A.

Pengantar

Pengumpulan data merupakan salah satu tahapan sangat penting dalam penelitian. Teknik pengumpulan data yang benar akan menghasilkan data yang memiliki kredibilitas tinggi, dan sebaliknya. Oleh karena itu, tahap ini tidak boleh salah dan harus dilakukan dengan cermat sesuai prosedur dan ciri-ciri penelitian kualitatif (sebagaimana telah dibahas pada materi sebelumnya). Sebab, kesalahan atau ketidaksempurnaan dalam metode pengumpulan data akan berakibat fatal, yakni berupa data yang tidak credible, sehingga hasil penelitiannya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian demikian sangat berbahaya, lebih-lebih jika dipakai sebagai dasar pertimbangan untuk mengambil kebijakan publik.

Misalnya, jika peneliti ingin memperoleh informasi mengenai persepsi guru terhadap kurikulum yang baru, maka teknik yang dipakai ialah wawancara, bukan observasi. Sedangkan jika peneliti ingin mengetahui bagaimana guru menciptakan suasana kelas yang hidup, maka teknik yang dipakai adalah observasi. Begitu juga jika, ingin diketahui mengenai kompetensi siswa dalam matapelajaran tertentu, maka teknik yang dipakai adalah tes, atau bisa juga dokumen berupa hasil ujian. Dengan demikian, informasi yang ingin diperoleh menentukan jenis teknik yang dipakai (materials determine a means). Itu pun masih ditambah dengan kecakapan peneliti menggunakan teknik-teknik tersebut. Bisa saja terjadi karena belum berpegalaman atau belum memiliki pengetahuan yang memadai, peneliti tidak berhasil menggali informasi yang dalam, sebagaimana karakteristik data dalam penelitian kualitatif, karena kurang cakap menggunakan teknik tersebut, walaupun teknik yang dipilih sudah tepat. Solusinya terus belajar dan membaca hasil-hasil penelitian sebelumnya yang sejenis akan sangat membantu menambah kecakapan peneliti. Penggunaan istilah „data‟ sebenarnya meminjam istilah yang lazim dipakai dalam metode penelitian kuantitatif yang biasanya berupa tabel angka. Namun, di dalam metode penelitian kualitatif yang dimaksudkan dengan data adalah segala informasi baik lisan maupun tulis, bahkan bisa berupa gambar atau foto, yang berkontribusi untuk menjawab masalah penelitian sebagaimana dinyatakan di dalam rumusan masalah atau fokus penelitian. Di dalam metode penelitian kualitatif, lazimnya data dikumpulkan dengan beberapa teknik pengumpulan data kualitatif, yaitu; 1). wawancara, 2). observasi, 3). dokumentasi, dan 4). diskusi terfokus (Focus Group Discussion). Sebelum masing-masing teknik tersebut diuraikan secara rinci, perlu ditegaskan di sini bahwa hal sangat penting yang harus dipahami oleh setiap peneliti adalah alasan mengapa masing-masing teknik tersebut dipakai, untuk memperoleh informasi apa, dan pada bagian fokus masalah mana yang memerlukan teknik wawancara, mana yang memerlukan teknik observasi, mana yang harus kedua-duanya dilakukan, dst. Pilihan teknik sangat tergantung pada jenis informasi yang diperoleh. 2. Observasi Selain wawancara, observasi juga merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang sangat lazim dalam metode penelitian kualitatif. Observasi hakikatnya merupakan kegiatan dengan menggunakan pancaindera, bisa penglihatan, penciuman, pendengaran, untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian. Hasil observasi

berupa aktivitas, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu, dan perasaan emosi seseorang. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian. Bungin (2007: 115-117) mengemukakan beberapa bentuk observasi, yaitu: 1). Observasi partisipasi, 2). observasi tidak terstruktur, dan 3). observasi kelompok. Berikut penjelasannya: 1) Observasi partisipasi adalah (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan di mana peneliti terlibat dalam keseharian informan. 2) Observasi tidak terstruktur ialah pengamatan yang dilakukan tanpa menggunakan pedoman observasi, sehingga peneliti mengembangkan pengamatannya berdasarkan perkembangan yang terjadi di lapangan. 3) Observasi kelompok ialah pengamatan yang dilakukan oleh sekelompok tim peneliti terhadap sebuah isu yang diangkat menjadi objek penelitian.

menurut Patton Bahwa persepsi selektif pada manusia menyebabkan munculnya keragu-raguan terhadap validitas dan reliabilitas observasi sebagai suatu metode pengumpulan data yang ilmiah. Tanpa keterampilan demikian. Menanggapi keragu-raguan tersebut Patton mengingatkan bahwa persepsi selektif yang mewarnai bias-bias dan minat pribadi tersebut sesungguhnya terjadi pada kebanyakan orang awam yang memang tidak terlatih. Agar memberikan data yang akurat dan bermanfaat. Mengabdi kepada tujuan-tujuan penelitian yang telah dirumuskan. atau pembuktian terhadap informasi/keterangan yang diperoleh sebelumnya. dan membedakannya dari upaya mencatat semua hal yang tidak perlu secara berlebihan. Oleh karena itu. Observasi yang berarti mengamati bertujuan untuk mendapat data tentang suatu masalah sehingga diperoleh pemahaman atau sebagai alat rechecking. tidak perlu dibahas secara khusus. Peneliti seyogyanya dapat menentukan kapan perlu dan harus menulis secara detail. observasi kadang dianggap dapat dilakukan oleh siapapun. observasi dapat menjadi alat penyelidikan ilmiah. mencatatat fenomena yang muncul. apabila: 1. Pengamatan yang tidak langsung misalnya melalui quesionere dan tes. Observasi seringkali menjadi bagian dalam penelitian dalam berbagai disiplin ilmu baik ilmu eksakta maupun ilmu-ilmu sosial. serta telah mengadakan persiapan yang teliti dan lengkap. terbebani oleh banyaknya hal yang terlibat dalam proses observasi tanpa dapat memilih secara tepat apa yang harus dilaporkan. Latihan observasi mencakup belajar mengadakan observasi secara umum pada konteks atau subjek yang dipilih. dapat berlangsung dalam konteks laboratorium (eksperiental) maupun alamiah. Sebagai metode ilmiah observasi bisa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomena-fenomena yang diselidiki. maupun mengadakan observasi dengan fokus-fokus khusus. Karena kedapatannya dengan suasana kehidupan sehari-hari (selama masih hidup. dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. Justru karena observasi selalu terlibat dalam proses pengambilan data. karena dalam cara-cara tertentu kita selalu terlibat dalam proses mengamati. observasi terkadang diangap sebagi metode yang kurang ilmiah. Apa yang dilihat seseorang sangat tergantung pada minat. bias-bias dan latar belakang mereka. . Istilah observasi berasal dari bahasa Latin yang berarti „MELIHAT‟ dan „MEMPERHATIKAN‟. Dalam arti yang luas observasi sebanarnya tidak hanya terbatas kepada pengamatan yang dilakukan baik secara langsung ataupun tidak langsung. semua orang melakukan observasi). Setiap individu dapat memiliki persepsi yang sangat berbeda mengenaisuatu fenomena yang sama. dan mengembangkan kedisiplinan mencatatat kejadian lapangan secara lengkap dan menditail. Beberapa penelitian baik itu kualitatif maupun kuantitif mengandung observasi di dalamnya.PENGERTIAN OBSERVASI Observasi barangkali menjadi metode paling dasar dan paling tua dalam sebuah penelitian. peneliti akan mengalami kebingungan. observasi sebagai metode ilmiah harus dilakukan oleh peneliti yang sudah melewati latihan-latihan memadai. Peneliti juga perlu berlatih begaimana menuliskan hasil observasi secara deskriptif. Menurut Jehoda. sadar maupun tidak. Istilah observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan secara akurat.

Impresi dan perasaan pengamat akan menjadi bagian dari data yang pada gilirannya dapat dimafaatkan untuk memahami fenomena yang diteliti. Observasi memungkinkan peneliti untuk bersikap terbuka. 4. berorientasi pada penemuan daripada pembuktian. Dengan berada dalam situasi lapangan yang nyata. Hal ini banyak terjadi pada anak-anak. kecenderungan untuk dipengaruhi berbagai konseptualis (yang ada sebelumnya) tentang topic yang diamati akan berkurang. Observasi dirasakan lebih tidak mengancam dibandingkan cara pengumpulan data yang lain. 3. 2. Berbeda dengan wawancara. Patton (1990) mengatakan bahwa data hasil observasi menjadi penting. TUJUAN OBSERVASI Pada dasarnya observasi bertujuan untuk mendeskripsikan setting yang dipelajari. aktivitasaktivitas yang berlangsung. 5. dan ketelitiannya sebagaimana data ilmiah lainnya. Deskripsi harus kuat. Dicatat dan dihubungkan secara sistematik dengan proporsi-proporsi yang lebih umum. Peneliti akan mendapatkan pemahaman lebih baik tentang konteks dalam hal yang diteliti ada atau terjadi. karena : 1. dan makna kejadian dilihat dari perspektif mereka terlibat dalam kejadian yang diamati tersebut. 4. orang-orang yang terlibat dalam aktivitas. Memungkinkan mengukur banyak perilaku yang tidak dapat diukur dengan menggunakan alat ukur psikologi yang lain (alat tes). 3. bukan terjadi secara tidak teratur. relibilitas. 3.2. Jawaban terhadap pertanyaan akan diwarnai oleh persepsi selektif individu yang diwawancara. tidak hanya dilakukan untuk memenuhi rasa ingin tahu semata-mata. observasi perlu dilakukan karena bebarapa alasan: 1. Dapat di cek dan dikontrol validitas. dan mempertahankan pilihan untuk mendekati masalah secara induktif. observasi memungkinkan peneliti melihat hal-hal yang oleh pertisipan atau subjek peneliti sendiri kurang disadari. Direncanakan secara sistematik. 2. Mengingat individu yang telah sepenuhnya terlibat dalam konteks hidupnya seringkali mengalami kesulitan merefleksikan pemikiran mereka tentang pengalamannya. sehingga sering observasi menjadi metode pengukur utama. Observasi memungkinkan peneliti merefleksi dan bersikap introspektif terhadap penelitian yang dilakukannya. Pada anak-anak observasi menghasilkan informasi yang lebih akurat . Observasi memungkinkan penelitian memperoleh data tentang hal-hal yang karena berbagai sebab tidak diungkap oleh subjek penelitian secara terbuka dalam wawancara. faktual sekaligus teliti tanpa harus dipenuhi berbagai hal yang tidak relevan. observasi memungkinkan peneliti bergerak lebih jauh dari persepsi selektif yang ditampilkan subjek penelitian atau pihak-pihak lain. Bagi psikolog. Prosedur testing formal seringkali tidak ditangapi serius oleh anak-anak sebagaimana orang dewasa.

Untuk mengethui perkembangan anak pada tahap tertentu. 4. ruang bermain. Bagi anak-anak. Dalam setiap observasi yang dilakukan selalu tercakup ketiga dimensi diatas. berpatisipasi langsung sekaligus mengamati.dibandingkan orang dewasa sebab orang dewasa akan memperlihatkan perilaku yang dibuat-buat bila merasa sedang diobservasi. DIMENSI OBSERVASI Secara umum setiap observasi yang dilakukan tercakup dalam tiga dimensi. 3. Bisa Psrtisipan-Overt-Alamiah (poa). Alamiah dan Buatan. 5. Hal-hal tersebut tidak dilakukan peneliti yang melakukan observasi tidak terlibat (tidak partisipatif). Patton menjelaskan berbagai alternatif cakupan dalam pendekatran observasi yang perlu dipertimbangkan dengan baik. Keputusan sejauh mana peneliti perlu terlibat dalam aktivitas yang diteliti tergantung pada banyak hal. konteks politis. Dilakukan di luar ruang konseling. 7. Sebagai informasi status anak/remaja (di sekolah) untuk keperluan bimbingan dan konseling. dalam arti tidak terlibat dalam aktivitas yang diamatinya tersebut (partisipasi atau non partisipasi). Untuk keperluan asesmen awal. Dari beberapa kali pertemuan psikolog tahu kemajuan yang dicapai klien. ruang kelas. Partisipan dan Non partisipan. 3. Bila sebagian peneliti menyatakan keterlibatan aktif dalam konteks yang diamati merupakan cara paling ideal. Untuk merancang rencana individual (individual plan) bagi klien berdasarkan kebutuhan. Untuk menentukan kelebihan dan kelemahan observe dan menggunakan kelebihan tersebut untuk meningkatkan kelemahan klien. 2. Apakah pengamat berpartisipasi aktif dalam setting yang diamatinya ataukah ia menjadi pengamat pasif. Yang paling . 8. Sebagai dasar/titik awal dari kemajuan klien. maupun pertanyaanpertanyaan penelitian. dengan berbagai kombinasi. dokter. halaman. misalnya: ruang tunggu. Oleh karena itu. dll. tujuan observasi seorang psikolog pada dasarnya adalah: 1. yaitu: 1. Overt dan Covert. Patton menganjurkan agar kita tidak perlu berpikir demikian. Pengamat yang partisipatif akan menggunakan strategi pendekatan lapangan yang beragam secara stimulant mengkombinasikan analisis dokumen. Partisipan-Covert-Buatan (pcb). 2. Untuk memecahkan masalah yang berhubungan dengan klien. dan melakukan instrospeksi. Digunakan dalam memberi laporan pada orang tua. guru. TEKNIK OBSERVASI A. 6. yaitu: 1. mewawancara responden dan informan. antara lain sifat fenonema yang diteliti. dan lain sebagainya. Non partisipan-Overt-Alamniah (noa).

Dalam kasus-kasus tertentu. Variasi berkenaan dengan focus observasi: fenomena utuh aspek-aspek khusus? Ada observasi yang difokuskan pada fenomena utuh. tinjauan etis mengungkapkan problema berbeda: apakah etis melakukan observasi sistematis tanpa memberi tahu dan meminta izin? 3.penting adalah negosiasikan dan menyesuaikan derajat pertisipasi aktif peneliti dengan karekteristik subjek atau objek penelitian. apalagi bila fenomena yang diteliti adalah fenomena spesifik yang berlangsung pada saat-saat tertentu saja. Sebaliknya. Apakah observasi perlu dilakukan dalam jangka waktu lama. maupun konteks sosial politik yang melingkupi fenomena yang diteliti. Apakah peneliti melakukan observasinya tertutup/terselubung? (overt atau covert) secara terbuka. dengan maksud agar peneliti dapat memeperoleh pemahaman holistic mengenai budaya kelompok yang ditelitinya. Sementara. sifat interaksi peneliti-subjek penelitian. 4. dilakukan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. individu yang tidak menyadari bahwa ia sedang diamati akan bertingkah laku biasa (tidak dibuat-buat atau disesuaikan dengan harapan sosial). misalnya dengan memfokuskan pada aspek-aspek atau elemen-elemen tertentu saja dari keseluruhan yang kompleks. Sedangkan Banister menambahkan beberapa variasi pendekatan yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut. dalam studi ilmu sosial pada umumnya tujuan digunakannya observasi adalah untuk mengungkap kompleksitas dan pola-pola realitas sosial. waktu observasi yang terlalu lama tidak diperlukan. Karenanya sebagian peneliti berpendapat observasi yang tidak terbuka (covert) akan meyakinkan peneliti menangkap kejadian yang sesungguhnya daripada observasi terbuka. Walaupun demikian. keterlibatan dan partisipasi aktif pengemat justru dapat memunculkan masalah dan mengganggu langkah-langkah pengumpulan data. Ada pula observasi yang sempit.  Variasi dalam fokus observasi . dalam situasi seperti ini dibutuhkan pelatihan meluas pada semua aspek yang terlibat. observasi dapat berlangsung sangat lama. Dalam situasi yang demikian. Untuk studi yang lebih praktis. yaitu:  Variasi dalam struktur observasi Dapat bervariasi mulai dari observasi yang dilakukan secara sangat terstruktur dan mendetai sampai pada observasi yang tidak terstruktur. 2. yang penting adalah keberhasilan peneliti melakukan observasi terhadap fenomena khusus yang jarang terjadi tersebut. atau cukup dalam waktu yang terbatas? Dalam tradisi studi antropologi. ataukah secara Diyakini bahwa manusia pada umumnya akan bertingkah laku berbeda bila tahu bahwa mereka diaamti.

tahu sama tahu. Suatu observasi disebut observasi partisipan jika orang yang mengadakan observasi (observer) turut ambil bagian dalam kehidupan observee. Berpartisipasi secara fungsional. Maksudnya peneliti sebenarnya bukan anggota asli kelompom yang diteliti melainkan dalam peristiwa-peristiwa tertentu bergabung dan berpartisipasi dengan subjek yang diteliti dalam kapasitas sebagai pengamat. Berpatisipasi secara lengkap. 2.  Variasi dalam metode dan sarana/instrument yang dilakukan untuk melakukan dan mencatat observasi. Observasi Partisipasi Jenis teknik observasi partisipan umumnya digunakan orang untuk penelitian yang sifatnya eksploratif. yaitu: Observasi Partisipan-Observasi Nonpartisipan. atau alat-alat yang lebih canggih seperti perekam suara dan gambar. .Dapat bervariasi mulai dari dikonsentrasikan secara sempit pada aspek-aspek tertentu saja (missal: bentuk komunikasi nonverbal tertentu saja) atau diarahkan secara luas pada berbagai aspek yang dianggap relevan. Observasi SistematikObserbasi Nonsistematik dan Observasi Eksperimental. dipakainya lembar pengecek. Pengamatan partisipatif memungkinkan peneliti dapat berkomusikasi secara akrab dan leluasa dengan observee dan memungkinkan untuk bertanya secara lebih rinci dan getail terhadap hal-hal yang tidak akan dikemukakan dalam tida jenis observasi. 3.Observasi Noneksperimental. Peneliti menjadi anggota penuh dari kelompok yang diamati sehingga peneliti mengetahui dan menghayati secara utuh dan mendalam sebagaimana yang dialami subjek yang diteliti lainnya. Untuk menyelidiki satuan-satuan sosial yang besar seperti masyarakat suku bangsa kerap kali diperlukan observasi partisipan ini. TEKNIK OBSERVASI Ada tidak jenis pokok dalam observasi yang masing-masing umumnya cocok untuk keadaankeadaan tertentu. 1. sejauh mana informasi akan disampaikan dan mengapa? B. stop watch. Berpartisipasi sebagai pengamat. penggunaan computer (note book). Mulai dari tulisan tangan. akrab. tetapi hubungan antara peneliti dan subjek yang diteliti bersifat terbuka.  Pemberian umpan balik. Apakah umpan balik (perlu) diberikan kepada orang-orang yang diamati? Bila umpan balik dismapaikan. Maksudnya peneliti ikut berpartisipasi dengan kelompom subjek yang diteliti. yaitu: 1.

namun masih perlu dibedakan mana persoalan yang penting dan tidak penting. padahal sebenarnya adalah interpretasi. Tiap-tiap pencatatan dapat mengambil dua bentuk: 1. Bentuk Kronologis. Adalah perlu sekali observer memusatkan perhatiannya pada apa yang sudah dikerangkakan dalam pedoman observasi (observation guide) dan tidak terlalu insidental dalam observasi-observasinya. sedang kelangsungan situasi cukup lama. Akan tetapi. Ini dapat diketahui dengan mudah bila dua orang observer dari latar belakang yang berlainan mengkonfrontasikan pencatatan-pencatatan mereka. yaitu memasukkan tiap-tiap kejadian dalam kategori-kategorinya masing-masing tanpa memperhatikan urutan kejadiannya.bahkan subjek yang diteliti sebagai sponsor penelitian itu sendiri. maka perlu dijalankan pencatatan dengan kata-kata kunci. 2. yang kepentingan penelitian tidak hanya bagi peneliti. dan mencatat secara bersama-sama. ketika timbul rasa curiga pada observee. Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah memisahkan antara pendataan yang faktual dengan pencatatan yang interpretatif. dan ketika observer kesulitan karena harus mencegah perhatiaannya untuk parisipasi. melainkan juga subjek yang diteliti. akan mencegah pemalsuan ingatan karena terbatasnya ingatan. Kebaikan bentuk yang pertama adalah bahwa konteks observasi masih dapat dipertahankan. Materi Observasi Persoalan tentang materi observasi sama sekali tidak dapat dilepaskan dari scope dan tujuan penelitian yang hendak diselenggarakan. Jika pencatatan on the spot tidak dilakukan. Sungguh pun begitu ada saat dimana pencatatan on the spot tidak dapat dilakukan. Beberapa persoalan pokok yang perlu mendapat perhatian secukupnya dari seorang partisipan observer adalah: a. Sudah dapat dipastikan bahwa pencacatan dengan segera terhadap kejadian-kejadian dalam situasi interaksi adalah yang terbaik. Oleh sebab itu ada baiknya jika pencatat . Maisng-masing bentuk itu mempunyai kebaikan dan kelemahannya sendiri-sendiri. b. Sungguhpun observer pertisipan mengikuti dan turut serta dalam kegiatan-kegiatan observee. Sedangkan kebaikan bentuk yang kedua adalah sekali jalan penyelidik sudah mempersiapkan penganalisaan data yang dicatat. misalnya ketika situasi yang normal terganggu. Bentuk sistematik. mengobservasi. Tidak jarang penyelidik secara tidak sadar mencatat suatu kejadian sebagai fakta. pencatatan semacam ini pun harus dilakukan dengan cara-cara yang tidak menarik perhatian dan tidak menimbulkan kecurigaan. Pencatatan on the spot. Pencatatan dapat dilakukan misalnya pada kertas-kertas kecil atau pada kertas apapu yang kelihatannya tidak berarti. Waktu dan Bentuk Pencatatan Masalah kapan dan bagaimana mengadakan pencatatan adalah masalah yang pelik dan penting bagi observasi partisipan. menurut urut-urutan kejadiannya.

dan 3. Menjaga agar situasi dalam masyarakat yang diselidiki tetap wajar. Dalam observasi partisipan observer berperan ganda yaitu sebagai pengamat sekaligus menjadi bagian dari yang diamati. Penyelidik dapat mengambil partisipasi hanya pada beberapa kagiatan sosial (partial participation). Hal ini tergantung pada situasinya. merekam. 2. memotret. Pemisahan itu penting karena: 1. dan memelihara hubungan antara observer dan observee selalu merupakan persoalan yang sangat pelik dalam observasi partisipan. Untuk membedakan mana data yang otentik dan mana yang tidak. sedangkan dalam observasi norpartisipan observer hanya memerankan diri sebagai pengamat. 1. dan ciri-ciri khusus dari tiap-tiap faktor dalam kategori-kategori itu. saling mempercayai.memberikan kode-kode tertentu untuk dua jenis pencatatan itu. Pedoman minimal yang perlu dipegang teguh oleh penyelidik dalam hal ini adalah: 1. Observasi nonpartisipan dapat bersifat tertutup dalam arti tidak diketahui oleh subyek yang diteliti ataupun terbuka yakni diketahui oleh subyek yang diteliti. dan mencatat tingkah laku atau fenomena yang teliti. sama derajad dan saling membantu secara harmonik antara observer dan observee. mempelajari. 1. Mengadakan good rapport. Jika observasi dilakukan oleh suatu team. Materi Observasi . 2. mengatur. dalam penganalisaan data tidak banyak timbul kesulitan atau perselisihan paham. tetapi juga dengan seluruh lapisan masyarakat ajang observasi. Bagaimana mengusahakan. 2. Perhatian peneliti terfokus pada bagaimana mengamati. misalnya kode (1) untuk pencatatan jenis faktual dan kode (2) untuk pencatatan jenis interpretatif. Mencegah adanya kecurigaan. Obsevasi Sistematik Observasi sistematik biasa disebut juga observasi berkerangka atau structured observation. saling tenggang rasa. Ciri pokok dari observasi ini adalah kerangka yang memuat faktor-faktor yang telah diatur kategorisasinya lebih dulu. Masalah lain yang juga perlu mendapat perhatian penyelidik yang menggunakan teknik observasi partisipan adalah memberikan “alasan” tentang kehadirannya yang dapat dimengerti dan diterima oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan. perlu diusahakan bukan saja dengan tokoh-tokoh kunci. Good rapport. yaitu hubungan antar pribadi yang ditandai oleh semangat kerjasama. Intensi dan Ekstensi Partisipasi Dalam hal luasnya partisiapasi tidaklah sama untuk semua penyelidikan dengan observasi partisipan ini. dan dapat juga pada semua kegiatan (full participation). Dan dalam tiap-tiap kegiatan itu dia dapat turut serta sedalam-dalamnya (intensive participation) atau secara minimal (surface participation).

Jika tidak dilakukan dibelakang „one way screen‟. Pertama-tama situasinya harus disiapkan sedemikian rupa sehingga para observee tidak berkeberatan menerima observer. dan perilaku-perilaku observee dalam lingkup natural. peristiwa. Observasi eksperimental dipandang sebagai cara penyelidikan yang relatif murni menyelidiki pengaruh kondisi-kondisi tertentu terhadap tingkah laku manusia. Cara-cara Pencatatan Persoalan-persoalan yang telah dirumuskan secara teliti memungkinkan jawaban-jawaban. Wilayah atau scope observasinya sendiri telah lebih dahulu dibatasi dengan tegas sesuai dengan tujuan dari penelitian. menggunakan alat-alat. Dengan kesibukannya mengadakan pencatatan. atau perilaku apa adanya tanpa adanya usaha untuk mengontrolnya. Observasi Eksperimental Observasi dapat dilakukan dalam lingkup alamiah/natural ataupun dalam lingkup eksperimental. 3. 3. dia berlandaskan pada perumusanperumusan yang lebih khusus. Observasi jenis ini menimbulkan masalah yang sama dengan observasi partisipasi untuk mengusahakan rapport yang baik. Dengan begitu kebebasan untuk memilih apa yang diselidiki adalah sangat terbatas. atau reaksi yang dapat dicatat secara teliti pula. yaitu kejadian. seorang observer tidak akan dapat menyembunyikan kenyataan-kenyataan sedang mengadakan penyelidikan. Dalam observasi alamiah observer mengamati kejadian-kejadian. bukan situasi kehidupan masyarakat seperti pada observasi partisipan yang umumnya digunakan dalam penelitian eksploratif. 2.Jenis-jenis gejala atau tingkah laku tertentu yang timbuk dapat dihitung dan ditabulasikan. Sebagai alat untuk penyelidikan deskriptif. kerjasama dan persaingan prestasi belajar. peristiwa-peristiwa. Parumusan-perumusan masalah yang hendak diselidiki pun sudah dikhususkan. Ini kadang-kadang dijadikan ciri yang membedakan observasi sistematik dari observasi partisipan. Sebab faktor-faktor lain . respon. Dalam pada itu pengalaman-pengalaman menunjukkan bahwa jika sebelum penyelidikan yang sebenarnya observer sudah pernah hadir dalam situasi sekali atau beberapa kali umumnya. Ketelitian yang tinggi pada prosedur observasi inilah yang memberikan kemungkinan pada penyelidik untuk mengadakan „kuantifikasi‟ terhadap hasil-hasil penyelidikannya. dan sebagainya. dan kesibukan-kesibukan lainnya. misalnya hubungan antara pengikut.Isi dan luas situasi yang akan diobservasi dalam observasi sistematik umumnya lebih terbatas. mendapatkan kerjasama yang sebaik-baiknya dengan observee adalah syarat mutlak dalam observasi sistematik. kehadirannya di sudut kamar tidak banyak mempengaruhi kegiatan-kegiatan grup yang sedang berjalan. Hubungan antara Observer dan Observee Dalam observasi sistematik hubungan observer dan observee mengajukan suatu persoalan yang pelik. Kerena itu. Ini akan sangat memudahkan pekerjaan analisa hasilnya nanti.

4. Pencatatan dilakukan sesegera mungkin pada tingkah laku yang istimewa. Dengan check list ini lebih dapat dijamin bahwa penyelidik mencatat tiap-tiap kejadian yang telah ditetapkan hendak diselidiki. bukan hanya jumlah reaksi semata-mata. antara lain : 1. Anekdotal Observer mencatat hal-hal yang penting. Catatan Berkala Dalam catatan berkala penyelidik yang mencacat macam-macam kejadian khusus sebagimana pada observasi anecdotal. Situasi sedemikian rupa sehingga observee tidak tahu maksud yang sebenarnya dari observasi.yang mempengaruhi tingkah laku observee telah dikontrol secermat-cermatnya sehingga tinggal satu-dua faktor untuk diamati bagaimana pengaruhnya terhadap dimensi-dimensi tertentu terhadap tingkah laku. Akan tetapi. Rating Scale . dan observer tinggal memberi tanda check secara cepat tentang ada tidaknya aspek perbuatan yang tercantum dalam list. melainkan hanya pada waktu-waktu tertentu. Ciri-ciri penting bagi observasi eksperimental adalah sebagai berikut :     Observer dihadapkan pada situasi perangsang yang dibuat seseragam mungkin untuk semua observee. kerugian dari bentuk seperti ini adalah memakan waktu yang agak lama. Ada bermacam-macam aspek perbuatan yang biasanya dicantumkan dalam check list. bukan bagaimana menurut pendapatnya. 3. kemudian menuliskan kesan-kesan umumnya. Check List Check list adalah suatu daftar yang berisi nama-nama subyek dan faktor-faktor yang hendak diselidiki. Situasi dibuat sedemikian rupa untuk memungkinkan variasi timbulnya tingkah laku yang akan diamati oleh observer. Observer harus mencatat secara teliti apa dan bagaimana kejadian. Setelah dia menghentikan penyelidikannya dan mengadakan penyelidikan lagi pada saat ini dengan cara yang sama seperti sebelumnya. PROSES OBSERVASI A. Observer atau alat pencatat membuat catatan-catatan dengan teliti mengenai cara-cara observee mengadakan aksi reaksi. 2. Apa yang dia lakukan adalah mengadakan observasi cara-cara orang bertindak dalam jangka waktu tertentu. ALAT OBSERVASI Ada bebarapa alat observasi yang digunakan dalam situasi-situasi yang berbeda-beda. Check list dimaksudkan untuk mensistematikan catatan observasi.

Pencatatan gejala yang satu dan dibawa-bawa dalam pencatatan gejalan lainnya ini pasti tidak akan menghasilkan fakta-fakta yang sesuai dengan keadaannya. misalnya seorang observer mungkin terpikat oleh tingkah laku yang sopan dari orang yang diamati. 5. Dengan cara ini deskripsi yang panjang lebar tidak diperlukan. Sehingga hal ini perlu diperhatikan oleh seorang peneliti yang hendak meneliti suatu gejala. yaitu: a. b. dan relatif menunjukkan keseragaman antara pencatat dan sangat mudah untuk dianalisis secara statistik. Rating scale mempunyai kesamaan dengan ckeck list. sedang observer tidak menyelidiki kesan-kesan umum itu. demikian ada beberapa sumber kesesatan yang perlu mendapat perhatian dari observer. dan memberikan penilaian yang tinggi pada observe tanpa memperhatikan pada aspek yang sebenarnya hendak diamati. sedang observer sendiri adalah orang yang biasa berpakaian rapi. Jadi. Generosity Effects Kesesatan dapat terjadi karena keinginan untuk berbuat baik. Hallo Effects Kesesatan „halo‟ terjadi jika observer dalam pencatatan terpikat oleh kesan-kesan umum yang baik pada observe. dan waktu sangat dihemat oleh karenanya. Carry Over Effects Carry over effects terjadi jika pencatat tidak dapat memisahkan satu gejala dari yang lain dan jika gejala yang satu kelihatan timbul dalam keadaan yang baik. Rating scale ini sangat populer karena pencatatanya sangat mudah. Keuntungan dari observasi yang menggunakan alat ini adalah:  Dapat diputar kembali setiap dibutuhkan. Dan sebaliknya seorang observer dapat memberi nilai yang lebih rendah daripada semestinya tentang suatu hal yang oleh karena observe berpakaian yang kurang rapi. . gejala yang lainnya juga dicatat dalam keadaan baik. Observer tinggal member tanda-tanda tertentu dan mengecek pada tingkat-tingkat tingkah laku tertantu. Dalam keadaan-keadaan yang meragukan seorang observer mempunyai kecenderungan seorang observer mempunyai kecenderungan untuk menilai yang menguntungkan (atau merugikan) observee. c. Namun. Mechanical Devices Perkembangan alat-alat optika yang maju memungkinkan seorang observer menggunakan alat pencatat mesin seperti kamera video untuk menyelidiki tingkah laku orang. Biaya untuk ini sangat mahal tetapi pada kesempatan-kesempatan tertentu diperlukan juga. sungguhpun kenyataannya tidak begitu. Rating scale umumnya terdiri dari suatu daftar yang berisi ciri-ciri tingkah laku yang harus dicatat secara bertingkat observasi diminta mencatat pada tingkat yang bagaimana suatu gejala atau ciri tingkah laku timbul.Rating scale adalah pencatatan gejala menurut tingkat-tingkatnya.

2. Apa yang dilakukan tidak ubahnya sebagaimana yang dilakukan subjek yang diteliti.   Dapat diputar lambat-lambat untuk memungkinkan analisa yang diteliti tentang tingkah laku manusia. Untuk seorang perancang reseach memberikan bahan-bahan yang berharga untuk mengembangkan problema-problema penelitian. Kehadirannya sebagai orang asing diketahui oleh orang yang diamati. peneliti harus segera membuat catatannya secepatnya sebelum tertumpuk oleh informasi lainnya. B. Sebagai alat untuk melatih observer untuk memperbaiki kecermatan dan ketelitian observasinya. sebaiknya peneliti tidak membuat catatan selama penelitian. 4. . tetapi juga bisa lebih menjadi pengarah acara sebuah peristiwa terarah dengan skenario peneliti agar kedalaman dan keutuhan datanya tercapai. misalnya dengan menggunakan kaca “one way mirror“ seperti pengamatan pada sekelompok anak-anak dengan perilaku di dalam kelas dalam suatu ruangan atau kelas. Agar kehadiran peneliti tidak mempengaruhi sifat alamiah subjek. Observer berperan penuh Pada observasi ini peneliti bisa jadi sebagai anggota resmi dari kelompok yang diamati atau sebagai orang dalam atau orang luar tetapi telah dianggap sebagai orang dalam. dan bagaimanapun hal ini membawa pengaruh. bukan sekedar partisipasi aktif dalam kegiatan subjek yang diteliti. 3. tetapi peneliti telah dianggap sebagai bagian dari mereka dan kehadirannya tidak mengganggu atau mempengaruhi sifat naturalistik. Observer berperan aktif Dalam observasi ini peneliti dapat memainkan berbagai peran yang dimungkinkan dalam suatu situasi sesuai dengan kondisi subjek yang diamati. atau menggunakan teropong jarak jauh untuk mengamati perilaku seorang atau sekelompok orang. kehadiran dalam area penelitian hanya untuk melakukan observasi tetapi tidak diketahui oleh subyek yang diamati. Observer berperan pasif Dalam jenis ini observer mendatangi peristiwa. Observasi jenis ini bisa dilakukan. yang belum tentu dapat dilakukan dalam kegiatan normal. akan tetapi kehadirannya di lapangan menunjukkan peran yang peling pasif. Keberadaan peneliti sebenarnya diketahui oleh subjek yang diteliti. Observer tidak berperan sama sekali Dalam Observasi observer tidak berperan. Tetapi setelah selesai melakukan pengamatan. OBSERVER Spradley (1980) menyebutkan bahwa peran observer dalam metode observasi adalah: 1. Pengamatan semacam itu juga bisa dilakukan dengan cara menggunakan rekaman video sehingga peneliti benar-benar tidak melakukan peran sama sekali. Peran peneliti dalam observasi terlibat penuh. Cara ini dilakukan semata untuk dapat mengakses data yang diperlukan bagi penelitian. kecuali mungkin dengan menggunakan perekaman secara tersembunyi.

indra pada suatu waktu. Mampu memahami kode-kode / tanda-tanda tingkah laku untuk membedakan tingkah laku yang satu dengan yang lain. Juga perlu mengetahui perbedaan mengekspresikan emosi ke dalam perilaku bagi masing-masing kelompok masyarakat. 3. . Seorang observer harus bisa memahami dengan cepat perilaku yang ditunjukkan oleh observee dan bagaimana respon yang harus diberikan. dan ingatan manusia. Keterbatasan wilayah pandang. Dapat melihat hal-hal yang detail Seorang observer harus mampu mengamati perilaku observee sampai pada perilaku yang sekecil-kecilnya. karena bisa saja perilaku yang dianggap tidak penting justru merupakan perilaku yang sangat penting. Membagi perhatian Seorang observer harus mampu membagi perhatiannya antara mengamati tindakan yang dilakukan oleh observee dan mencatat perilaku tersebut. yaitu:        Prasangka-prasangka dan keinginan-keinginan dari observer. Menjaga hubungan antara observer dan observee Kemampuan menjalin hubungan baik dengan observe merupakan faktor yang sangat penting dalam observasi. Keterbatasan panca indra. Ketangkasan menggunakan alat-alat pencatatan. 4. 5. Kemampuan menangkap hubungan sebab akibat tergantung pada keadaan mental.Dalam melakukan observasi ada beberapa hal yang mempengaruhi kecermatan dalam observasi. kemampuan pengamatan. Oleh karena itu untuk dapat menjadi seorang observer yang baik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut : 1. Pengertian observer tentang gejala yang diobservasi. 6. Dapat mereaksi dengan cepat dan menerangkan contoh-contoh tingkah laku secara verbal/non verbal. Ketelitian pencatatan hasil-hasil observasi Ketepatan alat dalam observasi. Seorang observer hendaknya mempunyai kemampuan untuk membedakan tanda-tanda tingkah laku agar dapat membedakan tingkah laku yang satu dengan yang lainnya. 2. Mengerti latar belakang tentang materi yang akan diobservasi Untuk mengobservasi tentang perkembangan anak maka seorang observer harus mengusai teori tentang perkembangan yang harus dilalui oleh setiap anak.

Adalah penting sekali untuk menetapkan lebih dahulu simbol-simbol statistik atau rumusan-rumusan deskriptif yang akan digunakan untuk mencatat hasil-hasil observasi. Banyak orang merasa perlu mencatat-catat hasil observasi. Ekspresi wajah : Bagaimana ekspresi wajah observe ketika sedang berbicara. lamanya. Sebab itu ketahui dan tentukan lebih dahulu apa-apa yang perlu diobservasi. peristiwa-peristiwa. warna kulit. LANGKAH-LANGKAH DALAM OBSERVASI Rummel telah merumuskan petunjuk-petunjuk penting bagi mereka yang menggunakan metode observasi untuk mengumpulkan fakta-fakta seperti berikut: 1. Penyelidik dapat mengobservasi dan mengingat-ingat lebih banyak sifat-sifat khusus dari sesuatu jika dia telah mempunyai pengetahuan lebih dahulu tentang apa yang akan diobservasi dan jenis fenomena-fenomena apa yang perlu dicatat. Peroleh dahulu pengetahuan apa yang akan diobservasi. Penampilan fisik : yang meliputi kondisi fisik observe. dan lain-lain. 5. Pembicaraan : yaitu bagaimana isi pembicaraan yang dilakukan. Perumusan masalah dan aspek-aspek khusus dari penyelidikan akan menentukan apa yang harus diobservasi. Aktivitas yang dilakukan : Misalnya jenisnya. Dan beberapa hal yang perlu diobservasi. misalnya tinggi badan. Selidiki secara mendalam dan gunakan penyelidikan-peyelidikan yang terdahulu yang mempunyai hubungan dengan problematik reseach yang akan dilakukan untuk memperoleh petunjuk-petunjuk tentang apa yang diobservasi dan dicatat. masalah-masalah. 3. bagian tubuh mana yang sering digunakan dan bagian mana yang kurang banyak gerakan (misalnya observe selalu menggerak-gerakkan tengan ketika berbicara. 4. dan gejala-gejala yang dapat diobservasi. Selidiki tujuan-tujuan yang umum maupun khusus dari masalah-masalah reseach untuk menentukan apa yang harus diobservasi. HAL-HAL YANG DIOBSERVASI Banyak hal-hal. Check list akan menghemat pencatatan sampai minimal dan jika dibuat secara cermat akan memungkinkan penyelidik mencatat secara teliti unsur-unsur khusus dari gejala yang akan diselidiki. Cara ini akan menghemat waktu dan menyeragamkan tata kerja observasi yang dilakukan terhadap banyak peristiwa. 3. 2. Buatlah suatu cara untuk mencatat hasil-hasil observasi. yaitu: 1.C. Dalam melakukan observasi ada beberapa point yang biasanya perlu diperhatikan. berat badan. Gerakan tubuh / penggunaan anggota tubuh. Untuk melaksanakan itu umumnya digunakan check list. dimana dan sebagainya. 2. Rekasi emosi : yaitu bagaimana reaksi emosi observe. Hal ini sesuai dengan tujuan dari penelitian yang akan dilakukan. dsb). D. 6. 7. Misalnya: bagaimana postur tubuh observe. . Dalam penelitian seorang observer perlu memperhatikan bagaimana reaksi emosi observe terhadap suatu masalah yang ingin diteliti. dengan siapa. tetapi tidak berhasil untuk melakukan itu karena ketiadaan cara pencatatn yang efisien.

bagaimana setting fisik lingkungan. Ketahuilah beik-baik alat-alat pencatatan dan data caranya mencatat sebelum melakukan observasi. Catatlah tiap-tiap gejala secara terpisah. 5. Yang penting untuk diingat adalah catatan lapangan mutlak dibuat secara lengkap. Catatan lapangan harus deskriptif. 3. 6. 5. dan dicatat dengan menyertakan informasi-informasi dasar seperti dimana observasi dilakukan. Yang perlu dilakukan adalah menjabarkan situasi yang diamati segera mengambil kesimpulan tentang hal tersebut. dan menuliskannya langsung saat melakukan observasi di lapangan. Adakan dan batasai dengan tegas macam-macam tingkat kategori yang akan digunakan. Yang sangat penting untuk selalu diingat adalah peneliti yang baik akan melaporkan hasil observasinya secara deskriptif. sangat mungkin akan kehilangan nuansa yang diamati. Memahami pencatatan dan penggunaan alat. E.4. dan ditulis sedemikian rupa untuk memungkinkan pembaca menvisualisasikan setting yang diamati. Hasil interpretasi : . hal tersebut wajib dilakukan sesegera mungkin setelah peneliti meninggalkan lapangan. 4. 7. Untuk mampu menulis catatan lapangan yang lengkap dan informatif. Peneliti harus menyadari ia tidak dapat mengandalkan ingatanya saja. peneliti perlu melatih kedisiplinan untuk melakukan pencatatan secara kontinyu. apapun yang oleh peneliti dianggap penting. kerapkali perlu sekali penyelidik mengetahui besar kecilnya jenis tingkah laku yang muncul. Bila pencatatan tidak mungkin dilakukan langsung di lapangan. alatnya apa). Deskripsi interpretasi dengan menggunakan penyimpulan-penyimpulan dari peneliti harus dihadari interpretasi dengan memberikan lebel atau penjelasan sifat-sifat tidak ditunjukkan. 6. 7. PENCATATAN LAPANGAN Catatan lapangan berisi tentang hal-hal yang diamati. kecuali mencatat jumlah frekuensi dari suatu jenis tingkah laku. Secara singkat berikut langkah-langkah yang harus dilakukan dalam observasi : 1. Membatasi dengan tegas hal-hal yang akan diobservasi. Pengamat tidak mencatat kesimpulan atau interpretasi. Mengetahui/memperoleh pengetahuan yang akan diobservasi. Membuat hasil catatan-catatan/observasi. siapa yang hadir di sana. Membuat tata cara observasi (metode apa. Penulisan catatan lapangan dapat dilakukan dalam cara yang berbeda-beda. dengan keterangan tanggal dan waktu yang lengkap. Deskripsi yang memadai dalam detil. interaksi sosial dan aktifitas apa yang berlangsung dan sebagainya. tidak interpratatif. Menentukan tujuan umum dan tujuan khusus. Adakan observasi secermat-cermatnya. diberi tanggal dan waktu. Melakukan observasi dengan secermat-cermatnya. melainkan data kongrit berkenaan dengan fenomena yang diamati. 2. dan bila ia tidak segera mencatat apa yang ia amati.

14. catatan lapangan perlu juga diisi kutipan-kutipan langsung apa yang dikatakan obyek yang diamati selama proses observasi. Kuesioner yang diisi oleh pengamat untuk memberikan balikan kepada pengamat sehingga dapat lebih mengarahkan dan memperbaiki teknik pengamatannya. Jadwal observasi berisi dekripsi waktu secara rinci tentang apa yang dikerjakan. yang dapat berbentuk peta. Buku harian. apa adanya dan mendatai : Contoh : Ruangan berukuran…. apa yang diamati. yaitu gambaran umum peristiwa-peristiwa yang telah diamati oleh peneliti. terdengar suara musik dari alat perekam. Catatan kronologis. yang dibuat dalam bentuk yang teratur dan ditulis setiap hari. 6. Balikan dari pengamat lainnya. 2. Taksonomi dan ketegori yang dikembangkan selama analisa di lapangan. Piranti elektronik. 13. Bila relevan yang memungkinkan. Hal itu akan membantu peneliti dalam mengungkap prespektif orang yang diamati mengenai realitas yang alami. Pembuatan catatan lapangan. 12. 10. 5. “Topeng Steno“ yaitu alat perekam suara yang diletakkan secara tersembunyi di tubuh peneliti. Catatan tentang satuan-satuan sistematis. Kongrit. Daftar cek. sehingga dengan sendirinya dengan sendirinya juga dapat mengembangkan analisis yang lebih akurat saat menginterpretasi seluruh data yang ada. Siometik merupakan diagram hubungan antara subjek yang sedang diamati. dimana. Guba dan Lincoln telah memberikan pedoman dalam pembuatan catatan : 1. dan biasanya dilakukan pada malam hari setelah melakukan observasi. 9.Contoh : Ruangan sangat nyaman dan indah. Mereka sangat membenci satu sama lain. misalnya kamera atau video yang disembunyikan. Peta konteks. 7. yaitu: . juga dapat memperbaiki teknik pengamatan yang dipergunakannya. Dengan peta konteks ini dapat diperoleh gambaran umum tentang posisi subjek serta perkembangannya. dan tembok yang berwarna biru muda digantungi beberapa lukisan pemandangan…… Kedua tersebut saling memuku. yang merupakan catatan rinci tentang urutan peristiwa dari waktu ke waktu. Yang satu terjatuh dan lelaki yang lain kemudian menginjak sampai yang terjatuh tersebut berteriak-teriak……. sketsa atau diagram. Dalam hal ini pengamat bebas membuat catatan. pengamat meminimalkan biasnya. Banister (1994) mengemukakan hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu membuat catatan observasi. 11. kapan dan lain-lain. Dengan uraian deskriptif sekaligus informatif demikian. yang isinya diambil dari catatan lapangan. dibuat untuk mengecek apakah semua aspek informasi yang diperlukan telah direkam. 8. 3. Panel yaitu pengamatan terhadap seseorang atau sekelompok orang secara periodik. 4. yaitu catatan rinci tentang tema yang muncul.

2. yaitu: 1. Dapat memahami situasi yang rumit. Lebih sedikit tuntutan bagi subjek yang diteliti. hello effect. Pengamatan langsung atas perilaku memungkinkan peneliti untuk merekam perilaku sebagaimana adanya. atau alat-alat yang digunakan. Deskripsi tentang siapa yang melakukan observasi. Kekurangan Metode Observasi 1. 2. 6. Tidak tergantung pada self report. 3. Dapat diterapkan secara luas dalam ilmu-ilmu pengetahuan sosial. Kelebihan Metode Observasi. 4. Pertimbangan mengenai alternatif interpretasi lain. Memungkinkan pencatatan yang serempak dengan terjadinya suatu gejala. Peneliti memperoleh data dari tangan pertama. 7. 2. skala. SUMBER-SUMBER KESALAHAN DALAM OBSERVASI Dalam melakukan observasi. Dapat menghasilkan data yang tidak mungkin diperoleh dengan metode lainnya. Deskripsi mengenai karakteristik orang-orang yang diamati. . Informasi yang didapatkan lebih mendalam bila dibandingkan dengan metode penelitian lain. terutama bagi observer pemula yang belum mahir melakukan observasi kerap terjadi kesalahan dalam melakukannya oleh karena itu perlu diketahui masalah-masalah yang sering menjadi sumber kesalahan dalam melakukan observasi. Eksplorasi perasaan dan penghayatan peneliti terhadap kejadian yang diamati.1. termasuk metode observasi. 9. Kesalahan yang berhubungan dengan setting. Kesalahan yangbersumber pada subjek penelitian. Mungkin dikarenakan kesalahan atau manipulasi diri. Interpretasi sementara peneliti terhadap kejadian yang diamati. metode observasi juga memiliki beberapa kekurangan. Dapat melengkapi dan memferifikasi hasil wawancara. 5. latar belakang pendidikan/budaya. Selain kelebihan-kelebihan diatas. 3. Seorang peneliti harus mengetahui kelebihan dan kekurangan metode yang digunkan sebagai alat untuk mengumpulkan data penelitian yang akan dilakukannya sehingga dapat membuat perencanaan yang matang tentang metode yang akan dipilih untuk kepentingan penelitiannya. 7. 5. antara lain: 1. Deskripsi konteks. 6. 3. Ada beberapa sumber kesalahan yang sering ditemukan dalam observasi. 4. 8. Deskripsi mengenai perilaku yang ditampilkan orang-orang yang diamati. 10. Hal ini berkaitan dengan penelitia. personal value. Tidak sempurnanya organ-organ penginderaan manusia. usia. F. Kelebihan dan Kekurangan Metode Observasi Setiap metode pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kesalahan yang bersumber pada kualitas personel observer.

Banyak kejadian yang tidak dapat diungkap dengan observasi langsung.2. 5. Tugas observasi dapat terganggu pada waktu ada peristiwa yang tidak terduga. Proses pengamatan dapat berpengaruh terhadap gejala-gejala yang diamati. 4. 10. . Selain cara-cara tersebut. Dibutuhkan pengetahuan yang lebih tentang persoalan pokok yang diamati dan pengalaman yang memadai. Timulnya kejadian tidak selalu dapar diramalkan sehingga observer dapat hadir untuk mengamati kejadian tersebut. maka ia harus menggunakan timbangan. Dapat menangkap perilaku yang berpola dari subjek yang dimati. 1. di bawah ini ada beberapa jenis validitas yang perlu diperhatikan. Meteran adalah alat pengukur valid bila digunakan untuk mengukur panjang. Dapat menangkap world view masyarakat yang diamati. Tetapi. Selain salah satu upaya untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan tersebut adalah dengan menggunkan metode triangulasi. data pengamatan dilengakapi dengan data yang diperoleh dengan cara lain seperti kuesioner dan sumber data sekunder lain. Dapat menangkap makna dari tindakan penuh arti yang dialami para subjek. Jenis-Jenis Validitas Validitas alat pengumpul data dapat digolongkan beberapa jenis. Dengan prosedur tersebut. cara yang juga sering dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode observasi dalam pengumpulan data adalah dengan cara memperbanyak jumlah orang yang melakukan observasi (observer). Timbangan adalah alat ukur yang valid bila dipakai untuk mengukur berat. 7. Peneliti harus memahami konteks dimana perilaku itu terjadi. maka harus menggunakan meteran. tibangan bukanlah alat pengukur yang valid jika digunakan untuk mengukur panjang. misalnya kehidupan pribadi yang sangat rahasia. ketepatan data dapat diperoleh dengan metode ganda. 3. VALIDITAS DAN RELIABILITAS A. 2. Bila seseorang ingin mengukur berat suatu benda. Orang cenderung memilih satu hal sebagai pusat pengamatan sehingga hal lain luput dari pengamatan. Untuk memaksimalkan metode observasi dan memaksimalkan kelebihan dan memimalkan kelemahan metode observasi perlu dipenuhi hal-hal seperti : 1. Indra kurang bisa membuat perbandingan karena indra cenderung menyesuaikan dengan kondisi-kondisi tertentu. misalnya cuaca. Subjek memanupulasi diri dihadapan pengamat. Persepsi selektif. Bila panjang benda yang ingin diukur. 8. 4. 6. 3. 9. VALIDITAS Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Indra tidak bekerja bebas dari pengalaman masa lalu. Terbatasi oleh berlangsungnya kejadian yang diamati.

Ujian tersebut adalah upaya untuk memperedisi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. maka soal ujian selaksi tersebut memiliki validitas prediktif. Misalnya mengukur kemampuan sebagai seorang sopir. e. Face Validity Bagaimana kelihatannya suatu alat pengukur benar-benar mengukur apa yang akan diukur. Contoh : perilaku di sekolah = perilaku di luar kelas (menunjukkan agresivitas). . Concurent validity Mengobservasi perilaku dengan membandingkan perilaku lain. dan 5. Peserta yang lulus ujian dengan nilai baik diprediksikan akan dapat mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan sukses. sangat tergantung pada apakah ada korelasi yang tinggi antara nilai ujian masuk dengan prestasi belajar setelah menjadi mahasiswa. 3. Apakah soal ujian masuk tersebut memiliki validitas prediktif. data yang mencerminkan ciri-ciri yang telah ditentukan yaitu apa saja yang diungkap / diukur. maka lat pengukur tersebut kurang memiliki face validity. Pengeluaran per bulan. Tetapi bila pengukuran kemampuan mengendarai mobil dilakukan dengan ujian tertulis tentang teknik mengendarai mobil. 2. maka konstruk tersebut memiliki validitas. Pertama-tama yang harus dilakukan oleh peneliti ialah mencari apa saja yang merupakan kerangka dari konsep tersebut. Content Validity Content validity atau bisa disebut sebagai validitas isi adalah sejauh mana isi alat ukur tersebut memiliki semua aspek yang dianggap sebagai aspek kerangka konsep.a. Untuk mendapatkan validitas yang tinggi maka harus menyiapkan dengan sungguh-sungguh materi yang akan diukur. c. Pemilikan barang. Porsi penghasilan yang digunakan untuk rekreasi. Contohnya adalah ujian seleksi masuk perguruan tinggi. Construct validity Konstruk adalah kerangka dari suatu konsep. maka alat ukut tersebut tidak memiliki validitas isi. Bila aspek yang diamati tidak mencakup semua metode kontrasepsi. seorang peneliti dapat menyusun tolak ukur operational konsep tersebut. Penghasilan per bulan. yakni 1. b. d. Misalkan seorang peneliti ingin mengukur konsep religiusitas. 4. Predicty Validity Alat pengukur yang dibuat oleh peneliti seringkali dimaksudkan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Contohnya bila seorang peneliti ingin mengukur keikutsertaan dalam program KB dengan menyatakan metode kontrasepsi yang dipakai. Kualitas rumah. Dengan diketahuinya kerangka tersebut. Bila ternyata ada korelasi yang tinggi antara nilai ujian seleksi dengan indeks prestasi belajar mahasiswa. Apabila ada konsosistensi antara komponen-komponen konstruk yang satu dengan yang lain. Misalnya ingin mengukur status ekonomi responden dengan menggunakan lima komponen status ekonomi. seorang observee harus disuruh mengendarai mobil.

Dua diantaranya yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Jika hasil pengukuran menunjukkan besar ketelitian kerja yang sesuai dengan hasil pengukuran itu. 1.2. B. suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologik dan pspsikologik. Antara nilai total harus terdapat korelasi yang positif tinggi dan cukup meyakinkan. daya ingatan. Misalnya : suatu tes tentang ketelitian kerja. Ada dua jenis kriterium yang digunakan untuk menguji kejituan alat pengukur. jawaban-jawaban terhadap item daya analisa dicocokkan dengan hasil tes karena secara keseluruhan atau total score. Besar kecilnya validitas faktor tergantung kepada besar kecilnya kecocokan itu. maka harus diambil lebih dahulu suatu kriterium yang dapat dipandang mencerminkan ketelitian kerja. Maka untuk menguji apakah sekelompok item benar-benar mengukur daya analisa. Suatu hasil observasi bila diuji kembali oleh orang lain baik di lain waktu maupun sekarang maka hasilnya relatif sama. Prinsip dari validation adalah membandingkan hasil-hasil dari pengukuran faktor dengan suatu kriterium. yaitu: a. misalnya. Jadi misalnya suatu alat pengukur handak menyelidiki faktor ketelitian kerja. Teknik Menguji Validitas Pekerjaan untuk mencari validitas suatu alat ukur disebut validation. maka alat pengukur itu dipandang valid. Baik dalam penyelidikan di laboratorium maupun dalam penyelidikan lapangan dua-duanya selalu terpakai. proses ini tergantung sumber-sumber kesesatan yang perlu mendapat perhatian yang sekasama. suatu ukuran yang telah dipandang valid untuk menunjukkan faktor yang dimaksud. diuji validitasnya dengan prestasi kerja yang sesungguhnya sebagaimana ditunjukkan oleh catatan-catatan hasil kerja atau penilaian pimpinan unit. daya kritik dsb. Biasanya diambil hasil keseluruhan pengukuran atau total score sebagai kriteriumnya. Pengamatan Dua indra yang sangat vital dalam pengamatan adalah mata dan telinga. sungguhpun dalam banyak hal mata memegang peranan yang lebih dominan. Kriterium dalam alat atau internal criterion Yaitu suatu kriterium yang diambil dari dalam alat itu sendiri. RELIBILITAS Reliabilitas observasi adalah keajegan apa yang diobservasi. daya klasifikasi. daya pemahaman. Yaitu suatu kriterium yang diambil dari luar alat pengukur itu sendiri. b. Kriterium luar atau eksternal criterion. Kecocokan antara hasil-hasil dari item yang disangka mengukur suatu faktor dengan suatu kriterium yang dipandang telah valid disebut factorial validity atau validitas faktor. Dalam masing-masing. . 1. Dari kriterium itulah kemudian hasil dari pengukuran faktor ketelitian kerja disoroti. Sumber-Sumber Kesesatan Observasi merupakan suatu proses yang kompleks. Misalnya : ingin mengukur intelegensi yang terdiri dari faktor-faktor daya analisa.

2. Teknik Untuk Menetapkan Reliabilitas Prosedur yang lazim digunakan untuk menilai reliabilitas pengukuran adalah mencari petunjuk atau indeks hubungan antara hasil-hasil pengukuran yang pertama dengan hasilhasil pengukuran ulangan. karema foto dll). . Memusatkan perhatian pada data yang relevan. 2. Karena itu jika objek yang kompleks tidak hanya akan dilihat salah satu seginya atau unsurnya. Menggunkan observer yang lebih banyak untuk melihat objeknya dan menginterpretasikan hasil-hasil penyelidikan itu. Tidak semua orang memiliki ingatan yang setia dan luas. Pada dasarnya ada dua pokok pikiran yang tersembunyi di balik penghitungan koefisien korelasi itu : 1. mempunyai unsur-unsur yang banyak. yaitu antara lain : 1. 5. Kedua dimensi ingatan ini membuat batasan-batasan dalam reliabilitas pengamatan. 2. 3. 4. segi-segi yang berliku-liku atau dimensi-dimensi yang majemuk. Menggunakan lebih banyak observer. 3. Pada suatu saat orang hanya mampu menangkap sebagian kecil saja dari objek yang kompleks itu. Indeks hubungan itu disebut koefisien korelasi. Kebanyakan objek-objek penyelidikan adalah objek-objek yang kompleks. Karena itu ada cara-cara yang perlu diperhatikan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut. Ingatan. Mengadakan pencatatan biasa dan atau dengan check list. Bahwa gejala atau ciri gejala tetap bertahan dan tidak berubah dari pengukuran yang satu ke pengukuran yang lain. Menyediakan waktu yang lebih banyak agar dapat melihat objek yang kompleks dari berbagai segi. 2. dari berbagai jurusan secara berulang-ulang. yaitu: 1.Terbatasnya penglihatan ditimbulkan terutama dari keadaan objek yang dihadapi. Mengambil lebih banyak objek yang sejenis agar dalam jangka waktu yang terbatas dapat disoroti objek-objek itu dari segi-segi yang berbeda-beda oleh penyelidik yang terbatas jumlahnya. Ada tiga cara mengatasi sifat itu. kelemahan atau keterbatasan itu perlu diatasi dengan cara-cara tertentu. 6. Menambahkan bahan pengetahuan tentang objek yang akan diamati. Mengklarifikasi gejala dalam golongan-golongan yang tepat. Menggunakan alat-alat mekanik (tape recorder.

Teknik Ulangan Dalam teknik ulangan alat pengukur yang sama diberikan kepada sejumlah subjek yang sama pada saat-saat yang berbeda. subjeknya juga sama. Setelah beberapa waktu berselang. Teknik Bentuk Pararel Dalam teknik bentuk parerel ini sekelompok item disajikan kepada sejumlah subjek. ulangi langkah yang pertama. 3. dalam kondisi-kondisi pengukuran yang relatif sama. Kelompok item ini disebut bentuk I. b. Bahwa pengukuran mendahuluinya. Mencari korelasi antara hasil bantuk I dan hasil bentuk II. . 2. kemudian item dari baterei dibagi dua. Jadi langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 1. dan score dari separuh baterei dikorelasikan dengan score dari separuh item sisanya. Selidiki korelasi antar hasil pengukuran yang pertama dengan pengukuran yang kedua. Memberikan bentuk I kepada sejumlah subjek. berikutnya adalah ekuivalen dalam pengukuran yang Ada tida jenis teknik reliabilitas. Hasil dari kedua bentuk itu kemudian dikorelasikan untuk memperoleh koefisien korelasi. Kenakan alat pengukur kepada sejumlah subjek. Kelompok item yang kedua ini disebut bentuk II. 2. Kepada subjek-subjek itu juga dengan atau tanpa tenggang waktu diberikan sekelompok item lainnya yang dipandang seimbang dengan kelompok item yang pertama. dengan atau tanpa tenggang waktu. yaitu: a. Dalam teknik ulangan ini diambil asumsi bahwa gejala yang diukur tidak berubah dalam tenggang waktu pengukuran pertama dan kedua. alatnya sama. prosedur pengukurannya juga sama dan kondisi-kondisi pengukuran harus relatif sama.2. Berikan baterei kepada sejumlah subjek. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 1. Teknik Belah Dua Dalam teknik belah dua suatu baterai alat pengukur diberikan kepada sejumlah subjek. Jika jarak pengukurannya cukup lama asumsi itu menjadi sangat kabur tanpa suatu pengetahuan bahwa memang dalam tenggang waktu sekian lama itu gejalanya sama sekali tidak berubah. c. 3. Memberikan bentuk II kepada subjek-subjek itu juga. Jadi langkah-langkah pokok dalam reliabilitas dengan teknik bentuk pararel adalah sebagai berikut : 1.

Prosedur yang lazim untuk membelah baterei menjadi dua kelompok item adalah mengumpulkan item yang bernomor ganjil menjadi satu kelompok. Kecuali bisa dengan jalan random. 3. Cari korelasi antar score dari separuh item yang pertama dengan score dari separuh item yang kedua. . Bagi dua item dalam baterei . dan item yang genap menjadi satu kelompok yang lain (ganjil-genap).2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful