahuan. keempat unsur itu akan selalu ada. yakni guru sebagai pihak yang mengajar dan siswa sebagai pihak yang belajar. ―memberitah kan‖. Komponen-komponen dimaksud merupakan ciri-ciri interaksi belajar mengajar yaitu:[12] 1. bahwa interaksi yang sengaja diciptakan berfokus pada kebutuhan dan kemampuan belajar siswa. Hal ini bermakna. perkataan komunika i berarti ―berparti ipa i‖. Apa sesungguhnya interaki edukatif? Sardiman A. Dalam interaksi guru dan murid. ecara kon ept al. Dalam hal ini. pikiranpikiran. Hubungan Guru Murid (Interaksi Edukatif) Dalam ilmu pendidikan.. 3. . Jadi dalam hal ini. Ada suatu prosedur jalannya interaksi yang direncanakan dan didesain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.masing-masing partisipan komunikasi memberikan stimulus sekaligus juga merespon stimulus. dibutuhkan komponen-komponen pendukung. tetapi yang pokok adalah maksud atau tujuan berlangsungnya interaksi itu. yaitu komunikator. yakni mengantarkan anak didik kearah kedewasaannya. komunikan. karenanya disebut komunikasi atau interaksi edukatif. Interaksi belajar-mengajar memiliki tujuan. siswa menjadi subjek pokoknya. materi didesain sedemikian rupa sehingga benar-benar untuk mencapai tujuan. nilai-nilai. hubungan guru murid disebut juga interaksi edukatif. Dari segi istilah. yang dikenal dengan istilah pesan (message).

Disiplin dalam interaksi belajar mengajar ini diartikan sebagai suatu pola tingkah laku yang diatur sedemikian rupa menurut ketentuan yang sudah ditaati oleh semua pihak dengan sadar. Ia menambahkan: Jika pendidik jujur. perbuatan dan tindak-tanduk guru akan senantiasa tertanam dalam kepribadian anak. 6. Begitu pula sebaliknya. Di antara point penting hubungan guru-murid perspektif hadis sebagai berikut: a. 5. Ada batas waktu. disadari atau tidak. masalah keteladanan menjadi faktor penting dalam menentukan baikburuknya anak. jika pendidik adalah . Setiap tujuan akan diberi waktu tertentu. kajian hubungan guru-murid sama artinya dengan etika guru-murid. 7. batas waktu menjadi salah satu ciri yang tidak bisa ditinggalkan. Di dalam interaksi belajar-mengajar dibutuhkan disiplin. baik pihak pendidik maupun peserta didik. berakhlak mulia. Dalam interaksi belajar-mengajar. akan ditiru. Oleh karena itu. III. Hubungan Guru Murid Perspektif Hadis Sebelum lebih jauh penulis memaparkan hubungan guru-murid perspektif hadis. Menurut Nasih Ulwan. maka aktivitas siswa merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya interaksi belajar-mengajar. Di samping beberapa ciri yang disebutkan di atas. Oleh karena itu. dan etos sosial anak. Menjadikan diri guru sebagai suri tauladan yang baik kepada murid Keteladanan dalam pendidikan merupakan metode yang berpengaruh dan terbukti paling berhasil dalam mempersiapkan dan membentuk aspek moral. guru berperan sebagai pembimbing. Penilaian akan memberi gambaran apakah suatu tujuan yang hendak dicapai telah menunjukkan hasil yang maksimal.4. Bahkan perkataan. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam system berkelas (kelompok siswa). Anak memandang pendidik sebagai figure terbaik. terbentuk dengan akhlak mulia. bagaimana Nabi memberlakukan para sahabat yang nota bene muridnya. Disebut demikian. Secara lebih rinci. mendidik mereka. Ditandai dengan adanya aktivitas siswa. Penilaian juga akan berfungsi sebagai identifikasi keberhasilan belajar siswa. Kajian ini akan didasarkan kepada suatu perspektif bahwa Nabi SAW dalam hal ini sebagai contoh guru sempurna. dapat dipercaya. karena pembicaraan ini pasti menyangkut hubungan atau interaksi bernilai positif guru-murid. berbicara kepada mereka. menyayangi mereka dan menjalin persahabatan dengan mereka. yang tindak-tanduk dan sopan-santunnya. maka si anak akan tumbuh dalam kejujuran. dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan agama. Interaksi bernilai positif tentu sama saja dengan interaksi etis guru-murid. kapan tujuan itu harus sudah tercapai. spiritual. berani dan menjauhkan diri dari perbuatanperbuatan yang bertentangan dengan agama. Sebagai konsekuensi bahwa siswa merupakan sentrak. interaksinya dengan para sahabat menjadi fokus pembahasan ini. maka unsur penilaian merupakan hal yang sangat penting. maka perlu penulis tegaskan bahwa kajian di seputar ini sama saja dengan membicarakan etika gurumurid perspektif hadis. berani.

penakut. kikir. beliau berkata:[18] ‫حذصٕب ػجذ هللا حذصًٕ اثً صٕب ػجذ اٌشصاق ػٓ ِؼّش ػٓ لزب دح ػٓ صساسح ػٓ عؼذ ثٓ ٘ؾبَ لبي عبٌذ ػبءؽخ فمبٌذ‬ ْ‫اخجشًٔ ػٓ خٍك سعٛي هللا صٍى هللا ػٍٍٗ ٚعٍُ فمبٌذ: وبْ خٍمٗ اٌمشا‬ Artinya: …Akhlaknya adalah al-Qur`an. khianat. sebagai pelita yang menerangi dan purnama yang memberi petunjuk. moral maupun intelektual. adalah seorang pendidik yang mempunyai sifat-sifat luhur. dan bagi umat manusia di setiap saat dan tempat. maka si anak akan tumbuh dalam kebohongan.[14] Allah berfirman dalam surat al-Ahzab/33 ayat 21: ‫ٌمذ وبْ ٌىُ فً سعٛي هللا اعٛح حغٕخ‬ Artinya: Sesumngguhnya telah ada pada( diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik. sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. dan hina. agar menjadi gambaran yang hidup dan abadi bagi generasi-generasi umat selanjutnya dalam kesempurnaan akhlak dan universalitas keagungan kepribadian. baik spiritual. Hal demikian ebagaimana abda belia yang diriwayatkan kari dan Ibn am‘ani ebagai berikut: ً‫ادثًٕ سثً فبحغٓ ربءدٌج‬ Artinya: . dan untuk jadi penyeru kepad agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. penakut. keutamaan dan akhlak yang terpuji. dan hina.seorang pembohong. durhaka. kikir. menggunakan metodenya dalam hal kemuliaan. durhaka. khianat.[17] Aisyah pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah.[15] Dalam al-Ahzab/33 ayat 45-46 disebutkan sebagai berikut: ‫ٌب اٌٙب إٌجً أب اسعٍٕبن ؽب٘ذا ِٚجؾشا ٚٔزٌشا ٚداػٍب اٌى هللا ثبرٔٗ ٚعشاجب ٍِٕشا‬ Artinya: Hai Nabi. Allah mengutus Nabi Saw sebagai teladan yang baik bagi kaum muslimin sepanjang sejarah.[13] Allah SWT telah mengajarkan — dan Dia adalah peletak metode samawi yang tiada taranya — bahwa Rasul yang diutus untuk menyampaikan risalah samawi kepada umat manusia. Sehingga umat manusia meneladaninya. Ungkapan Aisyah tersebut tentu tidak mengherankan karena karena Allah Yang Maha Sucilah yang telah mendidiknya secara langsung dalam suasana pendidikan yang mulia.[16] Allah meletakkan pada diri Nabi yang mulia suatu bentuk yang sempurna bagi metode pendidikan yang islami.

Juga suatu kesalahan jika seorang guru menganggap bahwa dengan kata-kata yang kurang santun akan membuat ia lebih dekat kepada para murid. juga mengatakan sebagai berikut: ٍْ‫حذصٕب احّذ ثٓ ٍِٕغ حذصٕب ِؼبٌٚخ ثٓ ػّش ٚحذصٕب صاءدح ػٓ اعّبػًٍ ثٓ اثً خبٌذ ػٓ لٍظ ػٓ جشٌش لبي: <ٍب حجج‬ >ٌ‫سسىه هللا صيً هللا عيُه و سيٌ ٍْز اسيَث وال ساٍّ اال ججس‬ Artinya: Rasulullah Saw tidak pernah terpisahkan dariku sejak aku masuk Islam.a. dan tidak tahu kadar derajat kemuliaan kata-kata itu.[22] . Suatu hal yang memalukan bila seorang guru mengucapkan kata-kata yang seronok dan kurang baik kepada murid-murid. Perihal senyum Rasulullah. dan beliau tidak pernah melihatku kecuali sambil tersenyum. Rasulullah Saw bersabda: ‫حذصٕب ٕ٘بد حذصٕب ػجذح ػٓ ِحّذ ثٓ ػّش ٚحذصًٕ اثً ػٓ جذي لبي: عّؼذ ثالي ثٓ اٌحشس اٌّضًٔ صبحت سعٛي هللا‬ ٓ‫صٍى هللا ػٍٍٗ ٚعٍُ ٌمٛي: عّؼذ سعٛي هللا صٍى هللا ػٍٍٗ ٚعٍُ ٌمٛي: اْ احذوُ ٌٍزىٍُ ثبٌىٍّذ ِٓ سضٛاْ هللا ِب ٌظ‬ ‫اْ رجٍغ ِب ثٍغذ فٍىزت هللا ٌٗ ثٙب سضٛأٗ اٌى ٌَٛ ٌٍمبٖ ٚاْ احذوُ ٌٍزىٍُ ثبٌىٍّذ ِٓ عخظ هللا ِب ٌظٓ اْ رجٍغ ِب ثٍغذ‬ ٖ‫فٍىزت هللا ػٍٍٗ ثٙب عخطٗ اٌى ٌَٛ ٌٍمب‬ Artinya: Sesungguhnya di antara kalian ada yang mengucapkan kata-kata (baik) yang diridhai Allah. Allah melimpahkan ridha-Nya kepada orang itu hingga hari perjumpaan nanti (Hari Kiamat).[21] Jabir r. Berbicara kepada murid dengan lembut dan wajah senyum Nabi Saw mengajarkan supaya memilih kata-kata yang santun ketika berbicara kepada siapa pun. Dan sesungguhnya di antara kalian ada yang mengucapkan kata-kata (buruk) yang dimurkai Allah. apalagi kepada murid-murid yang mendengarkan penyampaian ilmu dari seorang guru. Rasulullah Saw menjadi contoh sempurna tentang hal ini. Abu Darda` berkata: ‫حذصٕب ػجذ هللا حذصًٕ اثً صٕب صوشٌب ثٓ ػذي أب ثمٍخ ػٓ حجٍت ثٓ ػّش االٔصبسي ػٓ ؽٍخ ٌىًٕ اثب ػجذ اٌصّذ لبي‬ ‫عّؼذ اَ اٌذسداء ٔمٛي: وبْ اثٛ اٌذسداء ارا حذس حذٌضب رجغُ فمٍذ ال ٌمٛي إٌبط أه اي اِحك فمبي: <ٍب ساَث او ٍب‬ >ٌ‫سَعث سسىه هللا صيً هللا عيُه وسيٌ َحذخ حذَرب اال ججس‬ Artinya: Tidak pernah saya melihat atau mendengar Rasulullah Saw mengatakan suatu perkataan kecuali sambil tersenyum.Tuhanku telah mendidikku. dan dia tidak tahu kadar derajat kehinaan kata-kata itu. dan akan membimbingnya dengan efektif.[20] Seorang guru ketika menyampaikan ilmu dan melakukan interaksi edukatif kepada muridmuridnya hendaklah dengan raut wajah yang tulus dan senyum. Kata-kata yang indah dan menyentuh kalbu justru akan membekas lama dalam hati murid. sehingga menjadikan baik pendidikanku. Maka dengan kata-kata tersebut Allah menetapkan murka-Nya kepada orang tersebut hingga hari perjumpaan nanti (Hari Kiamat). Maka dengan kata-kata tersebut.[19] b. Tindakan yang demikian akan berakibat dilecehkannya seorang guru oleh murid.

Karena hal ini akan membuat mereka sukar memahami dan mencerna perkataan guru. Sebagai contoh. Secara psikologis. Hal ini sebagaimana hadis yang berasal dari Aisyah sebagai berikut: ٗ‫حذصٕب عٍٍّبْ ثٓ داٚد اٌّٙشي أخجشٔب اثٓ ٚ٘ت أخجشًٔ ٌٛٔظ ػٓ اثٓ ؽٙبة أ ػشٚح ثٓ اٌضثٍش حذص‬ ‫: أْ ػبئؾخ صٚط إٌجً صٍى هللا ػٍٍٗ ٚ عٍُ لبٌذ أال ٌؼججه أثٛ ٘شٌشح ؟ جبء فجٍظ إٌى جبٔت حجشرً ٌحذس ػٓ سعٛي‬ ٗ‫هللا صٍى هللا ػٍٍٗ ٚ عٍُ ٌغّؼًٕ رٌه ٚوٕذ أعجح ( أعجح أسادد أٔٙب وبٔذ رزٕفً ) فمبَ لجً أْ ألضً عجحزً ٌٚٛ أدسوز‬ . mudah-mudahan dia sadar atau takut.[23] Di samping itu. Al-Quran memberi penegasan bahwa berhati lembut dan berkata santun di antara kunci kesuksesan mendidik manusia.Raut wajah yang senyum menunjukkan ketulusan. karena dia benar-benar telah melampaui batas. Tidak membeda-bedakan mereka. Allah berfirman dalam surat Al-Hasyr/59 ayat 9: ْٛ‫ٌٚؤصشْٚ ػٍى أفغُٙ ٌٚٛ وبْ ثُٙ خصبصخ ِٚٓ ٌٛق ؽح ٔفغٗ فبٌٚئه ُ٘ اٌّفٍح‬ Artinya: . Nabi Saw banyak memberi contoh akan kasih sayang ini dan para sahabat mencontohnya. Menunjukkan sikap lemah lembut dan kasih sayang kepada murid Guru harus menunjukkan dirinya sebagai orang yang selalu memperhatikan dan mengupayakan kebaikan untuk para murid tanpa pamrih. seorang guru juga tidak boleh tergesa-gesa dalam menyampaikan pesanpesan pendidikan kepada para siswa. Kasih sayang yang mereka tunjukkan dipuji oleh Allah sebagai kasih sayang yang melebihi terhadap diri mereka sendiri. Perkataan lembut bahkan dapat melembutkan hati yang keras. ٌ‫ٌشددد ػٍٍٗ إُ سسىه هللا صيً هللا عيُه و سيٌ ىٌ َنِ َسشد اىحذَد ٍرو سشدم‬ ‫لبي اٌؾٍخ األٌجبًٔ : صحٍح‬ Artinya: …sesungguhnya Rasulullah Saw dalam berbicara tidak tergesa-gesa (hingga susah dipahami) seperti pembicaraan kalian. meskipun latar belakang mereka sangat beragam. Guru dalam konteks kasih sayang ini tidak akan pernah merasakan terhina dan rendah diri dihadapan guru. dan memancarkan cahaya kebahagiaan kepada orang lain. Nabi Musa dituntun oleh Allah SWT agar menyampaikan perkataan yang lembut untuk menyampaikan pesan kebenaran kepada Fir‘a n yang kejam llah berfirman dalam rat Taha/20 ayat 43-44: ‫٘ز٘جب اٌى فشػْٛ أٗ طغى () فمٛال ٌٗ لٛال ٌٍٕب ٌؼٍٗ ٌززوش اٚ ٌخؾى‬ Artinya: Pergilah kamu berdua kepada Fir‟aun. Kasih sayang guru tidak saja kepada murid yang patuh dan hormat. maka bicaralah kamu berdua kepadanya (Fir‟aun) dengan kata-kata yang lemah lembut. tetapi juga kepada murid yang nakal. murid-murid akan merasakan keceriaan dan kelapangan hati seorang guru ketika berinteraksi dengan mereka.[24] c.

” Seorang laki-laki kaum Ansar berdiri dan berkata. Sebagian di antara contoh kasih sayang yang luhur itu sebagai berikut: ‫حذصًٕ صٍ٘ش ثٓ حشة حذصٕب جشٌش ثٓ ػجذاٌحٍّذ ػٓ فضًٍ ثٓ غضٚاْ ػٓ أثً حبصَ األؽجؼً ػٓ أثً ٘شٌشح لبي‬ ‫: جبء سجو إىً سسىه هللا صيً هللا عيُه و سيٌ فقبه إٍّ ٍجهىد فأسسو إىً ثعط ّسبئه فقبىث واىزٌ ثعرل ثبىحق ٍب‬ ( ‫عْذٌ إال ٍبء ذٌ أسسو إىً أخشي فقبىث ٍرو رىل ححً قيِ ميهِ ٍرو رىل ال واىزٌ ثعرل ثبىحق ٍب عْذٌ إال ٍبء فقبه‬ ‫ٍِ َعُف هزا اىيُية سحَه هللا ) فقبً سجو ٍِ األّصبس فقبه أّب َب سسىه هللا فبّطيق ثه إىً سحيه فقبه الٍشأجه هو عْذك‬ ‫شٍء ؟ قبىث ال إال قىت صجُبٍّ قبه فعييُهٌ ثشٍء فإرا دخو ظُفْب فأغفئٍ اىسشاز وأسَه أّب ّأمو فإرا أهىي ىُأمو‬ ‫فقىٍٍ إىً اىسشاز ححً جطفئُه قبه فقعذوا وأمو اىعُف فيَب أصجح غذا عيً اىْجٍ صيً هللا عيُه و سيٌ فقبه ( قذ عجت‬ ) ‫هللا ٍِ صُْعنَب ثعُفنَب اىيُية‬ ] ‫[ ػ ( إًٔ ِجٙٛد ) أي أصبثًٕ اٌجٙذ ٚ٘ٛ اٌّؾمخ ٚاٌحبجخ ٚعٛء اٌؼٍؼ ٚاٌجٛع‬ …Suatu ketika ada seorang tamu datang kepada Nabi SAW. sedangkan tamunya makan. Rasulullah SAW mempersaudarakan aku dengan Sa‟ad bin ar-Rabi‟. “Allah takjub dengan tingkah kalian berdua terhadap tamu kalian tadi malam. “Barangsiapa di antara kalian yang mau menjamu tamu ini. لبي صٔخ ٔٛاح ِٓ ر٘ت أٚ ٔٛاح ِٓ ر٘ت فمبي ٌٗ إٌجً صٍى هللا ػٍٍٗ ٚ عٍُ ( أ‬ ) ‫ثؾبح‬ …Ketika kami sampai di Madinah. لبي‬ ٌٛٚ ٌُٚ‫اِشأح ِٓ األٔصبس لبي ( وُ عمذ ) . لبي عٛق لٍٕمبع لبي فغذا إٌٍٗ ػجذ اٌشحّٓ فأرى ثألظ ٚعّٓ لبي صُ ربثغ اٌغذ‬ ‫فّب ٌجش أْ جبء ػجذ اٌشحّٓ ػٍٍٗ أصش صفشح فمبي سعٛي هللا صٍى هللا ػٍٍٗ ٚ عٍُ ( رضٚجذ ) . “Tidak. Sesampai di rumah dia berkata kepada istrinya. mereka itulah orang-orang yang beruntung. Maka Nabi SAW bersabda. “Apakah engkau masih memiliki sesuatu? Sang istri menyahut. sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Maka diajaknya tamu tersebut ke rumahnya. لبي ٔؼُ لبي ( ِٚٓ ) . Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya.[26] Contoh lain adalah pengalaman a‘ad bin ar-Rabi‘ dengan bd rrahman bin f ketika mereka dipersaudarakan oleh Rasulullah di Madinah. Nabi bersabda. maka Allah akan merahmatinya. Maka Sa‟ad bin ar-Rabi‟ mengatakan: “Sesungguhnya aku adalah orang . kemudian apabila tamu kita masuk rumah matikanlah lampu dan buatlah kesan bahwa kita juga sedang makan. Lalu pada pagi harinya orang tersebut datang kepada Rasulullah Saw. “Saya akan menjamunya wahai Rasulullah”. maka kamu segera mematikan lampu tersebut. Berkata perawi. selain sedikit jatah buat anak kita.” Maka diapun berkata kepada istrinya. “Bujuk dan iming-imingi anak-anak dengan sesuatu. ―Mereka sekeluarga hanya duduk-duduk saja (tidak makan). Ketika itu seluruh istri beliau tidak memiliki apa-apa kecuali air. Apa bila nanti tamu sudah siap makan.[25] Sifat mengutamakan orang lain dalam kasih sayang ini adalah sifat Rasulullah SAW. Allahpun menyebut beliau sebagai „ala khuluqin azim.Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri. Abdurrahman mengisahkan sebagai berikut: ٕٗ‫حذصٕب ػجذ اٌؼضٌض ثٓ ػجذ هللا حذصٕب إثشاٍُ٘ ثٓ عؼذ ػٓ أثٍٗ ػٓ جذٖ لبي لبي ػجذ اٌشحّٓ ثٓ ػٛف سضً هللا ػ‬ ‫: ىَب قذٍْب إىً اىَذَْة آخً سسىه هللا صيً هللا عيُه و سيٌ ثٍُْ وثُِ سعذ ثِ اىشثُع فقبه سعذ ثِ اىشثُع إٍّ أمرش‬ ‫األّصبس ٍبال فأقسٌ ىل ّصف ٍبىٍ واّظش أٌ صوجحٍ هىَث ّضىث ىل عْهب فإرا حيث جضوجحهب قبه فقبه عجذ اىشحَِ ال‬ ٚ‫حبجة ىٍ فٍ رىل ً٘ ِٓ عٛق فٍٗ رجبسح ؟ . yakni berada di atas akhlak yang luhur atau agung.

[30] Berdasarkan hadis-hadis di atas. dan silakan kau pilih mana di antara dua istriku yang kau inginkan. maka akan aku lepaskan dia untuk engkau nikahi.”Abdurrahman berkata.» ‫شا‬ َ َ َ َ َ َ ِّ َ َ ِّ َ َ ِ َ Artinya: …Gembirakan dan permudahlah. maka guru harus diperlakukan lebih dari orang pada umumnya. Ajarkanlah ilmu dan janganlah kalian berlaku tidak simpati. Nabi SAW . Sikap memuliakan. dan kasih sayang. lal belia ber abda kepada mereka: ْ ُ َّ َ ٍ َ َّ ِ ِّ َ ْ َ ِ ْ َ ُ َّ َ ُ َّ َ -ٍُ‫حذصََٕب ِحّذ ثُْٓ ػجَّبد حذصََٕب عفٍَبُْ ػَٓ ػّشٚ عّؼُٗ ِٓ عؼٍذ ثٓ أَثِى ثُشْ دحَ ػَٓ أَثٍِٗ ػٓ جذٖ أَْ إٌَّجِى -صٍى هللا ػٍٍٗ ٚع‬ َّ ِ ْ ِ َِ ْ ِ َ َِ ٍ َْ ْ ْ ً َُ َ َ ِّ‫ثَؼضَُٗ ِٚؼبرا إٌَِى آٌٍَّ فَمَبي ٌَُّٙب « ثَششا وََسشا وعيَِّب والَ جَْف‬ . Bukhari meriwayatkan: ْ ْ ِ َْ َُْ َ ْ ٍ َ َّ َْ ُ َ ُ َّ َ ُ َّ َ ‫حذصََٕب ِحّذ ثُْٓ عالََ أَخجَشَٔب ػجذ اٌَّٛ٘بة ػَٓ أٌَُّٛة ػَٓ ػجذ هللاِ ثٓ أَثِى ٍٍَِىخَ ػَٓ ػَبئِؾخَ – سضى هللا ػٕٙب أَْ ٌَُٙٛد أَرَٛا‬ ُ َ ِ ْ َّ ِ ْ َ ْ َ ُ ْ َ َّ َ ِ َ َّ ُ ُ َ َ ْ ُ ْ َ َ ْ ُْ َ ُ ْ َ َ ‫إٌَّجِى – صٍى هللا ػٍٍٗ ٚعٍُ – فَمَبٌُٛا اٌغَّبَ ػٍٍَىُ . anak (peserta didik) — dengan arahan nabawi ini — harus dipandang sebagai tingkat usia yang harus mendapatkan pemeliharaan.[28] Dalam hadis lain. bahwa Ra l llah meng t nya ber ama ‘adz ke Yaman.[31] d. dan hindarilah sikap keras serta keji.”[27] Nabis SAW juga mengingatkan agar pendidik menunjukkan sikap lemah lembut kepada murid. yang membuat murid mencapai pribadi utama.[29] Muslim meriwayatkan dari Abu Musa al. aku tidak membutuhkan yang demikian itu…. kasih sayang. لَبي « ِٙالً ٌَب‬ ْ ْ َّ َ » ‫ػَبئِؾخُ ، عيَُل ثِبىشفق ، وإََِّبك واىعْفَ واىفحش‬ َ ْ ْ َ ْ ْ َ ِ َ ِ ْ ِّ ِ ْ َ Artinya: …hendaknya kamu bersikap lemah lembut.y‘ari. Para guru yang mengajarkan kebaikan kepada man ia dido‘akan oleh llah dan para pengh ni langit dan b mi Para g r mewari kan kepada para muridnya ilmu. kelemahlembutan. al-Ajiri meriwayatkan: ‫ػشفٛا ٚال رؼٕفٛا‬ Artinya: Bersikaplah ma‟ruf (baik) dan jangan kalian bersikap keras. Hal ini karena para guru sesungguhnya pewaris para Nabi. Perawi mengatakan. maka akan aku bagikan untukmu separuh hartaku. Analisis ini akan lebih kuatk lagi jika dilihat apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw tentang sikap kasih sayang beliau kepada anak-anak. فَمَبٌَذ ػَبئِؾخُ ػٍٍَىُ ، ٌَٚؼَٕىُ هللاُ ، ٚغَضت هللاُ ػٍٍَىُ .Anshar yang paling kaya. “Tidak usah. menghormati dan tawadhu’ kepada guru Sebagai murid.

[32] Dalam hadis lain Rasulullah SAW menjelaskan: َ‫حذصٕب ِحّٛد ثٓ خذاػ اٌجغذادي حذصٕب ِحّذ ثٓ ٌضٌذ اٌٛاعطً حذصٕب ػبصُ ثٓ سجبء ثٓ حٍٛح ػٓ لٍظ ثٓ وضٍش لبي : لذ‬ ‫سجً ِٓ اٌّذٌٕخ ػٍى أثً اٌذسداء ٚ٘ٛ ثذِؾك فمبي ِب ألذِه ٌب أخً ؟ فمبي حذٌش ثٍغًٕ أٔه رحذصٗ ػٓ سعٛي هللا صٍى‬ ًٔ‫هللا ػٍٍٗ ٚ عٍُ لبي أِبجئذ ٌحبجخ ؟ لبي ال لبي أِب لذِذ ٌزجبسح ؟ لبي ال لبي ِب جئذ إال فً طٍت ٘زا اٌحذٌش ؟ لبي فئ‬ ‫عّؼذ سعٛي هللا صٍى هللا ػٍٍٗ ٚ عٍُ ٌمٛي ٍِ سيل غشَقب َجحغٍ فُه عيَب سيل هللا ىه غشَقب إىً اىجْة وإُ اىَالئنة‬ ‫ىحعع أجْححهب سظبء ىطبىت اىعيٌ وإُ اىعبىٌ ىُسحغفش ىه ٍِ فٍ اىسَىات وٍِ فٍ األسض ححً اىحُحبُ فٍ اىَبء وفعو‬ ‫اىعبىٌ عيً اىعبثذ مفعو اىقَش عيً سبئش اىنىاة إُ اىعيَبء وسذة األّجُبء إُ األّجُبء ىٌ َىسذىا دَْبسا وال دسهَب إَّب‬ ‫وسذىا اىعيٌ فَِ أخز ثه أخز ثحظ وافش‬ ‫لبي اٌؾٍخ األٌجبًٔ : صحٍح‬ :Artinya Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu. dan membuat bumi jadi subur. . Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya karena rida kepada pencari ilmu (mereka meletakkan sayap-sayapnya sebagai bentuk pengagungan kepada orang yang menuntut ilmu). memuliakan.mengatakan. sehingga menghasilkan buah-buahan yang matang. maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Nabi Saw bersabda: ٍُ‫أخجشٔب ٌؼمٛة ثٓ إثشاٍُ٘ صٕب ٌضٌذ ثٓ ٘بسْٚ صٕب اٌٌٍٛذ ثٓ جًٍّ اٌىزبًٔ صٕب ِىحٛي لبي لبي سعٛي هللا صٍى هللا ػٍٍٗ ٚ ع‬ ‫: فضً اٌؼبٌُ ػٍى اٌؼبثذ وفضًٍ ػٍى أدٔبوُ صُ رال ٘زٖ اٌَخ { إّٔب ٌخؾى هللا ِٓ ػجبدٖ اٌؼٍّبء } إُ هللا وٍالئنحه وأهو‬ ‫سَبواجه وأسظُه واىْىُ فٍ اىجحش َصيىُ عيً اىزَِ َعيَىُ اىْبط اىخُش‬ …Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya. Keutamaan orang alim terhadap ahli ibadah seperti keutamaan rembulan terhadap semuan bintang. para penghuni langit dan bumi. hingga semut yang ada di dalam tanah (di tempat tinggalnya) dan ikan hiu yang ada di dasar laut mendo‟akan kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia. Sesungguhnya makhluk yang ada dilangit dan di bumi hingga ikan-ikan paus yang ada di laut memintakan ampunan kepada Allah untuk orang yang berilmu. akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Oleh karena itu. maka dia telah mengambil keberuntungan yang sangat besar. dipenuhi dengan tumbuh-tumbuhan hijau. dengan diwariskannya ilmu kepada murid.[33] Peran guru begitu besar untuk mengangkat murid dari kejahilan. Guru (bahasa Arab: mu‟allim) bagaikan mengalirkan samudera ilmu di atas bumi yang tandus. Khalifah dan Quthub mengatakan: Sungguh ke-tawadhu‟-anmu kepadanya adalah keagungan dan kemuliaan yang ada pada dirimu. maka murid mendapat keberuntungan yang sangat besar.[34] Murid — baik laki-laki maupun perempuan — wajib memandang sang guru dengan pandangan penuh hormat. Oleh karena itu sangat pantas mereka mendapat penghormatan dari murid-muridnya. dan tawadhu`. Barangsiapa yang mengambil ilmu. hak seorang guru terhadap diri kita adalah mendapat penghormatan. Dan para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham.

wajib bagi kita untuk mematuhi nasihat-nasihatnya dan merengkuh ridanya. dia berkata.didengarkan. duduk di depannya. AlMaliki mengatakan: ― ereka j ga mengambil ilm dari ahlinya. seperti periwayatan mereka dari mawali (golongan hamba sahaya yang dimerdekakan). ―Perempuan itu benar dan Umar salah. Jika orang alim mati. Mereka bersegera kembali kepada kebenaran jika kebenaran terlihat dan diakui olehnya. dan tidak merendahkannya. tidak mendah l i di tempat d d knya. tidak memegangi bajunya. Orang beriman yang alim itu lebih agung pahalanya dibanding orang yang berpuasa lagi berperang di jalan Allah. memuliakan dan mengagungkannya karena Allah. dan roh adalah inti Dia sang pembimbing jasadku. Sikap Umar dalam ucapannya angat jela . maka segera mengakuinya dan meminta maaf kepada guru. Jika murid melakukan kesalahan kepada guru. dan tidak jemu bergaul lama dengannya. Sahabat Abu Bakar. Ali dan Zaid bin Tsabit. dan jasad seperti kulit kerang.[37] Ali karramallahu wajhah mewasiatkan tentang tatakrama murid kepada guru sebagai berikut: Di antara hak yang harus kamu tunaikan kepada orang alim ialah memberikan salam penghormatan secara khusus. selektif dalam bertanya dan tidak berbicara kecuali setelah mendapat perkenan dari guru. tanpa melihat status social seorang alim. Mereka mengambil ilmu dengan tulus dari siapa saja. tidak memberi isyarat di sisinya dengan tangan. dan berupaya menyenangkan hati guru dengan cara yang baik. Ibnu Abbas pernah berbeda pendapat dengan Umar. Murid juga mesti bersikap sopan dan mencintai guru karena Allah.[35] Guru. Konseptualisasi Hubungan Guru Murid Perspektif Hadis . tidak meninggikan suara di atas suaranya. bagaimanap n latar belakang ata ket r nannya. dan Ibnu Umar pernah meriwayatkan dari Bilal. Dan di antara tiap-tiap orang alim itu ada Zat Yang Maha Alim. Usamah. ―Kamu benar dan aku salah. bukan berarti kehilangan daya kritis mereka.”[39] IV. Begitu juga. Seorang penyair berkata: Aku anggap guruku seperti orang tuaku Kemuliaan dan keluhuran aku peroleh dari orang tuaku Dia sang pembimbing rohku.” Kala seseorang melak kan g gatan kepada li r a . tidak sekali-kali mengatakan: ―kata f lan‖ yang ber eberangan dengan capannya. Umar. Kamu melihat kapan jatuh sesuatu dari pohon itu kepadamu.[38] Penghormatan mereka terhadap seorang alim. bahkan bagaikan orang tua bagi murid.[36] Abuddin Nata dan Fauzan mengatakan bahwa murid hendaklah menghormati. Sesungguhnya orang alim itu laksana pohon kurma. tidak terus mendesak ketika bosan. Karena memang guru telah menggantikan peran orang tua dalam hal mendidik atau membuat anak-anak beradab. tidak sekali-kali memberi isyarat dengan mata. terjadilah keretakan tempat di dalam Islam yang tidak bisa ditambal dengan apa pun sampai hari kiamat.

Dalam berbicara dengan sahabat. termarginalkan. terpojokkan. humanis. egaliter. Nabi SAW menunjukkan dirinya sebagai guru yang memperlakukan murid benar-benar dalam konteks penghargaan dan pemuliaan kepada nilai-nilai kepribadian murid. Keempat. Beliau misalnya mengatakan. Orang beriman kepada Allah kata beliau adalah orang yang menyayangi (mencintai) saudaranya sebagaimana ia menyayangi (mencintai) dirinya sendiri. Nabi SAW dalam interaksinya dengan para sahabat senantiasa memberi kebebasan dan kelapangan kepada siapa saja yang berhubungan dengan beliau. sesungguhnya Nabi SAW sebagai guru yang mulia. Ketiga. cara beliau memerintahkan sesuatupun tidak bernada paksaan. karena hubungan ini didasarkan kepada nilai-nilai ilahiyah yang hidup pada pola pikir. yakni tanpa kefanatikan dan tidak membelenggu jiwa. demokratis. Dalam konteks mendidik para sahabat.Berdasarkan penjelasan atas. Bahkan sikap respek ini dipandang Nabi sebagai kualitas manusia teladan (khairunnas). respektif. yakni nilai-nilai kemanusiaan universal. Paling tidak ada lima bentuk hubungan guru-murid yang dapat dikonseptualisasi dari Nabi Muhammad SAW sebagai contoh ideal seorang guru. Nabi SAW mengingatkan para sahabat bahwa sikap mementingkan diri sendiri adalah bertentangan dengan sikap seorang muslim yang beriman. Nilai toleransi ini menjadi bagian yang hidup dalam peradaban Islam dari dulu sampai generasi muslim sekarang ini. ― ebaik-baik man ia adalah yang memberi manfaat kepada man ia lain ‖ V. Penutup . Nilai-nilai ini juga tentu sesuai dengan tabiat atau fitrah kejadian manusia. Kelima. Beliau terhindar dari sikap-sikap memaksakan kehendak atau pendapat. Nabi SAW sangat respek terhadap suka-duka para sahabat. tidak hanya melalui ucapan. Para sahabat merasakan. yakni beragama dengan dilandasi semangat pencarian kebenaran yang lapang. yang diajarkan oleh Nabi yang mulia. Dalam konteks belajar mengajar. belia mengg nakan baha a e ai dengan kadar kemamp an ahabat ― yang nota bene anak didiknya ― menangkap pe an pendidikan dari belia Bahkan dalam eb ah hadi beliau mengatakan bahwa beragama yang benar adalah al-hanifiyat al-samhah. Dikatakan demikian karena Nabi SAW ketika berinteraksi dengan sahabat maupun kaum kuffar sungguh-sungguh menunjukkan pribadi beliau sebagai orang yang memperlakukan mereka sesuai dengan tabiat dan nilai kemanusiaan. terhina. pluralisme menjadi bagian yang hidup dalam pandangan dan sikap beliau. Sejak awal. Ia mendidik sahabat agar senantiasa responsif dan cepat bertindak untuk membantu atau memberi pelayanan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan. telah menanamkannya kepada para sahabat (generasi awal) Islam. Nabi SAW mengajarkan kepada sahabat nilai-nilai toleransi yang tinggi. yaitu: Pertama. dan sebagainya ketika berinteraksi dengan Nabi. Kedua. hubungan guru murid dapat dikonseptualisasi kepada bentuk hubungan humanis-teosentris. Beliau mengutamakan penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural melalui tindakan nyata. Para sahabat juga memiliki nilai toleransi yang agung ini. Disebut demikian. Orang tidak pernah merasa terendahkan. Nilai-nilai egalitarian sangat dijunjung oleh Nabi SAW. Dalam konteks pendidikan multikultural yang didengungkan saat ini. sikap dan prilaku Nabi Muhammad SAW. toleran. beliau bahkan lebih mementingkan para sahabat dari pada diri beliau sendiri.

hammad bin I ma‘il bin Ibrahim bin al-Mughirah. Juz 6. Al-Jami‟ baina al-Shahihain al-Bukhari wa Muslim. dan murid memandang gurunya bagaikan orang tua (bapak-ibu) baginya.atba‘ah al-Amiriyah. Juz 4. Seorang pendidik menurut hadis-hadis Nabi SAW adalah pelanjut misi kerasulan (pewaris Nabi). Prinsip-prinsip Pendidikan Rasulullah. 2010. Beirut: Dar al-Jail. tth. Sebagaimana Nabi adalah pemberi peringatan dan penyampai kabar gembira. An-Naisaburi. Pejuang misi kerasulan ini tentu membutuhkan kesungguhan dan pengorbanan. Juz 7. Sedangkan tanggung jawab kenabian maksudnya adalah suatu tanggung jawab pejuang meneruskan misi kerasulan. Jakarta: Rajawali Pers. Disebut tanggung jawab ilahiyah. Libanon: Dar an-Nasyr. karena seorang pendidik sesungguhnya bekerja untuk menerangi jalan murid. Mesir: al. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. yakni suatu jalan menuju Allah. M. tth . dan ia rela mengorbankan apa saja untuk tugas suci yang mulia itu. Al-Jami‟ as-Sahih Sunan at-Tirmizi.M. Muhammad bin Isa Abu Isa at-Tirmizi. maka pendidik akan berjuang dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. DAFTAR KEPUSTAKAAN Al-B khari.Hubungan guru dan murid dalam perspektif hadis adalah pola hubungan yang humanisteosentris atau sosio-spiritual. Dalam tugas mendidik ini. ‗ bd llah bin ‗ bd rrahman b Dar al-Kutub al-‗ rabi. dalam mana relasi ini berlangsung dalam konteks kesadaran dan tanggung jawab ilahiyah dan kenabian seorang pendidik. Beirut: Dar al-Ihya` al-Turas al-‗ rabiy. Sardiman. 1407 H hammad Sunan ad-Darimi. Juz 1. Al-Jami‟ alShahih al-Musamma Shahih Muslim. Jakarta: Gema Insani Presss. persis sebagaimana para Nabi dan sahabat telah melakukannya. maka para guru sesungguhnya pewaris Nabi untuk melanjutkan misi pemberi peringatan dan penyampai kabar gembira kepada para murid. Wallahu a‟lam. Shahih Bukhari. A. Abu al-Husin Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi. sehingga murid menemukan jalan hidup yang benar. Al-Makki. Dikatakan demikian karena hubungan ini terbentuk didasarkan atas relasi seorang yang melakukan misi pendewasaan (pendidik) terhadap mereka yang menjadi objek pendewasaan (siterdidik). 2002. 1313 H. Alawi. Ad-Darimi. 2002. Muhammad bin Futuh. Seorang guru akan memperlakukan muridnya dalam cinta dan kasih sayang seperti orang tua terhadap anaknya. Beirut: Al-Hamidiy.. As-Silmiy.

Mesir: Dar al-Kitab al-Islamiyyah. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Pendidikan dalam Perspektif Hadis. Teori Komunikasi. 27. Al-Qur`an dan Terjemahnya. Abuddin dan Fauzan. 37. Jakarta: Proyek Pengadaan Buku Daras UIN Jakarta. tth. 2010/2011 pada Program Doktor Pendidikan Islam PPS IAIN Imam Bonjol Padang di bawah asuhan Prof. [4]Ibid. h. Musnad Ahmad bin Hanbal. Ulwan.A. M. Ahmad bin Hanbal.. h. [9]Ibid. h..Asy-Syaibani. Dep. 7. Muhtadi Kadi dan Kusrin Karyadi. Juz 3. 30. Agama RI. Diterjemahkan oleh Jamaluddin Miri. 1999. Abuddin Nata. [7]Ibid. Beirut: Dar al-Kitab al- Santoso. h. Bandung: Penerbit Diponegoro. [2]Ibid. Surakarta: Ziyad Visi Media. Khalifah. Kairo: Muassasah Qurtubah. h. [6]Ibid. [10]Ibid. Abu Daud Sulaiman bin al‗ rabiy. Abdullah Nasih. Taymiyah. 2009. „Ilm al-Hadis.. 2010). Edi dan Mite Setiansah. H. Dr. 8. Juz 6. Jakarta: Pustaka Amani. Terj.. *Makalah disusun untuk mata kuliah Dasar-dasar Pendidikan dalam Hadis Semester I T. tth y‘a Sunan Abi Daud. 22. Teori Komunikasi. [5]Ibid. [3]Ibid. 21. Syeikh al-Islam Ibn. 2005.. h. Kaifa Tasbaha Mu‟alliman Mutamayyizan. h.M. Pendidikan Anak dalam Islam.. (Yagyakarta: Graha Ilmu. (Jakarta: Rajawali Pers. h. Jilid II. . Nata. 2010. Mahmud dan Usamah Quthub. 2010). [1]Edi Santoso dan Mite Setiansah. 2007. 1974. Sajastani. 7-8. [8]Sardiman A..A. Yagyakarta: Graha Ilmu.

pendidik dan anak didik berpegang pada ukuran. 91. [14]Ibid. Musnad Ahmad bin Hanbal. 314. [19]Hadis ini menurut Ibnu Taymiyyah secara maknawi adalah sahih.. 13-14. tth). h. kesusilaan. [22]At-Tirmizi. Juz 3 (Beirut: Dar al- . 198. tth). [20]Muhammad bin Isa Abu Isa at-Tirmizi as-Silmiy (selanjutnya disebut at-Tirmizi). h.[11]Proses belajar mengajar mengandung segi normative dan teknis. [18]Ahmad bin Hanbal. pendidikan merupakan suatu kegiatan praktis yang berlangsung dalam suatu masa dan terikat dalam satu situasi serta terarah pada satu tujuan. h. [24]Abu Daud Sulaiman bin alKitab al-‗ rabiy. tth). 1999). Agama RI. [15]Dep. h. [16]Ibid. meskipun sanadnya tidak begitu jelas. Segi normative mendasari proses belajar mengajar. pandangan terhadap individu dan masyarakat. 144. Diterjemahkan oleh Jamaluddin Miri. Semuan ini tercakup dalam peristiwa pendidikan. 142. Jilid II. h. [23]Dep. Agama RI. (Bandung: Penerbit Diponegoro. (Mesir: Dar al-Kitab al-Islamiyyah. nilainilai moral. h. [26]Muslim bin al-Hajjaj Abu al-Husain an-Naisaburi. Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal. 1974). Lihat Syeikh al-Islam Ibn Taymiyyah. [13]Abdullah Nasih Ulwan (selanjutnya disebut Ulwan). Dari sudut teknis. Shahih Muslim. „Ilm al-Hadis. 359 [25]Dep. tth). pendidikan merupakan himpunan cultural yang sangat kompleks yang dapat digunakan sebagai perencanaan kehidupan manusia. h 1624 y‘a aja tani. 424. 2007). tth). Sunan Abi Daud. pertumbuhan watak. h 559 [21]Ahmad bin Hanbal asy-Syaibani. h. Peristiwa tersebut adalah suatu rangkaian komunikasi antarmanusia. (Kairo: Muassasah Qurtubah.. Satu rangkaian perubahan dan pertumbuhan fungsi jasmaniah. Agama RI. al-Jami‟ as-Sahih Sunan at-Tirmizi. Juz 6 (Kairo: Muassasah Qurtubah. h.. yang kesemuanya merupakan sumber norma dalam pendidikan. h. h. 454. Al-Qur`an dan Terjemahnya. h.. h. Dengan demikian. alJami‟ as-Sahih Sunan at-Tirmizi. (Beirut: Dar al-Ihya` al-Turas al-‗ rabiy. 420. 144. norma hidup. 15-17. 546. Juz 13. Dalam peristiwa pendidikan. Juz 6. Ibid.Juz 3 (Beirut: Dar alIhya` al-Turats al-‗ rabi. pertumbuhan intelek dan pertumbuhan social. h. 521. Pendidikan Anak dalam Islam. [17]Ulwan. [12]Ibid. (Jakarta: Pustaka Amani.

[29]Ulwan. Sunan ad-Darimi. h. Prinsip-prinsip Pendidikan Rasulullah. [34]Mahmud Khalifah dan Usamah Quthub. 426. h. h. Guru mempunyai peran ganda dan sangat strategis dalam kaitannya dengan kebutuhan siswa.[27] hammad bin I ma‘il bin Ibrahim bin al-Mughirah al-Bukhari (selanjutnya disebut alBukhari). 1407 H). 28. (Jakarta: Gema Insani Presss. 7. h 100 [33]At-Tirmidzi. guru sebagai orang tua. h. [37]Abuddin Nata dan Fauzan. 22. [38]M. Peran dimaksudkan adalah guru sebagai guru. tth).. h. 152.. Alawi al-Makki. [30]Abu al-Husin Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi an Naisaburi. 99. Juz 5. [28]Al-Bukhari. Juz 6 (Beirut: Dar al-Jail. h. 312. 8-9. Shahih Bukhari.atba‘ah al-Amiriyah.. [32]‗ bd llah bin ‗ bd rrahman b hammad ad-Darimi. 2002). Shahih Bukhari. al-Jami‟ alShahih al-Musamma Shahih Muslim. jika komunikasi dan interaksi antara guru dengan siswa terjadi secara intensif. h. dan guru sebagai sejawat belajar. 48. h. [36]Ibid. 2005). Mengembangkan interaksi guru dan siswa yang baik March 11. 23. h. Juz 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-‗ rabi. Juz 7. [31]Ulwan. [35]Ibid. 1313 H). 8. h. 261-263. [39]Ibid. (Jakarta: Proyek Pengadaan Buku Daras UIN Jakarta. h. 2012 eksan Proses pembelajaran akan efektif. juz 20. . Guru dapat merancang modelmodel pembelajaran sehingga siswa dapat belajar secara optimal. (Mesir: al. Pendidikan dalam Perspektif Hadis.

guru sebagai orang tua. Untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran yang satu dengan yang lain. Sebagai pasangan untuk berbagai pengalaman dan beradu argumentasi dalam diskusi secara informal. Interaksi belajar-mengajar ditandai dengan satu penggarapan materi yang khusus. jika komunikasi dan interaksi antara guru dengan siswa terjadi secara intensif. bahkan merasa rindu jika tidak bertemu guru. . Guru dapat merancang model-model pembelajaran sehingga siswa dapat belajar secara optimal. 3. interaksi edukatif secara spesifik merupakan proses atau interaksi belajarmengajar itu. Peran dimaksudkan adalah guru sebagai guru. Hubungan guru dan siswa mengutamakan nilai-nilai demokratis dalam proses pembelajaran. Interaksi dalam pembelajaran lebih dikenal dengan istilah interaksi edukatif. 2. harmonis. 1. Tempat mencurahkan segala perasaan siswa. dan begitu seterusnya. Siswa mempunyai tujuan. Interaksi guru dan siswa bagaikan hubungan orang tua dan anak. akrab. Interaksi belajar-mengajar memiliki tujuan. Guru sebagai guru. Guru tidak merasa direndahkan jika siswa tidak sependapat. Guru mempunyai peran ganda dan sangat strategis dalam kaitannya dengan kebutuhan siswa. 2. Siswa merasa aman dan nyaman ketika dekat dengan guru. ciri-ciri interaksi belajar mengajar tersebut yaitu: 1. tentu kegiatannya tidak cocok kalau disuruh membaca dalam hati. dan menerima saran siswa murid yang masuk akal. dan guru sebagai sejawat belajar. memiliki ciri-ciri khusus yang membedakan dengan bentuk interaksi lain. Ada suatu prosedur (jalannya interaksi) yang terencana. dan tulus. 3. atau memang pendapat siswa yang benar. yang berusaha agar semua siswanya mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang diajarkan dengan baik. Sebagai contoh misalnya tujuan pembelajaran agar siswa dapat menunjukkan Kota Banjarmasin. mungkin akan membutuhkan prosedur dan desain yang berbeda pula. Guru sebagai orang tua. unsur lainnya sebagai pengantar dan pendukung. Dalam proses pembelajaran sehebat apapun perangkat pembelajaran dibuat oleh guru dan kompetensi guru yang baik tanpa interaksi antara guru dan siswa yang harmonis maka tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai optimal. Guru harus mampu menguasahi pola interaksi dan tehnik komonikasi yang baik dalam proses pembelajaran. maka dalam melakukan interaksi perlu adanya prosedur atau langkah-langkah sistematis dan relevan. Agar dapat mencapai tujuan secara optimal. dengan menempatkan siswa sebagai pusat perhatian. yakni untuk membantu anak dalam suatu perkembangan tertentu. Peran guru sebagai guru lebih dominan dilakukan dalam proses pembelajaran di kelas. Inilah yang dimaksud interaksi belajar-mengajar itu sadar tujuan.Proses pembelajaran akan efektif. Pekerjaan utama guru adalah mengajar dan mendidik siswa siswa.. tempat mengadu siswa ketika mengalami gangguan. hangat. Guru sebagai teman.

Dalam interaksi belajar-mengajar. 5. Ada batas waktu. .Dalam hal ini materi harus didesain sedemikian rupa sehingga cocok untuk mencapai tujuan. Jagi langkah-langkah yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang sudah digariskan. Dalam hal ini guru harus tahu betul karakteristik siswa untuk menentukan sikap yang berkaitan dengan kebijakan pembelajaran. Sebagai konsekuensi bahwa siswa merupakan sentral. Sebab para siswalah yang belajar. 2. kapan tujuan itu harus sudah tercapai. apalagi komponen anak didik yang merupakan sentral. 7. Inilah yang sesuai dengan konsep KTSP. Setiap siswa memiliki pengalaman dan potensi belajar yang berbeda. 4. sehingga guru akan merupakan tokoh yang akan dilihat dan akan ditir tingkah lak nya oleh anak didik G r (―akan lebih baik ber ama i wa‖) ebagai designer akan memimpin terjadinya interaksi belajar-mengajar. guru berperan sebagai pembimbing. baik pihak guru maupun pihak siswa. Guru harus siap sebagai mediator dalam segala situasi proses belajar-mengajar. Ditandai dengan adanya aktivitas siswa. batas waktu menjadi salah-satu ciri yang tidak bisa ditinggalkan. Hal yang harus diperhatikan guru berkenaan dengan karakteristik siswa antara lain : 1. Siswa akan merasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah. berarti suatu indikator pelanggaran disiplin. Sudah barang tentu dalam hal ini perlu memperhatikan komponenkomponen yang lain. Setiap tujuan akan diberi waktu tertentu. Dalam peranannya sebagai pembimbing ini guru harus berusaha menghidupkan dan memberikan motivasi agar terjadi proses interaksi yang kondusif. Disiplin dalam interaksi belajar-mengajar ini diartikan sebagai suatu pola tingkah laku yang diatur sedemikian rupa menurut ketentuan yang sudah ditaati oleh semua pihak dengan secara sadar. kalau siswa hanya pasif saja. Di dalam interaksi belajar-mengajar membutuhkan disiplin. Aktivitas siswa dalam hal ini. Setiap siswa memiliki tendensi untukmenentukan kehidupanya sendiri. Peran guru sebagai orang tua dilakukan di lingkungan sekolah lebih bersifat hubungan emosional dan penyeteraan perasaan guru dan siswa. maka merekalah yang harus melakukannya. Jadi tidak ada gunanya guru melakukan kegiatan interaksi belajar-mengajar. Penyimpangan dari prosedur. maka aktivitas siswa merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya interaksi belajarmengajar. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam sistem berkelas (kelompok siswa). 6. baik secara fisik maupun secara mental aktif. Interaksi lebih berdasarkan kasih sayang dan saling pengertian oleh karenanya keterbukaan siswa dalam hal permasalahan pribadi maupun masalah yang berhubungan dengan pembelajaran dapat terungkap. Materi harus sudah didesain dan disiapkan sebelum berlangsungnya interaksi belajar-mengajar. Mekanisme konkrit dari ketaatan pada ketentuan atau tata tertib ini akan terlihat dari pelaksanaan prosedur.

maka hal ini sama dengan guru telah merampas kesempatan belajar siswa. Siswa lebih menyenangi hal-hal yang bersifat kongkrit dan praktis. Seorang guru tidak akan dapat bekerja sama dengan siswa apabila dia tidak ingin memahami atau belajar tentang mereka. . 5. berupaya menghargai siswa dengan menunjukan minat yang sungguh-sungguh pada pengetahuan dan pengalaman mereka 4. Guru perlu mengembangkan sikap kesederajatan agar bisa diterima sebagai teman atau mitra kerja oleh siswanya 6. Karena siswa merupakan pelaku utama dalam pembelajaran. Dalam berperan sebagai orang tua dan sebagai sahabat seorang guru dalam proses pembelajaran dan berinterakdi harus memperhatikan hal-hal dibawah ini: 1. Bersikap akrab dan melebur. Siswa lebih memberikan perhatian pada hal-hal menarik bagi dia dan menjadi kebutuhannya. Hubungan dengan siswa sebaiknya dilakukan dalam suasana akrab. Bersikap sabar. Dalam peran ini guru akan mudah memasukkan nilai-nilai hidup maupun pranata-pranata sekolah dalam menangani permasalahan siswa. 3. Menghargai dan rendah hati. Siswa lebih suka menerima saran-saran daripada diceramahi. maka guru harus memberi kesempatan agar siswa dapat aktif. sehingga siswa tidak merasa kaku dan sungkan dalam berhubungan dengan guru. Peran guru sebagai teman bisa dilakukan di lingkungan sekolah maupun luar lingkungan sekolah. 2. Bersikap sederajat. Mau belajar. 4. 6. Jika guru kurang sabar melihat proses yang kurang lancar lalu mengambil alih proses itu. Upaya pengalihan peran dari fasilitator kepada siswa bisa dilakukan sedikit demi sedikit. bersifat dari hati ke hati (interpersonal realtionship). Aspek utama pembelajaran adalah proses belajar yang dilakukan oleh siswa itu sendiri. Mendengarkan dan tidak mendominasi. Siswa lebih menyukai pemberian penghargaan (reward) dari pada hukuman ( punishment ) Jika dalam menyelesaikan masalah siswa baik dalam proses pembelajaran maupun masalah individual siswa dirasakan kurang optimal hasilnya maka guru bisa menggunakan pendekatannya sebagai teman.3. 5. santai.

sehingga diperoleh pemahaman yang kaya diantara keduanya. Oleh karena itu. Tidak berusaha menceramahi. agar siswa memahami bahwa semua orang selalu masih perlu belajar 11. untuk mencari kesepakatan dan jalan keluarnya. Biasanya siswa akan lebih terbuka apabila telah tumbuh kepercayaan kepada guru yang bersangkutan. pendirian. Berwibawa. Oleh karena itu. guru tidak perlu menunjukkan diri sebagai orang yang serba tahu. potensi terbesar setiap siswa adalah kemauan dari manusianya sendiri untuk merubah keadaan . guru juga jangan segan untuk berterus terang bila merasa kurang mengetahui sesuatu.7. diupayakan guru bersikap netral dan berusaha memfasilitasi komunikasi di antara pihakpihak yang berbeda pendapat. Dalam hal ini. Tidak memihak dan mengkritik. Meskipun pembelajaran harus berlangsung dalam suasana yang akrab dan santai. Perlu diingat. Bersikap terbuka. tetapi berusaha untuk saling berbagai pengalaman dengan siswanya. 9. 8. 10. dan keyakinan tersendiri. Bersikap positif. sehingga siswa akan tetap menghargainya. Guru mengajak siswa untuk mamahami keadaan dirinya dengan menonjolkan potensi-potensi yang ada. seorang fasilitator sebaiknya tetap dapat menunjukan kesungguhan di dalam bekerja dengan siswanya. Di tengah kelompok siswa seringkali terjadi pertentangan pendapat. bukan sebaliknya mengeluhkan keburukan-keburukannya. Siswa memiliki pengalaman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful