FAUZAN HASHIFAH PERMANA IA P17334111036

Enterobius vermicularis

Kerajaan: Animalia Filum: Nematoda Kelas: Secernentea Upakelas: Spiruria Ordo: Oxyurida Famili: Oxyuridae Genus: Enterobius

Cacing Enterobius vermicularis menyebabkan infeksi cacing kremi yang disebut juga enterobiasis atau oksiuriasis. Infeksi biasanya terjadi melalui 2 tahap. Pertama, telur cacing pindah dari daerah sekitar anus penderita ke pakaian, seprei atau mainan. Kemudian melalui jari-jari tangan, telur cacing pindah ke mulut anak yang lainnya dan akhirnya tertelan. Telur cacing juga dapat terhirup dari udara kemudian tertelan. Setelah telur cacing tertelan, lalu larvanya menetas di dalam usus kecil dan tumbuh menjadi cacing dewasa di dalam usus besar (proses pematangan ini memakan waktu 2-6 minggu). Cacing dewasa betina bergerak ke daerah di sekitar anus (biasanya pada malam hari) untuk menyimpan telurnya di dalam lipatan kulit anus penderita. Telur tersimpan dalam suatu bahan yang lengket. Bahan ini dan gerakan dari cacing betina inilah yang menyebabkan gatal-gatal. Telur dapat bertahan hidup diluar tubuh manusia selama 3 minggu pada suhu ruangan yang normal. Tetapi telur bisa menetas lebih cepat dan cacing muda dapat masuk kembali ke dalam rektum dan usus bagian bawah.

Rasa gatal hebat di sekitar anus 2. . mereka aktif bergerak. Kemudian selotip tersebut ditempelkan pada kaca objek dan diperiksa dengan mikroskop. terutama dalam waktu 1-2 jam setelah anak tertidur pada malam hari. Kurang tidur (biasanya karena rasa gatal yang timbul pada malam hari ketika cacing betina dewasa bergerak ke daerah anus dan menyimpan telurnya di sana) 4. Telur maupun cacingnya bisa didapat dengan cara menempelkan selotip di lipatan kulit di sekitar anus. berat badan menurun (jarang terjadi. Rewel (karena rasa gatal dan tidurnya pada malam hari terganggu) 3. Nafsu makan berkurang. pada pagi hari sebelum anak terbangun.FAUZAN HASHIFAH PERMANA IA P17334111036 Gejalanya berupa: 1. jika cacing dewasa masuk ke dalam vagina) 6. Cacing kremi berwarna putih dan setipis rambut. atau terjadi infeksi (akibat penggarukan). Kulit di sekitar anus menjadi lecet. Rasa gatal atau iritasi vagina (pada anak perempuan. kasar. Diagnosis Cacing kremi dapat dilihat dengan mata telanjang pada anus penderita. tetapi bisa terjadi pada infeksi yang berat) 5.

Seluruh anggota keluarga dalam satu rumah harus meminum obat tersebut karena infeksi ulang bisa menyebar dari satu orang kepada yang lainnya. seprei dan mainan anak sebaiknya sering dicuci untuk memusnahkan telur cacing yang tersisa. sering terjadi infeksi ulang karena telur yang masih hidup terus dibuang ke dalam tinja selama seminggu setelah pengobatan. Mencuci seprei minimal 2 kali/minggu 4. Meskipun telah diobati. bisa dioleskan krim atau salep anti gatal ke daerah sekitar anus sebanyak 2-3 kali/hari. dengan menitikberatkan kepada mencuci tangan setelah buang air besar dan sebelum menyiapkan makanan. Pencegahan Sangat penting untuk menjaga kebersihan pribadi. albendazole atau pirantel pamoat. . Mencuci jamban setiap hari 5. Menghindari penggarukan daerah anus karena bisa mencemari jari-jari tangan dan setiap benda yang dipegang/disentuhnya 6. Mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar 2. Untuk mengurangi rasa gatal. Pakaian. Langkah-langkah umum yang dapat dilakukan untuk mengendalikan infeksi cacing kremi adalah: 1. Pakaian dalam dan seprei penderita sebaiknya dicuci sesering mungkin dan dijemur matahari. Memotong kuku dan menjaga kebersihan kuku 3. Menjauhkan tangan dan jari tangan dari hidung dan mulut.FAUZAN HASHIFAH PERMANA IA P17334111036 Pengobatan Infeksi cacing kremi dapat disembuhkan melalui pemberian dosis tunggal obat antiparasit mebendazole.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful